Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

PADANG,Lintas Media News
 Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk masuk dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori City of Gastronomy tahun 2027. Menurutnya, upaya tersebut menjadi momentum strategis mengangkat budaya dan kuliner Minangkabau ke panggung internasional.

Nanda menilai, perjuangan Pemko Padang menjadikan Kota Padang sebagai kota gastronomi dunia bukanlah sekadar agenda seremoni atau pencapaian administratif semata, melainkan bagian dari ikhtiar besar mengangkat marwah budaya Minangkabau melalui kekuatan kuliner yang telah lama mendunia.

“Ini bukan hanya tentang Kota Padang, tetapi tentang bagaimana Sumatera Barat memperlihatkan identitas dan kekuatan budayanya kepada dunia internasional. Kuliner Minangkabau memiliki sejarah panjang, filosofi, nilai sosial, hingga kekuatan ekonomi yang sangat besar. Karena itu, DPRD Sumbar memberikan dukungan penuh terhadap langkah yang sedang diperjuangkan Pemko Padang,” ujar Nanda Satria saat diwawancarai, Senin (11/5/2026). 

Disebut Nanda, pengakuan UNESCO nantinya akan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai destinasi unggulan wisata budaya dan gastronomi nasional. Dampaknya, ini  diyakini tidak hanya akan dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga akan menggerakkan ekonomi masyarakat mulai dari pelaku UMKM, industri kreatif, petani, hingga sektor jasa pendukung lainnya.

“Kita ingin kekayaan kuliner Minang tidak hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga karena ekosistem budayanya yang kuat dan berkelanjutan. Tradisi seperti makan bajamba, nilai kebersamaan dalam budaya urang awak, hingga proses pengolahan makanan tradisional merupakan kekuatan yang tidak dimiliki banyak daerah lain,” katanya.

Nanda juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, komunitas kreatif, pelaku usaha, hingga masyarakat dalam mengawal seluruh tahapan seleksi UCCN yang dikenal ketat dan kompetitif.

“Kita tentu berharap seluruh elemen bergerak bersama. Ini momentum besar bagi daerah. Ketika Padang berhasil masuk dalam jaringan kota kreatif dunia UNESCO, maka dampaknya akan menjadi kebanggaan sekaligus peluang ekonomi yang sangat luas bagi Sumatera Barat,” tutupnya.

Sekaitan dengan ini, Pemko Padang terus mempercepat langkah untuk mewujudkan visi sebagai pusat kuliner nasional sekaligus kandidat kuat representasi Indonesia dalam jejaring kota kreatif dunia, UNESCO Creative Cities Network (UCCN), untuk kategori City of Gastronomy pada tahun 2027 mendatang. Keseriusan ini mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa keinginan menjadikan Kota Padang sebagai pusat kuliner nasional akan semakin memperkuat jati diri daerah tersebut sebagai wilayah dengan keberagaman gastronomi yang kaya dan bernilai jual tinggi.

"Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan bahwa kekayaan gastronomi Minangkabau tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga mampu memenuhi standar global dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat," ujar Menteri Ekraf dalam audiensi bersama jajaran Pemerintah Kota Padang di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (7/5/2026) lalu.

Kementerian Ekraf berkomitmen untuk turun tangan langsung mendampingi daerah dalam mengoptimalkan identitas kreatifnya, guna mendongkrak reputasi ekonomi kreatif nasional di kancah dunia.

"Sinergi ini adalah komitmen kita bersama untuk mengawal seleksi nominasi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027. Kami akan mendampingi Pemerintah Kota Padang agar persiapan teknis serta dokumen yang disusun sesuai dengan standar internasional UNESCO," tegas Teuku Riefky Harsya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas masukan serta kesediaan Kementerian Ekraf untuk mengawal tahapan seleksi tersebut.

Ia turut memaparkan kekuatan warisan budaya (cultural heritage) yang menjadi modal utama Kota Padang untuk bersaing di level global. Kekayaan tersebut tidak terbatas pada kelezatan hidangan ikonik seperti rendang, sate padang, gulai, dan sambal lado, tetapi juga mencakup tradisi sosial masyarakat seperti makan bajamba serta akulturasi budaya urang padang jalan barampek.

"Kementerian Ekraf memberikan dukungan yang sangat krusial bagi kami untuk meningkatkan standar ekosistem kuliner berkelanjutan, mengingat Padang memiliki kekayaan kuliner yang lengkap dan telah diakui oleh dunia," ungkap Fadly Amran.

Audiensi strategis ini merupakan tindak lanjut dari adendum Berita Acara Hasil Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Kota Padang pada Februari 2026 lalu. Adendum tersebut secara resmi memindahkan fokus pengembangan ekonomi kreatif Kota Padang dari subsektor seni pertunjukan ke subsektor kuliner. Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang permohonan pendampingan dari daerah kepada pusat untuk menghadapi tahapan seleksi UCCN 2027, mulai dari tahapan sosialisasi, pengisian dossier, hingga seleksi administrasi dan substansi.

