Padang, Lintasmedia News—Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang hingga 16 Oktober 2026 baru mencapai Rp761,61 miliar atau 73,22 persen dari target APBD Perubahan 2026 yang diperkirakan sebesar Rp1,04 triliun. Artinya, masih terdapat sekitar Rp278,53 miliar yang harus dikejar pemerintah daerah hingga akhir tahun.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Ketua Komisi II DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra, Rachmad Wijaya. Menurutnya, capaian PAD perlu menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Padang, terutama dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang masih belum memenuhi target.
Dari sejumlah komponen PAD, penerimaan pajak daerah tercatat sebesar Rp589,90 miliar atau 72,06 persen dari target Rp818,60 miliar. Dengan capaian tersebut, masih ada sekitar Rp228,70 miliar penerimaan pajak yang perlu dikejar.
Sementara itu, realisasi retribusi daerah baru mencapai Rp78,16 miliar atau 65,45 persen dari target Rp119,42 miliar. Capaian ini menunjukkan bahwa optimalisasi penerimaan retribusi juga perlu mendapat perhatian serius.
Adapun pendapatan dari lain-lain PAD yang sah telah mencapai Rp66,71 miliar atau 88,96 persen dari target Rp74,99 miliar. Sedangkan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tercatat Rp26,84 miliar atau 98,95 persen dari target Rp27,13 miliar.
Menurut Rachmad, pemerintah daerah perlu memetakan secara jelas sumber pendapatan yang belum optimal, sekaligus memastikan langkah percepatan dilakukan secara terukur. Evaluasi tidak cukup hanya melihat angka realisasi, tetapi juga harus mengidentifikasi kendala di lapangan dan efektivitas kebijakan yang telah dijalankan.
“Dengan sisa waktu hingga akhir 2026, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertanggung jawab terhadap penerimaan PAD diharapkan bekerja lebih maksimal. Langkah tersebut penting agar target pendapatan daerah dapat didekati secara realistis tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku,” kata ketua alumni SMAN 6 Padang.
Optimalisasi PAD juga menjadi penting untuk memperkuat kapasitas fiskal Kota Padang dalam membiayai program pembangunan dan pelayanan publik. “Karena itu, capaian penerimaan daerah perlu dipantau secara berkala agar kendala dapat segera ditangani,” tegas Rachmad dari Dapil Padang Selatan dan Padang Timue. (*)
LINTASMEDIANEWS.COM, DHARMASRAYA – Sebanyak 22 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Dharmasraya telah selesai dibangun dan siap operasional. Sementara itu, delapan unit lainnya telah selesai dibangun tetapi belum menjalani verifikasi dan validasi (verval) oleh Tim Verval Kabupaten, sedangkan empat unit masih dalam proses pembangunan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Kumperdag) Kabupaten Dharmasraya, Alfiandri, melalui Sekretaris Dwi Andayani, menyampaikan informasi tersebut di Pulau Punjung, Jumat (16/10/2026).
Dwi menjelaskan, total terdapat 34 unit KDMP yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Dharmasraya. Dari jumlah tersebut, 22 unit telah siap beroperasi, delapan unit menunggu proses verifikasi dan validasi oleh tim kabupaten, serta empat unit masih dalam tahap pengerjaan.
Proses verifikasi dan validasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian hasil pembangunan dengan dokumen perencanaan, kondisi fisik bangunan, serta kelengkapan sarana dan prasarana pendukung operasional koperasi.
Pemeriksaan mencakup tiga aspek utama, yakni struktur, arsitektur, serta mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (MEP). Selain itu, tim melakukan pengecekan terhadap 27 item sarana dan prasarana, termasuk rak display, perangkat kasir, jaringan internet, kendaraan operasional, AC, alat pemadam api ringan (APAR), CCTV, genset, seragam, dan papan nama koperasi.
Hasil verifikasi dan validasi dituangkan dalam berita acara yang menetapkan status kelayakan unit. Apabila masih ditemukan kekurangan, pelaksana pembangunan wajib menindaklanjutinya sesuai ketentuan hingga unit memenuhi persyaratan kelayakan.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani berkomitmen mendukung program pemerintah pusat, termasuk pengembangan KDMP sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi di tingkat nagari.
