Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

Lintasmedia News- Memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Pemerintah Kota Padang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Padang Harmoni Festival 2026 pada 8–10 Agustus 2026.


Kegiatan itu dihadiri oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, Wakil Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache beserta istri, Wakil Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Pertama TNI Mulyadi, Dandim 0312/Padang Kolonel Inf Ferry Adianto, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Ketua DWP Padang Ny. Nova Raju Minropa, unsur Forkopimda Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat, Sekretaris DMDI Muhammad Hasbi, tokoh lintas agama dan tamu undangan lainnya.


Pembukaan festival berlangsung di Panggung Batu Pantai Cimpago, Sabtu malam (8/8/2026), ditandai dengan pemukulan gendang tabuh oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, dan Wakil Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir.


Pembukaan turut dihadiri Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache beserta istri, Wakil Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Pertama TNI Mulyadi, Dandim 0312/Padang Kolonel Inf Ferry Adianto, unsur Forkopimda Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat, Sekretaris DMDI Muhammad Hasbi, tokoh lintas agama, serta tamu undangan lainnya.


Salah satu pertunjukan yang ditampilkan mengangkat tema “Orang Padang Jalan Barampek”, yang menggambarkan kehidupan masyarakat Kota Padang sebagai rumah bersama bagi berbagai etnis. Pertunjukan tersebut mengangkat empat kelompok etnis yang memiliki peran penting dalam sejarah dan kehidupan Kota Padang, yakni Minangkabau, Melayu, Tionghoa, dan India.


Beragam kesenian turut ditampilkan, di antaranya Tari Baluse dari Nias, Tari Mongol, Tari Mandarin, kesenian India, kesenian Papua, Gending Sriwijaya, Barongsai, dan Tari Minangkabau. Penampilan tersebut menjadi cerminan kekayaan budaya serta keberagaman etnis yang hidup berdampingan di Kota Padang.


Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, Padang Harmoni Festival menjadi momentum untuk menunjukkan wajah Kota Padang sebagai kota yang majemuk, toleran, dan menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragam. 


“Padang Harmoni Festival ini merupakan festival perdana dalam HJK di Kota Padang. Melalui festival ini kita ingin menunjukkan bahwa Kota Padang adalah kota yang harmonis, toleran, dan kompak menghadapi segala bentuk tantangan, termasuk potensi bencana,” ujarnya.


Fadly Amran juga menyampaikan bahwa HJK Padang tahun ini mengusung tema “Taste of Padang Experience : Road to Gastronomy” sebagai bagian dari komitmen menjadikan Kota Padang sebagai Kota Gastronomi yang mendapat pengakuan UNESCO. Ia menilai sektor kuliner memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.


Wali Kota juga mengapresiasi keberadaan masyarakat dari berbagai daerah dan etnis yang telah menjadi bagian dari masyarakat Kota Padang.


Menurutnya, perkembangan Kota Padang tidak terlepas dari kontribusi masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk bekerja, menetap, dan turut membangun kota.


“Saat ini Kota Padang juga tengah mengikuti proses penilaian untuk menjadi kota kreatif yang mewakili Indonesia dalam panggung kota kreatif internasional. Kita berharap Kota Padang bisa lulus sehingga bisa mewakili Indonesia dalam penilaian UNESCO,” ungkapnya.


Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache mengapresiasi Pemerintah Kota Padang yang telah menggagas Padang Harmoni Festival sebagai ruang bagi masyarakat Nias di Kota Padang untuk berpartisipasi dan menampilkan kekayaan budayanya.


“Mari kita jaga Padang Kota Tercinta ini, karena Padang Kota Tercinta ini adalah rumah kita bersama yang harus kita lestarikan dan kita jaga. Mari kita berikan pengabdian terbaik dalam menunjang seluruh aspek pembangunan di Kota Padang,” ujarnya.

 

Sumbar, Lintasmedia News– Perselisihan yang sempat terjadi di Jalan Bandara, Kota Padang, berakhir dengan saling memaafkan. Kombes Pol. Teddy Fanani dan Bill Irzano alias Bili sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai dan kekeluargaan.


Kesepakatan itu tercapai setelah kedua belah pihak dipertemukan dalam suasana penuh kekeluargaan di salah satu tempat di Kota Padang, Minggu malam (9/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Bili hadir bersama Ibunya untuk membicarakan persoalan yang sebelumnya terjadi.


Melalui komunikasi secara baik-baik, suasana yang sempat diwarnai kesalahpahaman pun mencair. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak memperpanjang persoalan dan memilih saling memaafkan.


Momen perdamaian itu ditandai dengan jabat tangan dan pelukan antara Kombes Pol. Teddy Fanani dan Bill Irzano alias Bili. Keduanya saling berpelukan sebagai tanda persoalan telah diselesaikan melalui jalan kekeluargaan.


Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengatakan, Alhamdulillah, kedua belah pihak telah dipertemukan dalam suasana yang baik dan penuh kekeluargaan. Dengan adanya niat baik dan ketulusan, persoalan yang terjadi akhirnya dapat diselesaikan secara damai,” ujar Kombes Pol. Susmelawati Rosya.

Menurutnya, penyelesaian tersebut dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak tanpa adanya paksaan dari siapa pun. Kesepakatan damai itu juga telah dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani bersama.


“Yang terpenting, kedua belah pihak telah saling memaafkan dan sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Kesepakatan damai tersebut juga telah dituangkan dalam surat pernyataan,” jelasnya.


Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies, yang turut mendampingi proses komunikasi hingga tercapainya perdamaian.


Kombes Pol. Susmelawati Rosya berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama sekaligus menjadi jalan untuk mempererat silaturahmi dan hubungan kekeluargaan.

 

Padang, Lintasmedia News Agustus— Gedung Joeang 45 Sumatera Barat (Sumbar) di Jalan Samudera, Kota Padang, didorong untuk dinaikkan statusnya dari cagar budaya tingkat kota menjadi Cagar Budaya Nasional. 


Peningkatan status tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga bangunan bersejarah sekaligus merawat memori kolektif bangsa tentang perjalanan perjuangan menuju kemerdekaan.


Gedung-gedung cagar budaya, terutama yang memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah perjuangan bangsa, tidak semestinya dipandang hanya sebagai bangunan tua. Di balik dinding dan ruang-ruangnya tersimpan jejak sejarah, nilai perjuangan, serta kesaksian perjalanan sebuah bangsa yang tidak boleh terputus oleh perubahan zaman.


Harapan itu disampaikan Ketua Dewan Paripurna DHD BPK-45 Sumbar, Mayjen TNI Purn. Amril Amir, dalam kegiatan “Bakti Kemerdekaan Angkatan 45” yang digelar Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pemberdayaan Kejuangan 45 (BPK-45) Sumbar di Gedung Joeang 45, Jalan Samudera, Padang, Minggu (9/8/2026).


Amril mengatakan, Gedung Joeang 45 memiliki nilai sejarah yang penting bagi Sumatera Barat. Pada masa kolonial Belanda, bangunan tersebut pernah digunakan sebagai Kantor Konsulat Jerman di Padang. 

Saat ini, gedung tersebut berstatus sebagai cagar budaya Kota Padang dan tengah melalui proses penilaian untuk peningkatan status di tingkat provinsi.

“Sebagai mantan Kepala Pusat Sejarah TNI, saya berharap pemerintah terus merawat dan merestorasi Gedung Joeang 45 yang telah menjadi cagar budaya ini. Ke depan, kami berharap statusnya dapat dinaikkan menjadi Cagar Budaya Nasional,” ujar Amril.


Menurut Amril, pelestarian bangunan bersejarah tidak sebatas mempertahankan bentuk fisik bangunan. Lebih dari itu, pelestarian merupakan bagian dari upaya menyelamatkan memori sejarah dan identitas bangsa agar dapat dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


Karena itu, kata dia, keberadaan gedung-gedung yang memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan harus mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat. Perawatan, restorasi, dan pemanfaatan bangunan cagar budaya harus dilakukan secara terencana sehingga nilai sejarahnya tetap terjaga tanpa kehilangan fungsi edukatifnya.


“Kalau bangunan bersejarah hilang atau rusak, yang hilang bukan hanya bangunannya. Kita juga kehilangan bagian dari sejarah dan ingatan kolektif bangsa,” katanya.


Amril menilai, generasi muda perlu diperkenalkan secara langsung dengan tempat-tempat bersejarah. Dengan melihat, memasuki, dan memahami sejarah yang melekat pada sebuah bangunan, generasi muda akan lebih mudah memahami bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah sesuatu yang diperoleh dengan mudah, melainkan melalui perjuangan panjang dan pengorbanan para pendahulu.


Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan “Bakti Kemerdekaan Angkatan 45” menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut. Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari pemberian penghargaan dan bantuan kepada pejuang, veteran, serta purnawirawan dan lomba pidato perjuangan antarkabupaten/kota melalui DHC, lomba baca puisi perjuangan tingkat SLTA se-Sumbar, hingga lomba storytelling mengenai sejarah perjuangan lokal tingkat SLTA.


Selain kegiatan edukatif dan apresiasi sejarah, panitia juga menggelar bakti sosial berupa pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis, pemeriksaan jantung, pemeriksaan darah, serta donor darah.


Ketua Panitia Pelaksana, Fajar Rusvan, mengatakan kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Ratusan warga datang mengikuti berbagai layanan kesehatan dan kegiatan sosial yang digelar sejak pagi hingga siang.


“Respons masyarakat di luar dugaan sangat positif. Ratusan peserta mengikuti kegiatan ini. Bahkan, ada masyarakat yang terpaksa tidak dapat dilayani karena telah melewati jadwal kegiatan,” kata Fajar seusai kegiatan didampingi Sekretaris Panitia Gusfen Khairul.


Salah satu penerima bantuan yang menjadi perhatian adalah Nawi, seorang veteran yang telah berusia 103 tahun. Di usia senjanya, Nawi tetap hadir ke Gedung Joeang 45 dengan diantar dan dibimbing berjalan oleh cucunya.


Momen tersebut berlangsung haru. Nawi tidak kuasa menahan rasa haru karena masih ada pihak yang mengingat jasa para veteran dan memberikan perhatian kepada mereka pada momentum peringatan kemerdekaan.


“Total ada 33 veteran yang menerima bantuan. Selain itu, dari kegiatan donor darah terkumpul 12 kantong darah,” ujar Fajar.


Antusiasme juga terlihat dalam berbagai perlombaan yang diikuti pelajar SLTA. Peserta tidak hanya berasal dari Kota Padang, tetapi juga datang dari sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Sijunjung, Pesisir Selatan, dan Lima Puluh Kota.


