Articles by "Kota Padang"

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok
Showing posts with label Kota Padang. Show all posts

 

Padang, Lintasmedia News— Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung sejumlah pembangunan infrastruktur yang tengah dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Jumat (4/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan pembangunan jalan dan saluran drainase berjalan sesuai target, sekaligus memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.

Didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi serta Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, Fadly Amran mengunjungi dua lokasi pembangunan di Kecamatan Koto Tangah. Lokasi pertama yakni pembangunan jalan menuju kawasan wisata Pantai Pasir Jambak di Kelurahan Pasie Nan Tigo. Setelah itu, rombongan meninjau pembangunan saluran drainase baru di kawasan Pasar Tunggul Hitam, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.




Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap mobilitas masyarakat, pengembangan kawasan, kegiatan ekonomi, dan penanganan persoalan lingkungan seperti genangan air.



Jalan Menuju Pasir Jambak Hampir Rampung



Salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut adalah pembangunan jalan menuju Pasir Jambak. Jalan ini dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi akses menuju sejumlah kawasan yang berpotensi mendukung perkembangan wilayah Koto Tangah.

Fadly Amran mengatakan, jalan menuju Pasir Jambak memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan. Pasalnya, terdapat dua objek vital yang dilalui akses tersebut, yaitu perguruan tinggi dan kawasan wisata Pantai Pasir Jambak.




Menurutnya, keberadaan jalan yang lebih baik diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi di sekitar kawasan. Infrastruktur jalan juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong berkembangnya suatu kawasan, terutama daerah yang memiliki potensi pendidikan dan pariwisata.




“Kami berharap pembangunan ini dapat dijaga dengan baik oleh masyarakat dan jangan ada bangunan liar. Selain itu, juga akan ada investasi pengembangan yang dapat membuka lapangan pekerjaan melalui pembangunan objek wisata di kawasan Pasir Jambak,” ujar Fadly Amran.




Ia menekankan, pembangunan infrastruktur perlu diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga fungsi dan keberlanjutan fasilitas yang telah dibangun pemerintah.




Pemerintah Kota Padang juga melihat kawasan Pasir Jambak memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. Dengan akses jalan yang semakin baik, kawasan tersebut diharapkan dapat menarik investasi pengembangan pariwisata yang pada akhirnya berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.



Panjang Jalan 2,5 Kilometer, Progres Capai 95,6 Persen



Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menjelaskan, pembangunan jalan menuju Pasir Jambak memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer. Jalan tersebut dibangun dengan lebar 5,5 meter, dilengkapi bahu jalan masing-masing selebar 1 meter.




Pembangunan jalan tersebut menggunakan sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK). Nilai pagu anggarannya mencapai Rp9,6 miliar, sementara nilai kontraknya sekitar Rp9,4 miliar.




Hingga saat peninjauan dilakukan, progres pekerjaan telah mencapai 95,6 persen. Dengan demikian, pekerjaan yang tersisa diperkirakan sekitar 4,4 persen.




Malvi mengatakan, pekerjaan saat ini memasuki tahap akhir. Sejumlah pekerjaan yang sedang diselesaikan antara lain pengecoran bahu jalan dan pembuatan marka jalan.




“Target kami dalam minggu depan jalan Pasir Jambak ini sudah selesai. Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 95,6 persen, tinggal sekitar 4,4 persen lagi. Saat ini sedang pengecoran bahu jalan, pembuatan marka jalan, Insya Allah, menjelang akhir minggu pekerjaan sudah clear,” jelas Malvi.




Dengan perkembangan tersebut, pembangunan jalan ditargetkan dapat selesai pada pertengahan September 2026.




Penyelesaian jalan ini diharapkan semakin memperkuat akses menuju Pasir Jambak, terutama bagi masyarakat yang menggunakan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari maupun menuju kawasan wisata.



Drainase Pasar Tunggul Hitam untuk Pengendalian Banjir



Dari kawasan Pasie Nan Tigo, rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke Pasar Tunggul Hitam di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.




Di lokasi tersebut, Pemerintah Kota Padang tengah membangun saluran drainase baru sebagai bagian dari upaya penataan sistem drainase perkotaan dan pengendalian banjir.




Fadly Amran menyebut pembangunan drainase di kawasan Pasar Tunggul Hitam merupakan salah satu implementasi dari Master Plan Drainase Kota Padang. Pembangunan tersebut diarahkan untuk memperbaiki sistem aliran air, khususnya di kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.




Pasar sebagai pusat aktivitas perdagangan membutuhkan dukungan infrastruktur dasar yang memadai. Persoalan genangan air tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas perdagangan dan mobilitas warga di sekitar kawasan.




Karena itu, Fadly berharap pembangunan saluran drainase tersebut dapat segera diselesaikan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.




“Kami berharap melalui penataan dan pembangunan saluran drainase ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan genangan dan memperlancar aliran air di sekitaran Pasar Tunggul Hitam ini,” katanya. (***)

 

PADANG, Lintasmedia News – Senin (24/8/2026), suasana di Kantor Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, terasa berbeda. Kebahagiaan, kebanggaan, dan rasa haru bercampur menjadi satu ketika Yoga Pratama duduk bersama orang tua serta sejumlah tokoh masyarakat yang melepas keberangkatannya menuju Jepang.


Bagi Yoga, acara tersebut bukan sekadar seremoni. Hari itu menjadi penanda dimulainya perjalanan baru dalam hidupnya—perjalanan seorang pemuda berusia 18 tahun dari Taratak, Kelurahan Koto Lua, menuju Negeri Sakura. Ia dijadwalkan bertolak ke Jepang pada Rabu (26/8/2026) dan akan bekerja di sektor pertanian di Numamoto Shinichi, Kota Tsuchiura, Prefektur Ibaraki.


Di balik keberhasilan lulusan SMA Negeri 15 Padang tahun 2025 itu tersimpan perjuangan panjang seorang anak sulung yang ingin mengubah kehidupan keluarganya. Yoga merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Huri Dekrinata (39) dan Dewi Sartika (37). Ia dinyatakan lulus menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang.


Yoga berasal dari keluarga sederhana. Sang ayah bekerja sebagai petugas keamanan di PT Telkom, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Dua adik Yoga masih duduk di bangku sekolah. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat Yoga memahami bahwa ia harus segera mengambil peran setelah menamatkan pendidikan.

Karena itu, ketika sebagian teman sebayanya memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Yoga memantapkan hati untuk mencari pekerjaan. Ia ingin membantu orang tua sekaligus memenuhi kebutuhan pendidikan kedua adiknya. Namun, Yoga tidak pernah membayangkan jalan hidup justru akan membawanya ribuan kilometer dari rumah, ke sebuah negara yang sebelumnya hanya ia kenal melalui cerita, pelajaran, dan tayangan di layar kaca.


“Saya bangga, bersyukur, sekaligus sangat senang bisa menjadi bagian dari program PMI ini. Kesempatan tersebut sangat luar biasa dalam hidup saya dan tentunya harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga saya yang kondisi ekonominya masih terbatas,” tuturnya.


Kesempatan itu datang melalui program pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang diselenggarakan FPM Koto Lua bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center. Program yang telah berjalan sejak 2025 tersebut didukung penuh oleh PT Semen Padang melalui program Basinergi Membangun Nagari.


Saat mengikuti pelatihan, Yoga harus berhadapan dengan sesuatu yang benar-benar baru. Ia tidak hanya dituntut memahami bahasa Jepang, tetapi juga mengenal kebiasaan, budaya kerja, kedisiplinan, dan tata kehidupan masyarakat di negara tujuan.


Hari demi hari dilaluinya dengan belajar. Di tengah berbagai keterbatasan, ia berusaha menjaga tekad agar tidak goyah.


Tahapan yang harus dilewati pun tidak sedikit. Selain mengikuti pelatihan, Yoga menjalani berbagai seleksi, tes, serta proses administrasi sebelum akhirnya mendapatkan kontrak kerja.


“Perjalanan untuk sampai ke titik ini tidak mudah. Banyak proses yang harus saya lalui, mulai dari belajar bahasa dan budaya Jepang hingga menjalani berbagai tahapan tes,” katanya.


Setiap tahapan menjadi ujian bagi kesungguhannya. Namun, keinginan untuk membantu keluarga membuat Yoga terus bertahan. Ia sadar, kegagalan bukan hanya akan memupuskan impiannya, tetapi juga harapan yang mulai tumbuh di dalam keluarganya.


Kerja keras itu akhirnya berbuah manis. Yoga dinyatakan lolos dan memperoleh kesempatan bekerja di Jepang.


Dari delapan peserta pelatihan, ia menjadi orang pertama yang menuntaskan seluruh proses dan diberangkatkan.


“Saya sangat bangga kepada diri sendiri karena bisa berjuang sejauh ini. Alhamdulillah, saya akhirnya mendapat kesempatan menjadi PMI di Jepang,” ujarnya.


## Harapan Besar di Pundak Anak Sulung


Yoga akan menjalani kontrak kerja selama satu tahun. Namun, masa kerja tersebut berpeluang diperpanjang hingga lima tahun apabila ia mampu memenuhi ketentuan dan menunjukkan kinerja yang baik.


Meski begitu, lima tahun tentu bukan masa yang singkat. Bagi pemuda yang baru berusia 18 tahun, bekerja jauh dari orang tua dan saudara merupakan tantangan besar.


