Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

 

pasamanbarat.Lintasmedia news – Kepolisian Resor Pasaman Barat menegaskan komitmennya dalam mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Kabupaten Pasaman Barat. 


Menanggapi potensi bahaya tersebut, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H., mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka lahan atau membersihkan area perkebunan dengan cara dibakar.


Pernyataan resmi tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres di ruang kerjanya pada Rabu (26/8/2026). AKBP Agung Tribawanto menekankan bahwa pembakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak ekosistem dan memicu bencana asap, tetapi juga berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat serta perekonomian daerah.


"Kami mengimbau dengan sangat agar masyarakat maupun pihak korporasi tidak ada lagi yang membuka lahan dengan cara membakar. Bencana karhutla membawa dampak buruk yang luas, mulai dari polusi udara, gangguan kesehatan pernapasan, hingga merusak kelestarian lingkungan hidup yang menjadi kewajiban kita bersama untuk dijaga," ujar AKBP Agung Tribawanto.


Sebagai langkah antisipasi proaktif, Polres Pasaman Barat mengoptimalkan peran personel Bhabinkamtibmas yang tersebar di setiap nagari untuk mendatangi langsung pemukiman warga dan kawasan perkebunan. 


Petugas memberikan edukasi tata cara pengolahan lahan yang aman dan ramah lingkungan. Selain edukasi tatap muka, Kepolisian juga masif menyebarkan imbauan antisipasi Karhutla melalui platform media sosial resmi Polres Pasaman Barat guna memperluas jangkauan informasi.


"Langkah pencegahan adalah prioritas utama kami. Personel Bhabinkamtibmas di setiap nagari telah kami instruksikan untuk terus bergerak memberikan sosialisasi langsung di tengah masyarakat. Kami juga memaksimalkan media sosial agar imbauan ini tersampaikan secara meluas hingga ke pelosok Nagari," kata Kapolres.


Di samping upaya preventif, Kapolres menegaskan bahwa penegakan hukum akan diberlakukan secara tegas tanpa pandang bulu bagi siapa saja yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan. 


Pelanggar dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, khususnya Pasal 78 ayat (3) Jo Pasal 78 ayat (4), yang mengancam pelaku dengan pidana penjara maksimal 15 tahun serta denda maksimal lima milyar rupiah.


"Sanksi pidana untuk pelaku pembakaran hutan dan lahan sangat berat. Dalam Undang-Undang Kehutanan diatur jelas bahwa pelaku dapat dipidana penjara hingga 15 tahun. Kami tidak akan segan memproses hukum siapa pun yang sengaja melakukan pembakaran," tegas AKBP Agung Tribawanto.


Untuk mempercepat respons penanganan dan meminimalisir risiko sejak dini, Polres Pasaman Barat mengajak masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan titik api atau melihat aktivitas pembakaran lahan di lingkungan sekitar. 


Warga dapat memanfaatkan layanan tanggap darurat gratis Call Center 110 atau mengirimkan laporan melalui pesan singkat WhatsApp layanan cepat "Halo Kapolres". Sinergi antara Kepolisian dan masyarakat diharapkan mampu menjaga wilayah Pasaman Barat tetap aman dari ancaman karhutla. (HumasResPasbar)

 Lipsus Pemkab Limapuluh Kota


Limapuluh kota, Lintas Media news. Com


 Komitmen Bupati Lima Puluh Kota, Safni, dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan kembali ditunjukkan melalui langkah konkret pemulihan sekolah-sekolah terdampak bencana. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota mengalokasikan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar lebih kurang Rp5,2 miliar untuk memperbaiki sembilan sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam.


Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal meskipun sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan karena terdampak bencana yang terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota.


Bupati Safni menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, seluruh anak-anak di Kabupaten Lima Puluh Kota berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

“Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota berkomitmen untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan. Tidak boleh ada anak-anak kita yang kehilangan hak belajar hanya karena fasilitas sekolah mereka rusak akibat bencana,” tegas Safni.


Pelaksanaan program perbaikan fasilitas pendidikan tersebut dipercayakan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota yang telah melakukan verifikasi lapangan untuk menentukan sekolah penerima bantuan dengan skala prioritas berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota, Antoni, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara terukur agar tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal terhadap keberlangsungan proses pendidikan nantinya.


“Kesembilan sekolah penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan ditetapkan berdasarkan skala prioritas. Kami memastikan bantuan diberikan kepada sekolah yang membutuhkan penanganan segera agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu,” ujarnya.


Menurut Antoni, perhatian Bupati Safni terhadap sektor pendidikan terlihat dari dorongan yang kuat agar percepatan rehabilitasi sekolah dapat segera dilakukan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi geografis Kabupaten Lima Puluh Kota yang memiliki sejumlah kawasan yang termasuk rawan bencana.

Selain rehabilitasi bangunan yang rusak, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota juga menghadapi tantangan relokasi sekolah di Kecamatan Gunuang Omeh yang lahannya dinilai tidak lagi aman untuk digunakan.


“Ada sekolah yang harus direlokasi karena kondisi lahannya tidak memungkinkan untuk dibangun kembali. Tentu kebutuhan anggarannya lebih besar dibanding rehabilitasi biasa,” jelas Antoni.


Meski demikian, Pemerintah Daerah tetap berupaya mencari berbagai sumber pendanaan tambahan guna mempercepat pemulihan infrastruktur pendidikan. Bupati Safni juga telah menginstruksikan jajaran terkait untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat agar kebutuhan pembangunan sekolah dapat terpenuhi dan tidak tertunda lama.


“Kami akan berupaya maksimal agar sekolah-sekolah yang terdampak bencana segera kembali berfungsi dengan baik. Ke depan, pembangunan gedung sekolah juga diarahkan agar lebih aman dan tangguh terhadap bencana,” kata Safni.


Melalui alokasi anggaran lebih kurang Rp5,2 miliar tersebut, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menunjukkan keseriusannya dalam menjaga mutu layanan pendidikan sekaligus memperkuat infrastruktur sekolah agar mampu mendukung proses belajar mengajar secara berkelanjutan di tengah tantangan kebencanaan yang dihadapi daerah.*(Ebt)*

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan usulan pergeseran anggaran, Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Badan Keuangan menggelar Sosialisasi Aplikasi SIPADU (Sistem Informasi Pergeseran Anggaran Terpadu) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pergeseran Anggaran. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai III Balai Kota Bukittinggi, 4-5 Agustus 2026.


