Latest Post

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

PADANG,Lintas Media News
Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (MenkoPolkam RI),Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (MenkoPolkam RI), dalam sebuah tayangan video yang viral baru-baru ini di media sosial (Medsos), tampak meradang dan mengaku sangat marah ditawari gelar ‘datuak’ atau datuk dari salah-seorang ketua adat Sumatera Barat (Sumbar), yang datang kepadanya.

Pernyataan tersebut tanpa ia sadari sudah mempermalukan Ranah Minang, ibarat pepatah mengatakan "bak mancabiak baju di dado" yang artinya "mempermalukan diri sendiri"

Dia mengatakan, orang Minang? (sambil menunjuk-nunjuk kepada siswa yang tampaknya sedang melakukan Dik Sespimti Polri), satu-dua ada lagi? Ya, coba berdiri-berdiri, ya. Oke, terima kasih.

Lebih lanjut ia katakan, mengapa saya secara khusus mengatakan berdiri orang Minang, karena berhadapan langsung dengan saya.

 Ceritanya begini, begitu saya jadi MenkoPolkam, datanglah yang namanya ketua adat dari Sumatera Barat, datang ke kantor saya,” ungkap Djamari Chaniago dalam video itu, yang mana dibawah videonya ada tulisan YouTube/Sespim Lemdiklat Polri Yang Viral saat ini.

“Menawarkan kepada saya (ketua adat tadi), untuk dijadikan datuk. Tidak ada angin, tidak ada hujan. Tahu-tahu datang seperti itu. Sebelum-sebelumnya mereka tak kenal saya, celakanya itu.

 Begitu jadi Menko Polkam, oh saya jadi orang Minang, baru sekarang toh saya bilang. 

Saya orang Minang dari dulu, saya pasang nama Chaniago, sejak taruna saya pasang. 

Kenapa baru sekarang orang Minang kenal saya,” imbuhnya.

“Saya sindir seperti itu, agak sedikit, ya merahlah.

 Tapi yang lebih merah lagi mukanya adalah pada saat saya ditawari dilantik menjadi datuk di Minang.

 Disitulah saya tersentak. Loch, betapa berharganya seorang datuk itu saya bilang. 

Oh ya pak, datuk ini begini-begini, macam-macam (menirukan penjelasan ketua adat tadi).

 Sampai saya tanyakan, apa untungnya buat saya dan apa untungnya untuk orang Minang, kalau saya jadi datuk. 

Ngak bisa jawab dia (ketua adat tadi),” bebernya.

“Kemudian saya katakan, anda tahu tidak, bahwa anda pernah salah, pernah salah besar dalam memilih seorang datuk.

Yang katanya itu adalah kebanggaan suku, kebanggan adat di Minangkabau.

Kenapa salah, kan lantik seorang jenderal datuk dan dia adalah biang keroknya narkoba. 

Jadi kamu akan persamakan saya dengan narkoba itu, diam dia (maksudnya ketua adat tadi lagi). Justru saya tanya sama anda, gimana ceritanya anda bisa melantik seseorang, tanpa anda tahu latar belakangnya, dia dilantik menjadi datuk, datuk adalah jabatan kehormatan adat di Minangkabau.

 Bukankah anda sendiri (kepada ketua ada tadi lagi pertanyaannya) yang menghancurkan itu,” pungkas Djamari Chaniago, dalam video itu. 

Djamari Tidak Tahu

Ketidak tahuan Djamari Chaniago terhadap tawaran tersebut yang sebenarnya telah mempermalukan diri sendiri dan Ranah Minang, kenapa demikian? 

Dalam pidato yang dia sebut seorang Jenderal penerima gelar Datuk seorang bos narkoba, itu sindiran terhadap mantan Kapolda Sumbar Tedi Minahasa, dimana sampai saat ini tidak ada gelar satuan disandangnya. 

Tedi Minahasa hanya menerima gelar sangsoko atau gelar pernghirnatan yang diberikan melalui satu kaum di sebuah daerah, karena dinilai sudah berjasa terhadap daerah ini, diantaranya melakukan gerakan restoratip justice, penanganan korban coklat, serta berlaku baik dan menolong masyarakat kelas bawah dalam hal perekonomian. 

Berdasarkan itu, LKAM menanyakan pada yang bersangkutan, apakah bersedia menerima gelar sangsoko, atau penghormatan karena masyarakat menilai Tedi sudah berjasa, dan dia bersedia. 

Atas kesediaan tersebut, LKAM memfasilitasi untuk menanyakan pada kaum di sebuah Nagari, apakah berkenan dan siap memberikan gelar kehormatan, hal tersebut disetujui, maka gelar sangsoko atau gelar kehormatan diberikan. 

Yang tidak diketahui Djamari adalah perbedaan gelar SAKO dan gelar Sangsako atau Sangsoko, dimana Sako hanya diberikan pada kaum tersebut berdasarkan garis yang ada, sedangkan Sangsoko bisa diberikan pada siapa saja, tapi syaratnya beragama Islan atau muslim. 

Dajamari pada saat didatangi ketua adat dimaksud, bukan ditawari untuk menerima gelar sako atau Datuak, tapi gelar Sangsako yakni gelar kehormatan diluar datuak. 

