PADANG PANJANG , Lintasmedia News— Produk inovatif PT Semen Padang, Semen Padang Bata Interlock (Sepablock), kembali mendapat kepercayaan sebagai teknologi konstruksi pilihan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana. Kali ini, Sepablock digunakan dalam pembangunan 10 unit Huntap Terpadu secara mandiri oleh Pemerintah Kota Padang Panjang untuk korban banjir bandang akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Komitmen menghadirkan hunian yang aman, layak, dan cepat dibangun tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Huntap Terpadu di kawasan Rusunawa Kelurahan Tanah Hitam, Padang Panjang, pada Jumat (12/6/2026).
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis didampingi Wakil Wali Kota Allex Saputra. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Departemen Bisnis Non Semen dan Produk Turunan (BNSPT) PT Semen Padang Ridwan Muchtar, unsur perangkat daerah, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam program pemulihan pascabencana.
Pembangunan 10 unit Huntap Terpadu dengan luas masing-masing 36 meter persegi tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Padang Panjang dan PT Semen Padang. Proyek ini menggunakan 35.000 unit Sepablock dengan anggaran sekitar Rp80 juta per unit dan ditargetkan rampung dalam waktu dua bulan ke depan.
Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra mengatakan pembangunan huntap bukan hanya sebatas membangun fisik rumah, melainkan juga membangun kembali harapan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Menurutnya, kehadiran hunian tetap menjadi elemen penting dalam proses pemulihan sosial dan ekonomi warga terdampak karena memberikan kepastian tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk memulai kembali kehidupan mereka.
“Pembangunan huntap yang kita mulai hari ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan, rasa aman, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.
Allex menjelaskan pembangunan huntap tahap ketiga tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Padang Panjang dalam menuntaskan program penanganan pascabencana yang telah berjalan selama beberapa waktu terakhir.
Ia optimistis, apabila proses pembangunan berjalan sesuai target dan seluruh unit dapat diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah daerah akan semakin dekat dalam menyelesaikan salah satu program prioritas pemulihan bagi masyarakat terdampak.
Ia menjelaskan, anggaran pembangunan Huntap Terpadu ini berasal dari kelebihan dana darurat bencana yang terkumpul dari masyarakat dan perantau Padang Panjang.
Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kota Padang Panjang kepada PT Semen Padang dalam mendukung pembangunan Huntap Terpadu tersebut.
“PT Semen Padang mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang Panjang yang telah mempercayakan penggunaan Sepablock pada pembangunan huntap ini. Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa inovasi yang kami kembangkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin dengan baik ini dapat terus diperkuat untuk mendukung berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kepala Departemen BNSPT PT Semen Padang Ridwan Muchtar menambahkan penggunaan Sepablock dalam proyek ini kembali menegaskan posisi PT Semen Padang sebagai perusahaan yang tidak hanya menyediakan teknologi bangunan berkualitas, tetapi juga menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan di berbagai kondisi, termasuk situasi pascabencana.
Menurutnya, Sepablock merupakan salah satu inovasi unggulan PT Semen Padang yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pembangunan hunian yang cepat, efisien, serta tetap mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan bagi penghuninya.
Ia menjelaskan bahwa sistem bata interlock yang diterapkan pada Sepablock memungkinkan proses konstruksi berlangsung lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Dengan teknologi tersebut, pembangunan rumah dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat tanpa mengurangi kualitas maupun kekuatan struktur bangunan.
“Sepablock telah memenuhi banyak aspek penting dalam pembangunan huntap. Selain mempercepat proses konstruksi, material ini juga memiliki ketahanan yang baik, termasuk terhadap gempa,” katanya.
Ia menegaskan bahwa inovasi yang dikembangkan PT Semen Padang tidak hanya berorientasi pada efisiensi pembangunan semata, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, PT Semen Padang terus berupaya menghadirkan berbagai solusi konstruksi yang mampu memberikan manfaat nyata, khususnya dalam mendukung program pembangunan daerah dan pemulihan masyarakat pascabencana.
