Articles by "Kota Padaang"

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota Padang walikota solok
Showing posts with label Kota Padaang. Show all posts

 

Direktur Keuangan PT Semen Padang Iskandar Z Lubis memberikan sambutan saat membuka pertandingan tenis lapangan eksibisi one day game yang merupakan rangkaian dari ajang SPORTALYMPIC 2026, Sabtu (11/7/2026)


PADANG, Lintasmedia News– Enam kontingen yang mewakili departemen, anak perusahaan, lembaga penunjang, dan perusahaan afiliasi Semen Padang Group siap bersaing dalam ajang SPORTALYMPIC 2026. Kompetisi olahraga dan seni tahunan tersebut resmi dibuka oleh Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Indrieffouny Indra, usai upacara HUT ke-68 Pengambilalihan Pabrik dari Belanda pada 6 Juli 2026.


SPORTALYMPIC 2026 mempertandingkan enam cabang, terdiri atas empat cabang olahraga, yakni sepak bola, bulu tangkis, bola basket, dan tenis meja, serta dua cabang seni, yaitu Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) dan lomba puisi. Ajang ini akan berlangsung hingga puncak penutupan pada 17 Agustus 2026.


Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, panitia menggelar pertandingan tenis lapangan eksibisi one day game di Lapangan Tenis PT Semen Padang, Sabtu (11/7/2026). Menariknya, pertandingan tersebut tidak hanya diikuti karyawan Semen Padang Group, tetapi juga mendapat antusiasme puluhan pensiunan perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu.

Direktur Keuangan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, yang membuka pertandingan eksibisi tersebut mengatakan kegiatan itu bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan sarana membudayakan olahraga, mempererat semangat kekeluargaan, dan memperkuat silaturahmi di lingkungan perusahaan.


“Kegiatan ini bukan hanya sekadar berkompetisi, tetapi lebih kepada upaya perusahaan untuk membudayakan olahraga. Kami yakin dengan rutin berolahraga tubuh akan semakin sehat. Kalau tubuh sehat, tentu hidup kita semakin bahagia dan kita semakin berkontribusi bagi perusahaan yang kita cintai ini,” katanya.


Iskandar juga mengapresiasi panitia karena mampu menghadirkan para pensiunan PT Semen Padang dalam pertandingan eksibisi tersebut.


“Ini luar biasa sekali. Para pensiunan juga ikut meramaikan ajang eksibisi ini. Semoga pertandingan ini berjalan sukses sampai akhir,” ujarnya.


Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan SPORTALYMPIC merupakan agenda tahunan yang memiliki makna strategis bagi perusahaan. Selain mempererat hubungan antarkaryawan, kegiatan tersebut juga menjadi media pengembangan karakter dan kepemimpinan.


“Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan silaturahmi antarkaryawan, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, serta mengembangkan minat dan bakat. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi panitia dan koordinator pelaksana untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, manajerial, serta membangun loyalitas dan rasa memiliki terhadap perusahaan,” katanya.


Ketua SPORTALYMPIC 2026, Dani Darma Putra, menjelaskan bahwa enam kontingen peserta menggunakan nama material utama pembentuk semen, yakni Batu Kapur, Silika, Tanah Liat, Pasir Besi, Gipsum, dan Pozolan. Masing-masing kontingen merupakan gabungan departemen, anak perusahaan, lembaga penunjang, hingga perusahaan afiliasi Semen Padang Group.


Selain melibatkan karyawan Semen Padang Group, SPORTALYMPIC 2026 juga membuka ruang partisipasi bagi Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP).


“Bagi FKIKSP, kami menyediakan ruang untuk berpartisipasi melalui pertandingan tenis meja, bulu tangkis eksibisi, serta lomba MSQ,” ujar Dani.


Menurut Dani, seluruh kontingen berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Semen Padang Group, termasuk anak perusahaan, lembaga penunjang, dan perusahaan afiliasi seperti PT Sepatim Batamtama, Yayasan Semen Padang (Semen Padang Hospital), PT Radio Gema Karang Putih (Classy FM), PT Bima Sepaja Abadi, serta PT Pasoka Sumber Karya.


Adapun pembagian kontingen sebagai berikut:


1. Kontingen Batu Kapur: Sekretaris Perusahaan, Departemen Bisnis Non Semen & Produk Turunan, Staf Direksi, Yayasan Igasar Semen Padang, dan UPZ Semen Padang.

2. Kontingen Silika: Departemen Pemeliharaan, Internal Audit, PT Igasar, PT Kabau Sirah Semen Padang, PT Pasoka Sumber Karya, serta karyawan penugasan ke SIG beserta unit terkait.

3. Kontingen Tanah Liat: Departemen Infrastruktur & Interplant Logistic, Departemen Penjualan, Unit Sistem Manajemen, Unit Pengelolaan Gudang, dan PT Yasiga Sarana Utama.

4. Kontingen Pasir Besi: Departemen Produksi, Departemen Keuangan, Staff of Portfolio, Unit GRC & Internal Control, dan KKSP.

5. Kontingen Gipsum: Departemen Tambang & PBB, Departemen Project Management Office, Unit Sarana Umum, Dana Pensiun Semen Padang, dan PT Sepatim Batamtama.

6. Kontingen Pozolan: Departemen Rendal Produksi, Departemen Renbangsar, Departemen Human Capital, Yayasan Semen Padang (Semen Padang Hospital), PT Radio Gema Karang Putih (Classy FM), dan PT Bima Sepaja Abadi. (*)

 

Padang, Lintasmedia News— Pemerintah Kota Padang terus mempercepat transformasi layanan bantuan sosial (bansos) melalui digitalisasi pendataan penerima manfaat. Melalui Dinas Sosial (Dinsos), pemerintah menggencarkan sosialisasi penggunaan Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebagai langkah mewujudkan data bansos yang akurat, transparan, dan tepat sasaran menjelang implementasi penuh sistem nasional pada tahun 2027.


Upaya tersebut disampaikan dalam kegiatan Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) melalui Portal Perlinsos yang digelar di Kantor Dinas Sosial Kota Padang, Jumat (10/7/2026). Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya, bersama Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kota Padang, Syaiful Andri.

Program digitalisasi ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengakhiri berbagai persoalan klasik dalam penyaluran bantuan sosial, seperti data ganda, penerima yang tidak lagi memenuhi syarat, hingga masyarakat yang layak menerima namun belum terdata. Melalui sistem yang terintegrasi secara nasional, proses pendataan diharapkan menjadi lebih cepat, akurat, dan mudah diperbarui sesuai kondisi riil masyarakat.


Lebih membanggakan lagi, Kota Padang dipercaya menjadi salah satu dari 43 kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai piloting project digitalisasi bantuan sosial. Penunjukan tersebut menjadi bukti kesiapan Kota Padang dalam mengimplementasikan sistem perlindungan sosial berbasis digital.

Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program ini terus mengalami peningkatan. Hingga Jumat pagi (10/7/2026), sebanyak 41.016 kepala keluarga (KK) telah berhasil mendaftarkan diri melalui sistem Perlinsos dari total sekitar 303 ribu KK yang berada pada desil 1 hingga desil 10.


"Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Sosial saat ini memang sedang gencar melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat tentang portal digitalisasi bansos ini. Sampai dengan pagi ini, Jumat, 10 Juli 2026, warga kota yang sudah terdaftar sebanyak 41.016 KK dari 303.000 KK warga Kota Padang yang berada di desil 1 sampai dengan desil 10. Artinya, kita saat ini sudah berada di angka 13,50 persen," ujar Eri Sendjaya.

Meski capaian tersebut dinilai cukup menggembirakan, Dinsos Kota Padang menargetkan seluruh masyarakat yang menjadi sasaran dapat segera melakukan registrasi sebelum sistem diberlakukan secara penuh. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan pendaftaran mandiri, tetapi juga mengoptimalkan jaringan agen pelayanan yang tersebar hingga tingkat kelurahan dan kecamatan.


Eri menjelaskan, masyarakat yang memiliki telepon pintar didorong untuk melakukan pendaftaran secara mandiri. Sementara bagi warga yang belum memiliki perangkat atau mengalami kesulitan mengakses teknologi digital, pemerintah telah menyiapkan berbagai titik layanan melalui agen resmi.

Agen tersebut melibatkan kantor lurah, pengurus RW, Smart Surau, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga Kasi Kesejahteraan Sosial di tingkat kelurahan dan kecamatan. Bahkan apabila diperlukan, petugas akan melakukan pelayanan secara langsung dari rumah ke rumah agar tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pendataan.


"Kami mendorong warga kota yang memiliki smartphone bisa mendaftar mandiri. Bagi yang tidak memiliki smartphone, kita bisa mendaftar melalui agen yang tersebar di seluruh wilayah Kota Padang, mulai dari kantor lurah, RW, pengurus Masjid Smart Surau, pendamping PKH, TKSK hingga Kasi Kesos Kelurahan dan Kecamatan. Kami juga berharap para kader dapat menyebarluaskan informasi ini. Jika memang tidak bisa dikumpulkan di satu tempat, mau tidak mau kita harus bergerak door to door untuk memastikan seluruh warga terdaftar. Sistem verifikasi dan validasi ini tersistem dengan baik agar tepat sasaran, dan pendaftarannya sama sekali tidak dipungut biaya atau gratis," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kota Padang, Syaiful Andri, menjelaskan bahwa proses registrasi melalui Portal Perlinsos dirancang sederhana sehingga dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat.