Langkah akselerasi ini tidak dilakukan secara sepihak, melainkan dikawal oleh elemen kolaborasi yang solid. Turut hadir mendampingi Wali Kota Padang dalam delegasi tersebut antara lain Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yeni Yuliza, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Padang Wirdanis, Dr. Haris Satria, serta Ramani yang hadir mewakili komunitas kuliner lokal.

Dukungan penuh juga mengalir dari unsur legislatif yang terjun langsung mengawal jalannya audiensi dan memastikan dukungan regulasi serta penganggaran. Tampak hadir dalam rombongan tersebut Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Nanda Satria, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat Doni Harsiva Yandra, serta Anggota DPRD Kota Padang Argi Putra Finalo.

Jika berhasil menembus dan ditetapkan dalam jaringan UCCN kelak, Kota Padang akan menyusul jejak kota-kota kreatif Indonesia lainnya yang telah lebih dahulu diakui oleh UNESCO.

Kota-kota tersebut antara lain Pekalongan, Surakarta, dan Ponorogo (kota kerajinan dan kesenian), Bandung (kota desain), Ambon (kota musik), Jakarta (kota literasi), serta Malang (kota kreatif seni media). (*/st)


BATAM,Lintas Media News
Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Pasaman (IKAPAS) Kota Batam periode 2025-2030  serta Silaturahmi Akbar yang digelar di Convention Centre SMKN 1 Batam, Minggu (10/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Evi Yandri mengajak para perantau Pasaman yang ada di Batam untuk turut berkontribusi membangun kampung halaman.

“Kami atas nama pimpinan DPRD mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus IKAPAS pada hari ini. Dengan kepengurusan yang sekarang, besar harapan kami IKAPAS bisa ikut berkontribusi membangun kampung halaman. Suksesnya pembangunan daerah tidak akan pernah bisa dilepaskan dari kepedulian para perantau,” ujar Evi Yandri.

Ia mengatakan, dengan kondisi APBD Pasaman yang terbatas, pemerintah daerah membutuhkan dukungan para perantau untuk mempercepat pembangunan. Karena itu, ia berharap IKAPAS Kota Batam dapat mengambil peran dalam mendukung pembangunan daerah asal.

Lebih lanjut, Evi Yandri mengingatkan agar IKAPAS di bawah kepengurusan baru mampu menjadi rumah bersama bagi perantau Minang di Batam.

“Bagi orang Minang, organisasi di rantau ibarat rumah gadang, tempat mengadu dan bermusyawarah. Karena itu, kami berharap IKAPAS bisa menjalankan peran tersebut, menjadi rumah bagi saudara-saudara kita di perantauan,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar Fraksi Gerindra, Khairuddin Simanjuntak mengapresiasi inisiatif dan konsistensi masyarakat Pasaman di Kota Batam dalam membangun wadah kebersamaan.
Menurutnya, organisasi perantau seperti IKAPAS memiliki peran penting dalam mempererat hubungan sosial dan menjaga komunikasi antarwarga Pasaman di tanah rantau.

Ia menilai semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Pasaman di Batam menjadi contoh positif bagi komunitas perantau lainnya.

“Semangat persatuan yang ditunjukkan masyarakat Pasaman di Batam sangat luar biasa. Ini menjadi modal sosial yang kuat dalam membangun solidaritas,” ujar dewan dari Dapil Pasaman-Pasaman Barat tersebut.

Khairuddin juga mengapresiasi pelantikan yang dirangkai dengan kegiatan silaturahmi akbar sehingga tidak hanya bersifat seremonial.
Ia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat jaringan komunikasi antaranggota sekaligus membuka ruang kolaborasi di berbagai bidang.

Menurutnya, organisasi perantau dapat menjadi jembatan antara masyarakat di daerah asal dan daerah perantauan, terutama dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan ekonomi.

Selain itu, ia mendorong pengurus yang baru dilantik menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan komitmen.

“Organisasi ini harus menjadi rumah bersama, tempat berdiskusi, berbagi informasi, dan saling membantu antarperantau,” tambahnya.

Pelantikan IKAPAS Kota Batam juga diisi berbagai kegiatan pendukung, termasuk penampilan budaya dan ajang silaturahmi tokoh masyarakat.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Minangkabau sekaligus mengenalkan nilai-nilai adat kepada generasi muda di perantauan.

Antusiasme masyarakat Pasaman di Batam terlihat tinggi menjelang pelaksanaan acara dengan dukungan berbagai elemen dan komunitas lokal.
Sejumlah warga menilai kehadiran IKAPAS dapat memperkokoh persatuan sekaligus menjadi wadah koordinasi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, pelantikan IKAPAS Kota Batam diharapkan menjadi langkah awal memperkuat organisasi agar lebih solid, berdaya guna, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Pasaman di Kepulauan Riau. (*/st)


Padang,Lintas Media News
Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Doni Harsiva Yandra, menegaskan pentingnya fokus Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap penanganan pascabencana melalui APBD 2027.

Hal itu disampaikan Doni dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Sumbar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR), Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V pada Senin (11/5/2026).

Menurut Doni, penanganan pascabencana di Sumbar membutuhkan koordinasi kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Sebab, kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur masih sangat besar.

“Kita tetap mendorong dukungan dari pusat. Namun pemerintah provinsi juga harus mengoptimalkan penganggaran melalui APBD 2027,” kata Doni.

