Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan lpm Al itqan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

LINTASMEDIA NEWS- Pemerintah Kota Padang mulai menggeber langkah revitalisasi kawasan Kota Tua. Tak ingin kawasan bersejarah itu sekadar menjadi jejak masa lalu, Pemko Padang kini mempercepat pemetaan dan identifikasi seluruh bangunan yang berada di kawasan tersebut.

Langkah itu menjadi perhatian serius karena revitalisasi tidak hanya menyangkut perbaikan fisik bangunan. Pemko Padang juga akan mengurai kondisi setiap bangunan, status kepemilikan, pemanfaatan, hingga nilai sejarah yang melekat pada masing-masing persil.


Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan percepatan pendataan menjadi kunci sebelum revitalisasi kawasan benar-benar dijalankan. Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin rapat pembahasan revitalisasi kawasan Kota Tua di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (18/9/2026).


“Saya ingin proses ini dipercepat dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Setelah semuanya jelas, proses revitalisasi dapat segera dilakukan,” tegas Fadly Amran dalam rapat tersebut.


Menurut Fadly, pendataan harus dilakukan secara rinci agar pemerintah memiliki gambaran utuh mengenai kondisi kawasan. Identifikasi tersebut mencakup kondisi bangunan, kepemilikan, pemanfaatan, serta nilai sejarah yang dimiliki setiap bangunan.


Ia menekankan, bangunan yang memiliki nilai sejarah dan masuk kategori cagar budaya tidak boleh diperlakukan semata-mata sebagai objek pembangunan. Karakter sejarah dan nilai budaya kawasan harus tetap dipertahankan dalam setiap tahapan revitalisasi.


Namun, revitalisasi Kota Tua tidak diarahkan hanya untuk menyelamatkan bangunan lama. Fadly ingin kawasan tersebut kembali hidup sebagai ruang aktivitas masyarakat, sekaligus membuka peluang baru bagi tumbuhnya sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.


“Revitalisasi ini diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di kawasan yang sarat nilai sejarah dan budaya. Ini merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang,” ujarnya.


Fadly juga melihat potensi besar Kota Tua dari sisi gastronomi. Menurutnya, kekuatan Padang tidak hanya berada pada warisan arsitektur dan sejarah, tetapi juga pada identitas kuliner yang telah dikenal luas dan memiliki keragaman yang kuat.


Karena itu, pengembangan gastronomi dinilai perlu berjalan beriringan dengan rebranding kawasan. Fadly menginginkan identitas yang dibangun tetap autentik, sekaligus didukung tata kelola profesional dan kolaborasi lintas sektor agar posisi Padang sebagai bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO bidang gastronomi semakin kuat.


“Kita ingin kawasan Kota Tua kembali menjadi ruang publik yang hidup, tempat tumbuhnya usaha kreatif, serta pembelajaran sejarah, dan wisata kuliner lokal,” kata Fadly.


Dalam rapat tersebut turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Camat Padang Barat Diko Riva Utama, Camat Padang Selatan Wilman Muchtar, Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta Joni Wongso, jajaran Pengurus Pengelola Kota Tua, Ketua Pokdarwis Cagar Budaya Kota Tua Batang Arau Tommy Jhonlie, serta Ketua Pokdarwis Kota Tua Kampung Pondok Hongky Victor. Pemko Padang menyatakan siap menjadi fasilitator agar revitalisasi Kota Tua tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, melainkan berkembang menjadi gerakan sosial dan ekonomi yang menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut. (***)

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Tim Core (communication and Rescue) Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Bukittinggi-Agam bekerja sama dengan donator dan relawan membagikan 1.000 masker untuk siswa, guru dan tenaga kependidikan SMPN 4 Bukittinggi. Kegiatan tersebut berlangsung Sabtu (19/09) di seluruh kelas di sekolah yang berlokasi di Panorama Bukittinggi tersebut. 


Tim Core  ORARI Lokal Bukittinggi-Agam dalam hal ini menurunkan sekitar 20 orang personil untuk membagikan langsung masker kepada siswa dan guru. Kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak disekolah dan dalam upaya menanggulangi dampak karhutla terhadap warga sekolah berupa kabut asap yang masih menyelimuti Bukittinggi. 


Pembagian masker kepada siswa dan guru dilaksanakan oleh personil Tim Core ORARI secara langsung kedalam kelas, disambut baik dan antusias siswa SMPN 4 Bukittinggi. 

Kepala SMPN 4 Bukittinggi, Firman Adhani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Core  ORARI Lokal Bukittinggi-Agam yang dengan cepat dan tanggap turun ke SMPN 4 untuk membagikan masker bagi siswa, guru dan warga sekolah. Ia mengatakan, Keberadaan Tim CORE ORARI Lokal Bukittinggi-Agam sangat membantu penanganan dampak kabut asap di lingkungan pendidikan. 


Firman menyebutkan, bantuan ini sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan melindungi siswa dari paparan debu, asap, maupun polusi udara. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kesehatan dan kenyamanan anak-anak di sekolah.