Ketua Harian DHD BPK-45 Sumbar, dr. Ardizal Rahman, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.


“Alhamdulillah, Ketua Umum DHD BPK-45 Sumbar, Bapak Gubernur Mahyeldi Ansharullah, sangat mendukung kegiatan ini. Pemprov Sumbar, Pemko Padang, seluruh OPD, BUMN, Bank Nagari, serta berbagai perusahaan swasta di Sumbar juga memberikan dukungan,” katanya.


Ardizal juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Sumbar, Pemko Padang, Baznas Sumbar, Rumah Sakit Mata Sumbar, Departemen Jantung dan Kardiologi Vaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Departemen Patologi Klinis dan Departemen Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Unand, serta Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Sumbar.


Dukungan juga datang dari Rumah Sakit Mahkota Malaysia, PT Semen Padang, Bakmi DKI, PT Kunango Jantan, PT Cendo, PT Askrida, PT Hayati Pratama Mandiri, dan Frasa Indonesia.

Ia turut mengapresiasi kehadiran Ketua dan Pengurus PWI Sumbar, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, anggota Dewan Paripurna DHD 45 Sumbar Syafrizal Ucok, serta para undangan lainnya.


Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menegaskan bahwa semangat dan nilai-nilai perjuangan harus terus dilestarikan.

“Semangat dan nilai-nilai perjuangan harus terus kita lestarikan. Jangan sampai generasi mendatang tidak mengetahui sejarah perjuangan bangsa. Kita harus menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan,” kata Arry.


Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan generasi muda dengan para veteran memiliki arti penting dalam membangun kesadaran sejarah. Kemerdekaan, katanya, tidak boleh hanya diperingati sebagai seremoni tahunan, tetapi harus menjadi momentum untuk menanamkan nilai perjuangan kepada generasi penerus.


Dalam konteks itu, keberadaan Gedung Joeang 45 memiliki arti strategis. Gedung tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran sejarah yang mempertemukan generasi sekarang dengan jejak perjuangan para pendahulu.


Pelestarian cagar budaya, terutama bangunan yang berkaitan dengan sejarah perjuangan bangsa, pada akhirnya bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk menjaga, merawat, dan memanfaatkannya secara positif.

Gedung Joeang 45 diharapkan tidak berhenti sebagai bangunan yang menyimpan cerita masa lalu, tetapi terus hidup sebagai ruang edukasi sejarah, tempat menanamkan nasionalisme, serta pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia dibangun melalui pengorbanan dan perjuangan panjang.


Pemenang Lomba Lomba Puisi Perjuangan tingkat SLTA se-Sumatera Barat dalam rangkaian kegiatan “Bakti Kemerdekaan Angkatan 45” juga mendapat sambutan antusias dari para pelajar.

Juara I diraih Sahilatur Rahma dari SMA Negeri 2 Padang Panjang dengan membawakan puisi “Bunga dan Tembok” karya Wiji Thukul, dengan total nilai 94.

Juara II diraih Annisha Abqory Bais dari SMA Negeri 1 Solok dengan membawakan puisi “Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini” karya Taufiq Ismail, dengan total nilai 92.


Juara III diraih Ghina Syafa Muthmainnah dari SMA Negeri 2 Padang Panjang dengan membawakan puisi “Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini” karya Taufiq Ismail, dengan total nilai 90.


Selain tiga pemenang utama, dewan juri juga menetapkan tujuh video pilihan, yakni Hanifah Hasnaini dari SMAS Adabiah 1 Padang, Rehan Pratama dari MAN 2 Padang, Zahra Aulia Ramadhani dari SMA Negeri 2 Bukittinggi, Dhaifina Annisa Awatif dari MAN 5 Agam, Derhifveallind Anallla dari SMA Negeri 1 Lareh Sago Halaban, M. Rahel Maulana dari SMA Negeri 11 Padang, dan Naura Khairunnisah dari SMA Negeri 1 Payakumbuh.

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Calon Paskibraka Bukittinggi mengikuti pemusatan latihan tahap 2 yang biasa dikenal dengan tantingan. Kegiatan yang diikuti oleh 54 orang Calon Paskibraka tersebut berlangsung di Hotel Dymens yang ditunjuk sebagai Desa Bahagia. Tantingan akan dilaksanakan mulai tanggal 8 sampai dengan 18 Agustus mendatang.


Menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan. Paskibraka bukan hanya bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih, tetapi juga menjadi simbol semangat perjuangan bangsa, cinta tanah air, persatuan dan kesatuan, serta harapan masa depan Indonesia. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis.


Ibnu mengatakan, Paskibraka juga menjadi sekolah karakter yang mengajarkan disiplin, kerja sama, kepemimpinan dan tanggung jawab. Ia meminta para calon paskibraka dapat mengikuti seluruh proses latihan dengan sungguh-sungguh, karena setiap proses akan membentuk pribadi yang kuat dan matang. 

"Tunjukkan bahwa generasi muda Bukittinggi adalah generasi berkarakter, berbudaya, dan memiliki semangat kebangsaan. Terlebih, Paskibraka Bukittinggi mengibarkan replika bendera pusaka yang hanya ada di tiga daerah di Indonesia, yakni Jakarta, Yogyakarta, dan Bukittinggi," ujarnya.


Wakil Wali Kota juga mengingatkan bahwa Bukittinggi memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa dan pernah menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia pada masa PDRI. 


Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol, melalui Sekretaris Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bukittinggi, Ramon Arisa Putra, menjelaskan, sebanyak 54 orang Calon Paskibraka Kota Bukittinggi Tahun 2026 yang terpilih dalam seleksi, terdiri dari 28 putra dan 26 putri. Untuk persiapan melaksanakan tugas pada Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kota Bukittinggi, seluruh peserta akan mengikuti pendidikan dan pelatihan pada 21 Juli hingga 15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dimulai dengan kegiatan Desa Bahagia pada 8 hingga 18 Agustus 2026 dan diakhiri dengan pengukuhan Paskibraka pada 15 Agustus 2026. (Sandra).

 

PADANG, Lintasmedia News— Ribuan pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan Gowes Siti Nurbaya Adventure-X yang digelar Pemerintah Kota Padang dalam rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Kegiatan ini mengambil Start di Simpang Jamria dan Finish di Pantai Cimpago, Sabtu 8 Agustus 2026.


Kegiatan Gowes turut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Adib Alfikri, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat Mahdianur, Sekdako Padang Raju Minropa, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, Ketua TP PKK Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, Unsur Forkopimda Kota Padang dan Sumatera Barat serta 3000 persepeda dari berbagai daerah di Sumatera Barat dan luar provinsi.

Gowes Siti Nurbaya Adventure-X tahun ini menjadi momentum satu dekade pelaksanaan Gowes Siti Nurbaya di Kota Padang. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 3.000 peserta yang terdiri dari 2.226 pesepeda dari klub sepeda se-Indonesia serta 774 peserta dari OPD, pelajar, dan unsur lainnya.


Para peserta yang tergabung dalam 165 komunitas goweser ini, tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat, tetapi juga dari luar provinsi seperti Jakarta, Jambi, Riau, dan Medan. Pelepasan dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Adib Alfikri.


Kegiatan berlangsung semarak dengan diawali pembagian Bendera Merah Putih kepada peserta dalam rangka menyukseskan gerakan pembagian 1 Juta Bendera Merah Putih dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Gowes Siti Nurbaya Adventure-X menyediakan dua pilihan rute, yakni jalur pendek dan jalur panjang. Kedua rute tersebut membawa peserta menyusuri sejumlah kawasan ikonik Kota Padang dan berakhir di kawasan Pantai Padang.


Selain bersepeda menikmati berbagai kawasan Kota Padang, para peserta juga berkesempatan mendapatkan beragam doorprize dan hadiah menarik yang telah disiapkan panitia. Hadiah tersebut di antaranya berupa sepeda motor, Sepeda, kulkas, televisi, serta berbagai hadiah menarik lainnya.


Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas antusiasme ribuan peserta yang ikut meramaikan kegiatan tersebut. Menurutnya, Gowes Siti Nurbaya bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi dan keindahan Kota Padang.

“Sebanyak 3.000 peserta yang ikut pada kegiatan ini. Maknanya adalah kita berbicara rasa. Tentu rasa ini yang akan kita sampaikan kepada para tamu kita. Seperti kuliner, keramahan masyarakatnya dan keindahan alamnya.” Ucap Fadly.


Fadly Amran menyebut kegiatan Gowes Siti Nurbaya juga sejalan dengan visi Kota Padang sebagai Kota Pintar (Smart City) dan Kota Sehat. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan hidup sehat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.


“Melalui kegiatan bersepeda ini, para peserta diajak untuk menikmati secara langsung berbagai kawasan dan keindahan alam yang dimiliki Kota Padang. Semoga kegiatan ini semakin memperkenalkan potensi wisata Kota Padang kepada masyarakat dan mendorong minat wisatawan berkunjung,” Pungkas Fadly.


Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Adib Alfikri mengapresiasi pelaksanaan Gowes Siti Nurbaya Adventure-X. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menunjukkan Kota Padang sebagai wajah ibu kota Provinsi Sumatera Barat.


“Kami mengimbau para peserta agar tetap menjaga keselamatan selama mengikuti kegiatan serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati berbagai kuliner khas yang ada di Kota Padang. Untuk para peserta hati-hati di jalan, nikmati kuliner yang ada di Kota Padang,” ujar Adib. (***)

 

Lintasmedia News- Tepat pada tanggal 7 Agustus 2026, Kota Padang memasuki usia ke-357. Beragam rangkaian kegiatan dilaksanakan Pemerintah Kota Padang untuk menghibur warga.

Merayakan hari jadi, Pemerintah Kota Padang menggelar Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota Padang (HJK) ke-357 di DPRD Padang. Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir, dan seluruh undangan lainnya. 


Wali Kota Fadly Amran menyampaikan bahwa Hari Jadi Kota menjadi saat untuk melihat masa lalu dengan hormat, membaca keadaan hari ini dengan jujur dan menyiapkan masa depan dengan berani. Ke depan, Kota Padang akan terus berpijak pada tatanan hidup Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

"Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas, tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat yang lemah, dan membangun tanpa merusak lingkungan," katanya. 


Disinggung Fadly Amran, semangat untuk bangkit dilanjutkan melalui Transformasi Ekonomi Kota Padang. Transformasi ekonomi bukan sekadar mengejar pertumbuhan yang lebih tinggi. Tetapi mengubah cara kota bekerja, memperkuat produktivitas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, menaikkan kelas usaha lokal, dan memastikan manfaat pertumbuhan dirasakan secara lebih merata.


