Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan lpm Al itqan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Sebagai bentuk kepedulian dan rasa persaudaraan, Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) memberikan bantuan 50 tong sampah untuk Bukittinggi. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, di pelataran pedestrian Jam Gadang, Jumat (11/09).;


Wakil Ketua Umum Bidang Sosial dan Pengabdian Masyarakat Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang, Asri Afgani, menyampaikan, bantuan 50 tong sampah berkapasitas 200 liter tersebut merupakan bentuk kepedulian dan rasa persaudaraan. Selain bantuan tong sampah di Bukittinggi, Gebu Minang bersama Indo Jalito Peduli juga telah melaksanakan sunatan massal terhadap 1.000 anak di lima kabupaten/kota serta bedah rumah di dua rumah di Pariaman.


Asri Afgani mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar kegiatan sosial, namun ingin memberikan manfaat nyata serta sedikit kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat mendukung terwujudnya Jam Gadang yang indah dan sangat bersih. Ke depannya. 

Atas bantuan 50 tong sampah berkapasitas 200 liter tersebut, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan apresiasi kepada Gebu Minang. Ramlan menyebutkan bantuan tersebut menunjukkan kepedulian terhadap persoalan kebersihan sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Bukittinggi menjaga kebersihan kawasan wisata. 


"Bantuan ini nanti akan langsung kita sebarkan di kawasan objek wisata Jam Gadang. Kami juga berharap tong sampah ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," ujarnya


Wali Kota mengatakan, kebersihan merupakan bagian penting dalam menciptakan kota pariwisata yang aman, nyaman dan tertata. Ia juga mengapresiasi kerja pasukan kebersihan yang terus menjaga kebersihan kota. (Sandra)


PADANG,Lintas Media News
Upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir terus dilakukan melalui penguatan sektor perikanan budidaya. Salah satunya diwujudkan melalui penyerahan bantuan benih dan pakan ikan kerapu kepada kelompok pembudidaya ikan di Teluk Buo, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Minggu (13/9/2026).

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., hadir langsung dalam penyerahan bantuan tersebut. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat produktivitas pembudidaya ikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan perekonomiannya pada sektor kelautan dan perikanan.

Bantuan benih dan pakan ikan kerapu tersebut merupakan realisasi alokasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Ketua DPRD Sumbar Muhidi yang dilaksanakan melalui sinergi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat.

Menurut Muhidi, dukungan terhadap pembudidaya ikan perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama untuk membantu masyarakat menghadapi tingginya biaya operasional dalam kegiatan budidaya. Bantuan pakan diharapkan dapat meringankan beban biaya produksi, sementara benih ikan kerapu menjadi modal penting untuk meningkatkan hasil budidaya.

Ia berharap bantuan yang diberikan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan produksi dalam jangka pendek, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir. Produktivitas budidaya yang meningkat diharapkan berdampak pada bertambahnya pendapatan pembudidaya dan tumbuhnya aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.

Muhidi juga mengingatkan kelompok pembudidaya agar mengelola bantuan secara optimal, transparan, dan bertanggung jawab. Kekompakan antaranggota kelompok dinilai penting agar seluruh bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara efektif dan memberikan hasil maksimal.

“Kelola bantuan ini dengan baik, transparan dan penuh kekompakan. Mudah-mudahan budidaya ikan kerapu ini menghasilkan panen yang baik dan memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” pesan Muhidi.

Ia menegaskan, DPRD Sumatera Barat akan terus mengawal aspirasi masyarakat, khususnya nelayan dan pembudidaya ikan. Dukungan terhadap sektor kelautan dan perikanan dinilai penting dalam memperkuat ekonomi pesisir sekaligus mendorong kemandirian pangan bahari di Sumatera Barat.

Dengan adanya sinergi antara DPRD Sumbar, pemerintah daerah, DKP, dan kelompok pembudidaya, pengembangan budidaya ikan kerapu di Teluk Buo diharapkan dapat terus berkembang. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan potensi kelautan Sumatera Barat sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. (*)

 Sebanyak 25 Mahasiswa Baru PNP Program BANGSA foto bersama usai menerima arahan dari PT Semen Padang di GSG PT Semen Padang, Sabtu (12/9/2026).

PADANG, Lintasmedia News– PT Semen Padang memberikan beasiswa pendidikan secara menyeluruh kepada 25 anak nagari untuk menempuh Program Diploma III (D3) di Politeknik Negeri Padang (PNP) melalui Program Beasiswa Anak Nagari Semen Padang (BANGSA) 2026. Beasiswa tersebut mencakup Uang Kuliah Tunggal (UKT), uang saku bulanan, serta berbagai biaya dan perlengkapan penunjang pendidikan.


Program yang telah memasuki angkatan III ini merupakan upaya PT Semen Padang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda yang memiliki potensi akademik, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi. Hal itu karena pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun masa depan generasi muda.


Para penerima beasiswa merupakan pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu yang berdomisili di sekitar wilayah operasional PT Semen Padang. Mereka berasal dari seluruh kelurahan di Kecamatan Lubuk Kilangan, empat kelurahan di Kecamatan Pauh, yaitu Limau Manih, Limau Manih Selatan, Koto Lua, dan Lambung Bukit, serta satu kelurahan di Kecamatan Lubuk Begalung, yaitu Pampangan.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan Program BANGSA merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasionalnya. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan PNP sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi terkemuka di Sumatera Barat.