Ia juga mengimbau kepada seluruh siswa agar menggunakan masker dengan baik ketika kondisi lingkungan membutuhkan, serta tetap menjaga kebersihan dan kesehatan diri. 


Selain SMPN 4 Bukittinggi, Tim Core  ORARI Lokal Bukittinggi-Agam juga membagikan masker untuk SDN 01 benteng, SDN 02 percontohan dan SDN 07 teladan kota Bukittinggi. (Sandra)


SOLOK,Lintas Media News
Kondisi kabut asap yang terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera Barat menjadi perhatian terhadap aktivitas masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Daswippetra, Dt Mjj Alam menyalurkan 20 ribu masker untuk masyarakat dan pelajar di Kota dan Kabupaten Solok.

Sebanyak 10 ribu masker sebelumnya telah dibagikan kepada masyarakat umum. Selanjutnya, 10 ribu masker disalurkan ke sekolah-sekolah untuk membantu pelajar menghadapi kondisi udara yang kurang baik.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas di tengah kondisi kabut asap.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya melaporkan adanya sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Barat. Kondisi atmosfer yang relatif kering selama musim kemarau disebut turut meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan serta meluasnya sebaran asap.

BMKG juga mengingatkan bahwa kabut asap dapat berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, jarak pandang dan aktivitas transportasi. Kelompok rentan, termasuk anak-anak, perlu mendapat perhatian ketika kondisi udara memburuk.

Kondisi serupa juga berdampak pada aktivitas pendidikan di Solok Selatan. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan pada 17 September 2026 mengeluarkan kebijakan penyesuaian pembelajaran setelah kualitas udara di daerah tersebut terdampak kabut asap selama beberapa pekan. ISPU di wilayah tersebut dilaporkan berada pada kategori tidak sehat.

Atas kondisi itu, pembelajaran PAUD dan TK di Solok Selatan diliburkan, sementara siswa SD dan SMP diarahkan belajar dari rumah pada 18–19 September 2026.

H. Daswippetra mengatakan kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap masyarakat perlu dilakukan, terutama bagi anak-anak yang tetap harus mengikuti kegiatan pendidikan.

“Kita melihat sendiri bagaimana kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, saya terpanggil untuk melakukan sesuatu yang bisa langsung membantu masyarakat,” ujar Daswippetra.

Menurutnya, masker memang bukan solusi untuk menyelesaikan persoalan kabut asap. Namun, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat ketika harus beraktivitas di luar rumah.

“Anak-anak kita harus tetap belajar, tetapi kesehatan mereka jangan sampai dikorbankan. Masker ini salah satu ikhtiar sederhana untuk memberikan perlindungan,” katanya.

Daswippetra mengatakan perhatian terhadap masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab seorang wakil rakyat. Menurutnya, persoalan yang dirasakan masyarakat perlu mendapat respons, tidak hanya dalam bentuk penyampaian aspirasi, tetapi juga melalui tindakan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan.

“Bagi saya, ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan, wakil rakyat harus hadir. Tidak cukup hanya menyampaikan keprihatinan, tetapi harus ada tindakan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap 20 ribu masker yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan masyarakat dan pelajar, terutama ketika harus melakukan aktivitas di luar ruangan.

Daswippetra juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi kualitas udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika udara memburuk dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.

“Kita tentu berharap kondisi ini segera membaik. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa membantu masyarakat dan menjadi bentuk kepedulian kita terhadap kondisi yang sedang mereka hadapi,” katanya.

Bagi Daswippetra, kondisi kabut asap juga menunjukkan pentingnya perhatian terhadap masyarakat pesisir dan daerah yang terdampak penurunan kualitas udara. Ia berharap pemerintah terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah yang diperlukan agar dampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan (*)

PADANG,Lintas Media News
 Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., menyampaikan pesan keras kepada para guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurutnya, guru di era perubahan tidak cukup hanya hadir di ruang kelas dan menyampaikan materi, tetapi harus mampu beradaptasi, menguasai teknologi, sekaligus membentuk karakter generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Muhidi saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru PPPK Jenjang SMA, SMK, dan SLB Tahun 2026, Rabu (16/9/2026).

Di hadapan para peserta, Muhidi menegaskan bahwa keberadaan guru PPPK merupakan energi baru bagi dunia pendidikan Sumatera Barat. Energi tersebut harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas mengajar, kreativitas, profesionalisme, dan komitmen dalam mendidik peserta didik.

Jangan sampai status sebagai guru PPPK hanya berhenti pada perubahan status kepegawaian. Ada tanggung jawab besar yang melekat untuk memastikan peserta didik memperoleh pendidikan berkualitas dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Muhidi menilai perkembangan zaman telah mengubah tantangan yang dihadapi dunia pendidikan. Peserta didik kini hidup di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, sehingga pola pembelajaran juga harus mampu mengikuti perubahan tersebut.

