Kota Solok Lintasmedianews.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solok memanfaatkan program ‘Nabuang Sarok’ atau menabung sampah yang diluncurkan PT. Semen Padang. Nabuang sarok tersebut, beragam jenis sampah kini lebih memiliki nilai ekonomi.

Kerjasama Nabuang Sarok antara PT. Semen Padang dengan Kota Solok sudah terjalin sejak tahun 2022 lalu. Kerjasama ini berdampak besar dalam pengurangan jumlah sampah yang masuk ke TPA. Waktu itu, Kota Solok menjadi derah pertama yang menjalin kerjasam Nabuang Sarok.

Setelah 2 tahun, kerjasama tersebut terus berjalan. Bahkan, secara berkala Dinas Lingkungan Hidup Kota Solok mengantarkan sampah ke Semen Padang. Setiap kilogram sampah akan bernilai poin, nantinya bisa ditukarkan dengan berbagai barang.

Awal Februari 2024, DLH Kota Solok kembali mengirim 1,18 ton sampah plastik menggunakan mobil kompektor. Sampah tersebut diantarkan Sub Koordinator Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Sampah, Forget Siswanto bersama staf, Kamis (1/2).

“Nabuang Sarok ini konsepnya, setiap 1 kilogram sampah plastik yang ditabungkan, dihitung menjadi 10 poin. Nantinya poin tersebut dapat ditukarkan dengan hadiah menarik,” jelas Forget saat mengantarkan sampah.

Jenis sampah yang dapat disetorkan meliputi sampah plastik, kayu, kertas, hingga minyak jelantah. Sampah-sampah itu nantinya akan diproses menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara di pabrik PT. Semen Padang.

Sejak digulirkan tahun 2022 lalu, Forget mengakui, Program Nabuang Sarok cukup berdampak dalam pengurangan masalah sampah di Kota Solok. Kerjasama tersebut sangat menuntungkan bagi lingkungan, sosial dan ekonomi.

DLH Kota Solok mencatat, rata-rata produksi sampah di Kota Solok setiap harinya mencapai 55,34 ton. Sebanyak 81% timbulan sampah diangkut ke TPA Regional Ampang Kualo dan komposisi sampah organik ± 56%.

Selain melalaui Nabuang Sarok, DLH Kota Solok juga mengupayakan berbagai program dalam penanganan sampah. Mulai dari pengembangan budidaya maggot hingga produksi pupuk organik. (T/K).
 
Top