Articles by "Kota Padang"

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok
Showing posts with label Kota Padang. Show all posts

 



PADANG, Lintasmedia news - Penilaian Padang Rancak Award 2026 sudah memasuki tahapan ketiga. Sebanyak 300 mahasiswa dari Universitas Eka Sakti (UNES) bakal turun ke tengah masyarakat untuk melakukan penilaian. 


Sebelum turun ke tengah masyarakat, 300 mahasiswa lintas fakultas itu mendapat pembekalan dari Tim Penilai Padang Rancak Award 2026. Pembekalan dilakukan selama dua hari, 20-21 April 2026 di Gedung Rektorat dan Fakultas Hukum, UNES. 


"Kita melakukan pembekalan bagi seluruh mahasiswa yang akan menilai, selama dua hari ini kita berikan edukasi teknis penilaian," jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang melalui Kabid Program Pengembangan Komunikasi dan Kemitraan Lingkungan DLH Kota Padang, Fuad Syukri, Selasa (21/4/2026). 



Seluruh mahasiswa antusias mengikuti pembekalan. Selain diedukasi teknis penilaian, mereka juga mendapat pembekalan tentang teknik wawancara dan dokumentasi. 


"Seluruh mahasiswa nantinya akan turun ke 600 RT selama empat hari," jelas Fuad. 


Mahasiswa Unes akan mulai menyambangi setiap RT mulai 22-25 April nanti. Mereka akan dilepas Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Kampus Unes, Rabu (22/4/2026). 


"Peran perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah daerah cukup besar, Padang Rancak Award bukan sekadar kompetisi, melainkan upaya masif memperbaiki kualitas lingkungan, kehadiran akademisi dan mahasiswa UNES sebagai verifikator akan menjaga integritas penilaian ini,” ucap Fuad. 


Sementara itu, Rektor Universitas Ekasakti, Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd didampingi Sekretaris YPTP Dr. Jusmita Weriza, M.Kom menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memastikan penilaian penghargaan kinerja pengelolaan kebersihan, keindahan, dan ketertiban di Kota Padang ini berjalan objektif, transparan, dan berbasis akademis.

"Tentunya kita sangat mendukung program ini, semoga terus berkelanjutan," ujarnya. 


Ketua Panitia, Harry Setia Hadi, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa pembekalan (coaching) ini bertujuan untuk menyamakan persepsi tim verifikator dalam menilai titik-titik lokasi Padang Rancak Award.


​Selain melakukan pembekalan, di kesempatan itu dilakukan penandatanganan Implementation Arrangement (IA) antara DLH kota Padang bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unes dengan dua program studi perwakilan, yakni Program Studi Ilmu Hukum dan Program Studi Administrasi Akuntansi (AAI). ​Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Rektor dan Sekretaris YPTP sebagai bentuk komitmen nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.


Diketahui, Tim Padang Rancak Award 2026 terdiri dari unsur akademisi, jurnalis, serta perwakilan dari beberapa OPD di Pemko Padang. Padang Rancak Award ini merupakan lomba kebersihan lingkungan yang terbilang sukses digelar tahun 2025 lalu. Berkat itu pula agaknya Kota Padang dinobatkan sebagai kota peringkat kedelapanl terbersih di Indonesia. 

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

PT Semen Padang menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Pengabdian kepada Masyarakat yang diinisiasi Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Andalas (Unand), yang dilaksanakan di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Kampung Talang, RT 03 RW 04, Kelurahan Kapalo Koto, Senin (20/4/2026).

Mengusung tema “Penerapan Teknologi Pertanian Regeneratif dan Terintegrasi dalam Model Pemulihan Ekonomi Pascabencana Berbasis Kebun Komunitas”, program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi warga melalui pendekatan pertanian berkelanjutan yang adaptif terhadap keterbatasan lahan.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat ITB, Ramadhani Eka Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari intervensi sebelumnya yang difokuskan pada penyediaan Hunian Sementara dan Layak (Hunsela) atas penugasan dari Kementerian Pendidikan Tinggi. Seiring dengan stabilnya kondisi pascabencana, fokus program kini diarahkan pada penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Setelah fase tanggap darurat dan penyediaan hunian, kini tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan. Kami memilih pendekatan ekonomi berbasis sistem pertanian terpadu, yang tidak hanya produktif tetapi juga ramah lingkungan,” ujar Ramadhani.

Ia menambahkan, program ini tidak berhenti pada pelatihan jangka pendek, melainkan dirancang sebagai pendampingan berkelanjutan hingga November 2026. Selama periode tersebut, tim ITB akan secara aktif memantau perkembangan implementasi di lapangan.

“Pelatihan memang dilaksanakan selama dua hari, namun pendampingan akan terus berjalan. Harapannya, ini dapat menjadi katalis peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam mengelola sumber daya yang ada menjadi nilai ekonomi,” lanjutnya.

Beragam materi pelatihan diberikan kepada warga, mulai dari teknik hidroponik sebagai solusi pertanian di lahan terbatas, budidaya lebah galo-galo (Trigona), hingga distribusi bibit tanaman produktif seperti kelapa dan durian. Konsep yang diusung menekankan bahwa pekarangan rumah dapat dioptimalkan sebagai “kulkas hidup” yang menyediakan kebutuhan pangan secara mandiri.

Ramadhani Eka Putra juga mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas dukungan konkret melalui penyediaan pupuk organik berbasis maggot atau kasgot, yang dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas media tanam sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam mendukung pemulihan masyarakat.

“Sebagai bagian dari ekosistem sosial di Sumatera Barat, PT Semen Padang memiliki tanggung jawab untuk turut serta dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kontribusi kami dalam penguatan kapasitas dan kemandirian warga,” ujarnya.

Senada dengan itu, Staf TJSL PT Semen Padang, Fajar Rahmadoni, menambahkan bahwa dukungan perusahaan tidak hanya terbatas pada bantuan material, tetapi juga bagian dari upaya mendorong praktik pertanian berkelanjutan di tingkat komunitas.

“Kami memberikan bantuan pupuk kasgot yang dihasilkan dari pengolahan limbah organik berbasis maggot. Ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan limbah yang bernilai ekonomis,” jelasnya.

Kepala Departemen Biologi FMIPA Universitas Andalas, Henny Herwina, menekankan pentingnya keberlanjutan aktivitas ekonomi di tengah masyarakat pascabencana.

Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang aplikatif.

“Perekonomian masyarakat harus terus berjalan. Program ini dirancang agar efektif dan mudah diterapkan, mulai dari budidaya galo-galo, peternakan ayam, hingga sistem hidroponik. Kami bersyukur ada kolaborasi yang kuat untuk mendampingi masyarakat,” ungkapnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif selama pelatihan berlangsung. Salah seorang perwakilan warga, Ema, mengaku mendapatkan wawasan baru yang membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga.

“Kami sangat senang karena mendapatkan pengetahuan baru. Harapannya, ini bisa kami kembangkan untuk menambah penghasilan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Selain ITB dan Unand, program ini juga mendapat dukungan dari sejumlah lembaga lainnya, memperkuat pendekatan kolaboratif dalam mendorong pemulihan berbasis komunitas.

Dengan sinergi yang terbangun, kawasan Huntap Kampung Talang diharapkan tidak hanya menjadi simbol relokasi pascabencana, tetapi juga model pengembangan ekonomi mandiri berbasis pertanian regeneratif di wilayah perkotaan.

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 Senyum haru dan rasa syukur terpancar dari wajah Zulkifli (59) dan istrinya, Misniwati (40), saat menerima kunci rumah baru mereka di RT 4 RW 1, Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh.

Rumah yang dibangun melalui program bedah rumah hasil kolaborasi Forum Nagari Kelurahan Koto Lua dan PT Semen Padang itu kini menjadi hunian layak bagi keluarga dengan lima anak tersebut.

Selama hampir satu dekade sejak 2016, pasangan ini bersama anak-anaknya bertahan hidup di rumah panggung dari kayu yang kondisinya memprihatinkan. Lantai rumah sebagian roboh dan atap bocor saat hujan menjadi kondisi yang harus mereka hadapi setiap hari. Keadaan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan seluruh anggota keluarga.

Kini, kondisi itu telah berubah. Rumah lama yang tidak layak huni telah dirobohkan dan digantikan dengan hunian baru yang kokoh dan nyaman, berukuran 6 x 6 meter, menggunakan material Semen Padang Bata Interlock (Sepablock), produk inovasi PT Semen Padang.

Penyerahan kunci dilakukan oleh Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang, Firma Yudi, disaksikan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limau Manis, Zulkifli Dt. Kumayang, serta Ketua Forum Nagari Kelurahan Koto Lua, Nofial.

