Latest Post

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

PT Semen Padang menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Pengabdian kepada Masyarakat yang diinisiasi Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Andalas (Unand), yang dilaksanakan di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Kampung Talang, RT 03 RW 04, Kelurahan Kapalo Koto, Senin (20/4/2026).

Mengusung tema “Penerapan Teknologi Pertanian Regeneratif dan Terintegrasi dalam Model Pemulihan Ekonomi Pascabencana Berbasis Kebun Komunitas”, program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi warga melalui pendekatan pertanian berkelanjutan yang adaptif terhadap keterbatasan lahan.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat ITB, Ramadhani Eka Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari intervensi sebelumnya yang difokuskan pada penyediaan Hunian Sementara dan Layak (Hunsela) atas penugasan dari Kementerian Pendidikan Tinggi. Seiring dengan stabilnya kondisi pascabencana, fokus program kini diarahkan pada penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Setelah fase tanggap darurat dan penyediaan hunian, kini tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan. Kami memilih pendekatan ekonomi berbasis sistem pertanian terpadu, yang tidak hanya produktif tetapi juga ramah lingkungan,” ujar Ramadhani.

Ia menambahkan, program ini tidak berhenti pada pelatihan jangka pendek, melainkan dirancang sebagai pendampingan berkelanjutan hingga November 2026. Selama periode tersebut, tim ITB akan secara aktif memantau perkembangan implementasi di lapangan.

“Pelatihan memang dilaksanakan selama dua hari, namun pendampingan akan terus berjalan. Harapannya, ini dapat menjadi katalis peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam mengelola sumber daya yang ada menjadi nilai ekonomi,” lanjutnya.

Beragam materi pelatihan diberikan kepada warga, mulai dari teknik hidroponik sebagai solusi pertanian di lahan terbatas, budidaya lebah galo-galo (Trigona), hingga distribusi bibit tanaman produktif seperti kelapa dan durian. Konsep yang diusung menekankan bahwa pekarangan rumah dapat dioptimalkan sebagai “kulkas hidup” yang menyediakan kebutuhan pangan secara mandiri.

Ramadhani Eka Putra juga mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas dukungan konkret melalui penyediaan pupuk organik berbasis maggot atau kasgot, yang dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas media tanam sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam mendukung pemulihan masyarakat.

“Sebagai bagian dari ekosistem sosial di Sumatera Barat, PT Semen Padang memiliki tanggung jawab untuk turut serta dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kontribusi kami dalam penguatan kapasitas dan kemandirian warga,” ujarnya.

Senada dengan itu, Staf TJSL PT Semen Padang, Fajar Rahmadoni, menambahkan bahwa dukungan perusahaan tidak hanya terbatas pada bantuan material, tetapi juga bagian dari upaya mendorong praktik pertanian berkelanjutan di tingkat komunitas.

“Kami memberikan bantuan pupuk kasgot yang dihasilkan dari pengolahan limbah organik berbasis maggot. Ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan limbah yang bernilai ekonomis,” jelasnya.

Kepala Departemen Biologi FMIPA Universitas Andalas, Henny Herwina, menekankan pentingnya keberlanjutan aktivitas ekonomi di tengah masyarakat pascabencana.

Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang aplikatif.

“Perekonomian masyarakat harus terus berjalan. Program ini dirancang agar efektif dan mudah diterapkan, mulai dari budidaya galo-galo, peternakan ayam, hingga sistem hidroponik. Kami bersyukur ada kolaborasi yang kuat untuk mendampingi masyarakat,” ungkapnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif selama pelatihan berlangsung. Salah seorang perwakilan warga, Ema, mengaku mendapatkan wawasan baru yang membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga.

“Kami sangat senang karena mendapatkan pengetahuan baru. Harapannya, ini bisa kami kembangkan untuk menambah penghasilan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Selain ITB dan Unand, program ini juga mendapat dukungan dari sejumlah lembaga lainnya, memperkuat pendekatan kolaboratif dalam mendorong pemulihan berbasis komunitas.

Dengan sinergi yang terbangun, kawasan Huntap Kampung Talang diharapkan tidak hanya menjadi simbol relokasi pascabencana, tetapi juga model pengembangan ekonomi mandiri berbasis pertanian regeneratif di wilayah perkotaan.

 




Padang, Lintasmedia news | Peringatan Hari Kartini tahun 2026 terasa lebih hangat dan bermakna di lingkungan Polda Sumatera Barat. Bukan sekadar seremoni tahunan, momentum ini menjadi ruang refleksi sekaligus panggilan nurani tentang betapa besarnya peran perempuan dalam perjalanan bangsa.


Di tengah suasana penuh penghormatan itu, Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Susmelawati Rosya, tampil dengan pesan yang tidak hanya tegas, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Ia berbicara bukan sekadar sebagai pejabat, melainkan sebagai sosok perempuan yang memahami betul arti perjuangan dan harapan.Baginya, Raden Ajeng Kartini bukan hanya tokoh sejarah, melainkan simbol keberanian yang terus hidup di setiap perempuan Indonesia yang berani melangkah, meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.


“Perempuan adalah cahaya. Dari kelembutan lahir kekuatan, dari ketulusan lahir perubahan,” ungkap Susmelawati Rosya dengan nada penuh makna.


