Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Padang Amrizal Rengganis mengatakan, peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021 merupakan upaya membangkitkan semangat pers dalam memajukan pembangunan daerah. Hal ini disampaikan Amrizal Rengganis disela-sela mendamping rombongan tim HPN 2021 Provinsi Sumbar di Hotel Balairung Jakarta, Selasa (9/2/2021).
Setahun lebih, merebaknya covid 19 melanda kota ini. Tentu, sangat berpengarus sekali pada jalanya roda pemerintahan. Tidak hanya, tergangunya jalan roda pemerintahan. Berla lama, dengan kondisi seperti sekarang, tentu sangat berimbas pada keuangan daerah.
Untuk mengatasinya, tentu pemerintah kota Padang Panjang harus pintar pintar mensiasinya. Tidak ada jalan lain, Pemerintah Kota Padang Panjang melanjutkan kembali refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Hal tersebut, dilakukan dalam menyikapi surat edaran Menteri Keuangan Republik Infonesia. Seluruh OPD, diminta dapat menginfentarisir keuangannya serapi mungkin.
"Infentarisir dari sekarang, kegiatan belum mendesak ditunda, karena semua ini untuk refocusing pengananan Covid-19. Pelatihan,bimtek atau kegiatan lain yang dirasa belum terlalu penting ini ditunda dahulu," ungkap Sekdako Sonny Budaya Putra, AP, M. Si kepada seluruh kepala OPD dan pejabat terkait, di Hall Lantai III Balaikota,Rabu, (11/2).
Untuk, OPD terkait langsung dalam penanganan Covid-19 seperti BPBD, Dinas Sosial, DKK, dan Pol PP diminta mengajukan anggaran penanganan Covid-19.
"Silakan OPD terkait mengajukan kebutuhan secara real. Perlu perhitungan yang teliti dam akurat agar anggaran dapat dipergunakan secara efektif dan efesien," teramg Sony Budaya Putra.
Sementara, kepala BPKD Dr. Winarno, menambahkan, refocusing anggaran yang dilakukan Pemerintah Kota Padang Panjang, sebesar 8 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) berjlah sebesar kurang lebih 357 Miliar. Semua ini, berdasarkan atas surat edaran dari Menteri Keuangan," terangnya.
Lebih jauh, Winarno mengatakan, dengan terjadinya potongan mata anggaran pada masing masing OPD, tentu sangat berimbas pada kegiatan yang sudah direncankan. Semua itu, pihaknya sangat menyadari. Namun, kita harus patuh dan tunduk pada aturan yang ada. Untuk itu, OPD perlu bersabar semua untuk kemaslahatam untuk banyak orang, pungkas Winarno. (maison pisano)
Padang, Lintas Media News
Sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana gempa di Sulawesi Barat (Sulbar), UPZ Baznas Semen Padang yang merupakan lembaga penghimpun zakat karyawan/ti PT Semen Padang, menyalurkan bantuan beras Anak Daro Solok sebanyak 3,5 ton untuk korban terdampak bencana gempa Sulbar.
Disaksikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, bantuan beras senilai Rp50 juta itu diserahkan secara simbolis oleh Kepala Pelaksana Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif kepada Head Of Marketing Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumbar Tengku Muhammad Deska Kurniawan.
Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan, bantuan untuk korban gempa di Sulbar itu diharapkan dapat meringankan beban para korban. "Semoga bantuan ini dapat mengurangi beban saudara kita yang tertimpa bencana di Sulbar," katanya.
Selain melalui UPZ Baznas Semen Padang, Nur Anita juga menyampaikan bahwa pada 17 Januari 2021 lalu PT Semen Padang melalui Yayasan Semen Padang (YSP) juga memberikan bantuan berupa alat medis untuk menangani korban bencana di Sulbar, yaitu Bahan Medis Habis Pakai (BMHP).
"Selain bantuan untuk medis, YSP juga memberikan oleh-oleh khas minang untuk korban bencana di Sulbar. Dan bantuan oleh-oleh khas minang itu diharapkan dapat menjadi tambahan konsumsi bagi saudara kita yang dilanda bencana gempa di Sulbar," ujarnya.
