Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang karate Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan lpm Al itqan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak mandailing natal Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar polres Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

POLRES SOLOK SELATAN, LINTASMEDIA NEWS| Dini hari yang seharusnya menjadi waktu beristirahat berubah menjadi tragedi bagi empat warga Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Di kawasan Sungai Paik Hulu, Pamong Gadang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Selasa (6/10/2026), tanah dan bebatuan dari tebing yang terjal tiba-tiba runtuh, menimbun empat pendulang emas tradisional yang tengah mencari nafkah. Upaya pertolongan tidak mampu menyelamatkan nyawa mereka. Empat orang meninggal dunia, meninggalkan duka bagi keluarga sekaligus peringatan serius tentang keselamatan di lokasi penggalian emas.


Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan yang disampaikannya, longsor terjadi sekitar pukul 01.00 WIB ketika para korban sedang mengambil material di kawasan tebing. Tanpa banyak waktu untuk menyelamatkan diri, keempat pekerja tertimbun material tanah bercampur batu yang runtuh dari bagian tebing.

Pekerja lain yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun, tebalnya timbunan material dan kondisi medan menyulitkan proses penyelamatan. Lokasi penambangan yang berada jauh di dalam kawasan hutan juga menjadi tantangan tersendiri. Para korban akhirnya berhasil dievakuasi oleh sesama pendulang sekitar pukul 05.00 WIB, kemudian dibawa ke rumah duka masing-masing.


Empat korban yang meninggal dunia merupakan warga setempat. Mereka adalah Defriadi (40), warga Jorong Kampuang Dalam, Nagari Lubuk Gadang Utara; Rafli (35), warga Jorong Sariak Taba, Nagari Lubuk Gadang; serta Dani (25) dan Zul Fatrianto (35), warga Jorong Sungai Aro, Nagari Lubuk Gadang Timur. Seluruhnya berasal dari Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Di balik nama-nama tersebut, ada keluarga yang kehilangan anggota keluarga dan masyarakat yang harus menerima kenyataan pahit akibat musibah tersebut.


Bagi warga yang menggantungkan penghasilan pada pencarian emas, kawasan penggalian menjadi tempat mencari nafkah. Namun, ketika aktivitas berlangsung di tebing curam tanpa pengamanan memadai, risiko keselamatan dapat berubah menjadi ancaman mematikan. Dalam kejadian ini, material yang menimbun para korban disebut berasal dari hasil galian pendulang selama mencari emas secara tradisional. Penggalian pada bagian bawah perbukitan berpotensi mengganggu kestabilan tanah, meskipun penyebab teknis longsor tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.


Tragedi di Sungai Paik Hulu pun menempatkan persoalan keselamatan pendulang dan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) dalam sorotan. Persoalannya bukan semata-mata bagaimana emas diperoleh, melainkan juga bagaimana risiko terhadap manusia dan lingkungan dapat dicegah. Lokasi terpencil, akses pertolongan yang sulit, serta kondisi tanah dan tebing yang berpotensi tidak stabil merupakan faktor yang perlu mendapat perhatian serius sebelum korban berikutnya berjatuhan.


Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi menegaskan bahwa jajarannya selama ini melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI di wilayah hukumnya. Ia mengakui bahwa lokasi penambangan yang tersembunyi dan sulit dijangkau menjadi tantangan dalam penegakan hukum. Meski demikian, kepolisian menyatakan tetap menjalankan tindakan terhadap aktivitas yang diduga melanggar hukum, termasuk pembakaran pondok tambang liar dan penyitaan peralatan kerja.


Hingga Oktober 2026, kepolisian setempat menyebut telah melakukan razia di belasan lokasi yang diduga menjadi tempat praktik penambangan emas ilegal. Kapolres menegaskan komitmen untuk melanjutkan penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin. Langkah ini penting, tetapi pencegahan juga membutuhkan perhatian berkelanjutan, terutama terhadap lokasi berbahaya yang berpotensi mengancam jiwa. Penanganan yang efektif perlu didukung informasi lapangan, pengawasan, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait.


Di sinilah semangat “POLRI BERSAMA MASYARAKAT” harus hadir dalam tindakan nyata. Masyarakat dapat membantu mencegah tragedi serupa dengan melaporkan aktivitas penggalian yang mencurigakan atau kondisi tebing yang membahayakan kepada aparat dan pemerintah setempat. Informasi warga perlu ditindaklanjuti secara profesional, sementara upaya penertiban harus mengutamakan keselamatan, kepastian hukum, dan perlindungan masyarakat. Kerja sama tersebut bukan untuk menyudutkan warga yang mencari nafkah, melainkan untuk mencegah aktivitas berbahaya dan mengurangi risiko kehilangan nyawa.


Tragedi yang menewaskan Defriadi, Rafli, Dani, dan Zul Fatrianto menjadi pengingat bahwa keselamatan manusia tidak boleh ditempatkan di bawah kepentingan memperoleh hasil tambang. Penegakan hukum terhadap PETI, edukasi mengenai bahaya penggalian, pengawasan lokasi rawan, dan kepedulian masyarakat perlu berjalan beriringan. Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi bersama jajarannya menghadapi tantangan penertiban di medan yang sulit, sementara dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. POLRI BERSAMA MASYARAKAT harus diwujudkan melalui kerja sama yang melindungi kehidupan, menjaga lingkungan, dan mencegah keluarga lain mengalami duka serupa.


TIM RMO

 

PADANG, Lintasmedia News- Laga seru Tim mini soccer Partai Keadilan Sejahtera atau PKS kontra Tim PWI Sumbar dengan skor akhir 10-10. Tim PKS yang diperkuat masing-masing dua ketua DPW Sumbar Ulyadi dan Ketua Kota Padang Mulyadi Muslim menahan gempuran tim lawan pada Jumat (9/10/2026) mulai pukul 09.00 - 11.00 WIB di Masita Arena-Mini Soccer, Jalan Flamboyan Baru, Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumbar. 


