Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang karate Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan lpm Al itqan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak mandailing natal Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar polres Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

 Padang,Lintasmedia News - Dr apt Rustian, SSi, MSi, Sestama BNPB asal Kabupaten Padang Pariaman dilirik untuk memimpin Sumatera Barat dimasa datang. Ia termasuk anak ulet yang mampu menggerakan semua potensi dalam penanggulangan bencana di berbagai daerah di Indonesia patut dijadikan pertimbangan. 


Rustian Putra asli Sungai Limau yang mampu Mengubah Tantangan Menjadi Dedikasi untuk Keselamatan Bangsa ini menyelesaikan pendidikan S.1 di Fakultas Farmasi Universitas Andalas.


Dari tanah Sungai Limau yang subur di Padang Pariaman, Sumatera Barat, lahir seorang putra Minangkabau yang membuktikan diri bahwa akar budaya yang kuat dan tekad pantang menyerah akan mampu membawanya ke posisi strategis di tingkat nasional. 


Rustian, Sestama BNPB bukan sekadar birokrat biasa. Ia adalah teladan inspiratif bagi generasi muda. Dari pinggir sungai di kampung halaman, ia membangun fondasi karier yang menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh Indonesia. 


Putra Sungai Limau ini mengajarkan bahwa pendidikan, pengabdian, dan ketangguhan menghadapi bencana adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih aman.


Rustian lahir 1 Januari 1969 di Sungai Limau, Padang Pariaman. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Andalas, meraih gelar Sarjana Sains dan Apoteker dari Jurusan Farmasi FMIPA. 


Semangatnya untuk terus belajar tak pernah pudar; ia melanjutkan ke Universitas Gadjah Mada dan meraih Magister Kesehatan Masyarakat pada 2005 dengan tesis tentang evaluasi ketersediaan obat anti-tuberkulosis pasca-desentralisasi. 


Puncaknya, pada 2022 ia berhasil menyelesaikan program Doktor Ilmu Administrasi Publik di Universitas Brawijaya dengan disertasi berfokus pada reformasi tata kelola peralatan penanggulangan bencana melalui perspektif smart governance.


Karier profesionalnya dimulai pada 1998 sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Kesehatan RI. Tahun 2008 menjadi titik balik ketika ia bergabung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia pernah menjabat Kepala Biro Umum, Direktur Peralatan di Deputi Logistik dan Peralatan, serta Direktur Sumber Daya Darurat di Kedeputian Penanganan Darurat. 


Pada 2023, ia dipercaya sebagai Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, posisi yang menuntut koordinasi lintas sektor untuk penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pasca-bencana di seluruh Tanah Air.


Sebagai putra Minang, ia aktif dalam organisasi kemasyarakatan seperti Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) periode 2021–2025, presidium Himpuni, serta peran strategis di Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), khususnya di bidang tanggap bencana.


Hingga kini, Rustian terus terjun langsung ke lapangan, terutama di wilayah asalnya Sumatera Barat saat menghadapi banjir bandang, longsor, dan bencana hidrometeorologi. Ia memimpin percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), perbaikan infrastruktur seperti jembatan, serta memastikan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas. 


Dedikasinya mencerminkan semangat "urang awak" yang tak hanya sukses di ibu kota, tetapi juga membawa manfaat pulang ke kampung halaman.


Mari kita dukung upaya BNPB di bawah kepemimpinan Rustian. Bagaimana cara berkontribusi dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan masing-masing.


Selain mengemban tugas sebagai Sestama, Rustian juga mendedikasikan diri sebagai pengajar mahasiswa Postgraduate di Pascasarjana Universitas Andalas. Ia konsentrasi pada program S.2 Magister Manajemen Bencana ( MMB).Pengabdiannya untuk bangsa tidak pernah henti. 


Di kalangan dosen serta unsur sivitas akademika Universitas Andalas, orang kedua di BNPB cukup disenangi. Ia tidak sombong dan pandai menempatkan diri. Seakan tidak memperlihatkan ia sebagai pejabat eselon satu di pemerintah pusat.


Ketika berlangsung acara international Conference Disaster Management yang mengusung tema Integrating Technology and Local Wisdom for Sustainable Disaster Development, Rustian memberikan dukungan yang luar biasa.


Conference mengundang pembicaraandan peserta dari berbagai negara. Sebanyak enam pembicara dari dalam dan luar negara ASEAN hadir.


