Articles by "Kota Padang"

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok
Showing posts with label Kota Padang. Show all posts

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Setiap bangunan kokoh, jalan raya, hingga jembatan megah berdiri di atas satu material kunci: semen. Namun, tak banyak yang tahu bahwa di balik satu sak semen tersimpan proses panjang dan presisi tinggi yang dimulai dari alam, lalu diolah dengan teknologi modern hingga siap menopang pembangunan. Perjalanan itu dimulai dari bahan baku utama yang dikelola secara terencana dan terintegrasi.

1. Batu Kapur: Fondasi Utama Kekuatan Semen

Sekitar 80 persen komposisi semen berasal dari batu kapur (limestone). Material alami yang kaya akan kalsium oksida (CaO) ini ditambang secara mandiri dan menjadi tulang punggung dalam pembentukan klinker—jantung produksi semen. Tanpa batu kapur berkualitas, mustahil menghasilkan semen dengan kekuatan dan daya tahan optimal.

2. Silika: Penguat Struktur Kimia Semen

Tak kalah penting, batu silika (silica stone) menyumbang sekitar 10 persen dari total bahan baku. Kandungan silikon dioksida (SiO₂) di dalamnya berfungsi memperkuat struktur kimia semen sehingga mampu memberikan daya rekat tinggi saat diaplikasikan pada konstruksi. Material ini diperoleh dari kawasan perbukitan dengan kandungan silika alami yang terjaga mutunya.

3. Clay: Penentu Stabilitas pada Suhu Ekstrem

Komposisi semen dilengkapi dengan clay yang mengandung aluminium oksida (Al₂O₃). Dengan porsi sekitar 8 persen, clay berperan penting dalam proses pembakaran bersuhu tinggi. Material ini membantu menciptakan karakter semen yang stabil, konsisten, dan mudah dikontrol selama proses produksi.

4. Pasir Besi: Kecil Porsi, Besar Peran

Meski hanya sekitar 2 persen, pasir besi (iron sand) memiliki fungsi strategis. Kandungan besi oksida (Fe₂O₃) membantu efisiensi pembakaran sekaligus memengaruhi warna dan kualitas klinker.

Selain empat material utama di atas, terdapat pula material tambahan berupa gypsum, pozzolan, dan batu kapur berkualitas tinggi (high grade limestone).

5. Gypsum: Pengatur Waktu Pengerasan

Setelah bahan baku utama diolah, gypsum ditambahkan untuk mengontrol laju pengerasan semen. Material ini memastikan pekerja konstruksi memiliki waktu yang cukup dalam proses pengecoran tanpa mengorbankan mutu akhir bangunan. Takaran gypsum disesuaikan secara ketat dengan standar kualitas yang berlaku.

6. Pozzolan: Solusi Kuat sekaligus Ramah Lingkungan

Pozzolan menjadi material tambahan strategis yang berfungsi sebagai sumber silika reaktif dan substitusi klinker. Selain meningkatkan daya tahan semen, pozzolan juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Penggunaannya menjadi bagian dari komitmen industri semen terhadap praktik produksi berkelanjutan.

7. Limestone (High Grade): Penjaga Konsistensi Produk

Material tambahan lainnya adalah batu kapur berkualitas tinggi (high grade limestone). Digunakan sebagai filler dan substitusi klinker, material ini memastikan kualitas semen tetap konsisten sesuai spesifikasi produk yang dihasilkan.

Dari Tanur 1.450°C hingga Siap Digunakan

Seluruh material kemudian diproses melalui tahapan terintegrasi: penggilingan presisi, pencampuran komposisi, pembakaran dalam tanur bersuhu hingga 1.450 derajat Celsius, pendinginan, hingga penggilingan akhir.

Dari proses panjang inilah lahir semen yang siap digunakan sebagai tulang punggung pembangunan nasional.

Visual bahan baku yang ditampilkan menjadi cerminan komitmen industri semen dalam mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab. Dari batuan alami hingga produk bernilai tambah, setiap tahap dijalankan dengan pengendalian mutu ketat demi menghadirkan semen yang kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi. (*)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 Pesan tegas tentang pentingnya kesehatan dan kebugaran tubuh sebagai fondasi keselamatan kerja mengemuka dalam Seminar Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026. Seminar ini menghadirkan sport physiotherapy and high performance coach Matias Ibo, yang menekankan bahwa kinerja aman dan produktif tidak pernah lahir secara instan, melainkan dibangun dari kesiapan fisik, mental, dan pola hidup sehat yang konsisten.

Mengusung tema “Fit to Work, Fit to Perform: Kesiapan Fisik sebagai Fondasi Keselamatan dan Produktivitas Kerja”, Coach Matias tampil sebagai pembicara utama di hadapan ratusan insan PT Semen Padang di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Selasa (10/2/2026). Ia mengajak peserta melihat K3 bukan hanya dari sisi prosedur, tetapi dari kesiapan manusia sebagai subjek utama keselamatan.

“Keselamatan dan performa kerja tidak bisa dipisahkan dari kondisi tubuh. Tubuh yang bugar, pikiran yang siap, dan pola pemulihan yang benar akan menurunkan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan produktivitas,” ujar Matias.

Pesan Kesehatan: dari Pikiran hingga Pemulihan Tubuh

Dalam paparannya, Matias menjelaskan bahwa performa kerja optimal dibangun melalui sebuah sistem terpadu. Ia memulai dari teknik kerja yang harus dipahami dan divisualisasikan secara benar sebelum dieksekusi di lapangan. Menurutnya, visualisasi positif membantu tubuh bekerja lebih presisi dan aman.

“Pikiran harus dilatih membayangkan proses kerja yang benar. Ketika teknik sudah matang di kepala, tubuh akan lebih siap mengeksekusinya tanpa ragu,” jelasnya.

Aspek berikutnya adalah kebugaran fisik dan daya tahan tubuh. Matias menekankan bahwa latihan fisik tidak harus berat, tetapi harus konsisten. Pekerja juga perlu mengenali batas kemampuan tubuh masing-masing agar tidak memaksakan diri.

“Tubuh yang terlatih dan dikenali dengan baik akan lebih tahan terhadap beban kerja, terutama di industri dengan intensitas tinggi seperti semen dan pertambangan,” katanya.

Ia juga menyoroti kekuatan mental sebagai pengendali utama performa kerja. Pola pikir yang positif dan tenang diyakini berpengaruh besar terhadap pengambilan keputusan yang aman di tempat kerja.

“Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi. Mental yang baik akan memandu tubuh bekerja dengan lebih aman,” ujarnya.

Tak kalah penting, Matias menggarisbawahi nutrisi, pemulihan, dan pencegahan cedera. Menurutnya, cedera bukan sekadar musibah, melainkan sinyal dari tubuh bahwa ada aspek yang perlu diperbaiki.

“Cedera adalah umpan balik. Dengan memahami sinyal tubuh, kita bisa bekerja lebih aman dan berkelanjutan. Inilah makna fit to work yang sesungguhnya,” tegas Matias.

Siapa Coach Matias Ibo?

Matias Ibo dikenal sebagai sport physiotherapy and high performance coach yang berpengalaman mendampingi atlet profesional, komunitas olahraga, hingga korporasi dalam membangun sistem performa berbasis kesehatan, pencegahan cedera, dan kesiapan fisik jangka panjang. Pendekatannya menekankan keseimbangan antara teknik, kondisi fisik, mental, nutrisi, dan pemulihan—konsep yang kini banyak diadopsi dalam industri berisiko tinggi.

Manajemen Tegaskan K3 sebagai Budaya, Bukan Rutinitas

Sementara itu, Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa dalam sambutannya menegaskan bahwa Bulan K3 Nasional tidak boleh dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan semata. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan kerja merupakan modal utama keberlanjutan bisnis perusahaan.

“Sebagai industri dengan tingkat risiko tinggi, kinerja unggul hanya bisa dicapai jika insan perusahaan sehat, bugar, dan siap bekerja optimal. Itulah esensi Fit to Work, Fit to Perform,” ujar Andria.

Ia menambahkan bahwa pendekatan K3 ke depan harus semakin holistik, tidak hanya patuh pada prosedur, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat dan lingkungan kerja yang aman.

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Andria Delfa dan dihadiri jajaran manajemen, antara lain Kepala Departemen Management Office Fery Sarvino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan Idris, serta pimpinan dan karyawan dari berbagai unit kerja.

Apresiasi Kinerja K3 lewat SHE Challenge

Selain seminar, PT Semen Padang juga mengumumkan dan menyerahkan penghargaan SHE Challenge sebagai bentuk apresiasi kepada unit kerja dan individu yang menunjukkan komitmen kuat dalam penerapan budaya K3. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat dan teladan bagi seluruh lini perusahaan.



