Latest Post

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Produk inovasi PT Semen Padang yang dikenal dengan Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK) resmi dilepas untuk pengiriman perdana guna mendukung pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban badai hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera pada akhir November 2025. Pengiriman ini menjadi salah satu penanda dimulainya langkah penting dalam upaya pemulihan pascabencana di Sumatera.

Momentum pelepasan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Indrieffouny Indra, bersama Komisaris Utama Sigit Widyawan serta para komisaris, yakni Christina Aryani, Lydia Silvanna Djaman, Satya Bhakti Parikesit, Saor Siagian, Agung Budi Mulyanto, dan Ratna Irsana. Turut hadir jajaran komisaris PT Semen Padang, yaitu Komisaris Utama Werry Darta Taifur serta Komisaris Ilham Aldelano Azre dan Resiya Syafri. Hadir pula Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, serta Direktur Operasi Andria Delfa.

Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas terealisasinya pengiriman perdana SEPABLOCK untuk Huntap Sumatera tersebut. 

Menurutnya, SEPABLOCK hadir sebagai jawaban atas kebutuhan hunian yang cepat, kokoh, dan efisien. Dalam konteks pemulihan pascabencana, kecepatan dan ketahanan menjadi dua aspek krusial yang ditawarkan teknologi ini.

“Kami bersyukur pengiriman perdana ini dapat terlaksana dengan baik. Produk ini dirancang untuk mempercepat proses pembangunan huntap sehingga masyarakat terdampak dapat segera menempati rumah yang layak dan aman,” ujar Pri Gustari Akbar.

Pri Gustari Akbar menegaskan, bahwa SEPABLOCK merupakan wujud nyata transformasi dan inovasi perusahaan dalam menghadapi dinamika industri semen yang semakin kompetitif. 

“Pengiriman perdana untuk huntap ini semakin menegaskan bahwa inovasi konstruksi memiliki peran penting dalam ekosistem perumahan nasional. Perhatian dan dukungan para pemangku kepentingan terhadap SEPABLOCK memberi semangat bagi kami untuk terus berinovasi,” tuturnya.

Ia menambahkan, pengembangan SEPABLOCK selaras dengan agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia. Poin percepatan dan pemerataan pembangunan infrastruktur perumahan serta penguatan kota dan permukiman berkelanjutan berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi landasan utama inovasi ini.

“SEPABLOCK menjadi bagian dari kontribusi PT Semen Padang dalam mendukung hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan. Keunggulan SEPABLOCK juga telah teruji melalui pembangunan sejumlah rumah contoh di berbagai daerah, termasuk di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN)," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Unit BIP & Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra menambahkan, pembangunan huntap yang menggunakan SEPABLOCK sejatinya telah dimulai oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Barat bersama Kadin Indonesia di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Kawasan ini menjadi lokasi awal penerapan SEPABLOCK dalam proyek perumahan bagi korban bencana.

Terkait kesiapan pasokan, Yelmi menegaskan bahwa PT Semen Padang memiliki kapasitas memadai untuk mendukung program tersebut. “Kami sangat siap. Untuk tipe 36 meter persegi, kami mampu menyediakan material bagi 100 hingga 120 unit huntap per bulan. Tidak hanya di Sumatera Barat, suplai juga dapat diperluas ke Sumatera Utara dan Aceh,” katanya optimistis.

Bagi PT Semen Padang dan SIG, pengiriman perdana SEPABLOCK bukan sekadar distribusi produk inovatif, melainkan simbol sinergi antara industri, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kembali harapan yang sempat porak-poranda akibat bencana. Di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya risiko hidrometeorologi, inovasi konstruksi seperti SEPABLOCK menjadi bukti bahwa dunia industri dapat berperan aktif menghadirkan solusi nyata membangun rumah sekaligus membangun kembali asa.

 


Padang, Lintasmedianews.com

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, membuka silaturahmi awal tahun dengan pesan tegas:

“Media adalah mitra strategis kami. Jika ada kebutuhan atau musibah, kabari kami. Awak media adalah saudara saya, dan kami siap mendukung setiap langkah kalian.”

Pagi itu, di Esa Cafe Padang, tawa, sapaan hangat, dan semangat kekeluargaan mengisi setiap sudut ruang pertemuan. Acara “Mensucikan Hati Menjemput Ramadan” ini bukan hanya refleksi rohani, tetapi juga momen memperkuat sinergi Polri–pers.

“Kami ingin semua awak media merasa menjadi bagian dari keluarga besar Polda Sumbar,” tegas Kabid Humas. “Jika ada saudara kita ditimpa musibah, ada pesta, atau wisuda, kabari kami. InsyaAllah kami ikut serta sebagai tanda kebersamaan dan kekeluargaan.”

Ia juga memberi apresiasi atas kerja sama sepanjang 2025. “Terima kasih atas sinergi yang telah terjalin. Semoga 2026 lebih baik, lebih bersinergi, dan lahir inovasi baru. Pers adalah pemersatu dan pencerdas bangsa,” tambahnya optimistis.

Kabid Humas menekankan semangat baru di 2026. “Mari kita jalani tahun ini dengan energi positif, inovasi, dan kolaborasi. Awak media diharapkan terus update dalam pemberitaan. Saat ini Kapolda kita kawal IPR, WPR hingga ke pusat karena ini menyangkut mata pencarian masyarakat,” jelasnya, menekankan tanggung jawab sosial media.

