Articles by "Kota Padang"

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota Padang walikota solok
Showing posts with label Kota Padang. Show all posts

 

PADANG, Lintasmedia News– Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Semen Padang menyalurkan dana zakat sebesar Rp2,74 miliar kepada ribuan mustahik sepanjang Januari hingga Mei 2026. Dari berbagai program yang dijalankan, bantuan untuk kelompok fakir dan miskin menjadi porsi penyaluran terbesar karena menjangkau ratusan penerima manfaat, mulai dari lansia, janda, penyandang disabilitas, keluarga kurang mampu, hingga korban musibah.


Total dana yang disalurkan mencapai Rp2.739.145.559, terdiri atas Rp439.785.786 pada Januari, Rp439.015.625 pada Februari, Rp1.002.599.522 pada Maret, Rp450.005.399 pada April, dan Rp407.739.227 pada Mei 2026. Dana zakat tersebut disalurkan kepada berbagai kategori asnaf, seperti fakir, miskin, mualaf, dan fisabilillah, serta melalui sejumlah program pemberdayaan masyarakat.


Manajer UPZ BAZNAS Semen Padang, Akmal, mengatakan bahwa dana zakat yang dipercayakan para muzaki dikelola secara profesional dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kebermanfaatan. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, zakat juga diarahkan untuk mendorong kemandirian melalui program pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, dan penguatan dakwah.

“UPZ BAZNAS Semen Padang berupaya memastikan setiap dana zakat yang dihimpun dapat memberikan dampak yang luas bagi masyarakat. Karena itu, selain bantuan sosial rutin, kami juga memperkuat program pemberdayaan agar mustahik dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraannya secara berkelanjutan,” ujar Akmal.


Pada bidang pendidikan, UPZ BAZNAS Semen Padang menyalurkan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa, baik di dalam maupun luar negeri. Dukungan juga diberikan kepada berbagai lembaga pendidikan dan sosial untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan pembinaan masyarakat. Sementara itu, di sektor kesehatan, bantuan disalurkan dalam bentuk pembiayaan pengobatan, pembelian obat-obatan, hingga pembayaran iuran dan tunggakan BPJS bagi keluarga kurang mampu di kawasan Ring 1 perusahaan dan Kota Padang.


Program ekonomi produktif turut diperkuat melalui bantuan usaha dan pelatihan kewirausahaan. Para penerima manfaat dibekali kemampuan pemasaran, pengelolaan usaha, serta akuntansi sederhana agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan meningkatkan pendapatan keluarga. Di bidang dakwah, zakat juga disalurkan kepada berbagai lembaga dakwah, guru TPQ dan TQA, serta untuk mendukung aktivitas para dai yang bertugas di sejumlah wilayah Kepulauan Mentawai.


Selain itu, UPZ BAZNAS Semen Padang saat ini tengah menjalankan Program Ceria Bisa Sekolah (CBS) untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu memasuki tahun ajaran baru. Program tersebut telah memasuki tahap wawancara calon penerima manfaat dengan melibatkan sekolah-sekolah di kawasan Ring 1 perusahaan.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengapresiasi konsistensi UPZ BAZNAS Semen Padang dalam menyalurkan dana zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, zakat memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sosial, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, perluasan akses kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat.


“Dana zakat yang dikelola UPZ BAZNAS Semen Padang telah memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Ini menunjukkan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian, memperkuat pendidikan, meningkatkan akses kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Win.


Dengan total penyaluran hampir Rp2,74 miliar hingga Mei 2026, UPZ BAZNAS Semen Padang berharap kepercayaan para muzaki terus meningkat sehingga manfaat zakat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan yang lebih merata.


UPZ BAZNAS Semen Padang merupakan lembaga amil zakat yang berada di bawah naungan PT Semen Padang dan bertugas melayani masyarakat berpenghasilan rendah, antara lain melalui pemberian bantuan beasiswa pendidikan, biaya pengobatan, serta modal usaha.


Fungsi dan tugas UPZ BAZNAS Semen Padang adalah membantu mengatasi permasalahan ekonomi umat yang dapat menyebabkan mereka jauh dari nilai-nilai agama, mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat, menghimpun zakat, serta menyalurkan zakat kepada yang berhak menerimanya.


Dana zakat UPZ BAZNAS Semen Padang dihimpun dari zakat gaji karyawan dan Direksi PT Semen Padang, karyawan APLP dan perusahaan afiliasi, karyawan PT Semen Padang yang ditugaskan di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, serta sumber lain yang halal, sah, dan tidak mengikat. (*)

 

PADANG, Lintasmedia News- Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Padang menyigi penambahan belanja daerah, dimana pada APBD awal ditargetkan sebesar Rp2,69 triliun, pada perubahan KUA PPAS menjadi Rp3,20 triliun rupiah bertambah sebesar Rp510 miliar atau Rp18,81 persen.


"Kebijakan belanja daerah haruslah diselaraskan dengan sumber - sumber penerimaan dan penggunaannya, sebagaimana yang diamanatkan dalam peraturan pemerintah nomor 35 tahun 2023," kata juru bicara Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Padang, Defi Vebrida pada rapat paripurna, Sabtu, 27 Juni 2026.


Seperti, ungkapnya, penerimaan dana bagi hasil yang berasal dari pajak daerah dan non pajak, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).


Uuntuk itu, ujarnya, Fraksi Partai Golkar merasa perlu mengingatkan bahwa, Pemerintah Daerah dalam menyusun belanja pada perubahan KUA PPAS APBD tahun anggaran 2026, selain memperhatikan prinsip, kebijakan umum dan pedoman teknis penyusunan APBD, juga sangat perlu memperhatikan kebijakan belanja untuk mendanai urusan pemerintahan daerah, anggaran pendidikan, kesehatan, belanja infrastruktur, pelayanan publik, dan belanja pegawai.  


Berkaitan dengan belanja modal, jelasnya, bila dilihat nota pengantar Walikota terhadap perubahan KUA dan perubahan PPAS tahun 2026, maka belanja modal yang semula sebesar Rp220.93 miliar mengalami kenaikan menjadi Rp.518,61 miliar atau naik sebesar Rp297,68 miliar atau 134,68 persen. 


"Harapan kami kepada Walikota dan Wakil Walikota Padang, kiranya belanja modal ini harus tetap ditingkatkan dari tahun - ketahun, sebab belanja modal ini merupakan belanja yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh warga Kota Padang," katanya.


Sedangkan terkait rekomendasi, saran dan catatan yang telah disampaikan Pansus I, II,III, dan IV DPRD kota Padang melalui laporan hasil pembahasan perubahan KUA dan perubahan PPAS APBF kota Padang tahun 2026, Fraksi Partai Golkar sangat memahami dan menyetujui untuk segera ditindak lanjuti oleh masing - masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang, sehingga terjadi perbaikan dan perubahan dalam pelaksanaan pelayanan publik dan kegiatan lainnya di Pemerintahan Kota Padang.


Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Padang Helmi Moesim atau yang akrab sapa da Ay mengingakan kepada setiap OPD dengan terjadinya peningkatan anggaran di KUA PPAS Perubahan tahun 2026, agar berhatihati dalam keterbatasan waktu dan cermat dalam mempedomani regulasi terbaru. (*) 


Pewarta: Zamri Yahya, SHI, WU

 

PADANG, Lintasmedia News– Pemerintah Kota Padang mengambil langkah serius membenahi pelayanan administrasi pertanahan dengan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Persuratan Tanah dan Ahli Waris Pertanahan. Langkah ini diharapkan menjadi solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat, mulai dari lambatnya proses administrasi, perbedaan penafsiran aturan, hingga ketidakpastian dalam pengurusan dokumen pertanahan.

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat memimpin Rapat Penyusunan SOP Persuratan Tanah dan Ahli Waris Pertanahan di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Aie Pacah, Jumat (26/6/2026).


Rapat strategis ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail, Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran (PHP) Kanwil BPN Sumatera Barat Desrizal, Kepala Kantor Pertanahan Kota Padang Hanif, Ketua Pengda IPPAT Kota Padang Jenita, Kepala OPD terkait, camat, serta lurah se-Kota Padang.

Menurut Fadly Amran, penyusunan SOP bukan sekadar menyusun pedoman administratif, melainkan bagian dari reformasi birokrasi yang bertujuan menghadirkan pelayanan publik yang lebih profesional, cepat, transparan, dan memiliki kepastian hukum.


"Penyusunan SOP ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pelayanan pertanahan yang berkepastian hukum, cepat, transparan, dan akuntabel. Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat," tegas Fadly.

Pelayanan Cepat Harus Tetap Sesuai Aturan

Fadly mengakui masih banyak masyarakat yang mengeluhkan lamanya proses pengurusan surat tanah maupun surat keterangan ahli waris. Kondisi tersebut, menurutnya, sering kali dipengaruhi belum seragamnya pemahaman antarperangkat daerah mengenai mekanisme administrasi pertanahan.


