PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM
Memperingati 67 tahun nasionalisasi dari tangan Belanda pada 5 Juli 1958, PT Semen Padang menegaskan komitmennya untuk bangkit dan kembali merebut kepercayaan pasar. Dengan semangat pembaruan, PT Semen Padang memaknai peringatan nasionalisasi ini sebagai momentum kebangkitan di tengah tekanan industri
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, menekankan bahwa peringatan HUT ke-67 bukan sekadar seremoni, tetapi momentum kebangkitan seluruh insan perusahaan untuk bergerak maju.
“Kalau hari ini kita berada dalam tekanan, itu bukan kegagalan — tapi pertanda bahwa kita sedang bersiap untuk bangkit,” ujar Pri saat memimpin upacara di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin (7/7/2025).
Upacara diikuti oleh Komisaris Khairul Jasmi dan Prof. Werry Darta Taifur, Direktur Keuangan Oktoweri, jajaran Penasihat dan Pengurus FKIKSP, pimpinan unit, serta ratusan karyawan PT Semen Padang dan Anak Perusahaan Lembaga Penunjang (APLP).
Pri mengajak seluruh karyawan untuk meninggalkan pola kerja lama, memperkuat kolaborasi lintas unit, meningkatkan produktivitas, dan menjunjung tinggi integritas dalam setiap peran.
“Kita tidak bisa hanya menunggu pasar membaik. Kita harus menjadi bagian dari perubahan. Bergerak lebih cepat, lebih solid, dan lebih tangguh,” tegasnya.
Ia juga menyerukan dukungan penuh dari seluruh stakeholder—karyawan, mitra, pelanggan, pemerintah daerah, hingga masyarakat—karena peran Semen Padang tidak hanya sebagai produsen semen, tetapi juga penggerak pembangunan daerah dan nasional.
“Kami butuh dukungan semua pihak agar Semen Padang terus berkontribusi dalam pembangunan negeri, sekaligus menjadi lokomotif ekonomi di Sumatera Barat dan Kawasan Barat Indonesia,” tambahnya.
Sebagai perusahaan semen pertama di Indonesia, PT Semen Padang bukan hanya simbol industri, tetapi juga saksi sejarah perjuangan ekonomi bangsa. Sejak dinasionalisasi pada 1958, perusahaan ini konsisten menjadi pilar kemandirian industri nasional.
“Kita tidak sekadar mewarisi pabrik. Kita mewarisi semangat perlawanan dan kepercayaan bahwa anak bangsa mampu mengelola industri strategis,” ujar Pri.
Kini, sebagai bagian dari SIG (Semen Indonesia Group), PT Semen Padang terus mengambil peran penting dalam pembangunan infrastruktur nasional serta memperkuat perekonomian Sumatera Barat.
Turnaround Towards Excellence
Pri menegaskan bahwa peringatan HUT ke-67 harus menjadi titik balik merebut Kembali kejayaan. Ia mengajak seluruh karyawan menjadikan semangat Turnaround Towards Excellence sebagai fondasi perubahan budaya kerja.
“Mari rebut kembali kepercayaan pasar. Bangun kembali kebanggaan. Jadilah perusahaan yang tak hanya tua usianya, tapi muda semangatnya dan besar cita-citanya,” serunya.
Ia juga menekankan pentingnya menyeimbangkan kinerja produktif dengan pelestarian lingkungan dan kontribusi sosial. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), lanjutnya, bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, rekan kerja, dan keluarga.
“Dengan budaya kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan, kita membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan perusahaan dan industri ini,” ucap Pri.
Apresiasi Karyawan dan Kontribusi Sosial
Usai upacara, perusahaan memberikan penghargaan Employee of the Year 2025 kepada tiga karyawan yang dinilai menunjukkan kinerja unggul dan mencerminkan nilai budaya perusahaan, AKHLAK. Ketiga penerima penghargaan tersebut adalah Alif Yuza, S.TP dari Unit SHE; Depi Putra, ST dari Unit Quality Assurance; dan Roby Wirza, ST dari Unit Pemeliharaan Elins 2.
“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas karakter kuat, loyalitas, dan dedikasi terhadap budaya unggul perusahaan. Selamat kepada para penerima,” ujar Pri saat menyerahkan penghargaan secara simbolis.