Tausiyah Penceramah Endi MN menjadi momen refleksi spiritual. “Keselamatan manusia terletak pada lidahnya, jaga lisan. Segala yang kita lakukan, tanyakan kembali pada hati nurani kita,” pesannya, menekankan etika dan kesadaran diri.

Ketua IKW RI, Dafit Efendi, memberi apresiasi. “Terima kasih atas terlaksananya acara ini. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan berkembang,” ujarnya.

Ketua KJI, Peter Prayuda, menambahkan harapan bagi insan pers. “Semoga ke depannya semua teman-teman awak media bisa di fasilitasi baik di liputan maupun kerjasama publikasi di Bidang Humas Polda Sumbar,” katanya, menegaskan agar media selalu mendapat perhatian yang memadai.

Para awak media turut menyampaikan apresiasi. Jeje berterima kasih atas dukungan Kabid Humas, Buya bangga karena Kabid Humas adalah Bundo Kanduang yang peduli media, Arie menilai kebersamaan semakin kuat, dan Rita berharap kolaborasi makin erat.

JR Pratama menegaskan pentingnya menjaga semangat kekeluargaan. “Mari kita jaga kebersamaan ini,” ajaknya, disambut anggukan seluruh hadirin.

Kasubbid Penmas, Kompol Omri Yan Sahureka, menambahkan arahan praktis. “Bagi rekan yang ingin bergabung, harap antarkan foto dan surat tugas ke Bid Humas Polda Sumbar,” ujarnya, memastikan seluruh media tertib dan difasilitasi.

Kabid Humas menekankan keterbukaan bagi media. Semua press conference digilir agar setiap media mendapat kesempatan, dan Polri siap mendukung awak pers di berbagai momen penting.

“Sinergi ini lebih dari hubungan institusi. Jika ada kebutuhan, musibah, pesta, atau wisuda, kabari kami. InsyaAllah kami ikut serta sebagai keluarga besar,” tegas Kabid Humas lagi.

Setiap kata yang diucapkan membawa pesan moral, profesionalisme, dan semangat kekeluargaan. Tahun 2026 diyakini sebagai babak baru untuk memperkuat sinergi Polri–pers, menghadirkan inovasi, informasi akurat, dan kerja sama yang solid.

Dukungan dari Polri, awak media, dan organisasi pers menjadi pondasi komunikasi yang sehat, produktif, dan menyejukkan. Kebersamaan ini memudahkan kerja sekaligus memperkuat kepercayaan publik.

Acara ini membuktikan bahwa kolaborasi Polri dan jurnalis bukan sekadar formalitas, tapi hubungan berbasis etika, kepercayaan, dan kekeluargaan. Dari suka duka hingga prestasi, Polri dan media berjalan sebagai mitra sejati untuk masyarakat.

Catatan Redaksi: Sinergi, kebersamaan, dan kolaborasi antara Polri dan jurnalis adalah fondasi membangun informasi yang akurat, edukatif, dan menyejukkan. Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sementara jurnalis sebagai pilar keempat demokrasi berperan mencerdaskan bangsa. Kebersamaan ini menjaga stabilitas, membangun kepercayaan publik, dan menciptakan ruang komunikasi yang sehat, beretika, dan bermartabat.


#rls

 


Tanah Datar. Lintasmedianews

Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melalui Deputi Geoekonomi serahkan Tali Asih  kepada korban bencana banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar. Kehadiran Deputi Geoekonomi Dr. Yayat Ruyat  bersama rombongan di sambut langsung Bupati Tanah Datar Eka Putra SE.MM  Kamis (12/2 ) 2026 di Balairung Istano Basa Pagaruyung.

Bupati Tanah Datar Eka Putra SE.MM. didampingi Isteri tercinta Ibu Lyse Eka Putra  turut hadir Dandim 0307 Tanah Datar , Kepala Kejaksaan Negeri , Asisten, Pimpinan OPD. Rektor UMY  , Camat Batipuh dan Batipuh selatan.

Dr.Yayat  Ruyat selaku Deputi Geoekonomi menyampaikan " Terima kasih atas sambutan Bupati dan jajaran  nya kepada Kami.  kehadiran Kami ke Tanah Datar dalam rangka Tali Asih dan penyemangat bagi Masyarakat korban bencana untuk bangkit dalam bentuk bantuan sembako. "Kunjungan Kami bersama Pertamina dan rombongan dalam rangka Tali Asih sebagai bentuk kepedulian kepada Masyarakat Tanah Datar dalam menghadapi musibah, dengan tujuan untuk memulihkan ekonomi Masyarakat," ucapnya.

Yayat juga mengapresiasi Bupati dan jajaran dalam melakukan rekap rekonstruksi dan rehabilitasi dalam rangka pemulihan kembali perekonomian dan terimakasih kepada pihak Pertamina yang ikut memberikan tali kasih.

Dia juga berharap semoga masyarakat yang sedang mengalami musibah dapat segera pulih dan bangkit khususnya ekonomi di Tanah Datar dan Sumbar umumnya.

Sementara itu, Bupati Eka Putra juga sampaikan " ucapan terimakasih kepada Deputi, Pertamina dan jajaran yang telah memberikan bantuan untuk masyarakat korban bencana."

" Terimakasih Pak Deputi dan Pertamina yang telah memberikan bantuan kepada warga kami yang terdapat bencana yang terjadi di 10 titik banjir bandang, alhamdulillah hari ini ada bantuan dan diserahkan langsung kepada Camat untuk dibagikan kepada warga masing-masing," ucapnya.

