Latest Post

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok



JAKARTA,Lintas Media News
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi mendorong penguatan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah agar berjalan sesuai prinsip clean and good governance.

Hal tersebut disampaikan usai menghadiri entry meeting pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Kantor BPK RI Perwakilan DKI Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Muhidi hadir bersama Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi.

Ia menegaskan, penguatan fungsi pengawasan menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan keuangan daerah berlangsung secara transparan dan akuntabel.

“Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD, kami berkomitmen memperkuat penerapan clean and good governance di daerah,” ujarnya.

Menurutnya, pemeriksaan LKPD oleh BPK harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki tata kelola keuangan, terutama dalam penggunaan anggaran agar tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, DPRD juga mencermati bahwa tahun 2025 merupakan tahun pertama masa jabatan gubernur dan wakil gubernur periode 2025–2030, sekaligus menjadi masa transisi dalam evaluasi capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021–2026.

DPRD turut menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Sumatera Barat sepanjang 2025, terutama akibat bencana hidrometeorologi. Pemerintah mencatat bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda 16 kabupaten/kota, 150 kecamatan, serta 793 nagari/desa/kelurahan.

Selain itu, tekanan fiskal daerah juga meningkat akibat kebijakan efisiensi melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 serta pengurangan transfer ke daerah pada APBD 2026.

Meski demikian, DPRD mencatat adanya capaian positif pada sejumlah indikator makro. Tingkat kemiskinan tercatat turun dari 5,42 persen pada 2024 menjadi 5,31 persen pada 2025. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka juga menurun dari 5,69 persen menjadi 5,52 persen.

Namun, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat mengalami perlambatan dari 4,36 persen pada 2024 menjadi 3,37 persen pada 2025, yang dipengaruhi kerusakan infrastruktur ekonomi dan sosial pascabencana.

Kegiatan entry meeting ini dipimpin oleh Anggota V BPK RI selaku Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara V, Bobby Adhityo Rizaldi, dan dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk pimpinan DPR RI, kepala daerah, serta pimpinan DPRD dari berbagai provinsi.

Melalui kegiatan ini, seluruh entitas pemeriksaan diharapkan dapat berperan aktif dan kooperatif dalam mendukung kelancaran proses audit, sehingga menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas, transparan, dan akuntabel.

Ia menyampaikan apresiasi kepada BPK RI atas peran pentingnya dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, serta mengapresiasi pemerintah daerah yang telah menyusun laporan keuangan secara tepat waktu sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik.

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK RI merupakan instrumen penting untuk memastikan bahwa pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berjalan secara efektif, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan agar lebih transparan dan akuntabel.

“Kami berkomitmen menindaklanjuti setiap rekomendasi BPK secara serius dan tepat waktu, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola keuangan daerah yang bersih dan bertanggung jawab,” ujarnya.(*/st)

 

Tanah Datar, Lintasmedianews.com

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Datar menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi terhadap 3 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), Rabu (1/4) 2026. di ruang sidang utama DPRD. setempat.

Ketua DPRD Anton Yondra pimpin sidang paripurna didampingi Wakil DPRD Nurhamdi Zahari dan Kamrita serta dihadiri Bupati Eka Putra bersama Wakil Bupati Ahmad Fadly dan Sekretaris Daerah, Staf Ahli, para asisten, kepala OPD, Camat, Wali Nagari . Serta ikut Media ini.

Jawaban dan tanggapan Bupati terhadap pandangan delapan Fraksi terhadap Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Ranperda Kawasan Tanpa Rokok tertuang dalam 44 halaman yang disampaikan Bupati Eka Putra dan Wabup Ahmad Fadly.

Bupati Eka Putra menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan DPRD yang telah memberikan kesempatan untuk menyampaikan tanggapan dan/atau jawaban Bupati atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD Kabupaten Tanah Datar.

“Kami menyampaikan Ucapan ucapan terima kasih kepada pimpinan DPRD dan juga kami seluruh fraksi yang telah memberikan sumbangan pemikiran dalam bentuk pertanyaan, pernyataan, tanggapan, apresiasi dan saran terhadap Tiga Rancangan Peraturan Daerah dua hari kemaren,” ujarnya.

Eka Putra menambahkan sumbangan pemikiran dalam bentuk pertanyaan, pernyataan, tanggapan, apresiasi dan saran sangat penting artinya sehingga produk hukum yang akan dilahirkan sesuai dengan kebutuhan dan dapat diterima oleh semua pihak serta tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

Selanjutnya Bupati Eka Putra menyampaikan jawaban sesuai urutan penyampainan pandangan 8 Fraksi Senin kemaren, dan bergantian dengan Wabup Ahmad Fadly.   ( ERM  )



Padang,Lintas Media News
Audiensi dengan wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar) Evi Yandri Rajo Budiman, Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang berkomitmen untuk mengawal implementasi keterbukaan informasi publik, khususnya di Kota Padang.

Sekretaris PJKIP Kota Padang Arif Budiman Effendi selaku pimpinan rombongan menyampaikan,PJKIP Kota Padang hadir sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil yang berkomitmen mengawal implementasi keterbukaan informasi publik, khususnya di Kota Padang. 

Menurut Arif,transparansi merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga publik.

“Kami mengajak anggota DPRD, khususnya dari daerah pemilihan Kota Padang, untuk lebih aktif menyampaikan program dan capaian kerja kepada masyarakat. Salah satu langkah yang kami tawarkan adalah melalui podcast PJKIP sebagai media komunikasi publik yang lebih terbuka dan mudah diakses,” ujarnya.

Selain mendorong publikasi kinerja legislatif, PJKIP juga mengangkat isu strategis terkait kebutuhan pembentukan Komisi Informasi (KI) Kota Padang. Arif menjelaskan, keberadaan KI di tingkat kota dinilai penting untuk menangani sengketa informasi secara lebih cepat dan spesifik.Tambah Arif.
Ia mencontohkan keberhasilan Kota Cirebon di Provinsi Jawa Barat yang telah memiliki Komisi Informasi tingkat kota. Menurutnya, model tersebut dapat menjadi rujukan bagi Padang dalam memperkuat tata kelola informasi publik.

“Kami berharap Kota Padang dapat mengikuti langkah tersebut, sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih luas dan mekanisme penyelesaian sengketa informasi yang lebih efektif di tingkat lokal,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu,Arif juga menyampaikan sejumlah program yang telah disepakati dalam musyawarah pengurus untuk tahun 2026.Program tersebut antara lain rencana pelaksanaan podcast bertajuk “Bincang Akrab PJKIP Kota Padang Bersama Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, S. IP".

Menanggapi aspirasi tersebut, Evi Yandri Rajo Budiman yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumatera Barat menyampaikan apresiasi atas inisiatif PJKIP. Ia menilai kolaborasi antara jurnalis, masyarakat sipil, dan legislatif merupakan kunci dalam memperkuat transparansi pemerintahan.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting. Kami di DPRD tentu membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk memastikan informasi yang menjadi hak publik dapat tersampaikan secara baik, akurat, dan bertanggung jawab,” katanya.

Ia juga membuka peluang untuk menindaklanjuti wacana pembentukan Komisi Informasi Kota Padang melalui pembahasan bersama lintas pihak, termasuk pemerintah daerah.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang lebih kuat antara PJKIP dan DPRD Sumbar, sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel di Kota Padang.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja pimpinan DPRD Sumbar tersebut menjadi forum strategis untuk membahas penguatan akses informasi publik, sekaligus mendorong pembentukan Komisi Informasi (KI) di tingkat Kota Padang.

Hadir sejumlah pengurus PJKIP kota Padang di antaranya Ayu, Nurfandri, Silvi, serta Insan Kamil Dakoga. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Evi Yandri dalam suasana diskusi yang terbuka dan konstruktif.(*)



Padang,Lintas Media News
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menyerahkan Medal of Honor “Bakti untuk Negeri” kepada sejumlah tokoh dan lembaga yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam penanganan bencana serta pengabdian kepada masyarakat Sumbar.