Ia menggambarkan bahwa perempuan hari ini tidak lagi hanya berada di ruang domestik, melainkan telah menjelma menjadi penggerak di berbagai lini kehidupan. Di keluarga, perempuan adalah pondasi. Di masyarakat, perempuan adalah perekat. Dan di negara, perempuan adalah penentu arah masa depan.Dalam tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia, kehadiran Polwan menjadi bukti nyata bahwa perempuan mampu menjalankan tugas berat dengan profesionalisme, bahkan dengan sentuhan empati yang lebih dalam.


Menurutnya, pendekatan humanis yang dibawa oleh perempuan di institusi kepolisian menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun kepercayaan masyarakat.


Tidak hanya berbicara soal peran, Susmelawati Rosya juga menekankan pentingnya membuka ruang yang adil dan setara bagi perempuan untuk berkembang.


Ia percaya bahwa ketika perempuan diberi kesempatan, maka mereka tidak hanya akan tumbuh, tetapi juga membawa banyak orang untuk ikut maju bersama.Komitmen itu, kata dia, terus diwujudkan oleh Polda Sumatera Barat melalui berbagai kebijakan yang mendukung kesetaraan dan pemberdayaan perempuan.


Lingkungan kerja yang inklusif menjadi salah satu fokus utama, agar setiap perempuan dapat menunjukkan potensi terbaiknya tanpa hambatan.


“Perempuan bukan pelengkap. Mereka adalah pilar yang menyangga peradaban,” tegasnya.


Kalimat itu tidak sekadar menjadi retorika, tetapi mencerminkan keyakinan kuat bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas perempuan hari ini.Ia juga mengajak perempuan, khususnya di Sumatera Barat, untuk terus melangkah maju tanpa ragu. Menurutnya, keberanian untuk mencoba adalah awal dari perubahan besar.


Dalam setiap langkah kecil perempuan, lanjutnya, selalu tersimpan potensi besar yang mampu mengubah keadaan.


Semangat Kartini, kata dia, harus diwujudkan dalam tindakan nyata—dalam keberanian berbicara, dalam ketulusan bekerja, dan dalam kesungguhan mengabdi.


Momentum ini pun menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Masih banyak ruang yang harus diperjuangkan agar perempuan benar-benar mendapatkan tempat yang setara.Namun dengan optimisme, Susmelawati Rosya yakin bahwa perempuan Indonesia mampu menjawab tantangan zaman.


Di tengah arus perubahan global yang begitu cepat, perempuan justru hadir sebagai penyeimbang, menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan yang semakin dibutuhkan.


Dengan pendekatan Polri humanis, ia berharap kehadiran perempuan di institusi kepolisian tidak hanya dirasakan sebagai aparat, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat.


Akhirnya, dari Ranah Minang, pesan itu mengalir dengan hangat: perempuan bukan hanya bagian dari cerita bangsa, tetapi adalah penulis utama masa depan Indonesia.Catatan Redaksi:


Narasi yang dibangun dalam momentum Hari Kartini ini memperlihatkan bagaimana citra Polri humanis terus diperkuat melalui figur perempuan seperti Susmelawati Rosya. Tidak hanya menghadirkan pesan inspiratif, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, bahwa perempuan adalah kekuatan utama dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

 


Tanah Datar. Lintasmedianews.


Dalam rangka mendukung program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan ( Gemarikan ).Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Tamah Datar menggelar Diseminasi pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan. Senin ( 20 / 04 ) 2026. Di Kantor Wali Nagari Simawang. 


Kegiatan Desiminasi di hadiri Kabid Hendra Yanti .S.Pi beserta Anggota Imran, dan Nara Sumber Gilda Prima Zola ,SH M.kn, Wali Nagari Firman yg mewakili Sekretaris Syahrial, Serta 20 peserta dari PKK Nagari dan Kelompok Poklasar Jihad ,Jorong Ombilin.


Syahrial Sekretaris Nagari sekaligus membuka secara resmi kegiatan pelatihan Desiminasi pengolahan ikan. Wali Nagari berpesan ' Terima kasih atas pelatihan ini.jadikan lah ajang silaturrahmi dan komunikasi serta ikutilah pelatihan ini sampai selesai '. 


Hendra Yanti S.Pi Kepala Bidang Konsumsi keamanan pangan dan peningkatan Daya saing produk perikanan mengatakan ' Diseminasi pengelolaan hasil Perikanan bertujuan menyebarluaskan Ilmu dan cara mengolah ikan ke Masyarakat supaya hasil tangkapan lebih awet, bernilai jual tinggi dan tidak cepat busuk."


' Dinas Pangan dan Perikanan berharap peserta bisa mengembangkan ilmu yang sudah di peroleh dan bisa mengkomsumsi untuk Anak - anak mulai dari Balita sampai Dewasa dengan harapan akan membentuk otak yang cerdas, mengandung omega 3 .Didalam pengelolaan tidak boleh di pakai bahan kimia '.


" Monitoring kegiatan tetap jalan untuk kelompok - kelompok fan dari PKK juga bisa menjadikan produk olahan rumah tangga bisa membantu perekonomian Keluarga ". Ucap nya.


Kegiatan ini dilanjutkan dengan praktek oleh Gilda Prima Zola dengan cara membuat : Sempol Ikan Lele, Rolade Ikan , Otak - otak ikan dan juga di buat adonan dasar Versi Jumbo. 


Salah satu peserta Yanti Putri menyampaikan " Terima kasih kepada Dinas Pangan dan Perikanan yang telah memberikan Ilmu yang sangat berguna dan bermanfaat bagi Kami dan juga sangat senang dan bangga, merasa puas bisa langsung sekalian cara membuat nya. " kata Yanti. ( ERM )

 

Musi Rawas, Lintasmedianews.com

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas menggelar rapat paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Mura Ke – 83 tahun 2026.

