Articles by "Kota Padang"

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok
Showing posts with label Kota Padang. Show all posts

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Lorong-lorong Diklat PT Semen Padang yang biasanya bergema oleh ketukan sepatu peserta pelatihan kini berubah wajah. Kali ini, yang mengisi ruang adalah langkah-langkah kecil yang berlarian, tawa yang lepas, dan suara membaca anak-anak SD Bustanul Ulum Semen Padang. Keseriusan rapat dan pelatihan yang biasanya menumpuk di setiap sudut ruangan kini lenyap, digantikan riuh rendah keceriaan yang baru, meski lahir dari kepedihan.

Di antara riuh rendah tawa, guru-guru tampak bergantian membimbing mereka untuk membaca, menulis, dan berhitung. Suara mereka pun menembus ruang, menciptakan ritme yang berbeda dari rutinitas diklat pada umumnya. Setiap kata dan tawa seolah menjadi obat kecil bagi luka yang belum sepenuhnya sembuh. Mata anak-anak bersinar, memberikan cahaya keberanian yang tak mudah padam, meskipun bencana baru saja merenggut sebagian dunia mereka.

Anak-anak ini adalah penyintas banjir bandang di Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Mereka pernah menyaksikan air keruh datang dengan ganas, menyeret rumah, merobohkan dinding, serta menghancurkan benda-benda yang selama ini menjadi bagian hidup mereka. Malam-malam panjang di pengungsian, suara hujan yang memicu kecemasan, dan ketidakpastian hari esok masih menghantui ingatan mereka.

Dari pantauan media ini pada Kamis (8/1/2026) pagi, salah seorang anak bernama Ghazy Al Gifard, yang merupakan bocah kelas V, tampak duduk dengan tenang. Tangannya menggenggam buku tulis, pensil bergerak perlahan di atas kertas. Sesekali, ia menatap jendela, seolah memeriksa apakah semuanya aman. Saat ditanya tentang kelas barunya, senyum kecil merekah di wajahnya. “Di sini kami nyaman sekali belajar, Pak. Ruangannya ber-AC,” kata Ghazy polos.

Bocah berusia 10 tahun ini juga menyampaikan bahwa AC bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menjadi simbol perlindungan—dinding kokoh, atap yang tak bocor, dan ruang yang aman dari bayang-bayang banjir. Sekolah lamanya yang tidak jauh dari sungai masih memicu rasa trauma ketika awan gelap bergelantungan di langit Batu Busuk. “Kami masih takut sekolah di sana kalau cuaca buruk, apalagi di belakang sekolah juga ada bukit tinggi menjulang. Kami takut nanti longsor,” bisiknya pelan.

Ghazy merupakan salah satu bocah yang rumahnya hanyut diterjang banjir. Tidak ada yang tersisa, kecuali kenangan tentang tawa keluarga, aroma rumah, dan permainan sederhana di halaman belakang rumahnya. Kini, Ghazy bersama keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di Limau Manis, sekitar lima kilometer dari Batu Busuk. “Sebelum ngontrak, kami sempat tinggal di tempat pengungsian di SDN 02 Cupak Tangah, dan di sana kami menjalani hari-hari dengan tidur seadanya serta rutinitas yang serba terbatas,” ujarnya.

Di meja lain, Sheryl Philomela Sodiq tampak ceria di tengah teman-temannya. Meski sekolah lamanya relatif aman dari banjir, ruang belajar di Diklat PT Semen Padang memberinya rasa aman yang berbeda. Setiap hari ia diantar-jemput menggunakan bus perusahaan—sebuah perhatian sederhana yang membuatnya merasa diperhatikan dan dilindungi. Namun demikian, trauma tetap ada. Bencana dahsyat yang melanda kampung halamannya juga merenggut kebahagiaannya, yaitu rumah tempat ia berteduh.

“Saya masih trauma, Pak. Rumah saya hanyut tak membekas,” ucap Sheryl pelan. Kini, ia dan keluarganya tinggal di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, tak jauh dari SMP Negeri 23 Padang. Rasa kehilangan rumah dan kenangan masa kecil masih tersisa. Namun begitu, gadis kecil yang beranjak dewasa ini berusaha untuk terus belajar menata kembali hari-harinya dengan senyum, meski hati masih rapuh. “Kami tidak akan menyerah, meski bencana telah menimpa kami. Kami harus bangkit untuk bisa meraih mimpi-mimpi kami,” ucapnya.

Pelajar SD Bustanul Ulum lainnya, Verdiano Tauvani, juga menyimpan kenangan pahit. Ketika banjir datang, ia menyaksikan rumahnya hanyut, dan ia bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah neneknya yang masih berada di kawasan Batu Busuk. Namun, karena luapan banjir yang begitu besar dan deras, bagian belakang rumah neneknya itu juga roboh diterjang banjir.

Kini, Verdiano bersama keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di kawasan Piai, Kecamatan Pauh. Jauh dari sungai, namun bocah 10 tahun ini mengaku masih trauma, dan kedua orang tuanya kini berupaya membangun kembali kehidupan dari sisa-sisa yang ada. “Saya juga masih trauma. Kadang-kadang, saya masih teringat air keruh datang dan menghanyutkan rumah, serta semua benda yang ada,” katanya lirih sambil menatap buku tulisnya.

Setiap anak dari para penyintas ini membawa cerita yang berbeda, tetapi rasa takut, kehilangan, dan harapan menyatu dalam satu ruang. Sementara itu, di luar ruangan, suara anak-anak yang berlari dan tawa riang mengisi halaman diklat. Seorang guru terlihat menatap mereka sambil tersenyum. “Mereka hebat. Trauma boleh ada, tapi semangat mereka lebih besar,” kata Kepala Urusan Pengajaran SD Bustanul Ulum Semen Padang, Rici Noviasari.

Rici juga menyampaikan bahwa total siswa SD Bustanul Ulum berjumlah 116 orang. Namun, yang mengikuti kegiatan belajar di Diklat PT Semen Padang berjumlah 109 orang, sementara tujuh siswa lainnya untuk sementara menumpang belajar di SDN 02 Lubuk Buaya karena mereka bersama keluarganya direlokasi ke hunian sementara di Lubuk Buaya. “Pindah ke diklat ini sejak Senin kemarin. Alhamdulillah, anak-anak sangat nyaman belajar,” ujarnya.

Guru kelas VI ini juga membeberkan kondisi seluruh pelajar SD Bustanul Ulum pascabanjir. Sehari setelah banjir melanda Batu Busuk, ia bersama para guru lainnya langsung mendata seluruh siswa dengan mendatangi lokasi pengungsian di Masjid Taqwa, SDN 02 Cupak Tangah, Rimbo Panjang, dan SMP Negeri 44 Padang. Setelah semua siswa didata, para guru kemudian menggelar rapat dengan pengurus Yayasan Igasar Semen Padang yang menaungi SD Bustanul Ulum Semen Padang.

Dari rapat tersebut, diputuskan bahwa seluruh guru SD Bustanul Ulum yang berjumlah 12 orang, termasuk kepala sekolah, membuat jadwal piket di beberapa titik lokasi pengungsian tempat siswa SD Bustanul Ulum berada. “Di tempat pengungsian, kami para guru memberikan trauma healing, menanyakan kabar siswa, dan sesekali mengulang beberapa mata pelajaran,” ujarnya.

Setelah keadaan mulai kondusif, para guru bersama orang tua dan komite sekolah, termasuk pihak yayasan, kembali menggelar rapat. Dari hasil rapat, semuanya sepakat bahwa pada 15 Desember 2025 aktivitas belajar mengajar kembali dilakukan di SD Bustanul Ulum, namun dengan jadwal pulang yang dipercepat. “Biasanya pulang pukul 15.00 WIB, kami percepat menjadi pukul 11.00 WIB karena kami khawatir cuaca saat itu masih buruk,” bebernya.

