PARIWARA
Padang , Lintasmedia News –DPRD Kota Padang menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian laporan hasil pembahasan Gabungan Panitia Khusus (Pansus) terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2025, Senin (15/6/2026).
Dalam rapat tersebut, Gabungan Pansus DPRD Kota Padang yang terdiri dari Pansus I, II, III dan IV menyampaikan hasil evaluasi terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 sekaligus memberikan sejumlah rekomendasi strategis kepada Pemerintah Kota Padang.
Juru Bicara Gabungan Pansus menjelaskan bahwa pembahasan dilakukan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Pembahasan dilakukan melalui rapat internal pansus, rapat kerja bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), konsultasi, studi komparatif, hingga rapat gabungan pansus.
Pendapatan Capai Rp2,85 Triliun
Berdasarkan laporan yang disampaikan, realisasi pendapatan Pemerintah Kota Padang pada Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp2,85 triliun atau sekitar 99,15 persen dari target yang ditetapkan.
Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp2,81 triliun. Dari realisasi pendapatan dan belanja tersebut, Pemko Padang mencatat surplus anggaran sebesar Rp32,25 miliar.
Pada sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan terealisasi sebesar Rp135,99 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan mencapai Rp10,77 miliar sehingga menghasilkan surplus pembiayaan sebesar Rp125,22 miliar.
Gabungan Pansus mencatat bahwa Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025 mencapai Rp157,48 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp136 miliar.
Apresiasi WTP ke-13 Berturut-turut
Gabungan Pansus memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang yang kembali berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
Capaian tersebut merupakan opini WTP ke-13 yang diraih Pemerintah Kota Padang dan menjadi indikator keberhasilan dalam menjaga tata kelola keuangan daerah yang akuntabel dan transparan.
Meski demikian, pansus menegaskan masih terdapat sejumlah kelemahan dalam pengendalian internal dan kepatuhan terhadap peraturan yang harus segera ditindaklanjuti.
Soroti Retribusi Daerah dan Pengelolaan Aset
Dalam pembahasannya, Gabungan Pansus menilai kinerja pendapatan daerah cukup baik, terutama karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) berhasil melampaui target dengan capaian 102,99 persen.
Kontributor terbesar berasal dari pajak daerah yang mencapai realisasi 104,90 persen. Namun, pansus menyoroti realisasi retribusi daerah yang masih rendah, yakni hanya 83,99 persen dari target.
Selain itu, pengelolaan aset daerah juga menjadi perhatian serius DPRD. Pansus menemukan masih adanya aset yang belum tertata secara administratif, aset rusak berat yang belum dihapuskan, serta pemanfaatan aset daerah yang belum optimal sebagai sumber pendapatan daerah.
“Optimalisasi retribusi daerah dan pemanfaatan aset masih perlu ditingkatkan agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan daerah,” ungkap laporan Gabungan Pansus.
Belanja Daerah Dinilai Belum Sepenuhnya Optimal
Pada sektor belanja, DPRD menilai tingkat penyerapan anggaran relatif tinggi. Namun masih ditemukan sejumlah kegiatan yang belum terlaksana secara optimal akibat keterlambatan pekerjaan, perubahan regulasi, kendala teknis, hingga ketidaksesuaian data penerima program.
Pansus juga menyoroti sejumlah proyek fisik seperti pembangunan drainase, jalan lingkungan dan fasilitas pelayanan publik yang mengalami keterlambatan penyelesaian sehingga memengaruhi efektivitas penggunaan anggaran.
Selain itu, DPRD menemukan beberapa program dengan tingkat serapan anggaran tinggi tetapi belum menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Dorong Digitalisasi dan Penguatan Pelayanan Publik
Melalui rekomendasinya, DPRD meminta Pemerintah Kota Padang mempercepat digitalisasi tata kelola pemerintahan, sistem pemungutan pajak dan retribusi daerah, pelayanan perizinan, hingga pelayanan publik lainnya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan mencegah potensi kebocoran pendapatan daerah.