Menurutnya, terdapat tiga komponen utama yang harus dipersiapkan sebelum melakukan pendaftaran, yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK), PIN Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang telah diaktifkan, serta ID Pelanggan PLN.


"Penginputannya cukup mudah, masyarakat cukup mengisikan NIK, kemudian PIN IKD. Untuk penginputan mandiri ini, masyarakat memang wajib sudah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) karena sistem meminta PIN IKD tersebut. Setelah itu tinggal menginput ID PLN. Cukup tiga komponen itu saja," jelas Syaiful Andri.


Ia menambahkan, aktivasi IKD menjadi salah satu syarat penting karena seluruh proses verifikasi identitas dilakukan secara digital dan terhubung dengan basis data kependudukan nasional. Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat meminimalkan potensi kesalahan data sekaligus memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.


Melalui percepatan digitalisasi ini, Pemerintah Kota Padang optimistis proses migrasi dari sistem pendataan manual menuju sistem digital dapat diselesaikan sesuai target sebelum implementasi nasional pada 2027. Selain meningkatkan efisiensi pelayanan, digitalisasi juga diharapkan mampu menghapus tumpang tindih data penerima bantuan sosial, mempercepat proses pembaruan data, serta menghadirkan tata kelola perlindungan sosial yang lebih transparan, akuntabel, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kota Padang. (***)

 

PADANG, Lintasmedia News (7/7/2026) – PT Semen Padang terus mempertegas komitmennya dalam menerapkan prinsip keberlanjutan melalui dukungan terhadap transisi energi bersih. Sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan yang selaras dengan arah kebijakan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), PT Semen Padang menerima 72 unit motor listrik untuk mendukung aktivitas operasional perusahaan.


Penyerahan unit kendaraan dilakukan oleh Direktur Utama PT Pasoka Sumber Karya, Erick Reza, kepada Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, di Plaza Semen Padang pada Rabu (1/7/2026). Selanjutnya, seremoni penyerahan dari manajemen Polytron digelar di Wisma Indarung pada Selasa (7/7/2026) dan diterima oleh Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang.


Penggunaan 72 unit motor listrik ini menjadi tonggak penting dalam upaya perusahaan mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis bahan bakar fosil sekaligus mempercepat implementasi energi baru dan terbarukan (EBT) di lingkungan operasional PT Semen Padang.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan pengadaan 72 unit motor listrik tersebut merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mendukung program green energy yang dijalankan secara berkelanjutan.


“PT Semen Padang hari ini menerima sebanyak 72 unit motor listrik. Ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam mendukung implementasi green energy di lingkungan perusahaan. Program ini juga terlaksana berkat dukungan mitra strategis kami, PT Pasoka Sumber Karya, yang bekerja sama dalam penyediaan kendaraan listrik tersebut dan secara simbolis telah menyerahkan unit-unit kendaraan pada hari ini,” ujar Win.

Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik tidak hanya menjadi bagian dari operasional perusahaan, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam mewujudkan praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan.


Win menjelaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang SIG. Melalui strategi itu, seluruh entitas di lingkungan SIG secara bertahap diarahkan untuk melakukan transisi dari penggunaan energi berbasis bahan bakar fosil menuju energi baru dan terbarukan (EBT).


“Ini merupakan salah satu strategi jangka panjang SIG bersama PT Semen Padang. Kami mulai melakukan transisi energi dari penggunaan bahan bakar fosil menuju energi baru dan terbarukan. Alhamdulillah, untuk operasional kendaraan roda dua kini kami mulai menggunakan motor listrik. Ke depan, transisi ini akan dilakukan secara bertahap, termasuk pada kendaraan operasional lainnya yang berbasis baterai,” jelasnya.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa transformasi menuju kendaraan listrik merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung target dekarbonisasi, meningkatkan efisiensi energi, serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dari aktivitas operasional perusahaan.


Langkah tersebut sekaligus mencerminkan keseriusan PT Semen Padang dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (Environmental, Social, and Governance/ESG) ke dalam strategi bisnis perusahaan.


Sementara itu, Direktur Utama PT Pasoka Sumber Karya, Erick Reza, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan PT Semen Padang kepada perusahaannya sebagai mitra penyedia kendaraan listrik.


Ia menegaskan bahwa PT Pasoka Sumber Karya berkomitmen penuh mendukung seluruh program transformasi energi yang dijalankan PT Semen Padang, termasuk percepatan penggunaan kendaraan listrik di lingkungan perusahaan.


“Kami sebagai mitra penyedia kendaraan listrik siap mendukung setiap langkah PT Semen Padang dalam mengimplementasikan penggunaan kendaraan listrik. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat bagi operasional perusahaan sekaligus mendukung terciptanya ekosistem energi bersih yang semakin kuat,” ujar Erick.


Implementasi kendaraan listrik tersebut diharapkan menjadi awal dari transformasi yang lebih luas di lingkungan PT Semen Padang. Selain meningkatkan efisiensi operasional, penggunaan kendaraan berbasis baterai juga merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung agenda nasional menuju pembangunan rendah karbon serta pencapaian target net zero emission di masa mendatang.

 

Padang, Lintasmedia News— Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan mempercepat program vaksinasi gratis untuk hewan berkuku belah. Langkah ini merupakan strategi utama untuk melindungi populasi ternak sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi peternak dari ancaman epidemi yang masih berpotensi muncul.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian Kota Padang Puskeswan, drh. Yasir Irawan , menjelaskan bahwa PMK adalah penyakit menular virus yang memiliki tingkat penularan sangat tinggi. Meskipun angka kematian akibat penyakit ini relatif rendah, dampaknya terhadap produktivitas ternak dan kerugian ekonomi petani sangat besar jika tidak segera ditangani.


“PMK sangat mudah menular pada hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba. Oleh karena itu, pencegahan melalui vaksinasi adalah tindakan paling efektif untuk menekan penyebaran penyakit ini,” katanya, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, gejala klinis PMK umumnya dimulai dengan munculnya lepuh di rongga mulut yang menyerupai sariawan. Kondisi ini menyebabkan ternak mengalami hipersalivasi atau produksi air liur berlebihan, sehingga sulit untuk makan dan minum.


Virus PMK tidak hanya menyerang mulut, tetapi juga menginfeksi kuku. Luka yang muncul di antara kuku dapat menyebabkan kuku mengelupas dan memicu infeksi lebih lanjut berupa belatung jika sudah terlambat untuk mendapatkan perawatan medis.

"Gejala klinis pada mulut ditandai dengan munculnya lepuh yang mirip sariawan dan produksi air liur berlebihan atau hipersalivasi. Sementara itu, pada kuku terdapat luka di celah kuku yang berpotensi mengelupas dan memicu munculnya belatung jika terlambat ditangani. Kondisi ini bisa berakibat fatal dan memaksa peternak untuk melakukan pemotongan paksa jika tidak hati-hati," jelas Yasir.


Menurutnya, hasil pemetaan Dinas Pertanian menunjukkan bahwa lalu lintas atau transportasi ternak antar daerah masih menjadi faktor dominan yang menyebabkan masuk dan penyebaran PMK di Kota Padang. Sebagian besar kebutuhan ternak di Padang dipasok dari sejumlah daerah di Sumatera Utara, terutama Kisaran dan Asahan.

Tingginya mobilitas ternak dari daerah pemasok menyebabkan pola peningkatan kasus PMK memiliki kecenderungan linier setiap kali terjadi peningkatan arus distribusi hewan.


Untuk memperkuat perlindungan ternak masyarakat, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) telah menyediakan vaksin PMK secara gratis. Di Kota Padang, UPT Puskeswan mengelola sebanyak 700 dosis vaksin yang siap diberikan kepada peternak selama persediaan masih ada.


Namun, tidak semua ternak dapat divaksinasi secara langsung. Hewan yang akan menerima vaksin harus memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk dalam kondisi kesehatan yang baik, telah berada di lokasi perawatan setidaknya selama satu minggu setelah dipindahkan, berusia minimal tiga bulan, dan tidak sedang hamil. Khusus untuk ternak yang sedang hamil, vaksinasi akan ditunda hingga kondisi memungkinkan.


Yasir juga mengungkapkan bahwa kesadaran para petani di Kota Padang dalam menghadapi PMK kini mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan saat epidemi pertama kali menyebar pada tahun 2022.

Jika sebelumnya banyak peternak panik hingga menjual ternak mereka dengan harga murah atau melakukan penyembelihan paksa tanpa prosedur yang semestinya, kini mereka dinilai jauh lebih tenang, kooperatif, dan mulai memahami pentingnya menerapkan biosekuriti atau sistem keamanan biologis di lingkungan kandang.


Menurutnya, perubahan perilaku menjadi modal penting dalam menekan penyebaran penyakit, karena keberhasilan penanganan PMK tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kedisiplinan peternak dalam menjaga kesehatan ternak mereka.


Pemerintah Kota Padang memastikan kesiapan petugas kesehatan hewan tetap menjadi prioritas. Setiap laporan dugaan PMK yang diterima dari masyarakat akan segera ditindaklanjuti dengan mengirimkan tim medis ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan, pengobatan, dan tindakan pengendalian agar penyebaran virus tidak meluas lebih jauh.


"Setiap kali ada laporan indikasi kasus dari masyarakat, tim penanganan medis dari UPT Puskeswan dan Dinas Kesehatan Hewan akan segera dikirim ke lapangan untuk melakukan penanganan terpadu dengan cepat," tegas Yasir.