Kepala Badan Keuangan Kota Bukittinggi, Elohansen Panjaitan, menyampaikan, Melalui aplikasi SIPADU, proses pengelolaan usulan menjadi lebih mudah, cepat, tertib, transparan, dan dapat dipantau secara efektif. SIPADU dan SOP Pergeseran Anggaran memberikan kejelasan terhadap setiap tahapan dan mekanisme pelaksanaan. Dengan demikian, proses pengajuan usulan pergeseran anggaran menjadi lebih terstandar dan memberikan kepastian bagi perangkat daerah.


"Dengan adanya SIPADU, data usulan pergeseran anggaran dapat dikelola secara lebih terintegrasi sehingga memudahkan proses verifikasi, pengendalian dan pengambilan keputusan," ujarnya.


Sementata itu, Kasubid Perencanaan dan Penyusunan Anggaran, Bidang Anggaran Badan Keuangan Kota Bukittinggi, Syafri Waldy, menjelaskan, inovasi SIPADU dirancang agar proses pengelolaan usulan pergeseran anggaran dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, efektif, efisien dan terarah. Mulai dari pengajuan hingga proses verifikasi dan pengendalian. Sistem ini hadir sebagai upaya untuk mempermudah dan meningkatkan kualitas pengelolaan data pergeseran anggaran. 

Menurutnya, penerapan SIPADU bersama SOP Pergeseran Anggaran dapat mendukung penyusunan data pergeseran anggaran yang kredibel serta meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran daerah.


"Melalui SIPADU, pengelolaan data pergeseran anggaran dapat dilakukan secara lebih tertib, transparan dan akuntabel. Aplikasi ini juga membantu perangkat daerah dalam proses pengajuan dan pengelolaan data pergeseran anggaran, sehingga setiap tahapan dapat dilakukan dengan lebih jelas dan terarah", imbuhnya. (Sandra/Af)

 

Lintasmedia News- Pasangan Zulnadi - Azharnuri berhasil meraih dua gelar di ajang pertandingan domino yang digelar PWRI Sumbar di sekretariat gedung Rohana Kudus, GOR Agussalim Padang. Acara penyerahan hadiah tadi pagi,Senin/08 di sekretariat PWRI Sumbar.


Event ini dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 81 dan HUT PWRI ke 64 tahun 2026.

Pertandingan yang digelar hampir dua bulan itu, ditutup hari ini sekaligus penyerahan hadiah oleh Ketua Umum PWRI Sumbar Drs. Syafrizal Ucok kepada pemenang.


Pertandingan domino dalam dua kategori yakni umum dan eksekutif, pasangan Zulnadi dan Azharnuri meraih dua gelar juara yakni juara 1 untuk kategori eksekutif dan juara 2 untuk kejuaraan umum. Duet pedomino Zulnadi- Azhar berhasil melewati fase pertandingan dari babak penyisihan hingga ke final. Untuk kelompok umum dibagi dalam empat pol. Masing masing juara masuk babak semifinal dan final. 

Dari umum ini tercatat ratusan peserta untuk bertanding, karena dalam setiap pol ada 5 pasang pemain dengan sistem jumpa . Juara dan runner-up lanjut ke pertandingan berikut yang kemudian berlaku sistem gugur.

Juara 1 untuk kategori umum adalah Koyal/Jhoni, juara 2, Zulnadi/Azharnuri dan juara 3 pasangan Jun/Eka.

Sedangkan untuk eksekutif juara 1 Zulnadi) Azharnuri dan juara 2 Syahrial Syam/Indra BPD.

Ketua PWRI Sumbar Syafrizal Ucok Dt. Nan Batuah mengatakan, perlombaan yang diadakan jangan dilihat hadiahnya tetapi lihatlah wadah olahraga otak ini, sebagai mempererat silaturrahmi sesama kita. Itulah tujuan kita mengadakan sekaligus memeriahkan HUT RI dan PWRI Sumbar, katanya saat menyerahkan hadiah tadi pagi di kantor PWRI Sumbar. (***)


Pasbar, LintasMediaNews.Com

Ketua DPRD Dirwansyah yang didampingi Insan Safri Wakil Ketua, buka Rapat Paripurna yang ke -13 pada masa Sidang ke III Tahun 2026 ,dalam rangka Penyampaian Keterangan Pemerintah ,atas Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026,serta Nota Keuangannya.


Rapat Paripurna ini tampak dihadiri oleh : para Anggota Dewan terhormat ,Forkopimda,wakil Bupati Sekda ,Staf Ahli,Kepala SKPD, Intansi Vertikal, Pimpinan Partai Politik,LSM,Awak Media dan Undangan lainnya.


Yulianto  Bupati Pasbar di ruang Sidang Dewan Padang Tujuh yang didampingi Parlindungan Hasib uan ,Senin 24/8 mengatakan terkait rancangan perubahan APBD Tahun 2026 ,merupakan Wujud nyata adanya Sinergitas dan kerjasama antara Pemda dengan DPRD ,atas penyusunan RAPBD Tahun Anggaran 2026 ini.


Nota keuangan ini memuat penjelasan kebijakan alokasi anggaran yang direncanakan Pemerintah Daerah dalam rangka mempercepat Kesejahteraan  Masyarakat ungkapnya.


Ia mengatakan setidaknya Nota Rancangan Perubahan APBD  Pasbar tahun Anggaran 2026  yang dimulai dari Rancangan Perubahan  Pendapatan Daerah yang dianggarkan sebesar Rp. 1.337.692.309.100,- naik menjadi Rp.200.041.135.073,- dari APBN Murni Tahun Anggaran 2026 Rp.1.137.651.174.027,-


Terkait PAD sebesar Rp

173.086.520.058,-naik menjadi Rp.2.531.323..870,-

Dengan APBD Murni sebesar Rp.170.555.196.188,-


Secara rinci Pendapatan Transfer Pada RAPBD anggaran 2026  Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat direncanakan Rp.1.100.526.524.000,,naik lagi  menjadi Rp.183.810.469.000,- dengan APBD Murni Rp.916.716.055..000,-,semetara Pendapatan Transfer antara Daerah tahun anggaran 2026 direncanakan Rp

62.500

690.043,- naik lagi menjadi Rp.12.120.767.204,-,dengan APBD Murni sebesar Rp.50.379.922.839,-.


Sedangkan kebijakan Pemerintah Daerah dari sisi Belanja adanya efesiensi belanja Operasional dan pengendalian belanja produktif untuk Infrastruktur sebesar Rp.1.419.788.756.055,-,naik lagi Rp.263.137.582.028,-APBD Murni Rp.1.137

651.174.027,-.


