Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan banjir Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang karate Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan lpm Al itqan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak mandailing natal Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar polres Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

Pasbar,Lintas Media News Com

 

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memperkuat gerakan literasi melalui Seminar Literasi bertajuk “Seribu Guru Hebat, Sejuta Murid Hebat” dengan menghadirkan Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, Sabtu 10/10 .Kegiatan ini menjadi upaya mendorong budaya membaca dan menulis sekaligus membangun karakter serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


Seminar yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat bersama Forum Pegiat Literasi dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pasaman Barat tersebut dihadiri Bupati Pasaman Barat Yulianto, Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah , jajaran Dinas Pendidikan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Erisa Doddy San Ismail, dan pemangku kepentingan lainnya.


Bupati Pasaman Barat Yulianto mengatakan, penguatan literasi merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang berpengetahuan luas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman.


Menurutnya, dinamika global menuntut Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga harus diiringi peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan dan penguatan budaya literasi.


“Dalam situasi dunia saat ini dengan berbagai dinamika geopolitik, Indonesia membutuhkan anak-anak hebat yang mampu mengawal masa depan bangsa. Salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah melalui kegiatan literasi, ujar Yulianto.


Ia menegaskan, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, memperluas wawasan, mengembangkan pemikiran, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.


Yulianto juga mengapresiasi peran guru dalam mendidik dan membentuk karakter generasi penerus bangsa. Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral, etika, dan tanggung jawab sosial.


Guru adalah pahlawan kita. Siapa pun yang hebat hari ini tentu mendapatkan pendidikan dari seorang guru. Karena itu, kita harus memberikan apresiasi kepada guru-guru yang dengan penuh keikhlasan terus mendidik anak-anak kita,” katanya.


Ia berharap penguatan literasi dapat menjadi salah satu upaya positif untuk mengarahkan minat dan bakat pelajar, membangun karakter, serta mendorong kebiasaan belajar yang produktif di tengah berbagai tantangan, termasuk kenakalan remaja dan tawuran antarpelajar.


Menurutnya, upaya melahirkan generasi yang berkualitas membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat. Keinginan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak harus diwujudkan melalui program nyata dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan literasi agar pelaksanaannya semakin berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan maupun masyarakat.


Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto menegaskan bahwa pengembangan budaya literasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan komunitas.


Gerakan literasi merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan komunitas harus berjalan bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya membaca,” ujarnya.


Ia menjelaskan, budaya membaca perlu ditanamkan sejak dini melalui lingkungan yang mendorong anak-anak untuk terus belajar, mengembangkan rasa ingin tahu, dan menjadikan pengetahuan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.


Menurut Bunda Sifrowati, buku membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal dunia lebih luas, sedangkan tulisan menjadi sarana menuangkan gagasan dan menghasilkan karya. Dengan bekal ilmu pengetahuan, generasi muda diharapkan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai budaya dan karakter yang menjadi identitas daerah.


Ia menilai, kehadiran Duta Baca Indonesia Gol A Gong dalam seminar tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat dan motivasi para guru serta pegiat literasi dalam mengembangkan budaya membaca dan menulis di Kabupaten Pasaman Barat.


“Manusia yang berilmu akan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Ilmu menjadi bekal untuk menjaga nilai budaya, memperkuat karakter, serta menghadapi perkembangan zaman,” tuturnya.

Pasbar,Lintas Media News Com

 


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memperkuat gerakan literasi melalui Seminar Literasi bertajuk “Seribu Guru Hebat, Sejuta Murid Hebat” dengan menghadirkan Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, Sabtu 10/10 .Kegiatan ini menjadi upaya mendorong budaya membaca dan menulis sekaligus membangun karakter serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


Seminar yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat bersama Forum Pegiat Literasi dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pasaman Barat tersebut dihadiri Bupati Pasaman Barat Yulianto, Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah , jajaran Dinas Pendidikan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Erisa Doddy San Ismail, dan pemangku kepentingan lainnya.


Bupati Pasaman Barat Yulianto mengatakan, penguatan literasi merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang berpengetahuan luas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman.


Menurutnya, dinamika global menuntut Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga harus diiringi peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan dan penguatan budaya literasi.


“Dalam situasi dunia saat ini dengan berbagai dinamika geopolitik, Indonesia membutuhkan anak-anak hebat yang mampu mengawal masa depan bangsa. Salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah melalui kegiatan literasi, ujar Yulianto.


Ia menegaskan, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, memperluas wawasan, mengembangkan pemikiran, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.


