Latest Post

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok


Padang,Lintas Media News
Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Sumatera Barat menyoroti kabar yang mengundang tanda tanya publik. Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Demokrat, Beny Saswin Nasrun, yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kredit modal kerja, disebut masih menerima gaji meski tak lagi aktif berkantor.

Sorotan itu disampaikan Koordinator Divisi Advokasi PBHI Sumbar, MH Fadhil Mz. Ia mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumbar segera memberikan kejelasan atas status keanggotaan Beny di lembaga legislatif tersebut.

“PBHI mendesak adanya kejelasan terkait status Anggota DPRD Sumbar Beny Saswin Nasrun ini, apakah sudah aktif atau nonaktif,” ujar Fadhil saat ditemui di Padang, Senin (12/1/2026).

Desakan itu bukan tanpa dasar. Berdasarkan data yang dimiliki BK DPRD Sumbar, Beny tercatat tidak masuk kantor sejak Juni 2025. Ketidakhadiran tersebut terjadi di tengah proses hukum yang menjeratnya. Politisi Demokrat itu telah ditetapkan sebagai tersangka melalui Surat Keputusan Kepala Kejaksaan Negeri Padang Nomor TAP-03/L.3.10/Fd.2/12/2025 tertanggal 29 Desember 2025.

Fadhil menegaskan, absensi panjang tanpa kejelasan semestinya sudah menjadi perhatian serius BK DPRD Sumbar. Ia merujuk pada ketentuan dalam Undang-Undang MD3, yakni UU Nomor 17 Tahun 2014 yang telah diubah terakhir dengan UU Nomor 13 Tahun 2019, serta peraturan DPR tentang Kode Etik.

“Jika memang sudah tidak masuk sejak Juni, di sana sudah jelas aturannya,” kata Fadhil.

Ia mengutip salah satu ketentuan pelanggaran berat yang dapat dikenai sanksi. Dalam aturan tersebut disebutkan, ketidakhadiran selama tiga bulan berturut-turut tanpa keterangan sah dalam rapat, atau enam kali berturut-turut dalam rapat paripurna tertentu, dapat berujung sanksi berat.

Lebih jauh, Fadhil mengingatkan agar BK DPRD Sumbar bersikap tegas dan transparan. Ia menegaskan, penanganan kasus ini menjadi ujian integritas lembaga kehormatan DPRD.

“Kita berharap ketegasan dari BK DPRD Sumbar terhadap anggota dewan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini,” ujarnya.

Menurut Fadhil, kasus tersebut telah menjadi perhatian publik. Ia mengingatkan, jangan sampai lambannya sikap BK justru memunculkan pesimisme masyarakat terhadap fungsi Badan Kehormatan sebagai penjaga etika.

“Jangan sampai kepercayaan publik terhadap ‘cermin moral’ DPRD Sumbar justru runtuh karena tidak adanya kejelasan,” tutup Fadhil. (***)

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

sesuai dengan edaran Kementerian Kesehatan nomor HK.02.02/C.I/4202/2025, tentang percepatan penerbitan sertifikat laik higiene sanitasi, Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Kesehatan, terus dorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bukittinggi untuk menyelesaikan pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Rabu (07/01). Ia menjelaskan, sejak awal pelaksanaan program Presiden Prabowo, Makanan Bergizi Gratis (MBG), seluruh SPPG menjalankan tugas dengan baik. Terbukti tidak ada satupun persoalan yang timbul pada setiap proses produksi hingga distribusi MBG pada setiap pelajar.

“Alhamdulillah, sejak awal sampai sekarang, tidak ada masalah pada SPPG kita,” ungkapnya. 

Ramli mengatakan, setelah dikeluarkannya surat edaran oleh Kemenkes pada Oktober 2025 lalu, pihaknya langsung mensosialisasikan hal tersebut kepada 14 SPPG yang ada di Bukittinggi. Sehingga setiap SPPG berproses untuk memenuhi syarat untuk terbitnya SLHS itu.

“Ada 14 SPPG yang beroperasi di Bukittinggi. Semuanya sudah mulai melakukan pengurusan SLHS. Kemarin sudah 2 unit mengantongi dokumen SLHS yakni SPPG di Tarok Dipo dan SPPG di Manggis Ganting. Hari ini saya juga sudah tandatangani 2 SLHS untuk 2 SPPG, yaitu, Gulai Bancah dan Bukik Apik Puhun. Bahkan satu lagi surat pengajuan SLHS juga sudah masuk dari SPPG Belakang Balok. Semuanya sudah berproses,” ungkap Ramli.

Ia menegaskan, seluruh SPPG sudah berkomitmen untuk mengurus SLHS. Ada empat syarat yang harus dipenuhi, untuk terbitnya SLHS. Seluruh petugas penjamah makanan di SPPG harus dilatih. Kedua, hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) memenuhi syarat. Ketiga, sudah melakukan pemeriksaan sampel air dan keempat sudah melakukan pemeriksaan sampel makanan.

“Untuk syarat pertama, itu semua petugas penjamah makanan di seluruh SPPG, sudah memiliki sertifikat keamanan pangan. Syarat kedua, SPPG yang belum memenuhi syarat, sedang melakukan perbaikan, sesuai rekomendasi dinas kesehatan. Syarat ketiga, seluruhnya sudah memenuhi syarat. Untuk syarat keempat, saat ini SPPG yang sudah mengirim sampel makanan ke Laboratorium Kesehatan Pangan Padang, masih menunggu hasilnya. Tentu butuh waktu, karena sudah pasti seluruh SPPG, juga mengajukan ini,” jelasnya.

Meski demikian, Kadis Kesehatan Bukittinggi yakin, hingga kini makanan yang diproduksi dari SPPG di Bukittinggi baik dan berkualitas. Apalagi Satgas MBG Bukittinggi yang digawangi oleh gabungan pemerintah kota, Polresta dan Kodim 0304 Agam, terus melakukan pengawasan dengan ketat.

Menurutnya,  izin SPPG dikeluarkan  langsung oleh Badan Gizi Nasional. Dinas Kesehatan tidak memiliki wewenang untuk mengizinkan atau menutup SPPG. Dinkes bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan dalam menjamin kualitas makanan yang diberikan pada sasaran. Upaya ini agar aman dan bermutu untuk dikonsumsi. Untuk itu, Ia menghimbau warga untuk tidak khawatir dengan program MBG di Bukittinggi. Semua sudah berproses dan pengawasan pun dilakukan dengan ketat. (Sandra).