Laga sengit kali ini turut disaksikan Ketua PWI Sumbar, Widya Navies beserta jajaran pengurus antara lain, Sekretarisnya Firdaus Abie serta Sekretaris Dewan Kehormatan Provinsi/DKP, Emil Mahmudsyah. Turut bermain Wakil Ketua Pembinaan Daerah PWI Sumbar, Rommi Delfiano serta jajaran pengurus Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Sumbar masing-masing Eriandi dan Science Asra serta anggota lainnya. 


Sepanjang pertandingan waktu normal dua babak, kedua tim saling jual beli serangan. Manajer Tim PWI Firdaus Abie mengatakan skuad yang diturunkan kali ini terbilang tim yang biasa menjalani berbagai serta kompetitif. 


"Sedangkan, anggota PWI Sumbar yang ikut bermain, sebagian merupakan daftar pemain yang dipersiapkan ke Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung nantinya, " papar Firdaus yang akrab disapa Abie seusai laga, Jumat. 


Pihaknya selama ini punya skuad yang kerap diundang ke berbagai ajang pertandingan, termasuk laga persahabatan. 


*Sundulan Ketua DPW PKS Sumbar*


Begitupula, Tim PKS yang dihadapi PWI Sumbar lumayan tangguh serta sulit ditundukkan dan pantang menyerah.


Kapten Tim PKS Mulyadi Muslim yang bermain separuh laga sempat membuat Tim lawan kewalahan. Sepanjang jalannya pertandingan silih berganti gol tercipta. 


"Sebetulnya, Tim kami juga rutin melakukan latihan serta pertandingan termasuk laga persahabatan seperti sekarang," kata Buya Mulyadi Muslim. 


Bahkam, imbuhnya satu dari 10 gol Tim PKS tercipta berkat sundulan Ketua DPW Ulyadi, melengkapi total gol penyeimbang Tim PWI Sumbar. 


Kepada awak media, Ulyadi mengaku puas atas laga persahabatan melawan tim PWI Sumbar. Kali ini kami mendapat perlawanan lumayan tangguh, " kilah Ulyadi. 


Seusai laga, masing-masing pihak saling menyampaikan ungkapan terima kasih. Terakhir ditutup dengan sesi foto bersama. (*rel*) 

Manager Tim PWI Sumbar: Firdaus Abie

Kiper: Redojay

Gelandang Bertahan; Boing

Gelandang Serang; ilham

Bek: Jamal

Bek : Adetio

Sayap kiri: Fardi

Sayap kanan: Jup

Striker: Rommi

Cadang: Eriandi Lelek, Emil Mahmudsyah.(*)

 

LINTASMEDIANEWS.COM, PADANG — Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menandatangani kesepakatan bersama untuk memperkuat tata kelola perencanaan, penganggaran, serta pengadaan barang dan jasa sebagai upaya mencegah tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.


Penandatanganan berlangsung di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Kamis (8/10/2026), dalam Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi yang diikuti kepala daerah dan Ketua DPRD kabupaten/kota se-Sumatera Barat.


Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah serta disaksikan Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol. (Purn.) Akhmad Wiyagus, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto, perwakilan BPKP Setya Nugraha, dan perwakilan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).


Rapat koordinasi yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri bersama KPK itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan korupsi melalui perbaikan sistem perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, serta pengawasan internal pemerintah daerah.


Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat langkah pencegahan korupsi sekaligus mengantisipasi potensi pelanggaran dalam penyelenggaraan pemerintahan.


Menurut dia, upaya pencegahan perlu dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.


Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menekankan pentingnya memperkuat peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini.


Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus juga menilai APIP memiliki peran strategis dalam sistem pengawasan internal untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran sebelum berkembang menjadi persoalan hukum.


Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengatakan, pencegahan korupsi harus menjadi bagian dari setiap tahapan penyelenggaraan pemerintahan, mulai dari perencanaan program hingga penganggaran dan pengadaan barang dan jasa.


“Bagi kami, tata kelola pemerintahan yang baik harus dibangun melalui proses yang terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, dan berlandaskan integritas. Karena itu, komitmen ini harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, bukan berhenti pada penandatanganan semata,” ujar Annisa.


Ia menambahkan, perbaikan tata kelola pemerintahan diperlukan untuk memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai ketentuan dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.


“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pemerintahan yang bersih, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memastikan pembangunan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.


Dalam kegiatan tersebut, Bupati Annisa didampingi Ketua DPRD Dharmasraya yang diwakili Fadli Aulia, Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya Medison, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.(el)

 

LINTASMEDIANEWS.COM, PADANG — Kehadiran Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani di Kolam Renang Teratai, Kompleks GOR H. Agus Salim, Padang, Kamis (8/10/2026), menarik perhatian peserta dan penonton yang menyaksikan pertandingan cabang olahraga akuatik pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.


Bupati Annisa menjadi perhatian di arena pertandingan. Selain didaulat panitia untuk mengalungkan medali kepada atlet, ia juga diajak berswafoto oleh peserta dan penonton, tidak hanya dari Dharmasraya, tetapi juga dari daerah lain.


Di tengah suasana pertandingan, atlet akuatik Dharmasraya kembali menambah perolehan medali. Pada hari terakhir pertandingan renang tersebut, Dharmasraya meraih dua medali, masing-masing satu emas dan satu perunggu.


Medali emas diraih Dwi Intan Febrianti pada nomor 50 meter gaya punggung. Sementara itu, medali perunggu diperoleh melalui nomor estafet gaya ganti 4 x 100 meter putri yang diperkuat Dwi Intan Febrianti, Parmayo Suri Disirina, Azizah Guspita, dan Aurel Donita. Belvana Luthfia Fithri dan Farida Nurjihan Winarno tercatat sebagai atlet cadangan.


Dengan tambahan tersebut, cabang olahraga akuatik Dharmasraya telah mengumpulkan 13 medali selama Porprov XVI Sumbar 2026. Rinciannya terdiri atas tiga emas, lima perak, dan lima perunggu.


