PADANG , Lintasmedia News— Sebanyak 125 orang penerima manfaat di Kelurahan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, mendapatkan dukungan melalui program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) tahun 2026. Program pemberdayaan masyarakat yang digagas Forum Nagari Bandar Buat tersebut diarahkan untuk memperkuat usaha produktif warga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, PT Semen Padang menyalurkan bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp111.937.500. Bantuan itu diterima Forum Nagari Bandar Buat pada Kamis (15/10/2026) siang dan selanjutnya didistribusikan kepada para penerima manfaat sesuai dengan program yang telah direncanakan.
Peluncuran program BMN 2026 dilakukan oleh Kepala Forum Nagari Bandar Buat Dahrulsyah, dengan dihadiri perwakilan TJSL PT Semen Padang Nurwan SP serta Lurah Bandar Buat Naswandi. Program ini menjadi salah satu upaya untuk membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui dukungan modal dan pengembangan kegiatan ekonomi produktif.
Kepala Forum Nagari Bandar Buat Dahrulsyah mengatakan bantuan tersebut telah diterima dan langsung diserahkan kepada para penerima manfaat pada hari yang sama. Penyaluran dilakukan agar masyarakat dapat segera memanfaatkan dukungan yang diberikan untuk menjalankan usaha sesuai dengan rencana masing-masing.
“Alhamdulillah, kami telah menerima dana bantuan dari CSR Semen Padang. Hari ini juga kami laksanakan penyerahan secara lengkap kepada para penerima manfaat,” ujar Dahrulsyah.
Ia menjelaskan, dana bantuan tersebut dialokasikan untuk lima program utama yang menyasar berbagai jenis usaha masyarakat. Program-program itu meliputi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), budidaya ikan nila, budidaya ikan lele, budidaya ikan hias, serta usaha penetasan telur ayam kampung.
Pada program pertama, yakni peningkatan usaha UMKM, sebanyak 35 orang penerima manfaat mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp61.312.500. Program ini menjadi salah satu prioritas dalam penyaluran bantuan karena diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha yang telah dijalankan masyarakat maupun memperkuat kapasitas usaha produktif warga.
Selanjutnya, program pembelian bibit ikan nila dan pakan ikan dialokasikan sebesar Rp11.250.000 untuk 25 orang penerima manfaat. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha perikanan, mulai dari penyediaan kebutuhan awal budidaya hingga menunjang proses pemeliharaan ikan.
Program budidaya ikan lele juga menjadi bagian dari BMN 2026. Sebanyak 20 orang penerima manfaat mendapatkan alokasi dana Rp11.250.000 untuk pembelian bibit ikan lele beserta pakan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan mengembangkan usaha perikanan yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.
Sementara itu, program budidaya ikan hias memperoleh alokasi dana sebesar Rp16.875.000 yang diperuntukkan bagi 20 orang penerima manfaat. Pengembangan usaha ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi melalui kegiatan budidaya yang memiliki pasar tersendiri, sekaligus mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan potensi usaha di lingkungan tempat tinggal mereka.
Adapun program kelima adalah bantuan usaha penetasan telur ayam kampung. Program tersebut mendapat alokasi anggaran sebesar Rp11.250.000 untuk 25 orang penerima manfaat. Dukungan ini diharapkan dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan skala rumah tangga yang berpotensi memberikan pemasukan secara berkelanjutan.
Dengan lima program tersebut, BMN 2026 tidak hanya diarahkan untuk memberikan bantuan dalam bentuk dukungan dana, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing. Keberlanjutan usaha menjadi salah satu hal penting agar manfaat bantuan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Lurah Bandar Buat Naswandi menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan melalui program BMN. Menurut dia, program tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh dukungan dalam mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan taraf hidup keluarga.
Ia menyebutkan, pada pelaksanaan program tahun ini terdapat 125 orang penerima manfaat yang mendapatkan dukungan. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat dapat menjangkau warga dengan kebutuhan usaha yang beragam.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang melalui program CSR yang telah membantu warga kami. Setiap tahun ada bantuan yang diberikan. Untuk tahun ini, ada sekitar 125 orang penerima manfaat,” kata Naswandi.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat Bandar Buat. Menurutnya, dukungan terhadap usaha produktif menjadi salah satu langkah yang dapat membantu warga meningkatkan pendapatan dan memperkuat kondisi ekonomi keluarga.
