Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota Padang walikota solok

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Wakil Wali Kota bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bukittinggi, menyalurkan zakat dan infak untuk 61 mustahik dengan total anggaran Rp35 juta lebih. Penyaluran zakat, dilaksanakan di Aula Kantor Baznas Bukittinggi, Selasa (07/07). 


Pada awal Juli 2026 Baznas kembali menyalurkan zakat dan infak kepada 61 mustahik. Zakat dan infak kali ini disalurkan melalui empat program, yang telah disusun oleh Baznas dan Pemko Bukittinggi. Hal itu dikemukakan Wakil Ketua II Baznas Bukittinggi, Donny Syahputra.


Keempat program itu yakni, bantuan biaya pengobatan melalui progran Bukittinggi sehat diberikan kepada satu orang dengan bantuan Rp1,5 juta. Bantuan biaya hidup melalui program Bukittinggi peduli untuk 17 orang dengan total bantuan Rp13.850.000. Sementara itu bantuan biaya modal usaha, melalui program Bukittinggi makmur untuk 10 orang dengan total bantuan Rp 6.750.000,-, dan bantuan biaya pendidikan melalui program Bukittinggi cerdas, untuk 33 orang dengan total bantuan Rp 13.200.000,-.


Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan, bantuan yang disalurkan melalui Baznas, merupakan zakat dan infak dari muzakki, yang didominasi dari pegawai Kota Bukittinggi. Penyaluran dilaksanakan secara bertahap setelah dilakukan verfikasi lapangan oleh tim dari Baznas. 


"Alhamdulillah, hari ini kita kembali menyalurkan zakat dan infak kepada para mustahik di Kota Bukittinggi. Kami juga mengapresiasi Baznas Bukittinggi atas kerja keras yang dilakukan, dalam pendataan, verifikasi lapangan hingga terbantunya masyarakat yang berhak ini," ujar Ibnu.


Ia berharap, zakat dan infak yang diberikan, dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Sehingga niat dari para muzakki dapat tersalurkan dengan baik. (Sandra)

PADANG,Lintas Media News
PT Semen Padang menggelar sharing session dengan menghadirkan narasumber Prof. (H.C.) Dr. Ir. Dwi Soetjipto, M.M. Kegiatan bertema “Leading Transformation: Membangun Daya Saing dan Keberlanjutan Industri Semen Nasional” dengan materi “Strategic Leadership: Leadership for Sustainable Competitive Advantage” itu digelar di Wisma Indarung, Senin (6/7/2026).

Dalam pemaparannya, Dwi Soetjipto menekankan bahwa kepemimpinan strategis menjadi faktor penentu keberhasilan organisasi pada abad ke-21. Menurutnya, organisasi tidak lagi cukup mengandalkan pendekatan manajemen tradisional karena harus menghadapi berbagai tantangan global, seperti percepatan perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, otomatisasi, volatilitas ekonomi dunia, ketidakpastian geopolitik, hingga meningkatnya ekspektasi para pemangku kepentingan.

Keberhasilan perusahaan saat ini tidak hanya ditentukan oleh efektivitas operasional, tetapi juga oleh kemampuan membangun organisasi yang sehat, adaptif, memiliki visi jangka panjang, serta mampu menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Dalam kondisi persaingan yang semakin dinamis, perusahaan dituntut memiliki kemampuan melakukan transformasi dan membangun keunggulan kompetitif secara berkelanjutan,” katanya.

Dwi juga menguraikan pentingnya keseimbangan antara orientasi jangka pendek dan jangka panjang melalui kerangka Co-Alignment Framework. Seorang pemimpin strategis, katanya, harus mampu mengelola berbagai tuntutan secara bersamaan, mulai dari investasi, inovasi, efisiensi operasional, eksplorasi peluang baru, hingga menjaga keseimbangan antara fleksibilitas organisasi dan mekanisme pengendalian yang efektif.

Selain itu, ia memaparkan empat pendekatan kepemimpinan organisasi, yakni Clans, Stars, Teams, dan Leadership Networks, yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri sesuai dengan kebutuhan organisasi.

“Di tengah kompleksitas dunia usaha, pemimpin juga harus mampu mengatasi berbagai hambatan dalam pengambilan keputusan strategis, seperti keterbatasan informasi, dinamika politik internal perusahaan, serta kepentingan antarkelompok dalam organisasi,” ujarnya.

Menurut Dwi, kepemimpinan yang efektif juga harus mampu menghadirkan visi yang kuat, membangun kepercayaan, menginspirasi perubahan, dan menumbuhkan budaya organisasi yang adaptif.

“Dengan demikian, perusahaan memiliki kemampuan untuk terus bertransformasi sekaligus mempertahankan daya saing di tengah perubahan lingkungan bisnis yang berlangsung sangat cepat,” pungkasnya.
Melalui sharing session tersebut, PT Semen Padang berharap seluruh insan perusahaan memperoleh perspektif baru dalam memperkuat kepemimpinan strategis, mempercepat transformasi perusahaan, serta meningkatkan daya saing bisnis.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen PT Semen Padang untuk terus membangun budaya belajar, memperkuat tata kelola perusahaan, serta mendukung keberlanjutan industri semen nasional pada masa depan.

**Rangkaian HUT**

Kegiatan sharing session itu merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Pengambilalihan PT Semen Padang. Momentum ini menjadi penting bagi perusahaan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan strategis sekaligus mempertegas komitmen dalam menghadapi dinamika industri semen yang semakin kompetitif.

