Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan banjir Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI dprd DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang karate Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur langsa lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan lpm Al itqan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak mandailing natal Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar polres Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

PADANG,Lintas Media News
 Dukungan Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, terhadap pengembangan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rizki di Kelurahan Sawahan Timur, Kota Padang, mendapat apresiasi dari para anggota kelompok. Berbagai bantuan yang diberikan turut mendukung kegiatan budidaya tanaman sekaligus mendorong kreativitas anggota dalam mengembangkan produk olahan berbasis hasil pertanian.

Di tengah keterbatasan lahan untuk bercocok tanam di kawasan perkotaan, KWT Sumber Rizki terus berupaya memanfaatkan ruang yang tersedia untuk kegiatan produktif. Mulai dari menanam berbagai jenis sayuran hingga mengolah hasil panen menjadi produk UMKM, kelompok ini berusaha mengembangkan potensi lokal agar memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat.

Penasehat KWT Sumber Rizki, Rini Susanti, menceritakan bahwa kegiatan budidaya jahe dimulai pada 2020, saat pandemi Covid-19 melanda. Awalnya, jahe ditanam sebagai tanaman herbal untuk mendukung upaya menjaga kesehatan. Seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang menjadi usaha bersama yang melibatkan 20 anggota.

"Alhamdulillah, ketika kami mengajukan bantuan untuk mengembangkan budidaya jahe, Bapak Muhidi merespons dengan memberikan bantuan bibit jahe, rak, serta tempat untuk menanam. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama karena lahan untuk bercocok tanam di Sawahan Timur cukup terbatas," ujar Rini, Jumat (30/10/2026).

Setelah menjalani masa budidaya sekitar sembilan bulan hingga satu tahun, kelompok tersebut berhasil menikmati panen perdana. Hasilnya kemudian diolah menjadi minuman serbuk jahe dengan merek Jahe Sumber Rizki, yang kini telah memiliki legalitas usaha dan terus dikembangkan sebagai produk unggulan kelompok.

Rini berharap usaha yang telah dirintis bersama itu dapat terus berkembang, baik dari sisi produksi maupun pemasaran. Ia menilai berbagai bantuan yang telah diterima menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan kegiatan kelompok sekaligus membuka peluang usaha bagi para anggotanya.

"Kami bersyukur kegiatan ini masih berjalan hingga sekarang. Harapan kami, budidaya jahe dan produk serbuk jahe ini semakin berkembang, pemasarannya semakin luas, serta bisa memberikan manfaat ekonomi bagi anggota KWT," tuturnya.

Apresiasi atas Perhatian terhadap Pengembangan KWT

Ketua KWT Sumber Rizki, Osriza, juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Muhidi terhadap kelompok yang dipimpinnya. Menurutnya, bantuan dan berbagai program pengembangan yang diterima turut memberikan semangat bagi anggota untuk terus menjalankan kegiatan pertanian dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Saat ini, KWT Sumber Rizki membudidayakan beragam tanaman, seperti kangkung, terong, cabai, dan pisang. Selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, hasil pertanian tersebut juga diolah menjadi sejumlah produk bernilai tambah, di antaranya dendeng bayam Brasil, keripik pisang, serundeng pisang, serta serbuk jahe.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muhidi yang selama ini memberikan perhatian kepada KWT Sumber Rizki. Dukungan dan bantuan yang diberikan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkegiatan, mengembangkan pertanian, dan menghasilkan produk olahan," kata Osriza.

Ia menjelaskan, kegiatan kelompok tidak hanya berfokus pada penanaman dan panen, tetapi juga mencakup pembibitan, pengolahan hasil pertanian, serta gotong royong dan piket harian. Kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas KWT.

Osriza berharap kelompoknya dapat terus berkembang sehingga semakin banyak potensi pertanian yang bisa dimanfaatkan. Dengan pengelolaan yang baik, hasil budidaya diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga anggota.

Bantuan Bibit Lidah Buaya Buka Peluang Pengembangan Produk

Apresiasi terhadap dukungan Muhidi juga disampaikan Gusmaweli. Ia mengatakan bibit lidah buaya yang diberikan untuk dikembangkan kini telah tumbuh dengan baik. Menurutnya, tanaman tersebut berpotensi dimanfaatkan lebih lanjut apabila disertai pengetahuan mengenai teknik pengolahan yang tepat.

Ia berharap ada pendampingan mengenai cara mengolah lidah buaya menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, tanaman yang telah dibudidayakan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha baru bagi anggota kelompok.

"Bantuan bibit lidah buaya dari Bapak Muhidi saat ini sudah berkembang. Kami berharap ke depan mendapatkan pengetahuan tentang cara mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat, sehingga tanaman ini bisa dimanfaatkan secara lebih optimal," ujar Gusmaweli.

Pengembangan lidah buaya tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperluas pemanfaatan komoditas pertanian di lingkungan kelompok. Selain jahe dan berbagai sayuran, tanaman ini diharapkan dapat menambah pilihan bahan baku produk olahan yang berpotensi dikembangkan oleh anggota.

Penyuluh Pertanian Apresiasi Kekompakan Anggota

Penyuluh Pertanian Kelurahan Sawahan Timur, Hardian Ratini, turut mengapresiasi semangat dan kekompakan anggota KWT Sumber Rizki. Menurutnya, para anggota secara rutin melaksanakan gotong royong setiap minggu, mulai dari merawat tanaman hingga melakukan panen bersama.

Ia menilai kekompakan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian. Semangat anggota untuk mengolah hasil panen menjadi produk UMKM juga menunjukkan adanya upaya meningkatkan nilai tambah dari hasil budidaya.

"Ibu-ibu di KWT Sumber Rizki sangat kompak dan memiliki semangat luar biasa. Mereka rutin bergotong royong, bekerja sama merawat tanaman, hingga memanfaatkan hasil panen menjadi produk olahan. Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dijalankan kelompok ini," ungkap Hardian.

Hardian juga menyampaikan bahwa KWT Sumber Rizki telah memiliki koperasi dengan legalitas yang dibantu melalui dukungan Muhidi. Keberadaan koperasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan kegiatan kelompok dan membantu keberlanjutan produksi usaha rumah tangga.