“Bantuan ini sangat berdampak pada kehidupan masyarakat di Kelurahan Bandar Buat dan diharapkan dapat lebih meningkatkan taraf hidup warga. Terima kasih kepada PT Semen Padang atas programnya, serta kepada Ketua Forum Nagari beserta jajaran yang telah memperjuangkan masyarakat Bandar Buat agar dapat menerima manfaat dari program ini,” ujarnya.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan bahwa pelaksanaan program BMN merupakan bagian dari upaya PT Semen Padang untuk berkontribusi terhadap kebutuhan masyarakat melalui pendekatan yang partisipatif, terukur, dan berkelanjutan. Kehadiran PT Semen Padang melalui program ini bukan untuk menggantikan peran pemerintah, melainkan memperkuat dan melengkapi berbagai upaya pembangunan yang telah dan terus dijalankan.
PT Semen Padang terus mendorong penguatan peran Forum Nagari untuk melakukan pemberdayaan masyarakat dan membangun kemandirian.
“Kehadiran Forum Nagari diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat dan menjembatani kebutuhan warga,” katanya.
Bagi PT Semen Padang, keberhasilan sebuah program tidak semata-mata diukur dari bantuan yang disalurkan, tetapi dari sejauh mana program tersebut memberikan manfaat nyata dan mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“PT Semen Padang memiliki tanggung jawab untuk tumbuh bersama lingkungan sosial tempat perusahaan berada. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Seperti diketahui, Forum Nagari merupakan wadah perhimpunan lembaga-lembaga sosial ekonomi masyarakat, Kerapatan Adat Nagari, dan pemangku kepentingan yang pembentukannya diprakarsai PT Semen Padang melalui kesepakatan deklarasi di Bukittinggi pada 31 Januari 2015.
Forum Nagari hadir untuk mengoordinasikan dan menyinergikan kegiatan pemberdayaan masyarakat, pemerintah, dan perusahaan dalam mengoptimalkan sumber daya, keahlian, dan adat nagari secara berkelanjutan. Forum Nagari juga mengonsultasikan program-program pemberdayaan masyarakat yang dapat mendukung program “Basinergi Membangun Nagari” serta mengomunikasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat kelurahan kepada semua pemangku kepentingan, baik di dalam kelurahan maupun di luar kelurahan.
Kemudian, Forum Nagari mendayagunakan modal sosial masyarakat kelurahan dalam menggerakkan kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya komunitas sasaran yang telah ditetapkan.
Forum Nagari juga menumbuhkembangkan jalinan komunikasi dan informasi yang harmonis dan berkesinambungan dalam melaksanakan program pemberdayaan masyarakat antarlembaga dan kelompok-kelompok yang ada di tingkat kelurahan serta program lintas kelurahan yang dilaksanakan di tingkat Kecamatan Lubuk Kilangan. (*)
"Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Kominfo dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) gelar audensi dan dialog dengan para Wartawan media cetak / one line se Tanah Datar tentang penggunaan dana TKD Tahap pertama terkait upaya pemulihan Ekonomi Masyarakat pasca bencana. Senin ( 19/10 ) 2026. di Gedung serba guna UPT SMPN. 2. Batipuh Selatan.
Audensi dan dialog dihadiri Kadis Kominfo yang mewakili Sekretaris Kominfo Tanah Datar Efrison beserta jajaran, Sekretaris Dinas KUKMP Tanah Datar Busnika Hamdi, ST. MT. Kabid Koperasi dan usaha Mikro Doni SE. Serta awak Media yang bertugas di Tanah Datar.
Efrison Sekretaris Kominfo dalam pembukaannya menyampaikan " , Tanah Datar mendapatkan Anggaran dana TKD sekitar Rp. 126.873.525.000.terealisasikan sampai hari ini sekitarRp 50.130.538.000, dengan keuangan sampai saat ini mencapai 39,51 %. Dengan fisik 42,34 %. "
" Salah satu yang mendapat dana tersebut adalah Dinas KUKMP sebesar Rp.765 juta, dan hari ini dilaksanakan pelatihan Digitalisasi bagi UMKM dan pemberian bantuan bagi pelaku usaha." Katanya.
Busnika Hamdi Sekretaris KUKMP Tanah Datar menyampaikan " Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku UMKM, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi daerah pascabencana alam, banjir, banjir bandang, Tanah longsor, Angin kencang pada bulan November 2025 di
laksanakan di 9 Nagari dari 5 kecamatan, melalui dua bentuk kegiatan utama, yakni peningkatan kemampuan pengusaha UMKM melalui pelatihan serta pemberian bantuan peralatan dan perlengkapan usaha sesuai kebutuhan pelaku usaha." Ucap nya.
Busnika Hamdi menambahkan ' peningkatan kapasitas SDM dilaksanakan melalui tiga paket pelatihan : . Pertama, pelatihan peningkatan kualitas dan nilai tambah produk UMKM yang telah berlangsung pada 5–6 Agustus 2026, dengan materi peningkatan mutu produk, diversifikasi dan inovasi, serta penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan, khususnya bagi pelaku usaha kuliner.".