Sementara biaya Operasioanl ada Rp.1.078.252.433.837,6,-,baik lagi Rp.142.862.142.375.,6,dengan APBD Murni Rp.935.390.291.462,-


Sedangkan Belanja modal ada Rp.173.780.784.190,4,naik lagi Rp.130.436.802.308,4,APBD Murni Rp.43.343.981.882,-


Begitu juga  elanja tak terduga ada Rp.1.038.637.344,- menjadi turun Rp

1.461.362.656,-,APBD Murni sebesar Rp.2.50

0.000.000,- (Dua milyar Lima ratus juta rupiah).


Untuk belanja Transfer sebesar Rp.157

716.900.683,-,naik Rp.1.300.000.000,-dengan APBD Murni Rp.156.416.900

683,-


Dari rencana pendapatan Daerahpada RAPBD 2926 sebesar Rp.1.337.692.309.100,bila dibandingkan dengan belanja semua SKPD dilingkungan Pemkab Pasbar sebesar Rp.1.410.788.756.055,terdapat defisit sebesar Rp.73.096.446.955,- atau Tujuh puluh tiga Miliar sembilan puluh enam juta empat ratus empat puluh enam ribu sembilan ratus lima lima rupiah.,dari SILPA Tahun Anggaran 2025 tegasnya.


Ia juga berharap tetap optimis bisa menjalankan program Rancangan Perubahan APBD tahun 2026,demi meningkatkan tarap hidup dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasaman Barat implementasi pemenuhan target RPjMD 


Pasbar,bersyukur pembangunan Infrastruktur di daerah masih didukung Pemerintah Pusat,berharap Rancangan Perubahan ini dapat dibahas sesuai mekanisme dan diagendakan Badan Musyawarah DPRD pintanya.(Ran)


Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama (Kemenag) mendistribusikan zakat kepada 59 mustahik. Pendistribusian infak juga dilakukan untuk korban bencana gempa di NTT. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Kakan Kemenag, Ketua Baznas dan Kabag Kesra, di Aula Balaikota, Senin (24/08).


Ketua Baznas Kota Bukittinggi, Yandri Gusdianto Dt. Alang Batuah, menjelaskan, Sejauh ini Baznas kota Bukittinggi menyalurkan zakat melalui sejumlah program. Diantaranya bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui program Bukittinggi Peduli diberikan untuk tiga mustahik. Progran ini bekolaborasi dengan Baznas Sumatra Barat dengan nilai sebesar Rp75 juta.  Selanjutnya Baznas juga mendistribusikan bantuan melalui Program Bukittinggi Cerdas dan untuk delapan penerima beasiswa kaderisasi ulama ke Timur Tengah sebesar Rp64 juta. 


Sementara itu Program Bukittinggi Makmur  bagi 48 mustahik binaan Kemenag sebesar Rp111,977 juta. Selanjutnya Baznas berhasil mengumpulkan infak sebesar Rp10 juta bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.


Kepala Kemenag Kota Bukittinggi, Irwan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi dan BAZNAS atas komitmen dalam membantu masyarakat melalui penyaluran zakat. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai stimulus untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, mengapresiasi penyaluran zakat yang mencakup bantuan modal usaha, rumah tidak layak huni, pendidikan, serta infak bagi masyarakat terdampak bencana. Ia menyebutkan,  penyaluran zakat melalui Baznas merupakan bentuk transparansi dan pertanggungjawaban kepada para muzakki dan masyarakat.


"Bantuan yang diberikan agar betul-betul dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan penerima. Ke depan, diharapkan para penerima bantuan dapat mandiri dan turut membantu masyarakat lainnya", Ujarnya. 


Ia turut mendoakan para korban bencana di NTT  diberikan ketabahan dan infak yang disalurkan dapat meringankan beban bagi mereka. (Sandra)


LINTASMEDIANEWS.Com, Pasamanbarat.sumbar.polri.go.id – Satuan Reserse Kriminal Polres Pasaman Barat melalui Tim Opsnal yang backup oleh Unit Reskrim Polsek Sungai Beremas, berhasil menangkap empat orang terduga pelaku pemerkosaan secara bersama-sama, menyusul laporan yang diterima dari masyarakat. Peristiwa yang memilukan tersebut menimpa seorang wanita yang dipanggil Bunga (nama samaran), warga Kecamatan Sungai Beremas.


Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu, (19/8/2026), di rumah salah satu terduga pelaku berinisial AM (29), yang berlokasi di Jorong Kampung Padang Utara, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat.


Penangkapan bermula ketika warga setempat mengamankan langsung terduga pelaku, AM, pada Jumat dini hari, 21 Agustus 2026, sekitar pukul 01.30 WIB. Demi mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri, warga kemudian menyerahkan pelaku ke kantor Polsek Sungai Beremas untuk proses hukum selanjutnya.


Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.IK., M.H., melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K., menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan dari AM, tim Opsnal yang dipimpin Ipda Algino Ganaro segera melacak keberadaan pelaku lainnya.


Berkat upaya cepat tim dilapangan, pada Jumat sore hari yang sama sekira pukul 17.30 WIB, pelaku berinisial AA (31) berhasil diamankan saat sedang tertidur di salah satu warung warga di wilayah Jorong Kampung Padang Utara, Nagari Air Bangis. 


Tidak berselang lama, pelaku ketiga berinisial YA (26) pun ditangkap di kediaman orang tuanya di Jorong Pasar Baru Barat, Nagari Air Bangis. Saat tim tiba, YA dikabarkan sedang tertidur pulas dan langsung dibawa ke Markas Polres Pasaman Barat.

Penangkapan pelaku keempat pun dilakukan dengan taktis. Karena pelaku berinisial AP (23) sedang pergi melaut di perairan Pantai Air Bangis, tim Opsnal harus menyusul dengan menaiki perahu nelayan hingga berhasil mengamankan AP.


“Saat ini, keempat pelaku sedang menjalani pemeriksaan mendalam dan intensif oleh penyidik dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Pasaman Barat,” tegas Kasat Reskrim di ruang kerjanya, Sabtu (22/8/2026).


Penanganan kasus ini didasarkan pada Laporan Polisi Nomor: LP/B/189/VIII/2026/SPKT/Polres Pasaman Barat tertanggal 21 Agustus 2026. Iptu Agung menambahkan, kronologis lengkap peristiwa masih terus didalami penyidik. Kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat belum tertutup, mengingat kasus ini telah menimbulkan kegemparan dan menyebar luas di media sosial.


