Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

BUKITTINGGI,Lintas Media News
 PT Semen Padang mendorong 12 Forum Nagari dan Forum Pemberdayaan di sekitar wilayah operasional perusahaan untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular. Melalui program yang terarah dan berkelanjutan, pertumbuhan perusahaan diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan perekonomian masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di lingkungan perusahaan.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat merupakan kewajiban yang harus dijalankan secara efektif. Pelaksanaannya juga perlu menyesuaikan dengan berbagai perubahan kebijakan, termasuk arahan Danantara mengenai pengembangan ekonomi sirkular.

“Perusahaan harus tumbuh bersama perekonomian masyarakat di lingkungan sekitarnya. Tidak hanya perusahaan yang berkembang, tetapi UMKM dan berbagai usaha masyarakat juga diharapkan dapat tumbuh bersama perusahaan,” kata Win saat menutup Sidang Pleno Perubahan dan Pengesahan Revisi AD/ART Forum Nagari/Forum Pemberdayaan di Bukittinggi, Jumat (28/8/2026).

Acara penutupan sidang pleno tersebut turut dihadiri Camat Lubuk Kilangan Nurul Widya Siska Usman, pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan dan KAN Limau Manih, serta para lurah dan ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Lubuk Kilangan dan Limau Manih. Hadir pula Lurah dan Ketua LPM Pampangan yang merupakan bagian dari wilayah sekitar operasional PT Semen Padang.
Win menjelaskan, ekonomi sirkular menjadi salah satu pendekatan penting dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Melalui konsep tersebut, sumber daya dapat dimanfaatkan secara lebih efisien, nilai tambah ekonomi dapat diciptakan, dan manfaat kegiatan perusahaan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Karena itu, Forum Nagari dan Forum Pemberdayaan diharapkan mampu menerjemahkan konsep ekonomi sirkular ke dalam program yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga harus mampu membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kami mengajak seluruh Forum Nagari dan Forum Pemberdayaan untuk bersama-sama menyiapkan program agar perekonomian masyarakat dapat tumbuh sesuai dengan harapan perusahaan dan arahan Danantara,” ujarnya.

Terkait perubahan AD/ART, Win menyampaikan bahwa perubahan tersebut diperlukan untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan dan kebutuhan program pemberdayaan masyarakat. AD/ART tersebut diharapkan dapat memperjelas peran, tanggung jawab, serta mekanisme kerja forum dalam merencanakan dan menjalankan program.

Dengan tata kelola yang semakin baik, Forum Nagari dan Forum Pemberdayaan diharapkan dapat menyusun program secara lebih terarah, transparan, efektif, dan berkelanjutan. Program-program yang dihasilkan juga harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Camat Lubuk Kilangan Nurul Widya Siska Usman berharap AD/ART yang telah disahkan benar-benar dijadikan acuan oleh seluruh Forum Nagari dan Forum Pemberdayaan dalam menjalankan kegiatan di wilayah masing-masing. Menurutnya, AD/ART sebagai pedoman organisasi sangat penting agar setiap kegiatan memiliki arah dan tujuan yang jelas.

Ia berharap AD/ART yang telah disahkan dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh Forum Nagari dan Forum Pemberdayaan.

“Dengan demikian, setiap program yang disusun dapat berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di Kecamatan Lubuk Kilangan, termasuk Pauh dan Pampangan,” katanya.

Ia menilai kontribusi PT Semen Padang selama ini telah membantu masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan. Kehadiran perusahaan tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga turut mendukung pembangunan sosial dan lingkungan. Dukungan tersebut, kata Siska, memiliki arti penting bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Tanpa dukungan PT Semen Padang, masyarakat Lubuk Kilangan, Pauh, dan Kota Padang pada umumnya tentu akan menghadapi kesulitan dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan. PT Semen Padang bukan sekadar perusahaan yang mencari keuntungan, tetapi telah banyak berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan lingkungan,” ujarnya.

“Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas perhatian yang selama ini kami rasakan. Tidak hanya masyarakat Lubuk Kilangan yang merasakan perhatian tersebut, tetapi juga masyarakat di Kecamatan Pauh, Kelurahan Pampangan, serta Kota Padang umumnya, termasuk unsur pemerintahan Kota Padang,” sambung Siska.

“Kami berharap PT Semen Padang terus berjaya hingga puluhan tahun mendatang. Karena itu, mari bersama-sama mendukung kinerja perusahaan di tengah persaingan industri semen yang semakin ketat,” pungkas Siska. (*)

 

Asahan. Lintasmedianews.com - Dengan nodiadakannya keberadaan lampu jalan adalah mutlak untuk melakukan penerangan baik buat masyarakat yang berlalu lintas dijalan itu, juga untuk bagi warga yang bermukim di sekitar itu. Selain itu juga dengan adanya penerangan jalan ini juga justru untuk menangkal atau menghindari adanya gangguan gangguan kepencurian yang tidak kita inginkan. 


Oleh karena itulah yang salah satu diantaranya diadakanya lampu lampu jalan maupun di Gang Gang tersebut untuk mendapatkan penerangan sebagaimana yang dipasang diberbagai jalan, guna untuk buat kebutuhan manusia itu sendiri, pada umumnya. 