Kedua, pelatihan digitalisasi pemasaran produk UMKM yang dijadwalkan pada 19–20 Oktober 2026. Pelatihan ini membekali peserta dengan pengetahuan mengenai pemasaran melalui media sosial, pemanfaatan marketplace, serta pembuatan konten promosi dan foto produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Ketiga, pelatihan peningkatan kualitas kemasan, label dan paper bag bagi UMKM yang dijadwalkan pada 22–23 Oktober 2026. Materi pelatihan meliputi desain kemasan yang menarik dan fungsional, penyusunan label produk sesuai ketentuan, serta penggunaan paper bag sebagai kemasan pendukung untuk meningkatkan daya tarik produk.' Tambahnya.
Sementara itu, Kabid Koperasi dan Usaha Mikro, Doni, SE, sampaikan", selain pelatihan, Pemerintah Daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp466 juta untuk program bantuan peralatan usaha. Bantuan peralatan produksi sederhana tersebut mencakup dua paket bagi 148 UMKM, yakni peralatan non-elektronik seperti wajan dan panci, serta peralatan elektronik seperti mixer dan blender.".
" Pengadaan peralatan saat ini sedang berjalan dan direncanakan selesai pada minggu keempat Oktober 2026. Program bantuan juga mencakup satu paket bahan kemasan, label atau paper bag yang diperuntukkan bagi 100 UMKM sektor kuliner."
"Bantuan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas tampilan produk, memperkuat identitas usaha, serta menambah nilai jual produk yang dipasarkan kepada konsumen," ujarnya.
Selanjutnya Kabid menambahkan " , melalui rangkaian pelatihan dan bantuan tersebut, Pemkab Tanah Datar berharap, pelaku UMKM semakin mandiri, produktif dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan ketahanan ekonomi masyarakat serta peningkatan daya saing UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah pascabencana." Tambah nya.
Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab . ( ERM )
PADANG, Lintasmedia News- Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang hingga 16 Oktober 2026 masih berada di bawah 40 persen dari target yang ditetapkan.
Data realisasi menunjukkan, Dishub Kota Padang baru membukukan penerimaan sekitar Rp2,04 miliar atau 38,61 persen dari target Rp5,30 miliar. Dengan demikian, masih terdapat sekitar Rp3,26 miliar yang harus dikejar hingga akhir tahun anggaran.
Sementara itu, realisasi PAD Dinas PUPR Kota Padang tercatat sekitar Rp4 miliar atau 33,49 persen dari target Rp11,96 miliar. Artinya, masih ada sekitar Rp7,95 miliar yang belum terealisasi.
Rendahnya capaian kedua OPD tersebut menjadi perhatian Ketua Komisi II DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra, Rachmad Wijaya. Ia menilai realisasi pendapatan yang masih berada di bawah 40 persen perlu ditelaah agar penyebabnya dapat diketahui secara jelas.
“Evaluasi diperlukan untuk memastikan apakah rendahnya penerimaan disebabkan oleh kendala teknis, belum optimalnya pengelolaan sumber pendapatan, persoalan pendataan objek retribusi, atau faktor lain yang memengaruhi realisasi di lapangan,” kata wakil rakyat dari Dapil V, Padang Selatan dan Padang Timur ini.
Menurut Rachmad, setiap OPD harus memiliki langkah konkret untuk mengoptimalkan penerimaan sesuai kewenangan masing-masing. Upaya tersebut perlu disertai pemantauan berkala dan evaluasi terhadap capaian yang telah diperoleh.
“Dishub dan PUPR juga perlu mengidentifikasi potensi penerimaan yang masih bisa dioptimalkan dalam sisa waktu tahun anggaran 2026. Namun, upaya mengejar target tetap harus dilakukan sesuai ketentuan dan tidak boleh mengabaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Dengan waktu yang tersisa hingga akhir tahun, evaluasi terhadap OPD dengan realisasi PAD rendah perlu segera dilakukan. “Langkah ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Kota Padang memperbaiki kinerja penerimaan daerah sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber-sumber PAD,” kata Rachmad. (*)
LINTASMEDIANEWS.COM, DHARMARAYA — Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengajak generasi muda memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk mendorong percepatan pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Annisa saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Dharmasraya periode 2026–2029 di Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya, Senin (19/10/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Yogi Buana Putra, S.P., dipercaya sebagai Ketua DPD KNPI Kabupaten Dharmasraya periode 2026–2029, didampingi Fuad Dhiyalulhaq, S.IP., sebagai sekretaris dan Pedri Muhajir, S.E., sebagai bendahara.
Dalam sambutan dan arahannya, Annisa menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda yang memiliki energi, kreativitas, serta semangat perubahan.