“Melalui Sepablock, kami ingin menghadirkan hunian yang tidak sekadar berdiri, tetapi benar-benar layak, nyaman, dan bermartabat bagi masyarakat terdampak bencana,” tuturnya.
Satu unit Huntap Mandiri BNPB telah dibangun menggunakan Sepablock di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, dan saat ini dalam proses penyelesaian akhir.
PADANG PARIAMAN — Lintas media News Com. Upaya percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Padang Pariaman terus mendapat perhatian pemerintah pusat. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Alam Sumatera melakukan kunjungan kerja ke Padang Pariaman untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev), sekaligus meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur serta bantuan kemasyarakatan di wilayah terdampak bencana.
Tim supervisi Satgas PRR dipimpin Wakil II Pos Komando Satgas PRR, Kolonel Inf. Tamimi Hendra Kesuma (Pamen Mabesad), didampingi Anggota Pos Komando Analisis dan Evaluasi Satgas PRR Gatot Satria Wijaya, Analis Kebencanaan Ahli Madya Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB, serta Anggota Pos Komando Data Satgas PRR Sertu Tri Wahyu Hadiyanto. Turut hadir unsur Kodim 0308/Pariaman dan Polres Pariaman.
Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, di Pendopo Bupati, Kamis (11/6/2026), sebelum dilanjutkan dengan rapat koordinasi dan peninjauan lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati John Kenedy Azis memaparkan kondisi terkini pascabanjir bandang yang melanda Padang Pariaman pada akhir 2024. Menurutnya, hingga kini dampak bencana masih terasa kuat, baik terhadap infrastruktur publik maupun perekonomian masyarakat.
"Banyak infrastruktur vital yang lumpuh, mulai dari jembatan putus hingga jalan rusak berat. Lahan pertanian warga juga tidak lagi bisa digarap akibat perubahan aliran sungai. Sejumlah fasilitas pendidikan rusak dan tidak dapat digunakan. Kondisi ini berdampak besar terhadap kehidupan dan perekonomian masyarakat," ungkapnya.
Bupati menegaskan, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi kebutuhan mendesak karena menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat.
Ia bahkan menyoroti sebuah peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu, ketika seorang warga nekat menyeberangi sungai menggunakan seutas tali akibat jembatan yang putus. Warga tersebut sempat hanyut terbawa arus setelah pegangan talinya terlepas, namun berhasil diselamatkan oleh masyarakat sekitar.
"Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keterlambatan pembangunan infrastruktur bukan hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa," tegas JKA.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap Satgas PRR dapat memasukkan sejumlah kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi ke dalam skala prioritas nasional agar pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan menyeluruh.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur TNI-Polri, Kejaksaan, serta para pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam penanganan pascabencana.
Usai rapat di Pendopo Bupati, rombongan Satgas PRR bersama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang didampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun ke lapangan untuk meninjau sejumlah titik terdampak bencana.
Rombongan meninjau sejumlah titik strategis yang mengalami kerusakan akibat bencana, dimulai dari kawasan Asam Pulau untuk melihat dampak aliran sungai dan kondisi jalan penghubung menuju PLTA Singkarak yang terputus. Selanjutnya, tim bergerak menuju Tanah Taban guna meninjau lahan pertanian yang terdampak banjir dan memerlukan penanganan lanjutan agar dapat kembali produktif.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Jembatan Anduriang yang putus akibat bencana. Kerusakan jembatan tersebut tidak hanya mengganggu konektivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi, akses pendidikan, dan mobilitas warga sehari-hari. Saat ini masyarakat masih mengandalkan rakit sebagai sarana penyeberangan darurat untuk melintasi aliran Sungai Batang Anai.
Selain meninjau kondisi jembatan, rombongan juga melihat langsung dampak kerusakan terhadap lahan pertanian di sekitar kawasan tersebut serta kondisi aliran Sungai Batang Anai yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Kunjungan
PADANG, Lintasmedia News– PT Semen Padang kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan berpartisipasi aktif dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang digelar Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.
