Latest Post

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Sebagai bentuk penyebarluasan ilmu dan pengetahuan pada masyarakat. Sahabat Multi Sejahtera Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk  melakukan sosialisasi bertajuk "Pemanfaatan Maggot BSF (Black Soldier Fly) Black Soldier Fly untuk masyarakat petani. 

Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 26/8/2020, bertempat di Gedung SMA Sore Padang Panjang Barat Kota Padang Panjang, peserta yang datang beragam mulai dari mahasiswa, kelompok tani, komunitas pemerhati lingkungan.

Sahabat Multi Sejahtera Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk  melakukan sosialisasi bertajuk "Pemanfaatan Maggot BSF (Black Soldier Fly) Black Soldier Fly untuk masyarakat petani. (foto:ist)

Pelatihan dibuka oleh Arif Wicaksono, Sahabat Multi Sejahtera, Bogor Kemudian, dilanjutkan pemaparan materi mengenai asal-usul, siklus hidup, serta berbagai manfaat BSF. 

Dipaparannya, Arif Wicaksono menjelaskan, bahwa larva BSF dapat memakan berbagai jenis limbah organik seperti sisa buah, sayur, limbah perkebunan, juga kotoran ternak. 

Dari proses biokonversi tersebut, dapat dihasilkan minimal tiga produk yang berupa maggot, lindi, dan kompos. Maggot dapat digunakan sebagai pakan ayam dan ikan, lindi dimanfaatkan sebagai pupuk cair dan kompos sebagai media tanam.

Lebih jauh, Arif Wicakdono mengatakan,  produksi maggot BSF skala industri yang menggunakan limbah kelapa sawit sebagai bahan baku. Produksi maggot secara industri berfokus pada efisiensi ruang dan bahan baku untuk menghasilkan produk yang baik.

Larva BSF, dapat memakan berbagai jenis limbah organik, namun untuk mendapatkan larva dengan kandungan nutrisi yang baik sebaiknya limbah yang diberikan pada larva merupakan limbah campuran yang terdiri dari sisa buah, sayuran, dan sisa makanan. 

Dengan adanya larva BSF, diharapkan dapat terbentuk sebuah sistem perkebunan, juga memberikan nilai tambah pada perkebunan.

Pemanfaatan larva BSF, sangat berguna untuk meningkatkan kreatifitas dalam pemanfaatan BSF agar dapat memberikan dampak yang lebih luas dan bisa dirasakan oleh banyak orang. Artinya, dengan beralih kepada pupuk organik BSF, setidaknya kita dapat menyelamatkan  kesuburan tanah dari pengaruh pupuk organik yang selama ini digunakan para petani mengolah tanah dalam berbudi daya. Disamping, hebat biaya  hasil yang didapat melebihi pemakaian pupuk kimia,tukuknya.

Dijelaskan, bahwa setiap siklus BSF dari mulai telur, larva, prepupa, pupa, dan lalat dewasa memiliki manfaat ekonomis. Larva atau maggot,merupakan sumber protein tinggi yaitu sebesar 40% sehingga cocok digunakan sebagai pakan ternak. Hal ini, tentu akan membantu petani untuk menghemat biaya pembelian pakan komersil.

Kemudian, sampah hasil konversi oleh larva BSF dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang dapat mengurangi biaya pembelian pupuk kimia. Produk turunan lainnya adalah air lindi yang dihasilkan dari biokonversi limbah oleh BSF juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair dan larutan nutrisi untuk hidroponik yang membantu pertumbuhan tanaman.

Dengan dilaksanakanya sosialisasi ini,  masyarakat petani kelak, dapat membudidayakan BSF dengan memanfaatkan sumberdaya sekitar, pungkas, Arif Wicaksono. (maison pisano)

Padang, Lintas Media News
Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, M.Sc secara resmi membuka perhelatan Seni Rupa Realitas Sosial yang bertema "New Life" di Galeri Taman Budaya, Rabu (26/8/2020).
Gubernur Sumbar mendorong para seniman untuk terus berkarya, walaupun dalam masa pandemi Covid-19. Jadikan masa pandemi Covid-19 sebagai kehidupan baru "New Life" yang harus dihadapi. "Tinggal bagaimana kita menghadapinya, jangan kita lemah dan mati berkarya. Jadikan ini motivasi untuk berkarya," kata Irwan Prayitno.


