Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

 

PADANG, Lintasmedia News – Senin (24/8/2026), suasana di Kantor Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, terasa berbeda. Kebahagiaan, kebanggaan, dan rasa haru bercampur menjadi satu ketika Yoga Pratama duduk bersama orang tua serta sejumlah tokoh masyarakat yang melepas keberangkatannya menuju Jepang.


Bagi Yoga, acara tersebut bukan sekadar seremoni. Hari itu menjadi penanda dimulainya perjalanan baru dalam hidupnya—perjalanan seorang pemuda berusia 18 tahun dari Taratak, Kelurahan Koto Lua, menuju Negeri Sakura. Ia dijadwalkan bertolak ke Jepang pada Rabu (26/8/2026) dan akan bekerja di sektor pertanian di Numamoto Shinichi, Kota Tsuchiura, Prefektur Ibaraki.


Di balik keberhasilan lulusan SMA Negeri 15 Padang tahun 2025 itu tersimpan perjuangan panjang seorang anak sulung yang ingin mengubah kehidupan keluarganya. Yoga merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Huri Dekrinata (39) dan Dewi Sartika (37). Ia dinyatakan lulus menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang.


Yoga berasal dari keluarga sederhana. Sang ayah bekerja sebagai petugas keamanan di PT Telkom, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Dua adik Yoga masih duduk di bangku sekolah. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat Yoga memahami bahwa ia harus segera mengambil peran setelah menamatkan pendidikan.

Karena itu, ketika sebagian teman sebayanya memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Yoga memantapkan hati untuk mencari pekerjaan. Ia ingin membantu orang tua sekaligus memenuhi kebutuhan pendidikan kedua adiknya. Namun, Yoga tidak pernah membayangkan jalan hidup justru akan membawanya ribuan kilometer dari rumah, ke sebuah negara yang sebelumnya hanya ia kenal melalui cerita, pelajaran, dan tayangan di layar kaca.


“Saya bangga, bersyukur, sekaligus sangat senang bisa menjadi bagian dari program PMI ini. Kesempatan tersebut sangat luar biasa dalam hidup saya dan tentunya harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga saya yang kondisi ekonominya masih terbatas,” tuturnya.


Kesempatan itu datang melalui program pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang diselenggarakan FPM Koto Lua bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center. Program yang telah berjalan sejak 2025 tersebut didukung penuh oleh PT Semen Padang melalui program Basinergi Membangun Nagari.


Saat mengikuti pelatihan, Yoga harus berhadapan dengan sesuatu yang benar-benar baru. Ia tidak hanya dituntut memahami bahasa Jepang, tetapi juga mengenal kebiasaan, budaya kerja, kedisiplinan, dan tata kehidupan masyarakat di negara tujuan.


Hari demi hari dilaluinya dengan belajar. Di tengah berbagai keterbatasan, ia berusaha menjaga tekad agar tidak goyah.


Tahapan yang harus dilewati pun tidak sedikit. Selain mengikuti pelatihan, Yoga menjalani berbagai seleksi, tes, serta proses administrasi sebelum akhirnya mendapatkan kontrak kerja.


“Perjalanan untuk sampai ke titik ini tidak mudah. Banyak proses yang harus saya lalui, mulai dari belajar bahasa dan budaya Jepang hingga menjalani berbagai tahapan tes,” katanya.


Setiap tahapan menjadi ujian bagi kesungguhannya. Namun, keinginan untuk membantu keluarga membuat Yoga terus bertahan. Ia sadar, kegagalan bukan hanya akan memupuskan impiannya, tetapi juga harapan yang mulai tumbuh di dalam keluarganya.


Kerja keras itu akhirnya berbuah manis. Yoga dinyatakan lolos dan memperoleh kesempatan bekerja di Jepang.


Dari delapan peserta pelatihan, ia menjadi orang pertama yang menuntaskan seluruh proses dan diberangkatkan.


“Saya sangat bangga kepada diri sendiri karena bisa berjuang sejauh ini. Alhamdulillah, saya akhirnya mendapat kesempatan menjadi PMI di Jepang,” ujarnya.


## Harapan Besar di Pundak Anak Sulung


Yoga akan menjalani kontrak kerja selama satu tahun. Namun, masa kerja tersebut berpeluang diperpanjang hingga lima tahun apabila ia mampu memenuhi ketentuan dan menunjukkan kinerja yang baik.


Meski begitu, lima tahun tentu bukan masa yang singkat. Bagi pemuda yang baru berusia 18 tahun, bekerja jauh dari orang tua dan saudara merupakan tantangan besar.


Ia harus belajar hidup mandiri, beradaptasi dengan lingkungan baru, menghadapi perbedaan bahasa dan budaya, serta bertahan di tengah kerinduan terhadap kampung halaman. Namun, Yoga memilih melihat semua itu sebagai kesempatan. Semakin lama ia dapat bekerja di Jepang, semakin besar pula peluangnya membantu keluarga dan mengumpulkan modal untuk masa depan.


Di kepalanya, Yoga telah menyusun sebuah rencana sederhana. Setelah menyelesaikan kontrak dan kembali ke Indonesia, ia ingin membangun usaha rumah kos. Usaha itu diharapkan menjadi sumber penghasilan yang dapat menopang kehidupan dirinya dan keluarga dalam jangka panjang.


“Target saya setelah sukses di Jepang dan kembali ke Indonesia adalah membuka usaha rumah kos. Karena itu, kesempatan besar ini tidak akan saya sia-siakan,” katanya.


Ia pun menyadari bahwa keberhasilan tersebut tidak diraihnya sendirian. Ada orang tua yang terus mendoakan, FPM Koto Lua yang mendampinginya, lembaga pelatihan yang membekalinya, serta PT Semen Padang yang memberikan dukungan terhadap biaya pelatihan.


