Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

PADANG, Lintasmedia News- Total sebanyak 85 hewan kurban pada Idul Adha 1447 H atau 2026 M tahun ini. Adapun rincian hewan kurban kali ini masing-masing sebanyak 55 sapi dan 30 kambing yang sasaran pembagian ke sejumlah masjid yang berlokasi di kawasan sumber air baku Perusahaan umum daerah air minum Kota Padang atau PerumdamPadang. 


Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama PerumdamPadang, Hendra Pebrizal saat upacara penyerahan hewan kurban di halaman Kantor Pusat Perumdam Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (25/5/2026) pagi. Turut hadir saat upacara Wali Kota Padang yang diwakili Sekdako Raju Minrofa Chaniago beserta Ketua Dewan Pengawas Perumdam Padang, Didi Aryadi dan jajaran direksi serta para karyawan/karyawati.


Dirut Hendra Pebrizal menyebutkan hewan kurban yang disalurkan Perumdam Kota Padang bersumber dari sumbangan segenap karyawan/karyawati perusahaan yang dipimpinnya dalam kurun waktu tertentu secara rutin setiap tahun. 


Di samping itu, Perumdam Kota Padang menerima sumbangan hewan kurban satu ekor sapi dari Bank Nagari dan satu unit truk tangki air dari Bank Mega. Penyerahan bantuan tersebut diserahkan masing-masing utusan Bank Nagari melalui Direktur Keuangan Roni Erdian serta perwakilan dari Bank Mega di halaman Kantor Perumdam Kota Padang pada Senin pagi tadi.


Pada kesempatan sama Sekda Kota Padang, Raju Minrofa Chaniago dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada Perumdam Kota Padang serta Bank Nagari dan Bank Mega yang telah berkontribusi melalui Dana _Corporate Social Responsibility_ (CSR). 


Selanjutnya, dari keseluruhan hewan kurban itu pihaknya membagikan sekaligus membagikan kepada segenap pihak yang dianggap layak menerimanya. Utamanya, sasaran penerima hewan kurban yang diberikan melalui hasil survei tim Perumdam Kota Padang selama ini. 


*Hewan Kurban untuk PWI Sumbar* 


Kali ini PWI Sumbar juga termasuk yang mendapat hewan kurban hasil sumbangan tersebut. Menanggapi hal ini, Ketua PWI Sumbar Widya Navies menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Perumdam Kota Padang beserta jajarannnya. 


"Kami turut mengapresiasi Perumdam Kota Padang, serta mendoakan supaya perusahaan umum daerah air minum Kota Padang kembali pulih kondisinya menyusul sempat twrdampak akibat bencana hydrometerologi yang melanda sebagian daerah Pulau Sumatera akhir tahun 2025 silam, " ujar Widya Navies, didampingi Sekretaris Firdaus Abie dan Sekretris Dewan Kehormatan Provinsi (DKP), Emil Mahmudsyah serta beberapa pengurus PWI Sumbar lainnya saat menerima secara simbolis sumbangan kurban. (*/rel*)

 

Padang, Lintasmedia News— Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kepolisian Daerah Sumbar menyalurkan puluhan hewan kurban ke berbagai daerah. Sebanyak 49 ekor sapi dan 8 ekor kambing diserahkan untuk masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk daerah terdampak bencana alam serta kawasan yang terkena dampak pembangunan jalan tol Padang–Sicincin–Bukittinggi.


Penyerahan hewan kurban dilakukan secara simbolis oleh Kapolda Sumbar, Gatot Tri Suryanta, di Mako Brimob Padang Sarai, Senin (25/5/2026). Dalam kesempatan itu, satu ekor sapi juga diserahkan kepada PWI Sumbar.


Program penyaluran hewan kurban tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polda Sumbar dan PT Hutama Karya. Bantuan itu diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus mempererat hubungan sosial di momentum Idul Adha.


“Semoga hewan kurban ini membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadi amal ibadah bagi para pemberi,” ujar Kapolda saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima.


Dari puluhan sapi yang disalurkan, beberapa di antaranya memiliki bobot fantastis hingga lebih dari satu ton. Hewan-hewan tersebut didatangkan langsung dari Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan kurban tahun ini. Selain dari Sumbar.


PWI Sumbar sendiri menerima satu ekor sapi dari Kapolda Sumbar. Penyerahan diterima oleh Ketua PWI Sumbar yang diwakili Romi Defliano.


Romi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Kapolda Sumbar kepada insan pers di daerah. 


Menurutnya, bantuan hewan kurban tersebut sangat berarti dan nantinya akan dibagikan tidak hanya kepada anggota PWI, tetapi juga masyarakat sekitar kantor organisasi wartawan terbesar Indonesia tersebut.


“Atas nama PWI Sumbar, kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolda atas bantuan hewan kurban ini. Daging kurban nantinya juga akan dibagikan kepada warga sekitar kantor PWI,” kata Romi.


Ia menambahkan, tahun ini jumlah hewan kurban yang diterima PWI Sumbar mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. 


Selain bantuan dari Kapolda Sumbar, organisasi itu juga menerima dukungan hewan kurban dari berbagai pihak, seperti PT Semen Padang, Bank Nagari, Perumda Air Minum Kota Padang, serta anggota DPR RI Andre Rosiade.


Secara keseluruhan, PWI Sumbar tahun ini menerima lima ekor sapi dan dua ekor kambing untuk disembelih pada Hari Tasyrik ketiga usai Idul Adha.


