Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota Padang walikota solok



PADANG,Lintas Media News
 Upaya melestarikan warisan tradisi masyarakat Minangkabau terus digalakkan. Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat yang memperebutkan Piala Bergilir Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, kembali digelar pada Sabtu–Minggu (11–12/7/2026).

Sebanyak 28 tim dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam festival yang mengusung tema "Lestarikan Budaya dengan Permainan Anak Nagari Sipak Rago" ini. Acara dibuka langsung oleh Evi Yandri Rajo Budiman di Gedung Rohana Kudus, Kota Padang, Sabtu (11/7/2026).

Penyelenggaraan tahun 2026 merupakan kali kelima festival ini digelar menggunakan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui dana pokok pikiran (pokir) Evi Yandri.

"Sebenarnya sejak 2015 sudah kita gelar dengan dana seadanya. Namun, dengan sokongan APBD, ini menjadi tahun kelima pelaksanaannya secara resmi," ujar Evi Yandri saat membuka festival.

Ia menekankan pentingnya menjaga eksistensi sipak rago yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) secara nasional sejak beberapa tahun lalu agar tidak punah dan tetap diwariskan ke generasi muda.

Evi menjelaskan bahwa sipak rago merupakan cikal bakal sepak takraw, tetapi memiliki filosofi permainan yang sangat berbeda. Berbeda dengan sepak takraw yang mengutamakan kompetisi untuk mengalahkan lawan, sipak rago justru menonjolkan kerja sama dan kolaborasi antarpemain.

"Jika sepak takraw dimainkan berhadapan untuk saling mengalahkan, sipak rago justru menuntut kerja sama agar bola tetap bertahan di udara selama mungkin.

 Di sini tercermin nilai kekompakan, ketangkasan, gotong royong, dan tidak ada rasa ingin balas dendam," jelasnya.
Nilai luhur tersebut mengajarkan setiap pemain untuk selalu memberikan umpan terbaik kepada rekannya, meskipun mereka menerima bola dalam posisi yang sulit atau kurang ideal.

Selain nilai budaya, sipak rago memiliki catatan sejarah yang unik. Pada masa penjajahan Belanda, permainan ini menjadi kedok bagi pemuda Minangkabau untuk melatih ketangkasan fisik dan bela diri secara sembunyi-sembunyi.

"Dulu Belanda melarang orang Minang latihan bela diri. Melalui permainan ini mereka terkecoh, dikira kita sekadar bermain bola, padahal sekaligus berlatih bela diri (silat)," ungkap Evi.

Upaya pelestarian ini mendapat apresiasi positif dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar yang diwakili Kepala Museum.

 Adityawarman, Tuti Alawiyah, menyatakan sipak rago bukan sekadar olahraga tradisional, melainkan identitas budaya yang kaya akan nilai sejarah, sportivitas, dan disiplin.

"Penyelenggaraan festival ini sangat penting agar permainan tradisional tetap dikenal dan diminati generasi muda," tutur Tuti. 

Pihaknya juga berterima kasih atas komitmen pengalokasian dana pokir dari DPRD untuk pemajuan kebudayaan lokal.
Apresiasi senada disampaikan Camat Kuranji, Rozaldi Rosman. Ia menilai festival ini memberikan ruang representatif bagi anak nagari untuk menjaga nilai-nilai adat Minangkabau di tengah gempuran modernisasi.

Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat ini memperebutkan total hadiah uang tunai sebesar Rp29,5 juta. Prosesi pembukaan acara ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Evi Yandri Rajo Budiman, didampingi oleh unsur Forkopimda, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Babinsa, serta para tamu undangan.(*)


Padang,Lintas Media News
 Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Iqra Chissa Putra, mendorong percepatan penyelesaian pembebasan lahan untuk mendukung proyek penataan kawasan Pantai Padang (Taplau), khususnya di ruas Jalan Samudera dan area belakang Hotel Pangeran, Kota Padang.

Komitmen tersebut disampaikan Iqra saat melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Sumatera Barat pada Kamis, (9/7/2026), guna menindaklanjuti berbagai kendala teknis yang masih menghambat proses pengadaan tanah di lokasi tersebut.

Menurut Iqra, koordinasi lintas instansi sangat penting untuk mengurai berbagai persoalan yang muncul di lapangan agar program penataan kawasan wisata dan infrastruktur Kota Padang dapat berjalan sesuai rencana.

"Semangat kita sama, yaitu mempercantik dan memperindah Kota Padang. Itu tujuan utama yang ingin kita capai bersama," kata Iqra dalam pertemuan tersebut.
Ia menjelaskan, terdapat dua titik yang menjadi perhatian utama dalam proses pembebasan lahan, yakni kawasan Jalan Samudera di ruas Hang Tuah serta area di belakang Hotel Pangeran.

Untuk lokasi belakang Hotel Pangeran, Iqra mengungkapkan adanya kajian akademis terkait mekanisme pergantian tanah yang perlu ditelaah lebih lanjut. Karena itu, seluruh proses harus mengacu pada kajian yang komprehensif dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami meminta solusi dan langkah percepatan bersama. Untuk persoalan di belakang Hotel Pangeran, kami juga mendapat informasi adanya kajian akademis terkait pergantian tanah. Tentu kita ingin semua berjalan sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

Sementara itu, untuk persoalan lahan di ruas Hang Tuah, Iqra menyebut sudah mulai terlihat perkembangan positif. Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga berencana membentuk tim percepatan guna mempercepat penyelesaian berbagai kendala administrasi dan teknis.

