Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

 

Doomsday! Demikian warga New York dan Toronto menyebut ketika selama dua hari listrik di megapolitan itu padam pada 14 Agustus 2003. Lalu beritanya mendunia, lantaran ada jutaan orang teraniaya gara-gara setrum tak mengalir. Media menyebutnya Doomsday! (pakai tanda seru) yang berarti kiamat. Keiadaan listrik di era modern sudah masuk kategori kiamat rupanya.

Tapi pemerintah setmpat dan perusahaan listrik tak masu menggunakan diksi Doomsday, melainkan menggunakan istilah blackout alias kegelapan atau dalam bahsa Minang kalam bakalajik.

Consolidated Edison Co, perusahaan listrik yang menyediakan listrik ke kota New York, merupakan anak perusahaan Consolidated Edison Inc, lalu bekerja keras. Tak ada demo maupun class action. Setelah dua hari kemudian, listrik menyala. Walikota New York, Michael Bloomberg langsung angkat bicara: minta maaf pada warganya. Hebat!

Ada yang menarik disimak dari kisah pudurnya lisrik di New York itu. Bloomberg sang Walikota minta maaf untuk ‘PLN’nya New York kepada rakyat. Hal yang mustahil kita dengar di Indonesia. “Urusan listrik padam, pembangkit down, gardu induk meledak, atau elevasi air waduk turun itu urusan PLN” Paling-paling kalimat itu yang akan meluncur dari para walikota kita.

Betapa menjadi amat sektoralnya soal listrik. Padahal tiap kali pola pembangunan disusun, senantiasa disebutkan bahwa listrik adalah infrastruktur. Jadi kalau infrastruktur seyogianya persoalan kelistrikan juga menjadi persoalan bersama.

Lepas dari bagaimana para petinggi pemerintah kita berperilaku, yang terang sebagai sebuah korporasi besar dan vital, PLN juga mesti menyadari bahwa diperlukan perenungan-perenungan mendalam, berkontemplasi dan berintrospeksi.

Jika Walikota New York mau memintakan maaf kepada warganya sementara ia tak ada hubungan ‘tali darah’ apalagi tali bisnis dengan Consolidated Edison Co, maka yang pintar itu adalah pihak Edison. Betapa di situ amat dipentingkan penanganan human relationship, maupun partner relationship.

Dapat dikatakan betapa manajemen Edison dengan pemerintah kota New York amat dekatnya. Maka sementara para insinyur berusaha keras memperbaiki kerusakan, para PR memainkan peranannya di lapangan, salah satunya tentu saja dengan sang Walikota. Mereka –pihak Edison– butuh mulut Bloomberg untuk menyatakan bahwa persoalan listrik padam ini bukan saja persoalan Edison, tapi persoalan semua pihak di kota itu. Publik pun akhirnya paham. Tak ada carut marut, sumpah serapah yang dihamburkan ke alamat Edison.

Persoalan yang dihadapi oleh korporasi pelat merah yang bernama PLN yang tahun ini sudah berusia delapan dekade  mengambil alih pengelolaan kelistrikan nasional kurang lebih sama dengan persoalan berbagai perusahaan listrik di dunia. Bahwa ada gangguan teknis, ketidakcukupan finansial, ketidaksabaran pelanggan adalah hal-hal umum yang akan menimpa semua perusahaan listrik di manapun.

Soalnya sekarang, seberapa tangguh perusahaan listrik itu melewatinya tanpa harus babak belur ‘dikritik; publik. Pada saat listrik tak lagi sekedar infrastruktur, orang hanya tahu lampu di rumahnya menyala dengan baik, dia bisa nonton TV sambil makan pottato, atau tak ingin kegiatan rutinya untuk ngebrowsing di internet. Jadi kalau tiba-tiba lampu mati; orang tak peduli apakah itu karena fuse di gardu induk jatuh, atau beban puncak pada hydropower sudah sama dengan kapasitas terpasangnya, atau satu dari turbin PLTU sudu-sudu nya ambrol dan sebagainya. Tidak. Orang tak peduli dengan istilah yang luar biasa asingnya itu.

Sustainable, keterjaminan pasokan, kehandalan jaringan itulah idiom-idiom mutlak yang mesti disajikan kepada pelanggan. Begitu ia terganggu barang beberapa detik saja, maka kalau masih ada perbendaharaan sumpah serapah niscaya akan berhamburan ke PLN.

Pengalaman lama menunjukkan betapa sebagian besar orang PLN amat alergi dengan kritikan. Atau paling tidak, kritikan publik justru ditangkisnya dengan penyajian penjelasan supernjelimet yang akibatnya bukan memperjelas permasalahan sebenarnya, melainkan menambah dongkol masyarakat.