Ia menyebut total kebutuhan anggaran penanganan pascabencana di Sumbar diperkirakan mencapai Rp17,9 triliun. Anggaran tersebut mencakup penanganan jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten dan kota, jembatan, normalisasi sungai, hingga perbaikan jaringan irigasi.

Doni mengatakan berbagai usulan penanganan infrastruktur berasal dari pemerintah kabupaten dan kota, baik untuk kewenangan daerah maupun provinsi. Karena itu, ia meminta koordinasi dengan balai-balai teknis di Sumbar lebih diintensifkan.

“Kita ingin koordinasi ini lebih optimal. Sebab ada pekerjaan infrastruktur yang pembiayaannya dari pusat, tetapi daerah harus menyiapkan dokumen pendukung,” ujarnya.

Menurut Doni, pemerintah provinsi juga harus aktif mengoordinasikan program infrastruktur yang dibiayai melalui skema Transfer ke Daerah (TKD). Langkah itu dinilai penting agar penanganan pascabencana berjalan lebih efektif dan terarah.

Ia menjelaskan sejumlah usulan penanganan infrastruktur nantinya masuk dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), terutama untuk sektor jalan, sungai, dan irigasi.

“Program yang dibiayai melalui TKD harus terkoordinasi dengan baik, khususnya yang berkaitan dengan jalan, sungai, dan irigasi,” katanya.

Selain itu, Doni juga meminta organisasi perangkat daerah terkait segera menyiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk berbagai proyek infrastruktur daerah. Menurutnya, kesiapan dokumen teknis akan mempercepat realisasi bantuan dari pemerintah pusat.

Ia menambahkan, sektor yang paling terdampak akibat bencana saat ini meliputi jalan, sungai, irigasi, dan lahan pertanian. Karena itu, seluruh pihak diminta memperkuat sinergi dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Kita mendorong sinergitas seluruh sektor agar penanganan pascabencana di Sumbar berjalan maksimal,” tutup Doni. (***)

PADANG,Lintas Media News
Libatkan Tim Ahli DPRD,Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar) mulai mengkaji gagasan pengajuan Daerah Istimewa Minangkabau (DIM). Langkah awal tersebut ditandai dengan penyerahan naskah akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) DIM kepada tim ahli untuk dikaji dari berbagai aspek, mulai dari hukum, konstitusi, hingga sejarah, Senin (11/5/2026).

Naskah akademik dan draft RUU DIM tersebut sebelumnya diterima langsung oleh Muhidi dari Badan Persiapan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (BP2DIM) saat audiensi di rumah dinas Ketua DPRD Sumbar pada Jumat (8/5/2026) lalu.

“Kita menindaklanjuti wacana DIM yang terus diperjuangkan BP2DIM dengan mengkaji dari berbagai aspek bersama tim ahli,” ujar Muhidi.

Ia menegaskan, DPRD Sumbar ingin melihat secara komprehensif aspek hukum dan mekanisme pengajuan RUU tersebut, termasuk prosedur konstitusional yang harus ditempuh.
Menurut Muhidi, langkah itu merupakan bentuk komitmen DPRD Sumbar dalam menindaklanjuti setiap gagasan strategis yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kita ingin melihat secara utuh bagaimana peluang dan tantangan dari gagasan Daerah Istimewa Minangkabau ini, baik dari sisi regulasi maupun dampaknya terhadap pemerintahan dan masyarakat Sumatera Barat,” katanya.

Muhidi juga menegaskan, DPRD Sumbar terbuka terhadap berbagai gagasan yang bertujuan memperkuat posisi dan kekhususan budaya Minangkabau dalam sistem pemerintahan daerah, sepanjang tetap sejalan dengan konstitusi dan regulasi nasional.

Dalam pertemuan tersebut, tenaga ahli yang hadir di antaranya HM Nurnas, Kurnia Warman, Sayuti, dan Khairul Fahmi. Penyerahan draft turut didampingi Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Sumbar, Dahrul Idris.

Sementara itu, BP2DIM berharap DPRD Sumbar dapat menjadi pintu masuk dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait penguatan kekhususan Minangkabau melalui jalur konstitusional.
Sebelumnya, pengurus BP2DIM menggelar audiensi bersama Muhidi di rumah dinas Ketua DPRD Sumbar untuk membahas dorongan perubahan nama Provinsi Sumatera Barat menjadi Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau.

BP2DIM menilai penguatan status tersebut penting untuk menjaga falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) tetap menjadi dasar kehidupan masyarakat Minangkabau.
Audiensi itu turut dihadiri sejumlah tokoh organisasi, di antaranya Muslim Tawakal, Zulkifli Datuak Rajo Mangkuto, Yulmiati, serta Sutan Roser Nuserwan, Dziqro Fernando, dan Mistarija.(*/st)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Semangat gotong royong masyarakat Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, terus menyala dalam membangun akses jalan menuju kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Puncak Labuang. Di tengah keterbatasan, para peladang setempat bahu-membahu melakukan pengecoran jalan secara swadaya demi membuka akses yang lebih layak menuju lahan pertanian mereka.

