Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang karate Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan lpm Al itqan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak mandailing natal Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar polres Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

 

LINTASMEDIANEWS.COM, PADANG — Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menandatangani kesepakatan bersama untuk memperkuat tata kelola perencanaan, penganggaran, serta pengadaan barang dan jasa sebagai upaya mencegah tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.


Penandatanganan berlangsung di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Kamis (8/10/2026), dalam Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi yang diikuti kepala daerah dan Ketua DPRD kabupaten/kota se-Sumatera Barat.


Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah serta disaksikan Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol. (Purn.) Akhmad Wiyagus, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto, perwakilan BPKP Setya Nugraha, dan perwakilan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).


Rapat koordinasi yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri bersama KPK itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan korupsi melalui perbaikan sistem perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, serta pengawasan internal pemerintah daerah.


Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat langkah pencegahan korupsi sekaligus mengantisipasi potensi pelanggaran dalam penyelenggaraan pemerintahan.


Menurut dia, upaya pencegahan perlu dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.


Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menekankan pentingnya memperkuat peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini.


Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus juga menilai APIP memiliki peran strategis dalam sistem pengawasan internal untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran sebelum berkembang menjadi persoalan hukum.


Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengatakan, pencegahan korupsi harus menjadi bagian dari setiap tahapan penyelenggaraan pemerintahan, mulai dari perencanaan program hingga penganggaran dan pengadaan barang dan jasa.


“Bagi kami, tata kelola pemerintahan yang baik harus dibangun melalui proses yang terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, dan berlandaskan integritas. Karena itu, komitmen ini harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, bukan berhenti pada penandatanganan semata,” ujar Annisa.


Ia menambahkan, perbaikan tata kelola pemerintahan diperlukan untuk memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai ketentuan dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.


“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pemerintahan yang bersih, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memastikan pembangunan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.


Dalam kegiatan tersebut, Bupati Annisa didampingi Ketua DPRD Dharmasraya yang diwakili Fadli Aulia, Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya Medison, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.(el)

 

LINTASMEDIANEWS.COM, PADANG — Kehadiran Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani di Kolam Renang Teratai, Kompleks GOR H. Agus Salim, Padang, Kamis (8/10/2026), menarik perhatian peserta dan penonton yang menyaksikan pertandingan cabang olahraga akuatik pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.


Bupati Annisa menjadi perhatian di arena pertandingan. Selain didaulat panitia untuk mengalungkan medali kepada atlet, ia juga diajak berswafoto oleh peserta dan penonton, tidak hanya dari Dharmasraya, tetapi juga dari daerah lain.


Di tengah suasana pertandingan, atlet akuatik Dharmasraya kembali menambah perolehan medali. Pada hari terakhir pertandingan renang tersebut, Dharmasraya meraih dua medali, masing-masing satu emas dan satu perunggu.


Medali emas diraih Dwi Intan Febrianti pada nomor 50 meter gaya punggung. Sementara itu, medali perunggu diperoleh melalui nomor estafet gaya ganti 4 x 100 meter putri yang diperkuat Dwi Intan Febrianti, Parmayo Suri Disirina, Azizah Guspita, dan Aurel Donita. Belvana Luthfia Fithri dan Farida Nurjihan Winarno tercatat sebagai atlet cadangan.


Dengan tambahan tersebut, cabang olahraga akuatik Dharmasraya telah mengumpulkan 13 medali selama Porprov XVI Sumbar 2026. Rinciannya terdiri atas tiga emas, lima perak, dan lima perunggu.


Dwi Intan Febrianti menjadi salah satu penyumbang medali dengan koleksi dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Sementara itu, Aurel Donita menyumbangkan satu emas, tiga perak, dan satu perunggu. Oktar Fernando Iqbal turut menyumbang satu medali perunggu.


Pada nomor estafet putri, atlet Dharmasraya juga menyumbangkan satu medali perak dan dua perunggu selama rangkaian pertandingan.


Pada hari terakhir pertandingan cabang Akuatik ini Sekretaris Daerah Medison, turut hadir memberi dukungan bersama Kepala Dinas Budparpora H. Reno Lazuardi dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Martin Efendi. 


Perolehan 13 medali tersebut menjadi kontribusi cabang akuatik bagi kontingen Dharmasraya dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Sumatera Barat itu. Berakhirnya pertandingan renang pada Kamis menandai tuntasnya perjuangan atlet akuatik Dharmasraya di arena Porprov XVI Sumbar 2026.(el)

DEN HAAG, BELANDA —Lintas Media News. Com. Siapa mengira sesekal muncul lansung mendunia, ini lah prestasi yang luar biasa. Perjalanan Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman di Eropa terus berlanjut. Setelah tampil memukau dalam rangkaian Indonesia Creative Week Belgium (ICWB) 2026 di Antwerp dan Brussels, Belgia, warisan kriya khas Padang Pariaman itu kini tiba di Belanda.