Yulianto juga mengapresiasi peran guru dalam mendidik dan membentuk karakter generasi penerus bangsa. Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral, etika, dan tanggung jawab sosial.


Guru adalah pahlawan kita. Siapa pun yang hebat hari ini tentu mendapatkan pendidikan dari seorang guru. Karena itu, kita harus memberikan apresiasi kepada guru-guru yang dengan penuh keikhlasan terus mendidik anak-anak kita,” katanya.


Ia berharap penguatan literasi dapat menjadi salah satu upaya positif untuk mengarahkan minat dan bakat pelajar, membangun karakter, serta mendorong kebiasaan belajar yang produktif di tengah berbagai tantangan, termasuk kenakalan remaja dan tawuran antarpelajar.


Menurutnya, upaya melahirkan generasi yang berkualitas membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat. Keinginan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak harus diwujudkan melalui program nyata dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan literasi agar pelaksanaannya semakin berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan maupun masyarakat.


Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto menegaskan bahwa pengembangan budaya literasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan komunitas.


Gerakan literasi merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan komunitas harus berjalan bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya membaca,” ujarnya.


Ia menjelaskan, budaya membaca perlu ditanamkan sejak dini melalui lingkungan yang mendorong anak-anak untuk terus belajar, mengembangkan rasa ingin tahu, dan menjadikan pengetahuan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.


Menurut Bunda Sifrowati, buku membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal dunia lebih luas, sedangkan tulisan menjadi sarana menuangkan gagasan dan menghasilkan karya. Dengan bekal ilmu pengetahuan, generasi muda diharapkan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai budaya dan karakter yang menjadi identitas daerah.


Ia menilai, kehadiran Duta Baca Indonesia Gol A Gong dalam seminar tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat dan motivasi para guru serta pegiat literasi dalam mengembangkan budaya membaca dan menulis di Kabupaten Pasaman Barat.


“Manusia yang berilmu akan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Ilmu menjadi bekal untuk menjaga nilai budaya, memperkuat karakter, serta menghadapi perkembangan zaman,” tuturnya.

 

PADANG, Lintasmedia News- Laga seru Tim mini soccer Partai Keadilan Sejahtera atau PKS kontra Tim PWI Sumbar dengan skor akhir 10-10. Tim PKS yang diperkuat masing-masing dua ketua DPW Sumbar Ulyadi dan Ketua Kota Padang Mulyadi Muslim menahan gempuran tim lawan pada Jumat (9/10/2026) mulai pukul 09.00 - 11.00 WIB di Masita Arena-Mini Soccer, Jalan Flamboyan Baru, Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumbar. 


Laga sengit kali ini turut disaksikan Ketua PWI Sumbar, Widya Navies beserta jajaran pengurus antara lain, Sekretarisnya Firdaus Abie serta Sekretaris Dewan Kehormatan Provinsi/DKP, Emil Mahmudsyah. Turut bermain Wakil Ketua Pembinaan Daerah PWI Sumbar, Rommi Delfiano serta jajaran pengurus Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Sumbar masing-masing Eriandi dan Science Asra serta anggota lainnya. 


Sepanjang pertandingan waktu normal dua babak, kedua tim saling jual beli serangan. Manajer Tim PWI Firdaus Abie mengatakan skuad yang diturunkan kali ini terbilang tim yang biasa menjalani berbagai serta kompetitif. 


"Sedangkan, anggota PWI Sumbar yang ikut bermain, sebagian merupakan daftar pemain yang dipersiapkan ke Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung nantinya, " papar Firdaus yang akrab disapa Abie seusai laga, Jumat. 


Pihaknya selama ini punya skuad yang kerap diundang ke berbagai ajang pertandingan, termasuk laga persahabatan. 


*Sundulan Ketua DPW PKS Sumbar*


Begitupula, Tim PKS yang dihadapi PWI Sumbar lumayan tangguh serta sulit ditundukkan dan pantang menyerah.


Kapten Tim PKS Mulyadi Muslim yang bermain separuh laga sempat membuat Tim lawan kewalahan. Sepanjang jalannya pertandingan silih berganti gol tercipta. 


"Sebetulnya, Tim kami juga rutin melakukan latihan serta pertandingan termasuk laga persahabatan seperti sekarang," kata Buya Mulyadi Muslim. 


Bahkam, imbuhnya satu dari 10 gol Tim PKS tercipta berkat sundulan Ketua DPW Ulyadi, melengkapi total gol penyeimbang Tim PWI Sumbar. 


Kepada awak media, Ulyadi mengaku puas atas laga persahabatan melawan tim PWI Sumbar. Kali ini kami mendapat perlawanan lumayan tangguh, " kilah Ulyadi. 