Rapat paripurna dipimipin langsung Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas, Firdaus Cik Olah di Gedung DPRD setempat, Muara Beliti, Senin (20/4/2026).

Turut Hadir, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumsel dan jajaran. Mantan Bupati Musi Rawas periode 2004 – 2005 Ibnu Amin. Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKB SN Prana Putra Sohe. Ombusdman RI. Anggota DPRD Provinsi Sumsel. Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas beserta jajaran, Walikota Lubuklinggau, Bupati Rejang Lebong. Wakil Bupati Muara Enim, Unsur Forkopimda Kabupaten Musi Rawas. Jajaran OPD, Camat dan Kades di lingkungan Kabupaten Musi Rawas. 

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Firdaus Cik Olah mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam rapat paripurna ini, dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Musi Rawas ke – 83 tahun. 

Disampaikan Firdaus Cik Olah, peringatan hari jadi yang dilaksanakan pada hari ini adalah untuk menyatakan bahwa, generasi saat ini tidak akan pernah lupa akan sejarah terbentuknya Kabupaten Musi Rawas.

“Kita bukanlah generasi yang menumpang kepada sejarah. Kita adalah bagian dari sebuah generasi yang memiliki rasa hormat terhadap apa yang telah dilakukan oleh pendahulu kita,” kata Ketua DPRD Firdaus Cik Olah. 

Selain itu Bupati Ratna Machmud dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa Kabupaten Musi Rawas kini genap berusia 83 tahun, yang berawal dari penyatuan dua kewedanaan, yakni Musi Ulu dan Rawas pada 20 April 1943.

‎“Tema peringatan tahun ini adalah Musi Rawas MANTABKAN, Menuju Sumsel Maju Terus Untuk Semua, Indonesia Emas 2045. Tema ini menjadi semangat bersama dalam membangun daerah yang lebih maju,” ujarnya.

‎Sementara itu, Gubernur Herman Deru menyampaikan bahwa Musi Rawas merupakan salah satu dari tujuh kabupaten/kota tertua di Sumatera Selatan dengan perkembangan yang cukup pesat.

‎Ia menilai berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren positif, termasuk peningkatan IPM dan penurunan angka kemiskinan. Namun demikian, pembangunan tetap harus dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas, mengingat keterbatasan anggaran dan luas wilayah Musi Rawas yang mencapai lebih dari 6.000 kilometer persegi.

‎‎“Saya yakin angka kemiskinan di Musi Rawas bisa ditekan hingga satu digit. Namun, perlu perbaikan data oleh dinas terkait dan BPS agar lebih akurat,” tegasnya.


‎Gubernur juga optimistis, dengan semangat dan sinergi yang terus terjalin, Kabupaten Musi Rawas akan semakin maju dan mampu mencapai target pembangunan yang telah direncanakan di masa mendatang.(rls.adv.anggi)

 


Aceh timur, Lintasmedia news

Suasana lapangan upacara di SMA Negeri 2 Idi, Kabupaten Aceh Timur, Senin (20/04/2026), terasa berbeda. Di hadapan ratusan siswa, Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Aceh Timur, Polda Aceh, Iptu Dasril, S.H. tampil sebagai inspektur upacara sekaligus menyampaikan pesan-pesan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Kegiatan yang dikemas dalam program Saweu Sikula itu menjadi sarana pendekatan humanis Kepolisian kepada pelajar. Melalui momen upacara bendera, pesan-pesan edukatif disampaikan langsung kepada generasi muda di lingkungan sekolah.


Dalam amanatnya, Iptu Dasril menekankan bahaya penyalahgunaan narkoba yang dinilai masih menjadi ancaman serius bagi kalangan remaja. Ia mengajak seluruh siswa untuk menjauhi barang terlarang tersebut.


“Narkoba sangat berbahaya, tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga masa depan. Kami mengajak para pelajar untuk bersama-sama berani menolak dan melawan peredaran narkoba di lingkungan sekolah,” ujar Iptu Dasril.


Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya disiplin berlalu lintas. Para siswa diminta untuk selalu menggunakan helm saat berkendara sepeda motor, melengkapi surat-surat kendaraan, serta mematuhi rambu lalu lintas.


“Keselamatan di jalan harus menjadi prioritas. Hindari berkendara ugal-ugalan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.


Tak hanya soal keamanan di luar sekolah, Dasril juga menyoroti pentingnya kedisiplinan dalam lingkungan pendidikan. Ia mengimbau para siswa untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter.


Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Idi, Henni Mahera Siregar, S.Pd., M.Pd. menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran pihak kepolisian sebagai pembina upacara memberikan motivasi tersendiri bagi para siswa.


“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Kasat Binmas Polres Aceh Timur. Pesan-pesan yang disampaikan sangat bermanfaat dalam membentuk karakter disiplin dan kesadaran hukum bagi siswa,” ujarnya.

(I)

 

AGAM, Lintasmedianews.com

Upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat pada akhir November 2025 terus dipercepat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini memperluas pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri dengan memanfaatkan Sepablock, produk inovatif bata interlock yang diproduksi PT Semen Padang.

