Latest Post

50Kota Aceh Aceh timur Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Lingga Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota Padang walikota solok

 

PADANG, Lintasmedia News – Kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan PT Semen Padang. Tidak lama setelah terjadi kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah warga di Karang Putih RT 02 RW 02, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, perusahaan langsung menyalurkan bantuan kepada korban terdampak.


Bantuan yang disalurkan berupa empat lembar terpal, 50 batang kayu, serta sejumlah material pendukung lainnya. Bantuan tersebut akan digunakan untuk membangun tempat berlindung sementara bagi korban yang rumahnya mengalami kerusakan akibat kebakaran.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernardino, menyampaikan bahwa perusahaan turut merasakan duka yang dialami korban dan berupaya memberikan bantuan secepat mungkin agar dapat meringankan beban masyarakat terdampak.


"Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir membantu ketika warga mengalami kesulitan. Semoga bantuan yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban para korban dan membantu mereka melewati masa-masa sulit ini," ujarnya.


Sementara itu, Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Unit Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang, Firma Yudi, yang hadir menyerahkan bantuan menjelaskan bahwa material tersebut diserahkan berdasarkan hasil survei yang dilakukan sebelumnya.


"Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan pagi ini, seluruh bagian atap rumah korban mengalami kerusakan akibat dilalap api sehingga keluarga terdampak membutuhkan tempat berteduh sementara sebelum dilakukan perbaikan atau pembangunan kembali rumah mereka," katanya.


Selain bantuan material, PT Semen Padang juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp1.350.000 untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama tiga hari bagi sembilan anggota keluarga yang terdampak musibah kebakaran tersebut.


"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para korban," katanya.


Kehadiran PT Semen Padang di tengah musibah yang dialami warga Batu Gadang menjadi bukti komitmen perusahaan untuk selalu hadir bersama masyarakat, tidak hanya dalam pembangunan, tetapi juga pada situasi darurat dan kemanusiaan.


Salah seorang korban, Rina Kurniawati, mengaku bersyukur atas perhatian dan kepedulian yang diberikan PT Semen Padang kepada keluarganya. Menurutnya, bantuan terpal dan material lainnya sangat dibutuhkan untuk membangun tenda atau tempat tinggal sementara setelah rumahnya mengalami kerusakan parah akibat kebakaran.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang begitu cepat memberikan bantuan kepada kami. Bantuan ini sangat berarti dan sangat membantu kami untuk membuat tempat berteduh sementara sambil menunggu kondisi kembali pulih," katanya.


Ia juga mengaku masih mengalami trauma akibat peristiwa kebakaran yang terjadi secara tiba-tiba pada dini hari. Namun, dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Semen Padang, memberikan semangat bagi keluarganya untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan mereka.


Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIB itu menghanguskan satu unit rumah yang dihuni dua kepala keluarga dengan total sembilan jiwa. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah tersebut menyebabkan para penghuni kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda mereka.


Dalam peristiwa itu, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang bersama Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) PT Semen Padang bergerak cepat menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat.


Berkat respons cepat petugas, kobaran api berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi. Upaya tersebut juga mencegah kebakaran yang lebih luas.


Meski demikian, kebakaran menyebabkan kerusakan cukup parah pada bangunan rumah korban. Sejumlah barang berharga dan perabotan rumah tangga tidak dapat diselamatkan. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.


Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sementara itu, keluarga korban bersama warga sekitar mulai membersihkan puing-puing bangunan dan mempersiapkan tempat tinggal sementara dengan dukungan berbagai pihak. (*)



Aceh Timur,Lintas Media News
Warga di Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, kini mulai merasakan manfaat ekonomi dari kebun sayur yang mereka kelola di pekarangan rumah. Hasil panen sayuran tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga mulai dijual ke warga sekitar sebagai tambahan penghasilan. 

Para warga yang berjumlah delapan orang tersebut merupakan peserta Program Edukasi dan Praktik Budidaya Sayuran yang dijalankan PT Medco E & P Malaka melalui Rumah Pemberdayaan Ibu & Anak (RPIA). Program yang dijalankan sejak Oktober 2025 ini mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri sekaligus peluang usaha skala rumah tangga. 

Hasil monitoring tim RPIA menunjukkan para peserta masih aktif menanam berbagai komoditas sayuran seperti kangkung, bayam, terong, timun, tomat, cabai, dan sawi di halaman rumah masing-masing. Aktivitas tersebut berjalan secara berkelanjutan sejak pelatihan dilakukan. Untuk mendukung keberlanjutan program, peserta sebelumnya menerima bantuan bibit, pupuk, polybag, serta peralatan budidaya. Pendampingan juga dilakukan secara berkala guna memastikan praktik budidaya dapat terus dikembangkan secara mandiri. 

Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, mengatakan program ini mulai menunjukkan dampak nyata kemandirian pangan. “Program ini kami harapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menjadi keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dari hasil monitoring, kami melihat konsistensi peserta dalam mengelola kebun sayur rumah tangga, bahkan sebagian sudah mulai menghasilkan nilai ekonomi,” kata Leony. 

Menurut dia, pemanfaatan pekarangan rumah menjadi kebun produktif menjadi salah satu cara sederhana untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi rumah tangga. 

Yusmiana, peserta dari Desa Jambo Balee, mengatakan kebun sayur yang dikelolanya kini membantu kebutuhan harian keluarga. “Sekarang kami bisa memenuhi kebutuhan sayur sehari-hari dari kebun sendiri. Sebagian juga kami jual untuk menambah penghasilan,” ujarnya. 

Peserta lain, Muliyani dari Desa Blang Nisam, mengaku kegiatan ini mengubah lahan kosong di sekitar rumah menjadi lebih produktif. “Halaman rumah yang dulu tidak dimanfaatkan kini jadi kebun sayur yang bermanfaat untuk keluarga dan tetangga,” katanya. 

Sementara itu, pelatih program budidaya sayuran, Ustadz Wandi, menilai keberlanjutan praktik peserta menunjukkan potensi penguatan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga. “Menanam sayur bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga membangun kebiasaan hidup produktif dan mandiri,” ujarnya. 

Melalui program, Medco E & P Malaka menyatakan akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi agar manfaat program berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak masyarakat di area  binaan. (I)

 

Aceh timur, Lintasmedia News 

Kejuaraan Tenis Kapolda Cup dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas di pertandinagn yang berlangsung di Lapangan Tenis Trengginas Polda Aceh ini tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menjunjung tinggi sportivitas. 


Sebanyak 170 petenis berasal dari Kodam Iskandar Muda, Polda Aceh, Polresta Banda Aceh serta sejumlah Polres jajaran Polda Aceh tersebut mempertemukan sejumlah tim terbaik hingga babak final. 


Pada kategori beregu, Tim Tenis Polres Aceh Timur harus mengakui keunggulan Tim Tenis Polres Langsa dengan skor 2 – 1 sehingga menempatkan Tim Tenis Polres Aceh Timur sebagai juara 3.


Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. melalui Kasat Intelkam Iptu Jolly Ronny Mamarimbing, S.H. selaku Official menyampaikan bahwa pelaksanaan Kejuaraan Tenis Kapolda Cup merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya bertujuan memeriahkan hari jadi Polri, namun juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan meningkatkan sinergitas lintas sektor.


“Pelaksanaan Kejuaraan Tenis Kapolda Cup ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan hari jadi Polri, namun juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan soliditas, serta memperkuat sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan seluruh elemen masyarakat.” terang Iptu Ronny.

(I)

 

Bukittinggi, Lintasmedianews.com

Parade 1.700 Perempuan Berbusana Minang turut memeriahkan memeriahkan peringatan 100 Tahun Jam Gadang. 

Kegiatan Yang terselenggara atas kerjasama Pemerintah Kota Bukittinggi bersama International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 Tahun 2026 tersebut, dilaksanakan di kawasan Pasar Ateh Bukittinggi, Sabtu (06/06).


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam kegiatan peragaan busana tradisional Minangkabau. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan keindahan pakaian adat, tetapi juga mengangkat nilai-nilai budaya, etika, dan warisan leluhur Minangkabau. Ramlan mengatakan, Bukittinggi adalah kota kecil yang memiliki sejarah besar, mulai dari pusat pemerintahan, pusat pendidikan, hingga penyelamat Republik Indonesia melalui PDRI. Karena itu, budaya, sejarah, dan identitas daerah harus terus dilestarikan dan wariskan kepada generasi mendatang. 

"Kegiatan ini bukan sekadar menampilkan pakaian adat, tetapi juga mengingatkan kita pada nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh nenek moyang. Melalui peringatan 100 Tahun Jam Gadang ini, kita ingin memperkenalkan Bukittinggi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga kepada dunia internasional," ungkapnya


Ketua Koordinator Parade Perempuan Berbusana Minang, Suherni Syam, menjelaskan, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Awalnya panitia menargetkan 1.500 peserta, namun karena tingginya minat, jumlah peserta akhirnya mencapai 1.700 orang yang datang dari berbagai daerah seperti Batam, Palembang, Pekanbaru dan sejumlah wilayah lainnya. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang dan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2026 yang mengukir sejarah baru di pelataran Jam Gadang.


"Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi upaya untuk memperlihatkan kepada dunia keindahan dan kehormatan perempuan Minang melalui pakaian adat. Baju Basiba dan ragam pakaian adat salingka nagari mengandung nilai kehormatan, kesantunan serta peran perempuan Minang sebagai limpapeh rumah nan gadang. Melalui kegiatan ini, menunjukkan bahwa identitas budaya terus dijaga dan dilestarikan.(Sandra)

 

PARIWARA 


Lintasmedia News - DPRD Kota Padang menggelar rapat paripurna penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Padang, Sabtu (6/6/2026).

Paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion didampingi para Para Wakil Ketua DPRD Kota Padang dan dihadiri segenap Anggota DPRD Kota Padang. 


Sedangkan Wali Kota Padang, Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir kompak hadir, didampingi Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa dan Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang.


Hadir juga unsur Forkopimda Kota Padang dan Perwakilan Tokoh Adat, Ninik Mamak dan Bundo Kanduang di Kota Padang.


Ketua Pansus III DPRD Kota Padang Mulyadi Muslim mengatakan, kegiatan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Kota Padang tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau oleh Pansus III DPRD Kota Padang telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Tata Tertib DPRD Kota Padang secara efektif. 

"Adapun waktu pelaksanaan pembahasan dari tanggal 09 s/d 12 Desember 2025 di Gedung DPRD Kota Padang dan dilanjutkan kembali pada tanggal 14 April 2026 dengan mekanisme pembahasan melalui rapat internal, rapat kerja bersama pimpinan OPD terkait dan Ketua-Ketua KAN Se-Kota Padang untuk memantapkan hasil kajian terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kota Padang dimaksud," jelasnya. 


Semua fraksi DPRD Kota Padang memberikan pendapat akhirnya terkait betapa pentingnya ranperda ini disahkan menjadi perda. Misalnya saja fraksi PKS DPRD Kota Padang yang diketaui Rafdi. 


Fraksi PKS menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam pelestarian budaya. Pemerintah daerah perlu mendorong program-program edukatif seperti sekolah adat, festival budaya, pelatihan seni tradisional, serta penguatan muatan lokal budaya Minangkabau di lingkungan pendidikan. 


"Jangan sampai generasi muda hanya mengenal budaya luar, namun semakin jauh dari identitas budayanya sendiri.


Fraksi PKS juga mengingatkan bahwa pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi harus menjadi gerakan sosial yang hidup dalam keseharian masyarakat," tegasnya.


Nilai budaya Minangkabau harus mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial seperti kenakalan remaja, degradasi moral, konflik sosial, hingga melemahnya solidaritas masyarakat.

Meski demikian, Fraksi PKS berpendapat, pemerintah daerah harus memastikan adanya dukungan anggaran yang memadai dan berkelanjutan bagi program penguatan lembaga adat dan pelestarian budaya. 


Fraksi PKS menilai bahwa peran pemerintah sangat penting dan strategis untuk melibatkan secara aktif lembaga – lembaga adat sebagai bagian dari pembangunan Kota Padang.


"Maka diperlukan optimalisasi dan peran serta Kerapatan Adat Nagari (KAN), Tungku Tigo Sajarangan, Bundo Kanduang, serta unsur adat lainnya dalam membina kehidupan masyarakat, menjaga norma sosial, menyelesaikan persoalan kemasyarakatan secara musyawarah, dan menjadi benteng moral bagi generasi muda untuk kemajuan serta kejayaan Kota Padang," kata Rafdi.


Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menjelaskan bahwa Perda tersebut sangat penting guna memberikan kepastian hukum bagi penguatan lembaga adat di Kota Padang, termasuk mendukung peran Kerapatan Adat Nagari (KAN), Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), ninik mamak, dan bundo kanduang.


"Perda tersebut sangat penting guna memberikan kepastian hukum bagi penguatan lembaga adat di Kota Padang, termasuk mendukung peran KAN, LKAAM, ninik mamak, dan bundo kanduang," tegasnya. 

Wako Fadly Amran menyebut Perda ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat eksistensi lembaga adat sekaligus menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, regulasi tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Padang yang berlandaskan agama dan budaya.


"Selama ini berbagai upaya pelestarian adat dan budaya telah berjalan, baik di lingkungan sekolah, lembaga adat maupun masyarakat. Kini semuanya memiliki landasan hukum yang kuat, sehingga dapat dijalankan secara lebih terarah dan berkelanjutan," katanya. 