Parik Malintang Lintas Media News com Jelang detik Hari Ulang Tahun Padang Pariaman, Pemerintah Daerah menggelar Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Padang Pariaman menjadi penanda peringatan Hari Jadi Kabupaten (HJK) Padang Pariaman ke-193. Momentum ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi agenda rutinitas tahunan, 

Sekali gus titik tolak kebangkitan pascabencana menuju Padang Pariaman yang lebih tangguh dan bermartabat.

Rapat paripurna dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, dan dihadiri Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat, Firdaus Firman, S.IP., M.E., unsur Forkopimda, Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat, jajaran DPRD, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Aprinaldi menegaskan bahwa peringatan hari jadi harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan. “Hari jadi adalah tonggak sejarah dan identitas daerah. Ini menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen untuk menghadirkan pemerintahan yang berkualitas serta pelayanan publik yang semakin baik,” ujarnya.

Nuansa reflektif semakin terasa saat tokoh masyarakat, Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag., menyampaikan dukungan moral kepada pemerintah daerah. Ia mengapresiasi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati bersama Forkopimda, serta berharap adanya dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan kembali Padang Pariaman pascabencana.Rapat paripurna kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video “Padang Pariaman: Salayang Pandang”, yang menampilkan perjalanan sejarah, potensi daerah, serta tantangan yang dihadapi ke depan.

Puncak acara ditandai dengan sambutan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, yang menegaskan arah dan semangat pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa dalam kurang lebih satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat, pemerintah daerah berkomitmen untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat.

“Kami berupaya membangun pemerintahan yang responsif, mendengar langsung keluhan warga, dan menghadirkan solusi konkret atas persoalan daerah,” ujar Bupati.

Di tengah keterbatasan anggaran serta kebijakan efisiensi fiskal nasional, Bupati JKA menegaskan pentingnya kolaborasi dan semangat kebersamaan. Mengusung tema HJK ke-193, “Bangkit Lebih Cepat Menuju Padang Pariaman Tangguh dan Bermartabat,” ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak larut dalam keterpurukan.Kita tidak boleh berlama-lama dalam kondisi sulit. Saatnya bergerak cepat, memperkuat gotong royong, dan membangun ketangguhan daerah agar Padang Pariaman mampu bangkit lebih kuat dan bermartabat,” tegasnya.

Sementara itu, sambutan Gubernur Sumatera Barat yang dibacakan Firdaus Firman menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih Kabupaten Padang Pariaman. Menurutnya, peringatan hari jadi menjadi momentum penting untuk refleksi dan penguatan semangat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rapat paripurna ditutup oleh Ketua DPRD Padang Pariaman dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Usai kegiatan, Bupati Padang Pariaman menyerahkan penghargaan kepada lebih dari 600 relawan bencana, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam membantu masyarakat Padang Pariaman melewati masa-masa sulit. (Kominfo/len)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Lorong-lorong Diklat PT Semen Padang yang biasanya bergema oleh ketukan sepatu peserta pelatihan kini berubah wajah. Kali ini, yang mengisi ruang adalah langkah-langkah kecil yang berlarian, tawa yang lepas, dan suara membaca anak-anak SD Bustanul Ulum Semen Padang. Keseriusan rapat dan pelatihan yang biasanya menumpuk di setiap sudut ruangan kini lenyap, digantikan riuh rendah keceriaan yang baru, meski lahir dari kepedihan.

Di antara riuh rendah tawa, guru-guru tampak bergantian membimbing mereka untuk membaca, menulis, dan berhitung. Suara mereka pun menembus ruang, menciptakan ritme yang berbeda dari rutinitas diklat pada umumnya. Setiap kata dan tawa seolah menjadi obat kecil bagi luka yang belum sepenuhnya sembuh. Mata anak-anak bersinar, memberikan cahaya keberanian yang tak mudah padam, meskipun bencana baru saja merenggut sebagian dunia mereka.

Anak-anak ini adalah penyintas banjir bandang di Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Mereka pernah menyaksikan air keruh datang dengan ganas, menyeret rumah, merobohkan dinding, serta menghancurkan benda-benda yang selama ini menjadi bagian hidup mereka. Malam-malam panjang di pengungsian, suara hujan yang memicu kecemasan, dan ketidakpastian hari esok masih menghantui ingatan mereka.

Dari pantauan media ini pada Kamis (8/1/2026) pagi, salah seorang anak bernama Ghazy Al Gifard, yang merupakan bocah kelas V, tampak duduk dengan tenang. Tangannya menggenggam buku tulis, pensil bergerak perlahan di atas kertas. Sesekali, ia menatap jendela, seolah memeriksa apakah semuanya aman. Saat ditanya tentang kelas barunya, senyum kecil merekah di wajahnya. “Di sini kami nyaman sekali belajar, Pak. Ruangannya ber-AC,” kata Ghazy polos.

Bocah berusia 10 tahun ini juga menyampaikan bahwa AC bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menjadi simbol perlindungan—dinding kokoh, atap yang tak bocor, dan ruang yang aman dari bayang-bayang banjir. Sekolah lamanya yang tidak jauh dari sungai masih memicu rasa trauma ketika awan gelap bergelantungan di langit Batu Busuk. “Kami masih takut sekolah di sana kalau cuaca buruk, apalagi di belakang sekolah juga ada bukit tinggi menjulang. Kami takut nanti longsor,” bisiknya pelan.

Ghazy merupakan salah satu bocah yang rumahnya hanyut diterjang banjir. Tidak ada yang tersisa, kecuali kenangan tentang tawa keluarga, aroma rumah, dan permainan sederhana di halaman belakang rumahnya. Kini, Ghazy bersama keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di Limau Manis, sekitar lima kilometer dari Batu Busuk. “Sebelum ngontrak, kami sempat tinggal di tempat pengungsian di SDN 02 Cupak Tangah, dan di sana kami menjalani hari-hari dengan tidur seadanya serta rutinitas yang serba terbatas,” ujarnya.