Melalui program vaksinasi gratis ini, Pemerintah Kota Padang berharap populasi ternak tetap sehat, produktivitas ternak masyarakat terjaga, dan potensi kerugian ekonomi akibat PMK dapat ditekan semaksimal mungkin. Pemerintah juga mengimbau seluruh peternak untuk segera melapor apabila menemukan gejala PMK pada ternaknya dan memanfaatkan layanan vaksinasi gratis selagi kuota masih tersedia. (***)

 

Padang, Lintasmedia News– Pemerintah Kota Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang tertimpa musibah. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyerahkan Bantuan Sosial Tidak Terduga (BSTT) kepada korban kebakaran rumah di Jalan Raya Banuaran, Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Selasa (7/7/2026).

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi cobaan. Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, Kepala Dinas Sosial Eri Sendjaya, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran, BPKAD Kota Padang, unsur Forkopimca Kecamatan Lubuk Begalung, serta perwakilan BAZNAS Kota Padang.


Dalam kesempatan tersebut, Maigus Nasir menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta kepada pemilik rumah, Irka Puspa Dewi (45). Selain itu, BAZNAS Kota Padang memberikan bantuan sebesar Rp1.500.000, sementara BPBD Kota Padang menyalurkan bantuan berupa perlengkapan mandi dan berbagai kebutuhan rumah tangga untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga korban.

Musibah kebakaran yang menimpa rumah Irka Puspa Dewi terjadi pada 12 Mei 2026. Kobaran api menghanguskan bagian lantai dua rumah beserta sejumlah barang berharga seperti kasur, lemari, pintu, hingga sepeda. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting instalasi listrik.


Di hadapan korban dan masyarakat sekitar, Maigus Nasir menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya atas musibah yang dialami keluarga tersebut. Menurutnya, setiap bencana merupakan ujian yang membutuhkan kesabaran sekaligus momentum untuk memperkuat rasa kepedulian antarsesama.


"Musibah ini merupakan ujian dari Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT, kehidupan dan kematian diciptakan untuk menguji hamba-Nya. Mari kita berserah diri, bersabar, dan ikhlas dalam menghadapi setiap ujian yang diberikan Allah SWT," ujar Maigus.


Ia menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan pemerintah memang tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami korban. Namun, bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban keluarga sekaligus mempercepat proses pemulihan pascakebakaran.


Maigus juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran, terutama memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026. Kondisi cuaca yang lebih kering berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran apabila masyarakat lengah terhadap sumber-sumber api maupun instalasi listrik yang tidak layak.


"Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak meninggalkan peralatan elektronik yang masih terhubung dengan arus listrik, berhati-hati dalam penggunaan kompor gas, serta mewaspadai berbagai sumber yang dapat memicu kebakaran," pesannya.


Ia berharap upaya pencegahan dapat dimulai dari lingkungan keluarga dengan melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik, menggunakan peralatan elektronik sesuai standar keamanan, serta meningkatkan kesadaran seluruh anggota keluarga mengenai langkah-langkah antisipasi kebakaran.


Pada kesempatan itu, Maigus Nasir juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bergerak cepat sejak peristiwa kebakaran terjadi hingga proses penyaluran bantuan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, BPBD, Dinas Sosial, BAZNAS, jajaran kecamatan, unsur Forkopimca, serta masyarakat menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong di Kota Padang.


"Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, baik moril maupun materiil. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan menjadi amal ibadah dan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT. Kita berharap ke depan tidak ada lagi musibah serupa yang terjadi di Kota Padang," tutupnya.


Melalui penyaluran bantuan ini, Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penanganan bencana, tetapi juga memastikan korban memperoleh dukungan sosial agar dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik. (***)

 

Padang, Lintasmedia News– Pemerintah Kota (Pemko) Padang resmi meluncurkan Program Padang Mandiri Benih Padi sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mewujudkan kemandirian benih melalui pemberdayaan penangkar lokal. Program yang menjadi bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Melayani itu diluncurkan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di areal persawahan Kelompok Tani Desa Baru, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (3/7/2026).


Peluncuran program berlangsung di tengah hamparan sawah yang menjadi salah satu sentra produksi padi Kota Padang. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan benih padi bersertifikat kepada sejumlah kelompok tani sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap peningkatan produktivitas pertanian.


Hadir dalam kegiatan itu Tokoh Pertanian Sumatera Barat Prof. James Hellyward, perwakilan Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), perwakilan Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, perwakilan UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Sumatera Barat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Padang Didi Aryadi, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemko Padang, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, serta kelompok tani penerima bantuan benih.


Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki posisi yang sangat strategis sebagai penopang ketahanan pangan daerah. Menurutnya, di tengah tantangan penyusutan lahan pertanian dan meningkatnya kebutuhan pangan, keberadaan benih unggul berkualitas menjadi faktor utama dalam meningkatkan hasil panen sekaligus kesejahteraan petani.


"Melalui program Padang Mandiri Benih Padi, kita ingin mengurangi ketergantungan terhadap benih dari luar daerah sekaligus memperkuat kapasitas penangkar benih lokal. Manfaat ekonominya tidak hanya dirasakan petani pengguna benih, tetapi juga kelompok penangkar yang memproduksinya," ujar Fadly.


Ia menjelaskan, Kota Padang saat ini memiliki luas baku sawah sekitar 4.358 hektare. Potensi tersebut harus didukung dengan sistem penyediaan benih yang mandiri agar kebutuhan petani dapat dipenuhi secara berkelanjutan tanpa bergantung pada pasokan dari daerah lain.


Sebagai bentuk komitmen pemerintah, pada tahun 2026 Pemko Padang melalui Dinas Pertanian menyalurkan 14,37 ton benih padi bersertifikat kepada 29 kelompok tani yang tersebar di enam kecamatan, yakni Koto Tangah, Kuranji, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, Pauh, serta Bungus Teluk Kabung.


Bantuan tersebut ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan benih untuk 575 hektare lahan sawah di Kota Padang. Program ini juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap kebijakan nasional dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia.


Lebih jauh, Fadly menjelaskan bahwa Program Padang Mandiri Benih Padi tidak hanya berorientasi pada pembagian benih kepada petani. Pemerintah juga membangun sistem ekonomi pertanian yang berkelanjutan melalui mekanisme off take, di mana hasil produksi penangkar lokal akan diserap menggunakan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang Tahun 2026.


"Melalui mekanisme off take yang didukung APBD Kota Padang tahun 2026, hasil produksi penangkar benih akan terserap secara berkelanjutan. Dengan demikian, tercipta siklus yang saling menguntungkan, di mana penangkar memperoleh kepastian pemasaran, sementara kelompok tani mendapatkan benih unggul yang sesuai dengan kondisi lahan sawah di Kota Padang," jelasnya.


Menurut Fadly, konsep tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pertanian yang lebih kuat. Penangkar memperoleh kepastian pasar sehingga terdorong meningkatkan produksi dan kualitas benih, sementara petani mendapatkan benih unggul yang telah teruji dan sesuai dengan karakteristik lahan pertanian Kota Padang.


Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keberadaan lahan pertanian dari ancaman alih fungsi. Di tengah pesatnya pembangunan dan investasi, lahan sawah produktif harus tetap dipertahankan agar kemampuan produksi pangan daerah tidak terus mengalami penurunan.


Selain perlindungan lahan, pemerintah juga terus mendorong penerapan teknologi pertanian modern, peningkatan mutu benih, penguatan penyuluhan, serta kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, akademisi, hingga kelompok tani.


"Yang harus kita dorong bukan hanya penyediaan benih, tetapi juga teknologi pertanian, peningkatan mutu, dan kolaborasi semua pihak. Dengan lahan yang terbatas, kita ingin hasil pertanian terus meningkat sehingga semakin menyejahterakan petani," tegasnya.


Fadly juga berharap sektor pertanian mampu menjadi bidang yang semakin diminati generasi muda. Menurutnya, pemanfaatan teknologi, inovasi, serta digitalisasi pertanian dapat melahirkan petani-petani milenial yang mampu membawa sektor pertanian menjadi lebih produktif dan modern tanpa meninggalkan keberlanjutan lingkungan.


Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menjelaskan bahwa Program Padang Mandiri Benih Padi merupakan implementasi dari RPJMD Kota Padang Tahun 2025–2030. Program ini lahir sebagai jawaban atas dua tantangan besar yang dihadapi sektor pertanian Kota Padang, yakni terus berkurangnya luas lahan sawah dan masih tingginya penggunaan benih yang belum bersertifikat.


Ia mengungkapkan bahwa luas baku sawah Kota Padang mengalami penurunan dari 5.216 hektare pada tahun 2019 menjadi 4.358 hektare pada tahun 2024. Kondisi tersebut menuntut peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul agar hasil panen tetap optimal meski luas lahan terus menyusut.


Melalui program ini, Pemko Padang menargetkan seluruh kebutuhan benih padi bersertifikat nantinya dipenuhi oleh penangkar lokal. Program akan terus dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2030, dengan target pada tahun 2029 seluruh lahan sawah di Kota Padang telah menggunakan benih padi bersertifikat hasil produksi penangkar daerah sendiri.


"Kita berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas produksi penangkar, memperluas kelompok tani penerima manfaat, serta memperkuat dukungan anggaran agar kemandirian benih padi di Kota Padang dapat terwujud secara berkelanjutan," ujar Yoice.