“Program BANGSA merupakan bentuk komitmen PT Semen Padang terhadap pendidikan anak nagari yang berada di lingkungan perusahaan. Program ini merupakan hasil kerja sama kami dengan Politeknik Negeri Padang dan program ini menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan PT Semen Padang di bidang pendidikan,” kata Win, Sabtu (12/9/2026).


Keterbatasan ekonomi seharusnya tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Melalui Program BANGSA, PT Semen Padang ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak di sekitar perusahaan agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi. “Kami berharap mereka dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul, terampil, dan memiliki daya saing,” ujarnya.


Win juga mengingatkan para penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan penuh tanggung jawab. Untuk itu, ia berharap semua penerima beasiswa dapat mengikuti seluruh proses perkuliahan secara disiplin, menjaga semangat belajar, serta terus meningkatkan kemampuan akademik dan nonakademik selama menjalani pendidikan di PNP.


Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menambahkan bahwa pelaksanaan Program BANGSA 2026 memiliki perbedaan dibandingkan dua angkatan sebelumnya, terutama dalam pilihan program studi. Pada angkatan pertama, beasiswa hanya tersedia untuk Program Studi D3 Teknik Mesin. Cakupan tersebut kemudian diperluas pada angkatan kedua dan ketiga. Namun, kuota penerima beasiswa tetap dipertahankan sebanyak 25 mahasiswa.


Selain pembiayaan pendidikan dan perlengkapan perkuliahan, setiap penerima beasiswa juga diberikan uang saku hingga Rp1 juta per bulan atau Rp12 juta per tahun. Bantuan uang saku itu diberikan dengan ketentuan mahasiswa mampu mempertahankan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00. Jika IPK mahasiswa berada di bawah 3,00, besaran uang saku yang diterima akan disesuaikan menjadi kurang dari Rp1 juta per bulan.


Ketentuan ini, tambah Hernes, bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar tetap disiplin dan berupaya mempertahankan prestasi akademiknya. “Uang saku ini diberikan agar mereka terpacu untuk meningkatkan prestasi. Selain itu, para penerima pada umumnya berasal dari keluarga kurang mampu atau rumah tangga miskin yang berada di sekitar lingkungan perusahaan,” kata Hernes.


Wakil Direktur PNP Bidang Kerja Sama Ihsan Lumasa mengatakan 25 penerima Program BANGSA diterima sebagai mahasiswa baru setelah dinyatakan lulus melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan jalur mandiri. Para penerima Program BANGSA dipilih berdasarkan hasil SNBP dan SNBT. Artinya, mereka telah melalui proses seleksi penerimaan mahasiswa baru sesuai dengan jalur yang diikuti.


Ia mengapresiasi konsistensi PT Semen Padang dalam membantu generasi muda melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi.


Ihsan juga menilai perluasan pilihan program studi pada angkatan ketiga sebagai perkembangan positif. Kebijakan tersebut memungkinkan penerima beasiswa memilih bidang pendidikan yang paling sesuai dengan minat dan kompetensinya.


Pada angkatan pertama, pilihan program studi hanya Teknik Mesin. Kemudian, pada angkatan kedua diperluas ke Teknik Elektro, Teknik Sipil, dan Teknologi Informasi. Pada angkatan ketiga, Program BANGSA telah menjangkau berbagai program studi D3 di PNP. (*)


Berikut 25 penerima Program BANGSA 2026:


Abdul Rahman – D3 Teknik Elektro

Haikal Razif – D3 Teknik Listrik

Rizky Pratama Putra – D3 Teknik Mesin

Adrian Syahroni – D3 Teknik Komputer

Revan Fahrezi – D3 Teknik Alat Berat

Arya Brawijaya – D3 Teknik Listrik

Muhammad Ahsan Faisal – D3 Teknik Mesin

Muhammad Fadhilah – D3 Teknik Elektro

Intan Mutia Rifda – D3 Manajemen Informatika

Hudaya Mufida – D3 Akuntansi

Fathir Alzuhri Azhari – D3 Teknik Elektro

Nurul Faszila Henel – D3 Akuntansi

Mutia Delfira – D3 Manajemen Informatika

Rabael Rewindha Farsya – D3 Teknik Sipil

Ayni Firdayani – D3 Administrasi Niaga

Muhammad Thoriq – D3 Teknik Mesin

Adinda Fitria Jhordi – D3 Teknik Listrik

Daffi Juliansyah – D3 Teknik Listrik

Dita Khairany Alfarisy – D3 Teknik Alat Berat

Adisa Afriselfa – D3 Administrasi Niaga

Muhammad Abdi – D3 Teknik Mesin

Fadhil Zaky Putra – D3 Teknik Sipil

Alzevino Maeza – D3 Teknik Mesin

Muthia Afra – D3 Administrasi Niaga

Rafly Hidayatullah – D3 Teknik Komputer

Padang, Lintasmedia News– Kepedulian terhadap kebutuhan pangan masyarakat kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan beras oleh Perum BULOG Wilayah Sumatera Barat. Di Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, sebanyak 629 Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapatkan bantuan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Kantor Lurah Koto Baru Nan XX, Minggu (13/9/2026). Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir hadir mendampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman, sekaligus memastikan program bantuan pangan pemerintah tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.