“Kami saat ini terus mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta berbagai alat bukti guna memperkuat berkas perkara. Keterangan dari seluruh terduga pelaku juga sedang digali secara menyeluruh agar peristiwa ini terungkap sejelas-jelasnya,” paparnya.


Secara terpisah Kapolres Pasaman Barat mengimbau kepada masyarakat untuk bersabar dalam penaganan kasus ini, jangan percaya dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya, kita hormati proses hukum yang sedang berjalan ini.


“Saya sudah mengintruksikan Kasat Reskrim agar segera menangani kasus ini dengan mengedepankan prinsip transparansi, profesionalisme berbasis scientific crime investigation, penindakan tegas tanpa pandang bulu,” ucap AKBP Agung. 


Pihak Kepolisian berkomitmen mengawal proses peradilan hingga tuntas dan menjamin perlindungan terhadap korban. (HumasResPasbar)

LINTASMEDIANEWS.Com JAKARTA - Perkembangan teknologi digital menuntut dunia jurnalistik beradaptasi lebih cepat. Jurnalis tidak lagi cukup hanya menguasai satu keterampilan, tetapi dituntut mampu mengolah informasi dalam berbagai format, melakukan verifikasi secara ketat, hingga memahami perilaku audiens di ruang digital.


Hal tersebut menjadi salah satu pokok bahasan dalam Diskusi Panel Pengembangan Kompetensi Jurnalistik LPP RRI yang digelar pada 21 Agustus 2026.


Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi antara Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) dan ekosistem media siber nasional untuk menghadapi tantangan disinformasi sekaligus menjaga ruang publik yang sehat.


Menurut Firdaus, konvergensi antara media penyiaran publik dan media siber menjadi kebutuhan strategis dalam menjaga kedaulatan informasi di Indonesia.


Jurnalis Dituntut Kuasai Banyak Keterampilan


Era digital membuat pekerjaan jurnalistik semakin kompleks. Jurnalis RRI maupun wartawan media siber dituntut tidak hanya mampu menulis berita, tetapi juga menguasai produksi audio, video, fotografi, pengolahan data, serta teknologi peliputan bergerak.


Firdaus menyebut terdapat sejumlah kompetensi penting yang harus diperkuat.


Pertama, etika jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Sertifikasi kompetensi dinilai penting untuk memastikan wartawan memiliki kemampuan profesional, menjaga independensi, integritas, serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik.


Kedua, Mobile Journalism (MoJo). Wartawan perlu menguasai teknologi peliputan menggunakan perangkat bergerak, mulai dari pengambilan foto, perekaman audio berkualitas hingga produksi video berita menggunakan smartphone.


Ketiga, fact-checking atau kemampuan verifikasi. Jurnalis dituntut mampu memeriksa data, menggunakan perangkat investigasi digital dan memastikan informasi yang disebarkan kepada publik terbebas dari hoaks maupun manipulasi.


Keempat, digital analytics dan GEO. Kemampuan membaca perilaku audiens serta mengoptimalkan distribusi berita di ekosistem digital menjadi bagian penting dari kompetensi jurnalistik modern.


Namun, Firdaus mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak boleh mengorbankan kualitas jurnalistik.


"Kolaborasi RRI dan SMSI menjadi kunci penjaga kebenaran atau truth enforcer nasional," kata Firdaus.


 

RRI dan SMSI Dinilai Memiliki Peran Strategis


RRI memiliki posisi sebagai lembaga penyiaran publik berbasis audio dan multiplatform dengan jangkauan hingga berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah perbatasan.


Sementara SMSI merupakan konstituen Dewan Pers yang menaungi ribuan perusahaan media siber terbesar yang tersebar di seluruh daerah Indonesia.


Keduanya dinilai memiliki kekuatan yang saling melengkapi. RRI memiliki jaringan penyiaran publik, sedangkan SMSI memiliki jaringan media siber yang kuat di tingkat daerah.


Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan kualitas pemberitaan dari daerah.


Dorong UKW dan Kolaborasi Newsroom


Dalam pemaparannya, Firdaus menyampaikan sejumlah bentuk kolaborasi strategis yang dapat dikembangkan RRI bersama SMSI.


Di antaranya pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan bagi wartawan media anggota SMSI, mencetak penguji UKW melalui Training of Trainer (ToT), serta menyusun dan memperbarui materi UKW sesuai perkembangan kebutuhan jurnalistik.


Selain itu, kolaborasi juga diarahkan pada penguatan newsroom RRI dan SMSI.


Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi wartawan, tetapi juga memperkuat distribusi informasi pembangunan dan mengangkat potensi serta aspirasi masyarakat daerah ke panggung penyiaran publik nasional.


 

Media Siber dan Penyiaran Publik Harus Bersinergi


Firdaus menilai tantangan media ke depan bukan sekadar persaingan mendapatkan perhatian audiens, tetapi bagaimana memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, terverifikasi dan berkualitas di tengah derasnya arus informasi media sosial.


Karena itu, kolaborasi antara media penyiaran publik dan media siber dianggap penting untuk membangun ekosistem informasi nasional yang sehat.


"Pers yang kuat lahir dari jurnalis yang kompeten dan perusahaan media yang sehat. Kolaborasi LPP RRI dan SMSI adalah kunci utama menjaga kedaulatan informasi serta mencerdaskan kehidupan bangsa," ujar Firdaus.


Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas jurnalis sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang akurat, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.


 PADANG, Lintasmedia News– PT Semen Padang menerjunkan tim Semen Padang Peduli untuk mendukung penanganan bencana di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (24/8/2026). Tim yang tergabung dalam "Semen Padang Peduli ESDM Siaga Bencana" Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut terdiri atas personel penyelamat, tenaga kesehatan, dan petugas logistik yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan penanganan kondisi darurat.


Selain menurunkan relawan, perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu juga membawa sejumlah peralatan penyelamatan, perlengkapan pelindung diri, sarana komunikasi, tenda, serta berbagai jenis obat-obatan. Dukungan tersebut dipersiapkan untuk membantu kegiatan evakuasi, pelayanan kesehatan, penanganan logistik, dan pemulihan awal masyarakat yang terdampak bencana.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan pengiriman tim relawan tersebut merupakan wujud nyata komitmen kemanusiaan perusahaan melalui program Semen Padang Peduli. Keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari sinergi BUMN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam merespons bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.


Menurutnya, kehadiran PT Semen Padang dalam misi kemanusiaan tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran bantuan logistik. Perusahaan, kata Win, juga mengirimkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan khusus di bidang penyelamatan, kesehatan, dan pengelolaan logistik.


“Pengiriman tim ini merupakan bentuk kepedulian PT Semen Padang terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” kata Win.