Ketua Forum Nagari Kelurahan Koto Lua, Nofial, mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya pembangunan rumah tersebut. Ia menyebut proses pembangunan berjalan lancar berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk swadaya masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, pembangunan bedah rumah ini telah selesai dan hari ini diserahkan kepada penerima manfaat. Kami sangat berterima kasih kepada PT Semen Padang atas kepeduliannya. Rumah sebelumnya memang sudah tidak layak huni,” ujarnya.

Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut, mengingat masih ada warga yang tinggal di rumah tidak layak huni.

“Semoga program ini terus berlanjut karena masih ada masyarakat yang membutuhkan. Kita doakan PT Semen Padang semakin maju,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketua KAN Limau Manis, Zulkifli Dt. Kumayang. Ia mengingatkan agar rumah tersebut dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.

“Gunakan dan pelihara rumah ini sebaik mungkin. Mari kita doakan PT Semen Padang terus berkembang agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara itu, Zulkifli selaku penerima manfaat mengaku terharu. Ia menyebut memiliki rumah layak huni sebelumnya hanya menjadi impian karena keterbatasan ekonomi sebagai buruh tani.

“Hari ini kami bisa menempati rumah yang layak, sesuatu yang sebelumnya hanya kami impikan. Terima kasih kepada PT Semen Padang dan semua pihak yang telah membantu,” ucapnya.

Ia menambahkan, dengan penghasilan terbatas, mustahil baginya membangun rumah layak tanpa bantuan pihak lain.

“Sebagai buruh tani, penghasilan kami tidak cukup untuk membangun rumah seperti ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga,” katanya.



Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan program bedah rumah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujar Win.

PT Semen Padang terus mendorong pendekatan pembangunan berbasis pemberdayaan dan kolaborasi dengan masyarakat.

“Kami percaya keberlanjutan perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap program CSR dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya membantu, tetapi juga memperkuat kapasitas dan kemandirian masyarakat,” lanjutnya.

Win juga menekankan inovasi produk seperti Sepablock menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menghadirkan solusi pembangunan yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai sosial tinggi.

“Kami ingin memastikan inovasi yang dihasilkan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 15 April 2026 — Mulyadi Syafi’i tak kuasa menahan haru saat menerima kunci rumah yang diserahkan langsung kepadanya, Rabu (15/4), di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Momen itu menandai berakhirnya 15 tahun kehidupan keluarganya di pondok sawah yang tidak layak huni.

Bantuan rumah tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT Semen Padang yang disalurkan melalui Forum Nagari Kelurahan Limau Manis. Kunci rumah diserahkan oleh Staf TJSL PT Semen Padang, Nurwan, kepada Mulyadi yang didampingi istrinya, Yetti Wilda.

Selama ini, Mulyadi mengandalkan penghasilan dari sektor pertanian, baik menggarap lahan sendiri maupun bekerja sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membesarkan tiga anaknya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada PT Semen Padang dan semua pihak yang telah membantu. Akhirnya kami memiliki rumah yang layak,” ujar Mulyadi.

Rumah tersebut dibangun dengan dana CSR PT Semen Padang sebesar Rp50 juta yang disalurkan melalui Forum Nagari, serta didukung swadaya masyarakat. Dalam pembangunannya, digunakan material inovasi Semen Padang, yakni bata interlock yang dikenal sebagai Sepablock.

Ketua Forum Nagari Kelurahan Limau Manis, Desi Fitria, mengatakan program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam membantu warga kurang mampu.

“Selain dana CSR, pembangunan rumah ini juga mendapat dukungan swadaya masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan kenyamanan bagi penerima,” ujarnya.

Desi menambahkan, program serupa diharapkan terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang terbantu.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limau Manis, Asril Basyir Dt Rajo Intan. Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Senada, Lurah Limau Manis, Muliardi, menilai bantuan tersebut turut meringankan beban pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga.

“Kolaborasi seperti ini sangat kami harapkan terus berlanjut,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan program bedah rumah merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan Sepablock menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan solusi pembangunan yang efisien dan ramah lingkungan bagi masyarakat.

Bagi Mulyadi dan keluarganya, rumah baru tersebut menjadi awal kehidupan yang lebih layak setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.




PADANG, Lintasmedia news — Mulyadi Syafi’i tak kuasa menahan haru saat menerima kunci rumah yang diserahkan langsung kepadanya, Rabu (15/4), di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Momen itu menandai berakhirnya 15 tahun kehidupan keluarganya di pondok sawah yang tidak layak huni.


Bantuan rumah tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT Semen Padang yang disalurkan melalui Forum Nagari Kelurahan Limau Manis. Kunci rumah diserahkan oleh Staf TJSL PT Semen Padang, Nurwan, kepada Mulyadi yang didampingi istrinya, Yetti Wilda.


Selama ini, Mulyadi mengandalkan penghasilan dari sektor pertanian, baik menggarap lahan sendiri maupun bekerja sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membesarkan tiga anaknya.


“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada PT Semen Padang dan semua pihak yang telah membantu. Akhirnya kami memiliki rumah yang layak,” ujar Mulyadi.


Rumah tersebut dibangun dengan dana CSR PT Semen Padang sebesar Rp50 juta yang disalurkan melalui Forum Nagari, serta didukung swadaya masyarakat. Dalam pembangunannya, digunakan material inovasi Semen Padang, yakni bata interlock yang dikenal sebagai Sepablock.


Ketua Forum Nagari Kelurahan Limau Manis, Desi Fitria, mengatakan program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam membantu warga kurang mampu.


“Selain dana CSR, pembangunan rumah ini juga mendapat dukungan swadaya masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan kenyamanan bagi penerima,” ujarnya.


Desi menambahkan, program serupa diharapkan terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang terbantu.



Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limau Manis, Asril Basyir Dt Rajo Intan. Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Senada, Lurah Limau Manis, Muliardi, menilai bantuan tersebut turut meringankan beban pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga.


“Kolaborasi seperti ini sangat kami harapkan terus berlanjut,” katanya.


Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan program bedah rumah merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.


“Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.


Ia menambahkan, penggunaan Sepablock menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan solusi pembangunan yang efisien dan ramah lingkungan bagi masyarakat.


Bagi Mulyadi dan keluarganya, rumah baru tersebut menjadi awal kehidupan yang lebih layak setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.



 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Manajemen PT Semen Padang pada Kamis (9/4/2026) menerima kunjungan rombongan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, didampingi Wakil Bupati Jakop Saguruk serta jajaran. Kunjungan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka ruang sinergi strategis dalam bidang sosial, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.

Rombongan disambut hangat oleh Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar; Direktur Keuangan, Iskandar Z. Lubis; Sekretaris Perusahaan, Win Bernadino; Staf Direksi, Donny Aswin Idham; Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan, Idris; serta Kepala Unit CSR, Hernes, di Kantor Pusat PT Semen Padang. Suasana pertemuan berlangsung akrab namun sarat makna, mencerminkan semangat kemitraan yang terus dibangun antara PT Semen Padang dan Pemkab Kepulauan Mentawai.

Bupati Rinto Wardana menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan yang pertama kalinya ia lakukan ke PT Semen Padang. Kehadirannya bersama rombongan menjadi bentuk penghormatan sekaligus apresiasi atas kontribusi nyata perusahaan terhadap masyarakat Kepulauan Mentawai.

“Kami merasa perlu hadir langsung untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan terima kasih kepada PT Semen Padang. Program mudik gratis pada Lebaran Idulfitri 2026 melalui kapal PELNI yang telah berjalan dua tahun berturut-turut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kami, khususnya dari wilayah Sikakap, Sipora, dan Siberut,” ujar Rinto.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nilai dari program tersebut tidak semata pada bantuan finansial atau harga tiket, melainkan pada kepedulian dan keberpihakan PT Semen Padang terhadap masyarakat di wilayah kepulauan. “Ini bukan soal harga tiket, tetapi kepedulian yang luar biasa dari PT Semen Padang. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut ke depan,” tambahnya.

Selain menyampaikan apresiasi, Rinto juga memaparkan salah satu fokus utama pembangunan di Kepulauan Mentawai, yakni peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat yang tersebar di berbagai pulau. Ia mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih menghadapi keterbatasan sarana, khususnya dalam hal transportasi medis laut.

“Untuk memastikan pelayanan kesehatan yang optimal, kami membutuhkan setidaknya lima unit ambulans laut. Namun, saat ini baru tersedia satu unit. Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar bagi kami dalam menjangkau masyarakat secara cepat dan efisien,” jelasnya.

Menurut Rinto, keterbatasan tersebut membuat proses rujukan pasien kerap memakan waktu dan biaya tinggi karena masih bergantung pada transportasi kapal reguler atau perahu milik warga. Ia berharap dukungan dari PT Semen Padang melalui program CSR dapat membantu menghadirkan solusi konkret.

