Latest Post

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Minggu (9/11/2025) pagi, matahari baru saja mengintip dari balik bukit hijau Indarung. Embun masih bergelayut di ujung daun, sementara udara segar khas kawasan perbukitan mengalun lembut di Lapangan Golf PT Semen Padang. Di antara kabut tipis yang perlahan menyingkap, ratusan pelari berkaus biru muda tampak bersiap.

Tak lama kemudian, terdengar aba-aba dari Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino. Dengan semangat, ia mengibaskan bendera start. Dalam hitungan detik, derap langkah kaki berpadu dengan sorak-sorai semangat memenuhi udara pagi yang sejuk. Semen Padang Fun Run 2025 pun resmi dimulai.

Di tengah maraknya lomba lari di berbagai kota, Semen Padang Fun Run yang digelar oleh perusahaan semen pertama di Asia Tenggara ini memiliki cerita tersendiri. Setiap langkah pesertanya bukan hanya tentang mengejar garis finis, tetapi juga menyatu dengan alam, menumbuhkan kebersamaan, dan mengenang semangat para pahlawan.

Ajang ini diikuti oleh 544 peserta dalam kategori 3K Family, 5K Putra/Putri, 5K Master Putra/Putri, serta 10K Putra/Putri. Tak hanya diikuti oleh karyawan dan keluarga besar Semen Padang Group, peserta juga datang dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk kategori 10K, para pelari harus menaklukkan jalur berbukit dengan elevasi mencapai 320 meter. Namun di balik tantangan itu tersaji panorama alam yang menenangkan dan udara sejuk khas kawasan industri Semen Padang, yang berpadu dengan pemandangan menakjubkan di sepanjang rute. 

Salah satu pesonanya adalah jalur menuju Geosite Gua Kelelawar Padayo, kawasan wisata baru yang tengah dikembangkan sebagai destinasi geowisata Kota Padang. Beberapa pelari bahkan sempat berhenti di titik-titik tertentu untuk mengabadikan momen dan keindahan alam sekitar.

“Berlari di sini seperti meditasi. Jalurnya menantang, tapi semua terbayar dengan pemandangan dan udara segar sepanjang rute. Bangga sekali bisa ikut event ini,” ujar Beni Ardinata, juara kategori 10K dengan waktu tercepat 48 menit 33 detik. 

Hal senada disampaikan Nunung Efendi, pelari asal Batam yang menjuarai kategori 5K Master. “Baru pertama kali ikut lomba di luar Batam, dan suasananya luar biasa. Jalurnya menantang, tapi indahnya tidak tertandingi,” ujarnya.

Pria kelahiran Nusa Tenggara Timur itu juga mengaku semakin bersemangat berlari sejak bergabung dengan Sepatim Sport Club, komunitas olahraga di perusahaannya, PT Sepatim Batamtama. “Saya bisa ikut di Semen Padang Fun Run ini berkat dukungan manajemen. Luar biasa sekali pengalamannya,” tuturnya.


Tidak hanya karyawan dan masyarakat umum, Komisaris Utama PT Semen Padang Prof. Werry Darta Taifur juga turut berlari bersama para peserta. Dengan langkah mantap, mantan Rektor Universitas Andalas itu tampak bersemangat mengikuti rute yang menantang. “Berlari itu bukan soal kecepatan, tapi konsistensi—seperti semangat para pahlawan yang terus bergerak meski banyak rintangan,” ujar Prof. Werry sambil tersenyum.

Bagi Werry, keikutsertaannya adalah bentuk dukungan terhadap gaya hidup sehat sekaligus simbol kepemimpinan yang inspiratif. “Kesehatan dan kebersamaan adalah bagian penting dari budaya kerja di Semen Padang,” tambahnya. 

Selain Prof. Werry, ajang tahunan ini juga diikuti oleh mantan Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang Oktoweri, serta sejumlah staf pimpinan seperti Kepala Departemen Produksi BIP Fery Sarvino dan Kepala Departemen Produksi Semen Muhammad Ikhlas.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah menyukseskan kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi panitia yang telah menggelar ajang ini. Dengan melibatkan keluarga, kegiatan ini menjadi sarana kebersamaan yang menyenangkan, sesuai temanya: Fun Run,” ujarnya. 

Menurut Win, Semen Padang Fun Run bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan juga wujud nyata penghormatan terhadap semangat juang para pahlawan serta simbol kebangkitan semangat insan perusahaan untuk hidup sehat dan solid. “Kami ingin menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat di lingkungan perusahaan,” tambahnya.

Ketua Panitia Salmond Pilima menjelaskan bahwa total peserta mencapai 544 orang dengan beberapa kategori. Untuk kategori 3K Family, rutenya di sekitar Lapangan Golf. Untuk 5K dan 5K Master, start dari Club House menuju pagar pembatas Indarung VI, melintasi Klinik Semen Padang, Bundaran Cindua Mato, Gerbang Indarung, hingga kembali ke Club House. Sementara untuk 10K, setelah melewati rute 5K, peserta melanjutkan perjalanan menuju Geosite Gua Kelelawar Padayo, lalu kembali finis di Club House Lapangan Golf.