Seni merupakan keindahan, rasa ini ungkapan gambaran suasana pada masanya yang menjadikan penikmat merasa dalam kebahagiaan. Dimana keindahan merupakan bukti sejarah yang menggambarkan peradaban manusia pada masanya.
"Seni keindahan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Seni merupakan suatu apresiasi untuk mengungkapkan rasa yang kita rasakan dengan keindahan. Dalam kehidupan seni tak dapat di nilai hanya sebatas materi," imbuhnya.
Selain itu, Irwan Prayitno memberikan apresiasi para seniman pada masa pandemi Covid-19 bisa beradaptasi, dengan membuka pameran seni rupa digalery itu dan tetap memperhatikan dan berpedoman pada protokoler kesehatan Covid-19 memakai masker selama pameran berlangsung. "Saya tiap tahun membuka pameran disini, namun kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena adanya pandemi Covid-19," ucapnya.
Walaupun ditengah pandemi covid-19 seniman Sumatera Barat tetap eksis dalam berkarya yang melahirkan karya-karya yang berkualitas.
Irwan Prayitno menyambut baik karya-karya seniman Sumbar yang memiliki nilai jual yang tinggi. Dengan karya-karya ini juga memberikan peluang ekonomi kepada para seniman.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar Gemala Ranti menyampaikan, bahwa Pameran tersebut melibatkan tidak kurang 26 peserta itu menampilkan puluhan karya diantaranya lukisan sebanyak 27 beragam format, seni patung 3 karya, sketsa 6, puluhan seni batik yang mengangkat motif-motif lokal serta karya instalasi mini.
Menurut Gemala Ranti, saat ini Indonesia sedang dilanda bencana virus Corona (Covid-19) ternyata seniman seni rupa Sumatera Barat masih tetap eksis berkarya melahirkan karya-karya terbaik melalui penjelajahan kreativitas ranah visual estetik berisikan seperangkat nilai-nilai.
"Saat ini pelaku seni tidak lagi di studio ataupun sanggar yang bersifat individual, tetapi sudah masuk dalam pelosok-pelosok area untuk berinteraksi, berkalaborasi dan memahami masyarakat dari aspek penciptaan karya," tutur Gemala.
Seniman dan pekerja seni lebih dari sekedar memgandalkan intuisi, emosi, kepelaan rasa, dan keahlian. Keseriusan seniman dalam mengamati, mengenali dan membaca, bagaimana kebudayaan dapat bergerak maju. "Oleh karena itu, pameran bersama bisa sebagai momentum kebangkitan seni rupa dan seni kriya sebagai kekayaan budaya khususnya di Sumbar," ungkapnya. (b/hms)





Pdg.Panjang, Lintas Media News.
Usai, menyaksikan launching virtual 3 juta masker untuk Sumatera Barat di Padang, Selasa,(25/8)sore, oleh Ketua TP PKK Pusat Ny. Tri Tito Karnavian, Pemko Padang Panjang  melakukan Tes Usab (Swab) gratis. Serta, dulanjukan dengan membagikan paket Sembako dari BAZ Nas Kota Padang Panjang di halaman balaikota setempat, Selasa(25/8/2020)sore.

Hadir, pada kesempatan tersebut, Sekretaris kota Padang Panjang, Sony Budaya Putra, Kadis DKK,

Dikesempatan langka itu, ada 10 orang masyarakat yang  bersedia untuk di Tes swap oleh pemerintah daerah kota Padang Panjang. Kesempatan jarang terjadi ini,  dimamfaatkan benar oleh masyarakat. 

Meseki, jumlahnya madih terbatas.  Tapi, setidaknya,  kesadaran masyarakat akan kesehatan makin tinggi. Apalagi, pandemi di kota Padang Panjang belum sepenuhnya hilang, ujar Wawako Asrul, saat didaulat memberikan semangat pada masyarkat yang di tes Swab pada sore itu. 

Selain menggelar Tes swab secara gratis, Pemko Padang Panjang juga memberikan bantuan paket sembako dan masker kepada masyarakat yang berhak menerimanya. 

"Ada sebanyak, 25 orang masyarakat yang menerima bantuan satu paket sembako tersebut, dimana bantuannya berasal dari Baznas Kota Padang Panjang, sedangkan data orang yang berhak menerimanya berasal dari Dinas Sosial dan untuk jumlah penerimanya itu sama Sumatera Barat," terang Asrul.

Disebutkan, bantuan paket sembako tersebut berisikan 10 Kg Beras, 2 Liter Minyak Goreng, 1 Kg Gula Pasir, 1 Kaleng Sarden Mili, 1 Kaleng Susu Carnation, 1 Kotak Teh Sariwangi dan 1 Buah Sunlight dengan total harga sebesar Rp. 200.000.

Sedangkan untuk pembagian masker yang diberikan kepada masyarakat sendiri berjumlah sebanyak 1. 400 lembar masker, dengan rincian 1. 000 buah masker bantuan dari BPBD Kesbangpol Kota Padang Panjang dan, 400 buah masker dari PKK Kota Padang Panjang.

Sebelumnya, Wakil Walikota Padang Panjang, Drs. Asrul beserta Wakil Ketua TP PKK Kota Padang Panjang, Ny. Era Yhanty Asrul, Ketua DWP Ny. Srihidayani dan kader PKK dan Kepala OPD terkait juga mengikuti kegiatan launching program 3 juta masker oleh TP PKK Provinsi Sumatera Barat yang diikuti oleh Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian dan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian di gubernuran.(maisonpisano)


BANGUN ASRAMA: Dokumentasi penyerahan bantuan pembangunan asrama putri  pelajar Mentawai dari Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang Oktoweri (paling kiri) kepada Bendahara Yayasan Aksi Peduli Bangsa Eka Ristiani pada 24 Oktober 2019 lalu. Kini bangunan asrama sudah rampung.


