Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Pembenahan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bukittinggi dalam dua tahun terakhir mulai menampakkan hasil positif. Salah satunya di bidang pariwisata, yang menghasilkan peningkatan kunjungan ke kota Bukittinggi selama Lebaran Idul Fitri 2026. Hal ini tentu saja berdampak positif pada Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Berdasarkan data yang tercatat pada Dinas Pariwisata, sebanyak 153.326 orang pengunjung memadati berbagai destinasi wisata berbayar di kota Bukittinggi pada libur lebaran Idul Fitri 1447 H atau 2026. Dari jumlah kunjungan itu, Pemerintah Kota Bukittinggi menghasilkan PAD sebesar Rp3.543.941.000,-.
Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK), Benteng Fort de Kock dan Taman Panorama adalah tujuan utama wisatawan ditahun ini. TMSBK menjadi unggulan wisata berbayar, dimana dari tanggal 21 hingga 29 Maret, tercatat 128 ribu pengunjung dengan hasil retribusi Rp 3.074.591.000,-
Sementara itu objek wisata Taman Panorama dan Lobang Jepang (TPLJ) meraup pendapatan retribusi sebanyak Rp468 juta dangan 24,9 ribu kunjungan. Angka tersebut menunjukkan bahwa pembenahan yang diupayakan Pemko Bukittinggi di bawah kepemimpinan Ramlan Nurmatias - Ibnu Asis, memberikan hasil yang signifikan.
Peningkatan dapat dilihat pada tahun 2024, Pemko Bukittinggi mencatat total 100.218 kunjungan wisata dengan PAD senilai Rp2,2 milyar. Sementara itu di tahun 2025 jumlah kunjungan wisata berbayar meningkat selama lebaran tercatat sebanyak 129.524 kunjungan dengan pendapatan Rp2,9 milyar,-. Angka ini terus naik pada Tahun 2026 ini, dimana kunjungan wisata ke objek wisata berbayar tercatat sebanyak 153.326 orang dengan PAD Rp3,5 milyar. (Sandra)
