Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok


PADANG, Lintas Media News
Kinerja DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam mengelola informasi dan dokumentasi hukum mendapat apresiasi di tingkat nasional dalam ajang JDIH Nasional 2026. DPRD Sumbar berhasil meraih Peringkat IV terbaik Nasional kategori DPRD Provinsi, penghargaan tersebut diterima langsung Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, dalam momentum rangkaian Hari Pengayoman ke-81,  Rabu (19/8/2026).

Capaian tersebut semakin istimewa karena DPRD Provinsi Sumatera Barat tercatat sebagai satu-satunya DPRD di Sumatera Barat yang berhasil membawa pulang penghargaan JDIH Nasional 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) sepanjang tahun 2025. Penilaian tidak hanya melihat keberadaan dokumen, tetapi juga bagaimana informasi hukum dikumpulkan, diolah, ditata dan disajikan sehingga dapat diakses masyarakat.

Berbagai dokumen yang dikelola melalui JDIH DPRD Sumbar meliputi Peraturan Daerah, Rancangan Peraturan Daerah, Keputusan DPRD, Keputusan Pimpinan DPRD, Keputusan Sekretaris DPRD, naskah akademik, notulen dan risalah rapat, buku perpustakaan, hingga dokumentasi proses pembahasan Peraturan Daerah.

Aspek inovasi serta statistik pengunjung website JDIH juga menjadi bagian dari penilaian. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan JDIH tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dokumen, tetapi juga bagaimana informasi hukum dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Ketua DPRD Sumbar Muhidi menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran DPRD dan Sekretariat DPRD Sumbar dalam menjaga kualitas dokumentasi serta keterbukaan informasi hukum.

“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua. Namun, yang paling penting dari penghargaan ini adalah bagaimana JDIH benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Muhidi.

Ia mengatakan, DPRD sebagai lembaga perwakilan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan berbagai produk hukum dan proses pembentukan peraturan dapat diketahui publik.

“Informasi hukum harus semakin mudah diakses. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai berbagai produk hukum maupun proses yang dilakukan DPRD,” ujarnya.

Muhidi berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian, tetapi menjadi penyemangat untuk terus melakukan pembenahan.

“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, memperkuat digitalisasi dan membuat informasi hukum semakin mudah dijangkau masyarakat,” tuturnya.

Plt Kepala Kanwil Kemenkumham Sumatera Barat, Alpius Sarumaha, mengatakan, sinergi dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan pemerintahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa pada akhirnya seluruh tugas pemerintahan memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pertanyaan yang paling mendasar adalah untuk siapa kita bekerja. Kita bekerja untuk masyarakat, untuk bangsa dan negara,” ujar Alpius.

Menurutnya, keberhasilan pelayanan tidak semata-mata dilihat dari proses administrasi, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Hukum tidak boleh terasa jauh dari masyarakat. Hukum harus memberikan kepastian, perlindungan dan menghadirkan solusi,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat yang datang membawa persoalan tidak justru menghadapi persoalan baru akibat pelayanan yang berbelit.

“Ketika masyarakat datang dengan persoalan, jangan kita tambah dengan persoalan baru. Ketika ada persoalan, harus kita selesaikan. Jangan berlindung di balik birokrasi,” tegasnya.

Alpius menambahkan, semangat pengayoman harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Pengayoman memiliki makna yang besar. Menyayomi tidak boleh berhenti pada rasa prihatin. Harus bergerak dengan kerja nyata, bukan sekadar seremoni dan slogan, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(*/st)

Sumbar, Lintasmedia News– Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Barat mengungkap 43 kasus tindak pidana narkotika dengan 51 tersangka sepanjang 1 Juli hingga 10 Agustus 2026. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 152.288,53 gram ganja, 1.813,48 gram sabu, serta 224 butir ekstasi dan 36,08 gram.


Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti narkotika, dipimpin langsung Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., di halaman Mapolda Sumbar, Selasa (18/8/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat, unsur TNI, BNNP Sumbar, Kejaksaan Tinggi Sumbar, Kabinda Sumbar, pejabat utama Polda Sumbar, tokoh adat dan agama, Bea Cukai serta insan media.


Dari 51 tersangka, 49 merupakan laki-laki dan dua perempuan. Berdasarkan asumsi satu gram sabu digunakan oleh lima orang dan satu gram ganja oleh satu orang, barang bukti yang diamankan diperkirakan dapat menyelamatkan lebih dari 47 ribu jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.


Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy mengatakan, narkotika masih menjadi ancaman serius karena dampaknya tidak hanya terhadap kesehatan, tetapi juga keluarga, keamanan, dan masa depan generasi bangsa.


“Narkotika tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga menghancurkan keutuhan keluarga, mengganggu stabilitas sosial, meningkatkan angka kriminalitas, dan melemahkan produktivitas masyarakat,” ujar Irjen Pol. Djati.


Menurutnya, pemberantasan narkotika bukan semata persoalan penegakan hukum, tetapi juga bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang sehat, produktif, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.


