Pemprov Sumbar
[Pemprov Sumbar][column2]
Sumbar, Lintasmedia News– Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Barat mengungkap 43 kasus tindak pidana narkotika dengan 51 tersangka sepanjang 1 Juli hingga 10 Agustus 2026. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 152.288,53 gram ganja, 1.813,48 gram sabu, serta 224 butir ekstasi dan 36,08 gram.
Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti narkotika, dipimpin langsung Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., di halaman Mapolda Sumbar, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat, unsur TNI, BNNP Sumbar, Kejaksaan Tinggi Sumbar, Kabinda Sumbar, pejabat utama Polda Sumbar, tokoh adat dan agama, Bea Cukai serta insan media.
Dari 51 tersangka, 49 merupakan laki-laki dan dua perempuan. Berdasarkan asumsi satu gram sabu digunakan oleh lima orang dan satu gram ganja oleh satu orang, barang bukti yang diamankan diperkirakan dapat menyelamatkan lebih dari 47 ribu jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.
Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy mengatakan, narkotika masih menjadi ancaman serius karena dampaknya tidak hanya terhadap kesehatan, tetapi juga keluarga, keamanan, dan masa depan generasi bangsa.
“Narkotika tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga menghancurkan keutuhan keluarga, mengganggu stabilitas sosial, meningkatkan angka kriminalitas, dan melemahkan produktivitas masyarakat,” ujar Irjen Pol. Djati.
Menurutnya, pemberantasan narkotika bukan semata persoalan penegakan hukum, tetapi juga bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang sehat, produktif, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
“Polda Sumatera Barat akan terus mengoptimalkan upaya preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara terpadu serta menindak tegas setiap pelaku tindak pidana narkotika sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.
Sejumlah perkara menonjol turut berhasil diungkap. Pada Juli 2026, Ditresnarkoba Polda Sumbar mengungkap tujuh kasus dengan 10 tersangka dan menyita 60.778,95 gram ganja serta 201 butir ekstasi dan 36,08 gram.
Sementara pada Agustus, tiga kasus diungkap dengan lima tersangka. Polisi menyita 1.461,79 gram sabu dan 7.573,92 gram ganja. Satresnarkoba Polres Padang Pariaman juga mengungkap satu kasus dengan satu tersangka dan menyita 56.374,53 gram ganja.
Salah satu pengungkapan terjadi di Kabupaten Pasaman. Pada 5 Agustus 2026, polisi mengamankan R.S. di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Rao. Dari tangan tersangka ditemukan enam paket kecil sabu serta satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver yang terpasang dua butir amunisi.
Senjata api tersebut diduga digunakan untuk melindungi diri saat melakukan transaksi narkotika. Namun, penyidik masih mendalami kepemilikan senjata tersebut.
Di Pasaman Barat, polisi mengamankan J.A. pada 27 Juli 2026 dengan 30 paket besar ganja. Hasil pengembangan kemudian mengarah kepada R.H. dan H.S. yang turut diamankan bersama tujuh paket besar ganja.
Keduanya menggunakan sepeda motor dan memanfaatkan jalur tikus menuju kawasan perkebunan sawit untuk membawa narkotika tersebut.
Kasus lainnya berkaitan dengan jaringan yang memanfaatkan jalur penerbangan melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Pada 6 Agustus 2026, polisi mengamankan M di Terminal Bus Aur Kuning, Bukittinggi.
Penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan temuan dua paket besar sabu dalam koper penumpang pesawat Pelita Air IP351 tujuan Jakarta. Dalam perkara tersebut, M diduga menggunakan identitas palsu atas nama W.F. untuk membeli tiket, sementara identitas aslinya menggunakan nama M.
Kapolda menjelaskan, sebagian besar pengungkapan berawal dari informasi masyarakat maupun hasil pengembangan perkara sebelumnya. Informasi tersebut ditindaklanjuti melalui penyelidikan, mulai dari pengumpulan bahan keterangan, observasi, surveillance, pemetaan jaringan hingga penggunaan metode undercover buy dalam perkara tertentu.
Ia menegaskan, pemberantasan narkoba membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk TNI, BNN, pemerintah daerah, kejaksaan, instansi terkait, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat.
“Penanganan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan kerja bersama yang konsisten, terintegrasi, dan berkesinambungan,” katanya.