Peluncuran Program Padang Mandiri Benih Padi menjadi tonggak baru pembangunan sektor pertanian Kota Padang. Tidak sekadar menghadirkan bantuan benih, program ini dirancang membangun kemandirian daerah melalui penguatan penangkar lokal, peningkatan kualitas produksi, kepastian pasar, dan penggunaan benih bersertifikat secara menyeluruh.


Dengan kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, akademisi, penangkar, dan kelompok tani, Pemko Padang optimistis mampu menciptakan sistem pertanian yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. Harapannya, ketahanan pangan daerah semakin kuat, kesejahteraan petani terus meningkat, dan Kota Padang mampu menjadi salah satu daerah yang berhasil membangun kemandirian benih padi berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.(***)

 

Padang, Lintasmedia News– Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Padang yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang, Jumat (3/7/2026).


Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Kota Padang Muharlion dan dihadiri para Wakil Ketua DPRD, yakni Mastilizal Aye, Osman Ayub, dan Jupri. Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, para asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.


Dalam pidatonya, Fadly Amran menjelaskan bahwa penyusunan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 mengacu pada hasil kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2026 yang telah disepakati bersama DPRD pada 27 Juni 2026. Kesepakatan tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan rancangan perubahan APBD yang disampaikan pada rapat paripurna.


Menurut Fadly, perubahan APBD dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap dinamika fiskal daerah sekaligus menjawab berbagai kebutuhan pembangunan yang berkembang sepanjang tahun anggaran berjalan. Penyesuaian tersebut meliputi perubahan proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD), penyesuaian alokasi anggaran perangkat daerah, pemanfaatan kembali Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025 berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pembiayaan pemulihan pascabencana tahun 2025, hingga penyesuaian transfer ke daerah sesuai Keputusan Menteri Keuangan Nomor 59 Tahun 2026.


Dari sisi pendapatan, Pemerintah Kota Padang memproyeksikan PAD meningkat menjadi Rp1,04 triliun atau bertambah Rp15,73 miliar dibandingkan APBD murni 2026. Kenaikan tersebut setara dengan 1,54 persen.


Sementara itu, peningkatan paling signifikan terjadi pada komponen pendapatan transfer. Semula dianggarkan sebesar Rp1,53 triliun, kini meningkat menjadi Rp2,02 triliun atau bertambah Rp488,81 miliar. Kenaikan sebesar 31,92 persen tersebut menjadi faktor utama meningkatnya kapasitas fiskal Pemerintah Kota Padang pada perubahan APBD tahun ini.


Dengan adanya penyesuaian tersebut, total pendapatan daerah meningkat dari Rp2,55 triliun menjadi Rp3,06 triliun atau bertambah Rp504,53 miliar. Secara persentase, peningkatan pendapatan daerah mencapai 19,74 persen dibandingkan APBD awal Tahun Anggaran 2026.


Di sisi belanja, Pemerintah Kota Padang juga melakukan sejumlah penyesuaian untuk mendukung percepatan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.


Belanja operasi direncanakan sebesar Rp2,66 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp2,46 triliun atau naik sebesar 8,06 persen.


Belanja modal mengalami lonjakan paling besar. Dari semula Rp220,93 miliar menjadi Rp529,42 miliar atau meningkat hingga 139,62 persen. Peningkatan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan infrastruktur, penyediaan sarana dan prasarana publik, serta mendukung berbagai program prioritas pembangunan Kota Padang.


Sementara itu, belanja tidak terduga mengalami penyesuaian turun dari Rp8,31 miliar menjadi Rp5,01 miliar atau berkurang sebesar 39,73 persen.


Selain itu, pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 juga dialokasikan belanja transfer sebesar Rp5 miliar, yang sebelumnya belum tersedia dalam APBD murni.


Secara keseluruhan, total belanja daerah meningkat dari Rp2,69 triliun menjadi Rp3,21 triliun atau bertambah Rp509,21 miliar. Kenaikan tersebut setara dengan 18,87 persen dibandingkan anggaran sebelumnya.


Pada sektor pembiayaan, Pemerintah Kota Padang menetapkan penerimaan pembiayaan sebesar Rp157,48 miliar yang seluruhnya berasal dari SiLPA Tahun Anggaran 2025. Sementara itu, pengeluaran pembiayaan direncanakan sebesar Rp10,77 miliar.


Dengan struktur pendapatan dan belanja tersebut, rancangan perubahan APBD mencatat defisit anggaran sebesar Rp146,71 miliar. Namun defisit tersebut akan ditutup melalui surplus pembiayaan netto dalam jumlah yang sama, yakni Rp146,71 miliar, sehingga struktur APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 tetap berada dalam kondisi berimbang sesuai ketentuan pengelolaan keuangan daerah.


Dalam kesempatan itu, Fadly Amran menegaskan bahwa seluruh arah kebijakan dalam perubahan APBD telah disusun agar selaras dengan prioritas pembangunan nasional, kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta kebutuhan pembangunan Kota Padang.


"Rancangan Perubahan APBD TA 2026 ini memiliki keselarasan dengan Prioritas Perencanaan Pembangunan Nasional dan Prioritas Perencanaan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang dikaitkan dengan Kebijakan Pembangunan Kota Padang Tahun 2026," ujar Fadly.


Ia juga berharap proses pembahasan bersama DPRD dapat berjalan lancar sehingga perubahan APBD dapat segera ditetapkan sesuai jadwal yang telah disepakati Badan Musyawarah DPRD.


"Kami berharap kiranya rancangan perubahan APBD TA 2026 ini dapat disetujui bersama pada 13 Juli 2026, sebagaimana yang telah dijadwalkan oleh Badan Musyawarah DPRD Kota Padang, sehingga pada Agustus 2026 perubahan APBD dapat kita laksanakan," tutupnya.


Melalui perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 ini, Pemerintah Kota Padang berharap kapasitas fiskal daerah semakin kuat untuk mempercepat pembangunan, mendukung pemulihan pascabencana, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mengakselerasi berbagai program prioritas yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. (***)

PARIWARA 

Padang, Lintasmedia News- Kegiatan berlangsung di ruang sidang utama Lt. II gedung DPRD Kota Padang Jl. Bagindo Aziz Chan Bypass Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Kota Padang, jumat, 3 juli 2026.

Pada kesempatan itu, Muharlion didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, Osman Ayub, Jupri dan dihadiri segenap anggota DPRD Kota Padang. 


Sedangkan Wali Kota Padang Fadly Amran didampingi Sekretaris Daerah Kota Raju Minrofa Chaniago, para asisten, dan Kepala OPD. Hadir juga Forkopimda dan para direktur perusahaan daerah, MUI, Baznas, dan undangan lainnya. 

Setelah serangkaian kegiatan seremonial dan dipersilahkan pimpinan sidang, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan P-APBD Tahun Anggaran 2026.


Menurut Wali Kota Padang, Fadly Amran, Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026 ini, memiliki keselarasan dengan Prioritas Perencanaan Pembangunan Nasional dan Prioritas Perencanaan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang dikaitkan dengan Kebijakan Pembangunan Kota Padang Tahun 2026.

Dikatakannya, rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026 ini dilakukan karena:


1. Penyesuaian kembali proyeksi Pendapatan Asli Daerah sampai akhir tahun 2026 berdasarkan data realisasi capaian PAD sampai dengan Semester Pertama tahun 2026.


2. Penyesuaian alokasi anggaran Perangkat Daerah per sub kegiatan mengacu kepada penyesuaian pendapatan daerah tahun 2026.


3. Pengalokasian kembali sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2025 berdasarkan hasil audit BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025.


4. Perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi prioritas pembangunan daerah, kerangka ekonomi, rencana program dan kegiatan.


5. Perubahan kegiatan dalam bentuk pergeseran kegiatan antar OPD, penghapusan kegiatan, penambahan kegiatan baru/kegiatan alternatif, penambahan atau pengurangan target kinerja dan pagu indikatif serta perubahan lokasi dan kelompok sasaran.


6. Bencana alam yang terjadi pada akhir tahun 2025 dan proses pemulihan pasca bencana pada tahun 2026 serta adanya penyesuaian terhadap Transfer Keuangan Daerah Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan, Nomor 59 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Rincian Alokasi dan Penyaluran Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, dan Dana Otonomi Khusus Tahun Anggaran 2026 dan Penyaluran Kurang Bayar Dana Bagi Hasil Sampai dengan Tahun Anggaran 2024 Bagi Daerah Tertentu Di Wilayah Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat.


Lebih lanjut ia mengatakan, Tahun Anggaran 2026 ini memiliki dimensi dan arti yang sangat penting bagi Kota Padang, karena merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD tahun 2025-2029. 


Adapun gambaran perubahan pokok-pokok kebijakan dan rencana pendapatan dan belanja daerah tahun 2026 sebagai berikut :


A. Pendapatan Daerah


Kebijakan umum yang diterapkan adalah mengupayakan penetapan target penerimaan daerah yang terukur secara rasional dengan mempedomani penetapan alokasi dana transfer dari pemerintah pusat, penerimaan tahun lalu, realisasi pendapatan sampai dengan Semester Pertama tahun 2026, potensi pendapatan yang ada, serta asumsi pertumbuhan ekonomi yang mempengaruhi sumber pendapatan daerah.


Penyesuaian pendapatan daerah pada perubahan APBD tahun 2026 ini, meliputi :


1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar 1,04 Trilliun rupiah mengalami kenaikan sebesar 15,73 miliar rupiah atau naik sebesar 1,54%. Hal ini telah mempertimbangkan capaian realisasi PAD sampai dengan Semester I dan Proyeksi Capaian Sampai Akhir Tahun 2026.


