October 2020

50Kota Advertorial DPRD Kab. Banyuasin Advertorial DPRD Lahat Advertorial HUT ke-153 Kabupaten Lahat Advertorial Meranti Advertorial Pemkab Lahat Advertorial Pemkab Musi Rawas Advertorial Pemko Lubuklinggau Advertorial Pemko Pagar Alam Agam AROSUKA Bali Bank Nagari Bantaeng Batang anai Batusangkar BAWASLU SUMBAR Bengkalis BENGKULU BI Sumbar Bogor Bukittinggi Dewan Pers Dharmasraya DPRD Bengkalis DPRD Dharmasraya DPRD Kepulauan Meranti DPRD Kota Padang DPRD OKI DPRD Padang DPRD Padang Panjang DPRD Pessel DPRD RI DPRD Solok DPRD SUMBAR FJPI Sumbar HPN 2022 Jakarta Jawa Barat Kab.Dharmasraya Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten Lahat Kabupaten Solok KADIN SUMBAR kambang Kayu Agung Kepulauan Meranti Kota Padaang Kota Padang Kota Pagar Alam Kota Pariaman Kota Solok Kotapariaman KPU KPU Sumbar Lampung Lampung Timur lanud Sut Lanud Sud Lanud Sultan Sahrir Lanud Sultan Syahrir Lanud Sultan Syahrir Padang Lanud Sultan Syarir Lanud Sur lanud Sut Limapuluh Kota Liputan Lubuk Linggau Mentawai Meranti Miranti Muba Banyuasin Muratara Musi Rawas Nagari Lurah Ampalu Nasdem Sumbar Nasional Ogan Ilir Ogan Komering Ilir (OKI) OKI Opini Padang Padang Panjang Padang Pariaman Padangpanjang Painan Pariaman Parit malintang PARIWARA Pariwara DPRD Padang Panjang Pariwara Pemkab Solok PARIWARA PT Semen Padang Pasaman Pasaman - Pasaman Barat Pasaman Barat Pasbar Payakumbuh PDAM Padang Panjang Pekanbaru Pemkab Bengkalis Pemkab Lahat Pemkab Solok Pemko Padang Pemko Sawahlunto Pemko Solok Pemprov Sumbar Pemrov Sumbar Penas XVI KTNA Pertamina Pesisir Selatan Pessel PLN PMI Sumbar Polda Bali Polda Sumbar Polri Provinsi Bengkulu PT.ITA PT.Semen Padang PWI PWI Sumbar Redaksi Redaksi 2 Riau Sawahlunto Selat panjang Semen Padang Semen Padang.. Sijunjung SMSI Solok Solok Selatan Sumatera Barat Sumbar Sumsel sungai sarik TANAH DATAR Tanahdatar TSR III Pemkab Dharmasraya Tua Pejat Tulisan walikota solok

Batusangkar.Lintas Media News.
Manajemen EMERSIA Hotel & Resort Batusangkar, Sumatera Barat memberikan diskon khusus bagi tamu menginap yang datang mengendarai mobil Plat Nomor BM (Riau). 

General Manager Emersia Hotel, Tity Apriati kepada Media ini menjelaskan, EMERSIA Hotel merupakan satu-satunya hotel bintang 4 yang terdapat di Kabupaten Tanah Datar. Hotel pilihan terbaik di Sumatera Barat ini berlokasi di Jl. Hamka N0.41 Jorong Parak Juar – Kec. Lima Kaum. Letaknya sangat strategis berada di pusat kota Batusangkar. Emersia Batusangkar memiliki 135 kamar terdiri dari 120 kamar deluxe, 10 kamar Executive, 1 kamar jr. Suite, 3 kamar Emersia Suite dan 1 kamar President Suite. 

"Dengan standard bintang 4, hotel ini dilengkapi dengan fasilitas: Sapphire Restaurant, Songket Lounge, kolam renang, fitness center, Family SPA, Family KTV, Playkids, dan Emersia Garden," ungkap Tity.

Selain itu, lanjut Tity, untuk keperluan meeting ataupun event social, EMERSIA Hotel memiliki 8 ruang pertemuan dan 2 Ballroom, dengan kapasitas 10 orang hingga 300 orang. 

Dengan lokasi yang strategis karena dekat ke tempat objek wisata seperti; Istana Pagaruyung, Batu angkek-angkek, tabek patah, puncak pato, batu batiikam dan juga pasar tradisional Batusangkar. 

"Rencanakan liburan anda ke EMERSIA Hotel Batusangkar dan dapatkan special BM DEAL. Khusus bagi plat mobil BM akan mendapatkan harga khusus type kamar DELUXE hanya IDR. 600 ribu sudah termasuk sarapan pagi untuk 2 orang, 30% diskon untuk SPA dan 20% untuk di Sapphire Restaurant *Syarat & Ketentuan Berlaku," Jelas Tity yang lama berkiprah di dunia perhotelan di Provinsi Riau.

Penawaran khusus ini, tambah Tity berlaku per 1 November hingga 30 Desember 2020. Untuk informasi lebih lanjut langsung hubungi: 0752 71771 atau ke WA 0811 666 1771. (rls/st)

PADANG.Lintas Media News.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Bayu Satake dengan tegas menyatakan kalau wartawan merupakan ujung tombak informasi, sehingga layak untuk mendapat perhatian dalam melakukan aktifitas profesinya.

Hala tersebut disampaikan Satake Bayu ketika memfasilitasi Rapid test puluhan wartawan yang tergabung di FJKIP Sumbar, Jumat (30/10/2020), di Rumah Sakit Bhayangkara Padang.

Pada kesempatan tersebut Bayu juga mengatakan, jika profesi wartawan sangat rentan dengan pandemi, karena berhubungan dengan banyak orang serta banyak kegiatan, sehingga perlu kewaspadaan dalam menjalankan tugas dan fungsi Jurnalis.

Sebagai mitra langsung Humas Polri, Wartawan merupakan corong Kepolisian dalam menyampaikan informasi, berkaitan dengan kewaspadaan masyarakat dalam menangani pandemi covid-19, juga kewaspadaan dalam mengantisipasi kejahatan lainnya.

"Wartawan mitra langsung kita di humas Polri, khususnya Polda Sumbar, untuk itu amat perlu kami selalu bergandengan tangan dalam menjalin silaturahmi kemitraan, khusunya dalam menyiarkan kewaspadaan covid-19, dan kewaspadaan lainnya, untuk kepentingan masyarakat," ulas Satake Bayu.

Ditambahkannya, tanpa bantuan media melalui watmrtawan-nya, masyarakat akan sulit menerima informasi yang benar, karena media memang menyampaikan informasi secara objektif dan kolektif, tidak sama dengan informasi dimedia sosial.

"Media massa menyampaikan informasi itu dengan aturan, sehingga objektif dan selektif dan bisa dipertanggung jawabkan, tidak sama dengan media sosial yang informasinya belum tentu dapat dipertanggung jawabkan," tambah Bayu lagi.

Pernyataan Bayu dipertegas wakil ketua Informasi Publik, Adrian Tuswandi, dimana wartawan merupakan corong keterbukaan Informasi, sehingga masyarakat dapat mengetahui mana hak mereka untuk tau, dan mana informasi dikecualikan.

"Apa yang dikatakan Kombes Bayu benar, wartawan merupakan corong keterbukaan, mitra yang perlu dijaga, sehingga bisa memberi informasi akurat pada masyarakat," tegas Adrian Tuswandi.

Dia juga mengatakan, tanpa adanya berita yang baik dan benar, maka informasi akan simpang siur, mengakibatkan masyarakat panik, akhirnya menimbulkan kekacauan dimana-mana.

"Agar wartawan tetap dapat melakukan aktifitasnya dalam memberikan informasi, maka perlu difasilitasi dalam mendapatkan informasi dan dalam memeriksa kesehatannya," tambah Adrian lagi.

Saat ini KI Provinsi sedang menyiapkan beberapa program penyegaran untuk wartawan, sehingga dalam melakukan aktifitas bisa tetap fresh.(rls/st)





Pessel.Lintas Media News.
Masyarakat Bayang, khususnya Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan berharap agar jalan tembus Pasar Baru - Alahan Panjang segera tuntas tersambung dan dapat digunakan oleh masyarakat sebagai jalur lalu lintas yang menghubungkan Pesisir Selatan dengan Kabupaten Solok. 

Hal itu disampaikan H. Malin Zubir, tokoh masyarakat Bayang Utara kepada Calon Gubernur nomor urut 1 yaitu Ir. H. Mulyadi dalam pertemuan Tokoh Masyarakat Bayang dan Bayang Utara yang dilaksanakan di Hotel Gizzela, Pasar Baru, Bayang, Rabu (28/10).

"Kami masyarakat sudah sangat lama mengharapkan jalan ini tembus. Supaya transportasi dengan Alahan Panjang (Solok) segera lancar, ekonomi kami bisa berkembang. Untuk itu kami menitipkan aspirasi ini kepada Bapak Ir. H. Mulyadi jika terpilih menjadi Gubernur Sumbar. Sangat besar harapan kami, Pak. Kami siap memberikan dukungan penuh untuk Bapak pada Pilkada 9 Desember," kata H. Malin Zubir.

Menanggapi permintaan masyarakat ini, Calon Gubernur Ir. H. Mulyadi mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan niniak mamak, tokoh masyarakat, bundo kanduang, pemuda khususnya yang berasal dari Bayang dan Bayang Utara ini. "Bagi saya, dukungan dan harapan masyarakat ini adalah amanah yang harus saya perjuangkan. Saya bersama Pak Ali Mukhni bersepakat bahwa membangun konektivitas antar wilayah terutama hubungan darat menjadi prioritas bagi kami sekiranya terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, termasuk jalan Pasar Baru - Alahan Panjang ini," kata Ir. H. Mulyadi.

Menurut Mulyadi, terbukanya jalan akses antar dua kabupaten ini sudah pasti akan membawa pengaruh positif terhadap perekonomian masyarakat. Akan tumbuh jalur perdagangan baru yang tentunya semakin membuka peluang usaha masyarakat di kedua daerah dan sekitarnya.
Disamping aspek ekonomi, ada sisi historis atau kesejarahan dan kultural yang kuat antara masyarakat Bayang Pesisir Selatan dengan Alahan Panjang  Solok.

