Articles by "Kota Padang"

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok
Showing posts with label Kota Padang. Show all posts

 



PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 PT Semen Padang terus memperkuat komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kuantifikasi dan Pelaporan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Tingkat Organisasi yang berlangsung di Wisma Indarung, pada Selasa–Kamis (9–11 Juni 2026). Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kulit, Karet, dan Plastik, yaitu Iwan Fajar Pahlawan dan Eko Sulistyo Wibowo.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, dan diikuti oleh sejumlah personel lintas unit yang akan terlibat dalam proses penghitungan, evaluasi, serta pelaporan emisi karbon perusahaan sesuai standar internasional.

Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, menegaskan bahwa pelaksanaan Bimtek ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan daya saing, khususnya untuk mendukung ekspansi pasar ekspor yang semakin menuntut pemenuhan aspek keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan.

Menurutnya, kebutuhan akan sertifikasi emisi gas rumah kaca semakin relevan seiring berkembangnya aktivitas ekspor PT Semen Padang, termasuk untuk produk semen tipe 52,5 N yang dipasarkan ke wilayah Reunion Island. Dalam proses komunikasi dengan mitra bisnis internasional, perusahaan diminta untuk menunjukkan komitmen pengendalian emisi melalui penerapan standar ISO 14064, yang menjadi salah satu acuan global dalam pengukuran dan pelaporan emisi gas rumah kaca.

"Hal ini menunjukkan bahwa aspek keberlanjutan kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses bisnis. Kemampuan perusahaan dalam menghitung, mengevaluasi, dan melaporkan emisi karbon secara terukur menjadi kebutuhan penting untuk mendukung transaksi bisnis di pasar internasional," ujar Andria.

Andria Delfa menjelaskan bahwa meskipun PT Semen Padang selama ini telah melakukan penghitungan emisi berdasarkan metodologi internasional yang digunakan industri semen, sertifikasi sesuai ISO 14064 menjadi langkah lanjutan yang dibutuhkan agar data emisi perusahaan memperoleh pengakuan yang lebih luas di tingkat global.

Andria Delfa berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian Bimtek secara serius sehingga kompetensi yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam mendukung proses sertifikasi perusahaan.

"Pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan mampu mendukung berbagai inisiatif perusahaan ke depan. Di tengah persaingan industri semen yang semakin kompetitif, aspek keberlanjutan menjadi salah satu faktor penting yang dapat meningkatkan daya saing produk sekaligus membuka peluang pasar ekspor yang lebih luas," katanya.

Andria Delfa juga menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, melainkan merupakan kontribusi bersama untuk mendukung pencapaian target perusahaan dalam bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).

Kepala Unit Sistem Manajemen PT Semen Padang, Arie Ronaldo, menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan tahapan awal dari rangkaian program penguatan sistem penghitungan karbon perusahaan yang ditargetkan selesai pada Juli 2026.

Ia menyebutkan bahwa sebelumnya PT Semen Padang telah melakukan penghitungan emisi karbon menggunakan metode World Business Council for Sustainable Development (WBCSD). Data yang telah tersedia tersebut selanjutnya akan menjadi dasar dalam penyusunan inventarisasi emisi sesuai standar ISO 14064-1:2018.

"Melalui Bimtek ini, kami ingin memastikan seluruh proses penghitungan karbon perusahaan berjalan sesuai standar internasional, mulai dari pengumpulan data, metodologi perhitungan, hingga proses pelaporan dan verifikasi," ujar Arie.

Usai pelaksanaan Bimtek, perusahaan akan membentuk tim khusus yang bertanggung jawab melakukan penghitungan emisi secara mandiri. Tim tersebut akan dipimpin oleh Departemen Perencanaan dan Pengadaan Produksi sebagai pemilik proses (process owner), dengan dukungan berbagai unit kerja yang menjadi sumber data maupun penghasil emisi.

Arie menjelaskan bahwa setelah tahap pembelajaran dan pendampingan, peserta akan melakukan penghitungan karbon secara mandiri yang kemudian dievaluasi oleh tim pendamping. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk proses verifikasi dan validasi oleh lembaga yang berwenang.

"Target kami, pada Juli 2026, hasil penghitungan karbon PT Semen Padang sudah terverifikasi dan tervalidasi sehingga dapat digunakan sebagai data emisi yang diakui secara internasional," katanya.

Menurut Arie, program ini juga menjadi bagian dari persiapan perusahaan dalam menghadapi berbagai kebijakan terkait pengendalian emisi karbon, termasuk implementasi mekanisme Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan berbagai regulasi perdagangan internasional yang mensyaratkan pelaporan jejak karbon produk.

"Persyaratan pelaporan karbon kini semakin banyak diterapkan, terutama untuk aktivitas ekspor ke sejumlah negara dan kawasan, termasuk pasar Eropa. Karena itu, kesiapan sistem penghitungan karbon menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan," tambahnya.

Kepala Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Padang, Dindin Syafruddin, mengapresiasi komitmen PT Semen Padang yang dinilainya menjadi salah satu perusahaan nasional yang proaktif dalam mengimplementasikan pengelolaan emisi gas rumah kaca.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kolaborasi antara dunia industri dan pemerintah dalam mendorong transformasi industri yang lebih berkelanjutan.

"Kami hadir untuk belajar bersama, berdiskusi bersama, dan memastikan dunia industri mendapatkan pendampingan terbaik dalam penerapan standar yang mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat daya saing industri nasional," ujarnya.

Dindin menilai langkah yang dilakukan PT Semen Padang menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menghadapi tuntutan global terkait keberlanjutan. Sebagai perusahaan semen pertama di Asia Tenggara, PT Semen Padang dinilai terus menunjukkan perannya sebagai pionir dalam berbagai transformasi industri.

"PT Semen Padang telah menunjukkan komitmen nyata dalam penerapan standar keberlanjutan. Kami berharap perusahaan terus melangkah maju dan menjadi contoh bagi industri lainnya dalam upaya mendukung pembangunan rendah karbon di Indonesia," katanya.

Melalui pelaksanaan Bimtek ini, PT Semen Padang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan tata kelola lingkungan perusahaan sekaligus memperkuat posisi produk semen nasional di pasar global melalui penerapan standar keberlanjutan yang diakui secara internasional.

 

Lintasmedia News- Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat Program Smart Surau guna membentuk generasi muda yang memiliki benteng moral, agama, dan pendidikan yang kuat.


Hal itu disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amaran saat acara Penyerahan Reward Subuh Mubarakah Program Smart Surau di Masjid As Salam yang berlokasi Komplek Dangau Teduh, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Minggu 7 Juni 2026.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, Camat Pauh Yandry, Tim Percepatan Pembangunan Kota Padang Desri Ayunda, Ketua Yayasan As Salam Dangau Teduh Abtar Latif dan jamaah Masjid As Salam dari Kecamatan Pauh, Lubuk Kilangan, dan Lubuk Begalung. 


Pemerintah Kota Padang juga telah mengesahkan Peraturan Daerah Tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau agar nilai adat dan agama berjalan beriringan dalam membina masyarakat.

“Fenomena kenakalan remaja seperti tawuran, pergaulan bebas, penyimpangan sosial, dan berbagai persoalan lainnya harus kita tanggulangi bersama. Tidak cukup hanya dengan hukuman, tetapi yang paling penting adalah pembinaan mental, moral, pendidikan, dan agama," jelasnya. 


Fadly Amran mengapresiasi program shalat berjamaah lima waktu yang dijalankan Masjid As Salam dan pemberian reward kepada anak-anak yang rutin melaksanakan ibadah. Program tersebut sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni Smart Surau melalui kegiatan Subuh Mubarakah.


“Ke depan, kita ingin pembinaan tidak hanya dilakukan pada waktu subuh, tetapi juga melalui kegiatan MDTW, rumah tahfidz, serta berbagai kegiatan pendidikan keagamaan lainnya. Pemerintah Kota Padang juga sedang menyiapkan sistem absensi digital untuk mendukung program Smart Surau," katanya. 


Ketua Yayasan As Salam Dangau Teduh Abtar Latif menyampaikan jumlah siswa yang terdaftar di Masjid As Salam sebanyak 106 orang, dengan rata-rata kehadiran peserta Subuh Mubarakah berkisar 50 hingga 60 siswa.


“Kami memberikan penghargaan kepada anak-anak yang rutin melaksanakan shalat berjamaah lima waktu sehari semalam pada Mei lalu. Dalam kesempatan ini kami memberikan reward kepada 46 anak. Hadiah yang kami berikan berupa uang pembinaan," ucapnya. 


