Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota Padang walikota solok

Lubuk Alung, Lintas Media News com. Tinggal menghitung hari, pelaksanaan Pilwana serentak di Kabupaten Padang Pariaman ajan segera di gelar dalam waktu dekat ,sebanyak 103 nagari berada di Kabupaten Padang Pariaman akan mengikuti pesta Pilwana, ada beberapa pemerintahan nagari yang tidak ikut pesta pilwana kali ini, di karenakan belum habisnya masa jabatan di pemerintahan nagari tersebut, nanti 

akan menyusul sesuai dengan aturan peosedur dan waktunya. 


Pemerintahan Kecamatan Lubuk Alung, di Nagari Sungai Abang menggelar secara resmi penyampaiannya visi dan misi para 4 orang calon wali nagari yang telah menenuhi persyaratan, dibuka lansung oleh Camat Dion Pranata di gelar pada selasa (23/06/26) di kantor wali nagari Sungai Abang. 


Dalam kesempatan tersebut Camat Lubuk Alung Dion Pranata dalam wejangannya menyampaikan rasa syukurnya bahwa pada hari ini apa yang diinginkan para 4 calon wali nagari akan menyampaikan program-prom mereka, senada dengan itu camat juga berpesan, agar dalam pelaksanaan pilwana ini, berlomba lah dengan baik, ciptakan pemilu yang aman dan damai, setiap ada ajang kegiatan tentu ada kalah dan menangnya itu hal biasa dalam satu kompetisi ucapnya. 


Sembari mengingatkan para calon kandidat dalam penyampaian Visi & Misi, imbangi visi dan misinya jangan terlalu banyak, andai kan putik menjadi buah memimpin di pemerintahan nagari, nanti masyarakat akan menuntut janji itu dan jikala janji tidak terpenuhi, maka berdosa kita, dan teruntuk panitia pilwana yang telah menggagas hingga terlaksana kegiatan ini dengan sukses saya ucapankan terimakasih, untuk semua kandidat saya doakan selamat bertarung ajang pilwana pada harinya, ciptakan suasana aman dan kondisif, pintanya. 


Di kesempatan tersebut ada camat Lubuk Alung, perangkat nagari, Bamus, Babinsa, Pj Wali Nagari, para kandidat, segenap tamu dan undangan yang hadir di kantor wali nagari menduduki kursi yang disediakan oleh panitia, siap dengan snek atau makanan ringan menunggu dicicipi kala itu. 


Penyampaian visi dan misi antara 4 kandidat sesuai nomor urut 1. Hendra Kadri, nomor urut 2.

Eerik Rinal Dt Sirajo, nomor 3.Djoni Effendi S.Pd. dan nomor urut 4 Sibundo Kandung Harlena A.Md. Semua penyampaian visi dan misi mereka, sama-sama ingin memajukan Nagari Lubuk Alung baik di bidang pendidikan, agama, kesehatan dan pembangun untuk nagari dengan azas adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah. 


Mengelilingi Kabupaten Padang Pariaman tugas dan tanggung jawab yang harus di laksanakan, monitoring jelang ajang pilwana dilaksanakan, kita dari pemerintah daerah menyediakan kotak suara, kertas suara dan dana pilwana, semua di serahkan kepada panita pelaksana disetiap pemerintah nagari terang kadis DPMD


Selanjutnya jelaskan oleh Kadis DPMD(Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa) Kabupaten Padang Pariaman Hj. Nurhayati.S,SIT.,bahwa pelaksanaan penyampaian Visi dan Misi mulai digelar sejak tanggal 20-24 juni, dan ada pemerintah nagari yang melaksakannya pada malam hari sesuai kesepakatan panitia terangnya. 


Tepat di tanggal 25/06 2026 adalah masa tenang, artinya semua kegiatan menyangkut masalah promosi calon wali nagari harus di hentikan, kerena memasuki masa tenang jelang pilwana, yang akan berlangsung pada hari Sabtu tanggal ( 27/06 2026).


Kepada media ini, Kadis DPMD Hj. Nurhayati, membenarkan bahwa Nagari Sikabu Lubuk Alung ada belum bisa mengikuti proses penyampaian visi dan misi, disebabkan salah seorang paslon yang tidak hadir,untuk sementara dipending dulu, kami dari Dinas DMPD segera menelusuri ke lokasi jelas kadis melalui Hand phone seluler nya. (Len)

 

PADANG, Lintasmedia News– Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mendorong pemanfaatan Pabrik Indarung I sebagai pusat seni dan kebudayaan berskala nasional dan internasional. Salah satu gagasan yang ditawarkan ialah penyelenggaraan Indarung Biennale setiap dua tahun dengan melibatkan seniman dari Indonesia dan berbagai negara.


Gagasan itu disampaikan Fadli Zon saat menjadi pembicara utama dalam Simposium Pabrik Indarung I di Wisma Indarung PT Semen Padang, Minggu (21/6/2026). Simposium bertema “Masa Depan Cagar Budaya Pabrik Indarung I” tersebut dihadiri Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, jajaran komisaris, dan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir


Selain itu, juga hadir sejumlah pakar dari berbagai bidang sebagai narasumber simposium. Di antaranya, Jony Wongso (Dosen Arsitektur Universitas Bung Hatta), Alfa Noranda (Dosen Arkeologi Universitas Andalas), Hari Setyawan (Badan Pengelola Borobudur), M. Aidil Usman (Founder Indarung Heritage Sociesty), S Metron Masdison (Seniman) dan Donny Eros (Kurator Galanggang Arang).


