Latest Post

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

 

Pasbar, Lintasmedinews.com

 Indra Saputra, warga Gang Pokat, Air Bayang, Jorong Koto Pinang, Nagari Koto Gunung, Kecamatan Lembah Melintang, terima bantuan ,dari Bupati Pasbar Yulianto yang didampingi Randi Hendriawan ,Senin (12/1).

Bantuan yang diserahkan berupa sembako, selimut, kasur, makanan siap saji, biskuit, serta kebutuhan dasar lainnya dari Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Yulianto menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa. Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat dan tokoh setempat yang telah bergotong royong membantu.

Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat, mengucapkan terima kasih kepada warga dan tokoh masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian dan kebersamaan saat saudara kita tertimpa musibah, katanya.

Bupati pun mengimbau masyarakat Pasaman Barat ,agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik. informasi awal, kebakaran tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik.

Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa instalasi listrik di rumah. Pastikan peralatan listrik dan kompor dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tegasnya..

Selain itu, Bupati Yulianto turut mengingatkan masyarakat, terutama yang bermukim di sekitar aliran sungai, agar lebih memperhatikan keselamatan anak-anak saat beraktivitas di sungai.

“Sudah lebih dari satu pekan salah seorang anak kita belum ditemukan. Mari kita doakan bersama ,agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,

Ia menegaskan pentingnya peran orang tua dalam memantau kondisi anak-anak serta memperhatikan situasi dan debit air sungai, terutama saat cuaca tidak menentu.

“Kita tidak mengetahui hikmah di balik setiap musibah, namun mari kita terus berdoa agar Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan perlindungan kepada kita semua pungkasnya.

 


Kabupaten Solok, Lintasmedianews.com

Mendukung aktifitas belajar mengajar di daerah terdampak bencana, PMI berikan edukasi  Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk siswa-siswi SD Negeri 08 Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok.

Di dalam Kelas, Tim Promosi Kesehatan PMI mengajak seluruh siswa-siswi untuk mempraktikkan cara mencuci tangan dengan baik dan benar serta menanamkan semangat untuk senantiasa menerapkan perilaku hidup Bersih dan sehat baik di rumah, sekolah maupun dilingkungan sekitar tempat tinggal. Sebanyak 87 orang murid ikut dalam giat tersebut.

Anggi, Koordinator Tim Promosi Kesehatan PMI mengatakan kegiatan promosi kesehatan ini merupakan bagian dari upaya promosi kesehatan pasca bencana yang bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat, serta meminimalkan risiko penyebaran penyakit yang dapat muncul setelah terjadinya bencana.

"Kita coba menyampaikan edukasi ini secara interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak sekolah dasar" Ucap Anggi. 

Sepsi Haryanti, salah satu Guru yang mendampingi kegiatan hari ini, menyampaikan bahwa pihak sekolah sangat mendukung giat yang dilakukan PMI di sekolah nya. "Edukasinya menarik, Anak-anak terlihat sangat antusias untuk mengikuti instruksi yang diberikan Tim PMI. Kami pun juga bisa sekalian mempelajarinya." Ujar Sepsi. 

Melalui kegiatan tersebut, Sepsi berharap siswa-siswi kedepannya bisa lebih peduli dengan kebersihan diri, dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-harinya. 

Tidak hanya di Sekolah, Tim Promkes PMI juga menggelar layanan promosi kesehatan secara _door to door_ atau kunjungan ke rumah. Tim mengunjungi setiap rumah warga yang berada di sekitar sekolah untuk memberikan dukungan perilaku hidup bersih dan sehat kepada seluruh anggota keluarga.

Ria (45) salah satu warga yang dikunjungi mengeluhkan gatal-gatal  pasca Banjir Bandang di daerahnya. "Kadang kulitnya gatal, terus batuk pilek juga akhir-akhir ini," Tutur Ria. 

Ia juga menambahkan saat ini warga masih kesulitan Air Bersih. " Sementara kita ambil air di musholla terdekat." Tambahnya.

Terkait kunjungan Tim PMI ke rumahnya, Ria merasa sangat terbantu PMI telah mengingatkan kembali kepada keluarganya untuk tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan. "Kadang kita memang suka acuh hal hal kecil di sekitaran yang bisa jadi sumber penyakit untuk kita disini" Tutup Ria


PADANG,Lintas Media News
Demi masa depan yang cerah,Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, mengajak para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk menjauhi berbagai perilaku negatif dan perbuatan maksiat yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Ajakan tersebut disampaikan Muhidi saat berdialog dengan para siswa dalam kegiatan kunjungan ke SMA 13 Padang, baru-baru ini.

Muhidi menegaskan, masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan jati diri. Oleh karena itu, siswa diharapkan mampu membentengi diri dari pengaruh buruk lingkungan, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, kekerasan, hingga perilaku menyimpang lainnya.

“Anak-anak kami adalah calon pemimpin masa depan. Jika sejak dini sudah terjerumus pada hal-hal negatif dan maksiat, maka masa depan akan terancam. Sebaliknya, dengan menjaga diri dan fokus pada pendidikan, peluang meraih masa depan yang cerah akan terbuka lebar,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya disiplin, etika, serta nilai-nilai moral dan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pondasi utama membentuk generasi yang berkarakter dan berdaya saing.
Selain itu, Muhidi juga mendorong siswa untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif, seperti belajar, membaca, berorganisasi, serta mengembangkan bakat dan minat sesuai potensi masing-masing.

Menurutnya, tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks, sehingga diperlukan peran bersama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam membimbing dan mengawasi siswa.

“Kalau anak-anak kita tumbuh dengan karakter yang baik, berilmu, dan berakhlak, maka Sumatera Barat akan memiliki generasi unggul yang mampu membawa daerah ini ke arah yang lebih maju,” tegas Muhidi.

Ia berharap, pesan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus menjaga perilaku, menjunjung nilai-nilai positif, serta menatap masa depan dengan optimisme dan tanggung jawab.(*/st)



PADANG,Lintas Media News
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang mendesak partai demokrat untuk transparan mengenai tersangka Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Beny Saswin Nasrun, yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kredit modal kerja.