Ketua Panitia Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026, Angga Dwi Permana Putra, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh manajemen dan antusiasme karyawan dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Pelaksanaan Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026 berlangsung sejak 12 Januari hingga 10 Februari 2026, sejalan dengan Kepmenaker RI Nomor 4 Tahun 2026, dengan tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”.

Beragam kegiatan digelar, mulai dari kampanye K3, penilaian tempat kerja teladan, safety riding, GERMAS, hingga seminar puncak yang menghadirkan Coach Matias Ibo sebagai pengingat bahwa keselamatan kerja selalu berawal dari tubuh dan pikiran yang siap. (*)

Berikut Pemenang SHE Challenge PT Semen Padang

Juara Umum

Juara 1: Unit Maintenance Reliability dan Pemeliharaan EPDC

Juara 2: Tim COGAH (Unit Evaluasi Proses dan Energi, Unit Perencanaan Produksi, Unit Perencanaan Suku Cadang)

Juara 3: Unit Produksi Semen

Best Stage

Best Stage Cerdas Cermat: Unit Maintenance Reliability dan Pemeliharaan EPDC

Best Stage Working Procedure – Operasional: Tim COGAH (Unit Evaluasi Proses dan Energi, Unit Perencanaan Produksi, Unit Perencanaan Suku Cadang)

Best Stage Working Procedure – Nonoperasional: Unit Sistem Manajemen

Best Stage Pemadam Kebakaran Api Kecil: Tim K3LH dan PKTD Wisma Indarung (Unit Komunikasi dan Kesekretariatan)

Best Stage Pemadam Kebakaran Api Besar: Tim K3LH dan PKTD Wisma Indarung (Unit Komunikasi dan Kesekretariatan)

Best Stage P3K dan Evakuator: Tim TITAN (Unit Operasi Tambang, Unit Perencanaan dan Pengawasan Tambang, Unit Produksi Bahan Baku)

Tempat Kerja Teladan

Kategori Nonoperasional

Juara 1: Kantor Internal Audit

Juara 2: Kantor Akuntansi (Lt. 4 Kantor Pusat)

Juara 3: Kantor Akuntansi (Lt. 1 Kantor Pusat)

Kategori Operasional

Juara 1: Crusher Tambang

Juara 2: Coal Mixing

Juara 3: Tambang 2

 

Lintasmedianews.com

Melalui donasi dari Masyarakat Jakarta Selatan, PMI Provinsi Sumatera Barat membangun 15 unit Rumah Tumbuh untuk warga Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur yang kehilangan rumahnya akibat Banjir Bandang yang melanda. 

Ketua Bidang Organisasi PMI Sumbar, Aim Zein dalam acara serah terima Rumah Tumbuh di Jorong Toboh, Malalak, hari ini (10/2) mengatakan 14 unit rumah lainnya akan dirampungkan sebelum lebaran. "Sebagai simbolis hari ini kita serah terimakan dulu 1 rumah dari Pemerintah kota  Jakarta Selatan kepada masyarakat, sisanya akan kita kerjakan setelah ini sampai semua siap dihuni oleh masyarakat" Ucap Aim. 

Dikatakan Rumah Tumbuh, lanjut Aim karena bantuan rumah  diharapkan dapat terus dipelihara dan perlahan dengan donasi masyarakat bisa menjadi hunian yang lebih layak. "Jadi kita sepakat menyebutnya ini Rumah Tumbuh" Jelasnya. 

Rumah Tumbuh PMI dibangun seluas 6x6 meter dengan kerangka baja, atap spandek dan dinding GRC anti rayap serta berlantaikan semen memiliki 1 ruang tamu dan 2 ruang kamar tidur. Rumah Tumbuh tersebut, dibangun oleh relawan PMI Bukittinggi dan Agam yang bertugas di Posko Lapangan PMI Provinsi Sumatera Barat di Malalak. Dibantu oleh masyarakat setempat dan pemilik rumah. 



Mundari, Ketua PMI Kota Jakarta Selatan bersama Perwakilan Pemerintah Kota Jakarta Selatan yang hadir menyampaikan harapan agar masyarakat bisa kembali bangkit dan dapat menjalani hidup kedepannya dengan lebih baik. " Dengan Rumah Tumbuh ini kita bersatu untuk membantu masyarakat Nagari Toboh ini segera kembali seperti sedia kala" Tutur Mundari. 

Ia mewakili masyarakat Kota Jakarta Selatan juga merasa senang, bantuan dari masyarakat Jakarta Selatan dapat diterima baik dan menjadi bantuan sangat bermanfaat bagi warga yang terdampak. 

Tidak hanya hunian, PMI juga melengkapi bantuan dengan peralatan berumah tangga berupa Kasur, Kompor Gas dan Selimut untuk masing-masing Rumah Tumbuh. Bantuan ini merupakan donasi dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). 

Sementara itu Dandi Pribadi, Staf Ahli Bupati Agam yang menjadi wakil penerima bantuan Rumah Tumbuh, menyampaikan bahwa dengan bantuan Rumah Tumbuh PMI, kini seluruh warga Jorong Toboh yang rumahnya hanyut terbawa Galodo sudah memiliki tempat berteduh. "Karena PMI bergerak berdasarkan data dan asesmen yang tepat, sehingga semua masyarakat alhamdulillah sudah terbantu" Ucap Dandi. 

Muzahar (58), Ayah dari Aulia Rahmi, pemilik Rumah Tumbuh PMI pertama ini mengucapkan syukurnya atas perhatian masyarakat Indonesia kepadanya dan seluruh warga Toboh. "Alhamdulillah anak saya sekarang sudah punya rumah kembali." 

Ia juga bersyukur menjadi penerima bantuan Rumah Tumbuh tersebut. Sebab, Rumah Tumbuh PMI dibangun di tanah milik warga itu sendiri, sehingga hunian ini bisa ditempati dalam waktu yang lebih lama. 

Dari pertemuan awal perencanaan bantuan ini, tambah Muzahar, warga meminta agar rumah yang dibangun bisa ditempati minimal sampai 5 tahun kedepan. Sampai warga memiliki tabungan yang cukup untuk memperbaiki rumahnya. "Permintaan kami alhamdulillah dikabulkan oleh PMI dan Donatur. Terimakasih banyak kami ucapkan kepada masyarakat Jakarta Selatan, semoga menjadi amal ibadah untuk semuanya" Tutup Munahar.

Humas PMI Sumbar

10/2/2026

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Di tengah hamparan rumput hijau Lapangan Golf PT Semen Padang, dua meriam tua berdiri membisu. Tubuhnya berkarat, namun sikapnya tetap tegak—seolah menolak tunduk pada waktu. Sejak puluhan tahun silam, bahkan sebelum republik ini lahir, keduanya tak pernah bergeser. Tak sejengkal pun.

Lokasinya berada di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Kawasan yang hari ini identik dengan olahraga dan rekreasi itu dulunya merupakan area tambang tanah liat milik PT Semen Padang dengan luas sekitar 50 hektare. Lanskapnya telah berubah total: dari bukit dan lubang galian menjadi ruang hijau yang sejuk dan hidup.

Pepohonan rindang menaungi lapangan. Beragam satwa kini menjadikannya rumah. Elang ular bido sesekali melayang di udara, cekakak sungai dan cekakak belukar bertengger di dahan, sementara burung madu sriganti beterbangan di antara bunga. Rusa totol—yang didatangkan dari Istana Bogor—berkeliaran tenang. Di aliran sungai kecil di sekitar lapangan, ikan bilih, ikan endemik Danau Singkarak, masih bertahan dan berkembang biak.

Namun bukan hanya alam yang membuat pengunjung berhenti melangkah. Dua meriam tua di tengah kawasan hijau itulah yang kerap mencuri perhatian. Banyak yang berswafoto di depannya. Tak jarang pasangan pengantin menjadikannya latar foto—tanpa sepenuhnya menyadari bahwa mereka berdiri di hadapan saksi bisu Perang Dunia II.

Sumatera Barat memang menyimpan banyak peninggalan militer Jepang. Pada masa pendudukan 1942–1944, wilayah ini menjadi jalur strategis pertahanan pantai barat Sumatra. Jepang membangun bunker, gua perlindungan, rumah sakit militer, hingga meriam pertahanan di berbagai titik—dari Padang, Painan, hingga pesisir Pariaman.

Di Indonesia, ratusan meriam peninggalan Jepang masih tersebar hingga kini. Sebagiannya berada di benteng pantai, sebagian lain “terdampar” di permukiman warga, pelabuhan, bahkan kebun. Banyak yang tak tercatat secara resmi, tanpa prasasti dan tanpa cerita utuh—seperti dua meriam di Indarung ini.

Masing-masing meriam di Lapangan Golf Semen Padang memiliki panjang sekitar lima meter dengan diameter laras kurang lebih 60 sentimeter. Keduanya dipasang sejajar dari timur ke barat dengan jarak sekitar 30 meter.

