Pemprov Sumbar
[Pemprov Sumbar][column2]
Payakumbuh, Lintasmedia News– Dalam rangka mempererat sinergitas dan memperkuat koordinasi antar aparat penegak hukum, Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta, S.I.K., M.H. bersama para Pejabat Utama Polres Payakumbuh melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Kamis (30/7/2026).
Kedatangan rombongan Kapolres disambut hangat oleh Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh Ulil Azmi, S.H., M.H. beserta jajaran. Suasana penuh keakraban tampak mewarnai pertemuan yang berlangsung sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara Polres Payakumbuh dan Kejaksaan Negeri Payakumbuh.
Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai pentingnya menjaga komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum. Sinergi yang telah terjalin selama ini diharapkan dapat terus ditingkatkan guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Kota Payakumbuh.
Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun hubungan kerja yang semakin solid dengan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), khususnya Kejaksaan Negeri Payakumbuh.
“Sebagai pejabat baru di Polres Payakumbuh, saya bersama jajaran melaksanakan silaturahmi sekaligus memperkuat sinergitas dengan Kejaksaan Negeri Payakumbuh. Hubungan yang harmonis dan koordinasi yang baik antar aparat penegak hukum merupakan modal utama dalam mendukung proses penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” ujar AKBP Irwan Andeta.
Ia juga berharap komunikasi yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga setiap pelaksanaan tugas dapat berjalan secara optimal melalui koordinasi yang efektif antarinstansi.
Kunjungan tersebut menjadi salah satu langkah awal Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta dalam mempererat hubungan kelembagaan dengan para pemangku kepentingan di Kota Payakumbuh, sebagai bentuk komitmen Polri untuk terus bersinergi dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum yang optimal bagi masyarakat.(Humas Polres Payakumbuh)
Padang, Lintasmedia News- Anggota DPRD Kota Padang Rafli Boy mengajak warga untuk menyukseskan Progul Smart Surau dan HJK Padang ke-357.
Hal itu disampaikannya ketika hadir di di Masjid Darussakinah, Komplek Perumahan Filano, Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Jumat 31 Juli 2026.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Padang Fadly Amran melakukan monitoring pelaksanaan Program Unggulan (Progul) Smart Surau sekaligus sosialisasi rangkaian acara Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.
Hadir pada kesempatan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Padang Zul Asfi Lubis, Camat Padang Timur Aidil Zulhani, Pengurus Masjid Darussakinah Syamsudirman dan Kepala MDT Darussakinah Yuli Ennefi.
"Mari kita sukseskan program unggulan Pemerintah Kota Padang, misalnya Smart Surau. Karena itu semua akan berujung kepada warga," katanya.
Dijelaskannya, Progul Smart Surau bertujuan untuk menjadikan masjid dan mushala sebagai pusat pendidikan karakter, kegiatan keagamaan, dan peradaban generasi muda berbasis teknologi.
Selain itu, Rafly Boy mengajak warga untuk ikut memeriahkan peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.
"Ini adalah kegiatan rutin setiap tahunnya mengingat berdirinya kota ini dan jasa-jasa pahlawan yang berjuang untuk kota ini. DPRD akan selalu mensuport kegiaran yang membangkitkan semangat patriotisme warga," uranya. (*)
JAKARTA, Lintasmedia News- Sebuah tonggak penting dalam pengembangan literasi akademik dan inovasi berbasis pengalaman empiris tercatat di Aula G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), pada Sabtu lalu dengan diadakannya Seminar dan Talkshow Peluncuran serta Bedah Buku Skala Internasional bertajuk "Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia" menjadi ruang diskusi ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu.