Komposisi tim yang diberangkatkan telah disesuaikan dengan karakteristik penanganan bencana yang memerlukan keterlibatan lintas fungsi. Tim tersebut melibatkan personel penyelamat dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Emergency Response Team (ERT) PT Semen Padang, petugas logistik, serta dokter dan perawat dari Semen Padang Hospital (SPH).


“Kehadiran tenaga penyelamat, petugas logistik, dokter, dan perawat diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan masyarakat terdampak bencana. Masing-masing personel memiliki tugas dan keahlian yang saling melengkapi dalam mendukung operasi kemanusiaan di lapangan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat respons kemanusiaan di lokasi bencana,” ujarnya.


Tim PT Semen Padang Semen Padang Peduli direncanakan menjalankan misi kemanusiaan selama kurang lebih satu minggu. Namun, masa penugasan di lokasi bencana dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi, kebutuhan masyarakat, serta hasil koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Tugas BUMN, Kementerian ESDM, dan unsur terkait lainnya.


“Selama masa tanggap darurat, para relawan yang kami kirim akan mengikuti arahan posko dan berkoordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. Koordinasi diperlukan untuk mencegah tumpang tindih pekerjaan sekaligus memastikan setiap personel ditempatkan pada bidang yang paling membutuhkan dukungan,” tuturnya.


Dia berharap para relawan dapat mengemban misi tersebut secara optimal. Selain membantu proses evakuasi dan pelayanan kesehatan, relawan diharapkan mampu mendukung penataan logistik dan tahapan pemulihan awal bagi warga terdampak.


“Kami berharap kehadiran tim PT Semen Padang dapat membantu meringankan beban masyarakat di Desa Satar Kampas dan wilayah sekitarnya,” kata Win.


“Kami juga berpesan agar seluruh relawan senantiasa menjaga keselamatan diri, menaati prosedur operasi, dan menjunjung tinggi profesionalisme. Relawan yang kami kirim juga harus mampu menjadi representasi kepedulian PT Semen Padang dengan bekerja sungguh-sungguh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Manggarai,” tambah Win.


Dia menjelaskan, perjalanan menuju Manggarai Timur dilakukan melalui beberapa tahapan. Tim bertolak dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada pukul 08.55 WIB. Setibanya di Jakarta, tim melanjutkan perjalanan udara menuju Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo pada pukul 13.00 WIB.


Tim relawan dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Komodo pada pukul 16.25 WITA. Selanjutnya, pada pukul 17.00 WITA, tim bertolak menuju Posko ESDM Siaga Bencana untuk melaksanakan koordinasi awal. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi terbaru wilayah terdampak, akses menuju lokasi, kebutuhan masyarakat, serta pembagian wilayah dan jenis pekerjaan.


Menurut Win, koordinasi di posko menjadi bagian penting untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi lapangan, memetakan kebutuhan masyarakat, serta menentukan pembagian tugas. Langkah itu diperlukan agar bantuan yang diberikan dapat berjalan secara terarah, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan.


“Penanganan bencana membutuhkan kolaborasi yang kuat antarpihak. Untuk itu, semua relawan harus bekerja dalam satu sistem komando agar proses evakuasi, pelayanan kesehatan, dan pendistribusian bantuan dapat berjalan dengan baik,” pungkas Win.


Keikutsertaan PT Semen Padang dalam ESDM Siaga Bencana menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat, terutama pada situasi darurat. Sebagai bagian dari anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, PT Semen Padang berupaya memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.


Melalui semangat ESDM Siaga Bencana–Tangguh, PT Semen Padang berharap tim yang ditugaskan dapat memberikan kontribusi nyata bagi penanganan bencana di Manggarai Timur. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya membantu mempercepat proses tanggap darurat, tetapi juga memberikan semangat kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.


Pengiriman tim kemanusiaan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas PT Semen Padang. Melalui kolaborasi, kesiapsiagaan, dan semangat gotong royong, perusahaan berkomitmen untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama ketika terjadi bencana dan keadaan darurat. (*)

 

SOLOK SELATAN, Lintasmedia News— PT Semen Padang memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui sinergi dan kolaborasi dalam Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang digagas Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) II Padang di Kabupaten Solok Selatan.


Dukungan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Kodaeral II Padang, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Solok Selatan, serta PT PLN. Program Bedah RTLH tersebut menyasar 11 unit rumah masyarakat yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kecamatan Sungai Pagu, dan Kecamatan Pauh Duo.


Peresmian Program Bedah RTLH Kodaeral II Padang tersebut berlangsung di Nagari Sako Selatan, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dihadiri Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi, serta General Manager PLN UID Sumbar Ririn Rachmawardini.


Dari PT Semen Padang hadir Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino, Ka. Unit Komunikasi dan Kesekretariatan, Idris, Ka. Unit CSR, Hernes dan Staf CSR, Leo Zatiusfri.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengapresiasi Kodaeral II Padang yang telah melibatkan PT Semen Padang dalam program tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas dan tepat sasaran bagi masyarakat.


“Pertama, kami mengapresiasi Kodaeral II Padang dalam Program Bedah RTLH ini. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima bantuan, khususnya dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal dari rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni,” ujar Win.


Ia menyampaikan, keterlibatan PT Semen Padang dalam program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan.


Menurut Win, pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, TNI, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat agar berbagai program pemberdayaan dapat memberikan dampak yang lebih optimal.


“Sinergi dan kolaborasi seperti ini menjadi salah satu kunci penting dalam menghadirkan program sosial yang memberikan dampak lebih luas. Dengan menggabungkan sumber daya, kepedulian, dan peran masing-masing pihak, bantuan yang diberikan kepada masyarakat dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.


Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat dan dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh manfaat dari berbagai program sosial yang dilaksanakan secara bersama-sama.


“Harapan kami, sinergi seperti ini dapat terus diperkuat dan dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaat dari kolaborasi yang dilakukan,” ujar Win.


Program Bedah RTLH tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian bersama dalam membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak. Rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi tidak memenuhi standar kelayakan diharapkan dapat berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, nyaman, dan mendukung kualitas kehidupan keluarga penerima manfaat.


Sementara itu, Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Program Bedah RTLH, termasuk PT Semen Padang.


“Program Bedah RTLH ini dilaksanakan di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu, dan Pauh Duo. Ada 11 unit rumah yang dibedah sebagai wujud kepedulian bersama dalam pengentasan kemiskinan dan penyediaan hunian layak bagi masyarakat,” katanya.