Melalui program ini, keberadaan KDMP diharapkan dapat memperluas kesempatan usaha, memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, serta menjadi bagian dari penggerak perekonomian nagari di Kabupaten Dharmasraya.(el)
Pasbar,Lintas Media News Com
M.Junir terpilih ,Pataka Bendera Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Pasaman Barat Berkibar setelah sebelumnya Vakum ,akhirnya melalui proses yang alot ,sesuai mekanisme Tatib dan AD/ART PWI Konperensi Luar Biasa (Kopenlub) yang di pimpin oleh Ahmad Romi SH,MH melalui Sidang ,pada Siang menjelang Magrib di Aula Rumah Dinas Bupati sukses dan lancar,Ju'mat 16/9.2026.
Widiya Navis Dalam sambutannya mengatakan ucapan terima kasih kepada Bupati Pasbar ,atas bantuannya dalam rangka mempasilitasi Konperlub PWI Tahun 2026 ini.
Ia pun menjelaskan terkait terlambatnya konperensi ini ,baru yang ke 11,karena adanya masalah internal di Pusat ,namun setelah adanya Ketua terpilih Akhmad Munir ,baru jalan ,juga terkait kartu para anggota, begitu juga Kabupaten /kota masih ada 5 lagi yang belum mengadakan Konperensi ,berharap dengan adanya ketua terpilih dan pengurus baru dapat memberikan yang terbaik ,demi perkembangan Kabupaten Pasaman Barat ke depan.
Pada tempat yang sama juga dikatakan Setia Bakti bersama Suratno Kadis Kominfo mewakili Bupati atas permohonan maafnya ,yang sedianya bisa hadir ,tapi karena ada tugas penting.tak hanya itu yang dikatakannya ,tapi pengalaman ,ketika bertugas di DPRD Pasaman betapa pentingnya informasi dari awak Media,memang organisasi harus hadir memberikan informasi baik atau tidak ,demi untuk perkembangan bangsa dan negara terangnya .
Junir juga menambahkan dengan terpilihnya sebagai ketua ,akan berusaha lebih baik ,karena ini merupakan momentum yang bersejarah ,memberikan apresiasi kepada semua pihak ,atas terlaksananya Konperlub ini, tentu sangat berharap kepada pengurus yang baru ,dapat kompak ,bersatu,ini awal kemajuan PWI menuju kesuksesan, punya Marwah,sehingga Wartawan dihargai,dapat dipercaya ,Organisasi tertua bisa membangun Sinergitas, Mengedepankan Pers Berintegritas tegas mantan Ketua PWI Kabupaten Pasaman ini dengan menutup beberapa Pantun yang bermakna,serta ucapan terimakasih kepada PWI Provinsi Sumatera Barat.
LINTASMEDIANEWS.COM, DHARMASRAYA – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan mengerahkan 15 Puskesmas di seluruh wilayah kabupaten untuk membagikan masker kepada anak-anak sekolah, sebagai upaya melindungi kesehatan peserta didik di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut perintah Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani untuk memastikan penerapan kembali pembelajaran tatap muka (PTM) tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan peserta didik.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, Yosta Defina, didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Aprial Khamri Isra, mengatakan seluruh Puskesmas telah dikerahkan untuk melaksanakan pembagian masker di wilayah kerja masing-masing.
“Puskesmas di wilayah kerja masing-masing kami kerahkan untuk membagikan masker kepada anak-anak sekolah. Ini merupakan upaya untuk melindungi kesehatan peserta didik, terutama di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap,” ujar Yosta Defina.
Ia menjelaskan, keterlibatan 15 Puskesmas tersebut diharapkan dapat memastikan pendistribusian masker menjangkau anak-anak sekolah di seluruh Kabupaten Dharmasraya.
Pembagian masker ini juga menjadi bagian dari langkah berkelanjutan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang rentan mengalami gangguan saluran pernapasan akibat paparan polusi udara.
Sebelumnya, Pemkab Dharmasraya telah menerima bantuan sebanyak 50.000 masker dari Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, yang kemudian didistribusikan untuk mendukung perlindungan masyarakat dari dampak kabut asap.