Di meja lain, Sheryl Philomela Sodiq tampak ceria di tengah teman-temannya. Meski sekolah lamanya relatif aman dari banjir, ruang belajar di Diklat PT Semen Padang memberinya rasa aman yang berbeda. Setiap hari ia diantar-jemput menggunakan bus perusahaan—sebuah perhatian sederhana yang membuatnya merasa diperhatikan dan dilindungi. Namun demikian, trauma tetap ada. Bencana dahsyat yang melanda kampung halamannya juga merenggut kebahagiaannya, yaitu rumah tempat ia berteduh.

“Saya masih trauma, Pak. Rumah saya hanyut tak membekas,” ucap Sheryl pelan. Kini, ia dan keluarganya tinggal di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, tak jauh dari SMP Negeri 23 Padang. Rasa kehilangan rumah dan kenangan masa kecil masih tersisa. Namun begitu, gadis kecil yang beranjak dewasa ini berusaha untuk terus belajar menata kembali hari-harinya dengan senyum, meski hati masih rapuh. “Kami tidak akan menyerah, meski bencana telah menimpa kami. Kami harus bangkit untuk bisa meraih mimpi-mimpi kami,” ucapnya.

Pelajar SD Bustanul Ulum lainnya, Verdiano Tauvani, juga menyimpan kenangan pahit. Ketika banjir datang, ia menyaksikan rumahnya hanyut, dan ia bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah neneknya yang masih berada di kawasan Batu Busuk. Namun, karena luapan banjir yang begitu besar dan deras, bagian belakang rumah neneknya itu juga roboh diterjang banjir.

Kini, Verdiano bersama keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di kawasan Piai, Kecamatan Pauh. Jauh dari sungai, namun bocah 10 tahun ini mengaku masih trauma, dan kedua orang tuanya kini berupaya membangun kembali kehidupan dari sisa-sisa yang ada. “Saya juga masih trauma. Kadang-kadang, saya masih teringat air keruh datang dan menghanyutkan rumah, serta semua benda yang ada,” katanya lirih sambil menatap buku tulisnya.

Setiap anak dari para penyintas ini membawa cerita yang berbeda, tetapi rasa takut, kehilangan, dan harapan menyatu dalam satu ruang. Sementara itu, di luar ruangan, suara anak-anak yang berlari dan tawa riang mengisi halaman diklat. Seorang guru terlihat menatap mereka sambil tersenyum. “Mereka hebat. Trauma boleh ada, tapi semangat mereka lebih besar,” kata Kepala Urusan Pengajaran SD Bustanul Ulum Semen Padang, Rici Noviasari.

Rici juga menyampaikan bahwa total siswa SD Bustanul Ulum berjumlah 116 orang. Namun, yang mengikuti kegiatan belajar di Diklat PT Semen Padang berjumlah 109 orang, sementara tujuh siswa lainnya untuk sementara menumpang belajar di SDN 02 Lubuk Buaya karena mereka bersama keluarganya direlokasi ke hunian sementara di Lubuk Buaya. “Pindah ke diklat ini sejak Senin kemarin. Alhamdulillah, anak-anak sangat nyaman belajar,” ujarnya.

Guru kelas VI ini juga membeberkan kondisi seluruh pelajar SD Bustanul Ulum pascabanjir. Sehari setelah banjir melanda Batu Busuk, ia bersama para guru lainnya langsung mendata seluruh siswa dengan mendatangi lokasi pengungsian di Masjid Taqwa, SDN 02 Cupak Tangah, Rimbo Panjang, dan SMP Negeri 44 Padang. Setelah semua siswa didata, para guru kemudian menggelar rapat dengan pengurus Yayasan Igasar Semen Padang yang menaungi SD Bustanul Ulum Semen Padang.

Dari rapat tersebut, diputuskan bahwa seluruh guru SD Bustanul Ulum yang berjumlah 12 orang, termasuk kepala sekolah, membuat jadwal piket di beberapa titik lokasi pengungsian tempat siswa SD Bustanul Ulum berada. “Di tempat pengungsian, kami para guru memberikan trauma healing, menanyakan kabar siswa, dan sesekali mengulang beberapa mata pelajaran,” ujarnya.

Setelah keadaan mulai kondusif, para guru bersama orang tua dan komite sekolah, termasuk pihak yayasan, kembali menggelar rapat. Dari hasil rapat, semuanya sepakat bahwa pada 15 Desember 2025 aktivitas belajar mengajar kembali dilakukan di SD Bustanul Ulum, namun dengan jadwal pulang yang dipercepat. “Biasanya pulang pukul 15.00 WIB, kami percepat menjadi pukul 11.00 WIB karena kami khawatir cuaca saat itu masih buruk,” bebernya.

Aktivitas belajar mengajar di SD Bustanul Ulum berlangsung hingga 18 Desember 2025, kemudian anak-anak memasuki libur semester, Natal, dan Tahun Baru. “Saat anak-anak libur panjang inilah banjir susulan terjadi, dan akses menuju SD Bustanul Ulum terputus, bahkan tidak bisa dilewati kendaraan. Menjelang libur panjang berakhir, kami kembali menggelar rapat bersama yayasan, komite, dan wali murid. Karena kondisi tidak memungkinkan, kami sepakat untuk sementara anak-anak dipindahkan belajar ke Diklat PT Semen Padang,” ujarnya.

“Alhamdulillah, sejak Senin hingga sekarang anak-anak senang belajar di diklat ini. Apalagi, setiap hari mereka diantar-jemput menggunakan bus yang disediakan gratis oleh PT Semen Padang. Untuk itu, saya mewakili para guru mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas kepeduliannya terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak kami,” kata Rici.

Salah satu wali murid SD Bustanul Ulum Semen Padang, Miftahul Jannah, mengaku bersyukur anaknya masih bisa bersekolah meskipun aktivitas belajar mengajar dialihkan ke Diklat PT Semen Padang akibat akses jalan menuju sekolah putus total pascabanjir susulan akhir Desember lalu. Menurutnya, meskipun lokasi belajar sementara ini cukup jauh dari Batu Busuk, perhatian PT Semen Padang terhadap siswa SD Bustanul Ulum sangat luar biasa.

“Ini perhatian yang bukan hanya besar, tetapi sangat luar biasa menurut kami. PT Semen Padang tidak hanya memfasilitasi tempat belajar, tetapi juga menyediakan bus operasional untuk antar-jemput anak-anak dari rumah masing-masing ke Diklat PT Semen Padang. Padahal, pascabanjir sebagian besar siswa SD Bustanul Ulum sudah tidak lagi tinggal di Batu Busuk dan tersebar di berbagai lokasi di Kecamatan Pauh,” katanya.

