Pasbar, Lintasmedianews.com.
Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat H.insan Sabri lepas Tim SSB Padang Tujuh yang akan berlaga ke Kota Pariaman pada pertandingan turnamen SSB Se Sumatra Barat,
Dalam arahannya,wakil Ketua H.insan Sabri menyampaikan beberapa pesan kepada anggota tim yang akan berangkat ke Kota Pariaman pada ,Senin 06/10 di Rumah Dinas wakil Ketua DPRD Padang Tujuh.
Hari ini kami lepas anak-anak kami yang akan mengikuti pertandingan,semoga sehat , ikuti pertandingan dengan baik, harumkan nama Pasbar sebab ini langkah awal ,lihatkan kebolehan dan ketangkasan, semoga kalian dapat dilihat, sehingga menjadi pemain Sepak Bola yang hebat, ujar Insan.
Ia pun menegaskan Sepak bola saat ini tidak hanya sebagai hiburan dan olah raga, namun sudah menjadi profesi yang menjanjikan,untuk itu, Wakil Ketua DPRD meminta pelatih dan Manager, dapat membimbing anak SSB hingga menjadi pemain yang hebat dan andal tegasnya lagi.
Diakhir kegiatan pelepasan itu ,Wakil Ketua DPRD H.Insan Sabri juga memberikan bantuan kepada Ketua pelaksana, berharap, dapat digunakan dengan baik.
Sebelumnya beliau juga pernah membantu sejumlah Karang Taruna yang ada di Kabupaten Pasaman Barat, serta peralatan dan perlengkapan Alat-alat Olah Raga , membangun , merehap beberapa lapangan Volly Bal, lapangan Bola Kaki pungkasnya. Ran
LINTASMEDIANEWA.COM
Komandan Polisi Militer Kodam XX / Tuanku Imam Bonjol
Kolonel CPM Laksono Puji Lisdyanto,SH berkunjung ke Markas LKAAM Sumbar, Kamis, 2 Oktober 2025.
Rombongan diterima oleh Ketua Umum LKAAM Prof.Dr.H.Fauzi Bahar,MSi Dt Nan Sati bersama pengurus lainnya diantaranya Ketua Harian LKAAM DR.Amril Amir,M.Pd Dt.Lelo Basa, Adnan Muis Malin Marajo, M.Nasir Dt.Sampono Batuah, Ir.Syafril Ulbi,B.Sc Dt.Bagindo Rajo, Musmaizar Dt.Gamuak, Azharnuri Dt. Rajo Nan Putiah, Sidi Gusfen Khairul dan Zulnadi Sutan Maruhun.
“Dalam tradisi adat Minangkabau kedatangan Dan Pomdam XX/Tuanku Imam Bonjol ini adalah seperti ‘manapiak bandua’, atau tamu yang datang mengetok pintu rumah gadang. Ini penghormatan dan sebagai simbol permintaan izin bertugas di Ranah Minang tercinta ini,” kata Fauzi Bahar Dt. Nan Sati.
Langkah Kol (CPM) Laksono Puji Lisdyanto adalah baik dan patut ditiru pula oleh pejabat-pejabat yang datang bertugas di Ranah Minang. Sebab dalam kegiatan “manapiak bandua” juga akan ada informasi dan nasehat dari Ninik Mamak yang akan jadi bekal dalam bertugas serta kehidupan keseharian di Sumatera Barat.
Ketua LKAAM Sumbar Prof. Fauzi Bahar, sangat mengapresiasi atas kedatangan Dan Pom Dam Kodam XX/Tuanko Imam Bonjol Kolonel CPM Laksono. Ini sudah sesuai dengan tradisi di Minangkabau bahwa " datang nampak muka, pergi nampak punggung". Sebagai tamu sudah harus demikian. Intinya adalah merajut silaturrahmi dengan pemangku adat Minangkabau. Dima air disawuak disinan ranting Dipatah. Dima bumi dipijak disitu langit dijunjung.
"Terima kasih Komandan", ujar Ketua LKAAM Fauzi Bahar Dt.Nan Sati yang telah datang menjalin hubungan dengan LKAAM.
Ini adalah bentuk penghormatan yang tinggi kepada Ninik Mamak dan adat Minangkabau. Dan berharap kedepan karier pak Laksono semakin berbintang. Mudah2an tercapai menjadi DanJen Pom TNI., harap Ketua LKAAM Fauzi Bahar.
Pertemuan cukup berlangsung akrab. Diawali penyambutan dihalaman gedung LKAAM dengan petatah petitih yang lazim dilakukan pada acara adat.
