Tanah Datar,Lintas Media News
Dalam memperingati Dies natalis ke 42 Universitas Terbuka (UT) melalui Sekolah Vokasi menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kebencanaan di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Rangkaian kegiatan hari ini mencakup peresmian sumur bor, penyerahan bantuan alat sholat dan sembako, serta pelatihan penyelamatan arsip keluarga bagi warga terdampak bencana.
Kegiatan PKM kebencanaan ini yang digawangi oleh Dosen Universitas Terbuka Sekolah Vokasi Ibu Evi Zakiyah, S.IIP., M.Hum, Viola Dwi Putri Syarif, M.IP. Aulia Nurdiansyah, S.Pd., M.A. Habiburrahman, M.A. Dr. Tuti Purwoningsih, S.Pd., M.Sc dan perwakilan UT Padang Dr. Mery Berlian, S.P., M.Si. serta mahasiswa D-IV Kearsipan Rudi Pratama.
Acara ini dihadiri oleh Dr. Mery Berlian, S.P, M.Si – Direktur UT Padang, Bapak Jumaidi, S.Pd., M.Pd – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Bapak Teddy Irawan, S.S. – Arsiparis Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumbar sebagai narasumber pelatihan arsip, Bapak Lovely Harman, S.T., M.T – Kepala Bidang Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tanah Datar, Bapak Mulyadi, S.Sos., N.LP – Wali Nagari Guguak Malalo
Dalam sambutannya, Direktur UT Padang, Dr. Mery Berlian, menegaskan bahwa Universitas Terbuka berupaya hadir secara langsung di tengah masyarakat sebagai mitra strategis dalam proses pemulihan pascabencana, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan ketangguhan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Seperti diketahui bahwa pada tahun 2026, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Nasional Kebencanaan Universitas Terbuka dilaksanakan di beberapa wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera, yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Untuk wilayah Sumatera Barat, kegiatan dipusatkan di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, yang kegiatannya dilaksanakan di Nagari Guguak Malalo.
Viola Dwi Putri Syarif, M.I.P sebagai perwakilan team mengatakan, bahwa peran Sekolah Vokasi Universitas Terbuka dalam PKM ini adalah memastikan edukasi kebencanaan dapat diserap dengan baik oleh masyarakat. UT tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga membangun ketahanan jangka panjang.
"Sumur bor ini adalah bukti nyata bahwa UT peduli pada kebutuhan dasar masyarakat. Semoga air bersih ini membawa berkah bagi seluruh warga Guguak Malalo," tuturnya.
Lovely Harman, S.T., M.T perwakilan dari BPBD Tanah Datar mengapresiasi langkah UT yang menggabungkan bantuan infrastruktur (sumur bor), sosial keagamaan (alat sholat), dan edukasi kearsipan. "Ini model kebencanaan yang holistik. BPBD akan menjadikan kegiatan ini sebagai contoh kolaborasi yang baik," ujarnya.
Wali Nagari Guguak Malalo, Mulyadi, S.Sos., N.LP, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. "Alhamdulillah, kini warga kami tidak perlu lagi jauh-jauh mengambil air. Peralatan sholat juga sangat membantu aktivitas ibadah, dan pelatihan arsip mengingatkan kami betapa berharganya dokumen keluarga," katanya dengan haru.
Pelatihan arsip keluarga yang dipandu oleh Teddy Irawan, S.S. berlangsung secara interaktif. Warga diberikan praktik langsung cara menyimpan dokumen penting seperti ijazah, akta kelahiran, dan sertifikat tanah menggunakan kemasan tahan air, laminasi sederhana, serta pembuatan salinan digital.
"Setelah bencana, dokumen adalah identitas warga. Tanpa dokumen, sulit mengakses layanan publik dan bantuan sosial," jelas Teddy di hadapan puluhan peserta.
Selain peresmian sumur bor dan pelatihan arsip, tim UT juga menyerahkan bantuan:
Paket sembako untuk 50 kepala keluarga terdampak Peralatan alat sholat (karpet masjid, mukena, sarung, dan Al-Qur'an). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh bersama Direktur UT Padang kepada perwakilan masyarakat dan perangkat nagari.
Kegiatan PKM kebencanaan ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Terbuka, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat berbasis mitigasi bencana yang terintegrasi. UT berkomitmen untuk terus mendampingi Nagari Guguak Malalo dalam proses pemulihan pascabencana secara berkelanjutan.(*)