Di kesempatan tersebut juga diserahkan  bantuan dari DPN dan Pertamina 68 paket sembako secara simbolis.

.( ERM )

 


pasamanbarat.Lintasmedianews.com

 Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), menggelar press release dengan agenda pemusnahan barang bukti Narkotika golongan I jenis sabu-sabu. Kegiatan itu dilaksanakan di Aula Tatag Trawang Tungga Mapolres setempat, Kamis (12/2/2026).

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik yang memimpin press release dengan sejumlah awak media ini mengatakan, pemusnahan barang bukti sebanyak 562,16 gram dari total berat kotor 636,87 gram Narkotika jenis sabu-sabu, merupakan hasil pengungkapan kasus pada Operasi Antik Singgalang 2026.

"Sebanyak 562,16 gram barang bukti Narkotika jenis sabu-sabu dimusnahkan dengan cara diblender dan dicampun cairan sabun, kemudian dibuang ke selokan, sedangkan sisanya dijadikan alat bukti di persidangan," ujarnya.

Dijelaskan Kapolres, barang bukti tersebut berhasil disita tim Opsnal Satresnarkoba Polres Pasaman Barat dalam Operasi Antik Singgalang 2026, dari seorang pelaku berinisial RP (37), yang diduga sebagai pengedar Narkotika jenis sabu-sabu.

Pelaku diringkus petugas, berawal adanya informasi dari masyarakat terkait maraknya peredaran serta transaksi Narkotika di wilayah Pasar Pokan Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas.

"Pelaku dan barang bukti diamankan petugas di Jorong Pasar Pokan, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 21.15 WIB," ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, Kasat Resnarkoba Iptu Andhika beserta tim berhasil menyita barang bukti dari pelaku berupa satu paket besar, lima paket kecil dan 55 paket sedang Narkotika jenis sabu-sabu, satu unit handphone merk Redmi Note 60 warna hitam, dan satu buah kotak warna silver merk Exclay Mation.

"Selain itu, petugas juga menyita barang bukti lainnya berupa satu pack plastik warna bening, satu tas sandang warna coklat, satu helai baju warna kuning dan uang tunai sejumlah Rp. 267.000," terangnya.

Berdasarkan hasil interogasi terhadap pelaku, barang haram tersebut dibeli seharga Rp. 192 juta dari seseorang berinisial B, selanjutnya akan diedarkan di Kecamatan Sungai Beremas dan Ranah Batahan.

"Keuntungan yang diraih oleh pelaku diperkirakan mencapai Rp. 20 juta lebih. Kalau kita dikalkulasikan, sabu-sabu milik pelaku ini telah menyelamatkan sekitar 880 jiwa dari ancaman bahaya Narkoba," tuturnya.

Kapolres menambahkan, selama Operasi Antik Singgalang 2026, Satresnarkoba Polres Pasaman Barat berhasil mengungkap sebanyak enam kasus dan mengamankan tujuh pelaku, yang saat ini sedang menjalani proses penyidikan.

"Pihaknya akan terus melakukan pengembangan hingga memutus mata rantai peredaran gelap Narkotika di wilayah Pasaman Barat, dengan merangkul seluruh unsur masyarakat dan stakeholder terkait," pungkasnya.

Pemusnahan barang bukti dihadiri dan disaksikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Pengadilan Negeri, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasaman Barat, pelaku RP serta Penasehat Hukum pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dengan ancaman pidana seumur hidup atau pidana penjara selama 20 tahun dan denda paling banyak Rp13 miliar. (HumasResPasbar)


AGAM,Lintas Media News
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) gencarkan sosialisasi pemungutan Pajak Air Permukaan (PAP) ke kabupaten dan kota di Sumbar.

Setelah sebelumnya digelar di Pasaman Barat (Pasbar) dan Pesisir Selatan (Pessel), pada Rabu  (11/2/2026), sosialisasi tersebut berlanjut dilaksanakan di Kabupaten Agam. Sosialisasi ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbar, Al Amin.

Dalam sambutannya Evi Yandri mengatakan, saat ini kondisi fiskal daerah sedang tidak baik-baik saja, ditambah dengan adanya musibah bencana yang melanda Sumatera Barat pada akhir November lalu. 
Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah pusat dalam melaksanakan program pembangunan maupun tanggap darurat rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana.

Menyikapi hal itu, kata dia, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, berbagai potensi pendapatan terus dikaji DPRD bersama Pemprov untuk upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 
Evi Yandri menjelaskan, dari kajian yang telah dilakukan DPRD bersama Pemprov disepakati salah satu potensi yang difokuskan untuk dioptimalkan adalah dari PAP. Sesuai regulasi setiap pihak yang memanfaatkan air permukaan baik secara langsung maupun tidak langsung, dikenakan PAP.

“Dari kajian dan pendalaman yang kita lakukan dapat disimpulkan potensi PAP ini tidak hanya terkait dengan pajak dari PDAM, PLTA, restoran, dan hotel, tetapi juga dapat digali dari perkebunan-perkebunan yang beroperasi di Sumbar, karena mereka juga menggunakan air permukaan. Selama ini potensi itu yang luput kita optimalkan,” katanya.

Dikatakannya, untuk memastikan pemungutan PAP berjalan optimal, Pemprov bersama DPRD juga telah melakukan studi ke sejumlah provinsi di Indonesia guna mendalami penerapan pungutan PAP sesuai UU Nomor 1 Tahun 2022. 

Sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang telah dimiliki Sumatera Barat, mengoptimalkan pungutan PAP mulai dilaksanakan awal tahun sekarang. Mendukung pelaksanaannya, sosialisasi terus digencarkan. Dengan adanya sosialisasi diharapkan semua pihak terkait dapat memahami tujuan kebijakan tersebut dan siap bersama-sama mendukung penerapannya.

“Kepada perusahaan yang hadir dalam sosialisasi hari ini kami imbau agar dapat mendalami regulasi terkait PAP, soal wajib pajak, dasar penghitungannya, dan lain-lain silakan didalami,” katanya.
Evi Yandri juga menegaskan, pajak bukanlah untuk dipertentangkan, melainkan adalah kewajiban sebagaimana diatur oleh undang-undang. Pemerintah juga telah menghitung nilai pajak secara wajar dengan tetap mempertimbangkan kepentingan investor.

“Berangkat dari semua itu, mari kita laksanakan tanggung jawab masing-masing dengan sebaik-baiknya, agar kita juga tetap bisa eksis di bidang masing-masing. Pemerintah menjalankan fungsinya, perusahaan menjalankan fungsinya. Bersama-sama kita berkontribusi untuk kemajuan daerah,” tukas politisi Gerindra tersebut. 

Sosialisasi pemungutan PAP yang dilaksanakan di Agam, juga dihadiri oleh anggota DPRD Sumbar, Nofrizon, Kepala SDA BK Provinsi Sumbar, Asisten III Pemkab Agam Syatria, OPD di lingkup pemerintahan Agam, Forkopimda dan perusahaan-perusahan yang ada di Kabupaten Agam. (*/st)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Setiap bangunan kokoh, jalan raya, hingga jembatan megah berdiri di atas satu material kunci: semen. Namun, tak banyak yang tahu bahwa di balik satu sak semen tersimpan proses panjang dan presisi tinggi yang dimulai dari alam, lalu diolah dengan teknologi modern hingga siap menopang pembangunan. Perjalanan itu dimulai dari bahan baku utama yang dikelola secara terencana dan terintegrasi.

1. Batu Kapur: Fondasi Utama Kekuatan Semen

Sekitar 80 persen komposisi semen berasal dari batu kapur (limestone). Material alami yang kaya akan kalsium oksida (CaO) ini ditambang secara mandiri dan menjadi tulang punggung dalam pembentukan klinker—jantung produksi semen. Tanpa batu kapur berkualitas, mustahil menghasilkan semen dengan kekuatan dan daya tahan optimal.

2. Silika: Penguat Struktur Kimia Semen

Tak kalah penting, batu silika (silica stone) menyumbang sekitar 10 persen dari total bahan baku. Kandungan silikon dioksida (SiO₂) di dalamnya berfungsi memperkuat struktur kimia semen sehingga mampu memberikan daya rekat tinggi saat diaplikasikan pada konstruksi. Material ini diperoleh dari kawasan perbukitan dengan kandungan silika alami yang terjaga mutunya.

3. Clay: Penentu Stabilitas pada Suhu Ekstrem

Komposisi semen dilengkapi dengan clay yang mengandung aluminium oksida (Al₂O₃). Dengan porsi sekitar 8 persen, clay berperan penting dalam proses pembakaran bersuhu tinggi. Material ini membantu menciptakan karakter semen yang stabil, konsisten, dan mudah dikontrol selama proses produksi.

4. Pasir Besi: Kecil Porsi, Besar Peran

Meski hanya sekitar 2 persen, pasir besi (iron sand) memiliki fungsi strategis. Kandungan besi oksida (Fe₂O₃) membantu efisiensi pembakaran sekaligus memengaruhi warna dan kualitas klinker.

Selain empat material utama di atas, terdapat pula material tambahan berupa gypsum, pozzolan, dan batu kapur berkualitas tinggi (high grade limestone).

5. Gypsum: Pengatur Waktu Pengerasan

Setelah bahan baku utama diolah, gypsum ditambahkan untuk mengontrol laju pengerasan semen. Material ini memastikan pekerja konstruksi memiliki waktu yang cukup dalam proses pengecoran tanpa mengorbankan mutu akhir bangunan. Takaran gypsum disesuaikan secara ketat dengan standar kualitas yang berlaku.

6. Pozzolan: Solusi Kuat sekaligus Ramah Lingkungan

Pozzolan menjadi material tambahan strategis yang berfungsi sebagai sumber silika reaktif dan substitusi klinker. Selain meningkatkan daya tahan semen, pozzolan juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Penggunaannya menjadi bagian dari komitmen industri semen terhadap praktik produksi berkelanjutan.

7. Limestone (High Grade): Penjaga Konsistensi Produk

Material tambahan lainnya adalah batu kapur berkualitas tinggi (high grade limestone). Digunakan sebagai filler dan substitusi klinker, material ini memastikan kualitas semen tetap konsisten sesuai spesifikasi produk yang dihasilkan.

Dari Tanur 1.450°C hingga Siap Digunakan

Seluruh material kemudian diproses melalui tahapan terintegrasi: penggilingan presisi, pencampuran komposisi, pembakaran dalam tanur bersuhu hingga 1.450 derajat Celsius, pendinginan, hingga penggilingan akhir.