Kalaupun setelah Tedi diberi gelar Sangsako melakukan pelanggaran, tentunya itu diluar kendali pemberi gelar, karena dilihat selama ia bertugas di Sumatera Barat tidak ada gelagat buruk, baik secara pribadi maupun kedinasan

Pernyataan Ketua LKAM

Awak media  kemudian melakukan konfirmasi kepada Prof. DR. Fauzi Bahar, selaku Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, terkait pernyataan Djamari Chaniago tersebut.

 Dan, iapun tidak memberikan statemen langsung, namun hanya memberikan sebuah kiasan yang sangat menohok.

“Orang Minang selalu mahandokkan kuku (Indonesia: menyembunyikan kuku/ atau maksudnya lebih suka menyembunyikan kehebatannya).

 Orang sombong tidak ada dalam ajaran orang Minang,” ungkap Fauzi Bahar, kepada awak media, Selasa (10/3/2026) malam, melalui pesan WhatsAppnya.

“Iblis dikeluarkan dari syorga, karena sombongnya.

 Sombong itu pakaian Allah. Tidak masuk syorga orang sombong,” tukuknya, sambil tidak setuju, dengan sikap Djamari Chaniago yang mengumbar pembicaraan itu ditengah publik.(***)

 

Padang, Lintasmedianews.com

Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) Polda Sumatera Barat bersama para wartawan pada Rabu (11/03/2026).

Kegiatan tersebut digelar di Hotel Padang yang beralamat di Jalan Bagindo Aziz Chan No.28, Kota Padang, Sumatera Barat. Momentum ini menjadi ajang mempererat hubungan silaturahmi antara jajaran Humas Polda Sumbar dengan para insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Sejak sore hari, para undangan mulai berdatangan dan saling bertegur sapa dalam suasana santai namun akrab. Kehangatan kebersamaan semakin terasa ketika seluruh tamu duduk bersama menunggu waktu berbuka puasa, sembari mendengarkan tausiah yang memberikan pesan-pesan spiritual di bulan suci Ramadan.

Tidak hanya dihadiri oleh jajaran Humas Polda Sumbar dan wartawan, kegiatan ini juga menghadirkan anak-anak yatim yang turut diundang untuk merasakan kebersamaan di bulan penuh berkah tersebut. Kehadiran mereka menambah suasana haru dan menjadikan kegiatan ini sarat dengan nilai kepedulian sosial.

Acara buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan media, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim. Para tamu yang hadir tampak menikmati suasana kebersamaan sambil berbagi cerita serta memperkuat sinergi yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Dalam sambutannya, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P., menyampaikan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum yang sangat baik untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.

Ia menuturkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kepolisian dan media sebagai mitra dalam menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat kepada masyarakat.

“Melalui momentum Ramadan ini, kami ingin terus mempererat hubungan baik dengan rekan-rekan media. Selain itu, kami juga ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim-piatu. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Ia juga berharap hubungan yang telah terjalin dengan baik antara Polda Sumbar dan para insan pers dapat terus dipelihara serta semakin solid dalam memberikan informasi yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh tamu undangan, sebelum dilanjutkan dengan santap berbuka puasa dalam suasana kekeluargaan yang hangat.(***) 

 

Pasbar,Lintas Media News Com.

Kapolres Kabupaten Pasaman Barat,AKBP Agung Purwanto,S.I.k dan jarajaran anggota , para Istri Bayangkara ,gelar buka Puasa dalam rangka acara Silaturrahmi dengan para Awak Media, baik Cetak mau pun Online tepatnya di Aula Tatac Trawang Tungga,Rabu tgl 11/2.2026.

 Agung  Purwanto Kapolres dan Junir perwakilan Media sama mengucapkan rasa terima kasih ,atas acara yang dibangun, ini merupakan Momentum yang baik,adanya suasana Akrab dengan rasa kebersamaan ,kompak ,harmonis dalam rangka merajut tali Silaturrahmi antara keluarga besar Polres Kabupaten Pasaman Barat dengan seluruh Awak Media yang ada di Wilayah  Pasbar ini dan diharapkan tetap berlanjut.

Syumarlin sang Ustad yang diundang untuk memberikan ceramah atau siraman rohani sebelum datangnya buka puasa memberikan semangat yang baik ,bagaimana contoh meniru ketauladanan yang diberikan Rasulullah kepada para hadirin.

Usai ceramah langsung bertafakkur seraya berdoa berbuka,lalu melakukan sholat Magrib berjamaah,setelah itu kembali menuju tempat semula untuk  mencicipi makanan yang sudah dihidangkan,berpa Sate dan Bakso.

Ia pun mengajak untuk bersama-sama mencegah kemungkaran baik dengan lisan,  bisa membuat berita dengan santun ,ditengah-tengah  kehidupan dengan hati dan doa ,beribadah ,agar jauh dari tempat yang tidak baik.

Pertemuan bersama ini katanya merupakan  momentum ,mengingatkan betapa pentingnya  Persatuan dan kesatuan,berkolaborasi dengan Umara ,silaturrahmi merupakan Rahmat dari Allah untuk menerima Reski. 

