June 2023

50Kota Aceh Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam AROSUKA Bali Balikpapan Bank Nagari Bantaeng Batang anai Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukittinggi Dewan Pers Dharmasraya DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR Dumai FJPI Sumbar HPN 2022 Jakarta Jawa Barat Jeneponto Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Kayu Agung Kepulauan Meranti Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk Linggau Mentawai Meranti Miranti Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Painan Pariaman Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Pauh kamba Payakumbuh PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Selatan Pessel PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang PWI PWI Sumbar Redaksi Redaksi 2 Riau samarinda Sawahlunto Selat panjang Semen Padang Semen Padang.. Sijunjung SMSI Solok Solok Selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel sungai sarik TANAH DATAR Tanahdatar Tangerang TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok


PADANG,Lintas Media News
Pelopor makanan khas Jepang HokBen membuka gerai Stand Alone pertama di Kota Padang yang melayani pembelian lantatur (layanan tanpa turun) yang diresmikan pada Jumat (30/6).


Direktur Operasional PT Eka Bogainti (HokBen) Sugiri Willim seusai peresmian di Padang, Jumat mengatakan gerai ini merupakan ketiga di Sumatera Barat setelah di gerai di Transmart dan Kota Bukittinggi .

Gerai kali ini berbeda dengan gerai sebelumnya, HokBen Bagindo Aziz Chan hadir dengan menawarkan berbagai layanan, mulai dari layanan makan di tempat (dine in), layanan pesan dibawa pulang atau (take away), layanan pesan antar (delivery).

Selain itu layanan pesan dari kendaraan (drive thru) serta dilengkapi dengan ruang pesta, musala serta area parkir yang luas di daerah jantung Kota Padang.

"Kami berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan produk makanan bergaya khas Jepang yang lezat, berkualitas dan halal di lebih banyak kota di Indonesia. HokBen berharap masyarakat dapat dengan mudah menjangkau gerai HokBen," kata dia.

Ia menambahkan bangunan di Padang ini khusus mengambil tema berbentuk Rumah Gadang pada desain interior HokBen Bagindo Aziz Chan memiliki kapasitas sebanyak 140 kursi. 

"Gerai yang terdiri dari dua lantai tersebut memiliki party room yang dapat digunakan oleh para pelanggan untuk merayakan perayaan seperti pesta ulang tahun, arisan, acara keluarga atau bahkan rapat kantor," kata dia.

"Tahun ini HokBen memasuki usia 38 tahun, di usia 38 tahun kami bahagia dapat menyatukan rasa
seluruh pelanggan setia di 365 gerai HokBen yang tersebar di 77 kota di Indonesia," kata dia

Ia mengatakan dengan pilihan menu yang beragam, menjadikan HokBen sebagai restoran favorit yang bisa menyatukan rasa para pelanggan walaupun memiliki pilihan menu yang berbeda. 

"Sesuai dengan visi kami membawa kebaikan untuk memelihara kehidupan masyarakat dengan menciptakan dan menyediakan makanan yang berintegritas, kami sadar bahwa masyarakat Indonesia selektif dan hati-hati dalam memilih makanan untuk dikonsumsi, salah satunya adalah makanan yang halal," ujarnya.

Peresmian gerai HokBen di Jalan Bagindo Aziz Chan tersebut dilakukan oleh Wali Kota Padang Hendri Septa.

Wali Kota Padang Hendri Septa mengucapkan terima kasih karena investasi di kota ini semakin berkembang dan kali ini Hokben berdiri di tanah premium di Kota Padang.

"Ini tentu menambah valeu Kota Padang dan semoga ini berdampak pada pendapatan daerah kota ini. Ini juga menunjukan pertumbuhan di kota ini terus berjalan dan jika tol Padang Pariaman -Pekanbaru selesai tentu perekonomian daerah akan semakin tumbuh," kata dia.(***)


PADANG,Lintas Media News
 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat laksanakan pemotongan sapi kurban pagi ini, Jumat (30/6). Prosesi pemotongan dilaksanakan di halaman kantor PWI Sumbar, Jalan Bagindo Azis Chan, Padang.

Prosesi pemotongan disaksikan Ketua PWI Sumbar, Basril Basyar, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sawir Pribadi, Wakil Ketua Bidang Kesra, Widya Navies, Bendahara Jayusdi Effendi dan pengurus lainnya.

Sapi kurban yang disembelih sebanyak 4 ekor. Selain berasal dari PWI dan Ikatan Keluarga Wartawan  Indonesia (IKWI) juga ada sumbangan dari PT Semen Padang, Bank Nagari dan Kapolda Sumbar.
Hadir pula Ketua IKWI Sumbar, Hj.Iva Tureyza Idroes beserta sejumlah pengurus IKWI Sumbar lainnya. (*)

Painan,Lintas Media News
PROGRAM Indonesia Pintar (PIP)  adalah program bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berupa uang tunai, untuk perluasan akses, dan kesempatan belajar dari pemerintah untuk peserta didik yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin.

Diketahui program ini disalurkan melalui dua jalur yakni, jalur regular yang diusulkan oleh Disdik Kab/Kota atau Provinsi, dan jalur pemangku kepentingan (termasuk aspirasi anggota Komisi X DPR RI sebagai mitra kerja Kementerian Pendidikan). Untuk jalur reguler menyasar siswa pemengang kartu PKH, sedangkan.jalur aspirasi itu menyasar peserta didik diluar PKH, termasuk peserta didik PKH yang belum tercover di jalur regular, ungkap Lisda Hendrajoni kepada media ini menyikapi kisruh penyaluran PIP di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pasca diterbitkannya Surat Edaran (SE) tentang PIP di daerah tersebut oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

Penerima beasiswa tersebut merupakan masyarakat pra sejahtera yang belum tersentuh program keluarga Harapan (PKH) maupun yang belum pernah mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) ataupun PIP regular dari pendataan melalui Dinas Pendidikan

"Mamang, tiga tahun terakhir ini kita tidak pernah dapat. Begitupun tahun-tahun sebelumnya juga tidak pernah dapat. Karena orang Pesisir Selatan yang menjadi Anggota DPR RI di Komisi X baru saya", ujar Lisda Hendrajoni.

Dijelaskannya lagi, Anggota DPR RI yang ada di Komisi X telah diberi mandat oleh Kemendikbudristek untuk dapat melakukan penyerapan PIP ini, dan masing-masing anggota (untuk seluruh provinsi di Indonesia) diberikan quota 48.000.

"Jadi tidak benar adanya jika usulan anggota DPR RI dari Komisi X, adalah usulan akal-akalan alias tidak resmi dari Kemendikbudristek. Karena hal dapat dibuktikan dengan adanya surat pemberitahuan resmi untuk anggota Komisi X dan SK yang bisa diakses langsung", tegas Lisda.

Untuk Sumatera Barat, kata Lisda lagi baru menghabiskan separuh total quota yang diberikan yaitu 15.000-an siswa yang telah diusulkan untuk menerima PIP Tahap I Pessel 8790, Tanah Datar 303, Sijunjung 714, Mentawai 1.325, Solok Selatan 202, Darmasraya 711, Padang 1.141, Padang Panjang 905, Sawah Lunto 275 Kota Solok 214. Dan Dapil 2 sebanyak 446.

"Dan masih ada sisa quota yang bisa kita usulkan untuk Tahap 2. Pengusulan dilakukan melalui aplikasi yang diluncurkan oleh Kemendikbud yaitu SiPintar. Dan kepada masing-masing pihak (pihak regular maupun pihak pemangku kepentingan komisi X) diberi akses penuh oleh Kemendikbud dengan jangka waktu tertentu untuk mengusulkan calon penerima", jelasnya.

Jadi, Ini bukan masalah politik, melainkan bagaimana PIP tersebut dapat diserap oleh masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Pesisir Selatan khususnya, dan Sumbar umumnya, pungkas Lisda.

Disisi lain (seperti dikutip dari antara) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan Salim Muhaimin menegaskan, SE tentang PIP ini adalah untuk menjawab klaim sekelompok orang yang mengaku mengurus bantuan tersebut. 

"Tidak demikian adanya. PIP itu ada sistem dan alurnya. Karena itu kami terbitkan SE agar tidak ada politisasi dan klaim sepihak," tegasnya di Painan.

Ia juga menegaskan hingga kini pihaknya belum menerima surat resmi dari pihak Kemendikbudristek maupun Kementerian Sosial terkait adanya penambahan kuota PIP untuk Pesisir Selatan.

Informasi penambahan yang beredar baru hanya sebatas klaim dari pihak tertentu, namun tidak disertai dengan surat resmi dan besaran jumlah kuota yang ditambah untuk tahun ini.

Ira Yusfi, dari Mitrakom Kemendikbud Komisi X DPR RI mengatakan, SE yang diterbitkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Selatan, terkait klarifikasi bantuan PIP, akan berdampak kepada aktivasi 440 siswa di daerah tersebut. Karena 440 siswa tersebut terancam batal menerima PIP lantaran sekolah dari para siswa tersebut, enggan mengaktivasi rekening PIP milik siswanya.

“Berdasarkan SK Kementerian, batas waktu aktivasi adalah 30 Juni 2023, ternyata ada data siswa kelas berjalan di Pesisir Selatan, yang belum diaktivasi sebanyak 440 siswa oleh pihak sekolah. Saat kami klarifikasi, pihak sekolah menyebut mendapatkan surat edaran dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan,” ungkap Ira Yusfi lagi.

Dijelaskannya, data sebanyak 440 tersebut saat ini sedang di proses kembali, agar dapat disetujui karena adanya miss komunikasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pessir Selatan terkait klarifikasi dana PIP sehingga pihak sekolah menjadi ragu.

“Untuk menindak lanjuti hal ini, Senin (26/6/23) perwakilan kami sudah langsung bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Selatan, untuk segera melakukan aktivasi, berhubung memasuki masa libur dan cuti bersama lebaran Idul Adha, dan disepakati akan segera ditindak lanjuti. Kita juga meminta Kemendikbud untuk memperpanjang masa aktivasi lantaran adanya libur Lebaran dan curi bersama ini,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Pesisir Selatan, Asril Dt. Putih menyebut Kadis Pendidikan Pessel tidak mengerti dengan PIP dan tidak faham dengan sistem pemangku kepentingan.

“Di zaman serba canggih ini, seorang Kepala Dinas berkilah tidak tahu SK Menteri, itu rasanya sangatlah aneh. Bagaimana Pessel Bisa maju jika pejabat yang mengatur sistem pendidikannya saja tak paham sistem kerja pemangku kepentingan Komisi X DPR RI", sampai Asril melalui Chat WA nya.

Ia menambahkan dalam surat yang dikeluarkan oleh Kapuslap Kemendikbud tersebut jelas, bahwa SK yang diterbitkan adalah usulan Pemangku Kepentingan Anggota Komisi X DPR RI.