Ia menjelaskan, masing-masing rumah penerima manfaat memperoleh alokasi bantuan sebesar Rp30 juta. Dari jumlah tersebut, Rp25 juta dialokasikan untuk pembelian material bangunan, sedangkan Rp5 juta diperuntukkan bagi kebutuhan upah pekerja.


Dalam pelaksanaannya, pembangunan rumah mengedepankan prinsip swadaya dan gotong royong. Masyarakat setempat turut terlibat dalam proses pembangunan, sementara personel TNI AL Kodaeral II Padang memberikan dukungan tenaga secara langsung di lapangan.


“Pembangunan rumah dilakukan dengan mengedepankan prinsip swadaya dan gotong royong. Masyarakat setempat turut terlibat dalam proses pembangunan, sementara personel TNI AL Kodaeral II Padang memberikan dukungan tenaga secara langsung di lapangan,” ujarnya.


Dukungan tersebut dinilai tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga penerima manfaat. Hunian yang lebih layak diharapkan dapat menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.


Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi turut menyampaikan apresiasi kepada Kodaeral II Padang, PT Semen Padang, dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan program tersebut.


Menurutnya, keberhasilan pembangunan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dengan peran yang saling melengkapi.


“Kolaborasi ini menjadi gambaran bahwa pembangunan kesejahteraan masyarakat membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah memiliki peran dalam memastikan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, lembaga sosial memberikan dukungan, dunia usaha berkontribusi melalui program TJSL, sementara masyarakat menjadi bagian langsung dalam proses pembangunan,” ujarnya.


Rangkaian kegiatan Program Bedah RTLH Kodaeral II Padang tersebut juga ditandai dengan seremoni penyerahan penghargaan kepada pihak yang terlibat dan penandatanganan prasasti sebagai simbol rampungnya pembangunan rumah penerima manfaat.

 

PADANG, Lintasmedia News – Senin (24/8/2026), suasana di Kantor Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, terasa berbeda. Kebahagiaan, kebanggaan, dan rasa haru bercampur menjadi satu ketika Yoga Pratama duduk bersama orang tua serta sejumlah tokoh masyarakat yang melepas keberangkatannya menuju Jepang.


Bagi Yoga, acara tersebut bukan sekadar seremoni. Hari itu menjadi penanda dimulainya perjalanan baru dalam hidupnya—perjalanan seorang pemuda berusia 18 tahun dari Taratak, Kelurahan Koto Lua, menuju Negeri Sakura. Ia dijadwalkan bertolak ke Jepang pada Rabu (26/8/2026) dan akan bekerja di sektor pertanian di Numamoto Shinichi, Kota Tsuchiura, Prefektur Ibaraki.


Di balik keberhasilan lulusan SMA Negeri 15 Padang tahun 2025 itu tersimpan perjuangan panjang seorang anak sulung yang ingin mengubah kehidupan keluarganya. Yoga merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Huri Dekrinata (39) dan Dewi Sartika (37). Ia dinyatakan lulus menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang.


Yoga berasal dari keluarga sederhana. Sang ayah bekerja sebagai petugas keamanan di PT Telkom, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Dua adik Yoga masih duduk di bangku sekolah. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat Yoga memahami bahwa ia harus segera mengambil peran setelah menamatkan pendidikan.

Karena itu, ketika sebagian teman sebayanya memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Yoga memantapkan hati untuk mencari pekerjaan. Ia ingin membantu orang tua sekaligus memenuhi kebutuhan pendidikan kedua adiknya. Namun, Yoga tidak pernah membayangkan jalan hidup justru akan membawanya ribuan kilometer dari rumah, ke sebuah negara yang sebelumnya hanya ia kenal melalui cerita, pelajaran, dan tayangan di layar kaca.


“Saya bangga, bersyukur, sekaligus sangat senang bisa menjadi bagian dari program PMI ini. Kesempatan tersebut sangat luar biasa dalam hidup saya dan tentunya harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga saya yang kondisi ekonominya masih terbatas,” tuturnya.


Kesempatan itu datang melalui program pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang diselenggarakan FPM Koto Lua bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center. Program yang telah berjalan sejak 2025 tersebut didukung penuh oleh PT Semen Padang melalui program Basinergi Membangun Nagari.


Saat mengikuti pelatihan, Yoga harus berhadapan dengan sesuatu yang benar-benar baru. Ia tidak hanya dituntut memahami bahasa Jepang, tetapi juga mengenal kebiasaan, budaya kerja, kedisiplinan, dan tata kehidupan masyarakat di negara tujuan.


Hari demi hari dilaluinya dengan belajar. Di tengah berbagai keterbatasan, ia berusaha menjaga tekad agar tidak goyah.


Tahapan yang harus dilewati pun tidak sedikit. Selain mengikuti pelatihan, Yoga menjalani berbagai seleksi, tes, serta proses administrasi sebelum akhirnya mendapatkan kontrak kerja.


“Perjalanan untuk sampai ke titik ini tidak mudah. Banyak proses yang harus saya lalui, mulai dari belajar bahasa dan budaya Jepang hingga menjalani berbagai tahapan tes,” katanya.


Setiap tahapan menjadi ujian bagi kesungguhannya. Namun, keinginan untuk membantu keluarga membuat Yoga terus bertahan. Ia sadar, kegagalan bukan hanya akan memupuskan impiannya, tetapi juga harapan yang mulai tumbuh di dalam keluarganya.


Kerja keras itu akhirnya berbuah manis. Yoga dinyatakan lolos dan memperoleh kesempatan bekerja di Jepang.


Dari delapan peserta pelatihan, ia menjadi orang pertama yang menuntaskan seluruh proses dan diberangkatkan.


“Saya sangat bangga kepada diri sendiri karena bisa berjuang sejauh ini. Alhamdulillah, saya akhirnya mendapat kesempatan menjadi PMI di Jepang,” ujarnya.


## Harapan Besar di Pundak Anak Sulung


Yoga akan menjalani kontrak kerja selama satu tahun. Namun, masa kerja tersebut berpeluang diperpanjang hingga lima tahun apabila ia mampu memenuhi ketentuan dan menunjukkan kinerja yang baik.


Meski begitu, lima tahun tentu bukan masa yang singkat. Bagi pemuda yang baru berusia 18 tahun, bekerja jauh dari orang tua dan saudara merupakan tantangan besar.


Ia harus belajar hidup mandiri, beradaptasi dengan lingkungan baru, menghadapi perbedaan bahasa dan budaya, serta bertahan di tengah kerinduan terhadap kampung halaman. Namun, Yoga memilih melihat semua itu sebagai kesempatan. Semakin lama ia dapat bekerja di Jepang, semakin besar pula peluangnya membantu keluarga dan mengumpulkan modal untuk masa depan.