Untuk Kelurahan Koto Baru Nan XX, total beras yang disalurkan mencapai 18,870 ton. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan. Dengan alokasi tiga bulan sekaligus, masing-masing penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.


Bagi masyarakat penerima, bantuan tersebut bukan sekadar beras yang dibawa pulang, tetapi menjadi salah satu penopang kebutuhan pokok keluarga di tengah berbagai kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi.


Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada Perum BULOG dan Alex Indra Lukman yang terus menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat Kota Padang.


“Semoga bantuan yang diterima masyarakat ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kami juga berharap dukungan dan pengawasan dari Perum BULOG bersama DPR RI agar program ini dapat terus berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” ujar Maigus.


Menurut Maigus, ketahanan pangan masyarakat tidak hanya dapat dibangun melalui bantuan pemerintah. Masyarakat juga perlu didorong agar mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri.


Karena itu, Pemko Padang terus mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah melalui program urban farming.


Masyarakat dapat menanam berbagai kebutuhan pangan sederhana, seperti cabai, sayuran, maupun tanaman pangan lainnya. Pemko Padang juga telah menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat dalam penyediaan bantuan bibit.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah untuk menanam kebutuhan pangan, seperti cabai, sayuran, dan tanaman pangan lainnya. Dengan begitu, sebagian kebutuhan pangan rumah tangga dapat dipenuhi secara mandiri,” katanya.


DPR RI Kawal Penyaluran di Lapangan


Sementara itu, Alex Indra Lukman menegaskan bahwa kehadirannya bersama Maigus Nasir merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap pelaksanaan program pemerintah.


Menurutnya, pengawasan diperlukan agar bantuan pangan tidak berhenti pada proses administrasi, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi sasaran program.


“Kita terus melakukan pengawasan agar bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Alex.


Ia juga mendorong agar penyaluran bantuan untuk periode berikutnya dapat dilakukan lebih cepat.


“Kita juga mendorong Perum BULOG agar alokasi bantuan untuk Oktober, November, dan Desember dapat dipercepat penyalurannya,” ujarnya.


Dukungan terhadap percepatan penyaluran tersebut dinilai penting untuk memastikan kesinambungan bantuan pangan bagi masyarakat penerima manfaat.


74.716 PBP di Kota Padang


Pemimpin Wilayah Perum BULOG Sumatera Barat R. Darma Wijaya menjelaskan, bantuan pangan yang disalurkan merupakan bagian dari program pemerintah yang dilaksanakan melalui BULOG.


Khusus untuk Kota Padang, program tersebut mencakup 74.716 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan pagu beras mencapai 2.241,480 ton.


Darma Wijaya berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima.


“Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah bersama DPR sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden. Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu dan meringankan beban masyarakat serta memudahkan urusan perekonomian Bapak dan Ibu semua,” tuturnya.


Penyaluran bantuan pangan di Koto Baru Nan XX pun menjadi gambaran bagaimana program pemerintah, pengawasan legislatif, dan pelaksanaan di lapangan dipertemukan untuk menjangkau masyarakat.

Di sisi lain, ajakan Maigus Nasir untuk mengembangkan urban farming menjadi pelengkap dari upaya menjaga ketahanan pangan. Bantuan beras memenuhi kebutuhan saat ini, sementara pemanfaatan lahan rumah diharapkan menjadi langkah masyarakat untuk membangun kemandirian pangan secara berkelanjutan.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(***)

PADANG, Lintasmedia News-- Dewan Kehormatan Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Barat atau  DKP PWI Sumbar mendorong penguatan pembinaan wartawan. Utamanya, guna sosialisasi etika jurnalistik, serta pembenahan sistem pengaduan dan kearsipan organisasi. Langkah tersebut dinilai penting seiring bertambahnya jumlah anggota PWI Sumbar.


Hal itu mengemuka dalam rapat DKP PWI Sumbar yang digelar di ruang DKP PWI Sumbar, Jumat (11/9/2026). Rapat dihadiri Ketua DKP PWI Sumbar Zul Effendi, Sekretaris Emil Mahmudsyah serta anggota masing-masing, Rusdi Bais dan Zamri Yahya.


Ketua DKP PWI Sumbar Zul Effendi menegaskan, keberadaan DKP tidak semata-mata berorientasi pada penindakan atau pemberian sanksi terhadap wartawan. Menurutnya, fungsi edukasi dan pembinaan harus menjadi perhatian utama.


“Kita seharusnya mengedukasi wartawan, bukan bersifat menghukum,” ujar Zul dalam rapat tersebut.


Ia menilai, pembinaan perlu dilakukan secara sistematis bersama pengurus harian PWI Sumbar. Dengan langkah tersebut, diharapkan persoalan pelanggaran etika dapat diminimalkan sehingga DKP tidak dibanjiri laporan yang sebenarnya bisa dicegah melalui edukasi sejak awal.


Zul juga mengusulkan adanya format standar pengaduan yang masuk ke DKP PWI Sumbar. Pengaduan, kata dia, dapat dibuat dalam format tertentu, termasuk file PDF, dengan ketentuan batas maksimal isi serta kewajiban melampirkan bukti atau dokumen pendukung.


Selain format pengaduan, Zul menilai perlu dibuat standar format keputusan DKP. Hal ini termasuk mekanisme pengambilan keputusan apabila terjadi perbedaan pendapat di antara anggota majelis. Ia menegaskan, proses tersebut harus berjalan objektif dan memberikan ruang yang sama bagi seluruh anggota majelis untuk menyampaikan pandangan.