Saat ini sedang digagas penyusunan buku Pembelajaran terhadap bencana meteorologi yang terjadi menjelang akhir tahun 2025. Buku ini dibagikan kan kepada seluruh kepala daerah kabupaten dan kota se-Indonesia. ( *).

PADANG, Lintasmedia News- Udara Kota Padang kian hari kian mencekik leher, namun ribuan siswa SD dan SMP sederajat seolah ditumbalkan untuk tetap menghirup racun kabut asap di sekolah. Kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Padang yang terkesan lambat dan wait and see kini menuai kritik pedas dari parlemen.


DPRD Kota Padang menilai Pemko terlalu bertele-tele dan kurang peka terhadap ancaman kesehatan yang membayangi anak-anak sekolah. Pasalnya, hingga Rabu (8/10/2026), proses belajar mengajar secara tatap muka masih dipaksakan berjalan meski polusi udara sudah berada pada level yang sangat memprihatinkan.


Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Buya Iskandar, angkat bicara keras menanggapi lambannya respons eksekutif. Lewat wawancara khusus via WhatsApp, politisi kawakan ini mendesak agar Pemko Padang tak ragu dan tidak menunda-nunda keputusan untuk menyelamatkan nyawa serta kesehatan warga kota.


Buya Iskandar mengingatkan kembali komitmen Wali Kota Padang yang sebelumnya sempat disampaikan secara resmi dalam Rapat Paripurna DPRD. Saat itu, Pemko berjanji akan mengambil tindakan darurat jika kualifikasi udara dinilai sudah tidak layak oleh pihak berwenang.


"Waktu kan sudah dijawab oleh Walikota ketika Paripurna bahwa bila kondisi udara sesuai pantauan pihak berwenang tidak layak, maka pasti pemerintah akan mengambil langkah penyelamatan seluruh warga kota," tegas Buya Iskandar.


Namun, realita di lapangan justru berbanding terbalik dengan janji manis di meja paripurna. Ketika asap kian pekat dan sesak napas mulai mengintai, respons pemerintah daerah dinilai sangat lamban dan tidak secepat memburuknya kualitas udara.


Menanggapi kepanikan para orang tua murid yang cemas akan kondisi anak-anak mereka, Buya Iskandar membeberkan bahwa sinyal pembelajaran jarak jauh (BJJ) sebenarnya sudah mulai digodok. Informasi terkini menyebutkan keputusan krusial tersebut sangat bergantung pada evaluasi kondisi udara hingga sore ini.


"Infonya kalau memang sampai sore ini kondisi udara masih buruk, besok siswa akan BJJ," ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang itu mengungkapkan skenario darurat yang tengah disiapkan.


Tak ingin Pemko Padang terus berdiam diri, Buya Iskandar mengaku telah menyemprot dan mendesak jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang agar segera bertindak tegas tanpa perlu menunggu jatuhnya korban dari kalangan siswa.


"Buya sudah mendesak Pemko melalui Kadisdikbud agar segera mengambil langkah yang bijak untuk keselamatan siswa dan warga kota pada umumnya, terima kasih," pungkas Buya Iskandar menyampaikan sikap tegas Komisi IV DPRD Kota Padang.


Desakan keras dari wakil rakyat ini menjadi cerminan atas jeritan hati para orang tua di Kota Padang yang saban hari merasa was-was melepas buah hati mereka menembus pekatnya kabut asap. Pilihan untuk memindahkan ruang belajar ke rumah (BJJ) dianggap sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.


Kini, bola panas ada di tangan Pemko Padang dan Disdikbud. Akankah pemerintah bergerak cepat menyelamatkan paru-paru generasi muda, atau justru membiarkan kesehatan anak-anak Padang terus tergadai di tengah kepungan udara beracun? Keputusan sore ini akan menjadi ujian ketegasan pemimpin kota. (*) 


Pewarta: Zamri Yahya, WU

 

DHARMASRAYA, LINTASMEDIANEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bergerak cepat menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah. Sebanyak puluhan ribu masker mulai dibagikan kepada masyarakat, Kamis (8/10/2026).


Distribusi masker dipusatkan di sejumlah titik strategis dan kawasan yang ramai dilalui masyarakat, mulai dari Simpang Empat Sikabau hingga Simpang Tiga Siguntur. Petugas turun langsung ke lapangan untuk membagikan masker kepada masyarakat maupun pengendara yang melintas.


Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas bantuan sebanyak 50.000 masker yang diserahkan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, kepada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di Pulau Punjung, Rabu malam (7/10/2026).


Mewakili Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Catur Eby, bersama jajaran terkait memastikan bantuan tersebut segera didistribusikan secara masif dan tepat sasaran.

Masker diprioritaskan bagi masyarakat yang rentan terhadap paparan polusi udara, seperti ibu hamil, balita, anak-anak, dan lanjut usia. Selain itu, masker juga dibagikan kepada masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.


Distribusi bantuan melibatkan sinergi lintas instansi, di antaranya Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta jajaran puskesmas.

Petugas dari masing-masing instansi turun langsung ke jalan untuk memberikan masker kepada masyarakat dan pengendara yang melintas di sepanjang jalur Simpang Empat Sikabau hingga Simpang Tiga Siguntur.


Langkah cepat tersebut dilakukan menyusul kondisi kabut asap yang semakin pekat di sejumlah wilayah Dharmasraya dalam beberapa waktu terakhir.


Kondisi itu diduga kuat dipengaruhi asap kiriman dari wilayah tetangga.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, tidak terpantau adanya hotspot lokal sejak 23 September 2026.

Dengan mempercepat dan memperluas pendistribusian masker di jalur-jalur utama, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berharap perlindungan terhadap masyarakat dapat semakin ditingkatkan.


Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah antisipatif untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, khususnya bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.(el)

LINTASMEDIANEWS.COM, DHARMASRAYA — Sebanyak 50.000 masker bantuan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Wakil Gubernur Vasko Ruseimy dibagikan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Dharmasraya, Kamis (8/10/2026), sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap yang diduga merupakan kiriman dari daerah tetangga.


Pembagian masker tersebut dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Dharmasraya H. Catur Eby dengan melibatkan Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD, Dinas Perhubungan, TNI dan Polri, puskesmas, serta kader-kader Posyandu di seluruh kecamatan.


Catur mengatakan, pembagian masker merupakan tindak lanjut bantuan 50.000 masker dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang diterima Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di Pulau Punjung, Rabu malam (7/10/2026).


“Hari ini kita bergerak bersama untuk memastikan masker segera sampai kepada masyarakat, terutama kelompok rentan, sehingga mereka tetap terlindungi saat harus beraktivitas di tengah kondisi kabut asap di 11 kecamatan,” kata Catur.


Ia menjelaskan, sasaran utama pembagian masker adalah masyarakat yang rentan terhadap dampak kabut asap, seperti ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, serta masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.


Menurutnya, pelibatan Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD, Dinas Perhubungan, TNI dan Polri, puskesmas serta kader-kader Posyandu dilakukan agar pembagian masker dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan cepat di seluruh wilayah Kabupaten Dharmasraya.


“Semakin cepat masker disalurkan dan semakin luas penyebarannya, semakin efektif pula upaya kita menjaga dan melindungi kesehatan serta keselamatan masyarakat,” ujarnya.


Catur berharap masyarakat yang menerima masker dapat menggunakannya ketika beraktivitas di luar rumah, khususnya saat kondisi udara masih dipengaruhi kabut asap.


Salah seorang warga, Siti (34), mengapresiasi langkah cepat Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy bersama Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi kabut asap.


Menurutnya, pembagian masker tersebut sangat membantu masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, sementara kabut asap mulai mengganggu kenyamanan dan pernapasan.


“Terima kasih Pak Wagub dan Ibu Bupati. Masker ini sangat membantu kami yang masih harus beraktivitas di luar rumah, apalagi kondisi kabut asap sekarang mulai terasa mengganggu pernapasan,” ujar Siti.


Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Dharmasraya diduga merupakan kiriman dari daerah tetangga, mengingat berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, sejak 23 September 2026 tidak ditemukan titik api Karhutla di wilayah Dharmasraya yang terpantau melalui sistem informasi SiPongi Karhutla.


Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah terus melakukan langkah antisipasi dan perlindungan masyarakat, termasuk melalui pembagian masker secara serentak di seluruh kecamatan.


Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga terus memantau perkembangan kondisi udara dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.


