Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

 

Aceh Timur, Lintasmedia News 

Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP yang di laksanakan di ISC menuai kekecewaan dari sejumlah kepala sekolah. Mereka menilai penyelenggaraan pertandingan kurang memberikan kesempatan yang merata kepada seluruh peserta dan sekolah yang ada di wilayah penyelenggaraan.


Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah banyaknya peserta yang mendapatkan status bye sehingga langsung lolos ke babak berikutnya tanpa harus bertanding.


 Menurut para kepala sekolah, kondisi tersebut membuat jalannya kompetisi menjadi kurang maksimal dan mengurangi semangat persaingan yang sehat.


Selain itu, sekolah-sekolah dengan jumlah siswa yang sedikit juga dikabarkan tidak diikutsertakan dalam beberapa cabang olahraga. 


Kebijakan ini dinilai merugikan siswa yang memiliki potensi dan kemampuan untuk berprestasi, meskipun berasal dari sekolah dengan jumlah peserta didik yang terbatas.


Para kepala sekolah berharap kepada panitia penyelenggara untuk kedepannya harus dapat melakukan evaluasi terhadap sistem pelaksanaan O2SN agar seluruh sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.


 Mereka juga menginginkan sistem pertandingan yang lebih adil dan transparan sehingga tujuan O2SN sebagai ajang pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga siswa dapat tercapai dengan maksimal dan lebih baik.


Hingga berita ini ditulis, pihak penyelenggara belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan oleh sejumlah kepala sekolah tersebut.


(I)

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Keberhasilan Kota Bukittinggi sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2025, menjadi referensi penting bagi Pesisir Selatan yang akan menjadi tuan rumah MTQ tahun 2027. Hal itu dikemukakan Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim saat mengunjungi kota Bukittinggi bersama jajarannya jumat (11/06).


Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, di ruang rapat lantai 3 Kantor Balaikota. Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka berbagi informasi dan pengalaman terkait pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Sumatera Barat, sebagai persiapan Kabupaten Pesisir Selatan menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi tahun 2027.


Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan, keberhasilan pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi tidak terlepas dari persiapan yang matang sejak awal, koordinasi yang intensif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta keterlibatan aktif seluruh unsur penyelenggara dalam setiap tahapan kegiatan.

Menurut Ibnu Kunci sukses pelaksanaan MTQ di Bukittinggi adalah persiapan yang dilakukan sejak dini dan koordinasi yang terus dibangun dengan Pemerintah Provinsi. Pihaknya juga mengoptimalkan jadwal kegiatan agar seluruh rangkaian acara berjalan efektif, produktif dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. 


Sementara itu, Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kota Bukittinggi sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2025. Ia mengatakan, Kesuksesan tersebut menjadi referensi penting bagi Pesisir Selatan yang akan menjadi tuan rumah MTQ tahun 2027. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan akan mempersiapkan pelaksanaan MTQ secara matang melalui berbagai pembelajaran dan koordinasi dengan pihak terkait.


"Kami akan terus belajar dan berkoordinasi dalam mempersiapkan MTQ 2027 agar pelaksanaannya berjalan dengan baik. Koordinasi yang jelas dan tuntas dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat diperlukan," Ujarnya. 


Sebagai bekal bagi Pesisir Selatan dalam menyukseskan MTQ mendatang, Pemerintah Kota Bukittinggi bahkan diundang untuk berkunjung ke Daerah tersebut dan berbagi pengalaman (Sandra).

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengucapkan, selamat kepada seluruh jemaah haji Kota Bukittinggi yang telah kembali ke tanah air setelah menunaikan ibadah haji. Sebanyak 252 orang Jemaah Haji dari Kota Bukittinggi tahun 1447 Hijiriyah atau 2026 Masehi tiba di Kota Bukittinggi, Kamis (11/06).


Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan rasa syukur karena sebagian besar jemaah kembali dalam kondisi sehat di kampung halaman. Pemerintah Kota Bukittinggi mendoakan agar seluruh jemaah memperoleh predikat haji yang mabrur serta dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat dan penuh kebahagiaan.


"Atas nama Pemerintah Kota dan masyarakat Bukittinggi, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaah haji yang telah kembali ke tanah air. Alhamdulillah, jemaah kita dalam kondisi sehat. Semoga seluruh jemaah memperoleh haji yang mabrur. Pemerintah Kota Bukittinggi akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji," ujarnya.


Ramlan menyebutkan, jemaah haji asal Kota Bukittinggi tahun 2026 tergabung dalam dua kelompok terbang (kloter), salah satunya Kloter 7 Embarkasi Padang. Untuk Kloter 7 yang tiba kembali hari ini, jumlah jemaah yang diberangkatkan tercatat sebanyak 253 orang.