“Melihat antusiasme peserta, kami berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang semakin besar di tahun-tahun mendatang,” pungkas Salmond. (*)

 

Pariwara

Tanah Datar , Lintasmedianews.com

Dalam rangka Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Tanah Datar telah menetapkan  10 Rancangan  Peraturan Daerah  (  Ranperda )  prioritas yang akan  di bahas Tahun 2026. Keputusan ini diambil dalam Rapat  Paripurna Propemperda. Kamis ( 06 / 11 ) 2025.  Di Ruang Sidang Gedung DPRD setempat. 

Sidang Paripurna tersebut di pimpin  dan di buka secara resmi  Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Nurhamdi Zahari Dt Nan Bapayuang Ameh  dan di dampingi  Kamrita S.Pd.  Sekwan  Harfian Fikri , serta  19 Anggota DPRD . 

Di hadiri  Bupati Tanah Datar Eka Putra SE.MM.  Sekda, Jajaran  Forkopimda .Asisten dan Staf Ahli Bupati , Pimpinan OPD  Camat , Wali Nagari se Tanah Datar . Wartawan dan Tamu Undangan lain nya.

Nurhamdi Zahari Dt Nan Bapayuang Ameh selaku Wakil Ketua DPRD Tanah Datar menjelaskan " bahwa penyusunan Propemperda dilakukan secara terkoordinasi antara Pemerintah Daerah dan DPRD di lingkungan Pemda.Penyusunan di koordinasikan oleh Bagian Hukum Srkretariat Daerah , Sedangkan di DPRD menjadi tanggung jawab Badan Pembentukan Peraturan Daerah ( Bapempreda )." ujar nya.

Adrijinil Simabura  SH MH Dt Rangkayo Mulie  selaku Ketua Bapempreda DPRD Tansh Datar dalam laporan nya  menyampaikan " hasil pembahasan Propempreda  2026 ia menjelaskan bahwa dalam pembahasan bersama antara Bapempreda DPRD dan Tim Propempreda Pemda terdapat usulan tambahan tiga Rancangan Peraturan Daerah  ( Ranperda )untuk  dimasukkan  kedalam program tahun 2026."

" Dengan tambaham tersebut total Ranperda akan di bahas pada Tahun 2026 berjumlah 10 judul. " papar Adrijinil. 

Usai pembacaan SK oleh Sekretaris DPRD Tanah Datar Harfian Fikri di lakukan penandatanganan SK  Propempreda oleh  Pimpinan DPRD Tanah Datar bersama Bupati Tanah Datar Eka Putra.SE MM

Eka Putra SE MM  Bupati Tsnah Datar menyampaikan " Apresiasi  dan terima kasih kepada DPRD atas kerja sama ysng baik dalam proses penyudunan hingga penetapan Propempreda tersebut ".

" lebih lanjut Eka Putra menegaskan  bahwa penyusunan Propempreda merupakan tahapan pentinh dalam melahirkan produk Hukum Daerah yang berkualitas dan tidak bertentangan dengan peraturan Perundang - undangan yang lebih tinggi". Ucap nya.

Ranperda yang di tetapkan dalam Propempreda Kabupaten Tanah  Datar Tahun 2026 .

Dengan di sahkan dan di setujui Propemprefa ini DPRD dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan regulasi yanh berpihak pada kepentingan  Masyarakat. Memperkuat Tata Kelola Pemerintah Daerah , serta mendukung Pembangunan Tanah Datar.       -  ERM






Oleh: Adrian Toaik Tuswandi

PENASEHAT PJKIP SUMBAR

KETUA JARINGAN PEMRED SUMBAR



KETERBUKAAN  informasi publik jadi kunci penting dalam membangun hukum yang adil dan dipercaya rakyat. Di era sekarang, masyarakat menuntut transparansi, bukan hanya dari pemerintah, tapi juga dari aparat penegak hukum — polisi, jaksa, dan pengadilan.

Prinsip ini sebenarnya sudah jelas diatur lewat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). UU itu menjamin hak masyarakat untuk tahu, termasuk soal proses hukum yang berjalan. Tapi sayangnya, di lapangan, keterbukaan ini masih sering setengah hati.

Hukum Tak Bisa Tertutup

Indonesia disebut negara hukum. Tapi hukum akan kehilangan makna kalau dijalankan secara tertutup. Padahal, Pasal 28F UUD 1945 menyebut setiap orang berhak mendapat informasi.

Dalam konteks penegakan hukum, keterbukaan berarti masyarakat bisa tahu bagaimana proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan, sampai putusan pengadilan berlangsung. Transparansi ini bukan untuk ikut campur, tapi untuk memastikan semua berjalan adil dan profesional.

Kalau prosesnya tertutup, masyarakat mudah curiga. Tak heran muncul ungkapan “hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas”. Itu muncul karena publik tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik proses hukum.

Keterbukaan 

Membangun Kepercayaan

Keterbukaan akan menumbuhkan kepercayaan publik. Contohnya, Mahkamah Agung sekarang mempublikasikan putusan pengadilan di situs resminya. Masyarakat bisa membaca dan menilai, bahkan mengkritik. Langkah sederhana, tapi efeknya besar: menumbuhkan rasa percaya bahwa peradilan benar-benar berjalan terbuka.