2. Pendapatan Transfer yang semula sebesar 1,53 triliun rupiah disesuaikan menjadi 2,02 Triliun Rupiah, bertambah sebesar 488,81 Miliar Rupiah atau naik 31,92%. 


"Secara total pendapatan daerah bertambah sebesar 504,53 Miliar Rupiah atau 19,74% dari semula 2,55 Triliun Rupiah menjadi 3,06 triliun rupiah," urainya. 


B. Belanja daerah


Belanja yang dialokasikan berorientasi pada penanganan prabencana dan pascabencana hidrometeorologi, pelayanan publik, serta pencapaian sasaran rencana kerja pemerintah daerah, antara lain :


1. Belanja operasi sebesar 2,66 triliun rupiah, sebelumnya pada APBD awal 2026 sebesar 2,46 triliun rupiah, mengalami kenaikan sebesar 8,06%.


2. Belanja modal sebesar 529,42 miliar rupiah, sebelumnya pada APBD awal 2026 sebesar 220,93 miliar rupiah, mengalami kenaikan sebesar 139,62%.


3. Belanja tidak terduga sebesar 5,01 miliar rupiah, sebelumnya pada APBD awal 2026 sebesar 8,31 miliar rupiah, mengalami penurunan sebesar 39,73%.


4. Belanja transfer sebesar 5 miliar rupiah, sebelumnya pada APBD awal 2026 sebesar nol rupiah.


"Jadi secara total belanja daerah bertambah sebesar 509,21 miliar rupiah atau 18,87% dari anggaran semula 2,69 triliun rupiah menjadi 3,21 triliun rupiah," ungkapnya. 


D. Pembiayaan 


Penerimaan pembiayaan pada Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar 157,48 Miliar Rupiah yang merupakan sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) tahun 2025. Sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan keseluruhan sebesar 10,77 Miliar Rupiah.

Pada rencana pendapatan daerah dan belanja daerah yang telah disampaikan tadi, terdapat defisit belanja sebesar 146,71 Miliar Rupiah yang akan ditutupi dari surplus pembiayaan netto sebesar 146,71 Milyar Rupiah sehingga Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 menjadi berimbang.


Wako berharap, pokok-pokok Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat dibahas dan diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk penyempurnaannya melalui rapat-rapat dewan selanjutnya, sehingga dapat menjawab permasalahan aktual dan memenuhi harapan serta kebutuhan masyarakat Kota Padang. 


"Kami berharap kiranya Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 ini dapat disetujui bersama pada tanggal 13 Juli 2026, sebagaimana yang telah dijadwalkan oleh Badan Musyawarah DPRD Kota Padang, sehingga pada Minggu Pertama Bulan Agustus 2026 Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 sudah dapat kita laksanakan," katany. (Adv)

 

PADANG, Lintasmedia News– PT Semen Padang menerima sekitar 450 mahasiswa dan pelajar dari berbagai perguruan tinggi serta sekolah di Sumatera Barat maupun luar provinsi untuk mengikuti program magang periode Juli 2026. Sebagai tahap awal, perusahaan memberikan pembekalan guna memperkuat kompetensi peserta sekaligus menanamkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebelum mereka menjalani magang di berbagai unit kerja.


Kegiatan pembekalan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Semen Padang, Rabu (1/7/2026), juga memperkenalkan budaya kerja perusahaan, aturan perusahaan, proses bisnis, serta ragam produk PT Semen Padang agar peserta memiliki pemahaman menyeluruh sebelum memasuki lingkungan kerja.


Kepala Unit Learning & People Development PT Semen Padang, Siska Ayu Soraya, yang membuka kegiatan mewakili manajemen perusahaan, menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta magang. Ia mengapresiasi antusiasme mahasiswa dan pelajar yang memilih PT Semen Padang sebagai tempat mengembangkan kompetensi sekaligus memperoleh pengalaman di dunia industri.


Menurut Siska, program magang menjadi wadah bagi peserta untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan sekaligus memperkaya wawasan melalui pengalaman langsung di lingkungan kerja profesional.


“Selamat datang di PT Semen Padang. Kami sangat senang dapat menerima peserta magang dari berbagai universitas dan sekolah, tidak hanya dari Sumatera Barat tetapi juga dari luar daerah. Hal ini menunjukkan PT Semen Padang menjadi salah satu tempat belajar yang dipercaya oleh dunia pendidikan,” ujarnya.


Ia berharap peserta memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin dengan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah maupun sekolah dalam praktik kerja sehari-hari.


Siska juga mengingatkan peserta agar aktif berdiskusi dan tidak ragu bertanya kepada pembimbing selama menjalani magang.


“Jangan segan untuk bertanya kepada pembimbing apabila menemukan hal-hal yang belum dipahami. Jadikan masa magang ini sebagai kesempatan untuk belajar sebanyak mungkin, karena pengalaman di dunia kerja akan menjadi bekal penting ketika memasuki dunia profesional,” katanya.


Selain pengembangan kompetensi, Siska menegaskan bahwa aspek keselamatan dan kesehatan kerja menjadi perhatian utama perusahaan. Mengingat PT Semen Padang merupakan industri manufaktur semen dengan karakteristik pekerjaan yang memiliki risiko tertentu, seluruh peserta diwajibkan memahami dan mematuhi setiap ketentuan keselamatan yang berlaku.


“Kami meminta seluruh peserta benar-benar memperhatikan aspek keselamatan kerja selama berada di area perusahaan. Kepatuhan terhadap prosedur K3 merupakan bagian dari budaya kerja PT Semen Padang yang harus dipahami dan dijalankan oleh seluruh insan perusahaan, termasuk peserta magang,” tegasnya.


Ia juga berharap kehadiran peserta magang tidak hanya bermanfaat bagi diri mereka sendiri, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi unit kerja tempat mereka ditempatkan.


“Kami berharap para peserta dapat berkolaborasi dengan baik bersama pembimbing dan tim di unit kerja masing-masing sehingga dapat mendukung tercapainya kinerja yang optimal,” tambahnya.


Dalam sesi keselamatan kerja, Staf Safety, Health and Environment (SHE) PT Semen Padang, Jefri Antoni, memberikan pembekalan mengenai berbagai ketentuan keselamatan yang harus dipatuhi selama berada di kawasan perusahaan. 


Ia menjelaskan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD), kepatuhan terhadap rambu-rambu keselamatan, serta prosedur yang harus dijalankan saat beraktivitas di area operasional.


Sementara itu, Staf Komunikasi PT Semen Padang, Mikel Muhammad, menyampaikan materi mengenai profil perusahaan, ragam produk, serta proses produksi semen mulai dari pengolahan bahan baku hingga menjadi produk berkualitas yang dipasarkan kepada konsumen.


Melalui materi tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan kerja tempat mereka menjalani magang, tetapi juga memahami proses bisnis perusahaan secara menyeluruh sehingga mampu menghubungkan teori yang dipelajari di kampus dengan praktik di dunia industri.


Salah seorang peserta magang, Fransiska, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Andalas yang ditempatkan di Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, mengaku bersyukur memperoleh kesempatan belajar di perusahaan semen pertama di Indonesia tersebut.

Ia berharap program magang menjadi sarana untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memperkaya pengalaman melalui pembelajaran langsung dari para profesional di PT Semen Padang.


“Saya berharap dapat mengaplikasikan ilmu komunikasi yang telah dipelajari selama kuliah sekaligus memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan baru dari para pembimbing di PT Semen Padang. Mudah-mudahan kesempatan ini menjadi bekal yang sangat berharga untuk dunia kerja ke depan,” ujarnya.


Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan program magang merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri.


Menurutnya, PT Semen Padang secara konsisten membuka kesempatan bagi mahasiswa dan pelajar untuk memperoleh pengalaman kerja nyata sehingga memiliki kesiapan yang lebih baik menghadapi tantangan dunia profesional.


“Program magang bukan sekadar memenuhi kebutuhan akademik peserta, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal budaya kerja di industri, memahami proses bisnis perusahaan, serta mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini,” ujar Win.


Ia menambahkan, kehadiran peserta magang juga memberikan nilai tambah bagi perusahaan melalui pertukaran gagasan, semangat baru, dan perspektif yang dibawa generasi muda dari berbagai latar belakang pendidikan.


“Melalui program ini, kami berharap tercipta proses pembelajaran yang saling memberikan manfaat. Peserta memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang aplikatif, sementara perusahaan mendapatkan energi, ide, dan sudut pandang baru yang dapat mendukung peningkatan kinerja serta inovasi di berbagai unit kerja,” katanya.


Win menegaskan PT Semen Padang akan terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dan sekolah sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menyiapkan talenta unggul yang mampu bersaing di era industri yang semakin dinamis, dengan tetap mengedepankan budaya keselamatan dan profesionalisme di lingkungan kerja.

 

PADANG, Lintasmedia News- Fraksi PAN mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tulus dan sebesar-besarnya kepada Panitia Khusus (Pansus) 1, II, III dan IV DPRD Kota Padang bersama mitra kerja/ OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang yang telah merampungkan pembahasan Rancangan KUA dan P-PPAS Tahun 2026.  


"Kami mendoakan semoga kelelahan dan pikiran yang terkuras menjadi amal ibadah bagi bapak/ibu dan kita semua yang hadir pada rapat paripurna hari ini. Aamiin," ungkap Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Padang, Rustam Effendi pada rapat paripurna, Sabtu, 27 Juni 2026.


