Tanah Datar. Lintasmedianews.
Dalam rangka Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional ( MTQ). Kecamatan Pariangan gelar MTQ. Sebanyak 744 Kafilah dari 14 Kecamatan yang mempertandingkan 12 jenis cabang lomba di ajang MTQ Nasional ke 43 Tingkat Kabupaten Tanah Datar tahun 2026.
Bupati Tanah Datar Eka Putra SE. MM. Membuka secara resmi Musabaqoh Tilawatil Qur'an ( MTQ). Di Lapangan Sepak Bola Nagari Simabur. Kecamatan Pariangan. Jum'at ( 19/6) 2026.Acara berlangsung selama lima hari ( 19 - 23 Juni) 2026.
Kegiatan dihadiri Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Politik Hukum dan Pemerintahan (PHP) Jasman Rizal, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly S. Psi. Ketua DPRD Anton Yondra, dan Wakil Ketua DPRD Nurhamdi Zahari dan beberapa Anggota , KakanKamenag Tanah Datar, Kepala OPD, Unsur Forkopimda, Para Camat dan Wali Nagari se Kabupaten Tanah Datar.
Kegiatan MTQ Nasional ini mengusung tema ' MTQ ke 43 sebagai wahana membumikan Al-qur'an, mempererat Ukhuwah Islamiyah dan mewujudkan Masyarakat Tanah Datar yang Madani "
Acara diawali dengan pembacaan lantunan Ayat Suci Al - Qur'an dengan suara yang merdu memukau membuat para hadirin mengagungkan asma Allahu Akbar.
Bupati Eka Putra dalam sambutan nya menekan kan komitmen terhadap transparansi penilaian Dewan Juri dan pihak terkait untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab , serta menjunjung tinggi prinsip kejujuran, ".
" Ia menegaskan bahwa panitia akan mengambil langkah tegas apa bila ditemukan indikasi pelanggaran yang dapat merusak kredibilitas acara . Pelaksanaan yang adil dan transparan menjadi prioritas demi menjaga martabat kegiatan MTQ ini. ' katanya.
Bupati menambahkan " ajang ini bukan mencari siapa yg juara dan mencari pemenang, lebih dari itu tujuan nya untuk kebersamaan.dan kekompakan . Dewan juri yanh memberi nilai jangan tunggu lama - lama nantik menimbulkan kecurigaan dari para kafilah .transparansi nilai dari panitia jangan sampai souzon . Kita ingin Tanah Datar sebagai contoh di Sumatera Barat. Para Hakim yg hadir di sini betul - betul adil dan transparan memberi nilai '.
" Selamat kepada kafilah dan panitia telah mempersiapkan semua nya. Jaga kesehatan ,kedisiplinan berlomba juga mencari sarana amal dan ibadah " tambah Bupati.
Acara pembukaan dan seremonial dilanjutkan dengan pemukulan tambur sebagai tanda kegiatan MTQ ke 43 di mulai. ( ERM)
Padang, Lintasmedia News,–Kabar gembira bagi lulusan SMA sederajat di Kota Padang yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus memiliki peluang kerja yang jelas setelah lulus. Pemerintah Kota Padang melalui Program Unggulan (Progul) Padang Juara membuka kesempatan beasiswa pendidikan vokasi bekerja sama dengan Politeknik Kirana dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemko Padang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap bersaing di dunia kerja. Tidak hanya menawarkan pendidikan berkualitas, program tersebut juga membuka peluang bagi para lulusan untuk berkarier di lingkungan Lion Group, salah satu kelompok usaha penerbangan terbesar di Indonesia.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Menurutnya, pendidikan vokasi saat ini menjadi salah satu jalur yang paling dibutuhkan untuk menjawab tantangan dunia kerja modern. Dengan menghubungkan pendidikan dan kebutuhan industri secara langsung, lulusan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensi yang dimiliki.
Program beasiswa tersebut menawarkan tiga program studi unggulan, yakni D4 Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Pesawat Udara, D4 Teknologi Rekayasa Avionik, serta D4 Manajemen Logistik. Ketiga program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan sektor penerbangan dan logistik yang terus berkembang di Indonesia.
Keunggulan utama program ini adalah keterhubungannya dengan dunia industri. Proses pembelajaran tidak hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi juga didukung oleh praktik dan pengalaman industri yang terintegrasi dengan ekosistem Lion Group. Mahasiswa akan mendapatkan pembelajaran dari tenaga pengajar profesional serta praktisi yang berpengalaman di bidangnya.