Sebaliknya, kalau lembaga hukum tertutup, masyarakat jadi apatis dan tidak percaya pada keadilan. Padahal, kepercayaan publik adalah modal utama penegakan hukum.

Peran Media dan Masyarakat

Media massa dan masyarakat sipil 

berperan penting dalam mendorong keterbukaan. Media bisa menjadi pengawas (watchdog) yang memastikan aparat hukum bekerja sesuai aturan.

Ekonom peraih Nobel, Joseph Stiglitz, pernah bilang:

“Keterbukaan informasi adalah vaksin terbaik melawan korupsi.”

Artinya, kalau informasi terbuka, peluang penyimpangan makin kecil. Selain itu, masyarakat juga perlu sadar bahwa mereka berhak meminta informasi dari lembaga hukum. Sayangnya, masih banyak yang belum tahu caranya.

Tantangan yang Masih Ada

Meski sudah ada dasar hukumnya, praktik keterbukaan informasi di bidang hukum belum maksimal. Masih ada beberapa kendala:

Budaya tertutup di lembaga hukum;

Dalih rahasia negara sering dipakai untuk menolak permintaan informasi;

Kurangnya sistem digital untuk akses data publik;

Rendahnya literasi masyarakat soal hak informasi.

Padahal, transparansi bukan musuh lembaga hukum — justru alat untuk memperkuat kepercayaan publik.

Mengapa Keterbukaan Itu Mendesak

Ada beberapa alasan kenapa keterbukaan informasi publik sangat penting bagi penegakan hukum:

Meningkatkan akuntabilitas, karena setiap tindakan bisa diawasi;

Mencegah penyalahgunaan wewenang;

Menegakkan keadilan yang merata;

Membangun kepercayaan masyarakat terhadap hukum dan aparatnya.

Hukum yang transparan akan lebih dihormati karena masyarakat tahu prosesnya jujur dan terbuka.

Penutup

Keterbukaan informasi publik dalam penegakan hukum bukan sekadar formalitas. Ia adalah syarat utama agar hukum bisa dipercaya dan benar-benar dirasakan adil oleh rakyat.

Transparansi bukan berarti membuka semua rahasia negara, tapi memastikan bahwa proses hukum bisa dipertanggungjawabkan.

Filsuf hukum Jeremy Bentham pernah berkata:

“Di mana tidak ada publisitas, di situ tidak ada keadilan.”

Keadilan yang tertutup hanya melahirkan kecurigaan, tapi keadilan yang terbuka menumbuhkan kepercayaan. Dan kepercayaan rakyat adalah pondasi terkuat bagi hukum yang benar-benar hidup.

Artikel ini disampaikan penulis pada Diskusi Publik  PJKIP Kota  Padang dengan tema Urgensi Keterbukaan Informasi Publik dalam Penegakan Hukum di Kota Padang, Minggu 9/11-2025.

Diskusi ini menghadiri Wakapolres Padang AKBP Faidil Zikri, Hari Azhari, mewakili Kajari Padang, Komisioner KI Sumbar Riswandi dan Kabid IKP Kominfo Padang Tieneke dengan moderator Robbie Cahyadi. (***)

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Wakil Walikota Bukittinggi, Ibu Asis memberikan jawaban atas pemandangan umum fraksi terhadap rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Bukittinggi Tahun 2026 dan rancangan peraturan daerah tentang perubahan atas peraturan daerah Nomor 1 Tahun 2019 tentang pengelolaan barang milik daerah. Kegiatan itu berlangsung di Gedung rapat DPRD Kota Bukittinggi, Jumat (07/11).

Dalam jawabannya, Ibnu Asis menegaskan, penyusunan APBD Tahun 2026 telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, seperti PP Nomor 12 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020, serta mengacu pada RKPD Tahun 2026 melalui Peraturan Wali Kota Nomor 15 Tahun 2025. Proses ini menjaga konsistensi antara perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan agar program pembangunan berjalan efektif dan terukur. 

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh fraksi DPRD atas pandangan, saran, dan pertanyaan konstruktif terhadap dua ranperda yang diajukan pemerintah daerah. Menurutnya, seluruh masukan tersebut menjadi bahan penting dalam penyempurnaan kebijakan pembangunan ke depan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi, menjelaskan, seluruh fraksi telah menyampaikan pandangan umumnya terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2026 dan Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah dalam rapat paripurna pada Kamis (06/11). 

Ia mengatakan, rangkaian rapat paripurna selama tiga hari ini merupakan bagian dari Pembicaraan Tingkat I sebagaimana diatur dalam Pasal 73 Permendagri Nomor 80 Tahun 2015 yang telah diubah dengan Permendagri Nomor 120 Tahun 2018. Selanjutnya, kedua ranperda tersebut akan dibahas secara mendalam melalui rapat kerja antara DPRD dan Pemerintah Kota Bukittinggi.

Diketahui, dalam rapat sebelumnya kamis (06/11), Enam fraksi di DPRD Bukittinggi telah menyampaikan pemandangan umum terhadap rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Bukittinggi Tahun 2026 dan rancangan peraturan daerah tentang perubahan atas peraturan daerah Nomor 1 Tahun 2019 tentang pengelolaan barang milik daerah yang dihantarkan Wali Kota Bukittinggi.  