Selama ini berbagai upaya pelestarian adat dan budaya telah berjalan, baik di lingkungan sekolah, lembaga adat maupun masyarakat. Kini semuanya memiliki landasan hukum yang kuat, sehingga dapat dijalankan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

"Peran ninik mamak, bundo kanduang, dan unsur adat lainnya sangat penting dalam membangun karakter generasi muda serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Karena itu, Pemko Padang akan terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi," ujarnya. 


Fadly Amran berharap keberadaan Perda tersebut semakin mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga adat, termasuk dalam menjaga ketertiban sosial di tengah masyarakat.


Peran ninik mamak, bundo kanduang, dan unsur adat lainnya sangat penting dalam membangun karakter generasi muda serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Karena itu, Pemko Padang akan terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi.


Fadly Amran juga mendorong penguatan nilai-nilai adat untuk membantu mengantisipasi berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, sengketa sosial, hingga berbagai bentuk perilaku yang bertentangan dengan norma adat dan budaya Minangkabau.


Pemko Padang akan segera menindaklanjuti Perda tersebut melalui berbagai kebijakan teknis dan program penguatan lembaga adat. Diantaranya mulai dari dukungan operasional, fasilitasi kegiatan adat, hingga sinkronisasi dengan regulasi lain yang berkaitan dengan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.


"Pemko Padang akan segera menindaklanjuti Perda tersebut melalui berbagai kebijakan teknis dan program penguatan lembaga adat. Mulai dari dukungan operasional, fasilitasi kegiatan adat, hingga sinkronisasi dengan regulasi lain yang berkaitan dengan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat," tukuknya. 


Tokoh adat Kota Padang, Dasman Boy Datuak Rajo Dihilie, mengapresiasi pengesahan Perda tersebut. Menurutnya, regulasi ini menjadi pijakan penting untuk memperkuat lembaga adat dan mengakomodasi kepentingan nagari adat di Kota Padang.


Dasman Boy berharap implementasi Perda ini nantinya diperkuat melalui regulasi di tingkat nagari sehingga pelestarian nilai adat dan budaya Minangkabau dapat berjalan lebih efektif serta berkelanjutan.


Kita berharap implementasi Perda ini nantinya diperkuat melalui regulasi di tingkat nagari sehingga pelestarian nilai adat dan budaya Minangkabau dapat berjalan lebih efektif serta berkelanjutan. (adv)

 

PARIWARA


Lintasmedia News- DPRD Kota menggelar rapat paripurna dengan agenda oleh Wali Kota Padang Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD (LKPD) 2025, rapat paripurna penetapan pokok-pokok pikiran anggota DPRD dan penandatanganan MoU antara DPRD Kota Padang dengan Kejari Kota Padang, Sabtu pagi, 6 Juni 2026, bertempat di ruang sidang utama gedung DPRD Kota Padang. 

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Padang Muharlion didampingi Wakil Ketua Mastilizal Aye, dan Osman Ayub serta Sekwan DPRD Kota Padang dan segenap anggota dewan. 


Sedangkan dipihak Pemerintah Kota Padang hadir Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minrofa, Kepala OPD dan unsur Forkopimda.


Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengapresiasi penyampaian Ranperda tersebut dan menyatakan siap untuk langsung membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna melakukan pembahasan lebih lanjut.

"Kita akan bahas Ranperda ini bersama OPD terkait, semoga dapat ditetapkan menjadi Perda sesuai jadwal yang ditetapkan," cakapnya.


Mewakili Wali Kota Padang, Maigus Nasir menyampaikan rasa syukur atas capaian Pemerintah Kota (Pemko) Padang yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 dari BPK RI Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar).


"Raihan WTP ini menjadi yang ke-13 kalinya bagi Pemko Padang dan ke-12 secara berturut-turut sejak tahun anggaran 2014. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen dan kerjasama antara Pemko dan DPRD dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan," katanya. 


Raihan WTP ini menjadi yang ke-13 kalinya bagi Pemerintah Kota (Pemko) Padang dan ke-12 secara berturut-turut sejak tahun anggaran 2014. 

Keberhasilan itu disebut tidak terlepas dari komitmen dan kerja sama antara Pemko Padang dan DPRD Kota Padang dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan.


Pemko Padang berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah sebagai bagian dari implementasi Program Unggulan (Progul) “Padang Amanah”.


Dalam laporan realisasi APBD tahun anggaran 2025, pendapatan daerah tercatat mencapai Rp2,85 triliun atau 99,15 persen dari target Rp2,88 triliun. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp924,53 miliar atau 102,99 persen dari target Rp897,69 miliar.

