Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA asahan Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar bintan Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang karate Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan lpm Al itqan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau lubuk Sikaping Magelang Malalak Manggarai Timur Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang tanjung balai TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

Lintasmedia News– Di balik tembok panti asuhan, terdapat anak-anak yang tumbuh dengan kisah dan luka yang tidak selalu terlihat. Mereka tidak hanya membutuhkan tempat tinggal, makanan, pendidikan, dan pakaian, tetapi juga rasa aman, perhatian, dan lingkungan yang dapat membuat mereka merasa diterima dan dicintai.

Masalah ini sampai ke perhatian Pemerintah Kota Padang. Melalui Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Manajemen Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), pemerintah mengadakan Sosialisasi Psikoedukatif tentang Pola Pengasuhan Anak bagi pengelola panti asuhan di Kota Padang, Kamis (17/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Aula Pertemuan DP3AP2KB Kota Padang ini diikuti oleh sekitar 30 pengelola panti asuhan dari Kota Padang. Hadir pula Ketua DP3AP2KB Kota Padang Boby Firman, Kepala Pemenuhan Hak Anak Ade Yonanda Irza, narasumber dari Asosiasi Psikolog Indonesia (HIMPSI) Sumatera Barat, serta mahasiswa Psikologi Profesional Universitas Andalas (Unand).


Jumlah anak di Kota Padang bukanlah jumlah yang sedikit. Mereka mencakup sekitar 32,16 persen dari total populasi kota. Di tangan generasi ini, kualitas sumber daya manusia dan masa depan pembangunan akan ditentukan. Oleh karena itu, memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman dan sehat secara psikologis bukan hanya urusan keluarga, tetapi juga tanggung jawab bersama.


Tantangan menjadi lebih kompleks ketika anak harus melewati masa pertumbuhan tanpa kehadiran langsung figur orang tua. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan dapat menghadapi tekanan psikologis, stres, kecemasan hingga risiko kekerasan dari teman sebaya. Kondisi ini membutuhkan pola pendampingan yang tidak hanya berupa disiplin, tetapi juga memahami kebutuhan emosional anak.


Kepala DP3AP2KB Kota Padang, Boby Firman, menegaskan bahwa anak-anak merupakan potensi penting yang harus diasuh sejak usia dini. Menurutnya, kualitas anak akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia serta menjadi salah satu pilar utama pembangunan bangsa.


"Anak-anak merupakan potensi yang sangat penting, sebagai penentu kualitas sumber daya manusia Indonesia yang akan menjadi pilar utama pembangunan bangsa, sehingga perlu meningkatkan kualitas mereka dan mengupayakan perlindungan secara serius," kata Boby.


Boby menilai bahwa panti asuhan saja tidak cukup hanya menyediakan fasilitas fisik yang memadai. Cara pengasuhan, komunikasi, dan kemampuan pengelola untuk memahami kondisi psikologis anak juga merupakan bagian penting dalam menciptakan layanan yang benar-benar ramah anak.

"Kami DP3AP2KB Kota Padang terus mendorong agar semua layanan pemenuhan hak anak di panti asuhan menjadi pusat layanan ramah anak, tidak hanya dari segi fasilitas tetapi juga lebih memperhatikan pola pengasuhan berdasarkan kesejahteraan psikologis anak," katanya.


Di sinilah peran pengelola panti asuhan menjadi sangat menentukan. Ade Yonanda Irza, selaku Kepala Pelaksana sekaligus Kepala Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Kota Padang, menyebutkan bahwa pengelola panti asuhan memiliki posisi penting dalam membantu anak-anak mengelola emosi mereka serta membentuk karakter mereka.


"Para pengelola panti asuhan memegang peran penting dalam mengatur regulasi emosi anak-anak. Karakter pola pengasuhan yang diberikan dan penciptaan lingkungan yang ramah anak merupakan indikator penting bagi para pengelola panti asuhan untuk memberikan dampak positif, terutama pada pembentukan karakter anak-anak di panti asuhan," jelas Ade.


Melalui psikoedukasi, para pengelola dibekali dengan pemahaman tentang pola pengasuhan positif tanpa kekerasan fisik atau verbal, pengelolaan stres pengasuh, hingga cara menciptakan lingkungan penitipan anak yang dapat membantu anak-anak menghadapi pengalaman traumatis. Pesannya sederhana namun mendasar: anak-anak di panti asuhan tidak hanya harus diasuh, tetapi juga harus dipahami.


“Dengan latar belakang tersebut, DP3AP2KB Kota Padang melalui Departemen Pemenuhan Hak Anak melaksanakan psikoedukasi tentang pola pengasuhan anak bagi pengelola panti asuhan di Kota Padang,” kata Ade. Upaya ini diharapkan menjadi langkah konkret menuju panti asuhan yang bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga ruang tumbuh kembang yang aman, manusiawi, dan mampu mengembalikan kepercayaan diri anak untuk menatap masa depan. (***)

Padang, Lintasmedia News- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang genap berusia 81 tahun. Lebih dari delapan dekade mengabdi, organisasi kemanusiaan ini terus menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan donor darah, tetapi juga dalam penanganan bencana, mitigasi, hingga berbagai aksi kemanusiaan.




Semangat pengabdian tersebut mengemuka dalam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI Tingkat Kota Padang yang digelar di Ballroom Universitas Baiturrahmah, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Dandim 0312 Padang Letkol Inf. Faiq Fahmi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang Eka Putra Buhari, Ketua Yayasan Pendidikan Baiturrahmah Hj. Maizarnis, Rektor Universitas Baiturrahmah Prof. Musliar Kasim, Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat Aristo Munandar, Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z Latif, unsur Forkopimda, pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang, serta tamu undangan lainnya.