“SE Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut terkesan tidak menghargai perjuangan dari Anggota DPR RI kita di Pusat. Harusnya Kadis berterima kasih, bukan malah mempersulit,” pungakasnya.(*)

Padang,Lintas Media News
Komandan Lanud Sutan Sjharir Kolonel Nav Saeful Rakhmat beserta keluarga dan warga masyarakat sekitar melaksanakan sholat Idul Adha 1444 H/2023 M berjamaah bertempat di Apron Disops Lanud Sutan Sjahrir, Padang. Kamis, (29/6/2023).

Danlanud Sut dalam sambutannya mengatakan Idul Qurban merupakan refleksi peristiwa penting dalam perjalanan hidup Nabi Ibrahim AS yang rela berkorban demi kepatuhannnya kepada  Allah SWT Sang Maha Pencipta. Nabi Ibrahim AS sampai rela mengorbankan puteranya Nabi Ismail AS yang sangat disayanginya.   Perintah wahyu yang diterima melalui mimpi yang berturut-turut sampai tiga kali  itu sungguh sangat berat. Namun dengan keteguhan iman dan taqwa yang dimiliki perintah itu tetap dijalankan.

Tidak lupa Danlanud menghaturkan ucapan terimakasih kepada Buya Amri Amir, L.c., M.H. yang berkenan hadir untuk menjadi Imam sekaligus khatib pada solat Idul Adha 1444 H berjamaah ini. 
Lebih lanjut Danlanud Menyampaikan, "kepada panitia dan semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan ibadah ini bisa terlaksana dengan baik, saya juga ucapkan terimakasih. Semoga saudara-saudara dapat melaksanakan sholat Idul Adha ini dengan khusyuk dan khidmat, sehingga  benar-benar dapat menjadi orang yang bertaqwa." Ujarnya Danlanud.

Adapun khotbah yang disampaikan Buya Amri Amir, L.c. M.H., adalah tentang hukum menjual daging qurban, ataupun kulit dari hewan yang telah diqurbankan. Makna dari qurban itu sendiri merupakan persembahan untuk Allah SWT. Sehingga tidak pantas jika pihak yang telah niat berqurban mencari keuntungan dari hewan yang sudah dipersembahkan tersebut. Rosulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang menjual kulit hewan qurbannya maka qurbannya tidak diterima.” maka jelaslah hukumnya jika seseorang yang sudah berkurban tidak boleh menjual daging hingga kulit dari hewan yang telah dikurbankan.

Usai pelaksanaan Salat Id, personel Lanud SUT melaksanakan penyembelihan hewan qurban di Lanud Sutan Sjahrir. Sebanyak 4 ekor sapi dan 9 ekor Kambing yang akan diqurbankan. Antusias para warga pun sangat tinggi untuk menyaksikan proses penyembelihan hewan qurban tersebut.(rel)

Padang,Lintas Media News
Pengurus PWI Sumbar tahun ini akan melakukan pemotongan empat ekor sapi qurban. Pemotongan dilaksanakan di halaman kantor PWI Sumbar Jl.Bagindo Azis Khan No.8 A Padang., Jumat (29/6)

Ke-empat sapi qurban yang akan dipotong berasal dari Kapolda Sumbar, Direktur Utama Bank Nagari ( BPD) dan PT Semen Padang. Satu ekor  dari Pengurus PWI dan IKWI Sumbar.

Menurut Ketua PWI Sumbar Dr Basril Basyar,  pemotongan hewan qurban selalu dilaksanakan setiap tahun pada hari raya Idul Adha.

Pemotongan hewan qurban adalah bentuk ketaatan pengurus dan para anggota PWI seperti yang diajarkan dalam agama Islam. Seperti kita ketahui bahwa ajaran berqurban telah dicontohkan nabi Ibrahim ketika tiba perintah Allah SWT untuk menyembelih anaknya sebagai bentuk kepatuhan terhadap Allah SWT.

Semangat berqurban sebenarnya adalah bentuk kepedulian umat Islam terhadap sesama umat dan saudara yang  kurang mampu. Disisi lain keikhlasan berqurban juga membuang sifat ego dan mau menang sendiri.

Pemotongan hewan qurban akan disaksikan Walikota Padang Hendri Septa, Dirut Bank Nagari Muhammad Irsyad dan Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Dwi Sulistyawan.

Daging qurban akan dibagikan kepada anggota PWI Sumbar dan masyarakat sekeliling yang membutuhkannya. Beberapa warga RT dan RW yang berada di lingkungan kantor PWI Sumbar. Mereka akan menerima daging qurban ini. (*)

MERANTI,aLintas Media News
Polres Kepulauan Meranti Polda Riau, Kamis (29/6/2023) pagi, menurunkan ratusan personel untuk mengamankan jalannya pelaksanaan salat Idul Adha 1444 Hijriyah.

Pelaksanaan pengamanan salat Idul Adha tahun ini dipimpin Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti Kompol Yudi Setiawan SH MH.

"Pengamanan ini kita lakukan untuk menjaga situasi kamtibmas. Sehingga, masyarakat yang melaksanakan ibadah salat Idul Adha tahun ini merasa aman dan nyaman," ungkap Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Andi Yul LTG SH SIk MH.

Tidak hanya itu, sebutnya, pengamanan salat Idul Adha juga dilaksanakan oleh Polsek jajarannya di wilayah hukumnya masing-masing.

"Jadi, seluruh Polsek juga melakukan pengamanan. Tentunya ini sebagai salah satu bentuk kehadiran Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, seperti pada pelaksanaan salat Ied Adha di tahun ini," tuturnya.

Adapun pengamanan pelaksanaan salat Idul Adha 1444 Hijriyah tahun 2023 oleh Polres berlangsung di halaman kantor Bupati, 31masjid dan 1 mushola yang tersebar di kabupaten Kepulauan Meranti.

Rinciannya, untuk wilayah hukum Polsek Tebingtinggi di halaman kantor Bupati, masjid Babussalam, masjid Al Muawanah, masjid Babul Khoir, masjid Darul Ulum, masjid An Nur, masjid Al Falah, masjid al Muhajirin, masjid Taufik, masjid Al Muttaqin, masjid Al Hasanah, masjid Al Khautsar, masjid Mujahidin, masjid Muhtadin, masjid Ar Rahmah, masjid Tanwirul Muttaqin, masjid Al Istiqomah, masjid Al Munawaroh dan masjid Sabilu Najah Kecamatan Tebingtinggi.

Selanjutnya masjid Al Mujtahid, 
Desa Sungai Tohor, masjid Nurul Aman Desa Nipah Sendanu dan masjid Nuruddin, Kecamatan Tebingtinggi Timur.

Untuk wilayah hukum Polsek Tebingtinggi Barat, pengamanan berlangsung di masjid Al Muttaqin Desa Alai Selatan dan masjid Ar Rahman Desa Alai.

Wilayah hukum Polsek Rangsang di masjid Al Muttaqin Desa Tanjung Medang dan Polsek Rangsang Barat di masjid Al Huda Desa Bantar, masjid Jami’arruhama Desa Permai, masjid Sabilall Muhtadin serta musholla Al Falah Desa Bantar.

Sedangkan wilayah hukum Polsek Merbau, para personel disiagakan di masjid Baitunnaim dan masjid Al Ikhlas Kelurahan Teluk Belitung, masjid Al Huda Desa Kudap serta masjid Ashobirin Desa Bandul Kecamatan Tasik Putripuyu.(Nina/rls).

MERANTI,Lintas Media News
Ribuan masyarakat Kota Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti mengikuti dan menyaksikan lomba pawai takbir Hari Raya Idul Adha 1444 H, Rabu (28/6/2023).

Pelaksana tugas (Plt) Bupati AKBP (Purn) H. Asmar yang melepas peserta lomba di Jalan Merdeka Selatpanjang mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah kabupaten untuk memeriahkan dan mensyiarkan agama islam. Ia berharap momen tersenut mampu memupuk dan meningkatkan ukhuah islamiah di Kepulauan Meranti. 

"Saya merasa bangga dan bersyukur atas kekompakan dan kebersamaan kita pada malam ini. Semoga semangat ini bisa diaplikasikan dalam membangun Meranti ke depan," katanya.

Asmar juga menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi seluruh pihak yang telah turut dalam menyukseskan kegiatan rutin setiap tahunnya itu.

"Agar pawai takbir ini berlangsung lancar, saya minta agar kita semua menjaga keamanan dan ketertiban," ajaknya.

Turut hadir dalam kegiatan itu, unsur Forkopimda Kepulauan Meranti, anggota DPRD, para staf ahli, asisten, kepala OPD, Camat Tebingtinggi, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta undangan lainnya. 

Adapun peserta yang berhasil memenangkan perlombaan itu, yakni untuk Kategori Dewasa, juara l Masjid Arrahmah, juara ll Masjid Nurul Iman dan juara lll Masjid Al Kausar. Sedangkan untuk Kategori Remaja, juara I dari MAN 1, juara ll SMAN 2, juara lll MTs Al Hikmah dan Harapan I dari Gerakan Pramuka Kepulauan Meranti. (Nina/rls).


Koto Baru Lintasmedianews.com - Bupati Solok  Epyardi Asda laksanakan Sholat Idul Adha Rabu (28/6-2023) 1444 H, di Masjid Agung Darussalam Islamic Center Koto Baru

Pada Sholat Idul Adha tersebut juga diikuti oleh Anggota DPR RI Komisi V Athari Gauthi Ardi , Unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Kabupaten Solok Ny. Hj. Emiko Epyardi Asda, SP , Sekda Kabupaten Solok Medison, S. Sos, M. Si , Para Staf Ahli, Para Asisten, dan Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Solok, Camat dan Wali Nagari se Kabupaten Solok, masyarakat dan Pencermah DR. Zulfam, MA


Bupati Solok Capt. H. Epyardi Asda, Dt. Sutan Majo Lelo, M. Mar , dalam kata sambutannya mengucapkan Alhamdulillah pada hari ini kita dapat bersama sama melaksanakan Sholat Idul Adha di Masjid Agung Darussalam ini.
Dan Saya selaku Kepala Daerah bersama Solok Super Tim mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin
Dijelaskannya Sholat Id saat ini ada yang melaksanakan hari ini dan ada juga yang melaksanakan esok hari, namun jangan jadikan ini sebagai penyebab perpecahan di antara kita. Mari ini kita sikapi dengan berlapang dada, karena perbedaan itu adalah sebuah rahmat yang memperkuat rasa Ukhuwah Islamiyah kita kepada Allah SWT.
Saya senang karena masyarakat Kabupaten Solok ini merupakan masyarakat yang madani karena dapat menerima perbedaan,. Dan saya
berharap dengan kebersamaan ini kita jadikan Kabupaten Solok ini menjadi daerah yang terbaik, tutur nya.