Dari 253 orang, satu orang jemaah atas nama Yunilis Muin (73 tahun) meninggal dunia di Tanah Suci. Dengan demikian, jumlah jemaah Kloter 7 asal Bukittinggi yang kembali ke tanah air sebanyak 252 orang. Wali Kota turut mendoakan semoga almarhumah husnul khatimah dan seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT. (Sandra)


Padang,Lintas Media News
Prajurit jajaran Kodam XX/TIB beserta masyarakat gelar nonton Bareng (Nobar),Piala Dunia yang mempertemukan Korea dan Czeck. Nobar diselenggarakan di seluruh jajaran Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, pada Jumat (12/6/2026).

Pertandingan yang dimenangkan oleh Korea dengan skor (2-1) ini menjadi tontonan yang menarik, sorak-sorai prajurit dan masyarakat menghiasi jalannya pertandingan. Kodam XX/TIB menggelar nobar diseluruh jajarannya termasuk Korem 032/Wbr, Balakdam, Kodim hingga tingkat Koramil.

Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi strategis antara Kementerian Pertahanan, TNI,  TVRI serta masyarakat dalam rangka membangun semangat nasionalisme, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan kebersamaan melalui momentum perhelatan sepak bola dunia,

Kapendam XX/ TIB saat ditemui mengatakan selain menjadi sarana hiburan dan kebersamaan bagi prajurit dan masyarakat, nobar kebangsaan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah melalui pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi penyelenggaraan ujar Kapendam.

Menurut Kapendam Nobar akan diselenggarakan oleh satuan jajaran TNI yang meliputi Komando Daerah Militer (Kodam), Komando Armada (Koarmada), Komando Daerah TNI AL (Kodaeral), Komando Daerah TNI AU (Kodau), Komando Operasi Udara (Koopsud), Komando Resort Militer (Korem), Komando Distrik Militer (Kodim), Pangkalan TNI AL (Lanal), Pangkalan TNI AU (Lanud), Komando Rayon Militer (Koramil), dan Pos TNI AL.(rls)

 

PADANG, Lintasmedia News– PT Semen Padang terus memperkuat eksistensinya di pasar internasional. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, perusahaan semen pertama di Asia Tenggara itu telah mengekspor semen dan klinker dengan total volume mencapai 540.771 metrik ton (MT) ke sejumlah negara tujuan ekspor.


Negara tujuan ekspor tersebut meliputi Bangladesh, Maladewa (Maldives), Sri Lanka, dan Reunion Island. Capaian ini menjadi bukti konsistensi PT Semen Padang dalam menjaga penetrasi pasar global sekaligus memperluas jangkauan produknya di tengah persaingan industri semen yang semakin kompetitif.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan bahwa ekspor yang dilakukan selama lima bulan pertama tahun 2026 terdiri atas dua jenis produk utama, yakni klinker dan semen dalam kemasan dengan tipe Ordinary Portland Cement (OPC) 42,5 N serta OPC 52,5 N.

Menurutnya, Bangladesh masih menjadi pasar terbesar bagi produk ekspor PT Semen Padang. Negara di kawasan Asia Selatan itu menerima pasokan klinker dengan volume mencapai 440.383 MT atau sekitar 81 persen dari total ekspor perusahaan selama periode Januari–Mei 2026.


"Ekspor yang kami lakukan terdiri atas produk klinker dan semen. Untuk klinker, pengiriman terbesar ditujukan ke Bangladesh dengan volume 440.383 MT," ujar Win Bernadino, Jumat (12/6/2026).


Selain Bangladesh, Win melanjutkan, PT Semen Padang juga terus mempertahankan pasarnya di Maladewa dan Sri Lanka. Untuk Maladewa, perusahaan mengirimkan semen tipe OPC 42,5 N sebanyak 68.607 MT. Sementara itu, ke Sri Lanka, volume ekspor semen tipe yang sama mencapai 20.501 MT.


PT Semen Padang juga melayani kebutuhan pasar di Reunion Island, wilayah seberang laut Prancis yang berada di Samudra Hindia. Ke wilayah yang dikenal dengan julukan L'île Intense atau "Pulau yang Intens" tersebut, perusahaan mengekspor semen tipe OPC 52,5 N sebanyak 11.280 MT.


"Jumlah semen yang kami ekspor ke Reunion Island sebanyak 11.280 MT," kata Win.


Keberhasilan mencatatkan ekspor lebih dari setengah juta ton dalam waktu lima bulan menunjukkan kemampuan PT Semen Padang dalam menjaga kualitas produk sekaligus memenuhi kebutuhan pasar internasional yang memiliki standar beragam.


Produk semen dan klinker yang diekspor digunakan untuk mendukung berbagai proyek konstruksi dan pembangunan infrastruktur di negara-negara tujuan.