Juga seraya mengajak dan mendoakan Kapolres tetap memiliki umur panjang serta memberikan  apresiasi dan edukasi luar biasa kepada awak media ,karena pencegahan itu sangat besar manfaatnya,apalagi dengan senantiasa melakukan Silaturrahim dan berbagi takjil, ini adalah Pemimpin yang dirindukan itu adalah pemimpin yang sama-sama menjauhi, memerangi baik dengan tulisan perbuatan  yang disunnahkan Rasulullah artinya orang yang senantiasa berbuat baik kepada orang lain.

 

Lubuk Linggau, Lintasmedianews.com

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuk Linggau Melalui Ketua DWP Disdikbud Kota Lubuk Linggau Ibu Siska Youvita Asril melaksanakan kegiatan bakti sosial, Selasa (10/03/2026). 

Hal ini sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan. 

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat rasa kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu.

Bakti sosial dilaksanakan dengan memberikan bantuan berupa paket sembako, dan kebutuhan pokok lainnya. 

Bantuan ini bersumber dari satuan pendidikan SD, SMP, diberikan kepada 2 Panti Jompo, 5 Panti Asuhan yang ada di wilayah Kota Lubuk linggau dan Toko Masyarakat disekitar Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang membutuhkan. 

Kegiatan ini melibatkan pengurus dan anggota DWP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuk Linggau serta Satuan Pendidikan tingkat SD, SMP. yang bekerja sama dalam menyalurkan bantuan secara langsung kepada penerima manfaat.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. 

Selain itu, kegiatan bakti sosial ini juga menjadi wujud nyata kepedulian DWP terhadap lingkungan sekitar serta mempererat hubungan antara instansi pemerintah dengan masyarakat. 

Secara keseluruhan, kegiatan bakti sosial berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat penerima bantuan. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuk Linggau.(@r)

 


Sumbar. Lintasmedianews.com

 Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) menunjukkan komitmen pelayanan humanis dalam menyambut kepulangan warga perantau Minang. Kloter pertama program Pulang Basamo 2026 resmi disambut di Rumah Makan Omega Gunung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Senin (9/3/2026) sore.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, yang diwakili oleh Kapolres Dharmasraya AKBP Karytiana Widyarso Wardoyo Putro, hadir langsung di garda terdepan perbatasan untuk menyapa para pejuang rindu tersebut. Suasana penyambutan pun berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan suguhan atraksi seni tradisional Tari Piring.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, dalam siaran pers resminya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata perhatian Polri terhadap masyarakat yang pulang ke ranah minang.

“Atas arahan Bapak Kapolda Sumbar, jajaran Polres Dharmasraya dan Polres Sijunjung telah menyambut langsung kedatangan kloter pertama program Pulang Basamo 2026. Ini adalah bentuk pelayanan dan penghormatan kami kepada dunsanak perantau yang kembali ke kampung halaman,” ujar Kombes Pol Susmelawati.

Dalam rombongan perdana ini, sebanyak enam bus yang membawa lebih dari 200 perantau tiba untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Bukittinggi dan Kabupaten Padang Pariaman.

Polda Sumbar memastikan para pemudik mendapatkan kenyamanan maksimal selama masa transit. Kombes Pol Susmelawati menjelaskan bahwa berbagai fasilitas penunjang telah disiagakan di lokasi.

“Kami menyediakan posko kesehatan bagi pemudik yang kelelahan, tempat istirahat representatif untuk pengemudi, hingga sarana ibadah. Bahkan, Polwan Polres Dharmasraya secara khusus menyiapkan area permainan sederhana untuk anak-anak agar mereka tidak jenuh dan tetap ceria selama perjalanan jauh,” tambahnya.

Sebagai bentuk perhatian kecil yang menyentuh, Polda Sumbar juga membagikan bingkisan takjil untuk berbuka puasa kepada seluruh penumpang bus. Langkah ini diambil mengingat momentum kepulangan ini bertepatan dengan persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Menutup keterangannya, Kabid Humas menegaskan bahwa seluruh rangkaian pengamanan dan pelayanan ini selaras dengan program prioritas Kapolri untuk menciptakan iklim mudik yang kondusif.

“Kegiatan ini sejalan dengan program Polri dalam mewujudkan mudik yang aman dan nyaman. Kami ingin memastikan para perantau merasa terlindungi sejak memasuki wilayah Sumatera Barat hingga tiba di pelukan keluarga masing-masing,” pungkasnya.

 

Dharmasraya – Lintasmedianews.com

hangat penuh keakraban terasa di kediaman Wakil Bupati Dharmasraya, Selasa (10/3/2026), saat digelarnya acara buka puasa bersama dengan para insan pers dan tokoh masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh Asosiasi Pers Dharmasraya (Aspeda) bersama sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Dharmasraya. Selain itu turut hadir ninik mamak, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang Ampang Kuranji, pengurus DPC PDI Perjuangan, serta berbagai organisasi kepemudaan seperti KNPI, KONI, HMI, HIPMI hingga Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam momentum kebersamaan di bulan suci Ramadhan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu yang sudah hadir. Kebersamaan seperti ini sangat penting untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah, masyarakat, pemuda, dan juga insan pers,” ujar Leli Arni.

Ia juga menegaskan bahwa peran pemuda dan wartawan sangat penting dalam kehidupan sosial dan pemerintahan, terutama dalam memberikan kritik yang membangun.

Menurutnya, kritik dari wartawan maupun pemuda justru menjadi bagian penting agar pemerintah bisa terus melakukan perbaikan.