Seperti dua buah lampu jalan di Gang Amalia sudah hampir satu setengah tahun ini tidak ada lagi penerangannya, karena bolanya sudah putus. Kata warga yang ada disitu pada Wartawan Lintasmedianews.com. Padahal di jalan ini sungguh sangat penting adanya lampu jalan di Gang Amalia ini guna untuk penerangan buat pemukiman warga setempat. Namun hingga saat ini oleh pihak pemerintah yang dihubungi dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Asahan, juga sampai dengan ini belum ada perbaikan penerangan lampu tersebut. 


Padahal penerangan lampu ini kata warga setempat sungguh sangat perlu, karena selain untuk penerangan buat warga, juga disini ada sewaktu waktu terjadi pemakamam dimalam hari, yang juga perlu penerangan. Sebab boleh dibilang kalau jalan Gang Amalia dan jalan Cemara merupakan zona perkuburan. Disini ada dua Perkuburan Muslim Selawan dan Perkuburan Gambir Baru. Dan juga ada Perkuburan India, dan Perkuburan Belanda.    

Seharusnya menurut warga setempat buat lampu di Gang Amalia ini menimal empat bola lampu dari panjangnya jalan mencapai 200 meter ini. Dengan adanya ini bisa dapat menerangi di Gang tersebut, baik buat warga pemukiman, terlebih buat pemakaman disaat malam hari. 


Oleh karenanya pinta warga setempat agar pihak yang terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Asahan supaya dapatlah untuk melakukan perbaikan lampu ini agar perumahan warga di Gang Amalia yang mencapai 25 kepala keluarga supaya dapat penerangan yang terang benderang dari bola lampu tersebut, Tandas warga mengharap. (op). 


Dua Tiang Lampu Yang Sudah Putus Bolanya.

Tanjungbalai, Lintasmedianews.com -

Dalam upaya meningkatkan pelayanan prima, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai - Asahan (Kanim TBA) terus memperluas akses kebutuhan masyarakat dalam pelayanan keimigrasian, khususnya buat pelayanan paspor. Dalam upaya tersebut dilakukan berbagai penyediaan layanan di berbagai titik pelayanan yang tersebar di wilayah kerja Kanim TBA, di enam kabupaten dan kota di wilayah pantai timur provinsi Sumatera Utara.


Selain itu tIdak hanya melalui kantor utama di Tanjungbalai, pelayanan paspor Kanim TBA juga tersedia melalui Unit Layanan Paspor (ULP) Labuhan Batu, MPP Asahan, MPP Batubara, serta Immigration Lounge Kisaran. Dari Keberadaan diberbagai titik pelayanan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kanim TBA untuk menghadirkan layanan keimigrasian yang semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.

Melayani 39.609 Paspor Sepanjang 2025*

Sepanjang tahun 2025, KANIM TBA melalui berbagai titik pelayanan telah menerbitkan sebanyak 39.609 paspor bagi masyarakat.

Pelayanan tersebut diberikan melalui Kanim TBA serta ULP yang berada di wilayah kerja, dengan rincian 32.205 paspor di Kanim TBA, 7.404 paspor di ULP Labuhan Batu. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelayanan paspor Kanim TBA telah menjangkau masyarakat melalui sejumlah titik pelayanan di wilayah kerja.


*29.333 Paspor Dilayani Hingga Agustus 2026*

Memasuki tahun 2026, Kanim TBA terus meningkatkan akses pelayanan paspor kepada masyarakat. Hingga Agustus 2026, sebanyak 29.333 paspor telah diterbitkan melalui titik pelayanan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25.692 paspor dilayani melalui Kanim TBA, 3.641 paspor melalui ULP Labuhan Batu.


*Immigration Lounge Kisaran, Hadirkan Alternatif Layanan Baru*

Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pelayanan, Kanim TBA pada tahun 2026 juga menghadirkan Immigration Lounge Kisaran sebagai salah satu alternatif pelayanan keimigrasian bagi masyarakat di kabupaten Asahan dan sekitarnya. Immigration Lounge Kisaran mulai Februari 2026 dan menjadi salah satu langkah Kanim TBA dalam menghadirkan pelayanan paspor yang lebih dekat, mudah dijangkau, serta menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sejak dibuka hingga Agustus 2026, Immigration Lounge Kisaran telah melayani dan menerbitkan sebanyak 741 paspor.


*Mendekatkan Pelayanan Kepada Masyarakat* 

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Asahan, Gelora Adil Ginting, menyampaikan bahwa perluasan titik pelayanan merupakan bagian dari komitmen Kanim TBA untuk memberikan akses layanan keimigrasian yang semakin mudah kepada masyarakat. 


"Perluasan titik pelayanan merupakan bentuk komitmen kami untuk mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat. Dengan hadirnya Immigration Lounge Kisaran, masyarakat Kisaran dan sekitarnya memiliki alternatif lokasi pelayanan paspor yang lebih mudah dijangkau tanpa harus datang ke kantor utama Kanim TBA. Immigration Lounge Kisaran juga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tidak dapat meninggalkan pekerjaan pada hari kerja kerena membuka layanan pada hari Sabtu", ucap Gelora Adil Ginting.


Masih dikatakan, Plt. Kanim TBA tersebut, bahwa keberadaan Immigration Lounge Kisaran merupakan bagian dari upaya Kanim TBA untuk menghadirkan layanan yang semakin dekat dengan masyarakat serta memberikan alternatif lokasi pelayanan sesuai kebutuhan.