“Alhamdulillah, tahun ini jumlah hewan kurban meningkat. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berbagi dan mempercayakan hewan kurbannya kepada PWI Sumbar. Semoga menjadi amal ibadah dan mendapat balasan pahala dari Allah SWT,” tutup Romi.


Sesuai rencana, proses penyembelihan hewan kurban akan dilaksanakan pada Sabtu (30/5/2026), bertepatan dengan Hari Tasyrik ketiga setelah pelaksanaan Salat Idul Adha yang tahun ini yang diperkirakan dilaknasakan serentak pada Rabu (27/5/2026).(Ab)

 

PADANG, Lintasmedia News— PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang merupakan perusahaan semen tertua di Asia Tenggara  menyalurkan 36 ekor sapi kurban yang dibagikan secara bertahap, serta dilaksanakan simbolis maupun langsung, pada Senin dan Selasa, 25–26 Mei 2026 hari ini.


Tim Semen Padang juga menyerahkan hewan sapi kurban secara simbolis kepada Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Barat atau PWI Sumbar di Sekretariat Kantor Jalan Bagindo Azis Chan Kota Padang, Senin (25/5/2026). Kali ini pihak Direksi PT Semen Padang oleh Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan Idris, serta Kepala Unit CSR Hernes dan beberapa staf, termasuk kru Hubungan Masyarakat (Humas). 


Sementara kunjungan kali ini disambut oleh Ketua PWI Sumbar, Widya Navies beserta Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Zul Effendi yang diwakili Sekretarisnya, Emil Mahmudsyah. Sedangkan, pengurus harian PWI Sumbar lainnya, turut mendampingi yakni Sekretaris Firdaus Abie dan Wakil Ketua Bidang Elektronik & Digital Eriyanto Leo serta Lailatul Aidil.


Adapun prosesi penyerahan secara simbolis berlangsung hangat dalam suasana penuh keakraban. Setelah masing-masing saling berbincang dan menyampaikan maksud serta ucapan terima kasih. 


Kepala Humas PT Semen Padang Idris  mengatakan, melalui Program TJSL pada 2026, pihakbya menyerahkan total 36 ekor sapi kurban kepada masyarakat, termasuk untuk PWI Sumbar. 


Menanggapi itu, Widya Navies menyebutkan hubungan antara PWI Sumbar dan PT Semen Padang selama ini terjalin baik, terutama dalam mendukung berbagai program serta kegiatan kewartawanan sekaligus kemasyarakatan. 


"Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas sumbangan sapi kurban yang didistribusikan melalui PWI Sumbar. Semoga perusahaan PT Semen Padang serta karyawan/karyawatinya semakin sukses," katanya.


Berselang kemudian penyerahan secara simbolis hewan kurban ditandai dengan sesi foto bersama masing-masing Tim dan kru PT Semen Padang dengan PWI Sumbar beserta jajaran pengurus di halaman sekretariat yang berlokasi di samping Gedung Padang Youth Center tersebut. 



*Perkuat Kepedulian Sosial*


Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, PT Semen Padang sesuai komitmennya kepada masyarakat menyalurkan puluhan hewan kurban ke berbagai wilayah, terutama di lingkungan perusahaan. Di samping juga mitra usaha perusahaan guna memperkuat kepedulian sosial pada momentum Iduladha 1447 H atau 2026 M kali ini. 


Penyerahan sapi kurban secara simbolis antara lain dilakukan kepada Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan dan KAN Limau Manis oleh Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, didampingi Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan Idris, serta Kepala Unit CSR Hernes.


Penyaluran hewan kurban tersebut menjadi bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang secara konsisten dijalankan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di lingkungan operasional perusahaan maupun berbagai lembaga dan institusi di Sumatera Barat.


Terpisah penyerahan sapi kurban secara simbolis antara lain dilakukan kepada Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan dan KAN Limau Manis oleh Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, didampingi Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan Idris, serta Kepala Unit CSR Hernes.


Suasana penyerahan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Bagi masyarakat sekitar, bantuan hewan kurban dari PT Semen Padang bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga simbol kedekatan perusahaan dengan warga yang telah terjalin selama puluhan tahun.


Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengatakan, melalui Program TJSL pada 2026, PT Semen Padang menyerahkan total 36 ekor sapi kurban kepada masyarakat. Bantuan itu merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Iduladha.


Pri menegaskan, PT Semen Padang senantiasa berkomitmen menjalin hubungan yang harmonis dan saling mendukung dengan masyarakat di lingkungan perusahaan melalui berbagai upaya pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.


“Kami berharap bantuan hewan kurban ini dapat terdistribusi dengan baik, tepat sasaran, serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang berhak menerima dan membutuhkan,” kata Pri.


“Kami juga memohon doa dan dukungan dari masyarakat agar PT Semen Padang senantiasa diberikan kelancaran, keberkahan, dan kemajuan dalam operasional maupun usahanya, sehingga perusahaan dapat terus meningkatkan kontribusi serta memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat,” sambungnya.


Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari Wakil Ketua KAN Lubuk Kilangan Asril Adjis Rajo Bujang. Ia menyebut bantuan sapi kurban dari PT Semen Padang telah menjadi agenda rutin yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahun.


Ia mengatakan hubungan antara masyarakat Lubuk Kilangan dan PT Semen Padang selama ini terjalin baik, terutama melalui berbagai program sosial dan bantuan kemasyarakatan yang terus digulirkan perusahaan.


