PADANG, Lintasmedia News— Empat tim inovasi PT Semen Padang bersiap membawa karya perusahaan ke kompetisi internasional di Bangkok, Thailand, dan Bali. Keempat tim tersebut adalah SEPABLOCK, CIPITIH, BOF 8, dan VOLTAPRO.
Tim SEPABLOCK akan berlaga pada International Quality & Productivity Convention (IQPC) di Bangkok pada 14–17 September 2026. Sementara tiga tim lainnya, yakni CIPITIH, BOF 8, dan VOLTAPRO, akan mengikuti Asia Pacific Quality Organization International Conference (APQOIC) di Bali pada 26–29 Oktober 2026.
Pelepasan keempat tim dilakukan Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar di Ruang Rapat Lantai I Kantor Pusat PT Semen Padang, Jumat (11/9/2026).
Pri mengatakan keikutsertaan keempat tim pada kompetisi internasional merupakan kesempatan untuk menunjukkan hasil inovasi sekaligus menguji kemampuan para inovator di tingkat global.
Ia meminta seluruh anggota tim mempersiapkan diri dengan baik, terutama dalam penguasaan materi, penyampaian manfaat inovasi, kekompakan, dan kemampuan berkomunikasi saat menghadapi dewan juri.
"Selain penguasaan materi, kekompakan tim dan kemampuan berkomunikasi juga menjadi bagian penting dalam menghadapi proses penilaian. Untuk itu, semua tim inovasi diminta untuk fokus sehingga bisa meraih predikat tertinggi di dua ajang internasional tersebut," ujar Pri yang didampingi Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis serta sejumlah staf pimpinan di lingkungan PT Semen Padang.
Manajemen PT Semen Padang menargetkan hasil terbaik dari keikutsertaan tersebut. Tim SEPABLOCK ditargetkan meraih predikat Excellent pada IQPC, sedangkan CIPITIH, BOF 8, dan VOLTAPRO ditargetkan memperoleh predikat Four Stars pada APQOIC.
Namun, Pri menegaskan bahwa penghargaan bukan menjadi tujuan akhir dari pengembangan inovasi. Menurutnya, manfaat inovasi bagi perusahaan harus menjadi ukuran utama setelah sebuah karya mendapatkan pengakuan dalam kompetisi.
"Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana inovasi tersebut terus memberikan manfaat nyata bagi perusahaan," katanya.
Karena itu, ia meminta setiap inovasi yang telah dikembangkan untuk terus dievaluasi, disempurnakan, dan dikembangkan sesuai kebutuhan operasional. Inovasi yang memiliki potensi penerapan di unit kerja lain juga diharapkan dapat direplikasi sehingga manfaatnya semakin luas.
"Pastikan inovasi terus diterapkan, dikembangkan, dan direplikasi di unit kerja lain sehingga memberikan efisiensi serta nilai tambah yang nyata bagi perusahaan," tutur Pri.
Ia menambahkan, pengembangan inovasi ke depan diarahkan antara lain untuk mendukung efisiensi energi dan pencapaian operational excellence. Langkah tersebut dinilai penting di tengah tantangan industri semen yang mencakup biaya produksi, kebutuhan energi, perkembangan teknologi, dan persaingan pasar.
"Upaya menciptakan efisiensi menjadi semakin penting karena industri semen menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi biaya produksi, kebutuhan energi, perubahan teknologi, maupun ketatnya persaingan pasar. Dalam kondisi tersebut, kreativitas dan kemampuan melakukan perbaikan secara berkelanjutan menjadi kekuatan yang harus terus ditumbuhkan," ujarnya.
Kepala Departemen Human Capital PT Semen Padang Iskandar Z. Taqwa mengatakan, keempat tim yang akan berlaga di kompetisi internasional tersebut telah melalui proses seleksi dan pembinaan secara berjenjang.
Keempat tim sebelumnya mengikuti Semen Padang Improvement Event (SPIE) 2024. Setelah menjadi tim terbaik pada ajang internal tersebut, mereka mewakili PT Semen Padang pada Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) 2025.