Ia pun mewakili para wali murid mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang selalu hadir memberikan perhatian, terutama kepada anak-anak SD Bustanul Ulum. Di tengah keterbatasan, anak-anak yang masih trauma dan menjalani masa pemulihan


tetap dapat belajar secara normal. “Terima kasih PT Semen Padang atas perhatiannya,” ujar Miftahul.

Sementara itu, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menyampaikan bahwa perhatian dan dukungan terhadap siswa SD Bustanul Ulum merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat Batu Busuk. Apalagi, SD Bustanul Ulum merupakan sekolah binaan PT Semen Padang yang berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang.

“Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, kami menilai hal ini sangat penting untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar meskipun wilayah Batu Busuk sedang menghadapi dampak bencana yang cukup berat. Kami berharap, apa yang kami lakukan ini setidaknya dapat membantu menyembuhkan luka anak-anak yang terdampak banjir bandang,” ujarnya.

Idris menambahkan, PT Semen Padang selalu berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui program pendidikan, tetapi juga berbagai bentuk bantuan dan pendampingan, terutama saat masyarakat menghadapi masa sulit. “Kepedulian kami terhadap sekolah ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan sekaligus memberi semangat kepada warga untuk bangkit bersama,” tambahnya.

SD Bustanul Ulum merupakan sekolah gratis yang didirikan PT Semen Padang untuk masyarakat kurang mampu di Batu Busuk. Meski berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang, setiap tahun PT Semen Padang menggelontorkan dana sedikitnya Rp500 juta untuk mendukung operasional sekolah yang berada tidak jauh dari PLTA Kuranji milik PT Semen Padang. (*)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

 PT Semen Padang menyalurkan bantuan 200 zak semen untuk mendukung pengerasan jalan alternatif di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (8/1/2026). Bantuan disalurkan melalui program Semen Padang Peduli sebagai dukungan percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang.

Bantuan diserahkan Direktur Sales & Marketing SIG Dicky Saelan dan diterima Camat Pauh Titin Masfetrin, didampingi Lurah Lambung Bukit Defry, di lokasi terdampak.

Dalam penyerahan tersebut, Dicky Saelan turut didampingi Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, serta Kepala Departemen Penjualan Inpres Rakhmat Hidayat. Kehadiran jajaran pimpinan itu menegaskan komitmen SIG dan PT Semen Padang mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat.

Dicky Saelan menyatakan, bantuan semen merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat terdampak, khususnya di Kota Padang. Menurutnya, perusahaan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir membantu masyarakat di masa sulit.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian SIG dan PT Semen Padang untuk membantu daerah terdampak bencana, khususnya di Kota Padang. Kami hadir dalam proses rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat,” ujar Dicky.

Ia berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan akses infrastruktur yang berdampak langsung terhadap aktivitas sosial dan perekonomian warga. “Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat terdampak, membantu pemulihan kehidupan dan perekonomian. SIG dan PT Semen Padang berkomitmen untuk selalu hadir dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Pauh Titin Masfetrin menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Ia menilai dukungan tersebut sangat dibutuhkan, terutama untuk perbaikan jalan alternatif yang kini menjadi akses utama warga.

“Atas nama Pemerintah Kota Padang dan masyarakat Kecamatan Pauh, kami mengucapkan terima kasih kepada SIG dan PT Semen Padang atas bantuan 200 zak semen ini,” ujar Titin.

Titin menjelaskan, bantuan semen akan dimanfaatkan untuk pengerasan jalan alternatif menyusul rusaknya jalan utama di depan SDN 10 Lambung Bukit yang terban akibat banjir bandang. Jalan alternatif itu saat ini menjadi akses vital bagi warga.

“Alhamdulillah, semen bantuan ini akan dimanfaatkan untuk pengerasan jalan alternatif. Jalan ini digunakan oleh sekitar 657 kepala keluarga, sehingga perbaikannya mendesak agar aktivitas masyarakat kembali normal,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, PT Semen Padang konsisten hadir sejak awal bencana. Menurutnya, perusahaan telah membantu masyarakat sejak banjir bandang pertama yang melanda wilayah tersebut pada 24 November 2025.

“Kami menyadari dan merasakan bahwa PT Semen Padang hadir sejak awal kejadian banjir bandang. Kepedulian yang berkelanjutan ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” tuturnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, proses pemulihan pascabencana di Kelurahan Lambung Bukit diharapkan berjalan lebih cepat. Perbaikan infrastruktur, seperti akses jalan, tidak hanya memulihkan mobilitas, tetapi juga membantu menggerakkan kembali roda ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat setempat.


PADANG,Lintas Media News
Lorong-lorong Diklat PT Semen Padang yang biasanya bergema oleh ketukan sepatu peserta pelatihan kini berubah wajah. Kali ini, yang mengisi ruang adalah langkah-langkah kecil yang berlarian, tawa yang lepas, dan suara membaca anak-anak SD Bustanul Ulum Semen Padang. Keseriusan rapat dan pelatihan yang biasanya menumpuk di setiap sudut ruangan kini lenyap, digantikan riuh rendah keceriaan yang baru, meski lahir dari kepedihan.

Di antara riuh rendah tawa, guru-guru tampak bergantian membimbing mereka untuk membaca, menulis, dan berhitung. Suara mereka pun menembus ruang, menciptakan ritme yang berbeda dari rutinitas diklat pada umumnya. Setiap kata dan tawa seolah menjadi obat kecil bagi luka yang belum sepenuhnya sembuh. Mata anak-anak bersinar, memberikan cahaya keberanian yang tak mudah padam, meskipun bencana baru saja merenggut sebagian dunia mereka.

Anak-anak ini adalah penyintas banjir bandang di Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Mereka pernah menyaksikan air keruh datang dengan ganas, menyeret rumah, merobohkan dinding, serta menghancurkan benda-benda yang selama ini menjadi bagian hidup mereka. Malam-malam panjang di pengungsian, suara hujan yang memicu kecemasan, dan ketidakpastian hari esok masih menghantui ingatan mereka.
Dari pantauan media ini pada Kamis (8/1/2026) pagi, salah seorang anak bernama Ghazy Al Gifard, yang merupakan bocah kelas V, tampak duduk dengan tenang. Tangannya menggenggam buku tulis, pensil bergerak perlahan di atas kertas. Sesekali, ia menatap jendela, seolah memeriksa apakah semuanya aman. Saat ditanya tentang kelas barunya, senyum kecil merekah di wajahnya. “Di sini kami nyaman sekali belajar, Pak. Ruangannya ber-AC,” kata Ghazy polos.

