Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM walikota Padang walikota solok

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, membuka secara resmi rapat koordinasi terkait pelaksanaan pembangunan beberapa fasilitas umum pada tahun 2026-2027. Kegiatan yang dihadiri unsur Forkopimda tersebut, digelar di Aula Balaikota Bukittinggi, Senin (13/07). 


Penataan kota menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Bukittinggi. Hal ini sejalan dengan terpilihnya Bukittinggi sebagai satu dari 10 kota di Indonesia yang mendapat program Integrated City Planning (ICP) dari Bappenas RI. Demikian disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.


Ia menjelaskan, Program tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan kota yang modern, aman, nyaman, indah, berkelanjutan serta mampu meningkatkan daya saing, khususnya di sektor pariwisata.


Dalam kesempatan itu, Ramlan sekaligus memaparkan rencana penataan pada sejumlah kawasan dan ruas jalan menuju  Jam Gadang. Konon kawasan tersebut akan dirancang dengan konsep kota ramah pejalan kaki. Penataan tersebut meliputi pemasangan conblock di Jalan Istana, Jalan Minangkabau, Jalan Sudirman, Jalan Perwira dan Jalan Ombilin. Menurutnya, kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan kursi, ruang hijau, pohon peneduh, lampu jalan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.


Disisi lain, rekayasa lalu lintas secara bertahap, juga akan diterapkan pada ruas jalan menuju kawasan Jam Gadang dan Panorama. Upaya ini tentunya untuk mendukung terciptanya kawasan yang lebih nyaman dan aman bagi pejalan kaki.


Tidak tertinggal, Pemko Bukittinggi juga akan melakukan peremajaan taman depan dan kafe di TMSBK, pemasangan lampu di kawasan Janjang 40 beserta gapura gerbang atas. Sejumlah lampu hias juga akan dipasang di beberapa ruas jalan yang menjadi pusat ekonomi kreatif warga sebagai penerangan. 


Sementara itu,  kawasan Pasar Bawah yang masuk prioritas untuk direvitalisasi, tahap awal difokuskan pada perbaikan sistem drainase untuk mengatasi genangan air. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pembenahan lantai dan atap pasar agar lebih bersih, rapi dan nyaman tanpa menghilangkan karakter pasar tradisional. (Sandra/Af)

Sumbar, Lintasmedia News– Kontingen atlet Taekwondo Polda Sumatera Barat (Sumbar) sukses menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang kejuaraan bergengsi "Kapolri Cup 2026". Dalam perhelatan yang berlangsung di Indoor Stadium, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 9 hingga 12 Juli 2026, tim Polda Sumbar berhasil membawa pulang total 16 medali.


Adapun rincian perolehan medali tersebut terdiri dari 6 medali emas, 9 medali perak, dan 1 medali perunggu. Prestasi ini menjadi bukti nyata kesiapan dan kualitas atlet-atlet di lingkungan Polda Sumbar dalam berkompetisi di tingkat nasional.


Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Kabiro SDM) Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa tersebut. Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari disiplin dan latihan keras yang telah dijalani para personel.

"Kami sangat bangga atas perjuangan seluruh atlet yang telah membawa nama harum Polda Sumbar di kancah nasional. Prestasi ini membuktikan bahwa anggota kita tidak hanya tangguh dalam tugas kepolisian, tetapi juga memiliki keunggulan kompetitif di bidang olahraga. Kami berharap torehan ini menjadi motivasi bagi personel lainnya untuk terus berprestasi," ujar Kombes Pol Anissullah M. Ridha.


Daftar Atlet Peraih Medali:

• Medali Emas (6): Briptu Suci Ferian Rahayu, Bripda Muhammad Hafizh Faruq, Bripda Ravi Oktavian, Bripda Aditya Pramana, Bripda Muhammad Ressya Faolingga, dan Barada Akbar Trinanda.

• Medali Perak (9): Briptu Suci Ferian Rahayu, Bripda Butet Batmi, Bripda Sanaya Alifa Yosta, Briptu Dirta Wahyudi, S.H., Bripda Muhammad Iman Al Mughni, Bripda Muhammad Sendi Julian, serta Bripda Ressya Faolingga.

• Medali Perunggu (1): Briptu Ryan Bimantoro.


Senada dengan Kabiro SDM, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antar personel Polri se-Indonesia.


"Kejuaraan Kapolri Cup ini bukan hanya soal medali, tetapi juga sarana untuk meningkatkan sportivitas dan profesionalisme. Kami berharap keberhasilan atlet Taekwondo Polda Sumbar ini dapat menginspirasi semangat sportivitas bagi seluruh personel, sekaligus memperkuat citra positif Polri di tengah masyarakat," tutur Kombes Pol Susmelawati Rosya.


Prestasi ini menambah catatan positif bagi Polda Sumbar dalam pengembangan bakat dan minat personel di bidang olahraga beladiri, sekaligus menunjukkan konsistensi dalam pembinaan sumber daya manusia yang unggul.