"Keberhasilan di tingkat internal tersebut mengantarkan mereka mewakili PT Semen Padang dalam Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) 2025. Pada kompetisi nasional tersebut, keempatnya kembali mencatatkan prestasi dengan meraih predikat Platinum dan Diamond sehingga terpilih untuk mewakili perusahaan pada ajang kompetisi internasional," kata Iskandar.
Menurut Iskandar, persiapan menghadapi kompetisi internasional telah dilakukan sejak Mei hingga September 2026. Persiapan tersebut mencakup penyusunan proposal inovasi, abstrak, materi presentasi, penyempurnaan makalah, hingga pelatihan teknik presentasi.
"Para peserta juga mengikuti kelas bahasa Inggris sebagai bekal memaparkan inovasi dan menjawab pertanyaan dewan juri," katanya.
Ia berharap rangkaian pembinaan tersebut dapat meningkatkan kesiapan para inovator, baik dalam penguasaan materi maupun kemampuan mempresentasikan inovasi di hadapan juri internasional.
"Semoga seluruh tim yang dikirim dapat tampil maksimal dan meraih target yang telah ditentukan perusahaan," ujarnya.
Salah satu tim yang akan tampil di tingkat internasional adalah SEPABLOCK. Tim tersebut akan mempresentasikan inovasi berjudul "Inovasi Produk Hilir PT Semen Padang untuk Alternatif Revenue dan Mewujudkan Pembangunan Rumah Cepat, Murah, Berkualitas, serta Ramah Lingkungan" pada ajang IQPC di Bangkok.
Anggota Tim SEPABLOCK, Akhrilman Hasan, mengatakan kesempatan tampil di kompetisi internasional menjadi pengalaman penting bagi tim sekaligus kesempatan memperkenalkan karya inovasi PT Semen Padang kepada peserta dari berbagai negara.
"Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menunjukkan karya anak negeri dari PT Semen Padang di panggung dunia," kata Akhrilman, didampingi anggota Tim SEPABLOCK lainnya, Darwan dan Junaidi.
Menurut Akhrilman, SEPABLOCK sebelumnya telah meraih penghargaan Platinum pada Semen Padang Improvement Event (SPIE) dan Diamond pada Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN).
"Capaian dari kedua ajang sebelumnya menjadi motivasi bagi kami untuk tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik pada IQPC," ujarnya.
SEPABLOCK merupakan produk bata interlock yang dikembangkan untuk mendukung proses pembangunan rumah dengan waktu pengerjaan dan penggunaan material yang lebih efisien dibandingkan metode konstruksi konvensional.
Selain aspek efisiensi, Akhrilman mengatakan SEPABLOCK dirancang dengan karakteristik yang mendukung pembangunan di wilayah rawan gempa.
"SEPABLOCK merupakan produk bata interlock yang dirancang untuk mendukung pembangunan rumah secara lebih cepat dan efisien. Sistem pemasangannya juga memungkinkan penggunaan material yang lebih hemat dibandingkan metode konstruksi konvensional. Selain itu, karakteristik SEPABLOCK yang ramah gempa juga menjadikan produk ini sangat tepat diaplikasikan di wilayah rawan bencana gempa, termasuk Sumatera Barat," ujarnya.
LINTASMEDIA NEWS| Jembatan Sungai Jirak di Kelurahan Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat, kini telah selesai dibangun 100 persen dan resmi dibuka untuk dilalui masyarakat. Jembatan yang menjadi akses penting warga tersebut sebenarnya telah rampung sejak sekitar dua minggu lalu dan baru dibuka untuk penggunaan masyarakat pada Jumat, 11 September 2026.
Dibukanya Jembatan Sungai Jirak langsung membawa kemudahan bagi masyarakat. Akses yang menghubungkan RW 09 RT 01 menuju kawasan RW 03 dan RW 01 Kelurahan Pampangan Nan XX kini kembali lancar dan sudah dapat digunakan warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Pembangunan Jembatan Sungai Jirak merupakan kerja bersama TNI AD dengan dukungan pemerintah dan masyarakat. Kehadiran personel TNI AD dalam proses pembangunan mendapat apresiasi dari warga karena jembatan tersebut memiliki arti penting bagi kelancaran mobilitas masyarakat.