“Saya sangat berterima kasih kepada PT Semen Padang yang telah mendukung pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang difasilitasi oleh FPM Koto Lua,” ujarnya.


## Pesan Ayah dari Koto Lua


Di tengah suasana pelepasan itu, Huri Dekrinata memandangi putra sulungnya dengan perasaan campur aduk. Ada kebanggaan karena Yoga berhasil memperoleh kesempatan besar. Namun, ada pula rasa haru karena anak yang selama ini tinggal bersamanya akan segera pergi jauh.


Sebagai ayah, Huri mengetahui betul perjuangan Yoga. Ia melihat bagaimana anaknya belajar, mengikuti pelatihan, dan menjalani setiap tahapan seleksi dengan penuh kesungguhan.


Huri sejak awal mendukung keinginan Yoga untuk langsung bekerja setelah menamatkan SMA. Pilihan itu tidak terlepas dari kondisi ekonomi keluarga dan kebutuhan biaya pendidikan kedua adiknya. Selain itu, keinginan tersebut bukan semata-mata untuk memperoleh penghasilan, melainkan juga menjadi pijakan bagi Yoga untuk membangun kemandirian ekonomi.


Namun, Huri tidak pernah menyangka pekerjaan pertama putranya justru berada di Jepang.


“Saya tidak menyangka anak saya bisa sampai sejauh ini. Sejak kecil, ia memang memiliki keinginan untuk menjadi orang sukses. Mudah-mudahan kesempatan bekerja di Jepang ini menjadi pintu menuju kesuksesan baginya,” kata Huri.


Tidak banyak pesan yang disampaikannya. Huri hanya meminta Yoga menjaga kesehatan, tidak meninggalkan ibadah, dan selalu berdoa ketika menghadapi kesulitan.


“Jaga kesehatan, jangan lupa salat, dan teruslah berdoa. Semoga kelak Yoga menjadi orang sukses dan dapat membuat kami sebagai orang tua bangga,” ujarnya penuh haru.


Pesan itu sederhana, tetapi menyimpan kasih sayang dan harapan besar. Di pundak Yoga, keluarga menitipkan doa agar perjalanan ke Jepang menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik.


Di usia 18 tahun, Yoga Pratama tidak hanya berangkat untuk bekerja. Ia membawa harapan orang tua, masa depan kedua adiknya, dan impian untuk pulang sebagai pemuda mandiri yang mampu mengubah kehidupan keluarganya.


## Membuka Jalan bagi Peserta Lain


Ketua FPM Koto Lua Nofial mengatakan, Yoga merupakan satu dari delapan peserta pelatihan bahasa dan budaya Jepang. Lima peserta berasal dari Kelurahan Koto Lua, sedangkan tiga lainnya berasal dari Kelurahan Limau Manis Selatan.


Dari delapan peserta tersebut, empat orang telah mendapatkan kontrak kerja di Jepang. Namun, Yoga menjadi peserta pertama yang memperoleh kepastian keberangkatan.


Tiga peserta lainnya masih menunggu *Certificate of Eligibility* (COE) atau dokumen izin tinggal, sedangkan dua peserta masih menjalani proses menuju wawancara akhir. Adapun dua peserta lainnya memutuskan tidak melanjutkan seleksi karena telah mendapatkan pekerjaan di Kota Padang.


“Sebenarnya, dari delapan peserta, empat orang telah memperoleh kontrak kerja di Jepang. Namun, baru Yoga yang diberangkatkan. Tiga peserta lainnya masih menunggu COE,” jelas Nofial.


Bagi Nofial, keberangkatan Yoga menjadi bukti bahwa program tersebut memberikan hasil nyata. Pencapaian itu juga diharapkan dapat menjaga semangat peserta lain yang masih menjalani tahapan seleksi.


Ia mengatakan, perjalanan menuju Jepang memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk keberangkatan saja, setiap calon pekerja membutuhkan dana sekitar Rp30 juta. Namun, FPM Koto Lua telah menggandeng investor yang bersedia menyediakan dana talangan.


“Sejak awal kami telah berkomitmen dengan investor. Jadi, Yoga maupun calon PMI lainnya tidak perlu khawatir mengenai biaya keberangkatan. Investor siap menanggung biaya tersebut,” katanya.


Menurut Nofial, dana talangan tersebut nantinya dikembalikan oleh peserta setelah mulai bekerja di Jepang. Dengan tingkat penghasilan yang diperoleh di Jepang, pengembalian dana tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat bulan.


“Skema ini dirancang agar keterbatasan ekonomi tidak menghalangi anak-anak muda dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pekerjaan. Mereka tetap bisa berangkat tanpa harus membebani orang tua dengan biaya besar di awal,” ujarnya.


## Satu Orang Berangkat, Satu Keluarga Berdaya


Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Koto Lua Indra Gunawan, yang turut hadir dalam acara pelepasan tersebut, melihat keberangkatan Yoga sebagai sesuatu yang lebih besar daripada sekadar keberhasilan seorang peserta pelatihan.


Menurutnya, program tersebut berpotensi menjadi salah satu jalan untuk mengurangi jumlah rumah tangga miskin (RTM).


Ketika seorang anak dari keluarga kurang mampu memperoleh pekerjaan dengan pendapatan yang layak, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Penghasilan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan orang tua, membiayai pendidikan adik, memperbaiki tempat tinggal, hingga membuka peluang usaha.


“Satu orang yang berangkat bekerja ke Jepang berpotensi mengangkat satu keluarga dari kategori RTM. Karena itu, kami berharap PT Semen Padang terus mendukung program ini. Biaya pelatihan yang mencapai Rp6,5 juta untuk setiap peserta cukup besar sehingga kami membutuhkan dukungan dari PT Semen Padang,” katanya.