Fadli Zon mengatakan, kawasan Pabrik Indarung I memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang atau kantong kebudayaan. Bangunan dan kawasan bekas pabrik semen ini dinilai dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seni, seperti pameran seni rupa, instalasi, pertunjukan tari, teater, sastra, dan beragam aktivitas kebudayaan lainnya. 


Namun, menurutnya, revitalisasi kawasan perlu dilakukan terlebih dahulu agar pemanfaatannya dapat berlangsung secara aman, layak, dan berkelanjutan. “Hal yang paling penting adalah ruang-ruang cagar budaya ini kita revitalisasi terlebih dahulu dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, kawasan tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih layak, lebih baik, dan menjadi lebih hidup,” katanya. 

Kementerian Kebudayaan, katanya melanjutkan, pada tahun ini juga sedang melaksanakan revitalisasi terhadap sejumlah cagar budaya di Indonesia. "Melalui program revitalisasi ini, mungkin kita bisa juga mendukung revitalisasi beberapa tempat di Pabrik Indarung I ini," sambung pria asal Payakumbuh yang menyandang gelar adat Datuak Bijo Dirajo Nan Kuniang itu.


Fadli Zon menilai Pabrik Indarung I memiliki nilai sejarah penting. Pabrik yang mulai beroperasi pada 1910 itu menjadi bagian dari sejarah perkembangan industri semen, serta pembangunan berbagai infrastruktur di Indonesia. Meskipun telah berstatus sebagai Cagar Budaya Nasional dan dimanfaatkan untuk sejumlah kegiatan, namun pemanfaatannya dinilai belum optimal.


“Saya sudah dua kali melihat langsung Pabrik Indarung I. Kawasan ini memang sudah dimanfaatkan, tetapi belum optimal. Karena itu, simposium ini penting untuk merumuskan pemanfaatannya, terutama bagi kepentingan kebudayaan,” ujarnya.


Dengan luas kawasan sekitar lima hektare, Fadli Zon menilai Pabrik Indarung I mampu menampung berbagai kegiatan seni dan budaya berskala besar. Salah satunya, penyelenggaraan pameran seni rupa dua tahunan dalam format Indarung Biennale. “Saya sudah berbicara dengan Kepala Galeri Nasional. Kita berharap dapat menyelenggarakan Indarung Biennale dengan mengundang perupa dari berbagai negara,” katanya.


Fadli Zon mencontohkan pemanfaatan bangunan bersejarah dalam penyelenggaraan Venice Biennale di Italia yang lokasinya di Arsenale, dan merupakan kompleks bekas galangan kapal dan gudang persenjataan yang kemudian dialihfungsikan menjadi ruang pameran. "Konsep serupa dapat diterapkan di Indarung Beinnale dengan menonjolkan karakter industri yang menjadi kekuatan dan pembeda dari kegiatan tersebut," bebernya.


Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengatakan, Pabrik Indarung I bukan sekadar bangunan tua, tetapi saksi lahirnya industri semen modern di Indonesia, sekaligus bagian penting dari perjalanan pembangunan bangsa. 


“Nilai yang terkandung di dalamnya tidak hanya berupa struktur fisik, tetapi juga memori kolektif, warisan teknologi, sejarah sosial, serta identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.


Menurut Pri Gustari, pelestarian Pabrik Indarung I sebagai warisan industri membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat. PT Semen Padang berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian dan pengembangan kawasan ini agar menjadi pusat pembelajaran sejarah industri, destinasi wisata edukasi, serta kebanggaan Sumatera Barat dan Indonesia. 


“Harapan kami, Pabrik Indarung I dapat menjadi contoh sukses bagaimana warisan industri dikelola secara modern tanpa kehilangan nilai sejarah, karakter, dan autentisitasnya. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga simposium ini menghasilkan gagasan dan rekomendasi terbaik bagi masa depan Pabrik Indarung I," pungkas Pri Gustari.(*)

 

Pasaman Barat – Ketua DPRD Pasaman Barat, Dirwansyah, memastikan rehabilitasi Gedung DPRD Pasaman Barat akan segera dilaksanakan setelah hampir lima tahun mengalami kerusakan akibat gempa bumi tahun 2022.


Hal itu disampaikan Dirwansyah usai melakukan survei bersama tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pasaman Barat, Senin (22/6/2026).


"Segera kita rehab. Sebelumnya, berdasarkan hasil rapat dengan bupati, dana alokasi rehabilitasi gedung yang awalnya Rp3 miliar dinaikkan menjadi Rp5 miliar," kata Dirwansyah.


Pada kesempatan tersebut, tim perencanaan Dinas PUPR Pasaman Barat melakukan peninjauan langsung ke sejumlah bagian gedung yang mengalami kerusakan. Kegiatan itu turut didampingi pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Pasaman Barat.

Dirwansyah mengatakan, penambahan anggaran dilakukan agar proses rehabilitasi dapat dilaksanakan secara lebih optimal dan mampu mengembalikan fungsi gedung sebagai pusat kegiatan legislatif daerah.


Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Pasaman Barat, Isranedi, menjelaskan bahwa proyek rehabilitasi saat ini masih berada pada tahap perencanaan dan penyusunan dokumen teknis.


"Setelah seluruh tahapan administrasi dan perencanaan selesai, pekerjaan fisik ditargetkan mulai dilaksanakan pada Agustus mendatang," ujarnya.


Dengan anggaran sebesar Rp5 miliar yang telah disiapkan pada APBD 2026, rehabilitasi Gedung DPRD Pasaman Barat diharapkan dapat mengembalikan fungsi bangunan secara maksimal setelah bertahun-tahun terdampak bencana gempa. (*)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. (***)

 

BUKITTINGGI, Lintasmedia News– Narasi yang selama ini berkembang di tengah masyarakat bahwa Jam Gadang dibangun menggunakan putih telur sebagai perekat utama kembali mendapat perhatian dalam Seminar Internasional bertajuk "Memperkuat Hubungan Diplomatik Indonesia–Belanda melalui Jembatan Persahabatan Bukittinggi–Amsterdam". Seminar internasional tersebut digelar untuk memperingati 100 Tahun Jam Gadang di Bung Hatta Convention Hall, Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026).