Tokoh masyarakat setempat, Pak Zul, mantan jurnalis Harian Semangat dan Lintas Media, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas rampungnya pembangunan Jembatan Sungai Jirak serta dibukanya kembali akses bagi masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada TNI AD. Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat dan sekarang warga sudah kembali bisa melintas dengan lancar,” ujar Pak Zul.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut menjadi perhatian yang sangat berarti bagi masyarakat Pampangan Nan XX. “Kami melihat langsung bagaimana kepedulian TNI terhadap kebutuhan warga. Sekarang akses sudah terbuka, tentu ini sangat membantu aktivitas masyarakat setiap hari,” tambah Pak Zul dengan penuh apresiasi.
Sementara itu, Davit Efendi, Sekretaris RW 03 yang juga Ketua IKW RI, mengatakan rampungnya pembangunan Jembatan Sungai Jirak menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat, khususnya warga di RW 09, RW 03 dan RW 01 yang menggunakan jalur tersebut.
“Alhamdulillah, jembatan sudah selesai 100 persen dan sekarang sudah dibuka untuk warga. Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI AD dan seluruh pihak yang telah bekerja sehingga akses masyarakat kembali lancar,” ungkap Davit Efendi.
Davit menambahkan, keberadaan Jembatan Sungai Jirak sangat penting dalam menunjang hubungan antarlingkungan dan aktivitas masyarakat. Dengan akses yang telah kembali normal, warga kini dapat melintas dengan lebih mudah dibanding sebelumnya.
Apresiasi juga datang dari Fikra, salah seorang warga yang turut merasakan langsung manfaat dibukanya Jembatan Sungai Jirak. Ia menyebut masyarakat sangat bersyukur karena akses yang dinantikan kini sudah dapat digunakan.
“Kami senang sekali jembatan sudah dibuka dan sudah bisa dilalui. Sekarang perjalanan warga kembali lancar. Terima kasih kepada TNI AD yang telah membantu masyarakat kami,” ujar Fikra.
Rampungnya pembangunan Jembatan Sungai Jirak dan dibukanya akses bagi masyarakat menjadi wujud nyata kebersamaan antara TNI AD, pemerintah dan rakyat. Infrastruktur yang telah selesai tersebut diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Pampangan Nan XX dan sekitarnya, sejalan dengan semangat TNI hadir untuk rakyat, mengabdi untuk negeri.
Katim RMO Group | Wyndoee
pasamanbarat, Lintasmedia News– Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat melakukan aksi bagi-bagi masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (11/9/2026) ini sekaligus menjadi upaya aparat Kepolisian untuk mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap penurunan kualitas udara.
Pembagian masker dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H., yang turun ke jalan didampingi para Pejabat Utama (PJU) dan personel Kepolisian. Sasaran utama kegiatan ini adalah masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, terutama para pengguna jalan di beberapa titik strategis, seperti Bundaran Simpang Empat, areal perkantoran Jalur 32, serta di depan Mako Polres Pasaman Barat.
Kapolres Pasaman Barat menjelaskan bahwa aksi ini murni sebagai bentuk kepedulian institusi Polri terhadap kesehatan masyarakat di tengah gempungan kabut asap.
“Pembagian masker ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya yang masih harus beraktivitas di luar rumah. Kami mengimbau masyarakat untuk disiplin menggunakan masker sebagai perlindungan dari dampak asap yang membahayakan kesehatan,” ujar AKBP Agung Tribawanto.
Pihaknya juga meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk. Imbauan ini terutama ditujukan bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan akibat paparan polusi.
Selain menjaga kesehatan, AKBP Agung secara tegas mengingatkan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah meluasnya Karhutla. Warga diimbau untuk tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara dibakar, serta segera melapor jika menemukan titik api.