“Polda Sumatera Barat akan terus mengoptimalkan upaya preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara terpadu serta menindak tegas setiap pelaku tindak pidana narkotika sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.


Sejumlah perkara menonjol turut berhasil diungkap. Pada Juli 2026, Ditresnarkoba Polda Sumbar mengungkap tujuh kasus dengan 10 tersangka dan menyita 60.778,95 gram ganja serta 201 butir ekstasi dan 36,08 gram.


Sementara pada Agustus, tiga kasus diungkap dengan lima tersangka. Polisi menyita 1.461,79 gram sabu dan 7.573,92 gram ganja. Satresnarkoba Polres Padang Pariaman juga mengungkap satu kasus dengan satu tersangka dan menyita 56.374,53 gram ganja.


Salah satu pengungkapan terjadi di Kabupaten Pasaman. Pada 5 Agustus 2026, polisi mengamankan R.S. di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Rao. Dari tangan tersangka ditemukan enam paket kecil sabu serta satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver yang terpasang dua butir amunisi.


Senjata api tersebut diduga digunakan untuk melindungi diri saat melakukan transaksi narkotika. Namun, penyidik masih mendalami kepemilikan senjata tersebut.


Di Pasaman Barat, polisi mengamankan J.A. pada 27 Juli 2026 dengan 30 paket besar ganja. Hasil pengembangan kemudian mengarah kepada R.H. dan H.S. yang turut diamankan bersama tujuh paket besar ganja.


Keduanya menggunakan sepeda motor dan memanfaatkan jalur tikus menuju kawasan perkebunan sawit untuk membawa narkotika tersebut.


Kasus lainnya berkaitan dengan jaringan yang memanfaatkan jalur penerbangan melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Pada 6 Agustus 2026, polisi mengamankan M di Terminal Bus Aur Kuning, Bukittinggi.


Penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan temuan dua paket besar sabu dalam koper penumpang pesawat Pelita Air IP351 tujuan Jakarta. Dalam perkara tersebut, M diduga menggunakan identitas palsu atas nama W.F. untuk membeli tiket, sementara identitas aslinya menggunakan nama M.


Kapolda menjelaskan, sebagian besar pengungkapan berawal dari informasi masyarakat maupun hasil pengembangan perkara sebelumnya. Informasi tersebut ditindaklanjuti melalui penyelidikan, mulai dari pengumpulan bahan keterangan, observasi, surveillance, pemetaan jaringan hingga penggunaan metode undercover buy dalam perkara tertentu.


Ia menegaskan, pemberantasan narkoba membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk TNI, BNN, pemerintah daerah, kejaksaan, instansi terkait, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat.


“Penanganan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan kerja bersama yang konsisten, terintegrasi, dan berkesinambungan,” katanya.


Irjen Pol. Djati juga mengapresiasi seluruh personel dan pihak yang mendukung pengungkapan perkara narkotika serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai peredaran narkoba.


“Mari kita jadikan pemberantasan narkoba sebagai tanggung jawab bersama. Jaga generasi muda, putus mata rantai peredaran narkoba, dan wujudkan Sumatera Barat yang sehat, aman, serta bebas narkoba menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.


PADANG,Lintas Media News
Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi memanfaatkan masa reses untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat. Dalam kunjungannya ke Musala Darussalam, Kelurahan Lubuk Minturun, Selasa (18/8/2026).

Berbagai persoalan masyarakat menjadi bahan dialog, mulai dari pendidikan, pengelolaan APBD hingga penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menanggapi apa yang disampaikan masyarakat,Muhidi mengatakan.Semua itu akan diproses sesuai kewenangan masing-masing,kalau permasalahannya ada di provinsi akan diserahkan kepada pemerintah provinsi dan kalau hal tersebut ada di kota kabupaten,akan diserahkan ke kota/kabupaten.

Menurut Muhidi,Reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk mendengar secara langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan. Aspirasi tersebut selanjutnya menjadi bahan dalam pembahasan kebijakan dan penganggaran daerah.
Ia menjelaskan, DPRD memiliki peran strategis dalam menentukan arah penggunaan anggaran daerah bersama kepala daerah. Sebab, pemerintah daerah tidak dapat membelanjakan APBD begitu saja tanpa melalui proses pembahasan dan persetujuan DPRD.

“APBD itu bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana anggaran tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan prioritas pembangunan,” ujar Muhidi.

Menurutnya, dinamika dunia yang terus berubah juga berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi daerah. Karena itu, Sumatera Barat harus menyiapkan masyarakat yang mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan.

Salah satu sektor yang dinilai paling penting untuk diperkuat adalah pendidikan. Penguatan tersebut, kata Muhidi, tidak hanya menyangkut peserta didik, tetapi juga kepala sekolah dan para guru sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi masa depan.

“Dunia hari ini terus berubah. Karena itu, pendidikan harus kita perkuat. Mulai dari kepala sekolah, guru, sampai anak-anak sekolah harus dipersiapkan agar mampu menghadapi tantangan ke depan,” katanya.

