Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Denpasar Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok kotapadang Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang semen padang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan UMKM wakil walikota Padang walikota Padang walikota solok

 

Lintasmedia News- Tepat pada tanggal 7 Agustus 2026, Kota Padang memasuki usia ke-357. Beragam rangkaian kegiatan dilaksanakan Pemerintah Kota Padang untuk menghibur warga.

Merayakan hari jadi, Pemerintah Kota Padang menggelar Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota Padang (HJK) ke-357 di DPRD Padang. Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir, dan seluruh undangan lainnya. 


Wali Kota Fadly Amran menyampaikan bahwa Hari Jadi Kota menjadi saat untuk melihat masa lalu dengan hormat, membaca keadaan hari ini dengan jujur dan menyiapkan masa depan dengan berani. Ke depan, Kota Padang akan terus berpijak pada tatanan hidup Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

"Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas, tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat yang lemah, dan membangun tanpa merusak lingkungan," katanya. 


Disinggung Fadly Amran, semangat untuk bangkit dilanjutkan melalui Transformasi Ekonomi Kota Padang. Transformasi ekonomi bukan sekadar mengejar pertumbuhan yang lebih tinggi. Tetapi mengubah cara kota bekerja, memperkuat produktivitas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, menaikkan kelas usaha lokal, dan memastikan manfaat pertumbuhan dirasakan secara lebih merata.


"Untuk meletakkan fondasi pencapaiannya, arah jangka panjang tersebut dijabarkan dalam RPJMD Kota Padang Tahun 2025–2029 melalui penguatan tata kelola pemerintahan, kualitas sumber daya manusia, investasi, perdagangan dan jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta infrastruktur yang tangguh terhadap bencana," ujarnya. 


Fadly menegaskan bahwa Kota Padang merupakan kota jasa yang memiliki tiga kekuatan utama. Yakni sebagai Kota Pendidikan. Saat ini puluhan perguruan tinggi berdiri di Padang. Termasuk 46 perguruan tinggi swasta dan semua itu menjadi destinasi belajar bagi lebih 180 ribu mahasiswa. Kehadiran mahasiswa, dosen, peneliti, dan tenaga profesional membentuk pasar pengetahuan, hunian, transportasi, kuliner, kesehatan, teknologi, dan ekonomi kreatif yang besar. 


“Padang juga merupakan kota perdagangan dan konektivitas. Perdagangan besar dan eceran menyumbang 17,52 persen terhadap PDRB Kota Padang, sedangkan transportasi dan pergudangan menyumbang 15,68 persen. Posisi ini menegaskan peran Padang sebagai pusat distribusi barang, orang, dan jasa bagi Sumatera Barat serta kawasan pantai barat Sumatera,” tukuknya. 

Fadly menyebut, Padang juga kota pariwisata. Kunjungan wisatawan pada tahun 2025 mencapai 5,3 juta orang, meningkat dari 4,3 juta orang pada tahun sebelumnya. Retribusi objek wisata mencapai sekitar Rp922 juta atau 153 persen dari target. Tantangan berikutnya bukan hanya menambah jumlah kunjungan, tetapi memperpanjang lama tinggal, meningkatkan belanja wisatawan, memperbaiki mutu destinasi, dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.


"Titik awal transformasi ekonomi kita adalah pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus menggunakan prinsip Build Back Better. Jalan, jembatan, drainase, sungai, permukiman, pasar, kawasan pendidikan, pusat pelayanan, dan destinasi wisata tidak cukuo dikembalikan seperti semula, semuanya harus ditata kembali agar lebih aman, terhubung produktif, inklusif, dan tangguh terhadap bencana berikutnya,” urainya. 


Sisi lain, Fadly mengatakan bahwa ketika terjadi banjir pada 3 Agustus kemarin, Pemerintah Kota Padang menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Pemerintah Kota bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan, memastikan keselamatan warga, memenuhi kebutuhan dasar, serta memulihkan fasilitas dan pelayanan publik yang terganggu. 


