Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan lpm Al itqan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

pasamanbarat, Lintasmedia News– Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat melakukan aksi bagi-bagi masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (11/9/2026) ini sekaligus menjadi upaya aparat Kepolisian untuk mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap penurunan kualitas udara.


Pembagian masker dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H., yang turun ke jalan didampingi para Pejabat Utama (PJU) dan personel Kepolisian. Sasaran utama kegiatan ini adalah masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, terutama para pengguna jalan di beberapa titik strategis, seperti Bundaran Simpang Empat, areal perkantoran Jalur 32, serta di depan Mako Polres Pasaman Barat.


Kapolres Pasaman Barat menjelaskan bahwa aksi ini murni sebagai bentuk kepedulian institusi Polri terhadap kesehatan masyarakat di tengah gempungan kabut asap.

“Pembagian masker ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya yang masih harus beraktivitas di luar rumah. Kami mengimbau masyarakat untuk disiplin menggunakan masker sebagai perlindungan dari dampak asap yang membahayakan kesehatan,” ujar AKBP Agung Tribawanto.


Pihaknya juga meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk. Imbauan ini terutama ditujukan bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan akibat paparan polusi.


Selain menjaga kesehatan, AKBP Agung secara tegas mengingatkan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah meluasnya Karhutla. Warga diimbau untuk tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara dibakar, serta segera melapor jika menemukan titik api.


“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas semata. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan melalui Call Center 110 atau kantor Kepolisian terdekat apabila menemukan adanya titik api atau kebakaran lahan,” paparnya.


Lebih lanjut, Kapolres telah menginstruksikan jajaran personel Bhabinkamtibmas untuk turun langsung ke Nagari -nagari memberikan penyuluhan terkait bahaya kebakaran lahan serta edukasi larangan membuka lahan dengan cara dibakar. Petugas juga diminta untuk menyosialisasikan sanksi hukum yang tegas bagi para pelanggarnya.


“Personel kami juga menjelaskan ancaman hukuman kepada masyarakat yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Tindakan tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Pasal 78 ayat (3) Jo ayat (4) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegas Kapolres.


Langkah pencegahan dan peningkatan kewaspadaan ini dinilai sangat krusial, mengingat kabut asap Karhutla tidak hanya melumpuhkan jarak pandang dan aktivitas warga, tetapi juga membawa ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.


Ke depannya, Polres Pasaman Barat berkomitmen akan terus menyiagakan personel untuk mengingatkan warga menjaga kesehatan selama kabut asap masih melanda, serta meminta masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang terkait situasi Karhutla di wilayah Pasaman Barat. (HumasResPasbar)



Padang,Lintas Media News
CEO PT Alko Sumatera Internasional, Suryono, dinilai berhasil membawa kopi Kerinci menembus pasar global melalui pendekatan yang menggabungkan pemberdayaan petani, pelestarian lingkungan, dan pemanfaatan teknologi. Kiprah tersebut mendapat apresiasi dari Founder Sumatera and Beyond sekaligus Inisiator Green Tourism Institute, Ridwan Tulus.

Dalam catatan berjudul Suryono dan Secawan Kopi, Ridwan Tulus mengisahkan pertemuannya dengan Suryono yang berlangsung di Lounge Sikuai, Pangeran Beach Hotel Padang, pada 13 April 2025. Pertemuan itu menjadi awal dari diskusi panjang mengenai masa depan kopi Kerinci, pariwisata berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Ridwan mengaku telah lama mengagumi sosok Suryono. Menurutnya, Suryono tidak hanya fokus pada pengembangan bisnis kopi, tetapi juga memperjuangkan kesejahteraan petani dan pelestarian alam melalui filosofi yang diusung Alko, yakni “Preserves Nature and Empowers People.”

"Saya melihatnya bukan sekadar tagline, tetapi sebuah filosofi tentang bagaimana alam dijaga dan masyarakat diberdayakan," tulis Ridwan yang diterima wartawan pada Kamis, (10/9/2026).

Suryono dikenal sebagai tokoh di balik pengembangan kopi Kayu Aro yang kini semakin dikenal di pasar internasional. Melalui PT Alko Sumatera Internasional, ia mendorong sistem perdagangan yang lebih transparan dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk kopi asal Kerinci.

Dalam pertemuan tersebut, Suryono juga memaparkan perjalanan Alko yang berangkat dari koperasi dan komunitas petani lokal hingga mampu membangun jaringan pemasaran global. Menurut Ridwan, Alko tidak hanya menjual kopi, tetapi juga membawa nilai-nilai keberlanjutan yang mencakup perlindungan hutan, peningkatan kesejahteraan petani, dan pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.

Salah satu pencapaian yang menjadi sorotan adalah keberadaan Alko Café Osaka di Jepang yang telah memasuki tahun ketiga operasionalnya. Kehadiran kafe tersebut menjadi simbol keberhasilan kopi Kerinci menembus pasar internasional sekaligus memperkenalkan cerita tentang petani dan alam Sumatera kepada dunia.

