Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

 

PADANG, Lintasmedia News– Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP) terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lingkungan anggotanya agar mampu naik kelas dan bersaing di era digital. Setelah memperkuat aspek legalitas dan kualitas produk, FKIKSP kini membekali 30 pelaku UMKM dengan keterampilan pemasaran digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).


Pembekalan yang digelar pada 5-6 Agustus 2026 dengan tema "Digital Marketing Training for UMKM: AI for Selling and TikTok Live Mastery" tersebut, menghadirkan praktisi digital marketing Arizi Utama sebagai narasumber itu diikuti pelaku usaha dari berbagai bidang, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Penasihat FKIKSP, Nilda Pri Gustari Akbar. Kehadiran istri Direktur Utama PT Semen Padang tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas pelaku UMKM anggota FKIKSP dalam menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang bisnis di era digital.


Dalam sambutannya, Nilda mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan bagi istri karyawan PT Semen Padang yang menjalankan usaha. Program itu dirancang untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing pelaku UMKM di tengah perkembangan teknologi serta perubahan perilaku konsumen.

Menurutnya, program pembinaan UMKM yang dijalankan FKIKSP disusun secara bertahap, mulai dari penguatan fondasi usaha hingga perluasan pasar. Pada tahun sebelumnya, FKIKSP telah memfasilitasi anggotanya dalam memenuhi berbagai aspek legalitas usaha, seperti penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT), dan sertifikasi halal.


Selain itu, para pelaku UMKM juga mendapatkan pelatihan fotografi produk agar mampu menghasilkan materi visual yang lebih menarik untuk mendukung kegiatan promosi. “Pada tahun ini, pembinaan dilanjutkan dengan penguatan kemampuan pemasaran digital. Fokus pelatihan diarahkan pada pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten promosi serta optimalisasi TikTok Live sebagai sarana pemasaran dan penjualan secara langsung,” kata Nilda.


Nilda berharap kemampuan memanfaatkan teknologi dapat membantu UMKM anggota FKIKSP memperluas jangkauan pasar, meningkatkan nilai produk, serta menciptakan usaha yang lebih berkelanjutan. Karena, kemampuan menggunakan media digital, khususnya teknologi berbasis AI, telah menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM. 


"Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat menuntut pelaku usaha untuk terus belajar, beradaptasi, dan menemukan cara baru dalam menjangkau konsumen. Sebab, pemasaran digital tidak hanya membuka peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas, tapi juga dapat membantu meningkatkan daya saing, memperkuat identitas merek, dan membangun kepercayaan konsumen," ujarnya.


Nilda juga menyampaikan bahwa digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan. Namun demikian, Nilda menegaskan strategi pemasaran luring dan daring harus berjalan secara beriringan. "Dengan strategi tersebut, pelaku UMKM dapat mempertahankan konsumen yang telah dimiliki sekaligus menjangkau pasar baru melalui media sosial dan platform perdagangan elektronik," tuturnya.


Sementara itu, Arizi Utama menjelaskan bahwa identitas merek merupakan salah satu fondasi penting dalam pemasaran. Pelaku UMKM perlu memiliki karakter produk yang kuat dan jelas agar mudah dikenali serta dapat dibedakan dari produk sejenis di pasaran. Menurutnya, media sosial juga harus dikelola secara terencana dan konsisten, bukan sekadar menjadi tempat untuk mengunggah foto produk. 


Konten yang dipublikasikan harus mampu memberikan informasi, membangun kedekatan dengan audiens, serta mendorong calon konsumen mengambil keputusan pembelian. “Konten harus memiliki tujuan yang jelas. Selain memperkenalkan produk, konten juga perlu membangun hubungan dan kepercayaan dengan calon konsumen,” kata Arizi.


Dalam pelatihan tersebut, Arizi turut memperkenalkan pemanfaatan AI untuk mempercepat proses produksi konten pemasaran. Teknologi itu dapat digunakan untuk mencari ide, menyusun konsep promosi, membuat naskah, merancang kalender konten, hingga menyesuaikan pesan pemasaran dengan karakter target konsumen.


Meski demikian, Arizi mengingatkan bahwa penggunaan AI tetap harus disertai pemahaman terhadap karakter produk dan kebutuhan pelanggan. Pelaku usaha harus mampu mengolah hasil yang diberikan teknologi agar tetap akurat, memiliki sentuhan personal, dan sesuai dengan identitas merek.


Pelatihan berlangsung interaktif dan mendapatkan respons positif dari para peserta. Para peserta memperoleh berbagai materi, mulai dari penyusunan strategi digital marketing, penguatan branding, optimalisasi media sosial, hingga pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten promosi yang menarik dan relevan.