Di ruang pertemuan dimulai pula dengan pasambahan oleh Ninik Mamak menyuruh tamu mencicipi hidang yang tersedia.
Kolonel CPM Laksono terlihat kagum acara penyambutan secara adat ini. Dengan senyum wibawa terus menyimak pasambahan, meskipun belum banyak mengerti apa yang disampaikan Ninik mamak.
Fauzi Bahar Dt.Nan Sati, juga menjelaskan fungsi dan peran Ninik mamak di Minang yang memakai garis keturunan ibu(matriachat). Dikatakan, di Minang ada tiga unsur, yakni; Ninikmamak, Alimulama dan Cadiak Pandai. Unsur ini duduk sama rendah, tegak sama tinggi. Ibarat 3 Tungku Sajarangan. Tali Tigo Sapilin. Unsur ini saling bersinergi untuk kemajuan daerah dan masyarakatnya.
Dengan kedatangan Pak Laksono sekarang, Bapak sudah kami anggap sebagai anak kemenakan kami yang dapat diajak bermusyawarah ( Baiyo Batido).
Ketua Harian Dr.Amril Amir Dt.Lelo Basa, menyatakan bahwa bila ditelisik sejarah keberadaan LKAAM Sumbar tidak terlepas dari andil Kodam yang dulu bernama Kodam 17 Agustus dengan Pangdamnya bapak Letjen Poniman. Beliau adalah salah seorang pencetus lahirnya LKAAM Sumbar sebagai tempat berhimpunnya Ninik mamak.
Jadi peran Kodam sangat besar untuk keberadaan lembaga ini, ujar Amril Amir yang bertindak sebagai pemandu acara.
Dengan begitu, Ketum LKAAM Sumbar Prof. Fauzi Bahar Dt.Nan Sati melalui DanPomdam mengundang Bapak Pangdam untuk berkenan datang ke markas LKAAM Sumbar. Kami akan hadirkan semua Ninik mamak dari kabupaten/kota se Sumbar nantinya,harap Mantan Wako Padang (2004-2014).
Sementara itu Kolonel CPM Laksono sangat berterimakasih atas kesediaan LKAAM Sumbar menerima kami. "Saya sowan sebagai orang baru yang diberi amanah bertugas di Ranah Minang ini,"sebut Laksono yang berharap dukungan semua pihak terutama Ninik mamak dan pengurus LKAAM Sumbar.
Berkaitan undangan kepada Bapak Pangdam, Insha Allah akan kita komunikasikan, jawab Laksono.
Teman seangkatan AHY ini juga meminta, semua pihak untuk menyampaikan kepada instansinya, jika ada oknum TNI yang nakal di dalam masyarakat. "Sampaikan ke kami. Kita terbuka untuk kritikan demi menjaga Marwah TNI di Ranah Minang ini," harapnya.
PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM
Di sudut Komplek Arai Pinang, RT 003 RW 004, Kelurahan Pegambiran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, berdiri sebuah rumah sederhana yang penuh arti. Rumah berukuran 6x6 meter dengan dinding semi permanen dan satu kamar itu bukan sekadar bangunan, tetapi wujud nyata dari sebuah mimpi panjang pasangan Mulyadi dan Mutia Rani.
Sejak menikah pada 2014, Mulyadi dan Mutia menjalani hari-hari mereka di sebuah gubuk reyot. Gubuk itu berdiri di atas tanah kontrakan yang mereka sewa Rp1 juta setahun. Atap bocor, dinding lapuk, lantai kayu sering kali ambruk. Bahkan, ular dan hewan berbisa lain kerap masuk, menebar rasa was-was. Dengan tiga anak laki-laki yang tumbuh di tengah kondisi itu, Mulyadi dan Mutia hanya bisa berpegang pada doa dan kesabaran.
“Saya bekerja sebagai buruh harian di perusahaan perumahan dengan penghasilan yang pas-pasan, cukup untuk makan saja, rasanya mustahil punya rumah sendiri. Sementara istri juga bekerja di sebuah jasa cuci baju untuk menopang biaya keluarga," ujarnya.
Namun, kejujuran dan kerja kerasnya tidak luput dari perhatian. Sang pemilik perusahaan, tersentuh oleh ketekunan Mulyadi, dengan menghadiahkan sebidang tanah kecil seluas 6x7 meter. Mulyadi sempat menolak. Karena saat itu ia tak punya uang untuk membangun.
