Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan banjir Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang karate Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan lpm Al itqan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak mandailing natal Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar polres Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

Lintasmedia News- Persoalan banjir yang terus berulang dan menghantui masyarakat Kota Padang, khususnya di wilayah Koto Tangah dan Kuranji, kembali memicu kritik tajam dari kalangan legislatif. Setiap kali hujan deras mengguyur, genangan air dan banjir seolah menjadi pemandangan rutin yang meresahkan warga.


Menanggapi fenomena tahunan ini, Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Gerindra, Manufer Putra Firdaus, pada Ahad, 11 Oktober 2026, melaui sambungan telepon selularnya, secara tegas menyatakan bahwa penanganan yang dilakukan oleh Pemko Padang selama ini belum menunjukkan hasil yang maksimal. Menurutnya, kejadian banjir di titik-titik tertentu selalu sama dari tahun ke tahun tanpa ada solusi yang tuntas.


Manufer menilai, anggaran penanggulangan bencana yang ada sebenarnya sudah berjalan hampir setiap tahun, merujuk pada musibah yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia mempertanyakan efektivitas alokasi dana tersebut karena rasanya anggaran belum menjadi indikator penyelesaian masalah yang komprehensif.


Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra dari dapil Koto Tangah ini mendorong Pemko Padang untuk mengambil langkah yang lebih taktis dengan menggandeng pihak profesional. Jika pemerintah kota merasa kesulitan menyelesaikan persoalan ini sendiri, sudah saatnya berkonsultasi langsung ke pihak pusat atau mendatangkan konsultan perencana yang ahli di bidangnya.


Ia menganalogikan situasi ini seperti orang sakit yang harus segera dibawa ke dokter spesialis yang tepat. Pemerintah Kota Padang diminta untuk tidak ragu melibatkan tenaga ahli tata ruang dan perencana banjir profesional agar master plan penataan kota dan drainase bisa dirumuskan secara jelas dan jitu.


Selain masalah infrastruktur drainase, Manufer juga menyoroti aspirasi masyarakat terkait adanya rel kereta api di sekitar lokasi banjir yang diduga turut menjadi salah satu pemicu hambatan aliran air. Ia menyarankan agar Pemko Padang segera berkoordinasi secara intensif dengan PT KAI untuk mencari solusi terbaik atas kendala tersebut.


Tidak hanya kerugian material dan fisik, dampak banjir berulang ini juga dirasakan sangat berat oleh para pelaku UMKM dan sektor kuliner di kawasan Koto Tangah. Padahal, wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu pusat sentra kuliner favorit di Kota Padang yang kerap dikunjungi warga pada akhir pekan.


Manufer menegaskan bahwa penanganan bencana harus diprioritaskan terlebih dahulu di tengah keterbatasan anggaran saat ini. Walaupun program-program pembangunan lain seperti sektor pariwisata penting, keselamatan serta kenyamanan warga di kawasan rawan banjir harus ditempatkan di urutan paling atas.


Ia juga mengingatkan agar Pemko Padang benar-benar menjadikan evaluasi tahunan ini sebagai catatan penting dalam merancang kebijakan. Skala prioritas anggaran harus difokuskan secara merata, mulai dari hulu ke hilir, termasuk perbaikan infrastruktur di aliran sungai yang menjadi langganan banjir.


Sebagai wakil rakyat, Manufer bersama jajaran DPRD Kota Padang memastikan akan terus mengawal dan mendesak pemerintah agar alokasi dana penanganan darurat benar-benar tepat sasaran. Pihaknya optimistis jika koordinasi lintas instansi antara Pemko, Pemprov, dan pemerintah pusat berjalan solid, masalah menahun ini perlahan bisa diurai.


Ia berharap Pemko Padang tidak tinggal diam dan segera bergerak cepat merumuskan master plan mitigasi banjir yang komprehensif. Masyarakat Kota Padang, khususnya di daerah pemilihan Padang I, tentu mendambakan tindakan nyata agar wilayah mereka terbebas dari ancaman banjir setiap kali musim hujan tiba. (*)


Pewarta: Zamri Yahya, WU

PADANG, Lintasmedia News- Kriminalitas di Kota Padang dikabarkan mulai merangkak naik dan menjadi sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, angkat bicara secara blak-blakan mengenai akar permasalahan yang sedang terjadi di tengah masyarakat.


Lonjakan angka kriminalitas ini dinilai tidak terjadi begitu saja, melainkan dipicu oleh sejumlah faktor krusial. Menurut Muharlion, melemahnya kontrol sosial serta faktor ekonomi dan kesulitan hidup menjadi pemicu utama meningkatnya tindak kejahatan.


Untuk mengatasi persoalan ini, DPRD mendorong agar seluruh elemen masyarakat dilibatkan secara aktif. "Mulai dari ulama, cerdik pandai, pemuka masyarakat, hingga peran orang tua sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan masing-masing," ujarnya, dibalik gagang ponselnya, Ahad, 11 Oktober 2026.


Dari sisi pemerintah, langkah penertiban dan penataan kawasan rawan terus digalakkan. Pemerintah daerah bersama aparat berwenang juga memperketat pengawasan jam malam, mengingat tingkat kerawanan kriminalitas paling tinggi kerap terjadi pada malam hari.


