Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

 

Pasbar ,Lintas Media News Com. 


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menggelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Pasaman Barat 2026 di Gedung Perpustakaan Pasaman Barat, Padang Tujuh, Senin 25/5. Kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya literasi, membangun karakter anak, serta melestarikan cerita rakyat sejak dini.


Bupati Pasaman Barat melalui Asisten III Setda Pasaman Barat, Harlina Syahputri , S.H., M.H. mengatakan lomba bertutur bukan sekadar ajang membaca cerita atau mendongeng. Kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kemampuan komunikasi, rasa percaya diri, dan imajinasi anak.


Melalui bertutur, anak-anak belajar memahami nilai-nilai kehidupan, mengenal budaya daerah, serta melestarikan cerita rakyat yang menjadi bagian dari identitas dan kekayaan budaya bangsa, ujar Harnina saat membuka kegiatan.


Ia menegaskan penguatan budaya literasi penting di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Menurutnya, generasi muda tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus berkarakter, berwawasan, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik.


Pemkab Pasaman Barat berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan penguatan budaya literasi di seluruh jenjang pendidikan. Saat ini kami tetap berupaya menerapkan pendidikan berkarakter mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, meski dengan berbagai keterbatasan,” katanya.


Harlina mengapresiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yang konsisten menyelenggarakan kegiatan literasi untuk meningkatkan minat baca, khususnya di kalangan anak dan remaja.


Ia berpesan agar peserta menjadikan lomba sebagai ruang belajar dan pengalaman untuk mencintai dunia literasi. Tampilkan kemampuan terbaik dengan penuh percaya diri. Menang bukan tujuan utama. Keberanian, pengalaman, dan semangat belajar yang paling penting. Ceritakan pula kisah-kisah lokal Pasaman Barat agar semakin dikenal luas,” ujarnya.


Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pasaman Barat, Muharram, menjelaskan Lomba Bertutur merupakan agenda tahunan untuk meningkatkan budaya baca dan minat literasi anak di daerah. Menurutnya, peserta dapat membawakan cerita rakyat dari daerah masing-masing atau memilih judul yang disediakan panitia. 


Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya daerah serta penanaman nilai pendidikan karakter kepada anak,” kata Muharram.


Lomba diikuti 50 peserta dari SD dan MI se-Kabupaten Pasaman Barat. Pemenang akan mewakili Pasaman Barat pada ajang tingkat Provinsi Sumatera Barat dan berpeluang melaju ke tingkat nasional.


Total hadiah yang diperebutkan mencapai belasan juta rupiah. Rinciannya: Juara I Rp5 juta, Juara II Rp4 juta, Juara III Rp3 juta, Harapan I Rp2 juta, Harapan II Rp1,5 juta, dan Harapan III Rp1 juta. Seluruh pemenang juga mendapat trofi penghargaan.


JAKARTA,Lintas Media News
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mendorong arah pembangunan Sumbar ke depan tidak lagi bertumpu pada kemampuan keuangan daerah. Menurutnya, percepatan pembangunan membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan diaspora Minangkabau di berbagai belahan dunia.

Hal tersebut disampaikan Muhidi saat menjadi salah satu pembicara dalam Forum Silaturahmi Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG) 2026, Sabtu (23/5) di Auditorium Lantai 12 Universitas YARSI Jakarta.

Muhidi menilai, potensi besar yang dimiliki perantau Minang harus mampu disinergikan dengan kekuatan ekonomi untuk menciptakan pembangunan yang berdaya saing global.

“Kita ingin pembangunan Sumatera Barat tidak mengandalkan APBD, tetapi diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia usaha serta diaspora Minangkabau. Karena itu seluruh stakeholder harus mampu memanfaatkan peluang untuk optimalisasi pembangunan,” ujarnya.
Menurut Muhidi, Sumbar memiliki banyak komoditas unggulan yang belum memberikan nilai tambah maksimal bagi masyarakat. Seperti komoditas seperti gambir, kakao, kopi, kayu manis, sawit, hingga hasil pertanian strategis lainnya perlu didorong menuju industrialisasi modern.

“Kita ingin komoditas unggulan Sumatera Barat tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah, tetapi berkembang menjadi industri bernilai tambah tinggi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nagari,” katanya.

Dalam paparannya, Muhidi juga menyoroti pentingnya membangun iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Sumatera Barat. Menurutnya, investasi tidak cukup hanya berbicara soal modal dan keuntungan, tetapi juga harus memperhatikan nilai sosial dan budaya masyarakat Minangkabau.

Ia menegaskan, persoalan strategis seperti tanah ulayat harus diselesaikan melalui pendekatan musyawarah dan nilai “saiyo sakato” yang selama ini menjadi kekuatan budaya Minang.

“Kami menyadari investasi membutuhkan kepastian hukum, kemudahan regulasi, dan dukungan sosial masyarakat. Terkait berbagai persoalan, termasuk tanah ulayat, nilai musyawarah dan saiyo sakato menjadi jalan penyelesaian yang adil dan bijaksana,” jelasnya.