Sebagai informasi, hingga Kamis (8/10/2026), Kabupaten Dharmasraya tidak lagi terdapat titik api Karhutla yang terpantau sejak 23 September 2026. Dengan kondisi tersebut, kabut asap yang semakin pekat di wilayah Dharmasraya diduga kuat merupakan kiriman dari luar wilayah.(el)

Padang, Lintas Media News
Dalam rangka memeriahkan Hari Sumpah Pemuda ke 98, klub domino Minang Domino Club (MDC) mengadakan pertandingan domino terbuka se Kota Padang selama 1-28 Oktober di Kupi Batigo Jl. KH. Ahmad Dahlan Padang.

Sampai berlangsungnya acara pembukaan Senin (5/10) lalu, tercatat 40 pasangan yang ikut serta. Ke 40 pasangan ini dibagi dalam 8 pool dengan sistem setengah kompetisi, sedang juara pool terus ke babak selanjutnya dengan memakai sistem gugur.

Ketua Panitia Ferry White menjelaskan turnamen yang idenya agak mendadak dilaksanakan ini pada dasarnya memakai aturan dari Oredo, yakni organisasi khusus cabang olahraga domino.

"Pada dasarnya turnamen ini digelar adalah untuk sosialisasi dari sistem yang dipakai Oredo. Karena itu sekalian Kami juga mencari bibit untuk Oredo Sumatera Barat, guna mengikuti iven-iven tingkat nasional lainnya," ujar Ferry.

Ketua Oredo Sumbar Helmi Moesim mengaku sangat berterimakasih atas prakarsa Minang Domino Club yang telah mengadakan turnamen dengan memakai sistem Oredo.

Menurut Helmi sejauh ini Oredo Sumbar sudah memiliki 15 cabang di Sumatera Barat. Oredo Sumbar juga telah punya peralatan lengkap seperti meja dan batu domino yang refresentatif.

"Saya sendiri ketika ikut Rakernas di Jakarta jadi kaget bercampur gembira karena banyak pengurus Oredo lainnya di Indonesia berasal dari Sumbar. Ini seakan menunjukkan bahwa olahraga domino ini berasal dari Sumbar," ujar Helmi Moesim sembari menyebut di PON mendatang, domino sudah menjadi cabang eksebisi.

Senada dengan pernyataan Helmi, Dewan Pembina Minang Domino Club Aciak Amril Amin malah menantang Oredo Sumbar untuk bisa berprestasi di tingkat nasional.

"Kalau memang domino berasal dari Sumbar dan pengurusnya banyak yang orang Sumbar, ayo Oredo Sumbar. Buktikan bahwa Oredo Sumbar memang pantas juara di PON nanti," ujar Aciak yang juga Ketua Umum PSP Padang.

Aciak Amin yang juga anggota DPRD Kota Padang itu menyebut contoh yakni rendang. "Jangan lebih enak pula rendang orang Jawa atau Sulawesi dari rendang Padang. Begitu juga dalam hal domino. Kalau memang olahraga domino berasal dari Sumatera Barat dan pengurusnya banyak yang orang Padang, jangan sampai orang Padang kalah pula dibanding orang Kalimantan, Jawa atau Papua sana," tambah Aciak.

Kerasnya tantangan Aciak ternyata belum sepenuhnya terjawab oleh peserta pertandingan domino itu. Banyak peserta turnamen yang dipertandingkan hanya pada hari Rabu dan Kamis itu, masih belum disiplin dengan waktu pertandingan. Terbukti ada pemain yang udah datang pada hari pembukaan (Senin) dan hari Rabu, masih belum bisa bertanding karena lawannya tidak ada.

Menanggapi hal ini Ferry White mengaku akan lebih mendisiplinkan waktu pertandingan. Ia bahkan tak segan untuk me-WO-kan peserta yang tidak datang dalam pertandingan.(*)



Padang,Lintas Media News
Penutupan Pekan Olahraga, Seni, Agama, Teknologi, dan Kreativitas (Porsematik) 32 dalam rangka HUT ke-32 SMPN 32 Padang berlangsung semarak, Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang digelar di SMPN 32 Padang, Sungai Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, ini menjadi momentum penting untuk mendorong siswa semakin berani berprestasi, kreatif, dan memiliki karakter kuat.

Pesan tajam datang dari Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion. Ia mengingatkan para siswa bahwa prestasi tidak datang secara instan, tetapi lahir dari perjuangan, ketekunan, disiplin, serta karakter yang kuat.