DR. Zulfam, MA , dalam ceramahnya mengatakan Idul Adha merupakan ibadah sembelihan hewan kurban yang kita laksanakan sebagai bentuk wujud rasa syukur kita kepada Allah yang telah memberikan nikmat yang banyak kepada kita, yang diawali dengan salat dua rakaat yang telah kita kerjakan barusan ini.
Oleh karena itu kalau pada saat kita tidak mampu untuk berkurban, maka setelah ini kita mulai meniatkan dan membulatkan tekat kita untuk melaksanakan kurban di tahun besok. Kita harus bisa menargetkan bahwa tahun depan juga bisa untuk berkurban.
Kalau tidak bisa kita lakukan secara tunai, maka dapat kita lakukan dengan cara membayarnya secara berangsur-angsur, sebab ini merupakan ibadah yang paling dicintai Allah. Di hari kiamat nanti Allah syafaat bagi mereka yang berkurban, ujar DR. Zulfa, MA.

Usai melaksanakan ibadah Sholat Idul Adha dilanjutkan dengan Penyembelihan Hewan Kurban dengan jumlah 37 ekor sapi, dalam hal ini Bupati Solok menyumbangkan seekor sapi kurban ke Masjid Agumg Darussalam yang berjenis Simental dengan berat kurang lebih 850 Kg. ((karta)


Solok Lintasmedianews.com - Menyambut Hari Raya Idul Adha, Bupati Solok Epyardi Asda berkurban sapi seberat 850 kilogram untuk masyarakat kurang mampu di Kabupaten Solok.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Kennedy Hamzah menyebutkan, adapun sapi terbesar yang menjadi hewan kurban Kabupaten Solok tahun ini adalah sapi dengan jenis Simental dengan bobot 850 kilogram milik Bupati Solok, Epyardi Asda.

“Sapi kurban terberat di Kabupaten Solok jenis Simental. Bobotnya 850 kilogram, dan berumur 3 tahun satu bulan,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Kennedy Hamzah,Senin (26/6).

Ia menambahkan, sapi tersebut sudah divaksin dan bebeas PMK dan akan disembelih di Islamic Center Koto Baru.“Nanti disembelihnya di Islamic Center Koto Baru saat hari raya. Dan sapinya sendiri berasal dari Sirukam,” ucapnya.

Disamping itu, Dinas Pertanian Kabupaten Sendiri akan melakukan pemeriksaan antemortem dan posmortem pada hewan kurban.

“Kami menurunkan empat Puskeswan Kabupaten Solok. Antemortem untuk pemeriksaan awal dan posmortem untuk pemeriksaan pasca disembelih,” tambahnya.

“Dan nati saat pemotongan kami akan melakukan posmortem, seperti memeriksa daging, jeroa. Kalau ditemukan hal-hal yang ada penyakit seperti cacing hati ada kerusakan pada organnya akan di buang dan di musnahkan,” tutupnya.

Salah satu pedagang sapi di Pasar Ternak Muaro paneh, Kabupaten Solok, Rustam (63) mengatakan, kebanyakan panitia kurban akan membeli sapi dengan bobot 400 kg.

“Kebanyakan beli yang bobotnya 400 kg, baik itu panitia masjid maupun perorangan,” katanya saat hari pekan Pasar Ternak Muaro Paneh pada Senin(karta)

Solok Lintasmedianews.com - Pemerintah Kabupaten Solok secara resmi menjadwalkan pelaksanakan salat Idul Adha 1444 Hijriah pada Rabu (28/6/2023). Hal itu sesuai pada edaran Bupati Solok terkait pelaksanaan salat Idul Adha 1444 Hijriah.

Dalam surat edaran bernomor : 450/132/Kesra-2023 itu, Bupati Solok mengajak seluruh pimpinan OPD, Camat hingga wali nagari untuk melaksanakan Salat Idul Adha pada Rabu 28 Juni 2023.

“Dengan demikian, pelaksanaan Salat Idul Adha 1444 H jatuh pada Rabu 28 Juni 2023,”kata Bupati Solok, H. Epyardi Asda.

Pemerintah Kabupaten Solok memusatkan pelaksanaan Salat Idul Adha di Masjid Darussalam, Islamic Center Kotobaru. Pelaksanaan salat dijadwalkan mulai dari pukul 07.00 Wib.

Bertindak sebagai khatib Idul Adha, Sekretaris Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat, Dr. Zulfan, MA. Usai pelaksanaan salat Idul Adha, akan dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban di lapangan depan Islamic Center.

Selain di Masjid Darussalam, pelaksanaan Salat Idul Adha juga akan dilangsungkan di berbagai masjid dan musala di Kabupaten Solok, termasuk masjid dan musala Muhammadiyah yang telah lebih awal menetapkan jadwal Idul Adha.

Bupati Solok juga mengajak semua komponen untuk saling menghargai perbedaan dalam pelaksanaan Idul Adha 1444 Hijriah. Masyarakat dihimbau menghindari perdebatan dan menjalankan sesuai keyakinan masing-masing.

Seperti diketahui, terdapat perbedaan dalam jadwal pelaksanaan Idul Adha 1444 Hijriah. Muhammadiyah menetapkan pada Rabu 28 Juni 2023, sementara Kemenag menetapkan hari raya pada Kamis 29 Juni 2023.

Terkait perbedaan pelaksanaan Salat Idul Adha dengan Mekkah dan Muhammadiyah, Bupati Solok meminta masyarakat tidak mempermasalahkan hal tersebut. Menurutnya, masyarakat bisa memilih waktu pelaksanaan Salat Idul Adha.

Lebih lanjut, terkait kurban, Epyardi Asda meminta dinas terkait untuk mengawal pelaksanaan ibadah kurban. Terutama terkait pengawasan kesehatan hewan kurban yang akan dipotong harus dipastikan kondisi kesehatannya, terhindar dari penyakit yang membahayakan.

“Saya minta Dinas yerkait untuk memaksimalkan Tupoksi tim yang telah dibentuk dalam melakukan pengecekan kondisi hewan kurban, seperti pengawasan baik sebelum pemotongan, maupun pemeriksaan pasca pemotongan hewan kurban, harus dipastikan daging kurban aman dikonsumsi masyarakat,” tukasnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Kennedy Hamzah, mengatakan, dalam pengawasan terhadap hewan kurban, Pemkab Solok juga telah membentuk satuan tugas untuk mengawasi kesehatan dan kelayakan hewan kurban.

“Tim sudah melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap ternak yang masuk ke Kabupaten Solok, sampai saat ini kita masih melakukan pengecekan terhadap ternak kurban, dan terus melakukan sosialisasi, dan dalam beberapa hari ini mita menyasar sosialisasi terhadap panitia kurban,” jelasnya.

Dijelaskannya, tahun 2023 kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Solok sendiri, mencapai 3.380 ekor. Adapun rinciannya antara lain sapi jantan sebanyak 2.224, betina 739. Kambing dengan jumlah 339 ekor jantan dan 34 betina. Sedangkan kerbau jantan sebanyak 44 ekor.

Angka kebutuhan hewan kurban pada tahun 2022 turun dari tahun 2021, yaitu sebanyak 3.477 ekor, dengan rincian sapi jantan sebanyak 2.655, betina 645. Kambing jantan 442, betina 10 ekor dan kerbau 10 ekor.

“Peningkatan memang tidak terlalu signifikan, trend nya tidak terlalu meningkat. Karena sebagian hewan kurban sudah didatangkan kemaren semenjak sebelum bulan puasa, dan sampai sekarang masih ada,” ujarnya.(karta)


MERANTI,Lintas Media News
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar diwakili Plt Camat Rangsang Pesisir Syafrizal Ahmadi melantik Penjabat (Pj) Kepala Desa Bungur Kecamatan Rangsang Pesisir, Dedi, Selasa (27/6/2023).

Dalam kegiatan yang dipusatkan di Panggung Kesenian Desa Bungur itu, Syafrizal mengucapkan selamat kepada Pj. Kepala Desa yang baru dilantik tersebut. Ia berpesan agar menjalankan amanah yang telah dipercayakan dengan sebaik-baiknya.

"Saya ingin mengajak kita semua, marilah sama-sama kita jalankan amanah ini dengan optimisme, semangat, dan rasa percaya diri, untuk berkarya lebih baik lagi dalam rangka mewujudkan Meranti yang maju, cerdas dan bermartabat," ajaknya.

Meski berstatus sebagai Penjabat, tugas dan wewenang tetap sama dengan kepala desa yang dipilih langsung oleh masyarakat. Bahkan ia menilai Pj. Kades Bungur yang dilantik tersebut ada nilai lebih karena berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Jalin komunikasi seluas-luasnya dengan seluruh komponen di desa. Dan yang paling penting pahami betul-betul kondisi sosial masyarakat di tempat saudara bertugas," ujarnya.

Pj. Kades Bungur tersebut merupakan ASN yang bertugas sebagai Kepala Seksi Pengembangan Sosial Budaya di Kantor Camat Rangsang Pesisir.

Sebagaimana diketahui Kepala Desa Bungur sebelumnya dijabat oleh Abdul Wahid. Beliau meninggal dunia saat masa jabatan masih berlangsung. 

Hadir dalam pelantikan tersebut, Kepala Bidang Pemerintahan Desa (PMD) Dani Suhanda, unsur Upika Kecamatan Rangsang Pesisir, KUA Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepala Desa se-Kecamatan Rangsang Pesisir, forum BPD, perangkat desa dan undangan lainnya. (Michael/rls).

Lintasmedia news.com, Dharmasraya Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, berhasil keluar sebagai pemenang pertama lomba nagari Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2023.

Untuk menjadi juara satu, Sungai Duo memperoleh nilai 85,41. Sedangkan posisi kedua, Nagari Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman dengan jumlah nilai 83,47. Sementara di posisi ketiga, Desa Lunto Timur, Kota Sawahlunto dengan mengumpulkan nilai 79,98.

Menanggapi keluarnya Nagari Sungai Duo sebagai nagari terbaik, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, mengucapkan rasa syukur dan kebanggaannya. Pasalnya, sejak berdiri tahun 2004 baru kali ini nagari di Kabupaten Dharmasraya berhasil menjadi pemenang pertama lomba nagari tingkat provinsi.

“Alhamdulillah, Puji Syukur kepada Allah SWT. Karena nagari kita berhasil menjadi yang terbaik di Sumatera Barat. Ini merupakan bukti dari pembinaan tiada henti yang kita lakukan bersama Pemkab Dharmasraya telah berhasil,” terangnya, dihubungi Selasa (27/06/2023)

Dikatakan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) itu, keberhasilan Sungai Duo menjadi nagari terbaik di Sumatera Barat, merupakan buah kerja keras semua pihak, terutama dari Walinagari Ali Amran berserta perangkat, lembaga-lembaga nagari dan warga masyarakat setempat.

