Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan lpm Al itqan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

 

PEKANBARU, lintasmedia news– Klub Orado Mungka Pekanbaru Aktif dan Kreatif yang diingkat KOMPAK resmi diperesmikan pada Sabtu, 05 September 2026 pukul 08.30 WIB di Pendopo Kopi / Coffee Tjiek, Jl. Pelangi No. 88, Pekanbaru.


Peresmian sekaligus dirangkai dengan penyelenggaraan *Turnamen Orado KOMPAK* antar klub se-Riau.


Acara ini dihadiri dan diresmikan langsung oleh *Pengurus Cabang Orado Pekanbaru* yang diwakili oleh *Sekretaris Orado Pekanbaru, YUDI*. Penyerahan Surat Keputusan Klub KOMPAK dilakukan pada momen tersebut dan disaksikan oleh *Ketua Pengprov Orado Riau, Welly Saputra*.


Panitia pelaksana diketuai oleh Budhi Hidayat selaku Ketua Klub KOMPAK, didampingi oleh Marsudianto dan H. Pepen Dt. Rajo Perhatiah.

Turnamen Orado KOMPAK kategori perseorangan ini diikuti oleh 80 pasang tim peserta yang berasal dari 23 Klub Orado se-Riau. Atmosfer kompetisi berlangsung meriah dan sportif.

Setelah melalui babak penyisihan hingga final, keluar sebagai pemenang:


- Juara 1 : Tim Klub Rajo Mandiri

- Juara 2 : Tim Klub Cakravala

- Juara 3 : Tim Klub KOMPAK


Ketua Klub KOMPAK, Budhi Hidayat, menyampaikan bahwa terbentuknya KOMPAK adalah wujud semangat untuk menghidupkan olahraga Orado di tingkat komunitas agar lebih aktif dan kreatif.


Acara ditutup dengan pembacaan semboyan Orado:  

SIAPA KITA? ORADO. ORADO? MEMINTARKAN INDONESIA.”


---


Versi singkat untuk caption IG/WhatsApp:

📢 RESMI! KLUB ORADO KOMPAK PEKANBARU DIBENTUK

Sabtu, 05 September 2026 di Pendopo Kopi Jl. Pelangi 88 Pekanbaru telah diresmikan Klub Orado Mungka Pekanbaru Aktif dan Kreatif - KOMPAK oleh Sekretaris Orado Pekanbaru, YUDI & disaksikan Ketua Pengprov Orado Riau, Welly Saputra.


Sekaligus digelar Turnamen Orado KOMPAK dengan 80 pasang peserta dari 23 Klub se-Riau.


🏆 Juara 1 : Rajo Mandiri  

🏆 Juara 2 : Cakravala  

🏆 Juara 3 : KOMPAK


SIAPA KITA? ORADO. ORADO? MEMINTARKAN INDONESIA.


#Orado #OradoRiau #OradoPekanbaru #KOMPAK #TurnamenOrado

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Salah satu upaya peningkatan kualitas kawasan wisata agar tertib, aman, nyaman dan representatif untuk masyarakat Bukittinggi dan juga para pengunjung, Pemerintah Kota Bukittinggi mulai melaksanakan pembenahan halaman Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) mulai 3 September 2026. 


TMSBK  dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1900an, diberi nama Stormpark. Pada 3 Juli 1929, kawasan ini dikembangkan menjadi kebun binatang dengan nama Fort De Kocksche Dieren Park. Kemudian hingga tahun 1995 melalui Perda No 2 Tahun 1995, kawasan ini secara resmi dinamakan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) hingga saat ini. 


Sepanjang sejarahnya, TMSBK telah beberapa kali melakukan pembenahan, seperti pembangunan kandang harimau, pembuatan kandang burung raksasa atau kandang aviari terbesar di Asia Tenggara, serta zona reptil pada tahun 2021. 


Berdasarkan Keputusan Wali Kota Bukittinggi Nomor 188.45-133-2026 tentang Kegiatan Prioritas Daerah tahun 2026, Pemko Bukittinggi menetapkan penataan kawasan TMSBK sebagai salah satu program prioritas daerah. Hal ini tentunya untuk menambah daya tarik wisata kota Bukittinggi


Kepala Dinas Pariwisata Bukittinggi, Rofie Hendria, Jumat (04/09) menjelaskan, pembenahan halaman TMSBK dilakukan dengan tujuan mengembalikan fungsi lahan sebagai fasilitas umum, meningkatkan dan mengoptimalkan sarana dan prasarana TMSBK. Ini juga untuk menyediakan ruang terbuka yang lebih tertata, meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan serta meningkatkan daya saing pariwisata Kota Bukittinggi. 


Menurutnya, pembenahan tersebut ditargerkan selesai dalam 100 hari dengan anggaran sebesar Rp1,7 miliar. "Proses pembenahan dilakukan dengan mengganti beberapa tatanan halaman TMSBK, seperti mengganti paving block dengan batu alam agar ramah bagi anak-anak, disabilitas dan para pengunjung. (Sandra/af)

PADANG, Lintasmedia News– Anggota DPRD Kota Padang, H. Rusdi, ST, MT, menggelar reses Masa Sidang I Tahun 2026/2027 bersama majelis taklim masjid dan mushalla serta Bundo Kanduang di Masjid Darul Hikmah, Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Jumat (4/9/2026).


Reses tersebut menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat. H. Rusdi juga memberikan penjelasan terkait rencana penyaluran dana hibah melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) bagi organisasi sosial dan keagamaan.