“Ini merupakan agenda rutin dari PT Semen Padang. Kami menerima setiap tahun, dan bantuan PT Semen Padang untuk Lubuk Kilangan sangat banyak. Untuk kurban ini, harapannya terus berlanjut,” katanya.


Atas nama KAN dan masyarakat Lubuk Kilangan, Asril menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Semen Padang atas perhatian yang terus diberikan kepada anak nagari.


“Kami atas nama KAN mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Semen Padang. Bantuan ini nantinya akan kami distribusikan kepada anak kemenakan kami,” ujarnya.


Hal serupa disampaikan Ketua KAN Limau Manis Zulkifli Dt Gamuyang. Ia menyebut bantuan sapi kurban dari PT Semen Padang sangat membantu masyarakat di wilayahnya, terutama dalam menyambut hari besar keagamaan.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang terus peduli kepada masyarakat adat dan masyarakat sekitar. Sebagai perwakilan masyarakat yang berdekatan dengan PT Semen Padang. Kami mendukung program-program yang digagas PT Semen Padang, terutama untuk pemberdayaan masyarakat,” katanya.


Selain disalurkan secara simbolis kepada KAN Lubuk Kilangan dan KAN Limau Manis, penyerahan sapi kurban juga dilakukan di Masjid Nurul Wujud, Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.


Ketua Pengurus Masjid Nurul Wujud Mulyadi mengatakan bantuan hewan kurban dari PT Semen Padang telah berlangsung rutin sejak lama dan menjadi bentuk perhatian perusahaan yang sangat dirasakan masyarakat sekitar masjid.


“Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang. Bantuan sapi kurban dari PT Semen Padang selalu rutin setiap tahunnya, kira-kira sejak tahun 2000-an,” katanya.


Menurut dia, keberlanjutan bantuan tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga hubungan sosial dan spiritual dengan masyarakat di sekitar perusahaan. 


Seiring penyaluran hewan kurban untuk masyarakat dan lembaga adat, penyaluran hewan kurban PT Semen Padang juga menyasar sejumlah institusi dan organisasi.


Melalui penyaluran 36 sapi kurban tersebut, PT Semen Padang kembali menegaskan posisinya bukan hanya sebagai perusahaan industri strategis nasional, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial masyarakat Sumatera Barat yang terus hadir dan tumbuh bersama warga.(rel)

 

Padang, Lintasmedia News- Dalam rangka merayakan Idul Adha 1447 Hijriah, Bank Nagari sekali lagi menyalurkan bantuan berupa hewan kurban kepada masyarakat di sekitar kantor, serta berbagai mitra yang telah mendukung perjalanan bank ini.

Sumatera, Edi Dharma mengapresiasi Bank Nagari karena secara rutin memberikan hewan kurban kepada masyarakat Sumatera.


Ia menambahkan, diharapkan bantuan dari hewan kurban tersebut dapat disalurkan dengan baik sehingga bantuan tersebut dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Sumatera.


Acara serah terima simbolis tersebut juga dihadiri oleh Direktur Keuangan Bank Nagari, Roni Edrian, jajaran komisaris, Dewan Pengawas Syariah Bank Nagari, serta para Pimpinan Divisi dan Cabang Bank Nagari. 


Kepala PWI Sumatra, Widya Navies, pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi Bank Nagari atas bantuan rutin ini. 


"Terima kasih Bank Nagari. Semoga Bank Nagari terus sukses," katanya. (***)

 

Sumatera Barat, Lintasmedia News – menekankan pentingnya pengawasan penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebagai langkah strategis dalam mendukung percepatan legalisasi kegiatan pertambangan rakyat melalui Daerah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).


Pernyataan tersebut disampaikan ketika Kepala Kepolisian memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Publikasi WPR/IPR yang diadakan di dalam Kepolisian Sumatera Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Ditreskrimsus, Forkopimda, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait untuk menyatukan langkah-langkah dalam membangun sektor pertambangan rakyat secara lebih tertib dan berkelanjutan.


Dalam instruksinya, Kepala Kepolisian menyoroti bahwa masih ada dugaan penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi untuk mendukung kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, pemantauan distribusi bahan bakar bersubsidi dianggap sebagai salah satu kunci penting dalam upaya menekan praktik penambangan ilegal.


"Pengawasan terhadap distribusi bahan bakar bersubsidi harus diperkuat agar tidak lagi digunakan untuk kegiatan penambangan ilegal. Negara harus hadir untuk memastikan bahwa energi bersubsidi benar-benar digunakan sesuai alokasinya," tegas Kepala Kepolisian.


Menurutnya, percepatan penerbitan WPR dan IPR merupakan langkah nyata pemerintah untuk menciptakan tata kelola pertambangan rakyat yang legal, terukur, dan berkelanjutan. Dengan adanya legalitas tersebut, masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertambangan untuk mata pencaharian dapat menjalankan usahanya secara legal, memiliki kepastian hukum, dan lebih mudah memperoleh izin pembangunan dan pengawasan.


Sebagai bentuk komitmen, Polda Sumatra akan memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar bersubsidi melalui berbagai langkah teknis, mulai dari pemetaan pola distribusi, pemantauan kuota distribusi, hingga inspeksi langsung di SPBU untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan.


