Latest Post

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-116, PT Semen Padang kembali menggelar program sosial bertajuk Cahaya Ramadan Semen Padang melalui kegiatan sembako murah bagi masyarakat dan tenaga kerja outsourcing di lingkungan perusahaan. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (10–12/3/2026), di Gedung Serba Guna PT Semen Padang.

Program ini disambut antusias ratusan warga yang mendatangi lokasi kegiatan. Mereka datang untuk mendapatkan paket kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Penyerahan sembako murah secara simbolis dilakukan oleh Kepala Departemen Human Capital PT Semen Padang Iskandar S. Taqwa, didampingi Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes, kepada tenaga outsourcing dan masyarakat lingkungan perusahaan.

Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menjelaskan bahwa program sembako murah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam menghadapi Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Menurutnya, kegiatan ini sebenarnya telah menjadi agenda rutin perusahaan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun pada Ramadan tahun ini, PT Semen Padang memberikan perhatian lebih dengan menambah segmen penerima manfaat, yakni tenaga kerja outsourcing di lingkungan perusahaan.

“Program sembako murah ini memang sudah kita laksanakan pada tahun-tahun sebelumnya untuk masyarakat sekitar perusahaan. Namun khusus tahun ini, kita menambahkan segmen penerima manfaat untuk tenaga outsourcing PT Semen Padang,” ujar Hernes.

Terdapat 4.000 paket sembako yang disiapkan oleh perusahaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.700 paket diperuntukkan bagi tenaga outsourcing PT Semen Padang, sementara 1.300 paket lainnya disalurkan kepada masyarakat yang berada di lingkungan sekitar perusahaan.

Setiap paket sembako berisi sejumlah kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat selama Ramadan, yakni 5 kilogram beras premium, 1 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir.

Jika dihitung berdasarkan harga pasar, nilai satu paket sembako tersebut mencapai sekitar Rp118 ribu. Namun melalui program ini, masyarakat dan tenaga outsourcing hanya perlu menebusnya dengan harga Rp50 ribu per paket. Artinya, PT Semen Padang memberikan subsidi sebesar Rp68 ribu untuk setiap paket sembako yang disalurkan.

“Melalui program ini, kami berharap dapat membantu meringankan kebutuhan tenaga outsourcing dan masyarakat sekitar perusahaan dalam menghadapi Ramadan serta persiapan menjelang Idulfitri nanti,” tambah Hernes.

Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menegaskan bahwa kegiatan sembako murah tersebut merupakan bagian dari implementasi tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan kepada masyarakat.

Sebagai perusahaan yang telah berdiri lebih dari satu abad, atau pada tahun ini memasuki usia ke-116 tahun, PT Semen Padang memiliki komitmen kuat untuk terus tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

“Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Kami ingin memastikan keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di momen penting seperti Ramadan,” kata Idris.

Kehadiran program sembako murah ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Tokoh masyarakat Lubuk Kilangan, Maulana Sardi, menyampaikan rasa terima kasih kepada PT Semen Padang yang secara konsisten menghadirkan program-program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Atas nama masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang. Program sembako murah ini sangat membantu, karena banyak masyarakat kita yang memang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi di bulan Ramadan seperti sekarang,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang warga Kelurahan Koto Lalang, Gusniwati. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program sembako murah tersebut, karena harga kebutuhan pokok cenderung meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

“Terima kasih kepada PT Semen Padang. Program ini sangat membantu kami masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama Ramadan,” katanya.

Kegiatan program sembako murah “Cahaya Ramadan Semen Padang” ini juga sejalan dengan Asta Cita ke-6 dari pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan. (*)


Pesisir Selatan,Lintas Media News
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat, Doni Harsiva Yandra, melaksanakan kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah Regional di Posko Kelompok Tani Batu Tapak, Kampung Koto Merapak, Nagari Padang XI Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara terpadu dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Doni Harsiva Yandra menyampaikan bahwa persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. 
Melalui Perda Nomor 8 Tahun 2018, pemerintah daerah telah mengatur berbagai langkah strategis dalam pengelolaan sampah, mulai dari pengurangan, pemilahan, pengangkutan hingga pengolahan sampah secara berkelanjutan.

“Melalui sosialisasi ini kita berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Jika dikelola dengan benar, sampah tidak hanya menjadi masalah, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, Wardoyo, A.Md.T., M.Si selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 serta Peningkatan Kapasitas (PSLB3PK), yang turut memberikan pemaparan terkait kebijakan dan teknis pengelolaan sampah di daerah.

Sosialisasi ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan unsur masyarakat, di antaranya wali nagari dari Punggasan Timur, Padang XI Punggasan, Lagan Mudik Punggasan dan Muara Gadang Punggasan, tokoh masyarakat, kelompok atau kader senam, Bamus Padang XI Punggasan, Bamus Punggasan Timur, Bamus Lagan Mudik Punggasan, Bundo Kanduang, pemuda-pemudi serta masyarakat setempat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat serta mampu mendukung implementasi Perda Pengelolaan Sampah Regional di Sumatera Barat.("/st)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengunjungi kawasan Pabrik Indarung I milik PT Semen Padang yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dalam rangka meninjau langsung potensi pengembangan kawasan bersejarah tersebut menjadi ruang seni dan budaya, Kamis (12/3/2026).

Kedatangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon tersebut disambut langsung oleh Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, Direktur Operasi Andria Delfa, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino, dan Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Saiful Bahri.

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk melihat lebih dekat jejak sejarah industri semen di Indonesia. Pabrik Indarung I sendiri merupakan pabrik semen pertama yang dibangun pada masa kolonial Belanda pada tahun 1910 dan menjadi salah satu tonggak awal perkembangan industri semen di kawasan Asia Tenggara.

Dalam kunjungannya itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyempatkan diri menelusuri berbagai bagian bangunan tua yang masih berdiri kokoh. Ia mengamati sejumlah mesin lama seperti kiln atau tungku pembakaran yang digunakan dalam proses produksi semen, termasuk peralatan teknologi lama yang membakar bahan slury hingga menjadi klinker, yakni bahan setengah jadi dalam pembuatan semen.

“Di sini kita masih bisa melihat banyak sekali mesin-mesin lama dan kiln yang dahulu digunakan untuk membakar slury menjadi klinker. Ini menunjukkan betapa pentingnya kawasan ini dalam sejarah perkembangan industri semen,” ujar Fadli Zon.

Fadli Zon juga melihat sejumlah bagian bangunan lainnya, termasuk gudang dan beberapa ruang besar yang dulunya digunakan untuk menunjang aktivitas produksi pabrik. Menurutnya, ruang-ruang tersebut memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali sebagai ruang publik yang hidup dan produktif.

Fadli Zon berharap bangunan-bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya itu tidak hanya dipertahankan secara fisik, tetapi juga diaktivasi kembali agar memiliki fungsi baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Kita berharap bangunan-bangunan yang sudah menjadi cagar budaya ini bisa diaktivasi kembali. Ada beberapa ruangan yang cukup besar yang sangat potensial dijadikan ruang pameran, galeri seni, maupun tempat pertunjukan,” jelasnya.

Ia meyakini, jika dikelola secara kolaboratif, kawasan bersejarah ini dapat berkembang menjadi pusat kegiatan seni dan budaya yang tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga membuka ruang ekspresi bagi masyarakat.

“Ini bisa menjadi tambahan ruang bagi para seniman dan komunitas untuk berekspresi. Tentunya hal ini membutuhkan kerja sama antara Kementerian Kebudayaan, PT Semen Padang, Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, serta komunitas-komunitas yang peduli terhadap pelestarian cagar budaya,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Menteri Kebudayaan Fadli Zon tersebut. Menurutnya, kehadiran Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pelestarian kawasan bersejarah yang dimiliki oleh perusahaan semen tertua di Indonesia tersebut.

“Kami dari manajemen PT Semen Padang mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang telah berkunjung ke Pabrik Indarung I. Tujuan beliau datang untuk melihat langsung fasilitas yang ada, karena ada rencana dari Kementerian Kebudayaan untuk mereaktivasi kawasan ini agar bisa dimanfaatkan sebagai galeri seni maupun art space,” ujar Win Bernadino.

Ia menambahkan, pihak perusahaan menyambut baik rencana tersebut selama tetap menjaga keaslian dan nilai historis dari bangunan yang ada. Bagi PT Semen Padang, kawasan Indarung I bukan sekadar bangunan lama, tetapi merupakan bagian penting dari sejarah industri semen di Indonesia.

“Harapan kami, dengan adanya program ini, kita tetap dapat mempertahankan keaslian sejarah Semen Padang sekaligus sejarah industri semen di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara,” katanya.

Win juga menekankan bahwa keberadaan pabrik di kawasan Indarung memiliki peran besar dalam perkembangan teknologi konstruksi di Indonesia, khususnya dalam peralihan dari penggunaan material tradisional seperti kayu menuju material berbasis beton yang lebih modern dan tahan lama.

“Sejarah pabrik semen di Indarung ini menjadi pembuka bagi perkembangan teknologi konstruksi. Dari yang sebelumnya mungkin lebih banyak menggunakan kayu, kemudian berkembang ke penggunaan beton hingga seperti yang kita kenal sekarang,” jelasnya.

Lebih dari satu abad berdiri, PT Semen Padang masih bertahan dan terus berkontribusi bagi pembangunan nasional. Bagi perusahaan, pelestarian kawasan Pabrik Indarung I menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah sekaligus memperkenalkan perjalanan panjang industri semen kepada generasi mendatang.

“Alhamdulillah, PT Semen Padang masih bertahan hingga saat ini, dan kita berharap ke depan sejarah ini tetap terjaga serta bisa terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tutup Win Bernadino.

PADANG,Lintas Media News
Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (MenkoPolkam RI),Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (MenkoPolkam RI), dalam sebuah tayangan video yang viral baru-baru ini di media sosial (Medsos), tampak meradang dan mengaku sangat marah ditawari gelar ‘datuak’ atau datuk dari salah-seorang ketua adat Sumatera Barat (Sumbar), yang datang kepadanya.