Seminar yang menghadirkan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon sebagai keynote speaker itu, juga menghadirkan diskusi panel dengan narasumber Rektor Universitas YARSI Fasli Jalal, Diplomat Kementerian Luar Negeri Albert Abdi, dan Ahli Utama Kementerian Pariwisata Nia Niscaya. Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Studi ASEAN Universitas Andalas Muhammad Yusra bertindak sebagai moderator.


Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bukittinggi memiliki posisi historis yang kuat dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, sejarah tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi pelajaran berharga sekaligus modal dalam membangun hubungan diplomasi dengan berbagai negara, termasuk Belanda.


Ia juga menawarkan sejumlah agenda kerja sama internasional, di antaranya pengembangan arsip digital sejarah Bukittinggi dan Indonesia–Belanda, jejaring penelitian internasional, pertukaran pelajar dan akademisi, pengembangan museum digital, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, wisata sejarah, serta forum tahunan kota bersejarah dunia di Bukittinggi.


Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen melalui video yang diputar dalam seminar tersebut, menyampaikan bahwa Bukittinggi memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, termasuk sebagai bagian dari perjalanan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Hubungan Belanda dan Indonesia, khususnya Minangkabau, terus terjalin melalui pendidikan, budaya, dan ekonomi. Sementara itu, Jam Gadang menjadi simbol persahabatan yang telah menyaksikan berbagai peristiwa penting selama satu abad.


Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Bukittinggi dalam memperingati 100 Tahun Jam Gadang. Ia menilai peringatan ini tidak hanya memperkuat kesadaran sejarah dan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta berbagai dampak positif lainnya bagi masyarakat.


"Jam Gadang merupakan simbol perjalanan sejarah Minangkabau dan kemerdekaan Indonesia. Bukittinggi memiliki posisi penting dalam sejarah bangsa sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Karena itu, identitas Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan perlu terus dikedepankan," ujarnya.


Direktur Keuangan PT Semen Padang Iskandar Z. Lubis yang menghadiri seminar tersebut menyampaikan pandangan menarik terkait sejarah pembangunan ikon Kota Bukittinggi itu.


Menurut Iskandar, kehebatan Jam Gadang sesungguhnya terletak pada kemampuannya bertahan hampir satu abad di kawasan yang sangat aktif secara seismik. Ketahanan tersebut, menurutnya, jauh lebih menarik untuk dikaji dibanding berbagai mitos yang selama ini berkembang, termasuk cerita penggunaan putih telur maupun penyebutan Jam Gadang sebagai kembaran Big Ben.


Sebagai salah satu wilayah yang berada di jalur patahan aktif dan kerap mengalami gempa bumi besar, Sumatera Barat menghadirkan tantangan tersendiri bagi bangunan-bangunan bersejarah. Namun hingga kini, Jam Gadang tetap menjadi ikon Kota Bukittinggi sekaligus bukti kualitas desain, material, dan konstruksi yang diterapkan pada masanya.


"Kehebatan Jam Gadang bukan pada mitos putih telur, bukan pula karena disebut kembaran Big Ben. Kehebatan sesungguhnya adalah kemampuannya bertahan 100 tahun di kawasan yang sangat aktif secara seismik. Itu merupakan bukti kualitas desain, material, dan konstruksi yang luar biasa," ujar Iskandar.


Menurutnya, ketahanan struktur tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Jam Gadang telah menerapkan pendekatan teknik konstruksi yang maju. Karena itu, sejarah bangunan tersebut perlu dipahami berdasarkan hasil kajian ilmiah dan penelitian, bukan semata-mata cerita yang berkembang secara turun-temurun.


Dalam sesi diskusi, Iskandar kemudian menyinggung salah satu narasi yang selama ini populer di masyarakat, yaitu penggunaan putih telur dalam pembangunan Jam Gadang.


Menurutnya, terdapat hasil penelitian yang justru menunjukkan fakta berbeda. Ia merujuk pada kajian The Construction and Structural Reliability of Jam Gadang yang dilakukan oleh Khadavi dan Yulcherlina dari Universitas Bung Hatta pada Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol. 1 No. 1 yang terbit pada Maret 2018.


Penelitian tersebut dilakukan setelah gempa besar Sumatera pada 2007 dan 2009. Meski sejumlah bangunan tua di sekitar Jam Gadang mengalami kerusakan berat, menara bersejarah itu tetap mampu mempertahankan integritas strukturnya. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya investigasi menyeluruh untuk mengetahui sistem konstruksi sebenarnya serta tingkat keandalan bangunan tersebut.


"Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Jam Gadang dibangun menggunakan teknologi beton bertulang (reinforced concrete) yang sudah sangat maju pada zamannya. Struktur bangunannya dilengkapi tulangan baja pada kolom, balok, hingga pelat lantai," ujar Iskandar.


Ia menjelaskan, hasil pengujian dalam penelitian tersebut memperlihatkan kuat tekan beton mencapai sedikitnya 25 megapascal (MPa), angka yang bahkan masih memenuhi standar bangunan struktural modern saat ini.


"Kalau dikonversikan, kekuatan 25 MPa itu luar biasa untuk ukuran tahun 1926. Artinya, teknologi konstruksi yang digunakan saat itu sudah sangat maju," katanya.


Iskandar menilai fakta tersebut memperlihatkan bahwa Sumatera Barat sejak awal telah memiliki sejarah panjang dalam penguasaan teknologi konstruksi modern.