“Dengan adanya ambulans laut, akses layanan kesehatan akan jauh lebih cepat, praktis, dan hemat biaya. Bahkan untuk rujukan ke Padang maupun pengangkutan jenazah, prosesnya bisa lebih efektif dibandingkan menggunakan kapal besar seperti saat ini,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rinto juga mengaku terkesan dengan inovasi produk PT Semen Padang, yaitu Semen Padang Bata Interlock (Sepablock), yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan di wilayah kepulauan. Ia pun menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong penggunaan produk PT Semen Padang dalam berbagai proyek pembangunan di Mentawai.

Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Ia menegaskan bahwa PT Semen Padang tidak hanya berperan sebagai entitas industri, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang kuat terhadap masyarakat, salah satunya dengan mengadakan mudik gratis bagi warga Kepulauan Mentawai.

“Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Ini menjadi bukti bahwa kehadiran PT Semen Padang tidak hanya sebagai produsen semen, tetapi juga bagian dari ekosistem sosial yang peduli terhadap masyarakat,” ujar Pri.

Terkait usulan bantuan ambulans laut, Pri menyatakan bahwa pihaknya membuka ruang untuk menindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku, termasuk pengajuan proposal resmi. Ia menilai program tersebut sangat relevan karena menyentuh aspek kemanusiaan. “Rencana ini sangat menarik dan menyangkut kepentingan kemanusiaan. Kami akan pelajari lebih lanjut, tentu dengan arahan dari SIG sebagai induk perusahaan. Pada prinsipnya, kami siap mendukung atau bahkan mendorong kolaborasi dengan BUMN lainnya,” jelasnya.

PT Semen Pasang juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam penggunaan produk PT Semen Padang. Ia menekankan bahwa peningkatan penggunaan produk akan berbanding lurus dengan kontribusi perusahaan melalui program CSR.

“Semakin besar kepercayaan dan penggunaan produk kami, maka semakin besar pula ruang bagi kami untuk memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat,” tutupnya.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara PT Semen Padang dengan pemerintah daerah, khususnya dalam menjawab tantangan pembangunan di wilayah kepulauan. Kolaborasi yang terbangun diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan infrastruktur, tetapi juga kualitas hidup masyarakat Mentawai secara berkelanjutan.

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Indrieffouny Indra, meninjau langsung progres pembangunan hunian tetap (huntap) berbahan Semen Padang Bata Interlock (Sepablock) yang digagas Yayasan Buddha Tzu Chi di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (6/4/2026).

Di lahan bekas bumi perkemahan Pramuka itu, Indrieffouny tampak menyusuri deretan bangunan yang mulai berdiri, berdialog dengan perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi dan para pekerja, serta memastikan konstruksi yang menggunakan Sepablock terpasang dengan baik.

Dalam kunjungan tersebut, Indrieffouny didampingi Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, dan Staf Direksi Donny Aswin Idham. Kehadiran jajaran pimpinan itu menunjukkan bahwa proyek tersebut menjadi perhatian serius, baik dari sisi sosial maupun inovasi bahan bangunan.

“Di sini saya melihat langsung progres pembangunan hunian tetap yang menggunakan Sepablock. Nantinya akan dibangun sebanyak 150 unit hunian,” ujar Indrieffouny di sela kunjungan.

Hunian tetap ini dirancang bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang kehilangan tempat tinggal. Proyek tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang, bukan sekadar tempat berteduh sementara.

Indrieffouny menyampaikan optimisme bahwa tahap awal pembangunan akan segera rampung. “Kita berharap 40 unit pertama bisa segera selesai dan dapat ditempati oleh masyarakat terdampak,” katanya.

Sepablock menjadi salah satu faktor utama yang mendukung percepatan proyek ini. Dibandingkan metode konvensional, bata interlock dinilai mampu memangkas waktu pembangunan secara signifikan tanpa mengorbankan kualitas. Sistem pemasangan yang saling mengunci membuat proses konstruksi lebih cepat, rapi, dan efisien.

Selain itu, material ini juga mampu menjaga suhu ruangan tetap sejuk, sehingga menjadi nilai tambah untuk hunian di wilayah beriklim tropis seperti Padang.

Melihat tingginya minat terhadap Sepablock, Indrieffouny menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat kapasitas produksi. “Kami akan terus meningkatkan volume produksi Sepablock untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus tumbuh,” ujarnya.

Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Kahar, menyampaikan apresiasi atas dukungan SIG dan PT Semen Padang. Ia menilai kolaborasi tersebut berjalan sangat baik, terutama dalam menjaga standar kualitas bangunan.

“Kami sangat berterima kasih kepada manajemen SIG dan PT Semen Padang yang telah mengunjungi sekaligus mendukung pembangunan hunian tetap ini,” ujar Kahar.

Ia menambahkan, setiap kendala yang muncul di lapangan dapat segera direspons oleh tim PT Semen Padang. Hal itu membuat proses pembangunan berjalan lebih lancar dan terkontrol.

“Dukungan yang diberikan betul-betul nyata. Kekurangan apa pun langsung ditindaklanjuti untuk memastikan kualitas tetap terjaga,” katanya.

Menurut Kahar, keputusan menggunakan Sepablock tidak terlepas dari komunikasi intens antara pimpinan SIG, PT Semen Padang, dan Yayasan Buddha Tzu Chi. Dari diskusi tersebut, diperoleh solusi konstruksi yang tidak hanya efisien, tetapi juga memberi kenyamanan bagi penghuni.

“Pemasangannya lebih cepat, sehingga menghemat waktu dan biaya. Selain itu, kondisi di dalam rumah juga terasa lebih sejuk,” jelasnya.

Dengan progres yang terus berjalan, harapan kini bertumpu pada rampungnya 40 unit pertama dalam waktu dekat, sehingga memberi secercah kepastian bagi para penyintas untuk kembali membangun kehidupan dari titik yang baru.

 

PADANG, LINTASMEDIAMEWS.COM

Inovasi material konstruksi karya anak bangsa, Semen Padang Bata Interlock (Sepablock), kian menegaskan posisinya sebagai solusi utama pembangunan hunian tetap (huntap) pascabencana di Indonesia. 

Tidak hanya di Sumatera Barat (Sumbar), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memperluas pemanfaatan Sepablock yang diproduksi PT Semen Padang hingga ke berbagai daerah rawan bencana, termasuk Sumatera Utara dan Aceh.

Momentum ini ditandai dengan peletakan batu pertama rumah contoh Huntap Mandiri di Kampung Tangah, Kelurahan Sungai Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (7/4/2026). Proyek ini menjadi etalase nyata keunggulan Sepablock sebagai material konstruksi cepat, efisien, dan ramah gempa.

Peletakan batu pertama rumah contoh huntap mandiri itu dilakukan Sekretaris Utama BNPB Rustian bersama Wali Kota Padang Fadly Amran dan Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa, serta disaksikan jajaran pejabat daerah.

Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menegaskan bahwa kepercayaan terhadap Sepablock bukan tanpa alasan. Menurutnya, inovasi dari PT Semen Padang ini telah terbukti mampu menjawab kebutuhan mendesak dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Sepablock ini bukan hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga memastikan kualitas dan ketahanan hunian terhadap bencana. Ini solusi yang tepat, terutama untuk daerah rawan gempa seperti Sumbar,” ujarnya.

Lebih jauh, Rustian mengungkapkan bahwa keberhasilan implementasi Sepablock di Sumbar akan direplikasi secara nasional. “Tidak hanya di sini, Sepablock juga akan kami gunakan untuk pembangunan huntap di Sumatera Utara dan Aceh. Ini akan menjadi bagian dari standar pembangunan hunian BNPB ke depan,” tegasnya.

Keunggulan Sepablock juga terlihat dari kecepatan pembangunan. Rumah contoh huntap mandiri ini ditargetkan rampung hanya dalam waktu 10 hari kerja, sebuah lompatan signifikan dibanding metode konstruksi konvensional.

Wali Kota Padang Fadly Amran turut mengakui efektivitas teknologi ini. Ia menyebut, penggunaan Sepablock telah terbukti mempercepat pembangunan huntap di berbagai titik di Kota Padang.

“Saya saksikan sendiri pengerjaan huntap dengan Sepablock sangat cepat, bahkan bisa selesai dalam hitungan hari. Ini solusi konkret untuk percepatan pemulihan pascabencana,” katanya.

Sementara itu, Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, menegaskan bahwa meningkatnya penggunaan Sepablock di berbagai daerah merupakan bukti kepercayaan terhadap inovasi lokal.