Dwi Intan Febrianti menjadi salah satu penyumbang medali dengan koleksi dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Sementara itu, Aurel Donita menyumbangkan satu emas, tiga perak, dan satu perunggu. Oktar Fernando Iqbal turut menyumbang satu medali perunggu.


Pada nomor estafet putri, atlet Dharmasraya juga menyumbangkan satu medali perak dan dua perunggu selama rangkaian pertandingan.


Pada hari terakhir pertandingan cabang Akuatik ini Sekretaris Daerah Medison, turut hadir memberi dukungan bersama Kepala Dinas Budparpora H. Reno Lazuardi dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Martin Efendi. 


Perolehan 13 medali tersebut menjadi kontribusi cabang akuatik bagi kontingen Dharmasraya dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Sumatera Barat itu. Berakhirnya pertandingan renang pada Kamis menandai tuntasnya perjuangan atlet akuatik Dharmasraya di arena Porprov XVI Sumbar 2026.(el)


Padang, Lintasmedia News- Aparat gabungan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) menggerebek kawasan Pasar Gaung, Kota Padang, Jumat (9/10/2026) sore. Kawasan yang selama ini menjadi sorotan akibat laporan masyarakat mengenai maraknya dugaan peredaran narkotika itu disisir secara menyeluruh. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkoba serta mengamankan enam pria.

Penggerebekan tersebut menjadi langkah tegas aparat dalam merespons keresahan masyarakat terhadap dugaan aktivitas narkotika di kawasan Pasar Gaung. Operasi itu sekaligus mengirimkan pesan bahwa laporan warga mengenai peredaran barang terlarang tidak boleh berhenti sebatas keluhan, tetapi harus ditindaklanjuti melalui penegakan hukum.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wedy Mahadi, mengatakan penggerebekan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberantasan peredaran narkotika di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang.

"Penggerebekan ini dilakukan untuk memberantas peredaran narkoba di Sumbar, khususnya Kota Padang," kata Wedy di Padang.

Menurutnya, kawasan Pasar Gaung menjadi sasaran operasi setelah polisi menerima banyak informasi dan laporan masyarakat mengenai dugaan maraknya aktivitas peredaran narkotika di lokasi tersebut.

Laporan itu kemudian menjadi dasar bagi aparat untuk melakukan penindakan langsung. Polisi tidak hanya menyasar satu titik, tetapi juga menyisir sejumlah lokasi yang dinilai perlu diperiksa guna menelusuri dugaan aktivitas narkotika di kawasan tersebut.


Menyisir Gang Sempit hingga Bangunan Kosong


Penggerebekan melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi. Unsur yang diterjunkan antara lain Direktorat Reserse Narkoba, Reserse Kriminal, Brimob, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar, Polresta Padang, Polisi Militer TNI Angkatan Laut, Satpol PP, serta unsur terkait lainnya.


Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa operasi di Pasar Gaung tidak dilakukan secara parsial. Aparat bergerak bersama untuk menyisir kawasan yang berdasarkan laporan masyarakat diduga menjadi lokasi aktivitas peredaran narkotika.

Tim gabungan memasuki gang-gang sempit dan memeriksa sejumlah bangunan kosong yang tersembunyi di antara permukiman dan aktivitas perdagangan warga. Lokasi-lokasi yang sulit terlihat dari jalan utama turut menjadi bagian dari penyisiran.

Kedatangan petugas dalam jumlah besar sontak menarik perhatian masyarakat. Warga dan sejumlah pedagang yang masih membuka toko maupun warung menyaksikan langsung jalannya operasi tersebut.

Penggerebekan berlangsung lebih dari tiga jam. Selama operasi, petugas memeriksa sejumlah titik untuk mencari barang bukti sekaligus menindaklanjuti informasi mengenai dugaan aktivitas narkotika.


Alat Hisap, Plastik Klip, dan Timbangan Digital Ditemukan



Dugaan adanya aktivitas narkotika di kawasan tersebut semakin menjadi perhatian setelah petugas menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan narkoba.

Di beberapa titik, aparat menemukan alat hisap sabu-sabu, sedotan, serta plastik bening atau plastik klip yang lazim digunakan untuk membungkus zat tertentu. Petugas juga menemukan timbangan digital dan sejumlah benda lainnya.

Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penelusuran aparat. Namun, fungsi setiap benda, keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana narkotika, serta hasil pemeriksaan barang bukti tetap harus dipastikan melalui penyelidikan dan pengujian lebih lanjut.

Hingga informasi awal penggerebekan disampaikan, belum terdapat keterangan terperinci mengenai jumlah maupun berat narkotika yang disita, apabila ada. Rincian barang bukti, hasil pemeriksaan laboratorium, dan dugaan peran masing-masing orang yang diamankan masih menunggu penjelasan resmi dari Polda Sumbar.

Karena itu, temuan alat dan perlengkapan yang diduga berkaitan dengan narkotika belum dengan sendirinya membuktikan siapa yang memiliki, menggunakan, atau mengedarkannya. Penetapan status hukum setiap orang harus didasarkan pada hasil penyidikan dan alat bukti yang sah.


Enam Pria Diamankan, Perannya Masih Didalami



Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan enam pria. Akan tetapi, identitas, status hukum, serta dugaan keterlibatan masing-masing belum dijelaskan secara terperinci.

Belum diketahui pula apakah keenam pria tersebut diduga sebagai pengguna, pengedar, perantara, atau memiliki peran lain. Seluruh kemungkinan itu masih memerlukan pembuktian berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik.

Publik kini menanti penjelasan lanjutan dari kepolisian mengenai hasil pemeriksaan terhadap keenam pria tersebut, termasuk apakah penyidik menemukan keterkaitan antara mereka dengan barang-barang yang diamankan di lokasi.