Sebagai penutup peringatan HUT, jajaran direksi dan komisaris melepas balon ke udara yang membawa dua vandel berhadiah total 100 zak semen untuk masyarakat. Simbolisasi ini menegaskan semangat Semen Padang untuk terus berbagi dan hadir di tengah masyarakat.
Tanah Datar. Lintasmedianews.com
Dingin nya malam di tepis oleh pemutaran 8 bh Film pendek oleh MAHEFF 2025 Malayapura Heritace Film Festival yang berkalaborasi dengan Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia Sumatera Barat bagian Tengah . Balai Pelestarian Wil lll Sumbar serta Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang di tonton Masyarakat di Pelataran Masjid Islah Pariangan. Sabtu malam ( 05 / 07 ) 2025.
8 bh Film pendek yang bernuansa Budaya Ninik Moyang Minangkabau shuting nya di Kabupaten Tanah Datar berjudul " Pabaruak , Yang Telah Lama Hilang , Satya , Suara, Jejak Surat Ayah, Perempuan Berlumur Lumpur, Yang Tak Di ingat, Medan Tanpa Abang.
Turut Hadir dan menonton Festival Film MAHEFF 2025 Beni Oriza selaku Camat Pariangan. Tasman Wali Nagari Pariangan. Direktur MAHEFF Dafriansyah Putra beserta Official Tokoh Masyarakat , Pemuda dan Masyarakat. Ikut crew media ini.
Direktur MAHEFF 2025 Dafriansyah Putra memaparkan " Pemutaran Film singkat ini bertempat di Kawasan Nenek Moyang Kita Minangkabau. Malam ini Kita hadir sebagai penonton saja . Tapi bahagian dari Generasi muda yang berkarya untuk merawat Budaya dan Kuta angkat Pekan Budaya ". Papar nya.
Dafriansyah Putra menambahkan " Sebuah Film pendek yang merangkul Budaya masa kini melalui sinerji dengan Siwa - siswi Menengah Atas yg ada di Sumatera Barat . Kami mengajak Kawula Muda memberikan Apresiasi yang setinggi - tinggi nya semangat untuk berkarya "
" Selanjut nya Kita akan menonton sebuah Film pendek singkat tayang dan bergengsi . salah satu nya Film dengan judul " Pabaruak ". Tahun 2022 yang mana shuting nya berlokasi di Pariangan ini para pemain nya itu Masyarakat Pariangan sendiri. " .
" Dafriansyah Putra menghimbau mari Kita Budaya kan cagar Budaya dan menjaga artefak peninggalan leluhur nenek Moyang Kita Minangkabau " .katanya
Tasman selaku Wali Nagari Pariangan menyampaikan " Kepada Masyarakat Nagari Pariangan ini sebagai motivasi dan apresiasi seluruh Kegiatan yang di selenggarakan MAHEFF 2025. Memberikan hiburan dan pelajaran bagi Kita. Mari Kita nikmati menonton tiap - tiap Film yang di tayangkan oleh Malayapura Heritage Film Festival sampai selesai. Ucapnya.
Camat Pariangan Beni Oriza mengatakan " Dari Kecamatan Pariangan sangat mendukung kegiatan ini, karena melihat Budaya khususnya di Nagari Pariangan . Tanah Datar pada Umumnya."
" Mudah - mudahan Orang - orang di luar Daerah tertarik melihat Budaya kita di Kecamatan Pariangan ini "
" Semoga Kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan baik"
"Harapan Kami kepada Masyarakat menghimbau mari kita tetap waspada pastikan posisi kita aman karena sekarang musim kemarau cuaca panas , kalau keluar rumah pastikan kompor dan lampu listrik di matikan jangan terjadi kebakaran " . katanya. (. ERM )
TANAH DATAR, LINTASMEDIANEWS.COM
Pascabanjir bandang lahar dingin yang melanda Jorong Panti, Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar pada 11 Mei 2024, sekitar 60 hektare sawah warga tak lagi bisa diairi. Tercatat 120 kepala keluarga (KK) terdampak akibat rusaknya dam dan saluran irigasi, membuat lahan pertanian tak dapat ditanami selama tiga musim tanam terakhir.
Menanggapi kondisi tersebut, PT Semen Padang menyerahkan bantuan sebanyak 100 zak semen pada Kamis (4/7/2025) untuk mendukung pembangunan kembali dam dan saluran irigasi yang dikelola Kelompok Tani Aur Serumpun. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang, Wahyudi, kepada Kepala Jorong Panti, Arli Datuak Malin Pangulu.