“Saya sebagai ketua majelis tidak mau berada di depan dalam pengambilan keputusan. Saya lebih mendahulukan anggota majelis,” katanya.


Pembenahan kearsipan juga menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat. Zul menyebut penataan dokumen, termasuk sistem penomoran surat, perlu diperbaiki agar tidak terjadi penomoran berulang. Menurutnya, DKP dapat memberikan contoh langsung mengenai tata kelola arsip yang baik.


Anggota DKP PWI Sumbar Rusdi Bais menyatakan setuju dengan usulan tersebut. Ia menilai DKP harus memiliki sistem pengarsipan yang jelas dan tertata. Selain itu, sosialisasi juga perlu digencarkan mengingat jumlah anggota PWI Sumbar terus bertambah dengan latar belakang dan karakter yang beragam.


Pandangan serupa disampaikan anggota DKP PWI Sumbar Zamri Yahya. Ia menilai kearsipan sangat penting karena setiap keputusan yang diambil DKP berpotensi menjadi yurisprudensi atau rujukan bagi kepengurusan DKP pada masa mendatang.


Sekretaris DKP PWI Sumbar Emil Mahmudsyah juga meminta dukungan seluruh anggota dalam pembenahan kearsipan. Ia mengakui selama ini lebih banyak berkutat pada bidang Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) dan Seksi Pendidikan. Karenanya, tertib administrasi dan kesekretariatan serta arsip butuh dukungan bersama lingkup jajaran DKP.


Pada kesempatan sama, ia mengusulkan pembentukan Divisi Sosialisasi yang memiliki program kerja konkret untuk memberikan pemahaman kepada anggota PWI mengenai etika dan aturan profesi wartawan. "Langkah sosialisasi lewat periodik yang ditangani Divisi terkait merupakan tahapan penting sebelum dilakukan Divisi penindakan, " tandas Emil. 


Menanggapi usulan tersebut, Zul Effendi kembali menekankan pentingnya kearsipan, termasuk sebagai bagian dari pertanggungjawaban organisasi ketika dilakukan konvensi atau evaluasi organisasi. Ia juga membuka gagasan program dialog bulanan yang melibatkan seluruh pengurus PWI untuk memperkuat pemahaman anggota.


Menurut Zul, anggota PWI tidak cukup hanya mengetahui aturan, tetapi juga harus memahami dan menghayati etika profesi sebagaimana diatur dalam AD/ART PWI, Kode Perilaku Wartawan (KPW), serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ).


Sosialisasi, lanjutnya, juga perlu diperluas kepada pihak eksternal. DKP PWI Sumbar dapat melibatkan humas instansi pemerintah maupun lembaga lainnya. Bahkan, kerja sama dengan Dewan Pers dapat dilakukan dengan PWI sebagai penyelenggara dan pihak terkait sebagai narasumber.


“Kami ingin anggota PWI harus tahu, lantas mengerti dan paham soal etika sebagai wartawan,” tegas Zul.


Terkait pembiayaan DKP, Zul menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah dibicarakan dengan Ketua PWI Sumbar Widya Navies. Ia menilai mekanisme pendanaan DKP harus jelas dan transparan agar pelaksanaan program, termasuk pembinaan, sosialisasi, pengaduan, dan kearsipan, dapat berjalan secara optimal.


Rapat tersebut pada akhirnya menegaskan pentingnya memperkuat DKP PWI Sumbar sebagai lembaga yang tidak hanya menjalankan fungsi penyelesaian pengaduan dan penegakan etika. Sejurus itu juga aktif melakukan edukasi, pembinaan, serta membangun tata kelola administrasi yang tertib dan transparan. (*rel*)

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Bukittinggi agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada kelompok yang rentan, seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan asma/PPOK, penyakit jantung dan penyakit penyerta lainnya.


Himbauan tersebut dikeluarkan melalui Surat Edaran Waki Kota Bukittinggi Nomor 100.3.4.3/239/BPBD/IX-2026 tentang antisipasi dampak kabut asap dan pencegahan kebakaran lahan pada Rabu, 8 September 2026 . Surat edaran ini sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor : 660/975/SE/BPBD-2026 tentang Antisipasi Dampak Penurunan Kualitas Udara serta mencegah terjadinya kebakaran lahan. Kebijakan tersebut merupakan langkah untuk melindungi masyarakat dari dampak penurunan kualitas udara.


Dalam edaran tersebut, Masyarakat diminta selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar, serta tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah yang berpotensi menimbulkan kebakaran, serta tidak melakukan aktivitas pembakaran lainnya yang dapat memicu penurunan kualitas udara.


Selanjutnya, Wali Kota menghimbau masyarakat untuk terus memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, mata perih, tenggorokan terasa sakit, pusing, atau keluhan kesehatan lainnya yang diduga akibat paparan kabut asap. 


Selain itu masyarakat juga diminta untuk melaporkan jika menemukan adanya titik api atau kebakaran lahan kepada pihak pemerintah, baik itu kelurahan, kecamatan, BPBD serta Dinas Pemadam Kebakaran, maupun melalui layanan 112 atau pihak lainnya. (Sandra/af)




PADANG,Lintas Media News
Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat (Sumbar) mendorong penguatan pembinaan wartawan. Utamanya, guna sosialisasi etika jurnalistik, serta pembenahan sistem pengaduan dan kearsipan organisasi. Langkah tersebut dinilai penting seiring bertambahnya jumlah anggota PWI Sumbar.

