Articles by "walikota Padang"

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan lpm Al itqan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok
Showing posts with label walikota Padang. Show all posts

 

PADANG, Lintasmedia News– Wali Kota Padang Fadly Amran menekankan pentingnya kualitas, kerapian dan keberlanjutan dalam setiap pembangunan infrastruktur yang akan dilaksanakan Pemerintah Kota Padang pada tahun 2026.



Hal tersebut disampaikan Fadly Amran saat memimpin Rapat Paparan Desain Pekerjaan Fisik Tahun 2026 di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (1/9/2026).


Dalam rapat tersebut, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang memaparkan progres pekerjaan yang sedang berjalan serta rencana pembangunan fisik yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang.

OPD yang menyampaikan paparan di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).




Berbagai rencana pembangunan yang dipaparkan mencakup penataan kawasan pasar, pembangunan infrastruktur jalan dan drainase, penanganan wilayah terdampak bencana, pembangunan hunian tetap bagi korban bencana, hingga pengembangan fasilitas pendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.




Wali Kota Padang Fadly Amran secara langsung mendengarkan dan memberikan perhatian terhadap setiap rencana pekerjaan yang dipaparkan oleh masing-masing OPD.




Ia meminta agar seluruh perencanaan pembangunan dilakukan secara matang, tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga memperhatikan kualitas material, estetika, fungsi, kenyamanan dan dampak jangka panjang bagi masyarakat.




“Menuju kota metropolitan, kita harus memastikan pembangunan menggunakan bahan material terbaik dan dikerjakan dengan rapi. Pasar juga harus menjadi tempat yang nyaman dan menarik, bahkan dapat menjadi bagian dari destinasi wisata,” tegas Fadly Amran.




Menurutnya, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu elemen penting dalam mendukung visi Kota Padang untuk tumbuh dan berkembang sebagai kota metropolitan.

Karena itu, setiap proyek pembangunan harus memiliki standar kualitas yang baik dan mampu memberikan nilai tambah terhadap wajah serta perkembangan Kota Padang.




DLH Rencanakan Toilet Digital di Taman Rimbo Kaluang




Dalam paparan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Fadelan Fitra Masta menyampaikan sejumlah rencana pembangunan dan penataan fasilitas publik.




Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana pembangunan toilet digital di kawasan Taman Rimbo Kaluang.




Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung kenyamanan masyarakat yang beraktivitas dan berkunjung ke kawasan tersebut.




Pembangunan fasilitas publik yang modern, menurut arah pembangunan Pemerintah Kota Padang, menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas ruang kota.




Selain harus memiliki fungsi yang baik, fasilitas umum juga diharapkan dapat memberikan kesan positif terhadap wajah Kota Padang.




Dalam pembangunan fasilitas tersebut, aspek kebersihan, kemudahan penggunaan dan pemeliharaan menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.




Pariwisata Dorong Pengadaan Gerobak untuk Pelaku Ekonomi Kreatif




Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Padang Zahirwan memaparkan rencana pengadaan gerobak bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Padang.




Program tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap para pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan pelaku ekonomi kreatif yang bergerak di berbagai kawasan potensial di Kota Padang.

Pengadaan sarana usaha yang lebih representatif diharapkan tidak hanya membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung penataan kawasan.




Dengan desain dan konsep yang baik, keberadaan pelaku ekonomi kreatif dapat menjadi bagian dari daya tarik kawasan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi masyarakat dan wisatawan.




Sektor ekonomi kreatif sendiri menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Kota Padang, terutama dengan semakin berkembangnya sektor pariwisata dan aktivitas masyarakat di berbagai ruang publik.




Fasade Pasar dan Pertokoan Jadi Perhatian




Dinas Perdagangan Kota Padang turut memaparkan sejumlah pekerjaan fisik yang telah dan akan dilaksanakan.




Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan menjelaskan, sejumlah program penataan akan difokuskan pada kawasan perdagangan dan pasar.




Di antaranya pembenahan fasade pertokoan Merlin dan Koppas Plaza.


Selain itu, Pemerintah Kota Padang juga merencanakan perbaikan fasade serta pembenahan bangunan Pasar Raya Padang mulai dari Fase I hingga Fase VI.




Penataan kawasan Pasar Raya menjadi salah satu perhatian dalam rencana pembangunan karena kawasan tersebut merupakan pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi masyarakat Kota Padang.




Tidak hanya sebagai tempat transaksi jual beli, kawasan pasar diharapkan ke depan dapat tampil lebih tertata, nyaman dan memiliki daya tarik tersendiri.




Dinas Perdagangan juga memaparkan rencana pengadaan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis.




Pemasangan CCTV diharapkan dapat meningkatkan sistem pengawasan dan keamanan pada kawasan-kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.




Selain itu, sejumlah pekerjaan lainnya juga akan dilakukan di kawasan Pasar Raya Padang.




Pekerjaan tersebut meliputi pembenahan kios dan basement Pasar Raya Padang Fase VII serta pengerjaan dinding Blok II Pasar Raya.




Pemerintah Kota Padang juga merencanakan pembenahan sistem tata udara dan utilitas bangunan.


Pemeliharaan sejumlah pasar lainnya turut menjadi bagian dari program Dinas Perdagangan, seperti Pasar Raya Tanah Kongsi dan Pasar Bandar Buat.

Selain kawasan pasar, pengembangan kawasan pertokoan IPPI dan kawasan kuliner Gang Rajawali juga masuk dalam rencana pekerjaan fisik.




Berbagai program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas kawasan perdagangan sekaligus menciptakan ruang ekonomi yang lebih tertata dan nyaman.




Rp50 Miliar untuk Perbaikan Irigasi dan Drainase Wilayah Terdampak Bencana




Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Padang Malvi Hendri menyampaikan sejumlah pekerjaan infrastruktur yang sedang dan akan dilaksanakan.




Salah satu fokus utama Dinas PUPR adalah pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi serta drainase di sejumlah wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi.




Pekerjaan tersebut didukung melalui anggaran Transfer ke Daerah (TKD) dengan nilai sekitar Rp50 miliar.




Pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pengendalian air menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan Kota Padang terhadap potensi bencana serupa di masa mendatang.




Perbaikan drainase dan irigasi diharapkan dapat membantu memulihkan kondisi infrastruktur yang terdampak serta meningkatkan fungsi sistem pengelolaan air di berbagai kawasan.




Selain penanganan infrastruktur pascabencana, Dinas PUPR juga memaparkan sejumlah proyek lainnya.




Di antaranya rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya Padang.


Kemudian penataan taman dan pelataran parkir di kawasan Pantai Padang.




Penataan kawasan Pantai Padang menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus mendukung sektor pariwisata.




Pantai Padang selama ini menjadi salah satu kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat maupun wisatawan.




Karena itu, pembangunan dan penataan infrastruktur pendukung di kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Dinas PUPR juga akan melakukan rehabilitasi basement Blok II dan III Pasar Raya Padang.




Selain itu, pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan turut menjadi bagian dari rencana kerja fisik yang dipaparkan dalam rapat tersebut.




Pembangunan Huntap bagi Korban Bencana Terus Berjalan




Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Padang Tri Hadiyanto menyampaikan perkembangan pembangunan hunian tetap atau Huntap bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.




Pembangunan Huntap saat ini dilakukan di sejumlah lokasi.




Di antaranya Kelurahan Balai Gadang, Kelurahan Lambung Bukik Sungkai, serta Huntap Mandiri Pauh.




Pembangunan hunian tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan aman.




Saat ini, pembangunan masih berada dalam tahap pengerjaan.


Sejumlah fasilitas dan infrastruktur pendukung juga tengah dibangun secara bersamaan.




Tidak hanya rumah hunian, pembangunan juga mencakup jalan lingkungan, sistem drainase, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk kebutuhan air bersih, hingga pembangunan sumur bor.




Pembangunan kawasan Huntap dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat yang nantinya akan menempati kawasan tersebut.




Ketersediaan infrastruktur dasar menjadi faktor penting agar kawasan hunian baru dapat memberikan kenyamanan dan mendukung aktivitas masyarakat.




Selain pembangunan Huntap, Dinas Perkim juga memaparkan rencana perbaikan dan rehabilitasi rumah susun sederhana sewa atau Rusunawa.




Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian dan fasilitas permukiman bagi masyarakat.




Pembangunan Harus Berkualitas dan Rapi




Menanggapi berbagai paparan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran meminta seluruh OPD memastikan setiap pekerjaan fisik direncanakan dengan standar yang baik.




Ia menekankan agar penggunaan material dalam pembangunan harus memperhatikan kualitas.




Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, tetapi harus mampu bertahan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.




Selain kualitas material, Fadly juga memberikan perhatian terhadap aspek kerapian.




Setiap pembangunan, terutama yang berada di ruang publik dan kawasan strategis kota, harus memperhatikan nilai estetika.