“Kepada pak wali beserta perangkat, lembaga-lembaga nagari dan masyarakat Nagari Sungai Duo, terimakasih telah memberi kebanggaan kepada Dharmasraya,” ungkapnya dengan senyum.

Dengan terpilihnya Sungai Duo sebagai nagari terbaik di Sumatera Barat, berarti berhak mewakili provinsi ke tingkat nasional, Sutan Riska berpesan agar Sungai Duo mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi.

“Saya selaku bupati bersama seluruh perangkat daerah siap mendukung langkah Nagari Sungai Duo untuk melaju lebih jauh di tingkat nasional nantinya,” tutup Sutan Riska.

Senada dengan Sutan Riska, Walinagari Sungai Duo, Ali Amran juga mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan Sungai Duo menjadi nagari nomor wahid di Sumbar.

Selain itu, Ia tak lupa ia juga megucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak, sehingga dapat menjalankan pemerintahan Sungai Duo dan mendapatkan pengakuan dari pemerintah Provinsi.

“Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak, terutama kepada Bapak Bupati Sutan Riska bersama seluruh elemen Pemkab Dharmasraya, yang telah memberikan pembinaan dan menjalankan program di Nagari Sungai Duo dalam rangka mendukung jalannya pemerintahan nagari,” tukasnya.

Selain lomba nagari, Pemprov Sumbar juga melaksanakan lomba kelurahan. Keluar sebagai juara satu Kelurahan Balai Jaring Kota Payakumbuh, juara dua Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah Kota Bukittinggi dan juara tiga Kelurahan Sigando Kota Padang Panjang(elda)

PADANG,Lintas Media News
Seperti tahun-tahun sebelumnya, PT Semen Padang kembali menyalurkan bantuan hewan kurban untuk masjid dan musala yang ada di Kota Padang khususnya disekitar perusahaan, kali ini, sebanyak 31 ekor sapi dan 4 ekor kambing disalurkan PT Semen Padang untuk disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1444 H. 

Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Zulkarnain Lubis mengatakan, selain di Kota Padang, hewan kurban itu juga diserahkan kepada stakeholder serta masyarakat di perwakilan PT Semen Padang, yaitu di Aceh, Dumai, Lampung, dan Bengkulu. 

"Penyerahan hewan kurban ini salah satu agenda rutin tahunan Semen Padang, dan merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat di lingkungan perusahaan. Penyerahan hewan kurban bukan hanya sekadar formalitas bagi perusahaan, tapi juga menjadi bentuk kebersamaan," kata Iskandar, Selasa (27/6/2023)

Di samping itu, kata Iskandar melanjutkan, penyerahan hewan kurban ini juga menjadi bagian dari upaya PT Semen Padang dalam melaksanakan syiar agama Islam di lingkungan perusahaan. "Berkurban adalah salah satu perintah Allah SWT," ujar Iskandar.
Ka. Sie Program Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) Unit CSR PT Semen Padang, Satrio Rian Bhakti, menambahkan puluhan hewan kurban untuk Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung dan Pauh ini diserahkan melalu KAN Lubuk Kilangan, kemudian di Pauh melalui KAN Pauh V dan KAN Limau Manih. Sedangkan di Lubuk Begalung, diserahkan melalui Pengurus KAN Nan XX. 

"Selain melalui pengurus KAN, Semen Padang melalui Departemen Tambang dan Pengelolaan Bahan Baku juga menyerahkan sapi dan kambing kurban untuk masyarakat di sekitar area tambang," kata Satrio usai menyerahkan bantuan sapi kurban di Kantor KAN Lubuk Kilangan. 

Untuk perwakilan PT Semen Padang di Aceh, Dumai, Bengkulu dan Lampung, tambah Satrio, bantuan sapi korban diserahkan melalui perwakilan PT Semen Padang di daerah tersebut. "Untuk masyarakat daerah perwakilan Semen Padang kita juga menyerahkan sapi kurban yang diserahkan melalui kantor perwakilan Semen Padang " pungkas Satrio.

Terkait bantuan sapi kurban, Wakil Ketua KAN Lubuk Kilangan, Asril Azis, mengapresiasi PT Semen Padang yang terus rutin menyalurkan bantuan hewan kurban untuk masyarakat Lubuk Kilangan, termasuk kepada pengurus KAN. 

"Alhamdulillah, bantuan sapi kurban ini sangat bermanfaat sekali bagi masjid dan musala yang menerima bantuan. Kami dari KAN mengucapkan terima kasih kepada Semen Padang atas bantuan sapi kurban ini," katanya. 

Ia berharap, bantuan sapi kurban dari PT Semen Padang ini jangan sampai terputus. Untuk itu, ia mengajak masyarakat Lubuk Kilangan untuk mendoakan PT Semen Padang. "Semoga Semen Padang terus maju dan jaya, supaya bisa berkontribusi lebih banyak lagi untuk Lubuk Kilangan," ujarnya.

Selain Asril Azis, pengurus KAN Limau Manih juga mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang. "Alhamdulillah, bantuan sapi kurban ini sangat kami syukuri sekali. Terima kasih Semen Padang," kata Sekretaris KAN Limau Manih, Zulizar Rj Bungsu.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua KAN Pauh V, M. Nazir Malin Basa. Kata dia, bantuan sapi kurban dari PT Semen Padang ini akan distribusikan kepada pengurus KAN Pauh V, Bundo Kanduang, dan masyarakat yang tinggal di sekitar Musala Nur Ikhsan, ALai, Kapalo Koto. 

"Bantuan sapi kurban dari Semen Padang ini sangat bermanfaat sekali buat kami pengurus KAN Pauh V, termasuk masyarakat sekitar Musala Nur Ikhsan. Karena, di sana tidak ada kegiatan penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha," katanya. 

"Makanya, sebagian daging sapi kurban dari Semen Padang ini nantinya akan kami distribusikan untuk masyarakat di sekitar Musala Nur Ikhsan. Untuk itu, kami mewakili masyarakat Alai, mengucapkan banyak terima kasih kepada Semen Padang," imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris KAN Nan XX, Zainal Malin Malelo. "Saya mewakili pengurus dan masyarakat, mengucapkan terima kasih kepada Semen Padang. Semoga, Semen Padang tetap survive di tengah ketatnya persaingan industri semen saat ini," katanya.(*)





PADANG ,Lintas Media News
Bank Nagari tahun ini kembali berbagi pada momentum  Idul Adha 1444 Hijriah. Terdapat enam ekor sapi kurban yang dibagikan Bank Nagari, termasuk salah satunya untuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, pada Selasa (27/6).

Penyerahan sapi kurban yang dipusatkan di halaman parkir belakang Bank Nagari di Jl. Pemuda No.21, Padang itu dihadiri Walikota Padang, Hendri Septa, sejumlah jajaran Direksi Bank Nagari, yakni Dirut Muhamad Irsyad, Direktur Operasional Syafrizal, Direktur Kredit dan Syariah Gusti Candra dan Direktur Kepatuhan Restu Wirawan. Juga terlihat Komisaris Bank Nagari Edrizanof, Sekper Idrianis dan sejumlah pemimpin divisi dan jajaran Bank Nagari.

Selain itu, juga hadir Ketua PWI Sumbar, Ir. H. Basril Basyar, MM didampingi Wakil Ketua Bidang Kesra, Widya 
Navies dan Seksi Pariwisata, Soesilo Abadi Piliang.

Keenam ekor sapi kurban itu, dua ekor di antaranya disalurkan untuk masjid di lingkungan Kantor Pusat, Jalan Pemuda yaitu Masjid Nurul Wasilah di kawasan Koto Marapak, dan Masjid Al Muqamah di Ujung Pandang. 

Kemudian, dua ekor untuk dua masjid di Kantor Pusat Pegambiran, masing-masing Masjid Taqwa dan Masjid Jihad Muhammadiyah Pegambiran Ampalu serta satu ekor untuk PWI Sumbar dan satu ekor untuk Pemprov yang disalurkan melalui Masjid Raya Sumbar.

Direktur Utama Bank Nagari, Muhamad Irsyad pada kesempatan itu mengatakan, setiap tahun Bank Nagari selalu menyalurkan hewan kurban bagi masyarakat dan mitranya.

Tidak hanya di Kantor Pusat Bank Nagari, seluruh cabang Bank Nagari di kabupaten dan kota juga menggelar penyerahan hewan kurban.

Sementara Walikota Padang, Hendri Septa berharap agar hewan kurban senantiasa bisa disalurkan setiap tahun bagi warga Kota Padang. Jadi, apa yang dilakukan Bank Nagari serta beberapa lembaga lain untuk berbagi kurban, adalah langkah yang patut diapresiasi.

"Kami mendoakan kinerja keuangan Bank Nagari semakin baik. Dengan membaiknya kinerja bank, maka perekonomian daerah akan meningkat dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya dari keberadaan Bank Nagari," harapnya.

Sementara, Ketua PWI Sumbar, Basril Basyar pada kesempatan itu menyatakan apresiasinya kepada Bank Nagari yang memberikan hewan kurban kepada PWI. 
"Ini merupakan yang keenam kalinya Bank Nagari berbagi hewan kurban kepada PWI Sumbar. Diharapkan, ke depan hal ini terus dilaksanakan," katanya. 

Di PWI Sumbar sendiri, pada Hari Raya Idul Adha tahun ini, ada tiga ekor sapi yang akan disembelih. Ketiga ekor sapi itu, berasal dari Bank Nagari, PT Semen Padang, pengurus PWI dan IKWI Sumbar yang ikut berkurban.

"Jumlah hewan kurban yang akan disembelih di kantor PWI Sumbar ini bisa saja bertambah jika Polda Sumbar jadi memberi bantuan sapi ke PWI seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar BB, sapaan akrab Basril Basyar. 