“Seumpama kita memasak gulai. Bapak ibu mungkin tidak enak mengatakan gulai saya asin, mungkin segan atau tidak enak hati. Tapi pemuda dan wartawan akan berani bilang gulai itu asin. Nah di situlah fungsi mereka. Tanpa mereka, kita tidak akan tahu kalau gulai kita ternyata asin,” ungkapnya dengan perumpamaan yang disambut senyum para tamu.

Leli Arni juga berharap hubungan baik antara pemerintah daerah dan insan pers terus terjaga sehingga pembangunan di Dharmasraya dapat berjalan lebih transparan dan berpihak kepada masyarakat.

“Kami di pemerintah tentu membutuhkan masukan dari berbagai pihak, termasuk wartawan. Kritik yang disampaikan dengan niat baik tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Aspeda, Rijal Af, menyampaikan apresiasi atas undangan buka puasa bersama tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi yang positif antara pemerintah daerah dan insan pers di Dharmasraya.

Menurutnya, wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi kepada publik secara jujur, berimbang, dan tetap menjaga profesionalitas.

“Kami sebagai wartawan tentu memiliki peran menyampaikan informasi yang objektif kepada masyarakat. Pers juga menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, sehingga kritik maupun apresiasi bisa tersampaikan dengan baik,” kata Rijal Af.

Ia juga menegaskan bahwa Aspeda sebagai organisasi pers lokal berkomitmen menjaga profesionalisme wartawan sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui pemberitaan yang konstruktif.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers terus terjalin baik. Pers bukan hanya menyampaikan kritik, tetapi juga ikut mendorong kemajuan daerah melalui informasi yang akurat dan bertanggung jawab,” tutupnya.

Acara buka puasa bersama tersebut juga diisi dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Ustaz Muhanif. Setelah itu, para tamu bersama-sama melaksanakan buka puasa dan melanjutkan dengan bincang santai di halaman kediaman Wakil Bupati Dharmasraya dalam suasana penuh keakraban. (**)

 


Lahat, Lintasmedianews.com

PT Medco E & P Indonesia (Medco E&P) terus mendukung upaya peningkatan taraf  kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Kali ini, bersamaan dengan bulan suci Ramadan, Perusahaan melakukan penyuluhan kesehatan dan menyalurkan 375 paket pangan sehat untuk masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di 15 desa di Kabupaten Musi Rawas dan Lahat, Sumatera Selatan, pada 2–7 Maret 2026.

Ratusan peserta, termasuk kelompok rentan seperti masyarakat prasejahtera dan penyandang disabilitas mengikuti kegiatan ini. Program bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, khususnya selama menjalankan ibadah puasa.

Manager Field Relations & Community Enhancement Medco E&P Indonesia, Hirmawan Eko Prabowo, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasi. “Kesehatan masyarakat selalu menjadi perhatian kami. Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat sekaligus memberikan bantuan bahan pangan bergizi bagi kelompok rentan di wilayah kerja kami,” ujarnya.

Program penyuluhan dan penyaluran bantuan ini dilaksanakan di sejumlah desa di Kabupaten Musi Rawas, antara lain Desa Mulyoharjo, Tri Mukti, Suka Makmur, Sungai Naik, Sungai Bunut, Pangkalan Tarum, Gunung Kembang Baru, Pelawe, Semangus, Pian Raya, dan Lubuk Besar, serta di Kabupaten Lahat meliputi Desa Kencana Sari, Suko Harjo, Purwaraja, dan Mekar Jaya. Kedua kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari Program Pengembangan Masyarakat Medco E&P di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Pemerintah desa menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai program ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kami berterima kasih kepada Medco E&P atas kepedulian terhadap kesehatan masyarakat desa, terutama bagi kelompok rentan yang menerima bantuan bahan pangan sehat. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kepala Desa Purwaraja, Hadi Tolu.

Antusiasme juga terlihat dari masyarakat yang mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan. “Melalui penyuluhan ini, kami menjadi lebih memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat. Kami juga berterima kasih atas bantuan bahan pangan sehat yang diberikan, terutama di bulan suci Ramadan ini,” kata Teguh, warga Desa Suko Harjo. (***)

 



Sawahlunto, Lintas medianes.com

Rabu dini hari, 11 Maret 2026, kesunyian di tepian Sungai Ombilin pecah oleh deru langkah 128 personel gabungan dari Polres Sawahlunto, Ditkrimsus, dan Tipidter Polda Sumbar. 

Operasi besar-besaran ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kota Sawahlunto, AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., langkah ini bukan sekadar operasi rutin, melainkan sebagai upaya untuk membuktikan kehadiran Polres sawahlunto yang selalu siap hadir ditengah masyarakat. 

Tim gabungan yang diterjunkan melakukan observasi mendalam di medan yang menantang sebelum akhirnya mengepung tiga titik lokasi yang diduga kuat menjadi pusat aktivitas tambang liar. 

Meski saat penyergapan para pelaku tidak ditemukan di tempat, jejak peralatan penambangan berupa box penyaring emas serta pondok-pondok semi permanen masih diteumkan di bantaran Sungai Ombilin 

Sebagai bentuk tindakan nyata dan pemberian efek jera yang tak bisa ditawar, AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., memerintahkan pemusnahan seluruh sarana ilegal tersebut di lokasi. Api membumbung tinggi melahap fasilitas penambangan liar sebagai simbol pembersihan wilayah Sawahlunto dari praktik merusak. 