Aktivitas belajar mengajar di SD Bustanul Ulum berlangsung hingga 18 Desember 2025, kemudian anak-anak memasuki libur semester, Natal, dan Tahun Baru. “Saat anak-anak libur panjang inilah banjir susulan terjadi, dan akses menuju SD Bustanul Ulum terputus, bahkan tidak bisa dilewati kendaraan. Menjelang libur panjang berakhir, kami kembali menggelar rapat bersama yayasan, komite, dan wali murid. Karena kondisi tidak memungkinkan, kami sepakat untuk sementara anak-anak dipindahkan belajar ke Diklat PT Semen Padang,” ujarnya.

“Alhamdulillah, sejak Senin hingga sekarang anak-anak senang belajar di diklat ini. Apalagi, setiap hari mereka diantar-jemput menggunakan bus yang disediakan gratis oleh PT Semen Padang. Untuk itu, saya mewakili para guru mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas kepeduliannya terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak kami,” kata Rici.

Salah satu wali murid SD Bustanul Ulum Semen Padang, Miftahul Jannah, mengaku bersyukur anaknya masih bisa bersekolah meskipun aktivitas belajar mengajar dialihkan ke Diklat PT Semen Padang akibat akses jalan menuju sekolah putus total pascabanjir susulan akhir Desember lalu. Menurutnya, meskipun lokasi belajar sementara ini cukup jauh dari Batu Busuk, perhatian PT Semen Padang terhadap siswa SD Bustanul Ulum sangat luar biasa.

“Ini perhatian yang bukan hanya besar, tetapi sangat luar biasa menurut kami. PT Semen Padang tidak hanya memfasilitasi tempat belajar, tetapi juga menyediakan bus operasional untuk antar-jemput anak-anak dari rumah masing-masing ke Diklat PT Semen Padang. Padahal, pascabanjir sebagian besar siswa SD Bustanul Ulum sudah tidak lagi tinggal di Batu Busuk dan tersebar di berbagai lokasi di Kecamatan Pauh,” katanya.

Ia pun mewakili para wali murid mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang selalu hadir memberikan perhatian, terutama kepada anak-anak SD Bustanul Ulum. Di tengah keterbatasan, anak-anak yang masih trauma dan menjalani masa pemulihan


tetap dapat belajar secara normal. “Terima kasih PT Semen Padang atas perhatiannya,” ujar Miftahul.

Sementara itu, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menyampaikan bahwa perhatian dan dukungan terhadap siswa SD Bustanul Ulum merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat Batu Busuk. Apalagi, SD Bustanul Ulum merupakan sekolah binaan PT Semen Padang yang berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang.

“Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, kami menilai hal ini sangat penting untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar meskipun wilayah Batu Busuk sedang menghadapi dampak bencana yang cukup berat. Kami berharap, apa yang kami lakukan ini setidaknya dapat membantu menyembuhkan luka anak-anak yang terdampak banjir bandang,” ujarnya.

Idris menambahkan, PT Semen Padang selalu berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui program pendidikan, tetapi juga berbagai bentuk bantuan dan pendampingan, terutama saat masyarakat menghadapi masa sulit. “Kepedulian kami terhadap sekolah ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan sekaligus memberi semangat kepada warga untuk bangkit bersama,” tambahnya.

SD Bustanul Ulum merupakan sekolah gratis yang didirikan PT Semen Padang untuk masyarakat kurang mampu di Batu Busuk. Meski berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang, setiap tahun PT Semen Padang menggelontorkan dana sedikitnya Rp500 juta untuk mendukung operasional sekolah yang berada tidak jauh dari PLTA Kuranji milik PT Semen Padang. (*)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 PT Semen Padang menyalurkan bantuan 200 zak semen untuk mendukung pengerasan jalan alternatif di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (8/1/2026). Bantuan disalurkan melalui program Semen Padang Peduli sebagai dukungan percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang.

Bantuan diserahkan Direktur Sales & Marketing SIG Dicky Saelan dan diterima Camat Pauh Titin Masfetrin, didampingi Lurah Lambung Bukit Defry, di lokasi terdampak.

Dalam penyerahan tersebut, Dicky Saelan turut didampingi Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, serta Kepala Departemen Penjualan Inpres Rakhmat Hidayat. Kehadiran jajaran pimpinan itu menegaskan komitmen SIG dan PT Semen Padang mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat.

Dicky Saelan menyatakan, bantuan semen merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat terdampak, khususnya di Kota Padang. Menurutnya, perusahaan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir membantu masyarakat di masa sulit.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian SIG dan PT Semen Padang untuk membantu daerah terdampak bencana, khususnya di Kota Padang. Kami hadir dalam proses rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat,” ujar Dicky.

Ia berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan akses infrastruktur yang berdampak langsung terhadap aktivitas sosial dan perekonomian warga. “Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat terdampak, membantu pemulihan kehidupan dan perekonomian. SIG dan PT Semen Padang berkomitmen untuk selalu hadir dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Pauh Titin Masfetrin menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Ia menilai dukungan tersebut sangat dibutuhkan, terutama untuk perbaikan jalan alternatif yang kini menjadi akses utama warga.

“Atas nama Pemerintah Kota Padang dan masyarakat Kecamatan Pauh, kami mengucapkan terima kasih kepada SIG dan PT Semen Padang atas bantuan 200 zak semen ini,” ujar Titin.

Titin menjelaskan, bantuan semen akan dimanfaatkan untuk pengerasan jalan alternatif menyusul rusaknya jalan utama di depan SDN 10 Lambung Bukit yang terban akibat banjir bandang. Jalan alternatif itu saat ini menjadi akses vital bagi warga.

“Alhamdulillah, semen bantuan ini akan dimanfaatkan untuk pengerasan jalan alternatif. Jalan ini digunakan oleh sekitar 657 kepala keluarga, sehingga perbaikannya mendesak agar aktivitas masyarakat kembali normal,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, PT Semen Padang konsisten hadir sejak awal bencana. Menurutnya, perusahaan telah membantu masyarakat sejak banjir bandang pertama yang melanda wilayah tersebut pada 24 November 2025.

“Kami menyadari dan merasakan bahwa PT Semen Padang hadir sejak awal kejadian banjir bandang. Kepedulian yang berkelanjutan ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” tuturnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, proses pemulihan pascabencana di Kelurahan Lambung Bukit diharapkan berjalan lebih cepat. Perbaikan infrastruktur, seperti akses jalan, tidak hanya memulihkan mobilitas, tetapi juga membantu menggerakkan kembali roda ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat setempat.

 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. atau SIG bersama PT Semen Padang dan 11 distributor di Sumatera Barat menyerahkan bantuan 10.000 zak semen untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Barat.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Direktur Sales & Marketing SIG, Dicky Saelan, didampingi Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, serta perwakilan 11 distributor kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Istana Gubernur Sumbar, Kamis (8/1/2026).

Direktur Sales & Marketing SIG, Dicky Saelan, menjelaskan bahwa bantuan 10.000 zak semen tersebut merupakan hasil kolaborasi antara SIG, PT Semen Padang, dan 11 distributor Semen Padang di Sumatera Barat.

“Bantuan ini merupakan wujud komitmen SIG bersama PT Semen Padang dalam mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana akibat badai hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025, serta banjir bandang susulan yang terjadi setelahnya,” ujar Dicky Saelan.

Ia menegaskan, kehadiran SIG, PT Semen Padang, dan para distributor bukan sekadar sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Sumatera Barat yang turut merasakan duka atas musibah yang terjadi.

“Mewakili manajemen, SIG dan PT Semen Padang hadir dalam duka warga Sumbar. Kami berharap melalui bantuan ini, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih cepat, sehingga Sumatera Barat segera bangkit, baik dari sisi pemulihan ekonomi maupun kehidupan sosial masyarakat,” ungkapnya.