Hingga suatu hari, sebuah informasi mengubah segalanya. Seseorang menyarankannya untuk mengajukan bantuan ke UPZ BAZNAS Semen Padang. Dengan penuh kerendahan hati, Mulyadi mencoba peruntungan itu. Doa yang ia panjatkan bertahun-tahun akhirnya terjawab.
UPZ BAZNAS Semen Padang pun turun tangan. Batu demi batu, kayu demi kayu, disusun menjadi bangunan yang kini mereka sebut rumah. Memang sederhana, memiliki satu kamar, namun sudah jauh lebih layak dibandingkan gubuk lama yang hampir roboh. “Saya tidak pernah bermimpi sampai sejauh ini. Rumah ini hadiah terbesar untuk keluarga kami,” ucap Mulyadi.
Kini, keluarga kecil itu masih menunggu tahap pembangunan berikutnya, yaitu dapur dan kamar mandi. UPZ BAZNAS Semen Padang berkomitmen melengkapinya agar rumah tersebut segera benar-benar layak huni dan ditempatinya.
Di depan rumah barunya, Mulyadi berdiri sambil menatap ketiga anaknya yang berlarian kecil di halaman sempit. Senyum merekah di wajahnya. Dari seorang buruh yang hanya mampu menyewa gubuk reot, kini ia bisa menatap masa depan lebih pasti. “Semoga anak-anak saya nanti tidak lagi merasakan hidup di gubuk seperti dulu,” katanya.
Rumah itu mungkin kecil, tapi bagi Mulyadi, Mutia, dan tiga putra mereka, ia adalah istana. Sebuah bukti bahwa harapan tidak pernah benar-benar hilang, asalkan hati tetap jujur dan doa terus dipanjatkan.
"Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada UPZ BAZNAS Semen Padang dan karyawan PT Semen Padang yang telah menyalurkan zakatnya hingga bisa kami menerima manfaatnya," kata dia.
Ketua UPZ BAZNAS Semen Padang, Iskandar S. Taqwa, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata dari dana zakat yang dikelola perusahaan untuk kesejahteraan masyarakat. “Ini adalah hak mustahik yang kita salurkan. Melihat senyum keluarga Mulyadi membuat kami yakin bahwa zakat yang dikelola dengan baik mampu mengubah kehidupan. Kami ingin keluarga ini tinggal dengan tenang, tanpa rasa cemas lagi karena rumahnya roboh,” ujarnya penuh haru.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino menyebutkan, program bantuan rumah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“PT Semen Padang tidak hanya hadir sebagai produsen semen, tapi juga sebagai bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat. Kami berharap rumah ini tidak sekadar atap dan dinding, tapi juga menjadi tempat lahirnya semangat baru bagi keluarga Mulyadi untuk menata masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Program Bedah Rumah Layak Huni yang dijalankan oleh UPZ BAZNAS Semen Padang tak hanya menyentuh aspek kemanusiaan, tetapi juga sejalan dengan visi pembangunan nasional. Bantuan ini mencerminkan semangat pemerataan kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat miskin, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden RI—khususnya pada poin kelima tentang peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia dan poin kedelapan yang menekankan revolusi karakter bangsa berbasis nilai kepedulian dan gotong royong.
“Program seperti ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung arah pembangunan nasional. Melalui zakat karyawan, kita mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat dan menumbuhkan karakter bangsa yang peduli, sebagaimana diamanahkan dalam Asta Cita Presiden,” ujar Win Bernadino. (*)
PADANG, LINTASMEDINEWS.COM
Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Kapusdal LH) Wilayah Sumatera Kementerian Lingkungan Hidup, Zamzami, melakukan kunjungan kerja ke PT Semen Padang, Senin (29/9/2025). Kunjungan ini bertujuan menjajaki kolaborasi untuk mengendalikan sampah di Danau Singkarak, salah satu danau terbesar di Sumatera Barat yang kerap menghadapi persoalan lingkungan.
Dalam kunjungan itu, Zamzami didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Tasliatul Fuadi, serta sejumlah pejabat terkait. Rombongan diterima oleh Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan, Ilham Akbar, dan Kepala Unit CSR, Idris.
Zamzami menegaskan, persoalan sampah di Danau Singkarak sudah berlangsung lama dan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan sektor swasta. “Masalah sampah ini tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah. Semua sektor harus ikut terlibat. Edukasi dan kesadaran bersama sangat penting agar Danau Singkarak tetap lestari. Jika danau bersih, ekosistem terjaga, wisatawan semakin ramai, dan perekonomian masyarakat sekitar ikut berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan menggelar dialog lintas sektor dengan melibatkan masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha. Dialog ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi masa depan yang berkelanjutan.
