Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

Sumbar, Lintasmedia News— Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat berhasil membongkar kasus tindak pidana perdagangan emas ilegal pertama di Kota Solo. Kasus ini melibatkan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal India berinisial A yang berusia sekitar 39 tahun.


Pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung dalam acara doorstop usai konferensi pers di Mapolda Sumbar, Jumat (21/8/2026). 


Hadir dalam kesempatan tersebut Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya dan Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Octa Rahmansyah serta para awak media cetak, online dan elektronik. 


Kombes Pol Susmelawati Rosya menjelaskan bahwa pelaku A saat ini telah diamankan dan sedang dalam tahap pengembangan lebih lanjut oleh tim gabungan bersama instansi terkait.


"Tindak pidana pertama emas ilegal ini di Solok Kota. Ini pelakunya adalah seorang WNA warga negara India berinisial A, kemudian berumur kira-kira 39 tahun. Yang bersangkutan sudah diamankan ya saat ini dan sedang dalam proses pengembangan oleh timsus."


Sementara itu, Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar, AKBP Octa Rahmansyah, membeberkan modus operandi yang digunakan oleh jaringan internasional tersebut. Tersangka A diketahui membeli emas murni dari daerah tambang, yang kemudian penjualannya dihubungkan dengan jaringan pemodal asal Malaysia.


"Jadi untuk modus operandi, yang bersangkutan ini membeli emas dari daerah tambang, kemudian dibeli murnikan. Kemudian emas ini nanti ada yang membeli yaitu dari Malaysia, ada kurir sendiri," ungkap AKBP Octa Rahmansyah.


AKBP Octa menambahkan, pemodal di Malaysia menggunakan sistem pengiriman berjenjang dengan mengutus 2 hingga 3 orang kurir yang tidak saling kenal untuk menyerahkan barang ke Indonesia. Meskipun pelaku tinggal di Indonesia menggunakan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) karena telah beristri dan memiliki anak di wilayah tersebut, penyidik masih mendalami jaringan luas dan aliran transaksi yang nilainya tergolong besar.


Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan barang bukti emas murni dengan skala signifikan, di mana dalam penangkapan terbaru jumlahnya mencapai kurang lebih 1,5 kg hingga 2 kg yang dijual dalam jangka waktu setiap dua hari.


Polda Sumbar menegaskan bahwa proses hukum terhadap tersangka tetap berjalan secara profesional, dengan dibarengi koordinasi intensif bersama pihak imigrasi, pabean, serta kedutaan besar terkait mengingat keterlibatan jaringan luar negeri.(*)

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Dua Kafilah dilepas Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Korpri ke-8 di Makassar. Pelepasan berlangsung di ruang pertemuan Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Rabu (19/08).


Pada MTQ Nasional Tingkat Korpri ke-8 di Makasar, Kota Bukittinggi mengirimkan dua perwakilan Kafilah. Mereka adalah Nofi Yanti, S.Pd.I., Penyuluh Agama Fungsional Kecamatan Guguak Panjang, yang mengikuti cabang Doa Putri, serta Hardiyanti Maiyuna, S.IQ., S.Pd., guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 4 Bukittinggi, yang mengikuti cabang Hifzil 7 Surat Pilihan Putri. Mereka akan berjuang membawa nama kota Bukittinggi pada 24 Agustus 2026 mendatang. 

 

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, apresiasi dan dukungan kepada kedua perwakilan yang akan membawa nama Kota Bukittinggi dalam ajang MTQ Nasional Tingkat Korpri ke-8. Ia berharap kedua kafilah dapat mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan baik dan tampil maksimal.


"Selamat mengikuti MTQ Nasional Tingkat Korpri ke-8. Semoga bisa tampil sebaik mungkin, membawa nama baik Bukittinggi dan meraih hasil yang terbaik," ujarnya.


Wali Kota berpesan agar kedua kafilah tetap semangat dan menjaga kesehatan selama berada di Makassar. Kesempatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk tampil sebaik mungkin dan membawa nama baik Kota Bukittinggi. (Sandra)

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Wali Kota, Ramlan Nurmatias, bersama sejumlah Kepala SKPD terkait meninjau langsung proses pekerjaan revitalisasi drainase Pasar Bawah Kamis (20/08).


Dalam peninjauan ke lapangan itu, Wali Kota menegaskan agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan maksimal di malam hari. Sehingga proses jual beli pagi hingga sore tidak terganggu. Ia menilai setelah enam hari berjalan, pelaksanaannya cukup baik, besi besi sudah masuk di saluran yang diperbaiki. 