"Alhamdulillah untuk ruas Hang Tuah sudah mulai ada titik terang. Yang penting sekarang ada progres dan jangan sampai proses ini stuck. Dalam waktu dekat akan dibentuk tim percepatan dengan melibatkan pihak-pihak terkait," jelasnya.

Iqra menegaskan bahwa penyelesaian persoalan ganti rugi lahan menjadi faktor kunci keberhasilan proyek penataan kawasan tersebut. Semakin cepat persoalan lahan diselesaikan, semakin cepat pula tahapan pembangunan dapat dilaksanakan.

Ia berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumbar, Pemerintah Kota Padang, ATR/BPN, serta seluruh pemangku kepentingan agar proses percepatan dapat berjalan efektif.

"Kami optimistis apabila persoalan lahan bisa segera diselesaikan, pembangunan fisik dapat mulai dilaksanakan pada tahun 2028. Saya yakin ini akan mendapat dukungan dari Pak Gubernur maupun Pak Wali Kota demi kemajuan Kota Padang," katanya.

Iqra juga mengusulkan agar seluruh pihak terkait, termasuk Dinas PUPR Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang, duduk bersama dalam satu forum koordinasi untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi terbaik terhadap seluruh kendala yang masih tersisa.

"Koordinasi ini sangat krusial agar proyek penataan kota berjalan lancar. Ini merupakan wujud komitmen bersama untuk meningkatkan infrastruktur dan mempercantik Kota Padang tercinta," tutup Iqra. (***)

 

Pasbar, Lintas Media News Com


Fahrein ,S.Sos,M.Si mantan Staf Ahli Kantor. Bupati Pasaman Barat ,setelah purna tugas kembali mendaftarkan diri menjadi calon Wali Nagari secara langsung ke Kantor Panitia Pemilihan Wali Nagari Rabi Jonggor pada Kamis siang,9/10 2026.


Saat dikonfirmasi terkait pendaftaran untuk calon Wali tersebut telah menyerahkan semua Persyaratan yang diminta dan dinyatakan lengkap oleh panitia dan pertama mendaftar dari sekian calon yang ingin bertanding ,allahamdulillah tak ada kendala terangnya.


Ia mengatakan dengan ucapan terima kasih, atas pelayanan yang diberikan oleh para Panitia ,terlebih adanya sambutan dari P.J Wali Nagari Rabi Jonggor M.Zunni dan Sekna Warta Irawan yang sempat berbincang-bincang terkait penerimaan pendaftaran serta bagaimana keadaan Nagari Rabi Jonggor ke depan.


Kepada penerima pendaftaran mengatakan rasa ucapan terima kasih,atas pelayanan yang baik dengan nada bangga dan penuh semangat.


Ia pun mengatakan lebih singkat terkait pencalonan dirinya untuk ikut pada pesta pemilihan Pilwana Wali Nagari ini Tahun 2026 ini ,karena adanya keterpanggilan hati dan keiklasan semata ,demi membangun Nagari Rabi Jonggor yang kita cintai ini ke depan terang ayah yang memiliki 3 orang anak laki-laki ini.


Tentunya ,andaikan ada kepercayaan dari masyarakat untuk memimpin Pemerintahan nantinya ,akan berusaha memberikan lebih maksimal ,yang terbaik bagi masyarakat sesuai Visi Misi yang sudah kita siapkan tegas mantan pejabat yang sudah memulai karirnya dari kota Padang ,pindah ke Pemda Kabupaten Pasaman Barat dan tak diragukan lagi kepemimpinannya dengan segudang pengalaman dan memang jadi pilihan kita .


PADANG,Lintas Media News
Membahas regulasi konten lokal dan penguatan literasi,Ketua DPRD Sumbar Muhidi menerima kunjungan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat (Sumbar) di rumah dinas Ketua DPRD.Jumat (10/7/2026) malam.

Pada kesempatan itu Muhidi mengatakan, mendukung KPID memiliki regulasi khusus penyiaran lokal. Sehingga, pengawasan dan penguatan konten lokal di Sumbar bisa lebih ditingkatkan.

"Tentu proses melahirkan regulasi disesuaikan dengan kebutuhan kita saat ini," katanya.

Muhidi juga berjanji akan melakukan pembahasan mendalam terkait dengan regulasi untuk penyiaran lokal. Menurutnya, regulasi ini penting karena menjaga budaya Minangkabau salah satunya lewat lembaga penyiaran.

Muhidi juga membahas tentang UU Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumbar. Dalam aturan yang disahkan pada 25 Juli 2022 itu, UU mengakui keistimewaan dan kekhususan karakteristik sosial budaya masyarakat Minangkabau yang berlandaskan falsafah "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS-SBK).

"Perlu kita bahas lebih dalam tentang regulasi penyiaran lokal ini berlandaskan UU dan kekhususan Sumbar," katanya.

