Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

 

Pasbar,Lintas Media News Com.


 Ratusan perwakilan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu atau P3K PW mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasaman Barat, Senin sore,tgl 23/4.


Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait besaran gaji yang dinilai sangat rendah, serta kondisi BPJS Kesehatan yang saat ini tidak aktif.


Dalam audiensi tersebut, perwakilan P3K PW dari berbagai instansi mengungkapkan bahwa gaji yang mereka terima berkisar antara seratus ribu hingga dua juta rupiah per bulan. Bahkan, sebagian pegawai hanya menerima sekitar seratus ribu hingga tiga ratus ribu rupiah, yang dinilai jauh dari kata layak.


Selain persoalan gaji, mereka juga mengeluhkan BPJS Kesehatan yang saat ini tidak aktif, sehingga menyulitkan akses layanan kesehatan. Para pegawai berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan kepastian status serta meningkatkan kesejahteraan mereka, mengingat sebagian besar sudah memiliki tanggungan keluarga.


Perwakilan P3K PW, Dilvan Andeski, menyebut kondisi ini sangat memprihatinkan dan perlu perhatian serius dari pemerintah.


Menanggapi aspirasi tersebut, DPRD Pasaman Barat bersama pemerintah daerah sepakat akan melakukan pengkajian ulang terkait besaran gaji melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah.


Saat ini, tercatat sebanyak dua ribu enam ratus lima puluh delapan pegawai P3K paruh waktu tersebar di berbagai dinas, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan. Mereka berharap hasil kajian nantinya dapat membawa perubahan, setidaknya menyamai besaran gaji yang pernah diterima sebelumnya.

Padang, Lintasmedia News- Dalam rangka Satu Dekade Komunitas Ibu Cerdas Indonesia Chapter 8, rombongan KICI Kota Padang berkunjung ke Galeri Permata Hati Grup Minggu (17/5). Selain Kota Padang, hadir juga DPW KICI Sumbar dan Kota Pariaman.


Ketua KICI Padang Woro Muharlion menjelaskan kedatangan rombongan ke Galeri Permata Hati pada dasarnya adalah untuk mempererat silaturrahmi. Namun bukan tak mungkin mereka juga ikut bertukar pikiran sambil mencapai kesepakatan.


Namun kunjungan Kami ini juga sangat memungkinkan untuk kita bekerja sama, terutama karena Permata Hati Grup memiliki kelebihan dalam hal deta dan tingkuluak yang sangat memikat, ujar Woro Muharlion.


Ketua DPW KICI Sumbar Yuhilda Darwis menambahkan KICI merupakan organisasi wanita yang lebih banyak bergerak di bidang sosial dan budaya. Karena itu ia menyambut baik kunjungan DPD KICI Kota Padang ke Galeri Permata Hati Grup.


"Sesuai moto Kami cerdas itu perlu dan lebih baik lagi kami mencerdaskan ibu-ibu Indonesia, kami memang mendukung kunjungan ke Permata Hati Grup ini. Apalagi Buk Wel selaku owner Permata Grup sudah mengajarkan cara membuat deta dan tingkuluak buat para wanita di 13 kelurahan di Koto Tangah. Selain itu Buk Wel juga sudah mengajar di Rawang Mata Air dan di Banuaran," ujarnya.


Sementara Ketua DPD KICI Pariaman Desmawati justru bertanya tentang pembuatan tingkuluak Permata Hati yang simpel dan praktis dan sudah mendunis. Ia bertanya soal kepraktisan pada tingkuluak Permata Hati.


Owner Permata Hati Welly Nofi Sastera menjelaskan Deta dan tingkuluak yang dihasilkannya murni karya kreasinya. Namun untuk hal-hal yang bersifat adat, ia tetap mendukung bentuk yang seharusnya.