Perayaan HUT tidak sekadar menjadi seremoni ulang tahun. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memberikan penghargaan kepada para pejuang kemanusiaan, khususnya para pendonor darah yang secara sukarela telah memberikan sebagian dari dirinya untuk membantu sesama.




Dalam kesempatan itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menyerahkan penghargaan kepada 88 orang pendonor yang telah melakukan donor darah sebanyak 100 kali.




Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi dan kepedulian para pendonor yang selama bertahun-tahun secara sukarela mendonorkan darahnya. Di balik setiap kantong darah yang terkumpul, terdapat harapan bagi pasien yang membutuhkan transfusi dan keluarga yang tengah menghadapi situasi sulit.




Selain pemberian penghargaan, rangkaian acara juga ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan.



PMI dan Semangat Padang Sigap



Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas kiprah PMI Kota Padang yang dinilainya terus hadir membantu masyarakat, terutama ketika Kota Padang menghadapi berbagai persoalan kebencanaan.




Menurut Fadly, peran PMI tidak berhenti pada saat bencana terjadi. Kehadiran PMI juga penting dalam upaya mitigasi dan membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai kemungkinan bencana.




Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan semangat Padang Sigap yang terus diperkuat Pemerintah Kota Padang.




“Memaknai HUT PMI tahun ini, kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Kota Padang yang selalu berinovasi, melangkah, bergerak bersama Pemerintah Kota Padang menjalankan misi-misi kemanusiaan,” ujar Fadly.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Padang akan terus membuka ruang kolaborasi dengan PMI. Sinergi antara pemerintah dan organisasi kemanusiaan tersebut dinilai penting agar respons terhadap persoalan masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.




“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan PMI Kota Padang dalam mendukung kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Kami akan terus memperkuat kerja sama ini agar keberadaan PMI semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.




Fadly juga memberikan apresiasi terhadap PMI Kota Padang yang selama ini aktif dalam kegiatan mitigasi bencana serta turun langsung ke lapangan ketika bencana terjadi.




Bagi Pemerintah Kota Padang, keberadaan organisasi kemanusiaan seperti PMI merupakan bagian penting dari ekosistem penanggulangan bencana. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan dalam situasi darurat, kerja bersama antara pemerintah, relawan, organisasi kemanusiaan, TNI-Polri, dunia usaha, serta masyarakat menjadi kekuatan yang sangat dibutuhkan.




Karena itu, Fadly memastikan Pemerintah Kota Padang akan terus mendukung dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan PMI Kota Padang.



81 Tahun PMI, Terus Menjaga Api Kemanusiaan



Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z Latif mengatakan, perjalanan PMI memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia.




Ia menyebut PMI lahir pada 17 September 1945, atau satu bulan setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.




“PMI lahir satu bulan setelah kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu pada 17 September 1945. Ini menandakan pentingnya keberadaan PMI dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia,” ujar Zulhardi.




Menurutnya, usia 81 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang menunjukkan konsistensi PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan.




Dalam berbagai kondisi, PMI dituntut untuk tetap hadir tanpa membedakan latar belakang masyarakat yang membutuhkan bantuan. Prinsip kemanusiaan menjadi pijakan utama dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

Pada momentum HUT ke-81 ini, PMI Kota Padang juga menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap dengan membagikan 2.500 masker.


Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk respons PMI terhadap kondisi lingkungan yang berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.



Zulhardi mengatakan, pembagian masker tersebut merupakan bagian dari kepedulian PMI terhadap kondisi masyarakat. Di tengah situasi yang membutuhkan perhatian, PMI berupaya mengambil peran sesuai kapasitasnya.


Terus Bersinergi dengan Pemerintah



Zulhardi juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang atas dukungan dan fasilitas yang diberikan kepada PMI selama ini.




Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan kemanusiaan di Kota Padang. PMI, kata dia, akan terus membangun sinergi dan kolaborasi agar berbagai program kemanusiaan dapat berjalan secara berkelanjutan.




“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang atas dukungan dan fasilitas yang diberikan sejauh ini. Kami akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Padang dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan,” tutur Zulhardi.




Tidak hanya bergerak dalam pelayanan kemanusiaan dan kebencanaan, PMI Kota Padang juga memberi perhatian terhadap pembinaan generasi muda melalui Palang Merah Remaja (PMR).




Zulhardi mengungkapkan, PMI sebenarnya telah menyiapkan kegiatan Gala Kreativitas bagi anggota PMR sebagai bagian dari rangkaian HUT PMI ke-81. Namun, kegiatan tersebut untuk sementara ditunda menyusul kondisi kabut asap yang terjadi.




“Selain pembagian masker dalam rangka HUT PMI ke-81, kami juga akan mengadakan Gala Kreativitas untuk anggota Palang Merah Remaja (PMR). Namun, pelaksanaannya masih kami tunda karena kondisi kabut asap saat ini,” jelasnya.

Dari Setetes Darah hingga Tanggap Bencana



Peringatan HUT ke-81 PMI Kota Padang pada akhirnya menjadi pengingat bahwa kerja kemanusiaan memiliki banyak wajah.




