Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang karate Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan lpm Al itqan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak mandailing natal Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar polres Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

 

Kabupaten Solok, Lintasmedia News_Dari Bukittinggi untuk Arosuka. Kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana galodo kembali diwujudkan melalui aksi kemanusiaan. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bukittinggi bersama MAN 1 Bukittinggi menyalurkan bantuan kepada korban galodo di Arosuka, Kabupaten Solok, Rabu (7/10/2026).


Bantuan tersebut disalurkan sekitar dua minggu setelah bencana galodo terjadi di Kabupaten Solok. SMSI Bukittinggi bersama MAN 1 Bukittinggi datang langsung ke Arosuka untuk menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak.


Bantuan tersebut diserahkan oleh Ketua SMSI Kota Bukittinggi bersama jajaran MAN 1 Bukittinggi dan diterima oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Solok, Khairul, yang mewakili pemerintah daerah. Penyerahan berlangsung di Posko Utama yang berada di halaman Kantor Bupati Solok.


Dalam penyaluran bantuan tersebut, rombongan SMSI Bukittinggi dan MAN 1 Bukittinggi turut didampingi Ketua SMSI Kabupaten Solok, Riswan, bersama jajaran pengurus SMSI Kabupaten Solok.


Kepala MAN 1 Bukittinggi, Zulfadhli Alfa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus kolaborasi antara pihak sekolah dengan SMSI Bukittinggi terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.


“Kegiatan penyaluran bantuan ini kami lakukan bersama SMSI Bukittinggi sebagai bentuk kolaborasi. Minggu lalu kami sudah berkoordinasi untuk mengumpulkan dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah galodo,” ujar Alfa.


Menurutnya, informasi mengenai bencana galodo di Kabupaten Solok yang beredar di media sosial turut mendorong pihak sekolah untuk ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan.


“Kami dari sekolah, apabila terjadi musibah, khususnya di Sumatera Barat, berupaya ikut membantu. Ini sebagai bentuk kepedulian dan rasa duka kami kepada saudara-saudara yang terdampak bencana,” katanya.


Sementara itu, Ketua SMSI Bukittinggi, Roni Novendra, mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan yang dilakukan tim SMSI Bukittinggi, termasuk sumbangan dari anggota SMSI serta bantuan dan titipan dari sejumlah pihak yang mempercayakan penyalurannya melalui SMSI Bukittinggi.


“Bantuan ini dikumpulkan oleh tim SMSI Bukittinggi. Selain dari anggota SMSI, ada juga bantuan dari sejumlah instansi dan masyarakat yang menitipkan bantuannya melalui SMSI untuk disalurkan kepada warga yang terdampak galodo,” kata Roni.


Roni juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam penggalangan bantuan tersebut.


Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Kapolresta Bukittinggi, Kasat Lantas, Kasat Narkoba, Hotel Santika Bukittinggi, Pemuda-Pemudi Terminal Aur Kuning melalui Rika Permana Suci, RK Buah Aur Kuning, Ridho Grosir Telur dan Beras Tanah Jua, serta seluruh anggota SMSI Bukittinggi dan para donatur lainnya.


Sekretaris SMSI Bukittinggi, Linda Sari Yusuf, menjelaskan bantuan yang dibawa ke lokasi berupa berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari.


“Bantuan yang kami salurkan bersama MAN 1 Bukittinggi berupa sembako, di antaranya beras, minyak goreng, telur, mi, gula, teh, susu dan air mineral. Kami juga membawa perlengkapan mandi seperti pasta gigi, sabun dan sikat gigi,” jelas Linda.


Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Khairul, menyampaikan terima kasih kepada SMSI Bukittinggi, MAN 1 Bukittinggi, serta SMSI Kabupaten Solok yang telah ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak bencana.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMSI Bukittinggi dan SMSI Kabupaten Solok yang telah ikut peduli dan menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak musibah di Arosuka,” ujar Khairul.



Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang tengah menghadapi kondisi pascabencana.


“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga kami. Mudah-mudahan niat baik dan keikhlasan dari semua pihak yang telah membantu menjadi amal kebaikan bagi kita bersama,” katanya.


Ketua SMSI Kabupaten Solok, Riswandi, juga memberikan apresiasi atas kepedulian SMSI Bukittinggi bersama MAN 1 Bukittinggi yang datang langsung membawa bantuan bagi masyarakat terdampak.


Menurut Riswan, aksi kemanusiaan tersebut menunjukkan bahwa organisasi media tidak hanya memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat hadir dalam kegiatan sosial ketika masyarakat membutuhkan bantuan.


