Articles by "Kota Padang"

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan banjir Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI dprd DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang karate Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur langsa lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan lpm Al itqan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak mandailing natal Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar polres Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok
Showing posts with label Kota Padang. Show all posts


PADANG — Sebanyak 35 program pemberdayaan berbasis komunitas di 12 kelurahan dan kawasan Teluk Bayur digulirkan melalui dukungan pendanaan tahap awal senilai Rp1,29 miliar dari PT Semen Padang.

Melalui Forum Nagari dan Kelompok Pengelola Sumber Daya (KPS) Saiyo Sakato, masyarakat berperan dalam merencanakan dan mengelola program berdasarkan kebutuhan serta potensi wilayah masing-masing. Pendekatan partisipatif dari bawah ke atas (bottom-up) ini diterapkan untuk mendukung penguatan ekonomi, peningkatan keterampilan kerja, perbaikan infrastruktur, pendidikan, serta kegiatan sosial dan budaya masyarakat.

Pada bidang penguatan ekonomi produktif, sejumlah program diarahkan untuk mengembangkan usaha masyarakat, mulai dari sektor UMKM hingga pertanian, perikanan, dan peternakan.

Di Kelurahan Batu Gadang, alokasi Rp112,1 juta antara lain diperuntukkan bagi penguatan UMKM “Kampung Seribu Keripik”, bantuan operasional MIS Nurul Hidayah, serta pengembangan potensi seni dan budaya lokal. Sementara itu, Forum Nagari Banda Buek mengelola alokasi Rp111,93 juta untuk mendukung berbagai usaha produktif, seperti pengadaan bibit dan pakan ikan lele serta nila, budi daya ikan hias, penetasan telur ayam kampung, dan penguatan UMKM lokal.

Pengembangan usaha peternakan juga menjadi salah satu pilihan pemberdayaan di sejumlah wilayah. Forum Nagari Koto Lalang memperoleh alokasi Rp84,37 juta untuk mendukung budi daya itik petelur, pembangunan gudang inventaris, fasilitas WC kantor forum, serta kegiatan perlombaan PKK tingkat kota.

Di Lambung Bukit, alokasi Rp104,36 juta diarahkan untuk program pemberdayaan ayam kampung petelur dan pelatihan sertifikasi satuan pengamanan (satpam) bagi pemuda setempat. Sementara itu, Forum Nagari Limau Manis mengelola Rp87,75 juta untuk pengembangan usaha penggemukan sapi kurban, pengadaan perlengkapan kesenian randai, serta pembuatan kincir air.

Program ekonomi produktif juga dikembangkan Forum Nagari Limau Manis Selatan melalui alokasi Rp104,62 juta. Anggaran tersebut mencakup pengembangan unit usaha “Forum Minum Kopi”, kelanjutan pembangunan gudang sampah, serta pelatihan satpam.

Adapun Forum Nagari Padang Besi mengelola Rp112,22 juta untuk mendukung usaha peternakan ayam petelur, penataan Semarak Pasar Pagi, pengadaan peralatan kongsi kematian RW II, serta pengecatan kantor LPM, Forum Nagari, dan PKK.

Selain pengembangan usaha, sejumlah program BMN diarahkan untuk meningkatkan keterampilan kerja dan membuka peluang ekonomi bagi pemuda.

Di Kelurahan Koto Lua, alokasi Rp87,52 juta digunakan untuk mendukung pelatihan satpam bagi pemuda produktif serta pengadaan perlengkapan drum band MTSS Limau Manis. Program pelatihan satpam juga menjadi salah satu kegiatan Forum Nagari Pampangan Nan XX, yang memperoleh alokasi Rp94,5 juta. Selain pelatihan tersebut, anggaran di Pampangan juga diperuntukkan bagi penyediaan sarana olahraga bola voli untuk mendukung aktivitas masyarakat, khususnya kalangan remaja.

Pada bidang infrastruktur, program pemberdayaan diarahkan untuk mendukung perbaikan sarana dasar yang dibutuhkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Di Kelurahan Baringin, alokasi Rp112,5 juta diperuntukkan bagi pembangunan turap penahan tanah untuk mendukung penataan drainase irigasi dan mengurangi risiko erosi.

Forum Nagari Tarantang juga mengelola alokasi Rp112,5 juta untuk sejumlah kebutuhan infrastruktur pertanian dan permukiman, meliputi pembangunan bak penampungan, pemasangan pipa irigasi sawah, perbaikan sarana air bersih PAMSIMAS, serta renovasi kantor Forum Nagari.

Sementara itu, di Kelurahan Indarung, alokasi Rp112,5 juta diarahkan untuk pembangunan aula pertemuan warga dan pemberian beasiswa pendidikan bagi masyarakat di sepanjang jalur belt conveyor.

Dukungan terhadap infrastruktur dan pendidikan juga dilaksanakan melalui KPS Saiyo Sakato di kawasan Teluk Bayur. Dengan alokasi Rp61,87 juta, program yang dikelola mencakup perbaikan jalan dan riol permukiman serta bantuan paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan bahwa dukungan pendanaan melalui Program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi dan menjawab kebutuhan wilayahnya masing-masing.

Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola program dan menjaga keberlanjutan manfaatnya.

“Keberhasilan pemberdayaan tidak diukur dari seberapa besar dana yang disalurkan, melainkan dari sejauh mana masyarakat mampu mengelola, menjaga keberlanjutan, dan merasakan manfaatnya secara mandiri. Forum Nagari menjadi wadah agar warga sendiri yang menentukan potensi dan solusi atas kebutuhan mereka,” ujar Win.

Ia menambahkan, pelaksanaan program BMN diarahkan untuk memperkuat partisipasi masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan kegiatan. Dengan demikian, dukungan perusahaan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kapasitas dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Forum Nagari sendiri merupakan wadah yang mempertemukan lembaga sosial ekonomi masyarakat, Kerapatan Adat Nagari, dan pemangku kepentingan lainnya. Pembentukannya diprakarsai PT Semen Padang melalui kesepakatan deklarasi di Bukittinggi pada 31 Januari 2015.

Melalui Forum Nagari, masyarakat didorong untuk mengidentifikasi kebutuhan, menyusun prioritas, serta mengelola kegiatan pemberdayaan dengan melibatkan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Forum ini juga berperan memperkuat koordinasi, komunikasi, dan pemanfaatan potensi lokal dalam pelaksanaan Program BMN secara berkelanjutan. (*)


Lintas media net - Komunitas Teluk Belitung kembali menggelar Turnamen Gasing se Provinsi Riau ke-4 dan lomba Silat Pengantin ke-2 sebagai upaya menjaga warisan budaya Melayu. Kegiatan yang mengambil tempat di gelanggang gasing H. Yahya Hulu Asam Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti dibuka pada Rabu (28/10/2026) kemarin yang diikuti sebanyak 32 tim gasing dan 54 orang peserta silat pengantin tingkat SD, SMP dan SMA sederajat.

Didukung PT Imbang Tata Alam (ITA), kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama delapan hari. Selain menjadi ruang bagi masyarakat untuk melestarikan tradisi, turnamen ini juga mempertemukan komunitas gasing dan silat pengantin dari berbagai daerah di Riau.

Ketua panitia sekaligus Ketua Komunitas Gasing (Komgas) Teluk Belitung, Andi Saputra menyampaikan apresiasi kepada PT ITA atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh hadirin membaca Surah Al-Fatihah untuk mengenang Almarhum H. Yahya, tokoh yang membuka Kampung Hulu Asam.

Nama H. Yahya juga diabadikan sebagai nama gelanggang gasing yang berada di Kampung Hulu Asam. Gelanggang Gasing H. Yahya dibangun dengan dukungan masyarakat setempat melalui semangat gotong royong, sebagai bentuk penghormatan masyarakat yang merupakan keturunan H. Yahya kepada tokoh yang membuka kampung tersebut.

Andi mengatakan, Komgas Teluk Belitung telah mengikuti sejumlah turnamen gasing tingkat nasional, di antaranya di Dumai dan Siak. Dalam tradisi permainan gasing Melayu, terdapat beberapa jenis gasing, seperti gasing lonjong, gasing berembang, dan gasing kreasi yang turut dipertandingkan dalam turnamen tersebut.

Camat Merbau, Hj. Wan Jumiati SE MSi menilai gasing bukan sekadar permainan, melainkan bagian dari identitas masyarakat Melayu. Sementara itu, silat pengantin mengandung nilai adat dan tradisi yang perlu terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

Selain itu Koordinator CSR EMP, Arip Hidayatullah berharap kegiatan tersebut dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui kolaborasi antara komunitas, pemerintah daerah, dan perusahaan. Menurut dia, keunikan budaya lokal perlu terus diperkenalkan agar mendapat tempat di tingkat nasional.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti, Saipul Bahri turut mengapresiasi panitia dan berharap kegiatan ini menjsdi ajang mempererat silaturahmi antarkomunitas budaya. Mewakili Bupati Kepulauan Meranti ia secara resmi membuka turnamen yang turut dihadiri anggota Koramil Merbau, Kanit Intel Polsek Merbau Padhli, Ketua GenPI Riau Dodi Rasid Amin, Plt. Lurah Teluk Belitung Islawadi Ulung, Ketua KJUMS Samaun, serta Ketua Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung Syufri.