Penyerahan penghargaan tersebut dirangkai dengan pelantikan Pengurus Jaringan Pemred Sumbar (JPS) periode 2025–2028 di Padang, Kamis (2/4/2026). Dalam kesempatan itu, Vasko menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana hingga kini masih menjadi pekerjaan berat yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

Menurutnya, fase awal hingga tahap pemulihan ekonomi masyarakat terdampak merupakan bagian yang paling menantang.

“Yang paling berat saat ini adalah bagaimana masyarakat terdampak bisa kembali hidup layak, tenang, dan memiliki penghasilan seperti sedia kala,” ujar Vasko saat menghadiri pelantikan dan penyerahan penghargaan tersebut. 

Penghargaan Medal of Honor “Bakti untuk Negeri” diberikan kepada tokoh dan lembaga yang dinilai konsisten menunjukkan kepedulian sejak masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.

Untuk kategori tokoh, penghargaan diberikan kepada:

• Dony Oskaria
• Andre Rosiade
• Zigo Rolanda
• Sonny Affandi
• Ummi Harneli
• Rahmat Saleh

Sementara untuk kategori lembaga, penghargaan diberikan kepada:

• Hutama Karya
• Nindya Karya
• Bank Nagari
• Polda Sumbar
• Kodam I/Bukit Barisan
• Semen Padang

Ketua JPS, Adrian Tuswandi, menyebut penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas peran nyata para tokoh dan institusi yang telah membantu masyarakat, terutama saat Sumbar menghadapi masa-masa sulit akibat bencana.

Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan atas aksi nyata dan kepedulian yang telah dirasakan langsung masyarakat.

Pelantikan pengurus baru JPS periode 2025–2028 juga diharapkan memperkuat sinergi media dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pemulihan Sumbar. (***)




PADANG,Lintas Media News
Jaringan Pemred Sumbar (JPS) resmi melantik susunan pengurus baru untuk masa bakti 2025-2028 dalam sebuah acara yang digelar di Suasso Restorant di Kawasan Gor H. Agus Salim Padang, Kamis (2/4/2026). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Medal of Honor bertajuk Bakti untuk Negeri. 

Dalam pelantikan tersebut, Adrian Tuswandi kembali dipercaya memimpin organisasi sebagai Ketua Umum JPS. Terpilihnya Adrian menandai kelanjutan kepemimpinannya setelah sebelumnya menjabat pada periode 2023–2025.

Pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh Dewan Pembina JPS, H. Leonardy Harmainy. Dalam kesempatan itu, Leonardy menegaskan pentingnya peran strategis para pemimpin redaksi dalam menjaga kualitas informasi dan kontribusi media terhadap pembangunan daerah.

“JPS diharapkan terus menjadi wadah profesional yang mampu memperkuat peran media dalam pembangunan serta menjaga independensi dan integritas jurnalistik,” ujarnya.

Berdasarkan surat keputusan Dewan Pembina JPS, susunan pengurus periode 2025–2028 terdiri dari Dewan Pembina, Dewan Penasihat, serta Dewan Pengurus dan sejumlah bidang strategis.

Di jajaran Dewan Pengurus, selain Adrian Tuswandi sebagai Ketua Umum, terdapat Ikhwan sebagai Ketua Harian, Almudazir sebagai Wakil Ketua I, Zondra Volta sebagai Wakil Ketua II, serta Gilang Guardiola Gusvero sebagai Sekretaris,Wakil Sekretaris diisi Fardianto dan Bendahara dijabat Mona Sisca.

Sementara itu, sejumlah bidang juga dibentuk untuk memperkuat program kerja organisasi, di antaranya Bidang Advokasi dan Kode Etik Wartawan, Bidang Peningkatan Kapasitas Anggota, Bidang Sosial Masyarakat, serta Bidang Kemitraan dan Usaha.

Selain pelantikan, acara juga diisi dengan penyerahan Medal of Honor kepada sejumlah tokoh sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka terhadap pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan kepengurusan baru ini, JPS diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai organisasi profesi yang menaungi para pemimpin redaksi di Sumbar, sekaligus menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah. (*)

 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

PT Semen Padang kembali menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-116. Kegiatan ini merupakan donor darah pertama pada 2026 yang digelar secara rutin setiap dua bulan.

Kegiatan yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Rabu (1/4/2026), dari pagi hingga sore, berhasil mengumpulkan 369 kantong darah. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata PT Semen Padang dalam mendukung aksi kemanusiaan dan menjaga ketersediaan stok darah di Kota Padang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Departemen Human Capital PT Semen Padang, Iskandar S. Taqwa; Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif; serta Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang.

Kepala Departemen Human Capital PT Semen Padang, Iskandar S. Taqwa, yang membuka kegiatan donor darah, menekankan bahwa setetes darah yang didonorkan memiliki nilai yang sangat besar bagi keselamatan jiwa manusia.

Ia menilai kegiatan ini sebagai momentum strategis dalam memperkuat solidaritas dan kebersamaan.

“Kegiatan donor darah ini menjadi refleksi nilai-nilai perusahaan dalam membangun kepedulian sosial. Kami berharap semangat berbagi ini terus tumbuh dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif, mengapresiasi konsistensi PT Semen Padang dalam mendukung kegiatan kemanusiaan, khususnya donor darah. Ia menyebutkan bahwa kontribusi perusahaan sangat membantu dalam menjaga ketersediaan darah di rumah sakit.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT Semen Padang yang secara rutin melaksanakan kegiatan donor darah. Saat ini, kebutuhan darah di Kota Padang mencapai sekitar 6.000 kantong per bulan atau 200 kantong setiap hari. Kegiatan seperti ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan darah yang masih kurang,” ungkapnya.

Zulhardi Z. Latif juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-116 kepada PT Semen Padang. “Kami berharap di usia 116 tahun ini PT Semen Padang terus bertumbuh dan maju. Jarang sekali perusahaan yang bisa bertahan hingga usia ini,” katanya.

Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang yang juga Ketua Panitia Donor Darah, Idris, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten setiap dua bulan atau enam kali dalam setahun, bekerja sama dengan PMI Kota Padang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kontribusi PT Semen Padang tidak hanya terfokus pada sektor industri, tetapi juga pada pembangunan nilai kemanusiaan. Alhamdulillah, hari ini kami berhasil mengumpulkan sebanyak 369 kantong darah yang berasal dari karyawan, mitra kerja, serta masyarakat sekitar,” ujarnya.

Pelaksanaan donor darah kali ini juga mempertimbangkan tingginya kebutuhan stok darah di berbagai fasilitas kesehatan. Selain itu, guna meningkatkan partisipasi, panitia turut menyediakan berbagai doorprize menarik bagi para pendonor.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi karyawan dan masyarakat. Salah seorang pendonor, Fadli Fani dari Unit Pemeliharaan Mesin II PT Semen Padang, mengaku telah 38 kali mendonorkan darahnya.

“Ini bagian dari rasa kemanusiaan untuk membantu sesama. Selain itu, donor darah juga memberikan manfaat bagi kesehatan,” tuturnya.

Pengalaman serupa juga disampaikan oleh pendonor lainnya, Suherdian Septa Sarianja, yang untuk pertama kalinya mengikuti donor darah di lingkungan PT Semen Padang.

“Saya menyadari bahwa langkah kecil ini bisa memberikan harapan besar bagi orang lain. Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi keputusan yang lahir dari kesadaran untuk peduli,” ungkapnya.


Melalui kegiatan ini, PT Semen Padang tidak hanya memperingati perjalanan panjang perusahaan selama lebih dari satu abad, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai entitas bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan dan nilai-nilai kemanusiaan. (*)


Padang,Lintas Media News
Halaman Mapolda Sumatera Barat menjadi saksi bisu sebuah torehan sejarah baru dalam struktur kepegawaian Polri di ranah Minang. Untuk pertama kalinya, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Polda Sumbar resmi menyandang pangkat Pembina Utama Muda, atau setara dengan Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).

