Articles by "Kota Padaang"

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok
Showing posts with label Kota Padaang. Show all posts

PADANG, Lintasmedia News– Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan dan KAN Limau Manih mengapresiasi kontribusi PT Semen Padang melalui program Basinergi Mambangun Nagari (BMN). Sejak program tersebut digulirkan pada 2015, lebih dari Rp20 miliar dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) telah disalurkan untuk mendukung berbagai program masyarakat di wilayah Lubuk Kilangan dan Limau Manih.


“Dukungan PT Semen Padang melalui program BMN merupakan bentuk kontribusi yang memiliki nilai besar bagi masyarakat. Dana yang disalurkan telah membantu pelaksanaan berbagai program pemberdayaan dan pembangunan di tengah masyarakat,” ungkap Wakil Ketua KAN Lubuk Kilangan, Asril Azis, bersama Ketua KAN Limau Manih, Zulkifli Dt Rajo Gumayang, saat menghadiri pembukaan Sidang Pleno Perubahan dan Pengesahan Revisi AD/ART Forum Nagari/Forum Pemberdayaan di Bukittinggi, 26–28 Agustus 2026.

Asril berharap keberlanjutan program tersebut dapat terus didukung bersama. Apalagi, PT Semen Padang saat ini menghadapi persaingan industri semen yang semakin ketat. Karena itu, masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan diharapkan turut mendukung keberlangsungan dan peningkatan kinerja perusahaan.


“Mari kita dukung kinerja PT Semen Padang. Jika kinerja perusahaan kebanggaan masyarakat Sumbar ini terus meningkat, tentu kontribusinya untuk masyarakat di dua nagari ini, termasuk daerah lainnya yang ada di lingkungan perusahaan, juga akan semakin besar,” ujar Asril.


Kontribusi PT Semen Padang kepada masyarakat tidak hanya diberikan melalui program BMN. Perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara ini juga secara rutin menyalurkan berbagai bantuan lainnya, baik untuk mendukung pembangunan fasilitas umum maupun kegiatan sosial masyarakat.


Salah satunya, kata Asril, berupa bantuan semen yang dimanfaatkan untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas umum. Selain itu, PT Semen Padang juga rutin menyalurkan bantuan sapi kurban kepada masyarakat.


“Bantuan sapi kurban ini tentunya sangat luar biasa bagi masyarakat. Kami berharap PT Semen Padang tetap bertahan dan berkembang di tengah ketatnya persaingan industri semen saat ini,” katanya.


*Dorong Program Semakin Tepat Sasaran*


Terkait pelaksanaan Sidang Pleno Perubahan dan Pengesahan Revisi AD/ART Forum Nagari/Forum Pemberdayaan, Asril berharap forum tersebut dapat menghasilkan kesepakatan yang semakin memperkuat pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.


Menurutnya, keberadaan Forum Nagari memiliki peran penting dalam memastikan program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, revisi AD/ART diharapkan dapat menjadi landasan untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan pelaksanaan program.


Dia juga berharap sinergi antara Forum Nagari, KAN, masyarakat, dan PT Semen Padang terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, berbagai program yang dirancang dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.


“Semoga Sidang Pleno Perubahan dan Pengesahan Revisi AD/ART Forum Nagari/Forum Pemberdayaan ini berjalan sesuai harapan kami di KAN Lubuk Kilangan dan KAN Limau Manih, termasuk PT Semen Padang yang selama ini telah mendukung penuh program BMN di masing-masing forum,” katanya.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) merupakan wujud tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang diarahkan untuk memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.


“Bagi kami, BMN bukan sekadar program penyaluran bantuan, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Karena itu, program yang dijalankan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mendorong kemandirian, serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang,” kata Win.


Menurutnya, keberlanjutan program BMN membutuhkan kolaborasi antara perusahaan, Forum Nagari, KAN, dan masyarakat. Semakin kuat kolaborasi tersebut, semakin besar pula peluang program yang dijalankan memberikan dampak yang tepat sasaran dan berkelanjutan.


“PT Semen Padang tentu berharap hubungan yang telah terbangun dengan masyarakat selama ini dapat terus dijaga. Kami ingin keberadaan perusahaan tidak hanya memberikan manfaat melalui kontribusi sosial, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan di sekitarnya,” ujarnya.


Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menambahkan pelaksanaan BMN tidak hanya mencakup wilayah Nagari Lubuk Kilangan, Nagari Limau Manih, dan Pauh. Program tersebut juga dilaksanakan di Kelurahan Pampangan, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.


“Ada 12 forum yang kami bina dan forum tersebut tersebar di tiga kecamatan, yaitu Lubuk Kilangan, Pauh, dan Lubuk Begalung,” ujar Hernes.


PT Semen Padang berkomitmen untuk terus mendukung program BMN yang dijalankan melalui masing-masing Forum Nagari/Forum Pemberdayaan. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya program yang semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.


Namun, Hernes juga mengingatkan agar program BMN tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.


“Kami berharap program ini semakin dimaksimalkan agar tujuan dari program, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan, dapat terwujud,” katanya.


Dengan dukungan perusahaan, penguatan peran Forum Nagari, serta keterlibatan masyarakat, program BMN diharapkan dapat terus berkembang menjadi wadah kolaborasi yang mampu melahirkan berbagai program pemberdayaan yang produktif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (*)

 

PADANG, Lintasmedia News— Kerja cepat dan responsif ditunjukkan oleh jajaran Polsek Padang Selatan di bawah kepemimpinan Kapolsek AKP Nirdes Ali, S.H., M.H. Tim Reskrim Polsek Padang Selatan berhasil membekuk seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku tindak pidana pencurian besi pipa pagar bengkel pada Rabu (26/8/2026) sore.


Penangkapan terhadap pelaku berinisial DCR (25) alias D tersebut dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Jalan Sutan Sjahril, tepatnya di sekitar Jembatan Buai, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.


Aksi pencurian ini sebelumnya dilaporkan oleh korban melalui laporan resmi bernomor LP/B/32/VIII/2026/SPKT/Sektor Padang Selatan/Polresta Padang/Polda Sumbar. Peristiwa pencurian itu sendiri baru diketahui pada Selasa (18/8/2026) lalu di Komplek Jondul No. 1, Bengkel Padang Auto, Kelurahan Rawang.


Dalam menjalankan aksinya, pelaku nekat mematahkan besi pipa pagar milik tempat usaha korban, Arifin Argosurio. Besi hasil curian tersebut kemudian langsung dijual oleh pelaku untuk mendapatkan uang tunai.


Akibat tindakan nekad pemuda yang tidak bekerja tersebut, korban mengalami kerugian materiel yang ditaksir mencapai Rp2.000.000. Selain laporan polisi, petugas juga mengamankan bukti rekaman CCTV di lokasi kejadian sebagai petunjuk utama.


Berbekal rekaman CCTV dan hasil penelusuran di lapangan, Tim Opsnal Reskrim Polsek Padang Selatan langsung melakukan pengintaian ketat. Keberadaan pelaku akhirnya terendus saat ia sedang berada di dalam sebuah angkutan kota (angkot) jurusan Jondul Rawang.


Mendapat informasi presisi tersebut, AKP Nirdes Ali segera menginstruksikan Kanit Reskrim Iptu Saprianto, S.Sos bersama tim opsnal untuk bergerak cepat melakukan penghadangan. Penyergapan pun berlangsung lancar tanpa ada perlawanan dari pelaku.


Usai ditangkap di jalanan, pelaku Dean langsung digelandang ke Mapolsek Padang Selatan. Langkah ini dilakukan guna menjalani pemeriksaan mendalam serta proses pengusutan hukum lebih lanjut.


Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Saat ini petugas tengah melengkapi berkas administrasi penyidikan serta mengumpulkan keterangan tambahan dari para saksi.


Keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bukti komitmen Polsek Padang Selatan dalam menjaga kondusivitas wilayah. AKP Nirdes Ali menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberi ruang bagi para pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat di wilayah hukumnya. (AM)

 

Lintasmedia News- Pasangan Zulnadi - Azharnuri berhasil meraih dua gelar di ajang pertandingan domino yang digelar PWRI Sumbar di sekretariat gedung Rohana Kudus, GOR Agussalim Padang. Acara penyerahan hadiah tadi pagi,Senin/08 di sekretariat PWRI Sumbar.


Event ini dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 81 dan HUT PWRI ke 64 tahun 2026.

Pertandingan yang digelar hampir dua bulan itu, ditutup hari ini sekaligus penyerahan hadiah oleh Ketua Umum PWRI Sumbar Drs. Syafrizal Ucok kepada pemenang.


Pertandingan domino dalam dua kategori yakni umum dan eksekutif, pasangan Zulnadi dan Azharnuri meraih dua gelar juara yakni juara 1 untuk kategori eksekutif dan juara 2 untuk kejuaraan umum. Duet pedomino Zulnadi- Azhar berhasil melewati fase pertandingan dari babak penyisihan hingga ke final. Untuk kelompok umum dibagi dalam empat pol. Masing masing juara masuk babak semifinal dan final. 

Dari umum ini tercatat ratusan peserta untuk bertanding, karena dalam setiap pol ada 5 pasang pemain dengan sistem jumpa . Juara dan runner-up lanjut ke pertandingan berikut yang kemudian berlaku sistem gugur.

Juara 1 untuk kategori umum adalah Koyal/Jhoni, juara 2, Zulnadi/Azharnuri dan juara 3 pasangan Jun/Eka.

Sedangkan untuk eksekutif juara 1 Zulnadi) Azharnuri dan juara 2 Syahrial Syam/Indra BPD.

Ketua PWRI Sumbar Syafrizal Ucok Dt. Nan Batuah mengatakan, perlombaan yang diadakan jangan dilihat hadiahnya tetapi lihatlah wadah olahraga otak ini, sebagai mempererat silaturrahmi sesama kita. Itulah tujuan kita mengadakan sekaligus memeriahkan HUT RI dan PWRI Sumbar, katanya saat menyerahkan hadiah tadi pagi di kantor PWRI Sumbar. (***)


 PADANG, Lintasmedia News– PT Semen Padang menerjunkan tim Semen Padang Peduli untuk mendukung penanganan bencana di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (24/8/2026). Tim yang tergabung dalam "Semen Padang Peduli ESDM Siaga Bencana" Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut terdiri atas personel penyelamat, tenaga kesehatan, dan petugas logistik yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan penanganan kondisi darurat.