Hadir pula Kabid Kebudayaan Izam, Ketua LAMR Kecamatan Merbau Syafrudin, Ketua Umum OPP Teluk Belitung Yoldi Asadi, dan Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Merbau Ali Indra. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya Melayu di Teluk Belitung.

Di luar pelestarian budaya, penyelenggaraan kegiatan ini dinilai turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Dengan asumsi sedikitnya 10 pedagang berjualan dan masing-masing mencatat omzet rata-rata Rp.250.000 per hari selama delapan hari, potensi perputaran uang dari aktivitas perdagangan diperkirakan mencapai Rp.20 jutaan.

Kebutuhan konsumsi peserta juga berpotensi memberikan dampak bagi usaha masyarakat. Dengan asumsi 320 orang membelanjakan Rp.20.000 untuk setiap kali makan, tiga kali sehari selama lima hari, maka nilai kebutuhan konsumsi diperkirakan mencapai Rp.96 jutaan.(Ali Sanip/Nina Chandra)


 Lintas median net - 

PADANG, Dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang berhasil mengukir prestasi membanggakan di tingkat internasional. Kedua mahasiswa dari Jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI) angkatan 2023 tersebut adalah Jihan Salma Pusaka dan Erica Asnishalina. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UIN IB Padang mampu bersaing dan berkontribusi secara aktif dalam forum akademik berskala global.

​Keberangkatan Jihan dan Erica ke Malaysia bertujuan untuk menjadi presenter dalam ajang bergengsi Malaysian Association of Applied Linguistics International Conference (MAALIC 2026). Konferensi internasional yang mempertemukan para akademisi dan peneliti linguistik dari berbagai negara ini berlangsung selama tiga hari, tepatnya pada 4 hingga 6 Oktober 2026.

Keikutsertaan mereka mempertegas komitmen program studi Tadris Bahasa Inggris dalam mendorong luaran riset mahasiswa di kancah internasional.

​Dalam konferensi tersebut, duo mahasiswa angkatan 23 ini mempresentasikan hasil penelitian ilmiah mereka yang berjudul "Social Masking and Cognitive Load among International Students at UIN Imam Bonjol Padang". Penelitian ini menyoroti fenomena psikolinguistik dan adaptasi sosial, khususnya bagaimana mahasiswa internasional di UIN Imam Bonjol Padang mengelola beban kognitif serta upaya penyesuaian diri (social masking) saat berinteraksi di lingkungan akademik baru.

​Pelaksanaan konferensi internasional MAALIC 2026 dipusatkan di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Terengganu, Malaysia. Berada di salah satu kampus ternama di Malaysia, Jihan dan Erica berkesempatan memaparkan gagasan mereka di hadapan para pakar linguistik terapan, peneliti, serta delegasi mahasiswa dari bermacam negara. Diskusi interaktif dalam sesi presentasi turut membuka ruang pertukaran ide yang konstruktif bagi pengembangan penelitian mereka.

​Partisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah bergengsi ini tidak hanya mengharumkan nama civitas akademika UIN Imam Bonjol Padang, tetapi juga memberikan dampak positif bagi reputasi kampus di kancah internasional. Keterlibatan mahasiswa dalam ajang seperti MAALIC 2026 menjadi wujud nyata implementasi penguatan riset serta internasionalisasi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Indonesia.

​Melalui pencapaian ini, Jihan Salma Pusaka dan Erica Asnishalina berharap karya riset mereka dapat memberikan kontribusi nyata bagi literatur linguistik terapan dan studi mahasiswa internasional. Keberhasilan ini diharapkan pula dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi seluruh mahasiswa UIN IB Padang untuk terus berinovasi, meneliti, serta berani berkarya hingga tingkat internasional.(bm)


PADANG — Penambahan sarana olahraga bola voli dan pelatihan satuan pengamanan (satpam) menjadi dua program pemberdayaan yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kelurahan Pampangan, Kota Padang. Melalui kedua program tersebut, masyarakat tidak hanya didorong untuk mengembangkan aktivitas olahraga yang positif, tetapi juga memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja, (19/10/2026).

Kedua program tersebut diluncurkan Forum Nagari Kelurahan Pampangan melalui Rencana Kerja Pemberdayaan Masyarakat (RKPM) Tahun 2026 di Kantor Kelurahan Pampangan, Senin (19/10/2026). Pelaksanaannya mendapat dukungan PT Semen Padang melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Pelaksanaan untuk kedua program tersebut, PT Semen Padang melalui Program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) 2026 mengalokasikan anggaran sebesar Rp94,5 juta. Dari jumlah tersebut, Rp86.625.000 dialokasikan untuk pelatihan satpam bagi 10 warga dari kelompok desil 4 ke bawah, sedangkan Rp7.875.000 digunakan untuk penambahan sarana olahraga bola voli di RW 09 Kelurahan Pampangan.

Ketua Forum Nagari Pampangan Erison mengatakan bahwa kedua program tersebut disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, baik dalam mendukung aktivitas generasi muda maupun meningkatkan kapasitas warga agar memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan.

Menurutnya, penambahan sarana olahraga bola voli di RW 09 diharapkan dapat memperkuat aktivitas olahraga di lingkungan masyarakat. Sementara itu, pelatihan satpam dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada warga, terutama masyarakat dari kelompok desil 4 ke bawah, yakni kelompok masyarakat yang berada pada 40 persen tingkat kesejahteraan terbawah, sehingga mereka memiliki bekal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

“Pada tahun ini, ada dua program yang kita jalankan, yaitu bantuan sarana bola voli di RW 09 dan pelatihan satpam untuk masyarakat. Program pelatihan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan kepada masyarakat, khususnya dari kelompok desil 4 ke bawah, agar mereka memiliki bekal untuk bekerja dan membantu perekonomian keluarga,” ujar Erison.

Pelaksanaan kedua program tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan dampak yang berkelanjutan. Dengan dukungan sarana olahraga yang memadai, generasi muda diharapkan memiliki lebih banyak ruang untuk menyalurkan minat dan bakatnya melalui kegiatan positif. Di sisi lain, pelatihan satpam diharapkan menjadi salah satu jalan bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas akses terhadap kesempatan kerja.

Lurah Pampangan Betty Ernita menyampaikan apresiasi atas dukungan PT Semen Padang terhadap pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di wilayahnya. Ia menilai keterlibatan perusahaan, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak terkait menjadi bagian penting dalam mendorong terlaksananya program yang sesuai dengan kebutuhan warga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada CSR PT Semen Padang, kemudian kepada tokoh-tokoh masyarakat dan seluruh mitra yang terlibat dalam program ini,” ungkap Betty.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah kelurahan, Forum Nagari, masyarakat, dan mitra pendukung diperlukan agar program pemberdayaan dapat berjalan dengan baik. Dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas dan keterampilan yang diperoleh secara optimal.

Staf TJSL PT Semen Padang Nurwan mengatakan bahwa pelatihan satpam memiliki potensi untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat. Hal itu sejalan dengan keberadaan sejumlah gudang di sepanjang kawasan Pampangan yang berpotensi membutuhkan tenaga pengamanan.

Nurwan melanjutkan, terkait dukungan sarana olahraga bola voli di RW 09 Kelurahan Pampangan, fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai wadah untuk mengembangkan minat dan bakat, khususnya bagi generasi muda.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan bahwa Program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional. Dukungan TJSL tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga pada penguatan kapasitas, pengembangan potensi lokal, serta penciptaan peluang yang dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.

“Sebagai bagian dari masyarakat, PT Semen Padang memiliki tanggung jawab untuk tumbuh bersama lingkungan sosial tempat perusahaan berada. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Seperti diketahui, Forum Nagari merupakan wadah perhimpunan lembaga-lembaga sosial ekonomi masyarakat, Kerapatan Adat Nagari, dan pemangku kepentingan yang pembentukannya diprakarsai PT Semen Padang melalui kesepakatan deklarasi di Bukittinggi pada 31 Januari 2015.

Sebagai informasi, Forum Nagari merupakan wadah kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merencanakan serta menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Pembentukannya diprakarsai PT Semen Padang melalui deklarasi bersama di Bukittinggi pada 31 Januari 2015. Melalui forum ini, berbagai potensi dan sumber daya masyarakat diharapkan dapat dikelola secara sinergis untuk mendukung pelaksanaan Program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) secara berkelanjutan.

Padang, Lintasmedia News- Kritik terhadap kepolisian merupakan bagian dari kontrol publik yang perlu mendapat ruang. Sikap itu ditegaskan Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Susmelawati Rosya, saat bersilaturahmi dengan jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, Rabu (21/10/2026).


Dalam pertemuan hangat yang berlangsung di Kantor PWI Sumbar tersebut, Susmelawati menegaskan bahwa Polda Sumbar tidak antikritik. 


Kombes Pol. Susmelawati Rosya mempersilakan insan pers menyampaikan koreksi terhadap kinerja kepolisian, sepanjang kritik itu disampaikan secara santun, konstruktif, dan didukung fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.