Aktivitas ekspor bukan hal baru bagi PT Semen Padang. Perusahaan telah memulai ekspor semen dan klinker sejak 1992 ke berbagai negara, di antaranya Myanmar, Kamboja, Taiwan, Bangladesh, Maladewa, Hong Kong, Nigeria, Filipina, Nepal, Burma, Singapura, Australia, dan Arab Saudi.


Selama lebih dari tiga dekade, PT Semen Padang terus mengembangkan pasar luar negeri sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing dan menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan.


Pengembangan pasar ekspor tersebut juga sejalan dengan upaya perusahaan dalam mengoptimalkan kapasitas produksi dan memperkuat kontribusi terhadap industri semen nasional. Melalui ekspor, PT Semen Padang tidak hanya memperluas pangsa pasar, tetapi juga turut mendukung peningkatan devisa negara.


Salah satu tonggak penting dalam perjalanan ekspor PT Semen Padang adalah keberhasilannya menembus pasar Australia pada 2016. Saat itu, PT Semen Padang menjadi perusahaan semen pertama di lingkungan holding PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. atau SIG yang berhasil mengekspor semen ke Australia.


Keberhasilan memasuki pasar Australia menjadi bukti bahwa produk PT Semen Padang mampu memenuhi standar kualitas yang ditetapkan negara tujuan ekspor. Capaian tersebut sekaligus memperkuat reputasi perusahaan sebagai produsen semen nasional yang memiliki daya saing di tingkat global.


Dengan capaian ekspor sebesar 540.771 MT hingga Mei 2026, PT Semen Padang optimistis dapat terus memperluas pasar internasional dan meningkatkan kontribusi ekspor pada tahun ini.


Perusahaan juga berkomitmen menjaga kualitas produk, keandalan pasokan, serta pelayanan kepada pelanggan di berbagai negara agar tetap menjadi mitra terpercaya dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan sektor konstruksi di berbagai belahan dunia. (*)

Mentawai,Lintas Media News
Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat di Wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Memasuki tahap finishing, personel Satgas Karya Bakti TNI AD melaksanakan kegiatan pembersihan di sekitar Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Roslina yang telah direhabilitasi di Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan pembersihan lingkungan ini menjadi bagian dari sentuhan akhir sebelum rumah yang telah direhabilitasi tersebut siap ditempati dengan nyaman dan aman oleh pemiliknya. Para personel Satgas tampak bahu-membahu membersihkan sisa material bangunan, merapikan halaman, serta memastikan lingkungan sekitar rumah terlihat bersih dan tertata.

Dandim 0319/Mentawai, Bambang Budi Hartanto, mengatakan bahwa tahap finishing merupakan bagian penting dalam mewujudkan hasil pembangunan yang tidak hanya kokoh, tetapi juga nyaman dan sehat bagi masyarakat penerima manfaat.

"Melalui Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat, kami berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya membangun rumah yang layak huni, tetapi juga menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup warga," ungkapnya.

Sementara itu, Ibu Roslina mengaku sangat bersyukur dan terharu atas bantuan yang diberikan melalui Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, TNI AD, serta seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan rumah layak huni bagi keluarganya.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden dan seluruh jajarannya, khususnya kepada Satgas Karya Bakti TNI AD yang telah membantu memperbaiki rumah kami. Kini rumah kami menjadi lebih nyaman, aman, dan layak untuk ditempati. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami," ujar Ibu Roslina penuh haru.

Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat di Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan hunian yang lebih layak dan sehat. Dengan semangat gotong royong, TNI bersama masyarakat terus mempererat kemanunggalan demi terwujudnya pembangunan yang merata hingga ke pelosok daerah.(rls)


Mentawai,Lintas Media News
Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Personel Satgas Karya Bakti TNI AD kini telah memasuki tahap finishing rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Ivan Laiya yang berlokasi di Dusun Takuman, Desa Sioban, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Pada tahap akhir pengerjaan ini, personel Satgas melaksanakan pekerjaan pengecatan dinding dan pengecoran lantai rumah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penyelesaian RTLH agar segera dapat ditempati dengan nyaman dan aman oleh keluarga penerima manfaat.

Komandan Kodim 0319/Mentawai, Letkol Inf Bambang Budi Hartanto, menyampaikan bahwa progres pembangunan RTLH terus berjalan sesuai rencana dan saat ini telah memasuki sentuhan akhir.

“Pekerjaan RTLH milik Bapak Ivan Laiya saat ini sudah memasuki tahap finishing berupa pengecatan dan pengecoran lantai. Kami berharap rumah ini dapat segera selesai sehingga keluarga penerima manfaat dapat menikmati hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman,” ujar Dandim.

Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan seperti Mentawai.

Sementara itu, Bapak Ivan Laiya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia, TNI AD, serta seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan seluruh jajarannya atas bantuan yang diberikan melalui Satgas Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat. Rumah kami yang sebelumnya kurang layak kini sedang diperbaiki dan sebentar lagi selesai. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ungkap Ivan Laiya dengan penuh haru.