Seusai laga, masing-masing pihak saling menyampaikan ungkapan terima kasih. Terakhir ditutup dengan sesi foto bersama. (*rel*) 

Manager Tim PWI Sumbar: Firdaus Abie

Kiper: Redojay

Gelandang Bertahan; Boing

Gelandang Serang; ilham

Bek: Jamal

Bek : Adetio

Sayap kiri: Fardi

Sayap kanan: Jup

Striker: Rommi

Cadang: Eriandi Lelek, Emil Mahmudsyah.(*)


PADANG,Lintas Media News
Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman meninjau Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri I Padang baru-baru ini.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah Evi Yandri menerima berbagai aspirasi dari para guru mengenai kondisi sarana dan prasarana sekolah yang dinilai memprihatinkan. Keluhan itu mendorongnya untuk melihat langsung keadaan di lapangan.

Bagi para guru, fasilitas pendidikan bukan sekadar pelengkap kegiatan belajar mengajar. Ketersediaan sarana yang memadai menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran anak-anak berkebutuhan khusus sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam beberapa hari terakhir, Evi Yandri mengaku mendengar langsung keluhan para guru. Salah satu persoalan yang mencuat adalah minimnya fasilitas belajar yang disebut belum pernah tersentuh bantuan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD.

Berangkat dari aspirasi tersebut, Evi Yandri memilih memastikan sendiri kondisi sekolah. Peninjauan ini menjadi langkah awal untuk memahami kebutuhan yang disampaikan para pendidik sekaligus melihat persoalan yang perlu mendapat perhatian.

"Saya datang untuk memastikan secara langsung kondisi yang disampaikan para guru. Anak-anak berkebutuhan khusus berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang layak," ujar Evi Yandri.

Pernyataan itu menegaskan pentingnya pemenuhan hak pendidikan bagi setiap anak. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman diharapkan dapat membantu peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran dengan lebih baik, sekaligus mendukung tugas para guru dalam mendampingi mereka.

Evi Yandri juga menyatakan bahwa aspirasi para guru akan menjadi perhatian serius agar kebutuhan sarana dan prasarana SLB Negeri 1 Padang dapat segera diperjuangkan. Harapan tersebut menjadi penting bagi sekolah yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan.

Kini, perhatian tertuju pada tindak lanjut dari aspirasi tersebut. Peninjauan Evi Yandri diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong perhatian terhadap kebutuhan SLB Negeri 1 Padang, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan belajar dalam lingkungan yang lebih layak, aman, dan nyaman. (*)


PADANG,Lintas Media News
 Ketahanan keluarga tidak hanya dibangun dari komitmen suami dan istri, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan, nilai-nilai adat, serta bimbingan para tokoh yang dihormati masyarakat. Di Minangkabau, peran ninik mamak dan bundo kanduang menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga dan membentuk generasi yang bermartabat.

Semangat itulah yang mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas dan Peran Ninik Mamak dan Bundo Kanduang dalam Pendampingan Keluarga dan Calon Pengantin yang dibuka Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, S.IP., di salah satu hotel di Kota Padang, baru-baru ini.

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan ninik mamak dan bundo kanduang dalam mendampingi keluarga, terutama pasangan yang sedang mempersiapkan diri memasuki kehidupan pernikahan. Pembekalan tersebut diharapkan membantu calon pengantin memahami pentingnya kesiapan membangun rumah tangga yang harmonis, kokoh, dan berketahanan.

Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan juga mempertemukan dua keluarga dengan latar belakang, kebiasaan, dan tanggung jawab yang harus dijalani bersama. Karena itu, pendampingan dari orang-orang yang memahami nilai adat dan kehidupan bermasyarakat dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika rumah tangga.

Dalam tatanan adat Minangkabau, ninik mamak memiliki peran dalam membimbing kemenakan, sedangkan bundo kanduang menjadi figur penting dalam keluarga dan pewarisan nilai-nilai kehidupan. Keterlibatan keduanya diharapkan mampu memperkuat komunikasi, menanamkan tanggung jawab, serta menjaga nilai-nilai luhur adat dalam kehidupan keluarga.

Bimtek ini juga merupakan bagian dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Evi Yandri Rajo Budiman sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat. Program tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap penguatan peran tokoh adat dalam kehidupan sosial, khususnya dalam membangun keluarga yang siap menghadapi tantangan zaman.

Penguatan kapasitas para tokoh adat menjadi penting agar pendampingan terhadap keluarga dan calon pengantin dapat berjalan lebih terarah. Dengan pemahaman yang semakin baik, ninik mamak dan bundo kanduang diharapkan dapat menjadi mitra keluarga dalam menanamkan nilai saling menghormati, tanggung jawab, dan kebersamaan.