Dicky juga menekankan bahwa bantuan ini sekaligus membuktikan peran PT Semen Padang sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Menurutnya, sejak awal terjadinya bencana, SIG dan PT Semen Padang telah terlibat aktif dalam berbagai upaya penanganan dan pemulihan di Sumatera Barat.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta dukungan nyata yang diberikan oleh SIG dan PT Semen Padang. Ia menilai kehadiran perusahaan semen tertua di Asia Tenggara itu memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Sumbar.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran SIG dan PT Semen Padang dalam membantu Sumatera Barat bangkit pascabencana. PT Semen Padang ini begitu melekat dalam setiap seluk-beluk kehidupan masyarakat Sumbar,” kata Mahyeldi.

Menurutnya, peran industri yang ditunjukkan PT Semen Padang merupakan contoh kolaborasi yang sangat baik. Kehadiran perusahaan tersebut, lanjut Mahyeldi, tidak hanya dirasakan saat terjadi bencana, tetapi juga dalam berbagai aspek pembangunan daerah.

“Peran, kontribusi, dan dukungan PT Semen Padang sangat berarti. Kehadirannya hari ini membangun optimisme bahwa Sumatera Barat mampu bangkit dan pulih lebih cepat,” ujarnya.

Mahyeldi juga menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan PT Semen Padang, khususnya dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di Sumbar sangat besar.

“Sesuai yang disampaikan Direktur Sales & Marketing SIG, PT Semen Padang adalah tuan rumah di Sumatera Barat. Kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur mencapai tidak kurang dari 80 persen dari total Rp22 triliun yang kami usulkan. Kami berharap PT Semen Padang dapat memberikan peran maksimal, apalagi produknya berupa green cement yang sejalan dengan konsep Green Province yang sedang kami dorong,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari para distributor Semen Padang di Sumatera Barat. Salah seorang perwakilan distributor dari PT Puskud Jaya Bersama, Usman Ujang, mengatakan bahwa bantuan dari 11 distributor itu merupakan wujud empati dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana.

“Kami para distributor merasakan apa yang dirasakan masyarakat Sumbar yang ditimpa bencana. Karena itu, kami tergugah untuk ikut membantu untuk pemulihan wilayah terdampak,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat memperbaiki rumah dan fasilitas umum yang rusak sehingga kehidupan dapat kembali berjalan normal. “Harapan kami sederhana, semoga saudara-saudara kita yang ditimpa kesusahan akibat bencana dapat kembali seperti semula,” tutup Usman.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, industri, dan para distributor, bantuan ini diharapkan menjadi pemantik semangat kebangkitan Sumatera Barat menuju pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan. (*)


Ketua DPRD Fokus pada Banjir dan Ekonomi Lokal


PARIWARA

Ketua DPRD Kota Padang, Ustaz H. Muharlion, S.Pd., menggelar masa reses di Masjid Al-Manar, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Senin (5/1/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh Sekcam Koto Tangah, Lurah Dadok Tunggul Hitam, Wakil Ketua LPM, jajaran Ketua RW/RT, serta tokoh masyarakat.



Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah usulan krusial:

  • Penanggulangan Banjir: Normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase.

  • Infrastruktur: Betonisasi jalan lingkungan.

  • Pemberdayaan Ekonomi: Bantuan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT).

Menanggapi hal itu, Muharlion menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut. "Semua usulan kita data dan pilah. Untuk program mendesak, kami segera berkoordinasi dengan Pemkot Padang agar segera ditindaklanjuti," ujar mantan Ketua DPD PKS Kota Padang tersebut.

Mastilizal Aye Soroti Pemulihan Pascabanjir Bandang


Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, juga menjemput aspirasi warga di Kelurahan Tabing Banda Gadang (TBG), meliputi wilayah Gurun Laweh, Kampung Lapai, dan Kampung Olo pada Selasa (6/1/2026).


Warga yang hadir mengungkapkan kekhawatiran mereka pascabanjir bandang 27 November 2025. Mereka meminta pengerukan sedimen lumpur di aliran sungai serta perbaikan drainase.



"Insya Allah, keinginan warga terus kami koordinasikan dengan pihak terkait agar pemukiman tidak lagi terendam saat hujan deras," tegas Aye. Ia juga mengimbau kelompok Majelis Taklim Indonesia (MTI) yang mengusulkan bantuan untuk segera menyerahkan proposal agar dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

Jupri Kawal Pembangunan Fasum di Kampung Jua

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Jupri, S.AP., melaksanakan reses di Masjid Al-Kaffah, Kelurahan Kampung Jua, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), Minggu (4/1/2026).

Aspirasi yang berkembang meliputi:

  • Pembangunan fasilitas umum (jalan dan drainase).

  • Dukungan UMKM.

  • Bantuan kelengkapan alat rebana serta dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) untuk Masjid Al-Kaffah.


Politisi PAN ini menyampaikan bahwa pada 2025 ia telah merealisasikan betonisasi di depan masjid. "Insya Allah tahun 2026 ini, kami akan melanjutkan betonisasi di area sekitar masjid," janjinya. 

Jupri mengaku terharu atas antusiasme warga dan tokoh masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. 

Prioritas Relokasi dan Rumah Layak Huni

Begitu juga pertemuan Anggota Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, dengan masyarakat pada reses masa sidang II tahun 2026 di Banang Cafe, Siteba. Pertemuan ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, khususnya terkait penanganan dampak bencana alam.

Dalam kesempatan tersebut, Osman Ayub menyoroti nasib warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang yang melanda sejak November 2025. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah memprioritaskan bantuan bagi warga yang rumahnya hanyut terbawa arus.


"Saat ini kita tengah berupaya merelokasi warga yang berada di zona rawan bencana. Pemerintah Kota (Pemko) Padang berkomitmen untuk menghadirkan hunian yang layak dan aman bagi para korban," ujar Osman.



Desak BWS Sumatera V Lakukan Normalisasi


Selain masalah hunian, Osman juga menyoroti kondisi sungai yang kian dangkal akibat tumpukan material pascabanjir. Ia mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V untuk segera melakukan tindakan nyata di lapangan.
Menurutnya, sedimentasi berupa pasir dan lumpur di dasar sungai saat ini diperkirakan telah mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter. Kondisi ini sangat berisiko memicu banjir susulan karena kapasitas tampung sungai yang mengecil.


"Kami dari DPRD Kota Padang meminta BWS Sumatera V segera melakukan pengangkatan sedimen tersebut. Normalisasi ini sangat mendesak demi mencegah banjir kembali meluap saat intensitas hujan tinggi," tegasnya menutup pembicaraan. (Adv)





Padang – Ketua DPRD Kota Padang, Ustaz H. Muharlion, S.Pd., menggelar masa reses di Masjid Al-Manar, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Senin (5/1/2026). 

Pertemuan ini menjadi ajang bagi warga untuk menyampaikan berbagai keluhan dan usulan pembangunan secara langsung.


Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Koto Tangah, Lurah Dadok Tunggul Hitam, dan Wakil Ketua LPM. Sementara itu, peserta reses terdiri dari jajaran Ketua RW, Ketua RT se-Dadok Tunggul Hitam, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam suasana dialogis, warga menyampaikan beragam usulan krusial, terutama terkait penanganan masalah banjir yang sering melanda wilayah tersebut. Beberapa poin utama yang diajukan di antaranya adalah:


Normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase.

Betonisasi jalan lingkungan.

Bantuan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) guna penguatan ekonomi lokal.


Menanggapi aspirasi tersebut, Muharlion yang dikenal responsif terhadap isu kemasyarakatan ini menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap usulan warga. 


Mantan Ketua DPD PKS Kota Padang itu menyatakan akan segera memetakan skala prioritas dari hasil reses tersebut.