Ia harus belajar hidup mandiri, beradaptasi dengan lingkungan baru, menghadapi perbedaan bahasa dan budaya, serta bertahan di tengah kerinduan terhadap kampung halaman. Namun, Yoga memilih melihat semua itu sebagai kesempatan. Semakin lama ia dapat bekerja di Jepang, semakin besar pula peluangnya membantu keluarga dan mengumpulkan modal untuk masa depan.


Di kepalanya, Yoga telah menyusun sebuah rencana sederhana. Setelah menyelesaikan kontrak dan kembali ke Indonesia, ia ingin membangun usaha rumah kos. Usaha itu diharapkan menjadi sumber penghasilan yang dapat menopang kehidupan dirinya dan keluarga dalam jangka panjang.


“Target saya setelah sukses di Jepang dan kembali ke Indonesia adalah membuka usaha rumah kos. Karena itu, kesempatan besar ini tidak akan saya sia-siakan,” katanya.


Ia pun menyadari bahwa keberhasilan tersebut tidak diraihnya sendirian. Ada orang tua yang terus mendoakan, FPM Koto Lua yang mendampinginya, lembaga pelatihan yang membekalinya, serta PT Semen Padang yang memberikan dukungan terhadap biaya pelatihan.


“Saya sangat berterima kasih kepada PT Semen Padang yang telah mendukung pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang difasilitasi oleh FPM Koto Lua,” ujarnya.


## Pesan Ayah dari Koto Lua


Di tengah suasana pelepasan itu, Huri Dekrinata memandangi putra sulungnya dengan perasaan campur aduk. Ada kebanggaan karena Yoga berhasil memperoleh kesempatan besar. Namun, ada pula rasa haru karena anak yang selama ini tinggal bersamanya akan segera pergi jauh.


Sebagai ayah, Huri mengetahui betul perjuangan Yoga. Ia melihat bagaimana anaknya belajar, mengikuti pelatihan, dan menjalani setiap tahapan seleksi dengan penuh kesungguhan.


Huri sejak awal mendukung keinginan Yoga untuk langsung bekerja setelah menamatkan SMA. Pilihan itu tidak terlepas dari kondisi ekonomi keluarga dan kebutuhan biaya pendidikan kedua adiknya. Selain itu, keinginan tersebut bukan semata-mata untuk memperoleh penghasilan, melainkan juga menjadi pijakan bagi Yoga untuk membangun kemandirian ekonomi.


Namun, Huri tidak pernah menyangka pekerjaan pertama putranya justru berada di Jepang.


“Saya tidak menyangka anak saya bisa sampai sejauh ini. Sejak kecil, ia memang memiliki keinginan untuk menjadi orang sukses. Mudah-mudahan kesempatan bekerja di Jepang ini menjadi pintu menuju kesuksesan baginya,” kata Huri.


Tidak banyak pesan yang disampaikannya. Huri hanya meminta Yoga menjaga kesehatan, tidak meninggalkan ibadah, dan selalu berdoa ketika menghadapi kesulitan.


“Jaga kesehatan, jangan lupa salat, dan teruslah berdoa. Semoga kelak Yoga menjadi orang sukses dan dapat membuat kami sebagai orang tua bangga,” ujarnya penuh haru.


Pesan itu sederhana, tetapi menyimpan kasih sayang dan harapan besar. Di pundak Yoga, keluarga menitipkan doa agar perjalanan ke Jepang menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik.


Di usia 18 tahun, Yoga Pratama tidak hanya berangkat untuk bekerja. Ia membawa harapan orang tua, masa depan kedua adiknya, dan impian untuk pulang sebagai pemuda mandiri yang mampu mengubah kehidupan keluarganya.


## Membuka Jalan bagi Peserta Lain


Ketua FPM Koto Lua Nofial mengatakan, Yoga merupakan satu dari delapan peserta pelatihan bahasa dan budaya Jepang. Lima peserta berasal dari Kelurahan Koto Lua, sedangkan tiga lainnya berasal dari Kelurahan Limau Manis Selatan.


Dari delapan peserta tersebut, empat orang telah mendapatkan kontrak kerja di Jepang. Namun, Yoga menjadi peserta pertama yang memperoleh kepastian keberangkatan.


Tiga peserta lainnya masih menunggu *Certificate of Eligibility* (COE) atau dokumen izin tinggal, sedangkan dua peserta masih menjalani proses menuju wawancara akhir. Adapun dua peserta lainnya memutuskan tidak melanjutkan seleksi karena telah mendapatkan pekerjaan di Kota Padang.


“Sebenarnya, dari delapan peserta, empat orang telah memperoleh kontrak kerja di Jepang. Namun, baru Yoga yang diberangkatkan. Tiga peserta lainnya masih menunggu COE,” jelas Nofial.


Bagi Nofial, keberangkatan Yoga menjadi bukti bahwa program tersebut memberikan hasil nyata. Pencapaian itu juga diharapkan dapat menjaga semangat peserta lain yang masih menjalani tahapan seleksi.


Ia mengatakan, perjalanan menuju Jepang memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk keberangkatan saja, setiap calon pekerja membutuhkan dana sekitar Rp30 juta. Namun, FPM Koto Lua telah menggandeng investor yang bersedia menyediakan dana talangan.


“Sejak awal kami telah berkomitmen dengan investor. Jadi, Yoga maupun calon PMI lainnya tidak perlu khawatir mengenai biaya keberangkatan. Investor siap menanggung biaya tersebut,” katanya.


Menurut Nofial, dana talangan tersebut nantinya dikembalikan oleh peserta setelah mulai bekerja di Jepang. Dengan tingkat penghasilan yang diperoleh di Jepang, pengembalian dana tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat bulan.


“Skema ini dirancang agar keterbatasan ekonomi tidak menghalangi anak-anak muda dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pekerjaan. Mereka tetap bisa berangkat tanpa harus membebani orang tua dengan biaya besar di awal,” ujarnya.


## Satu Orang Berangkat, Satu Keluarga Berdaya


Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Koto Lua Indra Gunawan, yang turut hadir dalam acara pelepasan tersebut, melihat keberangkatan Yoga sebagai sesuatu yang lebih besar daripada sekadar keberhasilan seorang peserta pelatihan.


Menurutnya, program tersebut berpotensi menjadi salah satu jalan untuk mengurangi jumlah rumah tangga miskin (RTM).


Ketika seorang anak dari keluarga kurang mampu memperoleh pekerjaan dengan pendapatan yang layak, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Penghasilan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan orang tua, membiayai pendidikan adik, memperbaiki tempat tinggal, hingga membuka peluang usaha.


“Satu orang yang berangkat bekerja ke Jepang berpotensi mengangkat satu keluarga dari kategori RTM. Karena itu, kami berharap PT Semen Padang terus mendukung program ini. Biaya pelatihan yang mencapai Rp6,5 juta untuk setiap peserta cukup besar sehingga kami membutuhkan dukungan dari PT Semen Padang,” katanya.


Meski biaya pelatihan cukup besar, Indra mengatakan dana tersebut tidak berhenti sebagai bantuan sekali pakai. Setelah peserta bekerja di Jepang, biaya pelatihan akan dikembalikan secara bertahap dan digunakan kembali untuk membiayai calon peserta berikutnya.


“Nah, dengan demikian, satu dukungan dari PT Semen Padang akan dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak anak muda. Ini menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujar Indra.


## Investasi Sosial untuk Masa Depan


Bagi PT Semen Padang, keberangkatan Yoga menjadi tonggak penting dari program yang telah dirintis bersama masyarakat sejak 2025.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengapresiasi FPM Koto Lua yang berhasil mendampingi seorang warga dari keluarga kurang mampu hingga memperoleh pekerjaan di Jepang.


Menurutnya, keberhasilan Yoga sejalan dengan tujuan awal perusahaan dalam mendukung program pelatihan bahasa dan budaya Jepang tersebut. Program itu tidak hanya diarahkan untuk menambah pengetahuan peserta, tetapi juga diharapkan menghasilkan perubahan nyata terhadap kehidupan mereka.


“Sejak awal direncanakan, program ini memang bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi sosial jangka panjang untuk menekan angka kemiskinan di sekitar wilayah perusahaan. Alhamdulillah, tujuan tersebut mulai terwujud. Kami sangat bersyukur dan terharu melihat pencapaian ini,” kata Win.


Sementara itu, Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes menambahkan, pelatihan bahasa dan budaya Jepang tersebut merupakan bagian dari program Basinergi Membangun Nagari yang dijalankan perusahaan bersama FPM Koto Lua.


Melalui program tersebut, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh kemampuan dan akses menuju lapangan kerja.


“Sejak awal, pendekatan tersebut diharapkan dapat melahirkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Alhamdulillah, Yoga menjadi peserta pelatihan pertama yang berhasil menjadi PMI di Jepang. Untuk itu, kami berpesan agar Yoga menjaga amanah, bekerja dengan disiplin, menghormati budaya setempat, dan menjaga nama baik Indonesia selama berada di Jepang,” katanya.


Hernes juga berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak warga. Terlebih, potensinya dinilai sangat besar dalam membantu keluarga kurang mampu keluar dari kemiskinan.


“Mudah-mudahan pencapaian Yoga ini dapat memotivasi teman-teman dan adik-adiknya untuk mengikuti jejak yang sama,” pungkas Hernes. (*)

 

PADANG, Lintasmedia News- Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Barat atau PWI Sumbar, Widya Navies mendukung upaya PWI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) agar kasus kematian wartawan Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin dapat diungkap dan tuntas. 