Politisi Fraksi Demokrat DPRD Kota Padang itu mengatakan, sengaja mengundang pengurus majelis taklim dan Bundo Kanduang dari sejumlah kelurahan. Menurutnya, mereka memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan pembinaan keagamaan masyarakat.


“Kita berharap dana hibah dapat disalurkan bulan ini, tepat sasaran dan memberi manfaat bagi organisasi penerima,” ujar Rusdi.


Rusdi merupakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Padang IV yang meliputi Kecamatan Lubuk Begalung dan Bungus Teluk Kabung.


Selain menyerap aspirasi, kegiatan reses juga dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan antarmajelis taklim serta Bundo Kanduang.


Menurut Rusdi, pembangunan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Pembinaan spiritual dan kehidupan sosial masyarakat juga harus berjalan secara seimbang.


“Pembangunan fisik dan spiritual akan berjalan maksimal jika seluruh komponen masyarakat bersinergi. Antarkelurahan dan antarmajelis taklim juga perlu memperkuat kebersamaan,” katanya.


Ia mencontohkan kegiatan wirid gabungan yang telah dilakukan sebagai salah satu bentuk mempererat hubungan masyarakat dan organisasi keagamaan.


Peserta reses berasal dari tujuh majelis taklim masjid dan musala di Kelurahan Koto Baru Nan XX, Banuaran Nan XX, dan Pampangan Nan XX. Kegiatan itu juga diikuti Bundo Kanduang Kelurahan Koto Baru Nan XX dan Tanjuang Aua Nan XX.


Turut hadir Lurah Koto Baru Nan XX, pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta tokoh masyarakat setempat.


Ketua Majelis Taklim Masjid Al Quwait Banuaran, Reni Andrianti, A.Md., mengapresiasi perhatian H. Rusdi terhadap kegiatan majelis taklim.


Menurutnya, rencana hibah melalui Pokir H. Rusdi akan membantu mendukung berbagai program organisasi. Selama ini, pembiayaan kegiatan majelis taklim sebagian besar bersumber dari infak anggota.


“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Rusdi. Hibah dari Pokir beliau akan menambah semangat pengurus untuk menjalankan berbagai program. Selama ini, sumber dana kami hanya berasal dari infak anggota majelis taklim,” ujarnya. 

Reses lebih bermakna. Karena juga diisi dengan kegiatan ceramah agama. (*)





PADANG,Lintas Media News
Musyawarah Daerah (Musda) Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatera Barat akhirnya terlaksana dan menetapkan Sri Darni, wartawan RRI Padang, sebagai Ketua FJPI Sumatera Barat periode 2026–2029.

Musda yang berlangsung di Padang, Jumat (4/9/2026), diikuti 18 peserta secara hybrid. Kegiatan tersebut menjadi Musda periode ketiga dalam perjalanan kepengurusan FJPI Sumatera Barat.

Pelaksanaan Musda sebelumnya sempat beberapa kali tertunda akibat musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat.

 Namun, setelah situasi memungkinkan, kegiatan organisasi tersebut akhirnya dapat dilaksanakan.

Ketua Panitia Pelaksana Musda FJPI Sumbar, Ka'bati, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya Musda.

“Meski telah beberapa kali tertunda akibat musibah banjir beberapa waktu lalu, alhamdulillah Musda ini akhirnya bisa terlaksana,” ujar Ka'bati.

Sementara itu, Ketua FJPI Pusat, Khairiah Lubis, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus FJPI Sumatera Barat yang telah menyelenggarakan Musda periode ketiga.

Ia berharap Musda tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas jurnalis perempuan di Sumatera Barat.

“Semoga ini menjadi momentum kita para jurnalis perempuan untuk solid dan kuat secara profesi, sekaligus menjadikan FJPI sebagai wadah kita bersama untuk saling merangkul dalam silaturahmi,” kata Khairina.
*Dua Nama Diusulkan*

Sidang Musda kemudian memasuki agenda pemilihan Ketua FJPI Sumatera Barat periode 2026–2029. Sidang dipimpin oleh Mona Sisca selaku pimpinan sidang.

Dalam proses pencalonan, peserta Musda mengusulkan dua nama sebagai calon Ketua FJPI Sumbar, yakni Harmalia Ocha, wartawan Zona Publis yang juga pernah menjadi wartawan TVRI Sumbar, dan Sri Darni, wartawan RRI Padang.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap persyaratan calon berdasarkan tata tertib (tatib) Musda, Harmalia Ocha dinyatakan belum memenuhi salah satu persyaratan pencalonan.

Dalam tatib FJPI, calon Ketua FJPI cabang diwajibkan telah bergabung dengan FJPI sekurang-kurangnya tiga tahun.

Setelah persyaratan tersebut dibahas dalam sidang, peserta Musda kemudian mencapai kesepakatan untuk melanjutkan proses pemilihan dengan satu calon yang memenuhi persyaratan.

Berdasarkan kesepakatan peserta dan hasil sidang, Sri Darni dinyatakan sah sebagai Ketua FJPI Sumatera Barat periode 2026–2029.

Penetapan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru FJPI Sumatera Barat untuk periode tiga tahun ke depan.

Ketua FJPI Sumbar periode 2023-2026 Nita Indrawati juga menyampaikan laporan kegiatan yang telah berhasil dilaksanakan sebelumnya.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, FJPI Sumatera Barat diharapkan semakin mampu menjadi ruang bersama bagi jurnalis perempuan untuk memperkuat profesionalisme, solidaritas, jejaring, serta peran perempuan dalam dunia jurnalistik.

