Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

 

Lintasmedia News- Pasangan Zulnadi - Azharnuri berhasil meraih dua gelar di ajang pertandingan domino yang digelar PWRI Sumbar di sekretariat gedung Rohana Kudus, GOR Agussalim Padang. Acara penyerahan hadiah tadi pagi,Senin/08 di sekretariat PWRI Sumbar.


Event ini dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 81 dan HUT PWRI ke 64 tahun 2026.

Pertandingan yang digelar hampir dua bulan itu, ditutup hari ini sekaligus penyerahan hadiah oleh Ketua Umum PWRI Sumbar Drs. Syafrizal Ucok kepada pemenang.


Pertandingan domino dalam dua kategori yakni umum dan eksekutif, pasangan Zulnadi dan Azharnuri meraih dua gelar juara yakni juara 1 untuk kategori eksekutif dan juara 2 untuk kejuaraan umum. Duet pedomino Zulnadi- Azhar berhasil melewati fase pertandingan dari babak penyisihan hingga ke final. Untuk kelompok umum dibagi dalam empat pol. Masing masing juara masuk babak semifinal dan final. 

Dari umum ini tercatat ratusan peserta untuk bertanding, karena dalam setiap pol ada 5 pasang pemain dengan sistem jumpa . Juara dan runner-up lanjut ke pertandingan berikut yang kemudian berlaku sistem gugur.

Juara 1 untuk kategori umum adalah Koyal/Jhoni, juara 2, Zulnadi/Azharnuri dan juara 3 pasangan Jun/Eka.

Sedangkan untuk eksekutif juara 1 Zulnadi) Azharnuri dan juara 2 Syahrial Syam/Indra BPD.

Ketua PWRI Sumbar Syafrizal Ucok Dt. Nan Batuah mengatakan, perlombaan yang diadakan jangan dilihat hadiahnya tetapi lihatlah wadah olahraga otak ini, sebagai mempererat silaturrahmi sesama kita. Itulah tujuan kita mengadakan sekaligus memeriahkan HUT RI dan PWRI Sumbar, katanya saat menyerahkan hadiah tadi pagi di kantor PWRI Sumbar. (***)


Pasbar, LintasMediaNews.Com

Ketua DPRD Dirwansyah yang didampingi Insan Safri Wakil Ketua, buka Rapat Paripurna yang ke -13 pada masa Sidang ke III Tahun 2026 ,dalam rangka Penyampaian Keterangan Pemerintah ,atas Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026,serta Nota Keuangannya.


Rapat Paripurna ini tampak dihadiri oleh : para Anggota Dewan terhormat ,Forkopimda,wakil Bupati Sekda ,Staf Ahli,Kepala SKPD, Intansi Vertikal, Pimpinan Partai Politik,LSM,Awak Media dan Undangan lainnya.


Yulianto  Bupati Pasbar di ruang Sidang Dewan Padang Tujuh yang didampingi Parlindungan Hasib uan ,Senin 24/8 mengatakan terkait rancangan perubahan APBD Tahun 2026 ,merupakan Wujud nyata adanya Sinergitas dan kerjasama antara Pemda dengan DPRD ,atas penyusunan RAPBD Tahun Anggaran 2026 ini.


Nota keuangan ini memuat penjelasan kebijakan alokasi anggaran yang direncanakan Pemerintah Daerah dalam rangka mempercepat Kesejahteraan  Masyarakat ungkapnya.


Ia mengatakan setidaknya Nota Rancangan Perubahan APBD  Pasbar tahun Anggaran 2026  yang dimulai dari Rancangan Perubahan  Pendapatan Daerah yang dianggarkan sebesar Rp. 1.337.692.309.100,- naik menjadi Rp.200.041.135.073,- dari APBN Murni Tahun Anggaran 2026 Rp.1.137.651.174.027,-


Terkait PAD sebesar Rp

173.086.520.058,-naik menjadi Rp.2.531.323..870,-

Dengan APBD Murni sebesar Rp.170.555.196.188,-


Secara rinci Pendapatan Transfer Pada RAPBD anggaran 2026  Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat direncanakan Rp.1.100.526.524.000,,naik lagi  menjadi Rp.183.810.469.000,- dengan APBD Murni Rp.916.716.055..000,-,semetara Pendapatan Transfer antara Daerah tahun anggaran 2026 direncanakan Rp

62.500

690.043,- naik lagi menjadi Rp.12.120.767.204,-,dengan APBD Murni sebesar Rp.50.379.922.839,-.


Sedangkan kebijakan Pemerintah Daerah dari sisi Belanja adanya efesiensi belanja Operasional dan pengendalian belanja produktif untuk Infrastruktur sebesar Rp.1.419.788.756.055,-,naik lagi Rp.263.137.582.028,-APBD Murni Rp.1.137

651.174.027,-.