Sejak dimulai pada medio 2023, program betonisasi jalan di kawasan Puncak Labuang telah menunjukkan hasil nyata. Hingga kini, jalan yang dibetonisasi mencapai sekitar dua kilometer dengan lebar dua hingga tiga meter dan ketebalan sekitar 13 hingga 14 sentimeter. Pengerjaan dilakukan secara bertahap melalui gotong royong yang rutin dilaksanakan hampir setiap akhir pekan.

Ketua Forum Pemberdayaan Limau Manis, Desi Fitria, mengatakan gotong royong ini juga mendapat dukungan dari PT Semen Padang melalui bantuan sekitar 3.000 zak semen. Bantuan dari perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu dinilai sangat membantu keberlangsungan pembangunan jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat menuju ladang.

“Seluruh pengerjaan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Namun, perjuangan ini tidak berjalan sendiri. PT Semen Padang turut membantu dengan memberikan bantuan sekitar 3.000 zak semen,” ujar Desi saat ditemui di sela kegiatan gotong royong pengecoran Jalan Puncak Labuang, Minggu (10/5/2026).

Ia menegaskan, bantuan dari PT Semen Padang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan di kawasan Puncak Labuang.

“Untuk itu, atas nama masyarakat dan para peladang Puncak Labuang, kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang. Dukungan ini sangat berarti bagi kami,” katanya.

Desi menceritakan, sebelum akses jalan dibetonisasi, masyarakat harus menghadapi medan yang sangat sulit untuk mencapai ladang mereka. Jalan tanah yang licin dan curam membuat perjalanan menjadi berisiko, terutama saat musim hujan tiba. Bahkan, kata dia, masyarakat harus berjalan kaki hingga enam jam untuk sampai ke lahan pertanian.

“Tidak sedikit peladang yang terjatuh ketika membawa hasil panen menuju pasar karena kondisi jalan yang berlumpur dan sulit dilalui. Kalau hujan, jalan berubah jadi kubangan lumpur. Membawa hasil panen sangat sulit. Banyak masyarakat yang jatuh di jalan karena medannya curam dan licin,” ungkapnya.

Kini, lanjut dia, kondisi tersebut perlahan berubah. Dengan adanya jalan beton, masyarakat sudah dapat menjangkau ladang menggunakan kendaraan roda empat dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Perubahan itu tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan dampak besar terhadap produktivitas pertanian warga.

“Sekarang akses sudah jauh lebih mudah. Masyarakat bisa membawa hasil panen dengan cepat dan aman. Ini sangat membantu aktivitas ekonomi warga,” ujar Desi.

Jalan beton yang dibangun secara sederhana tersebut ternyata memiliki fungsi yang sangat vital bagi masyarakat Puncak Labuang. Jalan itu merupakan satu-satunya akses menuju lahan pertanian warga yang ditanami berbagai komoditas unggulan seperti manggis, durian, cengkeh, jeruk, dan kopi.

Desi menyebut, sebelum adanya betonisasi jalan, banyak peladang memilih membiarkan lahannya tidak tergarap karena sulitnya akses menuju lokasi pertanian. Namun kini, kondisi tersebut mulai berubah. Akses yang semakin baik membuat masyarakat kembali bersemangat menggarap lahan mereka.

“Sekarang masyarakat mulai semangat kembali menggarap ladangnya. Kalau dulu banyak lahan yang dibiarkan begitu saja karena aksesnya sulit dilalui kendaraan. Untuk mencapai ladang, masyarakat harus berjalan kaki hingga enam jam. Kini, waktu tempuh ke ladang jauh lebih singkat, hanya sekitar 15 hingga 20 menit,” katanya.

Selain mendukung pembangunan jalan, PT Semen Padang juga disebut turut mendukung pengembangan kawasan Puncak Labuang sebagai destinasi agrowisata. Melalui Forum Pemberdayaan Limau Manis, perusahaan semen kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu turut membantu pembangunan sejumlah fasilitas penunjang seperti kamar mandi, toilet di area perkemahan, serta gazebo bagi pengunjung.

Desi menilai kawasan Puncak Labuang memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena tidak hanya menawarkan sektor pertanian, tetapi juga potensi wisata alam dan kawasan perkemahan.

“Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan di sini. Selain pertanian, ada juga kawasan camp dan wisata alam yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Apresiasi terhadap dukungan PT Semen Padang juga datang dari Ketua Forum Anak Nagari Limau Manis, Eka Putra Kurniadi. Ia mengatakan perusahaan tersebut selama ini terus menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di Limau Manis. Tidak hanya bantuan untuk pembangunan jalan di Puncak Labuang, tetapi juga untuk pengecoran Jalan Bantcah di Kelurahan Limau Manis Selatan sepanjang lebih dari tiga kilometer.

