Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan banjir Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang karate Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan lpm Al itqan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak mandailing natal Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar polres Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok


KEPULAUAN MENTAWAI – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0319/Mentawai mulai mengerjakan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Hamidi (60) di Desa Goiso’oinan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pengerjaan ini menjadi salah satu upaya membantu warga mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman.


Dalam pelaksanaan pengerjaan, personel TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas TMMD terlihat bahu-membahu mengerjakan sasaran fisik tersebut. Kebersamaan kedua institusi ini mencerminkan sinergi dalam mendukung pembangunan desa sekaligus membantu mengatasi kesulitan masyarakat.


Program RTLH merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD ke-130 yang dilaksanakan Kodim 0319/Mentawai. Melalui program ini, diharapkan kondisi hunian penerima manfaat dapat menjadi lebih aman, layak, dan nyaman bagi keluarga.


Hamidi selaku penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku terharu karena rumahnya mendapat perhatian melalui program TMMD yang diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan keluarganya.


Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kedekatan aparat dengan masyarakat. Kolaborasi TNI-Polri dalam pengerjaan RTLH menjadi bagian dari upaya bersama mendukung kesejahteraan warga di wilayah pedesaan.


Melalui TMMD ke-130, Kodim 0319/Mentawai terus mendorong percepatan pembangunan di daerah sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat di Kabupaten Kepulauan Mentawai.(Fais)

KEPULAUAN MENTAWAI – Kodim 0319/Mentawai menggelar penyuluhan pemanfaatan dan konservasi hutan bagi masyarakat di Dusun Rokot, Desa Matobe, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.


Penyuluhan menghadirkan Edi Sucipto, S.Hut., dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Mentawai sebagai narasumber. Ia memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga ekosistem hutan sekaligus memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan.


Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu memahami dampak kerusakan hutan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.


Penyuluhan tersebut juga menjadi upaya memperkuat sinergi antara TNI, instansi terkait, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran lingkungan.


Melalui TMMD ke-130, Kodim 0319/Mentawai mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan agar pemanfaatan sumber daya alam tetap sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Kepulauan Mentawai.(Fais)

 

PADANG, Lintasmedia News- Menjelang penghujung tahun anggaran, fungsi pengawasan terhadap pembangunan fisik dan program pemerintah kota semakin diintensifkan. Komisi III DPRD Kota Padang melakukan kegiatan kunjungan lapangan krusial guna meninjau langsung progres serta efektivitas sejumlah program strategis yang sedang berjalan di tengah masyarakat.


Kegiatan blusukan dan peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, dengan didampingi oleh sejumlah anggota Komisi III serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait. Lokasi yang dikunjungi adalah Pasar Raya, Kota Tua, dan Jalan 2 Jalur di depan Plaza Andalas Padang dan lain-lainnya.


Langkah proaktif ini dilakukan untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga. Dalam keterangannya yang disampaikan melalui sambungan telepon selular pada Selasa, 13 Oktober 2026, Helmi Moesim menjelaskan bahwa agenda utama kegiatan ini adalah mengevaluasi program-program strategis di bawah naungan pemerintah kota. Evaluasi ini menjadi instrumen penting karena sudah memasuki penghujung tahun.


"Kita lakukan karena sudah mulai penghujung tahun. Kita ingin melihat sejauh mana progresnya, dan tidak jauh deviasinya," ujar Helmi Moesim dalam wawancara tersebut. Menurutnya, pengawasan ketat diperlukan agar pelaksanaan di lapangan tidak mengalami penyimpangan yang signifikan dari perencanaan awal.


Lebih lanjut, politisi Golkar yang akrab disapa Bang Ay tersebut menegaskan bahwa jika ditemukan kendala teknis maupun non-teknis akibat suatu hal di lapangan, maka pihak legislatif bersama eksekutif langsung duduk bersama untuk mendiskusikannya. Hal ini bertujuan agar solusi cepat bisa segera dirumuskan demi kebaikan bersama.


Tujuan akhir dari pengawasan intensif ini adalah memastikan seluruh proyek fisik maupun program kerja dapat terealisasi 100 persen sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Pihaknya tidak ingin ada progres yang terbengkalai, mengingat hal tersebut berkaitan langsung dengan efektivitas anggaran serta kelangsungan mitra kontraktor di lapangan.


Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan sejauh ini, Helmi menyebutkan bahwa ada beberapa temuan yang menjadi catatan penting. Untuk pengerjaan di sektor basement, progresnya dinilai cukup baik dan menggembirakan karena telah mencapai angka sekitar 97 persen dan mendekati tahap penyelesaian akhir.


Kendati demikian, Komisi III juga mendapati sejumlah kendala di lapangan, salah satunya pada proyek air mancur yang mencatatkan deviasi kurang dari dua persen. Kendala utamanya berkaitan dengan pemasangan instalasi kelistrikan (KWH meter) yang harus segera diselesaikan agar sistem dapat beroperasi secara optimal.


Menutup wawancara tersebut, Helmi Moesim berharap seluruh kendala teknis, termasuk pemasangan listrik dan penyelesaian detail pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi, dapat segera dituntaskan oleh pihak terkait. Komisi III DPRD Kota Padang akan terus mengawal proses ini hingga seluruh program akhir tahun tuntas tanpa hambatan berarti. (*) 


Pewarta: Zamri Yahya, WU

JAKARTA (13/10/2026), Lintasmedia News— PT Semen Padang meraih penghargaan Top CSR of the Year 2026 dari INFOBRAND.ID dan TRAS N CO Indonesia. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas pentingnya Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan semen tertua di Asia Tenggara tersebut dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan.


Penghargaan tersebut diserahkan oleh CEO INFOBRAND.ID Susilowati Ningsih bersama CEO TRAS N CO Indonesia yang juga Ketua Umum Asosiasi Brand Indonesia Tri Rahardjo. Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar dalam acara Indonesia Corporate Forum 2026 di Grand Capital Ballroom, Manhattan Hotel Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Indonesia Corporate Forum 2026 kali ini mengusung tema “The Future of Corporate Branding: Integrating CSR, ESG & SDGs for Sustainable Growth”, yang menyoroti pentingnya mengintegrasikan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG), serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke dalam strategi perusahaan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.