Informasi mengenai asal-usul narkotika, kemungkinan jaringan pemasok, pola distribusi, serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat juga menjadi bagian penting yang perlu diungkap apabila ditemukan bukti pendukung.

Pengungkapan tersebut diperlukan agar penindakan tidak berhenti pada orang-orang yang ditemukan di lokasi, tetapi juga mampu menelusuri mata rantai peredaran narkotika apabila jaringan yang lebih luas terbukti ada.


KRYD dan Upaya Memutus Mata Rantai Narkotika


Wedy menjelaskan penggerebekan itu merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), yang dilaksanakan berdasarkan instruksi Kapolri.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memutus mata rantai peredaran narkotika sehingga upaya membersihkan Sumatera Barat dari ancaman narkoba dapat diwujudkan.

Langkah ini menempatkan informasi masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam mendeteksi dan menindak dugaan kejahatan narkotika. Namun, keberhasilan pemberantasan tidak cukup hanya diukur dari banyaknya operasi atau jumlah orang yang diamankan.


Hasil penyidikan, kepastian status hukum, pengungkapan sumber pasokan, serta pencegahan agar peredaran tidak kembali berlangsung juga menjadi tolok ukur penting dalam upaya pemberantasan narkotika secara berkelanjutan.


Di sisi lain, penindakan perlu berjalan beriringan dengan pencegahan, edukasi, rehabilitasi bagi pengguna yang memenuhi ketentuan, serta perlindungan terhadap anak dan generasi muda dari paparan narkotika.

Warga Mendukung, Berharap Kawasan Tak Kembali Dihantui Narkoba

Operasi gabungan di Pasar Gaung mendapat dukungan dari warga yang berada di lokasi. Masyarakat berharap penindakan tersebut mampu menjawab keresahan yang selama ini muncul akibat laporan dugaan aktivitas narkotika di kawasan mereka.

Seorang warga menyampaikan harapannya agar aparat benar-benar membersihkan lingkungan dari ancaman narkoba, terutama demi melindungi anak-anak dan generasi muda.

"Kami ingin narkoba bersih dari daerah ini, karena jika tidak dibersihkan bisa merusak anak-anak dan generasi muda," ujar warga tersebut.


Pernyataan itu mencerminkan harapan masyarakat agar upaya pemberantasan tidak berhenti setelah operasi selesai. Warga membutuhkan lingkungan yang aman, aktivitas perdagangan yang kondusif, serta kepastian bahwa dugaan peredaran narkotika ditangani secara serius.


Bagi masyarakat, persoalan narkoba bukan semata-mata urusan penangkapan dan penyitaan barang bukti. Dampaknya dapat meluas terhadap ketahanan keluarga, keselamatan anak, kondisi sosial, hingga masa depan generasi muda.


Menunggu Pengungkapan Lebih Jauh



Penggerebekan di Pasar Gaung kini menjadi awal dari pertanyaan yang lebih besar: sejauh mana dugaan aktivitas narkotika di kawasan tersebut berlangsung, siapa saja yang terbukti terlibat, dan apakah terdapat jaringan distribusi yang lebih luas?

Jawaban atas pertanyaan itu bergantung pada hasil penyidikan kepolisian. Rilis resmi yang memuat identitas para pihak sesuai ketentuan hukum, status pemeriksaan, rincian barang bukti, serta perkembangan perkara menjadi informasi yang ditunggu masyarakat.


Penegakan hukum yang tegas, transparan, dan berdasarkan bukti diperlukan agar operasi tersebut tidak sekadar menjadi tindakan sesaat, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan melindungi masyarakat Sumatera Barat dari bahaya narkotika.

Dengan dukungan masyarakat dan tindak lanjut penyidikan yang menyeluruh, aparat diharapkan mampu menelusuri dugaan peredaran hingga ke sumbernya, sekaligus memastikan kawasan Pasar Gaung tidak kembali menjadi tempat yang meresahkan warga.

Catatan: Sampai ada keterangan resmi lebih lanjut, penyebutan Pasar Gaung sebagai "kampung narkoba" harus diperlakukan sebagai dugaan atau label yang muncul akibat laporan masyarakat, bukan sebagai kesimpulan hukum. Demikian pula, enam pria yang diamankan tetap harus diperlakukan sesuai asas praduga tak bersalah sampai ada proses hukum yang membuktikan keterlibatan mereka.


(*/Mond)


DEN HAAG, BELANDA —Lintas Media News. Com. Siapa mengira sesekal muncul lansung mendunia, ini lah prestasi yang luar biasa. Perjalanan Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman di Eropa terus berlanjut. Setelah tampil memukau dalam rangkaian Indonesia Creative Week Belgium (ICWB) 2026 di Antwerp dan Brussels, Belgia, warisan kriya khas Padang Pariaman itu kini tiba di Belanda.

Ketua Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis, menyerahkan karya Sulam Kapalo Samek kepada Wakil Kepala Perwakilan KBRI Den Haag, Mariska Dwianti Dhanutirto, di Den Haag, Selasa (6/10/2026).

Penyerahan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis memperluas diplomasi budaya sekaligus membuka ruang promosi bagi produk kriya dan UMKM Padang Pariaman di tingkat internasional.

Jika di Belgia Sulam Kapalo Samek mendapat panggung melalui ICWB 2026 dan diperkenalkan melalui kolaborasi dengan desainer nasional Itang Yunaz, maka di Belanda perjalanan tersebut diarahkan pada penguatan jejaring promosi dan keberlanjutan karya para perajin.



Ny. Nita Christanti Azis menyampaikan, kehadiran Sulam Kapalo Samek di Eropa bukan sekadar membawa sebuah produk kerajinan, tetapi membawa identitas, cerita, dan kekayaan budaya Padang Pariaman ke tengah masyarakat internasional.

Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai melalui langkah tersebut, yakni menjaga dan melestarikan budaya, memperkenalkan serta mempromosikan produk UMKM Padang Pariaman, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan para perajin.