Kepala Kepolisian juga menginstruksikan seluruh Kepala Kepolisian dan Kepala Kepolisian di wilayah Sumatera Barat untuk meningkatkan pengawasan lapangan, terutama di daerah yang diduga menjadi jalur distribusi bahan bakar yang mengarah pada kegiatan penambangan ilegal. Pengawasan tersebut meliputi pemeriksaan antrean kendaraan, verifikasi penggunaan barcode subsidi, hingga identifikasi kendaraan yang diduga berulang kali mengisi bahan bakar dengan tangki yang dimodifikasi atau menggunakan plat nomor yang berbeda. (***)

 

Tanah Datar. Lintasmedianews


Dalam rangka Halal bil Halal dan pulang basamo IKBAL Saiyo Sakato Nagari Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan . yang digelar di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Sariek Sarumpun MAS/MTsS Batu Taba, Senin (25/5/2026).


Kegiatan Pulang basamo yang menjadi agenda tiga tahun sekali. perantau dan masyarakat Nagari Batu Taba tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca Idulfitri, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun kampung halaman.


Acara itu dihadiri berbagai unsur penting Daerah dan Nagari, di antaranya Bupati Tanah Datar yg mewakili Staf Ahli Bupati Erizanur M.Si. Dr. Yasmansyah S.Ag. Kepala BAZNAS Tanah Datar, Camat beserta Forkopimca Batipuh Selatan, Destriyanto S.Sos. Wali Nagari Batu Taba, KAN , BPRN Mardison Sutan Rajo Pangulu Kepala UPT, Tokoh Masyarakat, Niniak Mamak, Bundo Kanduang hingga para perantau yang pulang dari berbagai daerah di Nusantara Indonesia. Dengan 10 Armada. 


Kegiatan diawali dengan pembacaan Wahyu Illahi oleh Farhan dengan .suara nya yg memukau para pengunjung. Dan di lanjutkan dengan Tari Pasambahan dari Sanggar Seni Sariak Sarumpun. Dibawah Pimpinan Rahmad Rahmadani S.Pdi. 


Ketua Umum IKBAL Saiyo Sakato, Maidison SE. Sutan Rajo Pangulu dalam sambutannya menegaskan bahwa IKBAL tidak hanya hadir sebagai wadah silaturahmi perantau, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang nyata bagi Masyarakat Nagari Batu Taba.


Ia memaparkan sejumlah program strategis yang telah dijalankan organisasi tersebut. Pada momentum Pulang Basamo tahun ini, panitia menyediakan 10 unit bus gratis bagi para perantau untuk memudahkan perjalanan pulang kampung. Selain itu, IKBAL juga menjalankan program pembelian tanah pemakaman gratis serta layanan penyelenggaraan jenazah tanpa biaya bagi perantau Batu Taba di wilayah Jabodetabek.


Menurutnya, kepedulian sosial menjadi roh utama organisasi dalam menjaga rasa kebersamaan antar sesama perantau dan kampung halaman."


“IKBAL ingin hadir bukan hanya saat suka, tetapi juga ketika duka datang. Kebersamaan harus dirasakan dalam seluruh aspek kehidupan Masyarakat,” ujarnya.


Tak hanya bergerak di bidang sosial, IKBAL juga aktif dalam pengelolaan zakat Nagari, pemberian santunan kepada Anak Yatim dan piatu, hingga mendukung pembangunan sektor pertanian melalui program irigasi untuk masyarakat Nagari Batu Taba.


Dalam kesempatan itu, Maidison juga mengungkapkan rencana pembangunan kantor pusat atau sekretariat IKBAL sebagai pusat koordinasi organisasi dan penguatan pelayanan bagi perantau.


Sementara itu, Wali Nagari Batu Taba Desrtiyanto S.Sos menyampaikan" apresiasi atas kontribusi besar para perantau terhadap pembangunan nagari. Ia menilai hubungan erat antara ranah dan rantau menjadi modal utama dalam menjaga kemajuan serta ketahanan sosial masyarakat Batu Taba.


Menurutnya, berbagai program yang dijalankan IKBAL telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik di bidang sosial, keagamaan maupun ekonomi.


“Sinergi antara ,Pemerintah Nagari dan para perantau harus terus diperkuat agar pembangunan di Batu Taba berjalan berkelanjutan dan mampu menjawab kebutuhan Masyarakat,” ujarnya.


Mewakili Bupati Tanah Datar, Staf Ahli Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan Erizanur. M.Si. memberikan apresiasi atas soliditas dan kepedulian sosial yang terus dijaga oleh IKBAL.


Ia menegaskan, kekuatan perantau Minangkabau selama ini terbukti menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pembangunan daerah. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kampung halaman dinilai menjadi nilai luhur yang harus terus dipertahankan.


“Perantau bukan hanya kebanggaan nagari, tetapi juga aset pembangunan daerah. Ketika ranah dan rantau bersatu, maka kemajuan nagari akan semakin kuat,” katanya.


Kegiatan Halal Bihalal dan Pulang Basamo itu berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Di tengah arus modernisasi dan kesibukan kehidupan di rantau, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa ikatan emosional masyarakat Batu Taba terhadap kampung halaman tetap terjaga kuat." Katanya. ( ERM )

 

PADANG, Lintasmedia News- Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri, SAP mengunjungi SMPN 6 Padang pada, Senin (25/5/2026).

Kunjungan Jupri yang akrab disapa Makdang ini untuk melihat secara langsung pembangunan ruang Bimbingan dan Konseling (BK) sekolah tersebut yang dibangun melalui Pokir.

Jupri Makdang mengatakan sengaja untuk memantau secara langsung proses pembangunan ruang tersebut.  