Sementara biaya Operasioanl ada Rp.1.078.252.433.837,6,-,baik lagi Rp.142.862.142.375.,6,dengan APBD Murni Rp.935.390.291.462,-


Sedangkan Belanja modal ada Rp.173.780.784.190,4,naik lagi Rp.130.436.802.308,4,APBD Murni Rp.43.343.981.882,-


Begitu juga  elanja tak terduga ada Rp.1.038.637.344,- menjadi turun Rp

1.461.362.656,-,APBD Murni sebesar Rp.2.50

0.000.000,- (Dua milyar Lima ratus juta rupiah).


Untuk belanja Transfer sebesar Rp.157

716.900.683,-,naik Rp.1.300.000.000,-dengan APBD Murni Rp.156.416.900

683,-


Dari rencana pendapatan Daerahpada RAPBD 2926 sebesar Rp.1.337.692.309.100,bila dibandingkan dengan belanja semua SKPD dilingkungan Pemkab Pasbar sebesar Rp.1.410.788.756.055,terdapat defisit sebesar Rp.73.096.446.955,- atau Tujuh puluh tiga Miliar sembilan puluh enam juta empat ratus empat puluh enam ribu sembilan ratus lima lima rupiah.,dari SILPA Tahun Anggaran 2025 tegasnya.


Ia juga berharap tetap optimis bisa menjalankan program Rancangan Perubahan APBD tahun 2026,demi meningkatkan tarap hidup dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasaman Barat implementasi pemenuhan target RPjMD 


Pasbar,bersyukur pembangunan Infrastruktur di daerah masih didukung Pemerintah Pusat,berharap Rancangan Perubahan ini dapat dibahas sesuai mekanisme dan diagendakan Badan Musyawarah DPRD pintanya.(Ran)


Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama (Kemenag) mendistribusikan zakat kepada 59 mustahik. Pendistribusian infak juga dilakukan untuk korban bencana gempa di NTT. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Kakan Kemenag, Ketua Baznas dan Kabag Kesra, di Aula Balaikota, Senin (24/08).


Ketua Baznas Kota Bukittinggi, Yandri Gusdianto Dt. Alang Batuah, menjelaskan, Sejauh ini Baznas kota Bukittinggi menyalurkan zakat melalui sejumlah program. Diantaranya bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui program Bukittinggi Peduli diberikan untuk tiga mustahik. Progran ini bekolaborasi dengan Baznas Sumatra Barat dengan nilai sebesar Rp75 juta.  Selanjutnya Baznas juga mendistribusikan bantuan melalui Program Bukittinggi Cerdas dan untuk delapan penerima beasiswa kaderisasi ulama ke Timur Tengah sebesar Rp64 juta. 


Sementara itu Program Bukittinggi Makmur  bagi 48 mustahik binaan Kemenag sebesar Rp111,977 juta. Selanjutnya Baznas berhasil mengumpulkan infak sebesar Rp10 juta bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.


Kepala Kemenag Kota Bukittinggi, Irwan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi dan BAZNAS atas komitmen dalam membantu masyarakat melalui penyaluran zakat. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai stimulus untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, mengapresiasi penyaluran zakat yang mencakup bantuan modal usaha, rumah tidak layak huni, pendidikan, serta infak bagi masyarakat terdampak bencana. Ia menyebutkan,  penyaluran zakat melalui Baznas merupakan bentuk transparansi dan pertanggungjawaban kepada para muzakki dan masyarakat.


"Bantuan yang diberikan agar betul-betul dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan penerima. Ke depan, diharapkan para penerima bantuan dapat mandiri dan turut membantu masyarakat lainnya", Ujarnya. 


Ia turut mendoakan para korban bencana di NTT  diberikan ketabahan dan infak yang disalurkan dapat meringankan beban bagi mereka. (Sandra)


LINTASMEDIANEWS.Com, Pasamanbarat.sumbar.polri.go.id – Satuan Reserse Kriminal Polres Pasaman Barat melalui Tim Opsnal yang backup oleh Unit Reskrim Polsek Sungai Beremas, berhasil menangkap empat orang terduga pelaku pemerkosaan secara bersama-sama, menyusul laporan yang diterima dari masyarakat. Peristiwa yang memilukan tersebut menimpa seorang wanita yang dipanggil Bunga (nama samaran), warga Kecamatan Sungai Beremas.


Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu, (19/8/2026), di rumah salah satu terduga pelaku berinisial AM (29), yang berlokasi di Jorong Kampung Padang Utara, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat.


Penangkapan bermula ketika warga setempat mengamankan langsung terduga pelaku, AM, pada Jumat dini hari, 21 Agustus 2026, sekitar pukul 01.30 WIB. Demi mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri, warga kemudian menyerahkan pelaku ke kantor Polsek Sungai Beremas untuk proses hukum selanjutnya.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.IK., M.H., melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K., menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan dari AM, tim Opsnal yang dipimpin Ipda Algino Ganaro segera melacak keberadaan pelaku lainnya.