Ketua Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis, menyerahkan karya Sulam Kapalo Samek kepada Wakil Kepala Perwakilan KBRI Den Haag, Mariska Dwianti Dhanutirto, di Den Haag, Selasa (6/10/2026).

Penyerahan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis memperluas diplomasi budaya sekaligus membuka ruang promosi bagi produk kriya dan UMKM Padang Pariaman di tingkat internasional.

Jika di Belgia Sulam Kapalo Samek mendapat panggung melalui ICWB 2026 dan diperkenalkan melalui kolaborasi dengan desainer nasional Itang Yunaz, maka di Belanda perjalanan tersebut diarahkan pada penguatan jejaring promosi dan keberlanjutan karya para perajin.



Ny. Nita Christanti Azis menyampaikan, kehadiran Sulam Kapalo Samek di Eropa bukan sekadar membawa sebuah produk kerajinan, tetapi membawa identitas, cerita, dan kekayaan budaya Padang Pariaman ke tengah masyarakat internasional.

Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai melalui langkah tersebut, yakni menjaga dan melestarikan budaya, memperkenalkan serta mempromosikan produk UMKM Padang Pariaman, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan para perajin.

“Yang kami bawa bukan hanya sulaman, tetapi juga identitas dan budaya Padang Pariaman. Kami ingin warisan ini tetap hidup, dikenal lebih luas, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para perajinnya,” ujar Ny. Nita.

Menurutnya, perjalanan Sulam Kapalo Samek ke Eropa harus menjadi momentum untuk membangun ekosistem yang lebih kuat. Pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga bentuk dan motif tradisional, tetapi juga harus memastikan bahwa para perajin memiliki masa depan dan generasi muda tertarik untuk meneruskannya.

Hal tersebut sejalan dengan pengalaman selama berada di Belgia. Sulam Kapalo Samek tidak hanya diposisikan sebagai produk tradisional, tetapi dikembangkan melalui pendekatan desain dan fesyen sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.


Dalam ICWB 2026, sejumlah karya Sulam Kapalo Samek ditampilkan dalam rancangan busana yang dikembangkan bersama desainer nasional Itang Yunaz. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa warisan kriya tradisional dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan karakter dan identitas budayanya.

Sebelumnya, pada 2 Oktober 2026, Sulam Kapalo Samek juga telah diserahkan kepada Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Andy Rachmianto, untuk menjadi bagian dari koleksi yang dipajang di KBRI Brussels. Kehadiran karya tersebut kemudian dilanjutkan dengan tampilnya Sulam Kapalo Samek dalam ICWB 2026 di Antwerp.

KBRI Den Haag Sambut dan Dorong Penempatan di Indonesia House Amsterdam

Wakil Kepala Perwakilan KBRI Den Haag, Mariska Dwianti Dhanutirto, menyambut baik kehadiran Sulam Kapalo Samek dari Padang Pariaman.

Ia menyampaikan bahwa karya tersebut selanjutnya akan ditempatkan di Indonesia House Amsterdam (IHA) sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan produk kreatif Indonesia kepada masyarakat internasional.


IHA merupakan gedung milik Pemerintah Indonesia yang berada di pusat Kota Amsterdam dan berfungsi sebagai pusat promosi ekonomi, perdagangan, dan budaya Indonesia di Belanda serta Eropa. Gedung tersebut menjadi ruang strategis untuk berbagai kegiatan diplomasi dan promosi, termasuk pameran budaya, peragaan busana dan promosi produk Indonesia.

Penempatan Sulam Kapalo Samek di ruang promosi Indonesia tersebut dinilai memiliki arti penting karena karya perajin Padang Pariaman akan berada di salah satu simpul diplomasi ekonomi dan budaya Indonesia di Eropa.

Dengan demikian, perjalanan Sulam Kapalo Samek tidak berhenti pada sebuah pameran, tetapi mulai membangun jejak yang lebih permanen melalui ruang-ruang promosi Indonesia di luar negeri.

Tiga Pesan Penting: Budaya Berkelanjutan, Perempuan Berdaya, Perajin Berpihak

Dalam pertemuan tersebut, Mariska Dwianti Dhanutirto juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan Sulam Kapalo Samek.

Setidaknya terdapat tiga hal yang menjadi perhatian utama, yakni menjaga keberlanjutan budaya (sustainable), memberdayakan perempuan, serta memastikan keberpihakan kepada para perajin.


Ketiga hal tersebut menjadi penting karena Sulam Kapalo Samek tidak hanya berbicara tentang sebuah karya seni, tetapi juga menyangkut keberlangsungan pengetahuan tradisional, kehidupan para perajin, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan langkah Dekranasda Padang Pariaman yang selama ini mendorong pengembangan Sulam Kapalo Samek agar tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi menjadi sumber kreativitas dan kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat.

Bagi Ny. Nita, pesan tersebut semakin memperkuat komitmen Padang Pariaman untuk membangun ekosistem sulaman yang berkelanjutan.

“Ini yang menjadi perhatian kita bersama. Bagaimana budaya tetap terjaga, perempuan semakin berdaya, dan para perajin mendapatkan manfaat serta kesejahteraan dari karya yang mereka hasilkan,” katanya.

