Latest Post

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam Alahan panjang AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batam Batang anai Bateang Batu bara Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bekasi Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukit pamewa Bukittinggi Cilegon Deli serdang Depok Dewan Pers Dharmasraya DPR RI DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai Enam lingkung FJPI Sumbar Hanura Sumbar HPN 2022 Jabar Jakarta Jambi Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Karimun Kayu Agung Kayu tanam Kepulauan Meranti Kepulaun Mentawai Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Kuala lumpur Labuhanbatu Lahat Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk alung Lubuk basuk Lubuk Linggau Magelang Malalak Medan Mentawai Meranti Merbau Minahasa utara Miranti Muara enim Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Ombilin Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Pagaralam Pagaruyung Painan Palangkaraya Palembang Pariaman Parik malintang Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Pesisir Selatan Pessel PJKIP Kota Padang PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang Pulau punjung Purwokerto PWI PWI Sumbar Rangsang Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Samosir Sawahlunto Selat panjang Semarang Semen Padang Semen Padang.. Serang Sicincin Sijunjung Sikucua Silungkang Simpang empat SMSI Solok Solok kota Solok Selatan Sulawesi selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel Sumut sungai sarik Surabaya TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

 


Milad 
ke 184 Kabupaten Limapuluh Kota, MengusungSemangat Transformasi dan Kebangkitan

Limapuluh Kota, Lintasmedianews.com

Kabupaten Limapuluh Kota memperingati milad yang ke184 Minggu 13 April 2025, dengan mengusung tema Semangattransformasi dan kebangkitanPeringatan milad KabupatenLimapuluh Kota ini ditandai dengan Sidang Paripurna Istimewa DPRD yang diselenggarakan di gedung megah wakil rakyatKabupaten Limapuluh Kota.

Hadir dalam sidang paripurna 35 orang anggota DPRD dan juga dihadiri Bupati Limapuluh Kota H. Safni didampingi oleh Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, unsurForkopimda Limapuluh Kota dan Tokoh Masyarakat, DirekturAdvokasi Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Brigjen Pol Drs. Jafriedi, MM.


Dalam sambutannyaKetua DPRD Limapuluh Kota, Doni Ikhlas yang saat itu memimpin sidang Paripurna Istimewa tersebut mengatakan hari jadi ke 184 Kabupaten LimapuluhKota tahun 2025 ini hendaknya menjadi memontum pentinguntuk merenungkan perjalanan panjang daerah dalammembangun jati diri daerah dan membangun pondasipembangunan yang kokoh

"Hal ini Sesuai dengan tema yang diusung pada tahun iniyakni " Dengan Semangat Hari Jadi, Mari Kita BertransformasiMenuju Limapuluh Kota Bangkit". Sama-sama kita ketahuisudah banyak kemajuan yang telah diraih oleh daerah kitanamun kita juga harus jujur tantangan kedepan tidaklah ringandalam melanjutkan pembangunan daerah yang kita cintaiini,"ujarnya.



Doni menyoroti banyak tantangan yang yang akan dihadapikedepan dalam membangun daerah diantaranya pada bidangPariwisatasektor Pertanianproduktifitas UMKM, Infrastrukturdan berbagai hal lainnya, yang perlu sinergitas antara eksekutifdan legislatif serta pihak lainnya untuk menjawab tantangantersebut.

Menurut tokoh muda Lima Puluh Kota ini momentum harijadi Kabupaten Limapuluh Kota yang berdekatan dengan hariraya Idul Fitri 1446 H-2025 M hendaknya juga dapat menjadiangin segar bagi masyarakat Limapuluh Kota dalam pemulihandan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerahMengingatkunjungan wisatawan yang datang keberbagai tempat destinasiunggulan di Lima Puluh Kota yang kian terus meningkatterutama ke Lembah Harau.



Lebih jauh ia menyebutkan selain wisatawankontribusijuga datang dari perantau yang pulang kampung selama momenLebaran. DPRD berharap terjadi lonjakan permintaan hasilUMKM dan Komoditas Pertanian lokalSehingga PemerintahDaerah dan DPRD diharapkan menginisiasi organisasi atauwadah komunikasi yang lebih aktif dengan perantau, agar kontribusi mereka (Perantaubisa terkelola lebih terarah dan berdampak jangka panjang bagi pembangunan daerah.

 

Perlu diinisiasi organisasi atau wadah komunikasi yang lebih aktif dengan perantau, agar kontribusi mereka (Perantaubisa terkelola lebih terarah dan berdampak jangka panjang bagipembangunan daerah,” sebut Doni Ikhlas.



Perlu komitmen bersama untuk berbagi halbaik berupapeningkatan infrastrukturfasilitas umum, SDM serta belumadanya komitmen bersama pemangku kepentingan untukpenegakan hukum untuk Pariwisatasehingga kerja inklusifbelum terwujud yang berdampak pada belum maksimalnyapendapatan pajak dan retribusi,” pungkasnya



Sementara ituBupati Safni dalam sambutannyamenegaskan pentingnya perubahan paradigma pembangunanyang menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektorIa mengajakseluruh elemen masyarakat pemerintahswastaakademisi, dan generasi muda untuk bersama-sama membangun daerah yang bermartabatmaju, dan berkelanjutan.