Selain menurunkan relawan, perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu juga membawa sejumlah peralatan penyelamatan, perlengkapan pelindung diri, sarana komunikasi, tenda, serta berbagai jenis obat-obatan. Dukungan tersebut dipersiapkan untuk membantu kegiatan evakuasi, pelayanan kesehatan, penanganan logistik, dan pemulihan awal masyarakat yang terdampak bencana.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan pengiriman tim relawan tersebut merupakan wujud nyata komitmen kemanusiaan perusahaan melalui program Semen Padang Peduli. Keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari sinergi BUMN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam merespons bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.


Menurutnya, kehadiran PT Semen Padang dalam misi kemanusiaan tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran bantuan logistik. Perusahaan, kata Win, juga mengirimkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan khusus di bidang penyelamatan, kesehatan, dan pengelolaan logistik.


“Pengiriman tim ini merupakan bentuk kepedulian PT Semen Padang terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” kata Win.


Komposisi tim yang diberangkatkan telah disesuaikan dengan karakteristik penanganan bencana yang memerlukan keterlibatan lintas fungsi. Tim tersebut melibatkan personel penyelamat dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Emergency Response Team (ERT) PT Semen Padang, petugas logistik, serta dokter dan perawat dari Semen Padang Hospital (SPH).


“Kehadiran tenaga penyelamat, petugas logistik, dokter, dan perawat diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan masyarakat terdampak bencana. Masing-masing personel memiliki tugas dan keahlian yang saling melengkapi dalam mendukung operasi kemanusiaan di lapangan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat respons kemanusiaan di lokasi bencana,” ujarnya.


Tim PT Semen Padang Semen Padang Peduli direncanakan menjalankan misi kemanusiaan selama kurang lebih satu minggu. Namun, masa penugasan di lokasi bencana dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi, kebutuhan masyarakat, serta hasil koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Tugas BUMN, Kementerian ESDM, dan unsur terkait lainnya.


“Selama masa tanggap darurat, para relawan yang kami kirim akan mengikuti arahan posko dan berkoordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. Koordinasi diperlukan untuk mencegah tumpang tindih pekerjaan sekaligus memastikan setiap personel ditempatkan pada bidang yang paling membutuhkan dukungan,” tuturnya.


Dia berharap para relawan dapat mengemban misi tersebut secara optimal. Selain membantu proses evakuasi dan pelayanan kesehatan, relawan diharapkan mampu mendukung penataan logistik dan tahapan pemulihan awal bagi warga terdampak.


“Kami berharap kehadiran tim PT Semen Padang dapat membantu meringankan beban masyarakat di Desa Satar Kampas dan wilayah sekitarnya,” kata Win.


“Kami juga berpesan agar seluruh relawan senantiasa menjaga keselamatan diri, menaati prosedur operasi, dan menjunjung tinggi profesionalisme. Relawan yang kami kirim juga harus mampu menjadi representasi kepedulian PT Semen Padang dengan bekerja sungguh-sungguh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Manggarai,” tambah Win.


Dia menjelaskan, perjalanan menuju Manggarai Timur dilakukan melalui beberapa tahapan. Tim bertolak dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada pukul 08.55 WIB. Setibanya di Jakarta, tim melanjutkan perjalanan udara menuju Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo pada pukul 13.00 WIB.


Tim relawan dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Komodo pada pukul 16.25 WITA. Selanjutnya, pada pukul 17.00 WITA, tim bertolak menuju Posko ESDM Siaga Bencana untuk melaksanakan koordinasi awal. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi terbaru wilayah terdampak, akses menuju lokasi, kebutuhan masyarakat, serta pembagian wilayah dan jenis pekerjaan.


Menurut Win, koordinasi di posko menjadi bagian penting untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi lapangan, memetakan kebutuhan masyarakat, serta menentukan pembagian tugas. Langkah itu diperlukan agar bantuan yang diberikan dapat berjalan secara terarah, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan.


“Penanganan bencana membutuhkan kolaborasi yang kuat antarpihak. Untuk itu, semua relawan harus bekerja dalam satu sistem komando agar proses evakuasi, pelayanan kesehatan, dan pendistribusian bantuan dapat berjalan dengan baik,” pungkas Win.


Keikutsertaan PT Semen Padang dalam ESDM Siaga Bencana menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat, terutama pada situasi darurat. Sebagai bagian dari anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, PT Semen Padang berupaya memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.


Melalui semangat ESDM Siaga Bencana–Tangguh, PT Semen Padang berharap tim yang ditugaskan dapat memberikan kontribusi nyata bagi penanganan bencana di Manggarai Timur. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya membantu mempercepat proses tanggap darurat, tetapi juga memberikan semangat kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.


Pengiriman tim kemanusiaan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas PT Semen Padang. Melalui kolaborasi, kesiapsiagaan, dan semangat gotong royong, perusahaan berkomitmen untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama ketika terjadi bencana dan keadaan darurat. (*)

 

PADANG, Lintasmedia News– PT Semen Padang melalui Serikat Pekerja Semen Padang (SPSP) menyumbangkan 326 kantong darah kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang. Donasi tersebut dihimpun melalui kegiatan donor yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Rabu (19/8/2026).


Dengan tema “Merdeka Vibes? Donor Aja!”, donor darah yang diikuti karyawan PT Semen Padang, Anak Perusahaan dan Lembaga Penunjang (APLP), serta keluarga karyawan itu digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-357 Kota Padang.

Kegiatan donor darah yang digelar SPSP itu disambut antusias oleh para pendonor. Buktinya, dalam satu jam pertama, sebanyak 77 peserta berhasil mendonorkan darah. Jumlah tersebut terus bertambah dan mencapai 231 kantong pada pukul 11.41 WIB. Hingga kegiatan berakhir, jumlah darah yang terkumpul mencapai 326 kantong.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial keluarga besar PT Semen Padang terhadap masyarakat. Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial dan perlombaan, tetapi juga perlu diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung.


“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian keluarga besar PT Semen Padang kepada masyarakat. Kami ingin peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT Kota Padang tidak hanya berlangsung secara seremonial, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat nyata, yaitu donor darah yang digelar melalui SPSP,” kata Win.


Sementara itu, Ketua Umum SPSP Bobby Suharlah menekankan bahwa setetes darah yang didonorkan memiliki nilai yang sangat besar bagi keselamatan jiwa manusia. Untuk itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan, keluarga karyawan, serta insan APLP yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan tersebut.


Tidak hanya itu, Bobby juga mengapresiasi dukungan PMI Kota Padang, panitia, tenaga kesehatan, sponsor, dan seluruh pihak yang berkontribusi terhadap kelancaran kegiatan. “Terima kasih atas partisipasi para pendonor dan dukungan sponsorship yang telah menyukseskan kegiatan donor darah ini,” katanya.


Bobby mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh SPSP dari PMI Kota Padang, kebutuhan darah di Kota Padang mencapai sekitar 200 kantong setiap hari. Darah tersebut dibutuhkan oleh berbagai fasilitas pelayanan kesehatan untuk menangani pasien yang menjalani operasi, korban kecelakaan, ibu melahirkan, serta pasien dengan penyakit tertentu.


Namun, tingginya kebutuhan tersebut belum selalu sebanding dengan jumlah darah yang berhasil dihimpun. Dalam kondisi tertentu, PMI masih menghadapi keterbatasan persediaan, terutama untuk golongan darah tertentu yang permintaannya meningkat.


“Kami sempat berbincang dengan PMI Kota Padang. Dalam sehari, kebutuhan darah mencapai sekitar 200 kantong, sedangkan jumlah yang tersedia masih sering kurang. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, kami dapat membantu meringankan beban PMI dalam memenuhi kebutuhan darah masyarakat,” ujar Bobby.


Menurut Bobby, keterbatasan stok darah dapat memberikan dampak serius terhadap penanganan pasien. Berdasarkan keterangan yang diterimanya dari PMI, pernah terdapat pasien yang tidak dapat diselamatkan karena golongan darah yang dibutuhkan tidak tersedia pada saat itu.


“Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kantong darah memiliki arti sangat penting. Darah yang didonorkan bukan sekadar angka dalam persediaan PMI, tetapi dapat menjadi harapan bagi pasien dan keluarganya dalam menghadapi kondisi darurat. Semoga darah yang terkumpul dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan transfusi,” katanya.


Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z. Latif mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang dan SPSP yang kembali menunjukkan komitmen dalam mendukung kegiatan kemanusiaan dan menjaga persediaan darah di Kota Padang, termasuk kepada seluruh pendonor yang secara sukarela menyumbangkan darahnya.


Menurut Zulhardi, kesediaan masyarakat menjadi pendonor merupakan faktor utama dalam menjaga kesinambungan persediaan darah. Ia menjelaskan, darah dibutuhkan setiap hari oleh rumah sakit dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, di sisi lain, darah tidak dapat diproduksi secara buatan dan hanya dapat diperoleh melalui pendonor.


Karena itu, kata dia, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan persediaan darah tetap tersedia, terutama dalam menghadapi keadaan darurat. “Saat ini, Unit Donor Darah PMI Kota Padang masih sangat membutuhkan tambahan stok darah. Kegiatan yang digelar PT Semen Padang melalui SPSP ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan darah bagi pasien,” kata Zulhardi.


Menurutnya, kegiatan donor darah massal yang dilaksanakan perusahaan, instansi, organisasi, dan komunitas memiliki peran penting dalam menjaga persediaan. Pelaksanaan secara berkala juga dapat membantu PMI mengantisipasi kekurangan stok pada waktu-waktu tertentu.


“Untuk itu, kami berharap kolaborasi antara PMI Kota Padang dan PT Semen Padang dapat terus dilanjutkan. Selain dapat membantu menambah persediaan darah, kegiatan sosial donor darah ini dinilai sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjadi pendonor sukarela,” ujarnya.


Sementara itu, Jen Riadi, peserta dengan riwayat donor terbanyak, mengaku bangga bisa berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang digelar SPSP. Sejak mulai mendonorkan darah pada 2013, Jen tercatat telah melakukan donor sebanyak 64 kali. Jen juga mengaku rutin mendonorkan darah karena ingin membantu sesama sekaligus menjaga kebugaran tubuh.


