Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

Sumbar, lintas– Kombes Pol. Teddy Fanani dan Bill Irzano secara resmi menandatangani kesepakatan damai untuk mengakhiri perselisihan yang sebelumnya terjadi. Penandatanganan surat perdamaian tersebut berlangsung pada Senin (10/8) pagi di Suasso Restaurant, Padang.


Kesepakatan damai itu ditandatangani langsung oleh kedua belah pihak dan disaksikan sejumlah saksi. Penandatanganan menjadi bentuk komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi secara damai dan kekeluargaan.


Proses tersebut turut disaksikan Direktur Intelkam Polda Sumbar Kombes Pol. Riki Kurniawan, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya keluarga dari Bill Irzano, Kabid Kearsipan dan Perpustakaan Pemprov Sumbar, Ketua PWI Sumbar Widya Navis,serta awak media.


Setelah tanda tangan kedua belah pihak dibubuhkan, proses dilanjutkan dengan penandatanganan para saksi yang tercantum dalam surat kesepakatan perdamaian.


Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengatakan, penandatanganan surat perdamaian ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang telah dibangun kedua belah pihak sebelumnya.


“Alhamdulillah, seluruhnya sudah ditandatangani. Kami berharap ini menjadi awal yang baik bagi kita semua,” ujarnya.


Ia menjelaskan, kesepakatan perdamaian tersebut lahir dari niat baik kedua belah pihak dan dilakukan secara sukarela tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.


Atas terselesaikannya persoalan tersebut, Polda Sumatera Barat juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses perdamaian, termasuk keluarga, para saksi, tokoh masyarakat, Ketua PWI Sumbar, serta awak media.


“Semoga langkah baik ini menjadi pelajaran bagi kita semua dan semakin mempererat silaturahmi serta persaudaraan ke depannya,” tutup Kombes Pol. Susmelawati Rosya.

 

Pasbar,Lintas Media News Com.


Untuk menindaklanjuti Tupoksi dan pengendalian harga Pangan DPKUKM Kabupaten Pasaman Barat,gelar "Operasi Pasar Murah bahan Pokok " di beberapa Nagari dan Wilayah Kecamatan yang ada di Pasbar, demikian pantauan Media ini,Senin 10/8 tepatnya di Samping pusat Pasar Paraman Ampalu.


Kegiatan sehari penuh yang di gagas oleh Agusli dan Jajarannya dari Dinas Koperindag bersama Nagari Rabi Jonggor ini ,merupakan program dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat .


Ia pun mengatakan sejak dimulainya pasar murah dari jam 9 pagi ini minat masyarakat sangat antusias ,tinggi untuk mendapatkannya melalui para petugas yang ada ,dengan persyaratan memiliki foto Copy Kartu Tanda Penduduk ,tampak dengan pelayanan prima dan sangat baik 


Setidaknya harga -harga dari berbagai bahan pokok bersubsidi Kabupaten Pasaman Barat tahun 2026 yang dijual antara lain : Beras IR 42 kemasan 5 kg dengan harga Rp.77.500,- ,begitu juga Beras IR 42 kemasan 10 kg dengan harga Rp. 154.000, -,sedangkan beras Pulen 64 kemasan 5 kg harganya hanya Rp.75.000,-,sementara beras Pulen 64 kemasan 10 kg turun lima ratus rupiah,sehingga harganya menjadi Rp.149.500,-,selanjutnya harga Minyak Murni dan Kita kemasan 1 kg dengan harga Rp.18.000,- ,sedangkan Gula Pasir kemasan 1 kg harganya hanya Rp.16.000 saja


.Dengan kehadiran pasar murah yang digelar seperti ini ,M.Zunni P.J Wali Nagari Rabi Jonggor mengatakan sangat membantu dan ditunggu-tunggu masyarakat ,atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, program Bupati Yulianto dan M.Ihfan Wakil Bupati ini sangat membantu masyarakat ungkapnya.

Lintasmedia News- Padang Young Designer Competition (PYDC) merupakan salah satu agenda di kegiatan Padang Fashion Summit (PFS) 2026. Kegiatan itu dihadiri Ketua Umum Dekranasda Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran dan Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat, Harneli Mahyeldi, Senin, 10 Agustus 2026, di ZHM Padang. 

Tampak juga pada kesempatan itu, Ketua DWP Kota Padang, Nova Raju, Ketua Harian Dekranasda Kota Padang, Ferry Evriyan Rinaldy, seluruh Pengurus Dekranasda Kota Padang, dan sejumlah kepala OPD di lingkup Pemko Padang. 

Menurut Ketua Dekranasda Kota Padang, Dian Fadly Amran, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara fashion, budaya dan ekonomi kreatif. PFS tidak saja fashion show, tetapi juga ruang akselerasi dan kolaborasi.


“PFS tempat bertemunya peluang usaha, perajin, dan warisan budaya. Tempat karya lokal menemui pasarnya,” katanya. 


Dian Puspita menilai, di balik karya fashion terdapat ekosistem. Ada perajin, desainer, penjahit, model, fotografer, penata rias, maupun pelaku pemasaran. Apabila ekosistem itu tumbuh, kesempatan usaha dan ekonomi masyarakat juga ikut bertumbuh.