Terkait efektivitas penegakan aturan, kapasitas Satpol PP sebagai penegak perda tentu memiliki keterbatasan wilayah dan personel. "Oleh karena itu, sinergi yang kuat dengan pihak kepolisian serta partisipasi aktif warga dalam melaporkan titik rawan sangat diperlukan," cakap Muharlion. 


Sorotan tajam juga diarahkan pada kasus-kasus kriminal yang menyeret hotel berbintang, seperti insiden memilukan yang belum lama ini terjadi di hotel kawasan Rocky Plaza. Publik pun mempertanyakan apakah hotel-hotel mewah sekelas bintang lima bisa tersentuh dan dirazia oleh Satpol PP.


Menanggapi hal tersebut, Muharlion menjelaskan bahwa pengawasan terhadap hotel berbintang memiliki tantangan tersendiri terkait regulasi yang berlaku. "Pihak hotel semestinya memperketat aturan tamu, termasuk mewajibkan menunjukkan identitas KTP bagi pasangan yang sah demi mencegah pelanggaran hukum," tegas politisi PKS ini. 


Kendati demikian, aturan turunan seperti Perda Tibum (Ketertiban Umum) saat ini dinilai belum secara spesifik menyentuh operasional hotel-hotel berbintang. DPRD Kota Padang berencana menjadikan celah regulasi ini sebagai bahan evaluasi penting dalam revisi perda ke depannya.


Dengan adanya evaluasi aturan ini, diharapkan ke depannya penegakan hukum di Kota Padang bisa berlaku adil tanpa pandang bulu. Semua tempat, termasuk tempat hiburan dan hotel mewah, ke depan dapat tersentuh pengawasan yang ketat demi menciptakan keamanan dan kenyamanan warga. (*) 


PADANG, Lintasmedia News— Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26, Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP) menyalurkan bantuan senilai Rp10.233.860 kepada Panti Asuhan Anak dan Balita Al Hurul Ain, Kota Padang, Jumat (2/10/2026). Bantuan tersebut merupakan hasil lelang amal yang digelar keluarga besar FKIKSP sebagai wujud kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.


Penyerahan bantuan berlangsung di Panti Asuhan Anak dan Balita Al Hurul Ain, Kompleks Wisma Indah V, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Kegiatan ini dihadiri Penasihat FKIKSP Lynda Andria Delfa bersama jajaran pengurus FKIKSP sebagai bagian dari rangkaian Road to HUT ke-26 organisasi tersebut.


Bantuan yang dihimpun melalui partisipasi keluarga besar FKIKSP itu disalurkan dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan panti, mulai dari perlengkapan panti, sembako, perlengkapan bayi, hingga uang transportasi bagi anak-anak panti. Melalui kegiatan ini, FKIKSP berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang diasuh di panti tersebut.

Lynda Andria Delfa mengatakan, kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan 26 tahun FKIKSP sekaligus wujud kepedulian organisasi terhadap masyarakat. Menurutnya, peringatan hari ulang tahun tidak semata-mata menjadi momentum perayaan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kebersamaan melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan menghadirkan manfaat bagi anak-anak di Panti Asuhan Al Hurul Ain. Semoga apa yang diberikan oleh keluarga besar FKIKSP dapat bermanfaat dan menjadi keberkahan bagi kita semua,” ujar Lynda.


Ia menjelaskan, lelang amal yang melibatkan keluarga besar FKIKSP mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian yang terus dibangun dalam organisasi. Partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa kebersamaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan internal, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang dapat dirasakan masyarakat.


“Usia 26 tahun menjadi momentum bagi kita untuk terus melangkah, bukan hanya dalam kebersamaan di internal organisasi, tetapi juga dengan memberikan kontribusi dan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” katanya.


Menurut Lynda, kepedulian sosial merupakan nilai yang perlu terus dirawat karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi juga memperkuat ikatan kebersamaan di antara keluarga besar FKIKSP. Karena itu, ia berharap semangat berbagi dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari berbagai kegiatan organisasi ke depan.


Selain menyerahkan bantuan, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pengurus FKIKSP untuk berinteraksi dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti. Kehadiran keluarga besar FKIKSP diharapkan dapat memberikan dukungan moral sekaligus menumbuhkan semangat bagi anak-anak untuk terus belajar, tumbuh, dan berkembang.


Melalui rangkaian Road to HUT ke-26, FKIKSP berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. “Berbagi mungkin sederhana bagi kita, tetapi bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi mereka yang menerimanya,” ujar Lynda. (*)

POLRES SOLOK SELATAN, LINTASMEDIA NEWS| Dini hari yang seharusnya menjadi waktu beristirahat berubah menjadi tragedi bagi empat warga Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Di kawasan Sungai Paik Hulu, Pamong Gadang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Selasa (6/10/2026), tanah dan bebatuan dari tebing yang terjal tiba-tiba runtuh, menimbun empat pendulang emas tradisional yang tengah mencari nafkah. Upaya pertolongan tidak mampu menyelamatkan nyawa mereka. Empat orang meninggal dunia, meninggalkan duka bagi keluarga sekaligus peringatan serius tentang keselamatan di lokasi penggalian emas.


Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan yang disampaikannya, longsor terjadi sekitar pukul 01.00 WIB ketika para korban sedang mengambil material di kawasan tebing. Tanpa banyak waktu untuk menyelamatkan diri, keempat pekerja tertimbun material tanah bercampur batu yang runtuh dari bagian tebing.