*Mendorong Generasi Melek Literasi*

Selain persoalan regulasi, pertemuan ini juga melahirkan kesamaan visi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Ketua DPRD Sumbar pun menyebutkan komitmennya untuk mendorong dan mencetak generasi muda yang tangguh dan mandiri, salah satunya lewat pemberdayaan UMKM untuk mengubah pola pikir masyarakat.

Di tingkat SMA, Muhidi mendorong penguatan budaya literasi media yang diintegrasikan melalui program pendidikan di sekolah. Ia menyadari tantangan membangun sinergi ini tidak mudah, namun sangat krusial mengingat kebutuhan dunia kerja modern.

"Dunia kerja butuh skill nyata. Perusahaan membutuhkan pekerja yang terampil dan bisa membawa kemajuan bagi perusahaan," ujar Muhidi.

Muhidi menambahkan, sasaran program literasi digital dan media ini harus diarahkan secara masif kepada kelompok remaja dan ibu rumah tangga.

"Kalau literasinya tidak kuat, tentu hasilnya juga akan lemah. Makanya generasi muda didorong rajin membaca, menulis, dan cakap beradaptasi dengan teknologi  digital," katanya.

Gagasan ini disambut baik oleh Komisioner KPID Sumbar, Oldsan Bayu Pradipta, yang menyatakan bahwa penguatan literasi bagi anak muda merupakan bagian inti dari visi-misi KPID Sumbar periode ini.

Senada dengan itu, Komisioner Nofal Wiska menambahkan, meski menghadapi berbagai keterbatasan dalam 100 hari kerja pertama, KPID Sumbar bergerak cepat membangun kolaborasi.

"Kami tetap konsisten menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra strategis, termasuk sekolah-sekolah hingga lembaga penyiaran (LP) untuk memperluas jangkauan literasi media," pungkas Nofal.

Di sisi lain, Ketua KPID Sumbar, Yusrin Tri Nanda, juga memaparkan kondisi keuangan lembaga yang dipimpinnya. Menurutnya, anggaran untuk berkegiatan tidak ada hingga Oktober 2026. Namun, KPID terus menggelar berbagai kegiatan literasi dengan berbagai kerjasama

Yusrin Tri Nanda juga memaparkan tentang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penyiaran Sumbar yang tidak bisa dilanjutkan di tingkat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Kemendagri menilai pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan langsung dalam mengelola urusan penyiaran, sehingga produk hukum berbentuk Perda terganjal," katanya.

Salah satu solusi agar Sumbar memiliki regulasi dalam penyiaran lokal, kata Yusrin, mendorong lahirnya Peraturan Gubernur (Pergub) Penyiaran sebagai payung hukum alternatif.

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua KPID Sumbar, Yusrin Tri Nanda, didampingi Komisioner Nofal Wiska, Riki Chandra, Yogi Afriandi, dan Oldsan Bayu Pradipta. Para komisioner bergantian memaparkan kinerja dan capaian 100 kerja pasca dilantik pada Maret 2026 lalu.

Dengan semangat dan kebersamaan di tengah keterbatasan anggaran, berbagai kegiatan literasi untuk generasi muda berhasil dilakukan dengan cara bekerjasama dengan berbagai pihak.

Pertemuan itu juga membahas kondisi terkini Lembaga Penyiaran (LP) TV dan radio lokal di Sumbar. Kemudian, pembicaraan tentang mandeknya regulasi penyiaran daerah, hingga upaya bersama dalam membentengi generasi muda melalui literasi media.
(**/st)

 

Direktur Keuangan PT Semen Padang Iskandar Z Lubis memberikan sambutan saat membuka pertandingan tenis lapangan eksibisi one day game yang merupakan rangkaian dari ajang SPORTALYMPIC 2026, Sabtu (11/7/2026)


PADANG, Lintasmedia News– Enam kontingen yang mewakili departemen, anak perusahaan, lembaga penunjang, dan perusahaan afiliasi Semen Padang Group siap bersaing dalam ajang SPORTALYMPIC 2026. Kompetisi olahraga dan seni tahunan tersebut resmi dibuka oleh Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Indrieffouny Indra, usai upacara HUT ke-68 Pengambilalihan Pabrik dari Belanda pada 6 Juli 2026.


SPORTALYMPIC 2026 mempertandingkan enam cabang, terdiri atas empat cabang olahraga, yakni sepak bola, bulu tangkis, bola basket, dan tenis meja, serta dua cabang seni, yaitu Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) dan lomba puisi. Ajang ini akan berlangsung hingga puncak penutupan pada 17 Agustus 2026.


Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, panitia menggelar pertandingan tenis lapangan eksibisi one day game di Lapangan Tenis PT Semen Padang, Sabtu (11/7/2026). Menariknya, pertandingan tersebut tidak hanya diikuti karyawan Semen Padang Group, tetapi juga mendapat antusiasme puluhan pensiunan perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu.

Direktur Keuangan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, yang membuka pertandingan eksibisi tersebut mengatakan kegiatan itu bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan sarana membudayakan olahraga, mempererat semangat kekeluargaan, dan memperkuat silaturahmi di lingkungan perusahaan.