"Untuk meletakkan fondasi pencapaiannya, arah jangka panjang tersebut dijabarkan dalam RPJMD Kota Padang Tahun 2025–2029 melalui penguatan tata kelola pemerintahan, kualitas sumber daya manusia, investasi, perdagangan dan jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta infrastruktur yang tangguh terhadap bencana," ujarnya. 


Fadly menegaskan bahwa Kota Padang merupakan kota jasa yang memiliki tiga kekuatan utama. Yakni sebagai Kota Pendidikan. Saat ini puluhan perguruan tinggi berdiri di Padang. Termasuk 46 perguruan tinggi swasta dan semua itu menjadi destinasi belajar bagi lebih 180 ribu mahasiswa. Kehadiran mahasiswa, dosen, peneliti, dan tenaga profesional membentuk pasar pengetahuan, hunian, transportasi, kuliner, kesehatan, teknologi, dan ekonomi kreatif yang besar. 


“Padang juga merupakan kota perdagangan dan konektivitas. Perdagangan besar dan eceran menyumbang 17,52 persen terhadap PDRB Kota Padang, sedangkan transportasi dan pergudangan menyumbang 15,68 persen. Posisi ini menegaskan peran Padang sebagai pusat distribusi barang, orang, dan jasa bagi Sumatera Barat serta kawasan pantai barat Sumatera,” tukuknya. 

Fadly menyebut, Padang juga kota pariwisata. Kunjungan wisatawan pada tahun 2025 mencapai 5,3 juta orang, meningkat dari 4,3 juta orang pada tahun sebelumnya. Retribusi objek wisata mencapai sekitar Rp922 juta atau 153 persen dari target. Tantangan berikutnya bukan hanya menambah jumlah kunjungan, tetapi memperpanjang lama tinggal, meningkatkan belanja wisatawan, memperbaiki mutu destinasi, dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.


"Titik awal transformasi ekonomi kita adalah pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus menggunakan prinsip Build Back Better. Jalan, jembatan, drainase, sungai, permukiman, pasar, kawasan pendidikan, pusat pelayanan, dan destinasi wisata tidak cukuo dikembalikan seperti semula, semuanya harus ditata kembali agar lebih aman, terhubung produktif, inklusif, dan tangguh terhadap bencana berikutnya,” urainya. 


Sisi lain, Fadly mengatakan bahwa ketika terjadi banjir pada 3 Agustus kemarin, Pemerintah Kota Padang menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Pemerintah Kota bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan, memastikan keselamatan warga, memenuhi kebutuhan dasar, serta memulihkan fasilitas dan pelayanan publik yang terganggu. 


“Kami menyampaikan terima kasih kepada BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, aparatur kecamatan dan kelurahan, para relawan, dunia usaha, serta seluruh masyarakat yang telah bergerak cepat dan bergotong royong membantu saudara-saudara kita. Peristiwa ini kembali mengingatkan kita bahwa ketangguhan kota tidak boleh berhenti sebagai rencana. Keselamatan masyarakat, pembenahan drainase dan sungai, perlindungan kawasan resapan, serta penataan ruang berbasis risiko bencana harus menjadi kerja nyata dan prioritas bersama,” cakapnya. 


Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion mengatakan, bahwa selain banyaknya pencapaian positif yang diraih Pemko Padang saat ini, cukup banyak tantangan yang dihadapi oleh Kota Padang. Tantangan itu menjadi agenda bersama.


“Tantangan itu harus menjadi agenda bersama agar dapat terselesaikan dengan baik, untuk mencapai itu perlu kolaborasi, mari kita berkolaborasi untuk pembangunan Kota Padang,” tegasnya. 


Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Setdaprov, Adib Alfikri mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat selalu meyakini bahwa kemajuan Kota Padang adalah kemajuan Sumatera Barat. Ketika Kota Padang tumbuh menjadi kota yang modern, nyaman, religius dan berdaya saing, sesungguhnya yang dibangun bukan ibu kota provinsi. Akan tetapi juga marwah dan kebanggaan seluruh masyarakat Sumatera Barat. 

“Karena itu pula pembangunan Kota Padang tidak boleh dipandang sebagai tanggungjawab Pemko Padang semata, tetapi pembangunan Kota Padang adalah kerja bersama, yang memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemko Padang, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, perguruang tinggi, komunitas dan banyak lainnya. Kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan utama kita untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan,” ujarnya. 


Tokoh Masyarakat yang merupakan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi melihat, cukup banyak langkah bernas yang dilakukan Wali Kota Padang. Bahkan kerjasama dengan luar negeri kini terus dijalin. 


“Hubungan baik ini akan bisa merakit sebuah kerja sama yang dapat membawa kesejahteraan bagi Kota Padang,” ungkainya. 


Denny juga menyinggung tentang kinerja Pemerintah Kota Padang yang telah membersihkan Batang Arau. Pembersihan ini tidak saja mengangkat sampah dan bangkai kapal di sungai tersebut, tetapi juga menata penduduk sekitar Batang Arau agar tidak lagi membuang air kotor ke sungai.  


“Apabila Batang Arau bersih, promosi pariwisata Kota Padang bisa kita dorong, yang perlu dihadirkan di tengah kita yakni bersih, rapi, dan hospitality,” tutupnya. (***)


Padang,Lintas Media News
Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, mengajak seluruh elemen masyarakat membangun budaya kewaspadaan dini sebagai langkah menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Kewaspadaan Dini Masyarakat, Kamis (6/8/2026).

