Latest Post

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

 


Padang, Lintasmedianews.com

Dengan acara adat Minangkabau yang sakral, Ketua Umum LKAAM Sumbar Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si Datuak Sati resmi dilewakan sebagai Penghulu Suku Koto, Nagari Koto Tangah, Kota Padang (Sumbar), dalam Balairuang Nan Balinduang, Sabtu (11/10/2025) pagi. 

"Dengan pelewaan gelar adat penghulu ini, maka Fauzi Bahar Dt. Sati menjadi Penghulu Nan Sapuluah, duduak sama rendah dan tegak sama tinggi dalam Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Tangah. Berperan kusuik manyalasaikan dan keruh mampajaniahkan dalam nagari, dan tentu akan memperkuat KAN menegakkan adat," kata Ketua KAN Koto Tangah H. Alhidir Dt. Mudo.

Prosesi pelewaan gelar Datuak Sati ini ditandai dengan pemasangan saluak penghulu oleh Ketua KAN Koto Tangah, penyisipan keris oleh Gubernur Sumbar diwakili Kepala Kesbangpol Mursalim dan penyerahan tongkat penghulu oleh Wali Kota Padang Fadly Amran. 

Pelewaan gelar adat Dt. Sati ini dihadiri tokoh-tokoh antara lain Gubernur Sumbar diwakili Kesbangpol Mursalim, AP.,M.Si., Forkopimda Sumbar, Anggota DPR-RI Arisal Azis, Dr. Lisda Hendrajoni, Ketua Harian LKAAM Sumbar Dr. Amril Amir, M.Pd Dt. Lelo Basa, Ketua Tim Penggerak PKK Sumbar Ny. Harnely Mahyeldi, Wali Kota Padang Fadly Amran Dt. Panduko Malano, Bupati Agam Beni Warlis Dt. Tan Batuah, Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat, Sekda Pessel Reva Mansarin Dt. Tigo Lareh, Ketua DPRD Padang Muharlion, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Padang Ny. Dian Puspita, Mamak Suku Koto Irjen (Purn) Syafrizal Akhiyar, Pengurus LKAAM Sumbar, Ketua LKAAM se-Sumbar, pengusaha nasional Basrizal Koto, Ketua Yayasan Baiturrahmah Hj. Zuriati, Ninik Mamak, Bundo Kanduang, tokoh-tokoh masyarakat.

Gubernur Sumbar dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan panghulu di tengah kaum dan nagari tentu akan memperkuat penerapan adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (ABS-SBK) di Minangkabau sebagaimana sudah menjadi filosofi dari Provinsi Sumatera Barat. 

Penghulu diamanahkan memiliki sifat-sifat terpuji, yaitu bijaksana dan cerdas (fathonah),  adil dalam menyelesaikan sengketa sako jo pusako, tetap menyampaikan kebenaran (tabligh), jujur dan berani menegakkan kebenaran, serta menjadi teladan dalam nagari. 

"Kami menyampaikan selamat kepada Prof Fauzi Bahar, M.Si Datuk Sati yang telah dilewakan menyandang gelar panghulu Suku Koto, sehingga kedepannya makin bermafaat untuk anak kemenakan dan masyarakat adat di Sumatera Barat," kata Gubernur seperti disampaikan Kesbangpol Mursalim.


Harapan yang sama disampaikan oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, BBA Dt. Panduko Malano, yang menginginkan adat dan agama menjadi pilar utama dalam pembangunan Kota Padang menjadi smart city.

"Kita ingin menjadi smart city, tetapi tetap dengan landasan adat, agama dan budaya. Padang menjadi kota yang maju dan modern yang tidak tercerabut dari akar agama dan budaya. Makanya kita sekarang meluncurkan program unggulan smart surau," kata Fadly Amran, yang hadir bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir.

Prof Dr Fauzi Bahar Dt. Sati dalam pidatonya seusai dikukuhkan menyatakan akan menjalankan sumpah yang telah diucapkan dengan sebaik-baiknya, yaitu menjaga kaum Suku Koto dan adat Minangkabau, menjaga marwah seorang penghulu dalam nagari. 

"Kita mendukung program Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi yang akan memasukkan pelajaran adat Minangkabau sebagai muatan lokal di seluruh sekolah di Sumbar. Begitu juga di Kota Padang ada program unggulan smart surau yang harus kita dukung bersama," kata Fauzi Bahar Dt. Sati.