Meski biaya pelatihan cukup besar, Indra mengatakan dana tersebut tidak berhenti sebagai bantuan sekali pakai. Setelah peserta bekerja di Jepang, biaya pelatihan akan dikembalikan secara bertahap dan digunakan kembali untuk membiayai calon peserta berikutnya.


“Nah, dengan demikian, satu dukungan dari PT Semen Padang akan dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak anak muda. Ini menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujar Indra.


## Investasi Sosial untuk Masa Depan


Bagi PT Semen Padang, keberangkatan Yoga menjadi tonggak penting dari program yang telah dirintis bersama masyarakat sejak 2025.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengapresiasi FPM Koto Lua yang berhasil mendampingi seorang warga dari keluarga kurang mampu hingga memperoleh pekerjaan di Jepang.


Menurutnya, keberhasilan Yoga sejalan dengan tujuan awal perusahaan dalam mendukung program pelatihan bahasa dan budaya Jepang tersebut. Program itu tidak hanya diarahkan untuk menambah pengetahuan peserta, tetapi juga diharapkan menghasilkan perubahan nyata terhadap kehidupan mereka.


“Sejak awal direncanakan, program ini memang bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi sosial jangka panjang untuk menekan angka kemiskinan di sekitar wilayah perusahaan. Alhamdulillah, tujuan tersebut mulai terwujud. Kami sangat bersyukur dan terharu melihat pencapaian ini,” kata Win.


Sementara itu, Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes menambahkan, pelatihan bahasa dan budaya Jepang tersebut merupakan bagian dari program Basinergi Membangun Nagari yang dijalankan perusahaan bersama FPM Koto Lua.


Melalui program tersebut, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh kemampuan dan akses menuju lapangan kerja.


“Sejak awal, pendekatan tersebut diharapkan dapat melahirkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Alhamdulillah, Yoga menjadi peserta pelatihan pertama yang berhasil menjadi PMI di Jepang. Untuk itu, kami berpesan agar Yoga menjaga amanah, bekerja dengan disiplin, menghormati budaya setempat, dan menjaga nama baik Indonesia selama berada di Jepang,” katanya.


Hernes juga berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak warga. Terlebih, potensinya dinilai sangat besar dalam membantu keluarga kurang mampu keluar dari kemiskinan.


“Mudah-mudahan pencapaian Yoga ini dapat memotivasi teman-teman dan adik-adiknya untuk mengikuti jejak yang sama,” pungkas Hernes. (*)

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Kedisiplinan dalam berlalu lintas di jalan raya adalah hal yang sangat penting dan perlu menjadi perhatian semua pihak. Guru dan orang tua diharapkan memberikan contoh yang baik dengan mematuhi aturan berkendara, terutama dalam hal menggunakan helm, termasuk untuk anak yang diantar kesekolah.


Hal itu disampaikan Kapolresta Bukittinggi  melalui Kapolsek kota Bukittinggi Kompol Mazwanda, S.H., ketika memberikan amanat dalam upacara bendera di SMP Negeri 4 Bukitinggi Senin (24/08). Dalam kesempatan itu Mazwanda menyampaikan pesan dari Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol Rully Indra Wijayanto, S.I.K., M.Si., yang berhalangan hadir karena sedang mengikuti acara di Polda Sumbar. Ia mengatakan, aturan berlalu lintas bukanlah untuk penegak hukum atau kepolisian. Namun untuk kepentingan keselamatan pengendara, tidak terkecuali anak-anak yang dibonceng orang tuanya kesekolah. 


Menurutnya, kecelakaan yang terjadi selalu berawal dari pelanggaran yang dilakukan pengendara. Menggunakan helm bertujuan melindungi pengendara agar jika terjadi kecelakaan, bahagian kepala dapat terlindungi dari benturan yang bisa berakibat fatal. Para  pelajar diminta untuk memberitahukan ke orang tuanya bahwa pelajar yang berbonceng ke sekolah juga harus menggunakan helm. 


Disamping aturan berlalu lintas, Kapolresta Bukittinggi juga memaparkan tentang  tauran pelajar. Ia menjelaskan bahwa masa anak SMP adalah masa yang paling rawan terhadap kenakalan remaja yaitu tauran antar pelajar. Ia berpesan agar para pelajar jangan bangga dan merasa hebat mengikuti tauran yang dapat mengakibatkan hal buruk. Namun banggalah mencegah terjadinya tauran. "Beranilah dan jangan takut melaporkan kepada guru jika ada terjadi tauran, pertengkaran ataupun tindakan buly", Ujarnya.


Selanjutnya Ia juga menerangkan tentang dampak buruk pemakaian narkoba dikalangan pelajar dan sanksi hukum bagi pemakai dan pengedarnya. Ia mengungkapkan, pengedaran narkoba saat ini tidak lagi melalui pertemuan-pertemuan, namun sudah melalui HP. Akibat buruk dari kecanduan narkoba, orang bisa melakukan berbagai cara mendapatkan uang asal bisa membeli dan mendapatkan narkoba, termasuk melakukan tindakan yang tidak bisa ditolerir. 

Ia juga mengurai bahwa sanksi hukum penjara untuk pemakai dan pengedar narkoba tidak sedikit. Untuk pemakai yaitu 5 tahun kurungan penjara, sedangkan untuk pengedarnya 20 tahun penjara. Untuk itu Ia meminta para pelajar dapat berhati-hati dan menjaga diri agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan obat terlarang tersebut. 


Menutup amanat, Kapolres memberikan nasehat, agar para pelajar bisa belajar dengan giat dan rajin, berprestasi, menyayangi orang tua dan mematuhi guru disekolah. Ia optimis dari situ akan lahir pemimpin-pemimpin yang hebat dimasa yang akan datang. 