Menurutnya, kritik dari media dapat menjadi masukan bagi institusi kepolisian untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun, ia berharap agar pemberitaan tidak memuat penilaian atau tudingan yang tidak memiliki dasar yang jelas.


“Silakan kritik Polda Sumbar. Sampaikan dengan bahasa yang santun dan menggunakan kaidah jurnalistik yang baik. Polda Sumbar bukan antikritik,” ujar Susmelawati.


Kunjungan tersebut, katanya, juga menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi dan menjaga hubungan baik antara Polda Sumbar dengan kalangan wartawan, khususnya yang tergabung dalam organisasi PWI. 


Dia menegaskan, keterbukaan komunikasi dengan media penting untuk mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat.


Susmelawati yang berasal dari Lubuk Basung, Kabupaten Agam, hadir didampingi Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Bidang Humas Polda Sumbar, Kompol Adhi Jais, SH, MH. 


Kedatangan mereka disambut Ketua PWI Sumbar Widya Navies, Sekretaris Firdaus Abie, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sawir Pribadi, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah Romi Delfiano, Ketua SIWO Syaiful Husein, Sekretaris Andri Besman, serta Bendahara SIWO, Science Astra.


Ketua PWI Sumbar Widya Navies menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran Humas Polda Sumbar tersebut.


Menurut Widya, komunikasi yang terjalin antara kepolisian dan organisasi wartawan menjadi salah satu ruang untuk membangun hubungan profesional sekaligus menjaga kualitas kerja jurnalistik.


Widya juga menjelaskan bahwa tidak seluruh wartawan bergabung dengan PWI. Karena itu, ia meminta masyarakat maupun pihak terkait menyampaikan laporan kepadanya apabila menemukan anggota PWI yang diduga melakukan pelanggaran profesi. Jika terbukti, organisasi akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai aturan yang berlaku.


“Kalau ada wartawan yang tergabung dengan PWI melakukan pelanggaran, silakan beri tahu saya. Jika terbukti, kami akan memberikan sanksi tegas,” ujarnya.


Pertemuan itu menjaga hubungan yang baik antara kepolisian dan insan pers. Di satu sisi, media menjalankan fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan kritis dan berimbang. 


Komunikasi yang baik diharapkan mendorong kepolisian semakin terbuka terhadap masukan publik, tanpa mengesampingkan prinsip akurasi, etika jurnalistik, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.(***)

Padang, Lintasmedia News—Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang hingga 16 Oktober 2026 baru mencapai Rp761,61 miliar atau 73,22 persen dari target APBD Perubahan 2026 yang diperkirakan sebesar Rp1,04 triliun. Artinya, masih terdapat sekitar Rp278,53 miliar yang harus dikejar pemerintah daerah hingga akhir tahun.


Kondisi tersebut menjadi perhatian Ketua Komisi II DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra, Rachmad Wijaya. Menurutnya, capaian PAD perlu menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Padang, terutama dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang masih belum memenuhi target.


Dari sejumlah komponen PAD, penerimaan pajak daerah tercatat sebesar Rp589,90 miliar atau 72,06 persen dari target Rp818,60 miliar. Dengan capaian tersebut, masih ada sekitar Rp228,70 miliar penerimaan pajak yang perlu dikejar.


Sementara itu, realisasi retribusi daerah baru mencapai Rp78,16 miliar atau 65,45 persen dari target Rp119,42 miliar. Capaian ini menunjukkan bahwa optimalisasi penerimaan retribusi juga perlu mendapat perhatian serius.


Adapun pendapatan dari lain-lain PAD yang sah telah mencapai Rp66,71 miliar atau 88,96 persen dari target Rp74,99 miliar. Sedangkan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tercatat Rp26,84 miliar atau 98,95 persen dari target Rp27,13 miliar.


Menurut Rachmad, pemerintah daerah perlu memetakan secara jelas sumber pendapatan yang belum optimal, sekaligus memastikan langkah percepatan dilakukan secara terukur. Evaluasi tidak cukup hanya melihat angka realisasi, tetapi juga harus mengidentifikasi kendala di lapangan dan efektivitas kebijakan yang telah dijalankan.


“Dengan sisa waktu hingga akhir 2026, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertanggung jawab terhadap penerimaan PAD diharapkan bekerja lebih maksimal. Langkah tersebut penting agar target pendapatan daerah dapat didekati secara realistis tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku,” kata ketua alumni SMAN 6 Padang. 


Optimalisasi PAD juga menjadi penting untuk memperkuat kapasitas fiskal Kota Padang dalam membiayai program pembangunan dan pelayanan publik. “Karena itu, capaian penerimaan daerah perlu dipantau secara berkala agar kendala dapat segera ditangani,” tegas Rachmad dari Dapil Padang Selatan dan Padang Timue. (*)

PADANG, Lintasmedia News— Atlet binaan Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools tampil gemilang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat (Sumbar) 2026 yang berlangsung di GOR Bermawi, Kota Bukittinggi. Dari sembilan medali emas yang berhasil diraih kontingen pickleball Kota Padang, tiga di antaranya disumbangkan oleh atlet akademi yang berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang tersebut.


Ketiga medali emas itu diraih melalui sejumlah kategori pertandingan. Pada kategori ganda putri, medali emas diraih oleh pasangan Nadia Arista/Aini Dina Ummaroh. Kemudian, pada kategori beregu putra, tim yang diperkuat Jumain, M. Irvan, Devino, Alif Putra Wirahman, dan Wedi Afri berhasil meraih medali emas.


Sementara itu, medali emas ketiga dipersembahkan oleh tim beregu putri yang diperkuat Nadia Arista, Selvi, Aqella, Shachiko, dan Nadhifa Khairunnisa.

Ketua Umum Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools April Chan mengatakan bahwa selain tiga medali emas, atlet binaan akademi tersebut juga berhasil menyumbangkan dua medali perak bagi kontingen pickleball Kota Padang pada ajang Porprov Sumbar yang digelar pada 6–10 Oktober 2026.


Kedua medali perak tersebut, kata April Chan, masing-masing diraih oleh Nadia Arista pada kategori tunggal putri dan pasangan Alif Putra Wirahman/Wedi Afri pada kategori ganda putra.


“Ini sebuah kebanggaan bagi kami di Semen Padang Schools. Apalagi, olahraga pickleball ini baru satu tahun lebih dikembangkan di Semen Padang Schools,” ujar April Chan, Senin (12/10/2026).


Menurut April Chan, yang juga pelatih pickleball Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026, raihan tiga medali emas dan dua perak dari berbagai nomor pertandingan tersebut menjadi bukti bahwa atlet binaan Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools memberikan kontribusi signifikan bagi kontingen pickleball Kota Padang.


Bahkan, lanjutnya, kontribusi tersebut turut mengantarkan kontingen Kota Padang meraih gelar juara umum cabang olahraga pickleball pada Porprov XVI Sumbar 2026.


“Tentunya raihan tiga medali emas dan dua perak ini menjadi pijakan untuk meningkatkan pembinaan, memperluas minat generasi muda terhadap olahraga pickleball di Semen Padang Schools, serta melahirkan atlet-atlet berprestasi pada masa mendatang,” ujarnya.


Selain menorehkan prestasi melalui raihan medali, April Chan juga menyampaikan bahwa Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools mencatatkan sejarah melalui salah seorang atletnya, Abyan Thoriq Alina. Atlet kelahiran 11 November 2013 tersebut, kata dia, tercatat sebagai atlet termuda yang tampil pada Porprov XVI Sumbar 2026. Meski belum berhasil meraih medali, keikutsertaan Abyan menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak akademi.


“Meski belum berhasil meraih prestasi, ini tetap menjadi kebanggaan bagi kami. Karena dari seluruh atlet dan cabang olahraga yang dipertandingkan di Porprov Sumbar, Abyan tercatat sebagai atlet dengan usia paling muda. Ini merupakan kebanggaan sekaligus catatan sejarah bagi kami di Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools,” ungkapnya.


April Chan menjelaskan, olahraga pickleball mulai disosialisasikan di Semen Padang Schools pada Desember 2024, ketika Yayasan Igasar Semen Padang yang menaungi Semen Padang Schools dipimpin oleh Ridwan Muchtar. Sosialisasi itu dilakukan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Pickleball Sumbar dan turut dihadiri oleh Ketua Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang Freedo Syukri.


Setelah sosialisasi tersebut, Semen Padang Schools menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan olahraga pickleball melalui pembentukan akademi dan menjadikan olahraga ini sebagai kegiatan ekstrakurikuler sekolah.


“Bahkan, menurut kami, Semen Padang Schools menjadi satu-satunya sekolah di Kota Padang yang menjadikan pickleball sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler,” pungkas April Chan. (*)

Lintasmedia News- Persoalan banjir yang terus berulang dan menghantui masyarakat Kota Padang, khususnya di wilayah Koto Tangah dan Kuranji, kembali memicu kritik tajam dari kalangan legislatif. Setiap kali hujan deras mengguyur, genangan air dan banjir seolah menjadi pemandangan rutin yang meresahkan warga.