Setelah lebih dulu diterapkan di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, pembangunan huntap mandiri BNPB berbasis Sepablock kini menyasar dua wilayah baru, yakni Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Agam. Program ini diharapkan menjadi solusi cepat, efisien, dan aman bagi masyarakat terdampak bencana untuk segera memiliki hunian layak.

Pembangunan huntap mandiri di Kabupaten Limapuluh Kota dimulai di Jorong Lubuk Aur, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Rabu (15/4/2026). Kegiatan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian, bersama Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang.

Acara peletakan batu pertama itu turut dihadiri oleh sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, tokoh masyarakat daerah setempat, serta perwakilan dari PT Semen Padang yang dihadiri oleh Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi, Yelmi Arya Putra.

Kemudian, peletakan batu pertama di Kabupaten Agam dilakukan pada Kamis (16/4/2026), bertempat di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Peletakan batu pertama juga dilakukan oleh Sestama BNPB, Rustian, bersama Wakil Bupati Agam, Muhammad Ikbal, dan turut dihadiri oleh Kepala Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja.

Sestama BNPB Rustian menjelaskan bahwa pembangunan huntap mandiri menggunakan Sepablock bukan tanpa alasan. Produk inovatif dari PT Semen Padang ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan, seperti ramah lingkungan, bentuk yang lebih estetis, serta proses pemasangan yang lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Selain itu, struktur bangunan yang dihasilkan juga lebih ramah terhadap gempa sehingga cocok diterapkan di wilayah rawan bencana seperti Sumatera Barat. “Karena itu, kami membutuhkan solusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan berkelanjutan. Sepablock menjawab kebutuhan tersebut,” katanya dalam sambutan peletakan batu pertama pembangunan huntap mandiri BNPB di Agam.

Rustian menegaskan bahwa percepatan pembangunan menjadi faktor krusial dalam penanganan pascabencana. “Dengan penggunaan Sepablock, waktu pembangunan huntap dapat dipangkas secara signifikan sehingga masyarakat yang saat ini masih tinggal di hunian sementara (huntara) bisa segera menempati rumah permanen,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemanfaatan Sepablock tidak hanya dilakukan BNPB. Sejumlah organisasi kemanusiaan seperti Buddha Tzu Chi serta kalangan dunia usaha melalui Kadin turut menggunakan produk ini dalam pembangunan huntap di berbagai daerah terdampak. “Kami dari BNPB juga akan memperluas penggunaan Sepablock ke luar Sumatera Barat, seperti di Aceh dan Sumatera Utara yang juga mengalami bencana hidrometeorologi,” ujarnya.

Di tingkat daerah, pemerintah kabupaten menyambut baik program tersebut.

Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, menyampaikan apresiasi kepada BNPB atas perhatian dan dukungan dalam pembangunan huntap mandiri bagi warganya. Menurutnya, konsep hunian mandiri memberikan fleksibilitas bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki lahan sendiri.

Selain itu, penggunaan Sepablock dinilai mampu menghadirkan rumah tipe 36 yang layak huni dengan kualitas yang terjamin. “Kami optimistis penggunaan Sepablock ini akan menghasilkan hunian yang nyaman dan aman bagi masyarakat. Kami berharap pembangunan bisa segera direalisasikan untuk masyarakat yang telah menyatakan kesediaan direlokasi ke huntap mandiri. Jumlahnya ada 47 kepala keluarga,” ujarnya.

Safni juga memaparkan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayahnya. Tercatat sebanyak 514 unit rumah terdampak, dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga berat. Untuk rumah dengan kerusakan berat, pemerintah daerah telah melakukan pendataan guna menentukan skema relokasi, baik ke hunian terpadu maupun hunian mandiri.

“Untuk huntap mandiri, proses relokasi bisa lebih cepat, tergantung kesiapan masyarakat. Jika lahan tersedia, maka pembangunan dapat segera dilakukan. Memang saat ini sudah ada 47 kepala keluarga yang siap relokasi ke huntap mandiri, dan jumlah ini kemungkinan akan terus bertambah karena relokasi ke huntap mandiri lebih cepat dibanding huntap terpadu,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Agam, Muhammad Ikbal, saat peletakan batu pertama huntap mandiri BNPB di Agam. Ia menilai bahwa huntap mandiri merupakan solusi yang lebih fleksibel dibandingkan hunian terpadu, terutama dalam menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh setiap program dari pemerintah pusat demi mempercepat pemulihan masyarakat terdampak. “Bagi kami yang terpenting adalah masyarakat bisa segera keluar dari hunian sementara dan menempati rumah yang layak. Dengan Sepablock, proses ini bisa dipercepat, dan hunian juga berkualitas,” katanya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Agam, Rinaldi, menambahkan bahwa total hunian tetap (huntap) mandiri yang dibangun BNPB di Agam mencapai 1.089 unit.

Menurutnya, penggunaan Sepablock dalam pembangunan huntap menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses konstruksi.

“Percepatan pembangunan huntap menjadi prioritas pemerintah daerah guna memastikan masyarakat terdampak bencana dapat segera beralih dari huntara ke hunian tetap yang lebih aman dan nyaman. Makanya, kami juga mengapresiasi PT Semen Padang yang telah mendukung pembangunan huntap mandiri ini melalui produk Sepablock,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi penyedia material, PT Semen Padang memastikan komitmennya dalam mendukung program pembangunan huntap tersebut.

Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra, menyatakan kesiapan perusahaan untuk memasok kebutuhan semen dan Sepablock secara optimal.