Karena itu, SOP yang tengah disusun akan menjadi pedoman baku bagi seluruh perangkat daerah, terutama camat dan lurah, sehingga pelayanan tidak lagi bergantung pada perbedaan interpretasi di lapangan.


Ia menekankan bahwa percepatan pelayanan tidak boleh mengesampingkan ketelitian maupun kepatuhan terhadap regulasi.

"Kita tidak ingin percepatan pelayanan mengabaikan aturan. Karena itu, percepatan harus diimbangi dengan ketelitian, kepastian waktu penyelesaian, serta kemudahan akses terhadap format surat dan persyaratan bagi masyarakat," ujarnya.


Dalam SOP tersebut nantinya akan diatur secara rinci mengenai standar waktu penyelesaian setiap layanan, keseragaman format surat, mekanisme verifikasi administrasi, hingga penyediaan persyaratan yang dapat diakses masyarakat secara digital.

Pertanahan yang Tertib Dorong Investasi

Fadly juga menegaskan bahwa pelayanan pertanahan yang baik bukan hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.


Menurutnya, kepastian administrasi pertanahan merupakan salah satu aspek yang sangat diperhatikan investor sebelum menanamkan modal di suatu daerah.


"Kalau pelayanan hak waris dan pertanahan cepat, saya yakin investasi dan pembangunan juga akan semakin mudah. Yang bisa kita lakukan sebagai pemerintah adalah menghadirkan pelayanan yang cepat, pasti, dan memberi kemudahan kepada masyarakat," katanya.

Ia meminta seluruh camat dan lurah memberikan respons cepat terhadap setiap berkas masyarakat yang masuk, karena kualitas pelayanan publik merupakan wajah nyata reformasi birokrasi Pemerintah Kota Padang.

BPN Jelaskan Aturan Administrasi Pertanahan

Dalam rapat tersebut, Kepala Kantor Pertanahan Kota Padang Hanif memaparkan berbagai ketentuan administrasi pertanahan sesuai regulasi Kementerian ATR/BPN. Materi yang dibahas meliputi proses pendaftaran tanah ulayat, perubahan nama pemegang hak, hingga mekanisme peralihan hak akibat pewarisan.


Hanif menjelaskan bahwa masyarakat yang tunduk pada hukum adat tetap dapat menggunakan surat pernyataan ahli waris sebagai dasar administrasi.

"Berdasarkan ketentuan ATR/BPN, masyarakat yang tunduk pada hukum adat dapat menggunakan surat pernyataan ahli waris yang dibuat para ahli waris, disaksikan dua saksi, serta diketahui lurah dan camat sesuai domisili pewaris saat meninggal," jelasnya.


Penjelasan tersebut diberikan agar seluruh aparatur pemerintah memiliki pemahaman yang sama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Samakan Persepsi Soal Harta Pusaka Tinggi dan Rendah

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanahan Kota Padang Desmon Danus memaparkan hasil kesepakatan antara Pemerintah Kota Padang dan Badan Pertanahan Nasional terkait penyamaan persepsi dalam penerbitan surat pernyataan ahli waris.


Kesepakatan tersebut menjadi langkah penting untuk menghindari perbedaan penafsiran yang selama ini kerap menimbulkan kendala dalam proses administrasi.


Melalui kesepakatan itu ditegaskan bahwa harta pusaka rendah akan diproses berdasarkan data administrasi kependudukan, sedangkan harta pusaka tinggi tetap mengacu pada ranji atau silsilah kaum sesuai ketentuan hukum adat Minangkabau.

Pembedaan mekanisme tersebut diharapkan mampu menghilangkan keraguan aparatur pemerintahan di tingkat kelurahan maupun kecamatan dalam memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat.


"Hasil rapat ini akan dituangkan dalam SOP dan surat edaran sebagai pedoman resmi pelayanan pertanahan di Kota Padang. Kami berharap tidak ada lagi perbedaan persepsi sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, mudah, dan berkepastian hukum," ujar Desmon.


Menuju Pelayanan yang Lebih Pasti

Penyusunan SOP ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat tata kelola pelayanan publik, khususnya di bidang pertanahan yang selama ini menjadi salah satu layanan dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Dengan adanya pedoman yang seragam, seluruh proses administrasi mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga Kantor Pertanahan diharapkan berjalan lebih sinkron, transparan, dan memiliki kepastian waktu penyelesaian.


Pemerintah Kota Padang berharap, melalui SOP yang segera diberlakukan, masyarakat tidak lagi menghadapi birokrasi yang berbelit, sementara kepastian hukum dalam pengurusan tanah dan ahli waris dapat terwujud sebagaimana fondasi penting bagi pelayanan publik yang modern serta mendukung percepatan investasi dan pembangunan daerah. (***)

PADANG, Lintasmedia News— Pemerintah Kota Padang terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan mutu pendidikan nonformal. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mendorong seluruh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara berkelanjutan.


Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka kegiatan Pendampingan Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Lembaga Kursus dan Pelatihan Tahap I di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Yaya Sutarya, Kepala Subdirektorat Bina Kursus dan Pelatihan Yohana Rumanda, Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova beserta jajaran, para fasilitator Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) dan SPMI, serta operator LKP dari Kota Padang dan Bukittinggi.


Mengusung tema “Baiknya Kursus, Baiknya Masa Depan”, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya nasional dalam membangun ekosistem pendidikan nonformal yang berkualitas, adaptif, dan relevan dengan perkembangan dunia industri.

Maigus Nasir mengatakan, keberadaan lembaga kursus dan pelatihan memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan masyarakat yang memiliki keterampilan kerja sesuai kebutuhan zaman.


Menurutnya, di tengah pesatnya perubahan teknologi dan dinamika pasar kerja, pendidikan nonformal harus mampu menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan peluang kerja yang semakin kompetitif.


“Penerapan SPMI merupakan langkah penting untuk memastikan layanan pendidikan dan pelatihan berjalan sesuai standar. Mutu lembaga kursus akan menentukan kualitas lulusannya, sehingga melahirkan generasi yang terampil, produktif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa maupun daerah,” ujar Maigus Nasir.

Ia menegaskan bahwa kualitas sebuah lembaga pendidikan tidak lagi hanya diukur dari jumlah peserta didik, tetapi juga dari kemampuan lembaga tersebut menghasilkan lulusan yang benar-benar siap bekerja dan mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.


Menurutnya, peningkatan kualitas LKP juga menjadi salah satu solusi nyata dalam menekan angka pengangguran, terutama bagi masyarakat usia produktif yang membutuhkan keterampilan praktis untuk memasuki dunia kerja.


“Lembaga kursus dan pelatihan merupakan salah satu solusi dalam menekan angka pengangguran. Potensi kerja di luar negeri sangat besar, sehingga peningkatan kualitas dan penjaminan mutu lembaga menjadi hal yang sangat penting,” tambahnya.


Maigus juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pendidikan nonformal melalui pendampingan SPMI.


Ia berharap seluruh LKP di Kota Padang mampu menjadikan sistem tersebut sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif.


Sementara itu, Direktur Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan transformasi besar terhadap sistem penjaminan mutu pendidikan nonformal di Indonesia.


Menurutnya, mulai tahun 2026, pelaksanaan SPMI dan evaluasi kinerja LKP sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dengan dukungan sistem digital yang terintegrasi.


“Mulai 2026, pelaksanaan SPMI dan evaluasi kinerja LKP menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dengan dukungan sistem digital yakni Sistem Penjaminan Mutu Terpadu Lembaga Kursus (Si Permata). Melalui sistem tersebut, setiap lembaga wajib melakukan evaluasi diri sebagai dasar peningkatan mutu dan evaluasi kinerja secara berkelanjutan,” jelasnya.


Ia menerangkan, SPMI tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengawasan, tetapi juga sebagai fondasi dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan di setiap lembaga kursus.


Melalui mekanisme evaluasi yang dilakukan secara berkala, lembaga dapat mengidentifikasi kelemahan, menyusun strategi perbaikan, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat.


Lebih lanjut, Yaya menegaskan bahwa hasil evaluasi kinerja nantinya akan menjadi persyaratan utama bagi lembaga kursus yang ingin memperoleh akreditasi.


“Seluruh LKP didorong aktif menerapkan SPMI dan mengikuti proses evaluasi secara konsisten. Hasil evaluasi kinerja nantinya menjadi syarat utama bagi lembaga kursus yang ingin mengikuti akreditasi melalui Komite Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal yang mulai dibentuk tahun ini,” ujarnya.


Di sisi lain, Kepala Subdirektorat Bina Kursus dan Pelatihan, Yohana Rumanda, menjelaskan bahwa pendampingan SPMI dirancang untuk memperkuat budaya mutu di lingkungan LKP melalui sejumlah tahapan yang sistematis.


Tahapan tersebut meliputi pemetaan mutu, penyusunan rencana peningkatan mutu, pelaksanaan program, hingga evaluasi berkelanjutan yang dilakukan secara terukur.