Di kepalanya, Yoga telah menyusun sebuah rencana sederhana. Setelah menyelesaikan kontrak dan kembali ke Indonesia, ia ingin membangun usaha rumah kos. Usaha itu diharapkan menjadi sumber penghasilan yang dapat menopang kehidupan dirinya dan keluarga dalam jangka panjang.


“Target saya setelah sukses di Jepang dan kembali ke Indonesia adalah membuka usaha rumah kos. Karena itu, kesempatan besar ini tidak akan saya sia-siakan,” katanya.


Ia pun menyadari bahwa keberhasilan tersebut tidak diraihnya sendirian. Ada orang tua yang terus mendoakan, FPM Koto Lua yang mendampinginya, lembaga pelatihan yang membekalinya, serta PT Semen Padang yang memberikan dukungan terhadap biaya pelatihan.


“Saya sangat berterima kasih kepada PT Semen Padang yang telah mendukung pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang difasilitasi oleh FPM Koto Lua,” ujarnya.


## Pesan Ayah dari Koto Lua


Di tengah suasana pelepasan itu, Huri Dekrinata memandangi putra sulungnya dengan perasaan campur aduk. Ada kebanggaan karena Yoga berhasil memperoleh kesempatan besar. Namun, ada pula rasa haru karena anak yang selama ini tinggal bersamanya akan segera pergi jauh.


Sebagai ayah, Huri mengetahui betul perjuangan Yoga. Ia melihat bagaimana anaknya belajar, mengikuti pelatihan, dan menjalani setiap tahapan seleksi dengan penuh kesungguhan.


Huri sejak awal mendukung keinginan Yoga untuk langsung bekerja setelah menamatkan SMA. Pilihan itu tidak terlepas dari kondisi ekonomi keluarga dan kebutuhan biaya pendidikan kedua adiknya. Selain itu, keinginan tersebut bukan semata-mata untuk memperoleh penghasilan, melainkan juga menjadi pijakan bagi Yoga untuk membangun kemandirian ekonomi.


Namun, Huri tidak pernah menyangka pekerjaan pertama putranya justru berada di Jepang.


“Saya tidak menyangka anak saya bisa sampai sejauh ini. Sejak kecil, ia memang memiliki keinginan untuk menjadi orang sukses. Mudah-mudahan kesempatan bekerja di Jepang ini menjadi pintu menuju kesuksesan baginya,” kata Huri.


Tidak banyak pesan yang disampaikannya. Huri hanya meminta Yoga menjaga kesehatan, tidak meninggalkan ibadah, dan selalu berdoa ketika menghadapi kesulitan.


“Jaga kesehatan, jangan lupa salat, dan teruslah berdoa. Semoga kelak Yoga menjadi orang sukses dan dapat membuat kami sebagai orang tua bangga,” ujarnya penuh haru.


Pesan itu sederhana, tetapi menyimpan kasih sayang dan harapan besar. Di pundak Yoga, keluarga menitipkan doa agar perjalanan ke Jepang menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik.


Di usia 18 tahun, Yoga Pratama tidak hanya berangkat untuk bekerja. Ia membawa harapan orang tua, masa depan kedua adiknya, dan impian untuk pulang sebagai pemuda mandiri yang mampu mengubah kehidupan keluarganya.


## Membuka Jalan bagi Peserta Lain


Ketua FPM Koto Lua Nofial mengatakan, Yoga merupakan satu dari delapan peserta pelatihan bahasa dan budaya Jepang. Lima peserta berasal dari Kelurahan Koto Lua, sedangkan tiga lainnya berasal dari Kelurahan Limau Manis Selatan.


Dari delapan peserta tersebut, empat orang telah mendapatkan kontrak kerja di Jepang. Namun, Yoga menjadi peserta pertama yang memperoleh kepastian keberangkatan.


Tiga peserta lainnya masih menunggu *Certificate of Eligibility* (COE) atau dokumen izin tinggal, sedangkan dua peserta masih menjalani proses menuju wawancara akhir. Adapun dua peserta lainnya memutuskan tidak melanjutkan seleksi karena telah mendapatkan pekerjaan di Kota Padang.


“Sebenarnya, dari delapan peserta, empat orang telah memperoleh kontrak kerja di Jepang. Namun, baru Yoga yang diberangkatkan. Tiga peserta lainnya masih menunggu COE,” jelas Nofial.


Bagi Nofial, keberangkatan Yoga menjadi bukti bahwa program tersebut memberikan hasil nyata. Pencapaian itu juga diharapkan dapat menjaga semangat peserta lain yang masih menjalani tahapan seleksi.


Ia mengatakan, perjalanan menuju Jepang memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk keberangkatan saja, setiap calon pekerja membutuhkan dana sekitar Rp30 juta. Namun, FPM Koto Lua telah menggandeng investor yang bersedia menyediakan dana talangan.


“Sejak awal kami telah berkomitmen dengan investor. Jadi, Yoga maupun calon PMI lainnya tidak perlu khawatir mengenai biaya keberangkatan. Investor siap menanggung biaya tersebut,” katanya.


Menurut Nofial, dana talangan tersebut nantinya dikembalikan oleh peserta setelah mulai bekerja di Jepang. Dengan tingkat penghasilan yang diperoleh di Jepang, pengembalian dana tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat bulan.


“Skema ini dirancang agar keterbatasan ekonomi tidak menghalangi anak-anak muda dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pekerjaan. Mereka tetap bisa berangkat tanpa harus membebani orang tua dengan biaya besar di awal,” ujarnya.


## Satu Orang Berangkat, Satu Keluarga Berdaya


Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Koto Lua Indra Gunawan, yang turut hadir dalam acara pelepasan tersebut, melihat keberangkatan Yoga sebagai sesuatu yang lebih besar daripada sekadar keberhasilan seorang peserta pelatihan.


Menurutnya, program tersebut berpotensi menjadi salah satu jalan untuk mengurangi jumlah rumah tangga miskin (RTM).


Ketika seorang anak dari keluarga kurang mampu memperoleh pekerjaan dengan pendapatan yang layak, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Penghasilan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan orang tua, membiayai pendidikan adik, memperbaiki tempat tinggal, hingga membuka peluang usaha.


“Satu orang yang berangkat bekerja ke Jepang berpotensi mengangkat satu keluarga dari kategori RTM. Karena itu, kami berharap PT Semen Padang terus mendukung program ini. Biaya pelatihan yang mencapai Rp6,5 juta untuk setiap peserta cukup besar sehingga kami membutuhkan dukungan dari PT Semen Padang,” katanya.