Masjid As-Salam memiliki sejumlah program keagamaan, diantaranya Smart Surau Lima Waktu Mubarakah, Program Remaja Masjid Reborn, Rumah Tahfidz, Santunan Anak Yatim, Umrah Jamaah, dan Ruang Masjid Digital.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah meluncurkan program Smart Surau. Program ini menjadi motivasi bagi anak-anak dan kami untuk menyemarakkan rumah ibadah dengan berbagai kegiatan keagamaan," katanya. (***)

 

Padang, Lintasmedia News— Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri kegiatan penyerahan reward Subuh Mubarakah Program Smart Surau yang diselenggarakan di Masjid As Salam, Komplek Dangau Teduh, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta jamaah dari sejumlah kecamatan.




Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, Camat Pauh Yandry, Tim Percepatan Pembangunan Kota Padang Desri Ayunda, Ketua Yayasan As Salam Dangau Teduh Abtar Latif, serta jamaah Masjid As Salam yang berasal dari Kecamatan Pauh, Lubuk Kilangan, dan Lubuk Begalung.




Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat Program Smart Surau sebagai upaya membentuk generasi muda yang memiliki fondasi moral, agama, dan pendidikan yang kuat.




Menurutnya, program berbasis masjid dan surau menjadi salah satu langkah strategis untuk membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang berkembang di tengah masyarakat.




Fadly Amran menyampaikan bahwa fenomena kenakalan remaja yang terjadi saat ini, seperti tawuran, pergaulan bebas, penyimpangan sosial, serta berbagai persoalan lainnya, membutuhkan perhatian dan penanganan bersama dari seluruh elemen masyarakat.




“Fenomena kenakalan remaja seperti tawuran, pergaulan bebas, penyimpangan sosial, dan berbagai persoalan lainnya harus kita tanggulangi bersama. Tidak cukup hanya dengan hukuman, tetapi yang paling penting adalah pembinaan mental, moral, pendidikan, dan agama,” ujarnya.




Menurut Fadly, pembinaan generasi muda tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan sinergi antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan rumah ibadah agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki pemahaman agama yang baik.




Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Padang terus memperkuat berbagai program keagamaan yang berbasis masyarakat. Salah satunya melalui Program Smart Surau yang tidak hanya berfokus pada kegiatan ibadah subuh berjamaah, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan berbagai aktivitas pendidikan keagamaan lainnya.




“Ke depan, kita ingin pembinaan tidak hanya dilakukan pada waktu subuh, tetapi juga melalui kegiatan MDTW, rumah tahfidz, serta berbagai kegiatan pendidikan keagamaan lainnya. Pemerintah Kota Padang juga sedang menyiapkan sistem absensi digital untuk mendukung program Smart Surau,” katanya.

Selain itu, Fadly Amran menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Padang telah mengesahkan Peraturan Daerah tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara nilai adat dan nilai agama dalam kehidupan masyarakat.




Menurutnya, falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah harus terus diperkuat sehingga mampu menjadi pedoman dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menjaga identitas budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.




Pada kesempatan itu, Wali Kota Padang juga memberikan apresiasi kepada pengurus Masjid As Salam yang secara konsisten menjalankan program shalat berjamaah lima waktu dan pembinaan keagamaan bagi anak-anak.




Ia menilai program pemberian reward kepada anak-anak yang rajin melaksanakan ibadah merupakan bentuk motivasi yang efektif dalam menanamkan kecintaan terhadap masjid sejak usia dini.




Program tersebut dinilai sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang melalui Smart Surau, khususnya kegiatan Subuh Mubarakah yang bertujuan menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.




Sementara itu, Ketua Yayasan As Salam Dangau Teduh, Abtar Latif, menyampaikan bahwa kegiatan penyerahan reward tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada anak-anak yang secara rutin melaksanakan shalat berjamaah lima waktu di Masjid As Salam selama bulan Mei 2026.




“Kami memberikan penghargaan kepada anak-anak yang rutin melaksanakan shalat berjamaah lima waktu sehari semalam pada Mei lalu. Dalam kesempatan ini kami memberikan reward kepada 46 anak. Hadiah yang kami berikan berupa uang pembinaan,” ungkapnya.




Abtar menjelaskan bahwa saat ini jumlah siswa yang terdaftar dalam berbagai program pembinaan di Masjid As Salam mencapai 106 orang. Dari jumlah tersebut, rata-rata peserta yang mengikuti kegiatan Subuh Mubarakah berkisar antara 50 hingga 60 siswa setiap pelaksanaan kegiatan.

Ia menambahkan bahwa antusiasme anak-anak dan dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan berbagai program yang dijalankan oleh masjid.




Karena itu, pihaknya terus berupaya menghadirkan kegiatan yang menarik sekaligus memberikan manfaat bagi perkembangan spiritual dan karakter generasi muda.




Abtar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang atas peluncuran Program Smart Surau yang dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas keagamaan di lingkungan masyarakat.




“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah meluncurkan program Smart Surau. Program ini menjadi motivasi bagi anak-anak dan kami untuk menyemarakkan rumah ibadah dengan berbagai kegiatan keagamaan,” katanya.




Selain Program Subuh Mubarakah, Masjid As Salam juga memiliki sejumlah program unggulan lainnya yang bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan umat.




Program-program tersebut antara lain Smart Surau Lima Waktu Mubarakah, Program Remaja Masjid Reborn, Rumah Tahfidz, Santunan Anak Yatim, Umrah Jamaah, serta Ruang Masjid Digital.




Berbagai program tersebut menjadikan Masjid As Salam tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan masyarakat yang berorientasi pada pendidikan agama, penguatan karakter, dan pengembangan generasi muda.




Melalui kegiatan penyerahan reward Subuh Mubarakah ini, diharapkan semakin banyak anak-anak yang termotivasi untuk memakmurkan masjid dan menjadikan ibadah berjamaah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.




Pemerintah Kota Padang bersama seluruh elemen masyarakat juga berkomitmen untuk terus memperkuat Program Smart Surau sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun generasi yang religius, berkarakter, dan berdaya saing. (***)

 

Lintasmedia News- Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan Program Unggulan (Progul) Smart Surau di depan seluruh jemaah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Sumatera Barat. 

Hal itu disampaikannya pada acara Wisata Dakwah BMKT se-Sumbar di Masjid Baiturrahmah, Minggu, 7 Juni 2026, di Masjid Baiturrahmah, Aie Pacah. 


Hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Padang Fadly Amran, Asisten II Setdaprov Sumbar, Adib Alfikri, Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar, Ketua BKMT Sumatera Barat Abdul Aziz, Ketua Pengurus Daerah BKMT Kota Padang Prof Salmadanis, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat M. Rifki dan Kepala Kementerian Agama Kota Pariaman Edy Oktaviandi.


Fadly Amran menyampaikan terimakasih kepada seluruh pengurus BKMT yang telah menggunakan Masjid Baiturrahmah sebagai pusat kegiatan. 


"Pada Progul Smart Surau, ada empat gerakan yang kita buat, seperti salat subuh berjamaah atau subuh mubarakah, remaja masjid reborn, penyediaan ruang digital, serta fasilitasi rumah tahfiz," katanya. 


Sejak Progul Smart Surau dilaksanakan di Kota Padang, siswa sekolah banyak yang datang untuk salat subuh berjamaah di masjid dan musala. Setiap hari, dari 90 ribu siswa sekolah, 60 ribu di antaranya selalu hadir di masjid dan musala setiap subuh. 


“Semua siswa yang rutin hadir salat subuh diberi reward pertiga bulan sekali,” ujarnya. 


Wali Kota Padang bertekad, seluruh siswa sekolah yang hadir setiap subuh di masjid dan musala mendapat reward sebagai pelecut semangat untuk mendatangi rumah ibadah. Bentuk reward yang diberikan terus meningkat setiap per tiga bulan. 


“Jika sudah berjalan setahun, kita bercita-cita akan memberangkatkan umrah bagi anak dan orang tua yang selalu hadir salat subuh,” cakapnya. 


Progul Smart Surau merupakan benteng bagi anak-anak saat ini. Benteng dari fenomena kenakalan remaja, seperti tawuran, pergaulan bebas, penyimpangan sosial dan lainnya. 


Wali Kota Padang juga menyampaikan terimakasih kepada BKMT Sumbar yang telah mempercayai Kota Padang sebagai lokasi wisata dakwah. Ditunjuknya Masjid Baiturrahmah sebagai tempat wisata dakwah membuat dirinya senang hati, apalagi masjid cukup luas untuk menampung jemaah. 


“Smart Surau merupakan benteng bagi anak-anak kita, jika benteng tidak kuat, semua akan rapuh,” urainya. 


Gubernur menyampaikan


apresiasi atas terselenggaranya kegiatan wisata dakwah yang dilaksanakan BKMT se-Sumbar. Seluruh Jemaah untuk terus memperkuat iman dan ibadah.


“Mari kita terus menjaga dan memperkuat iman serta tertibkan ibadah, insya Allah di tengah krisis saat ini, kita dapat terjaga dengan baik,” katanya. 


