Articles by "50Kota"

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batang anai Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukittinggi Dewan Pers Dharmasraya DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai FJPI Sumbar HPN 2022 Jakarta Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Kayu Agung Kepulauan Meranti Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk Linggau Mentawai Meranti Miranti Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Painan Pariaman Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Selatan Pessel PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang PWI PWI Sumbar Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Sawahlunto Selat panjang Semen Padang Semen Padang.. Sijunjung SMSI Solok Solok Selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel sungai sarik TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok
Showing posts with label 50Kota. Show all posts

Acara penyerahan 105 unit solar biodigester (alat pengolah sampah organik) kepada Dasawisma Kota Pariaman, Kamis (5/8/2021). Tampak hadir Kepala Unit CSR Semen Padang Rinold Thamrin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar Siti Aisyah, dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman M Syukri. (foto:hms.ptsp)

Pariaman, Lintas Media News

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, PT Semen Padang sebagai perusahaan kebanggaan Sumbar, menyerahkan 105 unit solar biodigester (alat pengolah sampah organik) kepada Dasawisma Kota Pariaman, Kamis (5/8/2021).

Bertempat di Kantor Balai Kota Pariaman, alat pengolahan sampah itu diserahkan  Kepala Unit CSR PT Semen Padang Rinold Thamrin yang didampingi Kasi Bina Lingkungan, Masykur Rauf Kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pariaman, Lucyanel Arlym.

Dalam penyerahan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar Siti Aisyah, dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman M Syukri.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman M Syukri pada kesempatan itu menyampaikan bahwa alat pengolahan sampah organik ini merupakan kerjasama antara PT Semen Padang bersama Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Barat dan Tim PK-PKK Kota Pariaman. 

Untuk itu, ia pun mengucapkan terimakasih kepada PT Semen Padang dan Dinas Lingkungan Hidup DLH Provinsi Sumatera atas bantuan alat pengolahan sampah organik atau solar biodigester tersebut, karena sangat bermanfaat bagi Dasawisma di Kota Pariaman. "Alat ini akan kami bagikan kepada Dasawisma yang ada di Kota Pariaman dengan tujuan, untuk mengurangi sampah buangan dan mengolah sampah menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman," katanya. 

Ketua TP-PKK Kota Pariaman Lucyanel Arlym merasa bangga pada PT Semen Padang atas kepeduliannya untuk program Wanita Peduli Sampah di Kota Pariaman. "Alhamdulillah, kami bangga dan sangat berterima kasih kepada PT semen Padang atas bantuan yang diberikan," katanya. 

Di Pariaman, katanya, saat ini mempunyai 1200 kelompok Dasawisma yang ikut dalam program pemberdayaan masyarakat. Di mana satu kelompok Dasawisma, terdiri dari 20 KK yang merupakan bagian dari kelompok PKK di Kota Pariaman.

"Nantinya, alat ini akan dimanfaatkan oleh kelompok Dasawisma yang disudah ditunjuk untuk menjadikan sampah menjadi pupuk yang dapat digunakan dan mengurangi beban sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Pariaman. Beberapa kelompok itu adalah Kelompok Dasawisma Gandoriah, Dasawisma Anggrek, Dasawisma Kenanga, Dasawisma Lado Padi, dan Dasawisma Claudia 3," ujarnya. 

Kepala Unit CSR PT Semen Padang Rinold Thamrin mengapresiasi kelompok Dasawisma di Kota Pariman yang peduli terhadap lingkungan. PT Semen Padang menurutnya, juga sangat terhormat untuk ikut berkontribusi dalam membantu pemerintah dan masyarakat dalam hal kepedulian terhadap lingkungan.

"Semoga yang kami berikan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam menjaga lingkungan. Semoga kami juga dapat terus berkembang dan dapat memberi manfaat lebih lagi untuk orang banyak," imbuhnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar Siti Aisyah mengatakan, program ini sudah terencana sejak tahun 2019 lalu. Sebanyak 26 Dasawisma sudah mendapatkan alat pengolah sampah melalui program Wanita Peduli Sampah. 

