Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok






Padang,Lintas Media News
Sebagai salah satu sekolah yang terdampak parah bencana hidrometeorologi pada 27 November lalu, SMA Negeri 12 Nanggalo, Padang memerlukan perbaikan sarana dan prasarana.

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, turun langsung menjemput aspirasi pihak sekolah pada Jumat (21/8). Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangkaian reses perseorangan DPRD Sumatera Barat (Sumbar) masa persidangan ketiga Tahun Sidang 2025-2026.

Kepada Evi Yandri, seorang guru meminta bantuan pengadaan mobiler berupa meja, kursi, dan loker guru.

"Kami memerlukan meja dan kursi baru, Pak. Fasilitas yang lama sudah tidak layak pakai karena terendam lumpur saat banjir bandang kemarin," ujar guru tersebut.

Bencana November lalu memang tidak hanya merendam SMAN 12 Padang dengan air, tetapi juga menyisakan endapan lumpur yang tebal di area sekolah.

"Saat pembersihan lumpur pascabencana, Pak Evi langsung datang meninjau ke sini. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian beliau. Tahun ini, kami juga menerima bantuan laptop dari dana pokok pikiran (pokir) Pak Evi," kata guru lainnya.

SMAN 12 Padang tercatat sering terdampak banjir, termasuk pada 3 Agustus lalu, namun untung air cepat surut. Namun, banjir pada November menjadi yang terparah karena material lumpur terbawa. 

"Pak, mohon dicarikan solusi agar sekolah dan jalan akses ke sini tidak banjir lagi. Kami kesulitan untuk datang belajar," keluh salah seorang siswa.

Selain banjir, keluhan mengenai krisis air bersih juga mencuat dalam pertemuan tersebut.

"Air sekolah keruh dan berbau besi. bahkan kadang tidak ada air. Padahal sangat dibutuhkan untuk berwudu dan keperluan toilet," ungkap seorang siswi.

Pihak sekolah membenarkan kendala tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi seribu lebih siswa dan guru, sekolah telah membuat empat sumur bor dengan kedalaman hingga 60 meter. Namun, air yang keluar tetap keruh.

"Kalau menggunakan layanan PDAM airnya jernih, tetapi alirannya sering mati sehingga tidak cukup memenuhi kebutuhan sekolah," jelas salah seorang guru.

Persoalan lain yang dihadapi sekolah adalah ketiadaan lapangan olahraga yang memadai. Lahan lapangan yang ada saat ini sebagian besar sudah terpakai untuk pembangunan gedung baru.

"Tahun 2027 kami menghadapi penilaian akreditasi sekolah. Tanpa lapangan olahraga yang layak, nilai akreditasi kami terancam turun," keluh guru olahraga.

Akibat keterbatasan fasilitas ini, terkadang aiswa terpaksa mengikuti materi jam olahraga di dalam ruang kelas. Sementara untuk kegiatan ekstrakurikuler seperti futsal dan basket, siswa terpaksa menyewa lapangan di luar sekolah dengan biaya mandiri.

"Sewa lapangan futsal mencapai Rp200 ribu per jam. Kasihan siswa yang punya semangat tinggi untuk berolahraga," tambahnya. Siswa juga berharap mendapat bantuan alat penunjang ekstrakurikuler seperti alat musik tradisional talempong dan tenda PMR.

Menanggapi rentetan keluhan tersebut, Evi Yandri meminta pihak sekolah segera menyusun perencanaan pembangunan yang matang.

"Harus ada master plan yang jelas. Jangan sampai saat kepala sekolah berganti, kebijakannya ikut berubah. Itu akan menyulitkan pembangunan," tegas Evi.

Evi berjanji akan membawa persoalan fisik, pengadaan mobiler, fasilitas lapangan, hingga penyediaan air bersih ini untuk dibahas bersama Dinas Pendidikan Sumbar untuk memastikan anggaran pemenuhannya secara bertahap.