“Kebiasaan donor darah rutin ini telah saya jalani sebelum bergabung sebagai karyawan PT Semen Padang. Alasan saya rutin donor darah adalah untuk membantu sesama dan menjaga kesehatan. Dengan donor secara teratur, tubuh akan kembali membentuk sel-sel darah baru,” ujarnya.


Menurut Jen, PT Semen Padang memiliki potensi pendonor sukarela yang cukup besar karena banyak karyawan telah rutin mendonorkan darah, baik melalui kegiatan perusahaan maupun secara langsung di PMI. “Untuk itu, kami berharap donor darah di lingkungan perusahaan dapat terus dilaksanakan secara rutin sekali dalam dua bulan,” katanya.


Keberhasilan menghimpun 326 kantong darah menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian keluarga besar PT Semen Padang. Melalui kegiatan tersebut, peringatan HUT Kemerdekaan RI dan HUT Kota Padang tidak hanya berlangsung semarak, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. (*)

 

Padang, Lintasmedia News — Pengurus Daerah Persatuan Pensiunan Radio Republik Indonesia (PD PP RRI) Padang periode 2026–2031 dikukuhkan, Rabu (19/8/2026), di Auditorium RRI Padang.


Melalui Musyawarah Daerah beberapa waktu laku, Heranof Firdaus kembali dipercaya memimpin organisasi yang menjadi wadah para pensiunan penyiar, reporter, teknisi, dan karyawan RRI di Sumatera Barat tersebut.


Dalam sambutannya, Heranof menyampaikan apresiasi kepada Kepala Stasiun LPP RRI Padang Yulian S. Saa’ba beserta jajaran yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan para pensiunan RRI.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Stasiun LPP RRI Padang Yulian S. Saa’ba beserta jajarannya yang selalu mendukung dan memfasilitasi semua kegiatan pensiunan RRI. Tanpa dukungan itu, berbagai program silaturahmi dan kegiatan sosial kami tidak akan berjalan sebaik ini,” ujar Heranof.


Ia mengatakan dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan antara para pensiunan dengan institusi RRI, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di antara anggota PP RRI Padang.


Ketua Penasehat PD PP RRI Padang, Ali Amran Tris, dalam sambutannya meminta pengurus yang baru segera menggelar pleno untuk menyusun dan menetapkan program kerja lima tahun ke depan.


Menurutnya, program organisasi harus diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata dan menyentuh kepentingan para pensiunan.


“Buatlah program-program yang bermanfaat dan menyentuh langsung kepentingan para pensiunan, di samping program pertemuan bulanan, arisan dan kunjungan sosial yang selama ini telah berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.


Sementara itu, sambutan Kepala Stasiun LPP RRI Padang Yulian S. Saa’ba dibacakan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Stasiun RRI Padang, Yusrizal, SH, MM.


Dalam sambutan tersebut, Yulian menyampaikan apresiasi terhadap kekompakan dan semangat kebersamaan anggota PP RRI Padang.


“PP RRI Padang dinilai paling aktif mengadakan pertemuan dibandingkan PP RRI di daerah lainnya di Indonesia. Ini menunjukkan komitmen para senior untuk tetap menjaga tali silaturahmi dan memberikan kontribusi pemikiran bagi RRI,” kata Yusrizal saat membacakan sambutan tertulis tersebut.


Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Umum DHD BPK-45 Sumatera Barat, Eko Yanche Edrie, yang hadir mewakili Ketua Umum DHD BPK-45 Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, menyoroti peran historis RRI dalam perjalanan bangsa Indonesia.


Menurut Eko, radio memiliki kekuatan tersendiri karena mampu menjangkau masyarakat lintas ruang dan waktu serta hadir pada berbagai momentum penting dalam perjalanan sejarah bangsa.


“Bagi saya, RRI adalah saksi sejarah. Saya masih ingat jelas pada 1999, Kepala Stasiun RRI Timor Timur menyampaikan ucapan perpisahan melalui siaran radio, bertepatan dengan jajak pendapat yang kemudian melahirkan negara Timor Leste. Itulah kekuatan radio, hadir di tengah momen kebangsaan,” ujarnya.


Pengukuhan pengurus PD PP RRI Padang dilakukan oleh Plh Kepala Stasiun LPP RRI Padang, Yusrizal, SH, MM. Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat peran PP RRI Padang sebagai wadah pembinaan, silaturahmi, dan kegiatan sosial para pensiunan, sekaligus menjadi mitra strategis RRI dalam menjaga nilai-nilai penyiaran publik.


Dalam struktur kepengurusan periode 2026–2031, Heranof Firdaus dipercaya sebagai ketua. Posisi Wakil Ketua dijabat Sri Setia Dewi, Sekretaris Rafles, Wakil Sekretaris Nanik Syamsu, Bendahara Rosnelly, dan Wakil Bendahara Zunayeni.


Kepengurusan juga dilengkapi Koordinator Seksi Organisasi dan Keanggotaan H. Punil M., Koordinator Seksi Sosial dan Kesejahteraan Rosnidar, serta Koordinator Seksi Dana dan Usaha Elidar.


Untuk periode lima tahun ke depan, PD PP RRI Padang berkomitmen melanjutkan berbagai kegiatan yang selama ini telah berjalan, seperti pertemuan bulanan, arisan, bakti sosial, wisata bersama, serta pendampingan antarpensiunan.


Selain mempertahankan program rutin, pengurus baru juga didorong menyusun program yang lebih strategis agar keberadaan PP RRI Padang semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota.

Padang, Lintasmedia News- Pada setiap tanggal 17 Agustus negara ini merayakan Hari Ulang Tahun Repulik Indonesia (HUT-RI). Tahun 2026 ini, usia NKRI sudah memasuki 81 tahun. Namun apakah rakyat sudah merasakan kemerdekaan itu?


Bagi Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, SH., kemerdekaan itu harus di nikmati oleh semua anak bangsa.


Menurut pria yang akrab disapa Aye ini, jangan ada lagi masyarakat miskin tidak bisa berobat, jangan ada lagi anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah.


"Jangan ada lagi orang tua tinggal digubuk yang tidak layak, jangan ada lagi atlet berprestasi yg tidak dihargai dan berhenti berprestasi karena tidak ada biaya," tegas alumnus SMA Negeri 5 Padang ini melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Selasa, 18 Agustus 2026.


Ditegaskan Aye, jangan ada lagi warga yang tidak nyaman hidup di negri ini, karena dipalak ketika parkir, dipakuk katika bayar makanan, dijamret karena sedang berkendaraan.


Dikatakan politisi Partai Gerindra ini, jangan ada lagi guru tidak nyaman ketika mau kesekolah, jangan ada lagi inrimidasi kepada kepala sekolah dan guru-guru oleh kepala dinas. 


"Karena sesungguhnya kemerdekaan itu, ketenangan katika beraktifitas," kata anak buah Prabowo ini. (*)


Editor: Zamri Yahya, WU

 

PADANG, Lintasmedia News— Wali Kota Padang Fadly Amran memberikan motivasi kepada Muhamad Fakhri (18), Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Padang 2025 sekaligus Duta GenRe Sumatera Barat (Sumbar), yang akan mewakili Sumbar pada Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Nasional (Adujaknas) GenRe Indonesia 2026 di Jakarta, September mendatang.


Motivasi tersebut disampaikan Fadly Amran saat menerima audiensi Muhamad Fakhri di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (18/8/2026).

Dalam audiensi itu turut hadir Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar Rusdi, Kepala DP3AP2KB Kota Padang Boby Firman, Wakil Ketua Forum GenRe Sumbar Bobby Amsyah Putra, serta Ketua Forum GenRe Kota Padang Muhammad Zidan.


Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Fakhri sekaligus memberikan dorongan agar kesempatan tampil di tingkat nasional tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.


Menurut Fadly, menjadi Duta GenRe bukan semata-mata tentang prestasi dalam sebuah ajang pemilihan. Lebih dari itu, seorang duta memiliki tanggung jawab untuk menjadi figur muda yang mampu memberikan pengaruh positif serta menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.


“Duta GenRe harus mampu menyikapi isu remaja, seperti tawuran, bullying, pergaulan bebas, pernikahan dini, hingga stunting. Dengan kemampuan komunikasi dan intelektual yang dimiliki, semoga mereka dapat menyampaikan edukasi yang relevan,” ujar Fadly.


Ia menilai, berbagai persoalan yang dihadapi remaja saat ini membutuhkan pendekatan yang dekat dengan dunia anak muda.


Karena itu, keberadaan Duta GenRe diharapkan mampu menjadi jembatan dalam menyampaikan informasi dan edukasi yang mudah diterima oleh kalangan remaja.


Fadly juga menekankan pentingnya keberadaan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan mereka.


Menurutnya, Duta GenRe memiliki posisi strategis untuk mengajak remaja mengambil keputusan yang tepat dalam merencanakan masa depan, membangun karakter, menjaga kesehatan reproduksi, serta mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang.


“Semoga Fakhri dapat tampil maksimal, membawa nama baik Kota Padang dan Sumatera Barat, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi generasi muda,” katanya.


Berawal dari Duta PIK-R Melati SMAN 12 Padang


Muhamad Fakhri merupakan Duta PIK-R Melati SMAN 12 Padang. Perjalanan Fakhri di bidang GenRe dimulai dengan keberhasilannya meraih predikat Duta GenRe Kota Padang 2025.


Prestasi tersebut kemudian berlanjut di tingkat provinsi. Fakhri berhasil menjadi juara pada Pemilihan Duta GenRe Sumbar 2025 dan berhak mewakili Sumatera Barat pada ajang GenRe tingkat nasional.


Pada Adujaknas GenRe Indonesia 2026, Fakhri akan tampil bersama Kuntum Khairiyatul Ummah (18) dari SMAN 2 Padang Panjang. Keduanya merupakan pasangan yang berhasil meraih juara pertama dalam Pemilihan Duta GenRe Sumbar 2025.


Kesempatan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Fakhri untuk memperkenalkan berbagai program dan pengalaman pembinaan GenRe yang telah dijalankan di Kota Padang dan Sumatera Barat.