Meriam di sisi timur mengarah ke Bukit Batu Kapur PT Semen Padang, sementara meriam di sisi barat menghadap ke kawasan Pabrik Indarung VI. Arah bidikannya memunculkan berbagai spekulasi—apakah untuk pertahanan, latihan militer, atau sekadar posisi siaga.

Meski telah dilapisi karat, sejumlah kode masih terbaca jelas. Pada salah satu meriam tertera tulisan “O.F. 3 INCH. 20 CWT. MK III” dan angka 1916—menandakan meriam ini diproduksi pada era Perang Dunia I, lalu digunakan kembali oleh Jepang saat menduduki Hindia Belanda. Meriam lainnya menyisakan kode samar “Náµ’L/169”, sementara sisanya telah dimakan usia.

Tak ada prasasti. Tak ada catatan resmi. Waktu seolah sengaja menyisakan misteri.

Indarung dalam Pendudukan Jepang

Menurut buku 100 Tahun PT Semen Padang, kekuasaan Belanda di Sumatra runtuh lebih cepat dibanding Jawa. Pada Maret 1942, tentara Jepang bergerak dari Aceh dan Medan, menembus jalur darat hingga Bukittinggi. Dari sanalah pemerintahan militer Jepang (Gunseibu) mengambil alih Sumatera Barat.

Awal April 1942, Kolonel Fujiyama dikirim ke Padang untuk melakukan serah terima kekuasaan dari Residen Belanda. Tak lama kemudian, Jepang tiba di Indarung—lokasi pabrik semen NV Nederlandsch-Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM), cikal bakal PT Semen Padang.

Yang mereka dapati adalah pabrik yang sunyi. Produksi telah berhenti total. Para buruh menghilang. Sebelumnya, kawasan Indarung dan Pelabuhan Teluk Bayur kerap dibombardir, membuat karyawan ketakutan dan pengapalan semen terhenti selama berbulan-bulan.

Kedatangan Jepang menandai babak kelam. Staf kulit putih dan keluarga mereka dikumpulkan, dipindahkan, dan diinternir. Serdadu KNIL Belanda di sekitar Indarung bahkan dieksekusi di kawasan Gadut.

Dengan bantuan karyawan Indonesia—terutama Doesoen Malin Kayo, pegawai senior yang memegang kunci pabrik—Jepang menghidupkan kembali fasilitas yang sempat mati. Pada Agustus 1942, pabrik kembali beroperasi. Namanya diubah menjadi Asano Cement, lalu Pabrik Semen Indarung. Semua yang berbau Belanda dihapus, dan penggunaan bahasa Belanda dilarang.

Semen Indarung diproduksi untuk kepentingan ekonomi perang Jepang: membangun benteng, jembatan, dan infrastruktur militer di Indonesia dan Asia Tenggara.

Pada 24 Agustus 1944, sejarah kembali menghantam Indarung. Sekitar 40 pesawat pembom Sekutu menyerang secara besar-besaran. Ratusan ton bom dijatuhkan. Pabrik rusak berat. Sedikitnya 19 buruh tewas di sebuah lubang perlindungan, sementara ratusan lainnya luka-luka.

Setelah itu, Jepang memaksa buruh membangun lebih banyak lubang perlindungan dan benteng pertahanan. Meriam-meriam penangkis serangan udara ditempatkan di sekitar kawasan pabrik dan Gadut.

Dalam konteks inilah, dua meriam yang kini berdiri di Lapangan Golf Semen Padang diyakini ditempatkan—sebagai bagian dari sistem pertahanan kawasan industri strategis Indarung.

Menjaga, Bukan Melupakan

Tokoh masyarakat Indarung, Dharmansyah Siroen, menyebut dudukan beton meriam dibuat melalui kerja paksa masyarakat pribumi. “Sejak kawasan ini ditambang hingga menjadi lapangan golf, posisi meriam tidak pernah dipindahkan,” ujarnya.

PT Semen Padang memilih merawat, bukan menyingkirkan, peninggalan sejarah tersebut. “Kami memandang meriam ini sebagai bagian dari nilai sejarah yang patut dijaga,” kata Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris.

Kini, Lapangan Golf PT Semen Padang bukan sekadar ruang olahraga dan rekreasi. Ia adalah lanskap hijau yang menyimpan ingatan perang, kerja paksa, dan perjalanan panjang sebuah industri.

Di sanalah dua meriam tua itu tetap berdiri—diam, berkarat, dan setia mengingatkan bahwa Indarung pernah menjadi bagian dari pusaran sejarah dunia. (*)

 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

PT Semen Padang menjadi tuan rumah program Healthy Athletes Special Olympics Indonesia (SOIna) Sumatera Barat (Sumbar), pemeriksaan kesehatan komprehensif bagi atlet penyandang disabilitas intelektual. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 6–7 Februari 2026, di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang dan Pusdiklat PT Semen Padang.

Kegiatan tersebut dibuka Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino, perwakilan Pengurus Pusat SOIna Tri Juda Airlanga, Ketua SOIna Sumbar Harneli Bahar yang diwakili Ketua II Rafma Teti, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Mahdianur Musa, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Sumbar Jumaidi, Kepala UPTD PSAABR Budi Utama Dinas Sosial Sumbar Iskandar, Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris, serta Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes.

Win Bernadino mengatakan PT Semen Padang bangga mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung program sosial, termasuk melalui sponsorship dan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR).

“Sebagai bagian dari masyarakat Sumatera Barat, PT Semen Padang berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif, baik melalui program sponsorship maupun tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR). Kegiatan Healthy Athletes ini merupakan salah satu bentuk nyata dukungan kami terhadap anak-anak penyandang disabilitas, khususnya atlet SOIna Sumbar,” ujar Win.

Ia menambahkan, dukungan perusahaan tidak berhenti pada satu kegiatan. “Kami ingin anak-anak ini tumbuh sehat, percaya diri, dan mampu meraih prestasi terbaiknya,” katanya.

Mahyeldi mengapresiasi peran PT Semen Padang yang dinilainya konsisten mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan di Sumbar. Ia menyebut Healthy Athletes bukan sekadar pemeriksaan kesehatan, tetapi juga bentuk perhatian terhadap masa depan anak-anak dengan disabilitas intelektual.

“Kegiatan ini digelar sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak dengan intellectual disability. Mereka adalah anak-anak kita, bagian dari masa depan bangsa Indonesia. Dengan perhatian dan dukungan yang tepat, mereka akan lebih berprestasi dan memiliki peluang untuk sukses,” kata Mahyeldi.

Ketua II SOIna Sumbar Rafma Teti menyampaikan terima kasih atas dukungan PT Semen Padang. Ia menilai dukungan tersebut penting bagi keberlangsungan pembinaan atlet SOIna di Sumbar. “Kami ingin memastikan anak-anak dengan intellectual disability tidak merasa sendiri, dan mereka bisa tumbuh, berkembang, serta berdaya,” ujar Rafma.

Sementara itu, Tri Juda Airlanga menjelaskan program Healthy Athletes merupakan bagian penting dalam ekosistem pembinaan atlet SOIna, karena membantu memetakan kondisi kesehatan secara menyeluruh. “Melalui Healthy Athletes, kami dapat menemukan masalah kesehatan yang sebelumnya tidak terdeteksi, sehingga bisa segera dilakukan penanganan yang tepat,” katanya.

Tri menyebut pemeriksaan Healthy Athletes di Indonesia mencakup delapan disiplin, yakni MedFest (pemeriksaan umum), Opening Eyes (kesehatan mata), Healthy Hearing (kesehatan telinga), Special Smiles (kesehatan gigi dan mulut), Health Promotion (promosi kesehatan), Strong Minds (kesehatan mental), FUNfitness (fisioterapi), dan Fit Feet (kesehatan kaki). Hasil pemantauan kesehatan ini, lanjutnya, akan menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional SOIna pada Oktober 2026, yang juga menjadi tahapan seleksi menuju ajang internasional di Chile pada 2027.

“Indonesia selama ini menjadi salah satu negara andalan dalam perolehan medali di ajang Special Olympics. Anak-anak dengan intellectual disability ini sangat membanggakan dan telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia,” tutupnya.

Kegiatan ini juga dikaitkan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Endra Yeni, perempuan yang akrab disapa Linda, tak kuasa menyembunyikan haru saat menerima kunci rumah Program Rumah Layak Huni Forum Nagari Kelurahan Koto Lalang. Benda kecil itu menandai perubahan besar dalam hidupnya dan keluarga.

Setelah lebih kurang enam tahun bertahan dalam kondisi serba terbatas, ibu rumah tangga (IRT) yang tinggal di RT 1 RW 8, Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, itu kini memiliki rumah yang benar-benar layak untuk ditinggali.