Ada kasus menarik misalnya di Sumatra yang mengalamai blackout Jumat kemarin. Orang ingin penjelasan yang sejelas-jelasnya dari PLN. Tapi yang terjadi justru membuat publik kian menggerutu. Yang dijelaskan oleh para petinggi PLN justru soal-soal teknis pembangkitan. Itu sama sekali tak berguna. Orang hanya ingin kejelasan, kapan listrik hidup normal lagi.

Perlu jurubicara yang handal. Perlu pintu terbuka ke PLN.

Tapi tahukah anda? Bahwa masuk kantor PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Barat di kawasan Sawahan Padang, kini bak masuk ke markas tentara. Satunya kantor BUMN yang seketat itu pintu masuknya di Padang adalah PLN UID.

Dulu ketika saya masih menjadi salah seorang pengurus Korps Wartawan PLN tahun-tahun 90an, ruangan Humas PLN menjadi ruang yang penuh dengan diskusi antara pejabat PLN dengan wartawan. Para tamu boleh datang tanpa harus melewati metak detector petugas seperti sekarang. 

Kenapa begitu sekarang? Entahlah agaknya ada instalasi vital yang berbahasa di kantor itu. Padahal tak secuil pembangkit pun di situ kecuali genset cadangan.

Salam kelistrikan!

(23/5/2006)


Tanah Datar,Lintas Media News
Memperingati Dies natalis ke 42, 
Universitas Terbuka (UT) mengelar Pengabdian Kepada Masyarakat 
(PKM) Kebencanaan di Nagari Guguak Malalo Batipuh Selatan, Tanah Datar Sumatera Barat (Sumbar).Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Ketahanan Informasi dan Kearsipan Masyarakat Pasca Bencana” masyarakat diberi pelatihan enkapsulasi arsip keluarga untuk ketahanan informasi pasca bencana diikuti  puluhan warga setempat, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana alam seperti banjir bandang, longsor, dan gempa.

PKM ini menghadirkan narasumber utama dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Bapak Teddy Irawan, S.S. yang memberikan materi dan pendampingan teknis secara langsung kepada masyarakat.

Fokus utama kegiatan adalah membekali warga dengan keterampilan praktis menyelamatkan dokumen penting keluarga menggunakan metode enkapsulasi sebuah teknik pelapisan arsip kertas dengan bahan pelindung agar tahan terhadap air, kelembaban, dan kerusakan fisik.

Dalam paparannya, Teddy Irawan menjelaskan bahwa, pasca bencana, masyarakat seringkali kehilangan dokumen kependudukan, sertifikat tanah, ijazah, dan akta-akta penting karena tidak disimpan dengan cara yang memadai. 
“Enkapsulasi adalah solusi sederhana namun efektif. Dengan melapisi dokumen menggunakan plastik poliester atau laminasi dingin yang dapat dibuka kembali, arsip keluarga menjadi lebih tahan terhadap air, jamur, dan sobekan. Ini sangat penting untuk daerah rawan bencana seperti Nagari Guguak Malalo,” ujarnya.

Pada kesempatan itu,masyarakat tidak hanya mendengarkan teori, tetapi langsung mempraktikkan metode enkapsulasi secara mandiri dengan pendampingan, antusiasme warga terlihat sepanjang sesi praktik.

Rosneli, salah seorang peserta , mengaku selama ini hanya menyimpan ijazah dan sertifikat tanah dalam plastik klip biasa. “Setelah diajari enkapsulasi, saya jadi tahu cara melindungi dokumen agar tidak rusak terkena air saat banjir. Terima kasih Universitas Terbuka dan Pak Teddy,” ucapnya.

Sementara,Wali Nagari Guguak Malalo,Mulyadi, S.Sos.,N, LP,  menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. “Nagari kami beberapa kali mengalami banjir bandang, banyak warga kehilangan dokumen penting. Pelatihan enkapsulasi ini sangat praktis dan langsung bisa diterapkan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.

Ketua Tim PKM Universitas Terbuka, Evi Zakiyah,S.IIP.,M.Hum yang didampingi Viola Dwi Putri Syarif, M.IP.  Aulia Nurdiansyah, S.Pd., M.A.  Habiburrahman, M.A. Dr. Tuti Purwoningsih, S.Pd., M.Sc.,  Dr.Mery Berlian, S.P., M.Si. serta mahasiswa prodi DIV Kearsipan Rudi Pratama menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian UT terhadap masyarakat rentan bencana.

 “Ketahanan informasi sering menjadi sektor yang terabaikan dalam mitigasi bencana. Padahal, tanpa dokumen, masyarakat pasca bencana sulit mengakses layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial. Enkapsulasi adalah langkah awal membangun masyarakat yang tangguh arsip,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sembako untuk 50 kepala keluarga. Universitas Terbuka berkomitmen untuk terus mendampingi Nagari Guguak Malalo dalam upaya pengurangan risiko bencana berbasis informasi dan kearsipan.(*)











Tanah Datar,Lintas Media News
Dalam memperingati Dies natalis ke 42 Universitas Terbuka (UT) melalui Sekolah Vokasi  menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kebencanaan di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. 