Selain pendidikan, Muhidi juga menyoroti pentingnya meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Menurutnya, pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki kemauan untuk berusaha, tetapi juga harus dibekali pengetahuan, keterampilan dan pelatihan agar mampu mengembangkan usahanya.

“Kita harus masuk dengan bimbingan dan pelatihan. UMKM harus kita dorong agar usahanya berkembang lebih baik, mampu membaca peluang dan tidak berhenti pada usaha yang berjalan seadanya,” ungkapnya.

Muhidi juga mengajak masyarakat untuk membangun budaya belajar dan tidak ragu mengambil pengalaman dari orang lain yang telah lebih dahulu berhasil.

Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga kemauan untuk belajar, membangun jaringan dan mencari lingkungan yang mampu memberikan motivasi positif.

“Kalau ingin sukses, carilah kawan yang sudah sukses. Bukan untuk sekadar ikut menikmati keberhasilannya, tetapi untuk belajar bagaimana mereka bisa sampai di titik itu. Dari sana kita bisa mendapatkan pengalaman sekaligus motivasi,” tuturnya.

Ia berharap reses tersebut tidak berhenti sebagai forum menyampaikan aspirasi, tetapi menjadi awal dari upaya bersama untuk mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Muhidi menekankan, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, DPRD dan masyarakat. Dengan komunikasi yang kuat dan aspirasi yang disampaikan secara langsung, kebijakan yang lahir diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.(*/st)

Padang, Lintasmedia News- Pada setiap tanggal 17 Agustus negara ini merayakan Hari Ulang Tahun Repulik Indonesia (HUT-RI). Tahun 2026 ini, usia NKRI sudah memasuki 81 tahun. Namun apakah rakyat sudah merasakan kemerdekaan itu?


Bagi Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, SH., kemerdekaan itu harus di nikmati oleh semua anak bangsa.


Menurut pria yang akrab disapa Aye ini, jangan ada lagi masyarakat miskin tidak bisa berobat, jangan ada lagi anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah.


"Jangan ada lagi orang tua tinggal digubuk yang tidak layak, jangan ada lagi atlet berprestasi yg tidak dihargai dan berhenti berprestasi karena tidak ada biaya," tegas alumnus SMA Negeri 5 Padang ini melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Selasa, 18 Agustus 2026.


Ditegaskan Aye, jangan ada lagi warga yang tidak nyaman hidup di negri ini, karena dipalak ketika parkir, dipakuk katika bayar makanan, dijamret karena sedang berkendaraan.


Dikatakan politisi Partai Gerindra ini, jangan ada lagi guru tidak nyaman ketika mau kesekolah, jangan ada lagi inrimidasi kepada kepala sekolah dan guru-guru oleh kepala dinas. 


"Karena sesungguhnya kemerdekaan itu, ketenangan katika beraktifitas," kata anak buah Prabowo ini. (*)


Editor: Zamri Yahya, WU


PADANG,Lintas Media News
Ketua DPRD Sumbar Muhidi jemput aspirasi masyarakat melalui resesnya  di Perumahan Mega Permai I, RT 03 RW 12, Kelurahan Padang Sarai, Selasa (18/8/2026).

Reses tersebut berlangsung penuh keakraban. Pertemuannya dengan masyarakat menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan aspirasi sekaligus berdiskusi mengenai masa depan daerah dan generasi muda.

Dalam kesempatan itu, Muhidi mengingatkan bahwa tugas wakil rakyat tidak berhenti di gedung parlemen. Kehadiran anggota DPRD harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia.

“Anggota dewan harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Ada tanggung jawab kita sebagai mitra pemerintah daerah untuk mendorong kesejahteraan dan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia,” kata Muhidi.
Ia menyebut reses sebagai salah satu momentum penting untuk mendengar langsung suara masyarakat. Berbagai persoalan yang disampaikan warga menjadi bahan bagi DPRD dalam menjalankan fungsi representasi dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

“Di sinilah kesempatan kita untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan warga menjadi bagian penting dalam memperjuangkan pembangunan,” ujarnya.

Namun, Muhidi menilai ada persoalan yang jauh lebih besar yang harus dipikirkan bersama, yakni kesiapan generasi muda menghadapi perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, kemajuan teknologi membuat batas antarnegara semakin tipis. Informasi dapat diterima dalam hitungan detik dan persaingan dunia kerja tidak lagi hanya terjadi antardaerah, tetapi juga antarnegara.

“Anak-anak kita harus disiapkan menghadapi perkembangan zaman. Kalau sumber daya manusia kita tidak dipersiapkan sejak sekarang, kita akan terlambat,” tegasnya.

Muhidi mendorong orang tua agar tidak hanya berorientasi pada pendidikan formal, tetapi juga memperhatikan keterampilan yang dimiliki anak. Ia menyebut pendidikan vokasi, termasuk SMK, dapat menjadi salah satu pilihan untuk membekali generasi muda dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan dunia kerja.