"Produk seperti serbuk jahe menunjukkan bahwa hasil pertanian bisa memiliki nilai tambah apabila dikelola dengan baik. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang sehingga anggota semakin bersemangat melanjutkan produksi dan memperluas usaha mereka," tutupnya.(*)


PADANG PARIAMAN — Lintas Media News
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di bawah kepemimpinan Bupati John Kenedy Azis bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan, ketenteraman, dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai ancaman penyakit masyarakat (Pekat).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui langkah tegas Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kabupaten Padang Pariaman dengan melaksanakan penertiban kafe karaoke dan kedai tuak di Korong Pinang, Nagari Pauh Kambar, Kecamatan Nan Sabaris, Kamis malam hingga Jumat dini hari (29–30/10/2026).
Kegiatan penertiban dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Damkar Kabupaten Padang Pariaman, didampingi jajaran pejabat struktural, serta melibatkan 30 personel. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid TUTM, Kabid PPUD, Kabid Linmas, Kasi Penyelidikan dan Penyidikan, Kasi Operasional, Kasi Pengamanan dan Patroli, serta Kapolsek Nan Sabaris dan Kapolsek Sungai Sariak.
Dalam operasi tersebut, petugas melakukan penertiban terhadap Kedai Tuak milik Abeng dan Nasir yang berlokasi di Korong Pinang, Nagari Pauh Kambar. Dari lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit perangkat sound system atau alat karaoke dan dua buah baskom wadah tuak.
Kepala Satpol PP Damkar Kabupaten Padang Pariaman Rifki Monrizal menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata penertiban tempat usaha, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin aktivitas yang berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat, memicu gangguan keamanan, serta membuka ruang bagi berkembangnya berbagai bentuk penyakit masyarakat dibiarkan berlangsung tanpa pengawasan.
"Penertiban ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari pengaruh negatif lingkungan dan berbagai aktivitas yang dapat merusak masa depan mereka. Kita ingin Padang Pariaman tetap menjadi daerah yang aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat serta norma agama," tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa upaya menjaga ketertiban masyarakat harus dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya menjadi tanggung jawab Satpol PP, tetapi membutuhkan dukungan kepolisian, pemerintah nagari, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat.
Temukan Empat Pasangan Muda-Mudi di Lokasi Gelap
. 

Tidak hanya melakukan penertiban kafe karaoke dan kedai tuak, dalam perjalanan kembali menuju Markas Komando (Mako) di Lubuk Alung, petugas Satpol PP Damkar juga menerima informasi dari perangkat Nagari Tandikek, Kecamatan Patamuan, terkait adanya empat pasangan muda-mudi yang diamankan warga bersama anggota Polsek Sungai Sariak di sebuah lokasi yang gelap.
Menindaklanjuti informasi tersebut, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta memastikan proses penanganan berjalan sesuai ketentuan, keempat pasangan tersebut kemudian dibawa ke Mako Satpol PP Damkar Kabupaten Padang Pariaman di Lubuk Alung untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).
Petugas selanjutnya melakukan pendalaman terhadap identitas dan keterangan masing-masing guna menentukan langkah penanganan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap mereka yang masih di bawah umur.. 

Perkuat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Masyarakat
Rifki menambahkan, kegiatan penertiban dan pengawasan seperti ini akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Terlebih, berbagai bentuk penyakit masyarakat, seperti peredaran minuman beralkohol tanpa izin, penyalahgunaan narkoba, praktik asusila, pergaulan bebas yang berisiko, serta aktivitas lain yang bertentangan dengan norma sosial dan ketentuan hukum, perlu dicegah secara bersama-sama.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum di lingkungan masing-masing.
"Peran serta masyarakat sangat penting. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga nagari dan lingkungan kita. Jangan sampai generasi muda kita terjerumus dalam aktivitas negatif yang dapat merusak masa depan mereka. Satpol PP Damkar siap menindaklanjuti setiap laporan masyarakat sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku," tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kembali menegaskan bahwa upaya menciptakan daerah yang aman, tertib, dan bermartabat membutuhkan komitmen, pengawasan, serta kerja sama semua pihak.
Menjaga ketenteraman dan ketertiban bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama demi mewujudkan Padang Pariaman yang aman, nyaman, dan terbebas dari berbagai bentuk penyakit masyarakat (Satpolppdamkar)


PADANG — Sebanyak 35 program pemberdayaan berbasis komunitas di 12 kelurahan dan kawasan Teluk Bayur digulirkan melalui dukungan pendanaan tahap awal senilai Rp1,29 miliar dari PT Semen Padang.

Melalui Forum Nagari dan Kelompok Pengelola Sumber Daya (KPS) Saiyo Sakato, masyarakat berperan dalam merencanakan dan mengelola program berdasarkan kebutuhan serta potensi wilayah masing-masing. Pendekatan partisipatif dari bawah ke atas (bottom-up) ini diterapkan untuk mendukung penguatan ekonomi, peningkatan keterampilan kerja, perbaikan infrastruktur, pendidikan, serta kegiatan sosial dan budaya masyarakat.

Pada bidang penguatan ekonomi produktif, sejumlah program diarahkan untuk mengembangkan usaha masyarakat, mulai dari sektor UMKM hingga pertanian, perikanan, dan peternakan.

Di Kelurahan Batu Gadang, alokasi Rp112,1 juta antara lain diperuntukkan bagi penguatan UMKM “Kampung Seribu Keripik”, bantuan operasional MIS Nurul Hidayah, serta pengembangan potensi seni dan budaya lokal. Sementara itu, Forum Nagari Banda Buek mengelola alokasi Rp111,93 juta untuk mendukung berbagai usaha produktif, seperti pengadaan bibit dan pakan ikan lele serta nila, budi daya ikan hias, penetasan telur ayam kampung, dan penguatan UMKM lokal.

Pengembangan usaha peternakan juga menjadi salah satu pilihan pemberdayaan di sejumlah wilayah. Forum Nagari Koto Lalang memperoleh alokasi Rp84,37 juta untuk mendukung budi daya itik petelur, pembangunan gudang inventaris, fasilitas WC kantor forum, serta kegiatan perlombaan PKK tingkat kota.

Di Lambung Bukit, alokasi Rp104,36 juta diarahkan untuk program pemberdayaan ayam kampung petelur dan pelatihan sertifikasi satuan pengamanan (satpam) bagi pemuda setempat. Sementara itu, Forum Nagari Limau Manis mengelola Rp87,75 juta untuk pengembangan usaha penggemukan sapi kurban, pengadaan perlengkapan kesenian randai, serta pembuatan kincir air.