Muhammad Ja'far Hasibuan menyampaikan kepada awak media pada Jumat (31-07-2026) terkait agenda acara yang dilaksanakan beberapa hari lalu tersebut
"Kegiatan yang diselenggarakan Mega Press Nusantara tersebut diikuti sekitar 500 peserta secara luring dan 1.500 peserta secara daring. Acara mendapat dukungan resmi dari Perpustakaan Nasional RI, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta FKM UI. Pada Launching dan Bedah Buku saya (Muhammad Ja'far Hasibuan), yang seorang berlatarbelakang mahasiswa Semester I Program Studi Magister Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) dengan NIM 257032012, diresmikan atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui perwakilan pimpinan Polri," ungkapnya
"Peluncuran ini menjadi bukti bahwa keterbatasan sosial dan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan," tambah Ja'far
Dalam buku tersebut, Ja'far mengangkat perjalanan hidupnya sebagai anak yatim yang berasal dari desa terpencil di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Ia merantau hanya dengan bekal Rp70.000 dan membiayai pendidikan melalui usaha berjualan roti sambil menempuh kuliah.
Berbagai keterbatasan akses informasi, sumber daya, dan tantangan sosial-ekonomi justru menjadi pijakan dalam melakukan riset lapangan, pengujian laboratorium, uji coba di masyarakat, hingga melahirkan inovasi Biofar SS, yang formulanya tetap dirahasiakan.
Menurut Ja'far, kepercayaan negara melalui Program Beasiswa Kapolri menjadi amanah yang mendorongnya untuk mengembangkan penelitian yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Seluruh kompetensi dan wawasan yang saya peroleh selama pendidikan saya arahkan menjadi karya terapan dan inovasi yang teruji secara ilmiah agar dapat diakses oleh masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki keterbatasan pelayanan kesehatan. Dukungan pimpinan institusi dan para dosen menjadi landasan metodologis dan etis dalam setiap proses penelitian," ujarnya.
Keunggulan utama buku setebal lebih dari 400 halaman ini terletak pada kemampuannya mengintegrasikan pengalaman hidup penulis dengan berbagai teori ilmiah yang diakui secara internasional. Penyusunannya didukung lebih dari 200 referensi ilmiah lintas disiplin sehingga tidak hanya menjadi buku motivasi, tetapi juga referensi akademik.
"Kerangka teorinya mencakup teori tingkat tinggi (grand range theories) seperti Teori Modal Sosial dan Kapabilitas Manusia, Teori Aksi Terencana, hingga Teori Keadilan Kesehatan dan Determinan Sosial Kesehatan," ulasnya
Pada tingkat teori menengah (mid-range theories), buku ini mengulas Psikologi Perkembangan, Teori Sistem Ekologi, Post-Traumatic Growth, Resiliensi (Ordinary Magic), Growth Mindset, hingga Consolidated Framework for Implementation Research (CFIR).
Sementara pada aspek manajemen diterapkan Prinsip Pareto 80/20, Matriks Eisenhower, serta metode RACI dan Work Breakdown Structure (WBS) untuk menjelaskan proses pengembangan inovasi secara sistematis.
Melalui pendekatan tersebut, perjalanan hidup penulis dianalisis secara ilmiah sebagai contoh bagaimana keterbatasan dapat diubah menjadi modal pembangunan karakter, inovasi, dan kontribusi sosial.
Acara dibuka Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang diwakili Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Komjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si. Sambutan Kapolri dibacakan oleh Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa karya Muhammad Ja'far Hasibuan membuktikan potensi anak bangsa tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh kejujuran, disiplin, ketekunan, serta kepedulian sosial.
Guru Besar FKM UI, Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc., menilai buku tersebut memiliki nilai akademik tinggi karena berhasil menghubungkan pengalaman hidup autentik dengan teori-teori mutakhir yang relevan dalam bidang kesehatan masyarakat, inovasi, dan kepemimpinan.
Ia bahkan menyebut karya tersebut telah menjadi bahan diskusi di kalangan profesor serta membuka peluang bagi Muhammad Ja'far Hasibuan untuk melanjutkan studi doktoral (S3) di Harvard University.
Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Rosleny Marliani, M.Si., CPP, menjelaskan bahwa kisah hidup Ja'far dapat dipahami melalui perspektif psikologi perkembangan, resiliensi, dan aktualisasi diri. Menurutnya, kemiskinan, kehilangan ayah, hingga pengalaman berjualan roti bukan sekadar kesulitan hidup, tetapi menjadi proses pembentukan karakter dan ketangguhan.
Guru Besar FKM USU, Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes., menyebut karya tersebut sebagai kebanggaan keluarga, almamater, sekaligus bangsa karena menunjukkan bahwa kerja keras, integritas, dan doa mampu melahirkan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan.
Apresiasi juga datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui perwakilan resminya, Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng., yang menetapkan Muhammad Ja'far Hasibuan sebagai Ikon Pemuda Terdaftar Resmi Kemenpora RI.
Selain itu, Perpustakaan Nasional RI menetapkan buku tersebut sebagai salah satu koleksi referensi nasional. Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi ilmiah, penyerahan buku, dan penandatanganan dokumen referensi.
Melalui pendekatan multidisiplin yang memadukan pengalaman empiris dengan teori ilmiah, buku "Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia" diharapkan menjadi rujukan bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan, sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk melahirkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Muhammad Ja’far Hasibuan adalah penerima Beasiswa Kapolri yang tak henti bersyukur. Ia mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Ayahanda Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang telah mempercayainya mengenyam pendidikan di Universitas Sumatera Utara. Kepercayaan besar yang diberikan negara ini tidak pernah ia sia-siakan. Segala ilmu yang dipelajari kini ia wujudkan dalam karya dan inovasi, guna dibagikan dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat banyak. (Megy)
#muhammadja'farhasibuan
Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Guru MDTA, TPQ, PQ, RTQ, pondok pesantren, guru swasta serta garin masjid dan musala di Bukittinggi, menerima insentif Triwulan II Tahun Anggaran 2026. Bantuan dari Pemerintah Kota Bukittinggi tersebut, secara simbolis diserahkan oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Kamis (30/07).
Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak dan berbudaya merupakan salah satu misi pembangunan Kota Bukittinggi. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis.
Ibnu mengatakan, Pemerintah Kota Bukittinggi terus memberikan perhatian kepada guru MDTA, TPQ, PQ, RTQ, pondok pesantren, guru swasta serta garin masjid dan musala melalui pemberian insentif dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi, Iddal, mengemukakan, Pada Tahun 2026, Pemko Bukittinggi mengalokasikan anggaran sebesar Rp57.312.000 untuk pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh guru dan garin penerima insentif melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Hal ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan bagi para guru dan garin.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Irwan, menyampaikan, guru keagamaan, ustaz dan ustazah memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang religius melalui pembelajaran Al-Qur'an. Ia menilai, para guru tidak hanya membekali anak-anak dengan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai agama sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.
Selanjutnya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Bukittinggi, Syukri Naldi, menjelaskan, Pemko Bukittinggi menganggarkan Rp7,782 miliar untuk insentif guru MDTA, TPQ, PQ, RTQ, pondok pesantren, guru swasta, serta garin masjid dan mushalla pada tahun 2026. Untuk Triwulan II, insentif disalurkan kepada 735 guru dan 154 garin dengan total pencairan Rp1.687.400.000. (Sandra)
Pasbar, Lintas Media News Com
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menegaskan komitmennya untuk mendukung Program Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai program strategis nasional bidang pendidikan.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) lahan antara Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Hotel Episode, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang-Banten, Kamis 30/7.
Penandatanganan dilakukan Bupati Pasaman Barat Yulianto bersama Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti. Pasaman Barat tercatat sebagai satu dari 16 kabupaten/kota di Indonesia yang telah menuntaskan seluruh persyaratan administrasi pembangunan SNT.
Penandatanganan NPHD ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi, yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk percepatan pembangunan dan revitalisasi sekolah agar fasilitas pendidikan modern dan berkualitas dapat segera dinikmati masyarakat.
Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 yang bertujuan menghadirkan pusat pendidikan unggulan di berbagai daerah Indonesia.
Sebagai bentuk kesiapan, Pemkab Pasaman Barat telah menyediakan lahan seluas 20 hektare di Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh. Lahan tersebut berstatus hak milik dan telah bersertifikat atas nama pemerintah daerah. Sebelumnya, lahan tersebut juga telah ditinjau langsung oleh Bupati Yulianto untuk memastikan kesiapan lokasi.
Lokasi yang diusulkan Pemkab Pasaman Barat sebelumnya telah melalui asesmen dan verifikasi lapangan oleh tim Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen dan dinyatakan layak masuk kategori lokasi prioritas pembangunan SNT tahun 2026.
Program SNT sendiri merupakan kawasan pendidikan terpadu yang akan dilengkapi fasilitas modern meliputi ruang belajar, asrama, sarana olahraga, laboratorium, perpustakaan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Pada tahun 2026, pemerintah pusat menargetkan pembangunan SNT di 37 kabupaten/kota dengan alokasi anggaran sekitar Rp 250 miliar, hingga Rp 300 miliar per daerah yang sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kemendikdasmen. Proses tender fisik ditargetkan dimulai pada Oktober 2026 setelah seluruh persyaratan administrasi dan teknis dinyatakan lengkap.
Dari 12 dokumen persyaratan yang ditetapkan kementerian, Pemkab Pasaman Barat telah memenuhi sebagian besar ketentuan. Saat ini dua dokumen masih dalam tahap penyelesaian, yakni sertifikat pemecahan lahan dan dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang .
Bupati Yulianto menegaskan komitmen daerah untuk menyelaraskan seluruh aspek teknis dan administratif agar pembangunan berjalan sesuai jadwal.
Ini peluang besar bagi Pasaman Barat. Kami siap menyelesaikan seluruh persyaratan yang masih diperlukan. Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas sekaligus melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing.
Ia menambahkan, pembangunan SNT tidak hanya menjadi investasi jangka panjang di bidang SDM, tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Kita ingin anak-anak Pasbar mendapat akses pendidikan unggul tanpa harus keluar daerah. SNT akan menjadi pusat pendidikan modern yang tetap berakar pada budaya lokal. Selain itu, pembangunannya akan membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan aktivitas sektor jasa dan perdagangan di kawasan Muara Kiawai.
PADANG, Lintasmedia News– Komitmen PT Semen Padang dalam mendorong karyawan untuk terus berprestasi, baik di lingkungan kerja maupun di bidang nonprofesi, kembali membuahkan hasil membanggakan. Salah seorang karyawan Semen Padang Group, Yolla Cynthiana, dipercaya mewakili Indonesia pada Hanoi International Martial Arts Festival 2026 yang akan berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada 7–9 Agustus 2026.
Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi PT Semen Padang, perusahaan semen pertama di Indonesia dan tertua di Asia Tenggara yang merupakan anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. atau SIG, Yolla tidak hanya berstatus sebagai karyawan perusahaan, tetapi juga merupakan atlet binaan PPS Sakato Semen Padang, Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang Group (FKKSPG), dan IPSI Sumatera Barat.
Penunjukan Yolla didasarkan pada surat Pengurus Provinsi IPSI Sumatera Barat yang mengacu pada Surat PB IPSI Nomor 11/SJ/PB IPSI/VII/2026 tanggal 15 Juli 2026 tentang permintaan dua penampil pencak silat yang dikombinasikan dengan Silat Tradisi Minangkabau pada festival internasional tersebut.
Melalui surat yang ditandatangani Ketua Umum Pengprov IPSI Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, pada 20 Juli 2026, Yolla Cynthiana bersama Ochi Ramadhani resmi ditetapkan sebagai delegasi Indonesia yang akan memperkenalkan pencak silat dan budaya Minangkabau kepada dunia.