“Sepablock tidak hanya memberikan kemudahan dan kecepatan dalam pembangunan, tetapi juga menjamin kualitas bangunan. Hunian yang dibangun akan lebih nyaman, kokoh, dan layak untuk ditempati dalam jangka panjang. Kami siap mendukung pasokan Sepablock untuk membangun huntap untuk korban bencana di Sumatera Barat,” ujarnya.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha, pembangunan huntap mandiri di Sumatera Barat diharapkan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran. Program ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di masa mendatang. (*)

 


Tanah Datar, Lintasmedianews


Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di alam terbuka, yang bertempat di kawasan wisata Panorama Batudindiang Nagari Tabek Patah Kecamatan Salimpaung, Jumat (17/04 ) 2026. selama dua hari hingga 18 April 2026.


Rakor Sinar Cinta Pemerintah Daerah Tanah Datar diawali dengan pembacaan Wahyu Illahi yg mendengar suara nya begitu menggema dan memukau . Rakor tersebut dilaksanakan dalam rangka memperkuat sinergi antar instansi serta membangun komitmen kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas (Sinar Cinta). 


Panitia Pelaksana yg juga Asisten Pemerintahan dan Kesra Elizar menyampaikan " Rakor ini merupakantindak lanjut dari arahan strategis Bupati dalam mempercepat sinergi lintas Institusi serta meningkatkan etos kerja ASN. "


" Pelaksanaan di alam terbuka dimaksudkan agar peserta dapat berinteraksi tanpa sekat menumbuhkan kolaborasi serta mengikis ego sektoral "


" Sebanyak 181 pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar turut ambil bagian bersama Pimpinan Daerah" ucapnya.


Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE, MM, saat membuka rakor menyampaikan bahwa" kegiatan ini dilaksanakan dengan konsep berbeda sebagai simbol keterbukaan dan kebersamaan."


“Rakor di alam terbuka dengan tema Membangun Komitmen Kerja Keras, Ikhlas, dan Tuntas (Sinar Cinta) ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat kerja ASN tanpa sekat birokrasi,” ujarnya.


Bupati menambahkan, pelaksanaan rakor di alam terbuka tanpa tembok dan sekat diharapkan menjadi ruang refleksi bagi seluruh jajaran Pemerintah Daerah, 


“Saya berharap Rakor Sinar Cinta ini menjadi jembatan dalam membangun komunikasi horizontal dan menciptakan satu irama kerja yang utuh, sehingga lahir semangat serta komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Tanah Datar,” tambahnya.


Selain itu, tambah Bupati Rakor Sinar Cinta ini juga bagian dari efisiensi anggaran. Dimana kalau dilaksanakan di hotel seperti tahun-tahun sebelumnya otomatis akan menyerap anggaran yang tidak sedikit. 


"Kalau dulu kita melaksanakan Rakor di hotel dengan biaya yang bisa mencapai ratusan juta rupiah, di sini kita bisa melaksanakannya dengan biaya jauh lebih hemat. Dengan semangat gotong royong, kita bisa tetap nyaman, bahkan bisa dibilang murah meriah namun mendekati mewah," tuturnya.


Terkait dengan lokasi kegiatan, Bupati juga mengajak seluruh peserta dan ASN untuk turut mempromosikan potensi daerah, tidak hanya mengandalkan Dinas Pariwisata. Menurutnya, di era digital saat ini, promosi dapat dilakukan melalui media sosial masing-masing.

“Dari lokasi ini kita bisa melihat tiga Luhak, yakni Agam, Lima Puluh Kota, dan Tanah Datar. Ini menjadi salah satu tujuan pelaksanaan rakor di alam terbuka,” tegasnya.


Di akhir arahannya, Bupati berharap rakor tersebut mampu menghasilkan inovasi, meningkatkan ketelitian administrasi, serta mendorong tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas ke depan.


“Mari bersama-sama memberikan komitmen kerja dengan performa terbaik,” pungkasnya.


Dilain pihak Pimpinan DPRD Kabupaten Tanah Datar Nurhamdi Zahari Dt Bapayuang Ameh pada kesempatan yang sama menyampaikan" apresiasi atas komitmen yang dilakukan Pemda dalam memupuk kebersamaan dalam mengatasi berbagai persoalan, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, melalui kerja sama lintas sektor seperti ini, merupakan sesuatu yang sangat luar biasa.


"Sinergi antara Kepala Daerah, perangkat Daerah, hingga seluruh elemen yang ada, termasuk Masyarakat, adalah kekuatan besar yang harus kita jaga bersama. Ini menjadi bukti nyata bagaimana komitmen Bapak Bupati dalam merangkul seluruh elemen untuk bergerak bersama membangun daerah," ujarnya. 


Selanjutnya, Dia juga berharap ke depan seluruh elemen harus terus berkomitmen dan berkolaborasi untuk memperkuat sinergi serta kebersamaan dalam membangun kabupaten Tanah Datar kearah yang lebih baik lagi. ( ERM )

 


Padang Pariaman Lintas Media News com

 Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, paska percepatan  pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi melalui program Optimasi Lahan (Oplah) dan Rehabilitasi Lahan Sawah dengan dukungan dari Kementerian Pertanian RI.

Tugas dan tanggung jawab Pemkab Padang Pariaman menomer sataukan kepentingan masyarakat seperti yang disampaikan oleh 

pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Hendra Aswara, mengatakan kehadiran Menteri Pertanian menjadi momentum strategis dalam mendorong percepatan pemulihan produksi pangan masyarakat pascabencana banjir.