Politeknik Kirana sendiri merupakan institusi pendidikan vokasi yang berada di bawah naungan Lion Group. Kampus tersebut didirikan untuk mencetak tenaga profesional di bidang penerbangan, avionik, serta logistik yang siap terjun ke dunia industri. Dukungan langsung dari berbagai anak perusahaan Lion Group menjadi nilai tambah yang menjadikan kampus ini memiliki daya tarik tersendiri bagi calon mahasiswa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menjelaskan bahwa program beasiswa ini terbuka bagi lulusan SMA sederajat yang berdomisili di Kota Padang.
Adapun persyaratan utama yang harus dipenuhi peserta antara lain merupakan lulusan tahun 2025 atau 2026, memiliki KTP Kota Padang, serta belum pernah menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Persyaratan tersebut dibuat agar kesempatan beasiswa dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda yang baru menyelesaikan pendidikan menengah.
Pendaftaran program telah dibuka melalui laman resmi Politeknik Kirana. Untuk memberikan pemahaman yang lebih lengkap kepada calon peserta dan orang tua, Pemko Padang juga menggelar kegiatan sosialisasi yang membahas berbagai aspek program, mulai dari mekanisme pendaftaran hingga prospek kerja setelah lulus.
Selain sosialisasi, peserta juga akan mengikuti tahapan seleksi yang terdiri dari ujian tahap pertama dan tahap kedua. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juni 2026 dengan melibatkan siswa dan orang tua agar memperoleh gambaran yang jelas mengenai program yang ditawarkan.
Salah satu alasan utama Pemko Padang memilih Politeknik Kirana sebagai mitra adalah karena tingginya peluang kerja bagi para lulusannya. Keterkaitan langsung dengan industri penerbangan membuat mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja.
Sejumlah kerja sama yang telah dijalin Politeknik Kirana dengan berbagai institusi pendidikan sebelumnya juga menunjukkan komitmen kampus tersebut dalam mencetak tenaga profesional yang siap bekerja. Beberapa program bahkan membuka peluang ikatan dinas dan penempatan kerja di lingkungan Lion Group setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan.
Program Beasiswa Padang Juara bersama Politeknik Kirana diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi muda Kota Padang yang unggul, terampil, dan memiliki daya saing tinggi. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, pendidikan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri menjadi salah satu solusi penting dalam menyiapkan masa depan generasi muda.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Padang berharap semakin banyak putra-putri daerah yang memperoleh akses pendidikan berkualitas sekaligus memiliki peluang karier yang lebih luas setelah menyelesaikan studi. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menjadi sarana memperoleh ilmu, tetapi juga menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera. (***)
PADANG, Lintasmedia News– Pemerintah Kota Padang terus memperkuat langkah menuju terwujudnya Kota Gastronomi yang berdaya saing, sehat, dan berkelanjutan. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas sumber daya pelaku usaha pangan melalui edukasi keamanan pangan dan pendampingan legalitas usaha.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi bagi pelaku usaha pangan dan sosialisasi sertifikasi halal yang digelar di Kantor Camat Padang Barat, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Padang, Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, serta Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Sumatera Barat.
Sebanyak 50 pelaku usaha makanan jajanan yang berada di Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) Kecamatan Padang Barat mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari berbagai sektor usaha kuliner, mulai dari usaha makanan siap saji hingga makanan kemasan yang tergabung dalam kelompok inkubasi usaha di 11 kecamatan di Kota Padang.
Program ini tidak hanya berfokus pada aspek peningkatan keterampilan mengolah makanan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun ekosistem industri kuliner yang aman, sehat, legal, dan memiliki daya saing tinggi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Dessy M. Siddik, menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat.
Menurutnya, pelaku usaha memiliki peran yang sangat strategis karena produk yang mereka hasilkan dikonsumsi setiap hari oleh masyarakat.
"Melalui penyuluhan ini kami mengedukasi pelaku usaha makanan rumahan agar memahami cara mengolah pangan yang sehat. Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini mereka terdorong mengurus sertifikat atau label higiene sanitasi pangan," ujarnya.
Ia menjelaskan, penerapan standar higiene dan sanitasi tidak lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seluruh pelaku usaha di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi.
Mulai dari kebersihan bahan baku, proses pengolahan, penggunaan peralatan, penyimpanan produk, hingga distribusi makanan kepada konsumen, seluruh tahapan harus memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan.