Menanggapi fenomena tahunan ini, Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Gerindra, Manufer Putra Firdaus, pada Ahad, 11 Oktober 2026, melaui sambungan telepon selularnya, secara tegas menyatakan bahwa penanganan yang dilakukan oleh Pemko Padang selama ini belum menunjukkan hasil yang maksimal. Menurutnya, kejadian banjir di titik-titik tertentu selalu sama dari tahun ke tahun tanpa ada solusi yang tuntas.


Manufer menilai, anggaran penanggulangan bencana yang ada sebenarnya sudah berjalan hampir setiap tahun, merujuk pada musibah yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia mempertanyakan efektivitas alokasi dana tersebut karena rasanya anggaran belum menjadi indikator penyelesaian masalah yang komprehensif.


Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra dari dapil Koto Tangah ini mendorong Pemko Padang untuk mengambil langkah yang lebih taktis dengan menggandeng pihak profesional. Jika pemerintah kota merasa kesulitan menyelesaikan persoalan ini sendiri, sudah saatnya berkonsultasi langsung ke pihak pusat atau mendatangkan konsultan perencana yang ahli di bidangnya.


Ia menganalogikan situasi ini seperti orang sakit yang harus segera dibawa ke dokter spesialis yang tepat. Pemerintah Kota Padang diminta untuk tidak ragu melibatkan tenaga ahli tata ruang dan perencana banjir profesional agar master plan penataan kota dan drainase bisa dirumuskan secara jelas dan jitu.


Selain masalah infrastruktur drainase, Manufer juga menyoroti aspirasi masyarakat terkait adanya rel kereta api di sekitar lokasi banjir yang diduga turut menjadi salah satu pemicu hambatan aliran air. Ia menyarankan agar Pemko Padang segera berkoordinasi secara intensif dengan PT KAI untuk mencari solusi terbaik atas kendala tersebut.


Tidak hanya kerugian material dan fisik, dampak banjir berulang ini juga dirasakan sangat berat oleh para pelaku UMKM dan sektor kuliner di kawasan Koto Tangah. Padahal, wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu pusat sentra kuliner favorit di Kota Padang yang kerap dikunjungi warga pada akhir pekan.


Manufer menegaskan bahwa penanganan bencana harus diprioritaskan terlebih dahulu di tengah keterbatasan anggaran saat ini. Walaupun program-program pembangunan lain seperti sektor pariwisata penting, keselamatan serta kenyamanan warga di kawasan rawan banjir harus ditempatkan di urutan paling atas.


Ia juga mengingatkan agar Pemko Padang benar-benar menjadikan evaluasi tahunan ini sebagai catatan penting dalam merancang kebijakan. Skala prioritas anggaran harus difokuskan secara merata, mulai dari hulu ke hilir, termasuk perbaikan infrastruktur di aliran sungai yang menjadi langganan banjir.


Sebagai wakil rakyat, Manufer bersama jajaran DPRD Kota Padang memastikan akan terus mengawal dan mendesak pemerintah agar alokasi dana penanganan darurat benar-benar tepat sasaran. Pihaknya optimistis jika koordinasi lintas instansi antara Pemko, Pemprov, dan pemerintah pusat berjalan solid, masalah menahun ini perlahan bisa diurai.


Ia berharap Pemko Padang tidak tinggal diam dan segera bergerak cepat merumuskan master plan mitigasi banjir yang komprehensif. Masyarakat Kota Padang, khususnya di daerah pemilihan Padang I, tentu mendambakan tindakan nyata agar wilayah mereka terbebas dari ancaman banjir setiap kali musim hujan tiba. (*)


Pewarta: Zamri Yahya, WU

PADANG, Lintasmedia News- Rencana rehabilitasi Musala Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mendapatkan perhatian publik. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang turut memberikan pandangannya terkait pengalokasian dana tersebut.


Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Padang, Rafdi, menegaskan bahwa perbaikan fasilitas keagamaan pada dasarnya merupakan langkah yang sangat positif. Menurutnya, selama memenuhi aturan hukum yang berlaku, rencana tersebut patut didukung penuh.


"Sepanjang keberadaan fasilitas tersebut membawa kemanfaatan bagi masyarakat luas dan prosesnya sesuai aturan, tentu kita akan selalu mendukungnya," ujar Rafdi saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2026).


Rafdi menjelaskan, keberadaan musala di lingkungan PWI Sumbar tidak hanya diperuntukkan bagi para wartawan yang bertugas, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum di sekitar kawasan.


Menurutnya, sarana ibadah yang representatif akan mempermudah siapa saja yang ingin menunaikan kewajiban sholat di tengah aktivitas harian. Hal ini menjadikan keberadaan musala tersebut memiliki nilai sosial dan keagamaan yang tinggi.


Namun, ia menguraikan bahwa pelaksanaan suatu program kerja atau bantuan pemerintah pada dasarnya hanya membutuhkan dua tolok ukur utama yang harus dipenuhi secara transparan.


"Prinsipnya sederhana, pertama ada regulasi atau aturan yang membolehkan, dan kedua ketersediaan anggarannya sah. Jika kedua hal tersebut terpenuhi, maka tidak ada alasan untuk menghambat program kebaikan bagi masyarakat," tegasnya.


Ia berharap proses rehabilitasi musala tersebut dapat berjalan lancar sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga fasilitas ibadah tersebut bisa segera dimanfaatkan secara optimal oleh para jurnalis maupun masyarakat luas. (*) 



Lintasmedia News- Ketika warga Kabupaten Solok masih berjuang melewati masa sulit setelah diterjang galodo dan banjir bandang, perhatian dari Kota Padang datang dalam bentuk bantuan nyata. Atas instruksi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang melalui Sekretaris Daerah, bantuan logistik segera dihimpun dan dikirim ke Posko Utama Aro Suka, Kamis (24/9/2026).

Kepala Dinas Sosial Kota Padang Eri Sendjaya mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak bencana. Pemko Padang tidak ingin bantuan hanya berhenti sebagai wacana, tetapi berupaya mengirim kebutuhan yang memang diperlukan warga di lapangan.

"Atas perintah Bapak Wali Kota yang disampaikan langsung melalui Pak Sekda kepada kami, maka kami menggalang komunikasi dengan beberapa instansi untuk persiapan memberikan bantuan logistik kepada saudara-saudara kita di Kabupaten Solok," kata Eri.


Koordinasi dilakukan dengan Dinas Sosial Kabupaten Solok untuk mengetahui kebutuhan warga. Dari hasil koordinasi itu, bantuan difokuskan pada kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar, terutama bagi anak-anak dan kaum ibu. Karena berada dalam situasi bencana, kebutuhan yang biasanya sederhana pun menjadi sangat penting.

Pampers dan pembalut termasuk di antara logistik yang dikirim. Sebanyak enam dus pampers dan dua dus pembalut disalurkan bersama berbagai makanan, seperti 20 dus Indomie, 45 dus roti, tiga dus Roti Biskuit Roma Sandwich, dua dus Roma Kelapa, empat dus biskuit Gabin, serta empat dus Pop Mie.


Pemko Padang juga mengirimkan gula pasir sebanyak 70 kilogram, kopi 40 kilogram, empat bungkus minyak goreng, serta sejumlah bahan pangan lainnya. Bantuan tersebut disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama masa penanganan darurat bencana galodo Kabupaten Solok.


Namun, dari seluruh logistik yang dibawa, air mineral menjadi perhatian khusus. Sebanyak 200 dus air mineral dikirim ke lokasi karena masyarakat terdampak menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Dalam situasi pascabanjir bandang, ketersediaan air menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.


Rombongan Pemko Padang berangkat menuju Posko Utama Aro Suka selepas salat Maghrib dan disambut jajaran pimpinan daerah Kabupaten Solok. Bantuan kemudian diserahkan secara resmi berdasarkan Berita Acara Serah Terima Barang Bantuan Logistik Bencana Alam Nomor /Dinsos/2026 tanggal 24 September 2026. Bupati Solok menyampaikan apresiasi dan salam penghormatan kepada Wali Kota Padang atas dukungan yang diberikan.


Melalui Eri Sendjaya, Wali Kota Padang menitipkan pesan agar masyarakat Kabupaten Solok tetap tegar dan bersatu menghadapi bencana. "Kota Padang siap membantu, dan menyampaikan rasa prihatin terhadap musibah yang terjadi di Kabupaten Solok," ujarnya. Di tengah kepedihan akibat galodo dan banjir bandang, bantuan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian antardaerah dapat hadir dalam bentuk yang paling dibutuhkan: pangan, air, perlengkapan dasar, dan uluran tangan kemanusiaan. (***) 

PADANG, Lintasmedia News– Tim inovasi SEPABLOCK PT Semen Padang berjaya di Bangkok. Hal ini ditandai dengan keberhasilan meraih predikat Excellent pada ajang International Quality & Productivity Convention (IQPC) yang berlangsung di Bangkok, Thailand, 14–17 September 2026. Capaian tersebut menjadi bagian dari target yang telah ditetapkan perusahaan sekaligus menegaskan komitmen PT Semen Padang dalam mendorong budaya inovasi dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan perusahaan.


Pada ajang internasional tersebut, Tim SEPABLOCK mempresentasikan inovasi berjudul “Inovasi Produk Hilir PT Semen Padang untuk Alternatif Revenue dan Mewujudkan Pembangunan Rumah Cepat, Murah, Berkualitas, serta Ramah Lingkungan.”