Penyembelihan hewan kurban ini direncanakan pada Jumat (30/6) pagi di Kantor PWI Sumbar, Jl. Bagindo Azis chan, Padang. (rel)

 
PADANG-,Lintas Media News
Sempat berlangsung alot, Rapat Pleno Terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akhirnya menetapkan jumlah pemlih tetap pada Pemilu 2024 sebanyak 4.088.606 pemilih yang tersebar dalam 17.569 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 19 Kabupaten dan Kota di Sumbar.
Ketua KPU Sumbar, Surya Efitrimen yang memimpin Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 tingkat Provinsi Sumatera Barat, Selasa (27/6/2023), menjelaskan bahwa 4.088.696 Daftar Pemilih Tetap (DPT) Sumbar untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tersebut, tersebar dlam 17.569;TPS di 19 KabupTen dan Kota, 179 Kecamatan dan 1.265 Kelurahan/Nagari dan Desa.
"Sebelum penetapan DPT tingkat Sumatera Barat dalam rapat pleno terbuka  ini, telah dilakukan penetapan di KPU tingkat Kabupaten dan Kota. Penetapan DPT ini akan berimplikasi kepada kesiapan logistik yang akan disiapkan oleh KPU untuk Pemilu 2024 mendatang," ujar Surya Efitrimen, mantan Anggota BAWASLU Sumbar dua periode, di dampingi semua ketua-ketua Divisi KPU Sumbar dan Kepala Sekretariat, Firman, SH. 
Surya mengatakan, sebelum ditetapkan jadi daftar pemilih tetap, daftar pemilih iji juga  telah melalui beberapa proses yang cukup panjang di KPU kab/kota, termasuk tahapan pemutakhiran data pemilih.
"Rapat pleno penetapan DPT ini merupakan muara dari proses panjang pendataan pemilih untuk Pemilu 2024 yang dilakukan KPU Kabupaten dna Kota bersama Pantarlih," terang Surya Efitrimen dalam rapat pleno yang juga dihadiri Ketua dan seluruh anggota Bawaslu Sumbar serta perwakilan 17 Partai Politik Peserta Pemilu dan wakil calon anggota DPD RI.
Sementara itu Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Sumbar, Medo Satria menyatakan bahwa rekapitulasi data pemilih sesuai dengan formulir Model A pada Pemilu 2024. 
"Daftar pemilih ini berangkat dari DP4 yang diserahkan oleh Kemendagri pada pemerintah provinsi, kemudian diteruskan kepada kabupaten kota dan pantarlih, lalu ada masukan dan tanggapan masyarakat, baru kemudian ditetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS). 
"Setelah penetapan DPS, maka KPU kabupaten dan kota melakukan pemutakhiran data pemilih, sebelum ditetapkan sebagai DPT dalam rapat pleno di KPU Kabupaten dan Kota. Masyarakat bisa mengecek apakah namanya udah atau belum terdaftar di DPT di daftar pemilih yang ditempel di kantor lurah atau wali nagari, atau bisa juga di aplikasi yang diaediakan KPU yakni DPT.id," jelas Medo.
Terkait kemungkinan adanya warga yang belum terdaftar, maka Ketua Divisi Teknis, Ori Sativa Syakban  menjelaskan bahwa sesuai Petunjuk teknis (Juknis) 343 dan 352, maka bisa diganti dengan surat tanggapan masyarakat, dimana KPU sudah siapkan form nya. Dengan surat ini, masyarakat sudah bisa dinyatakan sebagai pemilih meski belum terdaftar di DPT.
"Karena persyararan administrasi caleg harus ada bukti terdaftar di DPT, maka sesuai juknis itu, bisa diganti dengan form yang telah ada di KPU," ujar Ori.
Ketua Bawaslu Sumbar, Alni, SH, M.Kn, berharap Rapat Pleno Terbuka KPU ini betul-betul aesuai dengan legal formil, sehingga acara terhormat ini betul-betul menghasilkan keputusan yang legitimate. 
Karena itu, untuk transparansi dan keterbukaan, maka Bawaslu Sumbar mengusulkan dilakukannya uji petik daftar pemilih, sehingga tidak menjadi keraguan dan tanya bagi peserta pemilu terhadap keabsahan DPT yang diterapkan nantinya.
Usai dilakukan uji petik daftar pemilih, maka pimpinan pleno, Surya Efitrimen menetapkan DPT Sumbar, dab diakhiri dengan penyerahan berita acara rapat pleno pada seluruh perwakilan parpol yang hadir. (*)






Padang,Lintas Media News
Belajar dan ingin mengetahui secara mendalam tentang Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Serta  Peranan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, 25 orang mahasiswa Universitas Bung Hatta (UBH) Fakultas Hukum berkunjung ke DPRD Sumbar.

Kedatangan mahasiswa tersebut diterima Wakil ketua DPRD Sumbar Irsyad Safar didamping Sekretaris Dewan (Sekwa) Raflis dan Kasubag publikasi Idris di ruangan khusus I DPRD Sumbar.Selasa (27/6/2023).

Dipimpin Wakil Dekan Fakultas Hukum UBH Dr. Sanidjar Pebrihariati. R., S.H., M.H sebagai pendamping mahasiswa mengatakan.tujuan kedatangannya beserta mahasiswa ke DPRD Sumbar guna mengetahui dan mempelajari lebih dalam apa-apa saja Tupoksi anggota DPRD Sumbar .

"Kunjungan ini adalah dalam rangka menambah pengetahuan mahasiswa tentang tugas dan fungsi legislatif sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah," kata Sanidjar.

Dia menambahkan, dengan kunjungan langsung ini diharapkan mahasiswa mendapat pengetahuan lebih luas lagi mengenai tugas dan fungsi DPRD.

Menurut Sanidjar yang didampingi Ketua Umum Dewan Perwakilan Masyarakat Mahasiswa (DPMM) Fakultas Hukum UBH Sigit Aziz,
di UBH juga ada anggota DPRD dan gubernurnya,untuk itu mereka perlu mempelajari apa-apa saja tugas pokok dari anggota dewan tersebut.

Wakil Ketua DPRD Sumbar Irsyad Safar menjelaskan tentang optimalisasi peran dan fungsi DPRD dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

"Sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, DPRD dan pemerintah daerah memiliki kedudukan sejajar dalam mengelola jalannya pemerintahan sesuai dengan UU tentang Otonomi Daerah," jelas Irsyad.

Implementasi dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi DPRD, jelasnya, diwujudkan dalam tiga fungsi yaitu fungsi legislasi atau pembuatan produk hukum daerah, fungsi penganggaran dan fungsi pengawasan.Tambah Irsyad Safar.

Disamping itu, anggota DPRD sebagai wakil rakyat juga memiliki tugas dan fungsi mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi dari masyarakat. Dalam konteks tersebut, DPRD dalam menjalankan fungsinya dapat mengawal kebijakan-kebijakan pembangunan agar berorientasi kepada kepentingan masyarakat.(St)

Padang,Lintas Media News
TNI AU. Dalam rangka menyambut Hari Bakti ke-76 TNI Angkatan Udara tahun 2023, Lanud Sutan Sjahrir gelar khitanan massal bertempat di Klinik Pratama Lanud Sutan Sjahrir, padang. Sabtu (24/6/2023).

Komandan Lanud Sutan Sjahrir Kolonel Nav Saeful Rakhmat yang didampingi Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 14/D.I Lanud Sutan Sjahrir Ny. Cicik Saeful Rakhmat dan Para Kepala Dinas serta Perwira terkait. Sebelum kegiatan dimulai, Komandan Lanud berpesan kepada peserta khitanan ini agar moment ini dapat dimanfaatkan dengan baik, dan kepada orang tua peserta khitan, Komandan juga menghimbau apabila nanti putranya sudah melaksanakan khitan agar selalu diperhatikan kondisi kesehatan dan perkembangan putranya setelah dikhitan nanti. Kegiatan dilaksanakan pada bulan ini karena bersamaan dengan liburan anak sekolah, jadi tidak mengganggu aktivitas anak di jam sekolah.

Tidak lupa Danlanud juga mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada PPPAU (Persatuan Putra Putri TNI AU), Budha Suci, dan panitia terkait karena sudah berpartisipasi dan turut serta mensukseskan kegiatan ini, dan kita semua berharap agar kegiatan ini dapat membantu dan meringankan saudara-saudara kita terutama bagi anak anak untuk bisa di khitan.

Sedangkan ketua PPPAU Sumbar Bpk. Lexy sebagai pelaksana giat khitanan tersebut ia juga mengucapkan terimakasih kepada Komandan Lanud Sutan Sjahrir dan jajaran karena sudah berkenan menfasilitasi kegiatan ini dengan baik dan selanjutnya kepada anak-anak yang akan dikhitan nanti ia juga berpesan agar selalu semangat, dan ia juga mengatakan bahwa proses khitanan nanti tidak akan memakan waktu yang begitu lama jadi kepada anak-anak peserta khitan harus tetap semangat, ungkapnya.

Disela-sela kegiatan tersebut, Komandan Lanud Sutan Sjahrir Kolonel Nav Saeful Rakhmat yang didampingi Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 14/D.I Lanud Sutan Sjahrir Ny. Cicik Saeful Rakhmat serta Perwira Lanud Sutan Sjahrir yang terkait  meninjau langsung pelaksanaan khitanan massal yang dilaksanakan.

Dengan adanya Khitanan massal ini menjadikan para warga setempat antusias, dikarenakan jumlah peserta mencapai kurang lebih 200 anak yang sudah terdaftar. Tenaga medis yang bertugas selain dari tim kesehatan Lanud SUT, juga didukung dari Dinas Kesehatan Prov Sumbar, dan mahasiswa fakultas kedokteran Universitas baiturrahmah.(rel)

Sijunjung, Lintas Media News
Tidak lengkap berkunjung ke Sijunjung (Sumbar) jika tidak mencicipi Durian Gambok dengan Sikucuik. Paduan durian dan ketan ini luar biasa enak dan rasanya tidak akan mudah dilupakan lidah. 

Itulah yang dirasakan Ketua LKAAM Pesisir Selatan Drs Syafrizal Ucok, MM Datuak Nan Batuah ketika kunjungan silaturrahmi dan menikmati Durian Gambok di rumah Ketua LKAAM Sijunjung Epi Radisman, SH Dt. Paduko Alam, di Muaro Gambok, Selasa (27/6/2023) siang.

Durian Gambok yang disiapkan Datuak Paduko Alam berjumlah 10 buah yang berukuran besar. Semuanya enak, isinya berdaging tebal dengan warna kekuningan. Dipadukan dengan Sikucuik yaitu pulut ketan yang dimasak dengan santan kelapa. Di beberapa daerah Sikucuik ini juga disebut dengan Atun.

"Dalam jamuan adat zaman dahulu, sering dihidangkan Durian Gambok ini bersama dengan Sikucuik yang merupakan jamuan khas dalam acara kaum atau raja, sehingga jarang-jarang tersedia Sikucuik atau Atun pada hari biasa ini," kata Epi Radisman, SH Dt. Paduko Alam, mantan Anggota DPRD Sijunjung 2004-2009 ini.

Silaturrahmi sambil makan Durian Gambok ini selain diikuti Syafrizal Ucok Datuak Nan Batuah dan Epi Radisman Paduko Alam, juga dihadiri Sekretaris LKAAM Sijunjung Dasril Dt. Tan Marajo, Ketua LKAAM Sumpur Kudus Afrizal Dt. Bagindo Tan Ameh, Ketua KAN Lubuk Tarok Adripen Dt. Panduko Rajo, Bendahara LKAAM Sijunjung Dalius Dt. Simalano, Humas LKAAM Sumbar Sidi Gusfen Khairul dan pemerhati durian Nofri Yuldi33.

