Padang,Lintas Media News
PT Pertamina meluncurkan Breezon, generasi baru refrigeran, produk kilangnya sendiri yang non CFC di Padang, Senin (18/12/2023). Produk ini diklaim sebagai bagian dari upaya menyelamatkan bumi dan mewujudkan net zero emission pada 2060.  
Peluncuran Breezon dilaksanakan dalam kegiatan bertajuk "Breezon Goes to Sumbar, Seremoni Apresiasi Kick Off Breezonisasi untuk pemda yang lebih hijau dan Ramah Lingkungan" di salah satu hotel berbintang di Padang oleh VP Downstream Research and Technologi Innovation, Ismal Gamar. 
Ismal dalam sambutannya mengatakan, Breezon adalah produk Pertamina yang ramah lingkungan. Produk ini hadir atas upaya perusahaaan plat merah ini untuk terus berinovasi melahirkan produk unggulan dan bermanfaat bagi masyarakat. Sekaligus langkah nyata menghadapi tantangan transisi energi untuk  mewujudkan net zero emission  pada 2060 mendatang.
Breezon hadir sebagai pengganti refrigeran sintetik untuk mesin pendingin AC yang saat ini ada, seperti R-32  hingga jenis R-410a dan R-22. "Refrigeran tersebut, 100 persen impor. Sedangkan Breezon, produk refrigeran natural berbahan dasar propylene yang saat ini diproduksi kilang-kilang Pertamina yang ada di Plaju, tambahan Kilang Cilacap dan Kilang  RU6 Balongan. Produk ini 100 persen produksi dalam negeri, sehingga dengan menggunakan Breezon ini, maka uang yang biasa kita gunakan mengimpor refrigeran, maka dapat digunakan di internal Pertamina sendiri," jelasnya.
Breezon merupakan produksi sendiri Pertamina yang hadir dengan kolaborasi bagian riset yang ada di holding dan juga kilang-kilang milik perusahaan itu. Juga PT.  Patra Niaga, sub holding PT Pertamina yang melaksanakan komersialisasi dan distribusi produk tersebut. 
Ismal juga berterima kasih ke Pemprov Sumatra Barat yang menyambut baik kehadiran Breezon dan sudah diujicobakan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatra Barat. "Terima kasih kepada Pemprov Sumbar dan Dinas Lingkungan Hidup yang menjadi titik awal akselerasi Breezon di luar Pertamina Grup," ujarnya. 
Penggunaan Breezon pada mesin pendingin ruangan berdasarkan ujicoba di DLH Sumbar dan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Bandara Internasional Minangkabau berhasil menghemat penggunaan listrik AC hingga 30 persen. "Penghematan listrik AC bisa mencapai 30 persen per bulan atau sekitar Rp3 juta per bulan atau jika diakumulasikan per tahun sekitar Rp36 juta," rincinya.
Melihat manfaatnya yang begitu besar, PT Pertamina secara masif memasarkan produk dengan tagline "Hemat Energi, Hijaunya Bumi" itu, karena produk ini dapat digunakan di kantor-kantor pemerintah, perhotelan, dan lainnya.
Ismal juga mengatakan, penggunaan refrigeran tabung 3kg sebelumnya hanya dapat mengisi 3 unit AC, sedangkan penggunaan Breezon dengan berat yang sama bisa digunakan untuk lima unit AC ukuran 2 PK. 

Pro rakyat
Gubernur Sumatra Barat, H. Mahyeldi Ansharullah yang hadir di acara itu menyambut baik peluncuran Breezon yang ramah lingkungan. "Saya kira, produk pro rakyat seperti ini kita sangat mendukung," katanya. 
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat hingga saat ini sebut gubernur, terus memaksimalkan implementasi penggunaan atau penerapan energi baru terbarukan (EBT) di berbagai sektor hingga 2025. Setidaknya untuk mendukung itu, Sumbar telah menyiapkan sejumlah regulasi, salah satunya dengan melahirkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 11 Tahun 2019 tentang Rencana Umum Energi Daerah Tahun 2019 - 2050 dan untuk hal tersebut telah meraih sejumlah penghargaan.
Makanya, Pemprov Sumbar lanjutnya menyambut baik kehadiran produk yang aman,  ramah lingkungan dan hemat energi tersebut. "Semoga kehadiran produk Breezon ini bisa menjadi solusi tidak hanya bagi kelestarian lingkungan tapi juga dapat mengefesiensi konsumsi masyarakat," pungkasnya.
Pada kesempatan itu, PT Pertamina berkesempatan memberikan penghargaan kepada gubernur dan Kepala DLH Sumbar serta sejumlah mitra lainnya. (***)
 
Top