Transformasi adalah sebuah keharusan. Jika kita tidakberubahmaka kita akan tertinggal,” ujar Safni didepanpimpinan dan anggota DPRD serta puluhan masyarakat yang hadir.

Ia juga menekankan bahwa kemajuan fisik harus dibarengidengan pelestarian nilai-nilai budaya Minangkabau agar identitas lokal tetap menjadi pijakan dalam setiap langkahpembangunan.

Sementara ituBrigjen Pol Jafriedi menyampaikanpandangannya terhadap posisi strategis Limapuluh Kota dalamkonteks pembangunan nasional dan tantangan global. Ia memujitema hari jadi tahun ini, “Bertransformasi Menjadi KabupatenLima Puluh Kota Bangkit”, sebagai ajakan yang relevan untukmenghadapi masa depan.



Transformasi bukan sekadar perubahantetapi keberanianuntuk menjemput masa depanPotensi besar daerah ini harusdimanfaatkan secara bijaksana agar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Jafriedi juga menyoroti berbagai tantangan global sepertikrisis ekonomidepresiasi rupiah, dan potensi meningkatnyaangka pemutusan hubungan kerja (PHK). Untuk ituiamendorong penguatan sumber daya manusiasinergi lintassektorserta pembangunan berbasis potensi lokal sebagaistrategi menghadapi tekanan ekonomi global.

Menurutnyasektor-sektor unggulan seperti pertanian, UMKM, dan pariwisata budaya perlu mendapat perhatian lebihmelalui integrasi budaya dan ekonomi serta kerja sama antardaerah.

Bangkitnya sebuah kabupaten sangat ditentukan oleh kualitas manusianya. Mari jadikan generasi muda sebagai agentransformasi itu sendiri,” ucapnya.

Peringatan hari jadi ke-184 ini diharapkan menjadimomentum penting untuk menegaskan kembali komitmenpembangunan dan memperkuat kepercayaan diri daerah dalambersaing di level regional maupun nasional.



Sedangkan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra, Ahmad Zakri menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Lima Puluh Kota Ke-184. Dia mengingatkan perayaan ini bukanlah hanyasekedar seremonial belakatetapi ada nilai-nilai yang terkandungdi dalamnya.

Mantan Pj Bupati Limapuluh Kota itu menyebut pada moment hari jadi Kabupaten Limapuluh Kota ini perlunyasebuah suatu tindakan dan jiwa besar untuk mengkaji kembalitentang apa-apa yang telah dilakukan dan yang akanakukansebagai antisipasi terhadap masalah yang muncul dimasamendatang.

"Peristiwa peringatan Hari Jadi ini juga sekaligusmengingatkan kitabahwa Pemerintah ini dibentuk untukmelayani Masyarakat dan dengan pemahaman ini tentunya kitaperlu melihat apakah kita sudah sepenuhnya mampu melayanikeinginan dan tuntutan masyarakat itu,"ujarnya.

Dikatakannyasaat ini pemerintah daerah berada pada londisi pembiayaan pembangunan daerah yang dalam kondisitidak baik pada saat ini.Untuk itu kedepannya PemerintahDaerah juga perlu memikirkan langkah strategis untuk menggalipotensi-potensi Guna Peningkatan PAD. 


Saat ini pemerintah dituntut untuk kreatif untukmerencanakan pembangunan dengan prinsip efektif dan efisiennamun juga harus bisa menimbulkan kontribusi atau dampakterhadap masyarakat serta penerimaan keuangan daerah. "Sudahwaktunya Pemerintah Daerah melirik konsep Reinventing Government. Pemerintahan Yang Berwawasan PendapatanDisamping Sebagai Penyelenggara Pelayanan Publik Dan Penyelenggara Pembangunan,"sambungnya.

“Kita Harus Akui, Belum Optimalnya Penggalian PotensiPAD menjadi salah Satu Penyebab Rendahnya IndeksKemandirian Fiskal, dan berdampak kepada PercepatanPembangunan Daearah,” tutupnya.(Ebt)


 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Padang, Sumatera Barat (Sumbar) Junaidi Rison menerima kunjungan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Media Online Indonesia  (MOI) Sumatera Barat (SUMBAR) di kantornya Lantai II jalan Muara no 42 Padang, Kamis 17 April 2025.

Diawal Audiensi Junaidi Rison selaku kalapas menjelaskan bahwa Saat ini Lapas Muaro dihuni oleh 876 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Sekitar 60% merupakan narapidana dengan kasus narkoba, sisanya ada narapidana kejahatan lain.

"Kalau untuk kapasitas, kita Lapas kelas II A Muaro Padang harusnya di isi dengan 400-an WBP saja, faktanya sekarang terisi sebanyak 876 WBP, secara persentase melebihi dan berada di angka 210 %".

