Ketua DPRD Fokus pada Banjir dan Ekonomi Lokal
PARIWARA
Ketua DPRD Kota Padang, Ustaz H. Muharlion, S.Pd., menggelar masa reses di Masjid Al-Manar, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Senin (5/1/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh Sekcam Koto Tangah, Lurah Dadok Tunggul Hitam, Wakil Ketua LPM, jajaran Ketua RW/RT, serta tokoh masyarakat.
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah usulan krusial:
Penanggulangan Banjir: Normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase.
Infrastruktur: Betonisasi jalan lingkungan.
Pemberdayaan Ekonomi: Bantuan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT).
Menanggapi hal itu, Muharlion menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut. "Semua usulan kita data dan pilah. Untuk program mendesak, kami segera berkoordinasi dengan Pemkot Padang agar segera ditindaklanjuti," ujar mantan Ketua DPD PKS Kota Padang tersebut.
Mastilizal Aye Soroti Pemulihan Pascabanjir Bandang
Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, juga menjemput aspirasi warga di Kelurahan Tabing Banda Gadang (TBG), meliputi wilayah Gurun Laweh, Kampung Lapai, dan Kampung Olo pada Selasa (6/1/2026).
Warga yang hadir mengungkapkan kekhawatiran mereka pascabanjir bandang 27 November 2025. Mereka meminta pengerukan sedimen lumpur di aliran sungai serta perbaikan drainase.
"Insya Allah, keinginan warga terus kami koordinasikan dengan pihak terkait agar pemukiman tidak lagi terendam saat hujan deras," tegas Aye. Ia juga mengimbau kelompok Majelis Taklim Indonesia (MTI) yang mengusulkan bantuan untuk segera menyerahkan proposal agar dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2026.
Jupri Kawal Pembangunan Fasum di Kampung Jua
Sedangkan Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Jupri, S.AP., melaksanakan reses di Masjid Al-Kaffah, Kelurahan Kampung Jua, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), Minggu (4/1/2026).
Aspirasi yang berkembang meliputi:
Pembangunan fasilitas umum (jalan dan drainase).
Dukungan UMKM.
Bantuan kelengkapan alat rebana serta dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) untuk Masjid Al-Kaffah.
Begitu juga pertemuan Anggota Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, dengan masyarakat pada reses masa sidang II tahun 2026 di Banang Cafe, Siteba. Pertemuan ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, khususnya terkait penanganan dampak bencana alam.
Dalam kesempatan tersebut, Osman Ayub menyoroti nasib warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang yang melanda sejak November 2025. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah memprioritaskan bantuan bagi warga yang rumahnya hanyut terbawa arus.
"Saat ini kita tengah berupaya merelokasi warga yang berada di zona rawan bencana. Pemerintah Kota (Pemko) Padang berkomitmen untuk menghadirkan hunian yang layak dan aman bagi para korban," ujar Osman.
Desak BWS Sumatera V Lakukan Normalisasi
Selain masalah hunian, Osman juga menyoroti kondisi sungai yang kian dangkal akibat tumpukan material pascabanjir. Ia mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V untuk segera melakukan tindakan nyata di lapangan.
Menurutnya, sedimentasi berupa pasir dan lumpur di dasar sungai saat ini diperkirakan telah mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter. Kondisi ini sangat berisiko memicu banjir susulan karena kapasitas tampung sungai yang mengecil.
"Kami dari DPRD Kota Padang meminta BWS Sumatera V segera melakukan pengangkatan sedimen tersebut. Normalisasi ini sangat mendesak demi mencegah banjir kembali meluap saat intensitas hujan tinggi," tegasnya menutup pembicaraan. (Adv)






.jpeg)