CEO INFOBRAND.ID Susilowati Ningsih menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan dan para pemimpin perusahaan yang menunjukkan kontribusi terhadap keberlanjutan bisnis sekaligus pembangunan berkelanjutan.


Menurutnya, tanggung jawab sosial perusahaan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik. Pelaksanaan CSR yang terarah dan berkesinambungan dapat memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap berbagai tantangan sosial dan lingkungan.


CEO TRAS N CO Indonesia sekaligus Ketua Umum Asosiasi Brand Indonesia Tri Rahardjo menekankan pentingnya integrasi CSR, ESG, dan SDGs dalam membangun nilai perusahaan yang berorientasi jangka panjang.


Dalam konteks tersebut, pelaksanaan tanggung jawab sosial tidak hanya berkaitan dengan kegiatan bantuan atau program sosial, tetapi juga bagaimana perusahaan mengintegrasikan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan ke dalam strategi bisnis. Pendekatan ini menjadi penting untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap perusahaan.


Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kontribusi kepada masyarakat dan lingkungan.


“Penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kontribusi perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada INFOBRAND.ID dan TRAS N CO Indonesia, para pemangku kepentingan, pemerintah daerah, masyarakat, mitra kerja, serta seluruh insan PT Semen Padang yang telah bersinergi dan mendukung pelaksanaan program CSR PT Semen Padang,” ujarnya.


Menurut Pri Gustari, tanggung jawab sosial perusahaan tidak semata-mata dimaknai sebagai pelaksanaan kewajiban sosial, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat. Melalui program yang terarah dan berkelanjutan, perusahaan berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya kemandirian di berbagai sektor kehidupan.


“Bagi kami, CSR bukan sekadar menjalankan tanggung jawab sosial, tetapi merupakan komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat, menciptakan kemandirian, dan menghadirkan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.


Penghargaan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat PT Semen Padang untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan daerah. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memastikan program tanggung jawab sosial berjalan sesuai kebutuhan serta memberikan manfaat yang nyata.


Pri Gustari menjelaskan, dampak nyata program CSR tidak hanya diukur dari pembangunan fisik atau tersedianya fasilitas bagi masyarakat. Bagi PT Semen Padang, perubahan kehidupan masyarakat menuju kondisi yang lebih mandiri merupakan salah satu indikator penting keberhasilan program pemberdayaan.


Keberhasilan tersebut dapat terlihat ketika masyarakat mampu mengembangkan usaha, memperoleh akses pendidikan yang lebih baik, serta menjaga lingkungan di sekitarnya secara mandiri. Dengan demikian, program sosial diharapkan tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi dan memenuhi kebutuhan hidupnya.


“Yang paling membuat kami puas bukan sekadar bangunan atau fasilitas yang sudah berdiri, tetapi melihat masyarakat menjadi mandiri, mampu berusaha sendiri, anak-anak bisa bersekolah dengan tenang, dan lingkungan mereka tetap terjaga. Mereka yang dahulu menunggu bantuan, sekarang bisa membantu diri sendiri. Itulah dampak yang paling nyata dan paling berkesan bagi kami,” ungkapnya.


Pandangan tersebut menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Program sosial perlu diarahkan untuk meningkatkan kapasitas penerima manfaat, mengembangkan potensi ekonomi lokal, serta membangun kemampuan masyarakat dalam mempertahankan keberlanjutan program.


Melalui pendekatan tersebut, manfaat program diharapkan tetap berkembang setelah pendampingan perusahaan berakhir. Masyarakat pun dapat mengambil peran lebih besar sebagai pelaku utama dalam menjaga keberlanjutan manfaat program sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki di lingkungannya.


Dalam pelaksanaan CSR, PT Semen Padang menempatkan keberlanjutan manfaat dan partisipasi masyarakat sebagai aspek penting. Program yang baik tidak hanya menghasilkan capaian dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong perubahan positif yang bertahan dalam jangka panjang.


Pri Gustari menyebutkan, penghargaan yang diberikan oleh INFOBRAND.ID dan TRAS N CO Indonesia menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program sosial dan lingkungan.


“Keberhasilan itu kami lihat dari manfaat yang bertahan lama dan masyarakat yang ikut menjaganya sendiri. Penghargaan dari TRAS N CO Indonesia dan INFOBRAND.ID ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperbaiki apa yang telah dilakukan. Pengakuan ini membuat kami semakin yakin dan bersemangat untuk melanjutkan upaya pemberdayaan dengan hasil yang lebih baik,” tuturnya.


Ia menambahkan, evaluasi program perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pelaksanaannya tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan dapat memberikan manfaat yang lebih terukur, tepat sasaran, serta mendukung penguatan kapasitas masyarakat di berbagai bidang.


Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, pendekatan tersebut juga sejalan dengan pentingnya mengintegrasikan aspek sosial dan lingkungan ke dalam strategi perusahaan. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat hubungan yang saling mendukung antara perusahaan, masyarakat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.


Pelaksanaan CSR PT Semen Padang juga berkaitan dengan berbagai inisiatif pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan yang telah dipublikasikan perusahaan. Sejumlah inisiatif tersebut antara lain pengembangan budidaya kaliandra merah, konservasi ikan bilih, serta pemberdayaan usaha mikro dan kecil (UMK).


Budidaya kaliandra merah merupakan salah satu inisiatif yang memiliki potensi dalam mendukung pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi alternatif. Pengembangan tanaman ini relevan dengan upaya diversifikasi sumber energi dan pemanfaatan sumber daya yang lebih berkelanjutan, termasuk potensi pengurangan sebagian penggunaan batu bara.


Sementara itu, konservasi ikan bilih berkaitan dengan upaya menjaga keanekaragaman hayati perairan Danau Singkarak. Pelestarian ekosistem perairan menjadi bagian penting dalam mempertahankan keseimbangan lingkungan sekaligus menjaga keberadaan spesies yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi bagi masyarakat setempat.