“SMK itu disiapkan untuk dunia kerja. Kalau anak-anak kita punya skill, peluangnya sangat terbuka. Negara seperti Jepang, Jerman, Arab Saudi dan negara lainnya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan,” ungkap Muhidi.

Selain kemampuan teknis, Muhidi mengingatkan pentingnya membangun karakter dan keimanan. Menurutnya, derasnya informasi dan semakin terbukanya pergaulan harus diimbangi dengan fondasi moral yang kuat.

“Dunia ini semakin tanpa batas. Informasi tidak terbendung dan pergaulan semakin terbuka. Karena itu, anak-anak kita harus memiliki ilmu sekaligus iman,” katanya.

Muhidi juga mengajak masyarakat untuk membangun pola pikir yang optimistis. Ia menilai perubahan besar selalu dimulai dari cara seseorang memandang masa depan.

“Kita harus mengubah mindset. Kalau kita berpikir positif, kita akan melihat banyak peluang. Jangan sampai anak-anak kita hanya menjadi penonton di tengah perubahan yang begitu cepat,” tuturnya.

Lurah Padang Sarai Apresiasi Kehadiran Muhidi

Lurah Padang Sarai Masrul menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua DPRD Sumbar dalam kegiatan reses tersebut. Menurutnya, pertemuan langsung antara wakil rakyat dan masyarakat merupakan kesempatan berharga untuk menyampaikan kebutuhan warga.

“Terima kasih kepada Ketua DPRD Sumbar yang telah hadir di tengah masyarakat kami, khususnya warga Mega Permai. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung,” ujar Masrul.

Ia berharap berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan di Kelurahan Padang Sarai dapat menjadi perhatian dan diperjuangkan melalui jalur yang tersedia.

“Semoga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat disampaikan pada reses ini. Kita juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan memelihara seluruh pembangunan yang telah diberikan pemerintah, baik melalui pokok-pokok pikiran maupun program lainnya,” katanya.

Masrul menilai pembangunan tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat. Karena itu, ia mengajak warga untuk tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga ikut menjaga hasil pembangunan yang telah direalisasikan.

Reses Muhidi di Mega Permai akhirnya tidak sekadar menjadi forum penyampaian usulan pembangunan. Pertemuan itu berkembang menjadi ruang untuk membicarakan tantangan masa depan—tentang pendidikan, keterampilan, karakter dan kesiapan generasi muda Sumatera Barat menghadapi dunia yang terus berubah.

Pesan yang disampaikan pun sederhana namun kuat: pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi juga harus membangun manusia yang mampu mengisi dan melanjutkan pembangunan tersebut.(*/st)




PADANG,Lintas Media News
Lima kelompok tani di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, menerima bantuan becak motor (bentor) yang bersumber dari dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat (Sumbar), Evi Yandri Rajo Budiman.

Bantuan tersebut diserahkan secara resmi oleh Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumbar pada Selasa (18/8/2026). Penyerahan yang berlangsung di ruang rapat dinas terkait ini juga dirangkaikan dengan agenda sosialisasi.

Evi Yandri Rajo Budiman menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata realisasi aspirasi masyarakat yang ia serap selama masa reses.

"Ini adalah bentuk penyerapan aspirasi warga saat reses. Dana pokir memang kami prioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Evi Yandri.

Menurut Evi, program berbasis aspirasi ini dapat berjalan berkat sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif. Ia menilai sektor pertanian di Sumbar saat ini membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam menghadapi tantangan regenerasi petani. Terlebih, ketahanan pangan merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang harus diselaraskan oleh pemerintah daerah.

"Sektor pertanian butuh perhatian besar karena mayoritas petani kita sudah berumur. Jika tidak ada regenerasi dalam 10 tahun ke depan, kita bisa terancam bergantung pada impor. Pendapatan petani harus ditingkatkan agar sektor ini kembali dilirik sebagai profesi yang menjanjikan," urai Evi.

Evi juga mengingatkan agar bantuan bentor ini digunakan secara komunal untuk kepentingan seluruh anggota kelompok, bukan untuk kepentingan pribadi pengurus.

"Tolong rawat dan jaga barang bantuan ini dengan baik. Gunakan bersama-sama demi kemajuan kelompok, bukan untuk ketua saja," tegasnya.

Adapun lima kelompok tani penerima bantuan tersebut adalah Lapau Munggu, Tuah Sakato, Serba Usaha, KWT Mekar Jaya, dan Sumua Gadang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar, Afniwirman, mengapresiasi kolaborasi konkret ini. Ia mengakui keterbatasan anggaran dinas dalam menyejahterakan petani tanpa adanya dukungan dari legislatif.

"Masyarakat tidak bisa sejahtera hanya lewat sosialisasi. Tanpa dukungan dana pokir dari anggota dewan, program kami tidak akan berjalan maksimal. Kolaborasi inilah yang membuat petani bisa langsung menerima asas manfaat," tutur Afniwirman.

Afniwirman menambahkan, bantuan bentor ini dirancang untuk menekan biaya operasional sekaligus memudahkan petani mengangkut hasil panen ke pasar guna meningkatkan pendapatan keluarga. Namun, ia mengingatkan agar kelompok tani merawat aset tersebut karena masih banyak kelompok tani lain yang mengantre untuk mendapatkan giliran bantuan.