Program ekonomi produktif juga dikembangkan Forum Nagari Limau Manis Selatan melalui alokasi Rp104,62 juta. Anggaran tersebut mencakup pengembangan unit usaha “Forum Minum Kopi”, kelanjutan pembangunan gudang sampah, serta pelatihan satpam.

Adapun Forum Nagari Padang Besi mengelola Rp112,22 juta untuk mendukung usaha peternakan ayam petelur, penataan Semarak Pasar Pagi, pengadaan peralatan kongsi kematian RW II, serta pengecatan kantor LPM, Forum Nagari, dan PKK.

Selain pengembangan usaha, sejumlah program BMN diarahkan untuk meningkatkan keterampilan kerja dan membuka peluang ekonomi bagi pemuda.

Di Kelurahan Koto Lua, alokasi Rp87,52 juta digunakan untuk mendukung pelatihan satpam bagi pemuda produktif serta pengadaan perlengkapan drum band MTSS Limau Manis. Program pelatihan satpam juga menjadi salah satu kegiatan Forum Nagari Pampangan Nan XX, yang memperoleh alokasi Rp94,5 juta. Selain pelatihan tersebut, anggaran di Pampangan juga diperuntukkan bagi penyediaan sarana olahraga bola voli untuk mendukung aktivitas masyarakat, khususnya kalangan remaja.

Pada bidang infrastruktur, program pemberdayaan diarahkan untuk mendukung perbaikan sarana dasar yang dibutuhkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Di Kelurahan Baringin, alokasi Rp112,5 juta diperuntukkan bagi pembangunan turap penahan tanah untuk mendukung penataan drainase irigasi dan mengurangi risiko erosi.

Forum Nagari Tarantang juga mengelola alokasi Rp112,5 juta untuk sejumlah kebutuhan infrastruktur pertanian dan permukiman, meliputi pembangunan bak penampungan, pemasangan pipa irigasi sawah, perbaikan sarana air bersih PAMSIMAS, serta renovasi kantor Forum Nagari.

Sementara itu, di Kelurahan Indarung, alokasi Rp112,5 juta diarahkan untuk pembangunan aula pertemuan warga dan pemberian beasiswa pendidikan bagi masyarakat di sepanjang jalur belt conveyor.

Dukungan terhadap infrastruktur dan pendidikan juga dilaksanakan melalui KPS Saiyo Sakato di kawasan Teluk Bayur. Dengan alokasi Rp61,87 juta, program yang dikelola mencakup perbaikan jalan dan riol permukiman serta bantuan paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan bahwa dukungan pendanaan melalui Program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi dan menjawab kebutuhan wilayahnya masing-masing.

Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola program dan menjaga keberlanjutan manfaatnya.

“Keberhasilan pemberdayaan tidak diukur dari seberapa besar dana yang disalurkan, melainkan dari sejauh mana masyarakat mampu mengelola, menjaga keberlanjutan, dan merasakan manfaatnya secara mandiri. Forum Nagari menjadi wadah agar warga sendiri yang menentukan potensi dan solusi atas kebutuhan mereka,” ujar Win.

Ia menambahkan, pelaksanaan program BMN diarahkan untuk memperkuat partisipasi masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan kegiatan. Dengan demikian, dukungan perusahaan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kapasitas dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Forum Nagari sendiri merupakan wadah yang mempertemukan lembaga sosial ekonomi masyarakat, Kerapatan Adat Nagari, dan pemangku kepentingan lainnya. Pembentukannya diprakarsai PT Semen Padang melalui kesepakatan deklarasi di Bukittinggi pada 31 Januari 2015.

Melalui Forum Nagari, masyarakat didorong untuk mengidentifikasi kebutuhan, menyusun prioritas, serta mengelola kegiatan pemberdayaan dengan melibatkan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Forum ini juga berperan memperkuat koordinasi, komunikasi, dan pemanfaatan potensi lokal dalam pelaksanaan Program BMN secara berkelanjutan. (*)

MERANTI, Lintasmedia News– Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar melantik dan mengambil sumpah/janji 29 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Jumat (30/10/2026).


Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan tersebut berlangsung di Gedung Kuning Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Selatpanjang. Sebanyak 29 pejabat yang dilantik terdiri atas pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, dan pejabat pengawas.


Dari jumlah tersebut, lima pejabat menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II. Sementara 12 pejabat lainnya merupakan pejabat administrator atau eselon III dan 12 pejabat merupakan pejabat pengawas atau eselon IV.


Lima pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik menempati sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Mereka yakni Susanti, S.H., M.Si., yang menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal, 

Pelayanan Terpadu Satu Pintu 

Kabupaten Kepulauan Meranti


Selanjutnya, Sukri, S.E., yang menjabat Kepala Dinas Komunikasi, 

Informatika, Statistik dan 

Persandian Kabupaten Kepulauan 

Meranti


Kemudian Muhammad Sakinulwadi, S.Hi., menjabat Kepala Badan Perencanaan 

Pembangunan Daerah, Penelitian 

dan Pengembangan Kabupaten 

Kepulauan Meranti


Berikutnya, R. Yusran, S.Pd., menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan 

Kebudayaan Kabupaten 

Kepulauan Meranti


Dan Eko Priyono, SE., M.Si, menjabat sebagi Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti



Dalam sambutannya, Bupati Asmar menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik. Ia meminta para pejabat segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab baru yang diemban.


“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada 29 orang pejabat yang telah dilantik hari ini,” ujar Asmar.


Menurut Asmar, jabatan yang diberikan bukan sekadar posisi dalam struktur pemerintahan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi.


Ia meminta para pejabat baru mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjalankan tugas secara profesional dan berorientasi pada hasil.


“Saya berharap saudara-saudara segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab yang baru, membangun kerja sama yang baik, serta menunjukkan kinerja yang profesional, disiplin, inovatif, dan berorientasi pada hasil,” katanya.


Asmar menjelaskan, proses pelantikan telah melalui berbagai pertimbangan, termasuk kebutuhan organisasi dan kompetensi masing-masing pejabat. Penataan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.


“Pelantikan ini telah melalui pertimbangan yang matang, berdasarkan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta upaya untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan,” jelasnya.


Menurutnya, pengambilan sumpah dan janji jabatan juga menjadi bagian dari penataan organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Penataan tersebut dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong seiring dengan adanya perubahan dan penambahan nomenklatur, penyegaran organisasi perangkat daerah, sekaligus sebagai bagian dari pembinaan aparatur sipil negara (ASN).