Kunci rumah bantuan tersebut diserahkan oleh Staf TJSL PT Semen Padang, Firma Yudi. Momen sederhana namun sarat makna itu menjadi penanda berakhirnya satu babak kehidupan Linda dan keluarganya yang penuh perjuangan, sekaligus awal baru yang lebih manusiawi.

Sebelumnya, Linda bersama lima anaknya yang masih kecil tinggal di rumah yang jauh dari kata layak. Atap rumah rendah dan bocor saat hujan, dinding hanya terbuat dari triplek tipis, sementara lantainya masih berupa tanah. Dalam kondisi demikian, Linda berusaha bertahan dan membesarkan anak-anaknya dengan segala keterbatasan.

Kini, wajah Linda tampak berbeda. Senyum yang mengembang menandai rasa lega yang selama ini terpendam. Rumah baru seluas 40 meter persegi yang dibangunkan untuknya menggunakan material SEPABLOCK, produk inovasi PT Semen Padang. Rumah tersebut berdiri kokoh dengan satu kamar tidur, lantai yang layak, serta sirkulasi udara yang lebih sehat. Bagi Linda, rumah ini bukan sekadar bangunan, melainkan wujud nyata harapan yang akhirnya terwujud.

“Terima kasih kepada PT Semen Padang, Forum Nagari Kelurahan Koto Lalang, dan semua pihak yang telah membantu. Saya tidak tahu harus berkata apa selain bersyukur,” ucap Linda haru sambil mengusap air matanya.

Ketua Forum Nagari Kelurahan Koto Lalang, Maulana Sardi, menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pelaksanaan program Rumah Layak Huni tersebut. Menurutnya, penyerahan kunci ini bukan hanya seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan warga dapat hidup lebih layak.

“Kami berharap Linda dan keluarganya dapat memanfaatkan rumah ini sebaik-baiknya. Semoga rencana ke depannya segera terealisasi. Sebagai IRT dengan lima anak, Linda berencana berjualan di depan rumah. Mudah-mudahan ke depan rezekinya semakin bertambah dan keluarga ini bisa hidup lebih sehat serta sejahtera,” ujar Sardi.

Penetapan Linda sebagai penerima manfaat melalui proses yang panjang dan terbuka. Program Rumah Layak Huni ini diawali dari usulan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan survei lapangan.

Pada tahun 2025, terdapat 12 rumah tangga miskin (RTM) yang diusulkan dan disurvei, sebelum akhirnya diputuskan bersama bahwa Linda merupakan warga yang paling layak menerima bantuan.

Sardi menambahkan bahwa pembangunan rumah tersebut tidak hanya bersumber dari dana CSR PT Semen Padang. Swadaya masyarakat juga turut berperan besar sehingga luas bangunan dapat ditingkatkan dari rencana awal 36 meter persegi menjadi 40 meter persegi. “Kualitas bangunan pun ikut ditingkatkan, mulai dari penggunaan loteng hingga pemilihan kunci rumah yang lebih baik dan aman,” ujarnya.

LCO Koto Lalang, Jefri Alfikri, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Rumah Layak Huni bagi Linda tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Kolaborasi antara PT Semen Padang, Forum Nagari, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci utama kelancaran program.

“Dengan sinergi yang kuat, program ini bisa berjalan dengan baik. Tujuan utamanya adalah mengurangi angka kemiskinan di Kelurahan Koto Lalang serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Jefri.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan bahwa program Rumah Layak Huni yang dilaksanakan melalui Forum Nagari Kelurahan Koto Lalang merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah ring 1 perusahaan. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian PT Semen Padang sebagai anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terhadap kondisi sosial masyarakat di sekitar area operasional.

“PT Semen Padang berkomitmen untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat. Program Rumah Layak Huni ini tidak hanya bertujuan menyediakan hunian yang aman dan sehat, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup penerima manfaat serta keluarganya,” ujar Win Bernadino.

Ia menambahkan, pelaksanaan program berbasis kolaborasi dengan Forum Nagari dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kekuatan utama dalam memastikan bantuan tepat sasaran. Ke depan, PT Semen Padang akan terus mendukung program-program sosial yang berorientasi pada pengurangan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, dan pembangunan berkelanjutan di lingkungan sekitar perusahaan.

Program Rumah Layak Huni ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia, mengentaskan kemiskinan, serta menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 


Padang, Lintasmedianews.com

Setiap Nasabah adalah bagian penting dari perjalanan Bank Nagari. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64, Bank Nagari menghadirkan berbagai program spesial sebagai bentuk apresiasi kepada Nasabah setia dan masyarakat Sumatera Barat (khususnya) yang telah mempercayakan layanan keuangannya.

Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Gusti Candra, menyampaikan, Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Nagari tidak hanya sekedar memberikan layanan perbankan, tapi juga berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat melalui berbagai kebijakan Istimewa yang memberikan manfaat nyata.

Karena itu, Bank Nagari menawarkan program istimewa (sweetener) kepada ASN, pegawai, PPPK, dan pensiunan yang akan menjadi nasabah baru maupun nasabah eksisting loyal.

Promo itu di antaranya, pertama, cashback Bulan Suci Ramadan 1447 H dan HUT ke-64 Bank Nagari. Nasabah berkesempatan memperoleh cashback dalam bentuk uang tunai saat mengajukan kredit/pembiayaan.
Promo yang kedua yaitu, program Member Get Member (MGM). Bank Nagari memberikan kesempatan kepada Nasabah tertentu yang memenuhi syarat dapat memperoleh referral fee dengan merekomendasikan produk kredit/pembiayaan Bank Nagari kepada ASN, PPPK, pegawai, dan pensiunan sebagai bentuk apresiasi dari Bank Nagari.
“Informasi lengkap mengenai persyaratan dan mekanisme program ini dapat dilihat di website resmi Bank Nagari www.banknagari.co.id,” jelas Gusti.

Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli menambahkan, bprogram-program ini merupakan wujud nyata komitmen Bank Nagari dalam menghadirkan Solusi finansial yang mudah, terjangkau, dan memberikan manfaat luas bagi keluarga ASN, Pegawai, dan pensiunan, khususnya di Sumatera Barat.

Hafid Dauli mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan terbatas ini secepatnya, karena program sweetener tersebut bersifat racing, sehingga periode promo dapat berakhir lebih cepat jika kuota telah habis.

Bank Nagari siap memberikan layanan jemput bola langsung ke instansi maupun ke rumah nasabah untuk mempermudah proses pengajuan kredit/pembiayaan.
“ASN, PPPK, pegawai, dan pensiunan kami imbau untuk segera mengajukan permohonan dan berkonsultasi ke Kantor Bank Nagari terdekat,” jelasnya.

Selain tatap muka, masyarakat juga dapat memanfaatkan kanal digital dengan mengajukan pinjaman secara online melalui menu N_Form di di website resmi Bank Nagari www.banknagari.co.id atau melalui aplikasi Ollin by Nagari pada menu simulasi pinjaman. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Nagari Call 150234.

Lebih lanjut Hafid menyampaikkan, melalui momentum ini, Bank Nagari menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Nyaman, serta mempererat hubungan dengan nasabah sebagai mitra utama dalam mewujudkan kemajuan Sumatera Barat.

Sementara itu, Direktur Keuangan Bank Nagari, Roni Edrian mengungkapkan, program Member Get Member adalah reward program yang diberikan bagi debitur/nasabah Bank Nagari yang sudah memiliki CIF (kecuali Pegawai Intern Bank Nagari, Bendahara dan Bendahara Instansi, dan Pejabat pemutus yang berhubungan dengan Pengajuan Kredit/Pembiayaan di instansi terkait) dan berhasil mereferensikan kepada keluarga, saudara, rekanan kantor, rekanan bisnis dll untuk mengambil produk Kredit Cicilan Uang atau Pembiayaan Konsumtif, baik untuk realisasi baru maupun top up.

Ia menambahkan, alokasi dana untuk program promo ini adalah sebesar Rp 1 miliar dan akan dilakukan pemindahan biaya promosi secara bertahap ke penampungan Promosi Member Get Member.

Masa berlaku program promo terhitung Februari 2026 sampai dengan Desember 2026 (tentative) atau sampai alokasi dana program promosi sudah terserap habis. (*)

 

PADANG, Lintasmedianews.com
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sumbar periode 2024–2029 resmi dilantik di Auditorium Gubernuran, Selasa (3/2). Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi wartawan setelah melalui dinamika panjang di tingkat pusat maupun daerah.

Prosesi pelantikan pengurus PWI Sumbar oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir setelah 1 tahun lebih tertunda. Sementara pengurus IKWI Sumbar dilantik oleh Ketua Umum IKWI Pusat, Indah Kirana. 
Kehadiran pimpinan tertinggi organisasi ini menegaskan bahwa pelantikan tersebut memiliki arti strategis dalam struktur PWI secara nasional.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengakui bahwa PWI secara nasional menghadapi persoalan serius hampir dua tahun terakhir. 