DPRD juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan dasar di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, ketenagakerjaan, perlindungan perempuan dan anak, serta penanggulangan bencana.
Khusus kepada RSUD dr. Rasidin dan Dinas Kesehatan, DPRD meminta agar peningkatan mutu layanan kesehatan, keselamatan pasien, serta penurunan angka kematian ibu dan bayi menjadi prioritas utama.
Ranperda Disetujui Menjadi Perda
Berdasarkan hasil pembahasan, telaah terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI, rapat kerja bersama OPD, serta pendalaman yang dilakukan seluruh pansus, DPRD Kota Padang akhirnya menyatakan menerima dan menyetujui Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyatakan bahwa seluruh catatan dan rekomendasi yang disampaikan Gabungan Pansus harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Padang sebagai bahan evaluasi dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD tahun-tahun mendatang.
Dengan disetujuinya Ranperda tersebut, DPRD berharap tata kelola keuangan daerah semakin baik, pelayanan publik meningkat, serta setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Padang. (***)
Padang, Lintasmedia News– Semangat pembinaan olahraga usia dini terus diperkuat Pemerintah Kota Padang. Hal itu terlihat dalam penutupan Turnamen Bulutangkis Anak Nagari Cup I Tingkat Kota Padang Tahun 2026 yang berlangsung meriah di ADT Badminton Hall Balai Baru, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Senin (15/6/2026).
Ajang yang berlangsung selama tiga hari, sejak 13 hingga 15 Juni 2026 tersebut, tidak sekadar menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, mental juara, serta pencarian bibit-bibit atlet bulutangkis masa depan Kota Padang.
Penutupan turnamen dihadiri langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, didampingi Anggota DPRD Kota Padang Iskandar dan Alfi Beben One, Ketua KONI Kota Padang Erianto, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang Eka Putra Buhari, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, Bendahara Umum KONI Kota Padang Zulhardi Z. Latif, jajaran pengurus KONI, serta Ketua Panitia Turnamen Anak Nagari Cup I 2026 Heru Supriadi.
Suasana penutupan berlangsung penuh antusias. Sorak sorai orang tua, pelatih, dan para pendukung menggema di dalam arena saat para juara menerima trofi, piagam penghargaan, dan hadiah yang telah dipersiapkan panitia.
Menjadi Ruang Pembinaan Atlet Sejak Dini
Turnamen ini diikuti puluhan atlet muda dari berbagai klub bulutangkis di Kota Padang yang bertanding pada kategori usia dini putra, usia anak-anak putri, dan usia anak-anak putra.
Kompetisi berlangsung sengit sejak hari pertama. Para atlet muda menunjukkan kemampuan teknik, kecepatan, kelincahan, dan semangat juang yang luar biasa meskipun masih berusia belia.
Dari seluruh pertandingan yang digelar, Persatuan Bulutangkis (PB) Polda Sumatera Barat berhasil tampil dominan dan keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi dua medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan atlet usia muda yang dilakukan secara berkelanjutan mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Fadly Amran: Olahraga Membentuk Generasi Berkarakter
Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan turnamen perdana tersebut.
Menurutnya, olahraga memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk generasi muda yang sehat secara fisik, kuat secara mental, disiplin, serta memiliki karakter yang tangguh.
Fadly menegaskan bahwa pembinaan olahraga tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai sejak usia dini melalui kompetisi yang rutin dan berkelanjutan.
"Selamat kepada para peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Bagi yang belum berhasil meraih prestasi, jangan berkecil hati dan jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus berlatih serta meningkatkan kemampuan di masa mendatang," ujar Fadly.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang untuk terus mendukung pengembangan olahraga prestasi melalui kolaborasi lintas sektor.