(Red)

Lintasmedia News- Pujian dan kritikan terhadap gerakan koperasi dan UMKM memang tak kunjung padam. Ada yang menyangjung, dimana koperasi dan UMKM sangat bandel menghadapi krisis ekonomi global, koperasi tangguh dan berbagai bentuk pujian lainnya.


Sanjungan itu, juga diselingi dengan kritikan terhadap koperasi dan UMKM: rendahnya produktivitas koperasi dan UMKM dikarenakan lemahnya SDM di bidang manajemen, organisasinya kurang professional, penguasaan teknologi dan pemasaran yang lemah, serta rendahnya kualitas kewirausahaan dari para manager koperasi dan pelaku UMKM dan lainnya.

Dalam kegiatan Hari Koperasi yang diperingati setiap 12 Juli, kalangan penjabat dan segenap pakar kembali mengemuka peranan koperasi dan Usaha Mikro Kicil dan Menengah (UMKM) sangat signifikan.


Tidak hanya daya tahan peranan dalam mengurangi kemiskinan dan mendorong pertumbuhan tenaga kerja, tetapi juga secara nasional memberikan kontribusi yang besar di dalam pertumbuhan ekonomi nasional.


Pasalnya, lebih 90 persen jumlah unit usaha di Indonesia adalah usaha mikro, kecil dan menengah yang seluruhnya berjumlah puluhan juta, menyebar di seluruh pelosok Indonesia dengan berbagai macam jenis usaha. 

Peranan koperasi dan UMKM seperti dikumandangkan di atas sudah berulang kali mengemuka, baik di tingkat kabupaten/ kota, provinsi maupun di ajang kegiatan nasional. Itu keitu saja. Namun perubahan tak kunjung datang. 


Alasanya, juga itu ke itu juga. Yaitu lemahnya SDM (sumber daya manusia), lingkungan usaha, kelembagaan, permodalan dan pemasaran, sehingga peranan koperasi dan UKM belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau memberantas kemiskinan.


Dengan berbagai kelemahan dialami koperasi dan UMKM di tanah air, maka sebagian besar koperasi dan UMKM masih sulit maju dan berkembang tanpa dukungan pemerintah. 

Yang terjadi selama ini, terkesan koperasi menjadi suatu gerakan yang selalu dibawa ke konotasi politis. Karena koperasi dan UMKN punya anggota yang relative banyak, sangat potensial untuk mencapai tujuan politik. 


Dalam suasana lain, selalu didengugungkan: koperasi adalah soko guru perekonomian nasional. Oleh sebab itu koperasi harus dijadikan sebuah gerakan perekonomian masyarakat. Ungkapan ini sepertinya sekedar pemanis kata, kemunafikan yang tak kunjung reda. 


Sebab, realita di lapangan, perhatian pemerintah di tingkat kabupaten/kota atau provinsi terhadap koperasi dan UMKM jauh dari harapan.  

Paradigma yang berkembang saat ini adalah pembinaan dan pemberdayaan koperasi dan UMKM yang menyedot anggaran dan tidak berkontribusi terhadap pendapatan daerah, seperti sektor-sektor industry yang membayar pajak tinggi.


Maka tak mengherankan, perhatian koperasi oleh pimpinan atau pengembil keputusan di daerah dan provinsi masih relative kurang. Khusus di Sumatera Barat. Buktinya, dinas koperasi yang berdiri sendiri dalam bentuk Dinas Koperasi dan UMKM hanya bisa dihitung dengan jari. Sebagian besar digabung dengan sector industry, pertambangan, perdagangan dan lainnya. 


Lagi pula, anggaran untuk gerakan koperasi dan UMKM relative rendah atau jauh lebih kecil dari yang dianggarkan oleh dinas koperasi. Menempatkan personal teknis yang tak kompeten akan melemahkan kinerja Dinas Koperasi atau yang membidangi koperasi. 

Sebab, selama ini, yang menduduki jabatan teknis di Dinas koperasi ada yang bidan, dokter, sarjana sospol, perhubungan yang mentah pengalaman.


Karena itu, pola kebijakan atau pemikiran seperti itu harus diubah , harus ada satuan teknis yang khusus menangani koperasi dan UMKM serta alokasi anggaran memadai untuk program pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Lalu menempatkan personal teknis yang kompeten.


Pemerintah daerah tidak bisa hanya mengharapkan pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk membangun daerah, kerena PAD berasal dari pajak-pajak daerah dan retribusi sangat terbatas.  

Tidak ada pilihan lain selain dengan meningkatkan mutu SDM khususnya jiwa entrepreneur bupati/ walikota dan para pengelola koperasi. Sehingga daerah tidak hanya mendapatkan pendapatan dari retribusi yang kecil. Daerah harus mempunyai kemampuan sendiri untuk memperoleh pendapatan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat.


Untuk menjalankan semuanya itu, perlu suatu komitmen dari pihak pengambil keputusan di daerah, sehingga koperasi dan UMKM benar-bnar mampu menjadi soko guru perekonomian nasional. 