Pernyataan tersebut tanpa ia sadari sudah mempermalukan Ranah Minang, ibarat pepatah mengatakan "bak mancabiak baju di dado" yang artinya "mempermalukan diri sendiri"

Dia mengatakan, orang Minang? (sambil menunjuk-nunjuk kepada siswa yang tampaknya sedang melakukan Dik Sespimti Polri), satu-dua ada lagi? Ya, coba berdiri-berdiri, ya. Oke, terima kasih.

Lebih lanjut ia katakan, mengapa saya secara khusus mengatakan berdiri orang Minang, karena berhadapan langsung dengan saya.

 Ceritanya begini, begitu saya jadi MenkoPolkam, datanglah yang namanya ketua adat dari Sumatera Barat, datang ke kantor saya,” ungkap Djamari Chaniago dalam video itu, yang mana dibawah videonya ada tulisan YouTube/Sespim Lemdiklat Polri Yang Viral saat ini.

“Menawarkan kepada saya (ketua adat tadi), untuk dijadikan datuk. Tidak ada angin, tidak ada hujan. Tahu-tahu datang seperti itu. Sebelum-sebelumnya mereka tak kenal saya, celakanya itu.

 Begitu jadi Menko Polkam, oh saya jadi orang Minang, baru sekarang toh saya bilang. 

Saya orang Minang dari dulu, saya pasang nama Chaniago, sejak taruna saya pasang. 

Kenapa baru sekarang orang Minang kenal saya,” imbuhnya.

“Saya sindir seperti itu, agak sedikit, ya merahlah.

 Tapi yang lebih merah lagi mukanya adalah pada saat saya ditawari dilantik menjadi datuk di Minang.

 Disitulah saya tersentak. Loch, betapa berharganya seorang datuk itu saya bilang. 

Oh ya pak, datuk ini begini-begini, macam-macam (menirukan penjelasan ketua adat tadi).

 Sampai saya tanyakan, apa untungnya buat saya dan apa untungnya untuk orang Minang, kalau saya jadi datuk. 

Ngak bisa jawab dia (ketua adat tadi),” bebernya.

“Kemudian saya katakan, anda tahu tidak, bahwa anda pernah salah, pernah salah besar dalam memilih seorang datuk.

Yang katanya itu adalah kebanggaan suku, kebanggan adat di Minangkabau.

Kenapa salah, kan lantik seorang jenderal datuk dan dia adalah biang keroknya narkoba. 

Jadi kamu akan persamakan saya dengan narkoba itu, diam dia (maksudnya ketua adat tadi lagi). Justru saya tanya sama anda, gimana ceritanya anda bisa melantik seseorang, tanpa anda tahu latar belakangnya, dia dilantik menjadi datuk, datuk adalah jabatan kehormatan adat di Minangkabau.

 Bukankah anda sendiri (kepada ketua ada tadi lagi pertanyaannya) yang menghancurkan itu,” pungkas Djamari Chaniago, dalam video itu. 

Djamari Tidak Tahu

Ketidak tahuan Djamari Chaniago terhadap tawaran tersebut yang sebenarnya telah mempermalukan diri sendiri dan Ranah Minang, kenapa demikian? 

Dalam pidato yang dia sebut seorang Jenderal penerima gelar Datuk seorang bos narkoba, itu sindiran terhadap mantan Kapolda Sumbar Tedi Minahasa, dimana sampai saat ini tidak ada gelar satuan disandangnya. 

Tedi Minahasa hanya menerima gelar sangsoko atau gelar pernghirnatan yang diberikan melalui satu kaum di sebuah daerah, karena dinilai sudah berjasa terhadap daerah ini, diantaranya melakukan gerakan restoratip justice, penanganan korban coklat, serta berlaku baik dan menolong masyarakat kelas bawah dalam hal perekonomian. 

Berdasarkan itu, LKAM menanyakan pada yang bersangkutan, apakah bersedia menerima gelar sangsoko, atau penghormatan karena masyarakat menilai Tedi sudah berjasa, dan dia bersedia. 

Atas kesediaan tersebut, LKAM memfasilitasi untuk menanyakan pada kaum di sebuah Nagari, apakah berkenan dan siap memberikan gelar kehormatan, hal tersebut disetujui, maka gelar sangsoko atau gelar kehormatan diberikan. 

Yang tidak diketahui Djamari adalah perbedaan gelar SAKO dan gelar Sangsako atau Sangsoko, dimana Sako hanya diberikan pada kaum tersebut berdasarkan garis yang ada, sedangkan Sangsoko bisa diberikan pada siapa saja, tapi syaratnya beragama Islan atau muslim. 

Dajamari pada saat didatangi ketua adat dimaksud, bukan ditawari untuk menerima gelar sako atau Datuak, tapi gelar Sangsako yakni gelar kehormatan diluar datuak. 

Kalaupun setelah Tedi diberi gelar Sangsako melakukan pelanggaran, tentunya itu diluar kendali pemberi gelar, karena dilihat selama ia bertugas di Sumatera Barat tidak ada gelagat buruk, baik secara pribadi maupun kedinasan

Pernyataan Ketua LKAM

Awak media  kemudian melakukan konfirmasi kepada Prof. DR. Fauzi Bahar, selaku Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, terkait pernyataan Djamari Chaniago tersebut.