Lebih jauh, keluarga yang harmonis diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang berkarakter, menghargai adat, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya. Sinergi antara keluarga, tokoh adat, dan masyarakat pun menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai Minangkabau di tengah perubahan zaman.

Melalui kegiatan ini, pesan yang ingin ditegaskan adalah bahwa ketahanan keluarga merupakan tanggung jawab bersama. Ketika ninik mamak dan bundo kanduang menjalankan perannya dengan baik, nilai adat dapat terus hidup dalam keluarga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Adat kuat, keluarga hebat, generasi bermartabat. (*) 



PADANG,Lintas Media News
Komitmen besar untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, profesional, dan akuntabel kembali ditegaskan di Ranah Minang. Seluruh jajaran pimpinan daerah se-Sumatera Barat berkumpul dalam Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi yang digelar secara khidmat di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Kamis (8/10/2026).

Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama seluruh kabupaten/kota serius dalam membentengi tata kelola anggaran daerah dari praktik penyimpangan. Momentum penting ini dihadiri langsung oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) untuk memperkuat arah kebijakan pencegahan korupsi di daerah.

Kehadiran Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., bersama para Kepala Daerah se-Sumbar menegaskan soliditas antara legislatif dan eksekutif. Sinergi ini ditujukan untuk memperketat tata kelola APBD, menjaga integritas para pejabat publik, serta memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Acara berskala besar ini turut dihadiri oleh pejabat penting dari berbagai instansi pusat dan daerah. Tampak hadir Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP RI, pejabat Kementerian Dalam Negeri dan KPK RI, Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah LKPP Setya Budi Arijanta, serta Kepala Perwakilan Ombudsman Sumbar.
Dari jajaran daerah, tampak hadir secara kompak para bupati, wali kota, wakil bupati, wakil wali kota, Ketua DPRD kabupaten/kota, hingga para Sekretaris Daerah beserta jajaran pejabat eselon II se-Sumatera Barat. Kehadiran seluruh elemen kunci ini mencerminkan tekad bersama dalam membangun sistem pemerintahan daerah yang transparan dan bebas korupsi.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam sambutannya menegaskan kembali komitmen Pemprov Sumbar untuk terus menjaga marwah tata kelola pemerintahan. Gubernur menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang bersih, efektif, transparan, serta akuntabel sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua KPK RI, Komjen Pol. (Purn) Dr. Setyo Budiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi ini merupakan bagian vital dari upaya pencegahan (prevention). Penguatan pemahaman mengenai regulasi pencegahan tindak pidana korupsi diharapkan dapat membentengi para pejabat daerah dari potensi pelanggaran hukum.

Ketua KPK menekankan agar dokumen komitmen bersama yang telah ditandatangani tidak hanya berhenti di atas kertas, melainkan diterapkan secara konsisten dalam tugas sehari-hari. Fokus utama implementasi tersebut mencakup kepatuhan anggaran, pengadaan barang dan jasa, transparansi mutasi dan rotasi jabatan, hingga kedisiplinan pelaporan LHKPN.

Melalui sinergi erat antara Ketua DPRD Sumbar Muhidi, Pemprov Sumbar, KPK, Kemendagri, dan BPKP, rakor ini diharapkan mampu memantapkan tata kelola pemerintahan Sumatera Barat yang makin maju. Langkah bersama ini menjadi modal berharga dalam menghadirkan iklim investasi yang sehat dan pelayanan masyarakat yang optimal tanpa rasa cemas akan praktik korupsi. (*)

PADANG, Lintasmedia News- Rencana rehabilitasi Musala Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mendapatkan perhatian publik. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang turut memberikan pandangannya terkait pengalokasian dana tersebut.


Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Padang, Rafdi, menegaskan bahwa perbaikan fasilitas keagamaan pada dasarnya merupakan langkah yang sangat positif. Menurutnya, selama memenuhi aturan hukum yang berlaku, rencana tersebut patut didukung penuh.


"Sepanjang keberadaan fasilitas tersebut membawa kemanfaatan bagi masyarakat luas dan prosesnya sesuai aturan, tentu kita akan selalu mendukungnya," ujar Rafdi saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2026).


Rafdi menjelaskan, keberadaan musala di lingkungan PWI Sumbar tidak hanya diperuntukkan bagi para wartawan yang bertugas, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum di sekitar kawasan.