“Seperti misalnya dalam tiga hari lagi Kami akan kedatangan istri pejabat. Ia minta tingkuluak tanduak. Ya, Kami buatkan, meski sisi kreasi tetap tak Kami lupakan. Intinya, adat bagi Kami adalah yang utama, namun kreasi merupakan anugrah,” ujar Welly Nofi Sastera.


Korlap Kunjungan DPD KICI Padang Elly Trhisyanti mengaku ia merupakan model awal dari tingkuluak Permata Hati. Karena itu ia mengaku tak heran dengan karya-karya dan kreasi Permata Hati.


“Meskipun Dapil saya waktu mencaleg dulu adalah Lubuk Begalung, namun sering saya katakan Buk Welly adalah binaan saya. Karena hubungan Kami yang sudah sangat dekat,” ujarnya.


Kunjungan KICI Plus yang berlangsung menjelang Maghrib diakhiri dengan foto bersama.

 

Bukitinggi, Lintasmedianews.com

Dinas Kebudayaan provinsi Sumatra Barat melalui Pokir DPRD Eva Kamila menggelar Alek Permainan Anak Nagari se kota Bukittinggi tahun 2026. Kegiatan yang digelar di Lapang Wirabraja, Sabtu (16/05), dilaksanakan dalam rangka memeriahkan 100 tahun Jam Gadang. 


Acara tersebut dilaksanakan Selama dua hari, yakni tanggal 15 dan 16 Mei 2026, diikuti 80 sekolah SD, SMP dan SLTA sederajat. Hal itu disampaikan Ketua Panitia, Dedi Fatria. 


"Ada sekitar 1000 lebih anak yang ikut Alek Anak Nagari di Bukittinggi ini. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dari Ibuk Nurna Eva Kamila serta seluruh pihak. Kita harapkan, alek anak nagari ini, bisa menjadi tradisi di Bukittinggi," ungkapnya.

Permainan anak nagari tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana membentuk karakter, sportivitas, kreativitas dan jiwa sosial anak-anak. Sebab itu, Anggota DPRD Sumatera Barat, Eva Kamila, sangat mengapresiasi seluruh panitia dan pihak terkait yang telah menyukseskan Alek anak Nagari Kota Bukittinggi 2026. 


Eva mengatakan, permainan anak nagari ini bukan sekadar permainan, tetapi juga mengandung banyak nilai pendidikan karakter. Ia berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi bagian dari kalender event Kota Bukittinggi. 


Apresiasi juga disampaikan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, atas terselenggaranya Alek Nagari yang diinisiasi lembaga adat bersama Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Menurut Ibnu, kegiatan ini menjadi upaya pelestarian adat dan budaya Minangkabau sekaligus mempererat silaturahmi, semangat gotong royong, serta kebersamaan di tengah masyarakat.


“Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya serta berharap kegiatan ini terus dilaksanakan dan menjadi kalender utama Pemerintah Kota Bukittinggi,” ujarnya.


Selanjutnya, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat pada 2027, sebelum nantinya digelar perlombaan tingkat provinsi. (Sandra)

Pasbar, Lintas Media News Com.


Anggota DPRD Komisi III Drs. Marwazi ,B.M.M hadiri Kegiatan Perpisahan para Pelajar MTSN 7 Kabupaten Pasaman Barat,Sungai Aur ,Nagari Serasah Kenaikan ,Kecamatan Gunung Tuleh,sekaligus Mewisuda Alumni Tahfiz,demikian pantauan Media ini di lingkungan sekolah setempat,Sabtu tgl 16/5.2026.


Acara perpisahan dan Wisuda ini tampak dihadiri oleh ,:Gafarli,SH PJ.Walinagari,Riswan Ketua Bamus,Perwakilan Kamenag, KUA, para Kepala SD ,Jorong,tokoh Agama, Pemuda serta Para Orang Tua Murid.


Marwazi dalam sambutannya mengatakan Ia tetap komit,akan menaruh perhatian penuh terhadap perkembangan dan kemajuan sekolah ini ungkap pembina PGRI Pasbar .