 Dan, iapun tidak memberikan statemen langsung, namun hanya memberikan sebuah kiasan yang sangat menohok.

“Orang Minang selalu mahandokkan kuku (Indonesia: menyembunyikan kuku/ atau maksudnya lebih suka menyembunyikan kehebatannya).

 Orang sombong tidak ada dalam ajaran orang Minang,” ungkap Fauzi Bahar, kepada awak media, Selasa (10/3/2026) malam, melalui pesan WhatsAppnya.

“Iblis dikeluarkan dari syorga, karena sombongnya.

 Sombong itu pakaian Allah. Tidak masuk syorga orang sombong,” tukuknya, sambil tidak setuju, dengan sikap Djamari Chaniago yang mengumbar pembicaraan itu ditengah publik.(***)

 

Padang, Lintasmedianews.com

Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) Polda Sumatera Barat bersama para wartawan pada Rabu (11/03/2026).

Kegiatan tersebut digelar di Hotel Padang yang beralamat di Jalan Bagindo Aziz Chan No.28, Kota Padang, Sumatera Barat. Momentum ini menjadi ajang mempererat hubungan silaturahmi antara jajaran Humas Polda Sumbar dengan para insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Sejak sore hari, para undangan mulai berdatangan dan saling bertegur sapa dalam suasana santai namun akrab. Kehangatan kebersamaan semakin terasa ketika seluruh tamu duduk bersama menunggu waktu berbuka puasa, sembari mendengarkan tausiah yang memberikan pesan-pesan spiritual di bulan suci Ramadan.

Tidak hanya dihadiri oleh jajaran Humas Polda Sumbar dan wartawan, kegiatan ini juga menghadirkan anak-anak yatim yang turut diundang untuk merasakan kebersamaan di bulan penuh berkah tersebut. Kehadiran mereka menambah suasana haru dan menjadikan kegiatan ini sarat dengan nilai kepedulian sosial.

Acara buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan media, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim. Para tamu yang hadir tampak menikmati suasana kebersamaan sambil berbagi cerita serta memperkuat sinergi yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Dalam sambutannya, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P., menyampaikan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum yang sangat baik untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.

Ia menuturkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kepolisian dan media sebagai mitra dalam menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat kepada masyarakat.

“Melalui momentum Ramadan ini, kami ingin terus mempererat hubungan baik dengan rekan-rekan media. Selain itu, kami juga ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim-piatu. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Ia juga berharap hubungan yang telah terjalin dengan baik antara Polda Sumbar dan para insan pers dapat terus dipelihara serta semakin solid dalam memberikan informasi yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh tamu undangan, sebelum dilanjutkan dengan santap berbuka puasa dalam suasana kekeluargaan yang hangat.(***) 

 

Pasbar,Lintas Media News Com.

Kapolres Kabupaten Pasaman Barat,AKBP Agung Purwanto,S.I.k dan jarajaran anggota , para Istri Bayangkara ,gelar buka Puasa dalam rangka acara Silaturrahmi dengan para Awak Media, baik Cetak mau pun Online tepatnya di Aula Tatac Trawang Tungga,Rabu tgl 11/2.2026.

 Agung  Purwanto Kapolres dan Junir perwakilan Media sama mengucapkan rasa terima kasih ,atas acara yang dibangun, ini merupakan Momentum yang baik,adanya suasana Akrab dengan rasa kebersamaan ,kompak ,harmonis dalam rangka merajut tali Silaturrahmi antara keluarga besar Polres Kabupaten Pasaman Barat dengan seluruh Awak Media yang ada di Wilayah  Pasbar ini dan diharapkan tetap berlanjut.

Syumarlin sang Ustad yang diundang untuk memberikan ceramah atau siraman rohani sebelum datangnya buka puasa memberikan semangat yang baik ,bagaimana contoh meniru ketauladanan yang diberikan Rasulullah kepada para hadirin.

Usai ceramah langsung bertafakkur seraya berdoa berbuka,lalu melakukan sholat Magrib berjamaah,setelah itu kembali menuju tempat semula untuk  mencicipi makanan yang sudah dihidangkan,berpa Sate dan Bakso.

Ia pun mengajak untuk bersama-sama mencegah kemungkaran baik dengan lisan,  bisa membuat berita dengan santun ,ditengah-tengah  kehidupan dengan hati dan doa ,beribadah ,agar jauh dari tempat yang tidak baik.

Pertemuan bersama ini katanya merupakan  momentum ,mengingatkan betapa pentingnya  Persatuan dan kesatuan,berkolaborasi dengan Umara ,silaturrahmi merupakan Rahmat dari Allah untuk menerima Reski. 

Juga seraya mengajak dan mendoakan Kapolres tetap memiliki umur panjang serta memberikan  apresiasi dan edukasi luar biasa kepada awak media ,karena pencegahan itu sangat besar manfaatnya,apalagi dengan senantiasa melakukan Silaturrahim dan berbagi takjil, ini adalah Pemimpin yang dirindukan itu adalah pemimpin yang sama-sama menjauhi, memerangi baik dengan tulisan perbuatan  yang disunnahkan Rasulullah artinya orang yang senantiasa berbuat baik kepada orang lain.