“Melalui SPMI, setiap lembaga diharapkan mampu membangun sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan sehingga kualitas layanan pendidikan dan pelatihan semakin meningkat serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan dunia kerja,” katanya.


Menurut Yohana, keberhasilan SPMI sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak, mulai dari pengelola lembaga, tenaga pendidik, operator, hingga pemerintah daerah sebagai pembina.


Melalui kegiatan pendampingan ini, Pemerintah Kota Padang menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem pendidikan nonformal yang berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan industri masa depan.


Langkah tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi muda yang memiliki keterampilan unggul, mampu beradaptasi dengan perkembangan global, dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan penguatan sistem penjaminan mutu yang konsisten, Lembaga Kursus dan Pelatihan diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar keterampilan, tetapi juga menjadi pusat lahirnya tenaga kerja profesional yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (***)

 

PADANG, Lintasmedia News— Sekretaris Kota (Sekdako) Padang Raju Minropa memimpin Rapat Persiapan Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) 2026 di Ruang Rapat Sekretaris Kota Padang, Senin 15 Juni 2026


Rapat juga dihadiri Plt. Kepala BBPOM di Padang, Elyunaida, Kepala Bappeda Kota Padang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Padang, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang beserta jajaran


BBPOM di Padang melakukan pendampingan pengisian tools mandiri bersama Sekretariat Daerah Kota Padang beserta OPD terkait di Ruang Rapat Sekretaris Kota Padang. Dalam kegiatan ini, Plt. Kepala BBPOM di Padang, Elyunaida melakukan pertemuan bersama Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa.


Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor melalui persiapan pengisian tools penilaian sebagai bagian dari self-assessment implementasi keamanan pangan di Kota Padang.


Setiap indikator penilaian ditelaah bersama guna memastikan program keamanan pangan berjalan secara efektif, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Kota Padang dan BBPOM di Padang, diharapkan kesiapan Kota Padang dalam menghadapi Penilaian KKPA Tahun 2026 semakin optimal.


“Kita berterima kasih kepada Ibu Plt Kepala BBPOM, yang sudah memberikan pendampingan kepada Kota Padang untuk penilaian KKPA 2026. Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kita ingin menjadi Kota Pangan Aman untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Padang,” ujar Sekdako.


Sementarvitu Plt. Kepala BBPOM di Padang mengatakan Melalui kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Kota Padang dan BBPOM di Padang, diharapkan kesiapan Kota Padang dalam menghadapi Penilaian KKPA Tahun 2026 semakin optimal.


“Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Karena pangan yang aman hari ini merupakan investasi bagi kesehatan masyarakat di masa depan.” ujarnya. (***)

PADANG, Lintasmedia News– Wali Kota Padang, Fadly Amran, membuka secara langsung Entrepreneur Expo Universitas Ekasakti (UNES) Tahun 2026 yang berlangsung di lapangan parkir UNES pada Sabtu, 13 Juni 2026.


Kegiatan ini merupakan rangkaian dari mata kuliah Kewirausahaan yang diprakarsai oleh salah seorang dosen kewirausahaan UNES, Sunreni, S.E., M.M.


Mengusung tema “See the Future Entrepreneurship”, expo ini menampilkan lebih dari 20 stan UMKM yang dikelola oleh para pelaku usaha muda dari kalangan mahasiswa UNES. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaan dalam menghadapi dunia usaha di era digital.


Acara turut dihadiri oleh jajaran pimpinan UNES, jajaran pimpinan Yayasan PerguruanTinggi Padang (YPTP), serta seluruh dosen UNES yang ikut memeriahkan dan menyambut kegiatan tersebut.


Dalam sambutannya, Fadly Amran mengimbau para dosen untuk terus memotivasi mahasiswa agar konsisten menjalankan kegiatan kewirausahaan.


Menurutnya, membangun usaha membutuhkan proses berkelanjutan yang harus terus dilatih, termasuk membangun jaringan dan mempelajari pasar. Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan yang kuat dalam berwirausaha.


Sementara itu, Rektor UNES, Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd., menegaskan bahwa pihaknya mewajibkan seluruh mahasiswa mengambil mata kuliah Kewirausahaan.


“Kebijakan ini bertujuan agar mahasiswa memiliki motivasi diri yang kuat, tidak hanya berorientasi menjadi pegawai negeri, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di kemudian hari,” ujar Sufyarma Marsidin. (***)

 



PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 PT Semen Padang terus memperkuat komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kuantifikasi dan Pelaporan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Tingkat Organisasi yang berlangsung di Wisma Indarung, pada Selasa–Kamis (9–11 Juni 2026). Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kulit, Karet, dan Plastik, yaitu Iwan Fajar Pahlawan dan Eko Sulistyo Wibowo.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, dan diikuti oleh sejumlah personel lintas unit yang akan terlibat dalam proses penghitungan, evaluasi, serta pelaporan emisi karbon perusahaan sesuai standar internasional.

Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, menegaskan bahwa pelaksanaan Bimtek ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan daya saing, khususnya untuk mendukung ekspansi pasar ekspor yang semakin menuntut pemenuhan aspek keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan.

Menurutnya, kebutuhan akan sertifikasi emisi gas rumah kaca semakin relevan seiring berkembangnya aktivitas ekspor PT Semen Padang, termasuk untuk produk semen tipe 52,5 N yang dipasarkan ke wilayah Reunion Island. Dalam proses komunikasi dengan mitra bisnis internasional, perusahaan diminta untuk menunjukkan komitmen pengendalian emisi melalui penerapan standar ISO 14064, yang menjadi salah satu acuan global dalam pengukuran dan pelaporan emisi gas rumah kaca.

"Hal ini menunjukkan bahwa aspek keberlanjutan kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses bisnis. Kemampuan perusahaan dalam menghitung, mengevaluasi, dan melaporkan emisi karbon secara terukur menjadi kebutuhan penting untuk mendukung transaksi bisnis di pasar internasional," ujar Andria.

Andria Delfa menjelaskan bahwa meskipun PT Semen Padang selama ini telah melakukan penghitungan emisi berdasarkan metodologi internasional yang digunakan industri semen, sertifikasi sesuai ISO 14064 menjadi langkah lanjutan yang dibutuhkan agar data emisi perusahaan memperoleh pengakuan yang lebih luas di tingkat global.

Andria Delfa berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian Bimtek secara serius sehingga kompetensi yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam mendukung proses sertifikasi perusahaan.

"Pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan mampu mendukung berbagai inisiatif perusahaan ke depan. Di tengah persaingan industri semen yang semakin kompetitif, aspek keberlanjutan menjadi salah satu faktor penting yang dapat meningkatkan daya saing produk sekaligus membuka peluang pasar ekspor yang lebih luas," katanya.

Andria Delfa juga menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, melainkan merupakan kontribusi bersama untuk mendukung pencapaian target perusahaan dalam bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).

Kepala Unit Sistem Manajemen PT Semen Padang, Arie Ronaldo, menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan tahapan awal dari rangkaian program penguatan sistem penghitungan karbon perusahaan yang ditargetkan selesai pada Juli 2026.

Ia menyebutkan bahwa sebelumnya PT Semen Padang telah melakukan penghitungan emisi karbon menggunakan metode World Business Council for Sustainable Development (WBCSD). Data yang telah tersedia tersebut selanjutnya akan menjadi dasar dalam penyusunan inventarisasi emisi sesuai standar ISO 14064-1:2018.

"Melalui Bimtek ini, kami ingin memastikan seluruh proses penghitungan karbon perusahaan berjalan sesuai standar internasional, mulai dari pengumpulan data, metodologi perhitungan, hingga proses pelaporan dan verifikasi," ujar Arie.

Usai pelaksanaan Bimtek, perusahaan akan membentuk tim khusus yang bertanggung jawab melakukan penghitungan emisi secara mandiri. Tim tersebut akan dipimpin oleh Departemen Perencanaan dan Pengadaan Produksi sebagai pemilik proses (process owner), dengan dukungan berbagai unit kerja yang menjadi sumber data maupun penghasil emisi.

Arie menjelaskan bahwa setelah tahap pembelajaran dan pendampingan, peserta akan melakukan penghitungan karbon secara mandiri yang kemudian dievaluasi oleh tim pendamping. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk proses verifikasi dan validasi oleh lembaga yang berwenang.

"Target kami, pada Juli 2026, hasil penghitungan karbon PT Semen Padang sudah terverifikasi dan tervalidasi sehingga dapat digunakan sebagai data emisi yang diakui secara internasional," katanya.

Menurut Arie, program ini juga menjadi bagian dari persiapan perusahaan dalam menghadapi berbagai kebijakan terkait pengendalian emisi karbon, termasuk implementasi mekanisme Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan berbagai regulasi perdagangan internasional yang mensyaratkan pelaporan jejak karbon produk.

"Persyaratan pelaporan karbon kini semakin banyak diterapkan, terutama untuk aktivitas ekspor ke sejumlah negara dan kawasan, termasuk pasar Eropa. Karena itu, kesiapan sistem penghitungan karbon menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan," tambahnya.