Dari proses panjang inilah lahir semen yang siap digunakan sebagai tulang punggung pembangunan nasional.

Visual bahan baku yang ditampilkan menjadi cerminan komitmen industri semen dalam mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab. Dari batuan alami hingga produk bernilai tambah, setiap tahap dijalankan dengan pengendalian mutu ketat demi menghadirkan semen yang kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi. (*)

PADANG,Lintas Media News
Setiap bangunan kokoh, jalan raya, hingga jembatan megah berdiri di atas satu material kunci: semen. Namun, tak banyak yang tahu bahwa di balik satu sak semen tersimpan proses panjang dan presisi tinggi yang dimulai dari alam, lalu diolah dengan teknologi modern hingga siap menopang pembangunan. Perjalanan itu dimulai dari bahan baku utama yang dikelola secara terencana dan terintegrasi.

1. Batu Kapur: Fondasi Utama Kekuatan Semen

Sekitar 80 persen komposisi semen berasal dari batu kapur (limestone). Material alami yang kaya akan kalsium oksida (CaO) ini ditambang secara mandiri dan menjadi tulang punggung dalam pembentukan klinker—jantung produksi semen. Tanpa batu kapur berkualitas, mustahil menghasilkan semen dengan kekuatan dan daya tahan optimal.

2. Silika: Penguat Struktur Kimia Semen

Tak kalah penting, batu silika (silica stone) menyumbang sekitar 10 persen dari total bahan baku. Kandungan silikon dioksida (SiO₂) di dalamnya berfungsi memperkuat struktur kimia semen sehingga mampu memberikan daya rekat tinggi saat diaplikasikan pada konstruksi. Material ini diperoleh dari kawasan perbukitan dengan kandungan silika alami yang terjaga mutunya.

3. Clay: Penentu Stabilitas pada Suhu Ekstrem
Komposisi semen dilengkapi dengan clay yang mengandung aluminium oksida (Al₂O₃). Dengan porsi sekitar 8 persen, clay berperan penting dalam proses pembakaran bersuhu tinggi. Material ini membantu menciptakan karakter semen yang stabil, konsisten, dan mudah dikontrol selama proses produksi.

4. Pasir Besi: Kecil Porsi, Besar Peran

Meski hanya sekitar 2 persen, pasir besi (iron sand) memiliki fungsi strategis. Kandungan besi oksida (Fe₂O₃) membantu efisiensi pembakaran sekaligus memengaruhi warna dan kualitas klinker.

Selain empat material utama di atas, terdapat pula material tambahan berupa gypsum, pozzolan, dan batu kapur berkualitas tinggi (high grade limestone).

5. Gypsum: Pengatur Waktu Pengerasan

Setelah bahan baku utama diolah, gypsum ditambahkan untuk mengontrol laju pengerasan semen. Material ini memastikan pekerja konstruksi memiliki waktu yang cukup dalam proses pengecoran tanpa mengorbankan mutu akhir bangunan. Takaran gypsum disesuaikan secara ketat dengan standar kualitas yang berlaku.

6. Pozzolan: Solusi Kuat sekaligus Ramah Lingkungan

Pozzolan menjadi material tambahan strategis yang berfungsi sebagai sumber silika reaktif dan substitusi klinker. Selain meningkatkan daya tahan semen, pozzolan juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Penggunaannya menjadi bagian dari komitmen industri semen terhadap praktik produksi berkelanjutan.

7. Limestone (High Grade): Penjaga Konsistensi Produk

Material tambahan lainnya adalah batu kapur berkualitas tinggi (high grade limestone). Digunakan sebagai filler dan substitusi klinker, material ini memastikan kualitas semen tetap konsisten sesuai spesifikasi produk yang dihasilkan.

Dari Tanur 1.450°C hingga Siap Digunakan

Seluruh material kemudian diproses melalui tahapan terintegrasi: penggilingan presisi, pencampuran komposisi, pembakaran dalam tanur bersuhu hingga 1.450 derajat Celsius, pendinginan, hingga penggilingan akhir.

Dari proses panjang inilah lahir semen yang siap digunakan sebagai tulang punggung pembangunan nasional.

Visual bahan baku yang ditampilkan menjadi cerminan komitmen industri semen dalam mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab. Dari batuan alami hingga produk bernilai tambah, setiap tahap dijalankan dengan pengendalian mutu ketat demi menghadirkan semen yang kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi. (*)


PADANG,Lintas Media News
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat ( Sumbar) Muhidi mengatakan.DPRD  berkomitmen perkuat fungsi pengawasan pengelolaan dan penggunaan anggaran daerah.

 Hal itu disampaikan Muhidi saat menerima tiga dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumbar, Selasa (10/2/2026).

Tiga LHP tersebut mencakup pemeriksaan atas kepatuhan belanja daerah, pengelolaan operasional Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jamkrida Sumbar (Perseroda), serta kinerja pemerintah provinsi dalam mendukung sektor ketahanan pangan.

“Sektor belanja modal, pengelolaan operasional, dan ketahanan pangan merupakan area yang rawan terhadap potensi penyimpangan. Karena itu, audit BPK menjadi instrumen pencegahan yang sangat penting dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,” ujar Muhidi.

Adapun ruang lingkup pemeriksaan yang tertuang dalam LHP meliputi kepatuhan pelaksanaan belanja barang, jasa, dan belanja modal Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada tahun anggaran 2025. Selain itu, BPK juga melakukan pemeriksaan atas kepatuhan pengelolaan operasional PT Jamkrida Sumbar untuk periode 2023 hingga Semester I 2025.