Inovasi tersebut mengangkat pengembangan SEPABLOCK sebagai produk hilir berbasis material konstruksi yang tidak hanya memiliki nilai tambah dari sisi produk, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan rumah yang lebih cepat, efisien, berkualitas, dan memperhatikan aspek lingkungan.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino di Padang, Kamis (17/9/2026), mengatakan, pencapaian predikat yang diraih Tim SEPABLOCK tersebut merupakan berkah luar biasa yang patut disyukuri. "Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh tim serta semua pihak yang berkontribusi," ujarnya.

Win menambahkan bahwa prestasi ini membuktikan bahwa inovasi hilirisasi PT Semen Padang tidak hanya relevan dengan kebutuhan pembangunan yang efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga diakui secara internasional. "Capaian ini menjadi pemacu bagi kami untuk terus berinovasi memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan industri," katanya.


Anggota Tim SEPABLOCK Darwas, yang mewakili Ketua Tim Akhrilman dan Sekretaris Junaidi, menyampaikan prestasi ini merupakan buah dari kerja keras dan kekompakan seluruh anggota tim, dukungan perusahaan, dan seluruh insan PT Semen Padang.


Capaian ini, katanya, sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Keikutsertaan dalam IQPC tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi tim untuk membawa inovasi PT Semen Padang ke panggung internasional.


Untuk dapat tampil pada ajang IQPC, perjalanan Tim SEPABLOCK sebelumnya telah melalui serangkaian tahapan kompetisi inovasi. Tim tersebut meraih penghargaan Platinum pada Semen Padang Improvement Event (SPIE) dan Diamond pada Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) 2025. Bagi tim, capaian pada kedua ajang tersebut menjadi pijakan penting untuk melangkah ke kompetisi internasional. Capaian dari kedua ajang itu menjadi jalan bagi tim untuk tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik pada IQPC ini.


SEPABLOCK merupakan produk bata interlock yang dikembangkan untuk mendukung proses pembangunan rumah dengan waktu pengerjaan dan penggunaan material yang lebih efisien dibandingkan metode konstruksi konvensional.


Produk tersebut dirancang dengan sistem interlock atau saling mengunci antarbata. Sistem itu membuat proses pemasangan menjadi lebih praktis karena setiap unit SEPABLOCK dapat tersusun secara presisi.


Inovasi produk turunan SEPABLOCK ini dipastikan menjadi nilai tambah bagi PT Semen Padang. Apalagi, produk ini sudah diaplikasikan di berbagai wilayah, tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi juga sudah diaplikasikan di Ibu Kota Negara (IKN) di Pulau Kalimantan.


SEPABLOCK dikembangkan sebagai salah satu alternatif material konstruksi yang menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan penggunaan bata merah konvensional.


Dari sisi bentuk, SEPABLOCK memiliki tingkat presisi yang mendukung proses pemasangan lebih cepat. Sistem interlock membuat setiap bata dapat saling mengunci sehingga pekerjaan konstruksi menjadi lebih praktis dan efisien.


SEPABLOCK berbeda dengan bata merah. SEPABLOCK memiliki bentuk yang presisi, pemasangan lebih cepat, hasilnya estetik, dan mampu menekan biaya pembangunan hingga 10 persen.


Efisiensi tersebut menjadi salah satu nilai tambah yang ditawarkan SEPABLOCK di tengah kebutuhan pembangunan yang semakin menuntut kecepatan pengerjaan, efisiensi penggunaan material, sekaligus pengendalian biaya.


Efisiensi inilah yang membuat SEPABLOCK menjadi pilihan tepat di tengah tuntutan pembangunan yang serba cepat dan hemat biaya.


Salah satu keunggulan SEPABLOCK terlihat dari efisiensi waktu pembangunan. Untuk pembangunan rumah tipe 36, konstruksi menggunakan SEPABLOCK dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga minggu.


Dalam pembangunan rumah tipe tersebut, kebutuhan material diperkirakan sekitar 4.000 keping SEPABLOCK, 35 zak semen, dan 60 batang besi berukuran 10 milimeter.


Selain mempercepat proses pembangunan, bentuk SEPABLOCK yang presisi juga memberikan nilai tambah dari sisi estetika. Susunan bata menghasilkan permukaan dinding yang lebih rapi sehingga dalam konsep bangunan tertentu, dinding dapat ditampilkan tanpa harus menggunakan lapisan plester.


Karakteristik tersebut memberikan fleksibilitas dalam desain sekaligus berpotensi mengurangi tahapan pekerjaan konstruksi.


SEPABLOCK juga memiliki rongga pada bagian tertentu yang tidak hanya menjadi bagian dari desain produk, tetapi turut mendukung karakteristik termal bangunan. Rongga tersebut membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam ruangan sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi penghuni.


Tidak hanya mengedepankan kecepatan dan efisiensi biaya, pengembangan SEPABLOCK juga memperhatikan aspek lingkungan. Berbeda dengan bata merah yang melalui proses pembakaran, SEPABLOCK diproduksi tanpa proses pembakaran. Karakteristik tersebut menjadi salah satu keunggulan dari sisi lingkungan karena proses produksinya tidak memerlukan tahapan pembakaran sebagaimana pada pembuatan bata merah.


Aspek ramah gempa juga menjadi perhatian dalam pengembangan SEPABLOCK, khususnya karena produk ini dikembangkan untuk dapat diaplikasikan di wilayah yang memiliki risiko kegempaan, termasuk Sumatera Barat. SEPABLOCK telah melalui cyclic atau lateral load test Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pengujian tersebut menjadi salah satu bagian penting untuk melihat respons material konstruksi terhadap beban lateral. (*)

LINTASMEDIA NEWS- Pemerintah Kota Padang mulai menggeber langkah revitalisasi kawasan Kota Tua. Tak ingin kawasan bersejarah itu sekadar menjadi jejak masa lalu, Pemko Padang kini mempercepat pemetaan dan identifikasi seluruh bangunan yang berada di kawasan tersebut.

Langkah itu menjadi perhatian serius karena revitalisasi tidak hanya menyangkut perbaikan fisik bangunan. Pemko Padang juga akan mengurai kondisi setiap bangunan, status kepemilikan, pemanfaatan, hingga nilai sejarah yang melekat pada masing-masing persil.


Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan percepatan pendataan menjadi kunci sebelum revitalisasi kawasan benar-benar dijalankan. Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin rapat pembahasan revitalisasi kawasan Kota Tua di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (18/9/2026).


“Saya ingin proses ini dipercepat dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Setelah semuanya jelas, proses revitalisasi dapat segera dilakukan,” tegas Fadly Amran dalam rapat tersebut.


Menurut Fadly, pendataan harus dilakukan secara rinci agar pemerintah memiliki gambaran utuh mengenai kondisi kawasan. Identifikasi tersebut mencakup kondisi bangunan, kepemilikan, pemanfaatan, serta nilai sejarah yang dimiliki setiap bangunan.


Ia menekankan, bangunan yang memiliki nilai sejarah dan masuk kategori cagar budaya tidak boleh diperlakukan semata-mata sebagai objek pembangunan. Karakter sejarah dan nilai budaya kawasan harus tetap dipertahankan dalam setiap tahapan revitalisasi.


Namun, revitalisasi Kota Tua tidak diarahkan hanya untuk menyelamatkan bangunan lama. Fadly ingin kawasan tersebut kembali hidup sebagai ruang aktivitas masyarakat, sekaligus membuka peluang baru bagi tumbuhnya sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.


“Revitalisasi ini diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di kawasan yang sarat nilai sejarah dan budaya. Ini merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang,” ujarnya.


Fadly juga melihat potensi besar Kota Tua dari sisi gastronomi. Menurutnya, kekuatan Padang tidak hanya berada pada warisan arsitektur dan sejarah, tetapi juga pada identitas kuliner yang telah dikenal luas dan memiliki keragaman yang kuat.


Karena itu, pengembangan gastronomi dinilai perlu berjalan beriringan dengan rebranding kawasan. Fadly menginginkan identitas yang dibangun tetap autentik, sekaligus didukung tata kelola profesional dan kolaborasi lintas sektor agar posisi Padang sebagai bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO bidang gastronomi semakin kuat.


“Kita ingin kawasan Kota Tua kembali menjadi ruang publik yang hidup, tempat tumbuhnya usaha kreatif, serta pembelajaran sejarah, dan wisata kuliner lokal,” kata Fadly.


Dalam rapat tersebut turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Camat Padang Barat Diko Riva Utama, Camat Padang Selatan Wilman Muchtar, Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta Joni Wongso, jajaran Pengurus Pengelola Kota Tua, Ketua Pokdarwis Cagar Budaya Kota Tua Batang Arau Tommy Jhonlie, serta Ketua Pokdarwis Kota Tua Kampung Pondok Hongky Victor. Pemko Padang menyatakan siap menjadi fasilitator agar revitalisasi Kota Tua tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, melainkan berkembang menjadi gerakan sosial dan ekonomi yang menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut. (***)

LINTASMEDIA NEWS– Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang Tahun Anggaran 2027 resmi masuk ke meja DPRD Kota Padang. Pemerintah Kota Padang menyampaikan Ranperda tentang APBD 2027 dalam rapat paripurna DPRD Kota Padang, Senin (14/9/2026). 