Musda juga menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat komitmen FJPI Sumatera Barat dalam membangun ekosistem pers yang profesional, berintegritas, dan inklusif.(**)



PADANG,Lintas Media News
Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Nanda Satria, terus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi Pajak Air Permukaan (PAP) dan kontribusi Sumbangan Pihak Ketiga dari perusahaan yang beroperasi di Sumbar.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menemui jajaran direksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) selaku perusahaan induk PT Semen Padang, Rabu (2/9). Dalam pertemuan itu Nanda turut didampingi  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dari Pemprov Sumbar.


Kedatangan Nanda Satria bersama jajaran OPD Pemprov Sumbar diterima langsung Direktur Utama SIG, Indriefffouny Indra, Direktur Keuangan SIG, Sigit Prastowo, dan Direktur Keuangan PT Semen Padang, Iskandar Zulkarnain Lubis, beserta jajaran manajemen SIG dan PT Semen Padang.

Dalam pertemuan itu dibahas kontribusi Sumbangan Pihak Ketiga dari PT Semen Padang serta kewajiban PAP perusahaan tersebut.

Nanda menyampaikan apresiasi atas dukungan SIG dan PT Semen Padang yang selama ini telah ikut berkontribusi terhadap pembangunan di daerah.

"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada SIG dan PT Semen Padang karena selama ini selalu mendukung pembangunan di Sumatera Barat," kata Nanda.

Dikatakannya selama beberapa tahun terakhir PT Semen Padang telah memberikan kontribusi melalui Sumbangan Pihak Ketiga sekitar Rp10 miliar setiap tahunnya kepada Pemprov. Ia berharap pada tahun ini kontribusi tersebut dapat ditingkatkan sehingga bisa memperkuat PAD Sumbar.

“Beberapa tahun belakangan Semen Padang telah memberikan kontribusi Sumbangan Pihak Ketiga sekitar Rp10 miliar. Kami berharap ada peningkatan jumlahnya pada tahun ini," ujarnya.
Selain kontribusi tersebut, Nanda juga mendorong optimalisasi penerimaan PAP dari PT Semen Padang. Upaya serupa, katanya, juga tengah dilakukan terhadap perusahaan perkebunan berskala besar di Sumbar, khususnya sektor kelapa sawit yang memanfaatkan air permukaan untuk kepentingan usaha.

Dorongan itu dilakukan mengingat masih besarnya kewajiban PAP sektor perkebunan yang belum tertagih.

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbar, terdapat 41 perusahaan yang telah ditetapkan sebagai Wajib Pajak Air Permukaan sektor perkebunan dengan total kewajiban mencapai Rp114,28 miliar. Namun, pembayaran yang diterima Bapenda baru sekitar Rp179,70 juta. Dengan demikian, masih terdapat pajak terutang sekitar Rp114,10 miliar.

Tunggakan tersebut tersebar di sejumlah daerah. Terbesar berada di Pasaman Barat sebesar Rp77,77 miliar, disusul Dharmasraya Rp13,06 miliar, Pesisir Selatan Rp11,88 miliar, Agam Rp7,31 miliar, Padang Aro Rp3,56 miliar, dan Sijunjung sekitar Rp496,18 juta.

Nanda menegaskan, optimalisasi PAP sektor perkebunan menjadi salah satu fokus yang dikawal DPRD karena besarnya kontribusi komoditas sawit terhadap perekonomian dan ekspor Sumbar.

Pada semester I 2026, produk sawit dan turunannya menyumbang 85,39 persen dari total ekspor Sumbar yang mencapai US$1,568 miliar.

"Dengan kontribusi komoditas sawit mencapai 85,39 persen dari total ekspor Sumbar, hendaknya tidak ada alasan bagi perusahaan-perusahaan perkebunan berskala besar yang ada di Sumbar ini untuk tidak membayar kewajiban PAP mereka," ujar Nanda.

Ia mengatakan, DPRD bersama Pemprov Sumbar sebelumnya juga telah melakukan sosialisasi terkait penerapan PAP ini. Maka dari itu, perusahaan yang telah ditetapkan sebagai wajib pajak diharapkan mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan tersebut.

Nanda menegaskan, kebijakan PAP yang dijalankan telah melalui pembahasan dan kajian bersama antara DPRD dan Pemprov dengan melibatkan para ahli. Perhitungan kewajiban pajak setiap perusahaan juga telah disusun berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, DPRD dan Pemprov Sumbar tetap membuka ruang dialog bagi perusahaan yang memiliki perhitungan berbeda terkait kewajiban PAP.

"Kalau dengan perhitungan yang telah ditetapkan, perusahaan menilai tidak sesuai dengan perhitungan dari pihak mereka, Pemprov dan DPRD membuka ruang diskusi untuk mencari solusinya," ujarnya.

Untuk mempercepat optimalisasi penerimaan PAP ini, terang Nanda, dalam waktu dekat pihaknya juga akan berkomunikasi dengan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) untuk mendorong pengoptimalan dari perusahaan perkebunan yang berada di bawah naungan BUMN.

“Selanjutnya kami juga akan berkomunikasi dengan BP BUMN. Kita berharap optimalisasi penerimaan PAP dan Sumbangan Pihak Ketiga ini dapat menambah PAD sekaligus memperkuat kemampuan fiskal Pemprov Sumbar dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur Utama SIG, Indriefffouny Indra, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara manajemen SIG dan PT Semen Padang dengan Pemprov Sumbar dalam mendukung pembangunan daerah.

