Pemprov Sumbar
[Pemprov Sumbar][column2]
Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Gubernur Sumatra Barat, menyerahkan sertifikat Cagar Budaya Nasional dan Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WTbI) dari Menteri Kebudayaan RI kepada Wakil Wali Kota Bukittinggi. Sertifikat tersebut diserahkan Gubernur di Aula Kantor Gubernur, Jumat, (28/08).
Menara Jam Gadang dan SMA 2 Bukittinggi (Sekolah Rajo) ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadlizon. Sementara itu Bordir Kerancang Bukittinggi juga ditetap sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WTbI).
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menjelaskan, sertifikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2025 dari Sumatra Barat, telah diserahkan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, di Gedung Kementeriaan Kebudayaan Republik Indonesia, Jakarta, 15 Desember 2025 lalu. Untuk itu, seluruh sertifikat baik terkait cagar budaya nasional dan juga warisan budaya tak benda, diteruskan kepada Kepala Daerah masing masing.
"Total Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Sumatra Barat, berjumlah 37 Warisan Budaya. Capaian ini, mencerminkan kekayaan budaya Minangkabau yang terus dijaga dan diwariskan lintas generasi dan diakui secara nasional," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan rasa bangga atas penetapan dua bangunan yang ada di Bukittinggi sebagai Cagar Budaya Nasional. Menurutnya Jam Gadang dan SMA 2 Bukittinggi, memiliki nilai sejarah yang kental dengan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia menyebutkan, Jam Gadang merupakan salah satu saksi sejarah perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan yang dibangun sejak penjajahan Belanda. Sementara itu, SMA 2 Bukittinggi, juga menjadi lokasi cikal bakal lahirnya Bahasa Indonesia modern, yang dirumuskan melalui penyusunan Ejaan Van Ophuijsen pada akhir abad ke -19.
Ibnu berterima kasih pada Menteria Kebudayaan, Bapak Fadlizon, yang telah menetapkan Jam Gadang dan SMA 2 Bukittinggi, sebagai Cagar Budaya Nasional. (*)
Lintasmedia News –Langkah strategis dipahat SMSI, sebagai salah salah satu konsituten Dewan Pers, yakni mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa. Program ini menjadi bentuk komitmen merawat desa, sebagai manisfestasi merawat NKRI. ‘’Saya setuju Desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,’’ujar Drs Firdaus, Msi, Ketua Umum SMSI Pusat.
Kegiatan yang dilaksanakan di di tengah hiruk pikuk dan simpang siur informasi terkait eskalasi demo yang dikhawatirkan membuat distorsi stabilitas menjadi sebuah konfirmasi ‘’Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,’’begitu ucap Hasyim S Djoyohadikusumo.
Menurut adik kandung Presiden RI ke-8 Prabowowo Subiyanto ini, pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa sekaligus menginformasikan Jakarta tetap aman. ‘’Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testemoni nyata di sini (Jakarta-red) aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif, dan sangat bagus,’’ucap Hasyim yang menjadi keynote speaker pada dialog nasional, usai pengukuhan yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih.
Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa yang berlangsung penuh kemeriahan, namun tetap berjalan khikmat melibatkan lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu dan Sumatera Selatan. ‘’Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI, namun dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,’’papar Firdaus dalam sambutan di depan Hasyim S Djoyohadikusumo.
Pengusaha yang bergerak di berbagai sektor, dan kini menjadi salah satu penasehat ekonomi Presiden mengatakan, SMSI ke depan punya tugas dengan tanggung jawab besar. ‘’Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,’’cetus tokoh yang malang melintang di dunia bisnis tanah air.
Secara khusus putra begawan ekonomi, Soemitro Djoyohadikusumo ini menyoroti informasi yang lepas dari konteks, dan itu sangat mendistorsi kebijakan yang sedang menjadi prioritas pemerintah. Terkait dengan fenomena di atas Hasyim mengungkapkan, pihaknya sudah mengagendakan untuk berdialog dengan BEM UI, UGM, dan ITB.
Hasil dari dialog akan menjadi masukan, koreksi, dan rekomendasi bagi pemerintah. ‘’Sebagai penasehat Presiden masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,’’tambahnya.
Sumbang pikir untuk Pers Indonesia
Hal hal lain yang juga disampaikan Hasyim S Djoyohadikusumo yang spesifik adalah merespon usulan Ketua SMSI, Drs Firdaus Msi, yakni kondisi Gedung Dewan Pers yang sudah tidak representatif. Menurut Firdaus gedung yang menjadi episentrum, sekaligus kawah Candradimuka Pers Indonesia perlu ditingkatkan performasnya.