Hal itu mengemuka dalam rapat DKP PWI Sumbar yang digelar di ruang DKP PWI Sumbar, Jumat (11/9/2026). Rapat dihadiri Ketua DKP PWI Sumbar Zul Effendi, Sekretaris Emil Mahmudsyah serta anggota masing-masing, Rusdi Bais dan Zamri Yahya.

Ketua DKP PWI Sumbar Zul Effendi menegaskan, keberadaan DKP tidak semata-mata berorientasi pada penindakan atau pemberian sanksi terhadap wartawan. Menurutnya, fungsi edukasi dan pembinaan harus menjadi perhatian utama.

“Kita seharusnya mengedukasi wartawan, bukan bersifat menghukum,” ujar Zul dalam rapat tersebut.

Ia menilai, pembinaan perlu dilakukan secara sistematis bersama pengurus harian PWI Sumbar. Dengan langkah tersebut, diharapkan persoalan pelanggaran etika dapat diminimalkan sehingga DKP tidak dibanjiri laporan yang sebenarnya bisa dicegah melalui edukasi sejak awal.

Zul juga mengusulkan adanya format standar pengaduan yang masuk ke DKP PWI Sumbar. Pengaduan, kata dia, dapat dibuat dalam format tertentu, termasuk file PDF, dengan ketentuan batas maksimal isi serta kewajiban melampirkan bukti atau dokumen pendukung.

Selain format pengaduan, Zul menilai perlu dibuat standar format keputusan DKP. Hal ini termasuk mekanisme pengambilan keputusan apabila terjadi perbedaan pendapat di antara anggota majelis. Ia menegaskan, proses tersebut harus berjalan objektif dan memberikan ruang yang sama bagi seluruh anggota majelis untuk menyampaikan pandangan.

“Saya sebagai ketua majelis tidak mau berada di depan dalam pengambilan keputusan. Saya lebih mendahulukan anggota majelis,” katanya.

Pembenahan kearsipan juga menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat. Zul menyebut penataan dokumen, termasuk sistem penomoran surat, perlu diperbaiki agar tidak terjadi penomoran berulang. Menurutnya, DKP dapat memberikan contoh langsung mengenai tata kelola arsip yang baik.

Anggota DKP PWI Sumbar Rusdi Bais menyatakan setuju dengan usulan tersebut. Ia menilai DKP harus memiliki sistem pengarsipan yang jelas dan tertata. Selain itu, sosialisasi juga perlu digencarkan mengingat jumlah anggota PWI Sumbar terus bertambah dengan latar belakang dan karakter yang beragam.

Pandangan serupa disampaikan anggota DKP PWI Sumbar Zamri Yahya. Ia menilai kearsipan sangat penting karena setiap keputusan yang diambil DKP berpotensi menjadi yurisprudensi atau rujukan bagi kepengurusan DKP pada masa mendatang.

Sekretaris DKP PWI Sumbar Emil Mahmudsyah juga meminta dukungan seluruh anggota dalam pembenahan kearsipan. Ia mengakui selama ini lebih banyak berkutat pada bidang Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) dan Seksi Pendidikan. Karenanya, tertib administrasi dan kesekretariatan serta arsip butuh dukungan bersama lingkup jajaran DKP.

Pada kesempatan sama, ia mengusulkan pembentukan Divisi Sosialisasi yang memiliki program kerja konkret untuk memberikan pemahaman kepada anggota PWI mengenai etika dan aturan profesi wartawan. "Langkah sosialisasi lewat periodik yang ditangani Divisi terkait merupakan tahapan penting sebelum dilakukan Divisi penindakan, " tandas Emil. 

Menanggapi usulan tersebut, Zul Effendi kembali menekankan pentingnya kearsipan, termasuk sebagai bagian dari pertanggungjawaban organisasi ketika dilakukan konvensi atau evaluasi organisasi. Ia juga membuka gagasan program dialog bulanan yang melibatkan seluruh pengurus PWI untuk memperkuat pemahaman anggota.

Menurut Zul, anggota PWI tidak cukup hanya mengetahui aturan, tetapi juga harus memahami dan menghayati etika profesi sebagaimana diatur dalam AD/ART PWI, Kode Perilaku Wartawan (KPW), serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Sosialisasi, lanjutnya, juga perlu diperluas kepada pihak eksternal. DKP PWI Sumbar dapat melibatkan humas instansi pemerintah maupun lembaga lainnya. Bahkan, kerja sama dengan Dewan Pers dapat dilakukan dengan PWI sebagai penyelenggara dan pihak terkait sebagai narasumber.

“Kami ingin anggota PWI harus tahu, lantas mengerti dan paham soal etika sebagai wartawan,” tegas Zul.

Terkait pembiayaan DKP, Zul menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah dibicarakan dengan Ketua PWI Sumbar Widya Navies. Ia menilai mekanisme pendanaan DKP harus jelas dan transparan agar pelaksanaan program, termasuk pembinaan, sosialisasi, pengaduan, dan kearsipan, dapat berjalan secara optimal.

