Pemprov Sumbar
[Pemprov Sumbar][column2]
Padang, Lintasmedia News- Bentuk dukungan itu direalisasikannya melalui dana pokok-pokok pikiran berupa lima unit becak motor (bentor) pengangkut sampah, sapu, sekop, cangkul, dan perlengkapan kebersihan lainnya.
Ia mengungkapkan telah mengalokasikan bantuan bentor pengangkut sampah tersebut yang ke beberapa kelurahan di Kecamatan Padang Barat.
"Kita ingin Kota Padang benar-benar bersih. Namun, cita-cita itu tidak bisa diwujudkan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan," Halaman Kantor Lurah Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Sabtu 1 Agustus 2026.
Program itu dilaunching secara resmi Program Padang Sibersih Kecamatan Padang Barat oleh Wali Kota Padang Fadly Amran.
Kegiatan itu dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Fadelan Fitra Masta, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang Tommy TRD, Camat Padang Barat Diko Eka Putra, para lurah se-Kecamatan Padang Barat dan unsur terkait lainnya.
Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kota Padang Iswanto Kwara atas dukungannya dalam penanganan kebersihan di Kota Padang. Ia menegaskan bahwa gerakan menjaga kebersihan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW.
"Kami mengajak seluruh masyarakat memberikan kontribusi terbaik bagi Kota Padang dengan membiasakan hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan. Budaya memilah sampah sebelum dibuang, karena ini menjadi salah indikator penilaian kota bersih di Indonesia," teranya.
Fadly Amran menyampaikan bahwa pada 6 hingga 10 Agustus mendatang, Pemerintah Kota Padang akan merayakan Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, dengan Tema Taste of Padang Experience Road To Gastronomi City. Padang Sibersih harus menjadi momentum untuk mewujudkan Kota Padang bersih, indah dan rapi.
"Kota Padang harus siap menjadi kota tujuan dan kota gastronomi dunia. Karena itu, persoalan kebersihan tidak boleh lagi dianggap hal biasa. Tahun pertama kita fokus pada sosialisasi, tahun kedua implementasi, dan selanjutnya penegakan aturan akan dilakukan secara lebih tegas," cakapnya. (*)
Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU
pasamanbarat, Lintasmedia News-- Kepolisian Resor Pasaman Barat, Polda Sumatera Barat (Sumbar), menggelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek Sungai Beremas di halaman Mapolres Pasaman Barat, Sabtu (1/8/2026).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H., dengan Komandan Upacara Ipda Rahmat R, serta diikuti oleh seluruh personel Polres Pasaman Barat.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto mengatakan, mutasi jabatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram Kapolda Sumatera Barat Nomor: ST/569/VII/KEP/2026 tanggal 17 Juli 2026 tentang pemberitahuan pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Sumatera Barat.
Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam organisasi Polri sebagai bagian dari pembinaan karier personel sekaligus untuk memenuhi kebutuhan organisasi dalam menghadapi dinamika dan tantangan tugas yang semakin kompleks.
"Mutasi jabatan merupakan bagian dari proses penyegaran organisasi dan pengembangan karier personel. Jabatan yang diemban merupakan amanah sekaligus bentuk kepercayaan dari pimpinan yang harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab," ujar Kapolres.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian selama menjalankan tugas di Polres Pasaman Barat.
"Kepada pejabat lama, saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi, prestasi, dan loyalitas selama bertugas di Polres Pasaman Barat. Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga semakin sukses dalam mengemban amanah," ucapnya.
Dalam rotasi jabatan tersebut, AKP Evo Nosara yang sebelumnya menjabat sebagai Ps. Kabag Ren Polres Pasaman Barat diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasiwas Polres Pasaman Barat. Jabatan Kabag Ren selanjutnya diemban oleh AKP Elvis Susilo yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Sungai Beremas.