Dijelaskannya bahwa kondisi Pasar Bawah sering terjadi genangan air, becek dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penjual dan pembeli dinilai wajar. Ia mengatakan terakhir dilaksanakan perbaikan drainase di Pasar bawah sudah cukup lama yakni pada tahun 1998 lalu.


"Menurut catatan, terakhir tahun 1998 dan kita lihat bahwa drainase itu penuh dengan tanah. Jadi mulai sekarang kita perbaiki lagi, dibongkar isinya, dicor lagi, di cor lantainya, kiri kanan, sampai atas. Tujuan kita adalah supaya air lancar ke saluran induk dan tidak ada lagi genangan dan becek di dalam pasar," ungkapnya. 


Ia menyebutkan, Pemko Bukittinggi secara bertahap akan terus melakukan rehab terhadap Pasar Bawah. Mulai dari mengganti lantai, pembangunan WC baru, kamar mandi, mushalla, sesuai kebutuhan masyarakat Pasar Bawah. Termasuk nantinya, penggantian atap Pasar Bawah dengan konsep atap anggar. 


"Kita tetap mempertahankan konsep pasar tradisional Pasar Bawah. Artinya apa, batu-batu itu tetap kita pelihara. Kita ingin bagaimana Ibu Ibu kita dulu berjualan bakatidiang kita pertahankan. Insya Allah pelan-pelan kita perbaiki dan setiap tahun kita anggarkan untuk pekerjaan perbaikan di Pasar Bawah, supaya orang berbelanja di Pasar Bawah, nyaman dan bersih," Imbuhnya. (Sandra)

 

Lintasmedia News 

Pada kesempatan itu, Nelfri Asfandi, mengatakan, bahwa setetes darah memiliki arti yang sangat besar bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah.


Apalagi, lanjutnya, donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang dapat menyelamatkan nyawa.


“Setetes darah yang kita donorkan bisa menjadi harapan hidup bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang melawan penyakit. Karena itu, mari bersama-sama berkontribusi melalui donor darah untuk kemanusiaan,” ujarnya mengajak.


Dan, Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai kebiasaan positif. Selain membantu menjaga ketersediaan stok darah di PMI Kabupaten Pasaman, donor darah juga memberikan manfaat bagi kesehatan pendonor.


Menurut Nelfri, kegiatan donor darah merupakan amalan mulia yang tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga memiliki nilai ibadah karena menjadi bagian dari upaya menyelamatkan kehidupan manusia.


Melalui aksi kemanusiaan tersebut, Nelfri Asfandi berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk mendonorkan darahnya secara sukarela sehingga kebutuhan darah di PMI Kabupaten Pasaman dapat terus terpenuhi.


“Mari terus berbuat baik dan menebarkan kebaikan. Setetes darah yang kita sumbangkan hari ini bisa menjadi penyelamat bagi kehidupan orang lain,” ungkapnya.


Sementara, ketua PMI kabupaten Pasaman, Parulian Dalimunthe, yang juga wakil bupati Pasaman, mengapresiasi kepedulian dari ketua DPRD Pasaman Nelfri Asfandi dan mengajak semua pihak untuk mendonorkan darahnya setelah melalui kajian medis dan kesehatan sehingga memberikan dampak nyata untuk ketersediaan stok Darah dan bisa bermanfaat besar bagi kesehatan dan masyarakat yang membutuhkan darah, ujarnya. ( ***)

 

Pasaman Barat, Lintasmedia News- Bupati Pasaman Barat, diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Pasaman Barat, Doddy San Ismail, Selasa (10/3) Semelantik sejumlah pejabat administrator, pengawas, dan kepala puskesmas di jajaran Pemerintah Pasaman Barat.

Pelantikan di aula kantor bupati, Simpang Empat, dihadiri para asisten, staf ahli bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan pejabat terkait yang lain.


Sekda Doddy San Ismail, katakan, pelantikan para pejabat ini telah melalui mekanisme ketat, termasuk verifikasi dan validasi jabatan secara digital melalui aplikasi Badan Kepegawaian Negara (BKN).


“Pergantian posisi ini bukan sekadar rotasi, tetapi amanah besar. Pejabat yang mengisi posisi strategis harus memiliki kapasitas untuk mempercepat program kerja pemerintah daerah,” ujarnya.


Bagi pejabat yang baru, ingatnya, agar bekerja maksimal, menjunjung tinggi nilai dasar dan prinsip aparatur sipil negara (ASN), yakni BerAKHLAK, dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Berhasil atau tidaknya seseorang menjalankan tugasnya sebagai pimpinan, ingat Sekda, tidak terlepas dari kerja sama tim dan sinergi antarperangkat daerah dalam mendukung visi pembangunan daerah.