Sementara itu, Kepala SMPN 4 Bukittinggi Firman Adhani, sangat berterima kasih atas kesedian pihak Polresta Bukittinggi dalam memberikan edukasi kepada para siswa, guru dan seluruh warga sekolah. Hal ini adalah salah satu bentuk kerjasama sekolah dengan pihak luar dalam meningkatkan pengetahuan tentang disiplin berlalu lintas di jalan raya, pencegahan tauran dan buly, serta penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar.


Ia berharap amanat yang disampaikan dapat menjadi pencerahan dan pedoman bagi seluruh warga sekolah untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam berkendara serta ikut mencegah kenakalan remaja, terutama di sekolah yang dipimpinnya. (Sandra)

 

Pasbar,Lintas Media News Com


Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kabupaten Pasaman Barat Sukses dan lancar dalam pelaksanaan Ujian Melalui Sistem Computer Based Tes ,demikian Pantauan Media ini usai berakhir ,Minggu 23/8 di SMK N 1 Padang Tujuh.


Ujian yang digelar selama 2 hari dan 5 sesi ini dengan jumlah peserta sebanyak 147 dan tidak hadir 2 orang dari 22 Nagari yang lebih dari 5 Colon Wali Nagarinya.


Saat dikonfirmasi Riko Panitia Pelaksana di ruang Computer mengatakan dari seluruh hasil rekapitulasi ,perolehan Nilai Tertinggi dari seluruh peserta Calon tes ini diraih oleh Edi Candra dengan total nilai 88,90 dari Nagari Maligi Kecamatan Pasaman.


Ada pun materi tes yang diujikan adalah termasuk bidang Pemerintahan ,Materi ke Agamaan, materi Wawasan Kebangsaan,Sosial Kemasyarakatan serta Kepemimpinan dengan jumlah Soal 100 dan waktu Ujian selama 90 menit.


Syaikul Putra PLT Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari mengatakan Hasil CBT ini akan menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan peserta yang masuk lima besar untuk mengikuti proses Pencalonan Wali Nagari di Wilayah masing-masing.


Ia juga mengatakan ucapan terima kasih kepada semua pihak ,termasuk TNI ,Polri, Sat. Pol PP Perhubungan ,Media ,serta PPWN ,atas terselenggaranya kegiatan ini dengan tertib ,sukses dan lancar

PADANG,Lintas Media News
 Persoalan banjir hingga kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, saat bertemu masyarakat dalam agenda reses di Masjid Mukhlisin, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sabtu (22/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi. Sejumlah tokoh masyarakat, bundo kanduang dan Majelis Taklim turut hadir menyampaikan aspirasi kepada pimpinan DPRD Sumbar tersebut.

Salah satu persoalan yang cukup banyak disoroti adalah kondisi riol atau saluran air yang dinilai perlu mendapat perhatian. Warga berharap adanya pembenahan saluran tersebut sehingga aliran air lebih lancar dan risiko banjir yang selama ini kerap terjadi dapat dikurangi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Muhidi menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda bertemu masyarakat, tetapi menjadi kesempatan untuk mengetahui secara langsung kebutuhan warga di daerah pemilihannya.

Menurutnya, setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan untuk dikoordinasikan dengan pihak terkait, sehingga program yang nantinya diperjuangkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana kebutuhan masyarakat ini menjadi prioritas dan manfaatnya benar-benar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Muhidi.

Ia menambahkan, persoalan banjir membutuhkan penanganan yang tepat dan terkoordinasi. Karena itu, aspirasi mengenai perbaikan riol akan menjadi salah satu perhatian untuk dicarikan solusi sesuai kewenangan pemerintah.

Di sisi lain, Muhidi juga mengajak masyarakat tidak hanya fokus pada persoalan infrastruktur, tetapi ikut memikirkan masa depan generasi muda. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin cepat berubah menuntut anak-anak muda memiliki kemampuan yang lebih dari sekadar ijazah.

Pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM serta peningkatan keterampilan disebut menjadi tiga hal penting dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menghadapi perubahan zaman.

“Pembelajaran di sekolah harus dibekali dengan skill atau keahlian. Kalau tidak, maka siap-siap menjadi pengangguran,” ujarnya.

Muhidi menilai pendidikan berbasis keterampilan menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja. Generasi muda harus dipersiapkan agar memiliki kemampuan praktis yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja maupun membuka peluang usaha sendiri.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak menjadikan kondisi ekonomi sebagai alasan untuk menghentikan pendidikan anak.

Menurutnya, pemerintah memiliki berbagai program yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan pendidikan. Karena itu, orang tua diharapkan tetap memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak untuk menempuh pendidikan dan mengembangkan keterampilannya.

“Tidak ada alasan bagi orang tua untuk tidak menyekolahkan anak. Walaupun ekonomi sulit, pendidikan anak harus tetap menjadi perhatian,” tegasnya.

Reses tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan masa sidang III Tahun 2025/2026, ketika anggota DPRD Sumbar turun ke daerah pemilihan masing-masing untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Melalui pertemuan langsung tersebut, Muhidi berharap komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat terus terjaga. Aspirasi yang muncul dari bawah diharapkan dapat menjadi dasar dalam memperjuangkan program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(*/st)






Padang,Lintas Media News
Sebagai salah satu sekolah yang terdampak parah bencana hidrometeorologi pada 27 November lalu, SMA Negeri 12 Nanggalo, Padang memerlukan perbaikan sarana dan prasarana.

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, turun langsung menjemput aspirasi pihak sekolah pada Jumat (21/8). Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangkaian reses perseorangan DPRD Sumatera Barat (Sumbar) masa persidangan ketiga Tahun Sidang 2025-2026.