Menurut Epi Radisman Datuak Paduko Alam, potensi buah durian di Kabupaten Sijunjung memang cukup besar, terutama di Nagari Gambok yang dikenal dengan sebutan Durian Gambok. Masyarakat juga mengenal durian ini dengan sebutan Durian Padang Laweh.

Bulan Juni ini sudah hampir berakhir musim Durian Gambok, istilahnya buahnya sudah pirang. Artinya sudah jarang tinggal buahnya. Lagi pula Durian Gambok musim ini kurang maksimal, karena seringnya gempa bumi terjadi beberapa bulan lalu. "Kalau gempa bumi maka bunga durian banyak yang gugur dan kadang berpengaruh pada rasa buah yaitu hambar dan sering ada ulatnya," kata Ketua LKAAM Sijunjung Epi Radisman Dt. Paduko Alam. 

Rasa Durian Gambok ini dagingnya tebal, dan nyaris setiap ruangnya berisi durian. Rasanya manis manyalinok dan ada pahitnya. Itulah ciri khas rasa durian berkualitas dan bikin nagih (candu) untuk menikmatinya kembali.

Kalau lagi musim Durian Gambok, setiap hari bertruk-truk buah durian dibawa dari Sijunjung menuju Pekanbaru, Jakarta dan Kota Padang. Kalau dijual di pinggir jalan disekitar Sijunjung harga Durian Gambok ini berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per butir.

Ketua LKAAM Pesisir Selatan Drs. Syafrizal Ucok, MM Datuak Nan Batuah mengaku terkesan dengan  jamuan Durian Gambok dan Sikucuik ini. Ia berharap hidangan ini dapat disediakan di beberapa warung kuliner yang ada di Sijunjung, sehingga jika masyarakat atau wisatawan berkunjung ke Sijunjung dapat dengan mudah menikmati. 

Sebagai mantan orang yang mengabdi di perkebunan, Syafrizal Ucok menyarankan agar Durian Gambok dimurnikan bibitnya, dan dibagikan kepada masyarakat untuk ditanam. Sehingga kedepannya Durian Gambok tetap eksis dan menjadi ciri khas dari Kabupaten Sijunjung. (*)

Sikon Lintasmedianews.com - Bupati Epyardi Asda menyatakan, Pemerintah Kabupaten Solok mempermudah perizinan bagi pengusaha yang berniat berinvestasi di sektor pariwisata di kabupaten itu.



Sebab, pariwisata akan menjadi masa depan daerah tersebut. Kabupaten Solok memiliki potensi alam berupa danau, gunung, wisata sejarah dan kuliner. Sejauh ini, terus bermunculan fasilitas pariwisata di kabupaten penghasil markisa itu.

Hal itu disampaikan Epyardi Asda dalam rapat paripurna DPRD dengan agenda penyampaian laporan pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2022, Senin (26/6/2023) di gedung dewan, Arosuka.

Bupati hadiri paripurna bersama Sekretaris Daerah  Medison, Asisten I, Syahrial, Asisten III Editiawarman. Paripurna dipimpin pimpinan DRPD Ivoni Munir.

Hasil pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2022 dibacakan juru bicara Olzaheri. Dia memaparkan realisasi PAD mencapai Rp1.198.526.934.143,43- dari target Rp1.221.285.096.478,00 atau terealisasi 98,14 persen yang tersebar di beberapa OPD. Realisasi belanja dan transfer Rp1.234.314.965.505,26 dari anggaran Rp1.322.562.690.203,00 atau 93,33 persen. 

Dikatakan Olzaheri, anggaran 2022 terhadap struktur pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan dihitung dari Silpa 2021 sebesar Rp101.277.593.725,32 dan penerimaan kembali peminjaman daerah Rp40.000.001.000,00 dan untuk pengeluaran pembiayaan 2022 tidak ada realisasinya.

Berdasarkan hasil perhitungan anggaran 2022, Silpa berjumlah Rp65.524.593.363,49 berasal dari sisa dan DAK fisik dan nonfisik, bantuan keuangan khusus, dana insentif daerah, DAU, PAD dan lainnya.

Berdasarkan neraca Pemerintah Kabupaten Solok pada 31 Desember 2022, aset pemerintah daerah berjumlah Rp1.830.317.869.465,21 sedangkan kewajiban Rp9.230.586.030,90, sehingga ekuitas berjumlah Rp1.887.283.434,31.

Bupati mengucapkan terimakasih kepada DPRD yang telah melaksanakan fungsi pengawasan dengan sangat baik, sehingga pemerintahan di Kabupaten Solok dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Bupati sampaikan, dengan kebersamaan antara eksekutif dan legislatif, pemerintah terus berbuat untuk kesejahteraan masyarakat. (karta)


Solok Lintasmedianews.com -Jelang Idul Adha, setidaknya tersedia 1.000 sapi tersedia di pasar ternak Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok. Sapi di pasar itu berasal dari Tanah Datar, Bukit Sileh dan Palangki.



Harga sapi berada di kisaran Rp15 juta dan sampai Rp20 juta, tergantung ukuran dan berat sapi. Pasar ternak itu ramai dikunjungi pembeli jelang Idul Adha. Stok sapi sebanyak itu, merupakan hasil pemantauan Senin (26/6/2023).

Pendataan dilakukan guna memantau ketersediaan pangan pelaksanaan vaksinasi PMK (penyakit mulut dan kuku) jelang Idul Adha.

Pemantauan harga pasar, ketersediaan ternak dan pelaksanaan vaksinasi PMK itu dipimpin Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP, Hendrianto beserta Tim Satgas Pangan Kabupaten Solok.

Tim yang turun ke lapangan terdiri dari unsur Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Pangan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah, Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah dan Kasi Trantib Kecamatan Bukit Sundi

Dari hasil monitoring harga, diketahui kalau harga pangan stabil. Hanya saja, cabai merah yang naik karena pasokan berkurang.

Selain itu, telur dan daging ayam harganya yang masih tinggi, kenaikan harga itu merupakan akibat dari naiknya harga pakan ternak.  (karta)



Pariaman,Lintas Media News
Pesan bijak saisuak, benar-benar direalisasikan pengurus PWI Padangpariaman, periode 2021-2024. Sekali merangkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Sekali menghadirkan kegiatan, tiga hajatan sekaligus dilaksanakan.
Setelah dilantik, pengurus PWI Padangpariaman langsung menggelar Rakersus Pemekaran dan Karya Latihan Wartawan (KLW) di eks Kantor Bupati Padangpariaman, Senin (26/6). Menghadirkan empat orang narasumber. Dr Basril Basyar (Ketua PWI Sumbar), Sawir Pribadi (Wakil Ketua PWI Sumbar Bidang Organisasi), Firdaus Abie (Sekretaris PWI Sumbar) dan Ikhlas Bakri (Ketua PWI Padangpariaman).
Menurut Ikhlas Bakri, KLW diberikan kepada wartawan muda yang bertugas di Padangpariaman dan Pariaman. Ada 17 wartawan baru yang ingin bergabung dengan PWI Padangpariaman. 
“Sesuai aturan organisasi, setiap wartawan yang akan bergabung di PWI harus menjalani proses KLW. Mereka akan diberi pembekalan tentang kewartawanan dan ke-PWI-an terlebih dahulu,” kata Ikhlas Bakri.
Basril Basyar memberikan materi seputar Undang Undang Pokok Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Firdaus Abie terkait dengan penulisan berita. Sawir Pribadi memberikan materi tentang keorganisasian PWI. Ikhlas Bakri menggambarkan secara spesifik tentang kewartawanan di Padangpariaman dan Pariaman serta aspek lainnya. (*)


Pariaman,Lintas Media News
Pemekaran PWI Padangpariaman yang diusulkan dua kali, akhirnya dikaji ulang. Pengkajian  tersebut diputuskan dalam  Rapat Kerja Khusus (Rakersus) Pemekaran. Rapat dihadiri pengurus dan anggota PWI Padangpariaman serta pengurus PWI Sumbar.
“Kalau pun pemekaran dilaksanakan, tapi tidak dalam waktu dekat,” kata Ikhlas Bakri, Ketua PWI Padangpariaman, ketika menutup Rapat Kerja Khusus (Rakersus) Pemekaran, di ruangan rapat eks Kantor Bupati Padangpariaman, Senin (26/6).
Rakersus Pemekaran berlangsung beberapa saat setelah  pengurus PWI Padangpariaman dilantik Ketua PWI Sumbar, dihadiri Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, Walikota Pariaman Genius Umar dan Ketua DPRD Padangpariaman serta Ketua DPRD Pariaman.
Mulanya rapat sempat tegang. Sejumlah anggota biasanya PWI Padangpariaman menyampaikan uneg-uneg untuk dilakukan pemekaran. Dipisahkan PWI Padangpariaman dan PWI Pariaman.
Usulan tersebut, sebenarnya sudah mengapung sejak 2021, sesaat setelah konferensi PWI Padangpariaman. Tak ada proses lanjutan. Usulan berikutnya muncul di bulan Februari 2023. Masih mengusung konsep yang sama. PWI Padangpariaman dan PWI Pariaman dipisah. Masing-masing mengurus diri sendiri.
Disaat suasana desakan tersebut, Ikhlas Bakri meminta pandangan Ketua PWI Sumbar Basril Basyar. Pandangan yang diberikan, sedikit banyaknya mampu membuka mata dan pikiran peserta Rakersus Pemekaran. 
“Belajar dari PWI Payakumbuh – Limapuluh Kota, kondisinya aman dan tenteram saja. Satu organisasi di dua daerah,” katanya.
Basril Basyar yang akrab disapa BB tersebut, mengingatkan semua anggota PWI Padangpariaman agar memperhitungkan plus minus jika pemekaran dilakukan. Katanya, perlu dihitung plus minus tanpa pemekaran dan setelah pemekaran.
“Jangan sampai terpecah pula jika pemekaran dilakukan,” katanya.
Di sisi lain, penasehat PWI Padangpariaman Nasrun Jon mengingatkan, kebersamaan dan keutuhan wartawan di Padangpariaman dan Pariaman jauh lebih penting. Kendati berada di dua daerah, namun sesungguhnya tetap satu juga.
“Dulu, menghadirkan Balai Wartawan Nan Tongga, di Pariaman, berangkat dari satu rasa yang sama dari sesama wartawan,” katanya mengenang masa lalu.
Nasrun Jon yang pernah menjadi Ketua PWI Padangpariaman tersebut kemudian menjemput nostalgia. Katanya, lantaran kebersamaan tersebut, mereka bisa menjalani profesi dengan baik. Sekaligus bisa mendapatkan pengadaan tanah untuk anggota.
Disaat Rakersus Pemekaran tersebut beragam pandangan mengalir deras. Satu persatu pikiran mengapung ke permukaan. Saling adu argumen mengapung. Suasananya sangat seru. Perdebatan yang terjadi sangat menarik dalam nuansa kekeluarga yang tinggi.
“Sejak awal PWI ada di Padangpariaman, namanya PWI Padangpariaman,” kata Ikhlas Bakri, wartawan senior di Padangpariaman. Ia sudah menjadi penulis dan jurnalis saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.
“Jika nama yang menjadi masalah, mungkin selain pemekaran, bisa disesuaikan nama dengan sebutan kedua daerah. Misalnya menjadi PWI Padangpariaman – Pariaman,” kata Firdaus Abie, Sekretaris PWI Sumbar, sembari menyebutkan, identitas dua daerah dalam satu organisasi masih digunakan PWI Payakumbuh – Limapuluh Kota atau sering juga disebut PWI Paliko.
Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sumbar Sawir Pribadi mengapresiasi Rakersus Pemekaran, sekaligus menjadi ajang untuk konsolidasi organisasi. 
Turut hadir Bendahara PWI Sumbar Jayusdi Effendi, Anggota DKP Emil Mahmudsyah, Ketua IKWI Sumbar Hj Iva Tureyza Idroes. (*)