Kepala Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Padang, Dindin Syafruddin, mengapresiasi komitmen PT Semen Padang yang dinilainya menjadi salah satu perusahaan nasional yang proaktif dalam mengimplementasikan pengelolaan emisi gas rumah kaca.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kolaborasi antara dunia industri dan pemerintah dalam mendorong transformasi industri yang lebih berkelanjutan.

"Kami hadir untuk belajar bersama, berdiskusi bersama, dan memastikan dunia industri mendapatkan pendampingan terbaik dalam penerapan standar yang mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat daya saing industri nasional," ujarnya.

Dindin menilai langkah yang dilakukan PT Semen Padang menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menghadapi tuntutan global terkait keberlanjutan. Sebagai perusahaan semen pertama di Asia Tenggara, PT Semen Padang dinilai terus menunjukkan perannya sebagai pionir dalam berbagai transformasi industri.

"PT Semen Padang telah menunjukkan komitmen nyata dalam penerapan standar keberlanjutan. Kami berharap perusahaan terus melangkah maju dan menjadi contoh bagi industri lainnya dalam upaya mendukung pembangunan rendah karbon di Indonesia," katanya.

Melalui pelaksanaan Bimtek ini, PT Semen Padang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan tata kelola lingkungan perusahaan sekaligus memperkuat posisi produk semen nasional di pasar global melalui penerapan standar keberlanjutan yang diakui secara internasional.

 

Lintasmedia News- Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat Program Smart Surau guna membentuk generasi muda yang memiliki benteng moral, agama, dan pendidikan yang kuat.


Hal itu disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amaran saat acara Penyerahan Reward Subuh Mubarakah Program Smart Surau di Masjid As Salam yang berlokasi Komplek Dangau Teduh, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Minggu 7 Juni 2026.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, Camat Pauh Yandry, Tim Percepatan Pembangunan Kota Padang Desri Ayunda, Ketua Yayasan As Salam Dangau Teduh Abtar Latif dan jamaah Masjid As Salam dari Kecamatan Pauh, Lubuk Kilangan, dan Lubuk Begalung. 


Pemerintah Kota Padang juga telah mengesahkan Peraturan Daerah Tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau agar nilai adat dan agama berjalan beriringan dalam membina masyarakat.

“Fenomena kenakalan remaja seperti tawuran, pergaulan bebas, penyimpangan sosial, dan berbagai persoalan lainnya harus kita tanggulangi bersama. Tidak cukup hanya dengan hukuman, tetapi yang paling penting adalah pembinaan mental, moral, pendidikan, dan agama," jelasnya. 


Fadly Amran mengapresiasi program shalat berjamaah lima waktu yang dijalankan Masjid As Salam dan pemberian reward kepada anak-anak yang rutin melaksanakan ibadah. Program tersebut sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni Smart Surau melalui kegiatan Subuh Mubarakah.


“Ke depan, kita ingin pembinaan tidak hanya dilakukan pada waktu subuh, tetapi juga melalui kegiatan MDTW, rumah tahfidz, serta berbagai kegiatan pendidikan keagamaan lainnya. Pemerintah Kota Padang juga sedang menyiapkan sistem absensi digital untuk mendukung program Smart Surau," katanya. 


Ketua Yayasan As Salam Dangau Teduh Abtar Latif menyampaikan jumlah siswa yang terdaftar di Masjid As Salam sebanyak 106 orang, dengan rata-rata kehadiran peserta Subuh Mubarakah berkisar 50 hingga 60 siswa.


“Kami memberikan penghargaan kepada anak-anak yang rutin melaksanakan shalat berjamaah lima waktu sehari semalam pada Mei lalu. Dalam kesempatan ini kami memberikan reward kepada 46 anak. Hadiah yang kami berikan berupa uang pembinaan," ucapnya. 


Masjid As-Salam memiliki sejumlah program keagamaan, diantaranya Smart Surau Lima Waktu Mubarakah, Program Remaja Masjid Reborn, Rumah Tahfidz, Santunan Anak Yatim, Umrah Jamaah, dan Ruang Masjid Digital.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah meluncurkan program Smart Surau. Program ini menjadi motivasi bagi anak-anak dan kami untuk menyemarakkan rumah ibadah dengan berbagai kegiatan keagamaan," katanya. (***)

 

Padang, Lintasmedia News— Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri kegiatan penyerahan reward Subuh Mubarakah Program Smart Surau yang diselenggarakan di Masjid As Salam, Komplek Dangau Teduh, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta jamaah dari sejumlah kecamatan.




Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, Camat Pauh Yandry, Tim Percepatan Pembangunan Kota Padang Desri Ayunda, Ketua Yayasan As Salam Dangau Teduh Abtar Latif, serta jamaah Masjid As Salam yang berasal dari Kecamatan Pauh, Lubuk Kilangan, dan Lubuk Begalung.




Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat Program Smart Surau sebagai upaya membentuk generasi muda yang memiliki fondasi moral, agama, dan pendidikan yang kuat.




Menurutnya, program berbasis masjid dan surau menjadi salah satu langkah strategis untuk membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang berkembang di tengah masyarakat.




Fadly Amran menyampaikan bahwa fenomena kenakalan remaja yang terjadi saat ini, seperti tawuran, pergaulan bebas, penyimpangan sosial, serta berbagai persoalan lainnya, membutuhkan perhatian dan penanganan bersama dari seluruh elemen masyarakat.




“Fenomena kenakalan remaja seperti tawuran, pergaulan bebas, penyimpangan sosial, dan berbagai persoalan lainnya harus kita tanggulangi bersama. Tidak cukup hanya dengan hukuman, tetapi yang paling penting adalah pembinaan mental, moral, pendidikan, dan agama,” ujarnya.




Menurut Fadly, pembinaan generasi muda tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan sinergi antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan rumah ibadah agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki pemahaman agama yang baik.




Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Padang terus memperkuat berbagai program keagamaan yang berbasis masyarakat. Salah satunya melalui Program Smart Surau yang tidak hanya berfokus pada kegiatan ibadah subuh berjamaah, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan berbagai aktivitas pendidikan keagamaan lainnya.




“Ke depan, kita ingin pembinaan tidak hanya dilakukan pada waktu subuh, tetapi juga melalui kegiatan MDTW, rumah tahfidz, serta berbagai kegiatan pendidikan keagamaan lainnya. Pemerintah Kota Padang juga sedang menyiapkan sistem absensi digital untuk mendukung program Smart Surau,” katanya.

Selain itu, Fadly Amran menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Padang telah mengesahkan Peraturan Daerah tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara nilai adat dan nilai agama dalam kehidupan masyarakat.




Menurutnya, falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah harus terus diperkuat sehingga mampu menjadi pedoman dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menjaga identitas budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.




Pada kesempatan itu, Wali Kota Padang juga memberikan apresiasi kepada pengurus Masjid As Salam yang secara konsisten menjalankan program shalat berjamaah lima waktu dan pembinaan keagamaan bagi anak-anak.




Ia menilai program pemberian reward kepada anak-anak yang rajin melaksanakan ibadah merupakan bentuk motivasi yang efektif dalam menanamkan kecintaan terhadap masjid sejak usia dini.




Program tersebut dinilai sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang melalui Smart Surau, khususnya kegiatan Subuh Mubarakah yang bertujuan menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.




Sementara itu, Ketua Yayasan As Salam Dangau Teduh, Abtar Latif, menyampaikan bahwa kegiatan penyerahan reward tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada anak-anak yang secara rutin melaksanakan shalat berjamaah lima waktu di Masjid As Salam selama bulan Mei 2026.




“Kami memberikan penghargaan kepada anak-anak yang rutin melaksanakan shalat berjamaah lima waktu sehari semalam pada Mei lalu. Dalam kesempatan ini kami memberikan reward kepada 46 anak. Hadiah yang kami berikan berupa uang pembinaan,” ungkapnya.




Abtar menjelaskan bahwa saat ini jumlah siswa yang terdaftar dalam berbagai program pembinaan di Masjid As Salam mencapai 106 orang. Dari jumlah tersebut, rata-rata peserta yang mengikuti kegiatan Subuh Mubarakah berkisar antara 50 hingga 60 siswa setiap pelaksanaan kegiatan.

Ia menambahkan bahwa antusiasme anak-anak dan dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan berbagai program yang dijalankan oleh masjid.




Karena itu, pihaknya terus berupaya menghadirkan kegiatan yang menarik sekaligus memberikan manfaat bagi perkembangan spiritual dan karakter generasi muda.




Abtar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang atas peluncuran Program Smart Surau yang dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas keagamaan di lingkungan masyarakat.




“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah meluncurkan program Smart Surau. Program ini menjadi motivasi bagi anak-anak dan kami untuk menyemarakkan rumah ibadah dengan berbagai kegiatan keagamaan,” katanya.




Selain Program Subuh Mubarakah, Masjid As Salam juga memiliki sejumlah program unggulan lainnya yang bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan umat.