LBH Padang melalui Kepala Divisi Pengelolaan Meneger dan Evaluasi atau Pengacara Publik, Alfi Syukri menyampaikan, bahwa partai politik tidak hanya bertugas mengusung kader ke lembaga legislatif, tetapi juga menjamin kualitas, integritas, dan akuntabilitas kader yang dipercaya mewakili kepentingan publik,partai politik memiliki tanggung jawab moral dan institusional atas kadernya yang duduk sebagai wakil rakyat.

“Parpol harus bertanggung jawab secara utuh ketika kadernya terindikasi melakukan dugaan korupsi. Tindakan tegas dan jelas sangat diperlukan agar kepercayaan publik tidak runtuh,” kata Alfi, Senin (12/1/2026). 

Menurut Alfi, langkah partai semestinya dapat dilakukan sejak awal, bahkan sebelum kader ditetapkan sebagai tersangka. Partai dapat mengambil kebijakan internal berupa penangguhan hak dan kewajiban kader, hingga pemberhentian sementara, sembari menunggu proses hukum berjalan.

“Jika memang terbukti bersalah, tentu harus ada sanksi tegas dari partai. Ini penting sebagai bukti komitmen anti-korupsi,” ujarnya.

LBH Padang juga menyoroti sikap Partai Demokrat yang dinilai belum menyampaikan penjelasan terbuka kepada publik. Alfi menegaskan bahwa sikap diam justru berpotensi menimbulkan beragam tafsir di masyarakat.

“Dalam kasus korupsi, partai semestinya bersikap transparan. Partai harus menjelaskan sikapnya, apakah mendukung proses hukum atau memiliki pandangan lain. Transparansi adalah kunci menjaga kepercayaan publik,” katanya.

Alfi juga menanggapi informasi bahwa Beny Saswin Nasrun disebut tidak lagi hadir dalam kegiatan kedewanan sejak Juni 2025. Meski demikian, menurutnya, status hukum yang bersangkutan tetap harus disikapi secara kelembagaan oleh partai maupun DPRD Sumbar.

Lebih jauh LBH Padang menekankan pentingnya akuntabilitas dan pertanggungjawaban publik dalam setiap dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat negara.

“Jika nilai-nilai anti-korupsi tidak dibuktikan dengan sikap nyata, maka hal itu akan mencoreng citra partai dan melemahkan kepercayaan masyarakat,” kata Alfi.

Terkait aspek etik, Alfi menyebut Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumbar memiliki kewenangan untuk menilai dugaan pelanggaran etik yang dilakukan anggota dewan, dengan merujuk pada aturan internal yang berlaku.

“Jika melihat tekanan publik dan prinsip etika, mestinya ada langkah nonaktif sementara sambil menunggu putusan hukum tetap. BK DPRD tentu memiliki cantolan aturan dalam menilai hal ini,” ujarnya.

Namun demikian, Alfi menegaskan bahwa proses hukum tetap harus menghormati asas praduga tak bersalah, sembari memastikan lembaga perwakilan rakyat tetap menjaga marwah dan integritasnya di mata publik. (*)



Padang,Lintas Media News
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi,mengatakan.Untuk menekan angka kenakalan remaja di Sumbar,DPRD mendorong untuk memperkuat minat literasi di sekolah-sekolah.

Hal tersebut disampaikan Muhidi saat berdialog dengan para guru SMA Negeri 14 Padang dalam penyerahan bantuan baju batik. Senin (12/1/2026).

Menurut Muhidi, penguatan budaya literasi merupakan salah satu program prioritas yang terus ia dorong sebagai Ketua DPRD Sumbar. Ia menilai, minat baca dan kebiasaan berliterasi memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta pola pikir siswa.

“Meningkatkan minat literasi adalah program prioritas yang akan terus kami jalankan. Setiap tahun kami akan menganggarkan program untuk mendorong budaya literasi di sekolah,” ujar Muhidi.

Ia berharap para guru dapat berperan aktif dalam memassifkan budaya literasi di lingkungan sekolah, baik melalui kegiatan membaca, diskusi, maupun penguatan fungsi perpustakaan sekolah.
Menurutnya, budaya gemar membaca tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga menjadi salah satu faktor pencegah kenakalan remaja. 

Dengan literasi yang kuat, siswa diharapkan memiliki wawasan luas, karakter yang baik, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
“Melalui literasi, kita berharap siswa-siswi memiliki masa depan yang lebih cerah dan mampu menjadi generasi yang berkualitas,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Sumbar juga menyerahkan bantuan baju batik kepada guru SMA Negeri 14 Padang. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi para guru agar terus meningkatkan kinerja dalam mencerdaskan anak bangsa. 

Muhidi berharap, dukungan tersebut dapat menambah semangat para pendidik dalam mencetak generasi unggul, sehingga cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 dapat tercapai.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 14 Padang Evidel menyampaikan dukungannya terhadap upaya penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Menurutnya, peningkatan minat baca dan literasi siswa sangat penting dalam membentuk karakter serta masa depan peserta didik.

Ia juga berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk perbaikan sarana pendukung sekolah, khususnya musala dan aula SMA Negeri 14 Padang. 

Saat ini, SMA Negeri 14 Padang memiliki total 1.115 siswa, sehingga keberadaan fasilitas yang memadai dinilai sangat penting dalam menunjang kegiatan pembelajaran dan pembinaan karakter siswa.(*/st)


Padang,Lintas Media News
Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Sumatera Barat menyoroti kabar yang mengundang tanda tanya publik. Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Demokrat, Beny Saswin Nasrun, yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kredit modal kerja, disebut masih menerima gaji meski tak lagi aktif berkantor.

Sorotan itu disampaikan Koordinator Divisi Advokasi PBHI Sumbar, MH Fadhil Mz. Ia mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumbar segera memberikan kejelasan atas status keanggotaan Beny di lembaga legislatif tersebut.

“PBHI mendesak adanya kejelasan terkait status Anggota DPRD Sumbar Beny Saswin Nasrun ini, apakah sudah aktif atau nonaktif,” ujar Fadhil saat ditemui di Padang, Senin (12/1/2026).