"Semua usulan kita data dan pilah. Untuk program yang memerlukan penanganan cepat, kami akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Padang agar segera ditindaklanjuti," ujar Muharlion.


Sedangkan untuk program jangka panjang, ia menjelaskan bahwa prosesnya akan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku melalui pengajuan proposal resmi. "Setiap aspirasi akan kami perjuangkan di lembaga dewan agar masuk dalam rencana pembangunan daerah," tutupnya. (*)

 


PARIWARA

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye menjemput aspirasi warga di daerah pemilihannya, Selasa, 6 Januari 2026.

Salah satunya melalui kegiatan reses. Aye, demikian dia akrab disapa, menggelar reses di Kelurahan Tabing Banda Gadang (TBG), tepatnya di Gurunlaweh, Kampung Lapai, Kampung Olo.


Beragam aspirasi disampaikan warga yang penuh sesak pada kegiatan reses itu. Misalnya warga berharap agar pemerintah segera memulihkan sisa-sisa banjir. 


"Kami minta agar sendiment lumpur di aliran sungai segera digali dan drainase warga segera di perbaiki . Kami masih masih trauma dengan kejadian banjir bandang 27 November 2025 lalu," kata perwakilan warga. 


Menanggapi aspirasi warga, Aye mengaku akan mengkoordinasikannya dengan pihak terkait. 


"Insya Allah keinginan warga terus dikoordinasikan dengan pihak terkait. Sehingga apabila banjir datang tidak merendam perumahan warga," tegas Aye. 


Sementara, bagi Ibu-ibu MTI yang mengusulkan bantuan untuk segera membuat proposal dan dimasukan dalam perencanaan tahun 2025, untuk direalisasikan di 2026. (*) 


 

Padang, Lintasmedianews.com

Warga Kota Padang dihebohkan dengan pengibaran Bendera Putih di Tabing Banda Gadang Kecamatan Nanggalo Kota Padang, baru-baru ini. 

Bahkan aksi di tengah bencana itu membuat heboh dunia maya, pejabat publik pun beraksi, termasuk Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, SH. 

Ia dengan sigap turun ke lapangan, ke Tabing Banda Gadang terkait pengibaran Bendera Putih. 

Polisi Partai Gerindra ini pun menemui Ketua RT 07 dan RT 06 kelurahan Tabing Banda Gadang. Ia mengkorfirmasi kejadian tersebut.

"Bahwa pengibaran bendera putih semata-mata dilakukan hanya karena kami sudah lelah," ujar Aye, panggilan akrabnya, menirukan ucapan Ketua RW setempat.

"Setelah warga dan TNI, pemko, pemprov, relawan bahu membahu membantu kami, bahkan Ketua MPR, anggota DPR RI, Wamen, ketika harapan itu Ada,  Akhirnya banjir kembali menerjang Wilayah kami pada hari Jumat tanggal 3 Januari, karena intensitas curah hujan yg cukup tinggi," jelasnya. 

Menurut Aye, tidak ada maksud warga, bahwa warga tidak ada mendapatkan bantuan. Murni karena warga sudah lelah.

"Dan Kedepannya, kami berharap kepada pemerintah untuk segera menormalisasi dan membuat kanal kiri kanan di aliran sungai Batang Kuranji,"  cakapnya. 

Tertumpang juga harapan dari warga Sawah Liek Kampung Olo agar jalan yang terban di daerah Kandis Raya agar segera dicarikan solusinya.

"Karena kalau tidak segera di Atasi, akibatnyanya akan sangat fatal sekali, terutama pada saudara-saudara kita di Sawah Liek, Simpang Tinju dan Kampung Lapai. Mudah-mudahan bencana ini segera berakhir," harapan Aye. (*)

 


Padang,  Lintasmedianews.com

JMG - Prestasi yang luar biasa diperoleh tim Futsal Jejak Media Group (JMG) Junior U-14. Sebagai tim pendatang baru di futsal junior Kota Padang, tim besutan Rizky Putra Pinisi ini mampu menuju final.

Kesuksesan Tim JMG Junior ke babak final setelah disemi final pada Sabtu (3/1) mampu mengalahkan Wanderkits dengan skor 2-0. Kemenangan tanpa balas itu mengantarkan JMG Junior ke final.

Dibabak final,  JMG Junior berhadapan dengan Excellent. Tanpa ampun, tim yang bermotokan “Pantang Pulang Sebelum Menang” itu menang telak dengan skor 3-0.


Excelent dibuat tak berdaya menghadapi kelincahan JMG Junior dilapangan pada Minggu (4/1). Jangankan untuk mencetak gol ke gawang JMG Junior, Excelent  tak diberi kesempatan untuk melewati barisan belakang JMG Junior.

Pertandingan 2x15 menit itu berhenti setelah wasit meniup pluit panjang yang menandakan  turnamen tersebut dijuarai oleh JMG Junior. Turnamen yang diikuti enam tim itu merupakan liga yang telah dimulai sejak Desember 2025 lalu. 

“ Ini adalah kado tahun baru 2026 bagi kami JMG Junior. Kemenangan yang kami peroleh ini tidak menjadikan kami sombong dan merendahkan lawan-lawan lainnya nanti. Bagi kami, kemenangan ini adalah bentuk perjuangan yang sangat berat. Sebab yang kami hadapi bukanlah lawan biasa tapi adalah lawan-lawan tangguh yang telah menjuarai beberapa turnamen sebelum ini”, ujar Rizky Putra Pinisi selaku pelatih JMG Junior.

Ditambahkan Rizky, kemenangan yang diperoleh timnya adalah sebagai bentuk pembuktian pada media JMG sebagai sponsor tunggal timnya. Dia juga mengatakan bahwa timnya siap untuk mengikuti turnamen futsal dan mini soccer  nantinya.

Kemenangan JMG Junior dirayakan dengan sorak gembira dari tim dan pendukung yang menyaksikan jalannya pertandingan final di lapangan Glory Futsal GOR H Agus Salim Padang itu. Pemain yang berada dibangku cadangan langsung berhamburan ke tengah lapangan setelah wasit meniup pluit panjang. (Rel)


P A R I W A R A
Padang,Lintas Media News
Menjemput aspirasi dari masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil)nya,Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri, SAP.Reses di Masjid AlKaffah Kelurahan Kampung Jua Kecamatan Lubeg.Minggu (4/1/226).

Pada kesempatan itu,Beragam usulan disampaikan warga pada wakilnya yang sudah dipercaya untuk duduk di DPRD Kota Padang diantaranya, warga memohon bantuan fasum seperti jalan, drainase, UMKM dan  kelengkapan rebana Masjid AlKaffah.

Pengurus masjid mengharapkan bantuan dana Pokok-pokok Pikiran Dewan (Pokir) untuk masjid AlKaffah.

Menanggai aspirasi yang telah disampaikan warga masyarakat Dapilnya,Jupri mengatakan, pada tahun 2025 dirinya sudah melakukan betonisasi didepan masjid tersebut.
"Insya Allah tahun  2026 ini kami juga akan melakukan betonisasi disekitar masjid ini, " janji politisi PAN ini. 

Jupri menyebut reses ini luar biasa dan membuatnya terharu. Selain usulan warga, peserta reses pun membludak dan banyak tokoh yang hadir. 

"Luar biasa reses ini. Kami sampai terharu dengan sambutan warga," ujar anggota dewan 2 periode ini.

Hadir pada reses itu, RT  01 M.Ali Nofiah, RW 01 Naswir, Lurah Hendri Os, S.kep., LPM Kampung Jua Nan XX Hermansyah, dan peserta reses.(*)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

PT Semen Padang mengerahkan satu unit alat berat jenis ekskavator ke kawasan Gunung Nago, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, untuk membantu penanganan dampak banjir dan abrasi di aliran Sungai Batang Kuranji.

Pengerahan alat berat dilakukan menyusul tergerusnya tebing dan badan sungai akibat derasnya aliran air dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengancam permukiman warga yang berada di sekitar bantaran sungai.