Program-program tersebut antara lain Smart Surau Lima Waktu Mubarakah, Program Remaja Masjid Reborn, Rumah Tahfidz, Santunan Anak Yatim, Umrah Jamaah, serta Ruang Masjid Digital.




Berbagai program tersebut menjadikan Masjid As Salam tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan masyarakat yang berorientasi pada pendidikan agama, penguatan karakter, dan pengembangan generasi muda.




Melalui kegiatan penyerahan reward Subuh Mubarakah ini, diharapkan semakin banyak anak-anak yang termotivasi untuk memakmurkan masjid dan menjadikan ibadah berjamaah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.




Pemerintah Kota Padang bersama seluruh elemen masyarakat juga berkomitmen untuk terus memperkuat Program Smart Surau sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun generasi yang religius, berkarakter, dan berdaya saing. (***)

 

Lintasmedia News- Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan Program Unggulan (Progul) Smart Surau di depan seluruh jemaah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Sumatera Barat. 

Hal itu disampaikannya pada acara Wisata Dakwah BMKT se-Sumbar di Masjid Baiturrahmah, Minggu, 7 Juni 2026, di Masjid Baiturrahmah, Aie Pacah. 


Hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Padang Fadly Amran, Asisten II Setdaprov Sumbar, Adib Alfikri, Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar, Ketua BKMT Sumatera Barat Abdul Aziz, Ketua Pengurus Daerah BKMT Kota Padang Prof Salmadanis, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat M. Rifki dan Kepala Kementerian Agama Kota Pariaman Edy Oktaviandi.


Fadly Amran menyampaikan terimakasih kepada seluruh pengurus BKMT yang telah menggunakan Masjid Baiturrahmah sebagai pusat kegiatan. 


"Pada Progul Smart Surau, ada empat gerakan yang kita buat, seperti salat subuh berjamaah atau subuh mubarakah, remaja masjid reborn, penyediaan ruang digital, serta fasilitasi rumah tahfiz," katanya. 


Sejak Progul Smart Surau dilaksanakan di Kota Padang, siswa sekolah banyak yang datang untuk salat subuh berjamaah di masjid dan musala. Setiap hari, dari 90 ribu siswa sekolah, 60 ribu di antaranya selalu hadir di masjid dan musala setiap subuh. 


“Semua siswa yang rutin hadir salat subuh diberi reward pertiga bulan sekali,” ujarnya. 


Wali Kota Padang bertekad, seluruh siswa sekolah yang hadir setiap subuh di masjid dan musala mendapat reward sebagai pelecut semangat untuk mendatangi rumah ibadah. Bentuk reward yang diberikan terus meningkat setiap per tiga bulan. 


“Jika sudah berjalan setahun, kita bercita-cita akan memberangkatkan umrah bagi anak dan orang tua yang selalu hadir salat subuh,” cakapnya. 


Progul Smart Surau merupakan benteng bagi anak-anak saat ini. Benteng dari fenomena kenakalan remaja, seperti tawuran, pergaulan bebas, penyimpangan sosial dan lainnya. 


Wali Kota Padang juga menyampaikan terimakasih kepada BKMT Sumbar yang telah mempercayai Kota Padang sebagai lokasi wisata dakwah. Ditunjuknya Masjid Baiturrahmah sebagai tempat wisata dakwah membuat dirinya senang hati, apalagi masjid cukup luas untuk menampung jemaah. 


“Smart Surau merupakan benteng bagi anak-anak kita, jika benteng tidak kuat, semua akan rapuh,” urainya. 


Gubernur menyampaikan


apresiasi atas terselenggaranya kegiatan wisata dakwah yang dilaksanakan BKMT se-Sumbar. Seluruh Jemaah untuk terus memperkuat iman dan ibadah.


“Mari kita terus menjaga dan memperkuat iman serta tertibkan ibadah, insya Allah di tengah krisis saat ini, kita dapat terjaga dengan baik,” katanya. 


Ketua BKMT Kota Padang menyebut jumlah jemaah BKMT yang hadir mencapai lebih kurang 19.000 orang. Jemaah berasal dari 19 kabupaten/kota di Sumbar melakukan wisata dakwah setiap sekali sebulan dengan mengunjungi kabupaten/kota di Sumbar. 


Kegiatan Wisata Dakwah ini menghadirkan Ustad M. Rifki sebagai penceramah. Ribuan jemaah memadati bagian dalam dan luar masjid terlihat khusyuk mengikuti pengajian.


“Ini merupakan jihad kita bersama, karena siapa yang melangkahkan kakinya dalam mencari ilmu, Allah akan memudahkan hidup di dunia dan akhirat,” sambung Prof Salmadanis. (***)

 

Lintasmedia News- Wali Kota Padang, Fadly Amran, melepas secara resmi sekaligus ikut berpartisipasi dalam kegiatan Bhayangkara Run Polresta Padang "Road to Police Women Run 2026" yang dipusatkan di Mako Polresta Padang, Minggu (7/6/2026) pagi.

Hadir pada kegiatan itu, selain Wali Kota Padang, Fadly Amran, juha Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, Dandim 0312/Padang, Kolonel Inf Ferry Adianto, Kepala Kejaksaan Negeri Padang, Koswara, Dandenpom 4/C Padang, Letnan Kolonel Cpm Binson Simbolon, Seluruh Pejabat Utama Polresta Padang, Peserta dari unsur Polri, TNI, instansi pemerintah, komunitas lari, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. 


Kegiatan olahraga lari ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 oleh Polresta Padang, sekaligus ajang mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.


Ribuan peserta dari berbagai kalangan mengikuti lomba lari 5 kilometer dengan mengambil start dan finish di depan Mako Polresta Padang. 


Fadly Amran menyambut baik inisiatif Polresta Padang yang menghadirkan kegiatan positif untuk mendorong budaya hidup sehat di tengah masyarakat.


"Bhayangkara Run ini sangat positif karena mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan. Pemerintah Kota Padang mengapresiasi kegiatan ini karena sejalan dengan visi Kota Padang sebagai kota sehat dan kota pintar, " ujarnya. 


Menurutnya, olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan kedekatan antara aparatur pemerintah dengan warga.


Wali Kota Padang itu juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Padang yang terus menunjukkan dedikasi dan kontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


"Semoga Polresta Padang senantiasa sukses dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya, serta terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan Kota Padang yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat," cakapnya. 


Sementara itu, Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, mengatakan Bhayangkara Run ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat melalui kegiatan edukatif dan rekreatif.


"Mengusung semangat 'Polri untuk Masyarakat', kegiatan ini diikuti 1.000 peserta yang terdiri dari 649 putra dan 351 putri. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anggota Polri, TNI, instansi pemerintah, komunitas lari, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum," katanya. 


Mengusung semangat "Polri untuk Masyarakat", kegiatan diikuti 1.000 peserta yang terdiri dari 649 putra dan 351 putri. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anggota Polri, TNI, instansi pemerintah, komunitas lari, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.


Ia menjelaskan, kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama, yakni memperkenalkan sekaligus ajang pemanasan event Police Women Run 2026 yang akan digelar September mendatang di Kota Padang.


"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga serta memperkuat sinergitas Polri dengan pemerintah daerah dan masyarakat," harapnya. 


Selain itu mempererat kebersamaan antara Polri dengan masyarakat serta instansi terkait, sekaligus mempromosikan Kota Padang sebagai destinasi wisata unggulan yang kaya akan sejarah dan budaya. (***)

 

Lintasmedia News – Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang resmi mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Padang yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang, Sabtu (6/6/2026).

Pengesahan Perda tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat eksistensi lembaga adat sekaligus menjaga kelestarian nilai-nilai budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman dan dinamika kehidupan masyarakat modern.




Rapat paripurna dihadiri oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, unsur Forkopimda Kota Padang, para Wakil Ketua DPRD Kota Padang, anggota DPRD Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan tokoh adat, ninik mamak, dan bundo kanduang se-Kota Padang.




Pengesahan Perda ditandai dengan penandatanganan nota persetujuan bersama oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir bersama Ketua DPRD Kota Padang Muharlion serta para Wakil Ketua DPRD.




Sebelum pengesahan dilakukan, rapat paripurna terlebih dahulu mendengarkan laporan Panitia Khusus (Pansus), penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD, serta pembacaan konsep keputusan dewan yang menyatakan rancangan peraturan daerah tersebut layak ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa pengesahan Perda ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran lembaga adat sekaligus memastikan nilai-nilai budaya Minangkabau tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.




Menurutnya, regulasi tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Padang yang berlandaskan agama dan budaya, sehingga keberadaan adat tidak hanya menjadi identitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.




“Selama ini berbagai upaya pelestarian adat dan budaya telah berjalan, baik di lingkungan sekolah, lembaga adat maupun masyarakat. Kini semuanya memiliki landasan hukum yang kuat, sehingga dapat dijalankan secara lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Fadly Amran.