Di akhir pertemuan, Evi Yandri sempat menguji respons siswa mengenai kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh siswa kompak meminta program tersebut diteruskan, meski mereka memberikan catatan kritis terkait kualitas makanan.

"Kami ingin program ini lanjut, Pak. Namun kualitasnya harus diperbaiki. Menunya jangan telur terus-menerus, dan kebersihannya harus dijaga," ujar seorang siswa berseloroh. 

Selain siswa dan guru, pada pertemuan itu juga turut hadir Kabid pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar, Mahyan, pengawas sekolah dan Sekcam Nanggalo. (*/st)

PADANG,Lintas Media News
 Suara dan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan. Hal itu menjadi perhatian Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi saat bertemu langsung dengan warga dalam kegiatan reses di Masjid Husnul Khatimah, Kampung Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Jumat (21/8/2026).

Reses tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. Warga dapat menyampaikan berbagai persoalan sekaligus mengusulkan kebutuhan pembangunan yang dinilai penting bagi lingkungan mereka.

Ketua DPRD Sumbar Muhidi mengatakan, turun langsung ke tengah masyarakat merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD. Melalui reses, aspirasi warga dapat didengar secara langsung dan menjadi bahan untuk diperjuangkan dalam proses pembangunan daerah.

“Kita berkumpul dalam rangka reses. Kita minta masukan dari masyarakat untuk diperjuangkan sesuai dengan kewenangan yang ada,” kata Muhidi.
Menurutnya, aspirasi yang disampaikan masyarakat memiliki manfaat besar karena dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan riil di lapangan. Masukan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pembahasan DPRD bersama pemerintah daerah.

“Reses ini sangat strategis karena kita bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Beberapa bulan ke depan akan ada usulan program, sehingga aspirasi masyarakat hari ini sangat penting,” ujarnya.

Muhidi menjelaskan, DPRD merupakan mitra kepala daerah dalam menjalankan pembangunan. Di tingkat provinsi, DPRD menjadi mitra Gubernur, sementara di kabupaten dan kota DPRD menjadi mitra bupati maupun wali kota.

“DPRD bersama kepala daerah membangun daerah, baik pembangunan fisik maupun pembangunan sumber daya manusia. DPRD memiliki tiga fungsi, yaitu legislasi, budgeting dan pengawasan,” jelasnya.

Tak hanya berbicara mengenai pembangunan, Muhidi juga mengajak masyarakat memberikan perhatian terhadap masa depan anak-anak. Ia menilai keluarga memiliki peran penting dalam membangun karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman.

“Di tengah kesibukan aktivitas, mari kita duduk bersama anak-anak. Bangun kesadaran mereka tentang pentingnya ilmu dan keterampilan. Jangan hanya dimarahi, tetapi berikan motivasi,” katanya.

Ia juga mendorong orang tua membekali anak dengan kemampuan berbahasa asing, pendidikan, keterampilan serta nilai-nilai agama.

“Globalisasi tidak bisa dihambat atau ditolak. Yang harus kita lakukan adalah menyiapkan anak-anak agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tanamkan akidah, ilmu pengetahuan, pendidikan dan kebersamaan,” ujar Muhidi.

Sementara itu, Lurah Kampung Baru Nan XX Ratu Junasli menyambut baik pelaksanaan reses tersebut. Menurutnya, pertemuan ini memberikan kesempatan bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan DPRD Sumbar.

“Ini kesempatan emas bagi warga untuk menyampaikan usulan pembangunan dan berbagai persoalan lainnya. Terima kasih atas kehadiran Bapak Ketua DPRD Sumbar,” kata Ratu.

Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin sehingga berbagai kebutuhan warga dapat diperjuangkan sesuai skala prioritas pembangunan.(*/st)



PADANG,Lintas Media News
Gonjang-ganjing kegiatan Sumbar Summit Teacher 2026, di Padang, 13-14 Agustus 2026, ditanggapi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies. PWI tidak ikut serta pada  Sumbar Summit Teacher 2026 dan tak ada hubungan apa pun dengan penyelenggara.