Koordinator Lapangan Posko Semen Padang Peduli, Ferdy Dinardo, mengatakan pekerjaan difokuskan pada normalisasi alur sungai sekaligus penguatan tebing yang mengalami pengikisan.

“Kami menurunkan alat berat untuk mencegah pengikisan dinding sungai agar tidak memperluas kerusakan, terutama di area perumahan warga. Normalisasi ini diharapkan dapat mengembalikan alur sungai dan mengurangi risiko banjir susulan,” ujarnya.

Ferdy menjelaskan, ekskavator tersebut sebelumnya digunakan di kawasan Batu Busuak. Pada Kamis (1/1/2026) malam, alat berat digeser ke Gunung Nago, namun pekerjaan belum dapat dimulai karena debit air masih tinggi.

“Untuk sementara alat belum bisa bekerja. Kami menunggu debit air turun agar pekerjaan dapat dilakukan sesuai rencana,” kata Ferdy.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan pengerahan alat berat merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan melalui program Semen Padang Peduli.

“Kami berharap bantuan yang diberikan, termasuk pengerahan ekskavator ini, dapat berdampak langsung sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” kata Win.

Win menambahkan, PT Semen Padang yang merupakan bagian dari SIG akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan memantau kondisi di lapangan. Sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dinilai penting untuk mempercepat pemulihan pascabencana serta menekan risiko kejadian serupa ke depan.

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

PT Semen Padang terus memperluas pasar produk turunannya dengan mengirimkan kontainer berisi Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK) ke Kota Medan, Sumatera Utara. Produk turunan semen tersebut dipesan oleh PT Mulia Saktiperkasa dan dikirim melalui jalur laut via Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, menggunakan Kapal Oriental Samudra, pada Minggu (28/12/2025).

Pengiriman SEPABLOCK ini menjadi tonggak penting bagi PT Semen Padang karena merupakan pengiriman pertama ke Medan menggunakan jalur laut. Langkah ini sekaligus menandai semakin luasnya jangkauan distribusi SEPABLOCK ke berbagai wilayah di Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan bahwa SEPABLOCK yang dikirim ke Medan akan digunakan untuk pembangunan rumah tinggal dan pagar. Pengiriman ini sekaligus menjadi langkah awal penjajakan kerja sama dengan PT Mulia Saktiperkasa untuk menghadirkan produk SEPABLOCK di pasar Kota Medan.

“Ini merupakan kontainer pertama yang kami kirim ke Medan melalui jalur laut. Ke depan, pengiriman SEPABLOCK ini berpeluang berkembang menjadi proyek pembangunan perumahan yang bisa menjadi pionir penggunaan SEPABLOCK di Medan, bahkan di Sumatera Utara pada umumnya,” kata Win.

Lebih lanjut, Win menegaskan bahwa SEPABLOCK juga sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya agenda pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat yang berkualitas serta berkelanjutan. Inovasi ini diyakini dapat mendukung percepatan penyediaan hunian layak dengan biaya yang lebih terjangkau.

“Produk turunan semen ini mendukung agenda pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang ramah lingkungan dan efisien. Makanya, SEPABLOCK ini adalah kontribusi nyata PT Semen Padang untuk menjawab tantangan pembangunan sekaligus mendukung arah kebijakan nasional,” ujar Win.

Sementara itu, Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra, menjelaskan bahwa pemasangan SEPABLOCK nantinya akan melibatkan tukang bangunan setempat. Mengingat masih terbatasnya tenaga yang berpengalaman, pihaknya akan memberikan supervisi secara daring.

“Supervisi akan dilakukan oleh tim teknikal BIP & Aplikasi PT Semen Padang yang sudah berpengalaman. Pada prinsipnya, SEPABLOCK sangat mudah dipelajari dalam aplikasinya, sehingga tukang bangunan tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa menguasainya,” jelas Yelmi.

Selain ke Kota Medan, Yelmi melanjutkan, minat terhadap produk SEPABLOCK juga datang dari sejumlah daerah lain di Sumatera. Saat ini, PT Semen Padang tengah menjajaki kerja sama dengan pengembang perumahan di Batam untuk pengiriman SEPABLOCK pada proyek rumah komersial.

“Penjajakan kerja sama juga tengah dilakukan untuk pembangunan rumah bantuan bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Karena salah satu keunggulan dari SEPABLOCK adalah efisiensi biaya, sehingga sangat cocok dimanfaatkan untuk pembangunan rumah bantuan bencana,” bebernya.

SEPABLOCK, sebut Yelmi, berbeda dengan bata merah. SEPABLOCK memiliki bentuk presisi, pemasangan lebih cepat, hasil estetik, dan mampu menekan biaya pembangunan hingga 10 persen. Untuk rumah tipe 36, pembangunan bisa selesai dalam tiga minggu dengan kebutuhan sekitar 4.000 keping SEPABLOCK, 50 zak semen, dan 50 batang besi ukuran 10 mm.

“Efisiensi inilah yang membuat SEPABLOCK menjadi pilihan tepat di tengah tuntutan pembangunan yang serba cepat dan hemat biaya. Apalagi, SEPABLOCK ramah lingkungan karena diproduksi tanpa pembakaran. Bahkan, produk ini juga sudah melalui uji siklik dinding 1:2D atau lateral load test Kementerian PUPR, yang menempatkannya sebagai material ramah gempa,” ujarnya.

“Selain itu, kami juga sudah melakukan Uji Tingkat Ketahanan Api, Uji Insulasi Suara, dan Uji Termal di laboratorium Kementerian PUPR, di mana semua hasil pengujian menunjukkan dinding SEPABLOCK lebih berkualitas dibandingkan dengan dinding konvensional,” sambung Yelmi.

Sebagai bagian dari strategi pemasaran dan edukasi, Yelmi menambahkan bahwa PT Semen Padang juga aktif memperkenalkan penggunaan SEPABLOCK melalui pembangunan rumah contoh di berbagai wilayah Indonesia. Rumah contoh tersebut telah dibangun di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), DKI Jakarta, Pekanbaru, Jambi, serta di area emplasemen PT Semen Padang.

Khusus di lingkungan PT Semen Padang, kata dia, rumah contoh yang dibangun merupakan rumah tipe 36 komersial yang terdiri dari dua kamar tidur, satu ruang tamu, satu dapur, dan satu kamar mandi. Rumah ini juga dilengkapi dengan mock-up struktur bangunan SEPABLOCK, seperti pola pemasangan SEPABLOCK, pembesian sloof-kolom vertikal dan balok horizontal, aplikasi bukaan jendela, dan utilitas.

“Rumah contoh ini kami lengkapi dengan showcase bagaimana struktur bangunan SEPABLOCK diaplikasikan agar dapat menjadi sarana edukasi yang komprehensif bagi aplikator, pengembang, stakeholder, dan masyarakat. Dengan melihat langsung, mereka bisa memahami keunggulan dan aplikasi SEPABLOCK secara lebih nyata,” pungkas Yelmi. (*)

 


Padang, Lintasmedianews.com

Sekitar 10 (sepuluh) orang remaja, ibu-ibu rumah tangga dan Bapak-bapak dari Hongkong datang berkunjung ke Galeri Permata Hati Sabtu (27/12). Kedatangan mereka untuk belajar ilmu membuat Deta Rancak dan Tingkuluak Kreasi serta juga belajar alat musik tradisional seperti bansi dan saluang.

Kedatangan mereka tentu saja disambut gembira Ibu Welly Nofi Sastera selaku Pimpinan dan sekaligus pemilik Galeri Permata Hati Grup. Sesuai keinginan dari orang-orang Hongkong yaitu belajar membuat deta dan tingkuluak serta belajar musik tradisional, ia pun menyediakannya.