“Kami mengapresiasi SMSI Bukittinggi yang telah ikut mengambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan ini. Semoga organisasi media ini selalu menjadi bagian penting, baik dalam dunia jurnalistik maupun dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan,” ujarnya.


Riswan, berharap kegiatan sosial dan kepedulian seperti ini dapat terus dilakukan oleh SMSI di berbagai daerah.


“Semoga SMSI Bukittinggi semakin dikenal dan terus berbuat untuk bangsa dan negara, tidak hanya melalui penyampaian informasi dan edukasi, tetapi juga dengan kepedulian terhadap masyarakat,” pungkas Riswan (*)

Padang, Lintasmedia News– Isu kerusakan massal mesin kendaraan milik warga Kota Padang usai mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax menuai perhatian serius dari pihak legislatif. 


Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, menegaskan siap memanggil manajemen Pertamina untuk meminta pertanggungjawaban serta kejelasan atas kerugian yang dialami masyarakat.


"Iya, ada rencana (memanggil Pertamina). Setelah bimtek nanti sesuai dengan arahan pimpinan," ungkap Rachmad Wijaya saat dihubungi melalui sambungan telepon dari Jakarta, Rabu (8/10/2026).


Rachmad menjelaskan bahwa saat ini dirinya beserta jajaran DPRD Kota Padang sedang berada di Jakarta untuk mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek). 


Kendati demikian, keluhan masif masyarakat terkait kendaraan yang mogok dan rusak usai mengisi BBM di sejumlah SPBU tetap menjadi perhatian utamanya.


Menanggapi dugaan penyebab kerusakan mesin kendaraan warga, Rachmad menilai ada kemungkinan persoalan terletak pada indikasi penurunan kualitas BBM yang beredar di pasaran.


Menurut Rachmad, dugaan adanya pencemaran air pada tangki SPBU sangat kecil kemungkinannya. Pasalnya, pemeriksaan menggunakan pasta air telah dilakukan di seluruh SPBU dan tidak ditemukan kandungan air.


"Kalau pandangan saya terhadap itu, bisa jadi terkait kualitas BBM-nya. Kalau masuk air kan tidak mungkin lagi, karena sudah dicek pakai pasta air di seluruh SPBU dan hasilnya tidak ada air," ujar Rachmad.


Situasi ini dinilai membingungkan karena temuan di lapangan tidak sejalan dengan hasil pemeriksaan awal Pertamina. Meskipun hasil tes tidak menunjukkan adanya campuran air, kenyataannya banyak kendaraan warga yang tetap mengalami kerusakan mesin setelah mengisi BBM di SPBU setempat.


Guna menuntaskan masalah tersebut, DPRD Kota Padang berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga mendapatkan penjelasan yang transparan. Rincian resmi terkait langkah tindak lanjut dari Komisi II juga akan segera disampaikan secara tertulis.


Masyarakat Kota Padang kini menanti ketegasan dan kepastian dari DPRD serta pihak Pertamina. Publik berharap ada solusi konkret dan bentuk ganti rugi atas kerusakan kendaraan yang merugikan para konsumen. (*)

SIJUNJUNG, Lintasmedia News– Satreskrim Polres Sijunjung bergerak cepat membongkar dugaan aksi pencurian aki tower telekomunikasi yang diduga telah terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Dua pria berinisial RF (39) dan G (47), keduanya warga Kabupaten Solok, diamankan polisi pada Kamis (8/10/2026) dini hari.


Keduanya diamankan setelah diduga terlibat dalam pencurian aki tower di wilayah Kabupaten Sijunjung. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 00.30 WIB oleh personel Opsnal Satreskrim Polres Sijunjung bersama anggota Polsek Kamang Baru dan Unit I Satreskrim.


Informasi yang dihimpun, kedua terduga pelaku diduga baru saja beraksi mengambil aki tower di kawasan Muaro Takung. Setelah dilakukan pengejaran dan pengamanan, keduanya berhasil diamankan di kawasan Muaro Takung dan selanjutnya dibawa ke Polsek Kamang Baru untuk pemeriksaan awal.


Sekitar pukul 02.00 WIB, salah satu terduga pelaku kemudian dibawa ke Polres Sijunjung guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.


Dari tangan terduga pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa lima unit aki/litium merek Sucred yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian tersebut.


Pengungkapan ini bermula dari Laporan Polisi Nomor: LP/B/88/X/2026/SPKT/POLRES SIJUNJUNG/POLDA SUMBAR, tertanggal 8 Oktober 2026. Dugaan pencurian tersebut berkaitan dengan kejadian di kawasan Jorong Hilia Pasar Jumat, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung.


Yang membuat kasus ini menjadi perhatian, polisi kini mendalami dugaan bahwa aksi kedua pelaku bukan hanya terjadi di satu lokasi.