"Untuk box penyaring emas dan pondok, kami musnahkan dengan cara dibakar sebagai efek jera di tiga lokasi," ujar Simon dengan nada tegas saat berbicara kepada wartawan di tengah lokasi penindakan.

Area tersebut kini telah disterilkan dengan pemasangan garis polisi (police line) serta spanduk peringatan keras bertajuk Stop Ilegal Mining. Spanduk itu secara gamblang mencantumkan ancaman Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Minerba, yang menegaskan bahwa pelaku penambangan tanpa izin diancam pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda fantastis hingga 100 miliar rupiah. 

Kehadiran jajaran Direktorat kriminal khusus Polda Sumbar, Kombes Pol Andri Kurniawan, S.I.K., M.Hum., bersama dengan jajaran  Pemerintah Kota dan DPRD Sawahlunto di lokasi menunjukkan bahwa langkah serius dalam menjaga lingkungan.

Kapolres Sawahlunto menegaskan bahwa setiap jengkal tanah dan aliran sungai di Sawahlunto harus dilindungi dari eksploitasi yang tidak bertanggung jawab. Penindakan ini adalah bukti komitmen nyata Polres Sawahlunto dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menegakkan hukum demi masa depan kota. 

Bagi AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., memastikan bahwa pengawasan akan terus diperketat dan tidak akan ada ruang bagi oknum yang melakukan penambangan secara ilegal. 

"Tidak ada yang kebal hukum. Semua yang melanggar aturan akan kita tindak tegas dan kami juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pelanggaran," tutupnya dengan pesan yang jelas bagi seluruh warga dan pihak-pihak terkait. (*Ril/Nova)

 


PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Ramadan selalu menghadirkan kisah-kisah yang menghangatkan hati, kisah tentang kerja keras yang perlahan berbuah kemuliaan, tentang ketulusan yang tumbuh dalam diam lalu menjelma cahaya, serta tentang bagaimana nilai-nilai keimanan dapat bersemi bahkan dari tempat yang paling sederhana sekalipun.

Di antara kisah itu, terselip perjalanan hidup seorang mubaligh yang suaranya begitu akrab di telinga masyarakat Sumatera Barat (Sumbar), yaitu Buya H. Ristawardi Dt. Marajo Nan Batungkek Ameh. Sosok ini hari ini dikenal luas sebagai penceramah berjiwa budaya dengan gaya penyampaian yang hangat, jenaka, namun sarat hikmah. Ceramah-ceramahnya kerap menjadi halaman rekomendasi (for your page/FYP) di sejumlah aplikasi media sosial.

Tak banyak yang mengetahui bahwa perjalanan dakwahnya tidak dimulai dari mimbar megah atau ruang akademik, melainkan dari peluh di Pelabuhan Teluk Bayur, tempat ia dahulu memanggul karung-karung berat hasil produksi PT Semen Padang yang dikirim ke berbagai penjuru negeri.


Peluh di Teluk Bayur yang Menempa Keteguhan

Tahun 1974 menjadi titik awal perjalanan panjang itu ketika Ristawardi muda bekerja sebagai buruh angkat semen dengan jam kerja delapan jam sehari, memindahkan karung-karung dari lori ke gudang sebelum dimuat ke kapal. Pekerjaan fisik tersebut menuntut kekuatan, ketahanan, dan kesabaran luar biasa.

Ia masih mengingat bagaimana kerasnya masa-masa itu, ketika tubuhnya terasa kaku setelah bekerja seharian. Untuk sekadar menoleh pun ia harus memutar seluruh badan karena lelah yang begitu menyergap.

“Kalau sudah selesai bekerja, badan rasanya kaku. Dipanggil orang tak bisa menoleh, harus memutar seluruh badan,” kenangnya suatu ketika.

Namun dari kerja keras yang menguras tenaga itulah ia belajar tentang kesabaran, disiplin, dan keteguhan hati, nilai-nilai yang kemudian hari menjelma menjadi fondasi kuat dalam setiap ceramah yang ia sampaikan kepada masyarakat.

Beberapa tahun kemudian, takdir membawanya diangkat menjadi karyawan tetap di PT Semen Padang. Karena tidak memiliki ijazah formal yang tinggi, ia ditempatkan sebagai cleaning service (CS). Sebuah posisi yang bagi sebagian orang mungkin dianggap sederhana, tetapi baginya justru menjadi pintu awal untuk melangkah lebih jauh.

Kesempatan yang Mengubah Jalan Hidup

Di tengah kesibukan sebagai pekerja, ia tak pernah meninggalkan kegiatan keagamaan. Ia tetap aktif mengisi pengajian dan pembinaan rohani, sehingga keluwesan berbicara serta kedalaman pesan yang ia sampaikan mulai dikenal di masyarakat dan lingkungan internal perusahaan.

Sebuah peristiwa penting kemudian menjadi titik balik dalam hidupnya. Saat itu ulama senior yang diangkat sebagai penasihat rohani PT Semen Padang, Buya Haji Sayuti Khatab, tengah mendampingi Semen Padang FC ke Thailand. Pada waktu yang sama, seorang pimpinan perusahaan wafat dan Ristawardi diminta menggantikan untuk menyampaikan pidato pelepasan jenazah.