Sekdako Padang Raju Minrofa dan unsur Forkopimda. 

Pemko Padang berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab. Kami berharap, Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 ini dapat dibahas dan diproses DPRD Kota Padang sesuai ketentuan, sehingga dapat ditetapkan menjadi Perda secara tepat waktu. (adv)

 

Padang, Lintasmedia News— Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri kegiatan penyerahan reward Subuh Mubarakah Program Smart Surau yang diselenggarakan di Masjid As Salam, Komplek Dangau Teduh, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta jamaah dari sejumlah kecamatan.




Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, Camat Pauh Yandry, Tim Percepatan Pembangunan Kota Padang Desri Ayunda, Ketua Yayasan As Salam Dangau Teduh Abtar Latif, serta jamaah Masjid As Salam yang berasal dari Kecamatan Pauh, Lubuk Kilangan, dan Lubuk Begalung.




Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat Program Smart Surau sebagai upaya membentuk generasi muda yang memiliki fondasi moral, agama, dan pendidikan yang kuat.




Menurutnya, program berbasis masjid dan surau menjadi salah satu langkah strategis untuk membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang berkembang di tengah masyarakat.




Fadly Amran menyampaikan bahwa fenomena kenakalan remaja yang terjadi saat ini, seperti tawuran, pergaulan bebas, penyimpangan sosial, serta berbagai persoalan lainnya, membutuhkan perhatian dan penanganan bersama dari seluruh elemen masyarakat.




“Fenomena kenakalan remaja seperti tawuran, pergaulan bebas, penyimpangan sosial, dan berbagai persoalan lainnya harus kita tanggulangi bersama. Tidak cukup hanya dengan hukuman, tetapi yang paling penting adalah pembinaan mental, moral, pendidikan, dan agama,” ujarnya.




Menurut Fadly, pembinaan generasi muda tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan sinergi antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan rumah ibadah agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki pemahaman agama yang baik.




Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Padang terus memperkuat berbagai program keagamaan yang berbasis masyarakat. Salah satunya melalui Program Smart Surau yang tidak hanya berfokus pada kegiatan ibadah subuh berjamaah, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan berbagai aktivitas pendidikan keagamaan lainnya.




“Ke depan, kita ingin pembinaan tidak hanya dilakukan pada waktu subuh, tetapi juga melalui kegiatan MDTW, rumah tahfidz, serta berbagai kegiatan pendidikan keagamaan lainnya. Pemerintah Kota Padang juga sedang menyiapkan sistem absensi digital untuk mendukung program Smart Surau,” katanya.

Selain itu, Fadly Amran menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Padang telah mengesahkan Peraturan Daerah tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara nilai adat dan nilai agama dalam kehidupan masyarakat.




Menurutnya, falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah harus terus diperkuat sehingga mampu menjadi pedoman dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menjaga identitas budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.




Pada kesempatan itu, Wali Kota Padang juga memberikan apresiasi kepada pengurus Masjid As Salam yang secara konsisten menjalankan program shalat berjamaah lima waktu dan pembinaan keagamaan bagi anak-anak.




Ia menilai program pemberian reward kepada anak-anak yang rajin melaksanakan ibadah merupakan bentuk motivasi yang efektif dalam menanamkan kecintaan terhadap masjid sejak usia dini.




Program tersebut dinilai sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang melalui Smart Surau, khususnya kegiatan Subuh Mubarakah yang bertujuan menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.




Sementara itu, Ketua Yayasan As Salam Dangau Teduh, Abtar Latif, menyampaikan bahwa kegiatan penyerahan reward tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada anak-anak yang secara rutin melaksanakan shalat berjamaah lima waktu di Masjid As Salam selama bulan Mei 2026.




“Kami memberikan penghargaan kepada anak-anak yang rutin melaksanakan shalat berjamaah lima waktu sehari semalam pada Mei lalu. Dalam kesempatan ini kami memberikan reward kepada 46 anak. Hadiah yang kami berikan berupa uang pembinaan,” ungkapnya.




Abtar menjelaskan bahwa saat ini jumlah siswa yang terdaftar dalam berbagai program pembinaan di Masjid As Salam mencapai 106 orang. Dari jumlah tersebut, rata-rata peserta yang mengikuti kegiatan Subuh Mubarakah berkisar antara 50 hingga 60 siswa setiap pelaksanaan kegiatan.

Ia menambahkan bahwa antusiasme anak-anak dan dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan berbagai program yang dijalankan oleh masjid.