Pekerja lain yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun, tebalnya timbunan material dan kondisi medan menyulitkan proses penyelamatan. Lokasi penambangan yang berada jauh di dalam kawasan hutan juga menjadi tantangan tersendiri. Para korban akhirnya berhasil dievakuasi oleh sesama pendulang sekitar pukul 05.00 WIB, kemudian dibawa ke rumah duka masing-masing.


Empat korban yang meninggal dunia merupakan warga setempat. Mereka adalah Defriadi (40), warga Jorong Kampuang Dalam, Nagari Lubuk Gadang Utara; Rafli (35), warga Jorong Sariak Taba, Nagari Lubuk Gadang; serta Dani (25) dan Zul Fatrianto (35), warga Jorong Sungai Aro, Nagari Lubuk Gadang Timur. Seluruhnya berasal dari Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Di balik nama-nama tersebut, ada keluarga yang kehilangan anggota keluarga dan masyarakat yang harus menerima kenyataan pahit akibat musibah tersebut.


Bagi warga yang menggantungkan penghasilan pada pencarian emas, kawasan penggalian menjadi tempat mencari nafkah. Namun, ketika aktivitas berlangsung di tebing curam tanpa pengamanan memadai, risiko keselamatan dapat berubah menjadi ancaman mematikan. Dalam kejadian ini, material yang menimbun para korban disebut berasal dari hasil galian pendulang selama mencari emas secara tradisional. Penggalian pada bagian bawah perbukitan berpotensi mengganggu kestabilan tanah, meskipun penyebab teknis longsor tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.


Tragedi di Sungai Paik Hulu pun menempatkan persoalan keselamatan pendulang dan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) dalam sorotan. Persoalannya bukan semata-mata bagaimana emas diperoleh, melainkan juga bagaimana risiko terhadap manusia dan lingkungan dapat dicegah. Lokasi terpencil, akses pertolongan yang sulit, serta kondisi tanah dan tebing yang berpotensi tidak stabil merupakan faktor yang perlu mendapat perhatian serius sebelum korban berikutnya berjatuhan.


Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi menegaskan bahwa jajarannya selama ini melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI di wilayah hukumnya. Ia mengakui bahwa lokasi penambangan yang tersembunyi dan sulit dijangkau menjadi tantangan dalam penegakan hukum. Meski demikian, kepolisian menyatakan tetap menjalankan tindakan terhadap aktivitas yang diduga melanggar hukum, termasuk pembakaran pondok tambang liar dan penyitaan peralatan kerja.


Hingga Oktober 2026, kepolisian setempat menyebut telah melakukan razia di belasan lokasi yang diduga menjadi tempat praktik penambangan emas ilegal. Kapolres menegaskan komitmen untuk melanjutkan penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin. Langkah ini penting, tetapi pencegahan juga membutuhkan perhatian berkelanjutan, terutama terhadap lokasi berbahaya yang berpotensi mengancam jiwa. Penanganan yang efektif perlu didukung informasi lapangan, pengawasan, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait.


Di sinilah semangat “POLRI BERSAMA MASYARAKAT” harus hadir dalam tindakan nyata. Masyarakat dapat membantu mencegah tragedi serupa dengan melaporkan aktivitas penggalian yang mencurigakan atau kondisi tebing yang membahayakan kepada aparat dan pemerintah setempat. Informasi warga perlu ditindaklanjuti secara profesional, sementara upaya penertiban harus mengutamakan keselamatan, kepastian hukum, dan perlindungan masyarakat. Kerja sama tersebut bukan untuk menyudutkan warga yang mencari nafkah, melainkan untuk mencegah aktivitas berbahaya dan mengurangi risiko kehilangan nyawa.


Tragedi yang menewaskan Defriadi, Rafli, Dani, dan Zul Fatrianto menjadi pengingat bahwa keselamatan manusia tidak boleh ditempatkan di bawah kepentingan memperoleh hasil tambang. Penegakan hukum terhadap PETI, edukasi mengenai bahaya penggalian, pengawasan lokasi rawan, dan kepedulian masyarakat perlu berjalan beriringan. Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi bersama jajarannya menghadapi tantangan penertiban di medan yang sulit, sementara dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. POLRI BERSAMA MASYARAKAT harus diwujudkan melalui kerja sama yang melindungi kehidupan, menjaga lingkungan, dan mencegah keluarga lain mengalami duka serupa.


TIM RMO

Pasbar,Lintas Media News Com

 

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memperkuat gerakan literasi melalui Seminar Literasi bertajuk “Seribu Guru Hebat, Sejuta Murid Hebat” dengan menghadirkan Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, Sabtu 10/10 .Kegiatan ini menjadi upaya mendorong budaya membaca dan menulis sekaligus membangun karakter serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


Seminar yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat bersama Forum Pegiat Literasi dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pasaman Barat tersebut dihadiri Bupati Pasaman Barat Yulianto, Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah , jajaran Dinas Pendidikan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Erisa Doddy San Ismail, dan pemangku kepentingan lainnya.


Bupati Pasaman Barat Yulianto mengatakan, penguatan literasi merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang berpengetahuan luas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman.


Menurutnya, dinamika global menuntut Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga harus diiringi peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan dan penguatan budaya literasi.