"Kota yang sehat berawal dari makanan yang sehat. Kami berharap seluruh pelaku usaha menerapkan standar higiene dan sanitasi dalam pengolahan pangan sehingga produknya layak dan aman dikonsumsi masyarakat," katanya.
Selain aspek keamanan pangan, kegiatan ini juga memberikan pemahaman komprehensif mengenai proses sertifikasi halal bagi produk pangan.
Materi yang disampaikan mencakup persyaratan administrasi, prosedur pengajuan sertifikat halal, manfaat sertifikasi bagi perkembangan usaha, hingga pentingnya menjaga konsistensi produk agar tetap memenuhi standar halal yang berlaku.
Pemerintah menilai sertifikasi halal bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperluas pangsa pasar produk lokal.
Sementara itu, Tenaga Pendamping Kecamatan Padang Barat dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, Hendro Arianto, mengatakan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga melakukan pendampingan secara berkelanjutan agar pelaku usaha mampu memenuhi seluruh aspek legalitas yang dibutuhkan.
Salah satu fokus utama pendampingan tersebut adalah pengurusan Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang menjadi syarat penting bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya.
"Dinas Koperasi dan UKM bersama Dinas Kesehatan terus mendampingi pelaku usaha agar memperoleh legalitas, salah satunya PIRT. Perizinan ini menjadi syarat penting untuk memperluas pemasaran produk, baik ke pasar tradisional maupun pasar modern," ujar Hendro.
Ia menambahkan bahwa legalitas usaha akan membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk berkembang, termasuk masuk ke jaringan pemasaran modern, mengikuti pameran, hingga memperluas jangkauan penjualan melalui platform digital.
"Peserta terdiri dari pelaku usaha kuliner siap saji dan kuliner kemasan. Kami berharap mereka dapat memanfaatkan pendampingan ini untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memenuhi seluruh aspek legalitas usaha," katanya.
Program edukasi ini menjadi bagian dari implementasi instruksi Wali Kota Padang dalam mewujudkan Kota Gastronomi yang tidak hanya dikenal karena kekayaan cita rasa kulinernya, tetapi juga karena kualitas, keamanan, dan standarisasi produknya.
Di tengah pertumbuhan industri kuliner yang semakin pesat, Pemerintah Kota Padang berupaya memastikan bahwa setiap produk yang beredar di masyarakat memenuhi prinsip aman, sehat, halal, dan berkualitas.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Kota Padang tidak hanya membangun identitas sebagai destinasi kuliner unggulan, tetapi juga sedang membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang lebih kuat dengan memberdayakan pelaku UMKM agar mampu naik kelas, berdaya saing, dan siap menembus pasar yang lebih luas. (***)
Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi menggelar Seminar Nasional Bukittinggi Kota Perjuangan. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati seratus tahun Jam Gadang tersebut berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis, (18/06).
Gubernur Sumatera Barat diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Jasman, mengatakan, peringatan 100 Tahun Jam Gadang merupakan momentum penting untuk mengenang sejarah dan menghormati perjalanan panjang perjuangan bangsa. Sejak berdiri pada 20 Juni 1926, Jam Gadang telah berkembang menjadi identitas, kebanggaan, sekaligus simbol sejarah Kota Bukittinggi yang menjadi saksi berbagai fase perjalanan bangsa hingga era pembangunan saat ini.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, peringatan 100 Tahun Jam Gadang menjadi momentum untuk mengangkat kembali sejarah perjuangan bangsa yang tidak bisa dipisahkan dari Bukittinggi. Ia menyebutkan, Bukittinggi pernah menjadi ibu kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan menjadi penyelamat eksistensi Republik Indonesia saat masa krisis. Karena itu, Bukittinggi sangat layak menyandang predikat Kota Perjuangan, bahkan menjadi daerah yang memiliki khusus berdasarkan nilai sejarah yang dimilikinya.
Sementara itu, Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan, Agus Mulyana, memberikan apresiasi kepada Pemko Bukittinggi yang dinilai memiliki kepedulian besar terhadap pelestarian sejarah. Menurutnya, tidak banyak daerah yang secara konsisten menggelar kegiatan untuk mengangkat kembali peran daerahnya dalam perjalanan sejarah bangsa. Ia menilai Bukittinggi memiliki posisi penting dalam sejarah Indonesia, baik sebagai kota yang berkembang pada masa kolonial maupun sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) saat masa revolusi kemerdekaan.