Ada para pendonor yang secara rutin menyumbangkan darahnya. Ada relawan yang bersiap ketika bencana terjadi. Ada anggota PMR yang sejak usia muda belajar tentang kepedulian dan kerelawanan. Ada pula masyarakat yang menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan melalui berbagai aksi sosial.

Penghargaan kepada 88 pendonor yang telah mencapai 100 kali donor darah menjadi salah satu simbol kuat dari semangat tersebut.




Mereka menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Sebuah tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi sangat berarti bagi orang lain.



Di usia ke-81, PMI Kota Padang pun terus meneguhkan perannya sebagai bagian dari kekuatan kemanusiaan di Kota Padang bergerak bersama pemerintah, relawan, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat untuk memastikan bahwa ketika warga membutuhkan pertolongan, selalu ada tangan yang siap mengulurkan bantuan.



Semangat itu pula yang menjadi pesan utama perayaan HUT ke-81: kemanusiaan tidak mengenal batas, dan pengabdian tidak mengenal kata selesai. (***)

Pasbar,Lintas Media News Com.


Pelantikan yang ditunggu-tunggu itu,akhirnya terlaksana ,meski pun diwarnai hujan pada pagi ini Kamis 17/9.2026


Setidaknya 15 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik itu tampak : Satu,

Afrizal, ST, MT-Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dua

Ahmad Hanif, S.IP-Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik,Tiga,

Muhammad Yandra Hanafi Lubis, S.STP, M.Si-Kepala BKPSDM ,Empat.

Muhammad Bona Fatwa, S.STP-Kepala Badan Pendapatan Daerah ,Lima.

Afrizal, SP, M.Si-Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Enam

Decky Harmiko Saputra, SH-Kepala Dinas Perhubungan ,Tujuh

Sukarni, AP, M.Si-Kepala Dinas Pariwisata, Delapan,

Lenggo Apri Yanti, S.STP., M.Si-Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari, Sembilan,

Bambang Sumarsono, ST, MT-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Sepuluh

Natran Hanri, S.Hut-Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sebelas

.Ns. Vanvoni Gorbi, S.Kep, M.KM-Kepala Dinas Sosial,Dua belas

Sutrisno, S.Kom-Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Tiga belas,Zulkarnain, S.Pd.SD, MM-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Empat belas,

Endon Triharja, MM, SE-Kepala Dinas Perikanan ,Lima belas

Afkar, S.IP-Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga.


Yulianto mengatakan Jabatan bukan akhir sebuah ,tapi Amanah yang harus dijaga dengan baik.

Tidak hanya itu ,tapi Ia berharap kepada para Pimpinan yang baru dilantik harus punya Integritas program yang jelS dan bisa diteladani.


Pelantikan tersebut dihadiri : Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan, Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, Forkopimda, instansi vertikal, Ketua TP-PKK Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, para asisten, staf ahli, kepala OPD, sekretaris, kepala bagian, kepala bidang, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Bara.

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diserahkan simbolis oleh Sekretaris Daerah Bukittinggi, secara daring melalui zoom meeting di Bukittinggi Command Center (BCC), Rabu (16/09).


Bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu bentuk kepedulian dan duka mendalam masyarakat Bukittinggi. Bantuan awal berupa donasi yang dihimpun dari ASN Kota Bukittinggi, sedekah masyarakat melalui Baznas, serta dukungan BUMD, BPRS Jam Gadang, PDAM dan Bank Nagari, telah terkumpul sebesar Rp70 juta. Bantuan tersebut diserahkan kepada Kabupaten Nagekeo yang termasuk daerah dengan kerusakan cukup parah. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi. 


Rismal menerangkan, Pemerintah kota Bukittinggi juga akan memberikan bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari dana APBD, yang saat ini masih berproses dan telah masuk dalam anggaran perubahan APBD 2026. Ia mengatakan, prosesnya saat ini sedang menunggu evaluasi gubernur. Setelah evaluasi selesai dan DPA anggaran perubahan selesai, dana tersebut akan segera transfer. 


Menurut Rismal Hadi, BKK tersebut direncanakan sebesar Rp500 juta yang dibagi untuk tiga kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo. Meskipun hampir seluruh wilayah NTT terdampak gempa, bantuan difokuskan kepada tiga kabupaten tersebut. Ketiganya dipilih karena mengalami kerusakan lebih berat dibandingkan kabupaten lainnya, 


“Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah di NTT,” harapnya. (Sandra)

pasamanbarat, Lintasmedia News – Tim Polisi Cilik (Pocil) Binaan Kapolres Pasaman Barat kembali meraih juara I dalam ajang perlombaan Polisi Cilik yang digelar oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat dalam Rangka HUT ke-71 Lalu Lintas di Kota Padang, Rabu (16/9/2026).


Kedatangan rombongan Pocil disambut langsung oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H didampingi Kasat Lantas AKP Nanin Aprilia Fitriani beserta sejumlah Pejabat Utama (PJU) di Mako Polres setempat, Kamis (17/9/2026).


"Terima kasih kepada seluruh anak-anak Pocil Polres Pasaman Barat yang telah berhasil meraih prestasi tertinggi dalam perlombaan Polisi Cilik yang digelar Ditlantas tingkat jajaran Polda Sumatera Barat," ujar Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto.


Dikatakan, keberhasilan tim Polisi Cilik Polres Pasaman Barat merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan dan kekompakan selama mengikuti latihan hingga memberikan penampilan terbaik di ajang perlombaan.


"Prestasi yang diraih hari ini tentunya tidak terlepas dari dukungan serta bimbingan para pelatih, Kepala Sekolah, majelis guru dan orang tua," katanya.