Meski biaya pelatihan cukup besar, Indra mengatakan dana tersebut tidak berhenti sebagai bantuan sekali pakai. Setelah peserta bekerja di Jepang, biaya pelatihan akan dikembalikan secara bertahap dan digunakan kembali untuk membiayai calon peserta berikutnya.


“Nah, dengan demikian, satu dukungan dari PT Semen Padang akan dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak anak muda. Ini menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujar Indra.


## Investasi Sosial untuk Masa Depan


Bagi PT Semen Padang, keberangkatan Yoga menjadi tonggak penting dari program yang telah dirintis bersama masyarakat sejak 2025.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengapresiasi FPM Koto Lua yang berhasil mendampingi seorang warga dari keluarga kurang mampu hingga memperoleh pekerjaan di Jepang.


Menurutnya, keberhasilan Yoga sejalan dengan tujuan awal perusahaan dalam mendukung program pelatihan bahasa dan budaya Jepang tersebut. Program itu tidak hanya diarahkan untuk menambah pengetahuan peserta, tetapi juga diharapkan menghasilkan perubahan nyata terhadap kehidupan mereka.


“Sejak awal direncanakan, program ini memang bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi sosial jangka panjang untuk menekan angka kemiskinan di sekitar wilayah perusahaan. Alhamdulillah, tujuan tersebut mulai terwujud. Kami sangat bersyukur dan terharu melihat pencapaian ini,” kata Win.


Sementara itu, Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes menambahkan, pelatihan bahasa dan budaya Jepang tersebut merupakan bagian dari program Basinergi Membangun Nagari yang dijalankan perusahaan bersama FPM Koto Lua.


Melalui program tersebut, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh kemampuan dan akses menuju lapangan kerja.


“Sejak awal, pendekatan tersebut diharapkan dapat melahirkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Alhamdulillah, Yoga menjadi peserta pelatihan pertama yang berhasil menjadi PMI di Jepang. Untuk itu, kami berpesan agar Yoga menjaga amanah, bekerja dengan disiplin, menghormati budaya setempat, dan menjaga nama baik Indonesia selama berada di Jepang,” katanya.


Hernes juga berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak warga. Terlebih, potensinya dinilai sangat besar dalam membantu keluarga kurang mampu keluar dari kemiskinan.


“Mudah-mudahan pencapaian Yoga ini dapat memotivasi teman-teman dan adik-adiknya untuk mengikuti jejak yang sama,” pungkas Hernes. (*)

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Kedisiplinan dalam berlalu lintas di jalan raya adalah hal yang sangat penting dan perlu menjadi perhatian semua pihak. Guru dan orang tua diharapkan memberikan contoh yang baik dengan mematuhi aturan berkendara, terutama dalam hal menggunakan helm, termasuk untuk anak yang diantar kesekolah.


Hal itu disampaikan Kapolresta Bukittinggi  melalui Kapolsek kota Bukittinggi Kompol Mazwanda, S.H., ketika memberikan amanat dalam upacara bendera di SMP Negeri 4 Bukitinggi Senin (24/08). Dalam kesempatan itu Mazwanda menyampaikan pesan dari Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol Rully Indra Wijayanto, S.I.K., M.Si., yang berhalangan hadir karena sedang mengikuti acara di Polda Sumbar. Ia mengatakan, aturan berlalu lintas bukanlah untuk penegak hukum atau kepolisian. Namun untuk kepentingan keselamatan pengendara, tidak terkecuali anak-anak yang dibonceng orang tuanya kesekolah. 


Menurutnya, kecelakaan yang terjadi selalu berawal dari pelanggaran yang dilakukan pengendara. Menggunakan helm bertujuan melindungi pengendara agar jika terjadi kecelakaan, bahagian kepala dapat terlindungi dari benturan yang bisa berakibat fatal. Para  pelajar diminta untuk memberitahukan ke orang tuanya bahwa pelajar yang berbonceng ke sekolah juga harus menggunakan helm. 


Disamping aturan berlalu lintas, Kapolresta Bukittinggi juga memaparkan tentang  tauran pelajar. Ia menjelaskan bahwa masa anak SMP adalah masa yang paling rawan terhadap kenakalan remaja yaitu tauran antar pelajar. Ia berpesan agar para pelajar jangan bangga dan merasa hebat mengikuti tauran yang dapat mengakibatkan hal buruk. Namun banggalah mencegah terjadinya tauran. "Beranilah dan jangan takut melaporkan kepada guru jika ada terjadi tauran, pertengkaran ataupun tindakan buly", Ujarnya.


Selanjutnya Ia juga menerangkan tentang dampak buruk pemakaian narkoba dikalangan pelajar dan sanksi hukum bagi pemakai dan pengedarnya. Ia mengungkapkan, pengedaran narkoba saat ini tidak lagi melalui pertemuan-pertemuan, namun sudah melalui HP. Akibat buruk dari kecanduan narkoba, orang bisa melakukan berbagai cara mendapatkan uang asal bisa membeli dan mendapatkan narkoba, termasuk melakukan tindakan yang tidak bisa ditolerir. 

Ia juga mengurai bahwa sanksi hukum penjara untuk pemakai dan pengedar narkoba tidak sedikit. Untuk pemakai yaitu 5 tahun kurungan penjara, sedangkan untuk pengedarnya 20 tahun penjara. Untuk itu Ia meminta para pelajar dapat berhati-hati dan menjaga diri agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan obat terlarang tersebut. 


Menutup amanat, Kapolres memberikan nasehat, agar para pelajar bisa belajar dengan giat dan rajin, berprestasi, menyayangi orang tua dan mematuhi guru disekolah. Ia optimis dari situ akan lahir pemimpin-pemimpin yang hebat dimasa yang akan datang. 


Sementara itu, Kepala SMPN 4 Bukittinggi Firman Adhani, sangat berterima kasih atas kesedian pihak Polresta Bukittinggi dalam memberikan edukasi kepada para siswa, guru dan seluruh warga sekolah. Hal ini adalah salah satu bentuk kerjasama sekolah dengan pihak luar dalam meningkatkan pengetahuan tentang disiplin berlalu lintas di jalan raya, pencegahan tauran dan buly, serta penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar.


Ia berharap amanat yang disampaikan dapat menjadi pencerahan dan pedoman bagi seluruh warga sekolah untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam berkendara serta ikut mencegah kenakalan remaja, terutama di sekolah yang dipimpinnya. (Sandra)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.