Menurutnya, sarana ibadah yang representatif akan mempermudah siapa saja yang ingin menunaikan kewajiban sholat di tengah aktivitas harian. Hal ini menjadikan keberadaan musala tersebut memiliki nilai sosial dan keagamaan yang tinggi.


Namun, ia menguraikan bahwa pelaksanaan suatu program kerja atau bantuan pemerintah pada dasarnya hanya membutuhkan dua tolok ukur utama yang harus dipenuhi secara transparan.


"Prinsipnya sederhana, pertama ada regulasi atau aturan yang membolehkan, dan kedua ketersediaan anggarannya sah. Jika kedua hal tersebut terpenuhi, maka tidak ada alasan untuk menghambat program kebaikan bagi masyarakat," tegasnya.


Ia berharap proses rehabilitasi musala tersebut dapat berjalan lancar sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga fasilitas ibadah tersebut bisa segera dimanfaatkan secara optimal oleh para jurnalis maupun masyarakat luas. (*) 



 

LINTASMEDIANEWS.COM, PADANG — Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menandatangani kesepakatan bersama untuk memperkuat tata kelola perencanaan, penganggaran, serta pengadaan barang dan jasa sebagai upaya mencegah tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.


Penandatanganan berlangsung di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Kamis (8/10/2026), dalam Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi yang diikuti kepala daerah dan Ketua DPRD kabupaten/kota se-Sumatera Barat.


Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah serta disaksikan Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol. (Purn.) Akhmad Wiyagus, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto, perwakilan BPKP Setya Nugraha, dan perwakilan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).


Rapat koordinasi yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri bersama KPK itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan korupsi melalui perbaikan sistem perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, serta pengawasan internal pemerintah daerah.


Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat langkah pencegahan korupsi sekaligus mengantisipasi potensi pelanggaran dalam penyelenggaraan pemerintahan.


Menurut dia, upaya pencegahan perlu dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.


Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menekankan pentingnya memperkuat peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini.


Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus juga menilai APIP memiliki peran strategis dalam sistem pengawasan internal untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran sebelum berkembang menjadi persoalan hukum.


Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengatakan, pencegahan korupsi harus menjadi bagian dari setiap tahapan penyelenggaraan pemerintahan, mulai dari perencanaan program hingga penganggaran dan pengadaan barang dan jasa.


“Bagi kami, tata kelola pemerintahan yang baik harus dibangun melalui proses yang terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, dan berlandaskan integritas. Karena itu, komitmen ini harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, bukan berhenti pada penandatanganan semata,” ujar Annisa.


Ia menambahkan, perbaikan tata kelola pemerintahan diperlukan untuk memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai ketentuan dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.


“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pemerintahan yang bersih, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memastikan pembangunan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.


Dalam kegiatan tersebut, Bupati Annisa didampingi Ketua DPRD Dharmasraya yang diwakili Fadli Aulia, Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya Medison, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.(el)

 

LINTASMEDIANEWS.COM, PADANG — Kehadiran Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani di Kolam Renang Teratai, Kompleks GOR H. Agus Salim, Padang, Kamis (8/10/2026), menarik perhatian peserta dan penonton yang menyaksikan pertandingan cabang olahraga akuatik pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.


Bupati Annisa menjadi perhatian di arena pertandingan. Selain didaulat panitia untuk mengalungkan medali kepada atlet, ia juga diajak berswafoto oleh peserta dan penonton, tidak hanya dari Dharmasraya, tetapi juga dari daerah lain.


Di tengah suasana pertandingan, atlet akuatik Dharmasraya kembali menambah perolehan medali. Pada hari terakhir pertandingan renang tersebut, Dharmasraya meraih dua medali, masing-masing satu emas dan satu perunggu.


Medali emas diraih Dwi Intan Febrianti pada nomor 50 meter gaya punggung. Sementara itu, medali perunggu diperoleh melalui nomor estafet gaya ganti 4 x 100 meter putri yang diperkuat Dwi Intan Febrianti, Parmayo Suri Disirina, Azizah Guspita, dan Aurel Donita. Belvana Luthfia Fithri dan Farida Nurjihan Winarno tercatat sebagai atlet cadangan.


Dengan tambahan tersebut, cabang olahraga akuatik Dharmasraya telah mengumpulkan 13 medali selama Porprov XVI Sumbar 2026. Rinciannya terdiri atas tiga emas, lima perak, dan lima perunggu.


Dwi Intan Febrianti menjadi salah satu penyumbang medali dengan koleksi dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Sementara itu, Aurel Donita menyumbangkan satu emas, tiga perak, dan satu perunggu. Oktar Fernando Iqbal turut menyumbang satu medali perunggu.