Berkat upaya cepat tim dilapangan, pada Jumat sore hari yang sama sekira pukul 17.30 WIB, pelaku berinisial AA (31) berhasil diamankan saat sedang tertidur di salah satu warung warga di wilayah Jorong Kampung Padang Utara, Nagari Air Bangis. 


Tidak berselang lama, pelaku ketiga berinisial YA (26) pun ditangkap di kediaman orang tuanya di Jorong Pasar Baru Barat, Nagari Air Bangis. Saat tim tiba, YA dikabarkan sedang tertidur pulas dan langsung dibawa ke Markas Polres Pasaman Barat.

Penangkapan pelaku keempat pun dilakukan dengan taktis. Karena pelaku berinisial AP (23) sedang pergi melaut di perairan Pantai Air Bangis, tim Opsnal harus menyusul dengan menaiki perahu nelayan hingga berhasil mengamankan AP.


“Saat ini, keempat pelaku sedang menjalani pemeriksaan mendalam dan intensif oleh penyidik dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Pasaman Barat,” tegas Kasat Reskrim di ruang kerjanya, Sabtu (22/8/2026).


Penanganan kasus ini didasarkan pada Laporan Polisi Nomor: LP/B/189/VIII/2026/SPKT/Polres Pasaman Barat tertanggal 21 Agustus 2026. Iptu Agung menambahkan, kronologis lengkap peristiwa masih terus didalami penyidik. Kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat belum tertutup, mengingat kasus ini telah menimbulkan kegemparan dan menyebar luas di media sosial.


“Kami saat ini terus mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta berbagai alat bukti guna memperkuat berkas perkara. Keterangan dari seluruh terduga pelaku juga sedang digali secara menyeluruh agar peristiwa ini terungkap sejelas-jelasnya,” paparnya.


Secara terpisah Kapolres Pasaman Barat mengimbau kepada masyarakat untuk bersabar dalam penaganan kasus ini, jangan percaya dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya, kita hormati proses hukum yang sedang berjalan ini.


“Saya sudah mengintruksikan Kasat Reskrim agar segera menangani kasus ini dengan mengedepankan prinsip transparansi, profesionalisme berbasis scientific crime investigation, penindakan tegas tanpa pandang bulu,” ucap AKBP Agung. 


Pihak Kepolisian berkomitmen mengawal proses peradilan hingga tuntas dan menjamin perlindungan terhadap korban. (HumasResPasbar)

LINTASMEDIANEWS.Com JAKARTA - Perkembangan teknologi digital menuntut dunia jurnalistik beradaptasi lebih cepat. Jurnalis tidak lagi cukup hanya menguasai satu keterampilan, tetapi dituntut mampu mengolah informasi dalam berbagai format, melakukan verifikasi secara ketat, hingga memahami perilaku audiens di ruang digital.


Hal tersebut menjadi salah satu pokok bahasan dalam Diskusi Panel Pengembangan Kompetensi Jurnalistik LPP RRI yang digelar pada 21 Agustus 2026.


Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi antara Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) dan ekosistem media siber nasional untuk menghadapi tantangan disinformasi sekaligus menjaga ruang publik yang sehat.


Menurut Firdaus, konvergensi antara media penyiaran publik dan media siber menjadi kebutuhan strategis dalam menjaga kedaulatan informasi di Indonesia.


Jurnalis Dituntut Kuasai Banyak Keterampilan


Era digital membuat pekerjaan jurnalistik semakin kompleks. Jurnalis RRI maupun wartawan media siber dituntut tidak hanya mampu menulis berita, tetapi juga menguasai produksi audio, video, fotografi, pengolahan data, serta teknologi peliputan bergerak.


Firdaus menyebut terdapat sejumlah kompetensi penting yang harus diperkuat.


Pertama, etika jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Sertifikasi kompetensi dinilai penting untuk memastikan wartawan memiliki kemampuan profesional, menjaga independensi, integritas, serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik.


Kedua, Mobile Journalism (MoJo). Wartawan perlu menguasai teknologi peliputan menggunakan perangkat bergerak, mulai dari pengambilan foto, perekaman audio berkualitas hingga produksi video berita menggunakan smartphone.


Ketiga, fact-checking atau kemampuan verifikasi. Jurnalis dituntut mampu memeriksa data, menggunakan perangkat investigasi digital dan memastikan informasi yang disebarkan kepada publik terbebas dari hoaks maupun manipulasi.


Keempat, digital analytics dan GEO. Kemampuan membaca perilaku audiens serta mengoptimalkan distribusi berita di ekosistem digital menjadi bagian penting dari kompetensi jurnalistik modern.


Namun, Firdaus mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak boleh mengorbankan kualitas jurnalistik.


"Kolaborasi RRI dan SMSI menjadi kunci penjaga kebenaran atau truth enforcer nasional," kata Firdaus.