Pertemuan Calon Gubernur nomor urut 1 ini dengan ninik mamak Pimpinan LKAAM Bayang dan Bayang Utara, Pimpinan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bayang dan Bayang Utara serta para tokoh masyarakat dan pemuda ini berlangsung dengan penuh suasana kekeluargaan, dan lebih banyak diisi dengan dialog.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Anggota DPR RI H. Darizal Basir dari Partai Demokrat, Anggota DPD RI Dapil Sumbar dua periode DR. H. Alirman Sori, SH., M. Hum., MM., Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Ali Tanjung, SH,MH., Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumatera Barat, Januardi Sumka, SH.,MH., Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumatera Barat Doni Harsiva Yandra, S.IP, ME., dan Ketua MUI Kabupaten Pesisir Selatan Buya H. Asli Sa'an.

Dalam kesempatan ini, H. Darizal Basir mengungkapkan bahwa selama ini progres pembangunan jalan Pasar Baru - Alahan Panjang yang masuk kategori jalan provinsi ini sangat lambat. Sudah lebih dari 5 tahun sejak dikeluarkan izin pembukaan jalan oleh Kementerian Kehutanan RI sampai sekarang tidak juga kunjung tuntas.

"Lebih dari lima tahun sejak dikeluarkan izin dari Kementerian Kehutanan untuk ruas jalan ini, belum juga tuntas sampai sekarang. Makanya saya mendorong Pak Mulyadi ini Maju sebagai Calon Gubernur agar pembangunan jalan ini, juga infrastruktur lainnya di Sumbar bisa segera tuntas. Kita butuh pemimpin yang betul betul bekerja untuk rakyat, membuat terobosan dan perubahan, punya jaringan yang luas dan kuat ke pusat. Saya tahu persis, Pak Mulyadi memenuhi semua kriteria itu," kata Darizal Basir, Bupati Pesisir Selatan 1995-2005 yang juga Putra Bayang itu. 

Sementara itu, Senator DR. H. Alirman Sori menegaskan bahwa Ir. H. Mulyadi adalah pemimpin yang komitmen, konsisten dan senantiasa fokus memperjuangkan aspirasi masyarakatnya. "Bukti Pak Mulyadi konsisten dan memegang komitmen terhadap masyarakat adalah terbukti terpilih sebagai Anggota DPR RI tiga periode berturut-turut dan meraih suara terbanyak. Ini tentu tidak lepas dari kerja nyata dan lakek tangan beliau sebagai wakil rakyat," kata Alirman Sori.

"Saya bersama Pak Darizal Basir dan Pak Mulyadi akan mengawal aspirasi masyarakat yang menjadi tugasnya pemerintah provinsi, termasuk jalan Pasar Baru- Alahan Panjang," pungkas Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan 2004-2009 ini. (rls/st)




Padang.Lintas Media News.
Sudah lebih sebulan masa kampanye, sudah berseliweran bocoran survey di berbagai media sosial tentang siapa yang akan memimpin Sumbar lima tahun kedepan.

Pengamat Politik sekaligus punya pengalaman dalam kontestasi politik pemilihan Yosmeri menilai Mulyadi-Ali Mukhni (MUALIM) jaminan mutu bagi Sumbar kedepan.

"Amatan saya, melihat suasana Pilkada di tengah pandemi ini, dan banyak hasil lembaga survey yang sudah bocor belum saatnya Mulyadi-Alu Mukhni (MUALIM) punya khans terbesar memimpin Sumbar kedepan,"ujar Yosmeri, Kamis 29/10.

Bahkan sampai awal November ini, melihat model penetrasi daerah, strategi dan taktik plus kekuatan relawan bergerak, Yosmeri memperkirakan elektabikitas MUALIM bisa menembus angka 45 persen.

"Sangat berpeluang sekali, awal Oktober 41 persen dari bocoran sebuah lembaga krdibel nasional yang saya dapat. Dan kerja pemenangan MUALIM saat ini sudah memberi keyakinan saya elektabilitas Paslon besutan Demorkat dan PAN ini menembus 45 persen,"ujar Yosmeri.

Menurut Yosmeri, MUALIM terutama Mulyadi sangat paham membaca survey kepala daerah di Sumbar. Pola pemenangan MUALIM pun tidak menoton seperti kampanye dialogis, ketemu atau sapa warga.

"Tidak, Pak Mulyadi itu sosok cerdas membaca hasil survey, satu yang buat kita terkejut menjadikan Alirman Sori menjadi Ketua Tim Pemenangan MUALIM, secara demografi politik jelas ini akan menggerus Cagub yang daerah asalnya Pesisir Selatan. Terus menjadikan Syamsul Rahim sebagai pencerah untuk menembus demografi politik Solok, lalu di Padang ada Emzalmi yang siap mendulang suara untuk Mualim. Ada barisan tokoh lokal ini menjadi keuntungan demografi politik bagi Mulyadi,"ujar Yosmeri.

Selain itu faktor kunci mengantarkan Mulyadi ke kursi gubernur dan Ali Mukhni ke kursi wakil gubernur adalah relawan yang terus bergerak senyap di daerah non kantong MUALIM.

"Belum pula, faktor Mulyadi yang mempu merawat konsitutuennya di daerah pemilihan Sumbar 2 mengantarkan Mulyadi tiga periode jadi anggota DPR RI. Hari ini basis suara Mulyadi di Sumbar 2 itu tekah menjadi strong votters yang tidak bergeser mencoblos selain MUAlLIM,"ujar Yosmeri.

Paslon lain terutama NA-IC dan Mahyeldi-Audy serta Fakhrizal-Genius Umar, menurut Yosmeri peluang menang sangat tipis dan imposible berdasarkan prediksi statistik politik.

"Tapi dunia politik pemilihan adalah last minute, persaingan dan peluang selalu mungkin, karena di politik tak ada kata yang tidak mungkin,"ujar Yosmeri bincang pagi dengan beberpa owner media online di Padang.(rls/st)

Pdg. Panjang, Lintas Media News

Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatra Barat (Sumbar) tahun 2020 menarik perhatian banyak pihak. Pasalnya, berbeda dengan wilayah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di lainnya, Pilgub Sumbar merupakan salah satu kontestasi yang diperebutkan empat pasangan calon.

Empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat itu antara lain Pasangan nomor urut 1 Mulyadi-Ali Mukhni, pasangan nomor urut 2 Nasrul Abit-Indra Catri, pasangan nomor urut 3 Fakhrizal-Genius Umar dan pasangan nomor urut 4 Mahyeldi-Audy Joinaldy.

Sehingga, kontestasi Pilgub Sumbar menjadi sangat dinamis. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD PKS Kota Padang Panjang,  Nasrulah Nukman,  saat ramah tamah dengan calon Gubernur Mahyeldi dengan tokoh masyarakat Kota Padang Panjang di Yayasan Bina Permata Bangsa, Selasa 27/10/2020 malam.  

Dikatakan Nasrulah, berdasarkan hasil survei terbaru Pilgub Sumbar, pasangan calon Mahyeldi-Audy Joinaldy unggul dibandingkan kontestan lainnya.

"Pemilihan saat ini dengan jarak 13 persen dengan posisi nomor dua, yaitu Mulyadi-Ali Mukhni, selanjutnya disusul Nasrul Abit-Indra Catri dan posisi terakhir Fakhrizal-Genius Umar," jelasnya disela sela ramah tamah dengan sejumlah tokoh masyarakat Padang Panjang siang itu. 

Mahyeldi yang kini menjabat sebagai Walikota Padang itu katanya mendapatkan dukungan mayoritas dari pemilih Kota Padang Panjang dan beberapa daerah besar di Sumatra Barat.

Dari hasil poling yang kredibelnya dapat dipercaya, didapatkan bahwa pasangan Mahyeldi-Audy Joinaldy didukung oleh pemilih milenial dan pemilih muda.

Pasangan ini diungkapkan Nasrulah,  mendapatkan keuntungan, karena merupakan pasangan Cagub yang paling muda dan memiliki cawagub yang berasal dari kalangan milenial. "Dari penggunaan media sosial dan aktivitas kampanye, lebih banyak menyentuh kaum muda," jelasnya. "Begitupun pemilih emak-emak, kharisma seorang datuak dan ulama mahyeldi audy paling banyak diminati kaum bundo kanduang,".

Alasan memilih paslon, lanjutnya, dari rekam jejak dan karakter membuat pasangan Mahyeldi-Audy Joinaldy mengungguli jauh.

Sebab, kesuksesan memimpin kota Padang yang menjadi ibukota  provinsi berkemajuan yang menjadi sorotan warga seluruh kabupaten atau kota di Sumbar. "Ditambah sorotan mahyeldi sebagai seorang datuak dan ulama yang mencirikan karakter pemimpin Sumbar yang ideal," jelasnya.

Sementara, Buya Mahyeldi, disela sela ramah tamah mengatakan,andai amanah ini dipercayakan masyarakat Sumatera Barat menjadi orang nomor 1 di Sumbar kelak. Sektor Soial, ekonomi, budaya, pendidikan,pertanian menjadi prioritas utama untuk lebih ditingkatkan. 

Untuk menggapai hal tersebut, dibutuhkan kerja sama dan kebersamaan masyarakat Sumatera Barat dalam mengujudkan Sumbar Madani, ujar Mahyeldi. Tidak ada yang tidak mungkin, bila kita bersama sama untuk menggapainya menjadi sebuah kenyataan.

Ramah tamah, dengan beberapa tokoh masyarakat Padang Panjang yang diselengi dengan tanya jawab dan menerima masukan dari berbagai tokoh masyarakat Padang Panjang. Mahyeldi,  mendapat gambaran pasti tentang Padang Panjang dan Sumatera Barat secara keseluruhan dalam meretas perjalanan panjang untuk menjadi orang nomor satu di Sumatera Barat kelak. (maison pisano)





PADANG.Lintas Media News.
Transformasi digital membuat pemerintahan harus beradaptasi. Maka muncul istilah e government. E gov ini mensyaratkan tata kelola pemerintahan harus berbasis digital. Namun kondisi ini bermasalah jika diterapkan secara cepat ke birokrasi. 