Ridwan juga mengungkapkan bahwa Suryono mengundangnya untuk menghadiri peringatan tahun keempat Alko Café di Osaka. Selain itu, Alko menyiapkan agenda kunjungan ke Kerinci untuk melihat langsung perkebunan kopi, fasilitas pengolahan, serta bertemu dengan petani yang menjadi bagian penting dari rantai produksi kopi tersebut.

Tak hanya itu, Ridwan menyebut dirinya mendapat kepercayaan untuk bergabung sebagai salah satu pembina Alko. Menurutnya, amanah tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara sektor kopi dan pariwisata berkelanjutan.

Dalam catatannya, Ridwan menilai perjuangan Alko memiliki kesamaan dengan prinsip Green Tourism yang selama ini ia dorong, yakni memastikan pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

"Alko membawa petani kopi ke dunia. Green Tourism membawa gagasan bagaimana pariwisata memberi manfaat kepada manusia dan alam. Dua jalan yang berbeda, tetapi menuju tujuan yang sama, yaitu menciptakan kehidupan yang lebih baik," tulisnya.

Ridwan menegaskan bahwa masa depan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memperoleh manfaat, hutan tetap terjaga, budaya terus hidup, dan generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik.

Melalui semangat itu, Alko dan para petani kopi Kerinci diharapkan terus menjadi contoh bagaimana produk lokal dapat mendunia tanpa meninggalkan nilai-nilai keberlanjutan yang menjadi fondasinya. (***)

 

LINTASMEDIA NEWS- Pemerintah Kota Padang melalui Tim Penggerak (TP) PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang menerima kunjungan delegasi KPJ Healthcare University Malaysia dalam rangka Program Keterlibatan Masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Jumat (11/9/2026).

Ketua TP PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, menyambut baik program yang melibatkan mahasiswa KPJ Healthcare University tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai penting karena menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di tengah masyarakat sekaligus mengenal berbagai potensi yang dimiliki Kota Padang.


Dian menjelaskan, kegiatan tersebut berfokus pada kolaborasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam kesempatan itu, TP PKK Kota Padang memaparkan 10 Program Pokok PKK, sementara DWP Kota Padang memperkenalkan peran strategisnya dalam mendukung peningkatan kualitas keluarga dan masyarakat.


“PKK mempunyai peran yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pemberdayaan perempuan dan anak, pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan keluarga. Kami berharap pertemuan ini bukan sekadar tempat untuk memberi ilmu, tetapi benar-benar menjadi ruang untuk saling belajar,” ujar Dian.


Ia juga mengajak para delegasi Malaysia untuk mengenal lebih dekat masyarakat, kuliner, serta adat dan budaya Minangkabau. Dian bahkan menyarankan para mahasiswa untuk mencicipi rendang khas Kota Padang sebelum kembali ke Malaysia. Ia berharap kunjungan ini menjadi awal hubungan baik dan membuka peluang kerja sama maupun pertukaran pengalaman antara Kota Padang dan KPJ Healthcare University.


Executive and Programme Advisor Department Student Affairs KPJ Healthcare University, Nur Aryanni Binti Abdul Manaf, mengatakan program tersebut bertujuan memberikan pengalaman dan pembelajaran kepada mahasiswa di luar ruang kuliah. Selain berinteraksi dengan masyarakat, mahasiswa juga diharapkan dapat berbagi pengetahuan serta pengalaman selama mengikuti kegiatan. “Semoga ini meningkatkan semangat belajar dan bekerja sama, serta mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan,” katanya.


Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumbar, Darmawi, turut menyambut kedatangan delegasi KPJ Healthcare University. Ia menyebut Kota Padang memiliki daya tarik melalui kuliner, keindahan alam, dan kekayaan budaya. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga membuka peluang hubungan berkelanjutan antara Kota Padang dan Malaysia melalui sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta pariwisata. (***)

 

Padang, Lintasmedia News— Tim Khusus (Timsus) Alfa Polresta Padang mengamankan seorang pemuda berinisial D (21) yang diduga membawa senjata tajam saat petugas melakukan patroli kota di kawasan Jembatan Siti Nurbaya, Kota Padang, Kamis (10/9/2026). 


Komandan Tim Timsus Alfa, Ipda Fiki Indra Gani, S.H., mengatakan petugas mendatangi lokasi dan menemukan D sedang duduk bersama dua orang rekannya. 


Saat dilakukan pemeriksaan, D diduga berada di bawah pengaruh alkohol. 


“Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu senjata tajam jenis karambit yang diduga dibawa oleh yang bersangkutan,” ujar Ipda Fiki Indra Gani. 


Selanjutnya, D dibawa ke Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut terkait kepemilikan senjata tajam tersebut. 