Ia juga mengatakan, Kota Pariaman mendapatkan bantuan ini, karena telah memperlihatkan hasil dari bantuan sebelumnya. Sedangkan untuk perusahaan yang ikut berpartisipasi adalah perusahaan yang di pantau untuk mengikuti program Proper dari Pemerintah.

Ia menambahkan, target tahunan di Sumatera Barat untuk sampah ini adalah 24 persen kategori penanganan sampah dan 76 persen pengurangan. Kota Pariaman sendiri sudah mencapai 20 persen dari segi penanganan sampah. "Kelompok PKK adalah ujung tombak untuk menjalankan program di Dasawisma yang ada terutama dalam hal sampah," katanya. (*/b/hms)


Limapuluh Kota, Lintas Media News

Manggis (Garcinia mangostana L) merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan di Indonesia. Selain berkhasiat bagi kesehatan tubuh, manggis bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan di Indonesia khususnya di Provinsi Sumatera Barat, dengan jumlah produksi tahun 2019 posisi no 2 di Indonesia sebanyak 28.833 ton setelah Provinsi Jawa Barat dengan jumlah produksi sebanyak 74.975 ton.

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit, sangat merespon serta mendorong petani manggis di Nagari Banja Laweh, Kecamatan Bukik Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumbar, agar kedepan dapat meningkatkan produksinya sehingga menembus pasar global. 

"Nagari Banja Laweh ini terkenal dengan buah manggis, merupakan produsen utama manggis di Kabupaten Limapuluh Kota. Kita harus tingkatkan lagi untuk menjadi komoditi ekspor manggis yang berkualitas serta budidayanya nomor 1 di Indonesia," kata Nasrul Abit memberi semangat pada petani manggis, Minggu (16/8/2020). 

Berdasarkan data statistik pada tahun 2019 jumlah produksi manggis di di Kabupaten Limapuluh Kota adalah sebanyak 10.498 ton, Kecamatan Bukik Barisan memberikan kontribusi sebanyak 61,40 persen tepatnya 6.446,20 ton manggis dihasilkan di Kecamatan itu.

Manggis dari Kabupaten Limapuluh Kota tidak hanya memasok kebutuhan pasar lokal, tetapi telah menembus pasar ekspor. Tercatat, negara Republik Rakyat Tiongkok menjadi pengimpor tetap manggis Kabupaten Limapuluh Kota. Ini disebabkan, kualitas manggis Kabupaten Limapuluh Kota dinilai baik dan sesuai dengan kebutuhan di Tiongkok.

"Selama ini buah manggis di sini hanya dikonsumsi oleh masyarakat lokal, nah sekarang manggisnya untuk dikembangkan lebih luas, untuk memenuhi kebutuhan pasar global dan tentu harganya lebih mahal," ujarnya.

Saat ini untuk pengekspor manggis sudah ada, namun produksi manggis belum mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan, karena butuh jumlah banyak untuk mengekspor manggis serta kualitas yang bagus. "Untuk itu para petani, terus jaga kualitas manggis jangan lemah semangat karena, manggis ini banyak diminati oleh negara lainnya," ajak Nasrul Abit. 

Selain itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Syafrizal (Jejeng) menyebutkan perkebunan Kabupaten Limapuluh Kota telah menerbitkan 48 register lahan usaha manggis di Nagari Banja Loweh,

Kecamatan Bukik Barisan, Kabupaten Lima Puluh Kota telah menjadi sentra berkumpulnya pedagang manggis skala kecil hingga besar. Bahkan, para eksportir juga banyak yang langsung membeli manggis dari Nagari Banja Loweh untuk kemudian diekspor langsung ke negara tujuan. 