Bocah berusia 10 tahun ini juga menyampaikan bahwa AC bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menjadi simbol perlindungan—dinding kokoh, atap yang tak bocor, dan ruang yang aman dari bayang-bayang banjir. Sekolah lamanya yang tidak jauh dari sungai masih memicu rasa trauma ketika awan gelap bergelantungan di langit Batu Busuk. “Kami masih takut sekolah di sana kalau cuaca buruk, apalagi di belakang sekolah juga ada bukit tinggi menjulang. Kami takut nanti longsor,” bisiknya pelan.

Ghazy merupakan salah satu bocah yang rumahnya hanyut diterjang banjir. Tidak ada yang tersisa, kecuali kenangan tentang tawa keluarga, aroma rumah, dan permainan sederhana di halaman belakang rumahnya. Kini, Ghazy bersama keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di Limau Manis, sekitar lima kilometer dari Batu Busuk. “Sebelum ngontrak, kami sempat tinggal di tempat pengungsian di SDN 02 Cupak Tangah, dan di sana kami menjalani hari-hari dengan tidur seadanya serta rutinitas yang serba terbatas,” ujarnya.

Di meja lain, Sheryl Philomela Sodiq tampak ceria di tengah teman-temannya. Meski sekolah lamanya relatif aman dari banjir, ruang belajar di Diklat PT Semen Padang memberinya rasa aman yang berbeda. Setiap hari ia diantar-jemput menggunakan bus perusahaan—sebuah perhatian sederhana yang membuatnya merasa diperhatikan dan dilindungi. Namun demikian, trauma tetap ada. Bencana dahsyat yang melanda kampung halamannya juga merenggut kebahagiaannya, yaitu rumah tempat ia berteduh.
“Saya masih trauma, Pak. Rumah saya hanyut tak membekas,” ucap Sheryl pelan. Kini, ia dan keluarganya tinggal di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, tak jauh dari SMP Negeri 23 Padang. Rasa kehilangan rumah dan kenangan masa kecil masih tersisa. Namun begitu, gadis kecil yang beranjak dewasa ini berusaha untuk terus belajar menata kembali hari-harinya dengan senyum, meski hati masih rapuh. “Kami tidak akan menyerah, meski bencana telah menimpa kami. Kami harus bangkit untuk bisa meraih mimpi-mimpi kami,” ucapnya.

Pelajar SD Bustanul Ulum lainnya, Verdiano Tauvani, juga menyimpan kenangan pahit. Ketika banjir datang, ia menyaksikan rumahnya hanyut, dan ia bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah neneknya yang masih berada di kawasan Batu Busuk. Namun, karena luapan banjir yang begitu besar dan deras, bagian belakang rumah neneknya itu juga roboh diterjang banjir.

Kini, Verdiano bersama keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di kawasan Piai, Kecamatan Pauh. Jauh dari sungai, namun bocah 10 tahun ini mengaku masih trauma, dan kedua orang tuanya kini berupaya membangun kembali kehidupan dari sisa-sisa yang ada. “Saya juga masih trauma. Kadang-kadang, saya masih teringat air keruh datang dan menghanyutkan rumah, serta semua benda yang ada,” katanya lirih sambil menatap buku tulisnya.

Setiap anak dari para penyintas ini membawa cerita yang berbeda, tetapi rasa takut, kehilangan, dan harapan menyatu dalam satu ruang. Sementara itu, di luar ruangan, suara anak-anak yang berlari dan tawa riang mengisi halaman diklat. Seorang guru terlihat menatap mereka sambil tersenyum. “Mereka hebat. Trauma boleh ada, tapi semangat mereka lebih besar,” kata Kepala Urusan Pengajaran SD Bustanul Ulum Semen Padang, Rici Noviasari.

Rici juga menyampaikan bahwa total siswa SD Bustanul Ulum berjumlah 116 orang. Namun, yang mengikuti kegiatan belajar di Diklat PT Semen Padang berjumlah 109 orang, sementara tujuh siswa lainnya untuk sementara menumpang belajar di SDN 02 Lubuk Buaya karena mereka bersama keluarganya direlokasi ke hunian sementara di Lubuk Buaya. “Pindah ke diklat ini sejak Senin kemarin. Alhamdulillah, anak-anak sangat nyaman belajar,” ujarnya.

Guru kelas VI ini juga membeberkan kondisi seluruh pelajar SD Bustanul Ulum pascabanjir. Sehari setelah banjir melanda Batu Busuk, ia bersama para guru lainnya langsung mendata seluruh siswa dengan mendatangi lokasi pengungsian di Masjid Taqwa, SDN 02 Cupak Tangah, Rimbo Panjang, dan SMP Negeri 44 Padang. Setelah semua siswa didata, para guru kemudian menggelar rapat dengan pengurus Yayasan Igasar Semen Padang yang menaungi SD Bustanul Ulum Semen Padang.

Dari rapat tersebut, diputuskan bahwa seluruh guru SD Bustanul Ulum yang berjumlah 12 orang, termasuk kepala sekolah, membuat jadwal piket di beberapa titik lokasi pengungsian tempat siswa SD Bustanul Ulum berada. “Di tempat pengungsian, kami para guru memberikan trauma healing, menanyakan kabar siswa, dan sesekali mengulang beberapa mata pelajaran,” ujarnya.

Setelah keadaan mulai kondusif, para guru bersama orang tua dan komite sekolah, termasuk pihak yayasan, kembali menggelar rapat. Dari hasil rapat, semuanya sepakat bahwa pada 15 Desember 2025 aktivitas belajar mengajar kembali dilakukan di SD Bustanul Ulum, namun dengan jadwal pulang yang dipercepat. “Biasanya pulang pukul 15.00 WIB, kami percepat menjadi pukul 11.00 WIB karena kami khawatir cuaca saat itu masih buruk,” bebernya.

