Articles by "Kota Padang"

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang karate Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan lpm Al itqan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok
Showing posts with label Kota Padang. Show all posts

LINTASMEDIA NEWS- Pemerintah Kota Padang mulai menggeber langkah revitalisasi kawasan Kota Tua. Tak ingin kawasan bersejarah itu sekadar menjadi jejak masa lalu, Pemko Padang kini mempercepat pemetaan dan identifikasi seluruh bangunan yang berada di kawasan tersebut.

Langkah itu menjadi perhatian serius karena revitalisasi tidak hanya menyangkut perbaikan fisik bangunan. Pemko Padang juga akan mengurai kondisi setiap bangunan, status kepemilikan, pemanfaatan, hingga nilai sejarah yang melekat pada masing-masing persil.


Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan percepatan pendataan menjadi kunci sebelum revitalisasi kawasan benar-benar dijalankan. Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin rapat pembahasan revitalisasi kawasan Kota Tua di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (18/9/2026).


“Saya ingin proses ini dipercepat dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Setelah semuanya jelas, proses revitalisasi dapat segera dilakukan,” tegas Fadly Amran dalam rapat tersebut.


Menurut Fadly, pendataan harus dilakukan secara rinci agar pemerintah memiliki gambaran utuh mengenai kondisi kawasan. Identifikasi tersebut mencakup kondisi bangunan, kepemilikan, pemanfaatan, serta nilai sejarah yang dimiliki setiap bangunan.


Ia menekankan, bangunan yang memiliki nilai sejarah dan masuk kategori cagar budaya tidak boleh diperlakukan semata-mata sebagai objek pembangunan. Karakter sejarah dan nilai budaya kawasan harus tetap dipertahankan dalam setiap tahapan revitalisasi.


Namun, revitalisasi Kota Tua tidak diarahkan hanya untuk menyelamatkan bangunan lama. Fadly ingin kawasan tersebut kembali hidup sebagai ruang aktivitas masyarakat, sekaligus membuka peluang baru bagi tumbuhnya sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.


“Revitalisasi ini diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di kawasan yang sarat nilai sejarah dan budaya. Ini merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang,” ujarnya.


Fadly juga melihat potensi besar Kota Tua dari sisi gastronomi. Menurutnya, kekuatan Padang tidak hanya berada pada warisan arsitektur dan sejarah, tetapi juga pada identitas kuliner yang telah dikenal luas dan memiliki keragaman yang kuat.


Karena itu, pengembangan gastronomi dinilai perlu berjalan beriringan dengan rebranding kawasan. Fadly menginginkan identitas yang dibangun tetap autentik, sekaligus didukung tata kelola profesional dan kolaborasi lintas sektor agar posisi Padang sebagai bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO bidang gastronomi semakin kuat.


“Kita ingin kawasan Kota Tua kembali menjadi ruang publik yang hidup, tempat tumbuhnya usaha kreatif, serta pembelajaran sejarah, dan wisata kuliner lokal,” kata Fadly.


Dalam rapat tersebut turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Camat Padang Barat Diko Riva Utama, Camat Padang Selatan Wilman Muchtar, Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta Joni Wongso, jajaran Pengurus Pengelola Kota Tua, Ketua Pokdarwis Cagar Budaya Kota Tua Batang Arau Tommy Jhonlie, serta Ketua Pokdarwis Kota Tua Kampung Pondok Hongky Victor. Pemko Padang menyatakan siap menjadi fasilitator agar revitalisasi Kota Tua tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, melainkan berkembang menjadi gerakan sosial dan ekonomi yang menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut. (***)

LINTASMEDIA NEWS– Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang Tahun Anggaran 2027 resmi masuk ke meja DPRD Kota Padang. Pemerintah Kota Padang menyampaikan Ranperda tentang APBD 2027 dalam rapat paripurna DPRD Kota Padang, Senin (14/9/2026). 

Penyampaian Ranperda APBD 2027 tersebut menjadi tahapan penting sebelum arah kebijakan anggaran Kota Padang untuk tahun mendatang dibahas lebih mendalam antara pemerintah daerah dan DPRD.

Rapat paripurna digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang dan dipimpin Ketua DPRD Kota Padang Muharlion didampingi Wakil Ketua Mastilizal Aye, Osman Ayub, dan Jupri. Sedangkan dari Pemko hadir Wali Kota Padang Fadly Amran, Sekda, Asisten I, Kepala Inspektorat, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, camat, pimpinan BUMD, BUMN, perbankan, tokoh masyarakat, pimpinan partai politik, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, serta wartawan.


"Agenda ini digelar menindaklanjuti surat Wali Kota Padang Nomor 900.1/641/BPKAD-PDG/2026 tentang penyampaian Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027. DPRD Kota Padang kemudian menindaklanjutinya sesuai jadwal kegiatan DPRD yang telah ditetapkan melalui rapat Badan Musyawarah pada 31 Agustus 2026," kata Muharlion. 


Dalam rapat tersebut, setelah agenda dibuka secara resmi oleh Muharlion, DPRD Kota Padang memberikan kesempatan kepada Wali Kota Padang untuk menyampaikan secara resmi Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun 2027. Penyampaian itu menjadi pintu masuk pembahasan anggaran daerah untuk tahun berikutnya.



Belanja Operasi Rp2,64 Triliun 


Dalam RAPBD 2027 yang disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran, Pemko Padang menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,15 triliun. Sementara pendapatan transfer diproyeksikan mencapai Rp1,57 triliun, terdiri dari transfer pemerintah pusat Rp1,45 triliun dan transfer antar daerah Rp116,1 miliar. Struktur pendapatan ini menunjukkan bahwa selain menggenjot PAD, Kota Padang masih sangat bergantung pada dukungan transfer dalam membiayai pembangunan daerah.


Di sisi belanja, angka yang disiapkan mencapai Rp2,81 triliun. Namun, komposisinya menjadi perhatian karena Rp2,64 triliun atau sebagian besar anggaran dialokasikan untuk belanja operasi. Sementara belanja modal hanya Rp168,2 miliar dan belanja tidak terduga Rp7 miliar. Besarnya dominasi belanja operasi membuat efektivitas penggunaan anggaran dan manfaat langsungnya bagi masyarakat menjadi salah satu hal yang layak dikawal dalam pembahasan DPRD.


RAPBD 2027 juga mencatat defisit Rp90,38 miliar. Pemko Padang merencanakan defisit tersebut ditutup melalui pembiayaan netto sebesar Rp90,38 miliar, dengan penerimaan pembiayaan Rp94,02 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp3,63 miliar. Dengan skema tersebut, postur RAPBD 2027 dinyatakan berimbang.


Fadly menyebut penyusunan APBD 2027 mengedepankan prinsip money follows program dan penganggaran berbasis hasil (outcome-oriented budgeting). Setiap alokasi anggaran dituntut memiliki tolok ukur dampak yang jelas serta diarahkan untuk memenuhi hak dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan belanja juga memperhatikan mandatory spending, antara lain untuk fungsi pendidikan, kesehatan dan infrastruktur pelayanan publik.


Arah pembangunan Kota Padang 2027 mengusung tema “Penguatan Pondasi Transformasi sebagai Kota Jasa Terkemuka yang Inklusif dan Berkelanjutan.” Fokusnya meliputi peningkatan daya tarik pariwisata, produktivitas industri kreatif, akselerasi Smart City dan Kota Sehat, serta penyelarasan dengan RPJMD 2025–2029. RAPBD tersebut disusun berdasarkan kesepakatan KUA dan PPAS 2027 yang telah disepakati bersama pada 31 Agustus 2026.


Setelah disampaikan secara resmi oleh Wali Kota, RAPBD 2027 selanjutnya akan dibahas dan disempurnakan bersama DPRD Kota Padang sesuai tahapan yang berlaku. Dengan nilai belanja mencapai Rp2,81 triliun, pertaruhannya kini bukan sekadar bagaimana anggaran disahkan, tetapi seberapa jauh uang rakyat tersebut benar-benar berubah menjadi pembangunan, pelayanan publik dan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat Kota Padang.


Dikatakan Muharlion, penyampaian Ranperda baru merupakan awal dari proses. Setelah pemerintah daerah menyerahkan rancangan anggaran, DPRD memiliki tahapan lanjutan untuk membahas substansi APBD 2027 sebelum nantinya ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.


Artinya, ujarnya lagi, sorotan publik kini tidak hanya tertuju pada besarnya anggaran, tetapi juga pada ke mana uang daerah akan diarahkan. Program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, penguatan ekonomi dan berbagai kebutuhan strategis Kota Padang tentu akan menjadi bagian penting yang patut dikawal dalam pembahasan APBD 2027. (***)

Padang, Lintasmedia News — Polresta Padang kembali memperketat pengamanan malam demi menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Langkah preventif ini diwujudkan melalui intensifikasi patroli rutin yang menyasar berbagai titik rawan di seluruh wilayah hukum Kota Padang. (13.09.26)


Operasi pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Dantimsus sekaligus Kepala Tim 1 Patroli Presisi, Ipda Ryan, bersama kekuatan Pleton 1. Kehadiran aparat di lapangan difokuskan untuk merespons keresahan publik terhadap aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong yang kerap mengganggu kenyamanan warga.


Kapolresta Padang, Kombes Pol. Apri Wibowo, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan patroli ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Upaya tersebut dirancang secara konsisten guna memberikan jaminan rasa aman dan nyaman bagi warga yang beristirahat maupun beraktivitas pada malam hari.


Aksi penertiban ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang proaktif memberikan informasi melalui layanan darurat Command Centre 110. Laporan cepat dari warga tersebut langsung ditindak lanjuti oleh Tim 1 Patroli Presisi untuk bergerak sigap ke lokasi sasaran di berbagai ruas jalan protokol Kota Padang.