Selain itu, peserta dibekali pemahaman tentang cara membangun interaksi dan kepercayaan konsumen melalui komunikasi pemasaran digital. Mereka tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mengikuti praktik penjualan langsung melalui platform e-commerce, khususnya TikTok Live.


Peserta juga diajak memahami perilaku konsumen di era digital sebagai dasar dalam menyusun strategi penjualan. Pemahaman tersebut diperlukan agar pesan promosi, pemilihan platform, dan cara berinteraksi dengan pelanggan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar.


Salah seorang peserta yang menjalankan usaha kuliner mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usahanya. “Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang cara memanfaatkan AI untuk membuat konten promosi dengan lebih cepat dan menarik. Kami juga menjadi lebih percaya diri untuk mulai berjualan melalui TikTok Live dan platform digital lainnya,” ujarnya.


Melalui pelatihan ini, FKIKSP berharap para istri karyawan yang menjalankan UMKM semakin siap menghadapi transformasi digital. Penguasaan teknologi diharapkan dapat membantu mereka memperluas jangkauan pasar, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperkuat daya saing usaha di tengah kompetisi yang semakin ketat.


Peningkatan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha juga diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian keluarga. Dengan pengelolaan yang baik, UMKM dapat berkembang menjadi sumber pendapatan berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.


Dengan pembinaan yang konsisten, FKIKSP menargetkan UMKM anggotanya tidak hanya mampu naik kelas, tetapi juga tumbuh menjadi usaha yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Dalam jangka panjang, UMKM binaan tersebut diharapkan mampu memperluas pasar dari tingkat lokal ke nasional, bahkan memiliki kesiapan untuk menembus pasar global.(*)


pasamanbarat, Lintasmedia News– Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Polda Sumatera Barat, membagikan ribuan bendera Merah Putih kepada masyarakat dan para pengguna jalan di wilayah Kabupaten Pasaman Barat.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H yang berlangsung di depan Mako Polres Pasaman Barat hingga menyasar kawasan Bundaran Simpang Empat, Kecamatan Pasaman, Rabu (12/8/2026).


Pembagian bendera yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB itu dilakukan sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk turut menyemarakkan momentum Hari Kemerdekaan yang diperingati setiap 17 Agustus.


"Ribuan bendera kita bagikan kepada masyarakat dan para pengendara di kawasan Pasaman Baru dan Bundaran Simpang Empat," ujar AKBP Agung Tribawanto di sela-sela kegiatan.


Menurutnya, pembagian bendera Merah Putih tersebut tidak hanya dilaksanakan di pusat Kabupaten Pasaman Barat, tetapi juga secara serentak di seluruh wilayah hukum Polres Pasaman Barat.


"Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Pasaman Barat dengan melibatkan seluruh personel yang ada di Polsek jajaran," katanya.


"Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat Nasionalisme di tengah masyarakat dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2026," ungkapnya.


Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat Pasaman Barat untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif, kreatif dan bermanfaat, terutama kegiatan yang dapat mempererat hubungan serta kebersamaan antara masyarakat.


Tidak hanya membagikan bendera, Polres Pasaman Barat juga turut mengambil peran dalam mempersiapkan generasi muda untuk menjadi bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan. Kapolres telah menginstruksikan personel Satbinmas dan Bhabinkamtibmas di seluruh Polsek jajaran untuk melatih siswa dan siswi terbaik tingkat SMA sederajat sebagai calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).


"Saat ini personel kami telah melatih ratusan siswa dan siswi terbaik SMA sederajat dalam baris-berbaris untuk menjadi pasukan Paskibraka di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman Barat," tutur Kapolres.


Menurut AKBP Agung, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan peringatan kemerdekaan menjadi salah satu sarana untuk menanamkan rasa bangga dan memupuk kecintaan terhadap Tanah Air sejak dini.


"Estafet kepemimpinan nantinya akan berada di pundak para siswa dan siswi ini. Karena itu, rasa kebanggaan berbangsa dan cinta Tanah Air perlu terus ditanamkan kepada generasi penerus bangsa," jelasnya.


Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat menjadi kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.


"Mari kita manfaatkan momentum Hari Kemerdekaan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, silaturahmi antar sesama, serta menanamkan kecintaan terhadap Tanah Air Indonesia," pungkasnya.


Kegiatan pembagian bendera tersebut turut dihadiri sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Pasaman Barat, puluhan personel Polres Pasaman Barat, awak media, serta perwakilan mahasiswa dari Kampus ITS Khatulistiwa dan Akbid Pasaman Barat.


Semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun terlihat dari antusiasme masyarakat dan para pengendara yang menerima bendera Merah Putih. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran Polri dalam mengajak masyarakat bersama-sama menyemarakkan kemerdekaan dengan semangat persatuan dan nasionalisme. (***)

 

Lintasmedia News- Pemerintah Kota Padang memulai proses fisik perbaikan bendungan dan drainase terdampak bencana banjir, setelah tahapan perencanaan selesai.

Proses perbaikan ini menggunakan anggaran dari Dana TKD yang dikembalikan oleh Pemerintah Pusat ke Kota Padang. 


Sebelumnya Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan komitmen Pemko Padang untuk mempercepat proses rehab-rekon Kota Padang Pasca Bencana, namun harus mengikuti prosedur tahapan dan aturan yang berlaku.


“Sama seperti masyarakat, kita juga ingin cepat. Namun ada tahapan perencanaan dan tender yang tidak bisa dibypass, karena ada aturan yang mengikat. Saat ini Alhamdulillah beberapa rehab fisik sudah mulai dilakukan, karena proses perencanaan dan tendernya sudah selesai,” katanya, Senin/10 Agustus 2026. 

“Mohon maaf dan terima kasih kepada masyarakat Kota Padang yang sudah menunggu," sambungnya. 


Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menyampaikan proses rehab fisik sudah mulai dilakukan di beberapa lokasi terdampak bencana, dikarenakan proses perencanaan dan tendernya sudah selesai. 


“Saat ini 7 paket proyek fisik sudah dimulai pekerjaannya. Antara lain rekonstruksi jembatan di Kampung Jambak, rehab bendungan Limau Manis, rehab bendungan Lubuk Kilangan, Rehab Bendungan Sungkai, dan drainase di Tabiang Banda Gadang," ungkapnya. (***)

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Menananggapi hantaran  Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Enam fraksi DPRD Kota Bukittinggi menyampaikan Pandangan Umum.  Kegiatan ini berlangsung di Gedung Rapat DPRD Kota Bukittinggi, Selasa (11/08).


Sebelumnya, pada hari Senin kemarin Wali Kota Bukittinggi telah menghantarkan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Sesuai dengan mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan, dilanjutkan dengan Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Demikian disampaikan Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendy. 


Beberapa pandangan umum dalam rapat tersebut diantaranya Nur Hasra, mewakili Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menyampaikan sejumlah hal yang perlu mendapat penjelasan dalam pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026. Hal ini terkait kenaikan PAD sebesar Rp356,25 juta, tambahan belanja modal sekitar Rp108,8 miliar, komposisi SiLPA sebesar Rp94,14 miliar, serta kebijakan transportasi, dampak investasi pariwisata terhadap UMKM, dan pelayanan digital termasuk Call Center 112.


"Kami melihat Pemerintah Kota telah berupaya menyesuaikan kebijakan anggaran dengan perkembangan tahun berjalan. Kami mengapresiasi perhatian terhadap pelayanan publik, belanja modal, infrastruktur, transportasi, pariwisata, pengendalian inflasi, serta pemanfaatan teknologi" Ujarnya.

Menurut Nur Hasra, keberhasilan perubahan APBD terletak pada ketepatan anggaran dalam menjawab persoalan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat Kota Bukittinggi. 


Sementara itu, mewakili Fraksi Gerindra, Shabirin Rahmat memandang bahwa setiap anggaran dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 harus memiliki alasan yang jelas, sasaran yang terukur, serta manfaat yang nyata bagi masyarakat Kota Bukittinggi. 


Diketahui, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp775,24 miliar, meningkat Rp131,28 miliar dari APBD sebelum perubahan sebesar Rp643,96 miliar. Selanjutnya, belanja daerah meningkat menjadi Rp909,37 miliar, atau bertambah sekitar Rp199,05 miliar dari sebelumnya Rp710,32 miliar. (Sandra)

 

Pasbar,Lintas Media News Com.


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mendukung penguatan peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi daerah. Salah satunya melalui Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia DPC Pasaman Barat yang mendorong pelaku UMKM perempuan naik kelas dan memasarkan produk lokal ke pasar yang lebih luas. Upaya tersebut menjadi fokus Rapat Kerja Cabang I IWAPI Pasbar Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Selasa 11/8


Rakercab dibuka Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Harlina Syahputri, mewakili Bupati Pasaman Barat. Turut hadir perwakilan DPD IWAPI Sumatera Barat Rilianti Basril, Dewan Pembina IWAPI DPC Pasbar Ny. Sifrowati Yulianto, Ketua DPC IWAPI Pasbar Mayyarti, serta pemangku kepentingan terkait.