Melihat Kepadatan WBP dan lokasi Lapas Muaro Ini yang berada di garis pantai padang dan sangat rawan bencana, Prof. Anul Zufri Selaku Ketua DPW MOI SUMBAR menawarkan kedepannya DPW MOI SUMBAR akan menyuarakan kepada Komisi XIII DPR RI melalui wakil kita yaitu Shadiq Pasadigoe dan H. Arizal Azis Untuk merelokasikan Lapas kita ini, dan Rupanya dalam hal ini kedua senator kita ini sudah turun ke lapangan dan melihat langsung.

lebih lanjut, Junaidi mengungkapkan kompleksitas yang terjadi untuk mewujudkan penjara yang bebas dari peredaran narkotika.

"Usaha kami dalam pemberantasan narkoba di lingkungan Lapas mengalami situasi yang kompleks, namun demikian kami tidak boleh berhenti," kata Junaidi dalam keterangannya pada DPW MOI Sumbar.

Kalapas menjelaskan dalam hal peredaran narkoba di dalam Lapas, salah satu hal yang menjadi krusial adalah keberadaan alat komunikasi berupa handphone di dalam Lapas.

Dengan adanya alat komunikasi itu narapidana masih bisa berkomunikasi dengan orang dari luar, sehingga memungkinkan untuk berhubungan dengan jaringan gelap peredaran narkoba.

"Oleh karenanya kami terus memperketat pengawasan terhadap barang yang akan masuk agar gawai dari luar tidak sampai ke dalam Lapas," jelasnya.

Hanya saja, lanjut Junaidi, modus-modus penyelundupan barang terlarang itu juga terus berkembang setiap waktu dari mereka yang memang berniat tidak baik.

Pelaku melakukan berbagai cara, mencari celah, atau menunggu kelengahan petugas untuk menyelundupkan barang terlarang ke dalam lingkungan Lapas.

Beberapa modus yang pernah digagalkan petugas adalah menyimpan handphone di badan, pakaian dalam, makanan atau minuman, hingga paket kiriman.

"Sejak awal 2025 hingga saat ini kami telah menggagalkan penyelundupan handphone ke dalam Lapas sebanyak puluhan kali dengan berbagai modus," jelasnya.

Handphone temuan hanya bisa ditindak dengan cara penyitaan oleh petugas, tidak bisa ditindak secara hukum layaknya penyalahgunaan narkoba.

Hukuman yang bisa dijatuhkan berupa pemindahan sel bagi narapidana bersangkutan, mengisi buku catatan pelanggaran (register F), kemudian larangan untuk dijenguk keluarga dalam beberapa waktu.

Kalapas menjelaskan modus yang terus berkembang itu kemudian menjadi lebih terbuka jika mengingat posisi Lapas Padang yang bersinggungan langsung dengan pemukiman warga di setiap sisi.

"Pelaku bisa saja menyelundupkan hanphone dengan cara melemparnya dari luar Lapas, dan itu yang terus kami antisipasi secara berkelanjutan setiap hari," jelasnya.

Kalapas Junaidi memaparkan saat ini alat sinar X yang dimiliki oleh Lapas dengan penghuni 876 orang itu rusak, sehingga pemeriksaan dilakukan semi manual mengandalkan ketelitian dari petugas pemeriksaan barang.

"Lapas Padang punya "jammer" yang bisa menghilangkan sinyal, namun jika alat itu digunakan maka akan mempengaruhi sinyal warga yang berada di sekitar area Lapas," jelasnya.

Ia menceritakan sebagai solusi maka pihaknya bergabung dalam Satuan Tugas Bersih Narkoba (BERSINAR) sebagai upaya progresif dalam memberantas peredaran narkoba bersama instansi terkait.

Junaidi mengatakan pihaknya telah mendirikan wartel khusus agar warga binaan bisa berkomunikasi dengan keluarga di luar.

Wartel tersebut memiliki kemampuan untuk menyadap serta merekam setiap riwayat pembicaraan, sehingga jika ada pembahasan terkait narkoba bisa diantisipasi.

"Kehadiran wartel khusus ini kami harapkan juga bisa menekan peredaran serta penyelundupan gawai atau handphone ke dalam Lapas, sebab sarana serta prasarananya sudah disediakan," tutupnya.

Rel

 

PADANG, Lintasmedianews.com

PT Semen Padang kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui Workshop Bisnis Inkubasi Non Semen (BINS) memproduksi dua segmen Shell Kiln raksasa untuk proyek penggantian Shell Kiln di Pabrik Tonasa IV, milik PT Semen Tonasa. Proyek senilai Rp13,2 miliar ini menjadi pengiriman terbesar dan terpanjang dalam sejarah kemitraan kedua perusahaan.

“Seluruh proses produksi Shell Kiln ini dikerjakan secara mandiri oleh tenaga lokal di Workshop kami sendiri. Ini menjadi bukti nyata bahwa anak bangsa mampu menghasilkan produk fabrikasi berskala besar dan kompleks yang mampu bersaing secara nasional,” ujar Direktur Operasi PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, Jumat (11/4/2025).

Pri Gustari menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar proyek, tetapi juga simbol dari daya saing dan nilai tambah yang terus dikembangkan PT Semen Padang di sektor industri non-semen.