Berdasarkan hasil pengembangan awal, aksi pencurian aki tower tersebut diduga telah menyasar lebih dari 10 lokasi. Wilayah yang diduga menjadi sasaran meliputi Kabupaten Tanah Datar, Solok, Sijunjung hingga Dharmasraya.


Polisi juga masih mendalami dugaan keterlibatan keduanya dalam sejumlah tempat kejadian perkara lainnya, termasuk dugaan pencurian aki tower di kawasan Pulau Punjung.


Kasat Reskrim Polres Sijunjung AKP Wildan Alkautsar Ananputra bersama jajaran masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian aksi tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.


Dua terduga pelaku, RF (39) dan G (47), diketahui sama-sama berasal dari Jorong Subarang Batu Baru, Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubu, Kabupaten Solok.


Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP Wildan Alkautsar bersama jajarannya menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus dikembangkan.


"Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap kedua terduga pelaku, mendalami kemungkinan adanya TKP lain, mengembangkan kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya, serta melengkapi administrasi penyidikan dan barang bukti sesuai ketentuan hukum" tegasnya


Pengungkapan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi aksi pencurian fasilitas telekomunikasi yang dapat mengganggu keamanan dan kelancaran jaringan komunikasi masyarakat.


"Saat ini kedua terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap seluruh rangkaian aksi pencurian yang diduga dilakukan lintas wilayah" pungkasnya

POLDA SUMBAR, Lintasmedia News| Kamis, 8 Oktober 2026, Mapolda Sumbar di Kota Padang menjadi titik dimulainya babak baru kepemimpinan kepolisian di Sumatera Barat. Irjen Pol. Drs. Jawari, S.H., M.H., Kapolda Sumbar yang baru, disambut melalui rangkaian welcome parade, menandai dimulainya estafet kepemimpinan setelah sebelumnya Polda Sumbar berada di bawah komando Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy.


Welcome parade bukan sekadar seremoni penyambutan. Di balik prosesi tersebut terdapat pesan mengenai kesinambungan tugas institusi. Pergantian pimpinan tidak boleh menghentikan pelayanan kepada masyarakat, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, maupun proses penegakan hukum yang menjadi tanggung jawab Polda Sumbar.


Pergantian kepemimpinan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Irjen Djati Wiyoto Abadhy meninggalkan jabatan Kapolda Sumbar untuk menjalankan penugasan berikutnya, sementara Irjen Jawari dipercaya menerima tongkat komando Polda Sumbar. Peralihan tersebut sekaligus membuka ruang bagi kepemimpinan baru untuk memperkuat berbagai program kepolisian di Sumatera Barat.

Bagi masyarakat, pergantian Kapolda bukan sekadar perubahan figur di pucuk pimpinan. Publik akan melihat bagaimana kepemimpinan Irjen Jawari menjawab berbagai persoalan nyata, mulai dari pemberantasan narkotika, kejahatan jalanan, aktivitas ilegal, gangguan kamtibmas, keselamatan lalu lintas hingga persoalan sosial yang membutuhkan kehadiran polisi secara cepat dan tepat.


Keterangan Kabid Humas Polda Sumbar yang perlu dikonfirmasi: “Pergantian kepemimpinan di lingkungan Polda Sumatera Barat merupakan bagian dari dinamika organisasi dan tidak mengurangi komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadiran Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol. Jawari, diharapkan dapat melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus memperkuat pelayanan, pemeliharaan kamtibmas dan penegakan hukum di wilayah Sumatera Barat.”


Irjen Jawari membawa pengalaman panjang dalam struktur Polri. Amanah baru sebagai Kapolda Sumbar menuntut kemampuan untuk memperkuat soliditas internal sekaligus membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh unsur yang berkepentingan dengan keamanan daerah.


Sementara itu, kepemimpinan Irjen Djati Wiyoto Abadhy menjadi bagian dari catatan perjalanan Polda Sumbar. Berbagai persoalan keamanan, penegakan hukum, pelayanan masyarakat dan penanganan situasi darurat menjadi bagian dari dinamika tugas selama dirinya memimpin. Kini tongkat komando telah beralih dan tantangan berikutnya berada di tangan Irjen Jawari.


Sumatera Barat memiliki karakter wilayah yang beragam, mulai dari kawasan perkotaan Padang, daerah pesisir hingga wilayah pegunungan dan kawasan yang memiliki kerawanan bencana. Kondisi tersebut membutuhkan kepemimpinan kepolisian yang responsif, kemampuan deteksi dini yang kuat serta jajaran yang mampu bergerak cepat ketika masyarakat menghadapi persoalan keamanan.