Rata-rata umur tanaman yang telah banyak berproduksi di Nagari Banja Loweh adalah 25 tahun dengan potensi hasil 100 kg per batang per tahun, pada awal kwartal pertama tahun 2020 ini jumlah produksi manggis di Nagari Banja Loweh sekitar 630 ton dengan nilai total penjualan sekitar 10 milyar rupiah dimana karena dampak covid 19 harga jual rata-rata di tingkat petani adalah Rp. 15.000,-/kg ini dinilai turun bila dibandingkan dengan harga rata-rata tahun lalu yaitu Rp. 25.000,-/kg. "Para petani manggis disini sudah bekerjasama dengan Eksportir diantaranya adalah PT. Eshfar Buah Segar, PT. Bumi Alam Sumatera dan PT. Nusantara Segar Global," sebut Jejeng. Varietas yang dikembangkan yaitu varietas unggul nasional yang telah berkembang luas di Sumatera Barat yaitu Ratu Kamang.

Hampir seluruh manggis berkualitas baik yang diproduksi di Kabupaten Limapuluh Kota menjadi komoditas ekspor. 

Menurutnya, periode Januari sampai dengan Juli 2020 fasilitasi ekspor buah manggis asal Provinsi Sumatera Barat meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019, tercatat sebanyak 143 kali pengiriman dengan total 475,5 ton dengan nilai ekonomi mencapai 21,4 Milyar, angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 hanya sebanyak 240,9 ton senilai 10,8 Milyar saja dengan wilayah tujuan ekspor Cina, Malaysia dan Singapura. (b/hms)





Limapuluh Kota, Lintas Media News

Ratusan masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat memadati lapangan Jorong Koto Tangah, Surau Suluk Habiburahman, Koto Tangah, Kenagarian Lubuak Batingkok, Payakumbuh, Minggu pagi (16/8/2020) malam. Kehadiran mereka tak lain untuk mengikuti acara Tabligh Akbar Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriyah.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) H. Nasrul Abit mengajak masyarakat menyambut tahun baru Islam dengan terus memperbaiki diri menjadi semakin baik. "Kebangkitan semangat baru harus dituangkan dalam torehan prestasi apapun peran yang kita dapatkan. Sumbar harus unggul dimata dunia," ujar Nasrul Abit diawal sambutannya. 

Nasrul Abit mengatakan, semua elemen memiliki peran dalam pembangunan. Untuk itu, selain meningkatkan prestasi di bidangnya masing-masing, menjaga persatuan juga wajib bagi seluruh masyarakat. “Peringatan tahun baru Islam diharapkan menjadikan refleksi bagi kita untuk dapat untuk menjadi lebih baik lagi, Terutama bagi masyarakat Sumbar," ucapnya.

Di hadapan peserta majelis taklim, Nasrul Abit, melalui semangat tahun baru 1 muharam 1442 Hijriyah ini, menurutnya harus dimanfaatkan untuk membangun dan bekerja lebih keras serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa, disertai Ahlakul Karimah, dimana akan menjadi kekuatan terbesar guna terwujudnya Sumbar yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur.

"Hijrah sebagai momentum prestasi, persatuan dan persaudaraan untuk membangun kekuatan aqidah, guna semakin meningkatnya kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT," sebutnya.

Selain itu, kepada seluruh masyarakat yang hadir Nasrul Abit menghimbau untuk bisa bersabar dan tabah menjalani cobaan yang melanda dunia saat ini, yaitu menghadapi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Memberikan edukasi tentang Covid-19 kepada masyarakat sekaligus mengajak menerapkan protokol kesehatan. "Kedisiplinan diri dapat memberikan dampak positif dalam membangun kepatuhan masyarakat dalam menaati protokol kesehatan," seru Nasrul Abit. "Kepedulian warga terhadap protokol kesehatan akan membawa dampak yang cukup besar pada penanganan COVID-19 di Sumbar," tuturnya. "Apakah akan selamat atau tidak dari pandemi ini, semua ada di tangan kita," tuturnya.

Selanjutnya pada kesempatan itu, Syaikh M Darmizon Malin Mudo guru surau suluk habiburrakhman memberikan tausyah sekaligus memimpin Salawat Nabi dan berdo'a bersama.

Ia menyampaikan Bulan Muharam, yang selanjutnya ditetapkan sebagai kalender tahun Hijriyah atau tahun baru islam, merupakan bulan yang sangat bersejarah bagi perjalanan dan kehidupan umat islam dimana secara historis berkaitan dengan hijrahnya baginda Nabi Besar Muhammad SAW, dari Kota Mekkah menuju Kota Madinah melalui berbagai pengorbanan dan ancaman yang sangat luar biasa.