Melalui semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat di Kabupaten Kepulauan Mentawai diharapkan terus memberikan manfaat nyata serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil.(rls)


PADANG,Lintas Media News
 Komitmen membangun generasi masa depan yang berkualitas terus digaungkan Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi. Menurutnya, investasi terbaik bagi daerah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang dimulai sejak usia anak.

Hal itu disampaikan Muhidi saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) dalam rangka mendukung terwujudnya sekolah ramah anak melalui sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, Kamis (11/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Muhidi menegaskan bahwa DPRD memiliki perhatian besar terhadap isu-isu yang berkaitan dengan anak, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, pembangunan fisik memang penting, namun manfaatnya dapat terlihat dalam waktu yang relatif singkat. Sementara itu, membangun karakter dan kualitas generasi membutuhkan kerja bersama yang berkelanjutan.

“Kalau fisik sekali dibangun bisa selesai. Tetapi membangun SDM membutuhkan keterlibatan semua pihak dengan harapan dan visi yang sama,” ujarnya.

Sebagai lembaga legislatif, DPRD Sumbar terus berupaya memperkuat pemenuhan hak-hak anak melalui berbagai kebijakan. Salah satunya melalui pembentukan regulasi yang mendukung perlindungan anak, termasuk Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Selain itu, dukungan juga diberikan melalui penganggaran strategis, termasuk alokasi dana untuk program perlindungan anak dan pelaksanaan pelatihan Konvensi Hak Anak. DPRD juga mendorong lahirnya berbagai kebijakan yang mendukung terwujudnya kabupaten dan kota layak anak di seluruh wilayah Sumatera Barat.

Tak hanya pada aspek regulasi dan anggaran, fungsi pengawasan juga terus dijalankan melalui rapat kerja dengan organisasi perangkat daerah serta kunjungan lapangan guna memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak.

Muhidi menilai pelatihan yang diikuti kepala sekolah dan guru tersebut menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Menurutnya, sekolah ramah anak harus mampu menjawab berbagai kebutuhan peserta didik agar mereka dapat tumbuh dan belajar dengan optimal.

“Kita ingin anak-anak merasa nyaman di sekolah, belajar tanpa rasa takut, tanpa bullying, sehingga mereka bisa berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh tiga lingkungan utama, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Karena itu, seluruh elemen harus bergerak bersama untuk menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan anak.

Muhidi juga mengingatkan pentingnya empat pilar utama dalam menyiapkan generasi masa depan, yaitu iman sebagai pondasi, akhlak sebagai penuntun, kasih sayang sebagai pengikat, dan ilmu pengetahuan sebagai bekal kehidupan.

Menurutnya, penguatan budaya literasi menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan generasi yang cerdas dan berdaya saing. Oleh sebab itu, berbagai program literasi terus didorong agar budaya membaca tumbuh sejak dini.

“Jika sekolah siap, orang tua siap, masyarakat siap, dan pemerintah daerah memberikan dukungan, Insya Allah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang hebat. Nasib Sumatera Barat 20 hingga 30 tahun ke depan sangat ditentukan oleh bagaimana kita menyiapkan generasi hari ini,” tutupnya.(*/st)

 

PADANG, Lintasmedia News — Kota Padang kembali menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi investasi di Sumatera Barat. Langkah besar menuju pengembangan sektor pariwisata ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Rencana Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, yang digelar di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (11/6/2026).

Penandatanganan kesepakatan tersebut disaksikan langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran, dan melibatkan pemilik lahan Fauzi Bahar bersama tiga perusahaan investor, yakni PT Tasake Indo Service (DAP 69), PT Nusa Indah Permata, dan PT Win Sekawan Utama.


Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, Kepala DPMPTSP Provinsi Sumatera Barat Luhur Budianda yang mewakili Gubernur Sumatera Barat, serta para pimpinan perusahaan yang akan terlibat dalam pengembangan kawasan wisata tersebut.


Kesepakatan ini menjadi tonggak awal lahirnya salah satu proyek investasi strategis di Kota Padang dengan nilai investasi mencapai Rp2,2 triliun. Kawasan wisata terpadu yang akan dibangun di Padang Sarai itu dirancang menghadirkan berbagai fasilitas unggulan, mulai dari hotel berbintang, lapangan golf, hingga sarana penunjang lainnya yang diharapkan mampu mengangkat daya saing sektor pariwisata Kota Padang.


Komitmen Pemko Padang Buka Karpet Merah bagi Investor

Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang berkomitmen penuh menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan memberikan berbagai kemudahan kepada investor sesuai ketentuan yang berlaku.