Dalam operasi penertiban yang digelar Pleton 1, petugas berhasil mengamankan sebanyak lima unit kendaraan roda dua. Kendaraan-kendaraan tersebut kedapatan menggunakan spesifikasi tidak standar, termasuk knalpot brong yang memekakkan telinga, serta terindikasi kuat akan digunakan untuk aksi balap liar.


Seluruh barang bukti sepeda motor langsung digelandang ke Markas Komando (Mako) Polresta Padang untuk menjalani proses pendataan dan penilangan lebih lanjut. Langkah tegas ini diambil agar para pelanggar jera dan tidak mengulangi perbuatan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.


Ipda Ryan menjelaskan bahwa kegiatan patroli presisi ini akan terus ditingkatkan intensitasnya dari waktu ke waktu. Pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi kelompok remaja atau pengendara yang nekat melakukan aksi balap liar dan merusak ketenangan malam di Kota Padang.


Keberhasilan penertiban ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pemilik kendaraan agar senantiasa mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku. Kesadaran berlalu lintas dinilai menjadi kunci utama dalam menekan angka kecelakaan sekaligus menjaga ketertiban umum di ruang publik.


Polresta Padang mengimbau para orang tua agar lebih ketat mengawasi pergaulan dan aktivitas anak remaja mereka, khususnya pada malam hari. Pengawasan keluarga sangat krusial untuk mencegah generasi muda terlibat dalam aksi kenalan jalanan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.


Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk gangguan keamanan melalui saluran resmi kepolisian yang tersedia. Sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum dan warga diyakini mampu menjadikan Kota Padang sebagai kawasan yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua.

LINTASMEDIA NEWS| Jembatan Sungai Jirak di Kelurahan Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat, kini telah selesai dibangun 100 persen dan resmi dibuka untuk dilalui masyarakat. Jembatan yang menjadi akses penting warga tersebut sebenarnya telah rampung sejak sekitar dua minggu lalu dan baru dibuka untuk penggunaan masyarakat pada Jumat, 11 September 2026.


Dibukanya Jembatan Sungai Jirak langsung membawa kemudahan bagi masyarakat. Akses yang menghubungkan RW 09 RT 01 menuju kawasan RW 03 dan RW 01 Kelurahan Pampangan Nan XX kini kembali lancar dan sudah dapat digunakan warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari.


Pembangunan Jembatan Sungai Jirak merupakan kerja bersama TNI AD dengan dukungan pemerintah dan masyarakat. Kehadiran personel TNI AD dalam proses pembangunan mendapat apresiasi dari warga karena jembatan tersebut memiliki arti penting bagi kelancaran mobilitas masyarakat.


Tokoh masyarakat setempat, Pak Zul, mantan jurnalis Harian Semangat dan Lintas Media, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas rampungnya pembangunan Jembatan Sungai Jirak serta dibukanya kembali akses bagi masyarakat.


“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada TNI AD. Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat dan sekarang warga sudah kembali bisa melintas dengan lancar,” ujar Pak Zul.


Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut menjadi perhatian yang sangat berarti bagi masyarakat Pampangan Nan XX. “Kami melihat langsung bagaimana kepedulian TNI terhadap kebutuhan warga. Sekarang akses sudah terbuka, tentu ini sangat membantu aktivitas masyarakat setiap hari,” tambah Pak Zul dengan penuh apresiasi.


Sementara itu, Davit Efendi, Sekretaris RW 03 yang juga Ketua IKW RI, mengatakan rampungnya pembangunan Jembatan Sungai Jirak menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat, khususnya warga di RW 09, RW 03 dan RW 01 yang menggunakan jalur tersebut.


“Alhamdulillah, jembatan sudah selesai 100 persen dan sekarang sudah dibuka untuk warga. Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI AD dan seluruh pihak yang telah bekerja sehingga akses masyarakat kembali lancar,” ungkap Davit Efendi.


Davit menambahkan, keberadaan Jembatan Sungai Jirak sangat penting dalam menunjang hubungan antarlingkungan dan aktivitas masyarakat. Dengan akses yang telah kembali normal, warga kini dapat melintas dengan lebih mudah dibanding sebelumnya.


Apresiasi juga datang dari Fikra, salah seorang warga yang turut merasakan langsung manfaat dibukanya Jembatan Sungai Jirak. Ia menyebut masyarakat sangat bersyukur karena akses yang dinantikan kini sudah dapat digunakan.


“Kami senang sekali jembatan sudah dibuka dan sudah bisa dilalui. Sekarang perjalanan warga kembali lancar. Terima kasih kepada TNI AD yang telah membantu masyarakat kami,” ujar Fikra.


Rampungnya pembangunan Jembatan Sungai Jirak dan dibukanya akses bagi masyarakat menjadi wujud nyata kebersamaan antara TNI AD, pemerintah dan rakyat. Infrastruktur yang telah selesai tersebut diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Pampangan Nan XX dan sekitarnya, sejalan dengan semangat TNI hadir untuk rakyat, mengabdi untuk negeri.


Katim RMO Group | Wyndoee

 

LINTASMEDIA NEWS- Pemerintah Kota Padang melalui Tim Penggerak (TP) PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang menerima kunjungan delegasi KPJ Healthcare University Malaysia dalam rangka Program Keterlibatan Masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Jumat (11/9/2026).

Ketua TP PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, menyambut baik program yang melibatkan mahasiswa KPJ Healthcare University tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai penting karena menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di tengah masyarakat sekaligus mengenal berbagai potensi yang dimiliki Kota Padang.


Dian menjelaskan, kegiatan tersebut berfokus pada kolaborasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam kesempatan itu, TP PKK Kota Padang memaparkan 10 Program Pokok PKK, sementara DWP Kota Padang memperkenalkan peran strategisnya dalam mendukung peningkatan kualitas keluarga dan masyarakat.


“PKK mempunyai peran yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pemberdayaan perempuan dan anak, pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan keluarga. Kami berharap pertemuan ini bukan sekadar tempat untuk memberi ilmu, tetapi benar-benar menjadi ruang untuk saling belajar,” ujar Dian.


Ia juga mengajak para delegasi Malaysia untuk mengenal lebih dekat masyarakat, kuliner, serta adat dan budaya Minangkabau. Dian bahkan menyarankan para mahasiswa untuk mencicipi rendang khas Kota Padang sebelum kembali ke Malaysia. Ia berharap kunjungan ini menjadi awal hubungan baik dan membuka peluang kerja sama maupun pertukaran pengalaman antara Kota Padang dan KPJ Healthcare University.


Executive and Programme Advisor Department Student Affairs KPJ Healthcare University, Nur Aryanni Binti Abdul Manaf, mengatakan program tersebut bertujuan memberikan pengalaman dan pembelajaran kepada mahasiswa di luar ruang kuliah. Selain berinteraksi dengan masyarakat, mahasiswa juga diharapkan dapat berbagi pengetahuan serta pengalaman selama mengikuti kegiatan. “Semoga ini meningkatkan semangat belajar dan bekerja sama, serta mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan,” katanya.


Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumbar, Darmawi, turut menyambut kedatangan delegasi KPJ Healthcare University. Ia menyebut Kota Padang memiliki daya tarik melalui kuliner, keindahan alam, dan kekayaan budaya. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga membuka peluang hubungan berkelanjutan antara Kota Padang dan Malaysia melalui sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta pariwisata. (***)

 

Padang, Lintasmedia News— Tim Khusus (Timsus) Alfa Polresta Padang mengamankan seorang pemuda berinisial D (21) yang diduga membawa senjata tajam saat petugas melakukan patroli kota di kawasan Jembatan Siti Nurbaya, Kota Padang, Kamis (10/9/2026). 


Komandan Tim Timsus Alfa, Ipda Fiki Indra Gani, S.H., mengatakan petugas mendatangi lokasi dan menemukan D sedang duduk bersama dua orang rekannya. 


Saat dilakukan pemeriksaan, D diduga berada di bawah pengaruh alkohol. 


“Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu senjata tajam jenis karambit yang diduga dibawa oleh yang bersangkutan,” ujar Ipda Fiki Indra Gani. 


Selanjutnya, D dibawa ke Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut terkait kepemilikan senjata tajam tersebut. 


Dalam kegiatan patroli yang sama, Timsus Alfa Polresta Padang juga mengamankan lima unit sepeda motor yang menggunakan knalpot brong. 


Ipda Fiki mengatakan kegiatan patroli dan penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polresta Padang.


 PADANG, Lintasmedia News— Wali Kota Padang Fadly Amran menjadi salah satu pembicara pada event Ideafest 2026, Sabtu 5 Agustus 2026 di JICC Jakarta.


Kegiatan yang diikuti para Penggiat Ekonomi Kreatif itu mengangkat tema “Can Indonesian Food Become a Global Cuisine ?”


Fadly Amran menjelaskan bahwa keragaman kekayaan kuliner dan gastronomi Indonesia sudah semestinya menjadi kekuatan Indonesia di panggung global, tanpa harus kehilangan identitas dan nilai otentiknya.


Di hadapan ratusan audience Ideafest 2026, Fadly Amran menyampaikan Kota Padang sudah menunjukkan bahwa kekuatan culinary telah membawa nama Kota Padang hingga ke panggung global.


“Kuliner Padang sudah menunjukan bisa dikenal di panggung dunia tanpa harus kehilangan identitasnya. Kita bisa menemukan Nasi Padang di Eropa, Amerika, Australia, dan mungkin wilayah lainnya,” ungkap Fadly.


Fadly Amran menambahkan saat ini Kota Padang tengah berjuang meraih rekognisi dari Unesco sebagai Kota Kreatif di sektor Gastronomi.