Sebelum tampil di Vietnam, keduanya mengikuti pemusatan latihan (Training Center) di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, mulai 23 Juli 2026 di bawah pembinaan PB IPSI.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan terpilihnya Yolla merupakan kebanggaan bagi perusahaan sekaligus bukti bahwa PT Semen Padang terus memberikan ruang bagi karyawan untuk berkembang dan mengukir prestasi di berbagai bidang.
“PT Semen Padang mendukung penuh setiap kegiatan positif yang mampu mengembangkan potensi karyawan, terlebih kegiatan yang membawa nama Indonesia di tingkat dunia. Kami bangga karena Yolla merupakan bagian dari keluarga besar Semen Padang Group sekaligus atlet binaan PPS Sakato Semen Padang,” ujarnya.
Menurut Win, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa budaya perusahaan tidak hanya mendorong profesionalisme dalam bekerja, tetapi juga mendukung pengembangan talenta, disiplin, dan semangat berprestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa.
Ia berharap Yolla mampu memberikan penampilan terbaik di Hanoi serta menjadi inspirasi bagi karyawan lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri.
“Semoga Yolla dapat mengharumkan nama Indonesia, Sumatera Barat, sekaligus membawa nama baik PT Semen Padang di panggung internasional,” katanya.
Bagi Yolla, kesempatan tampil di Hanoi merupakan amanah besar sekaligus buah dari latihan dan dedikasi yang dijalani selama bertahun-tahun.
“Kepercayaan ini adalah amanah besar yang saya syukuri. Saya tidak hanya membawa nama diri sendiri, tetapi juga membawa marwah Ranah Minang, IPSI Sumatera Barat, PPS Sakato Semen Padang, FKKSPG, serta keluarga besar PT Semen Padang Group ke panggung dunia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa setiap gerakan silat yang akan ditampilkan bukan sekadar teknik bela diri, melainkan representasi budaya Minangkabau yang sarat nilai dan filosofi.
“Saya ingin dunia melihat bahwa silat Minangkabau bukan hanya indah dipandang, tetapi juga kaya akan nilai dan karakter.”
Sebagai karyawan PT Semen Padang Group, Yolla mengaku mendapat dukungan penuh dari perusahaan sehingga mampu menyeimbangkan peran sebagai pekerja sekaligus atlet.
“Saya bangga karena perusahaan selalu memberikan kesempatan dan dukungan kepada saya untuk terus berprestasi. Terima kasih kepada Unit Komunikasi dan Kesekretariatan dan atasan saya, Fadhlan Maulana, yang terus memberikan motivasi selama proses latihan. Dukungan ini menjadi penyemangat untuk memberikan penampilan terbaik di Hanoi,” katanya.
Menghadapi festival internasional tersebut, Yolla menjalani persiapan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kondisi fisik, penyempurnaan teknik, hingga pendalaman filosofi budaya Minangkabau.
Setiap hari ia rutin berlari sejauh lima kilometer untuk menjaga stamina, disertai latihan intensif bersama pelatih guna menyempurnakan jurus-jurus tradisi Minangkabau, meningkatkan kekuatan, serta mengevaluasi setiap gerakan melalui rekaman video agar tampil presisi.
Tak hanya itu, Yolla juga terus memperdalam makna setiap gerakan silat yang akan dibawakan.
“Saya ingin penonton internasional tidak hanya menikmati keindahan geraknya, tetapi juga merasakan nilai raso jo pareso yang menjadi karakter masyarakat Minangkabau. Karena itu, kostum, musik pengiring, hingga ekspresi akan benar-benar mencerminkan identitas budaya kita.”
Selama mengikuti pemusatan latihan di TMII, ia memfokuskan diri pada peningkatan daya tahan, penjiwaan setiap jurus, serta penguatan mental untuk tampil di panggung internasional.