Desakan itu bukan tanpa dasar. Berdasarkan data yang dimiliki BK DPRD Sumbar, Beny tercatat tidak masuk kantor sejak Juni 2025. Ketidakhadiran tersebut terjadi di tengah proses hukum yang menjeratnya. Politisi Demokrat itu telah ditetapkan sebagai tersangka melalui Surat Keputusan Kepala Kejaksaan Negeri Padang Nomor TAP-03/L.3.10/Fd.2/12/2025 tertanggal 29 Desember 2025.

Fadhil menegaskan, absensi panjang tanpa kejelasan semestinya sudah menjadi perhatian serius BK DPRD Sumbar. Ia merujuk pada ketentuan dalam Undang-Undang MD3, yakni UU Nomor 17 Tahun 2014 yang telah diubah terakhir dengan UU Nomor 13 Tahun 2019, serta peraturan DPR tentang Kode Etik.

“Jika memang sudah tidak masuk sejak Juni, di sana sudah jelas aturannya,” kata Fadhil.

Ia mengutip salah satu ketentuan pelanggaran berat yang dapat dikenai sanksi. Dalam aturan tersebut disebutkan, ketidakhadiran selama tiga bulan berturut-turut tanpa keterangan sah dalam rapat, atau enam kali berturut-turut dalam rapat paripurna tertentu, dapat berujung sanksi berat.

Lebih jauh, Fadhil mengingatkan agar BK DPRD Sumbar bersikap tegas dan transparan. Ia menegaskan, penanganan kasus ini menjadi ujian integritas lembaga kehormatan DPRD.

“Kita berharap ketegasan dari BK DPRD Sumbar terhadap anggota dewan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini,” ujarnya.

Menurut Fadhil, kasus tersebut telah menjadi perhatian publik. Ia mengingatkan, jangan sampai lambannya sikap BK justru memunculkan pesimisme masyarakat terhadap fungsi Badan Kehormatan sebagai penjaga etika.

“Jangan sampai kepercayaan publik terhadap ‘cermin moral’ DPRD Sumbar justru runtuh karena tidak adanya kejelasan,” tutup Fadhil. (***)

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

sesuai dengan edaran Kementerian Kesehatan nomor HK.02.02/C.I/4202/2025, tentang percepatan penerbitan sertifikat laik higiene sanitasi, Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Kesehatan, terus dorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bukittinggi untuk menyelesaikan pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Rabu (07/01). Ia menjelaskan, sejak awal pelaksanaan program Presiden Prabowo, Makanan Bergizi Gratis (MBG), seluruh SPPG menjalankan tugas dengan baik. Terbukti tidak ada satupun persoalan yang timbul pada setiap proses produksi hingga distribusi MBG pada setiap pelajar.

“Alhamdulillah, sejak awal sampai sekarang, tidak ada masalah pada SPPG kita,” ungkapnya. 

Ramli mengatakan, setelah dikeluarkannya surat edaran oleh Kemenkes pada Oktober 2025 lalu, pihaknya langsung mensosialisasikan hal tersebut kepada 14 SPPG yang ada di Bukittinggi. Sehingga setiap SPPG berproses untuk memenuhi syarat untuk terbitnya SLHS itu.

“Ada 14 SPPG yang beroperasi di Bukittinggi. Semuanya sudah mulai melakukan pengurusan SLHS. Kemarin sudah 2 unit mengantongi dokumen SLHS yakni SPPG di Tarok Dipo dan SPPG di Manggis Ganting. Hari ini saya juga sudah tandatangani 2 SLHS untuk 2 SPPG, yaitu, Gulai Bancah dan Bukik Apik Puhun. Bahkan satu lagi surat pengajuan SLHS juga sudah masuk dari SPPG Belakang Balok. Semuanya sudah berproses,” ungkap Ramli.

Ia menegaskan, seluruh SPPG sudah berkomitmen untuk mengurus SLHS. Ada empat syarat yang harus dipenuhi, untuk terbitnya SLHS. Seluruh petugas penjamah makanan di SPPG harus dilatih. Kedua, hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) memenuhi syarat. Ketiga, sudah melakukan pemeriksaan sampel air dan keempat sudah melakukan pemeriksaan sampel makanan.

“Untuk syarat pertama, itu semua petugas penjamah makanan di seluruh SPPG, sudah memiliki sertifikat keamanan pangan. Syarat kedua, SPPG yang belum memenuhi syarat, sedang melakukan perbaikan, sesuai rekomendasi dinas kesehatan. Syarat ketiga, seluruhnya sudah memenuhi syarat. Untuk syarat keempat, saat ini SPPG yang sudah mengirim sampel makanan ke Laboratorium Kesehatan Pangan Padang, masih menunggu hasilnya. Tentu butuh waktu, karena sudah pasti seluruh SPPG, juga mengajukan ini,” jelasnya.

Meski demikian, Kadis Kesehatan Bukittinggi yakin, hingga kini makanan yang diproduksi dari SPPG di Bukittinggi baik dan berkualitas. Apalagi Satgas MBG Bukittinggi yang digawangi oleh gabungan pemerintah kota, Polresta dan Kodim 0304 Agam, terus melakukan pengawasan dengan ketat.

Menurutnya,  izin SPPG dikeluarkan  langsung oleh Badan Gizi Nasional. Dinas Kesehatan tidak memiliki wewenang untuk mengizinkan atau menutup SPPG. Dinkes bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan dalam menjamin kualitas makanan yang diberikan pada sasaran. Upaya ini agar aman dan bermutu untuk dikonsumsi. Untuk itu, Ia menghimbau warga untuk tidak khawatir dengan program MBG di Bukittinggi. Semua sudah berproses dan pengawasan pun dilakukan dengan ketat. (Sandra).



Parik Malintang Lintas Media News com Jelang detik Hari Ulang Tahun Padang Pariaman, Pemerintah Daerah menggelar Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Padang Pariaman menjadi penanda peringatan Hari Jadi Kabupaten (HJK) Padang Pariaman ke-193. Momentum ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi agenda rutinitas tahunan, 

Sekali gus titik tolak kebangkitan pascabencana menuju Padang Pariaman yang lebih tangguh dan bermartabat.