 

Lubuk Linggau, Lintasmedianews.com

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuk Linggau Melalui Ketua DWP Disdikbud Kota Lubuk Linggau Ibu Siska Youvita Asril melaksanakan kegiatan bakti sosial, Selasa (10/03/2026). 

Hal ini sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan. 

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat rasa kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu.

Bakti sosial dilaksanakan dengan memberikan bantuan berupa paket sembako, dan kebutuhan pokok lainnya. 

Bantuan ini bersumber dari satuan pendidikan SD, SMP, diberikan kepada 2 Panti Jompo, 5 Panti Asuhan yang ada di wilayah Kota Lubuk linggau dan Toko Masyarakat disekitar Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang membutuhkan. 

Kegiatan ini melibatkan pengurus dan anggota DWP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuk Linggau serta Satuan Pendidikan tingkat SD, SMP. yang bekerja sama dalam menyalurkan bantuan secara langsung kepada penerima manfaat.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. 

Selain itu, kegiatan bakti sosial ini juga menjadi wujud nyata kepedulian DWP terhadap lingkungan sekitar serta mempererat hubungan antara instansi pemerintah dengan masyarakat. 

Secara keseluruhan, kegiatan bakti sosial berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat penerima bantuan. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuk Linggau.(@r)

 


Sumbar. Lintasmedianews.com

 Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) menunjukkan komitmen pelayanan humanis dalam menyambut kepulangan warga perantau Minang. Kloter pertama program Pulang Basamo 2026 resmi disambut di Rumah Makan Omega Gunung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Senin (9/3/2026) sore.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, yang diwakili oleh Kapolres Dharmasraya AKBP Karytiana Widyarso Wardoyo Putro, hadir langsung di garda terdepan perbatasan untuk menyapa para pejuang rindu tersebut. Suasana penyambutan pun berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan suguhan atraksi seni tradisional Tari Piring.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, dalam siaran pers resminya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata perhatian Polri terhadap masyarakat yang pulang ke ranah minang.

“Atas arahan Bapak Kapolda Sumbar, jajaran Polres Dharmasraya dan Polres Sijunjung telah menyambut langsung kedatangan kloter pertama program Pulang Basamo 2026. Ini adalah bentuk pelayanan dan penghormatan kami kepada dunsanak perantau yang kembali ke kampung halaman,” ujar Kombes Pol Susmelawati.

Dalam rombongan perdana ini, sebanyak enam bus yang membawa lebih dari 200 perantau tiba untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Bukittinggi dan Kabupaten Padang Pariaman.

Polda Sumbar memastikan para pemudik mendapatkan kenyamanan maksimal selama masa transit. Kombes Pol Susmelawati menjelaskan bahwa berbagai fasilitas penunjang telah disiagakan di lokasi.

“Kami menyediakan posko kesehatan bagi pemudik yang kelelahan, tempat istirahat representatif untuk pengemudi, hingga sarana ibadah. Bahkan, Polwan Polres Dharmasraya secara khusus menyiapkan area permainan sederhana untuk anak-anak agar mereka tidak jenuh dan tetap ceria selama perjalanan jauh,” tambahnya.

Sebagai bentuk perhatian kecil yang menyentuh, Polda Sumbar juga membagikan bingkisan takjil untuk berbuka puasa kepada seluruh penumpang bus. Langkah ini diambil mengingat momentum kepulangan ini bertepatan dengan persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Menutup keterangannya, Kabid Humas menegaskan bahwa seluruh rangkaian pengamanan dan pelayanan ini selaras dengan program prioritas Kapolri untuk menciptakan iklim mudik yang kondusif.

“Kegiatan ini sejalan dengan program Polri dalam mewujudkan mudik yang aman dan nyaman. Kami ingin memastikan para perantau merasa terlindungi sejak memasuki wilayah Sumatera Barat hingga tiba di pelukan keluarga masing-masing,” pungkasnya.

 

Dharmasraya – Lintasmedianews.com

hangat penuh keakraban terasa di kediaman Wakil Bupati Dharmasraya, Selasa (10/3/2026), saat digelarnya acara buka puasa bersama dengan para insan pers dan tokoh masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh Asosiasi Pers Dharmasraya (Aspeda) bersama sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Dharmasraya. Selain itu turut hadir ninik mamak, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang Ampang Kuranji, pengurus DPC PDI Perjuangan, serta berbagai organisasi kepemudaan seperti KNPI, KONI, HMI, HIPMI hingga Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam momentum kebersamaan di bulan suci Ramadhan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu yang sudah hadir. Kebersamaan seperti ini sangat penting untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah, masyarakat, pemuda, dan juga insan pers,” ujar Leli Arni.

Ia juga menegaskan bahwa peran pemuda dan wartawan sangat penting dalam kehidupan sosial dan pemerintahan, terutama dalam memberikan kritik yang membangun.

Menurutnya, kritik dari wartawan maupun pemuda justru menjadi bagian penting agar pemerintah bisa terus melakukan perbaikan.