Rapat tersebut pada akhirnya menegaskan pentingnya memperkuat DKP PWI Sumbar sebagai lembaga yang tidak hanya menjalankan fungsi penyelesaian pengaduan dan penegakan etika. Sejurus itu juga aktif melakukan edukasi, pembinaan, serta membangun tata kelola administrasi yang tertib dan transparan. (*rel*)

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Kepengurusan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Bukittinggi Masa Bhakti 2026 hingga 2030 resmi dikukuhkan. Pelantikan dilakukan langsung Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, yang sekaligus melaunching Perlinsos Digital. Kegiatan ini berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wako, Jumat (11/09).


Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi, Roza Wahyuni, menjelaskan, IPSM merupakan wadah berhimpunnya para pekerja sosial masyarakat yang berfungsi sebagai wadah koordinasi, jembatan komunikasi, serta penggerak sosial dalam menangani berbagai permasalahan sosial. Dengan berakhirnya Kepengurusan sebelumnya sejak tahun 2024, sehingga perlu dilakukan pemilihan dan pengukuhan kepengurusan baru berdasarkan Permensos Nomor 10 Tahun 2019. Pelantikan IPSM didasarkan pada hasil Musyawarah Daerah PSM Kota Bukittinggi yang dilaksanakan pada 29 Juli 2026. 

Terkait Perlinsos Digital, Roza Wahyuni, menjelaskan, Kota Bukittinggi menjadi salah satu daerah yang ditetapkan sebagai pilot project dalam pelaksanaan Perlindungan Sosial Digital. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut surat Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Nomor B/1608/PD.02/2026 tanggal 4 Agustus 2026 perihal sosialisasi perluasan uji coba digitalisasi bansos ke 114 kabupaten/kota. 


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, pengukuhan pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Bukittinggi masa bakti 2026–2031 merupakan peneguhan komitmen dan tanggung jawab untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam memberikan perhatian, pendampingan, perlindungan dan pelayanan sosial. IPSM memiliki posisi strategis karena para pekerja sosial masyarakat berada dekat dengan masyarakat serta memahami persoalan sosial secara langsung.


Selain itu, Wali Kota menyebutkan, Perlindungan Sosial Digital merupakan langkah penting dalam transformasi pelayanan sosial agar lebih cepat, tepat sasaran, terintegrasi, transparan dan berbasis data. Ia mengatakan, guna memastikan masyarakat yang membutuhkan benar-benar terdata, teridentifikasi, serta mendapatkan intervensi yang sesuai, maka data yang akurat menjadi fondasinya. (Sandra).


Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, menggelar Workshop Peningkatan Pemanfaatan dan Optimalisasi Digitalisasi, dalam Mendukung Transformasi Pembelajaran dan Tata Kelola Sekolah SMP Negeri dan Swasta Kota Bukittinggi.  Acara berlangsung di Aula Balai Kota Bukittinggi, Selasa (08/09).

Workshop ini merupakan kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud),  Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika, Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bukittinggi.

Koordinator Pengawas (Korwas) Sekolah/Korwas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Aswardi, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan kompetensi guru agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat. Ia memberikan apresiasi atas pelaksanaan workshop tersebut. 

“Kegiatan Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi, meng-update dan meng-upgrade kemampuan guru. Ini juga menjadi sebuah terobosan yang dilakukan MGMP,” ugkap Aswardi.
Ia menjelaskan, digitalisasi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi, aplikasi, maupun jaringan internet. Lebih jauh, teknologi harus mampu dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, kolaboratif dan sesuai dengan perkembangan peserta didik.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Bukittinggi, Asrar Fernando  menerangkan, penguatan digitalisasi pendidikan membutuhkan dukungan infrastruktur sekaligus peningkatan kemampuan sumber daya manusia agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal. Ia menyebutkan,  transformasi digital di bidang pendidikan juga membutuhkan sinergi antara pemerintah, sekolah, guru dan berbagai pihak terkait. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan digital di Kota Bukittinggi. (Sandra)


Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Bukittinggi agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada kelompok yang rentan, seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan asma/PPOK, penyakit jantung dan penyakit penyerta lainnya.

Himbauan tersebut dikeluarkan melalui Surat Edaran Waki Kota Bukittinggi Nomor 100.3.4.3/239/BPBD/IX-2026 tentang antisipasi dampak kabut asap dan pencegahan kebakaran lahan pada Rabu, 8 September 2026 . Surat edaran ini sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor : 660/975/SE/BPBD-2026 tentang Antisipasi Dampak Penurunan Kualitas Udara serta mencegah terjadinya kebakaran lahan. Kebijakan tersebut merupakan langkah untuk melindungi masyarakat dari dampak penurunan kualitas udara.

Dalam edaran tersebut, Masyarakat diminta selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar, serta tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah yang berpotensi menimbulkan kebakaran, serta tidak melakukan aktivitas pembakaran lainnya yang dapat memicu penurunan kualitas udara.

Selanjutnya, Wali Kota menghimbau masyarakat untuk terus memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, mata perih, tenggorokan terasa sakit, pusing, atau keluhan kesehatan lainnya yang diduga akibat paparan kabut asap. 