Pada awal terjadinya kabut asap akibat karhutla, Dinas Kesehatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya juga telah membagikan sebanyak 5.000 masker kepada masyarakat.
Pembagian kemudian dilanjutkan pada tahap berikutnya dengan jumlah 10.000 masker. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap yang memengaruhi kualitas udara.
Kini, perlindungan kesehatan diperkuat melalui pembagian masker kepada anak-anak sekolah dengan melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta seluruh Puskesmas di wilayah kerja masing-masing.
Pemkab Dharmasraya berharap langkah ini dapat mendukung keberlangsungan pembelajaran tatap muka dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik.
Pemerintah daerah juga mengimbau pihak sekolah dan orang tua agar terus memantau kondisi kesehatan anak selama beraktivitas. Apabila ditemukan keluhan seperti batuk, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya, anak perlu segera mendapatkan pemeriksaan tenaga kesehatan.
Melalui koordinasi lintas perangkat daerah tersebut, Pemkab Dharmasraya berupaya memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan memperhatikan aspek kesehatan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap di lingkungan sekolah.(el)
Pasbar,Lintas Media News Com
Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat melalui Kepala Bidang Sekolah Dasar Alpen Branja,S.pd berikan apresiasi penuh kepada Panitia ,Korwil ,Kepala Sekolah para Guru serta Peserta Lomba Tahfizd Se- kabupaten Pasaman Barat.
Alpen saat diminta konfirmasinya ,Kamis 15/9 terkait kegiatan Lomba Tahfizd Qur'an Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2026 ini ,memiliki peranan yang sangat penting dalam rangka membentuk karakter para murid yang religius,disiplin,percaya diri dan berahklak mulia.
Tidak hanya itu ,tapi bisa memberikan ruang apresiasi dan motivasi kepada seluruh murid yang memiliki kemampuan untuk menghafal Al-Qu'ran.
Kegiatan ini merupakan bagian yang sangat penting dalam rangka menumbuhkembangkan bakat kemampuan serta kompetensi yang dimilikinya,tentu harus diberikan, dibekali ,diasah dengan segala pengetahuan dan pemahaman,apalagi untuk menjadi Juara.
Lomba Tahfiz Qur'an tingkat Kabupaten Pasaman Barat mewakili setiap Kecamatan dengan peserta 6 Orang 3 Putera dan 3 Puteri yang keseluruhannya dihadiri 11 kecamatan sebanyak 66 Orang peserta dengan didampingi guru Agama dan pelatih.
Ada pun materi utama lomba adalah Juz 30 atau juz Amma yang dipilih secara acak oleh Dewan Juri yang mencakup kelancaran hafalan ,ketepatan ayat serta kesinambungan bacaan.
Sementara kriteria dan penilaiannya berpa Tahfizd hafalan maksimal 49,Tajwid 40,fashahah 20 dengan total nilai 100.
Para pemenang Juara I,II III diberikan berupa Piagam penghargaan dan Uang Pembinaan dengan berpariasi.
Ia berharap dengan adanya lomba ini bisa menjadi wahana pembinaan ,sekaligus menjadi pemetaan Prestasi bagi murid-murid yang memiliki prestasi khususnya dalam bidang Tahfizd Qur'an yang mulia ini untuk ke tingkat yang lebih tinggi katanya.
PADANG (15/10/2026), Lintasmedia News— Kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran menjadi ujian berat bagi warga Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Di tengah upaya memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa tanggap darurat, bantuan bahan pangan disalurkan untuk membantu warga yang terdampak agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Sebanyak 10 kepala keluarga (KK) atau 44 jiwa terdampak akibat kebakaran yang terjadi pada Senin (12/10/2026). Untuk membantu meringankan beban warga, PT Semen Padang menyalurkan bantuan bahan pangan melalui Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kebakaran tersebut menghanguskan tiga rumah toko (ruko) dan dua rumah warga. Peristiwa itu tidak hanya mengakibatkan kerugian material, tetapi juga membuat sejumlah warga kehilangan tempat tinggal. Sebagian warga kini mengungsi di tenda pengungsian yang disediakan Kementerian Sosial dengan dukungan masyarakat sekitar.
