PADANG, Lintasmedia News| Ketika sebagian besar warga masih menikmati sisa waktu istirahat, suasana berbeda terlihat di Asrama Polisi Rimbo Kaluang, Kelurahan Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Selasa, 8 September 2026 sekitar pukul 04.45 WIB, Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., M.Si. hadir dan memimpin Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) di Masjid Nurus Hidayah.
Kehadiran Kapolda Sumbar pada waktu subuh itu memberi warna tersendiri bagi personel yang mengikuti kegiatan. Tidak ada jarak yang terasa kaku. Di tengah suasana masjid yang masih hening, seluruh jamaah menyatukan langkah untuk melaksanakan ibadah sekaligus mengawali aktivitas dengan doa.
Bagi Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., M.Si., Gerakan Subuh Berjamaah bukan semata agenda rutin. Kegiatan tersebut menjadi ruang sederhana untuk menguatkan nilai keimanan, membangun kebersamaan, sekaligus mengingatkan setiap anggota Polri bahwa tugas pelayanan kepada masyarakat membutuhkan hati yang kuat dan sikap yang tulus.
Dari Asrama Polisi Rimbo Kaluang, pesan pengabdian itu terasa dekat dengan kehidupan personel. Polisi tidak hanya dituntut siap ketika berada di jalan, kantor maupun tengah masyarakat, tetapi juga perlu memiliki landasan moral dan spiritual agar setiap amanah dapat dijalankan secara bertanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut, Direktorat Samapta Polda Sumbar hadir sebagai satuan kerja pendamping. Dirsamapta Polda Sumbar AKBP Andre Anas, S.I.K., M.H., bersama personel Ditsamapta mengikuti Gerakan Subuh Berjamaah yang dipimpin langsung Kapolda Sumbar di Masjid Nurus Hidayah.
Kehadiran Kapolda bersama personel di Asrama Polisi Rimbo Kaluang juga memperlihatkan sisi kepemimpinan yang dekat dan membumi. Keteladanan tidak hanya disampaikan melalui arahan, tetapi diperlihatkan dengan hadir bersama anggota dalam suasana ibadah yang sederhana dan penuh kekhusyukan.
Bagi personel, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pekerjaan sebagai anggota Bhayangkara bukan hanya tentang kewajiban kedinasan. Di balik seragam dan tanggung jawab yang melekat, ada nilai kemanusiaan, kepedulian serta tuntutan untuk tetap menjaga sikap ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Gerakan Subuh Berjamaah juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter personel yang disiplin, humanis dan memiliki keteguhan moral. Nilai-nilai tersebut penting agar kekuatan Polri tidak hanya terlihat dari kesiapan menghadapi berbagai persoalan di lapangan, tetapi juga dari cara anggota memperlakukan masyarakat dengan hormat dan penuh kepedulian.
Dari Masjid Nurus Hidayah Asrama Polisi Rimbo Kaluang, kebersamaan itu kemudian menjadi energi untuk memulai hari. Kapolda Sumbar menunjukkan bahwa pengabdian dapat dimulai dari langkah yang sederhana: datang ke masjid, beribadah bersama, mempererat silaturahmi dan menyiapkan hati sebelum kembali menjalankan tanggung jawab.
Subuh di Asrama Polisi Rimbo Kaluang akhirnya bukan sekadar pembuka aktivitas pagi. Kehadiran Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., M.Si. dalam Gerakan Subuh Berjamaah menjadi pesan bahwa kekuatan seorang Bhayangkara semestinya berjalan beriringan antara kedisiplinan, iman, keteladanan dan kepedulian. Dari sana, pengabdian kepada masyarakat diharapkan tumbuh semakin tulus, humanis dan bermartabat.