Fakhri menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Padang atas dukungan dan motivasi yang diberikan kepadanya. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi tambahan semangat dalam mempersiapkan diri menghadapi ajang tingkat nasional.


Ia mengaku ingin menjadikan kesempatan tersebut tidak hanya sebagai ajang untuk berkompetisi, tetapi juga sebagai ruang untuk menunjukkan kebermanfaatan program GenRe bagi masyarakat, khususnya remaja.


“Penilaian dalam Pemilihan Duta GenRe Indonesia 2026 menitikberatkan pada ekspos program kerja dan keberdampakan terhadap masyarakat,” ujar Fakhri.


Karena itu, ia bersama tim akan berupaya menampilkan program kerja dan pengalaman yang telah dilakukan selama menjalankan peran sebagai Duta GenRe Kota Padang dan Sumbar.


Siap Bawa Nama Padang dan Sumbar


Menghadapi persaingan di tingkat nasional, Fakhri mengaku siap membawa pengalaman pembinaan GenRe yang diperolehnya di Kota Padang dan Sumatera Barat sebagai modal untuk tampil maksimal.


Ia berharap berbagai program yang telah dijalankan dapat menjadi bukti bahwa generasi muda tidak hanya menjadi sasaran program pembangunan, tetapi juga dapat terlibat secara aktif dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan remaja.


“Semoga saya dapat memberikan yang terbaik dan membawa nama baik Kota Padang serta Sumatera Barat,” katanya.


Fakhri juga berharap keikutsertaannya dalam Adujaknas GenRe Indonesia 2026 dapat menjadi pengalaman berharga sekaligus membuka ruang lebih luas untuk memperkuat jejaring dengan generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.


Bagi Pemerintah Kota Padang, keberangkatan Fakhri ke ajang nasional tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda agar terus mengembangkan potensi dan mengambil peran dalam pembangunan.


Melalui peran Duta GenRe, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyampaikan edukasi sebaya mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga, pencegahan pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, perilaku berisiko, serta berbagai persoalan lain yang berkaitan dengan masa depan remaja.


Dengan dukungan pemerintah, sekolah, keluarga, dan komunitas, keberadaan Duta GenRe diharapkan tidak berhenti pada pencapaian prestasi di tingkat daerah maupun nasional, tetapi terus memberikan dampak nyata dan menjadi inspirasi bagi remaja lainnya.

Adujaknas GenRe Indonesia 2026 di Jakarta pada September mendatang pun menjadi momentum bagi Fakhri untuk membawa semangat tersebut ke tingkat nasional sekaligus mengharumkan nama Kota Padang dan Sumatera Barat. (***)

 

Padang, Lintasmedia News — Pemerintah Kota Padang kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Di tengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kota Padang dinobatkan sebagai Terbaik 1 Anugerah Adinata Syariah tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2026.




Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi kepada Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Padang, Raju Minropa, yang hadir mewakili Wali Kota Padang Fadly Amran. Penyerahan berlangsung di Istana Gubernur Sumatera Barat, Senin (17/8/2026), usai pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.




Capaian ini menjadi catatan penting bagi Kota Padang dalam upaya memperkuat pembangunan ekonomi yang tidak semata berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai agama, budaya, serta keberlanjutan.




Anugerah Adinata Syariah sendiri merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada kepala daerah kabupaten/kota yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan ekonomi syariah. Penilaian tersebut mencakup komitmen pemerintah daerah, program kerja yang berkelanjutan, hingga berbagai upaya nyata dalam mendorong pengembangan ekosistem ekonomi syariah di daerah.




Dengan demikian, penghargaan yang diterima Kota Padang bukan sekadar seremoni atau pengakuan administratif. Predikat Terbaik 1 menjadi gambaran atas konsistensi pemerintah daerah dalam menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu bagian dari arah pembangunan kota.




Posisi Kota Padang sebagai yang terbaik semakin istimewa karena harus bersaing dengan sejumlah kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat.




Dalam pemeringkatan tersebut, Kota Padang berada di posisi pertama, disusul Kabupaten Limapuluh Kota sebagai juara kedua, Kota Pariaman juara ketiga, Kabupaten Sijunjung juara keempat, Kabupaten Solok Selatan juara kelima, dan Kota Payakumbuh juara keenam.




Sekdako Padang Raju Minropa menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Padang dalam mengembangkan ekonomi syariah.




“Alhamdulillah. Upaya Pemerintah Kota Padang untuk mengembangkan ekonomi syariah mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,” ujar Raju.




Ia menilai penghargaan tersebut sekaligus menjadi penyemangat bagi Pemerintah Kota Padang untuk terus memperkuat program-program pembangunan yang memiliki keterkaitan dengan nilai keagamaan dan budaya.




Raju berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah predikat, tetapi dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas dan kesinambungan pengembangan ekonomi syariah di Kota Padang.



“Mudah-mudahan anugerah ini sekaligus menjadi bukti konkret dari visi Kota Padang yang diusung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang yang menyelaraskan kota yang maju namun tetap berlandaskan kepada agama dan budaya,” katanya.




Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan Kota Padang diarahkan untuk berjalan beriringan dengan karakter masyarakat dan identitas daerah. Kemajuan ekonomi dan modernisasi kota diharapkan tidak menghilangkan nilai-nilai agama serta budaya yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Minangkabau.




Pengembangan ekonomi syariah pun memiliki ruang yang luas. Tidak hanya berkaitan dengan sektor keuangan syariah, tetapi juga menyentuh aktivitas ekonomi masyarakat, penguatan pelaku usaha, pengembangan produk halal, peningkatan literasi ekonomi syariah, serta penciptaan ekosistem usaha yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.




Karena itu, keberhasilan Kota Padang meraih peringkat pertama Anugerah Adinata Syariah Sumatera Barat menjadi momentum untuk memperluas manfaat ekonomi syariah hingga ke lapisan masyarakat.




Prestasi tersebut juga menambah deretan capaian Kota Padang di tengah agenda pembangunan kota yang terus digenjot pemerintah daerah. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir, nilai agama dan budaya diposisikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan Kota Padang yang maju.




Momentum penyerahan penghargaan yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga memberikan makna tersendiri. Di hari ketika bangsa Indonesia memperingati kemerdekaan, Kota Padang menerima pengakuan atas upayanya membangun fondasi ekonomi yang diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.




Penghargaan tersebut pada akhirnya bukan sekadar simbol keberhasilan pemerintah daerah, melainkan juga tantangan untuk menjaga konsistensi. Predikat Terbaik 1 harus menjadi pemacu agar pengembangan ekonomi syariah di Kota Padang semakin inklusif, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan masyarakat.



Dengan capaian ini, Kota Padang menunjukkan bahwa cita-cita menjadi kota yang maju dapat berjalan seiring dengan penguatan agama dan budaya. Sebuah arah pembangunan yang menempatkan kemajuan bukan hanya pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada nilai, kebermanfaatan, dan kualitas kehidupan masyarakat. (***)

Padang, Lintasmedia News- Sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, SH., mengikuti mengikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kuranji, Senin dini hari (17/8/2026).


Kegiatan itu dipimpin Wali Kota Padang Fadly Amran. Selain Mastilizal Aye, hadir juga Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo, Dandim 0312/Padang Kolonel Inf Ferry Adianto, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Perwakilan Kejaksaan Negeri Padang dan Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang.


Mastilizal Aye menegaskan ketika diwawancarai awak media, Selasa, 18 Agustus 2026 mengharapkan, Apel Kehormatan dan Renungan Suci bukan sekedar sereminial belaka mengingat jasa-jasa pahlawan dan pejuang kemerdekaan.


"Bagi saya ini sekaligus ziarah, karena di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kuranji ini juga dimakamkan ayah saya. Tapi ingin mendorong semua pihak, terutama Pemko Padang untuk memperhatikan anak-anak pahlawan dan penjuang kemerdekaan yang sedang mengalami kesusahan," kata politisi Partai Gerindra ini.


Dikatakannya, perhatian itu sebenarnya bukan saja bagi Pemko, tetapi semua pihak, termasuk para pengusaha dan anggota dewan itu sendiri.


"Kita merasa miris, masih ada anak kurang mampu yang tidak melanjutkan pendidikannya karena ketiadaan biaya. Ini masalah kita bersama yang harus kita pikirkan," cakapnya.


Semua pihak, kata pria yang akrab disapa Aye ini, juga harus mengisi kemerdekaan ini sesuai yang diperjuangkan para pahlawan dan para pejuang kemerdekaan.


"Jangan ada lagi pungli dan parkir liar, misalnya. Jangan ada lagi lalai dalam pelayanan. Kita harus bekerja maksimal sesuai profesi kita masing-masing untuk membangun Indonesia," cakap alumnus SMA Negeri 5 Padang ini


Bagi Aye, kemerdekaan itu harus di nikmati oleh semua anak bangsa, jangan ada lagi masyarakat miskin tidak bisa berobat, jangan ada lagi anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah, jangan ada lagi orang tua tinggal digubuk yang tidak layak, jangan ada lagi atlet berprestasi yg tidak dihargai dan berhenti berprestasi karena tidak ada biaya.


"Jangan ada lagi warga yg tidak nyaman hidup di negri ini, karena dipalak ketika parkir, dipakuk katika bayar makanan, dijamret karena sedang berkendaraan, jangan ada lagi guru tidak nyaman ketika mau kesekolah, jangan ada lagi inrimidasi kepada kepala sekolah dan guru-guru oleh kepala dinas. Karena sesungguhnya kemerdekaan itu, ketenangan katika beraktifitas," kata anak buah Prabowo ini. (*)


Editor: Zamri Yahya, WU

 

Padang, Lintasmedia News- Sebagai Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion terus memperhatikan daerah pemilihannya (Dapil) Padang I, yaitu Koto Tangah. Misalnya melalui kegiatan olahraga.


"Alhamdulillah, pada hari ini kita melaksanakan turnamen Bola Voli Antar Kelurahan se-Kecamatan Koto Tangah melalui realisasi pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD," katanya pada acara pembukaan di Lapangan Bola Voli Jalan Heller RW 08, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Senin (17/8/2026).


