Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota Padang walikota solok

 

Aceh Timur, Lintasmedia News– Sebagai bentuk kepedulian sosial,Menguatkan Ukhuwah ,meraih keberkahan dan indahnya berbagi di bulan Muharram dan komitmen perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, Manager PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk Utara Agoung Gedhe Pratama menyerahkan santunan Anak Yatim kepada masyarakat Desa Seuneubok Bayu dan Desa Jambo Lubok, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur.

Kegiatan penyerahan santunan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan yang dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta manager PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk Utara, Agoung Gedhe Pratama,dan perwakilan perusahaan, Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan sekaligus mempererat hubungan harmonis antara perusahaan dan warga sekitar.


Agoung Gedhe Pratama Manager PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk Utara dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang secara rutin dilakukan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Agoung Gedhe Pratama manager 

"PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk Utara berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan. Melalui santunan ini, kami berharap dapat membantu masyarakat serta memperkuat tali silaturahmi yang selama ini telah terjalin dengan baik," ujarnya.

Keuchik Desa Seuneubok Bayu dan Keuchik Desa Jambo Lubok menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada perusahaan PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk Utara atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat desa. Menurut mereka, bantuan tersebut sangat berarti dan menjadi wujud nyata sinergi antara perusahaan dengan lingkungan sekitar.


Masyarakat penerima santunan juga menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap hubungan yang harmonis antara perusahaan dan warga dapat terus terjaga di masa mendatang.


Melalui kegiatan sosial ini, PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar area operasional perusahaan, sejalan dengan prinsip perusahaan yang mengedepankan keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

(I)

 

Solok, Lintasmedia News– Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik dan publikasi di era digital, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sumatera Barat, Susmelawati Rosya, memimpin langsung kegiatan asistensi dan pelatihan pembuatan konten kreatif bagi personel Polres Solok Kota dan Polres Solok.


Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Polres Solok Kota pada Selasa (23/6/2026) dan diikuti oleh personel yang mengemban fungsi kehumasan serta operator media sosial hingga tingkat Polsek jajaran.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Polda Sumatera Barat untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya.


Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan pengelolaan media dan publikasi digital. Materi yang diberikan meliputi teknik fotografi, videografi, penulisan berita, desain grafis, pengelolaan media sosial, hingga strategi penyajian informasi yang efektif dan menarik.

Selain menerima materi teori, peserta juga mengikuti sesi praktik langsung pembuatan konten kreatif yang dapat diaplikasikan dalam mendukung tugas-tugas kehumasan di lingkungan kepolisian.


Kabidhumas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan bahwa perkembangan media digital saat ini menuntut personel Polri untuk mampu beradaptasi dan menguasai berbagai keterampilan komunikasi publik.


Menurutnya, kehadiran media sosial dan berbagai platform digital telah menjadi sarana penting dalam membangun komunikasi antara Polri dan masyarakat.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam mengelola informasi dan publikasi secara profesional, kreatif, dan bertanggung jawab. Di era digital saat ini, kecepatan dan kualitas penyampaian informasi menjadi sangat penting. Oleh karena itu, personel yang bertugas di bidang kehumasan harus memiliki kemampuan yang memadai dalam memproduksi konten yang informatif, menarik, dan mudah dipahami masyarakat,” ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya.


Ia menjelaskan bahwa fungsi kehumasan memiliki peran strategis dalam membangun citra positif institusi kepolisian sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara Polri dan masyarakat. Karena itu, kemampuan dalam menghasilkan konten yang berkualitas menjadi salah satu kebutuhan utama yang harus terus ditingkatkan.

Lebih lanjut, Kabidhumas menekankan bahwa setiap informasi yang dipublikasikan harus mengedepankan prinsip akurasi, transparansi, dan edukasi. Konten yang diproduksi tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi kegiatan kepolisian, tetapi juga menjadi media untuk memberikan edukasi, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan dan ketertiban, serta memperkuat kepercayaan publik kepada institusi Polri.


“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta dapat mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya dalam menyampaikan berbagai informasi kepolisian kepada masyarakat. Konten yang dibuat harus mampu memberikan edukasi, membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, serta menampilkan sisi humanis Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman,” tambahnya.

Menurutnya, pengelolaan media sosial yang baik juga dapat menjadi sarana efektif untuk menangkal informasi yang tidak benar atau hoaks yang beredar di tengah masyarakat.


Oleh sebab itu, personel kehumasan dituntut untuk aktif, responsif, dan mampu menyajikan informasi yang kredibel serta sesuai dengan fakta di lapangan.


Kombes Pol Susmelawati Rosya berharap setelah mengikuti pelatihan ini, seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


Dengan demikian, kualitas publikasi dan pelayanan informasi di lingkungan Polres Solok Kota maupun Polres Solok dapat semakin meningkat.

“Kami berharap para personel yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi motor penggerak dalam pengelolaan informasi dan media sosial di satuannya masing-masing. Manfaatkan kreativitas dan teknologi secara positif untuk menghadirkan informasi yang cepat, akurat, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan komunikasi publik yang baik, kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan semakin kuat sehingga mendukung terwujudnya Polri yang Presisi dan semakin dekat dengan masyarakat,” tutupnya.


Melalui kegiatan asistensi dan pelatihan ini, Polda Sumatera Barat menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi personel di bidang kehumasan.