Tinggal lagi, bagaimana komitmen daerah memberdayakan koperasi dan UMKM untuk meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Inilah yang kita tunggu. (***)

 

PADANG, Lintasmedia News– Setelah berjalan sejak akhir 2023, UPZ Baznas Semen Padang resmi menuntaskan Program Ekonomis Komunitas Kambing Etawa yang dilaksanakan di Padayo Goat Farm, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Program pemberdayaan ini dirancang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga mustahik melalui pengembangan usaha peternakan kambing etawa perah.


Penutupan program tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua UPZ Baznas Semen Padang, Verdy Radinal Gusman, pada Senin (13/7/2026). Kegiatan itu juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman dan evaluasi yang menghadirkan akademisi dari Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, serta Dinas Pertanian Kota Padang.


Verdy Radinal Gusman mengatakan, program yang mengusung tema *"Merawat Berkah, Peternak Kolektif Berdedikasi, Hasil Melimpah Tiada Henti"* merupakan bagian dari upaya UPZ Baznas Semen Padang dalam mengembangkan pola pemberdayaan zakat produktif. Program ini dimulai pada akhir 2023 dengan tujuan mendorong para penerima zakat agar memiliki sumber penghasilan baru sekaligus meningkatkan taraf hidup keluarganya.


Pada pertengahan 2024, UPZ Baznas Semen Padang menyerahkan sebanyak 92 ekor kambing etawa kepada lima keluarga penerima manfaat di Kampung Padayo. Bantuan tersebut terdiri atas 46 ekor kambing jantan dan 46 ekor kambing betina. Setelah penyerahan bantuan, para penerima manfaat juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik budi daya kambing etawa perah yang baik.


Pelatihan dan pendampingan tersebut melibatkan akademisi dari Fakultas Peternakan Universitas Andalas. "Materi pelatihan meliputi pemilihan bibit, pengelolaan pakan, pemeliharaan kesehatan ternak, pengaturan reproduksi, kebersihan kandang, pengolahan susu, hingga pengelolaan usaha," ujarnya.


Dipilihnya Padayo sebagai lokasi pengembangan program karena selain berada di lingkungan sekitar PT Semen Padang, kawasan tersebut juga merupakan salah satu sentra peternakan kambing terbesar di Sumatera Barat, yakni Padayo Goat Farm. "Keberadaan sentra peternakan ini menjadi modal penting dalam pengembangan program," katanya.


Verdy mengatakan, meskipun tahapan program secara resmi telah berakhir, proses pemberdayaan para penerima manfaat diharapkan terus berlanjut. Ia berharap instansi terkait tetap memberikan pembinaan dan pendampingan agar usaha peternakan kambing etawa perah yang dijalankan para penerima manfaat dapat berkembang secara berkelanjutan.


Menurutnya, dukungan lanjutan sangat dibutuhkan, terutama pada aspek teknis peternakan, kesehatan hewan, manajemen usaha, pengolahan produk, hingga pemasaran.


"Kami berharap Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pertanian Kota Padang, akademisi, serta seluruh pihak terkait terus memberikan dukungan kepada para penerima manfaat," katanya.


Dengan pendampingan yang berkelanjutan, Verdy optimistis usaha peternakan kambing etawa perah tersebut dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi para mustahik. Selain membuka peluang usaha, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.


"Harapan kami, para penerima manfaat yang saat ini masih berstatus mustahik dapat semakin mandiri secara ekonomi. Pada masa mendatang, kami ingin mereka tidak lagi menjadi penerima zakat, tetapi justru mampu menjadi muzaki atau pemberi zakat," ujarnya.


Wakil Dekan II Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Nurhayati, mengapresiasi UPZ Baznas Semen Padang yang telah melibatkan perguruan tinggi dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keterlibatan akademisi merupakan bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.


"Kami merasa bangga dapat terlibat dalam program kambing etawa ini. Bagi perguruan tinggi, keterlibatan dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat," katanya.


Nurhayati menilai peternakan merupakan salah satu sektor yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan usaha peternakan perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.


"Ada ungkapan bahwa negeri yang kaya akan ternak tidak akan miskin. Peternakan memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pangan, lapangan kerja, dan penghasilan bagi masyarakat," ujarnya.


Ia menambahkan, Fakultas Peternakan Universitas Andalas terbuka untuk terus bekerja sama dengan UPZ Baznas Semen Padang maupun berbagai pihak dalam kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan peternakan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kapasitas peternak.


"Kami terbuka untuk menjalin kerja sama dalam berbagai program yang relevan dengan bidang keilmuan Fakultas Peternakan Universitas Andalas," katanya.


Pada kesempatan tersebut, Nurhayati juga menyoroti sejumlah faktor teknis yang menentukan keberhasilan usaha peternakan kambing etawa. Salah satu faktor terpenting adalah kualitas bibit yang akan menentukan produktivitas ternak apabila didukung dengan pengelolaan yang baik.