PADANG.Lintas Media News.
Asrama putri Yayasan Aksi Peduli Bangsa di Desa Munte, Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai yang dibangun melalui bantuan PT Semen Padang berupa semen sebanyak 3500 sak semen itu, akan segera diresmikan.

Kepala Unit CSR PT Semen Padang Muhamad Ikrar mengatakan,  pihaknya sudah berkoordinasi dengan Yayasan Aksi Peduli Bangsa terkait jadwal peresmian asrama putri tetsebut. Dari koordinasi itu, peresmian akan dilakukan pada pekan ini. 

"Rencananya asrama putri itu akan diresmikan pada Kamis besok. Asrama tersebut nantinya akan ditempati oleh para pelajar putri yang berasal dari daerah pedalaman Kepulauan Mentawai, khususnya untuk pelajar setingkat SMA," kata M.Ikrar Selasa (25/8/2020).

Ia berharap dengan akan diresmikannya asarama putri tersebut, maka pelajar yang tinggal di pedalaman Kepulauan Mentawai, dapat melanjutkan sekolahnya ke tingkat SMA, karena di pedalaman itu sekolah hanya sampai tingkat SMP. Untuk melanjutkan ke tingkat SMA, mereka harus hijrah ke Desa Munte.

"Jarak pedalaman Kepulauan Mentawai dengan Desa Munte cukup jauh, sekitar 2 jam perjalanan. Medan jalan tidak bisa diakses dengan kendaraan roda empat dan hanya bisa dilewati oleh sepeda motor, karena medannya sangat parah. Bahkan ketika hujan, medan jalan sudah seperti kubangan," ujarnya.

Selama ini, para orangtua atau walimurid di pedalaman itu kesulitan untuk menyekolahkan anaknya ke tingkat SMA, karena selain jauh dan akses jalan begitu buruk, para orangtua atau walimurid juga harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk bisa menyekolahkan anak-anaknya di Desa Munte, karena anak-anaknya harus kos di sana.

"Sementara para orangtua di sana mayoritas hidup di bawah garis kemiakinan. Dan tentunya berat bagi mereka. Makanya kami bersama Aksi Peduli Bangsa membuat terobosan dengan membangun fasilitas asrama untuk anak-anak di pedalaman, supaya mereka tetap sekolah hingga ke jenjang yang lebih tinggi," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kamis, 24 Oktober 2019, PT Semen Padang sebagai perusahaan semen yang peduli terhadap pendidikan, memberikan bantuan semen sebanyak 3500 sak kepada Yayasan Aksi Peduli Bangsa untuk membantu pembangunan asrama putri bagi pelajar yang tinggal di pedalaman Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Bertempat di base camp Aksi Peduli Bangsa di Desa Munte, Siberut Selatan, bantuan ribuan semen tersebut, diserahkan oleh Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum Perusahaan PT Semen Padang Oktoweri kepada Bendahara Yayasan Aksi Peduli Bangsa (YAPB) Eka Ristiani.

Oktoweri kesempatan itu  menyampaikan bahwa PT Semen Padang tidak hanya mendukung program pendidikan di Mentawai, tapi juga mendukung program syiar Agama Islam dengan mengirim sekitar 50 da'i binaan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Semen Padang.

Kemudian di samping itu, PT Semen Padang melalui UPZ Baznas Semen Padang, pada 2018 kemarin juga telah melegalkan pernikahan lebih dari 600 pasangan suami-istri melalui sidang itsbat secara gratis. "Sebelumnya, ratusan pasangan suami-istri itu hanya menikah secara siri," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Aksi Peduli Bangsa Arifin Jayadinigrat, berterimakasih kepada PT Semen Padang yang telah membantu pembangunan asarama putri untuk pelajar Mentawai yang tinggal di pedalaman. 
"Bantuan ini besar manfaatnya bagi kami, khususnya pelajar pedalaman Mentawai," katanya.

Selain membangun asrama putri, Yayasan Aksi Peduli Bangsa, juga telah membangun masjid, TK dan Paud, klinik, dan aula bagi warga pedalaman Mentawai. Lokasinya, berada di Dusun Buttui, Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai.

"Pembangunan sejumlah fasilitas di Buttui itu, dilakukan melalui sinergi sejumlah BUMN , serta sumbangan dari beberapa jamaah saya yang saya himpun, karena kebutulan saya juga aktif memberikan pengajian di beberapa masjid di Jawa," pungkasnya.(*)

 


Padang, Lintas Media News
Tujuan dilakasnakan acara simulasi ini adalah membangun sistem dan koordinasi prosedur terkait penanggulangan covid-19 serta bencana gempa bumi dan Tsunami di Sumatera Barat. Dan untuk meningkatkan kapsitas pemahaman, pengetahuan pemerintah daerah dan membentuk koordinasi yang baik antar stakeholder dalam penanggulangan bencana khususnya terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami pada masa pandemi covid ini

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit Datuak Malintang panai membuka secara resmi acara simulasi penanggulangan bencana pada masa pandemi Covid-19 Tahun 2020 di Provinsi Sumatera Barat, tempat berlangsungnya kegiatan tersebut di Pangeran Beach Hotel Selasa (25/8/2020).