Arli menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT Semen Padang. Ia menyebut perbaikan saluran irigasi tersebut sangat krusial bagi keberlangsungan hidup petani di wilayahnya.
“Saluran irigasi ini menjadi tumpuan hidup 120 KK yang bergantung pada lahan sawah seluas 60 hektare. Kerusakan ini membuat kami kehilangan potensi panen senilai sekitar Rp750 juta. Alhamdulillah, berkat bantuan ini, kami bisa mulai membangun kembali,” kata Arli.
Ia berharap proses pembangunan irigasi dapat segera rampung sehingga petani bisa kembali menggarap lahan mereka.
“Terima kasih kepada PT Semen Padang. Semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi masyarakat dan kemajuan perusahaan di masa mendatang,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Icap (69), salah seorang petani setempat. Ia merasa terbantu dengan dukungan tersebut.
“Sawah adalah sumber kehidupan kami. Dengan adanya bantuan ini, semoga kami bisa segera kembali bertani. Terima kasih PT Semen Padang,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, menyebutkan bantuan tersebut merupakan bagian dari program TJSL yang fokus pada pemulihan pascabencana dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Sebagai bagian dari SIG, PT Semen Padang memandang ini bukan sekadar bantuan material, tetapi bentuk nyata kehadiran dan kepedulian perusahaan dalam masa-masa sulit. Kami berharap sistem irigasi ini bisa kembali berfungsi maksimal dan para petani dapat kembali menggerakkan roda ekonomi lokal,” ujar Iskandar.
Ia menambahkan, program ini juga mendukung visi pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam mendorong kemandirian pangan, energi, dan infrastruktur.
Selain itu, dukungan tersebut selaras dengan program Sumbar Sejahtera dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang menargetkan daerah ini sebagai salah satu sentra pangan dan komoditas strategis nasional.
“Semoga kolaborasi ini memberikan dampak berkelanjutan dan mendorong kemajuan sektor pertanian di Sumatera Barat,” tutupnya.
PAYAKUMBUH, LINTASMEDIANEWS.COM
Sebagai bagian dari SIG, PT Semen Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian. Kali ini, perusahaan menyalurkan bantuan berupa sarana pengembangan produksi pupuk organik kepada Kelompok Tani Padang Cubadak Indah di Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Camat Payakumbuh Selatan, Resti Desmila, dan disaksikan oleh Lurah Sawah Padang Aua Kuniang, Deop Darius; Ketua Kelompok Tani Padang Cubadak Indah, Yanuardi; serta sejumlah anggota kelompok tani.
Camat Payakumbuh Selatan menyampaikan apresiasi atas kepedulian Semen Padang terhadap sektor pertanian di wilayahnya. Menurutnya, dukungan seperti ini sangat dibutuhkan guna meningkatkan kesejahteraan petani dan kapasitas produksi lokal.
"Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi pengembangan usaha pupuk organik di Payakumbuh Selatan dan mendorong pertanian berkelanjutan," ujar Resti.
Ketua Kelompok Tani Padang Cubadak Indah, Yanuardi, mengungkapkan bahwa kelompoknya selama ini memproduksi sekitar 2 ton pupuk organik per bulan. Dengan tambahan sarana produksi dari PT Semen Padang, pihaknya menargetkan peningkatan kapasitas hingga 5 ton per bulan.
“Saat ini kami memiliki area produksi seluas 4,5 x 20 meter persegi. Dengan bantuan ini, kami akan memperluas fasilitas produksi sebesar 4 x 10 meter persegi,” jelas Yanuardi.
Kelompok tani yang beranggotakan 20 orang tersebut juga tengah membidik perluasan pasar ke wilayah Alahan Panjang hingga Pekanbaru, Riau, seiring meningkatnya permintaan pupuk organik.
Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat dan pengembangan pertanian berkelanjutan.
“Bagi kami, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar program—ini adalah komitmen. Lewat kolaborasi ini, kami ingin membuka jalan bagi petani lokal untuk naik kelas: dari produksi kecil-kecilan menjadi pelaku utama dalam rantai pasok pertanian berkelanjutan. PT Semen Padang hadir untuk mendorong potensi lokal agar berdampak nasional,” ujar Iskandar.