“Kami menyampaikan terima kasih kepada BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, aparatur kecamatan dan kelurahan, para relawan, dunia usaha, serta seluruh masyarakat yang telah bergerak cepat dan bergotong royong membantu saudara-saudara kita. Peristiwa ini kembali mengingatkan kita bahwa ketangguhan kota tidak boleh berhenti sebagai rencana. Keselamatan masyarakat, pembenahan drainase dan sungai, perlindungan kawasan resapan, serta penataan ruang berbasis risiko bencana harus menjadi kerja nyata dan prioritas bersama,” cakapnya. 


Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion mengatakan, bahwa selain banyaknya pencapaian positif yang diraih Pemko Padang saat ini, cukup banyak tantangan yang dihadapi oleh Kota Padang. Tantangan itu menjadi agenda bersama.


“Tantangan itu harus menjadi agenda bersama agar dapat terselesaikan dengan baik, untuk mencapai itu perlu kolaborasi, mari kita berkolaborasi untuk pembangunan Kota Padang,” tegasnya. 


Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Setdaprov, Adib Alfikri mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat selalu meyakini bahwa kemajuan Kota Padang adalah kemajuan Sumatera Barat. Ketika Kota Padang tumbuh menjadi kota yang modern, nyaman, religius dan berdaya saing, sesungguhnya yang dibangun bukan ibu kota provinsi. Akan tetapi juga marwah dan kebanggaan seluruh masyarakat Sumatera Barat. 

“Karena itu pula pembangunan Kota Padang tidak boleh dipandang sebagai tanggungjawab Pemko Padang semata, tetapi pembangunan Kota Padang adalah kerja bersama, yang memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemko Padang, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, perguruang tinggi, komunitas dan banyak lainnya. Kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan utama kita untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan,” ujarnya. 


Tokoh Masyarakat yang merupakan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi melihat, cukup banyak langkah bernas yang dilakukan Wali Kota Padang. Bahkan kerjasama dengan luar negeri kini terus dijalin. 


“Hubungan baik ini akan bisa merakit sebuah kerja sama yang dapat membawa kesejahteraan bagi Kota Padang,” ungkainya. 


Denny juga menyinggung tentang kinerja Pemerintah Kota Padang yang telah membersihkan Batang Arau. Pembersihan ini tidak saja mengangkat sampah dan bangkai kapal di sungai tersebut, tetapi juga menata penduduk sekitar Batang Arau agar tidak lagi membuang air kotor ke sungai.  


“Apabila Batang Arau bersih, promosi pariwisata Kota Padang bisa kita dorong, yang perlu dihadirkan di tengah kita yakni bersih, rapi, dan hospitality,” tutupnya. (***)

 

PADANG, Lintasmedia News- Sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, salah satu tugas dan fungsi DPRD Kota Pang adalah pengawasan program Pemerintah Kota Padang, disamping penganggaran dan pembuat peraturan daerah. 


Pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka Hari Jadi Kota Padang ke-357 tahun, Jum'at, 7 Agustus 2026, Ustad H. Muharlion, S. Pd., selaku Ketua DPRD Kota Padang menanggapi suara-suara yang berkembang di tengah-tengah rakyat.


Menanggapi kondisi darurat narkoba, maraknya tawuran pelajar, serta aksi geng motor yang meresahkan masyarakat, jelas Muharlion, DPRD bersama Pemerintah Kota Padang berkomitmen menghadirkan solusi konkret. 


"Melalui alokasi program kerja yang terarah dalam APBD, kita terus memperkuat pembinaan karakter generasi muda, menegakkan ketertiban umum, serta memperluas ruang kegiatan kepemudaan yang positif dan produktif," katanyan. 


Sedangkan masalah penerimaan peserta didik baru, katanya lagi, masih banyak keluhan dan laporan dari masyarakat yang menyatakan bahwa anaknya tidak diterima disekolah negeri dari berbagai tingkatan, baik sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama, dan sekolah lanjutan tingkat atas.


Hal ini terjadi, tegas Muharlion, karena terlambatnya pembangunan sekolah baru, penyebaran sekolah yang tidak merata.