“Yang kami bawa bukan hanya sulaman, tetapi juga identitas dan budaya Padang Pariaman. Kami ingin warisan ini tetap hidup, dikenal lebih luas, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para perajinnya,” ujar Ny. Nita.

Menurutnya, perjalanan Sulam Kapalo Samek ke Eropa harus menjadi momentum untuk membangun ekosistem yang lebih kuat. Pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga bentuk dan motif tradisional, tetapi juga harus memastikan bahwa para perajin memiliki masa depan dan generasi muda tertarik untuk meneruskannya.

Hal tersebut sejalan dengan pengalaman selama berada di Belgia. Sulam Kapalo Samek tidak hanya diposisikan sebagai produk tradisional, tetapi dikembangkan melalui pendekatan desain dan fesyen sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.


Dalam ICWB 2026, sejumlah karya Sulam Kapalo Samek ditampilkan dalam rancangan busana yang dikembangkan bersama desainer nasional Itang Yunaz. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa warisan kriya tradisional dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan karakter dan identitas budayanya.

Sebelumnya, pada 2 Oktober 2026, Sulam Kapalo Samek juga telah diserahkan kepada Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Andy Rachmianto, untuk menjadi bagian dari koleksi yang dipajang di KBRI Brussels. Kehadiran karya tersebut kemudian dilanjutkan dengan tampilnya Sulam Kapalo Samek dalam ICWB 2026 di Antwerp.

KBRI Den Haag Sambut dan Dorong Penempatan di Indonesia House Amsterdam

Wakil Kepala Perwakilan KBRI Den Haag, Mariska Dwianti Dhanutirto, menyambut baik kehadiran Sulam Kapalo Samek dari Padang Pariaman.

Ia menyampaikan bahwa karya tersebut selanjutnya akan ditempatkan di Indonesia House Amsterdam (IHA) sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan produk kreatif Indonesia kepada masyarakat internasional.


IHA merupakan gedung milik Pemerintah Indonesia yang berada di pusat Kota Amsterdam dan berfungsi sebagai pusat promosi ekonomi, perdagangan, dan budaya Indonesia di Belanda serta Eropa. Gedung tersebut menjadi ruang strategis untuk berbagai kegiatan diplomasi dan promosi, termasuk pameran budaya, peragaan busana dan promosi produk Indonesia.

Penempatan Sulam Kapalo Samek di ruang promosi Indonesia tersebut dinilai memiliki arti penting karena karya perajin Padang Pariaman akan berada di salah satu simpul diplomasi ekonomi dan budaya Indonesia di Eropa.

Dengan demikian, perjalanan Sulam Kapalo Samek tidak berhenti pada sebuah pameran, tetapi mulai membangun jejak yang lebih permanen melalui ruang-ruang promosi Indonesia di luar negeri.

Tiga Pesan Penting: Budaya Berkelanjutan, Perempuan Berdaya, Perajin Berpihak

Dalam pertemuan tersebut, Mariska Dwianti Dhanutirto juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan Sulam Kapalo Samek.

Setidaknya terdapat tiga hal yang menjadi perhatian utama, yakni menjaga keberlanjutan budaya (sustainable), memberdayakan perempuan, serta memastikan keberpihakan kepada para perajin.


Ketiga hal tersebut menjadi penting karena Sulam Kapalo Samek tidak hanya berbicara tentang sebuah karya seni, tetapi juga menyangkut keberlangsungan pengetahuan tradisional, kehidupan para perajin, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan langkah Dekranasda Padang Pariaman yang selama ini mendorong pengembangan Sulam Kapalo Samek agar tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi menjadi sumber kreativitas dan kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat.

Bagi Ny. Nita, pesan tersebut semakin memperkuat komitmen Padang Pariaman untuk membangun ekosistem sulaman yang berkelanjutan.

“Ini yang menjadi perhatian kita bersama. Bagaimana budaya tetap terjaga, perempuan semakin berdaya, dan para perajin mendapatkan manfaat serta kesejahteraan dari karya yang mereka hasilkan,” katanya.

Dari Pasia Baru, Menembus Eropa

Sulam Kapalo Samek merupakan salah satu warisan kriya khas Padang Pariaman yang dikerjakan dengan ketelitian tinggi oleh para perajin. Di balik setiap motif dan tusukan benang terdapat pengetahuan serta keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kini, karya yang lahir dari tangan para perajin tersebut mulai menempuh perjalanan panjang: dari sentra perajin di Pasia Baru, Padang Pariaman, menuju Jakarta, kemudian Brussels dan Antwerp di Belgia, hingga Den Haag dan Amsterdam di Belanda.


Perjalanan itu menunjukkan bahwa warisan budaya lokal memiliki peluang besar untuk berbicara di panggung global ketika dipadukan dengan inovasi, desain, promosi, diplomasi budaya, dan keberpihakan kepada pelaku utamanya.

Bagi Padang Pariaman, langkah ini bukan sekadar mengejar popularitas produk di luar negeri. Lebih jauh, ini adalah upaya memastikan bahwa Sulam Kapalo Samek tetap hidup, terus dikerjakan, semakin dikenal, dan memberikan nilai tambah bagi perempuan serta para perajin yang menjadi penjaga warisan budaya tersebut.

Dari Pasia Baru menuju Eropa, Sulam Kapalo Samek kini membawa pesan yang lebih besar: bahwa budaya yang dijaga, perempuan yang diberdayakan, dan perajin yang diperkuat dapat menjadi kekuatan ekonomi kreatif sekaligus wajah Indonesia di dunia. (rls/len)

 

Kabupaten Solok, Lintasmedia News_Dari Bukittinggi untuk Arosuka. Kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana galodo kembali diwujudkan melalui aksi kemanusiaan. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bukittinggi bersama MAN 1 Bukittinggi menyalurkan bantuan kepada korban galodo di Arosuka, Kabupaten Solok, Rabu (7/10/2026).