Pada nomor estafet putri, atlet Dharmasraya juga menyumbangkan satu medali perak dan dua perunggu selama rangkaian pertandingan.


Pada hari terakhir pertandingan cabang Akuatik ini Sekretaris Daerah Medison, turut hadir memberi dukungan bersama Kepala Dinas Budparpora H. Reno Lazuardi dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Martin Efendi. 


Perolehan 13 medali tersebut menjadi kontribusi cabang akuatik bagi kontingen Dharmasraya dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Sumatera Barat itu. Berakhirnya pertandingan renang pada Kamis menandai tuntasnya perjuangan atlet akuatik Dharmasraya di arena Porprov XVI Sumbar 2026.(el)


Padang, Lintasmedia News- Aparat gabungan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) menggerebek kawasan Pasar Gaung, Kota Padang, Jumat (9/10/2026) sore. Kawasan yang selama ini menjadi sorotan akibat laporan masyarakat mengenai maraknya dugaan peredaran narkotika itu disisir secara menyeluruh. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkoba serta mengamankan enam pria.

Penggerebekan tersebut menjadi langkah tegas aparat dalam merespons keresahan masyarakat terhadap dugaan aktivitas narkotika di kawasan Pasar Gaung. Operasi itu sekaligus mengirimkan pesan bahwa laporan warga mengenai peredaran barang terlarang tidak boleh berhenti sebatas keluhan, tetapi harus ditindaklanjuti melalui penegakan hukum.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wedy Mahadi, mengatakan penggerebekan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberantasan peredaran narkotika di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang.

"Penggerebekan ini dilakukan untuk memberantas peredaran narkoba di Sumbar, khususnya Kota Padang," kata Wedy di Padang.

Menurutnya, kawasan Pasar Gaung menjadi sasaran operasi setelah polisi menerima banyak informasi dan laporan masyarakat mengenai dugaan maraknya aktivitas peredaran narkotika di lokasi tersebut.

Laporan itu kemudian menjadi dasar bagi aparat untuk melakukan penindakan langsung. Polisi tidak hanya menyasar satu titik, tetapi juga menyisir sejumlah lokasi yang dinilai perlu diperiksa guna menelusuri dugaan aktivitas narkotika di kawasan tersebut.


Menyisir Gang Sempit hingga Bangunan Kosong


Penggerebekan melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi. Unsur yang diterjunkan antara lain Direktorat Reserse Narkoba, Reserse Kriminal, Brimob, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar, Polresta Padang, Polisi Militer TNI Angkatan Laut, Satpol PP, serta unsur terkait lainnya.


Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa operasi di Pasar Gaung tidak dilakukan secara parsial. Aparat bergerak bersama untuk menyisir kawasan yang berdasarkan laporan masyarakat diduga menjadi lokasi aktivitas peredaran narkotika.

Tim gabungan memasuki gang-gang sempit dan memeriksa sejumlah bangunan kosong yang tersembunyi di antara permukiman dan aktivitas perdagangan warga. Lokasi-lokasi yang sulit terlihat dari jalan utama turut menjadi bagian dari penyisiran.

Kedatangan petugas dalam jumlah besar sontak menarik perhatian masyarakat. Warga dan sejumlah pedagang yang masih membuka toko maupun warung menyaksikan langsung jalannya operasi tersebut.

Penggerebekan berlangsung lebih dari tiga jam. Selama operasi, petugas memeriksa sejumlah titik untuk mencari barang bukti sekaligus menindaklanjuti informasi mengenai dugaan aktivitas narkotika.


Alat Hisap, Plastik Klip, dan Timbangan Digital Ditemukan



Dugaan adanya aktivitas narkotika di kawasan tersebut semakin menjadi perhatian setelah petugas menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan narkoba.

Di beberapa titik, aparat menemukan alat hisap sabu-sabu, sedotan, serta plastik bening atau plastik klip yang lazim digunakan untuk membungkus zat tertentu. Petugas juga menemukan timbangan digital dan sejumlah benda lainnya.

Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penelusuran aparat. Namun, fungsi setiap benda, keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana narkotika, serta hasil pemeriksaan barang bukti tetap harus dipastikan melalui penyelidikan dan pengujian lebih lanjut.

Hingga informasi awal penggerebekan disampaikan, belum terdapat keterangan terperinci mengenai jumlah maupun berat narkotika yang disita, apabila ada. Rincian barang bukti, hasil pemeriksaan laboratorium, dan dugaan peran masing-masing orang yang diamankan masih menunggu penjelasan resmi dari Polda Sumbar.