“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas semata. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan melalui Call Center 110 atau kantor Kepolisian terdekat apabila menemukan adanya titik api atau kebakaran lahan,” paparnya.
Lebih lanjut, Kapolres telah menginstruksikan jajaran personel Bhabinkamtibmas untuk turun langsung ke Nagari -nagari memberikan penyuluhan terkait bahaya kebakaran lahan serta edukasi larangan membuka lahan dengan cara dibakar. Petugas juga diminta untuk menyosialisasikan sanksi hukum yang tegas bagi para pelanggarnya.
“Personel kami juga menjelaskan ancaman hukuman kepada masyarakat yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Tindakan tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Pasal 78 ayat (3) Jo ayat (4) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegas Kapolres.
Langkah pencegahan dan peningkatan kewaspadaan ini dinilai sangat krusial, mengingat kabut asap Karhutla tidak hanya melumpuhkan jarak pandang dan aktivitas warga, tetapi juga membawa ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Ke depannya, Polres Pasaman Barat berkomitmen akan terus menyiagakan personel untuk mengingatkan warga menjaga kesehatan selama kabut asap masih melanda, serta meminta masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang terkait situasi Karhutla di wilayah Pasaman Barat. (HumasResPasbar)
LINTASMEDIA NEWS- Pemerintah Kota Padang melalui Tim Penggerak (TP) PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang menerima kunjungan delegasi KPJ Healthcare University Malaysia dalam rangka Program Keterlibatan Masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Jumat (11/9/2026).
Ketua TP PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, menyambut baik program yang melibatkan mahasiswa KPJ Healthcare University tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai penting karena menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di tengah masyarakat sekaligus mengenal berbagai potensi yang dimiliki Kota Padang.
Dian menjelaskan, kegiatan tersebut berfokus pada kolaborasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam kesempatan itu, TP PKK Kota Padang memaparkan 10 Program Pokok PKK, sementara DWP Kota Padang memperkenalkan peran strategisnya dalam mendukung peningkatan kualitas keluarga dan masyarakat.
“PKK mempunyai peran yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pemberdayaan perempuan dan anak, pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan keluarga. Kami berharap pertemuan ini bukan sekadar tempat untuk memberi ilmu, tetapi benar-benar menjadi ruang untuk saling belajar,” ujar Dian.
Ia juga mengajak para delegasi Malaysia untuk mengenal lebih dekat masyarakat, kuliner, serta adat dan budaya Minangkabau. Dian bahkan menyarankan para mahasiswa untuk mencicipi rendang khas Kota Padang sebelum kembali ke Malaysia. Ia berharap kunjungan ini menjadi awal hubungan baik dan membuka peluang kerja sama maupun pertukaran pengalaman antara Kota Padang dan KPJ Healthcare University.
Executive and Programme Advisor Department Student Affairs KPJ Healthcare University, Nur Aryanni Binti Abdul Manaf, mengatakan program tersebut bertujuan memberikan pengalaman dan pembelajaran kepada mahasiswa di luar ruang kuliah. Selain berinteraksi dengan masyarakat, mahasiswa juga diharapkan dapat berbagi pengetahuan serta pengalaman selama mengikuti kegiatan. “Semoga ini meningkatkan semangat belajar dan bekerja sama, serta mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan,” katanya.
Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumbar, Darmawi, turut menyambut kedatangan delegasi KPJ Healthcare University. Ia menyebut Kota Padang memiliki daya tarik melalui kuliner, keindahan alam, dan kekayaan budaya. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga membuka peluang hubungan berkelanjutan antara Kota Padang dan Malaysia melalui sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta pariwisata. (***)
Padang, Lintasmedia News— Tim Khusus (Timsus) Alfa Polresta Padang mengamankan seorang pemuda berinisial D (21) yang diduga membawa senjata tajam saat petugas melakukan patroli kota di kawasan Jembatan Siti Nurbaya, Kota Padang, Kamis (10/9/2026).
Komandan Tim Timsus Alfa, Ipda Fiki Indra Gani, S.H., mengatakan petugas mendatangi lokasi dan menemukan D sedang duduk bersama dua orang rekannya.