PT Semen Padang menyatakan komitmennya mendukung inisiatif tersebut. Sekretaris Perusahaan, Win Bernadino, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan sudah menjadi bagian dari visi keberlanjutan perusahaan sejak lama. “Kami berterima kasih atas kunjungan ini. Apa yang disampaikan Kapusdal LH sejalan dengan semangat kami. PT Semen Padang siap mendukung penuh program pengendalian sampah Danau Singkarak maupun agenda pelestarian lingkungan lainnya. Langkah ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita Pemerintah 2024–2029, khususnya dalam mewujudkan pembangunan lingkungan hidup berkelanjutan dan ketahanan ekologi. Bagi kami, menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan generasi mendatang,” katanya.
Hal senada disampaikan Ilham Akbar. Ia mencontohkan program konservasi ikan bilih yang dijalankan sejak 2018. Hingga 2025, sebanyak 17.500 ekor ikan bilih hasil konservasi telah dilepas, dengan 16.000 ekor dikembalikan ke Danau Singkarak dan 1.500 ekor dilepas di Danau Diatas. “Dari 1.500 ekor yang dilepas di Danau Diatas, 800 di antaranya betina. Jika satu ekor mampu menghasilkan 5.000 telur, potensi populasinya bisa berkembang hingga lebih dari 4 juta ekor. Ini bukti nyata komitmen kami menjaga ekosistem perairan,” jelasnya.
Selain konservasi ikan bilih, PT Semen Padang juga menjalankan program lingkungan lainnya. Di antaranya program Nabuang Sarok untuk pengelolaan sampah masyarakat, penanaman pohon kaliandra sebagai sumber energi biomassa terbarukan, serta kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih dalam pengelolaan sampah terpadu.
Pertemuan antara Kapusdal LH Sumatera dengan PT Semen Padang ini diharapkan menjadi momentum awal lahirnya sinergi baru antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan kolaborasi semua pihak, Danau Singkarak diharapkan tidak hanya terhindar dari pencemaran, tetapi juga berkembang menjadi pusat wisata dan ekonomi berkelanjutan yang membanggakan Sumatera Barat.
PADANG. LINTASMEDIANEWS.COM
PT Semen Padang memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan menggelar upacara di Plaza Kantor Pusat, Rabu (1/10/2025) pagi. Upacara yang mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya” ini diikuti ratusan karyawan Semen Padang Group.
Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir pula Direktur Keuangan & Umum Iskandar Z. Lubis, Komisaris Utama Werry Darta Taifur, Komisaris Ilham Azre, jajaran pimpinan, serta karyawan APLP.
Upacara berlangsung sekitar 30 menit dan ditutup dengan doa bersama untuk para pahlawan. Suasana khidmat dan semangat nasionalisme tampak menyelimuti para peserta, seolah mengingatkan kembali pentingnya peran Pancasila dalam menjaga persatuan bangsa.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Kementerian Kebudayaan RI Nomor 8417/MK.L/TU.02.03/2025 tertanggal 17 September 2025, yang menginstruksikan seluruh instansi dan perusahaan menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
“Selain upacara di kantor pusat, kami juga mengimbau karyawan mengibarkan bendera setengah tiang pada 30 September dan bendera satu tiang pada 1 Oktober di rumah maupun unit kerja. Kami juga mendorong karyawan mengikuti upacara nasional yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Kebudayaan RI,” ujar Win.
Ia menambahkan, perusahaan turut memeriahkan peringatan dengan memasang spanduk dan baliho bertema Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan kerja. “Bagi kami, peringatan ini bukan hanya seremonial, tetapi penghormatan kepada pahlawan yang rela berkorban demi tegaknya Pancasila sebagai dasar negara. Momentum ini juga menjadi pengingat untuk terus menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme insan Semen Padang,” jelasnya.
Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober merupakan pengingat atas peristiwa G30S/PKI 1965, ketika enam jenderal dan sejumlah perwira militer gugur akibat gerakan yang mengancam eksistensi Pancasila. Berkat ketegasan TNI, gejolak itu berhasil diredam sehingga Pancasila tetap tegak sebagai ideologi bangsa.
Melalui peringatan ini, PT Semen Padang menegaskan komitmennya untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek perusahaan, baik dalam bisnis maupun kontribusi kepada masyarakat. Sebagai perusahaan semen tertua di Asia Tenggara, PT Semen Padang menempatkan Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman moral dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan bersatu. (*)