"Alhamdulillah apa yang mereka kehendaki bisa kita sediakan. Awalnya juga ada yang ingin belajar tari tradisional Minangkabau. Namun mungkin karena waktu tak memadai sehingga mereka hanya belajar membuat Deta dan Tingkuluak serta bermain musik," ujar Ibu Welly.

Dijelaskannya, galerinya yang berasal dari Sanggar Permata Hati, pada prinsipnya siap menerima kedatangan tamu-tamu lokal maupun internasional untuk belajar. Hal itu karena sejauh ini Permata Hati memang bergerak di bidang kriya, musik, kuliner dan juga literasi.

"Makanya kita tak kesulitan menghadapi mereka. Sebab semua yang mereka butuhkan memang kita punya," ujar Ibu Welly.

Selama proses belajar hari itu, ada dua kelompok yang terbentuk. Untuk belajar Deta dan Tingkuluak, mereka diajar oleh Eni Emilia, staf Ibu Welly. Sementara untuk musik tradisional, mereka dilatih oleh Irwandi, jebolan Fakultas Sastera Universitas Andalas Padang. 

"Sulit belajar saluang. Karena memadankan saluang dengan bibir saja, sudah demikian sulitnya. Hahaha..." ujar Iven Wong yang belajar musik dan didampingi isterinya Cherry.

Koordinator tim Hongkong Tang Chang Yan yang memang sudah hampir 10 tahun tinggal di Indonesia mengaku kedatangan teman-temannya dari Hongkong memang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Dan kedatangan ke Galeri Permata Hati Grup juga sudah direncanakan, karena mereka biasanya ke Sawahlunto dan Bukittinggi.

"Kita memang tidak mau memaksakan mereka ingin belajar apa. Tapi prinsipnya semua yang berbau kebudayaan Minangkabau mereka suka. Karena itu sesuai dengan keadaan Sumatera Barat yang saat ini berduka karena ada bencana banjir dan longsor, maka mereka hanya berkunjung ke Galeri Permata Hati dan ke Pariaman," ujar Tang Chang Yan, atau akrab dipanggil Jum, dengan bahasa Indonesia yang fasih.

Cuma karena waktu belajar yang tidak lama, akhirnya mereka hanya bisa menerima "kulit-kulit" luarnya. Akhirnya mereka memanfaatkan waktunya untuk berfoto dan membeli oleh-oleh dari Galeri Permata Hati Grup.

"Memang tidak gampang belajar budaya dan musik Minang. Tapi Alhamdulillah, mereka sudah berkunjung dan mau belajar. Lebih dari itu, mereka juga belanja oleh-oleh Minang," ujar Ibu Welly mengakhiri.

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Barat, Buchari Bachter, bersama Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Padang, Raf Indria, mengunjungi rumah contoh Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK) di Indarung, Rabu (24/12/2025).

Kedatangan keduanya disambut Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Ilham Akbar, serta Kepala Unit Produksi BIP dan Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra. Kunjungan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam mendorong pemanfaatan material inovatif SEPABLOCK untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir bandang akhir November 2025.

Saat meninjau rumah contoh, Buchari Bachter mengaku terkesan dengan kualitas dan tampilan bangunan berbasis sistem bata interlock tersebut. Menurutnya, rumah SEPABLOCK tidak hanya memenuhi standar layak huni, tetapi juga memberikan kenyamanan serta nilai estetika.

“Setelah melihat langsung, ini luar biasa. Rumahnya bukan hanya layak huni, tetapi juga nyaman dan enak dipandang. Melihat dari luar saja sudah menyenangkan, apalagi saat berada di dalamnya,” ujar Buchari.

Sebagai produk inovasi lokal asal Sumatera Barat, Buchari berharap SEPABLOCK dapat dimanfaatkan secara luas, terutama untuk pembangunan hunian di daerah rawan bencana. Ia menilai penggunaan produk dalam negeri mampu memperkuat kemandirian industri daerah sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana.

“KADIN Sumbar mendorong kolaborasi nyata antara pemerintah dan dunia usaha. SEPABLOCK menjadi contoh bagaimana produk lokal dapat menjadi solusi strategis, khususnya dalam penyediaan hunian pascabencana,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kepala DPRKP Kota Padang, Raf Indria. Ia menilai SEPABLOCK memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai material huntap korban banjir bandang karena kuat, efisien, dan relatif cepat dalam proses konstruksi.

“Kami sangat terkesan dengan rumah SEPABLOCK ini. Dengan dukungan KADIN Sumbar, Pemerintah Kota Padang siap mendukung pemanfaatan SEPABLOCK untuk hunian tetap korban bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Unit Produksi BIP dan Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra, menjelaskan SEPABLOCK dikembangkan sebagai solusi material bangunan modern yang mengedepankan kekuatan struktur, efisiensi waktu, dan aspek ramah lingkungan.

“Industri semen semakin kompetitif. Karena itu, kami tidak hanya memproduksi semen, tetapi juga mengembangkan produk turunan bernilai tambah bagi pengembang, pemerintah, dan masyarakat,” kata Yelmi.

Ia menyebutkan, keunggulan SEPABLOCK antara lain presisi tinggi, kemudahan pemasangan, penggunaan mortar yang lebih efisien, serta hasil bangunan yang rapi dan estetis. Efisiensi waktu pembangunan dan pengendalian biaya juga menjadi faktor meningkatnya minat terhadap produk ini.

Yelmi menambahkan, PT Semen Padang terus memperluas edukasi konstruksi modern berbasis SEPABLOCK melalui pembangunan rumah contoh di berbagai wilayah strategis. Langkah tersebut bertujuan memperkenalkan sistem konstruksi yang lebih efektif kepada pengembang, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Rumah contoh tipe 36 ini dilengkapi mock-up struktur seperti kolom, balok pinggang, dan sloof agar sistem konstruksi SEPABLOCK mudah dipahami secara menyeluruh,” jelasnya.

Saat ini, rumah contoh SEPABLOCK telah dibangun di sejumlah lokasi, antara lain di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), DKI Jakarta, Pekanbaru, Jambi, serta di area emplasemen PT Semen Padang.

Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Ilham Akbar, mengapresiasi kunjungan Ketua KADIN Sumbar dan Kepala DPRKP Kota Padang. Menurutnya, dukungan para pemangku kepentingan menjadi dorongan kuat bagi perusahaan untuk terus menghadirkan solusi konstruksi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kami berterima kasih atas kunjungan dan dukungan terhadap pemanfaatan SEPABLOCK sebagai solusi hunian tetap bagi korban banjir bandang akibat bencana hidrometeorologi,” ujar Ilham.

Ia menegaskan, pengembangan dan pemanfaatan SEPABLOCK sejalan dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan industri dalam negeri, pembangunan berkelanjutan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.



PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Wajah Pantai Padang yang biasanya cantik dengan deburan ombaknya sempat berubah suram. Pasalnya, pascabanjir bandang dahsyat yang terjadi akhir November lalu, kawasan pesisir Kota Padang, khususnya di Pantai Pasir Parupuk, Muara Ganting, Kecamatan Koto Tangah, tertutup hamparan material kayu gelondongan yang hanyut terbawa arus banjir hingga ke laut.

Merespons kondisi darurat tersebut, PT Semen Padang kembali menunjukkan tajinya sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Pada Minggu (20/12/2025) pagi, anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG ini turun langsung dalam aksi gotong royong besar-besaran bersama pemerintah daerah, TNI/Polri, dan masyarakat setempat untuk mengembalikan fungsi pantai dan urat nadi ekonomi nelayan.

Bukan sekadar bantuan seremonial, PT Semen Padang menurunkan kekuatan penuh. Puluhan relawan dari Semen Padang Peduli dikerahkan untuk mengevakuasi tumpukan kayu yang berserakan di pesisir pantai tersebut. Xr

Tak hanya itu, untuk menangani batang pohon berukuran raksasa yang mustahil dipindahkan dengan tenaga manusia, perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara ini juga menerjunkan satu unit alat berat berupa ekskavator.

