PASAMAN BARAT, Lintasmedia News| Perhatian jajaran Polres Pasaman Barat terhadap perlindungan anak kembali terlihat melalui penanganan cepat dugaan pencabulan terhadap sejumlah anak di bawah umur. Seorang pria berinisial EW (54), yang diketahui berprofesi sebagai ASN sekaligus guru mengaji, diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polres Pasaman Barat di Jorong Batang Toman, Nagari Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman, Sabtu, 19 September 2026.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K., membenarkan penanganan perkara tersebut. Penangkapan dilakukan setelah kepolisian menerima laporan mengenai dugaan tindakan pencabulan yang dialami sejumlah anak yang sebelumnya mengikuti kegiatan belajar mengaji di rumah EW di Jorong Bungo Tanjung, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas.
Kasus tersebut mencuat setelah anak-anak yang diduga menjadi korban saling menceritakan pengalaman yang mereka alami kepada teman-temannya. Cerita itu kemudian diketahui oleh orang tua masing-masing, hingga keluarga memilih membawa persoalan tersebut ke jalur hukum agar mendapatkan penanganan dan kepastian.
Saat para orang tua bersama masyarakat mendatangi rumah terduga pelaku, EW ternyata tidak berada di lokasi. Persoalan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Sungai Beremas dan selanjutnya dikoordinasikan dengan Satreskrim Polres Pasaman Barat melalui Unit PPA untuk dilakukan penanganan sesuai prosedur.
Setelah laporan diterima, Tim Opsnal yang dipimpin Ipda Algino Ganaro bergerak melakukan penyelidikan. Petugas mengumpulkan informasi mengenai keberadaan EW hingga akhirnya mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku berada di wilayah Batang Toman, Nagari Lingkuang Aua Baru.
Sekitar pukul 18.30 WIB, petugas kemudian mengamankan EW tanpa memberikan ruang bagi yang bersangkutan untuk menghindar dari proses hukum. Setelah diamankan, EW dibawa untuk menjalani pemeriksaan dalam rangka mengungkap secara terang perkara yang dilaporkan.
Dalam pemeriksaan awal, penyidik memperoleh keterangan bahwa EW diduga melakukan perbuatan terhadap sejumlah murid yang belajar mengaji di rumahnya. Keterangan awal menyebut dugaan tindakan tersebut telah berlangsung sejak 2024. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap seluruh keterangan untuk memastikan konstruksi perkara.
Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata menegaskan penyidikan tidak berhenti pada penangkapan terduga pelaku. Penyidik masih menggali keterangan saksi, korban serta informasi lain yang diperlukan, termasuk kemungkinan adanya anak lain yang mengalami dugaan tindakan serupa.
Kanit PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat Ipda Admi Pandowita mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar tidak ragu melapor apabila memiliki informasi berkaitan dengan dugaan kekerasan atau pencabulan terhadap anak. Hingga kini, empat orang yang diduga sebagai korban telah menjalani visum dan pemeriksaan kesehatan dengan pendampingan Unit PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa jajaran Polres Pasaman Barat akan menangani perkara tersebut secara profesional, transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Kami berkomitmen memberikan perlindungan dan keadilan bagi para korban serta memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan,” tegasnya. EW kini diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Catatan Redaksi: Dugaan tindak pidana dalam pemberitaan ini masih berada dalam proses hukum. Setiap pihak tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah sampai terdapat putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Polri untuk masyarakat.
TIM RMO
PADANG (18/9/2026), Lintasmedia News— Aroma masakan dari dapur usaha sarapan pagi rintisan Rika Hijra (47) di Jalan Sutomo, Kelurahan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, menjadi bagian dari perjalanan panjang keluarganya melewati masa-masa sulit. Sejak dirintis bersama suaminya, Kurniawan Eka Putra (50), pada 2020, usaha sederhana tersebut perlahan tumbuh dan kini menjadi sumber penghasilan utama keluarga.
Perjalanan itu tidak dimulai dalam kondisi yang mudah. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada 2020 turut berdampak terhadap kehidupan keluarga Rika. Saat itu, sang suami yang bekerja di salah satu hotel di Kota Padang mengalami pemutusan hubungan kerja.
Kehilangan pekerjaan membuat pasangan suami istri tersebut sempat kebingungan memikirkan keberlangsungan hidup keluarga. Sementara pemasukan berhenti, kebutuhan sehari-hari tetap berjalan, bahkan semakin bertambah.
Dalam kondisi tersebut, Rika dan suaminya sempat mempertimbangkan untuk pulang kampung ke Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Namun, keinginan untuk tetap bertahan dan mencari jalan keluar akhirnya mendorong Rika mencoba membuka usaha sarapan pagi.