Dalam kegiatan patroli yang sama, Timsus Alfa Polresta Padang juga mengamankan lima unit sepeda motor yang menggunakan knalpot brong. 


Ipda Fiki mengatakan kegiatan patroli dan penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polresta Padang.

 

Bukitinggi, Lintasmedianews.com

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, melantik 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 11 Pejabat Administrator, 13 Pejabat Pengawas dan 1 Pejabat Fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi. Acara pelantikan dilaksanakan di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis (10/09).


Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Pejabat Fungsional merupakan bagian dari proses manajemen kepegawaian yang profesional, objektif dan berbasis sistem merit sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pelantikan ini merupakan hasil uji kompetensi yang telah melalui prosedur sesuai ketentuan dan mendapatkan persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara. Demikian disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias. 

Wali Kota berharap pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi, membangun kerja sama yang solid, serta menjadi teladan dalam disiplin, etika dan integritas. Seluruh jajaran Pemko Bukittinggi juga diminta terus memperkuat sinergi dan kolaborasi, bekerja dengan semangat pengabdian, berpegang teguh pada peraturan perundang-undangan, serta menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.


Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik yakni Efriadi menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah yang sebelumnya Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Selanjutnya Elqadri, sebelumnya Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja menjadi Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Robby Novaldi, dilantik menjadi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Sandra)



PADANG,Lintas Media News
Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Chissa didampingi anggota DPRD lainnya dan sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumbar Maifrizon menerima aksi buru di halaman kantor DPRD Sumbar.Jumat (20/9/2026).

Dalam orasinya, perwakilan driver Maxim Darma menyampaikan,"Kami hanya ingin memperjuangkan hak agar tidak diberhentikan sepihak dan potongan aplikasi".

Menurut Darma,pajak aplikasi dan fitur turbo sangat memberatkan pada para driver dengan ekonomi menengah ke bawah.

Sekitar setengah jam berorasi, perwakilan DPRD Sumbar datang menemui massa. Akan tetapi, massa ingin Ketua DPRD Sumbar yang menemui mereka.

Aksi berlanjut dan berhenti saat azan zuhur, setelah itu aksi kemudian berlanjut dan Wakil Ketu DPRD Sumbar, Muhammad Iqra Chissa Putra beserta beberapa perwakilan Komisi II dan Komisi III dan Sekretaris DPRD, turun menemui masaa aksi. 

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Muhammad Iqra Chissa Putra menerima tuntutan dan disambut tepuk tangan oleh para massa. 
Adapaun tuntutan peserta aksi unjuk rasa, untuk lebih menjamin mereka dalam melakukan aktifitas dan tidak memberatkan. 

Berikut 10 tuntutan massa aksi:

1. Wujudkan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan - Pro Buruh.

2. Menjamin Kepastian Kerja, Menghentikan Eksploitasi, Sistem Outsourcing, PKWT, dan Mencegah Penyalahgunaan Pemagangan.

3. Menjamin Hak Upah Buruh Secara Layak & Bermartabat.

4. Menjamin & Melindungi Pekerja Platform, dan Pekerja Terdampak Transisi Iklim.

5. Menjamin Hak Pesangon Buruh, Mencegah PHK Sepihak.

6. Memperkuat Serikat Pekerja, Menjamin Kebebasan Berserikat dan Hak Mogok Kerja.

7. Menjadikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Serta Kesejahteraan Pekerja Sebagai Tujuan Utama Pembangunan.
8. Sanksi dan Penegakan Hukum Bagi Perusahaan Pelanggar Hak-Hak Buruh.

9. Jamin dan Lindungi Buruh Perempuan, Buruh Disabilitas, dan Pekerja Rentan Lainnya.

10. Jalankan Program Upskiling dan Reskilling Buruh Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, wakil ketua DPRD Sumbar M. Iqra Chissa, mengatakan akan meneruskan tuntutan tersebut pada yang berkompeten untuk bisa menjamin kenyamanan para pekerja. 

"Kami akan meneruskan hal ini pada yang berkompeten, sehingga kawan-kawan semua lebih nyaman dalam bekerja dan mendapatkan yang terbaik," ucap Iqra.

Ia juga menambahkan, kewajiban anggota DPRD Sumbar untuk dapat memperjuangkan masyarakatnya, dalam mencari kehidupan yang layak dengan rasa nyaman. 

"Kami akan selalu melakukan hal yang terbaik untuk masyarakat, dalam menjalani pekerjaan dengan rasa nyaman," tambahnya. 

Aksi berakhir hingga pukul 14.20 WIB, massa tampak mulai membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutan dan telah diterima wakil ketua DPRD Sumbar dan beberapa anggota serta Sekwan.(*/st)

 

PADANG, Lintasmedia News– Komandan Kodim (Dandim) 0312/Padang Letkol Inf Faiq Fahmi menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan PT Semen Padang dalam pemanfaatan Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK). Hal itu disampaikannya saat meninjau rumah contoh SEPABLOCK di kompleks PT Semen Padang, Kamis (10/9/2026).