Ia menambahkan, program ini juga selaras dengan visi pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama dalam mendukung swasembada pangan, energi, dan infrastruktur. Selain itu, dukungan ini juga sejalan dengan program Sumbar Sejahtera dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
“Semoga kolaborasi ini menjadi motor penggerak pertanian ramah lingkungan dan memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai daerah penghasil pupuk organik yang berkualitas,” tutupnya.
Kayu Tanam, Lintasmedianews.com
Setelah melalui beberapa proses, Kerapatan Adat Nagari (KAN) menggelar musyawarah dan Rapat Internal KAN, guna membahas lebih lanjut pergerakan beberapa hari yang lalu, akhurnya Rapat luar biasa berlansung di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Guguak, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman pada Kamis, 3 Juli 2025.
Sebanyak 29 orang (Dua Puluh Sembilan) Niniak Mamak yang ada di Nagari Guguak, di kesempatan itu yang bisa hadir 20 orang Niniak Mamak, 9 orang berhalangan hadir, diantaranya ada yang sakit,
Rapat tersebat membahas tentang pemberhentian ketua KAN yang lama berinisial "JJ", dan sesegera mungkin kami akan membatuk formatur baru terang salah seorang Niniak Mamak saat itu.
Hari ini setelah rapat selesai, keputusan rapat, kami sepakat bahwa Ketua KAN yang lama resmi kami perhentikan.
Karena kepengurusan KAN selama ini dinilai gagal menjalankan fungsi kelembagaan adat secara maksimal.
Selama kepemimpinannya KAN tak berlajalan semestinya, bahkan mati suri. Tim media ini menelusuri sepanjang rapat di gelar sampai menetapkan hasil keputusan itu.
"Sudah terlalu lama kita diam. Banyak persoalan adat yang tidak terselesaikan, sengketa kaum tidak dimediasi, peran ninik mamak diremehkan. Kami tidak melihat fungsi KAN berjalan sebagaimana mestinya," tegas Dasrial Dt. Bandaro Putiah, salah satu ninik mamak yang juga inisiator musyawarah tersebut.
Kritik ini tidak berdiri sendiri. Berdasarkan dokumen internal yang berhasil diperoleh tim investigasi, setidaknya 11 permohonan mediasi adat antara tahun 2023–2025 tidak pernah direspons oleh pengurus KAN. Bahkan, beberapa surat resmi dari Wali Nagari kepada KAN tidak mendapat balasan hingga berbulan-bulan lamanya.
Upaya Menyelamatkan Marwah Adat
Musyawarah mufakat yang dilaksanakan dihadiri oleh mayoritas unsur niniak mamak dari berbagai suku di Nagari Guguak. Hadir pula perwakilan dari Polres Padang Pariaman, tokoh pemuda serta beberapa wartawan. Forum tersebut menghasilkan satu keputusan penting mencabut mandat Ketua KAN yang saat ini menjabat.
Dalam musyawarah tersebut terungkap bahwa Ketua KAN lama dinilai tidak transparan dalam pengelolaan dana operasional lembaga.
"Ini bukan soal pribadi. Ini soal tanggung jawab sosial terhadap marwah adat. Jika pemimpin adat tidak lagi berfungsi sebagai tempat batimbang ambiak, maka wibawa nagari akan runtuh," ujar Dasrial Dt. Bandaro Putiah.
Prosedur Pemberhentian dan Legalitasnya
Secara adat, pemberhentian Ketua KAN bukanlah perkara sepele. Namun, forum musyawarah mufakat dinilai sah karena dihadiri mayoritas niniak mamak dan telah memenuhi unsur quorum adat. Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama Niniak Mamak Nagari Guguak yang kemudian ditandatangani oleh 18 niniak mamak dari enam suku utama di Guguak.
Menurut pakar hukum adat dari Universitas Andalas, Dr. Taufik Djamal, langkah ini sah secara adat Minangkabau. "Selama prosedur musyawarah mufakat terpenuhi, dan keputusan diambil atas kesepakatan bersama kaum adat, maka tindakan tersebut dapat dikatakan sah dan mengikat," katanya saat dihubungi oleh tim kami.
Langkah berikutnya, menurut salah satu panitia musyawarah, adalah membentuk tim formatur untuk memilih dan menetapkan Ketua KAN yang baru secara cepat, mengingat banyaknya persoalan adat yang masih menumpuk.
Timbulnya Kepercayaan Publik akan
Pemberhentian Ketua KAN lama ini mengandung makna penting bagi revitalisasi lembaga adat di tingkat nagari. Banyak warga menyambut keputusan tersebut sebagai langkah pemulihan marwah dan kehormatan ninik mamak yang selama ini mereka hormati.