Pada kesempatan ini LKAAM Kota Padang melalui Ketuanya Syafri Ulbi Dt. Rajo Bagindo menganugerahkan gelar kehormatan adat kepada Bundo Kanduang Fauzi Bahar yaitu Rangkayo Puti Reno Alam Hj Wan Mutiawati. Hal ini ditandai dengan pemasangan selempang bermotifkan sulaman benang emas.

Pelewaan penghulu Suku Koto kepada Fauzi Bahar Dt. Sati benar-benar meriah, penuh pernak-pernik adat Minangkabau dan bertaburan tokoh-tokoh yang hadir. Papan bunga berjejer ratusan buah, dari jembatan Ikur Koto hingga mendekati jalan By Pass. (*)

Sipora,Lintas Media News
Polsek Sipora Polres Kepulauan Mentawai merespons cepat informasi tentang adanya begal yang beredar di media sosial Facebook. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan melaksanakan patroli di seputaran wilayah hukum Polsek Sipora, khususnya di Desa Bosua.

Patroli ini dipimpin oleh Aipda Ramadhani Rosal, bersama dengan Bripka Bripka Wahyuda dan Briptu Trieljanus B. Kegiatan patroli ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, serta meningkatkan komunikasi yang baik antara masyarakat dan Polri.

AKP Herlina, Kapolsek Sipora, menyatakan bahwa Polsek Sipora Polres Kep Mentawai selalu siap untuk merespons cepat setiap informasi yang masuk, terutama yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat. "Kami akan terus meningkatkan kegiatan patroli dan sambang ke masyarakat untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif," ujar AKP Herlina.

Dengan adanya patroli ini, masyarakat Desa Bosua merasa lebih aman dan nyaman. Mereka juga merasa lebih dekat dengan Polri dan lebih percaya untuk memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika ada hal-hal yang mencurigakan. Polsek Sipora Polres Kep Mentawai akan terus berupaya untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memberantas segala bentuk kejahatan yang dapat mengganggu rasa aman dan nyaman masyarakat.(Fais+Humas)


PADANG,Lintas Media News
 Upaya memperkuat inovasi dan keberlanjutan di sektor industri semen nasional terus dilakukan. Direktorat Jenderal Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Non-Logam Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan kunjungan kerja ke PT Semen Padang pada Selasa–Rabu (7–8 Oktober 2025) untuk memfinalisasi rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) bagi bata berbaut dan berlubang, yaitu Bata Interlock Presisi (BIP) atau yang dikenal dengan nama Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK).

Kunjungan kerja tersebut disambut jajaran manajemen PT Semen Padang, antara lain Direktur Operasi Andria Delfa, Tenaga Ahli SEPABLOCK Prof. Jafril Tanjung, Kepala Departemen Produksi BIP, Fery Sarvino, Kepala Bisnis Inkubasi Non Semen (BINS), Ridwan Muchtar, Quality Assurance Officer, Darwas, dan Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi, Yelmi Arya Putra. Dari pihak Kemenperin hadir Ketua Tim Pembinaan Sektor Industri Semen dan Barang dari Semen Regina Anindita, serta Ketua Tim Kerja Pengujian Bahan Teknik dan Standarisasi.

Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, menyambut baik agenda visitasi tersebut dan menegaskan bahwa PT Semen Padang siap menjadi pionir dalam penerapan produk hijau di industri semen nasional.
“Sebagai perusahaan semen pertama di Asia Tenggara, PT Semen Padang ingin terus menjadi pelopor inovasi industri yang tidak hanya mengutamakan kualitas, tetapi juga keberlanjutan. Kehadiran standar nasional untuk BIP/SEPABLOCK akan menjadi tonggak penting bagi arah baru industri bahan bangunan Indonesia,” ujarnya.

Andria menambahkan, finalisasi SNI BIP/SEPABLOCK ini menjadi langkah penting dalam mendukung penerapan semen ramah lingkungan dan target Net Zero Emission (NZE).
“Kami berkomitmen mengintegrasikan prinsip green product ke seluruh lini produksi. Kami ingin memastikan bahwa penggunaan semen ramah lingkungan bukan hanya simbol, tetapi menjadi kekuatan nyata industri nasional dalam menghasilkan produk yang berkualitas sekaligus berkelanjutan,” katanya.