Sebagai bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, keterlibatan PT Semen Padang dalam proyek ini memperkuat posisi perusahaan di industri fabrikasi berat. Kepercayaan dari PT Semen Tonasa pun bukan hal baru, karena kerja sama serupa telah terjalin sejak 2009. Namun kali ini, pengiriman yang dilakukan tercatat sebagai yang terbesar dari sisi ukuran dan volume.

“Kami tidak hanya menjadi pelopor industri semen di Asia Tenggara, tapi juga terus memperluas kontribusi ke berbagai sektor strategis melalui inovasi dan ketekunan,” tambahnya.

Kepala BINS PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan bahwa dua segmen Shell Kiln tersebut rampung dalam waktu 65 hari dan siap diberangkatkan melalui Pelabuhan Teluk Bayur.

Win menjelaskan, segmen pertama telah dikirim sebelum Lebaran dengan bobot 62 ton, diameter 5,5 meter, panjang 14,6 meter, dan ketebalan pelat 30 mm. Sementara segmen kedua, yang lebih tebal (35 mm) dan panjang 13,9 meter, akan dikirim akhir pekan ini. Total bobot keduanya mencapai 138,5 ton dan akan diangkut menggunakan armada khusus Multi Axle Truck (MAT) menuju Pelabuhan Teluk Bayur, sebelum diberangkatkan ke Pangkep, Sulawesi Selatan.

“Ini merupakan salah satu proyek strategis kami. Selain fabrikasi, tim BINS juga dipercaya untuk melakukan proses erection langsung di lokasi,” ujar Win. Sekitar 30 tenaga kerja terampil telah disiapkan, dengan target penyelesaian pemasangan selama 22 hari.

Workshop BINS sendiri berdiri sejak 1986 dan awalnya memproduksi alat transportasi industri seperti rubber belt conveyor, screw conveyor, dan pneumatic gravity conveyor. Kini, BINS berkembang menjadi unit unggulan untuk proyek-proyek fabrikasi industri berat, baik di pasar domestik maupun ekspor.

Jejak panjang prestasi Workshop BINS mencakup produksi Shell Kiln untuk PT Semen Baturaja dan Semen Andalas pada era 1990-an, pembuatan cement mill untuk Bangladesh di awal 2000-an, hingga proyek Shell Kiln untuk pabrik kertas Toba Pulp Lestari, Porsea, pada 2019.

Keberhasilan ini menegaskan posisi PT Semen Padang bukan hanya sebagai produsen semen, melainkan juga sebagai kekuatan industri nasional yang terus tumbuh, mandiri, dan membanggakan. (*)

 

Padang, Lintasmedianews.com

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat menggelar Rapat Pleno ke-111 Rabu siang, 16 April 2025 dan Halal bi Halal bersama jajaran DPW Media Online Indonesia Sumbar di Ruang Rapat PW Muhammadiyah, Jalan H. Agus Salim No. 56, Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, rapat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan wilayah dan membahas sejumlah agenda strategis organisasi.

Hal itu dikatakan ketua PW Muhammadiyah  Dr. Bakhtiar, M.Ag saat audiensi dengan DPW Media Online Indonesia Sumbar dibawah ketua Prof. Anul Zufri SH. MH.  Pertemuan tersebut fokus pada silahturahmi dan komunikasi yang positif.

Disisi lain, Ketua DPW MOI Sumbar dalam sambutannya mengatakan, akan memberikan gelar Profesor kehormatan dan Ph.d kepada kader Muhammadiyah. Pemberian gelar tersebut sudah di usulkan oleh ketua MOI ke Presiden Asean Universty International Malaysia. Penghargaan tersebut disambut dengan antusias oleh peserta rapat saat itu. 

Disisi lain ketua PW Muhammadiyah  Dr. Bakhtiar, M.Ag menambahkan Agenda lain mencakup rencana Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPPS BTM Sumbar dan pembahasan konsolidasi organisasi. Pimpinan wilayah menegaskan pentingnya optimalisasi sistem digital SICARA untuk pendataan cabang, ranting, dan amal usaha Muhammadiyah.

Salah satu agenda penting dalam rapat ini adalah penyampaian laporan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Sumbarmu Amal Sinergi yang disampaikan langsung oleh direktur perusahaan. Laporan ini menjadi bahan evaluasi dalam pengelolaan amal usaha Muhammadiyah di bidang ekonomi.

Selain itu, rapat juga membahas persiapan kegiatan Silaturahim Syawal 1446 H yang menjadi agenda rutin tahunan PW Muhammadiyah Sumbar. Acara ini rencananya akan melibatkan seluruh elemen pimpinan dan warga Muhammadiyah di Sumbar.

Dalam suasana yang akrab dan produktif, rapat juga menerima audiensi dari Dewan Pengurus Wilayah DPW Media Online Indonesia. Pertemuan ini bertujuan menjajaki kerja sama di bidang informasi dan publikasi.

Agenda penting lainnya adalah pembahasan konsolidasi pimpinan serta pendataan cabang, ranting, dan amal usaha Muhammadiyah (AUM). PW Muhammadiyah menekankan pentingnya akurasi dan integrasi data melalui sistem digital SICARA, yang ke depan akan menjadi basis informasi organisasi.