“Saat ini Kota Padang tengah mengupayakan menjadi bagian dari jejaring kota kreatif dunia sebagai kota gastronomi pada Unesco Creative Cities Network (UCCN), harapan kita dengan rekognisi internasional di sektor gastronomi ini akan menarik banyak kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik untuk lebih mengenal Kota Padang secara lebih komprehensif lagi.” pungkasnya. (***)

PADANG, Lintasmedia News– Kebutuhan terhadap tenaga tukang bangunan yang memiliki keterampilan dalam mengaplikasikan material konstruksi lebih ramah gempa seperti Semen Padang Bata Interlock atau SEPABLOCK terus meningkat, seiring dengan pembangunan hunian tetap (huntap) di berbagai wilayah Sumatera Barat.


Menjawab kebutuhan tersebut, PT Semen Padang kembali menggelar Pelatihan Tukang SEPABLOCK bagi para tukang bangunan di Kota Padang. Sebanyak 36 tukang bangunan dari 12 kelurahan di tiga kecamatan, yang terdiri dari Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, dan Pauh, mengikuti pelatihan yang berlangsung selama empat hari, 8–11 September 2026.


Bertempat di Diklat PT Semen Padang, pelatihan tersebut dibuka oleh Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, Selasa (8/9/2026). Acara pembukaan turut dihadiri Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, serta Kepala Unit Produksi Bata Interlock Presisi (BIP) & Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra.


Menghadirkan Guru Besar Departemen Teknik Sipil Universitas Andalas (Unand) Prof. Jafril Tanjung sebagai instruktur pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan teori sekaligus pengetahuan teknis terkait penggunaan dan pemasangan produk SEPABLOCK.


Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris mengatakan, pelatihan tukang SEPABLOCK ini juga mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap keberadaan dan pengembangan profesi tukang bangunan yang memiliki posisi strategis dalam industri bahan bangunan.

“Menurut kami, tukang memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang secara langsung mengaplikasikan berbagai produk konstruksi di lapangan. Makanya, pelatihan tukang SEPABLOCK ini merupakan bentuk kepedulian PT Semen Padang terhadap pengembangan profesi tukang bangunan,” kata Idris.


Bagi PT Semen Padang, lanjutnya, tukang bangunan merupakan salah satu ujung tombak dalam penggunaan produk perusahaan, termasuk SEPABLOCK. Karena keterampilan tukang turut menentukan apakah suatu produk konstruksi dapat diaplikasikan secara tepat dan sesuai dengan ketentuan teknis.


“Untuk itu, kami berharap para tukang terus mendukung penggunaan produk-produk PT Semen Padang di tengah ketatnya persaingan industri semen. Dukungan tersebut tentunya akan berjalan beriringan dengan komitmen perusahaan untuk terus memberdayakan dan meningkatkan kemampuan para tukang,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes mengatakan, pelatihan tukang SEPABLOCK merupakan salah satu wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), terutama pada bidang peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat.


Menurutnya, program CSR PT Semen Padang tidak hanya diarahkan pada bantuan yang bersifat langsung, tetapi juga kegiatan pemberdayaan yang mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.


“Salah satunya diwujudkan melalui program pemberdayaan berupa Pelatihan Tukang SEPABLOCK. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan daya saing para tukang bangunan,” kata Hernes.


Pelatihan kali ini, kata Hernes melanjutkan, merupakan kegiatan kedua yang diselenggarakan Unit CSR PT Semen Padang. Pelatihan pertama dilaksanakan pada 2023 lalu dengan melibatkan 25 peserta. Pada pelaksanaan kedua, jumlah peserta meningkat menjadi 36 orang.


“Selain menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan peluang ekonomi para peserta. Karena tukang yang memiliki kompetensi lebih baik akan mempunyai daya saing lebih tinggi, sekaligus kesempatan lebih luas untuk terlibat dalam berbagai proyek pembangunan,” ujarnya.


Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra menambahkan, pelatihan tukang SEPABLOCK ini semakin relevan dengan kebutuhan pembangunan hunian di Sumatera Barat. Karena selain telah digunakan dalam berbagai proyek konstruksi, SEPABLOCK juga dimanfaatkan untuk membangun huntap bagi masyarakat terdampak bencana.


“Tahun ini terdapat lebih dari 1.000 unit huntap yang dibangun di beberapa daerah di Sumatera Barat. Tentunya, kondisi tersebut akan membuka peluang bagi para tukang yang telah memiliki keterampilan memasang SEPABLOCK untuk terlibat dalam pembangunan tersebut,” kata Yelmi.


Pada kesempatan itu, Yelmi juga mengapresiasi kesediaan Prof. Jafril Tanjung menjadi instruktur dalam pelatihan tukang SEPABLOCK. Prof. Jafril, kata Yelmi, merupakan salah seorang akademisi yang sejak awal mendukung pengembangan produk SEPABLOCK oleh PT Semen Padang.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Jafril yang telah meluangkan waktu untuk memberikan ilmu kepada para peserta. Beliau merupakan sosok yang sejak awal mendukung pengembangan SEPABLOCK yang dilakukan oleh PT Semen Padang,” ujarnya.


Yelmi menjelaskan, program pelatihan tukang SEPABLOCK tidak hanya diberikan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional PT Semen Padang. Pelatihan serupa juga telah digelar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat, serta diperluas ke beberapa wilayah di luar provinsi, termasuk Pulau Jawa dan Ibu Kota Nusantara (IKN).


Perluasan pelatihan tersebut, menurutnya, menunjukkan kebutuhan terhadap tenaga terampil yang mampu mengaplikasikan SEPABLOCK terus berkembang. Oleh sebab itu, para peserta pelatihan ini diharapkan benar-benar menguasai setiap teknik yang diberikan sehingga dapat melakukan pemasangan SEPABLOCK secara tepat di lapangan.


“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta mampu mengaplikasikan SEPABLOCK dengan benar. Keahlian tersebut sangat dibutuhkan sekali di tengah banyaknya SEPABLOCK digunakan untuk pembangunan hunian tetap di beberapa daerah di Sumatera Barat ini. Jadi, ini peluang bagi semua peserta,” kata Yelmi.


Sementara itu, Prof. Jafril Tanjung dalam pemaparannya menyoroti pentingnya penggunaan material dan sistem konstruksi yang sesuai dengan karakteristik Sumatera Barat sebagai salah satu wilayah rawan gempa. Ia mengatakan, pembangunan rumah di daerah rawan gempa harus memperhatikan aspek keselamatan serta ketahanan bangunan terhadap guncangan.


Menurut Prof. Jafril, SEPABLOCK memiliki karakteristik yang sesuai untuk digunakan pada pembangunan rumah di daerah rawan gempa. Salah satu keunggulannya terletak pada metode pemasangan menyerupai susunan lego. Elemen dinding disusun secara presisi dan saling mengunci sehingga dinilai lebih ramah terhadap guncangan gempa.


Ia menjelaskan, berdasarkan investigasi terhadap sejumlah bangunan yang rusak akibat gempa, dinding menjadi salah satu komponen yang paling sering mengalami kerusakan serius hingga ambruk.


“Dari investigasi terhadap kerusakan bangunan akibat gempa, rata-rata dinding rumah menjadi bagian yang ambruk. Karena itu, material dan sistem pemasangan dinding perlu mendapatkan perhatian serius,” ujarnya.


Prof. Jafril menilai inovasi material serta metode pemasangan dinding merupakan aspek penting dalam pembangunan rumah di wilayah rawan gempa.


“Makanya, SEPABLOCK merupakan solusi yang tepat untuk mendukung pembangunan rumah yang ramah terhadap gempa, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan seperti Sumatera Barat,” katanya. (*)

 

LINTASMEDIA NEWS– Upaya mencegah banjir dan banjir bandang di Kota Padang mulai diperkuat dari kawasan hulu. Sebanyak 60.000 pohon ditargetkan ditanam di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji, Kecamatan Kuranji dan Pauh.

Program tersebut ditandai dengan Penanaman Perdana Festival Tanam Hulu di Kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade.


Fadly Amran menegaskan, mitigasi bencana di Kota Padang tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik seperti normalisasi sungai dan bangunan pengendali banjir. Menurutnya, penguatan kawasan hulu melalui penghijauan merupakan bagian penting dari sistem perlindungan Kota Padang dari ancaman bencana hidrometeorologi.


“Dalam perspektif penanggulangan bencana, kita tidak hanya membutuhkan infrastruktur berat, tetapi juga green infrastructure yang tidak kalah pentingnya,” kata Fadly Amran.


Ia mengapresiasi pelaksanaan Festival Tanam Hulu yang dinilai menjadi langkah konkret untuk mengembalikan fungsi kawasan hulu. Penghijauan, kata Fadly, harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di kawasan yang memiliki potensi besar terhadap risiko banjir dan banjir bandang.


Fadly menyebut kawasan Guo, Lambung Bukit dan sejumlah kawasan hulu lainnya perlu terus diperkuat. Sebab, kondisi kawasan hulu memiliki keterkaitan langsung dengan kondisi wilayah hilir ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.


“Tanpa penghijauan kembali kawasan hulu sungai, risiko banjir hingga banjir bandang di Kota Padang akan semakin besar,” tegasnya.


Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan, penanganan bencana tidak cukup hanya dengan melakukan normalisasi sungai. Rehabilitasi kawasan hulu melalui penanaman pohon menjadi langkah penting untuk mengantisipasi bencana berikutnya.


“Normalisasi saja tidak cukup, pohon-pohon ini kita tanam kembali untuk mengantisipasi terjadinya bencana berikutnya. Kita menargetkan penanaman sebanyak 60.000 pohon di Kecamatan Kuranji dan Pauh,” ujar Andre.


Andre juga menyampaikan dukungan melalui dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sejumlah BUMN dengan nilai lebih dari Rp2 miliar. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung rehabilitasi lingkungan di kawasan DAS yang terdampak bencana.


Ketua Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia Hendra Amriz mengatakan, Festival Tanam Hulu merupakan respons atas bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada akhir tahun lalu dan kembali terjadi pada 3 Agustus 2026.