Berbekal pengalaman memasak dan modal seadanya, Rika mulai menjajakan berbagai menu sarapan berupa lontong pical, lontong gulai paku (pakis), gulai cubadak (nangka), dan menu lainnya di Jalan Sutomo. Pada awalnya, usaha tersebut hanya dikerjakan berdua bersama sang suami. Mereka berbagi tugas mulai dari menyiapkan bahan, memasak, melayani pelanggan, hingga membersihkan peralatan setelah usaha tutup.
Perlahan, usaha yang dirintis dari keterbatasan itu mulai mendapatkan pelanggan. Bahkan, tiga bulan setelah memulai usaha, Rika dan Kurniawan sudah mampu mempekerjakan seorang karyawan untuk membantu aktivitas usaha mereka.
Seiring berjalannya waktu, usaha sarapan pagi tersebut terus berkembang. Memasuki tahun keenam, Rika kini dibantu empat orang karyawan.
Namun, ujian kembali datang pada Januari 2026. Kurniawan terserang stroke sehingga aktivitasnya dalam membantu usaha tidak lagi dapat dilakukan seperti sebelumnya. Kondisi tersebut membuat Rika harus mengambil peran lebih besar dalam memastikan usaha tetap berjalan.
Di tengah berbagai tantangan itu, Rika bersyukur usaha yang dibangunnya bersama sang suami tetap bertahan dan terus berkembang. Penghasilan dari usaha tersebut kini menjadi penopang kebutuhan keluarga, termasuk membiayai pendidikan kedua anak mereka. Seorang anak laki-laki sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, sementara anak perempuan masih duduk di bangku SMA.
“Alhamdulillah, sejak memulai usaha sampai memasuki tahun keenam ini, usaha kami terus bertumbuh dan omzet juga meningkat,” ujar Rika sembari mengambilkan pesanan lontong gulai paku kepada pelanggan.
Dalam perjalanan mengembangkan usahanya, Rika juga mendapat dukungan dari Unit Pengumpulan Zakat Badan Amil Zakat Nasional (UPZ BAZNAS) Semen Padang melalui bantuan modal usaha.
Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk gerobak usaha dan sejumlah peralatan memasak yang menunjang kegiatan usaha sarapan pagi milik Rika dan suaminya.
Bagi Rika, dukungan tersebut memiliki arti penting. Bantuan yang diterimanya tidak hanya membantu dari sisi peralatan usaha, tetapi juga memberikan tambahan semangat untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha yang telah dirintis dari nol.
“Terima kasih banyak kepada UPZ BAZNAS Semen Padang yang telah membantu usaha kami ini. Bantuan yang sangat bermanfaat bagi usaha kami,” katanya.
Salah seorang pelanggan Rika sejak awal usaha, Erwandi, menilai makanan yang disajikan di tempat tersebut memiliki cita rasa yang sesuai dengan selera pelanggan.
Ia mengaku tetap menjadi pelanggan karena rasa masakan yang konsisten, salah satunya menu gulai pakis yang menjadi salah satu hidangan yang disukainya. “Masakannya sesuai dengan selera. Gulai pakisnya enak,” ujar Erwandi.
Manajer UPZ BAZNAS Semen Padang Akmal mengatakan, bantuan modal usaha kepada Rika Hijra dan Kurniawan Eka Putra merupakan bagian dari program ekonomi UPZ BAZNAS Semen Padang yang diarahkan untuk membantu penerima manfaat agar dapat membangun kemandirian ekonomi.
Menurutnya, terdapat sejumlah pertimbangan dalam menentukan penerima bantuan modal usaha. Di antaranya, penerima telah memiliki usaha yang berjalan, pasangan suami istri saling mendukung dalam menjalankan usaha, memiliki tanggungan keluarga, serta menunjukkan komitmen dalam menjaga dan mengembangkan usahanya.
“Kami melihat mereka sudah memiliki usaha, suami istri saling mendukung dan membantu, memiliki tanggungan, serta mereka sangat menjaga usahanya,” kata Akmal.
Bantuan yang diberikan tidak berhenti pada penyerahan modal dan peralatan. UPZ BAZNAS Semen Padang juga melakukan monitoring terhadap penerima manfaat untuk melihat perkembangan usaha sekaligus memastikan bantuan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Bantuan awalnya berupa gerobak dan alat-alat masak. Selanjutnya kami juga melakukan monitoring kepada penerima manfaat agar usaha terus berkembang,” ujarnya.