Sekolah keagamaan ini sangat berarti bagi kita semua ,untuk itu ia hadir ,mengajak seluruh stakeholder, masyarakat serta Orang tua dapat bersatu padu ,bekerja sama,jangan salah menyalahkan , demi mencapai kesuksesan dan keberhasilan para generasi penerus kita dimasa akan datang tegas Politisi Partai Gerindra dengan nada terang.


Ia menekankan khususnya Nagari Serasah Batang Kenaikan harus maju, bersatu padu, bisa bersaing ,sehingga dapat melanjutkan sekolahnya ketingkat yang lebih tinggi ,bahkan tak kalah pentingnya tetap memberikan semangat dorongan,serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruhnya ,baik Tu mau pun tenaga Pendidik yang tetap mengabdi memberikan proses belajar mengajar ,kendati pun dengan segala kekurangan dan keterbatasan baik sarana - prasarananya.


Ia tegaskan akan tetap berusaha memperjuangkan aspirasi masyarakat, sehingga anak-anak kita punya Ilmu, punya Karakter dan Iman yang mumpuni ,demi membentengi dirinya kelak.


Saat dikonfirmasi Media ini Zulpandri (kepsek) melalui Hand pon nya mengatakan terkait kegiatan dan programnya yang dapat mereka laksanakan ada dua yakni : acara perpisahan dan acara Wisuda ,dimana ada sebanyak 57 pelajar yang sudah menamatkan pendidikannya dan sudah hapal Qur'an 2,4,6,8 jus,dengan kolaborasi dengan penyuluh agama,pondok Tahfis lain untuk itu ,makanya hari ini kita buat acara perpisahan dan Wisuda dengan sederhana ,gembira,penuh makna serta sukses ujarnya.


Disamping itu ia mengingatkan agar sekolah yang dipimpinnya tersebut dapat diperhatikan oleh semua fihak ,para pemangku kebijakan ,tokoh masyarakat apalagi Orang tua wali Murid ,demi keberlangsungan pendidikan anak-kita ke depannya pintanya lagi ,disisi lain pun terkait dengan pesan yang disampaikan anggota Dewan Ia mengapresiasi penuh ,namun tetap berharap dapat membantu dengan segala kekurangan sekolah yang kita cintai ini timpalnya.(***)

 

Padang, Lintasmedia News– Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di kawasan Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sabtu (16/5/2026). Ribuan warga tampak memadati arena Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-42 tingkat Kecamatan Lubuk Begalung yang resmi dibuka Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir.


Kegiatan religius yang digelar di samping Kantor Lurah Pampangan Nan XX itu tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga momentum memperkuat gerakan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam di tengah masyarakat Kota Padang.


Dalam sambutannya, Maigus Nasir menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar kompetisi tilawah, melainkan wadah membangun keterlibatan seluruh elemen masyarakat demi melahirkan generasi Qurani.


“MTQ hari ini tidak sekadar lomba membaca Al-Qur’an, tetapi bagaimana menghadirkan seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama terlibat. Inilah yang akan menjadi kekuatan untuk mewujudkan visi, misi, dan program unggulan Wali Kota Padang,” ujar Maigus Nasir.


Menurutnya, pelaksanaan MTQ ke-42 ini juga menjadi bagian dari penguatan Program Smart Surau yang tengah dipersiapkan Pemerintah Kota Padang melalui revisi kurikulum MTDA dan TQA.


Program tersebut nantinya akan mengaktifkan kembali pendidikan agama Islam bagi siswa SMP di masjid dan musala sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.


“Sekarang kita sedang melaksanakan seleksi guru-guru pengajar. Kegiatannya akan dimulai dari salat Magrib sampai Isya, yang mencakup 3T, yakni Tahsinul Qur’an, Tafsirul Qur’an, dan Tahfidzul Qur’an,” katanya.