Menurut Hendra, kegiatan tersebut tidak berhenti pada penanaman pohon. Festival Tanam Hulu dirancang sebagai multi event selama sekitar tujuh bulan yang terdiri atas tiga kluster utama, yakni konsolidasi, edukasi dan kompetisi.


“Fokus perdana diarahkan pada hulu DAS Batang Kuranji di Kecamatan Pauh dan Kuranji melalui kompetisi restorasi lahan dan pemulihan tutupan, dengan target 60.000 bibit tanaman hutan,” jelas Hendra.

Program restorasi tersebut nantinya akan dinilai dalam dua tahap. Penilaian pertama dilakukan setelah penanaman, kemudian evaluasi kembali dilakukan tiga bulan setelahnya. Peserta dengan hasil terbaik akan mendapatkan penghargaan dalam agenda Alek Nagari.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Padang Wahyu Hidayat dan Rachmat Wijaya, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, Kalaksa BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, Ketua Pengurus Yayasan Galapagos Lestari Indonesia Romelson Candra, jajaran TNI-Polri serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.


Rangkaian kegiatan juga ditutup dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Padang dan Yayasan Galapagos Indonesia Lestari. Selain itu, dilakukan Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Pertanian Kota Padang dengan Yayasan Galapagos Indonesia Lestari terkait kolaborasi pemanfaatan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) dr. Mohammad Hatta.


Festival Tanam Hulu diharapkan menjadi gerakan bersama untuk memulihkan kawasan hulu DAS Batang Kuranji. Penanaman 60.000 pohon sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kota Padang dalam memperkuat infrastruktur hijau, menjaga fungsi lingkungan dan menekan risiko banjir serta banjir bandang. (***)

LINTASMEDIA NEWS- Kepedulian terhadap pendidikan dan pembinaan keagamaan di Kota Padang mendapat dukungan dari DPD Gebu Minang Jawa Barat. Sebanyak 369 Al-Qur’an dibawa untuk disalurkan kepada masyarakat, termasuk 100 Al-Qur’an untuk Masjid Al Munawwarah, Siteba.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Masjid Al Munawwarah, Siteba, Kota Padang, Rabu (9/9/2026). Bantuan diserahkan Ketua Umum DPD Gebu Minang Jawa Barat, Ir. Mulya Datuak Rajo Intan, kepada Wali Kota Padang Fadly Amran, yang kemudian menyerahkannya kepada Ketua Masjid Al Munawwarah, Buya Masoed Abidin.


Fadly Amran mengapresiasi langkah DPD Gebu Minang Jawa Barat yang ikut mengambil bagian dalam mendukung aktivitas keagamaan di Kota Padang. Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar penambahan fasilitas ibadah, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkuat pembinaan generasi muda.


“Alhamdulillah, Al-Qur’an terjemahan yang dibawa hari ini akan diberikan kepada anak-anak kita. Kami yakin bantuan ini juga dapat menjadi contoh bagi masjid dan musala lainnya di Kota Padang,” ujar Fadly.


Ia menilai keberadaan Al-Qur’an terjemahan sangat penting bagi anak-anak, karena tidak hanya mendorong mereka untuk membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami kandungan dan pesan yang terdapat di dalamnya.


Fadly menyebut bantuan tersebut sejalan dengan Program Smart Surau yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Padang. Salah satu fokusnya adalah program 3T, yakni Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz, yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca, memahami, sekaligus menghafal Al-Qur’an.


“Smart Surau diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda, khususnya dalam meningkatkan pemahaman agama sekaligus membentengi anak-anak dari kenakalan remaja dan perilaku negatif lainnya,” katanya.


Sementara itu, Ketua Umum DPD Gebu Minang Jawa Barat Ir. Mulya Datuak Rajo Intan mengatakan, penyaluran Al-Qur’an tersebut merupakan bagian dari program sosial organisasi yang selama ini dijalankan di Jawa Barat dan kini diperluas untuk membantu masyarakat di daerah lain.


“Pada kesempatan ini, kami membawa sebanyak 369 Al-Qur’an untuk diserahkan ke Kota Padang. Insyaallah, sebanyak 100 Al-Qur’an akan kami serahkan kepada Masjid Al Munawwarah, sebagian bantuan tersebut akan kami distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.


Selain Al-Qur’an, DPD Gebu Minang Jawa Barat juga menyerahkan bantuan berupa sarung baru. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan jamaah sekaligus memperkuat kepedulian sosial antarperantau Minang melalui organisasi Gebu Minang.


Penyerahan bantuan turut dihadiri Kabag Kesra Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Nanggalo David Ferdinand, perwakilan Kesbangpol, tokoh masyarakat, pengurus Masjid Al Munawwarah serta jamaah.


Bagi Fadly, dukungan seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan Kota Padang tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga menyangkut pembangunan karakter dan kualitas keagamaan generasi muda. 


Kolaborasi pemerintah, organisasi masyarakat, pengurus masjid dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar program pembinaan tersebut berjalan berkelanjutan. (***)

PADANG, Lintasmedia News— Kondisi kualitas udara di Kota Padang yang menurun akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat perhatian dari jajaran Polresta Padang.


Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo pada hari senin 07 September 2026 pagi mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.


Salah satu langkah yang dianjurkan yakni menggunakan masker ketika berada di luar rumah. Penggunaan masker dinilai penting, terutama saat kondisi udara menunjukkan tingkat pencemaran yang kurang baik.


Selain itu, masyarakat juga diminta mempertimbangkan kembali aktivitas di ruang terbuka apabila kondisi udara semakin memburuk.


Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak polusi udara, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.


“Gunakan masker, batasi aktivitas di luar ruangan dan tetap jaga kesehatan. Mari bersama-sama menjaga kualitas udara dan melindungi diri serta keluarga dari dampak kabut asap,” ujar Kombes Pol Apri Wibowo.


Kapolresta juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Kota Padang.


Warga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi, khususnya ketika beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.


Upaya menjaga kualitas udara di dalam rumah juga perlu dilakukan. Masyarakat dapat mengurangi masuknya asap dari luar dan memastikan sirkulasi udara di dalam rumah tetap diperhatikan.


Kewaspadaan perlu ditingkatkan apabila mulai muncul keluhan kesehatan setelah terpapar kabut asap.


Beberapa gejala yang perlu mendapat perhatian antara lain batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, iritasi pada tenggorokan hingga keluhan pusing.


Apabila mengalami gangguan kesehatan yang dirasakan semakin berat atau tidak kunjung membaik, masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.


Polresta Padang juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kesehatan diri dan keluarga selama kualitas udara belum kembali normal.


Kepedulian bersama dinilai penting agar dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.

 

Padang, Lintasmedia News— Siap-siap! Penghujung 2026 bakal semakin semarak. Perumda Air Minum Kota Padang kembali menghadirkan event olahraga yang diprediksi menyedot perhatian masyarakat, WateRun 2026.



Tak hanya menawarkan pengalaman berlari menyusuri kawasan ikonik Pantai Padang, event yang menjadi bagian dari perayaan HUT ke-52 Perumda Air Minum Kota Padang ini juga menyiapkan ratusan hadiah menarik bagi para peserta.



WateRun 2026 resmi diumumkan pada Sabtu (5/9/2026) dengan mengusung tema “Run for Better Health, Water for Better Life”.



Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 Desember 2026, mengambil lokasi di sepanjang Jalan Samudera, Pantai Padang.



Dengan target lebih dari 1.500 peserta, WateRun diproyeksikan menjadi salah satu event olahraga yang ikut menghidupkan kawasan wisata Pantai Padang menjelang tutup tahun.



Bukan hanya pelari profesional. Masyarakat umum, komunitas lari, pelajar, mahasiswa, instansi pemerintah, BUMN, BUMD, perusahaan swasta hingga wisatawan olahraga dipersilakan ambil bagian.



Artinya, WateRun bukan panggung eksklusif bagi mereka yang terbiasa berlari puluhan kilometer. Event ini justru membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berolahraga, bersosialisasi sekaligus menikmati suasana Kota Padang dari sudut yang berbeda.



Angka 5,2 Kilometer Punya Makna Khusus Ada alasan mengapa panitia memilih jarak 5,2 kilometer.




Angka tersebut merupakan representasi dari usia Perumda Air Minum Kota Padang yang pada 2026 memasuki usia 52 tahun.



Peserta akan memulai perjalanan dari kawasan Pantai Purus, Cimpago. Dari titik tersebut, pelari bergerak mengikuti rute yang telah ditentukan.



Pada kilometer 1,2, peserta melewati kawasan Hotel My All. Selanjutnya, pelari menuju Simpang Tambut pada kilometer 2,5, yang sekaligus menjadi lokasi water station.



Setelah mendapatkan kesempatan untuk menjaga hidrasi, perjalanan berlanjut menuju Simpang Hang Tuah di kilometer 3,2.



Dari sana, peserta kembali bergerak menuju kawasan Pantai Purus, Cimpago, yang menjadi garis finis di kilometer 5,2.




Rute tersebut sekaligus memberikan pengalaman tersendiri. Peserta akan berlari di kawasan pesisir dengan atmosfer Pantai Padang yang menjadi salah satu ikon Kota Padang.



Ratusan Hadiah Jadi Magnet Namun, ada satu hal lain yang kemungkinan besar membuat WateRun 2026 semakin diburu peserta.




Hadiahnya.




Panitia telah menyiapkan ratusan hadiah menarik yang akan menambah semarak event tersebut.




Hadiah yang disiapkan bukan sekadar suvenir, melainkan berbagai barang yang cukup menggiurkan, mulai dari sepeda motor, sepeda, perangkat elektronik rumah tangga, voucher belanja hingga hadiah menarik lainnya.




Dengan demikian, peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman berlari bersama ribuan orang. Ada pula peluang mendapatkan hadiah menarik yang telah disiapkan penyelenggara.