“Tidak hanya Jalan Puncak Labuang yang dibantu, di Limau Manis Selatan PT Semen Padang juga mendukung pengecoran Jalan Bantcah sepanjang lebih dari tiga kilometer. Untuk itu, kami juga menyampaikan terima kasih kepada PT Semen Padang atas kontribusi yang dinilai sangat membantu masyarakat,” kata Eka.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan bahwa bantuan ribuan zak semen untuk pembangunan jalan di HKm Puncak Labuang merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Bantuan ini, katanya, bukan sekadar dukungan material, tetapi juga upaya menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

“Bagi kami, bukan soal berapa banyak semen yang diberikan, tetapi bagaimana dampaknya terhadap kehidupan para peladang. Ketika akses jalan membaik, ekonomi bergerak, dan masyarakat lebih sejahtera, di situlah nilai sebenarnya dari bantuan ini. Pembangunan tidak selalu soal infrastruktur besar. Membantu membuka akses seperti ini justru bisa lebih berarti,” ujarnya.

Staf TJSL Unit CSR PT Semen Padang, Nurwan, menambahkan bahwa bantuan semen untuk betonisasi jalan Puncak Labuang juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menekankan pentingnya pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.

“Bagi orang luar, jalan beton ini mungkin hanya jalur kecil di tengah hutan. Tapi bagi peladang Puncak Labuang, jalan ini adalah simbol harapan — harapan yang tumbuh dari tanah sendiri, dibangun dengan tangan sendiri, dan dipupuk oleh semangat gotong royong yang tak pernah padam,” tutupnya.

Program betonisasi jalan di Puncak Labuang menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masyarakat yang didukung kolaborasi dengan dunia usaha mampu menghadirkan perubahan nyata. Dari jalan berlumpur yang dulu sulit dilalui, kini masyarakat mulai menikmati akses yang lebih layak menuju lahan pertanian dan masa depan ekonomi yang lebih baik. (*)

 


Bukittinggi, Lintasmedianews.com 

Pemerintah Kota Bukittinggi melepas keberangkatan dua Calon Jamaah Haji Kota Bukittinggi menuju embarkasi Padang. Pelepasan dilakukan langsung Wakil Wali Kota bersama perwakilan Kemenhaj Bukittinggi, di Balaikota, Jumat (08/05).

Kedua jamaah tersebut atas nama Afrizal dan Yusnimar. Mereka masuk dalam daftar CJH kloter 14 Padang gelombang dua.

CJH Bukittinggi tahun 2026 berjumlah 255 orang. Dari jumlah tersebut, 253 jamaah masuk kloter 7 PDG, telah berangkat menuju Madinah 30 April lalu. Sementara dua jamaah lainnya yang masuk kloter 14 PDG terbang menuju Jeddah, Sabtu 9 Mei 2026. Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis.

"Alhamdulillah hari ini kita lepas dua calon jamaah haji Bukittinggi yang masuk kloter 14 Padang. Hari ini mereka bertolak ke Embarkasi Padang dan besok terbang menuju Jeddah, karena masuk gelombang dua," Ungkap Ibnu.

Ia turut mendoakan para calon jamaah haji dapat melaksanakan setiap rukun dan wajib haji dengan maksimal, sehingga seluruh jamaah mendapatkan prediket haji mabrur (Sandra)

 

Pasbar, Lintas Media News Com

kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menegah Kabupaten Pasaman Barat Agusli,S.Pd pantau kesiapan pengiriman seluruh peralatan Kir atau Timbangan untuk dikirim melalui mobil Ekspedisi ke UMPL Regional Medan ,melalui UPTD Metrologi Legal Pasbar ,demikian pantauan Wartawan Media ini dilapangan.

Saat dikonfirmasi sekaitan dengan pengiriman seluruh peralatan kir timbangan tersebut Silvi Mayarsi Savitri ,Rabu 7/5 di ruang kerjanya Padang Tujuh Simpang Empat.mengatakan

Tera ulang ini mutlak dilakukan ,karena peralatan tersebut sudah waktunya untuk ditera ulang ,apalagi sudah 1 tahun berupa timbangan M1 dan M2, sedangkan yang 2 tahun  lebih tinggi ,otomatis mengalami kehausan tegasnya

Untuk memastikan Itu makanya  mereka  berusaha ,tentunya harus ada upaya yang maksimal dilakukan sesuai dengan peraturan Menteri Perdagangan Nomor :52 Tahun 2019 .

Tak hanya itu yang jelas maksud dan tujuan dilaksanakannya Tera ulang ini dalam rangka memastikan ,bahwa Timbangan  itu benar-benar Standar, harus tertelusur artinya kalau 1 kilo  memang tetap 1 kilo pas imbuhnya. 

Jangankan itu ,kita manusia saja ,sama halnya, apalagi ,kalau untuk sehat tetap harus di cek  seraya  mengingatkan  lagi.

Jadi untuk melaksanakan tugas  kelapangan harus dengan peralatan timbangan yang layik, baik timbangan Pasar ,SPBU ,Peron Sawit  tegasnya lagi.

Menyangkut keluhan dari masyarakat terkait timbangan selama ini belum ada keluhan ,namun sosialiasi atau Himbauan yang mereka berikan di lapangan bagi pemilik peron masih biasa  ,berbeda dengan Perusahaan seperti SPBU tetap patuh,karena diaudit pungkas Silvi.

 


PADANG, Lintasmedia News (11/5/2026) — PT Semen Padang menyabet penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS Tahun 2025 kategori Gold dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia. Penghargaan untuk perusahaan semen pertama di Asia Tenggara yang juga merupakan anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk itu ditandatangani langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli pada Februari 2026.