“Jaga kepercayaan ini dengan dedikasi dan profesionalisme demi pelayanan terbaik bagi masyarakat Pasaman Barat,” katanya. (***)

Pasbar,Lintas Media News Com.


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memaparkan implementasi Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Rabu 19/8


Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Pasaman Barat memperkuat sistem merit serta menyiapkan birokrasi yang profesional melalui pengelolaan ASN berbasis kompetensi, potensi, dan kinerja.


Ekspos dihadiri langsung Bupati Pasaman Barat Yulianto, Wakil Bupati M. Ihpan, Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, serta jajaran Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Inspektorat.


Dalam pemaparannya, Pemkab Pasaman Barat menjelaskan strategi penerapan manajemen talenta, mulai dari pemetaan kompetensi dan potensi ASN, penilaian rekam jejak kinerja, pengembangan kapasitas aparatur, hingga pembentukan talent pool sebagai dasar pengembangan karier dan pengisian jabatan secara objektif.


Bupati Pasaman Barat Yulianto menegaskan, manajemen talenta bukan sekadar pemenuhan administrasi kepegawaian, melainkan instrumen strategis untuk memastikan ketersediaan ASN yang mampu menjawab kebutuhan organisasi dan tantangan pembangunan daerah.


Melalui Manajemen Talenta, kita ingin memastikan ASN memperoleh kesempatan berkembang berdasarkan kompetensi, potensi, dan kinerjanya. Di sisi lain, pemerintah daerah dapat menempatkan SDM yang tepat pada posisi yang tepat sehingga organisasi semakin profesional, efektif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat," ujar Yulianto.


Menurutnya, penerapan manajemen talenta akan memperkuat prinsip the right person in the right position sekaligus mendukung pengelolaan karier ASN yang lebih transparan, objektif, dan berbasis data.


Melalui sistem tersebut, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi ASN berpotensi dan berkinerja tinggi sebagai kader pemimpin masa depan, memperkuat perencanaan suksesi jabatan, serta memastikan kebutuhan organisasi terhadap SDM kompeten terpenuhi secara berkelanjutan.


Pemkab Pasaman Barat juga menekankan bahwa ASN yang disiapkan untuk jabatan strategis tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis dan manajerial, tetapi juga integritas, kapasitas kepemimpinan, serta pemahaman yang kuat terhadap visi pembangunan daerah.


Melalui ekspos tersebut, Pemkab Pasaman Barat berharap memperoleh masukan dan penguatan dari BKN agar implementasi manajemen talenta dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi birokrasi menuju pelayanan publik yang semakin berkualitas.


PADANG, Lintas Media News
Kinerja DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam mengelola informasi dan dokumentasi hukum mendapat apresiasi di tingkat nasional dalam ajang JDIH Nasional 2026. DPRD Sumbar berhasil meraih Peringkat IV terbaik Nasional kategori DPRD Provinsi, penghargaan tersebut diterima langsung Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, dalam momentum rangkaian Hari Pengayoman ke-81,  Rabu (19/8/2026).

Capaian tersebut semakin istimewa karena DPRD Provinsi Sumatera Barat tercatat sebagai satu-satunya DPRD di Sumatera Barat yang berhasil membawa pulang penghargaan JDIH Nasional 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) sepanjang tahun 2025. Penilaian tidak hanya melihat keberadaan dokumen, tetapi juga bagaimana informasi hukum dikumpulkan, diolah, ditata dan disajikan sehingga dapat diakses masyarakat.

Berbagai dokumen yang dikelola melalui JDIH DPRD Sumbar meliputi Peraturan Daerah, Rancangan Peraturan Daerah, Keputusan DPRD, Keputusan Pimpinan DPRD, Keputusan Sekretaris DPRD, naskah akademik, notulen dan risalah rapat, buku perpustakaan, hingga dokumentasi proses pembahasan Peraturan Daerah.

Aspek inovasi serta statistik pengunjung website JDIH juga menjadi bagian dari penilaian. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan JDIH tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dokumen, tetapi juga bagaimana informasi hukum dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Ketua DPRD Sumbar Muhidi menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran DPRD dan Sekretariat DPRD Sumbar dalam menjaga kualitas dokumentasi serta keterbukaan informasi hukum.

“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua. Namun, yang paling penting dari penghargaan ini adalah bagaimana JDIH benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Muhidi.

Ia mengatakan, DPRD sebagai lembaga perwakilan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan berbagai produk hukum dan proses pembentukan peraturan dapat diketahui publik.