Pendaftaran Sudah Dibuka Bagi masyarakat yang tertarik menjadi bagian dari WateRun 2026, kesempatan untuk mendaftar sudah tersedia.




Pendaftaran dibuka mulai 4 September hingga 1 November 2026.




Masyarakat dapat melakukan pendaftaran dengan memindai kode QR pada poster WateRun 2026 atau mendaftar melalui platform Eztix.id.



Dengan target peserta mencapai lebih dari 1.500 orang, calon peserta tentu perlu memperhatikan batas waktu pendaftaran agar tidak kehilangan kesempatan ambil bagian dalam event tersebut.



Dari Olahraga untuk Kota yang Lebih Sehat Kepala Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan WateRun 2026 tidak dirancang hanya sebagai kegiatan olahraga semata.




Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat sekaligus memperkuat hubungan antara Perumda Air Minum dengan masyarakat.




WateRun juga menjadi ruang untuk membangun kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, komunitas, dunia usaha dan masyarakat.



Pesan tersebut kemudian diterjemahkan melalui tema “Run for Better Health, Water for Better Life”.



Ada dua pesan besar yang ingin dibawa melalui event ini: kesehatan dan air.



Masyarakat diajak untuk lebih aktif bergerak dan menjaga kebugaran tubuh. Di saat bersamaan, masyarakat juga diingatkan bahwa air merupakan bagian penting dalam kehidupan yang harus dijaga keberlanjutannya.




“WateRun ini bukan hanya sekadar event lari, tetapi gerakan masyarakat untuk hidup sehat sekaligus menjaga keberlanjutan air di Kota Padang,” kata Adhie.


Ditargetkan Jadi Agenda Tahunan Perumda Air Minum Kota Padang berharap WateRun tidak berhenti sebagai event peringatan HUT ke-52.


Ke depan, kegiatan tersebut ditargetkan dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan mampu menjadi magnet baru bagi masyarakat maupun wisatawan.



Kehadiran ribuan peserta di kawasan Pantai Padang juga diharapkan memberikan efek positif bagi geliat aktivitas masyarakat dan sektor ekonomi di sekitar lokasi kegiatan.



Bila target lebih dari 1.500 peserta tercapai, WateRun 2026 bukan hanya menjadi ajang berkumpulnya komunitas pelari. Event ini berpotensi menjadi sebuah perayaan publik yang mempertemukan olahraga, rekreasi, kesehatan, pariwisata dan kampanye kepedulian terhadap air dalam satu panggung.



Pada akhirnya, WateRun 2026 ingin meninggalkan pesan yang jauh lebih panjang daripada sekadar catatan waktu di garis finis.



Sebab yang dikejar bukan semata-mata siapa yang tercepat, tetapi bagaimana semakin banyak masyarakat mau bergerak, hidup sehat dan bersama-sama menjaga air sebagai sumber kehidupan.



Catat tanggalnya: 27 Desember 2026. Pantai Padang akan menjadi panggungnya. 5,2 kilometer menjadi tantangannya. Ratusan hadiah menjadi pemanisnya. Dan semangat hidup sehat menjadi pesan utamanya. (***)

 

Lintasmedia News 

Reses I tahun 2026,Ketua DPRD Kota Padang H.Muharlion,S.Pd,MM.,tampung aspirasi warga dan langsung turun melihat kondosi lapangan di Komplek Graha Bungo Mas RT 05 RW 01 Kelurahan Bungo Pasang Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (5/9/2026).


Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menyampaikan, pada hari Sabtu spre ini kita bisa bersilaturahim di Komplek Gerahan Bunga Mas RT05 RW01 Graha Bunga Mas di RT05 RW1, memang kemarin kita aspirasi dari masyarakat ini kan mereka sudah ada lebih dari 300 KK di sini.Ada berarti lebih kurang 300 lebih rumah yang dihuni lah yang ada hari ini, rumahnya mungkin lebih dari itu.


Dikatakan, usulan mereka kan pembangunan jalan, kemarin di 2026 memang sudah kita realisasikab sebagian.Dan memang hari ini kita lihat langsung di lapangan kondisinya memang sangat memperhatikan.Mungkin jalan utama ini di 2027 kita bisa selesaikan secara bertahap untuk proses pembangunan yang telah dilaksanakan.


Selain tadi yang pertama jalan utama,jalan lingkungan yang kita tampung aspirasi warga,

kemudian juga tadi di sini posyandunya belum ada, sementara mereka rata-rata ini usia pasangan produktif nih, balitanya banyak.

Iya. Sementara ada 300 KK disini, posyandu masih keluar.


"Jadi harapan mereka punya posyandu disini

termasuk gedung untuk posyandu juga belum ada, tempat fasilitas untuk berkumpul

pos pemuda atau balai warga ini belum ada

itu aspirasi mereka," ujarnya. 


Selain itu kata Muharlion, juga yang sangat dirasakan ini disini maslah banjir. Nah disiini sudah hujan lebat rata-rata daerah Bunga Pasang

ini,Sungai tarung ini lah umumnya ini banjir.


Maka memang pengendalian banjir secara keseluruhan harus ada alirannya sampai ke Linggar Jati.Persoalan ini kita coba nanti diskusikan dengan Balai Sungai, ini kan bukannya tanggung jawab kota. Nanti kita coba carikan solusi untuk persoalan kita yang ada di sini.


"Ya, cuma mungkin mudah-mudahan nanti dukungan dari semua pihak, lahan juga tersedia dan bisa dikonsolidasi sehingga progresnya berjalan dengan baik," pungkasnya. 


Sementara Ketua RT setempat menyampaikan terima kasih banyak kepada Ketua DPRD Kota Kota Padang, Bapak H.Muharlion. Harapan kami ibaratnya beliau sudah mengasih permulaan kami, jalan utama itu sekitar seratusan meter, dan harapannya mungkin dapat diselesaikan di tahun depan setidaknya. Jalan utama kami ini dapat kami lalui tanpa ada kendala,.karena banyak kerusakan motor dan mobil di sini, jadi mungkin harapan kami itu yang utamanya,"pungkasnya. (bm)

 

PADANG, Lintasmedia News— Cagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I PT Semen Padang memasuki babak baru dalam upaya pemanfaatan kawasan bersejarah sebagai ruang publik dan pusat aktivitas kebudayaan. Hal tersebut disampaikan saat Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan Agus Widiatmoko mengunjungi kawasan Pabrik Indarung I PT Semen Padang, Jumat (4/9/2026).


Kedatangan Agus Widiatmoko bersama rombongan disambut Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino dan Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan cagar budaya nasional itu, sekaligus membahas rencana revitalisasi bekas fasilitas industri semen yang memiliki nilai penting dalam sejarah perkembangan industri semen nasional.

Agus mengatakan, Kementerian Kebudayaan dalam waktu dekat akan mendorong pelaksanaan revitalisasi kawasan Pabrik Indarung I PT Semen Padang. Revitalisasi tidak semata diarahkan untuk mempertahankan bangunan dan elemen bersejarah yang ada, tetapi juga menghadirkan fungsi baru yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.


"Yang dulunya industri atau pabrik semen, kita dari Kementerian Kebudayaan dalam waktu dekat akan melakukan revitalisasi bekas pabrik semen ini. Salah satu dari tempat ini mau kita jadikan ruang publik," kata Agus.


Menurutnya, konsep ruang publik yang disiapkan di kawasan tersebut akan diarahkan sebagai ruang untuk aktivasi budaya, pusat kreativitas dan kreasi, sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengekspresikan kebudayaan.


Konsep tersebut memungkinkan sejumlah bagian dari kawasan Pabrik Indarung I PT Semen Padang yang sudah tidak lagi digunakan untuk fungsi industri mendapatkan kehidupan baru tanpa menghilangkan karakter dan nilai sejarahnya.


Salah satu rencana yang disiapkan adalah mengubah area kolam yang berada di kawasan tersebut menjadi amfiteater. Ruang tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seni dan kebudayaan, termasuk pertunjukan seni serta aktivitas kebudayaan masyarakat.


"Yang ini kan ada kolam. Nah, kita sulap, kita ubah menjadi sebuah amfiteater. Karena juga sudah tidak berfungsi lagi, kita jadikan amfiteater. Nanti digunakan untuk pertunjukan seni dan kegiatan-kegiatan berkebudayaan masyarakat," ujarnya.


Transformasi tersebut menjadi bagian dari pendekatan revitalisasi yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga menghidupkan kembali kawasan melalui aktivitas masyarakat. Dengan demikian, kawasan cagar budaya tidak berhenti sebagai objek sejarah yang hanya dilihat atau dikunjungi, melainkan berkembang menjadi ruang interaksi dan aktivitas kebudayaan.


Agus menegaskan, setelah proses revitalisasi berjalan, kawasan tersebut direncanakan dapat dibuka secara luas untuk masyarakat. Kehadiran ruang publik di kawasan Pabrik Indarung I PT Semen Padang diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus berinteraksi dengan warisan budaya yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan industri di Sumatera Barat.


"Ini nanti akan dibuka secara luas untuk masyarakat. Kalau sudah kita buka secara luas sebagai ruang publik, sebagai tempat kreativitas berkebudayaan, tentu akses masyarakat luas dan kita memberi manfaat bekas pabrik ini," katanya.


Ia menilai, pemanfaatan kembali kawasan bekas pabrik menjadi pusat aktivitas budaya merupakan salah satu cara untuk memastikan keberadaan cagar budaya tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini.


Menurut Agus, sebuah kawasan bersejarah tidak cukup hanya dipertahankan secara fisik. Keberlanjutan pemanfaatan dan pengelolaan menjadi faktor penting agar nilai sejarah yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.


"Artinya pabrik yang sudah tidak berfungsi, kalau digunakan, direvitalisasi, diubah penggunaannya sebagai pusat aktivitas budaya," ujarnya.