Dalam rapat tersebut, seluruh fraksi DPRD Bukittinggi menyampaikan pemandangan umum terhadap Ranperda tentang APBD Tahun Anggaran 2026 dan Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Nur Hasra, mewakili Fraksi Partai PKS, menyampaikan, terkait ranperda APBD 2026, Fraksi PKS menekankan pentingnya efisiensi dan prioritas belanja yang berorientasi hasil, optimalisasi PAD melalui digitalisasi sistem pajak dan retribusi, serta penerapan prinsip keadilan agar tidak membebani masyarakat dan mendorong percepatan penerbitan Perwako tentang standarisasi biaya daerah dan peningkatan transparansi anggaran dengan indikator kinerja yang terukur.

Terkait Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), Fraksi PKS menyambut baik langkah pembaruan regulasi aset daerah agar lebih profesional dan transparan. 

Yundri Refno Putra, mewakili Fraksi Partai Gerindra, menyampaikan, perlunya kejelasan dasar hukum penyusunan APBD, keterkaitan dengan RKPD dan RPJMD kepala daerah terpilih 2024, serta evaluasi SKPD yang belum menyeluruh. 

Sementara itu, Fraksi Gerindra menyatakan ranperda ini dapat diterima dan dilanjutkan ke tahap pembahasan bersama DPRD, Namun Ia menyoroti masih adanya aset yang belum tercantum dalam rencana kebutuhan BMD serta pemutusan kontrak lahan Stasiun Lambuang tanpa perhitungan usia aset. (Sandra).


Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Sekitar 3.550 anak TK/RA se-Kota Bukittinggi mengikuti Lomba Menggambar Bentuk Geometri di pelataran Taman Pedestrian Jam Gadang, Kamis (06/11). Kegiatan yang diselenggarakan oleh IGTKI-PGRI Kota Bukittinggi tersebut dibuka Wakil Walikota Bukittinggi, Ibnu Asis, bersama Bunda PAUD Kota Bukittinggi, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias. 

Bunda PAUD Kota Bukittinggi, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias,  Mengatakan, lomba ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengasah kemampuan anak dalam berbagai aspek. Ia sangat mengapresiasi kegiatan yang menjadi ajang kolaborasi antara guru, orang tua, dan anak-anak usia dini tersebut. Para orang tua diajak untuk terus memberikan perhatian, kasih sayang, serta gizi terbaik bagi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berkarakter.

“Lomba ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih motorik halus, koordinasi mata dan tangan, serta menumbuhkan imajinasi dan kreativitas anak-anak. Melalui kegiatan ini, mereka belajar mengekspresikan diri melalui warna dan bentuk,” ujarnya

Senada dengan itu,  Wakil Walikota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bukittinggi terhadap kegiatan yang dinilainya sangat bermanfaat dalam menumbuhkan kecakapan kognitif, afektif, dan psikomotorik anak sejak dini. 

Kegiatan itu sekaligus menjadi wadah pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak usia dini di Bukittinggi. Ibnu menekankan pentingnya menanamkan nilai sejarah dan kebanggaan daerah kepada anak-anak sejak usia dini. 

“Kegiatan ini istimewa karena berlangsung di pelataran Jam Gadang, ikon sejarah Kota Bukittinggi. Sampaikan kepada anak-anak bahwa Jam Gadang adalah simbol perjuangan dan kebanggaan kota ini,” imbuhnya. (Sandra)

 

Tanah Datar , Lintasmedianews.com

Dalam rangka Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Tanah Datar telah menetapkan  10 Rancangan  Peraturan Daerah  (  Ranperda )  prioritas yang akan  di bahas Tahun 2026. Keputusan ini diambil dalam Rapat  Paripurna Propemperda. Kamis ( 06 / 11 ) 2025.  Di Ruang Sidang Gedung DPRD setempat. 

Sidang Paripurna tersebut di pimpin  dan di buka secara resmi  Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Nurhamdi Zahari Dt Nan Bapayuang Ameh  dan di dampingi  Kamrita S.Pd.  Sekwan  Harfian Fikri , serta  19 Anggota DPRD . 

Di hadiri  Bupati Tanah Datar Eka Putra SE.MM.  Sekda, Jajaran  Forkopimda .Asisten dan Staf Ahli Bupati , Pimpinan OPD  Camat , Wali Nagari se Tanah Datar . Wartawan dan Tamu Undangan lain nya.

Nurhamdi Zahari Dt Nan Bapayuang Ameh selaku Wakil Ketua DPRD Tanah Datar menjelaskan " bahwa penyusunan Propemperda dilakukan secara terkoordinasi antara Pemerintah Daerah dan DPRD di lingkungan Pemda.Penyusunan di koordinasikan oleh Bagian Hukum Srkretariat Daerah , Sedangkan di DPRD menjadi tanggung jawab Badan Pembentukan Peraturan Daerah ( Bapempreda )." ujar nya.

Adrijinil Simabura  SH MH Dt Rangkayo Mulie  selaku Ketua Bapempreda DPRD Tansh Datar dalam laporan nya  menyampaikan " hasil pembahasan Propempreda  2026 ia menjelaskan bahwa dalam pembahasan bersama antara Bapempreda DPRD dan Tim Propempreda Pemda terdapat usulan tambahan tiga Rancangan Peraturan Daerah  ( Ranperda )untuk  dimasukkan  kedalam program tahun 2026."

