Pemprov Sumbar
[Pemprov Sumbar][column2]
PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM
Ribuan jemaah memadati Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang untuk menunaikan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026). Sejak pagi, masyarakat dari Indarung dan sekitarnya telah memenuhi area pelataran dengan penuh antusias.
Lantunan takbir menggema, menandai rasa syukur umat Muslim setelah sebulan menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Salat Idulfitri berlangsung tertib dan lancar. Kegiatan ini digelar PT Semen Padang bekerja sama dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kelurahan Indarung. Turut hadir Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar dan Direktur Operasi Andria Delfa.
Bertindak sebagai imam adalah Imam Masjid Raya Jabal Rahmah Semen Padang, Ustaz Riko Febrianto. Sementara khutbah disampaikan Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang, Duski Samad, dengan judul Menjaga Jiwa Peradaban.
Dalam sambutannya, Pri Gustari Akbar menyampaikan bahwa Idulfitri merupakan momentum kembali kepada fitrah.
“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, makna kemenangan tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.
“Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi, memperbaiki hubungan, dan mempererat silaturahmi,” katanya.
Pri juga memaparkan sejumlah program sosial perusahaan selama Ramadan, antara lain Safari Ramadan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, penjualan sembako murah, serta program mudik gratis.
Menurutnya, program tersebut merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dari Ramadan Menuju Peradaban
Dalam khutbahnya, Duski Samad menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar peningkatan ibadah ritual, melainkan proses pembentukan karakter manusia.
“Idulfitri bukan akhir, tetapi awal untuk menjalani kehidupan yang lebih berkualitas,” katanya.
Ia menyampaikan tiga pesan utama agar nilai Ramadan tetap terjaga.
Pertama, pentingnya integritas. Mengacu pada Al-Maidah, Duski menekankan bahwa ketakwaan harus diwujudkan melalui ibadah, pengembangan ilmu, amal kebajikan, dan akhlak mulia.
Menurutnya, ketahanan spiritual yang dibangun selama Ramadan harus dijaga di tengah tantangan kehidupan modern.
Ia juga menyoroti krisis ketenangan jiwa di era modern. Kemajuan teknologi dan ekonomi, kata dia, tidak selalu sejalan dengan ketenangan batin.
“Zikir bukan hanya ibadah, tetapi juga terapi spiritual,” ujarnya.
Duski menambahkan, puncak kualitas spiritual adalah ihsan, yakni kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap tindakan manusia. Kesadaran ini melahirkan integritas, kejujuran, dan tanggung jawab.
Kedua, kewarasan dalam menghadapi tekanan hidup. Mengutip Al-Balad, ia menegaskan bahwa kehidupan penuh tantangan yang harus dihadapi secara bijak.
Ia mendorong umat Islam untuk tetap produktif, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi bagi masyarakat, dengan tetap berlandaskan etika.
“Keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian materi, tetapi juga dari integritas dan karakter,” ujarnya.
Ketiga, jihad peradaban. Mengacu pada Al-Hajj ayat 78, Duski menjelaskan bahwa jihad tidak terbatas pada peperangan, melainkan upaya membangun kehidupan yang lebih baik.
Ia menyebut jihad masa kini dapat diwujudkan melalui pendidikan, ekonomi, teknologi, sosial, hingga pelestarian lingkungan.
“Jihad peradaban adalah membangun kehidupan yang adil, maju, dan bermartabat,” katanya.
Dalam konteks dunia kerja, ia menambahkan, setiap individu yang bekerja dengan niat ibadah, kejujuran, dan profesionalitas turut berkontribusi dalam membangun peradaban.
“Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh adalah bagian dari ibadah,” pungkasnya.(*)
Padang, Lintasmedianews.com
Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Polda Sumatera Barat melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kombes Pol. Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Barat.
Ucapan tersebut menjadi bentuk perhatian serta kedekatan institusi kepolisian dengan masyarakat dalam momen penuh berkah yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Dalam pesannya, Kabid Humas menyampaikan, “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.”
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan, melainkan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan, diharapkan seluruh masyarakat dapat kembali kepada fitrah, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.
Kabid Humas juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai ajang mempererat tali silaturahmi, baik antar keluarga, tetangga, maupun antar sesama warga bangsa. Dalam suasana yang penuh kebahagiaan ini, penting untuk saling memaafkan dan membuka lembaran baru yang lebih baik.