"Pemko Padang berkomitmen mendukung pengembangan olahraga prestasi melalui sinergi dengan KONI, pengurus cabang olahraga, sekolah, dan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan program Padang Balomba yang menjadi bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Juara," tegasnya.
Menurut Fadly, pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, termasuk di bidang olahraga.
DPRD Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi
Anggota DPRD Kota Padang, Iskandar, yang menjadi salah satu pendukung utama kegiatan tersebut menilai Turnamen Anak Nagari Cup I merupakan investasi jangka panjang bagi dunia olahraga Kota Padang.
Ia mengatakan, potensi atlet muda di Kota Padang sangat besar dan membutuhkan ruang untuk berkembang.
"Kegiatan ini sengaja digelar untuk mencari bibit-bibit dan potensi atlet bulutangkis Kota Padang. Ternyata kita memiliki banyak atlet muda yang potensial," katanya.
Menurut Iskandar, olahraga tidak hanya bertujuan melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun generasi yang sehat dan menjauhkan anak-anak dari berbagai pengaruh negatif di tengah perkembangan zaman.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkesinambungan agar pembinaan atlet tidak terputus.
KONI Siapkan Kalender Kompetisi Sepanjang Tahun
Ketua KONI Kota Padang, Erianto, menyebut Turnamen Bulutangkis Anak Nagari Cup I 2026 merupakan langkah konkret dalam memperkuat fondasi olahraga prestasi sejak usia dini.
Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2026 sedikitnya tujuh kejuaraan bulutangkis akan digelar di Kota Padang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi KONI untuk memperbanyak jam terbang atlet muda sekaligus meningkatkan kualitas persaingan yang sehat.
"Kita ingin melahirkan atlet-atlet bulutangkis berkualitas yang nantinya mampu mengharumkan nama Kota Padang di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional," ujarnya.
Menurutnya, semakin sering atlet muda mengikuti kompetisi, semakin matang pula mental bertanding yang akan terbentuk.
Berawal dari Turnamen Perdana, Menuju Kejuaraan Tingkat Provinsi
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Anak Nagari Cup I 2026, Heru Supriadi, mengaku bersyukur karena penyelenggaraan perdana turnamen tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Ia menyebut antusiasme peserta, pelatih, dan orang tua menjadi modal besar untuk menjadikan turnamen ini sebagai agenda tahunan.
"Terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang, KONI Kota Padang, para sponsor, panitia, pelatih, wali murid, dan seluruh peserta yang telah mendukung suksesnya turnamen ini. Apresiasi khusus kami sampaikan kepada Anggota DPRD Kota Padang, bapak Iskandar yang mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan ini melalui dana pokok-pokok pikiran (pokir)-nya," ujar Heru.
Ia berharap Turnamen Anak Nagari Cup ke depan tidak hanya menjadi kompetisi tingkat kota, tetapi berkembang menjadi kejuaraan tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Menanam Benih Prestasi dari Lapangan-Lapangan Bulutangkis Kota Padang
Di balik gemerlap trofi dan medali yang diperebutkan, Turnamen Bulutangkis Anak Nagari Cup I 2026 sesungguhnya membawa pesan yang lebih besar, yakni menanamkan budaya olahraga sejak usia dini.
Dari lapangan sederhana di Sungai Sapih, mimpi-mimpi besar para atlet muda mulai dirajut. Di tempat inilah semangat sportivitas, disiplin, kerja keras, dan tekad untuk menjadi yang terbaik ditumbuhkan.
Turnamen ini sekaligus menjadi bukti bahwa ketika pemerintah, legislatif, KONI, pelatih, orang tua, dan masyarakat bergerak bersama, maka akan lahir generasi muda Kota Padang yang sehat, berkarakter, dan berprestasi.