Karena itu, penguasaan metode pembelajaran adaptif menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Guru harus mampu membaca kebutuhan peserta didik dan memilih pendekatan pembelajaran yang relevan agar proses pendidikan tidak berjalan monoton dan kehilangan daya tarik.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi perhatian Muhidi. Teknologi, menurutnya, harus digunakan secara bijak untuk memperkuat proses pembelajaran. Guru perlu mampu memanfaatkan perkembangan digital sebagai sarana pendukung, sekaligus tetap menjalankan fungsi utama sebagai pendidik dan pembimbing.

Namun, Muhidi mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak membuat pendidikan kehilangan ruhnya. Sekolah bukan hanya tempat mencetak siswa yang pintar menjawab soal, tetapi juga tempat membentuk manusia yang memiliki karakter dan budi pekerti.

Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak cukup dilihat dari nilai akademik atau kemampuan kejuruan. Peserta didik harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan, keterampilan, integritas, tanggung jawab, dan karakter yang kuat.

Karena itu, guru PPPK dituntut terus mengembangkan kapasitas dirinya. Bimtek harus menjadi momentum untuk membawa pulang pengetahuan dan metode baru yang kemudian diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.

DPRD Provinsi Sumatera Barat, kata Muhidi, akan terus mengawal peningkatan kompetensi, perlindungan, dan kesejahteraan tenaga pendidik. Penguatan kualitas guru dipandang penting karena masa depan sumber daya manusia Sumatera Barat sangat berkaitan dengan kualitas pendidikan yang diberikan hari ini.

Pada akhirnya, Muhidi berharap guru PPPK mampu menjadi kekuatan baru dalam membangun pendidikan Sumatera Barat. Targetnya bukan sekadar melahirkan anak didik yang pintar, tetapi generasi emas Ranah Minang yang berkarakter, kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global. (*)

PADANG,Lintas Media News
 Jangan menunggu harga kebutuhan pokok melonjak baru sibuk mencari solusi. Pekarangan rumah yang selama ini dibiarkan kosong justru bisa menjadi benteng pertama ketahanan pangan keluarga jika dikelola secara serius.

Pesan tajam tersebut disampaikan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) penerima bantuan bibit tanaman, unggas, dan pakan tahun 2026, beberapa waktu lalu. 

Kegiatan yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat itu diarahkan untuk memperkuat program Kebun B2SA, yakni pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman.

Muhidi menegaskan, ketahanan pangan keluarga tidak harus dimulai dari lahan luas. Pekarangan rumah pun memiliki nilai ekonomi dan manfaat besar apabila dimanfaatkan untuk menanam berbagai kebutuhan pangan serta memelihara unggas secara produktif.

Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok, pemanfaatan pekarangan dinilai menjadi langkah konkret yang dapat dilakukan masyarakat. Hasil kebun dan ternak rumahan setidaknya dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus menekan sebagian pengeluaran rumah tangga.

“Jangan biarkan pekarangan menjadi lahan tidur. Kalau bisa menghasilkan pangan, kenapa harus dibiarkan kosong?” Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan Muhidi dalam mendorong KWT agar lebih serius mengembangkan Kebun B2SA.

Muhidi juga memberikan apresiasi terhadap para anggota KWT yang selama ini aktif menggerakkan kegiatan pertanian dan pangan berbasis keluarga. Menurutnya, KWT memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian pangan dari lingkungan paling kecil, yakni rumah tangga.

Namun, bantuan pemerintah tidak boleh berhenti hanya pada saat bibit tanaman, unggas, dan pakan diterima. Bantuan tersebut harus dirawat, dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga menghasilkan manfaat nyata bagi anggota kelompok dan keluarga.

Karena itu, Muhidi mendorong seluruh anggota KWT menjaga kekompakan. Pengelolaan kebun dan ternak secara bersama-sama dinilai akan membuat bantuan lebih mudah dikembangkan, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi kelompok.

Suasana Bimtek semakin hidup ketika peserta diberikan ruang untuk berdialog langsung. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan berdasarkan persoalan yang mereka hadapi dalam mengelola kegiatan pertanian maupun peternakan di lingkungan masing-masing.

Salah satunya Mursida, peserta dari Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji. Ia mengajukan pertanyaan mengenai beternak ayam, yang menunjukkan adanya kebutuhan peserta terhadap pengetahuan praktis agar bantuan unggas dapat dikelola secara tepat dan memberikan hasil.

Dialog tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bantuan. Pengetahuan, pendampingan, keterampilan, kedisiplinan dan kekompakan kelompok menjadi faktor penting agar program benar-benar berjalan dan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

DPRD Provinsi Sumatera Barat, kata Muhidi, terus mendukung program pemberdayaan perempuan dan ketahanan pangan berbasis masyarakat. Harapannya, Kebun B2SA mampu mengubah pekarangan menjadi sumber pangan produktif, memperkuat ekonomi rumah tangga, dan mendorong lahirnya keluarga-keluarga yang semakin mandiri di Ranah Minang. (*) 



Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).   Bantuan diserahkan simbolis oleh Sekretaris Daerah Bukittinggi, secara daring melalui zoom meeting di Bukittinggi Command Center (BCC), Rabu (16/09).

Bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu bentuk kepedulian dan duka mendalam masyarakat Bukittinggi. Bantuan awal berupa donasi yang dihimpun dari ASN Kota Bukittinggi, sedekah masyarakat melalui Baznas, serta dukungan BUMD, BPRS Jam Gadang, PDAM dan Bank Nagari, telah terkumpul sebesar Rp70 juta. Bantuan tersebut diserahkan kepada Kabupaten Nagekeo yang termasuk daerah dengan kerusakan cukup parah. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi. 

Rismal menerangkan, Pemerintah kota Bukittinggi juga akan memberikan bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari dana APBD, yang saat ini masih berproses dan telah masuk dalam anggaran perubahan APBD 2026. Ia mengatakan, prosesnya saat ini sedang menunggu evaluasi gubernur. Setelah evaluasi selesai dan DPA anggaran perubahan selesai, dana tersebut akan segera transfer. 

Menurut Rismal Hadi, BKK tersebut direncanakan sebesar Rp500 juta yang dibagi untuk tiga kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo. Meskipun hampir seluruh wilayah NTT terdampak gempa, bantuan difokuskan kepada tiga kabupaten tersebut. Ketiganya dipilih karena mengalami kerusakan lebih berat dibandingkan kabupaten lainnya, 

“Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah di NTT,” harapnya. (Sandra)

PADANG (18/9/2026), Lintasmedia News— Aroma masakan dari dapur usaha sarapan pagi rintisan Rika Hijra (47) di Jalan Sutomo, Kelurahan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, menjadi bagian dari perjalanan panjang keluarganya melewati masa-masa sulit. Sejak dirintis bersama suaminya, Kurniawan Eka Putra (50), pada 2020, usaha sederhana tersebut perlahan tumbuh dan kini menjadi sumber penghasilan utama keluarga.


Perjalanan itu tidak dimulai dalam kondisi yang mudah. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada 2020 turut berdampak terhadap kehidupan keluarga Rika. Saat itu, sang suami yang bekerja di salah satu hotel di Kota Padang mengalami pemutusan hubungan kerja.


Kehilangan pekerjaan membuat pasangan suami istri tersebut sempat kebingungan memikirkan keberlangsungan hidup keluarga. Sementara pemasukan berhenti, kebutuhan sehari-hari tetap berjalan, bahkan semakin bertambah.


Dalam kondisi tersebut, Rika dan suaminya sempat mempertimbangkan untuk pulang kampung ke Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Namun, keinginan untuk tetap bertahan dan mencari jalan keluar akhirnya mendorong Rika mencoba membuka usaha sarapan pagi.


Berbekal pengalaman memasak dan modal seadanya, Rika mulai menjajakan berbagai menu sarapan berupa lontong pical, lontong gulai paku (pakis), gulai cubadak (nangka), dan menu lainnya di Jalan Sutomo. Pada awalnya, usaha tersebut hanya dikerjakan berdua bersama sang suami. Mereka berbagi tugas mulai dari menyiapkan bahan, memasak, melayani pelanggan, hingga membersihkan peralatan setelah usaha tutup.


Perlahan, usaha yang dirintis dari keterbatasan itu mulai mendapatkan pelanggan. Bahkan, tiga bulan setelah memulai usaha, Rika dan Kurniawan sudah mampu mempekerjakan seorang karyawan untuk membantu aktivitas usaha mereka.


Seiring berjalannya waktu, usaha sarapan pagi tersebut terus berkembang. Memasuki tahun keenam, Rika kini dibantu empat orang karyawan.


Namun, ujian kembali datang pada Januari 2026. Kurniawan terserang stroke sehingga aktivitasnya dalam membantu usaha tidak lagi dapat dilakukan seperti sebelumnya. Kondisi tersebut membuat Rika harus mengambil peran lebih besar dalam memastikan usaha tetap berjalan.


Di tengah berbagai tantangan itu, Rika bersyukur usaha yang dibangunnya bersama sang suami tetap bertahan dan terus berkembang. Penghasilan dari usaha tersebut kini menjadi penopang kebutuhan keluarga, termasuk membiayai pendidikan kedua anak mereka. Seorang anak laki-laki sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, sementara anak perempuan masih duduk di bangku SMA.


“Alhamdulillah, sejak memulai usaha sampai memasuki tahun keenam ini, usaha kami terus bertumbuh dan omzet juga meningkat,” ujar Rika sembari mengambilkan pesanan lontong gulai paku kepada pelanggan.


Dalam perjalanan mengembangkan usahanya, Rika juga mendapat dukungan dari Unit Pengumpulan Zakat Badan Amil Zakat Nasional (UPZ BAZNAS) Semen Padang melalui bantuan modal usaha.


Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk gerobak usaha dan sejumlah peralatan memasak yang menunjang kegiatan usaha sarapan pagi milik Rika dan suaminya.


Bagi Rika, dukungan tersebut memiliki arti penting. Bantuan yang diterimanya tidak hanya membantu dari sisi peralatan usaha, tetapi juga memberikan tambahan semangat untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha yang telah dirintis dari nol.


