Articles by "Kota Padang"

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok
Showing posts with label Kota Padang. Show all posts

 


Lintasmedianews.com

Pemerintah Desa Muara Jaya kembali menunjukkan komitmennya dalam pembangunan  infrastruktur dengan menyelesaikan proyek pembangunan Lapen Sepanjang 550m dengan dana anggaran Rp. 105.000.000,- Drainase Sepanjang 500m dengan anggaran Rp. 107.000.000,- dan 3 pembangunan gorong-gorong beserta buka badan jalan 1,5m masinga dengan anggaran Rp. 25.000.000,- dan Rp.71.000.000,- . Proyek ini telah direncanakan dan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2025, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayah tersebut.

Pembangunan insfratruktur  di Desa Muara Jaya ini merupakan inisiatif dari Pemerintah Desa Muara Jaya dan mendapatkan dukungan anggaran dari Bantuan Keuangan Kabupaten Lampung Timur yang bersifat khusus untuk tahun 2025.Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi warga di Desa Muara Jaya Kecamatan Sukadana.

Pelaksanaan proyek ini dipercayakan kepada Kepala Desa Muara Jaya, Edi Sutono, yang dibantu oleh tim pelaksana kegiatan.Proses pembangunan insfratruktur melibatkan partisipasi masyarakat dengan menerapkan gotong royong, di mana tenaga kerja tukang dan pekerja berasal dari warga Desa Muara Jaya. Pendekatan ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan lokal.

Proyek pembangunan insfratruktur  ini menunjukkan efisiensi pelaksanaan dan keterlibatan yang baik dari seluruh tim. Setelah selesai, proyek ini nantinya diserahterimakan kepada Pemerintah Desa Muara Jaya melalui Kepala Desa Muara Jaya selaku Kuasa Pengguna Anggaran di desa.

Kepala Desa Muara Jaya , Edi Sutono menyatakan apresiasi atas kerja keras tim pelaksana dan partisipasi aktif warga dalam menyelesaikan proyek ini. "Proyek pembangunan Lapen, Drainase, gorong-gorong dan badan jalan ini bukan hanya sebagai upaya perbaikan infrastruktur, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dan gotong-royong dalam membangun desa kita. Saya berterima kasih kepada semua yang terlibat, dan semoga infrastruktur ini dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Desa Muara Jaya" ujar Kepala Desa Muara Jaya.

Dengan dimulainya proyek pembangunan insfratruktur ini, Pemerintah Desa Muara Jaya terus membuktikan dedikasinya dalam meningkatkan kualitas hidup warganya melalui pembangunan berkelanjutan. Semoga proyek ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk aktif terlibat dalam pembangunan lokal. ( Y.A )

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, PT Semen Padang menegaskan komitmennya terhadap perlindungan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui seminar kesehatan bertema “Fit to Work, Fit for Life: Kesehatan Optimal untuk Kinerja Pekerja Tambang”, Rabu (28/1/2026).

Seminar yang digelar di Club House PT Semen Padang itu diikuti karyawan dan pekerja outsourcing di lingkungan Departemen Tambang dan Pengelolaan Bahan Baku. Kegiatan ini turut melibatkan para istri pekerja tambang sebagai peserta, sebagai bentuk pendekatan holistik perusahaan dalam menjaga kesehatan pekerja, baik dari sisi profesional maupun keluarga.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Teknik Tambang PT Semen Padang, Hendri Priparis, dan dihadiri jajaran staf Departemen Tambang dan Pengelolaan Bahan Baku, termasuk Dokter Perusahaan PT Semen Padang, dr. Andy Riva Dana, MKK, FSQua, AIFO-K, yang juga bertindak sebagai narasumber utama.

Dalam sambutannya, Hendri Priparis menyampaikan bahwa PT Semen Padang secara konsisten melaksanakan berbagai program dalam rangka Bulan K3 Nasional setiap tahun. Program tersebut tidak hanya berfokus pada keselamatan kerja, tetapi juga peningkatan derajat kesehatan pekerja serta penguatan budaya K3 di seluruh lini operasional.


“Bulan K3 Nasional menjadi momentum penting untuk terus mengingatkan seluruh insan perusahaan akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. Di Departemen Tambang dan Pengelolaan Bahan Baku, berbagai kegiatan rutin kami laksanakan setiap tahun sebagai wujud komitmen tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seminar kesehatan ini merupakan agenda berkelanjutan sekaligus tindak lanjut dari kegiatan serupa yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan ini juga diselenggarakan sebagai respons terhadap hasil medical check up (MCU) para pekerja tambang.

Menurut Hendri, kondisi kesehatan pekerja memiliki korelasi langsung dengan tingkat keselamatan kerja dan produktivitas, terutama di sektor pertambangan yang memiliki potensi risiko tinggi.

“Kesehatan yang kurang optimal dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Karena itu, upaya pencegahan melalui edukasi dan perubahan pola hidup menjadi sangat penting,” katanya.

Lebih lanjut, Hendri menekankan bahwa tanggung jawab menjaga kesehatan pekerja tidak hanya berada di tangan perusahaan. Peran keluarga, khususnya istri, dinilai sangat strategis dalam membentuk pola hidup sehat di rumah.


“Kami meyakini istri memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan suami, mulai dari pola makan, kebiasaan olahraga, hingga gaya hidup sehari-hari,” ujarnya.

Dengan melibatkan para istri dalam seminar ini, ia berharap pemahaman keluarga terhadap pentingnya pola hidup sehat semakin meningkat, sehingga dapat membantu pekerja tambang terhindar dari penyakit yang berpotensi mengganggu kinerja dan keselamatan kerja.

Sementara itu, Ketua Bulan K3 Nasional 2026 Departemen Tambang dan Pengelolaan Bahan Baku PT Semen Padang, Hendra Wayan, mengatakan bahwa seminar kesehatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan promotif dan preventif selama Bulan K3 Nasional.

“Selain seminar kesehatan, kami juga menggelar berbagai kegiatan lain untuk meningkatkan kesadaran dan kompetensi di bidang K3,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, dr. Andy Riva Dana menekankan pentingnya kebugaran jasmani dan kesehatan mental bagi pekerja tambang. Menurutnya, konsep fit to work tidak hanya mencakup kemampuan fisik, tetapi juga keseimbangan kesehatan fisik, mental, dan sosial.

“Kesehatan optimal merupakan modal utama agar pekerja tambang dapat bekerja secara aman dan produktif. Pola hidup sehat, olahraga teratur, manajemen stres yang baik, serta dukungan keluarga menjadi faktor kunci untuk mewujudkan pekerja yang benar-benar fit for life,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan data International Labour Organization (ILO) yang mencatat sekitar 2,78 juta kematian pekerja terjadi setiap tahun di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,4 juta atau 86,3 persen disebabkan oleh penyakit akibat kerja, sementara sekitar 380 ribu kematian terjadi akibat kecelakaan kerja.

“Data ini menunjukkan bahwa aspek kesehatan masih menjadi tantangan besar di dunia kerja. Dengan kesehatan yang baik, produktivitas dan semangat kerja meningkat, kualitas hidup membaik, keluarga pun bahagia,” pungkas Andy. (*)

 


Padang, Lintasmedianews.com

Perjalanan Jurnalistik Edis 3 yg dikemas komunitas "Jojo" tanggal 24 Januari 2024 adalah menyasar Pariangan, Ustano Pagaruyuang, Tanah Datar dan Kota Wisata Bukittinggi. Perjalanan dengan Amirul Wan Eko Yanche membawa sejumlah Wartawan Senior bersama keluarga yakni  Gusfen Khairul , Ismet Fanany,Nofi Sastera, Zulnadi, Atviarni dan Charles Zen. Rombongan juga dimeriahkan keikutsertaan ibuk ibuk seperti Riza Eko, Getri,Nike Gusfen, Hartini Zulnadi, Welly Nofi, Dessy dan  Wawa, Yanti Chan. Redaksi.

--+++

Ekspedisi Jojo jilid 3 sedikit beda dengan dua  perjalanan sebelumnya. Rombongan sebanyak 15 orang itu harus  berangkat ba'da Subuh. Bahkan ada yang tiba sebelum subuh dengan titik kumpul Kantor Gubernur Sudirman 51 Padang. 