Irjen Pol. Djati juga mengapresiasi seluruh personel dan pihak yang mendukung pengungkapan perkara narkotika serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai peredaran narkoba.
“Mari kita jadikan pemberantasan narkoba sebagai tanggung jawab bersama. Jaga generasi muda, putus mata rantai peredaran narkoba, dan wujudkan Sumatera Barat yang sehat, aman, serta bebas narkoba menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Padang, Lintasmedia News- Pada setiap tanggal 17 Agustus negara ini merayakan Hari Ulang Tahun Repulik Indonesia (HUT-RI). Tahun 2026 ini, usia NKRI sudah memasuki 81 tahun. Namun apakah rakyat sudah merasakan kemerdekaan itu?
Bagi Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, SH., kemerdekaan itu harus di nikmati oleh semua anak bangsa.
Menurut pria yang akrab disapa Aye ini, jangan ada lagi masyarakat miskin tidak bisa berobat, jangan ada lagi anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah.
"Jangan ada lagi orang tua tinggal digubuk yang tidak layak, jangan ada lagi atlet berprestasi yg tidak dihargai dan berhenti berprestasi karena tidak ada biaya," tegas alumnus SMA Negeri 5 Padang ini melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Selasa, 18 Agustus 2026.
Ditegaskan Aye, jangan ada lagi warga yang tidak nyaman hidup di negri ini, karena dipalak ketika parkir, dipakuk katika bayar makanan, dijamret karena sedang berkendaraan.
Dikatakan politisi Partai Gerindra ini, jangan ada lagi guru tidak nyaman ketika mau kesekolah, jangan ada lagi inrimidasi kepada kepala sekolah dan guru-guru oleh kepala dinas.
"Karena sesungguhnya kemerdekaan itu, ketenangan katika beraktifitas," kata anak buah Prabowo ini. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
PADANG, Lintasmedia News— Wali Kota Padang Fadly Amran memberikan motivasi kepada Muhamad Fakhri (18), Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Padang 2025 sekaligus Duta GenRe Sumatera Barat (Sumbar), yang akan mewakili Sumbar pada Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Nasional (Adujaknas) GenRe Indonesia 2026 di Jakarta, September mendatang.
Motivasi tersebut disampaikan Fadly Amran saat menerima audiensi Muhamad Fakhri di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (18/8/2026).
Dalam audiensi itu turut hadir Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar Rusdi, Kepala DP3AP2KB Kota Padang Boby Firman, Wakil Ketua Forum GenRe Sumbar Bobby Amsyah Putra, serta Ketua Forum GenRe Kota Padang Muhammad Zidan.
Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Fakhri sekaligus memberikan dorongan agar kesempatan tampil di tingkat nasional tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.
Menurut Fadly, menjadi Duta GenRe bukan semata-mata tentang prestasi dalam sebuah ajang pemilihan. Lebih dari itu, seorang duta memiliki tanggung jawab untuk menjadi figur muda yang mampu memberikan pengaruh positif serta menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.
“Duta GenRe harus mampu menyikapi isu remaja, seperti tawuran, bullying, pergaulan bebas, pernikahan dini, hingga stunting. Dengan kemampuan komunikasi dan intelektual yang dimiliki, semoga mereka dapat menyampaikan edukasi yang relevan,” ujar Fadly.
Ia menilai, berbagai persoalan yang dihadapi remaja saat ini membutuhkan pendekatan yang dekat dengan dunia anak muda.
Karena itu, keberadaan Duta GenRe diharapkan mampu menjadi jembatan dalam menyampaikan informasi dan edukasi yang mudah diterima oleh kalangan remaja.
Fadly juga menekankan pentingnya keberadaan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan mereka.
Menurutnya, Duta GenRe memiliki posisi strategis untuk mengajak remaja mengambil keputusan yang tepat dalam merencanakan masa depan, membangun karakter, menjaga kesehatan reproduksi, serta mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang.
“Semoga Fakhri dapat tampil maksimal, membawa nama baik Kota Padang dan Sumatera Barat, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi generasi muda,” katanya.
Berawal dari Duta PIK-R Melati SMAN 12 Padang
Muhamad Fakhri merupakan Duta PIK-R Melati SMAN 12 Padang. Perjalanan Fakhri di bidang GenRe dimulai dengan keberhasilannya meraih predikat Duta GenRe Kota Padang 2025.