“Dalam situasi dunia saat ini dengan berbagai dinamika geopolitik, Indonesia membutuhkan anak-anak hebat yang mampu mengawal masa depan bangsa. Salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah melalui kegiatan literasi, ujar Yulianto.


Ia menegaskan, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, memperluas wawasan, mengembangkan pemikiran, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.


Yulianto juga mengapresiasi peran guru dalam mendidik dan membentuk karakter generasi penerus bangsa. Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral, etika, dan tanggung jawab sosial.


Guru adalah pahlawan kita. Siapa pun yang hebat hari ini tentu mendapatkan pendidikan dari seorang guru. Karena itu, kita harus memberikan apresiasi kepada guru-guru yang dengan penuh keikhlasan terus mendidik anak-anak kita,” katanya.


Ia berharap penguatan literasi dapat menjadi salah satu upaya positif untuk mengarahkan minat dan bakat pelajar, membangun karakter, serta mendorong kebiasaan belajar yang produktif di tengah berbagai tantangan, termasuk kenakalan remaja dan tawuran antarpelajar.


Menurutnya, upaya melahirkan generasi yang berkualitas membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat. Keinginan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak harus diwujudkan melalui program nyata dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan literasi agar pelaksanaannya semakin berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan maupun masyarakat.


Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto menegaskan bahwa pengembangan budaya literasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan komunitas.


Gerakan literasi merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan komunitas harus berjalan bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya membaca,” ujarnya.


Ia menjelaskan, budaya membaca perlu ditanamkan sejak dini melalui lingkungan yang mendorong anak-anak untuk terus belajar, mengembangkan rasa ingin tahu, dan menjadikan pengetahuan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.


Menurut Bunda Sifrowati, buku membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal dunia lebih luas, sedangkan tulisan menjadi sarana menuangkan gagasan dan menghasilkan karya. Dengan bekal ilmu pengetahuan, generasi muda diharapkan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai budaya dan karakter yang menjadi identitas daerah.


Ia menilai, kehadiran Duta Baca Indonesia Gol A Gong dalam seminar tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat dan motivasi para guru serta pegiat literasi dalam mengembangkan budaya membaca dan menulis di Kabupaten Pasaman Barat.


“Manusia yang berilmu akan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Ilmu menjadi bekal untuk menjaga nilai budaya, memperkuat karakter, serta menghadapi perkembangan zaman,” tuturnya.

Pasbar,Lintas Media News Com

 


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memperkuat gerakan literasi melalui Seminar Literasi bertajuk “Seribu Guru Hebat, Sejuta Murid Hebat” dengan menghadirkan Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, Sabtu 10/10 .Kegiatan ini menjadi upaya mendorong budaya membaca dan menulis sekaligus membangun karakter serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


Seminar yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat bersama Forum Pegiat Literasi dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pasaman Barat tersebut dihadiri Bupati Pasaman Barat Yulianto, Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah , jajaran Dinas Pendidikan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Erisa Doddy San Ismail, dan pemangku kepentingan lainnya.


Bupati Pasaman Barat Yulianto mengatakan, penguatan literasi merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang berpengetahuan luas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman.


Menurutnya, dinamika global menuntut Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga harus diiringi peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan dan penguatan budaya literasi.


“Dalam situasi dunia saat ini dengan berbagai dinamika geopolitik, Indonesia membutuhkan anak-anak hebat yang mampu mengawal masa depan bangsa. Salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah melalui kegiatan literasi, ujar Yulianto.


Ia menegaskan, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, memperluas wawasan, mengembangkan pemikiran, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.


Yulianto juga mengapresiasi peran guru dalam mendidik dan membentuk karakter generasi penerus bangsa. Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral, etika, dan tanggung jawab sosial.


Guru adalah pahlawan kita. Siapa pun yang hebat hari ini tentu mendapatkan pendidikan dari seorang guru. Karena itu, kita harus memberikan apresiasi kepada guru-guru yang dengan penuh keikhlasan terus mendidik anak-anak kita,” katanya.


Ia berharap penguatan literasi dapat menjadi salah satu upaya positif untuk mengarahkan minat dan bakat pelajar, membangun karakter, serta mendorong kebiasaan belajar yang produktif di tengah berbagai tantangan, termasuk kenakalan remaja dan tawuran antarpelajar.


Menurutnya, upaya melahirkan generasi yang berkualitas membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat. Keinginan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak harus diwujudkan melalui program nyata dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan literasi agar pelaksanaannya semakin berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan maupun masyarakat.


Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto menegaskan bahwa pengembangan budaya literasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan komunitas.


Gerakan literasi merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan komunitas harus berjalan bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya membaca,” ujarnya.


Ia menjelaskan, budaya membaca perlu ditanamkan sejak dini melalui lingkungan yang mendorong anak-anak untuk terus belajar, mengembangkan rasa ingin tahu, dan menjadikan pengetahuan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.


Menurut Bunda Sifrowati, buku membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal dunia lebih luas, sedangkan tulisan menjadi sarana menuangkan gagasan dan menghasilkan karya. Dengan bekal ilmu pengetahuan, generasi muda diharapkan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai budaya dan karakter yang menjadi identitas daerah.