“Alhamdulillah di tahun kedua pelakasanaan PFS ini jangkauannya semakin luas, tidak saja ada desainer asal Padang, tetapi juga menghadirkan desainer internasional, seperti dari Malaysia dan Australia,” tukuknya. 


Bagi Dian Puspita, PFS merupakan kebanggaan dan harapan. Menjadi salah satu kunci yang mempertemukan karya dan budaya Minangkabau dalam hal yang lebih luas lagi.


“Terpenting, PFS adalah regenerasi. Kita harus menyiapkan regenerasi. DI tahun ini saja tercatat 76 peserta yang mengikuti kegiatan ini,” cakapnya. 


PFS bertemakan “Manaruko Rupo, From Minangkabau Heritage to Global Elegance”. Menurut Dian, “Manaruko” merupakan merintis jalan baru. Membawa kekayaan budaya Minangkabau ke masa kini. Lebih modern dan kreatif tetapi masih memiliki akar yang kuat.


Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat, Harneli Mahyeldi, mengapresiasi kegiatan PYDC dalam balutan PFS 2026. Menurutnya, Minangkabau memiliki karya seni yang luar biasa. Padang memiliki sulam banang ameh yang sangat dikenal. Begitu halnya karya kerjaninan di daerah lain di Sumatera Barat.


“Sesuatu yang luar biasa ini ketika diolah oleh desainer akan menjadi luar biasa,” akunya. 


Diakui Harneli, ketika menghadiri pameran di mana saja, ternyata hasil kerajinan Sumatera Barat sangat diminati oleh masyarakat Indonesia dan internasional.


“Ajang ini menumbuhkan desainer baru yang akan mengolah hasil kerajinan yang lebih berharga, karena kita harus melestarikan dan memperjuangkan kerajinan Minangkabau secara berkelanjutan,” pungkasnya. 


Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat menyebut, dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, banyak agenda yang dibuat dalam rangka menjadikan Padang lebih baik ke depan. Baginya, PFS merupakan ajang generasi muda. Ajang bagaimana generasi muda menampilkan potensi luar biasa. (***)

Lintasmedia News- Memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Pemerintah Kota Padang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Padang Harmoni Festival 2026 pada 8–10 Agustus 2026.


Kegiatan itu dihadiri oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, Wakil Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache beserta istri, Wakil Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Pertama TNI Mulyadi, Dandim 0312/Padang Kolonel Inf Ferry Adianto, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Ketua DWP Padang Ny. Nova Raju Minropa, unsur Forkopimda Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat, Sekretaris DMDI Muhammad Hasbi, tokoh lintas agama dan tamu undangan lainnya.


Pembukaan festival berlangsung di Panggung Batu Pantai Cimpago, Sabtu malam (8/8/2026), ditandai dengan pemukulan gendang tabuh oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, dan Wakil Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir.


Pembukaan turut dihadiri Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache beserta istri, Wakil Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Pertama TNI Mulyadi, Dandim 0312/Padang Kolonel Inf Ferry Adianto, unsur Forkopimda Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat, Sekretaris DMDI Muhammad Hasbi, tokoh lintas agama, serta tamu undangan lainnya.


Salah satu pertunjukan yang ditampilkan mengangkat tema “Orang Padang Jalan Barampek”, yang menggambarkan kehidupan masyarakat Kota Padang sebagai rumah bersama bagi berbagai etnis. Pertunjukan tersebut mengangkat empat kelompok etnis yang memiliki peran penting dalam sejarah dan kehidupan Kota Padang, yakni Minangkabau, Melayu, Tionghoa, dan India.


Beragam kesenian turut ditampilkan, di antaranya Tari Baluse dari Nias, Tari Mongol, Tari Mandarin, kesenian India, kesenian Papua, Gending Sriwijaya, Barongsai, dan Tari Minangkabau. Penampilan tersebut menjadi cerminan kekayaan budaya serta keberagaman etnis yang hidup berdampingan di Kota Padang.


Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, Padang Harmoni Festival menjadi momentum untuk menunjukkan wajah Kota Padang sebagai kota yang majemuk, toleran, dan menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragam. 


“Padang Harmoni Festival ini merupakan festival perdana dalam HJK di Kota Padang. Melalui festival ini kita ingin menunjukkan bahwa Kota Padang adalah kota yang harmonis, toleran, dan kompak menghadapi segala bentuk tantangan, termasuk potensi bencana,” ujarnya.


Fadly Amran juga menyampaikan bahwa HJK Padang tahun ini mengusung tema “Taste of Padang Experience : Road to Gastronomy” sebagai bagian dari komitmen menjadikan Kota Padang sebagai Kota Gastronomi yang mendapat pengakuan UNESCO. Ia menilai sektor kuliner memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.


Wali Kota juga mengapresiasi keberadaan masyarakat dari berbagai daerah dan etnis yang telah menjadi bagian dari masyarakat Kota Padang.


Menurutnya, perkembangan Kota Padang tidak terlepas dari kontribusi masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk bekerja, menetap, dan turut membangun kota.