Saat dilakukan pemeriksaan, D diduga berada di bawah pengaruh alkohol.
“Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu senjata tajam jenis karambit yang diduga dibawa oleh yang bersangkutan,” ujar Ipda Fiki Indra Gani.
Selanjutnya, D dibawa ke Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut terkait kepemilikan senjata tajam tersebut.
Dalam kegiatan patroli yang sama, Timsus Alfa Polresta Padang juga mengamankan lima unit sepeda motor yang menggunakan knalpot brong.
Ipda Fiki mengatakan kegiatan patroli dan penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polresta Padang.
Bukitinggi, Lintasmedianews.com
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, melantik 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 11 Pejabat Administrator, 13 Pejabat Pengawas dan 1 Pejabat Fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi. Acara pelantikan dilaksanakan di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis (10/09).
Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Pejabat Fungsional merupakan bagian dari proses manajemen kepegawaian yang profesional, objektif dan berbasis sistem merit sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pelantikan ini merupakan hasil uji kompetensi yang telah melalui prosedur sesuai ketentuan dan mendapatkan persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara. Demikian disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.
Wali Kota berharap pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi, membangun kerja sama yang solid, serta menjadi teladan dalam disiplin, etika dan integritas. Seluruh jajaran Pemko Bukittinggi juga diminta terus memperkuat sinergi dan kolaborasi, bekerja dengan semangat pengabdian, berpegang teguh pada peraturan perundang-undangan, serta menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.
Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik yakni Efriadi menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah yang sebelumnya Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Selanjutnya Elqadri, sebelumnya Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja menjadi Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Robby Novaldi, dilantik menjadi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Sandra)
PADANG, Lintasmedia News– Komandan Kodim (Dandim) 0312/Padang Letkol Inf Faiq Fahmi menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan PT Semen Padang dalam pemanfaatan Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK). Hal itu disampaikannya saat meninjau rumah contoh SEPABLOCK di kompleks PT Semen Padang, Kamis (10/9/2026).
Disambut oleh Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris, rombongan Dandim melihat langsung rumah contoh SEPABLOCK yang berada di sisi utara Lapangan Sepak Bola Semen Padang FC.
Dalam kunjungan ke rumah contoh tersebut, rombongan Dandim melihat secara langsung bentuk bangunan serta penggunaan SEPABLOCK sebagai material konstruksi rumah. Ia bersama rombongan mendapat gambaran mengenai karakteristik dan keunggulan teknologi bata interlock yang dikembangkan PT Semen Padang.
Letkol Inf Faiq Fahmi mengatakan, kunjungannya ke PT Semen Padang ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat silaturahmi antarlembaga, tetapi juga menggali informasi mengenai berbagai produk yang dimiliki PT Semen Padang. Salah satu inovasi yang menarik perhatiannya adalah SEPABLOCK.
Menurutnya, teknologi SEPABLOCK memiliki prospek untuk dimanfaatkan dalam mendukung program pembangunan.
“Sistem bata yang saling mengunci tersebut dinilai menawarkan kemudahan dalam proses pemasangan sekaligus memberikan alternatif material konstruksi bagi masyarakat dan berbagai instansi,” katanya.
Setelah melihat rumah contoh, Faiq mengaku semakin tertarik terhadap teknologi tersebut. Ia menilai SEPABLOCK merupakan produk inovatif yang mempunyai sejumlah keunggulan dan berpeluang diaplikasikan dalam program pembangunan yang dilaksanakan Kodim 0312/Padang.
Ia pun menyatakan bahwa Kodim 0312/Padang terbuka untuk membangun kerja sama dengan PT Semen Padang, terutama apabila terdapat program yang sesuai dengan pemanfaatan SEPABLOCK.
“Insyaallah, apabila ke depan ada program yang relevan, kami siap mengaplikasikan SEPABLOCK. Produk ini sangat menarik dan memiliki banyak keunggulan,” ujarnya.