Hal tersebut penting karena pembangunan fisik turut membentuk wajah dan identitas Kota Padang.




Ia menilai, sebagai kota yang terus berkembang menuju metropolitan, Padang harus memiliki standar pembangunan yang semakin baik.




Infrastruktur yang dibangun harus mencerminkan kemajuan kota, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.




“Menuju kota metropolitan, kita harus memastikan pembangunan menggunakan bahan material terbaik dan dikerjakan dengan rapi,” ujar Fadly.




Pasar Didorong Menjadi Ruang yang Menarik




Fadly Amran juga memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan dan penataan kawasan pasar.




Menurutnya, paradigma pembangunan pasar harus terus berkembang.




Pasar tidak lagi hanya dipandang sebagai lokasi transaksi ekonomi, tetapi juga dapat menjadi ruang publik yang menarik dan nyaman.




Penataan yang baik berpotensi menjadikan kawasan pasar sebagai salah satu bagian dari daya tarik wisata kota.




Karena itu, pembenahan fasade bangunan, kebersihan, tata udara, keamanan, utilitas dan kenyamanan pengunjung harus menjadi perhatian dalam setiap program penataan.




“Pasar juga harus menjadi tempat yang nyaman dan menarik, bahkan dapat menjadi bagian dari destinasi wisata,” tegasnya.




Konsep tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan daya saing kota di berbagai sektor.




Kawasan perdagangan yang tertata tidak hanya memberikan kenyamanan kepada pedagang dan pembeli, tetapi juga dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung dari luar daerah.




Dengan penataan yang tepat, pasar tradisional dan kawasan perdagangan dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai budaya dan pariwisata.




Sinergikan Pembangunan Menuju Kota Metropolitan




Rapat Paparan Desain Pekerjaan Fisik 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang untuk memastikan seluruh rencana pembangunan disiapkan secara matang sejak awal.




Koordinasi lintas OPD diperlukan agar setiap program pembangunan dapat saling mendukung dan tidak berjalan sendiri-sendiri.



Berbagai proyek yang direncanakan, mulai dari pembangunan fasilitas publik, penataan pasar, pembangunan jalan, perbaikan drainase dan irigasi, penataan kawasan wisata hingga pembangunan hunian bagi korban bencana, diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.



Dalam rapat tersebut hadir Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa.


Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Fadelan Fitra Masta, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Padang Tri Hadiyanto, serta Kepala Bidang Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Padang Zahirwan.



Melalui rapat paparan tersebut, Pemerintah Kota Padang berharap seluruh pekerjaan fisik yang direncanakan pada tahun 2026 dapat dipersiapkan dengan lebih matang, baik dari sisi desain, kualitas pekerjaan maupun manfaatnya bagi masyarakat.

Dalam rapat tersebut hadir Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa.


Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Fadelan Fitra Masta, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Padang Tri Hadiyanto, serta Kepala Bidang Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Padang Zahirwan.


Melalui rapat paparan tersebut, Pemerintah Kota Padang berharap seluruh pekerjaan fisik yang direncanakan pada tahun 2026 dapat dipersiapkan dengan lebih matang, baik dari sisi desain, kualitas pekerjaan maupun manfaatnya bagi masyarakat.




Pemerintah Kota Padang juga menargetkan pembangunan yang dilakukan tidak hanya menyelesaikan persoalan infrastruktur, tetapi mampu mendukung transformasi Kota Padang menuju kota metropolitan yang modern, nyaman, tertata, berdaya saing dan tetap memiliki karakter serta identitas daerah. (***)

 

LINTASMEDIA NEWS- Wali Kota Padang, Fadly Amran, menginstruksikan seluruh camat memperkuat pengawasan dan pembinaan di wilayah masing-masing guna menekan bangunan ilegal, spanduk liar, pungutan liar (pungli), hingga pembuangan limbah sembarangan, dan berbagai bentuk kesemrawutan kota.

Instruksi tersebut disampaikan Fadly Amran saat memimpin rapat internal bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan camat se-Kota Padang, di Rumah Makan Sederhana, Rabu (26/8/2026). Rapat turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Tarmizi Ismail.


“Kita berharap penataan tidak berhenti pada penertiban, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk mewujudkan lingkungan kota yang tertib, bersih, nyaman, dan berkelanjutan. Tidak boleh ada lagi pembangunan ilegal di Kota Padang, setiap temuan harus segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme administrasi yang berlaku," katanya.


Fadly Amran menekankan penataan kota harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kebersihan lingkungan, pengelolaan limbah, penertiban spanduk dan bangunan liar, hingga penataan trotoar serta kawasan wisata. Ia meminta seluruh camat menjadikan pengawasan lapangan sebagai bagian penting dari tugas pemerintahan di wilayah masing-masing.


“Camat harus aktif turun ke lapangan, bukan sekadar menunggu laporan, agar setiap persoalan masyarakat dapat ditangani secara baik," tukuknya.


Fadly Amran juga meminta camat menegakkan kebijakan dengan tetap mengedepankan pembinaan dan pendekatan humanis di lapangan.


“Pedagang kaki lima (PKL) tetap harus dibina dan diberikan solusi, tetapi pemanfaatan fasilitas umum secara semrawut tidak boleh dibiarkan," tegasnya.


Lebih lanjut, Fadly Amran menyoroti penataan wajah kota, terutama keberadaan terpal atau tenda biru, spanduk liar, bedeng, serta bangunan yang mengganggu trotoar, drainase, dan jalur hijau. Menurutnya, penataan harus dilakukan tegas dengan tetap mengedepankan pembinaan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban dan fungsi fasilitas umum.


Selain penataan fisik kota, Wali Kota menegaskan tidak ada toleransi terhadap praktik pungli, terutama di kawasan wisata seperti Pantai Padang, Pantai Air Manis, Gunung Padang dan Batang Arau.


“Pengawasan harus diperkuat hingga malam hari, termasuk memastikan petugas parkir yang beroperasi merupakan petugas legal, memiliki identitas dan menerapkan mekanisme pembayaran yang jelas. Saya tidak ingin ada lagi terjadi pungli di kota ini," ujarnya. (***)

Lintasmedia News- Wali Kota Padang, Fadly Amran, memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tingkat Kota Padang di Lapangan Upacara Balai Kota Padang, Senin (17/8/2026) pagi.


Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur Forkopimda Kota Padang, Ketua TP-PKK Kota Padang, Ny. Dian Puspita Fadly Amran, pimpinan OPD di lingkungan Pemko Padang, serta Wali Kota Cilik Padang 2026, Muhammad Alkhalifi Hakim, bersama Wakil Wali Kota Cilik, Mufidah Salma Putri, dan sejumlah pemangku kepentingan terkait.


Dalam amanatnya, Fadly Amran mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Padang menjadikan 81 tahun kemerdekaan RI sebagai momentum refleksi dan memperkuat semangat bersama untuk melanjutkan pembangunan Kota Padang.


Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan perjuangan sesuai peran masing-masing, termasuk melalui kerja nyata aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“81 tahun kemerdekaan bukanlah waktu yang singkat. Sebagai warga negara yang baik dan menghargai perjuangan para pahlawan bangsa, kita harus terus berjuang untuk bangsa dan daerah sesuai kapasitas masing-masing," katanya.


Lebih lanjut, Fadly Amran juga menekankan semangat kemerdekaan menjadi energi untuk memperkuat pembangunan di Kota Padang, terlebih Kota Padang baru saja menghadapi bencana hidrometeorologi yang membutuhkan kekuatan kebersamaan untuk segera bangkit.


“Setiap HUT RI harus menjadi momentum introspeksi untuk meningkatkan kualitas pembangunan dari tahun ke tahun. Mari kita perkuat pembangunan melalui kebersamaan, kolaborasi dan kerja nyata demi mewujudkan kejayaan Kota Padang," pungkasnya.


Pada upacara tersebut, Wali Kota Padang menyerahkan secara simbolis tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah ASN dengan masa pengabdian 10, 20 dan 30 tahun sebagai penghargaan atas dedikasi dalam menjalankan tugas serta melayani masyarakat. (***)

Lintasmedia News- Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengapresiasi Festival Kota Tua 2026 sebagai etalase keberagaman budaya, sekaligus penggerak ekonomi dan pariwisata untuk memperkuat Kota Padang sebagai kota gastronomi dunia.


Hal itu disampaikan Fadly Amran saat menghadiri pembukaan Festival Kota Tua 2026 di GOR HTT Padang, Sabtu (15/8/2026) malam.


Berlangsung selama 15-23 Agustus 2026, event yang digelar oleh Himpunan Tjinta Teman (HTT) Pusat Padang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ini menghadirkan rangkaian pertunjukan seni, promosi kuliner, hingga donor darah.


Mengangkat keberagaman budaya dan sejarah Kota Tua Padang, pelaksanaan festival tahun ini menghadirkan sesuatu yang baru, yakni Kejuaraan Barongsai Internasional Piala Gubernur Sumbar yang diikuti peserta dari berbagai negara.