Menurutnya, pembangunan Jam Gadang pada 1926 sangat mungkin memanfaatkan material semen karena PT Semen Padang telah lebih dahulu berdiri sejak 1910 melalui pembangunan pabrik semen pertama di Indarung, Kota Padang.


"Sebenarnya hal itu tidak aneh. Sumatera Barat dari dulu memang sudah hebat. Tahun 1910 di Indarung sudah berdiri pabrik semen, kemudian tahun 1926 Jam Gadang dibangun. Sangat logis apabila teknologi beton bertulang telah digunakan. Namun, tentu untuk memastikan keterkaitan penggunaan semen tersebut masih diperlukan kajian sejarah yang lebih mendalam," jelasnya.


Menurut Iskandar, temuan-temuan sejarah dan teknis tersebut semestinya tidak berhenti sebagai bahan diskusi akademik, tetapi juga dapat menjadi fondasi pengembangan wisata sejarah dan industri di Sumatera Barat.


Iskandar juga mengusulkan agar wisata warisan budaya (heritage tourism) Sumatera Barat dikembangkan secara terintegrasi dengan menghubungkan Jam Gadang, Warisan Dunia UNESCO Ombilin Sawahlunto, Indarung I yang telah menjadi Cagar Budaya Nasional dan arsipnya diakui UNESCO Memory of the World Asia-Pacific, serta Teluk Bayur atau Emmahaven sebagai gerbang perdagangan internasional.


"Dengan demikian, wisatawan dapat menikmati kisah utuh perjalanan Sumatera Barat: batubara dari Sawahlunto, semen dari Indarung, distribusi melalui Teluk Bayur, dan kemajuan zamannya yang tercermin dalam Jam Gadang. Jika Jam Gadang adalah ikon waktunya, maka Sawahlunto, Indarung, dan Teluk Bayur adalah saksi industrialisasi dan peradabannya," ujar Iskandar.


Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa, pertama, Jam Gadang sangat aman secara struktural karena tidak ditemukan kerusakan struktural yang signifikan setelah gempa besar Sumatera pada 2007 dan 2009.


Kedua, hasil investigasi mengonfirmasi bahwa struktur utama bangunan menggunakan sistem beton bertulang, sehingga membantah berbagai anggapan yang berkembang selama ini mengenai konstruksi Jam Gadang. Ketiga, pondasi bangunan masih sangat baik. Tidak ditemukan indikasi penurunan maupun kerusakan pondasi. Keempat, tidak diperlukan penguatan struktur. Pada tahap rehabilitasi saat ini, penambahan atau perkuatan struktur belum diperlukan. Kelima, fokus konservasi lebih diarahkan pada perlindungan elemen arsitektur, pengurangan beban bangunan, pembatasan jumlah pengunjung, serta monitoring berkala terhadap kondisi struktur.


Selain meluruskan sejarah konstruksi, Iskandar juga memberikan catatan terhadap narasi yang kerap mengaitkan Jam Gadang dengan menara jam terkenal Big Ben di London.


Menurutnya, berdasarkan berbagai referensi sejarah, mesin Jam Gadang diproduksi oleh Benhard Vortmann di Recklinghausen, Jerman, sedangkan Big Ben menggunakan mekanisme yang dibuat oleh Dent & Co. di London, Inggris.


"Jadi, sebenarnya kedua jam tersebut dibuat oleh perusahaan yang berbeda. Karena itu, penting bagi kita untuk menyampaikan sejarah berdasarkan fakta agar tidak menimbulkan kesalahpahaman," ujarnya.


Ia juga menjelaskan bahwa penulisan angka Romawi IIII pada sisi jam bukanlah sebuah kekeliruan ataupun keunikan yang hanya dimiliki Jam Gadang. Penulisan tersebut merupakan praktik yang lazim digunakan pada berbagai menara jam klasik di Eropa sebagai bagian dari tradisi estetika dan keseimbangan visual.


Menanggapi hal tersebut, Ahli Utama Kementerian Pariwisata Nia Niscaya mengatakan bahwa pertanyaan Direktur Keuangan PT Semen Padang akan menjadi masukan untuk menambah pengetahuan ke depannya.


"Ini akan menjadi masukan yang positif bagi kami," ujarnya.


Kisah penggunaan putih telur dalam pembangunan Jam Gadang telah menjadi cerita yang diwariskan secara turun-temurun dan bahkan sering disampaikan kepada wisatawan. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa cerita tersebut lebih tepat dipahami sebagai bagian dari folklor masyarakat, bukan sebagai fakta utama konstruksi bangunan.


Cerita sejarah lain justru menunjukkan besarnya kontribusi masyarakat lokal dalam pembangunan Jam Gadang. Vesco Datuak Rajo Mangkuto, keturunan A Datuak Rajo Dilangik yang dikenal sebagai pemasok bata merah pembangunan Jam Gadang, menceritakan bahwa bata diproduksi secara tradisional menggunakan tanah liat yang diolah dengan bantuan kerbau. Sebelum digunakan, setiap bata diuji kualitasnya dengan cara dijatuhkan dari pedati untuk memastikan hanya bata terbaik yang dipakai dalam pembangunan. 


Dari penelusuran sejarah lokal, A Datuak Rajo Dilangik pernah dianugerahi bintang emas tokoh daerah oleh Wali Kota Bukittinggi, sebagai pengakuan kontribusinya.


Memasuki usia satu abad pada 2026, Jam Gadang tetap berdiri kokoh sebagai ikon Kota Bukittinggi sekaligus saksi perkembangan teknologi konstruksi di Indonesia. Menara setinggi sekitar 28,3 meter itu telah bertahan menghadapi berbagai gempa besar yang melanda Sumatera Barat.