Rapat juga menerima laporan rencana pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) oleh KPPS BTM Sumbar. Selain itu, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumbar turut hadir dalam audiensi untuk membahas potensi kerja sama dalam pengembangan pendidikan dan dakwah.

Turut dihadiri oleh jajaran pengurus wilayah, antara lain Ki Jal Atri Tanjung, S.Pd., S.H., M.H. selaku Wakil Ketua yang membidangi Hukum dan HAM, LBH Muhammadiyah, LBH Advokasi Publik, dan LPPK; Drs. Zaitul Ikhlas, M.Si. sebagai Wakil Ketua yang membidangi Kajian Strategis, Kerja Sama, dan LHKP; Prof. Dr. Sobhan Lubis, M.A. sebagai Wakil Ketua yang membidangi Tarjih dan Tabligh; Dr. Murizal, M.Pd. selaku Bendahara; Dra. Marhadi Efendi, M.Si. sebagai Wakil Ketua yang membidangi Lingkungan Hidup, MDMC, dan Wakaf; Drs. Jon Misfar, M.Pd. sebagai Wakil Sekretaris; serta Dr. Syur'aini, M.Pd. sebagai Wakil Ketua yang membidangi Pemberdayaan Perempuan.

Rapat pleno ditutup dengan diskusi terbuka mengenai berbagai hal penting lainnya yang dianggap perlu. Diharapkan, hasil rapat ini dapat menjadi pijakan untuk penguatan program kerja dan konsolidasi internal Muhammadiyah Sumatera Barat ke depan. (REL)

 

Padang Pariaman,-Lintas Media News, com

Pertemuan dengan ratusan mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Padang yang akan melakukan Praktek kerja lapangan (PKL) terpadu di Padang Pariaman, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis paparkan beberapa hal dan point penting terkait dengan upaya menurunkan angka stunting, mengeliminasi TB Paru, dan menangani penyakit tidak menular seperti jantung.

Bupati JKA yang saat itu didampingi Plt. Kepala Dinas Keseharan Dr. Efriyeni, beserta Jajaran, disambut oleh unsur dari Poltekes Kemenkes, Wadir 1 Dr.Gusnedi, S.TP, MPH dan Wadir 2 Dr.Irmawartini, S.Pd, MKM, dan jajaran serta seluruh mahasiwa PKL Terpadu. 

Kemudian JKA lanjut memaparkan bahwa Pemerintah Pusat melalui visi dan misi Presiden, khususnya dalam Misi ASTA CITA dan program Quick Win, telah menetapkan prioritas nasional dalam penguatan pembangunan sumber daya manusia, terutama di bidang kesehatan. 

"Kita fokus utamanya adalah menurunkan angka stunting, mengeliminasi TB Paru, dan menangani penyakit tidak menular seperti jantung" papar JKA saat menjadi narasumber di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Padang pada Rabu, 16/4/25

Di Padang Pariaman lanjut JKA, Kita berkomitmen penuh untuk menurunkan prevalensi stunting. Upaya ini dilakukan melalui Pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk ibu hamil dengan status Kurang Energi Kronis (KEK), Pemberian PMT, vitamin, dan susu F5 bagi anak stunting, dan Penanganan penyakit infeksi seperti TB Paru yang memperburuk kondisi anak. 

Dia menjelaskan langkah yang telah diambil seperti melengkapi fasilitas pemeriksaan TB Paru, melatih tenaga kesehatan untuk penanganan yang lebih efektif, melibatkan berbagai sektor, termasuk swasta.

"Pada tahun 2024, kita berhasil mencatatkan capaian notifikasi kasus TB Paru di atas 100%, walaupun tingkat keberhasilan pengobatan masih perlu ditingkatkan, karena saat ini masih berada di angka 88%" imbuhnya

Terkait Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi dan beban pembiayaan kesehatan terbesar. 

Namun, JKA melihat partisipasi masyarakat dalam skrining dan deteksi dini masih rendah. 

"Oleh karena itu, kita dukung program Quick Win Presiden, melalui cek kesehatan gratis." tuturnya

Terakhir JKA menyambut baik dan apresiasi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Padang atas program PKL adik-adik mahasiswa di Padang Pariaman.

"Kehadiran adik-adik mahasiswa tentu menjadi angin segar bagi pemerintah Padang Pariaman, Kami menyambut baik keterlibatan aktif para calon tenaga kesehatan dalam membantu masyarakat, mengedukasi warga, dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat." 

Diketahui Jumlah mahasiswa Poltekes Kemkes yang akan PKL sebanyak 810 orang mahasiswa, yang tersebar di 83 korong di 14 Nagari di Kec. Batang Anai dan Kec Lubuk Alung. 

Setelah pembekalan hari ini Rabu 16 April ini, para mahasiswa akan melaksanakan PKL akan dimulai dari tanggal 21 April s.d 10 Mei 2025. (rels/ len)

 

Solok Kota . lintasmedianews.com.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kota Solok, Zulferi, SH menegaskan bahwa tidak ada pungutan liar (pungli) dalam bentuk apapun, termasuk iuran lapak dan iuran kebersihan, yang dilakukan oleh petugas pasar di bawah naungan dinasnya.