Rustam Effendi mengatakan, Fraksi PAN berharap kenaikan belanja modal lebih 50 persen ini, betul-betul berpedoman kepada Surat Edaran (SE) Walikota nomor 900.1/377/BPKAD-PDG/2025 tertanggal 23 Agustus 2025 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Tahun Anggaran 2026.  


"Fraksi PAN berharap dengan bertambahnya belanja modal sebesar Rp304,422 miliar, belanja barang dan jasa sebesar Rp153,389 miliar dan belanja hibah sebesar Rp59,350 miliar dapat mendukung dan mempercepat akselari visi Smart City dan Kota Sehat, peningkatan daya tarik pariwisata dan peningkatan produktivitas industri kreatif," tegasnya. 


Masih terkait dengan kenaikan belanja modal yang mencapai Rp306,422 miliar itu, Fraksi PAN berharap bisa dilaksanakan hingga tuntas, mengingat dari tahapan APBD-P 2026, diperkirakan bisa dieksekusi di tiga atau empat bulan terakhir tahun ini. Fraksi PAN tidak ingin, belanja modal yang tidak terlaksana dan tuntas itu menjadi Silpa.  


Secara umum, alokasi anggaran pada OPD Pemko yang menjadi mitra Komisi I DPRD Padang, dalam pembahasan dengan Pansus I dan disempurnakan dalam rancangan kesepakatan perubahan PPAS tahun 2026, terungkap terjadinya penambahan anggaran.  


"Misalnya pada OPD Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang mencapai Rp1,490 miliar lebih. Sedangkan penambahan sebesar Rp5,8 miliar untuk program dubalang dipending hingga ada kejelasan regulasi atau payung hukum yang sah," katanya. 


Dengan adanya penambahan anggaran Satpol PP ini, Fraksi PAN berharap dalam penegakan Perda dan Perkada, Satpol PP jangan tebang pilih. Sebab hingga saat ini, masih ada yang pedagang yang berjualan memanfaatkan fasilitas umum (fasum) maupun fasum dijadikan untuk kepentingan pribadi dan kelompok.  


Dalam matrik pembahasan P-KUA P-PPAS tahun 2026, yaitu pada OPD pemerintahan kecamatan, seluruh kecamatan alami penambahan anggaran. Ia menegaskan, Fraksi PAN setuju dengan penambahan anggaran ini, dengan catatan jajaran kecamatan bersama jajaran kelurahan, melakukan pendataan terhadap warganya bersama pendamping berbagai program pemerintah, baik menyangkut data kemiskinan, verifikasi guru TPA termasuk soal potensi PAD khususnya dalam sektor PBB-P2. 


"Fraksi PAN juga sependapat dengan rekomendasi pansus, terkait pokir dewan yang ada di kecamatan sebelum dieksekusi sebaiknya menghubungi anggota dewan bersangkutan," ungkapnya.  


Berdasarkan pembahasan Pansus II DPRD Padang bersama mitra kerja, terungkap target pendapatan pada perubahan APBD 2026 tetap sebesar Rp817,304 miliar lebih, dengan rincian target BPHTB dan PBJT meningkat sedang Pajak reklame, air tanah dan PBB-P2 menurun. 


"Fraksi PAN berharap Bapenda menggali potensi PAD lain yang belum tergarap untuk mendongkrak PAD. Fraksi PAN juga berharap OPD terkait merincikan dan menjelaskan kenaikan pada BPHTB dan PBJT sekaligus target pada sektor PBB-P2 dan Pajak Barang dan Jasa yang turun itu," pungkasnya.  


Fraksi PAN meminta Bapenda untuk mempercepat digitalisasi pelayanan perpajakan, memperkuat validitas basis data serta mengoptimalkan pencapaian target melalui intensifikasi dan ekstentifikasi pajak.  


"Fraksi PAN berharap dengan adanya Satgas Pajak Daerah, potensi PAD yang selama ini tak maksimal digarap seperti parkir, kehadiran kafe-kafe, PBB-P2 yang masih terpiutang, reklame dan lainnya, bisa dimaksimalkan," tukasnya.


Berdasarkan hasil pembahasan Pansus III DPRD Padang bersama mitra kerja, terungkap pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) terjadi penambahan anggaran cukup besar mencapai Rp133,105 miliar lebih.


"Fraksi PAN berharap penambahan anggaran ini perlu dikaji secara matang, apakah dimungkinkan tuntas hingga akhir tahun ini, sehingga tidak menjadi Silpa. Fraksi PAN juga berharap Dinas Perkim mencari alternatif program bagi korban bencana hidrometeorologi yang belum mendapatkan bantuan rumah," katanya.  


Masih dari hasil pembahasan Pansus III DPRD Padang bersama mitra, terungkap pula. Realisasi fisik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) baru mencapai 6,46 persen.  


"Fraksi PAN berharap OPD ini harus optimis dan melakukan percepatan kegiatan. Apalagi kegiatan dan program yang dilakukan dominan implementasi progul Walikota dan Wawako Padang khususnya perbaikan jalan, drainase yang menyangkut hajat orang banyak. Fraksi PAN berharap pula kondisi rill jalan yang menjadi kewenangan kota yang rusak berat, rusak sedang, termasuk kondisi drainase dan berapa total anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaikinya. Fraksi PAN tidak ingin, karena diperbaiki dan dibenahi di beberapa titik, lantas sudah dianggap progul perbaikan jalan dan drainase berhasil," cakapnya. 


Dinas Lingkungan Hidup juga mendapat kenaikan anggaran yang luar biasa dari Rp133, 843 miliar menjadi Rp198,599 miliar. OPD paling banyak mendapat tambahan anggaran.


"Fraksi PAN berharap belanja yang besar ini dijelaskan secara detil dan sejauh mana korelasinya dalam mendukung progul Padang Rancak. Fraksi PAN tidak menginginkan penambahan belanja yang besar ini, azas manfaatnya tidak sebesar penambahan anggarannya," katanya.


Berdasarkan hasil pembahasan Pansus IV DPRD Padang bersama mitra kerja, Fraksi PAN menyarankan Dinas Kesehatan untuk melakukan moratorium pegawai karena adanya pindahan dari Kota Pariaman dengan berkoordinasi Bersama BKPSDM.  


"Fraksi PAN juga menyarankan Dinas Sosial agar data detil (DTSN) masyarakat yang tereleminasi ditinjau kembal karena sebelumnya mereka merupakan penerima bantuan," urainya.  


Fraksi PAN juga sependapat dengan Komisi IV yang menjelaskan bantuan social perorangan melalui pokir diminta ditiadakan ke depannya dan penanganan terhadap anak jalanan lebih ditingkatkan. 


"Fraksi PAN meminta Pemko Padang agar alokasi anggaran pada KUPA dan P-PPAS Tahun Anggaran 2026 digunakan tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu untuk menghindari kerugian belanja daerah tahun 2026 ini," cakapnya.


Dengan tepat sasaran, tepat waktu, maka outputnya akan memberikan dampak positif kepada pembangunan kota Padang dan masyarakat kota Padang. Ini adalah harapan dan cita-cita mulia kita bersama, Pemko Padang, DPRD Padang dan hadirin yang hadir dalam rapat paripurna ini. (*) 


Pewarta: Zamri Yahya, SH. I, WU

 

PADANG, Lintasmedia News– PT Semen Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah. Kali ini, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sekaligus perusahaan semen tertua di Asia Tenggara itu menyerahkan bantuan material bangunan berupa enam kodi atap seng beserta kayu kepada dua kepala keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran di Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Jumat (26/6/2026).


Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung percepatan rehabilitasi dua unit rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat kebakaran di kawasan yang berada tidak jauh dari akses masuk area tambang PT Semen Padang.


Penyerahan bantuan dilakukan oleh Staf Perencanaan Tambang Departemen Tambang dan Pengelolaan Bahan Baku PT Semen Padang, Fajri Kurniawan, didampingi tim Unit Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang. Bantuan diterima warga terdampak dengan disaksikan unsur pemerintah kelurahan dan tokoh masyarakat setempat.


Staf Perencanaan Tambang Departemen Tambang dan Pengelolaan Bahan Baku PT Semen Padang, Fajri Kurniawan, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional, khususnya mereka yang sedang menghadapi musibah.


Menurutnya, PT Semen Padang berkomitmen untuk selalu hadir memberikan dukungan kepada masyarakat, terutama saat terjadi bencana maupun kondisi darurat yang membutuhkan perhatian bersama.


“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kebakaran dan membantu mempercepat proses perbaikan rumah sehingga warga dapat kembali menempati tempat tinggalnya dengan nyaman,” ujar Fajri.


Bantuan yang diserahkan merupakan tindak lanjut hasil survei dan pengukuran lapangan yang dilakukan setelah peristiwa kebakaran. Berdasarkan hasil survei tersebut, kebutuhan utama warga adalah material penutup atap. Atas dasar itu, PT Semen Padang menyalurkan enam kodi atap seng lengkap dengan kayu sebagai penunjang pembangunan kembali rumah yang rusak.


Mewakili Pemerintah Kelurahan Batu Gadang, Abdurahman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Semen Padang yang dinilai cepat merespons kebutuhan masyarakat setelah musibah terjadi.


Ia berharap sinergi yang selama ini terjalin antara perusahaan dan masyarakat dapat terus dipertahankan sehingga keberadaan PT Semen Padang benar-benar memberikan manfaat bagi warga sekitar.


Ucapan senada disampaikan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Batu Gadang, Helmi Yetti. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang tengah berupaya membangun kembali rumah mereka.