Bukan tidak mungkin, dari Anak Nagari Cup inilah akan lahir atlet-atlet bulutangkis yang suatu hari nanti membawa nama Kota Padang, Sumatera Barat, bahkan Indonesia ke panggung nasional dan internasional. (***)
PADANG, Lintasmedia News— Sekretaris Kota (Sekdako) Padang Raju Minropa memimpin Rapat Persiapan Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) 2026 di Ruang Rapat Sekretaris Kota Padang, Senin 15 Juni 2026
Rapat juga dihadiri Plt. Kepala BBPOM di Padang, Elyunaida, Kepala Bappeda Kota Padang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Padang, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang beserta jajaran
BBPOM di Padang melakukan pendampingan pengisian tools mandiri bersama Sekretariat Daerah Kota Padang beserta OPD terkait di Ruang Rapat Sekretaris Kota Padang. Dalam kegiatan ini, Plt. Kepala BBPOM di Padang, Elyunaida melakukan pertemuan bersama Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor melalui persiapan pengisian tools penilaian sebagai bagian dari self-assessment implementasi keamanan pangan di Kota Padang.
Setiap indikator penilaian ditelaah bersama guna memastikan program keamanan pangan berjalan secara efektif, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Kota Padang dan BBPOM di Padang, diharapkan kesiapan Kota Padang dalam menghadapi Penilaian KKPA Tahun 2026 semakin optimal.
“Kita berterima kasih kepada Ibu Plt Kepala BBPOM, yang sudah memberikan pendampingan kepada Kota Padang untuk penilaian KKPA 2026. Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kita ingin menjadi Kota Pangan Aman untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Padang,” ujar Sekdako.
Sementarvitu Plt. Kepala BBPOM di Padang mengatakan Melalui kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Kota Padang dan BBPOM di Padang, diharapkan kesiapan Kota Padang dalam menghadapi Penilaian KKPA Tahun 2026 semakin optimal.
“Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Karena pangan yang aman hari ini merupakan investasi bagi kesehatan masyarakat di masa depan.” ujarnya. (***)
PADANG PANJANG , Lintasmedia News— Produk inovatif PT Semen Padang, Semen Padang Bata Interlock (Sepablock), kembali mendapat kepercayaan sebagai teknologi konstruksi pilihan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana. Kali ini, Sepablock digunakan dalam pembangunan 10 unit Huntap Terpadu secara mandiri oleh Pemerintah Kota Padang Panjang untuk korban banjir bandang akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Komitmen menghadirkan hunian yang aman, layak, dan cepat dibangun tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Huntap Terpadu di kawasan Rusunawa Kelurahan Tanah Hitam, Padang Panjang, pada Jumat (12/6/2026).
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis didampingi Wakil Wali Kota Allex Saputra. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Departemen Bisnis Non Semen dan Produk Turunan (BNSPT) PT Semen Padang Ridwan Muchtar, unsur perangkat daerah, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam program pemulihan pascabencana.
Pembangunan 10 unit Huntap Terpadu dengan luas masing-masing 36 meter persegi tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Padang Panjang dan PT Semen Padang. Proyek ini menggunakan 35.000 unit Sepablock dengan anggaran sekitar Rp80 juta per unit dan ditargetkan rampung dalam waktu dua bulan ke depan.
Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra mengatakan pembangunan huntap bukan hanya sebatas membangun fisik rumah, melainkan juga membangun kembali harapan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Menurutnya, kehadiran hunian tetap menjadi elemen penting dalam proses pemulihan sosial dan ekonomi warga terdampak karena memberikan kepastian tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk memulai kembali kehidupan mereka.
“Pembangunan huntap yang kita mulai hari ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan, rasa aman, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.
Allex menjelaskan pembangunan huntap tahap ketiga tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Padang Panjang dalam menuntaskan program penanganan pascabencana yang telah berjalan selama beberapa waktu terakhir.
Ia optimistis, apabila proses pembangunan berjalan sesuai target dan seluruh unit dapat diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah daerah akan semakin dekat dalam menyelesaikan salah satu program prioritas pemulihan bagi masyarakat terdampak.