Penghargaan diserahkan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar Ahmad Zakri, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat Firdaus Firman, dalam apel pagi yang digelar di Lapangan Kantor Disnakertrans Provinsi Sumatera Barat, Senin (11/5/2026). Penghargaan diterima manajemen PT Semen Padang yang diwakili Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar Ahmad Zakri menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai aktif dan konsisten melakukan upaya pencegahan serta penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.


Menurutnya, dunia usaha memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya kesehatan pekerja, termasuk dalam upaya menghapus stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS di tempat kerja.


“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menghadirkan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan manusiawi. Upaya pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja membutuhkan konsistensi, edukasi berkelanjutan, serta dukungan kebijakan perusahaan,” ujarnya.


Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat Firdaus Firman turut menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.


Ia menilai keterlibatan aktif dunia industri menjadi bagian penting dalam mendukung agenda kesehatan nasional sekaligus memperkuat perlindungan tenaga kerja.


Penghargaan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong perusahaan dan institusi untuk lebih aktif menjalankan program kesehatan kerja berbasis edukasi, pencegahan, perlindungan, serta kebijakan nondiskriminatif terhadap pekerja yang hidup dengan HIV/AIDS.


Program tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 68 Tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja. Regulasi ini menegaskan pentingnya keterlibatan perusahaan dalam membangun sistem perlindungan tenaga kerja yang inklusif dan berkelanjutan.


Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, mengatakan penghargaan predikat Gold yang diterima perusahaan merupakan hasil dari konsistensi PT Semen Padang dalam menjalankan berbagai program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS secara terstruktur dan berkelanjutan.


Perusahaan telah menempatkan pengendalian HIV/AIDS ke dalam kebijakan resmi perusahaan sebagai bagian dari implementasi kesehatan dan keselamatan kerja.


Selain itu, PT Semen Padang juga telah membentuk Komite Pencegahan dan Penanggulangan (P2) HIV/AIDS yang bertugas mengawal pelaksanaan program edukasi, sosialisasi, hingga pendampingan di lingkungan kerja.


“Komitmen perusahaan tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi diwujudkan melalui berbagai program nyata yang menyentuh pekerja secara langsung. Kami percaya bahwa edukasi dan keterbukaan informasi menjadi kunci utama dalam pencegahan HIV/AIDS,” kata Idris.


PT Semen Padang secara rutin melaksanakan sosialisasi dan seminar kesehatan terkait HIV/AIDS kepada lebih dari 75 persen karyawan organik maupun tenaga outsourcing.


Tidak hanya di internal perusahaan, edukasi mengenai HIV/AIDS juga dilakukan PT Semen Padang melalui kegiatan penyuluhan di sekolah-sekolah dan masyarakat sekitar sebagai bagian dari kontribusi sosial perusahaan dalam meningkatkan kesadaran.


Dalam mendukung efektivitas program, PT Semen Padang juga memiliki instruksi kerja khusus terkait pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja, serta menyediakan pusat layanan konseling melalui Unit Kesehatan Kerja (UKK).


Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan Puskesmas Lubuk Kilangan melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terkait layanan HIV/AIDS.


PT Semen Padang menyiapkan dukungan anggaran khusus untuk memastikan seluruh program berjalan optimal. Selain itu, evaluasi terhadap efektivitas program juga dilakukan secara berkala melalui survei dan kuesioner kepada karyawan. (*)

 

Pasamanbarat, Lintasmedia News –Polres Pasaman Barat melaksanakan Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kabag Ren pada Sabtu (9/5/2026) pagi di lapangan apel Mako Polres setempat. Upacara ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik.


Kegiatan sertijab digelar sebagai bagian dari dinamika organisasi untuk meningkatkan kualitas kinerja, memperkuat tata kelola, dan menjaga kesinambungan pelayanan Polri kepada masyarakat. 

Suasana upacara berlangsung penuh khidmat dengan dihadiri para pejabat utama Polres Pasaman Barat, Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat Ny. Panca Agung, para Kapolsek jajaran, serta para pengurus Bhayangkari.


Dalam kesempatan tersebut, jabatan Kabag Ren resmi diserahterimakan dari Kompol Muzhendra kepada AKP Evo Nosara yang sebelumnya menjabat Kasubbagstrajemen dan RB Bag Ren Polres Pasaman Barat. Selanjutnya, Kompol Muzhendra akan mengemban tugas sebgai Wakapolres Pasaman, Polda Sumbar.


Upacara sertijab ini dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram Kapolda Sumbar Nomor: ST/309/IV/KEP/2026 tanggal 2 Mei 2026 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di lingkungan Polda Sumatera Barat.


Upacara berlangsung sesuai tahapan prosesi seremonial Polri, mulai dari pembacaan Keputusan Kapolda Sumbar, pengambilan sumpah jabatan yang didampingi rohaniawan, hingga penandatanganan berita acara serah terima jabatan, dan penandatanganan Pakta Integritas.


Kapolres Pasaman Barat dalam arahannya mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan kontribusi selama mengemban tugas, serta menyampaikan harapan kepada pejabat baru agar segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program kerja dengan penuh tanggung jawab.