Muhidi menambahkan, DPRD Sumbar berkomitmen memperkuat regulasi dan pengawasan guna menciptakan kepastian hukum bagi investor tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat nagari.

“DPRD Provinsi Sumatera Barat akan terus menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan untuk memperkuat kepastian hukum, menciptakan iklim investasi yang sehat, serta mendorong pembangunan yang berpihak kepada masyarakat nagari,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Muhidi turut memperkenalkan konsep pembangunan kolaboratif berbasis jaringan yang disebut sebagai model “Bintang Laut”. Model ini menempatkan pembangunan daerah tidak lagi bersifat sentralistik, melainkan dibangun melalui kolaborasi antara nagari, perantau, pemerintah, dan pelaku usaha.

Menurutnya, pola kolaboratif tersebut akan membuat ekonomi Sumbar lebih fleksibel, adaptif, dan memiliki daya tahan kuat menghadapi tantangan global.
Selain itu, Muhidi juga mendorong konsep investasi berbasis adat sebagai identitas pembangunan Sumatera Barat.

Dalam konsep tersebut, tanah ulayat tidak dipandang sebagai hambatan investasi, melainkan sebagai bagian dari sinergi sosial antara ninik mamak, masyarakat nagari, dan investor.
“Investasi di Minangkabau bukan hanya transaksi ekonomi, tetapi hubungan sosial dan budaya yang saling menguatkan,” tutupnya. 


Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan
Minangkabau merupakan etnis terbesar keenam di Indonesia dengan populasi sekitar 6,7 juta jiwa dan memiliki jejak sejarah besar di tingkat nasional maupun internasional. Banyak tokoh Minang berperan penting sebagai ulama, pejuang kemerdekaan, hingga pemimpin bangsa. 

Di antaranya Raja Baginda penyebar Islam di Filipina, Ahmad Khatib Al Minangkabawi Imam Besar Masjidil Haram, serta tokoh nasional seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Tan Malaka. 

Sebanyak 21 dari 200 Pahlawan Nasional Indonesia berasal dari Minangkabau atau keturunannya. Bahkan, tiga dari empat pendiri Republik Indonesia merupakan putra Minang. 

Sejak awal kemerdekaan, banyak tenaga profesional dan intelektual Indonesia berasal dari Minangkabau, menunjukkan besarnya kontribusi masyarakat Minang dalam perjalanan bangsa.(*)




JAKARTA, Lintas Media News
Menjadi salah satu pemateri dalam perhelatan akbar Forum Silaturahmi Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG) 2026, Sabtu (23/5/2026) Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, ajak perantau Minang di dalam maupun luar negeri, pulang dan berkontribusi nyata bagi kampung. Mulai dari pemikiran, investasi, hingga transfer pengetahuan demi kemajuan Sumbar. 

"Pulang tidak selalu harus dimaknai secara fisik. Pulang dapat diwujudkan melalui kontribusi pemikiran, investasi, transfer pengetahuan, penguatan jejaring, serta perhatian dan kepedulian terhadap pembangunan kampung halaman,” ujar Muhidi dalam acara yang digelar di Auditorium Lantai 12 Universitas YARSI Jakarta.
 
Muhidi mengatakan Sumbar memiliki potensi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pariwisata, perdagangan hingga ekonomi kreatif. Begitupun sumber daya alam yang menjadi kekuatan utama daerah.

Jadi berbagai potensi tersebut belum sepenuhnya mampu memberikan nilai tambah maksimal bagi kesejahteraan masyarakat. 

“Karena itu, kami mengajak para perantau dan pengusaha diaspora Minangkabau untuk bersama-sama membangun ranah ini agar lebih maju, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Muhidi menilai budaya Minangkabau juga menjadi modal sosial terbesar dalam mendorong pembangunan daerah di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Menurutnya, nilai-nilai budaya seperti Saiyo Sakato, semangat gotong royong, serta kuatnya jaringan kekerabatan masyarakat Minang merupakan kekuatan yang tidak dimiliki semua daerah.

“Budaya Minangkabau adalah modal pembangunan yang sangat besar. Nilai Saiyo Sakato, gotong royong, dan jaringan kekerabatan orang Minang harus menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi tantangan global,” tegasnya.

Menurutnya, potensi besar diaspora Minangkabau yang tersebar di berbagai daerah dan negara harus mampu dioptimalkan sebagai kekuatan pembangunan Sumatera Barat di masa depan.

Karena itu, ia mengajak seluruh perantau untuk mengubah cara pandang lama terkait fenomena brain drain menjadi brain gain, yakni menjadikan keberhasilan dan pengalaman perantau sebagai sumber kekuatan baru bagi daerah.

“Oleh karena itu, kita perlu mengubah cara pandang dari brain drain menjadi brain gain. Keberhasilan dan pengalaman para perantau harus menjadi energi positif untuk kemajuan Ranah Minang,” tegasnya.

Kegiatan Forum Silaturahmi Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG) 2026 tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional asal Minangkabau dan pejabat negara.