Disambut oleh Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris, rombongan Dandim melihat langsung rumah contoh SEPABLOCK yang berada di sisi utara Lapangan Sepak Bola Semen Padang FC.


Dalam kunjungan ke rumah contoh tersebut, rombongan Dandim melihat secara langsung bentuk bangunan serta penggunaan SEPABLOCK sebagai material konstruksi rumah. Ia bersama rombongan mendapat gambaran mengenai karakteristik dan keunggulan teknologi bata interlock yang dikembangkan PT Semen Padang.


Letkol Inf Faiq Fahmi mengatakan, kunjungannya ke PT Semen Padang ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat silaturahmi antarlembaga, tetapi juga menggali informasi mengenai berbagai produk yang dimiliki PT Semen Padang. Salah satu inovasi yang menarik perhatiannya adalah SEPABLOCK.

Menurutnya, teknologi SEPABLOCK memiliki prospek untuk dimanfaatkan dalam mendukung program pembangunan.


“Sistem bata yang saling mengunci tersebut dinilai menawarkan kemudahan dalam proses pemasangan sekaligus memberikan alternatif material konstruksi bagi masyarakat dan berbagai instansi,” katanya.


Setelah melihat rumah contoh, Faiq mengaku semakin tertarik terhadap teknologi tersebut. Ia menilai SEPABLOCK merupakan produk inovatif yang mempunyai sejumlah keunggulan dan berpeluang diaplikasikan dalam program pembangunan yang dilaksanakan Kodim 0312/Padang.


Ia pun menyatakan bahwa Kodim 0312/Padang terbuka untuk membangun kerja sama dengan PT Semen Padang, terutama apabila terdapat program yang sesuai dengan pemanfaatan SEPABLOCK.


“Insyaallah, apabila ke depan ada program yang relevan, kami siap mengaplikasikan SEPABLOCK. Produk ini sangat menarik dan memiliki banyak keunggulan,” ujarnya.


Kunjungan tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara Kodim 0312/Padang dan PT Semen Padang. Kolaborasi antarlembaga dinilai penting agar berbagai program yang dijalankan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.


Faiq berharap komunikasi dan hubungan kelembagaan yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, sinergi yang baik akan membuka lebih banyak peluang kerja sama yang saling mendukung sesuai dengan tugas dan peran masing-masing institusi.


“Mudah-mudahan melalui kunjungan ini, hubungan Kodim 0312/Padang dengan PT Semen Padang semakin baik dan dapat saling memberikan manfaat, baik bagi PT Semen Padang maupun Kodim 0312/Padang,” katanya.


Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Komandan Kodim (Dandim) 0312/Padang Letkol Inf Faiq Fahmi beserta rombongan untuk melihat secara langsung rumah contoh yang dibangun menggunakan teknologi SEPABLOCK.


Idris berharap Kodim 0312/Padang terus memberikan dukungan terhadap PT Semen Padang di tengah ketatnya persaingan industri semen.


“Selain itu, kami juga berharap sinergi yang telah terjalin antara kedua pihak dapat terus diperkuat melalui berbagai bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat bersama,” kata Idris. (*)


PADANG,Lintas Media News
 Ketua DPRD Sumatera Barat mendorong agar penguatan ekonomi perempuan mendapat perhatian lebih serius dalam kebijakan pembangunan daerah.

Dukungan tersebut dinilai tidak cukup hanya berupa wacana, tetapi harus diwujudkan melalui program dan penganggaran yang memberikan manfaat nyata.Kata Ketua DPRD Sumbar Muhidi dalam kegiatan peningkatan ekonomi perempuan, Rabu (9/9/2026).

Muhidi menilai, perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian keluarga sekaligus menjadi bagian dari kekuatan pembangunan daerah. 

Menurutnya, penguatan ekonomi perempuan bukan sekadar mendorong kaum ibu memiliki penghasilan sendiri. Lebih dari itu, perempuan perlu diberikan ruang dan dukungan agar mampu berkontribusi lebih besar terhadap kesejahteraan keluarga.

“Bagaimana ibu-ibu bisa mempunyai ekonomi yang bagus, sehingga bisa memberikan kontribusi dalam keluarga. Di balik suami yang hebat, ada wanita yang hebat,” ujarnya. 

Ia mengungkapkan masih banyak perempuan pelaku usaha di daerah yang memiliki potensi besar, tetapi menghadapi berbagai kendala. Di antaranya keterbatasan akses permodalan, literasi keuangan dan digital yang belum merata, serta kurangnya pelatihan dan pendampingan usaha.

Persoalan lainnya adalah akses pasar dan promosi produk yang masih perlu diperkuat. Pada saat yang sama, banyak perempuan juga harus menjalankan peran ganda, mengurus keluarga sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi. 