Selain itu masyarakat juga diminta untuk melaporkan jika menemukan adanya titik api atau kebakaran lahan kepada pihak pemerintah, baik itu kelurahan, kecamatan, BPBD serta Dinas Pemadam Kebakaran, maupun melalui layanan 112 atau pihak lainnya. (Sandra/af)

PADANG, Lintasmedia News— Empat tim inovasi PT Semen Padang bersiap membawa karya perusahaan ke kompetisi internasional di Bangkok, Thailand, dan Bali. Keempat tim tersebut adalah SEPABLOCK, CIPITIH, BOF 8, dan VOLTAPRO.


Tim SEPABLOCK akan berlaga pada International Quality & Productivity Convention (IQPC) di Bangkok pada 14–17 September 2026. Sementara tiga tim lainnya, yakni CIPITIH, BOF 8, dan VOLTAPRO, akan mengikuti Asia Pacific Quality Organization International Conference (APQOIC) di Bali pada 26–29 Oktober 2026.


Pelepasan keempat tim dilakukan Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar di Ruang Rapat Lantai I Kantor Pusat PT Semen Padang, Jumat (11/9/2026).


Pri mengatakan keikutsertaan keempat tim pada kompetisi internasional merupakan kesempatan untuk menunjukkan hasil inovasi sekaligus menguji kemampuan para inovator di tingkat global.

Ia meminta seluruh anggota tim mempersiapkan diri dengan baik, terutama dalam penguasaan materi, penyampaian manfaat inovasi, kekompakan, dan kemampuan berkomunikasi saat menghadapi dewan juri.


"Selain penguasaan materi, kekompakan tim dan kemampuan berkomunikasi juga menjadi bagian penting dalam menghadapi proses penilaian. Untuk itu, semua tim inovasi diminta untuk fokus sehingga bisa meraih predikat tertinggi di dua ajang internasional tersebut," ujar Pri yang didampingi Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis serta sejumlah staf pimpinan di lingkungan PT Semen Padang.


Manajemen PT Semen Padang menargetkan hasil terbaik dari keikutsertaan tersebut. Tim SEPABLOCK ditargetkan meraih predikat Excellent pada IQPC, sedangkan CIPITIH, BOF 8, dan VOLTAPRO ditargetkan memperoleh predikat Four Stars pada APQOIC.


Namun, Pri menegaskan bahwa penghargaan bukan menjadi tujuan akhir dari pengembangan inovasi. Menurutnya, manfaat inovasi bagi perusahaan harus menjadi ukuran utama setelah sebuah karya mendapatkan pengakuan dalam kompetisi.


"Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana inovasi tersebut terus memberikan manfaat nyata bagi perusahaan," katanya.


Karena itu, ia meminta setiap inovasi yang telah dikembangkan untuk terus dievaluasi, disempurnakan, dan dikembangkan sesuai kebutuhan operasional. Inovasi yang memiliki potensi penerapan di unit kerja lain juga diharapkan dapat direplikasi sehingga manfaatnya semakin luas.


"Pastikan inovasi terus diterapkan, dikembangkan, dan direplikasi di unit kerja lain sehingga memberikan efisiensi serta nilai tambah yang nyata bagi perusahaan," tutur Pri.


Ia menambahkan, pengembangan inovasi ke depan diarahkan antara lain untuk mendukung efisiensi energi dan pencapaian operational excellence. Langkah tersebut dinilai penting di tengah tantangan industri semen yang mencakup biaya produksi, kebutuhan energi, perkembangan teknologi, dan persaingan pasar.


"Upaya menciptakan efisiensi menjadi semakin penting karena industri semen menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi biaya produksi, kebutuhan energi, perubahan teknologi, maupun ketatnya persaingan pasar. Dalam kondisi tersebut, kreativitas dan kemampuan melakukan perbaikan secara berkelanjutan menjadi kekuatan yang harus terus ditumbuhkan," ujarnya.


Kepala Departemen Human Capital PT Semen Padang Iskandar Z. Taqwa mengatakan, keempat tim yang akan berlaga di kompetisi internasional tersebut telah melalui proses seleksi dan pembinaan secara berjenjang.


Keempat tim sebelumnya mengikuti Semen Padang Improvement Event (SPIE) 2024. Setelah menjadi tim terbaik pada ajang internal tersebut, mereka mewakili PT Semen Padang pada Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) 2025.


"Keberhasilan di tingkat internal tersebut mengantarkan mereka mewakili PT Semen Padang dalam Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) 2025. Pada kompetisi nasional tersebut, keempatnya kembali mencatatkan prestasi dengan meraih predikat Platinum dan Diamond sehingga terpilih untuk mewakili perusahaan pada ajang kompetisi internasional," kata Iskandar.


Menurut Iskandar, persiapan menghadapi kompetisi internasional telah dilakukan sejak Mei hingga September 2026. Persiapan tersebut mencakup penyusunan proposal inovasi, abstrak, materi presentasi, penyempurnaan makalah, hingga pelatihan teknik presentasi.


"Para peserta juga mengikuti kelas bahasa Inggris sebagai bekal memaparkan inovasi dan menjawab pertanyaan dewan juri," katanya.


Ia berharap rangkaian pembinaan tersebut dapat meningkatkan kesiapan para inovator, baik dalam penguasaan materi maupun kemampuan mempresentasikan inovasi di hadapan juri internasional.


"Semoga seluruh tim yang dikirim dapat tampil maksimal dan meraih target yang telah ditentukan perusahaan," ujarnya.