Sementara itu, jabatan Kapolsek Sungai Beremas kini dipercayakan kepada Iptu Margan Hendra, S.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Ps. Kasat Binmas Polres Pasaman Barat. Posisi Kasat Binmas kemudian diisi oleh Iptu Zulfi yang sebelumnya menjabat sebagai KA SPKT Polres Pasaman Barat.
Rotasi juga terjadi pada jabatan Kasat Intelkam. AKP Boby Sandra, S.H., mendapat penugasan baru sebagai Kanit 1 Subdit 5 Ditintelkam Polda Sumbar, sedangkan jabatan Kasat Intelkam Polres Pasaman Barat dipercayakan kepada Iptu Rahmad yang sebelumnya menjabat sebagai Ps. Kasat Intelkam Polres Solok.
Kepada seluruh pejabat yang baru dilantik, Kapolres berpesan agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru, memahami karakteristik wilayah, serta menghadirkan inovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda hingga berbagai unsur lainnya.
"Segera kenali ruang lingkup wilayah tugas, kenali adat istiadat, budaya, serta karakteristik masyarakat. Karena pada dasarnya masyarakat adalah mitra Polri. Dengan kolaborasi yang baik, tugas-tugas kepolisian akan lebih mudah dijalankan dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat," tegas Kapolres.
Mengakhiri amanatnya, AKBP Agung Tribawanto menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat lama maupun pejabat baru. Ia berharap pejabat lama dapat terus meraih prestasi di tempat penugasan yang baru, sementara pejabat yang baru dilantik mampu membawa semangat baru, inovasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.
Usai pelaksanaan upacara sertijab, kegiatan dilanjutkan dengan acara kenal pamit yang berlangsung di Aula Tatag Trawang Tungga Polres Pasaman Barat. Acara berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama Polres Pasaman Barat, Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat Ny. Panca Agung beserta pengurus Bhayangkari, serta seluruh personel Polres Pasaman Barat. (HumasResPasbar)
Payakumbuh, Lintasmedia News– Dalam rangka mempererat sinergitas dan memperkuat koordinasi antar aparat penegak hukum, Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta, S.I.K., M.H. bersama para Pejabat Utama Polres Payakumbuh melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Kamis (30/7/2026).
Kedatangan rombongan Kapolres disambut hangat oleh Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh Ulil Azmi, S.H., M.H. beserta jajaran. Suasana penuh keakraban tampak mewarnai pertemuan yang berlangsung sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara Polres Payakumbuh dan Kejaksaan Negeri Payakumbuh.
Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai pentingnya menjaga komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum. Sinergi yang telah terjalin selama ini diharapkan dapat terus ditingkatkan guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Kota Payakumbuh.
Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun hubungan kerja yang semakin solid dengan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), khususnya Kejaksaan Negeri Payakumbuh.
“Sebagai pejabat baru di Polres Payakumbuh, saya bersama jajaran melaksanakan silaturahmi sekaligus memperkuat sinergitas dengan Kejaksaan Negeri Payakumbuh. Hubungan yang harmonis dan koordinasi yang baik antar aparat penegak hukum merupakan modal utama dalam mendukung proses penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” ujar AKBP Irwan Andeta.
Ia juga berharap komunikasi yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga setiap pelaksanaan tugas dapat berjalan secara optimal melalui koordinasi yang efektif antarinstansi.
Kunjungan tersebut menjadi salah satu langkah awal Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta dalam mempererat hubungan kelembagaan dengan para pemangku kepentingan di Kota Payakumbuh, sebagai bentuk komitmen Polri untuk terus bersinergi dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum yang optimal bagi masyarakat.(Humas Polres Payakumbuh)
Padang, Lintasmedia News- Anggota DPRD Kota Padang Rafli Boy mengajak warga untuk menyukseskan Progul Smart Surau dan HJK Padang ke-357.
Hal itu disampaikannya ketika hadir di di Masjid Darussakinah, Komplek Perumahan Filano, Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Jumat 31 Juli 2026.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Padang Fadly Amran melakukan monitoring pelaksanaan Program Unggulan (Progul) Smart Surau sekaligus sosialisasi rangkaian acara Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.