Hal ini dibahas dalam webinar seri ke 5 Ilmu Politik Unand dengan tema Reformasi Birokrasi dan Pemanfaatan E-Government di Sumatera Barat. Acara yang dimoderatori oleh Didi Rahmadi, MA ini, menghadirkan narasumber yang kompeten, yaitu Fadly Amran (Walikota Padang Panjang), Riza Falepi (Walikota Payakumbuh), Syaiful Wahab (Dosen Ilmu Politik, Unand) dan Asrinaldi (Dosen Ilmu Politik Unand).

Dalam pemaparannya, Walikota Padang Panjang menyebut syarat utama keberhasilan pemerintahan untuk menerapkan e gov adalah mereformasi birokrasi. 

"Penempatan birokrat sesuai dengan bidangnya akan semakin menambah penguatan terhadap reformasi birokrasi dan pemanfaatan terhadap tekhnologi dengan e-government," kata Fadly Amran. 

"Kolaborasi pemerintah(an) dengan seluruh elemen masyarakat yang memang menginginkan perubahan, barulah dilengkapi dengan tekhnologi," lanjutnya.

Hal ini juga diperkuat oleh Walikota Payakumbuh Riza Falepi yang menekankan pada monkey procedure yakni sebodoh apapun orang akan mengikuti prosedur untuk melaksanakan suatu urusan. Artinya, teknologi itu sifatnya memudahkan, sehingga orang yang tak berpnegetahuan sekalipun bisa menggunakannya.

"Sebagai contoh membuat KTP selama 15 menit. Artinya, infrastruktur dan prosedurnya yang mesti disiapkan KTP itu agar dapat selesai dalam waktu 15 menit. Komitmen merupakan hal yang utama dalam menerapkan IT di bidang pemerintahan, terutama komitmen politik yakni dari para pemimpin politik," jelas  Riza.

Akademisi Unand, Asrinaldi menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembanga e - government adalah; political will kepala daerah, pembiayaan dan infrastruktur serta aturan per undang-undangan.

"Alasan birokrasi perlu direformasi, diantaranya; birokrasi menjadi organisasi yg mendominasi urusan publik, namun lambat merespon kepentingan publik, rendahnya akuntabilitas dan transparansi birokrasi dalam melaksanakan tugas, belum terwujudnya efektifitas dan efisiensi dalam pelaksanaan fungsi birokrasi, birokrasi menjadi alat politik dalam setiap pilkada," kata Asrinaldi.

Sementara itu, Akademisi Unand Syaiful Wahab, mewarning bahwa instansi terlapor yang cukup tinggi dalam kasus korupsi adalah pemerintah daerah. 

"Pemerntah daerah perlu menjadi subjek yang ‘meluruskan” kembali makna reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi “terinfeksi virus” sebelum sampai tujuan. Reformasi birokrasi secara substansial, masih kedodoran dan mal-function," papar Syaiful.

Webinar seri ke lima ini merupakan komitmen jurusan Ilmu Politik Unand dalam memberikan kontribusi pencerdasan politik bagi masyarakat. 

"Jurusan Ilmu Politik Unand concern terhadap proses peningkatan kapasitas para civitas akademika dan masyarakat umum di bidang politik," pungkas Ketua Jurusan Ilmu Politik Unand, Dr Indah Adi Putri.(rls)

Padang, Lintas Media News

PT Semen Padang bersama 41 BUMN lainnya yang ada di Sumbar melakukan penyaluran 10.000 masker untuk masyarakat dalam rangka pencegahan penularan COVID-19 selama masa adaptasi kebiasaan baru ini.  Kegiatan penyerahan bantuan tersebut secara simbolis dilakukan di stasiun kereta api Simpang Haru Padang pada Selasa, 27 Oktober 2020.

Kepala CSR PT Semen Padang Muhammad Ikrar mengungkapkan kegiatan itu merupakan arahan dari Kementrian BUMN kepada Satgas Bencana BUMN Sumbar. "Untuk penyalurannya diserahkan pada Satgas Kabupaten Kota. Alur penyaluran bantuan masker tersebut yakni mulai dari Pusat, Provisi dan Kabupaten Kota," ujar Muhammad Ikrar. 

Pada kesempatan tersebut, hadir sekitar 20 orang dari tiap BUMN yang ada di Sumbar guna melakukan koordinasi penyaluran bantuan tersebut. Masker yang diberikan yakni berupa masker kain yang sesuai dengan standar kesehatan COVID-19, sehingga dapat digunakan secara efektif dan maksimal oleh masyarakat selama masa pandemi. 

PT Semen Padang, lanjutnya, selalu berupaya untuk mendukung upaya pemerintah dalam penanganan COVID-19 di Indonesia di Indonesia, terutama di Sumbar. Dijelaskannya, konsen pemerintah ada tiga dalam menghadapi pandemi yaitu pencegahan dan penanggulangan COVID-19, kemudian adaptasi kebiasaan baru serta Pemulihan faktor ekonomi. 

"Kami selalu berupaya untuk ikut dalam mendukungnya, seperti penanggulangan COVID-19 salah satunya dengan menjadikan Semen Padang Hospital sebagai salah satu RS Penanganan COVID-19 di Sumbar. Untuk adatapsi kebiasaan baru, kita juga aktif melakukan sosialisasi, mempersiapkan sarana dan prasarana untuk internal maupun eksternal. 

Sementara, untuk pemulihan ekonomi dilaksanakan berupa penyaluran bantuan sembako yang difokuskan pada masyarakat ring 1 sekitar perusahaan," ujar pria yang kerap disapa Eki ini.

Sebelumnya, Semen Padang juga kerap melakukan berbagai aksi peduli dalam rangka mendukung upaya pencegahan COVID-19 yang masih terjadi. Penyaluran  bantuan tersebut seperti memberikan tempat cuci tangan/wastafel kepada berbagai instansi pemerintah diantaranya Mako Satpol PP Padang, termasuk Balai Kota Padang, Pasar Bandar Buat, Pasar Indarung, Pasar Raya Padang, Pasar Lubuk Buaya dan Pasar Nanggalo.

Selain tempat pencuci tangan, berbagai upaya lainnya dalam melawan penyebaran wabah COVID-19, juga telah dilakukan Semen Padang. Di antaranya, menyerahkan puluhan bilik sterilisasi sebanyak untuk rumah sakit-rumah sakit di Sumbar. Kemudian, juga memasang bilik sterilisasi di lingkungan Semen Padang Group, termasuk di Semen Padang Hospital,

Bahkan, upaya PT Semen Padang dalam memutus rantai penularan COVID-19 diaperesiasi Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Apresiasi itu, ditandai dengan pemberian penghargaan atas partisipasi/bantuan/sumbangan dalam rangka penanganan Corona Virus Deseases (COVID-19) di Kota Padang .

Penghargaan dari Pemko Padang itu, diserahkan oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dan diterima oleh Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang Oktoweri pada Malam Apresiasi Atas Partisipasi Aktif Penanganan Dampak Covid-19 yang digelar di Grand Zuri Hotel, Senin (21/9/2020).

"Semoga masyarakat benar-benar taat dan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Disiplin 3 M harus terus dilaksanakan dalam mencegah penularan COVID-19. Kita berharap agar pandemi ini segera berakhir dan kita dapat menjalani aktifitas seperti sediakala," kata Eki.

Seperti diketahui, Kementrian BUMN kembali memberi arahan pada BUMN yang ada di seluruh pronvisi untuk mendukung upaya pencegahan COVID-19. 

Pada kesempatan kali ini, Satgas Bencana BUMN Sumatera Barat  memberikan 10.000 masker untuk masyarakat yang akan disalurkan ke seluruh Kabupaten Kota yang ada di provinsi tersebut.

Ketua Satgas Bencana BUMN Sumbar, Insan Kesuma mengungkapkan bahwa kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian dari BUMN pada segenap masyarakat guna menekan laju penyebaran COVID-19 yang masih terjadi di Indonesia," ujar Insan Kesuma di Padang, Selasa, 27 Oktober 2020.

Ia menjelaskan, masker yang diberikan yakni berupa masker kain yang sesuai dengan standar kesehatan COVID-19, sehingga dapat digunakan secara efektif dan maksimal oleh masyarakat selama masa pandemi. (*/b/hms)

Padang, Lintas Media News

Program Peduli Pendidikan menjadi salah satu program unggulan UPZ Baznas Semen Padang.  Melalui program yang telah berjalan sejak 1995 itu, sudah tak terhitung berapa siswa dan mahasiswa yang telah mendapatkan bantuan pendidikan dari UPZ Baznas Semen Padang.

Syamsuarina, SIQ, SAg, MPd

Salah satu di antaranya, adalah Syamsuarina, SIQ, SAg, MPd, seorang PNS yang menjadi guru Agama di SD Negeri 06 Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Wanita berusia 45 tahun itu, merupakan orang pertama yang mendapatkan bantuan beasiswa pendidikan dari UPZ Baznas Semen Padang. 

Senin (26/10/2020) siang, Syamsuarina berkunjung ke kantor UPZ Baznas Semen Padang di Kompleks L120 PT Semen Padang untuk bersilahturrahmi dengan jajaran UPZ Baznas Semen Padang. Di sela-sela kunjungannya itu, Syamsuarina pun menceritakan kisah suksesnya kepada media ini. 

Wanita yang akrab disapa Rina itu mengatakan, dirinya menjadi guru Agama Islam dengan status PNS, tidak terlepas dari dukungan UPZ Baznas Semen Padang. "Alhamdulillah, apa yang saya raih saat ini berkat dukungan dari UPZ Baznas Semen Padang yang telah memberikan saya beasiswa sejak 1995 sampai 2001," kata Rina.

Rina merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara pasangan Syamsuddin (alm) dan Syariah. Di keluarga, Syamsuarina ibarat "pambangkik batang tarandam" karena dari tujuh bersaudara, hanya dirinya yang bisa mengenyam pendidikan tinggi. Sedangkan kakaknya yang lain, hanya sampai SD.

"Almarhum ayah saya bekerja sebagai petani sawah, dan Ibu hanya ibu rumah tangga. Maklumlah, karena kondisi ekonomi yang sulit ketika itu, makanya kakak-kakak saya tidak bisa sekolah lebih tinggi. Mereka hanya tamat SD, dan ada juga kakak saya yang putus sekolah ketika masih SD," ungkapnya.