“Terima kasih banyak kepada UPZ BAZNAS Semen Padang yang telah membantu usaha kami ini. Bantuan yang sangat bermanfaat bagi usaha kami,” katanya.


Salah seorang pelanggan Rika sejak awal usaha, Erwandi, menilai makanan yang disajikan di tempat tersebut memiliki cita rasa yang sesuai dengan selera pelanggan.


Ia mengaku tetap menjadi pelanggan karena rasa masakan yang konsisten, salah satunya menu gulai pakis yang menjadi salah satu hidangan yang disukainya. “Masakannya sesuai dengan selera. Gulai pakisnya enak,” ujar Erwandi.


Manajer UPZ BAZNAS Semen Padang Akmal mengatakan, bantuan modal usaha kepada Rika Hijra dan Kurniawan Eka Putra merupakan bagian dari program ekonomi UPZ BAZNAS Semen Padang yang diarahkan untuk membantu penerima manfaat agar dapat membangun kemandirian ekonomi.


Menurutnya, terdapat sejumlah pertimbangan dalam menentukan penerima bantuan modal usaha. Di antaranya, penerima telah memiliki usaha yang berjalan, pasangan suami istri saling mendukung dalam menjalankan usaha, memiliki tanggungan keluarga, serta menunjukkan komitmen dalam menjaga dan mengembangkan usahanya.


“Kami melihat mereka sudah memiliki usaha, suami istri saling mendukung dan membantu, memiliki tanggungan, serta mereka sangat menjaga usahanya,” kata Akmal.


Bantuan yang diberikan tidak berhenti pada penyerahan modal dan peralatan. UPZ BAZNAS Semen Padang juga melakukan monitoring terhadap penerima manfaat untuk melihat perkembangan usaha sekaligus memastikan bantuan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.


“Bantuan awalnya berupa gerobak dan alat-alat masak. Selanjutnya kami juga melakukan monitoring kepada penerima manfaat agar usaha terus berkembang,” ujarnya.


Akmal menyebutkan, dana zakat yang dihimpun dari karyawan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya dengan membantu masyarakat yang telah memiliki usaha agar dapat meningkatkan kapasitas ekonomi keluarganya.


“Zakat dari karyawan bisa bermanfaat untuk masyarakat dan bisa terus dikembangkan,” katanya.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan, perjalanan usaha Rika dan suaminya menjadi salah satu gambaran dari pemanfaatan dana zakat yang dihimpun melalui UPZ BAZNAS Semen Padang.


Menurutnya, program tersebut diarahkan agar bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat mendorong penerima manfaat mengembangkan usaha dan memperkuat perekonomian keluarga.


“Ini merupakan bukti bahwa program yang dijalankan UPZ BAZNAS Semen Padang tepat sasaran dan sesuai dengan peruntukannya,” kata Win.


Kisah Rika menunjukkan bahwa sebuah usaha yang bermula dari keterbatasan dapat terus tumbuh ketika dikelola dengan ketekunan dan dukungan yang tepat. Dari hanya berdua dengan suami pada 2020, usaha sarapan pagi tersebut kini telah membuka kesempatan kerja bagi empat orang sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya.


Di tengah kondisi suami yang masih dalam proses pemulihan setelah terserang stroke, Rika tetap menjalankan usaha tersebut. Setiap pagi, ia kembali menyiapkan masakan dan melayani pelanggan, melanjutkan ikhtiar yang telah dimulainya enam tahun lalu.


Usaha sederhana di Jalan Sutomo itu pun bukan sekadar tempat menjual sarapan. Bagi Rika, usaha tersebut merupakan hasil dari keberanian untuk bangkit setelah kehilangan pekerjaan, sekaligus menjadi jalan bagi keluarganya untuk terus bertahan dan menatap masa depan. (*)


PADANG,Lintas Media News
Perempuan asal Belanda bernama Marlou Geraedts (24) berkunjung ke PT Semen Padang pada Senin (14/9/2026) untuk menelusuri kembali sejarah keluarganya yang memiliki keterkaitan dengan fase awal berdirinya industri semen di Indonesia pada tahun 1910.

Marlou berkesempatan mengunjungi lokasi yang menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah perusahaan, mulai dari Pusat Kearsipan PT Semen Padang hingga Pabrik Indarung I, pabrik semen pertama yang menjadi cikal bakal perjalanan panjang PT Semen Padang.

Marlou menceritakan, ia merupakan generasi kelima dalam garis keturunan Jan Cornelis Veth atau yang dikenal sebagai Jan Veth, salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah awal berdirinya PT Semen Padang. Garis keturunan Marlou berasal dari Cornelis Gerard, salah satu putra Jan Cornelis Veth. Dari Cornelis Gerard, Marlou merupakan keturunan generasi keempat.
Cornelis Gerard merupakan saudara dari Bastiaan “Bas” Veth dan Franz Herman Veth. Ketiganya dikenal sebagai pendiri Firma Gebroeders Veth, perusahaan yang bergerak di bidang kopi dan kertas serta memiliki keterkaitan dengan permodalan pendirian Nederlandsch-Indische Portland Cement Maatschappij (NIPCM), yang kini dikenal sebagai PT Semen Padang.