Bagi PT Semen Padang, fakta sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan industri semen nasional telah beriringan dengan lahirnya berbagai bangunan bersejarah di Indonesia.


Di sisi lain, diskusi yang berkembang dalam seminar internasional itu memperlihatkan pentingnya membangun narasi sejarah berbasis penelitian ilmiah sehingga warisan budaya tidak hanya dikenang melalui legenda, tetapi juga dipahami melalui fakta, ilmu pengetahuan, dan pencapaian teknologi pada zamannya.

JAKARTA,  Lintas Media News–, com Selalu cepat tanggap, Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H., terus melakukan berbagai langkah strategis guna memperkuat kapasitas fiskal daerah. Salah satunya dengan memperjuangkan peningkatan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat untuk mendukung percepatan pembangunan dan pemulihan pascabencana di Kabupaten Padang Pariaman.


Komitmen tersebut disampaikan langsung Bupati saat melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Askolani, di Jakarta, Senin (22/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara, S.STP., M.M., CGCAE., CFRA, serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Muhammad Fadhly.


Pada kesempatan itu, John Kenedy Azis memaparkan kondisi terkini Kabupaten Padang Pariaman yang masih membutuhkan dukungan fiskal yang kuat untuk mempercepat pemulihan berbagai sektor pascabencana, terutama pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas pelayanan publik.



Menurutnya, meskipun Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus berupaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dukungan dana transfer dari pemerintah pusat tetap menjadi instrumen penting dalam membiayai kebutuhan pembangunan daerah.


“Padang Pariaman saat ini sedang berjuang mempercepat proses pemulihan dan pembangunan pascabencana. Banyak infrastruktur dan fasilitas publik yang perlu diperbaiki serta ditingkatkan kualitasnya. Karena itu, kami berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat melalui peningkatan alokasi DAU,” ujar John Kenedy Azis.


Tidak hanya menyampaikan kondisi pascabencana, Bupati juga memaparkan sejumlah perkembangan data strategis daerah yang dinilai perlu menjadi perhatian dalam formulasi penghitungan DAU. Di antaranya perubahan jumlah penduduk, pertumbuhan peserta didik, serta berbagai indikator lain yang memengaruhi kebutuhan fiskal daerah.



menegaskan bahwa pembaruan data tersebut sangat penting agar formula pengalokasian dana transfer dapat mencerminkan kondisi riil dan kebutuhan pembangunan yang dihadapi daerah saat ini.


“Kami ingin memastikan bahwa data-data yang menjadi dasar perhitungan transfer ke daerah benar-benar menggambarkan kebutuhan aktual masyarakat. Dengan begitu, kebijakan fiskal yang diambil pemerintah pusat dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” tambahnya.


Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Askolani, menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam menyampaikan aspirasi dan kebutuhan daerah secara langsung.


menjelaskan bahwa peluang peningkatan dana transfer ke daerah terbuka sepanjang didukung oleh data yang valid, akurat, dan mutakhir sesuai komponen yang digunakan dalam formula penghitungan DAU.


“Peningkatan dana transfer ke daerah tentu dimungkinkan sepanjang didukung oleh pembaruan data yang menjadi bagian dari formula penghitungan DAU. Karena itu, validitas dan kelengkapan data menjadi hal yang sangat penting,” kata Askolani.


Usai audiensi dengan Dirjen Perimbangan Keuangan, pembahasan teknis dilanjutkan bersama Direktur Dana Transfer Umum, Sandy Firdaus. Pertemuan tersebut membahas secara lebih rinci mekanisme pembaruan data dan langkah-langkah yang perlu dilakukan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman agar kebutuhan fiskal daerah dapat terakomodasi dalam kebijakan transfer ke daerah pada tahun-tahun mendatang


Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap proses pembaruan data pendukung dapat segera ditindaklanjuti sehingga alokasi dana transfer yang diterima semakin sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.


Langkah tersebut diyakini akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik demi (***)

Padang Pariaman, Lintas Media News.com –Terlihat semangat juang dan optimisme, saat pelepasan Kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kabupaten Padang Pariaman, yang akan berlaga pada O2SN Tingkat Provinsi Sumatera Barat.


Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis, SH, MH, secara resmi melepas para atlet pelajar tersebut, di Pendopo Rumah Jabatan Bupati di Karan Aur, Sabtu (20/6/2026).


Sebanyak 30 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, dan ofisial akan membawa nama Kabupaten Padang Pariaman pada ajang olahraga pelajar paling bergengsi di Sumatera Barat yang berlangsung di Kota Padang pada 21 hingga 23 Juni 2026.


Dalam suasana penuh semangat, John Kenedy Azis memberikan motivasi kepada para atlet muda yang telah berhasil menjadi juara di tingkat kabupaten. Menurutnya, kesempatan tampil di tingkat provinsi merupakan langkah penting dalam perjalanan menuju prestasi yang lebih tinggi.


“Anak-anakku sekalian adalah atlet-atlet terbaik yang dimiliki Kabupaten Padang Pariaman saat ini. Kalian datang sebagai juara dan berangkat ke duta daerah. Bertandinglah dengan penuh semangat, disiplin, sportivitas, dan percaya diri. Tidak ada bahwa putra-putri Padang Pariaman mampu bersaing dan medan meraih prestasi terbaik,” tegasnya.


Bupati menekankan bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh mental bertanding yang kuat, kerja keras, serta keyakinan pada kemampuan diri sendiri. Ia mengajak seluruh atlet untuk menjadikan setiap pertandingan sebagai momentum mengukir prestasi sekaligus menambah pengalaman berharga.