 

RRI dan SMSI Dinilai Memiliki Peran Strategis


RRI memiliki posisi sebagai lembaga penyiaran publik berbasis audio dan multiplatform dengan jangkauan hingga berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah perbatasan.


Sementara SMSI merupakan konstituen Dewan Pers yang menaungi ribuan perusahaan media siber terbesar yang tersebar di seluruh daerah Indonesia.


Keduanya dinilai memiliki kekuatan yang saling melengkapi. RRI memiliki jaringan penyiaran publik, sedangkan SMSI memiliki jaringan media siber yang kuat di tingkat daerah.


Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan kualitas pemberitaan dari daerah.


Dorong UKW dan Kolaborasi Newsroom


Dalam pemaparannya, Firdaus menyampaikan sejumlah bentuk kolaborasi strategis yang dapat dikembangkan RRI bersama SMSI.


Di antaranya pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan bagi wartawan media anggota SMSI, mencetak penguji UKW melalui Training of Trainer (ToT), serta menyusun dan memperbarui materi UKW sesuai perkembangan kebutuhan jurnalistik.


Selain itu, kolaborasi juga diarahkan pada penguatan newsroom RRI dan SMSI.


Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi wartawan, tetapi juga memperkuat distribusi informasi pembangunan dan mengangkat potensi serta aspirasi masyarakat daerah ke panggung penyiaran publik nasional.


 

Media Siber dan Penyiaran Publik Harus Bersinergi


Firdaus menilai tantangan media ke depan bukan sekadar persaingan mendapatkan perhatian audiens, tetapi bagaimana memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, terverifikasi dan berkualitas di tengah derasnya arus informasi media sosial.


Karena itu, kolaborasi antara media penyiaran publik dan media siber dianggap penting untuk membangun ekosistem informasi nasional yang sehat.


"Pers yang kuat lahir dari jurnalis yang kompeten dan perusahaan media yang sehat. Kolaborasi LPP RRI dan SMSI adalah kunci utama menjaga kedaulatan informasi serta mencerdaskan kehidupan bangsa," ujar Firdaus.


Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas jurnalis sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang akurat, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

SOLOK SELATAN, Lintasmedia News— PT Semen Padang memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui sinergi dan kolaborasi dalam Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang digagas Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) II Padang di Kabupaten Solok Selatan.


Dukungan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Kodaeral II Padang, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Solok Selatan, serta PT PLN. Program Bedah RTLH tersebut menyasar 11 unit rumah masyarakat yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kecamatan Sungai Pagu, dan Kecamatan Pauh Duo.


Peresmian Program Bedah RTLH Kodaeral II Padang tersebut berlangsung di Nagari Sako Selatan, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dihadiri Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi, serta General Manager PLN UID Sumbar Ririn Rachmawardini.


Dari PT Semen Padang hadir Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino, Ka. Unit Komunikasi dan Kesekretariatan, Idris, Ka. Unit CSR, Hernes dan Staf CSR, Leo Zatiusfri.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengapresiasi Kodaeral II Padang yang telah melibatkan PT Semen Padang dalam program tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas dan tepat sasaran bagi masyarakat.


“Pertama, kami mengapresiasi Kodaeral II Padang dalam Program Bedah RTLH ini. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima bantuan, khususnya dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal dari rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni,” ujar Win.


Ia menyampaikan, keterlibatan PT Semen Padang dalam program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan.


Menurut Win, pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, TNI, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat agar berbagai program pemberdayaan dapat memberikan dampak yang lebih optimal.


“Sinergi dan kolaborasi seperti ini menjadi salah satu kunci penting dalam menghadirkan program sosial yang memberikan dampak lebih luas. Dengan menggabungkan sumber daya, kepedulian, dan peran masing-masing pihak, bantuan yang diberikan kepada masyarakat dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.


Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat dan dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh manfaat dari berbagai program sosial yang dilaksanakan secara bersama-sama.


“Harapan kami, sinergi seperti ini dapat terus diperkuat dan dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaat dari kolaborasi yang dilakukan,” ujar Win.


Program Bedah RTLH tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian bersama dalam membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak. Rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi tidak memenuhi standar kelayakan diharapkan dapat berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, nyaman, dan mendukung kualitas kehidupan keluarga penerima manfaat.


Sementara itu, Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Program Bedah RTLH, termasuk PT Semen Padang.


“Program Bedah RTLH ini dilaksanakan di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu, dan Pauh Duo. Ada 11 unit rumah yang dibedah sebagai wujud kepedulian bersama dalam pengentasan kemiskinan dan penyediaan hunian layak bagi masyarakat,” katanya.


Ia menjelaskan, masing-masing rumah penerima manfaat memperoleh alokasi bantuan sebesar Rp30 juta. Dari jumlah tersebut, Rp25 juta dialokasikan untuk pembelian material bangunan, sedangkan Rp5 juta diperuntukkan bagi kebutuhan upah pekerja.