Dari Pasia Baru, Menembus Eropa

Sulam Kapalo Samek merupakan salah satu warisan kriya khas Padang Pariaman yang dikerjakan dengan ketelitian tinggi oleh para perajin. Di balik setiap motif dan tusukan benang terdapat pengetahuan serta keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kini, karya yang lahir dari tangan para perajin tersebut mulai menempuh perjalanan panjang: dari sentra perajin di Pasia Baru, Padang Pariaman, menuju Jakarta, kemudian Brussels dan Antwerp di Belgia, hingga Den Haag dan Amsterdam di Belanda.


Perjalanan itu menunjukkan bahwa warisan budaya lokal memiliki peluang besar untuk berbicara di panggung global ketika dipadukan dengan inovasi, desain, promosi, diplomasi budaya, dan keberpihakan kepada pelaku utamanya.

Bagi Padang Pariaman, langkah ini bukan sekadar mengejar popularitas produk di luar negeri. Lebih jauh, ini adalah upaya memastikan bahwa Sulam Kapalo Samek tetap hidup, terus dikerjakan, semakin dikenal, dan memberikan nilai tambah bagi perempuan serta para perajin yang menjadi penjaga warisan budaya tersebut.

Dari Pasia Baru menuju Eropa, Sulam Kapalo Samek kini membawa pesan yang lebih besar: bahwa budaya yang dijaga, perempuan yang diberdayakan, dan perajin yang diperkuat dapat menjadi kekuatan ekonomi kreatif sekaligus wajah Indonesia di dunia. (rls/len)

 

Kabupaten Solok, Lintasmedia News_Dari Bukittinggi untuk Arosuka. Kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana galodo kembali diwujudkan melalui aksi kemanusiaan. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bukittinggi bersama MAN 1 Bukittinggi menyalurkan bantuan kepada korban galodo di Arosuka, Kabupaten Solok, Rabu (7/10/2026).


Bantuan tersebut disalurkan sekitar dua minggu setelah bencana galodo terjadi di Kabupaten Solok. SMSI Bukittinggi bersama MAN 1 Bukittinggi datang langsung ke Arosuka untuk menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak.


Bantuan tersebut diserahkan oleh Ketua SMSI Kota Bukittinggi bersama jajaran MAN 1 Bukittinggi dan diterima oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Solok, Khairul, yang mewakili pemerintah daerah. Penyerahan berlangsung di Posko Utama yang berada di halaman Kantor Bupati Solok.


Dalam penyaluran bantuan tersebut, rombongan SMSI Bukittinggi dan MAN 1 Bukittinggi turut didampingi Ketua SMSI Kabupaten Solok, Riswan, bersama jajaran pengurus SMSI Kabupaten Solok.


Kepala MAN 1 Bukittinggi, Zulfadhli Alfa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus kolaborasi antara pihak sekolah dengan SMSI Bukittinggi terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.


“Kegiatan penyaluran bantuan ini kami lakukan bersama SMSI Bukittinggi sebagai bentuk kolaborasi. Minggu lalu kami sudah berkoordinasi untuk mengumpulkan dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah galodo,” ujar Alfa.


Menurutnya, informasi mengenai bencana galodo di Kabupaten Solok yang beredar di media sosial turut mendorong pihak sekolah untuk ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan.


“Kami dari sekolah, apabila terjadi musibah, khususnya di Sumatera Barat, berupaya ikut membantu. Ini sebagai bentuk kepedulian dan rasa duka kami kepada saudara-saudara yang terdampak bencana,” katanya.


Sementara itu, Ketua SMSI Bukittinggi, Roni Novendra, mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan yang dilakukan tim SMSI Bukittinggi, termasuk sumbangan dari anggota SMSI serta bantuan dan titipan dari sejumlah pihak yang mempercayakan penyalurannya melalui SMSI Bukittinggi.


“Bantuan ini dikumpulkan oleh tim SMSI Bukittinggi. Selain dari anggota SMSI, ada juga bantuan dari sejumlah instansi dan masyarakat yang menitipkan bantuannya melalui SMSI untuk disalurkan kepada warga yang terdampak galodo,” kata Roni.


Roni juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam penggalangan bantuan tersebut.


Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Kapolresta Bukittinggi, Kasat Lantas, Kasat Narkoba, Hotel Santika Bukittinggi, Pemuda-Pemudi Terminal Aur Kuning melalui Rika Permana Suci, RK Buah Aur Kuning, Ridho Grosir Telur dan Beras Tanah Jua, serta seluruh anggota SMSI Bukittinggi dan para donatur lainnya.


Sekretaris SMSI Bukittinggi, Linda Sari Yusuf, menjelaskan bantuan yang dibawa ke lokasi berupa berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari.


“Bantuan yang kami salurkan bersama MAN 1 Bukittinggi berupa sembako, di antaranya beras, minyak goreng, telur, mi, gula, teh, susu dan air mineral. Kami juga membawa perlengkapan mandi seperti pasta gigi, sabun dan sikat gigi,” jelas Linda.


Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Khairul, menyampaikan terima kasih kepada SMSI Bukittinggi, MAN 1 Bukittinggi, serta SMSI Kabupaten Solok yang telah ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak bencana.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMSI Bukittinggi dan SMSI Kabupaten Solok yang telah ikut peduli dan menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak musibah di Arosuka,” ujar Khairul.



Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang tengah menghadapi kondisi pascabencana.


“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga kami. Mudah-mudahan niat baik dan keikhlasan dari semua pihak yang telah membantu menjadi amal kebaikan bagi kita bersama,” katanya.


Ketua SMSI Kabupaten Solok, Riswandi, juga memberikan apresiasi atas kepedulian SMSI Bukittinggi bersama MAN 1 Bukittinggi yang datang langsung membawa bantuan bagi masyarakat terdampak.


Menurut Riswan, aksi kemanusiaan tersebut menunjukkan bahwa organisasi media tidak hanya memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat hadir dalam kegiatan sosial ketika masyarakat membutuhkan bantuan.


“Kami mengapresiasi SMSI Bukittinggi yang telah ikut mengambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan ini. Semoga organisasi media ini selalu menjadi bagian penting, baik dalam dunia jurnalistik maupun dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan,” ujarnya.


Riswan, berharap kegiatan sosial dan kepedulian seperti ini dapat terus dilakukan oleh SMSI di berbagai daerah.


“Semoga SMSI Bukittinggi semakin dikenal dan terus berbuat untuk bangsa dan negara, tidak hanya melalui penyampaian informasi dan edukasi, tetapi juga dengan kepedulian terhadap masyarakat,” pungkas Riswan (*)

Padang, Lintasmedia News– Isu kerusakan massal mesin kendaraan milik warga Kota Padang usai mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax menuai perhatian serius dari pihak legislatif. 


Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, menegaskan siap memanggil manajemen Pertamina untuk meminta pertanggungjawaban serta kejelasan atas kerugian yang dialami masyarakat.


"Iya, ada rencana (memanggil Pertamina). Setelah bimtek nanti sesuai dengan arahan pimpinan," ungkap Rachmad Wijaya saat dihubungi melalui sambungan telepon dari Jakarta, Rabu (8/10/2026).


Rachmad menjelaskan bahwa saat ini dirinya beserta jajaran DPRD Kota Padang sedang berada di Jakarta untuk mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek). 


Kendati demikian, keluhan masif masyarakat terkait kendaraan yang mogok dan rusak usai mengisi BBM di sejumlah SPBU tetap menjadi perhatian utamanya.


Menanggapi dugaan penyebab kerusakan mesin kendaraan warga, Rachmad menilai ada kemungkinan persoalan terletak pada indikasi penurunan kualitas BBM yang beredar di pasaran.


Menurut Rachmad, dugaan adanya pencemaran air pada tangki SPBU sangat kecil kemungkinannya. Pasalnya, pemeriksaan menggunakan pasta air telah dilakukan di seluruh SPBU dan tidak ditemukan kandungan air.


"Kalau pandangan saya terhadap itu, bisa jadi terkait kualitas BBM-nya. Kalau masuk air kan tidak mungkin lagi, karena sudah dicek pakai pasta air di seluruh SPBU dan hasilnya tidak ada air," ujar Rachmad.


Situasi ini dinilai membingungkan karena temuan di lapangan tidak sejalan dengan hasil pemeriksaan awal Pertamina. Meskipun hasil tes tidak menunjukkan adanya campuran air, kenyataannya banyak kendaraan warga yang tetap mengalami kerusakan mesin setelah mengisi BBM di SPBU setempat.


Guna menuntaskan masalah tersebut, DPRD Kota Padang berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga mendapatkan penjelasan yang transparan. Rincian resmi terkait langkah tindak lanjut dari Komisi II juga akan segera disampaikan secara tertulis.


Masyarakat Kota Padang kini menanti ketegasan dan kepastian dari DPRD serta pihak Pertamina. Publik berharap ada solusi konkret dan bentuk ganti rugi atas kerusakan kendaraan yang merugikan para konsumen. (*)

SIJUNJUNG, Lintasmedia News– Satreskrim Polres Sijunjung bergerak cepat membongkar dugaan aksi pencurian aki tower telekomunikasi yang diduga telah terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Dua pria berinisial RF (39) dan G (47), keduanya warga Kabupaten Solok, diamankan polisi pada Kamis (8/10/2026) dini hari.


Keduanya diamankan setelah diduga terlibat dalam pencurian aki tower di wilayah Kabupaten Sijunjung. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 00.30 WIB oleh personel Opsnal Satreskrim Polres Sijunjung bersama anggota Polsek Kamang Baru dan Unit I Satreskrim.