Dia menyebutkan PWI Sumatera Barat termasuk daerah yang terdampak kuat, bahkan sempat mengalami pembekuan sebelum kembali diaktifkan melalui mekanisme organisasi.

Munir menuturkan, fase dualisme kepengurusan yang sempat muncul di tingkat pusat akhirnya dapat diselesaikan melalui kesadaran bersama para pengurus. 


Terpilihnya dirinya sebagai Ketua Umum dan Zulmansyah Sekedang sebagai Sekretaris Jenderal menjadi titik balik penyatuan organisasi.


“Dengan berakhirnya dualisme di pusat, maka di daerah juga kembali satu komando. Kini PWI harus fokus menjalankan peran sebagai organisasi profesi wartawan,” ujarnya. 

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, membacakan SK kepengurusan PWI Sumbar periode 2024–2029.

Sementara itu, Ketua PWI Sumbar, Widya Navies, menyampaikan bahwa kepengurusan yang dilantik merupakan hasil Konferensi Luar Biasa (KLB) pada 24 Mei 2024 lalu.

Namun, pelantikan sempat tertunda karena dinamika organisasi yang terjadi di tubuh PWI Pusat, sehingga berdampak pada administrasi kepengurusan di daerah.

Widya menjelaskan, PWI Sumbar bahkan mengalami tiga kali revisi Surat Keputusan (SK) sebagai bagian dari penyesuaian struktur organisasi. 

Situasi itu menjadi catatan sejarah tersendiri bagi PWI Sumbar karena jarang terjadi dalam periode kepengurusan sebelumnya

Gubernur Sumbar  yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), Arry Yuswandi, menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar PWI dan IKWI menjadi mitra strategis pemerintah dalam penyebaran informasi yang akurat dan menyejukkan masyarakat.

Dia berharap, media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berperan dalam edukasi publik, mitigasi bencana, serta menjaga stabilitas sosial melalui pemberitaan yang berimbang.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Sawir Pribadi melaporkan pengurus yang dilantik ini adalah hasil konferensi pada 22 Mei 2024 lalu. Awalnya akan dilantik 18 Juli 2024, namun terundur la taran adanya kusruh di tubuh PWI Pusat. Kemudian ditunda pada 29 Juli 2024, namun persoalan di tubuh PWI Pusat tak jua reda, hingga akhirnya baru bisa dilaksanakan sekarang.

Ia berharap, momentum ini menjadi awal penguatan soliditas internal PWI Sumbar sekaligus mempererat hubungan antara pengurus pusat dan daerah demi kemajuan organisasi dan profesionalisme wartawan. (*)

 

Lintasmedianews.com 

Sejumlah kader Posyandu di Kota Padang mengadukan kewajiban pengembalian dana Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ke Komisi IV DPRD Kota Padang. Pengaduan itu muncul setelah adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) senilai Rp171 juta pada pelaksanaan program tersebut, yang mengharuskan para kader mengganti dana sebesar Rp50 ribu per orang.


Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Iskandar, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya tidak menginginkan persoalan ini berujung pada beban finansial bagi kader Posyandu. Namun, sebagai tindak lanjut temuan BPK, pengembalian dana harus dilakukan.
“Anggaran PMT ini sejatinya berada di kecamatan. Mekanismenya adalah pemberian barang atau produk, bukan uang tunai. Namun yang terjadi, kecamatan justru menyerahkan uang. Solusi yang ada saat ini, dana sebesar Rp171 juta tersebut harus dikembalikan ke negara, dan itu dibebankan kepada kader Posyandu,” ujar Iskandar saat rapat, Senin (2/2).

Ia menambahkan, skema pengembalian dilakukan dengan cara iuran, di mana setiap kader diminta mengganti sebesar Rp50 ribu per orang. Kebijakan ini, menurutnya, diambil sebagai jalan keluar paling memungkinkan meski menimbulkan keberatan di lapangan.

Sementara itu, Camat Kuranji, Rido Satria, S.STP, MM, mengungkapkan bahwa khusus di Kecamatan Kuranji, nilai temuan BPK mencapai Rp19 juta. Dana tersebut juga wajib dikembalikan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Di Kecamatan Kuranji, total temuan sebesar Rp19 juta. Karena itu, seluruh kader Posyandu di wilayah kami harus bersama-sama mengembalikan dana tersebut kepada negara,” katanya.

Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sendiri merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan status gizi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, terutama kelompok yang berisiko mengalami kekurangan gizi dan stunting. Program ini seharusnya diwujudkan dalam bentuk makanan bergizi, baik kudapan maupun makanan lengkap, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.

PMT ditujukan untuk balita usia 6–59 bulan yang mengalami gizi kurang atau berat badan tidak naik, serta ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK). Melalui program ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan berat badan balita sekaligus memberikan edukasi gizi kepada orang tua tentang pola makan sehat berbasis pangan lokal.

Kasus temuan PMT di Padang ini pun menjadi perhatian, karena di satu sisi program tersebut menyasar upaya pencegahan stunting, namun di sisi lain justru menimbulkan persoalan administratif yang berdampak langsung kepada kader Posyandu di lapangan. (*)


 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Komitmen PT Semen Padang dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional kembali diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) 2026 di Sikayan Mansek, RT 4 RW 1, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini diikuti antusias oleh lebih kurang 100 warga sekitar.

Germas 2026 merupakan agenda rutin tahunan PT Semen Padang yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dengan mengangkat tema “Tempat Tinggal dan Lingkungan yang Sehat tanpa TBC dan HIV untuk Produktivitas Berkelanjutan”. Hal ini selaras dengan semangat perusahaan dalam mendorong kesehatan masyarakat sebagai fondasi utama produktivitas dan kesejahteraan.

Sejak pagi, puluhan warga Sikayan Mansek tampak memadati lokasi di RT 4 RW 1. Beragam layanan kesehatan disediakan secara gratis, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, skrining penyakit menular, hingga edukasi dan sosialisasi terkait pencegahan tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS. Selain itu, masyarakat juga dibekali pengetahuan mengenai pengelolaan sampah yang baik dan benar sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Kegiatan Germas ini secara resmi dibuka oleh Kepala Unit Operasi Tambang Departemen Tambang & Pengelolaan Bahan Baku PT Semen Padang, Hendri Priparis. Turut hadir Dokter Perusahaan sekaligus Staf Safety, Health, and Environment (SHE) PT Semen Padang, dr. Andy Riva Dana; Lurah Batu Gadang, Syafardi; Kepala Tata Usaha UPTD Puskesmas Lubuk Kilangan, Nilda Safyani; Staf TJSL PT Semen Padang, Nurwan; Staf SHE PT Semen Padang, Ferdy Dinardo; Ketua RT 1, Yuli Amri; serta Ketua RT 4, Ahmad Durus.

Kepala Unit Humas dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menjelaskan bahwa Aksi Germas Sehat ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Semen Padang, Kelurahan Batu Gadang, dan Puskesmas Lubuk Kilangan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Semen Padang bagi warga di sekitar wilayah pertambangan.

“PPM ini merupakan kegiatan rutin yang kami gelar setiap tahun. Tahun ini, Sikayan Mansek dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena berada di sekitar kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Semen Padang. Selain itu, kami juga ingin memastikan pemerataan manfaat agar seluruh masyarakat sekitar tambang dapat merasakan dampak positif dari program PPM yang kami jalankan,” ujar Idris.

Ia menambahkan, kesehatan masyarakat merupakan salah satu fokus utama perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip environmental, social, and governance (ESG) yang terus diperkuat oleh PT Semen Padang sebagai anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).

Dalam sambutannya, Kepala Unit Operasi Tambang Departemen Tambang & Pengelolaan Bahan Baku Hendri Priparis menegaskan bahwa kegiatan Germas ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap kondisi kesehatan masyarakat sekitar.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin PT Semen Padang dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Kami berharap melalui Germas ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya hidup sehat dan mampu mencegah berbagai penyakit yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari,” kata Hendri.

Sementara itu, dr. Andy Riva Dana menekankan pentingnya edukasi kesehatan, khususnya terkait bahaya dan pencegahan penyakit TBC dan HIV/AIDS yang masih menjadi tantangan di masyarakat. Menurutnya, pemahaman yang baik akan menjadi kunci dalam upaya pencegahan penularan penyakit menular.

“Penting bagi masyarakat untuk mengenali bahaya penyakit TBC dan HIV/AIDS yang saat ini masih banyak ditemukan di lingkungan sekitar. Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat mendapatkan pengetahuan yang benar sehingga dapat melakukan langkah-langkah pencegahan dan menjaga kesehatan dengan lebih baik,” jelas dr. Andy.

Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tema Bulan K3 Nasional 2025, yakni “Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dalam Mendukung Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3)”, di mana aspek kesehatan menjadi bagian tak terpisahkan dari keselamatan kerja dan kehidupan sehari-hari.