‘’Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodir. Jadi mereka (Konsituen) terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,’’urai Firdaus.
Terhadap usulan itu, Hasyim merespon sangat positif, dan berjanji akan menindaklanjuti dengan Komdigi. ‘’Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang, kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Mekomdigi, Meutya Hafid,’’ ujar Hasyim lagi.
Respon semacam itu langsung mendapat aplaus dari peserta yang hadir di Hall Dewan Pers. Kegiatan pengukuhan dihadiri tidak kurang dari seratus peserta berikut undangan. Kegiatan ditutup dengan dialog nasional menghadirkan Prof Dr Achmad Riyad U.B PhD Dewan Penasehat SMSI Jawa Timur, kemudian pakar ekonomi dan Perbankan
Dialog sangat menarik dan menghadirkan tanggapan kritis, apalagi dipandu secara bernas oleh Prof Dr Albertus Wahyu Rudhanto, MC guru besar dari PTIK.
PEKANBARU, Lintasmedia News— Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menerima penghargaan kategori Pembangunan Infrastruktur dalam ajang Pemimpin Daerah Award 2026 yang digelar iNews Media Group di iNews Tower, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria. Apresiasi ini diberikan atas komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Penghargaan tersebut diperoleh melalui penilaian lapangan. Tim penilai turun langsung ke Pekanbaru untuk melihat kerja-kerja pembangunan serta mendengar respons masyarakat. Berdasarkan hasil yang disampaikan tim penilai, sekitar 80 persen masyarakat Pekanbaru menyatakan puas terhadap kerja nyata Pemerintah Kota Pekanbaru, terutama pembangunan dan perbaikan jalan rusak.
Sejak 2025, Pemerintah Kota Pekanbaru terus memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan. Sepanjang 2025, sekitar 42 kilometer jalan telah diperbaiki melalui pengaspalan ulang. Pada tahun yang sama, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menyelesaikan utang infrastruktur senilai Rp470 miliar.
Sejumlah ruas jalan yang selama hampir dua dekade belum mendapat pengaspalan ulang kini telah ditangani. Perubahan itu dirasakan masyarakat melalui akses jalan yang semakin nyaman dilalui, sekaligus wajah kota yang semakin bersih dan terawat.
Agung Nugroho menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa capaian ini bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru untuk bekerja lebih maksimal.
“Alhamdulillah, penghargaan ini kami terima dengan rasa syukur. Ini bukan tentang saya pribadi, tetapi tentang kerja bersama seluruh jajaran dan masyarakat Pekanbaru. Ketika masyarakat mulai merasakan jalan yang lebih baik dan pemerintah yang hadir, itulah kebahagiaan terbesar bagi kami,” ujar Agung.
Memasuki 2026, pembangunan infrastruktur tetap dilanjutkan dengan target pengaspalan hingga 50 kilometer jalan serta pembangunan sekitar 100 kilometer jalan perumahan.
Di tengah kondisi kabut asap yang sedang dihadapi, Pemerintah Kota Pekanbaru tetap menempatkan keselamatan dan kesehatan masyarakat sebagai perhatian utama. Penghargaan tersebut dimaknai sebagai amanah untuk terus hadir, bekerja, dan memperbaiki hal-hal yang masih perlu dibenahi.
“Penghargaan ini menjadi tambahan semangat bagi kami untuk bekerja lebih keras dan memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Pekanbaru yang kami cintai,” pungkasnya.
Pemimpin Daerah Award merupakan ajang apresiasi yang diselenggarakan iNews Media Group bagi tokoh dan kepala daerah yang dinilai memiliki inovasi serta dedikasi dalam membangun daerah.
Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, membuka secara resmi workshop desain kemasan di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis (27/08). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera bagi para pegiat ekonomi kreatif di Bukittinggi.
Direktur Arsitektur dan Desain, Kementerian Ekraf, Megawati Panjaitan, menjelaskan,
Kegiatan ini sebagai program berbasis kreativitas budaya dan desain dalam lingkup program Ekraf Peduli, yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Arsitektur dan Desain dan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan. Menurutnya penyelenggaraan Workshop dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan salah satu aksi nyata dari pemerintah dalam mendorong ekonomi pasca bencana bagi pegiat ekonomi kreatif di Bukittinggi.
"Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari 3 subsektor, yakni kuliner, kriya dan fashion. Workshop akan terselenggara dalam 1 hari, dengan rangkaian pemaparan materi, dilanjut dengan studi kasus, praktek dan simulasi serta pemberian feedback kepada peserta," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, Bukittinggi merupakan kota yang kaya akan keunggulan produk, seperti bordir, songket serta kerajinan tangan dan juga pada usaha dibidang kuliner. Ia berharap anak-anak muda maupun masyarakat dapat menciptakan ekonomi kreatif yang bisa mencapai pasar global.
Ia mengatakan, ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh masyarakat menjadi salah satu hal yang penting bagi ekonomi Indonesia. Sejarah dan budaya perlu digali dari apa yang ditekuni. Ia berpesan peserta dapat mengikuti workshop dengan serius. (Sandra)
Pasbar,Lintas Media News Com.
Panitia Pemilihan Wali Nagari Rabi Jonggor ,Kecamatan Gunung Tuleh ,gelar acara Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Calon Wali Nagari Rabi Jonggor , tepatnya di Gedung Sarumbuk Maroban Tua Jln.Bagindo Bujang ,Paraman Ampalu,Kamis 27/8.2026.
Penetapan ini diawali dengan beberapa rangkaian acara,tampak dihadiri oleh : Nelfa Yanti mewakili Camat ,Doni Mewakili Kapolsek,Nafil Niskal mewakili Danramil ,M.Zunni Pj.Wali Nagari ,Robin Sanggara Ketua Bamus , Para Calon Wali Nagari, Akmaluddin,Mursal Tokoh masyarakat,para anggota Bamus ,Jorong serta undangan lainnya.
M.Zunni dalam sambutannya mengatakan adanya kerinduan masyarakat akan hadirnya Wali Nagari Depenitif ,karena lebih kurang tujuh tahun ,menceritakan kepemimpinannya sudah yang ke tiga kalinya untuk itu Ia berharap pembangunan nagari ini menjadi lebih baik, pemilihan ini merupakan suatu keharusan ,bahkan ada 87 Nagari yang belum depenitif,hanya ada 3 Nagari sebutnya.
Ditempat yang sama Robin mengatakan terkait dengan tahapan-tahapan yang sudah selesai,seraya berharap kepada seluruh masyarakat untuk dapat datang ke tempat pemungutan suara pada tanggal 3 Oktober untuk memberikan hak pilihnya dengan bijak,bisa membuat Nagari lebih baik,lancar dan di ridhoi oleh Allah pintanya.
Saat dikonfirmasi Media ini Sulkani ketua Panitia sekaligus Ketua PPWN yang didampingi Warta Irawan Sekretaris,Gusnidar,Yuhaldi Nasution Atrusal Susilawarni,,Desi Erviana,Ahmadsyah Anggota , mengatakan telah melakukan kegiatan ini sesuai tahapan-tahapan sebelumnya,
Hari ini terkait pencabutan dan penetapan Nomor Urut yang mereka dapat tetap sama untuk nomor urut 1 Sanra Mora ,2 Syakri Lubis 3 Havis Bayer ,4 Fahrein ,5 Haskim, penandatangan Berita Acara ,Sosialisasi pelaksanaan pemilihan yang berbeda dengan sebelumnya hanya manual sekarang dengan Sistim E.-Voting,mengingatkan masyarakat tidak ada tertinggal ,jumlah pemilih sementara 2613, Ia berharap kepada para Calon Wali Nagari ini lebih memahami Pilwana ini ,mari bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif ,Berkeluarga serta Badunsanak ,karena siapa pun yang menang inilah pilihan kita terbaik pintanya
Selain itu penyampaian Visi-Misi dari para Calon Wali Nagari yang hampir sama terkait :pelayanan masyarakat ,Program termasuk: Bumnag, Sanitasi,psriwisata Pertanian,penanganan Sampah infra struktur lainnya
PADANG, Lintasmedia News— Dewan Energi Nasional (DEN) Republik Indonesia melakukan kunjungan ke PT Semen Padang, Kamis (27/8/2026), untuk meninjau penerapan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Pabrik Indarung V. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung implementasi efisiensi energi di industri, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi yang dapat mendukung ketahanan energi nasional.
Kunjungan Anggota DEN Republik Indonesia Satya Widya Yudha yang didampingi Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Sumartono tersebut disambut langsung oleh Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa, Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan Idris, serta Kepala Unit Tenaga & Utilitas Harri Kurniawan.