Prestasi tersebut kemudian berlanjut di tingkat provinsi. Fakhri berhasil menjadi juara pada Pemilihan Duta GenRe Sumbar 2025 dan berhak mewakili Sumatera Barat pada ajang GenRe tingkat nasional.
Pada Adujaknas GenRe Indonesia 2026, Fakhri akan tampil bersama Kuntum Khairiyatul Ummah (18) dari SMAN 2 Padang Panjang. Keduanya merupakan pasangan yang berhasil meraih juara pertama dalam Pemilihan Duta GenRe Sumbar 2025.
Kesempatan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Fakhri untuk memperkenalkan berbagai program dan pengalaman pembinaan GenRe yang telah dijalankan di Kota Padang dan Sumatera Barat.
Fakhri menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Padang atas dukungan dan motivasi yang diberikan kepadanya. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi tambahan semangat dalam mempersiapkan diri menghadapi ajang tingkat nasional.
Ia mengaku ingin menjadikan kesempatan tersebut tidak hanya sebagai ajang untuk berkompetisi, tetapi juga sebagai ruang untuk menunjukkan kebermanfaatan program GenRe bagi masyarakat, khususnya remaja.
“Penilaian dalam Pemilihan Duta GenRe Indonesia 2026 menitikberatkan pada ekspos program kerja dan keberdampakan terhadap masyarakat,” ujar Fakhri.
Karena itu, ia bersama tim akan berupaya menampilkan program kerja dan pengalaman yang telah dilakukan selama menjalankan peran sebagai Duta GenRe Kota Padang dan Sumbar.
Siap Bawa Nama Padang dan Sumbar
Menghadapi persaingan di tingkat nasional, Fakhri mengaku siap membawa pengalaman pembinaan GenRe yang diperolehnya di Kota Padang dan Sumatera Barat sebagai modal untuk tampil maksimal.
Ia berharap berbagai program yang telah dijalankan dapat menjadi bukti bahwa generasi muda tidak hanya menjadi sasaran program pembangunan, tetapi juga dapat terlibat secara aktif dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan remaja.
“Semoga saya dapat memberikan yang terbaik dan membawa nama baik Kota Padang serta Sumatera Barat,” katanya.
Fakhri juga berharap keikutsertaannya dalam Adujaknas GenRe Indonesia 2026 dapat menjadi pengalaman berharga sekaligus membuka ruang lebih luas untuk memperkuat jejaring dengan generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi Pemerintah Kota Padang, keberangkatan Fakhri ke ajang nasional tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda agar terus mengembangkan potensi dan mengambil peran dalam pembangunan.
Melalui peran Duta GenRe, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyampaikan edukasi sebaya mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga, pencegahan pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, perilaku berisiko, serta berbagai persoalan lain yang berkaitan dengan masa depan remaja.
Dengan dukungan pemerintah, sekolah, keluarga, dan komunitas, keberadaan Duta GenRe diharapkan tidak berhenti pada pencapaian prestasi di tingkat daerah maupun nasional, tetapi terus memberikan dampak nyata dan menjadi inspirasi bagi remaja lainnya.
Adujaknas GenRe Indonesia 2026 di Jakarta pada September mendatang pun menjadi momentum bagi Fakhri untuk membawa semangat tersebut ke tingkat nasional sekaligus mengharumkan nama Kota Padang dan Sumatera Barat. (***)
Pasbar, Lintas Media Com.
Ketua DPD Partai Nasional Demokrad Kabupaten Pasaman Barat ,gelar rapat Persiapan acara Pelantikan Pengurus DPD tepatnya di Aula Sekretariat setempat Selasa Siang 18/8 Simpang Empat .
Rapat ini tampak dihadiri Anggota DPRD dari Fraksi Partai Nasdem dan para Pengurus Partai serta DPC.
Guntara dalam sambutannya mengatakan terkait perkembangan Partai yang dipimpinnya ,begitu juga sejumlah Persiapan-persiapan yang harus dilaksanakan secara matang , mulai dari pembentukan Ketua Panitia Pelaksana (Ayatollah Imam Madani ) acara ,pembahasan Anggaran-anggaran Biaya dan Agenda penting lainnya ,termasuk : penyambutan ,penginapan Tamu dengan Tari Pasambahan, Kuda Kepang ,perlengkapan Tenda , Tutik-titik Bendera Partai ,Kostum serta sejumlah program ,kegiatan kinerja ,bahkan Sejarah Partai Nasdem selama ini serta pemberian sertifikat kepada para Simpatisan ungkap mantan Anggota DPRD Pasbar ini.