Dalam pelaksanaannya, pembangunan rumah mengedepankan prinsip swadaya dan gotong royong. Masyarakat setempat turut terlibat dalam proses pembangunan, sementara personel TNI AL Kodaeral II Padang memberikan dukungan tenaga secara langsung di lapangan.


“Pembangunan rumah dilakukan dengan mengedepankan prinsip swadaya dan gotong royong. Masyarakat setempat turut terlibat dalam proses pembangunan, sementara personel TNI AL Kodaeral II Padang memberikan dukungan tenaga secara langsung di lapangan,” ujarnya.


Dukungan tersebut dinilai tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga penerima manfaat. Hunian yang lebih layak diharapkan dapat menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.


Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi turut menyampaikan apresiasi kepada Kodaeral II Padang, PT Semen Padang, dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan program tersebut.


Menurutnya, keberhasilan pembangunan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dengan peran yang saling melengkapi.


“Kolaborasi ini menjadi gambaran bahwa pembangunan kesejahteraan masyarakat membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah memiliki peran dalam memastikan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, lembaga sosial memberikan dukungan, dunia usaha berkontribusi melalui program TJSL, sementara masyarakat menjadi bagian langsung dalam proses pembangunan,” ujarnya.


Rangkaian kegiatan Program Bedah RTLH Kodaeral II Padang tersebut juga ditandai dengan seremoni penyerahan penghargaan kepada pihak yang terlibat dan penandatanganan prasasti sebagai simbol rampungnya pembangunan rumah penerima manfaat.

 

Pasbar,Lintas Media News Com


Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kabupaten Pasaman Barat Sukses dan lancar dalam pelaksanaan Ujian Melalui Sistem Computer Based Tes ,demikian Pantauan Media ini usai berakhir ,Minggu 23/8 di SMK N 1 Padang Tujuh.


Ujian yang digelar selama 2 hari dan 5 sesi ini dengan jumlah peserta sebanyak 147 dan tidak hadir 2 orang dari 22 Nagari yang lebih dari 5 Colon Wali Nagarinya.


Saat dikonfirmasi Riko Panitia Pelaksana di ruang Computer mengatakan dari seluruh hasil rekapitulasi ,perolehan Nilai Tertinggi dari seluruh peserta Calon tes ini diraih oleh Edi Candra dengan total nilai 88,90 dari Nagari Maligi Kecamatan Pasaman.


Ada pun materi tes yang diujikan adalah termasuk bidang Pemerintahan ,Materi ke Agamaan, materi Wawasan Kebangsaan,Sosial Kemasyarakatan serta Kepemimpinan dengan jumlah Soal 100 dan waktu Ujian selama 90 menit.


Syaikul Putra PLT Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari mengatakan Hasil CBT ini akan menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan peserta yang masuk lima besar untuk mengikuti proses Pencalonan Wali Nagari di Wilayah masing-masing.


Ia juga mengatakan ucapan terima kasih kepada semua pihak ,termasuk TNI ,Polri, Sat. Pol PP Perhubungan ,Media ,serta PPWN ,atas terselenggaranya kegiatan ini dengan tertib ,sukses dan lancar

PADANG,Lintas Media News
 Persoalan banjir hingga kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, saat bertemu masyarakat dalam agenda reses di Masjid Mukhlisin, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sabtu (22/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi. Sejumlah tokoh masyarakat, bundo kanduang dan Majelis Taklim turut hadir menyampaikan aspirasi kepada pimpinan DPRD Sumbar tersebut.

Salah satu persoalan yang cukup banyak disoroti adalah kondisi riol atau saluran air yang dinilai perlu mendapat perhatian. Warga berharap adanya pembenahan saluran tersebut sehingga aliran air lebih lancar dan risiko banjir yang selama ini kerap terjadi dapat dikurangi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Muhidi menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda bertemu masyarakat, tetapi menjadi kesempatan untuk mengetahui secara langsung kebutuhan warga di daerah pemilihannya.

Menurutnya, setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan untuk dikoordinasikan dengan pihak terkait, sehingga program yang nantinya diperjuangkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana kebutuhan masyarakat ini menjadi prioritas dan manfaatnya benar-benar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Muhidi.

Ia menambahkan, persoalan banjir membutuhkan penanganan yang tepat dan terkoordinasi. Karena itu, aspirasi mengenai perbaikan riol akan menjadi salah satu perhatian untuk dicarikan solusi sesuai kewenangan pemerintah.

Di sisi lain, Muhidi juga mengajak masyarakat tidak hanya fokus pada persoalan infrastruktur, tetapi ikut memikirkan masa depan generasi muda. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin cepat berubah menuntut anak-anak muda memiliki kemampuan yang lebih dari sekadar ijazah.

Pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM serta peningkatan keterampilan disebut menjadi tiga hal penting dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menghadapi perubahan zaman.