Menurutnya, Polisi Cilik bukan hanya sekadar kegiatan seremonial atau baris-berbaris, tetapi merupakan sarana edukasi untuk menanamkan kedisiplinan serta membentuk karakter anak-anak yang tertib dan bertanggung jawab sejak usia dini.


"Polisi Cilik bertujuan menanamkan disiplin, kesadaran hukum, dan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini," ucapnya.


Kapolres berpesan kepada seluruh tim Polisi Cilik agar jangan cepat berpuas diri atas pencapaian yang diraih, dan terus berlatih dengan disiplin dan menjaga kekompakan.


"Terus berlatih memberikan penampilan terbaik, sehingga berkesempatan mengikuti kompetisi Polisi Cilik di tingkat jajaran Korlantas Mabes Polri," pesannya.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menyematkan kalung pita sebagai bentuk penghargaan dan bonus kepada pembina Pocil yakni Kasat Lantas Polres Pasaman Barat AKP Nanin Aprilia Fitriani, Komandan Pleton (Danton) Pocil Kayyisa Yuka Athalla, dan pelatih yakni Kanit Kamsel Aiptu Harion Eka Putra. (HumasResPasbar)

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Ambulance Toyota HiAce senilai Rp739 bantuan hibah dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, akan digunakan Pemerintah kota Bukittinggi untuk mendukung pelayanan RSUD. Hal itu dikemukakan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias saat menerima bantuan sarana pelayanan kesehatan tersebut, di Balai Kota, Rabu (16/09).


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan apresiasi kepada BTN atas Ambulance yang akan dimanfaatkan untuk pelayanan RSUD, termasuk layanan yang masuk program kemasyarakatan, antar jemput pasien yang membutuhkan. Ambulance tersebut juga dilengkapi dengan oksigen, tempat duduk pasien, serta peralatan pendukung lainnya untuk menunjang pelayanan selama proses penjemputan dan penanganan pasien.


"Dengan adanya hibah ini, tentu kita manfaatkan sebaik-baiknya. Harapan kita, bantuan melalui dana CSR BTN ini dapat dimanfaatkan untuk pelayanan masyarakat, termasuk menjemput pasien yang membutuhkan," ujar Ramlan.

Sementara itu, Branch Manager KCU BTN Padang, Sudaryanto, menyebutkan, bantuan satu unit ambulance kepada Pemerintah Kota Bukitinggi ini, merupakan bentuk tanggung jawab sosial BTN sekaligus bagian dari upaya memperkuat kerja sama dengan Pemko Bukittinggi. Bantuan ini merupakan amanah dari manajemen BTN Pusat dan Kanwil Sumatra.


Ia berharap Bantuan tersebut dapat mendukung pelayanan kesehatan di RSUD Kota Bukittinggi serta membuka peluang kerja sama BTN dengan Pemko di bidang lainnya. (Sandra)


PADANG,Lintas Media News
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi mengajak para pelaku UMKM untuk terus menambah pengetahuan, salah satunya dengan membiasakan diri membaca dan mengikuti berbagai pelatihan. Menurutnya, pengetahuan dapat membantu seseorang melihat berbagai kemungkinan dan peluang yang ada di sekitarnya.

Ajakan itu disampaikan Muhidi saat memberikan materi pada kegiatan bimbingan teknis peningkatan kapasitas pengusaha di Padang, Selasa (15/9/2026).

Menurut Muhidi,menjalankan usaha merupakan proses yang membutuhkan kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. Selain modal, kemampuan, pengalaman dan hubungan baik dengan banyak orang juga menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pengusaha.

“Kalau ingin sukses, kita harus mau belajar dan banyak membaca. Dengan ilmu, kita akan lebih mudah melihat peluang,” ujar Muhidi.

Ia melihat Sumatera Barat memiliki banyak potensi yang bisa terus dikembangkan melalui kreativitas para pelaku usaha. Produk seperti rendang, tenun, kerajinan kayu serta beragam kuliner khas daerah memiliki karakter yang kuat dan berpeluang dikenal lebih luas.
Untuk itu, pelaku UMKM perlu terus meningkatkan kualitas produk sekaligus mengikuti perkembangan cara pemasaran, termasuk memanfaatkan teknologi digital.

Menurut Muhidi, keterampilan menjadi salah satu bekal penting dalam mengembangkan usaha. Kemampuan menggunakan berbagai sarana yang tersedia perlu diimbangi dengan kemampuan berkomunikasi, mengatur waktu, menyelesaikan persoalan dan membangun hubungan dengan orang lain.

“Skill dan soft skill sama-sama penting. Kemampuan itu bisa terus kita asah melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman,” katanya.

Pengalaman, lanjutnya, juga memiliki peran besar. Berbagai proses yang dilalui dalam menjalankan usaha akan memberikan pembelajaran tersendiri bagi setiap pengusaha.

Muhidi kemudian mengingatkan pentingnya membangun jaringan. Menurutnya, hubungan baik dan silaturahmi dapat membuka banyak kesempatan, baik dalam mendapatkan informasi, kerja sama maupun mengembangkan pasar.

Ia menilai keterbatasan modal bukan selalu menjadi alasan untuk berhenti mencoba. Dengan membangun komunikasi dan kepercayaan, peluang untuk mendapatkan dukungan dari berbagai pihak bisa semakin terbuka.

“Perbanyak silaturahmi dan bangun jaringan. Dari jaringan itu bisa muncul berbagai peluang,” ujarnya.

