Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah pusat dalam membantu pemulihan ekonomi masyarakat Bukittinggi pasca bencana akhir tahun 2025, Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif RI menggelar pelatihan dan pendampingan intensif Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Kegiatan yang diikuti oleh para penggiat UMKM di wilayah terdampak bencana tersebut, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi di Istana Bung Hatta, Rabu (12/08).
Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, menyampaikan, meskipun Bukittinggi tidak mengalami dampak bencana secara langsung seperti daerah lain, namun dampak bencana tersebut telah mempengaruhi aktivitas ekonomi Bukittinggi yang bergantung pada sektor jasa, perdagangan dan pariwisata.
Rismal Hadi menjelaskan, Banyak hal yang dapat dilakukan UMKM melalui TIK. Dengan pemahaman TIK, dapat membantu promosi dan proses jual beli setiap produk UMKM secara online. Selain itu keterampilan dalam TIK juga bermanfaat untuk menghasilkan pendapatan, seperti aplikasi, website dan content creator. Oleh sebab itu Ia berharap para peserta dapat membentuk komunitas yang saling membantu dan berbagi.
Sekaitan dengan itu, disampaikannya bahwa Pemko Bukittinggi terus melakukan penataan kota agar semakin indah, nyaman dan menarik bagi wisatawan. Hal ini penting karena perekonomian Bukittinggi sangat bergantung pada kunjungan masyarakat dari berbagai daerah. Semakin banyak pengunjung datang, maka semakin banyak pula aktivitas ekonomi masyarakat yang bergerak.
Sementara itu, Direktur Aplikasi sekaligus Plt. Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Tri Wahyudi, menyampaikan, kegiatan ini merupakan tahap awal dalam program sinergi, inkubasi, akselerasi dan penguatan. Kehadiran Kemenekraf adalah untuk memberdayakan pelaku usaha melalui berbagai platform teknologi, termasuk mendorong pemanfaatan platform lokal agar semakin maju dan berkembang di Indonesia. Ia menilai, Bukittinggi memiliki potensi ekonomi kreatif, khususnya sektor fashion, kuliner dan kriya, yang perlu didorong untuk berkembang secara digital. (Sandra)