"Kami ingin membantu, tetapi petani juga harus berkomitmen merawat bantuan ini. Jangan sampai cepat rusak karena kurang pemeliharaan," pungkasnya.(*/st)

 

PADANG, Lintasmedia News— Wali Kota Padang Fadly Amran memberikan motivasi kepada Muhamad Fakhri (18), Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Padang 2025 sekaligus Duta GenRe Sumatera Barat (Sumbar), yang akan mewakili Sumbar pada Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Nasional (Adujaknas) GenRe Indonesia 2026 di Jakarta, September mendatang.


Motivasi tersebut disampaikan Fadly Amran saat menerima audiensi Muhamad Fakhri di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (18/8/2026).

Dalam audiensi itu turut hadir Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar Rusdi, Kepala DP3AP2KB Kota Padang Boby Firman, Wakil Ketua Forum GenRe Sumbar Bobby Amsyah Putra, serta Ketua Forum GenRe Kota Padang Muhammad Zidan.


Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Fakhri sekaligus memberikan dorongan agar kesempatan tampil di tingkat nasional tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.


Menurut Fadly, menjadi Duta GenRe bukan semata-mata tentang prestasi dalam sebuah ajang pemilihan. Lebih dari itu, seorang duta memiliki tanggung jawab untuk menjadi figur muda yang mampu memberikan pengaruh positif serta menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.


“Duta GenRe harus mampu menyikapi isu remaja, seperti tawuran, bullying, pergaulan bebas, pernikahan dini, hingga stunting. Dengan kemampuan komunikasi dan intelektual yang dimiliki, semoga mereka dapat menyampaikan edukasi yang relevan,” ujar Fadly.


Ia menilai, berbagai persoalan yang dihadapi remaja saat ini membutuhkan pendekatan yang dekat dengan dunia anak muda.


Karena itu, keberadaan Duta GenRe diharapkan mampu menjadi jembatan dalam menyampaikan informasi dan edukasi yang mudah diterima oleh kalangan remaja.


Fadly juga menekankan pentingnya keberadaan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan mereka.


Menurutnya, Duta GenRe memiliki posisi strategis untuk mengajak remaja mengambil keputusan yang tepat dalam merencanakan masa depan, membangun karakter, menjaga kesehatan reproduksi, serta mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang.


“Semoga Fakhri dapat tampil maksimal, membawa nama baik Kota Padang dan Sumatera Barat, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi generasi muda,” katanya.


Berawal dari Duta PIK-R Melati SMAN 12 Padang


Muhamad Fakhri merupakan Duta PIK-R Melati SMAN 12 Padang. Perjalanan Fakhri di bidang GenRe dimulai dengan keberhasilannya meraih predikat Duta GenRe Kota Padang 2025.


Prestasi tersebut kemudian berlanjut di tingkat provinsi. Fakhri berhasil menjadi juara pada Pemilihan Duta GenRe Sumbar 2025 dan berhak mewakili Sumatera Barat pada ajang GenRe tingkat nasional.


Pada Adujaknas GenRe Indonesia 2026, Fakhri akan tampil bersama Kuntum Khairiyatul Ummah (18) dari SMAN 2 Padang Panjang. Keduanya merupakan pasangan yang berhasil meraih juara pertama dalam Pemilihan Duta GenRe Sumbar 2025.


Kesempatan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Fakhri untuk memperkenalkan berbagai program dan pengalaman pembinaan GenRe yang telah dijalankan di Kota Padang dan Sumatera Barat.

Fakhri menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Padang atas dukungan dan motivasi yang diberikan kepadanya. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi tambahan semangat dalam mempersiapkan diri menghadapi ajang tingkat nasional.


Ia mengaku ingin menjadikan kesempatan tersebut tidak hanya sebagai ajang untuk berkompetisi, tetapi juga sebagai ruang untuk menunjukkan kebermanfaatan program GenRe bagi masyarakat, khususnya remaja.


“Penilaian dalam Pemilihan Duta GenRe Indonesia 2026 menitikberatkan pada ekspos program kerja dan keberdampakan terhadap masyarakat,” ujar Fakhri.


Karena itu, ia bersama tim akan berupaya menampilkan program kerja dan pengalaman yang telah dilakukan selama menjalankan peran sebagai Duta GenRe Kota Padang dan Sumbar.


Siap Bawa Nama Padang dan Sumbar


Menghadapi persaingan di tingkat nasional, Fakhri mengaku siap membawa pengalaman pembinaan GenRe yang diperolehnya di Kota Padang dan Sumatera Barat sebagai modal untuk tampil maksimal.


Ia berharap berbagai program yang telah dijalankan dapat menjadi bukti bahwa generasi muda tidak hanya menjadi sasaran program pembangunan, tetapi juga dapat terlibat secara aktif dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan remaja.


“Semoga saya dapat memberikan yang terbaik dan membawa nama baik Kota Padang serta Sumatera Barat,” katanya.