Kepala Tata Usaha UPTD Puskesmas Lubuk Kilangan, Nilda Safyani, menyampaikan apresiasi kepada PT Semen Padang atas kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan Germas ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah melibatkan Puskesmas Lubuk Kilangan. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ungkap Nilda.

Apresiasi juga disampaikan Lurah Batu Gadang, Syafardi, yang menyambut positif pelaksanaan Aksi Germas Sehat di wilayahnya. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama karena masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus edukasi penting terkait penyakit menular seperti TBC dan HIV/AIDS.

“Kami berterima kasih kepada PT Semen Padang yang telah menggelar Aksi Germas Sehat di Sikayan Mansek. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkesinambungan, mengingat Batu Gadang merupakan kelurahan yang terdampak langsung oleh keberadaan PT Semen Padang di Kota Padang,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua RW 01 Sikayan Mansek, Yuli Amri, didampingi Ketua RT 04 Ahmad Durus, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan PT Semen Padang, Kelurahan Batu Gadang, dan Puskesmas Lubuk Kilangan kepada warganya.

“Atas nama warga Sikayan Mansek, kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang, Kelurahan Batu Gadang, dan Puskesmas Lubuk Kilangan. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami yang berjumlah 75 KK di sini,” kata Yuli.

Kegiatan Aksi Germas Sehat 2026 ini juga selaras dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

 

Padang, Lintasmedianews.com

Sebagaimana komitmen PMI untuk tetap bersama masyarakat yang membutuhkan. PMI Sumatera Barat masih memberikan layanan kemanusian untuk masyarakat yang terdampak bencana  Banjir Bandang dan Tanah Longsor yang melanda Sumatera Barat, November tahun lalu. 

Ketua Bidang PB dan Logistik PMI Sumbar, Hidayatul Irwan melaporkan hari ini (31/1) PMI Sumatera Barat berikan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis kepada warga Jorong Limau dan Jorong Ngalah Gadang, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara. 

Layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis ini, kata Hidayat, merupakan bantuan dari masyarakat kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah yang diserahkan melalui PMI Sumatera Barat. 

"Untuk dua titik lokasi ini, kita melayani total 117 jiwa dan giat ini juga dibantu oleh Tim Kesehatan dari PMI Provinsi Banten" Terangnya. 

Hidayat yang mendampingi langsung giat layanan kesehatan ini, menyatakan apresiasinya untuk Tim Kesehatan PMI yang bertugas hari ini. Pasalnya medan yang dilalui untuk menuju titik lokasi layanan diakui Hidayat sangat menantang. 

"Mulai dari estafet mobil ke motor (ojek) sampai jalan kaki hampir dua kilometer ditambah juga hujan" Jelas Hidayat.

Camat IV Nagari Bayang Utara, Darmadi didampingi oleh BPBD Kabupaten Pesisir Selatan yang ditemui langsung di lokasi menyampaikan bahwa bencana yang terjadi di daerahnya memang memberikan dampak besar bagi warga. Beberapa akses jalan menuju kampung tersebut rusak parah bahkan putus sehingga aktivitas masyarakat menjadi terbatas.

"Jadi kalau ada yang rela datang kesini dan membantu masyarakat, kami sangat bersyukur sekali" Tutur Darmadi. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Donatur yang telah membantu warganya memperoleh layanan kesehatan secara gratis, seperti yang dilakukan PMI saat ini. 

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, PT Semen Padang kembali menggelar Safety, Health, and Environment (SHE) Challenge 2026. Kegiatan ini merupakan ajang kompetisi yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi serta memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan perusahaan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026) di Lapangan Fire Ground PT Semen Padang tersebut diikuti 17 tim dari berbagai unit kerja di lingkungan perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua K3 Nasional PT Semen Padang 2026, Angga Dwi Permana Putra.

Dalam sambutannya, Angga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik. Ia menegaskan bahwa SHE Challenge merupakan agenda tahunan PT Semen Padang yang secara konsisten dilaksanakan sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap penerapan K3 di seluruh lini operasional.

Dalam pelaksanaannya, SHE Challenge 2026 mempertandingkan lima kategori utama, yakni cerdas cermat K3, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), confined space, working at height atau bekerja di ketinggian sekitar delapan meter dengan akses tangga vertikal, pemadaman api kecil menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), serta pemadaman api besar menggunakan fire truck.

“SHE Challenge bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana pembelajaran dan penguatan budaya K3 bagi seluruh insan PT Semen Padang. Ajang ini juga sejalan dengan tema Bulan K3 Nasional 2026, yaitu Membangun Ekosistem Pembinaan dan Pelayanan K3 Nasional yang Inklusif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah upaya perusahaan untuk terus bertumbuh dan bersaing di industri semen nasional, penerapan K3 harus menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas kerja. Untuk itu, ia berharap seluruh peserta dapat menunjukkan semangat, kolaborasi, dan profesionalisme dalam mengikuti setiap tahapan lomba.

Ia berharap pengalaman dan keterampilan yang diperoleh peserta selama mengikuti SHE Challenge dapat diterapkan dalam situasi nyata di lapangan. Meskipun kondisi darurat tidak diharapkan terjadi, pemahaman terhadap prosedur penyelamatan dan penanganan seperti kebakaran dinilai sangat penting sebagai langkah mitigasi risiko.

“Bekal yang diperoleh dari ajang ini diharapkan dapat membantu peserta dalam menghadapi kondisi darurat, baik di lingkungan kerja maupun di tempat tinggal,” tambahnya.

Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, mengatakan bahwa pelaksanaan SHE Challenge 2026 mencerminkan komitmen manajemen PT Semen Padang dalam membangun dan memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini menjadi sarana penguatan budaya keselamatan yang melibatkan seluruh unit kerja, sekaligus menunjukkan keseriusan manajemen dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif,” ujarnya.

Ajang SHE Challenge ini diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta. Salah seorang peserta dari PKTD Wisma Indarung PT Semen Padang, Saskia, menyampaikan bahwa SHE Challenge memberikan manfaat besar bagi karyawan. Menurutnya, kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman praktis tentang K3, khususnya dalam penanganan kebakaran dan korban cedera.

“Banyak hal yang sebelumnya belum kami pahami, kini menjadi lebih jelas dan aplikatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterampilan yang diperoleh melalui lomba tersebut sangat berguna apabila suatu saat terjadi keadaan darurat, meskipun hal tersebut tidak diharapkan. Saskia juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin.

“Idealnya, kegiatan ini dilakukan minimal dua kali dalam setahun agar seluruh insan Semen Padang terus terlatih dan sigap,” katanya.

Hal senada disampaikan peserta dari Unit Pengamanan PT Semen Padang, Angga. Ia menilai SHE Challenge tidak hanya meningkatkan pengetahuan K3, tetapi juga memperkuat kekompakan dan kerja sama tim. Menurutnya, koordinasi yang terbangun selama perlombaan dapat diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

“Kekompakan tim yang terlatih tentu akan berdampak positif terhadap kinerja dan keselamatan kerja di unit masing-masing,” ujarnya.

 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, menghadiri prosesi peletakan batu pertama pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang diinisiasi oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Barat (Sumbar) bersama KADIN Indonesia di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kamis (29/1/2026).

Sebanyak 10 unit hunian tetap yang akan dibangun di kawasan tersebut mengusung konsep konstruksi cepat, aman, dan berkualitas dengan menggunakan Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK), produk inovasi PT Semen Padang yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan hunian pascabencana.

Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Ketua KADIN Sumatera Barat Buchari Bachter, Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria, Ketua IJTI Pengda Sumbar Defri Mulyadi dan Tokoh Masyarakat Pauh, Dasrul.

Serta turut hadir para donatur Hunian Sementara dan Layak (Hunsela) di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yaitu Vita Gamawan Fauzi dan Wiwik Marlis Rahman beserta rombongan.

Sementara itu turut mendampingi dari jajaran manajemen PT Semen Padang, yakni Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris, Kepala Unit CSR Hernes, Kepala Unit SHE Ilham Akbar dan Kepala Unit BIP & Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra.

Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada KADIN Indonesia dan KADIN Sumbar atas kepedulian serta inisiatif nyata dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa dunia usaha tidak hanya berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga hadir secara nyata dalam pemulihan kehidupan masyarakat,” ujar Pri.

Ia menegaskan bahwa bencana alam tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga menyisakan luka psikologis yang mendalam bagi para penyintas. Karena itu, pembangunan hunian tetap ini memiliki makna yang lebih luas.

“Pembangunan hunian tetap ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun kembali harapan, rasa aman, dan masa depan masyarakat,” lanjutnya.

Sebagai perusahaan semen tertua di Asia Tenggara dan bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), PT Semen Padang memiliki komitmen kuat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam penanganan dan pemulihan pascabencana. Ia menekankan bahwa pembangunan hunian pascabencana harus memenuhi tiga prinsip utama, yakni cepat, aman, dan berkualitas.