Tidak hanya itu yang Ia katakan ,tetapi menyangkut bagaimana loyalitas dan perhatian para pendukung Nasdem terhadap Partai mereka ,agar tetap Solid , kompak ,apalagi tidak lama lagi perhelatan Pemilihan Dewan tahun 2029 akan semakin dekat tegasnya.
Acara Pelantikan yang digelar pada bulan September ini ,kalau tidak ada aral melintang ,akan mendatangkan Dewan Pimpinan (DPP Partai) ,Anggota DPR RI Sindy Aulia Monica, Ketua DPW Provinsi Sumatera Barat Fatly Amran dan Pengurus.
Kegiatan yang diperkirakan satu hari penuh ini ,akan mendatangkan Bintang Tamu dari Ibu kota ini ,siapa Dia ,kalau bukan Nafa Urbach tentu ini pasti Seru dan Wah.,...wah pasti kita tunggu kedatangan nya pungkas Guntara lagi ,pasti kita berkibrah untuk kemajuan Partai yang kita Cintai ini katanya.(***)
Lintasmedia News- Wali Kota Padang, Fadly Amran, memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tingkat Kota Padang di Lapangan Upacara Balai Kota Padang, Senin (17/8/2026) pagi.
Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur Forkopimda Kota Padang, Ketua TP-PKK Kota Padang, Ny. Dian Puspita Fadly Amran, pimpinan OPD di lingkungan Pemko Padang, serta Wali Kota Cilik Padang 2026, Muhammad Alkhalifi Hakim, bersama Wakil Wali Kota Cilik, Mufidah Salma Putri, dan sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Dalam amanatnya, Fadly Amran mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Padang menjadikan 81 tahun kemerdekaan RI sebagai momentum refleksi dan memperkuat semangat bersama untuk melanjutkan pembangunan Kota Padang.
Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan perjuangan sesuai peran masing-masing, termasuk melalui kerja nyata aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“81 tahun kemerdekaan bukanlah waktu yang singkat. Sebagai warga negara yang baik dan menghargai perjuangan para pahlawan bangsa, kita harus terus berjuang untuk bangsa dan daerah sesuai kapasitas masing-masing," katanya.
Lebih lanjut, Fadly Amran juga menekankan semangat kemerdekaan menjadi energi untuk memperkuat pembangunan di Kota Padang, terlebih Kota Padang baru saja menghadapi bencana hidrometeorologi yang membutuhkan kekuatan kebersamaan untuk segera bangkit.
“Setiap HUT RI harus menjadi momentum introspeksi untuk meningkatkan kualitas pembangunan dari tahun ke tahun. Mari kita perkuat pembangunan melalui kebersamaan, kolaborasi dan kerja nyata demi mewujudkan kejayaan Kota Padang," pungkasnya.
Pada upacara tersebut, Wali Kota Padang menyerahkan secara simbolis tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah ASN dengan masa pengabdian 10, 20 dan 30 tahun sebagai penghargaan atas dedikasi dalam menjalankan tugas serta melayani masyarakat. (***)
Padang, Lintasmedia News — Pemerintah Kota Padang kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Di tengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kota Padang dinobatkan sebagai Terbaik 1 Anugerah Adinata Syariah tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2026.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi kepada Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Padang, Raju Minropa, yang hadir mewakili Wali Kota Padang Fadly Amran. Penyerahan berlangsung di Istana Gubernur Sumatera Barat, Senin (17/8/2026), usai pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Capaian ini menjadi catatan penting bagi Kota Padang dalam upaya memperkuat pembangunan ekonomi yang tidak semata berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai agama, budaya, serta keberlanjutan.
Anugerah Adinata Syariah sendiri merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada kepala daerah kabupaten/kota yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan ekonomi syariah. Penilaian tersebut mencakup komitmen pemerintah daerah, program kerja yang berkelanjutan, hingga berbagai upaya nyata dalam mendorong pengembangan ekosistem ekonomi syariah di daerah.