“Kegiatan ini bukan hanya sekadar berkompetisi, tetapi lebih kepada upaya perusahaan untuk membudayakan olahraga. Kami yakin dengan rutin berolahraga tubuh akan semakin sehat. Kalau tubuh sehat, tentu hidup kita semakin bahagia dan kita semakin berkontribusi bagi perusahaan yang kita cintai ini,” katanya.


Iskandar juga mengapresiasi panitia karena mampu menghadirkan para pensiunan PT Semen Padang dalam pertandingan eksibisi tersebut.


“Ini luar biasa sekali. Para pensiunan juga ikut meramaikan ajang eksibisi ini. Semoga pertandingan ini berjalan sukses sampai akhir,” ujarnya.


Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan SPORTALYMPIC merupakan agenda tahunan yang memiliki makna strategis bagi perusahaan. Selain mempererat hubungan antarkaryawan, kegiatan tersebut juga menjadi media pengembangan karakter dan kepemimpinan.


“Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan silaturahmi antarkaryawan, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, serta mengembangkan minat dan bakat. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi panitia dan koordinator pelaksana untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, manajerial, serta membangun loyalitas dan rasa memiliki terhadap perusahaan,” katanya.


Ketua SPORTALYMPIC 2026, Dani Darma Putra, menjelaskan bahwa enam kontingen peserta menggunakan nama material utama pembentuk semen, yakni Batu Kapur, Silika, Tanah Liat, Pasir Besi, Gipsum, dan Pozolan. Masing-masing kontingen merupakan gabungan departemen, anak perusahaan, lembaga penunjang, hingga perusahaan afiliasi Semen Padang Group.


Selain melibatkan karyawan Semen Padang Group, SPORTALYMPIC 2026 juga membuka ruang partisipasi bagi Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP).


“Bagi FKIKSP, kami menyediakan ruang untuk berpartisipasi melalui pertandingan tenis meja, bulu tangkis eksibisi, serta lomba MSQ,” ujar Dani.


Menurut Dani, seluruh kontingen berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Semen Padang Group, termasuk anak perusahaan, lembaga penunjang, dan perusahaan afiliasi seperti PT Sepatim Batamtama, Yayasan Semen Padang (Semen Padang Hospital), PT Radio Gema Karang Putih (Classy FM), PT Bima Sepaja Abadi, serta PT Pasoka Sumber Karya.


Adapun pembagian kontingen sebagai berikut:


1. Kontingen Batu Kapur: Sekretaris Perusahaan, Departemen Bisnis Non Semen & Produk Turunan, Staf Direksi, Yayasan Igasar Semen Padang, dan UPZ Semen Padang.

2. Kontingen Silika: Departemen Pemeliharaan, Internal Audit, PT Igasar, PT Kabau Sirah Semen Padang, PT Pasoka Sumber Karya, serta karyawan penugasan ke SIG beserta unit terkait.

3. Kontingen Tanah Liat: Departemen Infrastruktur & Interplant Logistic, Departemen Penjualan, Unit Sistem Manajemen, Unit Pengelolaan Gudang, dan PT Yasiga Sarana Utama.

4. Kontingen Pasir Besi: Departemen Produksi, Departemen Keuangan, Staff of Portfolio, Unit GRC & Internal Control, dan KKSP.

5. Kontingen Gipsum: Departemen Tambang & PBB, Departemen Project Management Office, Unit Sarana Umum, Dana Pensiun Semen Padang, dan PT Sepatim Batamtama.

6. Kontingen Pozolan: Departemen Rendal Produksi, Departemen Renbangsar, Departemen Human Capital, Yayasan Semen Padang (Semen Padang Hospital), PT Radio Gema Karang Putih (Classy FM), dan PT Bima Sepaja Abadi. (*)

 

Sumbar, Lintasmedia News– Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat (Sumbar) kini tengah mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam perjanjian jual beli batu bara untuk Unit Pembangkitan (UPB) Ombilin periode 2020–2023. Penyelidikan ini dilakukan setelah polisi menerima pengaduan masyarakat (Dumas) dan hasil audit resmi.


Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menegaskan bahwa penanganan perkara ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pemberantasan korupsi di sektor ketahanan energi nasional.


“Menindaklanjuti arahan tegas Presiden terkait pemberantasan korupsi di sektor ketahanan energi, Polri berkomitmen penuh melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu. Setiap dugaan korupsi yang mengganggu stabilitas sektor vital ini akan kami tindak secara cepat, tepat, dan transparan,” ujar Susmelawati dalam konferensi pers di Mapolda Sumbar, Jumat (10/7/2026).


Langkah taktis Polda Sumbar ini dilaporkan berjalan beriringan dengan penyelidikan yang dilakukan oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Mabes Polri terhadap dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam pengadaan batu bara yang memicu gangguan listrik di wilayah Sumatera.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian memfokuskan pemeriksaan terhadap tiga perusahaan penyedia batu bara yang terlibat kontrak kerja sama dengan PLTU Ombilin. Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumbar, Kompol Muhardi, menyebutkan inisial perusahaan yang tengah diperiksa.


“Fokus pemeriksaan mengarah pada tiga penyedia, yakni CV PSPN, CV TC, serta konsorsium PT NCI dan PT NAL,” ungkap Muhardi.