Di antaranya Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia, Dony Oskaria, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, serta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.

Hadir pula Anggota DPR RI yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), Andre Rosiade, bersama tokoh diaspora Minangkabau dari berbagai daerah dan luar negeri.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan sejumlah persoalan strategis yang masih menjadi tantangan pembangunan di Sumbar.

Menurut Mahyeldi, hingga saat ini kualitas pembangunan dan daya saing sumber daya manusia masih belum optimal. Selain itu, ketahanan pangan daerah dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan juga masih perlu diperkuat. Persoalan lain yang menjadi perhatian ialah keterbatasan layanan infrastruktur dasar serta sosial ekonomi untuk mendorong kemajuan dan kemandirian nagari/desa.

Ia juga menilai pertumbuhan ekonomi daerah belum sepenuhnya inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Di sisi lain, pengelolaan infrastruktur yang inklusif serta ketangguhan daerah terhadap bencana alam juga dinilai masih belum maksimal.

Dalam aspek sosial budaya, Mahyeldi mengatakan perwujudan masyarakat yang beradat, harmonis, religius, dan berbasis keluarga berkualitas masih membutuhkan penguatan. 

Selain itu, daya saing sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga dinilai masih rendah untuk menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Tak hanya itu, tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, serta pelayanan publik yang efektif juga menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi ke depan.

Ia berharap seluruh tokoh perantau Minang dapat bersama-sama dengan masyarakat di ranah untuk memanfaatkan seluruh potensi dan kemampuan dalam membangun kampung halaman.

“Dalam kesempatan ini, kami sangat berharap kepada seluruh tokoh perantau yang hadir untuk bisa bersama-sama dengan kami yang ada di ranah membangun tanah Minangkabau yang kita cintai ini,” tutupnya.(*)

 

Doomsday! Demikian warga New York dan Toronto menyebut ketika selama dua hari listrik di megapolitan itu padam pada 14 Agustus 2003. Lalu beritanya mendunia, lantaran ada jutaan orang teraniaya gara-gara setrum tak mengalir. Media menyebutnya Doomsday! (pakai tanda seru) yang berarti kiamat. Keiadaan listrik di era modern sudah masuk kategori kiamat rupanya.

Tapi pemerintah setmpat dan perusahaan listrik tak masu menggunakan diksi Doomsday, melainkan menggunakan istilah blackout alias kegelapan atau dalam bahsa Minang kalam bakalajik.

Consolidated Edison Co, perusahaan listrik yang menyediakan listrik ke kota New York, merupakan anak perusahaan Consolidated Edison Inc, lalu bekerja keras. Tak ada demo maupun class action. Setelah dua hari kemudian, listrik menyala. Walikota New York, Michael Bloomberg langsung angkat bicara: minta maaf pada warganya. Hebat!

Ada yang menarik disimak dari kisah pudurnya lisrik di New York itu. Bloomberg sang Walikota minta maaf untuk ‘PLN’nya New York kepada rakyat. Hal yang mustahil kita dengar di Indonesia. “Urusan listrik padam, pembangkit down, gardu induk meledak, atau elevasi air waduk turun itu urusan PLN” Paling-paling kalimat itu yang akan meluncur dari para walikota kita.

Betapa menjadi amat sektoralnya soal listrik. Padahal tiap kali pola pembangunan disusun, senantiasa disebutkan bahwa listrik adalah infrastruktur. Jadi kalau infrastruktur seyogianya persoalan kelistrikan juga menjadi persoalan bersama.

Lepas dari bagaimana para petinggi pemerintah kita berperilaku, yang terang sebagai sebuah korporasi besar dan vital, PLN juga mesti menyadari bahwa diperlukan perenungan-perenungan mendalam, berkontemplasi dan berintrospeksi.

Jika Walikota New York mau memintakan maaf kepada warganya sementara ia tak ada hubungan ‘tali darah’ apalagi tali bisnis dengan Consolidated Edison Co, maka yang pintar itu adalah pihak Edison. Betapa di situ amat dipentingkan penanganan human relationship, maupun partner relationship.

Dapat dikatakan betapa manajemen Edison dengan pemerintah kota New York amat dekatnya. Maka sementara para insinyur berusaha keras memperbaiki kerusakan, para PR memainkan peranannya di lapangan, salah satunya tentu saja dengan sang Walikota. Mereka –pihak Edison– butuh mulut Bloomberg untuk menyatakan bahwa persoalan listrik padam ini bukan saja persoalan Edison, tapi persoalan semua pihak di kota itu. Publik pun akhirnya paham. Tak ada carut marut, sumpah serapah yang dihamburkan ke alamat Edison.

Persoalan yang dihadapi oleh korporasi pelat merah yang bernama PLN yang tahun ini sudah berusia delapan dekade  mengambil alih pengelolaan kelistrikan nasional kurang lebih sama dengan persoalan berbagai perusahaan listrik di dunia. Bahwa ada gangguan teknis, ketidakcukupan finansial, ketidaksabaran pelanggan adalah hal-hal umum yang akan menimpa semua perusahaan listrik di manapun.