Dwi Soetjipto merupakan tokoh yang memiliki rekam jejak panjang dalam memimpin transformasi berbagai perusahaan strategis nasional. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Semen Padang, Direktur Utama PT Semen Gresik, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), hingga Ketua SKK Migas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Indrieffouny Indra, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, Direktur Operasi Andria Delfa, serta staf pimpinan perusahaan.

Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengatakan, atas nama manajemen, pihaknya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang bertepatan dengan momentum bersejarah perusahaan.

“Kehadiran Pak Dwi Soetjipto menjadi kesempatan berharga bagi seluruh insan perusahaan untuk memperoleh wawasan mengenai kepemimpinan strategis dalam menghadapi tantangan industri yang terus berkembang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pri memaparkan kondisi terkini PT Semen Padang, seperti kapasitas produksi semen dan klinker per tahun. Kapasitas tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pasokan semen nasional sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Kemudian, Pri juga menyebutkan rata-rata penjualan domestik PT Semen Padang pada Semester I Tahun 2026, dengan cakupan pemasaran di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau Daratan, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, hingga Lampung. Wilayah Sumatera Barat, Riau Daratan, dan Sumatera Utara masih menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan domestik perusahaan.

Selain melayani pasar reguler, PT Semen Padang juga memperkuat sinergi di lingkungan SIG Group melalui skema Inter Company Sales (ICS). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi optimalisasi kapasitas produksi sekaligus memperkuat kolaborasi antar-anak usaha dalam grup.

Dari sisi sumber daya manusia, PT Semen Padang saat ini didukung oleh 1.240 karyawan organik yang tersebar pada berbagai jenjang jabatan, serta tenaga alih daya yang mendukung operasional perusahaan.

“Pengembangan kompetensi SDM terus menjadi prioritas sebagai modal utama dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis perusahaan,” ujarnya.

Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Indrieffouny Indra, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Prof. Dwi Soetjipto hadir untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada keluarga besar PT Semen Padang.

Menurutnya, pengalaman panjang yang dimiliki Dwi Soetjipto dalam memimpin transformasi berbagai perusahaan nasional merupakan bekal berharga yang dapat menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran manajemen dalam menghadapi tantangan industri saat ini.

“Terima kasih atas kesediaan Pak Dwi untuk berbagi di PT Semen Padang. Saya berharap bisa juga berbagi di anak-anak usaha SIG lainnya,” kata Indrieffouny Indra. (*)

Bengkulu, Lintasmedia News- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) Provinsi Bengkulu, Alboy Novebra, S.Kom., M.H.,secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Askot PSSI Kota Bengkulu masa bakti 2026-2030.


"Alhamdulillah, saya dipercaya menjadi Ketua Asosiasi Kota Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askot) Bengkulu untuk periode empat tahun kedepan (2026-2030-red),"kata mantan Kacab BII Provinsi Bengkulu itu kepada Jurnalsumbar, Selasa (7/7/2026) pagi.


Sebelumnya ia berhasil membawa PS Bengkulu ke Liga III PSSI yang saat itu menjabat sebagai Manajer PS Bengkulu. Ia juga menjabat sebagai Ketua MOS (Minang Old Star) hingga sekarang.


Alboy Novebra, bersama pengurus asosiasi sepak bola tingkat kota betekad untuk memajukan olahraga dan pembinaan talenta muda di wilayah Kota Bengkulu.


Untuk diketahui, selain aktif di organisasi kemasyarakatan, Afboy juga dikenal sosok tokoh Minang yang sudah lama melintang diberbagai kegiatan


Alboy sendiri merupakan asli warga Minang berasal dari Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, tepatnya di Kecamatan IV Nagari.


Belakangan ini, nama pemilik restoran dan penginapan itu viral lantaran digadang-gadangkan sebagai Calon Bupati (Cabup) Sijunjung 2030-2035.


Bahkan Alboy sendiri dikabarkan telah mendapat restu dari DPP IKM, Andre Rosiade untuk maju sebagai Cabup Sijunjung 2030-2035 mendatang.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade, merestui dan mendukung Ketua DPW IKM (Ikatan Keluarga Minang) Provinsi Bengkulu, Alboy Novebra, untuk maju sebagai Calon Bupati Sijunjung pada Pilkada serentak pada tahun 2030 mendatang.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade dukung Alboy Novebra maju sebagai Cabup Sijunjung 2030-2035

Dukungan tersebut didasarkan pada keinginan untuk membawa kemajuan bagi kampung halaman sang tokoh, yakni Muarobodi di Kabupaten Sijunjung


"Alhamdulillah, saya sudah dapat sinyal dari pak Andre selaku Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat untuk maju di Pilkada Sijunjung 2030-2035. Insyaallah, saya siap untuk mendharma baktikan diri saya memajukan kampung halaman Kabupaten Sijunjung dari ketertinggalan dari daerah lain,"jelas mantan Ketua IKSSD (Ikatan Keluarga Sawahlunto Sijunjung Dharmasraya) itu.


Keseriusan Alboy Novebra selaku putra daerah untuk menjadi Bupati Sijunjung itu, ia telah melakukan pendekatan dan bersosialisasi dengan masyarakat Kabupaten Sijunjung. Bahkan ia telah membentuk kekuatan jaringan hingga ke akar rumput.


"Alhamdulillah, tim kita sudah ada di tiap-tiap jorong dan insyaallah saya siap maju di Pilkada Sijunjung,"tambah putra asli Muarobodi itu.*


 
 
Aceh Timur, Lintas Media News
 PT Medco E & P Malaka (Medco E&P) bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan komunitas Indra Makmu Trax (IM-TRAX) melakukan penanaman 1.000 pohon di kawasan terdampak banjir di Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan sekaligus rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. 