Ketua BKMT Kota Padang menyebut jumlah jemaah BKMT yang hadir mencapai lebih kurang 19.000 orang. Jemaah berasal dari 19 kabupaten/kota di Sumbar melakukan wisata dakwah setiap sekali sebulan dengan mengunjungi kabupaten/kota di Sumbar. 


Kegiatan Wisata Dakwah ini menghadirkan Ustad M. Rifki sebagai penceramah. Ribuan jemaah memadati bagian dalam dan luar masjid terlihat khusyuk mengikuti pengajian.


“Ini merupakan jihad kita bersama, karena siapa yang melangkahkan kakinya dalam mencari ilmu, Allah akan memudahkan hidup di dunia dan akhirat,” sambung Prof Salmadanis. (***)

 

Lintasmedia News- Wali Kota Padang, Fadly Amran, melepas secara resmi sekaligus ikut berpartisipasi dalam kegiatan Bhayangkara Run Polresta Padang "Road to Police Women Run 2026" yang dipusatkan di Mako Polresta Padang, Minggu (7/6/2026) pagi.

Hadir pada kegiatan itu, selain Wali Kota Padang, Fadly Amran, juha Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, Dandim 0312/Padang, Kolonel Inf Ferry Adianto, Kepala Kejaksaan Negeri Padang, Koswara, Dandenpom 4/C Padang, Letnan Kolonel Cpm Binson Simbolon, Seluruh Pejabat Utama Polresta Padang, Peserta dari unsur Polri, TNI, instansi pemerintah, komunitas lari, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. 


Kegiatan olahraga lari ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 oleh Polresta Padang, sekaligus ajang mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.


Ribuan peserta dari berbagai kalangan mengikuti lomba lari 5 kilometer dengan mengambil start dan finish di depan Mako Polresta Padang. 


Fadly Amran menyambut baik inisiatif Polresta Padang yang menghadirkan kegiatan positif untuk mendorong budaya hidup sehat di tengah masyarakat.


"Bhayangkara Run ini sangat positif karena mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan. Pemerintah Kota Padang mengapresiasi kegiatan ini karena sejalan dengan visi Kota Padang sebagai kota sehat dan kota pintar, " ujarnya. 


Menurutnya, olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan kedekatan antara aparatur pemerintah dengan warga.


Wali Kota Padang itu juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Padang yang terus menunjukkan dedikasi dan kontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


"Semoga Polresta Padang senantiasa sukses dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya, serta terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan Kota Padang yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat," cakapnya. 


Sementara itu, Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, mengatakan Bhayangkara Run ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat melalui kegiatan edukatif dan rekreatif.


"Mengusung semangat 'Polri untuk Masyarakat', kegiatan ini diikuti 1.000 peserta yang terdiri dari 649 putra dan 351 putri. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anggota Polri, TNI, instansi pemerintah, komunitas lari, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum," katanya. 


Mengusung semangat "Polri untuk Masyarakat", kegiatan diikuti 1.000 peserta yang terdiri dari 649 putra dan 351 putri. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anggota Polri, TNI, instansi pemerintah, komunitas lari, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.


Ia menjelaskan, kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama, yakni memperkenalkan sekaligus ajang pemanasan event Police Women Run 2026 yang akan digelar September mendatang di Kota Padang.


"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga serta memperkuat sinergitas Polri dengan pemerintah daerah dan masyarakat," harapnya. 


Selain itu mempererat kebersamaan antara Polri dengan masyarakat serta instansi terkait, sekaligus mempromosikan Kota Padang sebagai destinasi wisata unggulan yang kaya akan sejarah dan budaya. (***)

 

Lintasmedia News – Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang resmi mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Padang yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang, Sabtu (6/6/2026).

Pengesahan Perda tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat eksistensi lembaga adat sekaligus menjaga kelestarian nilai-nilai budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman dan dinamika kehidupan masyarakat modern.




Rapat paripurna dihadiri oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, unsur Forkopimda Kota Padang, para Wakil Ketua DPRD Kota Padang, anggota DPRD Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan tokoh adat, ninik mamak, dan bundo kanduang se-Kota Padang.




Pengesahan Perda ditandai dengan penandatanganan nota persetujuan bersama oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir bersama Ketua DPRD Kota Padang Muharlion serta para Wakil Ketua DPRD.




Sebelum pengesahan dilakukan, rapat paripurna terlebih dahulu mendengarkan laporan Panitia Khusus (Pansus), penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD, serta pembacaan konsep keputusan dewan yang menyatakan rancangan peraturan daerah tersebut layak ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa pengesahan Perda ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran lembaga adat sekaligus memastikan nilai-nilai budaya Minangkabau tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.




Menurutnya, regulasi tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Padang yang berlandaskan agama dan budaya, sehingga keberadaan adat tidak hanya menjadi identitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.




“Selama ini berbagai upaya pelestarian adat dan budaya telah berjalan, baik di lingkungan sekolah, lembaga adat maupun masyarakat. Kini semuanya memiliki landasan hukum yang kuat, sehingga dapat dijalankan secara lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Fadly Amran.




Ia menjelaskan bahwa selama ini berbagai kegiatan pelestarian budaya dan adat telah dilaksanakan oleh berbagai pihak. Namun dengan adanya Perda tersebut, seluruh program dan aktivitas yang berkaitan dengan pelestarian adat kini memiliki payung hukum yang jelas sehingga pelaksanaannya dapat lebih efektif, terukur, dan berkesinambungan.




Fadly Amran juga berharap kehadiran Perda ini dapat semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai unsur adat yang selama ini memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.




Menurutnya, ninik mamak, bundo kanduang, serta berbagai unsur adat lainnya memiliki kontribusi yang sangat penting dalam membangun karakter generasi muda dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.




“Peran ninik mamak, bundo kanduang, dan unsur adat lainnya sangat penting dalam membangun karakter generasi muda serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Karena itu, Pemko Padang akan terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi,” katanya.




Lebih lanjut, Fadly menilai penguatan nilai-nilai adat dapat menjadi salah satu solusi dalam mengantisipasi berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.




Ia menyebut berbagai tantangan sosial seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, sengketa sosial, hingga perilaku yang bertentangan dengan norma adat dan budaya dapat diminimalisir melalui penguatan fungsi lembaga adat.




Menurutnya, adat dan budaya Minangkabau memiliki nilai-nilai luhur yang selama ini terbukti mampu menjadi pedoman hidup masyarakat dalam menjaga keharmonisan sosial, kebersamaan, dan ketertiban.




Sebagai tindak lanjut dari pengesahan Perda tersebut, Pemko Padang berkomitmen segera menyusun berbagai kebijakan teknis dan program yang mendukung penguatan lembaga adat di Kota Padang.




“Pemko Padang akan segera menindaklanjuti Perda tersebut melalui berbagai kebijakan teknis dan program penguatan lembaga adat. Mulai dari dukungan operasional, fasilitasi kegiatan adat, hingga sinkronisasi dengan regulasi lain yang berkaitan dengan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat,” ungkapnya.


Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menegaskan bahwa Perda Nomor 5 Tahun 2026 memiliki arti penting dalam memberikan kepastian hukum bagi keberadaan dan penguatan lembaga adat di Kota Padang.




Ia menjelaskan bahwa selama ini lembaga-lembaga adat memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga nilai budaya, menyelesaikan berbagai persoalan sosial, serta menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan masyarakat.




“Perda tersebut sangat penting guna memberikan kepastian hukum bagi penguatan lembaga adat di Kota Padang, termasuk mendukung peran KAN, LKAAM, ninik mamak, dan bundo kanduang,” ujar Muharlion.




Menurutnya, melalui regulasi tersebut, pemerintah daerah dan DPRD memberikan perhatian yang lebih besar terhadap keberlangsungan lembaga adat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Minangkabau.




Dukungan terhadap pengesahan Perda juga datang dari kalangan tokoh adat. Tokoh adat Kota Padang, Dasman Boy Datuak Rajo Dihilie, menyampaikan apresiasi atas disahkannya regulasi tersebut.




Ia menilai Perda ini merupakan pijakan yang sangat penting dalam memperkuat kelembagaan adat sekaligus mengakomodasi berbagai kepentingan nagari adat yang ada di Kota Padang.




Menurut Dasman Boy, keberadaan Perda tersebut menunjukkan adanya komitmen nyata pemerintah daerah dan DPRD dalam menjaga warisan budaya Minangkabau agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.




“Kita berharap implementasi Perda ini nantinya diperkuat melalui regulasi di tingkat nagari sehingga pelestarian nilai adat dan budaya Minangkabau dapat berjalan lebih efektif serta berkelanjutan,” katanya.