Ia pun juga menceritakan bagaimana dirinya bisa mendapatkan beasiswa pendidikan dari UPZ Baznas Semen Padang yang dulunya bernama Bazis Unit Korpri PT Semen Padang.

Saat itu pada tahun 1994, atau sekitar 1 bulan setelah tamat dari SMA Semen Padang, dirinya ditemui  pihak Kopri Bazis PT Semen Padang.

Rombongan tersebut datang ke rumahnya di RT02/RW01, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Salah satu dari rombongan Bazis Unit Korpri PT Semen Padang itu adalah Muhammad Arif yang kini menjabat sebagai Kepala Pelaksana Harian UPZ Baznas Semen Padang. Kemudian, mereka menanyakan kenapa tidak melanjutkan kuliah. 

Rina lalu menyampaikan bahwa dirinya sangat ingin sekali kuliah, tapi karena faktor ekonomi, makanya keinginan itu terpaksa Ia pendam, apalagi ketika masih SMA, Ayahnya meninggal dunia dan kakaknya bernama Syamsuar lah yang membantu biaya sekolahnya sampai tamat. "Kakak saya ketika itu kerja di SPBU Bandar Buat," ujarnya. 

Kemudian, pihak Bazis Unit Korpri PT Semen Padang pun menawarkan beasiswa pendidikan untuk kuliah. Dengan senang hati, tawaran itu diterimanya. Pada tahun 1995, Rina pun kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam-Pengembangan Ilmu Alquran (STAI-PIQ) Padang dengan beasiswa penuh dari Baziz Kopri PT Semen Padang. 

Beasiswa penuh itu terdiri dari uang masuk STAI-PIQ, uang SPP dan uang saku sebesar Rp50 ribu/bulan. "Sebelum kuliah, saya sempat beberapa bulan bekerja di Bazis Unit Korpri PT Semen Padang menjadi tenaga sukarela, karena saat itu Bazis Korpri baru berdiri dan masih kekurangan SDM," ungkap ibu empat orang anak itu. 

Di samping mendapatkan beasiswa, lanjutnya, pihak Bazis Unit Korpri PT Semen Padang juga menawarkan dirinya untuk menjadi guru mengaji di Masjid Al-Jihad Perumahan HO II Indarung dengan honor Rp75 ribu/bulan. Dan tawaran itu pun menjadi hal yang paling berkesan dalam hidupnya. 

"Saya mengatakan paling berkesan, karena guru mengaji merupakan profesi sangat mulia dan berkah untuk akhirat. Makanya sampai sekarang ini, saya masih mendedikasikan diri saya sebagai guru mengaji. Sekarang ini saya mengajar mengaji di Masjid Nurul Hidayah Simpang Patai, Kelurahan Padang Besi dan di Masjid Raya Jabal Ramah Semen Padang," tuturnya.

Kepala Pelaksana Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif mengatakan bahwa Rina merupakan mahasiswa pertama yang menjadi binaan UPZ Baznas Semen Padang. Dan di mata karyawan UPZ Baznas SemenPadang, Rina adalah sosok wanita yang sholehah, rajin dan gigih. 

"Kami salut dengan kegigihan Rina, apalagi sampai saat ini dia juga mendedikasikan dirinya untuk menjadi guru mengaji. Kami semua bangga dengan Rina, apalagi beliau seorang Hafiz Quran. Kami berharap, mahasiswa dan pelajar binaan kami dapat menjadikan Rina sebagai teladan bagi mereka," katanya. 

Selain Rina, masih banyak mahasiswa dan pelajar binaan UPZ Baznas Semen Padang yang telah sukses berkarir diberbagai tempat. Bahkan, sebut Arif, ada juga mahasiswa dan pelajar binaan UPZ Baznas Semen Padang yang menjadi dokter, polisi, TNI, PNS, guru, dan ada juga yang bekerja di Chevron. 

"Kalau dihitung-hitung, sudah ratusan mahasiswa dan pelajar yang dapat bantuan beasiswa rutin dari UPZ Baznas semen Padang, tapi kalau beasiswa masuk sekolah itu sudah banyak, sudah ribuan orang. Dan beasiswa pendidikan bagi kami, adalah program unggulan UPZ Baznas Semen Padang," ujarnya.

UPZ Baznas Semen Padang ini, tambah Arif, didirikan melalui SK Ketua Baznas Pusat No 57 tahun 2016 tanggal 21 Desember. Pada medio April 2017, UPZ Baznas Semen Padang mulai menyalurkan zakat karyawan dan karyawati PT Semen Padang untuk pertama kalinya. 

Sebelum UPZ Baznas Semen Padang, pengelolaan zakat karyawan/ti PT sSemen Padang dikelola oleh Bazis Unit Korpri PT Semen Padang yang didirkian pada tahun 1995. Kemudian pada 1998, namanya diganti menjadi Bazis Semen Padang.

Dengan adanya UU RI No 38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat, maka pada Januari 2002, dibentuklah Yayasan Lembaga Amil Zakat Semen Padang (LAZ-SP). 

Seiring dengan itu, zakat karyawan kemudian dikelola melalui LAZ-SP. Kemudian pada tanggal 24 November 2016, LAZ-SP tidak lagi mengelola zakat karyawan Semen Padang, karena adanya regulasi berupa UU No. 23 tahun 2011, PP 14 2014 dan Inpres No. 3 tahun 2014. "Sehingga untuk selanjutnya sampai sekarang ini, zakat karyawan/ti PT Semen Padang dikelola UPZ Baznas Semen Padang," pungkas Arif. (*/b/hms)





PADANG.Lintas Media News.
Ketua Ketua Pemilihan Umum (KPU) provinsi Sumatera Barat Amnasmen didampingi komisioner bidang tehnis Izwaryani dan Kabag hukum, tehnis dan Hupmas Aan Wuryanto serta kasubag Tehnis dan Hupmas Jumiati, menyerahkan alat peraga kampanye (APK), untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat, Senin (26/10/2020).

Penyerahan APK berupa baliho 57 lembar, umbul-umbul 895 lembar dan spanduk 1.158 untuk masing-masing pasangan calon.

Pada kesempatan tersebut ketua KPU Amnasmen mengatakan, sebagai sebuah kewajiban negara dan atas kesepakatan pasangan calon, maka diberikan bantuan APK yang akan dipasang sesuai dengan tempat dan ketentuan bersama.

"Tempat pemasangan APK sudah kita tentukan dan disepakati bersama dengan pasangan calon melalui LO dan partai pengusung, serta KPU kabupaten dan kota se-Sumatera Barat," terang Amnasmen.

Ia juga mengatakan, masing-masing Paslon juga diberikan hak untuk membuat APK mandiri, sesuai dengan kesepakatan yang telah diputuskan bersama, dengan ukuran dan jumlahnya.

"Kita juga memberi kesempatan pada Paslon untuk membuat APK sendiri, sesuai dengan kesepakatan yang telah kita lakukan bersama, juga tempat pemasangannya," tambah Amnasmen.

Penjelasan Amnasmen dipertegas Izwaryani, dimana sebagai penanggung jawab tehnis,  ia akan selalu melakukan kordinasi dengan semua pihak, agar terciptanya pilkada yang bermartabat dan sukses.

"Kita akan selalu berkordinasi dengan semua pihak, termasuk dengan Paslon melalui LO, agar tidak ada kendala pelaksanaan dari semua tahapan," terang Izwaryani.

Penyerahan APK dari KPU dihadiri masing-masing LO atau penghubung pasangan calon, sehingga semua bisa melihat kalau yang diserahkan itu sama jumlah dan besarnya.

"Kita sengaja mengundang Paslon atau LO dalam penyerahan ini, agar semua bisa melihat kalau jumlah dan lebar APK yang kami serahkan pada Paslon sama," ulas kasubag Tehnis dan Hupmas Jumiati.

Ditegaskannya, sengaja APK tersebut langsung diturunkan dari mobil pengangkut ke mobil penjeput, sehingga tidak ada kesempatan siapapun melakukan pengrusakan atau mengakali APK tersebut.

"APK ini langsung kita turunkan dari truck pengangkut langsung ke mobil penjeput dari Paslon, agar tidak ada indikasi lain dan praduga macam-macam, yang bisa membuat kegaduhan,"tutup Jumiati.(St/mc-kpu)









Riau.Lintas Media News.
Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Mohammad Moralis, Sekretaris Serikat Media Siber (SMSI) Provinsi Riau.

‘’Semoga sahabat kita, almarhum Moralis mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT, mudah-mudahan tergolong syahid, Aamiin YRA,’’ sebut orang nomor satu di Provinsi Riau itu. 

Gubri juga mendoakan istri, anak, dan keluarga almarhum tabah menghadapi cobaan. ‘’Sekarang, kita doakan semoga isterinya (lagi dirawat) lekas sembuh, Aamiin YRA,’’ ujar Syamsuar.
 
Mengantisipasi libur panjang, Senin (26/10/2020), Gubri mengundang Walikota Bupati se-Riau. ‘’Besok, kami rapat dengan Walikota dan Bupati se-Riau membahas penanganan Covid-19,’’ tutupnya. 

*Protokol Covid-19*
Sebelumnya, Ahad (25/10), sekitar pukul 16.00, sejumlah wartawan menyempatkan diri ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk menyolatkan sekaligus memberi penghormatan terakhir terhadap almarhum.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau H Zulmansyah Sekedang terlihat sedih ketika memberikan sambutan singkat. Tampak hadir sejumlah wartawan antara lain H Fendri Jaswir, H Asril Darma, Luna Agustin, dan H Ardiansyah Tanjung.

Setelah disholatkan yang juga dihadiri anggota DPRD Riau Yulisman S.Si dan H Agung Nugroho SE serta owner PT Muhibah Ibnu Ma’sud, jenazah Pemred/Penanggungjawab riaumandiri.id itu dikebumikan dengan standar protokol kesehatan Covid-19, di TPU Palas, Rumbai, sekitar pukul 17.00.

Sebelumnya, Mohammad Moralis sempat mengalami demam panas. Karena kondisinya menurun, maka dibawa ke RS Awal Bross Panam, Senin (19/10/20) pukul 04.00 WIB dinihari.