“Pembelajaran di sekolah harus dibekali dengan skill atau keahlian. Kalau tidak, maka siap-siap menjadi pengangguran,” ujarnya.

Muhidi menilai pendidikan berbasis keterampilan menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja. Generasi muda harus dipersiapkan agar memiliki kemampuan praktis yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja maupun membuka peluang usaha sendiri.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak menjadikan kondisi ekonomi sebagai alasan untuk menghentikan pendidikan anak.

Menurutnya, pemerintah memiliki berbagai program yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan pendidikan. Karena itu, orang tua diharapkan tetap memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak untuk menempuh pendidikan dan mengembangkan keterampilannya.

“Tidak ada alasan bagi orang tua untuk tidak menyekolahkan anak. Walaupun ekonomi sulit, pendidikan anak harus tetap menjadi perhatian,” tegasnya.

Reses tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan masa sidang III Tahun 2025/2026, ketika anggota DPRD Sumbar turun ke daerah pemilihan masing-masing untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Melalui pertemuan langsung tersebut, Muhidi berharap komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat terus terjaga. Aspirasi yang muncul dari bawah diharapkan dapat menjadi dasar dalam memperjuangkan program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(*/st)






Padang,Lintas Media News
Sebagai salah satu sekolah yang terdampak parah bencana hidrometeorologi pada 27 November lalu, SMA Negeri 12 Nanggalo, Padang memerlukan perbaikan sarana dan prasarana.

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, turun langsung menjemput aspirasi pihak sekolah pada Jumat (21/8). Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangkaian reses perseorangan DPRD Sumatera Barat (Sumbar) masa persidangan ketiga Tahun Sidang 2025-2026.

Kepada Evi Yandri, seorang guru meminta bantuan pengadaan mobiler berupa meja, kursi, dan loker guru.

"Kami memerlukan meja dan kursi baru, Pak. Fasilitas yang lama sudah tidak layak pakai karena terendam lumpur saat banjir bandang kemarin," ujar guru tersebut.

Bencana November lalu memang tidak hanya merendam SMAN 12 Padang dengan air, tetapi juga menyisakan endapan lumpur yang tebal di area sekolah.

"Saat pembersihan lumpur pascabencana, Pak Evi langsung datang meninjau ke sini. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian beliau. Tahun ini, kami juga menerima bantuan laptop dari dana pokok pikiran (pokir) Pak Evi," kata guru lainnya.

SMAN 12 Padang tercatat sering terdampak banjir, termasuk pada 3 Agustus lalu, namun untung air cepat surut. Namun, banjir pada November menjadi yang terparah karena material lumpur terbawa. 

"Pak, mohon dicarikan solusi agar sekolah dan jalan akses ke sini tidak banjir lagi. Kami kesulitan untuk datang belajar," keluh salah seorang siswa.

Selain banjir, keluhan mengenai krisis air bersih juga mencuat dalam pertemuan tersebut.

"Air sekolah keruh dan berbau besi. bahkan kadang tidak ada air. Padahal sangat dibutuhkan untuk berwudu dan keperluan toilet," ungkap seorang siswi.

Pihak sekolah membenarkan kendala tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi seribu lebih siswa dan guru, sekolah telah membuat empat sumur bor dengan kedalaman hingga 60 meter. Namun, air yang keluar tetap keruh.

"Kalau menggunakan layanan PDAM airnya jernih, tetapi alirannya sering mati sehingga tidak cukup memenuhi kebutuhan sekolah," jelas salah seorang guru.

Persoalan lain yang dihadapi sekolah adalah ketiadaan lapangan olahraga yang memadai. Lahan lapangan yang ada saat ini sebagian besar sudah terpakai untuk pembangunan gedung baru.

"Tahun 2027 kami menghadapi penilaian akreditasi sekolah. Tanpa lapangan olahraga yang layak, nilai akreditasi kami terancam turun," keluh guru olahraga.

Akibat keterbatasan fasilitas ini, terkadang aiswa terpaksa mengikuti materi jam olahraga di dalam ruang kelas. Sementara untuk kegiatan ekstrakurikuler seperti futsal dan basket, siswa terpaksa menyewa lapangan di luar sekolah dengan biaya mandiri.

"Sewa lapangan futsal mencapai Rp200 ribu per jam. Kasihan siswa yang punya semangat tinggi untuk berolahraga," tambahnya. Siswa juga berharap mendapat bantuan alat penunjang ekstrakurikuler seperti alat musik tradisional talempong dan tenda PMR.

Menanggapi rentetan keluhan tersebut, Evi Yandri meminta pihak sekolah segera menyusun perencanaan pembangunan yang matang.

"Harus ada master plan yang jelas. Jangan sampai saat kepala sekolah berganti, kebijakannya ikut berubah. Itu akan menyulitkan pembangunan," tegas Evi.