Kenapa sebelum subuh, karena Jalan Raya- Padangpanjang  pukul 08.00 wib harus ditutup untuk kelancaran pekerjaan Jalan akibat longsor dan banjir November 2025 lalu. Kebijakan pemerintah, siang hari jalan ditutup dari pukul 08.00 hingga jam 17.00 wib.

Penulis bersama istri,  Eko juga istri  sholat subuh  berjemaah di Masjid kantor Gubernur. Begitu juga dengan Atviarni dan Gusfen dan keluarga serta Charles dengan istrinya menyusul untuk sholat terlebih dulu.

Selebihnya Nofi dan Welly, naik di Tabing, begitu juga dengan Ismet Fanany yang naik di Simpang Monang Lubuk Buaya. Peserta terakhir adalah Dessy dengan anaknya naik di Simpang Bandara. Kami harus lewat tol untuk tidak telat menjelang Air Mancur.

Bus ukuran 3/4 milik Rino, mantan koresponden tv, melaju sedikit kencang, namun nyaman, diatasnya juga dilengkapi karaoke untuk uji suara sepanjang perjalanan.

Alhamdulillah saat memasuki  Air Mancur tidak terlihat antri yang panjang- lancar. Sekitar pukul 7.30 kami masuk kota Serambi Mekah,Padangpanjang. 

Dimana maupun sarapan? .Ternyata pilihan jatuh di kedai Katupek Pitalah arah ke Batusangkar. Sayang parkirnya susah, peminat sudah banyak antri, kami putuskan tidak mampir,cari tempat lain. Kendaraan terus berjalan pelan-pelan, dan terlihat ada kedai, bus berhenti, rombonganpun turun. Hehe.... Rupanya katupeknya tidak cukup untuk 15 0rang. Namun karena sudah ada yang turun, ada yang numpang buang air kecil saja. Pemilik kedai pun ikhlas tak jadi sarapan di kedainya lantaran ketupat tak cukup.

Mau balik ke Pasar Padang Panjang sudah tanggung, Bus terus saja jalan dengan Gusfen Khairul sebagai pemandu yang duduk disamping Sopir. Barulah di Kubu Karambie, ada kedai lontong Pitalah. Katupeknya terlihat lumayan banyak, berlebih untuk 15 porsi. Satu piring satu ketupat dengan kuah cubadak(nangka muda) campur rebung. 

"Maknyuss ",sebut Charles Chan yang terlihat lahap menyantapnya. Hanya saja karena banyak rebung berdampak bagi rombongan yang ada gejala rematik atau asam urat. Itu baru terasa setelah sampai di rumah masing-masing. Ee yayai..

Bus yang disopiri Pak Men itu kembali melaju dengan tujuan desa Pariangan. Inilah desa terindah di dunia. Wow cuacanya cerah. Pemandangan aduhai dengan hamparan sawah berjenjang. Sungguh.. Fabbiayyaa laairrabikuma tukazibaan....nikmat Tuhan manakah lagi yang engkau dustakan.

Pancaran sinar matahari pagi dengan awan berarak, menyisir embun pagi bersama angin sepoi-sepoi menyapa kami menambah kekaguman dengan alam nagari Pariangan yang tiada duanya itu.

Disini rombongan berfoto ria dengan berbagai sisi. Ada yang meluapkan kegembiraan sambil beratraksi macam macam gaya. Lepaskan semua gemuruh dihati. Enjoy dan enjoy. Itulah yang terlihat di wajah anggota Jojo. Sayang belum ada pakaian seragam versi Jojo, sebut ibuk- ibuk pula.( Bersambung)

 

Padang, Lintasmedianews.com

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat Brigjen Pol Solihin meninjau langsung lokasi kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Padang Panjang–Bukittinggi, Jorong Pincuran Tinggi, Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Senin (26/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Dalam peninjauan tersebut, Wakapolda Sumbar memantau langsung kondisi tempat kejadian perkara (TKP) serta proses penanganan awal yang dilakukan oleh jajaran Kepolisian, dan langkah-langkah yang telah diambil di lapangan.

Kecelakaan melibatkan satu unit truk trailer bermuatan pupuk, satu unit truk box, serta kendaraan roda dua. Berdasarkan informasi awal yang diterima di lapangan, truk trailer dengan nomor polisi BK 9634 XA yang melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang diduga mengalami hilang fungsi pengereman (rem blong).

Akibatnya, truk trailer menabrak bagian belakang truk box BA 8089 NU yang berada di depannya. Benturan tersebut menyebabkan truk box terdorong dan menyerempet sejumlah sepeda motor yang berada di jalur yang sama.

Kendaraan trailer kemudian menabrak sepeda motor Honda Vario BA 6624 LAD, pangkalan ojek, serta beberapa pejalan kaki dan warung warga di sisi kiri jalan, sebelum akhirnya berhenti di pekarangan rumah warga.

Wakapolda Sumbar menjelaskan bahwa berdasarkan hasil rekaman CCTV yang telah diamankan, kendaraan trailer melaju dengan kecepatan cukup tinggi saat kejadian.

“Dugaan sementara, kendaraan trailer mengalami rem blong. Namun demikian, hal tersebut masih kami dalami lebih lanjut melalui proses penyelidikan,” ujar Wakapolda Sumbar di lokasi kejadian.

Dalam insiden tersebut, lima korban dinyatakan meninggal dunia, masing-masing diinisialkan YRF (32) selaku pengendara sepeda motor, EFB sebagai penumpang, DF pejalan kaki, BHS (37) pengemudi truk trailer, serta satu korban lainnya yang masih dalam proses identifikasi. Sementara itu, empat korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis.

Lebih lanjut, Wakapolda Sumbar menegaskan bahwa lokasi kejadian merupakan jalur rawan kecelakaan karena kondisi jalan yang menurun dan cukup terjal. Oleh karena itu, pihaknya kembali mengingatkan para pengemudi, khususnya kendaraan besar, agar meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi ketentuan berlalu lintas.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan, terutama kendaraan besar dari luar daerah, agar selalu mengutamakan keselamatan, menjaga kecepatan, serta mematuhi rambu lalu lintas. Jalur ini merupakan jalur padat aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak sekolah,” tegasnya.

Ke depan, Polda Sumatera Barat bersama pemerintah daerah akan mengkaji pengaturan jam operasional kendaraan berat guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembatasan waktu melintas bagi kendaraan bermuatan berat seperti pupuk dan semen.

“Atas nama Polda Sumatera Barat dan Bapak Kapolda, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Diharapkan kejadian ini menjadi yang terakhir serta keselamatan berlalu lintas dapat terus terjaga melalui peran dan kesadaran bersama,” tutup Wakapolda Sumbar.

 




PADANG, LINTASMEDIANEWS.Com

Palang Merah Indonesia DKI Jakarta melalui PMI Sumbar menyerahkan bantuan untuk para korban bencana di Sumatera Barat.

Penyaluran bantuan itu untuk tahap pertama sudah dilaksanakan di Kabupaten Solok dan Tanah Datar hari Kamis lalu.

“Sudah kita bagikan kepada korban berdasarkan hasil asesment dari PMI Kabupaten Solok dan PMI Kabupten Tanahdatar,” kata Ketua PMI Sumbar Aristo Munandar didamping Pimpinan Operasi Tanggap Darurat PMI Hidayatul Irwan, hari Senin 20 Januari 2026 di Padang.

PMI DKI memintakan agar bantuan yang mereka serahkan kepada PMI Sumbar melalui pengurua PMI Jakarta Selatan yang datang ke Padang dibagikan dalam bentuk alat memasak.

Aristo Munandar menyampaikan terimakasih kepada PMI DKI yang telah memberi perhatian kepada masyarakat Sumatera Barat.

Sementara Hidayatul Irwan mengatakan bantuan itu juga akan dibagikan ke Kabupaten Agam.

Ia mengatakan bahwa selain PMI DKI, PMI Jakarta Selatan juga menyerahkan bantuan paket hygen kit dan peralatan dapur untuk Kota Padang dan bantuan operasional tanggap darurat untuk PMI Bukittinggi.

“Saat ini kita sedang mengonsentrasikan kegiatan relawan PMI untuk program bersih bersih. banyak rumah kprban yang masih kyak huni tapi belum bisa ditempati karena penuh lumpur dan batuan yang mulai mengeras,” kata Hidayatul Irwan.

Ketua PMI Sumbar Aristo Munandar mengatakan bahwa sesuai harapan Ketum PMI Pusat Jusuf Kalla, hendaknya sebelum puasa nanti sebagian besar warga di pengungsian sudah bisa pulang. 