Karena kondisinya membutuhkan ventilator, Senin siang dipindahkan ke RSUD Arifin Ahmad. Almarhum menjalani perawatan di ICU sambil menunggu hasil Swab, yang keluar Selasa (20/10/20) dengan hasil positif Covid-19.

Dirut RSUD Arifin Ahmad dr Nuzelly Husnedi, MARS sebelumnya sempat menginformasikan kondisi almarhum membaik. Respon terhadap obat yang diberikan juga sangat baik. Moralis masih di dalam ruang ICU memakai ventilator dan dalam pengawasan tim dokter.

Namun Tuhan berkehendak lain. Setelah sempat menjalani perawatan selama enam hari, Mohammad Moralis menghembuskan nafas terakhir menjelang siang tadi.

Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga besar wartawan di Riau. Apalagi, dalam kesehariannya almarhum dikenal ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja.

Media sosial baik FB maupun WhatsApp, banjir ucapan berbelasungkawa atas kepergian almarhum. Ucapan duka juga disampaikan Ketua SMSI Riau Novrizon Burman

“Innalillahi wainna ilahi rajiun. Hari ini kita kehilangan wartawan yang tunak dan mencintai profesinya. Sosok wartawan yang pantas untuk dijadikan teladan. Selamat jalan Saudara kami Mohammad Moralis. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan dan kesabaran" 

Novrizon juga menyampaikan ‘’kami sangat kehilangan, almarhum adalah orang baik, saya saksinya,’’ ucapnya.

Mendengar berita duka tersebut, Firdaus ketua Umum SMSI Pusat menyampaikan duka cita mendalam, atas kepergian Moralis.

"Kepergian Sahabat dan saudara kami Moralis, sangat tak terduga. Membuat kami keluarga besar SMSI se Tanah air berduka. Semoga beliau khusnul Khotimah dan yang ditinggalkan diberi kesabaran" (***)









Padang.Lintas Media News.
Turnamen sipak bola Piala Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat Usia 14 tahun resmi ditabuh di Stadion Haji Agus Salim Padang pada Sabtu (24/10).

Turnamen tersebut diikuti 24 tim yang berasal dari Sumatera Barat, Riau,dan Sumatera Utara.

Ketua PWI Sumatera Barat Heranof Firdaus saat membuka  secara resmi turnamen tersebut mengatakan, turnamen ini bertujuan untuk pembinaan usia muda.

Ia mengajak seluruh tim bermain fair play dan tetap mengedepankan protokol kesehatan 

"Tetap jaga semangat berjuang meraih hasil terbaik dan juga tidak lupa menjaga kesehatan karena kita berada di tengah pandemi COVID-19," katanya.

 kepada seluruh tim yang telah ikut serta dalam turnamen ini,selaku Ketua PWI Heranof mengucapkan terima kasih

"Mari bersama junjung sportifitas dalam setiap pertandingan yang ada," kata dia.

Sementara itu Ketua Siwo PWI Sumatera Barat Faisal Budiman mengatakan. Piala SIWO PWI Sumatera Barat digelar dari 24 Oktober hingga 30 Oktober 2020 di Stadion Haji Agus Salim Kota Padang 

Menurut Budiman,24 tim tersebut akan dibagi dalam enam grup dengan sistem setengah kompetisi dan dua tim terbaik di setiap grup akan lolos ke babak "Knock Out" atau sistem gugur yang akan diikuti 12 tim.

"Tim terbaik di babak ini akan maju ke babak selanjutnya hingga babak final," jelasnya.

Tujuan dari turnamen ini hanya untuk pembinaan usia muda dan menambah jam terbang pemain dalam kompetisi.

"Turnamen ini rencananya akan digelar setiap tahunnya,"kata dia.

Pada kesempatan itu Budiman juga menjelaskan group-group yang akan tampil yaitu;
Grup A 
1. Putra Wijaya
2. Akademi TNI Polri
3. Exellent Batusangkar
4. Persegat

Grup B
1. Nusa Indah P
2. Bina Bakat
3. WN Soccer Sijunjung
4. Kuranji

Grup C 
1. PSG
2. Merah Putih Bangkinang
3. Imam Bonjol
4. Bina Muda

Grup D 
1. LPPKI FC
2. PSTS 
3. Elang Nusantara
4. Muspan

Grup E
1. BBC Batuang Taba
2. Gapas Rohul
3. Bintang Utama Payakumbuh
4. AW BB FC

Grup F

1. Katapas Pariaman
2. Balai Baru PDG
3. Liberti FC
4. Gasliko.(b/rls)

BENGKALIS.Lintas Media News..
Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam bersama Penjabat Bupati Bengkalis H.Syahrial Abdi melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis dalam rangka memberikan arahan kepada jajaran kepolisian dan KPU Bengkalis agar penyelenggaraan Pilkada dapat dilaksanakan dengan damai, lancar serta sehat bebas Covid-19, Kamis (22/10/2020).

Kedatangan Kapolda Riau dan rombongan langsung disambut oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis Fadhillah Al Mausuly bersama komisioner dan staf KPU Kabupaten Bengkalis.

Dalam pertemuan yang berlangsung santai tersebut, Kapolda mengingatkan kepada penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU Bengkalis untuk dapat mengawal penyelenggaraan pilkada secara damai, lancar dan bebas penyebaran kasus Covid-19. 

KPU kami harapkan untuk terus mengawal para Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah beserta tim sukses dan relawannya untuk konsisten mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

"Seperti yang tertuang dalam aturan yang dibuat oleh KPU Pusat, karena kita tidak ingin muculnya cluster baru Covid-19 akibat tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19 oleh Paslon maupun tim dan relawannya," ujar Kapolda Riau. 

Kapolda Riau juga meminta kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bengkalis untuk lebih gencar mensosialisasikan kepada masyarakat agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan dengan cara menggunakan masker, cuci tangan, serta jaga jarak.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda juga meminta kepada jajaran TNI/Polri yang bertugas mengamankan pilkada dapat melaksanakan tugas dengan baik dengan mengantisipasi segala bentuk potensi kerawanan.

Sehingga, Pilkada Bengkalis dapat berjalan dengan damai, tertib dan lancar hingga terpilihnya Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Sementara, Ketua KPU Bengkalis Fadhilah Al Mausuly menyampaikan, bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Polres dan Kodim 0303 Bengkalis, dalam hal pengamanan kegiatan setiap tahapan.

"Kami secara intens terus berkoordinasi dengan Bapak Kapolres dan Dandim dalam hal pengamanan. Terkait protokol kesehatan sudah kami buat tata tertibnya, dan saat pendaftaran kemarin sudah dilaksanakan sesuai protokol kesehatan, dan semua paslon beserta tim suksesnya telah mematuhinya," terang Fadhilah.

Fadhilah menambahkan, pihaknya merasa terbantu oleh pengamanan dari jajaran kepolisian dan TNI, dan memang di masa pandemi Covid-19 ini tugas pengawasan menjadi lebih ekstra.

"Karena kita semua dituntut untuk mengawasi tidak hanya pelanggaran Pilkada, namun juga mengawasi penerapan protokol kesehatan dalam setiap tahapan, agar Pilkada dapat berjalan sukses dan juga sehat," Kata Ketua KPU Bengkalis Fadhilah Al Mausuly. (Ind)




Painan.Lintas Media News.
Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar HM  Nurnas tokoh peratas (melahirkan) Komisi Informasi di Sumbar yang bersama-sama masyarakat sipil tahun 2014. 

Itu disebut Nurnas saat jadi narasumber Bimtek Penyelesaian Sengketa Informasi di Painan Convention Center (PCC). Sejarah ada Komisi Informasi Sumbar yang bertugas menyelesaikan sengeketa informasi  publik dan mengawal terbuka informasi publik di Sumbar.

"Kala itu (2013) dua orang anak muda datang dan berdiskusi dengan saya, Rony Saputra LBH dan Adrian Toaik seorang wartawan, lalu ada demo penyampaian aspirasi untuk membentuk Komisi Informasi di Sumbar 2013. Akhirnya saya selaku Anggota DPRD merespon dan berjuang dengan kawan di Komisi III DPRD Sumbar waktu itu, ada angatata lain Zulkifli Djailani selalu Sekretaris Komisi III DPRD Sumbar untuk mendesak Pemprov Sumbar memfasilitasi lahirnya Komisi Informasi sesuai UU 14 Tahun 2008,"ujar HM Nurnas.

Dua periode kini Komisi Informasi Sumbar Nurnas terus melakukan pengawalan.

"Tugas KI (komisi informasi) itu memastikan terbukanya informasi publik yang diproduksi oleh semua badan publik yang dibiayai APBN atau APBD. Jika tak itu kerjanya KI maka saya orang pertama yang menghook-nya. Allhamdulillah hari ini di periode kedua KI Sumbar masih on the track, bahkan saya menyaksikan sendiri sebuah lembaga didanai APBD memajang anggarannya di dinding kantornya, berapa gaji dan perjalanan dinas komisioner KI bisa diketahui,"ujar HM Nurnas.

Adanya Bimtek ini tentu memberikan pemahaman kepada seluruh orang bahwa transparansi atau keterbukaan itu bagian dari partispasi dan pengawasan terhadap semua hal yang didanai oleh uang rakyat.(rilis/st)





PESSEl.Lintas Media News. Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) tak hanya punya pantai yang indah sepert, Pantai Carocok yang airnya jernih, tapi juga punya komitmen keterbukaan informasi publik.

Itulah ungkapan Pjs Bupati Pessel Mardi saat membuka Bimtek Penyelesaian Sengketa Informasi Publik Sabtu 24/10 di PPC Painan. Apalagi kata Mardi narasumbernya Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar HM Nurnas.

“Pak Nurnas ini induak angkang terujudnya keterbukaan informasi publik di Sumbar. Bahkan saat rapat anggaran pak Nurnas tetap menunjukan konsisitensinya mengawal keterbukaan infromasi publik. Ambo begitu tahu narasumbernya Pak Nurnas, harus balik lagi ke Painan dari Padang pagi ini,” ujar Mardi.

“Pemerintah selaku badan publik sangat taat asas terhadap keterbukaan termasuk dokumen soal anggaran. pola publikasinya ada di website PPID. Apakah ini harus dilayani tatap muka atau cukup dengan membuka website apa yang di inginkannya,” ujar Mardi.