"Kita selalu memantau dari awal sampai selesai. Alhamdulillah, pembangunannya sesuai spek. Artinya, proses konstruksi dikerjakan berdasarkan dokumen kontrak," ujar Jupri Makdang yang merupakan Anggota DPRD dari Fraksi 

Kedatangan Jupri Makdang juga, untuk memastikan kualitas material. Termasuk metode pengerjaan. serta hasil akhir memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Agar bangunan aman, awet, dan tepat sasaran.

Jupri Makdang bersyukur pembangunan ruang BK ini sudah selesai. Apalagi, pembangunannya sangat memuaskan.

"Sebelumnya, kita juga telah mengunjungi SMPN 24 Padang. Karena, juga ada renovasi atap sekolah tersebut melalui Pokir kita. Habis ini, kita langsung mengunjungi SD di Gurun Laweh. Untuk melihat pembangunan sekolah tersebut yang juga berasal dari Pokir kita," ujar Jupri Makdang.

Jupri Makdang mengaku pokirnya, lebih difokuskan pada lembaga-lembaga pendidikan. Baik tingkat sekolah dasar maupun SMP.

"Pokir kita juga diperuntukkan untuk pembangunan Mushalla SMPN 17 Padang dan beberapa SD dan SMP lainnya. Karena kehadiran mushalla sangat penting untuk mendirikan shalat berjamaah di sekolah tersebut," ujarnya.

Jupri juga menegaskan pemanfaatan Pokir pada berbagai sekolah tersebut juga sebagai salah satu upaya mendukung program Padang Juara.

Sementara Kepala SMPN 6 Padang Noverilan, M.Pd. berterimakasih atas Pokir yang telah dianggarkan Jupri. Dia ungkapkan kehadiran ruang ini berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Khususnya di SMPN 6 Padang.

"Kita juga berharap Makdang juga memberikan Pokir untuk lantai hall yang saat ini sudah rusak parah," ujarnya.

 

PADANG, Lintasmedia News— PT Semen Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan mempererat hubungan sosial dengan masyarakat melalui pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang akan digelar pada Rabu (27/5/2026) di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang.


Bekerja sama dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pelaksanaan salat tersebut menjadi wujud kebersamaan perusahaan dan masyarakat dalam memakmurkan syiar Islam, khususnya pada momentum Hari Raya Iduladha.


Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin perusahaan dalam memperingati hari besar keagamaan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat ukhuwah dan kebersamaan, serta menjadikan Iduladha sebagai momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini juga bagian dari syiar Islam yang terbuka dan penuh makna,” ujar Idris, Senin (25/5/2026).

Ia menyebutkan, Salat Iduladha dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB. Panitia mengimbau jamaah hadir setidaknya 15 menit sebelum pelaksanaan salat agar ibadah berlangsung tertib dan khusyuk.


Untuk mengantisipasi cuaca buruk, panitia juga menyiapkan lokasi alternatif. “Apabila hujan turun menjelang pelaksanaan salat, maka salat akan dipindahkan ke Masjid Raya Jabal Rahmah PT Semen Padang,” kata Idris.


Pada pelaksanaan salat nanti, panitia menghadirkan Dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. H. Akhi Andriyaldi, Lc., MA sebagai khatib. Sementara itu, imam salat dipercayakan kepada Ustaz Riko Febrianto, S.Pd.I yang merupakan Imam Masjid Raya Jabal Rahmah.


Menurut Idris, momentum Hari Raya Iduladha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


“Untuk itu, kami mengundang seluruh karyawan Semen Padang Group beserta keluarga dan masyarakat sekitar perusahaan untuk bersama-sama merayakan Iduladha. Kebersamaan ini akan memperkuat semangat persaudaraan dan memperluas syiar Islam,” katanya.


Pelaksanaan Salat Iduladha ini juga menjadi bagian dari peran sosial PT Semen Padang yang terus berupaya hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, tidak hanya melalui kegiatan bisnis, tetapi juga di bidang sosial dan keagamaan.


Melalui kegiatan tersebut, PT Semen Padang berharap semangat Iduladha dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memperkuat nilai pengorbanan, kepedulian, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

 

Pasbar ,Lintas Media News Com. 


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menggelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Pasaman Barat 2026 di Gedung Perpustakaan Pasaman Barat, Padang Tujuh, Senin 25/5. Kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya literasi, membangun karakter anak, serta melestarikan cerita rakyat sejak dini.


Bupati Pasaman Barat melalui Asisten III Setda Pasaman Barat, Harlina Syahputri , S.H., M.H. mengatakan lomba bertutur bukan sekadar ajang membaca cerita atau mendongeng. Kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kemampuan komunikasi, rasa percaya diri, dan imajinasi anak.


Melalui bertutur, anak-anak belajar memahami nilai-nilai kehidupan, mengenal budaya daerah, serta melestarikan cerita rakyat yang menjadi bagian dari identitas dan kekayaan budaya bangsa, ujar Harnina saat membuka kegiatan.


Ia menegaskan penguatan budaya literasi penting di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Menurutnya, generasi muda tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus berkarakter, berwawasan, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik.


Pemkab Pasaman Barat berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan penguatan budaya literasi di seluruh jenjang pendidikan. Saat ini kami tetap berupaya menerapkan pendidikan berkarakter mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, meski dengan berbagai keterbatasan,” katanya.


Harlina mengapresiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yang konsisten menyelenggarakan kegiatan literasi untuk meningkatkan minat baca, khususnya di kalangan anak dan remaja.