Evi berjanji akan membawa persoalan fisik, pengadaan mobiler, fasilitas lapangan, hingga penyediaan air bersih ini untuk dibahas bersama Dinas Pendidikan Sumbar untuk memastikan anggaran pemenuhannya secara bertahap.

Di akhir pertemuan, Evi Yandri sempat menguji respons siswa mengenai kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh siswa kompak meminta program tersebut diteruskan, meski mereka memberikan catatan kritis terkait kualitas makanan.

"Kami ingin program ini lanjut, Pak. Namun kualitasnya harus diperbaiki. Menunya jangan telur terus-menerus, dan kebersihannya harus dijaga," ujar seorang siswa berseloroh. 

Selain siswa dan guru, pada pertemuan itu juga turut hadir Kabid pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar, Mahyan, pengawas sekolah dan Sekcam Nanggalo. (*/st)

PADANG,Lintas Media News
 Suara dan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan. Hal itu menjadi perhatian Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi saat bertemu langsung dengan warga dalam kegiatan reses di Masjid Husnul Khatimah, Kampung Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Jumat (21/8/2026).

Reses tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. Warga dapat menyampaikan berbagai persoalan sekaligus mengusulkan kebutuhan pembangunan yang dinilai penting bagi lingkungan mereka.

Ketua DPRD Sumbar Muhidi mengatakan, turun langsung ke tengah masyarakat merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD. Melalui reses, aspirasi warga dapat didengar secara langsung dan menjadi bahan untuk diperjuangkan dalam proses pembangunan daerah.

“Kita berkumpul dalam rangka reses. Kita minta masukan dari masyarakat untuk diperjuangkan sesuai dengan kewenangan yang ada,” kata Muhidi.
Menurutnya, aspirasi yang disampaikan masyarakat memiliki manfaat besar karena dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan riil di lapangan. Masukan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pembahasan DPRD bersama pemerintah daerah.

“Reses ini sangat strategis karena kita bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Beberapa bulan ke depan akan ada usulan program, sehingga aspirasi masyarakat hari ini sangat penting,” ujarnya.

Muhidi menjelaskan, DPRD merupakan mitra kepala daerah dalam menjalankan pembangunan. Di tingkat provinsi, DPRD menjadi mitra Gubernur, sementara di kabupaten dan kota DPRD menjadi mitra bupati maupun wali kota.

“DPRD bersama kepala daerah membangun daerah, baik pembangunan fisik maupun pembangunan sumber daya manusia. DPRD memiliki tiga fungsi, yaitu legislasi, budgeting dan pengawasan,” jelasnya.

Tak hanya berbicara mengenai pembangunan, Muhidi juga mengajak masyarakat memberikan perhatian terhadap masa depan anak-anak. Ia menilai keluarga memiliki peran penting dalam membangun karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman.

“Di tengah kesibukan aktivitas, mari kita duduk bersama anak-anak. Bangun kesadaran mereka tentang pentingnya ilmu dan keterampilan. Jangan hanya dimarahi, tetapi berikan motivasi,” katanya.

Ia juga mendorong orang tua membekali anak dengan kemampuan berbahasa asing, pendidikan, keterampilan serta nilai-nilai agama.

“Globalisasi tidak bisa dihambat atau ditolak. Yang harus kita lakukan adalah menyiapkan anak-anak agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tanamkan akidah, ilmu pengetahuan, pendidikan dan kebersamaan,” ujar Muhidi.

Sementara itu, Lurah Kampung Baru Nan XX Ratu Junasli menyambut baik pelaksanaan reses tersebut. Menurutnya, pertemuan ini memberikan kesempatan bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan DPRD Sumbar.

“Ini kesempatan emas bagi warga untuk menyampaikan usulan pembangunan dan berbagai persoalan lainnya. Terima kasih atas kehadiran Bapak Ketua DPRD Sumbar,” kata Ratu.

Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin sehingga berbagai kebutuhan warga dapat diperjuangkan sesuai skala prioritas pembangunan.(*/st)



PADANG,Lintas Media News
Gonjang-ganjing kegiatan Sumbar Summit Teacher 2026, di Padang, 13-14 Agustus 2026, ditanggapi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies. PWI tidak ikut serta pada  Sumbar Summit Teacher 2026 dan tak ada hubungan apa pun dengan penyelenggara.

“Kami tidak ikut serta, tidak pula bagian dari penyelenggara. PWI Sumbar sudah meyampaikan somasi terkait terpajangnya logo dan mereka PWI pada kegiatan tersebut,” kata Widya Navis, melalui siaran pers, di Padang, Sabtu (22/8).

Katanya, pencantuman logo dan merek PWI dan pada atribut kegiatan dilakukan tanpa persetujuan organisasi yang dipimpinnya. Penggunaan nama maupun identitas resmi organisasi tanpa izin merupakan persoalan serius. 