Menurut Fadly, investasi merupakan salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran investor tidak hanya berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga membuka peluang kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


"Kita mencatat selama tahun 2025 realisasi investasi, baik penanaman modal dalam negeri maupun luar negeri, lebih kurang Rp4,5 triliun. Sektor hotel dan restoran menjadi salah satu penyumbang terbesar investasi di Kota Padang," ungkap Fadly Amran.


Ia menilai pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai akan menjadi katalis baru bagi pertumbuhan ekonomi Kota Padang, khususnya di sektor pariwisata, jasa, dan ekonomi kreatif.


"Kami mendukung penuh pembangunan kawasan wisata terpadu Padang Sarai ini dan berharap segera memasuki tahap groundbreaking. Pemerintah Kota Padang akan memberikan kemudahan investasi sesuai kebutuhan dan ketentuan peraturan daerah yang berlaku," tegasnya.

Dorong Padang Jadi Kota Gastronomi Dunia

Lebih lanjut, Fadly menjelaskan bahwa pembangunan kawasan wisata terpadu tersebut sejalan dengan visi besar Pemerintah Kota Padang yang saat ini tengah mempersiapkan diri menuju pengakuan sebagai Kota Gastronomi melalui jaringan Kota Kreatif UNESCO.


Menurutnya, status tersebut akan menjadi nilai tambah yang signifikan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.


"Kota Padang saat ini sedang berproses menuju Kota Gastronomi UNESCO. Jika terwujud, tentu akan menjadi magnet baru yang dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Karena itu, investasi di sektor pariwisata dan hospitality sangat relevan dengan arah pembangunan kota ke depan," katanya.


Ia optimistis pengembangan kawasan wisata terpadu akan memperkuat posisi Kota Padang sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan barat Indonesia.

Investor Apresiasi Dukungan Pemerintah

Direktur PT Tasake Indo Service (DAP 69), Dede Mulyana, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan komitmen Pemerintah Kota Padang terhadap rencana investasi tersebut.


Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menciptakan kepastian investasi sehingga proyek dapat berjalan sesuai target yang telah direncanakan.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah mendukung investasi ini. Kami berharap pembangunan yang dirancang dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Padang," ujar Dede.


Ia menjelaskan bahwa perusahaan yang dipimpinnya memiliki pengalaman dalam mengembangkan kawasan wisata terpadu di Tasikmalaya yang mengintegrasikan berbagai fungsi dalam satu kawasan, mulai dari fasilitas wisata, kesehatan, hingga kawasan perkantoran.


Pengalaman tersebut, katanya, akan menjadi modal penting dalam mewujudkan kawasan wisata terpadu modern di Padang Sarai.

Proyek Strategis Rp2,2 Triliun

Sementara itu, pemilik lahan Fauzi Bahar mengungkapkan bahwa nilai investasi yang akan digelontorkan untuk proyek tersebut mencapai sekitar Rp2,2 triliun.


Dana investasi itu akan digunakan untuk membangun berbagai fasilitas utama yang diharapkan mampu menjadi ikon baru pariwisata Kota Padang.


"Kami membutuhkan dukungan dari Bapak Wali Kota, baik berupa kemudahan perizinan maupun dukungan infrastruktur. Nilai investasi yang akan direalisasikan mencapai Rp2,2 triliun, meliputi pembangunan tiga hotel, lapangan golf, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya," kata Fauzi Bahar.


Menurutnya, keberadaan kawasan wisata terpadu tersebut nantinya tidak hanya menjadi pusat aktivitas wisata, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat sekitar melalui tumbuhnya usaha mikro, jasa transportasi, kuliner, hingga sektor perdagangan.


Harapan Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

Penandatanganan MoU ini menjadi sinyal kuat bahwa Kota Padang semakin dipercaya sebagai daerah tujuan investasi yang menjanjikan. Dengan dukungan pemerintah daerah, potensi wisata yang besar, serta konektivitas yang terus berkembang, pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai diharapkan mampu menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Kota Padang.


Jika proyek senilai Rp2,2 triliun tersebut terealisasi sesuai rencana, kawasan Padang Sarai berpotensi menjelma menjadi destinasi wisata modern yang tidak hanya melayani wisatawan lokal, tetapi juga mampu menarik kunjungan wisatawan nasional hingga mancanegara, sekaligus membuka ribuan peluang kerja baru bagi masyarakat Sumatera Barat. (***)


Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menandatangani komitmen bersama dan launching Aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027. Acara dilaksanakan di Aula Balaikota Bukittinggi, Rabu (10/06).

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 merupakan tindak lanjut dari ketentuan pemerintah pusat yang harus dilaksanakan secara adil dan transparan. Daya tampung SMP di Kota Bukittinggi masih mencukupi kebutuhan lulusan SD, terlebih sebagian peserta didik juga memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah berbasis keagamaan maupun sekolah swasta. Hal itu disampaikan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias. 