Kepada Evi Yandri, seorang guru meminta bantuan pengadaan mobiler berupa meja, kursi, dan loker guru.

"Kami memerlukan meja dan kursi baru, Pak. Fasilitas yang lama sudah tidak layak pakai karena terendam lumpur saat banjir bandang kemarin," ujar guru tersebut.

Bencana November lalu memang tidak hanya merendam SMAN 12 Padang dengan air, tetapi juga menyisakan endapan lumpur yang tebal di area sekolah.

"Saat pembersihan lumpur pascabencana, Pak Evi langsung datang meninjau ke sini. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian beliau. Tahun ini, kami juga menerima bantuan laptop dari dana pokok pikiran (pokir) Pak Evi," kata guru lainnya.

SMAN 12 Padang tercatat sering terdampak banjir, termasuk pada 3 Agustus lalu, namun untung air cepat surut. Namun, banjir pada November menjadi yang terparah karena material lumpur terbawa. 

"Pak, mohon dicarikan solusi agar sekolah dan jalan akses ke sini tidak banjir lagi. Kami kesulitan untuk datang belajar," keluh salah seorang siswa.

Selain banjir, keluhan mengenai krisis air bersih juga mencuat dalam pertemuan tersebut.

"Air sekolah keruh dan berbau besi. bahkan kadang tidak ada air. Padahal sangat dibutuhkan untuk berwudu dan keperluan toilet," ungkap seorang siswi.

Pihak sekolah membenarkan kendala tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi seribu lebih siswa dan guru, sekolah telah membuat empat sumur bor dengan kedalaman hingga 60 meter. Namun, air yang keluar tetap keruh.

"Kalau menggunakan layanan PDAM airnya jernih, tetapi alirannya sering mati sehingga tidak cukup memenuhi kebutuhan sekolah," jelas salah seorang guru.

Persoalan lain yang dihadapi sekolah adalah ketiadaan lapangan olahraga yang memadai. Lahan lapangan yang ada saat ini sebagian besar sudah terpakai untuk pembangunan gedung baru.

"Tahun 2027 kami menghadapi penilaian akreditasi sekolah. Tanpa lapangan olahraga yang layak, nilai akreditasi kami terancam turun," keluh guru olahraga.

Akibat keterbatasan fasilitas ini, terkadang aiswa terpaksa mengikuti materi jam olahraga di dalam ruang kelas. Sementara untuk kegiatan ekstrakurikuler seperti futsal dan basket, siswa terpaksa menyewa lapangan di luar sekolah dengan biaya mandiri.

"Sewa lapangan futsal mencapai Rp200 ribu per jam. Kasihan siswa yang punya semangat tinggi untuk berolahraga," tambahnya. Siswa juga berharap mendapat bantuan alat penunjang ekstrakurikuler seperti alat musik tradisional talempong dan tenda PMR.

Menanggapi rentetan keluhan tersebut, Evi Yandri meminta pihak sekolah segera menyusun perencanaan pembangunan yang matang.

"Harus ada master plan yang jelas. Jangan sampai saat kepala sekolah berganti, kebijakannya ikut berubah. Itu akan menyulitkan pembangunan," tegas Evi.

Evi berjanji akan membawa persoalan fisik, pengadaan mobiler, fasilitas lapangan, hingga penyediaan air bersih ini untuk dibahas bersama Dinas Pendidikan Sumbar untuk memastikan anggaran pemenuhannya secara bertahap.

Di akhir pertemuan, Evi Yandri sempat menguji respons siswa mengenai kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh siswa kompak meminta program tersebut diteruskan, meski mereka memberikan catatan kritis terkait kualitas makanan.

"Kami ingin program ini lanjut, Pak. Namun kualitasnya harus diperbaiki. Menunya jangan telur terus-menerus, dan kebersihannya harus dijaga," ujar seorang siswa berseloroh. 

Selain siswa dan guru, pada pertemuan itu juga turut hadir Kabid pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar, Mahyan, pengawas sekolah dan Sekcam Nanggalo. (*/st)

PADANG,Lintas Media News
 Suara dan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan. Hal itu menjadi perhatian Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi saat bertemu langsung dengan warga dalam kegiatan reses di Masjid Husnul Khatimah, Kampung Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Jumat (21/8/2026).

Reses tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. Warga dapat menyampaikan berbagai persoalan sekaligus mengusulkan kebutuhan pembangunan yang dinilai penting bagi lingkungan mereka.

Ketua DPRD Sumbar Muhidi mengatakan, turun langsung ke tengah masyarakat merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD. Melalui reses, aspirasi warga dapat didengar secara langsung dan menjadi bahan untuk diperjuangkan dalam proses pembangunan daerah.

“Kita berkumpul dalam rangka reses. Kita minta masukan dari masyarakat untuk diperjuangkan sesuai dengan kewenangan yang ada,” kata Muhidi.
Menurutnya, aspirasi yang disampaikan masyarakat memiliki manfaat besar karena dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan riil di lapangan. Masukan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pembahasan DPRD bersama pemerintah daerah.

“Reses ini sangat strategis karena kita bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Beberapa bulan ke depan akan ada usulan program, sehingga aspirasi masyarakat hari ini sangat penting,” ujarnya.

Muhidi menjelaskan, DPRD merupakan mitra kepala daerah dalam menjalankan pembangunan. Di tingkat provinsi, DPRD menjadi mitra Gubernur, sementara di kabupaten dan kota DPRD menjadi mitra bupati maupun wali kota.

“DPRD bersama kepala daerah membangun daerah, baik pembangunan fisik maupun pembangunan sumber daya manusia. DPRD memiliki tiga fungsi, yaitu legislasi, budgeting dan pengawasan,” jelasnya.

