PARIWARA
Padang , Lintasmedia News –DPRD Kota Padang menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian laporan hasil pembahasan Gabungan Panitia Khusus (Pansus) terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2025, Senin (15/6/2026).
Dalam rapat tersebut, Gabungan Pansus DPRD Kota Padang yang terdiri dari Pansus I, II, III dan IV menyampaikan hasil evaluasi terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 sekaligus memberikan sejumlah rekomendasi strategis kepada Pemerintah Kota Padang.
Juru Bicara Gabungan Pansus menjelaskan bahwa pembahasan dilakukan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Pembahasan dilakukan melalui rapat internal pansus, rapat kerja bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), konsultasi, studi komparatif, hingga rapat gabungan pansus.
Pendapatan Capai Rp2,85 Triliun
Berdasarkan laporan yang disampaikan, realisasi pendapatan Pemerintah Kota Padang pada Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp2,85 triliun atau sekitar 99,15 persen dari target yang ditetapkan.
Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp2,81 triliun. Dari realisasi pendapatan dan belanja tersebut, Pemko Padang mencatat surplus anggaran sebesar Rp32,25 miliar.
Pada sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan terealisasi sebesar Rp135,99 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan mencapai Rp10,77 miliar sehingga menghasilkan surplus pembiayaan sebesar Rp125,22 miliar.
Gabungan Pansus mencatat bahwa Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025 mencapai Rp157,48 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp136 miliar.
Apresiasi WTP ke-13 Berturut-turut
Gabungan Pansus memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang yang kembali berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
Capaian tersebut merupakan opini WTP ke-13 yang diraih Pemerintah Kota Padang dan menjadi indikator keberhasilan dalam menjaga tata kelola keuangan daerah yang akuntabel dan transparan.
Meski demikian, pansus menegaskan masih terdapat sejumlah kelemahan dalam pengendalian internal dan kepatuhan terhadap peraturan yang harus segera ditindaklanjuti.
Soroti Retribusi Daerah dan Pengelolaan Aset
Dalam pembahasannya, Gabungan Pansus menilai kinerja pendapatan daerah cukup baik, terutama karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) berhasil melampaui target dengan capaian 102,99 persen.
Kontributor terbesar berasal dari pajak daerah yang mencapai realisasi 104,90 persen. Namun, pansus menyoroti realisasi retribusi daerah yang masih rendah, yakni hanya 83,99 persen dari target.
Selain itu, pengelolaan aset daerah juga menjadi perhatian serius DPRD. Pansus menemukan masih adanya aset yang belum tertata secara administratif, aset rusak berat yang belum dihapuskan, serta pemanfaatan aset daerah yang belum optimal sebagai sumber pendapatan daerah.
“Optimalisasi retribusi daerah dan pemanfaatan aset masih perlu ditingkatkan agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan daerah,” ungkap laporan Gabungan Pansus.
Belanja Daerah Dinilai Belum Sepenuhnya Optimal
Pada sektor belanja, DPRD menilai tingkat penyerapan anggaran relatif tinggi. Namun masih ditemukan sejumlah kegiatan yang belum terlaksana secara optimal akibat keterlambatan pekerjaan, perubahan regulasi, kendala teknis, hingga ketidaksesuaian data penerima program.
Pansus juga menyoroti sejumlah proyek fisik seperti pembangunan drainase, jalan lingkungan dan fasilitas pelayanan publik yang mengalami keterlambatan penyelesaian sehingga memengaruhi efektivitas penggunaan anggaran.
Selain itu, DPRD menemukan beberapa program dengan tingkat serapan anggaran tinggi tetapi belum menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Dorong Digitalisasi dan Penguatan Pelayanan Publik
Melalui rekomendasinya, DPRD meminta Pemerintah Kota Padang mempercepat digitalisasi tata kelola pemerintahan, sistem pemungutan pajak dan retribusi daerah, pelayanan perizinan, hingga pelayanan publik lainnya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan mencegah potensi kebocoran pendapatan daerah.
DPRD juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan dasar di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, ketenagakerjaan, perlindungan perempuan dan anak, serta penanggulangan bencana.
Khusus kepada RSUD dr. Rasidin dan Dinas Kesehatan, DPRD meminta agar peningkatan mutu layanan kesehatan, keselamatan pasien, serta penurunan angka kematian ibu dan bayi menjadi prioritas utama.