Soalnya sekarang, seberapa tangguh perusahaan listrik itu melewatinya tanpa harus babak belur ‘dikritik; publik. Pada saat listrik tak lagi sekedar infrastruktur, orang hanya tahu lampu di rumahnya menyala dengan baik, dia bisa nonton TV sambil makan pottato, atau tak ingin kegiatan rutinya untuk ngebrowsing di internet. Jadi kalau tiba-tiba lampu mati; orang tak peduli apakah itu karena fuse di gardu induk jatuh, atau beban puncak pada hydropower sudah sama dengan kapasitas terpasangnya, atau satu dari turbin PLTU sudu-sudu nya ambrol dan sebagainya. Tidak. Orang tak peduli dengan istilah yang luar biasa asingnya itu.

Sustainable, keterjaminan pasokan, kehandalan jaringan itulah idiom-idiom mutlak yang mesti disajikan kepada pelanggan. Begitu ia terganggu barang beberapa detik saja, maka kalau masih ada perbendaharaan sumpah serapah niscaya akan berhamburan ke PLN.

Pengalaman lama menunjukkan betapa sebagian besar orang PLN amat alergi dengan kritikan. Atau paling tidak, kritikan publik justru ditangkisnya dengan penyajian penjelasan supernjelimet yang akibatnya bukan memperjelas permasalahan sebenarnya, melainkan menambah dongkol masyarakat.

Ada kasus menarik misalnya di Sumatra yang mengalamai blackout Jumat kemarin. Orang ingin penjelasan yang sejelas-jelasnya dari PLN. Tapi yang terjadi justru membuat publik kian menggerutu. Yang dijelaskan oleh para petinggi PLN justru soal-soal teknis pembangkitan. Itu sama sekali tak berguna. Orang hanya ingin kejelasan, kapan listrik hidup normal lagi.

Perlu jurubicara yang handal. Perlu pintu terbuka ke PLN.

Tapi tahukah anda? Bahwa masuk kantor PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Barat di kawasan Sawahan Padang, kini bak masuk ke markas tentara. Satunya kantor BUMN yang seketat itu pintu masuknya di Padang adalah PLN UID.

Dulu ketika saya masih menjadi salah seorang pengurus Korps Wartawan PLN tahun-tahun 90an, ruangan Humas PLN menjadi ruang yang penuh dengan diskusi antara pejabat PLN dengan wartawan. Para tamu boleh datang tanpa harus melewati metak detector petugas seperti sekarang. 

Kenapa begitu sekarang? Entahlah agaknya ada instalasi vital yang berbahasa di kantor itu. Padahal tak secuil pembangkit pun di situ kecuali genset cadangan.

Salam kelistrikan!

(23/5/2006)


Tanah Datar,Lintas Media News
Memperingati Dies natalis ke 42, 
Universitas Terbuka (UT) mengelar Pengabdian Kepada Masyarakat 
(PKM) Kebencanaan di Nagari Guguak Malalo Batipuh Selatan, Tanah Datar Sumatera Barat (Sumbar).Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Ketahanan Informasi dan Kearsipan Masyarakat Pasca Bencana” masyarakat diberi pelatihan enkapsulasi arsip keluarga untuk ketahanan informasi pasca bencana diikuti  puluhan warga setempat, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana alam seperti banjir bandang, longsor, dan gempa.

PKM ini menghadirkan narasumber utama dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Bapak Teddy Irawan, S.S. yang memberikan materi dan pendampingan teknis secara langsung kepada masyarakat.

Fokus utama kegiatan adalah membekali warga dengan keterampilan praktis menyelamatkan dokumen penting keluarga menggunakan metode enkapsulasi sebuah teknik pelapisan arsip kertas dengan bahan pelindung agar tahan terhadap air, kelembaban, dan kerusakan fisik.

Dalam paparannya, Teddy Irawan menjelaskan bahwa, pasca bencana, masyarakat seringkali kehilangan dokumen kependudukan, sertifikat tanah, ijazah, dan akta-akta penting karena tidak disimpan dengan cara yang memadai. 
“Enkapsulasi adalah solusi sederhana namun efektif. Dengan melapisi dokumen menggunakan plastik poliester atau laminasi dingin yang dapat dibuka kembali, arsip keluarga menjadi lebih tahan terhadap air, jamur, dan sobekan. Ini sangat penting untuk daerah rawan bencana seperti Nagari Guguak Malalo,” ujarnya.

Pada kesempatan itu,masyarakat tidak hanya mendengarkan teori, tetapi langsung mempraktikkan metode enkapsulasi secara mandiri dengan pendampingan, antusiasme warga terlihat sepanjang sesi praktik.

Rosneli, salah seorang peserta , mengaku selama ini hanya menyimpan ijazah dan sertifikat tanah dalam plastik klip biasa. “Setelah diajari enkapsulasi, saya jadi tahu cara melindungi dokumen agar tidak rusak terkena air saat banjir. Terima kasih Universitas Terbuka dan Pak Teddy,” ucapnya.