Politisi PKS ini, menegaskan dukungan terhadap pembinaan olahraga yang bermuara pada peningkatan prestasi, terutama dalam menghadapi Porprov Sumbar XVI 2026. 


DPRD Kota Padang, kata mantan Ketua DPD PKS Kota Padang ini, berkomitmen mendukung penguatan pembinaan atlet dan kebutuhan olahraga agar target mempertahankan gelar juara umum dapat diwujudkan.


Acara dibuka oleh Wali Kota Padang Fadly Amran. Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi dukungan KONI Kota Padang, termasuk melalui pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD, yang dinilai penting untuk memastikan pembinaan olahraga berjalan berkelanjutan.


Fadly Amran menegaskan Pemerintah Kota (Pemko) Padang serius dalam memajukan olahraga, termasuk menyiapkan anggaran sekitar Rp38 miliar untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat (Porprov Sumbar) XVI pada Oktober 2026. 


Hadir pada kesempatan itu, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Muslim M. Yatim, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, Kepala Dispora Kota Padang, Eka Putra Buhari, serta Ketua KONI Kota Padang, Erianto, dan Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama, bersama Lurah se-Kecamatan Koto Tangah. (*)


Editor: Zamri Yahya, WU

 

Padang, Lintasmedia News- Sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang Buya Iskandar membuktikan dirinya memberikan support bagi atlet penyandang disabilitas yang akan berlaga pada Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026.


Hal itu tampak di acara audiensi Wali Kota Padang Fadly Amran dengan orang tua atlet penyandang disabilitas yang akan berlaga pada Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (17/8/2026).


Pada kesempatan itu mewakili rombongan, Buya Iskandar menyampaikan kontingen Sumbar dijadwalkan membawa 27 atlet ke Pesonas, dengan 10 atlet diantaranya berasal dari Kota Padang yang merupakan peraih medali emas dalam ajang Pekan Special Olympics Daerah (PeSODa) Sumbar 2024.


Ia menjelaskan, Pesonas merupakan ajang kompetisi bagi penyandang disabilitas intelektual yang diselenggarakan oleh Special Olympics Indonesia (SOIna).


“Cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Pesonas terdiri dari atletik, bulutangkis, tenis meja, sepak bola, renang, bola basket, serta bocce, futsal, senam ritmik, bola tangan, hingga bola voli, dan tari daerah," katanya.


Kejuaraan ini sekaligus menjadi momentum strategis untuk menyiapkan atlet-atlet terbaik Indonesia menuju Special Olympics World Games di Santiago, Chile, pada 2027.


Kompetisi ini juga dirangkai dengan Kongres Nasional Keluarga dan Pemuda SOIna, pelatihan kepemimpinan atlet, serta jaringan dukungan keluarga, seni budaya, dan gerakan revolusi inklusi," cakapnya. (*)


Editor: Zamri Yahya, WU

 

PADANG, Lintasmedia News– Semangat kebangsaan dan keberagaman budaya Nusantara mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di PT Semen Padang. Jajaran Direksi, Komisaris, dan pimpinan PT Semen Padang tampil mengenakan beragam pakaian adat Nusantara saat mengikuti upacara kemerdekaan di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin (17/8/2026).


Tidak sekadar memperkaya suasana peringatan kemerdekaan, keberagaman busana yang dikenakan para pimpinan perusahaan tersebut menjadi simbol persatuan dalam keberagaman, kebanggaan terhadap identitas bangsa, sekaligus penghormatan terhadap warisan budaya Indonesia.


Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, yang bertindak sebagai inspektur upacara, tampil dalam busana adat pria Minangkabau bernuansa merah. Ia mengenakan penutup kepala berhiasan warna kuning emas, baju merah dengan bordir dan ornamen emas, kain songket di bagian pinggang, serta celana merah pada bagian bawah.


Sementara itu, Direktur Keuangan PT Semen Padang Iskandar Z Lubis tampil mengenakan pakaian adat Aceh yang terdiri atas Baje Meukasah, celana Sileuweu, kain sarung, dan Meukeutop. Busana tersebut dilengkapi perlengkapan berupa rencong atau siwah dengan sulaman emas.


Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa mengenakan busana adat laki-laki Minangkabau dari Solok. Busana tersebut ditandai dengan penutup kepala saluak berwarna putih dan keemasan, baju hitam bersulam, hiasan pada bagian dada, serta kain songket atau selendang yang dikenakan di bagian pinggang.

Nuansa adat Minangkabau juga terlihat pada busana Komisaris Utama PT Semen Padang Prof. Werry Darta Taifur. Ia mengenakan pakaian datuk Minangkabau yang terdiri atas baju hitam, saluak merah keemasan, sasampiang yang disilangkan dari bahu ke arah pinggang, sarawa hijau gelap, cawek, serta perlengkapan adat di bagian pinggang. Keris dan tongkat yang dikenakannya semakin memperkuat karakter busana yang merepresentasikan kedudukan adat tersebut.


Komisaris PT Semen Padang Resiya Syafri tampil dalam busana perempuan Minangkabau dengan karakter kuat Bundo Kanduang atau Limpapeh Rumah Nan Gadang. Ia mengenakan tingkuluak, baju batabue, salempang, lambak, serta sejumlah perhiasan tradisional.


Sementara itu, Komisaris PT Semen Padang Ilham Aldelano Azre mengenakan busana adat Minangkabau dengan dominasi warna hitam, lengkap dengan saluak dan perlengkapan busana adat lainnya.


Keberagaman busana juga terlihat dari jajaran pengurus Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP) yang tampil mengenakan baju basiba. Sementara itu, staf pimpinan PT Semen Padang tampil lebih variatif dengan mengenakan busana Melayu, datuk, dan demang.


Kemerdekaan Dimaknai sebagai Semangat Perjuangan


Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengajak seluruh insan perusahaan menjadikan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum untuk bangkit, memperkuat daya saing, dan merebut kembali kepercayaan pasar.


Pri menegaskan, peringatan kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi pengingat terhadap perjuangan, keberanian, dan pengorbanan para pahlawan dalam merebut sekaligus mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


Menurutnya, 81 tahun lalu para pejuang bangsa disatukan oleh satu tekad: Indonesia harus merdeka. Semangat yang sama, kata dia, harus diteruskan oleh generasi saat ini melalui kerja keras, keberanian menghadapi tantangan, dan pengabdian terbaik sesuai bidang masing-masing.


“Bagi kita, insan PT Semen Padang, medan perjuangan itu adalah menjaga, mempertahankan, dan membesarkan perusahaan yang kita cintai. Kita bukan sekadar berbicara tentang pabrik, produksi, penjualan, atau target RKAP,” kata Pri.


Ia mengatakan, perjuangan insan PT Semen Padang saat ini adalah memastikan perusahaan tetap tumbuh, sehat, kompetitif, dan mampu memberikan manfaat yang luas. Karena itu, setiap karyawan harus memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab yang kuat terhadap keberlangsungan perusahaan.


PT Semen Padang, lanjut Pri, bukan sekadar entitas bisnis. Sebagai perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang berdiri sejak 1910, PT Semen Padang merupakan bagian dari aset bangsa sekaligus warisan industri nasional yang telah hadir jauh sebelum Republik Indonesia berdiri.


Lebih dari satu abad perjalanan telah membawa PT Semen Padang melewati berbagai perubahan zaman, dinamika ekonomi, krisis, pandemi, hingga proses transformasi perusahaan. Kemampuan bertahan dan beradaptasi menghadapi berbagai tantangan tersebut menjadi bukti bahwa perusahaan memiliki fondasi, pengalaman, aset, serta sumber daya manusia yang kuat.


Karena itu, seluruh insan perusahaan diminta tidak takut menghadapi perubahan. Dinamika industri semen, persaingan pasar yang semakin ketat, perkembangan teknologi, serta perubahan kebutuhan konsumen harus dijawab dengan keberanian beradaptasi dan menghadirkan inovasi.


“Kita memiliki sejarah panjang, pengalaman, aset, dan sumber daya manusia yang kuat. Yang paling penting, kita memiliki semangat untuk terus berjuang, menghadapi tantangan, dan bangkit bersama,” ujarnya.


Drama Perjuangan Semarakkan Upacara


Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya terasa melalui upacara bendera. Peserta juga disuguhi pertunjukan drama teatrikal oleh Semen Padang School yang mengangkat kisah perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.


Melalui gerak, dialog, dan adegan perjuangan, para pelajar mengajak peserta upacara kembali mengenang besarnya pengorbanan para pendahulu bangsa. Penampilan tersebut mendapat perhatian peserta karena tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan tentang patriotisme, keberanian, persatuan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.


Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran anak-anak TK Semen Padang yang mengenakan pakaian adat Minangkabau. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri sekaligus menjadi bagian dari upaya mengenalkan budaya daerah dan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini.


SPORTALYMPIC 2026 Resmi Ditutup


Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di PT Semen Padang juga dirangkai dengan penutupan SPORTALYMPIC PT Semen Padang 2026, yang menjadi puncak kompetisi olahraga antarkontingen di lingkungan perusahaan.


Pri menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, pendukung, dan pihak yang telah berkontribusi menyukseskan SPORTALYMPIC 2026. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak hanya diukur dari terselenggaranya pertandingan maupun lahirnya para juara, tetapi juga dari tumbuhnya kebersamaan, kekompakan, sportivitas, dan semangat gotong royong.


“Selamat kepada juara umum SPORTALYMPIC 2026. Kepada seluruh peserta, terima kasih atas semangat, kekompakan, dan sportivitas yang telah ditunjukkan,” katanya.


Pri berharap nilai-nilai positif yang tumbuh selama SPORTALYMPIC dapat terus dibawa ke lingkungan kerja. Kekompakan yang terbangun di lapangan olahraga, menurutnya, harus menjadi energi untuk memperkuat kolaborasi dalam menyelesaikan pekerjaan dan menghadapi berbagai tantangan perusahaan.


Ia juga mengajak seluruh insan perusahaan menjaga persatuan dan semangat kebersamaan. Dengan kekuatan tersebut, PT Semen Padang diyakini mampu bergerak lebih cepat untuk menjadi perusahaan yang semakin kuat dan maju.


“Inilah saatnya kita berdiri tegak, bergerak serentak, dan bekerja tanpa ragu. Inilah saatnya kita menyatukan tekad dan mengatakan bersama-sama: Bangkitlah Semen Padang! Dirgahayu Republik Indonesia! Semen Padang bangkit, Semen Padang jaya, merdeka!” serunya.