Bantuan tersebut disalurkan sekitar dua minggu setelah bencana galodo terjadi di Kabupaten Solok. SMSI Bukittinggi bersama MAN 1 Bukittinggi datang langsung ke Arosuka untuk menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak.


Bantuan tersebut diserahkan oleh Ketua SMSI Kota Bukittinggi bersama jajaran MAN 1 Bukittinggi dan diterima oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Solok, Khairul, yang mewakili pemerintah daerah. Penyerahan berlangsung di Posko Utama yang berada di halaman Kantor Bupati Solok.


Dalam penyaluran bantuan tersebut, rombongan SMSI Bukittinggi dan MAN 1 Bukittinggi turut didampingi Ketua SMSI Kabupaten Solok, Riswan, bersama jajaran pengurus SMSI Kabupaten Solok.


Kepala MAN 1 Bukittinggi, Zulfadhli Alfa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus kolaborasi antara pihak sekolah dengan SMSI Bukittinggi terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.


“Kegiatan penyaluran bantuan ini kami lakukan bersama SMSI Bukittinggi sebagai bentuk kolaborasi. Minggu lalu kami sudah berkoordinasi untuk mengumpulkan dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah galodo,” ujar Alfa.


Menurutnya, informasi mengenai bencana galodo di Kabupaten Solok yang beredar di media sosial turut mendorong pihak sekolah untuk ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan.


“Kami dari sekolah, apabila terjadi musibah, khususnya di Sumatera Barat, berupaya ikut membantu. Ini sebagai bentuk kepedulian dan rasa duka kami kepada saudara-saudara yang terdampak bencana,” katanya.


Sementara itu, Ketua SMSI Bukittinggi, Roni Novendra, mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan yang dilakukan tim SMSI Bukittinggi, termasuk sumbangan dari anggota SMSI serta bantuan dan titipan dari sejumlah pihak yang mempercayakan penyalurannya melalui SMSI Bukittinggi.


“Bantuan ini dikumpulkan oleh tim SMSI Bukittinggi. Selain dari anggota SMSI, ada juga bantuan dari sejumlah instansi dan masyarakat yang menitipkan bantuannya melalui SMSI untuk disalurkan kepada warga yang terdampak galodo,” kata Roni.


Roni juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam penggalangan bantuan tersebut.


Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Kapolresta Bukittinggi, Kasat Lantas, Kasat Narkoba, Hotel Santika Bukittinggi, Pemuda-Pemudi Terminal Aur Kuning melalui Rika Permana Suci, RK Buah Aur Kuning, Ridho Grosir Telur dan Beras Tanah Jua, serta seluruh anggota SMSI Bukittinggi dan para donatur lainnya.


Sekretaris SMSI Bukittinggi, Linda Sari Yusuf, menjelaskan bantuan yang dibawa ke lokasi berupa berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari.


“Bantuan yang kami salurkan bersama MAN 1 Bukittinggi berupa sembako, di antaranya beras, minyak goreng, telur, mi, gula, teh, susu dan air mineral. Kami juga membawa perlengkapan mandi seperti pasta gigi, sabun dan sikat gigi,” jelas Linda.


Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Khairul, menyampaikan terima kasih kepada SMSI Bukittinggi, MAN 1 Bukittinggi, serta SMSI Kabupaten Solok yang telah ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak bencana.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMSI Bukittinggi dan SMSI Kabupaten Solok yang telah ikut peduli dan menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak musibah di Arosuka,” ujar Khairul.



Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang tengah menghadapi kondisi pascabencana.


“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga kami. Mudah-mudahan niat baik dan keikhlasan dari semua pihak yang telah membantu menjadi amal kebaikan bagi kita bersama,” katanya.


Ketua SMSI Kabupaten Solok, Riswandi, juga memberikan apresiasi atas kepedulian SMSI Bukittinggi bersama MAN 1 Bukittinggi yang datang langsung membawa bantuan bagi masyarakat terdampak.


Menurut Riswan, aksi kemanusiaan tersebut menunjukkan bahwa organisasi media tidak hanya memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat hadir dalam kegiatan sosial ketika masyarakat membutuhkan bantuan.


“Kami mengapresiasi SMSI Bukittinggi yang telah ikut mengambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan ini. Semoga organisasi media ini selalu menjadi bagian penting, baik dalam dunia jurnalistik maupun dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan,” ujarnya.


Riswan, berharap kegiatan sosial dan kepedulian seperti ini dapat terus dilakukan oleh SMSI di berbagai daerah.


“Semoga SMSI Bukittinggi semakin dikenal dan terus berbuat untuk bangsa dan negara, tidak hanya melalui penyampaian informasi dan edukasi, tetapi juga dengan kepedulian terhadap masyarakat,” pungkas Riswan (*)

Padang, Lintasmedia News– Isu kerusakan massal mesin kendaraan milik warga Kota Padang usai mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax menuai perhatian serius dari pihak legislatif. 


Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, menegaskan siap memanggil manajemen Pertamina untuk meminta pertanggungjawaban serta kejelasan atas kerugian yang dialami masyarakat.


"Iya, ada rencana (memanggil Pertamina). Setelah bimtek nanti sesuai dengan arahan pimpinan," ungkap Rachmad Wijaya saat dihubungi melalui sambungan telepon dari Jakarta, Rabu (8/10/2026).


Rachmad menjelaskan bahwa saat ini dirinya beserta jajaran DPRD Kota Padang sedang berada di Jakarta untuk mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek). 


Kendati demikian, keluhan masif masyarakat terkait kendaraan yang mogok dan rusak usai mengisi BBM di sejumlah SPBU tetap menjadi perhatian utamanya.


Menanggapi dugaan penyebab kerusakan mesin kendaraan warga, Rachmad menilai ada kemungkinan persoalan terletak pada indikasi penurunan kualitas BBM yang beredar di pasaran.


Menurut Rachmad, dugaan adanya pencemaran air pada tangki SPBU sangat kecil kemungkinannya. Pasalnya, pemeriksaan menggunakan pasta air telah dilakukan di seluruh SPBU dan tidak ditemukan kandungan air.