Dalam konteks tersebut, POLRI BERSAMA MASYARAKAT bukan sekadar kalimat penutup. Maknanya adalah keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Polri hadir untuk melindungi, mengayomi, melayani dan menegakkan hukum, sementara masyarakat ikut berperan menjaga lingkungan, menyampaikan informasi serta membangun suasana yang aman dan kondusif. Polisi mendengar masyarakat, masyarakat percaya kepada polisi; polisi bertindak sesuai hukum, masyarakat ikut menghormati hukum.


Karena itu, welcome parade di Mapolda Sumbar, Kota Padang, menjadi simbol dimulainya perjalanan baru di bawah kepemimpinan Irjen Jawari. Masyarakat kini menunggu bukti nyata dari kepemimpinan tersebut—bukan hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi melalui kehadiran polisi yang benar-benar dirasakan di tengah kehidupan warga. Estafet dari Irjen Djati Wiyoto Abadhy kepada Irjen Jawari membawa satu harapan utama: Polda Sumbar semakin profesional, semakin dekat dengan rakyat dan semakin kuat dalam menjaga keamanan.


POLRI BERSAMA MASYARAKAT


TIM RMO

LINTASMEDIANEWS.COM, DHARMASRAYA — Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni, S.Pd., M.Si., memimpin apel gabungan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 07.50 WIB.

Apel gabungan tersebut diikuti jajaran pemerintah kecamatan, unsur Forkopimcam, serta sejumlah instansi terkait. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, Wabup Leli Arni menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen seluruh aparatur dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selain itu, Wabup juga menyoroti sejumlah program prioritas pemerintah daerah, di antaranya pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun serta upaya percepatan penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Dharmasraya.

Menurutnya, keberhasilan program pemerintah tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi membutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh unsur, baik pemerintah, aparat keamanan maupun masyarakat.

“Sinergi dan kolaborasi harus terus kita perkuat agar berbagai program pemerintah dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Leli Arni.

Dalam kegiatan tersebut, Polsek Sitiung, Polres Dharmasraya, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program pemerintah di tingkat kecamatan.
Plh. Kapolsek Sitiung, Iptu Sugiarto, menyampaikan bahwa jajaran Polsek Sitiung siap mendukung berbagai program pemerintah melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Polsek Sitiung siap bersinergi dalam menjaga keamanan serta mendukung program pemerintah untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., menegaskan bahwa sinergi antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Polri akan terus hadir menjaga keamanan, memberikan pelayanan, serta mendukung program pemerintah,” tegas Kapolres.
Melalui apel gabungan tersebut, Wakil Bupati Leli Arni berharap koordinasi dan kerja sama lintas sektor terus diperkuat sehingga pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kecamatan Sitiung dapat berjalan secara optimal.(el)

LINTASMEDIANEWS.COM, DHARMASRAYA — Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni, S.Pd., M.Si., memimpin apel gabungan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 07.50 WIB.


Apel gabungan tersebut diikuti jajaran pemerintah kecamatan, unsur Forkopimcam, serta sejumlah instansi terkait. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.


Dalam amanatnya, Wabup Leli Arni menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen seluruh aparatur dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Selain itu, Wabup juga menyoroti sejumlah program prioritas pemerintah daerah, di antaranya pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun serta upaya percepatan penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Dharmasraya.


Menurutnya, keberhasilan program pemerintah tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi membutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh unsur, baik pemerintah, aparat keamanan maupun masyarakat.


“Sinergi dan kolaborasi harus terus kita perkuat agar berbagai program pemerintah dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Leli Arni.


Dalam kegiatan tersebut, Polsek Sitiung, Polres Dharmasraya, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program pemerintah di tingkat kecamatan.

Plh. Kapolsek Sitiung, Iptu Sugiarto, menyampaikan bahwa jajaran Polsek Sitiung siap mendukung berbagai program pemerintah melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Polsek Sitiung siap bersinergi dalam menjaga keamanan serta mendukung program pemerintah untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., menegaskan bahwa sinergi antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.


“Polri akan terus hadir menjaga keamanan, memberikan pelayanan, serta mendukung program pemerintah,” tegas Kapolres.

Melalui apel gabungan tersebut, Wakil Bupati Leli Arni berharap koordinasi dan kerja sama lintas sektor terus diperkuat sehingga pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kecamatan Sitiung dapat berjalan secara optimal.(el)

 Padang,Lintasmedia News - Dr apt Rustian, SSi, MSi, Sestama BNPB asal Kabupaten Padang Pariaman dilirik untuk memimpin Sumatera Barat dimasa datang. Ia termasuk anak ulet yang mampu menggerakan semua potensi dalam penanggulangan bencana di berbagai daerah di Indonesia patut dijadikan pertimbangan. 