Di sisi lain, Polda Sumatera Barat juga terus berkomitmen menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perayaan Idul Fitri. Berbagai langkah pengamanan telah dilakukan, termasuk pengamanan arus mudik, tempat ibadah, serta pusat-pusat keramaian guna memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, saling menghormati, serta mematuhi aturan yang berlaku, sehingga suasana Idul Fitri dapat berjalan dengan penuh kedamaian,” tambahnya.
Momentum Hari Raya Idul Fitri ini diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan semangat gotong royong dalam membangun daerah yang lebih baik. Kepolisian, sebagai bagian dari masyarakat, akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya rasa aman dan tenteram.
Dengan penuh ketulusan, jajaran Polda Sumatera Barat kembali mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh masyarakat. Semoga di hari yang suci ini, segala amal ibadah diterima oleh Allah SWT, serta membawa keberkahan bagi seluruh umat.
MENTAWAI, LINTASMEDIANEWS.COM
Suasana tenang menyelimuti Dermaga Tua Peijat, Kepulauan Mentawai, Rabu (18/3/2026) sore. Langit cerah seakan memberi restu bagi perjalanan ratusan warga yang bersiap meninggalkan pulau terluar di Sumatera Barat untuk menempuh perjalanan laut menuju kampung halaman.
Di sepanjang dermaga, ratusan warga tampak berdiri dengan barang bawaan sederhana, seperti koper, tas besar, hingga kardus yang diikat rapi. Mereka terlihat tidak sabar untuk segera menaiki kapal KM Sabuk Nusantara 68. Wajah-wajah mereka memancarkan harapan sekaligus kerinduan yang telah lama tertahan.
Hari itu, mereka bukan sekadar pelancong, melainkan para perantau yang akhirnya mendapat kesempatan pulang kampung melalui program “Mudik Aman Berbagi Harapan” yang digagas PT Semen Padang. Program ini membantu masyarakat, khususnya warga Kepulauan Mentawai, agar dapat merayakan Lebaran bersama keluarga tanpa terbebani biaya transportasi yang tinggi.
Bagi sebagian orang, perjalanan laut mungkin hanya perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Namun, bagi para pemudik di Dermaga Tua Peijat, perjalanan ini memiliki makna lebih dalam: tentang rindu, keluarga, dan momen kebersamaan yang telah lama dinantikan.
Sarjualirti, salah seorang pemudik, tampak menggenggam erat tangan suaminya, Muhammad Fadil. Ia mengaku bersyukur bisa mengikuti program mudik gratis tersebut, terlebih ini merupakan pengalaman pertamanya bersama PT Semen Padang.
“Ini pengalaman pertama kami mengikuti program mudik gratis bersama Semen Padang. Program ini sangat membantu masyarakat, terutama yang memiliki keterbatasan biaya. Saya sangat senang bisa ikut,” ujar ASN Dinas Kominfo Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai itu.
Antusiasme serupa juga dirasakan Wiwik Syamsuar, warga Mentawai yang hendak mudik ke kampung halamannya di Padang Pariaman. Ia mengaku telah tiga kali mengikuti program mudik gratis PT Semen Padang. Baginya, program ini tidak hanya memudahkan transportasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi para pemudik.
“Peserta mudik tidak hanya mendapatkan tiket gratis, tetapi juga perlengkapan perjalanan seperti pakaian, air mineral, dan makanan ringan. Hal-hal kecil ini sangat berarti, apalagi untuk perjalanan laut yang panjang. Terima kasih PT Semen Padang. Kami berharap program ini terus berlanjut,” katanya.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernardino, menjelaskan bahwa program mudik gratis ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di daerah kepulauan seperti Mentawai yang menghadapi tantangan akses transportasi.
Menurutnya, program ini tidak sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga upaya menghadirkan kebahagiaan dan meringankan beban masyarakat. “Tahun ini merupakan pelaksanaan keempat. Kami menyiapkan kuota hingga 700 penumpang untuk rute Padang–Mentawai–Padang,” ujarnya.
Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menambahkan bahwa pelaksanaan mudik dibagi dalam dua rute perjalanan. Keberangkatan pertama dilakukan pada 16 Maret dari Pelabuhan Teluk Bayur menuju Tuapejat dengan sejumlah titik singgah, seperti Labuhan Bajau, Sikabaluan, dan Muara Saibi.
“Sementara itu, keberangkatan kedua dilakukan pada 18 Maret dari Tuapejat menuju Padang,” kata Hernes.