Dijelaskan Muhidi, memiliki posisi strategis untuk memastikan pemberdayaan ekonomi perempuan tidak berhenti sebagai program di atas kertas.
Ada tiga fungsi utama DPRD yang dapat digunakan, yakni fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.

Melalui fungsi legislasi Muhidi menjelaskan,DPRD dapat mendorong regulasi daerah yang memberikan ruang dan keberpihakan kepada perempuan, terutama perempuan pelaku usaha.

Dari sisi anggaran menurut Muhidi APBD dapat memberikan dukungan terhadap program peningkatan ekonomi perempuan. Dukungan itu dapat berupa pelatihan keterampilan dan kewirausahaan, bantuan modal serta alat produksi, penguatan literasi keuangan dan digital, hingga fasilitasi promosi serta pemasaran produk.

Pendampingan usaha secara berkelanjutan juga dinilai penting, termasuk memperkuat koperasi dan kelompok usaha perempuan agar mampu berkembang secara mandiri,tidak kalah penting, fungsi pengawasan DPRD harus memastikan program pemberdayaan perempuan yang dijalankan pemerintah benar-benar terlaksana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Perempuan adalah pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Karena itu, kebijakan yang berpihak kepada perempuan harus diwujudkan dalam regulasi, program, dan anggaran yang nyata,” tegasnya.

Peningkatan ekonomi perempuan pada akhirnya dinilai bukan hanya memberikan manfaat bagi perempuan, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga dan turut mendorong perekonomian daerah.

“Peningkatan perekonomian perempuan adalah investasi sosial dan ekonomi bagi masa depan daerah,” pungkasnya.(*/st)

PADANG PARIAMAN, Lintasmedia News— Daun kaliandra yang selama ini lebih dikenal masyarakat sebagai tanaman hijauan dan bahan baku energi terbarukan mulai dilirik petani di Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, untuk diolah menjadi pakan ternak dan pakan ikan.


Peluang pemanfaatan tersebut diperkenalkan kepada kelompok tani kaliandra melalui pelatihan pengolahan pakan yang berlangsung di Amal Plaza, 10–11 September 2026. Selain mendapatkan pengetahuan dan praktik pengolahan, masyarakat juga menerima mesin pencacah dan mesin pembuat pelet yang dapat digunakan untuk mendukung pengolahan kaliandra menjadi produk pakan.


Dosen Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) Prof. Ramaiyulis mengatakan, daun kaliandra memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pakan ternak, terutama untuk sapi, kambing, dan kerbau. Namun, pemanfaatannya perlu dilakukan melalui pengolahan dan formulasi yang tepat.


“Potensi kaliandra ini bisa untuk membuat produk makanan ternak, terutama sapi dan kambing,” kata Prof. Ramaiyulis saat memberikan materi kepada kelompok tani.


Menurutnya, salah satu bentuk pengolahan yang dapat diterapkan masyarakat adalah silase. Daun kaliandra dapat dikombinasikan dengan bahan hijauan lain, seperti batang jagung, rumput gajah, atau jerami padi.


Dalam praktik pembuatan silase berbahan batang jagung dan daun kaliandra, misalnya, peserta diperkenalkan dengan komposisi sekitar 70 persen batang jagung dan 30 persen daun kaliandra. Campuran tersebut kemudian dapat ditambahkan dedak dan difermentasi sebelum disimpan dalam wadah selama kurang lebih satu minggu.


“Batang jagung menjadi bahan utama, sedangkan kaliandra dapat berperan sebagai sumber nutrisi tambahan dalam formulasi pakan,” jelasnya.


Selain silase, peserta juga diperkenalkan dengan pengolahan pakan ternak berbentuk pelet. Dalam proses ini, kaliandra tidak digunakan sebagai bahan tunggal, tetapi dikombinasikan dengan bahan lain sesuai kebutuhan nutrisi ternak.


Materi tersebut memberikan pengetahuan baru bagi petani bahwa tanaman yang tersedia di sekitar mereka dapat diolah lebih lanjut sehingga memiliki fungsi dan nilai tambah yang berbeda.


Pemanfaatan kaliandra tidak hanya diarahkan untuk pakan ternak. Dosen PPNP Auzia Asman memperkenalkan pemanfaatan tepung kaliandra sebagai salah satu bahan dalam formulasi pakan ikan.


Menurut Auzia, tepung kaliandra dapat dikombinasikan dengan bahan lain, seperti tepung ikan, tepung jagung, tepung tapioka, minyak ikan, vitamin, dan mineral. Formulasi bahan disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi pakan yang akan diproduksi.


Peserta kemudian mengikuti praktik pengolahan bahan menjadi pelet. Tahapan tersebut menjadi bagian penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui potensi kaliandra secara teori, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai proses pengolahannya.