"Semangat hijrah, harus kita jadikan landasan dalam membangun kabupaten Limapuluh Kota yang lebih maju dan mandiri, Insya allah dengan kekuatan inilah yang dapat memberikan kemuliaan kita di hadapan Allah SWT," sebutnya.

Hadir juga dalam acara Tabligh Akbar Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriyah itu, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, Asisten III Setda Prov Sumbar Nasir Ahmad, Tokoh masyarakat Amri Darwis, Camat Koto Tangah dan para ulama dan para majelis taklim lainnya. (b/hms)





Pemindahan PKL  Untuk Kelancaran Arus Jalan Sumbar - Pekanbaru

Padang,LM News.

 Pemindahan para Pedagang  Kaki Lima (PKL)  di lokasi Kelok Sembilan sebelum lebaran sudah mesti pindah ke lokasi yang telah ditetapkan. Kita berharap para PKL dapat memaklumi karena bangunan jalan Kelok Sembilan tidak bisa menerima beban tetap dan apa yang ada saat ini amat menggangu kelancaran arus transportasi dan sesuatu yang menyalahi aturan.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit  dalam rapat teknis penertiban PKL di Kelok Sembilan,  bersama Kesbangpol, pemkab Limapuluh Kota bersama instansi terkait,  polres,  Dinas PUPR,  BKSDM,  Balai Jalan serta unsur lainnya di ruangan rapat Gubernur,  Kamis  (24/5).

Lebih lanjut Wagub Nasrul Abit menyampaikan, untuk pemindahan kelokasi yang dianggap cocok, tidak bermaksud meniadakan kegiatan PKL justru nanti, telah direncanakan kawasan kegiatan ekonomi UKM ini disekitar Kelok Sembilan sebagai distinasi wisata Sumbar yang juga akan dibangun Menara setinggi 40 meter sebagai tempatnya menikmati keindahan pesona kelok sembilan bagi wisatawan.

Saat ini tim sedang menyusun dan mengusulkan ke pemerintah pusat atas pembangunan tersebut,  yang juga akan membangun fasilitas untuk para PKL nantinya. Usulan inj dihadapkan masuk pada anggaran 2019, dan dapat dinikmati pada awal tahun 2020.

Saat ini tim provinsi  Sumbar dan kabupaten Limapuluh Kota akan turun kelapangan, untuk melaksanakan dan mengkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk para PKL yang diwakili Walinagari Ulua Aia.  Semoga ini dapat berjalan dengan baik,  sehingga pengembangan pembangunan fasilitas Menara dan fasilitas lainnya nanti juga dapat terlaksana juga dengan baik pula,  harap Nasrul Abit tegas.

Wagub Nasrul Abit juga menyapaikan,  saat ini berdasarkan laporan jumlah PKL di kawasan kelok sembilan ini berjumlah 160. Dan telah ditetapkan tidak ada penambahan lagi serta satu Kepala Keluarga  (KK) satu tempat.

Kita berharap pemidahan ini tidak menjadi keributan yang tidak perlu. Kita melakukan rapat saat ini agar ada koordinasi yang baik dan mengajak masyarakat para PKL ikut terlibat,  sehingga harapan pemerintah pusat jalan Kelok Sembilan bebas hambatan,  karena jalan ini merupakan jalan negara  yang menjadikan pengawasan dan perawatan kementrian PU.