“Terima kasih kepada PT Semen Padang. Bantuan ini sangat membantu proses pemulihan rumah warga yang terdampak kebakaran. PT Semen Padang selalu hadir untuk masyarakat. Bahkan, setelah kebakaran yang terjadi pada 6 Juni 2026, perusahaan juga membantu menyediakan konsumsi bagi para korban selama tiga hari. Kepedulian seperti ini sangat kami rasakan manfaatnya,” katanya.


Salah seorang korban kebakaran, Nila, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan PT Semen Padang. Ia mengatakan bantuan material bangunan tersebut menjadi harapan baru bagi keluarganya untuk segera memperbaiki rumah yang rusak akibat kebakaran.


“Terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti karena kami memang sedang membutuhkan material untuk memperbaiki rumah,” ungkapnya, didampingi korban lainnya, Rina.


Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen PT Semen Padang dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.


“Melalui dukungan nyata seperti ini, perusahaan berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat sehingga warga terdampak dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik,” katanya.


Ia menambahkan, PT Semen Padang tidak hanya berfokus pada kegiatan operasional, tetapi juga terus menjalankan tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis dan berkelanjutan.

 

PADANG, Lintasmedia News— Solidaritas antardaerah kembali ditunjukkan Pemerintah Kota Padang. Sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah yang terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Pemko Padang menyalurkan Bantuan Keuangan Bersifat Khusus senilai total Rp5 miliar kepada tiga kabupaten terdampak.

Atas bantuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melakukan kunjungan resmi ke Balai Kota Padang, Kamis (25/6/2026), guna menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih secara langsung kepada Pemerintah Kota Padang.

Rombongan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh Timur, Adlinsyah. Kedatangan mereka disambut Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Padang Corri Saidan bersama Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, Plt. Kepala BPKAD Kota Padang Elvira, serta Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Kota Padang Devi Susanti Razif.


Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyampaikan penghargaan atas komitmen dan kepedulian Pemerintah Kota Padang terhadap masyarakat Aceh yang masih berjuang memulihkan diri dari dampak bencana.

Adlinsyah mengatakan kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal pemerintahan, melainkan bentuk penghormatan dan rasa terima kasih masyarakat Aceh Timur kepada warga dan Pemerintah Kota Padang yang telah menunjukkan solidaritas nyata pada saat daerah mereka dilanda musibah.


"Kami Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melakukan kunjungan kepada Pemerintah Kota Padang dalam rangka menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Kota Padang terhadap korban bencana banjir di Kabupaten Aceh Timur melalui bantuan yang telah diberikan," ujar Adlinsyah.


Ia menegaskan, bantuan yang diberikan Pemko Padang memiliki arti yang sangat besar bagi masyarakat Aceh Timur yang saat ini masih menjalani proses pemulihan pascabencana.

"Semoga bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Padang dapat meringankan beban masyarakat Kabupaten Aceh Timur dan memberikan manfaat bagi proses pemulihan daerah kami. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Padang atas perhatian dan solidaritas yang diberikan," tambahnya.


Dalam kesempatan itu dijelaskan, bantuan yang telah ditransfer pada 19 Juni 2026 tersebut disalurkan kepada Kabupaten Aceh Timur sebesar Rp2 miliar, Kabupaten Aceh Tamiang Rp2 miliar, dan Kabupaten Aceh Utara Rp1 miliar. Total bantuan yang digelontorkan Pemerintah Kota Padang mencapai Rp5 miliar.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.1/4277/SJ tanggal 21 Mei 2026 yang mengarahkan pemerintah daerah untuk mengalokasikan sebagian Tambahan Kemampuan Daerah (TKD) guna membantu kabupaten dan kota yang terdampak langsung bencana alam.


Selain itu, proses pencairan bantuan juga mengacu pada Peraturan Wali Kota Padang Nomor 10 Tahun 2026 dan Keputusan Wali Kota Padang Nomor 100.3.3.3/534/PDG/2026 tanggal 18 Juni 2026.


Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Padang, Corri Saidan, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan solidaritas antardaerah yang selama ini menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapi berbagai bencana.

Menurutnya, Kota Padang memahami betul bagaimana beratnya menghadapi dampak bencana karena pada tahun 2025 sejumlah daerah, termasuk Padang dan wilayah Aceh, sama-sama merasakan dampak banjir dan longsor yang menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.


"Bantuan keuangan dari Pemerintah Kota Padang diberikan kepada Kabupaten Aceh Timur sebesar Rp2 miliar, Kabupaten Aceh Utara sebesar Rp1 miliar, dan Kabupaten Aceh Tamiang sebesar Rp2 miliar sebagai salah satu wujud solidaritas antar daerah. Kita sama-sama mengalami musibah banjir dan longsor pada tahun 2025," kata Corri.


Ia berharap bantuan yang diberikan tidak hanya membantu pemulihan jangka pendek, tetapi juga mampu mempercepat pembangunan kembali berbagai fasilitas yang terdampak bencana.

"Semoga bantuan keuangan ini dapat membantu percepatan pemulihan daerah pascabencana, meringankan beban masyarakat, mendukung pembangunan infrastruktur dan hunian masyarakat, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujarnya.


Kunjungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur tersebut menjadi simbol kuatnya hubungan antardaerah yang dibangun atas dasar kemanusiaan dan kepedulian bersama. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah pascabencana, dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Padang menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong tetap menjadi fondasi penting dalam membantu masyarakat bangkit dan pulih dari musibah.

Bantuan senilai Rp5 miliar yang disalurkan Pemko Padang juga menjadi bukti nyata bahwa solidaritas tidak mengenal batas wilayah administratif. Ketika satu daerah mengalami kesulitan, daerah lain hadir memberikan dukungan, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat yang terdampak. (***)

 

PADANG, Lintasmedia News– PT Semen Padang pada Kamis (25/6/2026) menyalurkan bantuan material bangunan kepada Andarizal, warga RT 03/RW 04, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang rumahnya terdampak kebakaran. Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, khususnya warga di lingkungan sekitar perusahaan.


Bantuan yang diserahkan terdiri atas tiga batang kayu berukuran 5 x 10 sentimeter, empat lembar tripleks setebal 8 milimeter, serta satu unit meja kerja. Material tersebut akan dimanfaatkan untuk memperbaiki sejumlah bagian rumah yang rusak akibat kebakaran yang terjadi pada 3 Juni 2026 sekitar pukul 20.00 WIB.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernardino, mengatakan pihaknya turut prihatin atas musibah yang dialami keluarga Andarizal. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian perusahaan kepada warga Lambung Bukit yang merupakan bagian dari lingkungan sekitar perusahaan.


“Kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi di Lambung Bukit. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan. Terlebih, Lambung Bukit merupakan bagian dari lingkungan sekitar perusahaan,” kata Win, didampingi Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, Kamis (25/6/2026).


Ia berharap bantuan material yang diberikan perusahaan dapat membantu proses perbaikan rumah sekaligus meringankan beban pemiliknya. Meskipun nilainya tidak besar, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi keluarga yang terdampak.


“Memang nilainya tidak seberapa, tetapi kami berharap bantuan ini dapat membantu dan meringankan beban pemilik rumah dalam melakukan perbaikan,” ujarnya.


Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menambahkan bahwa bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan pemilik rumah. Penentuan jenis bantuan dilakukan setelah tim CSR PT Semen Padang meninjau langsung kondisi rumah pascakebakaran.


Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, api menyebabkan kerusakan pada bagian plafon dan kayu kuda-kuda rumah. Pemilik rumah kemudian menyampaikan kebutuhan material untuk memperbaiki bagian bangunan yang rusak.


“Saat kami melakukan survei, bagian yang hangus adalah plafon dan kayu kuda-kuda rumah. Pemilik rumah berharap perusahaan dapat membantu menyediakan material yang dibutuhkan. Karena itu, bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan tersebut,” kata Hernes.


Pemilik rumah, Andarizal, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian PT Semen Padang. Menurutnya, bantuan material tersebut sangat berarti untuk mendukung proses perbaikan rumahnya.


“Alhamdulillah, kami merasa senang dan sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan PT Semen Padang. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Kolaborasi Jurnalis Indonesia (DPP KJI) itu.


Kebakaran yang melanda rumah Andarizal terjadi pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Berkat kesigapan warga, api dapat segera dikendalikan sehingga tidak merembet ke rumah-rumah di sekitarnya.


Proses pemadaman awal dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat. Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang kemudian mengerahkan dua unit mobil pemadam untuk membantu memadamkan api.


Hingga kini, penyebab kebakaran yang menimpa rumah wartawan senior tersebut masih belum diketahui. Namun, kerugian akibat peristiwa itu diperkirakan mencapai belasan juta rupiah. (*)

 

Padang, Lintasmedia News- Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumbar, Kepolisian Daerah Sumatera Barat, menggelar kegiatan sunat massal sebagai bagian dari Pelayanan Kesehatan Polri yang berlangsung di Gedung Pusat Pemuda Padang. Kegiatan sosial masyarakat ini disaksikan oleh puluhan anak-anak dari Kota Padang dan sejumlah daerah sekitarnya.

Kegiatan sunat massal ini merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat dapat secara langsung merasakan manfaat kehadiran Kepolisian yang tidak hanya menjalankan tugas menjaga ketertiban umum, tetapi juga aktif memberikan pelayanan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.


Kepala Kepolisian Sumatera Barat, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, menegaskan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi jajaran Kepolisian untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung.