"Setiap titik pelayanan akan terus kami evaluasi dan tingkatkan kualitasnya, baik dari sisi kemudahan akses, kecepatan layanan, maupun kenyamanan masyarakat. Kami juga akan terus mendorong inovasi agar pelayanan keimigrasian dapat diberikan secara optimal, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat", tandas Gelora Adil Ginting.


Kantor Imigrasi Tanjungbalai Asahan (Kanim TBA), berkomitmen untuk terus *mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat dan menghadirkan pelayanan paspor yang mudah, transparan, akuntabel,dan berkualitas.* 

(op)



Padang,Lintas Media News
Percepatan digitalisasi pendidikan, dua SMA negeri Kota Padang terima puluhan bantuan laptop dari dana pokok pikiran Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman. 

Kedua SMA tersebut yakni SMAN 17 Padang yang mendapatkan 80 bantuan laptop dan SMAN 12 Padang sebanyak 60 unit laptop. Laptop tersebut telah diterima pihak sekolah dan telah diserahkan baru-baru ini. 

Evi Yandri mengatakan dua SMA itu dipilih sebagai penerima yakni sekolah baru dan sekolah terdampak bencana. Dimana SMAN 17, Padang merupakan sekolah baru yang dibangun pada 2022. Sementara SMAN 12 Padang merupakan salah satu sekolah di Sumbar yang mengalami dampak terparah akibat bencana hidrometeorologi November 2026 lalu. 

"Tujuan pemberian laptop ini seiring dengan program pemerintah yakni digitalisasi pendidikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu percepatan program ini," ujar Evi Yandri. 

Ia mengatakan, dirinya sepakat pada pola pikir Presiden Prabowo yang mengatakan bahwa untuk memperbaiki dan memajukan sebuah negara maka sumber daya manusia (SDM) lah yang perlu dibina. Salah satunya melalui pendidikan. 

"Jika SDM nya bagus maka daerah dan negara bisa berkembang dan maju. Namun jika SDM lemah maka kemajuan akan sulit dicapai," katanya lagi. 

Saat meninjau penggunaan laptop di kedua sekolah tersebut pekan lalu, Evi Yandri berpesan pada para siswa untuk fokus dalam belajar dan mengasah kemampuan diri. 

"Fokuslah menimba ilmu dan bentuk karakter diri dengan aktif berkegiatan positif melalui ekstrakurikuler," katanya. 

Di zaman sekarang menurut Evi, semua siswa harus memapu mengembangkan kemampuan dan ilmu sebaik mungkin. Apalagi globalisasi sudah di depan mata, maka persaingan semakin ketat. 

Ia juga berpesan pada para siswa untuk terus menjaga diri agar tidak terjerumus dalam perilaku negatif. 

"Ini juga marak di Sumbar dan harus dijauhi. Seperti tawuran, narkoba dan seks bebas. Termasuk juga judi online. Jangan coba-coba atau ikut-ikutan. Sekali terjurumus hancur masa depan seumur hidup," katanya. 

Pada pihak sekolah, terutama para guru, Evi juga meminta pengawasan ditingkatkan. Salah satunya  para guru harus mengetahui jenis narkoba, psikotoprika dan zat adiktif lainnya. Termasuk ciri-ciri pemakai. 

"Dengan mengetahui maka kita akan mudah mengawasi para siswa. Tingkatkanlah kepedulian kita pada siswa karena masa depan daerah dan negara ini ada pada mereka. Jika mereka rusak maka rusak pula daerah dan negara ini," paparnya. 

Evi juga berpesan agar bantuan laptop yang diberikan dirawat dengan baik sehingga bisa bermanfaat jangka panjang. 

Saat peninjauan kedua sekolah tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar, Mahya juga berpesan hal yang sama. Bahwa bantuan yang diberikan mesti dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk mengoptimalkan digitalisasi pendidikan. Selain juga dirawat dan dijaga agar bisa bermanfaat untuk banyak siswa. 

Sementara kepala sekolah SMAN 17 dan SMAN 12 Padang sama-sama mengapresiasi dan berterima kasih pada kepedulian Evi Yandri yang telah memberikan bantuan pada sekolah. (*)

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Gubernur Sumatra Barat, menyerahkan sertifikat Cagar Budaya Nasional dan Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WTbI) dari Menteri Kebudayaan RI kepada Wakil Wali Kota Bukittinggi. Sertifikat tersebut diserahkan Gubernur di Aula Kantor Gubernur, Jumat, (28/08).


Menara Jam Gadang dan SMA 2 Bukittinggi (Sekolah Rajo) ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadlizon. Sementara itu Bordir Kerancang Bukittinggi juga ditetap sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WTbI).


Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menjelaskan, sertifikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2025 dari Sumatra Barat, telah diserahkan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, di Gedung Kementeriaan Kebudayaan Republik Indonesia, Jakarta, 15 Desember 2025 lalu. Untuk itu, seluruh sertifikat baik terkait cagar budaya nasional dan juga warisan budaya tak benda, diteruskan kepada Kepala Daerah masing masing.


"Total Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Sumatra Barat, berjumlah 37 Warisan Budaya. Capaian ini,  mencerminkan kekayaan budaya Minangkabau yang terus dijaga dan diwariskan lintas generasi dan diakui secara nasional," jelasnya.