"Kalau pandangan saya terhadap itu, bisa jadi terkait kualitas BBM-nya. Kalau masuk air kan tidak mungkin lagi, karena sudah dicek pakai pasta air di seluruh SPBU dan hasilnya tidak ada air," ujar Rachmad.


Situasi ini dinilai membingungkan karena temuan di lapangan tidak sejalan dengan hasil pemeriksaan awal Pertamina. Meskipun hasil tes tidak menunjukkan adanya campuran air, kenyataannya banyak kendaraan warga yang tetap mengalami kerusakan mesin setelah mengisi BBM di SPBU setempat.


Guna menuntaskan masalah tersebut, DPRD Kota Padang berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga mendapatkan penjelasan yang transparan. Rincian resmi terkait langkah tindak lanjut dari Komisi II juga akan segera disampaikan secara tertulis.


Masyarakat Kota Padang kini menanti ketegasan dan kepastian dari DPRD serta pihak Pertamina. Publik berharap ada solusi konkret dan bentuk ganti rugi atas kerusakan kendaraan yang merugikan para konsumen. (*)

SIJUNJUNG, Lintasmedia News– Satreskrim Polres Sijunjung bergerak cepat membongkar dugaan aksi pencurian aki tower telekomunikasi yang diduga telah terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Dua pria berinisial RF (39) dan G (47), keduanya warga Kabupaten Solok, diamankan polisi pada Kamis (8/10/2026) dini hari.


Keduanya diamankan setelah diduga terlibat dalam pencurian aki tower di wilayah Kabupaten Sijunjung. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 00.30 WIB oleh personel Opsnal Satreskrim Polres Sijunjung bersama anggota Polsek Kamang Baru dan Unit I Satreskrim.


Informasi yang dihimpun, kedua terduga pelaku diduga baru saja beraksi mengambil aki tower di kawasan Muaro Takung. Setelah dilakukan pengejaran dan pengamanan, keduanya berhasil diamankan di kawasan Muaro Takung dan selanjutnya dibawa ke Polsek Kamang Baru untuk pemeriksaan awal.


Sekitar pukul 02.00 WIB, salah satu terduga pelaku kemudian dibawa ke Polres Sijunjung guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.


Dari tangan terduga pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa lima unit aki/litium merek Sucred yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian tersebut.


Pengungkapan ini bermula dari Laporan Polisi Nomor: LP/B/88/X/2026/SPKT/POLRES SIJUNJUNG/POLDA SUMBAR, tertanggal 8 Oktober 2026. Dugaan pencurian tersebut berkaitan dengan kejadian di kawasan Jorong Hilia Pasar Jumat, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung.


Yang membuat kasus ini menjadi perhatian, polisi kini mendalami dugaan bahwa aksi kedua pelaku bukan hanya terjadi di satu lokasi.


Berdasarkan hasil pengembangan awal, aksi pencurian aki tower tersebut diduga telah menyasar lebih dari 10 lokasi. Wilayah yang diduga menjadi sasaran meliputi Kabupaten Tanah Datar, Solok, Sijunjung hingga Dharmasraya.


Polisi juga masih mendalami dugaan keterlibatan keduanya dalam sejumlah tempat kejadian perkara lainnya, termasuk dugaan pencurian aki tower di kawasan Pulau Punjung.


Kasat Reskrim Polres Sijunjung AKP Wildan Alkautsar Ananputra bersama jajaran masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian aksi tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.


Dua terduga pelaku, RF (39) dan G (47), diketahui sama-sama berasal dari Jorong Subarang Batu Baru, Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubu, Kabupaten Solok.


Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP Wildan Alkautsar bersama jajarannya menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus dikembangkan.


"Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap kedua terduga pelaku, mendalami kemungkinan adanya TKP lain, mengembangkan kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya, serta melengkapi administrasi penyidikan dan barang bukti sesuai ketentuan hukum" tegasnya


Pengungkapan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi aksi pencurian fasilitas telekomunikasi yang dapat mengganggu keamanan dan kelancaran jaringan komunikasi masyarakat.


"Saat ini kedua terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap seluruh rangkaian aksi pencurian yang diduga dilakukan lintas wilayah" pungkasnya

POLDA SUMBAR, Lintasmedia News| Kamis, 8 Oktober 2026, Mapolda Sumbar di Kota Padang menjadi titik dimulainya babak baru kepemimpinan kepolisian di Sumatera Barat. Irjen Pol. Drs. Jawari, S.H., M.H., Kapolda Sumbar yang baru, disambut melalui rangkaian welcome parade, menandai dimulainya estafet kepemimpinan setelah sebelumnya Polda Sumbar berada di bawah komando Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy.


Welcome parade bukan sekadar seremoni penyambutan. Di balik prosesi tersebut terdapat pesan mengenai kesinambungan tugas institusi. Pergantian pimpinan tidak boleh menghentikan pelayanan kepada masyarakat, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, maupun proses penegakan hukum yang menjadi tanggung jawab Polda Sumbar.


Pergantian kepemimpinan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Irjen Djati Wiyoto Abadhy meninggalkan jabatan Kapolda Sumbar untuk menjalankan penugasan berikutnya, sementara Irjen Jawari dipercaya menerima tongkat komando Polda Sumbar. Peralihan tersebut sekaligus membuka ruang bagi kepemimpinan baru untuk memperkuat berbagai program kepolisian di Sumatera Barat.

Bagi masyarakat, pergantian Kapolda bukan sekadar perubahan figur di pucuk pimpinan. Publik akan melihat bagaimana kepemimpinan Irjen Jawari menjawab berbagai persoalan nyata, mulai dari pemberantasan narkotika, kejahatan jalanan, aktivitas ilegal, gangguan kamtibmas, keselamatan lalu lintas hingga persoalan sosial yang membutuhkan kehadiran polisi secara cepat dan tepat.