Salah satu tim yang akan tampil di tingkat internasional adalah SEPABLOCK. Tim tersebut akan mempresentasikan inovasi berjudul "Inovasi Produk Hilir PT Semen Padang untuk Alternatif Revenue dan Mewujudkan Pembangunan Rumah Cepat, Murah, Berkualitas, serta Ramah Lingkungan" pada ajang IQPC di Bangkok.


Anggota Tim SEPABLOCK, Akhrilman Hasan, mengatakan kesempatan tampil di kompetisi internasional menjadi pengalaman penting bagi tim sekaligus kesempatan memperkenalkan karya inovasi PT Semen Padang kepada peserta dari berbagai negara.


"Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menunjukkan karya anak negeri dari PT Semen Padang di panggung dunia," kata Akhrilman, didampingi anggota Tim SEPABLOCK lainnya, Darwan dan Junaidi.


Menurut Akhrilman, SEPABLOCK sebelumnya telah meraih penghargaan Platinum pada Semen Padang Improvement Event (SPIE) dan Diamond pada Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN).


"Capaian dari kedua ajang sebelumnya menjadi motivasi bagi kami untuk tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik pada IQPC," ujarnya.


SEPABLOCK merupakan produk bata interlock yang dikembangkan untuk mendukung proses pembangunan rumah dengan waktu pengerjaan dan penggunaan material yang lebih efisien dibandingkan metode konstruksi konvensional.


Selain aspek efisiensi, Akhrilman mengatakan SEPABLOCK dirancang dengan karakteristik yang mendukung pembangunan di wilayah rawan gempa.


"SEPABLOCK merupakan produk bata interlock yang dirancang untuk mendukung pembangunan rumah secara lebih cepat dan efisien. Sistem pemasangannya juga memungkinkan penggunaan material yang lebih hemat dibandingkan metode konstruksi konvensional. Selain itu, karakteristik SEPABLOCK yang ramah gempa juga menjadikan produk ini sangat tepat diaplikasikan di wilayah rawan bencana gempa, termasuk Sumatera Barat," ujarnya.

LINTASMEDIA NEWS| Jembatan Sungai Jirak di Kelurahan Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat, kini telah selesai dibangun 100 persen dan resmi dibuka untuk dilalui masyarakat. Jembatan yang menjadi akses penting warga tersebut sebenarnya telah rampung sejak sekitar dua minggu lalu dan baru dibuka untuk penggunaan masyarakat pada Jumat, 11 September 2026.


Dibukanya Jembatan Sungai Jirak langsung membawa kemudahan bagi masyarakat. Akses yang menghubungkan RW 09 RT 01 menuju kawasan RW 03 dan RW 01 Kelurahan Pampangan Nan XX kini kembali lancar dan sudah dapat digunakan warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari.


Pembangunan Jembatan Sungai Jirak merupakan kerja bersama TNI AD dengan dukungan pemerintah dan masyarakat. Kehadiran personel TNI AD dalam proses pembangunan mendapat apresiasi dari warga karena jembatan tersebut memiliki arti penting bagi kelancaran mobilitas masyarakat.


Tokoh masyarakat setempat, Pak Zul, mantan jurnalis Harian Semangat dan Lintas Media, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas rampungnya pembangunan Jembatan Sungai Jirak serta dibukanya kembali akses bagi masyarakat.


“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada TNI AD. Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat dan sekarang warga sudah kembali bisa melintas dengan lancar,” ujar Pak Zul.


Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut menjadi perhatian yang sangat berarti bagi masyarakat Pampangan Nan XX. “Kami melihat langsung bagaimana kepedulian TNI terhadap kebutuhan warga. Sekarang akses sudah terbuka, tentu ini sangat membantu aktivitas masyarakat setiap hari,” tambah Pak Zul dengan penuh apresiasi.


Sementara itu, Davit Efendi, Sekretaris RW 03 yang juga Ketua IKW RI, mengatakan rampungnya pembangunan Jembatan Sungai Jirak menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat, khususnya warga di RW 09, RW 03 dan RW 01 yang menggunakan jalur tersebut.


“Alhamdulillah, jembatan sudah selesai 100 persen dan sekarang sudah dibuka untuk warga. Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI AD dan seluruh pihak yang telah bekerja sehingga akses masyarakat kembali lancar,” ungkap Davit Efendi.


Davit menambahkan, keberadaan Jembatan Sungai Jirak sangat penting dalam menunjang hubungan antarlingkungan dan aktivitas masyarakat. Dengan akses yang telah kembali normal, warga kini dapat melintas dengan lebih mudah dibanding sebelumnya.


Apresiasi juga datang dari Fikra, salah seorang warga yang turut merasakan langsung manfaat dibukanya Jembatan Sungai Jirak. Ia menyebut masyarakat sangat bersyukur karena akses yang dinantikan kini sudah dapat digunakan.


“Kami senang sekali jembatan sudah dibuka dan sudah bisa dilalui. Sekarang perjalanan warga kembali lancar. Terima kasih kepada TNI AD yang telah membantu masyarakat kami,” ujar Fikra.


Rampungnya pembangunan Jembatan Sungai Jirak dan dibukanya akses bagi masyarakat menjadi wujud nyata kebersamaan antara TNI AD, pemerintah dan rakyat. Infrastruktur yang telah selesai tersebut diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Pampangan Nan XX dan sekitarnya, sejalan dengan semangat TNI hadir untuk rakyat, mengabdi untuk negeri.


Katim RMO Group | Wyndoee

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.