" Dengan tambaham tersebut total Ranperda akan di bahas pada Tahun 2026 berjumlah 10 judul. " papar Adrijinil. 

Usai pembacaan SK oleh Sekretaris DPRD Tanah Datar Harfian Fikri di lakukan penandatanganan SK  Propempreda oleh  Pimpinan DPRD Tanah Datar bersama Bupati Tanah Datar Eka Putra.SE MM

Eka Putra SE MM  Bupati Tsnah Datar menyampaikan " Apresiasi  dan terima kasih kepada DPRD atas kerja sama ysng baik dalam proses penyudunan hingga penetapan Propempreda tersebut ".

" lebih lanjut Eka Putra menegaskan  bahwa penyusunan Propempreda merupakan tahapan pentinh dalam melahirkan produk Hukum Daerah yang berkualitas dan tidak bertentangan dengan peraturan Perundang - undangan yang lebih tinggi". Ucap nya.

Ranperda yang di tetapkan dalam Propempreda Kabupaten Tanah  Datar Tahun 2026 .

Dengan di sahkan dan di setujui Propemprefa ini DPRD dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan regulasi yanh berpihak pada kepentingan  Masyarakat. Memperkuat Tata Kelola Pemerintah Daerah , serta mendukung Pembangunan Tanah Datar.       -  ERM


Lintas Media News
Kemarin lalu saya ditelpon langsung oleh seseorang yang sangat saya kagumi dengan aksinya dalam mempromosikan Indonesia dengan cara yang unik menaiki Vespa (Skuter) ke Benua Asia dan Eropah yang membuat viral dimedia internasional dan nasional.

Dan kemarin dia meminta kepada saya untuk diizinkan membawa bendera Green Tourism Institute untuk aksi keduanya yang lebih “gila” lagi untuk promosi budaya dan pariwisata Indonesia dengan mengendarai Kijang Komando Tua keliling Eropah.

Dia sengaja meminta untuk membawa bendera Green Tourism Institute atas penghormatan dan penghargaan kepada saya atas perjuangan saya selama ini yang juga telah banyak memberikan motivasi dan inspirasi kepada dia untuk melakukan hal yang sama.

Bahkan kartu nama saya masih disimpan didompetnya lebih dari 12 tahun saking hormatnya ! Ndeh !

Mengaggumi Para Pejuang Pariwisata Indonesia

Setelah saya mulai agak sehat kembali setelah hampir 5 tahun saya sibuk dunia saya sendiri dan tidak peduli lagi dengan hp apalagi dunia maya. Saya mulai lagi akrab dengan hp, media social dan internet. Tapi dampak dari penyakit saya banyak lupa masa lalu termasuk bisnis dan kebaikan yang pernah saya lakukan. Tapi lucunya saya selalu ingat kejahatan yang pernah saya lakukan termasuk mencuri buku waktu SD. Ndeh !

Setelah akrab lagi dengan media dan mulai membaca saya banyak mengagumi tokoh – tokoh pariwisata di Indonesia yang telah membawa warna baru didunia kepariwisataan di Indonesia bahkan dunia dengan ide, karya, konsep dan gagasannya.

Seperti Sabarata Subangun pemuda kampung yang cuma tamat SD kalau menurut Jakarta Post dan beberapa media dan majalah dunia mengatakan bahwa beliau adalah penggagas Ecobrick (bangunan dari sampah plastik) terbesar didunia diBukit Lawang Sumatera Utara.

Nanda Wirawan yang karya songketnya mendapat penghargaan Award of Excellent dari UNESCO. Dan salah satu karya songketnya terpajang diMuseum Tekstil Amerika.

Politarius Borneo pemain Avian Tourism yang telah berhasil mengenalkan potensi wisata burung yang telah berhasil membuka destinasi wisata burung di Indonesia Timur bahkan Raja Ampat. Agung Afif yang usianya waktu itu baru 27 tahun tapi sudah Crazy Rich dibidang pariwisata yang mengenalkan Labuan Bajo kemancanegara. Ricky Putra Sinaro pemuda kampung Sungai Pinang yang berhasil memperkenalkan Mandeh kemancanegara.

Ritno Kurniawan pemuda Lubuk Alung yang berhasil memperkenalkan Nyarai dan mendapat penghargaan dari European Outdoor Conservation Association (EOCA). Nomor satu dunia !

Kelompok anak muda nelayan Tabuik Diving Club (TDC) Pariaman yang telah berhasil menyelamatkan pantai Apar Pariaman dari yang semula gersang menjadi taman mangrove yang rindang dan indah. Dan juga telah berhasil membuat taman bawah laut yang indah sehingga mendapatkan penghargaan Kalpataru karena aksinya menyelamatkan lingkungan.

Banyak sekali yang saya kagumi yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu disini.

Tapi subhnallah walhamdulillah setelah kenal dengan mereka justru mereka semua terinspirasi dan termotivasi dari selama ini yang saya lakukan. Alhamdulillah.

Andy Leano Sang Pengelana Dunia !

Ternyata bukan orang Indonesia yang berhasil termotivasi dan terinspirasi oleh ide dan pemikiran saya bahkan beberapa orang dari negara lainpun.