“Kami ingin meluruskan informasi yang beredar. Segala bentuk pungutan yang dilakukan di Pasar Raya Solok memiliki dasar yang jelas dan resmi, sesuai dengan aturan daerah yang berlaku,” tegas Zulferi dalam keterangannya, Rabu (16/4).

Menurutnya, iuran kebersihan dan retribusi pemakaian tempat berdagang telah diatur dalam Peraturan Daerah Kota Solok Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan telah menjadi ketentuan yang wajib dipatuhi, baik oleh pedagang maupun pengelola pasar.

Ia juga menyampaikan bahwa petugas pasar yang bertugas menarik iuran telah dibekali surat tugas resmi dan menggunakan karcis atau bukti pembayaran yang sah. 

Zulferi menegaskan, proses penarikan retribusi bahkan rutin diawasi oleh pengelola pasar yakni Kepala Bidang Pasar dan pihak terkait lainnya untuk memastikan tidak ada penyimpangan.

Sekitar 100 pedagang kaki lima yang berjualan di lokasi jalan lingkar Pasar Raya Solok dikenakan iuran sebesar Rp2000 dengan rincian iuran pelayanan kebersihan Rp1000 serta iuran retribusi Rp1000. Masing-masing iuran tersebut diberikan karcis kepada pedagang.

Mengenai adanya pungutan sebesar Rp3000, setelah ditelusuri, Zulferi mengkonfirmasi bahwa pungutan tersebut dikenakan bagi pedagang yang menempati dua lapak, rinciannya iuaran retribusi Rp2000 dan uang kebersihan tetap Rp1000.  

Terkait tuduhan adanya pungutan Rp1 juta setiap bulan, Zulferi memastikan bahwa tidak ada pungutan tersebut.

“Tidak ada pungutan liar. Yang ada adalah retribusi resmi, sesuai regulasi. Jika ada oknum yang mengatasnamakan petugas pasar namun melakukan pungutan tanpa karcis resmi, maka itu tindakan ilegal dan akan kami tindak tegas jika terbukti,” jelasnya.

Dinas PKUKM Kota Solok juga mengimbau masyarakat dan pedagang agar tidak segan melapor bila merasa ada kejanggalan atau pungutan yang mencurigakan. Laporan bisa disampaikan langsung ke kantor dinas atau melalui kanal pengaduan resmi Pemko Solok.

“Jika ada laporan soal pungli oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, kami sangat terbuka menerima laporan resmi dari masyarakat atau pedagang. Kami akan tindak lanjuti secara serius,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok, Heppy Dharmawan, SS, M.Si selaku instansi pengelola kanal pengaduan resmi Pemko Solok menyesalkan adanya pemberitaan salah satu media online tanpa konfirmasi atau upaya klarifikasi terlebih dahulu kepada pihak Dinas PKUKM sebagai instansi yang bertanggung jawab atas pengelolaan pasar.

“Kami mengimbau agar media dapat mengedepankan prinsip jurnalistik yang berimbang, dengan mengonfirmasi informasi terlebih dahulu sebelum dipublikasikan, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” kata Heppy Dharmawan.(Karta)

PADANG,Lintas Media News
Sumatera Barat (Sumbar) telah terpilih sebagai salah satu dari enam provinsi di Indonesia yang akan menerima program Sekolah Rakyat, dengan implementasi pertama akan dilaksanakan di Kabupaten Solok.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Wagub Sumbar, Vasko Ruseimy.

"Itu akan kita kejar, kaji betul, kenapa daerah kita itu perlu itu. Jadi kita kejar itu, kita sama-sama bawa ke pemerintah pusat, hal-hal dasarnya," kata Vasko dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Darerah (RKPD) 2026, Kamis (17/4/2025).

Wagub Sumbar menekankan bahwa pengembangan program ini membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit.

"Pembangunan Sekolah Rakyat itu bisa tembus sekian ratus miliar pembangunannya. Mudah-mudahan ada program prioritas lain yang kita kaji, tapi program ini bisa kita seriuskan di situ, agar kita bisa kejar arah pembangunan di sana," jelasnya.

Terpilihnya Sumbar sebagai salah satu dari enam provinsi dari total 38 provinsi di Indonesia yang menerima program ini merupakan pencapaian tersendiri bagi pemerintah provinsi (Pemprov).

Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov Sumbar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya.

*Penguatan Aspek Budaya*

Selain fokus pada program Sekolah Rakyat, Vasko juga menyoroti pentingnya memperkuat identitas budaya lokal dalam sistem pendidikan di Sumbar.

Salah satu langkah konkret yang telah diambil adalah dengan mewajibkan ekstrakurikuler Silek Tradisi di seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) di provinsi tersebut.

"Sedikit tentang Budaya, memang ada hal-hal yang perlu kita perkuat lagi, kita tidak akan lupa mengenai Budaya kita. Pertama, itu sudah kita tes dahulu di Dinas Pendidikan untuk mewajibkan ekstrakurikuler Silek Tradisi yang hampir mengalami penurunan, saya tidak mau sampai punah," tegas Vasko.

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya Minangkabau yang terancam punah di tengah arus modernisasi.