Sementara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan rasa bangga atas penetapan dua bangunan yang ada di Bukittinggi sebagai Cagar Budaya Nasional. Menurutnya Jam Gadang dan SMA 2 Bukittinggi, memiliki nilai sejarah yang kental dengan Kemerdekaan Republik Indonesia.


Ia menyebutkan, Jam Gadang merupakan salah satu saksi sejarah perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan yang dibangun sejak penjajahan Belanda. Sementara itu, SMA 2 Bukittinggi, juga menjadi lokasi cikal bakal lahirnya Bahasa Indonesia modern, yang dirumuskan melalui penyusunan Ejaan Van Ophuijsen pada akhir abad ke -19. 


Ibnu berterima kasih pada Menteria Kebudayaan, Bapak Fadlizon, yang telah menetapkan Jam Gadang dan SMA 2 Bukittinggi, sebagai Cagar Budaya Nasional. (*)

 

Lintasmedia News –Langkah strategis dipahat SMSI, sebagai salah salah satu konsituten Dewan Pers, yakni mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa. Program ini menjadi bentuk komitmen merawat desa, sebagai manisfestasi merawat NKRI. ‘’Saya setuju Desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,’’ujar Drs Firdaus, Msi, Ketua Umum SMSI Pusat. 

Kegiatan yang dilaksanakan di di tengah hiruk pikuk dan simpang siur informasi terkait eskalasi demo yang dikhawatirkan membuat distorsi stabilitas menjadi sebuah konfirmasi ‘’Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,’’begitu ucap Hasyim S Djoyohadikusumo. 

Menurut adik kandung Presiden RI ke-8 Prabowowo Subiyanto ini, pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa sekaligus menginformasikan Jakarta tetap aman. ‘’Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testemoni nyata di sini (Jakarta-red) aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif, dan sangat bagus,’’ucap Hasyim yang menjadi keynote speaker pada dialog nasional, usai pengukuhan yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa yang berlangsung penuh kemeriahan, namun tetap berjalan khikmat melibatkan lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu dan Sumatera Selatan. ‘’Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI, namun dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,’’papar Firdaus dalam sambutan di depan Hasyim S Djoyohadikusumo.

Pengusaha yang bergerak di berbagai sektor, dan kini menjadi salah satu penasehat ekonomi Presiden mengatakan, SMSI ke depan punya tugas dengan tanggung jawab besar. ‘’Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,’’cetus tokoh yang malang melintang di dunia bisnis tanah air.

Secara khusus putra begawan ekonomi, Soemitro Djoyohadikusumo ini menyoroti informasi yang lepas dari konteks, dan itu sangat mendistorsi kebijakan yang sedang menjadi prioritas pemerintah. Terkait dengan fenomena di atas Hasyim mengungkapkan, pihaknya sudah mengagendakan untuk berdialog dengan BEM UI, UGM, dan ITB.

Hasil dari dialog akan menjadi masukan, koreksi, dan rekomendasi bagi pemerintah. ‘’Sebagai penasehat Presiden masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,’’tambahnya.


Sumbang pikir untuk Pers Indonesia

Hal hal lain yang juga disampaikan Hasyim S Djoyohadikusumo yang spesifik adalah merespon usulan Ketua SMSI, Drs Firdaus Msi, yakni kondisi Gedung Dewan Pers yang sudah tidak representatif. Menurut Firdaus gedung yang menjadi episentrum, sekaligus kawah Candradimuka Pers Indonesia perlu ditingkatkan performasnya.

‘’Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodir. Jadi mereka (Konsituen) terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,’’urai Firdaus. 

Terhadap usulan itu, Hasyim merespon sangat positif, dan berjanji akan menindaklanjuti dengan Komdigi. ‘’Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang, kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Mekomdigi, Meutya Hafid,’’ ujar Hasyim lagi.

Respon semacam itu langsung mendapat aplaus dari peserta yang hadir di Hall Dewan Pers. Kegiatan pengukuhan dihadiri tidak kurang dari seratus peserta berikut undangan. Kegiatan ditutup dengan dialog nasional menghadirkan Prof Dr Achmad Riyad U.B PhD Dewan Penasehat SMSI Jawa Timur, kemudian pakar ekonomi dan Perbankan 

Dialog sangat menarik dan menghadirkan tanggapan kritis, apalagi dipandu secara bernas oleh Prof Dr Albertus Wahyu Rudhanto, MC guru besar dari PTIK.

 

Pasbar ,Lintas Media News Com.


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menegaskan komitmen menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah. Komitmen itu menguat setelah Ma Apam dan Tari Salapan Aia Bangih resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2025 oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.


Sertifikat penetapan diserahkan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan diterima langsung oleh Asisten Administrasi Umum Setda Pasaman Barat, Harlina Syahputri yang mewakili Bupati Pasaman Barat di Aula Kantor Gubernur, Kota Padang, Jumat 28/8 .


Penetapan ini adalah pengakuan negara terhadap nilai sejarah, sosial, dan budaya Pasaman Barat. Tugas kita selanjutnya bukan hanya menjaga sertifikatnya, tetapi memastikan warisannya tetap hidup, dipraktikkan, dicintai, dan diwariskan ke generasi berikutnya,kata Harlina.