Dalam pertemuan tersebut, manajemen PT Semen Padang memaparkan implementasi dan manfaat WHRPG yang telah dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan energi listrik dalam proses produksi semen di Pabrik Indarung V.
Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa menyampaikan apresiasi atas kunjungan DEN ke lingkungan perusahaan. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi dan membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan efisiensi energi di sektor industri.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Dewan Energi Nasional ke PT Semen Padang, khususnya dalam rangka peninjauan WHRPG di Pabrik Indarung V,” kata Andria.
Ia menjelaskan, WHRPG merupakan teknologi konservasi energi yang memungkinkan panas buang dari proses industri dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan tenaga listrik. Teknologi tersebut menjadi salah satu bentuk konkret komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan penggunaan energi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Di Pabrik Indarung V, panas buang yang dimanfaatkan dalam sistem WHRPG berasal dari dua sisi utama proses produksi, yakni suspension preheater dan clinker cooler. Panas yang sebelumnya berpotensi terbuang tersebut kemudian dikonversi menjadi energi listrik untuk mendukung kebutuhan operasional pabrik.
Penerapan WHRPG di PT Semen Padang merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian dengan Pemerintah Jepang melalui New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang sejak 2011. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari pengembangan teknologi yang mendukung efisiensi energi pada sektor industri.
Andria mengatakan keberadaan WHRPG memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan konsumsi listrik eksternal Pabrik Indarung V. Dari total kebutuhan listrik pabrik yang mencapai sekitar 34,8 megawatt (MW), WHRPG mampu menghasilkan listrik sekitar 5 hingga 6 MW.
Dengan capaian tersebut, kontribusi WHRPG terhadap kebutuhan listrik pabrik berada pada kisaran 14,4 persen hingga 17,2 persen. Bahkan, kontribusinya dapat mencapai 24,4 persen apabila sistem WHRPG dapat beroperasi secara penuh dengan kapasitas hingga 8,5 MW.
“Ini tentunya memberikan manfaat yang cukup besar bagi operasional perusahaan, terutama dalam mendukung efisiensi penggunaan energi. Kami terus berupaya agar pemanfaatan energi di lingkungan PT Semen Padang semakin optimal,” ujarnya.
Menurut Andria, efisiensi energi tidak hanya berkaitan dengan upaya menekan konsumsi listrik, tetapi juga merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan operasional dan meningkatkan daya saing industri. Karena itu, berbagai peluang pengembangan dan optimalisasi teknologi energi akan terus menjadi perhatian manajemen.
Ia berharap diskusi dan peninjauan yang dilakukan bersama DEN dapat menghasilkan peluang baru yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat penerapan efisiensi energi di PT Semen Padang.
“Kami berharap dari diskusi dan pertemuan ini ada peluang yang bisa dimanfaatkan. PT Semen Padang tentunya mendukung berbagai upaya efisiensi energi,” katanya.
Sementara itu, Anggota DEN Republik Indonesia Satya Widya Yudha menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan jajaran manajemen PT Semen Padang. Ia menilai penerapan teknologi pemanfaatan panas buang menjadi energi listrik merupakan langkah positif dalam mendukung agenda ketahanan energi.
Menurut Satya, efisiensi energi di sektor industri memiliki peran strategis karena tidak hanya berdampak terhadap pengelolaan biaya dan operasional perusahaan, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya nasional dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi.
“Terima kasih atas sambutan dari manajemen PT Semen Padang. Ini merupakan hal yang baik dalam mendukung ketahanan energi,” ujar Satya.
Ia berharap PT Semen Padang dapat terus berkembang dan meningkatkan inovasi di bidang energi sehingga kontribusinya terhadap efisiensi energi dan ketahanan energi nasional semakin besar.
“Semoga PT Semen Padang semakin maju ke depannya,” katanya.
Kunjungan DEN tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia industri dalam mendorong pemanfaatan teknologi energi yang lebih efisien. Bagi PT Semen Padang, optimalisasi WHRPG menjadi salah satu langkah nyata untuk mengubah potensi energi yang sebelumnya terbuang menjadi sumber daya produktif, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan terhadap efisiensi dan keberlanjutan.
Di tengah kebutuhan energi industri yang semakin besar, pemanfaatan teknologi seperti WHRPG menjadi semakin relevan. Selain membantu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan listrik eksternal, teknologi tersebut juga memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan panas buang dari proses produksi secara lebih optimal.