Dalam sambutannya, Harlina menekankan pentingnya sinergi IWAPI dengan Pemkab Pasaman Barat dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah. Ia mendorong IWAPI aktif menggunakan dan mempromosikan produk lokal, seperti kerajinan rajutan, batik, makanan khas, dan aksesori.


Kita harus bangga menggunakan dan mempromosikan produk daerah. Persaingan tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga dengan produk dari luar. Karena itu, susun program kerja yang konkret, termasuk membangun galeri IWAPI dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran,ujar Harlina.


Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci untuk memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk pelaku usaha perempuan di Pasaman Barat.


Sementara itu, Perwakilan DPD IWAPI Sumatera Barat, Rilianti Basril, menilai Pasaman Barat memiliki potensi ekonomi yang besar. IWAPI diharapkan mampu mendorong perempuan pengusaha dan pelaku UMKM agar semakin mandiri, berdaya saing, dan memiliki program kerja yang terarah.


Dewan Pembina IWAPI DPC Pasbar, Ny. Sifrowati Yulianto, mengapresiasi penyelenggaraan Rakercab. Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum untuk mengevaluasi kinerja, memperkuat konsolidasi, dan merumuskan langkah strategis organisasi.


Perempuan bukan hanya memiliki peran penting dalam keluarga, tetapi juga merupakan kekuatan besar dalam menggerakkan perekonomian. Banyakg perempuan di Pasaman Barat yang telah menjadi pelaku usaha. Mereka harusg terus didorong agar tumbuh, berkembang, naik kelas, dang mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.


Ia menegaskan, IWAPI harus menjadi wadah yang memberikan manfaat nyata bagi anggotanya melalui peningkatan kapasitas, perluasan jejaring usaha, penguatan kemitraan, serta pembukaan akses terhadap pasar, permodalan, teknologi, dan informasi.


Perempuan pengusaha harus berani berinovasi, mampu menciptakan lapangan kerja, dan membawa produk sertag potensi Pasaman Barat ke tingkat nasional bahkan global, ujarnya.


Ketua DPC IWAPI Pasbar, Mayyarti, menyampaikan bahwa Rakercab menjadi momentum evaluasi program sekaligus penyusunan agenda organisasi ke depan. Selama ini, IWAPI Pasbar telah melaksanakan pertemuan rutin bulanan, berkolaborasig dengan organisasi perangkatv daerah terkait, mengikuti rakerda, musda, dan rakernas, serta kegiatan sosial.


Sekretaris DPC IWAPI Pasbar, Mori Desi, dalam laporan panitia menyebutkan, Rakercab bertujuan mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan, menyusun program kerja baru, meningkatkan kapasitas dan kompetensi perempuan pengusaha, mendorong inovasi usaha, memperkuat kemandirian ekonomi, serta memperluas jejaring kemitraan antarpelaku usaha.

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Bukittinggi memiliki kehormatan sebagai tanah kelahiran Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Mohammad Hatta, sekaligus pernah menjadi ibu kota negara pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). 


Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis saat menghadiri Pekan Literasi Bung Hatta Tahun 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati 124 tahun Bung Hatta tersebut digelar di Aula Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Senin (10/08).


Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan peringatan 124 tahun Bung Hatta. Ia mengatakan, Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen untuk terus mendukung penguatan budaya literasi melalui peningkatan layanan perpustakaan, kolaborasi dengan dunia pendidikan dan komunitas literasi, serta berbagai program yang mendukung pengembangan sumber daya manusia.


Staff Ahli Gubernur bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Jasman, mengemukakan, Bung Hatta merupakan teladan yang menjadi lubuk ilmu. Banyak hal yang masih perlu digali dari pemikiran Bung Hatta.


"Hari ini kita peringati hari lahir Bung Hatta. Selamat hari lahir Bung Hatta ke 124. Mari bersama kita bedah pemikiran Bung Hatta untuk menjadi teladan dalam menjalankan pemerintahan dan membangun Sumatra Barat yang maju, unggul dan berdaya saing," ujarnya.

Sementara itu, melalui daring, Putri Bung Hatta, Prof. Meutia Farida Hatta, menyampaikan, sekarang tidak hanya cukup dengan membaca, tapi harus ditambah dengan pemahaman melalui nalar yang baik dan positif. Salah satu kepribadian Bung Hatta yang bisa diteladani adalah bisa memikirkan upaya untuk kemajuan tanah air. 