“Ini menjadi angin segar bagi daerah. Kami menargetkan penyelesaian program ini dalam waktu satu bulan, bahkan diupayakan bisa dipercepat menjadi dua minggu,” ujar Hendra dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (16/4/2026).

Ia menegaskan, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis berkomitmen mengawal penuh penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi petani.

Pertanian mengalokasikan bantuan untuk lahan dengan kategori rusak ringan melalui program Optimasi Lahan, serta rehabilitasi untuk lahan dengan tingkat kerusakan sedang.

Untuk program Oplah, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,45 miliar guna menangani lahan seluas 446 hektare, dengan biaya Rp5,5 juta per hektare yang mencakup perbaikan lahan, irigasi, dan pengolahan tanah. Hingga 15 April 2026, progres fisik telah mencapai 70 persen atau sekitar 324 hektare, dengan realisasi anggaran Rp1,64 miliar.

Sementara itu, program rehabilitasi lahan sawah kategori rusak sedang juga mulai berjalan. Kabupaten Padang Pariaman memperoleh tambahan alokasi seluas 198 hektare melalui revisi DIPA pada Februari 2026, dengan total anggaran mencapai Rp2,85 miliar.

Penyaluran tahap awal telah dilakukan sejak 8 April 2026 langsung ke rekening kelompok tani, dengan realisasi sebesar Rp1,98 miliar untuk 17 kelompok tani. Untuk menjamin kualitas pekerjaan, kontrak dengan konsultan pengawas mulai diberlakukan sejak 15 April 2026.

Seluruh kegiatan menggunakan skema dana APBN melalui mekanisme Tugas Pembantuan, di mana dana disalurkan langsung dari kas negara ke rekening kelompok tani melalui sistem SP2D. Pelaksanaan di lapangan dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani guna memastikan efektivitas dan ketepatan sasaran.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal percepatan program agar seluruh lahan terdampak dapat kembali produktif sesuai target.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Padang Pariaman, Irawati Febriani, mengatakan percepatan pemulihan langsung dilakukan pascakunjungan Menteri Pertanian dengan mengoptimalkan penggunaan alat berat.

Kami meminta kelompok tani menambah armada alat berat. Saat ini telah dioperasikan dua unit ekskavator dan satu dozer, dan akan segera ditambah,” ujarnya.

Menurut Irawati, metode pemulihan disesuaikan dengan tingkat kerusakan lahan. Untuk lahan dengan sedimentasi ringan, pengerjaan dilakukan secara manual dengan melibatkan masyarakat setempat.

“Selain mempercepat pemulihan, keterlibatan masyarakat juga memberikan dampak ekonomi langsung,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, total lahan yang ditangani di Korong Tanah Taban mencapai 20,33 hektare. Sekitar 8 hektare dikerjakan melalui skema 100 Hari Orang Kerja (HOK), sementara sisanya ditangani menggunakan alat berat.

Meski target penyelesaian dari Kementerian Pertanian ditetapkan satu bulan, pemerintah daerah optimistis pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat.

“Kami optimistis, dengan penambahan alat berat dan optimalisasi tenaga kerja, pekerjaan ini bisa rampung dalam dua minggu,” tegas Irawati.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan Daerah, diharapkan dapat mewujudkan pemiuihan lahan pertanian tertimpa lonsor beberapa bulan yang lalu

cepat normal kembali, dan lahan bisa produktivitas kembali. **

 



Pariaman, Lintasmedia news

Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Indonesia Digital Association (IDA) dan didukung oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumbar menggelar pelatihan Aktif Native Advertising pada 17–18 April 2026. Kegiatan berlangsung di Balairung Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Pariaman dan diikuti 75 peserta dari kalangan mahasiswa serta pelaku UMKM.


Kegiatan ini dihadiri Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, Wali Kota Pariaman Yota Balad, Direktur Periklanan Kementerian Ekonomi Kreatif Andy Ruswar, Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Media Ibu Selliane Halia Ishak, Direktur Penerbitan dan Fotografi Imam Santosa, Ketua SMSI Sumbar Zulnadi, Sekretaris SMSI Sumbar Gusfen Khairul, Ketua SMSI Kota Pariaman Ikhlas Darma Murya, dan Kadis Kominfo Pariaman Andi.



Pelatihan menghadirkan nara sumber para praktisi profesional untuk meningkatkan kemampuan peserta di bidang periklanan, fotografi, personal branding, dan jurnalisme digital. Juga hadir Duta Canva dan Brand Ambasador Oppo Shasha.


Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan menteri untuk mendorong kemajuan Kota Pariaman melalui penguatan sektor digital.


“Menindaklanjuti perintah Pak Menteri, kami menghadirkan pelatihan untuk memajukan content creator dan digital journalism dengan menghadirkan praktisi profesional,” ujarnya pada pembukaan Jum'at (17/4/2026).


Ia menjelaskan, Pariaman dipilih karena memiliki potensi budaya dan alam yang besar, namun masih membutuhkan penguatan promosi digital.


“Kenapa kita memilih Pariaman? Karena saat kami turun langsung bersama Pak Menteri, potensi budaya dan alamnya luar biasa, tetapi promosi masih perlu dikembangkan,” katanya.


Cecep menambahkan, konsep native advertising menjadi solusi di tengah kejenuhan masyarakat terhadap iklan konvensional yang cenderung hard selling.