Ia menilai, kehadiran Duta Baca Indonesia Gol A Gong dalam seminar tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat dan motivasi para guru serta pegiat literasi dalam mengembangkan budaya membaca dan menulis di Kabupaten Pasaman Barat.


“Manusia yang berilmu akan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Ilmu menjadi bekal untuk menjaga nilai budaya, memperkuat karakter, serta menghadapi perkembangan zaman,” tuturnya.

 

PADANG, Lintasmedia News- Laga seru Tim mini soccer Partai Keadilan Sejahtera atau PKS kontra Tim PWI Sumbar dengan skor akhir 10-10. Tim PKS yang diperkuat masing-masing dua ketua DPW Sumbar Ulyadi dan Ketua Kota Padang Mulyadi Muslim menahan gempuran tim lawan pada Jumat (9/10/2026) mulai pukul 09.00 - 11.00 WIB di Masita Arena-Mini Soccer, Jalan Flamboyan Baru, Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumbar. 


Laga sengit kali ini turut disaksikan Ketua PWI Sumbar, Widya Navies beserta jajaran pengurus antara lain, Sekretarisnya Firdaus Abie serta Sekretaris Dewan Kehormatan Provinsi/DKP, Emil Mahmudsyah. Turut bermain Wakil Ketua Pembinaan Daerah PWI Sumbar, Rommi Delfiano serta jajaran pengurus Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Sumbar masing-masing Eriandi dan Science Asra serta anggota lainnya. 


Sepanjang pertandingan waktu normal dua babak, kedua tim saling jual beli serangan. Manajer Tim PWI Firdaus Abie mengatakan skuad yang diturunkan kali ini terbilang tim yang biasa menjalani berbagai serta kompetitif. 


"Sedangkan, anggota PWI Sumbar yang ikut bermain, sebagian merupakan daftar pemain yang dipersiapkan ke Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung nantinya, " papar Firdaus yang akrab disapa Abie seusai laga, Jumat. 


Pihaknya selama ini punya skuad yang kerap diundang ke berbagai ajang pertandingan, termasuk laga persahabatan. 


*Sundulan Ketua DPW PKS Sumbar*


Begitupula, Tim PKS yang dihadapi PWI Sumbar lumayan tangguh serta sulit ditundukkan dan pantang menyerah.


Kapten Tim PKS Mulyadi Muslim yang bermain separuh laga sempat membuat Tim lawan kewalahan. Sepanjang jalannya pertandingan silih berganti gol tercipta. 


"Sebetulnya, Tim kami juga rutin melakukan latihan serta pertandingan termasuk laga persahabatan seperti sekarang," kata Buya Mulyadi Muslim. 


Bahkam, imbuhnya satu dari 10 gol Tim PKS tercipta berkat sundulan Ketua DPW Ulyadi, melengkapi total gol penyeimbang Tim PWI Sumbar. 


Kepada awak media, Ulyadi mengaku puas atas laga persahabatan melawan tim PWI Sumbar. Kali ini kami mendapat perlawanan lumayan tangguh, " kilah Ulyadi. 


Seusai laga, masing-masing pihak saling menyampaikan ungkapan terima kasih. Terakhir ditutup dengan sesi foto bersama. (*rel*) 

Manager Tim PWI Sumbar: Firdaus Abie

Kiper: Redojay

Gelandang Bertahan; Boing

Gelandang Serang; ilham

Bek: Jamal

Bek : Adetio

Sayap kiri: Fardi

Sayap kanan: Jup

Striker: Rommi

Cadang: Eriandi Lelek, Emil Mahmudsyah.(*)

PADANG, Lintasmedia News- Rencana rehabilitasi Musala Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mendapatkan perhatian publik. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang turut memberikan pandangannya terkait pengalokasian dana tersebut.


Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Padang, Rafdi, menegaskan bahwa perbaikan fasilitas keagamaan pada dasarnya merupakan langkah yang sangat positif. Menurutnya, selama memenuhi aturan hukum yang berlaku, rencana tersebut patut didukung penuh.


"Sepanjang keberadaan fasilitas tersebut membawa kemanfaatan bagi masyarakat luas dan prosesnya sesuai aturan, tentu kita akan selalu mendukungnya," ujar Rafdi saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2026).


Rafdi menjelaskan, keberadaan musala di lingkungan PWI Sumbar tidak hanya diperuntukkan bagi para wartawan yang bertugas, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum di sekitar kawasan.


Menurutnya, sarana ibadah yang representatif akan mempermudah siapa saja yang ingin menunaikan kewajiban sholat di tengah aktivitas harian. Hal ini menjadikan keberadaan musala tersebut memiliki nilai sosial dan keagamaan yang tinggi.


Namun, ia menguraikan bahwa pelaksanaan suatu program kerja atau bantuan pemerintah pada dasarnya hanya membutuhkan dua tolok ukur utama yang harus dipenuhi secara transparan.


"Prinsipnya sederhana, pertama ada regulasi atau aturan yang membolehkan, dan kedua ketersediaan anggarannya sah. Jika kedua hal tersebut terpenuhi, maka tidak ada alasan untuk menghambat program kebaikan bagi masyarakat," tegasnya.