Momen bersejarah ini terjadi dalam upacara laporan Kenaikan Pangkat yang digelar pada Rabu (1/4/2026) pagi. Adalah Rusnali, yang sebelumnya menjabat sebagai Pembina Tk. I, kini resmi naik setingkat lebih tinggi menjadi Pembina Utama Muda terhitung mulai tanggal (TMT) 1 April 2026.

Upacara yang berlangsung khidmat di lapangan depan Mapolda Sumbar tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dan dihadiri oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin serta Pejabat Utama (PJU) dan seluruh personel Polda Sumbar.
Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa kenaikan pangkat ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bukti nyata dari dedikasi dan profesionalisme tanpa batas.

"Hari ini kita mencatatkan sejarah baru di Polda Sumbar. Kenaikan pangkat Saudara Rusnali menjadi Pembina Utama Muda atau setara Kombes Pol adalah yang pertama kalinya terjadi bagi PNS di lingkungan kita. Ini merupakan bentuk penghargaan tertinggi dari organisasi atas loyalitas, integritas, dan pengabdian panjang yang telah diberikan," ujar Irjen Pol Gatot.
 
Senada dengan itu, Kabiro SDM Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M Ridha, menjelaskan bahwa pencapaian ini membuktikan bahwa skema pengembangan karier di institusi Polri berlaku adil bagi seluruh personel, termasuk unsur ASN.

"Ini adalah momentum besar bagi pembinaan SDM kita. Kenaikan pangkat ini membuktikan bahwa jalur karier bagi PNS di kepolisian sangat terbuka luas hingga ke tingkat eselon atas. Kami berharap keberhasilan Pembina Utama Muda Rusnali ini menjadi inspirasi bagi rekan-rekan PNS lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi," kata Kombes Pol Anissullah.
 
Melengkapi momentum bersejarah tersebut, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyampaikan bahwa peristiwa ini merupakan pesan positif kepada masyarakat mengenai profesionalisme di tubuh Polri.

"Kenaikan pangkat ini adalah pesan bahwa di Polda Sumbar, prestasi adalah panglima. Bapak Rusnali telah menunjukkan bahwa dengan kerja keras, seorang PNS Polri bisa mencapai posisi strategis yang setara dengan perwira menengah senior. Ini merupakan kebanggaan kolektif bagi keluarga besar Polda Sumbar dan diharapkan dapat meningkatkan citra positif serta kinerja pelayanan kita kepada masyarakat," tutur Kombes Pol Susmelawati.

Kenaikan pangkat ini diharapkan memperkuat sinergi antara personel Polri dan PNS dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sumatera Barat, sekaligus mempertegas posisi PNS Polri sebagai pilar penting dalam struktur organisasi Polri yang modern dan kompetitif.
(*)

Solok Selatan, Lintas Media News
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat ( Sumbar) Evi Yandri Rajo Budiman bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) sosialisasikan Pajak Air Permukaan (PAP) di Solok Selatan, Rabu (1/4/2026). 

Dalam sambutannya Evi Yandri mengatakan.Pajak air permukaan (PAP) merupakan amanah undang-undang yang menjadi  tanggung jawab bersama agar pelaksanaannya bisa berjalan optimal. Apalagi PAP bukanlah objek pajak baru, melainkan sudah diatur sejak tahun 2022 melalui Undang-undang Nomor 1 Tahun 2022.

Dikarenakan merupakan amanat undang-undang maka semua unsur memiliki kewajiban dan tanggung jawab menaatinya. Terutama bagi wajib pajak PAP, yakni perusahaan -perusahaan yang memanfaatkan air permukaan secara langsung maupun tidak langsung untuk kebutuhan komirsil. 
Pemerintah pun, lanjut Evi, baik itu pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota juga memiliki kewajiban untuk mengoptimalkan agar PAP bisa dilaksanakan sebaik-baiknya sesuai regulasi yang ada. Untuk itulah DPRD bersama pemprov aktif melaksanakan sosialisasi PAP ke kabupaten/kota. 

"Solok Selatan menjadi daerah terakhir dalam destinasi sosialisasi perda yang telah DPRD bersama pemprov agendakan. Sebelumnya di enam kabupaten/kota lainnya telah kami laksanakan pula," katanya. 

Sosialisasi akan dilanjutkan DPRD bersama pemprov ke direksi perusahaan yang ada di berbagai daerah. 

Evi menambahkan, di Sumbar pemungutan PAP telah dilaksanakan sejak 2023. Peraturan daerah (perda) dan peraturan gubernurnya sudah ada semenjak itu. Namun belum optimal sesuai amanat undang-undang. 

"Setelah kami di DPRD kaji bersama tim ahli dan Pemprov Sumbar ternyata ada item yang luput. Untuk itulah sekarang kita sempurnakan dan optimalkan," katanya. 

Evi menjelaskan selama ini pemungutan PAP dilakukan pada PDAM atau PLTA. Namun setelah kita cermati bukan hanya PDAM dan PLTA. 

Berdasarkan UU nomor 1 Tahun 2022  pajak air permukaan dipungut untuk semua air permukaan yang digunakan secara langsung ataupun tidak langsung untuk usaha komersil dan industri. 

"Jadi wajib pajaknya bukan hanya PDAM, PLT, perusahaan sawit saja. Namun juga wisata air, industri perikanan, industri pertanian, industri perkebunan dan sejenisnya yang memanfaatkan air permukaan untuk komersil. Ini berdasarkan UU tersebut," papar Evi. 

Perusahaan yang memanfaatkan air Alisan sungai, aliran air hujan, air danau dan sejenisnya juga menjadi wajib pajak PAP. 

Evi mengatakan pengoptimalan pemungutan pajak, bukan hanya PAP perlu dilakukan. Tujuannya agar fiskal daerah tetap bisa menutupi kebutuhan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Apalagi mengingat pemerintah pusat telah menerapkan efesiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya jumlah dana transfer ke daerah. 

"Jadi pada sosialisasi ini kami berharap manfaatkanlah untuk memahami PAP. Sangat dibolehkan bertanya dan berdiskusi. Kami juga mengapresiasi pemerintah kabupaten/kota termasuk Solok Selatan yang telah mendukung," paparnya. 

Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi yang mewakili gubernur saat kegiatan tersebut mengatakan PAP penting karena bukan menyangkut hal teknis saja. Tapi sangat strategis menyangkut kemandirian fiskal, keberlanjutan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. 

"PAP ini induk dasarnya adalah undang-undang dasar pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Prinsip ini melandasi pengelolaan sumber daya alam di Indonesia, memastikan negara mengatur pemanfaatan air dan tanah agar adil serta berkelanjutan, tegasnya. 

Ia mengatakan, berdasarkan regulasi yang ada pemerintah provinsi memiliki kewenangan terkait air permukaan, sementara air tanah merupakan kewenangan kabupaten/kota. 

Air permukaan bukanlah milik perorangan atau kelompok. Melainkan milik bersama yang pemanfaatnya perlu mengikuti regulasi pemerintah. 

Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi saat sosialisasi tersebut asar pembangunan di provinsi dan kabupaten kota bisa dilaksanakan dengan optimal maka perlu dukungan berbagai pihak. 

"Semua unsur kami minta ikut bersama-sama mendukung pembangunan bersama pemerintah. Dengan begitu pembangunan bisa dilaksanakan dengan baik demi kemajuan dan kenyamanan masyarakat," kata Yulian. 

Hadir dalam sosialisasi tersebut Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi, Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi, Sekdakab Solok Selatan, Forkopimda Solok Selatan, Kepala BPKD Solok Selatan, industri dan perusahaan selingkungan Solok Selatan. 