Kepala Departemen Produksi BIP PT Semen Padang, Fery Sarvino, menjelaskan bahwa visitasi Kemenperin ini merupakan tindak lanjut dari proses panjang penyusunan standar nasional untuk BIP/SEPABLOCK.
“Selama dua hari, kami berdiskusi intens dengan Komisi Teknis Standar Nasional Indonesia untuk menuntaskan seluruh aspek teknis, mulai dari dimensi, bahan baku, proses produksi hingga aspek lingkungan,” jelasnya.
Menurut Fery, PT Semen Padang telah melalui serangkaian uji coba dan pengujian laboratorium untuk memastikan bahwa SEPABLOCK tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaannya.
“Semua berjalan lancar dan penuh kolaborasi. Setelah ini akan ada jajak pendapat akhir sebelum disahkan menjadi SNI. Kami optimistis, dalam waktu dekat, BIP atau SEPABLOCK dapat digunakan secara luas di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembinaan Sektor Industri Semen dan Barang dari Semen Kemenperin, Regina Anindita, mengatakan bahwa finalisasi RSNI BIP/SEPABLOCK tidak hanya penting dari sisi standarisasi produk, tetapi juga sejalan dengan roadmap dekarbonisasi industri semen nasional menuju Net Zero Emission 2050.
“Kami ingin memastikan bahwa proses produksi bata interlock yang dikembangkan PT Semen Padang telah mengadopsi prinsip ramah lingkungan. Berdasarkan hasil kunjungan dan pengujian laboratorium, produk ini menggunakan Portland Pozzolana Cement (PCC) yang beremisi rendah,” ungkap Regina.

Ia menilai penggunaan bahan baku ramah lingkungan dalam produksi SEPABLOCK merupakan langkah strategis industri semen nasional untuk menekan emisi karbon tanpa mengorbankan kualitas dan efisiensi.
“Standar nasional yang disusun bukan hanya soal kualitas teknis, tetapi juga arah transformasi industri yang berkelanjutan,” tambahnya.

SEPABLOCK atau Bata Interlock Presisi merupakan inovasi unggulan PT Semen Padang yang dikembangkan untuk mendukung pembangunan berwawasan lingkungan. Dengan sistem interlock, bata ini memiliki presisi tinggi, efisien dalam pemasangan, serta mengurangi kebutuhan mortar atau adukan semen sehingga lebih hemat energi dan material.

Sejak 2019, BINS PT Semen Padang bersama akademisi dan praktisi telah mengembangkan SEPABLOCK. Tenaga Ahli SEPABLOCK Prof. Jafril Tanjung menjelaskan, produk ini memiliki keunggulan signifikan dibandingkan material konvensional.
“Penggunaan SEPABLOCK dapat menghemat biaya hingga 10 persen dibanding material lain. Penghematan ini terjadi karena kolom dan balok dinding dibangun bersamaan dengan dinding, tanpa perlu plester atau aci. Proses pembangunan juga lebih cepat, sekitar tiga minggu,” jelasnya.

Prof. Jafril menambahkan, SEPABLOCK diproduksi tanpa proses pembakaran dan tanpa pengecoran, sehingga lebih ramah lingkungan. Produk ini juga telah lolos cyclic atau lateral load test dari Kementerian PUPR yang membuktikan ketahanannya terhadap guncangan gempa.
“Rongga pada bata berfungsi ganda, membantu meredam panas agar ruangan lebih sejuk serta menjaga kontrol mutu. Workshop ini penting agar regulator memahami SEPABLOCK dari hulu ke hilir, mulai dari produksi, aplikasi hingga hasil akhirnya,” ujarnya.

Inovasi SEPABLOCK yang dikembangkan PT Semen Padang juga sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mendorong transformasi ekonomi hijau dan peningkatan daya saing industri nasional. Melalui pengembangan produk ramah lingkungan dan efisien energi, PT Semen Padang menunjukkan komitmen nyata terhadap agenda pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian industri dalam negeri.(*)

Bukittinggi,Lintas Media News
 Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatera Barat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Aula Kantor Balai Kota Bukittinggi pada hari ini, Kamis 9/10/2025

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPD Organda Sumbar, Imral Adenansi, SH, MH, dan dihadiri oleh jajaran pengurus DPD serta DPC Organda dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Rakerda ini menjadi momentum penting bagi Organda Sumbar untuk menyamakan visi dan strategi menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Organda yang akan digelar dalam waktu dekat di Yogyakarta.

Salah satu isu krusial yang dibahas dalam Rakerda adalah usulan pengelolaan asuransi Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang selama ini ditangani oleh PT. Jasa Raharja agar dikelola oleh pemerintah daerah masing-masing. Ketua Organda Sumbar menilai bahwa pengelolaan asuransi oleh daerah akan memberikan dampak positif bagi pendapatan dan kemandirian fiskal daerah.