Rapat paripurna dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, dan dihadiri Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat, Firdaus Firman, S.IP., M.E., unsur Forkopimda, Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat, jajaran DPRD, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Aprinaldi menegaskan bahwa peringatan hari jadi harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan. “Hari jadi adalah tonggak sejarah dan identitas daerah. Ini menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen untuk menghadirkan pemerintahan yang berkualitas serta pelayanan publik yang semakin baik,” ujarnya.

Nuansa reflektif semakin terasa saat tokoh masyarakat, Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag., menyampaikan dukungan moral kepada pemerintah daerah. Ia mengapresiasi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati bersama Forkopimda, serta berharap adanya dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan kembali Padang Pariaman pascabencana.Rapat paripurna kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video “Padang Pariaman: Salayang Pandang”, yang menampilkan perjalanan sejarah, potensi daerah, serta tantangan yang dihadapi ke depan.

Puncak acara ditandai dengan sambutan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, yang menegaskan arah dan semangat pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa dalam kurang lebih satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat, pemerintah daerah berkomitmen untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat.

“Kami berupaya membangun pemerintahan yang responsif, mendengar langsung keluhan warga, dan menghadirkan solusi konkret atas persoalan daerah,” ujar Bupati.

Di tengah keterbatasan anggaran serta kebijakan efisiensi fiskal nasional, Bupati JKA menegaskan pentingnya kolaborasi dan semangat kebersamaan. Mengusung tema HJK ke-193, “Bangkit Lebih Cepat Menuju Padang Pariaman Tangguh dan Bermartabat,” ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak larut dalam keterpurukan.Kita tidak boleh berlama-lama dalam kondisi sulit. Saatnya bergerak cepat, memperkuat gotong royong, dan membangun ketangguhan daerah agar Padang Pariaman mampu bangkit lebih kuat dan bermartabat,” tegasnya.

Sementara itu, sambutan Gubernur Sumatera Barat yang dibacakan Firdaus Firman menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih Kabupaten Padang Pariaman. Menurutnya, peringatan hari jadi menjadi momentum penting untuk refleksi dan penguatan semangat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rapat paripurna ditutup oleh Ketua DPRD Padang Pariaman dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Usai kegiatan, Bupati Padang Pariaman menyerahkan penghargaan kepada lebih dari 600 relawan bencana, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam membantu masyarakat Padang Pariaman melewati masa-masa sulit. (Kominfo/len)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Lorong-lorong Diklat PT Semen Padang yang biasanya bergema oleh ketukan sepatu peserta pelatihan kini berubah wajah. Kali ini, yang mengisi ruang adalah langkah-langkah kecil yang berlarian, tawa yang lepas, dan suara membaca anak-anak SD Bustanul Ulum Semen Padang. Keseriusan rapat dan pelatihan yang biasanya menumpuk di setiap sudut ruangan kini lenyap, digantikan riuh rendah keceriaan yang baru, meski lahir dari kepedihan.

Di antara riuh rendah tawa, guru-guru tampak bergantian membimbing mereka untuk membaca, menulis, dan berhitung. Suara mereka pun menembus ruang, menciptakan ritme yang berbeda dari rutinitas diklat pada umumnya. Setiap kata dan tawa seolah menjadi obat kecil bagi luka yang belum sepenuhnya sembuh. Mata anak-anak bersinar, memberikan cahaya keberanian yang tak mudah padam, meskipun bencana baru saja merenggut sebagian dunia mereka.

Anak-anak ini adalah penyintas banjir bandang di Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Mereka pernah menyaksikan air keruh datang dengan ganas, menyeret rumah, merobohkan dinding, serta menghancurkan benda-benda yang selama ini menjadi bagian hidup mereka. Malam-malam panjang di pengungsian, suara hujan yang memicu kecemasan, dan ketidakpastian hari esok masih menghantui ingatan mereka.

Dari pantauan media ini pada Kamis (8/1/2026) pagi, salah seorang anak bernama Ghazy Al Gifard, yang merupakan bocah kelas V, tampak duduk dengan tenang. Tangannya menggenggam buku tulis, pensil bergerak perlahan di atas kertas. Sesekali, ia menatap jendela, seolah memeriksa apakah semuanya aman. Saat ditanya tentang kelas barunya, senyum kecil merekah di wajahnya. “Di sini kami nyaman sekali belajar, Pak. Ruangannya ber-AC,” kata Ghazy polos.

Bocah berusia 10 tahun ini juga menyampaikan bahwa AC bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menjadi simbol perlindungan—dinding kokoh, atap yang tak bocor, dan ruang yang aman dari bayang-bayang banjir. Sekolah lamanya yang tidak jauh dari sungai masih memicu rasa trauma ketika awan gelap bergelantungan di langit Batu Busuk. “Kami masih takut sekolah di sana kalau cuaca buruk, apalagi di belakang sekolah juga ada bukit tinggi menjulang. Kami takut nanti longsor,” bisiknya pelan.

Ghazy merupakan salah satu bocah yang rumahnya hanyut diterjang banjir. Tidak ada yang tersisa, kecuali kenangan tentang tawa keluarga, aroma rumah, dan permainan sederhana di halaman belakang rumahnya. Kini, Ghazy bersama keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di Limau Manis, sekitar lima kilometer dari Batu Busuk. “Sebelum ngontrak, kami sempat tinggal di tempat pengungsian di SDN 02 Cupak Tangah, dan di sana kami menjalani hari-hari dengan tidur seadanya serta rutinitas yang serba terbatas,” ujarnya.

Di meja lain, Sheryl Philomela Sodiq tampak ceria di tengah teman-temannya. Meski sekolah lamanya relatif aman dari banjir, ruang belajar di Diklat PT Semen Padang memberinya rasa aman yang berbeda. Setiap hari ia diantar-jemput menggunakan bus perusahaan—sebuah perhatian sederhana yang membuatnya merasa diperhatikan dan dilindungi. Namun demikian, trauma tetap ada. Bencana dahsyat yang melanda kampung halamannya juga merenggut kebahagiaannya, yaitu rumah tempat ia berteduh.