“Sekarang mereka yang rumahnya rusak ringan sampai sedang masih mengungsi karena rumah mereka penuh dengan lumpur. Kita mencoba membantu rumah rumah yang rusak ringan mengeluarkan lumpur dan membersihkanya hingga bisa ditempati kembali oleh pemiliknya,” ujar Aristo

 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

PT Semen Padang menegaskan komitmen berkelanjutan dalam mendukung pencegahan stunting dengan menyalurkan bantuan perlengkapan bayi dan nutrisi kepada ibu hamil serta keluarga berisiko stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Bantuan disalurkan kepada sembilan kepala keluarga (KK) berisiko stunting di tiga kecamatan, yakni Lubuk Kilangan, Pauh, dan Lubuk Begalung, Kamis (22/1/2026).

Bantuan dari anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tersebut berupa perlengkapan bayi dan nutrisi, antara lain matras, pakaian bayi, serta susu khusus untuk ibu hamil. Total nilai bantuan mencapai Rp7,06 juta.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan bahwa Program Genting merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program prioritas nasional penanganan stunting, sekaligus wujud tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Komitmen kami adalah memastikan upaya pencegahan stunting dilakukan secara berkelanjutan. Peran keluarga sangat penting, mulai dari menjaga asupan gizi, kesehatan lingkungan, hingga memastikan anak rutin ke posyandu,” ujar Win.

Ia menambahkan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bantuan yang diberikan, tetapi juga oleh sinergi berbagai pihak, seperti puskesmas, kader kesehatan, serta partisipasi aktif penerima manfaat dalam menerapkan pola hidup sehat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Lubuk Kilangan, Wismanuria, mengapresiasi kontribusi PT Semen Padang. Menurutnya, intervensi sejak masa kehamilan merupakan langkah strategis untuk mencegah berbagai masalah kesehatan, seperti anemia dan kekurangan gizi, yang dapat berdampak jangka panjang pada tumbuh kembang anak.

“Program Genting sangat membantu ibu hamil dan bayi. Kami berharap program ini berkontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting di wilayah kerja kami,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Sekretaris Kecamatan Lubuk Begalung, Zulkarnaini. Ia menilai sinergi antara pemerintah kecamatan dan PT Semen Padang memberikan dampak positif dalam upaya penanganan stunting di tingkat masyarakat.

“Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar hasilnya berkelanjutan dan tepat sasaran,” katanya.

Secara terpisah, Dokter Puskesmas Pauh, Lola Rahmadhesi, menyebut Program Genting membantu ibu hamil melahirkan bayi yang sehat dengan berat badan normal. Ia menilai pendekatan program bersifat komprehensif karena tidak hanya berfokus pada bantuan gizi, tetapi juga pendampingan kesehatan dan perbaikan lingkungan.

“Pendampingan dilakukan sejak masa kehamilan, mulai dari pemberian bantuan gizi hingga perbaikan sanitasi. Ini merupakan ikhtiar bersama agar anak tumbuh sehat dan berkembang optimal,” jelasnya.

Manfaat program ini juga dirasakan langsung para penerima bantuan. Warga Kecamatan Pauh, Mindawati dan Rahma Zahara, menyampaikan bahwa bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan dan persiapan menyambut kelahiran bayi.

Program Genting bertujuan meningkatkan status gizi ibu hamil dan bayi sejak dini sebagai langkah preventif untuk mencegah kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang berpotensi mengalami stunting. Intervensi sejak masa kehamilan dinilai menjadi kunci dalam memutus mata rantai stunting.

Program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PT Semen Padang sejak 2022 dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui kampanye Perang Melawan Stunting, perusahaan secara konsisten menjalankan edukasi gizi, pemberian makanan tambahan, pemantauan balita, serta penguatan peran posyandu.

Keterlibatan PT Semen Padang dalam Program Genting sejalan dengan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas kesehatan dan percepatan penurunan stunting nasional.

 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Upaya pemulihan ekologi pascabencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat pada akhir November hingga awal Desember 2025 terus dilakukan. Salah satu langkahnya melalui peluncuran Gerakan Sejuta Pohon untuk Sumatera Barat yang digagas Yayasan Rumah Aktivis Sejahtera, didukung Pemerintah Provinsi Sumbar dan PT Semen Padang melalui bantuan 10 ribu bibit kaliandra.

Peluncuran gerakan penghijauan yang dipusatkan di kawasan Pemandian Jembatan Sitapuang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, ditandai dengan penyerahan bibit kaliandra oleh Direktur Keuangan PT Semen Padang Iskandar Z Lubis kepada Ketua Yayasan Rumah Aktivis Sejahtera Febriyandi Putra, Kamis (22/01). Kegiatan itu disaksikan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, serta Pj Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa.

Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar Tasliatul Fuadi, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, serta sejumlah komunitas lingkungan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan pelajar. Setelah penyerahan bibit, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon di lokasi acara.

Iskandar Z Lubis menyampaikan dukungan PT Semen Padang terhadap gerakan tersebut. Ia menilai inisiatif Yayasan Rumah Aktivis Sejahtera patut diapresiasi karena mampu membangun kolaborasi lintas unsur dalam upaya penghijauan.

“Kami mengapresiasi Yayasan Rumah Aktivis Sejahtera yang mampu mensinergikan berbagai unsur untuk peduli pada bumi. Penghijauan adalah tanggung jawab bersama untuk generasi berikutnya. Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat berkelanjutan,” kata Iskandar.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah juga mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Sejuta Pohon sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan pascabencana. Ia menyebut dukungan PT Semen Padang melalui bantuan 10 ribu bibit kaliandra memperkuat gerakan ini, mengingat kaliandra memiliki banyak manfaat dan berpotensi sebagai tanaman energi.

Mahyeldi berharap gerakan tersebut berlanjut dan menjadi gerakan masif di seluruh wilayah Sumatera Barat. Ia juga mengusulkan kebijakan penghijauan berbasis keagamaan, seperti wakaf minimal dua bibit pohon bagi pasangan calon pengantin.

“Misalnya, wakaf minimal dua bibit pohon bagi pasangan calon pengantin yang akan menikah. Ini akan kami koordinasikan dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama. Kita harapkan ini bisa terwujud,” kata Mahyeldi.

Pj Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kolaborasi lintas sektor yang dibangun. Menurut dia, penghijauan terutama di hulu sungai dan kawasan hutan menjadi salah satu kunci mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.

“Bencana hidrometeorologi erat kaitannya dengan air dan kondisi lingkungan. Penghijauan, khususnya di hulu sungai dan kawasan hutan, menjadi kunci untuk mengurangi risiko bencana,” ujar Raju.

                                                                                          

Selain Ia menambahkan, pascabencana banjir dan longsor, Kota Padang juga menghadapi dampak lanjutan berupa kekeringan. Perubahan aliran sungai menyebabkan jaringan irigasi terputus, sungai-sungai kecil rusak, dan pasokan air bersih terganggu.

“Data kami mencatat ada sekitar 121 titik di Kota Padang yang mengalami kekeringan,” kata Raju.

Ketua Yayasan Rumah Aktivis Sejahtera Febriyandi Putra menjelaskan gerakan ini dilatarbelakangi bencana ekologis yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam. Menurutnya, Sumbar membutuhkan langkah pemulihan yang kolaboratif dan berkelanjutan, bukan sekadar respons jangka pendek.

“Hari ini kita membutuhkan solusi atas bencana ekologis yang terjadi di Sumbar. Karena itu kami mendorong keterlibatan semua pihak—pemerintah, BUMN, swasta, LSM, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat—untuk bergerak bersama. Target awal kami satu juta pohon, dan jumlahnya bisa bertambah sesuai partisipasi publik,” ujar Febriyandi.

Ia mengatakan, pohon yang ditanam tidak hanya berfungsi sebagai tanaman hutan, tetapi juga tanaman produktif yang bernilai ekonomi. Jenis yang diprioritaskan antara lain durian, petai, dan jengkol, serta kaliandra yang disuplai PT Semen Padang.

“Kami berterima kasih kepada PT Semen Padang dan pihak lain yang terlibat dalam gerakan ini,” kata Febriyandi.