Rencana revitalisasi Pabrik Indarung I PT Semen Padang tersebut juga tidak terlepas dari visi jangka panjang untuk memperkuat posisi kawasan sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai penting, termasuk peluang menuju pengakuan di tingkat internasional.


Ketika ditanya mengenai dukungan revitalisasi terhadap rencana menjadikan kawasan tersebut sebagai bagian dari warisan budaya dunia UNESCO, Agus mengatakan proses menuju pengakuan tersebut membutuhkan perjalanan yang panjang. Menurutnya, pengalaman Sawahlunto dengan Tambang Batu Bara Ombilin yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO menunjukkan bahwa proses tersebut membutuhkan tahapan dan komitmen berkelanjutan.


"Seperti halnya Sawahlunto, Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto sudah menjadi warisan budaya dunia. Menjadi warisan ini juga butuh proses panjang, dan yang terpenting adalah kelanjutannya," katanya.


Agus menekankan, tantangan tidak berhenti setelah sebuah kawasan memperoleh pengakuan sebagai warisan budaya dunia. Pengelolaan kawasan, keberlanjutan program, serta bagaimana warisan tersebut terus memberikan manfaat bagi masyarakat menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan sejak awal.


Karena itu, sebelum berbicara lebih jauh mengenai pengakuan internasional, pemerintah bersama pemangku kepentingan dinilai perlu memastikan kawasan Pabrik Indarung I memiliki aktivitas yang hidup dan berkelanjutan.


"Nah, setelah menjadi warisan dunia itu manajemennya bagaimana. Makanya kita sebelum menuju ke sana, kita aktivasi dulu sebagai pusat-pusat berkebudayaan," ujar Agus.


Rencana tersebut membuka peluang bagi Pabrik Indarung I PT Semen Padang untuk menjalankan fungsi baru sebagai ruang yang mempertemukan sejarah industri, pelestarian warisan budaya, kreativitas, dan aktivitas masyarakat.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menyampaikan apresiasi atas kunjungan Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan bersama rombongan ke kawasan Cagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I.


Menurut Win, kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat perhatian terhadap keberadaan Pabrik Indarung I sebagai salah satu aset warisan sejarah yang memiliki nilai strategis, tidak hanya bagi PT Semen Padang, tetapi juga bagi Kota Padang, Sumatera Barat, dan perjalanan industri nasional.


"Kami mengapresiasi kunjungan Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan ke Cagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I. Kunjungan ini semakin mengukuhkan keberadaan Pabrik Indarung I sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah dan warisan budaya yang penting," ujar Win.


Ia mengatakan, PT Semen Padang pada prinsipnya menyambut baik rencana revitalisasi kawasan tersebut. Bagi perusahaan, upaya menghidupkan kembali kawasan bersejarah dengan tetap memperhatikan nilai-nilai pelestarian merupakan langkah positif untuk memastikan warisan sejarah perusahaan dapat terus dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Menurut Win, Pabrik Indarung I memiliki perjalanan sejarah yang panjang dalam perkembangan industri semen nasional. Keberadaan kawasan tersebut menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah PT Semen Padang sebagai perusahaan semen tertua di Indonesia dan salah satu bagian penting dalam perjalanan industrialisasi di Tanah Air.


"Yang terpenting adalah bagaimana nilai sejarah kawasan ini tetap terjaga, sementara pada saat yang sama kawasan tersebut dapat memiliki fungsi baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.


Bagi PT Semen Padang, kawasan Pabrik Indarung I memiliki posisi strategis dalam perjalanan panjang perusahaan. Pabrik tersebut menjadi bagian penting dari sejarah industri semen di Indonesia sekaligus merepresentasikan perjalanan panjang keberadaan PT Semen Padang sebagai salah satu perusahaan industri yang tumbuh bersama masyarakat Sumatera Barat.


Dengan revitalisasi yang mengedepankan pelestarian nilai sejarah sekaligus pemanfaatan baru, kawasan Pabrik Indarung I diharapkan tidak hanya menjadi pengingat perjalanan industri masa lalu, tetapi juga berkembang sebagai ruang publik yang produktif dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.


Transformasi tersebut sekaligus memperkuat semangat pelestarian warisan budaya melalui pendekatan yang adaptif. Bangunan dan kawasan bersejarah tetap dijaga nilai pentingnya, sementara fungsi ruang dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat masa kini.


Ke depan, sinergi antara Kementerian Kebudayaan, PT Semen Padang, pemerintah daerah, komunitas budaya, serta masyarakat menjadi elemen penting dalam memastikan proses revitalisasi berjalan secara berkelanjutan.


Dengan konsep tersebut, Pabrik Indarung I berpeluang memasuki fase baru: dari kawasan industri bersejarah menjadi ruang publik yang hidup, tempat masyarakat berkegiatan, seniman berekspresi, komunitas berkreasi, dan generasi muda mengenal lebih dekat perjalanan sejarah industri semen di Indonesia. (*)

 

Padang, Lintasmedia News— Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung sejumlah pembangunan infrastruktur yang tengah dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Jumat (4/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan pembangunan jalan dan saluran drainase berjalan sesuai target, sekaligus memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.

Didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi serta Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, Fadly Amran mengunjungi dua lokasi pembangunan di Kecamatan Koto Tangah. Lokasi pertama yakni pembangunan jalan menuju kawasan wisata Pantai Pasir Jambak di Kelurahan Pasie Nan Tigo. Setelah itu, rombongan meninjau pembangunan saluran drainase baru di kawasan Pasar Tunggul Hitam, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.




Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap mobilitas masyarakat, pengembangan kawasan, kegiatan ekonomi, dan penanganan persoalan lingkungan seperti genangan air.



Jalan Menuju Pasir Jambak Hampir Rampung



Salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut adalah pembangunan jalan menuju Pasir Jambak. Jalan ini dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi akses menuju sejumlah kawasan yang berpotensi mendukung perkembangan wilayah Koto Tangah.

Fadly Amran mengatakan, jalan menuju Pasir Jambak memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan. Pasalnya, terdapat dua objek vital yang dilalui akses tersebut, yaitu perguruan tinggi dan kawasan wisata Pantai Pasir Jambak.




Menurutnya, keberadaan jalan yang lebih baik diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi di sekitar kawasan. Infrastruktur jalan juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong berkembangnya suatu kawasan, terutama daerah yang memiliki potensi pendidikan dan pariwisata.




“Kami berharap pembangunan ini dapat dijaga dengan baik oleh masyarakat dan jangan ada bangunan liar. Selain itu, juga akan ada investasi pengembangan yang dapat membuka lapangan pekerjaan melalui pembangunan objek wisata di kawasan Pasir Jambak,” ujar Fadly Amran.




Ia menekankan, pembangunan infrastruktur perlu diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga fungsi dan keberlanjutan fasilitas yang telah dibangun pemerintah.




Pemerintah Kota Padang juga melihat kawasan Pasir Jambak memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. Dengan akses jalan yang semakin baik, kawasan tersebut diharapkan dapat menarik investasi pengembangan pariwisata yang pada akhirnya berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.



Panjang Jalan 2,5 Kilometer, Progres Capai 95,6 Persen



Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menjelaskan, pembangunan jalan menuju Pasir Jambak memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer. Jalan tersebut dibangun dengan lebar 5,5 meter, dilengkapi bahu jalan masing-masing selebar 1 meter.




Pembangunan jalan tersebut menggunakan sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK). Nilai pagu anggarannya mencapai Rp9,6 miliar, sementara nilai kontraknya sekitar Rp9,4 miliar.




Hingga saat peninjauan dilakukan, progres pekerjaan telah mencapai 95,6 persen. Dengan demikian, pekerjaan yang tersisa diperkirakan sekitar 4,4 persen.




Malvi mengatakan, pekerjaan saat ini memasuki tahap akhir. Sejumlah pekerjaan yang sedang diselesaikan antara lain pengecoran bahu jalan dan pembuatan marka jalan.




“Target kami dalam minggu depan jalan Pasir Jambak ini sudah selesai. Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 95,6 persen, tinggal sekitar 4,4 persen lagi. Saat ini sedang pengecoran bahu jalan, pembuatan marka jalan, Insya Allah, menjelang akhir minggu pekerjaan sudah clear,” jelas Malvi.




Dengan perkembangan tersebut, pembangunan jalan ditargetkan dapat selesai pada pertengahan September 2026.




Penyelesaian jalan ini diharapkan semakin memperkuat akses menuju Pasir Jambak, terutama bagi masyarakat yang menggunakan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari maupun menuju kawasan wisata.



Drainase Pasar Tunggul Hitam untuk Pengendalian Banjir



Dari kawasan Pasie Nan Tigo, rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke Pasar Tunggul Hitam di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.




Di lokasi tersebut, Pemerintah Kota Padang tengah membangun saluran drainase baru sebagai bagian dari upaya penataan sistem drainase perkotaan dan pengendalian banjir.




Fadly Amran menyebut pembangunan drainase di kawasan Pasar Tunggul Hitam merupakan salah satu implementasi dari Master Plan Drainase Kota Padang. Pembangunan tersebut diarahkan untuk memperbaiki sistem aliran air, khususnya di kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.




Pasar sebagai pusat aktivitas perdagangan membutuhkan dukungan infrastruktur dasar yang memadai. Persoalan genangan air tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas perdagangan dan mobilitas warga di sekitar kawasan.




Karena itu, Fadly berharap pembangunan saluran drainase tersebut dapat segera diselesaikan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.




“Kami berharap melalui penataan dan pembangunan saluran drainase ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan genangan dan memperlancar aliran air di sekitaran Pasar Tunggul Hitam ini,” katanya. (***)

PADANG, Lintasmedia News— Wali Kota Padang Fadly Amran melepas kegiatan jalan santai sekaligus me-launching Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lubuk Sariak-Baringin-Tarantang (LuBaRiTa) di Jembatan Lubuk Sariak, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Sabtu (29/8/2026).