Di bidang ekonomi, pemberdayaan UMK menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, membuka peluang peningkatan pendapatan, dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Dukungan terhadap usaha mikro dan kecil diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan potensi lokal, meningkatkan daya saing, serta memperkuat kemandirian ekonomi.


Berbagai inisiatif tersebut mencerminkan luasnya ruang kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan yang memperhatikan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Namun, program-program tersebut merupakan contoh inisiatif yang telah dipublikasikan sebelumnya dan tidak dapat dipastikan sebagai program yang secara khusus menjadi dasar penilaian penghargaan Top CSR of the Year 2026.


Bagi PT Semen Padang, penghargaan Top CSR of the Year 2026 bukanlah titik akhir pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan. Sebaliknya, pengakuan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan perusahaan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan terjaganya lingkungan.


Pri Gustari menegaskan bahwa penghargaan tersebut membawa tanggung jawab yang lebih besar bagi perusahaan untuk terus menjaga kedekatan dengan masyarakat dan memastikan program yang dijalankan memberikan manfaat berkelanjutan.


“Penghargaan ini bukan sekadar piala. Ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab yang lebih besar. Bagi kami, pengakuan ini menjadi bukti bahwa upaya kepedulian perusahaan mendapat apresiasi, sekaligus pengingat untuk tidak berhenti berbuat. Kami akan terus memperkuat komitmen, semakin dekat dengan masyarakat, dan memastikan setiap kegiatan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” tegasnya.

 

KEPULAUAN MENTAWAI, LINTASMEDIA NEWS– Mendorong masyarakat lebih produktif dalam mengelola potensi ekonomi lokal, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0319/Mentawai menggelar penyuluhan pertanian dan perikanan di Aula Desa Bukit Pamewa, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (13/10/2026).


Kegiatan yang diikuti 60 peserta dari masyarakat setempat ini menjadi bagian dari sasaran nonfisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026. Penyuluhan tersebut diarahkan untuk memperluas pengetahuan warga dalam mengembangkan sektor pertanian dan perikanan sebagai sumber penghasilan.


Materi pertanian disampaikan oleh Atika Yulman Indah, sedangkan materi perikanan disampaikan oleh Andre Kasianus, S.P. Keduanya memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya pengembangan sektor pertanian dan perikanan dalam mendukung produktivitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Melalui penyuluhan ini, Satgas TMMD berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, sehingga potensi sumber daya lokal dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.


Program ini juga menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi turut menyentuh peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat.


Melalui TMMD ke-130, Kodim 0319/Mentawai berkomitmen mendukung pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, baik melalui sasaran fisik maupun nonfisik.


Dengan bertambahnya pengetahuan di bidang pertanian dan perikanan, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan potensi daerah secara berkelanjutan demi memperkuat perekonomian keluarga.(Fais)

PAYAKUMBUH, LINTASMEDIA NEWS– Komitmen Polres Payakumbuh dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang profesional dan akuntabel kembali mendapat apresiasi. Kali ini, Polres Payakumbuh menerima sertifikat penghargaan atas keberhasilan meraih nilai sempurna (100) pada Capaian Kinerja Pelaksanaan Anggaran Triwulan II Tahun Anggaran 2026.


Sertifikat penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Barat, Mohammad Dody Fachrudin, S.E., M.Si., kepada Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta, S.I.K., M.H., dalam kegiatan yang berlangsung di Ballroom Pangeran Beach Hotel, Padang, Selasa (13/10/2026).


Nilai sempurna yang diraih Polres Payakumbuh menjadi bentuk apresiasi atas upaya satuan kerja dalam menjaga kualitas pengelolaan anggaran agar berjalan sesuai ketentuan dan mendukung pelaksanaan tugas secara optimal.


Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta didampingi oleh Kabag Ren Kompol Yulia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh personel, khususnya jajaran yang terlibat dalam perencanaan, pengelolaan, dan pelaksanaan anggaran di lingkungan Polres Payakumbuh.


Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan juga menjadi pengingat akan pentingnya tanggung jawab dalam mengelola anggaran negara secara transparan, tertib, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.


“Alhamdulillah, capaian nilai sempurna ini merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh personel dalam melaksanakan pengelolaan anggaran secara baik dan sesuai ketentuan. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah bekerja secara optimal sehingga prestasi ini dapat diraih,” ungkap AKBP Irwan Andeta.


Ia menegaskan, anggaran negara yang dipercayakan kepada Polri harus dikelola secara profesional dan dimanfaatkan seefisien mungkin untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, mulai dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Kapolres berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Payakumbuh untuk terus mempertahankan kinerja, meningkatkan disiplin dan tanggung jawab, serta memastikan setiap penggunaan anggaran memberikan manfaat nyata bagi pelaksanaan tugas dan pelayanan publik.


“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan mempertahankan tata kelola anggaran yang akuntabel. Pada akhirnya, pengelolaan anggaran yang baik harus mampu menunjang pelaksanaan tugas Polri secara optimal dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya.


Capaian Kinerja Pelaksanaan Anggaran ini merupakan salah satu instrumen evaluasi untuk mengukur kualitas pengelolaan dan pelaksanaan anggaran pada satuan kerja pemerintah. Penilaian ini tidak hanya berkaitan dengan realisasi penyerapan anggaran, tetapi juga mencakup aspek perencanaan, ketepatan pelaksanaan, kepatuhan terhadap ketentuan, serta efektivitas dan akuntabilitas penggunaan anggaran.

LINTASMEDIANEWS.COM, PULAU PUNJUNG — Inspektorat Kabupaten Dharmasraya mengembangkan Sistem Penegakan Akuntabilitas dan Eksekusi Tindak Lanjut Hasil Pengawasan (SI-PATUH) untuk mempercepat penyelesaian rekomendasi pemeriksaan, memperkuat kepatuhan perangkat daerah, dan meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.


Proyek perubahan yang digagas Inspektur Kabupaten Dharmasraya, Rahmadani, S.H., M.H., tersebut dikembangkan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II untuk menjawab persoalan lambatnya penyelesaian rekomendasi, data yang masih terpisah, serta kepatuhan tindak lanjut yang belum konsisten.