Rustian Putra asli Sungai Limau yang mampu Mengubah Tantangan Menjadi Dedikasi untuk Keselamatan Bangsa ini menyelesaikan pendidikan S.1 di Fakultas Farmasi Universitas Andalas.


Dari tanah Sungai Limau yang subur di Padang Pariaman, Sumatera Barat, lahir seorang putra Minangkabau yang membuktikan diri bahwa akar budaya yang kuat dan tekad pantang menyerah akan mampu membawanya ke posisi strategis di tingkat nasional. 


Rustian, Sestama BNPB bukan sekadar birokrat biasa. Ia adalah teladan inspiratif bagi generasi muda. Dari pinggir sungai di kampung halaman, ia membangun fondasi karier yang menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh Indonesia. 


Putra Sungai Limau ini mengajarkan bahwa pendidikan, pengabdian, dan ketangguhan menghadapi bencana adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih aman.


Rustian lahir 1 Januari 1969 di Sungai Limau, Padang Pariaman. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Andalas, meraih gelar Sarjana Sains dan Apoteker dari Jurusan Farmasi FMIPA. 


Semangatnya untuk terus belajar tak pernah pudar; ia melanjutkan ke Universitas Gadjah Mada dan meraih Magister Kesehatan Masyarakat pada 2005 dengan tesis tentang evaluasi ketersediaan obat anti-tuberkulosis pasca-desentralisasi. 


Puncaknya, pada 2022 ia berhasil menyelesaikan program Doktor Ilmu Administrasi Publik di Universitas Brawijaya dengan disertasi berfokus pada reformasi tata kelola peralatan penanggulangan bencana melalui perspektif smart governance.


Karier profesionalnya dimulai pada 1998 sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Kesehatan RI. Tahun 2008 menjadi titik balik ketika ia bergabung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia pernah menjabat Kepala Biro Umum, Direktur Peralatan di Deputi Logistik dan Peralatan, serta Direktur Sumber Daya Darurat di Kedeputian Penanganan Darurat. 


Pada 2023, ia dipercaya sebagai Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, posisi yang menuntut koordinasi lintas sektor untuk penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pasca-bencana di seluruh Tanah Air.


Sebagai putra Minang, ia aktif dalam organisasi kemasyarakatan seperti Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) periode 2021–2025, presidium Himpuni, serta peran strategis di Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), khususnya di bidang tanggap bencana.


Hingga kini, Rustian terus terjun langsung ke lapangan, terutama di wilayah asalnya Sumatera Barat saat menghadapi banjir bandang, longsor, dan bencana hidrometeorologi. Ia memimpin percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), perbaikan infrastruktur seperti jembatan, serta memastikan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas. 


Dedikasinya mencerminkan semangat "urang awak" yang tak hanya sukses di ibu kota, tetapi juga membawa manfaat pulang ke kampung halaman.


Mari kita dukung upaya BNPB di bawah kepemimpinan Rustian. Bagaimana cara berkontribusi dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan masing-masing.


Selain mengemban tugas sebagai Sestama, Rustian juga mendedikasikan diri sebagai pengajar mahasiswa Postgraduate di Pascasarjana Universitas Andalas. Ia konsentrasi pada program S.2 Magister Manajemen Bencana ( MMB).Pengabdiannya untuk bangsa tidak pernah henti. 


Di kalangan dosen serta unsur sivitas akademika Universitas Andalas, orang kedua di BNPB cukup disenangi. Ia tidak sombong dan pandai menempatkan diri. Seakan tidak memperlihatkan ia sebagai pejabat eselon satu di pemerintah pusat.


Ketika berlangsung acara international Conference Disaster Management yang mengusung tema Integrating Technology and Local Wisdom for Sustainable Disaster Development, Rustian memberikan dukungan yang luar biasa.


Conference mengundang pembicaraandan peserta dari berbagai negara. Sebanyak enam pembicara dari dalam dan luar negara ASEAN hadir.


Saat ini sedang digagas penyusunan buku Pembelajaran terhadap bencana meteorologi yang terjadi menjelang akhir tahun 2025. Buku ini dibagikan kan kepada seluruh kepala daerah kabupaten dan kota se-Indonesia. ( *).

PADANG, Lintasmedia News- Udara Kota Padang kian hari kian mencekik leher, namun ribuan siswa SD dan SMP sederajat seolah ditumbalkan untuk tetap menghirup racun kabut asap di sekolah. Kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Padang yang terkesan lambat dan wait and see kini menuai kritik pedas dari parlemen.