“Kematian Udin yang sudah tiga dasawarsa berlalu, harus diusut tuntas, dan kami mendukung upaya yang dilakukan PWI DIY mendorong agar kasus kematian Udin diketahui secara jelas,” kata Ketua PWI Sumbar Widya Navies.

Pada Jumat (14/8/2026) PWI DIY memasang prasasti pahlawan pers di makam Udin sebagai bagian dari langkah mengusulkan Udin sebagai pahlawan nasional.

Sebelumnya, atas inisiatif PWI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengusulkan wartawan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin sebagai pahlawan nasional, karena perjuangannya menegakkan kebenaran pers. 

Usulan tersebut mengemuka pada momentum peringatan 30 tahun Udin yang digelar di Kantor PWI DIY, Jumat (14/8/2026).

Usulan tersebut mengemuka pada momentum peringatan 30 tahun Udin yang digelar di Kantor PWI DIY, Jumat (14/8/2026). Dinas Kominfo serta Dinas Sosial (Dinsos) DIY membuka dialog mengenai persyaratan seseorang layak mendapat gelar pahlawan nasional.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir perwakilan dari Dinas Kominfo serta Dinas Sosial (Dinsos) DIY untuk membuka dialog mengenai persyaratan seseorang layak mendapat gelar pahlawan nasional.

“Kami merespons PWI DIY dianugerahkan pahlawan nasional untuk Udin,” kata, Penyuluh Sosial, Dinsos DIY, Sapto Parjono dalam pemaparannya.

Aturan pemberian gelar pahlawan telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 serta peraturan pelaksanaannya yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan UU Nomor 20/2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Parjono mengatakan, usulan gelar pahlawan harus melalui berbagai kajian serta disepakati oleh pemerintah setempat. 

“Kalau Udin ini berarti ya oleh Pemkab Bantul, nanti beberapa syarat di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah berjuang,” terang Hudono.

Ketua PWI DIY, Hudono, mengatakan, dokumen persyaratan pengajuan gelar pahlawan untuk Udin kini telah diupayakan PWI DIY. 

Menurutnya Udin layak mendapatkan gelar pahlawan karena kerja jurnalistik yang dilakukannya banyak berdampak besar bagi kehidupan masyarakat.

Bahkan dari pikiran kritisnya, Udin harus disingkirkan ketika menulis pemberitaan yang kritis berkaitan dengan korupsi yang diungkap secara jelas.

“Udin perjuangkan kemerdekaan pers, Udin dikenal pemberani, ktitis menyoroti kebijakan pemerintah mulai korupsi terus bansos yang disunat pada saat itu. Tetapi inilah risikonya, dia mendapat penganiayaan bahkan saya sebut ini pembunuhan berencana,” tegas Hudono.

Menurutnya apa yang diperjuangkan Udin sama halnya dengan yang dilakukan oleh Marsinah, seorang buruh yang telah dianugerahi gelar pahlawan karena memperjuangkan hak buruh.

“Saya megacu pada pemberian gelar pahlawan untuk Marsinah, dia itu simbol perlawanan buruh, dia gak punya penghargaan bersifat formal tapi aksinya sangat nyata dan dirasakan kalangan buruh, sama halnya apa yang dilakukan Udin untuk kalangan pers,” imbuh Hudono. *

 

Lintasmedia News- Pemerintah Kota Padang memulai proses fisik perbaikan bendungan dan drainase terdampak bencana banjir, setelah tahapan perencanaan selesai.

Proses perbaikan ini menggunakan anggaran dari Dana TKD yang dikembalikan oleh Pemerintah Pusat ke Kota Padang. 


Sebelumnya Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan komitmen Pemko Padang untuk mempercepat proses rehab-rekon Kota Padang Pasca Bencana, namun harus mengikuti prosedur tahapan dan aturan yang berlaku.


“Sama seperti masyarakat, kita juga ingin cepat. Namun ada tahapan perencanaan dan tender yang tidak bisa dibypass, karena ada aturan yang mengikat. Saat ini Alhamdulillah beberapa rehab fisik sudah mulai dilakukan, karena proses perencanaan dan tendernya sudah selesai,” katanya, Senin/10 Agustus 2026. 

“Mohon maaf dan terima kasih kepada masyarakat Kota Padang yang sudah menunggu," sambungnya. 


Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menyampaikan proses rehab fisik sudah mulai dilakukan di beberapa lokasi terdampak bencana, dikarenakan proses perencanaan dan tendernya sudah selesai. 


“Saat ini 7 paket proyek fisik sudah dimulai pekerjaannya. Antara lain rekonstruksi jembatan di Kampung Jambak, rehab bendungan Limau Manis, rehab bendungan Lubuk Kilangan, Rehab Bendungan Sungkai, dan drainase di Tabiang Banda Gadang," ungkapnya. (***)

Lintasmedia News- Padang Young Designer Competition (PYDC) merupakan salah satu agenda di kegiatan Padang Fashion Summit (PFS) 2026. Kegiatan itu dihadiri Ketua Umum Dekranasda Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran dan Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat, Harneli Mahyeldi, Senin, 10 Agustus 2026, di ZHM Padang. 

Tampak juga pada kesempatan itu, Ketua DWP Kota Padang, Nova Raju, Ketua Harian Dekranasda Kota Padang, Ferry Evriyan Rinaldy, seluruh Pengurus Dekranasda Kota Padang, dan sejumlah kepala OPD di lingkup Pemko Padang. 

Menurut Ketua Dekranasda Kota Padang, Dian Fadly Amran, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara fashion, budaya dan ekonomi kreatif. PFS tidak saja fashion show, tetapi juga ruang akselerasi dan kolaborasi.


“PFS tempat bertemunya peluang usaha, perajin, dan warisan budaya. Tempat karya lokal menemui pasarnya,” katanya. 


Dian Puspita menilai, di balik karya fashion terdapat ekosistem. Ada perajin, desainer, penjahit, model, fotografer, penata rias, maupun pelaku pemasaran. Apabila ekosistem itu tumbuh, kesempatan usaha dan ekonomi masyarakat juga ikut bertumbuh.


“Alhamdulillah di tahun kedua pelakasanaan PFS ini jangkauannya semakin luas, tidak saja ada desainer asal Padang, tetapi juga menghadirkan desainer internasional, seperti dari Malaysia dan Australia,” tukuknya. 


Bagi Dian Puspita, PFS merupakan kebanggaan dan harapan. Menjadi salah satu kunci yang mempertemukan karya dan budaya Minangkabau dalam hal yang lebih luas lagi.


“Terpenting, PFS adalah regenerasi. Kita harus menyiapkan regenerasi. DI tahun ini saja tercatat 76 peserta yang mengikuti kegiatan ini,” cakapnya. 


PFS bertemakan “Manaruko Rupo, From Minangkabau Heritage to Global Elegance”. Menurut Dian, “Manaruko” merupakan merintis jalan baru. Membawa kekayaan budaya Minangkabau ke masa kini. Lebih modern dan kreatif tetapi masih memiliki akar yang kuat.


Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat, Harneli Mahyeldi, mengapresiasi kegiatan PYDC dalam balutan PFS 2026. Menurutnya, Minangkabau memiliki karya seni yang luar biasa. Padang memiliki sulam banang ameh yang sangat dikenal. Begitu halnya karya kerjaninan di daerah lain di Sumatera Barat.


“Sesuatu yang luar biasa ini ketika diolah oleh desainer akan menjadi luar biasa,” akunya. 


Diakui Harneli, ketika menghadiri pameran di mana saja, ternyata hasil kerajinan Sumatera Barat sangat diminati oleh masyarakat Indonesia dan internasional.


“Ajang ini menumbuhkan desainer baru yang akan mengolah hasil kerajinan yang lebih berharga, karena kita harus melestarikan dan memperjuangkan kerajinan Minangkabau secara berkelanjutan,” pungkasnya. 


Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat menyebut, dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, banyak agenda yang dibuat dalam rangka menjadikan Padang lebih baik ke depan. Baginya, PFS merupakan ajang generasi muda. Ajang bagaimana generasi muda menampilkan potensi luar biasa. (***)

 

Padang, Lintasmedia News — Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Padang, Drs. Suardi Z Dt. Garang, yang mewakili berbagai etnis di Kota Padang, memberikan penghargaan kepada Wali Kota Padang Fadly Amran pada pembukaan Padang Harmoni Festival 2026, Sabtu (8/8/2026).


Piagam penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen, perhatian, dan dukungan Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat pembauran kebangsaan serta menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat yang terdiri dari beragam etnis, suku, dan latar belakang budaya.


Penghargaan itu sekaligus menjadi apresiasi atas upaya Pemko Padang dalam menciptakan ruang kebersamaan bagi seluruh elemen masyarakat untuk menampilkan, mengenalkan, dan melestarikan keragaman seni serta budaya sebagai bagian dari kekayaan Kota Padang.


Melalui Padang Harmoni Festival 2026, keberagaman etnis dan budaya yang ada di Kota Padang dihadirkan dalam semangat kebersamaan, toleransi, persaudaraan, dan gotong royong. Festival tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk saling mengenal dan menghargai perbedaan yang ada.

Keberagaman tersebut diharapkan semakin memperkuat rasa memiliki terhadap Kota Padang sekaligus menjadi modal sosial dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis. Semangat persatuan menjadi bagian penting dalam membangun daerah di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang budaya yang beragam.