Hadir pada kesempatan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Padang Zul Asfi Lubis, Camat Padang Timur Aidil Zulhani, Pengurus Masjid Darussakinah Syamsudirman dan Kepala MDT Darussakinah Yuli Ennefi.
"Mari kita sukseskan program unggulan Pemerintah Kota Padang, misalnya Smart Surau. Karena itu semua akan berujung kepada warga," katanya.
Dijelaskannya, Progul Smart Surau bertujuan untuk menjadikan masjid dan mushala sebagai pusat pendidikan karakter, kegiatan keagamaan, dan peradaban generasi muda berbasis teknologi.
Selain itu, Rafly Boy mengajak warga untuk ikut memeriahkan peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.
"Ini adalah kegiatan rutin setiap tahunnya mengingat berdirinya kota ini dan jasa-jasa pahlawan yang berjuang untuk kota ini. DPRD akan selalu mensuport kegiaran yang membangkitkan semangat patriotisme warga," uranya. (*)
JAKARTA, Lintasmedia News- Sebuah tonggak penting dalam pengembangan literasi akademik dan inovasi berbasis pengalaman empiris tercatat di Aula G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), pada Sabtu lalu dengan diadakannya Seminar dan Talkshow Peluncuran serta Bedah Buku Skala Internasional bertajuk "Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia" menjadi ruang diskusi ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu.
Muhammad Ja'far Hasibuan menyampaikan kepada awak media pada Jumat (31-07-2026) terkait agenda acara yang dilaksanakan beberapa hari lalu tersebut
"Kegiatan yang diselenggarakan Mega Press Nusantara tersebut diikuti sekitar 500 peserta secara luring dan 1.500 peserta secara daring. Acara mendapat dukungan resmi dari Perpustakaan Nasional RI, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta FKM UI. Pada Launching dan Bedah Buku saya (Muhammad Ja'far Hasibuan), yang seorang berlatarbelakang mahasiswa Semester I Program Studi Magister Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) dengan NIM 257032012, diresmikan atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui perwakilan pimpinan Polri," ungkapnya
"Peluncuran ini menjadi bukti bahwa keterbatasan sosial dan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan," tambah Ja'far
Dalam buku tersebut, Ja'far mengangkat perjalanan hidupnya sebagai anak yatim yang berasal dari desa terpencil di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Ia merantau hanya dengan bekal Rp70.000 dan membiayai pendidikan melalui usaha berjualan roti sambil menempuh kuliah.
Berbagai keterbatasan akses informasi, sumber daya, dan tantangan sosial-ekonomi justru menjadi pijakan dalam melakukan riset lapangan, pengujian laboratorium, uji coba di masyarakat, hingga melahirkan inovasi Biofar SS, yang formulanya tetap dirahasiakan.
Menurut Ja'far, kepercayaan negara melalui Program Beasiswa Kapolri menjadi amanah yang mendorongnya untuk mengembangkan penelitian yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Seluruh kompetensi dan wawasan yang saya peroleh selama pendidikan saya arahkan menjadi karya terapan dan inovasi yang teruji secara ilmiah agar dapat diakses oleh masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki keterbatasan pelayanan kesehatan. Dukungan pimpinan institusi dan para dosen menjadi landasan metodologis dan etis dalam setiap proses penelitian," ujarnya.
Keunggulan utama buku setebal lebih dari 400 halaman ini terletak pada kemampuannya mengintegrasikan pengalaman hidup penulis dengan berbagai teori ilmiah yang diakui secara internasional. Penyusunannya didukung lebih dari 200 referensi ilmiah lintas disiplin sehingga tidak hanya menjadi buku motivasi, tetapi juga referensi akademik.