“Pemuda harus mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Mari kita bersama-sama membangun Dharmasraya sesuai dengan bidang dan potensi masing-masing. KNPI harus menjadi wadah yang mampu menyatukan pemikiran, memperkuat kolaborasi, dan melahirkan kontribusi nyata bagi daerah,” ujar Annisa.
Ia berharap KNPI tidak sekadar menjadi wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan, tetapi juga mampu melahirkan gagasan inovatif dan program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Annisa juga mengingatkan pentingnya semangat kepemudaan sebagai kekuatan untuk mendorong perubahan dan mempercepat pembangunan daerah. Ia mengutip ungkapan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang menggambarkan besarnya potensi generasi muda.
“Berikan aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” kutip Annisa.
Menurutnya, ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa pemuda memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif apabila dibekali semangat, integritas, kreativitas, dan komitmen yang kuat.
Karena itu, pengurus DPD KNPI Dharmasraya periode 2026–2029 diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik, merangkul berbagai organisasi kepemudaan, serta menghadirkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Annisa juga mendorong KNPI mengambil peran strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kewirausahaan, penguatan kreativitas, dan pemberdayaan pemuda hingga ke tingkat nagari.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara KNPI dan pemerintah daerah perlu diwujudkan melalui kegiatan konkret yang mendukung pembangunan Kabupaten Dharmasraya secara inklusif dan berkelanjutan.
Pelantikan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Dharmasraya H. Heri Saputra, Kapolres Dharmasaya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, Dandim 0310/ SSD diwakili Danramil Pulau Punjung Lettu Inf Magel Hendri, PJU Kajari Dharmasraya, Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sumatera Barat, Ketua DPD KNPI Provinsi Sumatera Barat beserta jajaran, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, wali nagari, serta insan pers.
Selain itu hadir jajaran kepengurusan DPD KNPI Sumbar yakni : Nanda Satria selaku ketua, M. Nazik selaku Sekretaris dan Varel Oriano selaku bendahara, serta pengurus KNPI Dharmasraya demisioner
Dengan kepengurusan baru ini, KNPI Dharmasraya diharapkan semakin solid dan progresif serta mampu membuktikan bahwa pemuda bukan hanya penerus masa depan, melainkan juga pelaku pembangunan saat ini yang siap berkontribusi bagi kemajuan daerah. (el)
pasamanbarat. Lintasmedia News-- Upaya preventif guna melindungi generasi muda dari ancaman penyakit akibat penurunan kualitas udara terus digencarkan oleh Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat. Bertempat di SMA Negeri 1 Pasaman, jajaran Kepolisian membagikan ratusan masker medis secara gratis kepada para pelajar, guru, dan warga sekolah pada Senin (19/10/2026) pagi.
Aksi tanggap kesehatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut dilaksanakan usai upacara bendera mingguan. Bertindak selaku Pembina Upacara, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan pembekalan dan edukasi langsung mengenai bahaya paparan asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Bupati Pasaman Barat H. Yulianto beserta jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini mempertegas komitmen dan sinergitas antara institusi Kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dalam melindungi masyarakat dari risiko pencemaran udara.
AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa aksi pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian nyata Polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya para pelajar yang beraktivitas di ruang terbuka.
Penggunaan masker dinilai sebagai langkah perlindungan diri paling krusial guna menekan paparan partikel mikroskopis dari asap yang berpotensi memicu timbulnya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan para pelajar agar selalu waspada terhadap dampak kabut asap dan memahami pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri. Pembagian masker ini menjadi pengingat konkret agar seluruh lapisan masyarakat, khususnya para siswa, lebih peka terhadap kondisi kualitas udara yang tidak sehat akibat asap karhutla,” tegas Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres mengimbau seluruh lapisan masyarakat Pasaman Barat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan apabila konsentrasi asap memburuk. Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker pelindung diri adalah hal mutlak yang tidak boleh diabaikan.
Aksi sosial ini tidak hanya menyasar para siswa. Guna memastikan perlindungan menyeluruh di lingkungan sekolah, pembagian masker turut menjangkau majelis guru, tenaga kependidikan, pengelola kantin, petugas kebersihan, hingga penjaga sekolah.
Kapolres juga berpesan kepada para pelajar dan jajaran pendidik untuk tidak menunda dalam mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti sesak napas atau batuk berkelanjutan.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergitas antara jajaran Polres Pasaman Barat dan Pemerintah Daerah dalam menaruh perhatian ekstra terhadap kesehatan masyarakat, utamanya para pelajar di Kabupaten Pasaman Barat,” pungkasnya.
Melalui sosialisasi intensif dan aksi pembagian masker ini, Polres Pasaman Barat berharap tingkat kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan di tengah ancaman kabut asap semakin meningkat, sehingga angka kesakitan akibat ISPA di wilayah hukum Pasaman Barat dapat ditekan secara optimal. (HumasResPasbar)