“Kami tidak ikut serta, tidak pula bagian dari penyelenggara. PWI Sumbar sudah meyampaikan somasi terkait terpajangnya logo dan mereka PWI pada kegiatan tersebut,” kata Widya Navis, melalui siaran pers, di Padang, Sabtu (22/8).

Katanya, pencantuman logo dan merek PWI dan pada atribut kegiatan dilakukan tanpa persetujuan organisasi yang dipimpinnya. Penggunaan nama maupun identitas resmi organisasi tanpa izin merupakan persoalan serius. 

PWI Sumbar menilai pencantuman logo tersebut tidak sah alias ilegal. Apabila terbukti memenuhi unsur pelanggaran hukum, PWI Sumbar membuka peluang untuk memprosesnya melalui jalur hukum.
Widya menjelaskan, beberapa hari jelang acara, panitia penyelenggara memang mendatangi Kantor PWI Sumbar untuk mengajukan penawaran kerja sama, tetapi tidak memberikan draf kerja sama, namun logo dan merek PWI sudah dipasang untuk promo dan informasi kegiatan.

“Saat itu, PWI Sumbar menyampaikan, menolak tawaran kerja sama,” kata Widya Navies, namun ketika acara berlangsung, ternyata  masih ada identitas PWI dan logo PWI pada flyer di ruang tunggu zoom. 

Klarifikasi terbuka ini disampaikan guna meluruskan informasi di tengah publik—khususnya kalangan guru, sekolah, dan instansi pendidikan di Sumatera Barat—agar tidak menginterpretasikan keberadaan logo tersebut sebagai bentuk dukungan resmi dari PWI Sumbar.

PWI Sumbar mendesak pihak penyelenggara untuk segera memberikan penjelasan resmi mengenai dasar pencantuman logo tersebut serta bertanggung jawab penuh atas penggunaan identitas PWI tanpa izin, termasuk ditemukannya sertifikat yang di bawahnya tertulis, Mengetahui: Ketua PWI Sumbar Widya Navies dan Kadis Pendidikan Sumatera Selatan Habibul Fuadi. Tak ada tandatangan pemilik acara. 

PWI Sumbar, kata Widya Navies, sudah melayangkan somasi ke pihak penyelenggara, disampaikan kepada Founder Indonesia Inspiring Teacher/Promotor Sumbar Summit Teacher 2026, Herdinalsky. 

Di sisi lain, pada rapat pengurus Harian PWI Sumbar dengan DKP PWI Sumbar, Jumat (21/8) juga mempertimbangkan akan memberikan sanksi terhadap anggota atau pengurus PWI Sumbar yang terlibat pada kegiatan dimaksud.( *)

 

Pasbar, Lintas Media News Com.


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari ,gelar Ujian Kompetensi bagi Calon Anggota yang lebih dari 5 orang Calon Wali Nagari,demikian pantauan dari Media ini di Ruang Labor SMK N 1 Padang Tujuh, Simpang Empat



Kegiatan yang disiapkan para Panitia Pelaksana tampak dipantau oleh : Yulianto Bupati Pasbar yang didampingi langsung oleh Dody San Ismail Sekda , Syaikul Putra Kadis DPMN serta Handoko Kasat .Pol PP.


Peserta tes tertulis yang dimulai hari ini. Mulai Jam 8 sampai selesai dengan ruang Ujian hanya 1 dengan 3 Sesi ,dengan jumlah Soal ada 100 ,materi Ujian termasuk : UU Desa, Tupoksi Bamus, Wawasan Kebangsaan ,Tupoksi Nagari mau pun Agama .sebelum dimulai ujian para Panitia tampak membacakan Tata Tertib ,membawa Kartu peserta dan KTP ,serta Sosialisasi sebelum Ujian ,penandatanganan Berita Acara dan melihat hasil Ujian atau Skor Nilai Masing-masing Peserta.