Diharapkan, seluruh jajaran mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi dan menghadirkan publikasi yang profesional, edukatif, serta mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat secara efektif di era digital yang terus berkembang. (***)

 

Padang, Lintasmedia News- Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumbar, Kepolisian Daerah Sumatera Barat, menggelar kegiatan sunat massal sebagai bagian dari Pelayanan Kesehatan Polri yang berlangsung di Gedung Pusat Pemuda Padang. Kegiatan sosial masyarakat ini disaksikan oleh puluhan anak-anak dari Kota Padang dan sejumlah daerah sekitarnya.

Kegiatan sunat massal ini merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat dapat secara langsung merasakan manfaat kehadiran Kepolisian yang tidak hanya menjalankan tugas menjaga ketertiban umum, tetapi juga aktif memberikan pelayanan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.


Kepala Kepolisian Sumatera Barat, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, menegaskan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi jajaran Kepolisian untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung.


Menurutnya, kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan secara serentak ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat sekaligus upaya memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan warga.

“Melalui kegiatan pelayanan kesehatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kesehatan adalah kebutuhan dasar yang harus mendapat perhatian bersama,” kata Kepala Kepolisian Sumatera.


Pelaksanaan sunat massal melibatkan tenaga medis profesional dari Satuan Medis dan Kesehatan (Biddokkes) Kepolisian Sumatera yang bekerja sama dengan sejumlah instansi kesehatan terkait. Seluruh peserta menerima pelayanan medis sesuai dengan standar kesehatan, mulai dari pemeriksaan awal, sunat, hingga pemberian obat-obatan dan paket bantuan pasca-prosedur.


Para orang tua peserta menyambut baik kegiatan tersebut. Selain membantu meringankan beban ekonomi keluarga, program ini juga memberikan akses mudah ke layanan kesehatan bagi masyarakat.

Suasana kegiatan tersebut penuh dengan kehangatan dan kekeluargaan. Personel kepolisian bersama dengan petugas kesehatan hadir untuk memberikan bantuan kepada para peserta agar tetap tenang selama proses sunat. Kehadiran keluarga pendamping juga menambah antusiasme anak-anak yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.


Selain sunat massal, jaringan pelayanan kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 yang dilaksanakan oleh Kepolisian Sumatera juga mencakup berbagai pelayanan kesehatan lainnya, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pelayanan kesehatan umum, serta kegiatan sosial kemanusiaan yang bertujuan membantu masyarakat.


Kepolisian Sumatera berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Polri. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, Polri terus memperkuat perannya sebagai pelindung, penolong, dan pelayan masyarakat.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini membawa semangat pengabdian yang semakin dekat dengan masyarakat. Dengan memprioritaskan pelayanan humanis dan bermanfaat, Kepolisian Sumatera berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memperkuat sinergi dalam menciptakan Sumatera Barat yang aman, sehat, dan sejahtera. (***)


Aceh Timur,Lintas Media News
Menyambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polsek Simpang Ulim, Polres Aceh Timur, Polda Aceh memilih memperingati momentum pengabdian Polri dengan cara yang sederhana namun bermakna. Bersama aparatur desa, warga, dan para santri, personel kepolisian bergotong royong membersihkan lingkungan Dayah Babul Huda di Gampong Peulalu, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (23/06/2026).

Sejak pukul 09.00 WIB, lima personel Polsek Simpang Ulim bergabung dengan Kepala Desa Peulalu, perangkat desa, pimpinan dayah, dewan guru, serta para santri untuk membersihkan kompleks pesantren. Sasaran kegiatan meliputi lingkungan dayah, bilik santri, hingga balai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.

Kapolsek Simpang Ulim AKP Yose Rizal mengatakan, Hari Bhayangkara tidak hanya dimaknai sebagai peringatan institusi kepolisian, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui aksi nyata yang memberi manfaat.

"Bhakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus upaya mempererat kebersamaan. Kami ingin kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui semangat gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat," ujar AKP Yose Rizal.

Menurutnya, lingkungan pendidikan keagamaan seperti dayah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan belajar menjadi tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas pengelola pesantren.

Suasana gotong royong berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Personel kepolisian, warga, serta para santri tampak bekerja bahu-membahu membersihkan halaman, bilik, dan fasilitas belajar tanpa sekat.

Pimpinan Dayah Babul Huda, Tgk. H. Fauzahri (Abu Bayu) menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan Polsek Simpang Ulim. Mereka menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dapat diwujudkan melalui aksi sederhana yang membawa manfaat nyata.
(I)

Lubuk Alung, Lintas Media News com. Tinggal menghitung hari, pelaksanaan Pilwana serentak di Kabupaten Padang Pariaman ajan segera di gelar dalam waktu dekat ,sebanyak 103 nagari berada di Kabupaten Padang Pariaman akan mengikuti pesta Pilwana, ada beberapa pemerintahan nagari yang tidak ikut pesta pilwana kali ini, di karenakan belum habisnya masa jabatan di pemerintahan nagari tersebut, nanti 

akan menyusul sesuai dengan aturan peosedur dan waktunya. 


Pemerintahan Kecamatan Lubuk Alung, di Nagari Sungai Abang menggelar secara resmi penyampaiannya visi dan misi para 4 orang calon wali nagari yang telah menenuhi persyaratan, dibuka lansung oleh Camat Dion Pranata di gelar pada selasa (23/06/26) di kantor wali nagari Sungai Abang. 


Dalam kesempatan tersebut Camat Lubuk Alung Dion Pranata dalam wejangannya menyampaikan rasa syukurnya bahwa pada hari ini apa yang diinginkan para 4 calon wali nagari akan menyampaikan program-prom mereka, senada dengan itu camat juga berpesan, agar dalam pelaksanaan pilwana ini, berlomba lah dengan baik, ciptakan pemilu yang aman dan damai, setiap ada ajang kegiatan tentu ada kalah dan menangnya itu hal biasa dalam satu kompetisi ucapnya. 