Bagi Marlou, kunjungan ke PT Semen Padang menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagian dari sejarah keluarganya. Menariknya, Indonesia sebenarnya bukan tujuan awal dalam perjalanan Marlou ke kawasan Asia Tenggara. Keputusan datang ke Indonesia muncul setelah mendapatkan informasi dari ibunya mengenai jejak sejarah keluarganya di Kota Padang. Kunjungannya ke PT Semen Padang menjadi bagian penting dari upaya Marlou memahami lebih utuh sejarah keluarganya, sekaligus melihat secara langsung bagaimana perjalanan industri semen yang telah berkembang selama lebih dari satu abad.

“Ibu saya bercerita mengenai sejarah keluarga kami di Indonesia. Karena itu, saya ingin kembali melihat sejarah keluarga saya dan memahami lebih jelas peran yang mereka miliki dalam pendirian PT Semen Padang. Ini merupakan bagian dari sejarah keluarga kami yang cukup kontroversial, dan karena itu saya ingin mempelajarinya lebih jauh,” kata Marlou.

Menurut Marlou, sejarah tersebut menjadi sesuatu yang menarik sekaligus kompleks bagi keluarganya. Ia tidak ingin hanya memahami sejarah dari cerita yang diwariskan antargenerasi, tetapi juga ingin melihat langsung lokasi, dokumen, dan berbagai peninggalan sejarah yang berkaitan dengan perjalanan tersebut.

“Saya ingin mengetahui lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi pada masa itu dan memahami sejarah tersebut dari sumbernya secara langsung,” ujarnya.

Salah satu agenda penting dalam kunjungannya adalah mendatangi Pusat Kearsipan PT Semen Padang. Di lokasi tersebut, Marlou melihat berbagai dokumen dan arsip yang merekam perjalanan panjang perusahaan, termasuk berbagai informasi mengenai sejarah awal berdirinya industri semen di Padang.

Arsip menjadi bagian penting dalam perjalanan Marlou karena melalui dokumen-dokumen tersebut ia dapat melihat gambaran yang lebih konkret mengenai kondisi pada masa lalu, termasuk proses yang berlangsung sebelum dan sesudah berdirinya perusahaan semen.

Salah satu hal yang menarik perhatian Marlou adalah informasi mengenai proses pembebasan lahan yang dilakukan pada masa awal pembangunan kawasan pabrik. Dari dokumen dan penjelasan yang diterimanya, Marlou mengetahui bagaimana proses pembebasan lahan dilakukan serta bagaimana masyarakat pada masa itu berhubungan dengan aktivitas pembangunan perusahaan.

Bagi Marlou, kunjungan itu menjadi bagian penting dari sejarah yang perlu dipahami secara utuh. Menurut dia, melihat sejarah secara langsung membuat dirinya tidak hanya memahami sisi perkembangan industri, tetapi juga dapat melihat berbagai dinamika sosial dan ekonomi yang terjadi pada masa tersebut.

Di Pabrik Indarung I PT Semen Padang, Marlou melihat secara langsung kawasan yang menjadi saksi awal perjalanan industri semen di Indonesia. Ia berkeliling di sejumlah area sambil mendapatkan penjelasan mengenai sejarah pabrik serta proses produksi semen pada masa awal.

Kunjungan tersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi Marlou. Apa yang sebelumnya ia ketahui melalui cerita keluarga dan arsip sejarah kini dapat dilihat secara langsung di lokasi yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan leluhurnya. Marlou mengaku senang dapat datang ke PT Semen Padang dan melihat langsung tempat yang memiliki hubungan dengan sejarah keluarganya.

Ia juga mengapresiasi kesempatan untuk mengetahui bagaimana perusahaan yang memiliki akar sejarah sejak lebih dari satu abad lalu terus berkembang hingga saat ini.

“Saya sangat senang bisa datang ke sini dan melihat langsung tempat yang memiliki keterkaitan dengan sejarah keluarga saya. Saya juga senang dapat mengetahui bagaimana perjalanan Semen Padang selama 116 tahun dan bagaimana perusahaan ini berkembang hingga sekarang,” tuturnya.

Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menyambut baik kunjungan Marlou Geraedts. Menurutnya, kedatangan Marlou menjadi salah satu bukti bahwa perjalanan PT Semen Padang memiliki nilai sejarah yang tidak hanya penting bagi perusahaan, tetapi juga menarik perhatian hingga generasi keturunan keluarga yang memiliki keterkaitan dengan sejarah awal perusahaan.

“PT Semen Padang menyambut baik kunjungan Marlou Geraedts. Bagi kami, ini menjadi sebuah momentum yang menarik karena sejarah perusahaan ternyata tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan PT Semen Padang, tetapi juga masih ditelusuri oleh generasi keturunan keluarga yang memiliki keterkaitan dengan sejarah awal berdirinya perusahaan,” kata Win.