Sementara,Wali Nagari Guguak Malalo,Mulyadi, S.Sos.,N, LP,  menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. “Nagari kami beberapa kali mengalami banjir bandang, banyak warga kehilangan dokumen penting. Pelatihan enkapsulasi ini sangat praktis dan langsung bisa diterapkan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.

Ketua Tim PKM Universitas Terbuka, Evi Zakiyah,S.IIP.,M.Hum yang didampingi Viola Dwi Putri Syarif, M.IP.  Aulia Nurdiansyah, S.Pd., M.A.  Habiburrahman, M.A. Dr. Tuti Purwoningsih, S.Pd., M.Sc.,  Dr.Mery Berlian, S.P., M.Si. serta mahasiswa prodi DIV Kearsipan Rudi Pratama menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian UT terhadap masyarakat rentan bencana.

 “Ketahanan informasi sering menjadi sektor yang terabaikan dalam mitigasi bencana. Padahal, tanpa dokumen, masyarakat pasca bencana sulit mengakses layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial. Enkapsulasi adalah langkah awal membangun masyarakat yang tangguh arsip,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sembako untuk 50 kepala keluarga. Universitas Terbuka berkomitmen untuk terus mendampingi Nagari Guguak Malalo dalam upaya pengurangan risiko bencana berbasis informasi dan kearsipan.(*)











Tanah Datar,Lintas Media News
Dalam memperingati Dies natalis ke 42 Universitas Terbuka (UT) melalui Sekolah Vokasi  menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kebencanaan di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. 

Rangkaian kegiatan hari ini mencakup peresmian sumur bor, penyerahan bantuan alat sholat dan sembako, serta pelatihan penyelamatan arsip keluarga bagi warga terdampak bencana.

Kegiatan PKM kebencanaan ini yang digawangi oleh Dosen Universitas Terbuka Sekolah Vokasi  Ibu Evi Zakiyah, S.IIP., M.Hum, Viola Dwi Putri Syarif, M.IP. Aulia Nurdiansyah, S.Pd., M.A. Habiburrahman, M.A. Dr. Tuti Purwoningsih, S.Pd., M.Sc dan perwakilan UT Padang Dr. Mery Berlian, S.P., M.Si.  serta mahasiswa D-IV Kearsipan Rudi Pratama.

Acara ini dihadiri oleh Dr. Mery Berlian, S.P, M.Si – Direktur UT Padang, Bapak Jumaidi, S.Pd., M.Pd – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Bapak Teddy Irawan, S.S. – Arsiparis Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumbar sebagai narasumber pelatihan arsip, Bapak Lovely Harman, S.T., M.T – Kepala Bidang Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tanah Datar, Bapak Mulyadi, S.Sos., N.LP – Wali Nagari Guguak Malalo

Dalam sambutannya, Direktur UT Padang, Dr. Mery Berlian, menegaskan bahwa  Universitas Terbuka berupaya hadir secara langsung di tengah masyarakat sebagai mitra strategis dalam proses pemulihan pascabencana, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan ketangguhan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. 
Seperti diketahui bahwa pada tahun 2026, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Nasional Kebencanaan Universitas Terbuka dilaksanakan di beberapa wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera, yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Untuk wilayah Sumatera Barat, kegiatan dipusatkan di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, yang kegiatannya dilaksanakan di Nagari Guguak Malalo. 

Viola Dwi Putri Syarif, M.I.P sebagai perwakilan team mengatakan, bahwa peran Sekolah Vokasi  Universitas Terbuka  dalam PKM ini adalah memastikan edukasi kebencanaan dapat diserap dengan baik oleh masyarakat. UT tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga membangun ketahanan jangka panjang.

 "Sumur bor ini adalah bukti nyata bahwa UT peduli pada kebutuhan dasar masyarakat. Semoga air bersih ini membawa berkah bagi seluruh warga Guguak Malalo," tuturnya.

Lovely Harman, S.T., M.T perwakilan dari BPBD Tanah Datar mengapresiasi langkah UT yang menggabungkan bantuan infrastruktur (sumur bor), sosial keagamaan (alat sholat), dan edukasi kearsipan. "Ini model kebencanaan yang holistik. BPBD akan menjadikan kegiatan ini sebagai contoh kolaborasi yang baik," ujarnya.

Wali Nagari Guguak Malalo,  Mulyadi, S.Sos., N.LP, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. "Alhamdulillah, kini warga kami tidak perlu lagi jauh-jauh mengambil air. Peralatan sholat juga sangat membantu aktivitas ibadah, dan pelatihan arsip mengingatkan kami betapa berharganya dokumen keluarga," katanya dengan haru.

Pelatihan arsip keluarga yang dipandu oleh Teddy Irawan, S.S. berlangsung secara interaktif. Warga diberikan praktik langsung cara menyimpan dokumen penting seperti ijazah, akta kelahiran, dan sertifikat tanah menggunakan kemasan tahan air, laminasi sederhana, serta pembuatan salinan digital. 

