Padang.
Pimpinan beserta seluruh anggota DPRD Kota Padang laksanakan kegiatan reses pada masa sidang I tahun 2026.Reses dilaksanakan sejak Rabu,2 September hingga Minggu, 6 September 2026.
Reses Ketua DPRD Kota Padang H.Muharlion Tampung Aspirasi Warga Komplek Graha Bungo Mas RT 05 RW 01 Kelurahan Bungo Pasang Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (5/9/2026) dan langsuang turun kelapangan melihat kondisi yang ada sebagaiman yang telah disampaikan masyarakat.
Muharlion menyampaikan, lebih dari 300 KK warga Komplek Graha Bungo Mas ini,berarti lebih kurang 300 lebih rumah yang dihuni bahkan mungkin lebih dari itu.
Menurut Muharlion, mereka mengusulkan untuk pembangunan jalan di tahun 2026 ini,memang sudah direalisasikan sebagian,semetara untuk jalan utamanya di 2027 akan diselesaikan secara bertahap untuk proses pembangunan yang telah dilaksanakan.
Selain jalan lingkungan yang disampaikan warga sebagai aspirasinya,juga disampaikan tentang posyandunya yang belum ada, sementara di komplek tersebut rata-rata usia pasangan produktif dan balitanya banyak
"Jadi harapan mereka punya posyandu disini
termasuk gedung untuk posyandu juga belum ada, tempat fasilitas untuk berkumpul
pos pemuda atau balai warga ini belum ada
itu aspirasi mereka," ujar Muharlion.
Selain itu kata Muharlion, yang sangat dirasakan warga disini adalah masalah banjir.
Memang pengendalian banjir secara keseluruhan harus ada alirannya sampai ke Linggar Jati.Persoalan ini kita coba nanti diskusikan dengan Balai Sungai, ini kan bukannya tanggung jawab kota. "Nanti kita coba carikan solusi untuk persoalan kita yang ada di sini",kata Muharlion.
"Ya, mudah-mudahan nanti dukungan dari semua pihak, lahan juga tersedia dan bisa dikonsolidasi sehingga progresnya berjalan dengan baik," pungkasnya.
Sementara,Reses Wakil Ketua DPRD Padang Jupri SAP, menampung Berbagai Aspirasi Warga di Komplek Jala Utama 2 RT 04 RW 11 Kelurahan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX Lubuk Begalung, pada Sabtu (5/9/2026).
Dihadapan warga yang antusias
mengikuti reses tersebut Jupri menyampaikan, untuk pokir tahun 2026, pada bulan ini akan ada pembangunan yang dilaksanakan disini.
Menurut Jupri,ada beberapa aspirasi yang disampaikan warga yakni betonisasi jalan,perbaikan drainase ,perlengkapan posyandu dan PKK, bantuan untuk TPQ Masjid Muhajirin,bantuan sarana olahraga berupa tenis meja, pembuatan lapangan senam serta taman tematik.
Selain itu,warga juga minta baju seragam grup senam serta sound system, PJU karena banyak tidak ada penerangan lampu dibeberapa titik jalan serta bantuan kongsi kematian dan posyandu.
Jupri mengatakan, semua aspirasi yang ditampung dalam reses ini, akan diperjuangkan agar terealisasi. Apa - apa yang urgent nanti akan kita perjuangan untuk terealisasi di tahun 2027.
Terakhir Jupri menyampaikan bahwa selama dirinya masih dipercaya menjadi wakil rakyat di DPRD Kota Padang, Insya Allah dirinya akan memperjuangkan pembangunan yang maksimal di daerah pemilihannya Kecamatan Lubuk Begalung, Bungus Teluk Kabung. Dan tentunya khusus untuk Kelurahan Gurun Laweh dan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX ini.
Sedangkan reses Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, yang digelar di Banang Cafe Nanggalo pada 2–5 September 2026 puluhan warga hadir memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan krusial yang tengah terjadi di lingkungan mereka.
Dua isu utama yang paling banyak disuarakan warga dalam pertemuan tersebut adalah kerumitan tata cara pengurusan dana hibah serta perbaikan infrastruktur drainase atau riol yang rusak akibat bencana alam beberapa waktu lalu.
Terkait dana hibah, masyarakat mengaku masih kebingungan memahami prosedur pengajuan proposal.