Aksi nyata ini ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki. Dalam kunjungannya, Wamenhut mengapresiasi sinergi yang ditunjukkan PT Semen Padang bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. 

“Kebersihan pantai pascabencana bukan hanya soal estetika, tapi soal tanggung jawab bersama. Kita hadir di sini untuk memastikan material kayu ini segera tertangani agar nelayan bisa kembali melaut dengan aman,” kata Rohmat Marzuki.

Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada angkatan 1999 itu juga menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini tidak hanya dilakukan di Pantai Padang, tetapi juga digelar di daerah terdampak bencana seperti Aceh dan Sumatera Utara. Aksi ini juga digelar atas instruksi langsung dari Presiden dan Menteri Kehutanan. 

“Kami menargetkan dalam 2 hingga 3 hari ke depan, area ini sudah bersih. Mari kita bersatu melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi secepat mungkin agar ekonomi rakyat kembali berdenyut,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenhut juga menyampaikan satu hal yang menarik perhatian, yaitu kebijakan mengenai pemanfaatan kayu yang hanyut terbawa arus banjir hingga ke laut. 

Kata dia, Kementerian Kehutanan telah menerbitkan surat edaran tertanggal 8 Desember 2025 yang mengizinkan pemanfaatan kayu tersebut untuk kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

“Jadi, kayu-kayu ini dapat digunakan sebagai material pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap). Namun, kami memberi catatan penting, yaitu pemanfaatan kayu ini harus berada di bawah koordinasi dan pengawasan ketat pemerintah daerah serta aparat penegak hukum (APH) yang berkoordinasi dengan UPT Kementerian Kehutanan di Sumatera Barat. Ini agar prosesnya tertib dan tepat guna,” katanya.

Senada dengan Wamenhut, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan betapa krusialnya bantuan dari PT Semen Padang. Kata dia, selama hampir satu bulan ini, warga nelayan di sepanjang garis pantai dari Pasir Parupuk hingga batas kota dekat Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terpaksa menyandarkan perahu mereka karena masih banyaknya material kayu yang berada di pesisir pantai.

“Sudah hampir sebulan nelayan kita tidak bisa melaut karena lautnya tertutup kayu. Jika kayu ini tidak segera dibersihkan, dampak ekonominya akan semakin panjang. Makanya, kepedulian PT Semen Padang, TNI/Polri, dan masyarakat setempat sangat kami apresiasi. Mudah-mudahan dengan semangat gotong royong ini pesisir pantai ini kembali seperti semula,” kata Mahyeldi.

Terkait instruksi yang disampaikan soal pemanfaatan kayu yang hanyut terbawa arus banjir hingga ke pesisir pantai, Gubernur berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk korban terdampak bencana, tetap mematuhi instruksi tersebut agar proses evakuasi material kayu ini tidak terhambat oleh kendala teknis lainnya. “Mari kita jadikan ini perhatian bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino,  menyampaikan bahwa perusahaan akan selalu hadir di barisan terdepan saat bencana melanda. Selain itu, sinergi dalam aksi nyata ini sangat penting untuk menunjukkan bahwa kolaborasi antara sektor industri dan pemerintah dapat menjadi solusi cepat dalam menangani dampak bencana yang kompleks.

“Keterlibatan kami dalam aksi gotong royong bersih-bersih pantai dari material kayu ini merupakan bentuk komitmen kuat PT Semen Padang terhadap kepedulian pascabencana yang terjadi akhir November lalu. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran perusahaan memberikan dampak langsung, terutama dalam mempercepat pemulihan ruang publik dan akses ekonomi masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Win. (*)

 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Serikat Perusahaan Pers (dulunya disebut Serikat Penerbit Suratkabar/SPS) Pusat menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Sumatra. Bantuan tersebut diserahkan kepada korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh melalui SPS Daerah setempat. 

"SPS ikut peduli dengan bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatra. Karena itu, SPS Pusat melalui pengurus daerah, menyalurkan sedikit bantuan untuk bisa meringankan beban saudara-saudara yang terkena banjir dan longsor," kata Ketua SPS Pusat H Januar Primadi Ruswita didampingi Sekretaris Jendral SPS Pusat Asmono Wikan, Sabtu (20/12).

Ketua SPS Sumbar (demisioner) Osmarwan Putra bersama Atviarni (Bendahara) langsung menindaklanjuti amanah tersebut.  "Kami membeli beberapa kebutuhan pokok serta kebutuhan harian. Antara lain gula, teh, sabun mandi, mie instant, tisu basah dan tisu kering, garam dan teri belah. Semuanya dikemas menjadi sekitar 40 paket dan langsung kami antar ke lokasi Huntara di Lubuk Buaya," kata Osmarwan, Sabtu (20/12). 

Dibantu para petugas dan relawan di Huntara tersebut, paket paket itu langsung diantarkan ke tiap rumah yang ada. "Memang tak semua penghuni huntara yang dapat paket karena keterbatasan kami, tapi kami berharap yang lainnya juga akan mendapat bantuan dari pihak lain," tambah Osmarwan. 

Kepala UPTD Huntara dan Rusunawa Kota Padang, Angga yang berada di lokasi tersebut sangat mengapresiasi bantuan dari SPS. 

Ia menyebutkan, karena keterbatasan personel dan tenaga, dan menghindari bantuan menumpuk di Posko, para donatur yang datang disilahkan untuk melaporkan bantuan mereka berupa apa saja serta jumlahnya. Kemudian, ia menyarankan agar donatur juga mendistribusikan bantuan tersebut ke penghuni huntara. 

"Kami mohon maaf, para donatur kami minta datanya, kemudian kami sarankan untuk langsung membagikan ke penghuni huntara. Sebab kalau diletakkan di Posko, takutnya menumpuk dan tak terdistribusikan dengan baik karena kurangnya personel di sini," kata Angga. 

Para penghuni huntara terlihat sangat senang mendapatkan bantuan ini. "Seberapapun, bagi kami sangat besar nilainya. Sebab, dalam kondisi seperti ini, kami benar benar tak berdaya," kata mereka senada. 

Tentang SPS

Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) adalah organisasi yang beranggotakan perusahaan pers di Indonesia. Didirikan pada 8 Juni 1946 di Yogyakarta, SPS awalnya bertujuan untuk menjaga kedaulatan Republik Indonesia melalui pers. Saat ini, SPS telah bertransformasi menjadi Serikat Perusahaan Pers, yang fokus pada pengembangan industri pers yang sehat dan bermartabat.

SPS memiliki 30 cabang provinsi di seluruh Indonesia, dengan sekitar 600 anggota perusahaan pers, mayoritas berasal dari media cetak arus utama yang telah berkembang ke berbagai platform. (*)

 

Padang, Lintasmedianews.com

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, H.M. Jusuf Kalla mengatakan bahwa banyaknya penyakit yang menyerang pengungsi bencana di tiga provinsi (Aceh-Sumut-Sumbar) karena terlalu lama di pengungsian. “Karena itu perlu secepatnya mereka para pengungsi itu dikembalikan ke rumahnya atau dicarikan hunian sementara yang lebih sehat,” kata Kalla ketika berkunjung ke kawasan bencana Batu Busuak Padang, Sabtu (20/12)

Wapres RI ke-10 dan 12 itu menginstruksikan jajaran PMI di ketiga provinsi untuk menyegarakan program bersih. Artinya, aksi PMI kini harus ditujukan untuk membersihkan rumah-rumah penduduk yang penuh dengan lumpur sehingga tidak bisa dihuni. 