Ramlan meminta agar Dinas Pendidikan dan seluruh sekolah harus benar-benar menyosialisasikan sistem ini kepada wali murid. Hal itu penting dilakukan mengingat tidak semua orang tua memahami mekanisme pendaftaran melalui aplikasi. Ia menekankan jangan sampai ada yang tertinggal karena kurang informasi. Jika sosialisasinya kurang, tentu dapat menjadi masalah nantinya. 
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, menjelaskan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online Tahun Pelajaran 2026/2027 terdiri dari empat jalur, yakni domisili, afirmasi, prestasi dan mutasi. Pendaftaran dibuka secara bertahap, dengan jalur afirmasi dan prestasi mulai 15 Juni 2026, sementara jalur domisili dan mutasi mulai dibuka pada 22 Juni 2026. 

Ia mengatakan, sistem tersebut merupakan amanah dari Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru serta telah ditindaklanjuti Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Keputusan Wali Kota tentang Petunjuk Teknis SPMB Tahun Pelajaran 2026/2027.

Albertiusman juga menyebutkan, jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon murid dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas, jalur prestasi bagi peserta didik yang memiliki capaian akademik maupun nonakademik, jalur mutasi bagi anak dari orang tua yang berpindah tugas serta anak guru dan jalur domisili berdasarkan akses tempat tinggal terdekat. (Sandra)

 

PADANG, Lintasmedia News— Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dihadapi oleh setiap pelaku usaha. Menyadari pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, Pemerintah Kota Padang terus mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas serta kemampuan dalam memanfaatkan platform digital guna memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan "Workshop Digital Selling Mastery: Dari Onboarding hingga Optimasi Penjualan" yang berlangsung di Balai Kota Padang, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Syahrial Kamat, yang hadir mewakili Wali Kota Padang.


Dalam sambutannya, Syahrial Kamat menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah secara fundamental perilaku dan pola konsumsi masyarakat. Jika dahulu transaksi jual beli lebih banyak dilakukan secara langsung melalui toko fisik, kini masyarakat semakin terbiasa berbelanja melalui marketplace, media sosial, hingga berbagai platform digital lainnya.

Perubahan tersebut, menurutnya, menghadirkan peluang yang sangat besar bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar tanpa dibatasi ruang dan waktu. Namun di sisi lain, kondisi itu juga menjadi tantangan yang menuntut para pelaku usaha untuk terus berinovasi dan beradaptasi.


"Perkembangan teknologi menuntut kita untuk berubah. Kalau tidak mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, kita akan tertinggal. Produk yang hari ini unggul bisa saja tergeser jika tidak terus berinovasi," ujar Syahrial.


Ia menjelaskan bahwa salah satu hambatan terbesar dalam proses transformasi digital bukanlah keterbatasan teknologi, melainkan keengganan sebagian pelaku usaha untuk keluar dari zona nyaman. Banyak pelaku UMKM yang masih ragu memanfaatkan teknologi karena belum memahami manfaatnya secara menyeluruh atau merasa metode pemasaran konvensional masih cukup efektif.


Padahal, di era persaingan yang semakin ketat, kemampuan memanfaatkan teknologi digital menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberlangsungan sebuah usaha.


Karena itu, Syahrial mengajak seluruh peserta workshop untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai sarana meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, dan mempelajari strategi pemasaran digital yang relevan dengan perkembangan zaman.


UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Daerah

Lebih lanjut, Syahrial menekankan bahwa UMKM memiliki peran yang sangat strategis dalam menopang perekonomian Kota Padang. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, saat ini terdapat sekitar 47 ribu UMKM binaan dengan total omzet yang mencapai Rp952 miliar.


Angka tersebut menunjukkan besarnya kontribusi sektor UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menjadi potensi yang harus terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan.


Menurutnya, digitalisasi menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong UMKM naik kelas. Dengan memanfaatkan teknologi, pelaku usaha tidak hanya mampu menjangkau konsumen di tingkat lokal, tetapi juga berpeluang menembus pasar nasional bahkan internasional.


"Kami berharap UMKM Kota Padang terus naik kelas, dari pasar lokal hingga mampu menjangkau pasar nasional bahkan ekspor. Inilah salah satu program unggulan Pemerintah Kota Padang yang terus kami dorong," katanya.


Syahrial juga mengingatkan bahwa ketangguhan UMKM telah terbukti saat menghadapi pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. Ketika banyak sektor mengalami tekanan berat, UMKM justru menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan dan menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat.


Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa penguatan sektor UMKM harus terus dilakukan agar mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa mendatang.


"Pengalaman saat pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa UMKM merupakan salah satu sektor yang tetap bertahan. Karena itu, Kota Padang terus memperkuat UMKM agar tetap eksis dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan," ungkapnya.



Dibekali Keterampilan Praktis Berjualan di Platform Digital

Workshop yang diikuti para pelaku UMKM tersebut mengusung tema yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usaha mereka.