Ia berpesan agar peserta menjadikan lomba sebagai ruang belajar dan pengalaman untuk mencintai dunia literasi. Tampilkan kemampuan terbaik dengan penuh percaya diri. Menang bukan tujuan utama. Keberanian, pengalaman, dan semangat belajar yang paling penting. Ceritakan pula kisah-kisah lokal Pasaman Barat agar semakin dikenal luas,” ujarnya.


Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pasaman Barat, Muharram, menjelaskan Lomba Bertutur merupakan agenda tahunan untuk meningkatkan budaya baca dan minat literasi anak di daerah. Menurutnya, peserta dapat membawakan cerita rakyat dari daerah masing-masing atau memilih judul yang disediakan panitia. 


Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya daerah serta penanaman nilai pendidikan karakter kepada anak,” kata Muharram.


Lomba diikuti 50 peserta dari SD dan MI se-Kabupaten Pasaman Barat. Pemenang akan mewakili Pasaman Barat pada ajang tingkat Provinsi Sumatera Barat dan berpeluang melaju ke tingkat nasional.


Total hadiah yang diperebutkan mencapai belasan juta rupiah. Rinciannya: Juara I Rp5 juta, Juara II Rp4 juta, Juara III Rp3 juta, Harapan I Rp2 juta, Harapan II Rp1,5 juta, dan Harapan III Rp1 juta. Seluruh pemenang juga mendapat trofi penghargaan.


JAKARTA,Lintas Media News
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mendorong arah pembangunan Sumbar ke depan tidak lagi bertumpu pada kemampuan keuangan daerah. Menurutnya, percepatan pembangunan membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan diaspora Minangkabau di berbagai belahan dunia.

Hal tersebut disampaikan Muhidi saat menjadi salah satu pembicara dalam Forum Silaturahmi Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG) 2026, Sabtu (23/5) di Auditorium Lantai 12 Universitas YARSI Jakarta.

Muhidi menilai, potensi besar yang dimiliki perantau Minang harus mampu disinergikan dengan kekuatan ekonomi untuk menciptakan pembangunan yang berdaya saing global.

“Kita ingin pembangunan Sumatera Barat tidak mengandalkan APBD, tetapi diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia usaha serta diaspora Minangkabau. Karena itu seluruh stakeholder harus mampu memanfaatkan peluang untuk optimalisasi pembangunan,” ujarnya.
Menurut Muhidi, Sumbar memiliki banyak komoditas unggulan yang belum memberikan nilai tambah maksimal bagi masyarakat. Seperti komoditas seperti gambir, kakao, kopi, kayu manis, sawit, hingga hasil pertanian strategis lainnya perlu didorong menuju industrialisasi modern.

“Kita ingin komoditas unggulan Sumatera Barat tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah, tetapi berkembang menjadi industri bernilai tambah tinggi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nagari,” katanya.

Dalam paparannya, Muhidi juga menyoroti pentingnya membangun iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Sumatera Barat. Menurutnya, investasi tidak cukup hanya berbicara soal modal dan keuntungan, tetapi juga harus memperhatikan nilai sosial dan budaya masyarakat Minangkabau.

Ia menegaskan, persoalan strategis seperti tanah ulayat harus diselesaikan melalui pendekatan musyawarah dan nilai “saiyo sakato” yang selama ini menjadi kekuatan budaya Minang.

“Kami menyadari investasi membutuhkan kepastian hukum, kemudahan regulasi, dan dukungan sosial masyarakat. Terkait berbagai persoalan, termasuk tanah ulayat, nilai musyawarah dan saiyo sakato menjadi jalan penyelesaian yang adil dan bijaksana,” jelasnya.

Muhidi menambahkan, DPRD Sumbar berkomitmen memperkuat regulasi dan pengawasan guna menciptakan kepastian hukum bagi investor tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat nagari.

“DPRD Provinsi Sumatera Barat akan terus menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan untuk memperkuat kepastian hukum, menciptakan iklim investasi yang sehat, serta mendorong pembangunan yang berpihak kepada masyarakat nagari,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Muhidi turut memperkenalkan konsep pembangunan kolaboratif berbasis jaringan yang disebut sebagai model “Bintang Laut”. Model ini menempatkan pembangunan daerah tidak lagi bersifat sentralistik, melainkan dibangun melalui kolaborasi antara nagari, perantau, pemerintah, dan pelaku usaha.

Menurutnya, pola kolaboratif tersebut akan membuat ekonomi Sumbar lebih fleksibel, adaptif, dan memiliki daya tahan kuat menghadapi tantangan global.
Selain itu, Muhidi juga mendorong konsep investasi berbasis adat sebagai identitas pembangunan Sumatera Barat.

Dalam konsep tersebut, tanah ulayat tidak dipandang sebagai hambatan investasi, melainkan sebagai bagian dari sinergi sosial antara ninik mamak, masyarakat nagari, dan investor.
“Investasi di Minangkabau bukan hanya transaksi ekonomi, tetapi hubungan sosial dan budaya yang saling menguatkan,” tutupnya. 


Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan
Minangkabau merupakan etnis terbesar keenam di Indonesia dengan populasi sekitar 6,7 juta jiwa dan memiliki jejak sejarah besar di tingkat nasional maupun internasional. Banyak tokoh Minang berperan penting sebagai ulama, pejuang kemerdekaan, hingga pemimpin bangsa. 