Kegiatan yang dipusatkan di Hutan Kota Malvinas, Sempadan Batang Kuranji, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, pada Jumat (12/6/2026), menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim.
Dalam kegiatan tersebut, PT Semen Padang turut ambil bagian dalam aksi penanaman pohon bersama berbagai pemangku kepentingan. Hadir mewakili perusahaan, Kepala Unit Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang Hernes, Staf Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Yulhelmus, serta Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Fajar Ramadoni.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini dihadiri berbagai unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas lingkungan, hingga kalangan pelajar. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi simbol kuat bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan kerja sama dan tanggung jawab bersama.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang terbangun antara pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, perguruan tinggi, pelajar, serta organisasi lingkungan merupakan modal penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pelestarian lingkungan.
“Kita hadir didukung oleh OPD-OPD provinsi, kemudian BUMN, perusahaan-perusahaan yang ada di Sumatera Barat, perguruan tinggi, siswa-siswi, dan juga berbagai NGO seperti WALHI, WARSI, WWF, serta banyak pihak lainnya. Kehadiran bersama ini mudah-mudahan menjadi semangat bersama dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Mahyeldi menegaskan bahwa berbagai bencana yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, seperti banjir dan longsor, merupakan pengingat bahwa kelestarian lingkungan harus menjadi perhatian bersama. Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita sudah merasakan dampaknya ketika lingkungan tidak terjaga. Karena itu, tidak ada pilihan lain selain menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai karakter yang melekat pada setiap pribadi. Mari saling mengingatkan agar tidak membuang sampah sembarangan dan mewariskan budaya peduli lingkungan kepada generasi muda,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat Tasliatul Fuadi mengungkapkan bahwa kegiatan tahun ini melibatkan penanaman 1.000 bibit pohon yang berasal dari berbagai dukungan mitra dan lembaga.
Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut tidak lepas dari semangat kolaborasi yang melibatkan banyak pihak, termasuk BUMN, instansi pemerintah, dan perusahaan yang beroperasi di Sumatera Barat.
“Kami mendapatkan bantuan 1.000 batang bibit pohon dari berbagai pihak, di antaranya PLN, BPDAS Agam Kuantan, Dinas Kehutanan, serta dukungan dari UPT Kementerian Kehutanan. Selain itu, PTPN IV juga membantu penyediaan pupuk untuk mendukung keberhasilan penanaman,” ujarnya.
Tasliatul juga menyampaikan apresiasi kepada PT Semen Padang yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak. PT Semen Padang juga memberikan dukungan berupa bantuan bibit dan berbagai fasilitas pendukung lainnya seperti tenda serta kebutuhan kegiatan lainnya,” katanya.
Partisipasi PT Semen Padang dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan serta upaya mitigasi perubahan iklim melalui berbagai program lingkungan yang berkelanjutan.
Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes mengatakan partisipasi PT Semen Padang dalam kegiatan ini merupakan upaya mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan yang berwawasan lingkungan.
“PT Semen Padang memandang pelestarian lingkungan bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan kehidupan,” ujar Hernes.
Terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan keterlibatan PT Semen Padang dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan hidup.
Menurutnya, sebagai perusahaan yang telah menjadi bagian dari pembangunan Sumatera Barat selama lebih dari satu abad, PT Semen Padang menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas industri dan kelestarian lingkungan.
“Keikutsertaan PT Semen Padang dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan hidup melalui program-program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan ekosistem,” ujar Win Bernadino.
Ia menambahkan bahwa keberlanjutan merupakan salah satu pilar utama dalam operasional perusahaan. Karena itu, PT Semen Padang terus mengembangkan berbagai inisiatif lingkungan, mulai dari rehabilitasi lahan, penghijauan, konservasi sumber daya alam, hingga edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Win menambahkan bahwa partisipasi dalam kegiatan penanaman pohon ini mempertegas peran PT Semen Padang sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam menciptakan nilai sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi bersama pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, perusahaan berharap semangat menjaga bumi dapat terus tumbuh dan menjadi gerakan bersama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan,” katanya.