DPRD Kota Padang menilai Pemko terlalu bertele-tele dan kurang peka terhadap ancaman kesehatan yang membayangi anak-anak sekolah. Pasalnya, hingga Rabu (8/10/2026), proses belajar mengajar secara tatap muka masih dipaksakan berjalan meski polusi udara sudah berada pada level yang sangat memprihatinkan.


Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Buya Iskandar, angkat bicara keras menanggapi lambannya respons eksekutif. Lewat wawancara khusus via WhatsApp, politisi kawakan ini mendesak agar Pemko Padang tak ragu dan tidak menunda-nunda keputusan untuk menyelamatkan nyawa serta kesehatan warga kota.


Buya Iskandar mengingatkan kembali komitmen Wali Kota Padang yang sebelumnya sempat disampaikan secara resmi dalam Rapat Paripurna DPRD. Saat itu, Pemko berjanji akan mengambil tindakan darurat jika kualifikasi udara dinilai sudah tidak layak oleh pihak berwenang.


"Waktu kan sudah dijawab oleh Walikota ketika Paripurna bahwa bila kondisi udara sesuai pantauan pihak berwenang tidak layak, maka pasti pemerintah akan mengambil langkah penyelamatan seluruh warga kota," tegas Buya Iskandar.


Namun, realita di lapangan justru berbanding terbalik dengan janji manis di meja paripurna. Ketika asap kian pekat dan sesak napas mulai mengintai, respons pemerintah daerah dinilai sangat lamban dan tidak secepat memburuknya kualitas udara.


Menanggapi kepanikan para orang tua murid yang cemas akan kondisi anak-anak mereka, Buya Iskandar membeberkan bahwa sinyal pembelajaran jarak jauh (BJJ) sebenarnya sudah mulai digodok. Informasi terkini menyebutkan keputusan krusial tersebut sangat bergantung pada evaluasi kondisi udara hingga sore ini.


"Infonya kalau memang sampai sore ini kondisi udara masih buruk, besok siswa akan BJJ," ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang itu mengungkapkan skenario darurat yang tengah disiapkan.


Tak ingin Pemko Padang terus berdiam diri, Buya Iskandar mengaku telah menyemprot dan mendesak jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang agar segera bertindak tegas tanpa perlu menunggu jatuhnya korban dari kalangan siswa.


"Buya sudah mendesak Pemko melalui Kadisdikbud agar segera mengambil langkah yang bijak untuk keselamatan siswa dan warga kota pada umumnya, terima kasih," pungkas Buya Iskandar menyampaikan sikap tegas Komisi IV DPRD Kota Padang.


Desakan keras dari wakil rakyat ini menjadi cerminan atas jeritan hati para orang tua di Kota Padang yang saban hari merasa was-was melepas buah hati mereka menembus pekatnya kabut asap. Pilihan untuk memindahkan ruang belajar ke rumah (BJJ) dianggap sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.


Kini, bola panas ada di tangan Pemko Padang dan Disdikbud. Akankah pemerintah bergerak cepat menyelamatkan paru-paru generasi muda, atau justru membiarkan kesehatan anak-anak Padang terus tergadai di tengah kepungan udara beracun? Keputusan sore ini akan menjadi ujian ketegasan pemimpin kota. (*) 


Pewarta: Zamri Yahya, WU

Padang, Lintas Media News
Dalam rangka memeriahkan Hari Sumpah Pemuda ke 98, klub domino Minang Domino Club (MDC) mengadakan pertandingan domino terbuka se Kota Padang selama 1-28 Oktober di Kupi Batigo Jl. KH. Ahmad Dahlan Padang.

Sampai berlangsungnya acara pembukaan Senin (5/10) lalu, tercatat 40 pasangan yang ikut serta. Ke 40 pasangan ini dibagi dalam 8 pool dengan sistem setengah kompetisi, sedang juara pool terus ke babak selanjutnya dengan memakai sistem gugur.

Ketua Panitia Ferry White menjelaskan turnamen yang idenya agak mendadak dilaksanakan ini pada dasarnya memakai aturan dari Oredo, yakni organisasi khusus cabang olahraga domino.

"Pada dasarnya turnamen ini digelar adalah untuk sosialisasi dari sistem yang dipakai Oredo. Karena itu sekalian Kami juga mencari bibit untuk Oredo Sumatera Barat, guna mengikuti iven-iven tingkat nasional lainnya," ujar Ferry.

Ketua Oredo Sumbar Helmi Moesim mengaku sangat berterimakasih atas prakarsa Minang Domino Club yang telah mengadakan turnamen dengan memakai sistem Oredo.

Menurut Helmi sejauh ini Oredo Sumbar sudah memiliki 15 cabang di Sumatera Barat. Oredo Sumbar juga telah punya peralatan lengkap seperti meja dan batu domino yang refresentatif.