Febriyandi menyebut gerakan ini melibatkan sekitar 20 pihak kolaborator. Di tingkat provinsi, target penanaman mencapai satu juta pohon. Khusus Kota Padang, targetnya 10 ribu pohon yang dibagi dalam lima segmen wilayah. Selain Balai Gadang, lokasi penanaman mencakup Batu Busuk dan Batang Gabung.

“Gerakan ini kami awali dari Kota Padang dengan penanaman bertahap dan estafet. Penanaman dilakukan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Lubuk Minturun hingga kawasan pesisir Pantai Padang,” ujarnya.

Menurut dia, Gerakan Sejuta Pohon bukan agenda seremonial semata. Gerakan ini diharapkan mendorong lahirnya kebijakan publik agar aktivitas menanam pohon menjadi bagian dari budaya dan kewajiban sosial.

“Kami berharap gerakan ini tidak berhenti pada euforia sesaat. Menanam pohon harus menjadi budaya. Sumatera Barat memiliki potensi bencana yang besar dari pesisir hingga pegunungan. Tidak ada wilayah yang benar-benar aman jika lingkungan tidak dijaga,” tambah Febriyandi.

 

Padang, Lintasmedianews.com 

Anggota DPRD Kota Padang, H. Rusdi, ST MT menghadiri Rapat Koordinasi Pembangunan (Rakorbang) Kelurahan Koto Baru Nan XX pada Kamis (22/1/2026).

Kehadirannya menjadi wujud nyata komitmen wakil rakyat dalam menyerap langsung aspirasi masyarakat dari tingkat paling bawah.

Rakorbang juga dihadiri oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang, Camat Lubuk Begalung, Nofiandi Amir, SH MH, dan Kepala Puskesmas Lubuk Begalung dr. Sari Ramadhani.

Juga hadir, Lurah Koto Baru Nan XX, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat kelurahan, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga dari berbagai elemen. 

Forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas program pembangunan, menyusun skala prioritas, serta merumuskan kebutuhan masyarakat untuk tahun mendatang.

Dalam sambutannya, H. Rusdi yang juga Anggota Komisi IV DPRD Padang ini, menegaskan pentingnya partisipasi aktif warga dalam proses perencanaan pembangunan. Menurutnya, usulan yang lahir dari Rakorbang kelurahan akan menjadi dasar perjuangan di tingkat DPRD agar dapat diakomodasi dalam perencanaan dan penganggaran daerah.

“Saya hadir untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Apa yang disampaikan hari ini akan saya bawa dan perjuangkan di DPRD agar bisa diwujudkan dalam program pembangunan Kota Padang,” ujar H. Rusdi yang merupakan Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Padang.

Camat Lubuk Begalung, Nofiandi Amir, mengapresiasi kehadiran anggota DPRD dalam forum Rakorbang kelurahan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, dan DPRD sangat penting agar perencanaan pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Rakorbang ini adalah wadah strategis untuk menyelaraskan program pembangunan dari tingkat kelurahan hingga kota. Kehadiran anggota DPRD tentu menjadi penguat agar aspirasi warga dapat ditindaklanjuti secara nyata,” kata Nofiandi Amir.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Koto Baru Nan XX, Ismedsyah, menyampaikan bahwa partisipasi warga dalam Rakorbang tahun ini sangat tinggi. 

Hal tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya terlibat dalam proses pembangunan.

“Kami berharap usulan-usulan yang telah dirumuskan bersama ini benar-benar dapat direalisasikan. Dukungan dari DPRD dan pemerintah kecamatan menjadi harapan besar bagi masyarakat,” ujar Ismedsyah.

Berbagai usulan disampaikan warga, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan lingkungan, drainase, penerangan jalan, hingga peningkatan layanan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

Diskusi berlangsung dinamis, mencerminkan tingginya kepedulian warga terhadap kemajuan lingkungan mereka.

Rakorbang Kelurahan Koto Baru Nan XX pun menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. 

Kehadiran H. Rusdi tidak hanya mempertegas fungsi representasi DPRD. Tetapi juga meneguhkan komitmen bersama dalam membangun Padang dari tingkat kelurahan. (*)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meninjau langsung pabrik serta rumah contoh Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK), produk inovatif PT Semen Padang, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Kamis (22/1/2026). Kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penggunaan SEPABLOCK untuk pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 di sejumlah wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Kunjungan anggota Komisi VI DPR RI tersebut disambut Direktur Sales & Marketing SIG Dicky Saelan, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Operasi Andria Delfa, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, serta Sekretaris Perusahaan Win Bernadino. Kemudian, Komisaris Utama PT Semen Padang Werry Darta Taifur didampingi Komisaris Ilham Aldelano Azre.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan bahwa kunjungan ke pabrik dan rumah contoh SEPABLOCK tersebut merupakan bagian dari rencana besar pemerintah dalam mendukung pembangunan Huntap yang layak, cepat, dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat terdampak banjir bandang.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk membangun hunian tetap. Produk SEPABLOCK yang diproduksi PT Semen Padang akan berkontribusi langsung dalam pembangunan Huntap di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” ujar Andre.

Andre menuturkan, berdasarkan laporan Direktur Sales & Marketing SIG Dicky Saelan, SIG telah memperoleh kontrak pembangunan Huntap sebanyak 4.800 unit rumah yang akan dibangun oleh pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Sumatera Barat. Program ini menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana banjir bandang.

“Tadi kami juga menyarankan kepada manajemen SIG agar dapat bersaing di Sumatera Utara dan Aceh. Hal ini sedang dikaji oleh manajemen, terutama terkait aspek harga agar lebih kompetitif di wilayah tersebut,” ungkap Andre.

Andre menegaskan dukungannya terhadap penggunaan material SEPABLOCK dalam pembangunan hunian tetap. Menurutnya, teknologi bata interlock ini memiliki sejumlah keunggulan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan pascabencana.

“SEPABLOCK ini jelas unggul. Pertama, proses pengerjaannya sangat cepat, dalam waktu dua minggu rumah sudah bisa berdiri. Kedua, rumahnya tahan gempa dan tahan api. Ketiga, harganya relatif terjangkau. Untuk rumah tipe 36 meter persegi, biayanya berkisar antara Rp150 juta hingga Rp160 juta,” jelasnya.

Dengan waktu pembangunan yang singkat, Andre optimistis masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati rumah yang layak huni. “Insya Allah ini bisa bersaing dan sangat membantu pemerintah. Kalau selesai dalam dua minggu, masyarakat bisa langsung menempati rumahnya,” tambahnya.

Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar menyampaikan bahwa SEPABLOCK merupakan salah satu produk inovatif unggulan PT Semen Padang yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan yang cepat, efisien, dan berkualitas. Produk ini dirancang sebagai solusi konstruksi modern, khususnya untuk kebutuhan hunian pascabencana.

Terkait kontribusi SEPABLOCK dalam pembangunan Huntap pascabanjir bandang, Pri Gustari menegaskan kesiapan PT Semen Padang untuk mendukung penuh program pemerintah. Dari sisi kapasitas produksi, perusahaan memiliki kemampuan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Produksi SEPABLOCK kami mampu menghasilkan sekitar 100 hingga 110 unit rumah setiap bulan. Artinya, dalam satu tahun bisa mencapai 1.200 hingga 1.300 unit rumah,” jelasnya.

Dengan adanya kunjungan kerja Komisi VI DPR RI tersebut, sinergi antara PT Semen Padang, SIG, dan pemerintah pusat diharapkan dapat semakin dipercepat. Saat ini, pihaknya juga telah melakukan sejumlah pembicaraan intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), satuan kerja (satker), serta balai terkait guna merealisasikan pembangunan Huntap secara optimal.

“Dengan dukungan Komisi VI DPR RI, kami berharap kontribusi PT Semen Padang dan SIG dalam program hunian tetap ini dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran, sehingga masyarakat terdampak bencana dapat segera bangkit dan memiliki tempat tinggal yang layak,” pungkasnya.

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, PT Semen Padang menggelar kampanye Safety Riding bertema “Budayakan Keselamatan Berkendara dan Tertib Berlalu Lintas”. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Rabu (21/1/2026), ini diikuti puluhan karyawan Semen Padang Group serta sejumlah pelajar di Kota Padang.

Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, mengatakan kampanye Safety Riding merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional sekaligus wujud komitmen manajemen dalam memperluas penerapan nilai-nilai keselamatan. 