Pemerintah provinsi dan kabupaten hanya menjalankan oeran dan fungsi sesuai kewenangannya serta juga mencari solusi untuk kemajuan kelok sembilan sebagai salah satu lokasi wisata Sumbar yang cukup menarik dan cantik, ujar Nasrul Abit.(st/rel

Lintas Limapuluh Kota - Bupati Limapuluh Kota H Irfendi Arbi kembali membawa oleh-oleh penghargaan tingkat nasional bagi daerahnya. Jika dua pekan lalu Irfendi berhasil merebut predikat bupati pembina terbaik dalam penggunaan dana desa dari Mendagri, kali ini ia sukses meraih penghargaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terbaik tahun 2018.
Penghargaan BPBD terbaik 2 Nasional Wilayah 3 tingkat kabupaten/kota itu diserahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei pada acara Rapat Kerja Nasional Penanggulangan Bencana 2018 di Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali. 
Prestasi bergengsi itu raih Kabupaten Limapuluh Kota, atas pelaksanaan penanggulangan bencana tahun 2017 dan rencana kerja tahun 2018 yang dinilai telah terlaksana dengan baik. Apalagi, selama ini setiap kali ada kejadian bencana, kepala daerahnya senantiasa turun langsung ke lapangan memimpin penanganan bencana tersebut.
Selain mendapatkan piagam penghargaan BPBD terbaik satu-satunya dari Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Limapuluh Kota juga mendapatkan kepercayaan dari BNPB untuk melaksanakan kegiatan pelatihan sekolah gunung. 
Bupati Limapuluh Kota H Irfendi Arbi yang didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Limapuluh Kota H. Joni Amir, S.Sos usai menerima penghargaan itu di Bali, mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih atas perolehan penghargaan tersebut. Ia berharap, prestasi itu dijadikan motivasi untuk bekerja lebih baik lagi dalam penanggulangan bencana yang akan mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat.
“Yang pasti, kita sangat berterimakasih kepada Kepala BNPB yang telah menganugerahi kita penghargaan terbaik nasional. Disamping itu terimakasih terhadap BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, pihak TNI/Polri, OPD terkait dan lainnya yang telah menunjukan kerja keras dan sinergitasnya dalam penanggulangan bencana selama ini,” tutur Irfendi.
Irfendi berharap penghargaan tersebut mampu menjadi pelecut motivasi agar BPBD di daerah ini mampu meningkatkan kinerja di bidang penanggulangan bencana yang lebih baik lagi ke depannya.  Terlebih dalam hal koordinasi, kolaborasi, dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana di Luak Limopuluah ini.
“Penghargaan itu diberikan karena kita dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam penanganan bencana. Ini harus menjadi pemicu semangat kita untuk tampil lebih baik lagi dalam penanggulangan bencana dan menyuguhkan pelayanan maksimal bagi masyarakat Limapuluh Kota ke depannya,” tutur Irfendi. 
Sejumlah pihak mengapresiasi perolehan penghargaan BPBD terbaik bagi Kabupaten Limapuluh Kota itu. Mereka menyebut penghargaan tersebut jelas tidak terlepas dari peran aktif Bupati Irfendi yang senantiasa mendukung kegiatan penanganan setiap bencana yang terjadi di daerah ini bersama stakeholders terkait lainnya.
“Penghargaan itu jelas tidak terlepas dari kerja keras tanpa lelah dan luar biasa yang ditunjukan bupati dan BPBD, TNI/Polri serta berbagai pihak lainnya dalam menangani setiap bencana yang terjadi di daerah ini. Bahkan, saya sendiri sering melihat sendiri Bupati Irfendi Arbi selalu terjun langsung ke kalapangan saat bencana terjadi di wilayah Pangkalan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Nagari Koto Alam Kecamatan Pangkalan Haidir Harun.
Senada Ketua Bamus Kenagarian Guguak VIII Koto Fakhri Dt. Sumu juga mengapresiasi Pemkab Limapuluh Kota. Ia melihat, selama ini Bupati Irfendi seolah tak pernah lelah berjibaku memimpin langsung penanganan bencana di daerah ini. Kendati senantiasa di goyang dan diserang secara politis, tapi Irfendi tetap eksis dan mampu menunjukan kebolehannya dengan membawa nama Limapuluh Kota ke kancah Nasional.
“Kami mengacungi jempol terhadap Bupati Limapuluh Kota. Sebab, tidak hanya sekarang, sebelumnya daerah ini juga sukses mengoleksi puluhan prestasi tingkat nasional. Semua itu tentu tidak terlepas dari kerja keras dan perjuangan luar biasa yang ditunjukan bupati beserta jajaran, dan berbagai pihak terkait, serta para relawan,” ujar Fakhri.
Tak kalah hebatnya, sela tokoh masyarakat Situjuah Limo Nagari Don Vesky Dt. Tan Marajo, pihak BNPB juga mempercayai kabupaten ini untuk melaksanakan pelatihan sekolah gunung. “Saya kira kita patut berbangga dengan prestasi dan kepercayaan dari BNPB tersebut,” ucap Don Vesky.
Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei dalam sambutannya pada acara penyerahan penghargaan itu, menyebut apresiasi kinerja yang diberikan BNPB itu diharapkan dapat memacu BPBD untuk terus berinovasi. 
“Kita berharap penghargaan ini dapat memacu kinerja BPBD yang lain untuk dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat. Sehingga akan terwujud pengurangan resiko bencana untuk pembangunan berkelanjutan,” papar Willem.
Dikatakan Willem, apresiasi yang diberikan BNPB tersebut merupakan wujud sinergi konkret di lapangan. Sebab, sinergi menurut Willem, benar-benar menjadi kunci dalam setiap penanggulangan bencana. Dikatakan juga, penghargaan itu diberikan karena BPBD bersangkutan dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam penanganan bencana. 
"Saya mengucapkan terima kasih atas upaya koordinasi, kolaborasi, dan kerja sama yang telah dilakukan BNPB, BPBD, dan berbagai pihak untuk kepentingan yang lebih besar. Saya berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan sehingga kita semua dapat memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat," papar Willem pada penutupan Rakernas tersebut.
Dijelaskan, penilaian meliputi seluruh seluruh aspek penanggulangan kebencanaan mulai kesiapan, penanaganan saat terjadi bencana hingga rehabilitasi.(yon).