"Kami siap bersinergi memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Sumatera Barat. Pembahasan hari ini menjadi masukan bagi kami untuk ditindaklanjuti," tukasnya. (*)

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi menggelar pelatihan dan pengukuhan Tim Communication in Rescue and Emergency (CORE) Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). Kegiatan yang terlaksana atas dukungan dana pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Dedi Fatria tersebut berlangsung selama dua hari, 4 dan 5 September 2026 dan dibuka di Bumi Perkemahan Tapian Ratu, Jumat (04/09). 


Pelatihan dan Pengukuhan Tim CORE ORARI Lokal Bukittinggi-Agam diikuti oleh 40 anggota ORARI Lokal Bukittinggi Agam yang tergabung dalam Tim CORE Group A. Hal itu dIsampaikan Kepala Bidang Statistik Informasi dan Komunikasi Publik (SIKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Bukittinggi, Riri Alhadilla Sukma. Ia menjelaskan, 2 orang instruktur yang dihadirkan merupakan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang komunikasi radio kebencanaan, keselamatan dan penanganan keadaan darurat. 

Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Dedi Fatria, mengatakan, berbagai komunitas di Kota Bukittinggi perlu memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan yang dapat mendukung penanganan bencana. Pelatihan dan pengukuhan Tim CORE ORARI Lokal Bukittinggi-Agam merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan komunitas dalam menghadapi kondisi kebencanaan. 


Sementara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan, pada kondisi darurat dan kebencanaan, respon cepat menjadi sangat penting. Kecepatan menerima dan menyampaikan informasi sangat dibutuhkan sehingga bantuan dapat segera dikerahkan. Untuk itu keberadaan Tim CORE ORARI Lokal Bukittinggi-Agam menjadi hal positif dalam mendukung komunikasi pada kondisi darurat maupun kebencanaan. 


Dengan adanya Tim CORE ORARI Lokal Bukittinggi-Agam, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, ORARI, relawan, dan unsur terkait lainnya semakin kuat dalam mendukung kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat dan kebencanaan. (Sandra/af)

 

PADANG, Lintasmedia News- Tersangka yang bekerja sebagai buruh harian lepas ini diringkus tanpa perlawanan di kawasan Lampu Merah Lubuk Begalung, Kota Padang, pada Jumat (4/9/2026) siang.


Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Yasin, melalui keterangan yang diterima, membenarkan penangkapan tersebut. Penangkapan dipimpin langsung oleh Kanit Opsnal Satreskrim Polresta Padang IPTU Adrian Afandi, dan Kasubnit Opsnal IPDA Ryan Fermana.


"Benar, Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang telah mengamankan seorang terduga pelaku pencurian berinisial MAR pada hari Jumat, 4 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB," ujar Kompol Yasin.


Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban bernama Emi Anora yang tertuang dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/867/IX/2026/SPKT/Polresta Padang/Polda Sumbar, tanggal 4 September 2026.


Peristiwa pencurian tersebut diketahui terjadi di samping Pical Halim, Jalan Simpang ByPass Tanjung Saba, RT/RW -, Kelurahan Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, pada akhir September 2024 lalu.


Kompol Yasin menjelaskan kronologis kejadian bermula ketika sepeda motor korban jenis Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi BA 3523 AAF dibawa oleh anak pelapor. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), anak korban tertidur dengan kunci sepeda motor disimpan di dalam saku celananya.


"Saat korban terbangun, sepeda motor berikut kunci yang disimpan di dalam saku celannya sudah raib diambil pelaku," terang Kompol Yasin.


Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiel lebih kurang sebesar Rp6.000.000.


Berbekal laporan dari masyarakat serta hasil olah TKP, Tim Klewang kemudian melakukan penyelidikan mendalam hingga mengantongi identitas pelaku. Setelah mendapat informasi bahwa pelaku sedang berada di kawasan Lampu Merah Lubuk Begalung, petugas langsung bergerak cepat melakukan penyergapan.


"Saat diinterogasi di lapangan, tersangka MAR alias Rian Bandel mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian tersebut," tambahnya.


Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Padang guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut dan melengkapi administrasi penyidikan.

 

Lintasmedia News 

Pimpinan beserta seluruh anggota DPRD Kota Padang laksanakan kegiatan reses pada masa sidang I tahun 2026.Reses dilaksanakan sejak Rabu,2 September hingga Minggu, 6 September 2026.


Pada reses I tahun 2026 ini , anggota DPRD Kota Padang Dewi Susanti dari Fraksi Partai Gerindra, Dapil 4 ,Kecamatan Lubuk Begalung, Bungus Teluk Kabung melaksanakan kegiatan reses menjaring aspirasi warga di di RT 001/RW 006 Kelurahan Bungus Timur Kecamatan Bungus Teluk Kabung bertempat di Mushalla Raudathul Jannah Jln. Sarasah RT.001 RW.006 Kelurahan Bungus Timur Kecamatan Bungus Teluk. Kabung, pada Kamis (3/9/2026). 

Hadir pada kegiatan Reses itu Camat Bungus, Lurah Bungus Timur, Ketua LPM Kecamatan Bungus ,Ketua RT 001,Ketua RW 006, Sekretaris KSB PAC Kecamatan Bungus, Ketua pemuda , tokoh masyarakat setempat serta warga .

Pada kesempatan itu, Dewi Susanti menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formal legislatif, tetapi menjadi ruang penting untuk mendengar langsung kebutuhan dan persoalan masyarakat. 