Banyaknya mata anggaran serta skema pembagian hibah yang beragam dari pemerintah daerah membuat pengurus organisasi, tempat ibadah, hingga kelompok masyarakat kerap mengalami kendala administratif.
Warga berharap adanya kejelasan alur dan pendampingan yang lebih intensif agar bantuan hibah tersebut benar-benar bisa diakses dan dirasakan manfaatnya secara tepat sasaran tanpa terbentur aturan yang membingungkan.
Persoalan infrastruktur pasca-bencana juga menjadi sorotan tajam. Warga mendesak agar pemerintah kota bersama DPRD segera merealisasikan perbaikan riol yang rusak.
Kondisi drainase yang tersumbat dan hancur dikhawatirkan memicu banjir susulan jika tidak segera ditangani secara cepat.
Menanggapi keluhan tersebut, Osman Ayub menegaskan akan mengawal seluruh aspirasi warga hingga ke tingkat pembahasan anggaran Pemko Padang.
Menurutnya, masalah infrastruktur mendasar seperti riol dan kemudahan akses dana hibah bagi masyarakat adalah prioritas yang harus segera diselesaikan.
Politisi kawakan dari Partai Nasdem ini juga berjanji akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait agar perbaikan drainase pasca-bencana bisa masuk dalam skala prioritas penanganan cepat, sekaligus meminta OPD teknis memberikan sosialisasi yang lebih transparan terkait mekanisme dana hibah.
Begitu juga reses wakil ketua DPRD kota Padang Mastilizal Aye yang menggelar kegiatan resesnya di Lapangan Sepak Bola
Senin, 07 September 2026
Unik! Wakil Ketua DPRD Padang Mastilizal Aye Gelar Reses di Lapangan Sepak Bola Yudha Sakti, 133 Kompi Batalyon Air Tawar, Padang, pada Minggu (6/9/2026)
Jika biasanya agenda penyaringan aspirasi dilakukan di ruang pertemuan atau aula kantor camat, legislator ini justru memilih turun langsung ke lapangan hijau untuk menemui warga.
Langkah ini sengaja diambil untuk menjangkau serta mendengarkan secara langsung aspirasi dari para pelaku dan insan sepak bola di Kota Padang.Kata Aye.
Mastilizal Aye menegaskan bahwa memilih lokasi di luar ruangan merupakan langkah agar interaksi terasa lebih tepat sasaran.
Menurutnya, masalah sepak bola harus ditinjau langsung di tempat ekosistem itu tumbuh dan berkembang.
“Reses ini memang tugas kita sebagai anggota DPRD untuk menjemput aspirasi masyarakat. Tapi saya sengaja datang ke lapangan, karena sepak bola ya tempatnya di lapangan. Kita ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan SSB, pelatih, atlet, dan insan sepak bola,” ujar Aye.
Ia menyoroti bahwa Kota Padang sejatinya tidak pernah kehabisan talenta muda potensial. Banyak anak-anak daerah yang memiliki bakat alami, namun pengembangannya kerap terhambat akibat minimnya fasilitas pendukung serta tidak tersedianya ajang kompetisi yang rutin dan terstruktur.
Oleh karena itu, Aye mendorong agar SSB di Padang tidak sekadar dijadikan tempat pengisi waktu luang bagi anak-anak pada sore hari.
SSB harus didorong menjadi bagian utama dari sistem pembinaan atlet profesional yang berjenjang, terukur, dan berkelanjutan.
“Kita punya banyak anak-anak berbakat. Jangan sampai bakat mereka berhenti hanya karena tidak ada fasilitas, tidak ada kompetisi, atau pembinaannya tidak berkelanjutan. Anak-anak ini adalah aset Kota Padang yang harus kita siapkan sejak usia dini,” tegasnya.
Selain melahirkan atlet berprestasi, pembinaan olahraga yang masif juga dinilai efektif sebagai benteng pencegahan kenakalan remaja.
Semakin banyak anak muda yang disibukkan dengan kegiatan positif di lapangan, semakin kecil pula risiko mereka terjerumus ke dalam perilaku negatif.
Di akhir penyampaiannya, politisi senior ini mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi membenahi ekosistem olahraga di daerah.
Upaya memajukan sepak bola Padang menurutnya butuh sinergi erat antara pemerintah daerah, DPRD, PSSI, pengurus klub, peran orang tua, hingga dukungan dari dunia usaha.(adv)