Ranperda Disetujui Menjadi Perda
Berdasarkan hasil pembahasan, telaah terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI, rapat kerja bersama OPD, serta pendalaman yang dilakukan seluruh pansus, DPRD Kota Padang akhirnya menyatakan menerima dan menyetujui Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyatakan bahwa seluruh catatan dan rekomendasi yang disampaikan Gabungan Pansus harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Padang sebagai bahan evaluasi dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD tahun-tahun mendatang.
Dengan disetujuinya Ranperda tersebut, DPRD berharap tata kelola keuangan daerah semakin baik, pelayanan publik meningkat, serta setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Padang. (***)
Padang, Lintasmedia News– Semangat pembinaan olahraga usia dini terus diperkuat Pemerintah Kota Padang. Hal itu terlihat dalam penutupan Turnamen Bulutangkis Anak Nagari Cup I Tingkat Kota Padang Tahun 2026 yang berlangsung meriah di ADT Badminton Hall Balai Baru, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Senin (15/6/2026).
Ajang yang berlangsung selama tiga hari, sejak 13 hingga 15 Juni 2026 tersebut, tidak sekadar menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, mental juara, serta pencarian bibit-bibit atlet bulutangkis masa depan Kota Padang.
Penutupan turnamen dihadiri langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, didampingi Anggota DPRD Kota Padang Iskandar dan Alfi Beben One, Ketua KONI Kota Padang Erianto, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang Eka Putra Buhari, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, Bendahara Umum KONI Kota Padang Zulhardi Z. Latif, jajaran pengurus KONI, serta Ketua Panitia Turnamen Anak Nagari Cup I 2026 Heru Supriadi.
Suasana penutupan berlangsung penuh antusias. Sorak sorai orang tua, pelatih, dan para pendukung menggema di dalam arena saat para juara menerima trofi, piagam penghargaan, dan hadiah yang telah dipersiapkan panitia.
Menjadi Ruang Pembinaan Atlet Sejak Dini
Turnamen ini diikuti puluhan atlet muda dari berbagai klub bulutangkis di Kota Padang yang bertanding pada kategori usia dini putra, usia anak-anak putri, dan usia anak-anak putra.
Kompetisi berlangsung sengit sejak hari pertama. Para atlet muda menunjukkan kemampuan teknik, kecepatan, kelincahan, dan semangat juang yang luar biasa meskipun masih berusia belia.
Dari seluruh pertandingan yang digelar, Persatuan Bulutangkis (PB) Polda Sumatera Barat berhasil tampil dominan dan keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi dua medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan atlet usia muda yang dilakukan secara berkelanjutan mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Fadly Amran: Olahraga Membentuk Generasi Berkarakter
Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan turnamen perdana tersebut.
Menurutnya, olahraga memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk generasi muda yang sehat secara fisik, kuat secara mental, disiplin, serta memiliki karakter yang tangguh.
Fadly menegaskan bahwa pembinaan olahraga tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai sejak usia dini melalui kompetisi yang rutin dan berkelanjutan.
"Selamat kepada para peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Bagi yang belum berhasil meraih prestasi, jangan berkecil hati dan jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus berlatih serta meningkatkan kemampuan di masa mendatang," ujar Fadly.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang untuk terus mendukung pengembangan olahraga prestasi melalui kolaborasi lintas sektor.
"Pemko Padang berkomitmen mendukung pengembangan olahraga prestasi melalui sinergi dengan KONI, pengurus cabang olahraga, sekolah, dan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan program Padang Balomba yang menjadi bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Juara," tegasnya.
Menurut Fadly, pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, termasuk di bidang olahraga.
DPRD Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi
Anggota DPRD Kota Padang, Iskandar, yang menjadi salah satu pendukung utama kegiatan tersebut menilai Turnamen Anak Nagari Cup I merupakan investasi jangka panjang bagi dunia olahraga Kota Padang.
Ia mengatakan, potensi atlet muda di Kota Padang sangat besar dan membutuhkan ruang untuk berkembang.
"Kegiatan ini sengaja digelar untuk mencari bibit-bibit dan potensi atlet bulutangkis Kota Padang. Ternyata kita memiliki banyak atlet muda yang potensial," katanya.
Menurut Iskandar, olahraga tidak hanya bertujuan melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun generasi yang sehat dan menjauhkan anak-anak dari berbagai pengaruh negatif di tengah perkembangan zaman.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkesinambungan agar pembinaan atlet tidak terputus.
KONI Siapkan Kalender Kompetisi Sepanjang Tahun
Ketua KONI Kota Padang, Erianto, menyebut Turnamen Bulutangkis Anak Nagari Cup I 2026 merupakan langkah konkret dalam memperkuat fondasi olahraga prestasi sejak usia dini.
Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2026 sedikitnya tujuh kejuaraan bulutangkis akan digelar di Kota Padang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi KONI untuk memperbanyak jam terbang atlet muda sekaligus meningkatkan kualitas persaingan yang sehat.
"Kita ingin melahirkan atlet-atlet bulutangkis berkualitas yang nantinya mampu mengharumkan nama Kota Padang di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional," ujarnya.
Menurutnya, semakin sering atlet muda mengikuti kompetisi, semakin matang pula mental bertanding yang akan terbentuk.
Berawal dari Turnamen Perdana, Menuju Kejuaraan Tingkat Provinsi
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Anak Nagari Cup I 2026, Heru Supriadi, mengaku bersyukur karena penyelenggaraan perdana turnamen tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Ia menyebut antusiasme peserta, pelatih, dan orang tua menjadi modal besar untuk menjadikan turnamen ini sebagai agenda tahunan.
"Terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang, KONI Kota Padang, para sponsor, panitia, pelatih, wali murid, dan seluruh peserta yang telah mendukung suksesnya turnamen ini. Apresiasi khusus kami sampaikan kepada Anggota DPRD Kota Padang, bapak Iskandar yang mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan ini melalui dana pokok-pokok pikiran (pokir)-nya," ujar Heru.
Ia berharap Turnamen Anak Nagari Cup ke depan tidak hanya menjadi kompetisi tingkat kota, tetapi berkembang menjadi kejuaraan tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Menanam Benih Prestasi dari Lapangan-Lapangan Bulutangkis Kota Padang
Di balik gemerlap trofi dan medali yang diperebutkan, Turnamen Bulutangkis Anak Nagari Cup I 2026 sesungguhnya membawa pesan yang lebih besar, yakni menanamkan budaya olahraga sejak usia dini.
Dari lapangan sederhana di Sungai Sapih, mimpi-mimpi besar para atlet muda mulai dirajut. Di tempat inilah semangat sportivitas, disiplin, kerja keras, dan tekad untuk menjadi yang terbaik ditumbuhkan.
Turnamen ini sekaligus menjadi bukti bahwa ketika pemerintah, legislatif, KONI, pelatih, orang tua, dan masyarakat bergerak bersama, maka akan lahir generasi muda Kota Padang yang sehat, berkarakter, dan berprestasi.
Bukan tidak mungkin, dari Anak Nagari Cup inilah akan lahir atlet-atlet bulutangkis yang suatu hari nanti membawa nama Kota Padang, Sumatera Barat, bahkan Indonesia ke panggung nasional dan internasional. (***)
PADANG, Lintasmedia News— Sekretaris Kota (Sekdako) Padang Raju Minropa memimpin Rapat Persiapan Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) 2026 di Ruang Rapat Sekretaris Kota Padang, Senin 15 Juni 2026
Rapat juga dihadiri Plt. Kepala BBPOM di Padang, Elyunaida, Kepala Bappeda Kota Padang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Padang, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang beserta jajaran
BBPOM di Padang melakukan pendampingan pengisian tools mandiri bersama Sekretariat Daerah Kota Padang beserta OPD terkait di Ruang Rapat Sekretaris Kota Padang. Dalam kegiatan ini, Plt. Kepala BBPOM di Padang, Elyunaida melakukan pertemuan bersama Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor melalui persiapan pengisian tools penilaian sebagai bagian dari self-assessment implementasi keamanan pangan di Kota Padang.
Setiap indikator penilaian ditelaah bersama guna memastikan program keamanan pangan berjalan secara efektif, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Kota Padang dan BBPOM di Padang, diharapkan kesiapan Kota Padang dalam menghadapi Penilaian KKPA Tahun 2026 semakin optimal.
“Kita berterima kasih kepada Ibu Plt Kepala BBPOM, yang sudah memberikan pendampingan kepada Kota Padang untuk penilaian KKPA 2026. Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kita ingin menjadi Kota Pangan Aman untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Padang,” ujar Sekdako.
Sementarvitu Plt. Kepala BBPOM di Padang mengatakan Melalui kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Kota Padang dan BBPOM di Padang, diharapkan kesiapan Kota Padang dalam menghadapi Penilaian KKPA Tahun 2026 semakin optimal.
“Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Karena pangan yang aman hari ini merupakan investasi bagi kesehatan masyarakat di masa depan.” ujarnya. (***)