“Saya masih trauma, Pak. Rumah saya hanyut tak membekas,” ucap Sheryl pelan. Kini, ia dan keluarganya tinggal di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, tak jauh dari SMP Negeri 23 Padang. Rasa kehilangan rumah dan kenangan masa kecil masih tersisa. Namun begitu, gadis kecil yang beranjak dewasa ini berusaha untuk terus belajar menata kembali hari-harinya dengan senyum, meski hati masih rapuh. “Kami tidak akan menyerah, meski bencana telah menimpa kami. Kami harus bangkit untuk bisa meraih mimpi-mimpi kami,” ucapnya.

Pelajar SD Bustanul Ulum lainnya, Verdiano Tauvani, juga menyimpan kenangan pahit. Ketika banjir datang, ia menyaksikan rumahnya hanyut, dan ia bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah neneknya yang masih berada di kawasan Batu Busuk. Namun, karena luapan banjir yang begitu besar dan deras, bagian belakang rumah neneknya itu juga roboh diterjang banjir.

Kini, Verdiano bersama keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di kawasan Piai, Kecamatan Pauh. Jauh dari sungai, namun bocah 10 tahun ini mengaku masih trauma, dan kedua orang tuanya kini berupaya membangun kembali kehidupan dari sisa-sisa yang ada. “Saya juga masih trauma. Kadang-kadang, saya masih teringat air keruh datang dan menghanyutkan rumah, serta semua benda yang ada,” katanya lirih sambil menatap buku tulisnya.

Setiap anak dari para penyintas ini membawa cerita yang berbeda, tetapi rasa takut, kehilangan, dan harapan menyatu dalam satu ruang. Sementara itu, di luar ruangan, suara anak-anak yang berlari dan tawa riang mengisi halaman diklat. Seorang guru terlihat menatap mereka sambil tersenyum. “Mereka hebat. Trauma boleh ada, tapi semangat mereka lebih besar,” kata Kepala Urusan Pengajaran SD Bustanul Ulum Semen Padang, Rici Noviasari.

Rici juga menyampaikan bahwa total siswa SD Bustanul Ulum berjumlah 116 orang. Namun, yang mengikuti kegiatan belajar di Diklat PT Semen Padang berjumlah 109 orang, sementara tujuh siswa lainnya untuk sementara menumpang belajar di SDN 02 Lubuk Buaya karena mereka bersama keluarganya direlokasi ke hunian sementara di Lubuk Buaya. “Pindah ke diklat ini sejak Senin kemarin. Alhamdulillah, anak-anak sangat nyaman belajar,” ujarnya.

Guru kelas VI ini juga membeberkan kondisi seluruh pelajar SD Bustanul Ulum pascabanjir. Sehari setelah banjir melanda Batu Busuk, ia bersama para guru lainnya langsung mendata seluruh siswa dengan mendatangi lokasi pengungsian di Masjid Taqwa, SDN 02 Cupak Tangah, Rimbo Panjang, dan SMP Negeri 44 Padang. Setelah semua siswa didata, para guru kemudian menggelar rapat dengan pengurus Yayasan Igasar Semen Padang yang menaungi SD Bustanul Ulum Semen Padang.

Dari rapat tersebut, diputuskan bahwa seluruh guru SD Bustanul Ulum yang berjumlah 12 orang, termasuk kepala sekolah, membuat jadwal piket di beberapa titik lokasi pengungsian tempat siswa SD Bustanul Ulum berada. “Di tempat pengungsian, kami para guru memberikan trauma healing, menanyakan kabar siswa, dan sesekali mengulang beberapa mata pelajaran,” ujarnya.

Setelah keadaan mulai kondusif, para guru bersama orang tua dan komite sekolah, termasuk pihak yayasan, kembali menggelar rapat. Dari hasil rapat, semuanya sepakat bahwa pada 15 Desember 2025 aktivitas belajar mengajar kembali dilakukan di SD Bustanul Ulum, namun dengan jadwal pulang yang dipercepat. “Biasanya pulang pukul 15.00 WIB, kami percepat menjadi pukul 11.00 WIB karena kami khawatir cuaca saat itu masih buruk,” bebernya.

Aktivitas belajar mengajar di SD Bustanul Ulum berlangsung hingga 18 Desember 2025, kemudian anak-anak memasuki libur semester, Natal, dan Tahun Baru. “Saat anak-anak libur panjang inilah banjir susulan terjadi, dan akses menuju SD Bustanul Ulum terputus, bahkan tidak bisa dilewati kendaraan. Menjelang libur panjang berakhir, kami kembali menggelar rapat bersama yayasan, komite, dan wali murid. Karena kondisi tidak memungkinkan, kami sepakat untuk sementara anak-anak dipindahkan belajar ke Diklat PT Semen Padang,” ujarnya.

“Alhamdulillah, sejak Senin hingga sekarang anak-anak senang belajar di diklat ini. Apalagi, setiap hari mereka diantar-jemput menggunakan bus yang disediakan gratis oleh PT Semen Padang. Untuk itu, saya mewakili para guru mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas kepeduliannya terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak kami,” kata Rici.

Salah satu wali murid SD Bustanul Ulum Semen Padang, Miftahul Jannah, mengaku bersyukur anaknya masih bisa bersekolah meskipun aktivitas belajar mengajar dialihkan ke Diklat PT Semen Padang akibat akses jalan menuju sekolah putus total pascabanjir susulan akhir Desember lalu. Menurutnya, meskipun lokasi belajar sementara ini cukup jauh dari Batu Busuk, perhatian PT Semen Padang terhadap siswa SD Bustanul Ulum sangat luar biasa.

“Ini perhatian yang bukan hanya besar, tetapi sangat luar biasa menurut kami. PT Semen Padang tidak hanya memfasilitasi tempat belajar, tetapi juga menyediakan bus operasional untuk antar-jemput anak-anak dari rumah masing-masing ke Diklat PT Semen Padang. Padahal, pascabanjir sebagian besar siswa SD Bustanul Ulum sudah tidak lagi tinggal di Batu Busuk dan tersebar di berbagai lokasi di Kecamatan Pauh,” katanya.