Menurutnya, budaya K3 tidak hanya diterapkan di lingkungan kerja, tetapi juga dalam aktivitas berkendara sehari-hari. “Keselamatan harus menjadi kesadaran bersama dan dijalankan secara konsisten, sehingga mampu melindungi karyawan, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.

Pada kegiatan tersebut, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) ini menghadirkan dua narasumber, yakni Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Sumatera Barat, Kompol Rosita Imelda Ifadi, serta Kepala Subbagian Pelayanan Santunan PT Jasa Raharja Kanwil Sumbar, Dwi Aprianto.

Ketua Panitia Kampanye Safety Riding PT Semen Padang, Jefri Antoni, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran keselamatan berkendara di kalangan insan perusahaan. Menurutnya, mobilitas merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari karyawan sehingga risiko kecelakaan perlu diantisipasi sejak dini.

“Kecelakaan lalu lintas tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga keluarga, perusahaan, dan lingkungan kerja. Karena itu, Safety Riding harus menjadi budaya, bukan sekadar slogan,” kata Jefri.

Jefri juga mengajak seluruh peserta menjadi teladan dan duta keselamatan berkendara, baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat. Menurutnya, perubahan perilaku yang konsisten menjadi indikator keberhasilan kampanye ini.

Sementara itu, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sumbar, Kompol Rosita Imelda Ifadi, memaparkan bahwa kondisi keselamatan lalu lintas di Sumatera Barat masih memprihatinkan. Ia menyebutkan, angka kecelakaan lalu lintas di daerah tersebut berada pada peringkat lima terbesar secara nasional.

“Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Di Sumbar, mayoritas korban berasal dari usia produktif, yakni 13 hingga 35 tahun,” ujarnya.

Rosita mengapresiasi langkah PT Semen Padang yang aktif menggelar kampanye Safety Riding sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha sangat penting dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Ia juga mengungkap sejumlah pelanggaran yang masih sering ditemukan di lapangan, di antaranya penggunaan telepon genggam saat berkendara, kendaraan tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), mobil barang yang mengangkut penumpang, serta sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis seperti tanpa kaca spion, knalpot tidak standar, dan lampu yang tidak sesuai ketentuan.

Selain itu, pelanggaran seperti menerobos lampu lalu lintas, penggunaan lampu strobo tidak sesuai peruntukan, serta pengendara yang tidak membawa atau tidak dapat menunjukkan SIM dan STNK yang sah juga masih kerap terjadi. “Kepatuhan terhadap aturan dan perilaku berkendara yang baik akan menciptakan budaya lalu lintas yang aman dan berkeselamatan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Subbagian Pelayanan Santunan PT Jasa Raharja Kanwil Sumbar, Dwi Aprianto, memaparkan data dampak kecelakaan lalu lintas dari sisi pembiayaan santunan. Sepanjang 2025, nilai santunan kecelakaan lalu lintas tercatat meningkat signifikan.

“Total santunan meningkat sebesar 11,04 persen atau sekitar Rp7,7 miliar. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya frekuensi kecelakaan sebesar 2,63 persen serta kecelakaan fatal yang menyebabkan korban meninggal dunia naik 3,57 persen,” jelasnya.

Menurut Dwi, data tersebut menjadi pengingat bahwa kecelakaan lalu lintas masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan upaya bersama melalui edukasi serta perubahan perilaku berkendara.

Melalui kampanye Safety Riding ini, PT Semen Padang berharap dapat berkontribusi menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus memperkuat budaya keselamatan yang sejalan dengan nilai-nilai K3 perusahaan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda dan masyarakat luas akan pentingnya keselamatan berkendara. (*)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye menjemput aspirasi warga di daerah pemilihannya, Selasa, 6 Januari 2026.

Salah satunya melalui kegiatan reses. Aye, demikian dia akrab disapa, menggelar reses di Kelurahan Tabing Banda Gadang (TBG), tepatnya di Gurunlaweh, Kampung Lapai, Kampung Olo.

Beragam aspirasi disampaikan warga yang penuh sesak pada kegiatan reses itu. Misalnya warga berharap agar pemerintah segera memulihkan sisa-sisa banjir. 

"Kami minta agar sendiment lumpur di aliran sungai segera digali dan drainase warga segera di perbaiki . Kami masih masih trauma dengan kejadian banjir bandang 27 November 2025 lalu," kata perwakilan warga. 

Menanggapi aspirasi warga, Aye mengaku akan mengkoordinasikannya dengan pihak terkait. 

"Insya Allah keinginan warga terus dikoordinasikan dengan pihak terkait. Sehingga apabila banjir datang tidak merendam perumahan warga," tegas Aye. 

Sementara, bagi Ibu-ibu MTI yang mengusulkan bantuan untuk segera membuat proposal dan dimasukan dalam perencanaan tahun 2025, untuk direalisasikan di 2026. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH. i, WU

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Padang sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat kembali dipertanyakan. Bukan soal gedung pemerintahan atau aktivitas birokrasi, melainkan kondisi jalan di wilayah pinggiran kota yang dinilai semakin memprihatinkan dan terkesan luput dari perhatian serius.

Di sejumlah kawasan yang dikenal masyarakat sebagai wilayah Papiko—seperti Kecamatan Kuranji, Pauh, Koto Tangah, Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung hingga Bungus Teluk Kabung—kerusakan jalan bukan lagi cerita baru. Aspal mengelupas, badan jalan berlubang, hingga permukaan yang bergelombang menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga.

Keluhan pun terus mengalir dari masyarakat, terutama warga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Jalan rusak membuat distribusi hasil panen tersendat, ongkos angkut meningkat, dan risiko kecelakaan kian tinggi. Ironisnya, kondisi ini terjadi di wilayah penyangga kota yang selama ini ikut menopang kebutuhan pangan Padang.

Situasi makin runyam setelah bencana banjir bandang melanda beberapa waktu lalu. Di Kuranji, Pauh, dan Koto Tangah, banjir tak hanya merusak badan jalan, tetapi juga merobohkan jembatan dan memutus akses antarwilayah. Hingga kini, sebagian titik terdampak disebut belum tertangani maksimal.

Sorotan keras pun datang dari Ketua DPRD Padang, Muharlion. Ia menilai persoalan jalan rusak tak bisa lagi disikapi dengan alasan klasik atau sekadar wacana perencanaan.

“Terkait jalan-jalan yang rusak, kami minta Dinas PUPR Kota Padang segera turun tangan. Jangan ditunda-tunda. Kalau bisa ditangani lewat kegiatan rutin, lakukan sekarang. Kalau memang butuh perbaikan permanen, proses lelangnya juga harus segera berjalan,” tegas Muharlion.

Menurutnya, membiarkan kondisi jalan rusak berlarut-larut sama saja dengan membiarkan aktivitas ekonomi warga terganggu. Apalagi Padang membawa status sebagai wajah Sumatera Barat di tingkat nasional.

Muharlion juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berpusat di tengah kota. Wilayah pinggiran, kata dia, memiliki hak yang sama untuk menikmati infrastruktur layak, aman, dan mendukung produktivitas masyarakat.

Desakan ini sekaligus menjadi alarm bagi Dinas PUPR Kota Padang agar tidak lagi bersikap normatif. Publik kini menunggu langkah konkret, bukan sekadar daftar rencana di atas kertas. Jika tidak, sorotan terhadap kinerja pemerintah kota dipastikan akan semakin tajam.(*)

 


Padang, Lintasmedianews.com

Belum selesai dengan pemulihan Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor, Warga Padang kini keluhkan sumber air yang makin mengering. 

Ditemui pada saat Distribusi Air Bersih PMI, Minggu (18/1), Mairani salah seorang warga Pila Tarok, RT 01 RW 09, Kec. Kuranji, Padang mengatakan pasca bencana sumber air bersih warga rusak dan sumur serta aliran sungai mengering. "Semua kering, sumur kami sedalam 8 meter pun sekarang kering. Jadi untuk mandi, cuci baju, bersih-bersih lainnya kami susah" Ujar Mairani. 


Sebelum bantuan air bersih datang lanjutnya, Mairani dan warga lainnya hanya mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersih. "Kami buat saluran dan tampungan air hujannya. Lalu kami manfaatkan bersama-sama untuk mencuci dan lainnya" terangnya. 

Memenuhi  permintaan masyarakat yang semakin meningkat, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Barat mengerahkan seluruh armada Truk Tangki Air Bersihnya untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak. "Beberapa hari ini, kami mendistribusikan air ke 3 sampai 6 titik lokasi dalam sehari" Ucap Rizki salah satu petugas Distribusi Air Bersih PMI. 