“Kami melihat Sepablock kini tidak hanya menjadi solusi di Sumbar, tetapi mulai diadopsi secara nasional. Ini menunjukkan bahwa inovasi lokal mampu menjawab tantangan pembangunan di wilayah rawan bencana,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sepablock dirancang untuk memenuhi tiga kebutuhan utama pembangunan huntap: kecepatan, ketahanan, dan efisiensi. Dengan standar nasional dari Kementerian PUPR dan karakter ramah gempa, produk ini diyakini menjadi masa depan konstruksi hunian pascabencana di Indonesia.

Tren penggunaan Sepablock di Sumbar sendiri terus meningkat secara signifikan. Sebelumnya, Kadin telah membangun 10 unit huntap di Koto Tuo, Kecamatan Pauh, menggunakan Sepablock. Selain itu, Yayasan Buddha Tzu Chi tengah membangun huntap di Air Dingin, Koto Tangah, serta di Kabupaten Agam.

Kian masifnya penggunaan Sepablock ini mempertegas transformasi pola pembangunan huntap di Indonesia—dari metode konvensional menuju teknologi konstruksi modern yang lebih cepat dan tangguh.

Bagi masyarakat terdampak, kehadiran inovasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga harapan baru. Agusman (46), salah satu penerima manfaat, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

“Rumah kami hanyut akibat banjir. Sekarang kami punya harapan baru. Kalau bisa selesai 10 hari, kami bisa segera menempati rumah ini,” ujarnya.

Dengan dukungan penuh dari BNPB, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan, Sepablock kini bukan sekadar produk—melainkan telah bertransformasi menjadi standar baru pembangunan huntap nasional.(*)

 

PADANG, LIBTAEMEDIANEWS.COM

 Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Indrieffouny Indra, meninjau langsung progres pembangunan hunian tetap (huntap) berbahan Semen Padang Bata Interlock (Sepablock) yang digagas Yayasan Buddha Tzu Chi di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (6/4/2026).

Di lahan bekas bumi perkemahan Pramuka itu, Indrieffouny tampak menyusuri deretan bangunan yang mulai berdiri, berdialog dengan perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi dan para pekerja, serta memastikan konstruksi yang menggunakan Sepablock terpasang dengan baik.

Dalam kunjungan tersebut, Indrieffouny didampingi Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, dan Staf Direksi Donny Aswin Idham. Kehadiran jajaran pimpinan itu menunjukkan bahwa proyek tersebut menjadi perhatian serius, baik dari sisi sosial maupun inovasi bahan bangunan.

“Di sini saya melihat langsung progres pembangunan hunian tetap yang menggunakan Sepablock. Nantinya akan dibangun sebanyak 150 unit hunian,” ujar Indrieffouny di sela kunjungan.

Hunian tetap ini dirancang bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang kehilangan tempat tinggal. Proyek tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang, bukan sekadar tempat berteduh sementara.

Indrieffouny menyampaikan optimisme bahwa tahap awal pembangunan akan segera rampung. “Kita berharap 40 unit pertama bisa segera selesai dan dapat ditempati oleh masyarakat terdampak,” katanya.

Sepablock menjadi salah satu faktor utama yang mendukung percepatan proyek ini. Dibandingkan metode konvensional, bata interlock dinilai mampu memangkas waktu pembangunan secara signifikan tanpa mengorbankan kualitas. Sistem pemasangan yang saling mengunci membuat proses konstruksi lebih cepat, rapi, dan efisien.

Selain itu, material ini juga mampu menjaga suhu ruangan tetap sejuk, sehingga menjadi nilai tambah untuk hunian di wilayah beriklim tropis seperti Padang.

Melihat tingginya minat terhadap Sepablock, Indrieffouny menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat kapasitas produksi. “Kami akan terus meningkatkan volume produksi Sepablock untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus tumbuh,” ujarnya.

Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Kahar, menyampaikan apresiasi atas dukungan SIG dan PT Semen Padang. Ia menilai kolaborasi tersebut berjalan sangat baik, terutama dalam menjaga standar kualitas bangunan.

“Kami sangat berterima kasih kepada manajemen SIG dan PT Semen Padang yang telah mengunjungi sekaligus mendukung pembangunan hunian tetap ini,” ujar Kahar.

Ia menambahkan, setiap kendala yang muncul di lapangan dapat segera direspons oleh tim PT Semen Padang. Hal itu membuat proses pembangunan berjalan lebih lancar dan terkontrol.

“Dukungan yang diberikan betul-betul nyata. Kekurangan apa pun langsung ditindaklanjuti untuk memastikan kualitas tetap terjaga,” katanya.

Menurut Kahar, keputusan menggunakan Sepablock tidak terlepas dari komunikasi intens antara pimpinan SIG, PT Semen Padang, dan Yayasan Buddha Tzu Chi. Dari diskusi tersebut, diperoleh solusi konstruksi yang tidak hanya efisien, tetapi juga memberi kenyamanan bagi penghuni.

“Pemasangannya lebih cepat, sehingga menghemat waktu dan biaya. Selain itu, kondisi di dalam rumah juga terasa lebih sejuk,” jelasnya.

Dengan progres yang terus berjalan, harapan kini bertumpu pada rampungnya 40 unit pertama dalam waktu dekat, sehingga memberi secercah kepastian bagi para penyintas untuk kembali membangun kehidupan dari titik yang baru.

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Indrieffouny Indra, meninjau langsung progres pembangunan hunian tetap (huntap) berbahan Semen Padang Bata Interlock (Sepablock) yang digagas Yayasan Buddha Tzu Chi di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (6/4/2026).

Di lahan bekas bumi perkemahan Pramuka itu, Indrieffouny tampak menyusuri deretan bangunan yang mulai berdiri, berdialog dengan perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi dan para pekerja, serta memastikan konstruksi yang menggunakan Sepablock terpasang dengan baik.

Dalam kunjungan tersebut, Indrieffouny didampingi Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, dan Staf Direksi Donny Aswin Idham. Kehadiran jajaran pimpinan itu menunjukkan bahwa proyek tersebut menjadi perhatian serius, baik dari sisi sosial maupun inovasi bahan bangunan.

“Di sini saya melihat langsung progres pembangunan hunian tetap yang menggunakan Sepablock. Nantinya akan dibangun sebanyak 150 unit hunian,” ujar Indrieffouny di sela kunjungan.

Hunian tetap ini dirancang bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang kehilangan tempat tinggal. Proyek tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang, bukan sekadar tempat berteduh sementara.

Indrieffouny menyampaikan optimisme bahwa tahap awal pembangunan akan segera rampung. “Kita berharap 40 unit pertama bisa segera selesai dan dapat ditempati oleh masyarakat terdampak,” katanya.

Sepablock menjadi salah satu faktor utama yang mendukung percepatan proyek ini. Dibandingkan metode konvensional, bata interlock dinilai mampu memangkas waktu pembangunan secara signifikan tanpa mengorbankan kualitas. Sistem pemasangan yang saling mengunci membuat proses konstruksi lebih cepat, rapi, dan efisien.

Selain itu, material ini juga mampu menjaga suhu ruangan tetap sejuk, sehingga menjadi nilai tambah untuk hunian di wilayah beriklim tropis seperti Padang.

Melihat tingginya minat terhadap Sepablock, Indrieffouny menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat kapasitas produksi. “Kami akan terus meningkatkan volume produksi Sepablock untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus tumbuh,” ujarnya.

Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Kahar, menyampaikan apresiasi atas dukungan SIG dan PT Semen Padang. Ia menilai kolaborasi tersebut berjalan sangat baik, terutama dalam menjaga standar kualitas bangunan.

“Kami sangat berterima kasih kepada manajemen SIG dan PT Semen Padang yang telah mengunjungi sekaligus mendukung pembangunan hunian tetap ini,” ujar Kahar.

Ia menambahkan, setiap kendala yang muncul di lapangan dapat segera direspons oleh tim PT Semen Padang. Hal itu membuat proses pembangunan berjalan lebih lancar dan terkontrol.

“Dukungan yang diberikan betul-betul nyata. Kekurangan apa pun langsung ditindaklanjuti untuk memastikan kualitas tetap terjaga,” katanya.

Menurut Kahar, keputusan menggunakan Sepablock tidak terlepas dari komunikasi intens antara pimpinan SIG, PT Semen Padang, dan Yayasan Buddha Tzu Chi. Dari diskusi tersebut, diperoleh solusi konstruksi yang tidak hanya efisien, tetapi juga memberi kenyamanan bagi penghuni.

“Pemasangannya lebih cepat, sehingga menghemat waktu dan biaya. Selain itu, kondisi di dalam rumah juga terasa lebih sejuk,” jelasnya.

Dengan progres yang terus berjalan, harapan kini bertumpu pada rampungnya 40 unit pertama dalam waktu dekat, sehingga memberi secercah kepastian bagi para penyintas untuk kembali membangun kehidupan dari titik yang baru.