Ia pun mewakili para wali murid mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang selalu hadir memberikan perhatian, terutama kepada anak-anak SD Bustanul Ulum. Di tengah keterbatasan, anak-anak yang masih trauma dan menjalani masa pemulihan


tetap dapat belajar secara normal. “Terima kasih PT Semen Padang atas perhatiannya,” ujar Miftahul.

Sementara itu, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menyampaikan bahwa perhatian dan dukungan terhadap siswa SD Bustanul Ulum merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat Batu Busuk. Apalagi, SD Bustanul Ulum merupakan sekolah binaan PT Semen Padang yang berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang.

“Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, kami menilai hal ini sangat penting untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar meskipun wilayah Batu Busuk sedang menghadapi dampak bencana yang cukup berat. Kami berharap, apa yang kami lakukan ini setidaknya dapat membantu menyembuhkan luka anak-anak yang terdampak banjir bandang,” ujarnya.

Idris menambahkan, PT Semen Padang selalu berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui program pendidikan, tetapi juga berbagai bentuk bantuan dan pendampingan, terutama saat masyarakat menghadapi masa sulit. “Kepedulian kami terhadap sekolah ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan sekaligus memberi semangat kepada warga untuk bangkit bersama,” tambahnya.

SD Bustanul Ulum merupakan sekolah gratis yang didirikan PT Semen Padang untuk masyarakat kurang mampu di Batu Busuk. Meski berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang, setiap tahun PT Semen Padang menggelontorkan dana sedikitnya Rp500 juta untuk mendukung operasional sekolah yang berada tidak jauh dari PLTA Kuranji milik PT Semen Padang. (*)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 PT Semen Padang menyalurkan bantuan 200 zak semen untuk mendukung pengerasan jalan alternatif di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (8/1/2026). Bantuan disalurkan melalui program Semen Padang Peduli sebagai dukungan percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang.

Bantuan diserahkan Direktur Sales & Marketing SIG Dicky Saelan dan diterima Camat Pauh Titin Masfetrin, didampingi Lurah Lambung Bukit Defry, di lokasi terdampak.

Dalam penyerahan tersebut, Dicky Saelan turut didampingi Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, serta Kepala Departemen Penjualan Inpres Rakhmat Hidayat. Kehadiran jajaran pimpinan itu menegaskan komitmen SIG dan PT Semen Padang mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat.

Dicky Saelan menyatakan, bantuan semen merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat terdampak, khususnya di Kota Padang. Menurutnya, perusahaan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir membantu masyarakat di masa sulit.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian SIG dan PT Semen Padang untuk membantu daerah terdampak bencana, khususnya di Kota Padang. Kami hadir dalam proses rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat,” ujar Dicky.

Ia berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan akses infrastruktur yang berdampak langsung terhadap aktivitas sosial dan perekonomian warga. “Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat terdampak, membantu pemulihan kehidupan dan perekonomian. SIG dan PT Semen Padang berkomitmen untuk selalu hadir dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Pauh Titin Masfetrin menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Ia menilai dukungan tersebut sangat dibutuhkan, terutama untuk perbaikan jalan alternatif yang kini menjadi akses utama warga.

“Atas nama Pemerintah Kota Padang dan masyarakat Kecamatan Pauh, kami mengucapkan terima kasih kepada SIG dan PT Semen Padang atas bantuan 200 zak semen ini,” ujar Titin.

Titin menjelaskan, bantuan semen akan dimanfaatkan untuk pengerasan jalan alternatif menyusul rusaknya jalan utama di depan SDN 10 Lambung Bukit yang terban akibat banjir bandang. Jalan alternatif itu saat ini menjadi akses vital bagi warga.

“Alhamdulillah, semen bantuan ini akan dimanfaatkan untuk pengerasan jalan alternatif. Jalan ini digunakan oleh sekitar 657 kepala keluarga, sehingga perbaikannya mendesak agar aktivitas masyarakat kembali normal,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, PT Semen Padang konsisten hadir sejak awal bencana. Menurutnya, perusahaan telah membantu masyarakat sejak banjir bandang pertama yang melanda wilayah tersebut pada 24 November 2025.

“Kami menyadari dan merasakan bahwa PT Semen Padang hadir sejak awal kejadian banjir bandang. Kepedulian yang berkelanjutan ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” tuturnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, proses pemulihan pascabencana di Kelurahan Lambung Bukit diharapkan berjalan lebih cepat. Perbaikan infrastruktur, seperti akses jalan, tidak hanya memulihkan mobilitas, tetapi juga membantu menggerakkan kembali roda ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat setempat.


PADANG,Lintas Media News
Lorong-lorong Diklat PT Semen Padang yang biasanya bergema oleh ketukan sepatu peserta pelatihan kini berubah wajah. Kali ini, yang mengisi ruang adalah langkah-langkah kecil yang berlarian, tawa yang lepas, dan suara membaca anak-anak SD Bustanul Ulum Semen Padang. Keseriusan rapat dan pelatihan yang biasanya menumpuk di setiap sudut ruangan kini lenyap, digantikan riuh rendah keceriaan yang baru, meski lahir dari kepedihan.

Di antara riuh rendah tawa, guru-guru tampak bergantian membimbing mereka untuk membaca, menulis, dan berhitung. Suara mereka pun menembus ruang, menciptakan ritme yang berbeda dari rutinitas diklat pada umumnya. Setiap kata dan tawa seolah menjadi obat kecil bagi luka yang belum sepenuhnya sembuh. Mata anak-anak bersinar, memberikan cahaya keberanian yang tak mudah padam, meskipun bencana baru saja merenggut sebagian dunia mereka.