"Bibit kambing yang ada di Padayo sudah sangat baik dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada manajemen pemeliharaan. Untuk itu, peternak perlu memperhatikan kualitas dan ketersediaan pakan, kebersihan kandang, kesehatan ternak, pengelolaan reproduksi, serta pencatatan usaha.


Tanpa manajemen yang baik, potensi bibit unggul tidak akan menghasilkan produktivitas yang maksimal. Selain itu, peternak juga perlu memahami standar pengelolaan susu agar produk yang dihasilkan tetap higienis, berkualitas, dan aman dikonsumsi masyarakat," ujarnya.


Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Nirmala, turut mengapresiasi langkah UPZ Baznas Semen Padang dalam mendorong kemandirian mustahik melalui pengembangan usaha kambing etawa perah. Menurutnya, program tersebut memiliki prospek yang baik karena permintaan terhadap susu kambing terus meningkat.


"Permintaan susu kambing terus mengalami peningkatan, sedangkan ketersediaannya belum banyak. Kondisi ini menjadi peluang bagi para peternak untuk mengembangkan usaha," katanya.


Nirmala mendorong agar peternakan kambing etawa perah di Kampung Padayo tidak hanya berfokus pada produksi susu segar. Para peternak juga perlu mengembangkan hilirisasi atau pengolahan produk agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Susu kambing dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti susu pasteurisasi, yoghurt, kefir, maupun produk olahan lainnya.


"Kalau hanya menjual susu segar, nilai tambah yang diperoleh masih terbatas. Apabila diolah menjadi produk turunan, harga jual dan daya saingnya tentu dapat meningkat," ujarnya.


Ia menyebut harga susu kambing di pasaran dapat mencapai sekitar Rp70 ribu per liter, lebih tinggi dibandingkan susu sapi. Tingginya harga tersebut menunjukkan bahwa susu kambing memiliki pasar tersendiri.


"Masyarakat tidak segan membeli susu kambing dengan harga lebih tinggi karena produk ini memiliki konsumen yang spesifik. Apabila hilirisasi dilakukan dengan baik, peluang keuntungan bagi peternak tentu akan semakin besar," katanya.


Nirmala menambahkan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat terus mendorong para pelaku usaha peternakan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, dan mengembangkan produk olahan. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi, pembinaan, promosi, serta pelibatan peternak dalam berbagai kegiatan dan pameran. Salah satu momentum yang dapat dimanfaatkan adalah peringatan Hari Susu Nusantara.


"Hari Susu Nusantara menjadi ajang untuk mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi susu. Susu baik untuk kesehatan hari ini dan mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat pada masa depan. Bagi pelaku usaha kambing perah, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana promosi dan memperkenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas," tuturnya.


Salah seorang penerima manfaat Program Ekonomis Komunitas Kambing Etawa, Syafrinaldi, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari program tersebut. Menurutnya, bantuan ternak dan pendampingan yang diberikan telah membuka peluang bagi keluarganya untuk mengembangkan usaha baru.


Meski hasil usaha yang diperoleh belum maksimal, ia optimistis usaha peternakan tersebut akan terus berkembang.


"Alhamdulillah, kami bersyukur dapat menjadi bagian dari program ini. Kami mendapatkan bantuan sekaligus pengetahuan tentang cara mengelola ternak. Terima kasih kepada UPZ Baznas Semen Padang dan seluruh pihak terkait yang telah mendukung kami selama ini," katanya.

 

Sumbar, Lintasmedia News– Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat mengungkap dugaan tindak pidana perbankan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit konvensional di PT Bank Nagari Cabang Pembantu Sijunjung. Dalam kasus yang merugikan keuangan negara tersebut, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka.


Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyatakan bahwa pengungkapan ini berawal dari serangkaian penyelidikan terkait dugaan penyimpangan dalam penyaluran kredit, baik untuk debitur konvensional maupun syariah, selama periode tahun 2022 hingga Mei 2025.


"Hasil penyidikan, saat ini telah ditetapkan tiga orang tersangka. Kasus ini melibatkan 125 orang debitur dengan total plafon kredit fantastis, yakni sebesar Rp50,335 milyar," ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya.


Kombes Pol Susmelawati menegaskan, modus operandi yang dilakukan para tersangka meliputi manipulasi profil debitur, merekayasa objek usaha yang akan dibiayai beserta agunannya, hingga pemalsuan tanda tangan nasabah pada slip penarikan uang. "Puncaknya, mereka melakukan pencairan dana kredit terhadap 125 debitur tersebut," tambahnya.


Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit 2 Ditreskrimsus Polda Sumbar, Kompol Purwanto, menjelaskan bahwa kasus ini terbongkar berawal dari audit internal pihak Bank Nagari yang menemukan adanya fraud (penyimpangan).

Ketiga tersangka tersebut memiliki peran masing-masing, yakni berinisial REP selaku Pimpinan Bank Nagari Cabang Pembantu Siberut, HWH selaku petugas kredit, dan MS yang berperan mencari data debitur.