Penyampaian Ranperda APBD 2027 tersebut menjadi tahapan penting sebelum arah kebijakan anggaran Kota Padang untuk tahun mendatang dibahas lebih mendalam antara pemerintah daerah dan DPRD.

Rapat paripurna digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang dan dipimpin Ketua DPRD Kota Padang Muharlion didampingi Wakil Ketua Mastilizal Aye, Osman Ayub, dan Jupri. Sedangkan dari Pemko hadir Wali Kota Padang Fadly Amran, Sekda, Asisten I, Kepala Inspektorat, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, camat, pimpinan BUMD, BUMN, perbankan, tokoh masyarakat, pimpinan partai politik, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, serta wartawan.


"Agenda ini digelar menindaklanjuti surat Wali Kota Padang Nomor 900.1/641/BPKAD-PDG/2026 tentang penyampaian Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027. DPRD Kota Padang kemudian menindaklanjutinya sesuai jadwal kegiatan DPRD yang telah ditetapkan melalui rapat Badan Musyawarah pada 31 Agustus 2026," kata Muharlion. 


Dalam rapat tersebut, setelah agenda dibuka secara resmi oleh Muharlion, DPRD Kota Padang memberikan kesempatan kepada Wali Kota Padang untuk menyampaikan secara resmi Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun 2027. Penyampaian itu menjadi pintu masuk pembahasan anggaran daerah untuk tahun berikutnya.



Belanja Operasi Rp2,64 Triliun 


Dalam RAPBD 2027 yang disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran, Pemko Padang menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,15 triliun. Sementara pendapatan transfer diproyeksikan mencapai Rp1,57 triliun, terdiri dari transfer pemerintah pusat Rp1,45 triliun dan transfer antar daerah Rp116,1 miliar. Struktur pendapatan ini menunjukkan bahwa selain menggenjot PAD, Kota Padang masih sangat bergantung pada dukungan transfer dalam membiayai pembangunan daerah.


Di sisi belanja, angka yang disiapkan mencapai Rp2,81 triliun. Namun, komposisinya menjadi perhatian karena Rp2,64 triliun atau sebagian besar anggaran dialokasikan untuk belanja operasi. Sementara belanja modal hanya Rp168,2 miliar dan belanja tidak terduga Rp7 miliar. Besarnya dominasi belanja operasi membuat efektivitas penggunaan anggaran dan manfaat langsungnya bagi masyarakat menjadi salah satu hal yang layak dikawal dalam pembahasan DPRD.


RAPBD 2027 juga mencatat defisit Rp90,38 miliar. Pemko Padang merencanakan defisit tersebut ditutup melalui pembiayaan netto sebesar Rp90,38 miliar, dengan penerimaan pembiayaan Rp94,02 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp3,63 miliar. Dengan skema tersebut, postur RAPBD 2027 dinyatakan berimbang.


Fadly menyebut penyusunan APBD 2027 mengedepankan prinsip money follows program dan penganggaran berbasis hasil (outcome-oriented budgeting). Setiap alokasi anggaran dituntut memiliki tolok ukur dampak yang jelas serta diarahkan untuk memenuhi hak dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan belanja juga memperhatikan mandatory spending, antara lain untuk fungsi pendidikan, kesehatan dan infrastruktur pelayanan publik.


Arah pembangunan Kota Padang 2027 mengusung tema “Penguatan Pondasi Transformasi sebagai Kota Jasa Terkemuka yang Inklusif dan Berkelanjutan.” Fokusnya meliputi peningkatan daya tarik pariwisata, produktivitas industri kreatif, akselerasi Smart City dan Kota Sehat, serta penyelarasan dengan RPJMD 2025–2029. RAPBD tersebut disusun berdasarkan kesepakatan KUA dan PPAS 2027 yang telah disepakati bersama pada 31 Agustus 2026.


Setelah disampaikan secara resmi oleh Wali Kota, RAPBD 2027 selanjutnya akan dibahas dan disempurnakan bersama DPRD Kota Padang sesuai tahapan yang berlaku. Dengan nilai belanja mencapai Rp2,81 triliun, pertaruhannya kini bukan sekadar bagaimana anggaran disahkan, tetapi seberapa jauh uang rakyat tersebut benar-benar berubah menjadi pembangunan, pelayanan publik dan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat Kota Padang.


Dikatakan Muharlion, penyampaian Ranperda baru merupakan awal dari proses. Setelah pemerintah daerah menyerahkan rancangan anggaran, DPRD memiliki tahapan lanjutan untuk membahas substansi APBD 2027 sebelum nantinya ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.


Artinya, ujarnya lagi, sorotan publik kini tidak hanya tertuju pada besarnya anggaran, tetapi juga pada ke mana uang daerah akan diarahkan. Program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, penguatan ekonomi dan berbagai kebutuhan strategis Kota Padang tentu akan menjadi bagian penting yang patut dikawal dalam pembahasan APBD 2027. (***)

Padang, Lintasmedia News — Polresta Padang kembali memperketat pengamanan malam demi menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Langkah preventif ini diwujudkan melalui intensifikasi patroli rutin yang menyasar berbagai titik rawan di seluruh wilayah hukum Kota Padang. (13.09.26)


Operasi pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Dantimsus sekaligus Kepala Tim 1 Patroli Presisi, Ipda Ryan, bersama kekuatan Pleton 1. Kehadiran aparat di lapangan difokuskan untuk merespons keresahan publik terhadap aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong yang kerap mengganggu kenyamanan warga.


Kapolresta Padang, Kombes Pol. Apri Wibowo, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan patroli ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Upaya tersebut dirancang secara konsisten guna memberikan jaminan rasa aman dan nyaman bagi warga yang beristirahat maupun beraktivitas pada malam hari.


Aksi penertiban ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang proaktif memberikan informasi melalui layanan darurat Command Centre 110. Laporan cepat dari warga tersebut langsung ditindak lanjuti oleh Tim 1 Patroli Presisi untuk bergerak sigap ke lokasi sasaran di berbagai ruas jalan protokol Kota Padang.


Dalam operasi penertiban yang digelar Pleton 1, petugas berhasil mengamankan sebanyak lima unit kendaraan roda dua. Kendaraan-kendaraan tersebut kedapatan menggunakan spesifikasi tidak standar, termasuk knalpot brong yang memekakkan telinga, serta terindikasi kuat akan digunakan untuk aksi balap liar.


Seluruh barang bukti sepeda motor langsung digelandang ke Markas Komando (Mako) Polresta Padang untuk menjalani proses pendataan dan penilangan lebih lanjut. Langkah tegas ini diambil agar para pelanggar jera dan tidak mengulangi perbuatan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.


Ipda Ryan menjelaskan bahwa kegiatan patroli presisi ini akan terus ditingkatkan intensitasnya dari waktu ke waktu. Pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi kelompok remaja atau pengendara yang nekat melakukan aksi balap liar dan merusak ketenangan malam di Kota Padang.


Keberhasilan penertiban ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pemilik kendaraan agar senantiasa mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku. Kesadaran berlalu lintas dinilai menjadi kunci utama dalam menekan angka kecelakaan sekaligus menjaga ketertiban umum di ruang publik.


Polresta Padang mengimbau para orang tua agar lebih ketat mengawasi pergaulan dan aktivitas anak remaja mereka, khususnya pada malam hari. Pengawasan keluarga sangat krusial untuk mencegah generasi muda terlibat dalam aksi kenalan jalanan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.


Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk gangguan keamanan melalui saluran resmi kepolisian yang tersedia. Sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum dan warga diyakini mampu menjadikan Kota Padang sebagai kawasan yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua.

LINTASMEDIA NEWS| Jembatan Sungai Jirak di Kelurahan Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat, kini telah selesai dibangun 100 persen dan resmi dibuka untuk dilalui masyarakat. Jembatan yang menjadi akses penting warga tersebut sebenarnya telah rampung sejak sekitar dua minggu lalu dan baru dibuka untuk penggunaan masyarakat pada Jumat, 11 September 2026.


Dibukanya Jembatan Sungai Jirak langsung membawa kemudahan bagi masyarakat. Akses yang menghubungkan RW 09 RT 01 menuju kawasan RW 03 dan RW 01 Kelurahan Pampangan Nan XX kini kembali lancar dan sudah dapat digunakan warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari.


Pembangunan Jembatan Sungai Jirak merupakan kerja bersama TNI AD dengan dukungan pemerintah dan masyarakat. Kehadiran personel TNI AD dalam proses pembangunan mendapat apresiasi dari warga karena jembatan tersebut memiliki arti penting bagi kelancaran mobilitas masyarakat.


Tokoh masyarakat setempat, Pak Zul, mantan jurnalis Harian Semangat dan Lintas Media, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas rampungnya pembangunan Jembatan Sungai Jirak serta dibukanya kembali akses bagi masyarakat.


“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada TNI AD. Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat dan sekarang warga sudah kembali bisa melintas dengan lancar,” ujar Pak Zul.


Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut menjadi perhatian yang sangat berarti bagi masyarakat Pampangan Nan XX. “Kami melihat langsung bagaimana kepedulian TNI terhadap kebutuhan warga. Sekarang akses sudah terbuka, tentu ini sangat membantu aktivitas masyarakat setiap hari,” tambah Pak Zul dengan penuh apresiasi.


Sementara itu, Davit Efendi, Sekretaris RW 03 yang juga Ketua IKW RI, mengatakan rampungnya pembangunan Jembatan Sungai Jirak menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat, khususnya warga di RW 09, RW 03 dan RW 01 yang menggunakan jalur tersebut.


“Alhamdulillah, jembatan sudah selesai 100 persen dan sekarang sudah dibuka untuk warga. Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI AD dan seluruh pihak yang telah bekerja sehingga akses masyarakat kembali lancar,” ungkap Davit Efendi.


Davit menambahkan, keberadaan Jembatan Sungai Jirak sangat penting dalam menunjang hubungan antarlingkungan dan aktivitas masyarakat. Dengan akses yang telah kembali normal, warga kini dapat melintas dengan lebih mudah dibanding sebelumnya.


Apresiasi juga datang dari Fikra, salah seorang warga yang turut merasakan langsung manfaat dibukanya Jembatan Sungai Jirak. Ia menyebut masyarakat sangat bersyukur karena akses yang dinantikan kini sudah dapat digunakan.


“Kami senang sekali jembatan sudah dibuka dan sudah bisa dilalui. Sekarang perjalanan warga kembali lancar. Terima kasih kepada TNI AD yang telah membantu masyarakat kami,” ujar Fikra.


Rampungnya pembangunan Jembatan Sungai Jirak dan dibukanya akses bagi masyarakat menjadi wujud nyata kebersamaan antara TNI AD, pemerintah dan rakyat. Infrastruktur yang telah selesai tersebut diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Pampangan Nan XX dan sekitarnya, sejalan dengan semangat TNI hadir untuk rakyat, mengabdi untuk negeri.


Katim RMO Group | Wyndoee

 

LINTASMEDIA NEWS- Pemerintah Kota Padang melalui Tim Penggerak (TP) PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang menerima kunjungan delegasi KPJ Healthcare University Malaysia dalam rangka Program Keterlibatan Masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Jumat (11/9/2026).

Ketua TP PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, menyambut baik program yang melibatkan mahasiswa KPJ Healthcare University tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai penting karena menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di tengah masyarakat sekaligus mengenal berbagai potensi yang dimiliki Kota Padang.


Dian menjelaskan, kegiatan tersebut berfokus pada kolaborasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam kesempatan itu, TP PKK Kota Padang memaparkan 10 Program Pokok PKK, sementara DWP Kota Padang memperkenalkan peran strategisnya dalam mendukung peningkatan kualitas keluarga dan masyarakat.


“PKK mempunyai peran yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pemberdayaan perempuan dan anak, pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan keluarga. Kami berharap pertemuan ini bukan sekadar tempat untuk memberi ilmu, tetapi benar-benar menjadi ruang untuk saling belajar,” ujar Dian.


Ia juga mengajak para delegasi Malaysia untuk mengenal lebih dekat masyarakat, kuliner, serta adat dan budaya Minangkabau. Dian bahkan menyarankan para mahasiswa untuk mencicipi rendang khas Kota Padang sebelum kembali ke Malaysia. Ia berharap kunjungan ini menjadi awal hubungan baik dan membuka peluang kerja sama maupun pertukaran pengalaman antara Kota Padang dan KPJ Healthcare University.


Executive and Programme Advisor Department Student Affairs KPJ Healthcare University, Nur Aryanni Binti Abdul Manaf, mengatakan program tersebut bertujuan memberikan pengalaman dan pembelajaran kepada mahasiswa di luar ruang kuliah. Selain berinteraksi dengan masyarakat, mahasiswa juga diharapkan dapat berbagi pengetahuan serta pengalaman selama mengikuti kegiatan. “Semoga ini meningkatkan semangat belajar dan bekerja sama, serta mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan,” katanya.


Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumbar, Darmawi, turut menyambut kedatangan delegasi KPJ Healthcare University. Ia menyebut Kota Padang memiliki daya tarik melalui kuliner, keindahan alam, dan kekayaan budaya. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga membuka peluang hubungan berkelanjutan antara Kota Padang dan Malaysia melalui sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta pariwisata. (***)

 

Padang, Lintasmedia News— Tim Khusus (Timsus) Alfa Polresta Padang mengamankan seorang pemuda berinisial D (21) yang diduga membawa senjata tajam saat petugas melakukan patroli kota di kawasan Jembatan Siti Nurbaya, Kota Padang, Kamis (10/9/2026). 


Komandan Tim Timsus Alfa, Ipda Fiki Indra Gani, S.H., mengatakan petugas mendatangi lokasi dan menemukan D sedang duduk bersama dua orang rekannya. 


Saat dilakukan pemeriksaan, D diduga berada di bawah pengaruh alkohol. 


“Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu senjata tajam jenis karambit yang diduga dibawa oleh yang bersangkutan,” ujar Ipda Fiki Indra Gani. 


Selanjutnya, D dibawa ke Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut terkait kepemilikan senjata tajam tersebut. 


Dalam kegiatan patroli yang sama, Timsus Alfa Polresta Padang juga mengamankan lima unit sepeda motor yang menggunakan knalpot brong. 


Ipda Fiki mengatakan kegiatan patroli dan penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polresta Padang.


 PADANG, Lintasmedia News— Wali Kota Padang Fadly Amran menjadi salah satu pembicara pada event Ideafest 2026, Sabtu 5 Agustus 2026 di JICC Jakarta.


Kegiatan yang diikuti para Penggiat Ekonomi Kreatif itu mengangkat tema “Can Indonesian Food Become a Global Cuisine ?”


Fadly Amran menjelaskan bahwa keragaman kekayaan kuliner dan gastronomi Indonesia sudah semestinya menjadi kekuatan Indonesia di panggung global, tanpa harus kehilangan identitas dan nilai otentiknya.


Di hadapan ratusan audience Ideafest 2026, Fadly Amran menyampaikan Kota Padang sudah menunjukkan bahwa kekuatan culinary telah membawa nama Kota Padang hingga ke panggung global.


“Kuliner Padang sudah menunjukan bisa dikenal di panggung dunia tanpa harus kehilangan identitasnya. Kita bisa menemukan Nasi Padang di Eropa, Amerika, Australia, dan mungkin wilayah lainnya,” ungkap Fadly.


Fadly Amran menambahkan saat ini Kota Padang tengah berjuang meraih rekognisi dari Unesco sebagai Kota Kreatif di sektor Gastronomi.


“Saat ini Kota Padang tengah mengupayakan menjadi bagian dari jejaring kota kreatif dunia sebagai kota gastronomi pada Unesco Creative Cities Network (UCCN), harapan kita dengan rekognisi internasional di sektor gastronomi ini akan menarik banyak kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik untuk lebih mengenal Kota Padang secara lebih komprehensif lagi.” pungkasnya. (***)

PADANG, Lintasmedia News– Kebutuhan terhadap tenaga tukang bangunan yang memiliki keterampilan dalam mengaplikasikan material konstruksi lebih ramah gempa seperti Semen Padang Bata Interlock atau SEPABLOCK terus meningkat, seiring dengan pembangunan hunian tetap (huntap) di berbagai wilayah Sumatera Barat.


Menjawab kebutuhan tersebut, PT Semen Padang kembali menggelar Pelatihan Tukang SEPABLOCK bagi para tukang bangunan di Kota Padang. Sebanyak 36 tukang bangunan dari 12 kelurahan di tiga kecamatan, yang terdiri dari Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, dan Pauh, mengikuti pelatihan yang berlangsung selama empat hari, 8–11 September 2026.


Bertempat di Diklat PT Semen Padang, pelatihan tersebut dibuka oleh Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, Selasa (8/9/2026). Acara pembukaan turut dihadiri Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, serta Kepala Unit Produksi Bata Interlock Presisi (BIP) & Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra.


Menghadirkan Guru Besar Departemen Teknik Sipil Universitas Andalas (Unand) Prof. Jafril Tanjung sebagai instruktur pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan teori sekaligus pengetahuan teknis terkait penggunaan dan pemasangan produk SEPABLOCK.


Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris mengatakan, pelatihan tukang SEPABLOCK ini juga mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap keberadaan dan pengembangan profesi tukang bangunan yang memiliki posisi strategis dalam industri bahan bangunan.

“Menurut kami, tukang memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang secara langsung mengaplikasikan berbagai produk konstruksi di lapangan. Makanya, pelatihan tukang SEPABLOCK ini merupakan bentuk kepedulian PT Semen Padang terhadap pengembangan profesi tukang bangunan,” kata Idris.


Bagi PT Semen Padang, lanjutnya, tukang bangunan merupakan salah satu ujung tombak dalam penggunaan produk perusahaan, termasuk SEPABLOCK. Karena keterampilan tukang turut menentukan apakah suatu produk konstruksi dapat diaplikasikan secara tepat dan sesuai dengan ketentuan teknis.