Aktivitas belajar mengajar di SD Bustanul Ulum berlangsung hingga 18 Desember 2025, kemudian anak-anak memasuki libur semester, Natal, dan Tahun Baru. “Saat anak-anak libur panjang inilah banjir susulan terjadi, dan akses menuju SD Bustanul Ulum terputus, bahkan tidak bisa dilewati kendaraan. Menjelang libur panjang berakhir, kami kembali menggelar rapat bersama yayasan, komite, dan wali murid. Karena kondisi tidak memungkinkan, kami sepakat untuk sementara anak-anak dipindahkan belajar ke Diklat PT Semen Padang,” ujarnya.

“Alhamdulillah, sejak Senin hingga sekarang anak-anak senang belajar di diklat ini. Apalagi, setiap hari mereka diantar-jemput menggunakan bus yang disediakan gratis oleh PT Semen Padang. Untuk itu, saya mewakili para guru mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas kepeduliannya terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak kami,” kata Rici.

Salah satu wali murid SD Bustanul Ulum Semen Padang, Miftahul Jannah, mengaku bersyukur anaknya masih bisa bersekolah meskipun aktivitas belajar mengajar dialihkan ke Diklat PT Semen Padang akibat akses jalan menuju sekolah putus total pascabanjir susulan akhir Desember lalu. Menurutnya, meskipun lokasi belajar sementara ini cukup jauh dari Batu Busuk, perhatian PT Semen Padang terhadap siswa SD Bustanul Ulum sangat luar biasa.

“Ini perhatian yang bukan hanya besar, tetapi sangat luar biasa menurut kami. PT Semen Padang tidak hanya memfasilitasi tempat belajar, tetapi juga menyediakan bus operasional untuk antar-jemput anak-anak dari rumah masing-masing ke Diklat PT Semen Padang. Padahal, pascabanjir sebagian besar siswa SD Bustanul Ulum sudah tidak lagi tinggal di Batu Busuk dan tersebar di berbagai lokasi di Kecamatan Pauh,” katanya.

Ia pun mewakili para wali murid mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang selalu hadir memberikan perhatian, terutama kepada anak-anak SD Bustanul Ulum. Di tengah keterbatasan, anak-anak yang masih trauma dan menjalani masa pemulihan tetap dapat belajar secara normal. “Terima kasih PT Semen Padang atas perhatiannya,” ujar Miftahul.

Sementara itu, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menyampaikan bahwa perhatian dan dukungan terhadap siswa SD Bustanul Ulum merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat Batu Busuk. Apalagi, SD Bustanul Ulum merupakan sekolah binaan PT Semen Padang yang berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang.

“Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, kami menilai hal ini sangat penting untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar meskipun wilayah Batu Busuk sedang menghadapi dampak bencana yang cukup berat. Kami berharap, apa yang kami lakukan ini setidaknya dapat membantu menyembuhkan luka anak-anak yang terdampak banjir bandang,” ujarnya.

Idris menambahkan, PT Semen Padang selalu berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui program pendidikan, tetapi juga berbagai bentuk bantuan dan pendampingan, terutama saat masyarakat menghadapi masa sulit. “Kepedulian kami terhadap sekolah ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan sekaligus memberi semangat kepada warga untuk bangkit bersama,” tambahnya.

SD Bustanul Ulum merupakan sekolah gratis yang didirikan PT Semen Padang untuk masyarakat kurang mampu di Batu Busuk. Meski berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang, setiap tahun PT Semen Padang menggelontorkan dana sedikitnya Rp500 juta untuk mendukung operasional sekolah yang berada tidak jauh dari PLTA Kuranji milik PT Semen Padang. (*)

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal

PADANG - Dalam upaya meningkatkan keandalan distribusi air bersih, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang melaksanakan proyek koneksi pipa transmisi di kawasan Jalan Gajah Mada (Depan MAN 2 Gunung Pangilun) pada Sabtu (10/1/2026).


Langkah teknis ini melibatkan penyambungan pipa besar berdiameter DN 600 GI ke DN 200 HDPE. Tujuannya jelas: memastikan suplai air ke pelanggan menjadi lebih stabil, merata, dan memiliki tekanan yang lebih kuat di masa depan, terang Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein.


Tim teknis telah memulai tahap penggalian sejak Jumat malam untuk mempercepat proses. Koneksi utama dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB dengan estimasi pengerjaan selama 6 jam. Setelah penyambungan selesai, petugas akan melakukan proses flushing dan normalisasi tekanan sebelum air kembali mengalir sepenuhnya ke rumah pelanggan.


Selama pengerjaan berlangsung, sejumlah wilayah di pusat Kota Padang akan mengalami gangguan suplai air sementara, meliputi:

  • Area Utama: Gajah Mada, Jati, Khatib Sulaiman, Sudirman, dan Lapai.
  • Area Pemukiman: Belanti (Barat & Timur), Pramuka, S. Parman (sebagian), dan Damar.
  • Area Pusat Bisnis & Publik: Ulak Karang, Pasar Raya, A. Yani, Olo Ladang, Terandam, Thamrin, hingga sebagian wilayah Pondok.


Manajemen Perumda AM Padang memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Masyarakat di wilayah terdampak sangat disarankan untuk:

  • Menampung air secukupnya sebelum pengerjaan dimulai.
  • Menghemat penggunaan air selama masa pemeliharaan.
  • Sabar menunggu proses normalisasi tekanan setelah pipa tersambung.


"Pekerjaan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus membenahi infrastruktur demi pelayanan jangka panjang yang lebih andal," pungkas Adhie Zein, Kasubag Humas Perumda AM Padang.


PADANG, Lintas Media News
Rendahnya kehadiran siswa baik siswa SD dan SMP sederajat ke masjid atau mushalla, menjadi keprihatinan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Padang, H. Maigus Nasir, S.Pd, M.Pd. Karena itu, Maigus berharap DMI ikut berkontribusi serta melakukan kajian terhadap permasalahan ini. 

“Dari data yang ada, kehadiran siswa shalat Subuh ke masjid dan mushalla tak sampai separo. Ini kenapa, DMI perlu ikut melakukan kajian mengingat Pemko Padang punya program Unggulan (Progul) Smart Surau,” ungkap Maigus yang juga Wakil Wali Kota Padang ketika membuka Musyawarah Cabang (Muscab) DMI ke-X Kecamatan Nanggalo, Sabtu, 10 Januari 2026 di aula Kantor Camat Nanggalo, Padang. 