Turut hadir pula Tim Ahli DPRD Sumbar, M. Nurnas dan Raflis. (*/st)

 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Komitmen PT Semen Padang dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Perusahaan semen pertama di Asia Tenggara itu menerima piagam penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai mitra BUMN dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dengan predikat bronze.

Penghargaan yang ditandatangani Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, pada 10 Desember 2025 tersebut diserahkan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, dan diterima Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang, Nurwan. Penyerahan dilakukan dalam rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Auditorium Gubernur Sumbar, Selasa (31/3/2026).

Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengungkapkan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia usaha.

“Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama, termasuk perusahaan seperti PT Semen Padang. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mendukung program prioritas nasional sekaligus wujud tanggung jawab sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional,” ujarnya.

Win menegaskan perusahaan berkomitmen menjalankan program secara berkelanjutan dan tidak bersifat seremonial semata. Menurutnya, peran keluarga menjadi kunci utama dalam mencegah stunting sejak dini.

“Komitmen kami adalah memastikan upaya pencegahan stunting dilakukan secara berkelanjutan. Peran keluarga sangat penting, mulai dari menjaga asupan gizi, kesehatan lingkungan, hingga memastikan anak rutin ke posyandu,” tambahnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bantuan yang diberikan, tetapi juga sinergi berbagai pihak, mulai dari puskesmas di masing-masing kecamatan, Semen Padang Hospital (SPH), kader kesehatan, hingga partisipasi aktif masyarakat penerima manfaat dalam menerapkan pola hidup sehat.

Sepanjang 2025, PT Semen Padang bersama Pemerintah Kota Padang dan Semen Padang Hospital memfokuskan pelaksanaan Program GENTING di tiga kecamatan, yakni Lubuk Kilangan, Pauh, dan Lubuk Begalung. Program tersebut menyasar sembilan penerima manfaat, khususnya ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK).

Melalui intervensi yang dilakukan, para penerima manfaat mendapatkan dukungan nutrisi secara berkelanjutan hingga masa persalinan. Selain itu, dua di antaranya juga memperoleh bantuan pembangunan fasilitas jamban sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sanitasi lingkungan. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan penanganan stunting tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh faktor lingkungan yang menjadi salah satu penyebab utama stunting.

Sebelumnya, kontribusi PT Semen Padang dalam program serupa juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Solok atas peran perusahaan sebagai Orang Tua Asuh (OTA) dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut. Penghargaan itu diserahkan di Aula Islamic Center, Koto Baru, Solok, Selasa (5/8/2025).

Menurut Win, dukungan perusahaan terhadap Program GENTING sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan pembangunan dari tingkat keluarga. Menurutnya, investasi pada generasi sejak dini merupakan langkah strategis untuk menciptakan bangsa yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra, termasuk PT Semen Padang, yang telah berkontribusi aktif dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Selamat kepada para penerima penghargaan. Terima kasih atas dukungan nyata yang telah diberikan. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memastikan generasi masa depan Sumatera Barat tumbuh sehat dan berkualitas,” ujar Mahyeldi.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, turut menyampaikan apresiasi kepada PT Semen Padang atas konsistensinya mendukung program Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN. Ia menilai keterlibatan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan program, khususnya percepatan penurunan stunting di daerah.

“Selamat dan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah mendukung penuh program-program BKKBN selama ini. Dukungan dunia usaha sangat berarti dalam upaya membangun keluarga berkualitas. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing,” ujarnya.

Dalam Rakorda Bangga Kencana, ia memaparkan capaian 2025 sekaligus merumuskan langkah ke depan di Sumatera Barat, dengan sejumlah indikator menunjukkan hasil yang menggembirakan. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras 361 penyuluh KB dan lebih dari 10 ribu Tim Pendamping Keluarga yang aktif di lapangan. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk mitra dunia usaha, optimisme untuk mencapai target yang lebih baik pada 2026 semakin menguat.

Mardalena menyebutkan bahwa ke depan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN akan terus mendorong implementasi lima program prioritas, yakni GENTING, TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Berdaya), serta layanan konsultasi keluarga berbasis kecerdasan buatan.

Ia berharap, melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, berbagai program tersebut dapat mempercepat terwujudnya keluarga berkualitas sekaligus mendukung visi besar Indonesia Emas 2045. (*)

 

PADANG PARIAMAN - Lintas Media News, com

Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses keadilan bagi masyarakat hingga ke tingkat nagari/desa melalui pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbankum).

Pernyataan tersebut disampaikan usai peresmian 1.265 Posbankum di Padang pada Senin (30/3), yang dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah dinas Bupati Padang Pariaman di Kota Pariaman, Selasa (31/3). Dalam kunjungan itu, Supratman didampingi Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenkum Sumbar, Alpius Sarumaha, dan disambut langsung oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, beserta jajaran OPD.

Supratman menekankan bahwa kehadiran Posbankum merupakan langkah strategis untuk mengatasi kendala akses keadilan, khususnya bagi masyarakat lapisan bawah.

Selama ini akses keadilan bagi masyarakat masih menjadi tantangan. Dengan Posbankum, masyarakat bisa mendapatkan layanan konsultasi hukum, mediasi, hingga rujukan bantuan hukum secara gratis,” ujar Supratman.

Ia mengungkapkan, capaian pembentukan Posbankum di Sumatera Barat telah mencapai 100 persen di seluruh nagari, desa dan kelurahan, termasuk di wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah.

“Tanpa dukungan Pak Bupati, tidak mungkin Posbankum bisa terbentuk secara menyeluruh di Padang Pariaman,” tambahnya.

Mediasi dan Restorative Justice Jadi Fokus

Dalam implementasinya, Posbankum akan menangani berbagai persoalan hukum masyarakat. Untuk perkara pidana ringan, pendekatan restorative justice akan diutamakan dengan melibatkan aparat desa seperti Babinkamtibmas dan Babinsa.

Sementara untuk perkara perdata, Posbankum akan memfasilitasi mediasi sengketa, mulai dari konflik batas lahan, perselisihan antarwarga, hingga sengketa warisan.

Kita ingin Posbankum menjadi solusi efektif agar persoalan hukum bisa diselesaikan tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan di masyarakat,” jelas Supratman.

Peran Kepala Desa dan Wali Nagari Diperkuat

Supratman juga menyoroti pentingnya peran kepala desa atau wali nagari sebagai ujung tombak penyelesaian masalah hukum di tingkat lokal. Menurutnya, selama ini peran tersebut sudah berjalan, namun belum terlembagakan dengan baik.

“Sekarang kita angkat, kita lembagakan, dan kita dokumentasikan. Ke depan, semua proses penyelesaian kasus akan tercatat secara sistematis,” katanya.

Kementerian Hukum, lanjutnya, tengah menyiapkan sistem super apps untuk memantau kinerja Posbankum, termasuk jumlah kasus yang ditangani, proses mediasi, hingga hasil penyelesaian.

Bantuan Hukum Gratis Disiapkan

Jika mediasi tidak berhasil, masyarakat tetap dapat memperoleh bantuan hukum gratis melalui 16 organisasi bantuan hukum yang didanai APBN di wilayah Sumatera Barat.

“Negara hadir memastikan masyarakat tetap mendapatkan pendampingan hukum tanpa biaya,” tegas Supratman.

Ia optimistis implementasi Posbankum di Padang Pariaman akan berjalan efektif, mengingat latar belakang hukum yang dimiliki Bupati John Kenedy Azis.

“Beliau Sarjana Hukum dan pernah menjadi praktisi. Ini tentu menjadi kekuatan besar dalam mendorong optimalisasi Posbankum,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap literasi hukum masyarakat meningkat dan penyelesaian konflik dapat dilakukan secara damai, cepat, dan berkeadilan hingga ke tingkat desa.(Kmfo/len)



P A R I W A R A
Padang
Selama dua hari (30 – 31 Maret 2026), DPRD Kota Padang gerak cepat melakukan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Padang Tahun Anggaran 2025.