Rangkaian kegiatan hari ini mencakup peresmian sumur bor, penyerahan bantuan alat sholat dan sembako, serta pelatihan penyelamatan arsip keluarga bagi warga terdampak bencana.

Kegiatan PKM kebencanaan ini yang digawangi oleh Dosen Universitas Terbuka Sekolah Vokasi  Ibu Evi Zakiyah, S.IIP., M.Hum, Viola Dwi Putri Syarif, M.IP. Aulia Nurdiansyah, S.Pd., M.A. Habiburrahman, M.A. Dr. Tuti Purwoningsih, S.Pd., M.Sc dan perwakilan UT Padang Dr. Mery Berlian, S.P., M.Si.  serta mahasiswa D-IV Kearsipan Rudi Pratama.

Acara ini dihadiri oleh Dr. Mery Berlian, S.P, M.Si – Direktur UT Padang, Bapak Jumaidi, S.Pd., M.Pd – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Bapak Teddy Irawan, S.S. – Arsiparis Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumbar sebagai narasumber pelatihan arsip, Bapak Lovely Harman, S.T., M.T – Kepala Bidang Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tanah Datar, Bapak Mulyadi, S.Sos., N.LP – Wali Nagari Guguak Malalo

Dalam sambutannya, Direktur UT Padang, Dr. Mery Berlian, menegaskan bahwa  Universitas Terbuka berupaya hadir secara langsung di tengah masyarakat sebagai mitra strategis dalam proses pemulihan pascabencana, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan ketangguhan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. 
Seperti diketahui bahwa pada tahun 2026, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Nasional Kebencanaan Universitas Terbuka dilaksanakan di beberapa wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera, yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Untuk wilayah Sumatera Barat, kegiatan dipusatkan di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, yang kegiatannya dilaksanakan di Nagari Guguak Malalo. 

Viola Dwi Putri Syarif, M.I.P sebagai perwakilan team mengatakan, bahwa peran Sekolah Vokasi  Universitas Terbuka  dalam PKM ini adalah memastikan edukasi kebencanaan dapat diserap dengan baik oleh masyarakat. UT tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga membangun ketahanan jangka panjang.

 "Sumur bor ini adalah bukti nyata bahwa UT peduli pada kebutuhan dasar masyarakat. Semoga air bersih ini membawa berkah bagi seluruh warga Guguak Malalo," tuturnya.

Lovely Harman, S.T., M.T perwakilan dari BPBD Tanah Datar mengapresiasi langkah UT yang menggabungkan bantuan infrastruktur (sumur bor), sosial keagamaan (alat sholat), dan edukasi kearsipan. "Ini model kebencanaan yang holistik. BPBD akan menjadikan kegiatan ini sebagai contoh kolaborasi yang baik," ujarnya.

Wali Nagari Guguak Malalo,  Mulyadi, S.Sos., N.LP, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. "Alhamdulillah, kini warga kami tidak perlu lagi jauh-jauh mengambil air. Peralatan sholat juga sangat membantu aktivitas ibadah, dan pelatihan arsip mengingatkan kami betapa berharganya dokumen keluarga," katanya dengan haru.

Pelatihan arsip keluarga yang dipandu oleh Teddy Irawan, S.S. berlangsung secara interaktif. Warga diberikan praktik langsung cara menyimpan dokumen penting seperti ijazah, akta kelahiran, dan sertifikat tanah menggunakan kemasan tahan air, laminasi sederhana, serta pembuatan salinan digital. 

"Setelah bencana, dokumen adalah identitas warga. Tanpa dokumen, sulit mengakses layanan publik dan bantuan sosial," jelas Teddy di hadapan puluhan peserta.

Selain peresmian sumur bor dan pelatihan arsip, tim UT juga menyerahkan bantuan:
Paket sembako untuk 50 kepala keluarga terdampak Peralatan alat sholat (karpet masjid, mukena, sarung, dan Al-Qur'an). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh bersama Direktur UT Padang kepada perwakilan masyarakat dan perangkat nagari.

Kegiatan PKM kebencanaan ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Terbuka, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat berbasis mitigasi bencana yang terintegrasi. UT berkomitmen untuk terus mendampingi Nagari Guguak Malalo dalam proses pemulihan pascabencana secara berkelanjutan.(*)

 

JAKARTA, Lintasmedia News– Komitmen PT Semen Padang dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan kembali mendapatkan pengakuan di tingkat nasional. Perusahaan semen pertama di Asia Tenggara itu sukses meraih penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026 dari The Iconomics untuk kategori perusahaan semen.


Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Founder & CEO The Iconomics, Bram S. Putro, kepada Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, pada ajang Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (21/5/2026).


Penyerahan penghargaan turut disaksikan Director of Brand Research and Strategic The Iconomics, Alex Mulya, serta Pemimpin Redaksi The Iconomics, Arif Hatta. Dari PT Semen Padang juga hadir Sekretaris Perusahaan Win Bernardino dan Kepala Unit CSR Hernes.


Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan yang kembali diterima perusahaan. Menurutnya, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program CSR PT Semen Padang dinilai berhasil dan mendapat pengakuan positif dari masyarakat.

“Alhamdulillah, ini merupakan penghargaan yang sangat membanggakan bagi PT Semen Padang. Penghargaan Brand Equity dari The Iconomics ini adalah yang ketiga kalinya kami raih. Sebelumnya, penghargaan serupa juga kami peroleh pada tahun 2020 dan 2021,” ujar Pri Gustari Akbar.


Penghargaan ini, lanjutnya, menjadi bukti konsistensi PT Semen Padang dalam menjalankan berbagai program CSR yang tidak hanya berfokus pada keberlanjutan bisnis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.


“Penghargaan ini membuktikan bahwa program CSR yang dijalankan PT Semen Padang telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernardino, menambahkan bahwa penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards menjadi salah satu indikator penting bagi perusahaan dalam mengukur efektivitas program CSR yang telah dijalankan.


Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil kajian yang dilakukan The Iconomics melalui dua parameter utama, yakni CSR Activity Awareness dan CSR Image.


CSR Activity Awareness merupakan penilaian terhadap sejauh mana publik mengetahui, melihat, atau mendengar aktivitas CSR yang dilakukan perusahaan.


Sementara itu, CSR Image mengukur persepsi masyarakat terhadap tanggung jawab sosial perusahaan.


“Alhamdulillah, berdasarkan dua parameter penilaian tersebut, PT Semen Padang kembali meraih penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards. Penghargaan ini menjadi cerminan bahwa aktivitas CSR perusahaan mendapat perhatian dan penilaian positif dari masyarakat,” ujar Win.


Menurut Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, penghargaan ini menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas program CSR yang dijalankan.


PT Semen Padang selama ini berupaya menjalankan konsep pembangunan berkelanjutan melalui prinsip triple bottom line, yakni profit, planet, dan people.


“Artinya, perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan bisnis, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Dalam menjalankan operasional perusahaan, PT Semen Padang tidak hanya mengedepankan profit, tetapi juga memperhatikan planet dan people sesuai konsep triple bottom line,” jelasnya.


Ajang penyerahan penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026 dibuka oleh Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Jabo Priyono. Ajang ini diikuti berbagai perusahaan besar nasional, baik perusahaan swasta maupun BUMN/BUMD dari beragam sektor industri.


Selain PT Semen Padang, sejumlah perusahaan yang turut menerima penghargaan antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.


Kemudian, PT Darya Varia, PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Trakindo Utama, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT PLN Electricity Services, PT Pertamina Gas, PT Pertamina Patra Niaga, PT KAI Commuter, PT PELNI, JNE, serta PT PLN Icon Plus. (*)

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, memimpin apel gabungan Tim SK4 (Satuan Kerja Keamanan dan Ketertiban Kota) Bukittinggi di kawasan Pedestrian Jam Gadang, Kamis, (21/05). Apel ini, mengawali langkah penertiban dan pemindahan Pedagang Kaki Lima di kawasan Jam Gadang, ke dalam Pasar Atas.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan, mengatur, menata dan menegakkan aturan demi terciptanya ketertiban, kenyamanan dan keindahan kota adalah tugas Pemerintah. Untuk itu penegakan Peraturan Daerah secara tegas dan berkeadilan adalah hal yang penting, khususnya dalam penataan kawasan Pasar Atas dan lingkungan Pedestrian Jam Gadang sebagai kawasan cagar budaya nasional.


"Pemerintah bersama DPRD Kota Bukittinggi telah menetapkan perda sebagai aturan yang wajib ditegakkan demi menciptakan ketertiban, kenyamanan dan keindahan kota. Seluruh pedagang harus menempati lokasi yang telah disediakan pemerintah dan tidak lagi berjualan di area terlarang, terutama di kawasan cagar budaya nasional Jam Gadang," ungkapnya.


Menyoroti kerusakan fasilitas umum, seperti paving block pedestrian yang dibongkar untuk kepentingan lapak pedagang, Ramlan meminta seluruh pihak dapat menjaga fasilitas yang telah dibangun pemerintah demi kepentingan masyarakat luas.


Penataan tersebut dilakukan bukan untuk merugikan pedagang, melainkan demi kepentingan masyarakat luas dan kemajuan Kota Bukittinggi sebagai kota wisata, kota sejarah dan pusat perdagangan.