“Informasi hukum harus semakin mudah diakses. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai berbagai produk hukum maupun proses yang dilakukan DPRD,” ujarnya.

Muhidi berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian, tetapi menjadi penyemangat untuk terus melakukan pembenahan.

“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, memperkuat digitalisasi dan membuat informasi hukum semakin mudah dijangkau masyarakat,” tuturnya.

Plt Kepala Kanwil Kemenkumham Sumatera Barat, Alpius Sarumaha, mengatakan, sinergi dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan pemerintahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa pada akhirnya seluruh tugas pemerintahan memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pertanyaan yang paling mendasar adalah untuk siapa kita bekerja. Kita bekerja untuk masyarakat, untuk bangsa dan negara,” ujar Alpius.

Menurutnya, keberhasilan pelayanan tidak semata-mata dilihat dari proses administrasi, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Hukum tidak boleh terasa jauh dari masyarakat. Hukum harus memberikan kepastian, perlindungan dan menghadirkan solusi,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat yang datang membawa persoalan tidak justru menghadapi persoalan baru akibat pelayanan yang berbelit.

“Ketika masyarakat datang dengan persoalan, jangan kita tambah dengan persoalan baru. Ketika ada persoalan, harus kita selesaikan. Jangan berlindung di balik birokrasi,” tegasnya.

Alpius menambahkan, semangat pengayoman harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Pengayoman memiliki makna yang besar. Menyayomi tidak boleh berhenti pada rasa prihatin. Harus bergerak dengan kerja nyata, bukan sekadar seremoni dan slogan, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(*/st)

Sumbar, Lintasmedia News– Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Barat mengungkap 43 kasus tindak pidana narkotika dengan 51 tersangka sepanjang 1 Juli hingga 10 Agustus 2026. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 152.288,53 gram ganja, 1.813,48 gram sabu, serta 224 butir ekstasi dan 36,08 gram.


Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti narkotika, dipimpin langsung Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., di halaman Mapolda Sumbar, Selasa (18/8/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat, unsur TNI, BNNP Sumbar, Kejaksaan Tinggi Sumbar, Kabinda Sumbar, pejabat utama Polda Sumbar, tokoh adat dan agama, Bea Cukai serta insan media.


Dari 51 tersangka, 49 merupakan laki-laki dan dua perempuan. Berdasarkan asumsi satu gram sabu digunakan oleh lima orang dan satu gram ganja oleh satu orang, barang bukti yang diamankan diperkirakan dapat menyelamatkan lebih dari 47 ribu jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.


Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy mengatakan, narkotika masih menjadi ancaman serius karena dampaknya tidak hanya terhadap kesehatan, tetapi juga keluarga, keamanan, dan masa depan generasi bangsa.


“Narkotika tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga menghancurkan keutuhan keluarga, mengganggu stabilitas sosial, meningkatkan angka kriminalitas, dan melemahkan produktivitas masyarakat,” ujar Irjen Pol. Djati.


Menurutnya, pemberantasan narkotika bukan semata persoalan penegakan hukum, tetapi juga bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang sehat, produktif, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.


“Polda Sumatera Barat akan terus mengoptimalkan upaya preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara terpadu serta menindak tegas setiap pelaku tindak pidana narkotika sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.


Sejumlah perkara menonjol turut berhasil diungkap. Pada Juli 2026, Ditresnarkoba Polda Sumbar mengungkap tujuh kasus dengan 10 tersangka dan menyita 60.778,95 gram ganja serta 201 butir ekstasi dan 36,08 gram.


Sementara pada Agustus, tiga kasus diungkap dengan lima tersangka. Polisi menyita 1.461,79 gram sabu dan 7.573,92 gram ganja. Satresnarkoba Polres Padang Pariaman juga mengungkap satu kasus dengan satu tersangka dan menyita 56.374,53 gram ganja.


Salah satu pengungkapan terjadi di Kabupaten Pasaman. Pada 5 Agustus 2026, polisi mengamankan R.S. di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Rao. Dari tangan tersangka ditemukan enam paket kecil sabu serta satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver yang terpasang dua butir amunisi.


Senjata api tersebut diduga digunakan untuk melindungi diri saat melakukan transaksi narkotika. Namun, penyidik masih mendalami kepemilikan senjata tersebut.


Di Pasaman Barat, polisi mengamankan J.A. pada 27 Juli 2026 dengan 30 paket besar ganja. Hasil pengembangan kemudian mengarah kepada R.H. dan H.S. yang turut diamankan bersama tujuh paket besar ganja.