"Selama ini kami bingung mau mengadu ke mana. Masalah waris, batas tanah kaum, pernikahan, semuanya seperti tidak punya payung adat. Sekarang kami punya harapan baru," kata Rina, salah seorang ibu rumah tangga warga nagari Guguak.
Namun, tantangan ke depan tidak kecil. Ketua baru KAN Guguak nanti diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi
PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM
Komitmen PT Semen Padang dalam mendukung syiar Islam di wilayah terluar Indonesia kembali diwujudkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Semen Padang. Pada 1 hingga 5 Juli 2025, UPZ kembali menggelar Syafari Dakwah Pedalaman ke Kabupaten Kepulauan Mentawai, memperkuat program pembinaan dai yang telah berjalan sejak 2014.
Berbeda dari kegiatan seremonial semata, program ini menyasar penguatan dakwah Islam secara terstruktur, khususnya di wilayah terpencil seperti Siberut Selatan, Siberut Tengah, dan Siberut Barat Daya.
Supervisor Pembinaan Dai UPZ BAZNAS Semen Padang, Buya Mafril, menyebut kegiatan ini meliputi evaluasi kinerja dai, penyerahan insentif, serta pembinaan spiritual bagi masyarakat, termasuk para muallaf.
“Kami hadir untuk menyemangati para dai dan menyampaikan pencerahan agama bagi umat Islam di pedalaman Mentawai. Tim kali ini juga akan menggelar Tabligh Akbar dan penguatan akidah bersama para tokoh seperti Prof. Ahmad Wira (pakar muamalah), Ust. Zulfi Akmal, Lc., MA (ahli sirah nabawiyah), dan Ust. Tris (praktisi rukyah & bekam),” ujar Buya Mafril.
Seluruh kegiatan didanai dari zakat karyawan PT Semen Padang sebagai bagian dari kontribusi sosial perusahaan. “Kami mengajak masyarakat untuk terus mendoakan kejayaan PT Semen Padang dan mendukung produk dalam negeri. Dari sanalah lahir kekuatan dakwah dan pembangunan umat,” imbuhnya.
Hingga saat ini, UPZ BAZNAS Semen Padang telah membentuk empat wilayah koordinasi dakwah di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Wilayah pertama mencakup Siberut Utara dan Siberut Barat, dengan akses utama melalui dermaga Siberut Utara. Wilayah kedua meliputi Siberut Selatan, Siberut Timur, dan Siberut Barat Daya yang dijangkau melalui dermaga Mailepet. Selanjutnya, wilayah ketiga berada di Sikakap yang dikoordinatori oleh Ust. Iswandi, S.HI, sementara wilayah keempat mencakup Pulau Sipora. Pembagian ini bertujuan untuk mempermudah koordinasi dan menjangkau masyarakat Muslim yang tersebar di pulau-pulau terpencil tersebut secara lebih efektif.
Ust. Iswandi, yang juga menjabat sebagai Ketua Koordinator UPZ BAZNAS Semen Padang se-Kabupaten Kepulauan Mentawai, menegaskan tekadnya untuk terus mengembangkan dakwah di wilayah yang penuh tantangan geografis ini.
“Insya Allah, dengan sinergi semua pihak dan keikhlasan para dai, syiar Islam di Mentawai akan terus tumbuh dan mengakar kuat,” ujarnya.
Apresiasi datang dari Kepala Departemen Hukum & Komunikasi Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis. Ia menilai program Syafari Dakwah sebagai bukti nyata pengelolaan zakat yang amanah, transparan, dan berdampak langsung pada masyarakat, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
“Program ini tak hanya memperkuat dimensi spiritual umat, tetapi juga mempererat jalinan sosial di tengah masyarakat terpencil. Ini adalah bentuk nyata tanggung jawab sosial perusahaan dalam membangun manusia seutuhnya,” ujar Iskandar.
Ia menambahkan, Semen Padang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga berkomitmen terhadap pembangunan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. (*)
Padang, lintasmedianews.com
Satu persatu mulai terbongkar modus dan tujuan penerbitan tiga tulisan dimedia online Republikpers.id. Tiga tulisan terkait fitnah hamil diluar nikah yang dituduhkan kepada N istri dari Rahmat disinyalir bernuansa pemerasan.