“Kendaraan bermotor di Sumbar mencapai lebih dari dua juta unit, terdiri dari 1,5 juta kendaraan roda dua dan sekitar 500 ribu roda empat. Potensi yang bisa masuk ke kas daerah jika asuransi ini dikelola daerah bisa mencapai Rp150 miliar per tahun,” ujar Imral Adenansi dalam sambutannya.

Imral juga menambahkan bahwa saat ini, uang hasil pungutan asuransi melalui kantor Samsat di Sumatera Barat mencapai sekitar Rp150 miliar setiap tahun, yang langsung disetorkan ke pusat oleh PT. Jasa Raharja.

Namun, ironisnya, masyarakat yang telah membayar asuransi tersebut kerap tidak mendapatkan pelayanan maksimal, terutama dalam kasus kecelakaan tunggal.

“Banyak masyarakat yang tidak terlayani saat mengalami kecelakaan tunggal dengan berbagai alasan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Sebagai solusi, Organda Sumbar mendorong agar Pemprov Sumbar melalui Perusahaan Daerah (Prusda) seperti Jamkrida mengambil alih pengelolaan asuransi tersebut. Langkah ini diyakini akan membuat perputaran uang tetap berada di Sumatera Barat dan secara langsung membantu memperkuat fiskal daerah.

“Jika asuransi ini dikelola oleh Prusda seperti Jamkrida milik Pemprov Sumbar, maka uang masyarakat Sumbar akan tetap beredar di daerah dan tidak keluar ke pusat. Ini sangat strategis bagi daerah yang kekurangan fiskal,” tegas Imral.

Usulan ini diharapkan menjadi pembahasan lebih lanjut di tingkat nasional saat Rakernas Organda berlangsung, sekaligus menjadi bahan advokasi kepada pemerintah pusat agar memberikan kewenangan lebih luas kepada daerah dalam pengelolaan sektor-sektor strategis seperti asuransi kendaraan bermotor (Alpin)

 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 PT Semen Padang menggelar Training Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di Gedung Diklat PT Semen Padang, 8–9 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan memastikan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan benar-benar berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pelatihan tersebut diikuti seluruh Local Community Officer (LCO) Forum Nagari dan Forum Pemberdayaan Masyarakat di lingkungan perusahaan. Kegiatan menghadirkan Ria Ekawati, Kepala Divisi CSR Lembaga Zakat Nasional Baitulmaal Muamalat, yang dikenal sebagai senior researcher di berbagai proyek kementerian dan korporasi nasional.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan bahwa pelatihan IKM ini merupakan langkah strategis bagi perusahaan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan program CSR memenuhi harapan publik. Menurutnya, kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menekankan pembangunan manusia unggul dan berkeadilan.

“Semangat Asta Cita menjadi inspirasi bagi kami untuk memastikan setiap program CSR PT Semen Padang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang terukur bagi peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan seluruh program pemberdayaan yang dijalankan selaras dengan nilai keberlanjutan dan membawa dampak sosial yang nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelatihan IKM menjadi instrumen penting bagi perusahaan untuk menilai efektivitas pelaksanaan program CSR sekaligus mendengarkan aspirasi publik secara lebih ilmiah dan sistematis.

“Dengan memahami tingkat kepuasan masyarakat, kami dapat menyusun arah kebijakan TJSL yang lebih terukur, berkelanjutan, dan sejalan dengan agenda pembangunan nasional,” kata Win.

Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Idris, menambahkan bahwa IKM merupakan alat penting untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

“IKM bukan sekadar survei, melainkan instrumen untuk menilai sejauh mana program CSR dan layanan sosial perusahaan sesuai dengan ekspektasi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran para LCO yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program sosial di lapangan. “Kami berharap pelatihan ini meningkatkan kemampuan LCO dalam mengukur kepuasan masyarakat dengan pendekatan yang ilmiah, partisipatif, dan objektif,” kata Idris.

Dalam materinya, Ria Ekawati menjelaskan bahwa berdasarkan Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat, IKM merupakan data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diukur dari persepsi publik terhadap layanan yang diterima, baik dari sisi harapan maupun kebutuhan.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan survei IKM harus berpedoman pada enam prinsip utama: transparansi, partisipasi, akuntabilitas, kesinambungan, keadilan, dan netralitas.

Transparansi berarti hasil survei harus dipublikasikan secara terbuka dan mudah diakses masyarakat. Partisipasi menuntut pelibatan masyarakat dan pihak terkait agar hasil survei merefleksikan kondisi lapangan.

Akuntabilitas menekankan pentingnya setiap tahapan survei dilakukan secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan, sedangkan kesinambungan memastikan survei dilakukan secara berkala agar dapat memantau perkembangan kualitas layanan dari waktu ke waktu.