Muharlion mendorong siswa SMPN 32 Padang agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Menurutnya, setiap rintangan harus dijadikan pengalaman untuk terus belajar, berkembang, dan memperbaiki diri.

Ia mengibaratkan perjuangan meraih prestasi seperti mutiara di dasar laut. Mutiara mampu bersinar setelah melewati proses panjang, sehingga siswa juga harus berani menjalani proses sebelum menikmati hasil.

Tak hanya itu, Muharlion juga mengajak para pelajar mengambil pelajaran dari pensil yang terus diasah. Semakin diasah, pensil semakin tajam dan semakin bermanfaat. Begitu pula manusia yang terus belajar dan memperbaiki diri.

“Jangan mudah menyerah menghadapi rintangan, karena masa depan dan nasib kita ditentukan oleh kemauan untuk terus berjuang dan memperbaiki diri,” pesan Muharlion kepada para siswa.

Penutupan Porsematik 32 tersebut dilakukan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, dan dihadiri Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, Kepala SMPN 32 Padang Rismawati, serta majelis guru SMPN 32 Padang.

Momentum HUT ke-32 SMPN 32 Padang pun bukan sekadar penutup rangkaian kegiatan olahraga, seni, agama, teknologi, dan kreativitas. Porsematik 32 menjadi panggung untuk menanamkan semangat prestasi, karakter, kreativitas, dan keberanian menghadapi masa depan kepada generasi muda Kota Padang. (*) 



PADANG,Lintas Media News
Kabut asap kembali menyelimuti Kota Padang dan sejumlah wilayah Sumatera Barat. Kondisi kualitas udara yang berada pada kategori sedang hingga tidak sehat membuat keselamatan pelajar kembali menjadi perhatian.

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion meminta Pemerintah Kota Padang bergerak cepat jika kondisi kabut asap mulai membahayakan kesehatan siswa. Sekolah diminta tidak menjadi tempat yang mempertaruhkan keselamatan peserta didik.

Muharlion menyebut pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat menjadi opsi apabila kualitas udara tidak lagi aman untuk aktivitas belajar tatap muka. Langkah tersebut bisa diterapkan sementara hingga kondisi udara membaik.

“Yang kita kasihani itu pelajar. Jika kabut asap membahayakan, terpaksa kita minta pemko untuk meliburkan sekolah, dan pembelajaran dilaksanakan secara pembelajaran jarak jauh (PJJ),” tegas Muharlion.

Menurutnya, pemerintah tidak perlu menunggu kabut asap semakin parah. Ketika indikator kesehatan mulai menunjukkan risiko, langkah pencegahan dinilai lebih penting untuk melindungi anak-anak.

Kabut asap yang terpantau di Padang dan sejumlah daerah Sumbar juga dipengaruhi kondisi regional. Asap tidak hanya berasal dari titik panas di Sumbar, tetapi dapat terbawa angin dari wilayah lain.

Ketua Tim Publikasi dan Diseminasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, mengatakan pemantauan terakhir menunjukkan satu titik panas di Sumbar, yakni di Dharmasraya.

Sementara itu, titik panas signifikan terpantau di Sumatera Selatan dan Jambi. Yudha menjelaskan, angin dari arah tenggara menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap pergerakan asap menuju Sumatera Barat.

“Untuk di Sumbar pantauan terakhir terdapat hotspot hanya satu lokasi di Dharmasraya, sedangkan untuk titik panas signifikan terpantau di Sumsel dan Jambi, dengan arah angin dari tenggara yang menjadi sumber utama asap,” kata Yudha, Rabu (7/10/2026).

Menurut Yudha, arah angin sangat menentukan sebaran kabut asap. Karena itu, perubahan arah angin dan perkembangan titik panas terus menjadi bagian penting dalam pemantauan kondisi udara.

BMKG Minangkabau menyebut kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat dan mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi udara memburuk.

BMKG juga terus memberikan informasi mengenai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada pemerintah daerah. Informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah perlindungan masyarakat.

Di tengah situasi tersebut, Muharlion menegaskan keselamatan pelajar harus menjadi prioritas. Jika kabut asap benar-benar mencapai kondisi yang membahayakan kesehatan, kebijakan meliburkan sekolah dan menerapkan PJJ dapat menjadi pilihan sementara sampai kondisi udara kembali aman. (*) 



Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, membuka secara resmi pelaksanaan PORPROV XVI tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 untuk cabang olahraga pickleball di Kota Bukittinggi. Pembukaan dilaksanakan di GOR Bermawi, Senin (05/10). 