Teknis pelaksanaan simulasi tersebut akan dilaksanakan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lengkap berjumlah 28 orang berasal dari BPBD, Relawan, Dinas Sosial, Dinas PUPR, TNI AD, TNI AU, TNI AL, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan Prov. Sumbar, BMKG dan OPD terkait lainnya.

Selantunya Wagub Sumbar menyebutkan rangkain kegiatan ini adalah bentuk inisiatif Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat melalui Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Doni Monardo supaya tidak lupa akan adanya bencana. Karena melihat susasna Covid-19 saat ini sudah masuk bulan kelima, mulai dari bulan Maret sampai bulan Agustus 2020 sekarang. 

"Harapan kita pada bulan Juli yang lalu sudah melandai total ternyata sekarang naik lagi. Kalau dilanjutkan PSBB lagi belum tau, karena PSBB itu biayanya sangat besar, mulai dari mengawasi perbatasan, perlengkapan APD, perlengkapan, termasuk alat swab, juga tempat karantina," ujar Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga katakan, adaptasi perubahan baru sangat tergantung bagi kedisiplinan diri, "kita ingin keluarga kita sehat, masyarakat kita juga sehat, dengan cara tetap jaga kebersihan dan mengikuti protokol kesehatan, mudah-mudahan kita semua tidak terkena covid-19.

"Sumatera Barat merupakan salah satu daerah rawan bencana alam, selain wabah pandemi Covid-19, sebelumnya juga sering terjadi gempa, dan juga tsunami di Mentawai. Untuk itu semua masyarakat Sumatera Barat harus siap untuk menghadapi bencana, terlebih masyarakat yang berada di tepi laut yang berprofesi sebagai nelayan perlu adanya pemberitahuan atau edukasi kepada mereka bagaimana menghadapi ketika bancana alam terjadi terkhususnya tsunami," ungkanya. 

Dan latihan ini tentunya sangat baik dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara kita menangani gempa dan tsunami apabila terjadi pada saat pandemi ini. (b/hms)

Padang, Lintas Media News
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian bersinergi dengan TP PKK Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam Gerakan Bersama Pakai (Gebrak) Masker.

Bersama "Gerakan Tiga Juta Masker" se Provinsi Sumatera Barat resmi dilaunching oleh Ketua Umum Tim Pengerak PKK Tri Suswati Tito Karnavian, bersama Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno dan Ketua Umum TP-PKK provinsi Sumbar Nevi Zuairina di Auditorium gubernuran, Selasa (25/8/2020).
Pada acara tersebut dihadiri juga Wakil gubernur Sumbar Nasrul Abit bersama Wakil Ketua TP-PKK Sumbar Wartawati, jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Provinsi Sumbar, Bupati Walikota dan Tim Pengerak PKK se Sumbar serta Kepala OPD Sumbar.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang disiplin menjalani protokol kesehatan, terutama penggunaan masker yang baik dan benar, seluruh Pemerintah Daerah melalui TP PKK yang ada di provinsi, kabupaten/kota mendukung penuh program Gebrak Masker yang diluncurkan oleh Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian.

Setelah sebelumnya secara serentak dan massif hampir setiap hari di seluruh Indonesia, TP PKK baik yang dihadiri secara langsung oleh Ketum TP PKK bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian atau tetap berjalan tanpa kehadiran keduanya.

Dalam Launching Gerakan Tiga Juta Masker di Provinsi Sumbar yang dihadiri seluruh TP PKK Kabupaten/Kota, Forkopimda se-Sumbar dan jajaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (25/8/2020) di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, secara simbolis dibagikan sebanyak 3 juta masker dan sejumlah paket bantuan sosial yang merupakan hasil gotong royong Pemda bersama pihak swasta dan seluruh elemen masyarakat di Sumbar.

Dalam sambutannya Tri menyampaikan bahwa gerakan 'Gebrak' masker, gerakan bersama pakai masker ini akan disosialisasikan oleh para kaum ibu, yaitu dari para pengurus TP PKK Sumbar, walaupun mungkin ada  pengurus dari bapak-bapak,  tapi ia yakin mayoritas adalah pengurusnya ibu-ibu.

 "Saya yakin juga ibu-ibu ini memiliki banyak peranan yang sangat penting sekali di rumah dalam menegakkan aturan karena sebetulnya penegak aturan disiplin di rumah itu adalah kaum ibu. Ibu yang sudah sejak dalam kandungan mengasuh anaknya sampai anaknya mungkin sudah punya cucu pun masih juga membuat aturan di rumahnya ataupun keluarganya, sehingga gerakan memakai masker ini akan berhasil di Provinsi Sumbar ini", ujarnya.

Ketum TP PKK juga tidak lupa menyampaikan apresiasi dan ungkapkan rasa terima kasih kepada Gubernur sumbar dan jajarannya dalam mendukung kegiatan tersebut. Selain itu, ia juga menyampaikan pentingnya untuk disiplin taati protokol kesehatan Covid-19.