Keadilan mengharuskan survei menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi sosial, ekonomi, budaya, maupun geografis. Sementara netralitas memastikan survei dilakukan secara independen tanpa kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

“Enam prinsip ini menjadi pondasi utama agar hasil survei kredibel dan dapat dijadikan acuan dalam pengambilan kebijakan,” ujar Ria.

 

SOLOK KOTA. Lintasmedianews.com. 

Pemerintah Kota Solok bergerak cepat dalam penanganan pascabencana angin kencang yang melanda wilayahnya pada Minggu (5/10) lalu. Empat hari setelah kejadian, Kamis (9/10) Pemko Solok menyalurkan bantuan tunai senilai total Rp400.519.500 kepada 264 warga yang bangunan rumah atau tempat usahanya mengalami kerusakan di 12 kelurahan.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, didampingi Wakil Wali Kota Suryadi Nurdal, Sekretaris Daerah, Desmon,  Asisten I Nova Elfino bersama jajaran dinas terkait. Bantuan tersebut merupakan hasil pendataan dan survei lapangan yang dilakukan tim teknis Disperkim sejak Selasa (7/10), dengan nilai bantuan yang bervariasi sesuai tingkat kerusakan.

“Nilai bantuan disesuaikan dengan kondisi kerusakan, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat. Besarannya berkisar antara Rp300 ribu sampai Rp8 juta per unit,” ujar Wali Kota Ramadhani di sela penyerahan bantuan di Kelurahan Koto Panjang, salah satu wilayah yang terdampak paling parah.

Penyerahan bantuan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 08.00 WIB di Kantor Lurah Koto Panjang, dilanjutkan ke Kelurahan Kampung Jawa, Nan Balimo, PPA, dan Tanjung Paku di Kecamatan Tanjung Harapan. Sementara sesi kedua dilaksanakan siang harinya di Kecamatan Lubuk Sikarah, mencakup Kelurahan Tanah Garam, VI Suku, Sinapa Piliang, IX Korong, Aro IV Korong, KTK, dan Simpang Rumbio.

Wali Kota Ramadhani menegaskan, bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.

“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat bisa segera memperbaiki tempat tinggalnya dan kembali menjalankan aktivitas dengan tenang. Musibah tidak bisa dihindari, tetapi dengan kebersamaan, kita bisa bangkit lebih cepat,” ucapnya.

Selain bersumber dari APBD Kota Solok, bantuan juga didukung oleh sejumlah pihak.

Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Andre Rosiade dan Zigo Rolanda yang masing-masing menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta, serta Pemerintah Kota dan BAZNAS Kota Padang Panjang yang turut memberikan bantuan senilai Rp60 juta.

“Kami ucapkan terima kasih atas kepedulian semua pihak. Seluruh bantuan telah disalurkan tuntas kepada masyarakat hari ini,” tambahnya.

Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Solok, tercatat sebanyak 264 unit bangunan warga terdampak bencana angin kencang yang tersebar di 12 kelurahan. Rinciannya meliputi 61 unit di Kelurahan Koto Panjang, menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan terbanyak. Selanjutnya di Kelurahan Sinapa Piliang tercatat 49 unit bangunan mengalami kerusakan, 34 unit di Kelurahan VI Suku, dan 30 unit di Kelurahan Nan Balimo.

Kemudian, Kelurahan Tanjung Paku mencatat 19 unit bangunan, PPA sebanyak 16 unit, serta Tanah Garam sebanyak 15 unit yang rusak. Sementara itu, Kelurahan IX Korong mengalami kerusakan pada 14 unit bangunan, Aro IV Korong dan Kampung Jawa masing-masing 10 unit, Kelurahan KTK sebanyak 6 unit, dan terakhir Kelurahan Simpang Rumbio sebanyak 3 unit.

Salah seorang penerima bantuan, Jamal, warga Kelurahan Koto Panjang, mengaku sangat bersyukur atas perhatian pemerintah. “Kami berterima kasih kepada Pemko Solok yang bergerak cepat membantu, bantuan ini sangat berarti bagi kami” ungkapnya.

Dengan tersalurkannya seluruh bantuan pada hari yang sama, Pemerintah Kota Solok berharap masyarakat dapat segera memperbaiki tempat tinggalnya dan memulihkan aktivitas ekonomi.(T/K)

 


SOLOK KOTA  Lintasmedianews.com. 