Karena itu, temuan alat dan perlengkapan yang diduga berkaitan dengan narkotika belum dengan sendirinya membuktikan siapa yang memiliki, menggunakan, atau mengedarkannya. Penetapan status hukum setiap orang harus didasarkan pada hasil penyidikan dan alat bukti yang sah.


Enam Pria Diamankan, Perannya Masih Didalami



Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan enam pria. Akan tetapi, identitas, status hukum, serta dugaan keterlibatan masing-masing belum dijelaskan secara terperinci.

Belum diketahui pula apakah keenam pria tersebut diduga sebagai pengguna, pengedar, perantara, atau memiliki peran lain. Seluruh kemungkinan itu masih memerlukan pembuktian berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik.

Publik kini menanti penjelasan lanjutan dari kepolisian mengenai hasil pemeriksaan terhadap keenam pria tersebut, termasuk apakah penyidik menemukan keterkaitan antara mereka dengan barang-barang yang diamankan di lokasi.


Informasi mengenai asal-usul narkotika, kemungkinan jaringan pemasok, pola distribusi, serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat juga menjadi bagian penting yang perlu diungkap apabila ditemukan bukti pendukung.

Pengungkapan tersebut diperlukan agar penindakan tidak berhenti pada orang-orang yang ditemukan di lokasi, tetapi juga mampu menelusuri mata rantai peredaran narkotika apabila jaringan yang lebih luas terbukti ada.


KRYD dan Upaya Memutus Mata Rantai Narkotika


Wedy menjelaskan penggerebekan itu merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), yang dilaksanakan berdasarkan instruksi Kapolri.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memutus mata rantai peredaran narkotika sehingga upaya membersihkan Sumatera Barat dari ancaman narkoba dapat diwujudkan.

Langkah ini menempatkan informasi masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam mendeteksi dan menindak dugaan kejahatan narkotika. Namun, keberhasilan pemberantasan tidak cukup hanya diukur dari banyaknya operasi atau jumlah orang yang diamankan.


Hasil penyidikan, kepastian status hukum, pengungkapan sumber pasokan, serta pencegahan agar peredaran tidak kembali berlangsung juga menjadi tolok ukur penting dalam upaya pemberantasan narkotika secara berkelanjutan.


Di sisi lain, penindakan perlu berjalan beriringan dengan pencegahan, edukasi, rehabilitasi bagi pengguna yang memenuhi ketentuan, serta perlindungan terhadap anak dan generasi muda dari paparan narkotika.

Warga Mendukung, Berharap Kawasan Tak Kembali Dihantui Narkoba

Operasi gabungan di Pasar Gaung mendapat dukungan dari warga yang berada di lokasi. Masyarakat berharap penindakan tersebut mampu menjawab keresahan yang selama ini muncul akibat laporan dugaan aktivitas narkotika di kawasan mereka.

Seorang warga menyampaikan harapannya agar aparat benar-benar membersihkan lingkungan dari ancaman narkoba, terutama demi melindungi anak-anak dan generasi muda.

"Kami ingin narkoba bersih dari daerah ini, karena jika tidak dibersihkan bisa merusak anak-anak dan generasi muda," ujar warga tersebut.


Pernyataan itu mencerminkan harapan masyarakat agar upaya pemberantasan tidak berhenti setelah operasi selesai. Warga membutuhkan lingkungan yang aman, aktivitas perdagangan yang kondusif, serta kepastian bahwa dugaan peredaran narkotika ditangani secara serius.


Bagi masyarakat, persoalan narkoba bukan semata-mata urusan penangkapan dan penyitaan barang bukti. Dampaknya dapat meluas terhadap ketahanan keluarga, keselamatan anak, kondisi sosial, hingga masa depan generasi muda.


Menunggu Pengungkapan Lebih Jauh



Penggerebekan di Pasar Gaung kini menjadi awal dari pertanyaan yang lebih besar: sejauh mana dugaan aktivitas narkotika di kawasan tersebut berlangsung, siapa saja yang terbukti terlibat, dan apakah terdapat jaringan distribusi yang lebih luas?

Jawaban atas pertanyaan itu bergantung pada hasil penyidikan kepolisian. Rilis resmi yang memuat identitas para pihak sesuai ketentuan hukum, status pemeriksaan, rincian barang bukti, serta perkembangan perkara menjadi informasi yang ditunggu masyarakat.


Penegakan hukum yang tegas, transparan, dan berdasarkan bukti diperlukan agar operasi tersebut tidak sekadar menjadi tindakan sesaat, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan melindungi masyarakat Sumatera Barat dari bahaya narkotika.