Padang Harmoni Festival 2026 mengusung tema “Merajut Harmoni dalam Keberagaman”. Tema tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Padang, sekaligus mendorong pelestarian seni dan budaya dari berbagai etnis yang hidup berdampingan di daerah ini.


Semangat kegiatan tersebut tercermin dalam pesan “Berbeda dalam budaya, bersatu dalam kebersamaan, dan bersama membangun Kota Padang.” Melalui festival ini diharapkan terbangun hubungan yang semakin erat antaretnis dan kelompok masyarakat, sehingga keberagaman tidak menjadi sekat, melainkan kekuatan dalam mewujudkan Kota Padang yang harmonis dan bersatu.(***).

Lintasmedia News- Wali Kota Padang memerintahkan Sekretaris Daerah dan kepala perangkat daerah Kota Padang untuk turun melakukan evakuasi di 15 titik banjir yang melanda Kota Padang, Senin (3/8/26). 

“Saya memerintahkan mereka untuk melakukan evakuasi warga di titik terdekat dari posisi masing-masing, membantu BPBD dan Damkar yang mengevakuasi titik-titik paling kritis. Agar proses evakuasi bisa lebih cepat,” cakapnya. 

Pemko Padang membagi tim evakuasi dan penanganan bencana. Wali Kota memimpin tim ke Guo Kuranji, Wawako Maigus Nasir memimpin tim ke Tabiang Banda Gadang Nanggalo, Sekda Raju Minropa dan Kadis Kominfo Tommy TRD memimpin tim evakuasi di seputaran wilayah ByPass dan Balai Kota. 


“Dari laporan yang saya terima Ibu-Ibu hamil di belakang Siti Rahmah sudah dievakuasi oleh Tim yang dipimpin Pak Sekda. Di Parak Jambu Damkar juga masih melakukan evakuasi, dan Camat-Camat menyiapkan daftar kebutuhan warga,” tukuknya. 


BPBD dan Damkar bersama unsur TNI-POLRI, KSB dan NGO melakukan evakuasi di Koto Tangah, Pauh, Kuranji, Bungus dan Padang Selatan. 

Saat ini Dinas Sosial dan Tagana sudah mendirikan dapur umum dan sedang menyiapkan 200-500 nasi bungkus, di samping menyiapkan selimut, pakaian, tenda dan terpal.


Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang sedang disiapkan menjadi Posko Tanggap Darurat. 


“Selain dari dapur umum Pemko juga sudah memesan sekitar 1.200 nasi bungkus untuk didistribusikan kepada warga,” terangnya. (***)

 

Padang, Lintasmedia News-  Bentuk dukungan itu direalisasikannya melalui dana pokok-pokok pikiran berupa lima unit becak motor (bentor) pengangkut sampah, sapu, sekop, cangkul, dan perlengkapan kebersihan lainnya.


Ia mengungkapkan telah mengalokasikan bantuan bentor pengangkut sampah tersebut yang ke beberapa kelurahan di Kecamatan Padang Barat. 


"Kita ingin Kota Padang benar-benar bersih. Namun, cita-cita itu tidak bisa diwujudkan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan," Halaman Kantor Lurah Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Sabtu 1 Agustus 2026.


Program itu dilaunching secara resmi Program Padang Sibersih Kecamatan Padang Barat oleh Wali Kota Padang Fadly Amran.


Kegiatan itu dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Fadelan Fitra Masta, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang Tommy TRD, Camat Padang Barat Diko Eka Putra, para lurah se-Kecamatan Padang Barat dan unsur terkait lainnya.


Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kota Padang Iswanto Kwara atas dukungannya dalam penanganan kebersihan di Kota Padang. Ia menegaskan bahwa gerakan menjaga kebersihan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW.


"Kami mengajak seluruh masyarakat memberikan kontribusi terbaik bagi Kota Padang dengan membiasakan hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan. Budaya memilah sampah sebelum dibuang, karena ini menjadi salah indikator penilaian kota bersih di Indonesia," teranya. 


Fadly Amran menyampaikan bahwa pada 6 hingga 10 Agustus mendatang, Pemerintah Kota Padang akan merayakan Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, dengan Tema Taste of Padang Experience Road To Gastronomi City. Padang Sibersih harus menjadi momentum untuk mewujudkan Kota Padang bersih, indah dan rapi.


"Kota Padang harus siap menjadi kota tujuan dan kota gastronomi dunia. Karena itu, persoalan kebersihan tidak boleh lagi dianggap hal biasa. Tahun pertama kita fokus pada sosialisasi, tahun kedua implementasi, dan selanjutnya penegakan aturan akan dilakukan secara lebih tegas," cakapnya. (*) 


Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Padang, Lintasmedia News – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat bersama Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sumatera Barat menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Tata Kelola Pengamanan Kawasan Wisata Berbasis Kolaborasi Stakeholders. Kegiatan yang berlangsung di Mapolda Sumatera Barat pada Jumat (24/7) ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengamanan destinasi wisata melalui sinergi lintas instansi.


Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sumbar, Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, serta Satpol PP Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini turut disaksikan oleh Auditor Madya Tk. II Sispamobvitnas Baharkam Polri, Kombes Pol Adrian Indra Nurinta, S.I.K., M.H., yang hadir untuk memberikan pendampingan sekaligus memastikan pelaksanaan kerja sama berjalan sesuai arah kebijakan pengamanan objek vital nasional.


Nota kesepahaman ini bertujuan mewujudkan strategi kolaborasi dan aliansi antarinstansi dalam penyelenggaraan pengamanan objek vital, khususnya kawasan wisata, guna mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan melalui terciptanya lingkungan wisata yang aman, tertib, dan kondusif.


Dalam keterangannya, Kombes Pol Adrian Indra Nurinta menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan pelaksanaan pengamanan di kawasan wisata di Sumatera Barat.

"Tujuan utama kegiatan ini adalah mengoptimalkan pelaksanaan pengamanan di kawasan wisata. Ada tiga hal yang harus kita ciptakan bersama, yaitu keselamatan, keamanan, dan kenyamanan," ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa keselamatan merupakan prinsip paling utama dalam setiap penyelenggaraan pengamanan. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas seluruh pihak sebelum mewujudkan aspek keamanan.


"Keselamatan adalah hukum tertinggi. Dalam mencapai keselamatan harus dilakukan secara total. Kita harus berpikir bahwa keselamatan masyarakat adalah yang utama. Setelah itu barulah kita dapat menciptakan keamanan. Bagaimana kita bisa menciptakan keamanan jika diri kita sendiri tidak selamat," jelasnya.


Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keselamatan dan keamanan akan bermuara pada terciptanya kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata.


"Kesejahteraan bersama dapat terwujud apabila masyarakat dan wisatawan merasakan kenyamanan. Karena itu, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan harus kita bangun secara bersama-sama melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," katanya.


Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, diharapkan sistem pengamanan kawasan wisata di Provinsi Sumatera Barat dapat berjalan lebih optimal, terintegrasi, serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung, sehingga mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

PADANG, Lintasmedia News– Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Bank Nagari dan PT Muda Medika Mandiri, sekaligus meresmikan PEC Premium Clinic di Rumah Sakit Padang Eye Center, Jalan Khatib Sulaiman, Padang, Kamis (23/7/2026).


Kerja sama tersebut ditandatangani Direktur Utama PT Muda Medika Mandiri dr. Heksan, SpM(K) bersama Direktur Utama PT Bank Nagari Gusti Candra, disaksikan langsung oleh Gubernur Mahyeldi.


Mahyeldi menilai sinergi antara dunia usaha dan perbankan merupakan fondasi penting dalam mempercepat pembangunan, termasuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Sumatera Barat.


"Pemerintah tidak bisa membangun sendiri. Dunia usaha membutuhkan kerja sama, begitu juga perbankan. Ketika kita bersatu dan saling menguatkan, maka pembangunan akan berjalan lebih cepat," kata Mahyeldi.


Menurutnya, kolaborasi yang dibangun Bank Nagari dan Padang Eye Center harus menjadi contoh bagi sektor usaha lainnya karena mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Ia berharap peresmian PEC Premium Clinic menjadi awal pengembangan layanan kesehatan yang lebih modern dan profesional.


"Semoga Padang Eye Center terus berkembang, memperluas layanan, dan kerja sama dengan Bank Nagari semakin kuat sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Sumatera Barat," ujarnya.


Mahyeldi juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dalam membangun daerah. Menurutnya, semangat kebersamaan harus terus dipelihara agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan kepentingan.


"Rasulullah mengajarkan bahwa berjamaah itu rahmat. Karena itu kita harus terus menjaga kekompakan, memperkuat kolaborasi, dan menghindari perpecahan. Dengan kebersamaan, Sumatera Barat akan semakin maju," tegasnya.


Sementara itu, Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra mengungkapkan hubungan antara Bank Nagari dan Padang Eye Center telah terjalin sejak 2010 dan terus berkembang hingga kini.


Ia menyebut nilai kerja sama kedua institusi saat ini telah mencapai Rp140 miliar, mencerminkan tingginya kepercayaan yang terbangun selama bertahun-tahun.


"Nilai kerja sama kita saat ini mencapai Rp140 miliar. Ini menunjukkan besarnya kepercayaan Padang Eye Center kepada Bank Nagari dan sebaliknya. Kami siap terus meningkatkan kolaborasi ke depan," ujar Gusti.


Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pembiayaan pengembangan rumah sakit, tetapi juga layanan payroll bagi sekitar 160 karyawan, sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS Bank Nagari, pengembangan layanan digital rumah sakit berbasis host-to-host, penyediaan produk pembiayaan khusus bagi dokter dan karyawan, hingga penempatan mesin ATM di lingkungan rumah sakit.