Lintas Limapuluh Kota - Polres 50 Kota adakan lomba Polisi Cilik (Pocil) antar Sekolah Dasar se-kabupaten Lima Puluh Kota,  dimulai pukul 09.00 wib di halaman Mako Polres 50 Kota. 
Dalam perlombaan Pocil saat ini Polres 50 Kota mengangkat Tema "Polisi Cilik Merupakan Cermin Bagi Para Murid Dalam Menanamkan Disiplin Sejak Dini", yang langsung dibuka Kapolres 50 Kota AKBP Haris Hadis, S.I.K, M.M.Tr.
Lomba Pocil ini juga menghadirkan dewan juri Drs. H. Rakiman, M.M Kabid Pemuda Dispora Lima Puluh Kota, Hendra, S.Pd, M.M Kasi peserta didik dan pembangunan karakter Disdikbud Lima Puluh Kota dan Brigadir Dino Dilamra dari Polres 50 Kota
Dijelaskan Kasubbag Humas Polres 50 Kota AKP H. Efrizul kepada wartawan, kegiatan lomba Pocil kali ini diikuti sebanyak 13 SD yang ada di Lima Puluh Kota, diantaranya SD Negeri 01 Sarilamak SD Negeri 02 Muaro Paiti, SD Negeri 02 Guguk, SD Negeri 02 Koto Tuo, SD Negeri 06 Limbanang, SD Negeri 01 Gunung Malintang, SD Negeri 05 Pangkalan, SD Muhammadiyah Sarilamak, SD SD Negeri 08 Pangkalan, SD Negeri 02 Tanjung Balit, SD Negeri 02 Koto Alam dan SD Negeri 01 Koto Tuo serta SD Negeri 04 Pangkalan.
Seluruh peserta antusias menyambut kegiatan ini dan untuk indikator penilaiannya, peraturan baris-berbaris dengan menilai gerakan ditempat, gerakan terbatas dan gerakan berjalan dengan nilai maksimal 100 poin dan gerakan senam lalu lintas dengan 12 gerakan nilai maksimal 100 poin serta yel-yel dari regu yang tampil maksimal 100 poin," sebut Efrizul.
Dijelaskan, kriteria penilaian seperti nilai kurang berarti kurang dari 60 poin dan nilai cukup berarti lebih dari 70 poin, nilai baik berarti lebih dari 80 poin dan untuk nilai sangat baik lebih dari 90 poin.
Dan sekolah yang memenangkan lomba Pocil tersebut, Juara I diraih SD Negeri 02 Koto Tuo, Juara II SD Negeri 04 Pangkalan, Juara III SD Negeri 08 Pangkalan, Harapan I SD Negeri Muhammadiyah Sarilamak, Harapan II SD Negeri 01 Koto Tuo, Harapan III SD Negeri 01 Gunung Malintang, sedangkan SD Negeri 01 Sarilamak berhasil meraih Danton terbaik pada lomba Pocil tingkat SD se kabupaten Lima Puluh Kota, terang Efrizul. (yon).