Fadly Amran menekankan bahwa seni, budaya, dan tradisi merupakan kekuatan penting dalam membangun karakter sekaligus daya tarik wisata Kota Padang. Menurutnya, kekayaan budaya menjadi bagian tak terpisahkan dari konsep Taste of Padang Experience yang tengah dikembangkan Pemko Padang.


“Tanpa seni, budaya, dan tradisi, Kota Padang akan kehilangan rasa dan identitas. Karena itu, Festival Kota Tua tepat digelar untuk mendukung Padang menuju kota gastronomi dunia," katanya. 


Fadly Amran menargetkan Festival Kota Tua tahun depan dapat dikolaborasikan dengan rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-358.


“Semoga kolaborasi ini semakin memeriahkan HJK sekaligus memperkuat daya tarik wisata dan budaya Kota Padang," cakapnya. 


Sementara itu, Wakil Ketua HTT Pusat Padang sekaligus Anggota DPRD Sumbar, Albert Hendra Lukman, mengatakan Festival Kota Tua tahun ini dirangkai dengan Kejuaraan Barongsai Internasional Piala Gubernur Sumbar yang menghadirkan peserta dari tujuh negara yakni Amerika, Malaysia, China, Perancis, serta Australia, Vietnam dan Hongkong.


“Festival tahun ini tetap mengangkat filosofi ‘Urang Padang Jalan Barampek’ yang merepresentasikan keberagaman etnis Minangkabau, Tionghoa, Nias, dan India dalam sejarah Kota Padang. Keterlibatan berbagai komunitas penting untuk menghidupkan Kota Tua sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat," tukuknya. 


Hadir di kesempatan itu Gubernur Sumbar Mahyeldi, unsur Forkopimda Sumbar dan Kota Padang, pimpinan OPD terkait di lingkup Pemprov Sumbar dan Pemko Padang, serta Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (PB FOBI), Edy Kusuma, dan unsur terkait lainnya. (***)

Lintasmedia News- Memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Pemerintah Kota Padang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Padang Harmoni Festival 2026 pada 8–10 Agustus 2026.


Kegiatan itu dihadiri oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, Wakil Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache beserta istri, Wakil Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Pertama TNI Mulyadi, Dandim 0312/Padang Kolonel Inf Ferry Adianto, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Ketua DWP Padang Ny. Nova Raju Minropa, unsur Forkopimda Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat, Sekretaris DMDI Muhammad Hasbi, tokoh lintas agama dan tamu undangan lainnya.


Pembukaan festival berlangsung di Panggung Batu Pantai Cimpago, Sabtu malam (8/8/2026), ditandai dengan pemukulan gendang tabuh oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, dan Wakil Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir.


Pembukaan turut dihadiri Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache beserta istri, Wakil Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Pertama TNI Mulyadi, Dandim 0312/Padang Kolonel Inf Ferry Adianto, unsur Forkopimda Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat, Sekretaris DMDI Muhammad Hasbi, tokoh lintas agama, serta tamu undangan lainnya.


Salah satu pertunjukan yang ditampilkan mengangkat tema “Orang Padang Jalan Barampek”, yang menggambarkan kehidupan masyarakat Kota Padang sebagai rumah bersama bagi berbagai etnis. Pertunjukan tersebut mengangkat empat kelompok etnis yang memiliki peran penting dalam sejarah dan kehidupan Kota Padang, yakni Minangkabau, Melayu, Tionghoa, dan India.


Beragam kesenian turut ditampilkan, di antaranya Tari Baluse dari Nias, Tari Mongol, Tari Mandarin, kesenian India, kesenian Papua, Gending Sriwijaya, Barongsai, dan Tari Minangkabau. Penampilan tersebut menjadi cerminan kekayaan budaya serta keberagaman etnis yang hidup berdampingan di Kota Padang.


Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, Padang Harmoni Festival menjadi momentum untuk menunjukkan wajah Kota Padang sebagai kota yang majemuk, toleran, dan menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragam. 


“Padang Harmoni Festival ini merupakan festival perdana dalam HJK di Kota Padang. Melalui festival ini kita ingin menunjukkan bahwa Kota Padang adalah kota yang harmonis, toleran, dan kompak menghadapi segala bentuk tantangan, termasuk potensi bencana,” ujarnya.


Fadly Amran juga menyampaikan bahwa HJK Padang tahun ini mengusung tema “Taste of Padang Experience : Road to Gastronomy” sebagai bagian dari komitmen menjadikan Kota Padang sebagai Kota Gastronomi yang mendapat pengakuan UNESCO. Ia menilai sektor kuliner memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.


Wali Kota juga mengapresiasi keberadaan masyarakat dari berbagai daerah dan etnis yang telah menjadi bagian dari masyarakat Kota Padang.


Menurutnya, perkembangan Kota Padang tidak terlepas dari kontribusi masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk bekerja, menetap, dan turut membangun kota.


“Saat ini Kota Padang juga tengah mengikuti proses penilaian untuk menjadi kota kreatif yang mewakili Indonesia dalam panggung kota kreatif internasional. Kita berharap Kota Padang bisa lulus sehingga bisa mewakili Indonesia dalam penilaian UNESCO,” ungkapnya.


Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache mengapresiasi Pemerintah Kota Padang yang telah menggagas Padang Harmoni Festival sebagai ruang bagi masyarakat Nias di Kota Padang untuk berpartisipasi dan menampilkan kekayaan budayanya.


“Mari kita jaga Padang Kota Tercinta ini, karena Padang Kota Tercinta ini adalah rumah kita bersama yang harus kita lestarikan dan kita jaga. Mari kita berikan pengabdian terbaik dalam menunjang seluruh aspek pembangunan di Kota Padang,” ujarnya.

 

Lintasmedia News- Tepat pada tanggal 7 Agustus 2026, Kota Padang memasuki usia ke-357. Beragam rangkaian kegiatan dilaksanakan Pemerintah Kota Padang untuk menghibur warga.

Merayakan hari jadi, Pemerintah Kota Padang menggelar Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota Padang (HJK) ke-357 di DPRD Padang. Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir, dan seluruh undangan lainnya. 


Wali Kota Fadly Amran menyampaikan bahwa Hari Jadi Kota menjadi saat untuk melihat masa lalu dengan hormat, membaca keadaan hari ini dengan jujur dan menyiapkan masa depan dengan berani. Ke depan, Kota Padang akan terus berpijak pada tatanan hidup Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

"Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas, tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat yang lemah, dan membangun tanpa merusak lingkungan," katanya. 


Disinggung Fadly Amran, semangat untuk bangkit dilanjutkan melalui Transformasi Ekonomi Kota Padang. Transformasi ekonomi bukan sekadar mengejar pertumbuhan yang lebih tinggi. Tetapi mengubah cara kota bekerja, memperkuat produktivitas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, menaikkan kelas usaha lokal, dan memastikan manfaat pertumbuhan dirasakan secara lebih merata.


"Untuk meletakkan fondasi pencapaiannya, arah jangka panjang tersebut dijabarkan dalam RPJMD Kota Padang Tahun 2025–2029 melalui penguatan tata kelola pemerintahan, kualitas sumber daya manusia, investasi, perdagangan dan jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta infrastruktur yang tangguh terhadap bencana," ujarnya. 


Fadly menegaskan bahwa Kota Padang merupakan kota jasa yang memiliki tiga kekuatan utama. Yakni sebagai Kota Pendidikan. Saat ini puluhan perguruan tinggi berdiri di Padang. Termasuk 46 perguruan tinggi swasta dan semua itu menjadi destinasi belajar bagi lebih 180 ribu mahasiswa. Kehadiran mahasiswa, dosen, peneliti, dan tenaga profesional membentuk pasar pengetahuan, hunian, transportasi, kuliner, kesehatan, teknologi, dan ekonomi kreatif yang besar. 


“Padang juga merupakan kota perdagangan dan konektivitas. Perdagangan besar dan eceran menyumbang 17,52 persen terhadap PDRB Kota Padang, sedangkan transportasi dan pergudangan menyumbang 15,68 persen. Posisi ini menegaskan peran Padang sebagai pusat distribusi barang, orang, dan jasa bagi Sumatera Barat serta kawasan pantai barat Sumatera,” tukuknya. 

Fadly menyebut, Padang juga kota pariwisata. Kunjungan wisatawan pada tahun 2025 mencapai 5,3 juta orang, meningkat dari 4,3 juta orang pada tahun sebelumnya. Retribusi objek wisata mencapai sekitar Rp922 juta atau 153 persen dari target. Tantangan berikutnya bukan hanya menambah jumlah kunjungan, tetapi memperpanjang lama tinggal, meningkatkan belanja wisatawan, memperbaiki mutu destinasi, dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.