Program mudik gratis yang digelar perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Asisten III Bidang Administrasi Umum, Motisokhi Hura, yang hadir dalam pelepasan pemudik, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PT Semen Padang. Program ini sangat berarti bagi warga Mentawai, terutama yang ingin pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, tidak hanya pada momen Lebaran, tetapi juga pada kesempatan penting lainnya,” ujarnya.
Setelah resmi dilepas, para pemudik mulai menaiki kapal satu per satu. Menjelang keberangkatan, suasana haru terasa di dermaga. Lambaian tangan keluarga dan kerabat mengiringi langkah para pemudik. Ada yang tersenyum, ada pula yang menahan haru.
Perlahan, kapal meninggalkan dermaga. Riak air laut yang tenang menjadi saksi perjalanan ratusan orang yang membawa satu tujuan: pulang kampung dengan selamat, berkumpul bersama keluarga, dan merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan. (*)
Pasbar,Lintas Media News Com.
Pemkab Pasbar melalui Dinas Komdigi prakarsai acara Berbuka Puasa dengan seluruh awak Media yang ada di Wilayah Pasbar demikian pantauan Media ini ,Selasa tgl 17/3 di rumah Kediaman Bupati setempat.
Yulianto, dalam sambutannya usai Sholat Magrib berjamaah dan makan bersama mengatakan dengan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh yang hadir,atas kontribusinya dalam menyampaikan informasi dan mengawal pembangunan melalui pemberitaan yang membangun atau konstruktif jelasnya
Ia pun mengingatkan adanya hubungan baik yang telah terjalin dengan para jurnalis sejak dirinya masih menjabat sebagai anggota DPRD, hingga kini dipercaya sebagai Kepala daerah
Tak hanya itu,Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh insan pers, baik secara pribadi maupun atas nama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, dalam momentum bulan suci Ramadan ini.
Sebagai manusia, tentu tidak luput dari kesalahan,kekurangan, atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Daerah,ia menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada rekan-rekan awak media
Ia menegaskan, media memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan, kritik serta fungsi kontrol dari pers untuk memastikan jalannya pemerintahan tetap transparan dan berpihak kepada masyarakat.
Di tempat yang sama ditambahkan Muharram (PLT) yang didampingi Yudi Kabid Humas dengan ucapan terima kasih yang sama ,dapat menerima kritikan atau masukan,namun momen yang seperti ini jangan berlalu saja akan tetapi dapat harmonis dan kompak,begitu juga Junir dari perwakilan Media dengan hal senada ,perlunya keterbukaan dari Komdigi ,guna meng akses informasi dalam rangka pelaksanaan program-program atau Visi Misi Bupati/Wakil Bupati terpilih ke depan.
Lintasmedianewa.com Sumbar
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat mengungkap kasus dugaan tindak pidana pemerasan melalui media elektronik dengan modus penggunaan akun media sosial palsu yang menimpa korban berinisial S (52), warga Kabupaten 50 Kota.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menjelaskan bahwa penanganan perkara tersebut saat ini masih berada pada tahap penyelidikan. Dalam prosesnya, penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah saksi serta melakukan pendalaman terhadap alat bukti guna mengungkap secara utuh peristiwa yang terjadi.
“Perkara ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami telah meminta keterangan dari beberapa saksi dan melakukan pendalaman terhadap alat bukti yang ada,” ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya saat konferensi pers.
Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa pihak yang diduga terlibat menggunakan identitas akun palsu untuk berkomunikasi dengan korban. Selain itu, video yang dijadikan sarana ancaman diketahui merupakan hasil pengeditan yang dilakukan oleh terlapor, yang kemudian dimanfaatkan untuk menekan korban.
“Dari hasil pendalaman, diketahui bahwa video tersebut telah diedit oleh terlapor dan digunakan sebagai alat untuk melakukan ancaman kepada korban,” jelasnya.
Seiring perkembangan penyelidikan, kepolisian turut mempertimbangkan pendekatan kemanusiaan dan aspek pemulihan. Setelah dilakukan komunikasi dan mediasi, baik korban maupun terlapor menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan perkara secara kekeluargaan.
“Dalam penanganan perkara ini, kami mengedepankan pendekatan restorative justice, dengan memprioritaskan pemulihan serta kesepakatan kedua belah pihak,” ungkapnya.