Langkah tersebut sejalan dengan semangat PT Semen Padang untuk terus meningkatkan efisiensi operasional melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi, sekaligus mengambil bagian dalam mendukung agenda ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.
PADANG, Lintasmedia News– Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan dan KAN Limau Manih mengapresiasi kontribusi PT Semen Padang melalui program Basinergi Mambangun Nagari (BMN). Sejak program tersebut digulirkan pada 2015, lebih dari Rp20 miliar dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) telah disalurkan untuk mendukung berbagai program masyarakat di wilayah Lubuk Kilangan dan Limau Manih.
“Dukungan PT Semen Padang melalui program BMN merupakan bentuk kontribusi yang memiliki nilai besar bagi masyarakat. Dana yang disalurkan telah membantu pelaksanaan berbagai program pemberdayaan dan pembangunan di tengah masyarakat,” ungkap Wakil Ketua KAN Lubuk Kilangan, Asril Azis, bersama Ketua KAN Limau Manih, Zulkifli Dt Rajo Gumayang, saat menghadiri pembukaan Sidang Pleno Perubahan dan Pengesahan Revisi AD/ART Forum Nagari/Forum Pemberdayaan di Bukittinggi, 26–28 Agustus 2026.
Asril berharap keberlanjutan program tersebut dapat terus didukung bersama. Apalagi, PT Semen Padang saat ini menghadapi persaingan industri semen yang semakin ketat. Karena itu, masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan diharapkan turut mendukung keberlangsungan dan peningkatan kinerja perusahaan.
“Mari kita dukung kinerja PT Semen Padang. Jika kinerja perusahaan kebanggaan masyarakat Sumbar ini terus meningkat, tentu kontribusinya untuk masyarakat di dua nagari ini, termasuk daerah lainnya yang ada di lingkungan perusahaan, juga akan semakin besar,” ujar Asril.
Kontribusi PT Semen Padang kepada masyarakat tidak hanya diberikan melalui program BMN. Perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara ini juga secara rutin menyalurkan berbagai bantuan lainnya, baik untuk mendukung pembangunan fasilitas umum maupun kegiatan sosial masyarakat.
Salah satunya, kata Asril, berupa bantuan semen yang dimanfaatkan untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas umum. Selain itu, PT Semen Padang juga rutin menyalurkan bantuan sapi kurban kepada masyarakat.
“Bantuan sapi kurban ini tentunya sangat luar biasa bagi masyarakat. Kami berharap PT Semen Padang tetap bertahan dan berkembang di tengah ketatnya persaingan industri semen saat ini,” katanya.
*Dorong Program Semakin Tepat Sasaran*
Terkait pelaksanaan Sidang Pleno Perubahan dan Pengesahan Revisi AD/ART Forum Nagari/Forum Pemberdayaan, Asril berharap forum tersebut dapat menghasilkan kesepakatan yang semakin memperkuat pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Forum Nagari memiliki peran penting dalam memastikan program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, revisi AD/ART diharapkan dapat menjadi landasan untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan pelaksanaan program.
Dia juga berharap sinergi antara Forum Nagari, KAN, masyarakat, dan PT Semen Padang terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, berbagai program yang dirancang dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Semoga Sidang Pleno Perubahan dan Pengesahan Revisi AD/ART Forum Nagari/Forum Pemberdayaan ini berjalan sesuai harapan kami di KAN Lubuk Kilangan dan KAN Limau Manih, termasuk PT Semen Padang yang selama ini telah mendukung penuh program BMN di masing-masing forum,” katanya.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) merupakan wujud tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang diarahkan untuk memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Bagi kami, BMN bukan sekadar program penyaluran bantuan, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Karena itu, program yang dijalankan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mendorong kemandirian, serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang,” kata Win.
Menurutnya, keberlanjutan program BMN membutuhkan kolaborasi antara perusahaan, Forum Nagari, KAN, dan masyarakat. Semakin kuat kolaborasi tersebut, semakin besar pula peluang program yang dijalankan memberikan dampak yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
“PT Semen Padang tentu berharap hubungan yang telah terbangun dengan masyarakat selama ini dapat terus dijaga. Kami ingin keberadaan perusahaan tidak hanya memberikan manfaat melalui kontribusi sosial, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan di sekitarnya,” ujarnya.
Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menambahkan pelaksanaan BMN tidak hanya mencakup wilayah Nagari Lubuk Kilangan, Nagari Limau Manih, dan Pauh. Program tersebut juga dilaksanakan di Kelurahan Pampangan, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.
“Ada 12 forum yang kami bina dan forum tersebut tersebar di tiga kecamatan, yaitu Lubuk Kilangan, Pauh, dan Lubuk Begalung,” ujar Hernes.
PT Semen Padang berkomitmen untuk terus mendukung program BMN yang dijalankan melalui masing-masing Forum Nagari/Forum Pemberdayaan. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya program yang semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Namun, Hernes juga mengingatkan agar program BMN tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami berharap program ini semakin dimaksimalkan agar tujuan dari program, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan, dapat terwujud,” katanya.
Dengan dukungan perusahaan, penguatan peran Forum Nagari, serta keterlibatan masyarakat, program BMN diharapkan dapat terus berkembang menjadi wadah kolaborasi yang mampu melahirkan berbagai program pemberdayaan yang produktif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (*)
MERANTI, Lintasmedia News– Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, mewakili Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar, meninjau rumah guru yang menjadi korban kebakaran di Desa Dwi Tunggal, Kecamatan Rangsang, Kamis (27/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Sudandri menyerahkan bantuan dari Bupati Kepulauan Meranti, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta guru dan tenaga kependidikan se-Kabupaten Kepulauan Meranti kepada korban, Susi Winarti, S.Pd., guru SMP Negeri 5 Rangsang.
Rumah Susi mengalami kebakaran pada Sabtu (22/8/2026). Akibat musibah tersebut, keluarga korban kehilangan sejumlah harta benda dan membutuhkan dukungan untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Sudandri menyampaikan salam dan kepedulian Bupati H. Asmar kepada Susi dan keluarganya. Ia mengatakan, Bupati sebenarnya ingin datang langsung, namun berhalangan karena sedang sakit.
“Pak Bupati ingin datang langsung menjenguk saudara kita yang ditimpa cobaan ini. Namun karena beliau dalam keadaan sakit, beliau perintahkan saya untuk mendampingi bersama kawan-kawan PGRI, Dinas Pendidikan serta jajaran Korwil,” ujar Sudandri.
Ia meminta keluarga korban tetap tabah menghadapi musibah tersebut. Menurutnya, kehilangan akibat kebakaran merupakan cobaan yang tidak diharapkan siapa pun.
“Apabila kita ditimpa cobaan atau musibah, yang patut kita sampaikan adalah innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Mudah-mudahan rezeki yang sementara terkorbankan akibat musibah ini segera diganti oleh Allah SWT,” katanya.
Selain menyerahkan bantuan, Sudandri mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau. Ia juga mengingatkan penggunaan perangkat elektronik yang dapat memicu korsleting listrik.
“Bukan hanya api, elektronik juga bisa memicu korsleting. Itu juga kita harus hati-hati,” ujarnya.
Sudandri turut mengimbau masyarakat mewaspadai potensi kemarau panjang yang disebutnya masih dapat berlangsung hingga 2027.
“Mari kita berwaspada. Berdasarkan pemetaan Badan Geologi dan Meteorologi bahwa El Nino atau kemarau panjang bisa sampai menginjak 2027. Untuk itu kita lebih berhati-hati,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sudandri juga menyerahkan bantuan pribadi dari Bupati H. Asmar sebesar Rp3 juta kepada Susi dan keluarga.
“Pak Bupati juga secara pribadi menitipkan dengan saya uang Rp3.000.000 untuk menyumbangkan secara pribadi beliau kepada Ibu sekeluarga. Mudah-mudahan itu dapat dimanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Raja Yusran, mengatakan bantuan juga dihimpun dari para guru dan tenaga kependidikan sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan seprofesi.
Total donasi yang terkumpul mencapai Rp69.430.000. Selain uang, para guru juga menyiapkan bingkisan untuk Susi dan keluarga.
“Alhamdulillah, dukungan dari kawan-kawan guru Meranti. Kami mengumpulkan donasi sebesar Rp69.430.000. Kemudian kami juga menyiapkan bingkisan sebagai cendera mata kepada Bu Susi,” kata Raja Yusran.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga korban setelah rumah mereka mengalami kebakaran.