Informasi yang dihimpun, kedua terduga pelaku diduga baru saja beraksi mengambil aki tower di kawasan Muaro Takung. Setelah dilakukan pengejaran dan pengamanan, keduanya berhasil diamankan di kawasan Muaro Takung dan selanjutnya dibawa ke Polsek Kamang Baru untuk pemeriksaan awal.


Sekitar pukul 02.00 WIB, salah satu terduga pelaku kemudian dibawa ke Polres Sijunjung guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.


Dari tangan terduga pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa lima unit aki/litium merek Sucred yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian tersebut.


Pengungkapan ini bermula dari Laporan Polisi Nomor: LP/B/88/X/2026/SPKT/POLRES SIJUNJUNG/POLDA SUMBAR, tertanggal 8 Oktober 2026. Dugaan pencurian tersebut berkaitan dengan kejadian di kawasan Jorong Hilia Pasar Jumat, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung.


Yang membuat kasus ini menjadi perhatian, polisi kini mendalami dugaan bahwa aksi kedua pelaku bukan hanya terjadi di satu lokasi.


Berdasarkan hasil pengembangan awal, aksi pencurian aki tower tersebut diduga telah menyasar lebih dari 10 lokasi. Wilayah yang diduga menjadi sasaran meliputi Kabupaten Tanah Datar, Solok, Sijunjung hingga Dharmasraya.


Polisi juga masih mendalami dugaan keterlibatan keduanya dalam sejumlah tempat kejadian perkara lainnya, termasuk dugaan pencurian aki tower di kawasan Pulau Punjung.


Kasat Reskrim Polres Sijunjung AKP Wildan Alkautsar Ananputra bersama jajaran masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian aksi tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.


Dua terduga pelaku, RF (39) dan G (47), diketahui sama-sama berasal dari Jorong Subarang Batu Baru, Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubu, Kabupaten Solok.


Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP Wildan Alkautsar bersama jajarannya menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus dikembangkan.


"Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap kedua terduga pelaku, mendalami kemungkinan adanya TKP lain, mengembangkan kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya, serta melengkapi administrasi penyidikan dan barang bukti sesuai ketentuan hukum" tegasnya


Pengungkapan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi aksi pencurian fasilitas telekomunikasi yang dapat mengganggu keamanan dan kelancaran jaringan komunikasi masyarakat.


"Saat ini kedua terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap seluruh rangkaian aksi pencurian yang diduga dilakukan lintas wilayah" pungkasnya

POLDA SUMBAR, Lintasmedia News| Kamis, 8 Oktober 2026, Mapolda Sumbar di Kota Padang menjadi titik dimulainya babak baru kepemimpinan kepolisian di Sumatera Barat. Irjen Pol. Drs. Jawari, S.H., M.H., Kapolda Sumbar yang baru, disambut melalui rangkaian welcome parade, menandai dimulainya estafet kepemimpinan setelah sebelumnya Polda Sumbar berada di bawah komando Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy.


Welcome parade bukan sekadar seremoni penyambutan. Di balik prosesi tersebut terdapat pesan mengenai kesinambungan tugas institusi. Pergantian pimpinan tidak boleh menghentikan pelayanan kepada masyarakat, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, maupun proses penegakan hukum yang menjadi tanggung jawab Polda Sumbar.


Pergantian kepemimpinan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Irjen Djati Wiyoto Abadhy meninggalkan jabatan Kapolda Sumbar untuk menjalankan penugasan berikutnya, sementara Irjen Jawari dipercaya menerima tongkat komando Polda Sumbar. Peralihan tersebut sekaligus membuka ruang bagi kepemimpinan baru untuk memperkuat berbagai program kepolisian di Sumatera Barat.

Bagi masyarakat, pergantian Kapolda bukan sekadar perubahan figur di pucuk pimpinan. Publik akan melihat bagaimana kepemimpinan Irjen Jawari menjawab berbagai persoalan nyata, mulai dari pemberantasan narkotika, kejahatan jalanan, aktivitas ilegal, gangguan kamtibmas, keselamatan lalu lintas hingga persoalan sosial yang membutuhkan kehadiran polisi secara cepat dan tepat.


Keterangan Kabid Humas Polda Sumbar yang perlu dikonfirmasi: “Pergantian kepemimpinan di lingkungan Polda Sumatera Barat merupakan bagian dari dinamika organisasi dan tidak mengurangi komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadiran Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol. Jawari, diharapkan dapat melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus memperkuat pelayanan, pemeliharaan kamtibmas dan penegakan hukum di wilayah Sumatera Barat.”


Irjen Jawari membawa pengalaman panjang dalam struktur Polri. Amanah baru sebagai Kapolda Sumbar menuntut kemampuan untuk memperkuat soliditas internal sekaligus membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh unsur yang berkepentingan dengan keamanan daerah.


Sementara itu, kepemimpinan Irjen Djati Wiyoto Abadhy menjadi bagian dari catatan perjalanan Polda Sumbar. Berbagai persoalan keamanan, penegakan hukum, pelayanan masyarakat dan penanganan situasi darurat menjadi bagian dari dinamika tugas selama dirinya memimpin. Kini tongkat komando telah beralih dan tantangan berikutnya berada di tangan Irjen Jawari.