"Kita bergerak dengan aturan. Perda kita sudah mengatur tidak boleh berjualan di fasilitas umum yang dilarang. Kita juga telah upayakan untuk menyediakan dan memfasilitasi PKL untuk berdagang di dalam Pasar Atas", ujarnya.


Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penataan kawasan Pasar Atas dan Jam Gadang, termasuk para pedagang kaki lima yang bersedia mengikuti kebijakan pemerintah. Sehingga PKL tetap berjualan, pedagang bisa berusaha tanpa terhalang, pengunjung pun mendapat kenyamanan. (Sandra)

 

Aceh Timur, Lintasmedia News—SMA Negeri 1 Idi melaksanakan kegiatan gotong royong dalam rangka Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) di lingkungan sekolah pada Kamis tgl 21 05 2026 pagi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan penuh semangat dan kebersamaan.


Kegiatan gotong royong dimulai sejak pukul 08.30 WIB dengan membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, taman, serta saluran air di sekitar lingkungan sekolah. 


Para siswa juga menanam beberapa tanaman hias dan pohon pelindung untuk menciptakan suasana sekolah yang lebih hijau dan nyaman.


Kepala SMA Negeri 1 Idi Yusmiana,S.pd,M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap kebersihan lingkungan serta mempererat kebersamaan antarwarga sekolah. Selain itu, Gerakan ASRI juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan menyenangkan.


 Yusmiana,S.pd,M.pd menjelaskan 

“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin membiasakan siswa untuk menjaga kebersihan dan mencintai lingkungan sekolah,” ujarnya.

Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka bekerja sama membersihkan area sekolah dengan membawa peralatan kebersihan masing-masing.


 Kegiatan berlangsung lancar dan diakhiri dengan pengarahan singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan setiap hari.


Dengan adanya Gerakan ASRI, SMA Negeri 1 Idi berharap dapat menjadi sekolah yang bersih, hijau, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.

(I)


Padang, Lintas Media News
Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur Kota Padang sejak Kamis (21/5) sore hingga malam memicu air Sungai Batang Guo dan Batang Kuranji, Padang, kembali meluap. Sejumlah pemukiman warga kembali terdampak banjir. Dam sementara yang telah dibuat banyak yang jebol. 

Wakil ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman meninjau langsung lokasi Kamis malam itu. Lokasi tersebut memang termasuk kampung halaman dan juga daerah pemilihan Evi. Itu bukan kali pertama Evi terjun langsung ketika kawasan tersebut dilanda banjir. 

Jumat, (22/5) Evi Yandri kembali ke lokasi dengan membawa serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Sumber Daya Air Bina Kontruksi (SDABK) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Luapan air malam itu telah mengakibatkan dam sementara yang telah dibangun pasca banjir besar akhir November jebol. Perlu penanganan cepat untuk mengantisipasi agar air tak meluap lagi ke rumah warga jika hujan deras kembali terjadi dan air batang sungai meluap. 

Bersama OPD terkait, direncakan akan dilakukan perbaikan dam dan juga bendungan ditinggikan. 
Salah seorang warga, Aulianola mengucapkan terima kasih karena Evi Yandri bersama OPD yang telah datang langsung ke lokasi sehari setelah air batang Guo meluap. 

"Terima kasih pak Evi selalu siaga membantu kami. Kami berharap bendungan bisa cepat ditinggalkan kembali. Dan juga kami minta dam diperbanyak lagi," katanya. 

Ia mengatakan berkat bantuan Evi, pasca banjir November tahun lalu aliran sungai di belakang rumahnya telah dibikin dam. Beberapa kali hujan lebat air tidak meluap ke rumahnya. Namun Kamis malam sejumlah dam jebol karena hujan yang sangat lebat mengakibatkan aliran air batang sungai sangat besar. 

Ia berharap ada penanganan segera agar jika air batang meluap rumahnya dan juga pemukiman warga sekitar tidak terdampak. (*)

 
PADANG,Lintas Media News
Ketua DPRD Sumatera Barat  (Sumbar) Muhidi menegaskan, pentingnya penguatan literasi dan jati diri generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital saat menghadiri kegiatan pemantapan nilai literasi siswa di SMK Negeri 9 Padang, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan bertema “Membaca Terbuka Jendela Dunia, Menulis Terukir Inspirasi Jiwa” itu menjadi momentum untuk mendorong lahirnya generasi SMK yang cerdas, kritis, dan literatif di era digital.

Dalam arahannya, Muhidi menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda di era disrupsi informasi. Menurutnya, derasnya perkembangan teknologi dan pergaulan bebas harus diimbangi dengan penguatan identitas dan karakter.