Ia menyebutkan, Bung Hatta memiliki konsep tersendiri, agar tidak hanya mencontek yang sudah ada di negara lain, tapi dapat dikembangkan untuk diterapkan di negara Indonesia. Ia telah membuat pemikiran demokrasi menjadi luas. Meutia Farida Hatta berpesan, nalar kebangsaan untuk generasi muda yang cerdas dan berkarakter agar dapat dihidupkan kembali. (Sandra)



 



PADANG PARIAMAN,Lintas Media News
Anggota DPRD  Sumatera Barat(Sumbar) Sitti Izzati Aziz, 
Sosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Sumatera Barat Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana kepada masyarakat Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Minggu (9/8/2026).

Pada kesempatan itu,Sitti Izzati Aziz mengajak warga masyarakat untuk membangun budaya siaga bencana sebagai kesiapsiagaan menghadapi bencana, tidak boleh hanya dibicarakan ketika bencana sudah terjadi. Kesadaran untuk mengenali risiko dan mengetahui langkah penyelamatan justru harus dibangun sejak dini di tengah masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Pondok Lesehan Eby "Piak Nona", Jalan Akses Bandara Padang Pariaman, tersebut diikuti masyarakat Nagari Ketaping. Hadir pula Wali Nagari Ketaping terpilih, Dasman, serta Kepala BPBD Sumatera Barat yang diwakili Analis Kebencanaan Ahli Muda, Acil Erbara.

Sitti mengatakan, kondisi geografis Sumatera Barat yang memiliki beragam potensi bencana membuat masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan yang memadai. Menurutnya, kesiapsiagaan bukan sekadar memahami teori, tetapi menjadi bekal penting untuk melindungi diri, keluarga dan lingkungan.

"Kita tidak pernah tahu kapan bencana datang. Karena itu, kesiapan masyarakat harus dibangun sebelum bencana terjadi, bukan setelah musibah datang. Pengetahuan sederhana tentang apa yang harus dilakukan bisa menjadi sangat berarti dalam situasi darurat," kata Sitti.

Ia menjelaskan, Perda Nomor 4 Tahun 2023 hadir sebagai pedoman agar penanggulangan bencana dapat dilakukan secara lebih terarah, terpadu dan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Menurutnya, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menghadapi bencana. Masyarakat yang berada langsung di wilayah rawan justru memiliki peran penting sebagai pihak pertama yang dapat mengambil tindakan ketika kondisi darurat terjadi.

"Pemerintah memiliki kewajiban menyiapkan sistem dan memberikan perlindungan, tetapi masyarakat juga harus menjadi bagian dari sistem tersebut. Mulai dari mengenali lingkungan, mengetahui jalur evakuasi, menjaga komunikasi hingga saling membantu saat keadaan darurat," ujarnya.

Sitti juga mengajak masyarakat Ketaping menjadikan kesiapsiagaan sebagai kebiasaan bersama. Menurutnya, keluarga, kelompok masyarakat, pemerintah nagari hingga relawan perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai risiko bencana di wilayah masing-masing.

"Jangan sampai kita baru bergerak setelah bencana terjadi. Mari kita biasakan melakukan langkah-langkah sederhana seperti menyimpan dokumen penting dengan aman, mengetahui titik evakuasi dan memastikan anggota keluarga memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Sumbar, Acil Erbara, memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapan masyarakat di tingkat nagari. Ia menilai, masyarakat merupakan unsur yang sangat menentukan dalam penanganan awal bencana karena berada paling dekat dengan lokasi kejadian.

"Ketika bencana terjadi, masyarakat adalah yang pertama kali berada di lokasi. Karena itu, kapasitas dan pengetahuan masyarakat harus terus diperkuat. Semakin siap masyarakat, semakin kecil risiko yang bisa ditimbulkan," kata Acil.

Menurutnya, kesiapsiagaan juga perlu dibangun melalui koordinasi yang kuat antara pemerintah nagari, masyarakat, BPBD, relawan dan unsur terkait lainnya.

Sementara itu, Wali Nagari Ketaping terpilih, Dasman, mengapresiasi kegiatan yang digelar tersebut. Ia berharap sosialisasi tidak berhenti pada pemahaman terhadap regulasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

"Kami menyambut baik kegiatan ini. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang benar tentang kebencanaan, sehingga ketika terjadi situasi darurat mereka tidak panik dan tahu harus berbuat apa," ujar Dasman.

Ia menilai, membangun nagari yang tangguh bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah nagari bersama masyarakat, katanya, akan terus mendorong kesadaran dan kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.

Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi ruang memperkuat kolaborasi antara DPRD Sumbar, BPBD, pemerintah nagari dan masyarakat. Sebab, membangun ketangguhan menghadapi bencana bukan hanya soal respons ketika musibah terjadi, tetapi juga tentang membangun kesadaran, kesiapan dan kepedulian jauh sebelum bencana datang.