Sumatera Barat memiliki karakter wilayah yang beragam, mulai dari kawasan perkotaan Padang, daerah pesisir hingga wilayah pegunungan dan kawasan yang memiliki kerawanan bencana. Kondisi tersebut membutuhkan kepemimpinan kepolisian yang responsif, kemampuan deteksi dini yang kuat serta jajaran yang mampu bergerak cepat ketika masyarakat menghadapi persoalan keamanan.


Dalam konteks tersebut, POLRI BERSAMA MASYARAKAT bukan sekadar kalimat penutup. Maknanya adalah keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Polri hadir untuk melindungi, mengayomi, melayani dan menegakkan hukum, sementara masyarakat ikut berperan menjaga lingkungan, menyampaikan informasi serta membangun suasana yang aman dan kondusif. Polisi mendengar masyarakat, masyarakat percaya kepada polisi; polisi bertindak sesuai hukum, masyarakat ikut menghormati hukum.


Karena itu, welcome parade di Mapolda Sumbar, Kota Padang, menjadi simbol dimulainya perjalanan baru di bawah kepemimpinan Irjen Jawari. Masyarakat kini menunggu bukti nyata dari kepemimpinan tersebut—bukan hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi melalui kehadiran polisi yang benar-benar dirasakan di tengah kehidupan warga. Estafet dari Irjen Djati Wiyoto Abadhy kepada Irjen Jawari membawa satu harapan utama: Polda Sumbar semakin profesional, semakin dekat dengan rakyat dan semakin kuat dalam menjaga keamanan.


POLRI BERSAMA MASYARAKAT


TIM RMO

LINTASMEDIANEWS.COM, DHARMASRAYA — Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni, S.Pd., M.Si., memimpin apel gabungan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 07.50 WIB.

Apel gabungan tersebut diikuti jajaran pemerintah kecamatan, unsur Forkopimcam, serta sejumlah instansi terkait. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, Wabup Leli Arni menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen seluruh aparatur dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selain itu, Wabup juga menyoroti sejumlah program prioritas pemerintah daerah, di antaranya pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun serta upaya percepatan penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Dharmasraya.

Menurutnya, keberhasilan program pemerintah tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi membutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh unsur, baik pemerintah, aparat keamanan maupun masyarakat.

“Sinergi dan kolaborasi harus terus kita perkuat agar berbagai program pemerintah dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Leli Arni.

Dalam kegiatan tersebut, Polsek Sitiung, Polres Dharmasraya, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program pemerintah di tingkat kecamatan.
Plh. Kapolsek Sitiung, Iptu Sugiarto, menyampaikan bahwa jajaran Polsek Sitiung siap mendukung berbagai program pemerintah melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Polsek Sitiung siap bersinergi dalam menjaga keamanan serta mendukung program pemerintah untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., menegaskan bahwa sinergi antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Polri akan terus hadir menjaga keamanan, memberikan pelayanan, serta mendukung program pemerintah,” tegas Kapolres.
Melalui apel gabungan tersebut, Wakil Bupati Leli Arni berharap koordinasi dan kerja sama lintas sektor terus diperkuat sehingga pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kecamatan Sitiung dapat berjalan secara optimal.(el)

LINTASMEDIANEWS.COM, DHARMASRAYA — Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni, S.Pd., M.Si., memimpin apel gabungan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 07.50 WIB.


Apel gabungan tersebut diikuti jajaran pemerintah kecamatan, unsur Forkopimcam, serta sejumlah instansi terkait. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.


Dalam amanatnya, Wabup Leli Arni menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen seluruh aparatur dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Selain itu, Wabup juga menyoroti sejumlah program prioritas pemerintah daerah, di antaranya pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun serta upaya percepatan penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Dharmasraya.


Menurutnya, keberhasilan program pemerintah tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi membutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh unsur, baik pemerintah, aparat keamanan maupun masyarakat.


“Sinergi dan kolaborasi harus terus kita perkuat agar berbagai program pemerintah dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Leli Arni.


Dalam kegiatan tersebut, Polsek Sitiung, Polres Dharmasraya, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program pemerintah di tingkat kecamatan.

Plh. Kapolsek Sitiung, Iptu Sugiarto, menyampaikan bahwa jajaran Polsek Sitiung siap mendukung berbagai program pemerintah melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Polsek Sitiung siap bersinergi dalam menjaga keamanan serta mendukung program pemerintah untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., menegaskan bahwa sinergi antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.


“Polri akan terus hadir menjaga keamanan, memberikan pelayanan, serta mendukung program pemerintah,” tegas Kapolres.

Melalui apel gabungan tersebut, Wakil Bupati Leli Arni berharap koordinasi dan kerja sama lintas sektor terus diperkuat sehingga pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kecamatan Sitiung dapat berjalan secara optimal.(el)

 Padang,Lintasmedia News - Dr apt Rustian, SSi, MSi, Sestama BNPB asal Kabupaten Padang Pariaman dilirik untuk memimpin Sumatera Barat dimasa datang. Ia termasuk anak ulet yang mampu menggerakan semua potensi dalam penanggulangan bencana di berbagai daerah di Indonesia patut dijadikan pertimbangan. 