Ia menjelaskan bahwa selama ini berbagai kegiatan pelestarian budaya dan adat telah dilaksanakan oleh berbagai pihak. Namun dengan adanya Perda tersebut, seluruh program dan aktivitas yang berkaitan dengan pelestarian adat kini memiliki payung hukum yang jelas sehingga pelaksanaannya dapat lebih efektif, terukur, dan berkesinambungan.




Fadly Amran juga berharap kehadiran Perda ini dapat semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai unsur adat yang selama ini memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.




Menurutnya, ninik mamak, bundo kanduang, serta berbagai unsur adat lainnya memiliki kontribusi yang sangat penting dalam membangun karakter generasi muda dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.




“Peran ninik mamak, bundo kanduang, dan unsur adat lainnya sangat penting dalam membangun karakter generasi muda serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Karena itu, Pemko Padang akan terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi,” katanya.




Lebih lanjut, Fadly menilai penguatan nilai-nilai adat dapat menjadi salah satu solusi dalam mengantisipasi berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.




Ia menyebut berbagai tantangan sosial seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, sengketa sosial, hingga perilaku yang bertentangan dengan norma adat dan budaya dapat diminimalisir melalui penguatan fungsi lembaga adat.




Menurutnya, adat dan budaya Minangkabau memiliki nilai-nilai luhur yang selama ini terbukti mampu menjadi pedoman hidup masyarakat dalam menjaga keharmonisan sosial, kebersamaan, dan ketertiban.




Sebagai tindak lanjut dari pengesahan Perda tersebut, Pemko Padang berkomitmen segera menyusun berbagai kebijakan teknis dan program yang mendukung penguatan lembaga adat di Kota Padang.




“Pemko Padang akan segera menindaklanjuti Perda tersebut melalui berbagai kebijakan teknis dan program penguatan lembaga adat. Mulai dari dukungan operasional, fasilitasi kegiatan adat, hingga sinkronisasi dengan regulasi lain yang berkaitan dengan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat,” ungkapnya.


Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menegaskan bahwa Perda Nomor 5 Tahun 2026 memiliki arti penting dalam memberikan kepastian hukum bagi keberadaan dan penguatan lembaga adat di Kota Padang.




Ia menjelaskan bahwa selama ini lembaga-lembaga adat memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga nilai budaya, menyelesaikan berbagai persoalan sosial, serta menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan masyarakat.




“Perda tersebut sangat penting guna memberikan kepastian hukum bagi penguatan lembaga adat di Kota Padang, termasuk mendukung peran KAN, LKAAM, ninik mamak, dan bundo kanduang,” ujar Muharlion.




Menurutnya, melalui regulasi tersebut, pemerintah daerah dan DPRD memberikan perhatian yang lebih besar terhadap keberlangsungan lembaga adat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Minangkabau.




Dukungan terhadap pengesahan Perda juga datang dari kalangan tokoh adat. Tokoh adat Kota Padang, Dasman Boy Datuak Rajo Dihilie, menyampaikan apresiasi atas disahkannya regulasi tersebut.




Ia menilai Perda ini merupakan pijakan yang sangat penting dalam memperkuat kelembagaan adat sekaligus mengakomodasi berbagai kepentingan nagari adat yang ada di Kota Padang.




Menurut Dasman Boy, keberadaan Perda tersebut menunjukkan adanya komitmen nyata pemerintah daerah dan DPRD dalam menjaga warisan budaya Minangkabau agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.




“Kita berharap implementasi Perda ini nantinya diperkuat melalui regulasi di tingkat nagari sehingga pelestarian nilai adat dan budaya Minangkabau dapat berjalan lebih efektif serta berkelanjutan,” katanya.




Ia menambahkan bahwa keberhasilan Perda ini tidak hanya ditentukan oleh pengesahannya semata, tetapi juga oleh implementasi yang konsisten di lapangan.




Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat luas sangat diperlukan agar tujuan dari regulasi tersebut dapat tercapai secara optimal.




Dengan disahkannya Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau, diharapkan eksistensi lembaga adat semakin kuat dan mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah.




Selain itu, nilai-nilai luhur budaya Minangkabau diharapkan tetap terjaga, diwariskan kepada generasi muda, serta menjadi fondasi dalam menciptakan masyarakat yang berkarakter, harmonis, dan berdaya saing di masa depan. (***)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 Semangat kebangsaan dan komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila mengemuka dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang digelar PT Semen Padang. Bertempat di Lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin (1/6/2026), ratusan karyawan mengikuti upacara bendera yang berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap dasar negara sekaligus refleksi atas peran Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, upacara dipimpin Direktur Keuangan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, selaku pembina upacara. Pada kesempatan itu, Iskandar membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila tahun ini mengandung pesan kuat bahwa Pancasila tidak hanya menjadi perekat keberagaman bangsa Indonesia, tetapi juga menawarkan nilai-nilai universal yang relevan dalam upaya menciptakan perdamaian dunia.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum ini harus menjadi sarana refleksi bersama untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup, berkembang, dan menjadi pedoman dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila adalah momen untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Pancasila telah membuktikan diri sebagai ‘bintang penuntun’ yang mampu menjaga Indonesia tetap berdiri tegak di tengah berbagai tantangan zaman,” kata Iskandar.

Dalam pidato yang dibacakannya, Iskandar juga menyampaikan bahwa di tengah kondisi global yang sarat ketidakpastian, konflik, dan ancaman fragmentasi sosial, Indonesia tetap menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dirawat dalam bingkai persatuan.

“Dengan lebih dari 17 ribu pulau, ratusan kelompok etnis, bahasa daerah, serta beragam agama dan budaya, Indonesia mampu menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekuatan yang dipersatukan oleh nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Jangkar Moral di Tengah Turbulensi Global

Selain menjadi pemersatu bangsa, Pancasila juga disebut sebagai “jangkar moral” yang membimbing Indonesia menghadapi berbagai perubahan global, mulai dari pesatnya perkembangan teknologi, perubahan ekonomi dunia, hingga dinamika geopolitik internasional yang semakin kompleks.

Dalam konteks tersebut, Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam percaturan global. Sebaliknya, bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yakni ketertiban yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Pancasila menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah, gotong royong, dan penghormatan terhadap kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila merupakan instrumen diplomasi yang sangat relevan untuk menjembatani berbagai perbedaan serta membantu penyelesaian konflik di tingkat global,” katanya.

Kontribusi Indonesia untuk Perdamaian Dunia

Pidato Kepala BPIP yang dibacakan Iskandar juga menyoroti berbagai kontribusi Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia. Salah satunya melalui keterlibatan pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang aktif menjalankan misi di berbagai negara.

Selain itu, Indonesia terus memainkan peran strategis dalam berbagai upaya mediasi konflik regional serta konsisten menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan maupun ketidakadilan. Sikap tersebut dinilai sebagai implementasi nyata sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

“Dunia perlu melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, tetapi juga hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” demikian salah satu pesan dalam pidato tersebut.

Generasi Muda Diminta Menjadikan Pancasila sebagai Ideologi Hidup

Generasi muda juga mendapat perhatian khusus. Mereka diingatkan agar tidak memandang Pancasila hanya sebagai simbol negara atau materi pelajaran di sekolah, melainkan menjadikannya sebagai pedoman hidup dalam keseharian.

Kemajuan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta perkembangan teknologi yang pesat dinilai tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa landasan moral yang kuat. Karena itu, generasi muda sebagai penerus bangsa diajak mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks dalam buku sejarah. Jadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus menginspirasi tindakan nyata,” demikian pesan yang disampaikan.

Momentum Memperkuat Komitmen Kebangsaan

Bagi PT Semen Padang, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus meneguhkan peran perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Iskandar mengajak seluruh peserta upacara untuk terus menjaga semangat persatuan dan memperkokoh komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,” ujar Iskandar.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di PT Semen Padang menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai tantangan zaman, Pancasila tetap menjadi fondasi kokoh yang mempersatukan bangsa sekaligus menginspirasi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia. (*)

Kota Padang, Lintasmedia News- Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian ini menjadi opini WTP ke-10 yang diterima Kabupaten Pasaman Barat secara berturut-turut.


Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BPK RI Sumatera Barat Sudarminto Eko Putra kepada Bupati Pasaman Barat Yulianto dan Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah. Penyerahan berlangsung di Aula Lantai IV Gedung BPK RI Perwakilan Sumatra Barat, Padang, Jumat (29/5).

Hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail, Kepala BPKAD Zulfi Agus, Kepala Kesbangpol Yosmar Difia, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pasaman Barat.


Kepala Perwakilan BPK RI Sumatera Barat Sudarminto Eko Putra mengatakan, capaian tersebut merupakan bentuk pengakuan atas komitmen Pemkab Pasaman Barat dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan.


Bupati Pasaman Barat Yulianto bersama Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah menyampaikan rasa syukur atas diraihnya kembali opini WTP untuk LKPD Tahun Anggaran 2025.