Wakil Ketua KI Sumbar Adrian merespon apresiasi Pjs Bupati yang juga Kepala Inspektorat Provinsi Sumbar.

“Benar apa yang disampaikan Pak Mardi, sehingga itu ada regulasi pengelolaan informasi publik dan adanya standar operasional prosedur, ingat melayani informasi publik PPID dan masyarakat diposisikan orang-orang cerdas dan hebat,” ujar Adrian.

“Kalau informasi diminta sudah ada di website, PPID cukup menjawab dengan petunjuk informasi yang diminta sudah ada di website PPID atau website badan publik,”ujar Mardi.

Mardi mengatakan UU KIP menjadikan pemerintahan semakin konkret melayani informasi publik.

“Hak untuk memperoleh informasi publik dilindungi konstitusi dan pemerintah wajib melayani dan bisa meujudkan good and clean goverment,”ujar Mardi.(ST/fjkip)






PADANG.Lintas Media News.
 Ketua DPRD Sumbar Supardi, didampingi Hidayat (Gerindra) dan HM. Nurnas (Demokrat) menerima kunjungan silaturahmi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Jumat (23/10/2020) diruangam Ketua Legislatif tersebut.

Dalam Pertemuan silaturahmi itu, juga membahas kesiapan PWI dalam rangka HPN dan Porwanas tahun 2021, di Malang.

Dalam kesempatan tersebut, ketua PWI Sumbar Heranof Fordaus yang didampingi sekretaris Widya Nafis, Jayusdi Efendi, Sawir Pribadi, Eko Yanche dan Tomy de Rapers, berharap agar DPRD Sumbar dapat mendukung program tersebut.

Dalam pertemuan silaturahmi tersebut terungkap kalau pada dasarnya DPRD Sumbar siap mendukung, jika memang ada pengusulan dari Pemprov melalui KUA-PPAS, dan perlu PWI Sumbar melakukan pembicaraan khusus dengan Gubernur, Dispora dan Bakeuda.
'PWI merupakan mitra kami, maka kami siap mendukung semua program yang ada, selagi memang sama-sama gigih untuk melakukannya, sehingga apa yang kita harapkan tercapai," ungkap Supardi.

Ditambahkan Supardi, semua akan terus difasilitasi agar jangan terlambat, karena itu perlu diketahui bersama legislatif, jadi tidak keteter, dengan ketentuan usulan disampaikan pada Gubernur dan tembusan disampaikan pada legislatif.

"Kami akan telusuri sampai dimana pemprov memasukkan usula. PWI dengan berkomunikasi pad gubernur dan SKPD," ulas Supardi lagi.

Pernyataan Supardi ditambahkan HM. Nurnas, dimana perlu komunikasi yang intens dalam hal ini, agar tidak terputusa dalam pembahasan anggaran.

"Kita perlu tau sebenarnya, apakah ada dimasukkan pemprov dalam usulan KUA-PPAS atau tidak, karena saat ini pengusulan anggaran saat ini tidak bisa masuk ditengah jalan," ulas Nurnas.

Pernyataan tersebut juga diperkuat Hidayat, akan berusaha menyusuri kembali jalan usulan anggaran, agar tidak menjadi pelanggaran.

"KIta akan bersama-sama pemprov membantu agar anggaran tersebut bisa terealisasi, dan apa yang kita harapkan tercapai," tambah Hidayat.

Dukungan dari DPRD Sumbar tersebut disambut gembira rombongan PWI dan menjelaskan kalau lembaga tersebut sudah sampai pada Gubernur dan OPD, agar bisa menjadi anggaran nyata.

'kani sudah usulkan ke Gubernur, Biro Humas dan Dispora, maka saat ini kami silaturahmi pada DPRD Sumbar," ungkap Herianof Firdaus lagi.

Pertemuan yang berlangsung amat penuh kekeluargaan tersebut diselingi dengan berbagai diskusi lainnya, sehingga tampak akrab dan menyatu antara Pimpinan DPRD, Nurnas, Dayat bersama pengurus PWI.(fwp-sb/st)

Padang.Lintas Media News.
Gubernur Sumatera Barat dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Drs. Alwis mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menko polhukam, Menko PMK, Menteri dalam Negeri (Mendagri), Mentri Perhubungan, Ka BNPB, Kemenag, Polri, TNI ,Gub dan Bupati/wako se Indonesia dalam rangka kesiapan antisipasi penyebaran Covid-19 disaat libur panjang akhir pekan, Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28 Oktober sampai 1 November 2020.

Hadir yang mendampingi Sekda Provinsi Sumbar Drs. Alwis saat itu Kombes Pol. Tafianto, Kabinda diwakili oleh Letkol Andri Yani, Danrem 032 Wirabaja dan Kepala Biro Humas Hefdi diikuti secara virtual di ruang kerja gubernur, Kamis (22/10/2020).

Mendagri Tito Karnavian mengatakan selama melaksanakan libur dan cuti bersama agar sedapat mungkin menghindari  melakukan perjalanan dan tetap berkumpul bersama keluarga. 

"Untuk pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad Saw agar dilaksnakan dilingkungan masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, menggunakan masker, cuci tangan jaga jarak  serta tidak berkerumunan agar terhindar dari penularan Covid-19," kata Tito.

Selanjutnya, ia juga mengatakan jika pelaksanaan liburan dan cuti bersama dilakukan dengan perjalanan keluar daerah akan dilakukan test PCR atau Rapid Test menyesuaikan dengan aturan moda transportasi yang berlaku untuk memastikan pelaku perjalanan bebas dari Covid-19.
"Bertujuan untuk melindungi orang lain termasuk keluarga selama perjalanan atau orang yang di tempat dikunjungi. Bagi yang dinyatakan positif agar tidak melaksanakan perjalanan dan melakukan karantina mandiri yang disiapkan pemerintah untuk pencegahan penularan," kata Tito.

Lebih lanjut ia, juga meminta kepada setiap daerah agar memperkuat sistem pengawasan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Daerah masing-masing. Dengan mengintensifkan satuan tugas penanganan Covid-19 dilingkungan baik pada level provinsi maupun kabupaten dan kota.

Lalu mengerucut ke Kecamatan/Kelurahan, Nagari/Desa dan Desa beserta RT/RW diantaranya dengan konsep adanya kampung tangguh dan RT/RW tangguh bebas Covid-19 sesuai kebijakan lokal masing-masing.

"Hal ini bertujuan agar disuatu kelurahan atau desa tersebut terbebas dari Covid-19 dengan membatasi pengunjung disuatu lingkungan dan menunjukan dengan membawa surat hasil test PCR/ Rapid test yang mejelaskan bahwa pengunjung negatif Covid-19," ungkap Tito Karnavian.

Kemudian selanjutnya, di daerah mungkin terdapat memiliki tujuan wisata dan pulang kampung akan dilakukan identifikasi oleh seluruh stakeholder sesuai dengan Surat Edaran (SE)  Menteri Dalam Negeri Nomor 440/5184/SJ tentang pembentukan satuan tugas penanganan Covid-19 yang diterbitkan pada tanggal (21/10) kemarin.

SE ini sudah bersifat umum apa saja dilakukan semoga dapat diterima dan sekaligus diterjemahkan bagi lokal wisdom sesuai karaktestik wilayah masing-masing agar memiliki satu prinsip kekompakan dalam mengambil kebijakan oleh Fokopimda.

"Mudah-mudahan dengan terlaksanakan setelah ini para forkopimda dapat melaksanakan rapat identifikasi potensi penaganan Covid-19 di daerah masing-masing," harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo mengatakan prestasi yang telah diraih dalam penanganan Covid-19 pada Minggu terakhir ini kita tidak boleh kendor tidak boleh lengah dan lalai.

"Agar semua seluruh pihak betul-betul mengantisipasi libur panjang ini kalau tidak, maka kasusnya akan meningkat setelah libur panjang terakhir rumah sakit akan penuh dan dokter akan kehabisan waktu untuk merawat," kata Doni.

Selain itu ia juga mengatakan untuk persiapan libur panjang perlu diajurkan kepada masyarakat agar memilih opsi liburan dirumah saja bersama keluarga.

"Dengan melakukan aktifitas-aktifita yang bisa membuat bahagia sehingga bisa meningkatkan imunitas tubuh keluarga mohon ini dapat menjadi opsi," katanya .

Selanjutnya, liburan tidak harus di luar kota tetapi dirumah saja melakukan dengan aktifitas bermanfaat bagi kita dan juga lingkungan temasuk membersihan perkarangan rumah dan gorong-gorong.

"Bahkan luangkan waktu menanam pohon sehingga munsim hujan pohon mudah-mudahan bisa tumbuh bermanfaat bagi kita semua. Satu hal yang menjadi rujukan kita semua liburan aman dan nyaman tanpa kerumunan," ajak Doni.(rel)

JAKARTA .Lintas Media News.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) kembali meraih penghargaan sebagai Provinsi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terbaik 2020 untuk kawasan Sumatera. Seperti tahun-tahun sebelumnya Sumbar kembali mendapat penghargaan berturut-turut. 

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, di Jakarta, Kamis (22/10/2020) Graha Sawala gedung Ali Wardhana Kantor Kemenko Perekonomian RI kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.
Pada Rakornas Pengendalian Inflasi tahun 2020 yang bertema Transformasi Digital UMKM Pangan Untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Stabilitas Harga Menuju Indonesia Maju. Berdasarkan Keputusan Menko Bidang Perekonomian RI nomor 264 tahun 2020, Sumatera Barat kembali menyabet "Provinsi Kinerja Terbaik Wilayah Sumatera".

"Alhamdulillah, pada Rakornas TPID hari ini, Provinsi Sumatera Barat kembali mendapat penghargaan sebagai Provinsi  Terbaik Pengendalian Inflasi utk Wilayah Sumatera," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno usai menerima penghargaan (22/10).