Di tengah upaya memperluas jaringan, Muhidi juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik. Reputasi, menurutnya, tumbuh dari sikap dan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Kejujuran, kedisiplinan dan tanggung jawab menjadi nilai yang perlu dijaga agar kepercayaan orang lain tetap tumbuh.

“Kalau orang melihat kita secara positif, insyaallah akan banyak hal baik yang mengikuti. Menjaga reputasi memang tidak mudah, karena itu harus dimulai dari karakter kita sendiri,” tuturnya.

Muhidi juga menyampaikan bahwa DPRD Sumbar bersama pemerintah daerah memiliki peran dalam menciptakan ruang yang mendukung perkembangan UMKM. Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui kebijakan, program pemberdayaan dan penganggaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia menyebut Perda Sumbar Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM sebagai salah satu bentuk dukungan regulasi bagi pelaku usaha.

Menurutnya, program pemerintah juga perlu terus diarahkan pada kebutuhan nyata para pelaku UMKM, seperti peningkatan keterampilan, promosi produk, digitalisasi, penguatan usaha serta akses pembiayaan.

Pada kesempatan itu, Muhidi mengajak peserta untuk menikmati setiap proses dalam membangun usaha. Baginya, hasil yang diperoleh hari ini merupakan bagian dari perjalanan yang masih bisa terus dikembangkan.

“Dapat sedikit, kita syukuri. Dapat banyak, Alhamdulillah. Dengan bersyukur, kita belajar menghargai setiap proses dan nikmat yang kita terima,” katanya.

Ia berharap para pelaku UMKM Sumbar dapat terus tumbuh dengan kemampuan yang semakin baik, jaringan yang semakin luas dan kepercayaan yang terus terjaga, sehingga berbagai produk lokal daerah dapat semakin dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(*/st)

PADANG, Lintasmedia News– Wakapolda Sumatera Barat, Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR, menerima kunjungan silaturahmi Bhabinkamtibmas Kelurahan Banuaran, Aipda Dian Wihendro Ratno, di ruang kerjanya di Mapolda Sumbar, Selasa (15/9/2026). Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang promosi pengembangan produk UMKM lokal, Keripik Pisang Dian Pitok.


Dalam ruang silaturahmi tersebut, Wakapolda Sumbar menyampaikan dukungan penuh terhadap lini usaha UMKM Keripik Pisang Dian Pitok yang dinilai kreatif memanfaatkan pasokan bahan baku pisang lokal dari Pulau Sikakap, Kepulauan Mentawai.


Pengembangan usaha ini dipandang sebagai bentuk kontribusi nyata personel kepolisian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM di Kota Padang.


“Wakapolda Sumbar memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pengembangan usaha Keripik Pisang Dian Pitok. Langkah ini menjadi momentum positif dalam memajukan UMKM Kota Padang sekaligus mengangkat potensi komoditas pisang dari Kepulauan Mentawai,” ujar Bhabinkamtibmas Kelurahan Banuaran, Aipda Dian Wihendro Ratno, Selasa (15/9/2026).


Dukungan pimpinan polda ini diharapkan dapat memotivasi para pelaku UMKM lokal untuk terus meningkatkan mutu produk serta memperluas jangkauan pasar.


Inisiatif Bhabinkamtibmas dalam mendampingi dan memasarkan usaha olahan pangan daerah dinilai mampu memperkuat sinergi Polri dengan masyarakat dalam sektor pemberdayaan ekonomi.

Pasbar,Lintas Media News Com.


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mendorong penguatan budaya literasi sebagai fondasi membangun generasi yang berilmu, kritis, kreatif, berkarakter, dan berdaya saing. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan saat membuka Festival Literasi Tingkat Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2026 di Padang Tujuh, Selasa 15/9.


Mengusung tema Dari Literasi Mencapai Prestasi dan Pengetahuan Wujudkan Pasaman Barat Sejahtera, festival tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan budaya membaca sekaligus memperluas pemahaman masyarakat terhadap pentingnya literasi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi.


Wakil Bupati M. Ihpan mengatakan, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengambil keputusan, menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan, serta terus belajar sepanjang hayat.


Literasi harus mendorong kita dari sekadar tahu menjadi paham, dari sekadar percaya menjadi mampu memverifikasi, serta bijak melihat peluang dan mempertimbangkan risiko, ujarnya.


Ia juga mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pencipta, inovator, dan pemimpin yang adaptif di era digital.


Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, menegaskan bahwa membangun budaya literasi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah berperan menyediakan fasilitas dan kebijakan, sekolah membangun budaya belajar, guru membimbing dan menginspirasi, orang tua mendampingi anak, sedangkan komunitas menghidupkan ruang kreativitas.


Budaya literasi harus dimulai dari keluarga. Orang tua memiliki peran penting mengenalkan anak pada buku, cerita, pengetahuan, serta membangun kebiasaan belajar sejak dini. Literasi adalah gerakan bersama.


Ny. Sifrowati Yulianto juga menekankan pentingnya literasi karakter dan budaya agar kemajuan teknologi tetap berjalan seiring dengan nilai-nilai agama dan budaya. Karena itu, gerakan literasi perlu diperkuat mulai dari keluarga, sekolah, nagari hingga lingkungan masyarakat.


Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang hidup, terbuka, dan produktif, sekaligus mendorong lahirnya penulis-penulis muda Pasaman Barat.