“Mereka masih berada di pengungsian karena rumah mereka penuh lumpur dan dapur mereka rusak binasa. Jadi kita mesti membersihkan rumah-rumah tersebut agar mereka bisa kembali ke rumah terhindar dari serangan berbagai penyakit,” kata Jusuf Kalla didampingi Ketua PMI Sumbar Aristo Munandar, Wakil Ketua PMI Pusat Sasongoo Tedjo, Wakil Walikota Padang Maigus Nasir, Ketua PMI Padang Zulhardi Z Latif, Ketua PMI Bukittinggi H Chairunnas dan Ketua PMI Pasaman Sabar AS.

Ia menginstruksikan jajaran personel operasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) PMI untuk memprioritaskan layanan Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) dalam fase pemulihan di wilayah Sumatera Barat. Fokus utama operasi ini meliputi pendistribusian air bersih serta aksi pembersihan lingkungan secara masif.

"Kita harus bergerak cepat melakukan pendataan dan pembersihan tempat ibadah, khususnya gereja yang terdampak, agar umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah Natal dengan layak dan tenang. Dan masjid-masjid yang dipenuhi lumpur akibat banjir juga harus segera bersih karena sebentar lagi bulan Ramadhan akan datang," ujar Jusuf Kalla saat meninjau kesiapan layanan PMI, di Markas PMI Sumbar.

Selain fasilitas umum, PMI juga memfokuskan aksi bersih pada sektor pemukiman warga, terutama rumah dengan kategori rusak sedang. Upaya ini dilakukan guna mendorong masyarakat yang berada di pos pengungsian untuk segera kembali ke kediaman masing-masing.

PMI menargetkan seluruh rangkaian aksi bersih dan pemulihan awal ini dapat rampung dalam jangka waktu dua bulan ke depan. Target tersebut ditetapkan agar masyarakat terdampak dapat menyambut bulan suci Ramadan dalam kondisi hunian yang sudah layak.

"Kami mengupayakan seluruh aksi ini selesai sebelum memasuki bulan puasa. Tujuannya agar masyarakat sudah bisa berkumpul di rumah masing-masing, sehingga pelaksanaan ibadah puasa dan aktivitas keagamaan lainnya dapat berjalan dengan lancar dan khidmat," tegasnya.

Dukungan Logistik 

Guna menunjang operasional di lapangan, PMI telah menyiapkan berbagai sarana dan alat kebersihan yang dapat diakses oleh masyarakat. Bagi warga yang memerlukan dukungan tersebut, Jusuf Kalla mengimbau agar segera melakukan koordinasi melalui PMI Provinsi Sumatera Barat.

Komitmen ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan PMI untuk memastikan masyarakat Sumatera Barat mendapatkan pendampingan yang maksimal, baik pada masa tanggap darurat maupun selama proses transisi menuju pemulihan total. (*)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

PT Semen Padang kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul di sekitar wilayah operasional perusahaan melalui penandatanganan Perjanjian Beasiswa Anak Nagari Semen Padang (BANGSA) Angkatan II bagi 23 penerima manfaat. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat PT Semen Padang, Selasa (16/12/2025), ini menjadi wujud kolaborasi antara dunia industri, pendidikan, dan lembaga adat.

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino, Wakil Direktur Politeknik Negeri Padang (PNP) Bidang Kerja Sama Ihsan Lumasa Rimra, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan Armansyah Datuak Gadang, jajaran Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang, perwakilan orang tua, serta para penerima beasiswa.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan, sebagai anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), PT Semen Padang telah tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Sumatera Barat. Karena itu, perusahaan berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional.

“Sebagai perusahaan yang menjunjung prinsip triple bottom line—People, Planet, dan Profit—kami menyadari bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari besarnya dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Program Beasiswa BANGSA merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan SDM melalui pendidikan. Menurutnya, pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. “Kami percaya setiap anak bangsa berhak memperoleh akses pendidikan berkualitas tanpa terhalang keterbatasan ekonomi. Melalui program ini, kami membuka kesempatan setara bagi generasi muda yang berpotensi dan berintegritas,” katanya.

Win menegaskan, penandatanganan perjanjian beasiswa ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen bersama antara perusahaan dan penerima manfaat. “Kami berharap beasiswa ini tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus berprestasi, membangun karakter, dan menumbuhkan kepedulian sosial,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa di tengah ketatnya persaingan industri semen, PT Semen Padang tidak hanya berperan sebagai entitas bisnis, tetapi juga lokomotif ekonomi daerah. “Produk PT Semen Padang bukan hanya tentang semen, tetapi juga keberlanjutan, kualitas, dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Unit CSR PT Semen Padang Idris yang diwakili Staf TJSL Nurwan menjelaskan, perjanjian yang ditandatangani merupakan perjanjian kedua dalam pelaksanaan Program Beasiswa BANGSA. Pada angkatan pertama tahun 2024, program ini diikuti 25 mahasiswa Program Studi Diploma III Teknik Mesin di Politeknik Negeri Padang.

“Pada tahun 2025, program ini kami kembangkan dengan mempertimbangkan masukan dan hasil evaluasi dari para pemangku kepentingan, agar menghasilkan lulusan yang lebih andal dan siap bersaing,” kata Nurwan.

Ia menyebutkan, penerima Beasiswa BANGSA Angkatan II berasal dari mahasiswa yang lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta Seleksi Nasional Konsorsium Mandiri di Politeknik Negeri Padang. Program studi yang dibiayai meliputi Diploma III Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknologi Informasi.

Kriteria penerima beasiswa tetap mengacu pada ketentuan sebelumnya, yakni lulusan SMA atau sederajat yang berprestasi, berasal dari keluarga kurang mampu, serta berdomisili di 12 kelurahan sekitar pabrik dan fasilitas PT Semen Padang, yaitu Indarung, Batu Gadang, Padang Besi, Baringin, Tarantang, Koto Lalang, Bandar Buat, Limau Manis, Limau Manis Selatan, Koto Lua, Lambuang Bukit, dan Pampangan.

“Melalui proses seleksi dan verifikasi bersama KAN Lubuk Kilangan, terpilih 23 putra-putri terbaik dari 12 kelurahan tersebut. Mereka akan dibina secara bersama oleh PT Semen Padang, KAN Lubuk Kilangan, dan Politeknik Negeri Padang,” ujarnya.

Nurwan berharap sinergi ini melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, profesional, dan memiliki daya saing tinggi di dunia kerja. Program Beasiswa BANGSA, lanjutnya, merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial dan lingkungan PT Semen Padang melalui sektor pendidikan.

Wakil Direktur PNP Bidang Kerja Sama Ihsan Lumasa Rimra mengapresiasi kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin dengan PT Semen Padang. Ia menjelaskan, pada angkatan ini terdapat penyesuaian mekanisme pendidikan seiring kebijakan kementerian. “Kami tidak lagi membuka kelas khusus, sehingga kualifikasi mahasiswa menjadi lebih luas dan inklusif. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan selesaikan studi tepat waktu,” pesannya.

Ketua KAN Lubuk Kilangan Armansyah Datuak Gadang juga menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan Program Beasiswa BANGSA. Menurutnya, program ini merupakan contoh kolaborasi antara perusahaan, lembaga adat, dan institusi pendidikan untuk masa depan anak nagari. “Kami di KAN Lubuk Kilangan akan terus mendukung dan mengawasi agar program ini berjalan dengan baik,” ujarnya.

Perwakilan orang tua penerima beasiswa, Salmi, warga Kelurahan Padang Besi, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan PT Semen Padang. “Program ini sangat membantu dan menjadi harapan besar bagi keluarga kami,” katanya.

Sementara itu, perwakilan penerima beasiswa Muhammad Rafli Alfatih menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. “Beasiswa ini merupakan amanah dan tanggung jawab moral bagi kami. Kami akan belajar dengan sungguh-sungguh dan menjaga kepercayaan ini,” ujarnya.

Penandatanganan Perjanjian Beasiswa BANGSA Angkatan II ini menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan menjadi fondasi penting pembangunan berkelanjutan. Program ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter.

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.