Ia menjelaskan, anggaran pembangunan Huntap Terpadu ini berasal dari kelebihan dana darurat bencana yang terkumpul dari masyarakat dan perantau Padang Panjang.
Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kota Padang Panjang kepada PT Semen Padang dalam mendukung pembangunan Huntap Terpadu tersebut.
“PT Semen Padang mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang Panjang yang telah mempercayakan penggunaan Sepablock pada pembangunan huntap ini. Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa inovasi yang kami kembangkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin dengan baik ini dapat terus diperkuat untuk mendukung berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kepala Departemen BNSPT PT Semen Padang Ridwan Muchtar menambahkan penggunaan Sepablock dalam proyek ini kembali menegaskan posisi PT Semen Padang sebagai perusahaan yang tidak hanya menyediakan teknologi bangunan berkualitas, tetapi juga menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan di berbagai kondisi, termasuk situasi pascabencana.
Menurutnya, Sepablock merupakan salah satu inovasi unggulan PT Semen Padang yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pembangunan hunian yang cepat, efisien, serta tetap mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan bagi penghuninya.
Ia menjelaskan bahwa sistem bata interlock yang diterapkan pada Sepablock memungkinkan proses konstruksi berlangsung lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Dengan teknologi tersebut, pembangunan rumah dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat tanpa mengurangi kualitas maupun kekuatan struktur bangunan.
“Sepablock telah memenuhi banyak aspek penting dalam pembangunan huntap. Selain mempercepat proses konstruksi, material ini juga memiliki ketahanan yang baik, termasuk terhadap gempa,” katanya.
Ia menegaskan bahwa inovasi yang dikembangkan PT Semen Padang tidak hanya berorientasi pada efisiensi pembangunan semata, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, PT Semen Padang terus berupaya menghadirkan berbagai solusi konstruksi yang mampu memberikan manfaat nyata, khususnya dalam mendukung program pembangunan daerah dan pemulihan masyarakat pascabencana.
“Melalui Sepablock, kami ingin menghadirkan hunian yang tidak sekadar berdiri, tetapi benar-benar layak, nyaman, dan bermartabat bagi masyarakat terdampak bencana,” tuturnya.
Satu unit Huntap Mandiri BNPB telah dibangun menggunakan Sepablock di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, dan saat ini dalam proses penyelesaian akhir.
PADANG, Lintasmedia News– Semangat syiar Islam dan kecintaan terhadap Alquran menggema di Lapangan Pondok Indah Pratama, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Minggu (14/6/2026). Ribuan masyarakat memadati lokasi pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-42 tingkat Kecamatan Padang Timur yang berlangsung meriah dan penuh nuansa religius.
Kegiatan yang mengusung tema "Menyiapkan Generasi Rabbani dengan Semangat Smart Surau dan Cinta Alquran" tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. Pembukaan diawali dengan pawai ta'aruf yang diikuti ratusan peserta dari 10 kelurahan se-Kecamatan Padang Timur, menampilkan semangat kebersamaan dan komitmen masyarakat dalam membumikan nilai-nilai Alquran.
Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Anggota DPRD Kota Padang Rafli Boy, Camat Padang Timur Aidil Zulhani, unsur Forkopimca, para lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat dari seluruh wilayah Kecamatan Padang Timur.
Dalam sambutannya, Maigus Nasir menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar agenda rutin tahunan atau ajang perlombaan membaca Alquran semata. Lebih dari itu, MTQ merupakan sarana strategis dalam membangun karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai keislaman di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi.
"Melalui MTQ, kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak Alquran. Inilah fondasi penting dalam mewujudkan Kota Padang yang maju dan sejahtera," ujar Maigus Nasir di hadapan peserta dan masyarakat yang hadir.
Menurutnya, pembinaan generasi Qurani menjadi kebutuhan mendesak di era saat ini. Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan moral dan spiritual agar generasi muda mampu menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas.