"Untuk itu kedepan tentu haruslah direncanakan pembangunan sekolah baru dengan mempertimbangkan penyebarannya sesuai yang dibutuhkan masyarakat serta melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah swasta secara maksimal sehingga mutunya lebih baik," tegasnya. 


Tujuannya, terang Muharlion, agar nantinya anak didik yang tidak diterima disekolah negeri bisa menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. "Dan ini juga sudah ada beberapa solusi yang kita lakukan bersama," pungkasnya. (*) 





 

Padang,Lintas Media News
Dukung pelestarian kuliner dan aksi kemanusiaan,Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi 
bersama Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria, menghadiri kegiatan Padang Bajamba – Road to Gastronomy City Charity di Gedung Youth Center Kota Padang, Jumat (7/8/2026). 

Ketua DPRD Sumbar Muhidi menilai kegiatan yang mengangkat budaya lokal perlu terus didukung karena mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya Minangkabau agar tetap lestari.

Menurutnya, kuliner tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan pariwisata, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas daerah serta membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Sumatera Barat kepada masyarakat yang lebih luas.

Acara berlangsung dengan semangat kebersamaan yang mengangkat tema “Padang Bajamba, dari tradisi untuk kebersamaan, dari kuliner untuk kemanusiaan”. 
Tema tersebut mencerminkan komitmen untuk menjadikan budaya sebagai sarana mempererat hubungan sosial sekaligus mendorong aksi kemanusiaan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya Kota Padang dalam mengembangkan potensi kuliner sebagai kekuatan budaya dan daya tarik daerah di masa mendatang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 dan kehadiran pimpinan DPRD Sumbar dalam acara itu menunjukkan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta pelestarian budaya daerah melalui kuliner tradisional.

Padang Bajamba merupakan salah satu tradisi khas Minangkabau yang sarat dengan nilai gotong royong dan kebersamaan. 

Tradisi makan bersama tersebut tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga menjadi media untuk mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan Road to Gastronomy City Charity, nilai-nilai budaya tersebut dipadukan dengan semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial. 

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan dan mengembangkan kekayaan kuliner Sumatera Barat sebagai bagian dari identitas budaya daerah.(*/st)



Padang,Lintas Media News
Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar)Muhidi mengingatkan.Jadikan
Momentum hari jadi Kota Padang tahun ini sebagai pengingat bahwa perjalanan panjang kota yang dikenal sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut dibangun melalui semangat persatuan, kerja keras, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. 

Memasuki usia ke-357, Kota Padang diharapkan semakin kokoh menghadapi berbagai tantangan sekaligus mampu memanfaatkan setiap peluang untuk melahirkan kemajuan yang berkelanjutan.Kata Muhidi saat menghadiri Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-357 Kota Padang yang digelar di Gedung DPRD Kota Padang, Jumat (7/8/2026).

Muhidi mengatakan, peringatan Hari Jadi Kota Padang bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat tekad bersama dalam membangun daerah yang lebih maju, tangguh, dan sejahtera.

"Hari jadi Kota Padang harus menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta bersama-sama membangun kota ini agar semakin maju, nyaman dihuni, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," ujar Muhidi.

Menurutnya, usia 357 tahun merupakan perjalanan sejarah yang panjang dan penuh makna. Berbagai capaian pembangunan yang telah diraih hendaknya menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat sektor pendidikan, ekonomi, pariwisata, dan infrastruktur.

Muhidi juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi Kota Padang sebagai energi baru untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

"Dengan semangat kebersamaan, saya yakin Kota Padang akan terus tumbuh menjadi kota yang maju, berdaya saing, serta mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya. Mari jadikan Hari Jadi ke-357 ini sebagai langkah awal untuk menghadirkan masa depan Kota Padang yang lebih gemilang," tuturnya.

Ia pun menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-357 Kota Padang seraya berharap kota ini terus menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, tetap menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau, serta semakin kuat sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata di wilayah barat Indonesia.

"Selamat hari jadi Kota Padang ke-357 Tahun".(**/st)


Padang,Lintas Media News
Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, mengajak seluruh elemen masyarakat membangun budaya kewaspadaan dini sebagai langkah menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Kewaspadaan Dini Masyarakat, Kamis (6/8/2026).