Pada Ujian hari ini khusus untuk peserta bagian Selatan sebanyak 85 Orang Calon Wali Nagari dari bagian Selatan ,sementara untuk besok yang akan Ujian ada 60 Orang Calon Peserta dari bagian Utara ,jadi jumlah keseluruhan peserta Tes sebanyak 145 peserta


Yulianto dalam sambutannya mengatakan pentinya suasana Nyaman ,Kondusif ,karena tes ini merupakan awal persiapan Tes bagi Calon Wali Nagari yang lebih dari 5 orang dari setiap Nagari yang ada di Pasbar ini tegasnya.


Untuk itu Ia sangat berharap bersama-sama mengingatkan menjaga kesatuan dan persatuan ,karena yang ikut Calon ini adalah :Mamak,Kakak,adik ,kamanakan ,untuk itu ,agar bisa memahami siapa pun yang menang itulah yang terbaik ingatnya lagi.

Namun Tak kalah pentingnya ia katakan selama ini tidak maksimalnya Pelayanan kepada masyarakat ,karena belum Depenitif ,jabatan rangkap masih ada ,sehingga tidak ada kebijakan ,tapi setelah Pilwana serentak tahun 2026 yakin lebih maksimal dan baik.


Hal senada ,dikatakan M.Idil salah seorang peserta yang lulus Tes kepada Media ini ,usai Ujian berakhir dari Nagari Pinaga ( Pemuda ), berharap kepada peserta bersama- sama memberikan suasana aman dan kondusif,mari menjadikan Pilwana yang badun Sanak ,.karena siapa pun nantinya yang menang ,itu milik masyarakat dan yang terbaik bagi semua pungkasnya lagi.

Sumbar, Lintasmedia News— Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat berhasil membongkar kasus tindak pidana perdagangan emas ilegal pertama di Kota Solo. Kasus ini melibatkan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal India berinisial A yang berusia sekitar 39 tahun.


Pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung dalam acara doorstop usai konferensi pers di Mapolda Sumbar, Jumat (21/8/2026). 


Hadir dalam kesempatan tersebut Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya dan Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Octa Rahmansyah serta para awak media cetak, online dan elektronik. 


Kombes Pol Susmelawati Rosya menjelaskan bahwa pelaku A saat ini telah diamankan dan sedang dalam tahap pengembangan lebih lanjut oleh tim gabungan bersama instansi terkait.


"Tindak pidana pertama emas ilegal ini di Solok Kota. Ini pelakunya adalah seorang WNA warga negara India berinisial A, kemudian berumur kira-kira 39 tahun. Yang bersangkutan sudah diamankan ya saat ini dan sedang dalam proses pengembangan oleh timsus."


Sementara itu, Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar, AKBP Octa Rahmansyah, membeberkan modus operandi yang digunakan oleh jaringan internasional tersebut. Tersangka A diketahui membeli emas murni dari daerah tambang, yang kemudian penjualannya dihubungkan dengan jaringan pemodal asal Malaysia.


"Jadi untuk modus operandi, yang bersangkutan ini membeli emas dari daerah tambang, kemudian dibeli murnikan. Kemudian emas ini nanti ada yang membeli yaitu dari Malaysia, ada kurir sendiri," ungkap AKBP Octa Rahmansyah.


AKBP Octa menambahkan, pemodal di Malaysia menggunakan sistem pengiriman berjenjang dengan mengutus 2 hingga 3 orang kurir yang tidak saling kenal untuk menyerahkan barang ke Indonesia. Meskipun pelaku tinggal di Indonesia menggunakan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) karena telah beristri dan memiliki anak di wilayah tersebut, penyidik masih mendalami jaringan luas dan aliran transaksi yang nilainya tergolong besar.


Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan barang bukti emas murni dengan skala signifikan, di mana dalam penangkapan terbaru jumlahnya mencapai kurang lebih 1,5 kg hingga 2 kg yang dijual dalam jangka waktu setiap dua hari.