Kota Bukittinggi dipercaya menjadi salah satu tuan rumah PORPROV XVI Tahun 2026 untuk tiga cabang olahraga, yaitu DanceSport, Pickleball dan Wushu. Sebanyak 10 kabupaten/kota mengikuti cabor DanceSport, 14 kabupaten/kota mengikuti Pickleball dan 10 kabupaten/kota mengikuti Wushu. Hal itu disampaikanKetua PIC PORPROV XVI Sumbar di Bukittinggi, Qoy Cahayu YB.

Ia menjelaskan, Pertandingan Pickleball dilaksanakan 6–10 Oktober 2026 di GOR Bermawi, Wushu 6–10 Oktober 2026 di Sporthall Ateh Ngarai. Sementara itu DanceSport berlangsung 9–11 Oktober 2026 di Lantai 1 Gedung Pasar Atas dan dilanjutkan 12–13 Oktober 2026 di Sporthall Ateh Ngarai. 

"Sebagai tuan rumah, kami berkomitmen memberikan pelayanan, keamanan, kenyamanan, serta penyelenggaraan terbaik bagi seluruh peserta,” ungkapnya
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, Pemerintah Kota Bukittinggi mendukung pelaksanaan PORPROV XVI sekaligus mendorong agar penyelenggaraan Porprov dapat terus berlanjut secara rutin. Menurutnya, pola gotong royong antar kabupaten/kota dapat menjadi solusi agar penyelenggaraan tidak terpusat di satu daerah dan tidak terlalu membebani anggaran masing-masing daerah. Pada kesempatan itu, Ramlan mengucapkan selamat datang kepada seluruh atlet dan kontingen. 

"Mari bertanding dengan sehat dan menjunjung sportivitas. Kepada juri, saya titip agar menilai secara netral sesuai kompetensi dan ketentuan yang berlaku, tanpa ada titipan", ujarnya.

Ia berharap para atlet, tetap menjaga keselamatan, kesehatan dan terus berlatih karena Porprov bukan akhir dari prestasi, tetapi bagian dari proses menuju prestasi yang lebih tinggi. (Sandra)

 

LINTASMEDIANEWS.COM, DHARMASRAYA — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menerima bantuan 50.000 masker dari Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy di Pulau Punjung, Rabu malam (7/10/2026), untuk mengantisipasi dampak kabut asap yang semakin pekat.


Bantuan tersebut merupakan bagian dari gerak cepat Wagub dalam merespons kondisi kabut asap yang berdampak terhadap kualitas udara di Kabupaten Dharmasraya, yang diduga merupakan kiriman dari wilayah tetangga.


Bantuan diterima Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra H. Catur Eby, bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Yefrinaldi serta didampingi Kepala Dinas Kesehatan Hj. Yosta Defina.


Melalui Catur, Bupati Annisa menyampaikan terima kasih kepada Wakil Gubernur Vasko Ruseimy atas perhatian dan bantuan yang diberikan untuk masyarakat Dharmasraya.


“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Dharmasraya, terutama dalam kondisi kualitas udara yang saat ini semakin memburuk akibat kabut asap,” kata Catur.


Ia mengatakan, 50.000 masker tersebut direncanakan langsung disalurkan pada Kamis (8/10/2026) ke seluruh kecamatan di Kabupaten Dharmasraya agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat.


“Pembagian masker ini kami upayakan terutama kepada masyarakat yang rentan terhadap dampak kabut asap, mulai dari ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, serta masyarakat yang bekerja dan beraktivitas di luar ruangan,” ujarnya.


Menurut Catur, penyebaran masker akan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, di antaranya Dinas Kesehatan, BPBD dan Satpol PP, yang akan dibantu jajaran puskesmas serta kader Posyandu dan Dasawisma.


Ia menegaskan percepatan distribusi menjadi penting agar masker segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga upaya perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan warga dapat dilakukan secara lebih efektif.


“Kita upayakan semakin cepat disalurkan dan semakin luas penyebarannya, pembagian masker ini akan semakin efektif untuk menjaga dan melindungi kesehatan serta keselamatan masyarakat,” katanya.