"Silek Tradisi merupakan seni bela diri tradisional khas Minangkabau yang sarat dengan nilai-nilai filosofis," pungkas Vasko. (*)

Sumbar,Lintas Media News
Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas aksi tawuran dan balap liar, narkoba, Pergaulan Bebas dan LGBT di kalangan generasi muda.

Hal ini dibuktikan dengan kehadiran langsung Kapolda Sumbar Irjen Polda Gatot Tri Suryanta dalam acara Sosialisasi Anti Tawuran, Narkoba, Balap Liar, Pergaulan Bebas dan LGBT  yang digelar di Aula Kantor Gubernur Sumbar, pada Rabu (16/4/2025)].

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polda Sumbar terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus upaya preventif untuk menyelamatkan masa depan para remaja dari perilaku negatif yang meresahkan.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengatakan, bawah aksi tawuran dan balap liar sudah jauh berkurang seperti apa yang kita rasakan saat ini.

"Alhamdulillah kita mungkin merasakan semuanya, kemarin kita pada saat itu idul-fitri-1446, maupun selama bulan Ramadan, jauh berkurang Bapak ya? Terasa enggak? Ya? Jauh berkurang, sudah hampir enggak kita temukan ya? Mungkin ada tapi enggak terlalu jauh sekali berkurang," kata Kapolda.

Kapolda Sumbar juga mengatakan, salah satu upaya mengantisipasi tawuran dan balap liar serta permasalahan sosial di wilayahnya dengan mendata langsung ke masyarakat.

"Kami punya personel Bhabinkamtibmas, door to door ke RW, RT, mendata warga yang putus sekolah," ucap Gatot, ketika Sosialisasi Gerakan Anti Tawuran, Narkoba, Balap Liar, Pergaulan Bebas dan LGBT, di Padang, Rabu, (16/4/2025

Ia menjelaskan, berdasarkan pendataan tersebut diketahui banyak anak-anak yang putus sekolah, SD, SMP, dan SMA. 

"yang tidak sekolah, SD itu ada 819, kemudian untuk SMP itu ada 1039, kemudian yang SMA itu 1485," 
Nah, dari data ini,  kami ingin solusinya itu tepat sasaran," ucap Kapolda.

Ia menyebutkan, Polda Sumbar mempunyai komitmen yang kuat menciptakan wilayah hukumnya bebas tawuran dan balap liar. 

"Jalau yang SMA, SMK kan menjadi tanggung jawab dari pemerintah provinsi, dan yang SD, SMP menjadi tanggung jawab pemerintah kota," bebernya . 

Ia menerangkan, mayoritas anak putus sekolah berasal dari keluarga yang kurang mampu. Mereka tidak sekolah karena tidak mempunyai handphone pada masa Covid-19.

"Dari yang tidak sekolah, akhirnya bablas sampai tidak mau sekolah," sebut Kapolda. 

Kapolda Sumbar mengkhawatirkan anak anak yang putus sekolah ini terjerembab pada pergaulan yang salah, seperti pengaruh narkoba, LGBT, judi, dan sebagainya. 

"Dari tahanan Polda Sumbar dan jajaran, kurang lebih sekarang ada 800 orang. Mungkin 500 orang itu hampir rata-rata narkoba," sebutnya. 

Kapolda Sumbar menyebutkan keterlibatan semua pemangku kebijakan sangat diharapkan dalam menciptakan Kamtibmas yang kondusif.

Kapolda Sumbar juga ingin punya semangat yang besar untuk membangun Sumatera Barat. 

"Kami ingin bersama-sama punya semangat yang besar untuk membangun Sumatera Barat, khususnya mengeluarkan masalah-masalah yang anak-anak ini keluar dari yang muda jadi anak yang berprestasi hebat menjadi pemimpin bangsa Indonesia," tutup Kapolda Sumbar.(*)


Padang,Lintas Media News
Ketua Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang Yuliadi Chandra memberikan apresiasi atas kinerja Wali Kota Padang Fadly Amran, karena menjelang dua bulan dengan sembilan program unggulan hampir berjalan mulus dan sukses jaya.

"Kita juga mendorong semua pihak baik di ranah maupun perantau untuk saling mensukseskan program Pemko Padang," ujar Yuliadi Chandra di ruang kerjanya di Padang. Rabu (16/4/ 2025).

Menurut Yuliadi Chandra akrab disapa Chandra, Dengan salah satu prinsip membumi dan mengakar, PJKIP Kota Padang berkomitmen untuk terus menjaga integritas, keterbukaan, transparan sekaligus mendorong daya saing dan investasi di Kota Padang. 

Di bawah kepemimpinan Fadly Amran, Pemko Padang berhasil mensosialisasikan program kepada masyarakat di ranah dan rantau pun familiar dengan Progul diusung.

"Ada 9 Progul untuk membawa kejayaan Kota Padang yaitu 
Padang Amanah, Padang Juara, Smart Surau, Sinergi Nagari, Padang Melayani, Padang Rancak, Padang Sigap, UMKM Naik Kelas dan Jelajah Padang,” ujar Chandra 

Lanjut Chandra, pihaknya mendorong keterbukaan informasi publik ini membumi di Kota Padang, karena peran jurnalis sangatlah urgen dalam ruang publik ini.