Di antaranya Raja Baginda penyebar Islam di Filipina, Ahmad Khatib Al Minangkabawi Imam Besar Masjidil Haram, serta tokoh nasional seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Tan Malaka. 

Sebanyak 21 dari 200 Pahlawan Nasional Indonesia berasal dari Minangkabau atau keturunannya. Bahkan, tiga dari empat pendiri Republik Indonesia merupakan putra Minang. 

Sejak awal kemerdekaan, banyak tenaga profesional dan intelektual Indonesia berasal dari Minangkabau, menunjukkan besarnya kontribusi masyarakat Minang dalam perjalanan bangsa.(*)




JAKARTA, Lintas Media News
Menjadi salah satu pemateri dalam perhelatan akbar Forum Silaturahmi Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG) 2026, Sabtu (23/5/2026) Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, ajak perantau Minang di dalam maupun luar negeri, pulang dan berkontribusi nyata bagi kampung. Mulai dari pemikiran, investasi, hingga transfer pengetahuan demi kemajuan Sumbar. 

"Pulang tidak selalu harus dimaknai secara fisik. Pulang dapat diwujudkan melalui kontribusi pemikiran, investasi, transfer pengetahuan, penguatan jejaring, serta perhatian dan kepedulian terhadap pembangunan kampung halaman,” ujar Muhidi dalam acara yang digelar di Auditorium Lantai 12 Universitas YARSI Jakarta.
 
Muhidi mengatakan Sumbar memiliki potensi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pariwisata, perdagangan hingga ekonomi kreatif. Begitupun sumber daya alam yang menjadi kekuatan utama daerah.

Jadi berbagai potensi tersebut belum sepenuhnya mampu memberikan nilai tambah maksimal bagi kesejahteraan masyarakat. 

“Karena itu, kami mengajak para perantau dan pengusaha diaspora Minangkabau untuk bersama-sama membangun ranah ini agar lebih maju, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Muhidi menilai budaya Minangkabau juga menjadi modal sosial terbesar dalam mendorong pembangunan daerah di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Menurutnya, nilai-nilai budaya seperti Saiyo Sakato, semangat gotong royong, serta kuatnya jaringan kekerabatan masyarakat Minang merupakan kekuatan yang tidak dimiliki semua daerah.

“Budaya Minangkabau adalah modal pembangunan yang sangat besar. Nilai Saiyo Sakato, gotong royong, dan jaringan kekerabatan orang Minang harus menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi tantangan global,” tegasnya.

Menurutnya, potensi besar diaspora Minangkabau yang tersebar di berbagai daerah dan negara harus mampu dioptimalkan sebagai kekuatan pembangunan Sumatera Barat di masa depan.

Karena itu, ia mengajak seluruh perantau untuk mengubah cara pandang lama terkait fenomena brain drain menjadi brain gain, yakni menjadikan keberhasilan dan pengalaman perantau sebagai sumber kekuatan baru bagi daerah.

“Oleh karena itu, kita perlu mengubah cara pandang dari brain drain menjadi brain gain. Keberhasilan dan pengalaman para perantau harus menjadi energi positif untuk kemajuan Ranah Minang,” tegasnya.

Kegiatan Forum Silaturahmi Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG) 2026 tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional asal Minangkabau dan pejabat negara.

Di antaranya Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia, Dony Oskaria, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, serta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.

Hadir pula Anggota DPR RI yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), Andre Rosiade, bersama tokoh diaspora Minangkabau dari berbagai daerah dan luar negeri.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan sejumlah persoalan strategis yang masih menjadi tantangan pembangunan di Sumbar.

Menurut Mahyeldi, hingga saat ini kualitas pembangunan dan daya saing sumber daya manusia masih belum optimal. Selain itu, ketahanan pangan daerah dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan juga masih perlu diperkuat. Persoalan lain yang menjadi perhatian ialah keterbatasan layanan infrastruktur dasar serta sosial ekonomi untuk mendorong kemajuan dan kemandirian nagari/desa.

Ia juga menilai pertumbuhan ekonomi daerah belum sepenuhnya inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Di sisi lain, pengelolaan infrastruktur yang inklusif serta ketangguhan daerah terhadap bencana alam juga dinilai masih belum maksimal.

Dalam aspek sosial budaya, Mahyeldi mengatakan perwujudan masyarakat yang beradat, harmonis, religius, dan berbasis keluarga berkualitas masih membutuhkan penguatan. 

Selain itu, daya saing sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga dinilai masih rendah untuk menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Tak hanya itu, tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, serta pelayanan publik yang efektif juga menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi ke depan.

Ia berharap seluruh tokoh perantau Minang dapat bersama-sama dengan masyarakat di ranah untuk memanfaatkan seluruh potensi dan kemampuan dalam membangun kampung halaman.

“Dalam kesempatan ini, kami sangat berharap kepada seluruh tokoh perantau yang hadir untuk bisa bersama-sama dengan kami yang ada di ranah membangun tanah Minangkabau yang kita cintai ini,” tutupnya.(*)

 

Doomsday! Demikian warga New York dan Toronto menyebut ketika selama dua hari listrik di megapolitan itu padam pada 14 Agustus 2003. Lalu beritanya mendunia, lantaran ada jutaan orang teraniaya gara-gara setrum tak mengalir. Media menyebutnya Doomsday! (pakai tanda seru) yang berarti kiamat. Keiadaan listrik di era modern sudah masuk kategori kiamat rupanya.

Tapi pemerintah setmpat dan perusahaan listrik tak masu menggunakan diksi Doomsday, melainkan menggunakan istilah blackout alias kegelapan atau dalam bahsa Minang kalam bakalajik.