“Kami semua mendoakan dan mendukung kalian. Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan tetap fokus selama bertanding. Tidak ada yang mustahil selama ada kemauan, kerja keras, dan doa. Saya yakin dari kontingen ini akan lahir atlet-atlet yang mampu menembus tingkat nasional,” ujarnya yang disambut tepuk tangan para peserta.



Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman, Hendri, menjelaskan bahwa kontingen yang diberangkatkan terdiri dari 10 atlet jenjang SD, 10 atlet jenjang SMP, serta 10 orang pelatih dan ofisial.


Para atlet akan bertanding pada lima cabang olahraga yang dipertandingkan dalam O2SN tingkat provinsi, yaitu atletik, pencak silat, renang, panjat tebing, dan bulu tangkis. Seluruh atlet merupakan hasil seleksi dari para juara O2SN tingkat Kabupaten Padang Pariaman yang telah dilaksanakan pada Mei lalu.


“Mereka telah melalui tahapan seleksi dan pelatihan. Kami berharap seluruh atlet mampu menampilkan performa terbaik dan membawa pulang prestasi yang mengecewakan bagi Kabupaten Padang Pariaman,” kata Hendri.



Keikutsertaan Padang Pariaman dalam O2SN tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelatihan olahraga usia dini yang berkelanjutan. Melalui ajang ini, pemerintah daerah berharap lahir generasi atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.


Pelepasan kontingen berlangsung hangat dan penuh haru. Para orang tua, kepala sekolah, serta guru pendamping turut memberikan dukungan dan doa terbaik kepada para atlet sebelum bertolak menuju arena pertandingan.


Dengan semangat juang yang tinggi dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kontingen O2SN Padang Pariaman diharapkan mampu tampil maksimal serta mengukir prestasi gemilang untuk membawa harum nama Kabupaten Padang Pariaman di kancah olahraga pelajar Sumatera Barat. (rls kmf/len)

PADANG, Lintasmedia News –

Dipimpin langsung Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Pemko Padang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Perubahan Perda Kota Padang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah perangkat daerah penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu digelar di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Senin (22/6/2026).


Rapat tersebut bertujuan menyelaraskan substansi regulasi daerah dengan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku, sekaligus memperkuat upaya optimalisasi PAD. (***)

PADANG, Lintasmedia News— Pemerintah Kota Padang terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan mutu pendidikan nonformal. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mendorong seluruh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara berkelanjutan.


Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka kegiatan Pendampingan Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Lembaga Kursus dan Pelatihan Tahap I di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Yaya Sutarya, Kepala Subdirektorat Bina Kursus dan Pelatihan Yohana Rumanda, Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova beserta jajaran, para fasilitator Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) dan SPMI, serta operator LKP dari Kota Padang dan Bukittinggi.


Mengusung tema “Baiknya Kursus, Baiknya Masa Depan”, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya nasional dalam membangun ekosistem pendidikan nonformal yang berkualitas, adaptif, dan relevan dengan perkembangan dunia industri.

Maigus Nasir mengatakan, keberadaan lembaga kursus dan pelatihan memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan masyarakat yang memiliki keterampilan kerja sesuai kebutuhan zaman.


Menurutnya, di tengah pesatnya perubahan teknologi dan dinamika pasar kerja, pendidikan nonformal harus mampu menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan peluang kerja yang semakin kompetitif.


“Penerapan SPMI merupakan langkah penting untuk memastikan layanan pendidikan dan pelatihan berjalan sesuai standar. Mutu lembaga kursus akan menentukan kualitas lulusannya, sehingga melahirkan generasi yang terampil, produktif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa maupun daerah,” ujar Maigus Nasir.

Ia menegaskan bahwa kualitas sebuah lembaga pendidikan tidak lagi hanya diukur dari jumlah peserta didik, tetapi juga dari kemampuan lembaga tersebut menghasilkan lulusan yang benar-benar siap bekerja dan mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.


Menurutnya, peningkatan kualitas LKP juga menjadi salah satu solusi nyata dalam menekan angka pengangguran, terutama bagi masyarakat usia produktif yang membutuhkan keterampilan praktis untuk memasuki dunia kerja.


“Lembaga kursus dan pelatihan merupakan salah satu solusi dalam menekan angka pengangguran. Potensi kerja di luar negeri sangat besar, sehingga peningkatan kualitas dan penjaminan mutu lembaga menjadi hal yang sangat penting,” tambahnya.


Maigus juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pendidikan nonformal melalui pendampingan SPMI.


Ia berharap seluruh LKP di Kota Padang mampu menjadikan sistem tersebut sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif.


Sementara itu, Direktur Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan transformasi besar terhadap sistem penjaminan mutu pendidikan nonformal di Indonesia.


Menurutnya, mulai tahun 2026, pelaksanaan SPMI dan evaluasi kinerja LKP sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dengan dukungan sistem digital yang terintegrasi.


“Mulai 2026, pelaksanaan SPMI dan evaluasi kinerja LKP menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dengan dukungan sistem digital yakni Sistem Penjaminan Mutu Terpadu Lembaga Kursus (Si Permata). Melalui sistem tersebut, setiap lembaga wajib melakukan evaluasi diri sebagai dasar peningkatan mutu dan evaluasi kinerja secara berkelanjutan,” jelasnya.


Ia menerangkan, SPMI tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengawasan, tetapi juga sebagai fondasi dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan di setiap lembaga kursus.


Melalui mekanisme evaluasi yang dilakukan secara berkala, lembaga dapat mengidentifikasi kelemahan, menyusun strategi perbaikan, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat.


Lebih lanjut, Yaya menegaskan bahwa hasil evaluasi kinerja nantinya akan menjadi persyaratan utama bagi lembaga kursus yang ingin memperoleh akreditasi.