Ia menyebut, setiap aspirasi yang disampaikan warga akan dicatat dan diperjuangkan, baik di tingkat DPRD Kota Padang,pemerintah kota maupun hingga ke pemerintah pusat.


“Reses ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat untuk hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan warga, lalu memperjuangkannya dalam kebijakan dan program pembangunan,” ujar Dewi Susanti.


Berbagai aspirasi yang mencuat dalam reses tersebut di antaranya terkait pembangunan infrastruktur lingkungan, betonisasi jalan Sarasah di RT 001 RW 006 sepanjang lebih kurang 400 meter, bantuan dana untuk sarana dan prasarana kegiatan KSB PAC Kecamatan Bungus, pemberdayaan masyarakat, hingga dukungan terhadap program sosial dan ketahanan pangan di Bungus Teluk Kabung.


Dewi Susanti memastikan seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan prioritas dalam pembahasan program pembangunan ke depan. 


Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dan kolaborasi demi kemajuan Kota Padang, khususnya Kecamatan Bungus Teluk Kabung. 

“Kami ingin pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, aspirasi warga akan menjadi perhatian serius untuk diperjuangkan bersama,” pungkas Dewi Susanti srikandi dari partai Gerindra, anggota DPRD Kota Padang, tiga periode ini.


Lurah Bungus Timur, Zainal .S.Pd,. menyampaikan ucapan terimakasih banyak dengan kegiatan reses masa sidang I tahun 2026 dan atas kedatangan anggota DPRD Kota Padang, Buk Dewi Susanti di Kelurahan Bungus Timur ini menjadi penyejuk bagi kami serta membawa kemajuan serta kebaikan bagi pembangunan disini.


"Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih banyak, semoga melalui kegiatan reses ini, apa - apa yang telah disampaikan warga atau aspirasi dari warga dapat diperjuangkan dan terealisasikan dengan baik melalui buk Dewi Susanti di legislatif maupun melalui pemerintah Kota Padang, " pungkasnya. (bim)

 

PADANG, Lintasmedia News— Cagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I PT Semen Padang memasuki babak baru dalam upaya pemanfaatan kawasan bersejarah sebagai ruang publik dan pusat aktivitas kebudayaan. Hal tersebut disampaikan saat Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan Agus Widiatmoko mengunjungi kawasan Pabrik Indarung I PT Semen Padang, Jumat (4/9/2026).


Kedatangan Agus Widiatmoko bersama rombongan disambut Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino dan Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan cagar budaya nasional itu, sekaligus membahas rencana revitalisasi bekas fasilitas industri semen yang memiliki nilai penting dalam sejarah perkembangan industri semen nasional.

Agus mengatakan, Kementerian Kebudayaan dalam waktu dekat akan mendorong pelaksanaan revitalisasi kawasan Pabrik Indarung I PT Semen Padang. Revitalisasi tidak semata diarahkan untuk mempertahankan bangunan dan elemen bersejarah yang ada, tetapi juga menghadirkan fungsi baru yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.


"Yang dulunya industri atau pabrik semen, kita dari Kementerian Kebudayaan dalam waktu dekat akan melakukan revitalisasi bekas pabrik semen ini. Salah satu dari tempat ini mau kita jadikan ruang publik," kata Agus.


Menurutnya, konsep ruang publik yang disiapkan di kawasan tersebut akan diarahkan sebagai ruang untuk aktivasi budaya, pusat kreativitas dan kreasi, sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengekspresikan kebudayaan.


Konsep tersebut memungkinkan sejumlah bagian dari kawasan Pabrik Indarung I PT Semen Padang yang sudah tidak lagi digunakan untuk fungsi industri mendapatkan kehidupan baru tanpa menghilangkan karakter dan nilai sejarahnya.


Salah satu rencana yang disiapkan adalah mengubah area kolam yang berada di kawasan tersebut menjadi amfiteater. Ruang tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seni dan kebudayaan, termasuk pertunjukan seni serta aktivitas kebudayaan masyarakat.


"Yang ini kan ada kolam. Nah, kita sulap, kita ubah menjadi sebuah amfiteater. Karena juga sudah tidak berfungsi lagi, kita jadikan amfiteater. Nanti digunakan untuk pertunjukan seni dan kegiatan-kegiatan berkebudayaan masyarakat," ujarnya.


Transformasi tersebut menjadi bagian dari pendekatan revitalisasi yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga menghidupkan kembali kawasan melalui aktivitas masyarakat. Dengan demikian, kawasan cagar budaya tidak berhenti sebagai objek sejarah yang hanya dilihat atau dikunjungi, melainkan berkembang menjadi ruang interaksi dan aktivitas kebudayaan.


Agus menegaskan, setelah proses revitalisasi berjalan, kawasan tersebut direncanakan dapat dibuka secara luas untuk masyarakat. Kehadiran ruang publik di kawasan Pabrik Indarung I PT Semen Padang diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus berinteraksi dengan warisan budaya yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan industri di Sumatera Barat.


"Ini nanti akan dibuka secara luas untuk masyarakat. Kalau sudah kita buka secara luas sebagai ruang publik, sebagai tempat kreativitas berkebudayaan, tentu akses masyarakat luas dan kita memberi manfaat bekas pabrik ini," katanya.


Ia menilai, pemanfaatan kembali kawasan bekas pabrik menjadi pusat aktivitas budaya merupakan salah satu cara untuk memastikan keberadaan cagar budaya tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini.