Seorang dokter di Amerika yang terinspirasi dengan ide dan pemikiran saya tentang bagaimana membuat destinasi wisata yang menyehatkan dengan Forest Healing dan Oceanic Healing yang waktu itu saya sampaikan 5 bulan sebelum pandemik ketika saya diminta oleh Prof. Taty Syamsuddin untuk memberi kuliah umum diprogram master Sekolah Tinggi Ilmu Hayati – Institute Teknologi Bandung (SITH – ITB).

Akhirnya saat pandemik yang sang dokter yang terinspirasi oleh ide saya akhirnya membuat perusahaan On Vacation Doctor yang mana untuk lebih meyakinkan orang untuk travelling disebuah negeri akan disediakan dokter – dokter yang juga fasih berbahasa Inggris. Akhirnya sekarang bergabung sekitar 1.500 dokter dari seluruh dunia yang mendukung gagasannya. Dan saya setahun yang lalu langsung mengangkatnya sebagai perwakilan perusahaan saya di Amerika dan mengangkatnya langsung sebagai Presiden International Green Tour Operator di Amerika.

Dan seorang pemuda Jepang Naoki Fujimoto yang tertarik dengan ide saya SOTOPREUNERSHIP (social tourism) akhirnya membuat tesis tentang social tourism yang kami lakukan untuk program masternya yang akhirnya menang dalam salah satu lomba karya ilmiah tingkat dunia. Dan sekarang dia diangkat sebagai salah satu petinggi Japan Travel Bureau (JTB).

Dan salah satu anak kampung idola saya adalah Andy Leano yang gagasan dan idenya pernah membuat heboh dunia dengan aksi promosinya dengan Vespa berkeliling dunia. https://nationalgeographic.grid.id/amp/13282337/naiki-vespa-ke-benua-asia-eropa-demi-budaya-indonesia

Saya pikir dia belum pernah mengenal saya. Tapi dalam telponnya kemarin bagaimana dia bercerita bahwa dia telah mengenal saya cukup lama ketika masih tinggal di Kampuang Cino Bukittinggi. Dia justru terinspirasi setelah membaca profile saya disalah satu media nasional, Kompas. Dia sangat termotivasi dengan aksi saya ketika Promosi Berjalan Kaki Mengelilingi Pulau Kyusu – Jepang sepanjang 400 KM pada tahun 2002 setelah bencana yang meluluh-lantakan pariwisata Indonesia yaitu Bom Bali. Dan aksi jalan kaki saya membuat heboh Jepang yang mana saya berjalan kaki membawa bendera Sang Saka – Merah Putih. Akhirnya Japan Walking Association memberi penghormatan kepada saya untuk membuka event jalan kaki terbesar dunia dibawah International Marching League (IML) yang diadakan di Tokyo. Dan aksi jalan kaki perdamaian saya (peace walk) ditulis dalam buku berbahasa Jepang ” Kyusu Romance Walking.

Terima kasih Andy..and telah menginspirasi saya untuk berbuat lebih banyak lagi.

Mari bersama kita mewujudkan Indonesia sebagai Green Tourism Destination (protect the cultures, protect the natures, empower and bring benefit for local peoples serta support conservation ) dan Menjadi Solusi Pariwisata Dunia !

Stay safe and healthy with green tourism program.

And thanks for being a Green Friend of Indonesia ! (rls)



Jakarta,Lintas Media News
Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi berharap Anjungan Sumatera Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dapat menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan jumlah kunjungan dan memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.

Muhidi menegaskan, anjungan tersebut harus menjadi etalase kebanggaan Ranah Minang yang menampilkan kekayaan budaya, adat, serta tradisi masyarakat Minangkabau kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Sarana, prasarana, serta promosi daerah yang memadai harus menjadi prioritas utama agar budaya dan adat Minangkabau semakin dikenal luas oleh masyarakat nasional maupun internasional,” ujar Muhidi saat meninjau langsung kondisi Anjungan Sumatera Barat di TMII, Jakarta, Sabtu (8/11/2025).

Ia menekankan pentingnya peran aktif pengelola dalam menciptakan pelayanan yang profesional dan fasilitas yang nyaman bagi wisatawan. Menurutnya, kualitas pelayanan akan menjadi faktor penting dalam menarik minat kunjungan ke anjungan.

Selain itu, Muhidi juga mengimbau Badan Penghubung Sumatera Barat untuk memastikan seluruh karyawan Anjungan Sumbar berperan aktif dalam mempromosikan potensi budaya daerah serta memenuhi berbagai kebutuhan pengunjung secara cepat dan ramah.

“Setiap petugas harus bisa menjadi duta budaya Minangkabau yang mampu memberikan kesan positif bagi wisatawan. Sikap ramah, informasi yang lengkap, dan kesiapan melayani adalah bentuk promosi terbaik,” tegasnya.

Muhidi juga meminta Badan Penghubung terus berkoordinasi untuk meningkatkan fasilitas di Anjungan Sumatera Barat agar pelayanan terhadap pengunjung semakin optimal.

Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Daerah, Sari Anggraini, menyebutkan bahwa sejumlah fasilitas masih perlu ditingkatkan, seperti pengadaan mobil dan motor listrik serta pembangunan toilet tambahan bagi wisatawan. Ia menambahkan, Anjungan Sumatera Barat termasuk lima anjungan paling ramai dikunjungi di TMII, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. (*)


Tanah Datar, Lintasmedianews.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyampaikan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Yang di wakili oleh Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly S.Psi.
Rapat paripurna digelar di ruang sidang utama gedung DPRD Tanah Datar, Jumat (7/11/2025),

Rapat Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Nurhamdi Zahari  Dt Nan Bapayuang Ameh didampingi Wakil Ketua Kamrita S.Pd  serta dihadiri 22 anggota DPRD, Wakil Bupati Ahmad Fadly, S.Psi, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, para asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, wali nagari, dan para Wartawan serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Ahmad Fadly menyampaikan tanggapan dan jawaban atas berbagai pertanyaan, saran, dan masukan dari delapan fraksi DPRD yang sebelumnya disampaikan melalui juru bicara masing-masing. Nota jawaban Bupati Tanah Datar setebal 40 lembar itu dibacakan secara bergantian oleh Wabup dan Sekda.

Adapun delapan fraksi yang memberikan pandangan umum di antaranya:
Fraksi PPP melalui Zulhadi, Fraksi Ummat Golkar melalui Adrison Dt. Parpatiah, Fraksi Perjuangan Nurani Demokrat melalui Wendri Aswil, Fraksi Gerindra oleh Surva Hutri, Fraksi NasDem melalui Junaidi, Fraksi PKS melalui Nurzal, serta dua fraksi lainnya — PAN dan PKB — yang menyampaikan pandangan secara tertulis kepada pimpinan sidang.

Menanggapi pertanyaan Fraksi PPP mengenai capaian target dan realisasi RPJMD serta program unggulan tahun 2025, Wabup Ahmad Fadly menjelaskan bahwa target pembangunan daerah telah disusun berdasarkan indikator kinerja dan kemampuan keuangan daerah.

Sementara itu, menanggapi pandangan Fraksi Ummat Golkar terkait masih tingginya ketergantungan terhadap dana transfer pusat, pemerintah daerah, kata Fadly, terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi potensi daerah dan inovasi pengelolaan sumber daya.

Lebih lanjut, jawaban juga mencakup berbagai aspek seperti efisiensi belanja daerah, peningkatan pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, hingga strategi pengentasan kemiskinan dan pengendalian inflasi daerah.

Di penghujung penyampaian, Wabup Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi atas saran dan pandangan yang konstruktif.

Sementara itu, pimpinan sidang Nurhamdi Zahari menegaskan, setelah penyampaian jawaban Bupati, tahapan selanjutnya adalah pembahasan antara Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dijadwalkan pada 11–12 November 2025. Sidang paripurna akan dilanjutkan pada Kamis, 27 November 2025 dengan agenda pengambilan keputusan terhadap Ranperda APBD 2026.

Rapat paripurna ditutup dengan penyerahan resmi Nota Jawaban Bupati oleh Wakil Bupati Ahmad Fadly kepada pimpinan sidang, disaksikan Sekretaris DPRD serta seluruh peserta rapat yang hadir.    - ( ERM  ).


Padang,Lintas Media News
 Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat mendatangi badan publik yang masuk dalam tiga besar penilaian keterbukaan informasi publik tahun 2025. Kedatangan ini dalam rangka visitasi badan publik yang meraih nilai tertinggi dalam penilaian tahun ini. 

Pemerintah Kota Padang termasuk badan publik yang dikunjungi. Ketua KI Sumbar, Musfi Yendra beserta jajaran mendatangi ruang PPID di Balai Kota Padang, Jumat (7/11/2025). 

Kedatangan KI Sumbar disambut Wali Kota Padang Fadly Amran beserta Kepala Dinas Kominfo, Boby Firman dan jajaran. Saat berbincang hangat, Musfi Yendra menyampaikan progres kinerja badan publik secara keseluruhan. 

"Kalau untuk Kota Padang, lompatannya jauh tinggi," ungkap Musfi Yendra.  

Kota Padang sempat berada di peringkat kedelapan saat penilaian keterbukaan informasi publik tahun lalu. Ketika itu Kota Padang masih berada di level menuju informatif. Sedangkan tahun sebelumnya, Kota Padang justru jauh terlempar dari sepuluh besar. 

"Kota Padang kemudian memaksimalkannya di tahun ini, sejak awal tahun 2025 terus aktif mengelola PPID dan melakukan konsultasi ke tempat kami (KI)," jelas Musfi. 

Musfi berpesan kepada PPID utama yang ada di seluruh Sumbar untuk terus aktif. Merekapitulasi Daftar Informasi Publik (DIP) secara baik. 

Wali Kota Padang Fadly Amran saat menerima KI Sumbar mengucap terimakasih atas kedatangan. Menurutnya, kedatangan KI ke Pemko Padang menjadi sebuah tindakan nyata untuk lebih baik ke depannya. 

"Komitmen kami di Padang bagaimana agar program Padang Amanah berjalan baik," jelas Fadly Amran. 

Menurut wali kota, keterbukaan informasi baginya bukanlah jargon atau slogan belaka. Tetapi menjadi aksi nyata dan akan dikupas hingga ke internal Pemko Padang. 