Menurut Muhidi, menciptakan lingkungan yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar dinilai menjadi kunci untuk mencegah berbagai potensi gangguan sosial sejak dini.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Mengapa kemaksiatan semakin meluas? Karena sering kali orang-orang baik memilih diam dan tidak mengambil peran. Padahal, jika kita berani mengingatkan dengan cara yang baik, Insya Allah akan membawa perubahan,” ujar Muhidi.

Ia menegaskan bahwa mengingatkan seseorang melalui pendekatan yang santun dan persuasif tidak bertentangan dengan hak asasi manusia. Sebaliknya, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus investasi bagi masa depan generasi muda.

“Kalau ada anak-anak kita yang mulai melakukan hal-hal yang tidak baik, panggil dan ajak bicara dengan baik. Tidak perlu dengan kekerasan. Bekerja samalah dalam kebaikan, karena kewaspadaan dini membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat,” katanya.

Selain itu, Muhidi mengingatkan masyarakat agar semakin bijak menyikapi derasnya arus informasi di era digital. Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kalau ada informasi, jangan langsung dipercaya atau disebarkan. Cek dulu kebenarannya, dari mana sumbernya, apa manfaatnya, baru kemudian ditindaklanjuti. Jangan sampai kita ikut menyebarkan hoaks yang justru merugikan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Muhidi, kewaspadaan dini tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mencakup bidang sosial, kesehatan, hingga kebencanaan. Dengan meningkatnya kepedulian masyarakat, berbagai potensi ancaman dapat dideteksi lebih awal sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Kewaspadaan dini bukan hanya soal keamanan. Ini juga menyangkut bidang sosial, kesehatan, hingga kebencanaan. Jika masyarakat memiliki kepedulian dan mau bekerja sama, maka potensi gangguan bisa dicegah lebih awal sehingga tercipta rasa aman dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.(**/st)

 

Padang, Lintasmedia News- DPRD Kota Padang menyigi pengelolaan sampah hingga pengembangan pariwisata sebagaimana terungkap dari pidato Muharlion pada Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 tahun di ruang sidang utama DPRD Kota Padang, Jum'at, 7 Agustus 2026,


Pengelolaan Sampah dan Pelestarian Lingkungan Hidup.


Dikatakan Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi menyebabkan volume sampah terus meningkat. 


Karena itu, diperlukan perubahan paradigma dari sekadar mengangkut dan membuang sampah menjadi pengelolaan yang berorientasi pada pengurangan, pemilahan, daur ulang, dan pemanfaatan kembali. 


"Budaya hidup bersih harus menjadi gerakan bersama demi mewujudkan kota padang yang sehat, nyaman, dan berwawasan lingkungan," imbaunya. 


Penguatan Ekonomi Daerah dan Pemberdayaan UMKM.


Dikatakannya, sebagai pusat perdagangan dan jasa di Sumatera Barat, Kota Padang memiliki potensi besar untuk menjadi motor pertumbuhan ekonomi regional.


"Pemerintah daerah perlu terus mendorong iklim investasi yang kondusif, memperkuat daya saing UMKM, memperluas akses pembiayaan dan pemasaran, serta mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal agar mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya. 


Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dan Transformasi Digital.


Menurutnya, masyarakat mengharapkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel. Aleh karena itu, transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan harus terus dipercepat, disertai peningkatan kualitas aparatur dan penguatan sistem pengawasan agar pelayanan publik semakin efektif dan terpercaya.


Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Unggul.


Dikatakannya, investasi terbaik bagi masa depan adalah investasi pada manusia. "Peningkatan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatan karakter generasi muda, penurunan stunting, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja harus menjadi prioritas agar kota padang memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," ungkainya. 


Pengembangan Pariwisata dan Pelestarian Budaya Minangkabau.


Ditegaskan Muharlion, Kota Padang memiliki kekayaan alam, sejarah, kuliner, dan budaya yang luar biasa. 


"Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui peningkatan kualitas destinasi, penyelenggaraan event budaya, penguatan ekonomi kreatif, serta promosi yang lebih luas sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," cakapnya. (*) 



 

PADANG, Lintasmedia News- Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menyematkan penghargaan berupa PIN Emas dan piagam ke dua orang tokoh masyarakat Kota Padang yang dianggap berorestasi di bidangnya masing-masing. 


Penghargaan itu diberikan pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota (HJK) ke-357 tahun, Jumat, 7 Agustus 2926.


Pada kesempatan itu, Muharlion menyematkan PIN Emas dan memberikan piagam ke Zulhardi Z. Latif, S.H., M.M., yang akrab disapa Buya, di bidang Sosial dan Aiptu. Dafit Rico Dermawan atau David Wewe di bidang Kemasyarakatan.


"Ini adalah bentuk apresiasi Pemko Padang kepada warganya yang memiliki kepedulian di segala bidang, dan berprestasi di bidang itu," katanya.


Dikatakan Muharlion, DPRD Kota Padang akan terus mendorong Pemko Padang memberikan apresiasi semacam ini.


"Kita ingin Pemko Padang betul-betul memperhatikan ini, siapa -siapa saja tokoh masyarakat yang layak. Tentu berdasarkan kategori tertentu," cakapnya.


Muharlion mengatakan, bahwa selain banyaknya pencapaian positif yang diraih Pemko Padang saat ini, cukup banyak tantangan yang dihadapi oleh Kota Padang. Tantangan itu menjadi agenda bersama.


“Tantangan itu harus menjadi agenda bersama agar dapat terselesaikan dengan baik, untuk mencapai itu perlu kolaborasi, mari kita berkolaborasi untuk pembangunan Kota Padang,” katanya. (*) 


Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Padang, Lintasmedia News- Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastlizal Aye menyerahkan pengargaan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies, dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Jumat, 7 Agustus 2026.


Penghargaan tersebut berupa PIN Emas dan Piagam Penghargaan di bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kota Padang atas dedikasi dan kontribusi Widya Navies dalam mendukung kemajuan komunikasi publik, penyebarluasan informasi yang berkualitas, serta penguatan ekosistem pers di Kota Padang dan Sumatera Barat.


Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka Hari Jadi Kota Padang ke-357 yang digelar di Gedung DPRD Kota Padang, Jumat (7/8/2026) pagi.


"Ini adalah bentuk apresiasi Pemko Padang. Dan kami sebagai pimpinan DPRD mewakili Wali Kota Padang menyerahkan penghargaan ini," kata Mastilizal Aye yang akrab disapa Aye semasa di SMA 5 Padang ini. Kini mantan Sopor Angkat di Kota Padang itu jadi pengusaha dan politisi Partai Gerindra. 


Pemberian penghargaan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 yang berlangsung pada 6 hingga 10 Agustus 2026, sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh, lembaga, dan insan yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Padang di berbagai bidang.


Seusai menerima penghargaan, Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang atas penghargaan yang diberikan. 


Ia menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial sesuai dengan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.


Menurutnya, sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan media massa merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.


Widya Navies berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi insan pers untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga independensi, serta menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.


Pemerintah Kota Padang memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh, instansi, organisasi, pelaku usaha, serta elemen masyarakat yang dinilai berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Kota Padang di berbagai bidang.


Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, inovasi, dan pengabdian para penerima dalam mendorong kemajuan daerah serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


Penghargaan yang diterima Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, dinilai menjadi pengakuan atas kiprah insan pers dalam memperkuat komunikasi publik, menyebarluaskan informasi pembangunan secara objektif, serta mendorong terciptanya ruang informasi yang sehat, edukatif, dan bertanggung jawab.


Atas penghargaan tersebut, diharapkan insan pers terus menjaga profesionalisme, independensi, serta berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan Kota Padang.(*)


Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

 

PARIWARA 

PADANG, Lintasmedia News— Merayakan hari jadi Kota (HJK) Padang Ke-357, DPRD kota Padang menggelar Rapat Paripurna Istimewa, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir, dan seluruh undangan lainnya di Gedung DPRD Padang


Rapat Paripurna Istimewa yang dipimpin Ketua DPRD kota Padang Muharlion dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi

Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Setdaprov, Adib Alfikri, Unsur Forkopimda Kota Padang, Mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang, Pimpinan Instansi vertikal, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan, Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Ketua TP-PKK Kota Padang, Ketua GOW Kota Padang, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Padang, Alim ulama, niniak mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda se-Kota Padang serta Perwakilan bupati / wali kota se-Sumatera Barat.