"Titik awal transformasi ekonomi kita adalah pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus menggunakan prinsip Build Back Better. Jalan, jembatan, drainase, sungai, permukiman, pasar, kawasan pendidikan, pusat pelayanan, dan destinasi wisata tidak cukuo dikembalikan seperti semula, semuanya harus ditata kembali agar lebih aman, terhubung produktif, inklusif, dan tangguh terhadap bencana berikutnya,” urainya. 


Sisi lain, Fadly mengatakan bahwa ketika terjadi banjir pada 3 Agustus kemarin, Pemerintah Kota Padang menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Pemerintah Kota bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan, memastikan keselamatan warga, memenuhi kebutuhan dasar, serta memulihkan fasilitas dan pelayanan publik yang terganggu. 


“Kami menyampaikan terima kasih kepada BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, aparatur kecamatan dan kelurahan, para relawan, dunia usaha, serta seluruh masyarakat yang telah bergerak cepat dan bergotong royong membantu saudara-saudara kita. Peristiwa ini kembali mengingatkan kita bahwa ketangguhan kota tidak boleh berhenti sebagai rencana. Keselamatan masyarakat, pembenahan drainase dan sungai, perlindungan kawasan resapan, serta penataan ruang berbasis risiko bencana harus menjadi kerja nyata dan prioritas bersama,” cakapnya. 


Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion mengatakan, bahwa selain banyaknya pencapaian positif yang diraih Pemko Padang saat ini, cukup banyak tantangan yang dihadapi oleh Kota Padang. Tantangan itu menjadi agenda bersama.


“Tantangan itu harus menjadi agenda bersama agar dapat terselesaikan dengan baik, untuk mencapai itu perlu kolaborasi, mari kita berkolaborasi untuk pembangunan Kota Padang,” tegasnya. 


Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Setdaprov, Adib Alfikri mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat selalu meyakini bahwa kemajuan Kota Padang adalah kemajuan Sumatera Barat. Ketika Kota Padang tumbuh menjadi kota yang modern, nyaman, religius dan berdaya saing, sesungguhnya yang dibangun bukan ibu kota provinsi. Akan tetapi juga marwah dan kebanggaan seluruh masyarakat Sumatera Barat. 

“Karena itu pula pembangunan Kota Padang tidak boleh dipandang sebagai tanggungjawab Pemko Padang semata, tetapi pembangunan Kota Padang adalah kerja bersama, yang memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemko Padang, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, perguruang tinggi, komunitas dan banyak lainnya. Kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan utama kita untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan,” ujarnya. 


Tokoh Masyarakat yang merupakan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi melihat, cukup banyak langkah bernas yang dilakukan Wali Kota Padang. Bahkan kerjasama dengan luar negeri kini terus dijalin. 


“Hubungan baik ini akan bisa merakit sebuah kerja sama yang dapat membawa kesejahteraan bagi Kota Padang,” ungkainya. 


Denny juga menyinggung tentang kinerja Pemerintah Kota Padang yang telah membersihkan Batang Arau. Pembersihan ini tidak saja mengangkat sampah dan bangkai kapal di sungai tersebut, tetapi juga menata penduduk sekitar Batang Arau agar tidak lagi membuang air kotor ke sungai.  


“Apabila Batang Arau bersih, promosi pariwisata Kota Padang bisa kita dorong, yang perlu dihadirkan di tengah kita yakni bersih, rapi, dan hospitality,” tutupnya. (***)

 

PARIWARA 

PADANG, Lintasmedia News— Merayakan hari jadi Kota (HJK) Padang Ke-357, DPRD kota Padang menggelar Rapat Paripurna Istimewa, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir, dan seluruh undangan lainnya di Gedung DPRD Padang


Rapat Paripurna Istimewa yang dipimpin Ketua DPRD kota Padang Muharlion dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi

Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Setdaprov, Adib Alfikri, Unsur Forkopimda Kota Padang, Mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang, Pimpinan Instansi vertikal, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan, Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Ketua TP-PKK Kota Padang, Ketua GOW Kota Padang, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Padang, Alim ulama, niniak mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda se-Kota Padang serta Perwakilan bupati / wali kota se-Sumatera Barat.

Wali Kota Fadly Amran menyampaikan bahwa Hari Jadi Kota menjadi saat untuk melihat masa lalu dengan hormat, membaca keadaan hari ini dengan jujur dan menyiapkan masa depan dengan berani. Ke depan, Kota Padang akan terus berpijak pada tatanan hidup Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.


“Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas, tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat yang lemah, dan membangun tanpa merusak lingkungan,” ungkap Fadly.

Disinggung Fadly Amran, semangat untuk bangkit dilanjutkan melalui Transformasi Ekonomi Kota Padang. Transformasi ekonomi bukan sekadar mengejar pertumbuhan yang lebih tinggi. Tetapi mengubah cara kota bekerja, memperkuat produktivitas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, menaikkan kelas usaha lokal, dan memastikan manfaat pertumbuhan dirasakan secara lebih merata.

“Untuk meletakkan fondasi pencapaiannya, arah jangka panjang tersebut dijabarkan dalam RPJMD Kota Padang Tahun 2025–2029 melalui penguatan tata kelola pemerintahan, kualitas sumber daya manusia, investasi, perdagangan dan jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta infrastruktur yang tangguh terhadap bencana,” ujar Fadly.


Fadly menegaskan bahwa Kota Padang merupakan kota jasa yang memiliki tiga kekuatan utama. Yakni sebagai Kota Pendidikan. Saat ini puluhan perguruan tinggi berdiri di Padang. Termasuk 46 perguruan tinggi swasta dan semua itu menjadi destinasi belajar bagi lebih 180 ribu mahasiswa. Kehadiran mahasiswa, dosen, peneliti, dan tenaga profesional membentuk pasar pengetahuan, hunian, transportasi, kuliner, kesehatan, teknologi, dan ekonomi kreatif yang besar.


“Padang juga merupakan kota perdagangan dan konektivitas. Perdagangan besar dan eceran menyumbang 17,52 persen terhadap PDRB Kota Padang, sedangkan transportasi dan pergudangan menyumbang 15,68 persen. Posisi ini menegaskan peran Padang sebagai pusat distribusi barang, orang, dan jasa bagi Sumatera Barat serta kawasan pantai barat Sumatera,” lanjut Fadly.

Fadly menyebut, Padang juga kota pariwisata. Kunjungan wisatawan pada tahun 2025 mencapai 5,3 juta orang, meningkat dari 4,3 juta orang pada tahun sebelumnya. Retribusi objek wisata mencapai sekitar Rp922 juta atau 153 persen dari target. Tantangan berikutnya bukan hanya menambah jumlah kunjungan, tetapi memperpanjang lama tinggal, meningkatkan belanja wisatawan, memperbaiki mutu destinasi, dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.


“Titik awal transformasi ekonomi kita adalah pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus menggunakan prinsip Build Back Better. Jalan, jembatan, drainase, sungai, permukiman, pasar, kawasan pendidikan, pusat pelayanan, dan destinasi wisata tidak cukuo dikembalikan seperti semula, semuanya harus ditata kembali agar lebih aman, terhubung produktif, inklusif, dan tangguh terhadap bencana berikutnya,” ucap Fadly.

Sisi lain, Fadly mengatakan bahwa ketika terjadi banjir pada 3 Agustus kemarin, Pemerintah Kota Padang menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Pemerintah Kota bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan, memastikan keselamatan warga, memenuhi kebutuhan dasar, serta memulihkan fasilitas dan pelayanan publik yang terganggu.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, aparatur kecamatan dan kelurahan, para relawan, dunia usaha, serta seluruh masyarakat yang telah bergerak cepat dan bergotong royong membantu saudara-saudara kita. Peristiwa ini kembali mengingatkan kita bahwa ketangguhan kota tidak boleh berhenti sebagai rencana. Keselamatan masyarakat, pembenahan drainase dan sungai, perlindungan kawasan resapan, serta penataan ruang berbasis risiko bencana harus menjadi kerja nyata dan prioritas bersama,”pungkas Fadly.


Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion mengatakan, bahwa selain banyaknya pencapaian positif yang diraih Pemko Padang saat ini, cukup banyak tantangan yang dihadapi oleh Kota Padang. Tantangan itu menjadi agenda bersama.


“Tantangan itu harus menjadi agenda bersama agar dapat terselesaikan dengan baik, untuk mencapai itu perlu kolaborasi, mari kita berkolaborasi untuk pembangunan Kota Padang,” ujar Muharlion.

Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Setdaprov, Adib Alfikri mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat selalu meyakini bahwa kemajuan Kota Padang adalah kemajuan Sumatera Barat. Ketika Kota Padang tumbuh menjadi kota yang modern, nyaman, religius dan berdaya saing, sesungguhnya yang dibangun bukan ibu kota provinsi. Akan tetapi juga marwah dan kebanggaan seluruh masyarakat Sumatera Barat.