Jakarta, Lintasmedia News
Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjend) SMSI Pusat Makali Kumar memberikan arahan strategis dan menyeluruh kepada seluruh pengurus serta anggota SMSI se Tanah Air.
Pertemuan intensif yang berlangsung di kantor Sekretariat SMSI Pusat, Jakarta, pada Jumat (12/06/2026) ini membahas konstelasi politik nasional serta dampaknya terhadap masa depan industri pers di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Firdaus menggunakan papan tulis untuk memetakan secara detail jaringan pengaruh politik, mulai dari geopolitik global, posisi tokoh-tokoh kunci nasional, hingga pola arus informasi dan pemberitaan negara. Langkah ini dilakukan guna memberikan pemahaman yang komprehensif bagi pengurus SMSI dalam menavigasi media siber di daerah masing-masing.
"Sebagai organisasi media siber terbesar, kita harus jeli melihat ke mana arah angin perubahan bergerak. Pemetaan ini penting agar seluruh anggota SMSI di daerah tidak hanya menjadi penonton, melainkan mampu menjadi pemandu informasi yang sehat, objektif, dan tepercaya bagi masyarakat," ujar Firdaus di hadapan jajaran pengurus yang hadir.
Firdaus juga menekankan pentingnya independensi, profesionalisme, serta ketajaman analisis media siber di bawah naungan SMSI.
Menurutnya, lanskap media saat ini sangat dinamis. Sehingga pemilik media dan jurnalis dituntut memiliki sensitivitas tinggi terhadap isu-isu strategis, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Pertemuan tatap muka ini digelar sebagai langkah responsif SMSI Pusat dalam menyikapi dinamika nasional terkini. Melalui pemetaan tersebut, SMSI berkomitmen menjaga independensi serta meningkatkan kualitas jurnalisme anggotanya di seluruh daerah, sekaligus memastikan bahwa suara dari daerah tetap memiliki ruang yang kuat di kancah nasional.
Jalannya arahan berlangsung interaktif. Firdaus secara runut mengurai poin-poin penting dari diagram pengaruh yang ia buat, dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama para fungsionaris pusat mengenai langkah taktis yang perlu diambil oleh pengurus SMSI di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Arahan ini diharapkan menjadi panduan bagi ribuan media siber yang tergabung dalam SMSI untuk tetap solid, adaptif, dan terus menjaga marwah jurnalisme yang berintegritas di tengah dinamika bangsa.(*)
Aceh Timur, Lintasmedia News
Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP yang di laksanakan di ISC menuai kekecewaan dari sejumlah kepala sekolah. Mereka menilai penyelenggaraan pertandingan kurang memberikan kesempatan yang merata kepada seluruh peserta dan sekolah yang ada di wilayah penyelenggaraan.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah banyaknya peserta yang mendapatkan status bye sehingga langsung lolos ke babak berikutnya tanpa harus bertanding.
Menurut para kepala sekolah, kondisi tersebut membuat jalannya kompetisi menjadi kurang maksimal dan mengurangi semangat persaingan yang sehat.
Selain itu, sekolah-sekolah dengan jumlah siswa yang sedikit juga dikabarkan tidak diikutsertakan dalam beberapa cabang olahraga.
Kebijakan ini dinilai merugikan siswa yang memiliki potensi dan kemampuan untuk berprestasi, meskipun berasal dari sekolah dengan jumlah peserta didik yang terbatas.
Para kepala sekolah berharap kepada panitia penyelenggara untuk kedepannya harus dapat melakukan evaluasi terhadap sistem pelaksanaan O2SN agar seluruh sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.
Mereka juga menginginkan sistem pertandingan yang lebih adil dan transparan sehingga tujuan O2SN sebagai ajang pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga siswa dapat tercapai dengan maksimal dan lebih baik.
Hingga berita ini ditulis, pihak penyelenggara belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan oleh sejumlah kepala sekolah tersebut.