Kehadiran dua narasumber dari PPNP tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pelatihan karena peserta mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan kaliandra berdasarkan pendekatan teknologi pertanian dan peternakan.


Kelompok tani kaliandra juga mendapatkan dukungan sarana untuk mencoba mengembangkan pengolahan tersebut secara lebih praktis.


Dalam kegiatan itu diserahkan satu unit mesin pencacah, satu unit mesin pembuat pelet, serta 10 unit stup madu galo-galo.


Bagi petani, keberadaan mesin pencacah dan pembuat pelet menjadi sarana untuk mendukung tahapan pengolahan bahan baku. Sebelumnya, pemanfaatan kaliandra lebih banyak dilakukan dalam bentuk tanaman hijauan, sehingga pengolahan menjadi produk pakan membutuhkan peralatan yang sesuai.


Manajer Koperasi Amal Sejahtera Mandiri Purdiman Pirang mengapresiasi pelatihan dan dukungan sarana produksi yang diterima masyarakat.


Menurutnya, kombinasi antara pengetahuan dan peralatan menjadi hal penting agar masyarakat dapat mencoba mengembangkan potensi kaliandra yang ada di wilayah mereka.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Semoga bantuan ini bermanfaat sehingga dapat diterapkan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.


Ia berharap peralatan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani sehingga pengolahan kaliandra tidak berhenti pada kegiatan pelatihan.


Apresiasi juga disampaikan Perwakilan Camat IV Koto Aur Malintang, Sumardi. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat potensi yang ada di lingkungan mereka dari perspektif yang berbeda, terutama dalam pengembangan kegiatan ekonomi.


Pemanfaatan kaliandra sebagai bahan pakan membuka peluang bagi masyarakat Aur Malintang untuk mengembangkan komoditas lokal menjadi produk yang memiliki kegunaan lebih luas.


Dengan pengetahuan mengenai formulasi dan teknik pengolahan, masyarakat tidak hanya bergantung pada pemanfaatan kaliandra dalam bentuk bahan mentah. Pengolahan menjadi silase maupun pelet dapat menjadi alternatif pemanfaatan sesuai kebutuhan petani dan kelompok usaha masyarakat.


Dukungan mesin pencacah dan pembuat pelet juga memungkinkan proses pengolahan dilakukan secara lebih efektif dibandingkan jika seluruh tahapan dilakukan secara manual.


Ke depan, pengetahuan dan sarana tersebut dapat menjadi modal awal bagi kelompok tani untuk menguji penerapan pengolahan pakan sesuai kondisi bahan baku, kebutuhan ternak atau ikan, serta kemampuan produksi masyarakat setempat.


Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes mengatakan, pelatihan dan bantuan sarana produksi tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilaksanakan melalui pengembangan potensi lokal dan peningkatan kapasitas masyarakat.


Menurutnya, pelaksanaan kegiatan melibatkan PPNP sebagai institusi pendidikan yang memiliki kompetensi dalam bidang pertanian, peternakan, dan teknologi pengolahan.


“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong masyarakat agar potensi kaliandra yang ada dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Hernes.


Pelatihan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan agar bantuan peralatan yang diterima masyarakat dapat diikuti dengan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaannya.


“Program TJSL PT Semen Padang tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Karena itu, pelatihan dan pendampingan menjadi bagian penting,” ujarnya.


Hernes berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan oleh kelompok tani untuk mengembangkan pemanfaatan kaliandra sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat Aur Malintang.


Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menjelaskan, kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti PPNP menjadi penting agar masyarakat mendapatkan pengetahuan yang aplikatif. Harapannya, apa yang dipelajari dalam pelatihan ini dapat diuji dan dikembangkan oleh kelompok tani sesuai dengan kebutuhan serta potensi yang mereka miliki.


Win mengatakan, keberlanjutan program pada akhirnya sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan pengetahuan dan sarana yang telah tersedia. (*)

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

SMP Negeri 4 Bukittinggi bekerjasama dengan KPU kota Bukittinggi, menyelenggarakan Program Pendidikan Pemilu melalui Sosialisasi Pemilihan Osis (Pemilos) dan pendidikan demokrasi bagi siswa kelas 7 SMP 4 Bukittinggi. Pemilos merupakan salah satu program pendidikan pemilu yang digagas KPU secara berjenjang dengan sasaran pendidikan menengah SLTP dan SLTA. Acara yang diikuti oleh 287 siswa tersebut berlangsung Kamis (10/09) di Aula SMPN 4 Bukittinggi.


Ketua KPU Bukittinggi Satria Putra didampingi  ketua SP3MSDM M. Fauzan Harza, Kasubag Permas dan SDM, Aldho Syafriandre dan Penata Kelola Pemilu Edo Septiadi menyampaikan, salah satu bentuk penerapan penyelenggaraan pemilu di sekolah yaitu dalam pembentukan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Pemilos merupakan langkah awal pengenalan pendidikan pemilih kepada siswa di lingkungan pendidikan. Upaya ini dilakukan agar siswa memahami arti penting pelaksanaan pemilu, bahwa satu suara sangat menentukan nasib bangsa Indonesia. 