Perlombaan Kemerdekaan, Kebersamaan, dan Solidaritas


Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlanjut setelah upacara dan penutupan SPORTALYMPIC 2026 melalui berbagai perlombaan khas kemerdekaan di Lapangan Cubadak, Indarung.


Sejumlah permainan seperti goyang bola, menyusun puzzle, dan lempar bola diikuti dengan penuh antusias oleh karyawan PT Semen Padang dan APLP serta anggota FKIKSP.


Sebelum perlombaan dimulai, seluruh peserta mengikuti momen mengheningkan cipta dan doa bersama sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap warga yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Indonesia.(*)

 

Padang, Lintasmedia News— Kota Padang kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Setelah melewati serangkaian tahapan penilaian, Kota Padang berhasil menembus enam besar nominasi terbaik nasional dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Daerah Tahun 2026.


Posisi tersebut kini memasuki tahapan penting. Tim uji petik dari pemerintah pusat turun langsung ke Kota Padang untuk memastikan bahwa berbagai inovasi, komitmen, serta capaian pelayanan perizinan dan investasi yang dipaparkan sebelumnya benar-benar berjalan dalam praktik.


Uji petik tersebut berlangsung di Gedung Putih, Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Kamis (13/8/2026).

Kedatangan tim uji petik disambut langsung Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta perwakilan pelaku usaha di Kota Padang.


Tim penilai terdiri atas Dannu Idris dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Eduardo Edwin Ramda dari Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), M. S. Prasetyo dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Satrio dari PT Surveyor Indonesia.


Tahapan ini menjadi momentum penting bagi Pemko Padang. Sebab, masuknya Padang ke enam besar bukanlah hasil yang diperoleh secara instan. Sebelumnya, Kota Padang telah melewati proses penilaian mandiri, verifikasi, validasi lapangan hingga akhirnya ditetapkan sebagai salah satu nomine terbaik nasional.


Eduardo Edwin Ramda menjelaskan, setelah tahapan uji pemaparan dilakukan pada pekan sebelumnya, tim kini melanjutkannya dengan uji petik di lapangan.


“Setelah uji pemaparan pekan lalu, hari ini kita lanjutkan dengan uji petik. Harapannya, kegiatan ini dapat menggambarkan implementasi dan percepatan pelayanan perizinan berusaha di daerah,” ujar Eduardo.


Menurutnya, keberhasilan Padang masuk enam besar dari sekitar 500 lebih kabupaten/kota di Indonesia menunjukkan adanya komitmen kuat pemerintah daerah dalam membangun kualitas pelayanan perizinan sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif.


Namun, bagi tim penilai, masuk nominasi bukanlah akhir dari proses. Justru, tahapan uji petik menjadi ruang untuk melihat secara langsung sejauh mana kebijakan dan inovasi yang disampaikan dalam pemaparan benar-benar diterapkan.


“Masuknya Kota Padang sebagai nomine menunjukkan komitmen Pemko Padang dalam meningkatkan kualitas layanan perizinan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif,” katanya.


Ia berharap Padang mampu menunjukkan kinerja terbaik sehingga tidak hanya berhenti sebagai nomine, tetapi mampu meraih predikat best of the best melalui pelayanan yang mudah, cepat, transparan, dan mampu mendukung percepatan investasi.

Pelayanan Mudah Jadi Kunci

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan bahwa Pemko Padang tidak ingin menjadikan penghargaan sebagai tujuan utama.


Menurutnya, capaian enam besar nasional justru harus menjadi pemacu bagi seluruh jajaran pemerintahan untuk terus membenahi kualitas pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha.


“Kami tidak ingin penghargaan hanya menjadi tujuan. Yang paling penting, ini menjadi motivasi bagi kami untuk semakin terpacu memberikan pelayanan terbaik kepada siapa pun, terutama calon-calon investor yang masuk ke Kota Padang,” tegas Maigus.


Ia menyebut, kemudahan berusaha dan investasi merupakan salah satu bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Karena itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan agar investasi yang masuk ke Padang memperoleh kepastian pelayanan sejak tahap awal.


“Konsep kita adalah sinergi dan kolaborasi untuk investasi. Kita ingin Padang menjadi kota yang terbuka bagi dunia, sehingga potensi yang kita miliki bisa dikembangkan dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Padang Melayani Jadi Mesin Penggerak

Komitmen tersebut juga diarahkan melalui Program Unggulan (Progul) Padang Melayani.


Pemko Padang terus berupaya membangun sistem pelayanan yang semakin cepat, mudah dan responsif, sekaligus menyiapkan berbagai potensi daerah agar mampu menjadi daya tarik investasi.


Sejumlah sektor strategis menjadi perhatian, mulai dari pengembangan kawasan wisata, revitalisasi pasar dan penguatan UMKM hingga optimalisasi potensi kawasan Pelabuhan Teluk Bayur.


Di sisi lain, digitalisasi pelayanan juga terus didorong untuk memangkas hambatan birokrasi dan memberikan akses yang lebih mudah kepada masyarakat maupun pelaku usaha.


Bagi dunia usaha, pelayanan yang cepat dan pasti bukan sekadar persoalan administratif. Kepastian proses perizinan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keputusan investasi.


Karena itu, Pemko Padang berupaya memastikan pelayanan perizinan tidak hanya memenuhi aspek regulasi, tetapi juga mampu memberikan pengalaman pelayanan yang sederhana, transparan dan memiliki kepastian waktu.


Mengincar Posisi Nomor Satu

Dengan telah masuk enam besar nasional, persaingan Padang kini semakin ketat. Maigus pun mengungkapkan harapan agar Kota Padang mampu mengakhiri seluruh rangkaian penilaian dengan hasil terbaik.


Ia bahkan menyampaikan pesan Wali Kota Padang bahwa dalam sebuah kompetisi, target akhirnya bukan sekadar masuk nominasi.


“Kata Pak Wali, yang juara itu cuma satu yaitu nomor satu. Mudah-mudahan Padang mendapat hadiah menjadi kota terbaik di Indonesia dari segi pelayanan dan fasilitasi terhadap investasi,” kata Maigus.


Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Pemko Padang tidak ingin berpuas diri dengan status enam besar.


Capaian tersebut justru dipandang sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa reformasi pelayanan publik dan kemudahan investasi yang dibangun di Kota Padang mampu bersaing dengan daerah-daerah terbaik lainnya di Indonesia.

Dinilai Berdasarkan Regulasi dan Implementasi

Eduardo menjelaskan, proses penilaian kinerja PTSP dan PPB Daerah Tahun 2026 mengacu pada Peraturan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 2 Tahun 2022 serta petunjuk teknis dalam Keputusan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 134 Tahun 2023.


Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian adalah komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan kemudahan perizinan berusaha berbasis risiko sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.


Artinya, penilaian tidak semata-mata melihat dokumen maupun paparan pemerintah daerah, tetapi juga bagaimana sistem tersebut diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha.


Kehadiran perwakilan pelaku usaha dalam kegiatan uji petik menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran mengenai kualitas pelayanan yang diterima secara langsung.


Bagi Kota Padang, tahapan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa berbagai program, inovasi dan komitmen yang selama ini dibangun bukan sekadar konsep di atas kertas.


Dari Pelayanan ke Pertumbuhan Ekonomi

Masuknya Padang dalam enam besar nasional memiliki arti lebih luas daripada sekadar persaingan memperoleh penghargaan.


Kualitas PTSP dan percepatan pelaksanaan berusaha berkaitan erat dengan bagaimana sebuah daerah membangun ekosistem ekonomi yang sehat.

Ketika perizinan semakin sederhana, transparan dan pasti, hambatan bagi pelaku usaha dapat ditekan. Pada akhirnya, kondisi tersebut diharapkan mendorong semakin banyak aktivitas ekonomi, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Karena itu, uji petik di Kota Padang menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana pemerintah daerah mampu menghadirkan pelayanan publik yang benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.


Kini, setelah melewati berbagai tahapan penilaian dan berhasil menembus enam besar dari ratusan kabupaten/kota di Indonesia, Padang tinggal menunggu hasil akhir.


Targetnya jelas: bukan hanya mempertahankan posisi sebagai nomine, tetapi melangkah lebih jauh untuk merebut predikat terbaik nasional dalam pelayanan PTSP dan percepatan pelaksanaan berusaha.


Jika target tersebut terwujud, prestasi itu bukan hanya menjadi kebanggaan Pemko Padang, tetapi juga menjadi pesan kuat bahwa Kota Padang siap membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi dengan pelayanan yang cepat, mudah, transparan dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. (***)

Padang, Lintasmedia News — Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kota Padang kembali diuji untuk menunjukkan sejauh mana program-programnya benar-benar hidup dan berdampak pada masyarakat.


Bukan sekadar kompetisi administratif, Kompetisi Koordinator Dasawisma dan Eksposisi Gerakan PKK 2026, Kompetisi Dasawisma Terbaik, diarahkan sebagai wadah untuk mengukur kerja nyata para kader dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, sejahtera, dan berkualitas.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Tim Mobilisasi PKK (TP-PKK) Kota Padang, Dian Puspita, di Balai Kota Padang, Kamis (13/8/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Lapangan I TP-PKK Kota Padang Sri Hayati, Kepala DP3AP2KB Kota Padang Boby Firman, Sekretaris TP-PKK Kota Padang Vanny Sri Rezki, serta kader dan peserta dari berbagai wilayah di Kota Padang.


Sebanyak 11 desa yang mewakili 11 kecamatan ikut serta dalam tahap awal kompetisi ini.


Bagi Dian Puspita, kompetisi ini bukan hanya tentang siapa yang akan keluar sebagai juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat secara objektif bagaimana sepuluh program dasar PKK diimplementasikan, dikembangkan, dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.


"Melalui kegiatan ini, kita melihat sejauh mana program PKK telah diimplementasikan secara nyata, terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi keluarga dan masyarakat," kata Dian.

Bukan Hanya Administrasi

Dian menekankan bahwa evaluasi peserta tidak boleh berhenti pada kelengkapan dokumen atau kemampuan peserta untuk mempresentasikan program di depan tim evaluasi.