Fakhri juga berharap keikutsertaannya dalam Adujaknas GenRe Indonesia 2026 dapat menjadi pengalaman berharga sekaligus membuka ruang lebih luas untuk memperkuat jejaring dengan generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.


Bagi Pemerintah Kota Padang, keberangkatan Fakhri ke ajang nasional tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda agar terus mengembangkan potensi dan mengambil peran dalam pembangunan.


Melalui peran Duta GenRe, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyampaikan edukasi sebaya mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga, pencegahan pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, perilaku berisiko, serta berbagai persoalan lain yang berkaitan dengan masa depan remaja.


Dengan dukungan pemerintah, sekolah, keluarga, dan komunitas, keberadaan Duta GenRe diharapkan tidak berhenti pada pencapaian prestasi di tingkat daerah maupun nasional, tetapi terus memberikan dampak nyata dan menjadi inspirasi bagi remaja lainnya.

Adujaknas GenRe Indonesia 2026 di Jakarta pada September mendatang pun menjadi momentum bagi Fakhri untuk membawa semangat tersebut ke tingkat nasional sekaligus mengharumkan nama Kota Padang dan Sumatera Barat. (***)

Pasbar, Lintas Media Com.


Ketua DPD Partai Nasional Demokrad Kabupaten Pasaman Barat ,gelar rapat Persiapan acara Pelantikan Pengurus DPD tepatnya di Aula Sekretariat setempat Selasa Siang 18/8 Simpang Empat .


Rapat ini tampak dihadiri Anggota DPRD dari Fraksi Partai Nasdem dan para Pengurus Partai serta DPC.


Guntara dalam sambutannya mengatakan terkait perkembangan Partai yang dipimpinnya ,begitu juga sejumlah Persiapan-persiapan yang harus dilaksanakan secara matang , mulai dari pembentukan Ketua Panitia Pelaksana (Ayatollah Imam Madani ) acara ,pembahasan Anggaran-anggaran Biaya dan Agenda penting lainnya ,termasuk : penyambutan ,penginapan Tamu dengan Tari Pasambahan, Kuda Kepang ,perlengkapan Tenda , Tutik-titik Bendera Partai ,Kostum serta sejumlah program ,kegiatan kinerja ,bahkan Sejarah Partai Nasdem selama ini serta pemberian sertifikat kepada para Simpatisan ungkap mantan Anggota DPRD Pasbar ini.


Tidak hanya itu yang Ia katakan ,tetapi menyangkut bagaimana loyalitas dan perhatian para pendukung Nasdem terhadap Partai mereka ,agar tetap Solid , kompak ,apalagi tidak lama lagi perhelatan Pemilihan Dewan tahun 2029 akan semakin dekat tegasnya.


Acara Pelantikan yang digelar pada bulan September ini ,kalau tidak ada aral melintang ,akan mendatangkan Dewan Pimpinan (DPP Partai) ,Anggota DPR RI Sindy Aulia Monica, Ketua DPW Provinsi Sumatera Barat Fatly Amran dan Pengurus.


Kegiatan yang diperkirakan satu hari penuh ini ,akan mendatangkan Bintang Tamu dari Ibu kota ini ,siapa Dia ,kalau bukan Nafa Urbach tentu ini pasti Seru dan Wah.,...wah pasti kita tunggu kedatangan nya pungkas Guntara lagi ,pasti kita berkibrah untuk kemajuan Partai yang kita Cintai ini katanya.(***)

Lintasmedia News- Wali Kota Padang, Fadly Amran, memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tingkat Kota Padang di Lapangan Upacara Balai Kota Padang, Senin (17/8/2026) pagi.


Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur Forkopimda Kota Padang, Ketua TP-PKK Kota Padang, Ny. Dian Puspita Fadly Amran, pimpinan OPD di lingkungan Pemko Padang, serta Wali Kota Cilik Padang 2026, Muhammad Alkhalifi Hakim, bersama Wakil Wali Kota Cilik, Mufidah Salma Putri, dan sejumlah pemangku kepentingan terkait.


Dalam amanatnya, Fadly Amran mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Padang menjadikan 81 tahun kemerdekaan RI sebagai momentum refleksi dan memperkuat semangat bersama untuk melanjutkan pembangunan Kota Padang.


Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan perjuangan sesuai peran masing-masing, termasuk melalui kerja nyata aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“81 tahun kemerdekaan bukanlah waktu yang singkat. Sebagai warga negara yang baik dan menghargai perjuangan para pahlawan bangsa, kita harus terus berjuang untuk bangsa dan daerah sesuai kapasitas masing-masing," katanya.


Lebih lanjut, Fadly Amran juga menekankan semangat kemerdekaan menjadi energi untuk memperkuat pembangunan di Kota Padang, terlebih Kota Padang baru saja menghadapi bencana hidrometeorologi yang membutuhkan kekuatan kebersamaan untuk segera bangkit.