Ia berharap proses rehabilitasi musala tersebut dapat berjalan lancar sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga fasilitas ibadah tersebut bisa segera dimanfaatkan secara optimal oleh para jurnalis maupun masyarakat luas. (*) 



 

LINTASMEDIANEWS.COM, PADANG — Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menandatangani kesepakatan bersama untuk memperkuat tata kelola perencanaan, penganggaran, serta pengadaan barang dan jasa sebagai upaya mencegah tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.


Penandatanganan berlangsung di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Kamis (8/10/2026), dalam Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi yang diikuti kepala daerah dan Ketua DPRD kabupaten/kota se-Sumatera Barat.


Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah serta disaksikan Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol. (Purn.) Akhmad Wiyagus, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto, perwakilan BPKP Setya Nugraha, dan perwakilan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).


Rapat koordinasi yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri bersama KPK itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan korupsi melalui perbaikan sistem perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, serta pengawasan internal pemerintah daerah.


Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat langkah pencegahan korupsi sekaligus mengantisipasi potensi pelanggaran dalam penyelenggaraan pemerintahan.


Menurut dia, upaya pencegahan perlu dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.


Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menekankan pentingnya memperkuat peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini.


Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus juga menilai APIP memiliki peran strategis dalam sistem pengawasan internal untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran sebelum berkembang menjadi persoalan hukum.


Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengatakan, pencegahan korupsi harus menjadi bagian dari setiap tahapan penyelenggaraan pemerintahan, mulai dari perencanaan program hingga penganggaran dan pengadaan barang dan jasa.


“Bagi kami, tata kelola pemerintahan yang baik harus dibangun melalui proses yang terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, dan berlandaskan integritas. Karena itu, komitmen ini harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, bukan berhenti pada penandatanganan semata,” ujar Annisa.


Ia menambahkan, perbaikan tata kelola pemerintahan diperlukan untuk memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai ketentuan dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.


“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pemerintahan yang bersih, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memastikan pembangunan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.


Dalam kegiatan tersebut, Bupati Annisa didampingi Ketua DPRD Dharmasraya yang diwakili Fadli Aulia, Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya Medison, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.(el)

 

LINTASMEDIANEWS.COM, PADANG — Kehadiran Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani di Kolam Renang Teratai, Kompleks GOR H. Agus Salim, Padang, Kamis (8/10/2026), menarik perhatian peserta dan penonton yang menyaksikan pertandingan cabang olahraga akuatik pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.


Bupati Annisa menjadi perhatian di arena pertandingan. Selain didaulat panitia untuk mengalungkan medali kepada atlet, ia juga diajak berswafoto oleh peserta dan penonton, tidak hanya dari Dharmasraya, tetapi juga dari daerah lain.


Di tengah suasana pertandingan, atlet akuatik Dharmasraya kembali menambah perolehan medali. Pada hari terakhir pertandingan renang tersebut, Dharmasraya meraih dua medali, masing-masing satu emas dan satu perunggu.


Medali emas diraih Dwi Intan Febrianti pada nomor 50 meter gaya punggung. Sementara itu, medali perunggu diperoleh melalui nomor estafet gaya ganti 4 x 100 meter putri yang diperkuat Dwi Intan Febrianti, Parmayo Suri Disirina, Azizah Guspita, dan Aurel Donita. Belvana Luthfia Fithri dan Farida Nurjihan Winarno tercatat sebagai atlet cadangan.


Dengan tambahan tersebut, cabang olahraga akuatik Dharmasraya telah mengumpulkan 13 medali selama Porprov XVI Sumbar 2026. Rinciannya terdiri atas tiga emas, lima perak, dan lima perunggu.


Dwi Intan Febrianti menjadi salah satu penyumbang medali dengan koleksi dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Sementara itu, Aurel Donita menyumbangkan satu emas, tiga perak, dan satu perunggu. Oktar Fernando Iqbal turut menyumbang satu medali perunggu.


Pada nomor estafet putri, atlet Dharmasraya juga menyumbangkan satu medali perak dan dua perunggu selama rangkaian pertandingan.


Pada hari terakhir pertandingan cabang Akuatik ini Sekretaris Daerah Medison, turut hadir memberi dukungan bersama Kepala Dinas Budparpora H. Reno Lazuardi dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Martin Efendi. 


Perolehan 13 medali tersebut menjadi kontribusi cabang akuatik bagi kontingen Dharmasraya dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Sumatera Barat itu. Berakhirnya pertandingan renang pada Kamis menandai tuntasnya perjuangan atlet akuatik Dharmasraya di arena Porprov XVI Sumbar 2026.(el)


Padang, Lintasmedia News- Aparat gabungan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) menggerebek kawasan Pasar Gaung, Kota Padang, Jumat (9/10/2026) sore. Kawasan yang selama ini menjadi sorotan akibat laporan masyarakat mengenai maraknya dugaan peredaran narkotika itu disisir secara menyeluruh. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkoba serta mengamankan enam pria.

Penggerebekan tersebut menjadi langkah tegas aparat dalam merespons keresahan masyarakat terhadap dugaan aktivitas narkotika di kawasan Pasar Gaung. Operasi itu sekaligus mengirimkan pesan bahwa laporan warga mengenai peredaran barang terlarang tidak boleh berhenti sebatas keluhan, tetapi harus ditindaklanjuti melalui penegakan hukum.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wedy Mahadi, mengatakan penggerebekan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberantasan peredaran narkotika di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang.