“Karena itu pula pembangunan Kota Padang tidak boleh dipandang sebagai tanggungjawab Pemko Padang semata, tetapi pembangunan Kota Padang adalah kerja bersama, yang memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemko Padang, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, perguruang tinggi, komunitas dan banyak lainnya. Kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan utama kita untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan,” ujar Adib.


Tokoh Masyarakat yang merupakan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi melihat, cukup banyak langkah bernas yang dilakukan Wali Kota Padang. Bahkan kerjasama dengan luar negeri kini terus dijalin.


“Hubungan baik ini akan bisa merakit sebuah kerja sama yang dapat membawa kesejahteraan bagi Kota Padang,” ucap Denny.

Denny juga menyinggung tentang kinerja Pemerintah Kota Padang yang telah membersihkan Batang Arau. Pembersihan ini tidak saja mengangkat sampah dan bangkai kapal di sungai tersebut, tetapi juga menata penduduk sekitar Batang Arau agar tidak lagi membuang air kotor ke sungai.


“Apabila Batang Arau bersih, promosi pariwisata Kota Padang bisa kita dorong, yang perlu dihadirkan di tengah kita yakni bersih, rapi, dan hospitality,” Tutupnya.  (ADV)

Lintasmedia News- Memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Pemerintah Kota Padang menggelar Festival Pawai Telong-Telong. Kegiatan yang diikuti perwakilan dari 11 kecamatan se-Kota Padang itu berlangsung meriah dan disambut antusias oleh ribuan warga.

Festival Pawai Telong-Telong dibuka langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran didampingi Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Kawasan Pantai Cimpago, Kamis malam, 6 Agustus 2026. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tamu dari dalam negeri, dan mancanegara.

Peserta pawai menampilkan berbagai kreasi arak-arakan dengan mengusung simbol perjuangan, seni budaya, serta potensi unggulan dari masing-masing kecamatan. Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas semangat dan antusiasme masyarakat dalam memeriahkan HJK Padang ke-357.


 "Tumpah ruah warga, semangat para peserta, dan antusiasme para tamu undangan semuanya bersatu memeriahkan kegiatan kota kita tercinta. Ini adalah bentuk nyata dukungan kita terhadap visi dan misi kejayaan Kota Padang," katanya. 


Menurut Fadly Amran, Pawai Telong-Telong bukan sekadar atraksi budaya, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi seluruh elemen masyarakat sekaligus mengingatkan kembali semangat perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Ia berharap semangat tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat untuk bangkit pascabencana yang melanda Kota Padang.


 "Kita berharap seluruh program pembangunan yang saat ini sedang berproses, baik oleh Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun pemerintah pusat, dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," ujarnya. 


Fadly Amran menambahkan, Festival Pawai Telong-Telong menjadi salah satu agenda pembuka rangkaian HJK Padang ke-357 yang mengusung tema "Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City". Tema ini merupakan bagian dari upaya strategis Kota Padang menuju pengakuan sebagai Kota Gastronomi Dunia.

"Kita berharap potensi gastronomi yang dimiliki Kota Padang, dengan Nasi Padang yang telah mendunia sebagai salah satu kekuatannya, mampu mengantarkan Kota Padang menjadi Kota Gastronomi Dunia dari UNESCO. Dengan demikian, Kota Padang semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara," cakapnya. (***)

 

Lintasmedia News- Menyambut Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II Padang menggelar bakti sosial dan kesehatan, donor darah, serta aksi bersih Sungai Batang Arau, Kamis (6/8/2026) pagi.




Kegiatan diawali dengan apel di Markas Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral II Padang yang dipimpin Wali Kota Padang, Fadly Amran. Turut hadir Komandan Kodaeral II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung beserta jajaran, Komandan Lanud Sutan Sjahrir Kolonel Nav Wahyu Bintoro, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para pemangku kepentingan lainnya.

Sebanyak 330 personel dari unsur TNI, Polri, instansi vertikal, perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan diterjunkan dalam aksi bersih Sungai Batang Arau. 




Selain itu, kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis ditargetkan diikuti 357 peserta, selaras dengan usia Kota Padang yang ke-357 tahun.




Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada Kodaeral II Padang dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut.




Menurutnya, bakti sosial tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HJK, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat serta lingkungan.




"Kami mengapresiasi Kodaeral II dan seluruh pemangku kepentingan yang telah menggelar bakti sosial ini, termasuk pembagian 250 paket sembako kepada masyarakat di Kelurahan Batang Arau dan Berok Nipah. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan berdampak nyata bagi masyarakat," ujar Fadly Amran.




Ia menegaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan visi Kota Padang untuk menggerakkan seluruh potensi daerah dalam mewujudkan kota pintar (smart city) dan kota sehat yang berlandaskan agama dan budaya menuju kota yang maju dan sejahtera.




Fadly juga mengajak seluruh elemen masyarakat terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kebersihan lingkungan agar menjadi gerakan berkelanjutan.




"Karena itu, sinergi lintas sektor harus terus diperkuat agar aksi menjaga kebersihan lingkungan menjadi gerakan berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya Kota Padang meraih Piala Adipura," katanya.




Lebih lanjut, Fadly mengungkapkan bahwa peringatan HJK Padang ke-357 tahun ini mengusung tema "Taste of Padang Experience 2026: Road to Gastronomy City" yang berlangsung pada 6 hingga 10 Agustus 2026. 




Tema tersebut diharapkan semakin memperkuat promosi pariwisata, budaya, dan kuliner sekaligus mengokohkan posisi Padang sebagai kota gastronomi dunia.




Ia juga menyampaikan bahwa rangkaian HJK tahun ini diiringi gerakan kemanusiaan bertajuk "Saatnya untuk Berdonasi" sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak banjir beberapa hari terakhir maupun korban banjir akhir 2025 yang proses penanganannya masih berlangsung.




"Di setiap lokasi kegiatan dan sentra kuliner disediakan barcode donasi untuk menghimpun bantuan masyarakat, melengkapi bantuan langsung tunai yang telah disalurkan pemerintah," jelasnya.




Sementara itu, Komandan Kodaeral II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial dan aksi bersih Sungai Batang Arau merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang bertujuan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

"Kami berharap kegiatan ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama Sungai Batang Arau sebagai kawasan strategis yang menjadi gerbang ekonomi, bisnis, dan pariwisata Kota Padang," ujarnya.




Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan berbagai elemen masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menyambut Hari Jadi Kota Padang ke-357. (***)

Lintasmedia News- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mendampingi Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, meninjau rencana pembangunan Jembatan Kalawi di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Rabu (5/8/2026).


Peninjauan ini merupakan rangkaian Reses Perseorangan Masa Sidang V Tahun Sidang 2026/2027 Zigo Rolanda. Selain meninjau lokasi Jembatan Kalawi, rombongan juga melihat rencana rehabilitasi Irigasi Gunung Nago, Daerah Irigasi Koto Tuo, serta SDN 10 Lambung Bukit di Kecamatan Pauh yang terdampak banjir pada Senin (3/8/2026).


Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada Zigo Rolanda yang konsisten memperjuangkan kebutuhan infrastruktur Kota Padang di tingkat pusat. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan berbagai fasilitas umum yang rusak akibat bencana banjir besar pada akhir 2025.


"Melalui dukungan Bapak Zigo, kami berharap percepatan pembangunan pascabanjir dapat segera terealisasi, termasuk penanganan sembilan jembatan yang rusak, perbaikan jalan, normalisasi sungai, hingga pembangunan hunian tetap (Huntap) yang lahannya telah disiapkan pemerintah," katanya.


Maigus juga mengapresiasi masyarakat yang telah menghibahkan sebagian lahannya demi mendukung pembangunan Jembatan Kalawi. Menurutnya, partisipasi warga menjadi faktor penting agar proyek strategis tersebut dapat segera diwujudkan.


"Terima kasih banyak kepada masyarakat yang telah menghibahkan tanahnya. Jembatan ini sangat vital karena menjadi akses utama masyarakat sekaligus menuju Kampus Universitas Andalas," ungkapnya. 


Sementara itu, Zigo Rolanda menegaskan pembangunan Jembatan Kalawi terus dikawal hingga memasuki tahap konstruksi. Proyek senilai sekitar Rp25,4 miliar tersebut menjadi salah satu prioritas penanganan infrastruktur pascabanjir di Kota Padang.


"Pembangunan jembatan ini akan terus kami kawal sampai benar-benar terealisasi karena menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Sementara untuk rehabilitasi Irigasi Gunung Nago dan Irigasi Koto Tuo juga dijadwalkan mulai dikerjakan pada Agustus," tegasnya. 


Peninjauan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Iqra Chissa, perwakilan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, serta sejumlah anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Golkar. (***)

 

Lintasmedia News- Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer menandatangani pembaruan Letter of Intent (LoI) dan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama Sister City antara Pemerintah Kota Padang dan Pemerintah Kota Hildesheim di aula Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang Aie Pacah, Rabu 5 Agustus 2026.


Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa hubungan Sister City antara Padang dan Hildesheim telah terjalin selama 38 tahun, sejak 1988. Menurutnya, kemitraan internasional dapat terus berkembang melalui semangat saling menghormati, saling belajar, dan memiliki visi bersama untuk masa depan.


"Penandatanganan LoI dan MoU hari ini bukan sekadar seremoni diplomatik. Ini merupakan penegasan bahwa kerja sama harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Melalui aksi konkret, kita ingin menghadirkan perubahan yang memberikan manfaat bagi kedua kota," katanya. 


Fadly Amran menjelaskan, terdapat dua program prioritas yang menjadi fokus kerja sama dalam lima tahun ke depan. Pertama, revitalisasi dan restorasi ekologis Sungai Batang Arau melalui peningkatan kualitas air, rehabilitasi kawasan bantaran sungai, serta pemulihan fungsi ekologisnya sebagai ruang hidup yang sehat dan produktif.


"Kami melihat pengalaman Jerman dalam pengelolaan sumber daya air, energi, dan pembangunan kota hijau sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan Kota Padang saat ini. Dukungan GIZ sebagai mitra strategis juga akan memperkuat alih teknologi, pengembangan kapasitas kelembagaan, serta implementasi program-program lingkungan," cakapnya. 


Prioritas kedua adalah pengembangan ekosistem pariwisata berkelanjutan. Dengan kekayaan alam dan budaya Minangkabau yang dimiliki, Kota Padang siap mengembangkan pariwisata rendah karbon yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


Selain itu, Pemerintah Kota Padang juga membuka peluang penguatan kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia melalui program pertukaran pelajar, magang vokasi, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Di sektor kesehatan, kerja sama diarahkan pada pengembangan kompetensi tenaga keperawatan dan pertukaran pengetahuan antarlembaga.


Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kota Padang. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan kali ini merupakan kunjungan keduanya ke Kota Padang.


"Kami berharap kemitraan yang telah terjalin selama puluhan tahun dapat terus diperkuat melalui berbagai program kerja sama yang konkret dan berkelanjutan," tukuknya. 


Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Punjul Setya Nugraha menegaskan komitmen Kementerian Luar Negeri untuk terus mendukung, memfasilitasi, dan mengawal implementasi kerja sama tersebut agar menjadi contoh kemitraan antarkota antara Indonesia dan Jerman.


"Kerja sama ini diharapkan dapat terus berkembang di berbagai bidang, seperti pembangunan kota, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, kebudayaan, maupun sektor-sektor lain yang memberikan manfaat bagi kedua kota," ungkainya. (***)

Lintasmedia News- Wali Kota Padang memerintahkan Sekretaris Daerah dan kepala perangkat daerah Kota Padang untuk turun melakukan evakuasi di 15 titik banjir yang melanda Kota Padang, Senin (3/8/26). 

“Saya memerintahkan mereka untuk melakukan evakuasi warga di titik terdekat dari posisi masing-masing, membantu BPBD dan Damkar yang mengevakuasi titik-titik paling kritis. Agar proses evakuasi bisa lebih cepat,” cakapnya. 

Pemko Padang membagi tim evakuasi dan penanganan bencana. Wali Kota memimpin tim ke Guo Kuranji, Wawako Maigus Nasir memimpin tim ke Tabiang Banda Gadang Nanggalo, Sekda Raju Minropa dan Kadis Kominfo Tommy TRD memimpin tim evakuasi di seputaran wilayah ByPass dan Balai Kota. 


“Dari laporan yang saya terima Ibu-Ibu hamil di belakang Siti Rahmah sudah dievakuasi oleh Tim yang dipimpin Pak Sekda. Di Parak Jambu Damkar juga masih melakukan evakuasi, dan Camat-Camat menyiapkan daftar kebutuhan warga,” tukuknya. 


BPBD dan Damkar bersama unsur TNI-POLRI, KSB dan NGO melakukan evakuasi di Koto Tangah, Pauh, Kuranji, Bungus dan Padang Selatan. 

Saat ini Dinas Sosial dan Tagana sudah mendirikan dapur umum dan sedang menyiapkan 200-500 nasi bungkus, di samping menyiapkan selimut, pakaian, tenda dan terpal.


Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang sedang disiapkan menjadi Posko Tanggap Darurat. 


“Selain dari dapur umum Pemko juga sudah memesan sekitar 1.200 nasi bungkus untuk didistribusikan kepada warga,” terangnya. (***)

 

Lintasmedia News- Wali Kota Padang, Fadly Amran, meninjau langsung lokasi banjir di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, Senin (3/8/2026), menyusul hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak siang hari dan mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah.


Berdasarkan laporan di lapangan, banjir terjadi di beberapa kecamatan, di antaranya Kuranji, Nanggalo, Padang Selatan, Bungus, dan Pauh. 

Pemerintah Kota Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama perangkat daerah terkait bergerak cepat melakukan penanganan darurat, termasuk mengevakuasi warga yang terdampak.


Dalam proses evakuasi, BPBD Kota Padang mengerahkan personel beserta perahu karet untuk membantu warga yang terjebak banjir. Selain BPBD, unsur Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta perangkat daerah lainnya juga diterjunkan untuk mendukung upaya penyelamatan dan penanganan di lokasi terdampak.


Di tengah kondisi cuaca ekstrem tersebut, sistem Early Warning System (EWS) banjir milik Pemerintah Kota Padang yang berada di Kecamatan Pauh juga dilaporkan terdampak banjir bandang.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Wali Kota Padang memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk berada dalam kondisi siaga penuh guna mempercepat penanganan bencana dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.


"Tim BPBD dan perangkat daerah terkait lainnya sudah turun melakukan langkah-langkah yang dianggap perlu. Termasuk melakukan evakuasi kepada warga," ujar Fadly Amran saat meninjau lokasi banjir di Guo, Kuranji.


Ia menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah telah diinstruksikan untuk memaksimalkan penanganan di lapangan, termasuk menyiapkan bantuan logistik bagi warga yang harus mengungsi.


"Semua perangkat daerah disiagakan untuk melakukan tindakan penanganan bencana, termasuk kesiapan penyaluran bantuan logistik," katanya.


Menurut Fadly, pemerintah juga telah menyiapkan bantuan awal berupa makanan siap saji dan selimut untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.


Selain itu, seluruh camat di Kota Padang diminta aktif memantau perkembangan situasi di wilayah masing-masing serta mengambil langkah cepat dalam penanganan awal apabila terjadi kondisi darurat.


"Semua camat diperintahkan untuk melakukan pemantauan dan mengambil tindakan pertama penanganan bencana di wilayah masing-masing," tegasnya.


Untuk mengantisipasi dampak kemacetan akibat genangan banjir di sejumlah ruas jalan, Pemerintah Kota Padang juga menginstruksikan Dinas Perhubungan agar menurunkan personel ke titik-titik rawan kepadatan lalu lintas dan berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polresta Padang.


"Dinas Perhubungan juga sudah kami instruksikan untuk menyebar petugas ke jalan-jalan, untuk mengurai kemacetan bersama petugas Lalu Lintas Polresta Padang," ujar Fadly.


Pemerintah Kota Padang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang, serta segera melaporkan kepada petugas apabila membutuhkan bantuan evakuasi maupun penanganan darurat. (***)

Lintasmedia News- Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri peringatan 70 tahun Guspardi Gaus yang dirangkai dengan peluncuran tujuh buku karya mantan anggota DPR RI tersebut di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Sabtu (1/8/2026).



Kegiatan yang mengusung semangat refleksi atas perjalanan pemikiran dan pengabdian Guspardi Gaus itu juga diisi dengan bedah buku bertema "Refleksi Pemikiran Politik dan Kenegaraan Guspardi Gaus".

Acara dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, sejumlah tokoh nasional dan daerah, akademisi, serta berbagai unsur masyarakat.




Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas dedikasi Guspardi Gaus selama mengabdikan diri kepada masyarakat, baik ketika menjadi anggota DPRD Sumatera Barat maupun saat menjabat sebagai anggota DPR RI. 




Menurutnya, Guspardi merupakan sosok yang memiliki keteguhan sikap, prinsip yang kuat, dan konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Fadly mengungkapkan, Guspardi Gaus juga menjadi salah satu figur yang banyak memberikan nasihat dan inspirasi dalam perjalanan kepemimpinannya.




"Beberapa keputusan penting dalam hidup saya, termasuk saat maju sebagai calon Wali Kota Padang Panjang maupun Wali Kota Padang, saya selalu menyempatkan diri bersilaturahmi dan meminta wejangan kepada beliau," ujar Fadly.




Ia menilai peluncuran tujuh buku tersebut menjadi momentum penting untuk mendokumentasikan perjalanan hidup, pemikiran, serta pengabdian Guspardi Gaus kepada bangsa dan negara sehingga dapat menjadi referensi bagi generasi mendatang.




"Kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-70 kepada Bapak Guspardi Gaus sekaligus selamat atas peluncuran tujuh bukunya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keberkahan usia, serta kekuatan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Sumatera Barat dan Kota Padang," katanya.




Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyebut Guspardi Gaus sebagai sosok guru sekaligus kakak yang selama ini terus memberikan arahan dan motivasi dalam perjalanan pengabdiannya.




Menurut Maigus, kontribusi Guspardi terhadap pembangunan Sumatera Barat sangat nyata, salah satunya melalui perannya dalam lahirnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat yang memperkuat landasan hukum bagi daerah.




Pada kesempatan tersebut, Guspardi Gaus menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tokoh, sahabat, keluarga, serta masyarakat yang hadir dalam peringatan ulang tahunnya sekaligus peluncuran tujuh buku yang memuat perjalanan pemikiran dan pengabdiannya.




Ia menjelaskan, ketujuh buku tersebut merupakan kompilasi berbagai tulisan, gagasan, pandangan, dan pernyataannya yang terdokumentasi selama menjalankan amanah sebagai wakil rakyat di DPRD Sumatera Barat maupun DPR RI.




"Sebagai seorang akademisi, saya juga terbiasa mengarsipkan setiap tulisan dan pemikiran. Alhamdulillah, semua itu kini dapat dihimpun menjadi tujuh buku. Saya berharap buku-buku tersebut tidak hanya menjadi catatan perjalanan pribadi saya, tetapi juga menjadi referensi dan inspirasi bagi masyarakat Indonesia," ujar Guspardi.




Peluncuran tujuh buku tersebut menjadi salah satu momentum refleksi atas perjalanan panjang pengabdian Guspardi Gaus di dunia politik dan pemerintahan. 

Selain mendokumentasikan berbagai pemikiran mengenai politik, demokrasi, dan kebangsaan, buku-buku tersebut diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengedepankan integritas, pengabdian, serta kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. (***)

 

Lintasmedia News- Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau pelaksanaan Program Surau Pintar Unggulan (Progul) di Masjid Darussakinah, Perumahan Filano, Desa Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Jumat (31/7/2026). 


Pada kesempatan yang sama, beliau juga mensosialisasikan rangkaian kegiatan Ulang Tahun Kota Padang (HJK) ke-357 yang akan berlangsung pada tanggal 6-10 Agustus 2026.


Pemantauan ini difokuskan pada implementasi kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) dan Ta'limul Qur'an lil Aulad (TQA) berdasarkan Program 3T (Tahsin, Tafsir, dan Tahfidz), yang mulai diterapkan sejak 16 Juli 2026 untuk seluruh siswa SMP dan SMA Muslim di Kota Padang.

Fadly Amran menjelaskan, Program 3T merupakan bagian dari pengaktifan Progul Smart Surau yang bertujuan membentuk generasi muda yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi juga memahami isinya dan menggunakannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.


"Kami menjalankan program ini tiga kali seminggu, setiap Kamis hingga Sabtu, dimulai setelah salat Maghrib hingga salat Isya. Proses pembelajaran direncanakan dalam dua arah sehingga anak-anak tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi dan memahami materi yang disampaikan," kata Fadly Amran.

Ia menekankan bahwa keberhasilan Program 3T membutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat, mulai dari pengelola masjid dan musala, guru MDTW dan TQA, orang tua, hingga pemimpin masyarakat.


"Kami berharap seluruh masyarakat akan mendukung dan menjadikan Program 3T sukses, sehingga tujuan menciptakan generasi yang mencintai Al-Qur'an dan memiliki akhlak Islami dapat terwujud," katanya.


Fadly juga mengungkapkan bahwa pemantauan Program Surau Pintar dan sosialisasi HJK Padang ke-357 dilakukan secara serentak di sekitar 1.100 masjid dan musala di seluruh Kota Padang oleh Dinas Pelayanan Sipil Nasional (ASN) Kota Padang sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mengendalikan pelaksanaan program prioritas daerah.


Selain memantau pelaksanaan Program 3T, Fadly Amran juga mengajak masyarakat untuk menyukseskan peringatan Hari Jadi Kota Padang yang ke-357, yang tahun ini mengusung tema "Cicipi Pengalaman Padang: Jalan Menuju Kota Gastronomi."


Menurutnya, tema tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang untuk menjadikan Padang sebagai Kota Gastronomi Dunia dalam jaringan UNESCO.


“Jaringan kegiatan HJK akan dipusatkan di wilayah Kota Tua, Pantai Cimpago, Palinggam Sungai Batang Arau, Teluk Bayur, dan Pusat Pemuda. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan memeriahkan seluruh jaringan kegiatan. Informasi lengkap dapat diakses melalui media sosial resmi dan saluran resmi Pemerintah Kota Padang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MDT Darussakinah, Yuli Ennefi, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Program 3T. Ia menjelaskan bahwa Masjid Darussakinah MDTW saat ini memiliki 70 siswa yang dibimbing oleh tiga guru yang telah lulus seleksi Pemerintah Kota Padang.


"Kami sangat bangga dengan keberadaan program ini karena mampu meningkatkan kemakmuran masjid. Gerakan yang diprakarsai oleh Walikota ini mendorong anak-anak untuk lebih rajin di masjid dan lingkungan masjid, dan akan menjadi generasi penerus yang mencintai Al-Qur'an," kata Yuli.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kota Padang Rafli Boy, Kepala Kantor Kementerian Agama Padang Yasril, Plt. Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Padang Timur Aidil Zulhani, Pengelola Masjid Darussakinah Syamsudirman, serta para penyuluh MDTW dan tokoh masyarakat setempat. (***)

 

Lintasmedia News- Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau pelaksanaan Program Surau Pintar Unggulan (Progul) di Masjid Darussakinah, Perumahan Filano, Desa Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Jumat (31/7/2026). 


Pada kesempatan yang sama, beliau juga mensosialisasikan rangkaian kegiatan Ulang Tahun Kota Padang (HJK) ke-357 yang akan berlangsung pada tanggal 6-10 Agustus 2026.


Pemantauan ini difokuskan pada implementasi kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) dan Ta'limul Qur'an lil Aulad (TQA) berdasarkan Program 3T (Tahsin, Tafsir, dan Tahfidz), yang mulai diterapkan sejak 16 Juli 2026 untuk seluruh siswa SMP dan SMA Muslim di Kota Padang.

Fadly Amran menjelaskan, Program 3T merupakan bagian dari pengaktifan Progul Smart Surau yang bertujuan membentuk generasi muda yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi juga memahami isinya dan menggunakannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.


"Kami menjalankan program ini tiga kali seminggu, setiap Kamis hingga Sabtu, dimulai setelah salat Maghrib hingga salat Isya. Proses pembelajaran direncanakan dalam dua arah sehingga anak-anak tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi dan memahami materi yang disampaikan," kata Fadly Amran.

Ia menekankan bahwa keberhasilan Program 3T membutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat, mulai dari pengelola masjid dan musala, guru MDTW dan TQA, orang tua, hingga pemimpin masyarakat.


"Kami berharap seluruh masyarakat akan mendukung dan menjadikan Program 3T sukses, sehingga tujuan menciptakan generasi yang mencintai Al-Qur'an dan memiliki akhlak Islami dapat terwujud," katanya.


Fadly juga mengungkapkan bahwa pemantauan Program Surau Pintar dan sosialisasi HJK Padang ke-357 dilakukan secara serentak di sekitar 1.100 masjid dan musala di seluruh Kota Padang oleh Dinas Pelayanan Sipil Nasional (ASN) Kota Padang sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mengendalikan pelaksanaan program prioritas daerah.


Selain memantau pelaksanaan Program 3T, Fadly Amran juga mengajak masyarakat untuk menyukseskan peringatan Hari Jadi Kota Padang yang ke-357, yang tahun ini mengusung tema "Cicipi Pengalaman Padang: Jalan Menuju Kota Gastronomi."


Menurutnya, tema tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang untuk menjadikan Padang sebagai Kota Gastronomi Dunia dalam jaringan UNESCO.


“Jaringan kegiatan HJK akan dipusatkan di wilayah Kota Tua, Pantai Cimpago, Palinggam Sungai Batang Arau, Teluk Bayur, dan Pusat Pemuda. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan memeriahkan seluruh jaringan kegiatan. Informasi lengkap dapat diakses melalui media sosial resmi dan saluran resmi Pemerintah Kota Padang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MDT Darussakinah, Yuli Ennefi, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Program 3T. Ia menjelaskan bahwa Masjid Darussakinah MDTW saat ini memiliki 70 siswa yang dibimbing oleh tiga guru yang telah lulus seleksi Pemerintah Kota Padang.