Sembari mengingatkan para calon kandidat dalam penyampaian Visi & Misi, imbangi visi dan misinya jangan terlalu banyak, andai kan putik menjadi buah memimpin di pemerintahan nagari, nanti masyarakat akan menuntut janji itu dan jikala janji tidak terpenuhi, maka berdosa kita, dan teruntuk panitia pilwana yang telah menggagas hingga terlaksana kegiatan ini dengan sukses saya ucapankan terimakasih, untuk semua kandidat saya doakan selamat bertarung ajang pilwana pada harinya, ciptakan suasana aman dan kondisif, pintanya. 


Di kesempatan tersebut ada camat Lubuk Alung, perangkat nagari, Bamus, Babinsa, Pj Wali Nagari, para kandidat, segenap tamu dan undangan yang hadir di kantor wali nagari menduduki kursi yang disediakan oleh panitia, siap dengan snek atau makanan ringan menunggu dicicipi kala itu. 


Penyampaian visi dan misi antara 4 kandidat sesuai nomor urut 1. Hendra Kadri, nomor urut 2.

Eerik Rinal Dt Sirajo, nomor 3.Djoni Effendi S.Pd. dan nomor urut 4 Sibundo Kandung Harlena A.Md. Semua penyampaian visi dan misi mereka, sama-sama ingin memajukan Nagari Lubuk Alung baik di bidang pendidikan, agama, kesehatan dan pembangun untuk nagari dengan azas adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah. 


Mengelilingi Kabupaten Padang Pariaman tugas dan tanggung jawab yang harus di laksanakan, monitoring jelang ajang pilwana dilaksanakan, kita dari pemerintah daerah menyediakan kotak suara, kertas suara dan dana pilwana, semua di serahkan kepada panita pelaksana disetiap pemerintah nagari terang kadis DPMD


Selanjutnya jelaskan oleh Kadis DPMD(Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa) Kabupaten Padang Pariaman Hj. Nurhayati.S,SIT.,bahwa pelaksanaan penyampaian Visi dan Misi mulai digelar sejak tanggal 20-24 juni, dan ada pemerintah nagari yang melaksakannya pada malam hari sesuai kesepakatan panitia terangnya. 


Tepat di tanggal 25/06 2026 adalah masa tenang, artinya semua kegiatan menyangkut masalah promosi calon wali nagari harus di hentikan, kerena memasuki masa tenang jelang pilwana, yang akan berlangsung pada hari Sabtu tanggal ( 27/06 2026).


Kepada media ini, Kadis DPMD Hj. Nurhayati, membenarkan bahwa Nagari Sikabu Lubuk Alung ada belum bisa mengikuti proses penyampaian visi dan misi, disebabkan salah seorang paslon yang tidak hadir,untuk sementara dipending dulu, kami dari Dinas DMPD segera menelusuri ke lokasi jelas kadis melalui Hand phone seluler nya. (Len)

 

PADANG, Lintasmedia News– Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mendorong pemanfaatan Pabrik Indarung I sebagai pusat seni dan kebudayaan berskala nasional dan internasional. Salah satu gagasan yang ditawarkan ialah penyelenggaraan Indarung Biennale setiap dua tahun dengan melibatkan seniman dari Indonesia dan berbagai negara.


Gagasan itu disampaikan Fadli Zon saat menjadi pembicara utama dalam Simposium Pabrik Indarung I di Wisma Indarung PT Semen Padang, Minggu (21/6/2026). Simposium bertema “Masa Depan Cagar Budaya Pabrik Indarung I” tersebut dihadiri Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, jajaran komisaris, dan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir


Selain itu, juga hadir sejumlah pakar dari berbagai bidang sebagai narasumber simposium. Di antaranya, Jony Wongso (Dosen Arsitektur Universitas Bung Hatta), Alfa Noranda (Dosen Arkeologi Universitas Andalas), Hari Setyawan (Badan Pengelola Borobudur), M. Aidil Usman (Founder Indarung Heritage Sociesty), S Metron Masdison (Seniman) dan Donny Eros (Kurator Galanggang Arang).


Fadli Zon mengatakan, kawasan Pabrik Indarung I memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang atau kantong kebudayaan. Bangunan dan kawasan bekas pabrik semen ini dinilai dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seni, seperti pameran seni rupa, instalasi, pertunjukan tari, teater, sastra, dan beragam aktivitas kebudayaan lainnya. 


Namun, menurutnya, revitalisasi kawasan perlu dilakukan terlebih dahulu agar pemanfaatannya dapat berlangsung secara aman, layak, dan berkelanjutan. “Hal yang paling penting adalah ruang-ruang cagar budaya ini kita revitalisasi terlebih dahulu dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, kawasan tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih layak, lebih baik, dan menjadi lebih hidup,” katanya. 

Kementerian Kebudayaan, katanya melanjutkan, pada tahun ini juga sedang melaksanakan revitalisasi terhadap sejumlah cagar budaya di Indonesia. "Melalui program revitalisasi ini, mungkin kita bisa juga mendukung revitalisasi beberapa tempat di Pabrik Indarung I ini," sambung pria asal Payakumbuh yang menyandang gelar adat Datuak Bijo Dirajo Nan Kuniang itu.