Menurut Agus, sebuah kawasan bersejarah tidak cukup hanya dipertahankan secara fisik. Keberlanjutan pemanfaatan dan pengelolaan menjadi faktor penting agar nilai sejarah yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.


"Artinya pabrik yang sudah tidak berfungsi, kalau digunakan, direvitalisasi, diubah penggunaannya sebagai pusat aktivitas budaya," ujarnya.


Rencana revitalisasi Pabrik Indarung I PT Semen Padang tersebut juga tidak terlepas dari visi jangka panjang untuk memperkuat posisi kawasan sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai penting, termasuk peluang menuju pengakuan di tingkat internasional.


Ketika ditanya mengenai dukungan revitalisasi terhadap rencana menjadikan kawasan tersebut sebagai bagian dari warisan budaya dunia UNESCO, Agus mengatakan proses menuju pengakuan tersebut membutuhkan perjalanan yang panjang. Menurutnya, pengalaman Sawahlunto dengan Tambang Batu Bara Ombilin yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO menunjukkan bahwa proses tersebut membutuhkan tahapan dan komitmen berkelanjutan.


"Seperti halnya Sawahlunto, Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto sudah menjadi warisan budaya dunia. Menjadi warisan ini juga butuh proses panjang, dan yang terpenting adalah kelanjutannya," katanya.


Agus menekankan, tantangan tidak berhenti setelah sebuah kawasan memperoleh pengakuan sebagai warisan budaya dunia. Pengelolaan kawasan, keberlanjutan program, serta bagaimana warisan tersebut terus memberikan manfaat bagi masyarakat menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan sejak awal.


Karena itu, sebelum berbicara lebih jauh mengenai pengakuan internasional, pemerintah bersama pemangku kepentingan dinilai perlu memastikan kawasan Pabrik Indarung I memiliki aktivitas yang hidup dan berkelanjutan.


"Nah, setelah menjadi warisan dunia itu manajemennya bagaimana. Makanya kita sebelum menuju ke sana, kita aktivasi dulu sebagai pusat-pusat berkebudayaan," ujar Agus.


Rencana tersebut membuka peluang bagi Pabrik Indarung I PT Semen Padang untuk menjalankan fungsi baru sebagai ruang yang mempertemukan sejarah industri, pelestarian warisan budaya, kreativitas, dan aktivitas masyarakat.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menyampaikan apresiasi atas kunjungan Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan bersama rombongan ke kawasan Cagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I.


Menurut Win, kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat perhatian terhadap keberadaan Pabrik Indarung I sebagai salah satu aset warisan sejarah yang memiliki nilai strategis, tidak hanya bagi PT Semen Padang, tetapi juga bagi Kota Padang, Sumatera Barat, dan perjalanan industri nasional.


"Kami mengapresiasi kunjungan Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan ke Cagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I. Kunjungan ini semakin mengukuhkan keberadaan Pabrik Indarung I sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah dan warisan budaya yang penting," ujar Win.


Ia mengatakan, PT Semen Padang pada prinsipnya menyambut baik rencana revitalisasi kawasan tersebut. Bagi perusahaan, upaya menghidupkan kembali kawasan bersejarah dengan tetap memperhatikan nilai-nilai pelestarian merupakan langkah positif untuk memastikan warisan sejarah perusahaan dapat terus dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Menurut Win, Pabrik Indarung I memiliki perjalanan sejarah yang panjang dalam perkembangan industri semen nasional. Keberadaan kawasan tersebut menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah PT Semen Padang sebagai perusahaan semen tertua di Indonesia dan salah satu bagian penting dalam perjalanan industrialisasi di Tanah Air.


"Yang terpenting adalah bagaimana nilai sejarah kawasan ini tetap terjaga, sementara pada saat yang sama kawasan tersebut dapat memiliki fungsi baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.


Bagi PT Semen Padang, kawasan Pabrik Indarung I memiliki posisi strategis dalam perjalanan panjang perusahaan. Pabrik tersebut menjadi bagian penting dari sejarah industri semen di Indonesia sekaligus merepresentasikan perjalanan panjang keberadaan PT Semen Padang sebagai salah satu perusahaan industri yang tumbuh bersama masyarakat Sumatera Barat.


Dengan revitalisasi yang mengedepankan pelestarian nilai sejarah sekaligus pemanfaatan baru, kawasan Pabrik Indarung I diharapkan tidak hanya menjadi pengingat perjalanan industri masa lalu, tetapi juga berkembang sebagai ruang publik yang produktif dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.


Transformasi tersebut sekaligus memperkuat semangat pelestarian warisan budaya melalui pendekatan yang adaptif. Bangunan dan kawasan bersejarah tetap dijaga nilai pentingnya, sementara fungsi ruang dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat masa kini.


Ke depan, sinergi antara Kementerian Kebudayaan, PT Semen Padang, pemerintah daerah, komunitas budaya, serta masyarakat menjadi elemen penting dalam memastikan proses revitalisasi berjalan secara berkelanjutan.


Dengan konsep tersebut, Pabrik Indarung I berpeluang memasuki fase baru: dari kawasan industri bersejarah menjadi ruang publik yang hidup, tempat masyarakat berkegiatan, seniman berekspresi, komunitas berkreasi, dan generasi muda mengenal lebih dekat perjalanan sejarah industri semen di Indonesia. (*)

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW), hasil Pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang sudah dilakukan pada tanggal 3 September 2026, prakiraan konsentrasi PM2.5 di wilayah Kota Bukittinggi adalah 20,5  mikrogram/M3 kategori kualitas udara "sedang" dengan konsentrasi maksimum sebesar 42 mikrogram/M3.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, menyampaikan, sumber pencemaran yang terjadi berdasarkan arah angin dominan dari arah Tenggara, Selatan atau bagian Timur wilayah Sumatera Barat, yaitu Sumatera Selatan dan Jambi. Selain itu potensi juga berasal dari wilayah yang berbatasan dengan wilayah Riau, seperti 50 Kota, Sijunjung dan Dharmasraya.