“Seumpama kita memasak gulai. Bapak ibu mungkin tidak enak mengatakan gulai saya asin, mungkin segan atau tidak enak hati. Tapi pemuda dan wartawan akan berani bilang gulai itu asin. Nah di situlah fungsi mereka. Tanpa mereka, kita tidak akan tahu kalau gulai kita ternyata asin,” ungkapnya dengan perumpamaan yang disambut senyum para tamu.

Leli Arni juga berharap hubungan baik antara pemerintah daerah dan insan pers terus terjaga sehingga pembangunan di Dharmasraya dapat berjalan lebih transparan dan berpihak kepada masyarakat.

“Kami di pemerintah tentu membutuhkan masukan dari berbagai pihak, termasuk wartawan. Kritik yang disampaikan dengan niat baik tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Aspeda, Rijal Af, menyampaikan apresiasi atas undangan buka puasa bersama tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi yang positif antara pemerintah daerah dan insan pers di Dharmasraya.

Menurutnya, wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi kepada publik secara jujur, berimbang, dan tetap menjaga profesionalitas.

“Kami sebagai wartawan tentu memiliki peran menyampaikan informasi yang objektif kepada masyarakat. Pers juga menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, sehingga kritik maupun apresiasi bisa tersampaikan dengan baik,” kata Rijal Af.

Ia juga menegaskan bahwa Aspeda sebagai organisasi pers lokal berkomitmen menjaga profesionalisme wartawan sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui pemberitaan yang konstruktif.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers terus terjalin baik. Pers bukan hanya menyampaikan kritik, tetapi juga ikut mendorong kemajuan daerah melalui informasi yang akurat dan bertanggung jawab,” tutupnya.

Acara buka puasa bersama tersebut juga diisi dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Ustaz Muhanif. Setelah itu, para tamu bersama-sama melaksanakan buka puasa dan melanjutkan dengan bincang santai di halaman kediaman Wakil Bupati Dharmasraya dalam suasana penuh keakraban. (**)

 


Lahat, Lintasmedianews.com

PT Medco E & P Indonesia (Medco E&P) terus mendukung upaya peningkatan taraf  kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Kali ini, bersamaan dengan bulan suci Ramadan, Perusahaan melakukan penyuluhan kesehatan dan menyalurkan 375 paket pangan sehat untuk masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di 15 desa di Kabupaten Musi Rawas dan Lahat, Sumatera Selatan, pada 2–7 Maret 2026.

Ratusan peserta, termasuk kelompok rentan seperti masyarakat prasejahtera dan penyandang disabilitas mengikuti kegiatan ini. Program bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, khususnya selama menjalankan ibadah puasa.

Manager Field Relations & Community Enhancement Medco E&P Indonesia, Hirmawan Eko Prabowo, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasi. “Kesehatan masyarakat selalu menjadi perhatian kami. Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat sekaligus memberikan bantuan bahan pangan bergizi bagi kelompok rentan di wilayah kerja kami,” ujarnya.

Program penyuluhan dan penyaluran bantuan ini dilaksanakan di sejumlah desa di Kabupaten Musi Rawas, antara lain Desa Mulyoharjo, Tri Mukti, Suka Makmur, Sungai Naik, Sungai Bunut, Pangkalan Tarum, Gunung Kembang Baru, Pelawe, Semangus, Pian Raya, dan Lubuk Besar, serta di Kabupaten Lahat meliputi Desa Kencana Sari, Suko Harjo, Purwaraja, dan Mekar Jaya. Kedua kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari Program Pengembangan Masyarakat Medco E&P di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Pemerintah desa menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai program ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kami berterima kasih kepada Medco E&P atas kepedulian terhadap kesehatan masyarakat desa, terutama bagi kelompok rentan yang menerima bantuan bahan pangan sehat. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kepala Desa Purwaraja, Hadi Tolu.

Antusiasme juga terlihat dari masyarakat yang mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan. “Melalui penyuluhan ini, kami menjadi lebih memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat. Kami juga berterima kasih atas bantuan bahan pangan sehat yang diberikan, terutama di bulan suci Ramadan ini,” kata Teguh, warga Desa Suko Harjo. (***)

 



Sawahlunto, Lintas medianes.com

Rabu dini hari, 11 Maret 2026, kesunyian di tepian Sungai Ombilin pecah oleh deru langkah 128 personel gabungan dari Polres Sawahlunto, Ditkrimsus, dan Tipidter Polda Sumbar. 

Operasi besar-besaran ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kota Sawahlunto, AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., langkah ini bukan sekadar operasi rutin, melainkan sebagai upaya untuk membuktikan kehadiran Polres sawahlunto yang selalu siap hadir ditengah masyarakat. 

Tim gabungan yang diterjunkan melakukan observasi mendalam di medan yang menantang sebelum akhirnya mengepung tiga titik lokasi yang diduga kuat menjadi pusat aktivitas tambang liar. 

Meski saat penyergapan para pelaku tidak ditemukan di tempat, jejak peralatan penambangan berupa box penyaring emas serta pondok-pondok semi permanen masih diteumkan di bantaran Sungai Ombilin 

Sebagai bentuk tindakan nyata dan pemberian efek jera yang tak bisa ditawar, AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., memerintahkan pemusnahan seluruh sarana ilegal tersebut di lokasi. Api membumbung tinggi melahap fasilitas penambangan liar sebagai simbol pembersihan wilayah Sawahlunto dari praktik merusak. 