 


Padang, Lintasmedianews.com

Sekretaris  DPC Peradi Padang Mevrizal, S.H., M.H menilai bahwa berdasarkan KUHAP yang baru (UU No. 20 Tahun 2025), putusan bebas dalam sebuah perkara adalah bersifat final dan inkracht sejak diucapkan, 

“Dengan demikian  tidak dapat diajukan upaya hukum apa pun, baik banding maupun kasasi. Setiap tafsir yang masih membuka ruang upaya hukum terhadap putusan bebas dinilai bertentangan dengan struktur undang-undang, prinsip kepastian hukum, dan perlindungan hak asasi manusia,” kata Mevrizal menanggapi penerapan KUHAP baru itu setlah resmi berlaku sejak awal 2026 ini.

Ia pun memberi contoh-contoh sejumlah perkara seperti perkara yang dialami Deppedro Marhaen (aktivis Lokataru) dan tiga rekannya di PN Jakarta Pusat yang divonis bebas oleh majelis hakim.

Hakim menilai mereka tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana penghasutan terkait kericuhan demonstrasi Agustus 2025. Atas putusan bebas tersebut, pada tanggal 7 Maret 2026, 

Begitu juga perkara yang divonis bebas majelis hakim PN Medan belum lama ini yang membebaskan  video grapher Amsal Christy Sitepu dari segala tuntutan humum. Bahkan karena tetap juga diupayakan kasasi, perkara itu jadi sampai menjadi acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi III DPR RI pada  1 April 2026. 

DPR RI melalui Komisi III,  menegaskan bahwa sesuai dengan semangat KUHAP yang baru, yakni UU No 1 tahun 2025,  bahwa putusan bebas tidak dapat diajukan upaya hukum banding maupun kasasi;

Di Sumbar, perkara yang menyangkut aktivis dan akuntan publik, Teddy Alfonso juga diovonis bebas oleh Pengadilan Tipikor yang bersidang di PN Padang menjelang Idul Fitri lalu.

“Selayaknya semua penegak hukum memberi penguatan pada semangat KUHAP yang baru bahwa vonis bebas adalah final dan berkekuatan hukum tetap,” ujar dia.

Menyangkut vonis bebas yang tidak lagi diajukan kasasi maupun banding sebagaimana UU KUHAP yang bbaru, Menko Hukum & HAM,  Prof Yusril Ihza Mahendra menghimbau untuk menerapkan semua amanat KUHAP yang baru itu. Untuk perkara vonis bebas Depedro di PN Jakpus, Menteri Yusril menghimbau  Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk tidak mengajukan upaya hukum banding ataupun kasasi dengan alasan apapun karena putusan bebas Delpedro dkk sudah final;

Pendapat senada tentang tidak perlunya upaya hukum setelah vonis bebas diketuk oleh majelis hakim tingkat pertama juga datang dari  Dr. Febby Mutiara Nelson, S.H.,M.H, staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Febby berpendapat bahwa, Pasal 361 huruf c KUHAP baru sebenarnya telah memberikan arah yang cukup jelas. KUHAP lama hanya diberi ruang hidup sementara sampai putusan pengadilan yang sedang diperiksa diputus di tingkat pertama. 

“Setelah itu, sistem hukum acara pidana harus beralih kepada rezim yang baru. Karena itu, ketika jaksa mengajukan kasasi setelah KUHAP 2025 berlaku, secara normatif tindakan tersebut harus diproses berdasarkan KUHAP baru (putusan bebas tidak dapat diajukan upaya banding atau kasasi), bukan lagi berdasarkan KUHAP 1981 yang telah dicabut,” ujarnya kepada pers.

 Hakim Agung Kamar pidana Mahkamah Agung RI, Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo, S.H., M.Hum, dalam tulisannya di laman resmi Mahkamah Agung RI menegaskan bahwa putusan bebas adalah final dan berkekuatan hukum tetap sejak diucapkan, di semua tingkatan pengadilan, tanpa jalur upaya hukum apapun.

Menurut Achmad Setyo Pudjoharsoyo, pada pasal 362, Bab XXIII, Ketentutan Penutup KUHAP Baru, Undang Undang Nomor 20 Tahun 2025, maka seyogianya UU No 8 tahun 1981 sudah dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi dan digantikan oleh KUHAP Nasional yang baru.

“Ini sesuai dengan prinsip hukum yang berlaku umum, lex posteriori derogat legi priori (aturan yang lebih baru mengenyampingkan aturan sebelumnya). Fakta hukum tentang KUHAP lama, UU Nomor 8 tahun 1981  telah dicabut adalah sangat mendasar. Dimana dalam teori perundang-undangan, pencabutan undang-undang memiliki konsekuensi yang tegas. Setelah suatu undang-undang dicabut, maka norma dalam undang-undang tersebut tidak lagi memiliki kekuatan hukum mengikat, kecuali secara eksplisit dipertahankan melalui ketentuan peralihan. Berdasarkan asaz tempus regit actum, maka setiap tindakan prosedural tunduk pada hukum acara yang berlaku pada saat tindakan tersebut dilakukan, yaitu KUHAP Nasional yang baru, UU No. 20 Tahun 2025,” tulisnya.

Ia menulis juga bahwa  pengaturan putusan bebas pada KUHAP  Nasional yang baru, pasal 299 ayat (2), UU No. 20 Tahun 2025,mengatur bahwa, “pengajuan pemeriksaan kasasi tidak dapat diajukan terhadap “putusan bebas”. “KUHAP Nasional yang baru menutup kasasi atas putusan bebas secara tegas, mutlak, dan tanpa pengecualian,” tulis Hakim Agung itu.

Artikel yang di tulis oleh Hakim Agung Achmad Setyo Pudjoharsoyo itu juga memberi pencerahan kepada publik dan masyarakat hukum Indonesia bahwa  mengacu kepada Ketentuan Peralihan KUHAP Nasional yang baru, Bab XXII,  Pasal 361 huruf c, juga tidak memberikan ruang interpretasi luas mengenai keberlanjutan KUHAP lama.

Pasal tersebut telah menetapkan batas yang jelas: hanya sampai putusan pengadilan tingkat pertama. Tahapan berikutnya (upaya hukum banding atau kasasi) setelah putusan tahap pertama di Pengadilan Negeri Padang dibacakan bukan lagi bagian dari proses pemeriksaan yang sedang berjalan, melainkan tahapan baru dalam proses peradilan pidana. Jika ketentuan ini diabaikan dan KUHAP lama, tetap digunakan hingga kasasi, maka secara substantif terjadi paradoks : undang-undang yang sudah dicabut masih diperlakukan seolah-olah tetap berlaku. Situasi ini tentu bertentangan dengan prinsip dasar sistem hukum yang menuntut kepastian mengenai undang-undang mana yang berlaku.

Hukum acara pidana juga berpegang pada Asaslex scripta (tertulis), lex certa (jelas), lex stricta (ketat). Dalam konteks ini, maka pada prinsipnya tidak boleh dilakukan interprestasi terhadap hukum acara pidana, namun sebaliknya ketika hukum acara pidana harus ditafsirkan maka guna melindungi hak asasi manusia berlaku Prinsip Exceptio Format Regulam, dimana Hukum Acara Pidana harus ditafsirkan menguntungkan pihak terdakwa atau tersangka atau terlapor. Dalam konteks ini tidak boleh putusan bebas diajukan kasasi guna melindungi hak asasi dari terdakwa, karena KUHAP Nasional yang baru dibangun diatas paradigma perlindungan hak asasi manusia.

Sementara itu pakar hukum pidana Universitas Andalas Padang, Prof. Elwi Danil kepada pers belum lama ini mengatakan bahwa  putusan bebas tersebut memiliki konsekuensi hukum yang jelas dalam kerangka KUHAP yang baru. Ia merujuk pada Pasal 299 ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP.

“Terhadap putusan bebas yang dijatuhkan pengadilan di tingkat judex factie tidak dapat diajukan kasasi. Artinya, peluang jaksa penuntut umum untuk mengajukan kasasi sudah ditutup oleh ketentuan tersebut,” katanya.

Menurutnya, ketentuan itu mencerminkan prinsip kepastian hukum dan keadilan dalam proses peradilan pidana. Ia juga menegaskan bahwa pembentuk undang-undang tidak lagi membedakan antara putusan bebas murni dan tidak murni sebagaimana praktik pada masa lalu.