Fadli Zon menilai Pabrik Indarung I memiliki nilai sejarah penting. Pabrik yang mulai beroperasi pada 1910 itu menjadi bagian dari sejarah perkembangan industri semen, serta pembangunan berbagai infrastruktur di Indonesia. Meskipun telah berstatus sebagai Cagar Budaya Nasional dan dimanfaatkan untuk sejumlah kegiatan, namun pemanfaatannya dinilai belum optimal.


“Saya sudah dua kali melihat langsung Pabrik Indarung I. Kawasan ini memang sudah dimanfaatkan, tetapi belum optimal. Karena itu, simposium ini penting untuk merumuskan pemanfaatannya, terutama bagi kepentingan kebudayaan,” ujarnya.


Dengan luas kawasan sekitar lima hektare, Fadli Zon menilai Pabrik Indarung I mampu menampung berbagai kegiatan seni dan budaya berskala besar. Salah satunya, penyelenggaraan pameran seni rupa dua tahunan dalam format Indarung Biennale. “Saya sudah berbicara dengan Kepala Galeri Nasional. Kita berharap dapat menyelenggarakan Indarung Biennale dengan mengundang perupa dari berbagai negara,” katanya.


Fadli Zon mencontohkan pemanfaatan bangunan bersejarah dalam penyelenggaraan Venice Biennale di Italia yang lokasinya di Arsenale, dan merupakan kompleks bekas galangan kapal dan gudang persenjataan yang kemudian dialihfungsikan menjadi ruang pameran. "Konsep serupa dapat diterapkan di Indarung Beinnale dengan menonjolkan karakter industri yang menjadi kekuatan dan pembeda dari kegiatan tersebut," bebernya.


Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengatakan, Pabrik Indarung I bukan sekadar bangunan tua, tetapi saksi lahirnya industri semen modern di Indonesia, sekaligus bagian penting dari perjalanan pembangunan bangsa. 


“Nilai yang terkandung di dalamnya tidak hanya berupa struktur fisik, tetapi juga memori kolektif, warisan teknologi, sejarah sosial, serta identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.


Menurut Pri Gustari, pelestarian Pabrik Indarung I sebagai warisan industri membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat. PT Semen Padang berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian dan pengembangan kawasan ini agar menjadi pusat pembelajaran sejarah industri, destinasi wisata edukasi, serta kebanggaan Sumatera Barat dan Indonesia. 


“Harapan kami, Pabrik Indarung I dapat menjadi contoh sukses bagaimana warisan industri dikelola secara modern tanpa kehilangan nilai sejarah, karakter, dan autentisitasnya. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga simposium ini menghasilkan gagasan dan rekomendasi terbaik bagi masa depan Pabrik Indarung I," pungkas Pri Gustari.(*)

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Wali Kota Bukittinggi melantik Sebanyak 30 pejabat administrator dan pengawas serta 23 Kepala Sekolah SD dan SMP se Kota Bukittinggi dilantik Wali Kota, di Balairung rumah dinas wako, Rabu (24/06).


Mutasi dan promosi di Lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi dilakukan terhadap 53 orang yang terdiri dari 13 orang Pejabat Administrator , 17 orang Pejabat Pengawas dan 23 Pejabat Fungsional Guru yang diberi tugas sebagai Kepala Sekolah .


Pelantikan ini telah melalui prosedur sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan telah mendapatkan persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara. Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan amanah dan kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pimpinan dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. 


Hal itu disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias dalam sambutannya. Ramlan mengatakan bahwa Jabatan yang diemban adalah bagian penting dalam roda pemerintahan, khususnya dalam memastikan pelayanan publik berjalan secara efektif, efisien dan akuntabel.


"Pejabat administrator dan pejabat pengawas, memiliki peran strategi dalam menggerakkan organisasi, menerjemahkan kebijakan pimpinan ke dalam program dan kegiatan, serta memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Begitu juga bagi fungsional guru yang diberi tugas sebagai kepala sekolah. Penugasan ini bukanlah sekadar penghargaan atas prestasi dan pengalaman yang dimiliki, tetapi juga merupakan bentuk kepercayaan pemerintah untuk memimpin satuan pendidikan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas," ungkapnya. 


Ia juga menegaskan bahwa Kepala Sekolah memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, membangun budaya belajar yang positif, mengembangkan kompetensi guru, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan berkarakter. Kepala Sekolah juga dituntut untuk mampu beradaptasi terhadap perubahan, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta memastikan setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang optimal. (Sandra)

 

Lintasmedia News- Wali Kota Padang Fadly Amran tampil sebagai salah satu keynote speaker dalam Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 dan satu-satunya Kepala Daerah, Rabu, 24 Juni 2026 / ICE BSD Tangerang.

Bertindak sebagai pembicara lain adalah Jung Eun Chu (Assistant Professor, City University of Hong Kong), Peipei Chen (Assistant Professor, City University of Hong Kong), Ping Han (Assistant Professor, City University of Hong Kong). 


Wali Kota Padang Fadly Amran diminta memaparkan tips penanganan bencana hidrometeorologi di Kota Padang.


Fadly Amran memaparkan bahwa kolaborasi semua pihak (KSB, TNI-Polri, swasta) dan kesiapsiagaan adalah kunci keberhasilan Kota Padang tangguh menghadapi bencana.


“Kolaborasi bersama para akademisi menjadi bagian penting untuk menyiapkan scientific based policy,” ujarnya.

Dikatakannya, Pemko Padang menunjukan keberpihakan penganggaran terhadap kebutuhan masyarakat dalam penanganan bencana (Rp. 371,85 miliar rupiah sudah dikucurkan untuk penanganan bencana hidrometeorologi di Kota Padang).