Mulai dari proses aktivasi toko di marketplace, pengelolaan katalog produk yang menarik, teknik membuat konten pemasaran digital, hingga strategi optimasi penjualan melalui berbagai kanal online.


Kemampuan tersebut dinilai sangat penting mengingat persaingan usaha saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk semata, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam membangun visibilitas dan kepercayaan konsumen di ruang digital.


Syahrial pun mengingatkan bahwa proses belajar tidak boleh berhenti hanya pada kegiatan workshop. Para pelaku UMKM harus terus mengikuti perkembangan tren pemasaran yang berubah sangat cepat.


"Manfaatkan forum ini sebaik-baiknya. Terus belajar dan terbuka terhadap ilmu baru, karena strategi pemasaran akan terus berkembang mengikuti perubahan zaman," pesannya.



Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan UMKM

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Padang juga menyampaikan apresiasi kepada Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), Inotek Foundation, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan dan pengembangan UMKM di Kota Padang.


Menurut Syahrial, kemajuan UMKM tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai unsur, mulai dari dunia usaha, akademisi, komunitas, media, hingga lembaga pendamping usaha.


Kolaborasi tersebut diyakini mampu menciptakan ekosistem kewirausahaan yang lebih sehat, inovatif, dan kompetitif sehingga UMKM Kota Padang mampu menjadi kekuatan ekonomi yang semakin tangguh di tengah arus transformasi digital yang terus berkembang.


Dengan jumlah puluhan ribu pelaku usaha dan potensi omzet yang mendekati Rp1 triliun, digitalisasi UMKM kini menjadi salah satu agenda strategis Pemerintah Kota Padang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional maupun global. (***)

 

PADANG, Lintasmedia News– PT Semen Padang terus memperkuat strategi diversifikasi usaha melalui pengembangan bisnis nonsemen dan produk turunan sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan bisnis sekaligus menciptakan sumber pendapatan alternatif di tengah persaingan industri semen nasional yang semakin ketat dan kondisi pasar yang penuh tantangan.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, di Padang, Rabu (10/6/2026), mengatakan bahwa pengembangan bisnis nonsemen merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam mengoptimalkan seluruh potensi aset, kompetensi, dan sumber daya yang dimiliki agar dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan.


"Di tengah kompetisi industri semen yang semakin kompetitif, perusahaan tidak bisa hanya bergantung pada bisnis inti semata. Karena itu, PT Semen Padang terus mendorong pengembangan berbagai lini bisnis nonsemen yang memiliki prospek menjanjikan, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus memperkuat daya tahan perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar," kata Win.

Secara terpisah, Kepala Departemen Bisnis Non Semen & Produk Turunan (BNSPT) PT Semen Padang, Ridwan Muchtar, menambahkan bahwa pengembangan bisnis nonsemen merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas sumber pendapatan sekaligus mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki perusahaan.


Menurutnya, salah satu sektor yang saat ini berkembang cukup pesat adalah jasa fabrikasi industri. Jika sebelumnya layanan fabrikasi lebih banyak difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pabrik semen di lingkungan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. atau SIG, kini pasar BNSPT telah meluas ke berbagai sektor industri lainnya, termasuk industri pulp dan kertas.


"Fabrikasi yang kami lakukan saat ini tidak hanya untuk kebutuhan pabrik semen di lingkungan SIG, tetapi juga melayani kebutuhan sejumlah industri besar lainnya. Tahun ini kami mendukung kebutuhan beberapa pabrik pulp dan kertas besar di Indonesia," kata Ridwan.


Pada tahun ini, BNSPT terlibat dalam berbagai pekerjaan fabrikasi dan pemeliharaan mekanikal di sejumlah perusahaan pulp dan kertas nasional, yaitu PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper, serta sedang mengembangkan potensi pekerjaan di PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry dan PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper.


Untuk mendukung operasional perusahaan-perusahaan tersebut, BNSPT mengerjakan berbagai komponen dan peralatan industri, seperti debarking drum, screw reclaimer, kiln, serta berbagai pekerjaan pemeliharaan mekanikal lainnya. Kerja sama dengan sejumlah perusahaan tersebut bukanlah hal baru bagi BNSPT.


"Untuk RAPP, misalnya, pekerjaan fabrikasi telah berjalan sejak 2023 dan masih terus berlanjut hingga saat ini," bebernya.


Menurut Ridwan, meningkatnya kepercayaan dari berbagai sektor industri menjadi bukti bahwa kualitas pekerjaan fabrikasi yang dihasilkan BNSPT mampu bersaing dan memenuhi standar industri nasional.


"Ini menunjukkan bahwa kemampuan fabrikasi yang dimiliki BNSPT semakin dipercaya oleh industri di luar sektor semen," tutur Ridwan.