"Kita teman- tema  para jurnalis pun ikut memantau dan mengawasi jalannya pemerintahan dan pembangunan Kota Padang," ujarnya.(*)

 

PADANG, LINTASMEDIANEWS.COM

Program pemberdayaan perempuan melalui budidaya jamur tiram di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, terus menunjukkan hasil positif. Diinisiasi oleh Sekolah Perempuan bersama Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Forum Nagari Baringin sejak akhir 2024, program ini kini mampu memanen jamur setiap hari dengan hasil mencapai 2 hingga 7 kilogram.

Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk PT Semen Padang yang turut berkontribusi pada tahap awal pengembangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas bantuannya. Sekarang, kami bisa panen setiap hari. Jamur tiram dijual Rp25 ribu per kilogram dan hasilnya sangat membantu ekonomi rumah tangga,” ungkap Pengelola UEP Jamur Tiram Sekolah Perempuan, Tin Suarni, Selasa (15/4).

Tin menjelaskan, awalnya mereka hanya membeli 1.000 media tanam atau backlog. Kini, mereka telah mampu memproduksi sendiri dan mengelola hingga 3.000 backlog. “Kami juga mendapat bantuan oven, pondok budidaya, dan peralatan pendukung lainnya dari PT Semen Padang melalui Forum Nagari Baringin,” tambahnya.

Bendahara Forum Nagari Kelurahan Baringin, Refmaida, menyebut budidaya ini lahir dari kebutuhan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga, terutama perempuan. “Permintaan jamur terus meningkat, tidak hanya dari Kelurahan Baringin tetapi juga dari daerah lain. Kami tengah mengembangkan budidaya di lokasi lain agar manfaatnya semakin meluas,” katanya.

Dukungan PT Semen Padang yang merupakan bagian dari SIG terhadap budidaya jamur tiram ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

“Sebagai perusahaan yang beroperasi di tengah masyarakat, kami berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah operasional kami,” ujar Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z Lubis.

Ia menambahkan, dukungan kepada Sekolah Perempuan dan Forum Nagari Baringin menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan. “Kami bangga melihat hasilnya yang kini tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga menumbuhkan semangat wirausaha di masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iskandar menerangkan bahwa program ini juga sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, khususnya poin ke-5, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. “Melalui pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi lokal, program ini mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera, sebagaimana diamanatkan dalam Asta Cita,” pungkasnya.

 


Solok Selatan, Lintasmedianews.com

Tim gabungan Satreskrim Polres Solok Selatan bersama Polsek Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) menggerebek lokasi tambang emas tanpa izin (illegal mining) sistem manual di kawasan Bukit Bulat, Jorong Sungai Ipuh, Nagari Persiapan Balun Pakan Rabaa Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh. Selasa (15/04/2025)

Kegiatan operasi yang dipimpin langsung oleh Kanit Tipiter IPDA Henki Saputra dan Kapolsek KPGD IPTU Taufik Indra, S.H., M.H. yang juga turut melibatkan sembilan personel Satreskrim, enam personel Polsek, dan satu anggota Unit Intel Kodim 0309/Solok, Serda Ali Akbar.

Kapolres Solok Selatan AKBP M.Faisal Perdana, S.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Hilmi Manossoh Prayugo, S.I.K., M.H membenarkan penangkapan tersebut.

"Benar pada hari selasa tanggal 15 april 2025 kami telah berhasil mengamankan 10 orang terduga pelaku penambangan emas sistem manual pada dua lokasi berbeda." Ucapnya.

Dengan berjalan kaki tim gabungan  menembus medan perbukitan sejauh 3-4 kilometer dari jalan raya Muara Labuh–Padang untuk mencapai lokasi tambang ilegal dengan durasi waktu sekitar 4 jam.

"Setelah melakukan perjalanan sekitar 4 jam, tim gabungan berhasil tiba dilokasi. Saat tiba dilokasi kami mendapati aktivitas penambangan sedang berlangsung dan tim langsung bergerak cepat mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti." Tambahnya.

Dalam penggerebekan tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan 10 orang terduga pelaku pekerja tambang dari dua lokasi berbeda. Yakni dari lokasi milik SN dan AS masing masing sebanyak 5 orang. Dan juga turut menyita sejumlah barang bukti, antara lain 2 unit hammer, 2 unit blower serta 4 karung berisi material diduga mengandung emas.

"Saat ini terduga pelaku berserta barang bukti kami amankan di Polres Solok Selatan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dan untuk terduga pelaku kami jerat dengan UU RI No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara UU RI No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan UU RI No. 9 Tahun 2008 tentang Penggunaan Bahan Kimia dengan Ancaman hukuman penjara hingga 5 tahun dan denda maksimal Rp100 miliar." Bebernya 

Tim gabungan juga melakukan penutupan lubang tambang, memasang garis polisi (police line), dan menempelkan spanduk imbauan berisi larangan keras melakukan aktivitas tambang ilegal serta penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida.

Penindakan ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam memerangi tambang ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan masyarakat.

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.