Rahmadani mengatakan pengembangan SI-PATUH sejalan dengan komitmen Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan akuntabilitas keuangan daerah, dan mendorong kepatuhan perangkat daerah terhadap rekomendasi hasil pengawasan.


“SI-PATUH kami kembangkan untuk memastikan setiap rekomendasi hasil pengawasan ditindaklanjuti secara terukur, jelas penanggung jawabnya, dan didukung bukti penyelesaian yang dapat dipertanggungjawabkan. Ini merupakan bagian dari upaya mendukung komitmen Ibu Bupati Annisa Suci Ramadhani dalam memperkuat akuntabilitas pemerintahan dan menertibkan pengelolaan keuangan daerah,” ujar Rahmadani di Pulau Punjung, Selasa (13/10/2026)


SI-PATUH tidak hanya menyediakan dashboard pemantauan, tetapi juga menata proses tindak lanjut sejak rekomendasi diterima, penanggung jawab ditetapkan, rencana aksi disusun, hingga bukti penyelesaian diperiksa. Melalui sistem ini, setiap tahapan diharapkan berjalan lebih tertib, terukur, dan mudah dipantau pimpinan.


Pada tahap awal, pelaksanaan SI-PATUH mencakup pembentukan Tim Efektif, penyusunan alur operasional, penerbitan Surat Edaran, dan sosialisasi kepada perangkat daerah. Uji coba dilaksanakan pada Dinas Pendidikan, Sekretariat DPRD, dan Satpol PP, disertai koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Bagian Hukum, serta perangkat daerah terkait.


Untuk membantu perangkat daerah menyelesaikan kendala, Inspektorat juga menghadirkan Klinik Eksepsi sebagai ruang konsultasi dan pendampingan. Melalui fasilitas tersebut, organisasi perangkat daerah (OPD) dapat memperjelas kebutuhan dokumen, membahas hambatan, dan menyepakati langkah penyelesaian bersama Inspektorat.


“Melalui dashboard SI-PATUH, kami dapat memantau perkembangan tindak lanjut, mengidentifikasi kendala yang dihadapi perangkat daerah, serta menentukan langkah pendampingan yang diperlukan. Kami juga menghadirkan Klinik Eksepsi agar setiap OPD dapat berkonsultasi dan memperoleh kejelasan mengenai dokumen serta langkah penyelesaian yang harus dipenuhi,” katanya.


Penguatan kepatuhan turut dilakukan melalui rekomendasi tindak lanjut administratif kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Namun, rekomendasi tersebut tidak serta-merta berarti sanksi telah dilaksanakan, sebagaimana komitmen tertulis penyelesaian belum dapat dimaknai sebagai pelunasan kewajiban.


Berdasarkan laporan pelaksanaan per 28 September 2026, dashboard SI-PATUH mencatat 343 temuan, terdiri atas 51 temuan selesai dan 292 temuan belum selesai, serta menampilkan 28 OPD aktif. Data tersebut terbatas pada pencatatan sejak Agustus 2026 sehingga tidak mencerminkan keseluruhan temuan sepanjang waktu.


Angka tersebut menjadi dasar bagi Inspektorat untuk mengidentifikasi pekerjaan yang masih tertunda, memperjelas tanggung jawab masing-masing perangkat daerah, dan menentukan prioritas pendampingan. Dengan pemantauan yang lebih terstruktur, proses penyelesaian rekomendasi diharapkan tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi juga didukung bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.


Bagi pemerintah daerah, SI-PATUH memberikan manfaat awal berupa tersedianya informasi pemantauan tindak lanjut yang lebih terstruktur. Data tersebut juga telah dimanfaatkan dalam penerbitan surat keterangan untuk kebutuhan seleksi jabatan pimpinan tinggi, kenaikan pangkat, dan pengusulan Taspen, sekaligus diharapkan mengurangi pekerjaan administrasi berulang serta memperbaiki koordinasi antarperangkat daerah.


Sementara bagi masyarakat, penerapan SI-PATUH diharapkan mendorong pengelolaan keuangan publik yang lebih tertib dan pemerintahan yang semakin bertanggung jawab. Penyelesaian rekomendasi hasil pengawasan juga ditujukan untuk mengurangi risiko kesalahan berulang, mendukung perbaikan pelayanan publik, serta mengawal pemulihan kerugian daerah berdasarkan bukti yang terverifikasi.


“Keberhasilan SI-PATUH tidak hanya diukur dari jumlah temuan yang tercatat atau komitmen yang disampaikan, tetapi dari rekomendasi yang benar-benar diselesaikan, kualitas bukti tindak lanjut, serta pemulihan keuangan daerah yang dapat diverifikasi. Harapan kami, sistem ini menjadi bagian dari budaya kerja pemerintahan yang semakin tertib, transparan, dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” tutur Rahmadani.


Dari sisi keberlanjutan, pengusulan SI-PATUH sebagai Inovasi Daerah telah disetujui, sedangkan rancangan Peraturan Bupati masih dalam proses bersama Bagian Hukum. Tahapan berikutnya meliputi penyelarasan prosedur, pemutakhiran data, serta pengawalan hasil konsultasi dengan pihak terkait.


Perluasan penerapan dan pengembangan sistem akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan petugas, kebutuhan operasional, dan dukungan anggaran. Langkah ini diperlukan agar SI-PATUH dapat diterapkan secara konsisten serta menjadi bagian dari mekanisme pengawasan internal pemerintah daerah.


Keberhasilan SI-PATUH selanjutnya akan diukur melalui tingkat penyelesaian rekomendasi, kualitas bukti tindak lanjut, waktu penyelesaian, dan pemulihan keuangan daerah yang terverifikasi. Dengan indikator tersebut, inovasi ini diharapkan berkembang menjadi pola kerja rutin yang memperkuat akuntabilitas pemerintahan Kabupaten Dharmasraya, bukan sekadar proyek perubahan yang berakhir setelah pelatihan kepemimpinan.(el)

PASAMAN,Lintas Media News
Komitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya petani, kembali ditunjukkan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Muzli M. Nur. Melalui dana aspirasi atau pokok-pokok pikiran (Pokir), sejumlah kelompok tani di Kabupaten Pasaman menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa alat pengolah tanah sejenis bajak pada Selasa (13/10/2026).