“Penanganan bencana di Kota Padang dibagi ke dalam 4 tahapan utama, penanganan tanggap darurat, rehabilitasi, rekonstruksi, peningkatan kesiapsiagaan secara berkelanjutan,” cakapnya. 


Moderator Benjamin Horton, Dekan City University of Hong Kong. Meminta Wali Kota Padang memaparkan best practice Kota Padang dalam bencana hidrometeorologi 2025. 

Jung Eun Chu, Assistant Prof City University of Hong Kong mengatakan, apa yang terjadi di Kota Padang khususnya dan kawasan Asia Tenggara khususnya ketika Siklon Tropis Senyar, benar-benar di luar kewajaran. Para peneliti sedang meneliti hal tersebut.


Kota Padang berada di Ring of Fire, dan kota pesisir dengan jarak pendek antara pesisir pantai dengan pegunungan. Menjadikan Kota Padang memiliki curah hujan tinggi, dan potensi tinggi terhadap gempa, tsunami, angin kencang.


Sementara itu, Peipei Chen, Assistant Prof City University of Hong Kong bercakap, cara menghandle data dalam penanganan bencana sangat penting. Utamanya memperhatikan tren data sebelum bencana terjadi, sehingga penanganan ketika terjadi bencana bisa lebih cepat, terukur, seperti di Kota Padang. (***).

 

Pasaman Barat – Ketua DPRD Pasaman Barat, Dirwansyah, memastikan rehabilitasi Gedung DPRD Pasaman Barat akan segera dilaksanakan setelah hampir lima tahun mengalami kerusakan akibat gempa bumi tahun 2022.


Hal itu disampaikan Dirwansyah usai melakukan survei bersama tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pasaman Barat, Senin (22/6/2026).


"Segera kita rehab. Sebelumnya, berdasarkan hasil rapat dengan bupati, dana alokasi rehabilitasi gedung yang awalnya Rp3 miliar dinaikkan menjadi Rp5 miliar," kata Dirwansyah.


Pada kesempatan tersebut, tim perencanaan Dinas PUPR Pasaman Barat melakukan peninjauan langsung ke sejumlah bagian gedung yang mengalami kerusakan. Kegiatan itu turut didampingi pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Pasaman Barat.

Dirwansyah mengatakan, penambahan anggaran dilakukan agar proses rehabilitasi dapat dilaksanakan secara lebih optimal dan mampu mengembalikan fungsi gedung sebagai pusat kegiatan legislatif daerah.


Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Pasaman Barat, Isranedi, menjelaskan bahwa proyek rehabilitasi saat ini masih berada pada tahap perencanaan dan penyusunan dokumen teknis.


"Setelah seluruh tahapan administrasi dan perencanaan selesai, pekerjaan fisik ditargetkan mulai dilaksanakan pada Agustus mendatang," ujarnya.


Dengan anggaran sebesar Rp5 miliar yang telah disiapkan pada APBD 2026, rehabilitasi Gedung DPRD Pasaman Barat diharapkan dapat mengembalikan fungsi bangunan secara maksimal setelah bertahun-tahun terdampak bencana gempa. (*)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. (***)

 

BUKITTINGGI, Lintasmedia News– Narasi yang selama ini berkembang di tengah masyarakat bahwa Jam Gadang dibangun menggunakan putih telur sebagai perekat utama kembali mendapat perhatian dalam Seminar Internasional bertajuk "Memperkuat Hubungan Diplomatik Indonesia–Belanda melalui Jembatan Persahabatan Bukittinggi–Amsterdam". Seminar internasional tersebut digelar untuk memperingati 100 Tahun Jam Gadang di Bung Hatta Convention Hall, Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026).


Seminar yang menghadirkan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon sebagai keynote speaker itu, juga menghadirkan diskusi panel dengan narasumber Rektor Universitas YARSI Fasli Jalal, Diplomat Kementerian Luar Negeri Albert Abdi, dan Ahli Utama Kementerian Pariwisata Nia Niscaya. Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Studi ASEAN Universitas Andalas Muhammad Yusra bertindak sebagai moderator.


Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bukittinggi memiliki posisi historis yang kuat dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, sejarah tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi pelajaran berharga sekaligus modal dalam membangun hubungan diplomasi dengan berbagai negara, termasuk Belanda.


Ia juga menawarkan sejumlah agenda kerja sama internasional, di antaranya pengembangan arsip digital sejarah Bukittinggi dan Indonesia–Belanda, jejaring penelitian internasional, pertukaran pelajar dan akademisi, pengembangan museum digital, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, wisata sejarah, serta forum tahunan kota bersejarah dunia di Bukittinggi.


Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen melalui video yang diputar dalam seminar tersebut, menyampaikan bahwa Bukittinggi memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, termasuk sebagai bagian dari perjalanan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Hubungan Belanda dan Indonesia, khususnya Minangkabau, terus terjalin melalui pendidikan, budaya, dan ekonomi. Sementara itu, Jam Gadang menjadi simbol persahabatan yang telah menyaksikan berbagai peristiwa penting selama satu abad.


Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Bukittinggi dalam memperingati 100 Tahun Jam Gadang. Ia menilai peringatan ini tidak hanya memperkuat kesadaran sejarah dan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta berbagai dampak positif lainnya bagi masyarakat.


"Jam Gadang merupakan simbol perjalanan sejarah Minangkabau dan kemerdekaan Indonesia. Bukittinggi memiliki posisi penting dalam sejarah bangsa sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Karena itu, identitas Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan perlu terus dikedepankan," ujarnya.