"Setelah bencana, dokumen adalah identitas warga. Tanpa dokumen, sulit mengakses layanan publik dan bantuan sosial," jelas Teddy di hadapan puluhan peserta.

Selain peresmian sumur bor dan pelatihan arsip, tim UT juga menyerahkan bantuan:
Paket sembako untuk 50 kepala keluarga terdampak Peralatan alat sholat (karpet masjid, mukena, sarung, dan Al-Qur'an). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh bersama Direktur UT Padang kepada perwakilan masyarakat dan perangkat nagari.

Kegiatan PKM kebencanaan ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Terbuka, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat berbasis mitigasi bencana yang terintegrasi. UT berkomitmen untuk terus mendampingi Nagari Guguak Malalo dalam proses pemulihan pascabencana secara berkelanjutan.(*)

 

JAKARTA, Lintasmedia News– Komitmen PT Semen Padang dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan kembali mendapatkan pengakuan di tingkat nasional. Perusahaan semen pertama di Asia Tenggara itu sukses meraih penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026 dari The Iconomics untuk kategori perusahaan semen.


Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Founder & CEO The Iconomics, Bram S. Putro, kepada Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, pada ajang Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (21/5/2026).


Penyerahan penghargaan turut disaksikan Director of Brand Research and Strategic The Iconomics, Alex Mulya, serta Pemimpin Redaksi The Iconomics, Arif Hatta. Dari PT Semen Padang juga hadir Sekretaris Perusahaan Win Bernardino dan Kepala Unit CSR Hernes.


Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan yang kembali diterima perusahaan. Menurutnya, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program CSR PT Semen Padang dinilai berhasil dan mendapat pengakuan positif dari masyarakat.

“Alhamdulillah, ini merupakan penghargaan yang sangat membanggakan bagi PT Semen Padang. Penghargaan Brand Equity dari The Iconomics ini adalah yang ketiga kalinya kami raih. Sebelumnya, penghargaan serupa juga kami peroleh pada tahun 2020 dan 2021,” ujar Pri Gustari Akbar.


Penghargaan ini, lanjutnya, menjadi bukti konsistensi PT Semen Padang dalam menjalankan berbagai program CSR yang tidak hanya berfokus pada keberlanjutan bisnis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.


“Penghargaan ini membuktikan bahwa program CSR yang dijalankan PT Semen Padang telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernardino, menambahkan bahwa penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards menjadi salah satu indikator penting bagi perusahaan dalam mengukur efektivitas program CSR yang telah dijalankan.


Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil kajian yang dilakukan The Iconomics melalui dua parameter utama, yakni CSR Activity Awareness dan CSR Image.


CSR Activity Awareness merupakan penilaian terhadap sejauh mana publik mengetahui, melihat, atau mendengar aktivitas CSR yang dilakukan perusahaan.


Sementara itu, CSR Image mengukur persepsi masyarakat terhadap tanggung jawab sosial perusahaan.


“Alhamdulillah, berdasarkan dua parameter penilaian tersebut, PT Semen Padang kembali meraih penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards. Penghargaan ini menjadi cerminan bahwa aktivitas CSR perusahaan mendapat perhatian dan penilaian positif dari masyarakat,” ujar Win.


Menurut Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, penghargaan ini menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas program CSR yang dijalankan.


PT Semen Padang selama ini berupaya menjalankan konsep pembangunan berkelanjutan melalui prinsip triple bottom line, yakni profit, planet, dan people.


“Artinya, perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan bisnis, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Dalam menjalankan operasional perusahaan, PT Semen Padang tidak hanya mengedepankan profit, tetapi juga memperhatikan planet dan people sesuai konsep triple bottom line,” jelasnya.


Ajang penyerahan penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026 dibuka oleh Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Jabo Priyono. Ajang ini diikuti berbagai perusahaan besar nasional, baik perusahaan swasta maupun BUMN/BUMD dari beragam sektor industri.


Selain PT Semen Padang, sejumlah perusahaan yang turut menerima penghargaan antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.


Kemudian, PT Darya Varia, PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Trakindo Utama, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT PLN Electricity Services, PT Pertamina Gas, PT Pertamina Patra Niaga, PT KAI Commuter, PT PELNI, JNE, serta PT PLN Icon Plus. (*)

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, memimpin apel gabungan Tim SK4 (Satuan Kerja Keamanan dan Ketertiban Kota) Bukittinggi di kawasan Pedestrian Jam Gadang, Kamis, (21/05). Apel ini, mengawali langkah penertiban dan pemindahan Pedagang Kaki Lima di kawasan Jam Gadang, ke dalam Pasar Atas.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan, mengatur, menata dan menegakkan aturan demi terciptanya ketertiban, kenyamanan dan keindahan kota adalah tugas Pemerintah. Untuk itu penegakan Peraturan Daerah secara tegas dan berkeadilan adalah hal yang penting, khususnya dalam penataan kawasan Pasar Atas dan lingkungan Pedestrian Jam Gadang sebagai kawasan cagar budaya nasional.