Kegiatan yang dilaksanakan pada 29 Juni dan 1 Juli 2026 tersebut berlangsung di empat desa, yakni Desa Sah Raja, Sijudo, Blang Seunong, dan Suka Damai. Penanaman pohon dilakukan untuk membantu pemulihan lingkungan pascabanjir yang melanda Aceh Timur akhir tahun lalu, sekaligus meningkatkan tutupan vegetasi guna mendukung keberlanjutan di kawasan terdampak. 

Aksi penghijauan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat, aparatur desa, pemuda, relawan, serta anggota komunitas IM-TRAX. Selain menanam pohon, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi para pemangku kepentingan dalam membangun kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. 

Sebagian bibit pohon yang ditanam berasal dari donasi sukarela pekerja Medco E&P. Kontribusi tersebut mencerminkan kepedulian pekerja dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup sekaligus memperkuat semangat gotong royong bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi. 

Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, mengatakan bahwa keberhasilan pelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi semua pihak. "Pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi dengan BPMA, IM-TRAX, pemerintah desa, dan masyarakat, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi bagi rehabilitasi kawasan terdampak banjir sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang," ujarnya. 

Ketua IM-TRAX, Irvandi, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dalam pelaksanaan program tersebut. "Kami mengapresiasi komitmen Medco E&P dan BPMA yang mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama melakukan aksi nyata bagi lingkungan. Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa perusahaan, komunitas, pemerintah, dan masyarakat dapat saling mendukung dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi daerah," ungkapnya. 

Sementara itu, Keuchik Desa Sah Raja, Sulaiman, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Medco E&P, BPMA, IM-TRAX, serta seluruh pihak yang telah menyalurkan bantuan bibit pohon kepada masyarakat. Bantuan ini sangat berarti bagi desa kami sebagai bagian dari upaya penghijauan setelah banjir yang melanda wilayah ini. Semoga pohon-pohon yang ditanam hari ini tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta generasi mendatang," tuturnya. 

Program penanaman pohon ini merupakan bagian dari komitmen Medco E&P dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan BPMA, pemerintah desa, komunitas, dan masyarakat setempat. Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kualitas lingkungan sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap kelestarian alam. (I)




Padang,Lintas Media News
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2027, Senin (6/7/2026), di ruang sidang utama DPRD Sumbar.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Sumbar Muhidi didampingi Wakil Ketua Evi Yandri dan Nanda Satria. Turut hadir Sekretaris DPRD (Sekwan) Maifrizon, Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Darul Idris, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar.

Muhidi dalam sambutannya menyampaikan,penyusunan Rancangan KUA-PPAS Tahun 2027 dilakukan dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025–2029, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, serta diselaraskan dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Kerangka Ekonomi Makro serta Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027.
Sinkronisasi kebijakan pembangunan daerah dengan program pembangunan nasional dinilai menjadi kebutuhan mendesak, terutama mengingat kondisi fiskal Sumatera Barat yang masih terbatas. 

Selain itu, besarnya kebutuhan anggaran untuk penanganan pascabencana yang diperkirakan mencapai Rp33 triliun membuat dukungan pemerintah pusat menjadi sangat penting.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa kemampuan APBD provinsi maupun kabupaten/kota tidak akan mampu menanggung seluruh kebutuhan pembiayaan penanganan darurat bencana secara mandiri. 

"Karena itu, penyelarasan arah kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan dengan prioritas nasional menjadi langkah strategis agar dukungan anggaran dari pemerintah pusat dapat dioptimalkan," ujar Muhidi.

Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya menjelaskan bahwa penyusunan Rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 merupakan amanat Pasal 89 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.
Menurut Mahyeldi, dokumen KUA-PPAS 2027 merupakan penjabaran tahun kedua dari Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 4 Tahun 2025 tentang RPJMD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025–2029. 

Dokumen tersebut juga selaras dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025–2045 yang telah mengakomodasi kebijakan Asta Cita serta menjadi penjabaran visi dan misi kepala daerah.

"Rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 yang kami sampaikan hari ini merupakan penjabaran tahun kedua RPJMD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025–2029 dan selaras dengan arah pembangunan jangka panjang daerah, sekaligus mengakomodasi kebijakan Asta Cita serta program dan kegiatan yang mendukung visi dan misi kepala daerah," ujar Mahyeldi.

Ia juga menegaskan bahwa sesuai ketentuan perundang-undangan, kepala daerah wajib menyampaikan rancangan KUA dan PPAS kepada DPRD paling lambat pada minggu kedua Juli untuk kemudian dibahas dan disepakati bersama paling lambat pada minggu kedua Agustus.

Pembahasan KUA-PPAS tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2027, sekaligus menentukan arah prioritas pembangunan daerah pada tahun mendatang.(**/st)

 

PADANG, Lintasmedia News– PT Semen Padang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Pengambilalihan Pabrik PT Semen Padang dari Belanda dengan menggelar upacara di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin (6/7/2026) pagi. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang peristiwa bersejarah pengambilalihan PT Semen Padang dari Belanda pada 5 Juli 1958.


Upacara dipimpin Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Indrieffouny Indra, yang bertindak sebagai pembina upacara. Upacara dihadiri Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, Direktur Operasi Andri Delfa, Komisaris Utama PT Semen Padang Wery Darta Taifur, pimpinan APLP dan Semen Padang Group, staf pimpinan PT Semen Padang, serta karyawan dan karyawati PT Semen Padang.


Dalam rangkaian upacara tersebut, PT Semen Padang juga melepas balon berisi vandel berhadiah ke udara yang menjadi tradisi tahunan dalam peringatan HUT Pengambilalihan Pabrik dari Belanda. Balon-balon tersebut membawa dua buah vandel berhadiah masing-masing sebanyak 68 zak semen yang dapat diklaim masyarakat atau penemunya di Kantor Pusat PT Semen Padang.


Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan kue oleh Dirut SIG bersama jajaran Direksi dan Komisaris PT Semen Padang, serta penyerahan suvenir kepada dua karyawan yang berulang tahun bertepatan dengan HUT Pengambilalihan Pabrik. Upacara kemudian ditutup dengan pembukaan Sportalympic, ajang olahraga dan seni tahunan bagi karyawan Semen Padang Group.


Dirut SIG Indrieffouny Indra menyampaikan bahwa sebagai sosok yang memulai karier di PT Semen Padang hingga kini dipercaya memimpin SIG, peringatan tersebut memiliki makna tersendiri bagi dirinya dan keluarga besar PT Semen Padang.

Atas nama Direksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, ia mengucapkan selamat memperingati Hari Pengambilalihan PT Semen Padang ke-68 kepada seluruh keluarga besar PT Semen Padang.


“Dirgahayu PT Semen Padang. Terus bertumbuh, bertransformasi, dan menjadi kebanggaan Indonesia,” katanya.


Menurutnya, peringatan HUT Pengambilalihan Pabrik bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum bersejarah ini menjadi pengingat atas perjuangan para pendahulu yang telah menjadikan PT Semen Padang sebagai bagian penting dari industri strategis nasional.


“Semangat perjuangan para pendahulu harus terus dilanjutkan melalui dedikasi, profesionalisme, inovasi, serta komitmen untuk memberikan nilai tambah bagi bangsa,” ujarnya.


Pada kesempatan itu, Indrieffouny juga menyoroti kondisi industri semen yang menghadapi tantangan semakin kompleks. Tantangan tersebut antara lain kelebihan pasokan (oversupply) semen nasional, ketidakpastian geopolitik global, serta tantangan pasokan batu bara, BBM, dan energi.


Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran perusahaan, mulai dari Dewan Komisaris, Direksi, staf pimpinan, karyawan, hingga Serikat Pekerja, untuk tetap solid serta memiliki satu visi, satu misi, dan satu komitmen dalam menjalankan aktivitas bisnis perusahaan.


“Koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi harus terus diperkuat. Integritas juga harus dijunjung tinggi dalam setiap aktivitas perusahaan,” katanya.


Pada kesempatan tersebut, Indrieffouny juga menegaskan pentingnya percepatan transformasi perusahaan yang telah dijalankan sejak 1 Juli 2025. Menurutnya, dalam satu tahun pelaksanaan, transformasi tersebut telah memberikan perbaikan nyata terhadap kinerja perusahaan.

Ia menjelaskan terdapat tiga strategi utama yang dijalankan dalam transformasi perusahaan, yakni Go to Market, Cost Leadership, dan Business Derivative. Ketiga strategi itu harus terus dipercepat dan diperluas agar perusahaan semakin tangguh menghadapi persaingan.


Strategi Go to Market, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada peningkatan volume penjualan, tetapi juga memperkuat penetrasi di seluruh segmen pasar. Upaya itu dilakukan melalui transformasi bisnis ritel yang lebih dekat dengan pelanggan, penguatan jaringan distribusi, peningkatan kualitas layanan, serta pemanfaatan digitalisasi agar perusahaan lebih cepat, tepat, dan responsif terhadap kebutuhan pasar.


“Di sisi lain, kita juga harus memperkuat corporate sales melalui pendekatan yang lebih strategis kepada pelanggan proyek, BUMN, pemerintah, maupun sektor swasta. Kita tidak hanya menjual semen, tetapi menawarkan solusi menyeluruh yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan sehingga mampu membangun hubungan bisnis jangka panjang,” ujarnya.


Untuk memenangkan persaingan, Indrieffouny menekankan bahwa perusahaan harus menjadi yang paling efisien di tengah hadirnya pemain-pemain baru. Karena itu, cost leadership harus menjadi cara berpikir setiap insan SIG.


“Efisiensi tidak hanya dilakukan melalui penghematan, tetapi juga melalui inovasi dan kolaborasi,” katanya.


Strategi Business Derivative juga harus menjadi motor pertumbuhan baru perusahaan. Menurutnya, perusahaan tidak boleh hanya bergantung pada bisnis semen konvensional, tetapi harus mempercepat pengembangan berbagai solusi bahan bangunan dan produk turunannya.


“Diversifikasi ini akan memperkuat daya saing perusahaan, membuka sumber pendapatan baru, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap siklus bisnis semen konvensional,” katanya.


Indrieffouny juga menyinggung program streamlining yang tengah dijalankan SIG. Program tersebut merupakan penataan portofolio usaha melalui penutupan, penggabungan, maupun divestasi anak perusahaan yang tidak lagi sejalan dengan strategi bisnis inti atau belum memberikan kontribusi positif terhadap kinerja grup.


Dari 40 anak perusahaan SIG, nantinya akan tersisa sekitar 11 anak perusahaan yang dinilai kompetitif, sehat, dan mampu memberikan kontribusi optimal terhadap kinerja konsolidasi perusahaan. Namun, ia menegaskan bahwa program streamlining akan dijalankan dengan tetap menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik.


“Program streamlining ini mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, profesional, transparan, serta memperhatikan kepentingan seluruh karyawan yang terdampak. Untuk itu, saya memohon dukungan seluruh jajaran manajemen, karyawan, Serikat Pekerja, dan seluruh pemangku kepentingan agar proses streamlining ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.


Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan upacara peringatan HUT Pengambilalihan tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah pengambilalihan perusahaan dari Belanda kepada bangsa Indonesia.