Wali Kota Fadly Amran menyampaikan bahwa Hari Jadi Kota menjadi saat untuk melihat masa lalu dengan hormat, membaca keadaan hari ini dengan jujur dan menyiapkan masa depan dengan berani. Ke depan, Kota Padang akan terus berpijak pada tatanan hidup Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.


“Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas, tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat yang lemah, dan membangun tanpa merusak lingkungan,” ungkap Fadly.

Disinggung Fadly Amran, semangat untuk bangkit dilanjutkan melalui Transformasi Ekonomi Kota Padang. Transformasi ekonomi bukan sekadar mengejar pertumbuhan yang lebih tinggi. Tetapi mengubah cara kota bekerja, memperkuat produktivitas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, menaikkan kelas usaha lokal, dan memastikan manfaat pertumbuhan dirasakan secara lebih merata.

“Untuk meletakkan fondasi pencapaiannya, arah jangka panjang tersebut dijabarkan dalam RPJMD Kota Padang Tahun 2025–2029 melalui penguatan tata kelola pemerintahan, kualitas sumber daya manusia, investasi, perdagangan dan jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta infrastruktur yang tangguh terhadap bencana,” ujar Fadly.


Fadly menegaskan bahwa Kota Padang merupakan kota jasa yang memiliki tiga kekuatan utama. Yakni sebagai Kota Pendidikan. Saat ini puluhan perguruan tinggi berdiri di Padang. Termasuk 46 perguruan tinggi swasta dan semua itu menjadi destinasi belajar bagi lebih 180 ribu mahasiswa. Kehadiran mahasiswa, dosen, peneliti, dan tenaga profesional membentuk pasar pengetahuan, hunian, transportasi, kuliner, kesehatan, teknologi, dan ekonomi kreatif yang besar.


“Padang juga merupakan kota perdagangan dan konektivitas. Perdagangan besar dan eceran menyumbang 17,52 persen terhadap PDRB Kota Padang, sedangkan transportasi dan pergudangan menyumbang 15,68 persen. Posisi ini menegaskan peran Padang sebagai pusat distribusi barang, orang, dan jasa bagi Sumatera Barat serta kawasan pantai barat Sumatera,” lanjut Fadly.

Fadly menyebut, Padang juga kota pariwisata. Kunjungan wisatawan pada tahun 2025 mencapai 5,3 juta orang, meningkat dari 4,3 juta orang pada tahun sebelumnya. Retribusi objek wisata mencapai sekitar Rp922 juta atau 153 persen dari target. Tantangan berikutnya bukan hanya menambah jumlah kunjungan, tetapi memperpanjang lama tinggal, meningkatkan belanja wisatawan, memperbaiki mutu destinasi, dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.


“Titik awal transformasi ekonomi kita adalah pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus menggunakan prinsip Build Back Better. Jalan, jembatan, drainase, sungai, permukiman, pasar, kawasan pendidikan, pusat pelayanan, dan destinasi wisata tidak cukuo dikembalikan seperti semula, semuanya harus ditata kembali agar lebih aman, terhubung produktif, inklusif, dan tangguh terhadap bencana berikutnya,” ucap Fadly.

Sisi lain, Fadly mengatakan bahwa ketika terjadi banjir pada 3 Agustus kemarin, Pemerintah Kota Padang menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Pemerintah Kota bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan, memastikan keselamatan warga, memenuhi kebutuhan dasar, serta memulihkan fasilitas dan pelayanan publik yang terganggu.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, aparatur kecamatan dan kelurahan, para relawan, dunia usaha, serta seluruh masyarakat yang telah bergerak cepat dan bergotong royong membantu saudara-saudara kita. Peristiwa ini kembali mengingatkan kita bahwa ketangguhan kota tidak boleh berhenti sebagai rencana. Keselamatan masyarakat, pembenahan drainase dan sungai, perlindungan kawasan resapan, serta penataan ruang berbasis risiko bencana harus menjadi kerja nyata dan prioritas bersama,”pungkas Fadly.


Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion mengatakan, bahwa selain banyaknya pencapaian positif yang diraih Pemko Padang saat ini, cukup banyak tantangan yang dihadapi oleh Kota Padang. Tantangan itu menjadi agenda bersama.


“Tantangan itu harus menjadi agenda bersama agar dapat terselesaikan dengan baik, untuk mencapai itu perlu kolaborasi, mari kita berkolaborasi untuk pembangunan Kota Padang,” ujar Muharlion.

Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Setdaprov, Adib Alfikri mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat selalu meyakini bahwa kemajuan Kota Padang adalah kemajuan Sumatera Barat. Ketika Kota Padang tumbuh menjadi kota yang modern, nyaman, religius dan berdaya saing, sesungguhnya yang dibangun bukan ibu kota provinsi. Akan tetapi juga marwah dan kebanggaan seluruh masyarakat Sumatera Barat.


“Karena itu pula pembangunan Kota Padang tidak boleh dipandang sebagai tanggungjawab Pemko Padang semata, tetapi pembangunan Kota Padang adalah kerja bersama, yang memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemko Padang, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, perguruang tinggi, komunitas dan banyak lainnya. Kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan utama kita untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan,” ujar Adib.


Tokoh Masyarakat yang merupakan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi melihat, cukup banyak langkah bernas yang dilakukan Wali Kota Padang. Bahkan kerjasama dengan luar negeri kini terus dijalin.


“Hubungan baik ini akan bisa merakit sebuah kerja sama yang dapat membawa kesejahteraan bagi Kota Padang,” ucap Denny.

Denny juga menyinggung tentang kinerja Pemerintah Kota Padang yang telah membersihkan Batang Arau. Pembersihan ini tidak saja mengangkat sampah dan bangkai kapal di sungai tersebut, tetapi juga menata penduduk sekitar Batang Arau agar tidak lagi membuang air kotor ke sungai.


“Apabila Batang Arau bersih, promosi pariwisata Kota Padang bisa kita dorong, yang perlu dihadirkan di tengah kita yakni bersih, rapi, dan hospitality,” Tutupnya.  (ADV)

 

PADANG, Lintasmedia –Di tengah berbagai capaian pembangunan yang telah diraih, DPRD Kota Padang mengungkap berbagai tatangan yang masih dihadapi Kota Padang.


Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kota Padang Ustad H. Muharlion, S. Pd., pada Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Jum'at, 7 Agustus 2026, di ruang sidang utama.


Menurut Muharlion, tantangan tersebut bukan untuk dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai agenda bersama yang harus dijawab melalui kebijakan yang tepat, kolaborasi yang kuat, dan komitmen yang berkelanjutan.


Penguatan Ketahanan Terhadap Bencana


Dia mengatakan, sebagai kota yang berada di kawasan rawan gempa bumi, tsunami, banjir, dan longsor, Kota Padang harus terus memperkuat budaya sadar bencana. 


Ia menjelaskan, mitigasi tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui penataan ruang yang berbasis resiko, penyediaan jalur dan tempat evakuasi yang memadai, sistem peringatan dini yang andal, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan simulasi kebencanaan secara berkelanjutan.


Dikatakannya, pada tahun 2025 telah terjadi bencana banjir bandang yang membuat Kota Padang lumpuh dan empat hari lalu kembali lagi terjadi banjir yang membuat beberapa kawasan di Kota Padang lumpuh.


"Alhamdulillah berkat kerjasama dan koordinasi yang baik antara pemerintah provinsi dan pemerintah Kota Padang bisa segera dilakukan tindakan penyaluran bantuan kepada masyarakat dan trauma healing," ujarnya.


Pengendalian Banjir dan Penataan Lingkungan Perkotaan


Banjir yang masih terjadi di sejumlah kawasan, kata Muharlion lagi, menunjukkan perlunya percepatan pembangunan dan pemeliharaan sistem drainase, normalisasi sungai, perlindungan daerah resapan air, serta pengendalian alih fungsi lahan.


"Penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar menghasilkan solusi yang berkelanjutan," tegasnya. (*) 


Lintasmedia News- Memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Pemerintah Kota Padang menggelar Festival Pawai Telong-Telong. Kegiatan yang diikuti perwakilan dari 11 kecamatan se-Kota Padang itu berlangsung meriah dan disambut antusias oleh ribuan warga.

Festival Pawai Telong-Telong dibuka langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran didampingi Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Kawasan Pantai Cimpago, Kamis malam, 6 Agustus 2026. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tamu dari dalam negeri, dan mancanegara.

Peserta pawai menampilkan berbagai kreasi arak-arakan dengan mengusung simbol perjuangan, seni budaya, serta potensi unggulan dari masing-masing kecamatan. Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas semangat dan antusiasme masyarakat dalam memeriahkan HJK Padang ke-357.


 "Tumpah ruah warga, semangat para peserta, dan antusiasme para tamu undangan semuanya bersatu memeriahkan kegiatan kota kita tercinta. Ini adalah bentuk nyata dukungan kita terhadap visi dan misi kejayaan Kota Padang," katanya. 


Menurut Fadly Amran, Pawai Telong-Telong bukan sekadar atraksi budaya, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi seluruh elemen masyarakat sekaligus mengingatkan kembali semangat perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Ia berharap semangat tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat untuk bangkit pascabencana yang melanda Kota Padang.


 "Kita berharap seluruh program pembangunan yang saat ini sedang berproses, baik oleh Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun pemerintah pusat, dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," ujarnya. 


Fadly Amran menambahkan, Festival Pawai Telong-Telong menjadi salah satu agenda pembuka rangkaian HJK Padang ke-357 yang mengusung tema "Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City". Tema ini merupakan bagian dari upaya strategis Kota Padang menuju pengakuan sebagai Kota Gastronomi Dunia.

"Kita berharap potensi gastronomi yang dimiliki Kota Padang, dengan Nasi Padang yang telah mendunia sebagai salah satu kekuatannya, mampu mengantarkan Kota Padang menjadi Kota Gastronomi Dunia dari UNESCO. Dengan demikian, Kota Padang semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara," cakapnya. (***)


PADANG,Lintas Media News
Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Muhammad Iqra Chissa Putra, mendampingi Anggota DPR RI, Zigo Rolanda, meninjau kesiapan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taban III milik Perumda Air Minum Kota Padang, Rabu (5/8/2026). 

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proyek strategis penyediaan air bersih dapat segera direalisasikan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Iqra mengatakan, pembangunan IPA Taban III merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem penyediaan air minum di Kota Padang. Proyek tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan air bersih seiring pertumbuhan penduduk dan berkembangnya kawasan permukiman.

“Proyek ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kehadiran IPA Taban III diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi air bersih sehingga pelayanan Perumda Air Minum semakin optimal dan menjangkau lebih banyak pelanggan,” ujar Iqra.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui Anggota DPR RI Zigo Rolanda menjadi faktor penting agar seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana. Ia berharap tahapan administrasi, penganggaran, hingga pelaksanaan konstruksi dapat berlangsung tanpa hambatan sehingga manfaat proyek segera dirasakan masyarakat.

“Kami di DPRD Sumbar memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan infrastruktur dasar seperti penyediaan air bersih. Ini merupakan kebutuhan utama masyarakat yang harus menjadi prioritas pembangunan,” katanya.

Iqra juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kota Padang, Perumda Air Minum Kota Padang, dan pemerintah pusat dalam mempercepat realisasi pembangunan IPA Taban III. Menurutnya, kolaborasi lintas pemerintah menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur pelayanan publik.

Ia optimistis IPA Taban III akan memperkuat ketahanan sistem penyediaan air bersih di Kota Padang, sekaligus menjadi solusi untuk menjaga kontinuitas layanan saat terjadi gangguan pada sumber air maupun kondisi bencana.(***/st)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.