Gusti menegaskan kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa dua institusi asli Sumatera Barat mampu membangun kekuatan ekonomi daerah melalui sinergi yang berkelanjutan.


"Bank Nagari milik masyarakat Sumatera Barat, Padang Eye Center juga lahir dari Sumatera Barat. Kami ingin menunjukkan bahwa institusi lokal mampu tumbuh besar melalui kolaborasi dan menjadi contoh penguatan ekonomi serta keuangan syariah di daerah," katanya.


Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Muda Medika Mandiri dr. Heksan, SpM(K) mengapresiasi dukungan Bank Nagari yang dinilainya berperan besar dalam perjalanan pengembangan Padang Eye Center sejak awal berdiri.


Ia mengungkapkan, dukungan pembiayaan dari Bank Nagari menjadi solusi saat rumah sakit menghadapi tantangan dalam pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan.


"Bank Nagari menjadi mitra strategis kami sejak awal. Dukungan pembiayaan yang diberikan menjadi salah satu faktor penting sehingga Padang Eye Center dapat terus berkembang hingga hari ini," ungkap dr. Heksan.


Ia berharap kerja sama yang semakin luas tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mempercepat transformasi digital rumah sakit, serta menghadirkan layanan kesehatan premium yang semakin mudah diakses masyarakat Sumatera Barat. (***)

 

PADANG, Lintasmedia News– PT Semen Padang mengapresiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mempercayakan penggunaan Semen Padang Bata Interlock (Sepablock) sebagai material utama pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Mandiri di Sumatera Barat. Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa produk inovasi karya anak bangsa mampu mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dengan kualitas yang teruji.


Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, usai penyerahan kunci tiga unit Huntap Mandiri yang dibangun menggunakan Sepablock di tiga daerah di Sumatera Barat pada Jumat (10/7/2026).


Tiga unit hunian permanen tersebut masing-masing berada di Kampung Tanjung, Kecamatan Kuranji, Kota Padang; Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman; serta Jorong Kampung Pondok, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.


Prosesi serah terima dilakukan langsung oleh Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian, dan disaksikan para kepala daerah di masing-masing wilayah bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk jajaran PT Semen Padang sebagai penyedia material utama pembangunan rumah.


Di Kota Padang, penyerahan kunci Huntap Mandiri di Kampung Tanjung, Kelurahan Kuranji, turut didampingi Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, dan Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino. Hunian tersebut diterima pasangan Agusman dan Juliana yang tampak haru saat menerima rumah baru untuk ditempati bersama keluarga.


Sementara di Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara, Rustian menyerahkan kunci kepada pasangan Nasrul Koto dan Elmidona dengan didampingi Wali Kota Pariaman, Yota Balad. Adapun di Jorong Kampung Pondok, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, rumah diserahkan kepada pasangan Revival dan Yusra yang turut dihadiri Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Aziz.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan apresiasi kepada BNPB yang telah memilih Sepablock dalam pembangunan Huntap Mandiri di Sumatera Barat. Menurutnya, penggunaan Sepablock dalam program tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan PT Semen Padang mampu menjawab kebutuhan pembangunan hunian yang cepat, berkualitas, dan tangguh terhadap bencana.


"Kami mengapresiasi BNPB yang telah mempercayakan penggunaan Semen Padang Bata Interlock atau Sepablock sebagai material pembangunan Huntap Mandiri di Sumatera Barat. Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa produk inovasi PT Semen Padang telah mendapat pengakuan dari lembaga negara untuk mendukung program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana," ujar Win.


Menurut Win, penggunaan Sepablock tidak hanya mempercepat proses pembangunan hunian permanen, tetapi juga menghasilkan bangunan yang kokoh, nyaman, dan efisien. Karena itu, PT Semen Padang berharap inovasi tersebut semakin luas dimanfaatkan, baik dalam pembangunan pascabencana maupun proyek perumahan masyarakat secara umum.


"Kami berharap Sepablock semakin dikenal dan dimanfaatkan secara luas karena memiliki berbagai keunggulan, mulai dari pemasangan yang lebih cepat, konstruksi yang kuat, hingga memberikan kenyamanan bagi penghuninya," tambahnya.


Pada kesempatan tersebut, Sestama BNPB, Rustian, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana. Ia juga meminta PT Semen Padang sebagai mitra dalam program tersebut untuk terus mendukung penyelesaian pembangunan rumah permanen bagi warga yang masih membutuhkan.


Selain meninjau pembangunan Huntap, Rustian juga mengingatkan pemerintah daerah agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan muncul akibat fenomena El Niño.


Menurutnya, musim kemarau panjang berpotensi menimbulkan krisis air bersih sehingga pemerintah daerah perlu mulai menyiapkan langkah mitigasi, salah satunya dengan membangun sumur bor dengan kedalaman yang memadai.


"Kita harus mulai mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan kemarau panjang. Salah satu langkah antisipasi adalah membangun sumur bor dengan kedalaman yang memadai sebagai fasilitas bagi masyarakat apabila kondisi itu benar-benar terjadi," katanya.


Menurutnya, yang terpenting bukanlah merasa takut terhadap ancaman bencana, melainkan membangun budaya kesiapsiagaan dan meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi setiap potensi risiko.


"Masyarakat tidak perlu takut terhadap bencana, tetapi harus tetap waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan," ujarnya.


Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Aziz, menyambut baik program Huntap Mandiri yang dijalankan BNPB. Menurutnya, rumah-rumah yang dibangun menggunakan Sepablock memiliki kualitas yang sangat baik serta desain yang menarik sehingga layak menjadi hunian jangka panjang bagi masyarakat terdampak bencana.


"Semoga para penerima manfaat dapat menghuni rumah ini bersama keluarga dengan aman dan nyaman. Rumah ini dibangun dengan material Sepablock, kualitasnya sangat baik, bahkan desainnya mirip dengan bangunan-bangunan di Belanda," kata John Kenedy Aziz.


Rasa syukur juga disampaikan Revival dan Yusra, penerima manfaat Huntap Mandiri di Nagari Pasia Laweh. Mereka mengaku puas dengan kualitas rumah yang dibangun menggunakan Sepablock karena kokoh sekaligus memberikan kenyamanan bagi keluarga.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada BNPB dan pemerintah daerah atas bantuan ini. Rumahnya nyaman dan terasa sejuk. Kami sangat terkesan dengan material Sepablock yang digunakan," ungkap Revival.


Penyerahan tiga unit Huntap Mandiri tersebut menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia industri dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat. Kepercayaan BNPB menggunakan Sepablock juga menegaskan peran inovasi PT Semen Padang dalam menghadirkan solusi konstruksi yang cepat, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Padang, Lintasmedia News– Pemerintah Kota Padang terus mematangkan langkah untuk mewujudkan ambisi besar menjadikan ibu kota Provinsi Sumatera Barat sebagai Kota Gastronomi di bawah jaringan UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui Rapat Pleno Dossier Padang sebagai Kota Gastronomi yang dipimpin langsung Wali Kota Padang Fadly Amran di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (23/7/2026).


Rapat strategis ini menjadi tahapan krusial dalam penyempurnaan Dossier Gastronomy City, dokumen utama yang akan menjadi dasar penilaian dalam proses seleksi nasional sebelum diajukan sebagai nominasi Indonesia ke UNESCO.

Hadir dalam rapat tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Tim Dossier Pusat Indah Kartika Sari dan Gaura Mancacaritadipura yang mengikuti rapat melalui Zoom Meeting, Koordinator Tim Penyusunan Dossier Padang Haris Satria, unsur Academics, Business, Community, Government, and Media (ABCGM), serta pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Padang.


Dalam arahannya, Fadly Amran menegaskan bahwa rapat tersebut bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum penting untuk memastikan seluruh substansi dalam dossier benar-benar mencerminkan identitas, kekuatan, serta keunikan Kota Padang sebagai salah satu pusat kuliner terbaik di Indonesia.


"Hari ini rapat lanjutan membahas dossier Gastronomy City sebagai langkah untuk menjadi nominasi yang akan diajukan sebagai kota kreatif kepada UCCN. Alhamdulillah, seluruh stakeholder melalui kolaborasi ABCGM sudah terlibat, dan hari ini kita juga memperoleh berbagai masukan yang sangat baik untuk penyempurnaan dossier," ujar Fadly Amran.


Menurutnya, berbagai masukan dari tim asesor dan Tim Dossier Pusat akan menjadi bahan penyempurnaan agar dokumen yang diajukan tidak hanya memenuhi standar penilaian UNESCO, tetapi juga mampu memperlihatkan karakter khas Kota Padang yang tidak dimiliki daerah lain.


Fadly menjelaskan, pengajuan Kota Padang sebagai Kota Gastronomi juga selaras dengan tema Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 Tahun 2026, yakni "Taste of Padang Experience: Padang Road to Gastronomy City." Tema tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Padang dalam menjadikan kuliner sebagai kekuatan utama pembangunan, promosi pariwisata, pelestarian budaya, hingga penguatan ekonomi kreatif masyarakat.

Apabila berhasil lolos sebagai nominasi Indonesia, Kota Padang akan melanjutkan tahapan penilaian di tingkat internasional yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027.


Fadly optimistis, keberhasilan masuk ke dalam jaringan Kota Kreatif UNESCO akan membawa dampak besar bagi perkembangan daerah.