Kunjungan tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara Kodim 0312/Padang dan PT Semen Padang. Kolaborasi antarlembaga dinilai penting agar berbagai program yang dijalankan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Faiq berharap komunikasi dan hubungan kelembagaan yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, sinergi yang baik akan membuka lebih banyak peluang kerja sama yang saling mendukung sesuai dengan tugas dan peran masing-masing institusi.
“Mudah-mudahan melalui kunjungan ini, hubungan Kodim 0312/Padang dengan PT Semen Padang semakin baik dan dapat saling memberikan manfaat, baik bagi PT Semen Padang maupun Kodim 0312/Padang,” katanya.
Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Komandan Kodim (Dandim) 0312/Padang Letkol Inf Faiq Fahmi beserta rombongan untuk melihat secara langsung rumah contoh yang dibangun menggunakan teknologi SEPABLOCK.
Idris berharap Kodim 0312/Padang terus memberikan dukungan terhadap PT Semen Padang di tengah ketatnya persaingan industri semen.
“Selain itu, kami juga berharap sinergi yang telah terjalin antara kedua pihak dapat terus diperkuat melalui berbagai bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat bersama,” kata Idris. (*)
PADANG PARIAMAN, Lintasmedia News— Daun kaliandra yang selama ini lebih dikenal masyarakat sebagai tanaman hijauan dan bahan baku energi terbarukan mulai dilirik petani di Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, untuk diolah menjadi pakan ternak dan pakan ikan.
Peluang pemanfaatan tersebut diperkenalkan kepada kelompok tani kaliandra melalui pelatihan pengolahan pakan yang berlangsung di Amal Plaza, 10–11 September 2026. Selain mendapatkan pengetahuan dan praktik pengolahan, masyarakat juga menerima mesin pencacah dan mesin pembuat pelet yang dapat digunakan untuk mendukung pengolahan kaliandra menjadi produk pakan.
Dosen Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) Prof. Ramaiyulis mengatakan, daun kaliandra memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pakan ternak, terutama untuk sapi, kambing, dan kerbau. Namun, pemanfaatannya perlu dilakukan melalui pengolahan dan formulasi yang tepat.
“Potensi kaliandra ini bisa untuk membuat produk makanan ternak, terutama sapi dan kambing,” kata Prof. Ramaiyulis saat memberikan materi kepada kelompok tani.
Menurutnya, salah satu bentuk pengolahan yang dapat diterapkan masyarakat adalah silase. Daun kaliandra dapat dikombinasikan dengan bahan hijauan lain, seperti batang jagung, rumput gajah, atau jerami padi.
Dalam praktik pembuatan silase berbahan batang jagung dan daun kaliandra, misalnya, peserta diperkenalkan dengan komposisi sekitar 70 persen batang jagung dan 30 persen daun kaliandra. Campuran tersebut kemudian dapat ditambahkan dedak dan difermentasi sebelum disimpan dalam wadah selama kurang lebih satu minggu.
“Batang jagung menjadi bahan utama, sedangkan kaliandra dapat berperan sebagai sumber nutrisi tambahan dalam formulasi pakan,” jelasnya.
Selain silase, peserta juga diperkenalkan dengan pengolahan pakan ternak berbentuk pelet. Dalam proses ini, kaliandra tidak digunakan sebagai bahan tunggal, tetapi dikombinasikan dengan bahan lain sesuai kebutuhan nutrisi ternak.
Materi tersebut memberikan pengetahuan baru bagi petani bahwa tanaman yang tersedia di sekitar mereka dapat diolah lebih lanjut sehingga memiliki fungsi dan nilai tambah yang berbeda.
Pemanfaatan kaliandra tidak hanya diarahkan untuk pakan ternak. Dosen PPNP Auzia Asman memperkenalkan pemanfaatan tepung kaliandra sebagai salah satu bahan dalam formulasi pakan ikan.
Menurut Auzia, tepung kaliandra dapat dikombinasikan dengan bahan lain, seperti tepung ikan, tepung jagung, tepung tapioka, minyak ikan, vitamin, dan mineral. Formulasi bahan disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi pakan yang akan diproduksi.