"Pemerintah bersama DPRD Kota Bukittinggi telah menetapkan perda sebagai aturan yang wajib ditegakkan demi menciptakan ketertiban, kenyamanan dan keindahan kota. Seluruh pedagang harus menempati lokasi yang telah disediakan pemerintah dan tidak lagi berjualan di area terlarang, terutama di kawasan cagar budaya nasional Jam Gadang," ungkapnya.


Menyoroti kerusakan fasilitas umum, seperti paving block pedestrian yang dibongkar untuk kepentingan lapak pedagang, Ramlan meminta seluruh pihak dapat menjaga fasilitas yang telah dibangun pemerintah demi kepentingan masyarakat luas.


Penataan tersebut dilakukan bukan untuk merugikan pedagang, melainkan demi kepentingan masyarakat luas dan kemajuan Kota Bukittinggi sebagai kota wisata, kota sejarah dan pusat perdagangan.


"Kita bergerak dengan aturan. Perda kita sudah mengatur tidak boleh berjualan di fasilitas umum yang dilarang. Kita juga telah upayakan untuk menyediakan dan memfasilitasi PKL untuk berdagang di dalam Pasar Atas", ujarnya.


Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penataan kawasan Pasar Atas dan Jam Gadang, termasuk para pedagang kaki lima yang bersedia mengikuti kebijakan pemerintah. Sehingga PKL tetap berjualan, pedagang bisa berusaha tanpa terhalang, pengunjung pun mendapat kenyamanan. (Sandra)

 

Aceh Timur, Lintasmedia News—SMA Negeri 1 Idi melaksanakan kegiatan gotong royong dalam rangka Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) di lingkungan sekolah pada Kamis tgl 21 05 2026 pagi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan penuh semangat dan kebersamaan.


Kegiatan gotong royong dimulai sejak pukul 08.30 WIB dengan membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, taman, serta saluran air di sekitar lingkungan sekolah. 


Para siswa juga menanam beberapa tanaman hias dan pohon pelindung untuk menciptakan suasana sekolah yang lebih hijau dan nyaman.


Kepala SMA Negeri 1 Idi Yusmiana,S.pd,M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap kebersihan lingkungan serta mempererat kebersamaan antarwarga sekolah. Selain itu, Gerakan ASRI juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan menyenangkan.


 Yusmiana,S.pd,M.pd menjelaskan 

“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin membiasakan siswa untuk menjaga kebersihan dan mencintai lingkungan sekolah,” ujarnya.

Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka bekerja sama membersihkan area sekolah dengan membawa peralatan kebersihan masing-masing.


 Kegiatan berlangsung lancar dan diakhiri dengan pengarahan singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan setiap hari.


Dengan adanya Gerakan ASRI, SMA Negeri 1 Idi berharap dapat menjadi sekolah yang bersih, hijau, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.

(I)


Padang, Lintas Media News
Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur Kota Padang sejak Kamis (21/5) sore hingga malam memicu air Sungai Batang Guo dan Batang Kuranji, Padang, kembali meluap. Sejumlah pemukiman warga kembali terdampak banjir. Dam sementara yang telah dibuat banyak yang jebol. 

Wakil ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman meninjau langsung lokasi Kamis malam itu. Lokasi tersebut memang termasuk kampung halaman dan juga daerah pemilihan Evi. Itu bukan kali pertama Evi terjun langsung ketika kawasan tersebut dilanda banjir. 

Jumat, (22/5) Evi Yandri kembali ke lokasi dengan membawa serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Sumber Daya Air Bina Kontruksi (SDABK) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Luapan air malam itu telah mengakibatkan dam sementara yang telah dibangun pasca banjir besar akhir November jebol. Perlu penanganan cepat untuk mengantisipasi agar air tak meluap lagi ke rumah warga jika hujan deras kembali terjadi dan air batang sungai meluap. 

Bersama OPD terkait, direncakan akan dilakukan perbaikan dam dan juga bendungan ditinggikan. 
Salah seorang warga, Aulianola mengucapkan terima kasih karena Evi Yandri bersama OPD yang telah datang langsung ke lokasi sehari setelah air batang Guo meluap. 

"Terima kasih pak Evi selalu siaga membantu kami. Kami berharap bendungan bisa cepat ditinggalkan kembali. Dan juga kami minta dam diperbanyak lagi," katanya. 

Ia mengatakan berkat bantuan Evi, pasca banjir November tahun lalu aliran sungai di belakang rumahnya telah dibikin dam. Beberapa kali hujan lebat air tidak meluap ke rumahnya. Namun Kamis malam sejumlah dam jebol karena hujan yang sangat lebat mengakibatkan aliran air batang sungai sangat besar. 

Ia berharap ada penanganan segera agar jika air batang meluap rumahnya dan juga pemukiman warga sekitar tidak terdampak. (*)

 
PADANG,Lintas Media News
Ketua DPRD Sumatera Barat  (Sumbar) Muhidi menegaskan, pentingnya penguatan literasi dan jati diri generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital saat menghadiri kegiatan pemantapan nilai literasi siswa di SMK Negeri 9 Padang, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan bertema “Membaca Terbuka Jendela Dunia, Menulis Terukir Inspirasi Jiwa” itu menjadi momentum untuk mendorong lahirnya generasi SMK yang cerdas, kritis, dan literatif di era digital.