(I)
Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Keberhasilan Kota Bukittinggi sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2025, menjadi referensi penting bagi Pesisir Selatan yang akan menjadi tuan rumah MTQ tahun 2027. Hal itu dikemukakan Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim saat mengunjungi kota Bukittinggi bersama jajarannya jumat (11/06).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, di ruang rapat lantai 3 Kantor Balaikota. Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka berbagi informasi dan pengalaman terkait pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Sumatera Barat, sebagai persiapan Kabupaten Pesisir Selatan menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi tahun 2027.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan, keberhasilan pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi tidak terlepas dari persiapan yang matang sejak awal, koordinasi yang intensif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta keterlibatan aktif seluruh unsur penyelenggara dalam setiap tahapan kegiatan.
Menurut Ibnu Kunci sukses pelaksanaan MTQ di Bukittinggi adalah persiapan yang dilakukan sejak dini dan koordinasi yang terus dibangun dengan Pemerintah Provinsi. Pihaknya juga mengoptimalkan jadwal kegiatan agar seluruh rangkaian acara berjalan efektif, produktif dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kota Bukittinggi sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2025. Ia mengatakan, Kesuksesan tersebut menjadi referensi penting bagi Pesisir Selatan yang akan menjadi tuan rumah MTQ tahun 2027. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan akan mempersiapkan pelaksanaan MTQ secara matang melalui berbagai pembelajaran dan koordinasi dengan pihak terkait.
"Kami akan terus belajar dan berkoordinasi dalam mempersiapkan MTQ 2027 agar pelaksanaannya berjalan dengan baik. Koordinasi yang jelas dan tuntas dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat diperlukan," Ujarnya.
Sebagai bekal bagi Pesisir Selatan dalam menyukseskan MTQ mendatang, Pemerintah Kota Bukittinggi bahkan diundang untuk berkunjung ke Daerah tersebut dan berbagi pengalaman (Sandra).
Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengucapkan, selamat kepada seluruh jemaah haji Kota Bukittinggi yang telah kembali ke tanah air setelah menunaikan ibadah haji. Sebanyak 252 orang Jemaah Haji dari Kota Bukittinggi tahun 1447 Hijiriyah atau 2026 Masehi tiba di Kota Bukittinggi, Kamis (11/06).
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan rasa syukur karena sebagian besar jemaah kembali dalam kondisi sehat di kampung halaman. Pemerintah Kota Bukittinggi mendoakan agar seluruh jemaah memperoleh predikat haji yang mabrur serta dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat dan penuh kebahagiaan.
"Atas nama Pemerintah Kota dan masyarakat Bukittinggi, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaah haji yang telah kembali ke tanah air. Alhamdulillah, jemaah kita dalam kondisi sehat. Semoga seluruh jemaah memperoleh haji yang mabrur. Pemerintah Kota Bukittinggi akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji," ujarnya.
Ramlan menyebutkan, jemaah haji asal Kota Bukittinggi tahun 2026 tergabung dalam dua kelompok terbang (kloter), salah satunya Kloter 7 Embarkasi Padang. Untuk Kloter 7 yang tiba kembali hari ini, jumlah jemaah yang diberangkatkan tercatat sebanyak 253 orang.
Dari 253 orang, satu orang jemaah atas nama Yunilis Muin (73 tahun) meninggal dunia di Tanah Suci. Dengan demikian, jumlah jemaah Kloter 7 asal Bukittinggi yang kembali ke tanah air sebanyak 252 orang. Wali Kota turut mendoakan semoga almarhumah husnul khatimah dan seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT. (Sandra)
PADANG, Lintasmedia News– PT Semen Padang terus memperkuat eksistensinya di pasar internasional. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, perusahaan semen pertama di Asia Tenggara itu telah mengekspor semen dan klinker dengan total volume mencapai 540.771 metrik ton (MT) ke sejumlah negara tujuan ekspor.
Negara tujuan ekspor tersebut meliputi Bangladesh, Maladewa (Maldives), Sri Lanka, dan Reunion Island. Capaian ini menjadi bukti konsistensi PT Semen Padang dalam menjaga penetrasi pasar global sekaligus memperluas jangkauan produknya di tengah persaingan industri semen yang semakin kompetitif.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan bahwa ekspor yang dilakukan selama lima bulan pertama tahun 2026 terdiri atas dua jenis produk utama, yakni klinker dan semen dalam kemasan dengan tipe Ordinary Portland Cement (OPC) 42,5 N serta OPC 52,5 N.