“Membuat iklan yang organik, sehingga audiens tidak merasa sedang melihat iklan. Ini yang membuat native advertising lebih menarik dan efektif,” jelasnya.



Selain itu, pelatihan digital journalism juga membuka peluang bagi peserta untuk menjadi kontributor media nasional dan berkiprah sendiri di media digital yang ada.



“Kami berharap peserta bisa menjadi kontributor dari daerahnya dan meningkatkan kesejahteraan melalui kemampuan menulis dan produksi konten,” tambahnya.



Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini menjadi peluang besar bagi generasi muda dan pelaku UMKM untuk berkembang di era digital.



“Kota Pariaman memiliki keunikan yang harus kita sampaikan ke publik luas, keindahannya, kulinernya, kerajinannya. Melalui pelatihan ini, saya berharap lahir konten kreator, pengiklan, fotografer, dan jurnalis profesional dari daerah ini,” ujar Wako Yota Balad.



Ia juga mengingatkan pentingnya etika dalam bermedia, baik sebagai pengiklan maupun jurnalis. “Kalau ingin masuk ke media sosial, mari menjadi pengiklan yang baik. Kalau ingin menjadi jurnalis, sampaikan kritik dengan cara yang baik,” katanya.



Menurut Wali Kota Yota Balad, perkembangan media sosial membuka peluang ekonomi baru yang dapat dimanfaatkan generasi muda. Makanya anak muda harus kreatif dan jeli menangakap peluang ekonomi digital ini.



“Hari ini pekerjaan tidak selalu konvensional. Dengan kreativitas digital, kita bisa membanggakan diri, keluarga dan daerah, sekaligus menghasilkan secara ekonomi,” ungkapnya.



Yota Balad berharap pelatihan ini mampu mendorong UMKM naik kelas dan memperluas jangkauan promosi Kota Pariaman ke tingkat nasional hingga internasional.



“Tujuan kita jelas, bagaimana Kota Pariaman bisa maju melalui digitalisasi. Mari kita promosikan daerah ini dengan konten terbaik agar semakin dikenal luas,” tutupnya. (***)

 


Aceh Timur, Lintasmedia news

Upacara Hari Kesadaran Nasional yang digelar di Lapangan Apel Sarja Arya Racana, Polres Aceh Timur, Jumat (17/04/2026) pagi, menjadi momentum penting bagi jajaran Kepolisian untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.


Bertindak sebagai inspektur upacara, Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. memimpin langsung jalannya kegiatan yang dimulai sekira pukul 08.00 WIB. Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Novrizaldi, S.H. ditunjuk sebagai perwira upacara dan Kanit II Tipidkor Ipda Rahadyan Tino Fahbi Fadhlurrahman, S.TR.K. sebagai komandan upacara.


Upacara diikuti oleh sejumlah satuan, mulai dari pleton Satsamapta, Satpolair, Satlantas, hingga personel staf serta gabungan jajaran Polsek. Selain itu, turut hadir pleton dari Satreskrim, Satresnarkoba, dan Satintelkam, yang membentuk barisan peserta secara tertib dan khidmat.


Rangkaian kegiatan berlangsung sesuai dengan tata upacara, diawali dengan persiapan pasukan, hingga laporan perwira kepada inspektur upacara. Prosesi dilanjutkan dengan pengibaran Sang Merah Putih, mengheningkan cipta, serta pembacaan teks Pancasila dan pengucapan Tribrata serta Catur Prasetya.


Dalam amanatnya, Kapolres Aceh Timur menegaskan bahwa Hari Kesadaran Nasional harus dimaknai sebagai momen refleksi bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan peran dan tanggung jawab sebagai aparatur negara.


“Momentum ini hendaknya menjadi pengingat untuk terus meningkatkan disiplin, tanggung jawab, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polres Aceh Timur atas dedikasi dan loyalitas yang telah ditunjukkan selama ini. Menurutnya, berkat kerja keras dan sinergi yang baik, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Aceh Timur secara umum tetap aman dan terkendali.


Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh personel tidak cepat berpuas diri. Tantangan tugas ke depan, kata dia, masih memerlukan kesiapan, profesionalisme, serta integritas yang tinggi dari setiap anggota.


Kapolres Aceh Timur turut menekankan pentingnya menjaga integritas serta menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam setiap pelaksanaan tugas. Ia mengingatkan agar seluruh personel menghindari segala bentuk penyimpangan yang dapat merusak citra institusi Polri.


“Kita harus menjadi teladan, menjaga kepercayaan masyarakat, dan menunjukkan bahwa Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.” Tegas Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K.

 


PARIWARA

Tanah Datar, Lintasmedianews. 

Rancangan Peraturan Daerah  ( Ranperda ) tentang perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah akhir nya di setujui dan di tetapkan  menjadi Peraturan Daerah ( Perda ).  Setelah melalui berbagai tahapan sehingga sampai dengan pendapat akhir fraksi pada 15 April 2026 lalu, delapan fraksi DPRD Tanah Datar .

Persetujuan itu disampaikan wakil ketua DPRD Kamrita sebagai pimpinan rapat didampingi wakil ketua Nurhamdi Zahari Dt Bapayuang Ameh.  Sekwan dan  Anggota DPRD dihadiri Bupati Tanah Datar  yg di wakili  oleh Wakil  Bupati Ahmad Fadly  serta Forkopimda,  Sekda Abdurrahman Hadi  Para Staf Ahli dan Asisten , Camat , Wali Nagati dan Para Wartawan  ikut Media  Lintasmedia news serta Undangan lain nya,  dalam Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di aula utama DPRD setempat, Kamis (16/4) 2026.