Wakil Wali Kota Solok, Suryadi Nurdal, memimpin apel di halaman kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solok pada pagi hari ini. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti penanggulangan bencana yang terjadi pada siang kemarin di wilayah Kota Solok.

Dalam arahannya, Suryadi Nurdal menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi serta kesiapsiagaan personel Satpol PP dan instansi terkait dalam menghadapi situasi darurat. Ia juga mengapresiasi kerja cepat tim lapangan yang telah melakukan langkah tanggap darurat sejak awal kejadian.

“Penanganan bencana memerlukan kecepatan, ketepatan, dan kerja sama semua pihak. Kita harus siap siaga setiap saat demi keselamatan masyarakat,” ujar Suryadi Nurdal dalam sambutannya.

Apel tersebut diikuti oleh jajaran Satpol PP, BPBD, serta perwakilan perangkat daerah terkait yang terlibat dalam penanggulangan bencana di Kota Solok.(TK)

 

SOLOKKOTA Lintasmedianewc.com.

Wakil Wali Kota Solok, H.Suryadi Nurdal secara resmi membuka Training Center (TC) kedua bagi para kafilah Kota Solok dalam menyongsong MTQ Nasional Provinsi Sumatera Barat Ke XLI (41) Tahun 2025 di Kota Bukittinggi bertempat di Solok Primer Hotel, Jum'at (03/10/25).

Turut hadir, Asisten I Sekda Kota Solok, Nova Elfino, Kemenag Kota Solok, Kabag Kesra, pelatih, kafilah dan orang tua kafilah.

Wawako Suryadi Nurdal mengatakan, Training Center ini merupakan salah satu ikhtiar kita dalam mempersiapkan kafilah terbaik yang akan mewakili daerah kita pada ajang MTQ Nasional Tingkat Provinsi Sumatera Barat ke-41 Tahun 2025 di Kota Bukittinggi yang InsyaAllah akan diselenggarakan pada bulan Desember mendatang. 

Setelah melalui  seleksi/TC ke I pada tanggal 26 sampai 27 Juli 2025 yang lalu, dari 75 orang peserta, maka terpilihlah 58 orang peserta terbaik yang akan membawa nama Kota Solok ke MTQ Tingkat Provinsi nantinya. 

Kegiatan TC ke II ini bukan sekadar ajang pelatihan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan, penguatan mental, peningkatan kualitas bacaan, pemahaman, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui TC ini, kita berharap para peserta dapat mengasah kemampuan, memperdalam ilmu, serta membentuk jiwa yang ikhlas, disiplin, dan penuh semangat juang. Sehingga, para kafilah tidak hanya berprestasi di tingkat kompetisi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an.

Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pembina, pelatih, panitia, serta seluruh pihak yang telah berperan dalam terselenggaranya kegiatan ini. Mudah-mudahan kerja keras dan ketulusan kita semua menjadi amal ibadah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kepada para peserta TC, manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya, Serap ilmu dari para pelatih, tingkatkan kemampuan, jaga kebersamaan, dan tunjukkan semangat pantang menyerah. 

Pemerintah Kota Solok tentu akan terus mendukung program pengembangan syiar islam dan kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini, mari kita doakan semoga seluruh peserta diberi kesehatan, kemudahan, dan hasil yang terbaik, sehingga nanti bisa mengharumkan nama Kota Solok diajang MTQ tingkat Provinsi maupun nasional. 

" Wali Kota Solok juga telah berencana memberangkatkan Umroh kepada kafilah Kota Solok yang berprestasi," Ujar wawako.

Seperti diketahui, komitmen Wali Kota Solok meskipun dirinya masih muda, namun antusiasnya sangat tinggi untuk menyukseskan segala kegiatan bidang keagamaan di Kota Solok.

Apalagi menyikapi kondisi fiskal saat ini, Walikota juga berkomitmen kalau soal kegiatan keagamaan hanya bisa persentase dikurangi, tidak bisa dihilangkan karena harus berjalan terus.

Diakhir sambutan, wawako berpesan kepada para kafilah agar mengikuti TC ini dengan baik sehingga nantinya kita siap untuk berangkat dan meraih juara dalam MTQ Nasional Sumatera Barat nantinya.(T/K)

 

Padang Lintasmedianews.com.

Wakil Wali Kota Solok, H.Suryadi Nurdal mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Sumatera Barat, di Auditorium Gubernuran Provinsi Sumatera Barat, Kamis (02/10/25).