Hal ini mulai terkuak setelah S selaku penulis di media Republikpers.id mengakui menerima uang sejumlah Rp. 1 juta dari AF untuk menghapus tiga tulisan yang terbit di Republikpers.id. Kepada Ismail Raja Tega selaku kuasa hukum Rahmat, S dengan sportif mengakui telah menerima uang dari AF.
" Kalau dua juta saya tidak ada menerima uang dari AF, tapi kalau satu juta memang ada. Uang tersebut untuk menghapus berita tiga berita", ujar S kepada Ismail Raja Tega saat dihubungi melalui Whatsapp.
Pengakuan S ini menurut Ismail Raja Tega telah menambah alat bukti tentang adanya dugaan pengancaman dan pemerasan yang dilakukan AF beserta komplotannya. Sebelumnya selaku kuasa hukum, dia juga telah memiliki alat bukti berupa percakapan lewat chatingan WhatsApp, rekaman pembicaraan antara AF dan S serta bukti transfer uang dari keluarga Rahmat kepada AF sebesar empat juta rupiah.
Ditambahkan Ismail Raja Tega, dirinya meminta Polda Sumbar khususnya kepada Ditreskrimsus untuk serius dan segera menindaklanjuti pengaduan kliennya tersebut. Sebab beberapa alat bukti telah diberikan kepada pihak Ditreskrimsus.
" Saya sudah koordinasi dengan Pak Dirreskrimsus terkait pengaduan ini dan beliau akan segera menindaklanjutinya. Kami tunggu dalam beberapa hari ini gebrakan dari penyidik di Polda Sumbar", ujar Ismail Raja Tega.
Sebelumnya diberitakan Rahmat EP warga Silungkang Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat yang mengaku diancam dan diperas oleh beberapa orang yang mengaku wartawan mendatangi Mapolda Sumbar untuk membuat pengaduan. Pengaduan terkait dugaan pengancaman dan pemerasan itu berawal dari tiga buah tulisan yang terbit di media online republikpers.id. Akibat tulisan yang diterbitkan di Republikpers.id itu, istrinya harus dilarikan kerumah sakit. Tak hanya itu, keluarga istrinyapun harus menjual sepeda motor untuk memenuhi permintaan oknum yang mengaku wartawan tersebut.
Rahmat yang didampingi Kuasa Hukumnya Ismail Novendra, S.H mendatangi SPKT Polda Sumbar pada Sabtu (28/6). Kepada petugas piket, Rahmat menceritakan kejadian dugaan pengancaman disertai pemerasan yang dialaminya pada Jumat (27/6) kemarin.
Menurut Rahmat, Rian yang merupakan kakak iparnya mengatakan bahwa AF oknum wartawan meminta uang sebesar Rp.12 juta. Uang tersebut menurut AF sesuai permintaan S selaku penulis untuk menghapus tiga buah tulisan yang dimuat di republikpers.id. Karena tak memiliki uang sebanyak itu, Rahmad meminta Rian untuk menyampaikan kepada AF agar diberi keringanan dan mengurangi jumlah permintaan tersebut.
Setelah melalui pembicaraan antara Rian dan AF, akhirnya pada Kamis malam (26/6) AF memutuskan agar Rian menyampaikan kepada Rahmat untuk menyerahkan uang sebesar Rp. 4 juta kepada AF. Menurut AF uang tersebut akan dibagi-baginya. Untuk AF dan S sebagai yang menulis di republikpers.id serta pemimpin redaksinya sebesar Rp. 2 juta. Sisanya akan diserahkan kepada R selaku tokoh masyarakat Silungkang Rp. 1 juta dan N tokoh pemuda Silungkang Rp. 1 juta.
AF juga memastikan kepada Rian, apabila uang telah dikirim Rahmat kepada AF sebesar Rp. 4 juta, maka ketiga berita dipastikan akan dihapus S. AF juga memberikan nomor rekening Bank Mandiri miliknya kepada Rian.
Pada Jumat (27/6) dinihari, Rahmat mengirimkan uang sejumlah Rp. 2,5 juta kepada AF melalui rekening Bank Mandiri. Tapi ketiga berita belum dihapus.
Siangnya Rahmat kembali mengirimkan uang Rp. 1,5 juta ke rekening Bank Mandiri AF. Setelah uang dikirimkan sebesar Rp. 4 juta kepada AF, tak lama kemudian ketiga berita ditakedown/dihapus. (Rel)