“Setiap HUT RI harus menjadi momentum introspeksi untuk meningkatkan kualitas pembangunan dari tahun ke tahun. Mari kita perkuat pembangunan melalui kebersamaan, kolaborasi dan kerja nyata demi mewujudkan kejayaan Kota Padang," pungkasnya.


Pada upacara tersebut, Wali Kota Padang menyerahkan secara simbolis tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah ASN dengan masa pengabdian 10, 20 dan 30 tahun sebagai penghargaan atas dedikasi dalam menjalankan tugas serta melayani masyarakat. (***)

 

Padang, Lintasmedia News — Pemerintah Kota Padang kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Di tengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kota Padang dinobatkan sebagai Terbaik 1 Anugerah Adinata Syariah tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2026.




Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi kepada Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Padang, Raju Minropa, yang hadir mewakili Wali Kota Padang Fadly Amran. Penyerahan berlangsung di Istana Gubernur Sumatera Barat, Senin (17/8/2026), usai pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.




Capaian ini menjadi catatan penting bagi Kota Padang dalam upaya memperkuat pembangunan ekonomi yang tidak semata berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai agama, budaya, serta keberlanjutan.




Anugerah Adinata Syariah sendiri merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada kepala daerah kabupaten/kota yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan ekonomi syariah. Penilaian tersebut mencakup komitmen pemerintah daerah, program kerja yang berkelanjutan, hingga berbagai upaya nyata dalam mendorong pengembangan ekosistem ekonomi syariah di daerah.




Dengan demikian, penghargaan yang diterima Kota Padang bukan sekadar seremoni atau pengakuan administratif. Predikat Terbaik 1 menjadi gambaran atas konsistensi pemerintah daerah dalam menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu bagian dari arah pembangunan kota.




Posisi Kota Padang sebagai yang terbaik semakin istimewa karena harus bersaing dengan sejumlah kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat.




Dalam pemeringkatan tersebut, Kota Padang berada di posisi pertama, disusul Kabupaten Limapuluh Kota sebagai juara kedua, Kota Pariaman juara ketiga, Kabupaten Sijunjung juara keempat, Kabupaten Solok Selatan juara kelima, dan Kota Payakumbuh juara keenam.




Sekdako Padang Raju Minropa menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Padang dalam mengembangkan ekonomi syariah.




“Alhamdulillah. Upaya Pemerintah Kota Padang untuk mengembangkan ekonomi syariah mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,” ujar Raju.




Ia menilai penghargaan tersebut sekaligus menjadi penyemangat bagi Pemerintah Kota Padang untuk terus memperkuat program-program pembangunan yang memiliki keterkaitan dengan nilai keagamaan dan budaya.




Raju berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah predikat, tetapi dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas dan kesinambungan pengembangan ekonomi syariah di Kota Padang.



“Mudah-mudahan anugerah ini sekaligus menjadi bukti konkret dari visi Kota Padang yang diusung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang yang menyelaraskan kota yang maju namun tetap berlandaskan kepada agama dan budaya,” katanya.




Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan Kota Padang diarahkan untuk berjalan beriringan dengan karakter masyarakat dan identitas daerah. Kemajuan ekonomi dan modernisasi kota diharapkan tidak menghilangkan nilai-nilai agama serta budaya yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Minangkabau.




Pengembangan ekonomi syariah pun memiliki ruang yang luas. Tidak hanya berkaitan dengan sektor keuangan syariah, tetapi juga menyentuh aktivitas ekonomi masyarakat, penguatan pelaku usaha, pengembangan produk halal, peningkatan literasi ekonomi syariah, serta penciptaan ekosistem usaha yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.




Karena itu, keberhasilan Kota Padang meraih peringkat pertama Anugerah Adinata Syariah Sumatera Barat menjadi momentum untuk memperluas manfaat ekonomi syariah hingga ke lapisan masyarakat.




Prestasi tersebut juga menambah deretan capaian Kota Padang di tengah agenda pembangunan kota yang terus digenjot pemerintah daerah. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir, nilai agama dan budaya diposisikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan Kota Padang yang maju.




Momentum penyerahan penghargaan yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga memberikan makna tersendiri. Di hari ketika bangsa Indonesia memperingati kemerdekaan, Kota Padang menerima pengakuan atas upayanya membangun fondasi ekonomi yang diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.




Penghargaan tersebut pada akhirnya bukan sekadar simbol keberhasilan pemerintah daerah, melainkan juga tantangan untuk menjaga konsistensi. Predikat Terbaik 1 harus menjadi pemacu agar pengembangan ekonomi syariah di Kota Padang semakin inklusif, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan masyarakat.



Dengan capaian ini, Kota Padang menunjukkan bahwa cita-cita menjadi kota yang maju dapat berjalan seiring dengan penguatan agama dan budaya. Sebuah arah pembangunan yang menempatkan kemajuan bukan hanya pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada nilai, kebermanfaatan, dan kualitas kehidupan masyarakat. (***)

 

Pasbar, Lintas Media Com.