Berbeda dengan hari-hari  biasanya, Rizki mengaku rute distribusi kali ini bertambah 2 kali lipat, dimana sebelumnya masing-masing tim hanya bertugas mendistribusikan air bersih maksimal 3 titik lokasi terdampak setiap harinya.

"Kami selalu siap membantu masyarakat, asalkan ketersediaan air cukup" Tutup Rizki

Pimpinan Operasi TDB PMI Provinsi Sumatera Barat, Hidayatul Irwan, menyampaikan bahwa kegiatan pendistribusian air bersih ini akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan.

“Distribusi air bersih ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen PMI untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik,” terang Hidayat. 

Tim distribusi air bersih PMI Provinsi Sumatera Barat, jelas Hidayat, akan terus berupaya memberikan pelayanan sebaik mungkin agar kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi. "Jika ada masyarakat yang masih belum mendapatkan bantuan distribusi air bersih, silahkan laporkan ke PMI setempat" Tutupnya

Humas PMI Sumbar

18/1/26

 



PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

PT Semen Padang melalui program Semen Padang Peduli terus berperan aktif membantu masyarakat terdampak bencana alam. Kali ini, perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara tersebut menyalurkan 16.000 liter air bersih kepada warga di sepanjang Jalan Durian Tarung, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Penyaluran bantuan dilakukan pada Kamis (15/1/2026) malam menggunakan water truck dan menyasar sedikitnya 600 kepala keluarga (KK) yang mengalami kesulitan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Krisis air terjadi akibat banjir bandang pada awal Desember 2025 lalu.

Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud empati dan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak krisis air bersih pascabencana.

“Air bersih merupakan kebutuhan vital yang harus segera dipenuhi, terutama dalam kondisi darurat pascabencana. Banjir bandang menyebabkan krisis air bersih di rumah-rumah warga, sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, dan beribadah,” ujar Idris, Jumat (16/1/2026).

Ia menegaskan, PT Semen Padang yang merupakan bagian dari SIG berkomitmen mendukung upaya pemulihan pascabencana, baik melalui bantuan darurat maupun program sosial berkelanjutan. Menurutnya, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat menjadi energi penting agar perusahaan dapat terus menjalankan peran sosialnya.

“Ketika masyarakat mempercayakan kebutuhannya pada Semen Padang, perusahaan akan terus tumbuh dan berkembang, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tambah Idris.

Ia juga menyebutkan bahwa selama masa tanggap darurat banjir bandang sebelumnya, PT Semen Padang telah menyalurkan sekitar 232 ribu liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak di Kota Padang.

Sementara itu, Koordinator Posko Semen Padang Peduli, Ferdy Dinardo, menjelaskan penyaluran bantuan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dan permintaan langsung dari masyarakat di sepanjang Jalan Durian Tarung. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan wilayah tersebut mengalami krisis air bersih cukup serius akibat dampak banjir bandang.

“Setelah menerima permintaan warga dan melakukan pengecekan, kami langsung menyalurkan bantuan menggunakan water truck berkapasitas 16.000 liter. Ada enam titik lokasi di sepanjang Jalan Durian Tarung yang kami salurkan bantuan air bersih,” kata Ferdy, yang juga Staf Environment Unit Safety Health Environment (SHE) PT Semen Padang.

Kepedulian PT Semen Padang mendapat sambutan positif dari warga. Pengurus Masjid Al Abrar, Vila Tarok, Jalan Durian Tarung, Muharmansyah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Ada sekitar 600 kepala keluarga di sepanjang Jalan Durian Tarung yang mengalami krisis air bersih sejak banjir bandang. Alhamdulillah, bantuan air bersih dari PT Semen Padang sangat membantu dan dapat memenuhi kebutuhan warga untuk beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut, kondisi diperparah karena jebolnya saluran irigasi akibat derasnya aliran banjir bandang. Selama ini, air sumur warga sebagian besar berasal dari rembesan saluran tersebut. Namun, kerusakan yang terjadi menyebabkan banyak sumur ikut mengering.

“Sebagian warga terpaksa mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Meski ada sumur bor, penggunaannya secara bersama-sama membuat debit air terus menurun, bahkan beberapa sudah mulai kering,” katanya.

Dengan adanya bantuan air bersih dari PT Semen Padang, warga berharap kebutuhan air bersih dapat terus terpenuhi hingga kondisi lingkungan kembali pulih. Bantuan tersebut dinilai tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberi harapan bagi masyarakat untuk bangkit dari dampak bencana. (*)

 



PADANG, LINTASMDIANEWS.COM
PT Semen Padang bagian dari SIG, menyatakan komitmennya mendukung pemulihan pascabencana banjir bandang akibat badai hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada akhir November 2025. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penggunaan produk Semen Padang dalam pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak di tiga kabupaten.

Sebanyak 181 unit huntara dibangun dengan kebutuhan 3.310 zak semen, seluruhnya menggunakan produk Semen Padang. Pembangunan huntara tersebar di tiga lokasi, yakni Pasar Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam sebanyak 117 unit; Anduring, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 34 unit; serta Koto Baru, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 30 unit.



Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam pertemuan bersama Direktur Sales & Marketing PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Dicky Saelan dan Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar di Istana Gubernur, Kamis (8/1/2026), menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan PT Semen Padang, terutama pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur tidak kurang dari 80 persen dari total Rp22 triliun yang kami usulkan. Kami berharap PT Semen Padang dapat memberikan peran maksimal, apalagi produknya berupa green cement yang sejalan dengan konsep Green Province yang sedang kami dorong,” ujarnya.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menyebut penggunaan produk Semen Padang dalam pembangunan huntara tersebut menjadi bentuk kepercayaan pemerintah daerah terhadap kualitas produk lokal.

“Dengan digunakannya Semen Padang pada pembangunan 181 unit huntara di tiga titik di Sumbar, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kepada produk kami,” kata Win.

Ia berharap sinergi pemerintah dan industri lokal dapat terus diperkuat, tidak hanya pada situasi darurat bencana, tetapi juga dalam program pembangunan daerah.

“Kami berharap kerja sama seperti ini terus dilakukan agar PT Semen Padang tetap tumbuh dan berkembang di Sumatera Barat, sekaligus semakin banyak berbuat untuk masyarakat Sumbar,” ujarnya.

Pembangunan huntara itu diharapkan dapat menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi warga terdampak, sembari menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi hunian permanen. Win menambahkan, PT Semen Padang juga terus hadir melalui program tanggung jawab sosial sejak hari pertama bencana.

“Sebagai perusahaan kebanggaan masyarakat Sumbar, PT Semen Padang hadir sejak hari pertama bencana terjadi dan hari ini mendukung pemulihan pascabencana. Bagi kami, ini bukan sekadar kontribusi material, tetapi juga bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka,” tutup Win.

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Lorong-lorong Diklat PT Semen Padang yang biasanya bergema oleh ketukan sepatu peserta pelatihan kini berubah wajah. Kali ini, yang mengisi ruang adalah langkah-langkah kecil yang berlarian, tawa yang lepas, dan suara membaca anak-anak SD Bustanul Ulum Semen Padang. Keseriusan rapat dan pelatihan yang biasanya menumpuk di setiap sudut ruangan kini lenyap, digantikan riuh rendah keceriaan yang baru, meski lahir dari kepedihan.

Di antara riuh rendah tawa, guru-guru tampak bergantian membimbing mereka untuk membaca, menulis, dan berhitung. Suara mereka pun menembus ruang, menciptakan ritme yang berbeda dari rutinitas diklat pada umumnya. Setiap kata dan tawa seolah menjadi obat kecil bagi luka yang belum sepenuhnya sembuh. Mata anak-anak bersinar, memberikan cahaya keberanian yang tak mudah padam, meskipun bencana baru saja merenggut sebagian dunia mereka.

Anak-anak ini adalah penyintas banjir bandang di Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Mereka pernah menyaksikan air keruh datang dengan ganas, menyeret rumah, merobohkan dinding, serta menghancurkan benda-benda yang selama ini menjadi bagian hidup mereka. Malam-malam panjang di pengungsian, suara hujan yang memicu kecemasan, dan ketidakpastian hari esok masih menghantui ingatan mereka.