Keduanya menggunakan sepeda motor dan memanfaatkan jalur tikus menuju kawasan perkebunan sawit untuk membawa narkotika tersebut.


Kasus lainnya berkaitan dengan jaringan yang memanfaatkan jalur penerbangan melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Pada 6 Agustus 2026, polisi mengamankan M di Terminal Bus Aur Kuning, Bukittinggi.


Penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan temuan dua paket besar sabu dalam koper penumpang pesawat Pelita Air IP351 tujuan Jakarta. Dalam perkara tersebut, M diduga menggunakan identitas palsu atas nama W.F. untuk membeli tiket, sementara identitas aslinya menggunakan nama M.


Kapolda menjelaskan, sebagian besar pengungkapan berawal dari informasi masyarakat maupun hasil pengembangan perkara sebelumnya. Informasi tersebut ditindaklanjuti melalui penyelidikan, mulai dari pengumpulan bahan keterangan, observasi, surveillance, pemetaan jaringan hingga penggunaan metode undercover buy dalam perkara tertentu.


Ia menegaskan, pemberantasan narkoba membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk TNI, BNN, pemerintah daerah, kejaksaan, instansi terkait, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat.


“Penanganan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan kerja bersama yang konsisten, terintegrasi, dan berkesinambungan,” katanya.


Irjen Pol. Djati juga mengapresiasi seluruh personel dan pihak yang mendukung pengungkapan perkara narkotika serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai peredaran narkoba.


“Mari kita jadikan pemberantasan narkoba sebagai tanggung jawab bersama. Jaga generasi muda, putus mata rantai peredaran narkoba, dan wujudkan Sumatera Barat yang sehat, aman, serta bebas narkoba menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

 

PADANG, Lintasmedia News– PT Semen Padang melalui Serikat Pekerja Semen Padang (SPSP) menyumbangkan 326 kantong darah kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang. Donasi tersebut dihimpun melalui kegiatan donor yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Rabu (19/8/2026).


Dengan tema “Merdeka Vibes? Donor Aja!”, donor darah yang diikuti karyawan PT Semen Padang, Anak Perusahaan dan Lembaga Penunjang (APLP), serta keluarga karyawan itu digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-357 Kota Padang.

Kegiatan donor darah yang digelar SPSP itu disambut antusias oleh para pendonor. Buktinya, dalam satu jam pertama, sebanyak 77 peserta berhasil mendonorkan darah. Jumlah tersebut terus bertambah dan mencapai 231 kantong pada pukul 11.41 WIB. Hingga kegiatan berakhir, jumlah darah yang terkumpul mencapai 326 kantong.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial keluarga besar PT Semen Padang terhadap masyarakat. Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial dan perlombaan, tetapi juga perlu diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung.


“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian keluarga besar PT Semen Padang kepada masyarakat. Kami ingin peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT Kota Padang tidak hanya berlangsung secara seremonial, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat nyata, yaitu donor darah yang digelar melalui SPSP,” kata Win.


Sementara itu, Ketua Umum SPSP Bobby Suharlah menekankan bahwa setetes darah yang didonorkan memiliki nilai yang sangat besar bagi keselamatan jiwa manusia. Untuk itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan, keluarga karyawan, serta insan APLP yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan tersebut.


Tidak hanya itu, Bobby juga mengapresiasi dukungan PMI Kota Padang, panitia, tenaga kesehatan, sponsor, dan seluruh pihak yang berkontribusi terhadap kelancaran kegiatan. “Terima kasih atas partisipasi para pendonor dan dukungan sponsorship yang telah menyukseskan kegiatan donor darah ini,” katanya.


Bobby mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh SPSP dari PMI Kota Padang, kebutuhan darah di Kota Padang mencapai sekitar 200 kantong setiap hari. Darah tersebut dibutuhkan oleh berbagai fasilitas pelayanan kesehatan untuk menangani pasien yang menjalani operasi, korban kecelakaan, ibu melahirkan, serta pasien dengan penyakit tertentu.


Namun, tingginya kebutuhan tersebut belum selalu sebanding dengan jumlah darah yang berhasil dihimpun. Dalam kondisi tertentu, PMI masih menghadapi keterbatasan persediaan, terutama untuk golongan darah tertentu yang permintaannya meningkat.


“Kami sempat berbincang dengan PMI Kota Padang. Dalam sehari, kebutuhan darah mencapai sekitar 200 kantong, sedangkan jumlah yang tersedia masih sering kurang. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, kami dapat membantu meringankan beban PMI dalam memenuhi kebutuhan darah masyarakat,” ujar Bobby.