Demikian halnya, Tan Sri Dato' Seri Utama Dr. Rais Yatim, juga menyampaikan, Jam Gadang adalah simbol yang mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya Minangkabau. (Sandra)
JAKARTA, Lintasmedia News- Di tengah derasnya arus disinformasi dan tekanan yang terus menghimpit industri media, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) memilih menyalakan tanda penghormatan. Kamis malam, 18 Juni 2026, di Hall Dewan Pers, Jakarta, Ketua Umum SMSI Firdaus menyerahkan Anugerah SMSI 2026 kepada 16 tokoh nasional dan daerah, mulai dari menteri, gubernur, wali kota, bupati, kepala desa hingga insan pers. Bagi Firdaus, penghargaan itu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan penegasan bahwa kemerdekaan pers hanya dapat tumbuh dalam iklim yang dijaga bersama oleh para pemimpin yang menghargai keterbukaan, demokrasi, dan kerja jurnalistik yang independen.
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan SMSI tersebut, dihadiri jajaran pengurus SMSI Pusat, Dewan Pers, para penerima penghargaan, serta insan pers dari berbagai daerah di Indonesia.
Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Dr. H. Teuku Riefky Harsya, M.T., Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas Yohanes Handoyo Budhisedjati, Dewan Kehormatan SMSI Pusat Mayjen (Purn) Herwin Suparjo, S.Sos., S.H., serta Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif RI M. Neil El Himam.
*Bentuk Apresiasi untuk Para Tokoh Peduli Pers dan Penjaga Demokrasi*
Ketua Umum SMSI, Firdaus, dalam sambutannya menegaskan bahwa Anugerah SMSI bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghormatan masyarakat pers kepada para tokoh yang selama ini menunjukkan komitmen dan keberpihakan terhadap kemerdekaan pers sebagai salah satu pilar utama demokrasi.
“Anugerah SMSI merupakan apresiasi masyarakat Indonesia kepada para tokoh pemerintah dan masyarakat yang ikut menjaga kemerdekaan pers di seluruh Tanah Air. Pers yang merdeka adalah syarat penting bagi demokrasi yang sehat dan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Firdaus.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi sangat relevan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pers saat ini, mulai dari maraknya disinformasi dan hoaks di ruang digital hingga tekanan ekonomi yang dialami industri media nasional.
“Dibutuhkan pemimpin-pemimpin yang mampu menciptakan iklim yang sehat bagi tumbuhnya jurnalisme yang independen, profesional, dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Firdaus menjelaskan, proses seleksi penerima penghargaan dilakukan secara ketat dan berjenjang. Sebanyak 61 nama diusulkan oleh pengurus SMSI kabupaten/kota dan provinsi dari seluruh Indonesia. Setelah melalui proses verifikasi dan penilaian mendalam, jumlah tersebut mengerucut menjadi 32 nominasi terbaik sebelum akhirnya ditetapkan 16 penerima Anugerah SMSI 2026.
Penilaian dilakukan berdasarkan rekam jejak kepemimpinan, komitmen terhadap transparansi, dukungan terhadap kerja jurnalistik, serta kontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.
“Dari 16 penerima penghargaan tersebut, tiga tokoh nantinya akan masuk nominasi penerima Pin Emas SMSI yang rencananya diserahkan pada peringatan Hari Pers Nasional mendatang,” jelas Firdaus.
*Ketua Dewan Pers: Pers Harus Kembali ke Jati Diri Perjuangan Bangsa*
Usai sambutan Ketua Umum SMSI, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat.
Dengan gaya khasnya yang santai namun penuh makna, Komaruddin mengingatkan pentingnya pers kembali kepada jati dirinya sebagaimana pada masa perjuangan bangsa Indonesia.
Menurutnya, pers harus tetap menjadi sarana informasi dan interaksi nasional dalam menyuarakan nilai-nilai kemerdekaan, anti-penjajahan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Pers memiliki peran strategis dalam menjaga kehidupan demokrasi. Karena itu, pers harus terus menjaga idealisme dan independensinya sebagai kekuatan moral bangsa,” ujarnya.
*Dewan Juri Tetapkan 16 Penerima Anugerah SMSI 2026*
Acara inti diawali dengan pembacaan Surat Keputusan penerima Anugerah SMSI 2026 oleh Ketua Dewan Juri Prof. Dr. Taufiqurochman, A.Ks., S.Sos., M.Si., bersama Sekretaris Dewan Juri Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.
Dewan juri bekerja di bawah koordinasi dan pengawasan Ketua Dewan Pakar SMSI Pusat Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, S.E.