“Untuk itu, kami berharap para tukang terus mendukung penggunaan produk-produk PT Semen Padang di tengah ketatnya persaingan industri semen. Dukungan tersebut tentunya akan berjalan beriringan dengan komitmen perusahaan untuk terus memberdayakan dan meningkatkan kemampuan para tukang,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes mengatakan, pelatihan tukang SEPABLOCK merupakan salah satu wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), terutama pada bidang peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat.


Menurutnya, program CSR PT Semen Padang tidak hanya diarahkan pada bantuan yang bersifat langsung, tetapi juga kegiatan pemberdayaan yang mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.


“Salah satunya diwujudkan melalui program pemberdayaan berupa Pelatihan Tukang SEPABLOCK. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan daya saing para tukang bangunan,” kata Hernes.


Pelatihan kali ini, kata Hernes melanjutkan, merupakan kegiatan kedua yang diselenggarakan Unit CSR PT Semen Padang. Pelatihan pertama dilaksanakan pada 2023 lalu dengan melibatkan 25 peserta. Pada pelaksanaan kedua, jumlah peserta meningkat menjadi 36 orang.


“Selain menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan peluang ekonomi para peserta. Karena tukang yang memiliki kompetensi lebih baik akan mempunyai daya saing lebih tinggi, sekaligus kesempatan lebih luas untuk terlibat dalam berbagai proyek pembangunan,” ujarnya.


Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra menambahkan, pelatihan tukang SEPABLOCK ini semakin relevan dengan kebutuhan pembangunan hunian di Sumatera Barat. Karena selain telah digunakan dalam berbagai proyek konstruksi, SEPABLOCK juga dimanfaatkan untuk membangun huntap bagi masyarakat terdampak bencana.


“Tahun ini terdapat lebih dari 1.000 unit huntap yang dibangun di beberapa daerah di Sumatera Barat. Tentunya, kondisi tersebut akan membuka peluang bagi para tukang yang telah memiliki keterampilan memasang SEPABLOCK untuk terlibat dalam pembangunan tersebut,” kata Yelmi.


Pada kesempatan itu, Yelmi juga mengapresiasi kesediaan Prof. Jafril Tanjung menjadi instruktur dalam pelatihan tukang SEPABLOCK. Prof. Jafril, kata Yelmi, merupakan salah seorang akademisi yang sejak awal mendukung pengembangan produk SEPABLOCK oleh PT Semen Padang.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Jafril yang telah meluangkan waktu untuk memberikan ilmu kepada para peserta. Beliau merupakan sosok yang sejak awal mendukung pengembangan SEPABLOCK yang dilakukan oleh PT Semen Padang,” ujarnya.


Yelmi menjelaskan, program pelatihan tukang SEPABLOCK tidak hanya diberikan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional PT Semen Padang. Pelatihan serupa juga telah digelar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat, serta diperluas ke beberapa wilayah di luar provinsi, termasuk Pulau Jawa dan Ibu Kota Nusantara (IKN).


Perluasan pelatihan tersebut, menurutnya, menunjukkan kebutuhan terhadap tenaga terampil yang mampu mengaplikasikan SEPABLOCK terus berkembang. Oleh sebab itu, para peserta pelatihan ini diharapkan benar-benar menguasai setiap teknik yang diberikan sehingga dapat melakukan pemasangan SEPABLOCK secara tepat di lapangan.


“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta mampu mengaplikasikan SEPABLOCK dengan benar. Keahlian tersebut sangat dibutuhkan sekali di tengah banyaknya SEPABLOCK digunakan untuk pembangunan hunian tetap di beberapa daerah di Sumatera Barat ini. Jadi, ini peluang bagi semua peserta,” kata Yelmi.


Sementara itu, Prof. Jafril Tanjung dalam pemaparannya menyoroti pentingnya penggunaan material dan sistem konstruksi yang sesuai dengan karakteristik Sumatera Barat sebagai salah satu wilayah rawan gempa. Ia mengatakan, pembangunan rumah di daerah rawan gempa harus memperhatikan aspek keselamatan serta ketahanan bangunan terhadap guncangan.


Menurut Prof. Jafril, SEPABLOCK memiliki karakteristik yang sesuai untuk digunakan pada pembangunan rumah di daerah rawan gempa. Salah satu keunggulannya terletak pada metode pemasangan menyerupai susunan lego. Elemen dinding disusun secara presisi dan saling mengunci sehingga dinilai lebih ramah terhadap guncangan gempa.


Ia menjelaskan, berdasarkan investigasi terhadap sejumlah bangunan yang rusak akibat gempa, dinding menjadi salah satu komponen yang paling sering mengalami kerusakan serius hingga ambruk.


“Dari investigasi terhadap kerusakan bangunan akibat gempa, rata-rata dinding rumah menjadi bagian yang ambruk. Karena itu, material dan sistem pemasangan dinding perlu mendapatkan perhatian serius,” ujarnya.


Prof. Jafril menilai inovasi material serta metode pemasangan dinding merupakan aspek penting dalam pembangunan rumah di wilayah rawan gempa.


“Makanya, SEPABLOCK merupakan solusi yang tepat untuk mendukung pembangunan rumah yang ramah terhadap gempa, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan seperti Sumatera Barat,” katanya. (*)

 

LINTASMEDIA NEWS– Upaya mencegah banjir dan banjir bandang di Kota Padang mulai diperkuat dari kawasan hulu. Sebanyak 60.000 pohon ditargetkan ditanam di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji, Kecamatan Kuranji dan Pauh.

Program tersebut ditandai dengan Penanaman Perdana Festival Tanam Hulu di Kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade.


Fadly Amran menegaskan, mitigasi bencana di Kota Padang tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik seperti normalisasi sungai dan bangunan pengendali banjir. Menurutnya, penguatan kawasan hulu melalui penghijauan merupakan bagian penting dari sistem perlindungan Kota Padang dari ancaman bencana hidrometeorologi.


“Dalam perspektif penanggulangan bencana, kita tidak hanya membutuhkan infrastruktur berat, tetapi juga green infrastructure yang tidak kalah pentingnya,” kata Fadly Amran.


Ia mengapresiasi pelaksanaan Festival Tanam Hulu yang dinilai menjadi langkah konkret untuk mengembalikan fungsi kawasan hulu. Penghijauan, kata Fadly, harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di kawasan yang memiliki potensi besar terhadap risiko banjir dan banjir bandang.


Fadly menyebut kawasan Guo, Lambung Bukit dan sejumlah kawasan hulu lainnya perlu terus diperkuat. Sebab, kondisi kawasan hulu memiliki keterkaitan langsung dengan kondisi wilayah hilir ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.


“Tanpa penghijauan kembali kawasan hulu sungai, risiko banjir hingga banjir bandang di Kota Padang akan semakin besar,” tegasnya.


Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan, penanganan bencana tidak cukup hanya dengan melakukan normalisasi sungai. Rehabilitasi kawasan hulu melalui penanaman pohon menjadi langkah penting untuk mengantisipasi bencana berikutnya.


“Normalisasi saja tidak cukup, pohon-pohon ini kita tanam kembali untuk mengantisipasi terjadinya bencana berikutnya. Kita menargetkan penanaman sebanyak 60.000 pohon di Kecamatan Kuranji dan Pauh,” ujar Andre.


Andre juga menyampaikan dukungan melalui dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sejumlah BUMN dengan nilai lebih dari Rp2 miliar. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung rehabilitasi lingkungan di kawasan DAS yang terdampak bencana.


Ketua Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia Hendra Amriz mengatakan, Festival Tanam Hulu merupakan respons atas bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada akhir tahun lalu dan kembali terjadi pada 3 Agustus 2026.


Menurut Hendra, kegiatan tersebut tidak berhenti pada penanaman pohon. Festival Tanam Hulu dirancang sebagai multi event selama sekitar tujuh bulan yang terdiri atas tiga kluster utama, yakni konsolidasi, edukasi dan kompetisi.


“Fokus perdana diarahkan pada hulu DAS Batang Kuranji di Kecamatan Pauh dan Kuranji melalui kompetisi restorasi lahan dan pemulihan tutupan, dengan target 60.000 bibit tanaman hutan,” jelas Hendra.

Program restorasi tersebut nantinya akan dinilai dalam dua tahap. Penilaian pertama dilakukan setelah penanaman, kemudian evaluasi kembali dilakukan tiga bulan setelahnya. Peserta dengan hasil terbaik akan mendapatkan penghargaan dalam agenda Alek Nagari.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Padang Wahyu Hidayat dan Rachmat Wijaya, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, Kalaksa BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, Ketua Pengurus Yayasan Galapagos Lestari Indonesia Romelson Candra, jajaran TNI-Polri serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.


Rangkaian kegiatan juga ditutup dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Padang dan Yayasan Galapagos Indonesia Lestari. Selain itu, dilakukan Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Pertanian Kota Padang dengan Yayasan Galapagos Indonesia Lestari terkait kolaborasi pemanfaatan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) dr. Mohammad Hatta.


Festival Tanam Hulu diharapkan menjadi gerakan bersama untuk memulihkan kawasan hulu DAS Batang Kuranji. Penanaman 60.000 pohon sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kota Padang dalam memperkuat infrastruktur hijau, menjaga fungsi lingkungan dan menekan risiko banjir serta banjir bandang. (***)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.