**Pasok Batu Split untuk Flyover Sitinjau Lauik**


Selain jasa fabrikasi, BNSPT juga terus memperluas pemasaran produk material nonsemen. Salah satu produk yang dipasarkan adalah batu split yang digunakan untuk berbagai proyek konstruksi dan infrastruktur.


Ridwan menyebutkan bahwa batu split produksi BNSPT saat ini telah digunakan untuk mendukung pembangunan proyek strategis, termasuk proyek Flyover Sitinjau Lauik yang menjadi salah satu proyek infrastruktur penting di Sumatera Barat.


Tidak hanya itu, batu split juga dipasok untuk memenuhi kebutuhan sejumlah batching plant untuk produksi beton.


"Batu split yang kami produksi terus mendapatkan pasar. Saat ini digunakan untuk kebutuhan proyek Flyover Sitinjau Lauik dan juga beberapa batching plant," katanya.


**Binder Clay Dipasok ke PT Pusri**


Produk nonsemen lainnya yang turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja BNSPT adalah binder clay. Material ini digunakan sebagai salah satu bahan baku dalam proses produksi pupuk NPK. BNSPT kembali memperoleh kepercayaan dari PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) untuk memasok binder clay pada tahun 2026 ini.


Dalam kontrak yang berjalan saat ini, BNSPT memasok sebanyak 7.500 ton binder clay hingga akhir Juli 2026. Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari kontrak sebelumnya yang terlaksana pada tahun 2025 dengan total pasokan mencapai 8.400 ton.


"Keberlanjutan kerja sama ini menjadi indikasi bahwa kualitas produk binder clay kami mampu memenuhi kebutuhan industri pupuk nasional," katanya.


**Produk Kalsium Karbonat dan Biji Kalsium**


Tidak hanya fokus pada bisnis yang sudah berjalan, BNSPT juga terus melakukan inovasi untuk membuka peluang pasar baru. Salah satu produk yang tengah dikembangkan adalah kalsium karbonat yang direncanakan untuk digunakan sebagai bahan penetral tingkat keasaman (pH) tanah pada lahan perkebunan kelapa sawit dan tambak udang.


Menurut Ridwan, pengembangan produk-produk baru tersebut merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperluas portofolio bisnis nonsemen yang memiliki nilai tambah dan prospek pasar jangka panjang.


"Selain kalsium karbonat, BNSPT juga mengembangkan produk biji kalsium yang ditujukan sebagai bahan pembuatan pakan ternak. Untuk mendukung pengembangan pasar produk tersebut, BNSPT telah melakukan komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar di industri pakan ternak nasional, di antaranya PT Charoen Pokphand Indonesia dan PT Japfa Comfeed Indonesia," kata Ridwan.


**Permintaan Sepablock Meningkat**


Di sisi lain, produk Semen Padang Bata Interlock atau Sepablock juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Produk bata interlock inovatif ini semakin dikenal masyarakat karena menawarkan proses pembangunan yang lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan.


Ridwan menjelaskan bahwa permintaan Sepablock mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2024, produk tersebut digunakan untuk pembangunan sekitar 83 unit rumah tipe 36. Angka tersebut kemudian meningkat pada 2025 menjadi 103 unit rumah tipe 36. Sementara itu, dari Januari hingga Mei 2026, jumlah pesanan yang masuk telah mencapai kebutuhan untuk pembangunan sekitar 120 unit rumah tipe 36.


"Peningkatan permintaan Sepablock untuk tahun ini sebagian besar berasal dari proyek pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah di Sumatera Barat. Karena memang fokus pemasaran kami saat ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan huntap. Saat ini sedang berlangsung pembangunan Huntap Yayasan Buddha Tzu Chi, Huntap Danantara, Huntap BNPB, dan dalam persiapan Huntap Swadaya APBD kabupaten/kota serta Huntap Terpadu Kementerian PKP," katanya.


**Kapasitas Produksi Dioptimalkan**


Meningkatnya permintaan pasar mendorong BNSPT untuk melakukan optimalisasi fasilitas produksi Sepablock. Saat ini, kapasitas produksi Sepablock dioptimalkan menjadi 120 unit rumah tipe 36 per bulan.


Ridwan mengungkapkan bahwa proses optimalisasi kapasitas pabrik Sepablock menjadi setara kebutuhan 120 unit rumah tipe 36 per bulan sudah dimulai sejak Februari 2026.


"Mulai Februari 2026, kami mengoptimalkan kapasitas produksi Sepablock hingga setara kebutuhan 120 unit rumah tipe 36 per bulan sebagai langkah nyata perusahaan untuk memastikan kebutuhan pasar dapat terpenuhi sekaligus mendukung program pembangunan hunian tetap yang tengah berjalan di Sumatera Barat," ujarnya.

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.