Bagi warga yang tengah menghadapi kondisi darurat, ketersediaan bahan pangan menjadi salah satu kebutuhan mendesak. Karena itu, bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari selama proses penanganan dan pemulihan pascakebakaran berlangsung.
Bantuan dari PT Semen Padang terdiri atas 10 karung beras, 10 dus mi instan, 10 papan telur, dan 10 bungkus minyak goreng. Bantuan tersebut diserahkan kepada perwakilan masyarakat melalui Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Pauh agar dapat diteruskan kepada warga yang membutuhkan.
Koordinator Lapangan KSB Pauh Syufrizal mengatakan kebakaran tersebut menimbulkan dampak cukup besar bagi masyarakat, terutama warga yang kehilangan rumah maupun tempat usaha.
“Dampak dari kebakaran ini telah menghanguskan tiga ruko dan dua rumah warga. Selain itu, sebanyak 10 kepala keluarga dengan total 44 jiwa terdampak akibat bencana kebakaran,” jelas Syufrizal.
Ia menyebutkan, penanganan warga terdampak terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Salah satu upaya yang dilakukan KSB Pauh adalah membuka dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama masa penanganan pascabencana.
Keberadaan dapur umum menjadi bagian penting dalam membantu warga yang belum dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. Terlebih, sebagian masyarakat masih harus menyesuaikan diri dengan kondisi pengungsian setelah kehilangan tempat tinggal dan barang-barang milik mereka.
Syufrizal menuturkan, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat melewati masa sulit tersebut. Menurutnya, bantuan yang diberikan, baik berupa bahan pangan maupun kebutuhan lainnya, dapat membantu mengurangi beban warga selama proses pemulihan.
“Kami dari KSB dan perwakilan warga mengucapkan terima kasih kepada Semen Padang atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak dan kondisi warga bisa segera kembali normal,” ujarnya.
Staf TJSL PT Semen Padang Nurwan mengatakan bantuan tersebut disalurkan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat akibat kebakaran.
“Pada hari ini, kami dari PT Semen Padang membawa bantuan bagi saudara-saudara kita yang mendapatkan musibah kebakaran pada Senin, 12 Oktober 2026. Bantuan yang kami salurkan ini merupakan bantuan tanggap darurat bencana,” kata Nurwan.
Ia menjelaskan, bantuan berupa bahan pangan diprioritaskan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat selama menjalani masa tanggap darurat. Penyaluran melalui KSB Kecamatan Pauh juga dilakukan agar bantuan dapat diterima dan dimanfaatkan oleh warga yang membutuhkan.
Nurwan berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
“Harapan kami, bantuan yang disalurkan melalui Kelompok Siaga Bencana Kecamatan Pauh ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang mengalami musibah. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat mendukung kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan dukungan bagi masyarakat yang terdampak bencana perlu dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak setelah terjadinya musibah.
“Dalam situasi darurat, dukungan dan kolaborasi berbagai pihak sangat penting untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga terdampak dan membantu mereka melewati masa tanggap darurat,” ujar Win.
Menurutnya, koordinasi antara perusahaan, pemerintah, kelompok siaga bencana, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan dampak bencana. Melalui kerja sama tersebut, penyaluran bantuan diharapkan dapat berlangsung dengan baik dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Win juga berharap warga terdampak kebakaran di Koto Lua diberikan kekuatan dalam menghadapi situasi sulit tersebut. Ia berharap masyarakat dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara bertahap setelah kondisi memungkinkan.
Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, proses pemulihan tentu membutuhkan waktu dan dukungan berkelanjutan. Selain memenuhi kebutuhan dasar selama masa pengungsian, masyarakat juga perlu mempersiapkan langkah berikutnya untuk kembali menata kehidupan setelah kebakaran.
Melalui penyaluran bantuan pangan ini, diharapkan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terbantu selama masa tanggap darurat. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan terus menguatkan masyarakat Koto Lua dalam menghadapi dampak kebakaran hingga kondisi berangsur pulih dan aktivitas warga kembali berjalan normal.