Maigus Nasir menilai, penguatan pendidikan Al-Qur’an menjadi langkah strategis menghadapi tantangan sosial di era modern. Ia berharap nilai-nilai Al-Qur’an mampu membentuk mental dan akhlak generasi muda Kota Padang agar terhindar dari perilaku negatif.


“Kita berharap kegiatan musabaqah ini setidak-tidaknya menimbulkan rasa malu, rasa segan, dan rasa simpatik untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak baik. Karena nilai-nilai Al-Qur’an terus kita gelorakan di tengah masyarakat,” ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Yusril, menyampaikan bahwa tema MTQN ke-42 tahun ini mengandung pesan kuat tentang pentingnya menghadirkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.


“Tema yang diangkat pada MTQ ke-42 ini adalah Membumikan Al-Qur’an Bersinergi dengan Masyarakat Kecamatan Lubuk Begalung. Tema ini mengingatkan kita pada pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus energi positif dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Yusril.


MTQN ke-42 Kecamatan Lubuk Begalung pun diharapkan menjadi titik penguatan sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam membangun Kota Padang yang religius, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Qurani.(***)

 

Tanah Datar. Lintasmedianews


Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Acara peresmian akbar ini dipusatkan di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (16/05/2026).


Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari fokus besar pemerintah dalam memangkas rantai distribusi pangan yang selama ini dinilai terlalu panjang, menekan praktik tengkulak yang merugikan petani, serta memperkuat fondasi kemandirian ekonomi di tingkat pedesaan.


Sebaran Wilayah dan Penyerapan Tenaga Kerja

Dalam tahap awal ini, seribu lebih unit koperasi tangguh tersebut tersebar di dua provinsi lumbung pangan nasional dengan rincian sebagai berikut:

Jawa Timur: 530 unit yang tersebar di 7 kabupaten.

Jawa Tengah: 531 unit yang tersebar di 8 kabupaten/kota.


Selain berfokus pada ketahanan pangan, kehadiran KDKMP juga menjadi angin segar bagi sektor lapangan kerja daerah. Pada tahap awal operasionalnya, proyeksi penyerapan tenaga kerja lokal mencapai 18.037 orang. Skema pemberdayaan diatur secara mandiri dan lokal, di mana setiap unit koperasi diwajibkan mempekerjakan 17 personel yang merupakan warga desa setempat.


Target Nasional: Pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara optimistis gerakan ekonomi kerakyatan ini akan meluas secara masif. Ditargetkan sebanyak 30.000 unit KDKMP sudah beroperasi penuh di seluruh pelosok Indonesia pada 16 Agustus 2026 mendatang. 


Diikuti Serentak via Daring, Termasuk di Tanah Datar

Kemeriahan dan momentum penting ini tidak hanya dirasakan di pusat peluncuran Jawa Timur, namun juga diikuti secara khidmat dan serentak via daring (online) oleh berbagai daerah di Indonesia.


Salah satunya berlangsung di KDKMP Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.


Acara nonton bareng peresmian di Nagari Tanjung Barulak ini dihadiri langsung oleh pejabat daerah dan tokoh masyarakat setempat, di antaranya:

Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, S.Psi.

Wakil Ketua DPRD Tanah Datar, Nurhamdi Zahari.

Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Tanjung Emas.

Wali Nagari se-Kecamatan Tanjung Emas.

Ketua Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari (BPRN) se kecamatan Tanjung Emas 

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) se kecamatan Tanjung Emas, Ketua KDMP Nagari Tanjung Barulak Beni Herman, S. Sos serta tamu undangan lainnya.


Sinergi Pusat dan Daerah demi Kedaulatan Pangan

Kehadiran para pimpinan daerah di tingkat nagari/desa ini menegaskan komitmen kuat dari pemerintah daerah untuk menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.