Polda Sumbar menegaskan bahwa proses hukum terhadap tersangka tetap berjalan secara profesional, dengan dibarengi koordinasi intensif bersama pihak imigrasi, pabean, serta kedutaan besar terkait mengingat keterlibatan jaringan luar negeri.(*)

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Dua Kafilah dilepas Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Korpri ke-8 di Makassar. Pelepasan berlangsung di ruang pertemuan Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Rabu (19/08).


Pada MTQ Nasional Tingkat Korpri ke-8 di Makasar, Kota Bukittinggi mengirimkan dua perwakilan Kafilah. Mereka adalah Nofi Yanti, S.Pd.I., Penyuluh Agama Fungsional Kecamatan Guguak Panjang, yang mengikuti cabang Doa Putri, serta Hardiyanti Maiyuna, S.IQ., S.Pd., guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 4 Bukittinggi, yang mengikuti cabang Hifzil 7 Surat Pilihan Putri. Mereka akan berjuang membawa nama kota Bukittinggi pada 24 Agustus 2026 mendatang. 

 

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, apresiasi dan dukungan kepada kedua perwakilan yang akan membawa nama Kota Bukittinggi dalam ajang MTQ Nasional Tingkat Korpri ke-8. Ia berharap kedua kafilah dapat mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan baik dan tampil maksimal.


"Selamat mengikuti MTQ Nasional Tingkat Korpri ke-8. Semoga bisa tampil sebaik mungkin, membawa nama baik Bukittinggi dan meraih hasil yang terbaik," ujarnya.


Wali Kota berpesan agar kedua kafilah tetap semangat dan menjaga kesehatan selama berada di Makassar. Kesempatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk tampil sebaik mungkin dan membawa nama baik Kota Bukittinggi. (Sandra)



PADANG,Lintas Media News
 Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Evi Yandri Rajo Budiman, menjaring aspirasi siswa dan guru SMAN 17 Padang di Kelurahan Air Pacah, Kota Padang, Kamis (20/8/2026). Pertemuan dalam masa reses ini bertujuan menghimpun langsung kebutuhan sektor pendidikan.

SMAN 17 Padang merupakan sekolah baru yang didirikan atas inisiasi warga. Sistem zonasi PPDB kerap menyulitkan calon siswa di Air Pacah untuk melanjutkan pendidikan. Akses ke sekolah terdekat lain, seperti SMAN 5 Padang di Balai Baru, dinilai terlalu jauh.

Sebagai sekolah baru, SMAN 17 Padang masih minim sarana. Pihak sekolah dan siswa mengusulkan pengadaan ruang kelas baru (RKB), laboratorium TIK dan IPA, ruang UKS, serta fasilitas ibadah.

"Kami sangat membutuhkan musala, Pak. Lokasi ibadah saat ini jauh dari area belajar. Kami sering terlambat masuk kelas," ujar seorang siswa.

Siswa lain mengeluhkan ruang UKS yang hanya bisa memuat satu ranjang. Kondisi ini menyulitkan penanganan medis darurat, terutama saat upacara bendera. Perwakilan siswa juga mengharapkan adanya ruang sekretariat OSIS.

Sementara itu, guru meminta penambahan ruang kelas baru untuk meningkatkan daya tampung sekolah. Langkah mendesak ini diperlukan guna mengakomodasi lulusan SMP di zona Air Pacah pada tahun ajaran mendatang.

Kepala SMAN 17 Padang, Arnaldy, menjelaskan bahwa jumlah siswa terus meningkat sejak sekolah diinisiasi pada 2021 dan mulai dibangun pada 2022.

"Saat awal berdiri, Pak Evi sangat membantu sekolah ini. Akses jalan masuk bahkan dibangun menggunakan dana pokok-pokok pikiran (pokir) beliau. Jalannya selesai lebih dulu sebelum bangunan sekolah rampung. Kami sangat mengapresiasi komitmen ini," ungkap Arnaldy.