Dengan dukungan masyarakat dan tindak lanjut penyidikan yang menyeluruh, aparat diharapkan mampu menelusuri dugaan peredaran hingga ke sumbernya, sekaligus memastikan kawasan Pasar Gaung tidak kembali menjadi tempat yang meresahkan warga.

Catatan: Sampai ada keterangan resmi lebih lanjut, penyebutan Pasar Gaung sebagai "kampung narkoba" harus diperlakukan sebagai dugaan atau label yang muncul akibat laporan masyarakat, bukan sebagai kesimpulan hukum. Demikian pula, enam pria yang diamankan tetap harus diperlakukan sesuai asas praduga tak bersalah sampai ada proses hukum yang membuktikan keterlibatan mereka.


(*/Mond)


LINTASMEDIANEWS.COM, PADANG — Mendapatkan dukungan langsung Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, tim floorball Kabupaten Dharmasraya meraih satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat di GOR FIK UNP Padang, Jumat (9/10/2026).


Medali emas diraih pada nomor Mix 3vs3 setelah di final mengalahkan Kota Padang dengan skor 3-2. Medali perak diperoleh tim putra nomor 5vs5 setelah mengakui keunggulan Pasaman Barat dengan skor 0-1. Sementara itu, medali perunggu diraih tim putri nomor 5vs5 setelah memberi perlawanan sengit kepada Kabupaten Solok dengan skor 0-1.


Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani didaulat mengalungkan medali kepada atlet peraih medali. Ia menyampaikan terima kasih kepada KONI Sumatera Barat yang telah mempertandingkan floorball sebagai cabang olahraga baru dalam Porprov Sumbar.


Menurut Annisa, olahraga tidak hanya menjadi sarana mengisi waktu, tetapi juga membentuk mental dan karakter atlet, terutama dalam menghadapi tekanan selama pertandingan.


“Olahraga ini bukan hanya untuk mengisi waktu, tetapi juga membentuk mental. Kita melihat bagaimana atlet yang sempat tertinggal skor bisa bangkit dan memenangkan pertandingan. Ini membutuhkan mental atlet dan mental juara. Ketika kalah, bangkit lagi,” ujarnya.


Ia berharap pembinaan floorball terus berlanjut sehingga mampu melahirkan atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Sumatera Barat.


“Insya Allah, kalau mental seperti ini kita jadikan sebagai bibit, Sumatera Barat akan maju. Mudah-mudahan KONI Sumbar terus konsisten mempertahankan dan mengembangkan olahraga ini, sehingga atlet terbaik kita bisa mewakili Sumbar di PON nantinya,” katanya.


Sementara itu, Pengurus Asosiasi Floorball Indonesia (AFI) Kabupaten Dharmasraya, Dr. Irwan Ritonga, M.Pd., menyambut baik prestasi yang ditorehkan para atlet. Capaian tim yang dilatih Dr. Ahmad Chaeroni, M.Pd. tersebut turut menambah koleksi medali Kabupaten Dharmasraya pada tabel klasemen sementara Porprov XVI Sumatera Barat Tahun 2026.(el)

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian UMKM, atas perhatian dan dukungan terhadap pengembangan UMKM di Sumatra Barat khususnya Kota Bukittinggi. Hal itu diungkapknnya pada Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang diselenggarakan Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Republik Indonesia di Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Jumat (09/10).


Ramlan mengatakan, Program pembinaan dan perlindungan usaha mikro diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM untuk bangkit, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas pemasaran. Peningkatan kualitas produk dan pengemasan juga penting agar produk UMKM semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. 

"Penataan pedestrian di Kota Bukittinggi dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Dengan pedestrian yang lebih baik, diharapkan semakin banyak orang datang ke Bukittinggi sehingga berdampak positif terhadap pemasaran produk UMKM", ungkapnya.


Dalam kesempatan itu Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, pelaku usaha dan pengunjung atas ketidaknyamanan selama proses penataan pedestrian berlangsung. Penataan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kenyamanan pejalan kaki dan mendukung aktivitas ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM di Kota Bukittinggi.


Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro, Reghi Perdana, menjelaskan, Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro menjadi wadah untuk memberikan fasilitasi, pendampingan, serta mempertemukan pengusaha mikro dengan berbagai pihak yang dapat mendukung pengembangan usaha. Kegiatan ini diikuti 800 pengusaha UMKM dengan rangkaian kegiatan edukatif, meliputi konsultasi usaha, talkshow, literasi keuangan, serta pameran produk unggulan UMKM.


Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyampaikan, kemudahan perizinan dan perlindungan usaha menjadi langkah penting dalam memperkuat UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Sandra)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.