Ia menjelaskan bahwa Ma Apam merupakan tradisi kuliner khas Pasaman Barat yang merepresentasikan nilai kebersamaan, silaturahmi, kekeluargaan, dan gotong royong. Tradisi ini menjadi sarana mempererat hubungan sosial masyarakat. Pada 2020, kegiatan Ma Apam di Pasaman Barat tercatat di Rekor MURI dengan 1.500 tungku, sebagai bukti kuat semangat warga menjaga tradisi. 


Sementara itu Tari Salapan Aia Bangih tumbuh di Nagari Aia Bangih. Tarian ini merefleksikan nilai kekompakan, keseimbangan, persatuan, dan kebersamaan masyarakat setempat.


Tahun 2025, sebanyak 37 karya budaya dari Sumatera Barat ditetapkan sebagai WBTb Indonesia. Dua di antaranya berasal dari Pasaman Barat. Penetapan itu merupakan tindak lanjut penyerahan sertifikat dari Menteri Kebudayaan kepada Gubernur Sumatera Barat pada 15 Desember 2025 di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta.


Harlina mengatakan apresiasi tinggi dari Pemkab Pasaman Barat kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kementerian Kebudayaan, pelaku budaya, seniman, budayawan, niniak mamak, serta seluruh masyarakat yang konsisten menjaga warisan budaya daerah.


Penetapan dua budaya tersebut sebagai WBTb Indonesia bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Pasaman Barat, tetapi juga menjadi pengingat bahwa budaya merupakan identitas yang hidup di tengah masyarakat. Warisan budaya tidak semata-mata merupakan peninggalan masa lalu. Lebih dari itu, budaya adalah bagian dari kehidupan masyarakat yang harus terus dijaga, dipraktikkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


kita menerima sertifikatnya. Tugas kita berikutnya adalah menjaga kehidupannya. Karena warisan budaya yang sesungguhnya bukan hanya yang berhasil ditetapkan, tetapi yang tetap hidup, dipraktikkan, dicintai dan diwariskan kepada generasi berikutnya,


Dengan ditetapkannya Ma Apam dan Tari Salapan Aia Bangih sebagai WBTb Indonesia, Pasaman Barat kembali mempertegas posisi kekayaan budaya lokal sebagai bagian penting khazanah budaya nasional.

 

PEKANBARU, Lintasmedia News— Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menerima penghargaan kategori Pembangunan Infrastruktur dalam ajang Pemimpin Daerah Award 2026 yang digelar iNews Media Group di iNews Tower, Jakarta, Kamis (27/8/2026).


Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria. Apresiasi ini diberikan atas komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.


Penghargaan tersebut diperoleh melalui penilaian lapangan. Tim penilai turun langsung ke Pekanbaru untuk melihat kerja-kerja pembangunan serta mendengar respons masyarakat. Berdasarkan hasil yang disampaikan tim penilai, sekitar 80 persen masyarakat Pekanbaru menyatakan puas terhadap kerja nyata Pemerintah Kota Pekanbaru, terutama pembangunan dan perbaikan jalan rusak.


Sejak 2025, Pemerintah Kota Pekanbaru terus memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan. Sepanjang 2025, sekitar 42 kilometer jalan telah diperbaiki melalui pengaspalan ulang. Pada tahun yang sama, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menyelesaikan utang infrastruktur senilai Rp470 miliar.

Sejumlah ruas jalan yang selama hampir dua dekade belum mendapat pengaspalan ulang kini telah ditangani. Perubahan itu dirasakan masyarakat melalui akses jalan yang semakin nyaman dilalui, sekaligus wajah kota yang semakin bersih dan terawat.


Agung Nugroho menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa capaian ini bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru untuk bekerja lebih maksimal.


“Alhamdulillah, penghargaan ini kami terima dengan rasa syukur. Ini bukan tentang saya pribadi, tetapi tentang kerja bersama seluruh jajaran dan masyarakat Pekanbaru. Ketika masyarakat mulai merasakan jalan yang lebih baik dan pemerintah yang hadir, itulah kebahagiaan terbesar bagi kami,” ujar Agung.


Memasuki 2026, pembangunan infrastruktur tetap dilanjutkan dengan target pengaspalan hingga 50 kilometer jalan serta pembangunan sekitar 100 kilometer jalan perumahan.


Di tengah kondisi kabut asap yang sedang dihadapi, Pemerintah Kota Pekanbaru tetap menempatkan keselamatan dan kesehatan masyarakat sebagai perhatian utama. Penghargaan tersebut dimaknai sebagai amanah untuk terus hadir, bekerja, dan memperbaiki hal-hal yang masih perlu dibenahi.


“Penghargaan ini menjadi tambahan semangat bagi kami untuk bekerja lebih keras dan memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Pekanbaru yang kami cintai,” pungkasnya.


Pemimpin Daerah Award merupakan ajang apresiasi yang diselenggarakan iNews Media Group bagi tokoh dan kepala daerah yang dinilai memiliki inovasi serta dedikasi dalam membangun daerah.

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, membuka secara resmi workshop desain kemasan di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis (27/08). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera bagi para pegiat ekonomi kreatif di Bukittinggi. 

Direktur Arsitektur dan Desain, Kementerian Ekraf, Megawati Panjaitan, menjelaskan,

Kegiatan ini sebagai program berbasis kreativitas budaya dan desain dalam lingkup program Ekraf Peduli, yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Arsitektur dan Desain dan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan. Menurutnya penyelenggaraan Workshop dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan salah satu aksi nyata dari pemerintah dalam mendorong ekonomi pasca bencana bagi pegiat ekonomi kreatif di Bukittinggi. 


"Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari 3 subsektor, yakni kuliner, kriya dan fashion. Workshop akan terselenggara dalam 1 hari, dengan rangkaian pemaparan materi, dilanjut dengan studi kasus, praktek dan simulasi serta pemberian feedback kepada peserta," ujarnya.


Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, Bukittinggi merupakan kota yang kaya akan keunggulan produk, seperti bordir, songket serta kerajinan tangan dan juga pada usaha dibidang kuliner. Ia berharap anak-anak muda maupun masyarakat dapat menciptakan ekonomi kreatif yang bisa mencapai pasar global.  


Ia mengatakan, ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh masyarakat menjadi salah satu hal yang penting bagi ekonomi Indonesia. Sejarah dan budaya perlu digali dari apa yang ditekuni. Ia berpesan peserta dapat mengikuti workshop dengan serius. (Sandra)

Pasbar,Lintas Media News Com.


Panitia Pemilihan Wali Nagari Rabi Jonggor ,Kecamatan Gunung Tuleh ,gelar acara Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Calon Wali Nagari Rabi Jonggor , tepatnya di Gedung Sarumbuk Maroban Tua Jln.Bagindo Bujang ,Paraman Ampalu,Kamis 27/8.2026.


Penetapan ini diawali dengan beberapa rangkaian acara,tampak dihadiri oleh : Nelfa Yanti mewakili Camat ,Doni Mewakili Kapolsek,Nafil Niskal mewakili Danramil ,M.Zunni Pj.Wali Nagari ,Robin Sanggara Ketua Bamus , Para Calon Wali Nagari, Akmaluddin,Mursal Tokoh masyarakat,para anggota Bamus ,Jorong serta undangan lainnya.


M.Zunni dalam sambutannya mengatakan adanya kerinduan masyarakat akan hadirnya Wali Nagari Depenitif ,karena lebih kurang tujuh tahun ,menceritakan kepemimpinannya sudah yang ke tiga kalinya untuk itu Ia berharap pembangunan nagari ini menjadi lebih baik, pemilihan ini merupakan suatu keharusan ,bahkan ada 87 Nagari yang belum depenitif,hanya ada 3 Nagari sebutnya.


Ditempat yang sama Robin mengatakan terkait dengan tahapan-tahapan yang sudah selesai,seraya berharap kepada seluruh masyarakat untuk dapat datang ke tempat pemungutan suara pada tanggal 3 Oktober untuk memberikan hak pilihnya dengan bijak,bisa membuat Nagari lebih baik,lancar dan di ridhoi oleh Allah pintanya.


Saat dikonfirmasi Media ini Sulkani ketua Panitia sekaligus Ketua PPWN yang didampingi Warta Irawan Sekretaris,Gusnidar,Yuhaldi Nasution Atrusal Susilawarni,,Desi Erviana,Ahmadsyah Anggota , mengatakan telah melakukan kegiatan ini sesuai tahapan-tahapan sebelumnya,


Hari ini terkait pencabutan dan penetapan Nomor Urut yang mereka dapat tetap sama untuk nomor urut 1 Sanra Mora ,2 Syakri Lubis 3 Havis Bayer ,4 Fahrein ,5 Haskim, penandatangan Berita Acara ,Sosialisasi pelaksanaan pemilihan yang berbeda dengan sebelumnya hanya manual sekarang dengan Sistim E.-Voting,mengingatkan masyarakat tidak ada tertinggal ,jumlah pemilih sementara 2613, Ia berharap kepada para Calon Wali Nagari ini lebih memahami Pilwana ini ,mari bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif ,Berkeluarga serta Badunsanak ,karena siapa pun yang menang inilah pilihan kita terbaik pintanya 


Selain itu penyampaian Visi-Misi dari para Calon Wali Nagari yang hampir sama terkait :pelayanan masyarakat ,Program termasuk: Bumnag, Sanitasi,psriwisata Pertanian,penanganan Sampah infra struktur lainnya



Padang,Lintas Media News
Ketua DPRD Sumbar Muhidi memimpin rapat paripurna dengan agenda penetapan Rencana Kerja (Renja) DPRD Tahun 2027 dan Penyampaian Laporan  Reses  Masa Persidangan Ketiga Tahun 2025/2026 dan dilanjutkan dengan Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun 2025/2026 sekaligus Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun 2026/2027 di ruangan sidang utama DPRD Sumbar.Kamis (27/8/2026).

Dalam sambutannya,Muhidi mengatakan untuk memastikan tercapainya target yang ditetapkan secara efektif, efisien, terencana dan sistimatis, maka perlu disusun Rencana Kerja (RENJA) yang berisikan rencana anggaran, target capaian kinerja, serta Langkah-langkah pelaksanaannya dalam kurun waktu tertentu.

Disamping sebagai dokumen perencanaan, RENJA juga merupakan instrument untuk mengukur kinerja serta efektivitas dari program dan kegiatan yang dilaksanakan.Ujar Muhidi.

Menurut Muhidi,DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, maka dalam rangka efektivitas dan akuntabiltas pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangannya, diwajibkan untuk menyusun RENJA  Tahunan. RENJA DPRD ini, akan menjadi pedoman penyusunan kegiatan dan kebutuhan anggaran dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan DPRD oleh Sekretaris DPRD.