Ia tampil apa adanya, tanpa atribut kebesaran dan tanpa gelar yang disematkan, hanya dengan ketulusan hati dan kefasihan dalam merangkai kata-kata yang menenangkan.

“Usai acara, para pimpinan PT Semen Padang bertanya dengan penuh rasa ingin tahu siapa ustaz tadi. Mereka terkejut ketika mengetahui bahwa sosok yang baru saja menyampaikan tausiah menyentuh itu adalah seorang cleaning service di pabrik PT Semen Padang. Pimpinan kemudian mengatakan saya tidak cocok di pabrik dan harus dipindahkan ke kantor,” ujar Buya Ristawardi.

Sejak momen itulah arah hidupnya berubah secara perlahan namun pasti. Ia kemudian diminta pindah ke kantor untuk membantu bagian Personalia dan pembinaan rohani, hingga akhirnya dipercaya menjabat sebagai Kepala Urusan Konseling Rohani. Amanah itu ia jalani dengan penuh rasa syukur, karena baginya jabatan bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk mengabdi lebih luas.

Tumbuh Bersama dan Menjadi Bagian dari Sejarah

Selama 35 tahun mengabdi di PT Semen Padang, Buya Ristawardi tidak sekadar menjadi bagian dari struktur perusahaan, melainkan menjadi penguat spiritual bagi ribuan pekerja yang setiap hari bergelut dengan dinamika industri yang penuh tantangan.

Perusahaan memberikan ruang bagi tumbuhnya nilai-nilai Islam melalui pembinaan rohani, pelatihan mubaligh, hingga kesempatan berhaji yang pernah ia raih sebagai karyawan teladan. Hal tersebut menjadi bentuk apresiasi yang semakin menguatkan komitmennya dalam berdakwah.

Pada tahun 1982 ia resmi menjadi kader mubaligh melalui pelatihan Dewan Masjid. Setahun kemudian namanya mulai dikenal, dan pada 1986 ia telah rutin berceramah di Bukittinggi serta berbagai daerah lainnya.

Dari ruang pabrik hingga mimbar masjid, langkahnya tak pernah terpisah dari identitasnya sebagai bagian dari keluarga besar Semen Padang yang secara konsisten mendukung syiar Islam, bukan hanya dalam seremoni, tetapi melalui pembinaan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.


Dakwah yang Menyatu dengan Budaya

Lahir di Baso, Bukittinggi, pada 10 Juni 1952, Ristawardi tumbuh dalam kultur Minangkabau yang kuat. Gelar adat “Dt. Marajo Nan Batungkek Ameh” yang disandangnya menegaskan kedudukannya sebagai tokoh yang dihormati dalam kaumnya.

Dalam setiap ceramahnya, ia merajut ayat dan hadis dengan pepatah-petitih Minang, menghadirkan filosofi “karambia” sebagai simbol keteguhan dan kemanfaatan hidup, serta menjadikan falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” sebagai landasan berpikir dan bertindak.

Pendekatan dakwah kultural yang ia jalankan membuat pesan agama terasa dekat, tidak menggurui, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan, baik generasi tua maupun anak muda yang kini banyak menyimak ceramahnya melalui platform digital.

Dukungan PT Semen Padang untuk Dakwah Islam

Buya Ristawardi juga mengingat kembali dukungan PT Semen Padang dalam melahirkan mubaligh-mubaligh di Sumatera Barat. Sekitar tahun 1992, Buya Sayuti Khatab mendatangkan guru yang ahli di bidangnya untuk melatih sejumlah orang agar meningkatkan kompetensi sebagai mubaligh.

Mereka yang mengikuti program tersebut antara lain Zhafrul Jamal, Yohannis, Sensurianus, Warmen Jamil, dan Marwan Bermawi.

“Namanya Pengkaderan Mubaligh. Mereka dilatih retorika dakwah, psikologi dakwah, dan berbagai materi lainnya. Waktu itu kami meminjam Masjid Raya Al Ittihad Indarung sebagai lokasi pelatihan, dengan seluruh biaya disokong oleh PT Semen Padang. Alhamdulillah, PT Semen Padang sangat antusias mendukung pengkaderan mubaligh ini,” ujarnya.

Kebanggaan dan Komitmen Perusahaan

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan bahwa perusahaan merasa bangga memiliki sosok pensiunan seperti Buya Ristawardi yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah panjang perusahaan, tetapi juga menjadi teladan bahwa nilai kerja keras, integritas, dan spiritualitas dapat tumbuh berdampingan dalam lingkungan industri.

Ia menegaskan bahwa PT Semen Padang berkomitmen untuk terus mendukung syiar Islam di Sumatera Barat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan kultural perusahaan.

Bagi PT Semen Padang, kisah Buya Ristawardi menjadi bukti bahwa ruang kerja dapat menjadi ladang dakwah, bahwa pengabdian profesional dapat berjalan seiring dengan pengabdian keumatan, dan bahwa dari seorang tukang angkat semen pun dapat lahir seorang ulama yang menerangi nagari dengan cahaya keimanan yang tak pernah padam.