Dengan demikian, penghargaan yang diterima Kota Padang bukan sekadar seremoni atau pengakuan administratif. Predikat Terbaik 1 menjadi gambaran atas konsistensi pemerintah daerah dalam menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu bagian dari arah pembangunan kota.
Posisi Kota Padang sebagai yang terbaik semakin istimewa karena harus bersaing dengan sejumlah kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat.
Dalam pemeringkatan tersebut, Kota Padang berada di posisi pertama, disusul Kabupaten Limapuluh Kota sebagai juara kedua, Kota Pariaman juara ketiga, Kabupaten Sijunjung juara keempat, Kabupaten Solok Selatan juara kelima, dan Kota Payakumbuh juara keenam.
Sekdako Padang Raju Minropa menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Padang dalam mengembangkan ekonomi syariah.
“Alhamdulillah. Upaya Pemerintah Kota Padang untuk mengembangkan ekonomi syariah mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,” ujar Raju.
Ia menilai penghargaan tersebut sekaligus menjadi penyemangat bagi Pemerintah Kota Padang untuk terus memperkuat program-program pembangunan yang memiliki keterkaitan dengan nilai keagamaan dan budaya.
Raju berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah predikat, tetapi dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas dan kesinambungan pengembangan ekonomi syariah di Kota Padang.
“Mudah-mudahan anugerah ini sekaligus menjadi bukti konkret dari visi Kota Padang yang diusung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang yang menyelaraskan kota yang maju namun tetap berlandaskan kepada agama dan budaya,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan Kota Padang diarahkan untuk berjalan beriringan dengan karakter masyarakat dan identitas daerah. Kemajuan ekonomi dan modernisasi kota diharapkan tidak menghilangkan nilai-nilai agama serta budaya yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Minangkabau.
Pengembangan ekonomi syariah pun memiliki ruang yang luas. Tidak hanya berkaitan dengan sektor keuangan syariah, tetapi juga menyentuh aktivitas ekonomi masyarakat, penguatan pelaku usaha, pengembangan produk halal, peningkatan literasi ekonomi syariah, serta penciptaan ekosistem usaha yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Karena itu, keberhasilan Kota Padang meraih peringkat pertama Anugerah Adinata Syariah Sumatera Barat menjadi momentum untuk memperluas manfaat ekonomi syariah hingga ke lapisan masyarakat.
Prestasi tersebut juga menambah deretan capaian Kota Padang di tengah agenda pembangunan kota yang terus digenjot pemerintah daerah. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir, nilai agama dan budaya diposisikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan Kota Padang yang maju.
Momentum penyerahan penghargaan yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga memberikan makna tersendiri. Di hari ketika bangsa Indonesia memperingati kemerdekaan, Kota Padang menerima pengakuan atas upayanya membangun fondasi ekonomi yang diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Penghargaan tersebut pada akhirnya bukan sekadar simbol keberhasilan pemerintah daerah, melainkan juga tantangan untuk menjaga konsistensi. Predikat Terbaik 1 harus menjadi pemacu agar pengembangan ekonomi syariah di Kota Padang semakin inklusif, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan capaian ini, Kota Padang menunjukkan bahwa cita-cita menjadi kota yang maju dapat berjalan seiring dengan penguatan agama dan budaya. Sebuah arah pembangunan yang menempatkan kemajuan bukan hanya pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada nilai, kebermanfaatan, dan kualitas kehidupan masyarakat. (***)
Pasbar, Lintas Media Com.
.H.Marwazi ,B.Sekretaris Fraksi Partai Gerindra dan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasaman Barat jadi pembaca Proklamasi pada HUT RI ke 81,tepatnya di halaman Upacara MTS N 7 Sungai Aur, Nagari Seberang Kenaikan ,Kecamatan Gunung Tuleh,Senin,17/8.2026
Pada kegiatan Upacara tersebut dihadiri oleh para Undangan ,tampak :Riswan Ketua Badan Permusyawaratan Nagari ,Zulpandri,S.Ag,M.Pd Kepsek MTS N 7 ,Ny.Haswinda Marwazi , Hartati Bundo Kandung,Ny.Gaparli Ketua PKK Nagari ,M.Ikhzan Sekna, para Jorong,Ikhwandri tokoh Agama,Safri tokoh Pendidikan,Sutan dan Elpin tokoh masyarakat, perangkat Bamus dan Nagari ,Kepsek ,TK/SD N,/SMP N/MTS N, para Majelis Guru,Pemuda serta masyarakat.