Menurut Kombes Pol Susmelawati Rosya, penyelidikan resmi ini berpijak pada dua alat petunjuk kuat. Pertama, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Nomor 08 tertanggal 30 April 2024, dan kedua, laporan resmi dari masyarakat yang diterima kepolisian pada 31 Maret 2026.


Saat ini, tim penyidik terus bergerak maraton mengumpulkan dokumen dan memeriksa sejumlah saksi kunci untuk memperkuat konstruksi hukum dugaan tindak pidana tersebut. Polda Sumbar memastikan bahwa proses penyidikan akan terus berjalan secara profesional, objektif, dan akuntabel.


“Ke depan, kami akan terus mengumpulkan dokumen pendukung secara komprehensif dan memeriksa saksi-saksi kunci lainnya. Perkembangan penanganan perkara ini akan kami sampaikan secara berkala kepada rekan-rekan media,” pungkas Muhardi.

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Wali Kota Bukittinggi hantarkan Nota Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2027. Hantaran itu disampaikan pada rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bukittinggi, Jumat (10/07. 


Sesuai ketentuan Pasal 89 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019, KUA dan PPAS disusun berdasarkan RKPD. Untuk itu, Pemerintah Kota Bukittinggi menyampaikan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 untuk dibahas bersama DPRD. Demikian disampaikan Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi.


Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) menjadi pedoman dalam penyusunan APBD. KUA dan PPAS disusun berdasarkan RKPD sebagai dasar penyusunan APBD yang dibahas bersama antara Pemerintah Daerah dan DPRD.


Dalam kesempatan itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan proyeksi keuangan daerah yang menjadi dasar penyusunan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2027. Dalam hantaran tersebut, Pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp568,41 miliar, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah Rp185,49 miliar dan Pendapatan Transfer Rp382,91 miliar. Sementara itu, belanja daerah direncanakan sebesar Rp915,23 miliar, meliputi Belanja Operasi Rp743,55 miliar, Belanja Modal Rp170,18 miliar dan Belanja Tidak Terduga Rp1,50 miliar. 


"Penerimaan pembiayaan direncanakan Rp20 miliar dari SiLPA tahun sebelumnya, dengan pengeluaran pembiayaan Rp2 miliar untuk penyertaan modal kepada Bank Nagari, sehingga pembiayaan neto mencapai Rp18 miliar," ungkapnya.


Ramlan mengatakan, Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen mengelola APBD 2027 secara cermat, disiplin dan bertanggung jawab. Hal itu akan dilaksanakan melalui penguatan anggaran berbasis kinerja, pengendalian belanja yang kurang produktif, serta optimalisasi potensi pendapatan daerah. 


Menurutnya, proyeksi tersebut juga akan disempurnakan melalui pembahasan bersama DPRD, sehingga KUA dan PPAS 2027 dapat menjadi landasan yang kokoh bagi penyusunan Rancangan APBD Kota Bukittinggi. (*)

 

Padang, Lintasmedia News— Pemerintah Kota Padang terus mempercepat transformasi layanan bantuan sosial (bansos) melalui digitalisasi pendataan penerima manfaat. Melalui Dinas Sosial (Dinsos), pemerintah menggencarkan sosialisasi penggunaan Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebagai langkah mewujudkan data bansos yang akurat, transparan, dan tepat sasaran menjelang implementasi penuh sistem nasional pada tahun 2027.


Upaya tersebut disampaikan dalam kegiatan Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) melalui Portal Perlinsos yang digelar di Kantor Dinas Sosial Kota Padang, Jumat (10/7/2026). Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya, bersama Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kota Padang, Syaiful Andri.

Program digitalisasi ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengakhiri berbagai persoalan klasik dalam penyaluran bantuan sosial, seperti data ganda, penerima yang tidak lagi memenuhi syarat, hingga masyarakat yang layak menerima namun belum terdata. Melalui sistem yang terintegrasi secara nasional, proses pendataan diharapkan menjadi lebih cepat, akurat, dan mudah diperbarui sesuai kondisi riil masyarakat.


Lebih membanggakan lagi, Kota Padang dipercaya menjadi salah satu dari 43 kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai piloting project digitalisasi bantuan sosial. Penunjukan tersebut menjadi bukti kesiapan Kota Padang dalam mengimplementasikan sistem perlindungan sosial berbasis digital.

Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program ini terus mengalami peningkatan. Hingga Jumat pagi (10/7/2026), sebanyak 41.016 kepala keluarga (KK) telah berhasil mendaftarkan diri melalui sistem Perlinsos dari total sekitar 303 ribu KK yang berada pada desil 1 hingga desil 10.


"Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Sosial saat ini memang sedang gencar melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat tentang portal digitalisasi bansos ini. Sampai dengan pagi ini, Jumat, 10 Juli 2026, warga kota yang sudah terdaftar sebanyak 41.016 KK dari 303.000 KK warga Kota Padang yang berada di desil 1 sampai dengan desil 10. Artinya, kita saat ini sudah berada di angka 13,50 persen," ujar Eri Sendjaya.