Menurutnya, keberhasilan Gerakan PKK harus dilihat dari aktivitas nyata di lapangan.


Mulai dari keterlibatan masyarakat, inovasi yang dilakukan oleh kader, keberlanjutan program, hingga dampak pada kehidupan keluarga harus menjadi bagian penting dari evaluasi.


Oleh karena itu, Dian mengingatkan semua peserta untuk tidak menggunakan kompetisi ini sebagai alasan untuk melakukan berbagai persiapan secara instan.


Hal ini mensyaratkan bahwa program dan data yang ditampilkan benar-benar mencerminkan kondisi sebenarnya.


"Jangan biarkan hal itu direkayasa dan diangkat hanya selama perlombaan. Jika itu direkayasa, Ayah dan Ibu sendirilah yang akan mendapat masalah ketika tim turun ke lapangan," tegasnya.


Pesan yang disampaikan menekankan bahwa perlombaan PKK bukanlah ajang untuk menciptakan citra sesaat. Sebaliknya, kompetisi ini diharapkan menjadi cerminan dari proses pembangunan yang telah dilakukan di tengah masyarakat.


Anggota PKK harus hadir untuk menjawab pertanyaan keluarga.

Dian menjelaskan, Gerakan PKK memiliki ruang lingkup yang sangat luas dalam pengembangan keluarga.

Sepuluh program dasar PKK tidak bisa hanya menjadi program di atas kertas. Program tersebut harus diterjemahkan ke dalam kegiatan yang mampu menjawab berbagai permasalahan masyarakat.


Dimulai dari pendidikan keluarga, kesehatan, pola pengasuhan anak, keberlanjutan lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.


Dengan demikian, keberadaan kader PKK diharapkan benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam membantu keluarga meningkatkan kualitas hidup.


"Gerakan PKK harus terus hadir sebagai solusi untuk berbagai masalah keluarga, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, pengasuhan anak, keberlanjutan lingkungan, dan sektor ekonomi," katanya.


Menurut Dian, kader PKK merupakan salah satu kekuatan penting dalam membangun kesadaran masyarakat dari tingkat paling dasar, yaitu keluarga.


Ketika sebuah keluarga memiliki ketahanan yang baik, maka fondasi pembangunan masyarakat akan menjadi lebih kuat.


Dasawisma bukan hanya sekadar kantor catatan sipil keluarga.

Dian juga memberikan perhatian khusus pada kelompok Dasawisma.


Menurutnya, koordinator Dasawisma memiliki posisi strategis karena ia berhubungan langsung dengan masyarakat di tingkat akar rumput.


Dasawisma tidak hanya menjalankan fungsi pengumpulan data keluarga. Lebih dari itu, kelompok ini menjadi salah satu penggerak utama di balik komunikasi, kerja sama timbal balik, penyampaian informasi pembangunan, serta pemantauan berbagai kondisi keluarga di lingkungannya.


Karena paling dekat dengan masyarakat, koordinator Dasawisma dinilai memiliki kemampuan untuk mengetahui masalah yang mungkin tidak selalu terlihat hanya dari data administratif saja.


"Kompetisi Koordinator Dasawisma Berprestasi ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mereka. Kami berharap dapat melahirkan koordinator yang inspiratif, inovatif, tertib secara administratif, komunikatif, dan menjadi panutan di masyarakat," kata Dian.

Ia berharap kompetisi ini tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga melahirkan kader-kader yang dapat menjadi teladan bagi lingkungan mereka masing-masing.


Tim Evaluasi diminta untuk bersikap objektif dan transparan.

Pada kesempatan itu, Dian juga menyampaikan pesan khusus kepada tim evaluasi.


Ia meminta agar seluruh proses evaluasi dilakukan secara objektif, profesional, transparan, dan bertanggung jawab.


Menurutnya, kualitas penilaian menentukan hasil akhir serta menentukan kualitas kader yang kelak akan dipercaya mewakili Kota Padang dalam kompetisi tingkat Provinsi Sumatera Barat.


Oleh karena itu, evaluasi harus benar-benar didasarkan pada fakta dan kondisi di lapangan.


Seharusnya tidak ada ruang untuk rekayasa data atau evaluasi yang hanya mempertimbangkan aspek tampilan.


"Yang kami cari bukanlah sekadar presentasi terbaik, tetapi presentasi yang benar-benar efektif dan memberikan dampak," menjadi semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.


11 Desa yang Bersaing, Lima Besar Akan Turun ke Lapangan

Sekretaris TP-PKK Kota Padang, Vanny Sri Rezki, menjelaskan bahwa tahapan kompetisi dimulai dengan sebuah pameran yang diikuti oleh 11 perwakilan desa dari 11 kecamatan.


Proses evaluasi berlangsung selama dua hari dengan materi yang mencakup sesi pengenalan serta wawancara mendalam di berbagai bidang.


Namun, persaingan tidak berhenti pada level presentasi.


Setelah tahap pengenalan selesai, tim evaluasi akan melakukan penyaringan hingga diperoleh lima peserta terbaik.


Kelima peserta tersebut kemudian akan menjalani survei langsung di lapangan pada bulan September.


"Setelah tahap ekspo desa ini, kami akan melakukan penyaringan hingga lima besar terpilih untuk melakukan survei lapangan pada bulan September. Juara pertama nantinya akan mewakili Kota Padang di tingkat provinsi tahun depan," jelas Vanny.


Tahapan-tahapan tersebut membuat evaluasi menjadi lebih komprehensif. Peserta tidak hanya dituntut untuk dapat menjelaskan program tersebut, tetapi juga harus siap menunjukkan bukti implementasi dan dampaknya ketika tim evaluasi datang langsung ke lokasi.

Jangan Berhenti Setelah Balapan

Vanny berharap momentum dari perlombaan ini dapat menjadi pemicu agar pembangunan PKK dapat dilakukan secara berkelanjutan.


Menurutnya, praktik baik dan inovasi yang muncul dari setiap desa tidak boleh berhenti setelah kompetisi berakhir.


Di sisi lain, setiap inovasi yang terbukti berhasil perlu didokumentasikan dan kemudian dapat diterapkan di wilayah lain.


Dengan cara itu, kompetisi tersebut tidak hanya menghasilkan satu juara, tetapi juga menghasilkan banyak praktik baik yang dapat memperkuat Gerakan PKK di seluruh Kota Padang.


Harapannya adalah semangat pembangunan tidak hanya muncul saat agenda kompetisi diadakan, tetapi menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari PKK.


Dari Kompetisi ke Gerakan Bersama

Dian mengajak seluruh jajaran TP-PKK di tingkat kecamatan dan desa untuk mengubah cara pandang mereka terhadap ras.


Konstruksi tidak bisa dilakukan secara musiman hanya karena ada penilaian.


Setiap inovasi, keberhasilan, dan masalah yang ditemukan di lapangan harus dievaluasi untuk meningkatkan gerakan PKK secara berkelanjutan.


"Mari kita manfaatkan momen ini untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan kualitas kader, dan menghidupkan kembali semangat kerja sama antar keluarga guna menciptakan keluarga Kota Padang yang sehat, sejahtera, mandiri, dan berkualitas," ajaknya.


Dengan semangat tersebut, diharapkan Kompetisi Gerakan PKK Tingkat Kota Padang 2026 dan Koordinator Dasawisma tidak akan berhenti sebagai agenda tahunan untuk mencari juara.


Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi alat ukur sekaligus pendorong bagi gerakan pemberdayaan keluarga agar lebih dekat dengan masyarakat, lebih inovatif, dan lebih nyata manfaatnya.


Karena pada akhirnya, keberhasilan PKK tidak ditentukan oleh jumlah penghargaan yang diterimanya, tetapi oleh seberapa besar perubahan positif yang dapat dibawanya bagi keluarga dan lingkungan di Kota Padang. (***)

 

PADANG, Lintasmedia News– Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP) terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lingkungan anggotanya agar mampu naik kelas dan bersaing di era digital. Setelah memperkuat aspek legalitas dan kualitas produk, FKIKSP kini membekali 30 pelaku UMKM dengan keterampilan pemasaran digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).


Pembekalan yang digelar pada 5-6 Agustus 2026 dengan tema "Digital Marketing Training for UMKM: AI for Selling and TikTok Live Mastery" tersebut, menghadirkan praktisi digital marketing Arizi Utama sebagai narasumber itu diikuti pelaku usaha dari berbagai bidang, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Penasihat FKIKSP, Nilda Pri Gustari Akbar. Kehadiran istri Direktur Utama PT Semen Padang tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas pelaku UMKM anggota FKIKSP dalam menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang bisnis di era digital.


Dalam sambutannya, Nilda mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan bagi istri karyawan PT Semen Padang yang menjalankan usaha. Program itu dirancang untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing pelaku UMKM di tengah perkembangan teknologi serta perubahan perilaku konsumen.

Menurutnya, program pembinaan UMKM yang dijalankan FKIKSP disusun secara bertahap, mulai dari penguatan fondasi usaha hingga perluasan pasar. Pada tahun sebelumnya, FKIKSP telah memfasilitasi anggotanya dalam memenuhi berbagai aspek legalitas usaha, seperti penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT), dan sertifikasi halal.


Selain itu, para pelaku UMKM juga mendapatkan pelatihan fotografi produk agar mampu menghasilkan materi visual yang lebih menarik untuk mendukung kegiatan promosi. “Pada tahun ini, pembinaan dilanjutkan dengan penguatan kemampuan pemasaran digital. Fokus pelatihan diarahkan pada pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten promosi serta optimalisasi TikTok Live sebagai sarana pemasaran dan penjualan secara langsung,” kata Nilda.


Nilda berharap kemampuan memanfaatkan teknologi dapat membantu UMKM anggota FKIKSP memperluas jangkauan pasar, meningkatkan nilai produk, serta menciptakan usaha yang lebih berkelanjutan. Karena, kemampuan menggunakan media digital, khususnya teknologi berbasis AI, telah menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM. 


"Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat menuntut pelaku usaha untuk terus belajar, beradaptasi, dan menemukan cara baru dalam menjangkau konsumen. Sebab, pemasaran digital tidak hanya membuka peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas, tapi juga dapat membantu meningkatkan daya saing, memperkuat identitas merek, dan membangun kepercayaan konsumen," ujarnya.