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, PT Semen Padang kembali menghadirkan program mudik gratis bagi masyarakat dengan rute Padang–Kepulauan Mentawai dan sebaliknya. Bekerja sama dengan PT PELNI, mudik gratis bertema “Mudik Aman Berbagi Harapan” itu dijadwalkan berlangsung pada 16–19 Maret 2026 dengan menggunakan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 68.

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk membantu masyarakat mendapatkan akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau, terutama bagi warga Kepulauan Mentawai.

“Untuk kuotanya disediakan sebanyak 700 penumpang,” kata Win, Selasa (10/3/2026).

Win menambahkan, program mudik gratis ini merupakan bagian dari upaya PT Semen Padang untuk meringankan beban biaya perjalanan masyarakat yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman. Untuk itu, ia berharap masyarakat, khususnya yang berada di Kepulauan Mentawai, dapat menikmati perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan tentunya tanpa biaya.

“Kami juga berharap program mudik gratis ini dapat mempererat hubungan sosial masyarakat sekaligus memperkuat ikatan kekeluargaan pada momentum Hari Raya Idulfitri,” ujar Win.

Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menambahkan bahwa program mudik gratis ini merupakan yang kelima kalinya diselenggarakan PT Semen Padang. Sebelumnya, perusahaan juga mengadakan program serupa pada 2018 dan 2019. Namun, karena pandemi Covid-19, program ini sempat dihentikan sementara dan kembali digelar pada 2024 dengan rute mudik Dumai–Padang, serta pada 2025 dengan rute Padang–Mentawai–Padang.

“Jadi, untuk rute Padang–Mentawai–Padang, ini merupakan yang keempat kalinya kami selenggarakan. Untuk jadwalnya, kapal berangkat dari Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, menuju Pelabuhan Tuapejat, Kepulauan Mentawai pada 16 Maret 2026, dengan rute persinggahan di Labuhan Bajau, Sikabaluan, Muara Saibi, dan Siberut. Sementara perjalanan kembali dari Mentawai menuju Padang dijadwalkan pada 18 Maret 2026,” katanya.

Untuk memaksimalkan program ini, kata Idris, pihaknya telah menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat Mentawai, termasuk kepada Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Mentawai. Pendaftaran telah dibuka sejak 6 Maret 2026.

Pendaftaran dapat dilakukan secara daring dengan memindai kode QR pada brosur resmi yang telah disebarkan di sejumlah pelabuhan atau melalui kontak resmi mudik gratis PT Semen Padang di nomor 0821-1699-0707.

“Kami berharap program ini dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat agar dapat merayakan Lebaran bersama keluarga tanpa terbebani biaya perjalanan,” kata Idris.

Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, mengapresiasi inisiatif PT Semen Padang yang kembali menyediakan fasilitas mudik gratis bagi warga Mentawai. Apalagi, setiap tahun jumlah warga Mentawai yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman cukup besar, sehingga keberadaan program mudik gratis yang diselenggarakan PT Semen Padang ini menjadi solusi yang sangat membantu masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PT Semen Padang yang kembali menyelenggarakan mudik gratis bagi masyarakat Mentawai. Jumlah warga yang ingin pulang kampung saat Lebaran sangat banyak, sehingga program ini sangat membantu dan ditunggu-tunggu oleh warga kami,” kata Rinto.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Lebaran, Rinto menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai telah mengeluarkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi seluruh ASN di Mentawai. Kebijakan ini bertujuan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan pulang kampung lebih awal sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan menjelang Lebaran.

“Kebijakan ini mulai diberlakukan pada 11 Maret 2026. Kami berharap keberangkatan pemudik dapat dilakukan secara bertahap sehingga standar keselamatan transportasi laut tetap terjaga,” ujarnya.

Program mudik gratis PT Semen Padang ini juga sejalan dengan Asta Cita ke-6 Pemerintah Republik Indonesia, yaitu pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan untuk meningkatkan konektivitas nasional, termasuk bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terpencil. (*)

 

Dharmasraya —Lintasmedianews.com

Kapolres Dharmasraya AKBP Karytiana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., didampingi Wakapolres Kompol Rizky Cholid, S.I.K., bersama para Pejabat Utama, personel serta Polwan Polres Dharmasraya, dan jajaran Polres Sijunjung yang diwakili Wakapolres beserta sejumlah personel, mewakili Kapolda Sumatera Barat menyambut kedatangan perantau Ranah Minang dalam program Pulang Basamo 2026 di Rumah Makan Omega Gunung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Senin (9/3/2026) sore.

Kedatangan rombongan perantau disambut meriah dengan pertunjukan kesenian tradisional Minangkabau berupa tari piring dan atraksi memecahkan piring yang menambah semarak suasana penyambutan.

Sebanyak enam bus pada kloter pertama yang membawa lebih dari 200 perantau dari berbagai daerah tiba di lokasi untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman di Sumatera Barat, di antaranya ke Kota Bukittinggi dan Kabupaten Padang Pariaman.

Kapolres Dharmasraya menyampaikan ucapan selamat datang kepada para perantau yang telah tiba di Ranah Minang. Ia mengatakan, penyambutan ini merupakan bentuk perhatian dan pelayanan kepada masyarakat perantau yang pulang kampung melalui program Pulang Basamo 2026.