"Kita berharap Kota Padang dapat lolos seleksi nasional ini, sehingga cita-cita kita bersama menjadikan Kota Padang sebagai Gastronomy City di bawah UNESCO dapat terwujud. Jika hal ini terwujud, maka akan memberikan multiplier effect bagi Kota Padang, terutama di sektor kuliner, pariwisata, dan event," pungkasnya.

Sementara itu, Tim Dossier Pusat Indah Kartika Sari mengungkapkan bahwa proses penyusunan Dossier Padang Gastronomy City telah mencapai 100 persen. Namun demikian, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu disempurnakan agar dokumen tersebut memiliki nilai lebih dibandingkan daerah lain yang juga mengikuti seleksi.


Menurut Indah, salah satu aspek yang perlu diperkuat adalah pengarusutamaan kesetaraan gender dalam narasi dossier.


"Kami menyarankan agar kesetaraan gender dapat dimasukkan ke dalam penyusunan dossier ini. Salah satunya terkait peran Bundo Kanduang dalam bidang gastronomi, sehingga dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian," ujarnya.


Ia menilai, keterlibatan perempuan, khususnya melalui peran Bundo Kanduang, merupakan bagian penting dari sejarah dan keberlanjutan budaya kuliner Minangkabau. Nilai tersebut dinilai mampu memperkuat identitas Kota Padang sebagai kota yang tidak hanya kaya cita rasa, tetapi juga memiliki warisan budaya yang hidup dan terus diwariskan lintas generasi.


Di sisi lain, Koordinator Tim Penyusunan Dossier Padang Haris Satria menjelaskan bahwa waktu penyelesaian dokumen sudah sangat terbatas. Dossier harus diserahkan kepada UCCN paling lambat 28 Juli 2026, sebelum memasuki tahapan verifikasi oleh Tim Dossier Pusat.


Ia menerangkan, setelah proses verifikasi selesai, perjalanan Kota Padang masih akan berlanjut melalui beberapa tahapan seleksi yang cukup ketat.

"Tahapan selanjutnya, pada Agustus 2026 akan diumumkan 10 besar Kota Gastronomi Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan pengumuman enam besar. Jika semua berjalan lancar, kita bisa mendapatkan rekomendasi dari Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). Setelah itu, prosesnya akan dikawal oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama KNIU untuk diajukan ke UNESCO pada tahun 2027," jelas Haris.


Dengan kolaborasi seluruh unsur ABCGM, dukungan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, serta media, Pemerintah Kota Padang optimistis mampu menghadirkan dossier yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga mampu menggambarkan kekayaan gastronomi Minangkabau secara utuh.


Lebih dari sekadar mengejar pengakuan internasional, langkah ini menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat identitas Kota Padang sebagai destinasi kuliner kelas dunia, meningkatkan daya saing pariwisata, memperluas peluang ekonomi kreatif, sekaligus membuka ruang promosi budaya Minangkabau di tingkat global. (***)

 

PADANG, Lintasmedia News– Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) menggelar kegiatan penguatan karakter dan trauma healing bagi siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang di Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (23/7/2026). Kegiatan bertajuk ASPIKOM CARE 2026 itu ditujukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025.


Rombongan ASPIKOM terdiri atas akademisi dari Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, dan Politeknik Negeri Padang. Kegiatan tersebut juga diikuti akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Malaysia, Kanada, Singapura, dan Thailand.


Kedatangan rombongan disambut antusias para guru dan ratusan siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang. Bahkan, sebagai bentuk penghormatan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau, para siswa menampilkan kesenian tradisional randai.


Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari rombongan ASPIKOM, terutama peserta dari luar negeri.

Kepala SD Bustanul Ulum Semen Padang, Eli Martinda, S.Pd., mengatakan kunjungan tersebut memberikan kebahagiaan sekaligus semangat baru bagi para siswa. Menurutnya, sebagian anak masih mengalami trauma akibat banjir bandang yang merusak dan menghanyutkan rumah warga.


“Alhamdulillah, kami sangat senang sekolah ini dikunjungi para dosen Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi, termasuk dari luar negeri. Berbagai kegiatan trauma healing yang dilaksanakan sangat menghibur anak-anak kami,” katanya.


Dalam kegiatan tersebut, ASPIKOM menghadirkan lima aktivitas edukatif dan interaktif. Kegiatan pertama berupa Communication Games, seperti permainan pemecah suasana, pesan berantai, dan tebak ekspresi. Permainan tersebut dirancang untuk melatih kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dalam suasana menyenangkan.


Kegiatan kedua bertajuk “Aku Berani Bicara”. Para siswa diajak memperkenalkan diri, menceritakan pengalaman, serta menyampaikan cita-cita mereka. Setiap keberanian siswa diberikan apresiasi berupa stiker bintang untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan berbicara di depan orang lain.


Pada kegiatan “Pohon Harapan”, para siswa menuliskan harapan dan pesan positif untuk diri sendiri serta kampung halaman mereka. Pesan-pesan tersebut kemudian ditempelkan pada pohon harapan.


Melalui kegiatan “Batu Busuk Impianku”, para siswa menggambar dan mewarnai gambaran kampung yang mereka impikan. Hasil karya tersebut kemudian ditampilkan dalam pameran sederhana.


Kegiatan terakhir bertajuk “Budaya Kita, Dunia Kita”. Para siswa diajak menari, menyanyikan lagu, serta mengenal salam dan kebudayaan dari berbagai daerah dan negara. “Penampilan randai menjadi salah satu bagian dari kegiatan tersebut,” katanya.


Eli menjelaskan, trauma healing sangat dibutuhkan karena sebagian siswa masih mengalami tekanan psikologis setelah kehilangan rumah dan harta benda akibat banjir bandang. “Banyak rumah masyarakat yang hanyut. Bahkan, hampir separuh rumah murid kami terdampak. Karena itu, kami bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Anak-anak terlihat ceria dan bahagia selama mengikuti kegiatan,” ujarnya.


Menurutnya, dampak bencana terkadang masih terlihat ketika proses belajar mengajar berlangsung. Sejumlah siswa tampak termenung karena kehilangan rumah dan belum memperoleh kepastian mengenai hunian tetap. “Kegiatan trauma healing ini membuat mereka kembali ceria dan lebih bersemangat melanjutkan pendidikan di SD Bustanul Ulum Semen Padang,” katanya.


SD Bustanul Ulum Semen Padang merupakan salah satu sekolah binaan PT Semen Padang melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Sekolah yang berada di kawasan Batu Busuk itu menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang turut merasakan dampak sosial dan psikologis setelah banjir bandang melanda daerah tersebut.


Kunjungan ASPIKOM CARE 2026 ke sekolah yang berada tepat di depan PLTA Kuranji milik PT Semen Padang itu menjadi bagian dari upaya SD Bustanul Ulum Semen Padang untuk membuka ruang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk mendukung pendidikan dan perkembangan karakter siswa. (*)

 

PADANG,Lintasmedia News

Pemerintah Kota Padang menjamu para delegasi The 6th Annual International Communication Conference (AICCON) 2026 dan Kongres VIII Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Indonesia dalam Gala Dinner di Rumah Bagonjong Baiturrahmah Padang, Rabu (22/7/2026).

Jamuan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus penyambutan resmi bagi akademisi, peneliti, dan praktisi ilmu komunikasi dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.


Dalam kesempatan itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Padang sebagai tuan rumah konferensi internasional tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan AICCON 2026 dan Kongres VIII Aspikom Indonesia juga momentum strategis untuk memperkenalkan potensi budaya, pariwisata, dan kuliner Kota Padang kepada dunia. (***)

Padang, Lintasmedia News– Pemerintah terus memperkuat upaya mewujudkan penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran melalui digitalisasi data penerima manfaat. Salah satu langkah nyata terlihat di Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, yang memfasilitasi pendaftaran Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) bagi masyarakat di Kantor Kelurahan Air Pacah, Jumat (17/7/2026).

Pelayanan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mendukung transformasi digital di bidang kesejahteraan sosial. Melalui Portal Perlinsos, proses pendataan calon penerima bantuan sosial diharapkan menjadi lebih akurat, transparan, serta mampu meminimalkan potensi data ganda yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam penyaluran bantuan.


Portal Perlinsos yang dapat diakses masyarakat melalui laman perlinsos.kemensos.go.id memungkinkan warga melakukan pendaftaran maupun memperbarui data secara mandiri. Kehadiran sistem digital ini juga mempercepat proses verifikasi dan validasi sehingga bantuan sosial dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria.

Meski demikian, pemerintah menyadari bahwa tidak seluruh masyarakat memiliki kemampuan maupun akses untuk memanfaatkan layanan digital secara mandiri. Karena itu, pelayanan tatap muka tetap dioptimalkan melalui kantor kelurahan dengan melibatkan berbagai unsur di tingkat masyarakat.


Strategi jemput bola menjadi salah satu inovasi pelayanan yang dijalankan. Dinas Sosial bersama pemerintah kelurahan mengoptimalkan jaringan agen resmi yang tersebar di lingkungan masyarakat, mulai dari pengurus RT dan RW, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga petugas kesejahteraan sosial di tingkat kelurahan dan kecamatan. Mereka bertugas membantu masyarakat dalam proses pendaftaran, pembaruan data, hingga verifikasi dokumen.


Sekretaris Kelurahan Air Pacah, Maria Susanti, menegaskan pihaknya berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan program Perlinsos agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga yang berhak menerima bantuan.