Muhidi menyebutkan.RENJA DPRD disusun, dikoordinasikan dan disinkronisasikan oleh Badan Musyawarah berdasarkan RENJA masing-masing alat kelengkapan DPRD. Berkenaan dengan hal tersebut, sesuai dengan waktu yang diberikan, Pimpinan DPRD bersama Badan Musyawara telah merampungkan penyusunan RENJA untuk Tahun 2027.

"Untuk itu, pada kesempatan ini kami atas nama Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Badan Musyawarah yang telah merampungkan penyusunan RENJA Tahunan DPRD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2027"Kata Muhidi. 

Pada kesempatan itu Muhidi juga menyampaikan.Selain menyiapkan rencana kerja, DPRD Sumbar juga telah menyerap berbagai aspirasi masyarakat melalui pelaksanaan reses Masa Persidangan Ketiga Tahun 2025/2026 yang berlangsung pada 18 hingga 24 Agustus 2026.

Berbagai masukan disampaikan masyarakat dan pemerintah daerah, mulai dari usulan pembangunan baru hingga mengingatkan kembali sejumlah kebutuhan yang sebelumnya telah disampaikan namun belum masuk dalam program pembangunan.Sebutnya.

Menurut Muhidi, seluruh aspirasi tersebut akan menjadi perhatian DPRD untuk selanjutnya disampaikan kepada pemerintah daerah.

“Aspirasi yang disampaikan masyarakat tentu menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk memperjuangkannya,” ujarnya.

Ia berharap hasil reses dapat menjadi salah satu bahan dalam penyusunan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

“Semoga aspirasi yang telah dihimpun dapat ditampung dalam program dan kegiatan pembangunan daerah,” kata Muhidi.
Dalam pelaksanaan fungsi pembentukan Perda, DPRD bersama pemerintah daerah telah menetapkan Ranperda tentang Penyertaan Modal PT Jamkrida dan Ranperda tentang Pertanggungjawaban APBD Tahun 2025.

Menurut Muhidi,sejumlah Ranperda lainnya masih dalam tahap pembahasan, di antaranya Ranperda tentang Jasa Konstruksi, Perlindungan dan Pemberdayaan Petani serta perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Untuk fungsi anggaran, DPRD bersama pemerintah daerah juga telah membahas Perubahan KUA-PPAS Tahun 2026 dan KUA-PPAS Tahun 2027 yang ditetapkan pada 14 Agustus 2026.

Selanjutnya, pembahasan RAPBD Perubahan Tahun 2026 dan RAPBD Tahun 2027 akan dilaksanakan pada Masa Persidangan Pertama Tahun 2026/2027.

Sementara itu, fungsi pengawasan terus dilakukan DPRD melalui komisi-komisi dan Bapemperda. Pengawasan dilakukan melalui rapat kerja maupun kunjungan lapangan terhadap pelaksanaan Perda, Pergub serta program dan kegiatan OPD yang telah dialokasikan dalam APBD.

Dari kegiatan tersebut, DPRD telah menghimpun sejumlah catatan dan rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan pelaksanaan program pembangunan.

Muhidi menyadari, berbagai agenda tersebut perlu dijalankan dengan pengaturan yang baik, terlebih kondisi fiskal daerah saat ini membutuhkan perhatian bersama.

“Banyak tugas yang harus kita kerjakan secara beriringan. Karena itu, kita harus mengatur sedemikian rupa agar semua target kinerja dapat kita wujudkan dan selesaikan dengan baik,” tuturnya.

Memasuki Masa Persidangan Pertama Tahun 2026/2027, DPRD Sumbar akan melanjutkan sejumlah agenda, termasuk pembahasan APBD, sejumlah Ranperda serta agenda pembangunan lainnya yang telah direncanakan.

Pada kesempatan yang sama,Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga kesinambungan pembangunan dengan memperhatikan kemampuan fiskal dan kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya menjalankan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah secara konsisten, dengan tetap memperhatikan kemampuan fiskal daerah, efektivitas belanja serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” ujar Vasko.

Ia menyebutkan, program prioritas pemerintah tetap diarahkan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan infrastruktur serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Vasko, evaluasi perlu terus dilakukan agar setiap program yang telah berjalan dapat memberikan hasil yang semakin baik.

“Apa yang sudah baik harus kita pertahankan dan tingkatkan, sementara berbagai kekurangan harus menjadi bahan perbaikan dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program pada periode berikutnya,” katanya.

Vasko juga menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan kemitraan antara Pemprov Sumbar dengan DPRD.

“Kami meyakini kemitraan yang kuat antara Pemerintah Daerah dan DPRD akan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan,” ujarnya.

Ia menilai perbedaan pandangan dalam pembahasan kebijakan merupakan bagian dari proses demokrasi yang dapat memperkaya proses pengambilan keputusan.

“Melalui perbedaan pandangan, kita dapat menguji, menyempurnakan dan menghasilkan kebijakan yang lebih baik serta lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tutur Vasko.