Wakil Ketua Kamrita menyampaikan bahwa " Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah bersama dua Ranperda lainnya telah disidang pada Paripurna 27 Maret 2026 lalu dan hari ini juga didengarkan laporan Panitia Khusus (Pansus) II DPRD dan dapat diserujui".

"Setelah persetujuan tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan keputusan bersama terhadap Ranperda tentang perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah oleh DPRD dan Bupati yang diwakili Wakil Bupati", urainya lagi. 

Wabup  Tanah Datar Ahmad Fadly bertindak mewakili Bupati menyampaikan " terima kasih kepada DPRD dan Pansus serta fraksi DPRD yang telah memberikan saumbangan pemikiran terhadap penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah tersebut."

"Sumbangan pemikiran bapak-bapak Dewan sangat besar artinya dalam pembahasan dan perumusan Ranpeda ini sampai disetujuinya menjadi Perda dan diharapkan nantinya peraturan daerah ini tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi dan kepentingan umum, karena itu kami sampaikan terima kasih," ujarnya.

"Dengan telah ditetapkannya Ranperda ini menjadi Perda, tambah Wabup, diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tanah Datar", harap Wabup Fadly. 

"Karena itu diharapkan kepada perangkat daerah yang terkait langsung dengan Perda ini, diharapkan menyebarluaskan Perda ini dalam bentuvk sosialisasi kepada Masyarakat, sehingga Perda ini tidak menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat. Dan menindaklanjuti saran dan masukan disampaikan Pansus sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan dalam pelaksanaan Peraturan Daerah," katanya.

Wabup  Ahmad Fadly menambahkan ," Bupati dan Wabup selaku Pimpinan Daerah tentunya bersama DPRD bertekad memberi yang terbaik bagi kepentingan rakyat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tanah Datar yang merata dan berkeadilan untuk masa yang akan datang " tambah Wabup.

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 Senyum haru dan rasa syukur terpancar dari wajah Zulkifli (59) dan istrinya, Misniwati (40), saat menerima kunci rumah baru mereka di RT 4 RW 1, Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh.

Rumah yang dibangun melalui program bedah rumah hasil kolaborasi Forum Nagari Kelurahan Koto Lua dan PT Semen Padang itu kini menjadi hunian layak bagi keluarga dengan lima anak tersebut.

Selama hampir satu dekade sejak 2016, pasangan ini bersama anak-anaknya bertahan hidup di rumah panggung dari kayu yang kondisinya memprihatinkan. Lantai rumah sebagian roboh dan atap bocor saat hujan menjadi kondisi yang harus mereka hadapi setiap hari. Keadaan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan seluruh anggota keluarga.

Kini, kondisi itu telah berubah. Rumah lama yang tidak layak huni telah dirobohkan dan digantikan dengan hunian baru yang kokoh dan nyaman, berukuran 6 x 6 meter, menggunakan material Semen Padang Bata Interlock (Sepablock), produk inovasi PT Semen Padang.

Penyerahan kunci dilakukan oleh Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang, Firma Yudi, disaksikan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limau Manis, Zulkifli Dt. Kumayang, serta Ketua Forum Nagari Kelurahan Koto Lua, Nofial.

Ketua Forum Nagari Kelurahan Koto Lua, Nofial, mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya pembangunan rumah tersebut. Ia menyebut proses pembangunan berjalan lancar berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk swadaya masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, pembangunan bedah rumah ini telah selesai dan hari ini diserahkan kepada penerima manfaat. Kami sangat berterima kasih kepada PT Semen Padang atas kepeduliannya. Rumah sebelumnya memang sudah tidak layak huni,” ujarnya.

Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut, mengingat masih ada warga yang tinggal di rumah tidak layak huni.

“Semoga program ini terus berlanjut karena masih ada masyarakat yang membutuhkan. Kita doakan PT Semen Padang semakin maju,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketua KAN Limau Manis, Zulkifli Dt. Kumayang. Ia mengingatkan agar rumah tersebut dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.

“Gunakan dan pelihara rumah ini sebaik mungkin. Mari kita doakan PT Semen Padang terus berkembang agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara itu, Zulkifli selaku penerima manfaat mengaku terharu. Ia menyebut memiliki rumah layak huni sebelumnya hanya menjadi impian karena keterbatasan ekonomi sebagai buruh tani.

“Hari ini kami bisa menempati rumah yang layak, sesuatu yang sebelumnya hanya kami impikan. Terima kasih kepada PT Semen Padang dan semua pihak yang telah membantu,” ucapnya.

Ia menambahkan, dengan penghasilan terbatas, mustahil baginya membangun rumah layak tanpa bantuan pihak lain.

“Sebagai buruh tani, penghasilan kami tidak cukup untuk membangun rumah seperti ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga,” katanya.



Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan program bedah rumah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujar Win.

PT Semen Padang terus mendorong pendekatan pembangunan berbasis pemberdayaan dan kolaborasi dengan masyarakat.

“Kami percaya keberlanjutan perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap program CSR dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya membantu, tetapi juga memperkuat kapasitas dan kemandirian masyarakat,” lanjutnya.

Win juga menekankan inovasi produk seperti Sepablock menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menghadirkan solusi pembangunan yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai sosial tinggi.

“Kami ingin memastikan inovasi yang dihasilkan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.