Peserta kemudian mengikuti praktik pengolahan bahan menjadi pelet. Tahapan tersebut menjadi bagian penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui potensi kaliandra secara teori, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai proses pengolahannya.
Kehadiran dua narasumber dari PPNP tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pelatihan karena peserta mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan kaliandra berdasarkan pendekatan teknologi pertanian dan peternakan.
Kelompok tani kaliandra juga mendapatkan dukungan sarana untuk mencoba mengembangkan pengolahan tersebut secara lebih praktis.
Dalam kegiatan itu diserahkan satu unit mesin pencacah, satu unit mesin pembuat pelet, serta 10 unit stup madu galo-galo.
Bagi petani, keberadaan mesin pencacah dan pembuat pelet menjadi sarana untuk mendukung tahapan pengolahan bahan baku. Sebelumnya, pemanfaatan kaliandra lebih banyak dilakukan dalam bentuk tanaman hijauan, sehingga pengolahan menjadi produk pakan membutuhkan peralatan yang sesuai.
Manajer Koperasi Amal Sejahtera Mandiri Purdiman Pirang mengapresiasi pelatihan dan dukungan sarana produksi yang diterima masyarakat.
Menurutnya, kombinasi antara pengetahuan dan peralatan menjadi hal penting agar masyarakat dapat mencoba mengembangkan potensi kaliandra yang ada di wilayah mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Semoga bantuan ini bermanfaat sehingga dapat diterapkan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia berharap peralatan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani sehingga pengolahan kaliandra tidak berhenti pada kegiatan pelatihan.
Apresiasi juga disampaikan Perwakilan Camat IV Koto Aur Malintang, Sumardi. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat potensi yang ada di lingkungan mereka dari perspektif yang berbeda, terutama dalam pengembangan kegiatan ekonomi.
Pemanfaatan kaliandra sebagai bahan pakan membuka peluang bagi masyarakat Aur Malintang untuk mengembangkan komoditas lokal menjadi produk yang memiliki kegunaan lebih luas.
Dengan pengetahuan mengenai formulasi dan teknik pengolahan, masyarakat tidak hanya bergantung pada pemanfaatan kaliandra dalam bentuk bahan mentah. Pengolahan menjadi silase maupun pelet dapat menjadi alternatif pemanfaatan sesuai kebutuhan petani dan kelompok usaha masyarakat.
Dukungan mesin pencacah dan pembuat pelet juga memungkinkan proses pengolahan dilakukan secara lebih efektif dibandingkan jika seluruh tahapan dilakukan secara manual.
Ke depan, pengetahuan dan sarana tersebut dapat menjadi modal awal bagi kelompok tani untuk menguji penerapan pengolahan pakan sesuai kondisi bahan baku, kebutuhan ternak atau ikan, serta kemampuan produksi masyarakat setempat.
Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes mengatakan, pelatihan dan bantuan sarana produksi tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilaksanakan melalui pengembangan potensi lokal dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan melibatkan PPNP sebagai institusi pendidikan yang memiliki kompetensi dalam bidang pertanian, peternakan, dan teknologi pengolahan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong masyarakat agar potensi kaliandra yang ada dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Hernes.
Pelatihan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan agar bantuan peralatan yang diterima masyarakat dapat diikuti dengan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaannya.
“Program TJSL PT Semen Padang tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Karena itu, pelatihan dan pendampingan menjadi bagian penting,” ujarnya.
Hernes berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan oleh kelompok tani untuk mengembangkan pemanfaatan kaliandra sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat Aur Malintang.
Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menjelaskan, kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti PPNP menjadi penting agar masyarakat mendapatkan pengetahuan yang aplikatif. Harapannya, apa yang dipelajari dalam pelatihan ini dapat diuji dan dikembangkan oleh kelompok tani sesuai dengan kebutuhan serta potensi yang mereka miliki.
Win mengatakan, keberlanjutan program pada akhirnya sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan pengetahuan dan sarana yang telah tersedia. (*)