“Pengambilan sumpah dan janji pejabat struktural bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan pada perubahan dan penambahan nomenklatur baru, penyegaran terhadap organisasi perangkat daerah, dan merupakan bagian dari pembinaan terhadap ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti,” ungkap Asmar.


Bupati juga menekankan pentingnya koordinasi dan kerja sama antarpejabat maupun antarorganisasi perangkat daerah. Menurutnya, soliditas internal menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan program pemerintah daerah berjalan efektif.


Para pejabat yang baru dilantik diminta tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.


Asmar berharap momentum pelantikan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Para pejabat diminta segera bekerja dan menunjukkan perubahan positif sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.


“Jabatan ini adalah amanah. Karena itu, saya berharap dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, integritas, disiplin dan dedikasi untuk kepentingan masyarakat dan daerah,” tegasnya.


Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Wakil Kapolres Kepulauan Meranti, Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti, Dandim 0303/Bengkalis, Danramil 02 Tebing Tinggi, Dan Pos TNI AL Selatpanjang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kepulauan Meranti, Sekretaris Daerah, para Asisten Setda, para Staf Ahli Bupati, serta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.


Dengan adanya penataan jabatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap roda pemerintahan semakin efektif, koordinasi antar-OPD semakin kuat, dan pelayanan publik kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.


Pelantikan 29 pejabat ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Kepulauan Meranti memperkuat struktur organisasi dan memastikan setiap perangkat daerah dipimpin serta dijalankan oleh aparatur sesuai kebutuhan organisasi dan kompetensi yang dimiliki.(Nina)

PASAMAN BARAT, LINTASMEDIA NEWS| Komitmen menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan, profesional, dan humanis terus diperkuat Kepolisian Resor Pasaman Barat (Polres Pasbar), Sumatera Barat. Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), pendekatan keadilan restoratif atau Restorative Justice (RJ) menjadi salah satu mekanisme penyelesaian perkara tertentu dengan mengedepankan pemulihan hak korban, tanggung jawab pihak terkait, serta terciptanya kembali hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subarata, S.Tr.K., menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dihimpun, selama periode 1 hingga 29 Oktober 2026 tercatat sebanyak 30 laporan polisi dalam penyelesaian perkara melalui mekanisme keadilan restoratif di lingkungan Polres Pasbar dan jajaran Polsek. Data tersebut mencerminkan upaya Satreskrim bersama jajaran dalam mengoptimalkan penyelesaian perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Dari data tersebut, tujuh perkara tercatat ditangani pada tingkat Polres Pasaman Barat, sementara 22 perkara lainnya disebut berada di tingkat Polsek jajaran. Kasat Reskrim menjelaskan bahwa perkara yang diselesaikan melalui pendekatan tersebut antara lain pencurian biasa dan penggelapan. Seluruh proses tetap harus memperhatikan persyaratan hukum, kesepakatan sukarela para pihak, serta kepentingan dan pemulihan hak korban.


Sementara itu, berdasarkan rincian jenis perkara yang disampaikan untuk tingkat Polsek jajaran, terdapat delapan perkara penganiayaan, enam perkara pencurian biasa, dan dua perkara pengancaman. Satreskrim Polres Pasbar menempatkan penyelesaian perkara tersebut dalam kerangka penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada prosedur, tetapi juga mempertimbangkan dampak konflik terhadap korban, pelaku, keluarga, dan lingkungan sosial. Rincian angka tersebut masih memerlukan pencocokan dengan total 22 perkara yang disebutkan sebelumnya agar data publikasi benar-benar akurat.


Kapolres AKBP Agung Tribawanto melalui Kasat Reskrim menegaskan bahwa Restorative Justice bukan sekadar upaya mempercepat penyelesaian administrasi perkara. Lebih dari itu, pendekatan ini mengutamakan penyelesaian konflik secara bertanggung jawab, pemulihan kerugian yang dialami korban, serta membangun kesadaran agar persoalan serupa tidak kembali terulang. Dengan demikian, keadilan tidak hanya dilihat dari proses hukum, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.


Dalam penerapannya, Satreskrim Polres Pasbar tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan persyaratan yang berlaku. Tidak semua perkara dapat diselesaikan melalui mekanisme RJ karena harus melalui penilaian terhadap jenis tindak pidana, ketentuan hukum, fakta peristiwa, serta terpenuhi atau tidaknya persyaratan yang ditentukan. Prinsip kehati-hatian menjadi penting agar pendekatan keadilan restoratif tidak disalahgunakan dan tetap berada dalam koridor hukum.


Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subarata juga menekankan bahwa proses perdamaian harus berlangsung secara sukarela, tanpa intimidasi, ancaman, ataupun tekanan terhadap korban maupun pihak lainnya. Apabila terdapat kerugian yang harus dipulihkan, bentuk pertanggungjawabannya wajib disesuaikan dengan kesepakatan yang sah serta kondisi perkara. Perlindungan terhadap korban tetap menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan penyelesaian.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto juga melalui Satreskrim memastikan bahwa penerapan Restorative Justice bukan berarti mengabaikan hak korban atau memberikan kebebasan kepada pelaku tanpa pertanggungjawaban. Sebaliknya, mekanisme tersebut harus mampu menghadirkan penyelesaian yang adil, proporsional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Profesionalisme penyidik dalam menilai kelayakan perkara menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.


Selain menjalankan penegakan hukum, Polres Pasbar terus mendorong pemahaman masyarakat mengenai prosedur, persyaratan, dan mekanisme pengawasan keadilan restoratif. Masyarakat perlu mengetahui bahwa perdamaian tidak otomatis menghentikan seluruh proses hukum, sebab penyelesaian melalui RJ hanya dapat dilakukan apabila memenuhi ketentuan yang berlaku. Melalui edukasi dan pelayanan yang terbuka, Satreskrim diharapkan semakin dekat dengan masyarakat sekaligus mampu mencegah berkembangnya konflik menjadi persoalan hukum yang lebih luas.


Komitmen Kapolres AKBP Agung Tribawanto bersama Satreskrim Polres Pasaman Barat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun penegakan hukum yang tidak hanya tegas, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan, perlindungan korban, dan kepastian hukum. Dengan mengutamakan profesionalisme, integritas, serta tanggung jawab, Polres Pasbar diharapkan terus memperkuat kepercayaan publik dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


POLRI BERSAMA MASYARAKAT.