Direktur Keuangan PT Semen Padang Iskandar Z. Lubis yang menghadiri seminar tersebut menyampaikan pandangan menarik terkait sejarah pembangunan ikon Kota Bukittinggi itu.


Menurut Iskandar, kehebatan Jam Gadang sesungguhnya terletak pada kemampuannya bertahan hampir satu abad di kawasan yang sangat aktif secara seismik. Ketahanan tersebut, menurutnya, jauh lebih menarik untuk dikaji dibanding berbagai mitos yang selama ini berkembang, termasuk cerita penggunaan putih telur maupun penyebutan Jam Gadang sebagai kembaran Big Ben.


Sebagai salah satu wilayah yang berada di jalur patahan aktif dan kerap mengalami gempa bumi besar, Sumatera Barat menghadirkan tantangan tersendiri bagi bangunan-bangunan bersejarah. Namun hingga kini, Jam Gadang tetap menjadi ikon Kota Bukittinggi sekaligus bukti kualitas desain, material, dan konstruksi yang diterapkan pada masanya.


"Kehebatan Jam Gadang bukan pada mitos putih telur, bukan pula karena disebut kembaran Big Ben. Kehebatan sesungguhnya adalah kemampuannya bertahan 100 tahun di kawasan yang sangat aktif secara seismik. Itu merupakan bukti kualitas desain, material, dan konstruksi yang luar biasa," ujar Iskandar.


Menurutnya, ketahanan struktur tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Jam Gadang telah menerapkan pendekatan teknik konstruksi yang maju. Karena itu, sejarah bangunan tersebut perlu dipahami berdasarkan hasil kajian ilmiah dan penelitian, bukan semata-mata cerita yang berkembang secara turun-temurun.


Dalam sesi diskusi, Iskandar kemudian menyinggung salah satu narasi yang selama ini populer di masyarakat, yaitu penggunaan putih telur dalam pembangunan Jam Gadang.


Menurutnya, terdapat hasil penelitian yang justru menunjukkan fakta berbeda. Ia merujuk pada kajian The Construction and Structural Reliability of Jam Gadang yang dilakukan oleh Khadavi dan Yulcherlina dari Universitas Bung Hatta pada Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol. 1 No. 1 yang terbit pada Maret 2018.


Penelitian tersebut dilakukan setelah gempa besar Sumatera pada 2007 dan 2009. Meski sejumlah bangunan tua di sekitar Jam Gadang mengalami kerusakan berat, menara bersejarah itu tetap mampu mempertahankan integritas strukturnya. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya investigasi menyeluruh untuk mengetahui sistem konstruksi sebenarnya serta tingkat keandalan bangunan tersebut.


"Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Jam Gadang dibangun menggunakan teknologi beton bertulang (reinforced concrete) yang sudah sangat maju pada zamannya. Struktur bangunannya dilengkapi tulangan baja pada kolom, balok, hingga pelat lantai," ujar Iskandar.


Ia menjelaskan, hasil pengujian dalam penelitian tersebut memperlihatkan kuat tekan beton mencapai sedikitnya 25 megapascal (MPa), angka yang bahkan masih memenuhi standar bangunan struktural modern saat ini.


"Kalau dikonversikan, kekuatan 25 MPa itu luar biasa untuk ukuran tahun 1926. Artinya, teknologi konstruksi yang digunakan saat itu sudah sangat maju," katanya.


Iskandar menilai fakta tersebut memperlihatkan bahwa Sumatera Barat sejak awal telah memiliki sejarah panjang dalam penguasaan teknologi konstruksi modern.


Menurutnya, pembangunan Jam Gadang pada 1926 sangat mungkin memanfaatkan material semen karena PT Semen Padang telah lebih dahulu berdiri sejak 1910 melalui pembangunan pabrik semen pertama di Indarung, Kota Padang.


"Sebenarnya hal itu tidak aneh. Sumatera Barat dari dulu memang sudah hebat. Tahun 1910 di Indarung sudah berdiri pabrik semen, kemudian tahun 1926 Jam Gadang dibangun. Sangat logis apabila teknologi beton bertulang telah digunakan. Namun, tentu untuk memastikan keterkaitan penggunaan semen tersebut masih diperlukan kajian sejarah yang lebih mendalam," jelasnya.


Menurut Iskandar, temuan-temuan sejarah dan teknis tersebut semestinya tidak berhenti sebagai bahan diskusi akademik, tetapi juga dapat menjadi fondasi pengembangan wisata sejarah dan industri di Sumatera Barat.


Iskandar juga mengusulkan agar wisata warisan budaya (heritage tourism) Sumatera Barat dikembangkan secara terintegrasi dengan menghubungkan Jam Gadang, Warisan Dunia UNESCO Ombilin Sawahlunto, Indarung I yang telah menjadi Cagar Budaya Nasional dan arsipnya diakui UNESCO Memory of the World Asia-Pacific, serta Teluk Bayur atau Emmahaven sebagai gerbang perdagangan internasional.


"Dengan demikian, wisatawan dapat menikmati kisah utuh perjalanan Sumatera Barat: batubara dari Sawahlunto, semen dari Indarung, distribusi melalui Teluk Bayur, dan kemajuan zamannya yang tercermin dalam Jam Gadang. Jika Jam Gadang adalah ikon waktunya, maka Sawahlunto, Indarung, dan Teluk Bayur adalah saksi industrialisasi dan peradabannya," ujar Iskandar.


Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa, pertama, Jam Gadang sangat aman secara struktural karena tidak ditemukan kerusakan struktural yang signifikan setelah gempa besar Sumatera pada 2007 dan 2009.