Fadly Amran mendorong Pokdarwis LuBaRiTa untuk mengembangkan potensi wisata dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.


“Kita harus membiasakan hidup sehat, karena ada dua target yang ingin kita capai di Kota Padang, yaitu menjadi kota pintar (smart city) dan kota sehat. Jalan santai ini termasuk salah satu indikator dari kota sehat, yaitu sehat mandiri,” ujar Fadly.


Fadly Amran mengapresiasi terbentuknya Pokdarwis LuBaRiTa yang menjadi wadah masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata di kawasan tersebut. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan jalan santai yang melibatkan masyarakat.


“Pengembangan wisata rafting harus dibarengi dengan penataan kawasan sungai yang tetap mempertahankan kondisi alami dan senatural mungkin. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi Bapak dan Ibu semua agar pengembangan wisata ini semakin baik ke depannya” ungkap Fadly.


Menurutnya, kegiatan olahraga bersama perlu dilakukan secara konsisten, sebagai bagian dari upaya membangun pola hidup sehat di tengah masyarakat.


Selain itu, Fadly Amran menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan potensi wisata di LuBaRiTa. Salah satu potensi yang tengah dikembangkan adalah wisata rafting atau arung jeram.


Camat Lubuk Kilangan Nurul Widya Siska Usman mengatakan Pokdarwis LuBaRiTa dibentuk sebagai wadah masyarakat untuk mengembangkan potensi pariwisata di tiga wilayah di Kecamatan Lubuk Kilangan.


“Nama LuBaRiTa merupakan akronim dari tiga wilayah yang menjadi kawasan pengembangan wisata, yakni Lubuk Sariak di Kelurahan Padang Besi, Baringin di Kelurahan Baringin, dan Tarantang di Kelurahan Tarantang,” ucapnya.


Menurut Siska, potensi wisata di kawasan LuBaRiTa tidak hanya arung jeram. Kondisi geografis di kawasan Baringin juga memungkinkan dikembangkan menjadi lokasi wisata panjat tebing. Sementara potensi pertanian di Baringin dan Tarantang dapat diarahkan menjadi wisata berbasis pertanian.


“Untuk mengembangkan wisata ini kami telah menggerakkan segala potensi yang ada di wilayah Kecamatan Lubuk Kilangan. Terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang telah menunjukkan komitmen untuk mengembangkan kawasan wisata di sini, ” pungkasnya. (***)

 

PADANG, Lintasmedia News – Senin (24/8/2026), suasana di Kantor Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, terasa berbeda. Kebahagiaan, kebanggaan, dan rasa haru bercampur menjadi satu ketika Yoga Pratama duduk bersama orang tua serta sejumlah tokoh masyarakat yang melepas keberangkatannya menuju Jepang.


Bagi Yoga, acara tersebut bukan sekadar seremoni. Hari itu menjadi penanda dimulainya perjalanan baru dalam hidupnya—perjalanan seorang pemuda berusia 18 tahun dari Taratak, Kelurahan Koto Lua, menuju Negeri Sakura. Ia dijadwalkan bertolak ke Jepang pada Rabu (26/8/2026) dan akan bekerja di sektor pertanian di Numamoto Shinichi, Kota Tsuchiura, Prefektur Ibaraki.


Di balik keberhasilan lulusan SMA Negeri 15 Padang tahun 2025 itu tersimpan perjuangan panjang seorang anak sulung yang ingin mengubah kehidupan keluarganya. Yoga merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Huri Dekrinata (39) dan Dewi Sartika (37). Ia dinyatakan lulus menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang.


Yoga berasal dari keluarga sederhana. Sang ayah bekerja sebagai petugas keamanan di PT Telkom, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Dua adik Yoga masih duduk di bangku sekolah. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat Yoga memahami bahwa ia harus segera mengambil peran setelah menamatkan pendidikan.

Karena itu, ketika sebagian teman sebayanya memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Yoga memantapkan hati untuk mencari pekerjaan. Ia ingin membantu orang tua sekaligus memenuhi kebutuhan pendidikan kedua adiknya. Namun, Yoga tidak pernah membayangkan jalan hidup justru akan membawanya ribuan kilometer dari rumah, ke sebuah negara yang sebelumnya hanya ia kenal melalui cerita, pelajaran, dan tayangan di layar kaca.


“Saya bangga, bersyukur, sekaligus sangat senang bisa menjadi bagian dari program PMI ini. Kesempatan tersebut sangat luar biasa dalam hidup saya dan tentunya harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga saya yang kondisi ekonominya masih terbatas,” tuturnya.


Kesempatan itu datang melalui program pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang diselenggarakan FPM Koto Lua bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center. Program yang telah berjalan sejak 2025 tersebut didukung penuh oleh PT Semen Padang melalui program Basinergi Membangun Nagari.


Saat mengikuti pelatihan, Yoga harus berhadapan dengan sesuatu yang benar-benar baru. Ia tidak hanya dituntut memahami bahasa Jepang, tetapi juga mengenal kebiasaan, budaya kerja, kedisiplinan, dan tata kehidupan masyarakat di negara tujuan.


Hari demi hari dilaluinya dengan belajar. Di tengah berbagai keterbatasan, ia berusaha menjaga tekad agar tidak goyah.


Tahapan yang harus dilewati pun tidak sedikit. Selain mengikuti pelatihan, Yoga menjalani berbagai seleksi, tes, serta proses administrasi sebelum akhirnya mendapatkan kontrak kerja.


“Perjalanan untuk sampai ke titik ini tidak mudah. Banyak proses yang harus saya lalui, mulai dari belajar bahasa dan budaya Jepang hingga menjalani berbagai tahapan tes,” katanya.


Setiap tahapan menjadi ujian bagi kesungguhannya. Namun, keinginan untuk membantu keluarga membuat Yoga terus bertahan. Ia sadar, kegagalan bukan hanya akan memupuskan impiannya, tetapi juga harapan yang mulai tumbuh di dalam keluarganya.


Kerja keras itu akhirnya berbuah manis. Yoga dinyatakan lolos dan memperoleh kesempatan bekerja di Jepang.


Dari delapan peserta pelatihan, ia menjadi orang pertama yang menuntaskan seluruh proses dan diberangkatkan.


“Saya sangat bangga kepada diri sendiri karena bisa berjuang sejauh ini. Alhamdulillah, saya akhirnya mendapat kesempatan menjadi PMI di Jepang,” ujarnya.


## Harapan Besar di Pundak Anak Sulung


Yoga akan menjalani kontrak kerja selama satu tahun. Namun, masa kerja tersebut berpeluang diperpanjang hingga lima tahun apabila ia mampu memenuhi ketentuan dan menunjukkan kinerja yang baik.


Meski begitu, lima tahun tentu bukan masa yang singkat. Bagi pemuda yang baru berusia 18 tahun, bekerja jauh dari orang tua dan saudara merupakan tantangan besar.


Ia harus belajar hidup mandiri, beradaptasi dengan lingkungan baru, menghadapi perbedaan bahasa dan budaya, serta bertahan di tengah kerinduan terhadap kampung halaman. Namun, Yoga memilih melihat semua itu sebagai kesempatan. Semakin lama ia dapat bekerja di Jepang, semakin besar pula peluangnya membantu keluarga dan mengumpulkan modal untuk masa depan.


Di kepalanya, Yoga telah menyusun sebuah rencana sederhana. Setelah menyelesaikan kontrak dan kembali ke Indonesia, ia ingin membangun usaha rumah kos. Usaha itu diharapkan menjadi sumber penghasilan yang dapat menopang kehidupan dirinya dan keluarga dalam jangka panjang.


“Target saya setelah sukses di Jepang dan kembali ke Indonesia adalah membuka usaha rumah kos. Karena itu, kesempatan besar ini tidak akan saya sia-siakan,” katanya.


Ia pun menyadari bahwa keberhasilan tersebut tidak diraihnya sendirian. Ada orang tua yang terus mendoakan, FPM Koto Lua yang mendampinginya, lembaga pelatihan yang membekalinya, serta PT Semen Padang yang memberikan dukungan terhadap biaya pelatihan.


“Saya sangat berterima kasih kepada PT Semen Padang yang telah mendukung pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang difasilitasi oleh FPM Koto Lua,” ujarnya.


## Pesan Ayah dari Koto Lua


Di tengah suasana pelepasan itu, Huri Dekrinata memandangi putra sulungnya dengan perasaan campur aduk. Ada kebanggaan karena Yoga berhasil memperoleh kesempatan besar. Namun, ada pula rasa haru karena anak yang selama ini tinggal bersamanya akan segera pergi jauh.


Sebagai ayah, Huri mengetahui betul perjuangan Yoga. Ia melihat bagaimana anaknya belajar, mengikuti pelatihan, dan menjalani setiap tahapan seleksi dengan penuh kesungguhan.


Huri sejak awal mendukung keinginan Yoga untuk langsung bekerja setelah menamatkan SMA. Pilihan itu tidak terlepas dari kondisi ekonomi keluarga dan kebutuhan biaya pendidikan kedua adiknya. Selain itu, keinginan tersebut bukan semata-mata untuk memperoleh penghasilan, melainkan juga menjadi pijakan bagi Yoga untuk membangun kemandirian ekonomi.


Namun, Huri tidak pernah menyangka pekerjaan pertama putranya justru berada di Jepang.


“Saya tidak menyangka anak saya bisa sampai sejauh ini. Sejak kecil, ia memang memiliki keinginan untuk menjadi orang sukses. Mudah-mudahan kesempatan bekerja di Jepang ini menjadi pintu menuju kesuksesan baginya,” kata Huri.


Tidak banyak pesan yang disampaikannya. Huri hanya meminta Yoga menjaga kesehatan, tidak meninggalkan ibadah, dan selalu berdoa ketika menghadapi kesulitan.