 “Dengan semangat penegakan hukum yang berkeadilan dan kepastian hukum dalam KUHAP baru, praktik lama yang keliru seharusnya tidak lagi diikuti,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketentuan tersebut harus dipahami dalam kerangka adagium hukum interpretatio cessat in claris, yakni ketika aturan sudah jelas, maka tidak boleh ditafsirkan lain.  (***) 

Hormat Kami,

Yandri Sudarso, SH, MH

(Koordinator Tim Bantuan Hukum Teddy Alfonso)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Pagi itu, Rabu (1/4/2026), suasana di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, terasa berbeda. Di tengah hamparan sawah dengan bulir padi yang mulai menguning, sebuah rumah sederhana berdiri dengan wajah baru, lebih kokoh, lebih layak, dan sarat makna. Dibangun PT Semen Padang melalui Forum Nagari Kelurahan Lambung Bukit, rumah tipe 36 yang dilengkapi satu kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi itu merupakan hasil program bedah rumah yang dibangun menggunakan teknologi Semen Padang Bata Interlock atau SEPABLOCK.

Pemilik rumah bernama Alamsyur tampak tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Berdiri di depan rumah barunya, ia meneteskan air mata, bukan karena kesedihan, melainkan rasa syukur yang mendalam. “Alhamdulillah, sekarang kami punya rumah yang sangat layak huni,” kata Alamsyur usai acara serah terima rumah dari PT Semen Padang.

Acara penyerahan rumah itu turut disaksikan pihak kelurahan dan tokoh masyarakat setempat, termasuk Ketua LPM Syamsul Bahri serta Ketua Forum Nagari Dedi Azhari. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa rumah ini bukan hanya milik satu keluarga, tetapi juga hasil kepedulian bersama.

Bagi Alamsyur, rumah barunya ini bukan sekadar bangunan. Meski hanya memiliki satu kamar, yang lebih penting baginya adalah kini keluarganya sudah memiliki tempat tinggal yang layak. “Rumah ini adalah jawaban atas doa-doa panjang yang selama ini kami gantungkan di setiap langkah hidup kami,” kata Alamsyur.

Pria paruh baya berusia 51 tahun itu menyampaikan bahwa selama puluhan tahun terakhir, ia menjalani kehidupan sebagai tukang bangunan harian. Pekerjaan yang ia tekuni menuntut tenaga, namun tak selalu menjanjikan kepastian. Upah datang tak menentu, tergantung ada atau tidaknya proyek yang dikerjakan.

Di tengah keterbatasan tersebut, satu hal yang selalu ia jaga adalah komitmen untuk menyekolahkan keempat anaknya. Baginya, pendidikan adalah jalan keluar dari lingkaran kesulitan yang selama ini ia rasakan. “Kalau untuk makan sehari-hari masih bisa kami atur. Tapi untuk biaya sekolah, itu yang paling utama,” katanya didampingi sang istri, Eza Risandi.

Alamsyur mengaku, sebelum rumahnya dibedah PT Semen Padang, kondisi rumah lamanya jauh dari standar kelayakan. Atapnya bocor di sana-sini. Setiap kali hujan turun, ia dan keluarganya harus sigap memindahkan barang agar tidak basah. Dinding rumah yang belum diplester membuat air mudah merembes masuk, menciptakan suasana lembap yang tidak sehat.

Kemudian, lantai semen kasar menambah ketidaknyamanan, terutama bagi anak-anak yang masih kecil. Yang paling menyulitkan adalah ketiadaan fasilitas dasar, seperti kamar mandi dan WC. Untuk mandi dan kebutuhan sanitasi, ia dan keluarganya harus menumpang ke rumah tetangga, sebuah kondisi yang tidak hanya merepotkan, tetapi juga mengurangi rasa privasi.

Di dalam rumah yang sempit itu, hanya terdapat satu kamar yang digunakan bersama oleh seluruh anggota keluarga. Seiring waktu, ruang yang terbatas itu semakin terasa sesak, terutama ketika anak-anak mulai beranjak dewasa. Meski demikian, Alamsyur dan keluarganya tetap bertahan sambil menunggu datangnya harapan.

Harapan itu akhirnya menemukan jalannya ketika program bedah rumah hadir di Kelurahan Lambung Bukit. Melalui kolaborasi Forum Nagari setempat dan PT Semen Padang, keluarga Alamsyur terpilih sebagai penerima bantuan bedah rumah.

Rumah baru itu kemudian dibangun menggunakan SEPABLOCK, material inovatif yang memungkinkan pembangunan lebih cepat, efisien, dan kokoh. Selama proses pembangunan, harapan perlahan tumbuh di hati Alamsyur. Ia menyaksikan sendiri bagaimana rumah lamanya yang penuh keterbatasan mulai berubah menjadi hunian yang lebih layak.

“Rasanya seperti mimpi. Saya yang biasanya membangun rumah orang, sekarang dibangunkan rumah oleh PT Semen Padang. Terima kasih PT Semen Padang dan Forum Nagari Kelurahan Lambung Bukit yang sudah membangunkan rumah baru untuk kami. Rumahnya sangat estetik,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Rumah baru dari SEPABLOCK ini, kata Alamsyur, tentunya akan membawa perubahan besar dalam kehidupan keluarganya. Selain tidak lagi khawatir saat hujan turun, karena tidak ada lagi air yang menetes dari atap atau merembes dari dinding, anak-anak juga bisa belajar dengan lebih nyaman.

Kemudian, rumah ini juga telah dilengkapi fasilitas sanitasi yang layak. Namun, lebih dari itu, rumah ini menghadirkan rasa aman dan martabat. “Rumah ini juga menjadi ruang di mana keluarga kami bisa tumbuh, bermimpi, dan menata masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Alamsyur pun mengaku, meski rumah yang dibangunkan hanya satu kamar, ke depan ia berencana melanjutkan pembangunan secara bertahap dengan memanfaatkan bagian rumah lama yang masih bisa diperbaiki untuk menambah kamar. “Insya Allah, pelan-pelan kami tambah. Yang penting sekarang sudah ada tempat yang layak untuk kami tinggali,” ujarnya.

Ketua Forum Nagari Lambung Bukit, Dedi Azhari, menjelaskan bahwa program bedah rumah ini telah melalui proses seleksi yang dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kelayakan hunian. Bagi Forum Nagari Lambung Bukit, keluarga Alamsyur adalah salah satu yang paling membutuhkan.

“Program bedah rumah ini merupakan program tahun kelima bagi Forum Nagari Lambung Bukit. Rumah Alamsyur ini juga menjadi rumah kedua yang dibangun menggunakan teknologi SEPABLOCK. Kami berharap ke depannya PT Semen Padang terus mendukung program bedah rumah ini, karena masih banyak warga yang kondisi rumahnya tidak layak,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap keberadaan PT Semen Padang agar program-program sosial seperti ini dapat terus berlanjut. “Jadi, mari bersama-sama kita mendukung kinerja PT Semen Padang, supaya ke depannya semakin banyak lagi bantuan dari PT Semen Padang untuk Lambung Bukit,” ujarnya.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan bahwa program bedah rumah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, khususnya di wilayah sekitar operasional perusahaan,” ujar Win.

PT Semen Padang terus mendorong pendekatan pembangunan berbasis pemberdayaan dan kolaborasi dengan masyarakat. “Kami percaya bahwa keberlanjutan perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap program CSR dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya membantu, tetapi juga menguatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat,” lanjutnya.

Win juga menekankan bahwa inovasi produk seperti SEPABLOCK menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menghadirkan solusi pembangunan yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai sosial tinggi. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang kami hasilkan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Unit Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang, Nurwan, berharap agar rumah tersebut tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga menjadi pusat kehidupan yang positif.

“Semoga rumah ini diisi dengan kegiatan baik, mengaji, belajar, dan hal-hal yang membawa keberkahan. Jadikan rumah ini sebagai ‘rumahku surgaku’,” pesannya.

Kini, sebuah rumah baru sederhana yang baru saja diserahkan oleh PT Semen Padang kepada Alamsyur menyimpan cerita besar. Cerita tentang perjuangan seorang ayah, keteguhan sebuah keluarga, dan kepedulian yang menjelma menjadi nyata. (*)

 

Padang, Lintasmedianews.com

Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar Ikatan Alumni SMAN 5 (Ikasmanli) Padang, berbagai komentar dari segenap alumni terus berdatangan.

Kali ini, giliran Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye yang juga alumni angkatan 1989 yang memberikan masukan demi kebaikan organisasi Ikasmanli Padang ke depan. "Kalau menurut saya, ketua Ikasmanli itu harus berdomisili di Padang, minimal di Sumatera Barat," ungkapnya ketika dihubungi Minggu (5/4/2026).

Alasannya, kata Wakil Ketua DPRD Kota Padang itu supaya segala aktifitas kegiatan organisasi bisa dipimpin langsung oleh ketua. Kemudian, menyangkut masalah administrasi juga jadi mudah.

"Kalau ketuanya tidak berdomisili di Padang kan jadi repot? Sementara kita sama-sama tahu jika suatu organisasi ketuanya selalu tidak hadir saat rapat dan kegiatan lainnya maka semangat anggotanya pasti akan turun. Nah, kita tidak ingin itu terjadi di Ikasmanli," saran Ketua Alumni SMPN 18 Padang itu mengingatkan.