"Saya selaku Ketum TP PKK berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang sudah menginisiasi 3 juta masker di Sumbar ini, dan dari keterangan Bapak Gubernur kemarin bahwa sebelumnya juga sudah melaksanakan kegiatan protokol kesehatan di masyarakat yang walaupun  masyarakat masih banyak yang belum menyadari pentingnya protokol kesehatan di tengah pandemik Covid-19 ini, masih banyak yang mengira bahwa Covid19 tidak akan sampai ke keluarganya atau dirinya bahkan ada yang menganggap ini hanya hoax, kalau mereka mengerti bagaimana Covid-19 ini menyerang 216 negara harusnya mereka mengerti ini bukan hoax sama sekali, ini bukan hal yang main2, bukan hal yang kecil, karena tidak mungkin covid19 ini akan melumpuhkan ekonomi seluruh dunia bahkan sampai saat ini banyak sudah negara-negara yang ekonominya sudah mencapai resesi", urainya.

Oleh sebab itu, Tri Tito Karnavian sebagai Ketum TP PKK sangat serius secara masif door to door mendukung penuh gerakan Pemerintah untuk membuat masyarakat menyadari bagaimana untuk memutus mata rantai Covid-19 ini

"Dengan gerakan memakai masker, tentunya tidak hanya memakai masker, kita juga mensosialisasikan bagaimana protokol kesehatan lainnya seperti selalu menjaga jarak, mencuci tangan sesering mungkin, menghindari kerumunan dan menjaga imunitas tubuh dengan memakan makanan sehat dan dengan pola hidup yang sehat" pungkasnya.

Dalam sambutan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan, masker sekarang sudah menjadi tren dalam mencegah penyebaran Covid-19. Namun, kampanye masker ini tak cukup dengan membagikan masker saja, namun juga mensosialisasikan pemakaiannya.

"Kita harus memberi contoh kepada masyarakat, bahwa masker adalah sebagian dari kebutuhan disiplin diri sambil menunggu vaksin," kata gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Pemerintah terus melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap pandemi Covid-19 secara berkesinambungan yang lebih kreatif dalam memutus mata rantai Covid-19 di Indonesia.

"Alhamdulillah, dengan kedatangan Mendagri beserta istri, memberikan semangat dan kami apresiasi yang setinggi-tingginya. Mudah-mudahan kegiatan kami terus semangat di tengah pandemi Covid-19," ujarnya. (b/hms)

Padang, Lintas Media News
Bertempat di Puskesmas Andalas, Padang, Selasa (25/8) pagi, digagas Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar laksanakan tes swab, yang diikuti hampir 50 orang jurnalis di Padang. Kegiatan ini difasilitasi oleh Gugus Tugas Covid-19 Sumbar bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Padang ini.


Test swab gratis dilakukan sebagai antisipasi maraknya penyebaran virus Covid-19 dan memastikan jurnalis tidak terpapar virus corona. Selain anggota IJTI, dalam swab ini ikut anggota PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Sumbar dan SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Sumbar.

“Kegiatan ini dilakukan setelah satu orang anggota IJTI diketahui positif Covid-19. Kita perlu melindungi jurnalis, karena interaksi mereka di lapangan sangat aktif,” kata Ketua IJTI Sumbar, John Nedy Kambang.

Sementara itu, Ketua SMSI Sumbar Zulnadi yang didampingi sekretarisnya Gusfen Khairul, juga ikut dalam tes swab ini. “Tes swab penting dilakukan, untuk melindungi jurnalis, keluarga dan lingkungannya, agar sehat, aman dan nyaman beraktifititas,” kata Zulnadi.

Jurnalis yang ikut tes swab ini mengaku tidak merasakan sakit. “Geli geli dan tidak ada sakit, berbeda dengan informasi yang beredar,” kata Rino Zulyadi, salah satu wartawan senior yang ikut dalam tes ini. Hal yang sama juga dirasakan oleh Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus.

“Swab ini tidak ada sakit sedikit pun, hanya geli seperti digelitik. Kami mengimbau kepada wartawan untuk berinisiatif memeriksakan diri swab, karena wartawan bergerak aktif di lapangan dan tidak tahu kita apakah terpapar atau tidak,” kata Heranof Firdaus, yang juga ikut melakukan tes swab.

Dalam tes swab jurnalis di Puskesmas Andalas ini diikuti juga oleh Kadis PMD Sumbar Drs. H. Syafrizal Ucok, MM yang dikenal dekat dengan wartawan. “Saya sudah beberapa kali melakukan swab, terutama setelah melakukan perjalanan dinas luar daerah. Tetapi sebenarnya secara berkala kita sebaiknya swab untuk menjaga diri dan lingkungan kita supaya tidak terpapar Covid-19,” kata Syafrizal Ucok. (***)
 

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Diperkirakan timbulan sampah, berasal dari rumah tangga dan pasar di Kota Padang Panjang mencapai 40 Ton setiap harinya. Timbulan sampah itu, setiap hari fibuang ke TPA Dungai Andok Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang. Sayangnya, masyarakat tidak rajin dalam mengolah sampah tersebut, sehingga volume sampah tidak kunjung berkurang dari hari kehari.

Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Lingkungan Hidup, (Perkim-LH), Wita Desi Susanti, ST menyampaikan, pemilahan sampah  bisa dimulai dari rumah tangga dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. 

"Kalau sampah organik itu bisa kita jadikan pupuk kompos, sehingga nya pupuk tidak kita beli lagi. Sedangkan sampah anorganik seperti kemasan minyak goreng itu bisa dijadikan pot bunga," ungkapnya saat menjawab lintasmedianews. com Salasa, (25/8).

Dengan demikian, lanjut Kadis Perkim LH Wita Desi Susanti, sampah yang dibuang ke TPSA Sungai Andok benar-benar sampah yang tidak bisa dimanfaatkan lagi. " Untuk saat ini timbulan sampah di Kota Padang Panjang mencapai 40 Ton" setiap hari ungkapnya.

Untuk, mengatasi penumpukan sampah di TPSA  Sungai Andok, Dinas Perkim LH juga melakukan pemilahan sampah organik, dijadikan pupuk kompos. Pupuk tersebut dimanfaatkan untuk tanaman-tanaman yang ada di pinggir jalan dan taman-taman di Kota Padang Panjang.

Disamping itu, pihak kuta menghimbau masyarakat dapat meminimalisir penggunaan kantong  plastik. " Kepada seluruh masyarakat Kota Padang Panjang, mari kita kurangi  penggunaan kantong plastik saat berbelanja di pasar. Kantong plastik yang nantinya di buang ke TPSA, pengurainya butuh waktu berpuluh puluh tahun," Ungkap Sang Kadis.

Pihak Perkim LH,  menyarankan,  masyarakat menggunakan keranjang bila berbelanja ke pasar atau tidak memakaibkantong dari kertas" Misal beli bawang bisa digabung dengan beli cabe, satu saja kantongnya. Beli ayam atau daging  bisa bawa kotak-kotak dari rumah, sehingga kantong plastik tidak banyak di rumah tangga, diatasi dengan membawa keranjang," ungkap nya.

Kesadaran masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik, ungkap Kadis juga merupakan bentuk partisipasi menjaga lingkungan. "Dengan demikian, masyarakat juga membantu pemerintah mengurangi sampah plastik yang dibuang ke TPSA," katanya.

Meski demikian, selama ini pihak Perkim LH selaku penanggung jawab kebersihan kota Padang Panjang,  punya tanggung jawab yang tidak ringan. Apalagi, untuk merebut penghargaan Adipura kebersihan kota dan lingkungan menjadi penilaian utama dalam merebut Piala Adipura, terang Wita.(maison pisano)



PADANG.Lintas Media News.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar rapat paripurna pengambilan keputusan terhadap Ranperda Tentang Penyelelenggaraan Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan (PLP2B ) dan penyampaian rancangan KUA- PPAS 2021 dan KUPA – PPAS P- APBD 2020 di ruang rapat utama DPRD Sumbar, Selasa (25/8/ 2020).

Pembentukan Perda direncanakan Propemperda tahun 2019 akhir persidangan ketiga tahun 2019, DPRD bersama Pemerintah Daerah telah melakukan pembahasan Ranperda tentang PLP2B merupakan prakarsa DPRD Provinsi Sumbar.

Ranperda dirampungkan Komisi II Bidang ekonomi, akan tetapi belum dilanjutkan ketahap kedua yaitu pemgambilan keputusan paripurna, karena belum keluarnya hasil fasilitasi Kemendagri dalam Permendagri Nomor 80 tahun 2015.

Semua fraksi dapat menyetujui hasil pembahasan dilakukan komisi II bersama Pemda dilanjutkan tahap pengambilan keputusan paripurna.
Dengan telah disepakati Ranperda tentang PLP2B.
Kepala Daerah selaku pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah mempunyai kewajiban menyusun APBD dan perubahan APBD serta mengajukannya kepada DPRD untuk dibahas dan disepakati bersama.

Rancangan KUA-PPAS disampaikan kepala daerah kepada DPRD paling lambat minggu kedua Juli dan penetapan kesepakatan bersama paling lambat minggu kedua bulan Agustus. Sedangkan rancangan KUPA- PPAW perubahan APBD disampaikan paling lambat bulan pertama Agustus dan penetapan kesepakatan pertama paling lambat minggu kedua Agustus.

APBD Provinsi Sumbar dilakukan perubahan dengan petimbangan utama terjadinya kondisi darurat kesehatan pandemi Covid-19 memerlukan penyesuaian alokasi anggaran dan dilakukan refucusing anggaran untuk penanganan pendemi Covid-19 dilaksanakan Pergub.

Refucusing tahap I sampai 3 telah dilakukan reposisi anggaran belanja langsung ke pos belanja tidak terduga sebesar Rp 541.252.747.542 penggunaanya untuk penanganan pendemi Covid-19 untuk sektor kesehatan dan untuk masyarakat terdampak.