"Motifnya adalah untuk mengejar target bank agar mencapai prestasi. Dari penyimpangan ini, para tersangka mendapatkan fee. Pimpinan menerima Rp10 hingga Rp20 juta per pencairan, petugas kredit Rp5 juta, dan MS sekitar Rp1,7 juta per debitur," ungkap Kompol Purwanto.


Kompol Purwanto menambahkan, saat ini total barang bukti yang disita mencapai 132 dokumen, termasuk SK, pejabat bank, dokumen kredit, dan berkas pengajuan debitur.


Untuk tersangka REP dan HWS, yang atas perbuatannya dijerat dengan pasal 49 ayat 1 huruf a dan atau Pasal 63 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 4 tahun 2023, tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun paling lama 15 tahun, untuk pasal bank konvensional atau syariah. 


Sementara itu untuk tersangka MS, dijerat dengan Pasal 49 ayat 2 huruf a dan atau Pasal 63 ayat 4 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan dengan ancaman hukuman penjara minimal 3 tahun paling lama 8 tahun.


Hingga saat ini, penyidik Polda Sumbar telah melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka dan berkas perkara sedang dalam tahap pemenuhan petunjuk jaksa (P19) untuk kemudian dilanjutkan ke tahap P21.


(Red)

 

Sumbar, Lintasmedia News– Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., memimpin apel pagi perdana di Mapolda Sumatera Barat, Senin (13/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kapolda memberikan arahan tegas kepada seluruh jajarannya untuk senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dan memberikan keteladanan dalam melayani masyarakat.


Apel yang diikuti oleh seluruh pejabat utama, Pamen, Pama, Brigadir, tamtama serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri di lingkungan Polda Sumbar ini menjadi momen penting bagi Kapolda untuk menyampaikan visi dan komitmen kepemimpinannya di wilayah hukum Sumatera Barat.

Dalam arahannya, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menekankan bahwa kepemimpinan yang efektif tidak terletak pada seberapa banyak arahan yang diberikan, melainkan pada keteladanan yang ditunjukkan di lapangan.


"Seorang pimpinan harus memberikan tauladan kepada anak buahnya, kepercayaan masyarakat dibangun bukan hanya melalui ucapan, tetapi melalui sikap, tindakan dan pengabdian yang konsisten setiap hari, " tegas Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy.


Menyikapi karakteristik masyarakat Sumatera Barat yang dikenal memiliki pendirian kuat, Kapolda menginstruksikan agar jajarannya tidak menggunakan pendekatan kekerasan. Sebaliknya, ia mendorong tindakan persuasif dan pelayanan yang lebih mengayomi.


"Tugas kita sebagai Polri adalah melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Layani mereka, tidak perlu kita terpengaruh atau terprovokasi dengan apa yang diucapkannya," tambahnya.


Mengakhiri arahannya, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy mengajak seluruh personel untuk terus solid, kompak, dan bersatu dalam menghadapi tantangan tugas ke depan. 


(Red)

 

Padang, Juli 2026, Lintasmedia News 

Mantan Atlit Voli Indonesia- MAVI Korwil Sumatera Barat terbentuk dengan Ketua Umum Drs H. Yusman Kasim dengan Sekretaris Umum Ir.Jafri . Insha Allah kepengurusan ini akan dikukuhkan oleh Ketua Umum Mavi Pusat, Dra Wiji Hastuti, Sabtu tanggal 18 Juli 2026 di Aula Kantor Gubernur Sumbar,Jalan Sudirman, Padang.


Ketua Umum MAVI Korwil Sumbar Drs Yusman Kasim menjelaskan, Organisasi Mantan Atlet Voli Indonesia (MAVI) dibentuk dengan tujuan utama sebagai wadah silaturahmi untuk mempererat persaudaraan dan persatuan antar mantan pemain nasional maupun daerah. 


Lebih dari itu, MAVI menjadi motor penggerak untuk mendukung pembinaan atlet usia dini dan memajukan prestasi olahraga voli di tanah air, sebut Mantan Wakil Walikota Padang ini.


Secara rinci, dijelaskan Yusman Kasim tujuan dibentuknya MAVI meliputi:

Membina Atlet Usia Dini: MAVI berkomitmen mencari dan melahirkan bibit-bibit muda berbakat, seperti melalui penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) kelompok umur. 


Menjaga Solidaritas: Menjadi wadah temu kangen dan saling berbagi pengalaman antar mantan atlet lintas generasi. 

Sinergi dengan PBVSI: Menjadi mitra strategis bagi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) dalam menyukseskan program-program keolahragaan nasional. 


Perhatian Sosial: Memperjuangkan nasib dan kesejahteraan para mantan atlet yang kerap terlupakan setelah masa kejayaan mereka usai, tegas Yusman Kasim.


KEPENGURUSAN


Berdasarkan SK nomor 008/Skep/PP- MAVI/IV/2026 yang ditandatangani Ketua Umum Mavi Pusat Dra Wiji Hastuti, kepengurusan Mavi Sumbar terdiri dari ; Pelindung, Gubernur, Ketua KONI Sumbar,Bupati dan Wako se-Sumbar , May,Pol,Pur. Maaf Atjin RB.