Lebih lanjut disampaikan, terlapor telah mengakui perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Sementara itu, pihak korban juga telah memberikan maaf, sehingga perkara diselesaikan tanpa dilanjutkan ke tahap penegakan hukum berikutnya.
Meski demikian, Polda Sumatera Barat tetap mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam beraktivitas di ruang digital, khususnya terhadap akun-akun yang tidak dikenal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial, tidak mudah percaya kepada akun anonim, serta tidak sembarangan membagikan data pribadi atau melakukan interaksi berisiko seperti video call dengan orang yang tidak dikenal, karena hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk tindak kejahatan,” tutupnya.
Padang Lintasmedianews.com
Anggota DPRD Kota Padang, H. Rusdi, ST. MT Shalat Dzuhur berjamaah di Masjid Al Quwait, Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa, 17 Maret 2026.
Usai Shalat Dzuhur H. Rusdi yang merupakan Anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Padang ini berdiskusi dengan pengurus dan jamaah Dzuhur Masjid Al Quwait.
H. Rusdi mengaku kaget mendapat informasi telah dimanfaatkannya dana safari Ramadan yang baru ditransfer oleh Pemko Padang.
"Kita memang Safari Ramadan di Masjid ini di awal ramadan. Tapi, dari informasi yang kita terima, dana baru dicairkan diakhir ramadan. Ternyata di masjid langsung dimanfaatkan," ujarnya.
Dia berharap pengurus cepat untuk melaporkan pertanggungjawaban ke Pemko Padang. Agar, tidak bermasalah di kemudian hari.
Pada kesempatan itu, H. Rusdi menyadari dana tersebut belum cukup untuk program yang telah diusulkan. Karena, awalnya anggaran Safari Ramadan berjumlah Rp 40 juta.
"Anggaran untuk Safari Ramadan itu memang dianggarkan awalnya Rp 40 juta. Namun, Pemko hanya mengalokasikan untuk anggota dewan hanya Rp 25 juta. Nanti, untuk pembangunan Gedung TPQ akan kita anggarkan melalui pikir," ujar H. Rusdi.
Sementara, Pengurus Masjid Al Quwait, Zulham Efendi mengucapkan terimakasih atas kunjungan safari Ramadhan H. Rusdi. Dia sampaikan, dana Rp 25 juta itu telah digunakan untuk pembelian 30 meter tikar shalat, pembangunan teras depan dan pembelian sound system.
"Semua anggaran Safari Ramadan telah digunakan. Namun, untuk pembangunan teras depan hanya sampai cor kasar. Atau belum bisa dikeramik karena dana sudah habis," ujar Zulham Efendi.
Dia sampaikan juga, kas masjid juga sudah habis. Karena sebelumnya sudah digunakan untuk membeli AC 2 PK dan menambah daya listrik.
Pada kesempatan tersebut H. Rusdi juga ikut memasang tikar yang baru dibeli. Dia juga memantau pembangunan teras masjid yang masih berlangsung.
Hadir dalam pertemuan itu, pengurus dan Imam Masjid H. Jon Irwan Rasyid, H. Asril, Hari Permana serta Harsono. Pertemuan juga dihadiri, Ketua RT 04 RW 11 Banuaran yang juga Pembina Yayasan Berkah Amal Salih (yBAS) Saribulih.
Ketua RT 04 RW 11 Saribulih juga salut dengan gerakan cepat pengurus Masjid Al Quwait. Dia berharap pembangunan infrastruktur ini juga dibarengi dengan menciptakan daya tarik umat muslim. Terutama generasi muda untuk memakmurkan masjid. (*)
Lintasmedianews.com,Dharmasraya
Menyikapi hujan lebat yang mengguyur wilayah Dharmasraya pada malam sebelumnya, Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, melakukan monitoring ke sejumlah titik rawan bencana banjir di Kabupaten Dharmasraya, Selasa (17/03/2026).
Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi sekaligus pemantauan di beberapa wilayah yang berpotensi terdampak banjir.
“Kami sudah melakukan peninjauan kepada masyarakat yang berada di sepanjang Batang Timpeh dan beberapa sungai yang ada di Kabupaten Dharmasraya. Alhamdulillah, debit air saat ini sudah mulai menyusut,” ungkapnya.
Meski demikian, Kapolres tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dan dapat menyebabkan kenaikan debit air sungai.
“Di tengah cuaca ekstrem seperti ini, kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga keselamatan diri masing-masing dan seluruh anggota keluarga,” tambahnya.