Anak-anak ini adalah penyintas banjir bandang di Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Mereka pernah menyaksikan air keruh datang dengan ganas, menyeret rumah, merobohkan dinding, serta menghancurkan benda-benda yang selama ini menjadi bagian hidup mereka. Malam-malam panjang di pengungsian, suara hujan yang memicu kecemasan, dan ketidakpastian hari esok masih menghantui ingatan mereka.
Dari pantauan media ini pada Kamis (8/1/2026) pagi, salah seorang anak bernama Ghazy Al Gifard, yang merupakan bocah kelas V, tampak duduk dengan tenang. Tangannya menggenggam buku tulis, pensil bergerak perlahan di atas kertas. Sesekali, ia menatap jendela, seolah memeriksa apakah semuanya aman. Saat ditanya tentang kelas barunya, senyum kecil merekah di wajahnya. “Di sini kami nyaman sekali belajar, Pak. Ruangannya ber-AC,” kata Ghazy polos.

Bocah berusia 10 tahun ini juga menyampaikan bahwa AC bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menjadi simbol perlindungan—dinding kokoh, atap yang tak bocor, dan ruang yang aman dari bayang-bayang banjir. Sekolah lamanya yang tidak jauh dari sungai masih memicu rasa trauma ketika awan gelap bergelantungan di langit Batu Busuk. “Kami masih takut sekolah di sana kalau cuaca buruk, apalagi di belakang sekolah juga ada bukit tinggi menjulang. Kami takut nanti longsor,” bisiknya pelan.

Ghazy merupakan salah satu bocah yang rumahnya hanyut diterjang banjir. Tidak ada yang tersisa, kecuali kenangan tentang tawa keluarga, aroma rumah, dan permainan sederhana di halaman belakang rumahnya. Kini, Ghazy bersama keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di Limau Manis, sekitar lima kilometer dari Batu Busuk. “Sebelum ngontrak, kami sempat tinggal di tempat pengungsian di SDN 02 Cupak Tangah, dan di sana kami menjalani hari-hari dengan tidur seadanya serta rutinitas yang serba terbatas,” ujarnya.

Di meja lain, Sheryl Philomela Sodiq tampak ceria di tengah teman-temannya. Meski sekolah lamanya relatif aman dari banjir, ruang belajar di Diklat PT Semen Padang memberinya rasa aman yang berbeda. Setiap hari ia diantar-jemput menggunakan bus perusahaan—sebuah perhatian sederhana yang membuatnya merasa diperhatikan dan dilindungi. Namun demikian, trauma tetap ada. Bencana dahsyat yang melanda kampung halamannya juga merenggut kebahagiaannya, yaitu rumah tempat ia berteduh.
“Saya masih trauma, Pak. Rumah saya hanyut tak membekas,” ucap Sheryl pelan. Kini, ia dan keluarganya tinggal di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, tak jauh dari SMP Negeri 23 Padang. Rasa kehilangan rumah dan kenangan masa kecil masih tersisa. Namun begitu, gadis kecil yang beranjak dewasa ini berusaha untuk terus belajar menata kembali hari-harinya dengan senyum, meski hati masih rapuh. “Kami tidak akan menyerah, meski bencana telah menimpa kami. Kami harus bangkit untuk bisa meraih mimpi-mimpi kami,” ucapnya.

Pelajar SD Bustanul Ulum lainnya, Verdiano Tauvani, juga menyimpan kenangan pahit. Ketika banjir datang, ia menyaksikan rumahnya hanyut, dan ia bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah neneknya yang masih berada di kawasan Batu Busuk. Namun, karena luapan banjir yang begitu besar dan deras, bagian belakang rumah neneknya itu juga roboh diterjang banjir.

Kini, Verdiano bersama keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di kawasan Piai, Kecamatan Pauh. Jauh dari sungai, namun bocah 10 tahun ini mengaku masih trauma, dan kedua orang tuanya kini berupaya membangun kembali kehidupan dari sisa-sisa yang ada. “Saya juga masih trauma. Kadang-kadang, saya masih teringat air keruh datang dan menghanyutkan rumah, serta semua benda yang ada,” katanya lirih sambil menatap buku tulisnya.

Setiap anak dari para penyintas ini membawa cerita yang berbeda, tetapi rasa takut, kehilangan, dan harapan menyatu dalam satu ruang. Sementara itu, di luar ruangan, suara anak-anak yang berlari dan tawa riang mengisi halaman diklat. Seorang guru terlihat menatap mereka sambil tersenyum. “Mereka hebat. Trauma boleh ada, tapi semangat mereka lebih besar,” kata Kepala Urusan Pengajaran SD Bustanul Ulum Semen Padang, Rici Noviasari.

Rici juga menyampaikan bahwa total siswa SD Bustanul Ulum berjumlah 116 orang. Namun, yang mengikuti kegiatan belajar di Diklat PT Semen Padang berjumlah 109 orang, sementara tujuh siswa lainnya untuk sementara menumpang belajar di SDN 02 Lubuk Buaya karena mereka bersama keluarganya direlokasi ke hunian sementara di Lubuk Buaya. “Pindah ke diklat ini sejak Senin kemarin. Alhamdulillah, anak-anak sangat nyaman belajar,” ujarnya.

Guru kelas VI ini juga membeberkan kondisi seluruh pelajar SD Bustanul Ulum pascabanjir. Sehari setelah banjir melanda Batu Busuk, ia bersama para guru lainnya langsung mendata seluruh siswa dengan mendatangi lokasi pengungsian di Masjid Taqwa, SDN 02 Cupak Tangah, Rimbo Panjang, dan SMP Negeri 44 Padang. Setelah semua siswa didata, para guru kemudian menggelar rapat dengan pengurus Yayasan Igasar Semen Padang yang menaungi SD Bustanul Ulum Semen Padang.

Dari rapat tersebut, diputuskan bahwa seluruh guru SD Bustanul Ulum yang berjumlah 12 orang, termasuk kepala sekolah, membuat jadwal piket di beberapa titik lokasi pengungsian tempat siswa SD Bustanul Ulum berada. “Di tempat pengungsian, kami para guru memberikan trauma healing, menanyakan kabar siswa, dan sesekali mengulang beberapa mata pelajaran,” ujarnya.