Ia menilai pelaksanaan MTQN sangat relevan dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan kota pintar dan sehat yang berlandaskan agama dan budaya. Karena itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dari implementasi Program Unggulan (Progul) Smart Surau dan Padang Juara yang saat ini terus diperkuat oleh pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Maigus Nasir juga mengungkapkan bahwa Program Smart Surau yang digagas Pemerintah Kota Padang mulai mendapat perhatian hingga tingkat internasional. Salah satu bentuk dukungan nyata datang dari Universitas Kuala Lumpur (UniKL), Malaysia, yang menyediakan beasiswa penuh bagi para penghafal Alquran asal Kota Padang yang memiliki hafalan minimal 10 juz.
Menurut Maigus, keberhasilan itu menunjukkan bahwa investasi pada pendidikan Alquran tidak hanya membentuk karakter generasi muda, tetapi juga membuka peluang pendidikan dan masa depan yang lebih luas.
Tidak hanya Malaysia, Pemerintah Kota Padang juga tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan di Timur Tengah, termasuk Mesir dan Arab Saudi, guna memperluas akses beasiswa bagi generasi muda Kota Padang yang berprestasi di bidang Alquran.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mendukung penguatan pendidikan agama, pembinaan keagamaan, dan pengembangan generasi muda berbasis nilai-nilai Islam, Pemko Padang pada tahun 2026 mengalokasikan anggaran sebesar Rp59 miliar untuk mendukung Program Smart Surau.
"Selain itu, Pemerintah Kota Padang juga tengah menjajaki kerja sama beasiswa dengan sejumlah institusi pendidikan di Timur Tengah, termasuk Mesir dan Arab Saudi. Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan pendidikan Alquran, pembinaan keagamaan, dan pengembangan generasi muda berbasis nilai-nilai Islam, Pemko Padang mengalokasikan anggaran Rp59 miliar untuk Program Smart Surau pada 2026," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Maigus Nasir yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Padang meminta seluruh kecamatan mulai mempersiapkan diri menghadapi MTQN tingkat Kota Padang yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.
Ia menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan agar peserta terbaik dapat dipersiapkan secara matang dan mampu membawa nama Kota Padang berjaya pada ajang yang lebih tinggi.
"Setiap kecamatan harus mulai membina kafilah terbaik sejak sekarang. MTQ tidak boleh berhenti sebagai seremonial, tetapi menjadi wadah pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan generasi Qurani yang unggul," tegasnya.
Lebih jauh, Maigus bahkan memasang target besar bagi Kota Padang untuk meraih gelar juara umum pada MTQN tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2027. Menurutnya, target tersebut bukan sesuatu yang mustahil jika seluruh elemen masyarakat, pemerintah, sekolah, surau, dan lembaga pendidikan Islam bersinergi melakukan pembinaan sejak dini.
Sementara itu, Camat Padang Timur Aidil Zulhani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan MTQN ke-42 tingkat kecamatan tersebut. Ia menyebut dukungan masyarakat, tokoh agama, lurah, dan para donatur menjadi faktor penting terselenggaranya kegiatan dengan baik.
Aidil menjelaskan bahwa MTQN tahun ini diikuti sebanyak 232 kafilah yang berasal dari 10 kelurahan di Kecamatan Padang Timur. Mereka akan berkompetisi pada berbagai cabang lomba, mulai dari Tilawah Alquran tingkat anak-anak, remaja, dan dewasa, Musabaqah Syarhil Quran, Fahmil Quran, Tahfiz, Tartil, hingga lomba Khutbah Jumat dan Azan.
"MTQ ini menjadi sarana meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Alquran sekaligus menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Kecamatan Padang Timur pada MTQN tingkat Kota Padang," katanya.