Selain jalan ada beberapa lagi yang diupayakan eviyandri untuk SMAN 17. Baru baru ini,  Evi Yandri juga memperjuangkan bantuan komputer jinjing (Chromebook) melalui dana pokir untuk mendukung digitalisasi dan ujian siswa.

Apresiasi juga datang dari Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar, Mahyan. Ia memuji konsistensi Evi Yandri yang mengalokasikan anggaran pokir demi pemenuhan sarana prasarana sekolah di Sumbar.

Merespons hal itu, Evi Yandri menegaskan bahwa pendidikan merupakan program prioritas nasional. Kebijakan ini selaras dengan visi Presiden Terpilih Prabowo Subianto yang harus diimplementasikan oleh pemerintah daerah.

"Kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah hal mendasar untuk kemajuan negara. Pintu utamanya adalah memperbaiki sektor pendidikan," tegas legislator Partai Gerindra tersebut.

Di hadapan siswa, Evi berpesan agar generasi muda menjaga disiplin. Ia meminta mereka menjauhi narkoba, tawuran, dan seks bebas.

"Jangan pernah coba-coba. Sekali terjebak, masa depan rusak. Ingat pengorbanan orang tua di rumah. Fokuslah belajar dan kejar cita-cita," pesan Evi.

Terkait usulan fasilitas fisik, Evi menyatakan tim staf telah mencatat seluruh aspirasi untuk ditindaklanjuti pada penyusunan anggaran daerah berikutnya.

"Pembangunan tentu bertahap. Namun, sektor pendidikan selalu mendapat porsi karena merupakan program prioritas. Kami bersama sekolah dan dinas terkait akan mendahulukan kebutuhan yang paling mendesak," pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini komite sekolah, Lurah Air Pacah, serta Sekretaris Camat Koto Tangah. (*/st)

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Wali Kota, Ramlan Nurmatias, bersama sejumlah Kepala SKPD terkait meninjau langsung proses pekerjaan revitalisasi drainase Pasar Bawah Kamis (20/08).


Dalam peninjauan ke lapangan itu, Wali Kota menegaskan agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan maksimal di malam hari. Sehingga proses jual beli pagi hingga sore tidak terganggu. Ia menilai setelah enam hari berjalan, pelaksanaannya cukup baik, besi besi sudah masuk di saluran yang diperbaiki. 


Dijelaskannya bahwa kondisi Pasar Bawah sering terjadi genangan air, becek dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penjual dan pembeli dinilai wajar. Ia mengatakan terakhir dilaksanakan perbaikan drainase di Pasar bawah sudah cukup lama yakni pada tahun 1998 lalu.


"Menurut catatan, terakhir tahun 1998 dan kita lihat bahwa drainase itu penuh dengan tanah. Jadi mulai sekarang kita perbaiki lagi, dibongkar isinya, dicor lagi, di cor lantainya, kiri kanan, sampai atas. Tujuan kita adalah supaya air lancar ke saluran induk dan tidak ada lagi genangan dan becek di dalam pasar," ungkapnya. 


Ia menyebutkan, Pemko Bukittinggi secara bertahap akan terus melakukan rehab terhadap Pasar Bawah. Mulai dari mengganti lantai, pembangunan WC baru, kamar mandi, mushalla, sesuai kebutuhan masyarakat Pasar Bawah. Termasuk nantinya, penggantian atap Pasar Bawah dengan konsep atap anggar. 


"Kita tetap mempertahankan konsep pasar tradisional Pasar Bawah. Artinya apa, batu-batu itu tetap kita pelihara. Kita ingin bagaimana Ibu Ibu kita dulu berjualan bakatidiang kita pertahankan. Insya Allah pelan-pelan kita perbaiki dan setiap tahun kita anggarkan untuk pekerjaan perbaikan di Pasar Bawah, supaya orang berbelanja di Pasar Bawah, nyaman dan bersih," Imbuhnya. (Sandra)

 

Lintasmedia News 

Pada kesempatan itu, Nelfri Asfandi, mengatakan, bahwa setetes darah memiliki arti yang sangat besar bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah.