TIM RMO

 

PASAMAN, LINTASMEDIA NEWS| Langkah tegas jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Barat dalam menindak aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Rao, Kabupaten Pasaman, mendapat apresiasi dari masyarakat. Respons cepat kepolisian tersebut menjadi perhatian publik karena menyangkut dua kepentingan mendasar, yakni tegaknya supremasi hukum dan keselamatan lingkungan. Di bawah kepemimpinan Kapolda Sumbar Irjen Pol. Drs. Jawari, S.H., M.H., penanganan PETI menjadi cerminan komitmen kepolisian dalam menghadapi praktik pertambangan ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat serta merusak kekayaan alam Sumatera Barat.


Ketegasan Kapolda Sumbar Irjen Pol. Jawari patut mendapat apresiasi karena penindakan terhadap PETI bukan sekadar persoalan menangkap pelaku, melainkan menyangkut keberanian negara menghadapi aktivitas ilegal yang dapat melibatkan kepentingan ekonomi berbagai pihak. Kepemimpinan yang responsif, terukur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat menjadi harapan besar agar penegakan hukum tidak berhenti pada tindakan sesaat. Pesan yang harus diwujudkan sangat jelas: siapa pun yang terbukti melanggar hukum wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya tanpa pengecualian, tanpa perlindungan, dan tanpa perlakuan istimewa.


Gerak cepat Kapolres Pasaman bersama jajaran dalam merespons persoalan PETI di wilayah Rao juga layak memperoleh penghargaan. Kecepatan aparat kewilayahan menindaklanjuti persoalan yang menjadi perhatian masyarakat merupakan bagian penting dari pelayanan kepolisian yang profesional. Sinergi kepemimpinan Kapolda Sumbar dengan jajaran Polres Pasaman diharapkan mampu memperkuat pengawasan lapangan, mempercepat penanganan dugaan tindak pidana, sekaligus memberikan rasa aman kepada warga yang selama ini mengkhawatirkan dampak aktivitas pertambangan tanpa izin terhadap lingkungan dan kehidupan mereka.


Namun, pemberantasan PETI tidak boleh berhenti hanya pada pekerja atau operator mesin yang ditemukan di lokasi. Penegakan hukum harus mampu menelusuri seluruh mata rantai kegiatan, termasuk kemungkinan keterlibatan pemodal, pemilik alat berat, penyedia bahan bakar, pengangkut hasil tambang, hingga pihak yang diduga mengendalikan operasional dari belakang layar. Apabila ditemukan bukti keterlibatan, seluruh pihak tersebut harus diproses sesuai ketentuan hukum. Langkah menyeluruh diperlukan agar penindakan tidak sekadar menghentikan aktivitas sementara, sementara jaringan yang membiayai dan memperoleh keuntungan tetap leluasa beroperasi.


Dari sisi hukum, Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, sebagaimana telah mengalami perubahan, mengatur ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar terhadap pelaku penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam ketentuan tersebut. Apabila aktivitas pertambangan juga menimbulkan pencemaran atau kerusakan lingkungan, penerapan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, beserta perubahannya, perlu dikaji berdasarkan hasil penyelidikan dan pembuktian. Dengan demikian, pemberantasan PETI memiliki landasan hukum yang kuat dan harus dilaksanakan secara profesional, transparan, serta akuntabel.


Ancaman kerusakan lingkungan akibat PETI tidak dapat dipandang sebelah mata. Penggalian tanpa pengendalian berpotensi memicu sedimentasi sungai, mempercepat erosi, merusak lahan, dan mengganggu kualitas sumber air masyarakat. Apabila penggunaan bahan berbahaya ditemukan, risiko pencemaran dapat semakin serius. Karena itu, penindakan kepolisian perlu diikuti pemeriksaan dampak lingkungan oleh instansi berwenang, pengawasan terhadap lokasi rawan, serta langkah pencegahan agar kawasan yang telah ditertibkan tidak kembali menjadi tempat aktivitas pertambangan ilegal. Keselamatan masyarakat dan kelestarian alam harus ditempatkan di atas kepentingan keuntungan kelompok tertentu.


Apresiasi terhadap Kapolda Sumbar Irjen Pol. Jawari dan Kapolres Pasaman sekaligus membawa harapan agar ketegasan tersebut terus dijaga secara konsisten. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa penindakan PETI dilakukan tanpa tebang pilih, tanpa kompromi terhadap pelanggaran hukum, serta tidak berhenti setelah perhatian publik mereda. Di sisi lain, warga yang memiliki informasi mengenai dugaan aktivitas pertambangan ilegal perlu memperoleh ruang pelaporan yang aman dan responsif. Inilah wujud nyata semangat POLRI BERSAMA MASYARAKAT, ketika kepolisian dan rakyat saling mendukung dalam menjaga keamanan, melindungi lingkungan, serta mencegah kejahatan yang merugikan kepentingan bersama.


Penindakan PETI di Rao menjadi momentum penting bagi Polda Sumbar dan Polres Pasaman untuk memperkuat kepercayaan masyarakat melalui hasil kerja yang nyata dan berkelanjutan. Ketegasan Kapolda Sumbar Irjen Pol. Drs. Jawari, S.H., M.H., yang didukung respons cepat Kapolres Pasaman beserta jajaran, diharapkan menjadi fondasi pemberantasan pertambangan ilegal secara menyeluruh di wilayah Sumatera Barat. Publik kini menantikan keberlanjutan proses hukum, pengungkapan pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab, dan pengawasan agar aktivitas serupa tidak terulang. Hukum harus berdiri tegak, lingkungan wajib diselamatkan, dan kepentingan rakyat tidak boleh dikalahkan oleh praktik ilegal.


POLRI BERSAMA MASYARAKAT, HADIR MELINDUNGI RAKYAT DAN MENJAGA SUMATERA BARAT.




Katim RMO Group | Wyndoee

PADANG, Lintasmedia News— Sebanyak 35 program pemberdayaan berbasis komunitas di 12 kelurahan dan kawasan Teluk Bayur digulirkan melalui dukungan pendanaan tahap awal senilai Rp1,29 miliar dari PT Semen Padang.


Melalui Forum Nagari dan Kelompok Pengelola Sumber Daya (KPS) Saiyo Sakato, masyarakat berperan dalam merencanakan dan mengelola program berdasarkan kebutuhan serta potensi wilayah masing-masing. Pendekatan partisipatif dari bawah ke atas (bottom-up) ini diterapkan untuk mendukung penguatan ekonomi, peningkatan keterampilan kerja, perbaikan infrastruktur, pendidikan, serta kegiatan sosial dan budaya masyarakat.