Gabungan Panitia Khusus (Pansus) I, II, III, dan IV, kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Pemerintah Kota Padang sekaligus merumuskan rekomendasi strategis untuk perbaikan ke depan.

Pembahasan lintas pansus ini menitikberatkan pada kesesuaian antara perencanaan, realisasi anggaran, serta dampak program terhadap masyarakat. Sejumlah catatan penting pun mengemuka, mulai dari capaian yang patut diapresiasi hingga kekurangan yang perlu dibenahi.

Ketua Pansus I, Usmardi Thareb, menegaskan bahwa pihaknya menilai LKPJ tidak hanya dari sisi administratif, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Kami melihat LKPJ 2025 dari pelaksanaan kegiatan, penggunaan anggaran, dan manfaat yang dihasilkan. Umumnya tidak ada yang sempurna, maka kami akan memberikan rekomendasi agar segala kekurangan dapat diperbaiki ke depan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Ia menambahkan, dari hasil pertemuan dengan sejumlah mitra seperti Sekretariat DPRD, Inspektorat, BKPSDM, dan Dinas Pertanahan, masih ditemukan capaian yang belum optimal.
“Pada umumnya kegiatan belum mencapai 100 persen, termasuk penyerapan anggaran yang belum sesuai. Oleh karena itu, kita berharap ada perbaikan di masa mendatang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pansus II, Rachmad Wijaya, mengapresiasi capaian Perumda Air Minum Kota Padang yang hampir menyentuh target maksimal. Namun, ia tetap mendorong peningkatan layanan dan efisiensi.

“Kami sangat mengapresiasi capaian Perumda Air Minum yang hampir 100 persen. Ke depan, kami meminta penambahan pelanggan sekitar 2 persen per bulan serta penguatan mitigasi bencana,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya efisiensi biaya agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Kami juga meminta agar biaya langsung bisa ditekan sehingga memungkinkan adanya subsidi silang kepada masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, kinerja Perusahaan Umum Daerah (PSM) turut mendapat apresiasi karena mulai memberikan kontribusi pendapatan.

“PSM kinerjanya juga bagus karena sudah menghasilkan. Namun pelayanan harus terus ditingkatkan, salah satunya dengan memperbanyak halte Trans Padang,” ujarnya.

Sementara,Ketua Pansus III, Helmi Moesim, menyebutkan bahwa kinerja OPD mitranya secara umum sudah cukup baik, bahkan realisasi fisik mencapai 100 persen.
“Serapan keuangan memang belum mencapai 100 persen, tetapi realisasi fisik sudah maksimal. Rekomendasi akan kami sampaikan dalam rapat paripurna kepada wali kota,” paparnya.

Meski demikian, ia mencatat adanya kendala teknis yang berdampak pada keterlambatan pekerjaan, terutama saat terjadi bencana.

“Kami menemukan keterlambatan akibat sulitnya transportasi saat bencana. Ke depan, hal ini harus segera dicarikan solusi agar tidak mengganggu kinerja,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua Pansus IV, H. Iskandar, menyampaikan bahwa pihaknya masih akan memfinalisasi kesimpulan setelah seluruh pembahasan dengan OPD rampung.

“Hasil realisasi rencana kerja dan anggaran cukup bagus, namun ada beberapa capaian yang belum terpenuhi dan perlu didukung data yang lebih akurat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa evaluasi difokuskan pada dampak nyata program terhadap masyarakat.
“Kami memastikan apakah rencana anggaran benar-benar terealisasi dengan baik dan apakah layanan kepada masyarakat sudah optimal,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menekankan bahwa hasil evaluasi LKPJ ini harus menjadi dasar peningkatan kinerja pada tahun berikutnya, terutama dalam merealisasikan program unggulan.

“Program unggulan yang belum tercapai pada 2025 harus bisa diwujudkan pada 2026. OPD dituntut lebih kreatif dan maksimal meskipun dalam keterbatasan anggaran,” tegasnya.

Ia juga menyoroti sejumlah kendala teknis yang ditemukan di lapangan, seperti keterlambatan pekerjaan oleh rekanan hingga kendala distribusi akibat bencana.
“Kita menemukan ada pekerjaan yang tidak selesai tepat waktu hingga dikenakan denda. Ini harus menjadi evaluasi agar ke depan lebih baik,” ujarnya.

Melalui pembahasan ini, DPRD berharap rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya menjadi catatan formal, tetapi benar-benar menjadi pijakan strategis dalam meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan publik di Kota Padang pada tahun 2026 mendatang.

Pariwara


Pasbar Lintas Media News Com.
Drs.Marwazi.B,M.M dan Netra Ekawati,ST,M.Si anggota DPRD Pasbar dari Dapil III ,hadiri acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Persatuan Guru Cabang dan Ranting Gunung Tuleh ,demikian pantauan Wartawan Media ini,Selasa tgl 31/3.2026 tepatnya di Cafe B2 Batang Kenaikan Paraman Ampalu.

Kegiatan cukup meriah ini  diiringi dengan Musik ,lantunan lagu-lagu daerah Mandeling dan Minang dari para Biduan serta pembukaan acara ,pembacaan ayat suci Al-quran ,kata sambutan serta Doa ,bahkan siraman rohani dari Ustad DR.Muhammad Fauzan SH.i,M.Pd,yang didampingi Riswandi,S.Pd i,M.Pd.

Pada kegiatan ini tampak hadiri: Imter Fedri,S.Pd,M.Si Kadis Pendidikan bersama Sofyan,S.Pd selaku Sekretaris,Maulana Lubis,S.Pd,M.Pd Ketua PGRI Pasbar dan para pengurus,Hermanto,S.P Sekcam,Adam,S.Pd Korwilcam,Iptu Salfizar Nasution Wakapolsek, Erianto ,S.Ag KUA,Kepsek SMP/SD Se- kecamatan Gunung Tuleh, para Guru dan Tenaga Kependidikan.

Marwazi, anggota DPRD sekaligus Pembina PGRI Kabupaten Pasaman Barat mengatakan dengan ucapan puji syukur ,bisa berkumpul dalam suasana penuh makna dan  kebersamaan ,tidak hanya sebagai tradisi ,tapi momen berharga ini bisa kembali membangun tali silaturrahmi ,membangun persatuan dan kesatuan ,saling maaf -memaafkan usai Bulan suci Ramadhan  ungkap Politisi partai Gerindra ini.

Tidak hanya itu ,namun yang tak kalah pentingnya sebagai anggota DPRD mereka patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota PGRI khususnya Gunung Tuleh ,atas pengabdiannya terbaiknya selama ini dalam rangka mencerdaskan anak bangsa tegasnya. 

Peran para guru itu sangat strategis maju mundurnya ada ditangan guru,untuk menyadari hal itu anggota dewan akan terus mendorong akan kesehahteraannya,baik guru PPPK mau pun guru paruh waktu,agar bisa berkeadilan, dalam hal ini DPRD dan Pemda,akan terus melakukan kordinasi dan rapat ,agar nantinya bisa dituntaskan dengan baik.

Pada itempat yang sama Riswan S.Pd Ketua Cabang dan Mulyadi,S.Pd Ketua  Pelaksana menambahkan dengan ucapan terima kasih atas kedatangan para undangan ,PGRI Cabang Guntul  sengaja mengangkat Tema "Melalui Halal Bi Halal kita tingkatkan kebersamaan  Guru yang Profesional" ,serta melaksanakan salah satu program kerja dibidang keagamaan Bina Mental dan Spritual,menjelaskan tentang masalah-masalah yang dihadapi para guru ke depan ,untuk itu sangat berharap kepada seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama mencari solusi yang terbaik bagi para guru,agar nantinya para generasi Muda dapat Sukses menggapai Cita-citanya ,dengang dihadirig 427 guru dan tendik yang ada di Kecamatan Gunung Tuleh ini pungkasnya.(*)




Roma,Lintas Media News
Produk kopi asal Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Koperasi ALKO melalui brand Alko Sumatra Coffee sukses memperluas pasar ekspor ke Italia lewat kerja sama dengan BEST COFFEE SRL, perusahaan importir kopi yang berbasis di Italia.

Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dalam perdagangan kopi Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Italia memberikan penghargaan kepada BEST COFFEE SRL pada 22 Maret 2026 di Roma.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Duta Besar RI untuk Italia, Prof. Dr. Junimart Girsang.

Penghargaan ini menjadi simbol dukungan negara terhadap perdagangan internasional, khususnya komoditas kopi yang melibatkan pelaku usaha dari Indonesia dan Italia.

BEST COFFEE SRL tercatat secara konsisten membeli kopi dari Koperasi ALKO dengan volume rata-rata 6 hingga 10 kontainer per bulan.

Adapun kopi yang dipasok meliputi berbagai daerah unggulan di Indonesia, seperti kopi Flores, Sumatra Lampung, Kopi Minang, kopi Kerinci, hingga kopi Jawa Timur Dampit.

CEO BEST COFFEE SRL, Emilio, bersama CEO Koperasi ALKO, Suryono, turut hadir dalam momen penyerahan penghargaan tersebut.

Keberhasilan ekspor ini mempertegas posisi kopi Indonesia sebagai salah satu produk unggulan yang diminati pasar global.

“From the living highlands of Sumatra, each bean carries cultural memory, careful hands, and future responsibility,” menjadi pesan yang merepresentasikan nilai budaya dan tanggung jawab yang dibawa setiap biji kopi Alko Sumatra Coffee.

Dengan semangat Crafted from Highland Wisdom, Alko Sumatra Coffee terus membawa cita rasa khas dataran tinggi Sumatra ke pasar dunia. (***)




Padang,Lintas Media News
Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. Maifrizon, M.Si, didampingi Kabag Persidangan dan Perundang-Undangan Dahrul Idris menggelar rapat perdana bersama Tim Ahli DPRD Provinsi Sumatera Barat Periode Tahun 2026, Selasa (31/3/2026).

Rapat tersebut dihadiri Ketua Tim Ahli DPRD Sumbar, HM Nurnas serta seluruh Tim Ahli lain.

Menurut Sekwan Maifrizon, rapat ini dilaksanakan sebagai langkah awal dalam memperkuat sinergi dan koordinasi antara Sekretariat DPRD dengan Tim Ahli guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD Provinsi Sumatera Barat secara optimal.

Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai hal strategis terkait peran dan kontribusi Tim Ahli dalam memberikan kajian, masukan, serta dukungan keahlian terhadap pelaksanaan tugas kedewanan.
"Rapat ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan kelembagaan DPRD Provinsi Sumatera Barat kedepan," harap Maifrizon.

Senada, Ketua Tim Ahli HM Nurnas berharap, melalui rapat perdana ini terjalin kolaborasi yang solid antara Sekretariat DPRD dan Tim Ahli dalam mewujudkan kinerja yang profesional, efektif, dan akuntabel.(**/st)


Padang,Lintas Media News
Jaringan Pemred Sumbar (JPS) yang menjadi perhimpunan profesi para Pemred banyak media, kepengurusan 2025-2028, Kamis besok (2 Marer 2026) dilantik.

"Pelantikan tertunda panjang dikarena usai musyawarah JPS 2025,  Sumbar dilanda bencana, atas bencana itu JPS menunda pelantikan kepengurusan dengan Ketuanya Adrian Tuswandi, besok,"ujar  Penasehat JPS Novrianto Ucok disela gladi bersih pelantikan, Rabu 1/4-2026 di Suaso Resto Rimbo Kaluang Padang.

Pelantikan JPS besok menandakan dinamisnya keorganisasian JPS.

"Dinamis sekali, sejak Heri Sugiarto sebagai koordinator dilanjutkan oleh Adrian Tuswandi, lalu pada Musyawarah 2025, Toaik kembali jadi ketua JPS secara aklamasi,"ujar Ucok.

Besok itu, menurut Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Almudazir, tidak saja pelantikan.

'Tapi ada apresiasi yang diserahkan JPS kepada tokoh dan lembaga yang konsisten dan peduli untuk bangkitnya Sumbar pasca diterpa bencana banjir bandang, November 2025,"ujar Almudazir.

Pemilihan pengharagaan medal of honor bakti pada negeri JPS itu, dipastikan Almudazir telah melewati berbagai proses penyaringan yang berpatok kepada konsistensi peduli atas pulih cepatnya, bangkit Sumbar pasca bencana hidrometeorologi melanda Sumbar, Sumut dan Aceh.

"Ada medal of honor untuk 6 tokoh dan 6 lembaga, juga ada sertifikat apresiasi kepada 12 tokoh dan 12 lembaga masuk nominator penerima medal of honor,"ujar Almudazir.

Soal siapa saja itu, Almudazir berkelit. "Eits tunggu aja, Kamis pagi besok ya, kalau dipublis gak surprise dong,"ujar Almidazir tersenyum.

Bocoran siapa tokoh peraih medal of honor bakti untuk negeri JPS didapat awak media, ada anggota DPR RI, ada pejabat tinggi dan ada tokoh masyarakat dan bundo kanduang, untuk lembaga ada BUMN dan BUMD juga kepolisian dan  TNI,"ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Adrian Tuswandi selaku ketua terpilih JPS 2025-2028 menyatakan JPS adalah guyub profesi yang memfokuskan kerja jurnalis untuk kemanusian dan sosial serta positif news.

"JPS diisi individu profesional jurnalis, ada pemilik media ada pemimpin redaksi media, yang mendidikasi profesi untuk keberimbangan berita dan ada dalam bingkai friendly news,  ikut memviralkan berita positif dihasilkan berbagai sumber berita,"ujar Adrian.(***)

 



PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

PT Semen Padang kembali menunjukkan transformasi bisnisnya dengan melepas produk fabrikasi industri berat, Shell Kiln Narogong 2, yang dipesan oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.

Produk bernilai tinggi tersebut diproduksi oleh Workshop Fabrikasi & Konstruksi di bawah Departemen Bisnis Non Semen & Produk Turunan.

Pelepasan dilakukan oleh Direktur Keuangan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, di area workshop perusahaan, Senin (30/3). Momentum ini menjadi simbol penguatan bisnis non semen di tengah tantangan industri yang semakin kompetitif.

“Ini membuktikan PT Semen Padang tidak lagi bergantung pada bisnis inti semen. Kami terus mengembangkan bisnis non semen sebagai sumber pertumbuhan baru,” ujar Iskandar.

Di tengah tekanan industri semen nasional akibat kelebihan pasokan dan kompetisi harga, perusahaan memperkuat sektor bisnis non semen sebagai strategi diversifikasi.

Unit Bisnis Non Semen & Produk Turunan kini menjadi motor pertumbuhan baru dengan menghadirkan layanan fabrikasi konstruksi, material turunan seperti basal, split basal, dan binder clay, serta produk inovatif seperti calcium carbonate dan Sepablock—bata interlock yang praktis dan efisien.

“Kompetensi yang kami bangun selama puluhan tahun menjadi modal untuk bersaing. Transformasi ini adalah keniscayaan,” tambah Iskandar.

Jadi Motor Pertumbuhan

Kepala Departemen Bisnis Non Semen & Produk Turunan, Ridwan Muchtar, menjelaskan bahwa workshop PT Semen Padang telah berkembang signifikan.

“Awalnya hanya mendukung operasional internal, kini mampu memproduksi berbagai peralatan industri berat lintas sektor, mulai dari semen, pulp and paper, hingga nikel,” ujarnya.

Sejumlah proyek besar telah dikerjakan, antara lain untuk PT Riau Andalan Pulp and Paper dan berbagai industri strategis lainnya.