“Selamat datang kepada bapak dan ibu perantau Ranah Minang yang telah tiba pada sore hari ini. Kami dari jajaran Polda Sumatera Barat menyambut dengan penuh kebahagiaan. Semoga perjalanan bapak dan ibu selamat sampai tujuan di kampung halaman masing-masing,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan bahwa kegiatan Pulang Basamo ini merupakan program yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Anggota DPR RI asal Sumatera Barat Andre Rosiade sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat Minangkabau di perantauan agar dapat kembali berkumpul dengan keluarga di kampung halaman, terutama dalam momentum bulan suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program Polri yang digagas oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam mewujudkan “Mudik Aman, Keluarga Nyaman”, dengan menghadirkan pelayanan serta pengamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung.

Untuk memberikan kenyamanan kepada para perantau yang singgah, pihak kepolisian bersama pengelola Rumah Makan Omega Gunung telah menyiapkan berbagai fasilitas, di antaranya posko kesehatan bagi perantau yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan setelah perjalanan jauh, tempat beristirahat bagi para sopir, fasilitas tempat ibadah untuk melaksanakan salat, serta area cuci tangan dan toilet.

Selain itu, Polwan Polres Dharmasraya juga menyiapkan berbagai permainan sederhana bagi anak-anak agar mereka dapat beristirahat dan bermain sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Sebelum rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju daerah tujuan masing-masing, Kapolda Sumatera Barat melalui Kapolres Dharmasraya juga memberikan bingkisan untuk berbuka puasa kepada para perantau sebagai bekal selama perjalanan.

Kapolres berharap kegiatan Pulang Basamo ini dapat berjalan dengan aman, lancar, serta memberikan manfaat bagi para perantau yang ingin kembali berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

“Kami berharap perjalanan Pulang Basamo ini berjalan aman dan lancar, serta para perantau dapat sampai di kampung halaman dengan selamat dan dapat merayakan Hari Raya Idulfitri 2026 bersama keluarga tercinta,” tutup Kapolres.(**)


Padang,Lintas Media News
Jembatan Gantung Garuda Merah Putih di daerah Guo RT 01/06 kelurahan Kuranji kota Padang yang dikerjakan oleh prajurit TNI AD (Kodam XX/TIB) resmi digunakan.  Peresmian dilakukan oleh Presiden RI H, Prabowo Subianto secara daring yang juga di hadiri Kasad, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat melakukan peresmian secara bersamaan di wilayah Aceh pada Senin (9/3/2026).

Peresmian ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Kampung Guo yang selama ini menghadapi keterbatasan akses menuju berbagai fasilitas umum.
Jembatan gantung di Guo kecamatan Kuranji Kota Padang ini menjadi solusi efektif dan efisien untuk mengatasi dampak kerusakan akibat bencana alam yang sempat melanda wilayah tersebut, memutus jalur transportasi utama.

Dalam sambutannya melalui video conference, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam.
Menurutnya, kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Lingkaran Api atau Ring of Fire membuat negara ini harus selalu siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. 

“Kita sadar bahwa negara kita berada di Lingkaran Api atau Ring of Fire. Karena itu kita harus selalu siap menghadapi bencana alam,” kata Prabowo.

Presiden juga menilai bahwa penyelesaian 218 jembatan dalam waktu sekitar dua setengah bulan merupakan sebuah pencapaian besar yang menunjukkan kerja keras berbagai pihak.

Presiden juga menilai bahwa penyelesaian 218 jembatan dalam waktu sekitar dua setengah bulan merupakan sebuah pencapaian besar yang menunjukkan kerja keras berbagai pihak.

“Peresmian 218 jembatan ini adalah prestasi luar biasa. Ini menunjukkan kesungguhan seluruh prajurit TNI dan petugas di daerah untuk membantu masyarakat,” ujarnya

Lebih lanjut Presiden mengatakan Pemerintah Republik Indonesia hadir hingga ke desa dan dusun. Pemerintah tidak akan membiarkan rakyatnya dalam penderitaan dan kesulitan. 

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sekaligus Ketua Satgas Jembatan, Jenderal Maruli Simanjuntak, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan terus dipercepat di berbagai daerah.

“Saat ini kami sudah mulai mengerjakan 1.072 jembatan di seluruh Indonesia dan 218 di antaranya telah selesai,” ujarnya melalui video conference.

Salah seorang warga setempat, Bapak Amirudin (60th), mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan jembatan tersebut. Ia mengatakan bahwa jembatan yang dibangun oleh TNI AD tersebut sangat membantu aktivitas masyarakat.

"Terimakasih bapak TNI kami bersyukur sekali atas dibangunnya jembatan ini di kampung kami, semula perjalanan kami memutar, sekarang sudah tidak lagi, kami benar-benar merasa terbantu" ucapnya. 

Dalam laporan yang disampaikan, hingga saat ini TNI telah mambangun 544 sumur bor serta 272 fasilitas MCK darurat guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

“Air bersih akan kita buat secara permanen agar bisa digunakan berkelanjutan oleh masyarakat,” imbuh Kasad.

Pada kegiatan tersebut, turut hadir Pangdam XX/TIB, Mayjen TNI Arief Gajahmada, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, unsur Forkompimda serta jajaran lainnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan prasasti peresmian jembatan oleh Pangdam XX/TIB sebagai simbol resmi beroperasinya jembatan tersebut.(rls)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.