Ia menambahkan bahwa keberhasilan Perda ini tidak hanya ditentukan oleh pengesahannya semata, tetapi juga oleh implementasi yang konsisten di lapangan.




Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat luas sangat diperlukan agar tujuan dari regulasi tersebut dapat tercapai secara optimal.




Dengan disahkannya Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau, diharapkan eksistensi lembaga adat semakin kuat dan mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah.




Selain itu, nilai-nilai luhur budaya Minangkabau diharapkan tetap terjaga, diwariskan kepada generasi muda, serta menjadi fondasi dalam menciptakan masyarakat yang berkarakter, harmonis, dan berdaya saing di masa depan. (***)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 Semangat kebangsaan dan komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila mengemuka dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang digelar PT Semen Padang. Bertempat di Lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin (1/6/2026), ratusan karyawan mengikuti upacara bendera yang berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap dasar negara sekaligus refleksi atas peran Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, upacara dipimpin Direktur Keuangan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, selaku pembina upacara. Pada kesempatan itu, Iskandar membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila tahun ini mengandung pesan kuat bahwa Pancasila tidak hanya menjadi perekat keberagaman bangsa Indonesia, tetapi juga menawarkan nilai-nilai universal yang relevan dalam upaya menciptakan perdamaian dunia.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum ini harus menjadi sarana refleksi bersama untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup, berkembang, dan menjadi pedoman dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila adalah momen untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Pancasila telah membuktikan diri sebagai ‘bintang penuntun’ yang mampu menjaga Indonesia tetap berdiri tegak di tengah berbagai tantangan zaman,” kata Iskandar.

Dalam pidato yang dibacakannya, Iskandar juga menyampaikan bahwa di tengah kondisi global yang sarat ketidakpastian, konflik, dan ancaman fragmentasi sosial, Indonesia tetap menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dirawat dalam bingkai persatuan.

“Dengan lebih dari 17 ribu pulau, ratusan kelompok etnis, bahasa daerah, serta beragam agama dan budaya, Indonesia mampu menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekuatan yang dipersatukan oleh nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Jangkar Moral di Tengah Turbulensi Global

Selain menjadi pemersatu bangsa, Pancasila juga disebut sebagai “jangkar moral” yang membimbing Indonesia menghadapi berbagai perubahan global, mulai dari pesatnya perkembangan teknologi, perubahan ekonomi dunia, hingga dinamika geopolitik internasional yang semakin kompleks.

Dalam konteks tersebut, Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam percaturan global. Sebaliknya, bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yakni ketertiban yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Pancasila menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah, gotong royong, dan penghormatan terhadap kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila merupakan instrumen diplomasi yang sangat relevan untuk menjembatani berbagai perbedaan serta membantu penyelesaian konflik di tingkat global,” katanya.

Kontribusi Indonesia untuk Perdamaian Dunia

Pidato Kepala BPIP yang dibacakan Iskandar juga menyoroti berbagai kontribusi Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia. Salah satunya melalui keterlibatan pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang aktif menjalankan misi di berbagai negara.

Selain itu, Indonesia terus memainkan peran strategis dalam berbagai upaya mediasi konflik regional serta konsisten menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan maupun ketidakadilan. Sikap tersebut dinilai sebagai implementasi nyata sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

“Dunia perlu melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, tetapi juga hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” demikian salah satu pesan dalam pidato tersebut.

Generasi Muda Diminta Menjadikan Pancasila sebagai Ideologi Hidup

Generasi muda juga mendapat perhatian khusus. Mereka diingatkan agar tidak memandang Pancasila hanya sebagai simbol negara atau materi pelajaran di sekolah, melainkan menjadikannya sebagai pedoman hidup dalam keseharian.

Kemajuan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta perkembangan teknologi yang pesat dinilai tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa landasan moral yang kuat. Karena itu, generasi muda sebagai penerus bangsa diajak mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks dalam buku sejarah. Jadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus menginspirasi tindakan nyata,” demikian pesan yang disampaikan.

Momentum Memperkuat Komitmen Kebangsaan

Bagi PT Semen Padang, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus meneguhkan peran perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Iskandar mengajak seluruh peserta upacara untuk terus menjaga semangat persatuan dan memperkokoh komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,” ujar Iskandar.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di PT Semen Padang menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai tantangan zaman, Pancasila tetap menjadi fondasi kokoh yang mempersatukan bangsa sekaligus menginspirasi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia. (*)

Kota Padang, Lintasmedia News- Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian ini menjadi opini WTP ke-10 yang diterima Kabupaten Pasaman Barat secara berturut-turut.


Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BPK RI Sumatera Barat Sudarminto Eko Putra kepada Bupati Pasaman Barat Yulianto dan Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah. Penyerahan berlangsung di Aula Lantai IV Gedung BPK RI Perwakilan Sumatra Barat, Padang, Jumat (29/5).

Hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail, Kepala BPKAD Zulfi Agus, Kepala Kesbangpol Yosmar Difia, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pasaman Barat.


Kepala Perwakilan BPK RI Sumatera Barat Sudarminto Eko Putra mengatakan, capaian tersebut merupakan bentuk pengakuan atas komitmen Pemkab Pasaman Barat dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan.


Bupati Pasaman Barat Yulianto bersama Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah menyampaikan rasa syukur atas diraihnya kembali opini WTP untuk LKPD Tahun Anggaran 2025.

“Alhamdulillah, Pemkab Pasaman Barat kembali meraih opini WTP dari BPK RI Perwakilan Sumatera Barat. Ini merupakan capaian WTP ke-10 secara berturut-turut,” ujar Yulianto.


Yulianto menjelaskan, LKPD Pemkab Pasaman Barat disusun dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, serta berpedoman pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, dukungan DPRD, serta komitmen Pemkab Pasaman Barat dalam menyelenggarakan pengelolaan keuangan daerah secara profesional dan berkualitas.

“Ke depan, Pemkab Pasaman Barat akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah demi mewujudkan pemerintahan yang baik dan pelayanan optimal kepada masyarakat,” kata Yulianto.


Ia berharap raihan opini WTP tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan disiplin, kepatuhan, serta kualitas administrasi pengelolaan keuangan daerah secara berkelanjutan. (***)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilham. Gema takbir berkumandang mengiringi langkah ribuan jamaah yang memadati lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang di kawasan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026) pagi.

Udara yang masih sejuk perlahan dipenuhi lantunan doa dan suasana khidmat pelaksanaan Salat Iduladha di kawasan industri semen pertama di Asia Tenggara tersebut. Tidak hanya sekadar menjadi ibadah tahunan, Salat Iduladha itu juga menjadi momentum kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat yang selama lebih dari satu abad tumbuh berdampingan.

Salat Iduladha itu dihadiri Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, Direktur Operasi Andria Delfa, Komisaris Utama Werry Darta Taifur, serta karyawan Semen Padang Group beserta keluarga.

Salat dipimpin Ustaz Riko Pebrianto yang juga merupakan Imam Masjid Raya Jabal Rahmah Semen Padang. Sementara khatib adalah dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. H. Andriyaldi, Lc., M.A.

Di tengah kekhusyukan Iduladha, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengingatkan kembali makna besar di balik hari raya kurban. Iduladha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi tentang kesediaan manusia menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan pribadi.

“Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan tentang keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan. Nilai-nilai itu yang harus terus hidup dalam kehidupan kita,” ujar Pri Gustari di hadapan ribuan jamaah.

Iduladha tidak berhenti pada ritual ibadah. Tradisi berbagi hewan kurban menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan tersebut. Untuk tahun ini, kata Pri Gustari, perusahaan menyalurkan sebanyak 36 ekor sapi kurban kepada masyarakat sekitar perusahaan serta sejumlah instansi di Kota Padang.

“Bantuan sapi kurban ini bukan sekadar agenda tahunan. Bantuan ini telah menjadi simbol kedekatan perusahaan dengan lingkungan yang selama ini tumbuh bersama. Selain itu, bantuan ini juga merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan,” katanya.

Pri Gustari menyampaikan harapan agar perusahaan tetap mampu bertahan dan terus memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap seluruh stakeholder bersama-sama menjaga Semen Padang yang kita cintai ini agar tetap kuat, terus berinovasi, dan menjadi kebanggaan Ranah Minang,” katanya.


Tiga Spirit Keteladanan Nabi Ibrahim AS

Sementara itu, Ustaz Andriyaldi dalam khutbahnya yang berjudul “Tiga Spirit Keteladanan Nabi Ibrahim AS” menyampaikan tiga nilai utama keteladanan Nabi Ibrahim.

Pertama, uswah atau teladan dalam menjelmakan hakikat tauhid yang sesungguhnya. Ia menjelaskan bahwa tauhid merupakan fondasi utama dalam Islam yang berimplikasi bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah dan hanya kepada-Nya manusia memohon pertolongan.