Memasuki masa persidangan berikutnya, ia mengajak seluruh pihak meningkatkan koordinasi, komunikasi dan kerja sama agar berbagai agenda pembangunan dapat berjalan secara baik dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Setiap agenda yang akan kita bahas hendaknya senantiasa ditempatkan dalam kerangka kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah,” pungkasnya.(st)

 

PADANG, Lintasmedia News— Dewan Energi Nasional (DEN) Republik Indonesia melakukan kunjungan ke PT Semen Padang, Kamis (27/8/2026), untuk meninjau penerapan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Pabrik Indarung V. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung implementasi efisiensi energi di industri, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi yang dapat mendukung ketahanan energi nasional.


Kunjungan Anggota DEN Republik Indonesia Satya Widya Yudha yang didampingi Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Sumartono tersebut disambut langsung oleh Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa, Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan Idris, serta Kepala Unit Tenaga & Utilitas Harri Kurniawan.


Dalam pertemuan tersebut, manajemen PT Semen Padang memaparkan implementasi dan manfaat WHRPG yang telah dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan energi listrik dalam proses produksi semen di Pabrik Indarung V.

Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa menyampaikan apresiasi atas kunjungan DEN ke lingkungan perusahaan. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi dan membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan efisiensi energi di sektor industri.


“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Dewan Energi Nasional ke PT Semen Padang, khususnya dalam rangka peninjauan WHRPG di Pabrik Indarung V,” kata Andria.


Ia menjelaskan, WHRPG merupakan teknologi konservasi energi yang memungkinkan panas buang dari proses industri dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan tenaga listrik. Teknologi tersebut menjadi salah satu bentuk konkret komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan penggunaan energi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.


Di Pabrik Indarung V, panas buang yang dimanfaatkan dalam sistem WHRPG berasal dari dua sisi utama proses produksi, yakni suspension preheater dan clinker cooler. Panas yang sebelumnya berpotensi terbuang tersebut kemudian dikonversi menjadi energi listrik untuk mendukung kebutuhan operasional pabrik.


Penerapan WHRPG di PT Semen Padang merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian dengan Pemerintah Jepang melalui New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang sejak 2011. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari pengembangan teknologi yang mendukung efisiensi energi pada sektor industri.


Andria mengatakan keberadaan WHRPG memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan konsumsi listrik eksternal Pabrik Indarung V. Dari total kebutuhan listrik pabrik yang mencapai sekitar 34,8 megawatt (MW), WHRPG mampu menghasilkan listrik sekitar 5 hingga 6 MW.


Dengan capaian tersebut, kontribusi WHRPG terhadap kebutuhan listrik pabrik berada pada kisaran 14,4 persen hingga 17,2 persen. Bahkan, kontribusinya dapat mencapai 24,4 persen apabila sistem WHRPG dapat beroperasi secara penuh dengan kapasitas hingga 8,5 MW.


“Ini tentunya memberikan manfaat yang cukup besar bagi operasional perusahaan, terutama dalam mendukung efisiensi penggunaan energi. Kami terus berupaya agar pemanfaatan energi di lingkungan PT Semen Padang semakin optimal,” ujarnya.


Menurut Andria, efisiensi energi tidak hanya berkaitan dengan upaya menekan konsumsi listrik, tetapi juga merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan operasional dan meningkatkan daya saing industri. Karena itu, berbagai peluang pengembangan dan optimalisasi teknologi energi akan terus menjadi perhatian manajemen.


Ia berharap diskusi dan peninjauan yang dilakukan bersama DEN dapat menghasilkan peluang baru yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat penerapan efisiensi energi di PT Semen Padang.


“Kami berharap dari diskusi dan pertemuan ini ada peluang yang bisa dimanfaatkan. PT Semen Padang tentunya mendukung berbagai upaya efisiensi energi,” katanya.


Sementara itu, Anggota DEN Republik Indonesia Satya Widya Yudha menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan jajaran manajemen PT Semen Padang. Ia menilai penerapan teknologi pemanfaatan panas buang menjadi energi listrik merupakan langkah positif dalam mendukung agenda ketahanan energi.


Menurut Satya, efisiensi energi di sektor industri memiliki peran strategis karena tidak hanya berdampak terhadap pengelolaan biaya dan operasional perusahaan, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya nasional dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi.


“Terima kasih atas sambutan dari manajemen PT Semen Padang. Ini merupakan hal yang baik dalam mendukung ketahanan energi,” ujar Satya.


Ia berharap PT Semen Padang dapat terus berkembang dan meningkatkan inovasi di bidang energi sehingga kontribusinya terhadap efisiensi energi dan ketahanan energi nasional semakin besar.


“Semoga PT Semen Padang semakin maju ke depannya,” katanya.


Kunjungan DEN tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia industri dalam mendorong pemanfaatan teknologi energi yang lebih efisien. Bagi PT Semen Padang, optimalisasi WHRPG menjadi salah satu langkah nyata untuk mengubah potensi energi yang sebelumnya terbuang menjadi sumber daya produktif, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan terhadap efisiensi dan keberlanjutan.


Di tengah kebutuhan energi industri yang semakin besar, pemanfaatan teknologi seperti WHRPG menjadi semakin relevan. Selain membantu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan listrik eksternal, teknologi tersebut juga memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan panas buang dari proses produksi secara lebih optimal.


Langkah tersebut sejalan dengan semangat PT Semen Padang untuk terus meningkatkan efisiensi operasional melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi, sekaligus mengambil bagian dalam mendukung agenda ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.