Menurutnya, Bangladesh masih menjadi pasar terbesar bagi produk ekspor PT Semen Padang. Negara di kawasan Asia Selatan itu menerima pasokan klinker dengan volume mencapai 440.383 MT atau sekitar 81 persen dari total ekspor perusahaan selama periode Januari–Mei 2026.
"Ekspor yang kami lakukan terdiri atas produk klinker dan semen. Untuk klinker, pengiriman terbesar ditujukan ke Bangladesh dengan volume 440.383 MT," ujar Win Bernadino, Jumat (12/6/2026).
Selain Bangladesh, Win melanjutkan, PT Semen Padang juga terus mempertahankan pasarnya di Maladewa dan Sri Lanka. Untuk Maladewa, perusahaan mengirimkan semen tipe OPC 42,5 N sebanyak 68.607 MT. Sementara itu, ke Sri Lanka, volume ekspor semen tipe yang sama mencapai 20.501 MT.
PT Semen Padang juga melayani kebutuhan pasar di Reunion Island, wilayah seberang laut Prancis yang berada di Samudra Hindia. Ke wilayah yang dikenal dengan julukan L'île Intense atau "Pulau yang Intens" tersebut, perusahaan mengekspor semen tipe OPC 52,5 N sebanyak 11.280 MT.
"Jumlah semen yang kami ekspor ke Reunion Island sebanyak 11.280 MT," kata Win.
Keberhasilan mencatatkan ekspor lebih dari setengah juta ton dalam waktu lima bulan menunjukkan kemampuan PT Semen Padang dalam menjaga kualitas produk sekaligus memenuhi kebutuhan pasar internasional yang memiliki standar beragam.
Produk semen dan klinker yang diekspor digunakan untuk mendukung berbagai proyek konstruksi dan pembangunan infrastruktur di negara-negara tujuan.
Aktivitas ekspor bukan hal baru bagi PT Semen Padang. Perusahaan telah memulai ekspor semen dan klinker sejak 1992 ke berbagai negara, di antaranya Myanmar, Kamboja, Taiwan, Bangladesh, Maladewa, Hong Kong, Nigeria, Filipina, Nepal, Burma, Singapura, Australia, dan Arab Saudi.
Selama lebih dari tiga dekade, PT Semen Padang terus mengembangkan pasar luar negeri sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing dan menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan.
Pengembangan pasar ekspor tersebut juga sejalan dengan upaya perusahaan dalam mengoptimalkan kapasitas produksi dan memperkuat kontribusi terhadap industri semen nasional. Melalui ekspor, PT Semen Padang tidak hanya memperluas pangsa pasar, tetapi juga turut mendukung peningkatan devisa negara.
Salah satu tonggak penting dalam perjalanan ekspor PT Semen Padang adalah keberhasilannya menembus pasar Australia pada 2016. Saat itu, PT Semen Padang menjadi perusahaan semen pertama di lingkungan holding PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. atau SIG yang berhasil mengekspor semen ke Australia.
Keberhasilan memasuki pasar Australia menjadi bukti bahwa produk PT Semen Padang mampu memenuhi standar kualitas yang ditetapkan negara tujuan ekspor. Capaian tersebut sekaligus memperkuat reputasi perusahaan sebagai produsen semen nasional yang memiliki daya saing di tingkat global.
Dengan capaian ekspor sebesar 540.771 MT hingga Mei 2026, PT Semen Padang optimistis dapat terus memperluas pasar internasional dan meningkatkan kontribusi ekspor pada tahun ini.
Perusahaan juga berkomitmen menjaga kualitas produk, keandalan pasokan, serta pelayanan kepada pelanggan di berbagai negara agar tetap menjadi mitra terpercaya dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan sektor konstruksi di berbagai belahan dunia. (*)