“Konsep ini secara tegas tercantum dalam kalimat syahadat dan terangkum dalam Al-Qur’an Surah Al-Fatihah ayat 5, ‘Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in’ yang berarti ‘Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan’,” katanya.

Kedua, uswah dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Menurutnya, Nabi Ibrahim AS merupakan salah satu nabi yang mendapatkan julukan mulia karena ketabahan dan ketaatannya dalam menghadapi ujian Allah SWT, mulai dari dibakar, diusir, tidak memiliki keturunan selama 86 tahun, membangun Ka’bah, hingga diperintahkan menyembelih anaknya sendiri.

“Kisah Nabi Ibrahim AS adalah potret hamba yang totalitas dalam kepasrahan kepada Allah SWT. Karena itu, Nabi Ibrahim AS dijuluki Imam atau Ummah (pemimpin), Uswah (teladan), Khalilullah (kekasih Allah), dan Ulul Azmi (nabi dengan keteguhan hati tinggi),” ujarnya.

Ketiga, sosok pribadi visioner. Nabi Ibrahim AS, kata Ustaz Andriyaldi, merupakan sosok yang memikirkan generasi berikutnya. Kepeduliannya tidak hanya sebatas materi, tetapi juga mencakup aspek spiritual, fisik, intelektual, hingga sosial yang diwariskan kepada keturunannya.

Nabi Ibrahim mendidik keturunannya dengan cara yang demokratis dan penuh kasih sayang, bukan secara otoriter. Ia juga senantiasa berdoa agar keturunannya menyembah Allah SWT, bukan berhala. Kepedulian Nabi Ibrahim bahkan melampaui zamannya sendiri, termasuk mendoakan kehadiran Nabi Muhammad SAW sebagai keturunannya yang akan membawa pencerahan bagi generasi setelahnya.

“Kemudian, Nabi Ibrahim juga berdoa untuk keturunannya sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 40 yang artinya, ‘Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku’,” katanya. (*)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, PT Semen Padang kembali menunjukkan komitmennya kepada masyarakat melalui penyaluran puluhan hewan kurban ke berbagai wilayah, terutama di lingkungan perusahaan. Tahun ini, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan perusahaan semen tertua di Asia Tenggara itu menyalurkan 36 ekor sapi kurban yang didistribusikan secara bertahap, baik secara simbolis maupun langsung, pada 25–26 Mei 2026.

Penyaluran hewan kurban tersebut menjadi bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang secara konsisten dijalankan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di lingkungan operasional perusahaan maupun berbagai lembaga dan institusi di Sumatera Barat.

Prosesi penyerahan sapi kurban secara simbolis antara lain dilakukan kepada Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan dan KAN Limau Manis oleh Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, didampingi Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan Idris, serta Kepala Unit CSR Hernes.

Suasana penyerahan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Bagi masyarakat sekitar, bantuan hewan kurban dari PT Semen Padang bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga simbol kedekatan perusahaan dengan warga yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengatakan, melalui Program TJSL pada 2026, PT Semen Padang menyerahkan total 36 ekor sapi kurban kepada masyarakat. Bantuan itu merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Iduladha.

Pri menegaskan, PT Semen Padang senantiasa berkomitmen menjalin hubungan yang harmonis dan saling mendukung dengan masyarakat di lingkungan perusahaan melalui berbagai upaya pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Kami berharap bantuan hewan kurban ini dapat terdistribusi dengan baik, tepat sasaran, serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang berhak menerima dan membutuhkan,” katanya.

“Kami juga memohon doa dan dukungan dari masyarakat agar PT Semen Padang senantiasa diberikan kelancaran, keberkahan, dan kemajuan dalam operasional maupun usahanya, sehingga perusahaan dapat terus meningkatkan kontribusi serta memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat,” sambungnya.

Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari Wakil Ketua KAN Lubuk Kilangan Asril Adjis Rajo Bujang. Ia menyebut bantuan sapi kurban dari PT Semen Padang telah menjadi agenda rutin yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahun.

Ia mengatakan hubungan antara masyarakat Lubuk Kilangan dan PT Semen Padang selama ini terjalin baik, terutama melalui berbagai program sosial dan bantuan kemasyarakatan yang terus digulirkan perusahaan.

“Ini merupakan agenda rutin dari PT Semen Padang. Kami menerima setiap tahun, dan bantuan PT Semen Padang untuk Lubuk Kilangan sangat banyak. Untuk kurban ini, harapannya terus berlanjut,” katanya.

Atas nama KAN dan masyarakat Lubuk Kilangan, Asril menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Semen Padang atas perhatian yang terus diberikan kepada anak nagari.

“Kami atas nama KAN mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Semen Padang. Bantuan ini nantinya akan kami distribusikan kepada anak kemenakan kami,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Ketua KAN Limau Manis Zulkifli Dt Gamuyang. Ia menyebut bantuan sapi kurban dari PT Semen Padang sangat membantu masyarakat di wilayahnya, terutama dalam menyambut hari besar keagamaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang terus peduli kepada masyarakat adat dan masyarakat sekitar. Sebagai perwakilan masyarakat yang berdekatan dengan PT Semen Padang, kami mendukung program-program yang digagas PT Semen Padang, terutama untuk pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Selain disalurkan secara simbolis kepada KAN Lubuk Kilangan dan KAN Limau Manis, penyerahan sapi kurban juga dilakukan di Masjid Nurul Wujud, Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Ketua Pengurus Masjid Nurul Wujud Mulyadi mengatakan bantuan hewan kurban dari PT Semen Padang telah berlangsung rutin sejak lama dan menjadi bentuk perhatian perusahaan yang sangat dirasakan masyarakat sekitar masjid.

“Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang. Bantuan sapi kurban dari PT Semen Padang selalu rutin setiap tahunnya, kira-kira sejak tahun 2000-an,” katanya.

Menurut dia, keberlanjutan bantuan tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga hubungan sosial dan spiritual dengan masyarakat di sekitar lingkungan operasional perusahaan.

Tak hanya untuk masyarakat dan lembaga adat, penyaluran hewan kurban PT Semen Padang juga menyasar sejumlah institusi dan organisasi.

Melalui penyaluran 36 sapi kurban tersebut, PT Semen Padang kembali menegaskan posisinya bukan hanya sebagai perusahaan industri strategis nasional, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial masyarakat Sumatera Barat yang terus hadir dan tumbuh bersama warga.

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

PT Semen Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan mempererat hubungan sosial dengan masyarakat melalui pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang akan digelar pada Rabu (27/5/2026) di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang.

Bekerja sama dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pelaksanaan salat tersebut menjadi wujud kebersamaan perusahaan dan masyarakat dalam memakmurkan syiar Islam, khususnya pada momentum Hari Raya Iduladha.

Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin perusahaan dalam memperingati hari besar keagamaan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat ukhuwah dan kebersamaan, serta menjadikan Iduladha sebagai momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini juga bagian dari syiar Islam yang terbuka dan penuh makna,” ujar Idris, Senin (25/5/2026).

Ia menyebutkan, Salat Iduladha dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB. Panitia mengimbau jamaah hadir setidaknya 15 menit sebelum pelaksanaan salat agar ibadah berlangsung tertib dan khusyuk.

Untuk mengantisipasi cuaca buruk, panitia juga menyiapkan lokasi alternatif. “Apabila hujan turun menjelang pelaksanaan salat, maka salat akan dipindahkan ke Masjid Raya Jabal Rahmah PT Semen Padang,” kata Idris.

Pada pelaksanaan salat nanti, panitia menghadirkan Dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. H. Akhi Andriyaldi, Lc., MA sebagai khatib. Sementara itu, imam salat dipercayakan kepada Ustaz Riko Febrianto, S.Pd.I yang merupakan Imam Masjid Raya Jabal Rahmah.

Menurut Idris, momentum Hari Raya Iduladha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Untuk itu, kami mengundang seluruh karyawan Semen Padang Group beserta keluarga dan masyarakat sekitar perusahaan untuk bersama-sama merayakan Iduladha. Kebersamaan ini akan memperkuat semangat persaudaraan dan memperluas syiar Islam,” katanya.

Pelaksanaan Salat Iduladha ini juga menjadi bagian dari peran sosial PT Semen Padang yang terus berupaya hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, tidak hanya melalui kegiatan bisnis, tetapi juga di bidang sosial dan keagamaan.

Melalui kegiatan tersebut, PT Semen Padang berharap semangat Iduladha dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memperkuat nilai pengorbanan, kepedulian, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

 

Doomsday! Demikian warga New York dan Toronto menyebut ketika selama dua hari listrik di megapolitan itu padam pada 14 Agustus 2003. Lalu beritanya mendunia, lantaran ada jutaan orang teraniaya gara-gara setrum tak mengalir. Media menyebutnya Doomsday! (pakai tanda seru) yang berarti kiamat. Keiadaan listrik di era modern sudah masuk kategori kiamat rupanya.