Menurut Bobby, keterbatasan stok darah dapat memberikan dampak serius terhadap penanganan pasien. Berdasarkan keterangan yang diterimanya dari PMI, pernah terdapat pasien yang tidak dapat diselamatkan karena golongan darah yang dibutuhkan tidak tersedia pada saat itu.


“Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kantong darah memiliki arti sangat penting. Darah yang didonorkan bukan sekadar angka dalam persediaan PMI, tetapi dapat menjadi harapan bagi pasien dan keluarganya dalam menghadapi kondisi darurat. Semoga darah yang terkumpul dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan transfusi,” katanya.


Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z. Latif mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang dan SPSP yang kembali menunjukkan komitmen dalam mendukung kegiatan kemanusiaan dan menjaga persediaan darah di Kota Padang, termasuk kepada seluruh pendonor yang secara sukarela menyumbangkan darahnya.


Menurut Zulhardi, kesediaan masyarakat menjadi pendonor merupakan faktor utama dalam menjaga kesinambungan persediaan darah. Ia menjelaskan, darah dibutuhkan setiap hari oleh rumah sakit dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, di sisi lain, darah tidak dapat diproduksi secara buatan dan hanya dapat diperoleh melalui pendonor.


Karena itu, kata dia, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan persediaan darah tetap tersedia, terutama dalam menghadapi keadaan darurat. “Saat ini, Unit Donor Darah PMI Kota Padang masih sangat membutuhkan tambahan stok darah. Kegiatan yang digelar PT Semen Padang melalui SPSP ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan darah bagi pasien,” kata Zulhardi.


Menurutnya, kegiatan donor darah massal yang dilaksanakan perusahaan, instansi, organisasi, dan komunitas memiliki peran penting dalam menjaga persediaan. Pelaksanaan secara berkala juga dapat membantu PMI mengantisipasi kekurangan stok pada waktu-waktu tertentu.


“Untuk itu, kami berharap kolaborasi antara PMI Kota Padang dan PT Semen Padang dapat terus dilanjutkan. Selain dapat membantu menambah persediaan darah, kegiatan sosial donor darah ini dinilai sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjadi pendonor sukarela,” ujarnya.


Sementara itu, Jen Riadi, peserta dengan riwayat donor terbanyak, mengaku bangga bisa berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang digelar SPSP. Sejak mulai mendonorkan darah pada 2013, Jen tercatat telah melakukan donor sebanyak 64 kali. Jen juga mengaku rutin mendonorkan darah karena ingin membantu sesama sekaligus menjaga kebugaran tubuh.


“Kebiasaan donor darah rutin ini telah saya jalani sebelum bergabung sebagai karyawan PT Semen Padang. Alasan saya rutin donor darah adalah untuk membantu sesama dan menjaga kesehatan. Dengan donor secara teratur, tubuh akan kembali membentuk sel-sel darah baru,” ujarnya.


Menurut Jen, PT Semen Padang memiliki potensi pendonor sukarela yang cukup besar karena banyak karyawan telah rutin mendonorkan darah, baik melalui kegiatan perusahaan maupun secara langsung di PMI. “Untuk itu, kami berharap donor darah di lingkungan perusahaan dapat terus dilaksanakan secara rutin sekali dalam dua bulan,” katanya.


Keberhasilan menghimpun 326 kantong darah menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian keluarga besar PT Semen Padang. Melalui kegiatan tersebut, peringatan HUT Kemerdekaan RI dan HUT Kota Padang tidak hanya berlangsung semarak, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. (*)


PADANG,Lintas Media News
Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi memanfaatkan masa reses untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat. Dalam kunjungannya ke Musala Darussalam, Kelurahan Lubuk Minturun, Selasa (18/8/2026).

Berbagai persoalan masyarakat menjadi bahan dialog, mulai dari pendidikan, pengelolaan APBD hingga penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menanggapi apa yang disampaikan masyarakat,Muhidi mengatakan.Semua itu akan diproses sesuai kewenangan masing-masing,kalau permasalahannya ada di provinsi akan diserahkan kepada pemerintah provinsi dan kalau hal tersebut ada di kota kabupaten,akan diserahkan ke kota/kabupaten.

Menurut Muhidi,Reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk mendengar secara langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan. Aspirasi tersebut selanjutnya menjadi bahan dalam pembahasan kebijakan dan penganggaran daerah.
Ia menjelaskan, DPRD memiliki peran strategis dalam menentukan arah penggunaan anggaran daerah bersama kepala daerah. Sebab, pemerintah daerah tidak dapat membelanjakan APBD begitu saja tanpa melalui proses pembahasan dan persetujuan DPRD.