Rakor dipimpin Gubernur Sumbar, Mahyeldi. Turut hadir, Kepala Daerah se-Sumatera Barat, Forkopimda Sumatera Barat, Kapolres Solok Kota, AKBP Mas'ud Ahmad, Dinas Pangan Kota Solok,Kepala OPD terkait Provinsi Sumatera Barat dan Kota Solok, beserta undangan lainnya.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan Pemerintah RI yakni Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming telah menetapkab prioritas tentang Makan Bergizi Gratis. 

Kita memahami betul dampak dari Makan Bergizi Gratis, disamping memberikan gizi yang memadai kepada siswa, balita, ibu hamil dan menyusui juga menjadi ruang dalam menggerakkan ekonomi di nagari/desa dimana setiap dapur yang ada beroperasi dengan perkiraan Rp 900 Juta perbulan.

Nagari-nagari diharapkan bisa mensuplai kebutuhan dapur ini. Inilah peran OPD setiap kabupaten/kota memberikan dukungan kepada dapur yang ada sehingga pergerakan ekonomi memang terjadi di Nagari/Desa.

Provinsi Sumatera Barat telah menerapkan One Village One Product, Sumatera Barat memiliki Wisata Nagari/Desa terbanyak di Indonesia, Gini Ratio Sumatera Barat saat ini juga rendah. Pergerakan ekonomi itu berasa di Nagari/Desa yang juga sejalan dengan Nagari Creative Hub.

" Sehingga pergerakan ekonomi tidak hanya di kota, namun langsung di desa. Program Makan Bergizi Gratis ini di Sumatera Barat harus kita sukseskan bersama," Tegas Gubernur.

Untuk itu mari kita diskusikan, bicarakan, membahas bersama kesuksesan di lapangan. Kita juga sedih kemarin ada 86 siswa di Kabupaten Agam terindikasi keracunan MBG. Jika ada masalah langsung kendalikan segera, serta jadikan pembelajaran untuk yang lain.

Manfaat peogram Makan Bergizi Gratis ini diantaranya berefek dengan program ketahanan pangan nasional, membangun ekosistem berkelanjutan, kesadaran potensi hilirisasi, meningkatkan standarisasi makanan masyarakat serta menciptakan lapangan kerja, berefek perekonomian keluarga, serta meningkatkan pendapatan daerah. 

Standarisasi menjadi perhatian, Bupati, OPD terkait, dan satgas. Jika ada kendala tanggung jawab penuh adalah bagi kepala daerah. Masalah yang terjadi di daerah lain jangan sampai terjadi di daerah kita.

Sementara itu, Ketua Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Sumatera Barat, Riau, Kepri,  Dr.Syartiwidya mengatakan, Program Makan Bergizi Gratis bukanlah rencana bangun tidur namun merupakan program yang telah direncanakan dan dipersiapkan dengan baik.

Percontohan dapur dimulai semenjak Januari 2024 di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Setiap tahan kita laiukan evaluasi mengapa atau bagaimana diperlukan dapur yang standarisasi secara nasional, mengaoa dipelukan seorang manajer/leader, ahli gizi, akuntansi, pegawai 47 orang, mekanisme pengantaran diperlukan tepat waktu, strategi menjaga dapur agar tetap higienis serta menggunakan Foodtray.

Kami juga memantau dan melihat semua dapur MBG, karena ditemukan beberapa dapur yang duitnya telah masuk ternyata tidak ada aktifitas. Jika ada keluhan juga bisa melakukan pengaduan.

" Di Sumatera Barat dibutuhkan 543 SPPG, saat ini yang operasional baru sebanyak 116 SPPG. Adapun berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) jumlah penerima manfaat sebanyak 1.626.753 siswa Paud, TK, SD, SMP dan SMA. Kunci kesuksesan MBG yakni anggaran, infrastruktur dan sumber daya manusia," Tutupnya.(T/K)

 

SOLOK KOTA Lintasmedianews.com 

Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra mengambil sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta melantik dan mengambil sumpah jabatan fungsional bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota Solok di Gedung Kubung 13, Kamis (2/10/2025).

Sebanyak 90 orang PPPK dilantik dalam jabatan fungsional, terdiri dari 50 orang tenaga kesehatan dan 40 orang guru. Selain itu, juga dilakukan pengambilan sumpah/janji terhadap 7 orang CPNS yang telah resmi diangkat menjadi PNS, terdiri dari 2 orang formasi Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) dan 5 orang formasi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Dalam sambutannya, wako menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada ASN yang baru dilantik. “Kepada tenaga kesehatan, jadilah pelayan masyarakat yang humanis, kompeten, dan berintegritas. Kepada para guru, jadilah pendidik yang mampu menciptakan iklim belajar inspiratif. Dan kepada para PNS baru, tanamkan disiplin, loyalitas, serta semangat pengabdian dalam memperkuat birokrasi Pemerintah Kota Solok,” ungkapnya.