“Jaga kesehatan, jangan lupa salat, dan teruslah berdoa. Semoga kelak Yoga menjadi orang sukses dan dapat membuat kami sebagai orang tua bangga,” ujarnya penuh haru.


Pesan itu sederhana, tetapi menyimpan kasih sayang dan harapan besar. Di pundak Yoga, keluarga menitipkan doa agar perjalanan ke Jepang menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik.


Di usia 18 tahun, Yoga Pratama tidak hanya berangkat untuk bekerja. Ia membawa harapan orang tua, masa depan kedua adiknya, dan impian untuk pulang sebagai pemuda mandiri yang mampu mengubah kehidupan keluarganya.


## Membuka Jalan bagi Peserta Lain


Ketua FPM Koto Lua Nofial mengatakan, Yoga merupakan satu dari delapan peserta pelatihan bahasa dan budaya Jepang. Lima peserta berasal dari Kelurahan Koto Lua, sedangkan tiga lainnya berasal dari Kelurahan Limau Manis Selatan.


Dari delapan peserta tersebut, empat orang telah mendapatkan kontrak kerja di Jepang. Namun, Yoga menjadi peserta pertama yang memperoleh kepastian keberangkatan.


Tiga peserta lainnya masih menunggu *Certificate of Eligibility* (COE) atau dokumen izin tinggal, sedangkan dua peserta masih menjalani proses menuju wawancara akhir. Adapun dua peserta lainnya memutuskan tidak melanjutkan seleksi karena telah mendapatkan pekerjaan di Kota Padang.


“Sebenarnya, dari delapan peserta, empat orang telah memperoleh kontrak kerja di Jepang. Namun, baru Yoga yang diberangkatkan. Tiga peserta lainnya masih menunggu COE,” jelas Nofial.


Bagi Nofial, keberangkatan Yoga menjadi bukti bahwa program tersebut memberikan hasil nyata. Pencapaian itu juga diharapkan dapat menjaga semangat peserta lain yang masih menjalani tahapan seleksi.


Ia mengatakan, perjalanan menuju Jepang memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk keberangkatan saja, setiap calon pekerja membutuhkan dana sekitar Rp30 juta. Namun, FPM Koto Lua telah menggandeng investor yang bersedia menyediakan dana talangan.


“Sejak awal kami telah berkomitmen dengan investor. Jadi, Yoga maupun calon PMI lainnya tidak perlu khawatir mengenai biaya keberangkatan. Investor siap menanggung biaya tersebut,” katanya.


Menurut Nofial, dana talangan tersebut nantinya dikembalikan oleh peserta setelah mulai bekerja di Jepang. Dengan tingkat penghasilan yang diperoleh di Jepang, pengembalian dana tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat bulan.


“Skema ini dirancang agar keterbatasan ekonomi tidak menghalangi anak-anak muda dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pekerjaan. Mereka tetap bisa berangkat tanpa harus membebani orang tua dengan biaya besar di awal,” ujarnya.


## Satu Orang Berangkat, Satu Keluarga Berdaya


Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Koto Lua Indra Gunawan, yang turut hadir dalam acara pelepasan tersebut, melihat keberangkatan Yoga sebagai sesuatu yang lebih besar daripada sekadar keberhasilan seorang peserta pelatihan.


Menurutnya, program tersebut berpotensi menjadi salah satu jalan untuk mengurangi jumlah rumah tangga miskin (RTM).


Ketika seorang anak dari keluarga kurang mampu memperoleh pekerjaan dengan pendapatan yang layak, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Penghasilan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan orang tua, membiayai pendidikan adik, memperbaiki tempat tinggal, hingga membuka peluang usaha.


“Satu orang yang berangkat bekerja ke Jepang berpotensi mengangkat satu keluarga dari kategori RTM. Karena itu, kami berharap PT Semen Padang terus mendukung program ini. Biaya pelatihan yang mencapai Rp6,5 juta untuk setiap peserta cukup besar sehingga kami membutuhkan dukungan dari PT Semen Padang,” katanya.


Meski biaya pelatihan cukup besar, Indra mengatakan dana tersebut tidak berhenti sebagai bantuan sekali pakai. Setelah peserta bekerja di Jepang, biaya pelatihan akan dikembalikan secara bertahap dan digunakan kembali untuk membiayai calon peserta berikutnya.


“Nah, dengan demikian, satu dukungan dari PT Semen Padang akan dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak anak muda. Ini menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujar Indra.


## Investasi Sosial untuk Masa Depan


Bagi PT Semen Padang, keberangkatan Yoga menjadi tonggak penting dari program yang telah dirintis bersama masyarakat sejak 2025.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengapresiasi FPM Koto Lua yang berhasil mendampingi seorang warga dari keluarga kurang mampu hingga memperoleh pekerjaan di Jepang.


Menurutnya, keberhasilan Yoga sejalan dengan tujuan awal perusahaan dalam mendukung program pelatihan bahasa dan budaya Jepang tersebut. Program itu tidak hanya diarahkan untuk menambah pengetahuan peserta, tetapi juga diharapkan menghasilkan perubahan nyata terhadap kehidupan mereka.


“Sejak awal direncanakan, program ini memang bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi sosial jangka panjang untuk menekan angka kemiskinan di sekitar wilayah perusahaan. Alhamdulillah, tujuan tersebut mulai terwujud. Kami sangat bersyukur dan terharu melihat pencapaian ini,” kata Win.


Sementara itu, Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes menambahkan, pelatihan bahasa dan budaya Jepang tersebut merupakan bagian dari program Basinergi Membangun Nagari yang dijalankan perusahaan bersama FPM Koto Lua.


Melalui program tersebut, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh kemampuan dan akses menuju lapangan kerja.


“Sejak awal, pendekatan tersebut diharapkan dapat melahirkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Alhamdulillah, Yoga menjadi peserta pelatihan pertama yang berhasil menjadi PMI di Jepang. Untuk itu, kami berpesan agar Yoga menjaga amanah, bekerja dengan disiplin, menghormati budaya setempat, dan menjaga nama baik Indonesia selama berada di Jepang,” katanya.


Hernes juga berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak warga. Terlebih, potensinya dinilai sangat besar dalam membantu keluarga kurang mampu keluar dari kemiskinan.


“Mudah-mudahan pencapaian Yoga ini dapat memotivasi teman-teman dan adik-adiknya untuk mengikuti jejak yang sama,” pungkas Hernes. (*)

 

PADANG, Lintasmedia News- Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Barat atau PWI Sumbar, Widya Navies mendukung upaya PWI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) agar kasus kematian wartawan Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin dapat diungkap dan tuntas. 

“Kematian Udin yang sudah tiga dasawarsa berlalu, harus diusut tuntas, dan kami mendukung upaya yang dilakukan PWI DIY mendorong agar kasus kematian Udin diketahui secara jelas,” kata Ketua PWI Sumbar Widya Navies.

Pada Jumat (14/8/2026) PWI DIY memasang prasasti pahlawan pers di makam Udin sebagai bagian dari langkah mengusulkan Udin sebagai pahlawan nasional.

Sebelumnya, atas inisiatif PWI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengusulkan wartawan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin sebagai pahlawan nasional, karena perjuangannya menegakkan kebenaran pers. 

Usulan tersebut mengemuka pada momentum peringatan 30 tahun Udin yang digelar di Kantor PWI DIY, Jumat (14/8/2026).

Usulan tersebut mengemuka pada momentum peringatan 30 tahun Udin yang digelar di Kantor PWI DIY, Jumat (14/8/2026). Dinas Kominfo serta Dinas Sosial (Dinsos) DIY membuka dialog mengenai persyaratan seseorang layak mendapat gelar pahlawan nasional.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir perwakilan dari Dinas Kominfo serta Dinas Sosial (Dinsos) DIY untuk membuka dialog mengenai persyaratan seseorang layak mendapat gelar pahlawan nasional.

“Kami merespons PWI DIY dianugerahkan pahlawan nasional untuk Udin,” kata, Penyuluh Sosial, Dinsos DIY, Sapto Parjono dalam pemaparannya.

Aturan pemberian gelar pahlawan telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 serta peraturan pelaksanaannya yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan UU Nomor 20/2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Parjono mengatakan, usulan gelar pahlawan harus melalui berbagai kajian serta disepakati oleh pemerintah setempat. 

“Kalau Udin ini berarti ya oleh Pemkab Bantul, nanti beberapa syarat di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah berjuang,” terang Hudono.

Ketua PWI DIY, Hudono, mengatakan, dokumen persyaratan pengajuan gelar pahlawan untuk Udin kini telah diupayakan PWI DIY. 

Menurutnya Udin layak mendapatkan gelar pahlawan karena kerja jurnalistik yang dilakukannya banyak berdampak besar bagi kehidupan masyarakat.

Bahkan dari pikiran kritisnya, Udin harus disingkirkan ketika menulis pemberitaan yang kritis berkaitan dengan korupsi yang diungkap secara jelas.

“Udin perjuangkan kemerdekaan pers, Udin dikenal pemberani, ktitis menyoroti kebijakan pemerintah mulai korupsi terus bansos yang disunat pada saat itu. Tetapi inilah risikonya, dia mendapat penganiayaan bahkan saya sebut ini pembunuhan berencana,” tegas Hudono.

Menurutnya apa yang diperjuangkan Udin sama halnya dengan yang dilakukan oleh Marsinah, seorang buruh yang telah dianugerahi gelar pahlawan karena memperjuangkan hak buruh.

“Saya megacu pada pemberian gelar pahlawan untuk Marsinah, dia itu simbol perlawanan buruh, dia gak punya penghargaan bersifat formal tapi aksinya sangat nyata dan dirasakan kalangan buruh, sama halnya apa yang dilakukan Udin untuk kalangan pers,” imbuh Hudono. *

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.