Melalui integrasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, diharapkan para petani dan produsen pangan lokal kini memiliki jalur distribusi yang lebih adil, transparan, dan menguntungkan, sehingga kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput dapat meningkat secara signifikan. ( ERM )

 

Padang, Lintasmedia News- Kunjungan Ibu Sumarni Yassierli - isteri Menteri Tenaga Kerja - ke Galeri Permata Hati Grup di jalan Bakti Perupuk Tabing, berlangsung dalam suasana meriah dan penuh kekaguman dari Ibu Menteri.


Di sana Ibu Menteri diperlihatkan deta rancak dan tingkuluak Kreasi Permata Hati Grup. Dari kenyataan yang ada, ternyata memasang deta dan tingkuluak tak seribet pemasangan deta dan tingkuluak seperti biasanya.


"Sungguh saya terkagum-kagum dengan tingkuluak produksi Buk Welly, owner Permata Hati Grup ini. Biasanya pakai tingkuluak itu ribet. Tapi tingkuluak Permata Hati tidak ribet dan begitu mudah cara memasangnya," ujar Ibu Sumarni.


Ia juga semakin kagum dengan kehebatan Buk Welly, ketika pemilik Permata Hati itu juga memperlihatkan karya-karyanya yang lain. Termasuk deta, tingkuluak dan tas untuk souvenir Bum Run, iven yang digagas SMA Negeri 3 Padang dan telah menasional itu.


"Wah luar biasa Buk Wel ini ya. Mungkin tenaga kerja seperti ini yang dibutuhkan untuk ke depannya," ujar Ibu Menteri.


Deta rancak dan tingkuluak kreasi Permata Hati Grup memang berbeda dengan karya pembuat yang lain. Selain modelnya yang langsung pakai dan tidak ribet, deta dan tingkuluak Permata Hati juga selalu ready tersedia, baik pilihan warna dan kain dasar pembuatan deta dan tingkuluaknya.


"Alhamdulillah, deta dan tingkuluak kita selalu ada di galeri kami. Baik itu warna dan jenis kain yang diinginkan, semua tersedia," ujar Ibu Welly, yang telah mendapatkan Pin Emas dari Pemko Padang, sebagai UMKM terbaik di 2024.


Kunjungan isteri Menteri Tenaga Kerja ini diprakarsai oleh BLK Padang. Sejak awal sudah direncanakan ada 5 UMKM yang akan ditinjau oleh Ibu Sumarni. Namun ternyata, karena waktu, akhirnya hanya dua UMKM yang sempat dikunjungi. Selain Permata Hati Grup, isteri Menteri ini juga mengunjungi pengusaha roti Ring Bun di Simpang Haru.


Cuma menariknya, kunjungan Ibu Sumarni di Galeri Permata Hati Grup juga didampingi Kadis Koperasi dan UMKM Teddy Antonius, S.STP, MM dan Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, S.IP, MM serta Lurah Perupuk Tabing Junaidi. Tak hanya itu isteri Kepala BLK Padang Ny. Arnov Tri Hartanto juga ikut mendampingi bersama beberapa staf.


"Sebagai Kadis baru, rasanya saya wajar mendampingi Mak We (panggilan Buk Welly di kalangan UMKM). Apalagi ini dikunjungi oleh isteri Menteri Tenaga Kerja. Apalagi Mak We ini sudah pernah menjadi Peraih Pin Emas Bidang UMKM tahun 2024 lalu," ujar Teddy.


Hal yang sama diungkapkan Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama. Ia juga baru beberapa hari menjabat sebagai Camat. "Sebagai Camat baru, tak salah mendampingi warga saya yang berprestasi seperti Buk Wel ini," ujar Rio. (ns/bdt)

 

Pasbar ,Lintas Media News Com


Bupati Pasaman Barat Yulianto meresmikan Program Makan Bergizi Gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sungai Aur 2, Jorong Kasik Putih, Nagari Kasik Putih Sungai Tanang, Kecamatan Sungai Aur, Rabu 13/5.2026


Program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperluas akses pangan sehat secara merata dan berkelanjutan. Sasaran tahap awal sebanyak 1.045 penerima manfaat yang meliputi siswa, guru, petugas keamanan sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.