"Penggerebekan ini dilakukan untuk memberantas peredaran narkoba di Sumbar, khususnya Kota Padang," kata Wedy di Padang.

Menurutnya, kawasan Pasar Gaung menjadi sasaran operasi setelah polisi menerima banyak informasi dan laporan masyarakat mengenai dugaan maraknya aktivitas peredaran narkotika di lokasi tersebut.

Laporan itu kemudian menjadi dasar bagi aparat untuk melakukan penindakan langsung. Polisi tidak hanya menyasar satu titik, tetapi juga menyisir sejumlah lokasi yang dinilai perlu diperiksa guna menelusuri dugaan aktivitas narkotika di kawasan tersebut.


Menyisir Gang Sempit hingga Bangunan Kosong


Penggerebekan melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi. Unsur yang diterjunkan antara lain Direktorat Reserse Narkoba, Reserse Kriminal, Brimob, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar, Polresta Padang, Polisi Militer TNI Angkatan Laut, Satpol PP, serta unsur terkait lainnya.


Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa operasi di Pasar Gaung tidak dilakukan secara parsial. Aparat bergerak bersama untuk menyisir kawasan yang berdasarkan laporan masyarakat diduga menjadi lokasi aktivitas peredaran narkotika.

Tim gabungan memasuki gang-gang sempit dan memeriksa sejumlah bangunan kosong yang tersembunyi di antara permukiman dan aktivitas perdagangan warga. Lokasi-lokasi yang sulit terlihat dari jalan utama turut menjadi bagian dari penyisiran.

Kedatangan petugas dalam jumlah besar sontak menarik perhatian masyarakat. Warga dan sejumlah pedagang yang masih membuka toko maupun warung menyaksikan langsung jalannya operasi tersebut.

Penggerebekan berlangsung lebih dari tiga jam. Selama operasi, petugas memeriksa sejumlah titik untuk mencari barang bukti sekaligus menindaklanjuti informasi mengenai dugaan aktivitas narkotika.


Alat Hisap, Plastik Klip, dan Timbangan Digital Ditemukan



Dugaan adanya aktivitas narkotika di kawasan tersebut semakin menjadi perhatian setelah petugas menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan narkoba.

Di beberapa titik, aparat menemukan alat hisap sabu-sabu, sedotan, serta plastik bening atau plastik klip yang lazim digunakan untuk membungkus zat tertentu. Petugas juga menemukan timbangan digital dan sejumlah benda lainnya.

Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penelusuran aparat. Namun, fungsi setiap benda, keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana narkotika, serta hasil pemeriksaan barang bukti tetap harus dipastikan melalui penyelidikan dan pengujian lebih lanjut.

Hingga informasi awal penggerebekan disampaikan, belum terdapat keterangan terperinci mengenai jumlah maupun berat narkotika yang disita, apabila ada. Rincian barang bukti, hasil pemeriksaan laboratorium, dan dugaan peran masing-masing orang yang diamankan masih menunggu penjelasan resmi dari Polda Sumbar.

Karena itu, temuan alat dan perlengkapan yang diduga berkaitan dengan narkotika belum dengan sendirinya membuktikan siapa yang memiliki, menggunakan, atau mengedarkannya. Penetapan status hukum setiap orang harus didasarkan pada hasil penyidikan dan alat bukti yang sah.


Enam Pria Diamankan, Perannya Masih Didalami



Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan enam pria. Akan tetapi, identitas, status hukum, serta dugaan keterlibatan masing-masing belum dijelaskan secara terperinci.

Belum diketahui pula apakah keenam pria tersebut diduga sebagai pengguna, pengedar, perantara, atau memiliki peran lain. Seluruh kemungkinan itu masih memerlukan pembuktian berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik.

Publik kini menanti penjelasan lanjutan dari kepolisian mengenai hasil pemeriksaan terhadap keenam pria tersebut, termasuk apakah penyidik menemukan keterkaitan antara mereka dengan barang-barang yang diamankan di lokasi.


Informasi mengenai asal-usul narkotika, kemungkinan jaringan pemasok, pola distribusi, serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat juga menjadi bagian penting yang perlu diungkap apabila ditemukan bukti pendukung.

Pengungkapan tersebut diperlukan agar penindakan tidak berhenti pada orang-orang yang ditemukan di lokasi, tetapi juga mampu menelusuri mata rantai peredaran narkotika apabila jaringan yang lebih luas terbukti ada.


KRYD dan Upaya Memutus Mata Rantai Narkotika


Wedy menjelaskan penggerebekan itu merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), yang dilaksanakan berdasarkan instruksi Kapolri.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memutus mata rantai peredaran narkotika sehingga upaya membersihkan Sumatera Barat dari ancaman narkoba dapat diwujudkan.

Langkah ini menempatkan informasi masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam mendeteksi dan menindak dugaan kejahatan narkotika. Namun, keberhasilan pemberantasan tidak cukup hanya diukur dari banyaknya operasi atau jumlah orang yang diamankan.


Hasil penyidikan, kepastian status hukum, pengungkapan sumber pasokan, serta pencegahan agar peredaran tidak kembali berlangsung juga menjadi tolok ukur penting dalam upaya pemberantasan narkotika secara berkelanjutan.