Meski capaian tersebut dinilai cukup menggembirakan, Dinsos Kota Padang menargetkan seluruh masyarakat yang menjadi sasaran dapat segera melakukan registrasi sebelum sistem diberlakukan secara penuh. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan pendaftaran mandiri, tetapi juga mengoptimalkan jaringan agen pelayanan yang tersebar hingga tingkat kelurahan dan kecamatan.


Eri menjelaskan, masyarakat yang memiliki telepon pintar didorong untuk melakukan pendaftaran secara mandiri. Sementara bagi warga yang belum memiliki perangkat atau mengalami kesulitan mengakses teknologi digital, pemerintah telah menyiapkan berbagai titik layanan melalui agen resmi.

Agen tersebut melibatkan kantor lurah, pengurus RW, Smart Surau, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga Kasi Kesejahteraan Sosial di tingkat kelurahan dan kecamatan. Bahkan apabila diperlukan, petugas akan melakukan pelayanan secara langsung dari rumah ke rumah agar tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pendataan.


"Kami mendorong warga kota yang memiliki smartphone bisa mendaftar mandiri. Bagi yang tidak memiliki smartphone, kita bisa mendaftar melalui agen yang tersebar di seluruh wilayah Kota Padang, mulai dari kantor lurah, RW, pengurus Masjid Smart Surau, pendamping PKH, TKSK hingga Kasi Kesos Kelurahan dan Kecamatan. Kami juga berharap para kader dapat menyebarluaskan informasi ini. Jika memang tidak bisa dikumpulkan di satu tempat, mau tidak mau kita harus bergerak door to door untuk memastikan seluruh warga terdaftar. Sistem verifikasi dan validasi ini tersistem dengan baik agar tepat sasaran, dan pendaftarannya sama sekali tidak dipungut biaya atau gratis," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kota Padang, Syaiful Andri, menjelaskan bahwa proses registrasi melalui Portal Perlinsos dirancang sederhana sehingga dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat.


Menurutnya, terdapat tiga komponen utama yang harus dipersiapkan sebelum melakukan pendaftaran, yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK), PIN Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang telah diaktifkan, serta ID Pelanggan PLN.


"Penginputannya cukup mudah, masyarakat cukup mengisikan NIK, kemudian PIN IKD. Untuk penginputan mandiri ini, masyarakat memang wajib sudah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) karena sistem meminta PIN IKD tersebut. Setelah itu tinggal menginput ID PLN. Cukup tiga komponen itu saja," jelas Syaiful Andri.


Ia menambahkan, aktivasi IKD menjadi salah satu syarat penting karena seluruh proses verifikasi identitas dilakukan secara digital dan terhubung dengan basis data kependudukan nasional. Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat meminimalkan potensi kesalahan data sekaligus memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.


Melalui percepatan digitalisasi ini, Pemerintah Kota Padang optimistis proses migrasi dari sistem pendataan manual menuju sistem digital dapat diselesaikan sesuai target sebelum implementasi nasional pada 2027. Selain meningkatkan efisiensi pelayanan, digitalisasi juga diharapkan mampu menghapus tumpang tindih data penerima bantuan sosial, mempercepat proses pembaruan data, serta menghadirkan tata kelola perlindungan sosial yang lebih transparan, akuntabel, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kota Padang. (***)

 

Sumbar, Lintasmedia News– Polda Sumatera Barat terus memperkuat kolaborasi strategis dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal tersebut terlihat saat Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, menerima kunjungan delegasi MUI Pusat dan MUI Sumbar di ruang tamu utama Mapolda Sumbar, Jumat (10/7/2026).


Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Polri dan MUI Pusat, sekaligus menjadi ajang silaturahmi untuk menyelaraskan program kerja, khususnya dalam menghadapi agenda Musyawarah Daerah (Musda) MUI Sumbar mendatang.


Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dengan tokoh agama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ia menyambut baik usulan MUI mengenai standardisasi saksi ahli untuk penanganan perkara keagamaan.


"Polri sangat mengapresiasi dukungan MUI dalam penegakan hukum. Kami menyadari bahwa dalam perkara yang bersinggungan dengan isu keagamaan, dibutuhkan perspektif yang mendalam dan kredibel. Oleh karena itu, kita akan tindak lanjuti sinergi ini hingga ke tingkat Polres, terutama terkait penyediaan saksi ahli yang kompeten untuk memberikan keterangan yang objektif dan selaras dengan hukum positif kita," ujar Brigjen Pol Solihin.


Salah satu poin penting yang disepakati adalah pentingnya sertifikasi dan pelatihan bagi ulama yang akan menjadi saksi ahli. MUI berharap para ulama tidak hanya mendalami khazanah hukum Islam (kitab kuning), tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat mengenai hukum positif yang berlaku di Indonesia agar keterangan yang diberikan di kepolisian memiliki kekuatan hukum yang mumpuni.

Menanggapi hal tersebut, Kabidhumas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah preventif yang sangat positif untuk menjaga harmoni di tengah masyarakat Sumatera Barat.


"Polda Sumbar senantiasa membuka ruang komunikasi yang luas dengan MUI. Dengan adanya standarisasi dan pelatihan saksi ahli ini, kami berharap penanganan perkara yang melibatkan isu keagamaan di wilayah hukum Polda Sumbar dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan minim gesekan. Ini adalah wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan kepastian hukum yang berkeadilan," tegas Kombes Pol Susmelawati Rosya.