Lintas Limapuluh Kota - Kelompok Sadar Wisata(Pokdarwis) diharapkan mampu menunjang perkembangan potensi wisata yang  akan berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, Pokdarwis perlu memiliki sumberdaya manusia yang mumpuni untuk melakukan strategi dalam pengembangan pariwisata tersebut.
Demikian Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi ketika menutup acara pelatihan pengembangan sumberdaya manusia dan profesionalisme di bidang pariwisata di Sago Bungsu Tanjung Pati, Selasa (24/4).
“Kalau sektor pariwisata itu berkembang dengan baik, saya optimis akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat dan pendapatan bagi nagari dan daerah,” yakin Bupati Irfendi.
Dikatakan, Pokdarwis harus terus membenahi potensi wisata yang ada di nagarinya, agar  banyak dikunjungi wisatawan. Apalagi posisi daerah ini berada pada pintu gerbang jalur Sumbar-Riau yang senantiasa dilalui wisatawan dari berbagai daerah dan kota di Provinsi Riau.
“Kita berharap, jalur lintas Sumbar-Raiu itu benar-benar bisa menjadi tempat persinggahan dan tujuan wisata bagi wisatwan terutama yang berasal dari Riau. Artinya, orang Riau itu tidak lagi hanya sekedar lewat untuk menuju Kota Bukittiggi atau Padang,” tutur Irfendi.
Untuk itu, ujar Irfendi, para wali nagari dan berbagai elemen masyarakat di nagari diharapkan dapat melaksanakan pengelolaan dan pengembangan potensi kepariwisataan di nagarinya dengan menggerakan Pokdarwis seperti yang telah dilaksanakan di berbagai daerah lainnya. Minimal di tiap nagari ada satu potensi wisata yang digarap secara serius. Kendati hanya satu, tetapi benar-benar berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.
“Kita berharap Pokdarwis yang telah mendapatkan pelatihan pengembangan sumberdaya manusia dan profesionalisme di bidang kepariwisataan ini, betul-betul memiliki kompetensi dalam mengelola dan mengembangkan pariwisata di masing-masing nagarinya, agar pariwisata itu mampu menggerakan perekonomian masyarakat,” tutur Irfendi.
Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Limapuluh Kota Nengsih, kepada wartawan menyebut, pelatihan itu diikuti 30 orang anggota Pokdarwis. Dikatakan, saat ini di Kabupaten Limapuluh Kota sudah ada 30 Pokdarwis. Sedangkan jumlah potensi wisata sebanyak 204 objek.
 “Kita memiliki 204 potensi wisata. Objek wisata yang banyak itu diharapkan dapat terkelola secara profesional oleh Pokdarwis-Pokdarwis yang ada di berbagai kecamatan dan nagari,” papar Nengsih.
Selain pembekalan, dalam rangkaian acara itu Pokdarwis juga melakukan penandatanganan fakta integritas dalam rangka pengembangan dan pengelolaan objek wisata di nagarinya. Dalam fakta integritas itu masing-masing Pokdarwis sepakat untuk mengembangkan destinasi wisata di nagarinya, mengelola objek wisata secara swadaya, menyusun program kerja dan senantiasa berkoodinasi dengan dinas pariwisata.
Sementara itu salahseorang narasumber Safrijon, M.Ag dalam materinya menyampaikan konsep pariwisata halal yang tidak hanya halal dari sisi makanan, namun juga halal pemandangan dan penginapannya. (Rahmat Sitepu)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.