Sektor ketahanan pangan turut menjadi perhatian melalui evaluasi kinerja pemerintah provinsi dalam mendukung program dan kebijakan ketahanan pangan selama periode 2023–2025.

Muhidi menegaskan, DPRD Sumbar mempelajari seluruh rekomendasi dan catatan yang tertuang dalam LHP tersebut secara mendalam sebagai dasar pelaksanaan fungsi pengawasan legislatif. Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pihak terkait menindaklanjuti temuan BPK sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. 

“Rekomendasi BPK harus ditindaklanjuti secara serius agar permasalahan serupa tidak terulang di kemudian hari,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Muhidi menyampaikan apresiasi kepada Kepala BPK Perwakilan Sumbar, Sudarminto Eko Putra, beserta jajaran auditor atas pelaksanaan pemeriksaan yang dinilai profesional, independen, dan objektif.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimi menyatakan, LHP yang diserahkan BPK RI menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah. 

Menurutnya, LHP tidak hanya untuk menilai tingkat kepatuhan pengelolaan keuangan, tetapi juga menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program, khususnya di sektor ketahanan pangan yang berkaitan langsung dengan kebijakan nasional.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK secara sungguh-sungguh, tepat waktu, dan bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga mendorong seluruh perangkat daerah terkait untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan pengendalian internal, serta memperbaiki kualitas administrasi dalam pelaksanaan setiap program dan kegiatan.

Penyerahan dokumen LHP tersebut turut dihadiri, jajaran direksi PT Jamkrida Sumbar, serta pimpinan daerah dari Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pasaman Barat.(*/st)

 

Tanah Datar -  Lintasmedianews.com

Bupati Tanah Datar Eka Putra SE.MM secara resmi membuka acara Pacu Kuda Wirabraja Open Race dan Tradisional Tahun 2026 di lapangan Dang Tuanku Bukit Gombak, Batusangkar,  Minggu (8/2/2026). 

Pembukaan Alek Anak  Nagari  Pacu Kuda yang telah menjadi tradisi masyarakat Minangkabau yang di awali dengan prosesi penyerahan Gelanggang dari niniak mamak nagari Saruaso, Baringin dan nagari Pagaruyung kepada Pemerintah Daerah dan dilanjutkan penyerahan bendera dari Pordasi Sumatera Barat kepada Bupati Tanah Datar. 

Penyelenggaraan Alek Anak Nagari Pacu Kuda yang akan berlangsung selama 2 hari dari tanggal 8 sampai 9 Februari 2026 besok ini akan diikuti sebanyak 93 ekor kuda dari daerah pulau Sumatera dan Jawa.

Ketua pelaksana Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi menyampaikan pada Pacu Kuda Wirabraja Open Race dan Tradisional Tahun 2026 diikuti sebanyak 93 ekor kuda yang akan berpacu dalam dua hari tersebut, hari pertama akan menampilkan 14 race dengan 60 ekor kuda dan pada hari kedua 15 race dengan 62 ekor kuda sesuai pacuan nasional (berpelana) dan tradisional (tanpa pelana).

Menurutnya,  Pacu Kuda Tradisional dan Terbuka ini dapat dilaksanakan tidak terlepas dari bantuan dan dukungan Pemerintah Tanah Datar, Pordasi Sumbar dan Kabupaten Tanah Datar, serta para donatur dan panitia yang telah menyiapkan acara tradisional ini.

Demi menjaga keselamatan, Dandim juga berpesan kepada penonton untuk mematuhi arahan dari petugas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Bupati Eka Putra, dalam sambutannya pada acara pembukaan itu mengatakan Pacu Kuda merupakan salah satu alek dan permainan anak nagari yang sudah ada sejak dulu dan sampai kini sudah menjadi tradisi kita yang pada tahun ini dapat kembali dilaksanakan.

"Hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu oleh seluruh masyarakat Tanah Datar dan Sumatera Barat setelah tiga tahun vakum sejak tahun 2023 lalu, tertundanya pelaksanaan karena bencana alam 3 tahun belakangan. Saya selaku pimpinan daerah mohon maaf atas tertundanya pelaksanaan selama 2 tahun ini, InsyaAllah tahun ini setelah bulan Februari 2026 ini juga akan dilaksanakan kembali bulan Oktober 2026 mendatang," ucapnya.

Bupati juga berharap kegiatan ini berjalan aman, tertib dan lancar dari awal sampai akhir nantinya. "Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut memberikan bantuan dan dukungan sehingga Pacu Kuda Tradisi dan Terbuka ini dapat dilaksanakan, dengan harapan akan dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses sampai selesai," harap Bupati.

Turut hadir anggota DPRD Provinsi Sumbar Rony Mulyadi Dt Bungsu, Wakil Bupati Padang Pariaman Hidayat, Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly S.Psi, Forkopimda, pimpinan OPD, pimpinan BUMN dan BUMD serta undangan lainnya.  - ( ERM )

 

Lintasmedianews.com, sumbar

Polda Sumatera Barat bersama TNI dan Pemerintah Daerah setempat menggelar aksi nyata peduli lingkungan dengan melakukan aksi bersih-bersih sampah di kawasan Pantai Padang, Selasa (10/2). Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperindah destinasi wisata unggulan di Kota Padang.