Sedangkan Dewan penasehat, Ketua PBVSI Sumbar,Prof Dr Syafruddin Nurdin,Mpd, Drs. K. Saruli dan Dewan Pembina,Evi Yendri SI.P, Afrizal Cai,Zulkarnain, Anggota Nazar.


Ketua Umum .Drs Yusman Kasim, Wakil Ketua I,Syafril,SE, Wakil Ketua II, Afrizal,SE, Sekretaris Umum, Ir.Jafri, Wakil, AKP Helza Fitria,SH, Bendahara,Syafriawati, Wakil Bendahara Wildan Muchtar.


Bidang organisasi, Ir. Yanuar, Irwandi,SH, Drs.Syahrul,Erwin Bachtiar,ST,Padri

Bidang Keolahragaan, Irwan Zikri,SE,Absi Ultra Yenedi,Refky Dwi Sahputra,SH Mkn, Idris.


Bidang Dana dan Usaha, Drs.Hasraf Sani, Ir Hevan Bahar, Djafrial Koyal,Liza Apriandri.

Bidang Sosial. Alimesri,Ramli Edison, Mawardi Tomi,Suyanto.

Bidang Hubungan Masyarakat, Zulnadi,SH, Riswandi, Suhartatik, Dasril Lase. **

 

Padang, Lintasmedia News— Semangat menyambut tahun ajaran baru begitu kental di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang. Sebanyak 200 siswa baru resmi memulai perjalanan pendidikan mereka melalui kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dibuka langsung oleh Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir , setelah memimpin upacara pengibaran bendera di halaman MAN 3 Padang, Senin (13/7/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Komandan Polisi Militer Komando Distrik Angkatan Laut (Danpom Kodaeral) II Padang Kolonel Marinir (PM) Almuhaimin, Koto Tangah Rio Ebu Kecamatan Pratama, Kepala MAN 3 Padang Marliza, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Padang, jajaran dewan guru, orang tua siswa, serta seluruh siswa MAN 3 Padang.

Prosesi pembukaan MATAMUDA ditandai dengan pemasangan simbolis tanda-tanda peserta oleh Maigus Nasir bersama Kolonel Marinir (PM) Almuhaimin. Selama masa orientasi, para siswa baru akan menerima pembinaan karakter dengan bimbingan prajurit Kodaeral II Padang sebagai bagian dari upaya menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan semangat nasional sejak usia dini.


Dalam pesannya, Maigus Nasir mengajak semua siswa untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter yang kuat sebagai landasan utama untuk meraih masa depan yang gemilang. Menurutnya, kecerdasan intelektual hanyalah salah satu unsur pendukung, sedangkan sikap, integritas, dan disiplin sebenarnya merupakan penentu utama kesuksesan seseorang.

Ia mengutip hasil penelitian akademis oleh Thomas J. Stanley yang menyebutkan bahwa Intelligence Quotient (IQ) hanya menempati peringkat ke-21 sebagai faktor penentu kesuksesan, sedangkan almamater berada di posisi ke-23. Di sisi lain, karakter seperti kejujuran, disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab adalah faktor-faktor yang paling menentukan kesuksesan seseorang.


"Menurut Thomas J. Stanley, IQ hanya berada di urutan ke-21 sebagai faktor penentu kesuksesan, sedangkan almamater berada di urutan ke-23. Bahkan, karakter seperti kejujuran dan disiplin adalah faktor utama yang mengantarkan seseorang menuju kesuksesan," kata Maigus.


Untuk memperkuat pesannya, Maigus mencontohkan perjalanan hidup Oprah Winfrey yang mampu meraih kesuksesan dunia meskipun berasal dari keluarga sederhana. Baginya, kisah tersebut adalah bukti bahwa latar belakang bukanlah halangan selama seseorang memiliki karakter yang kuat, kemauan untuk belajar, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Menurut Maigus, pembentukan karakter generasi muda kini menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Padang. Komitmen ini diwujudkan melalui Program Unggulan Surau Cerdas (Progul) , yang bertujuan untuk menghidupkan kembali fungsi masjid dan musala sebagai pusat pendidikan karakter, pengembangan moral, dan pengembangan kompetensi generasi muda.


Melalui program ini, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari Subuh Mubarakah, Remaja Masjid Reborn, penyediaan ruang belajar digital dan fasilitas internet gratis di masjid dan musala, hingga revisi kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) dan Ta'limul Qur'an lil Aulad (TQA) agar lebih relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

Ia juga mengumumkan bahwa mulai bulan ini, Pemerintah Kota Padang akan kembali melaksanakan program pembinaan karakter bagi siswa SMP melalui kegiatan 3T (Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz) yang berlangsung setiap hari Kamis hingga Minggu setelah shalat Maghrib hingga shalat Isya di masjid-masjid dan musala.


"Mulai bulan ini, siswa SMP di Kota Padang akan kembali ke masjid dan mengikuti kegiatan pembinaan karakter melalui program 3T (Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz) yang dilaksanakan setelah shalat Maghrib hingga shalat Isya, mulai Kamis hingga Minggu," ujarnya.