Laporan Bakeuda kepada DPRD, realisasi anggaran belanja tidak terduga sebesar Rp. 420. 449.515.914 dengan demikian sisa anggaran pos belanja tidak terduga lebih kurang Rp 121 milyar di reposisi kembali belanja langsung perubahan APBD tahun 2020.(nov/St)

Padang, Lintas Media News
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumatera Barat, membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tuah Sakato di seluruh masjid daerah setempat guna meningkatkan penerimaan zakat dan membentuk UPZ baru dari Dinas Pendidikan Sumbar.

Sebanyak 46 orang UPZ Tuah Sakato dan 9 orang UPZ Dinas Pendidikan Sumbar dilantik oleh ketua Baznas Sumbar Prof. Dr. H. Syamsul Bahri Khatib bertempat di Aula Kantor Gubernur, Selasa (25/8/2020) yang dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri l, SE, M.Si, Kepala Biro Bintal dan Kesra Sumbar H. Saifullah.

Sambutan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengucapkan selamat kepada pengurus UPZ Tuah Sakato periode 2020-2025. UPZ merupakan organisasi yang dibentuk dengan tugas mengumpulkan zakat untuk melayani para muzakki (pembayar zakat) yang berada di daerahnya masing-masing.

"UPZ merupakan ujung tombak di bidang pengumpulan zakat yang memiliki peran penting dalam mewujudkan optimalisasi pengelolaan zakat. UPZ juga dapat dimanfaatkan untuk  meningkatkan kesejahteraan umat, oleh karena itu, para pengurus UPZ diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya dalam rangka mengurangi angka Kemiskiman di Sumbar," sambut Irwan Prayitno.
UPZ Baznas merupakan perpanjangan Pemerintah dari Kementerian Agama Provinsi Sumbar yang memiliki kekuatan hukum untuk bertindak melakukan kegiatan pengumpulan zakat berdasarkan SK (Surat Keputusan) Ketua Umum Baznas Sumbar.

"Saya harap Baznas dapat terus menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki agar mampu memberikan daya dukung terhadap pencapaian program pegentasan kemiskinan di provinsi Sumatera Barat," ujarnya.

Lebih lanjut Irwan Prayitno mengatakan, terkait penyerahan bantuan ini sebagai bentuk dimensi sosial dari pendayagunaan Zakat dalam rangka turut meringankan beban masyarakat.

"Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan sehingga pemanfaatannya dapat dirasakan oleh saudara-saudara kita yang kurang beruntung," kata Irwan Prayitno

Selanjutnya, Gubernur Sumbar mengucapkan selamat kepada Seluruh Pengurus UPZ Tuah Sakato dan UPZ Dinas Pendidikan Sumbar yang baru dilantik.

“Kepada Seluruh pengurus UPZ yang baru saja dilantik, diharapkan mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Selamat bekerja semua, semoga amal ibadah dapat memberikan manfaat bagi kita semua," tutupnya.

Sementara itu, ketua Baznas Sumbar Syamsul Bahri Khatib menyebutkan pengelolaan zakat jika dilakukan dengan optimal, produktif, amanah dan proses pengelolaannya diarahkan dengan tepat disertai manajemennya yang baik serta kontrol sosial yang baik pula, maka akan memperkuat upaya pengentasan kemiskinan di daerah Ranah Minang yang dicintai ini.
 
"Kami sangat berharap, pengurus UPZ bisa bekerja dengan amanah, transparan, dan profesional serta meningkatkan kesadaran umat untuk berzakat melalui amil zakat, dan memaksimalkan peran zakat dalam menanggulangi kemiskinan melalui sinergi dan koordinasi dengan lembaga terkait, apalagi di masa pandemi seperti ini," imbuhnya. (b/hms)

          Gubernur Sumbar H. Irwan Prayitno

Padang, Lintas Media News
Setiap masyarakat wajib pakai masker dan semua kita laksanakan disiplin protokol kesehatan saat keluar rumah dan ditempat umum. Jika ingin berkurang konfirmasi positif covid 19. Jika tidak suasana hari ini tidak akan memberi kebaikan dalam penanganan antisipasi penyebaran virus corana di Sumbar.

Hal ini ditegaskan gubernur Irwan Prayitno ketika usai Rapat Paripurna pembahasan KUA PPS bersama DPRD Sumbar, Selasa (25/8/2020). 

Gubernur juga katakan, pakai masker itu ibarat kita pakai helem dijalan, jadi pakai masker itu wajib pada saat kita berdialog atau sampaikan pesan dalam berkomunikasi sehari-hari.

"Jangan seperti orang hanya bawa helem pada saat di jalan raya dan baru ketika berhenti helemnya di pasang itu berarti sia-sia. Maka pakai masker saat bercerita memyampaikan sesuatu, sama pakai helem pada saat berkenderaan di jalan raya baru ada dampak kebaikannya," ujar Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno juga katakan kita berharap perda penanganan covid 19 di Sumbar segera bisa selesai agar pelaksanaan disiplin protokol covid efektif dilaksanakan karena ada sanksi yang jelas, denda dan kurungan hukuman lain sesuai aturan yang ada. 