Aksi bersih lingkungan ini diikuti oleh Wakil Walikota Padang Maigus Nasir dan melibatkan sedikitnya 450 personel Polri, didukung oleh 150 personel TNI AL, 20 personel TNI AD, serta jajaran dari Pemerintah Kota Padang dan masyarakat sekitar.

Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, yang turun langsung memimpin kegiatan tersebut menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

"Kebersihan ini adalah tugas kita bersama. Kita harus menanamkan kedisiplinan menjaga lingkungan sejak dini, mulai dari anak-anak sekolah hingga dewasa. Jika sudah terbiasa disiplin, kita akan merasa malu jika melihat lingkungan kotor," ujar Brigjen Pol Solihin di sela-sela kegiatan.

Wakapolda juga menambahkan bahwa kebersihan pantai merupakan kunci utama dalam menarik wisatawan, baik dari Sumatera Barat maupun luar daerah. 

"Ini adalah destinasi wisata. Sesuai arahan Bapak Presiden untuk menjaga lingkungan, kita harus membawa nama baik daerah dengan kondisi yang bersih. Jika bersih, orang tentu akan lebih senang berkunjung," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, memberikan imbauan tambahan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Ia menekankan agar warga tidak membuang sampah ke aliran sungai yang bermuara ke laut.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, karena dampaknya sangat luas mulai dari banjir hingga sumber penyakit. Kesadaran ini harus muncul dari hati sendiri, jangan hanya disiplin karena ada petugas," ungkap Kombes Pol Susmelawati.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi antara Polri, TNI, dan Pemda ini akan dijadikan agenda rutin guna memastikan kelestarian alam di wilayah Sumatera Barat tetap terjaga, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berhasil mengumpulkan puluhan kantong sampah, yang kemudian diangkut oleh armada kebersihan untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

(red)

 

Tanah Datar, Lintasmedianews.com

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 tahun 2026  di gelar . Upacara Pembikaan yang  berlangsung di Lapangan Pinang Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Selasa.  (10/2) 2026.

Kegiatan pembukaan TMMD tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda Tanah Datar, jajaran TNI-Polri, Pemerintah Daerah,Tokoh Masyarakat, serta ratusan Warga setempat.

Upacara pembukaan dipimpin Bupati Tanah Datar Eka Putra  SE.MM.selaku Inspektur Upacara, ditandai dengan penyerahan alat kerja secara simbolis kepada perwakilan Satgas TMMD.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan," TMMD merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan."

"  Eka Putra menekankan, program TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek non fisik seperti peningkatan wawasan kebangsaan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat."  katanya.

Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, S.I.P., M.Han selaku Dansatgas TMMD ke-127 menjelaskan," sasaran fisik TMMD tahun ini meliputi pembangunan dan peningkatan infrastruktur desa, seperti pembukaan jalan, perbaikan drainase, serta pembangunan fasilitas umum."

" Selain itu, sasaran non fisik juga akan dilaksanakan melalui penyuluhan bela negara, pelayanan kesehatan gratis, dan kegiatan sosial lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat " ucap nya..

Lapangan Pinang Pagaruyung sebagai lokasi upacara tampak dipadati peserta upacara yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh antusias.

Warga Kecamatan Tanjung Emas menyambut baik pelaksanaan TMMD tersebut, karena dinilai sangat membantu percepatan pembangunan di daerah mereka.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat Eri Hendri mantan Anggota DPRD  mengungkapkan harapannya  ," agar program TMMD dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup warga."

" Dengan dilaksanakannya TMMD ke-127 tahun 2026, diharapkan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat serta mampu mendorong kemajuan pembangunan di Kabupaten Tanah Datar." harap nya.

Kegiatan TMMD ke-127 ini direncanakan berlangsung selama satu bulan ke depan dengan melibatkan personel TNI, Polri, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.    ( ERM )

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 Pesan tegas tentang pentingnya kesehatan dan kebugaran tubuh sebagai fondasi keselamatan kerja mengemuka dalam Seminar Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026. Seminar ini menghadirkan sport physiotherapy and high performance coach Matias Ibo, yang menekankan bahwa kinerja aman dan produktif tidak pernah lahir secara instan, melainkan dibangun dari kesiapan fisik, mental, dan pola hidup sehat yang konsisten.

Mengusung tema “Fit to Work, Fit to Perform: Kesiapan Fisik sebagai Fondasi Keselamatan dan Produktivitas Kerja”, Coach Matias tampil sebagai pembicara utama di hadapan ratusan insan PT Semen Padang di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Selasa (10/2/2026). Ia mengajak peserta melihat K3 bukan hanya dari sisi prosedur, tetapi dari kesiapan manusia sebagai subjek utama keselamatan.

“Keselamatan dan performa kerja tidak bisa dipisahkan dari kondisi tubuh. Tubuh yang bugar, pikiran yang siap, dan pola pemulihan yang benar akan menurunkan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan produktivitas,” ujar Matias.

Pesan Kesehatan: dari Pikiran hingga Pemulihan Tubuh

Dalam paparannya, Matias menjelaskan bahwa performa kerja optimal dibangun melalui sebuah sistem terpadu. Ia memulai dari teknik kerja yang harus dipahami dan divisualisasikan secara benar sebelum dieksekusi di lapangan. Menurutnya, visualisasi positif membantu tubuh bekerja lebih presisi dan aman.

“Pikiran harus dilatih membayangkan proses kerja yang benar. Ketika teknik sudah matang di kepala, tubuh akan lebih siap mengeksekusinya tanpa ragu,” jelasnya.