Dikatakannya bahwa tujuan penerapan penyelenggaraan pemilu di lingkungan pendidikan diantaranya, agar siswa memahami dan menghargai lingkungan hidup serta nilai-nilai moral dalam mengambil keputusan yang tepat. Selain itu juga untuk memperdalam sikap sportif, jujur , bertanggung jawab  dan mampu bekerjasama secara mandiri, berfikir logis dan demokratis. 

Disamping membangun landasan kepribadian yang kuat, dan menghargai HAM dalam kontek kemajuan budaya bangsa, Pemilos juga ditujukan untuk mengembangkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air serta menghargai budaya dan intelektual. 


Dihadapan siswa, Satria berpesan bahwa, seorang pemimpin yang akan dipilih haruslah orang yang amanah, yakni aktif dan berprestasi, mempunyai visi misi yang jelas, adil, jujur dan bertanggung jawab. Calon tersebut juga harus memiliki niat untuk melayani seluruh masyarakat, dapat menjadi perpanjangan tangan serta dapat bekerja sama. 


Sementara itu, Kepala SMPN 4 Bukittinggi Firman Adhani melalui Waka Kesiswaan Rahmawati, menyampaikan terima kasih atas kesediaan pihak KPU Bukittinggi dalam memberikan sosialisasi pemilu kepada siswa, guru dan warga SMPN 4. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mempersiapkan pesta demokrasi Pemilos SMPN 4 Bukittinggi yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 September 2026 mendatang. 


Ia berharap melalui sosialisasi tersebut, para siswa sebagai calon yang akan dipilih maupun sebagai pemilih mengerti dan memahami seluruh tahapan yang akan dilaksanakan, sehingga Pemilos SMP 4 nantinya dapat berjalan lancar sesuai aturan dan dapat memilih pemimpin yang tepat (Sandra)


PADANG, Lintasmedia News— Langkah preventif ini digencarkan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dari ancaman kejahatan konvensional.

Timsus URC  Polresta Padang menggelar apel hari Kamis 09/9/2026 malam hari untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Fokus utama pengamanan kali ini menyasar aksi balap liar, tawuran antar-remaja, serta bentuk pelanggaran hukum lainnya di wilayah hukum setempat.


Apel kesiapan pasukan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Perwira Pengawas (Pawas) Iptu Aria Ashari, Kehadiran jajaran perwira pengendali memastikan seluruh personel memahami pedoman operasional di lapangan secara presisi.


Sebanyak 17 personel gabungan diterjunkan dalam operasi malam itu, disiagakan untuk merespons cepat setiap laporan maupun potensi kerawanan sosial.


Dalam arahannya saat apel pengecekan kekuatan, Iptu Aria Ashari menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap prosedur tugas berdasarkan surat perintah resmi. Ia mengingatkan seluruh personel agar senantiasa mengutamakan keselamatan diri dalam melakukan tindakan kepolisian di lapangan.


Operasi penertiban yang digelar sepanjang malam tersebut membuahkan hasil signifikan dengan diamankannya empat unit kendaraan roda dua. Keempat motor tersebut terjaring razia karena diduga kuat berkaitan dengan aktivitas balap liar yang meresahkan pengguna jalan lain.


Berdasarkan data kepolisian, para pemilik kendaraan yang diamankan merupakan pemuda asal Kabupaten Tanah Datar, yakni M (21), H (21), (20), dan (18). Seluruh barang bukti kendaraan kini telah diamankan di Mapolresta Padang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.


Langkah tegas yang diambil oleh Timsus URC Polresta Padang ini mendapatkan apresiasi positif dari warga Kota Padang yang merindukan situasi kondusif.


Kehadiran aparat kepolisian di titik-titik rawan terbukti mampu meminimalisir ruang gerak kelompok premanisme jalanan dan pelaku aksi ugal-ugalan.


Rangkaian kegiatan patroli dan penindakan ini resmi berakhir pada pukul 05.00 WIB menjelang pagi hari dalam keadaan aman dan terkendali. Polresta Padang berkomitmen untuk terus konsisten menggelar operasi serupa demi menjaga stabilitas keamanan di ibu kota Provinsi Sumatera Barat.



PADANG,Lintas Media News
Ketua DPRD Sumbar Muhidi sampaikan.Mewujudkan sekolah ramah anak bukan sekadar menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman. Lebih dari itu, sekolah diharapkan menjadi ruang yang mampu melindungi, mendidik sekaligus membentuk karakter anak agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak dan memiliki kepercayaan diri.

Pesan tersebut disampaikan Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak dalam rangka mewujudkan sekolah ramah anak melalui pemenuhan dan perlindungan hak anak di Padang, Rabu (9/9/2026).