Tak hanya berbicara mengenai pembangunan, Muhidi juga mengajak masyarakat memberikan perhatian terhadap masa depan anak-anak. Ia menilai keluarga memiliki peran penting dalam membangun karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman.

“Di tengah kesibukan aktivitas, mari kita duduk bersama anak-anak. Bangun kesadaran mereka tentang pentingnya ilmu dan keterampilan. Jangan hanya dimarahi, tetapi berikan motivasi,” katanya.

Ia juga mendorong orang tua membekali anak dengan kemampuan berbahasa asing, pendidikan, keterampilan serta nilai-nilai agama.

“Globalisasi tidak bisa dihambat atau ditolak. Yang harus kita lakukan adalah menyiapkan anak-anak agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tanamkan akidah, ilmu pengetahuan, pendidikan dan kebersamaan,” ujar Muhidi.

Sementara itu, Lurah Kampung Baru Nan XX Ratu Junasli menyambut baik pelaksanaan reses tersebut. Menurutnya, pertemuan ini memberikan kesempatan bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan DPRD Sumbar.

“Ini kesempatan emas bagi warga untuk menyampaikan usulan pembangunan dan berbagai persoalan lainnya. Terima kasih atas kehadiran Bapak Ketua DPRD Sumbar,” kata Ratu.

Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin sehingga berbagai kebutuhan warga dapat diperjuangkan sesuai skala prioritas pembangunan.(*/st)



PADANG,Lintas Media News
Gonjang-ganjing kegiatan Sumbar Summit Teacher 2026, di Padang, 13-14 Agustus 2026, ditanggapi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies. PWI tidak ikut serta pada  Sumbar Summit Teacher 2026 dan tak ada hubungan apa pun dengan penyelenggara.

“Kami tidak ikut serta, tidak pula bagian dari penyelenggara. PWI Sumbar sudah meyampaikan somasi terkait terpajangnya logo dan mereka PWI pada kegiatan tersebut,” kata Widya Navis, melalui siaran pers, di Padang, Sabtu (22/8).

Katanya, pencantuman logo dan merek PWI dan pada atribut kegiatan dilakukan tanpa persetujuan organisasi yang dipimpinnya. Penggunaan nama maupun identitas resmi organisasi tanpa izin merupakan persoalan serius. 

PWI Sumbar menilai pencantuman logo tersebut tidak sah alias ilegal. Apabila terbukti memenuhi unsur pelanggaran hukum, PWI Sumbar membuka peluang untuk memprosesnya melalui jalur hukum.
Widya menjelaskan, beberapa hari jelang acara, panitia penyelenggara memang mendatangi Kantor PWI Sumbar untuk mengajukan penawaran kerja sama, tetapi tidak memberikan draf kerja sama, namun logo dan merek PWI sudah dipasang untuk promo dan informasi kegiatan.

“Saat itu, PWI Sumbar menyampaikan, menolak tawaran kerja sama,” kata Widya Navies, namun ketika acara berlangsung, ternyata  masih ada identitas PWI dan logo PWI pada flyer di ruang tunggu zoom. 

Klarifikasi terbuka ini disampaikan guna meluruskan informasi di tengah publik—khususnya kalangan guru, sekolah, dan instansi pendidikan di Sumatera Barat—agar tidak menginterpretasikan keberadaan logo tersebut sebagai bentuk dukungan resmi dari PWI Sumbar.

PWI Sumbar mendesak pihak penyelenggara untuk segera memberikan penjelasan resmi mengenai dasar pencantuman logo tersebut serta bertanggung jawab penuh atas penggunaan identitas PWI tanpa izin, termasuk ditemukannya sertifikat yang di bawahnya tertulis, Mengetahui: Ketua PWI Sumbar Widya Navies dan Kadis Pendidikan Sumatera Selatan Habibul Fuadi. Tak ada tandatangan pemilik acara. 

PWI Sumbar, kata Widya Navies, sudah melayangkan somasi ke pihak penyelenggara, disampaikan kepada Founder Indonesia Inspiring Teacher/Promotor Sumbar Summit Teacher 2026, Herdinalsky. 

Di sisi lain, pada rapat pengurus Harian PWI Sumbar dengan DKP PWI Sumbar, Jumat (21/8) juga mempertimbangkan akan memberikan sanksi terhadap anggota atau pengurus PWI Sumbar yang terlibat pada kegiatan dimaksud.( *)

 

Pasbar, Lintas Media News Com.


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari ,gelar Ujian Kompetensi bagi Calon Anggota yang lebih dari 5 orang Calon Wali Nagari,demikian pantauan dari Media ini di Ruang Labor SMK N 1 Padang Tujuh, Simpang Empat



Kegiatan yang disiapkan para Panitia Pelaksana tampak dipantau oleh : Yulianto Bupati Pasbar yang didampingi langsung oleh Dody San Ismail Sekda , Syaikul Putra Kadis DPMN serta Handoko Kasat .Pol PP.


Peserta tes tertulis yang dimulai hari ini. Mulai Jam 8 sampai selesai dengan ruang Ujian hanya 1 dengan 3 Sesi ,dengan jumlah Soal ada 100 ,materi Ujian termasuk : UU Desa, Tupoksi Bamus, Wawasan Kebangsaan ,Tupoksi Nagari mau pun Agama .sebelum dimulai ujian para Panitia tampak membacakan Tata Tertib ,membawa Kartu peserta dan KTP ,serta Sosialisasi sebelum Ujian ,penandatanganan Berita Acara dan melihat hasil Ujian atau Skor Nilai Masing-masing Peserta.