“Saat ini Kota Padang juga tengah mengikuti proses penilaian untuk menjadi kota kreatif yang mewakili Indonesia dalam panggung kota kreatif internasional. Kita berharap Kota Padang bisa lulus sehingga bisa mewakili Indonesia dalam penilaian UNESCO,” ungkapnya.


Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache mengapresiasi Pemerintah Kota Padang yang telah menggagas Padang Harmoni Festival sebagai ruang bagi masyarakat Nias di Kota Padang untuk berpartisipasi dan menampilkan kekayaan budayanya.


“Mari kita jaga Padang Kota Tercinta ini, karena Padang Kota Tercinta ini adalah rumah kita bersama yang harus kita lestarikan dan kita jaga. Mari kita berikan pengabdian terbaik dalam menunjang seluruh aspek pembangunan di Kota Padang,” ujarnya.

 

Sumbar, Lintasmedia News– Perselisihan yang sempat terjadi di Jalan Bandara, Kota Padang, berakhir dengan saling memaafkan. Kombes Pol. Teddy Fanani dan Bill Irzano alias Bili sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai dan kekeluargaan.


Kesepakatan itu tercapai setelah kedua belah pihak dipertemukan dalam suasana penuh kekeluargaan di salah satu tempat di Kota Padang, Minggu malam (9/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Bili hadir bersama Ibunya untuk membicarakan persoalan yang sebelumnya terjadi.


Melalui komunikasi secara baik-baik, suasana yang sempat diwarnai kesalahpahaman pun mencair. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak memperpanjang persoalan dan memilih saling memaafkan.


Momen perdamaian itu ditandai dengan jabat tangan dan pelukan antara Kombes Pol. Teddy Fanani dan Bill Irzano alias Bili. Keduanya saling berpelukan sebagai tanda persoalan telah diselesaikan melalui jalan kekeluargaan.


Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengatakan, Alhamdulillah, kedua belah pihak telah dipertemukan dalam suasana yang baik dan penuh kekeluargaan. Dengan adanya niat baik dan ketulusan, persoalan yang terjadi akhirnya dapat diselesaikan secara damai,” ujar Kombes Pol. Susmelawati Rosya.

Menurutnya, penyelesaian tersebut dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak tanpa adanya paksaan dari siapa pun. Kesepakatan damai itu juga telah dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani bersama.


“Yang terpenting, kedua belah pihak telah saling memaafkan dan sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Kesepakatan damai tersebut juga telah dituangkan dalam surat pernyataan,” jelasnya.


Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies, yang turut mendampingi proses komunikasi hingga tercapainya perdamaian.


Kombes Pol. Susmelawati Rosya berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama sekaligus menjadi jalan untuk mempererat silaturahmi dan hubungan kekeluargaan.


PADANG,Lintas Media News
Sosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) No 9 Tahun 2018,Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat (Sumbar), Evi Yandri Rajo Budiman menegaskan bahwa,pelaku penyalahgunaan narkoba adalah korban.bukan sampah masyarakat Oleh karena itu, di kalangan penggiat antinarkoba, mereka lebih tepat disebut sebagai pasien.

Masyarakat perlu mengubah pola pikir negatif terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, para pecandu bukanlah sampah masyarakat, melainkan korban yang bisa sembuh, kembali berkontribusi, bahkan berprestasi.

"Mereka bisa direhabilitasi dan sembuh. Kecuali jika mereka ikut mengedarkan narkoba, itu urusan berbeda dan harus ditindak secara hukum," Tegas Evi Yandri saat menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya di Gedung Rohanna Kudus, Kompleks GOR Agus Salim, Padang, Minggu sore (9/8/2026).

"Mereka harus dirangkul, diajak rehabilitasi, dan disembuhkan. Daripada mereka terciduk aparat hukum, sebaiknya lebih dulu dibawa untuk rehabilitasi," paparnya.
Ia menambahkan, rehabilitasi merupakan bagian krusial dari upaya pencegahan. Dengan menyembuhkan para pengguna, masyarakat secara tidak langsung ikut menghambat perluasan peredaran narkoba. Evi menyadari, berbagai upaya pemerintah dan aparat penegak hukum di Sumbar selama ini belum memberikan hasil signifikan tanpa peran aktif masyarakat.

"Sumbar bukan lagi sekadar daerah perlintasan, melainkan sudah menjadi tempat peredaran. Karena itu, saya konsisten menyosialisasikan perda antinarkoba ini karena ancamannya sudah sangat masif," tegasnya.

Dalam sosialisasi tersebut, perwakilan Dinas Kesehatan Sumbar, Fradila, turut memaparkan fasilitas medis yang tersedia. Untuk Kota Padang, masyarakat dapat mengakses layanan rehabilitasi di Puskesmas Andalas, Puskesmas Lubuk Begalung, Puskesmas Lubuk Kilangan, dan Puskesmas Lubuk Buaya. Selain itu, layanan juga tersedia di RSUP Dr. M. Djamil dan RS Jiwa Prof. HB. Saanin.

"Ada program restorative justice yang menggratiskan biaya rehabilitasi pasien penyalahgunaan narkoba. Jadi, jangan ragu untuk mengusahakan kesembuhan mereka," kata Fradila.