"Saya sendiri ketika ikut Rakernas di Jakarta jadi kaget bercampur gembira karena banyak pengurus Oredo lainnya di Indonesia berasal dari Sumbar. Ini seakan menunjukkan bahwa olahraga domino ini berasal dari Sumbar," ujar Helmi Moesim sembari menyebut di PON mendatang, domino sudah menjadi cabang eksebisi.

Senada dengan pernyataan Helmi, Dewan Pembina Minang Domino Club Aciak Amril Amin malah menantang Oredo Sumbar untuk bisa berprestasi di tingkat nasional.

"Kalau memang domino berasal dari Sumbar dan pengurusnya banyak yang orang Sumbar, ayo Oredo Sumbar. Buktikan bahwa Oredo Sumbar memang pantas juara di PON nanti," ujar Aciak yang juga Ketua Umum PSP Padang.

Aciak Amin yang juga anggota DPRD Kota Padang itu menyebut contoh yakni rendang. "Jangan lebih enak pula rendang orang Jawa atau Sulawesi dari rendang Padang. Begitu juga dalam hal domino. Kalau memang olahraga domino berasal dari Sumatera Barat dan pengurusnya banyak yang orang Padang, jangan sampai orang Padang kalah pula dibanding orang Kalimantan, Jawa atau Papua sana," tambah Aciak.

Kerasnya tantangan Aciak ternyata belum sepenuhnya terjawab oleh peserta pertandingan domino itu. Banyak peserta turnamen yang dipertandingkan hanya pada hari Rabu dan Kamis itu, masih belum disiplin dengan waktu pertandingan. Terbukti ada pemain yang udah datang pada hari pembukaan (Senin) dan hari Rabu, masih belum bisa bertanding karena lawannya tidak ada.

Menanggapi hal ini Ferry White mengaku akan lebih mendisiplinkan waktu pertandingan. Ia bahkan tak segan untuk me-WO-kan peserta yang tidak datang dalam pertandingan.(*)



Padang,Lintas Media News
Penutupan Pekan Olahraga, Seni, Agama, Teknologi, dan Kreativitas (Porsematik) 32 dalam rangka HUT ke-32 SMPN 32 Padang berlangsung semarak, Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang digelar di SMPN 32 Padang, Sungai Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, ini menjadi momentum penting untuk mendorong siswa semakin berani berprestasi, kreatif, dan memiliki karakter kuat.

Pesan tajam datang dari Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion. Ia mengingatkan para siswa bahwa prestasi tidak datang secara instan, tetapi lahir dari perjuangan, ketekunan, disiplin, serta karakter yang kuat.

Muharlion mendorong siswa SMPN 32 Padang agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Menurutnya, setiap rintangan harus dijadikan pengalaman untuk terus belajar, berkembang, dan memperbaiki diri.

Ia mengibaratkan perjuangan meraih prestasi seperti mutiara di dasar laut. Mutiara mampu bersinar setelah melewati proses panjang, sehingga siswa juga harus berani menjalani proses sebelum menikmati hasil.

Tak hanya itu, Muharlion juga mengajak para pelajar mengambil pelajaran dari pensil yang terus diasah. Semakin diasah, pensil semakin tajam dan semakin bermanfaat. Begitu pula manusia yang terus belajar dan memperbaiki diri.

“Jangan mudah menyerah menghadapi rintangan, karena masa depan dan nasib kita ditentukan oleh kemauan untuk terus berjuang dan memperbaiki diri,” pesan Muharlion kepada para siswa.

Penutupan Porsematik 32 tersebut dilakukan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, dan dihadiri Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, Kepala SMPN 32 Padang Rismawati, serta majelis guru SMPN 32 Padang.

Momentum HUT ke-32 SMPN 32 Padang pun bukan sekadar penutup rangkaian kegiatan olahraga, seni, agama, teknologi, dan kreativitas. Porsematik 32 menjadi panggung untuk menanamkan semangat prestasi, karakter, kreativitas, dan keberanian menghadapi masa depan kepada generasi muda Kota Padang. (*) 



PADANG,Lintas Media News
Kabut asap kembali menyelimuti Kota Padang dan sejumlah wilayah Sumatera Barat. Kondisi kualitas udara yang berada pada kategori sedang hingga tidak sehat membuat keselamatan pelajar kembali menjadi perhatian.

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion meminta Pemerintah Kota Padang bergerak cepat jika kondisi kabut asap mulai membahayakan kesehatan siswa. Sekolah diminta tidak menjadi tempat yang mempertaruhkan keselamatan peserta didik.