Wako juga menegaskan bahwa setiap ASN, baik PNS maupun PPPK, harus memegang teguh nilai dasar BerAKHLAK: Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. “Ingat, kita adalah pelayan, bukan dilayani. Terapkan integritas, profesionalisme, dan berikan pelayanan publik yang cepat, ramah, serta tuntas tanpa diskriminasi,” tegasnya.

Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh  Kepala OPD terkait, serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Solok.

Dengan dilantiknya para PPPK dan PNS baru ini, diharapkan dapat menambah energi positif, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan tata kelola pemerintahan yang lebih profesional di Kota Solok.(T/K)

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengapresiasi kunjungan dan inisiatif Ikatan Keluarga Minang (IKM) Sumatera Utara untuk memperkenalkan budaya Minangkabau kepada generasi muda perantau di luar daerah. Hal itu disampaikannya ketika menerima audiensi dari IKM Sumatera Utara di ruang transit Balaikota Bukittinggi, Selasa (07/10).

Ramlan menilai langkah tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bukittinggi untuk menjadikan daerah ini sebagai kota wisata budaya dan pendidikan yang berdaya saing nasional. Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi dan diskusi terkait upaya mempererat hubungan antara daerah asal dan perantauan, khususnya dalam pelestarian adat dan budaya Minangkabau.

“Bukittinggi memiliki sejarah dan potensi besar di bidang budaya dan pariwisata. Sebagai kota yang pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa perjuangan, kami terus berupaya menjaga nilai-nilai sejarah dan budaya yang menjadi identitas Minangkabau. Karena itu, sinergi dengan IKM sangat penting untuk memperkuat promosi budaya Minang hingga ke luar daerah,” ujar Ramlan.

Sementara itu, Perwakilan DPW IKM Sumatera Utara, Efendi mengatakan tujuan kunjungan IKM Sumatera Utara adalah untuk mempererat kerja sama dalam pelestarian dan pengenalan budaya Minangkabau di Sumatera Utara, terutama bagi generasi muda perantau yang belum banyak mengenal adat dan tradisi Minang.

Ia menyebutkan, Inisiatif tersebut tidak hanya untuk para perantau, tetapi juga untuk membangun jembatan komunikasi antara Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Efendi berharap pemerintah daerah dapat mendukung program seperti pertukaran pelajar, agar anak-anak di kedua provinsi dapat belajar langsung tentang budaya Minangkabau, bukan hanya dari teori.

Ditambahkannya, IKM Sumatera Utara juga berencana mengadakan event budaya Minangkabau di Sumatera Utara sebagai upaya memperkenalkan kekayaan adat dan seni Minang secara lebih luas. Organisasi ini menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan identitas budaya bagi generasi muda Minangkabau di perantauan. (Sandra)

 

Bukittinggi, LintasMedianews.com

Pemerintah Kota Bukittinggi ikuti monitoring dan evaluasi (monev) keterbukan infomasi publik tahun2025. Kegiatan dilaksanakan di Aula Komisi Informasi Sumbar, Padang, Selasa (07/10).

Dalam presentasi yang disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis dijelaskan, Pemko Bukittinggi optimis kembali jadi badan publik yang informatif dan inovatif, dalam keterbukaan informasi publik 2025. Untuk itu Pemko Bukittinggi terus berkomitmen menjadi badan publik yang informatif. Menuruit Ibnu, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyusun program Bukittinggi smart city yang didukung dengan berbagai inovasi dibidang digitalisasi.

"Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah penyusunan program Bukittinggi Smart City yang didukung berbagai inovasi di bidang digitalisasi, termasuk pengembangan aplikasi Sistem Informasi PPID (SI-PPID) berbasis web yang terintegrasi dengan layanan publik dan media sosial resmi pemerintah. Aplikasi ini menghadirkan sejumlah fitur baru seperti informasi pariwisata, data UMKM, dan perpustakaan digital, untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi secara cepat, transparan, dan efisien," ungkapnya

Disamping itu, Pemko Bukittinggi juga memanfaatkan sistem SP4N LAPOR! untuk pengelolaan pengaduan masyarakat serta terus meningkatkan kapasitas SDM pengelola informasi agar pelayanan publik semakin profesional dan responsif. Upaya ini menjadi bagian dari strategi Pemko Bukittinggi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi. (Sandra)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.