“Kami siap menjadi mitra industri dengan standar kualitas tinggi, didukung fasilitas lengkap dan SDM kompeten,” kata Ridwan.

Shell Kiln Narogong 2 yang diproduksi memiliki spesifikasi teknis tinggi dengan nilai proyek Rp3,875 miliar. Produk ini menggunakan material DIN 16Mo3 dengan ketebalan 28 mm, diameter 5.600 mm, terdiri dari tiga section dengan panjang total 9,3 meter, dan bobot 36,14 ton.

Seluruh proses fabrikasi diselesaikan dalam waktu 19 hari sejak dimulai pada 6 Maret 2026, dengan target serah terima pada 28 April 2026.

Keberhasilan ini melanjutkan capaian sebelumnya, yakni produksi Shell Kiln senilai Rp13,2 miliar untuk Pabrik Tonasa IV milik PT Semen Tonasa.

Jejak Panjang dan Reputasi Global

Workshop Bisnis Non Semen & Produk Turunan PT Semen Padang telah berdiri sejak 1988 dan berkembang menjadi pusat fabrikasi industri berat.

Unit ini telah mengerjakan berbagai proyek strategis, antara lain di PT Semen Baturaja Tbk, Toba Pulp Lestari Tbk, hingga pasar internasional seperti Bangladesh.

Transformasi ini menegaskan posisi PT Semen Padang sebagai perusahaan solusi industri terintegrasi. Dengan dukungan teknologi, pengalaman, dan kapabilitas fabrikasi, perusahaan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis industri nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketergantungan impor.

 

JAKARTA, LINTASMEDIANEWS.COM

Dewan Pers menggelar uji publik Rancangan Peraturan Dewan Pers tentang Dana Jurnalisme sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem pers nasional yang merdeka, profesional, dan berkelanjutan. 

Dalam forum tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menegaskan pentingnya pengelolaan dana dilakukan oleh lembaga independen dan profesional, bukan oleh Dewan Pers secara langsung.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menyampaikan bahwa penyusunan rancangan peraturan ini telah dimulai sejak 25 Juli 2025 melalui serangkaian rapat dan diskusi kelompok terarah (FGD) bersama konstituen Dewan Pers serta berbagai pemangku kepentingan.

“Rancangan ini merupakan respons atas tantangan besar yang dihadapi industri media, terutama disrupsi digital dan tekanan ekonomi yang berdampak pada keberlanjutan jurnalisme berkualitas,” ujar Komaruddin.

Uji publik berlangsung pada Senin, 30 Maret 2026, di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, dengan melibatkan anggota Dewan Pers, tenaga ahli, kelompok kerja, akademisi, organisasi pers, serta tokoh pers nasional. Forum ini bertujuan menjaring masukan publik sebelum peraturan ditetapkan secara resmi.

Sejumlah perwakilan perguruan tinggi hadir dalam kegiatan ini, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Universitas Mataram, dan Universitas Diponegoro. Hadir pula organisasi pers seperti AJI, PFI, IJTI, PWI, ATVLI, ATVSI, AMSI, JMSI, SMSI, PRSSNI, dan SPS.

Tokoh pers nasional yang turut memberikan pandangan di antaranya Prof. Bagir Manan, Bambang Harymurti, Suryopratomo, Hendry Ch Bangun, Kemal Gani, Eduard Depari, Nina Mutmainah, Ninuk Pambudy, hingga Benny Butarbutar. Forum ini juga dihadiri Koalisi untuk Kebebasan Pers (KTP2JB), LBH Pers, serta didukung PR2Media.

Menjawab Krisis Ekosistem Media

Rancangan Peraturan tentang Dana Jurnalisme disusun sebagai instrumen untuk menjamin keberlangsungan jurnalisme yang melayani kepentingan publik. 

Dalam dokumen tersebut ditegaskan bahwa perubahan model bisnis media dan tekanan ekonomi telah mengancam eksistensi jurnalisme berkualitas.

Dana Jurnalisme direncanakan dihimpun dari berbagai sumber yang sah dan tidak mengikat, dengan prinsip pengelolaan yang independen, transparan, dan akuntabel. Beberapa prinsip utama yang diusung meliputi:

Independensi redaksional tanpa intervensi pemberi dana

Transparansi dan akuntabilitas melalui audit keuangan berkala

Keadilan dan inklusivitas dalam distribusi dana

Keberlanjutan untuk mendukung ekosistem pers jangka panjang

Selain itu, mekanisme pengelolaan dana dirancang dengan sistem checks and balances guna mencegah penyalahgunaan dan memastikan tata kelola yang baik.

Dana tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan strategis, seperti peliputan investigasi, produksi karya jurnalistik berkualitas, perlindungan hukum wartawan, peningkatan kapasitas insan pers, inovasi bisnis media, serta advokasi terhadap kekerasan terhadap jurnalis.

Penerima manfaat mencakup wartawan individu, perusahaan pers, organisasi pers, hingga lembaga independen yang berkontribusi pada kemerdekaan pers.

*SMSI: Harus Dikelola Lembaga Independen*

Usai uji publik yang berlangsung pukul 09.00–13.00 WIB, Dewan Pers melanjutkan rapat bersama tim perumus pada pukul 14.00–17.00 WIB yang dipimpin Abdul Manan dan Dahlan Dahi. Tim perumus terdiri utusan Dewan Pers dan perwakilan konstituen Dewan Pers, termasuk dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang diwakili Sekretaris Jenderal, Makali Kumar, SH.

Dalam forum tersebut, Makali Kumar menyampaikan sikap SMSI yang menekankan pentingnya independensi dalam pengelolaan Dana Jurnalisme. Ia juga mengungkapkan bahwa SMSI telah menyampaikan surat resmi kepada Ketua Dewan Pers terkait sikap organisasi tersebut.

Dalam surat bernomor 096/SMSI-Pusat/III/2026 tertanggal 26 Maret 2026, SMSI pada prinsipnya mendukung pembentukan regulasi Dana Jurnalisme Indonesia sebagai upaya memperkuat ekosistem pers nasional. Namun, SMSI memberikan sejumlah catatan penting.

Pertama, perumusan kebijakan harus didasarkan pada kajian komprehensif secara akademik dan hukum agar tidak menimbulkan risiko di kemudian hari. Kedua, jika Dana Jurnalisme dibentuk, pengelolaannya tidak boleh melibatkan Dewan Pers secara langsung guna menghindari konflik kepentingan.

“Pengelolaan dana sebaiknya dilakukan oleh lembaga independen yang dibentuk oleh konstituen Dewan Pers, misalnya dalam bentuk yayasan atau badan hukum lain sesuai peraturan perundang-undangan,” tegas Makali.

Selain itu, SMSI mengusulkan agar Dana Jurnalisme juga diarahkan untuk mendukung keberlangsungan bisnis perusahaan pers, khususnya media siber rintisan (startup), termasuk kebutuhan infrastruktur seperti server serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

Terkait pendanaan Dewan Pers, SMSI menegaskan tetap harus mengacu pada Pasal 15 ayat (7) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menyebutkan sumber pendanaan berasal dari organisasi pers, perusahaan pers, serta bantuan negara dan bantuan lain yang tidak mengikat.

*Menuju Regulasi yang Legitimate*

Melalui uji publik ini, Dewan Pers berharap dapat merumuskan kebijakan yang legitimate, akuntabel, dan mampu menjawab tantangan industri media di era digital. Masukan dari berbagai pihak menjadi bahan penting dalam penyempurnaan rancangan sebelum ditetapkan sebagai peraturan resmi.

Dengan adanya Dana Jurnalisme yang dikelola secara independen dan profesional, diharapkan kualitas jurnalisme di Indonesia dapat terus terjaga serta mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara optimal di tengah dinamika perubahan zaman. (***)

 


Lintasmedianews.com - Satresnarkoba Polres Dharmasraya berhasil meringkus seorang pria asal Provinsi Jambi yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Penangkapan dilakukan di Jorong Koto Di Bawah, Kenagarian Koto Besar, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya. Tersangka diketahui bernama Rotani Idham (31), seorang karyawan swasta asal Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Muaro Bungo Propinsi Jambi. 