Penyerahan bantuan berlangsung di Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman. Kegiatan tersebut didampingi jajaran Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, serta Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman.

Bantuan ini diharapkan dapat menunjang aktivitas pengolahan lahan, meningkatkan efisiensi kerja petani, serta mendukung produktivitas pertanian di Kabupaten Pasaman.

H. Muzli M. Nur, yang merupakan anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), dikenal telah menjalani enam periode pengabdian sebagai wakil rakyat. Saat ini, ia bertugas di Komisi IV DPRD Sumbar dan menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Penyaluran alsintan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan sektor pertanian melalui dukungan sarana produksi yang dibutuhkan kelompok tani. Ketersediaan alat pertanian yang memadai diharapkan mampu membantu petani mengolah lahan secara lebih efektif dan mengurangi ketergantungan pada metode kerja yang membutuhkan waktu serta tenaga lebih besar.

Perjuangkan Pertanian hingga Infrastruktur

Tidak hanya sektor pertanian, Muzli M. Nur juga disebut terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Pasaman, termasuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan provinsi yang menjadi salah satu penunjang mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian.

Bagi daerah yang memiliki aktivitas pertanian cukup penting, dukungan alsintan dan infrastruktur jalan merupakan dua kebutuhan yang saling berkaitan. Pengolahan lahan yang lebih efisien perlu didukung akses transportasi yang memadai agar hasil pertanian dapat dipasarkan dengan lebih mudah.

Melalui sinergi antara wakil rakyat, pemerintah daerah, dan instansi teknis, program bantuan diharapkan tidak berhenti pada penyerahan peralatan semata, tetapi berlanjut pada pemanfaatan yang optimal dan pemeliharaan yang baik oleh kelompok penerima.

Kelompok tani penerima diharapkan menggunakan bantuan sesuai peruntukannya, mengelola pemakaian secara bersama, serta menjaga kondisi alat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Dorong Kesejahteraan Petani Pasaman

Bantuan alsintan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penguatan sektor pertanian di Kabupaten Pasaman. Keberhasilan program tersebut nantinya perlu dilihat dari sejauh mana alat dapat dimanfaatkan, membantu mempercepat pengolahan lahan, dan memberikan dampak nyata terhadap kegiatan usaha tani.

Komitmen memperjuangkan kebutuhan petani dan infrastruktur daerah diharapkan terus berjalan melalui kolaborasi yang terukur antara DPRD, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan kelompok masyarakat.

Dengan dukungan sarana pertanian yang memadai serta akses infrastruktur yang semakin baik, petani Pasaman diharapkan semakin produktif, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.(*)

 

LINTASMEDIANEWS.COM, DHARMASRAYA – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menggelar sosialisasi mitigasi risiko dan pencegahan korupsi untuk memperkuat tata kelola perencanaan, penganggaran, serta pengadaan barang dan jasa di Auditorium Dharmasraya, Pulau Punjung, Selasa (13/10/2026).


Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom. Dalam arahan di hadapan para pejabat eselon II dan III itu ia menegaskan pentingnya seluruh perangkat daerah mematuhi ketentuan pengelolaan keuangan negara, khususnya terkait hibah, bantuan sosial (bansos), dan pengadaan barang dan jasa, baik yang bersumber dari APBD maupun non-APBD.


“Saya mengingatkan seluruh pejabat dan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya agar senantiasa berhati-hati dalam menjalankan tugas dan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Pengelolaan keuangan, baik yang bersumber dari APBD maupun non-APBD, harus dilaksanakan secara bertanggungjawab, terutama terkait hibah, bantuan sosial, serta pengadaan barang dan jasa,” tegas Annisa.


Ia juga mengingatkan bahwa seluruh pejabat harus menjaga integritas dalam menjalankan amanah jabatan, mengingat tata kelola pemerintahan daerah terus dipantau dan diawasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


“Saya tidak pernah meminta materi atau imbalan apa pun kepada ASN sebagai balas jasa atas penunjukan jabatan. Karena itu, jangan ada praktik seperti itu di lingkungan pemerintahan kita. Jalankan amanah dengan baik, jaga integritas, dan ingat bahwa tata kelola pemerintahan kita terus dipantau dan diawasi oleh KPK,” ujarnya.


Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi bersama KPK yang berlangsung di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Kamis (8/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bupati Annisa bersama jajaran pemerintah daerah se-Sumatera Barat menandatangani kesepakatan bersama untuk memperbaiki tata kelola perencanaan, penganggaran, serta pengadaan barang dan jasa.


Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya Medison, S.Sos., M.Si., dalam paparannya menyoroti titik rawan pengelolaan keuangan daerah, terutama terkait hibah dan pengadaan barang dan jasa, serta capaian Monitoring Center for Prevention (MCSP) 2026.


“Kita perlu memastikan setiap tahapan perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai ketentuan. Hibah harus tepat sasaran dan memiliki pertanggungjawaban yang jelas, sementara pengadaan barang dan jasa harus mengedepankan kewajaran harga, transparansi, serta objektivitas,” ujar Medison.


Dalam pengelolaan hibah dan bansos, perangkat daerah diminta memastikan kelengkapan proposal, kejelasan identitas penerima, ketepatan sasaran, serta kesesuaian pelaksanaan dan pertanggungjawaban bantuan. Reviu juga perlu dilakukan terhadap belanja yang bersumber dari usulan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, hibah, bansos, dan bantuan keuangan sebelum pencairan APBD Tahun Anggaran 2026.


Pada sektor pengadaan barang dan jasa, pengawasan diarahkan pada kewajaran harga, kesesuaian metode pengadaan, potensi pemecahan paket, pola transaksi tidak wajar, serta objektivitas pemilihan penyedia.


Paparan Sekda juga membahas capaian MCSP 2026 yang mencakup tujuh area penilaian, yakni perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, manajemen ASN, pengelolaan barang milik daerah, optimalisasi penerimaan daerah, serta penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).