Ia berharap kunjungan Marlou dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai sejarah perusahaan sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk melihat perjalanan industri semen dari perspektif yang lebih luas. (*)


Pasbar,Lintas Media News Com.
Bupati Yulianto melantik 15 pejabat pimpinan Pratama tinggi yang punya program berintegritas dan teladan.

Dalam sambutannya,Yulianto mengatakan.Jabatan bukan akhir sebuah ,tapi Amanah yang harus dijaga dengan baik.Diharapkan  kepada para Pimpinan yang baru dilantik harus punya Integritas program yang jelS dan bisa diteladani.

Pelantikan yang ditunggu-tunggu itu,akhirnya terlaksana ,meski pun diwarnai hujan  pada pagi ini Kamis (17/9.2026).tambahnya.

15 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik adalah: satu,Afrizal, ST, MT-Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dua
Ahmad Hanif, S.IP-Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik,Tiga,
Muhammad Yandra Hanafi Lubis, S.STP, M.Si-Kepala BKPSDM ,Empat.
Muhammad Bona Fatwa, S.STP-Kepala Badan Pendapatan Daerah ,Lima.
Afrizal, SP, M.Si-Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Enam
Decky Harmiko Saputra, SH-Kepala Dinas Perhubungan ,Tujuh
Sukarni, AP, M.Si-Kepala Dinas Pariwisata, Delapan,
Lenggo Apri Yanti, S.STP., M.Si-Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari, Sembilan,
Bambang Sumarsono, ST, MT-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Sepuluh
Natran Hanri, S.Hut-Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sebelas
.Ns. Vanvoni Gorbi, S.Kep, M.KM-Kepala Dinas Sosial,Dua belas
Sutrisno, S.Kom-Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
Tiga belas,Zulkarnain, S.Pd.SD, MM-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Empat belas,
Endon Triharja, MM, SE-Kepala Dinas Perikanan ,Lima belas
Afkar, S.IP-Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga.

Pelantikan tersebut dihadiri : Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan, Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, Forkopimda, instansi vertikal, Ketua TP-PKK Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, para asisten, staf ahli, kepala OPD, sekretaris, kepala bagian, kepala bidang, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Bara.(*)

Jakarta, Lintasmedia News— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan personel Polres Payakumbuh. Aiptu Mulia Raja, S.I.P., Bhabinkamtibmas Polsek Situjuah Limo Nagari Polres Payakumbuh Polda Sumbar, berhasil meraih Nomiasi 3 (Tiga) Besar Terbaik Kategori Perseorangan Kelompok Planet dalam ajang KOMPOLNAS Awards 2026 yang digelar di Jakarta tanggal 17 September 2026


Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, integritas dan pengabdianya sebagai anggota Polri serta kiprahnya dalam mengembangkan usaha Rumah Kompos Sago Mandiri yang mana hal ini merupakan sebuah upaya pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan pengelolaan sampah organik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.


Melalui Rumah Kompos ini, Aiptu Mulia Raja tidak hanya hadir menjalankan fungsi pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berupaya membangun kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan.


Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta, S.I.K., M.H. menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian yang diraih Aiptu Mulia Raja. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Payakumbuh untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik, hadir di tengah masyarakat dan menjaga kepercayaan publik terhadap Polri.” tegas Kapolres


Capaian ini sekaligus menjadi wujud komitmen Polres Payakumbuh dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, profesional dan dekat dengan masyarakat.


PADANG,Lintas Media News
Jangan anggap apel pagi sekadar rutinitas. Di lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat, apel menjadi momentum untuk mengencangkan kembali barisan, memperkuat disiplin, sekaligus memastikan seluruh aparatur siap menghadapi tuntutan pekerjaan.

Pesan itu terlihat dalam Apel Pagi Rutin Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat yang digelar Kamis (17/9/2026). Bertempat di halaman depan lobby Kantor DPRD Sumbar, apel dipimpin langsung Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. Maifrizon, M.Si.

Kehadiran pimpinan dalam apel tersebut menegaskan pentingnya kedisiplinan sebagai bagian dari budaya kerja aparatur. Bagi Sekretariat DPRD Sumbar, disiplin bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi pijakan dalam menjalankan pelayanan dan mendukung tugas-tugas kelembagaan DPRD.

Apalagi, Sekretariat DPRD berada di garis penting dalam mendukung berbagai agenda kedewanan. Setiap kegiatan membutuhkan kesiapan aparatur, koordinasi yang kuat, serta kemampuan bekerja secara cepat, tertib, dan profesional.

Karena itu, apel pagi menjadi momentum untuk menyamakan ritme kerja seluruh jajaran. Tidak boleh ada pekerjaan yang berjalan tanpa koordinasi. Tidak boleh pula pelayanan kedewanan kehilangan dukungan hanya karena lemahnya komunikasi internal.

Maifrizon melalui kepemimpinannya di Sekretariat DPRD Sumbar terus menempatkan kedisiplinan sebagai bagian penting dalam membangun kualitas aparatur. Semangat tersebut menjadi modal untuk menciptakan lingkungan kerja yang semakin tertib dan bertanggung jawab.