Setelah keadaan mulai kondusif, para guru bersama orang tua dan komite sekolah, termasuk pihak yayasan, kembali menggelar rapat. Dari hasil rapat, semuanya sepakat bahwa pada 15 Desember 2025 aktivitas belajar mengajar kembali dilakukan di SD Bustanul Ulum, namun dengan jadwal pulang yang dipercepat. “Biasanya pulang pukul 15.00 WIB, kami percepat menjadi pukul 11.00 WIB karena kami khawatir cuaca saat itu masih buruk,” bebernya.

Aktivitas belajar mengajar di SD Bustanul Ulum berlangsung hingga 18 Desember 2025, kemudian anak-anak memasuki libur semester, Natal, dan Tahun Baru. “Saat anak-anak libur panjang inilah banjir susulan terjadi, dan akses menuju SD Bustanul Ulum terputus, bahkan tidak bisa dilewati kendaraan. Menjelang libur panjang berakhir, kami kembali menggelar rapat bersama yayasan, komite, dan wali murid. Karena kondisi tidak memungkinkan, kami sepakat untuk sementara anak-anak dipindahkan belajar ke Diklat PT Semen Padang,” ujarnya.

“Alhamdulillah, sejak Senin hingga sekarang anak-anak senang belajar di diklat ini. Apalagi, setiap hari mereka diantar-jemput menggunakan bus yang disediakan gratis oleh PT Semen Padang. Untuk itu, saya mewakili para guru mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas kepeduliannya terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak kami,” kata Rici.

Salah satu wali murid SD Bustanul Ulum Semen Padang, Miftahul Jannah, mengaku bersyukur anaknya masih bisa bersekolah meskipun aktivitas belajar mengajar dialihkan ke Diklat PT Semen Padang akibat akses jalan menuju sekolah putus total pascabanjir susulan akhir Desember lalu. Menurutnya, meskipun lokasi belajar sementara ini cukup jauh dari Batu Busuk, perhatian PT Semen Padang terhadap siswa SD Bustanul Ulum sangat luar biasa.

“Ini perhatian yang bukan hanya besar, tetapi sangat luar biasa menurut kami. PT Semen Padang tidak hanya memfasilitasi tempat belajar, tetapi juga menyediakan bus operasional untuk antar-jemput anak-anak dari rumah masing-masing ke Diklat PT Semen Padang. Padahal, pascabanjir sebagian besar siswa SD Bustanul Ulum sudah tidak lagi tinggal di Batu Busuk dan tersebar di berbagai lokasi di Kecamatan Pauh,” katanya.

Ia pun mewakili para wali murid mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang selalu hadir memberikan perhatian, terutama kepada anak-anak SD Bustanul Ulum. Di tengah keterbatasan, anak-anak yang masih trauma dan menjalani masa pemulihan tetap dapat belajar secara normal. “Terima kasih PT Semen Padang atas perhatiannya,” ujar Miftahul.

Sementara itu, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menyampaikan bahwa perhatian dan dukungan terhadap siswa SD Bustanul Ulum merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat Batu Busuk. Apalagi, SD Bustanul Ulum merupakan sekolah binaan PT Semen Padang yang berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang.

“Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, kami menilai hal ini sangat penting untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar meskipun wilayah Batu Busuk sedang menghadapi dampak bencana yang cukup berat. Kami berharap, apa yang kami lakukan ini setidaknya dapat membantu menyembuhkan luka anak-anak yang terdampak banjir bandang,” ujarnya.

Idris menambahkan, PT Semen Padang selalu berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui program pendidikan, tetapi juga berbagai bentuk bantuan dan pendampingan, terutama saat masyarakat menghadapi masa sulit. “Kepedulian kami terhadap sekolah ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan sekaligus memberi semangat kepada warga untuk bangkit bersama,” tambahnya.

SD Bustanul Ulum merupakan sekolah gratis yang didirikan PT Semen Padang untuk masyarakat kurang mampu di Batu Busuk. Meski berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang, setiap tahun PT Semen Padang menggelontorkan dana sedikitnya Rp500 juta untuk mendukung operasional sekolah yang berada tidak jauh dari PLTA Kuranji milik PT Semen Padang. (*)

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal

PADANG - Dalam upaya meningkatkan keandalan distribusi air bersih, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang melaksanakan proyek koneksi pipa transmisi di kawasan Jalan Gajah Mada (Depan MAN 2 Gunung Pangilun) pada Sabtu (10/1/2026).


Langkah teknis ini melibatkan penyambungan pipa besar berdiameter DN 600 GI ke DN 200 HDPE. Tujuannya jelas: memastikan suplai air ke pelanggan menjadi lebih stabil, merata, dan memiliki tekanan yang lebih kuat di masa depan, terang Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein.


Tim teknis telah memulai tahap penggalian sejak Jumat malam untuk mempercepat proses. Koneksi utama dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB dengan estimasi pengerjaan selama 6 jam. Setelah penyambungan selesai, petugas akan melakukan proses flushing dan normalisasi tekanan sebelum air kembali mengalir sepenuhnya ke rumah pelanggan.


Selama pengerjaan berlangsung, sejumlah wilayah di pusat Kota Padang akan mengalami gangguan suplai air sementara, meliputi:

  • Area Utama: Gajah Mada, Jati, Khatib Sulaiman, Sudirman, dan Lapai.
  • Area Pemukiman: Belanti (Barat & Timur), Pramuka, S. Parman (sebagian), dan Damar.
  • Area Pusat Bisnis & Publik: Ulak Karang, Pasar Raya, A. Yani, Olo Ladang, Terandam, Thamrin, hingga sebagian wilayah Pondok.


Manajemen Perumda AM Padang memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Masyarakat di wilayah terdampak sangat disarankan untuk:

  • Menampung air secukupnya sebelum pengerjaan dimulai.
  • Menghemat penggunaan air selama masa pemeliharaan.
  • Sabar menunggu proses normalisasi tekanan setelah pipa tersambung.


"Pekerjaan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus membenahi infrastruktur demi pelayanan jangka panjang yang lebih andal," pungkas Adhie Zein, Kasubag Humas Perumda AM Padang.

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.