Menurut Muhidi, menciptakan lingkungan yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar dinilai menjadi kunci untuk mencegah berbagai potensi gangguan sosial sejak dini.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Mengapa kemaksiatan semakin meluas? Karena sering kali orang-orang baik memilih diam dan tidak mengambil peran. Padahal, jika kita berani mengingatkan dengan cara yang baik, Insya Allah akan membawa perubahan,” ujar Muhidi.

Ia menegaskan bahwa mengingatkan seseorang melalui pendekatan yang santun dan persuasif tidak bertentangan dengan hak asasi manusia. Sebaliknya, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus investasi bagi masa depan generasi muda.

“Kalau ada anak-anak kita yang mulai melakukan hal-hal yang tidak baik, panggil dan ajak bicara dengan baik. Tidak perlu dengan kekerasan. Bekerja samalah dalam kebaikan, karena kewaspadaan dini membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat,” katanya.

Selain itu, Muhidi mengingatkan masyarakat agar semakin bijak menyikapi derasnya arus informasi di era digital. Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kalau ada informasi, jangan langsung dipercaya atau disebarkan. Cek dulu kebenarannya, dari mana sumbernya, apa manfaatnya, baru kemudian ditindaklanjuti. Jangan sampai kita ikut menyebarkan hoaks yang justru merugikan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Muhidi, kewaspadaan dini tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mencakup bidang sosial, kesehatan, hingga kebencanaan. Dengan meningkatnya kepedulian masyarakat, berbagai potensi ancaman dapat dideteksi lebih awal sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Kewaspadaan dini bukan hanya soal keamanan. Ini juga menyangkut bidang sosial, kesehatan, hingga kebencanaan. Jika masyarakat memiliki kepedulian dan mau bekerja sama, maka potensi gangguan bisa dicegah lebih awal sehingga tercipta rasa aman dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.(**/st)

 

PADANG, Lintasmedia News- Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menyematkan penghargaan berupa PIN Emas dan piagam ke dua orang tokoh masyarakat Kota Padang yang dianggap berorestasi di bidangnya masing-masing. 


Penghargaan itu diberikan pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota (HJK) ke-357 tahun, Jumat, 7 Agustus 2926.


Pada kesempatan itu, Muharlion menyematkan PIN Emas dan memberikan piagam ke Zulhardi Z. Latif, S.H., M.M., yang akrab disapa Buya, di bidang Sosial dan Aiptu. Dafit Rico Dermawan atau David Wewe di bidang Kemasyarakatan.


"Ini adalah bentuk apresiasi Pemko Padang kepada warganya yang memiliki kepedulian di segala bidang, dan berprestasi di bidang itu," katanya.


Dikatakan Muharlion, DPRD Kota Padang akan terus mendorong Pemko Padang memberikan apresiasi semacam ini.


"Kita ingin Pemko Padang betul-betul memperhatikan ini, siapa -siapa saja tokoh masyarakat yang layak. Tentu berdasarkan kategori tertentu," cakapnya.


Muharlion mengatakan, bahwa selain banyaknya pencapaian positif yang diraih Pemko Padang saat ini, cukup banyak tantangan yang dihadapi oleh Kota Padang. Tantangan itu menjadi agenda bersama.


“Tantangan itu harus menjadi agenda bersama agar dapat terselesaikan dengan baik, untuk mencapai itu perlu kolaborasi, mari kita berkolaborasi untuk pembangunan Kota Padang,” katanya. (*) 


Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Padang, Lintasmedia News- Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastlizal Aye menyerahkan pengargaan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies, dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Jumat, 7 Agustus 2026.


Penghargaan tersebut berupa PIN Emas dan Piagam Penghargaan di bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kota Padang atas dedikasi dan kontribusi Widya Navies dalam mendukung kemajuan komunikasi publik, penyebarluasan informasi yang berkualitas, serta penguatan ekosistem pers di Kota Padang dan Sumatera Barat.


Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka Hari Jadi Kota Padang ke-357 yang digelar di Gedung DPRD Kota Padang, Jumat (7/8/2026) pagi.


"Ini adalah bentuk apresiasi Pemko Padang. Dan kami sebagai pimpinan DPRD mewakili Wali Kota Padang menyerahkan penghargaan ini," kata Mastilizal Aye yang akrab disapa Aye semasa di SMA 5 Padang ini. Kini mantan Sopor Angkat di Kota Padang itu jadi pengusaha dan politisi Partai Gerindra. 


Pemberian penghargaan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 yang berlangsung pada 6 hingga 10 Agustus 2026, sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh, lembaga, dan insan yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Padang di berbagai bidang.


Seusai menerima penghargaan, Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang atas penghargaan yang diberikan. 


Ia menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial sesuai dengan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.


Menurutnya, sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan media massa merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.


Widya Navies berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi insan pers untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga independensi, serta menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.


Pemerintah Kota Padang memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh, instansi, organisasi, pelaku usaha, serta elemen masyarakat yang dinilai berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Kota Padang di berbagai bidang.


Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, inovasi, dan pengabdian para penerima dalam mendorong kemajuan daerah serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


Penghargaan yang diterima Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, dinilai menjadi pengakuan atas kiprah insan pers dalam memperkuat komunikasi publik, menyebarluaskan informasi pembangunan secara objektif, serta mendorong terciptanya ruang informasi yang sehat, edukatif, dan bertanggung jawab.