Sebagai alumni SMAN 5 Padang, Aye sapaan akrab putra Cubadak Aie Kelurahan Lubuk Lintah tersebut mengaku siap mensupport kegiatan Ikasmanli kapan saja. "Kalau untuk maju jadi calon ketua Ikasmanli tak usahlah, masih banyak yang lain. Tapi kalau untuk mensupport kegiatan, Insya Allah saya siap," ucapnya mantap.

Terkait pelaksanaan Mubes Ikasmanli yang sudah di depan mata, Aye berpendapat sebaiknya tongkat kepemimpinan periode mendatang diberikan kepada yang muda-muda. "Saya setuju dengan saran pendapat uda Iswandi Muchtar yang mengusulkan agar yang muda-muda lagi memimpin Ikasmanli. Yang tua-tua istirahat saja lagi karena masanya sudah lewat," tuturnya.

Meski tidak mau menyebutkan sosok anak muda yang dinilai layak memimpin Ikasmanli periode 2026-2030, namun Ketua Askot PSSI Kota Padang tersebut tetap memberikan beberapa kriteria yang mesti dimiliki sosok ketua Ikasmanli ke depan.

Diantaranya, wajib berdomisili di Padang (Sumbar), memiliki kemauan mengurus organisasi dan punya kepedulian, mampu merangkul semua pihak (punya jaringan) serta memiliki program kerja yang bermanfaat untuk kesejahteraan anggota. "Saya lihat, dari sejumlah kandidat yang muncul saat ini semuanya punya potensi untuk itu. Mudah-mudahan ke depan Ikasmanli bisa lebih baik lagi," tukasnya mengakhiri. 

Laporan: Noa

Editor: Zamri Yahya, SH. I, WU

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 Komitmen dan kontribusi nyata dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat (Sumbar) pada akhir November 2025 lalu mengantarkan PT Semen Padang meraih penghargaan Medal of Honor (Bakti untuk Negeri) dari Jaringan Pemred Sumbar (JPS).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian acara pengukuhan pengurus JPS periode 2026–2028 yang digelar di Padang, Kamis (2/4/2026). Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernardino, hadir langsung menerima penghargaan tersebut.

Prosesi penyerahan penghargaan itu turut disaksikan oleh Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, serta Tenaga Ahli Kepala Badan Pengatur BUMN Bidang Komunikasi Publik, Khairul Jasmi, yang menambah khidmat suasana acara.

Tidak hanya PT Semen Padang, sejumlah institusi strategis dan tokoh masyarakat juga menerima penghargaan serupa dari JPS. Di antaranya PT Hutama Karya, Bank Nagari, PT Nindya Karya, Kodam XX Tuanku Imam Bonjol, dan Polda Sumbar.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap penanganan bencana hidrometeorologi di Sumbar, seperti Doni Oskaria, Andre Rosiade, Zigo Rolanda, Sonny Affandi, Rahmad Saleh, serta Harneli Bahar.

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menyampaikan apresiasi kepada JPS yang telah menginisiasi penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan ini tidak hanya sebagai bentuk pengakuan, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap penanggulangan bencana.

Ketua JPS, Adrian Tuswandi, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kepedulian dan aksi nyata berbagai pihak di tengah situasi bencana. Ia menyebut, musibah yang melanda Sumbar kala itu memang membawa dampak besar. “Kata banyak orang, bencana tersebut membuat semuanya tertimbun, kecuali yang tetap tumbuh dan kokoh adalah solidaritas,” katanya.

Menurutnya, pemberian penghargaan tidak dilakukan secara sembarangan. JPS terlebih dahulu melakukan kajian mendalam dengan mengumpulkan sejumlah nama, baik dari kalangan lembaga maupun individu. Proses seleksi dilakukan melalui berbagai metode, termasuk menguji konsistensi kepedulian serta bagaimana aksi nyata yang dilakukan saat bencana terjadi.

Dari hasil seleksi tersebut, terkumpul 24 kandidat yang kemudian mengerucut menjadi 12 penerima penghargaan yang terdiri dari enam lembaga dan enam tokoh.

Terpilihnya PT Semen Padang, kata dia, bukan tanpa alasan. Perusahaan semen kebanggaan masyarakat Sumbar ini dinilai menunjukkan respons cepat dan kontribusi signifikan sejak awal terjadinya bencana.

“Bagi masyarakat Sumbar, kepedulian Semen Padang bukan hanya saat bencana saja, itu sudah menjadi hal yang diketahui luas. Saat bencana kemarin, Semen Padang langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat pada hari pertama, kemudian juga membuka dapur umum, serta mengerahkan seluruh kemampuan untuk membantu pemulihan di daerah terdampak,” jelasnya.

Ia menegaskan, peran aktif PT Semen Padang menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian JPS. Bahkan, menurutnya, tanpa keterlibatan perusahaan tersebut, proses pemulihan pascabencana berpotensi berjalan lebih lambat. “Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi berbagai pihak untuk terus menumbuhkan kepedulian dan memperkuat solidaritas,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernardino, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan Medal of Honor (Bakti untuk Negeri) yang diberikan. Ia pun menegaskan bahwa perusahaan selalu berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana.

Menurutnya, berbagai langkah telah dilakukan oleh PT Semen Padang selama masa tanggap darurat hingga pascabencana yang melanda sejumlah daerah di Sumbar, mulai dari penyaluran bantuan logistik, dukungan material, hingga bantuan nonmaterial bagi masyarakat terdampak, termasuk mengirimkan tim medis.



“Sebagai perusahaan semen kebanggaan masyarakat Sumbar, Semen Padang berkomitmen untuk memberikan bantuan secara maksimal. Alhamdulillah, kontribusi yang diberikan perusahaan dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” kata Win usai acara penyerahan penghargaan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa komitmen tersebut tidak berhenti pada masa tanggap darurat saja. Sebagai bagian dari SIG, PT Semen Padang menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, khususnya dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Win menyebutkan, perusahaan memiliki kapasitas dan kapabilitas yang dapat diandalkan dalam mendukung pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan produk inovatif Sepablock, yang dinilai efektif untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak.

“Insya Allah, kami siap 100 persen untuk mendukung program pemerintah. Kami berharap kemampuan yang dimiliki Semen Padang dapat menjadi solusi dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi, tidak hanya di Sumbar, tetapi juga untuk seluruh daerah yang terdampak,” tuturnya.

 


Lintasmedianews.com

Kondisi Jembatan Kalawi di Jalan Koto Panjang, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang yang kondisinya memprihatinkan. Hampir seluruh lantai jembatan yang terbuat dari plat besi sudah banyak yang terlepas, sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas.

Jembatan yang berada di RW 7 Kelurahan Limau Manis ini merupakan akses vital bagi masyarakat. Selain sebagai jalur alternatif menuju Kampus Universitas Andalas (Unand) dan pusat kota, jembatan juga digunakan untuk distribusi hasil pertanian, akses ke rumah sakit, serta jalur penghubung antara Kenagarian Pauh dengan Limau Manis.

Anggota DPRD Kota Padang Rafdi,ST.,menyampaikan beberapa waktu lalu, kami bersama PUPR Kota Padang, berkoordinasi terkait kendala lapangan untuk design rencana peningkatan pembangunan kembali jembatan Kalawi Limau Manis 

Kami secara pribadi sangat berterima kasih kepada Pak Zigo Rolanda anggota DPR RI yang sudah memperjuangkan jembatan ini. Terima kasih juga supportnya Pak Iqra Chissa Wakil Ketua DPRD Sumbar dan Uda Helmi Musim anggota DPRD Kota Padang dari Partai Golkar. Kami sudah melakukan pertemuan bersama pada tanggal 3 Maret 2026 kemarin.

"Sekali lagi, kita berterima kasih kepada Bapak Zigo Rolando yang sudah menginisiasi pembangunan jembatan Kalawi Kurahan Limau Manis Kecamatan Pauh. Saat ini sedang dalam tahap design.InsyaAllah kita akan segera berkoordinasi dengan BPJN, "ungkap Rafdi Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Padang, anggota dewan dari dari pemilihan (Dapil) III Pauh Lubuk Kilangan ini, Sabtu (4/4/2026) saat  dihubungi media ini melalui via WhatsApp.

"Pada tahap ini, tentu design harus tepat agar secara konstruksi bisa tepat dan masyarakat bisa menerima terkait pemanfaatan lahan.Kami membantu mengkoordinasikan dengan seluruh stakeholder.Termasuk dengan BPJN (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional).Sesuai kordinasi dengan Pak Zigo, Pak Iqra dan Pak Helmi Musim," ujarnya.