"Kami sangat bangga dengan keberadaan program ini karena mampu meningkatkan kemakmuran masjid. Gerakan yang diprakarsai oleh Walikota ini mendorong anak-anak untuk lebih rajin di masjid dan lingkungan masjid, dan akan menjadi generasi penerus yang mencintai Al-Qur'an," kata Yuli.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kota Padang Rafli Boy, Kepala Kantor Kementerian Agama Padang Yasril, Plt. Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Padang Timur Aidil Zulhani, Pengelola Masjid Darussakinah Syamsudirman, serta para penyuluh MDTW dan tokoh masyarakat setempat. (***)

 

Lintasmedia News- Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri Pelantikan Pengurus dan Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang Masa Bakti 2026–2031 yang berlangsung di The Axana Hotel Padang, Rabu (22/7/2026).


Pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen PMI Kota Padang dalam meningkatkan pelayanan kemanusiaan, pelayanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan darah bagi masyarakat selama lima tahun ke depan.


Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan PMI Kota Padang, Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat Aristo Munandar, Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z.

Latif, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang, Anggota DPRD Kota Padang Erianto, para Ketua PMI kabupaten/kota se-Sumatera Barat, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kota Padang, mitra kerja PMI, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.


Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, Aristo Munandar. Dalam kesempatan tersebut, Zulhardi Z. Latif kembali dipercaya memimpin PMI Kota Padang untuk periode kedua. Selain pelantikan ketua, turut dikukuhkan jajaran Dewan Kehormatan, para Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta para Kepala Bidang yang akan mengemban amanah organisasi hingga tahun 2031.


Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Kota Padang yang baru dilantik. Sebagai Pelindung PMI Kota Padang, ia berharap kepengurusan yang baru mampu melanjutkan dan meningkatkan berbagai program kemanusiaan yang telah berjalan serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Fadly menegaskan bahwa keberadaan PMI memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan, penanggulangan bencana, serta berbagai aksi sosial kemanusiaan di Kota Padang. 


Menurutnya, peran tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan kota yang sehat, cerdas, dan tangguh menghadapi berbagai situasi darurat.

"Peran PMI selaras dengan visi Pemerintah Kota Padang mewujudkan Padang sebagai kota sehat dan kota pintar melalui pelayanan kesehatan dan aksi kemanusiaan yang berkualitas. Kesiapsiagaan PMI juga menjadi bagian penting dalam mendukung Program Unggulan Padang Sigap melalui respons cepat terhadap bencana dan keadaan darurat," ujar Fadly Amran.


Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang untuk terus memberikan dukungan terhadap setiap program dan kegiatan kemanusiaan yang dijalankan PMI.


"Semoga PMI Kota Padang terus konsisten dan menghadirkan berbagai terobosan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pemko Padang siap memberikan dukungan penuh terhadap setiap upaya dan aksi kemanusiaan yang dijalankan PMI Kota Padang," tambahnya.


Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, Aristo Munandar, menyampaikan apresiasi atas dedikasi PMI Kota Padang yang selama ini dinilai aktif dalam melaksanakan berbagai misi kemanusiaan. 


Ia berharap kepengurusan yang baru semakin memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, dunia usaha, dan seluruh mitra kerja agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.


"Kepengurusan yang baru diharapkan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, serta seluruh mitra kerja guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Mari kita bekerja dengan sepenuh hati untuk kemanusiaan," katanya.


Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan untuk memimpin PMI Kota Padang. Ia berkomitmen memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan ketersediaan stok darah bagi masyarakat tetap terjaga.

Menurut Zulhardi, kebutuhan darah di Kota Padang saat ini mencapai sekitar 200 kantong darah setiap hari untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 30 rumah sakit yang menjadi mitra Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Padang. 


Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PMI secara berkelanjutan menggelar kegiatan donor darah di berbagai instansi pemerintah, perusahaan swasta, lembaga pendidikan, hingga perguruan tinggi.


"Kami mengapresiasi dukungan Pemko Padang terhadap kelancaran aktivitas PMI, termasuk program umrah gratis bagi para pendonor darah. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kemanusiaan serta memastikan kebutuhan darah masyarakat di Kota Padang terpenuhi dengan baik," ujar Zulhardi.


Sebagai bentuk penghargaan kepada para pejuang kemanusiaan, pada kesempatan tersebut Pemerintah Kota Padang bersama PMI Kota Padang juga menyerahkan penghargaan berupa bantuan ibadah umrah kepada 17 pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan darahnya lebih dari 138 kali.


Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kepedulian para pendonor yang telah membantu menyelamatkan banyak nyawa melalui aksi donor darah secara rutin.


Melalui pelantikan kepengurusan baru ini, diharapkan PMI Kota Padang semakin mampu memperkuat perannya sebagai organisasi kemanusiaan yang profesional, responsif, dan terpercaya. 


Sinergi antara PMI, Pemerintah Kota Padang, rumah sakit, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terus terjalin guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, kesiapsiagaan bencana, serta memperluas gerakan kemanusiaan demi mewujudkan masyarakat Kota Padang yang sehat, tangguh, dan peduli terhadap sesama. (***)

Lintasmedia News– Wali Kota Padang Fadly Amran tampil sebagai keynote speaker dalam International Conference on the Social Dimensions of Sustainable Development in Southeast Asia (ICSSD-SEA) 2026 yang berlangsung di Convention Hall Universitas Andalas, Selasa (14/7/2026).

Konferensi internasional yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, serta pemangku kebijakan dari berbagai negara di Asia Tenggara dan kawasan lainnya, termasuk Indonesia, Malaysia, Australia, Thailand, dan Laos.


Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran memaparkan berbagai strategi Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui sejumlah Program Unggulan (Progul) yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.


Menurutnya, pembangunan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat secara merata melalui peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, penguatan ekonomi, serta pelayanan publik yang efektif.


"Pemerintah Kota Padang terus menghadirkan berbagai program unggulan yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan," ujar Fadly Amran dalam pemaparannya.


Ia menjelaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.


Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan akses pendidikan, penguatan kompetensi masyarakat, serta pengembangan berbagai program yang mampu meningkatkan daya saing generasi muda.

Selain sektor pendidikan, Pemerintah Kota Padang juga terus memperkuat pelayanan kesehatan dengan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan warga.


Di sektor ekonomi, pemerintah daerah mendorong pertumbuhan yang berbasis pada potensi lokal melalui pengembangan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai program yang bertujuan meningkatkan pendapatan dan mengurangi angka kemiskinan.


Fadly juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. (***)

 

PADANG, Lintasmedia News— Wali Kota Padang Fadly Amran menjadi keynote speaker pada International Conference on the Social Dimensions of Sustainable Development in Southeast Asia (ICSSD-SEA) 2026 di Convention Hall Universitas Andalas, Selasa 14 Juli 2026.


Turut menghadiri kegiatan ini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Padang Didi Aryadi, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kota Padang Maihendrizon, Wakil Rektor IV Unand Prof. Henmaidi, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unand Dr. Jendrius, Narasumber dari Indonesia, Malaysia, Australia, Thailand, Laos serta Peneliti dari berbagai negara, dan tamu undangan lainnya.


Konferensi yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik FISIP Universitas Andalas tersebut menghadirkan narasumber dari Indonesia, Malaysia, Australia, Thailand, dan Laos.

Dalam pemaparannya, Fadly Amran memperkenalkan sejumlah Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang sebagai upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.


Program unggulan pertama, Padang Juara, difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai bentuk dukungan bagi peserta didik. Salah satunya melalui program beasiswa bagi putra-putri Kota Padang untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, serta pemberian seragam sekolah dan Lembar Kerja Siswa (LKS) gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu.


“Pada tahun ini, Pemerintah Kota Padang mengirimkan sekitar 60 mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di berbagai universitas di Provinsi Guangdong dan Beijing, Tiongkok. Kami juga berencana mengirimkan mahasiswa untuk menempuh pendidikan di sejumlah universitas di Malaysia.” ujarnya.


Di bidang kesehatan, lanjutnya, Pemerintah Kota Padang menghadirkan Progul Padang Melayani yang mencakup layanan BPJS Kesehatan Gratis, program Dokter Warga, serta BPJS Ketenagakerjaan yang ditargetkan menjangkau 37.000 penerima manfaat dalam empat tahun mendatang.


“Program unggulan lainnya adalah Smart Surau yang berfokus pada pendidikan generasi muda berbasis masjid. Sementara itu, Dubalang Kota bertujuan menghidupkan kembali model kepemimpinan kolaboratif melalui sinergi antara pemerintah, ulama, ninik mamak, dan kaum intelektual.” ucap Fadly.


Mewakili Ketua Panitia ICSSD-SEA 2026, Andri Rusta menyampaikan bahwa konferensi tahun ini menghadirkan para peneliti dari berbagai negara yang mewakili universitas dan institusi masing-masing.


Ia berharap konferensi ini tidak hanya menjadi wadah untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, serta memperkuat jejaring akademik di kawasan Asia Tenggara maupun berbagai belahan dunia lainnya. (***)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.