Pada bidang penguatan ekonomi produktif, sejumlah program diarahkan untuk mengembangkan usaha masyarakat, mulai dari sektor UMKM hingga pertanian, perikanan, dan peternakan.

Di Kelurahan Batu Gadang, alokasi Rp112,1 juta antara lain diperuntukkan bagi penguatan UMKM “Kampung Seribu Keripik”, bantuan operasional MIS Nurul Hidayah, serta pengembangan potensi seni dan budaya lokal. Sementara itu, Forum Nagari Banda Buek mengelola alokasi Rp111,93 juta untuk mendukung berbagai usaha produktif, seperti pengadaan bibit dan pakan ikan lele serta nila, budi daya ikan hias, penetasan telur ayam kampung, dan penguatan UMKM lokal.


Pengembangan usaha peternakan juga menjadi salah satu pilihan pemberdayaan di sejumlah wilayah. Forum Nagari Koto Lalang memperoleh alokasi Rp84,37 juta untuk mendukung budi daya itik petelur, pembangunan gudang inventaris, fasilitas WC kantor forum, serta kegiatan perlombaan PKK tingkat kota.


Di Lambung Bukit, alokasi Rp104,36 juta diarahkan untuk program pemberdayaan ayam kampung petelur dan pelatihan sertifikasi satuan pengamanan (satpam) bagi pemuda setempat. Sementara itu, Forum Nagari Limau Manis mengelola Rp87,75 juta untuk pengembangan usaha penggemukan sapi kurban, pengadaan perlengkapan kesenian randai, serta pembuatan kincir air.

Program ekonomi produktif juga dikembangkan Forum Nagari Limau Manis Selatan melalui alokasi Rp104,62 juta. Anggaran tersebut mencakup pengembangan unit usaha “Forum Minum Kopi”, kelanjutan pembangunan gudang sampah, serta pelatihan satpam.


Adapun Forum Nagari Padang Besi mengelola Rp112,22 juta untuk mendukung usaha peternakan ayam petelur, penataan Semarak Pasar Pagi, pengadaan peralatan kongsi kematian RW II, serta pengecatan kantor LPM, Forum Nagari, dan PKK.


Selain pengembangan usaha, sejumlah program BMN diarahkan untuk meningkatkan keterampilan kerja dan membuka peluang ekonomi bagi pemuda.


Di Kelurahan Koto Lua, alokasi Rp87,52 juta digunakan untuk mendukung pelatihan satpam bagi pemuda produktif serta pengadaan perlengkapan drum band MTSS Limau Manis. Program pelatihan satpam juga menjadi salah satu kegiatan Forum Nagari Pampangan Nan XX, yang memperoleh alokasi Rp94,5 juta. Selain pelatihan tersebut, anggaran di Pampangan juga diperuntukkan bagi penyediaan sarana olahraga bola voli untuk mendukung aktivitas masyarakat, khususnya kalangan remaja.


Pada bidang infrastruktur, program pemberdayaan diarahkan untuk mendukung perbaikan sarana dasar yang dibutuhkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


Di Kelurahan Baringin, alokasi Rp112,5 juta diperuntukkan bagi pembangunan turap penahan tanah untuk mendukung penataan drainase irigasi dan mengurangi risiko erosi.


Forum Nagari Tarantang juga mengelola alokasi Rp112,5 juta untuk sejumlah kebutuhan infrastruktur pertanian dan permukiman, meliputi pembangunan bak penampungan, pemasangan pipa irigasi sawah, perbaikan sarana air bersih PAMSIMAS, serta renovasi kantor Forum Nagari.


Sementara itu, di Kelurahan Indarung, alokasi Rp112,5 juta diarahkan untuk pembangunan aula pertemuan warga dan pemberian beasiswa pendidikan bagi masyarakat di sepanjang jalur belt conveyor.


Dukungan terhadap infrastruktur dan pendidikan juga dilaksanakan melalui KPS Saiyo Sakato di kawasan Teluk Bayur. Dengan alokasi Rp61,87 juta, program yang dikelola mencakup perbaikan jalan dan riol permukiman serta bantuan paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan bahwa dukungan pendanaan melalui Program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi dan menjawab kebutuhan wilayahnya masing-masing.


Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola program dan menjaga keberlanjutan manfaatnya.


“Keberhasilan pemberdayaan tidak diukur dari seberapa besar dana yang disalurkan, melainkan dari sejauh mana masyarakat mampu mengelola, menjaga keberlanjutan, dan merasakan manfaatnya secara mandiri. Forum Nagari menjadi wadah agar warga sendiri yang menentukan potensi dan solusi atas kebutuhan mereka,” ujar Win.


Ia menambahkan, pelaksanaan program BMN diarahkan untuk memperkuat partisipasi masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan kegiatan. Dengan demikian, dukungan perusahaan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kapasitas dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.


Forum Nagari sendiri merupakan wadah yang mempertemukan lembaga sosial ekonomi masyarakat, Kerapatan Adat Nagari, dan pemangku kepentingan lainnya. Pembentukannya diprakarsai PT Semen Padang melalui kesepakatan deklarasi di Bukittinggi pada 31 Januari 2015.


Melalui Forum Nagari, masyarakat didorong untuk mengidentifikasi kebutuhan, menyusun prioritas, serta mengelola kegiatan pemberdayaan dengan melibatkan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Forum ini juga berperan memperkuat koordinasi, komunikasi, dan pemanfaatan potensi lokal dalam pelaksanaan Program BMN secara berkelanjutan. (*)


Lintas media net - Komunitas Teluk Belitung kembali menggelar Turnamen Gasing se Provinsi Riau ke-4 dan lomba Silat Pengantin ke-2 sebagai upaya menjaga warisan budaya Melayu. Kegiatan yang mengambil tempat di gelanggang gasing H. Yahya Hulu Asam Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti dibuka pada Rabu (28/10/2026) kemarin yang diikuti sebanyak 32 tim gasing dan 54 orang peserta silat pengantin tingkat SD, SMP dan SMA sederajat.

Didukung PT Imbang Tata Alam (ITA), kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama delapan hari. Selain menjadi ruang bagi masyarakat untuk melestarikan tradisi, turnamen ini juga mempertemukan komunitas gasing dan silat pengantin dari berbagai daerah di Riau.