"Kerangka teorinya mencakup teori tingkat tinggi (grand range theories) seperti Teori Modal Sosial dan Kapabilitas Manusia, Teori Aksi Terencana, hingga Teori Keadilan Kesehatan dan Determinan Sosial Kesehatan," ulasnya
Pada tingkat teori menengah (mid-range theories), buku ini mengulas Psikologi Perkembangan, Teori Sistem Ekologi, Post-Traumatic Growth, Resiliensi (Ordinary Magic), Growth Mindset, hingga Consolidated Framework for Implementation Research (CFIR).
Sementara pada aspek manajemen diterapkan Prinsip Pareto 80/20, Matriks Eisenhower, serta metode RACI dan Work Breakdown Structure (WBS) untuk menjelaskan proses pengembangan inovasi secara sistematis.
Melalui pendekatan tersebut, perjalanan hidup penulis dianalisis secara ilmiah sebagai contoh bagaimana keterbatasan dapat diubah menjadi modal pembangunan karakter, inovasi, dan kontribusi sosial.
Acara dibuka Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang diwakili Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Komjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si. Sambutan Kapolri dibacakan oleh Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa karya Muhammad Ja'far Hasibuan membuktikan potensi anak bangsa tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh kejujuran, disiplin, ketekunan, serta kepedulian sosial.
Guru Besar FKM UI, Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc., menilai buku tersebut memiliki nilai akademik tinggi karena berhasil menghubungkan pengalaman hidup autentik dengan teori-teori mutakhir yang relevan dalam bidang kesehatan masyarakat, inovasi, dan kepemimpinan.
Ia bahkan menyebut karya tersebut telah menjadi bahan diskusi di kalangan profesor serta membuka peluang bagi Muhammad Ja'far Hasibuan untuk melanjutkan studi doktoral (S3) di Harvard University.
Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Rosleny Marliani, M.Si., CPP, menjelaskan bahwa kisah hidup Ja'far dapat dipahami melalui perspektif psikologi perkembangan, resiliensi, dan aktualisasi diri. Menurutnya, kemiskinan, kehilangan ayah, hingga pengalaman berjualan roti bukan sekadar kesulitan hidup, tetapi menjadi proses pembentukan karakter dan ketangguhan.
Guru Besar FKM USU, Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes., menyebut karya tersebut sebagai kebanggaan keluarga, almamater, sekaligus bangsa karena menunjukkan bahwa kerja keras, integritas, dan doa mampu melahirkan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan.
Apresiasi juga datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui perwakilan resminya, Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng., yang menetapkan Muhammad Ja'far Hasibuan sebagai Ikon Pemuda Terdaftar Resmi Kemenpora RI.
Selain itu, Perpustakaan Nasional RI menetapkan buku tersebut sebagai salah satu koleksi referensi nasional. Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi ilmiah, penyerahan buku, dan penandatanganan dokumen referensi.
Melalui pendekatan multidisiplin yang memadukan pengalaman empiris dengan teori ilmiah, buku "Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia" diharapkan menjadi rujukan bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan, sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk melahirkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Muhammad Ja’far Hasibuan adalah penerima Beasiswa Kapolri yang tak henti bersyukur. Ia mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Ayahanda Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang telah mempercayainya mengenyam pendidikan di Universitas Sumatera Utara. Kepercayaan besar yang diberikan negara ini tidak pernah ia sia-siakan. Segala ilmu yang dipelajari kini ia wujudkan dalam karya dan inovasi, guna dibagikan dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat banyak. (Megy)
#muhammadja'farhasibuan
Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Guru MDTA, TPQ, PQ, RTQ, pondok pesantren, guru swasta serta garin masjid dan musala di Bukittinggi, menerima insentif Triwulan II Tahun Anggaran 2026. Bantuan dari Pemerintah Kota Bukittinggi tersebut, secara simbolis diserahkan oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Kamis (30/07).
Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak dan berbudaya merupakan salah satu misi pembangunan Kota Bukittinggi. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis.