“Seluruh LKP didorong aktif menerapkan SPMI dan mengikuti proses evaluasi secara konsisten. Hasil evaluasi kinerja nantinya menjadi syarat utama bagi lembaga kursus yang ingin mengikuti akreditasi melalui Komite Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal yang mulai dibentuk tahun ini,” ujarnya.


Di sisi lain, Kepala Subdirektorat Bina Kursus dan Pelatihan, Yohana Rumanda, menjelaskan bahwa pendampingan SPMI dirancang untuk memperkuat budaya mutu di lingkungan LKP melalui sejumlah tahapan yang sistematis.


Tahapan tersebut meliputi pemetaan mutu, penyusunan rencana peningkatan mutu, pelaksanaan program, hingga evaluasi berkelanjutan yang dilakukan secara terukur.


“Melalui SPMI, setiap lembaga diharapkan mampu membangun sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan sehingga kualitas layanan pendidikan dan pelatihan semakin meningkat serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan dunia kerja,” katanya.


Menurut Yohana, keberhasilan SPMI sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak, mulai dari pengelola lembaga, tenaga pendidik, operator, hingga pemerintah daerah sebagai pembina.


Melalui kegiatan pendampingan ini, Pemerintah Kota Padang menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem pendidikan nonformal yang berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan industri masa depan.


Langkah tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi muda yang memiliki keterampilan unggul, mampu beradaptasi dengan perkembangan global, dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan penguatan sistem penjaminan mutu yang konsisten, Lembaga Kursus dan Pelatihan diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar keterampilan, tetapi juga menjadi pusat lahirnya tenaga kerja profesional yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (***)

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, memberikan dukungan penuh terhadap Kota Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan. Dukungan itu dibacakan Kepala Dinas Kebudayaan DIY, dalam seminar nasional, Bukittinggi Kota Perjuangan, di Balairung rumah dinas wako, Kamis, (18/06)


Dalam tulisan itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan, satu abad Jam Gadang, satu abad ingatan. 100 tahun yang lalu sebuah menara jam dibangun di jantung kota ini. Ia bukan sekedar penanda waktu. Ia adalah saksi bisu yang tak pernah benar-benar bisu. Karena setiap detak jarumnya menyimpan memoria kolektiva, tentang bagaimana sebuah bangsa pernah hampir padam, lalu kembali menyala.


"Hari ini di hadapan saudara-saudara sekalian saya tidak ingin berbicara tentang Jam Gadang sebagai monumen wisata. Saya ingin mengajak kita semua kembali ke momen ketika jam itu berdetak di tengah kota yang terkepung dan pemerintahan sebuah Republik masih terus berdenyut, justru dari sini, dari Bukittinggi," ungkapnya.


Tema Seminar ini, ketika Republik tak boleh padam, adalah deskripsi faktual atas apa yang terjadi pada tanggal 19 Desember 1948. Ketika Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda, nyala Republik tidak padam, ia dipindahkan di sini di Bukittinggi inilah yang menjaga tetap menyala.


"Dalam karyanya Imagine community, bangsa adalah komunitas yang dibayangkan bersama. Namun justru dalam krisis itulah, imajinasi kebangsaan itu diuji dan dikristalkan menjadi tindakan nyata. PDRI adalah bukti terkuat bahwa imajinasi kebangsaan Indonesia adalah kenyataan yang diperjuangkan dengan darah dan keberanian," papar Sri Sultan Hamengku Buwono X.


Ketika Yogyakarta jatuh, Bukittinggi berdiri. Pukul 05.30 WIB pagi, 19 Desember 1948, Belanda menyerang Yogyakarta secara mendadak, diawali dengan pendudukan di bandara Maguwo. Pengumuman pembatalan sepihak atas Perjanjian Renville baru disampaikan pukul 23.30 WIB, sehari sebelumnya, hanya beberapa jam sebelum agresi dilancarkan. (*)



Aceh Timur,Lintas Media News
Puluhan nenek mendapat bantuan paket sembako dari Manager PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk utara Agoung Gedhe Pratama, salah satu nenek yang bernama jamirah Di usianya yang renta, Nenek
Jamirah hidup seorang diri, di rumah kayu sederhana dalam kondisi yang memperihatinkan,
tinggal di wilayah kebun julok rayeuk utara,Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur. 

  Sebelumnya manager PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk Utara, melakukan survei ke rumah  jompo tersebut.

Berdasarkan
informasi dari karyawan kesehatannya juga menurun. Perlu perhatian untuk
segera dapat menerima bantuan dari orang lain.

 Mendengar informasi itu, Agoung Gedhe Pratama, selaku manager kebun julok rayeuk utara PTPN  IV  Regional  VI , dan timnya
menyalurkan paket sembako untuk orangtua jompo yang bernama nenek jamirah 
 (20/6/2026).

Bantuan
diserahkan  langsung oleh Manajer PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk Utara, kepada beberapa orang jompo tersebut.
Salah satu Nenek 
gembira bukan main. Dia mengucapkan terimakasih kepada manager PTPN IV Regional VI kebun julok rayeuk utara yaitu Agoung Gedhe Pratama yang telah
membantu memberikan paket sembako.

 Agoung Gedhe Pratama menjelaskan,kebun julok rayeuk utara PTPN IV Regional VI pada dasarnya
memang memiliki Program Peduli Jompo. Menurutnya, sampai saat ini lebih dari
Puluhan orang tua jompo mendapat bantuan dari PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk Utara.