"Kami senantiasa mendukung program pelayanan Perlinsos ini. Di Air Pacah, kami memaksimalkan sosialisasi kepada RT, RW, serta melibatkan pengurus masjid sebagai agen untuk membantu mendaftarkan warga yang membutuhkan," ujar Maria.


Menurutnya, keterlibatan tokoh masyarakat menjadi kunci dalam memperluas jangkauan informasi sekaligus memastikan tidak ada warga yang terlewat dalam proses pendataan. Dengan sinergi tersebut, masyarakat yang sebelumnya belum memahami mekanisme pendaftaran kini dapat memperoleh pendampingan secara langsung.

Tidak hanya itu, Kelurahan Air Pacah juga memberikan perhatian khusus kepada warga yang memiliki keterbatasan fisik maupun kondisi kesehatan sehingga tidak memungkinkan datang ke kantor kelurahan. Melalui layanan jemput bola, petugas turun langsung mendatangi rumah warga untuk membantu proses pendaftaran dan pendataan.


"Bagi warga yang sakit atau tidak dapat berjalan, kami berupaya mengunjungi rumah mereka. Beberapa warga sudah kami datangi dan ke depan layanan ini akan terus kami perluas agar semakin banyak masyarakat yang terlayani," jelasnya.


Pendekatan tersebut menjadi wujud pelayanan yang inklusif, memastikan seluruh lapisan masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses program perlindungan sosial tanpa terkendala kondisi fisik maupun keterbatasan mobilitas.


Maria mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat Air Pacah terhadap layanan Perlinsos cukup tinggi. Banyak warga datang untuk memperoleh informasi sekaligus mendaftarkan diri sebagai calon penerima bantuan sosial. Menurutnya, program-program seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) masih sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga serta mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak.


Melalui optimalisasi pelayanan di kantor kelurahan yang dipadukan dengan strategi jemput bola, Pemerintah Kota Padang berharap seluruh masyarakat yang memenuhi syarat dapat terdata secara menyeluruh. Dengan data yang semakin valid dan mutakhir, penyaluran bantuan sosial diharapkan menjadi lebih efektif, tepat sasaran, transparan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Langkah yang dilakukan Kelurahan Air Pacah menjadi contoh bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada pelayanan yang humanis dan proaktif. Dengan mendekatkan layanan kepada masyarakat hingga ke rumah-rumah warga yang membutuhkan, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam memperoleh hak atas perlindungan sosial. (***)

 

PADANG, Lintasmedia News– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menggelar sosialisasi dan edukasi kebencanaan kepada peserta didik baru dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah sekolah di Kota Padang, Rabu (15/7/2026).


Salah satu kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 3 Padang yang diikuti sebanyak 425 siswa dan siswi baru selama hari pertama dan hari kedua pelaksanaan MPLS. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai potensi bencana di Kota Padang, upaya mitigasi, kesiapsiagaan, hingga langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana.


Selain di SMK Negeri 3 Padang, tim BPBD Kota Padang juga memberikan sosialisasi kebencanaan di SMP Negeri 18 Padang dan SMP Negeri 38 Padang pada hari pertama maupun hari kedua kegiatan MPLS. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah sejak dini.


Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan bahwa kegiatan edukasi ini melibatkan unsur pimpinan hingga personel BPBD agar penyampaian materi dapat berjalan maksimal.

“Sekretaris, Kabid serta anggota personel BPBD Kota Padang langsung turun memberikan edukasi kebencanaan pada kegiatan MPLS di tingkat SMP dan SMA yang ada di Kota Padang. Kami ingin menanamkan pengetahuan dan kesiapsiagaan kepada para pelajar sejak dini agar mereka memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi bencana,” ujar Hendri Zulviton.


Materi yang disampaikan meliputi pengenalan ancaman bencana yang berpotensi terjadi di Kota Padang, budaya pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan di lingkungan sekolah dan keluarga, jalur evakuasi, serta praktik penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi, tsunami, banjir, maupun bencana lainnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, BPBD Kota Padang berharap para peserta didik baru memiliki pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kepedulian terhadap risiko bencana sehingga mampu menjadi generasi yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang. (***)

 

PADANG, Lintasmedia News– PT Semen Padang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Pengambilalihan Pabrik PT Semen Padang dari Belanda dengan menggelar upacara di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin (6/7/2026) pagi. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang peristiwa bersejarah pengambilalihan PT Semen Padang dari Belanda pada 5 Juli 1958.


Upacara dipimpin Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Indrieffouny Indra, yang bertindak sebagai pembina upacara. Upacara dihadiri Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, Direktur Operasi Andri Delfa, Komisaris Utama PT Semen Padang Wery Darta Taifur, pimpinan APLP dan Semen Padang Group, staf pimpinan PT Semen Padang, serta karyawan dan karyawati PT Semen Padang.


Dalam rangkaian upacara tersebut, PT Semen Padang juga melepas balon berisi vandel berhadiah ke udara yang menjadi tradisi tahunan dalam peringatan HUT Pengambilalihan Pabrik dari Belanda. Balon-balon tersebut membawa dua buah vandel berhadiah masing-masing sebanyak 68 zak semen yang dapat diklaim masyarakat atau penemunya di Kantor Pusat PT Semen Padang.


Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan kue oleh Dirut SIG bersama jajaran Direksi dan Komisaris PT Semen Padang, serta penyerahan suvenir kepada dua karyawan yang berulang tahun bertepatan dengan HUT Pengambilalihan Pabrik. Upacara kemudian ditutup dengan pembukaan Sportalympic, ajang olahraga dan seni tahunan bagi karyawan Semen Padang Group.


Dirut SIG Indrieffouny Indra menyampaikan bahwa sebagai sosok yang memulai karier di PT Semen Padang hingga kini dipercaya memimpin SIG, peringatan tersebut memiliki makna tersendiri bagi dirinya dan keluarga besar PT Semen Padang.

Atas nama Direksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, ia mengucapkan selamat memperingati Hari Pengambilalihan PT Semen Padang ke-68 kepada seluruh keluarga besar PT Semen Padang.


“Dirgahayu PT Semen Padang. Terus bertumbuh, bertransformasi, dan menjadi kebanggaan Indonesia,” katanya.


Menurutnya, peringatan HUT Pengambilalihan Pabrik bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum bersejarah ini menjadi pengingat atas perjuangan para pendahulu yang telah menjadikan PT Semen Padang sebagai bagian penting dari industri strategis nasional.


“Semangat perjuangan para pendahulu harus terus dilanjutkan melalui dedikasi, profesionalisme, inovasi, serta komitmen untuk memberikan nilai tambah bagi bangsa,” ujarnya.


Pada kesempatan itu, Indrieffouny juga menyoroti kondisi industri semen yang menghadapi tantangan semakin kompleks. Tantangan tersebut antara lain kelebihan pasokan (oversupply) semen nasional, ketidakpastian geopolitik global, serta tantangan pasokan batu bara, BBM, dan energi.


Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran perusahaan, mulai dari Dewan Komisaris, Direksi, staf pimpinan, karyawan, hingga Serikat Pekerja, untuk tetap solid serta memiliki satu visi, satu misi, dan satu komitmen dalam menjalankan aktivitas bisnis perusahaan.


“Koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi harus terus diperkuat. Integritas juga harus dijunjung tinggi dalam setiap aktivitas perusahaan,” katanya.


Pada kesempatan tersebut, Indrieffouny juga menegaskan pentingnya percepatan transformasi perusahaan yang telah dijalankan sejak 1 Juli 2025. Menurutnya, dalam satu tahun pelaksanaan, transformasi tersebut telah memberikan perbaikan nyata terhadap kinerja perusahaan.

Ia menjelaskan terdapat tiga strategi utama yang dijalankan dalam transformasi perusahaan, yakni Go to Market, Cost Leadership, dan Business Derivative. Ketiga strategi itu harus terus dipercepat dan diperluas agar perusahaan semakin tangguh menghadapi persaingan.


Strategi Go to Market, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada peningkatan volume penjualan, tetapi juga memperkuat penetrasi di seluruh segmen pasar. Upaya itu dilakukan melalui transformasi bisnis ritel yang lebih dekat dengan pelanggan, penguatan jaringan distribusi, peningkatan kualitas layanan, serta pemanfaatan digitalisasi agar perusahaan lebih cepat, tepat, dan responsif terhadap kebutuhan pasar.


“Di sisi lain, kita juga harus memperkuat corporate sales melalui pendekatan yang lebih strategis kepada pelanggan proyek, BUMN, pemerintah, maupun sektor swasta. Kita tidak hanya menjual semen, tetapi menawarkan solusi menyeluruh yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan sehingga mampu membangun hubungan bisnis jangka panjang,” ujarnya.


Untuk memenangkan persaingan, Indrieffouny menekankan bahwa perusahaan harus menjadi yang paling efisien di tengah hadirnya pemain-pemain baru. Karena itu, cost leadership harus menjadi cara berpikir setiap insan SIG.


“Efisiensi tidak hanya dilakukan melalui penghematan, tetapi juga melalui inovasi dan kolaborasi,” katanya.


Strategi Business Derivative juga harus menjadi motor pertumbuhan baru perusahaan. Menurutnya, perusahaan tidak boleh hanya bergantung pada bisnis semen konvensional, tetapi harus mempercepat pengembangan berbagai solusi bahan bangunan dan produk turunannya.