Nilda juga menyampaikan bahwa digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan. Namun demikian, Nilda menegaskan strategi pemasaran luring dan daring harus berjalan secara beriringan. "Dengan strategi tersebut, pelaku UMKM dapat mempertahankan konsumen yang telah dimiliki sekaligus menjangkau pasar baru melalui media sosial dan platform perdagangan elektronik," tuturnya.


Sementara itu, Arizi Utama menjelaskan bahwa identitas merek merupakan salah satu fondasi penting dalam pemasaran. Pelaku UMKM perlu memiliki karakter produk yang kuat dan jelas agar mudah dikenali serta dapat dibedakan dari produk sejenis di pasaran. Menurutnya, media sosial juga harus dikelola secara terencana dan konsisten, bukan sekadar menjadi tempat untuk mengunggah foto produk. 


Konten yang dipublikasikan harus mampu memberikan informasi, membangun kedekatan dengan audiens, serta mendorong calon konsumen mengambil keputusan pembelian. “Konten harus memiliki tujuan yang jelas. Selain memperkenalkan produk, konten juga perlu membangun hubungan dan kepercayaan dengan calon konsumen,” kata Arizi.


Dalam pelatihan tersebut, Arizi turut memperkenalkan pemanfaatan AI untuk mempercepat proses produksi konten pemasaran. Teknologi itu dapat digunakan untuk mencari ide, menyusun konsep promosi, membuat naskah, merancang kalender konten, hingga menyesuaikan pesan pemasaran dengan karakter target konsumen.


Meski demikian, Arizi mengingatkan bahwa penggunaan AI tetap harus disertai pemahaman terhadap karakter produk dan kebutuhan pelanggan. Pelaku usaha harus mampu mengolah hasil yang diberikan teknologi agar tetap akurat, memiliki sentuhan personal, dan sesuai dengan identitas merek.


Pelatihan berlangsung interaktif dan mendapatkan respons positif dari para peserta. Para peserta memperoleh berbagai materi, mulai dari penyusunan strategi digital marketing, penguatan branding, optimalisasi media sosial, hingga pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten promosi yang menarik dan relevan.


Selain itu, peserta dibekali pemahaman tentang cara membangun interaksi dan kepercayaan konsumen melalui komunikasi pemasaran digital. Mereka tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mengikuti praktik penjualan langsung melalui platform e-commerce, khususnya TikTok Live.


Peserta juga diajak memahami perilaku konsumen di era digital sebagai dasar dalam menyusun strategi penjualan. Pemahaman tersebut diperlukan agar pesan promosi, pemilihan platform, dan cara berinteraksi dengan pelanggan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar.


Salah seorang peserta yang menjalankan usaha kuliner mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usahanya. “Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang cara memanfaatkan AI untuk membuat konten promosi dengan lebih cepat dan menarik. Kami juga menjadi lebih percaya diri untuk mulai berjualan melalui TikTok Live dan platform digital lainnya,” ujarnya.


Melalui pelatihan ini, FKIKSP berharap para istri karyawan yang menjalankan UMKM semakin siap menghadapi transformasi digital. Penguasaan teknologi diharapkan dapat membantu mereka memperluas jangkauan pasar, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperkuat daya saing usaha di tengah kompetisi yang semakin ketat.


Peningkatan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha juga diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian keluarga. Dengan pengelolaan yang baik, UMKM dapat berkembang menjadi sumber pendapatan berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.


Dengan pembinaan yang konsisten, FKIKSP menargetkan UMKM anggotanya tidak hanya mampu naik kelas, tetapi juga tumbuh menjadi usaha yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Dalam jangka panjang, UMKM binaan tersebut diharapkan mampu memperluas pasar dari tingkat lokal ke nasional, bahkan memiliki kesiapan untuk menembus pasar global.(*)

 

Padang, Lintasmedia News- Komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah mulai menunjukkan hasil. Kota Padang berhasil menembus enam besar nominasi Anugerah Adinata Syariah 2026, sebuah ajang yang menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah.


Penilaian nominasi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Istana Gubernur Sumatera Barat, Rabu (12/8/2026), dipimpin langsung Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi. Dalam agenda tersebut, Pemerintah Kota Padang diwakili Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir bersama Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Indra Noveri, serta Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kota Padang Muhammad Sobri.

Masuknya Padang dalam enam besar bukanlah capaian yang berdiri sendiri. Kota Padang harus bersaing dengan lima daerah lainnya yang juga masuk nominasi, yakni Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan, Kota Pariaman, dan Kota Payakumbuh.


Di hadapan tim penilai, Pemerintah Kota Padang memaparkan berbagai kebijakan, program, serta langkah konkret yang telah dilakukan untuk membangun ekonomi dan keuangan syariah. Penguatan tersebut tidak hanya diarahkan pada sektor pemerintahan, tetapi juga menyentuh pelaku usaha, UMKM, lembaga pendidikan, masjid dan musala hingga optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf.


Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah merupakan bagian penting dari arah pembangunan Kota Padang.


Menurutnya, komitmen tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat, yang turut menjadi landasan dalam memperkuat karakter pembangunan daerah berbasis nilai-nilai masyarakat Sumatera Barat.


“Komitmen ini juga sudah tergambar dari kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang bersama DPRD Kota Padang. Ketika ada efisiensi anggaran, dukungan terhadap program keagamaan dan keuangan syariah tidak,” ujar Maigus.


Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak ditempatkan sebagai program pelengkap. Sebaliknya, sektor tersebut tetap mendapat perhatian di tengah berbagai tantangan fiskal dan kebutuhan efisiensi anggaran pemerintah daerah.

Dari Konsep Beranjak ke Aksi

Maigus menyebut, optimisme Kota Padang untuk meraih Anugerah Adinata Syariah 2026 cukup besar. Alasannya, program yang dijalankan pemerintah daerah tidak lagi berhenti pada tataran gagasan atau perencanaan.


“Kita sangat optimistis mendapatkan penghargaan ini, karena kita tidak lagi berada pada tataran konsep atau pemikiran, tetapi sudah masuk kepada action. Kita sudah memulai dengan langkah-langkah konkret dan sekaligus memberikan dukungan pendanaan untuk pengembangan tersebut,” tegasnya.


Salah satu instrumen penting dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kota Padang adalah keberadaan KDEKS Kota Padang. Lembaga tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem ekonomi syariah.


Penguatan juga dilakukan melalui sektor pendidikan serta masjid dan musala. Salah satu program unggulan yang menjadi bagian dari pendekatan tersebut adalah Smart Surau, yang diarahkan tidak hanya sebagai sarana penguatan kehidupan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan masyarakat.


Dengan pendekatan tersebut, pengembangan ekonomi syariah diharapkan tidak hanya berbicara tentang transaksi dan lembaga keuangan, tetapi juga menyentuh peningkatan kapasitas masyarakat, literasi, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan kelembagaan di tingkat akar rumput.

Perhatian pada UMKM dan Produk Halal

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Padang Indra Noveri memaparkan sejumlah bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.


Salah satunya adalah dukungan anggaran untuk mempercepat proses sertifikasi halal, Standar Nasional Indonesia (SNI), serta legalitas usaha bagi pelaku usaha.


Langkah ini dinilai penting karena legalitas dan sertifikasi menjadi salah satu fondasi bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing produknya. Dengan sertifikasi dan legalitas yang lebih baik, pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.


Dukungan Pemko Padang juga diwujudkan melalui hibah sebidang tanah untuk Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Sumatera Barat.


Selain itu, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan UMKM halal, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, membangun konsep kota wakaf, serta mengoptimalkan potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf.


Rangkaian kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa ekonomi syariah di Padang coba dibangun melalui pendekatan ekosistem. Pemerintah tidak hanya mendorong pertumbuhan sektor keuangan, tetapi juga berupaya menghubungkan sektor tersebut dengan UMKM, produk halal, pendidikan, filantropi Islam, serta pemberdayaan masyarakat.

Enam Daerah Berebut Pengakuan

Anugerah Adinata Syariah 2026 menjadi momentum untuk melihat sejauh mana pemerintah daerah di Sumatera Barat mampu menerjemahkan potensi ekonomi syariah menjadi kebijakan dan program nyata.


Enam daerah yang masuk nominasi tahun ini memiliki karakter dan strategi masing-masing dalam mengembangkan ekonomi serta keuangan syariah.


Kota Padang sendiri membawa sejumlah program dan kebijakan yang telah berjalan sebagai bahan penilaian. Kehadiran KDEKS, dukungan terhadap sertifikasi halal dan legalitas usaha, pengembangan UMKM halal, peningkatan literasi keuangan syariah, program Smart Surau, hingga penguatan zakat, infak, sedekah dan wakaf menjadi bagian dari materi yang dipaparkan.


Proses penilaian dilakukan oleh tim yang terdiri dari sejumlah unsur, yakni Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, BPJPH Provinsi Sumatera Barat, Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat, serta Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang.


Keterlibatan berbagai unsur tersebut membuat penilaian tidak hanya melihat keberadaan program di atas kertas, tetapi juga bagaimana kebijakan tersebut diterapkan dan memberikan dampak bagi masyarakat.


Bagi Kota Padang, masuk enam besar menjadi bukti awal bahwa langkah yang selama ini dilakukan mulai mendapatkan perhatian. Namun, bagi Maigus Nasir, penghargaan bukanlah tujuan akhir.


Yang lebih penting adalah memastikan ekonomi dan keuangan syariah benar-benar tumbuh sebagai bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat Kota Padang.


Sebab, ketika sertifikasi halal semakin mudah dijangkau pelaku UMKM, literasi keuangan syariah semakin meningkat, wakaf dapat dikelola secara produktif, zakat semakin optimal, dan masyarakat semakin memiliki akses terhadap layanan keuangan syariah, maka penghargaan hanyalah konsekuensi dari sebuah proses pembangunan yang berjalan.


Kini, Padang tinggal menunggu hasil akhir penilaian. Namun satu hal telah ditunjukkan: ekonomi dan keuangan syariah di Kota Padang tidak lagi sebatas wacana, melainkan mulai diwujudkan melalui kebijakan, anggaran, kelembagaan, dan aksi nyata.

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.