Dari tangan tersangka, petugas menemukan satu paket plastik klip bening ukuran sedang yang diduga berisi sabu, satu unit sepeda motor Kymco Cevira warna merah, serta uang tunai sebesar Rp100.000.

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, SIK, MAP melalui Kasat Narkoba AKP  Azhamu Suwaril, SH, MH, menyampaikan bahwa penangkapan berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.

“Anggota langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka beserta barang bukti. Tersangka mengakui barang tersebut miliknya,” ujarnya.

Penggeledahan dilakukan dengan disaksikan perangkat nagari setempat. Selanjutnya, tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Dharmasraya untuk proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 609 ayat (1) huruf a UU No 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta UU No 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Polres Dharmasraya mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi guna memberantas peredaran narkoba.(*)

 


Tanah Datar, Lintasmedianews.com

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Datar menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap 3 (tiga) Ranperda, Senin (30/3/2026).

Kegiatan ini di ruang sidang utama DPRD dipimpin Ketua DPRD Anton Yondra didampingi Wakil Ketua Nurhamdi Zahari dan Kamrita serta dihadiri Bupati Eka Putra serra  Kepala Dinas Pemetintah Daerah Kab Tanah Datar dan Forkopimda ikut hadir media  ini.

Adapun tiga Ranperda tersebut yakni Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Ranperda Kawasan Tanpa Rokok.

Adapun pandangan umum tersebut diawali dari Fraksi PPP disampaikan Juru Bicara (jubir) Zulhadi, dilanjutkan Fraksi Nasdem jubir Noviandri, Fraksi PKS Jamal jubir Ismail, Fraksi Perjuangan Nurani Demokrat jubir Asrul Jusan, Fraksi PAN jubir Iswandi Putra, Fraksi Gerindra jubir Sulva Hutri, Fraksi Umat Golkar Masnefi dan Fraksi PKB dengan Jubir Yonnarlis.

Dalam penyampaian 8 (delapan) fraksi tersebut, disampaikan beberapa sudut pandang dan pertanyaan serta saran terhadap 3 Ranperda tersebut.

“Kami melihat Kabupaten Tanah Datar memiliki potensi PAD sangat besar namun belum tergarap maksimal, karena itu disarankan kepada Pemda melakukan inovasi dalam mencari sumber PAD alternatif ke depan,” sampai Zulhadi.

Ia juga menyampaikan usulan terkait Perda Kawasan Tanpa Rokok, agar menyiapkan sarana pendukung, seperti area khusus merokok, rambu dan informasi yang memadai dan hal lainnya.

Hal sama disampaikan Fraksi Perjuangan Nurani Demokrat melalui jubir Asrul Jusan, dimana disampaikan Ranperda Kawasan Tanpa Rokok merupakan langkah positif dan strategis melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok.

“Ranperda ini melindungi masyarakat dan menciptakan lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berperilaku hidup sehat dan bersih,” ujarnya.

Sementara untuk Ranperda tentang Perubahan Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Asrul Jusan mengatakan, hal itu merupakan langkah strategis dalam rangka memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efesien dan responsif terhadap dinamika kebutuhan pembangunan.

“Kami menilai penataan kembali susunan perangkat daerah ini sebagai bagian penting dari upaya peningkatan kinerja, sehingga mampu menghadirkan kualitas pelayanan publik yang lebih optimal dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tukasnya.

Ketua Anton Yondra sebelum menyerahkan pandangan umum fraksi kepada Bupati Eka Putra menyampaikan, sidang lanjutan akan dilaksanakan 2 hari ke depan.

“Rabu esok atau 2 hari ke depan, akan dilaksanakan rapat paripurna lanjutan hari ini dengan agenda Jawaban Bupati Tanah Datar terhadap pemandangan umum fraksi terhadap 3 Ranperda hari ini,” pungkasnya. - ( ERM )

 

Semarang, Lintasmedianews.com

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam Transformasi Polri melalui reformasi doktrin dan penguatan sumber daya manusia dengan meresmikan pembangunan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di Akademi Kepolisian (Akpol), Lemdiklat Polri, Semarang.

Peresmian ditandai dengan kegiatan groundbreaking (peletakan batu pertama) yang dipimpin oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, pada Senin (30/3) pukul 09.30 WIB di lingkungan Perpustakaan Akpol.

Langkah ini merupakan bagian dari reformasi fundamental Polri dalam menggeser paradigma kerja kepolisian dari yang selama ini cenderung reaktif menjadi proaktif, reflektif, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Wakapolri menegaskan bahwa kehadiran Laboratorium Sosial Sains menjadi instrumen strategis dalam menjawab tantangan kompleks tugas kepolisian modern, khususnya dalam meningkatkan kualitas SDM Polri melalui pembaruan kurikulum pendidikan.

“Polisi masa depan tidak boleh hanya bekerja berdasarkan intuisi emosional. Setiap tindakan harus didasarkan pada riset yang mendalam. Laboratorium ini memastikan lulusan Akpol memiliki landasan filosofis, pedagogis, dan literasi yang kuat sebelum terjun ke lapangan,” tegas Wakapolri.

Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dirancang sebagai model pembelajaran baru yang mengintegrasikan teori akademik dengan praktik langsung di tengah masyarakat sebagai perwujudan transformasi Pendidikan Taruna Berbasis Realitas Sosial

Konsep ini diperkuat oleh pandangan akademisi, Prof. Dr. Rodiyah Tangwun, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES), yang menyebut bahwa laboratorium sosial merupakan pendekatan pembelajaran reflektif berbasis realitas.

Dalam implementasinya, laboratorium ini memiliki tiga fungsi utama:

1. Ruang belajar berbasis fakta dan realitas sosial, di mana taruna tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengasah kemampuan analisis dan solusi terhadap dinamika masyarakat.

2. Wujud konkret kualitas pendidikan kepolisian, yang menekankan keseimbangan antara aspek akademik dan praktik lapangan.

3. Ruang kolaborasi dengan masyarakat, menjadikan masyarakat sebagai bagian integral dalam proses pembelajaran.

Membangun Karakter dan Kompetensi Polisi Masa Depan melalui Laboratorium Sosial Sains, Polri menargetkan lahirnya perwira yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki integritas dan kecerdasan holistik.

Adapun dampak yang diharapkan antara lain:

Penguatan integritas dan komitmen moral

Peningkatan keterampilan praktis berbasis situasi nyata

Kemampuan analisis dan prediksi dinamika sosial

Pembentukan kepemimpinan lapangan yang adaptif dan solutif

Laboratorium ini tidak hanya menjadi metode pembelajaran, tetapi juga fondasi dalam mencetak SDM Polri yang unggul, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi Polri dan Perguruan Tinggi ditandai dengan hadirnya pejabat utama Mabes Polri, jajaran Lemdiklat Polri, pimpinan Akpol, serta perwakilan dari berbagai perguruan tinggi nasional.

Kehadiran akademisi dari berbagai universitas menegaskan bahwa transformasi Polri dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara institusi kepolisian dan dunia pendidikan tinggi.

Polri juga terus mengembangkan ekosistem keilmuan kepolisian melalui kerja sama strategis dengan perguruan tinggi, termasuk penguatan pusat studi kepolisian di berbagai kampus sebagai bagian dari pembangunan knowledge-based policing.

Kehadiran Laboratorium Sosial Sains di Akpol menjadi tonggak penting dalam perjalanan reformasi Polri, khususnya dalam membangun institusi yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan kolaborasi, Polri menegaskan arah pemutakhiran sebagai institusi yang modern, profesional, dan terpercaya, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.