Head Of Marketing Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumbar Tengku Muhammad Deska Kurniawan mengatakan, bantuan dari UPZ Baznas Semen Padang ini akan diangkut menggunakan kapal yang disebut sebagai Kapal Kemanusiaan Untuk Sulbar. Bantuan tersebut akan dibawa bersamaan dengan bantuan dari berbagai instasi lainnya yang ada di Sumbar, termasuk berbagai bantuan dari sejumlah instansi dan relawan dari Provinsi Riau.
"Kami berangkat dari Pelabuhan Teluk Bayur Padang, pada 11 Februari besok, menuju pelabuhan di Makasar, Sulawesi Selatan. Kemudian dari Makasar, diangkut melalui jalur darat menuju Sulbar. Diperkirakan sampai di Sulbar seminggu kemudian," ujarnya.
Selain 3,5 ton beras dari UPZ Baznas Semen Padang, Tengku juga menuturkan juga ada bantuan beras dari pihak lain yang jumlahnya hampir 60 ton. Kemudian, juga rendang sebanyak 800 paket, serta bantuan lainnya seperti pakaian, gula beras dan lain sebagainya.
"Jika dikonversikan seluruh bantuan yang kami himpun, maka totalnya hingga sampai saat ini sekitar Rp700 juta. Jumlah ini akan terus bertambah sampai jadwal keberangkatan Kapal Kemanusian untuk Sulbar akan membawa bantuan yang kami himpun ini," bebernya.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada acara pelepasan Kapal Kemanusian Untuk Sulbar itu, menyampaikan terimakasih kepada UPZ Baznas Semen Padang dan instansi lainnya yang telah menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Sulbar melalui ACT.
"Terimakasih atas bantuan dari berbagai pihak yang ada di Sumbar dan terimakasih juga kepada ACT yang telah bergerak cepat untuk menghimpun bantuan dari masyarakat, instansi, BUMN dan BUMD di Sumbar dalam membantu saudara kita di Sulbar. Semoga bantuan ini menjadi ladang amal bagi kita semua," katanya.
Apa yang dirasakan oleh korban gempa di Sulbar, sebut Irwan, juga pernah dirasakan oleh masyarakat Sumbar. Di mana, gempa mengguncang Ranah Minang pada 30 September tahun 2009 dan memporakporandakan Kota padang sebagai Ibu Kota Provinsi Sumbar. Kemudian beberapa hari pasca-gempa, berbagai bantuan dari dalam dan luar negeri berdatangan ke Sumbar.
"Sekarang, apa yang kita rasakan sebelumnya kini dirasakan oleh saudara-saudara kita di Sulbar. Semoga, saudara-saudara kita di Sulbar cepat bangkit dan kembali membangun perekonomian Sulbar. Kemudian kepada relawan ACT yang mendistribusikan bantuan dari Sumbar melalui kapal laut, dilancarkan dan dimudahkan langkahnya oleh Allah SWT," ujar Irwan. (*/b/hms)

Keluarga besar pemerintah nagari Bawan Kematan ampek nagari Kabupaten Agam Sumatera Barat turut belansungkawa dan berduka yang sedalam-dalamnya atas kecelakaan maut yang menimpa bus pembawa rombongan pejabat Pemerintah Kabupaten Agam yang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke daerah Aceh.
Hal ini disampaikan oleh wali nagari Bawan Kamiruddin, yang didampingi oleh wali jorong pudung, Atrizal Fahmi.ketua Bamus nagari Bawan, Drs syamsudin, S.Pd. ketika dikonfirmasi lintas media news di kantor wali nagari Bawan.
“Kami mengucapkan duka yang mendalam atas musibah yang terjadi pada para pejabat pemerintah Kabupaten Agam yang mengalami kecelakaan maut di Simpang Angin Barat Desa Lumban Pasir Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara”, ucap Kamiruddin
Ditambahkan oleh ketua Bamus nagari Bawan Drs, syamsudin,spd. semoga para korban yang meninggal mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT, dan bagi korban yang mengalami luka-luka cepat diberi kesembuhan oleh Allah SWT.
“Kami atas nama Keluarga Besar pemerintah nagari Bawan Kecematan ampek nagari Kabupaten Agam turut berlansungkawa dan berduka atas musibah yang menimpa para pejabat Pemerintah Kabupaten Agam," tukasnya. (Fahmi/jr)