Selain membangun karakter, Pemerintah Kota Padang juga terus memperluas akses pendidikan melalui Program Padang Juara . Program ini memberikan kesempatan kepada putra dan putri terbaik Kota Padang untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri melalui skema beasiswa.


"Tahun ini kami mengirim sebanyak 60 siswa untuk melanjutkan pendidikan mereka di Tiongkok, 10 orang ke Malaysia, dan sebelumnya kami juga mengirim 14 orang ke Universitas Arizona, Amerika Serikat. Ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Kota Padang untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda," kata Maigus.

Ia berharap seluruh siswa baru MAN 3 Padang dapat memanfaatkan masa orientasi sebagai momentum untuk mengenal lingkungan sekolah, mengembangkan semangat belajar, mempererat persahabatan, dan membentuk karakter positif yang siap menghadapi tantangan di masa depan.


Melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan unsur-unsur TNI, MATAMUDA MAN 3 Padang diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi langkah pertama dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa kemajuan bagi Kota Padang, bangsa, dan negara. (***)

 
Pasaman Barat,Lintas Media News
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Evi Yandri Rajo Budiman, resmi menutup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Peridon Siap Maju Grand Final Region 1A Sumatera 2026.

 Ajang bergengsi ini berlangsung di Sirkuit Permanen Peridon Siap Maju, Aek Nabirong, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (12/7/2026).

Selama dua hari kompetisi (11–12 Juli), puluhan tim dari berbagai provinsi di Pulau Sumatera unjuk kebolehan dan strategi. Kehadiran Evi Yandri yang didampingi anggota DPRD Sumbar, Ade Putra dan Hanapi Lubis, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan olahraga otomotif nasional.

Evi Yandri mengapresiasi kesuksesan panitia, sponsor, dan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kejurnas ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana pembinaan jangka panjang.
"Kami berharap ajang ini mampu melahirkan pembalap berprestasi yang bisa membawa nama daerah ke tingkat nasional hingga internasional. Semoga kegiatan sejenis semakin rutin digelar sebagai wadah positif bagi generasi muda," ujar Evi Yandri.

Ia juga berterima kasih kepada tim tamu dan pendamping yang datang dari luar provinsi. Evi berharap kenyamanan dan pelayanan yang diberikan tuan rumah meninggalkan kesan mendalam.

"Silakan kembali berkunjung ke Sumbar, khususnya ke Koto Balingka ini," tambahnya saat menyambut para tamu perwakilan daerah.

Lebih lanjut, legislator Sumbar ini memaparkan bahwa sport tourism seperti kejurnas memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat. Aktivitas ini terbukti menggerakkan sektor UMKM, perhotelan, jasa transportasi, hingga meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pasaman Barat.

Antusiasme ribuan penonton yang memadati sirkuit sepanjang akhir pekan menjadi bukti tingginya minat masyarakat. Kesuksesan ini sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Pasaman Barat sebagai salah satu destinasi utama penyelenggaraan ajang olahraga otomotif berskala nasional.(*)


Pasaman Barat,Lintas Media News Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ade Putra, menyatakan dukungannya terhadap kesiapan Kabupaten Pasaman Barat menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar 2026. Menurutnya, keberadaan Sirkuit Peridon Siap Maju di Nagari Pamatang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, menjadi modal penting dalam menyukseskan ajang olahraga terbesar di Sumatera Barat tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Ade Putra saat menghadiri Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Peridon Siap Maju Grand Final Regional 1A Sumatera 2026 yang digelar di Sirkuit Peridon Siap Maju, Sabtu (11/7/2026).

Ade Putra menilai penyelenggaraan kejuaraan grasstrack tersebut membuktikan bahwa Pasaman Barat memiliki fasilitas olahraga otomotif yang memadai dan siap digunakan untuk event berskala besar, termasuk Porprov Sumbar 2026.

"Keberadaan Sirkuit Peridon Siap Maju merupakan aset penting bagi Pasaman Barat. Sirkuit ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan atlet otomotif, tetapi juga menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minat mereka," kata Ade Putra.
Menurutnya, kehadiran sirkuit tersebut juga memberikan dampak sosial yang positif. Selain mendukung pembinaan olahraga, sirkuit dapat menjadi solusi untuk menekan aksi balap liar yang kerap melibatkan kalangan remaja.

Ade Putra bahkan menyebut Sirkuit Peridon Siap Maju sebagai salah satu sirkuit terbaik yang dimiliki Sumatera Barat saat ini. Karena itu, ia menilai fasilitas tersebut sangat layak menjadi venue cabang olahraga motocross pada Porprov Sumbar 2026.

"Kami mendukung penuh pembangunan olahraga di Pasaman Barat. Kehadiran sirkuit ini menjadi aset berharga bagi daerah dan sangat layak digunakan sebagai venue Porprov Sumbar 2026," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, menegaskan pemerintah daerah siap mendukung seluruh persiapan pelaksanaan Porprov Sumbar 2026. Ia menyebut Sirkuit Peridon Siap Maju akan menjadi salah satu venue yang digunakan untuk cabang olahraga motocross dan arung jeram.