.H.Marwazi ,B.Sekretaris Fraksi Partai Gerindra dan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasaman Barat jadi pembaca Proklamasi pada HUT RI ke 81,tepatnya di halaman Upacara MTS N 7 Sungai Aur, Nagari Seberang Kenaikan ,Kecamatan Gunung Tuleh,Senin,17/8.2026


Pada kegiatan Upacara tersebut dihadiri oleh para Undangan ,tampak :Riswan Ketua Badan Permusyawaratan Nagari ,Zulpandri,S.Ag,M.Pd Kepsek MTS N 7 ,Ny.Haswinda Marwazi , Hartati Bundo Kandung,Ny.Gaparli Ketua PKK Nagari ,M.Ikhzan Sekna, para Jorong,Ikhwandri tokoh Agama,Safri tokoh Pendidikan,Sutan dan Elpin tokoh masyarakat, perangkat Bamus dan Nagari ,Kepsek ,TK/SD N,/SMP N/MTS N, para Majelis Guru,Pemuda serta masyarakat.

Marwazi usai acara berakhir saat di konfirmasi mengenai hari bersejarah bangsa Indonesia ini merupakan momentum yang harus kita ingat ,betapa pahit dan getirnya perjuangan yang dilakukan oleh para Tokoh bangsa ini untuk melawan sang penjajah dengan amengorbankan jiwa dan raga untuk diakui menjadi negara yang berdaulat tegasnya.


Untuk itu sebagai warga negara yang baik terus menciptakan rasa persatuan dan kesatuan yang tinggi ,memiliki ,rasa Nasionalisme dan harapan kepada para generasi Muda terus belajar dapat memberikan Inovasi-inovasi ,jangan pantang menyerah ,tapi berikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia yang kita Cintai ini, dengan mengucapkan Dirgahayu HUT RI ke 81 dengan Berdaulat Adil dan Makmur ,bersama Gerindra bergerak bersama Indonesia Raya pinta politikus Partai Gerindra ini.

Di tempat yang sama M.Syarif ketua PHBN menambahkan terkait Pelaksanaan Upacara 17 Agustus Tahun 2026 ini berjalan Tertib hikmat dan lancar, apalagi kekompakan berjalan baik antara Pemerintah Nagari dengan Bamus ,para tokoh masyarakat, Pemuda ,apalagi upacara HUt ke 81 ini dilaksanakan dengan berbagai kegiatan lomba, baik tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah termasuk kegiatan acara carnaval, Gerak Jalan Santai dan Indah atau kegiatan lainnya ,di sana sininya tampak kemeriahan kemeriahan itu dengan berbagai kibaran Morawa ,penaikan Bendera dan antusias masyarakat tumpak ruah memeriahkannya cukup berperan aktif timpal M.Ikhsan Sekna Seberang Kenaikan dengan nada bangga.

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Pada Peringatan HUT RI ke 81 tahun 2026, Pemerintah Kota Bukittinggi mencatat satu sejarah, dengan menggelar prosesi penyerahan bendera pusaka langsung dari bawah Jam Gadang Senin, 17 Agustus 2026. Diketahui, Kota Bukittinggi menjadi satu dari tiga daerah di Indonesia yang melaksanakan upacara peringatan detik-detik proklamasi.


Prosesi ini tergolong menarik, karena pada tahun-tahun sebelumnya penyerahan bendera pusaka merah putih kepada Paskibraka dilaksanakan di rumah dinas Wali Kota. Pada kesempatan ini, Wali Kota Bukittinggi menyerahkan duplikat bendera pusaka dan duplikat teks proklamasi kepada Paskibraka disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota, Unsur Forkopimda, Sekda, serta seluruh SKPD di lingkungan pemerintah kota Bukittinggi.


Penyerahan bendera pusaka dilaksanakan di bawah Jam Gadang, sebagai salah satu saksi kemerdekaan dan peninggalan sejarah yang menguatkan posisi Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan. Pemilihan lokasi ini juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat mengenal dan merasakan langsung nilai sejarah serta budaya yang melekat di Kota Bukittinggi. Momen ini bertepatan karena pada 2026 Jam Gadang genap berusia 100 tahun. Hal itu disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.

Ramlan Nurmatias, menjelaskan, penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih di bawah Jam Gadang merupakan bagian dari upaya pemerintah menghargai sejarah dan perjuangan para pendahulu. 


"Penyerahan bendera ini kita laksanakan di Jam Gadang karena tahun ini genap 100 tahun. Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa sejarah dan budaya bukan hanya dibaca, tetapi juga dirasakan. Ini salah satu bentuk penghargaan kita kepada para pejuang dan pendiri yang telah berjasa dalam pembangunan Bukittinggi," ujarnya.


Setelah diserahkan, bendera pusaka merah putih dan juga teks proklamasi di bawa oleh Paskibraka dan diarak menuju lokasi upacara lapangan Wira Braja Bukittinggi. Petugas membawa bendera dan teks proklamasi menggunakan mobil Maung milik Kodim 0304 Agam diiringi marching band dan dikawal oleh Polresta dan Dishub Bukittinggi. (Sandra)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.