“Saya bacakan SK rapat Dewan Juri tanggal 15 Juni 2026. Dari 61 nominator yang diusulkan pengurus SMSI provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia, setelah proses seleksi tersaring menjadi 32 nominator. Pada rapat akhir, ditetapkan 16 orang penerima Anugerah SMSI 2026,” kata Prof. Taufiqurochman yang disambut tepuk tangan para undangan.
Prof. Albertus Wahyurudhanto kemudian melanjutkan pembacaan kategori penghargaan beserta alasan penganugerahan.
Menurut Dewan Juri, penilaian didasarkan pada tiga pilar utama, yakni kontribusi terhadap kemerdekaan pers, penguatan media sebagai pilar demokrasi, dan sinergi media dengan pembangunan daerah.
*Daftar Penerima Anugerah SMSI 2026*
Kategori Pelopor Kemerdekaan Pers Indonesia
Dr. H. Teuku Riefky Harsya, M.T.
Menteri Ekonomi Kreatif RI/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI.
Dinilai berhasil menghadirkan berbagai kebijakan yang memberi ruang bagi pers untuk berkembang lebih kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab, termasuk mendukung media startup melalui program pelatihan dan monetisasi berbasis ekonomi kreatif.
Kategori Spirit Pers Indonesia
Andra Soni
Gubernur Banten.
Dinilai konsisten mendorong keberlangsungan program-program SMSI Banten, mendukung pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten, serta memperkuat peran pers sebagai mitra strategis pembangunan daerah.
Kategori Sahabat Pers Indonesia
1. Hj. Raden Dewi Setiani, S.Sos., M.A. – Bupati Pandeglang.
Berperan aktif menyukseskan rangkaian HPN 2026 serta mendorong inovasi pelayanan publik melalui sinergi dengan media.
2. Ratu Rachmatuzakiyah, S.Pd., M.M. – Bupati Serang.
Memanfaatkan media sebagai sarana sosialisasi pembangunan dan mendukung berbagai kegiatan HPN 2026.
3. Dr. H. Bahrul Ulum, S.Ag., M.A.P., M.M. – Ketua DPRD Kabupaten Serang.
Konsisten mendukung program SMSI Banten dan menjadikan media sebagai sarana penyebarluasan informasi pembangunan.
4. H. Muhammad Yamin – Wali Kota Banjarmasin.
Dinilai aktif mendukung pengembangan SMSI Kalimantan Selatan serta memanfaatkan media siber untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
5. Hendri Arnis – Wali Kota Padang Panjang.
Berhasil mendorong lahirnya berbagai inovasi digital, termasuk Sistem Informasi Tata Ruang (SINTARU) guna meningkatkan transparansi layanan publik.
6. Sarwani, S.Pd., M.Si. – Bupati Bulungan, Kalimantan Utara.
Membangun sinergi antara pemerintah daerah, media, dan dunia usaha dalam mewujudkan pembangunan partisipatif dan berkelanjutan.
Kategori Mitra Strategis Pers
Sofyan Kurnia
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten.
Dinilai berkontribusi dalam memperkuat ekosistem jurnalisme ekonomi melalui berbagai pelatihan wartawan, workshop, dan program edukasi yang melibatkan insan pers.
Kategori Tokoh Inspiratif Indonesia
1. H. Robinsar – Wali Kota Cilegon.
Berhasil mendukung pelaksanaan HPN 2026 serta menggagas pembangunan Monumen SMSI sebagai simbol sejarah pers digital Indonesia.
2. Ingkong Ala – Gubernur Kalimantan Utara.
Mendorong program-program SMSI Kaltara serta menerapkan kepemimpinan inklusif yang melibatkan akademisi dan media dalam pembangunan daerah.
3. Dr. Hj. Umi Syarifah, S.H. – Pimpinan Redaksi Sudutpandangan.id.
Dinilai sebagai sosok perempuan tangguh yang mampu menjaga eksistensi media di tengah berbagai keterbatasan serta menjadi inspirasi bagi perempuan di dunia jurnalistik.
4. Marianus Yono Jehanu – Kepala Desa Batu Cermin, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Dikenal sebagai kepala desa yang membangun kantor desa menggunakan dana pribadi dan berperan sebagai penggerak pengembangan pariwisata Labuan Bajo.
5. Dr. (H.C.) John Firman Pandu, S.H. – Bupati Solok.
Berkontribusi dalam perintisan pembentukan SMSI Kabupaten Solok dan menjadikan media sebagai mitra pembangunan daerah.