Kegiatan tersebut dihadiri staf ahli, asisten dan kepala OPD, Kacabdin Wilayah VI Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Camat Pasaman, Ketua GOW, Ketua DWP, Wali Nagari Aua Kuning, Bunda Literasi Kecamatan Pasaman, pegiat dan komunitas literasi, pustakawan, pendidik, peserta Festival Literasi, serta tamu undangan lainnya.

PADANG, Lintasmedia News— Kawasan Padayo, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, dipersiapkan sebagai salah satu sentra budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Persiapan itu dimulai melalui sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah organik pada Selasa (15/9/2026). Program ini dihadirkan sebagai solusi ganda untuk mengatasi persoalan sampah yang belum terkelola optimal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Padayo yang mayoritas berprofesi sebagai petani, peternak, dan pembudidaya ikan melalui efisiensi pakan ternak serta produksi pupuk organik secara mandiri.


Dosen Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas Dr. Resti Rahayu menjelaskan bahwa maggot BSF memiliki banyak kelebihan dan dapat menghasilkan beragam produk turunan dengan nilai ekonomi tinggi.


“Selain larva segar, telur maggot juga memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Telur maggot dapat dijual dengan harga sekitar Rp5.000 per gram. Jika dikalkulasikan dalam jumlah satu kilogram, nilainya dapat mencapai sekitar Rp5 juta. Ini menunjukkan bahwa budidaya maggot juga memiliki peluang ekonomi,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri Lurah Indarung Suharman Mizani, Ketua Asosiasi Maggot Kota Padang (Agodang) Andi Ilham, sejumlah anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Usaha Bersama (KUBE), dan tokoh masyarakat.


Mengenai pemanfaatan residunya, Resti menerangkan peran penting kasgot, yaitu kompos organik yang dihasilkan dari proses pencernaan sampah organik oleh larva maggot BSF, bagi sektor pertanian.


“Selain membantu menekan biaya pertanian, pemanfaatan pupuk organik juga mendukung pengelolaan lahan yang lebih berkelanjutan,” kata Resti.


Resti berharap ke depan Padayo dapat memiliki rumah maggot yang terintegrasi dengan usaha budidaya ikan dan ternak itik. Menurutnya, integrasi tersebut akan menciptakan ekosistem usaha yang saling mendukung karena maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan, sementara kasgot digunakan untuk menyuburkan tanaman.


“Apabila program dapat berjalan dengan baik, rumah maggot tersebut dapat dikembangkan untuk menghasilkan lebih banyak produk turunan,” ujarnya.


Ketua Asosiasi Maggot Kota Padang (Agodang) Andi Ilham menyampaikan pengalaman nyata penggunaan kasgot pada lahan pertanian padi di kawasan Ngalau, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan.


“Produksi padi meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan ketika hanya menggunakan pupuk kimia. Artinya, kasgot tidak hanya menjadi residu dari budidaya maggot, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi kegiatan pertanian masyarakat. Jika program serupa dikembangkan di Padayo, anggota KWT dan petani dapat menghasilkan pupuk organik secara mandiri,” ujarnya.


Andi menambahkan, Agodang mendapat target dari Pemerintah Kota Padang untuk membantu menampung dan mengolah sekitar 10 persen sampah basah yang selama ini masuk ke tempat pemrosesan akhir di Kota Padang. Untuk mendukung pencapaian tersebut, Agodang telah bekerja sama dengan sejumlah hotel, restoran, dan rumah sakit di Kota Padang.


“Sampah basah dari berbagai tempat tersebut dikumpulkan setelah dipilah, kemudian dimanfaatkan sebagai bahan pakan dalam proses budidaya maggot,” katanya.


Tokoh masyarakat Padayo, Majik, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini memberi pemahaman baru bagi warga yang sebelumnya belum mengenal budidaya BSF.


“Setelah mendapat penjelasan dari pemateri, kami menjadi tahu bahwa maggot memiliki banyak manfaat dan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Kami pun menilai budidaya maggot sangat potensial diterapkan di Padayo karena mata pencarian masyarakat didominasi oleh petani, peternak, dan pembudidaya ikan,” katanya.


Majik pun berharap pengembangan program ini dapat segera terealisasi di lingkungannya.


“Kami berharap budidaya maggot dapat segera dikembangkan di Padayo. Dengan begitu, peternak dan pembudidaya ikan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pakan komersial yang harganya mahal. Di samping itu, masyarakat juga dapat memperoleh pupuk organik sekaligus membantu mengurangi sampah di lingkungan,” pungkas Majik.


Sementara itu, Lurah Indarung Suharman Mizani mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut bagi warganya.


“Kami sangat mengapresiasi PT Semen Padang yang telah memfasilitasi sosialisasi maggot kepada masyarakat Padayo. Apalagi, kegiatan sosialisasi tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Padayo,” katanya.


Lurah yang akrab disapa Zani itu mengajak warga untuk memanfaatkan peluang ini secara maksimal.


“Potensi maggot ini sangat besar. Apalagi Padayo merupakan kawasan pertanian dan peternakan. Maggot dapat menjadi pakan ternak, sedangkan kasgotnya dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Dengan demikian, budidaya maggot ini juga akan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara pengelolaan sampah dan kegiatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.


Dukungan dan Fasilitasi PT Semen Padang


Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes menjelaskan bahwa perusahaan berencana membangun sentra budidaya maggot di Padayo sebagai tempat produksi dan sarana edukasi.