Irwan Prayitno menyebutkan, bahwa penghargaan yang sama ini membuktikan usaha pemprov Sumbar dalam mengendalikan inflasi berhasil, sehingga penghargaan yang diberikan ini dapat menjadi motivasi kedepannya dalam meningkatkan kinerja bersama stakeholder terkait dalam pengendalian inflasi didaerah.
"Alhamdulillah dari 34 provinsi, untuk tingkat provinsi Sumbar masuk dari lima provinsi yang menerima penghargaan ini, yaitu Sumatera Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo dan Papua," ucapnya

Lanjut Gubernur Sumbar menyampaikan, penghargaan tersebut dihasilkan berkat kerja keras seluruh pihak, termasuk TPID di Sumbar yang mampu mengendalikan inflasi dengan baik. Artinya, jika inflasi Sumbar baik tentu pertumbuhan ekonomi di Sumbar ke depan akan semakin baik.

Namun demikian, ia berharap Sumbar tidak ingin berpuas diri dengan penghargaan ini. Karena itu, dengan terkendalinya inflasi dan Sumbar juga termasuk berkontribusi terhadap perekonomian negara. 
"Tentu dengan berturut-turutnya menerima penghargaan yang sama menjadi bukti usaha kita di Sumatera terbaik. Semoga pusat bisa melihat pertumbuhan yang telah dibangun Sumbar dan berharap pusat bisa mendapat keseimbangan dan keadilan dalam hal dana pembangunan," harapnya. 

Ini yang selalu menjadi perhatian kita agar kebutuhan masyarakat tetap terjamin dan inflasi tetap terkendali. Apalagi, itu persoalan lonjakan harga yang sering terjadi menjelang ramadhan dan idul fitri. Upaya kita dengan membuka operasi pasar murah dengan kerjasama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan stakeholder terkait di Sumbar," terangnya.(Rel)

Ketua Pelaksana Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif
menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu beberapa bulan lalu

Padang, Lintas Media News

Selama September tahun 2020, Unit Pengelola Zakat ( UPZ ) Baznas Semen Padang yang merupakan lembaga penghimpun dan penyalur zakat karyawan/ti PT Semen Padang, telah menyalurkan zakat sebesar Rp105,5 juta lebih kepada para mustahik. 

Zakat sebesar seratusan juta rupiah dari insan perusahaan semen plat merah di Kota Padang itu, disalurkan oleh UPZ Baznas Semen Padang kepada para mustahik melalui berbagai program UPZ Baznas Semen Padang, yaitu program peduli ekonomi, peduli pendidikan, peduli kesehatan dan program dakwah-advokasi.

Kepala Pelaksana Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif memaparkan penyaluaran dana zakat selama September 2020. Kata dia, zakat sebesar Rp105,5 juta lebih itu telah disalurkan kepada mustahik yang tergabung ke dalam ashnaf  delapan.

Di antaranya untuk ashnaf miskin, disalurkan sebesar Rp36,7 juta lebih dalam bentuk beberapa sub program, seperti Peduli Ekonomi berupa pemberian bantuan modal usaha untuk masyarakat kurang mampu, Peduli Kemanusian seperti biaya hidup insidentil, serta Peduli Hunian berupa bantuan biaya perbaikan rumah. 

"Kemudian, juga ada Program Kesehatan seperti bantuan bayar hutang berobat di rumah sakit. Untuk September kemarin, ada sebanyak 11 orang penerima manfaat yang kami bayarkan utang berobatnya di rumah sakit," kata Arif saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor UPZ Baznas Semen Padang, Kompleks L150 PT Semen Padang, Rabu (21/10/2020).

Selanjutnya, untuk ashnaf fakir sebesar Rp4 juta, sebut Arif, telah disalurkan kepada tiga orang penerima manfaat yang terdiri dari fakir, jompo, janda dan cacat. Kemudian ashnaf fisabilillah sebesar Rp23,9 juta, disalurkan oleh UPZ Baznas PT Semen Padanh kepada 14 orang penerima manfaat.

"Kemudian, juga ada program beasiswa bagi mahasiswa yang kuliah di luar negeri, terutama di Timur Tengah. Namun untuk sumber beasiswanya, berasal dari 30 persen zakat karyawan/ti PT Semen Padang yang disalurkan ke Baznas Pusat," ujarnya.

Untuk September, penyaluran zakat menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, karena aktiviktas UPZ Baznas Semen Padang ditutup selama tiga pekan, karena harus isolasi demi memutus rantai penularan Covid-19 di lingkungan UPZ Baznas Semen Padang.

"Biasanya penyaluran zakat ke mustahik dan Baznas Pusat oleh UPZ Baznas Semen Padang mencapai di kisaran Rp400juta-Rp500 juta tiap bulannya. Tapi karena dampak pandemi Covid-19, makanya kami menutup seluruh aktivitas di kantor lebih kurang tiga minggu lamanya," beber Arif.

Hingga akhir September 2020  tambah Arif, total zakat karyawan/ti PT Semen Padang yang telah disalurkan oleh UPZ Baznas Semen Padang kepada mustahik maupun ke Baznas Pusat, berjumlah lebih dari Rp5,4 miliar. 

Petugas UPZ Baznas Semen Padang, Toni (kanan) menyerahkan bantuan
uang tunai untuk bayar berobat bagi pasien kurang mampu.


Oleh sebab itu, Ia pun berterima kasih kepada manajemen PT Semen Padang yang terus memberikan kepercayaan kepada pihaknya untuk mengumpul dan menyalurkan zakat seluruh karyawan/ti PT Semen Padang. 

UPZ Baznas Semen Padang ini didirikan melalui SK Ketua Baznas Pusat No 57 tahun 2016 tanggal 21 Desember. Pada medio April 2017, UPZ Baznas Semen Padang mulai menyalurkan zakat karyawan dan karyawati PT Semen Padang untuk pertama kalinya.

Sebelum UPZ Baznas Semen Padang didirikan, pada tahun 1995, Semen Padang juga telah memiliki lembaga pengumpul zakat karyawan dan karyawati, namanya Bazis Unit Korpri PT Semen Padang. Kemudian pada 1998, namanya diganti menjadi Bazis Semen Padang.

Dengan adanya Undang Undang RI No 38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat, maka pada Januari 2002, dibentuklah Yayasan Lembaga Amil Zakat Semen Padang (LAZ-SP). Seiring dengan itu, zakat karyawan kemudian dikelola melalui LAZ-SP.

Pada tanggal 24 November 2016, LAZ-SP tidak lagi mengelola zakat karyawan Semen Padang, karena adanya regulasi berupa UU No. 23 tahun 2011, PP 14 2014 dan Inpres No. 3 tahun 2014, sehingga untuk selanjutnya sampai saat sekarang ini, zakat karyawan/ti PT Semen Padang dikelola oleh UPZ Baznas Semen Padang. (*/b/hms)



Padang .Lintas Media News..
Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar  berinisiatif menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Keterbukaan Informasi serta Ranperda tentang Penyelenggaraan Penyiaran.  

Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar H. M. Nurnas di Padang, Rabu (21/10) mengungkapkan, persoalannya kedua Ranperda ini dilihat dari perkembangan dan kebutuhan sangat diperlukan sekali keberadaannya saat ini.

"Dilihat dari dalam hal keterbukaan Informasi Publik ini jelas sangat diperlukan sekali," katanya.
Dimana, tambahnya, dalam menggunakan dana APBD dan APBN, menjadi keharusan pemerintah untuk bisa bersikap secara transparan dan terbuka terhadap masyarakat yang punya hak untuk tahu. 

Dikatakan Nurnas, keberadaan keterbukaan informasi publik sangat penting sekali oleh karena masyarakat dapat mengontrol setiap langkah dan kebijakan yang diambil oleh Badan Publik terutama pemerintah.

Menurut Nurnas,penyelenggaraan kekuasaan dalam negara demokrasi harus setiap saat dapat dipertanggungjawabkan kembali kepada masyarakat.
UU Keterbukaan Informasi Publik memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah transparansi dan akuntabilitas badan publik, terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik, akselerasi pemberantasan KKN, optimalisasi perlindungan hak-hak masyarakat terhadap pelayanan publik.

“Jadi, pelayanan informasi publik ini sangat penting dan harus dikelola oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Badan Publik dengan sebaik-baiknya, yang sangat penting adalah dalam konteks konsolidasi dan koordinasi pengelolaan informasi publik,” ungkapnya.

Begitu juga tentang Penyelenggaraan Penyiaraan baik Telivisi dan juga Radio, tambah laki-laki yang akrab dengan panggilan "Cak Nurnas" ini, sangat perlu sekali.

"Semua kita menonton TV, apa yang dilihat sangat mudah ditiru oleh orang, begitu juga kita mendengar Radio," tegasnya.
Contoh kecil, tambah dia lagi, bila sebuah saluran televisi menayangkan orang sedang merokok, kan seharusnya tidak boleh ditayangkan atau disorot kamera ketika meliput berita.
"Itu adalah prioritas Komisi I untuk menyiapkan Ranperda ini, disamping Ranperda lain yang akan diusulkan Gubernur," tandasnya.

Untuk kegiatan pengawasan yang dilakukan pihak legislatif terhadap eksekutif, pihaknya mengaku akan memfokuskan terhadap upaya Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari se Sumbar, dan mempersiapkan Sistem informasi Nagari (SINAR) untuk Nagari di Sumbar, dimana secara nasional dikenal dengan Sistem Informasi Desa (SID),  sesuai dengan Rencana Kerja (Renja) dan Rencana Strategis (Renstra) Komisi I. (*/St)





PADANG.Lintas Media News.
Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar, John Nedy Kambang dinyatakan positif covid 19. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Laboratorium FK Unand, pagi ini, Kamis (22/ )10), John Nedi Kambang terkonformasi positif terinfeksi covid-19. Hal tersebut disampaikan Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Sumbar, Jasman Rizal.

"Diharapkan bagi kawan yang dalam 1 minggu ke belakang pernah kontak erat dengannya, disarankan kiranya dapat melakukan test PCR ke fasilitas kesehatan terdekat," ungkapnya di Padang.

Sementara itu, John yang dihubungi mengaku kondisi fisiknya biasa biasa saja. Cuma lanjutnya memang sempat pening usai meliput demo di DPRD Sumbar 5 hari lalu. Begitu di bawa berobat dinyatakan tak ada gejala, diakui John tekanan darah memang rendah. 

” Tekanan darah rendah bang”, tukas John pemarkarsa vidcon di Sumbar itu.

John Nedy Kambang, merasa tak enak saja, walau kondisi badan biasa biasa, Ia beranikan swab kemarin. Dan hasilnya positif yang keluar pagi ini.