Consolidated Edison Co, perusahaan listrik yang menyediakan listrik ke kota New York, merupakan anak perusahaan Consolidated Edison Inc, lalu bekerja keras. Tak ada demo maupun class action. Setelah dua hari kemudian, listrik menyala. Walikota New York, Michael Bloomberg langsung angkat bicara: minta maaf pada warganya. Hebat!

Ada yang menarik disimak dari kisah pudurnya lisrik di New York itu. Bloomberg sang Walikota minta maaf untuk ‘PLN’nya New York kepada rakyat. Hal yang mustahil kita dengar di Indonesia. “Urusan listrik padam, pembangkit down, gardu induk meledak, atau elevasi air waduk turun itu urusan PLN” Paling-paling kalimat itu yang akan meluncur dari para walikota kita.

Betapa menjadi amat sektoralnya soal listrik. Padahal tiap kali pola pembangunan disusun, senantiasa disebutkan bahwa listrik adalah infrastruktur. Jadi kalau infrastruktur seyogianya persoalan kelistrikan juga menjadi persoalan bersama.

Lepas dari bagaimana para petinggi pemerintah kita berperilaku, yang terang sebagai sebuah korporasi besar dan vital, PLN juga mesti menyadari bahwa diperlukan perenungan-perenungan mendalam, berkontemplasi dan berintrospeksi.

Jika Walikota New York mau memintakan maaf kepada warganya sementara ia tak ada hubungan ‘tali darah’ apalagi tali bisnis dengan Consolidated Edison Co, maka yang pintar itu adalah pihak Edison. Betapa di situ amat dipentingkan penanganan human relationship, maupun partner relationship.

Dapat dikatakan betapa manajemen Edison dengan pemerintah kota New York amat dekatnya. Maka sementara para insinyur berusaha keras memperbaiki kerusakan, para PR memainkan peranannya di lapangan, salah satunya tentu saja dengan sang Walikota. Mereka –pihak Edison– butuh mulut Bloomberg untuk menyatakan bahwa persoalan listrik padam ini bukan saja persoalan Edison, tapi persoalan semua pihak di kota itu. Publik pun akhirnya paham. Tak ada carut marut, sumpah serapah yang dihamburkan ke alamat Edison.

Persoalan yang dihadapi oleh korporasi pelat merah yang bernama PLN yang tahun ini sudah berusia delapan dekade  mengambil alih pengelolaan kelistrikan nasional kurang lebih sama dengan persoalan berbagai perusahaan listrik di dunia. Bahwa ada gangguan teknis, ketidakcukupan finansial, ketidaksabaran pelanggan adalah hal-hal umum yang akan menimpa semua perusahaan listrik di manapun.

Soalnya sekarang, seberapa tangguh perusahaan listrik itu melewatinya tanpa harus babak belur ‘dikritik; publik. Pada saat listrik tak lagi sekedar infrastruktur, orang hanya tahu lampu di rumahnya menyala dengan baik, dia bisa nonton TV sambil makan pottato, atau tak ingin kegiatan rutinya untuk ngebrowsing di internet. Jadi kalau tiba-tiba lampu mati; orang tak peduli apakah itu karena fuse di gardu induk jatuh, atau beban puncak pada hydropower sudah sama dengan kapasitas terpasangnya, atau satu dari turbin PLTU sudu-sudu nya ambrol dan sebagainya. Tidak. Orang tak peduli dengan istilah yang luar biasa asingnya itu.

Sustainable, keterjaminan pasokan, kehandalan jaringan itulah idiom-idiom mutlak yang mesti disajikan kepada pelanggan. Begitu ia terganggu barang beberapa detik saja, maka kalau masih ada perbendaharaan sumpah serapah niscaya akan berhamburan ke PLN.

Pengalaman lama menunjukkan betapa sebagian besar orang PLN amat alergi dengan kritikan. Atau paling tidak, kritikan publik justru ditangkisnya dengan penyajian penjelasan supernjelimet yang akibatnya bukan memperjelas permasalahan sebenarnya, melainkan menambah dongkol masyarakat.

Ada kasus menarik misalnya di Sumatra yang mengalamai blackout Jumat kemarin. Orang ingin penjelasan yang sejelas-jelasnya dari PLN. Tapi yang terjadi justru membuat publik kian menggerutu. Yang dijelaskan oleh para petinggi PLN justru soal-soal teknis pembangkitan. Itu sama sekali tak berguna. Orang hanya ingin kejelasan, kapan listrik hidup normal lagi.

Perlu jurubicara yang handal. Perlu pintu terbuka ke PLN.

Tapi tahukah anda? Bahwa masuk kantor PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Barat di kawasan Sawahan Padang, kini bak masuk ke markas tentara. Satunya kantor BUMN yang seketat itu pintu masuknya di Padang adalah PLN UID.

Dulu ketika saya masih menjadi salah seorang pengurus Korps Wartawan PLN tahun-tahun 90an, ruangan Humas PLN menjadi ruang yang penuh dengan diskusi antara pejabat PLN dengan wartawan. Para tamu boleh datang tanpa harus melewati metak detector petugas seperti sekarang. 

Kenapa begitu sekarang? Entahlah agaknya ada instalasi vital yang berbahasa di kantor itu. Padahal tak secuil pembangkit pun di situ kecuali genset cadangan.

Salam kelistrikan!

(23/5/2006)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.