"Melihat kondisi saat ini dan hasil pemantauan ISPU, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bukittinggi yang beraktivitas di luar ruangan masih dapat melaksanakan kegiatan dengan tetap menjaga kesehatan masing-masing. Namun, untuk anak-anak, lansia, serta orang yang mengalami gangguan pernapasan disarankan agar mengurangi kegiatan di luar ruangan, jika sangat dibutuhkan maka dianjurkan menggunakan masker," imbaunya.


Kualitas udara saat ini bersifat sementara, terdapat kemungkinan membaik atau menurun tergantung pada pergerakan konsentrasi ISPU. Pemantauan kualitas udara akan terus ditinjau dan Dinas Kesehatan akan terus berkoordinasi bersama pihak Stasiun GAW Koto Tabang.


Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan memantau segala informasi secara resmi serta tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi udara terkini. (*)

 

Padang, Lintasmedia News— Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung sejumlah pembangunan infrastruktur yang tengah dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Jumat (4/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan pembangunan jalan dan saluran drainase berjalan sesuai target, sekaligus memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.

Didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi serta Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, Fadly Amran mengunjungi dua lokasi pembangunan di Kecamatan Koto Tangah. Lokasi pertama yakni pembangunan jalan menuju kawasan wisata Pantai Pasir Jambak di Kelurahan Pasie Nan Tigo. Setelah itu, rombongan meninjau pembangunan saluran drainase baru di kawasan Pasar Tunggul Hitam, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.




Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap mobilitas masyarakat, pengembangan kawasan, kegiatan ekonomi, dan penanganan persoalan lingkungan seperti genangan air.



Jalan Menuju Pasir Jambak Hampir Rampung



Salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut adalah pembangunan jalan menuju Pasir Jambak. Jalan ini dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi akses menuju sejumlah kawasan yang berpotensi mendukung perkembangan wilayah Koto Tangah.

Fadly Amran mengatakan, jalan menuju Pasir Jambak memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan. Pasalnya, terdapat dua objek vital yang dilalui akses tersebut, yaitu perguruan tinggi dan kawasan wisata Pantai Pasir Jambak.




Menurutnya, keberadaan jalan yang lebih baik diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi di sekitar kawasan. Infrastruktur jalan juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong berkembangnya suatu kawasan, terutama daerah yang memiliki potensi pendidikan dan pariwisata.




“Kami berharap pembangunan ini dapat dijaga dengan baik oleh masyarakat dan jangan ada bangunan liar. Selain itu, juga akan ada investasi pengembangan yang dapat membuka lapangan pekerjaan melalui pembangunan objek wisata di kawasan Pasir Jambak,” ujar Fadly Amran.




Ia menekankan, pembangunan infrastruktur perlu diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga fungsi dan keberlanjutan fasilitas yang telah dibangun pemerintah.




Pemerintah Kota Padang juga melihat kawasan Pasir Jambak memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. Dengan akses jalan yang semakin baik, kawasan tersebut diharapkan dapat menarik investasi pengembangan pariwisata yang pada akhirnya berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.



Panjang Jalan 2,5 Kilometer, Progres Capai 95,6 Persen



Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menjelaskan, pembangunan jalan menuju Pasir Jambak memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer. Jalan tersebut dibangun dengan lebar 5,5 meter, dilengkapi bahu jalan masing-masing selebar 1 meter.




Pembangunan jalan tersebut menggunakan sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK). Nilai pagu anggarannya mencapai Rp9,6 miliar, sementara nilai kontraknya sekitar Rp9,4 miliar.




Hingga saat peninjauan dilakukan, progres pekerjaan telah mencapai 95,6 persen. Dengan demikian, pekerjaan yang tersisa diperkirakan sekitar 4,4 persen.




Malvi mengatakan, pekerjaan saat ini memasuki tahap akhir. Sejumlah pekerjaan yang sedang diselesaikan antara lain pengecoran bahu jalan dan pembuatan marka jalan.




“Target kami dalam minggu depan jalan Pasir Jambak ini sudah selesai. Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 95,6 persen, tinggal sekitar 4,4 persen lagi. Saat ini sedang pengecoran bahu jalan, pembuatan marka jalan, Insya Allah, menjelang akhir minggu pekerjaan sudah clear,” jelas Malvi.




Dengan perkembangan tersebut, pembangunan jalan ditargetkan dapat selesai pada pertengahan September 2026.




Penyelesaian jalan ini diharapkan semakin memperkuat akses menuju Pasir Jambak, terutama bagi masyarakat yang menggunakan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari maupun menuju kawasan wisata.



Drainase Pasar Tunggul Hitam untuk Pengendalian Banjir



Dari kawasan Pasie Nan Tigo, rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke Pasar Tunggul Hitam di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.




Di lokasi tersebut, Pemerintah Kota Padang tengah membangun saluran drainase baru sebagai bagian dari upaya penataan sistem drainase perkotaan dan pengendalian banjir.