Keterangan Kabid Humas Polda Sumbar yang perlu dikonfirmasi: “Pergantian kepemimpinan di lingkungan Polda Sumatera Barat merupakan bagian dari dinamika organisasi dan tidak mengurangi komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadiran Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol. Jawari, diharapkan dapat melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus memperkuat pelayanan, pemeliharaan kamtibmas dan penegakan hukum di wilayah Sumatera Barat.”


Irjen Jawari membawa pengalaman panjang dalam struktur Polri. Amanah baru sebagai Kapolda Sumbar menuntut kemampuan untuk memperkuat soliditas internal sekaligus membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh unsur yang berkepentingan dengan keamanan daerah.


Sementara itu, kepemimpinan Irjen Djati Wiyoto Abadhy menjadi bagian dari catatan perjalanan Polda Sumbar. Berbagai persoalan keamanan, penegakan hukum, pelayanan masyarakat dan penanganan situasi darurat menjadi bagian dari dinamika tugas selama dirinya memimpin. Kini tongkat komando telah beralih dan tantangan berikutnya berada di tangan Irjen Jawari.


Sumatera Barat memiliki karakter wilayah yang beragam, mulai dari kawasan perkotaan Padang, daerah pesisir hingga wilayah pegunungan dan kawasan yang memiliki kerawanan bencana. Kondisi tersebut membutuhkan kepemimpinan kepolisian yang responsif, kemampuan deteksi dini yang kuat serta jajaran yang mampu bergerak cepat ketika masyarakat menghadapi persoalan keamanan.


Dalam konteks tersebut, POLRI BERSAMA MASYARAKAT bukan sekadar kalimat penutup. Maknanya adalah keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Polri hadir untuk melindungi, mengayomi, melayani dan menegakkan hukum, sementara masyarakat ikut berperan menjaga lingkungan, menyampaikan informasi serta membangun suasana yang aman dan kondusif. Polisi mendengar masyarakat, masyarakat percaya kepada polisi; polisi bertindak sesuai hukum, masyarakat ikut menghormati hukum.


Karena itu, welcome parade di Mapolda Sumbar, Kota Padang, menjadi simbol dimulainya perjalanan baru di bawah kepemimpinan Irjen Jawari. Masyarakat kini menunggu bukti nyata dari kepemimpinan tersebut—bukan hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi melalui kehadiran polisi yang benar-benar dirasakan di tengah kehidupan warga. Estafet dari Irjen Djati Wiyoto Abadhy kepada Irjen Jawari membawa satu harapan utama: Polda Sumbar semakin profesional, semakin dekat dengan rakyat dan semakin kuat dalam menjaga keamanan.


POLRI BERSAMA MASYARAKAT


TIM RMO

LINTASMEDIANEWS.COM, DHARMASRAYA — Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni, S.Pd., M.Si., memimpin apel gabungan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 07.50 WIB.

Apel gabungan tersebut diikuti jajaran pemerintah kecamatan, unsur Forkopimcam, serta sejumlah instansi terkait. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, Wabup Leli Arni menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen seluruh aparatur dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selain itu, Wabup juga menyoroti sejumlah program prioritas pemerintah daerah, di antaranya pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun serta upaya percepatan penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Dharmasraya.

Menurutnya, keberhasilan program pemerintah tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi membutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh unsur, baik pemerintah, aparat keamanan maupun masyarakat.

“Sinergi dan kolaborasi harus terus kita perkuat agar berbagai program pemerintah dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Leli Arni.

Dalam kegiatan tersebut, Polsek Sitiung, Polres Dharmasraya, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program pemerintah di tingkat kecamatan.
Plh. Kapolsek Sitiung, Iptu Sugiarto, menyampaikan bahwa jajaran Polsek Sitiung siap mendukung berbagai program pemerintah melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Polsek Sitiung siap bersinergi dalam menjaga keamanan serta mendukung program pemerintah untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., menegaskan bahwa sinergi antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Polri akan terus hadir menjaga keamanan, memberikan pelayanan, serta mendukung program pemerintah,” tegas Kapolres.
Melalui apel gabungan tersebut, Wakil Bupati Leli Arni berharap koordinasi dan kerja sama lintas sektor terus diperkuat sehingga pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kecamatan Sitiung dapat berjalan secara optimal.(el)

LINTASMEDIANEWS.COM, DHARMASRAYA — Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni, S.Pd., M.Si., memimpin apel gabungan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 07.50 WIB.


Apel gabungan tersebut diikuti jajaran pemerintah kecamatan, unsur Forkopimcam, serta sejumlah instansi terkait. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.


Dalam amanatnya, Wabup Leli Arni menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen seluruh aparatur dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Selain itu, Wabup juga menyoroti sejumlah program prioritas pemerintah daerah, di antaranya pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun serta upaya percepatan penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Dharmasraya.


Menurutnya, keberhasilan program pemerintah tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi membutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh unsur, baik pemerintah, aparat keamanan maupun masyarakat.


“Sinergi dan kolaborasi harus terus kita perkuat agar berbagai program pemerintah dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Leli Arni.


Dalam kegiatan tersebut, Polsek Sitiung, Polres Dharmasraya, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program pemerintah di tingkat kecamatan.

Plh. Kapolsek Sitiung, Iptu Sugiarto, menyampaikan bahwa jajaran Polsek Sitiung siap mendukung berbagai program pemerintah melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Polsek Sitiung siap bersinergi dalam menjaga keamanan serta mendukung program pemerintah untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., menegaskan bahwa sinergi antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.


“Polri akan terus hadir menjaga keamanan, memberikan pelayanan, serta mendukung program pemerintah,” tegas Kapolres.

Melalui apel gabungan tersebut, Wakil Bupati Leli Arni berharap koordinasi dan kerja sama lintas sektor terus diperkuat sehingga pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kecamatan Sitiung dapat berjalan secara optimal.(el)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.