Dalam arahannya, Muhidi menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda di era disrupsi informasi. Menurutnya, derasnya perkembangan teknologi dan pergaulan bebas harus diimbangi dengan penguatan identitas dan karakter.

“Yang pertama harus kita bangun adalah identitas dan jati diri. Apalagi kita orang Minang punya falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Kita boleh bergaul dengan siapa saja, tetapi tetap harus punya prinsip dan identitas sendiri,” ujar Muhidi di hadapan para siswa.

Ia juga menekankan bahwa budaya literasi menjadi fondasi penting untuk memperkuat wawasan dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan zaman. 
Muhidi menyebut membaca sebagai jalan utama membangun pola pikir yang kuat, dengan Al-Qur’an sebagai sumber bacaan utama sebelum memperluas pengetahuan melalui literatur lainnya.

“Untuk menguatkan pikiran, kita harus banyak membaca. Kalau sudah menemukan kenyamanan dalam membaca, maka wawasan akan semakin luas,” katanya.

Tak hanya soal literasi, Muhidi juga menyinggung komitmen DPRD Sumbar dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Salah satunya dengan mendukung fasilitas pembelajaran berbasis teknologi di sekolah.

Saat ini, kata dia, tengah diuji coba satu ruang kelas lengkap dengan perangkat IT seperti laptop dan papan digital. Jika program tersebut berhasil, maka akan dikembangkan ke sekolah lain, termasuk SMA 10 Padang.

“Kita fokus pada SDM. Kebutuhan siswa harus terlayani, mulai dari buku hingga fasilitas teknologi. Tahun ini program penguatan semangat belajar juga mulai digerakkan kepada kepala sekolah dan guru,” ungkapnya.

Selain itu, DPRD Sumbar juga tengah merevisi Perda Pendidikan agar siswa tidak hanya memperoleh pembelajaran umum, tetapi juga muatan lokal yang memperkuat karakter budaya daerah.

Di akhir kegiatan, Muhidi memberikan motivasi kepada para siswa agar fokus menyiapkan masa depan sejak dini. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi aktor utama dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

“Kalau bukan kita yang menyiapkan masa depan, siapa lagi. Kami di DPRD hanya menjadi pendorong untuk menyiapkan prosesnya,” tuturnya.

Kegiatan tersebut berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif bertanya kepada Muhidi, mulai dari pengalaman perjalanan politiknya hingga fungsi dan tugas pokok DPRD Sumatera Barat.(*)

Padang,Lintas Media News
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman yang juga Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Sumbar menyampaikan.
Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa serta mempertahankan nilai-nilai kebangsaan. 

 Hal itu disampaikan Evi Yandri pasca  menghadiri kegiatan pembinaan Kesadaran Bela Negara Keluarga Besar TNI Kodam XX/TIB, Jumat (22/5/2026) di Gedung Sapta Marga, Makodam XX/TIB di Padang. 

Menurut Evi Yandri,kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air di tengah masyarakat. 

Evi Yandri menyebutkan.Melalui pembinaan bela negara, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kita berharap kegiatan ini ikut mendorong lahirnya generasi muda yang solid, berkarakter, serta memiliki semangat nasionalisme yang tinggi," ujar Evi. 

Selain Evi Yandri, Anggota Komisi V DPRD Sumbar, Endarmy juga mengikuti kegiatan tersebut yang juga merupakan ketua FKPPI.  Termasuk pula berbagai perwakilan lintas organisasi lainnya, terutama yang berada di bawah pembinaan Kodam Tuanku Imam Bonjol, diantaranya PPM,  FKPPI, P3AD, PPAD.

Senada dengan Evi Yandri,Endarmy mengatakan, sinergi antara oganisasi kepemudaan, keluarga besar TNI, dan seluruh elemen masyarakat amat penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

"Wawasan kebangsaan harus terus ditanamkan pada masyarakat sejak dini, ini sangat berpengaruh dalam upaya menjaga keutuhan negara," tutur Endarmy. 

Perwakilan Kodam XX/TIB,  Letkol KAV Mahpuzh mengatakan ada puluhan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, terutama organisasi yang berada dibawah pembinaan Kodam Tuanku Imam Bonjol. 

Saat membuka kegiatan tersebut, Mahpuzh mengingatkan tentang pentingnya untuk menjadi satu persatuan. 

"Kita harus menjadi satu, bukan terpisah-pisah. Kalau kita sudah menjadi satu wadah dalam satu pembinaan tentu kita akan menjadi kuat," katanya.

Mahpuzh berharap kegiatan tersebut bukanlah yang terakhir, melainkan akan diadakan berbagai kegiatan lainnya untuk menguatkan jalinan dan sinergi antar organisasi.(*)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.