PT Semen Padang mendukung penggunaan SEPABLOCK sebagai solusi konstruksi unggulan. Produk ini dirancang untuk memungkinkan proses pembangunan yang lebih cepat, memiliki kualitas dan presisi tinggi, serta menghasilkan bangunan yang kuat dan stabil, sekaligus efisien dari sisi waktu dan biaya.

“Melalui penggunaan SEPABLOCK, kami berharap hunian yang dibangun tidak hanya layak huni, tetapi juga memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap risiko bencana di masa mendatang,” jelas Pri.

Ia juga menilai kegiatan ini sebagai contoh nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai sangat penting, khususnya di Sumatera Barat yang memiliki potensi risiko kebencanaan cukup tinggi.

“PT Semen Padang siap untuk terus bersinergi dan berkontribusi, tidak hanya melalui penyediaan material bangunan, tetapi juga lewat inovasi produk dan dukungan berkelanjutan bagi pembangunan daerah yang tangguh dan berketahanan,” tegasnya.

Ketua KADIN Sumbar Buchari Bachter menyampaikan bahwa pembangunan Huntap di Kampung Talang merupakan bentuk perhatian langsung KADIN Sumbar dan KADIN Indonesia terhadap wilayah-wilayah terdampak bencana di Sumbar. Proyek ini, kata dia, mengusung semangat kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak.

“Pembangunan Huntap ini melibatkan KADIN, PT Semen Padang, dan Universitas Andalas, sekaligus mendorong keterlibatan pengusaha lokal agar perputaran ekonomi tetap berjalan di kawasan terdampak bencana,” ungkap Buchari.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan teknologi SEPABLOCK memungkinkan proses konstruksi berlangsung lebih cepat dengan target penyelesaian pembangunan sekitar 30 hari. Proyek ini sekaligus menjadi percontohan pertama di Sumatera dalam penggunaan teknologi tersebut untuk hunian pascabencana.

Wali Kota Padang Fadly Amran, dalam kesempatan yang sama, menegaskan bahwa percepatan penyediaan hunian layak bagi warga terdampak bencana merupakan prioritas utama Pemerintah Kota Padang. Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami mengapresiasi kolaborasi semua pihak, mulai dari KADIN, PT Semen Padang, para donatur, hingga ninik mamak Suku Tanjuang Kampung Talang yang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan Huntap ini. Kolaborasi seperti inilah yang sangat dibutuhkan dalam percepatan pemulihan pascabencana,” ujar Fadly.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemko Padang saat ini tengah menyiapkan pembangunan sekitar 500 unit Huntap yang akan tersebar di tiga lokasi, yakni Balai Gadang, Simpang Haru, dan Lambung Bukit. Usulan pembangunan tersebut telah diajukan kepada pemerintah pusat.

 


Lintasmedianews.com

Pemerintah Desa Muara Jaya kembali menunjukkan komitmennya dalam pembangunan  infrastruktur dengan menyelesaikan proyek pembangunan Lapen Sepanjang 550m dengan dana anggaran Rp. 105.000.000,- Drainase Sepanjang 500m dengan anggaran Rp. 107.000.000,- dan 3 pembangunan gorong-gorong beserta buka badan jalan 1,5m masinga dengan anggaran Rp. 25.000.000,- dan Rp.71.000.000,- . Proyek ini telah direncanakan dan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2025, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayah tersebut.

Pembangunan insfratruktur  di Desa Muara Jaya ini merupakan inisiatif dari Pemerintah Desa Muara Jaya dan mendapatkan dukungan anggaran dari Bantuan Keuangan Kabupaten Lampung Timur yang bersifat khusus untuk tahun 2025.Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi warga di Desa Muara Jaya Kecamatan Sukadana.

Pelaksanaan proyek ini dipercayakan kepada Kepala Desa Muara Jaya, Edi Sutono, yang dibantu oleh tim pelaksana kegiatan.Proses pembangunan insfratruktur melibatkan partisipasi masyarakat dengan menerapkan gotong royong, di mana tenaga kerja tukang dan pekerja berasal dari warga Desa Muara Jaya. Pendekatan ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan lokal.

Proyek pembangunan insfratruktur  ini menunjukkan efisiensi pelaksanaan dan keterlibatan yang baik dari seluruh tim. Setelah selesai, proyek ini nantinya diserahterimakan kepada Pemerintah Desa Muara Jaya melalui Kepala Desa Muara Jaya selaku Kuasa Pengguna Anggaran di desa.

Kepala Desa Muara Jaya , Edi Sutono menyatakan apresiasi atas kerja keras tim pelaksana dan partisipasi aktif warga dalam menyelesaikan proyek ini. "Proyek pembangunan Lapen, Drainase, gorong-gorong dan badan jalan ini bukan hanya sebagai upaya perbaikan infrastruktur, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dan gotong-royong dalam membangun desa kita. Saya berterima kasih kepada semua yang terlibat, dan semoga infrastruktur ini dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Desa Muara Jaya" ujar Kepala Desa Muara Jaya.

Dengan dimulainya proyek pembangunan insfratruktur ini, Pemerintah Desa Muara Jaya terus membuktikan dedikasinya dalam meningkatkan kualitas hidup warganya melalui pembangunan berkelanjutan. Semoga proyek ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk aktif terlibat dalam pembangunan lokal. ( Y.A )

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, PT Semen Padang menegaskan komitmennya terhadap perlindungan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui seminar kesehatan bertema “Fit to Work, Fit for Life: Kesehatan Optimal untuk Kinerja Pekerja Tambang”, Rabu (28/1/2026).

Seminar yang digelar di Club House PT Semen Padang itu diikuti karyawan dan pekerja outsourcing di lingkungan Departemen Tambang dan Pengelolaan Bahan Baku. Kegiatan ini turut melibatkan para istri pekerja tambang sebagai peserta, sebagai bentuk pendekatan holistik perusahaan dalam menjaga kesehatan pekerja, baik dari sisi profesional maupun keluarga.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Teknik Tambang PT Semen Padang, Hendri Priparis, dan dihadiri jajaran staf Departemen Tambang dan Pengelolaan Bahan Baku, termasuk Dokter Perusahaan PT Semen Padang, dr. Andy Riva Dana, MKK, FSQua, AIFO-K, yang juga bertindak sebagai narasumber utama.

Dalam sambutannya, Hendri Priparis menyampaikan bahwa PT Semen Padang secara konsisten melaksanakan berbagai program dalam rangka Bulan K3 Nasional setiap tahun. Program tersebut tidak hanya berfokus pada keselamatan kerja, tetapi juga peningkatan derajat kesehatan pekerja serta penguatan budaya K3 di seluruh lini operasional.


“Bulan K3 Nasional menjadi momentum penting untuk terus mengingatkan seluruh insan perusahaan akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. Di Departemen Tambang dan Pengelolaan Bahan Baku, berbagai kegiatan rutin kami laksanakan setiap tahun sebagai wujud komitmen tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seminar kesehatan ini merupakan agenda berkelanjutan sekaligus tindak lanjut dari kegiatan serupa yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan ini juga diselenggarakan sebagai respons terhadap hasil medical check up (MCU) para pekerja tambang.

Menurut Hendri, kondisi kesehatan pekerja memiliki korelasi langsung dengan tingkat keselamatan kerja dan produktivitas, terutama di sektor pertambangan yang memiliki potensi risiko tinggi.

“Kesehatan yang kurang optimal dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Karena itu, upaya pencegahan melalui edukasi dan perubahan pola hidup menjadi sangat penting,” katanya.

Lebih lanjut, Hendri menekankan bahwa tanggung jawab menjaga kesehatan pekerja tidak hanya berada di tangan perusahaan. Peran keluarga, khususnya istri, dinilai sangat strategis dalam membentuk pola hidup sehat di rumah.


“Kami meyakini istri memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan suami, mulai dari pola makan, kebiasaan olahraga, hingga gaya hidup sehari-hari,” ujarnya.

Dengan melibatkan para istri dalam seminar ini, ia berharap pemahaman keluarga terhadap pentingnya pola hidup sehat semakin meningkat, sehingga dapat membantu pekerja tambang terhindar dari penyakit yang berpotensi mengganggu kinerja dan keselamatan kerja.

Sementara itu, Ketua Bulan K3 Nasional 2026 Departemen Tambang dan Pengelolaan Bahan Baku PT Semen Padang, Hendra Wayan, mengatakan bahwa seminar kesehatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan promotif dan preventif selama Bulan K3 Nasional.