Dengan semakin kuatnya budaya sadar bencana, masyarakat diharapkan mampu menjadi lebih tangguh, cepat mengambil keputusan dan saling melindungi ketika menghadapi kondisi darurat.(*/st).




Agam, Lintas Media News
Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Indra Catri, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 19 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) di Ladang Hutan, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya asupan iodium sebagai salah satu faktor utama dalam menjaga kesehatan dan kualitas sumber daya manusia.

Dalam sosialisasi itu, Indra Catri menjelaskan bahwa kesehatan masyarakat merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, upaya pencegahan GAKI harus menjadi perhatian bersama, mulai dari pemerintah hingga masyarakat di tingkat rumah tangga.

“Iodium merupakan mineral esensial yang dibutuhkan tubuh, terutama untuk mendukung fungsi kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon yang berperan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia,” kata Indra Catri.

Menurutnya, kekurangan iodium dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari penurunan kecerdasan, gangguan pertumbuhan, hingga masalah kesehatan lainnya yang berdampak jangka panjang.

Ia menjelaskan, Perda Nomor 19 Tahun 2018 hadir sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mencegah dan menanggulangi GAKI. Salah satu langkah yang diatur dalam perda tersebut adalah pengawasan terhadap peredaran garam konsumsi agar memenuhi standar kandungan iodium sesuai ketentuan yang berlaku.

“Melalui perda ini, pemerintah memperkuat pengawasan terhadap garam konsumsi yang beredar di masyarakat. Garam yang dikonsumsi harus memenuhi standar kandungan iodium agar manfaat kesehatannya dapat dirasakan secara optimal,” ujarnya.

Indra Catri juga mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih produk garam yang digunakan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya memastikan garam yang dikonsumsi merupakan garam beriodium sesuai standar.

Selain penyampaian materi, kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Warga Ladang Hutan tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pemenuhan gizi keluarga serta pencegahan GAKI.

“Kesadaran masyarakat menjadi kunci keberhasilan pencegahan GAKI. Mari kita biasakan menggunakan garam beriodium di rumah tangga demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tutur Indra Catri.

Kegiatan sosialisasi ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk menerapkan pola hidup sehat dan memperhatikan kecukupan asupan iodium dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Sumatera Barat. (*/st)

 




Pasbar,Lintas Media News
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Ali Muda, Sosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Sumatera Barat Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagari di Gedung Pertemuan Kuamang Alai, Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (9/8/2026).

Ali Muda menjelaskan.Penguatan nagari dinilai menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemahaman terhadap regulasi yang mengatur pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan nagari perlu terus diperkuat hingga ke tingkat masyarakat.

Menurut Ali Muda, Perda Nomor 8 Tahun 2021 tidak sekadar menjadi aturan administratif, tetapi dapat menjadi landasan untuk mendorong masyarakat nagari lebih aktif mengambil peran dalam menentukan arah pembangunan di daerahnya.
“Pembangunan nagari tidak akan berjalan maksimal kalau masyarakat hanya menjadi penonton. Masyarakat harus menjadi bagian dari proses, mulai dari menyampaikan kebutuhan, ikut merencanakan, mengawal hingga merasakan manfaat pembangunan,” ujar Ali Muda.

Ia menilai nagari memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Berbagai persoalan sosial, ekonomi maupun pembangunan biasanya lebih cepat diketahui di tingkat nagari.

Karena itu, kata dia, pemerintahan nagari harus memiliki kemampuan dalam mengelola potensi yang ada sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi masyarakat.

“Potensi nagari sangat besar. Tinggal bagaimana potensi itu dikelola dengan perencanaan yang baik, pemerintahan yang terbuka dan dukungan masyarakat. Kita ingin nagari semakin mandiri dan masyarakatnya semakin berdaya,” katanya.

Ali Muda juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang kuat antara pemerintah nagari, masyarakat dan pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi tersebut akan membuat berbagai program pembangunan lebih tepat sasaran.

Dalam sosialisasi itu, masyarakat juga diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, masukan dan persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan nagari.

“Kami datang bukan hanya untuk menyampaikan aturan, tetapi juga mendengar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi dari nagari ini penting karena akan menjadi masukan bagi kami di DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan, legislasi dan penganggaran,” tutur Ali Muda.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabid KMA Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, Pratama Winia Nazwir, SSTP, M.Si., serta Sekretaris Nagari Kuamang Alai.

Ali Muda berharap pemahaman masyarakat terhadap Perda Nomor 8 Tahun 2021 semakin meningkat sehingga regulasi tersebut benar-benar hadir sebagai instrumen yang memberikan manfaat nyata.