Upaya pemulihan ini juga didukung oleh Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI) yang didirikan oleh Evi Yandri sejak tahun 2014. Kepala YPJI, Syafrizal, mengungkapkan bahwa banyak mantan pasiennya yang kini sukses di masyarakat setelah dinyatakan sembuh.

"Ada pasien kami yang sudah sembuh kini lulus menjadi anggota TNI Angkatan Darat, bekerja di PT KAI, hingga menjadi PNS. Ini bukti nyata bahwa mereka bisa pulih dan berprestasi," ungkap Syafrizal, yang dalam acara tersebut juga menghadirkan empat pasien rehabilitasi untuk berbagi pengalaman sebagai pembelajaran bagi peserta.(*/st)

 

Lintasmedia News- Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengapresiasi pelaksanaan Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar Badan Kerja Sama (BKS) TPQ-TQA Kecamatan Kuranji di Masjid Al Muhajirin, Komplek Papcy, Kelurahan Ampang, Minggu (9/8/2026).

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang Buya Iskandar, Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Fauzi Bahar Datuak Sati, Ketua BKS TPQ-TQA Kota Padang M. Darnalis dan Ketua Panitia Ali Rizal. 

Kegiatan yang diisi dengan lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah, Mewujudkan Generasi Qur’ani yang Beriman, Berilmu dan Berakhlak Mulia.” Kegiatan diikuti sebanyak 165 peserta yang berasal dari sembilan kelurahan se-Kecamatan Kuranji.


Maigus Nasir menyampaikan, kegiatan keagamaan seperti Semarak Maulid Nabi SAW memiliki peran penting dalam membentengi generasi muda dari berbagai perilaku negatif, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga kenakalan remaja. 


Kegiatan seperti ini perlu kita sambut dengan kegembiraan dan apresiasi penuh. Ini merupakan salah satu solusi untuk menyelamatkan anak-anak kita, terutama kalangan pelajar, dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka," katanya. 

Fadly Amran menyebutkan, Pemerintah Kota Padang terus mendorong penguatan pendidikan keagamaan melalui Program Unggulan (Progul) Smart Surau. Menurutnya, berbagai kegiatan keagamaan dalam Program Smart Surau diharapkan dapat menjadi media untuk memotivasi anak-anak agar lebih dekat dengan Al-Qur’an.


Maigus berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda agar tumbuh sebagai generasi Qur’ani yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.


“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin anak-anak kita tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari," urainya. 


Ketua Panitia Ali Rizal mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja BKS TPQ-TQA Kecamatan Kuranji sekaligus mendukung Program Smart Surau yang dijalankan Pemerintah Kota Padang.


“Kegiatan ini merupakan sarana untuk menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW di dalam hati anak-anak kita. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka dapat mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” terang Ketua Panitia Ali Rizal. (***)

 

Padang, Lintasmedia News Agustus— Gedung Joeang 45 Sumatera Barat (Sumbar) di Jalan Samudera, Kota Padang, didorong untuk dinaikkan statusnya dari cagar budaya tingkat kota menjadi Cagar Budaya Nasional. 


Peningkatan status tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga bangunan bersejarah sekaligus merawat memori kolektif bangsa tentang perjalanan perjuangan menuju kemerdekaan.


Gedung-gedung cagar budaya, terutama yang memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah perjuangan bangsa, tidak semestinya dipandang hanya sebagai bangunan tua. Di balik dinding dan ruang-ruangnya tersimpan jejak sejarah, nilai perjuangan, serta kesaksian perjalanan sebuah bangsa yang tidak boleh terputus oleh perubahan zaman.


Harapan itu disampaikan Ketua Dewan Paripurna DHD BPK-45 Sumbar, Mayjen TNI Purn. Amril Amir, dalam kegiatan “Bakti Kemerdekaan Angkatan 45” yang digelar Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pemberdayaan Kejuangan 45 (BPK-45) Sumbar di Gedung Joeang 45, Jalan Samudera, Padang, Minggu (9/8/2026).


Amril mengatakan, Gedung Joeang 45 memiliki nilai sejarah yang penting bagi Sumatera Barat. Pada masa kolonial Belanda, bangunan tersebut pernah digunakan sebagai Kantor Konsulat Jerman di Padang. 

Saat ini, gedung tersebut berstatus sebagai cagar budaya Kota Padang dan tengah melalui proses penilaian untuk peningkatan status di tingkat provinsi.

“Sebagai mantan Kepala Pusat Sejarah TNI, saya berharap pemerintah terus merawat dan merestorasi Gedung Joeang 45 yang telah menjadi cagar budaya ini. Ke depan, kami berharap statusnya dapat dinaikkan menjadi Cagar Budaya Nasional,” ujar Amril.


Menurut Amril, pelestarian bangunan bersejarah tidak sebatas mempertahankan bentuk fisik bangunan. Lebih dari itu, pelestarian merupakan bagian dari upaya menyelamatkan memori sejarah dan identitas bangsa agar dapat dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


Karena itu, kata dia, keberadaan gedung-gedung yang memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan harus mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat. Perawatan, restorasi, dan pemanfaatan bangunan cagar budaya harus dilakukan secara terencana sehingga nilai sejarahnya tetap terjaga tanpa kehilangan fungsi edukatifnya.