“APBD itu bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana anggaran tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan prioritas pembangunan,” ujar Muhidi.

Menurutnya, dinamika dunia yang terus berubah juga berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi daerah. Karena itu, Sumatera Barat harus menyiapkan masyarakat yang mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan.

Salah satu sektor yang dinilai paling penting untuk diperkuat adalah pendidikan. Penguatan tersebut, kata Muhidi, tidak hanya menyangkut peserta didik, tetapi juga kepala sekolah dan para guru sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi masa depan.

“Dunia hari ini terus berubah. Karena itu, pendidikan harus kita perkuat. Mulai dari kepala sekolah, guru, sampai anak-anak sekolah harus dipersiapkan agar mampu menghadapi tantangan ke depan,” katanya.

Selain pendidikan, Muhidi juga menyoroti pentingnya meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Menurutnya, pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki kemauan untuk berusaha, tetapi juga harus dibekali pengetahuan, keterampilan dan pelatihan agar mampu mengembangkan usahanya.

“Kita harus masuk dengan bimbingan dan pelatihan. UMKM harus kita dorong agar usahanya berkembang lebih baik, mampu membaca peluang dan tidak berhenti pada usaha yang berjalan seadanya,” ungkapnya.

Muhidi juga mengajak masyarakat untuk membangun budaya belajar dan tidak ragu mengambil pengalaman dari orang lain yang telah lebih dahulu berhasil.

Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga kemauan untuk belajar, membangun jaringan dan mencari lingkungan yang mampu memberikan motivasi positif.

“Kalau ingin sukses, carilah kawan yang sudah sukses. Bukan untuk sekadar ikut menikmati keberhasilannya, tetapi untuk belajar bagaimana mereka bisa sampai di titik itu. Dari sana kita bisa mendapatkan pengalaman sekaligus motivasi,” tuturnya.

Ia berharap reses tersebut tidak berhenti sebagai forum menyampaikan aspirasi, tetapi menjadi awal dari upaya bersama untuk mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Muhidi menekankan, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, DPRD dan masyarakat. Dengan komunikasi yang kuat dan aspirasi yang disampaikan secara langsung, kebijakan yang lahir diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.(*/st)

 

Pasbar ,Lintas Media News Com.


Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang ,Jln Muhammad Nasir Pasaman Baru untuk tahun 2026 mulai kembali melaksanakan Pembangunan Jalan Simpang Tiga -Alin Paraman Ampalu yang terbengkalai 3,5 Km ,atas kekurangan Dana Anggaran tahun 2025 .


Pembangunan ini tampak mulai dikerjakan oleh para pekerja dari PT. Pebana Adi Sarana Jln Belanti 03 ,Lolong Padang Timur dengan Konsultan Pelaksana yang dikerjakan oleh CV.Jasareka Mandiri Consultan dengan waktu selama 150 hari kerja.


Jalan yang dibangun ini dimulai dari jorong Siligawan Gadang menuju Jorong Air Dingin,Nagari Ranah Sungai Magelang ,Kecamatan Gunung Tuleh dengan Sumber Dana APBD Tahun 2026 atau penanganan Long Segment dari Dana Bagi Hasil Sawit (DBH) sebesar Rp.6.054.118.766.( Enam Milyar Lima Puluh Empat Juta Seratus Delapan Belas Ribu Tujuh Ratus Enam Puluh Enam Rupiah )


Saat dikonfirmasi di lapangan, Rabu 19/8 Rozi Consultan Pengawas mengatakan terkait dengan pengerjaan jalan 2 kilo meter ini baru tahap Droping Timbunan Pilihan untuk Normalisasi, kendati pun anggaran cukup besar ada 6 Milyar lebih ,karena sudah sesuai dengan Spek ,semua harga naik derastis atau tinggi ,sehingga tidak bisa diselesaikan, semua jalan yang terbengkalai ini ungkap Eka kordinator Pengawas Lapangan kepada Media ini.


Komentar juga dikatakan Abna Mufid selaku Pejabat Pemerintah Nagari Ranah Sungai Magelang memberikan Apresiasi yang tinggi terutama kepada Pemerintah Daerah Yulianto Buoati dan M.Ihfan Wakil Bupati ,kepada anggota DPRD Pasbar Marwazi.B, Sulaiman ,Netra Ekawati, Camat dan semua Pihak yang berperan dalam pembangunan Jalan ini, karena Jalan ini sudah lama ditunggu dan dinanti oleh masyarakat, jelas dengan adanya pembangunan Jalan berharap dapat berdampak bagi perputaran Ekonomi masyarakat ke depan pungkasnya lagi.