“Yang pertama harus kita bangun adalah identitas dan jati diri. Apalagi kita orang Minang punya falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Kita boleh bergaul dengan siapa saja, tetapi tetap harus punya prinsip dan identitas sendiri,” ujar Muhidi di hadapan para siswa.

Ia juga menekankan bahwa budaya literasi menjadi fondasi penting untuk memperkuat wawasan dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan zaman. 
Muhidi menyebut membaca sebagai jalan utama membangun pola pikir yang kuat, dengan Al-Qur’an sebagai sumber bacaan utama sebelum memperluas pengetahuan melalui literatur lainnya.

“Untuk menguatkan pikiran, kita harus banyak membaca. Kalau sudah menemukan kenyamanan dalam membaca, maka wawasan akan semakin luas,” katanya.

Tak hanya soal literasi, Muhidi juga menyinggung komitmen DPRD Sumbar dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Salah satunya dengan mendukung fasilitas pembelajaran berbasis teknologi di sekolah.

Saat ini, kata dia, tengah diuji coba satu ruang kelas lengkap dengan perangkat IT seperti laptop dan papan digital. Jika program tersebut berhasil, maka akan dikembangkan ke sekolah lain, termasuk SMA 10 Padang.

“Kita fokus pada SDM. Kebutuhan siswa harus terlayani, mulai dari buku hingga fasilitas teknologi. Tahun ini program penguatan semangat belajar juga mulai digerakkan kepada kepala sekolah dan guru,” ungkapnya.

Selain itu, DPRD Sumbar juga tengah merevisi Perda Pendidikan agar siswa tidak hanya memperoleh pembelajaran umum, tetapi juga muatan lokal yang memperkuat karakter budaya daerah.

Di akhir kegiatan, Muhidi memberikan motivasi kepada para siswa agar fokus menyiapkan masa depan sejak dini. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi aktor utama dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

“Kalau bukan kita yang menyiapkan masa depan, siapa lagi. Kami di DPRD hanya menjadi pendorong untuk menyiapkan prosesnya,” tuturnya.

Kegiatan tersebut berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif bertanya kepada Muhidi, mulai dari pengalaman perjalanan politiknya hingga fungsi dan tugas pokok DPRD Sumatera Barat.(*)

Padang,Lintas Media News
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman yang juga Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Sumbar menyampaikan.
Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa serta mempertahankan nilai-nilai kebangsaan. 

 Hal itu disampaikan Evi Yandri pasca  menghadiri kegiatan pembinaan Kesadaran Bela Negara Keluarga Besar TNI Kodam XX/TIB, Jumat (22/5/2026) di Gedung Sapta Marga, Makodam XX/TIB di Padang. 

Menurut Evi Yandri,kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air di tengah masyarakat. 

Evi Yandri menyebutkan.Melalui pembinaan bela negara, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kita berharap kegiatan ini ikut mendorong lahirnya generasi muda yang solid, berkarakter, serta memiliki semangat nasionalisme yang tinggi," ujar Evi. 

Selain Evi Yandri, Anggota Komisi V DPRD Sumbar, Endarmy juga mengikuti kegiatan tersebut yang juga merupakan ketua FKPPI.  Termasuk pula berbagai perwakilan lintas organisasi lainnya, terutama yang berada di bawah pembinaan Kodam Tuanku Imam Bonjol, diantaranya PPM,  FKPPI, P3AD, PPAD.

Senada dengan Evi Yandri,Endarmy mengatakan, sinergi antara oganisasi kepemudaan, keluarga besar TNI, dan seluruh elemen masyarakat amat penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

"Wawasan kebangsaan harus terus ditanamkan pada masyarakat sejak dini, ini sangat berpengaruh dalam upaya menjaga keutuhan negara," tutur Endarmy. 

Perwakilan Kodam XX/TIB,  Letkol KAV Mahpuzh mengatakan ada puluhan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, terutama organisasi yang berada dibawah pembinaan Kodam Tuanku Imam Bonjol. 

Saat membuka kegiatan tersebut, Mahpuzh mengingatkan tentang pentingnya untuk menjadi satu persatuan. 

"Kita harus menjadi satu, bukan terpisah-pisah. Kalau kita sudah menjadi satu wadah dalam satu pembinaan tentu kita akan menjadi kuat," katanya.

Mahpuzh berharap kegiatan tersebut bukanlah yang terakhir, melainkan akan diadakan berbagai kegiatan lainnya untuk menguatkan jalinan dan sinergi antar organisasi.(*)

Bukittinggi, Lintasmedia News – Pemprov Sumbar menyambut baik, buah pikiran Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat H. Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam yang merisaukan berbagai persoalan tanah ulayat. Ini merupakan persoalan yang mesti kita carikan solusi dan tindakkan minimal dalam sisi budaya adat yang menjadi norma-norma hukum adat. Hasil Bimtek Peningkatan Kapasitas Lembaga Adat harus kita bukukan sebagai referensi bersama menuntaskan persoalan tanah ulayat di Sumatera Barat.


Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili kepada Dinas Kebudayaan Syaiful Bahri, SP, MM ketika membuka secara resmi Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Lembaga Adat di Bukittingg, Kamis (21 Mei 2024.)


Hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Sumbar H. Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Marcos Sophan, S.Pt, M.Si, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Solok diwakili kabid kebudayaan, Kabid Jarahnitra, Zardi Syahrir,SH.MM, Ketua LKAAM kabupaten dan Kota se Sumatera  Barat, Ninik mamak peserta bimtek peningkatan kapasitas lembaga Adat dengan tema “Alua samo dituruik, Limbago sama dituang”.


Kadis Kebudayaan Sumbar juga menambahkan, persoalan tanah ulayat mesti dituntaskan bagaimana baiknya untuk kepastian hukum dan kepastian norma-norma adat yang menjadi solusi dan penyelesaian masalah jika terjadi ditengah-tengah masyarakat kita.


“Adat salingka nagari merupakan paham dalam memajukan pembangunan nagari, begitu juga soal tanah ulayat perlu jadi pembahasan penting untuk menjaga adat dan keutuhannya agar tetap lestari dari generasi ke generasi,” ujar Syaiful Bahri.


Syaiful Bahri juga menyampaikan, jika saja persoalan tanah ulayat secara adat ini dapat diselesaikan oleh ninik mamak se Sumatera Barat tentunya menjadi hal yang baik. Dan saat ini juga persoalan penyakit masyarakat, LGBT dan sebagainya, tentu pula dapat kita selesaikan melalui norma-norma adat, “Adaik dipakai baru, pusako dipakai usang, warih bajawek ka nan mudo”.


“Hal ini sesuai dengan UU no 17 tahun 2022 tentang provinsi Sumatera Barat dan filofis hidup Adaik basandi syarak, syarak basandi kitabulllah. Dan mempertegas bahwa adat dan agama merupakan kepribadiaan masyarakat Sumatera Barat serta menjadi norma-norma adat dan budaya serta pedoman bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.


Sementara itu Anggota DPRD Sumbar Daswippetra Dt Manjinjiang Alam, SE,MSI menyampaikan, dalam defenisi  Tanah Ulayat, tanah yang dikuasai oleh masyarakat hukum adat, pengurusan, penguasaan, dan penggunaannya didasarkan pada hukum adat setempat. Konsep ini telah diakui dalam literatur hukum Indonesia sebagai bentuk hak ulayat yang masih berlaku hingga saat ini, kata Daswipperta.


Kepemilikan materilinial ( garis keturuan ibu) tanah ulayat bersifat komunal, diwariskan melalui garis keturunan ibu (matrilineal), tidak dapat dijual atau digadai tanpa persetujuan seluruh anggota adat. Sistem ini mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab kolektif dalam masyarakat Minangkabau,” jelasnya.


Daswippetra juga menambahkan, Tanah Ulayat, warisan komunal yang terancam, dimana wilayah adat Minangkabau mencakup area yang sangat luas dengan sistem kekerabatan yang kompleks. 


Keberadaan tanah ulayat ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi pondasi keberlangsungan budaya, identitas, dan tatanan sosial masyarakat Minangkabau. ” Persoalannya Tanah Ulayat itu terjadi tumpang tindih klaim dan ini akar sengketa tanah ulayat. Peta yang tumpang tindih dengan berbagai warna dan simbol, menunjukkan potensi konflik batas wilayah yang memerlukan pemetaan yang jelas dan akurat,” serunya.


Daswippetra menambahkan, karena itu dalam bimtek dinas kebudayaan kali ini, kita menghadirkan berbagai narasumber yang kompoten dari berbagai lembaga teknis baik bidang hukum, agraria dan para akademisi.


“Amat berharap dalam bimtek yang berlasung selama 3 hari 2 malam ini akan memberikan dampak akan kebijakan para pemangku adat untuk dapat berperan menjaga warisan dan pemberlakukan norma-norma adat dapat dimplementasi dalam sanki-sanki sosial, sesuai adat dan agama dalam ABS-SBK,” harapnya.


Ketua Panitia penyelenggara Bimtek Kabid Jaranitra Zardi Syahrir, juga menyampaikan, tujuan pelaksanaan bimtek ini adalah untuk, meningkatkan peran Ninik Mamak sebagai penjaga nilai adat dan budaya Minangkabau, memperkuat pemahaman terhadap falsafah ABS-SBK dalam kehidupan bermasyarakat.