Karena itu, pihaknya terus berupaya menghadirkan kegiatan yang menarik sekaligus memberikan manfaat bagi perkembangan spiritual dan karakter generasi muda.




Abtar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang atas peluncuran Program Smart Surau yang dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas keagamaan di lingkungan masyarakat.




“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah meluncurkan program Smart Surau. Program ini menjadi motivasi bagi anak-anak dan kami untuk menyemarakkan rumah ibadah dengan berbagai kegiatan keagamaan,” katanya.




Selain Program Subuh Mubarakah, Masjid As Salam juga memiliki sejumlah program unggulan lainnya yang bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan umat.




Program-program tersebut antara lain Smart Surau Lima Waktu Mubarakah, Program Remaja Masjid Reborn, Rumah Tahfidz, Santunan Anak Yatim, Umrah Jamaah, serta Ruang Masjid Digital.




Berbagai program tersebut menjadikan Masjid As Salam tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan masyarakat yang berorientasi pada pendidikan agama, penguatan karakter, dan pengembangan generasi muda.




Melalui kegiatan penyerahan reward Subuh Mubarakah ini, diharapkan semakin banyak anak-anak yang termotivasi untuk memakmurkan masjid dan menjadikan ibadah berjamaah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.




Pemerintah Kota Padang bersama seluruh elemen masyarakat juga berkomitmen untuk terus memperkuat Program Smart Surau sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun generasi yang religius, berkarakter, dan berdaya saing. (***)

 

Lintasmedia News- Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan Program Unggulan (Progul) Smart Surau di depan seluruh jemaah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Sumatera Barat. 

Hal itu disampaikannya pada acara Wisata Dakwah BMKT se-Sumbar di Masjid Baiturrahmah, Minggu, 7 Juni 2026, di Masjid Baiturrahmah, Aie Pacah. 


Hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Padang Fadly Amran, Asisten II Setdaprov Sumbar, Adib Alfikri, Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar, Ketua BKMT Sumatera Barat Abdul Aziz, Ketua Pengurus Daerah BKMT Kota Padang Prof Salmadanis, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat M. Rifki dan Kepala Kementerian Agama Kota Pariaman Edy Oktaviandi.


Fadly Amran menyampaikan terimakasih kepada seluruh pengurus BKMT yang telah menggunakan Masjid Baiturrahmah sebagai pusat kegiatan. 


"Pada Progul Smart Surau, ada empat gerakan yang kita buat, seperti salat subuh berjamaah atau subuh mubarakah, remaja masjid reborn, penyediaan ruang digital, serta fasilitasi rumah tahfiz," katanya. 


Sejak Progul Smart Surau dilaksanakan di Kota Padang, siswa sekolah banyak yang datang untuk salat subuh berjamaah di masjid dan musala. Setiap hari, dari 90 ribu siswa sekolah, 60 ribu di antaranya selalu hadir di masjid dan musala setiap subuh. 


“Semua siswa yang rutin hadir salat subuh diberi reward pertiga bulan sekali,” ujarnya. 


Wali Kota Padang bertekad, seluruh siswa sekolah yang hadir setiap subuh di masjid dan musala mendapat reward sebagai pelecut semangat untuk mendatangi rumah ibadah. Bentuk reward yang diberikan terus meningkat setiap per tiga bulan. 


“Jika sudah berjalan setahun, kita bercita-cita akan memberangkatkan umrah bagi anak dan orang tua yang selalu hadir salat subuh,” cakapnya. 


Progul Smart Surau merupakan benteng bagi anak-anak saat ini. Benteng dari fenomena kenakalan remaja, seperti tawuran, pergaulan bebas, penyimpangan sosial dan lainnya. 


Wali Kota Padang juga menyampaikan terimakasih kepada BKMT Sumbar yang telah mempercayai Kota Padang sebagai lokasi wisata dakwah. Ditunjuknya Masjid Baiturrahmah sebagai tempat wisata dakwah membuat dirinya senang hati, apalagi masjid cukup luas untuk menampung jemaah. 


“Smart Surau merupakan benteng bagi anak-anak kita, jika benteng tidak kuat, semua akan rapuh,” urainya. 


Gubernur menyampaikan


apresiasi atas terselenggaranya kegiatan wisata dakwah yang dilaksanakan BKMT se-Sumbar. Seluruh Jemaah untuk terus memperkuat iman dan ibadah.


“Mari kita terus menjaga dan memperkuat iman serta tertibkan ibadah, insya Allah di tengah krisis saat ini, kita dapat terjaga dengan baik,” katanya. 