Apalagi, lanjutnya, donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang dapat menyelamatkan nyawa.


“Setetes darah yang kita donorkan bisa menjadi harapan hidup bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang melawan penyakit. Karena itu, mari bersama-sama berkontribusi melalui donor darah untuk kemanusiaan,” ujarnya mengajak.


Dan, Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai kebiasaan positif. Selain membantu menjaga ketersediaan stok darah di PMI Kabupaten Pasaman, donor darah juga memberikan manfaat bagi kesehatan pendonor.


Menurut Nelfri, kegiatan donor darah merupakan amalan mulia yang tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga memiliki nilai ibadah karena menjadi bagian dari upaya menyelamatkan kehidupan manusia.


Melalui aksi kemanusiaan tersebut, Nelfri Asfandi berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk mendonorkan darahnya secara sukarela sehingga kebutuhan darah di PMI Kabupaten Pasaman dapat terus terpenuhi.


“Mari terus berbuat baik dan menebarkan kebaikan. Setetes darah yang kita sumbangkan hari ini bisa menjadi penyelamat bagi kehidupan orang lain,” ungkapnya.


Sementara, ketua PMI kabupaten Pasaman, Parulian Dalimunthe, yang juga wakil bupati Pasaman, mengapresiasi kepedulian dari ketua DPRD Pasaman Nelfri Asfandi dan mengajak semua pihak untuk mendonorkan darahnya setelah melalui kajian medis dan kesehatan sehingga memberikan dampak nyata untuk ketersediaan stok Darah dan bisa bermanfaat besar bagi kesehatan dan masyarakat yang membutuhkan darah, ujarnya. ( ***)

PAYAKUMBUH l, Lintasmedia News— Satuan Reserse Narkoba Polres Payakumbuh mengamankan tiga orang terduga pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu dan ganja dalam penggerebekan di sebuah rumah di Kelurahan Bulakan Balai Kandi, Kota Payakumbuh, Kamis (20/8/2026).


Ketiga terduga pelaku masing-masing berinisial YN (50), SP (59), dan MB (36). Dari ketiganya, MB diketahui merupakan pegawai outsourching dinas perhubungan Provinsi Sumatera Barat yang di tugaskan di terminal bus Kota Payakumbuh sebagai keamanan aset kantor.


Penangkapan tersebut berawal dari informasi yang diterima polisi terkait dugaan aktivitas penyalahgunaan narkotika di lokasi tersebut. Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan ketiga terduga pelaku di dalam rumah.


Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti narkotika yang diduga milik para terduga pelaku. Barang bukti yang diamankan berupa tiga paket sabu dengan berat kotor 2,61 gram dan dua paket ganja kering dengan berat kotor 4,06 gram.


Tak hanya narkotika, polisi juga menyita satu set alat hisap sabu atau bong, dua pak kertas papir merek Royo, timbangan digital serta sejumlah barang bukti pendukung lainnya.


Keberadaan alat hisap sabu di lokasi turut memperkuat dugaan bahwa narkotika tersebut akan digunakan secara bersama-sama oleh ketiga terduga pelaku. Meski demikian, kepolisian masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk memastikan peran serta keterlibatan masing-masing.


Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta, S.I.K., M.H., melalui Kasat Narkoba AKP Gusmanto, S.H., M.H., membenarkan adanya penangkapan tersebut.


“Ketiga terduga pelaku diamankan beserta sejumlah barang bukti narkotika jenis sabu dan ganja. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mengetahui peran masing-masing serta asal-usul barang tersebut,” ujar AKP Gusmanto.


Ia menegaskan, jajaran Satres Narkoba Polres Payakumbuh akan terus meningkatkan upaya pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika, termasuk menindak setiap aktivitas yang berpotensi merusak generasi muda dan mengganggu keamanan masyarakat.


“Tidak ada ruang bagi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Payakumbuh. Kami akan terus melakukan penindakan berdasarkan informasi dan hasil penyelidikan di lapangan,” tegasnya.