Menurutnya, momentum ini menjadi bukti bahwa anak bangsa mampu mempertahankan aset yang telah dinasionalisasi sekaligus melanjutkan cita-cita para pendahulu yang telah berjuang untuk bangsa.


“Alhamdulillah, PT Semen Padang tetap hadir dan terus berkontribusi untuk Indonesia hingga saat ini. Makna peringatan ini adalah bagaimana kita terus bertransformasi. Kita sama-sama mengetahui bahwa industri semen saat ini berada dalam tekanan. Namun, dengan kebersamaan, insyaallah kita mampu bangkit,” ujar Win.


Win menambahkan, semangat Pengambilalihan Pabrik dari Belanda harus terus dijaga oleh seluruh insan perusahaan, tidak hanya sebagai bagian dari perjalanan sejarah, tetapi juga sebagai energi untuk menghadapi perubahan dan memperkuat daya saing perusahaan ke depan.


Terkait pembukaan Sportalympic yang merupakan kompetisi internal di bidang olahraga dan seni bagi karyawan Semen Padang Group, Win menyampaikan bahwa ajang tersebut menjadi wadah bagi karyawan untuk menyalurkan bakat, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan sportivitas dan semangat optimisme di lingkungan perusahaan.


“Melalui kegiatan ini, PT Semen Padang berharap nilai-nilai perjuangan, solidaritas, dan kebanggaan terhadap perusahaan dapat terus tumbuh di tengah karyawan. Ajang olahraga dan seni ini sejalan dengan semangat transformasi yang sedang dijalankan perusahaan,” katanya.


Sejarah


Pada 5 Juli 1958, PT Semen Padang yang sebelumnya bernama NV Padang Portland Cement Maatschappij (PPCM) diambil alih oleh Pemerintah Indonesia dari tangan Belanda. Mewakili Pemerintah Belanda pada penyerahan NV PPCM adalah Ir. Vander Land selaku Hoofadministrateur NV PPCM. Sementara itu, Pemerintah Indonesia diwakili J. Sadiman, Direktur Badan Penyelenggara Perusahaan Industri dan Tambang (BAPPIT).


Selain PT Semen Padang, pemerintah saat itu juga menasionalisasi sejumlah perusahaan lain, seperti NV Papierfabriek Padalarang, NV Nijmegen Papierfabriek, NV Bandoengsche Kininefabriek, NV Goodyear Tire & Rubber Company Ltd., serta NV De Industrie dan CV De Vulkaan. Nasionalisasi perusahaan-perusahaan tersebut menjadi bukti kedaulatan bangsa Indonesia dalam mengelola aset-aset strategis nasional.


Penyerahan itu menandai pengelolaan perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia oleh bangsa Indonesia. Melalui nasionalisasi, seluruh kepentingan ekonomi Belanda diambil alih dan ditempatkan di bawah pengelolaan Pemerintah Republik Indonesia sebagai perusahaan negara, termasuk pabrik semen di Indarung. Momentum tersebut menjadi awal bangsa Indonesia mengelola sendiri industri strategis nasional.


BAPPIT tidak hanya mengendalikan pabrik Semen Padang, tetapi juga membawahi 48 industri mesin dan listrik, 21 industri kimia, 21 industri grafika, serta 89 industri lainnya.


Untuk Semen Indarung, J. Sadiman menjabat sebagai Direktur yang berkedudukan di Kantor BAPPIT Jakarta, sedangkan penanganan teknis dipercayakan kepada Ir. Setyatmo sebagai Wakil Direktur. Sejak nasionalisasi, berbagai suku cadang yang sebelumnya diimpor terpaksa diproduksi sendiri karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk mendatangkannya dari luar negeri. Saat itu, Sumatera Barat juga tengah menghadapi pergolakan PRRI. Dengan dikuasainya pabrik semen di Indarung dan berbagai perusahaan lainnya, roda perekonomian nasional mulai digerakkan oleh bangsa Indonesia sendiri sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi. (*)



PADANG,Lintas Media News
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi,menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis(Bintek) Kepala SMA/SMK se-Sumatera Barat yang bertemakan Sinergi Kepemimpinan Pendidikan dan Kebijakan Daerah untuk Membangun SDM Unggul, Senin (6/7/2026).

Dalam paparannya,Muhidi
mengajak para kepala SMA dan SMK membangun kepemimpinan yang visioner dan inspiratif guna mencetak generasi unggul yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

Menurut Muhidi,kepala sekolah saat ini tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Menurutnya, seorang kepala sekolah harus menjadi pemimpin yang mampu menginspirasi, menggerakkan seluruh warga sekolah, sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat.

“Kepala sekolah harus mampu menjadi inspirasi bagi guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Keteladanan akan jauh lebih efektif daripada sekadar memberikan perintah,” ujarnya.

Kepemimpinan yang kuat harus dibangun di atas karakter, integritas, dan nilai-nilai keimanan. Ia mengajak para kepala sekolah meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW yang dinilai berhasil membangun peradaban melalui akhlak, kejujuran, dan kemampuan menyatukan umat.Kata Muhidi.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan dinamika global menuntut seluruh insan pendidikan untuk terus meningkatkan kompetensi dan mampu beradaptasi dengan perubahan agar tidak tertinggal.

Muhidi juga mengingatkan. Indonesia tengah memasuki era bonus demografi yang menjadi peluang besar apabila diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sebaliknya, tanpa persiapan yang matang, kondisi tersebut justru dapat menjadi tantangan.

“Generasi yang kita didik hari ini akan menjadi penentu arah bangsa pada masa mendatang. Karena itu, pendidikan harus mampu melahirkan SDM yang adaptif, berkarakter, dan memiliki daya saing,” katanya.