Tapi pemerintah setmpat dan perusahaan listrik tak masu menggunakan diksi Doomsday, melainkan menggunakan istilah blackout alias kegelapan atau dalam bahsa Minang kalam bakalajik.

Consolidated Edison Co, perusahaan listrik yang menyediakan listrik ke kota New York, merupakan anak perusahaan Consolidated Edison Inc, lalu bekerja keras. Tak ada demo maupun class action. Setelah dua hari kemudian, listrik menyala. Walikota New York, Michael Bloomberg langsung angkat bicara: minta maaf pada warganya. Hebat!

Ada yang menarik disimak dari kisah pudurnya lisrik di New York itu. Bloomberg sang Walikota minta maaf untuk ‘PLN’nya New York kepada rakyat. Hal yang mustahil kita dengar di Indonesia. “Urusan listrik padam, pembangkit down, gardu induk meledak, atau elevasi air waduk turun itu urusan PLN” Paling-paling kalimat itu yang akan meluncur dari para walikota kita.

Betapa menjadi amat sektoralnya soal listrik. Padahal tiap kali pola pembangunan disusun, senantiasa disebutkan bahwa listrik adalah infrastruktur. Jadi kalau infrastruktur seyogianya persoalan kelistrikan juga menjadi persoalan bersama.

Lepas dari bagaimana para petinggi pemerintah kita berperilaku, yang terang sebagai sebuah korporasi besar dan vital, PLN juga mesti menyadari bahwa diperlukan perenungan-perenungan mendalam, berkontemplasi dan berintrospeksi.

Jika Walikota New York mau memintakan maaf kepada warganya sementara ia tak ada hubungan ‘tali darah’ apalagi tali bisnis dengan Consolidated Edison Co, maka yang pintar itu adalah pihak Edison. Betapa di situ amat dipentingkan penanganan human relationship, maupun partner relationship.

Dapat dikatakan betapa manajemen Edison dengan pemerintah kota New York amat dekatnya. Maka sementara para insinyur berusaha keras memperbaiki kerusakan, para PR memainkan peranannya di lapangan, salah satunya tentu saja dengan sang Walikota. Mereka –pihak Edison– butuh mulut Bloomberg untuk menyatakan bahwa persoalan listrik padam ini bukan saja persoalan Edison, tapi persoalan semua pihak di kota itu. Publik pun akhirnya paham. Tak ada carut marut, sumpah serapah yang dihamburkan ke alamat Edison.

Persoalan yang dihadapi oleh korporasi pelat merah yang bernama PLN yang tahun ini sudah berusia delapan dekade  mengambil alih pengelolaan kelistrikan nasional kurang lebih sama dengan persoalan berbagai perusahaan listrik di dunia. Bahwa ada gangguan teknis, ketidakcukupan finansial, ketidaksabaran pelanggan adalah hal-hal umum yang akan menimpa semua perusahaan listrik di manapun.

Soalnya sekarang, seberapa tangguh perusahaan listrik itu melewatinya tanpa harus babak belur ‘dikritik; publik. Pada saat listrik tak lagi sekedar infrastruktur, orang hanya tahu lampu di rumahnya menyala dengan baik, dia bisa nonton TV sambil makan pottato, atau tak ingin kegiatan rutinya untuk ngebrowsing di internet. Jadi kalau tiba-tiba lampu mati; orang tak peduli apakah itu karena fuse di gardu induk jatuh, atau beban puncak pada hydropower sudah sama dengan kapasitas terpasangnya, atau satu dari turbin PLTU sudu-sudu nya ambrol dan sebagainya. Tidak. Orang tak peduli dengan istilah yang luar biasa asingnya itu.

Sustainable, keterjaminan pasokan, kehandalan jaringan itulah idiom-idiom mutlak yang mesti disajikan kepada pelanggan. Begitu ia terganggu barang beberapa detik saja, maka kalau masih ada perbendaharaan sumpah serapah niscaya akan berhamburan ke PLN.

Pengalaman lama menunjukkan betapa sebagian besar orang PLN amat alergi dengan kritikan. Atau paling tidak, kritikan publik justru ditangkisnya dengan penyajian penjelasan supernjelimet yang akibatnya bukan memperjelas permasalahan sebenarnya, melainkan menambah dongkol masyarakat.

Ada kasus menarik misalnya di Sumatra yang mengalamai blackout Jumat kemarin. Orang ingin penjelasan yang sejelas-jelasnya dari PLN. Tapi yang terjadi justru membuat publik kian menggerutu. Yang dijelaskan oleh para petinggi PLN justru soal-soal teknis pembangkitan. Itu sama sekali tak berguna. Orang hanya ingin kejelasan, kapan listrik hidup normal lagi.

Perlu jurubicara yang handal. Perlu pintu terbuka ke PLN.

Tapi tahukah anda? Bahwa masuk kantor PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Barat di kawasan Sawahan Padang, kini bak masuk ke markas tentara. Satunya kantor BUMN yang seketat itu pintu masuknya di Padang adalah PLN UID.

Dulu ketika saya masih menjadi salah seorang pengurus Korps Wartawan PLN tahun-tahun 90an, ruangan Humas PLN menjadi ruang yang penuh dengan diskusi antara pejabat PLN dengan wartawan. Para tamu boleh datang tanpa harus melewati metak detector petugas seperti sekarang. 

Kenapa begitu sekarang? Entahlah agaknya ada instalasi vital yang berbahasa di kantor itu. Padahal tak secuil pembangkit pun di situ kecuali genset cadangan.

Salam kelistrikan!

(23/5/2006)

 

Lintasmedia News- Forum Komite SMK Negeri se-Kota Padang secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap yang menyoroti keberatan terhadap kebijakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang diterapkan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK). Kebijakan tersebut dinilai sangat menyulitkan pengurus komite sekolah, khususnya dalam hal pengelolaan dan pengumpulan sumbangan dana komite sekolah.

Pernyataan sikap tersebut menjadi dasar audiensi resmi Forum Komite SMK Negeri se-Kota Padang bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat pada Selasa, 19 Mei 2026. Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat ini dihadiri oleh perwakilan Forum antara lain Kepala Forum yang diwakili oleh Firman Wanipin selaku Sekretaris Forum Komite SMK Negeri se-Kota Padang, Syafwan Aliasar Ketua Pengurus Komite SMK Negeri 2 Padang, Herwandi Ketua Komite SMK Negeri 5 Padang, Mulyadi Ketua Komite SMK Negeri 1 Padang, Army Nelda Pengurus Komite SMK Negeri 10 Padang, serta Melqi Pengurus Komite SMK Negeri 8 Padang.


 


Audiensi turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, S.Pd., M.Si., bersama Kepala PSMK Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Suryanto. Selain itu, pertemuan juga didukung oleh perwakilan Inspektorat Provinsi Sumatera Barat, Biro Hukum Setda Provinsi, dan Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumatera Barat.


 


Dalam pertemuan tersebut, terjadi dialog konstruktif yang menghasilkan kesepakatan bersama bahwa komite sekolah dan BLUD merupakan dua entitas yang berbeda secara kelembagaan. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, menegaskan pentingnya memperjelas posisi dan peran pengurus komite sebagai bagian dari peran serta masyarakat dalam memajukan kualitas pendidikan.


 


“Kami sangat mengapresiasi aspirasi dan masukan dari Forum Komite SMK Negeri se-Kota Padang. Perlu kami garis bawahi, komite sekolah memiliki peran strategis sebagai penggerak partisipasi masyarakat di tingkat sekolah dan ini harus diakomodasi secara proporsional,” ujar Habibul Fuadi. Ia juga memastikan bahwa Dinas Pendidikan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk meninjau dan mengevaluasi regulasi BLUD yang selama ini dirasakan menyulitkan pengurus komite sekolah.


 


Sementara itu, Firman Wanipin, Sekretaris Forum Komite SMK Negeri se-Kota Padang, mengapresiasi respons terbuka dari pemerintah provinsi dan menyampaikan harapan agar hasil audiensi ini dapat menjadi titik awal perubahan positif dalam tata kelola komite sekolah.


 


“Kami berharap ada revisi terhadap peraturan yang mengatur BLUD sehingga posisi komite sekolah sebagai perwakilan masyarakat tidak terganggu dan fungsi kami sebagai penggerak pendidikan di tingkat sekolah dapat berjalan optimal. Dukungan pemerintah sangat kami nantikan demi kemajuan pendidikan di daerah ini,” ujar Firman Wanipin.