“Mendorong pelestarian adat dan budaya secara berkelanjutan di nagari, membekali keterampilan dalam pembinaan generasi muda agar berakhlak dan beradat, menguatkan sinergi antara pemerintah dan lembaga adat dalam pembangunan berbasis budaya  dan menjadikan Ninik Mamak sebagai panutan  sosial dan budaya di tengah Masyarakat Sumbar,” ujarnya. (*)

 

Sumatera Barat, Lintasmedia News- Solok Selatan. Menindaklanjuti laporan dugaan pengerusakan Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang berada di Jorong Padang Alai, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Polres Solok Selatan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Rabu (20/05/2026).


Kapolres Solok Selatan AKBP M. Faisal Perdana, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Yogi Biantoro, S.TrK., S.I.K membenarkan kegiatan tersebut.


“Benar, Polres Solok Selatan melalui Satuan Reserse Kriminal yang dipimpin oleh Kanit Resum Ipda M. Akmal Dhaifullah Bakti, S.Tr.IK bersama tim identifikasi langsung melakukan olah TKP terkait pengerusakan Kantor PWI,” ujar Kasat Reskrim.


Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan serangkaian pemeriksaan di lokasi kejadian serta mengumpulkan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pengerusakan tersebut. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya hasil pengambilan sidik jari, satu pasang sandal slip, satu buah kotak amal, serta satu buah kursi plastik.


Kasat Reskrim menjelaskan, pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pelaku pengerusakan yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK).


“Kami akan mendalami seluruh petunjuk dan barang bukti yang ditemukan di lokasi guna mengungkap pelaku serta motif dari kejadian ini,” tambahnya.


Peristiwa pengerusakan tersebut diketahui oleh Ketua PWI Solok Selatan, Hendrivon, pada Senin (18/05/2026). Saat itu, dirinya mendapati kondisi kaca kantor telah pecah serta pintu ruangan dalam keadaan didobrak.


Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat apabila mengetahui informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut agar segera melaporkannya kepada pihak berwajib guna membantu proses penyelidikan. (***)

 

Aceh Timur, Lintasmedia News 

Kejaksaan Negeri Aceh Timur melaksanakan pemusnahan Barang Bukti (BB) sejumlah perkara yang memiliki kekuatan hukum tetap (Inkracht) di halaman kantor Kejaksaan Negeri Idi Rayeuk kabupaten Aceh Timur.


Pemusnahan BB tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Idi Ibsaini, S.H., M.H. didampingi oleh Kasi Pidum,kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan dan diikuti oleh seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Idi,serta turut hadir Asisten III,PLT dinas kesehatan,kasat narkoba,kepala kejaksaan negeri, Dandim Aceh Timur dan kepala kalapas Kelas IIB Idi.


Ibsaini, S.H., M.H.Kepala Kejaksaan Negeri Idi, menjelaskan kepada sejumlah wartawan usai kegiatan pemusnahan BB bahwa pemusnahan barang bukti sejumlah perkara tersebut dilaksanakan berdasarkan pasal 342 ayat (1) KUHAP yang mana pelaksanaannya merupakan wewenang kejaksaan sebagaimana diatur dalam pasal 30 ayat (1) huruf b uu no 16 tahun 2004 yang telah di ubah dengan UU no 11 tahun 2021 tentang kejaksaan Republik Indonesia.


“Kami dari Kejaksaan Negeri Idi pada hari ini Kamis tanggal (21/5/2026) telah melaksanakan pemusnahan barang bukti berdasarkan pasal 342 KUHAP di mana tentang putusan pengadilan yang inkra dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap” Jelasnya.


Lebih lanjut kata Kajari, dari berbagai perkara baik perkara Tindak Pidana Narkotika, perkara penganiayaan, perkara kekerasan terhadap perempuan dan perlindungan anak, maupun perkara pembunuhan kurir pengantar paket.


Menurutnya pemusnahan barang bukti sejumlah perkara tersebut sesuai amanat dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dimana barang bukti yang telah memiliki kekuatan hukum tetap harus dilaksanakan.


Hal ini dilakukan sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas Kejari Aceh Timur dalam melaksanakan putusan pengadilan.


”Sebagai Kajari Aceh Timur, kami telah menjalankan amanat sesuai peraturan, bahwasanya segala barang bukti berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap telah kami laksanakan, dan selanjutnya nantinya kami akan menunggu keputusan dari pengadilan bagaimana nanti barang-barang bukti yang telah mempunyai kekuatan hukum 


“Olehnya, kami berkewajiban memusnahkan barang bukti yang sudah inkracht. Pemusnahan ini juga sebagai sarana publikasi kepada masyarakat bahwa kami komitmen mendukung penindakan kejahatan di Kabupaten Aceh Timur.


Adapun barang bukti yang kami musnahkan pada periode 1 tahun 2026 yaitu narkotika jenis sabu seberat 893.93 gram dan ganja 474.07 gram.pungkas kepala kejaksaan negeri Idi Ibsaini, S.H., M.H..

(Takim)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.