“Mutasi jabatan adalah bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi. Kita berharap pejabat baru dapat bekerja dengan integritas, menjaga soliditas, serta memberi energi baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,” ujarnya.


Setelah upacara resmi ditutup, rangkaian dilanjutkan dengan kegiatan kenal pamit di aula Tatag Trawang Tungga, foto bersama serta pemberian ucapan selamat dari Kapolres, pejabat utama, dan seluruh peserta personel Polres Pasaman Barat kepada pejabat yang baru dilantik. (HumasResPasbar)



Padang,Lintas Media News
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi memimpin Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian tanggapan Gubernur terhadap Ranperda Perubahan Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan serta Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, sekaligus penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Ranperda Penyelenggaraan Jalan Provinsi, Senin (11/6/2026) di ruang Sidang Utama DPRD Sumbar.

Muhidi yang didampingi wakil ketua Iqra Chissa dan Nanda Satria, Sekwan Maifrizon, Kabag Persidangan dan Perundang-undangan Dahrul Idris menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Daerah atas capaian pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan I tahun 2026 sebesar 5 07% berdasarkan data Badan Pusat Statistik. 

Capaian tersebut merupakan indikator penting yang menunjukkan bahwa roda pembanqunan daerah bergerak secara positif di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian dan proses pemulihan pascabencana yano masih berlangsung pada saat ini.

Pertumbuhan ekonomi ini tentu tidak hadir dengan sendirinya, melainkan melalui kerja keras, konsistensi kebijakan, penquatan tata kelola pemerintahan, serta sinerg antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.
"Kami memandang bahwa capaian ini menjadi modal strategis untuk memperkuat daya saing daerah, meningkatkan investasi, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ujar Muhidi

Dalam rapat tersebut. seluruh fraksi DPRD Sumbar menyampaikan berbagai catatan, kritik, dan masukan terkait kondisi infrastruktur jalan, tata kelola regulasi, hingga pemerataan pembangunan di daerah.

Fraksi PDI Perjuangan-PKB menekankan pentingnya sinkronisasi pembangunan jalan dengan proyek strategis nasional, peningkatan anggaran infrastruktur, serta pemerataan pembangunan hingga daerah terisolir seperti Kepulauan Mentawai. Fraksi juga menyoroti tingginya kerusakan jalan akibat kendaraan ODOL dan mendorong peningkatan alokasi pajak kendaraan untuk infrastruktur jalan.

Fraksi NasDem menyoroti lemahnya pengawasan kendaraan bertonase berlebih, keterbatasan anggaran, serta ketimpangan pembangunan antarwilayah. NasDem juga meminta kejelasan mekanisme sanksi penanganan darurat infrastruktur serta percepatan pembangunan jalan vital seperti kawasan Sicincin.

Fraksi Golkar menilai persoalan utama infrastruktur terletak pada arah kebijakan anggaran dan lemahnya penegakan aturan ODOL. Golkar juga menyoroti banyaknya ruas jalan rusak serta minimnya fasilitas keselamatan seperti rambu dan penerangan jalan.
Fraksi PKS menegaskan jalan sebagai urat nadi ekonomi dan menekankan pentingnya keselamatan serta mitigasi bencana, PKS juga menyoroti lemahnya pengawasan Rumija, keterbatasan pemeliharaan jalan, serta perlunya sanksi tegas terhadap pelanggaran muatan kendaraan.

Fraksi Gerindra menyoroti data kerusakan jalan yang masih tinggi serta belum teqasnya kewajiban perusahaan pengguna jalan. Gerindra juga meminta penguatan audit jalan, digitalisasi data infrastruktur, serta skema pembiayaan jangka panjang termasuk kontribusi perusahaan.

Fraksi PPP menekankan aspek keselamatan, percepatan perbaikan jalan rusak, serta perhatian terhadap kawasan warisan dunia Sawahlunto (WTBOS). PPP juga menyoroti belum terbentuknya badan pengelola kawasan tersebut dan meminta peningkatan akses ialan wisata.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat dalam tanggapannya menyampaikan bahwa Ranperda pendidikan dan petani merupakan sektor strategis yang harus disusun secara selaras dengan regulasi nasional, kemampuan daerah, dan kebutuhan masvarakat. Pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan data, harmonisasi aturan, serta efektivitas implementasi di lapangan.

Gubernur berharap seluruh Ranperda yang dibahas dapat menghasilkan regulasi yang implementatif, tidak tumpang tindih, serta benar-benar menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Rapat paripurna ditutup dengan harapan agar pembahasan lanjutan dapat menghasilkan kebijakan yang memperkuat infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan dan pertanian, serta mendorong <esejahteraan masvarakat Sumatera Barat secara berkelanjutan.

Rapat paripurna tersebut dari pihak Pemprov Sumbar dihadiri Gubernur Mahyeldi serta jajaran OPD dan unsur Forkopimda Sumbar.(St)

 

PADANG, Lintasmedia News — Persiapan event akbar Blue Ocean Minang (BOM) Run 2026 terus dimatangkan. Ajang lomba lari yang diinisiasi Ikatan Alumni SMA Negeri 3 (Ikasmantri) Padang itu kembali mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Padang.


Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat menerima Ketua Pelaksana BOM Run 2026, Revdi Iwan Syahputra, bersama Ketua Harian PB Ikasmantri, Yulviadi Adek, dalam rapat pematangan di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (11/5/2026).

Turut hadir dalam pertemuan ini Asisten Administrasi Umum, Corri Saidan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Eka Putra Buhari, serta Kepala Dinas Pariwisata, Yenni Yuliza.


Fadly Amran menilai BOM Run bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat citra Kota Padang sebagai destinasi sport tourism dan gastronomi dunia.

"Pemko Padang siap mendukung penuh kegiatan ini. BOM Run 2026 menjadi peluang besar untuk mempromosikan pariwisata sekaligus kekayaan kuliner Kota Padang," tegasnya.


Menurut Fadly, BOM Run 2026 juga akan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Padang ke-357 pada Agustus mendatang. la berharap momentum tersebut menjadi pesta besar bagi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, kuliner, perhotelan, dan UMKM.

Sementara itu, Revdi Iwan Syahputra mengungkapkan, BOM Run 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7-9 Agustus 2026 dengan target partisipasi hingga 6.000 peserta dari tingkat regional, nasional, termasuk negara-negara ASEAN.

“BOM Run tahun ini tidak hanya dirancang sebagai lomba lari, tetapi juga sebagai sarana memperkuat promosi wisata, sejarah, budaya, dan kawasan pesisir Kota Padang. Konsep yang diusung selaras dengan Program Unggulan (Progul) Pemko Padang ‘Jelajah Padang’ yang mengintegrasikan olahraga dengan eksplorasi destinasi wisata dan kuliner,” terangnya.


Menurut Revdi, selain menyediakan lomba lari kategori 5K, 10K, dan 21K, BOM Run tahun ini juga membuka kategori khusus anak usia 6-12 tahun serta lansia.

“Peserta akan melintasi sejumlah ikon wisata Kota Padang, seperti Kota Tua, Pantai Padang, Muaro, hingga Bukit Gado-Gado. Selain lomba lari, juga digelar festival UMKM dan gastronomi khas Padang di Bagindo Aziz Chan Youth Center saat pengambilan race pack,” tambahnya.(***)

 

PADANG, Lintasmedia News — Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan pentingnya donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menyelamatkan nyawa sesama.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan donor darah bertajuk “Donor Darah, Donor Kehidupan” yang digelar Bank Mestika bekerja sama dengan KSR PMI Unit Universitas Negeri Padang (UNP), di Auditorium UNP, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada 11-12 Mei 2026 itu menargetkan pengumpulan 2.000 kantong darah untuk membantu memenuhi kebutuhan darah di Kota Padang.


“Setetes darah yang kita donorkan dapat menjadi harapan hidup bagi orang lain. Donor darah adalah bentuk nyata kepedulian sosial dan bagian dari membangun masyarakat yang sehat,” ujar Fadly Amran.

Fadly Amran menyebutkan, Pemerintah Kota Padang saat ini tengah mendorong terwujudnya visi Kota Sehat, yang salah satu indikator utamanya adalah kesehatan mandiri masyarakat melalui perilaku hidup sehat dan kepedulian sosial.


"Kami mengapresiasi inisiatif Bank Mestika yang konsisten menghadirkan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Semoga kegiatan donor darah ini terus berlanjut, karena selain membantu sesama, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor," tandas Wali Kota.

Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif, mengungkapkan kebutuhan darah di Kota Padang mencapai sekitar 200 kantong per hari untuk melayani lebih dari 30 rumah sakit yang bekerja sama dengan UDD PMI Kota Padang. Karena itu, pihaknya terus menggencarkan kegiatan donor darah di berbagai instansi dan perguruan tinggi.


“Target 2.000 kantong darah dalam kegiatan donor darah ini diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah selama beberapa hari ke depan. Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Padang yang memberikan penghargaan bagi pendonor aktif, termasuk program umrah bagi pendonor yang telah mencapai 130 kali donor darah,” imbuhnya.

Sementara itu, Pimpinan Bank Mestika Cabang Padang, Yenny Wiranata, menyebutkan kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung aksi kemanusiaan dan membantu memenuhi kebutuhan darah di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang.


Ia mengungkapkan, kerja sama donor darah antara Bank Mestika dan UNP telah berlangsung konsisten selama 12 tahun. Dalam setiap pelaksanaannya, kegiatan tersebut mampu mengumpulkan sekitar 500 hingga 800 kantong darah per hari, atau rata-rata mencapai 1.600 hingga 1.800 kantong dalam dua hari pelaksanaan.

Kami berharap kegiatan ini terus menjadi inspirasi untuk berbagi kebaikan dan semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam donor darah,” ujarnya.


Turut hadir dalam kesempatan ini Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dr. Aklima, Rektor UNP, Krismadinata, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Sri Kurniayati, serta Kepala UDD PMI Kota Padang, dr. Widyarman, perwakilan PMI Sumbar, dan Komandan KSR PMI Unit UNP, Muhammad Zikri. (***)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.