Melalui kegiatan ini, Pemkab Dharmasraya mendorong seluruh perangkat daerah memperkuat pengawasan internal, memastikan kelengkapan data dan dokumen, serta menindaklanjuti rekomendasi perbaikan secara konsisten guna mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.(el)

PADANG, Lintasmedia News— Atlet binaan Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools tampil gemilang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat (Sumbar) 2026 yang berlangsung di GOR Bermawi, Kota Bukittinggi. Dari sembilan medali emas yang berhasil diraih kontingen pickleball Kota Padang, tiga di antaranya disumbangkan oleh atlet akademi yang berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang tersebut.


Ketiga medali emas itu diraih melalui sejumlah kategori pertandingan. Pada kategori ganda putri, medali emas diraih oleh pasangan Nadia Arista/Aini Dina Ummaroh. Kemudian, pada kategori beregu putra, tim yang diperkuat Jumain, M. Irvan, Devino, Alif Putra Wirahman, dan Wedi Afri berhasil meraih medali emas.


Sementara itu, medali emas ketiga dipersembahkan oleh tim beregu putri yang diperkuat Nadia Arista, Selvi, Aqella, Shachiko, dan Nadhifa Khairunnisa.

Ketua Umum Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools April Chan mengatakan bahwa selain tiga medali emas, atlet binaan akademi tersebut juga berhasil menyumbangkan dua medali perak bagi kontingen pickleball Kota Padang pada ajang Porprov Sumbar yang digelar pada 6–10 Oktober 2026.


Kedua medali perak tersebut, kata April Chan, masing-masing diraih oleh Nadia Arista pada kategori tunggal putri dan pasangan Alif Putra Wirahman/Wedi Afri pada kategori ganda putra.


“Ini sebuah kebanggaan bagi kami di Semen Padang Schools. Apalagi, olahraga pickleball ini baru satu tahun lebih dikembangkan di Semen Padang Schools,” ujar April Chan, Senin (12/10/2026).


Menurut April Chan, yang juga pelatih pickleball Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026, raihan tiga medali emas dan dua perak dari berbagai nomor pertandingan tersebut menjadi bukti bahwa atlet binaan Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools memberikan kontribusi signifikan bagi kontingen pickleball Kota Padang.


Bahkan, lanjutnya, kontribusi tersebut turut mengantarkan kontingen Kota Padang meraih gelar juara umum cabang olahraga pickleball pada Porprov XVI Sumbar 2026.


“Tentunya raihan tiga medali emas dan dua perak ini menjadi pijakan untuk meningkatkan pembinaan, memperluas minat generasi muda terhadap olahraga pickleball di Semen Padang Schools, serta melahirkan atlet-atlet berprestasi pada masa mendatang,” ujarnya.


Selain menorehkan prestasi melalui raihan medali, April Chan juga menyampaikan bahwa Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools mencatatkan sejarah melalui salah seorang atletnya, Abyan Thoriq Alina. Atlet kelahiran 11 November 2013 tersebut, kata dia, tercatat sebagai atlet termuda yang tampil pada Porprov XVI Sumbar 2026. Meski belum berhasil meraih medali, keikutsertaan Abyan menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak akademi.


“Meski belum berhasil meraih prestasi, ini tetap menjadi kebanggaan bagi kami. Karena dari seluruh atlet dan cabang olahraga yang dipertandingkan di Porprov Sumbar, Abyan tercatat sebagai atlet dengan usia paling muda. Ini merupakan kebanggaan sekaligus catatan sejarah bagi kami di Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools,” ungkapnya.


April Chan menjelaskan, olahraga pickleball mulai disosialisasikan di Semen Padang Schools pada Desember 2024, ketika Yayasan Igasar Semen Padang yang menaungi Semen Padang Schools dipimpin oleh Ridwan Muchtar. Sosialisasi itu dilakukan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Pickleball Sumbar dan turut dihadiri oleh Ketua Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang Freedo Syukri.


Setelah sosialisasi tersebut, Semen Padang Schools menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan olahraga pickleball melalui pembentukan akademi dan menjadikan olahraga ini sebagai kegiatan ekstrakurikuler sekolah.


“Bahkan, menurut kami, Semen Padang Schools menjadi satu-satunya sekolah di Kota Padang yang menjadikan pickleball sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler,” pungkas April Chan. (*)

MENTAWAI, Lintasmedia News– Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, S.H., M.H., secara resmi membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 di wilayah Kodim 0319/Mentawai, Selasa (13/10/2026).


Upacara pembukaan berlangsung di halaman Kantor Bupati Kepulauan Mentawai, Kilometer 5, Kecamatan Sipora Utara. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.

Program TMMD ke-130 tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong serta kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Kodim 0319/Mentawai di bawah komando Letkol Inf Bambang Budi Hartanto berkomitmen mendukung pelaksanaan program tersebut melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat.


Dengan dimulainya TMMD ke-130, diharapkan pembangunan desa semakin merata, akses terhadap fasilitas umum meningkat, serta manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai.(Fais)

PADANG, Lintasmedia News— Ada harapan yang tidak selalu bisa diwujudkan dalam waktu singkat. Ia membutuhkan keberanian untuk memulai, kesungguhan untuk menjalani proses, serta dukungan dari orang-orang yang percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk mengubah kehidupannya.


Harapan itulah yang kini dibawa Kevin Blezynsky Jhonevan dan Wardah Putri Maghfirah dari Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Keduanya bersiap menapaki babak baru kehidupan dengan bekerja di Jepang setelah dilepas oleh Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan, Senin (12/10/2026).

Acara pelepasan yang digelar di Kantor Lurah Limau Manis Selatan itu juga dihadiri oleh Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Unit CSR PT Semen Padang Nurwan dan tokoh masyarakat setempat. Acara pelepasan tersebut menjadi momen penting setelah keduanya melalui serangkaian tahapan persiapan untuk memperoleh kesempatan bekerja di Jepang.