PWI Sumbar menilai pencantuman logo tersebut tidak sah alias ilegal. Apabila terbukti memenuhi unsur pelanggaran hukum, PWI Sumbar membuka peluang untuk memprosesnya melalui jalur hukum.
Widya menjelaskan, beberapa hari jelang acara, panitia penyelenggara memang mendatangi Kantor PWI Sumbar untuk mengajukan penawaran kerja sama, tetapi tidak memberikan draf kerja sama, namun logo dan merek PWI sudah dipasang untuk promo dan informasi kegiatan.

“Saat itu, PWI Sumbar menyampaikan, menolak tawaran kerja sama,” kata Widya Navies, namun ketika acara berlangsung, ternyata  masih ada identitas PWI dan logo PWI pada flyer di ruang tunggu zoom. 

Klarifikasi terbuka ini disampaikan guna meluruskan informasi di tengah publik—khususnya kalangan guru, sekolah, dan instansi pendidikan di Sumatera Barat—agar tidak menginterpretasikan keberadaan logo tersebut sebagai bentuk dukungan resmi dari PWI Sumbar.

PWI Sumbar mendesak pihak penyelenggara untuk segera memberikan penjelasan resmi mengenai dasar pencantuman logo tersebut serta bertanggung jawab penuh atas penggunaan identitas PWI tanpa izin, termasuk ditemukannya sertifikat yang di bawahnya tertulis, Mengetahui: Ketua PWI Sumbar Widya Navies dan Kadis Pendidikan Sumatera Selatan Habibul Fuadi. Tak ada tandatangan pemilik acara. 

PWI Sumbar, kata Widya Navies, sudah melayangkan somasi ke pihak penyelenggara, disampaikan kepada Founder Indonesia Inspiring Teacher/Promotor Sumbar Summit Teacher 2026, Herdinalsky. 

Di sisi lain, pada rapat pengurus Harian PWI Sumbar dengan DKP PWI Sumbar, Jumat (21/8) juga mempertimbangkan akan memberikan sanksi terhadap anggota atau pengurus PWI Sumbar yang terlibat pada kegiatan dimaksud.( *)

 

Pasbar, Lintas Media News Com.


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari ,gelar Ujian Kompetensi bagi Calon Anggota yang lebih dari 5 orang Calon Wali Nagari,demikian pantauan dari Media ini di Ruang Labor SMK N 1 Padang Tujuh, Simpang Empat



Kegiatan yang disiapkan para Panitia Pelaksana tampak dipantau oleh : Yulianto Bupati Pasbar yang didampingi langsung oleh Dody San Ismail Sekda , Syaikul Putra Kadis DPMN serta Handoko Kasat .Pol PP.


Peserta tes tertulis yang dimulai hari ini. Mulai Jam 8 sampai selesai dengan ruang Ujian hanya 1 dengan 3 Sesi ,dengan jumlah Soal ada 100 ,materi Ujian termasuk : UU Desa, Tupoksi Bamus, Wawasan Kebangsaan ,Tupoksi Nagari mau pun Agama .sebelum dimulai ujian para Panitia tampak membacakan Tata Tertib ,membawa Kartu peserta dan KTP ,serta Sosialisasi sebelum Ujian ,penandatanganan Berita Acara dan melihat hasil Ujian atau Skor Nilai Masing-masing Peserta.


Pada Ujian hari ini khusus untuk peserta bagian Selatan sebanyak 85 Orang Calon Wali Nagari dari bagian Selatan ,sementara untuk besok yang akan Ujian ada 60 Orang Calon Peserta dari bagian Utara ,jadi jumlah keseluruhan peserta Tes sebanyak 145 peserta


Yulianto dalam sambutannya mengatakan pentinya suasana Nyaman ,Kondusif ,karena tes ini merupakan awal persiapan Tes bagi Calon Wali Nagari yang lebih dari 5 orang dari setiap Nagari yang ada di Pasbar ini tegasnya.


Untuk itu Ia sangat berharap bersama-sama mengingatkan menjaga kesatuan dan persatuan ,karena yang ikut Calon ini adalah :Mamak,Kakak,adik ,kamanakan ,untuk itu ,agar bisa memahami siapa pun yang menang itulah yang terbaik ingatnya lagi.

Namun Tak kalah pentingnya ia katakan selama ini tidak maksimalnya Pelayanan kepada masyarakat ,karena belum Depenitif ,jabatan rangkap masih ada ,sehingga tidak ada kebijakan ,tapi setelah Pilwana serentak tahun 2026 yakin lebih maksimal dan baik.


Hal senada ,dikatakan M.Idil salah seorang peserta yang lulus Tes kepada Media ini ,usai Ujian berakhir dari Nagari Pinaga ( Pemuda ), berharap kepada peserta bersama- sama memberikan suasana aman dan kondusif,mari menjadikan Pilwana yang badun Sanak ,.karena siapa pun nantinya yang menang ,itu milik masyarakat dan yang terbaik bagi semua pungkasnya lagi.

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.