Saat ini ketiga terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Payakumbuh untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

 

Pasaman Barat, Lintasmedia News- Bupati Pasaman Barat, diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Pasaman Barat, Doddy San Ismail, Selasa (10/3) Semelantik sejumlah pejabat administrator, pengawas, dan kepala puskesmas di jajaran Pemerintah Pasaman Barat.

Pelantikan di aula kantor bupati, Simpang Empat, dihadiri para asisten, staf ahli bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan pejabat terkait yang lain.


Sekda Doddy San Ismail, katakan, pelantikan para pejabat ini telah melalui mekanisme ketat, termasuk verifikasi dan validasi jabatan secara digital melalui aplikasi Badan Kepegawaian Negara (BKN).


“Pergantian posisi ini bukan sekadar rotasi, tetapi amanah besar. Pejabat yang mengisi posisi strategis harus memiliki kapasitas untuk mempercepat program kerja pemerintah daerah,” ujarnya.


Bagi pejabat yang baru, ingatnya, agar bekerja maksimal, menjunjung tinggi nilai dasar dan prinsip aparatur sipil negara (ASN), yakni BerAKHLAK, dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Berhasil atau tidaknya seseorang menjalankan tugasnya sebagai pimpinan, ingat Sekda, tidak terlepas dari kerja sama tim dan sinergi antarperangkat daerah dalam mendukung visi pembangunan daerah.


“Jaga kepercayaan ini dengan dedikasi dan profesionalisme demi pelayanan terbaik bagi masyarakat Pasaman Barat,” katanya. (***)

Pasbar,Lintas Media News Com.


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memaparkan implementasi Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Rabu 19/8


Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Pasaman Barat memperkuat sistem merit serta menyiapkan birokrasi yang profesional melalui pengelolaan ASN berbasis kompetensi, potensi, dan kinerja.


Ekspos dihadiri langsung Bupati Pasaman Barat Yulianto, Wakil Bupati M. Ihpan, Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, serta jajaran Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Inspektorat.


Dalam pemaparannya, Pemkab Pasaman Barat menjelaskan strategi penerapan manajemen talenta, mulai dari pemetaan kompetensi dan potensi ASN, penilaian rekam jejak kinerja, pengembangan kapasitas aparatur, hingga pembentukan talent pool sebagai dasar pengembangan karier dan pengisian jabatan secara objektif.


Bupati Pasaman Barat Yulianto menegaskan, manajemen talenta bukan sekadar pemenuhan administrasi kepegawaian, melainkan instrumen strategis untuk memastikan ketersediaan ASN yang mampu menjawab kebutuhan organisasi dan tantangan pembangunan daerah.


Melalui Manajemen Talenta, kita ingin memastikan ASN memperoleh kesempatan berkembang berdasarkan kompetensi, potensi, dan kinerjanya. Di sisi lain, pemerintah daerah dapat menempatkan SDM yang tepat pada posisi yang tepat sehingga organisasi semakin profesional, efektif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat," ujar Yulianto.


Menurutnya, penerapan manajemen talenta akan memperkuat prinsip the right person in the right position sekaligus mendukung pengelolaan karier ASN yang lebih transparan, objektif, dan berbasis data.


Melalui sistem tersebut, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi ASN berpotensi dan berkinerja tinggi sebagai kader pemimpin masa depan, memperkuat perencanaan suksesi jabatan, serta memastikan kebutuhan organisasi terhadap SDM kompeten terpenuhi secara berkelanjutan.


Pemkab Pasaman Barat juga menekankan bahwa ASN yang disiapkan untuk jabatan strategis tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis dan manajerial, tetapi juga integritas, kapasitas kepemimpinan, serta pemahaman yang kuat terhadap visi pembangunan daerah.


Melalui ekspos tersebut, Pemkab Pasaman Barat berharap memperoleh masukan dan penguatan dari BKN agar implementasi manajemen talenta dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi birokrasi menuju pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.