Padang,Lintasmedia News - Dr apt Rustian, SSi, MSi, Sestama BNPB asal Kabupaten Padang Pariaman dilirik untuk memimpin Sumatera Barat dimasa datang. Ia termasuk anak ulet yang mampu menggerakan semua potensi dalam penanggulangan bencana di berbagai daerah di Indonesia patut dijadikan pertimbangan.
Rustian Putra asli Sungai Limau yang mampu Mengubah Tantangan Menjadi Dedikasi untuk Keselamatan Bangsa ini menyelesaikan pendidikan S.1 di Fakultas Farmasi Universitas Andalas.
Dari tanah Sungai Limau yang subur di Padang Pariaman, Sumatera Barat, lahir seorang putra Minangkabau yang membuktikan diri bahwa akar budaya yang kuat dan tekad pantang menyerah akan mampu membawanya ke posisi strategis di tingkat nasional.
Rustian, Sestama BNPB bukan sekadar birokrat biasa. Ia adalah teladan inspiratif bagi generasi muda. Dari pinggir sungai di kampung halaman, ia membangun fondasi karier yang menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh Indonesia.
Putra Sungai Limau ini mengajarkan bahwa pendidikan, pengabdian, dan ketangguhan menghadapi bencana adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih aman.
Rustian lahir 1 Januari 1969 di Sungai Limau, Padang Pariaman. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Andalas, meraih gelar Sarjana Sains dan Apoteker dari Jurusan Farmasi FMIPA.
Semangatnya untuk terus belajar tak pernah pudar; ia melanjutkan ke Universitas Gadjah Mada dan meraih Magister Kesehatan Masyarakat pada 2005 dengan tesis tentang evaluasi ketersediaan obat anti-tuberkulosis pasca-desentralisasi.
Puncaknya, pada 2022 ia berhasil menyelesaikan program Doktor Ilmu Administrasi Publik di Universitas Brawijaya dengan disertasi berfokus pada reformasi tata kelola peralatan penanggulangan bencana melalui perspektif smart governance.
Karier profesionalnya dimulai pada 1998 sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Kesehatan RI. Tahun 2008 menjadi titik balik ketika ia bergabung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia pernah menjabat Kepala Biro Umum, Direktur Peralatan di Deputi Logistik dan Peralatan, serta Direktur Sumber Daya Darurat di Kedeputian Penanganan Darurat.
Pada 2023, ia dipercaya sebagai Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, posisi yang menuntut koordinasi lintas sektor untuk penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pasca-bencana di seluruh Tanah Air.
Sebagai putra Minang, ia aktif dalam organisasi kemasyarakatan seperti Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) periode 2021–2025, presidium Himpuni, serta peran strategis di Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), khususnya di bidang tanggap bencana.
Hingga kini, Rustian terus terjun langsung ke lapangan, terutama di wilayah asalnya Sumatera Barat saat menghadapi banjir bandang, longsor, dan bencana hidrometeorologi. Ia memimpin percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), perbaikan infrastruktur seperti jembatan, serta memastikan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas.
Dedikasinya mencerminkan semangat "urang awak" yang tak hanya sukses di ibu kota, tetapi juga membawa manfaat pulang ke kampung halaman.
Mari kita dukung upaya BNPB di bawah kepemimpinan Rustian. Bagaimana cara berkontribusi dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan masing-masing.
Selain mengemban tugas sebagai Sestama, Rustian juga mendedikasikan diri sebagai pengajar mahasiswa Postgraduate di Pascasarjana Universitas Andalas. Ia konsentrasi pada program S.2 Magister Manajemen Bencana ( MMB).Pengabdiannya untuk bangsa tidak pernah henti.
Di kalangan dosen serta unsur sivitas akademika Universitas Andalas, orang kedua di BNPB cukup disenangi. Ia tidak sombong dan pandai menempatkan diri. Seakan tidak memperlihatkan ia sebagai pejabat eselon satu di pemerintah pusat.
Ketika berlangsung acara international Conference Disaster Management yang mengusung tema Integrating Technology and Local Wisdom for Sustainable Disaster Development, Rustian memberikan dukungan yang luar biasa.
Conference mengundang pembicaraandan peserta dari berbagai negara. Sebanyak enam pembicara dari dalam dan luar negara ASEAN hadir.
Saat ini sedang digagas penyusunan buku Pembelajaran terhadap bencana meteorologi yang terjadi menjelang akhir tahun 2025. Buku ini dibagikan kan kepada seluruh kepala daerah kabupaten dan kota se-Indonesia. ( *).