Ia menambahkan bahwa hakikat kepemimpinan bukan sekadar memberi instruksi, melainkan kemampuan memengaruhi orang lain untuk bergerak bersama mencapai tujuan organisasi. Seorang pemimpin, lanjutnya, harus mampu membangun kepercayaan, menciptakan semangat kerja, serta menghadirkan solusi di tengah berbagai tantangan.

Selain itu, Muhidi menilai visi menjadi fondasi utama dalam kepemimpinan. Tanpa arah yang jelas, sebuah organisasi akan kehilangan fokus dalam menghadapi perubahan. Karena itu, kepala sekolah dituntut mampu menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mempersiapkan masa depan sekolah.

Muhidi berharap seluruh kepala sekolah di Sumatera Barat terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, guru, orang tua, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas.

“Sinergi yang kuat akan menjadi modal penting dalam mencetak generasi unggul yang mampu membawa Sumatera Barat semakin maju dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global,” tutupnya.

Kegiatan ini diikuti para kepala sekolah dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, VII, dan VIII yang meliputi Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan Kabupaten Pesisir Selatan.(*/st)

 

pasamanbarat, Lintasmedia News– Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi para wisatawan, Kapolsek Pasaman AKP Bermana Manda memerintahkan jajarannya melaksanakan kegiatan pencegahan aksi premanisme dan pungutan liar (Pungli) di kawasan objek wisata Pohon Seribu, Jorong Pondok, Nagari Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (5/7/2026).


Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan adanya praktik pungli yang berkedok sumbangan kepada pengunjung yang akan memasuki kawasan wisata Pantai Pohon Seribu. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kapolsek Pasaman.


“Merespon keluhan dan informasi yang beredar tersebut, kami langsung memerintahkan personel untuk menggelar patroli dialogis serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan publik, seperti aksi premanisme dan pungutan liar,” ujarnya.


Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas Nagari Sasak Ranah Pasisie Aipda Eko Hendria bersama Briptu Beni Nauli juga berinteraksi secara langsung dengan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat. Mereka memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga citra daerah sebagai tempat wisata yang aman dan tertib.


Kapolsek Pasaman AKP Bermana Manda menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata, yang menjadi salah satu potensi unggulan daerah.


“Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk penegakan hukum semata, tetapi juga untuk melakukan pembinaan dan pencegahan agar tidak terjadi tindakan premanisme maupun pungli yang dapat meresahkan pengunjung wisata,” jelas AKP Bermana.

Selain itu, Aipda Eko Hendria juga menghimbau kepada seluruh pengunjung dan pelaku usaha di sekitar lokasi wisata agar tidak ragu melapor ke pihak kepolisian apabila menemukan adanya praktik pungli atau tindakan premanisme yang mengatasnamakan kelompok tertentu.


“Setiap tindakan yang merugikan masyarakat atau wisatawan, apalagi yang masuk dalam kategori tindak pidana, akan kami tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Kapolsek.


Tidak hanya soal keamanan, pihak kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut aktif menjaga kebersihan lingkungan serta menciptakan suasana yang kondusif, sehingga wisatawan merasa nyaman berkunjung ke Pasaman Barat.


Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, agar kawasan wisata di Kabupaten Pasaman Barat tetap menjadi destinasi yang aman, tertib, dan bebas dari praktik yang merugikan. Hal ini juga sejalan dengan komitmen Polres Pasaman Barat dalam mewujudkan wilayah yang aman, damai, dan kondusif demi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (***)

 

Bukittinggi, Lintasmedia News 


Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bukittinggi Periode 2026-2031 dengan Ketua Roni Novendra, S.Sos., dilantik di Aula Kantor Balaikota Bukittinggi pada Sabtu pagi 4 Juli 2026.


Pelantikan dilakukan oleh Ketua SMSI Provinsi Sumbar Zulnadi, SH didampingi Sekretaris Gusfen Khairul dan Wakil Ketua Bidang Organisasi Eko Yance Edrie, yang ditandai pengucapan ikrar, penyerahan pataka SMSI dan penyerahan Kartu Anggota SMSI Bukittinggi.


Acara pelantikan ini dihadiri Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Azis, Ny. Ibnu Azis, Kadis Kominfo Ramon Arisaputra, Kapolres diwakili Kasi Humas Iptu Gunawan, Kalapas Bukittinggi Nanang Rukmana, Pengurus LKAAM Kota Bukittinggi dan Ketua Bukittinggi Press Club.


Menurut Ketua SMSI Sumbar Zulnadi, disrupsi media yang mengakibatkan beralihnya era media cetak kepada media online menuntut media online (siber) yang dikelola secara profesional perusahaannya dan SDM-nya.


Keberadaan SMSI sebagai organisasi pemilik media dan pekerja pers profesional, dituntut melakukan pembinaan yang berkelanjutan terhadap anggotanya. Ini merupakan program utama SMSI kedepannya. 


"Sebagai konstituen Dewan Pers maka SMSI akan menjadi pilar utama mewujudkan industri pers yang sehat, berkomitmen untuk kesejahteraan anggota dan kecerdasan bangsa," kata Zulnadi, SH.


Sementara Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Azis memberikan ucapan selamat dan apresiasi terhadap terbentuk dan dilantiknya SMSI Kota Bukittinggi, sehingga menjadi wadah pembinaan media siber untuk menuju media profesional.


Kehadiran media yang sehat dan pekerja yang profesional, kata Wawako Ibnu Azis, sangat membantu pemerintah mewujudkan program pembangunan. Tidak saja dalam sosialisasi pembangunan, tetapi juga mengatasi disinformasi dan hoak.