Pada Ujian hari ini khusus untuk peserta bagian Selatan sebanyak 85 Orang Calon Wali Nagari dari bagian Selatan ,sementara untuk besok yang akan Ujian ada 60 Orang Calon Peserta dari bagian Utara ,jadi jumlah keseluruhan peserta Tes sebanyak 145 peserta


Yulianto dalam sambutannya mengatakan pentinya suasana Nyaman ,Kondusif ,karena tes ini merupakan awal persiapan Tes bagi Calon Wali Nagari yang lebih dari 5 orang dari setiap Nagari yang ada di Pasbar ini tegasnya.


Untuk itu Ia sangat berharap bersama-sama mengingatkan menjaga kesatuan dan persatuan ,karena yang ikut Calon ini adalah :Mamak,Kakak,adik ,kamanakan ,untuk itu ,agar bisa memahami siapa pun yang menang itulah yang terbaik ingatnya lagi.

Namun Tak kalah pentingnya ia katakan selama ini tidak maksimalnya Pelayanan kepada masyarakat ,karena belum Depenitif ,jabatan rangkap masih ada ,sehingga tidak ada kebijakan ,tapi setelah Pilwana serentak tahun 2026 yakin lebih maksimal dan baik.


Hal senada ,dikatakan M.Idil salah seorang peserta yang lulus Tes kepada Media ini ,usai Ujian berakhir dari Nagari Pinaga ( Pemuda ), berharap kepada peserta bersama- sama memberikan suasana aman dan kondusif,mari menjadikan Pilwana yang badun Sanak ,.karena siapa pun nantinya yang menang ,itu milik masyarakat dan yang terbaik bagi semua pungkasnya lagi.

Sumbar, Lintasmedia News— Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat berhasil membongkar kasus tindak pidana perdagangan emas ilegal pertama di Kota Solo. Kasus ini melibatkan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal India berinisial A yang berusia sekitar 39 tahun.


Pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung dalam acara doorstop usai konferensi pers di Mapolda Sumbar, Jumat (21/8/2026). 


Hadir dalam kesempatan tersebut Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya dan Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Octa Rahmansyah serta para awak media cetak, online dan elektronik. 


Kombes Pol Susmelawati Rosya menjelaskan bahwa pelaku A saat ini telah diamankan dan sedang dalam tahap pengembangan lebih lanjut oleh tim gabungan bersama instansi terkait.


"Tindak pidana pertama emas ilegal ini di Solok Kota. Ini pelakunya adalah seorang WNA warga negara India berinisial A, kemudian berumur kira-kira 39 tahun. Yang bersangkutan sudah diamankan ya saat ini dan sedang dalam proses pengembangan oleh timsus."


Sementara itu, Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar, AKBP Octa Rahmansyah, membeberkan modus operandi yang digunakan oleh jaringan internasional tersebut. Tersangka A diketahui membeli emas murni dari daerah tambang, yang kemudian penjualannya dihubungkan dengan jaringan pemodal asal Malaysia.


"Jadi untuk modus operandi, yang bersangkutan ini membeli emas dari daerah tambang, kemudian dibeli murnikan. Kemudian emas ini nanti ada yang membeli yaitu dari Malaysia, ada kurir sendiri," ungkap AKBP Octa Rahmansyah.


AKBP Octa menambahkan, pemodal di Malaysia menggunakan sistem pengiriman berjenjang dengan mengutus 2 hingga 3 orang kurir yang tidak saling kenal untuk menyerahkan barang ke Indonesia. Meskipun pelaku tinggal di Indonesia menggunakan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) karena telah beristri dan memiliki anak di wilayah tersebut, penyidik masih mendalami jaringan luas dan aliran transaksi yang nilainya tergolong besar.


Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan barang bukti emas murni dengan skala signifikan, di mana dalam penangkapan terbaru jumlahnya mencapai kurang lebih 1,5 kg hingga 2 kg yang dijual dalam jangka waktu setiap dua hari.


Polda Sumbar menegaskan bahwa proses hukum terhadap tersangka tetap berjalan secara profesional, dengan dibarengi koordinasi intensif bersama pihak imigrasi, pabean, serta kedutaan besar terkait mengingat keterlibatan jaringan luar negeri.(*)

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Dua Kafilah dilepas Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Korpri ke-8 di Makassar. Pelepasan berlangsung di ruang pertemuan Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Rabu (19/08).


Pada MTQ Nasional Tingkat Korpri ke-8 di Makasar, Kota Bukittinggi mengirimkan dua perwakilan Kafilah. Mereka adalah Nofi Yanti, S.Pd.I., Penyuluh Agama Fungsional Kecamatan Guguak Panjang, yang mengikuti cabang Doa Putri, serta Hardiyanti Maiyuna, S.IQ., S.Pd., guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 4 Bukittinggi, yang mengikuti cabang Hifzil 7 Surat Pilihan Putri. Mereka akan berjuang membawa nama kota Bukittinggi pada 24 Agustus 2026 mendatang. 

 

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, apresiasi dan dukungan kepada kedua perwakilan yang akan membawa nama Kota Bukittinggi dalam ajang MTQ Nasional Tingkat Korpri ke-8. Ia berharap kedua kafilah dapat mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan baik dan tampil maksimal.


"Selamat mengikuti MTQ Nasional Tingkat Korpri ke-8. Semoga bisa tampil sebaik mungkin, membawa nama baik Bukittinggi dan meraih hasil yang terbaik," ujarnya.


Wali Kota berpesan agar kedua kafilah tetap semangat dan menjaga kesehatan selama berada di Makassar. Kesempatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk tampil sebaik mungkin dan membawa nama baik Kota Bukittinggi. (Sandra)



PADANG,Lintas Media News
 Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Evi Yandri Rajo Budiman, menjaring aspirasi siswa dan guru SMAN 17 Padang di Kelurahan Air Pacah, Kota Padang, Kamis (20/8/2026). Pertemuan dalam masa reses ini bertujuan menghimpun langsung kebutuhan sektor pendidikan.