Delegasi MUI yang hadir dalam pertemuan tersebut terdiri dari jajaran pengurus MUI Pusat, di antaranya Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat Dr. Muhammad Isan Tanjung, serta pengurus MUI Sumbar, termasuk Ketua Umum MUI Sumbar Buya Dr. Zulmaidi, dan sejumlah perwakilan dari Komisi Hukum, Komisi Fatwa, serta Bidang Dakwah.


Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum bagi Polda Sumbar dan MUI untuk terus menjaga kemitraan strategis, guna memastikan bahwa setiap dinamika keagamaan di daerah dapat diselesaikan dengan pendekatan yang arif, bijaksana, dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.


(Red)









DENPASAR, Lintasmedia News— Pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) berdasarkan amanat Pasal 248A Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) No. 4 Tahun 2026 dinilai sebagai langkah krusial untuk merebut kedaulatan finansial nasional. Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Membedah Masa Depan Kedaulatan Finansial: Peluang dan Tantangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII)" yang diselenggarakan di Bali, Jumat (10/7).


Pakar Keuangan dan pembicara utama FGD, Dr. Agus Syabarrudin yang saat ini sebagai Senior Executive Advisor dari Fundbridge Globalink Investa (FGI), menegaskan bahwa momentum pemerintah untuk meluncurkan PFII saat ini sangat strategis dan harus mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. 


Menurutnya, Indonesia tengah menghadapi realitas ekonomi regional yang harus segera diseimbangkan.

"Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai USD 1,4 triliun mewakili lebih dari sepertiga total ekonomi ASEAN. Namun, rasio kapitalisasi pasar modal kita masih tertinggal dibandingkan Singapura dan Malaysia," ujar Dr. Agus dalam paparannya.


Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa arus investasi langsung asing (FDI) yang masuk ke kawasan ASEAN dan menyerap ratusan miliar dolar AS saat ini masih berpusat di Singapura. 


Di sisi lain, sedang terjadi peningkatan yang sangat signifikan pada tren wealth management Asia, family office, serta bertumbuhnya populasi Ultra High Net Worth Individuals (UHNWI) di kawasan Asia yang menjadi ceruk pasar potensial bagi Indonesia.


Akselerasi PSN dan hilirisasi industri menuntut modal domestik yang sangat besar. Realitas ini beririsan langsung dengan urgensi untuk menarik dukungan pembiayaan strategis dari investor global, baik di Asia maupun di seluruh dunia. Dr. Agus memaparkan bahwa Indonesia membutuhkan biaya hingga ribuan triliun rupiah untuk menggerakkan mesin ekonomi masa depan, dengan rincian, Hilirisasi Industri: Membutuhkan dana sekitar USD 618 miliar (sekitar Rp 9.826 triliun) hingga tahun 2040.Transisi Ekonomi Hijau: Pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) 2060 membutuhkan pembiayaan sebesar Rp 28.233 triliun.

"Artinya, kehadiran PFII momentumnya adalah sekarang untuk mengejar ketertinggalan. Kita perlu belajar dari IFC yang dilakukan Singapura, Malaysia, Qatar, Dubai serta lainnya agar tetap memberikan kepastian hukum bagi para investor global. 

Tujuannya adalah mendukung kedaulatan ekonomi Indonesia berdasarkan Pasal 33 UUD 1945," tegas Dr. Agus yang juga Menjabat Wakil Ketua Umum Bid. Pengembangan Ekonomi dan Kemitraan Luar Negeri SMSI Pusat.


Penguatan Ekosistem dan Pengawasan Khusus


Merespons paparan tersebut, Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, yang sambutannya dibacakan oleh Firdaus Ketua Umum SMSI yang hadir dalam FGD menyatakan bahwa hasil diskusi di Bali ini akan segera ditindaklanjuti. Ia menekankan pentingnya membangun kerangka kerja yang aman dan berstandar internasional.

"FGD ini akan ditindaklanjuti dengan rangkaian seminar untuk memperkuat ekosistem PFII. Fokus utamanya adalah tentang perlunya sistem pengawasan khusus, peradilan, arbitrase, serta penerapan standar Anti-Money Laundering/Combating the Financing of Terrorism (AML/CFT) finansial yang ketat," ungkap Prof. Harris.


Menurutnya, infrastruktur hukum dan pengawasan yang kokoh ini merupakan prasyarat utama untuk menjamin integritas pusat finansial. Dengan ekosistem yang terpercaya, pemerintah dapat memastikan bahwa dana global yang masuk ke PFII benar-benar tersalurkan untuk mendukung program strategis nasional dan mempercepat hilirisasi industri di Indonesia.

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, Kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, Forkopimda dan instansi vertikal menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan kemajuan Kota Bukittinggi. Hal itu dikemukakannya pada acara pisah sambut Komandan Kodim 0304/Agam, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi dan Ketua Pengadilan Agama Kota Bukittinggi, Kamis (09/07) di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi.