Di sisi lain, penindakan perlu berjalan beriringan dengan pencegahan, edukasi, rehabilitasi bagi pengguna yang memenuhi ketentuan, serta perlindungan terhadap anak dan generasi muda dari paparan narkotika.

Warga Mendukung, Berharap Kawasan Tak Kembali Dihantui Narkoba

Operasi gabungan di Pasar Gaung mendapat dukungan dari warga yang berada di lokasi. Masyarakat berharap penindakan tersebut mampu menjawab keresahan yang selama ini muncul akibat laporan dugaan aktivitas narkotika di kawasan mereka.

Seorang warga menyampaikan harapannya agar aparat benar-benar membersihkan lingkungan dari ancaman narkoba, terutama demi melindungi anak-anak dan generasi muda.

"Kami ingin narkoba bersih dari daerah ini, karena jika tidak dibersihkan bisa merusak anak-anak dan generasi muda," ujar warga tersebut.


Pernyataan itu mencerminkan harapan masyarakat agar upaya pemberantasan tidak berhenti setelah operasi selesai. Warga membutuhkan lingkungan yang aman, aktivitas perdagangan yang kondusif, serta kepastian bahwa dugaan peredaran narkotika ditangani secara serius.


Bagi masyarakat, persoalan narkoba bukan semata-mata urusan penangkapan dan penyitaan barang bukti. Dampaknya dapat meluas terhadap ketahanan keluarga, keselamatan anak, kondisi sosial, hingga masa depan generasi muda.


Menunggu Pengungkapan Lebih Jauh



Penggerebekan di Pasar Gaung kini menjadi awal dari pertanyaan yang lebih besar: sejauh mana dugaan aktivitas narkotika di kawasan tersebut berlangsung, siapa saja yang terbukti terlibat, dan apakah terdapat jaringan distribusi yang lebih luas?

Jawaban atas pertanyaan itu bergantung pada hasil penyidikan kepolisian. Rilis resmi yang memuat identitas para pihak sesuai ketentuan hukum, status pemeriksaan, rincian barang bukti, serta perkembangan perkara menjadi informasi yang ditunggu masyarakat.


Penegakan hukum yang tegas, transparan, dan berdasarkan bukti diperlukan agar operasi tersebut tidak sekadar menjadi tindakan sesaat, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan melindungi masyarakat Sumatera Barat dari bahaya narkotika.

Dengan dukungan masyarakat dan tindak lanjut penyidikan yang menyeluruh, aparat diharapkan mampu menelusuri dugaan peredaran hingga ke sumbernya, sekaligus memastikan kawasan Pasar Gaung tidak kembali menjadi tempat yang meresahkan warga.

Catatan: Sampai ada keterangan resmi lebih lanjut, penyebutan Pasar Gaung sebagai "kampung narkoba" harus diperlakukan sebagai dugaan atau label yang muncul akibat laporan masyarakat, bukan sebagai kesimpulan hukum. Demikian pula, enam pria yang diamankan tetap harus diperlakukan sesuai asas praduga tak bersalah sampai ada proses hukum yang membuktikan keterlibatan mereka.


(*/Mond)


LINTASMEDIANEWS.COM, PADANG — Mendapatkan dukungan langsung Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, tim floorball Kabupaten Dharmasraya meraih satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat di GOR FIK UNP Padang, Jumat (9/10/2026).


Medali emas diraih pada nomor Mix 3vs3 setelah di final mengalahkan Kota Padang dengan skor 3-2. Medali perak diperoleh tim putra nomor 5vs5 setelah mengakui keunggulan Pasaman Barat dengan skor 0-1. Sementara itu, medali perunggu diraih tim putri nomor 5vs5 setelah memberi perlawanan sengit kepada Kabupaten Solok dengan skor 0-1.


Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani didaulat mengalungkan medali kepada atlet peraih medali. Ia menyampaikan terima kasih kepada KONI Sumatera Barat yang telah mempertandingkan floorball sebagai cabang olahraga baru dalam Porprov Sumbar.


Menurut Annisa, olahraga tidak hanya menjadi sarana mengisi waktu, tetapi juga membentuk mental dan karakter atlet, terutama dalam menghadapi tekanan selama pertandingan.


“Olahraga ini bukan hanya untuk mengisi waktu, tetapi juga membentuk mental. Kita melihat bagaimana atlet yang sempat tertinggal skor bisa bangkit dan memenangkan pertandingan. Ini membutuhkan mental atlet dan mental juara. Ketika kalah, bangkit lagi,” ujarnya.


Ia berharap pembinaan floorball terus berlanjut sehingga mampu melahirkan atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Sumatera Barat.


“Insya Allah, kalau mental seperti ini kita jadikan sebagai bibit, Sumatera Barat akan maju. Mudah-mudahan KONI Sumbar terus konsisten mempertahankan dan mengembangkan olahraga ini, sehingga atlet terbaik kita bisa mewakili Sumbar di PON nantinya,” katanya.


Sementara itu, Pengurus Asosiasi Floorball Indonesia (AFI) Kabupaten Dharmasraya, Dr. Irwan Ritonga, M.Pd., menyambut baik prestasi yang ditorehkan para atlet. Capaian tim yang dilatih Dr. Ahmad Chaeroni, M.Pd. tersebut turut menambah koleksi medali Kabupaten Dharmasraya pada tabel klasemen sementara Porprov XVI Sumatera Barat Tahun 2026.(el)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.