Padang,Lintas Media News
Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP, MH mengapresiasi nagari-nagari di Sumatera Barat yang masih melaksanakan alek nagari. Senator asal Sumbar ini selalu berupaya memenuhi undangan dari panitia alek nagari sebagaimana yang dilaksanakan di Sialang Nagari Tandikek Utara, mulai tanggal 15 sampai dengan 28 Juni 2023  

“Saya mengapresiasi Sialang Nagari Tandikek Utara yang melaksanakan Alek Nagari yang menampilkan kesenian dan budaya yang ada di Padang Pariaman,” ucapnya.

Dikatakan Leonardy, sebagaimana kita ketahui, Padang Pariaman terkenal dengan seni dan budayanya, seperti Budaya Tabuik, keseniannya Indang Piaman dan Gendang Tasa. Juga Ulu Ambek, Randai, silat serta lomba layang-layang. 

“Seni dan budaya ini harus kita jaga, harus kita kawal. Diharapkan kita masyarakat terus mengawal seni dan budaya di Padang Pariaman. Kita itu termasuk pemerintah daerah, supaya seni dan budaya Padang Pariaman itu tetap mengakar di tengah-tengah masyarakat. Khususnya generasi milenial agar tidak tercerabut karena pembangunan,” tegas Ketua Badan Kehormatan DPD RI itu.

Orang yang kreatif dan inovatif serta mahir dalam bidang seni memang butuh tempat berlatih seperti laga-laga ini dan butuh tempat untuk menyalurkan kreativitas dan hasil inovasi mereka. Salah satunya di alek nagari. Begitu juga dengan budaya yang berlaku di daerah kita. Semakin sering mereka tampil dan mendapat apresiasi, tentu makin kreatif dan inovatif mereka dalam mempertahankan dan mengembangkan kesenian Sumatera Barat umumnya dan Padang Pariaman khususnya.

Leonardy juga mengungkapkan budaya yang mengandung nilai-nilai luhur perlu dilestarikan. Tabuik sudah merupakan budaya. Buru babi sudah merupakan tradisi atau  budaya nenek moyang kita untuk membasmi hama. Dan selesai panen, diadakanlah lomba layang-layang. 
“Budaya ini perlu dilestarikan. Salah satu cara melestarikannya adalah dengan melaksanakan alek nagari. Alek nagari ini harus terus dilaksanakan untuk melestarikan seni dan budaya di Padang Pariaman khususnya dan Sumatera Barat umumnya,” ujar pria yang akrab disapa Bang Leo itu.

Ketua Panitia, Ismail mengatakan kegiatan alek nagari ini merupakan pelaksanaan niat didirikannya laga-laga ini dulunya. Pelaksanaan alek nagari bertujuan untuk meningkatkan seni dan budaya Padang Pariaman serta meningkatkan silaturahmi antara ranah dan rantau.

Dikatakan Ismail, Alhamdulillah alek nagari ini bisa kita laksanakan dengan dukungan dari para donatur, perantau dan orang-orang di kampung. Butuh kebersamaan kita agar alek nagari itu berlansung dengan lancar dan sukses.
“Terima kasih Abang Leonardy, Abang Ambo yang telah mendukung pelaksanaan alek nagari ini,” ungkapnya.

Ismail menjelaskan, selama alek nagari ada Ulu Ambek yang dilaksanakan pada tanggal 13-15 Juni 2023, penampilan silat pada 20-22 Juni, penampilan sanggar seni 21-22 Juni, buru babi 22-23 Juni indang 21-28 Juni. Juga ada lomba layang layang, panjek batang pinang dan tembak kaco. Kegiatan-kegiatan ini diselenggarakan selama 15 hari.

Tokoh masyarakat yang juga Sekretaris KAN Tandikek H. Ali Idris Dt. Mudo menyambut baik dilaksanakannya alek nagari di Sialang Tandikek ini.

“Kami atas nama tokoh masyarakat mengucapkan selamat datang kepada tokoh dan tamu undangan, terima kasih kepada Pak Leonardy yang telah berkenan hadir di alek nagari kami. Terima kasih atas dukungannya terhadap kelancaran dan kesuksesan acara ini,” ungkapnya.

Dikatakan Dt. Mudo, keberadaan alek nagari ini merupakan wujud terimakasih kepada masyarakat kita yang telah menyerahkan tanahnya kepada nagari untuk dijadikan laga-laga guna pengembangan adat istiadat, seni dan budaya yang dilakukan oleh tokoh masyarakat kita, Riva’i Marlaut.

 “Dia menginginkan lokasi ini digunakan untuk pengembangan seni dan budaya kita. Di laga-laga ini juga dimanfaatkan untuk mengikat silaturahmi seluruh masyarakat Tandikek lamo yang kini telah dimekarkan menjadi empat nagari,” ungkapnya.

Bupati Padang Pariaman yang diwakili
Kepala Dinas Pendidikan Padang Pariaman Drs. H. Anwar, M.Si menyebutkan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di bawah kepemimpinan Bupati Suhatri Bur sangat memperhatikan pengembangan seni dan budaya di Padang Pariaman. 

“Kita di Padang Pariaman mendorong semua seni dan budaya didaftarkan sebagai warisan budaya. Dan cagar budaya yang ada diusulkan sebagai cagar budaya nasional,” ujarnya. 

Anwar mengungkapkan, saat ini tambua tasa dan tradisi malamang telah ditetapkan sebagai warisan budaya.
 Dengan dijadikannya warisan budaya maka akan banyak program-program dari pemerintah pusat ke daerah kita. Makam Syekh Burhanuddin pun telah ditetapkan sebagai cagar budaya tak benda. Diharapkan menjadi cagar budaya nasional, karena sudah terkenal. “Mohon dukungan dari Bang Leo agar semakin banyak cagar budaya kita yang terdaftar di tingkat nasional,” ungkapnya.

Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Satpol PP Sumbar, H. Irwan Dt. Rajo Nando, S.Sos, MM mengatakan Gubernur Mahyeldi sangat mendukung pelaksanaan alek nagari di Sialang Tandikek ini. “Pak Gubernur untuk kegiatan kemasyarakatan ini sangat peduli sekali,” ungkapnya.
Irwan menyambut baik diadakannya kesenian dan budaya di nagari. Katanya, jika ingin melihat kesenian nagari di Padang Pariaman liatlah Ulu Ambek.

 “Keberadaan laga-laga memperliatkan besarnya perhatian anak nagari terhadap seni dan budaya mereka,” ujarnya lagi.
Dia juga memuji alek nagari di Padang Pariaman tidak ada yang bertabrakan. Selalu dilaksanakan bergantian diantara nagari-nagari yang ada. Ini membuktikan adanya silaturahmi, saling menghargai yang erat antara niniak mamak dan tokoh-tokoh di Padang Pariaman. (*)

Lintasmedia news.com,DHARMASRAYA – Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan diwakili oleh Sekda Dharmasraya, Adlisman menghadiri acara Pengabdian Masyarakat Internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Andalas, Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan Kampus III Unand Dharmasraya. Acara ini dilaksanakan di Mushola Al Ikhwan Pelayangan Nagari IV Koto Pulau Punjung, pada hari Minggu, (25/06/23).

Kedatangan mahasiswa Inbond dari Negara Kamboja, Vietnam, Madagaskar dan Timor Leste ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka Dies Natalis Fakultas Pertanian ke-69. Kegiatan ini mengusung tema Penerapan Teknologi Budidaya Aren Dengan MIkroorganisme Lokal dan Konservasi Lahan di Pinggiran Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya.

Sekda dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa Inbond dari luar Negeri ataupun dari Dalam Negeri, yakni Perguruan Tinggi se-Sumbar, Riau dan Jambi. Suatu kebanggaan dan kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya karena menerima kedatangan mahasiswa Inbond dari empat Negara yang bertandang untuk melakukan pengabdian masyarakat Internasional di ranah cati nan tigo.

“Selamat datang kami ucapkan kepada seluruh mahasiswa Inbond dari Vietnam, Kamboja, Madagaskar, Timor Leste dan mahasiswa dari Perguruan Tinggi yang berasal dari Sumbar, Riau dan Jambi. Semoga selama di Kabupaten Dharmasraya, dapat memberikan kesan yang baik, positif dan mengena di hati mahasiswa baik dari luar negeri ataupun dari luar Kabupaten Dharmasraya,” kata Sekda saat menghadiri acara Pengabdian Masyarakat Internasional.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional ini menurut Sekda, sangatlah bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Dharmasraya pada umumnya, dan masyarakat yang berada di pinggiran aliran Sungai Batanghari. “Semoga kegiatan ini, dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan Sungai Batanghari,” harapnya lagi.

Sekda juga memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti program mahasiswa Inbond ini agar selalu fokus belajar dan menimba ilmu selama di bangku perkuliahan. Sehingga ilmu yang didapat selama di bangku perkulihaan dapat diberikan dan diaplikasikan kepada seluruh masyarakat  di daerahnya masing-masing. Agar dunia pertanian dapat terus meningkat dan berkembang pesat nantinya.

Selain itu juga, dalam acara pengabdian masyarakat Internasional Budidaya Tanaman Perkebunan Kampus III Unand Dharmasraya Universitas Andalas memberikan bantuan bibit secara simbolis kepada Pemkab Dharmasraya yang diterima langsung oleh Sekda Dharmasraya. Setelah diterima, Sekda langsung menyerahkan secara simbolis kepada masyarakat, kelompok tani dan petani di sekitaran Sungai Batanghari. Dan melakukan penanaman bibit pohon aren di pinggiran Sungai Batanghari.