Peresmian dihadiri Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah, Kepala Dinas Kesehatan Gina Alecia, Camat Sungai Aur, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.


Dalam sambutannya, Yulianto menyebut MBG merupakan langkah strategis menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.


Program ini diharapkan menjadi langkah awal memastikan akses makan sehat yang merata dan berkelanjutan. Dengan kebersamaan, kita ciptakan SDM yang tangguh dan bermoral,” ujar Yulianto.


Ia juga mengapresiasi relawan, tokoh masyarakat, dan pihak yang mendukung pelaksanaan program di Pasaman Barat.


Ketua Yayasan Toyoda Mahyu Jaya, Atika, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati dan rombongan dalam kegiatan syukuran dapur MBG SPPG Sungai Aur 2. 


Menurut Atika, keberadaan SPPG Sungai Aur 2 diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.


Kepala SPPG Sungai Aur 2, Umul Aini, melaporkan bahwa unitnya didukung 50 anggota yang terdiri atas relawan dan staf dalam lima divisi kerja. 


Pada pekan pertama, program menyasar tujuh sekolah di wilayah Ampar Putih hingga Trans Sakato Jawa.


Kegiatan ditutup dengan pemotongan pita dan peninjauan dapur MBG oleh Bupati bersama rombongan.

 


Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Wali Kota Bukittinggi menyerahkan proposal untuk bantuan penunjang kesehatan senilai Rp44 miliar, kepada

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus. Momen itu terjadi saat Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus bersama Anggota DPR Ri Komisi IX, Ade Rezki Pratama dan dr. Suir Syam mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bukittinggi, Rabu (13/05). 


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, RSUD Bukittinggi yang diresmikan pada 18 Januari 2021, kini baru berusia lima tahun. Satu satunya rumah sakit milik Pemko Bukittinggi tersebut diakui masih banyak membutuhkan peralatan kesehatan untuk pelayanan yang lebih maksimal.




Ramlan menyebutkan, untuk pengembangan RSUD, Pemko Bukittinggi tentu sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat dan juga Anggota DPR RI. Ia mengakui, tanpa bantuan pusat perkembangan rumah sakit ini tentu akan bergerak lambat. 

Menurutnya, saat ini, RSUD Bukittinggi tengah menyusun perencanaan pembangunan ruang CT scan ruang dan cathlab. Selain itu, sebagai penunjang rumah sakit dan keluarga pasien, juga tersedia supermarket, koperasi dan akan ada mushalla yang dibangun oleh pihak ketiga.


Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, mengapresiasi Wamenkes RI yang gencar mengunjungi seluruh rumah sakit di Indonesia. Ia mengatakan, setiap kunjungannya, Wamenkes “jemput bola”, kebutuhan dari setiap rumah sakit, baik fisik, sumber daya maupun alat penunjang kesehatan.


“Untuk itu, kami minta kepada Pak Wamen, agar kebutuhan Bukittinggi dapat dibantu secara maksimal, sehingga RSUD Buktitinggi menjadi salah satu rumah sakit terbaik di Sumatra Barat,” Ujar politisi muda dari Gerindra itu. 


Menanggapi persoalan itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, yang akrab disapa dr. Benny, menyampaikan kekagumannya terhadap RSUD Bukittinggi yang dibangun dengan APBD. Ia menilai ini adalah bukti bahwa Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias merupakan seorang pemimpin yang peduli dengan kebutuhan primer masyarakat. (Sandra)

 

Pasbar,Lintas Media News Com


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan menggelar pembinaan statistik sektoral, standar pelayanan, serta keterbukaan informasi publik di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu (13/5).


Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Pasaman Barat Yulianto. Hadir pula Kepala BPS Pasaman Barat Dwi Susanti, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, wali nagari, dan pemangku kepentingan lainnya.


Dalam acara tersebut, tiga nagari ditetapkan sebagai Desa Cantik, yaitu Nagari Ujung Gading, Nagari Kuamang Alai Ujung Gading, dan Nagari Salido Saroha Ujung Gading.


Bupati Yulianto menyatakan, di era transformasi digital, data statistik berperan strategis dalam mendukung perencanaan pembangunan, pengambilan kebijakan, evaluasi program, hingga pelayanan publik.


Data bukan lagi sekadar angka, tetapi menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan," ujar Yulianto.


Ia menjelaskan, melalui Program Desa Cantik, BPS mendorong peningkatan literasi statistik di tingkat nagari agar aparatur pemerintahan mampu mengelola dan memanfaatkan data secara mandiri. Menurutnya, nagari tidak lagi hanya menjadi objek pendataan, melainkan harus menjadi subjek pembangunan berbasis data.


Ketiga nagari yang dicanangkan hari ini diharapkan menjadi percontohan bagi nagari lain dalam membangun tata kelola pembangunan berbasis data di Pasaman Barat," katanya.


Selain pencanangan Desa Cantik, kegiatan dirangkai dengan pembinaan statistik sektoral bagi perangkat daerah. Yulianto menilai statistik sektoral penting untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.


Ia menekankan, kebijakan pembangunan daerah harus didukung data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkantanpa data berkualitas, arah pembangunan sulit tepat sasaran.


Seluruh perangkat daerah harus meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan data statistik, mulai dari identifikasi kebutuhan, pengolahan, analisis, hingga penyajian data secara terstandar dan terintegrasi," ujarnya.


Yulianto juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan BPS dalam memperkuat tata kelola data daerah. Ia meminta seluruh OPD memiliki komitmen yang sama dalam menyediakan data sektoral yang valid dan konsisten untuk mendukung pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.


Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap informasi publik semakin tinggi seiring perkembangan teknologi dan era keterbukaan informasi. Karena itu, pemerintah daerah dituntut menghadirkan layanan informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat.


Pemerintah daerah harus terus memperkuat pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana publikasi pembangunan," katanya.


Ia berharap BPS terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penerapan standar pelayanan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna data.


"Keterbukaan informasi publik harus menjadi budaya kerja di seluruh badan publik sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.


PADANG,Lintas Media News
Aspirasi masyarakat terkait pembangunan bangunan yang diduga menyerupai kelenteng di kawasan wisata Mandeh, Kecamatan Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, mengemuka dalam audiensi bersama DPRD Sumatera Barat, Rabu (13/5/2026).

Audiensi tersebut diterima langsung Ketua DPRD Sumbar Muhidi bersama Ketua Komisi V Lazuardi, anggota Komisi V Mario Syahjohan, Zakzai Kasni, dan Sri Komala Dewi.

Turut hadir perwakilan OPD dari Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, di antaranya Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Pariwisata Sumbar, Dinas Pariwisata Pessel, serta Asisten II Setdakab Pessel mewakili bupati.

Ketua DPRD Sumbar Muhidi dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan di daerah harus tetap memperhatikan aturan hukum, kondisi sosial masyarakat, serta nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Sumatera Barat.

Menurutnya, Sumatera Barat memiliki kekhususan yang telah diakui secara nasional melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat, yang menegaskan filosofi hidup masyarakat Minangkabau yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Dalam UU Nomor 17 Tahun 2022 disebutkan bahwa Sumatera Barat diakui dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Karena itu, setiap pembangunan dan investasi yang masuk tentu perlu memperhatikan kearifan lokal, budaya, serta kondisi sosial masyarakat setempat,” ujar Muhidi.