SMAN 17 Padang merupakan sekolah baru yang didirikan atas inisiasi warga. Sistem zonasi PPDB kerap menyulitkan calon siswa di Air Pacah untuk melanjutkan pendidikan. Akses ke sekolah terdekat lain, seperti SMAN 5 Padang di Balai Baru, dinilai terlalu jauh.

Sebagai sekolah baru, SMAN 17 Padang masih minim sarana. Pihak sekolah dan siswa mengusulkan pengadaan ruang kelas baru (RKB), laboratorium TIK dan IPA, ruang UKS, serta fasilitas ibadah.

"Kami sangat membutuhkan musala, Pak. Lokasi ibadah saat ini jauh dari area belajar. Kami sering terlambat masuk kelas," ujar seorang siswa.

Siswa lain mengeluhkan ruang UKS yang hanya bisa memuat satu ranjang. Kondisi ini menyulitkan penanganan medis darurat, terutama saat upacara bendera. Perwakilan siswa juga mengharapkan adanya ruang sekretariat OSIS.

Sementara itu, guru meminta penambahan ruang kelas baru untuk meningkatkan daya tampung sekolah. Langkah mendesak ini diperlukan guna mengakomodasi lulusan SMP di zona Air Pacah pada tahun ajaran mendatang.

Kepala SMAN 17 Padang, Arnaldy, menjelaskan bahwa jumlah siswa terus meningkat sejak sekolah diinisiasi pada 2021 dan mulai dibangun pada 2022.

"Saat awal berdiri, Pak Evi sangat membantu sekolah ini. Akses jalan masuk bahkan dibangun menggunakan dana pokok-pokok pikiran (pokir) beliau. Jalannya selesai lebih dulu sebelum bangunan sekolah rampung. Kami sangat mengapresiasi komitmen ini," ungkap Arnaldy.

Selain jalan ada beberapa lagi yang diupayakan eviyandri untuk SMAN 17. Baru baru ini,  Evi Yandri juga memperjuangkan bantuan komputer jinjing (Chromebook) melalui dana pokir untuk mendukung digitalisasi dan ujian siswa.

Apresiasi juga datang dari Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar, Mahyan. Ia memuji konsistensi Evi Yandri yang mengalokasikan anggaran pokir demi pemenuhan sarana prasarana sekolah di Sumbar.

Merespons hal itu, Evi Yandri menegaskan bahwa pendidikan merupakan program prioritas nasional. Kebijakan ini selaras dengan visi Presiden Terpilih Prabowo Subianto yang harus diimplementasikan oleh pemerintah daerah.

"Kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah hal mendasar untuk kemajuan negara. Pintu utamanya adalah memperbaiki sektor pendidikan," tegas legislator Partai Gerindra tersebut.

Di hadapan siswa, Evi berpesan agar generasi muda menjaga disiplin. Ia meminta mereka menjauhi narkoba, tawuran, dan seks bebas.

"Jangan pernah coba-coba. Sekali terjebak, masa depan rusak. Ingat pengorbanan orang tua di rumah. Fokuslah belajar dan kejar cita-cita," pesan Evi.

Terkait usulan fasilitas fisik, Evi menyatakan tim staf telah mencatat seluruh aspirasi untuk ditindaklanjuti pada penyusunan anggaran daerah berikutnya.

"Pembangunan tentu bertahap. Namun, sektor pendidikan selalu mendapat porsi karena merupakan program prioritas. Kami bersama sekolah dan dinas terkait akan mendahulukan kebutuhan yang paling mendesak," pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini komite sekolah, Lurah Air Pacah, serta Sekretaris Camat Koto Tangah. (*/st)

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Wali Kota, Ramlan Nurmatias, bersama sejumlah Kepala SKPD terkait meninjau langsung proses pekerjaan revitalisasi drainase Pasar Bawah Kamis (20/08).


Dalam peninjauan ke lapangan itu, Wali Kota menegaskan agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan maksimal di malam hari. Sehingga proses jual beli pagi hingga sore tidak terganggu. Ia menilai setelah enam hari berjalan, pelaksanaannya cukup baik, besi besi sudah masuk di saluran yang diperbaiki. 


Dijelaskannya bahwa kondisi Pasar Bawah sering terjadi genangan air, becek dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penjual dan pembeli dinilai wajar. Ia mengatakan terakhir dilaksanakan perbaikan drainase di Pasar bawah sudah cukup lama yakni pada tahun 1998 lalu.


"Menurut catatan, terakhir tahun 1998 dan kita lihat bahwa drainase itu penuh dengan tanah. Jadi mulai sekarang kita perbaiki lagi, dibongkar isinya, dicor lagi, di cor lantainya, kiri kanan, sampai atas. Tujuan kita adalah supaya air lancar ke saluran induk dan tidak ada lagi genangan dan becek di dalam pasar," ungkapnya. 


Ia menyebutkan, Pemko Bukittinggi secara bertahap akan terus melakukan rehab terhadap Pasar Bawah. Mulai dari mengganti lantai, pembangunan WC baru, kamar mandi, mushalla, sesuai kebutuhan masyarakat Pasar Bawah. Termasuk nantinya, penggantian atap Pasar Bawah dengan konsep atap anggar. 


"Kita tetap mempertahankan konsep pasar tradisional Pasar Bawah. Artinya apa, batu-batu itu tetap kita pelihara. Kita ingin bagaimana Ibu Ibu kita dulu berjualan bakatidiang kita pertahankan. Insya Allah pelan-pelan kita perbaiki dan setiap tahun kita anggarkan untuk pekerjaan perbaikan di Pasar Bawah, supaya orang berbelanja di Pasar Bawah, nyaman dan bersih," Imbuhnya. (Sandra)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.