Maigus juga menyarankan pengurus DMI melakukan koordinasi dan konsolidasi pada sekolah-sekolah yang ada di sekitar masjid-masjid sekitarnya. Dari pihak Pemko, akan mengumpulkan kepala-kepala sekolah dan guru, untuk membahas hal tersebut, agar progul Smart Surau dapat terlaksana dengan baik.

“Saya akui, ada orang tua curhat pada saya, dia mengaku terganggu dengan progul Smart Surau, karena berkurang tidurnya. Biasanya, kebanyakan orang tua hanya membangunkan anaknya menjelang berangkat sekolah, bukan di waktu subuh. Ini kan perlu kajian,” ujar Maigus dalam acara yang dihadiri Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis, Forkopimda Nanggalo, KAN Nanggalo,  organisasi keagamaan serta pengurus masjid se-kecamatan Nanggalo. 

Kepada para kepala sekolah dan guru-guru, Maigus mendorong untuk lebih aktif menggerakkan siswa agar lebih rajin datang ke masjid dan mushalla menunaikan shalat Subuh berjamaah. 
“Guru adalah penggerak, maka guru berkewajiban menggerakkan siswa untuk datang ke masjid. Di posisi ini, pengurus masjid juga diharapkan perannya untuk memberitahu para orang tua,” harap Maigus. 
Kepada pengurus DMI Nanggalo, Maigus berpesan untuk memperkuat konsolidasi. Hal ini sangat diperlukan dalam organisasi. Organisasi akan kuat, jika konsolidasinya juga kuat.  Keberhasilan sebuah organisasi, tergantung perencanaan.

“Di Masjid itu lengkap, ada ulama, ada akademisi, ada tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda dan intelektual lainnya. Karena itu mari kita makmurkan masjid,” ajak Maigus.

Ketua Pengcab DMI Nanggalo, Agusriadi menyampaikan sejak menjabat Ketua DPC DMI Nanggalo pada 2018 sampai 2025, telah banyak hal yang dilakukan, di tengah keterbatasan yang ada. 

“Saya sudah 7 tahun menjabat Ketua DPM Nanggalo, karena kepada pengurus ke depan, saya berharap dapat lebih baik. Kalau ada yang baik, silahkan dilanjutkan agar lebih baik. Bila ada yang kurang baik, kami mohon maaf dan silahkan untuk diperbaiki,” ujar Agusriadi. 

Meski masa kepengurusannya sudah berakhir, Agusriadi mengaku selalu siap untuk berkontribusi pada DMI jika diperlukan pengurus berikutnya. Begitu juga pengabdian terhadap masjid, akan terus dilakukan selagi diberi kesehatan oleh Allah SWT. 

“Harapan kami, semoga kepengurusan ke depan, jauh lebih baik dari kami,” ujarnya. 
Sebelumnya Ketua Panitia Muscab DPC DMI Nanggalo, Vonny Kurnia dalam laporannya menyampaikan bahwa muscab dengan Tema: Kolaborasi dan Sinergi Bersama Pemko Padang dalam Mewujudkan Smart Surau, diharapkan dapat berlangsung dengan baik dan lancar. (*)





PADANG PARIAMAN, .Lintas Media News Menjelang peringati hari jadi Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, gelar Tabligh Akbar, Istighotsah, Dzikir dan Doa Bersama Jumat (9/1/2026) dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Padang Pariaman ke-193, di Masjid Al-Mughni, Kantor Bupati Padang Pariaman.

Kali ini mengusung   tema “Bangkit Lebih Cepat Menuju Padang Pariaman Tangguh” ini dihadiri langsung oleh Bupati Padang Pariaman beserta Wakil Bupati Rahmat Hidayat. Dari OPD terkai sampai ke perintahan terkecil di di posisi wali nagari, Turut hadir unsur Forkopimda, asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah, camat, wali nagari, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Padang Pariaman menyampaikan bahwa dzikir dan doa bersama merupakan ikhtiar batiniah untuk memohon ampunan, keselamatan, serta kekuatan dari Allah SWT agar daerah dan masyarakat Padang Pariaman mampu bangkit dan pulih pascabencana


 Berdoa  dan zikir bersama adalah wujud dan kepedulian  kita bersama memohon  kepada Allah atas kekilafan selama ini
agar diberikan kekuatan untuk bangkit dan pulih kembali. Ini menjadi bagian penting dari setiap langkah kita agar senantiasa diridhai oleh Allah SWT,” ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Daerah terus berupaya secara optimal dalam melakukan penanganan dan pemulihan kehidupan masyarakat, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun infrastruktur.Pada momentum Hari Jadi Kabupaten Padang Pariaman ke-193 ini, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikannya sebagai sarana memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian sosial demi mewujudkan Padang Pariaman yang tangguh dan berdaya saing.

Acara kemudian dilanjutkan dengan dzikir bersama yang dipimpin oleh Nurdin Tk. Sutan, S.Pd.I., yang diikuti oleh seluruh jamaah dan peserta tabligh akbar. Kegiatan ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Maulana Al Ban Jari, yang memberikan pesan-pesan keagamaan dan motivasi untuk memperkuat keteguhan iman serta semangat kebersamaan dalam membangun daerah.(rls/ len)



Padang,Lintas Media News
Kepala Perwakilan BEI Sumatera Barat (Sumbar) Early Saputra mengatakan.Jumlah Investor Pasar Modal ber KTP di Sumbar per 30 Des 2025: 275.772; naik 80.023 Single Investor Identification (SID)
All selama Tahun 2025.

Menurut Early,Selama Tahun 2025, terdapat peningkatan minat belajar pasar modal. Terdapat 344 Kegiatan Edukasi Investasi Pasar Modal yang dilakukan KP BEI Sumbar, 3.974 Kegiatan oleh Galeri Investasi BEI yang ada di Sumbar.

Dari Kegiatan tersebut, terdapat 29.483 Peserta Sekolah Pasar Modal dan 1.622.161 Peserta Non SPM. Kegiatan Edukasi ini berupa Seminar/Kuliah Umum/Webinar/Instagram Live/Konten Sosmed.Jelas Early dalam keterangan persnya. Sabtu (10/1/2026).

Early menambahkan.Minat masyarakat Sumbar untuk mensosialisasikan Pasar Modal juga meningkat drastis.Terdapat 97 orang Mahasiswa yang sedang menjalani program Edukasi Duta Pasar Modal.