Akmal menyebutkan, dana zakat yang dihimpun dari karyawan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya dengan membantu masyarakat yang telah memiliki usaha agar dapat meningkatkan kapasitas ekonomi keluarganya.
“Zakat dari karyawan bisa bermanfaat untuk masyarakat dan bisa terus dikembangkan,” katanya.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan, perjalanan usaha Rika dan suaminya menjadi salah satu gambaran dari pemanfaatan dana zakat yang dihimpun melalui UPZ BAZNAS Semen Padang.
Menurutnya, program tersebut diarahkan agar bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat mendorong penerima manfaat mengembangkan usaha dan memperkuat perekonomian keluarga.
“Ini merupakan bukti bahwa program yang dijalankan UPZ BAZNAS Semen Padang tepat sasaran dan sesuai dengan peruntukannya,” kata Win.
Kisah Rika menunjukkan bahwa sebuah usaha yang bermula dari keterbatasan dapat terus tumbuh ketika dikelola dengan ketekunan dan dukungan yang tepat. Dari hanya berdua dengan suami pada 2020, usaha sarapan pagi tersebut kini telah membuka kesempatan kerja bagi empat orang sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya.
Di tengah kondisi suami yang masih dalam proses pemulihan setelah terserang stroke, Rika tetap menjalankan usaha tersebut. Setiap pagi, ia kembali menyiapkan masakan dan melayani pelanggan, melanjutkan ikhtiar yang telah dimulainya enam tahun lalu.
Usaha sederhana di Jalan Sutomo itu pun bukan sekadar tempat menjual sarapan. Bagi Rika, usaha tersebut merupakan hasil dari keberanian untuk bangkit setelah kehilangan pekerjaan, sekaligus menjadi jalan bagi keluarganya untuk terus bertahan dan menatap masa depan. (*)
Lintasmedia News— Upaya mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) terus dilakukan Pemerintah Kota Padang bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat.
Salah satunya melalui kegiatan pengabdian masyarakat “Untuk Indonesia Sehat” yang menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekaligus skrining TBC di Aula Kantor Camat Lubuk Begalung, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan tersebut mendapat perhatian pemerintah pusat dengan hadirnya Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus. Kehadiran Wamenkes menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan penemuan kasus TBC secara aktif, khususnya melalui pemeriksaan masyarakat yang memiliki risiko maupun kontak erat pasien TBC.
Dalam kegiatan itu, masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan dan skrining TBC secara gratis. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat deteksi kasus sekaligus memutus rantai penularan TBC di Kota Padang.
Wamenkes RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan penanganan TBC membutuhkan strategi yang lebih aktif.
Menurutnya, pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan terhadap orang yang sudah menunjukkan gejala atau dinyatakan sakit, tetapi juga perlu menyasar orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien.
Ia menyebut pemerintah tengah memperkuat strategi pemberantasan TBC sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Negara kita Indonesia termasuk 20 besar ekonomi terbesar di dunia, tapi kasus TBC di Indonesia tinggi sekali. Presiden memanggil untuk menyusun pemberantasan Tuberkulosis di Indonesia,” ujar Benjamin.
Menurutnya, anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TBC memiliki potensi terpapar sehingga pemeriksaan kontak menjadi salah satu langkah penting dalam menemukan kasus lebih awal.
“Kita sibuk dan fokus pada orang sakit, sementara kontak di rumah tidak diperiksa sehingga menjadi potensi peningkatan TBC,” katanya. (***)
Jakarta, Lintasmedia News— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan personel Polres Payakumbuh. Aiptu Mulia Raja, S.I.P., Bhabinkamtibmas Polsek Situjuah Limo Nagari Polres Payakumbuh Polda Sumbar, berhasil meraih Nomiasi 3 (Tiga) Besar Terbaik Kategori Perseorangan Kelompok Planet dalam ajang KOMPOLNAS Awards 2026 yang digelar di Jakarta tanggal 17 September 2026
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, integritas dan pengabdianya sebagai anggota Polri serta kiprahnya dalam mengembangkan usaha Rumah Kompos Sago Mandiri yang mana hal ini merupakan sebuah upaya pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan pengelolaan sampah organik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Melalui Rumah Kompos ini, Aiptu Mulia Raja tidak hanya hadir menjalankan fungsi pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berupaya membangun kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta, S.I.K., M.H. menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian yang diraih Aiptu Mulia Raja. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Payakumbuh untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik, hadir di tengah masyarakat dan menjaga kepercayaan publik terhadap Polri.” tegas Kapolres
Capaian ini sekaligus menjadi wujud komitmen Polres Payakumbuh dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, profesional dan dekat dengan masyarakat.