 


Audiensi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan komite sekolah untuk membangun sistem pendidikan yang lebih partisipatif dan transparan. Forum Komite SMK Negeri se-Kota Padang menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendukung kemajuan pendidikan melalui peran serta masyarakat. (***)

 

Padang, Lintasmedia News— Gatsby Nasional Barber League 2026 di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Padang, Kamis (21/5/2026), tidak hanya menjadi ajang kompetisi barber tingkat regional, tetapi juga membuka peluang bagi peserta untuk melaju hingga tingkat internasional. Pemenang kompetisi regional akan bertanding di tingkat nasional di Jakarta sebelum diberangkatkan ke Jepang untuk belajar di akademi barber dan mengikuti kompetisi internasional di Bali.


Kompetisi yang diselenggarakan Minang Barber Association (MBA) itu diikuti sekitar 300 peserta dari sembilan kota di Indonesia, di antaranya Banjarmasin, Makassar, Pontianak, Padang, dan Medan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 peserta mengikuti battle competition.


Ketua Panitia Gatsby Nasional Barber League, Rio Yulindo, mengatakan Padang menjadi kota ketujuh dalam rangkaian tur sekaligus mencatat antusias peserta tertinggi selama pelaksanaan kegiatan.


“Kota Padang merupakan kota ketujuh dalam tour ini, dan menjadi kota yang paling ramai dari segi antusias peserta workshop maupun pertandingan. Dari 300 peserta yang hadir, sebanyak 80 peserta mengikuti battle competition. Ini merupakan jumlah peserta terbanyak selama tour berlangsung,” ujar Rio Yulindo.


Ajang tersebut juga menghadirkan barber profesional dari dalam dan luar negeri, termasuk barber pribadi David Beckham, Fabio Marques asal Portugal. Selain itu, hadir pula barber profesional dari Singapura, Malaysia, Bali, dan Kediri sebagai pembicara dan pengisi workshop.


Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran didampingi Asisten Administrasi Umum Corri Saidan dan Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza.


Pemerintah Kota Padang menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pengembangan ekonomi kreatif serta mendukung target menjadikan Padang sebagai kota gastronomi dunia di bawah pengakuan UNESCO.


“Kami sangat mengapresiasi panitia dan sponsor yang telah mengadakan kegiatan seperti ini di Kota Padang, dan kami merasa ini sangat pas dengan sarana yang kita punya hari ini, yakni youth center sebagai tempat di mana kreativitas berlangsung,” kata Fadly Amran.


Fadly menegaskan Pemerintah Kota Padang berkomitmen mendukung kegiatan serupa agar semakin berkembang dan memberi dampak positif bagi pekerja kreatif di daerah.


“Kami berkomitmen mendukung kegiatan ini setiap tahunnya sehingga bisa lebih dikenal lebih luas lagi bagi pekerja kreatif,” ujarnya. (***)

 

Lintasmedia News –Wali Kota Padang Fadly Amran mwnghaadiri Gatsby Nasional Barber League 2026 di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth, Kamis (21/5/2026).


Wako Fadly Amran didampingi Asisten Administrasi Umum Corri Saidan, dan Kadis Pariwisata Yenni Yuliza.


Gatsby Nasional Barber league 2016 diselenggarakan oleh Minang Barber Association (MBA) dan telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya.


Kompetisi tingkat regional ini diikuti sekitar 300 peserta dari sembilan kota di Indonesia, di antaranya Banjarmasin, Makassar, Pontianak, Padang, dan Medan.


Setelah menang di Padang peserta akan melaju ke tingkat nasional di Jakarta. Jika menjadi juara nasional pemenang akan diberangkatkan ke jepang untuk belajar di akademi barber. Setelah kembali dari Jepang akan mengikuti Kompetisi di Bali yang diikuti oleh peserta dari seluruh dunia.


Juga dihadiri oleh pembicara barber profesional dari luar maupun dalam negeri, di antaranya barber pribadi David Beckham, Fabio Marques dari Portugal. Selain itu, hadir pula barber profesional dari Singapura, Malaysia, Bali, dan Kediri.


wako Fadly Amran mengatakan kegiatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan mendukung target menjadikan Padang sebagai kota gastronomi dunia di bawah pengakuan UNESCO.


“Kami sangat mengapresiasi panitia dan sponsor yang telah mengadakan kegiatan seperti ini di Kota Padang, dan kami merasa ini sangat pas dengan sarana yang kita punya hari ini, yakni youth center sebagai tempat di mana kreativitas berlangsung,” ungkap Fadly Amran.


Ditambahkan Pemko Padang berkomitmen mendukung penyelenggaraan kegiatan serupa setiap tahunnya agar semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi ekonomi kreatif Kota Padang.


“Kami berkomitmen mendukung kegiatan ini setiap tahunnya sehingga bisa lebih dikenal lebih luas lagi bagi pekerja kreatif,” pungkas Fadly Amran


Ketua Panitia Gatsby Nasional Barber League Rio Yulindo mengatakan Kota Padang merupakan kota ketujuh dalam tour ini, dan menjadi kota yang paling ramai dari segi antusias peserta workshop maupun pertandingan. Dari 300 peserta yang hadir, sebanyak 80 peserta mengikuti battle competition.


“Ini merupakan jumlah peserta terbanyak selama tour berlangsung,” tutupnya. (***)

 

PADANG, Lintasmedia News– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMPN 18 Padang dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Padang yang digelar pada 21 Mei 2026. Salah seorang siswa terbaik SMPN 18 Padang, Kenzi Prawara Putra dari kelas 8.E, berhasil meraih tiga gelar juara sekaligus pada cabang olahraga atletik.


Dalam kompetisi bergengsi tingkat SMP tersebut, Kenzi menunjukkan kemampuan luar biasa di beberapa nomor perlombaan. Pada nomor lari sprint 60 meter, ia sukses meraih Juara I setelah tampil cepat dan penuh semangat di lintasan.

Tidak hanya itu, pada nomor lompat jauh, Kenzi juga berhasil membawa pulang Juara II dengan lompatan terbaiknya. Sementara pada nomor tolak peluru, ia kembali menambah raihan prestasi dengan memperoleh Juara III.


Keberhasilan ini menjadi kebanggaan besar bagi keluarga besar SMPN 18 Padang karena mampu menunjukkan bahwa siswa sekolah tersebut memiliki potensi dan daya saing tinggi di bidang olahraga, khususnya atletik.



Kepala SMPN 18 Padang, Nofriwarti, S.Kom., M.M., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian gemilang yang diraih siswanya tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas prestasi yang diraih ananda Kenzi Prawara Putra. Ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin latihan, serta semangat juang yang luar biasa. Prestasi ini juga menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berusaha mengembangkan bakat dan kemampuan mereka,” ujarnya.



Beliau juga berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi Kenzi untuk terus berprestasi hingga tingkat provinsi bahkan nasional.


Sementara itu, guru pembimbing atletik SMPN 18 Padang, Maisofia, S.Pd., mengungkapkan bahwa keberhasilan Kenzi tidak diraih secara instan, melainkan melalui latihan rutin dan kesungguhan selama proses pembinaan.

“Kenzi merupakan siswa yang memiliki semangat latihan tinggi dan pantang menyerah. Kami terus memberikan pendampingan dan motivasi agar ia mampu tampil maksimal di setiap perlombaan. Alhamdulillah, hasilnya sangat membanggakan,” tuturnya.



Ajang O2SN sendiri merupakan wadah pengembangan bakat dan prestasi siswa di bidang olahraga yang setiap tahunnya diikuti oleh berbagai sekolah di Kota Padang. Kompetisi ini tidak hanya menjadi arena perlombaan, tetapi juga sarana membangun karakter sportivitas, disiplin, dan percaya diri bagi para peserta.

Dengan raihan tiga juara sekaligus ini, SMPN 18 Padang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan prestasi akademik maupun nonakademik siswa demi mencetak generasi muda yang unggul dan berprestasi. [***]

 

Padang, Lintasmedia News— Pemerintah Kota Padang mulai menyesuaikan Peraturan Daerah Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) agar selaras dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang berlaku pada 2026. Salah satu poin pembaruan yang disiapkan ialah penerapan pidana alternatif berupa kerja sosial bagi pelanggaran ringan tanpa harus menjalani hukuman penjara.


Hal itu disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat menerima kunjungan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang, Ronaldo Devinci Talesa, di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (21/5/2026).


Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail, Kepala Badan Kesbangpol Syahendri Barkah, serta Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Muda Bagian Hukum Fidel Alnafi. Sementara Ronaldo didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Rizki Alleza Aprianta, Kasi Kamtib Yovip, dan Kasubsi Keamanan Mellyadi Mulya.


Fadly Amran mengatakan perubahan Perda Trantibum dilakukan agar kebijakan daerah sejalan dengan ketentuan KUHP baru yang mulai diterapkan pada 2026.


“Kami sedang melakukan perubahan Perda Kota Padang agar sejalan dengan ketentuan KUHP yang baru, sehingga untuk pelanggaran ringan dapat diterapkan hukuman kerja sosial tanpa harus masuk penjara,” ujar Fadly Amran.