Atas penghargaan tersebut, diharapkan insan pers terus menjaga profesionalisme, independensi, serta berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan Kota Padang.(*)


Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

 

PARIWARA 

PADANG, Lintasmedia News— Merayakan hari jadi Kota (HJK) Padang Ke-357, DPRD kota Padang menggelar Rapat Paripurna Istimewa, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir, dan seluruh undangan lainnya di Gedung DPRD Padang


Rapat Paripurna Istimewa yang dipimpin Ketua DPRD kota Padang Muharlion dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi

Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Setdaprov, Adib Alfikri, Unsur Forkopimda Kota Padang, Mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang, Pimpinan Instansi vertikal, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan, Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Ketua TP-PKK Kota Padang, Ketua GOW Kota Padang, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Padang, Alim ulama, niniak mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda se-Kota Padang serta Perwakilan bupati / wali kota se-Sumatera Barat.

Wali Kota Fadly Amran menyampaikan bahwa Hari Jadi Kota menjadi saat untuk melihat masa lalu dengan hormat, membaca keadaan hari ini dengan jujur dan menyiapkan masa depan dengan berani. Ke depan, Kota Padang akan terus berpijak pada tatanan hidup Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.


“Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas, tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat yang lemah, dan membangun tanpa merusak lingkungan,” ungkap Fadly.

Disinggung Fadly Amran, semangat untuk bangkit dilanjutkan melalui Transformasi Ekonomi Kota Padang. Transformasi ekonomi bukan sekadar mengejar pertumbuhan yang lebih tinggi. Tetapi mengubah cara kota bekerja, memperkuat produktivitas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, menaikkan kelas usaha lokal, dan memastikan manfaat pertumbuhan dirasakan secara lebih merata.

“Untuk meletakkan fondasi pencapaiannya, arah jangka panjang tersebut dijabarkan dalam RPJMD Kota Padang Tahun 2025–2029 melalui penguatan tata kelola pemerintahan, kualitas sumber daya manusia, investasi, perdagangan dan jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta infrastruktur yang tangguh terhadap bencana,” ujar Fadly.


Fadly menegaskan bahwa Kota Padang merupakan kota jasa yang memiliki tiga kekuatan utama. Yakni sebagai Kota Pendidikan. Saat ini puluhan perguruan tinggi berdiri di Padang. Termasuk 46 perguruan tinggi swasta dan semua itu menjadi destinasi belajar bagi lebih 180 ribu mahasiswa. Kehadiran mahasiswa, dosen, peneliti, dan tenaga profesional membentuk pasar pengetahuan, hunian, transportasi, kuliner, kesehatan, teknologi, dan ekonomi kreatif yang besar.


“Padang juga merupakan kota perdagangan dan konektivitas. Perdagangan besar dan eceran menyumbang 17,52 persen terhadap PDRB Kota Padang, sedangkan transportasi dan pergudangan menyumbang 15,68 persen. Posisi ini menegaskan peran Padang sebagai pusat distribusi barang, orang, dan jasa bagi Sumatera Barat serta kawasan pantai barat Sumatera,” lanjut Fadly.

Fadly menyebut, Padang juga kota pariwisata. Kunjungan wisatawan pada tahun 2025 mencapai 5,3 juta orang, meningkat dari 4,3 juta orang pada tahun sebelumnya. Retribusi objek wisata mencapai sekitar Rp922 juta atau 153 persen dari target. Tantangan berikutnya bukan hanya menambah jumlah kunjungan, tetapi memperpanjang lama tinggal, meningkatkan belanja wisatawan, memperbaiki mutu destinasi, dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.


“Titik awal transformasi ekonomi kita adalah pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus menggunakan prinsip Build Back Better. Jalan, jembatan, drainase, sungai, permukiman, pasar, kawasan pendidikan, pusat pelayanan, dan destinasi wisata tidak cukuo dikembalikan seperti semula, semuanya harus ditata kembali agar lebih aman, terhubung produktif, inklusif, dan tangguh terhadap bencana berikutnya,” ucap Fadly.

Sisi lain, Fadly mengatakan bahwa ketika terjadi banjir pada 3 Agustus kemarin, Pemerintah Kota Padang menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Pemerintah Kota bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan, memastikan keselamatan warga, memenuhi kebutuhan dasar, serta memulihkan fasilitas dan pelayanan publik yang terganggu.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, aparatur kecamatan dan kelurahan, para relawan, dunia usaha, serta seluruh masyarakat yang telah bergerak cepat dan bergotong royong membantu saudara-saudara kita. Peristiwa ini kembali mengingatkan kita bahwa ketangguhan kota tidak boleh berhenti sebagai rencana. Keselamatan masyarakat, pembenahan drainase dan sungai, perlindungan kawasan resapan, serta penataan ruang berbasis risiko bencana harus menjadi kerja nyata dan prioritas bersama,”pungkas Fadly.


Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion mengatakan, bahwa selain banyaknya pencapaian positif yang diraih Pemko Padang saat ini, cukup banyak tantangan yang dihadapi oleh Kota Padang. Tantangan itu menjadi agenda bersama.


“Tantangan itu harus menjadi agenda bersama agar dapat terselesaikan dengan baik, untuk mencapai itu perlu kolaborasi, mari kita berkolaborasi untuk pembangunan Kota Padang,” ujar Muharlion.

Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Setdaprov, Adib Alfikri mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat selalu meyakini bahwa kemajuan Kota Padang adalah kemajuan Sumatera Barat. Ketika Kota Padang tumbuh menjadi kota yang modern, nyaman, religius dan berdaya saing, sesungguhnya yang dibangun bukan ibu kota provinsi. Akan tetapi juga marwah dan kebanggaan seluruh masyarakat Sumatera Barat.


“Karena itu pula pembangunan Kota Padang tidak boleh dipandang sebagai tanggungjawab Pemko Padang semata, tetapi pembangunan Kota Padang adalah kerja bersama, yang memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemko Padang, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, perguruang tinggi, komunitas dan banyak lainnya. Kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan utama kita untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan,” ujar Adib.


Tokoh Masyarakat yang merupakan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi melihat, cukup banyak langkah bernas yang dilakukan Wali Kota Padang. Bahkan kerjasama dengan luar negeri kini terus dijalin.


“Hubungan baik ini akan bisa merakit sebuah kerja sama yang dapat membawa kesejahteraan bagi Kota Padang,” ucap Denny.

Denny juga menyinggung tentang kinerja Pemerintah Kota Padang yang telah membersihkan Batang Arau. Pembersihan ini tidak saja mengangkat sampah dan bangkai kapal di sungai tersebut, tetapi juga menata penduduk sekitar Batang Arau agar tidak lagi membuang air kotor ke sungai.


“Apabila Batang Arau bersih, promosi pariwisata Kota Padang bisa kita dorong, yang perlu dihadirkan di tengah kita yakni bersih, rapi, dan hospitality,” Tutupnya.  (ADV)

Lintasmedia News- Memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Pemerintah Kota Padang menggelar Festival Pawai Telong-Telong. Kegiatan yang diikuti perwakilan dari 11 kecamatan se-Kota Padang itu berlangsung meriah dan disambut antusias oleh ribuan warga.

Festival Pawai Telong-Telong dibuka langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran didampingi Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Kawasan Pantai Cimpago, Kamis malam, 6 Agustus 2026. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tamu dari dalam negeri, dan mancanegara.

Peserta pawai menampilkan berbagai kreasi arak-arakan dengan mengusung simbol perjuangan, seni budaya, serta potensi unggulan dari masing-masing kecamatan. Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas semangat dan antusiasme masyarakat dalam memeriahkan HJK Padang ke-357.


 "Tumpah ruah warga, semangat para peserta, dan antusiasme para tamu undangan semuanya bersatu memeriahkan kegiatan kota kita tercinta. Ini adalah bentuk nyata dukungan kita terhadap visi dan misi kejayaan Kota Padang," katanya. 


Menurut Fadly Amran, Pawai Telong-Telong bukan sekadar atraksi budaya, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi seluruh elemen masyarakat sekaligus mengingatkan kembali semangat perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Ia berharap semangat tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat untuk bangkit pascabencana yang melanda Kota Padang.


 "Kita berharap seluruh program pembangunan yang saat ini sedang berproses, baik oleh Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun pemerintah pusat, dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," ujarnya. 


Fadly Amran menambahkan, Festival Pawai Telong-Telong menjadi salah satu agenda pembuka rangkaian HJK Padang ke-357 yang mengusung tema "Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City". Tema ini merupakan bagian dari upaya strategis Kota Padang menuju pengakuan sebagai Kota Gastronomi Dunia.

"Kita berharap potensi gastronomi yang dimiliki Kota Padang, dengan Nasi Padang yang telah mendunia sebagai salah satu kekuatannya, mampu mengantarkan Kota Padang menjadi Kota Gastronomi Dunia dari UNESCO. Dengan demikian, Kota Padang semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara," cakapnya. (***)


PADANG,Lintas Media News
Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Muhammad Iqra Chissa Putra, mendampingi Anggota DPR RI, Zigo Rolanda, meninjau kesiapan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taban III milik Perumda Air Minum Kota Padang, Rabu (5/8/2026). 

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proyek strategis penyediaan air bersih dapat segera direalisasikan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Iqra mengatakan, pembangunan IPA Taban III merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem penyediaan air minum di Kota Padang. Proyek tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan air bersih seiring pertumbuhan penduduk dan berkembangnya kawasan permukiman.

“Proyek ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kehadiran IPA Taban III diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi air bersih sehingga pelayanan Perumda Air Minum semakin optimal dan menjangkau lebih banyak pelanggan,” ujar Iqra.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui Anggota DPR RI Zigo Rolanda menjadi faktor penting agar seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana. Ia berharap tahapan administrasi, penganggaran, hingga pelaksanaan konstruksi dapat berlangsung tanpa hambatan sehingga manfaat proyek segera dirasakan masyarakat.

“Kami di DPRD Sumbar memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan infrastruktur dasar seperti penyediaan air bersih. Ini merupakan kebutuhan utama masyarakat yang harus menjadi prioritas pembangunan,” katanya.

Iqra juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kota Padang, Perumda Air Minum Kota Padang, dan pemerintah pusat dalam mempercepat realisasi pembangunan IPA Taban III. Menurutnya, kolaborasi lintas pemerintah menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur pelayanan publik.

Ia optimistis IPA Taban III akan memperkuat ketahanan sistem penyediaan air bersih di Kota Padang, sekaligus menjadi solusi untuk menjaga kontinuitas layanan saat terjadi gangguan pada sumber air maupun kondisi bencana.(***/st)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.