"Tentunya agar lebih baik ke depannya, kita butuh masukan dari Komisi Informasi," kata wali kota. 

Kunjungan KI Sumbar tidak saja melihat ruang pelayanan PPID di Lantai II Balai Kota. Akan tetapi juga melihat langsung dashboard Padang Command Center (PCC) di Balai Kota. Di sini, Tim KI Sumbar banyak mendapat informasi tentang aplikasi "Lapor Padang", "Padang Mobile" dan lainnya. Semua itu merupakan layanan pengaduan bagi warga kepada Pemko Padang.

Diketahui, saat ini tiga daerah masuk ke dalam tiga besar penilaian keterbukaan informasi tahun 2025. Ketiga daerah itu yakni Padang, Pesisir Selatan dan Solok Selatan. (***)

JAKARTA,Lintas Media News
 Ribuan anak hasil perkawinan campuran dan keturunan diaspora Indonesia hingga kini masih menghadapi ketidakpastian status hukum. Mereka sering kehilangan kewarganegaraan karena batas usia memilih WNI yang terlalu pendek, atau terhambat saat ingin kembali berkontribusi di tanah air. Kondisi ini menjadi bukti bahwa regulasi kewarganegaraan Indonesia belum sepenuhnya berpihak pada dinamika sosial masyarakat modern dan realitas global.

Melihat permasalahan tersebut, Harapan Keluarga Antar Negara (HAKAN) hadir sebagai wadah perjuangan bagi keluarga perkawinan campuran dan diaspora Indonesia. Melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Perubahan Undang-Undang Kewarganegaraan: Mendorong Indonesia Emas 2045”, HAKAN mengajak berbagai pemangku kepentingan dari unsur legislatif, eksekutif, dan akademisi untuk membahas arah kebijakan kewarganegaraan nasional ke depan.

Forum ini menjadi momentum penting untuk merumuskan solusi hukum yang lebih inklusif dan humanis, agar negara tidak kehilangan potensi generasi muda diaspora yang telah mengenyam pendidikan dan pengalaman internasional.

Ketua Umun HAKAN Analia Trisna menilai, pembaruan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 menjadi langkah strategis untuk memastikan perlindungan hukum bagi seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali, termasuk mereka yang lahir dari lintas negara dan budaya.

"Melalui kegiatan ini, HAKAN berharap isu kewarganegaraan dapat menjadi perhatian serius pemerintah dan DPR dalam rancangan kebijakan nasional. Penyempurnaan sistem kewarganegaraan diyakini akan memperkuat peran diaspora dan keturunan Indonesia di luar negeri sebagai mitra strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045," ujar Analia Trisna  pada Kamis (06-11-2025) di Aula Club House Bukit Podomoro, Jakarta Timur 

Harapan Keluarga Antar Negara (HAKAN) adalah organisasi yang berfokus pada advokasi hukum, perlindungan sosial, dan pemberdayaan keluarga perkawinan campuran serta diaspora Indonesia. HAKAN berkomitmen menjadi jembatan antara negara dan warganya di luar negeri untuk memastikan hak kebangsaan tetap terlindungi dan berkontribusi bagi pembangunan nasional. (Megy)




Padang,Lintas Media News
Untuk mempelajari Tugas dan Fungsi Wakil Rakyat,puluhan mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora serta Fakultas Syari’ah
UIN Imam Bonjol Padang Berkunjung ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar) Jumat (07/11/2025) di ruang sidang utama DPRD Sumbar.

Tim Pakar DPRD Sumbar, Raflis yang menerima kunjungan tersebut mengatakan, kegiatan Sekolah Legislatif mahasiswa Universitas Islam Negeri atau UIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat ke DPRD Provinsi Sumatera Barat dinilai tepat untuk memperdalam pengetahuan mahasiswa terhadap tugas pokok anggota legislatif.

Dalam kesempatan itu Raflis memaparkan tugas pokok dan fungsi DPRD serta alat kelengkapan DPRD.

Raflis menjelaskan, alat kelengkapan dewan diperlukan dan dibentuk berdasarkan rapat paripurna. Alat kelengkapan dewan tersebut meliputi, pimpinan, komisi, badan musyawarah (Bamus) Badan Anggaran (Banggar), Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) dan Badan Kehormatan (BK).

“DPRD Sumbar berkomitmen penuh dalam menerima kunjungan semua pihak, termasuk mahasiswa dan pelajar.
Hal itu untuk meningkatkan kolaborasi dan kerjasama dengan semua pihak, terang Raflis.

Sementara, Ketua senat Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN IB Padang, Muhammad Ihsan mengatakan, Sekolah Legislatif tujuannya untuk praktek lagsung lapangan setelah teori yang mereka peroleh selama ini di bangku perkuliahan.

“Kami ucapkan terimakasih kepada DPRD Provinsi Sumatera Barat yang telah menerima sekaligus memfasilitasi kegiatan ini,” ujarnya.

Tim Pakar DPRD Provinsi Sumatera Barat, Raflis didampingi Kepala Bagian (Kabag) Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat, Zardi Syahrir.

Usai berdialog, mahasiswa meninjau sejumlah ruangan, antara lain, ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Sumatera Barat, ruang pimpinan dan ruang komisi.(*/st)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.