Kabut asap yang menyelimuti Dharmasraya dalam beberapa waktu terakhir diduga merupakan kiriman dari wilayah tetangga. Pasalnya, sejak 23 September 2026 sudah tidak terpantau lagi hotspot di wilayah itu.(el)

PARIWARA 


Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Pemerintah kota Bukittinggi terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan di kota Bukittinggi. Usai melaunching dan uji coba angkutan gratis untuk para pelajar SMP di Bukittinggi, Pemko secara simbolis juga menyerahkan bantuan perlengkapan peserta didik baru tahun 2026.

Bantuan tersebut diserahkan Wali Kota Bukittinggi, Wakil Wali Kota bersama unsur Forkopimda kepada siswa Sekolah Dasar (SD) negeri dan swasta serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta di Kota Bukittinggi. Kegiatan penyerahan dilakukan di halaman Balai Kota Bukittinggi, Rabu (07/10). 

Pemberian bantuan perlengkapan peserta didik baru diberikan kepada seluruh siswa kelas 1 SD dan kelas 7 SMP, baik negri maupun swasta, se-Kota Bukittinggi. Untuk program unggulan Kota Bukittinggi dalam mendukung misi Pendidikan Gemilang ini, Pemko Bukittinggi mengucurkan anggaran sekitar Rp3,5 miliar. 


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, menjelaskan, bantuan perlengkapan murid baru tahun 2026 diberikan kepada 3.619 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari penerima bantuan untuk sekolah negeri sebanyak 1.275 siswa SD dan 1.513 siswa SMP. Sementara itu untuk sekolah swasta sebanyak 571 siswa SD dan 260 siswa SMP. Bantuan yang diberikan meliputi seragam, sepatu dan kaos kaki, serta tas sekolah. 

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, pemberian bantuan perlengkapan murid baru tahun 2026 adalah pelaksaan tahun kedua selama masa kepemimpinannya. Program ini bertujuan memberikan dukungan dalam memenuhi kebutuhan siswa pada awal tahun ajaran, yang diberikan kepada siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Bukittinggi.


Ramlan optimis program bantuan perlengkapan peserta didik baru tersebut akan terus dilanjutkan dimasa kepemimpinannya. "Sepanjang saya menjadi Wali Kota, program ini akan terus kita lanjutkan. Tujuannya membantu orang tua memenuhi kebutuhan anak pada setiap tahun ajaran baru. Program ini diberikan tidak hanya kepada sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta di Kota Bukittinggi," ujarnya

Wali Kota memastikan untuk sekolah swasta, meski penyalurannya memang sedikit terlambat karena adanya perbedaan perlengkapan dan warna pakaian di masing-masing sekolah. Namun dari total anggaran yang disiapkan sekitar Rp3,5 miliar, sebanyak Rp1,3 miliar diperuntukkan untuk sekolah swasta. (Sandra/Af)

Pasbar,Lintas Media News Com


Kabupaten Pasaman Barat mengapresiasi suksesnya pelaksanaan cabang olahraga (cabor) arung jeram Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 di Peridon Siap Maju, Aek Nabirong, Kecamatan Koto Balingka.


Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pasbar Afkar saat mewakili Bupati Pasaman Barat menutup secara resmi pertandingan arung jeram, Rabu 7/10


Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan cabor arung jeram sehingga berjalan lancar dan sukses. Selama lima hari pelaksanaan ini menjadi bukti suksesnya Porprov XVI Sumbar di Pasaman Barat," ujar Afkar.


Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Owner Peridon Siap Maju Najjar Lubis yang telah menyiapkan venue dengan baik serta mendukung penuh pelaksanaan Porprov, termasuk persiapan untuk cabor grasstrack selanjutnya. Ia pun menyampaikan selamat kepada para atlet dan kontingen yang berhasil meraih prestasi pada nomor Down River Putra R4, Putri R4, Putra R6, dan Putri R6.


Pemkab Pasbar berharap prestasi atlet arung jeram Sumatera Barat terus berkembang dan mampu mengantarkan Sumbar berprestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027 mendatang," katanya.


Pada kesempatan yang sama, Owner Peridon Siap Maju Najjar Lubis menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama pelaksanaan di venue tersebut. Ia menegaskan komitmen Peridon Siap Maju untuk terus meningkatkan fasilitas arena arung jeram maupun cabor lainnya di Pasaman Barat.