Menurutnya, kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan secara serentak ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat sekaligus upaya memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan warga.

“Melalui kegiatan pelayanan kesehatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kesehatan adalah kebutuhan dasar yang harus mendapat perhatian bersama,” kata Kepala Kepolisian Sumatera.


Pelaksanaan sunat massal melibatkan tenaga medis profesional dari Satuan Medis dan Kesehatan (Biddokkes) Kepolisian Sumatera yang bekerja sama dengan sejumlah instansi kesehatan terkait. Seluruh peserta menerima pelayanan medis sesuai dengan standar kesehatan, mulai dari pemeriksaan awal, sunat, hingga pemberian obat-obatan dan paket bantuan pasca-prosedur.


Para orang tua peserta menyambut baik kegiatan tersebut. Selain membantu meringankan beban ekonomi keluarga, program ini juga memberikan akses mudah ke layanan kesehatan bagi masyarakat.

Suasana kegiatan tersebut penuh dengan kehangatan dan kekeluargaan. Personel kepolisian bersama dengan petugas kesehatan hadir untuk memberikan bantuan kepada para peserta agar tetap tenang selama proses sunat. Kehadiran keluarga pendamping juga menambah antusiasme anak-anak yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.


Selain sunat massal, jaringan pelayanan kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 yang dilaksanakan oleh Kepolisian Sumatera juga mencakup berbagai pelayanan kesehatan lainnya, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pelayanan kesehatan umum, serta kegiatan sosial kemanusiaan yang bertujuan membantu masyarakat.


Kepolisian Sumatera berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Polri. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, Polri terus memperkuat perannya sebagai pelindung, penolong, dan pelayan masyarakat.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini membawa semangat pengabdian yang semakin dekat dengan masyarakat. Dengan memprioritaskan pelayanan humanis dan bermanfaat, Kepolisian Sumatera berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memperkuat sinergi dalam menciptakan Sumatera Barat yang aman, sehat, dan sejahtera. (***)

 

PADANG, Lintasmedia News– Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mendorong pemanfaatan Pabrik Indarung I sebagai pusat seni dan kebudayaan berskala nasional dan internasional. Salah satu gagasan yang ditawarkan ialah penyelenggaraan Indarung Biennale setiap dua tahun dengan melibatkan seniman dari Indonesia dan berbagai negara.


Gagasan itu disampaikan Fadli Zon saat menjadi pembicara utama dalam Simposium Pabrik Indarung I di Wisma Indarung PT Semen Padang, Minggu (21/6/2026). Simposium bertema “Masa Depan Cagar Budaya Pabrik Indarung I” tersebut dihadiri Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, jajaran komisaris, dan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir


Selain itu, juga hadir sejumlah pakar dari berbagai bidang sebagai narasumber simposium. Di antaranya, Jony Wongso (Dosen Arsitektur Universitas Bung Hatta), Alfa Noranda (Dosen Arkeologi Universitas Andalas), Hari Setyawan (Badan Pengelola Borobudur), M. Aidil Usman (Founder Indarung Heritage Sociesty), S Metron Masdison (Seniman) dan Donny Eros (Kurator Galanggang Arang).


Fadli Zon mengatakan, kawasan Pabrik Indarung I memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang atau kantong kebudayaan. Bangunan dan kawasan bekas pabrik semen ini dinilai dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seni, seperti pameran seni rupa, instalasi, pertunjukan tari, teater, sastra, dan beragam aktivitas kebudayaan lainnya. 


Namun, menurutnya, revitalisasi kawasan perlu dilakukan terlebih dahulu agar pemanfaatannya dapat berlangsung secara aman, layak, dan berkelanjutan. “Hal yang paling penting adalah ruang-ruang cagar budaya ini kita revitalisasi terlebih dahulu dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, kawasan tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih layak, lebih baik, dan menjadi lebih hidup,” katanya. 

Kementerian Kebudayaan, katanya melanjutkan, pada tahun ini juga sedang melaksanakan revitalisasi terhadap sejumlah cagar budaya di Indonesia. "Melalui program revitalisasi ini, mungkin kita bisa juga mendukung revitalisasi beberapa tempat di Pabrik Indarung I ini," sambung pria asal Payakumbuh yang menyandang gelar adat Datuak Bijo Dirajo Nan Kuniang itu.


Fadli Zon menilai Pabrik Indarung I memiliki nilai sejarah penting. Pabrik yang mulai beroperasi pada 1910 itu menjadi bagian dari sejarah perkembangan industri semen, serta pembangunan berbagai infrastruktur di Indonesia. Meskipun telah berstatus sebagai Cagar Budaya Nasional dan dimanfaatkan untuk sejumlah kegiatan, namun pemanfaatannya dinilai belum optimal.


“Saya sudah dua kali melihat langsung Pabrik Indarung I. Kawasan ini memang sudah dimanfaatkan, tetapi belum optimal. Karena itu, simposium ini penting untuk merumuskan pemanfaatannya, terutama bagi kepentingan kebudayaan,” ujarnya.


Dengan luas kawasan sekitar lima hektare, Fadli Zon menilai Pabrik Indarung I mampu menampung berbagai kegiatan seni dan budaya berskala besar. Salah satunya, penyelenggaraan pameran seni rupa dua tahunan dalam format Indarung Biennale. “Saya sudah berbicara dengan Kepala Galeri Nasional. Kita berharap dapat menyelenggarakan Indarung Biennale dengan mengundang perupa dari berbagai negara,” katanya.


Fadli Zon mencontohkan pemanfaatan bangunan bersejarah dalam penyelenggaraan Venice Biennale di Italia yang lokasinya di Arsenale, dan merupakan kompleks bekas galangan kapal dan gudang persenjataan yang kemudian dialihfungsikan menjadi ruang pameran. "Konsep serupa dapat diterapkan di Indarung Beinnale dengan menonjolkan karakter industri yang menjadi kekuatan dan pembeda dari kegiatan tersebut," bebernya.


Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengatakan, Pabrik Indarung I bukan sekadar bangunan tua, tetapi saksi lahirnya industri semen modern di Indonesia, sekaligus bagian penting dari perjalanan pembangunan bangsa. 


“Nilai yang terkandung di dalamnya tidak hanya berupa struktur fisik, tetapi juga memori kolektif, warisan teknologi, sejarah sosial, serta identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.


Menurut Pri Gustari, pelestarian Pabrik Indarung I sebagai warisan industri membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat. PT Semen Padang berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian dan pengembangan kawasan ini agar menjadi pusat pembelajaran sejarah industri, destinasi wisata edukasi, serta kebanggaan Sumatera Barat dan Indonesia. 


“Harapan kami, Pabrik Indarung I dapat menjadi contoh sukses bagaimana warisan industri dikelola secara modern tanpa kehilangan nilai sejarah, karakter, dan autentisitasnya. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga simposium ini menghasilkan gagasan dan rekomendasi terbaik bagi masa depan Pabrik Indarung I," pungkas Pri Gustari.(*)

 

Lintasmedia News- Wali Kota Padang Fadly Amran tampil sebagai salah satu keynote speaker dalam Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 dan satu-satunya Kepala Daerah, Rabu, 24 Juni 2026 / ICE BSD Tangerang.

Bertindak sebagai pembicara lain adalah Jung Eun Chu (Assistant Professor, City University of Hong Kong), Peipei Chen (Assistant Professor, City University of Hong Kong), Ping Han (Assistant Professor, City University of Hong Kong). 


Wali Kota Padang Fadly Amran diminta memaparkan tips penanganan bencana hidrometeorologi di Kota Padang.


Fadly Amran memaparkan bahwa kolaborasi semua pihak (KSB, TNI-Polri, swasta) dan kesiapsiagaan adalah kunci keberhasilan Kota Padang tangguh menghadapi bencana.


“Kolaborasi bersama para akademisi menjadi bagian penting untuk menyiapkan scientific based policy,” ujarnya.

Dikatakannya, Pemko Padang menunjukan keberpihakan penganggaran terhadap kebutuhan masyarakat dalam penanganan bencana (Rp. 371,85 miliar rupiah sudah dikucurkan untuk penanganan bencana hidrometeorologi di Kota Padang).


“Penanganan bencana di Kota Padang dibagi ke dalam 4 tahapan utama, penanganan tanggap darurat, rehabilitasi, rekonstruksi, peningkatan kesiapsiagaan secara berkelanjutan,” cakapnya. 


Moderator Benjamin Horton, Dekan City University of Hong Kong. Meminta Wali Kota Padang memaparkan best practice Kota Padang dalam bencana hidrometeorologi 2025. 

Jung Eun Chu, Assistant Prof City University of Hong Kong mengatakan, apa yang terjadi di Kota Padang khususnya dan kawasan Asia Tenggara khususnya ketika Siklon Tropis Senyar, benar-benar di luar kewajaran. Para peneliti sedang meneliti hal tersebut.


Kota Padang berada di Ring of Fire, dan kota pesisir dengan jarak pendek antara pesisir pantai dengan pegunungan. Menjadikan Kota Padang memiliki curah hujan tinggi, dan potensi tinggi terhadap gempa, tsunami, angin kencang.


Sementara itu, Peipei Chen, Assistant Prof City University of Hong Kong bercakap, cara menghandle data dalam penanganan bencana sangat penting. Utamanya memperhatikan tren data sebelum bencana terjadi, sehingga penanganan ketika terjadi bencana bisa lebih cepat, terukur, seperti di Kota Padang. (***).

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.