Ketua panitia sekaligus Ketua Komunitas Gasing (Komgas) Teluk Belitung, Andi Saputra menyampaikan apresiasi kepada PT ITA atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh hadirin membaca Surah Al-Fatihah untuk mengenang Almarhum H. Yahya, tokoh yang membuka Kampung Hulu Asam.

Nama H. Yahya juga diabadikan sebagai nama gelanggang gasing yang berada di Kampung Hulu Asam. Gelanggang Gasing H. Yahya dibangun dengan dukungan masyarakat setempat melalui semangat gotong royong, sebagai bentuk penghormatan masyarakat yang merupakan keturunan H. Yahya kepada tokoh yang membuka kampung tersebut.

Andi mengatakan, Komgas Teluk Belitung telah mengikuti sejumlah turnamen gasing tingkat nasional, di antaranya di Dumai dan Siak. Dalam tradisi permainan gasing Melayu, terdapat beberapa jenis gasing, seperti gasing lonjong, gasing berembang, dan gasing kreasi yang turut dipertandingkan dalam turnamen tersebut.

Camat Merbau, Hj. Wan Jumiati SE MSi menilai gasing bukan sekadar permainan, melainkan bagian dari identitas masyarakat Melayu. Sementara itu, silat pengantin mengandung nilai adat dan tradisi yang perlu terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

Selain itu Koordinator CSR EMP, Arip Hidayatullah berharap kegiatan tersebut dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui kolaborasi antara komunitas, pemerintah daerah, dan perusahaan. Menurut dia, keunikan budaya lokal perlu terus diperkenalkan agar mendapat tempat di tingkat nasional.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti, Saipul Bahri turut mengapresiasi panitia dan berharap kegiatan ini menjsdi ajang mempererat silaturahmi antarkomunitas budaya. Mewakili Bupati Kepulauan Meranti ia secara resmi membuka turnamen yang turut dihadiri anggota Koramil Merbau, Kanit Intel Polsek Merbau Padhli, Ketua GenPI Riau Dodi Rasid Amin, Plt. Lurah Teluk Belitung Islawadi Ulung, Ketua KJUMS Samaun, serta Ketua Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung Syufri.

Hadir pula Kabid Kebudayaan Izam, Ketua LAMR Kecamatan Merbau Syafrudin, Ketua Umum OPP Teluk Belitung Yoldi Asadi, dan Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Merbau Ali Indra. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya Melayu di Teluk Belitung.

Di luar pelestarian budaya, penyelenggaraan kegiatan ini dinilai turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Dengan asumsi sedikitnya 10 pedagang berjualan dan masing-masing mencatat omzet rata-rata Rp.250.000 per hari selama delapan hari, potensi perputaran uang dari aktivitas perdagangan diperkirakan mencapai Rp.20 jutaan.

Kebutuhan konsumsi peserta juga berpotensi memberikan dampak bagi usaha masyarakat. Dengan asumsi 320 orang membelanjakan Rp.20.000 untuk setiap kali makan, tiga kali sehari selama lima hari, maka nilai kebutuhan konsumsi diperkirakan mencapai Rp.96 jutaan.(Ali Sanip/Nina Chandra)

muara enim. Lintas Media-

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT)  Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026,Plt.Bupati Muara Enim, Ir. Hj.Sumarni, M. Si., melepas lomba gerak jalan indah tingkat SMA/SMK/MA dan Umum yang dipusatkan di halaman kantor Bupati Muara Enim Pada Sabtu (15/8/2026). 

Proses pelepasan ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Plt. Bupati yang  turut didampingi langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Deddy Arianto, S. Pd., serta Plt. Ketua TP. PKK Kabupaten Muara Enim, Ir. H. Ahmad Yani., M.M.


Sebanyak 56 kelompok peserta tercatat antusias mengikuti ajang tahunan ini dengan menyusuri rute yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara. Masing-masing regu tampil memukau dengan mengenakan kostum unik yang penuh warna-warni khas semangat kemerdekaan, dipadukan dengan variasi gerak jalan indah serta atraksi yel-yel kreatif yang berhasil menghibur puluhan ribu warga masyarakat yang memadati sepanjang lajan Protokol Kecamatan Muara Enim. 

Usai melepas para peserta di titik awal, Plt. Bupati beserta rombongan berpindah menuju panggung kehormatan di persimpangan tugu pahlawan untuk memberikan dukungan serta semangat secara langsung. Dari atas panggung kehormatan, Plt. Bupati memberikan apresiasi dan lambaian tangan hangat kepada seriap regu perserta yang melintas dan menampilkan perfoma terbaik mereka di hadapan para pejabat daerah dan masyarakat. 

Plt. Bupati menyampaikan penyelenggaraan lomba gerak jalan indah ini merupakan bentuk kolaborasi sinergis antara Pemerintah Kabupaten Muara Enim dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Muara Enim. Beliau menjelaskan kegiatan ini tidak hanya sekedar ajang perlombaan, melainkan juga wadah positif untuk meningkatkan rasa nasionalisme serta mempererat rasa persatuan dan kesatuan ditengah-tengah Masyarakat. 

Disamping menyaksikan paragaan gerak jalan Plt. Bupati juga menyerahkan secara sembolis bantuan bendera Merah Putih gratis kepada perwakilan masyarakat yang hadir di lokasi acara. Melalui aksi pembagian bendera tersebut, beliau berharap seluruh warga dapat mengibarkan Sang Saka Merah Putih di depan rumah masing-masing selama bulan kemerdekaan sebagai simbol penghormatan terhadap jasa para pahlawan bangsa. 

Plt. Bupati menegaskan keinginan agar seluruh rangkaian kemeriahan peringatan HUT Ke-81 RI ini dapat membawa dampak luas yang positif, tidak hanya dalam membakar semangat gotong royong dan jiwa nasionalisme, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal. Beliau optimistis perputaran ekonomi sektor Usaha Mikro, Kecil,  dan menengah (UMKM) selama momentum perayaan kemerdekaan ini akan menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Muara Enim. 

Dilanjut kegiatan Pengukuhan paskibra di Balai Agung Serasan Sekundang (BASS) dan Renungan Suci di Makam pahlawan Muara Enim. (Adv/Noza) 

Pasbar,Lintas Media News Com.


Pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia Kabupaten Pasaman Barat dihadiri: H.Beni Utama Anggota Komisi III DPR-RI ,Ali Muda Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat ,Yulianto,Bupati Pasaman Barat,Najjar Lubis,Pridon Siap Maju,Forkopimda,OPD, Ketua KPU,Kamenag para Awak Media,demikian pantauan Media ini usai acara berakhir, Kamis 29/10 di Aula Kantor Bupati Pasbar.