Pada kesempatan itu, Ramlan Nurmatias, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pejabat yang telah mengakhiri masa tugasnya di Kota Bukittinggi, atas dedikasi, pengabdian serta sinergi yang telah terjalin dengan Pemerintah Kota Bukittinggi dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. 


"Kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan kerja sama yang telah diberikan. Semoga amanah di tempat tugas yang baru dapat dijalankan dengan baik. Kepada pejabat yang baru, kami ucapkan selamat datang dan semoga sinergi yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan demi kemajuan Kota Bukittinggi," ujarnya.


Pisah sambut dilaksanakan untuk Komandan Kodim 0304/Agam dari Letkol Inf. Slamet Dwi Santoso yang mendapat penugasan baru di Jakarta dan digantikan  Letkol Inf. Viko Hendrika Sandro. Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi dari Eri Iswandi yang mendapat tugas sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota kepada Irwan. Selanjutnya Ketua Pengadilan Agama Kota Bukittinggi Firdaus yang mendapat amanah sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Kelas Ia Batam, digantikan oleh Salman.

Wali Kota berharap silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga meski para pejabat telah berpindah tugas, serta mendoakan agar mereka senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran dan kesuksesan dalam mengemban amanah di tempat yang baru. (Sandra)


Padang,Lintas Media News
 Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat yang juga Ketua Umum INKADO Pengurus Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, S.Ip, didampingi Ketua Harian INKADO Sumbar Sensei Ulya, SE.Ak., CA., M.Ak, Sekretaris Umum Sempai Nofrizal, S.Pd, serta Bendahara Umum INKADO Sumbar Bapak Yofialdi, SE.Ak.,CA., MM, secara resmi melepas sekaligus memberikan dukungan penuh kepada wasit INKADO Sumatera Barat, Martinel Prihastuti, S.Pd., M.Pd, yang akan mengikuti Ujian Sertifikasi Wasit/Juri Asian Karate Federation (AKF) di Bangladesh.

Martinel Prihastuti merupakan salah satu wasit INKADO Sumatera Barat yang terus menunjukkan komitmen, dedikasi, dan profesionalisme dalam mengembangkan kemampuan di bidang perwasitan karate. Selain aktif dalam dunia karate, beliau juga merupakan Guru Pendidikan Jasmani di SMA Negeri 2 Padang serta menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. 

Ujian Sertifikasi Wasit/Juri AKF tersebut akan dilaksanakan pada 15–17 Juli 2026 di Bangladesh. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam meningkatkan kompetensi, kualitas, dan profesionalisme wasit karate menuju standar internasional.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia karate di Sumatera Barat, Pengurus Provinsi INKADO Sumatera Barat memberikan dukungan penuh berupa bantuan seluruh tranportasi, akomodasi dan uang saku kepada Martinel Prihastuti selama kegiatan ujian sertifikasi Wasit/Juri AKF di Bangladesh.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Sumbar yang juga Ketua Umum INKADO Pengprov Sumbar menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas semangat serta komitmen Martinel Prihastuti dalam meningkatkan kapasitas dan jenjang perwasitan karate. Keikutsertaannya pada ujian AKF diharapkan dapat membawa nama baik INKADO, Sumatera Barat, dan Indonesia di tingkat Asia maupun internasional.

"Kami memberikan dukungan penuh dan mendoakan agar Saudari Martinel Prihastuti dapat mengikuti seluruh rangkaian ujian dengan baik serta meraih hasil terbaik. Semoga keberhasilan ini dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pembinaan karate, khususnya dalam pengembangan sumber daya wasit di Sumatera Barat dan Indonesia," ujar wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman.

Dukungan yang sama juga disampaikan oleh Bendahara Umum INKADO Sumbar, Bapak Yofialdi, yang menyampaikan bahwa organisasi akan terus berkomitmen mendukung kader-kader terbaik INKADO Sumatera Barat untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu,Dewan Guru INKADO Sumbar, Shihan Drs. Jaman, M.Kes, turut memberikan dorongan dan motivasi agar Martinel Prihastuti dapat menjalani seluruh proses ujian dengan penuh keyakinan, menjaga nama baik organisasi, serta mampu meraih hasil yang membanggakan.

Pada kesempatan yang sama, keluarga besar INKADO Sumatera Barat juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua KONI Sumatera Barat, Bapak Hamdanus, yang turut memberikan perhatian dan dukungan terhadap perjuangan Martinel Prihastuti yang juga merupakan mantan karateka Nasional yang pernah mengharumkan nama Karateka Indonesia sebagai peraih mendali emas dan perak di ajang Sea Games di era nya.  Dukungan tersebut menjadi bentuk sinergi dan kepedulian dalam mendorong peningkatan prestasi serta pengembangan sumber daya olahraga karate di Sumatera Barat.

Keberangkatan Martinel Prihastuti menjadi kebanggaan bagi keluarga besar INKADO Sumatera Barat sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh insan karate untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme, baik sebagai atlet, pelatih, maupun wasit.

Pengurus Provinsi INKADO Sumatera Barat berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia karate, karena kemajuan prestasi karate tidak hanya ditentukan oleh atlet dan pelatih, tetapi juga oleh perangkat pertandingan yang memiliki kompetensi dan standar profesional. (**)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.