Fadly Amran menyebut pembangunan drainase di kawasan Pasar Tunggul Hitam merupakan salah satu implementasi dari Master Plan Drainase Kota Padang. Pembangunan tersebut diarahkan untuk memperbaiki sistem aliran air, khususnya di kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.




Pasar sebagai pusat aktivitas perdagangan membutuhkan dukungan infrastruktur dasar yang memadai. Persoalan genangan air tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas perdagangan dan mobilitas warga di sekitar kawasan.




Karena itu, Fadly berharap pembangunan saluran drainase tersebut dapat segera diselesaikan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.




“Kami berharap melalui penataan dan pembangunan saluran drainase ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan genangan dan memperlancar aliran air di sekitaran Pasar Tunggul Hitam ini,” katanya. (***)

PADANG, Lintasmedia News - Kepedulian nyata ditunjukkan oleh Kelompok Bantuan Pangan (Banpeng) Kelurahan Mata Air bagi warga lanjut usia dan sakit. Menyadari kondisi fisik penerima yang tidak memungkinkan untuk datang langsung ke lokasi distribusi, petugas memilih untuk turun tangan langsung mengantarkan bantuan ke rumah masing-masing warga. Langkah proaktif ini memastikan bahwa hak warga yang membutuhkan tetap tersalurkan tanpa terkendala jarak maupun kondisi kesehatan.


Aksi jemput bola ini dikoordinasikan langsung oleh Ketua Banpeng Kelurahan Mata Air, Weni Novita, bersama jajaran petugas lapangan. Tim yang bertugas terdiri dari Weni Novita, Ayu Trisna, Riki Imura, Andre, Oktaria, Ami, Tiara, Bunga, Arsel, Lili, serta Dea. Kehadiran para petugas ini disambut dengan rasa syukur dan kebahagiaan mendalam oleh para penerima manfaat di berbagai Rukun Tetangga (RT).


Penyaluran khusus ini menjangkau total dua belas warga yang tersebar di sejumlah titik di Kelurahan Mata Air. Berdasarkan data petugas, penerima bantuan beras tersebut meliputi Yuliar (RT 1 RW 8), Baiyar (RT 4 RW 10), Nurumina Zalukhu (RT 4 RW 10), Zaida Jalun (RT 1 RW 2), dan Afriatun (RT 4 RW 13).


Distribusi door-to-door ini juga mencakup Meilidar (RT 3 RW 1), Army Mr (RT 2 RW 10), Rosnini (RT 3 RW 10), Martida Gozali (RT 3 RW 5), serta Nurbaiyani (RT 2 RW 8). Dua warga lainnya yang turut menerima paket beras hingga ke depan pintu rumah adalah Janibar (RT 1 RW 1) dan Ani Darni (RT 2 RW 1). Seluruh penerima merupakan kelompok rentan yang sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah dan sesama.


Inisiatif pengantaran langsung hingga ke pintu rumah ini lahir dari komitmen kemanusiaan yang dipegang teguh oleh Kelompok Banpeng Kelurahan Mata Air. Para petugas memahami betul bahwa bagi lansia dan warga yang sedang sakit, perjalanan menuju titik pembagian bantuan dapat membebani fisik mereka. Oleh karena itu, pelayanan humanis dikedepankan agar bantuan sosial dapat diterima dengan nyaman dan bermartabat.


Kehadiran para petugas di tengah-tengah warga lansia juga mempererat hubungan emosional antara perangkat kelurahan dan masyarakat. Dalam setiap kunjungan, petugas tidak hanya menyerahkan bantuan beras, tetapi juga meluangkan waktu untuk menyapa dan mendengarkan kondisi kesehatan warga. Pendekatan personal semacam ini memberikan suntikan moril yang berharga bagi para lansia yang kerap merasa kesepian.


Aksi sosial yang konsisten ini diharapkan mampu menginspirasi wilayah lain untuk mengutamakan pelayanan yang inklusif dan berempati tinggi. Pemerintah kelurahan menilai bahwa keberhasilan program bantuan sosial tidak hanya diukur dari tepatnya sasaran kuantitas, tetapi juga dari kemudahan akses bagi warga yang paling lemah. Dengan cara ini, tidak ada satupun warga prioritas yang terabaikan hak dasarnya.


Melalui sinergi yang solid antar anggota tim Banpeng, proses distribusi berjalan lancar tanpa hambatan berarti dari pagi hingga selesai. Seluruh paket beras berhasil mendarat dengan selamat di tangan warga yang berhak di ambang pintu rumah mereka. Senyum dan ucapan terima kasih dari para lansia menjadi apresiasi paling berharga bagi lelahnya langkah para petugas di lapangan.


Ke depan, Kelompok Banpeng Kelurahan Mata Air berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pelayanan publik yang berbasis kepedulian sosial ini. Mereka berencana mengevaluasi setiap penyaluran agar pemberian bantuan di masa mendatang bisa semakin responsif terhadap dinamika kebutuhan warga. Semangat melayani dengan hati ini diyakini mampu membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan warga setempat.


Pihak kelurahan pun mengimbau kepada masyarakat luas untuk senantiasa peduli terhadap kondisi tetangga sekitar, terutama para lansia yang tinggal sendiri atau dalam kondisi sakit. Kepedulian kolektif dari lingkungan tetangga terdekat merupakan lapis pengaman sosial yang sangat efektif untuk melengkapi program bantuan resmi dari pemerintah. Dengan kebersamaan yang terjaga, kualitas hidup masyarakat Kelurahan Mata Air secara keseluruhan dapat terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. (AM)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.