Dari pantauan media ini pada Kamis (8/1/2026) pagi, salah seorang anak bernama Ghazy Al Gifard, yang merupakan bocah kelas V, tampak duduk dengan tenang. Tangannya menggenggam buku tulis, pensil bergerak perlahan di atas kertas. Sesekali, ia menatap jendela, seolah memeriksa apakah semuanya aman. Saat ditanya tentang kelas barunya, senyum kecil merekah di wajahnya. “Di sini kami nyaman sekali belajar, Pak. Ruangannya ber-AC,” kata Ghazy polos.

Bocah berusia 10 tahun ini juga menyampaikan bahwa AC bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menjadi simbol perlindungan—dinding kokoh, atap yang tak bocor, dan ruang yang aman dari bayang-bayang banjir. Sekolah lamanya yang tidak jauh dari sungai masih memicu rasa trauma ketika awan gelap bergelantungan di langit Batu Busuk. “Kami masih takut sekolah di sana kalau cuaca buruk, apalagi di belakang sekolah juga ada bukit tinggi menjulang. Kami takut nanti longsor,” bisiknya pelan.

Ghazy merupakan salah satu bocah yang rumahnya hanyut diterjang banjir. Tidak ada yang tersisa, kecuali kenangan tentang tawa keluarga, aroma rumah, dan permainan sederhana di halaman belakang rumahnya. Kini, Ghazy bersama keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di Limau Manis, sekitar lima kilometer dari Batu Busuk. “Sebelum ngontrak, kami sempat tinggal di tempat pengungsian di SDN 02 Cupak Tangah, dan di sana kami menjalani hari-hari dengan tidur seadanya serta rutinitas yang serba terbatas,” ujarnya.

Di meja lain, Sheryl Philomela Sodiq tampak ceria di tengah teman-temannya. Meski sekolah lamanya relatif aman dari banjir, ruang belajar di Diklat PT Semen Padang memberinya rasa aman yang berbeda. Setiap hari ia diantar-jemput menggunakan bus perusahaan—sebuah perhatian sederhana yang membuatnya merasa diperhatikan dan dilindungi. Namun demikian, trauma tetap ada. Bencana dahsyat yang melanda kampung halamannya juga merenggut kebahagiaannya, yaitu rumah tempat ia berteduh.

“Saya masih trauma, Pak. Rumah saya hanyut tak membekas,” ucap Sheryl pelan. Kini, ia dan keluarganya tinggal di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, tak jauh dari SMP Negeri 23 Padang. Rasa kehilangan rumah dan kenangan masa kecil masih tersisa. Namun begitu, gadis kecil yang beranjak dewasa ini berusaha untuk terus belajar menata kembali hari-harinya dengan senyum, meski hati masih rapuh. “Kami tidak akan menyerah, meski bencana telah menimpa kami. Kami harus bangkit untuk bisa meraih mimpi-mimpi kami,” ucapnya.

Pelajar SD Bustanul Ulum lainnya, Verdiano Tauvani, juga menyimpan kenangan pahit. Ketika banjir datang, ia menyaksikan rumahnya hanyut, dan ia bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah neneknya yang masih berada di kawasan Batu Busuk. Namun, karena luapan banjir yang begitu besar dan deras, bagian belakang rumah neneknya itu juga roboh diterjang banjir.

Kini, Verdiano bersama keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di kawasan Piai, Kecamatan Pauh. Jauh dari sungai, namun bocah 10 tahun ini mengaku masih trauma, dan kedua orang tuanya kini berupaya membangun kembali kehidupan dari sisa-sisa yang ada. “Saya juga masih trauma. Kadang-kadang, saya masih teringat air keruh datang dan menghanyutkan rumah, serta semua benda yang ada,” katanya lirih sambil menatap buku tulisnya.

Setiap anak dari para penyintas ini membawa cerita yang berbeda, tetapi rasa takut, kehilangan, dan harapan menyatu dalam satu ruang. Sementara itu, di luar ruangan, suara anak-anak yang berlari dan tawa riang mengisi halaman diklat. Seorang guru terlihat menatap mereka sambil tersenyum. “Mereka hebat. Trauma boleh ada, tapi semangat mereka lebih besar,” kata Kepala Urusan Pengajaran SD Bustanul Ulum Semen Padang, Rici Noviasari.

Rici juga menyampaikan bahwa total siswa SD Bustanul Ulum berjumlah 116 orang. Namun, yang mengikuti kegiatan belajar di Diklat PT Semen Padang berjumlah 109 orang, sementara tujuh siswa lainnya untuk sementara menumpang belajar di SDN 02 Lubuk Buaya karena mereka bersama keluarganya direlokasi ke hunian sementara di Lubuk Buaya. “Pindah ke diklat ini sejak Senin kemarin. Alhamdulillah, anak-anak sangat nyaman belajar,” ujarnya.

Guru kelas VI ini juga membeberkan kondisi seluruh pelajar SD Bustanul Ulum pascabanjir. Sehari setelah banjir melanda Batu Busuk, ia bersama para guru lainnya langsung mendata seluruh siswa dengan mendatangi lokasi pengungsian di Masjid Taqwa, SDN 02 Cupak Tangah, Rimbo Panjang, dan SMP Negeri 44 Padang. Setelah semua siswa didata, para guru kemudian menggelar rapat dengan pengurus Yayasan Igasar Semen Padang yang menaungi SD Bustanul Ulum Semen Padang.

Dari rapat tersebut, diputuskan bahwa seluruh guru SD Bustanul Ulum yang berjumlah 12 orang, termasuk kepala sekolah, membuat jadwal piket di beberapa titik lokasi pengungsian tempat siswa SD Bustanul Ulum berada. “Di tempat pengungsian, kami para guru memberikan trauma healing, menanyakan kabar siswa, dan sesekali mengulang beberapa mata pelajaran,” ujarnya.

Setelah keadaan mulai kondusif, para guru bersama orang tua dan komite sekolah, termasuk pihak yayasan, kembali menggelar rapat. Dari hasil rapat, semuanya sepakat bahwa pada 15 Desember 2025 aktivitas belajar mengajar kembali dilakukan di SD Bustanul Ulum, namun dengan jadwal pulang yang dipercepat. “Biasanya pulang pukul 15.00 WIB, kami percepat menjadi pukul 11.00 WIB karena kami khawatir cuaca saat itu masih buruk,” bebernya.

Aktivitas belajar mengajar di SD Bustanul Ulum berlangsung hingga 18 Desember 2025, kemudian anak-anak memasuki libur semester, Natal, dan Tahun Baru. “Saat anak-anak libur panjang inilah banjir susulan terjadi, dan akses menuju SD Bustanul Ulum terputus, bahkan tidak bisa dilewati kendaraan. Menjelang libur panjang berakhir, kami kembali menggelar rapat bersama yayasan, komite, dan wali murid. Karena kondisi tidak memungkinkan, kami sepakat untuk sementara anak-anak dipindahkan belajar ke Diklat PT Semen Padang,” ujarnya.

“Alhamdulillah, sejak Senin hingga sekarang anak-anak senang belajar di diklat ini. Apalagi, setiap hari mereka diantar-jemput menggunakan bus yang disediakan gratis oleh PT Semen Padang. Untuk itu, saya mewakili para guru mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas kepeduliannya terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak kami,” kata Rici.

Salah satu wali murid SD Bustanul Ulum Semen Padang, Miftahul Jannah, mengaku bersyukur anaknya masih bisa bersekolah meskipun aktivitas belajar mengajar dialihkan ke Diklat PT Semen Padang akibat akses jalan menuju sekolah putus total pascabanjir susulan akhir Desember lalu. Menurutnya, meskipun lokasi belajar sementara ini cukup jauh dari Batu Busuk, perhatian PT Semen Padang terhadap siswa SD Bustanul Ulum sangat luar biasa.

“Ini perhatian yang bukan hanya besar, tetapi sangat luar biasa menurut kami. PT Semen Padang tidak hanya memfasilitasi tempat belajar, tetapi juga menyediakan bus operasional untuk antar-jemput anak-anak dari rumah masing-masing ke Diklat PT Semen Padang. Padahal, pascabanjir sebagian besar siswa SD Bustanul Ulum sudah tidak lagi tinggal di Batu Busuk dan tersebar di berbagai lokasi di Kecamatan Pauh,” katanya.