"Untuk box penyaring emas dan pondok, kami musnahkan dengan cara dibakar sebagai efek jera di tiga lokasi," ujar Simon dengan nada tegas saat berbicara kepada wartawan di tengah lokasi penindakan.

Area tersebut kini telah disterilkan dengan pemasangan garis polisi (police line) serta spanduk peringatan keras bertajuk Stop Ilegal Mining. Spanduk itu secara gamblang mencantumkan ancaman Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Minerba, yang menegaskan bahwa pelaku penambangan tanpa izin diancam pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda fantastis hingga 100 miliar rupiah. 

Kehadiran jajaran Direktorat kriminal khusus Polda Sumbar, Kombes Pol Andri Kurniawan, S.I.K., M.Hum., bersama dengan jajaran  Pemerintah Kota dan DPRD Sawahlunto di lokasi menunjukkan bahwa langkah serius dalam menjaga lingkungan.

Kapolres Sawahlunto menegaskan bahwa setiap jengkal tanah dan aliran sungai di Sawahlunto harus dilindungi dari eksploitasi yang tidak bertanggung jawab. Penindakan ini adalah bukti komitmen nyata Polres Sawahlunto dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menegakkan hukum demi masa depan kota. 

Bagi AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., memastikan bahwa pengawasan akan terus diperketat dan tidak akan ada ruang bagi oknum yang melakukan penambangan secara ilegal. 

"Tidak ada yang kebal hukum. Semua yang melanggar aturan akan kita tindak tegas dan kami juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pelanggaran," tutupnya dengan pesan yang jelas bagi seluruh warga dan pihak-pihak terkait. (*Ril/Nova)

 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Ramadan selalu menghadirkan kisah-kisah yang menghangatkan hati, kisah tentang kerja keras yang perlahan berbuah kemuliaan, tentang ketulusan yang tumbuh dalam diam lalu menjelma cahaya, serta tentang bagaimana nilai-nilai keimanan dapat bersemi bahkan dari tempat yang paling sederhana sekalipun.

Di antara kisah itu, terselip perjalanan hidup seorang mubaligh yang suaranya begitu akrab di telinga masyarakat Sumatera Barat (Sumbar), yaitu Buya H. Ristawardi Dt. Marajo Nan Batungkek Ameh. Sosok ini hari ini dikenal luas sebagai penceramah berjiwa budaya dengan gaya penyampaian yang hangat, jenaka, namun sarat hikmah. Ceramah-ceramahnya kerap menjadi halaman rekomendasi (for your page/FYP) di sejumlah aplikasi media sosial.

Tak banyak yang mengetahui bahwa perjalanan dakwahnya tidak dimulai dari mimbar megah atau ruang akademik, melainkan dari peluh di Pelabuhan Teluk Bayur, tempat ia dahulu memanggul karung-karung berat hasil produksi PT Semen Padang yang dikirim ke berbagai penjuru negeri.


Peluh di Teluk Bayur yang Menempa Keteguhan

Tahun 1974 menjadi titik awal perjalanan panjang itu ketika Ristawardi muda bekerja sebagai buruh angkat semen dengan jam kerja delapan jam sehari, memindahkan karung-karung dari lori ke gudang sebelum dimuat ke kapal. Pekerjaan fisik tersebut menuntut kekuatan, ketahanan, dan kesabaran luar biasa.

Ia masih mengingat bagaimana kerasnya masa-masa itu, ketika tubuhnya terasa kaku setelah bekerja seharian. Untuk sekadar menoleh pun ia harus memutar seluruh badan karena lelah yang begitu menyergap.

“Kalau sudah selesai bekerja, badan rasanya kaku. Dipanggil orang tak bisa menoleh, harus memutar seluruh badan,” kenangnya suatu ketika.

Namun dari kerja keras yang menguras tenaga itulah ia belajar tentang kesabaran, disiplin, dan keteguhan hati, nilai-nilai yang kemudian hari menjelma menjadi fondasi kuat dalam setiap ceramah yang ia sampaikan kepada masyarakat.

Beberapa tahun kemudian, takdir membawanya diangkat menjadi karyawan tetap di PT Semen Padang. Karena tidak memiliki ijazah formal yang tinggi, ia ditempatkan sebagai cleaning service (CS). Sebuah posisi yang bagi sebagian orang mungkin dianggap sederhana, tetapi baginya justru menjadi pintu awal untuk melangkah lebih jauh.

Kesempatan yang Mengubah Jalan Hidup

Di tengah kesibukan sebagai pekerja, ia tak pernah meninggalkan kegiatan keagamaan. Ia tetap aktif mengisi pengajian dan pembinaan rohani, sehingga keluwesan berbicara serta kedalaman pesan yang ia sampaikan mulai dikenal di masyarakat dan lingkungan internal perusahaan.

Sebuah peristiwa penting kemudian menjadi titik balik dalam hidupnya. Saat itu ulama senior yang diangkat sebagai penasihat rohani PT Semen Padang, Buya Haji Sayuti Khatab, tengah mendampingi Semen Padang FC ke Thailand. Pada waktu yang sama, seorang pimpinan perusahaan wafat dan Ristawardi diminta menggantikan untuk menyampaikan pidato pelepasan jenazah.