Ia menjelaskan kebijakan kerja sosial tersebut diarahkan sebagai bentuk edukasi sekaligus memberikan kesempatan pembinaan di luar pemidanaan penjara, seperti membersihkan fasilitas umum.


Dalam kesempatan itu, Fadly juga menyampaikan harapannya agar sinergi antara Pemerintah Kota Padang dan Lapas Kelas IIA Padang terus diperkuat untuk menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.


“Selamat datang kepada Kepala Lapas Kelas IIA Padang yang baru. Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperkuat, dan kami akan terus mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pembinaan masyarakat,” katanya.


Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Padang Ronaldo Devinci Talesa menyebut kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat koordinasi dengan Pemerintah Kota Padang.


“Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membangun komunikasi dan mempererat silaturahmi dengan Pemerintah Kota Padang. Kami akan terus bersinergi dan mendukung program-program Pemerintah Kota Padang, khususnya di bidang keamanan dan pembinaan masyarakat,” ujarnya.


Ronaldo Devinci Talesa diketahui resmi menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Padang setelah serah terima jabatan pada 24 April 2026. Ia lahir di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, pada 12 April 1976. (***)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus diperkuat PT Semen Padang melalui dukungannya terhadap kegiatan Workshop Pengolahan Sampah Organik dengan Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF). Kegiatan ini digelar atas kolaborasi bersama FMIPA Universitas Andalas dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat di Belimbing Indah, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 itu merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dengan sasaran Pondok Pesantren MTI Kapau. Workshop tersebut tidak hanya menghadirkan edukasi terkait pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan, tetapi juga memberikan pelatihan langsung mengenai budidaya maggot BSF sebagai solusi pengurangan limbah organik yang efektif, ramah lingkungan, sekaligus bernilai ekonomis.

Para peserta dari lingkungan pesantren tampak antusias mengikuti setiap sesi pemaparan dan praktik lapangan. Mereka diperkenalkan pada konsep pengelolaan sampah organik yang tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai guna.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DLH Provinsi Sumatera Barat Tasliatul Fuaddi, Kepala Unit CSR PT Semen Padang Harnes, Wakil Dekan FMIPA Universitas Andalas Admi Nazra, Ketua MTI Kapau Ilham, Kepala Produksi 1 S2 Samsuardi, serta dosen dan peneliti Universitas Andalas Resti Rahayu.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menegaskan bahwa dukungan perusahaan terhadap kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup.

Menurutnya, PT Semen Padang terus mendorong program-program keberlanjutan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dukungan terhadap edukasi pengelolaan sampah organik dan budidaya maggot BSF menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

"Dukungan terhadap kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab perusahaan dalam melestarikan lingkungan sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang lebih peduli terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan," kata Win Bernadino.

Kepala Unit CSR PT Semen Padang Harnes menambahkan, bahwa PT Semen Padang mendukung penuh kegiatan edukatif yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan. Ia berharap ilmu dan praktik yang diperoleh peserta selama workshop dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

"Harapannya, peserta dapat mengaplikasikan materi yang diperoleh dengan baik sehingga budidaya maggot BSF ini benar-benar bisa dimanfaatkan, baik untuk pengurangan sampah organik maupun untuk memberikan nilai tambah ekonomi," ujarnya.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot merupakan salah satu pendekatan yang efektif dalam mendukung lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Selain mampu mengurai limbah rumah tangga dan sisa makanan secara cepat, maggot BSF juga memiliki potensi ekonomi karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan bahan pupuk organik.

Kepala DLH Provinsi Sumatera Barat Tasliatul Fuaddi yang membuka kegiatan, mengapresiasi kolaborasi yang terbangun antara PT Semen Padang, DLH Provinsi Sumbar, dan FMIPA Unand dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi melalui workshop seperti ini merupakan langkah konkret untuk membangun budaya sadar lingkungan sejak dini.

"Upaya pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, termasuk perguruan tinggi, dunia industri, dan masyarakat. Di momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, kita jadikan sebagai pengingat penting bahwa isu lingkungan harus menjadi perhatian bersama," katanya.

Wakil Dekan FMIPA Universitas Andalas Admi Nazra menyampaikan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

"Persoalan sampah organik menjadi tantangan yang harus dijawab dengan pendekatan ilmiah dan partisipatif. Karena itu, edukasi mengenai budidaya maggot BSF dinilai menjadi salah satu solusi yang relevan untuk diterapkan di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren," ujarnya.

Dalam sesi praktik, peserta diperlihatkan secara langsung proses budidaya maggot BSF, mulai dari pengenalan media, pengelolaan limbah organik, hingga teknik pemeliharaan larva agar menghasilkan manfaat yang optimal. Antusiasme peserta terlihat tinggi saat mengikuti demonstrasi pengolahan sampah organik menjadi media pakan maggot.

Selain aspek lingkungan, peserta juga mendapat pemahaman mengenai potensi ekonomi dari budidaya maggot. Dengan pengelolaan yang tepat, budidaya ini dinilai mampu menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat karena hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan peternakan maupun pertanian organik.

Melalui kolaborasi PT Semen Padang, FMIPA Universitas Andalas, dan DLH Provinsi Sumatera Barat, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan di tengah masyarakat yang tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri dan berkelanjutan. Sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri ini sekaligus menjadi gambaran nyata bagaimana pembangunan berkelanjutan dapat diwujudkan melalui langkah sederhana, namun berdampak luas bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat di Sumatera Barat.

 

Lintasmedia News– Sejumlah fasilitas belum berfungsi maksimal di Sentra Pengolahan Perikanan (SPP) Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah. Kondisi tersebut dinilai menjadi penghambat optimalisasi sentra yang sejatinya memiliki potensi besar sebagai pusat pengolahan hasil laut di Kota Padang.

Persoalan tersebut ditemui oleh Wali Kota Padang Fadly Amran saat menyambangi Unit Pelaksana Teknis Daerah Sentra Pengolahan Perikanan (UPTD SPP) Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, pada Rabu (20/5/2026).


Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran turut didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kadis PUPR Malvi Hendri, Kepala Dinas Perdagangan Fizlan Setiawan, Camat Koto Tangah Rio Ebu, serta Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Danti Arvan.


Fadly Amran melihat sejumlah sarana yang belum memadai, mulai dari selokan, tempat merebus ikan, rumah kaca, hingga fasilitas cold storage yang belum berfungsi optimal. Ia langsung meminta adanya langkah konkret untuk membenahi kondisi tersebut.

Menurut Fadly Amran, kawasan Pasia Nan Tigo memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai sentra pengolahan ikan unggulan di Kota Padang, khususnya untuk komoditas ikan kecil dan ikan teri.


“Kita optimistis kawasan Pasia Nan Tigo dan Koto Tangah dapat menjadi pusat pengolahan ikan kecil dan ikan teri di Kota Padang. Saya melihat potensinya besar, tinggal bagaimana strategi pengembangannya agar produk-produk di sini bisa menjadi unggulan,” ujar Fadly Amran.


Ia menekankan, sentra tersebut harus mampu menjadi solusi bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan, terutama dalam meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan melalui proses pengolahan di lokasi.


“Banyak hal yang saya lihat harus menjadi fokus kita supaya sentra ini betul-betul menjadi alternatif bagi para nelayan dan juga penggiat usaha perikanan. Tadi saya juga berdiskusi dengan pihak akademisi terkait teknologi pengolahan, sehingga ketika terjadi perubahan cuaca, mutu hasil olahan tetap terjaga secara konsisten,” katanya.


Fadly juga mendorong agar produk-produk yang dihasilkan nantinya memiliki sertifikasi dan standar mutu yang jelas, sehingga mampu menembus pasar modern dan tidak hanya bergantung pada pasar grosir.


Di sisi lain, ia memastikan berbagai persoalan yang ditemukan akan segera diidentifikasi untuk kemudian dibahas dalam perubahan anggaran guna menentukan program prioritas perbaikan.


“Saya berharap berbagai permasalahan yang ada bisa diidentifikasi lebih dahulu. Nanti akan kita bahas pada perubahan anggaran, sehingga program-program prioritas untuk perbaikan sentra ini bisa mulai dijalankan,” ujarnya.


Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Danti Arvan menjelaskan bahwa Sentra Pengolahan Perikanan Pasia Nan Tigo telah dibangun sejak 2012 di atas lahan seluas sekitar 1,8 hektare.


Menurutnya, meski fasilitas dasar telah tersedia, sentra tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada aspek sumber daya manusia, perawatan peralatan, serta keberlanjutan operasional.

“Kita memiliki pabrik es dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Namun karena terus digunakan, beberapa peralatan mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan serta penggantian suku cadang,” ujarnya.

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.