Ketua BKMT Kota Padang menyebut jumlah jemaah BKMT yang hadir mencapai lebih kurang 19.000 orang. Jemaah berasal dari 19 kabupaten/kota di Sumbar melakukan wisata dakwah setiap sekali sebulan dengan mengunjungi kabupaten/kota di Sumbar. 


Kegiatan Wisata Dakwah ini menghadirkan Ustad M. Rifki sebagai penceramah. Ribuan jemaah memadati bagian dalam dan luar masjid terlihat khusyuk mengikuti pengajian.


“Ini merupakan jihad kita bersama, karena siapa yang melangkahkan kakinya dalam mencari ilmu, Allah akan memudahkan hidup di dunia dan akhirat,” sambung Prof Salmadanis. (***)

 

Lintasmedia News- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, membuka secara resmi Khatam Alquran dan Wisuda Tartil ke-5 Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) Masjid Darul Muslimin Muhammadiyah di Komplek Muslim Village Sang Surya Rimbo Tarok, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Minggu (7/6/2026).    


Selain Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, hadir juga Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, Camat Kuranji, Rozaldi Rosman, Kepala MDTA Darul Muslimin Muhammadiyah, Fahrul Usmi, Pengurus Masjid Darul Muslimin Muhammadiyah, tokoh masyarakat dan orang tua santri khatam Alquran dan wisuda tartil.

Kegiatan yang mengusung tema “Melalui Khatam Alquran Kita Tingkatkan Ghirah dan Kecintaan pada Alquran” ini diikuti sembilan santri peserta khatam Alquran dan 16 santri wisuda tartil.


Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada pengelola MDTA Darul Muslimin Muhammadiyah yang konsisten membina generasi muda melalui pendidikan Alquran. Menurutnya, khatam Alquran bukan akhir dari proses belajar, melainkan langkah awal untuk terus memahami dan mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

"Selamat kepada anak-anak yang hari ini mengikuti khatam Alquran dan wisuda tartil. Ini adalah awal untuk terus mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran Alquran dalam kehidupan," ujarnya. 


Maigus Nasir mengaku terkesan dengan perkembangan MDTA Darul Muslimin Muhammadiyah yang sejak berdiri pada 2021 rutin melaksanakan khatam Alquran dan wisuda tartil setiap tahun.


"Apresiasi bagi MDTA Darul Muslimin Muhammadiyah yang telah berhasil melahirkan santri-santri yang terus meningkatkan kemampuan membaca serta memahami Alquran," katanya. 


Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen MDTA dalam melahirkan santri yang terus meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Alquran.


"Kolaborasi semua pihak menjadi kunci dalam menyukseskan program Smart Surau dalam rangka mencetak generasi yang kuat iman, unggul akhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan," cakapnya. 


Melalui Program Unggulan (Progul) Smart Surau, Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong masjid menjadi pusat pembinaan umat dan pengembangan generasi muda.


Aktivasi Program Smart Surau meliputi Subuh Mubarokah, Remaja Masjid Reborn, fasilitasi rumah tahfiz, hingga penyediaan ruang belajar digital dengan akses WiFi gratis di masjid.


Kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi kunci dalam menyukseskan program Smart Surau guna mencetak generasi yang kuat iman, unggul akhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (***)

 

Lintasmedia News- Wali Kota Padang, Fadly Amran, melepas secara resmi sekaligus ikut berpartisipasi dalam kegiatan Bhayangkara Run Polresta Padang "Road to Police Women Run 2026" yang dipusatkan di Mako Polresta Padang, Minggu (7/6/2026) pagi.

Hadir pada kegiatan itu, selain Wali Kota Padang, Fadly Amran, juha Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, Dandim 0312/Padang, Kolonel Inf Ferry Adianto, Kepala Kejaksaan Negeri Padang, Koswara, Dandenpom 4/C Padang, Letnan Kolonel Cpm Binson Simbolon, Seluruh Pejabat Utama Polresta Padang, Peserta dari unsur Polri, TNI, instansi pemerintah, komunitas lari, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. 


Kegiatan olahraga lari ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 oleh Polresta Padang, sekaligus ajang mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.


Ribuan peserta dari berbagai kalangan mengikuti lomba lari 5 kilometer dengan mengambil start dan finish di depan Mako Polresta Padang. 


Fadly Amran menyambut baik inisiatif Polresta Padang yang menghadirkan kegiatan positif untuk mendorong budaya hidup sehat di tengah masyarakat.


"Bhayangkara Run ini sangat positif karena mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan. Pemerintah Kota Padang mengapresiasi kegiatan ini karena sejalan dengan visi Kota Padang sebagai kota sehat dan kota pintar, " ujarnya. 


Menurutnya, olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan kedekatan antara aparatur pemerintah dengan warga.