Penanaman pohon aren ini diperuntukkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Kabupaten Dharmasraya pada umumnya, dan seluruh masyarakat yang berada di pinggirian Sungai Batanghari bahwa pohon aren itu sangatlah bermanfaat. Serta memberikan pemasukan perekonomian yang lumayan tinggi jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.

“Dengan dilakukannya penanaman bibit pohon aren ini, dimohon kepada seluruh masyarakat yang berada di sekitaran Sungai Batanghari untuk dapat menjaga dan merawat bibit pohon aren yang ditanam pada hari ini. Mari kita jaga secara bersama-sama pertumbuhan bibit pohon aren yang sudah kita tanam bersama. Semoga bibit pohon aren ini dapat memberikan pemasukan perekonomian masyarakat kedepannya selain tanaman-tanaman lainnya yang sudah ditanam oleh para petani atau masyarakat Kabupaten Dharmasraya,” himbau Sekda lagi.

Sedangkan menurut Guru Besar sekaligus Profesor Budidaya Pertanian Universitas Andalas, Aswaldi Anwar mengatakan  bahwa di tepian Sungai Batanghari ada tanaman yang sangat potensial untuk dikembangkan yaitu, pohon aren. Produk turunnnya yaitu gula aren memiliki nutrisi yang sangat tinggi. Dibandingkan dengan gula merah dan gula pasir, gula aren lebih tinggi kalium, magnesium, seng, zat besi, fosfor, nitrogen, dan natrium. 

“Gula pasir juga termasuk sumber makanan yang hanya tinggi kalori saja tapi gizinya minim. Berbeda dengan gula aren yang kaya akan mineral yang diperlukan tubuh. Inilah mengapa orang tua kita zaman dahulu mereka sehat-sehat dan sangat jarang kita jumpai mereka zaman dulu mengidap penyakit yang berat-berat. Seperti diabetes atau penyakit yang disebabkan oleh berlebihnya kandungan gula dalam tubuh kita,” kata Aswaldi.

Kata Aswaldi, untuk mengembangkan agar tanaman ini agar bisa berproduksi secara optimal, teknologi terkini dibutuhkan. Sejatinya, di alam, terdapat hubungan antara tanaman dan lingkungannya dan salah satunya adalah mikroorganisme. Tanaman dan mikroorganime tersebut melakukan simbios mutualisme. 

“Kita menyebut mikrooganisme ini PGPR atau Plant Promoting Rhizobacteria. Banyak penelitan melaporkan bahwa rhizobacteria mampu meningkatkan produksi tanaman dan melawan patogen tanaman. Dan rhizobacteria terbaik adalah mikroorganisme yang berada disekitar tanaman itu sendiri. Jadi, mikroorganisme lokal ini kita kembangkan untuk membantu kita dalam meningkatkan produksi tanaman sebagai sebuah teknologi,” bebernya lagi.

Sementara itu menurut Kepala Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan Kampus III Universitas Andalas Dharmasraya, Edwin mengatakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari merupakan DAS yang terletak di 13 wilayah administrasi dari 13 (tiga belas) kabupaten dan 1 (satu) kota di Sumatera Barat dan Jambi.

Kegiatan perkebunan dan pertambangan tersebut menyebabkan rusaknya ekosistem di DAS Batanghari Hulu. Akumulasi dari semua kerusakan tersebut adalah penurunan kualitas dan kuantitas air Sungai Batanghari serta tingginya erosi, limpasan dan sedimentasi di Bendungan Batanghari. 

“Akumulasi dari semua kerusakan tersebut adalah penurunan kualitas dan kuantitas air Sungai Batanghari serta tingginya erosi, limpasan dan sedimentasi di Bendungan Batanghari. Kondisi sungai Batanghari yang saat ini sudah sangat memprihatinkan. Kualitas air Sungai Batanghari menurun akibat penambang emas dan galian c. Bahkan hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata pH total air sungai segmen Sitiung adalah 8,73 dan telah melebihi ambang batas baku mutu," terang Edwin. 

Oleh karena itu, Edwin mengatakan dalam hal tersebut perlu dilakukan konservasi yang berfokus pada perlindungan spesies dari kepunahan, pemeliharaan dan pemulihan habitat, peningkatan jasa ekosistem, dan perlindungan keanekaragaman hayati. "Nantinya konservasi ini akan melibatkan pemerintah, masyarakat, pihak swasta dan perguruan tinggi. Sehingga apa yang kita inginkan dapat tercapai untuk keberlangsungan hidup orang banyak kelak," pungkasnya.(elda)

Lintasmedia news.com, Dharmasraya -((Ketua TP PKK Kabupaten Dharmasraya, Ny Dewi Sutan Riska masuk dalam nominasi penerima Satyalencana Wira Karya (SWK) 2023. Berdasarkan hal itu, Tim Sekretaris Militer (Sekmil) Presiden, dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat dipimpin Dwi Paryanto, lakukan verifikasi dan peninjauan lapangan di Pulau Punjung

Tim yang dipimpin Dwi Paryanto tersebut diterima Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Sekretaris Daerah, Kepala OPD bersama Ny. Dewi Sutan Riska, serta turut didampingi Perwakilan BKKBN Sumbar, Marda Jendri, di Rumah Dinas Bupati, hari ini, Senin (26/06/2023)

Dipilihnya Ny. Dewi Sutan Riska sebagai calon menerima penghargaan Satyalencana Wira Karya (SWK) karena memberikan kontribusi dan dukungan yang besar dalam pengelolaan program paket kencana, pengentasan kemiskinan, menggerakkan ekonomi masyarakat dan program percepatan penanganan stunting.

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, dalam sambutannya menegaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya percepatan penanganan stunting. Salah satunya adalah dengan mencarikan Bapak Asuh bagi anak stunting. Saat ini sudah ada 240 orang bapak asuh anak stunting tersebut. Di samping itu juga ada dukungan anggaran dari berbagai sektor terkait.

Selain itu, Pemkab bersama TP PKK, yang dikomandoi Ny. Dewi, pada awal tahun 2023 telah sukses menyelenggarakan kegiatan pemecahan Rekor MURI memasak 11.790 butir telur menjadi 2.725 makanan, yang merupakan bagian dari kampanye gemar mengkonsumsi makanan bergizi dalam upaya menekan angka gagal tumbuh kembang di Kabupaten Dharmasraya.

“Ketua TP PKK juga sudah sangat berperan dalam penanggulangan Stunting. Bergandengan tangan dengan Bidan, Kader KB dan lainnya serta bersinergi aktif mendampingi keluarga berisiko stunting. Mudah-mudahan Pemerintah Pusat menganugerahi SWK kepada Ketua TP PKK Kabupaten Dharmasraya,” harapnya.

Sementara itu, Perwakilan BKKBN Sumbar, Marda Jendri, mengungkapkan cukup bangga dengan berbagai inovasi yang dilakukan Ny. Dewi Sutan Riska, bersama TP PKK Dharmasraya, sehingga dinilai sangat layak untuk dinominasikan sebagai penerima Satyalencana Wirya Karya. 

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan Ketua TP PKK Dharmasraya tersebut, ke depannya akan semakin maju dan berkembang, dan diharapkan inovasi yang sudah dilakukan itu diapresiasi oleh Pemerintah Pusat dan Dharmasraya berhasil meraih penghargaan SWK,” ungkap Marda.

Sebagai informasi, pada tahun 2022 Bupati Dharmasraya, Sutan Riska, terlebih dahulu telah menerima Satyalencana Wira Karya, karena telah berperan aktif menyukseskan Program Bangga Kencana melalui perencanaan Kampung KB secara sinergis dan terintegrasi. 

Sutan Riska saat itu juga dinilai mendukung Program Lansia berupa Gerakan Lansia Produktif Saiyo Sakato Beringin Sakti (GL Pro Sasabesa), serta dapat menekan angka stunting, sehingga tercipta SDM berkualitas, keluarga mandiri, tangguh, sehat dan berdaya guna di Kabupaten Dharmasraya.

Kunjungan  Tim Verifikator di Kabupaten Dharmasraya merupakan yang pertama di tahun 2023, dalam penilaian Satyalencana Wira Karya(elda)

PARIAMANLintas Media News
Ketua PWI Sumbar, Basril Basyar mengingatkan pengurus dan anggota PWI Padangpariaman agar menjalankan program kerja, serta meningkatkan kapasitas dan kompetensi insan pers.

"Tuntutan masa depan lebih berat, maka harus disikapi dengan langkah nyata," kata Basril Basyar, saat melantik pengurus PWI Padang Pariaman masa bakti 2021-2024, dilantik di Aula Gedung Sakato, eks Kantor Bupati Padang Pariaman, Kota Pariaman, Senin (26/6)

Kepengurusan PWI Padangpariaman dinahkodai Ikhlas Bakhri, Sekretaris Idham Fadil, Sekretaris Armaidi Tanjung beserta sejumlah seksi.

Wali kota Pariaman Genius Umar mengemukakan,  kemitraan antara pemerintah daerah dengan insan pers sangat penting.

"Pers sangat berperan sebagai kontrol sosial serta  mensosialisasikan program kerja pemerintah daerah," katanya.

Pada kesempatan sama, Ketua PWI Padang Pariaman, Ikhlas Bakhri menyampaikan apresiasi atas semangat yang dimiliki anggota PWI Padangpariaman,  terutama tekad untuk memajukan organisasi PWI dan keberadaannya dapat menjadi mitra bagi pemerintah daerah serta stakeholder lainnya.
Berselang sesi pertama agenda palantikan, disusul kehadiran Bupati Suhatri Bur di tempat acara.

Bupati mengakui, peran pers memang tak dapat diabaikan dalam mendukung program kerja pemerintah daerah.

Seusai pelantikan kemudian, dilanjutkan agenda rapat kerja Pengurus PWI Padang Pariaman, yang  dipimpin Ketua Ikhlas Bakhri bersama anggotanya, menyepakati konsolidasi internal kepengurusan.
Terakhir, agenda Karya Latih Wartawan (KLW), yang diikuti belasan calon bagi anggota PWI, guna dibekali seputar pengetahuan dan wawasan jurnalistik, serta kode etiknya.
Turut hadir Plh Sekda Padangpariaman, Zahirman, Ketua DPRD Kota Pariaman, dan Kabupaten Padangpariaman.
Sementara pengurus PWI Sumbar yang hadir Wakil Ketua Bidang Organisasi Sawir Pribadi, Sekretaris Firdaus Abie, Bendahara, Jayusdi Effendi serta mewakili Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Emil Mahmudsyah. (Rel)



Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.