Dari apel pagi, targetnya bukan sekadar barisan yang rapi. Target utamanya adalah kinerja yang semakin nyata. Setiap aparatur diharapkan memahami tugas masing-masing dan memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung aktivitas kelembagaan DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Koordinasi juga menjadi perhatian penting. Dengan komunikasi yang solid antarbagiannya, berbagai agenda kedewanan dapat dipersiapkan dan dilaksanakan secara lebih terarah. Sinergi internal menjadi salah satu kunci agar pekerjaan tidak tersendat.

Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, aparatur dituntut tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga hadir dengan tanggung jawab. Kehadiran harus berbanding lurus dengan produktivitas, kedisiplinan, dan kualitas pelayanan.

Apel rutin sekaligus menjadi pengingat bahwa pekerjaan di Sekretariat DPRD memiliki tanggung jawab yang tidak ringan. Setiap dukungan administratif, teknis, dan pelayanan memiliki peran dalam memastikan fungsi kelembagaan DPRD dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Semangat kebersamaan yang dibangun melalui apel diharapkan tidak berhenti ketika barisan dibubarkan. Semangat itu harus dibawa ke ruang kerja, diterjemahkan menjadi koordinasi, pelayanan, ketepatan waktu, serta penyelesaian tugas yang bertanggung jawab.

Pesannya jelas: disiplin harus dimulai dari hal sederhana, tetapi dampaknya harus terasa dalam kinerja. Melalui Apel Pagi Rutin, Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat barisan aparatur agar semakin solid, profesional, dan siap memberikan dukungan terbaik bagi kelancaran tugas kedewanan. (*) 

PADANG,Lintas Media News
Memperkuat sinergi antara DPRD Sumbar dan kepolisian, Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi bahas ketertiban aksi massa dengan Direktur Intelkam Polda Sumbar Kombes Pol Riki Kurniawan saat bersilaturahmi dengan Intelkam Polda Sumbar. Kamis (17/9/2026).di ruangan rapat pimpinan DPRD Sumbar.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara DPRD Sumbar dan kepolisian, terutama dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif di tengah dinamika penyampaian aspirasi masyarakat.

Muhidi mengatakan, DPRD Sumbar pada prinsipnya terbuka menerima masyarakat maupun mahasiswa dari berbagai kelompok yang ingin menyampaikan aspirasi. Penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari dinamika kehidupan demokrasi yang perlu difasilitasi secara baik.

Namun, menurutnya, kegiatan penyampaian aspirasi juga perlu berlangsung dengan tertib sehingga tidak mengganggu keamanan, aktivitas masyarakat, maupun jalannya tugas kelembagaan DPRD.

"Kita selalu terbuka dan menerima masyarakat maupun mahasiswa dari kalangan mana pun. Hanya saja, terkadang ada keterbatasan waktu untuk memenuhi keinginan bertemu langsung dengan seluruh masyarakat atau mahasiswa yang datang," ujar Muhidi.

Ia juga menyinggung adanya kekhawatiran mengenai dugaan massa yang digerakkan atau dititipkan untuk menyampaikan aspirasi tertentu. Muhidi menegaskan, pihaknya tidak ingin memberikan tuduhan tanpa dasar yang jelas.

"Kita tidak bisa mengatakan atau menuduh massa tersebut adalah massa titipan. Tetapi tentu bisa dilihat dari cara dan pola mereka menyampaikan orasi," katanya.

Karena itu, Muhidi meminta koordinasi antara DPRD Sumbar dan Polda Sumbar terus diperkuat, terutama terkait informasi mengenai rencana aksi unjuk rasa di lingkungan DPRD.

Menurutnya, koordinasi diperlukan agar setiap kegiatan penyampaian aspirasi dapat dipersiapkan dengan baik dan berjalan sesuai ketentuan, tanpa mengurangi ruang masyarakat untuk menyampaikan pendapat.

"Yang penting bagaimana setiap aksi bisa berjalan aman, tertib dan kondusif. Aspirasi masyarakat tetap kita terima dan kita hormati," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Intelkam Polda Sumbar Riki Kurniawan bersama jajaran juga membahas dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan situasi politik dan aktivitas penyampaian aspirasi di Sumbar.

Muhidi mengatakan, sinergi dengan kepolisian diperlukan untuk menjaga komunikasi dan mencegah munculnya persoalan yang dapat mengganggu ketertiban di lingkungan DPRD maupun masyarakat secara umum.

Pertemuan berlangsung di ruang kerja Ketua DPRD Sumbar, Jalan Khatib Sulaiman, Padang. Turut hadir Kabag Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Sumbar Dahrul Idris, Ps Kasubdit 1 Ditintelkam Polda Sumbar Kompol Liya Desmon, Ps Kanit 3 Subdit 1 AKP Rizki Saktiko beserta jajaran.

Di akhir pertemuan, Muhidi menyerahkan cenderamata kepada Direktur Intelkam Polda Sumbar. Kegiatan berlangsung dalam suasana aman dan kondusif.(*)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.