“Alhamdulillah, Pemkab Pasaman Barat kembali meraih opini WTP dari BPK RI Perwakilan Sumatera Barat. Ini merupakan capaian WTP ke-10 secara berturut-turut,” ujar Yulianto.


Yulianto menjelaskan, LKPD Pemkab Pasaman Barat disusun dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, serta berpedoman pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, dukungan DPRD, serta komitmen Pemkab Pasaman Barat dalam menyelenggarakan pengelolaan keuangan daerah secara profesional dan berkualitas.

“Ke depan, Pemkab Pasaman Barat akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah demi mewujudkan pemerintahan yang baik dan pelayanan optimal kepada masyarakat,” kata Yulianto.


Ia berharap raihan opini WTP tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan disiplin, kepatuhan, serta kualitas administrasi pengelolaan keuangan daerah secara berkelanjutan. (***)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilham. Gema takbir berkumandang mengiringi langkah ribuan jamaah yang memadati lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang di kawasan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026) pagi.

Udara yang masih sejuk perlahan dipenuhi lantunan doa dan suasana khidmat pelaksanaan Salat Iduladha di kawasan industri semen pertama di Asia Tenggara tersebut. Tidak hanya sekadar menjadi ibadah tahunan, Salat Iduladha itu juga menjadi momentum kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat yang selama lebih dari satu abad tumbuh berdampingan.

Salat Iduladha itu dihadiri Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, Direktur Operasi Andria Delfa, Komisaris Utama Werry Darta Taifur, serta karyawan Semen Padang Group beserta keluarga.

Salat dipimpin Ustaz Riko Pebrianto yang juga merupakan Imam Masjid Raya Jabal Rahmah Semen Padang. Sementara khatib adalah dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. H. Andriyaldi, Lc., M.A.

Di tengah kekhusyukan Iduladha, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengingatkan kembali makna besar di balik hari raya kurban. Iduladha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi tentang kesediaan manusia menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan pribadi.

“Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan tentang keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan. Nilai-nilai itu yang harus terus hidup dalam kehidupan kita,” ujar Pri Gustari di hadapan ribuan jamaah.

Iduladha tidak berhenti pada ritual ibadah. Tradisi berbagi hewan kurban menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan tersebut. Untuk tahun ini, kata Pri Gustari, perusahaan menyalurkan sebanyak 36 ekor sapi kurban kepada masyarakat sekitar perusahaan serta sejumlah instansi di Kota Padang.

“Bantuan sapi kurban ini bukan sekadar agenda tahunan. Bantuan ini telah menjadi simbol kedekatan perusahaan dengan lingkungan yang selama ini tumbuh bersama. Selain itu, bantuan ini juga merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan,” katanya.

Pri Gustari menyampaikan harapan agar perusahaan tetap mampu bertahan dan terus memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap seluruh stakeholder bersama-sama menjaga Semen Padang yang kita cintai ini agar tetap kuat, terus berinovasi, dan menjadi kebanggaan Ranah Minang,” katanya.


Tiga Spirit Keteladanan Nabi Ibrahim AS

Sementara itu, Ustaz Andriyaldi dalam khutbahnya yang berjudul “Tiga Spirit Keteladanan Nabi Ibrahim AS” menyampaikan tiga nilai utama keteladanan Nabi Ibrahim.

Pertama, uswah atau teladan dalam menjelmakan hakikat tauhid yang sesungguhnya. Ia menjelaskan bahwa tauhid merupakan fondasi utama dalam Islam yang berimplikasi bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah dan hanya kepada-Nya manusia memohon pertolongan.

“Konsep ini secara tegas tercantum dalam kalimat syahadat dan terangkum dalam Al-Qur’an Surah Al-Fatihah ayat 5, ‘Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in’ yang berarti ‘Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan’,” katanya.

Kedua, uswah dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Menurutnya, Nabi Ibrahim AS merupakan salah satu nabi yang mendapatkan julukan mulia karena ketabahan dan ketaatannya dalam menghadapi ujian Allah SWT, mulai dari dibakar, diusir, tidak memiliki keturunan selama 86 tahun, membangun Ka’bah, hingga diperintahkan menyembelih anaknya sendiri.

“Kisah Nabi Ibrahim AS adalah potret hamba yang totalitas dalam kepasrahan kepada Allah SWT. Karena itu, Nabi Ibrahim AS dijuluki Imam atau Ummah (pemimpin), Uswah (teladan), Khalilullah (kekasih Allah), dan Ulul Azmi (nabi dengan keteguhan hati tinggi),” ujarnya.

Ketiga, sosok pribadi visioner. Nabi Ibrahim AS, kata Ustaz Andriyaldi, merupakan sosok yang memikirkan generasi berikutnya. Kepeduliannya tidak hanya sebatas materi, tetapi juga mencakup aspek spiritual, fisik, intelektual, hingga sosial yang diwariskan kepada keturunannya.

Nabi Ibrahim mendidik keturunannya dengan cara yang demokratis dan penuh kasih sayang, bukan secara otoriter. Ia juga senantiasa berdoa agar keturunannya menyembah Allah SWT, bukan berhala. Kepedulian Nabi Ibrahim bahkan melampaui zamannya sendiri, termasuk mendoakan kehadiran Nabi Muhammad SAW sebagai keturunannya yang akan membawa pencerahan bagi generasi setelahnya.

“Kemudian, Nabi Ibrahim juga berdoa untuk keturunannya sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 40 yang artinya, ‘Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku’,” katanya. (*)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, PT Semen Padang kembali menunjukkan komitmennya kepada masyarakat melalui penyaluran puluhan hewan kurban ke berbagai wilayah, terutama di lingkungan perusahaan. Tahun ini, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan perusahaan semen tertua di Asia Tenggara itu menyalurkan 36 ekor sapi kurban yang didistribusikan secara bertahap, baik secara simbolis maupun langsung, pada 25–26 Mei 2026.

Penyaluran hewan kurban tersebut menjadi bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang secara konsisten dijalankan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di lingkungan operasional perusahaan maupun berbagai lembaga dan institusi di Sumatera Barat.

Prosesi penyerahan sapi kurban secara simbolis antara lain dilakukan kepada Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan dan KAN Limau Manis oleh Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, didampingi Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan Idris, serta Kepala Unit CSR Hernes.

Suasana penyerahan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Bagi masyarakat sekitar, bantuan hewan kurban dari PT Semen Padang bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga simbol kedekatan perusahaan dengan warga yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengatakan, melalui Program TJSL pada 2026, PT Semen Padang menyerahkan total 36 ekor sapi kurban kepada masyarakat. Bantuan itu merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Iduladha.

Pri menegaskan, PT Semen Padang senantiasa berkomitmen menjalin hubungan yang harmonis dan saling mendukung dengan masyarakat di lingkungan perusahaan melalui berbagai upaya pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Kami berharap bantuan hewan kurban ini dapat terdistribusi dengan baik, tepat sasaran, serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang berhak menerima dan membutuhkan,” katanya.

“Kami juga memohon doa dan dukungan dari masyarakat agar PT Semen Padang senantiasa diberikan kelancaran, keberkahan, dan kemajuan dalam operasional maupun usahanya, sehingga perusahaan dapat terus meningkatkan kontribusi serta memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat,” sambungnya.

Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari Wakil Ketua KAN Lubuk Kilangan Asril Adjis Rajo Bujang. Ia menyebut bantuan sapi kurban dari PT Semen Padang telah menjadi agenda rutin yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahun.

Ia mengatakan hubungan antara masyarakat Lubuk Kilangan dan PT Semen Padang selama ini terjalin baik, terutama melalui berbagai program sosial dan bantuan kemasyarakatan yang terus digulirkan perusahaan.

“Ini merupakan agenda rutin dari PT Semen Padang. Kami menerima setiap tahun, dan bantuan PT Semen Padang untuk Lubuk Kilangan sangat banyak. Untuk kurban ini, harapannya terus berlanjut,” katanya.

Atas nama KAN dan masyarakat Lubuk Kilangan, Asril menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Semen Padang atas perhatian yang terus diberikan kepada anak nagari.

“Kami atas nama KAN mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Semen Padang. Bantuan ini nantinya akan kami distribusikan kepada anak kemenakan kami,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Ketua KAN Limau Manis Zulkifli Dt Gamuyang. Ia menyebut bantuan sapi kurban dari PT Semen Padang sangat membantu masyarakat di wilayahnya, terutama dalam menyambut hari besar keagamaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang terus peduli kepada masyarakat adat dan masyarakat sekitar. Sebagai perwakilan masyarakat yang berdekatan dengan PT Semen Padang, kami mendukung program-program yang digagas PT Semen Padang, terutama untuk pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Selain disalurkan secara simbolis kepada KAN Lubuk Kilangan dan KAN Limau Manis, penyerahan sapi kurban juga dilakukan di Masjid Nurul Wujud, Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Ketua Pengurus Masjid Nurul Wujud Mulyadi mengatakan bantuan hewan kurban dari PT Semen Padang telah berlangsung rutin sejak lama dan menjadi bentuk perhatian perusahaan yang sangat dirasakan masyarakat sekitar masjid.

“Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang. Bantuan sapi kurban dari PT Semen Padang selalu rutin setiap tahunnya, kira-kira sejak tahun 2000-an,” katanya.

Menurut dia, keberlanjutan bantuan tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga hubungan sosial dan spiritual dengan masyarakat di sekitar lingkungan operasional perusahaan.

Tak hanya untuk masyarakat dan lembaga adat, penyaluran hewan kurban PT Semen Padang juga menyasar sejumlah institusi dan organisasi.

Melalui penyaluran 36 sapi kurban tersebut, PT Semen Padang kembali menegaskan posisinya bukan hanya sebagai perusahaan industri strategis nasional, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial masyarakat Sumatera Barat yang terus hadir dan tumbuh bersama warga.

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

PT Semen Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan mempererat hubungan sosial dengan masyarakat melalui pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang akan digelar pada Rabu (27/5/2026) di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang.

Bekerja sama dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pelaksanaan salat tersebut menjadi wujud kebersamaan perusahaan dan masyarakat dalam memakmurkan syiar Islam, khususnya pada momentum Hari Raya Iduladha.

Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin perusahaan dalam memperingati hari besar keagamaan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat ukhuwah dan kebersamaan, serta menjadikan Iduladha sebagai momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini juga bagian dari syiar Islam yang terbuka dan penuh makna,” ujar Idris, Senin (25/5/2026).

Ia menyebutkan, Salat Iduladha dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB. Panitia mengimbau jamaah hadir setidaknya 15 menit sebelum pelaksanaan salat agar ibadah berlangsung tertib dan khusyuk.

Untuk mengantisipasi cuaca buruk, panitia juga menyiapkan lokasi alternatif. “Apabila hujan turun menjelang pelaksanaan salat, maka salat akan dipindahkan ke Masjid Raya Jabal Rahmah PT Semen Padang,” kata Idris.

Pada pelaksanaan salat nanti, panitia menghadirkan Dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. H. Akhi Andriyaldi, Lc., MA sebagai khatib. Sementara itu, imam salat dipercayakan kepada Ustaz Riko Febrianto, S.Pd.I yang merupakan Imam Masjid Raya Jabal Rahmah.

Menurut Idris, momentum Hari Raya Iduladha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Untuk itu, kami mengundang seluruh karyawan Semen Padang Group beserta keluarga dan masyarakat sekitar perusahaan untuk bersama-sama merayakan Iduladha. Kebersamaan ini akan memperkuat semangat persaudaraan dan memperluas syiar Islam,” katanya.

Pelaksanaan Salat Iduladha ini juga menjadi bagian dari peran sosial PT Semen Padang yang terus berupaya hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, tidak hanya melalui kegiatan bisnis, tetapi juga di bidang sosial dan keagamaan.

Melalui kegiatan tersebut, PT Semen Padang berharap semangat Iduladha dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memperkuat nilai pengorbanan, kepedulian, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

 

Doomsday! Demikian warga New York dan Toronto menyebut ketika selama dua hari listrik di megapolitan itu padam pada 14 Agustus 2003. Lalu beritanya mendunia, lantaran ada jutaan orang teraniaya gara-gara setrum tak mengalir. Media menyebutnya Doomsday! (pakai tanda seru) yang berarti kiamat. Keiadaan listrik di era modern sudah masuk kategori kiamat rupanya.

Tapi pemerintah setmpat dan perusahaan listrik tak masu menggunakan diksi Doomsday, melainkan menggunakan istilah blackout alias kegelapan atau dalam bahsa Minang kalam bakalajik.

Consolidated Edison Co, perusahaan listrik yang menyediakan listrik ke kota New York, merupakan anak perusahaan Consolidated Edison Inc, lalu bekerja keras. Tak ada demo maupun class action. Setelah dua hari kemudian, listrik menyala. Walikota New York, Michael Bloomberg langsung angkat bicara: minta maaf pada warganya. Hebat!

Ada yang menarik disimak dari kisah pudurnya lisrik di New York itu. Bloomberg sang Walikota minta maaf untuk ‘PLN’nya New York kepada rakyat. Hal yang mustahil kita dengar di Indonesia. “Urusan listrik padam, pembangkit down, gardu induk meledak, atau elevasi air waduk turun itu urusan PLN” Paling-paling kalimat itu yang akan meluncur dari para walikota kita.

Betapa menjadi amat sektoralnya soal listrik. Padahal tiap kali pola pembangunan disusun, senantiasa disebutkan bahwa listrik adalah infrastruktur. Jadi kalau infrastruktur seyogianya persoalan kelistrikan juga menjadi persoalan bersama.

Lepas dari bagaimana para petinggi pemerintah kita berperilaku, yang terang sebagai sebuah korporasi besar dan vital, PLN juga mesti menyadari bahwa diperlukan perenungan-perenungan mendalam, berkontemplasi dan berintrospeksi.

Jika Walikota New York mau memintakan maaf kepada warganya sementara ia tak ada hubungan ‘tali darah’ apalagi tali bisnis dengan Consolidated Edison Co, maka yang pintar itu adalah pihak Edison. Betapa di situ amat dipentingkan penanganan human relationship, maupun partner relationship.

Dapat dikatakan betapa manajemen Edison dengan pemerintah kota New York amat dekatnya. Maka sementara para insinyur berusaha keras memperbaiki kerusakan, para PR memainkan peranannya di lapangan, salah satunya tentu saja dengan sang Walikota. Mereka –pihak Edison– butuh mulut Bloomberg untuk menyatakan bahwa persoalan listrik padam ini bukan saja persoalan Edison, tapi persoalan semua pihak di kota itu. Publik pun akhirnya paham. Tak ada carut marut, sumpah serapah yang dihamburkan ke alamat Edison.

Persoalan yang dihadapi oleh korporasi pelat merah yang bernama PLN yang tahun ini sudah berusia delapan dekade  mengambil alih pengelolaan kelistrikan nasional kurang lebih sama dengan persoalan berbagai perusahaan listrik di dunia. Bahwa ada gangguan teknis, ketidakcukupan finansial, ketidaksabaran pelanggan adalah hal-hal umum yang akan menimpa semua perusahaan listrik di manapun.

Soalnya sekarang, seberapa tangguh perusahaan listrik itu melewatinya tanpa harus babak belur ‘dikritik; publik. Pada saat listrik tak lagi sekedar infrastruktur, orang hanya tahu lampu di rumahnya menyala dengan baik, dia bisa nonton TV sambil makan pottato, atau tak ingin kegiatan rutinya untuk ngebrowsing di internet. Jadi kalau tiba-tiba lampu mati; orang tak peduli apakah itu karena fuse di gardu induk jatuh, atau beban puncak pada hydropower sudah sama dengan kapasitas terpasangnya, atau satu dari turbin PLTU sudu-sudu nya ambrol dan sebagainya. Tidak. Orang tak peduli dengan istilah yang luar biasa asingnya itu.

Sustainable, keterjaminan pasokan, kehandalan jaringan itulah idiom-idiom mutlak yang mesti disajikan kepada pelanggan. Begitu ia terganggu barang beberapa detik saja, maka kalau masih ada perbendaharaan sumpah serapah niscaya akan berhamburan ke PLN.

Pengalaman lama menunjukkan betapa sebagian besar orang PLN amat alergi dengan kritikan. Atau paling tidak, kritikan publik justru ditangkisnya dengan penyajian penjelasan supernjelimet yang akibatnya bukan memperjelas permasalahan sebenarnya, melainkan menambah dongkol masyarakat.

Ada kasus menarik misalnya di Sumatra yang mengalamai blackout Jumat kemarin. Orang ingin penjelasan yang sejelas-jelasnya dari PLN. Tapi yang terjadi justru membuat publik kian menggerutu. Yang dijelaskan oleh para petinggi PLN justru soal-soal teknis pembangkitan. Itu sama sekali tak berguna. Orang hanya ingin kejelasan, kapan listrik hidup normal lagi.

Perlu jurubicara yang handal. Perlu pintu terbuka ke PLN.

Tapi tahukah anda? Bahwa masuk kantor PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Barat di kawasan Sawahan Padang, kini bak masuk ke markas tentara. Satunya kantor BUMN yang seketat itu pintu masuknya di Padang adalah PLN UID.

Dulu ketika saya masih menjadi salah seorang pengurus Korps Wartawan PLN tahun-tahun 90an, ruangan Humas PLN menjadi ruang yang penuh dengan diskusi antara pejabat PLN dengan wartawan. Para tamu boleh datang tanpa harus melewati metak detector petugas seperti sekarang. 

Kenapa begitu sekarang? Entahlah agaknya ada instalasi vital yang berbahasa di kantor itu. Padahal tak secuil pembangkit pun di situ kecuali genset cadangan.

Salam kelistrikan!

(23/5/2006)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.