Marwazi usai acara berakhir saat di konfirmasi mengenai hari bersejarah bangsa Indonesia ini merupakan momentum yang harus kita ingat ,betapa pahit dan getirnya perjuangan yang dilakukan oleh para Tokoh bangsa ini untuk melawan sang penjajah dengan amengorbankan jiwa dan raga untuk diakui menjadi negara yang berdaulat tegasnya.
Untuk itu sebagai warga negara yang baik terus menciptakan rasa persatuan dan kesatuan yang tinggi ,memiliki ,rasa Nasionalisme dan harapan kepada para generasi Muda terus belajar dapat memberikan Inovasi-inovasi ,jangan pantang menyerah ,tapi berikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia yang kita Cintai ini, dengan mengucapkan Dirgahayu HUT RI ke 81 dengan Berdaulat Adil dan Makmur ,bersama Gerindra bergerak bersama Indonesia Raya pinta politikus Partai Gerindra ini.
Di tempat yang sama M.Syarif ketua PHBN menambahkan terkait Pelaksanaan Upacara 17 Agustus Tahun 2026 ini berjalan Tertib hikmat dan lancar, apalagi kekompakan berjalan baik antara Pemerintah Nagari dengan Bamus ,para tokoh masyarakat, Pemuda ,apalagi upacara HUt ke 81 ini dilaksanakan dengan berbagai kegiatan lomba, baik tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah termasuk kegiatan acara carnaval, Gerak Jalan Santai dan Indah atau kegiatan lainnya ,di sana sininya tampak kemeriahan kemeriahan itu dengan berbagai kibaran Morawa ,penaikan Bendera dan antusias masyarakat tumpak ruah memeriahkannya cukup berperan aktif timpal M.Ikhsan Sekna Seberang Kenaikan dengan nada bangga.
Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Pada Peringatan HUT RI ke 81 tahun 2026, Pemerintah Kota Bukittinggi mencatat satu sejarah, dengan menggelar prosesi penyerahan bendera pusaka langsung dari bawah Jam Gadang Senin, 17 Agustus 2026. Diketahui, Kota Bukittinggi menjadi satu dari tiga daerah di Indonesia yang melaksanakan upacara peringatan detik-detik proklamasi.
Prosesi ini tergolong menarik, karena pada tahun-tahun sebelumnya penyerahan bendera pusaka merah putih kepada Paskibraka dilaksanakan di rumah dinas Wali Kota. Pada kesempatan ini, Wali Kota Bukittinggi menyerahkan duplikat bendera pusaka dan duplikat teks proklamasi kepada Paskibraka disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota, Unsur Forkopimda, Sekda, serta seluruh SKPD di lingkungan pemerintah kota Bukittinggi.
Penyerahan bendera pusaka dilaksanakan di bawah Jam Gadang, sebagai salah satu saksi kemerdekaan dan peninggalan sejarah yang menguatkan posisi Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan. Pemilihan lokasi ini juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat mengenal dan merasakan langsung nilai sejarah serta budaya yang melekat di Kota Bukittinggi. Momen ini bertepatan karena pada 2026 Jam Gadang genap berusia 100 tahun. Hal itu disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.
Ramlan Nurmatias, menjelaskan, penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih di bawah Jam Gadang merupakan bagian dari upaya pemerintah menghargai sejarah dan perjuangan para pendahulu.
"Penyerahan bendera ini kita laksanakan di Jam Gadang karena tahun ini genap 100 tahun. Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa sejarah dan budaya bukan hanya dibaca, tetapi juga dirasakan. Ini salah satu bentuk penghargaan kita kepada para pejuang dan pendiri yang telah berjasa dalam pembangunan Bukittinggi," ujarnya.
Setelah diserahkan, bendera pusaka merah putih dan juga teks proklamasi di bawa oleh Paskibraka dan diarak menuju lokasi upacara lapangan Wira Braja Bukittinggi. Petugas membawa bendera dan teks proklamasi menggunakan mobil Maung milik Kodim 0304 Agam diiringi marching band dan dikawal oleh Polresta dan Dishub Bukittinggi. (Sandra)