“Kalau bangunan bersejarah hilang atau rusak, yang hilang bukan hanya bangunannya. Kita juga kehilangan bagian dari sejarah dan ingatan kolektif bangsa,” katanya.


Amril menilai, generasi muda perlu diperkenalkan secara langsung dengan tempat-tempat bersejarah. Dengan melihat, memasuki, dan memahami sejarah yang melekat pada sebuah bangunan, generasi muda akan lebih mudah memahami bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah sesuatu yang diperoleh dengan mudah, melainkan melalui perjuangan panjang dan pengorbanan para pendahulu.


Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan “Bakti Kemerdekaan Angkatan 45” menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut. Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari pemberian penghargaan dan bantuan kepada pejuang, veteran, serta purnawirawan dan lomba pidato perjuangan antarkabupaten/kota melalui DHC, lomba baca puisi perjuangan tingkat SLTA se-Sumbar, hingga lomba storytelling mengenai sejarah perjuangan lokal tingkat SLTA.


Selain kegiatan edukatif dan apresiasi sejarah, panitia juga menggelar bakti sosial berupa pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis, pemeriksaan jantung, pemeriksaan darah, serta donor darah.


Ketua Panitia Pelaksana, Fajar Rusvan, mengatakan kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Ratusan warga datang mengikuti berbagai layanan kesehatan dan kegiatan sosial yang digelar sejak pagi hingga siang.


“Respons masyarakat di luar dugaan sangat positif. Ratusan peserta mengikuti kegiatan ini. Bahkan, ada masyarakat yang terpaksa tidak dapat dilayani karena telah melewati jadwal kegiatan,” kata Fajar seusai kegiatan didampingi Sekretaris Panitia Gusfen Khairul.


Salah satu penerima bantuan yang menjadi perhatian adalah Nawi, seorang veteran yang telah berusia 103 tahun. Di usia senjanya, Nawi tetap hadir ke Gedung Joeang 45 dengan diantar dan dibimbing berjalan oleh cucunya.


Momen tersebut berlangsung haru. Nawi tidak kuasa menahan rasa haru karena masih ada pihak yang mengingat jasa para veteran dan memberikan perhatian kepada mereka pada momentum peringatan kemerdekaan.


“Total ada 33 veteran yang menerima bantuan. Selain itu, dari kegiatan donor darah terkumpul 12 kantong darah,” ujar Fajar.


Antusiasme juga terlihat dalam berbagai perlombaan yang diikuti pelajar SLTA. Peserta tidak hanya berasal dari Kota Padang, tetapi juga datang dari sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Sijunjung, Pesisir Selatan, dan Lima Puluh Kota.


Ketua Harian DHD BPK-45 Sumbar, dr. Ardizal Rahman, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.


“Alhamdulillah, Ketua Umum DHD BPK-45 Sumbar, Bapak Gubernur Mahyeldi Ansharullah, sangat mendukung kegiatan ini. Pemprov Sumbar, Pemko Padang, seluruh OPD, BUMN, Bank Nagari, serta berbagai perusahaan swasta di Sumbar juga memberikan dukungan,” katanya.


Ardizal juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Sumbar, Pemko Padang, Baznas Sumbar, Rumah Sakit Mata Sumbar, Departemen Jantung dan Kardiologi Vaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Departemen Patologi Klinis dan Departemen Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Unand, serta Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Sumbar.


Dukungan juga datang dari Rumah Sakit Mahkota Malaysia, PT Semen Padang, Bakmi DKI, PT Kunango Jantan, PT Cendo, PT Askrida, PT Hayati Pratama Mandiri, dan Frasa Indonesia.

Ia turut mengapresiasi kehadiran Ketua dan Pengurus PWI Sumbar, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, anggota Dewan Paripurna DHD 45 Sumbar Syafrizal Ucok, serta para undangan lainnya.


Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menegaskan bahwa semangat dan nilai-nilai perjuangan harus terus dilestarikan.

“Semangat dan nilai-nilai perjuangan harus terus kita lestarikan. Jangan sampai generasi mendatang tidak mengetahui sejarah perjuangan bangsa. Kita harus menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan,” kata Arry.


Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan generasi muda dengan para veteran memiliki arti penting dalam membangun kesadaran sejarah. Kemerdekaan, katanya, tidak boleh hanya diperingati sebagai seremoni tahunan, tetapi harus menjadi momentum untuk menanamkan nilai perjuangan kepada generasi penerus.


Dalam konteks itu, keberadaan Gedung Joeang 45 memiliki arti strategis. Gedung tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran sejarah yang mempertemukan generasi sekarang dengan jejak perjuangan para pendahulu.


Pelestarian cagar budaya, terutama bangunan yang berkaitan dengan sejarah perjuangan bangsa, pada akhirnya bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk menjaga, merawat, dan memanfaatkannya secara positif.

Gedung Joeang 45 diharapkan tidak berhenti sebagai bangunan yang menyimpan cerita masa lalu, tetapi terus hidup sebagai ruang edukasi sejarah, tempat menanamkan nasionalisme, serta pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia dibangun melalui pengorbanan dan perjuangan panjang.