Kevin dan Wardah berasal dari lingkungan yang sama, yaitu dari keluarga Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kelurahan Limau Manis Selatan. Namun, keduanya membawa perjalanan dan motivasi masing-masing dengan satu tujuan, yaitu memanfaatkan kesempatan kerja sebaik-baiknya agar perjuangan yang mereka jalani dapat menghadirkan perubahan nyata bagi keluarga.


Bagi Kevin, pelepasan itu bukan sekadar seremoni. Ada perjalanan panjang yang telah dilalui, dukungan banyak pihak yang mengiringi, serta harapan keluarga yang turut dibawa ke negeri orang. Apalagi, sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, ia menyadari bahwa keberhasilan dirinya bukan hanya untuk kepentingan pribadi. Ada tanggung jawab keluarga yang ingin ia pikul, sekaligus cita-cita membangun usaha sendiri ketika kelak kembali ke Tanah Air.


“Dengan adanya kesempatan bekerja ke Jepang, saya bisa membantu meringankan beban ekonomi orang tua, sekaligus memastikan kedua adik saya yang masih kuliah tetap memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikannya. Di samping itu, kesempatan kerja di Jepang juga menjadi motivasi untuk mengubah nasib keluarga dan membuka usaha setelah balik ke Tanah Air,” ungkap Kevin.


Kevin juga mengatakan bahwa kesempatan bekerja di Jepang tidak datang secara instan. Sebelum dinyatakan lolos, ia harus menjalani proses persiapan yang membutuhkan waktu, kedisiplinan, dan kesungguhan. Salah satu tahapan penting dalam perjalanan tersebut adalah mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center.


Pelatihan tersebut berlangsung selama enam bulan, mulai Juni hingga Desember 2025. Selama proses pembelajaran, kata Kevin, peserta mendapatkan bekal bahasa Jepang sekaligus pemahaman tentang budaya dan kebiasaan kerja yang berlaku di negara tujuan. Penguasaan bahasa menjadi modal penting bagi calon pekerja untuk berkomunikasi, memahami instruksi, dan beradaptasi dengan lingkungan baru.


Setelah menyelesaikan pelatihan, Kevin kemudian mengikuti proses pengujian dan seleksi untuk memperoleh pekerjaan di Jepang. Tahapan demi tahapan dijalaninya hingga akhirnya dinyatakan lolos untuk bekerja di sektor pertanian yang lokasinya berada di Enjoji Yohei, Prefektur Ibaraki. Menurut Kevin, statusnya di Jepang bukan sebagai peserta magang, melainkan pekerja melalui program kerja di Jepang.


“Kontrak awal yang akan dijalani berlangsung selama satu tahun, dengan kemungkinan perpanjangan hingga maksimal lima tahun. Harapannya, saya bisa di Jepang selama lima tahun. Karena semakin lama kesempatan bekerja di Jepang, maka semakin besar pula peluang untuk mengumpulkan tabungan, membantu keluarga, dan mempersiapkan rencana usaha yang ingin dirintis setelah balik ke Tanah Air,” ujarnya.


Meski demikian, lanjutnya, perjalanan yang akan dijalaninya tentu menuntut kesiapan untuk beradaptasi dengan kehidupan baru. Ia akan menghadapi lingkungan kerja yang berbeda, tinggal jauh dari keluarga, serta menjalani keseharian di tengah masyarakat dengan bahasa dan budaya yang tidak sama dengan kampung halaman. Namun, semua tantangan tersebut merupakan bagian dari perjalanan yang harus dipilih.


“Bagi saya pribadi, kesempatan kerja di Jepang ini terlalu berharga untuk dilewatkan. Saya ingin membuktikan bahwa usaha yang dilakukan hari ini dapat menjadi pijakan untuk kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang,” ungkap lulusan S1 Teknik Elektro Institut Teknologi Padang (ITP) tersebut.


Hal yang sama juga disampaikan Wardah Putri Maghfirah. Lulusan S1 Ilmu Politik Universitas Andalas itu mengatakan bahwa kesempatan bekerja di Jepang dipilihnya karena kesempatan tersebut menjadi ruang untuk mengembangkan diri sekaligus memperkuat kondisi ekonomi keluarga.


“Bekerja di Jepang bukan hanya tentang berpindah tempat untuk mendapatkan penghasilan. Ada kesempatan untuk belajar menghadapi lingkungan baru, memahami budaya yang berbeda, meningkatkan kemampuan diri, dan membawa pulang pengalaman yang dapat berguna bagi kehidupan saya kelak.”


Perempuan berusia 25 tahun itu menyebut bahwa di Jepang, ia akan bekerja di bidang perawatan lansia yang berlokasi di Hanamonogatari, Prefektur Kanagawa.


“Bidang pekerjaan ini akan mempertemukan saya dengan lingkungan kerja yang menuntut tanggung jawab dan kemampuan beradaptasi,” katanya.


Meski telah memperoleh kesempatan kerja, Wardah mengaku bahwa perjalanan ke Jepang belum sampai pada tahap keberangkatan. Ia masih menunggu penyelesaian dokumen dan Certificate of Eligibility (COE), salah satu dokumen penting dalam proses keberangkatan pekerja asing ke Jepang.


“Berbeda dengan Kevin yang dijadwalkan berangkat pada 13 Oktober 2026, saya sendiri masih harus menunggu hingga seluruh persyaratan keberangkatan saya selesai. Saya berharap proses tersebut dapat segera rampung sehingga bisa menyusul dan memulai babak baru dalam kehidupan saya,” ujarnya.


Keberhasilan Kevin dan proses yang tengah dijalani Wardah menjadi gambaran nyata bagaimana program pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan bahasa dan budaya Jepang dapat membuka akses menuju kesempatan kerja. Bagi warga yang berasal dari rumah tangga kurang mampu, akses terhadap pelatihan dan peluang kerja seperti ini dapat menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan.


Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan Budi Safrianto mengatakan program tersebut memang dirancang untuk membantu warga dari RTM memperoleh kesempatan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Menurutnya, keberhasilan seorang peserta mendapatkan pekerjaan di Jepang bukan semata-mata pencapaian individu.


Lebih jauh, hal itu menjadi peluang bagi keluarga yang bersangkutan untuk meningkatkan taraf hidup dan mengurangi ketergantungan ekonomi.