"Pemko Bukittinggi memberikan support dan dukungan terhadap SMSI Bukittinggi yang baru dilantik dengan program kerjanya yang positif," kata Wawako Ibnu Azis.


Pengurus SMSI Kota Bukittinggi Periode 2026-2031 selengkapnya. Pembina : Syafril, SE Dt. Rajo Api, Fauzan Haviz, SE.,SH.,MBA., Asril, SE., Ir. Mardison Atiak, Hj. Nurna Eva Karmila, Apt Linda Mardianti, S.Farm.


Ketua Roni Novendra, S.Sos., Sekretaris Linda Sari Yusuf, BA., Wakil Sekretaris Rahma Dona Fitri, Bendahara Elly Safni, Kordinator IT dan Digitalisasi Media Fitra Yadi, Kordinator Hukum Jontra, SH., Kordinator Pendidikan dan Literasi Vanni Rian Putra, Kordinator SDM dan Organisasi Gusniati, Kordinator Usaha dan Kesra Edwandi, Kordinator Kerjasama Juliana, Kordinator Humas Bayu Ramadhan, Kordinator Pengembangan Yulianto Novita Sari dan Misnan Deni. (*)

 

Payakumbuh, Lintasmedia News– Badan Wakaf PERTI Pusat [BWP] mencatatkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, BWP secara resmi melakukan Pencatatan Aset Wakaf berupa tanah seluas 7.000 M² di Nagari Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.


Langkah `jemput bola` ini menjadi tonggak awal BWP sebagai Badan Otonom PERTI dalam menertibkan dan melegalkan seluruh aset wakaf milik PERTI di Indonesia.


Tanah wakaf tersebut secara hukum diperuntukkan untuk pengembangan PERTI dan kini statusnya telah dicatat resmi atas nama BWP PERTI.


Momen bersejarah ini ditandai dengan penandatanganan Akta Pencatatan Wakaf Pertama BWP oleh Ketua BWP Pusat, Dr. Ir. Dedi Yusmen, MBA., MESy., Dt. Rajo Pangulu Nan Tinggi, bersama Ketua PC PERTI 50 Kota, Doni Rahmat, SS, MA.


Proses ini diawali dengan pengangkatan 7 orang Nazhir atas usulan PC PERTI 50 Kota. Para Nazhir inilah yang akan menjadi pengelola langsung aset wakaf tersebut.


Kegiatan berlangsung di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Payakumbuh dan disaksikan oleh Ketua PC PERTI Kota Payakumbuh, Buya H. Erman Ali serta, Wasekjen PP-PERTI Ardi Anas.


Upaya ini mendapat  dukungan penuh, oleh Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umrah Kota Payakumbuh yang juga menjabat Wakil Ketua PC PERTI Kota Payakumbuh, Buya Endra Rinaldi, S.Ag.


“InsyaAllah, pencatatan aset wakaf pertama di Sarilamak ini akan menjadi role model, sistem pengelolaan dan legalitas wakaf PERTI ke seluruh Indonesia,” kata Dedi Yusmen.

 

JAKARTA, Lintasmedia News– Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat resmi memiliki nahkoda baru. Tongkat komando Polda Sumbar kini berada di tangan Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., setelah dilaksanakan prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang berlangsung khidmat di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).


Prosesi sertijab dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. selaku Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi di lingkungan Polri guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.


Dalam prosesi tersebut, tongkat komando Kepolisian Daerah Sumatera Barat secara resmi diserahkan kepada Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy yang kini mengemban amanah sebagai Kapolda Sumbar. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan mampu membawa semangat baru dalam memperkuat kinerja institusi, menjaga stabilitas keamanan, serta meningkatkan pelayanan kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya.

Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy dikenal sebagai perwira tinggi Polri yang memiliki pengalaman panjang di berbagai bidang penugasan. Dengan rekam jejak tersebut, masyarakat Sumatera Barat menaruh harapan besar agar kepemimpinannya mampu melanjutkan berbagai program strategis sekaligus menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik, penegakan hukum, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).


Sementara itu, Kapolri dalam pelaksanaan sertijab menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam organisasi Polri sebagai bagian dari pembinaan karier personel sekaligus upaya memperkuat organisasi dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

Pergantian pimpinan di Polda Sumbar juga diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Polri dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif di Ranah Minang.


Melalui momentum tersebut, berbagai ucapan selamat dan doa turut mengalir kepada Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy. Harapannya, amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh dedikasi, integritas, dan tanggung jawab demi mewujudkan Polri yang Presisi serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat Sumatera Barat.

“Selamat mengemban amanah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kemudahan, serta perlindungan dalam setiap langkah pengabdian kepada bangsa dan negara,” demikian doa dan harapan yang mengiringi kepemimpinan baru Kapolda Sumbar. (***)

 

Padang, Lintasmedia News– Pemerintah Kota (Pemko) Padang resmi meluncurkan Program Padang Mandiri Benih Padi sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mewujudkan kemandirian benih melalui pemberdayaan penangkar lokal. Program yang menjadi bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Melayani itu diluncurkan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di areal persawahan Kelompok Tani Desa Baru, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (3/7/2026).


Peluncuran program berlangsung di tengah hamparan sawah yang menjadi salah satu sentra produksi padi Kota Padang. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan benih padi bersertifikat kepada sejumlah kelompok tani sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap peningkatan produktivitas pertanian.


Hadir dalam kegiatan itu Tokoh Pertanian Sumatera Barat Prof. James Hellyward, perwakilan Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), perwakilan Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, perwakilan UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Sumatera Barat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Padang Didi Aryadi, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemko Padang, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, serta kelompok tani penerima bantuan benih.


Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki posisi yang sangat strategis sebagai penopang ketahanan pangan daerah. Menurutnya, di tengah tantangan penyusutan lahan pertanian dan meningkatnya kebutuhan pangan, keberadaan benih unggul berkualitas menjadi faktor utama dalam meningkatkan hasil panen sekaligus kesejahteraan petani.


"Melalui program Padang Mandiri Benih Padi, kita ingin mengurangi ketergantungan terhadap benih dari luar daerah sekaligus memperkuat kapasitas penangkar benih lokal. Manfaat ekonominya tidak hanya dirasakan petani pengguna benih, tetapi juga kelompok penangkar yang memproduksinya," ujar Fadly.


Ia menjelaskan, Kota Padang saat ini memiliki luas baku sawah sekitar 4.358 hektare. Potensi tersebut harus didukung dengan sistem penyediaan benih yang mandiri agar kebutuhan petani dapat dipenuhi secara berkelanjutan tanpa bergantung pada pasokan dari daerah lain.


Sebagai bentuk komitmen pemerintah, pada tahun 2026 Pemko Padang melalui Dinas Pertanian menyalurkan 14,37 ton benih padi bersertifikat kepada 29 kelompok tani yang tersebar di enam kecamatan, yakni Koto Tangah, Kuranji, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, Pauh, serta Bungus Teluk Kabung.


Bantuan tersebut ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan benih untuk 575 hektare lahan sawah di Kota Padang. Program ini juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap kebijakan nasional dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia.


Lebih jauh, Fadly menjelaskan bahwa Program Padang Mandiri Benih Padi tidak hanya berorientasi pada pembagian benih kepada petani. Pemerintah juga membangun sistem ekonomi pertanian yang berkelanjutan melalui mekanisme off take, di mana hasil produksi penangkar lokal akan diserap menggunakan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang Tahun 2026.


"Melalui mekanisme off take yang didukung APBD Kota Padang tahun 2026, hasil produksi penangkar benih akan terserap secara berkelanjutan. Dengan demikian, tercipta siklus yang saling menguntungkan, di mana penangkar memperoleh kepastian pemasaran, sementara kelompok tani mendapatkan benih unggul yang sesuai dengan kondisi lahan sawah di Kota Padang," jelasnya.


Menurut Fadly, konsep tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pertanian yang lebih kuat. Penangkar memperoleh kepastian pasar sehingga terdorong meningkatkan produksi dan kualitas benih, sementara petani mendapatkan benih unggul yang telah teruji dan sesuai dengan karakteristik lahan pertanian Kota Padang.


Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keberadaan lahan pertanian dari ancaman alih fungsi. Di tengah pesatnya pembangunan dan investasi, lahan sawah produktif harus tetap dipertahankan agar kemampuan produksi pangan daerah tidak terus mengalami penurunan.


Selain perlindungan lahan, pemerintah juga terus mendorong penerapan teknologi pertanian modern, peningkatan mutu benih, penguatan penyuluhan, serta kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, akademisi, hingga kelompok tani.


"Yang harus kita dorong bukan hanya penyediaan benih, tetapi juga teknologi pertanian, peningkatan mutu, dan kolaborasi semua pihak. Dengan lahan yang terbatas, kita ingin hasil pertanian terus meningkat sehingga semakin menyejahterakan petani," tegasnya.


Fadly juga berharap sektor pertanian mampu menjadi bidang yang semakin diminati generasi muda. Menurutnya, pemanfaatan teknologi, inovasi, serta digitalisasi pertanian dapat melahirkan petani-petani milenial yang mampu membawa sektor pertanian menjadi lebih produktif dan modern tanpa meninggalkan keberlanjutan lingkungan.


Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menjelaskan bahwa Program Padang Mandiri Benih Padi merupakan implementasi dari RPJMD Kota Padang Tahun 2025–2030. Program ini lahir sebagai jawaban atas dua tantangan besar yang dihadapi sektor pertanian Kota Padang, yakni terus berkurangnya luas lahan sawah dan masih tingginya penggunaan benih yang belum bersertifikat.


Ia mengungkapkan bahwa luas baku sawah Kota Padang mengalami penurunan dari 5.216 hektare pada tahun 2019 menjadi 4.358 hektare pada tahun 2024. Kondisi tersebut menuntut peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul agar hasil panen tetap optimal meski luas lahan terus menyusut.


Melalui program ini, Pemko Padang menargetkan seluruh kebutuhan benih padi bersertifikat nantinya dipenuhi oleh penangkar lokal. Program akan terus dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2030, dengan target pada tahun 2029 seluruh lahan sawah di Kota Padang telah menggunakan benih padi bersertifikat hasil produksi penangkar daerah sendiri.


"Kita berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas produksi penangkar, memperluas kelompok tani penerima manfaat, serta memperkuat dukungan anggaran agar kemandirian benih padi di Kota Padang dapat terwujud secara berkelanjutan," ujar Yoice.


Peluncuran Program Padang Mandiri Benih Padi menjadi tonggak baru pembangunan sektor pertanian Kota Padang. Tidak sekadar menghadirkan bantuan benih, program ini dirancang membangun kemandirian daerah melalui penguatan penangkar lokal, peningkatan kualitas produksi, kepastian pasar, dan penggunaan benih bersertifikat secara menyeluruh.


Dengan kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, akademisi, penangkar, dan kelompok tani, Pemko Padang optimistis mampu menciptakan sistem pertanian yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. Harapannya, ketahanan pangan daerah semakin kuat, kesejahteraan petani terus meningkat, dan Kota Padang mampu menjadi salah satu daerah yang berhasil membangun kemandirian benih padi berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.(***)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.