Kedua, hasil investigasi mengonfirmasi bahwa struktur utama bangunan menggunakan sistem beton bertulang, sehingga membantah berbagai anggapan yang berkembang selama ini mengenai konstruksi Jam Gadang. Ketiga, pondasi bangunan masih sangat baik. Tidak ditemukan indikasi penurunan maupun kerusakan pondasi. Keempat, tidak diperlukan penguatan struktur. Pada tahap rehabilitasi saat ini, penambahan atau perkuatan struktur belum diperlukan. Kelima, fokus konservasi lebih diarahkan pada perlindungan elemen arsitektur, pengurangan beban bangunan, pembatasan jumlah pengunjung, serta monitoring berkala terhadap kondisi struktur.


Selain meluruskan sejarah konstruksi, Iskandar juga memberikan catatan terhadap narasi yang kerap mengaitkan Jam Gadang dengan menara jam terkenal Big Ben di London.


Menurutnya, berdasarkan berbagai referensi sejarah, mesin Jam Gadang diproduksi oleh Benhard Vortmann di Recklinghausen, Jerman, sedangkan Big Ben menggunakan mekanisme yang dibuat oleh Dent & Co. di London, Inggris.


"Jadi, sebenarnya kedua jam tersebut dibuat oleh perusahaan yang berbeda. Karena itu, penting bagi kita untuk menyampaikan sejarah berdasarkan fakta agar tidak menimbulkan kesalahpahaman," ujarnya.


Ia juga menjelaskan bahwa penulisan angka Romawi IIII pada sisi jam bukanlah sebuah kekeliruan ataupun keunikan yang hanya dimiliki Jam Gadang. Penulisan tersebut merupakan praktik yang lazim digunakan pada berbagai menara jam klasik di Eropa sebagai bagian dari tradisi estetika dan keseimbangan visual.


Menanggapi hal tersebut, Ahli Utama Kementerian Pariwisata Nia Niscaya mengatakan bahwa pertanyaan Direktur Keuangan PT Semen Padang akan menjadi masukan untuk menambah pengetahuan ke depannya.


"Ini akan menjadi masukan yang positif bagi kami," ujarnya.


Kisah penggunaan putih telur dalam pembangunan Jam Gadang telah menjadi cerita yang diwariskan secara turun-temurun dan bahkan sering disampaikan kepada wisatawan. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa cerita tersebut lebih tepat dipahami sebagai bagian dari folklor masyarakat, bukan sebagai fakta utama konstruksi bangunan.


Cerita sejarah lain justru menunjukkan besarnya kontribusi masyarakat lokal dalam pembangunan Jam Gadang. Vesco Datuak Rajo Mangkuto, keturunan A Datuak Rajo Dilangik yang dikenal sebagai pemasok bata merah pembangunan Jam Gadang, menceritakan bahwa bata diproduksi secara tradisional menggunakan tanah liat yang diolah dengan bantuan kerbau. Sebelum digunakan, setiap bata diuji kualitasnya dengan cara dijatuhkan dari pedati untuk memastikan hanya bata terbaik yang dipakai dalam pembangunan. 


Dari penelusuran sejarah lokal, A Datuak Rajo Dilangik pernah dianugerahi bintang emas tokoh daerah oleh Wali Kota Bukittinggi, sebagai pengakuan kontribusinya.


Memasuki usia satu abad pada 2026, Jam Gadang tetap berdiri kokoh sebagai ikon Kota Bukittinggi sekaligus saksi perkembangan teknologi konstruksi di Indonesia. Menara setinggi sekitar 28,3 meter itu telah bertahan menghadapi berbagai gempa besar yang melanda Sumatera Barat.


Bagi PT Semen Padang, fakta sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan industri semen nasional telah beriringan dengan lahirnya berbagai bangunan bersejarah di Indonesia.


Di sisi lain, diskusi yang berkembang dalam seminar internasional itu memperlihatkan pentingnya membangun narasi sejarah berbasis penelitian ilmiah sehingga warisan budaya tidak hanya dikenang melalui legenda, tetapi juga dipahami melalui fakta, ilmu pengetahuan, dan pencapaian teknologi pada zamannya.

JAKARTA,  Lintas Media News–, com Selalu cepat tanggap, Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H., terus melakukan berbagai langkah strategis guna memperkuat kapasitas fiskal daerah. Salah satunya dengan memperjuangkan peningkatan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat untuk mendukung percepatan pembangunan dan pemulihan pascabencana di Kabupaten Padang Pariaman.


Komitmen tersebut disampaikan langsung Bupati saat melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Askolani, di Jakarta, Senin (22/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara, S.STP., M.M., CGCAE., CFRA, serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Muhammad Fadhly.


Pada kesempatan itu, John Kenedy Azis memaparkan kondisi terkini Kabupaten Padang Pariaman yang masih membutuhkan dukungan fiskal yang kuat untuk mempercepat pemulihan berbagai sektor pascabencana, terutama pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas pelayanan publik.



Menurutnya, meskipun Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus berupaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dukungan dana transfer dari pemerintah pusat tetap menjadi instrumen penting dalam membiayai kebutuhan pembangunan daerah.


“Padang Pariaman saat ini sedang berjuang mempercepat proses pemulihan dan pembangunan pascabencana. Banyak infrastruktur dan fasilitas publik yang perlu diperbaiki serta ditingkatkan kualitasnya. Karena itu, kami berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat melalui peningkatan alokasi DAU,” ujar John Kenedy Azis.