Kegiatan ini tampak berjejer karangan bunga ,Baliho,kibaran bendera dan iklan ucapan selamat dari Instansi Pemerintah ,Polri,TNI ,Forkopimda, OPD, Camat,Wali Nagari Swasta,lembaga kemasyarakatan,kepemudaan dan para undangan lainnya.


Beni Utama dalam sambutannya mengatakan bagaimana sejarah pemekaran Pasaman Barat dari Kabupaten Induk ,karena jauhnya pelayanan masyarakat pada waktu itu yang akhirnya harus direkomendasikan untuk menjadi mekar.


Ia juga menceritakan tentang potensi Kabupaten Pasaman Barat termasuk Perusahaan Kelapa Sawit dan memiliki laut yang begitu luas, panjang ,jelas menjadi lebih maju. pelabuhan Teluk Tapang tersebut masih menjadi pantauannya supaya siap..


Tentu nantinya dengan siapnya pelabuhan tersebut ,Teluk Tapang bisa dimanfaatkan pengiriman CPO Sawit, Mobil-mobilnya tidak lagi melewati jalan Nasional ke Padang ,karena hari ini mulai banyak yang miring tegasnya, begitu juga masalah pembangunan atau bantuan tetap menjadi perhatian untuk Pasaman ,Pasaman Barat dan Sumatera Barat .


Bupati Yulianto dalam sambutannya mengatakan kepada pengurus ,agar berkomitmen membangun Kabupaten Pasaman Barat tidak bisa sendiri, bersama ke depan ,ke arah yang lebih baik untuk maju pintanya.


Ia pun mengatakan tentang bantuan Pemerintah Pusat terkait pembangunan Sekolah Intekrasi Nasional dan Sekolah Rakyat yang segera akan dibangun.


Widia Navis Ketua PWI Sumatera arat mengatakan keadaan PWI Pasbar selama ini vakum hampir 14 tahun tidak berkibrah ,hanya sementara ,mengucapkan terima kasih ,menceritakan terpilih ya Ketua dan Pengurus baru melalui Konperlub dan merasa Optimis kepengurusan yang dilantik ini akan memberikan kontribusi untuk pembangunan Pasbar terangnya lagi.


SedangkanJunir Ketua dan Altas selaku Panitia Pelaksana mengatakan ucapan terima kasih kepada para undangan yang telah memberikan dukungan sepenuhnya terutama kepada Bupati Pasbar yang telah mendukung kegiatan ini ,sehingga bisa sukses dan lancar dan PWI dengan Motto membangun Sinergi,Mengedepankn Pers ,Berintegritas , dengan menutup Pantun demi kemajuan Pasbar tambahn


Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98  di halaman Balai Kota Rabu (28/19).
Upacara di pimpin oleh Ketua Pengadilan Agama Kota Bukittinggi, Salman, mengusung mengusung tema Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.

Ketua Pengadilan Agama Kota Bukittinggi, Salman, Dalam kesempatan itu membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir. Pidato tersebut mengajak seluruh generasi muda untuk terus menjaga semangat persatuan yang telah diwariskan para pemuda sejak 98 tahun lalu. Selain itu, kemajuan bangsa perlu didukung oleh karakter generasi yang kuat, semangat pantang menyerah, kecintaan terhadap tanah air, serta kepedulian terhadap kondisi masyarakat.

"Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter,  dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah dan dari kepedulian terhadap sesama. Karena itu, kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih dan berempati. Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya," ungkapnya
Upacara ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, jajaran Forkopimda Kota Bukittinggi, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD,  Camat, Lurah, TNI, Polri serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi. (Sandra)


PADANG, Lintas Media News
Dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang berhasil mengukir prestasi membanggakan di tingkat internasional. Kedua mahasiswa dari Jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI) angkatan 2023 tersebut adalah Jihan Salma Pusaka dan Erica Asnishalina. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UIN IB Padang mampu bersaing dan berkontribusi secara aktif dalam forum akademik berskala global.

​Keberangkatan Jihan dan Erica ke Malaysia bertujuan untuk menjadi presenter dalam ajang bergengsi Malaysian Association of Applied Linguistics International Conference (MAALIC 2026). Konferensi internasional yang mempertemukan para akademisi dan peneliti linguistik dari berbagai negara ini berlangsung selama tiga hari, tepatnya pada 4 hingga 6 Oktober 2026.

Keikutsertaan mereka mempertegas komitmen program studi Tadris Bahasa Inggris dalam mendorong luaran riset mahasiswa di kancah internasional.

​Dalam konferensi tersebut, duo mahasiswa angkatan 23 ini mempresentasikan hasil penelitian ilmiah mereka yang berjudul "Social Masking and Cognitive Load among International Students at UIN Imam Bonjol Padang". Penelitian ini menyoroti fenomena psikolinguistik dan adaptasi sosial, khususnya bagaimana mahasiswa internasional di UIN Imam Bonjol Padang mengelola beban kognitif serta upaya penyesuaian diri (social masking) saat berinteraksi di lingkungan akademik baru.

​Pelaksanaan konferensi internasional MAALIC 2026 dipusatkan di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Terengganu, Malaysia. Berada di salah satu kampus ternama di Malaysia, Jihan dan Erica berkesempatan memaparkan gagasan mereka di hadapan para pakar linguistik terapan, peneliti, serta delegasi mahasiswa dari bermacam negara. Diskusi interaktif dalam sesi presentasi turut membuka ruang pertukaran ide yang konstruktif bagi pengembangan penelitian mereka.

​Partisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah bergengsi ini tidak hanya mengharumkan nama civitas akademika UIN Imam Bonjol Padang, tetapi juga memberikan dampak positif bagi reputasi kampus di kancah internasional. Keterlibatan mahasiswa dalam ajang seperti MAALIC 2026 menjadi wujud nyata implementasi penguatan riset serta internasionalisasi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Indonesia.

​Melalui pencapaian ini, Jihan Salma Pusaka dan Erica Asnishalina berharap karya riset mereka dapat memberikan kontribusi nyata bagi literatur linguistik terapan dan studi mahasiswa internasional. Keberhasilan ini diharapkan pula dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi seluruh mahasiswa UIN IB Padang untuk terus berinovasi, meneliti, serta berani berkarya hingga tingkat internasional.(bm)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.