Rustian Putra asli Sungai Limau yang mampu Mengubah Tantangan Menjadi Dedikasi untuk Keselamatan Bangsa ini menyelesaikan pendidikan S.1 di Fakultas Farmasi Universitas Andalas.


Dari tanah Sungai Limau yang subur di Padang Pariaman, Sumatera Barat, lahir seorang putra Minangkabau yang membuktikan diri bahwa akar budaya yang kuat dan tekad pantang menyerah akan mampu membawanya ke posisi strategis di tingkat nasional. 


Rustian, Sestama BNPB bukan sekadar birokrat biasa. Ia adalah teladan inspiratif bagi generasi muda. Dari pinggir sungai di kampung halaman, ia membangun fondasi karier yang menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh Indonesia. 


Putra Sungai Limau ini mengajarkan bahwa pendidikan, pengabdian, dan ketangguhan menghadapi bencana adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih aman.


Rustian lahir 1 Januari 1969 di Sungai Limau, Padang Pariaman. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Andalas, meraih gelar Sarjana Sains dan Apoteker dari Jurusan Farmasi FMIPA. 


Semangatnya untuk terus belajar tak pernah pudar; ia melanjutkan ke Universitas Gadjah Mada dan meraih Magister Kesehatan Masyarakat pada 2005 dengan tesis tentang evaluasi ketersediaan obat anti-tuberkulosis pasca-desentralisasi. 


Puncaknya, pada 2022 ia berhasil menyelesaikan program Doktor Ilmu Administrasi Publik di Universitas Brawijaya dengan disertasi berfokus pada reformasi tata kelola peralatan penanggulangan bencana melalui perspektif smart governance.


Karier profesionalnya dimulai pada 1998 sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Kesehatan RI. Tahun 2008 menjadi titik balik ketika ia bergabung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia pernah menjabat Kepala Biro Umum, Direktur Peralatan di Deputi Logistik dan Peralatan, serta Direktur Sumber Daya Darurat di Kedeputian Penanganan Darurat. 


Pada 2023, ia dipercaya sebagai Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, posisi yang menuntut koordinasi lintas sektor untuk penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pasca-bencana di seluruh Tanah Air.


Sebagai putra Minang, ia aktif dalam organisasi kemasyarakatan seperti Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) periode 2021–2025, presidium Himpuni, serta peran strategis di Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), khususnya di bidang tanggap bencana.


Hingga kini, Rustian terus terjun langsung ke lapangan, terutama di wilayah asalnya Sumatera Barat saat menghadapi banjir bandang, longsor, dan bencana hidrometeorologi. Ia memimpin percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), perbaikan infrastruktur seperti jembatan, serta memastikan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas. 


Dedikasinya mencerminkan semangat "urang awak" yang tak hanya sukses di ibu kota, tetapi juga membawa manfaat pulang ke kampung halaman.


Mari kita dukung upaya BNPB di bawah kepemimpinan Rustian. Bagaimana cara berkontribusi dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan masing-masing.


Selain mengemban tugas sebagai Sestama, Rustian juga mendedikasikan diri sebagai pengajar mahasiswa Postgraduate di Pascasarjana Universitas Andalas. Ia konsentrasi pada program S.2 Magister Manajemen Bencana ( MMB).Pengabdiannya untuk bangsa tidak pernah henti. 


Di kalangan dosen serta unsur sivitas akademika Universitas Andalas, orang kedua di BNPB cukup disenangi. Ia tidak sombong dan pandai menempatkan diri. Seakan tidak memperlihatkan ia sebagai pejabat eselon satu di pemerintah pusat.


Ketika berlangsung acara international Conference Disaster Management yang mengusung tema Integrating Technology and Local Wisdom for Sustainable Disaster Development, Rustian memberikan dukungan yang luar biasa.


Conference mengundang pembicaraandan peserta dari berbagai negara. Sebanyak enam pembicara dari dalam dan luar negara ASEAN hadir.


Saat ini sedang digagas penyusunan buku Pembelajaran terhadap bencana meteorologi yang terjadi menjelang akhir tahun 2025. Buku ini dibagikan kan kepada seluruh kepala daerah kabupaten dan kota se-Indonesia. ( *).

PADANG, Lintasmedia News- Udara Kota Padang kian hari kian mencekik leher, namun ribuan siswa SD dan SMP sederajat seolah ditumbalkan untuk tetap menghirup racun kabut asap di sekolah. Kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Padang yang terkesan lambat dan wait and see kini menuai kritik pedas dari parlemen.


DPRD Kota Padang menilai Pemko terlalu bertele-tele dan kurang peka terhadap ancaman kesehatan yang membayangi anak-anak sekolah. Pasalnya, hingga Rabu (8/10/2026), proses belajar mengajar secara tatap muka masih dipaksakan berjalan meski polusi udara sudah berada pada level yang sangat memprihatinkan.


Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Buya Iskandar, angkat bicara keras menanggapi lambannya respons eksekutif. Lewat wawancara khusus via WhatsApp, politisi kawakan ini mendesak agar Pemko Padang tak ragu dan tidak menunda-nunda keputusan untuk menyelamatkan nyawa serta kesehatan warga kota.


Buya Iskandar mengingatkan kembali komitmen Wali Kota Padang yang sebelumnya sempat disampaikan secara resmi dalam Rapat Paripurna DPRD. Saat itu, Pemko berjanji akan mengambil tindakan darurat jika kualifikasi udara dinilai sudah tidak layak oleh pihak berwenang.


"Waktu kan sudah dijawab oleh Walikota ketika Paripurna bahwa bila kondisi udara sesuai pantauan pihak berwenang tidak layak, maka pasti pemerintah akan mengambil langkah penyelamatan seluruh warga kota," tegas Buya Iskandar.


Namun, realita di lapangan justru berbanding terbalik dengan janji manis di meja paripurna. Ketika asap kian pekat dan sesak napas mulai mengintai, respons pemerintah daerah dinilai sangat lamban dan tidak secepat memburuknya kualitas udara.


Menanggapi kepanikan para orang tua murid yang cemas akan kondisi anak-anak mereka, Buya Iskandar membeberkan bahwa sinyal pembelajaran jarak jauh (BJJ) sebenarnya sudah mulai digodok. Informasi terkini menyebutkan keputusan krusial tersebut sangat bergantung pada evaluasi kondisi udara hingga sore ini.


"Infonya kalau memang sampai sore ini kondisi udara masih buruk, besok siswa akan BJJ," ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang itu mengungkapkan skenario darurat yang tengah disiapkan.


Tak ingin Pemko Padang terus berdiam diri, Buya Iskandar mengaku telah menyemprot dan mendesak jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang agar segera bertindak tegas tanpa perlu menunggu jatuhnya korban dari kalangan siswa.


"Buya sudah mendesak Pemko melalui Kadisdikbud agar segera mengambil langkah yang bijak untuk keselamatan siswa dan warga kota pada umumnya, terima kasih," pungkas Buya Iskandar menyampaikan sikap tegas Komisi IV DPRD Kota Padang.


Desakan keras dari wakil rakyat ini menjadi cerminan atas jeritan hati para orang tua di Kota Padang yang saban hari merasa was-was melepas buah hati mereka menembus pekatnya kabut asap. Pilihan untuk memindahkan ruang belajar ke rumah (BJJ) dianggap sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.


Kini, bola panas ada di tangan Pemko Padang dan Disdikbud. Akankah pemerintah bergerak cepat menyelamatkan paru-paru generasi muda, atau justru membiarkan kesehatan anak-anak Padang terus tergadai di tengah kepungan udara beracun? Keputusan sore ini akan menjadi ujian ketegasan pemimpin kota. (*) 


Pewarta: Zamri Yahya, WU

 

DHARMASRAYA, LINTASMEDIANEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bergerak cepat menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah. Sebanyak puluhan ribu masker mulai dibagikan kepada masyarakat, Kamis (8/10/2026).


Distribusi masker dipusatkan di sejumlah titik strategis dan kawasan yang ramai dilalui masyarakat, mulai dari Simpang Empat Sikabau hingga Simpang Tiga Siguntur. Petugas turun langsung ke lapangan untuk membagikan masker kepada masyarakat maupun pengendara yang melintas.


Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas bantuan sebanyak 50.000 masker yang diserahkan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, kepada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di Pulau Punjung, Rabu malam (7/10/2026).


Mewakili Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Catur Eby, bersama jajaran terkait memastikan bantuan tersebut segera didistribusikan secara masif dan tepat sasaran.

Masker diprioritaskan bagi masyarakat yang rentan terhadap paparan polusi udara, seperti ibu hamil, balita, anak-anak, dan lanjut usia. Selain itu, masker juga dibagikan kepada masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.


Distribusi bantuan melibatkan sinergi lintas instansi, di antaranya Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta jajaran puskesmas.

Petugas dari masing-masing instansi turun langsung ke jalan untuk memberikan masker kepada masyarakat dan pengendara yang melintas di sepanjang jalur Simpang Empat Sikabau hingga Simpang Tiga Siguntur.


Langkah cepat tersebut dilakukan menyusul kondisi kabut asap yang semakin pekat di sejumlah wilayah Dharmasraya dalam beberapa waktu terakhir.


Kondisi itu diduga kuat dipengaruhi asap kiriman dari wilayah tetangga.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, tidak terpantau adanya hotspot lokal sejak 23 September 2026.

Dengan mempercepat dan memperluas pendistribusian masker di jalur-jalur utama, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berharap perlindungan terhadap masyarakat dapat semakin ditingkatkan.


Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah antisipatif untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, khususnya bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.(el)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.