“Program ini penting bagi kami di Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan. Karena peserta program ini berasal dari RTM. Artinya, jika satu peserta bisa berangkat, maka akan berpotensi untuk mengurangi satu RTM di Limau Manis Selatan,” ujarnya.


Budi menjelaskan, program pelatihan bahasa dan budaya Jepang tersebut memang diprioritaskan bagi warga yang berasal dari Rumah Tangga Miskin (RTM). Karena itu, selain membekali peserta dengan keterampilan bahasa dan budaya, Forum Pemberdayaan Masyarakat juga berupaya membantu mengatasi kendala pembiayaan keberangkatan bagi peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi kerja.


Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan investor untuk menyediakan dana talangan biaya keberangkatan yang mencapai sekitar Rp30 juta per peserta. Melalui skema tersebut, calon pekerja dapat memenuhi kebutuhan biaya awal keberangkatan, sedangkan pengembalian dana dilakukan secara bertahap setelah mereka mulai memperoleh penghasilan di Jepang.


“Peserta program ini memang berasal dari keluarga kurang mampu. Karena itu, kami berupaya agar keterbatasan biaya tidak menjadi penghalang bagi mereka yang telah berhasil memperoleh kesempatan bekerja di Jepang. Harapannya, kesempatan ini dapat membantu meningkatkan kondisi ekonomi keluarga dan membuka peluang bagi mereka untuk keluar dari kategori rumah tangga miskin,” ujar Budi.


Melihat manfaat yang mulai dirasakan peserta, Budi berharap program pelatihan bahasa dan budaya Jepang ini dapat terus berlanjut pada 2027.


“Untuk itu, kami juga berharap dukungan PT Semen Padang agar program ini dapat terus berlanjut. Karena dengan adanya program ini, maka akan semakin banyak warga Limau Manis Selatan yang berasal dari RTM dapat memperoleh kesempatan kerja ke Jepang,” ujarnya.


Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Limau Manis Selatan Abu Nasir mengapresiasi PT Semen Padang dan Forum Pemberdayaan Masyarakat Limau Manis Selatan karena dinilai mampu menghadirkan program yang tepat sasaran. Menurutnya, pelatihan yang diberikan telah menunjukkan hasil melalui keberhasilan peserta memperoleh kesempatan bekerja di Jepang.


“Kami menilai program ini memiliki asas manfaat dan ketepatan sasaran. Tentunya, ini menjadi bukti bahwa program pelatihan ini dapat memberikan manfaat konkret ketika dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan. Untuk itu, kami juga berharap agar program ini dapat dilanjutkan. Karena harapan dari pelatihan yang diberikan akhirnya terealisasi. Ada peserta yang berhasil diberangkatkan ke Jepang,” ujarnya.


Pada kesempatan itu, Abu berpesan agar Kevin dan Wardah menjaga kepercayaan yang telah diberikan serta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.


“Mereka adalah orang-orang terpilih. Bekerja di Jepang selama beberapa tahun merupakan kesempatan berharga. Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” pesannya.


Sekretaris Lurah Limau Manis Selatan Damsiar menilai kolaborasi antara PT Semen Padang dan Forum Pemberdayaan Masyarakat telah menghadirkan bentuk kepedulian yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Menurutnya, kerja sama semacam ini perlu terus dikembangkan dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperluas kesempatan bagi warga untuk meningkatkan kesejahteraan.


“Tanpa kerja sama yang baik, kegiatan seperti ini tentu sulit terwujud. Ini merupakan bentuk kepedulian PT Semen Padang terhadap masyarakat Limau Manis Selatan. Kami dari kelurahan sangat mengapresiasi kepedulian PT Semen Padang yang telah mendukung penuh program pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang digelar oleh Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan,” katanya.


Kepada Kevin dan Wardah, Damsiar juga berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan selama berada di Jepang dan tetap mengingat keluarga yang ditinggalkan.


“Jaga kesehatan dan jangan lupa dengan keluarga. Ingat, keberangkatan ke Jepang tidak hanya menjadi harapan secara pribadi, tetapi juga harapan keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.


Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes menjelaskan bahwa pelatihan bahasa dan budaya Jepang merupakan bagian dari program Basinergi Membangun Nagari. Program ini dilaksanakan melalui dua Forum Pemberdayaan Masyarakat di Kecamatan Pauh, yakni Kelurahan Limau Manis Selatan dan Kelurahan Koto Lua.


Hernes juga menyampaikan bahwa sebelum Kevin, warga dari Kelurahan Koto Lua telah lebih dahulu diberangkatkan ke Jepang melalui program serupa.


“Dengan demikian, Kevin menjadi warga kedua yang berhasil diberangkatkan melalui program tersebut, sedangkan Wardah diharapkan segera menyusul setelah persyaratan keberangkatannya selesai,” katanya.


Hernes berharap kesempatan yang diperoleh Kevin dan Wardah tidak hanya dimanfaatkan untuk mengumpulkan penghasilan, tetapi juga untuk menyiapkan masa depan ekonomi yang lebih mandiri setelah kembali ke Indonesia.


“Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Menabung sebanyak-banyaknya. Saat kembali ke Tanah Air, harapannya bisa menciptakan lapangan kerja. Jadi, langkah kecil ini diharapkan bisa menjadi langkah besar nantinya,” pungkas Hernes.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan program pelatihan bahasa dan budaya Jepang merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pendidikan sebagai investasi sosial jangka panjang.


“Melalui kolaborasi Forum Nagari dan pemangku kepentingan lainnya, kami berharap semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan untuk bekerja di Jepang,” ujarnya.


Ia menekankan, PT Semen Padang memandang Community Development sebagai proses membangun bersama masyarakat. Karena itu, program perusahaan tidak diarahkan sekadar pada pemberian bantuan, melainkan pada penguatan kapasitas, pemberdayaan, dan penciptaan manfaat yang berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.


“Kami berharap dukungan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi penerima manfaat sekaligus memperkuat berbagai upaya pembangunan yang telah dijalankan di wilayah ini,” katanya.

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.