Muhidi mengatakan, perlindungan terhadap anak membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. DPRD, menurutnya, memiliki posisi strategis melalui tiga fungsi yang dimiliki, yakni pembentukan peraturan daerah, penganggaran dan pengawasan.

“Dengan tiga fungsi ini, DPRD bisa membantu memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan. Kalau memang dibutuhkan aturan baru atau penyempurnaan terhadap aturan yang sudah ada, tentu akan kita tindaklanjuti sesuai masukan yang ada,” ujar Muhidi.

Ia menilai anak merupakan investasi paling berharga bagi keluarga, masyarakat, daerah dan bangsa. Karena itu, perhatian terhadap anak tidak boleh berhenti pada upaya mencegah kekerasan atau memenuhi hak-haknya, tetapi juga harus diarahkan untuk mengembangkan potensi mereka.

“Kita jangan hanya berpikir bagaimana melindungi anak, tetapi juga bagaimana menumbuhkan mereka sehingga menjadi sumber daya manusia yang unggul,” katanya.

Menurut Muhidi, target Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang dipersiapkan hari ini. Anak-anak harus dibekali kecerdasan sekaligus karakter, akhlak dan keimanan yang kuat.

Ia menekankan pentingnya menanamkan iman dan tauhid sejak dini sebagai dasar bagi anak dalam menentukan sikap dan mengambil keputusan.

“Kalau iman dan tauhidnya kuat, insyaallah cara berpikirnya akan benar. Ketika cara berpikirnya benar, tindakan yang dilakukan juga akan mengarah kepada hal yang benar,” tuturnya.

Selain itu, Muhidi mendorong pendidikan karakter yang membiasakan anak bersikap jujur, bertanggung jawab dan menghargai orang lain. Menurutnya, karakter yang baik akan membuat anak memiliki kepercayaan dari lingkungan sekaligus mampu menjaga dirinya dalam pergaulan.

Ia juga mengingatkan pentingnya ilmu dan budaya membaca. Literasi, katanya, menjadi bekal penting bagi anak untuk memahami dunia, menghadapi perubahan dan mengembangkan kemampuan dirinya.

“Anak-anak harus kita dorong untuk suka membaca. Ilmu akan menjadi bekal mereka untuk sukses dan menghadapi masa depan,” katanya.

Muhidi berharap seluruh pihak dapat menjadikan sekolah sebagai tempat yang benar-benar ramah bagi anak, sehingga mereka tidak merasa takut atau tertekan ketika berada di lingkungan pendidikan.

“Jadikan sekolah sebagai tempat yang nyaman. Biarkan anak-anak berkembang, mengenali potensinya dan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumatera Barat, Herlin Srihendini, mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah penting untuk menyatukan pemahaman seluruh pihak mengenai pemenuhan hak anak.

Menurutnya, anak-anak memiliki hak yang harus dipenuhi dan dilindungi bersama. Sekolah menjadi salah satu lingkungan penting karena sebagian besar waktu anak dihabiskan dalam proses pendidikan.

“Anak-anak adalah aset yang tidak ternilai harganya. Karena itu, hak mereka harus dipenuhi dan mereka harus mendapatkan perlindungan,” ujar Herlin.

Ia mengatakan berbagai persoalan yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak, termasuk perundungan dan kekerasan, harus menjadi perhatian bersama. Upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan orang tua, pemerintah dan masyarakat.

“Sekolah ramah anak harus kita wujudkan secara bersama-sama. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah,” katanya.

Herlin berharap penguatan sekolah ramah anak dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi Sumatera Barat yang mampu berkontribusi positif terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045.

“Tujuan kita adalah menyelamatkan generasi yang akan datang, karena merekalah yang nantinya menjadi penerus kita,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Sumbar, Karyono, mengatakan kegiatan tersebut digelar karena masih ditemukan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah.

“Kami masih menemukan kasus-kasus yang terjadi di sekolah. Ini menunjukkan bahwa penerapan sekolah ramah anak masih perlu diperkuat,” kata Karyono.

Karena itu, peserta diberikan pendampingan dan pemahaman mengenai hak-hak anak serta bagaimana menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak menjadi sumber tekanan bagi peserta didik.

Karyono berharap peserta dapat mengikuti pelatihan secara aktif dan membawa pengetahuan yang diperoleh untuk diterapkan di sekolah masing-masing.

“Harapan kami, peserta semakin memahami kondisi anak saat ini dan mampu mengenali persoalan yang mereka hadapi. Dengan begitu, sekolah bisa memberikan respons yang tepat dan menciptakan lingkungan yang benar-benar mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Upaya tersebut diharapkan menjadi langkah bersama untuk menghadirkan sekolah yang bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi anak untuk merasa aman, dihargai, didengar dan diberi kesempatan berkembang.(*)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.