Pelaksanaan MTQN ke-42 tingkat Kecamatan Padang Timur diharapkan tidak hanya melahirkan para juara di arena perlombaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat budaya membaca, memahami, dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat Smart Surau yang terus digelorakan, Padang Timur bertekad menjadi salah satu lumbung lahirnya generasi Qurani yang berakhlak mulia, berprestasi, dan mampu membawa harum nama Kota Padang di tingkat daerah maupun nasional. (***)
PADANG PARIAMAN — Lintas media News Com. Upaya percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Padang Pariaman terus mendapat perhatian pemerintah pusat. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Alam Sumatera melakukan kunjungan kerja ke Padang Pariaman untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev), sekaligus meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur serta bantuan kemasyarakatan di wilayah terdampak bencana.
Tim supervisi Satgas PRR dipimpin Wakil II Pos Komando Satgas PRR, Kolonel Inf. Tamimi Hendra Kesuma (Pamen Mabesad), didampingi Anggota Pos Komando Analisis dan Evaluasi Satgas PRR Gatot Satria Wijaya, Analis Kebencanaan Ahli Madya Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB, serta Anggota Pos Komando Data Satgas PRR Sertu Tri Wahyu Hadiyanto. Turut hadir unsur Kodim 0308/Pariaman dan Polres Pariaman.
Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, di Pendopo Bupati, Kamis (11/6/2026), sebelum dilanjutkan dengan rapat koordinasi dan peninjauan lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati John Kenedy Azis memaparkan kondisi terkini pascabanjir bandang yang melanda Padang Pariaman pada akhir 2024. Menurutnya, hingga kini dampak bencana masih terasa kuat, baik terhadap infrastruktur publik maupun perekonomian masyarakat.
"Banyak infrastruktur vital yang lumpuh, mulai dari jembatan putus hingga jalan rusak berat. Lahan pertanian warga juga tidak lagi bisa digarap akibat perubahan aliran sungai. Sejumlah fasilitas pendidikan rusak dan tidak dapat digunakan. Kondisi ini berdampak besar terhadap kehidupan dan perekonomian masyarakat," ungkapnya.
Bupati menegaskan, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi kebutuhan mendesak karena menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat.
Ia bahkan menyoroti sebuah peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu, ketika seorang warga nekat menyeberangi sungai menggunakan seutas tali akibat jembatan yang putus. Warga tersebut sempat hanyut terbawa arus setelah pegangan talinya terlepas, namun berhasil diselamatkan oleh masyarakat sekitar.
"Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keterlambatan pembangunan infrastruktur bukan hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa," tegas JKA.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap Satgas PRR dapat memasukkan sejumlah kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi ke dalam skala prioritas nasional agar pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan menyeluruh.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur TNI-Polri, Kejaksaan, serta para pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam penanganan pascabencana.
Usai rapat di Pendopo Bupati, rombongan Satgas PRR bersama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang didampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun ke lapangan untuk meninjau sejumlah titik terdampak bencana.
Rombongan meninjau sejumlah titik strategis yang mengalami kerusakan akibat bencana, dimulai dari kawasan Asam Pulau untuk melihat dampak aliran sungai dan kondisi jalan penghubung menuju PLTA Singkarak yang terputus. Selanjutnya, tim bergerak menuju Tanah Taban guna meninjau lahan pertanian yang terdampak banjir dan memerlukan penanganan lanjutan agar dapat kembali produktif.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Jembatan Anduriang yang putus akibat bencana. Kerusakan jembatan tersebut tidak hanya mengganggu konektivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi, akses pendidikan, dan mobilitas warga sehari-hari. Saat ini masyarakat masih mengandalkan rakit sebagai sarana penyeberangan darurat untuk melintasi aliran Sungai Batang Anai.
Selain meninjau kondisi jembatan, rombongan juga melihat langsung dampak kerusakan terhadap lahan pertanian di sekitar kawasan tersebut serta kondisi aliran Sungai Batang Anai yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Kunjungan