Menurut John, walaupun positif, virus corona di tubuhnya tidak aktif lagi, kata tim kesehatan. Hasil swab menunjukan virus sudah tidak kuat lagi menyerang, jelasnya. Namun begitu John tetap lakukan isolasi mandiri sampai dinyatakan negatif oleh pasukan Andani Eka Putra.

Dengan terkonfirmasinya John, maka keluarganya harus di swab. Mari kita doakan semoga Jon segera disembuhkan Allah SWT.(rls/St)

Padang, Lintas Media News

Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas, Padang Dr.dr. Andani Eka Putra, M.Sc tampil sebagai narasumber pada webinar yang diselenggarakan PT Semen Padang bekerjasama dengan Yayasan Igasar Semen Padang (YISP), Rabu (21/10/2020). Pada webinar dengan topik "

New Normal Bukan Back To Normal, Covid-19 dan Pola Penyebarannya" Dr.Andani mengingatkan agar masyarakat, jangan takut corona, tapi jangan lalai dengan corona.

"Masyarakat kita cenderung lalai. Namun begitu terinfeksi stress-nya minta ampun. Ini yang menyebabkan kematian karena stress berlebihan? Kenapa meninggal? Karena jantung, ginjal, dan gula tidak terkontrol. Ini  yang terjadi. Sudahlah mental tidak kuat, dan lalai," kata Dr. Andani seraya mengatakan, inilah fenomena yang terjadi di masyarakat.

Untuk itu, Dr. Andani mengingatkan, kalau merasa tidak kuat atau takut menghadapi corona maka jagalah diri dan keluarga. "Pikirkanlah ketika orangtua positif corona, dan meninggal, sementara  kita tidak bisa ketemu orangtua yang meninggal," ingatnya.

Webinar ini diikuti semua karyawan YISP (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dan  Perwakilan Orang Tua Siswa. 


Rumah Makan/Restoran Rawan

Pada kesempatan itu Dr.Andani mengingatkan saat ini rumah makan/restoran sangat rawan penularan COVID-19. "Saat ini hampir tidak ada restoran/rumah makan yang aman." Dalam sebuah tes swap pada salah satu restoran,  hampir 30 % karyawannya terfeksi." 

Parahnya, kata Dr.Andani, konsumen kita tidak pakai masker di restoran. "Tambah jelek lagi, petugas restoran tidak pakai masker. Restoran kini jadi salah satu titik masalah penyebaran COVID-19," tukasnya.

Bagaimana cara mengatasi penyebaran covid dari restoran? "Caranya dengan melakukan pemeriksaan gratis bagi pengelola dan karyawan restoran. Digratiskan agar bapak ibu nyaman."

Ia berharap para pengelola dan karyawan restoran menerapkan protokol COVID-19 yang benar. "Semua pegawai wajib pakai masker, jaga jarak dengan pengunjung," kata Dr. Andani. 

Kepada warga Kota Padang, Dr.Andani mengingatkan agar tidak banyak keluar rumah karena angka infeksi COVID-19 di Padang tinggi. 

Dr. Andani juga meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai aktivitas perjalanan dinas, mudik, wisata, dan baralek. "Bagi yang melakukan aktivitas perjalanan dinas harus hati-hati. Setiap pulang dinas, bilang kepada suami jangan masuk kamar dulu. Tes PCR dulu," katanya.  Begitu pula bagi yang mudik, katanya, rentan membawa virus dari luar kota. 

Berbicara tentang new normal, Dr.Andani  mengatakan, new normal adalah sebuah karaater baru, yakni bagaimana melakukan adaptasi terhadap kondisi pandemi. Konsep new normal kembali pada kondisi normal, pada kondisi yang ada. Namun bukan kembali kepada kondisi semula. Konkritnya, kondisi adaptif atau penyesuaian terhadap kondisi era pandemi dengan memakai, jaga jarak dan lain sebagainya.  

Ia mengatakan, pandemi ini tidak bisa diselesaikan sendiri, namun hanya bisa diselesaikan dengan ketelibatan semua komponen bangsa.  

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum Perusahaan PT Semen Padang Oktoweri mengatakan, webinar itu merupakan yang kelima digelar dengan tujuan memberikan edukasi jajaran Yayasan Igasar Semen Padang yang bagian dari keluarga besar semen padang.

"Ini merupakan program tim COVID-19 PT Semen Padang yang rutin memberikan edukasi kepada keluarga besar perusahaan, terutama dalam memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19," kata Oktoweri yang juga Ketua Tim COVID-19 PT Semen Padang. (*/b/hms)




Solsel.Lintas Media News.
Pejabat sementara (Pjs) Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat Jasman Risal mengaku, miris dengan pendapatan para honorer dan sopir di Kabupaten Solok Selatan (Solsel) yang untuk tenaga honor hanya mendapatkan Rp.600 ribu/bulan dan sopir Rp.800 ribu/bulan,mana cukup untuk biaya kebutuhan keluarga.

Untuk itu, pendapatan honorer Tersebut perlu diperhatikan dan masalah ini harus mendapat perhatian dari seluruh stikholder atau dinas-dinas terkait di Kabupaten Solok Selatan.

Menurut Jasman,hal tersebut  sudah dibicarskan dengan pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab.Solok Selatan dan mendapat tanggapan serius dari DPRD .

"Siapa lagi yang akan memperhatikan pihak honorer tersebut kalau tidak kita", ucap bupati yang familar dan penuh ramah ketika berbincang dengan Lintas Media News. Rabu (21/10).(Bbg)





Padang Aro.Lintas Media News.
 Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Solok Selatan, Jasman Rizal melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah di Muara Labuh, Selasa Kemaren. 

Di rumah sakit, jasman meninjau satu persatu ruangan mulai dari IGD, Ruang Pelayanan Pasien, hingga ruangan khusus pasien positif covid-19. 

Di ruangan pelayanan pasien, jasman meminta petugas rumah sakit agar tidak membiarkan pasien menumpuk dalam satu ruangan dan menghimbau agar dilakukan fisikal distancing. 
Menurut Jasman Rizal,kondisi seperti itu akan membahayakan apabila ada orang yang terpapar covid-19. 

“Ini sangat rawan, jangan biarkan masyarakat kita menumpuk disini, kita tidak tahu apakah ada dianatara mereka yang terpapar, kalau ada yang terpapar tentu akan membahayakan bagi masyarakat kita yang lain disini” tegasnya dihadapan Kabag TU RSUD Muara Labuh, Fetri.

Beranjak ke ruangan IGD, Jasman memerintahkan agar letak tempat membuang sampah yang berada di tengah-tengah ruangan. 
Ia meminta agar di letakkan di luar ruangan dan apabila masih membutuhkan tempat sampah yang lebih besar, untuk meminta ke dinas lingkungan hidup.

Jasman juga menyampatkan diri meninjau ruangan isolasi covid-19. Dan berkomunikasi dengan dokter di RSUD yang mengeluh kekurangan tenaga medis. 

Menanggapi hal tersebut, ia secara langsung menginstruksikan kepala dinas kesehatan Solok Selatan, untuk memperbantukan tenaga-tenaga medis yang berada di puskesman ke RSUD. Hal itu katanya akan sangat efektif jika dibandingkan akan melakukan rekrutmen tenaga medis lagi yang membutuhkan waktu lama, sementara hal ini urgent dan harus cepat ditindak lanjuti.(***)


Kepala Unit Humas dan Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati (kanan) ketika menerima visitasi
Tim Komisi Informasi Sumbar yang dipimpin Noval Wiska. (foto:hms.ptsp)

Padang, Lintas Media News

PT Semen Padang menargetkan  meraih penghargaan informatif pada Anugerah Pemeringkatan Badan Publik tahun 2020 yang akan diumumkan Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumbar pada pertengahan November mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita usai kegiatan visitasi KI Sumbar di Wisma Indarung, Selasa (20/10/2020). Visitasi dari KI itu dihadiri Ketua Komisi Informasi Sumbar Noval Wiska, Komisioner Bidang Kelembagaan Tanti Endang Lestari dan Verifikator Kiki Eko Saputra.

Anita menjelaskan, target tersebut bukan serta merta disampaikan, karena memang sebelumnya pada tahun 2019, PT Semen Padang mendapat peringkat 1 anugerah pemeringkatan badan publik untuk kategori BUMN/BUMD. "Jadi target kita, naik satu tingkat dari tahun 2019," ujarnya.

Anita optimis bisa meraih anugerah informatif, karena memang selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), pihaknya telah membuat inovasi terkait keterbukaan publik, dan inovasi itu adalah salah satu syarat untuk mendapatkan anugerah inoformatif.

"Inovasi kami buat itu adalah soal penyediaan layanan dokumentasi tentang PT Semen Padang yang bisa diakses oleh masyarakat secara online di laman PPID website semenpadang.co.id. Kalau sebelumnya, prosedur untuk mendapatkan dokumen tersebut, masyarakat harus datang ke PT Semen Padang," bebernya.

Terkait visitasi dalam rangka pemeringkatan badan publik tahun 2020, Ketua Komisi Informasi  Sumbar Noval Wiska mengatakan bahwa visitasi ini merupakan bagian dari tahapan penilaian anugerah pemeringkatan badan publik. Ada lima tahapannya. 

Tahapan pertama, kata dia, pengisian kuisioner mandiri oleh badan publik dalam hal ini adalah PT Semen Padang. Indikator kuisionernya seputar pelayanan informasi, penyediaan informasi dan daftar informasi publik. Kemudian tahapan kedua, adakah verifikasi website berdasarkan isian kuisioner oleh PPID PT Semen Padang.

Tahapan ketiga, melakukan visitasi ke PT Semen Padang untuk melihat dokumen pendukung secara fisik. "Nah, kunjungan hari ini ke PT Semen Padang adalah untuk melihat dokumen pendukung secara fisik, sesuai dengan isian PPID di PT Semen Padang," katanya.

Kemudian, tahapan keempat, presentasi dari inovasi dan komitmen PPID PT Semen Padang terhadap keterbukaan publik. "Untuk tahapan kelima, barulah anugerah pemeringkatan badan publik yang akan diumumkan pada pertengahan November, dan PT Semen Padang masuk kategori untuk BUMN/BUMD," pungkasnya. (*/b/hms)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.