Dengan adanya monitoring dan koordinasi yang dilakukan, diharapkan potensi risiko bencana dapat diminimalisir serta masyarakat tetap dalam kondisi aman dan siaga. (*)
Lintasmedianews.com, Dharmasraya
Memasuki hari ke-5 pelaksanaan Operasi Ketupat Singgalang 2026, arus mudik Lebaran di wilayah Kabupaten Dharmasraya mulai mengalami peningkatan signifikan.
Hal tersebut terpantau saat Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., bersama Kapolsek Pulau Punjung, Iptu Muhammad Isa, S.H., dan jajaran Satuan Lalu Lintas melakukan kunjungan ke Pos Pengamanan (Pos Pam) di RTH Pulau Punjung, Selasa (17/03/2026).
Berdasarkan laporan dari Pos Pam Pulau Punjung, para pemudik yang datang dari arah Jakarta mulai memasuki wilayah hukum Polda Sumatera Barat. Peningkatan volume kendaraan ini menjadi perhatian serius aparat guna memastikan kelancaran serta keselamatan para pengguna jalan.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Polres Dharmasraya telah menyiapkan tiga titik Pos Pengamanan strategis, yakni Pos Pam Sungai Rumbai, Pos Pam Pemberhentian Omega, dan Pos Pam Pulau Punjung. Keberadaan pos-pos tersebut bertujuan memberikan pelayanan, pengamanan, serta bantuan kepada para pemudik yang melintas.
Selain itu, Polres Dharmasraya juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam berkendara, terutama saat menempuh perjalanan jauh. Para pemudik disarankan untuk beristirahat minimal setiap empat jam sekali guna menjaga kondisi fisik tetap prima.
Di sepanjang jalur mudik wilayah Dharmasraya, telah tersedia sekitar 10 titik rest area, baik di SPBU maupun lokasi lainnya. Selain itu, terdapat dukungan dari empat Polsek yang siap memberikan pelayanan serta tempat istirahat bagi para pemudik.
Dengan kesiapsiagaan aparat dan kesadaran masyarakat, diharapkan arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. (**)
Lintasmedianews.com,Dharmasraya
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Varel Oriano, kembali turun langsung ke tengah masyarakat dengan menggelar Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Daerah di Kantor Sekretariat PDIP Kabupaten Dharmasraya, Koto Padang, pada Jumat (14/3/2026).
Kegiatan tersebut merupakan agenda resmi anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat untuk menyampaikan berbagai produk hukum daerah kepada masyarakat, baik Peraturan Daerah (Perda) maupun Rancangan Perda. Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat memahami aturan yang berlaku sekaligus membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan masukan.
Acara ini dihadiri oleh masyarakat Dharmasraya, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), tokoh masyarakat, Ketua DPRD Dharmasraya, serta Wakil Bupati Dharmasraya. Diskusi berlangsung hangat dan penuh antusiasme dari para peserta.
Dalam pemaparannya, Varel menjelaskan bahwa sosialisasi kali ini membahas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Komoditas Unggulan Perkebunan, yang dinilai sangat penting bagi daerah dengan jumlah petani sawit yang besar seperti Dharmasraya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Dharmasraya yang telah hadir. Hari ini kita melaksanakan sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 2023 tentang tata kelola komoditas unggulan perkebunan. Perda ini merupakan bentuk komitmen pemerintah provinsi untuk memastikan hak-hak petani, khususnya petani sawit, dapat terlindungi,” ujar Varel di hadapan peserta.
Menurutnya, sektor perkebunan sawit merupakan salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat di Sumatera Barat, termasuk di Dharmasraya. Karena itu, regulasi yang jelas sangat diperlukan agar pengelolaan komoditas unggulan tersebut berjalan lebih adil, transparan, dan berpihak pada petani.
Varel juga menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi seperti ini menjadi cara efektif bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kita tidak hanya menyampaikan aturan, tetapi juga mendengar langsung aspirasi masyarakat. Dengan begitu, kebijakan yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan rakyat,” tambahnya.
Sebagai kader PDIP, Varel Oriano dinilai aktif membangun komunikasi dengan masyarakat. Kehadirannya di berbagai kegiatan sosial dan politik menunjukkan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat, khususnya para petani yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami regulasi yang ada serta dapat memanfaatkannya untuk memperkuat posisi petani dalam pengelolaan komoditas perkebunan di daerah.(**)