 

Padang, Lintasmedia News — Pengurus Daerah Persatuan Pensiunan Radio Republik Indonesia (PD PP RRI) Padang periode 2026–2031 dikukuhkan, Rabu (19/8/2026), di Auditorium RRI Padang.


Melalui Musyawarah Daerah beberapa waktu laku, Heranof Firdaus kembali dipercaya memimpin organisasi yang menjadi wadah para pensiunan penyiar, reporter, teknisi, dan karyawan RRI di Sumatera Barat tersebut.


Dalam sambutannya, Heranof menyampaikan apresiasi kepada Kepala Stasiun LPP RRI Padang Yulian S. Saa’ba beserta jajaran yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan para pensiunan RRI.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Stasiun LPP RRI Padang Yulian S. Saa’ba beserta jajarannya yang selalu mendukung dan memfasilitasi semua kegiatan pensiunan RRI. Tanpa dukungan itu, berbagai program silaturahmi dan kegiatan sosial kami tidak akan berjalan sebaik ini,” ujar Heranof.


Ia mengatakan dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan antara para pensiunan dengan institusi RRI, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di antara anggota PP RRI Padang.


Ketua Penasehat PD PP RRI Padang, Ali Amran Tris, dalam sambutannya meminta pengurus yang baru segera menggelar pleno untuk menyusun dan menetapkan program kerja lima tahun ke depan.


Menurutnya, program organisasi harus diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata dan menyentuh kepentingan para pensiunan.


“Buatlah program-program yang bermanfaat dan menyentuh langsung kepentingan para pensiunan, di samping program pertemuan bulanan, arisan dan kunjungan sosial yang selama ini telah berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.


Sementara itu, sambutan Kepala Stasiun LPP RRI Padang Yulian S. Saa’ba dibacakan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Stasiun RRI Padang, Yusrizal, SH, MM.


Dalam sambutan tersebut, Yulian menyampaikan apresiasi terhadap kekompakan dan semangat kebersamaan anggota PP RRI Padang.


“PP RRI Padang dinilai paling aktif mengadakan pertemuan dibandingkan PP RRI di daerah lainnya di Indonesia. Ini menunjukkan komitmen para senior untuk tetap menjaga tali silaturahmi dan memberikan kontribusi pemikiran bagi RRI,” kata Yusrizal saat membacakan sambutan tertulis tersebut.


Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Umum DHD BPK-45 Sumatera Barat, Eko Yanche Edrie, yang hadir mewakili Ketua Umum DHD BPK-45 Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, menyoroti peran historis RRI dalam perjalanan bangsa Indonesia.


Menurut Eko, radio memiliki kekuatan tersendiri karena mampu menjangkau masyarakat lintas ruang dan waktu serta hadir pada berbagai momentum penting dalam perjalanan sejarah bangsa.


“Bagi saya, RRI adalah saksi sejarah. Saya masih ingat jelas pada 1999, Kepala Stasiun RRI Timor Timur menyampaikan ucapan perpisahan melalui siaran radio, bertepatan dengan jajak pendapat yang kemudian melahirkan negara Timor Leste. Itulah kekuatan radio, hadir di tengah momen kebangsaan,” ujarnya.


Pengukuhan pengurus PD PP RRI Padang dilakukan oleh Plh Kepala Stasiun LPP RRI Padang, Yusrizal, SH, MM. Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat peran PP RRI Padang sebagai wadah pembinaan, silaturahmi, dan kegiatan sosial para pensiunan, sekaligus menjadi mitra strategis RRI dalam menjaga nilai-nilai penyiaran publik.


Dalam struktur kepengurusan periode 2026–2031, Heranof Firdaus dipercaya sebagai ketua. Posisi Wakil Ketua dijabat Sri Setia Dewi, Sekretaris Rafles, Wakil Sekretaris Nanik Syamsu, Bendahara Rosnelly, dan Wakil Bendahara Zunayeni.


Kepengurusan juga dilengkapi Koordinator Seksi Organisasi dan Keanggotaan H. Punil M., Koordinator Seksi Sosial dan Kesejahteraan Rosnidar, serta Koordinator Seksi Dana dan Usaha Elidar.


Untuk periode lima tahun ke depan, PD PP RRI Padang berkomitmen melanjutkan berbagai kegiatan yang selama ini telah berjalan, seperti pertemuan bulanan, arisan, bakti sosial, wisata bersama, serta pendampingan antarpensiunan.


Selain mempertahankan program rutin, pengurus baru juga didorong menyusun program yang lebih strategis agar keberadaan PP RRI Padang semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota.

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.