Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Hari ke-3 peringatan 100 tahun Jam Gadang, Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2026 menggelar seminar bertajuk Literasi Puisi dalam program IMLF Goes to School. Seminar yang melibatkan sekitar 150 siswa tersebut digelar di Aula SMPN 4 Bukitinggi, Jumat (05/06).
Seminar sehari, menghadirkan narasumber Laura Di Corcia dari Switzerland, Italia, yang mendalami literatur Sastra Italia dan sangat kental dengan kehidupan menulis puisi. Laura merupakan salah seorang delegasi dari 38 negara yang mengunjungi Bukittinggi dalam rangka Peringatan 100 tahun Jam Gadang.
Kepala SMPN 4 Bukittinggi, Drs. Edi Kosla menyampaikan, dipilihnya SMPN 4 sebagai salah satu sekolah kunjungan oleh tamu internasional, merupakan suatu kehormatan yang luar biasa. Selain karena SMP 4 memiliki latar belakang sejarah di kota Bukitinggi, kedatangan delegasi dari internasional ke SMP 4 sekaligus ingin melihat sejauh mana litetasi siswa SMPN 4 Bukittinggi di kancah Internasional.
Edi Kosla menyebutkan, sekolah yang dulunya bernama Mulo dizaman penjajahan belanda tersebut menyimpan sejarah perjuangan bangsa, sehingga ditetapkan sebagai salah satu bangunan bersejarah di Kota Bukittinggi. Ia juga mengurai, banyak sekali alumni dari sekolah yang dipimpinnya menjadi orang-orang besar dan sukses di negeri ini.
Ia berharap melalui seminar tersebut, siswa SMPN 4 Bukittinggi mendapatkan ilmu, pengalaman dan pencerahan untuk meningkatkan kemampuan literasinya di masa yang akan datang. Edi menambahkan, kesuksesan acara tersebut tidak terlepas dari kerjasama yang baik dari seluruh pihak yakni Dinas Pendidikan dan seluruh keluarga besar SMPN 4 Bukittinggi.
Sementara itu Koordinator Pengawas Sekolah, Aswardi, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada IMLF dan SMPN 4 atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia memaparkan, dari hasil survey yang dikeluarkan oleh PISA (Programme for International Student Assessment) yang dilaksanakan 4 tahun sekali, pada tahun 2022, Indonesia masih berada diurutan no.69 dari 81 negara didunia dalam literasi membaca, matematika dan sains. Angka tersebut menunjukkan kemampuan literasi pelajar di Indonesia masih tergolong rendah.
"Kita bersyukur dengan adanya kegiatan ini, manfaatkanlah momen Seminar Literasi ini untuk menimba ilmu, meningkatkan kompetensi dan pemahaman serta memperoleh pengetahuan baru", Ujarnya.
Ia berpesan, agar para siswa peserta seminar dapat fokus dan mengikuti kegiatan dengan sungguh-sunguh, sehingga memperoleh ilmu dan pengetahuan baru yang bermanfaat kedepannya.
Dalam kesempatan itu, Laura Di Corcia juga menyampaikan rasa bangga dan penghargaan yang tinggi atas sambutan yang hangat dari keluarga besar SMPN 4 Bukittingi. Ia menyatakan sangat senang dengan sikap dan perilaku anak-anak yang sangat baik, sopan, dan patut diacungi jempol. (Sandra)