Agoung Gedhe Pratama 
menyalurkan paket sembako dengan kategori yang telah ditentukan. “Adapun
kategori itu, Sangat Parah, Parah, dan Sedang,” ungkapnya. Agoung Gedhe Pratama mengajak
kepada donatur  lainnya untuk bersama-sama membantu orangtua lanjut
usia. Bantuan bisa dalam bentuk zakat, infak dan sedekah pungkasnya. (I)

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Kata "Kota Perjuangan" pasti benar untuk Bukittinggi dalam konteks waktu. Namun, harus ada kelanjutannya, agar Bukittinggi memiliki kekhasan yang tidak dimiliki daerah lain, saat masa mempertahankan kemerdekaan.


Hal itu disampaikan sejarawan senior, Prof. Anhar Gonggong, dalam seminar nasional "Bukittinggi Kota Perjuangan", di Balairung rumah dinas wali kota, Kamis (18/06. Dalam paparannya, Prof. Anhar, mengingatkan kepada Pemko Bukittinggi dan seluruh sejarawan, agar dapat menambah kelanjutan dari kata "Kota Perjuangan" yang memberikan kekhasan terhadap Bukittinggi.


"Harus diingat kata perjuangan dalam rangka mempertahankan kemerdekaan itu berada di semua kota. Nah persoalannya, apa khas nya Bukittinggi dibanding dengan kota-kota yang lain, sehingga dia mempunyai hak yang berbeda dengan harga dari kota-kota yang lain itu? Kalau saya ditanya, maka saya akan mengatakan, Kota Bukittinggi kota perjuangan dalam kenyataan kedaruratan Republik. Itu yang membedakannya dari daerah lain," ungkapnya.


Saat Belanda ingin melakukan agresi kedua, Amerika melalaui tiga petinggi negaranya, telah mengingatkan, bahwa posisi Indonesia itu sangat penting untuk waktu puluhan tahun yang akan datang. Namun, Belanda tidak mengindahkan hal itu dan tetap melakukan agresi kedua.


Ia meminta Pemko Bukittinggi mendiskusikan hal yang menunjukkan kekhasan kata perjuangan yang dikaitkan dengan Bukittinggi, untuk diminta kepada pemerintah. Karena Papua sudah diberikan istimewa apalagi Yogyakarta sebagai ibukota kedua.


"Sekali lagi saya katakan Bukittinggi adalah ibukota atau kota yang punya kekhasan. Dan saya mendukung anda (walikota -red) dalam memperjuangan kota istimewa. Saya tentu tidak mungkin menyalahi kenyataan sejarah, bahwa Bukittinggi, memiliki sikap, memiliki kenyataan yang berbeda dengan daerah-daerah lain, dengan kota-kota lain, dibanding dengan kota-kota di dalam periode kemerdekaan itu. Khasnya ada dan tidak akan pernah ada yang menyamainya," tutupnya tegas. (*)

Padang Pariaman, Lintas MediaNews com– Kunjungan dan Tamu Istimewa Bupati Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Ahmad Yuzar, S.Sos., MT, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kampar, melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke Kabupaten Padang Pariaman dalam rangka studi tiru terkait pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak.


Rombongan diterima langsung oleh Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis, SH, MH, didampingi para asisten, staf ahli, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Padang Pariaman di Rumah Dinas (Pendopo) Bupati Padang Pariaman, Jumat (19/6/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yuzar menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan Pilwana Serentak yang saat ini tengah dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.


Menurutnya, Kabupaten Kampar dalam waktu dekat juga akan melaksanakan pemilihan kepala desa secara serentak. Oleh karena itu, pengalaman dan kesiapan Kabupaten Padang Pariaman, dinilai sangat penting sebagai acuan dalam menyusun tahapan pelaksanaan, regulasi, hingga penganggaran kegiatan tersebut.



Kami ingin mengetahui, secara langsung bagaimana pelaksanaan Pilwana Serentak di Kabupaten Padang Pariaman, mulai dari tahapan awal persiapan, pembentukan panitia, proses pencalonan, tahapan kampanye, hingga pelaksanaan pemungutan suara. Selain itu, kami juga ingin mempelajari pola penganggaran yang diterapkan sehingga pelaksanaan Pilwana dapat berjalan dengan baik, efektif, dan lancar,” ujar Ahmad Yuzar.


Ia menilai, Kabupaten Padang Pariaman merupakan salah satu daerah yang memiliki pengalaman dan kesiapan yang baik dalam penyelenggaraan Pilwana Serentak, sehingga layak dijadikan referensi bagi daerah lain yang akan melaksanakan pemilihan kepala desa maupun wali nagari secara serentak.


Prinsipnya, seluruh tahapan Pilwana harus dipersiapkan dengan baik, mulai dari regulasi, penganggaran, pembentukan panitia, sosialisasi kepada masyarakat, hingga pengamanan saat pemungutan suara. Semua proses harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata JKA.


Pada pertemuan tersebut, jajaran DPMD Kabupaten Padang Pariaman, turut memaparkan secara rinci tahapan pelaksanaan Pilwana Serentak, mulai dari penyusunan regulasi, pembentukan panitia pemilu di tingkat nagari dan kabupaten, mekanisme pencalonan, penetapan daftar pemilih, pelaksanaan kampanye, hingga persiapan pemungutan suara dan penghitungan suara.


Selain membahas aspek teknis penyelenggaraan, kedua pemerintah daerah juga berdiskusi mengenai skema pendanaan Pilwana, meliputi sumber pembiayaan, pengalokasian anggaran pada setiap tahapan, serta strategi efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan pesta demokrasi di tingkat pemerintahan nagari dan desa.


Pertemuan tersebut, berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan semangat kolaborasi. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antardaerah sekaligus menjadi sarana berbagi pengalaman dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa dan nagari yang semakin baik, demokratis, partisipatif, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat. (Rls kmf/len)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.