“Pembangunan sentra budidaya itu diarahkan untuk menciptakan rantai ekonomi sirkular di tengah masyarakat. Sampah organik yang sebelumnya menjadi persoalan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan maggot. Selanjutnya, maggot dapat digunakan sebagai pakan ternak dan ikan, sedangkan kasgot atau residunya dimanfaatkan menjadi pupuk organik untuk tanaman,” ujarnya.


Hernes menyebutkan bahwa potensi ini sangat selaras dengan kondisi sosial masyarakat lokal.


“Di Padayo, masyarakat pada umumnya bekerja sebagai peternak dan peladang. Karena itu, sosialisasi ini kami lakukan agar masyarakat memahami manfaat maggot serta peluang ekonomi yang dapat dikembangkan dari program tersebut,” ujar Hernes.


Ia menambahkan pentingnya pemahaman warga demi keberlanjutan program serta menyampaikan apresiasi kepada narasumber.


“Pemahaman masyarakat merupakan modal penting agar program budidaya maggot ini dapat berjalan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan,” katanya. “Kami berterima kasih kepada Ibu Resti Rahayu yang telah hadir memberikan pengetahuan kepada masyarakat. Selama ini, beliau juga menjadi pendamping kami dalam pengembangan program maggot ini,” tutur Hernes.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengungkapkan bahwa pengembangan budidaya BSF merupakan bagian dari upaya PT Semen Padang untuk berkontribusi terhadap kebutuhan masyarakat melalui pendekatan yang partisipatif, terukur, dan berkelanjutan.


“Program ini diharapkan menjadi salah satu kontribusi dalam upaya bersama menjawab kebutuhan masyarakat, dengan tetap mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan,” katanya.


Ia mengatakan, persoalan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, PT Semen Padang mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media agar program yang dijalankan memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. (*)

Padang, Lintasmedia News- Pengalaman berorganisasi sejak usia muda menjadi salah satu fondasi perjalanan kepemimpinan Wali Kota Padang Fadly Amran. Di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Andalas (Unand), Fadly membagikan perjalanan hidupnya sekaligus menitipkan pesan tentang pentingnya integritas, keberanian, dan kepedulian bagi generasi muda yang kelak akan menentukan arah bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Fadly Amran saat menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan “Indonesia Punya Kamu” Universitas Andalas (Unand)–Garuda TV bertema “Connecting Generations”, yang digelar di Auditorium Universitas Andalas, Selasa (15/9/2026).




Kegiatan ini mempertemukan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang dengan mahasiswa. Selain Fadly Amran, hadir sebagai pemateri Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar.




Direktur Garuda TV Fahmi M. Anwari, Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang Teddy Anthonius, serta moderator Yuliandre Darwis turut hadir dalam kegiatan tersebut.



Dari Organisasi hingga Kursi Wali Kota



Dalam sesi Think+ yang dipandu Yuliandre Darwis, Fadly tidak hanya berbicara mengenai pemerintahan. Ia membawa mahasiswa menelusuri perjalanan dirinya sejak aktif dalam berbagai organisasi hingga dipercaya memimpin pemerintahan daerah.




Fadly mengungkapkan, dirinya telah mengenal dunia organisasi sejak usia muda. Sejumlah organisasi pernah menjadi bagian dari perjalanan tersebut, mulai dari Junior Chamber International (JCI), KNPI Kota Padang, KNPI Sumatera Barat, HIPMI, KADIN, hingga organisasi lainnya.




Bagi Fadly, organisasi bukan sekadar tempat berkumpul atau membangun jaringan. Lebih jauh, organisasi merupakan ruang pembelajaran yang mengajarkan seseorang menghadapi perbedaan, memahami persoalan, berkomunikasi dengan banyak karakter, sekaligus belajar bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil.




“Organisasi itu mendewasakan, dan saya pun juga bisa meng-influence anak-anak muda di sekitar saya untuk bekerja dengan hati, dengan sejujurnya, dan menjadi pemimpin-pemimpin yang dapat memberikan manfaat,” ujar Fadly.




Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kematangan seseorang sebelum memasuki dunia kepemimpinan yang sesungguhnya.




Pengalaman berorganisasi, kata Fadly, memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berhadapan langsung dengan persoalan sosial. Dari sanalah kemampuan membangun relasi, bekerja dalam tim, mengambil keputusan, dan memahami kebutuhan orang lain dapat tumbuh.




Perjalanan panjang tersebut kemudian mengantarkan Fadly dipercaya menjadi Wali Kota Padang Panjang. Kini, ia melanjutkan kiprahnya sebagai Wali Kota Padang.



Pemimpin Tak Cukup Hanya Pintar



Di hadapan mahasiswa Unand, Fadly menekankan bahwa kepemimpinan tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan akademik.

Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki prinsip yang kuat sekaligus keberanian mengambil keputusan ketika berhadapan dengan persoalan.




Namun keberanian tersebut, kata Fadly, harus berjalan bersama kemampuan untuk mendengar dan hadir di tengah masyarakat.




“Pemerintahan itu harus dijalankan dengan amanah, dengan ketulusan. Kita juga harus berani menyampaikan yang benar dan mau mendengar, mau hadir di tengah masyarakat,” katanya.




Prinsip tersebut, lanjut Fadly, menjadi salah satu nilai yang ingin diterapkan dalam menjalankan Pemerintahan Kota Padang melalui Program Unggulan Padang Amanah.




Ia menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan sesuatu yang harus dijaga. Pemerintahan tidak boleh hanya bekerja dari balik meja, tetapi harus mampu melihat langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.