“Harapan kita, Perda ini tidak berhenti sebagai aturan di atas kertas. Ia harus hidup di tengah masyarakat dan menjadi pedoman bersama untuk membangun nagari yang kuat, terbuka, mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(*/st)



Tanah Datar, Lintas Media News 
 Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Zuldafri Darma, mengajak masyarakat memperkuat peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. 

Ajakan itu disampaikan Zuldafri saat mensosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 9 Tahun 2018 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya di Nagari Parambahan, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba yang dinilai masih menjadi ancaman bagi generasi muda.

Dalam kegiatan itu hadir narasumber Eka Lusiana, SKM dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan AKP Harmen, Kasat Resnarkoba Polres Tanah Datar. Keduanya memaparkan berbagai upaya pencegahan, dampak penyalahgunaan narkoba, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.

Zuldafri Darma menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum atau pemerintah semata.

“Pencegahan harus dimulai dari keluarga. Orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan membangun komunikasi yang baik agar mereka tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba,” ujar Zuldafri.

Menurutnya, Perda Nomor 9 Tahun 2018 menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan langkah pencegahan secara berkelanjutan.

Ia menilai edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar pemahaman mengenai bahaya narkoba semakin luas, terutama di kalangan remaja dan generasi muda.

“Generasi muda adalah aset daerah dan bangsa. Karena itu, kita harus menjaga mereka dari ancaman narkoba melalui pendidikan, pengawasan, dan kepedulian bersama,” katanya.

Sementara itu, para narasumber menjelaskan berbagai dampak negatif penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan fisik, mental, maupun kehidupan sosial. Masyarakat juga diajak mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan narkoba serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

Melalui sosialisasi tersebut, Zuldafri berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan sejak dini dan aktif mengambil peran dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

“Bersama cegah narkoba, kita wujudkan masyarakat yang sehat dan generasi Sumatera Barat yang berkualitas,” tutupnya. (***/st)

 

PADANG, Lintasmedia News— PT Semen Padang memberi pembekalan kepada sebanyak 40 peserta Program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Tahun 2026 sebelum menjalani magang selama enam bulan di berbagai unit kerja perusahaan. Program ini menjadi bagian dari komitmen PT Semen Padang dalam mendukung peningkatan kompetensi generasi muda sekaligus menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.


Pembekalan peserta digelar di Club House Semen Padang, Senin (10/8/2026), dan dibuka Kepala Departemen Human Capital PT Semen Padang, Iskandar S. Taqwa. Kegiatan tersebut diikuti para peserta, mentor, serta jajaran Unit Learning & People Development PT Semen Padang.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan keikutsertaan perusahaan dalam Program MagangHub merupakan wujud dukungan terhadap pengembangan kompetensi generasi muda melalui pengalaman kerja secara langsung di lingkungan industri.


Menurut Win, program magang tidak semata-mata ditujukan untuk memperoleh sertifikat, tetapi harus dimanfaatkan peserta sebagai ruang belajar untuk memahami dinamika dunia kerja, termasuk pencapaian target, komunikasi, kolaborasi, pengambilan keputusan, penyelesaian masalah, disiplin, dan integritas.


"Selamat datang dan selamat kepada adik-adik yang telah terpilih mengikuti program magang ini. Jadikanlah masa enam bulan ini sebagai kesempatan yang sangat baik untuk benar-benar belajar dan memahami dunia kerja," ujar Win.


Ia mengatakan, pengalaman yang diperoleh di bangku kuliah memiliki karakter yang berbeda dengan praktik di dunia kerja. Karena itu, peserta diharapkan aktif menggali pengalaman dan pengetahuan selama menjalani program.


Win juga mendorong peserta untuk bersikap proaktif dengan tidak ragu bertanya kepada mentor, berani mencoba, memberikan solusi, serta memanfaatkan setiap tugas sebagai kesempatan untuk belajar.


"Jangan hanya menunggu diberikan perintah. Jadilah pribadi yang proaktif. Jemput setiap kesempatan, tugas, maupun pengalaman yang diberikan selama berada di lingkungan kerja," katanya.

Win berharap pengalaman selama mengikuti MagangHub di PT Semen Padang dapat menjadi bekal bagi peserta untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia profesional, maupun membangun karier di masa depan. Ia juga mengingatkan peserta untuk senantiasa menjaga nama baik diri sendiri, almamater, dan perusahaan.


Sementara itu, Kepala Departemen Human Capital PT Semen Padang, Iskandar S. Taqwa, didampingi Kepala Unit Learning & People Development, Siska Ayu Soraya, mengatakan proses seleksi peserta MagangHub dilakukan secara ketat untuk memastikan kesesuaian kompetensi peserta dengan kebutuhan posisi yang tersedia.