“Aspek yang paling ingin saya tingkatkan adalah sinkronisasi antara gerak, napas, dan rasa. Di situlah letak keindahan sejati silat tradisi kita.”
Yolla berharap keikutsertaannya di Hanoi dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
“Jangan pernah malu dengan jati diri kita. Pencak Silat Minangkabau bukan sekadar bela diri, tetapi warisan budaya yang mengajarkan nilai penghormatan, kebersamaan, dan kebijaksanaan. Kalau kita sendiri tidak bangga, siapa lagi yang akan membawa silat Minang ke panggung dunia.”
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar PPS Sakato Semen Padang yang telah membentuk karakter dan kemampuannya sebagai atlet.
“Di PPS Sakato Semen Padang saya belajar bahwa prestasi lahir dari disiplin, kebersamaan, dan kerja keras. Saya berharap dapat membawa pulang kebanggaan untuk Indonesia, Sumatera Barat, PT Semen Padang, dan seluruh keluarga besar PPS Sakato Semen Padang.”
PADANG, Lintasmedia News— Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas praktik ilegal di wilayah hukumnya. Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar menegaskan tidak akan segan-segan menindak tegas segala bentuk aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) yang merusak lingkungan dan merugikan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan press release pengungkapan kasus pertambangan tanpa izin yang digelar di Mapolda Sumbar, pada Rabu (29/7) .
Konferensi pers ini dipimpin langsung oleh Kabidhumas polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya dan didampingi oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumbar, Kombes Pol Andry Kurniawan dan Kasubdit IV AKBP Okta Rahmansyah, S.I.k, Kasubdit V Kompol Citra Henita, S,.H, M.H, serta Kasubbid Penmas Bidhumas Kompol Adhi Jais, S.H., M.H.
Dalam keterangannya, Kombes Pol Andry Kurniawan menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main dalam menyikapi kasus atensi ini. Penindakan tegas di lapangan akan terus dilakukan mengingat aktivitas PETI memberikan dampak buruk yang masif terhadap kelestarian lingkungan hidup.
“Serius? Dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus juga tidak akan segan-segan untuk melakukan penindakan di lapangan terhadap aktivitas PETI yang ada di Sumatera Barat ini, karena itu jelas sangat merugikan dan merusak lingkungan,” tegas Kombes Pol Andry Kurniawan.
Terkait dengan jaringan pelaku, pihak kepolisian saat ini telah mengantongi sejumlah informasi penting, termasuk identitas pihak-pihak yang menjadi pengepul atau penampung hasil tambang ilegal tersebut. Proses penyidikan mendalam sedang berjalan untuk membongkar rantai kejahatan ini secara menyeluruh.
“Tentu dalam proses penyidikan nanti kita akan lakukan pendalaman-pendalaman terhadap siapa yang menampung, siapa yang menjual, dan sebagainya. Sebagaimana peran masing-masing dari pelaku nanti akan kita kembangkan,” tambahnya. Ia juga memastikan bahwa komitmen pengusutan ini turut mencakup penanganan kasus-kasus atensi lainnya seperti pemberantasan judi online di Sumatera Barat.
Menambahkan keterangan tersebut, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya turut menegaskan bahwa pengungkapan kasus pertambangan tanpa izin ini merupakan wujud nyata komitmen dan instruksi langsung dari pimpinan tertinggi kepolisian daerah.
“Ini adalah komitmen nyata dari Bapak Kapolda untuk melakukan investigasi dan penindakan tegas terhadap berbagai bentuk pelanggaran hukum di Sumatera Barat, termasuk kasus pertambangan tanpa izin yang menjadi atensi publik,” ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya di hadapan awak media.
Polda Sumbar mengimbau kepada seluruh masyarakat agar turut serta berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan aktivitas ilegal di sekitar wilayah mereka, demi menjaga kelestarian lingkungan serta tegaknya supremasi hukum di Sumatera Barat.
(redaksi)