Bagi Fadly, amanah bukan sekadar slogan. Amanah harus diwujudkan melalui kerja, keputusan, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat.



Pesan untuk Mahasiswa: Bangsa Membutuhkan Kalian



Tema “Connecting Generations” juga menjadi momentum bagi Fadly untuk menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda.




Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak berhenti mengejar prestasi akademik. Kemampuan intelektual harus berjalan beriringan dengan karakter, integritas, kepedulian sosial, serta keberanian mengambil peran.

“Yang kita inginkan hari ini adalah anak-anak muda yang bukan hanya pintar, tetapi juga peduli terhadap lingkungan, peduli terhadap sesama, serta tahu bahwa bangsa ini sedang membutuhkan mereka,” tutur Fadly.




Menurutnya, mahasiswa merupakan kelompok yang memiliki posisi strategis dalam perjalanan bangsa. Kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter dan keberanian mengambil peran di tengah masyarakat.




Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk mulai membangun pengalaman sejak dini melalui organisasi, kegiatan sosial, kewirausahaan maupun berbagai aktivitas yang dapat memperluas wawasan.



Dorong Padang Masuk Jejaring Kota Gastronomi UNESCO



Tak hanya berbicara tentang kepemimpinan, Fadly juga membawa isu pembangunan Kota Padang ke hadapan mahasiswa.




Ia menyampaikan gagasan Pemerintah Kota Padang untuk mendorong Padang sebagai Kota Gastronomi dalam jejaring UNESCO.




Menurut Fadly, kekayaan kuliner dan budaya Minangkabau memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi sekaligus daya tarik pariwisata.




Gastronomi, kata dia, tidak semata-mata berkaitan dengan makanan. Di dalamnya terdapat sejarah, tradisi, budaya, kreativitas, pelaku usaha, hingga identitas sebuah daerah.




Jika dikembangkan secara serius, sektor tersebut dapat memberikan dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan usaha kuliner.




“Kita berharap pengembangan gastronomi mampu mendorong UMKM naik kelas, sekaligus meningkatkan standar dan kualitas destinasi maupun usaha kuliner di Kota Padang, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan,” ungkapnya.




Gagasan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana sektor kebudayaan dan kuliner dapat ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah.




Bagi Kota Padang, penguatan gastronomi dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada wisatawan, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk berkembang.



Connecting Generations, Menyiapkan Kepemimpinan Masa Depan



Kehadiran Fadly Amran dalam forum yang diikuti ribuan mahasiswa tersebut tidak sekadar menjadi sesi berbagi pengalaman. Pertemuan itu menjadi ruang dialog lintas generasi mengenai kepemimpinan, pemerintahan, organisasi, hingga masa depan daerah.




Pesan yang dibawa Fadly bermuara pada satu hal: generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton.




Mereka harus mulai mempersiapkan diri, membangun pengalaman, memperkuat karakter, dan berani mengambil peran di tengah masyarakat.




Sebab, kepemimpinan tidak selalu dimulai dari jabatan. Kepemimpinan dapat tumbuh dari ruang-ruang kecil dari organisasi, lingkungan kampus, komunitas, hingga kepedulian terhadap persoalan di sekitar.




Dan bagi Fadly, ketika generasi muda mampu menggabungkan kecerdasan dengan integritas serta kepedulian, di situlah proses menyiapkan pemimpin masa depan benar-benar dimulai. (***)

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Sebanyak 30 peserta Bukittinggi Next Leader Angkatan I tahun 2026 mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pemuda selama empat hari, 14–17 September 2026, di Kampus IPDN Sumatera Barat, Baso. Apel pembukaan Bukittinggi Next Leader (BNL) Tahun 2026 tersebut dipimpin Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.


Kegiatan yang diikuti jajaran Pemerintah Kota Bukittinggi, unsur pimpinan IPDN, ASN IPDN, peserta BNL 2026, serta praja muda tersebut berlangsung di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sumatra Barat, Senin (14/09). Pelatihan dilaksanakan dengan metode retret untuk memperkuat karakter, wawasan, serta kemampuan kepemimpinan para peserta.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, Bukittinggi Next Leader (BNL) 2026 dilaksanakan Pemko Bukittinggi dalam rangka menyiapkan calon pemimpin muda yang berintegritas, berpikir kritis, mampu bekerja sama serta melahirkan inovasi. Ia mengatakan, pembangunan daerah membutuhkan generasi muda yang mampu memahami persoalan masyarakat, menawarkan gagasan, serta berani mengambil peran. Kepemimpinan tidak harus menunggu seseorang menjadi pejabat, namun kepemimpinan dimulai ketika seseorang berani mengambil tanggung jawab. 

"Program ini kita rancang bukan sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai proses pembelajaran, pembentukan karakter, pengenalan pemerintahan, penguatan kemampuan kepemimpinan, serta ruang bagi pemuda untuk melahirkan gagasan nyata bagi kemajuan Kota Bukittinggi", ujar Ramlan 


Sementara itu, Direktur IPDN Kampus Sumatera Barat, Dr. Lalu Satria Utama, menyampaikan, IPDN Kampus Sumatera Barat menyambut baik program Pemerintah Kota Bukittinggi ini sebagai upaya membina generasi muda yang inovatif dan berintegritas. Bukittinggi Next Leader (BNL) Tahun 2026 merupakan wadah pembinaan kader kepemimpinan masa depan yang menjunjung tinggi integritas, disiplin dan jiwa pamong praja. (Sandra)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.