6. Dato Aneng – Bupati Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.
Memiliki komitmen kuat dalam membangun wilayah kepulauan terluar serta menjalin hubungan yang harmonis dengan insan pers.
7. H. Muhammad Nasir, S.IP., M.P.A. – Sekretaris Daerah Provinsi Aceh.
Dinilai berhasil menunjukkan kepemimpinan birokrasi yang efektif di usia muda dengan menduduki jabatan tertinggi birokrasi daerah.
“Argumen dasar kami, pers adalah pilar keempat demokrasi yang harus terus dimatangkan,” tegas Prof. Taufiqurochman.
Menteri Ekonomi Kreatif Apresiasi SMSI
Acara ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Ketua Umum SMSI Firdaus yang didampingi Sekretaris Jenderal SMSI Pusat Makali Kumar, S.H., Dewan Pakar SMSI Pusat Hersubeno Arief, S.Sos., M.Si., Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si., serta anggota Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Sandy Nayoan.
Setelah prosesi penyerahan penghargaan, seluruh penerima Anugerah SMSI 2026 melakukan sesi foto bersama.
Mewakili para penerima penghargaan, Menteri Ekonomi Kreatif RI Dr. H. Teuku Riefky Harsya, M.T. menyampaikan apresiasi kepada SMSI atas penyelenggaraan Malam Anugerah SMSI 2026.
Menurutnya, penghargaan yang diterimanya merupakan hasil kerja bersama seluruh insan ekonomi kreatif Indonesia yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam membangun sektor kreatif nasional.
“Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Berbagai capaian yang kami raih tidak terlepas dari dukungan masyarakat ekonomi kreatif yang terus berkarya dan berinovasi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada SMSI yang terus berperan dalam memperkuat ekosistem pers digital nasional.
“Kami memberikan apresiasi kepada SMSI yang telah menggelar Malam Anugerah ini. Semoga kegiatan ini semakin memacu insan pers siber untuk terus berkarya dengan integritas di era digital demi kemajuan bangsa dan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Malam Anugerah SMSI 2026 terselenggara atas dukungan sejumlah sponsor, di antaranya PT Antam Tbk, Pertamina Hulu Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Banten, Bank Jakarta, Bank NTB Syariah, Bank Kalsel, Bank bjb, dan Bank Kaltimtara. (***)
JAKARTA , Lintasmedia News– Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus mengusulkan agar SMSI dipercaya menjadi penanggung jawab Hari Pers Nasional (HPN) 2027. Permintaan tersebut disampaikan langsung kepada Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat saat memberikan sambutan pada Malam Anugerah SMSI 2026 di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Dalam sambutannya, Firdaus mengatakan SMSI akan segera menyampaikan surat resmi kepada Dewan Pers terkait usulan tersebut. Menurutnya, penunjukan penanggung jawab HPN perlu dilakukan secara bergiliran dan berkeadilan bagi seluruh konstituen pers.
“Insya Allah, dengan izin Yang Mulia Ketua Dewan Pers, kiranya berkenan nanti penanggung jawab Hari Pers Nasional yang akan datang itu SMSI. Kami akan kirim surat menyusul,” ujar Firdaus.
Ia menegaskan, SMSI tidak bermaksud memonopoli penyelenggaraan HPN. Justru sebaliknya, organisasi perusahaan media siber terbesar di Indonesia itu menginginkan adanya prinsip kesetaraan di antara seluruh konstituen Dewan Pers.
“Pada HPN yang akan datang, seluruh konstituen itu harus diberi kesempatan sebagai penanggung jawab demi kesetaraan. AMSI, PRRSNI, ATVLI, ada PWI, ada SMSI dan lainnya. Semuanya harus ditempatkan secara setara dam adil,” katanya.
Firdaus juga berharap Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dapat memberikan dukungan terhadap keinginan SMSI menjadi penanggung jawab HPN 2027.
“Mohon izin kembali kepada PWI, kiranya nanti mendukung kami untuk menjadi penanggung jawabnya. Karena ini adalah karya-karya luar biasa yang harus terus dijaga keberlangsungannya,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Firdaus menjelaskan bahwa Anugerah SMSI 2026 merupakan bentuk apresiasi masyarakat pers kepada para tokoh pemerintah dan masyarakat yang berkontribusi menjaga kemerdekaan pers di Indonesia.