Tidak hanya menyampaikan kondisi pascabencana, Bupati juga memaparkan sejumlah perkembangan data strategis daerah yang dinilai perlu menjadi perhatian dalam formulasi penghitungan DAU. Di antaranya perubahan jumlah penduduk, pertumbuhan peserta didik, serta berbagai indikator lain yang memengaruhi kebutuhan fiskal daerah.



menegaskan bahwa pembaruan data tersebut sangat penting agar formula pengalokasian dana transfer dapat mencerminkan kondisi riil dan kebutuhan pembangunan yang dihadapi daerah saat ini.


“Kami ingin memastikan bahwa data-data yang menjadi dasar perhitungan transfer ke daerah benar-benar menggambarkan kebutuhan aktual masyarakat. Dengan begitu, kebijakan fiskal yang diambil pemerintah pusat dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” tambahnya.


Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Askolani, menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam menyampaikan aspirasi dan kebutuhan daerah secara langsung.


menjelaskan bahwa peluang peningkatan dana transfer ke daerah terbuka sepanjang didukung oleh data yang valid, akurat, dan mutakhir sesuai komponen yang digunakan dalam formula penghitungan DAU.


“Peningkatan dana transfer ke daerah tentu dimungkinkan sepanjang didukung oleh pembaruan data yang menjadi bagian dari formula penghitungan DAU. Karena itu, validitas dan kelengkapan data menjadi hal yang sangat penting,” kata Askolani.


Usai audiensi dengan Dirjen Perimbangan Keuangan, pembahasan teknis dilanjutkan bersama Direktur Dana Transfer Umum, Sandy Firdaus. Pertemuan tersebut membahas secara lebih rinci mekanisme pembaruan data dan langkah-langkah yang perlu dilakukan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman agar kebutuhan fiskal daerah dapat terakomodasi dalam kebijakan transfer ke daerah pada tahun-tahun mendatang


Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap proses pembaruan data pendukung dapat segera ditindaklanjuti sehingga alokasi dana transfer yang diterima semakin sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.


Langkah tersebut diyakini akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik demi (***)

Padang Pariaman, Lintas Media News.com –Terlihat semangat juang dan optimisme, saat pelepasan Kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kabupaten Padang Pariaman, yang akan berlaga pada O2SN Tingkat Provinsi Sumatera Barat.


Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis, SH, MH, secara resmi melepas para atlet pelajar tersebut, di Pendopo Rumah Jabatan Bupati di Karan Aur, Sabtu (20/6/2026).


Sebanyak 30 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, dan ofisial akan membawa nama Kabupaten Padang Pariaman pada ajang olahraga pelajar paling bergengsi di Sumatera Barat yang berlangsung di Kota Padang pada 21 hingga 23 Juni 2026.


Dalam suasana penuh semangat, John Kenedy Azis memberikan motivasi kepada para atlet muda yang telah berhasil menjadi juara di tingkat kabupaten. Menurutnya, kesempatan tampil di tingkat provinsi merupakan langkah penting dalam perjalanan menuju prestasi yang lebih tinggi.


“Anak-anakku sekalian adalah atlet-atlet terbaik yang dimiliki Kabupaten Padang Pariaman saat ini. Kalian datang sebagai juara dan berangkat ke duta daerah. Bertandinglah dengan penuh semangat, disiplin, sportivitas, dan percaya diri. Tidak ada bahwa putra-putri Padang Pariaman mampu bersaing dan medan meraih prestasi terbaik,” tegasnya.


Bupati menekankan bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh mental bertanding yang kuat, kerja keras, serta keyakinan pada kemampuan diri sendiri. Ia mengajak seluruh atlet untuk menjadikan setiap pertandingan sebagai momentum mengukir prestasi sekaligus menambah pengalaman berharga.


“Kami semua mendoakan dan mendukung kalian. Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan tetap fokus selama bertanding. Tidak ada yang mustahil selama ada kemauan, kerja keras, dan doa. Saya yakin dari kontingen ini akan lahir atlet-atlet yang mampu menembus tingkat nasional,” ujarnya yang disambut tepuk tangan para peserta.



Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman, Hendri, menjelaskan bahwa kontingen yang diberangkatkan terdiri dari 10 atlet jenjang SD, 10 atlet jenjang SMP, serta 10 orang pelatih dan ofisial.


Para atlet akan bertanding pada lima cabang olahraga yang dipertandingkan dalam O2SN tingkat provinsi, yaitu atletik, pencak silat, renang, panjat tebing, dan bulu tangkis. Seluruh atlet merupakan hasil seleksi dari para juara O2SN tingkat Kabupaten Padang Pariaman yang telah dilaksanakan pada Mei lalu.


“Mereka telah melalui tahapan seleksi dan pelatihan. Kami berharap seluruh atlet mampu menampilkan performa terbaik dan membawa pulang prestasi yang mengecewakan bagi Kabupaten Padang Pariaman,” kata Hendri.



Keikutsertaan Padang Pariaman dalam O2SN tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelatihan olahraga usia dini yang berkelanjutan. Melalui ajang ini, pemerintah daerah berharap lahir generasi atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.


Pelepasan kontingen berlangsung hangat dan penuh haru. Para orang tua, kepala sekolah, serta guru pendamping turut memberikan dukungan dan doa terbaik kepada para atlet sebelum bertolak menuju arena pertandingan.


Dengan semangat juang yang tinggi dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kontingen O2SN Padang Pariaman diharapkan mampu tampil maksimal serta mengukir prestasi gemilang untuk membawa harum nama Kabupaten Padang Pariaman di kancah olahraga pelajar Sumatera Barat. (rls kmf/len)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.