Ia menambahkan, DPRD Sumbar pada prinsipnya mendukung investasi dan pembangunan daerah demi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun demikian, seluruh pihak diharapkan dapat mengedepankan komunikasi yang baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman ataupun kegaduhan di tengah masyarakat.

“Kita ingin suasana tetap kondusif. Aspirasi masyarakat harus didengar, pemerintah daerah juga harus memberikan penjelasan secara terbuka, sehingga persoalan ini bisa diselesaikan dengan bijaksana, melalui dialog dan musyawarah bersama,” tambahnya.

Di akhir pertemuan, Anggota Komisi V DPRD Sumbar, Mario Syahjohan menegaskan bahwa DPRD Sumbar akan segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan menyurati Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dan pihak investor.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar situasi tetap kondusif dan tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

“Kami ingin persoalan ini diselesaikan secara baik-baik, sesuai aturan dan tetap menjaga ketenangan masyarakat. DPRD Sumbar akan mengawal aspirasi warga dan meminta semua pihak menahan diri sambil menunggu kejelasan administrasi serta hasil koordinasi bersama,” tegasnya.(***)




PADANG,Lintas Media News
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian tanggapan DPRD terhadap jawaban  gubernur terhadap Ranperda Pendidikan dan Perlindungan Petani,serta jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait Ranperda Penyelenggaraan Jalan Provinsi.Rabu (13/5/2026) di ruangan rapat utama DPRD Sumbar.

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Iqra Chissa Putra saat memimpin rapat mengatakan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari paripurna sebelumnya pada 11 Mei 2026, saat gubernur menyampaikan pendapat, saran, dan tanggapan terhadap dua Ranperda usul prakarsa DPRD.

“Kedua Ranperda ini merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat,” ujar Iqra.

Menurutnya, gubernur memberikan apresiasi terhadap inisiatif DPRD dalam mengusulkan perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan serta Ranperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.
Dalam Ranperda pendidikan, pemerintah daerah menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter berbasis budaya Minangkabau, pengembangan pendidikan vokasi, pendidikan inklusif, perlindungan tenaga pendidik, hingga pendidikan aman bencana. Selain itu, aturan yang dibahas juga diminta tetap selaras dengan kewenangan daerah, kemampuan fiskal, dan kebijakan nasional agar implementasinya berjalan efektif tanpa tumpang tindih regulasi.

Sementara pada Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, perhatian difokuskan pada kebutuhan riil daerah, mulai dari subsidi pertanian, irigasi, pemasaran hasil tani, penyuluhan, hingga penguatan kelembagaan petani. Pemerintah berharap regulasi tersebut lebih menitikberatkan pada aspek implementasi di lapangan.

Iqra menegaskan, berbagai catatan dan masukan dari gubernur menjadi bagian penting dalam penyempurnaan substansi Ranperda.

“Masukan tersebut merupakan bentuk dukungan dan sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah dalam menghasilkan regulasi yang tepat sasaran bagi masyarakat,” katanya.
Sementara,Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menjelaskan, bahwa Ranperda tentang Penyelenggaraan Jalan Provinsi disusun dengan mengacu pada kebijakan, norma, standar, dan prosedur yang telah ditetapkan pemerintah pusat sesuai ketentuan perundang-undangan.

Menurut Vasko, Ranperda tersebut diarahkan untuk mendukung konektivitas wilayah, keselamatan jalan, pengendalian kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), pengembangan sistem transportasi, hingga penguatan tata kelola infrastruktur jalan yang berkelanjutan.

Selain itu, Ranperda juga akan disinkronkan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN), inovasi pembiayaan infrastruktur, serta perencanaan jaringan jalan nasional dan tata ruang wilayah nasional.

“Penyelenggaraan jalan provinsi diharapkan berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat sekaligus tetap memperhatikan kebutuhan dan karakteristik daerah di Sumatera Barat,” jelas Vasko.(st)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.