“Diversifikasi ini akan memperkuat daya saing perusahaan, membuka sumber pendapatan baru, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap siklus bisnis semen konvensional,” katanya.


Indrieffouny juga menyinggung program streamlining yang tengah dijalankan SIG. Program tersebut merupakan penataan portofolio usaha melalui penutupan, penggabungan, maupun divestasi anak perusahaan yang tidak lagi sejalan dengan strategi bisnis inti atau belum memberikan kontribusi positif terhadap kinerja grup.


Dari 40 anak perusahaan SIG, nantinya akan tersisa sekitar 11 anak perusahaan yang dinilai kompetitif, sehat, dan mampu memberikan kontribusi optimal terhadap kinerja konsolidasi perusahaan. Namun, ia menegaskan bahwa program streamlining akan dijalankan dengan tetap menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik.


“Program streamlining ini mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, profesional, transparan, serta memperhatikan kepentingan seluruh karyawan yang terdampak. Untuk itu, saya memohon dukungan seluruh jajaran manajemen, karyawan, Serikat Pekerja, dan seluruh pemangku kepentingan agar proses streamlining ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.


Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan upacara peringatan HUT Pengambilalihan tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah pengambilalihan perusahaan dari Belanda kepada bangsa Indonesia.


Menurutnya, momentum ini menjadi bukti bahwa anak bangsa mampu mempertahankan aset yang telah dinasionalisasi sekaligus melanjutkan cita-cita para pendahulu yang telah berjuang untuk bangsa.


“Alhamdulillah, PT Semen Padang tetap hadir dan terus berkontribusi untuk Indonesia hingga saat ini. Makna peringatan ini adalah bagaimana kita terus bertransformasi. Kita sama-sama mengetahui bahwa industri semen saat ini berada dalam tekanan. Namun, dengan kebersamaan, insyaallah kita mampu bangkit,” ujar Win.


Win menambahkan, semangat Pengambilalihan Pabrik dari Belanda harus terus dijaga oleh seluruh insan perusahaan, tidak hanya sebagai bagian dari perjalanan sejarah, tetapi juga sebagai energi untuk menghadapi perubahan dan memperkuat daya saing perusahaan ke depan.


Terkait pembukaan Sportalympic yang merupakan kompetisi internal di bidang olahraga dan seni bagi karyawan Semen Padang Group, Win menyampaikan bahwa ajang tersebut menjadi wadah bagi karyawan untuk menyalurkan bakat, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan sportivitas dan semangat optimisme di lingkungan perusahaan.


“Melalui kegiatan ini, PT Semen Padang berharap nilai-nilai perjuangan, solidaritas, dan kebanggaan terhadap perusahaan dapat terus tumbuh di tengah karyawan. Ajang olahraga dan seni ini sejalan dengan semangat transformasi yang sedang dijalankan perusahaan,” katanya.


Sejarah


Pada 5 Juli 1958, PT Semen Padang yang sebelumnya bernama NV Padang Portland Cement Maatschappij (PPCM) diambil alih oleh Pemerintah Indonesia dari tangan Belanda. Mewakili Pemerintah Belanda pada penyerahan NV PPCM adalah Ir. Vander Land selaku Hoofadministrateur NV PPCM. Sementara itu, Pemerintah Indonesia diwakili J. Sadiman, Direktur Badan Penyelenggara Perusahaan Industri dan Tambang (BAPPIT).


Selain PT Semen Padang, pemerintah saat itu juga menasionalisasi sejumlah perusahaan lain, seperti NV Papierfabriek Padalarang, NV Nijmegen Papierfabriek, NV Bandoengsche Kininefabriek, NV Goodyear Tire & Rubber Company Ltd., serta NV De Industrie dan CV De Vulkaan. Nasionalisasi perusahaan-perusahaan tersebut menjadi bukti kedaulatan bangsa Indonesia dalam mengelola aset-aset strategis nasional.


Penyerahan itu menandai pengelolaan perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia oleh bangsa Indonesia. Melalui nasionalisasi, seluruh kepentingan ekonomi Belanda diambil alih dan ditempatkan di bawah pengelolaan Pemerintah Republik Indonesia sebagai perusahaan negara, termasuk pabrik semen di Indarung. Momentum tersebut menjadi awal bangsa Indonesia mengelola sendiri industri strategis nasional.


BAPPIT tidak hanya mengendalikan pabrik Semen Padang, tetapi juga membawahi 48 industri mesin dan listrik, 21 industri kimia, 21 industri grafika, serta 89 industri lainnya.


Untuk Semen Indarung, J. Sadiman menjabat sebagai Direktur yang berkedudukan di Kantor BAPPIT Jakarta, sedangkan penanganan teknis dipercayakan kepada Ir. Setyatmo sebagai Wakil Direktur. Sejak nasionalisasi, berbagai suku cadang yang sebelumnya diimpor terpaksa diproduksi sendiri karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk mendatangkannya dari luar negeri. Saat itu, Sumatera Barat juga tengah menghadapi pergolakan PRRI. Dengan dikuasainya pabrik semen di Indarung dan berbagai perusahaan lainnya, roda perekonomian nasional mulai digerakkan oleh bangsa Indonesia sendiri sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi. (*)

 

PADANG, Lintasmedia News– Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Semen Padang menyalurkan dana zakat sebesar Rp2,74 miliar kepada ribuan mustahik sepanjang Januari hingga Mei 2026. Dari berbagai program yang dijalankan, bantuan untuk kelompok fakir dan miskin menjadi porsi penyaluran terbesar karena menjangkau ratusan penerima manfaat, mulai dari lansia, janda, penyandang disabilitas, keluarga kurang mampu, hingga korban musibah.


Total dana yang disalurkan mencapai Rp2.739.145.559, terdiri atas Rp439.785.786 pada Januari, Rp439.015.625 pada Februari, Rp1.002.599.522 pada Maret, Rp450.005.399 pada April, dan Rp407.739.227 pada Mei 2026. Dana zakat tersebut disalurkan kepada berbagai kategori asnaf, seperti fakir, miskin, mualaf, dan fisabilillah, serta melalui sejumlah program pemberdayaan masyarakat.


Manajer UPZ BAZNAS Semen Padang, Akmal, mengatakan bahwa dana zakat yang dipercayakan para muzaki dikelola secara profesional dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kebermanfaatan. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, zakat juga diarahkan untuk mendorong kemandirian melalui program pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, dan penguatan dakwah.

“UPZ BAZNAS Semen Padang berupaya memastikan setiap dana zakat yang dihimpun dapat memberikan dampak yang luas bagi masyarakat. Karena itu, selain bantuan sosial rutin, kami juga memperkuat program pemberdayaan agar mustahik dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraannya secara berkelanjutan,” ujar Akmal.


Pada bidang pendidikan, UPZ BAZNAS Semen Padang menyalurkan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa, baik di dalam maupun luar negeri. Dukungan juga diberikan kepada berbagai lembaga pendidikan dan sosial untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan pembinaan masyarakat. Sementara itu, di sektor kesehatan, bantuan disalurkan dalam bentuk pembiayaan pengobatan, pembelian obat-obatan, hingga pembayaran iuran dan tunggakan BPJS bagi keluarga kurang mampu di kawasan Ring 1 perusahaan dan Kota Padang.


Program ekonomi produktif turut diperkuat melalui bantuan usaha dan pelatihan kewirausahaan. Para penerima manfaat dibekali kemampuan pemasaran, pengelolaan usaha, serta akuntansi sederhana agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan meningkatkan pendapatan keluarga. Di bidang dakwah, zakat juga disalurkan kepada berbagai lembaga dakwah, guru TPQ dan TQA, serta untuk mendukung aktivitas para dai yang bertugas di sejumlah wilayah Kepulauan Mentawai.


Selain itu, UPZ BAZNAS Semen Padang saat ini tengah menjalankan Program Ceria Bisa Sekolah (CBS) untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu memasuki tahun ajaran baru. Program tersebut telah memasuki tahap wawancara calon penerima manfaat dengan melibatkan sekolah-sekolah di kawasan Ring 1 perusahaan.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengapresiasi konsistensi UPZ BAZNAS Semen Padang dalam menyalurkan dana zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, zakat memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sosial, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, perluasan akses kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat.


“Dana zakat yang dikelola UPZ BAZNAS Semen Padang telah memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Ini menunjukkan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian, memperkuat pendidikan, meningkatkan akses kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Win.


Dengan total penyaluran hampir Rp2,74 miliar hingga Mei 2026, UPZ BAZNAS Semen Padang berharap kepercayaan para muzaki terus meningkat sehingga manfaat zakat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan yang lebih merata.


UPZ BAZNAS Semen Padang merupakan lembaga amil zakat yang berada di bawah naungan PT Semen Padang dan bertugas melayani masyarakat berpenghasilan rendah, antara lain melalui pemberian bantuan beasiswa pendidikan, biaya pengobatan, serta modal usaha.


Fungsi dan tugas UPZ BAZNAS Semen Padang adalah membantu mengatasi permasalahan ekonomi umat yang dapat menyebabkan mereka jauh dari nilai-nilai agama, mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat, menghimpun zakat, serta menyalurkan zakat kepada yang berhak menerimanya.


Dana zakat UPZ BAZNAS Semen Padang dihimpun dari zakat gaji karyawan dan Direksi PT Semen Padang, karyawan APLP dan perusahaan afiliasi, karyawan PT Semen Padang yang ditugaskan di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, serta sumber lain yang halal, sah, dan tidak mengikat. (*)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.