Ia pun mewakili para wali murid mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang selalu hadir memberikan perhatian, terutama kepada anak-anak SD Bustanul Ulum. Di tengah keterbatasan, anak-anak yang masih trauma dan menjalani masa pemulihan


tetap dapat belajar secara normal. “Terima kasih PT Semen Padang atas perhatiannya,” ujar Miftahul.

Sementara itu, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menyampaikan bahwa perhatian dan dukungan terhadap siswa SD Bustanul Ulum merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat Batu Busuk. Apalagi, SD Bustanul Ulum merupakan sekolah binaan PT Semen Padang yang berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang.

“Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, kami menilai hal ini sangat penting untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar meskipun wilayah Batu Busuk sedang menghadapi dampak bencana yang cukup berat. Kami berharap, apa yang kami lakukan ini setidaknya dapat membantu menyembuhkan luka anak-anak yang terdampak banjir bandang,” ujarnya.

Idris menambahkan, PT Semen Padang selalu berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui program pendidikan, tetapi juga berbagai bentuk bantuan dan pendampingan, terutama saat masyarakat menghadapi masa sulit. “Kepedulian kami terhadap sekolah ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan sekaligus memberi semangat kepada warga untuk bangkit bersama,” tambahnya.

SD Bustanul Ulum merupakan sekolah gratis yang didirikan PT Semen Padang untuk masyarakat kurang mampu di Batu Busuk. Meski berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang, setiap tahun PT Semen Padang menggelontorkan dana sedikitnya Rp500 juta untuk mendukung operasional sekolah yang berada tidak jauh dari PLTA Kuranji milik PT Semen Padang. (*)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 PT Semen Padang menyalurkan bantuan 200 zak semen untuk mendukung pengerasan jalan alternatif di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (8/1/2026). Bantuan disalurkan melalui program Semen Padang Peduli sebagai dukungan percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang.

Bantuan diserahkan Direktur Sales & Marketing SIG Dicky Saelan dan diterima Camat Pauh Titin Masfetrin, didampingi Lurah Lambung Bukit Defry, di lokasi terdampak.

Dalam penyerahan tersebut, Dicky Saelan turut didampingi Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, serta Kepala Departemen Penjualan Inpres Rakhmat Hidayat. Kehadiran jajaran pimpinan itu menegaskan komitmen SIG dan PT Semen Padang mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat.

Dicky Saelan menyatakan, bantuan semen merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat terdampak, khususnya di Kota Padang. Menurutnya, perusahaan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir membantu masyarakat di masa sulit.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian SIG dan PT Semen Padang untuk membantu daerah terdampak bencana, khususnya di Kota Padang. Kami hadir dalam proses rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat,” ujar Dicky.

Ia berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan akses infrastruktur yang berdampak langsung terhadap aktivitas sosial dan perekonomian warga. “Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat terdampak, membantu pemulihan kehidupan dan perekonomian. SIG dan PT Semen Padang berkomitmen untuk selalu hadir dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Pauh Titin Masfetrin menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Ia menilai dukungan tersebut sangat dibutuhkan, terutama untuk perbaikan jalan alternatif yang kini menjadi akses utama warga.

“Atas nama Pemerintah Kota Padang dan masyarakat Kecamatan Pauh, kami mengucapkan terima kasih kepada SIG dan PT Semen Padang atas bantuan 200 zak semen ini,” ujar Titin.

Titin menjelaskan, bantuan semen akan dimanfaatkan untuk pengerasan jalan alternatif menyusul rusaknya jalan utama di depan SDN 10 Lambung Bukit yang terban akibat banjir bandang. Jalan alternatif itu saat ini menjadi akses vital bagi warga.

“Alhamdulillah, semen bantuan ini akan dimanfaatkan untuk pengerasan jalan alternatif. Jalan ini digunakan oleh sekitar 657 kepala keluarga, sehingga perbaikannya mendesak agar aktivitas masyarakat kembali normal,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, PT Semen Padang konsisten hadir sejak awal bencana. Menurutnya, perusahaan telah membantu masyarakat sejak banjir bandang pertama yang melanda wilayah tersebut pada 24 November 2025.

“Kami menyadari dan merasakan bahwa PT Semen Padang hadir sejak awal kejadian banjir bandang. Kepedulian yang berkelanjutan ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” tuturnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, proses pemulihan pascabencana di Kelurahan Lambung Bukit diharapkan berjalan lebih cepat. Perbaikan infrastruktur, seperti akses jalan, tidak hanya memulihkan mobilitas, tetapi juga membantu menggerakkan kembali roda ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat setempat.

 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. atau SIG bersama PT Semen Padang dan 11 distributor di Sumatera Barat menyerahkan bantuan 10.000 zak semen untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Barat.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Direktur Sales & Marketing SIG, Dicky Saelan, didampingi Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, serta perwakilan 11 distributor kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Istana Gubernur Sumbar, Kamis (8/1/2026).

Direktur Sales & Marketing SIG, Dicky Saelan, menjelaskan bahwa bantuan 10.000 zak semen tersebut merupakan hasil kolaborasi antara SIG, PT Semen Padang, dan 11 distributor Semen Padang di Sumatera Barat.

“Bantuan ini merupakan wujud komitmen SIG bersama PT Semen Padang dalam mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana akibat badai hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025, serta banjir bandang susulan yang terjadi setelahnya,” ujar Dicky Saelan.

Ia menegaskan, kehadiran SIG, PT Semen Padang, dan para distributor bukan sekadar sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Sumatera Barat yang turut merasakan duka atas musibah yang terjadi.

“Mewakili manajemen, SIG dan PT Semen Padang hadir dalam duka warga Sumbar. Kami berharap melalui bantuan ini, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih cepat, sehingga Sumatera Barat segera bangkit, baik dari sisi pemulihan ekonomi maupun kehidupan sosial masyarakat,” ungkapnya.

Dicky juga menekankan bahwa bantuan ini sekaligus membuktikan peran PT Semen Padang sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Menurutnya, sejak awal terjadinya bencana, SIG dan PT Semen Padang telah terlibat aktif dalam berbagai upaya penanganan dan pemulihan di Sumatera Barat.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta dukungan nyata yang diberikan oleh SIG dan PT Semen Padang. Ia menilai kehadiran perusahaan semen tertua di Asia Tenggara itu memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Sumbar.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran SIG dan PT Semen Padang dalam membantu Sumatera Barat bangkit pascabencana. PT Semen Padang ini begitu melekat dalam setiap seluk-beluk kehidupan masyarakat Sumbar,” kata Mahyeldi.

Menurutnya, peran industri yang ditunjukkan PT Semen Padang merupakan contoh kolaborasi yang sangat baik. Kehadiran perusahaan tersebut, lanjut Mahyeldi, tidak hanya dirasakan saat terjadi bencana, tetapi juga dalam berbagai aspek pembangunan daerah.

“Peran, kontribusi, dan dukungan PT Semen Padang sangat berarti. Kehadirannya hari ini membangun optimisme bahwa Sumatera Barat mampu bangkit dan pulih lebih cepat,” ujarnya.

Mahyeldi juga menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan PT Semen Padang, khususnya dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di Sumbar sangat besar.

“Sesuai yang disampaikan Direktur Sales & Marketing SIG, PT Semen Padang adalah tuan rumah di Sumatera Barat. Kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur mencapai tidak kurang dari 80 persen dari total Rp22 triliun yang kami usulkan. Kami berharap PT Semen Padang dapat memberikan peran maksimal, apalagi produknya berupa green cement yang sejalan dengan konsep Green Province yang sedang kami dorong,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari para distributor Semen Padang di Sumatera Barat. Salah seorang perwakilan distributor dari PT Puskud Jaya Bersama, Usman Ujang, mengatakan bahwa bantuan dari 11 distributor itu merupakan wujud empati dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana.

“Kami para distributor merasakan apa yang dirasakan masyarakat Sumbar yang ditimpa bencana. Karena itu, kami tergugah untuk ikut membantu untuk pemulihan wilayah terdampak,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat memperbaiki rumah dan fasilitas umum yang rusak sehingga kehidupan dapat kembali berjalan normal. “Harapan kami sederhana, semoga saudara-saudara kita yang ditimpa kesusahan akibat bencana dapat kembali seperti semula,” tutup Usman.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, industri, dan para distributor, bantuan ini diharapkan menjadi pemantik semangat kebangkitan Sumatera Barat menuju pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan. (*)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.