Kami berpesan kepada seluruh atlet, khususnya atlet Pasbar, untuk tetap semangat dan pantang menyerah dalam meraih prestasi, ujarnya.


Sementara itu, perwakilan kontingen Kabupaten Sijunjung, Elmira, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Pasaman Barat dan Owner Peridon Siap Maju yang telah menyediakan venue representatif sebagai ajang silaturahmi para rafter dari berbagai kabupaten/kota se-Sumatera Barat.


Cabor arung jeram Porprov XVI Sumbar di Aek Nabirong berlangsung selama lima hari dan diikuti oleh atlet dari kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

PADANG,Lintas Media News
Menjadi guru bukan sekadar berdiri di depan kelas dan menyampaikan pelajaran. Lebih dari itu, seorang pendidik memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk cara berpikir, karakter hingga masa depan peserta didik.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, saat memberikan arahan pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru PPPK Provinsi Sumatera Barat, Selasa (6/10/2026).

Menurut Muhidi, guru memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang akan membawa Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. Tantangan tersebut semakin besar karena perubahan dunia berlangsung sangat cepat dan menyentuh hampir seluruh bidang kehidupan.

“Pendidik bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi agen perubahan. Kita harus mampu mengubah pola pikir peserta didik, membangun karakter dan adab mereka, serta mengolah ilmu menjadi kompetensi yang memberikan manfaat,” kata Muhidi.

Ia menilai, sekolah harus menjadi ruang yang mampu menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri anak-anak. Karena itu, peserta didik perlu terus dimotivasi agar memiliki kemauan untuk belajar, berani berkembang dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.

Muhidi juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam mendidik generasi muda. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada guru, tetapi membutuhkan hubungan yang kuat antara sekolah, peserta didik, orang tua dan lingkungan masyarakat.

“Kalau kita mengelola anak-anak, tidak bisa sendiri. Kebersamaan dan silaturahmi menjadi kunci. Dengan komunikasi yang baik, banyak hal positif yang bisa kita bangun bersama,” ujarnya.
Ia mengingatkan, Indonesia tengah menuju momentum 100 tahun kemerdekaan pada 2045. Bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dipersiapkan sejak sekarang agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru menjadi tantangan.

Karena itu, generasi yang dipersiapkan tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik. Anak-anak juga harus memiliki kekuatan iman, akhlak yang mulia, wawasan luas serta kemampuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

“Kita berharap dalam 10 tahun ke depan bisa mencetak SDM yang unggul. Generasi yang kuat imannya, mulia akhlaknya, luas ilmu pengetahuannya dan mampu memberikan manfaat bagi kehidupan,” tuturnya.

Muhidi menyebut perubahan global yang semakin cepat membuat dunia pendidikan harus ikut beradaptasi. Perkembangan teknologi, perubahan pola kerja dan disrupsi di berbagai sektor menuntut lahirnya sumber daya manusia yang fleksibel, kreatif dan mampu mengikuti perkembangan tanpa kehilangan nilai-nilai dasar.

“Kita membutuhkan SDM yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, tetapi jangan sampai terbawa oleh perubahan. Ini menjadi tugas penting dunia pendidikan,” katanya.

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Indonesia juga harus didukung oleh kualitas manusia yang mampu mengelolanya. Jika sumber daya manusia memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, potensi yang dimiliki daerah maupun negara dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi.

Di sinilah, kata Muhidi, pendidikan memegang peranan penting.

Ia berharap para guru PPPK terus meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat keteladanan dalam menjalankan tugas. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu menjadi contoh bagi peserta didik dalam sikap, disiplin dan kehidupan sehari-hari.

“Pendidikan bukan hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi. Guru harus mampu memberikan keteladanan dan menanamkan nilai-nilai yang akan menjadi bekal anak-anak menghadapi masa depan,” tegasnya.

Melalui peningkatan kompetensi guru, Muhidi berharap kualitas pendidikan di Sumatera Barat semakin kuat dan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, berdaya saing dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta pembangunan bangsa.

“Guru hari ini sedang menyiapkan generasi yang akan menentukan wajah Indonesia pada 2045. Karena itu, tugas seorang pendidik adalah tugas besar yang harus dijalankan dengan ilmu, keteladanan dan keikhlasan,” pungkasnya.(*)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.