Wali Kota Padang itu juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Padang yang terus menunjukkan dedikasi dan kontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


"Semoga Polresta Padang senantiasa sukses dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya, serta terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan Kota Padang yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat," cakapnya. 


Sementara itu, Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, mengatakan Bhayangkara Run ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat melalui kegiatan edukatif dan rekreatif.


"Mengusung semangat 'Polri untuk Masyarakat', kegiatan ini diikuti 1.000 peserta yang terdiri dari 649 putra dan 351 putri. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anggota Polri, TNI, instansi pemerintah, komunitas lari, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum," katanya. 


Mengusung semangat "Polri untuk Masyarakat", kegiatan diikuti 1.000 peserta yang terdiri dari 649 putra dan 351 putri. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anggota Polri, TNI, instansi pemerintah, komunitas lari, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.


Ia menjelaskan, kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama, yakni memperkenalkan sekaligus ajang pemanasan event Police Women Run 2026 yang akan digelar September mendatang di Kota Padang.


"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga serta memperkuat sinergitas Polri dengan pemerintah daerah dan masyarakat," harapnya. 


Selain itu mempererat kebersamaan antara Polri dengan masyarakat serta instansi terkait, sekaligus mempromosikan Kota Padang sebagai destinasi wisata unggulan yang kaya akan sejarah dan budaya. (***)


Bukittinggi,Lintas Media News
 Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, S.IP, menghadiri kegiatan IMLF Jam Gadang Fun Run 2026 yang digelar di kawasan Pedestrian Jam Gadang, Bukittinggi, Minggu (7/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan 100 tahun Jam Gadang, ikon sejarah sekaligus kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.

Menurut Evi Yandri, penyelenggaraan Jam Gadang Fun Run tidak hanya menjadi ajang olahraga semata, tetapi juga momentum penting untuk mengenang perjalanan panjang Jam Gadang sebagai simbol budaya dan sejarah masyarakat Minangkabau.

"Perayaan 100 tahun Jam Gadang ini menjadi momen berharga untuk mengenang sejarah dan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap salah satu ikon kebanggaan Sumatera Barat," ujar Evi Yandri di sela kegiatan.

Ia menilai, kegiatan yang diikuti ribuan peserta tersebut berhasil menggabungkan semangat olahraga, pelestarian budaya, dan promosi pariwisata dalam satu momentum yang positif.

Menurutnya, olahraga menjadi sarana efektif untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga. Di sisi lain, kegiatan berskala internasional seperti Jam Gadang Fun Run juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Bukittinggi.

"Selain mengajak masyarakat hidup sehat, kegiatan ini juga memperkuat silaturahmi dan menjadi sarana promosi wisata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah," katanya.

Evi Yandri mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian perayaan satu abad Jam Gadang. Ia berharap semangat kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan tersebut dapat terus terjaga dan menjadi energi positif untuk pembangunan Sumatera Barat ke depan.

"Semoga semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap warisan budaya daerah terus terpelihara demi kemajuan Sumatera Barat yang lebih baik," tuturnya.

Perayaan 100 tahun Jam Gadang melalui IMLF Jam Gadang Fun Run 2026 menjadi salah satu agenda yang menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan semangat sport tourism, tetapi juga memperkuat posisi Jam Gadang sebagai ikon budaya, sejarah, dan destinasi wisata unggulan Sumatera Barat. (***)


Bukittinggi, Lintasmedianews.com
Pemerintah Kota Bukittinggi bersama International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) menggelar kegiatan penutupan dengan Parade 100 Penyair, dalam rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Kegiatan ini berlangsung di Pedestrian Jam Gadang, Sabtu (06/06). 

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan, Jam Gadang telah menjadi icon yang tidak hanya dikenal secara nasional tapi juga internasional. Keberadaannya mirip simbol persatuan sejarah perjuangan serta penggerak pariwisata dan perekonomian masyarakat.

"Semoga dengan peringatan 100 Tahun Jam Gadang diharapkan memberikan motivasi yang kuat bagi pemerintah untuk terus membangun Kota Bukittinggi, meningkatkan pelayanan publik serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bukittinggi," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua IMLF ke-4, Sastri Bakry, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi atas dukungan yang diberikan sehingga pelaksanaan IMLF ke-4 berlangsung meriah dan sukses.

"Terima kasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi atas dukungan yang luar biasa, sehingga pelaksanaan IMLF ke-4 dapat berlangsung dengan meriah dan sukses, serta menjadi bagian dari peringatan 100 tahun Jam Gadang," ungkapnya. (*)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.