Pemenang Lomba Lomba Puisi Perjuangan tingkat SLTA se-Sumatera Barat dalam rangkaian kegiatan “Bakti Kemerdekaan Angkatan 45” juga mendapat sambutan antusias dari para pelajar.

Juara I diraih Sahilatur Rahma dari SMA Negeri 2 Padang Panjang dengan membawakan puisi “Bunga dan Tembok” karya Wiji Thukul, dengan total nilai 94.

Juara II diraih Annisha Abqory Bais dari SMA Negeri 1 Solok dengan membawakan puisi “Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini” karya Taufiq Ismail, dengan total nilai 92.


Juara III diraih Ghina Syafa Muthmainnah dari SMA Negeri 2 Padang Panjang dengan membawakan puisi “Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini” karya Taufiq Ismail, dengan total nilai 90.


Selain tiga pemenang utama, dewan juri juga menetapkan tujuh video pilihan, yakni Hanifah Hasnaini dari SMAS Adabiah 1 Padang, Rehan Pratama dari MAN 2 Padang, Zahra Aulia Ramadhani dari SMA Negeri 2 Bukittinggi, Dhaifina Annisa Awatif dari MAN 5 Agam, Derhifveallind Anallla dari SMA Negeri 1 Lareh Sago Halaban, M. Rahel Maulana dari SMA Negeri 11 Padang, dan Naura Khairunnisah dari SMA Negeri 1 Payakumbuh.





Padang, Lintas Media News
Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar) mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Sumbar Nomor 5 Tahun 2020 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, Sabtu (8/8/2026).

Dalam paparannya,Muhidi menyampaikan bahwa, Ketenteraman dan ketertiban umum bukan pekerjaan satu pihak. Pemerintah, aparat, tokoh masyarakat hingga warga memiliki peran yang sama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif.

Muhidi mengatakan, keberadaan perda bukan semata-mata untuk mengatur atau memberikan sanksi kepada masyarakat. Lebih jauh, aturan tersebut harus menjadi pedoman bersama agar kehidupan sosial berjalan tertib dengan tetap mengedepankan kepentingan dan hak setiap warga.

“Kita tidak bisa membangun ketertiban hanya dengan mengandalkan pemerintah atau aparat. Ketertiban akan kuat kalau masyarakat ikut merasa memiliki dan ikut menjaga,” kata Muhidi.

Menurutnya, perubahan kehidupan masyarakat di tengah perkembangan zaman membuat kebutuhan terhadap aturan semakin penting. Namun, aturan tersebut harus dibarengi komunikasi dan kerja sama agar dapat diterapkan secara baik di lapangan.

“Kita hidup dalam sebuah negara yang memiliki aturan. Negara memiliki undang-undang, daerah memiliki perda. Tetapi aturan itu akan lebih efektif kalau dijalankan bersama dengan kesadaran dan komunikasi yang baik,” ujarnya.

Muhidi menjelaskan, Perda Nomor 5 Tahun 2020 mencakup sejumlah ruang kehidupan masyarakat, di antaranya ketertiban jalan, taman dan ruang terbuka hijau, ketertiban sosial serta perizinan. Dari berbagai aspek tersebut, persoalan sosial dinilai membutuhkan perhatian lebih karena terus berkembang mengikuti dinamika masyarakat.

“Persoalan sosial ini sangat luas. Karena itu, kita membutuhkan kolaborasi. Pemerintah menjalankan tugasnya, aparat melakukan pengawasan, tokoh masyarakat memberikan pemahaman dan masyarakat ikut menjaga lingkungannya,” tutur Muhidi.

Ia menekankan bahwa pola pendekatan terhadap persoalan ketertiban sebaiknya lebih mengutamakan pencegahan daripada penindakan. Menurutnya, persoalan yang dapat diselesaikan sejak awal melalui komunikasi akan jauh lebih baik dibandingkan ketika sudah berkembang menjadi konflik.

“Konsepnya lebih preventif, bagaimana kita mencegah sebelum masalah terjadi. Kalau ada persoalan, mari kita komunikasikan. Jangan langsung mengedepankan emosi,” tegasnya.

Muhidi juga mengajak masyarakat membangun budaya saling mengingatkan dengan cara yang santun. Menurutnya, menjaga ketertiban bukan berarti seseorang harus merasa paling benar, melainkan bagaimana setiap orang mau mengambil bagian sesuai perannya.

“Kita saling menyampaikan, saling mengingatkan dan saling menjaga. Kalau ada yang perlu diperbaiki, sampaikan dengan baik. Jangan sampai niat menjaga ketertiban justru menimbulkan persoalan baru,” katanya.

Ia menilai sinergi tersebut akan memberikan dampak lebih luas bagi Sumatera Barat, khususnya Kota Padang. Lingkungan yang aman dan tertib akan meningkatkan kepercayaan masyarakat luar untuk datang, berwisata, belajar maupun menjalankan kegiatan ekonomi.

“Kalau Kota Padang dan Sumatera Barat aman dan nyaman, orang akan semakin senang datang. Wisatawan bertambah, orang tua semakin percaya menyekolahkan anaknya di sini, hotel terisi, UMKM bergerak dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” ungkap Muhidi.