Muharlion menyebut pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat menjadi opsi apabila kualitas udara tidak lagi aman untuk aktivitas belajar tatap muka. Langkah tersebut bisa diterapkan sementara hingga kondisi udara membaik.

“Yang kita kasihani itu pelajar. Jika kabut asap membahayakan, terpaksa kita minta pemko untuk meliburkan sekolah, dan pembelajaran dilaksanakan secara pembelajaran jarak jauh (PJJ),” tegas Muharlion.

Menurutnya, pemerintah tidak perlu menunggu kabut asap semakin parah. Ketika indikator kesehatan mulai menunjukkan risiko, langkah pencegahan dinilai lebih penting untuk melindungi anak-anak.

Kabut asap yang terpantau di Padang dan sejumlah daerah Sumbar juga dipengaruhi kondisi regional. Asap tidak hanya berasal dari titik panas di Sumbar, tetapi dapat terbawa angin dari wilayah lain.

Ketua Tim Publikasi dan Diseminasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, mengatakan pemantauan terakhir menunjukkan satu titik panas di Sumbar, yakni di Dharmasraya.

Sementara itu, titik panas signifikan terpantau di Sumatera Selatan dan Jambi. Yudha menjelaskan, angin dari arah tenggara menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap pergerakan asap menuju Sumatera Barat.

“Untuk di Sumbar pantauan terakhir terdapat hotspot hanya satu lokasi di Dharmasraya, sedangkan untuk titik panas signifikan terpantau di Sumsel dan Jambi, dengan arah angin dari tenggara yang menjadi sumber utama asap,” kata Yudha, Rabu (7/10/2026).

Menurut Yudha, arah angin sangat menentukan sebaran kabut asap. Karena itu, perubahan arah angin dan perkembangan titik panas terus menjadi bagian penting dalam pemantauan kondisi udara.

BMKG Minangkabau menyebut kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat dan mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi udara memburuk.

BMKG juga terus memberikan informasi mengenai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada pemerintah daerah. Informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah perlindungan masyarakat.

Di tengah situasi tersebut, Muharlion menegaskan keselamatan pelajar harus menjadi prioritas. Jika kabut asap benar-benar mencapai kondisi yang membahayakan kesehatan, kebijakan meliburkan sekolah dan menerapkan PJJ dapat menjadi pilihan sementara sampai kondisi udara kembali aman. (*) 



Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, membuka secara resmi pelaksanaan PORPROV XVI tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 untuk cabang olahraga pickleball di Kota Bukittinggi. Pembukaan dilaksanakan di GOR Bermawi, Senin (05/10). 

Kota Bukittinggi dipercaya menjadi salah satu tuan rumah PORPROV XVI Tahun 2026 untuk tiga cabang olahraga, yaitu DanceSport, Pickleball dan Wushu. Sebanyak 10 kabupaten/kota mengikuti cabor DanceSport, 14 kabupaten/kota mengikuti Pickleball dan 10 kabupaten/kota mengikuti Wushu. Hal itu disampaikanKetua PIC PORPROV XVI Sumbar di Bukittinggi, Qoy Cahayu YB.

Ia menjelaskan, Pertandingan Pickleball dilaksanakan 6–10 Oktober 2026 di GOR Bermawi, Wushu 6–10 Oktober 2026 di Sporthall Ateh Ngarai. Sementara itu DanceSport berlangsung 9–11 Oktober 2026 di Lantai 1 Gedung Pasar Atas dan dilanjutkan 12–13 Oktober 2026 di Sporthall Ateh Ngarai. 

"Sebagai tuan rumah, kami berkomitmen memberikan pelayanan, keamanan, kenyamanan, serta penyelenggaraan terbaik bagi seluruh peserta,” ungkapnya
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, Pemerintah Kota Bukittinggi mendukung pelaksanaan PORPROV XVI sekaligus mendorong agar penyelenggaraan Porprov dapat terus berlanjut secara rutin. Menurutnya, pola gotong royong antar kabupaten/kota dapat menjadi solusi agar penyelenggaraan tidak terpusat di satu daerah dan tidak terlalu membebani anggaran masing-masing daerah. Pada kesempatan itu, Ramlan mengucapkan selamat datang kepada seluruh atlet dan kontingen. 

"Mari bertanding dengan sehat dan menjunjung sportivitas. Kepada juri, saya titip agar menilai secara netral sesuai kompetensi dan ketentuan yang berlaku, tanpa ada titipan", ujarnya.

Ia berharap para atlet, tetap menjaga keselamatan, kesehatan dan terus berlatih karena Porprov bukan akhir dari prestasi, tetapi bagian dari proses menuju prestasi yang lebih tinggi. (Sandra)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.