Sebelumnya tanggal 9 Oktober 2025, Pak Zigo dan pak wali sudah melaunching rencana pembangunan jembatan Kalawi ini.Jembatan ini menghubungkan masyarakat Limau Manis dengan kampus Unand Limau Manis."Kita berharap bisa terealisasi karena akan meluaskan akses masyarakat dengan pusat- pusat ekonomi,"pungkasnya. 

Sebelumnya, baru - baru ini Wakil Ketua DPRD Sumbar, Iqra Chissa, meninjau langsung kondisi jembatan tersebut. Ia menegaskan, pembangunan ulang jembatan sangat mendesak mengingat fungsinya yang strategis bagi warga sekitar.

“Untuk merevitalisasi jembatan ini dibutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar. Melihat keterbatasan APBD provinsi dan kota, jumlah itu memang cukup besar. Karena itu, kami akan mengupayakan agar pembangunan jembatan ini bisa dibiayai melalui APBN. Kita berharap pembangunan ini bisa direalisasikan pada 2026 atau 2027, " pungkasnya. (bim).

 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

PT Semen Padang kembali menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-116. Kegiatan ini merupakan donor darah pertama pada 2026 yang digelar secara rutin setiap dua bulan.

Kegiatan yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Rabu (1/4/2026), dari pagi hingga sore, berhasil mengumpulkan 369 kantong darah. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata PT Semen Padang dalam mendukung aksi kemanusiaan dan menjaga ketersediaan stok darah di Kota Padang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Departemen Human Capital PT Semen Padang, Iskandar S. Taqwa; Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif; serta Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang.

Kepala Departemen Human Capital PT Semen Padang, Iskandar S. Taqwa, yang membuka kegiatan donor darah, menekankan bahwa setetes darah yang didonorkan memiliki nilai yang sangat besar bagi keselamatan jiwa manusia.

Ia menilai kegiatan ini sebagai momentum strategis dalam memperkuat solidaritas dan kebersamaan.

“Kegiatan donor darah ini menjadi refleksi nilai-nilai perusahaan dalam membangun kepedulian sosial. Kami berharap semangat berbagi ini terus tumbuh dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif, mengapresiasi konsistensi PT Semen Padang dalam mendukung kegiatan kemanusiaan, khususnya donor darah. Ia menyebutkan bahwa kontribusi perusahaan sangat membantu dalam menjaga ketersediaan darah di rumah sakit.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT Semen Padang yang secara rutin melaksanakan kegiatan donor darah. Saat ini, kebutuhan darah di Kota Padang mencapai sekitar 6.000 kantong per bulan atau 200 kantong setiap hari. Kegiatan seperti ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan darah yang masih kurang,” ungkapnya.

Zulhardi Z. Latif juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-116 kepada PT Semen Padang. “Kami berharap di usia 116 tahun ini PT Semen Padang terus bertumbuh dan maju. Jarang sekali perusahaan yang bisa bertahan hingga usia ini,” katanya.

Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang yang juga Ketua Panitia Donor Darah, Idris, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten setiap dua bulan atau enam kali dalam setahun, bekerja sama dengan PMI Kota Padang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kontribusi PT Semen Padang tidak hanya terfokus pada sektor industri, tetapi juga pada pembangunan nilai kemanusiaan. Alhamdulillah, hari ini kami berhasil mengumpulkan sebanyak 369 kantong darah yang berasal dari karyawan, mitra kerja, serta masyarakat sekitar,” ujarnya.

Pelaksanaan donor darah kali ini juga mempertimbangkan tingginya kebutuhan stok darah di berbagai fasilitas kesehatan. Selain itu, guna meningkatkan partisipasi, panitia turut menyediakan berbagai doorprize menarik bagi para pendonor.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi karyawan dan masyarakat. Salah seorang pendonor, Fadli Fani dari Unit Pemeliharaan Mesin II PT Semen Padang, mengaku telah 38 kali mendonorkan darahnya.

“Ini bagian dari rasa kemanusiaan untuk membantu sesama. Selain itu, donor darah juga memberikan manfaat bagi kesehatan,” tuturnya.

Pengalaman serupa juga disampaikan oleh pendonor lainnya, Suherdian Septa Sarianja, yang untuk pertama kalinya mengikuti donor darah di lingkungan PT Semen Padang.

“Saya menyadari bahwa langkah kecil ini bisa memberikan harapan besar bagi orang lain. Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi keputusan yang lahir dari kesadaran untuk peduli,” ungkapnya.


Melalui kegiatan ini, PT Semen Padang tidak hanya memperingati perjalanan panjang perusahaan selama lebih dari satu abad, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai entitas bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan dan nilai-nilai kemanusiaan. (*)

 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Komitmen PT Semen Padang dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Perusahaan semen pertama di Asia Tenggara itu menerima piagam penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai mitra BUMN dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dengan predikat bronze.

Penghargaan yang ditandatangani Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, pada 10 Desember 2025 tersebut diserahkan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, dan diterima Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang, Nurwan. Penyerahan dilakukan dalam rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Auditorium Gubernur Sumbar, Selasa (31/3/2026).

Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengungkapkan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia usaha.

“Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama, termasuk perusahaan seperti PT Semen Padang. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mendukung program prioritas nasional sekaligus wujud tanggung jawab sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional,” ujarnya.

Win menegaskan perusahaan berkomitmen menjalankan program secara berkelanjutan dan tidak bersifat seremonial semata. Menurutnya, peran keluarga menjadi kunci utama dalam mencegah stunting sejak dini.

“Komitmen kami adalah memastikan upaya pencegahan stunting dilakukan secara berkelanjutan. Peran keluarga sangat penting, mulai dari menjaga asupan gizi, kesehatan lingkungan, hingga memastikan anak rutin ke posyandu,” tambahnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bantuan yang diberikan, tetapi juga sinergi berbagai pihak, mulai dari puskesmas di masing-masing kecamatan, Semen Padang Hospital (SPH), kader kesehatan, hingga partisipasi aktif masyarakat penerima manfaat dalam menerapkan pola hidup sehat.

Sepanjang 2025, PT Semen Padang bersama Pemerintah Kota Padang dan Semen Padang Hospital memfokuskan pelaksanaan Program GENTING di tiga kecamatan, yakni Lubuk Kilangan, Pauh, dan Lubuk Begalung. Program tersebut menyasar sembilan penerima manfaat, khususnya ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK).

Melalui intervensi yang dilakukan, para penerima manfaat mendapatkan dukungan nutrisi secara berkelanjutan hingga masa persalinan. Selain itu, dua di antaranya juga memperoleh bantuan pembangunan fasilitas jamban sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sanitasi lingkungan. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan penanganan stunting tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh faktor lingkungan yang menjadi salah satu penyebab utama stunting.

Sebelumnya, kontribusi PT Semen Padang dalam program serupa juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Solok atas peran perusahaan sebagai Orang Tua Asuh (OTA) dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut. Penghargaan itu diserahkan di Aula Islamic Center, Koto Baru, Solok, Selasa (5/8/2025).

Menurut Win, dukungan perusahaan terhadap Program GENTING sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan pembangunan dari tingkat keluarga. Menurutnya, investasi pada generasi sejak dini merupakan langkah strategis untuk menciptakan bangsa yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra, termasuk PT Semen Padang, yang telah berkontribusi aktif dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Selamat kepada para penerima penghargaan. Terima kasih atas dukungan nyata yang telah diberikan. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memastikan generasi masa depan Sumatera Barat tumbuh sehat dan berkualitas,” ujar Mahyeldi.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, turut menyampaikan apresiasi kepada PT Semen Padang atas konsistensinya mendukung program Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN. Ia menilai keterlibatan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan program, khususnya percepatan penurunan stunting di daerah.

“Selamat dan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah mendukung penuh program-program BKKBN selama ini. Dukungan dunia usaha sangat berarti dalam upaya membangun keluarga berkualitas. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing,” ujarnya.

Dalam Rakorda Bangga Kencana, ia memaparkan capaian 2025 sekaligus merumuskan langkah ke depan di Sumatera Barat, dengan sejumlah indikator menunjukkan hasil yang menggembirakan. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras 361 penyuluh KB dan lebih dari 10 ribu Tim Pendamping Keluarga yang aktif di lapangan. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk mitra dunia usaha, optimisme untuk mencapai target yang lebih baik pada 2026 semakin menguat.

Mardalena menyebutkan bahwa ke depan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN akan terus mendorong implementasi lima program prioritas, yakni GENTING, TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Berdaya), serta layanan konsultasi keluarga berbasis kecerdasan buatan.

Ia berharap, melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, berbagai program tersebut dapat mempercepat terwujudnya keluarga berkualitas sekaligus mendukung visi besar Indonesia Emas 2045. (*)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.