Karena itu, ia mengajak seluruh unsur masyarakat melihat ketertiban sebagai bagian dari upaya membangun daerah. Menurutnya, keamanan dan kenyamanan merupakan modal sosial yang tidak kalah penting dibandingkan pembangunan fisik.

“Ketertiban ini bukan hanya soal jalan atau aturan, tetapi bagaimana kita membangun suasana yang membuat orang merasa nyaman berada di daerah kita. Itu harus kita kerjakan bersama,” ujarnya.

Muhidi juga memberikan perhatian terhadap peran tokoh masyarakat. Ia menyebut tokoh masyarakat memiliki posisi penting dalam membangun komunikasi karena kedekatannya dengan warga.

“Tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban. Mereka bisa menjadi contoh, memberikan pemahaman dan membantu pemerintah menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, terkait terbitnya KUHP terbaru, Muhidi mengatakan regulasi daerah yang memuat ketentuan pidana maupun sanksi denda perlu diselaraskan. Penyesuaian tersebut diperlukan agar aturan daerah tetap harmonis dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Karena ada KUHP terbaru, tentu aturan daerah yang memuat ketentuan pidana dan denda perlu disesuaikan. Ini bagian dari harmonisasi aturan supaya penerapannya di lapangan jelas dan tidak menimbulkan persoalan,” jelasnya.

Lebih jauh, Muhidi mengingatkan bahwa membangun ketertiban juga berarti mempersiapkan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang. Ia menyebut lingkungan sosial sebagai salah satu faktor penting dalam pembentukan karakter anak. Apa yang mereka lihat setiap hari akan menjadi contoh yang ikut membentuk perilaku mereka.

“Kalau kita sayang kepada generasi yang akan datang, mari kita mulai dari lingkungan kita sendiri. Anak-anak melihat apa yang dilakukan orang dewasa. Kalau lingkungannya baik, insyaallah tumbuh hati dan perilaku yang baik. Karena itu, menjaga lingkungan sosial adalah investasi untuk masa depan,” ungkapnya.

Muhidi berharap sosialisasi perda dapat menjadi ruang dialog yang mempertemukan aturan dengan realitas masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka, ia optimistis berbagai persoalan ketertiban dapat diselesaikan secara bersama-sama.

“Yang kita bangun bukan masyarakat yang takut kepada aturan, tetapi masyarakat yang sadar bahwa aturan itu dibuat untuk kebaikan bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, aparat tidak bisa bekerja sendiri, masyarakat juga tidak bisa berjalan sendiri. Semuanya harus berkolaborasi,” pungkas Muhidi. (*/st)

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Calon Paskibraka Bukittinggi mengikuti pemusatan latihan tahap 2 yang biasa dikenal dengan tantingan. Kegiatan yang diikuti oleh 54 orang Calon Paskibraka tersebut berlangsung di Hotel Dymens yang ditunjuk sebagai Desa Bahagia. Tantingan akan dilaksanakan mulai tanggal 8 sampai dengan 18 Agustus mendatang.


Menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan. Paskibraka bukan hanya bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih, tetapi juga menjadi simbol semangat perjuangan bangsa, cinta tanah air, persatuan dan kesatuan, serta harapan masa depan Indonesia. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis.


Ibnu mengatakan, Paskibraka juga menjadi sekolah karakter yang mengajarkan disiplin, kerja sama, kepemimpinan dan tanggung jawab. Ia meminta para calon paskibraka dapat mengikuti seluruh proses latihan dengan sungguh-sungguh, karena setiap proses akan membentuk pribadi yang kuat dan matang. 

"Tunjukkan bahwa generasi muda Bukittinggi adalah generasi berkarakter, berbudaya, dan memiliki semangat kebangsaan. Terlebih, Paskibraka Bukittinggi mengibarkan replika bendera pusaka yang hanya ada di tiga daerah di Indonesia, yakni Jakarta, Yogyakarta, dan Bukittinggi," ujarnya.


Wakil Wali Kota juga mengingatkan bahwa Bukittinggi memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa dan pernah menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia pada masa PDRI. 


Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol, melalui Sekretaris Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bukittinggi, Ramon Arisa Putra, menjelaskan, sebanyak 54 orang Calon Paskibraka Kota Bukittinggi Tahun 2026 yang terpilih dalam seleksi, terdiri dari 28 putra dan 26 putri. Untuk persiapan melaksanakan tugas pada Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kota Bukittinggi, seluruh peserta akan mengikuti pendidikan dan pelatihan pada 21 Juli hingga 15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dimulai dengan kegiatan Desa Bahagia pada 8 hingga 18 Agustus 2026 dan diakhiri dengan pengukuhan Paskibraka pada 15 Agustus 2026. (Sandra).

 

PADANG, Lintasmedia News— Ribuan pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan Gowes Siti Nurbaya Adventure-X yang digelar Pemerintah Kota Padang dalam rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Kegiatan ini mengambil Start di Simpang Jamria dan Finish di Pantai Cimpago, Sabtu 8 Agustus 2026.