"Jika perda tersebut selesai kita akan lakukan razia dan penertibkan masyarakat agar melaksanaan disiplin protokol kesehatan secara baik dan benar. Jika kedapatan akan terkeba denda dan kurungan sesuai tingkat kesalahan dan kelalai disiplin protokol kesehatan yang dilakukan," kata gubernur mengingatkan.

Gubernur Sunbar juga kembali menerangkan pemerintap prpvinsi Sumatera Barat dalam penanganan antisipasi penyebaran covid 19, melakukan testing, traking, isolasi dan treatmen dan untuk mendukung semua itu Sumbar memberikan swab gratis.

"Siapa saja yang merasa ada gejala covid 19 silahkan datang ke tempat pelaksanaan swab yang telah ditetapkan gugus tugas penganan covid 19. Ada di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) bagi setiap orang yang datang dan masuk ke Sumbar,  rumah sakit dan pukesman yang telah ditetapkan.Tentu dengan membawa identitas diri dan kartu keluarga, swab dilakukan secara gratis," ungkapnya. (b/hms)






Agam.Lintas Media News.
Ketua Kwartir D aerah (Kwarda) 03 Sumatera Barat Nasrul Abit menjadi pembina upacara dalam rangka memperingati hari Pramuka ke 59 Tahun 2020, Kwatir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Sumatera Barat di Balcon Hotel Senen (24/8/2020).

Kwarda 03 Sumbar Nasrul Abit dalam amanatnya mengatakan tahun ini pergerakan hari pramuka adalah sangat berperan dalam membantu penanggulangan bencana Covid-19 seperti sosialisasi disiplin protokol kesehatan antisipasi penyebaran virus corona yang sampai saat ini masih menjadi masalah besar bagi bangsa Indonesia bahkan diseluruh dunia juga mengalaminya.

"Dan pada hari paramuka dapat diperingati kembali yang ke 59 sejak pertama sekali diperingati pada tanggal 14 Agustus 1961, pramuka itu bersikap satria, penolong dan cepat tanggap", kata Nasrul Abit.

Selanjutnya Nasrul Abit juaga menjelaskan Gerakan Pramuka sudah lahir sejak 59 Tahun yang lalu bahkan gerakan kepramukaan didunia, dimulai sudah lebih dari 110 tahun yang lalu, yang merupakan suatu organisasi pendidikan.

Oleh sebab itu nama lengkap organisasi ini adalah Praja Muda Karana (Pramuka) dan merupakan organisasi atau gerakan kepanduan. Pramuka adalah sebuah organisasi yang merupakan wadah proses pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia. 
"Dan juga merupakan suatu organisasi non formal untuk melengkapi pendidikan formal, dilingkungan keluarga dan masyarakat serta pendidikan formal di institusi-institusi pendikan formal" terangnya

Gerakan Pramuka merupakan suatu organisasi pendidikan yang fokus kepada pendidikan bagi anak-anak remaja, yang aktif melakukan berbagai kegiatan bakti sosial, bakti masyarakat dan pembangunan masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan kode kehormatan gerakan Pramuka berupa Dwi Satya, Tri Satya, Dwi Darma dan Dasa Darma Pramuka serta yang bagian utamanya adalah untuk menekankan kepada para Pramuka agar dapat menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri ikut membangun Masyarakat.

Kegiatan bakti sosial dilakukan Pramuka merupakan bagian dari pendidikan karakter untuk menumbuhkan kaum muda yang memiliki kepribadian yang beriman bertaqwa  beraklak mulia, berjiwa patriotik, dan taat hukum, disiplin dan peduli menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa yang memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga serta membangun Nagara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan undang-undang Dasar 1945.

Sikap siap menolong dan membantu melakukan sejak usia muda diharapkan dapat menumbuhkan sifat empati berpengertian, bertoleransi dan hidup damai bersama seluruh komponen bangsa tanpa memandang perbedaan yang ada, baik suku, agama, ras maupun aspirasi politik.

Itulah sebabnya sejak terjadinya wabah covid-19 yang telah melanda negara kita gerakan Pramuka selalu tanggap dan mengambil bagian dari upaya penanggulangannya.

Dimulai dari hal-hal kecil bagi anggota Pramuka itu sendiri seperti mendidik pentingnya menjaga kebersihan tubuh termasuk rajin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker bila berpergian keluar, bagi yang keluar rumah dan menjaga jarak dikeramaian. Pada intinya harus mengikuti protokol kesehatan yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

Selanjutnya peran Pramuka juga ikut brkerkreasi membuat masker baik digunakan sendiri maupun dibagikan bagi yang membutuhkan, membuat handsanitaizer, serta menyiapkan bantuan makan, untuk dibagikan gratis kepada yang terdampak covid-19.

Serta aktif dalam kegiatan penyemprotan desinfektan, maupun kegiatan lainnya yang membutuhkan penanggulangan wabah covid-19.(rel)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.