"Kita harapkan mereka yang menjalankan program tersebut,kedepannya bisa menjadi orang-orang yang kompeten baik dari segi Basic Pasar Modal, Leadership dan Social Media",harap
Early.

Menurut Early,selain 97 orang mahasiswa tersebut, sudah ada 114 Mahasiswa DPM yang secara aktif belajar dan aktif sharing mengenai Pasar Modal, baik berupa konten di socmed maupun berbagi di acara tatap muka.

Harapannya jelas, ke depan, Keuangan tidak lagi menjadi hal yang tabu. Hal-hal yang dulunya terkesan ekslusif dan jlimet, ke depan bisa menjadi menarik bagi masyarakat umum. Selain itu, program DPM ini bisa menjadi saringan awal untuk peminatan karir di industri keuangan.Sebut Early.(st)


Khairul Jasmi

Saya hadir menyaksikan berhari-hari situasi di Kuala Simpang Aceh Tamiang. Juga daerah sekitarnya. Terakhir hadir di lokasi pembangunan huntara.

Jangankan Kuala Simpang, Langsa di sebelahnya juga terkena banjir besar pertama dalam sejarah. Dengan demikian, pemilihan lokasi huntara yang jauh dari sungai besar Tamiang, sudah tepat. Tamiang daerahnya datar, maklum terletak di pantai Timur Sumatera, berbanding terbalik dengan Barat yang berbukit dan terjal. 

Pada beberapa musibah di Sumatera Barat sebelum ini, saya terlibat langsung atau tak langsung dalam pembangunan huntara. Dari pengalaman itu dan saya teliti di Tamiang maka yang di Aceh Tamiang, terbaik. Ini dibangun oleh BUMN Karya di bawah kendali Danantara.
Tiang-tiangnya besi, jeriaunya kuat, dinding juga. Ruangan termasuk lega sebagai sebuah hunian sementara. Seperti rumah di sebuah komplek.
Di tiap huntara ada dua dipan, ada suami istri dan anak-anak. Jadi itu bukan sekadar bangunan segi empat berpintu, namun hunian sementara yang sangat layak. Sampai detik ini, sama sekali tidak ada keluhan soal huntara di Tamiang, entah kalau saya tidak tahu.

Yang saya tahu, insinyur BUMN Karya, para tukang profesional bekerja siang malam. Setelah siap mereka pergi ke rumah memeluk anak dan istri, itupun jika mereka selamat dari musibah.
Saya menaruh rasa hormat kepada para tukang, mandor dan para insinyur yang bekerja untuk korban banjir, meskipun meraka dibayar. 

Ada yang menyebut bencana Aceh ditimpa pula bencana medsos. Tentu saya paham, ini gara-gara kepala BNPB yang salah ucap. Lalu, minta maaf. Kata netizen, di Sumbar lebih cepat selesai ketimbang dua provinsi lain. Tentu, disebabkan dua provinsi lain lebih luas wilayah yang kena. 

Saya saksikan Kuala Simpang yang berusaha bangkit, meski saya datang 20 hari setelah banjir. Tapi, saya sepekan di sana. Jadi telat sedikit, lumayan lama di TKP. Jangan bandingkan dengan relawan yang tak pulang-pulang, habis saya nanti.

Dan, saya yang sudah pergi dari Tamiang, masih saja membayangkan warga yang terdampak. Doeloe saya juga seperti mereka, untung dulu belum ada medsos. ***

PADANG,Lintas Media News
 PT Semen Padang menyalurkan bantuan 200 zak semen untuk mendukung pengerasan jalan alternatif di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (8/1/2026). Bantuan disalurkan melalui program Semen Padang Peduli sebagai dukungan percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang.

Bantuan diserahkan Direktur Sales & Marketing SIG Dicky Saelan dan diterima Camat Pauh Titin Masfetrin, didampingi Lurah Lambung Bukit Defry, di lokasi terdampak.

Dalam penyerahan tersebut, Dicky Saelan turut didampingi Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, serta Kepala Departemen Penjualan Inpres Rakhmat Hidayat. Kehadiran jajaran pimpinan itu menegaskan komitmen SIG dan PT Semen Padang mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat.

Dicky Saelan menyatakan, bantuan semen merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat terdampak, khususnya di Kota Padang. Menurutnya, perusahaan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir membantu masyarakat di masa sulit.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian SIG dan PT Semen Padang untuk membantu daerah terdampak bencana, khususnya di Kota Padang. Kami hadir dalam proses rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat,” ujar Dicky.
Ia berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan akses infrastruktur yang berdampak langsung terhadap aktivitas sosial dan perekonomian warga. “Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat terdampak, membantu pemulihan kehidupan dan perekonomian. SIG dan PT Semen Padang berkomitmen untuk selalu hadir dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Pauh Titin Masfetrin menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Ia menilai dukungan tersebut sangat dibutuhkan, terutama untuk perbaikan jalan alternatif yang kini menjadi akses utama warga.

“Atas nama Pemerintah Kota Padang dan masyarakat Kecamatan Pauh, kami mengucapkan terima kasih kepada SIG dan PT Semen Padang atas bantuan 200 zak semen ini,” ujar Titin.

Titin menjelaskan, bantuan semen akan dimanfaatkan untuk pengerasan jalan alternatif menyusul rusaknya jalan utama di depan SDN 10 Lambung Bukit yang terban akibat banjir bandang. Jalan alternatif itu saat ini menjadi akses vital bagi warga.

“Alhamdulillah, semen bantuan ini akan dimanfaatkan untuk pengerasan jalan alternatif. Jalan ini digunakan oleh sekitar 657 kepala keluarga, sehingga perbaikannya mendesak agar aktivitas masyarakat kembali normal,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, PT Semen Padang konsisten hadir sejak awal bencana. Menurutnya, perusahaan telah membantu masyarakat sejak banjir bandang pertama yang melanda wilayah tersebut pada 24 November 2025.

“Kami menyadari dan merasakan bahwa PT Semen Padang hadir sejak awal kejadian banjir bandang. Kepedulian yang berkelanjutan ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” tuturnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, proses pemulihan pascabencana di Kelurahan Lambung Bukit diharapkan berjalan lebih cepat. Perbaikan infrastruktur, seperti akses jalan, tidak hanya memulihkan mobilitas, tetapi juga membantu menggerakkan kembali roda ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat setempat.(*)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.