“Mudah-mudahan apa yang diberikan oleh kawan-kawan seprofesi dengan Ibu Susi dapat memberikan keringanan atas musibah ini,” ujarnya.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Sekda Kepulauan Meranti H. Sudandri Jauzah kepada Susi Winarti dan keluarganya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti, Ketua PGRI, para Koordinator Wilayah (Korwil), kepala sekolah dan guru, Camat Rangsang beserta jajaran, Kepala Desa Dwi Tunggal, serta sejumlah pihak lainnya.(Nina)
MANGGARAI TIMUR, Lintasmedia News— Tim Semen Padang Peduli langsung bergerak mendukung penanganan kondisi darurat pascagempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan melakukan pendampingan pemeriksaan kesehatan kepada warga pada Rabu (26/8/2026) di Kampung Waso Ronting, Desa Setara Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kehadiran tim kesehatan tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan PT Semen Padang dalam mendukung masyarakat pada fase pascabencana. Di tengah kondisi yang masih membutuhkan pemulihan, akses terhadap layanan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan penting yang perlu mendapat perhatian, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Semen Padang Peduli menurunkan tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter, perawat, dan tenaga pendukung. Tim kesehatan tersebut terdiri atas Dr. Faaiz Dzikri selaku dokter, Rizki Fauzan Akbar sebagai perawat, serta Leo Zatiusfri sebagai pendamping dokter.
Dokter Tim Semen Padang Peduli, Dr. Faaiz Dzikri, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara langsung dengan menyasar masyarakat dari berbagai kelompok usia dan kondisi kesehatan.
“Pemeriksaan kami lakukan secara langsung kepada warga untuk melihat kondisi kesehatan mereka setelah bencana. Kami juga memberikan pendampingan sesuai dengan kondisi masing-masing warga yang diperiksa,” katanya.
Sebanyak 13 warga Kampung Waso Ronting mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan di hari pertama kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas tiga orang lanjut usia, satu orang dewasa, lima anak-anak, tiga perempuan, serta satu orang ibu hamil.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa layanan kesehatan yang diberikan tidak hanya menyasar masyarakat secara umum, tetapi juga memberikan perhatian kepada kelompok yang membutuhkan pemantauan lebih dalam situasi pascabencana.
Tim medis melakukan pemeriksaan dengan melihat kondisi warga secara langsung di lokasi. Kehadiran dokter dan perawat di tengah permukiman warga diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan tanpa harus menghadapi kendala mobilitas maupun kondisi lingkungan yang masih terdampak bencana.
Pendampingan kesehatan tersebut sekaligus menjadi bagian penting dari upaya penanganan bencana secara menyeluruh. Sebab, pemulihan masyarakat tidak berhenti ketika fase tanggap darurat berakhir. Kondisi kesehatan warga tetap perlu dipantau untuk memastikan dampak bencana tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan baru.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan pemeriksaan kesehatan di Kampung Waso Ronting merupakan salah satu bentuk nyata pendekatan perusahaan dalam menjalankan aksi kemanusiaan.
Menurutnya, masyarakat terdampak bencana tidak hanya membutuhkan bantuan berupa kebutuhan dasar dan logistik, tetapi juga membutuhkan pendampingan yang dapat menyentuh langsung kebutuhan mereka, termasuk aspek kesehatan.
“Dalam situasi pascabencana, masyarakat membutuhkan dukungan yang menyeluruh. Karena itu, kami tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menghadirkan tenaga dan kompetensi yang dapat memberikan pendampingan secara langsung kepada masyarakat,” ujar Win.
Ia menambahkan, terlaksananya pemeriksaan terhadap 13 warga Kampung Waso Ronting menjadi bagian dari komitmen Semen Padang Peduli untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh perhatian, khususnya pada masa pemulihan setelah bencana.
PT Semen Padang menerjunkan tim Semen Padang Peduli untuk mendukung penanganan bencana di Desa Setara Kampas, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (24/8/2026). Tim yang tergabung dalam "Semen Padang Peduli ESDM Siaga Bencana" Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut terdiri atas personel penyelamat, tenaga kesehatan, dan petugas logistik yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan penanganan kondisi darurat.
Mereka membawa sejumlah peralatan penyelamatan, perlengkapan pelindung diri, sarana komunikasi, tenda, serta berbagai jenis obat-obatan. Dukungan tersebut dipersiapkan untuk membantu kegiatan evakuasi, pelayanan kesehatan, penanganan logistik, dan pemulihan awal masyarakat yang terdampak bencana. (*)