Kegiatan Gowes turut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Adib Alfikri, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat Mahdianur, Sekdako Padang Raju Minropa, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, Ketua TP PKK Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, Unsur Forkopimda Kota Padang dan Sumatera Barat serta 3000 persepeda dari berbagai daerah di Sumatera Barat dan luar provinsi.

Gowes Siti Nurbaya Adventure-X tahun ini menjadi momentum satu dekade pelaksanaan Gowes Siti Nurbaya di Kota Padang. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 3.000 peserta yang terdiri dari 2.226 pesepeda dari klub sepeda se-Indonesia serta 774 peserta dari OPD, pelajar, dan unsur lainnya.


Para peserta yang tergabung dalam 165 komunitas goweser ini, tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat, tetapi juga dari luar provinsi seperti Jakarta, Jambi, Riau, dan Medan. Pelepasan dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Adib Alfikri.


Kegiatan berlangsung semarak dengan diawali pembagian Bendera Merah Putih kepada peserta dalam rangka menyukseskan gerakan pembagian 1 Juta Bendera Merah Putih dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Gowes Siti Nurbaya Adventure-X menyediakan dua pilihan rute, yakni jalur pendek dan jalur panjang. Kedua rute tersebut membawa peserta menyusuri sejumlah kawasan ikonik Kota Padang dan berakhir di kawasan Pantai Padang.


Selain bersepeda menikmati berbagai kawasan Kota Padang, para peserta juga berkesempatan mendapatkan beragam doorprize dan hadiah menarik yang telah disiapkan panitia. Hadiah tersebut di antaranya berupa sepeda motor, Sepeda, kulkas, televisi, serta berbagai hadiah menarik lainnya.


Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas antusiasme ribuan peserta yang ikut meramaikan kegiatan tersebut. Menurutnya, Gowes Siti Nurbaya bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi dan keindahan Kota Padang.

“Sebanyak 3.000 peserta yang ikut pada kegiatan ini. Maknanya adalah kita berbicara rasa. Tentu rasa ini yang akan kita sampaikan kepada para tamu kita. Seperti kuliner, keramahan masyarakatnya dan keindahan alamnya.” Ucap Fadly.


Fadly Amran menyebut kegiatan Gowes Siti Nurbaya juga sejalan dengan visi Kota Padang sebagai Kota Pintar (Smart City) dan Kota Sehat. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan hidup sehat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.


“Melalui kegiatan bersepeda ini, para peserta diajak untuk menikmati secara langsung berbagai kawasan dan keindahan alam yang dimiliki Kota Padang. Semoga kegiatan ini semakin memperkenalkan potensi wisata Kota Padang kepada masyarakat dan mendorong minat wisatawan berkunjung,” Pungkas Fadly.


Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Adib Alfikri mengapresiasi pelaksanaan Gowes Siti Nurbaya Adventure-X. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menunjukkan Kota Padang sebagai wajah ibu kota Provinsi Sumatera Barat.


“Kami mengimbau para peserta agar tetap menjaga keselamatan selama mengikuti kegiatan serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati berbagai kuliner khas yang ada di Kota Padang. Untuk para peserta hati-hati di jalan, nikmati kuliner yang ada di Kota Padang,” ujar Adib. (***)

 

Padang, Lintasmedia News — Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Padang, Drs. Suardi Z Dt. Garang, yang mewakili berbagai etnis di Kota Padang, memberikan penghargaan kepada Wali Kota Padang Fadly Amran pada pembukaan Padang Harmoni Festival 2026, Sabtu (8/8/2026).


Piagam penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen, perhatian, dan dukungan Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat pembauran kebangsaan serta menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat yang terdiri dari beragam etnis, suku, dan latar belakang budaya.


Penghargaan itu sekaligus menjadi apresiasi atas upaya Pemko Padang dalam menciptakan ruang kebersamaan bagi seluruh elemen masyarakat untuk menampilkan, mengenalkan, dan melestarikan keragaman seni serta budaya sebagai bagian dari kekayaan Kota Padang.


Melalui Padang Harmoni Festival 2026, keberagaman etnis dan budaya yang ada di Kota Padang dihadirkan dalam semangat kebersamaan, toleransi, persaudaraan, dan gotong royong. Festival tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk saling mengenal dan menghargai perbedaan yang ada.

Keberagaman tersebut diharapkan semakin memperkuat rasa memiliki terhadap Kota Padang sekaligus menjadi modal sosial dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis. Semangat persatuan menjadi bagian penting dalam membangun daerah di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang budaya yang beragam.


Padang Harmoni Festival 2026 mengusung tema “Merajut Harmoni dalam Keberagaman”. Tema tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Padang, sekaligus mendorong pelestarian seni dan budaya dari berbagai etnis yang hidup berdampingan di daerah ini.


Semangat kegiatan tersebut tercermin dalam pesan “Berbeda dalam budaya, bersatu dalam kebersamaan, dan bersama membangun Kota Padang.” Melalui festival ini diharapkan terbangun hubungan yang semakin erat antaretnis dan kelompok masyarakat, sehingga keberagaman tidak menjadi sekat, melainkan kekuatan dalam mewujudkan Kota Padang yang harmonis dan bersatu.(***).

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.