Sebanyak 16 penerima penghargaan terpilih dari 61 nama yang diusulkan pengurus SMSI kabupaten/kota dan provinsi dari seluruh Indonesia. Nama-nama tersebut kemudian disaring menjadi 32 kandidat sebelum akhirnya diputuskan 16 penerima penghargaan oleh dewan juri di bawah koordinasi Sekretaris Dewan Juri Prof. Taufik dan pengawasan Ketua Dewan Pakar SMSI Prof. Yudi Krisnandi.
Dari 16 penerima penghargaan tersebut, tiga tokoh akan masuk nominasi penerima Pin Emas SMSI yang rencananya diserahkan pada peringatan Hari Pers Nasional mendatang.
Firdaus menilai momentum HPN tidak hanya menjadi perayaan insan pers, tetapi juga wadah untuk memperkuat kebersamaan seluruh organisasi konstituen Dewan Pers.
“Seluruh konstituen harus ditempatkan secara setara dan berkeadilan. Itu semangat yang ingin kami bangun,” tegasnya.
Acara Malam Anugerah SMSI 2026 sendiri dihadiri Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, jajaran pengurus pusat SMSI, para tokoh penerima penghargaan, serta insan pers dari berbagai daerah di Indonesia. (***)
PADANG, Lintasmedia News– Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup 2026 di lapangan tenis outdoor PT Semen Padang, Kamis (18/6/2026). Pembukaan kejurnas yang diikuti 235 atlet dari berbagai daerah di Indonesia itu ditandai dengan pemukulan gong.
Turut hadir dalam pembukaan kejurnas tersebut mantan atlet tenis nasional sekaligus pendiri Irawati Moerid Tennis Club (IMTC) Irawati Moerid, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang Idris, serta pengurus Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Sumatera Barat dan PELTI Kota Padang.
Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kejuaraan nasional ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para atlet tenis junior, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga.
Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, mental juang, kerja keras, dan sportivitas yang menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan.
“Kami percaya olahraga mampu membentuk karakter, disiplin, mental juang, kerja keras, serta sportivitas yang menjadi bekal penting bagi masa depan,” kata Pri Gustari.
Ia menyampaikan bahwa keikutsertaan atlet dari berbagai kelompok usia menunjukkan tenis Indonesia memiliki potensi masa depan yang sangat menjanjikan. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan kejuaraan tersebut sebagai sarana untuk mengasah kemampuan, memperluas persahabatan, membangun mental juara, dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, dan raih prestasi terbaik. Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi karakter dan semangat juang adalah nilai yang akan selalu melekat dalam diri kalian. Kami berharap kejurnas ini dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang kelak mengharumkan nama daerah dan Indonesia hingga ke tingkat internasional,” ujarnya.
Peserta Terbanyak Sejak Digelar
Ketua Panitia Kejuaraan Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup 2026 Arfan Asmara Putra mengatakan bahwa kejurnas ini merupakan bagian dari rangkaian Semen Padang Tennis Series 2026 dan menjadi kejurnas ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024. Namun, kerja sama dengan IMTC merupakan yang pertama kali dilaksanakan.
“Mudah-mudahan kerja sama ini dapat terus berlanjut,” katanya.
Arfan menyampaikan bahwa kejurnas kali ini mencatat jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan kejurnas tenis junior yang digelar PT Semen Padang. Sebanyak 235 atlet yang ambil bagian dalam kejurnas ini berasal dari 60 daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan.
“Peserta dengan jarak perjalanan terjauh tercatat berasal dari Kalimantan Timur. Besarnya jumlah peserta menjadi bukti bahwa Kejurnas Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup semakin mendapat tempat di kalangan atlet, pelatih, klub, dan orang tua atlet tenis junior. Bahkan, kejurnas ini juga diikuti sejumlah atlet yang masuk peringkat tiga besar nasional,” ujarnya.
Kejurnas junior ini, lanjut Arfan, diikuti kelompok umur (KU) 8–18 tahun yang terdiri atas tunggal Red Ball KU-8 tahun, Orange Ball KU-10 tahun, serta kategori TDP tunggal dan ganda putra-putri untuk KU-10, KU-12, KU-14, KU-16, dan KU-18 tahun.
Ia juga berpesan kepada seluruh atlet agar menampilkan kemampuan terbaik dan tetap menjaga sportivitas selama pertandingan.
Selain itu, ia mengingatkan para orang tua yang mendampingi anak-anaknya agar tidak memberikan tekanan berlebihan terkait hasil pertandingan.