Ibnu mengatakan, Pemerintah Kota Bukittinggi terus memberikan perhatian kepada guru MDTA, TPQ, PQ, RTQ, pondok pesantren, guru swasta serta garin masjid dan musala melalui pemberian insentif dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi, Iddal, mengemukakan, Pada Tahun 2026, Pemko Bukittinggi mengalokasikan anggaran sebesar Rp57.312.000 untuk pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh guru dan garin penerima insentif melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Hal ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan bagi para guru dan garin.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Irwan, menyampaikan, guru keagamaan, ustaz dan ustazah memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang religius melalui pembelajaran Al-Qur'an. Ia menilai, para guru tidak hanya membekali anak-anak dengan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai agama sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.
Selanjutnya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Bukittinggi, Syukri Naldi, menjelaskan, Pemko Bukittinggi menganggarkan Rp7,782 miliar untuk insentif guru MDTA, TPQ, PQ, RTQ, pondok pesantren, guru swasta, serta garin masjid dan mushalla pada tahun 2026. Untuk Triwulan II, insentif disalurkan kepada 735 guru dan 154 garin dengan total pencairan Rp1.687.400.000. (Sandra)
Pasbar, Lintas Media News Com
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menegaskan komitmennya untuk mendukung Program Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai program strategis nasional bidang pendidikan.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) lahan antara Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Hotel Episode, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang-Banten, Kamis 30/7.
Penandatanganan dilakukan Bupati Pasaman Barat Yulianto bersama Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti. Pasaman Barat tercatat sebagai satu dari 16 kabupaten/kota di Indonesia yang telah menuntaskan seluruh persyaratan administrasi pembangunan SNT.
Penandatanganan NPHD ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi, yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk percepatan pembangunan dan revitalisasi sekolah agar fasilitas pendidikan modern dan berkualitas dapat segera dinikmati masyarakat.
Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 yang bertujuan menghadirkan pusat pendidikan unggulan di berbagai daerah Indonesia.
Sebagai bentuk kesiapan, Pemkab Pasaman Barat telah menyediakan lahan seluas 20 hektare di Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh. Lahan tersebut berstatus hak milik dan telah bersertifikat atas nama pemerintah daerah. Sebelumnya, lahan tersebut juga telah ditinjau langsung oleh Bupati Yulianto untuk memastikan kesiapan lokasi.
Lokasi yang diusulkan Pemkab Pasaman Barat sebelumnya telah melalui asesmen dan verifikasi lapangan oleh tim Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen dan dinyatakan layak masuk kategori lokasi prioritas pembangunan SNT tahun 2026.
Program SNT sendiri merupakan kawasan pendidikan terpadu yang akan dilengkapi fasilitas modern meliputi ruang belajar, asrama, sarana olahraga, laboratorium, perpustakaan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Pada tahun 2026, pemerintah pusat menargetkan pembangunan SNT di 37 kabupaten/kota dengan alokasi anggaran sekitar Rp 250 miliar, hingga Rp 300 miliar per daerah yang sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kemendikdasmen. Proses tender fisik ditargetkan dimulai pada Oktober 2026 setelah seluruh persyaratan administrasi dan teknis dinyatakan lengkap.
Dari 12 dokumen persyaratan yang ditetapkan kementerian, Pemkab Pasaman Barat telah memenuhi sebagian besar ketentuan. Saat ini dua dokumen masih dalam tahap penyelesaian, yakni sertifikat pemecahan lahan dan dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang .
Bupati Yulianto menegaskan komitmen daerah untuk menyelaraskan seluruh aspek teknis dan administratif agar pembangunan berjalan sesuai jadwal.
Ini peluang besar bagi Pasaman Barat. Kami siap menyelesaikan seluruh persyaratan yang masih diperlukan. Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas sekaligus melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing.
Ia menambahkan, pembangunan SNT tidak hanya menjadi investasi jangka panjang di bidang SDM, tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Kita ingin anak-anak Pasbar mendapat akses pendidikan unggul tanpa harus keluar daerah. SNT akan menjadi pusat pendidikan modern yang tetap berakar pada budaya lokal. Selain itu, pembangunannya akan membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan aktivitas sektor jasa dan perdagangan di kawasan Muara Kiawai.