“Selain seminar kesehatan, kami juga menggelar berbagai kegiatan lain untuk meningkatkan kesadaran dan kompetensi di bidang K3,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, dr. Andy Riva Dana menekankan pentingnya kebugaran jasmani dan kesehatan mental bagi pekerja tambang. Menurutnya, konsep fit to work tidak hanya mencakup kemampuan fisik, tetapi juga keseimbangan kesehatan fisik, mental, dan sosial.

“Kesehatan optimal merupakan modal utama agar pekerja tambang dapat bekerja secara aman dan produktif. Pola hidup sehat, olahraga teratur, manajemen stres yang baik, serta dukungan keluarga menjadi faktor kunci untuk mewujudkan pekerja yang benar-benar fit for life,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan data International Labour Organization (ILO) yang mencatat sekitar 2,78 juta kematian pekerja terjadi setiap tahun di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,4 juta atau 86,3 persen disebabkan oleh penyakit akibat kerja, sementara sekitar 380 ribu kematian terjadi akibat kecelakaan kerja.

“Data ini menunjukkan bahwa aspek kesehatan masih menjadi tantangan besar di dunia kerja. Dengan kesehatan yang baik, produktivitas dan semangat kerja meningkat, kualitas hidup membaik, keluarga pun bahagia,” pungkas Andy. (*)

 


Padang, Lintasmedianews.com

Perjalanan Jurnalistik Edis 3 yg dikemas komunitas "Jojo" tanggal 24 Januari 2024 adalah menyasar Pariangan, Ustano Pagaruyuang, Tanah Datar dan Kota Wisata Bukittinggi. Perjalanan dengan Amirul Wan Eko Yanche membawa sejumlah Wartawan Senior bersama keluarga yakni  Gusfen Khairul , Ismet Fanany,Nofi Sastera, Zulnadi, Atviarni dan Charles Zen. Rombongan juga dimeriahkan keikutsertaan ibuk ibuk seperti Riza Eko, Getri,Nike Gusfen, Hartini Zulnadi, Welly Nofi, Dessy dan  Wawa, Yanti Chan. Redaksi.

--+++

Ekspedisi Jojo jilid 3 sedikit beda dengan dua  perjalanan sebelumnya. Rombongan sebanyak 15 orang itu harus  berangkat ba'da Subuh. Bahkan ada yang tiba sebelum subuh dengan titik kumpul Kantor Gubernur Sudirman 51 Padang. 

Kenapa sebelum subuh, karena Jalan Raya- Padangpanjang  pukul 08.00 wib harus ditutup untuk kelancaran pekerjaan Jalan akibat longsor dan banjir November 2025 lalu. Kebijakan pemerintah, siang hari jalan ditutup dari pukul 08.00 hingga jam 17.00 wib.

Penulis bersama istri,  Eko juga istri  sholat subuh  berjemaah di Masjid kantor Gubernur. Begitu juga dengan Atviarni dan Gusfen dan keluarga serta Charles dengan istrinya menyusul untuk sholat terlebih dulu.

Selebihnya Nofi dan Welly, naik di Tabing, begitu juga dengan Ismet Fanany yang naik di Simpang Monang Lubuk Buaya. Peserta terakhir adalah Dessy dengan anaknya naik di Simpang Bandara. Kami harus lewat tol untuk tidak telat menjelang Air Mancur.

Bus ukuran 3/4 milik Rino, mantan koresponden tv, melaju sedikit kencang, namun nyaman, diatasnya juga dilengkapi karaoke untuk uji suara sepanjang perjalanan.

Alhamdulillah saat memasuki  Air Mancur tidak terlihat antri yang panjang- lancar. Sekitar pukul 7.30 kami masuk kota Serambi Mekah,Padangpanjang. 

Dimana maupun sarapan? .Ternyata pilihan jatuh di kedai Katupek Pitalah arah ke Batusangkar. Sayang parkirnya susah, peminat sudah banyak antri, kami putuskan tidak mampir,cari tempat lain. Kendaraan terus berjalan pelan-pelan, dan terlihat ada kedai, bus berhenti, rombonganpun turun. Hehe.... Rupanya katupeknya tidak cukup untuk 15 0rang. Namun karena sudah ada yang turun, ada yang numpang buang air kecil saja. Pemilik kedai pun ikhlas tak jadi sarapan di kedainya lantaran ketupat tak cukup.

Mau balik ke Pasar Padang Panjang sudah tanggung, Bus terus saja jalan dengan Gusfen Khairul sebagai pemandu yang duduk disamping Sopir. Barulah di Kubu Karambie, ada kedai lontong Pitalah. Katupeknya terlihat lumayan banyak, berlebih untuk 15 porsi. Satu piring satu ketupat dengan kuah cubadak(nangka muda) campur rebung. 

"Maknyuss ",sebut Charles Chan yang terlihat lahap menyantapnya. Hanya saja karena banyak rebung berdampak bagi rombongan yang ada gejala rematik atau asam urat. Itu baru terasa setelah sampai di rumah masing-masing. Ee yayai..

Bus yang disopiri Pak Men itu kembali melaju dengan tujuan desa Pariangan. Inilah desa terindah di dunia. Wow cuacanya cerah. Pemandangan aduhai dengan hamparan sawah berjenjang. Sungguh.. Fabbiayyaa laairrabikuma tukazibaan....nikmat Tuhan manakah lagi yang engkau dustakan.

Pancaran sinar matahari pagi dengan awan berarak, menyisir embun pagi bersama angin sepoi-sepoi menyapa kami menambah kekaguman dengan alam nagari Pariangan yang tiada duanya itu.

Disini rombongan berfoto ria dengan berbagai sisi. Ada yang meluapkan kegembiraan sambil beratraksi macam macam gaya. Lepaskan semua gemuruh dihati. Enjoy dan enjoy. Itulah yang terlihat di wajah anggota Jojo. Sayang belum ada pakaian seragam versi Jojo, sebut ibuk- ibuk pula.( Bersambung)

 

Padang, Lintasmedianews.com

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat Brigjen Pol Solihin meninjau langsung lokasi kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Padang Panjang–Bukittinggi, Jorong Pincuran Tinggi, Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Senin (26/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Dalam peninjauan tersebut, Wakapolda Sumbar memantau langsung kondisi tempat kejadian perkara (TKP) serta proses penanganan awal yang dilakukan oleh jajaran Kepolisian, dan langkah-langkah yang telah diambil di lapangan.

Kecelakaan melibatkan satu unit truk trailer bermuatan pupuk, satu unit truk box, serta kendaraan roda dua. Berdasarkan informasi awal yang diterima di lapangan, truk trailer dengan nomor polisi BK 9634 XA yang melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang diduga mengalami hilang fungsi pengereman (rem blong).

Akibatnya, truk trailer menabrak bagian belakang truk box BA 8089 NU yang berada di depannya. Benturan tersebut menyebabkan truk box terdorong dan menyerempet sejumlah sepeda motor yang berada di jalur yang sama.

Kendaraan trailer kemudian menabrak sepeda motor Honda Vario BA 6624 LAD, pangkalan ojek, serta beberapa pejalan kaki dan warung warga di sisi kiri jalan, sebelum akhirnya berhenti di pekarangan rumah warga.

Wakapolda Sumbar menjelaskan bahwa berdasarkan hasil rekaman CCTV yang telah diamankan, kendaraan trailer melaju dengan kecepatan cukup tinggi saat kejadian.

“Dugaan sementara, kendaraan trailer mengalami rem blong. Namun demikian, hal tersebut masih kami dalami lebih lanjut melalui proses penyelidikan,” ujar Wakapolda Sumbar di lokasi kejadian.

Dalam insiden tersebut, lima korban dinyatakan meninggal dunia, masing-masing diinisialkan YRF (32) selaku pengendara sepeda motor, EFB sebagai penumpang, DF pejalan kaki, BHS (37) pengemudi truk trailer, serta satu korban lainnya yang masih dalam proses identifikasi. Sementara itu, empat korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis.

Lebih lanjut, Wakapolda Sumbar menegaskan bahwa lokasi kejadian merupakan jalur rawan kecelakaan karena kondisi jalan yang menurun dan cukup terjal. Oleh karena itu, pihaknya kembali mengingatkan para pengemudi, khususnya kendaraan besar, agar meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi ketentuan berlalu lintas.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan, terutama kendaraan besar dari luar daerah, agar selalu mengutamakan keselamatan, menjaga kecepatan, serta mematuhi rambu lalu lintas. Jalur ini merupakan jalur padat aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak sekolah,” tegasnya.

Ke depan, Polda Sumatera Barat bersama pemerintah daerah akan mengkaji pengaturan jam operasional kendaraan berat guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembatasan waktu melintas bagi kendaraan bermuatan berat seperti pupuk dan semen.

“Atas nama Polda Sumatera Barat dan Bapak Kapolda, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Diharapkan kejadian ini menjadi yang terakhir serta keselamatan berlalu lintas dapat terus terjaga melalui peran dan kesadaran bersama,” tutup Wakapolda Sumbar.

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.