Ia tampil apa adanya, tanpa atribut kebesaran dan tanpa gelar yang disematkan, hanya dengan ketulusan hati dan kefasihan dalam merangkai kata-kata yang menenangkan.

“Usai acara, para pimpinan PT Semen Padang bertanya dengan penuh rasa ingin tahu siapa ustaz tadi. Mereka terkejut ketika mengetahui bahwa sosok yang baru saja menyampaikan tausiah menyentuh itu adalah seorang cleaning service di pabrik PT Semen Padang. Pimpinan kemudian mengatakan saya tidak cocok di pabrik dan harus dipindahkan ke kantor,” ujar Buya Ristawardi.

Sejak momen itulah arah hidupnya berubah secara perlahan namun pasti. Ia kemudian diminta pindah ke kantor untuk membantu bagian Personalia dan pembinaan rohani, hingga akhirnya dipercaya menjabat sebagai Kepala Urusan Konseling Rohani. Amanah itu ia jalani dengan penuh rasa syukur, karena baginya jabatan bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk mengabdi lebih luas.

Tumbuh Bersama dan Menjadi Bagian dari Sejarah

Selama 35 tahun mengabdi di PT Semen Padang, Buya Ristawardi tidak sekadar menjadi bagian dari struktur perusahaan, melainkan menjadi penguat spiritual bagi ribuan pekerja yang setiap hari bergelut dengan dinamika industri yang penuh tantangan.

Perusahaan memberikan ruang bagi tumbuhnya nilai-nilai Islam melalui pembinaan rohani, pelatihan mubaligh, hingga kesempatan berhaji yang pernah ia raih sebagai karyawan teladan. Hal tersebut menjadi bentuk apresiasi yang semakin menguatkan komitmennya dalam berdakwah.

Pada tahun 1982 ia resmi menjadi kader mubaligh melalui pelatihan Dewan Masjid. Setahun kemudian namanya mulai dikenal, dan pada 1986 ia telah rutin berceramah di Bukittinggi serta berbagai daerah lainnya.

Dari ruang pabrik hingga mimbar masjid, langkahnya tak pernah terpisah dari identitasnya sebagai bagian dari keluarga besar Semen Padang yang secara konsisten mendukung syiar Islam, bukan hanya dalam seremoni, tetapi melalui pembinaan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.


Dakwah yang Menyatu dengan Budaya

Lahir di Baso, Bukittinggi, pada 10 Juni 1952, Ristawardi tumbuh dalam kultur Minangkabau yang kuat. Gelar adat “Dt. Marajo Nan Batungkek Ameh” yang disandangnya menegaskan kedudukannya sebagai tokoh yang dihormati dalam kaumnya.

Dalam setiap ceramahnya, ia merajut ayat dan hadis dengan pepatah-petitih Minang, menghadirkan filosofi “karambia” sebagai simbol keteguhan dan kemanfaatan hidup, serta menjadikan falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” sebagai landasan berpikir dan bertindak.

Pendekatan dakwah kultural yang ia jalankan membuat pesan agama terasa dekat, tidak menggurui, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan, baik generasi tua maupun anak muda yang kini banyak menyimak ceramahnya melalui platform digital.

Dukungan PT Semen Padang untuk Dakwah Islam

Buya Ristawardi juga mengingat kembali dukungan PT Semen Padang dalam melahirkan mubaligh-mubaligh di Sumatera Barat. Sekitar tahun 1992, Buya Sayuti Khatab mendatangkan guru yang ahli di bidangnya untuk melatih sejumlah orang agar meningkatkan kompetensi sebagai mubaligh.

Mereka yang mengikuti program tersebut antara lain Zhafrul Jamal, Yohannis, Sensurianus, Warmen Jamil, dan Marwan Bermawi.

“Namanya Pengkaderan Mubaligh. Mereka dilatih retorika dakwah, psikologi dakwah, dan berbagai materi lainnya. Waktu itu kami meminjam Masjid Raya Al Ittihad Indarung sebagai lokasi pelatihan, dengan seluruh biaya disokong oleh PT Semen Padang. Alhamdulillah, PT Semen Padang sangat antusias mendukung pengkaderan mubaligh ini,” ujarnya.

Kebanggaan dan Komitmen Perusahaan

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan bahwa perusahaan merasa bangga memiliki sosok pensiunan seperti Buya Ristawardi yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah panjang perusahaan, tetapi juga menjadi teladan bahwa nilai kerja keras, integritas, dan spiritualitas dapat tumbuh berdampingan dalam lingkungan industri.

Ia menegaskan bahwa PT Semen Padang berkomitmen untuk terus mendukung syiar Islam di Sumatera Barat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan kultural perusahaan.

Bagi PT Semen Padang, kisah Buya Ristawardi menjadi bukti bahwa ruang kerja dapat menjadi ladang dakwah, bahwa pengabdian profesional dapat berjalan seiring dengan pengabdian keumatan, dan bahwa dari seorang tukang angkat semen pun dapat lahir seorang ulama yang menerangi nagari dengan cahaya keimanan yang tak pernah padam.

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.