Aspek berikutnya adalah kebugaran fisik dan daya tahan tubuh. Matias menekankan bahwa latihan fisik tidak harus berat, tetapi harus konsisten. Pekerja juga perlu mengenali batas kemampuan tubuh masing-masing agar tidak memaksakan diri.

“Tubuh yang terlatih dan dikenali dengan baik akan lebih tahan terhadap beban kerja, terutama di industri dengan intensitas tinggi seperti semen dan pertambangan,” katanya.

Ia juga menyoroti kekuatan mental sebagai pengendali utama performa kerja. Pola pikir yang positif dan tenang diyakini berpengaruh besar terhadap pengambilan keputusan yang aman di tempat kerja.

“Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi. Mental yang baik akan memandu tubuh bekerja dengan lebih aman,” ujarnya.

Tak kalah penting, Matias menggarisbawahi nutrisi, pemulihan, dan pencegahan cedera. Menurutnya, cedera bukan sekadar musibah, melainkan sinyal dari tubuh bahwa ada aspek yang perlu diperbaiki.

“Cedera adalah umpan balik. Dengan memahami sinyal tubuh, kita bisa bekerja lebih aman dan berkelanjutan. Inilah makna fit to work yang sesungguhnya,” tegas Matias.

Siapa Coach Matias Ibo?

Matias Ibo dikenal sebagai sport physiotherapy and high performance coach yang berpengalaman mendampingi atlet profesional, komunitas olahraga, hingga korporasi dalam membangun sistem performa berbasis kesehatan, pencegahan cedera, dan kesiapan fisik jangka panjang. Pendekatannya menekankan keseimbangan antara teknik, kondisi fisik, mental, nutrisi, dan pemulihan—konsep yang kini banyak diadopsi dalam industri berisiko tinggi.

Manajemen Tegaskan K3 sebagai Budaya, Bukan Rutinitas

Sementara itu, Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa dalam sambutannya menegaskan bahwa Bulan K3 Nasional tidak boleh dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan semata. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan kerja merupakan modal utama keberlanjutan bisnis perusahaan.

“Sebagai industri dengan tingkat risiko tinggi, kinerja unggul hanya bisa dicapai jika insan perusahaan sehat, bugar, dan siap bekerja optimal. Itulah esensi Fit to Work, Fit to Perform,” ujar Andria.

Ia menambahkan bahwa pendekatan K3 ke depan harus semakin holistik, tidak hanya patuh pada prosedur, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat dan lingkungan kerja yang aman.

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Andria Delfa dan dihadiri jajaran manajemen, antara lain Kepala Departemen Management Office Fery Sarvino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan Idris, serta pimpinan dan karyawan dari berbagai unit kerja.

Apresiasi Kinerja K3 lewat SHE Challenge

Selain seminar, PT Semen Padang juga mengumumkan dan menyerahkan penghargaan SHE Challenge sebagai bentuk apresiasi kepada unit kerja dan individu yang menunjukkan komitmen kuat dalam penerapan budaya K3. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat dan teladan bagi seluruh lini perusahaan.



Ketua Panitia Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026, Angga Dwi Permana Putra, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh manajemen dan antusiasme karyawan dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Pelaksanaan Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026 berlangsung sejak 12 Januari hingga 10 Februari 2026, sejalan dengan Kepmenaker RI Nomor 4 Tahun 2026, dengan tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”.

Beragam kegiatan digelar, mulai dari kampanye K3, penilaian tempat kerja teladan, safety riding, GERMAS, hingga seminar puncak yang menghadirkan Coach Matias Ibo sebagai pengingat bahwa keselamatan kerja selalu berawal dari tubuh dan pikiran yang siap. (*)

Berikut Pemenang SHE Challenge PT Semen Padang

Juara Umum

Juara 1: Unit Maintenance Reliability dan Pemeliharaan EPDC

Juara 2: Tim COGAH (Unit Evaluasi Proses dan Energi, Unit Perencanaan Produksi, Unit Perencanaan Suku Cadang)

Juara 3: Unit Produksi Semen

Best Stage

Best Stage Cerdas Cermat: Unit Maintenance Reliability dan Pemeliharaan EPDC

Best Stage Working Procedure – Operasional: Tim COGAH (Unit Evaluasi Proses dan Energi, Unit Perencanaan Produksi, Unit Perencanaan Suku Cadang)

Best Stage Working Procedure – Nonoperasional: Unit Sistem Manajemen

Best Stage Pemadam Kebakaran Api Kecil: Tim K3LH dan PKTD Wisma Indarung (Unit Komunikasi dan Kesekretariatan)

Best Stage Pemadam Kebakaran Api Besar: Tim K3LH dan PKTD Wisma Indarung (Unit Komunikasi dan Kesekretariatan)

Best Stage P3K dan Evakuator: Tim TITAN (Unit Operasi Tambang, Unit Perencanaan dan Pengawasan Tambang, Unit Produksi Bahan Baku)

Tempat Kerja Teladan

Kategori Nonoperasional

Juara 1: Kantor Internal Audit

Juara 2: Kantor Akuntansi (Lt. 4 Kantor Pusat)

Juara 3: Kantor Akuntansi (Lt. 1 Kantor Pusat)

Kategori Operasional

Juara 1: Crusher Tambang

Juara 2: Coal Mixing

Juara 3: Tambang 2

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.