"Tahun ini kami membuka 47 posisi magang dengan kebutuhan jurusan yang beragam. Dari posisi tersebut, kami menerima sekitar 600 pelamar dari berbagai perguruan tinggi," ujar Iskandar.


Dari sekitar 600 pelamar, sebanyak 500 orang mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA), kemudian 125 peserta melanjutkan ke tahap wawancara. Dari keseluruhan proses seleksi tersebut, sebanyak 42 peserta dinyatakan lolos. Namun, dua peserta kemudian mengundurkan diri setelah memperoleh kesempatan bekerja di perusahaan lain sehingga jumlah peserta yang mengikuti program menjadi 40 orang.


Menurut Iskandar, kondisi tersebut menjadi sinyal positif yang menunjukkan bahwa peserta memiliki daya saing dan kesiapan untuk memasuki dunia profesional.


Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unit kerja dan mentor yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, keberhasilan program magang tidak hanya ditentukan oleh proses seleksi dan penempatan peserta, tetapi juga kualitas pendampingan selama menjalani program.


"Para mentor memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman dan pembelajaran kepada peserta selama enam bulan. Kami berharap seluruh mentor dapat mendampingi peserta dengan baik sehingga program ini memberikan manfaat yang optimal," katanya.


Perwakilan mentor, Andra Novendri, menyambut baik kehadiran peserta MagangHub Kemenaker 2026. Menurutnya, mentor tidak hanya bertugas memberikan arahan teknis terkait pekerjaan, tetapi juga membantu peserta mengenal budaya kerja industri, termasuk profesionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan berkolaborasi.


"Kami membuka ruang diskusi seluas-luasnya agar adik-adik dapat bertanya, berdiskusi, dan mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin selama menjalani program," ujar Andra.


Salah seorang peserta MagangHub, Zahra Mawadah Asri, mengaku senang memperoleh kesempatan untuk mengikuti program magang di PT Semen Padang. Lulusan Program Studi Manajemen Universitas Andalas dengan konsentrasi Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut ditempatkan di Unit Diklat PT Semen Padang.


"Saya sangat senang bisa mendapatkan kesempatan untuk bergabung di PT Semen Padang melalui program MagangHub ini. Saya berharap selama enam bulan ke depan bisa mendapatkan banyak ilmu, pengalaman, dan pembelajaran yang baik, khususnya terkait dunia kerja dan pengelolaan sumber daya manusia," ujar Zahra.


Program MagangHub Kemenaker 2026 merupakan batch pertama yang diikuti PT Semen Padang pada tahun ini. Sebelumnya, perusahaan juga telah berpartisipasi dalam program serupa bersama Kemenaker pada 2025 yang dilaksanakan dalam tiga batch. (*)

Sumbar, lintas– Kombes Pol. Teddy Fanani dan Bill Irzano secara resmi menandatangani kesepakatan damai untuk mengakhiri perselisihan yang sebelumnya terjadi. Penandatanganan surat perdamaian tersebut berlangsung pada Senin (10/8) pagi di Suasso Restaurant, Padang.


Kesepakatan damai itu ditandatangani langsung oleh kedua belah pihak dan disaksikan sejumlah saksi. Penandatanganan menjadi bentuk komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi secara damai dan kekeluargaan.


Proses tersebut turut disaksikan Direktur Intelkam Polda Sumbar Kombes Pol. Riki Kurniawan, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya keluarga dari Bill Irzano, Kabid Kearsipan dan Perpustakaan Pemprov Sumbar, Ketua PWI Sumbar Widya Navis,serta awak media.


Setelah tanda tangan kedua belah pihak dibubuhkan, proses dilanjutkan dengan penandatanganan para saksi yang tercantum dalam surat kesepakatan perdamaian.


Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengatakan, penandatanganan surat perdamaian ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang telah dibangun kedua belah pihak sebelumnya.


“Alhamdulillah, seluruhnya sudah ditandatangani. Kami berharap ini menjadi awal yang baik bagi kita semua,” ujarnya.


Ia menjelaskan, kesepakatan perdamaian tersebut lahir dari niat baik kedua belah pihak dan dilakukan secara sukarela tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.


Atas terselesaikannya persoalan tersebut, Polda Sumatera Barat juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses perdamaian, termasuk keluarga, para saksi, tokoh masyarakat, Ketua PWI Sumbar, serta awak media.


“Semoga langkah baik ini menjadi pelajaran bagi kita semua dan semakin mempererat silaturahmi serta persaudaraan ke depannya,” tutup Kombes Pol. Susmelawati Rosya.

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.