"Insyaallah pada Oktober 2026 Kabupaten Pasaman Barat menjadi tuan rumah Porprov Sumbar. Salah satu cabang yang akan dipertandingkan adalah motocross dan arung jeram di Sirkuit Peridon Siap Maju ini. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat siap mendukung dan bersinergi agar pelaksanaannya berjalan sukses," ujar Doddy.

Selain menyiapkan sarana dan prasarana, Pemkab Pasaman Barat juga terus melakukan pembinaan atlet yang akan berlaga pada Porprov mendatang. Pemerintah daerah berharap para atlet mampu meraih prestasi terbaik sekaligus mengharumkan nama Pasaman Barat di tingkat provinsi.

Doddy menambahkan, pelaksanaan kejuaraan grasstrack tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga berperan dalam mencetak atlet-atlet potensial serta membangun aktivitas positif bagi generasi muda sehingga terhindar dari balap liar, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai perilaku negatif lainnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk DPRD Sumbar, Pasaman Barat optimistis mampu menjadi tuan rumah yang sukses sekaligus melahirkan prestasi membanggakan pada Porprov Sumbar 2026 mendatang. (***)

Payakumbuh, Lintas Media News
Anggota DPRD Sumbar Irsyad Syafar menegaskan pentingnya memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga tenis meja sebagai langkah strategis mencetak atlet berprestasi. Menurutnya, semakin banyak kompetisi dan pembinaan yang digelar, semakin besar peluang Sumatera Barat melahirkan atlet berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Irsyad saat menghadiri pembukaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tenis Meja se-Sumatera Barat 2026 di Hall SMKN 2 Payakumbuh, 10–12 Juli 2026.

Kejuaraan yang mengusung tema “Berlatih Membentuk Kemampuan, Sportivitas Membentuk Karakter, Pertandingan Melahirkan Juara Sejati” itu menjadi ajang pembinaan sekaligus wadah menjaring bibit-bibit atlet potensial dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Pembukaan Kejurprov turut dihadiri Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Sumbar Gustami Hidayat, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Ketua KONI Kota Payakumbuh Khairul Mufti, Tim Humas KONI Sumbar Agusmanto, jajaran pengurus PTMSI, serta perwakilan daerah peserta.
Irsyad menilai kejuaraan olahraga tidak hanya berfungsi sebagai arena kompetisi untuk menentukan juara, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, peningkatan kemampuan teknik, serta memperkuat mental bertanding para atlet.

Menurutnya, semakin sering atlet mendapatkan kesempatan bertanding, semakin besar pula peluang mereka berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Melalui event-event seperti ini, saya mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi dan mendukung perkembangan tenis meja di Sumatera Barat. Seperti yang disampaikan Ketua Umum PTMSI, olahraga tenis meja harus semakin memasyarakat dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan kompetisi yang rutin, kita optimistis akan lahir atlet-atlet berkualitas yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Irsyad, Minggu (12/7) 

Ia juga mengapresiasi PTMSI Sumbar, KONI, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan Kejurprov Tenis Meja Sumbar 2026. Menurutnya, kolaborasi dan komitmen bersama menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berprestasi.

Irsyad berharap para atlet dapat memanfaatkan kejuaraan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung.

“Saya mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh atlet. Tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan jadikan setiap pertandingan sebagai sarana untuk menambah pengalaman serta meraih prestasi. Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, menunjukkan soliditas dan semangat luar biasa sehingga Kejurprov ini dapat terselenggara dengan baik dan sukses,” tambahnya.

Kejurprov Tenis Meja Sumbar 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan olahraga prestasi di daerah. Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet terbaik yang kelak membawa nama Sumatera Barat bersinar di berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional. (***)

Padang,Lintas Media News
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumbar Maifrizon memimpin langsung apel pagi rutin yang diikuti oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN) serta pegawai di lingkungan sekretariat DPRD Sumbar di Lapangan Parkir Kantor DPRD Provinsi Sumatera Barat, Senin (13/7/2026).

Apel pagi rutin ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan dan meningkatkan koordinasi antarpegawai dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menyatukan komitmen seluruh jajaran sekretariat dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Dalam pelaksanaannya, apel berlangsung tertib dan penuh semangat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat sebagai bentuk tanggung jawab dan dedikasi terhadap tugas yang diemban.
Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Barat, Maifrizon, menegaskan bahwa apel pagi bukan sekadar rutinitas, tetapi juga momentum penting untuk membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Apel pagi menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, koordinasi, serta komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik demi mendukung kinerja DPRD Provinsi Sumatera Barat,” ujar Maifrizon.

Melalui kegiatan ini, Sekretariat DPRD Sumbar berharap seluruh pegawai dapat terus meningkatkan integritas, semangat kerja, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat guna mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif dan profesional. (***)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.