“Jangan membebani anak-anak dengan hasil. Ikuti prosesnya dengan baik, karena terkadang ada atlet yang merasa terbebani akibat ambisi orang tua yang terlalu besar,” katanya.
Sementara itu, Direktur IMTC Irawati Moerid mengapresiasi PT Semen Padang yang telah memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet tenis junior melalui penyelenggaraan kejuaraan tingkat nasional tersebut. Menurutnya, fasilitas pertandingan yang tersedia sangat baik dan dapat meningkatkan semangat para atlet untuk terus berlatih dan meraih prestasi.
“Selama ini, lapangan yang bagus untuk membangkitkan tenis di wilayah Sumatera antara lain terdapat di Jakabaring, tempat saya telah menyelenggarakan 14 seri, serta di Aceh pada tahun lalu. Ternyata, PT Semen Padang juga memiliki lapangan yang sangat bagus. Ini sangat luar biasa. Terima kasih PT Semen Padang yang telah mendukung kejurnas ini,” katanya.
Perempuan yang akrab disapa Tante Ira itu juga optimistis ke depan prestasi atlet tenis junior di Sumatera Barat akan terus berkembang. Selain memiliki fasilitas yang memadai seperti di PT Semen Padang, sejumlah atlet asal Sumatera juga telah membuktikan kemampuannya dengan menembus tingkat nasional.
“Menurut saya, keberadaan fasilitas tenis di PT Semen Padang ini dapat menjadi salah satu sarana penting dalam mendukung pembinaan atlet-atlet muda di Sumatera Barat dan daerah sekitarnya agar terus berkembang dan meraih prestasi,” pungkas peraih dua medali emas dan satu medali perak pada SEA Games 1991 tersebut.
Padang Pariaman– Lintas Media News, com. Suasana penuh haru, semangat, dan kebanggaan mewarnai Hall IKK Padang Pariaman saat Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) yang diinisiasi Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) DPD Padang Pariaman menggelar **Lomba Kreativitas Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) se-Kabupaten Padang Pariaman**, Kamis (18/6/2026)
Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 tersebut diikuti oleh **78 peserta dari 13 Sekolah Luar Biasa (SLB)** se-Kabupaten Padang Pariaman. Para peserta menampilkan berbagai bakat dan kemampuan terbaik mereka melalui lomba **solo song, tari, dan pantomim**.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah kepala perangkat daerah, Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman, Ketua GOW Kabupaten Padang Pariaman, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Ketua KICI Kabupaten Padang Pariaman, penasehat GOW, para ketua organisasi wanita se-Kabupaten Padang Pariaman, pengurus GOW, dewan juri, serta kepala sekolah dan guru pendamping dari SLB se-Kabupaten Padang Pariaman.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bentuk nyata kepedulian dan komitmen pemerintah daerah bersama GOW dalam memberikan ruang yang setara bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk berkembang dan menunjukkan potensinya.
anugerah yang sangat berharga bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
"Setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang, perlindungan, pendidikan yang layak, serta kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya," ujar Bupati.
Pada kesempatan itu, John Kenedy Azis mengaku bangga menyaksikan langsung berbagai penampilan yang ditunjukkan para peserta.
“Tadi kita menyaksikan ada yang membaca Al-Qur’an dengan baik dan tajwid yang tepat. Ada pula yang bernyanyi dengan suara yang bagus dan berani tampil di hadapan banyak orang. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi besar yang harus terus kita dukung,” ungkapnya
Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan inklusif, Bupati juga menyampaikan rencananya untuk membangun Sekolah Luar Biasa (SLB) yang lebih representatif dengan fasilitas yang lebih lengkap guna mendukung pengembangan potensi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Padang Pariaman.
Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Padang Pariaman, **Resty Yulandari Rahmat**, menyampaikan apresiasi kepada KICI Padang Pariaman yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini tidak hanya sekadar perlombaan, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian kita bersama untuk memberikan ruang berkarya dan kesempatan tampil bagi anak-anak, khususnya anak berkebutuhan khusus. Semoga kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.
Setelah seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan solo song dan Pantomim yang memukau para hadirin, sebelum seluruh peserta mengikuti rangkaian perlombaan sesuai kategori yang dilombakan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap dapat terus mendorong terwujudnya lingkungan yang ramah, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang seluruh anak tanpa terkecuali. Sebab, di balik setiap keterbatasan, tersimpan potensi dan prestasi yang dapat menjadi kebanggaan bagi keluarga, daerah, bahkan bangsa.
(Rls cominfo Len)